Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan kiron
- thiban mubarokan f kama yuhibuna waard.
- Ashadu alla ilaha illallah wa ashadu
- anna muhammadar rasulullah. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Yangat
- pendengar radio Silatim dan juga pemirsa
- Rasil Visual yang dirahmati Allah. Alah
- saya Muhammad Fahri temani Zin dan juga
- Anis Malim dan juga Uni UI sebagai
- produser hadir di acara sirah sahat
- bersama Ustaz Komaruddin Basuni.
- Alhamdulillah telah di studio kita sapa
- saja Imran dan Akhwat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar sehat Ustaz ya?
- Alhamdulillah. Alhamdulillah semangat
- hari ini. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Dan sekalipun agak sedikit kurang kenap
- ustaz.
- Baik dan kita akan ustaz akan
- mengisahkan sahabat Amar bin Yasir. Dan
- nanti untuk Anda bergabung Anda bisa
- kirimkan SM Andawat di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Silakan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu
- wafiruh wa naudubillahi min syururi
- anfusina wasiati a'malina. May yahdillah
- fala mudillalah wam yudlil fala
- hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba'd.
- Para pendengar Radio
- Silaturahim baik yang ada di Jabo,
- Detabek,
- Sukabumi, Jawa Tengah, Jawa Timur,
- Kalimantan, Sumatera,
- Filipina, Batam, dan di berbagai penjuru
- yang mengikuti acara sirah Sahabat.
- Begitu pula para pemirsa TV Rasil.
- Alhamdulillah pagi ini kita akan
- mengkaji perjalanan seorang sahabat
- yaitu yang namanya Ammar bin
- Yasir.
- Ammar adalah anak dari seorang yang
- namanya Yasir bin
- Amir. Dia dari sebuah
- negeri dari Saudi berada di posisi
- sebelah selatan yaitu negeri
- Yaman. Bapaknya Amar yaitu Yasir
- berangkat menuju Makkah untuk mencari
- saudaranya. Kemudian dia ketemu dengan
- seseorang.
- Kemudian pertemuan ini terjadilah di
- satu tempat dan akhirnya dia
- dipekerjakan pada salah seorang tokoh
- Makkah.
- Kemudian setelah dia bekerja,
- tuannya karena melihat Yasir bin Amir
- ini salah seorang pembantu yang
- cukup untuk diberikan tugas.
- yang tidak akan menyimpang, maka rasa
- kepercayaan tuannya semakin kuat melihat
- perilakunya. Maka dia dinikahkan dengan
- seorang wanita namanya
- Sumayyah. Dari pernikahan ini lahirlah
- seorang anak yang namanya Ammar.
- Banyak kejadian yang di luar kebiasaan
- manusia
- umumnya yang kita kenal dengan istilah
- taajjub ya.
- Jadi takjub atau taajub terhadap
- sesuatu yang dia memang merupakan tipe
- seseorang yang kuat. H kalau dilihat
- fisik Amar
- itu kalau saya
- gambarkan mungkin istilah
- orang sebelah sana
- namanya
- tinggi langsing
- kurus itu disingkat menjadi
- kira-kira apa
- itu tinggi.
- Langsing kurus. Langsing kurus. Rus.
- Aduh, susah terjemahnya
- itu. Jadi, Amar ini tinggi, kurus. Nah,
- jadi badannya enggak gede, ramping
- itu. Nah, karena punya perawakan seperti
- itu, maka dalam segala aktivitasnya itu
- saya bahasakan dengan bahasa saya
- singset.
- Apa itu singset?
- Jadi cepat gitu. Jadi tidak terpengaruh
- karena badannya besar. Enggak. Kalau
- badannya besar hesnya jalan-jalan juga
- ribet. Aduh. Tapi kalau badannya seperti
- itu, itu biasanya set set set set set.
- Nah, gesitlah bahasa sonohnya.
- Nah, beliau di samping itu punya satu
- ciri pada dirinya itu yaitu ketajaman
- berpikir. Jadi orang yang begini memang
- Allah berikan kelebihan cara berpikirnya
- cepat kemudian menanggap sesuatu yang
- punya nilai yang
- sangat wibawa. Jadi tidak sembarangan
- dia punya wawasannya.
- Nah, begitu di
- Makkah Rasulullah
- berdakwah, nah beliau termasuk salah
- satu orang yang ikut dengan dakwahnya
- Rasul.
- Maka
- dalam Arrahiqul Mahtum, sebuah kitab
- yang disusun oleh Syekh Almubarak
- Puri, beliau
- mengatakan bahwa dakwah Nabi waktu di
- Makkah itu terdiri dari dua
- tahap. Tahap pertama dakwah bisirri.
- Tahap yang kedua dakwah bil
- jahri. Dakwah bisirri dimulai bil
- aqrabin. Nah, kemudian yang kedua beliau
- mengadakan dakwah setelah itu bil
- ajanib.
- Nah, bil ajan ini terdiri dari dua. Bil
- ajanib khususan lil
- quraisy. Yang kedua bil al-ajib bighir
- quraisy. Yaitu termasuk orang-orang yang
- datang dari luar daerah. Nah, beliau
- datang itu kalau beliau dakwah kepada
- keluarga seperti beliau memanggil
- istrinya, pembantunya, keponakannya
- kumpul. Nah, ituah. sehingga satu
- persatu menyatakan masuk Islam di
- hadapan Nabi. Kemudian dakwah beliau
- kepada yang lainnya seperti kepada
- tokoh-tokoh Quraisy dan lain sebagainya.
- Nah, itu mulai itu ada serangan terus
- beliau dakwah kepada orang-orang di luar
- negeri Makkah. He. Terutama para budak
- dan sebagainya. Nah, ini salah satu
- budak kambah sahaya yaitu Amar bin
- Yasir. Beliau mengikrarkan diri masuk
- Islam tanpa ada satuun yang menyuruh
- kepada dirinya. Hanya imanlah yang
- menggerakkannya. Setelah Amr bin Yasir
- ketahuan masuk Islam
- oleh kalau istilah bahasa kita oleh
- tuannya ya
- Amar diminta. Apa benar kamu masuk
- Islam? Iya.
- Apa bisa kamu keluar?
- Enggak. Kalau gitu saya siksa kamu ya.
- Ya terserah kata dia. Masa orang budak
- orang budak ya dia enggak punya tempat
- bergantung lagi.
- Siapa tokoh-tokoh Quraisy sepakat orang
- yang ikut agama Nabi Muhammad itu pasti
- harus dianiaya. Maka beliau
- disiksa itu sampai beliau pingsan sampai
- tidak tahu apa yang beliau
- katakan. Apa itu
- istilahnya? Ngomong sampai enggak ngerti
- apa yang diucapkan.
- Ini kalau
- bahasa kerennya apa itu? Error apa?
- Jadi enggak nyambung itu dia bicara ini
- sama enggak tahu
- itu. Coba itu saking dahsyatnya siksaan
- orang-orang Quraisy yang diberikan
- kepada Amar bin Yas gara-gara apa dia
- masuk Islam setiap dia disuruh keluar
- enggak
- mau. Katakan saya benci Muhammad enggak
- mau. Waduh.
- Terus dibilang, "Kalau gitu kamu
- sekarang supaya saya ringankan ucapkan
- Tuhanku Hubal enggak
- mau."
- Waduh. Akhirnya
- segala yang disampaikan oleh orang-orang
- Quraisy ditolak oleh
- dia. Setelah itu dianggap cukup mereka
- pulang. Terus Amar sudah agak sadar.
- Kemudian dia ketemu
- Rasul.
- Rasulullah menyampaikan,
- "Amar, kalau lain kali lagi orang-orang
- Quraisy
- menyiksamu dan kamu dipaksa, ikuti
- aja." Turunlah
- ayat, "Illla man ukriha waqolbuhu
- mutmainnun." Kecuali orang yang dipaksa.
- Sementara hatinya tetap tenang, maka
- ucapannya tidak berpengaruh
- apa-apa. Nah, setelah
- ada
- sinyal dari apa yang Rasul katakan,
- waktu dia disiksa lagi, siksaannya sama
- seperti yang kemarin, bahkan lebih parah
- lagi ini mah. Maka dia akhirnya
- mengikuti apa yang mereka ucapkan.
- Nah, mulai
- itu padahal Amar sendiri sesungguhnya
- enggak sadar apa yang diucapkan
- itu. Setelah
- itu tiba-tiba besoknya lagi kok Amar kok
- masih
- bergabung dengan Nabi Muhammad.
- Waduh kan seolah-olah di ucapan mereka
- itu enggak dihargai.
- Kamu kemarin ngomong mau ikut kepada
- agamaku, sekarang kau enggak mau. Kau
- tinggalkan lagi. Udah saya sekarang
- istilah bahasa gamanya penasaran
- gitulah. Ya terserahlah silakan. Kata
- dia. Dia suruh itu pasukannya siapkan
- kayu bakar.
- Siapan
- bakar. Nah, begitu api menyala dimasukin
- itu amar
- tuh persis kayak kita bakar
- ikan. Tahu ikan dibakar kan? Kalau kita
- dapat daging kurban kan disate. Taruh
- itu di atas api itu
- menyala. Coba
- bayangkan ada enggak tuh nabi yang
- dibakar? Ada kan? Ibrahim. Ibrahim.
- Sekarang ada umat nabi yang dibakar
- amar.
- Masyaallah. Dengan takdir Allah
- Rasulullah
- lewat. Kaget kalau istilah bahasa kita.
- Ya Allah itu siksaan kok begini
- dahsyat. Akhirnya Rasul berdoa. Kata
- Rasulullah di hadapan
- Amar. Iya nar.
- Wahai
- api,
- barid, dinginlah engkau. Kama bar ala
- Ibrahim. Sebagaimana engkau dulu pernah
- dingin kepada
- Ibrahim. Begitu Rasulullah
- berdoa itu api tiba-tiba terasa
- dingin. Coba kalau api itu sejak itu
- dingin sampai sekarang kira-kira masak
- matang enggak? Kebakaran.
- Pasti ibu-ibu yang masak enggak akan
- matang ini. Tapi ini karena khususiah ya
- k kepada amar itu api tiba-tiba langsung
- set
- aja enggak berfungsi lagi. Maka
- sekalipun api itu menyolok besar itu
- tapi dirasanya dingin aja. Ah itulah di
- yang disebut namanya
- mukjizatun Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Dengan hanya satu doa saja itu
- Rasul diijabah
- doanya. Akhirnya setelah penderitaan
- yang dirasakan Amar bin Yasir, Abu Bakar
- datang. Akhirnya Abu Bakar nanya kepada
- tuannya, "Udah sekarang gini aja, berapa
- mau jual?" Ditawar seanu
- terserahlah. Oleh mereka sudah tadi
- tidak dianggap lagi manusia biasa
- dianggapnya sampah.
- sudah dibayar sama Abu Bakar, kemudian
- dimerdekakan lalu dirawat sampai
- akhirnya
- sembuh. Nah, waktu beliau dirawat
- kemudian beliau sembuh, Rasul mengangkat
- dia ee sebagai sahabat yang sangat dekat
- dengannya.
- Kemudian Abu Bakar juga memerdekakan
- dia. Artinya dia sekarang hidup tidak
- ditekan lagi, tidak berada di dalam
- kawasan orang-orang kafir
- Quraisy. Nah, beliau sangat aktif ikut
- dalam segala kegiatan. Kalau ada kajian
- di rumah Arqam bin Abil Arqam, dia
- hadir. Ada kajian di rumah siapa aja
- hadir. Terus sampai datanglah peristiwa
- hijrah. Beliau ikut hijrah ke
- Madinah. Nah, selama hijrah di Madinah
- banyak hal-hal yang
- seolah-olah kayak enggak pantas.
- Satu saat beliau dikirim oleh
- Nabi yang dipimpin pasukannya oleh
- Khalid bin
- Walid. Di tengah
- jalan waktu rombongan yang dipimpin oleh
- Khalid bin
- Walid, orang-orang yang akan didatangi
- oleh pasukan Khalid mendengar bahwa Nabi
- Muhammad mengirimkan satu pasukan
- sebanyak sekian-sekian akan masuk daerah
- mereka.
- Nah, kampung yang akan didatangi oleh
- pasukan Khalid, mereka tahu bagaimana
- hebatnya pasukan Khalid. Akhirnya kabur
- mereka. Kalau istilah bahasa Sunda
- Riyad. Oh, apa itu
- riadb? Menghindar
- buat. Tiba-tiba ada satu rumah.
- Nah, si
- bapaknya, si bapak rumah
- tadi keluar
- dia keluar nyamperin pasukan yang
- datang. Ah, ketemu sama Amar bin
- Yasir. Waduh, ada apa
- nih? Saya minta perlindungan boleh
- enggak? Oh, boleh.
- Ya. Ya. Berarti kamu dalam tanggungan
- saya ya. Kata Amar kepada orang tadi. Ya
- sudah. Jadi kamu posisinya aman. Ya udah
- pulang pulang ke
- rumah. Nah. Waktu beliau pulang ke
- rumah Khalid bin Walid kan waktu itu
- masih berkemah di luar kampung itu.
- Begitu
- masuk
- noh rumah-rumah sudah pada kosong. Rumah
- ini ada isinya. Heeh.
- Akhirnya mereka lihat ada orangnya
- langsung
- ditangkap. Begitu ditangkap, istrinya
- juga kena. Ditangkap
- semua. Kelihatan sama Amar bin
- Yasir. Kata Amar bin Yasir, "Hai Khalid,
- ini orang dalam perlindungan
- saya lah. Ini dalam suasana bukan
- perlindungan." Kata Khalid. Ini pasukan
- sedang diadakan penyerangan. Enggak bisa
- kata
- Amar. Dia sudah datang datang kepada
- saya, dia sudah minta perlindungan. Saya
- menjamin enggak bisa kata
- Khalid. Akhirnya apa? Cekcok antara
- komandan dengan prajurit.
- Akhirnya keluarlah kata-kata yang
- menyakitkan Amar bin
- Yasir. Kemudian Amar balas
- lagi. Akhirnya pembicaranya agak
- meruncing. Sampailah kepada Rasulullah.
- Begitu Rasulullah mendengar pengaduan
- dari dua orang yang sedang
- berhadapan, tiba-tiba Rasul
- berkata, "Siapa yang membenci Amar
- berarti dia membenci
- Allah." Kemudian Khalid bin Walid
- merasa, "Aduh, saya marahin
- dia." Datang tuh minta maaf ditolak sama
- Amar. Aduh, memang orang Arab seperti
- itu kadang-kadang ya.
- B jawab, "Wah, pokoknya
- diabaikan." Kata Khalid, "Loh, maafin
- ya, Mar ya. Saya kan enggak
- tahu ya, Rasul mendukung dia kan. Eh,
- tahu-tahu
- turunlah surat An-Nisa ayat
- 59. Ya ayyuhalladzina amanu atiullaha wa
- atiur rasul wa ulil amri minkum." Wahai
- orang yang beriman, taatilah Allah,
- taatilah rasul dan ulil amri minkum.
- Seolah-olah ayat ini menegor kepada
- Nabi. Jadi yang dilakukan oleh Khalid
- bin Walid dalam kepemimpinan itu benar.
- Kenapa? Karena Amar bin Yasir waktu dia
- berbuat
- tidak mengadakan konsolidasi dahulu atau
- tidak melaporkan dahulu kepada
- pimpinannya. Dia langsung dia bertindak
- sen sendiri. mestinya dalam satu
- kepemimpinan kalau seorang bawahan akan
- mengadakan sesuatu itu mestinya ada
- komunikasi dulu sama atasan. Dia tidak
- ada
- komunikasi. Nah, akhirnya dengan
- peristiwa
- itu Amr bin Yasir ya dimaafkanlah oleh
- Khalid atas perilakunya. Selesai.
- Kemudian dalam satu kesempatan kata
- Nabi bahwa Amma bin Yasir nanti akan
- dibunuh oleh
- Bugiah. Akan dibunuh oleh kaum Bugot.
- Kaum Bugot.
- Heeh. Ya, Amar begitu dengar ucapan Nabi
- ya karena setiap yang Nabi ucapkan pasti
- benar.
- Terus kapan itu waktunya? Tidak
- disebutkan oleh Nabi bahwa kamu akan
- dibunuh tanggal sekian, tahun sekian.
- Enggak disebut. Pokoknya kamu akan
- dibunuh oleh kaum Bugot. Tapi ya kamu
- harus hati-hati menghadapi
- ini. Nah, dalam perjalanan
- itu Amar bin Yasir sampailah di usia di
- zaman khalifah Ali bin Abi Thalib. Jadi
- beliau punya umur hampir 90 tahun lebih
- itu umurnya
- panjang. Di zaman Nabi aja, Nabi selama
- di Makkah sampai Madinah dia
- hidup. Tambah Abu Bakar masih hidup di
- zaman Umar hidup di zaman Utsman hidup
- di zaman Ali hidup. Tuh
- bayangkan. Nah pas di zaman Ali itulah
- terjadi peristiwa yang kita kenal
- namanya perang siffin ya.
- Perang Sipin
- ini peperangan yang terjadi antara pihak
- Ali dengan
- Muawiyah. Banyak
- sahabat-sahabat
- yang secara zir mereka enggak mungkin
- berada di pihak
- Muawiyah. Tapi ternyata banyak sahabat
- besar berada di pihak Muawiyah. termasuk
- Amr bin Ash, termasuk anaknya Abdullah
- bin Amr dan beberapa tokoh sahabat ada
- di situ. Sementara di sini pihak Ali ada
- sahabat Ibnu Abbas nih alim besar
- juga. Nah, begitu pasukan muslimin di
- pihak Ali ketemu dengan pihak muslimin
- di pihak
- Muawiyah, beberapa sahabat alim itu
- mereka banyak yang diam.
- Apalagi setelah melihat Amar bin Yasir.
- Amar bin Yasir berada di pihak Ali.
- Bayangkan yang Rasul katakan terbunuh
- oleh kaum Bogot. Berarti kalau Amar bin
- Yasir mati pasti yang dikatakan Bogot
- itu adalah pihak
- Muawiyah.
- Ternyata apa yang Rasul katakan tuh
- benar.
- Amar terbunuh di perang
- Sipin. Lihat Amar terbunuh itu para
- sahabat yang tadi duduk menunggu dan
- orang-orang yang di pihak Muawiyah
- langsung berbelok berada di pihak
- Ali. Nah, dengan kematian Amar bin
- As
- bat. Peristiwa ini kemudian sampai
- kepada Muawiyah.
- Muawiyah tampil. Kata
- Muawiyah, "Kalian kenapa sekarang kau
- jadi berubah? Tadinya kalian mendukung
- saya, sekarang kalian justru memerangi
- saya." Kalau alasannya Amar bin Yasir
- dibunuh oleh kaum Bugat, sekarang
- permasalahannya yang dikatakan Bugat itu
- adalah orang yang membawa Amar atau
- orang yang membunuh Amar? Kalau saya
- kata Mu yang bugot itu yang membawa Amar
- ke medan perang.
- Bukan yang memerangi
- Amar itu kata
- Muawiyah. Kata yang lain, "Enggak,
- enggak begitu berpikirnya. Tetap aja
- yang membunuh." Nah, akhirnya di situlah
- peperangan terjadi dan akhirnya
- pihak dari Muawiyah banyak yang
- terbunuh. Perang Sipin itu mengakibatkan
- peperangan besar.
- Korban di kedua belah pihak itu kurang
- lebih 60.000 bayangan yang
- mati. Dari pihak Muawiyah ada 40.000,
- dari pihak Ali 20.000. Itu perang yang
- terbesar antara saudara kaum
- muslimin. Dan Amr bin Yasir gugur di
- medan perang
- itu. Dan apa yang Rasul katakan bahwa
- dia akan terbunuh oleh kaum Bot ternyata
- benar. Nah, demikian.
- Kisah singkat dari Amr bin Yasir.
- Mudah-mudahan kita seorang mukmin bisa
- membaca sesuatu itu secara jernih.
- Karena Amar bin Yas tahu mana yang hak,
- mana yang batil. Batil. Demikian.
- Alhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Demikian yawat kisah
- sahabat Amar bin Yasir yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Komuni. Dan untuk
- Anda bergabung nanti Anda bisa kirimkan
- pertanyaan Anda melalui SMS atau
- WhatsApp kami di
- 0811999720 atau telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Wat radio 1 untuk Islam yang satu masih
- bersama kami di Sirah Sahabat. Ee kita
- tadi mendengarkan kisah sahabat Amar bin
- Yasir yang
- begitu gesit, cerdas, dan istikamah
- dalam keislamannya. Sehingga pas waktu
- disiksa dengan dibakar juga tetap
- istikamah dalam keislamannya, Ustaz. ya.
- Dan sudah masuk SMS ee di
- [Musik]
- 0811999720. Ini yang pertama datangnya
- dari Ummu Abdullah, Ustaz. Hm.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Setelah tadi
- saya dengar cerita Ustaz, jadi keajaiban
- itu juga bisa Allah berikan kepada
- kita-kita manusia biasa ya, Ustaz.
- Apabila keadaan memang begitu menekan
- kita, Ustaz.
- Apakah seperti itu, Ustaz?
- Iya. Itu yang disebut namanya fadlullah.
- Fadlullah kurnia Allah yang diberikan
- kepada
- hambanya. Allah pernah mengatakan dalam
- salah satu ayat dalam surat Yunus kata
- Allah, "Wakana haqqon alaina nunjil
- mukminin." Dan hak kami memberikan
- keselamatan bagi orang beriman. Artinya
- ada hal-hal yang di luar dugaan manusia,
- tapi kalau sudah Allah berkehendak
- kepadanya terjadilah itu. Hm. Seperti
- tadi Amar bin Yasir dipukul
- di bakar kan secara zir orang dibakar
- mati ya. Iya. Tapi ini ajaibnya begitu
- Rasul lewat kemudian Rasul berdoa,
- doanya diijabah oleh Allah. Itu api yang
- nyala bukan dirasakannya panas tapi
- dingin. Coba bayangkan
- artinya apa?
- Itulah mukjizat yang Allah tampakkan
- kepada nabinya. Doanya nabi diijabah dan
- terasa oleh orang yang didoakan.
- Sementara hal-hal yang seperti itu yang
- menimpa kepada
- kita yang jauh dengan nabinya, jauh
- dengan
- sahabatnya. Kalau di zaman Nabi yang
- terjadi itu disebut mukjizat. Kalau bagi
- kita ini itu namanya maunah. Maunah.
- Heeh. Pertolongan Allah. Karamah itu
- kalau karamah itu biasanya di kalangan
- para sahabat karamah ya.
- Demikian ya. Jadi pasti ada aja ada bisa
- juga gitu ya. Baik kembali dari SMS yang
- masuk atau WhatsApp yang masuk dari
- hamba Allah. Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Iya Pak
- Ustaz apa kira-kira perasaan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam melihat
- keadaan umat muslim saat ini? Apakah
- keadaan kita saat ini lebih buruk dari
- kaum jahiliyah dahulu, Ustaz? Iya.
- Sekarang sih kita tidak bisa
- membayangkan dengan apa yang terjadi di
- zaman Rasul. Zaman sekarang lebih enak.
- Justru justru lebih enak. Justru
- sekarang mah istilahnya banyak enjoy.
- Enjoy.
- Iya. Banyak santai muslimin hari ini
- mah. Tapi di negara-negara Timur Tengah
- masih. Iya. Itu hanya
- beberapa saja. Tapi kebanyakan muslimin
- di daerah yang lain ya muslim
- pengakuannya tapi praktiknya kadang
- kalala jauh. Kalau di zaman nawi
- muslimnya muslim yang betul-betul
- spesial. Woh, musimnya jadi benar enggak
- ada main-main di sana. Kalau dekatan
- cool, wah aman tuh bila itu meresap dari
- mulai ujung kepala sampai ujung kaki
- itu.
- Jadi keimanan itu menjadi itu jadi tidak
- bisa disamakan. Makanya kualitas iman
- hari ini jauh beda. Bahkan zaman semakin
- kemari itu bukan semakin baik tapi
- semakin buruk. H.
- Jadi Ali apa
- ee ulama terkenal yaitu Imam Imam Malik,
- bagaimana cara memperbaiki kondisi umat
- hari ini? Iya. Bisa bisa. Ke mana kalau
- umat hari ini mengembalikan urusannya
- kepada apa yang pernah dulu dilakukan
- oleh umat di zaman Nabi. Nah, jadi kalau
- umat hari ini enggak bisa mengembalikan
- urusannya kepada apa yang pernah
- dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya
- enggak akan bisa baik. Artinya apa?
- Harus
- konsekuen apa yang dituntutkan Allah dan
- rasul-rasulnya baru bisa selesai
- masalah. Demikian. Baik. Selanjutnya
- pertanyaan dari hamba Allah dari
- Tangerang usia 21 tahun. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Saya mencoba mencari sirah Nabi ketika
- masih muda. Tetapi minim sekali, Ustaz.
- Bagaimanakah sikap Nabi atau sahabat
- ketika mereka berumur 18 atau 22 tahun?
- Heeh. Atau 20 tahunan dalam menghadapi
- berbagai ujian, terutama ujian yang
- paling besar yaitu wanita.
- Hmm.
- Memang ujian wanita itu salah satu di
- antara sekian ujian yang oleh Nabi
- dikatakan
- iyakum jauhi oleh kamu
- binnisa dengan wanita.
- Kemudian Nabi pernah berpesan juga,
- jauhi oleh kamu hal-hal yang sifatnya
- hijau. H ya hijau itu kalau bahasa
- gampangnya ya dalam suasana yang sedang
- haru biru itu ya. Heeh. Yang
- sedang-sedangnya kalau saya gambarkan di
- bahasa orang Jawa Barat tuh ngeplok heo.
- Jadi serba apa? Serba ee hijau. Serba
- enak. itu memang ujian di tengah-tengah
- itu tidak semudah yang diucapkan.
- Apalagi seorang
- pemuda
- dihadapi atau berhadapan dengan seorang
- gadis yang ia senangi. Sementara dia
- sudah istri orang.
- Nah, jadi dia jatuh hati kepada istri
- orang. Nah, kemudian dia berusaha untuk
- mendapatkannya. Itu
- kan sudah jelek. kecuali orang itu masih
- sendiri kalau sudah punya isi orang.
- Iya, bahkan di dirayu sama ya. Jadi
- gayanya saja sudah tidak islami ya.
- Ditambah wanitanya juga mau
- lagi digoda l namanya selingkuh kan. Wah
- lebih parah lagi itu. Maka Nabi
- mengatakan orang yang berbuat mesem
- dengan tetangganya mesum. Heeh. mesum
- dengan tetangganya itu dosanya lebih
- berat kalau dia bermesum dengan
- tetangganya yang jauh. Naubillah bahkan
- 70 kali lipat.
- Maka jangan coba-coba ya. Ya. Kalau mau
- halal nikahlah. Jangan main di belakang
- layar ya. Apalagi di belakang
- pintu.
- Hati-hati ya. Nikah. Nikah itu juru
- selamat ya.
- Maka banyak di zaman Nabi itu kalau ada
- wanita itu masyaallah. Maka Nabi pernah
- berkata, "Salah satu keberkahan seorang
- wanita H apabila satu aisaru fi
- khutbatihi dia memberikan kemudahan
- kepada orang yang akan
- melamarnya." Enggak begini. Kalau kamu
- mau saya tunggu dulu ya. Saya mau
- menyelesaikan kuliah loh. Itu kan
- mempersulit namanya. Katakan aja kalau
- mau mau kalau tidak ti kan jelas ini
- jangan begini gimana ya? Ah kata Nabi,
- seberkah-berkah wanita itu apabila dia
- memberikan kemudahan kepada orang yang
- akan melamarnya. H dua memberikan
- kemudahan kepada seseorang yang akan
- memberikan mahar ya. Jadi maharnya
- enggak ditaktok sama dia. Berapa
- terserah mau mau emas 10 gram?
- Alhamdulillah. Mau 100 gram
- alhamdulillah. Kan enak
- tuh. Jadi terserah dia mau banyak, mau
- sedang, mau kurang terserah. Aisar
- dikasih. Yang
- ketiga, wanita yang berkah yang
- mendapatkan karunia wanita yang
- melahirkan keturunannya. Nah, jadi
- jangan kita cari wanita begitu nikah
- enggak dapat keturunan itu kurang
- berkah. Carilah wanita yang subur.
- Karena Rasul mengatakan, "Saya akan
- bangga dengan umat saya yang mereka
- banyak keturunan." I. Maka sahabat Anas
- begitu punya anak didoakan oleh Nabi.
- Doanya Allahumma aksir fi malihi wa
- auladi. Ya Allah perbanyak orang ini nih
- h hartanya dan
- keturunannya. Maka Anas punya anak
- 20 bukan dua 20 punya anak laki-laki
- semua. Bayangkan itu dari 20 itu
- punya istri kan ya? Kalau 20 pasti kan
- 20 ya. Kalau satu-satu kecuali kalau ada
- yang tiga, empat itu. Nah, dari anaknya
- itu lahirlah anak berantikan cucu. He.
- Maka kata Anas, "Satu saat saya
- kumpulkan anak, mantu, cucu, berapa
- jumnya?" 129.
- Dari dua sumber
- 129. Tuh,
- hebat. Masyaallah. Demikian. Baik,
- Ustaz. Ada telepon yang menunggu. Halo.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Dengan
- siapa? Di mana, Ibu? Bu Ani. Ibu Ani
- silakan. Dengan Ustaz di Depok. Ee
- begini, Pak Ustaz. Ee saya mau nanya
- mengenai maunah dan mukjizat. I itu
- mukjizat kan kalau enggak salah dengar
- saya untuk rasul ya. Tapi kalau ma kan
- untuk manusia. Saya sempat tuh e debat
- sama teman-teman soal itu. Akhirnya saya
- bingung juga jawaban yang benar ya. E
- karena mungkin waktu di TV kan kalau
- yang orang Nasrani bilang mukjizat tadi
- Tuhan dia terus akhirnya ya udah terus
- lalu ah gua enggak ngerti saya bilang
- gitu. Satu lagi boleh enggak Pak Ustaz
- saya ya tadi itu kami suaranya belum
- begitu jelas itu. Oh
- gini soal maunah. Heeh. Dan
- mukjizat. Mukjizat kan untuk rasul
- sebetulnya istilah. Iya. E kalau maunah
- kan untuk orang biasalah
- ee dapat maunah dari Allah
- maksudnya benar atau e mana yang benar
- karena saya sempat ribut sama teman
- debat gitu saya enggak bisa ngomong ya
- udah akhirnya ya saya diam aja dah jadi
- bingung yang benar tuh yang mana. Terus
- satu lagi boleh enggak Pak Ustaz? Boleh.
- Halo. Silakan Bu. Eh, mengini-gini kan
- ada teman saya tuh satu
- suami, dua istri, tapi kakak beradik itu
- adiknya itu dari mulai SMP dididik
- sampai jadi ee oranglah gitu, jadi
- pegawai, jadi pidan malahan. Nah, terus
- mm akhirnya dipakai itu sama suaminya
- waktu belum punya rumah
- sebelah-sebelahan kamu naik ke sono
- kemari ke sono kemari. Kakaknya juga
- jadi bingung malah sempat ketahuan nama
- keponakannya bilang ee kok boleh tidur
- sama e sama papak katanya gitu. Nah,
- akhirnya enggak tahu sudah berakhir
- akhirnya kakaknya yang ngalah tuh, Pak.
- Sekarang sudah dikuasai sama adiknya.
- Saya juga bingung itu bagaimana kalau
- begitu.
- Terima kasih atas jawaban Pak Ustaz.
- Sudah, Bu. Sudah. Makasih banyak.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam, Bu Ani.
- Terima kasih, Bu Ani di Depok
- ya. Dan mukjizat tadi jadi pertanyaan
- antara maunah sama
- mukjizat. Mukjizat itu memang oleh Allah
- diberikan kepada nabi ya. Nah, orang
- yang bukan nabi seperti kita itu
- disebutnya maunah.
- Kalau ada orang mengatakan, "Enggak,
- kita mukjizat," ya. Mukjizat dari mana?
- Mukjizat kan sesuatu yang bisa
- melemahkan orang. Asal kata aja yukjizu.
- Nah, ini satu persenjataan istilahnya
- yang Allah berikan kepada Nabi untuk
- apa? Untuk melemahkan musuh-musuhnya.
- Dan justru dengan adanya itu setiap
- tantangan yang disampaikan kepada Nabi
- itu Allah selalu menunjukkan
- kebesarannya lewat mukjizat tadi. Contoh
- Nabi sedang
- dakwah. Nah, waktu Nabi sedang dakwah,
- orang-orang Quraisy nantang sama Nabi.
- Muhammad, kalau engkau seorang nabi,
- tolong itu bulan He. Yang sedang
- bersinar pecahkan jadi dua. Kata Nabi,
- "Kamu aneh-aneh mintanya?" He ya. Kalau
- minta makan mungkin bisa ya, minta air
- minum itu minta bulan dipecah. Memang
- Nabi jujuritan ke luhur.
- Tapi dengan munajat beliau kepada Allah,
- kata Allah ya sampaikan kepada mereka
- kalau nanti dilaksanakan diijabah apa
- yang akan
- terjadi? Ya, Nabi berkata ya karena
- mereka nuntut ya Allah aku berikan.
- Kemudian Nabi menunjuk tangannya begini
- set aja. belah jadi dua dan terbelah ya.
- Dan kejadian itu sampai hari ini oleh
- orang-orang NASA dikatakan bahwa bulan
- itu masih ada retakan pecahannya.
- Padahal itu kejadiannya 14 abad yang
- lalu kan itu enggak bisa diterima akal.
- Bumi nabinya di bumi, bolanya di langit
- sana. Nah, ini salah satu contoh. Apa
- orang sekarang bisa seperti
- itu? Itu contoh mukjizat ya. Dan masih
- banyak lagi mukjizat Nabi. Nabi
- kekurangan air waktu mau
- salat. Ada 300 orang mau wudu. Iya.
- Dimasukin tangannya ke satu tempat air.
- Begitu diangkat itu dari jemarinya
- keluar air pada wudu. Itu coba apa ada
- manusia hari ini? Tidak ada. Enggak ada.
- Ah, itulah namanya mukji. Mukjizat. Jadi
- hal-hal yang tidak bisa diterima oleh
- akal orang biasa. Nah, kepada kita
- namanya maunah ya. Dan mauna tidak
- seperti mukj mukjizat. Artinya hanya
- sesekalah. Sekali aja ya. Kalau mukjizat
- mah kapananya diperlukan. Jadi heeh.
- Nabi sedang duduk tiba-tiba ada yang
- nangis di sampingnya. Begitu dipegang
- ternyata kayu yang di sampingnya nangis.
- Masa kayu nangis? Kan enggak. He. Nah,
- ternyata kayu itu dulu sebelum Nabi
- dibuatkan mimbar itu suka dijadikan
- mimbar tempat duduk Nabi.
- Kemudian kata Nabi, "Kayu ini rindu
- kepada saya pengin disentuh." Disentuh
- diam dia. Tuh,
- bayangkan. Itulah namanya mukjizat. Nah,
- kalau hal-hal yang terjadi kepada kita
- ya itu disebut mauna. Benar. Kalau
- terjadi perdebatan. Nah, untuk itu saya
- bisa beritahukan sama Ibu. Ibu siapa? Bu
- Ani ya, Bu Ani itu bisa Ibu miliki kitab
- kelengkapan tarikh Nabi Muhammad pada
- jilid keempat itu ada bab mukjizatun
- Nabi. Ah, mukjizat yang dimiliki oleh
- Nabi. Demikian aja. Baik. Yang kedua,
- satu lagi. Oh, iya. Tadi yang poligami,
- Ustaz. Nah, jadi seseorang punya istri,
- istrinya dua dan istrinya ternyata ada
- kakak. Haram hukumnya. Enggak boleh.
- Nabi punya
- anak
- Ruqayyah, yang satu Zainab. Heeh. Ah.
- Terus ada lagi Ummu Kulsum. Zainab
- ditinggah oleh Abul As. Ummu Kultsum
- dinikah oleh
- Utsman. Meninggal nikah sama
- adiknya boleh. Tapi kalau dalam satu
- waktu masih hidup nih, adik kakak
- dinikah enggak boleh. itu dosa
- itu
- kecuali
- di lepas salah satunya. H jadi tidak
- berdua. Kalau seorang laki-laki begitu
- itu durhaka pada Allah dan rasulnya itu
- dosa. Itu dosa. Jangan diulang lagi.
- Kalau sudah tahu dikasih tahu, tidak mau
- tanggung jawab di hadapan Allah. Berarti
- dia menantang kepada hukum Allah. Orang
- yang menantang kepada hukum Allah enggak
- akan lama. Kalau dia enggak tobat pasti
- disiksa di dunia. Nauzubillah. Demikian
- dari hamba Allah SMS yang masuk. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, luar
- biasa jika tokoh-tokoh Islam di zaman
- sekarang ini kekuatan imannya seperti
- sahabat Amr bin Yasir. He. Bagaimana
- dengan para pemimpin kita, Ustaz? Apakah
- layak untuk ditaati? Bukankah mereka
- sudah menolak dan menentang untuk
- tegaknya hukum Allah Subhanahu wa taala?
- Ya, kalau sudah jelas mereka menentang
- hukum Allah dan Rasul-Nya, tidak ada
- kewajiban kita untuk mentaatinya. Kan
- Rasul mengatakan, "Ismau wa
- atiu." Dengarkan dan
- taati. Idza. Nah, ada kalimat
- idza. Apabila pemimpin itu maksiat
- kepada Allah dan rasulnya, tidak ada
- taat lagi kepadanya. Jadi kalau sudah
- mereka
- durhaka bahkan menghinakan,
- menyepelekan, bahkan menangkap para
- ulama,
- ulama digebugin. Waduh, padahal dosa
- mereka enggak jelas, hanya isu aja.
- Tidak ada ketaatan kepada mereka. Itu
- sabda
- Nabi. Jadi ketaatan kita kepada
- orang-orang yang saleh yang mereka
- menegakkan hukum Allah.
- Demikian
- ini SMS banyak sekali yang masuk, Ustaz.
- Ee masih lanjut ya bisa ini dari I
- ee hamba Allah tidak menyatakan nama.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Pak Ustaz,
- betapa mulianya Amar bin Yasir
- sampai-sampai sampai lebih dari satu
- ayat turun untuk Amar bin Yasir. Dan
- dilanjut ini sepertinya saat ini banyak
- perang sipin, Ustaz, yang terjadi antara
- umat Islam. Bagaimana tanggapan Ustaz
- tentang hal ini?
- Ya, kalau terjadi umat Islam sekarang
- berantam kan ada
- ayatnya wain thatani minal
- mukminaslihu damaikan
- mereka. Kalau salah satu di antara yang
- mau didamaikan enggak mau bahkan mereka
- memaksanya itu yang harus diperangi yang
- enggak mau
- israh. Begitu Allah menuntunnya.
- Jadi kalau dia merasa muslim diajak
- damai, damai mestinya kan Qurannya sudah
- ada. Faqotah
- alqotilu. Kalau yang satu enggak mau,
- itu yang harus diperangi. Itu yang bugot
- itu yang enggak mau da
- damai. Demikian.
- Baik. Selanjutnya ini mungkin yang
- terakhir, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dari hamba Allah, Ustaz.
- Ee oh dari Albar ya, Ibu Albar dari
- Cikarang. Sangat luar biasa perjuangan
- Sahabat Amar bin Yasir dari penyiksaan
- hingga menjadi muslim merdeka. Bagaimana
- di zaman sekarang ini untuk menembuhkan
- semangat seperti Amar? Karena di zaman
- sekarang banyak mengeluh, Ustaz. Hmm.
- Akibat karena ketidakpuasan, akibat
- karena kekurangan itu memang orang
- ujungnya ngeluh ya. Itu ngeluh itu hanya
- akibat saja. I. Nah, untuk supaya tidak
- ngeluh dan sebagainya, maka banyaklah
- membaca ya. Banyak membaca, banyak
- mendengar, banyak mutalaah,
- merenung. Kenapa kok orang-orang dulu
- kok bisa? Heeh. Kok zaman sekarang
- enggak bisa? Karena zaman sekarang
- penginnya instan. Wih mudah ya sekarang.
- Makanya bagaimana caranya supaya mudah?
- Ya enggak bisalah.
- Ilmu itu harus dilalui dengan enam tahap
- nih. Ala la tanalul ilma illa bisittah.
- Ketahui tidak akan diraih itu ilmu
- kecuali dengan enam
- persyaratan. Saumbika majmuiha
- bibayanin. Saya akan jelaskan satu
- persatu secara jelas. Kata kata Ali itu
- apa enam perkara yang harus dimiliki?
- pertama
- zakain syarat pertama kita bisa meraih
- ilmu itu cerdas dan kita sudah cerdas
- betul makan minuman buktinya kita bisa
- memilih dan memilah yang kedua wahirsin
- i ada
- semangat ini belajar ngantuk tidur
- gimana
- hirsin yang ketiga wastibarin wastibarin
- sabar sabar
- Yang keempat,
- wabulgotin. Emang ada
- biaya? Sekolah aja ada
- SPP. Nuntut ilmu enggak keluar biaya, ya
- enggak bisa. Keluarlah transportasi,
- keluarlah biaya makan, minum dan lain
- sebagainya. Biaya, biaya dalam sekian
- lama. Ya, saudara-saudara kita yang
- sekolah di luar negeri apa tidak biaya?
- Biaya sekalipun dapat beasiswa tetap aja
- kan ke sanahnya. Saya belajar di luar
- negeri kan waktu itu gratis tapi tetap
- banyak saya harus persiapkan. Heeh.
- Wabulgatian tuh ada biaya. Terus yang
- kelima apa? Setelah wabulgatian wa
- irsyadi
- ustaz ada guru pembimbing. Ada gurunya
- ada gurunya ya. Jadi kalau belajar
- enggak ada guru gimana itu namanya ya?
- Sendiriannya. Iyaah. Itu yang kelima.
- Yang keenam watuluz zaman.
- Memang waktunya
- lama. Nah, itu Amar dididik berapa tahun
- coba? Oleh Nabi di Makkah? 13 tahun. Di
- Madinah 10 tahun. Sudah berapa itu? 23
- tahun. Di zaman Abu Bakar 2 tahun
- berapa? 25. 25. Zaman Umar
- berapa? Umar 10 tahun. Jadi
- 30 tahun. Utsman 12 tahun. Ayo. 27 tahun
- lamaanya. Jadi belajar terus itu beliau
- bagaimana cara mendidik, bagaimana cara
- mengatasi masalah, bagaimana memimpin
- perang, bagaimana menghadapi musuh,
- bagaimana strategi dalam mengatur
- perang. Woh, pelajari itu. Itulah
- hebatnya Ahmad bin Yasir. Demikian.
- Baik, Ustaz. Ya, kesimpulannya atau ya
- kesimpulannya bisa disimpulkan
- masing-masinglah. Baik, demikian kembara
- sirah sahabat bersama Ustaz Komuni,
- sahabat Amar bin Yasir. Semoga dapat
- menginspirasi kita.
- menambah iman takwa kita kepada Allah
- subhanahu wa taala. Saya ditemani Anis
- dan juga Zen dan juga Nurfit Tahir
- sebagai produser pamit. Subhanakallahum
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]