Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:17 Alhamdulillah wassalatu wassalam ala 1:19 Rasulillah wa ala alihi wasahbihi 1:21 wamawalah. Assalamualaikum 1:22 warahmatullahi wabarakatuh Ikhwan akhwat 1:24 yang dirahmati Allah Subhanahu wa 1:25 ta'ala. Apa kabar? Selamat pagi, selamat 1:27 berakhir pekan. Kita berada di penghu 1:30 ujung tahun 2022 1:33 2022 1:35 2022 maksudnya 1:38 2000 1:39 2 1:41 2022 iya. Ikhwan akhwat aduh sudah apa 1:45 saja yang sudah kita lakukan di 2022 1:48 ini? Sudahkah kita memperbaiki diri 1:51 kita? Bagaimana revolusi Anda setahun 1:54 ini setahunan ini? Biasanya setiap mau 1:57 tahun baru orang-orang bikin revolusi, 1:59 ada yang pengen kurus, ada yang pengen 2:02 naik gajinya, ada yang pengen naik 2:05 omsetnya dan lain sebagainya, 2:07 masyaallah. Mudah-mudahan apapun 2:09 pencapaian Anda di tahun ini Allah 2:10 subhanahu wa taala rahmati dan Allah 2:12 subhanahu wa taala sertakan keberkahan 2:14 di situ ya ikhwan akhwat. Amin amin ya 2:15 rabbal alamin. Diucapkan selamat datang 2:17 di acara kajian tasawuf bersama alfaqir 2:20 Isa Alkaf, ada Andi kameramen yang sudah 2:23 standby dari subuh, masyaallah. Dan ada 2:26 Kang Fajar di meja operator dan 2:28 alhamdulillah bersama kita guru kita 2:30 bersama Habib Ahmad Mushtafa bin Syahab. 2:32 Assalamualaikum Habib. 2:35 Habib ya, masyaallah alhamdulillah 2:38 sampai juga ke sini. Alhamdulillah 2:40 masyaallah. Habis diculik sama Pak Erik 2:42 ini, ada Pak Erik di sini. Dari Masjid 2:44 Al Ittihad dan Mas siapa? 2:47 Mas Febi, masyaallah. Dan kita hari ini 2:49 spesial edisi spesial ditemani oleh Kang 2:52 Musa Alkaf yang berada di samping saya. 2:55 Mas Febi iya, saya mau saya mau belajar 2:57 langsung. 2:59 Belajar sama Kang Musa ini. Kalau dengar 3:01 suara Habib Mushtafa ini sangat lembut, 3:04 halus, menenangkan hati, makanya biar 3:07 lebih tenang langsung datang ke studio. 3:09 Betul, beda kalau berhadapan langsung. 3:10 Betul betul betul betul. 3:13 Aduh Habib. Masyaallah syukron 3:14 Alhamdulillah. Nah, hari ini ikhwan 3:16 akhwat kita akan membahas kitab 3:19 Bidayatul Hidayah. 3:21 Ayo ikhwan akhwat, kalau Bidayatul 3:22 Hidayah bisa beli deh tuh, itu banyak 3:24 terjemahannya. 3:25 Atau bisa bahasa Arabnya juga kita punya 3:28 insyaallah entar kalau ikhwan akhwat 3:29 nanti saya kirimkan. 3:31 Silakan kirimkan permintaan Anda kalau 3:33 mau kita bahasa Arabnya di 08111999720 3:40 atau bisa telepon juga di 021 8451512. 3:44 Hari ini kita mulai baca pembukaannya ya 3:47 Bib ya. Iya, bismillah Bib insyaallah 3:49 kita baca dulu. 3:50 Bidayatul Hidayah. 3:51 Nah, ikhwan akhwat kita simak dulu 3:52 penjabaran dari Habib Ahmad Mujtaba bin 3:54 Sagaf. Tafadhol Habib. 3:56 Baik, bismillah. 4:02 Bismillahirahmanirahim, 4:02 alhamdulillahirabbil alamin wabihi 4:04 nastainu ala umuridunya waddin washolatu 4:06 wassalamu ala sayyidil mursalin 4:08 sayyidina Muhammadin wa ala alihi 4:09 washohbihi ajmain. 4:10 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana 4:13 innaka antal alimul hakim watub alaina 4:15 innaka antat tawwabur rahim. 4:17 Allahumma ya fattah ya alim ya fattah ya 4:19 alim ya fattah ya alim iftah alaina 4:21 fathan qoriba ya arhamar rahimin. 4:24 Allahumma la sahla illa ma ja'altahu 4:25 sahla wa anta taj'alul hazana idza 4:27 syi'ta sahla. Allahumma sahillana 4:29 hifdhul ulum wahablana wasi'atil fuhum 4:31 bijahi nabiyikal ma'shum shollallahu 4:33 alaihi wasallam. 4:34 Allahumma inna nas'alukal ilmal ladunni 4:36 wal masyrabash shofil haniyyah wahab ya 4:38 ghoniyyu wana'udzubika Allahumma min 4:39 ilmin la yanfa'. Wa qolbin la yakhsya' 4:41 wa amalin la yurfa' wa ainil la tadma' 4:43 wa nafsin la tasyba'. 4:45 Wa da'watin la yustajabu laha bi 4:46 rahmatika ya arhamar rahimin ya arhamar 4:48 rahimin ya arhamar rahimin. 4:51 Nawaitut ta'alluma wat ta'lima wat 4:53 tadzakkura wat tadzkira wan naf'a wal 4:54 intifa'a wal ifadata wal istifadah. 4:56 Wal hatsa alat tamassuki bi kitabillah 4:58 wa sunnati rasulillah wad du'a ilal huda 5:00 wad dalalata alal khair. 5:02 Ibtighoa wajhillah wa mardhotihi wa 5:04 qurbihi wa tsawabihi subhanahu wa 5:05 ta'ala. Nawaitu ma nawa bihi aslafuna 5:07 sholihun. 5:08 Nawaitu ma ahathat bihi ilmul lah ta'ala 5:10 min husnin niyat. 5:11 Alhamdulillah, senantiasa puji dan puji 5:13 syukur kita haturkan ke hadirat Allah 5:15 subhanahu wa ta'ala atas limpahan 5:16 nikmatnya. 5:18 Limpahan hidayah dan taufiknya dan 5:20 seperti yang tadi kita dengar dari 5:22 Sayyid Isa Al Kaff sekarang kita berada 5:23 di ujung daripada tahun 2022 Masehi. 5:28 Semoga Allah ta'ala menutup tahun kita 5:30 dengan kebaikan insya Allah ikhwan dan 5:32 Allah ta'ala membuka tahun kita dengan 5:34 kebaikan pula. 5:35 Karena memang 5:37 patokan dari setiap amal itu penilaian 5:40 dari setiap amal itu tergantung akhirnya 5:42 bagaimana. Innamal a'malu bi khawatimiha 5:45 dalam riwayatkan. 5:47 amal itu dinilai tergantung akhirnya 5:51 amal dinilai dengan akhirnya 5:53 hari juga dinilai dengan akhirnya 5:56 salat juga dinilai dengan akhirnya 5:59 bahkan umur pun dinilai dengan akhirnya 6:02 nah mungkin yang sering kita baca doa 6:04 itu ya Allah biha ya Allah biha ya Allah 6:06 bihusnil khotimah gitu itu luar biasa 6:09 ikhwan 6:10 kalau dalam perihal umur kan memang luar 6:12 biasa 6:13 dalam hadis baginda bersabda 6:15 menceritakan ada seseorang 6:17 yang 6:19 orang itu 6:21 senantiasa mengamalkan kebaikan 6:30 masya Allah orang itu giat amal baik 6:32 terus 6:34 sehingga tidak ada penghalang antara dia 6:36 dan surga melainkan hanya satu hasta ah 6:39 kinayah artinya masya Allah banget orang 6:41 itu 6:42 tinggal sejengkal lagi masuk surga 6:44 namun apa yang terjadi namun 6:46 dia menutup umurnya dengan keburukan 6:55 maka dia menutup umurnya dengan 6:57 keburukan 6:58 karena keburukan itu akhirnya 7:00 terhapuslah semua amal kebaikannya dan 7:02 dia akhirnya masuk neraka naudzubillah 7:05 min dzalik 7:06 padahal amalnya itu bagus dari awal tapi 7:07 sayangnya di akhirnya buruk jadi 7:09 akhirnya 7:11 ternilai buruk semua 7:13 juga sebaliknya ada orang wa inna rajula 7:14 ya'malu bi'amali ahlin nar hatta ma 7:16 yakun bainahu wa bainaha illa dzira 7:19 juga ada seseorang yang dari awal dia 7:21 dia melakukan maksiat banyak kelalaian 7:24 dari Allah ta'ala 7:25 sehingga seakan-akan tidak ada 7:27 penghalang antara dia dan neraka 7:29 melainkan sejengkal 7:30 sejengkal lagi masuk neraka namun apa 7:33 Allah ta'ala kasih dia taubat 7:36 taubat dia akhirnya dan dia menutup 7:38 umurnya dengan kebaikan maka apa yang 7:40 terjadi 7:42 Diampunkan semua dosa-dosanya. 7:44 Dan karena akhir hayatnya mendapatkan 7:46 husnul khotimah, maka apa akhirnya? 7:49 Dia masuk surga. 7:50 Nah, itu tadi. Jadi umur itu nilainya 7:52 dengan akhir umurmu bagaimana. 7:55 Nah, inilah yang menjadi kita senantiasa 7:57 ikhwan kita harus husnudzon kepada tiap 7:59 orang lain ya. Dan kita enggak bisa 8:01 memvonis diri kita lebih mulia, enggak 8:02 bisa. 8:04 Ya, engkau kalau engkau pun kepada 8:06 seorang kafir, engkau pun pun seandainya 8:08 itu orang kafir, kita enggak bisa 8:10 memvonis diri kita sebagai lebih mulia 8:12 daripada dirinya. Betul keimananmu lebih 8:14 mulia daripada kekafirannya, jauh jangan 8:16 dibandingkan itu. Tapi apakah engkau 8:18 bisa memastikan dia akan mati dalam 8:20 keadaan kafir? 8:22 Lebih dahsyatnya lagi apa engkau bisa 8:24 memastikan engkau akan mati dalam 8:25 keadaan Islam? Nah, itu kan itu menjadi 8:28 pelajaran kita. Jadi enggak bisa kita 8:30 sombong kepada siapapun. Nah, siapa tahu 8:33 entar dia tobat dan lebih baik dari 8:35 kita. 8:37 Itu orang kafir apalagi yang yang yang 8:40 apa namanya yang bukan kafir. Wajib kita 8:42 husnu husnudzon wa haza. 8:45 Lailahaillallah, nah begitulah 8:47 ee 8:48 Lailahaillallah, banyak daripada 8:49 golongan mereka orang yang sekarang lagi 8:51 dalam keadaan jauh, dalam keadaan 8:53 ghaflah ataupun mereka yang sekarang 8:54 lagi dalam keadaan kafir, mereka suatu 8:56 saat nanti akan kembali kepada Allah 8:58 lebih dekat kepada Allah daripada kita. 9:01 Dan bisa jadi mereka yang akan 9:03 nanti di hari kiamat. Makanya berbaik 9:05 sangkalah kepada semua orang. Ya, jadi 9:08 kuncinya memang kunci di di khawatim 9:10 Habib dia mana di 9:11 akhir daripada umur. Heeh. 9:14 Pun sama. Akhir daripada suatu amal juga 9:16 sama. 9:17 Nah, kalau dalam bahasa pepatah Arab itu 9:20 lahjah hadhramiyah kalau apa namanya 9:22 masal perumpamaan orang Hadramaut shalla 9:27 wa ghabul mayyit sallim fasa. Artinya 9:29 apa? Wah, kasihan tuh orang tuh. Dia 9:31 salat. 9:32 Heeh. 9:33 Salatnya masya Allah khusyuk banget, 9:35 keren, nangis, masya Allah ya. 9:37 Pas mau salam, ya keluar angin. 9:41 Gimana salatnya? Batal. Batal kan? 9:44 Iya, iya. Wah, gimana dong itu 9:46 khusyuknya, segala macam, hilang semua 9:48 gara-gara 9:49 itu tadi ada hadas tadi kan, padahal 9:52 sebelum salam. 9:53 Nih. Waka daif. 9:56 Bukan Sayyidi Syekh Abdul Qadir Jailani 9:58 menceritakan suatu cerita yang unik. 10:00 Dibilang gini, semalam ibunya anak-anak, 10:03 maksudnya istri beliau, 10:05 ee masak ayam, tuh anak-anak sudah lapar 10:06 tuh padahal tuh. Enak masakannya, sudah 10:09 disajikan, sudah. 10:11 Pas mau dimakan datang kucing, heeh, 10:13 ngambil tuh ayam. Wah, sudah deh, enggak 10:16 makan anak-anak. 10:17 Jadi audiensnya pas dengar cerita ini 10:18 pada nangis. 10:20 Kok pada nangis? Anaknya nanyain emang, 10:23 cerita apaan kok pada nangis? Itu luar 10:24 biasa, itu perumpamaan orang yang suul 10:26 khatimah. 10:28 Artinya dia berharap karunia itu, dengan 10:30 ibadahnya dia berharap macam-macam, 10:32 macam-macam, itu kayak anak-anak itu. 10:33 Berharap makanannya enak, sudah di, dia 10:35 ada perumpamaan makanannya padahal. 10:36 Tuh yang tadi, ada datang kucing. Datang 10:38 setan, mengambil imannya. Iya. Gitu, 10:41 ngerampas imannya, akhirnya tertutup 10:43 usianya dalam, dalam keburukan. 10:45 Ya, itulah perihal suul khatimah, ya 10:47 cerita kayak gitu. 10:49 Iya. Waka daif, makanya sering-sering 10:51 kita baca, ya Allah biha, Ya Allah biha. 10:53 Ya Allah biha, ya Allah bihusnil 10:54 khatimah. 10:56 Nah, begitulah Ikhwan. 10:58 Dan memang apa namanya, ee 11:00 silih bergantinya tahun, 11:02 bukan cuma tahun ya, ee 11:04 pergantian tahun, pergantian bulan, 11:06 pergantian ee hari, ee pergantian jam, 11:10 bahkan lebih dari itu, ee per apa, silih 11:13 bergantinya detakan jantungmu, tek, tek, 11:16 tek, itu ee mengirim surat kepadamu, 11:20 semua itu mengirim surat kepadamu, 11:21 bahwasanya apa? Ini dikatakan oleh Ahmad 11:23 Syauqi, penyair Mesir. 11:26 Ee daqa daqal bil mar'i ilatun lahu, 11:28 innal hayata daqa iqun wa sawani. 11:32 Detakan jantung manusia memberi kabar 11:34 kepadanya, bahwasanya hai manusia. 11:37 Hidupmu itu hanyalah beberapa detik dan 11:39 beberapa menit. 11:41 Ya manfaatkanlah itu artinya. 11:43 Betul, pergantian tahun itu teguran. 11:47 Berkata Sayyidina Hasan Al Basri. 11:49 Eee ya ibna Adam innama anta ayyamun 11:52 faiza dzahaba. 11:53 Ba'du yaumika faqad dzahaba ba'duka, 11:55 wahai anak Adam. 11:57 Hakikat daripada dirimu itu adalah. 11:59 Beberapa hari. 12:01 Nah ya, betul. Bilamana telah lewat 12:03 beberapa hari, maka telah hilang 12:05 beberapa dari dirimu. 12:07 Kayak baterai itu. 12:09 Tinggal dikit, tinggal dikit begitu. 12:10 Silih bergantinya hari, ya berkurangnya 12:12 umur kita. Dan makin dekat kita ke. Ke 12:15 alam yang kedua, langsung ya Allah biha 12:16 ya Allah biha ya Allah bihusnil 12:18 khatimah. 12:20 Ini masya Allah lebih bagus, ada orang 12:21 yang nutup. Eee tahunnya dengan apa? 12:23 Dengan pesta, dengan macam-macam, ya 12:25 su'ul khatimah tuh. Jangan jangan su'ul 12:27 khatimah. 12:29 Tutuplah tahun mu dengan kebaikan, kalau 12:31 ada majelis sholawat, hadir majelis 12:32 sholawat. 12:34 Kalau ada majelis taklim, hadir majelis 12:35 taklim, kalau enggak tidur deh. 12:38 Tutup dengan dzikir paling tidak ya. Ya 12:41 jangan sampai ditutup dengan keburukan, 12:42 kalau seandainya orang membiasakan. 12:44 Tahunnya ditutup dengan keburukan, 12:45 ngerinya entar umurnya juga ketutup 12:47 dengan keburukan, nauzubillah jangan 12:49 sampai. Nah ya, biasakan kita menutup 12:51 dengan kebaikan, kalau enggak bisa 12:52 khusyuk di sholat dari awal paling tidak 12:54 khusyuk pas salam deh. Nah gitu paling 12:56 tidak. Kalau enggak bisa seharian penuh 12:58 baik, paling tidak sebelum tidur taubat 13:00 dulu baru tidur. Nah begitu. 13:03 Kalau enggak bisa setahun penuh baik, 13:04 paling tidak hari terakhir deh baik. Nah 13:06 begitu. Ya harapannya. 13:10 Iya. 13:13 Menutup hari dengan feed Instagram. 13:16 Kadang astagfirullahaladzim. 13:18 Masya Allah masya Allah ya. 13:20 Kalau orang membiasakan menutup harinya 13:22 dengan kebaikan, harapan besar untuk. 13:25 Semoga Allah menutup umurnya dengan 13:26 kebaikan juga. Nah, itu dia. 13:28 Ala kulli hal, ya selamat tahun baru, 13:30 insyaallah. 13:33 Semoga tahun baru ini menjadi tahun baru 13:34 yang lebih indah, insyaallah. 13:37 Tahun baru Masehi, Bib, ya? 13:40 Bukan Hijriah, Bib. Bukan Hijriah. 13:41 Lewat saja sudah. Lewat saja sudah, 13:43 insyaallah khair deh. 13:44 Heeh. Ini juga begini ya, Bib, 13:46 kadang-kadang kita muslimin lebih 13:48 ini, lebih paham Masehi daripada Hijriah 13:50 ya. Kalau ditanyain tanggal berapa 13:51 Hijriah, ya bukan yang mana, bulan 13:53 berapa itu, paling tidak. Bulan apa 13:54 Hijriah, Bib? 13:55 Apa ya? Banyak enggak tahu. Iya, iya. 13:57 Ada yang tahunnya lupa, Bib, tahun 13:59 berapa Hijriah ini. 14:00 Tahun berapa Hijriah lupa. 14:02 Anjir. 14:03 Saya Habib pernah nyinggung, orang 14:05 sekarang banyak banyak yang tahu ulang 14:08 tahun, eh tahun lahirnya 14:10 Naam. Masehi, tapi enggak tahu tahun 14:12 lahir Hijriah. 14:13 Betul banget. 14:13 Tahun Masehi berapa, tahun enggak tahu 14:15 tahun lahir Hijriah Masehi berapa. 14:16 Zulhijah. 14:18 Enggak salah. 14:22 Iya, benar ya, Bib. 14:24 Rabiul Awal. Awal kayaknya bisa. Kalau 14:26 di di Darun itu orang ngitung tahun, 14:29 berapa tahun di hitungnya tahun tahun 14:31 Tahun Hijriah. Tahun Hijriah. Hijriah. 14:34 Saya 30 tahun gitu tahun Hijriah gitu. 14:36 Naam, naam. 14:37 Tapi keutamaan kita memuliakan Hijriah 14:39 dibanding Masehi. Ya pasti, Bib, artinya 14:42 paling tidak itu lebih mengingat lebih 14:45 jadi kita ingat ke Rasulullah alaihi 14:47 wasallam momen Hijrahnya. Jadi berapa 14:49 tahun antara kita sama Hijrahnya 14:50 Rasulullah, itu paling tidak. Jadi 14:52 hubungan antara kita dengan Baginda 14:53 dengan Baginda alaihi wasallam. Kita alu 14:55 Lebih ta'aluq dengan Allah. 14:57 Itu betul tadi yang untuk apa tanggal 15:00 lahir Hijriah berapa. 15:02 Kan ada ada ini kan ada aplikasi 15:03 sekarang ya bisa itu. 15:04 ada aplikasi. Ada di aplikasi Umma, Bib. 15:07 Ada juga di aplikasi Umma. 15:09 Hijrah dong. 15:10 Hijrah dong. Hijrah juga ada. Kalau beli 15:12 kalender hasil juga ada Hijriahnya. 15:14 Hijriah ada Hijriah juga. Marhaban, 15:16 marhaban. Karena Rasulullah itu 63 15:18 tahun, 63 tahun Hijriah ya. Hijriah, 15:19 betul. 15:20 Bukan Masehi ya. Naam. Nah, ini dia. Eh, 15:23 kalau ditanya berapa usia Rasulullah? 63 15:25 tahun. Itu dengan versi Hijriahnya, kan? 15:27 Betul, betul. 15:29 Versi Masehinya berapa? Enggak nyampe 15:30 63, berapa? 61, Bib. Anjip. Kenapa 61? 15:33 Begini. 15:35 Ini Ajim. 15:36 Ah, kenapa hari-hari setahun Hijriah itu 15:38 lebih dikit daripada setahun Masehi? 15:40 Betul. 15:41 Gini patokannya. Tiap-tiap lipatan 33 15:44 tahun Heeh. 15:46 Nambah satu 15:47 Hijriah. 15:48 Iya. Eh, setiap lipatan 33 tahun Masehi 15:51 nambah satu tahun Hijriah. Oh. 15:53 30 tahun, bukan? 33. 33, iya. 15:57 Oh, anjip. 15:58 Anjip. 16:00 Iya. Dulunya ane nyangka 30, tapi pas 16:02 tak hitung enggak pas. Oh, 33 memang 16:04 tepatnya pas di 33. Oh. Betul. Tiap 33 16:07 nambah satu. 16:09 Nah, ini antum tebak. Ini bisa diambil 16:11 dari Alquran, Syuf. 16:13 Ada di Alquran perihal ini. 16:14 Loh, kok bisa? Iya, betul. 16:16 Ketika Allah menceritakan berapa tahun 16:18 Ashabul Kahfi itu 16:20 tidur. 16:21 Walabitsu fi kahfihim 16:23 Salatsa miatin Salatsa miatin sinin 16:25 Wazdadu Wazdadu tis'a. 16:29 Dan artinya dan mereka tinggal di gua 16:33 mereka selama 300 tahun dan mereka 16:36 menambahkan sembilan. 16:38 Wazdadu. 16:39 Oh. 16:40 Jadi enggak dibilang 309 tahun, enggak. 16:42 Dipisahkan, 300 tahun tek. 16:44 Kemudian dan juga ada yang menambahkan 16:46 sembilan. Maksudnya apa? Kenapa ya Allah 16:48 utarakan dengan yang menambahkan 16:49 sembilan itu? Nah, itu dia. 300 tahun 16:51 dengan hitungan Masehi. Ah. Oh. 309 16:55 tahun dengan hitungan Hijriah. Kembali 16:58 ke oh, Hijriah. Oh, iya, iya, iya. 17:01 300 dibagi 30. Iya juga, ya. Iya, jadi 17:04 entar itunya angkanya entar tiap 33 17:08 nambah satu. 17:09 Mmm, iya. Soalnya 300 dibagi 33 tuh 9 17:11 tahun, ya. 17:12 Masyaallah, Quran tuh sak 17:14 Anjip. Sampai sedetail itu, ya. Nah, itu 17:17 ada di Alquran subhanallah azim. 17:19 Masyaallah. Jadi kalau usianya 17:20 Rasulullah 63 tahun Hijriah. 17:22 Lebih panjang kan lebih lebih kalau 17:24 Masehinya. 17:25 61. 17:26 Nyalaku lihat. 17:28 Sekarang kalau Hijriah berapa Bib? 17:30 Jumadil akhir sekarang ya? Sekarang di 17:31 Jumadil akhir betul di Jumadil akhir. 17:33 Juga kalau kita ngitung dengan Hijriah 17:35 kita jadi lebih ngeh sama hari-hari 17:38 Islam. 17:38 Enak pasti betul Habib. 17:40 Sawa sawa. Sebentar lagi Ramadan ini 17:42 bulan Rajab nih wah bulan depan bulan 17:44 Sya'ban nih. Betul. Heeh begitu jadi 17:47 kita lebih aware kan. Dan fenomena alam 17:49 tuh lebih tepat ke Hijriah ya kayak eh 17:52 bulan purnama 14, 15, 16. Kan itu 17:55 Hijriah bukan bukan 14, 15, 16 Masehi. 17:59 Iya ya. Benar. Tergantung ini kalau 18:01 fenomena alam. 18:02 Kaitnya ke bulan atau ke matahari gitu 18:04 kan ya. Fenomenanya ke bulan atau ke 18:06 matahari tergantung. 18:07 Yang berkaitan ke bulan ya pasti. 18:09 Hijriah. 18:10 iya iya. Kalau puasa sunah mungkin. 18:13 Hah? Puasa-puasa sunah. Hari-hari sunah. 18:16 Bulan purnama kan bulan tuh. Berarti 18:17 tahunya jadi Hijriah ya. Kalau musim 18:19 musim semi, musim panas, musim dingin. 18:21 Matahari itu kan ya. Iya ya. Kembali ke 18:23 matahari jadinya. Oh iya benar. 18:25 Entar Habib kalau Anda jadi Menteri 18:26 Agama Anda ganti Bib semua. 18:28 Masyaallah. 18:30 Masyaallah. 18:32 Masyaallah. Ya akhir Habib. Lanjut 18:34 lanjut. 18:35 Bismillah nah hari ini Habib kita akan 18:36 mulai. Eh bidayah daripada kita 18:39 bidayatul hidayah. Nah, sebelum kita 18:41 mulai. Ke ini ke alinea pertama dan di 18:44 sini memang Imam Ghazali menyebutkan 18:46 basmalah kemudian hamdalah kemudian 18:47 shala ala rasulillah. Baru amma ba'du 18:49 baru baru fa'alam. 18:51 Nah, sebelum ini ada sedikit cerita 18:53 tentang bidayatul hidayah ini Habib. 18:55 Kita nah kan pertemuan lalu kita cerita 18:57 tentang sosok-sosok Imam Ghazalinya 18:58 siapa. 19:00 Masyaallah Imam Ghazali panjang lebar 19:01 diceritain. 19:03 Dan memang enggak habis-habis sih kalau 19:04 kita bahas tentang sosok beliau ini luar 19:05 biasa memang. 19:07 Sosok yang diakui bukan cuma di ilmu 19:09 tasawuf saja di semua ilmu fikihnya, 19:11 usul fikihnya. 19:13 Falsafahnya juga. Masyaallah lah. top. 19:16 Nah, adapun kitab yang kita bakal bahas 19:17 sekarang, memang kitab ini eh kecil ya 19:20 kalau dari segi ukuran sangat tipis. 19:23 Dan ini memang untuk pemula, yang 19:24 dikatakan untuk pemula, Bidayatul 19:26 Hidayah. 19:28 Dan di sana kalau di Hadramaut apa 19:30 namanya? 19:31 Eh orang disuruh ini nih, umm baca kitab 19:34 ini 19:35 anak-anak kecil sebelum baligh sudah 19:37 ngebaca kitab ini, disuruh hafalin. 19:40 Dihapalin juga kitab ini. 19:42 Dan di sana enggak enggak enggak enggak 19:43 boleh pakai ini, enggak pakai apa? Pakai 19:45 imamah ya, kecuali sudah hafal dan 19:47 mengamalkan kitab Bidayatul Hidayah, 19:49 baru diijazahin sama gurunya gitu. 19:52 Nah, makanya pernah 19:54 ada cerita ini, ada ajib. Ini cerita di 19:56 dinukil oleh Al Habib Ahmad bin Hasan Al 19:58 Athas. 20:00 Dan juga dinukil oleh Habib Abu Bakar eh 20:02 Athas bin Abdullah Al Habsyi. 20:04 Ada tiga habaib 20:06 di dari Kota Tarim, mereka bertiga itu. 20:09 Dan mereka 20:11 umm pergi ke Madinah, ke Madinah 20:13 Munawwarah. 20:14 Eh i'tikaf di Masjid Nabawi sana selama 20:17 beberapa hari, 40 hari tepatnya. 20:20 Nah, 40 hari itu mereka khalwat kalau 20:23 bahasa kitanya ya, khalwat di Masjid 20:24 Nabawi. 20:25 Eh ngapain? Mereka bareng-bareng baca 20:27 kitab Bidayatul Hidayah dan mereka eh 20:31 bertekad untuk saling membantu dalam 20:32 mengamalkan kitab Bidayatul Hidayah. 20:35 Oke, 40 hari janjian janjian, oke 20:37 bismillah. Baca bareng-bareng satu-satu. 20:39 Jadi masya Allah mereka rapi itu 40 hari 20:41 itu. 20:42 Ngapain? Ngamalin kitab Bidayatul 20:44 Hidayah. 20:46 Setelah eh 40 hari selesai mereka mau 20:48 pulang nih ceritanya. 20:50 Iya kan, mau pulang. Nah, pas mereka mau 20:52 pulang, semuanya tiga-tiga itu mimpi 20:53 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 20:54 Allahumma sholli ala Muhammad. 20:55 Ajib. 20:57 Oh, ini ajib ini. Pas mereka mimpi 20:59 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 21:01 dikasih hadiah sama Rasulullah 21:02 sallallahu alaihi wasallam dalam mimpi 21:03 itu ceritanya kan. 21:05 Ada tiga orang. Yang pertama Al 21:07 Abdurrahman bin Mustofa Alaydrus. Bukan 21:10 cuma dikasih hadiah, dikasih hadiah dan 21:11 dikasih tugas juga. 21:14 Ini semua berkat mereka ngamalin 21:15 Bidayatul Hidayah. Memang luar biasa, 21:17 Habib. Luar biasa. 21:20 Yang pertama, Habib Abdurrahman bin 21:21 Mustofa Alaydrus. Yang kedua, Habib 21:23 Syekh bin Muhammad Al Jufri. Yang 21:25 ketiga, Habib Abu Bakar bin Muhammad 21:28 Balfagih. 21:30 Yang pertama, Habib Abdurrahman bin bin 21:31 Mustofa Alaydrus. 21:33 Dia mimpi dan ee di mimpinya itu Nabi 21:36 Shallallahu alaihi wasallam kasih dia 21:37 buku. 21:39 Dustah. 21:40 Judulnya buku itu. 21:42 Dan diperintahkan oleh Baginda, pergilah 21:45 engkau ke Mesir. 21:47 Ke Mesir? Iya, betul. 21:49 Di Al Qahirah, di Kairo. Tinggal di 21:51 sana. 21:52 Kalau seandainya ada orang mau tanya apa 21:55 saja, engkau akan dapatkan jawabannya 21:56 dari buku ini. 21:59 Tamat. Ini yang pertama. 22:03 Apa yang terjadi? Dia bangun, Habib. 22:04 Pas dia bangun, tahu-tahu bukunya ada di 22:06 depannya. 22:07 Ah. Iya. 22:08 Kitab Dustah itu. Masya Allah. Habib. 22:11 Ya, sudah. Bukunya kitab apa, Ustaz? 22:13 Dustah namanya. Karangan itu ada 22:16 sekarang, masih ada kok kitabnya, tapi 22:18 jarang jarang itu. Masih tulisan tangan. 22:21 Ada di Hadramaut, karangan Alaydrus 22:23 juga. 22:24 Dibawa kitabnya itu ke Mesir. 22:27 Itu terkenal beliau ini, beliau wafat di 22:28 Mesir. Dan di Mesir itu ada 22:31 halaman khusus, ada kalau alun-alun. 22:34 Ada alun-alun atas nama beliau. 22:37 Sahat Abdurrahman bin Mustofa Alaydrus, 22:39 dekat dengan kuburan Sayyidina Husein. 22:42 Sama Sayyid sama Sayyidah Nafisah, area 22:44 situ. 22:46 Itu ceritanya, apa yang terjadi? Beliau 22:48 ketika masuk ke Mesir 22:51 ee apa namanya? 22:53 Orang bingung, ini siapa? Begitu. 22:56 Enggak bukan sosok ulama yang tenar pada 22:58 waktu itu beliau pas masuk Mesir tuh. 22:59 Tapi beliau menjadi, masya Allah, 23:01 akhirnya menjadi rujukan di Mesir itu. 23:03 Ya, setiap ada yang orang nanya sama 23:04 beliau, beliau buka kitab itu, ada 23:06 jawabannya, ada jawabannya, ada 23:07 jawabannya. 23:08 Nah, pas waktu itu juga wafat ee Grand 23:11 Azhar, apa namanya? Syekhul Azhar wafat. 23:13 Dan ee siapa yang bakal menggantikan 23:15 Syekhul Azhar ini? Banyak ulama di sana 23:17 kan, Mesir masyaallah kan gudangnya 23:19 ulama. 23:20 Iya. 23:21 Akhirnya dalam cerita itu 23:23 ee dibuat sayembara, siapa yang 23:25 menggantikan 23:27 Syekhul Azhar ini? Sayembaranya apa? 23:29 Siapa yang bisa menyebutkan 23:31 sunah-sunahnya salat 23:33 paling banyak. 23:34 Dia yang bakal menjadi Syekhul Azhar. 23:36 Itu sayembaranya. Apa? Nyebutin 23:38 sunah-sunah salat. 23:41 Banyak, banyak ya sunah-sunah salat kan 23:43 mau paling banyak memang sunah-sunah 23:45 salat. 23:47 Nah, 23:48 mulailah alim pertama menyebutkan, 23:50 sekian ratus, alim kedua sekian ratus. 23:53 Nah, yang Sayyid Abdurrahman ini 23:55 alim juga, masyaallah. Dia nyebutin 23:57 paling banyak, akhirnya dia yang 23:59 dinobatkan menjadi 24:00 Syekhul Azhar, padahal baru datang. 24:02 Hehe. 24:03 Begitu, orang pada bingung, ini siapa 24:04 anak muda ini? 24:06 Dilantik menjadi Syekhul Azhar. 24:07 Nah, ada beberapa orang-orang yang kayak 24:09 gimana gitu sama beliau, ada hasud 24:10 segala macam. Ditanya-tanyain itu, 24:12 setiap ada orang yang nanya, dia buka 24:14 kitab itu, ada jawabannya. 24:16 Sampai akhirnya beliau wafat di sana dan 24:19 dikuburkan di sana. Dan sampai sekarang 24:21 dikenang tuh dengan alun-alun beliau. 24:23 Sayyid Abdurrahman bin Mustofa. Ini yang 24:25 pertama nih, siapa? Sayyid Abdurrahman 24:26 bin bin Mustofa Alaydrus. 24:28 Yang kedua, 24:29 yang 24:30 mimpi Rasulullah sallallahu alaihi 24:31 wasallam, Al Habib Syekh 24:33 bin Muhammad Al Jufri. 24:36 Di mimpi itu Baginda Rasulullah 24:37 sallallahu alaihi wasallam kasih dia 24:38 nampan. 24:40 Dikasih nampan. 24:41 Dan Nabi bilang, "ente pergi, 24:43 pergi ke India. 24:47 Nah, berdakwalah engkau. 24:49 Gunakan nampan ini sarana dakwahmu. 24:51 Gimana? Taruh makanan di atasnya, bakal 24:54 berkah." 24:55 Ehm. 24:56 Oh, gitu ya sudah. Bangun dia. pas 24:58 bangun dari mimpi itu benar ada nampan 25:00 di depannya. 25:01 He 25:02 Gimana ceritanya? Benar dia akhirnya 25:04 Habib Syekh ini Al Jufri pergi ke ke 25:06 India bawa nampan itu. 25:09 Dia berdakwah di sana, sampai sekarang 25:10 makruf kubahnya makruf banget. 25:12 Habib Syekh Al Jufri 25:14 di India, pernah diziarahi oleh Sayyid 25:16 Alwi Umar, Habib masyhur juga pernah 25:18 ziarah, ada museumnya juga di sana. 25:20 Dan banyak orang masuk Islam berkat 25:21 beliau. Itu tadi sarana beliau berdakwah 25:24 buat acara-acara. He Setiap acara beliau 25:26 makan. Makannya masya Allah banyak, 25:29 sekian ribu orang kasih makan. Gimana 25:30 caranya? Dia enggak punya apa-apa, punya 25:32 nampan cuma. Jadi makanan taruh di 25:33 nampan, tek, sudah ngerok dari nampan 25:35 itu enggak habis-habis. 25:37 Setiap makan ditaruh di nampan itu 25:39 berkah kagak habis-habis. 25:42 Masya Allah Teman yang mana buat acara 25:43 makan, buat acara makan. 25:46 Gitu, itu sarana dakwahnya. 25:48 Banyak orang ihtada, masuk Islam. Sampai 25:50 sekarang masya Allah kubahnya makruf. 25:52 Itu sempat teman-teman kita ada yang ke 25:54 sana. Di samping kubahnya itu ada kayak 25:56 kawah gitu ya, ada buaya banyak di sana. 25:59 Tapi buaya-buaya jinak. 26:01 Masa? Oh iya, katanya di sana jadi kayak 26:02 rekreasi gitu. Kayak apa namanya 26:04 tempat-tempat orang kalau mau apa kalau 26:06 bahasa kita? 26:07 Eee 26:08 wisata? Heeh, heeh. 26:10 Oh, wisata. Nampannya masih ada enggak, 26:12 Bib? Sampai sekarang enggak tahu. 26:14 Kalau nampannya masih ada wallahu a'lam. 26:18 Kalau nampannya masih ada lumayan. 26:19 Anjir. 26:21 Maqamnya ada. 26:22 Itu ada waktu itu teman-teman kita ke 26:24 sana. He 26:25 Jadi beneran jadi tempat rekreasi banyak 26:27 ke orang kawah-kawah itu. Ngapain? 26:28 Ngelus-ngelus buaya-buayanya Pak De. Ah 26:31 Ini beneran, ih biasa gitu foto bareng 26:33 sama buaya. 26:34 Buayanya jinak, Pak. Jinak? Iya. 26:37 Ya ada berkat Habib Syekh Al Jufri ya. 26:39 Masya Allah Katanya gitu. 26:42 Banyak keramatnya cerita di India itu 26:43 macam-macam keramat beliau itu. 26:45 Itu yang kedua tuh. He 26:47 Nah, yang ketiga ini ajaib. Yang ketiga 26:48 Al Habib Abu Bakar bin Muhammad 26:50 Balfagih. 26:52 Dalam mimpi 26:53 beliau dikasih tongkat. 26:55 Ini 26:56 ada juga cerita dari Habib Abu Bakar bin 26:58 Muhammad Segaf, beliau menceritakan 26:59 cerita ini juga. 27:01 Yang yang Habib Abu Bakar bin Muhammad 27:03 Al Balfagih ini beliau dikasih tongkat 27:05 sama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. 27:08 Pergi kemana nih? Disuruh pergi ke Aceh, 27:10 Habib. 27:11 Oh. Ke Aceh. 27:13 Entah pergi ke Aceh. Pergi disuruh pergi 27:15 ke Aceh sama Rasulullah berarti ya? 27:16 Betul, dalam mimpi itu itu bisyarahnya. 27:19 Suruh ke Aceh, bawa tongkat ini. Buat 27:20 apa tongkat ini? Nah, tongkat ini tidak 27:23 diletakkan ke suatu ke suatu perkara 27:24 melainkan Allah Ta'ala berikan 27:26 kelembutan pada perkara pada pada suatu 27:28 itu. Maksudnya apa? 27:30 Orang sakit gitu, untuk ngobatin orang 27:32 sakit, untuk jampi-jampi. 27:34 Gitu, orang kerasukan. 27:37 Gitu, tongkat-tongkat ajaib ini 27:38 ceritanya. Ehm. Wahakaza. 27:41 Apa yang terjadi? Benar, beliau 27:44 datang ke Aceh. 27:46 Dan beliau wafat di Aceh. Dan beliau 27:48 berdakwah dengan tongkat ini. Masyaallah 27:50 banyak orang dapat hidayah dengan 27:51 beliau. 27:52 Wahakaza, bahkan ulama-ulama Aceh ada 27:54 apa namanya? Syekh Abdurauf As-Singkili 27:57 ataupun yang lainnya itu menimba ilmu 27:59 dari beliau. 28:00 Seorang ulama besar, masyaallah alaihi. 28:02 Nah, beliau wafat di Aceh. 28:04 Nah, kalau kita tanya sama orang Aceh, 28:06 nah ada orang Aceh sini. Orang Aceh. 28:08 Tengku. Heeh. 28:10 Saya tanya beliau, ada enggak yang tahu? 28:12 Jangan jarang ada yang tahu. Siapa Habib 28:13 Abu Bakar bin Muhammad Balfagih? Beliau 28:15 enggak dikenal dengan nama beliau, 28:16 beliau dikenal dengan 28:18 Tengku di Anjung. 28:19 Tengku di Anjung. Di Anjung. 28:22 Kalau Tengku di Anjung ma'ruf. Oh, 28:24 Tengku di Anjung, di Banda Aceh 28:25 tempatnya beliau tuh. 28:27 Itu tuh yang kemarin waktu tsunami tahun 28:28 2004, katanya semua 28:31 eh apa namanya? Hancurkan, kecuali 28:33 beberapa tempat diantara yang enggak 28:34 hancur tempat beliau ini, gubahnya. Ehm. 28:36 Waktu lagi tsunami itu banyak orang ke 28:38 gubah itu berlindung. 28:40 Gitu, enggak bergerak sama sekali walau 28:42 dikit runtuh enggak sama sekali. 28:44 Yang sekitarnya habis hancur semua. Tapi 28:46 gubah beliau itu semenjak itu orang baru 28:48 wah ini berarti 28:50 enggak luar biasa ini. 28:51 Sekarang dibuatkan haul, dibuatkan acara 28:54 besar di situ. 28:56 Habib Abu Bakar bin Muhammad Balfagih. 28:58 Habib Muhammad Abu Bakar Tengku di 29:00 Anjung. bin Muhammad 29:02 Aji Subhanallah disuruh ke Aceh loh. 29:04 Aji 29:05 disuruh ke Aceh. 29:06 Itu kisaran tahun berapa beliau-beliau 29:08 Wallahi ini beliau 29:11 kira-kira Bib ya 200 tahun yang lalu. 29:14 Oh. 200 tahun yang lalu. Beliau ini 29:16 semua beliau itu setelah-setelah Imam 29:18 Haddad. 29:19 Murid daripada muridnya Imam Haddad 29:20 semua itu beliau. Oh begitu. 29:23 Mmm itu hawali qobla miatin sana. 29:25 Masya Allah. Nah, semua itu berkat apa 29:27 berkat ngamalin kitab Bidayatul Hidayah. 29:31 Iya yang kita baca ini Bidayatul 29:32 Hidayah. Masya Allah hadza aji Bidayatul 29:35 Hidayah. 29:37 Tayib bismillah Bib kita mulai dikit aja 29:38 hari ini ya. 29:39 Bismillahirrahmanirrahim. 29:41 Alhamdulillah haqqo hamdih. 29:43 Washolatu wassalamu ala Muhammadin 29:45 Rasulih wa abdih wa ala alihi wa 29:47 ashhabihi min ba'dihi amma ba'du. 29:49 Eee seperti biasa eee Imam Ghazali 29:51 memulai kitabnya dengan al basmalah. 29:53 Nah, bismillahirrahmanirrahim dengan 29:55 menyebut nama Allah yang Maha Pengasih 29:56 lagi lagi Maha Penyayang. Kemudian 29:58 beliau 29:59 memulai setelah basmalah hamdalah 30:01 alhamdulillah segala puji bagi Allah 30:04 haqqo hamdih dengan sebaik-baiknya 30:06 pujian, mmm dengan sebenar-benarnya 30:08 pujian. 30:10 Memang sunnah kan sunnah kalau kita mau 30:11 mulai kitab mulai dengan basmalah dan 30:13 hamdalah. 30:14 Gitu. Dan memang dalam perihal dua ini 30:17 panjang Bib kalau bahasan tentang 30:18 basmalah dan hamdalah ya bisa beberapa 30:20 sesi. 30:22 Eee pernah kita bahas sedikit agak 30:24 panjang lebar waktu kita syarahin kitab 30:26 Mahiyatut Tasawwuf mungkin kembali ke 30:28 video itu ya. 30:30 Dan memang 30:31 dalam perihal basmalah dan hamdalah ini 30:33 banyak karangan ulama. Syekhul Islam 30:35 Zakaria Al-Anshari mempunyai kitab eee 30:37 Syarhul Basmalah wal Hamdalah. 30:39 Dan yang dihasyiahkan oleh Mulla Ali 30:41 Al-Qari. 30:42 Wa kada, puluhan kitab yang membahas 30:44 tentang basmalah dan hamdalah. Baikpun 30:46 dari segi maknanya, dari segi i'rabnya. 30:49 Karena dari segi i'rab kan banyak juga 30:51 versinya nih, bismillah ada berapa versi 30:53 i'rabnya ba itu zaidah atau asliyah. 30:55 Kemudian ar-rahman ar-rahim ada beberapa 30:57 versi, 9 versi. 7 boleh, 2 enggak boleh. 31:00 Dari segi sharafnya juga panjang lebar, 31:01 ism itu dari mana diambilnya, kalimat 31:03 Allah dari mana ambilnya. Ar-rahman 31:05 ar-rahim diambil daripada satu kata 31:06 rahmah tapi kok lain ar-rahman ar-rahim, 31:08 perbedaannya apa? Itu dibahas, pernah 31:11 kita bahas waktu kita syarahin kitab 31:12 mahiyatut tasawwuf. 31:14 Kemudian hamdalah juga perihal hamdalah 31:16 yang luar biasa, pahalanya luar biasa. 31:18 Baginda bersabda dalam hadits, 31:19 walhamdulillahi tamlaul mizan. 31:22 Pahala orang yang baca hamdalah kalau 31:24 seandainya keluar dari hati nuraninya 31:26 benar-benar, itu pahalanya bisa memenuhi 31:28 timbangan kebaikan di hari kiamat itu. 31:31 Nah, timbangan kan gede, timbangan tuh 31:32 di hari kiamat eee gede ikhwan. Kalau 31:35 seandainya langit dan bumi diletakkan 31:36 itu kayak eee 31:38 kayak apa kayak 31:40 gunduk diletakkan di padang pasir. 31:43 Eee gede banget timbangan itu. Tapi satu 31:45 kalimat alhamdulillah bisa memenuhinya 31:46 dengan kebaikan. 31:48 Nah, habis hamdalah wassalatu wassalamu 31:50 ala Muhammadin rasulihi wa abdihi. 31:52 Selawat serta salam senantiasa 31:54 tercurahkan kepada Nabi Muhammad 31:55 sallallahu alaihi wasallam 31:56 rasulnya Allah dan hambanya Allah wa ala 31:58 alihi wa ashabihi 32:00 juga kepada keluarga dan 32:01 sahabat-sahabatnya mim ba'dihi yang 32:03 datang setelahnya. Waha kada, dari sini 32:05 jadilah tiga, ada basmalah, ada hamdalah 32:07 dan ada shalat ala rasulillah. Dan 32:09 memang sunnah ikhwan tiga ini. 32:11 Dalam meriwayatkan kullu amrin dzibal la 32:13 yabda'u fihi bismillah fahuwa aqtha'. 32:15 Itu riwayat yang dhaif. 32:17 Eee ada riwayat yang hasan, kullu amrin 32:19 la yabda'u fihi bilhamdulillah 32:22 fahuwa aqtha'. Itu riwayat yang hasan. 32:24 Ada riwayat yang dhaif juga, kullu amrin 32:25 la yabda'u fihi bis shalati alayya 32:28 fahuwa aqtha'. Itu riwayat yang dhaif. 32:30 Jadi tiga ini memang 32:31 eee dianjurkan kita memulai apa saja 32:33 dengan tiga itu. Apa? Basmalah dan 32:35 hamdalah dan dan selawat. Wahakaza, 32:37 disunahkan. 32:39 Imam Nawawi menyebutkan ada delapan 32:41 perkara disunahkan waktu orang mau 32:43 ngarang kitab atau mau nulis surat, ya. 32:45 Yang pertama basmalah, kedua hamdalah, 32:47 yang ketiga salat ala rasulillah, yang 32:49 keempat ama ba'du. Nah, ama ba'du entar. 32:51 Sunah memang itu. 32:53 Empat itu sunah. 32:54 Nah, juga dianjurkan untuk menambahkan 32:57 menyebutkan namanya, menyebutkan nama 32:59 kitabnya, 33:00 tujuan untuk dia karang kitab itu apa 33:03 dan juga syahadat, menyebutkan syahadat. 33:05 Syahadat. Wahakaza, empat yang harus dan 33:07 empat yang penyempurna. Ama ba'du. Nah, 33:09 di sini baru Imam Ghazali akan 33:10 menyebutkan 33:12 ee niat dalam menuntut ilmu dan ini 33:14 menjadi tema utama. Oke, ini ikhwan, 33:17 ini dalam beberapa lembar, ya. Kita akan 33:19 bahas masalah niat dalam menuntut ilmu. 33:22 Kenapa kok beliau membahas niat? Oh, 33:24 jangan jauh-jauh. Gampang, kita bisa 33:25 ambil dalilnya dari Imam Bukhari. 33:27 Bagaimana beliau memulai hadisnya? 33:29 Kitab Shahih Bukhari, 33:31 bab pertama bab memulai wahyu. Babu 33:34 bad'il wahyi. Bagaimana wahyu datang 33:36 kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam? 33:37 Tapi hadis yang pertama beliau sebutkan 33:38 bukan hadis yang berkaitan dengan wahyu. 33:40 Hadis berkaitan dengan niat. Innamal 33:42 a'malu binniyat. Apa hubungannya sama 33:43 wahyu ini ceritanya? Ah, itu dia. 33:46 Ya, semua ini bermula daripada niat. 33:48 Nah, 33:48 sebelum engkau masuk ke sesuatu, apapun 33:50 itu, bagaimana niatmu? Ya, fasahhihin 33:52 niyata qablal amali wa'ti biha 33:55 magrunatan bil awali. Jangan sampai 33:57 kalau salah niatnya ee masuk ke sesuatu, 33:59 itu bisa dampak negatif sangat. Kalau 34:01 orang niatnya salah dalam menuntut ilmu, 34:03 ini bahaya. Nanti lama-lama bisa jadi 34:05 ulama su' nih. Wahakaza. Makanya sebelum 34:08 masuk dalam perihal ilmu, 34:10 ila akhiru menuntut ilmu bagaimana, mau 34:12 mengamalkan beda hidayah, entar dulu. 34:14 Niatnya apa? Apa niat ente pas belajar 34:16 ini? Nah, di sini kita langsung bakal 34:17 diserang sama Imam Ghazali. 34:19 Bakal ditembakin kita sama Imam Ghazali. 34:21 Oh, betul. 34:23 Tapi luar biasa, nasihat yang luar 34:24 biasa. Langsung beliau membuka isi hati 34:27 kita. Intinya ente apa? Langsung beliau 34:30 perihal yang negatif dulu beliau 34:31 sebutkan. 34:32 Almunafasah, almubaha, attagaddum alal 34:36 agran, istimalat wujuhinnas ilaik. 34:39 Nah, beliau akan bilang, 34:40 "Ayo ngaku, ngaku, ngaku." 34:42 "Adakah niat inti waktu mau belajar ini 34:44 biar biar tenar? 34:46 Biar viral? 34:49 Ngaku ayo ngaku. Ada enggak niat inti ee 34:52 untuk mencari simpati dari orang? 34:55 Ada enggak niat inti untuk mendapat 34:58 kehormatan dari orang?" 35:00 "Enggak ane enggak ada sama sekali kayak 35:01 gitu semua. Enggak ngaku, enggak ngaku, 35:02 enggak ngaku." 35:03 Bakal digituin sama beliau. 35:05 "Masa? Buktinya?" 35:07 Buktinya apa? Buktinya begini, 35:08 kadang-kadang 35:09 orang belajar nih ceritanya, orang 35:10 belajar. 35:11 Ikhlas, tulus lillahi taala. 35:14 Sampai jadi ulama contohnya. 35:16 Pas dia jadi ulama, dia enggak minta 35:19 untuk dihormatin orang, tapi dia marah 35:21 kalau enggak dihormatin. 35:23 Sama aja. Nah, ketahuan kalau gitu. 35:26 Walaupun ane enggak niat untuk 35:27 dihormatin orang pas waktu belajar, tapi 35:30 ente marah kalau enggak dihormatin. Nah, 35:31 berarti emang dari awal. 35:33 Ngarap berarti. 35:34 Ngarap. Berarti ketahuan tuh. 35:36 Dia menuntut ilmu untuk mendapatkan 35:38 kehormatan orang. Walaupun itu enggak 35:40 ada nawaitu 35:42 untuk enggak ada nawaitunya, tapi itu 35:43 dibongkar yang Imam Ghazali. Buktinya 35:45 ini, kalau ente tulus lillahi taala, 35:47 orang menghormati atau orang enggak 35:48 menghormatin sama aja. Nah, lalu kenapa 35:50 ente marah 35:51 waktu enggak dihormatin? Nah, berarti 35:53 ini nih yang kayak gini bakal dibongkar 35:55 oleh Imam Ghazali. 35:56 Jadi, pertama yang dibenahi itu adalah 35:57 perihal perihal niat dulu, Bib. Baru 36:00 entar ee bahas perihal yang lainnya, wa 36:02 haza. 36:03 Makanya seringkali kita bacakan niatnya 36:05 Imam Haddad kan kalau mau ee belajar tuh 36:08 baca niat Imam Haddad. Nawaitu ta'alluma 36:10 wa ta'lim wa tadzakura wa tadzkir wa 36:13 nafa'a wal intifa'. Nah, antum bisa 36:14 tulisin, antum bisa share entar tuh. 36:16 Jadi, faedah dari hari ini kita belajar 36:18 untuk apa namanya membaca kitab niat 36:20 Imam Haddad sebelum 36:22 ee sebelum masuk dalam semua pelajaran, 36:25 pelajaran apapun, pelajaran din atau 36:26 pelajaran dunia akhirat. Untuk lebihnya 36:29 gimana insyaallah kita akan lanjut 36:30 insyaallah pada pertemuan akan datang 36:32 insyaallah. 36:34 Ya akhir Habib wallahualam bisawab 36:35 wallahualam. Ikhwan dan akhwat yang 36:36 dirahmati Allah subhanahu wa taala bagi 36:38 ikhwan dan akhwat yang ingin bertanya 36:39 silahkan kirimkan pertanyaan anda di 36:41 08111999720 36:45 atau bisa telepon juga di 021 8451512. 36:50 Kami akan kembali segera sesaat lagi. 40:17 Brasil TV 40:40 Bismillahirrahmanirrahim, Ikhwan Akhwat 40:41 kembali lagi bersama kami di kajian 40:42 tasawuf bersama saya Isa Alkaf masih ada 40:45 kamu Isa Alkaf di sini dan juga bersama 40:47 Habib Ahmad Mustofa bin Syahab 40:49 alhamdulillah kita sudah membahas 40:51 tentang niat dalam menuntut ilmu tadi 40:54 sudah al fakir share melalui WhatsApp 40:56 tentang 40:57 ee bacaan doa niat Imam Haddad, nah ini 41:01 bacaannya adalah 41:02 Bismillahirrahmanirrahim 41:04 nawaitut ta'alluma wa ta'lim wa 41:07 tadzakura wa tadzkir wa nafa' wal 41:10 intifa' wal ifadah wal istifadah wal 41:14 hassa alat tamassuk bi kitabillah wa 41:17 sunnati rasulihi wa du'a ilal huda wa 41:21 dalalah al khair 41:23 ibtigha'a wajhillah wa mardhatihi wa 41:26 qurbihi wa tsawabih 41:28 yang artinya aku niat belajar dan 41:30 mengajar, mempelajari dan mengingat 41:33 bermanfaat dan mendapatkan manfaat 41:36 memberi faedah dan mendapatkan faedah 41:39 mendorong agar senantiasa 41:41 berpegang teguh dengan Alquran dan 41:43 sunnahnya Rasulullah Shallallahu alaihi 41:45 wa alihi wasallam 41:47 dan mengajak kepada petunjuk dan 41:49 menunjukkan kepada kebaikan dan 41:52 mengharap hanya pada ridhonya dan dekat 41:55 dengannya serta mengharap pahala 41:59 darinya, Maha Suci Allah Subhanahu wa 42:02 ta'ala, nah ini niat Imam Haddad bagus 42:04 sekali dibaca Ikhwan Akhwat agar niat 42:06 kita terjaga tidak terjerumus dalam 42:09 niat-niat yang salah yang tadi al-Habib 42:12 sebutkan pengen terkenal, pengen viral, 42:16 pengen dihormati nanti insya Allah akan 42:19 dijelaskan bagi ikhwan akhwat nah ini 42:22 ada sudah ada yang masuk ini banyak yang 42:24 banyak yang masuk nih Habib masya Allah 42:26 bersapa-sapa Edi Kusnadi ada Fatur 42:30 ini ahli taekwondonya Marinir ini Maria 42:33 Ulfa Nana Sumarna, Ibu Hani, Nelly, Nila 42:37 Sujana, Bapak Aryanto, Rina di Depok, 42:40 Bunda Fajar Suryanti 42:42 kemudian ada Femi, ada 42:45 Anggit Abu Abdillah Sunan Wiwin di 42:47 Cangkung masya Allah masya Allah 42:50 eee 42:52 kemudian ada lagi 42:54 eee ada Robiul Akhir masya Allah Bapak 42:57 Andi di Ciledug, Mugi Sujana, Ibu Ros 43:00 Syarifudin Witono, kemudian Eti 43:03 Rusmiati, Sunarsi, Maman Sumantri 43:06 Sas, Ibu Tris, Ibu Dharma 43:09 Dace, Saepudin Purnama dan masih banyak 43:12 lagi ikhwan akhwat yang kalau saya 43:13 sebutkan satu persatu mungkin adzan 43:15 dzuhur baru selesai ada yang bertanya 43:18 ini satu Habib ya dari Amina izin 43:20 bertanya Habib seorang itu sudah diatur 43:22 semuanya sama Allah rezekinya, umurnya, 43:24 jodohnya 43:25 juga tempat tinggalnya, rumah 43:28 rumahnya juga kita harus menerimanya 43:30 dengan sabar dan bersyukur ya Habib ya 43:32 mohon pencerahannya Habib agar kita 43:34 senantiasa 43:36 bisa menerima apapun yang kita punya 43:38 masya Allah 43:40 itu gimana kadang-kadang hati katanya 43:42 suka enggak ikhlas kita di mana itu 43:45 supaya kita bisa ikhlas ajib ajib 43:49 masya Allah baik bismillah Habib 43:51 ini masya Allah ada memang ada 43:53 hubungannya Habib untuk perihal yang 43:54 beliau tanyakan Ibu siapa tadi namanya 43:57 Ibu siapa tadi namanya Ibu Amina Ibu 43:59 Amina yang bertanya 44:02 jadi nah hadis yang kita bawakan tadi 44:03 dari di awal 44:06 pertemuan tadi membahas perihal akhir 44:09 tahun dan awal tahun kan 44:11 Allah Ta'ala menutup umur seseorang 44:13 dengan kebaikan atau keburukan 44:15 itu kan sudah takdir iya 44:18 mungkin akan ada cerita tuh ada cerita 44:20 kakak adik yang makruf ceritanya tuh 44:22 kakak si kakak yang baik terus dari 44:24 kecil dia baik 44:25 masa muda juga baik dia 44:27 si adik nakal 44:29 dari kecil nakal masa mudanya nakal juga 44:31 ghaflah maksiat gitu 44:33 mereka tinggal satu rumah kakak di atas 44:35 adik di bawah 44:37 di akhir cerita si kakak ini 44:40 terlintas 44:42 di hatinya 44:44 ini dari kecil begini-begini aja katanya 44:48 adikku itu enak dia nikmatin dunia 44:52 gitu 44:53 boleh deh ane turun sebentar pengen 44:55 nyicipin dunia 44:57 habis itu ane naik lagi 44:59 iya kan 44:59 ini ini ini sebelum kita lanjutkan 45:01 cerita ini ini adalah pola pandang yang 45:03 yang salah pola pandang yang 45:06 yang kadang-kadang terjadi sama beberapa 45:08 orang 45:08 dia memandang kemaksiatan itu adalah 45:10 suatu kelezatan 45:12 yang dia diharamkan darinya 45:15 memandang dirinya itu kasihan 45:18 kalau bukan karena perintah Allah 45:21 ane bakal ke situ 45:22 gitu jadi ada 45:24 nafsu untuk bermaksiat 45:27 masih memandang maksiat itu suatu 45:29 kelezatan 45:30 dan dia memandang ketaatan ini suatu 45:32 yang membebani dirinya 45:34 jadi enggak 45:35 enggak bisa untuk maksiat 45:37 padahal dia pengen 45:39 nah dia masih memandang kemaksiatan itu 45:41 suatu kelezatan ini penyakit yang bahaya 45:43 sebenarnya bakal kita bahas nanti entar 45:46 bahaya itu dan ngobatinya enggak susah 45:48 ya 45:49 enggak mudah enggak mudah enggak mudah 45:50 itu luar biasa untuk apa 45:53 iya dan lebih bahaya lagi ketika sudah 45:54 menikmati kemaksiatan itu nariknya juga 45:58 enggak mudah Allahu Akbar betul 46:00 betul begitu untuk merubah pola pandang 46:03 kemaksiatan bukan suatu kelezatan justru 46:05 kemaksiatan itu suatu suatu suatu 46:07 penderitaan itu untuk merubah pola 46:08 pandang itu susah. Baikpun dia tadi 46:11 sudah menikmati atau belum menikmati 46:12 tapi dia masih memvonis itu suatu 46:14 kenikmatan ini bahayanya. Iya kan ya. 46:19 Ini kayak si bapak tadi ceritanya si 46:20 kakak tadi. 46:21 Iya iya iya. Dia memandang kemaksiatan 46:23 itu suatu kenikmatan. 46:26 Jadi dia ceritanya ngiri sama adiknya. 46:28 Adiknya enak berfoya-foya anu di sini. 46:32 Iya kan. 46:34 Kalau seandainya dia benar mikir dengan 46:35 pikiran yang bijak. 46:37 Kenikmatan apa yang ada sama adiknya 46:39 inti sekarang dalam kenikmatan luar 46:40 biasa engkau sekarang dalam taat iya 46:42 kan. 46:43 Hati yang tentram nikmat. 46:45 Kesederhanaanmu 46:47 jangan engkau pandang sederhana atau 46:48 mewah atau enggaknya pandanglah hatimu 46:50 hatimu itu. 46:52 Hatimu lah yang menjadikanmu kaya atau 46:54 menjadikanmu miskin. 46:56 Bukan hartamu. 46:58 Iya kan ada orang harta banyak. 47:00 Tapi tetap saja dia miskin karena dia 47:02 masih merasa butuh. 47:04 Masih sumpek ayo hakikatnya. 47:06 Besok uh ini lagi ngejar ngejar lagi 47:08 ngejar lagi. 47:09 Walaupun dia sudah punya tapi ah selagi 47:12 nak selagi dia masih butuh ke yang lain 47:14 berarti dia miskin. 47:15 Tapi sebaliknya kalau seandainya ada 47:17 orang sederhana hidupnya. Tapi dia 47:19 merasa kecukupan. 47:21 Ini kaya ini iya kan jadi hati lah yang 47:23 membuatmu kaya ataupun miskin bukanlah 47:25 hartamu. 47:26 Gitu. 47:27 Nah kembali ke cerita tadi. 47:29 Jadi si kakak itu dia memandang. 47:32 Dirinya itu. 47:34 Sia-sia gitu. Pengen maksiat juga 47:37 walaupun dikit deh. Pengen nyicipin 47:39 dunia katanya. 47:40 Sebentar saja di sana tobat lagi entar. 47:42 Gitu kata si kakak. 47:44 Di saat yang sama di saat yang sama si 47:46 adik tuh yang tadinya maksiat terus. 47:49 Capek nah itu dia dia sadar. 47:52 Gimana keadaannya dia lagi di got. 47:54 Busuk. 47:55 Baru sadar dari dari dari mabuk. 47:59 Di dibangun. 48:02 Ini ane sampai kapan begini terus, ya? 48:03 Bau, kotor, di got, gitu. 48:06 Kakak ane itu orang mulia, bersih, 48:08 bersinar, gitu. 48:10 Enak, tentram hidupnya. Sudah capek ane 48:12 beginian. 48:13 Ya sudah, nangis dia. Dan balik ke 48:15 rumah. 48:16 Mau tobat di tangan kakaknya. Ceritanya 48:18 gitu tuh. 48:19 Subhanallah. 48:20 Nah, akhirnya apa yang terjadi? Ya 48:21 sudah. 48:22 Si adik masuk ke rumah, mandi, siap-siap 48:25 mau tobat. Si kakak ganti baju, 48:27 siap-siap mau maksiat. 48:30 Lailahaillallah. 48:32 Apa akhirnya? Mereka bertemu, berpasan 48:34 di tangga, ya kan? 48:36 Nah, ketemuan di tangga. Yang ini mau 48:38 maksiat, yang ini mau tobat. 48:40 Tamam. 48:41 Gempa. 48:42 Terjadi dan ambruklah rumah itu, mati 48:45 dua-duanya. Ya Allah. Lailahaillallah. 48:49 Apa yang terjadi? 48:50 Si kakak itu yang, yang dari awalnya 48:52 taat terus. 48:54 Ini yang memang salahnya dari awal, 48:56 karena dia merasa taat itu suatu yang 48:57 membelenggunya. 48:59 Beban. Dan dia masih memandang maksiat 49:01 itu suatu kelezatan. 49:03 Apa yang terjadi? Si kakak, si, si kakak 49:04 itu habis semua amal ibadahnya. 49:07 Dan dia akhirnya mendapatkan kedudukan 49:09 adiknya. 49:11 Yang maksiat itu. 49:12 Sedangkan si adik, yang tadinya maksiat 49:14 terus. Dia tobat. Padahal belum tobat 49:17 ini ceritanya, dia mau tobat, ya kan? 49:19 Mau tobat. 49:20 Wah, dia nyesal. Apa yang terjadi? 49:22 Ketika dia mati, dia mendapatkan 49:24 derajat. Kakaknya. 49:26 Yang banyak ibadah itu. Gantian derajat 49:28 akhirnya. 49:30 Si kakak dapat derajat si adik, si adik 49:31 dapat derajat si, si kakak. Gara-gara 49:33 niat tadi. Ini artinya apa? Ini cerita 49:36 yang tadi dalam cerita hadis itu kan, 49:37 ya? 49:38 Nah, hadis itu dimulai dengan ini nih, 49:41 yang, yang apa namanya Bu Aminah 49:42 nyebutin. Innallaha. 49:45 Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah 49:46 menentukan. 49:48 Hamba itu berapa umurnya, hamba itu 49:50 bagaimana rezekinya, hamba itu apa yang 49:53 terjadi kepadanya, wah gitu. 49:56 Semuanya sudah ditentukan oleh Allah 49:58 Ta'ala dan Allah telah menentukan siapa 50:00 orang yang akan masuk surga dan siapa 50:01 orang yang masuk neraka. 50:03 Nah. 50:04 Baru Nabi Alaihisalam ceritain apa 50:06 namanya seorang yang beramal-amal baik 50:09 sehingga mendekati surga tapi tahu-tahu 50:10 ditutup dengan keburukan masuk neraka 50:12 akhirnya atau sebaliknya. 50:13 Sahabat bingung. 50:15 Wah, ya Rasulullah kalau begitu kita 50:17 ngapain lagi kalau begini? Kalau sudah 50:18 ditentuin, kita ngapain lagi beramal? 50:20 Iya. Iya kan iya. 50:22 Kalau seandainya Allah telah menentukan 50:23 aku orang buruk walaupun aku beramal 50:25 baik tetap saja akhirnya buruk-buruk 50:26 juga. Iya iya. Iya, kalau Allah 50:28 menentukanku orang baik walaupun aku 50:30 maksiat sekarang tenang saja ya, 50:32 pasti bakal tobat di akhir di akhir 50:34 hayat nanti. Jadi gimana kalau sudah 50:36 ditentukan semua? Allah sudah nentuin 50:38 rezekiku bagaimana, ya ngapain lagi 50:39 kerja? 50:41 Nah, 50:42 nah ini banyak fatamorgana yang dipahami 50:44 dari perihal takdir atau qada dan qadar. 50:47 Betul Allah telah menentukan, betul tapi 50:49 Allah tidak memaksa. Lain dong antara 50:51 penentuan dan paksaan. 50:53 Ada di di iklan antum tuh apa namanya? 50:56 Pondok sana. Iya ada tuh kita bahas 50:58 kemarin. 50:59 Masya Allah iya benar juga ya. Ada dua 51:01 perbedaan jauh antara paksaan dan 51:04 dan ketentuan. Panjang lebar 51:07 pembahasannya itu. 51:08 Jadi gini ringkasnya Ikhwani. 51:10 Allah telah menentukan betul tapi engkau 51:13 enggak bisa mengandalkan ketentuan Allah 51:15 Ta'ala karena engkau tidak 51:16 mengetahuinya. 51:18 Wah gitu. 51:20 Ini tahu dari mana ya? Allah bakal nutup 51:21 umurmu dengan kebaikan, enggak tahu. 51:24 Tahu dari mana Allah bakal nutup umurmu 51:25 dengan keburukan, enggak tahu juga. Nah, 51:27 selagi enggak tahu maka jangan 51:29 diandalkan. 51:30 Andalkanlah usahamu. 51:32 Bahkan dalam hadis ketika sahabat ya 51:34 Rasulullah bilang kalau bilang kalau 51:36 begitu 51:37 kalau begitu ya sudah ngapain kita 51:38 beramal, kita 51:39 nunggu takdir saja. Enggak, Baginda 51:41 bersabda i'malu beramallah. Fakullun 51:44 muyassarun lima khuliqalah. 51:46 Karena tiap orang itu akan dimudahkan 51:49 untuk beramal sesuai takdirnya. Mmm. 51:52 Amalmu itu adalah judul Mmm. 51:55 daripada takdirmu. 51:57 Anjrit. Kalau seandainya engkau 51:58 ditakdirkan oleh orang baik, pasti Allah 52:00 akan memudahkanmu untuk beramal-amal 52:01 baik. Mmm. 52:03 Sebaliknya juga begitu. 52:05 Kalau orang ditakdirkan menjadi orang 52:07 buruk, Allah akan memudahkan untuk 52:08 beramal-amal buruk. Mmm. Eee apa 52:10 namanya? Eee. Fasannuyassiruhu lil 52:13 yusra. Wa ammaa man bakhila wastaghnaa 52:15 wa kadzdzaba bil husnaa fasannuyassiruhu 52:16 lil 'usraa. Jadi taisir dari Allah 52:18 Ta'ala. 52:19 Allah mudahkan dia ke kebaikan, berarti 52:21 memang takdirnya baik. Allah mudahkan 52:23 dia ke keburukan, berarti memang 52:24 takdirnya buruk. 52:25 Wa haakadzal. Nah, hadis yang tadi itu 52:28 eee pelajaran untuk kita jangan sampai 52:30 kita bersombong kepada orang lain. 52:31 Walaupun sementara ini amalmu baik, tapi 52:34 jangan engkau vonis enggak jangan jangan 52:35 engkau vonis dirimu lebih baik daripada 52:37 yang lain. Karena perihal khusnul 52:39 khotimah atau suul khotimah kita enggak 52:40 ketahui. Tapi bukan berarti kita 52:42 mengandalkan itu. Oh, udah tenang aja, 52:44 Allah udah entah pasti Allah Ta'ala 52:46 takdirkan ane khusnul khotimah. Eh, 52:47 siapa tahu. 52:48 Amalmu sekarang menjadi eee bukti utama 52:50 daripada takdir itu. 52:52 Gini. 52:54 Eee kiasannya persis kayak rezeki, Bib, 52:56 ya. 52:57 Rezeki kan rezeki Allah sudah tanggung, 52:58 ya, sudah tanggung. Ya sudah, enggak 52:59 usah kerja. 53:01 Loh. 53:02 Enggak bisa. Justru kerja bekerjalah. 53:05 Engkau enggak kerja, itu takdir. Dan 53:07 engkau kerja pun takdir. Mmm. 53:09 Wa haakadzal. 53:10 Bukan enggak bukan enggak kerja itu 53:12 takdir dan kerja melawan takdir, kagak. 53:15 Keduanya adalah tak takdir. 53:17 Eee orang sakit. Oh, udah ane pasrah aja 53:19 deh sakit. Engkau sakit enggak berobat, 53:22 takdir. Engkau sakit berobat, berobatmu 53:24 pun takdir. Iya, iya, iya. Wa haakadzal. 53:26 Jadi, enggak bisa kita 53:28 lawankan usaha dengan usaha itu tidak 53:30 berlawanan dengan dengan takdir. 53:32 Usaha adalah sebagian daripada takdir. 53:34 Mmm. 53:34 Nabi Sayyidina Umar bin Khattab berkata 53:36 begini. 53:37 Jadi, gini ceritanya, Bib. Waktu zaman 53:39 Sayyidina Umar bin Khattab terjadi wabah 53:41 di mana? Di 53:42 di Syam, di Yordan. 53:44 Sekarang ya Yordan sekarang itu daerah 53:46 itu. 53:46 Amwas namanya. Heeh. Nah, terjadi wabah 53:49 besar di Amwas. Itu waktu itu banyak 53:52 sahabat yang di sana. 53:53 Dalam peperangan yang dipimpin oleh 53:55 pasukan itu oleh Sayyidina eh Abu 53:57 Ubaidah bin Jarrah. 53:59 Bin Jarrah wa haikal. 54:00 Beliau terkena wabah di situ. Ceritanya 54:02 Sayyidina Umar mau ke sana. 54:04 Belum dapat kabar di sana ada wabah. 54:07 Di tengah jalan dapat surat bahwasanya 54:09 di sana ada wabah. 54:11 Apa yang terjadi? Ya sudah, Sayyidina 54:12 Umar musyawarah sama teman-temannya. 54:14 Mereka memutuskan sudah kita pulang ke 54:15 Madinah, enggak usah nerusin ke sana. 54:18 Nah, kabar itu akhirnya didengar oleh 54:19 Sayyidina Abu Ubaidah bin Jarrah. 54:21 Marah Sayyidina Umar. Sayyidina Abu 54:23 Ubaidah dan ngirim surat ke ke Sayyidina 54:24 Umar. 54:25 Ngal, 54:26 ya Amirul Mukminin, afirarun min 54:28 qadarillah? 54:30 Kok ente malah kabur dari sini? Bukannya 54:32 ente mau ke sini? 54:33 Ente ente lari dari takdir Allah. 54:36 Kalau bahasa beliau begitu. 54:38 Kenapa takut sama wabah? 54:40 Kalau emang ente ditakdir, 54:42 jangan pulang ke sini. Gitu kalau bahasa 54:44 kitanya, Bib. Heeh. 54:45 Pas itu surat nyampe ke Sayyidina Umar, 54:47 Sayyidina Umar marah. 54:48 Kalau ghairuka ghala ayya Abu Ubaidah, 54:50 kalau seandainya ini orang lain yang 54:51 ngomong bukan ente, oh, habis. 54:54 Juga katanya semestinya omongan kayak 54:56 gini enggak timbul dari engkau. 54:57 Semestinya engkau lebih paham masalah 54:58 perihal ini. 54:59 Beliau menjawab dengan jawaban yang 55:01 hebat, Bib. 55:02 Ngal, iya betul. 55:04 Kami enggak datang ke tempat ente. 55:05 Kenapa? Karena kami kabur dari takdir 55:08 Allah. Dan kami kabur menuju itu takdir 55:10 Allah. 55:11 Hmm, yang lebih baik. Ya itu dia. 55:14 Masyaallah. Bukan berarti eh sudah 55:16 selagi di di sana ada wabah, kita ke 55:18 sana deh nyemplung ke wabah 55:20 bareng-bareng. Ya kagak. Berusaha 55:21 menghindari wabah, itu pun takdir Allah 55:23 untukmu. Iya iya iya. Oh, iya juga ya. 55:26 Wa haikal. Kalau saya dosen pernah 55:28 jelasin takdir itu sesuai pada 55:31 kadarnya. Artinya kalau kadar kita 55:33 berbuat baik ya balasannya baik. Kalau 55:35 kadar kita berbuat buruk ya balasannya 55:37 juga 55:38 buruk. Kalau kita lalai ya balasannya 55:40 juga lalai begitu. Bib, bagaimana ana 55:43 pernah dengar penjabaran Syekh Buti. 55:46 Iya. Mudah-mudahan enggak salah. Heeh. 55:48 Tentang hadis yang tadi yang ee 55:51 layak malu bi amali ahli jannah fasbiqu 55:53 alaihi kitab. Naam. Itu katanya ada 55:56 kalimat terasapan yang dimasukkan. 56:00 Artinya fima yabdu. Ada seorang seorang 56:03 itu kadang-kadang meng beramal amalan 56:06 ahli jannah 56:07 tapi dia menyimpan 56:10 di hatinya itu sesuatu 56:13 amalan ahli neraka maksudnya artinya di 56:16 hatinya ada kemunafikan, ada kekafiran, 56:18 ada pengingkaran walaupun yang dia 56:20 lakukan itu salat jamaah, puasa tapi 56:23 yang ada di hatinya itu kayak tadi beban 56:26 merasa itu adalah 56:28 bukan dirinya dan dia lebih cenderung 56:31 kecenderungan kepada kekafiran 56:33 sehingga ketika akhir hayat 56:35 yang dia sembunyikan itu muncul. Betul 56:38 banget. 56:39 menjadi suul khatimah. Heeh. Itu gimana 56:42 Bib penjabaran kayak gitu? Wah, itu 56:44 bagus Bib, bagus banget. 56:46 Ada tambahan sedikit fima yabdu ya, fima 56:48 yazhar. 56:50 Itu sawak ada kalam jamil jiddan di 56:52 antara pemahaman sebagian ulama. Kalau 56:54 kita perhatikan dua hadis ini 56:56 Nabi Rasulullah menyuruh kita untuk 56:58 beramal. 56:59 Karena amal itu adalah tanda daripada 57:01 takdir. Lah ini masyaallah orang ini 57:03 dari kecil beramal baik. 57:05 Semestinya dia husnul khatimah. Loh kok 57:07 dia malah dapat suul khatimah? 57:09 Nah ini digarisbawahi oleh Syekh 57:11 Muhammad Said Ramadhan Al Buti. 57:13 Dia beramal baik menurut prasangkanya 57:15 padahal ini enggak baik. Hakikatnya itu 57:17 buruk. 57:19 Sebenarnya amal baik ee apa namanya 57:21 sebenarnya itu ee yang disangka itu amal 57:24 baik sehingga dekat antara dia dan surga 57:27 sesuai dengan prasangkanya saja. 57:29 Padahal ini hakikatnya amal yang buruk. 57:31 Ma kita 57:32 salat banyak salatnya tahu-tahu ada 57:34 wujudnya di situ 57:35 iya sebenarnya maksiat semua itu 57:37 sebenarnya itu salat tapi enggak ikhlas 57:38 riya itu bukan ahli 57:40 bukan 57:41 bukan bukan taat maksiat sebenarnya itu 57:43 kayak tadi contohnya begitu persis 57:45 banget dia beribadah tapi merasa ibadah 57:47 itu suatu beban 57:49 itu pasti pasti suatu saat nanti akan 57:52 muncul jati diri pribadinya 57:55 jadi bakal ngelepasin ibadah itu 57:57 pasti tunggu waktunya dekat atau atau 58:00 atau lama wahai kita sekarang malah 58:01 lebih parah orang di sosial media 58:03 melakukan kemaksiatan kemudian diupload 58:06 ditampakkan dia merasa itu adalah sebuah 58:08 kejujuran gitu wih 58:11 aduh kayak kayak kayak satu ayat di ayat 58:15 di surat Al Kahfi 58:16 mereka 58:24 sangka itu adalah perbuatan baik padahal 58:28 padahal apa namanya mereka 58:31 sedang menyesatkan dirinya dan 58:33 menghancurkan dirinya sendiri menjauhkan 58:35 dirinya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala 58:38 ada sih gharib ya 58:40 ana jujur dengan memosting ini 58:44 menggambarkan kejujuran apa ya 58:45 wallahualam 58:48 maksudnya apa jujur jujur itu apa sih 58:49 jujur 58:50 seperti gini 58:51 ketika ada beberapa riwayat kan ketika 58:53 Allah Ta'ala memberikan muba dengan 58:55 suatu kemaksiatan maka tutupilah 58:57 tutupi jangan jangan kau kabarkan 59:01 nikmat 59:02 juga itu ketika Allah Ta'ala 59:04 tutup keburukanmu itu suatu nikmat loh 59:06 Bib 59:07 wah luar biasa kalau seandainya Allah 59:09 Ta'ala buka penutup dari kita ya 59:11 Allah kasih tahu kita ngomong apa apa 59:14 apa yang ada di hati kita enggak bakal 59:15 ada orang orang yang mau sama kita 59:17 enggak bakal ada yang mendekat ya 59:19 tapi Allah tutup jadi tutupan dari Allah 59:21 itu suatu kenikmatan 59:23 terimalah nikmat itu jangan kau tolak 59:26 juga ketika Allah Ta'ala memberikan 59:28 suatu ibadah. 59:29 Iya kan, taufik. Ini rahasia antara 59:31 engkau dengannya. Jangan engkau buka 59:33 rahasia itu. Ngerinya nanti enggak 59:34 dikasih rahasia lagi. 59:36 Makanya orang-orang saleh itu begini. 59:39 Mereka orang-orang saleh, senantiasa 59:41 mereka menyembunyikan kebaikan mereka. 59:45 Persis sebagaimana mereka mau 59:46 menyembunyikan keburukan mereka. Allah. 59:49 Sama. 59:50 Oh gitu. Kebaikan rahasia antara aku dan 59:52 Allah. Ngapain ane keluar-keluar. Heem. 59:54 Ngerinya nanti enggak enggak enggak 59:55 dikasih lagi sama Allah Ta'ala rahasia 59:56 ini. Keburukan, ane punya keburukan. 59:59 Dikeluar-keluarin, ah enggak. 1:00:01 Ane menerima takdir Allah Ta'ala. Dan 1:00:03 aku juga menerima karunianya menutupi 1:00:05 itu. Ah, itu juga karunia dari Allah 1:00:07 Ta'ala. Ah, terimalah karunia dari Allah 1:00:08 Ta'ala. Iya iya iya. Jangan 1:00:10 dikeluar-keluarin. 1:00:12 Ada satu perkataan itu karamahnya wali 1:00:14 katanya seperti. 1:00:17 Haidnya perempuan. Mereka menutupi 1:00:19 karamahnya seperti menutupi haid. 1:00:22 Seperti perempuan menutupi haid. Malu 1:00:24 gitu ya. Iya, na'am. Masyallah. 1:00:26 Sahi sahi. Jadi karamah pun itu bukan 1:00:29 suatu yang dibanggakan atau suatu yang 1:00:30 di. 1:00:31 Tena-tena, oh ane karamah nih. Mau mau 1:00:33 lihat enggak karamah ane. Bukan kayak 1:00:35 gitu para wali Allah enggak kayak gitu. 1:00:37 Bukan jadi pengakuan ane bisa 1:00:39 jadi 1:00:40 pengen jadi diakui jadi wali enggak 1:00:42 gitu. 1:00:45 Malah diumpetin gitu Malah diumpetin, 1:00:47 malah diumpetin. 1:00:48 Ya Allah Habib, masyallah kita sama-sama 1:00:50 dulu nih ikhwan akhwat. Bismillah. Abdul 1:00:53 Rasyid, Bapak Dian Sofi. Ada Yulafni, 1:00:56 ada Bapak Andi di Cileduk. Masyallah 1:00:59 masyallah. 1:01:01 Ada siapa lagi nih, ada Suli, Haji Suli. 1:01:05 Masyallah, masih ada banyak pertanyaan 1:01:07 nih Habib. Cuma kita sudah di penghujung 1:01:10 waktu, masyallah maaf sekali ya Habib. 1:01:13 Nah itu tadi ikhwan akhwat ya. 1:01:14 Eee. 1:01:16 Intinya jaga kerahasiaan Anda sama Allah 1:01:19 Subhanahu Wa Ta'ala. Tanya sama diri 1:01:21 Anda sudah adakah ibadah 1:01:24 yang hanya Anda dan Allah Subhanahu Wa 1:01:26 Ta'ala yang tahu. Masya Allah, 1:01:27 jangan-jangan semua ibadah kita kita 1:01:29 tunjukkan, kita tampakkan di hadapan 1:01:30 manusia. Naudzubillah summa 1:01:32 naudzubillah. Syukran Habib atas 1:01:33 ilmunya, Habib. 1:01:35 Makasih banyak Kang Musab sudah 1:01:36 menemani. Masya Allah, Kang Musab juga 1:01:38 mencatat banyak sekali ini. Aduh, jangan 1:01:41 sampai lepas nih ilmu. 1:01:43 Terus dicatat. 1:01:45 Masya Allah, makasih banyak Kang Rondi, 1:01:46 makasih banyak Ustaz Erik. 1:01:48 Dan Tengku siapa ini? Aduh, lupa mulu 1:01:50 nih. 1:01:52 Ya, itulah pokoknya. 1:01:53 Ayo, Mas Fajar di meja operator. Sekali 1:01:56 lagi makasih banyak Habib atas ilmunya. 1:01:58 Mudah-mudahan bisa menjadi wasilah 1:02:00 hidayah buat Ikhwan dan Akhwat sekalian. 1:02:01 Makasih Ikhwan dan Akhwat yang sudah 1:02:02 menyimak di 1:02:04 melalui Radio Silaturahim 720 AM. Dan 1:02:07 juga yang menyimak melalui Radio Sela di 1:02:12 Batam, Radio Almas di Magelang, Radio 1:02:15 Madinah di Pontianak, Radio Latansa 1:02:17 Sukabumi, Luciana Semarang, Radio Rasel 1:02:21 Palembang yang mudah-mudahan mengudara 1:02:22 kembali, 1:02:23 Radio Silaturahim Bondowoso, Radio 1:02:25 Habibullah Banyuwangi, kemudian Radio 1:02:27 Silaturahim Yogyakarta, dan Radio 1:02:30 Alkhairat di Palu. Mudah-mudahan bisa 1:02:32 menjadi wasilah hidayah buat kita semua. 1:02:35 Mari sama-sama kita tutup dengan baca 1:02:37 doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma 1:02:40 wabihamdika asyhadu an la ilaha illallah 1:02:42 anta astaghfiruka wa atubu ilaik. 1:02:43 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:02:45 wabarakatuh. Waalaikumsalam.