Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [Musik] 0:09 braasil 0:23 TV Brasil 0:25 [Musik] 0:28 TV 0:35 [Musik] 0:40 braasil 0:41 [Musik] 0:55 TV braasil 0:57 [Musik] 0:58 TV 1:05 [Musik] 1:12 Brasil 1:27 TV Brasil TV 1:39 [Musik] 1:44 Brasil 1:45 [Musik] 1:55 [Musik] 1:58 TV Brasil 2:00 [Musik] 2:15 tvasil 2:16 [Musik] 2:26 [Musik] 2:28 TV 2:31 braasil 2:40 [Musik] 2:46 TV Brasil 2:48 [Musik] 2:58 TV 3:03 braasil 3:04 [Musik] 3:14 [Musik] 3:17 TV Brasil 3:28 TV 3:30 [Musik] 3:34 Brasil 3:35 [Musik] 3:45 [Musik] 3:49 TV rasil 3:58 TV 4:06 Brasil 4:17 [Musik] 4:21 TV Brasil 4:23 [Musik] 4:28 TV 4:38 braasil 4:39 [Musik] 4:49 [Musik] 4:52 TV braasil 4:55 [Musik] 4:58 TV 5:05 [Musik] 5:09 rasil 5:10 [Musik] 5:20 [Musik] 5:24 TV Brasil 5:26 [Musik] 5:28 TV 5:36 [Musik] 5:41 rasil 5:52 [Musik] 5:56 TV Brasil TV 6:08 [Musik] 6:13 rasil 6:14 [Musik] 6:24 [Musik] 6:28 TV il 6:40 [Musik] 6:43 TV Brasil 6:45 [Musik] 6:58 TV 7:00 Brasil 7:11 [Musik] 7:15 TV Brasil 7:28 TV 7:32 Brasil 7:43 [Musik] 7:47 TV Brasil 7:49 [Musik] 7:58 TV 8:04 Brasil 8:05 [Musik] 8:15 [Musik] 8:18 TV braasil 8:21 [Musik] 8:28 TV 8:35 Brasil 8:36 [Musik] 8:43 TV 8:47 inalladina 8:48 farraquu 8:50 dininahum 8:52 waanu 8:55 syum 8:58 fiai 9:07 inumallahi tumma 9:12 yunabbiuhum 9:14 bimau 9:21 yafalun 9:28 mantiahu 9:40 ja 9:42 bisayiat Fala yujza 9:47 illa 9:49 mlaha wahum laa 9:58 yudlamun 10:00 inani 10:02 hadani 10:05 Rabbi 10:08 ilatim 10:18 mustaqimqiaman millata 10:22 Ibrahim 10:23 [Musik] 10:28 Han 10:33 qu 10:36 inti 10:37 wausuki wa 10:39 mahyaya 10:42 Wati 10:43 lillahi 10:46 [Musik] 10:50 rabbilamin la 10:55 syarikaluika 10:58 UM 10:59 Aul 11:08 [Musik] 11:11 musliminqallahul asamualaikum 11:13 warahmatullahi 11:16 wabarakatah 11:19 wabarakatuh 11:20 bmillahirrahmanirrahim Leaders dan calon 11:23 Leaders diuh Indonesia kembali lagi kita 11:25 pada acara Indonesia Leaders Talk setiap 11:29 Jumat malam 11:31 ee yang kali ini mengambil tema ee 11:35 terkait dengan pro kontra sekolah luring 11:37 eh pasca ppkm sudah turun level di 11:43 beberapa daerah di Jawa di Jabo tabek di 11:46 Bandung Raya dan di Surabaya Raya sudah 11:49 e Turun dari level 4 menjadi level 3 ee 11:53 para kepala daerah di beberapa daerah 11:56 ini mulai mencanangkan pertemuan sekolah 11:59 tatap muka DKI Rencananya eh Gubernur 12:03 Anis Baswedan akan melakukan uji coba 12:06 Sekolah tatap muka terbatas pada mulai 12:08 hari Senin nanti di Bandung juga akan 12:13 Walikota Bandung Mang odet Daniel juga 12:16 sudah mengeluarkan Proton Walikota 12:18 terkait dengan ppkm level 3 yang salah 12:21 satunya mengatur tentang ee aturan 12:24 sekolah tatap muka diperbolehkan dengan 12:26 syarat maksimal 50% kapasitas kelas 12:29 dengan protokol kesehatan yang ketat ee 12:32 Tetapi ada juga berita yang kita 12:33 dapatkan ada salah satu sekolah di Jawa 12:38 setelah melakukan pertemuan tatap muka 12:41 kemudian ternyata dalam prosesnya 12:43 kegiatannya pada saat ee di luar jam 12:46 belajar anak-anak banyak bermain 12:49 berkerumun ee jajan gitu ya Ee dan ini 12:53 tidak terkontrol sehingga di sekolah 12:55 tersebut ee dibatalkan kegiatan tatap 12:58 mukanya Dan ini semua eh rekan-rekan 13:01 sekalian menjadi eh salah satu eh isu 13:05 yang perlu sangat diperhatikan oleh para 13:07 pengambil kebijakan kita karena dunia 13:09 pendidikan ini sangat menentukan 13:11 Bagaimana arah bangsa kita ke depan dan 13:14 kita juga tidak ingin di masa covid ini 13:16 anak-anak sekolah generasi sekolah e di 13:20 masa covid ini tidak memiliki pendidikan 13:22 yang kuat yang berkualitas tetapi di 13:24 sisi lain kita juga masih harus e 13:27 memperketat atau kesehatan terkait 13:30 dengan penanganan pandemi covid ini nah 13:33 terkait dengan pro kontra baik buruk 13:35 tepat atau tidaknya ee sekolah tatap 13:38 muka yang segera akan diberlakukan di 13:40 beberapa daerah indival leader stok pada 13:43 malam ini ee sudah menghadirkan beberapa 13:45 narasumber yang memang ee pemerhati 13:48 pendidikan dan bergerak di bidang 13:50 pendidikan yang pertama Pak Munif katif 13:54 pemerhati pendidikan dan eh dari rasil 13:57 network Asalamualaikum Pak Munif 14:00 alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 14:03 Terima kasih Pak Munif sudah hadir 14:05 eh nanti pakif mudah-mudahan bisa 14:08 memberikan pandangan bagaimana baik 14:11 buruk pro kontra sekolah 14:13 e apa tatap muka ini sekolah luring dan 14:17 juga Mas satriwan Salim yang juga 14:21 Sebelumnya sudah pernah ikut dalam dan 14:24 malam ini juga kembali hadir bersama 14:26 kita masim koordinator nasional 14:29 perhimpunan pendidikan dan guru 14:30 Asalamualaikum Mas 14:31 satriwanikumsalam warahmatullah Masdi ya 14:34 ini bagaimana dari sudut pandang para 14:37 guru menilai kebutuhan sekolah tatap 14:40 muka dan juga ee di satu sisi juga ee 14:43 dengan pandemi covid yang masih 14:45 berlangsung bagaimana kita mencegah 14:47 terjadinya pandami di anak-anak didik 14:49 kita dan juga nanti akan 14:51 bergabung bersama Oh sudah sudah 14:53 bergabung muoki Asalamualaikum Selamat 14:56 malam muoki ya Waalaikumsalam Selamat 14:59 malam Salam Pak m 15:02 Pak dan 15:05 broani Asani akal 15:08 sehat Malam ini kita mendiskusikan tema 15:11 yang tidak terkait langsung politik 15:14 praktis tetapi ini menentukan masa depan 15:16 bangsa kita dan kita harapkan pemimpin 15:19 bangsa kita dan para kepala daerah bisa 15:23 mengambil keputusan dengan sangat tepat 15:24 bertanggung jawab dan sesuai dengan akal 15:26 sehat dan kaidah Ya baik sahabat-sahabat 15:30 sekalian sebelum kita memulai ee Tema 15:33 kita pada malam ini terkait dengan pro 15:35 kontra sekolah luring sekolah tatap muka 15:38 eh Saya ingin mengucapkan terima kasih 15:41 kepada sahabat-sahabat sekalian Setia 15:44 sahabat setia pemirsa Indonesia leader 15:46 talk setiap minggunya yang senantiasa 15:49 menyaksikan acara ini eh acara ini 15:52 disiarkan secara langsung live streaming 15:55 melalui channel YouTube dan Facebook 15:57 Mardani alisera kemudian channel YouTube 15:59 PKS TV channel YouTube rasil TV dan juga 16:03 melalui channel siaran radio eh rasil 16:08 7220 am Jadi bagi sahabat-sahabat yang e 16:12 ingin menggenarkan melalui radio tidak 16:15 melalui live streaming bisa membuka 16:17 channel radio rasil 720 am dan juga Saya 16:21 mengucapkan terima kasih kepada seluruh 16:23 rekan media Dan wartawan yang terus 16:25 Meliput membersamai dan memberitakan 16:27 acara kita ini semoga menjadi sumbangsih 16:31 pemberitaan yang berkualitas ee bagi 16:34 bangsa kita untuk pencerdasan dan 16:36 pendidikan politik bagi bangsa dan agar 16:38 bisa juga menjadi masukan bagi pemimpin 16:41 dan para pengambil kebijakan negeri kita 16:43 dan sahabat-sahabat sekalian bagi yang 16:45 live streaming Jangan lupa untuk 16:47 subscribe dan 16:49 follow akun YouTube dan Facebook Pak 16:53 kemudian PKS TV dan juga Ril TV baik 16:57 sahabatsahabat sekalian eh langsung saja 16:59 eh kita mulai acara indonesal lead talk 17:03 yang ke-56 pro kontra sekolah luring 17:05 atau sekolah tetap muka kepada Pak 17:07 marani dipersilakan Pak kasih bangdi 17:10 izin Ustaz munifb 17:13 masriwan dan Bung Roki 17:17 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 17:19 warahmatullahi wabarakatuh 17:23 waalaikumsal alhamdulillah Allah Shi Ala 17:26 sayidina Muhammad am Selamat malam dan 17:31 salam sejahtera untuk kita semua bahagia 17:34 sekali Indonesia leader ST edisi ke-56 17:38 menyapa kita dengan tema 17:41 pendidikan kalau dalam catatan saya e 17:44 tema pendidikan ini tema kedua terbesar 17:47 ya sesudah tema politik ya karena bagi 17:51 seorang 17:52 Leaders Education is foundation ya 17:57 eh 17:58 if you stop learning you stop Leading 18:02 kalau kita berhenti belajar kita akan 18:04 berhenti memimpin 18:07 dan The Next Level of leadership itu 18:10 sangat ditentukan oleh penguasaan 18:13 pengetahuan 18:14 kita apalagi kalau kita melihat ayat 18:17 yang pertama kali turun dalam Alqur'an 18:20 bukan perintah 18:22 untuk 18:24 ibadahal puasa salat zakat tapi perintah 18:27 untuk baca ya Iqra ya itu menunjukkan 18:31 betapa pengetahuan amat sangat 18:34 dimuliakan karena itu Indonesia Leaders 18:37 talk ya Ada Indonesia ada Leaders ada 18:40 talk itu akan terangkum menjadi satu 18:44 tampilan elegan ketika kita memang 18:47 memiliki keterampilan dasar dalam 18:50 berpikir ya keterampilan dasar dalam 18:53 mengolah gagasan karena itu tema malam 18:57 ini sangat penting karena di masa 18:59 pandemi ee kesehatan luar biasa darurat 19:02 ya ekonomi kita Resesi tapi jangan 19:05 pernah dilupakan pendidikan pendidikan 19:08 pendidikan adalah kata kunci bagi kita 19:11 untuk mampu melayari samuder dan badai 19:16 pandemi ini dengan selamat bahkan 19:19 mungkin menjadi bangsa yang jauh lebih 19:22 baik-baik 19:23 fakta-faktanya tidak terlalu 19:25 menggembirakan ya ee kalau sebelumnya 19:29 rata-rata angka sekolah kita di 19:32 8,2 ternyata eh di masa pandemi terjadi 19:36 penurunan tingkat kualitas e rata-rata 19:40 sekolah kita menjadi sekitar 19:42 7,5 tahun yang harusnya eh padahal untuk 19:46 dari 7,5 ke 8,2 ini mungkin perlu 3 4 5 19:51 tahun bagi kita untuk bekerja keras 19:53 dalam setahun kita kehajar cukup tinggi 19:57 ini belum Eh ada 20:00 fakta-fakta berbasis data ilmiah 20:03 dilakukan secara 20:04 sistematis oleh Que Ande negara gu 20:08 karena perhatian dalam bab ini pandangan 20:12 saya masih sangat eh permukaan Malam ini 20:16 mudah-mudahan kita bisa menzooming ya 20:19 Bisa mengelaborasi bisa mengangkat 20:22 mutiara Apa yang harus kita lakukan di 20:24 masa pandemi agar pendidikan tetap jadi 20:29 program strategis kita tetap menjadi 20:32 Fokus utama negara tetap menjadi tiket 20:37 eh untuk negara maju Nah karena itu eh 20:40 matur nuwun Ustaz Munif Khatib mas 20:43 santriwan eh dan Bung Roki tiga hal ee 20:48 sebagai pengantar diskusi buat saya yang 20:50 pertama 20:51 tentu dari pembicaraan-pembicaraan 20:54 sebelumnya kita masih berkubang dalam 20:56 masalah-masalah yang tetap sama 20:59 guru-guru dan guru belum mendapatkan 21:02 proporsi yang sebenarnya yang secukupnya 21:05 mulai dari kualitas sampai kepada 21:09 Kapasitas dan fasilitas ya nah eh 21:13 padahal tidak mungkin kita mampu 21:16 memajukan pendidikan kecuali guru-guru 21:19 dan guru mendapat perhatian utama karena 21:21 itu negara-negara maju amat sangat 21:24 perhatian terhadap proses pendidikan 21:27 kualitas guru ya garbage in garbage out 21:30 Diamond in Diamond out ya Jadi bagaimana 21:32 memang dan ada beberapa kebijakan 21:35 pemerintah yang yang saya pribadi 21:37 mengkritik 21:38 Eh ada kebutuhan 1,3 juta guru tapi 21:42 semuanya dialokasikan magga melalui 21:44 pegawai pemerintah dengan perjanjian 21:46 kontrak kerja P3K yang itu menunjukkan 21:50 ee itulah eh ASN yang EE walaupun eh Mas 21:56 Munif Hatif atau Mas santriwan Mungkin 21:59 bisa berbeda saya ketemu beberapa 22:00 guru-guru profesional buat mereka ASN 22:03 tidak pernah menjadi pikiran mereka 22:05 fokus mereka adalah bagaimana eh being a 22:08 teacher gitu loh menjadi guru yang 22:11 menginspirasi guru-guru yang yang penuh 22:14 dengan eh bekal sehingga betul-betul eh 22:17 murid Eh guru berpikir muridnya 22:20 bertindak dengan pikiran Nah itu penting 22:22 penting penting tetapi karena berbicara 22:25 sistemik eh saya juga melihat Tidak ada 22:28 salahnya bahkan merupakan satu political 22:31 way yang baik ketika pemerintah 22:33 memberikan privil bagi mereka yang akan 22:36 menjadi guru tentu dengan sistem seleksi 22:38 yang baik karena eh hampir sepertiga 22:42 guru sekarang bersifat honorer yang 22:45 gajinya kadang-kadang 125.000 sampai 22:48 r00.000 E tapi ada pertanyaan Nakal 22:51 kenapa mau jadi guru dengan gaji sekecil 22:54 itu tentu kalau eh husn nya mereka 22:58 berniat untuk ee mengabdi tetapi 23:01 sistemiknya ya karena kualifikasinya 23:04 mungkin memang Ee tidak ada kerjaan di 23:06 tempat lain ee ini tentu ee pembersihan 23:10 guru berkualitas menjadi pekerjaan rumah 23:13 dan pekerjaan utama di tengah ee 23:15 demikian besarnya tantangan sistem dan 23:19 kondisi pendidikan di Indonesia yang 23:21 hampir 50 juta kita punya murid ini luar 23:25 biasa Nah yang kedua Pak pandangan saya 23:28 e dikaitkan dengan pendidikan 23:30 ee Apakah daring atau luring dalam 23:34 jaringan atau luar ruangan e luar 23:37 jaringan 23:38 eh mestinya ini menjadi diskursus 23:41 terbuka yang mencerahkan 23:43 eh Berharap Kembali 23:46 eh kondisi sebelum covid buat saya 23:49 adalah 23:50 sebuah eh kondisi yang sangat absurd ya 23:54 nih beberapa teman-teman sudah ingin 23:57 memaksa eh luring ya 24:00 Eh tetapi 24:02 ee kultur dan budaya 24:05 ee menghadapi pandemi atau 24:08 mengantisipasi pandemi berikutnya belum 24:10 muncul tadi Mas saldi mengatakan Mas 24:12 masih jajan di luar g Karena 24:15 ekosistemnya belum dibangun 24:16 infrastrukturnya belum disiapkan 24:18 sehingga mereka harus jajan di luar beda 24:21 ketika Mungkin memang negara maju lebih 24:25 lanjut yang menyisir 20% anggaran 24:28 pusat dan daerah itu betul-betul untuk 24:30 melaksanakan pendidikan Kalau turisme 24:34 itu ada Bubble tourism maka kita bisa 24:37 membuat bubble education Gitu 24:40 betul-betul ada bubbennya ada 24:41 gelembungnya sehingga anak-anak itu bisa 24:45 menikmati seluruh 24:49 privilnya berinteraksi di ruang 24:52 pendidikan yang diperluas misal ruang 24:55 sekolah kita diperluas sehingga kami eh 24:59 eh mencoba ya membuat taman yang khusus 25:02 yang enggak boleh keluar dari sekitar 25:04 Taman tapi mereka betul-betul bisa 25:06 menikmati proses pembelajaran di 25:09 leadership 25:11 Nah nanti mungkin kita bisa elaborasi 25:13 kalau pandangan 25:15 saya Google YouTube sudah menjadi 25:18 perpustakaan terbesar di dunia ketika 25:21 kita punya tool alatnya untuk 25:24 menguliknya alatnya untuk 25:26 mengilar knowledge yang luar biasa 25:29 eh sehingga daring sendiri adalah sebuah 25:34 keniscayaan bahkan mungkin ada banyak 25:37 sekali migrasi pengajaran ke daring 25:40 tetapi 25:42 kolaborasi komunikasi critical thinking 25:45 lain-lain itu yang bisa kita lakukan 25:46 dalam pertemuan luring sehingga jangan 25:50 jadi daring itu menjadi tempat guru 25:54 memberikan eh tugas dan muridnya sana 25:58 inorpor sana tapi betul-betul daring 26:00 menjadi syarat untuk bisa berinteraksi 26:03 beberapa sekolah membuat kuis yang ada 26:06 di daring agar mereka bisa masuk ke 26:09 dalam luring mereka yang passing 6 ke 26:12 atas baru bisa masuk kelas yang dibawa 26:14 berarti dia tidak mengerjakan PRnya 26:16 memahami materinya ini perlu kebijakan 26:19 luar biasa apalagi dengan disparitas Eh 26:23 guru prasarana Indonesia eh yang sangat 26:27 sentris yang sangat kota sentris nah ini 26:30 pekerjaan besar terakhir yang ketiga 26:33 tentu kita perlu melakukan gerakan 26:36 kembali kepada pendidikan ya Eh isu tema 26:41 kampanye kita isu partai politik kita 26:44 isu LSM kita isu diskusi publik kita 26:49 harus tentang pendidikan-pendidikan 26:51 pendidikan karena melalui pendidikanlah 26:54 bangsa ini akan maju melalui 26:56 pendidikanlah bangsa ini akan menang 26:58 tanpa pendidikan berkualitas dan 27:00 terjangkau kita akan terus berkubang 27:02 dalam midle middle income bahkan mungkin 27:05 sekarang kita sudah masuk ke kategori 27:08 bukan middle income lagi sudah lower 27:09 income Nah karena itu tiga hal ini Bang 27:12 haldi sebagai pencetus diskusi eh 27:15 bahagia sekali malam ini kita bahas tema 27:18 yang substansial Monggo dilanjutkan m 27:20 Matur 27:24 nuun Baik terima kasih eh pak 27:28 atas pengantarnya ya sahabat-sahabat 27:30 sekalian tadi Seperti yang disampaikan 27:32 oleh Beliau bahwa harusnya diskursus 27:36 kebijakan publik di negeri ini membahas 27:39 masalah-masalah fundamental dari bangsa 27:42 Indonesia ya bukan terkait membahas soal 27:45 mural gitu ya E membahas tentang ee 27:49 bahkan e korupsi pejabat gitu tetapi ee 27:53 ketika kebutuhan-kebutuhan dasar eh 27:55 rakyat terkait pendidikan kesehatan yang 27:58 berkualitas terus lapangan kerja ee dan 28:01 bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh 28:03 masyarakat untuk keluar dari kesulitan 28:06 hidup akibat pandemi ini ini harusnya 28:08 jadi diskursus dan perhatian utama para 28:11 pemimpin dan pejabat publik kita dan 28:13 kita ingin mencoba membahasnya juga pada 28:16 malam ini melalui Indonesia Leaders 28:19 sebagai percontohan bahwa seorang 28:21 Leaders Indonesia harusnya membahas 28:24 masalah-masalah seperti ini 28:26 kesehariannya untuk kebaik bangsa dan 28:28 rakyatnya baik ee sekarang kita masuk ke 28:32 Pak Munif Khatib ee dipersilakan Pak 28:34 Munif untuk memberikan pandangannya 28:37 terkait dengan Tema kita pada malam ini 28:39 eh pro kontra pendidikan luring atau 28:42 tatap muka 28:44 ya makasih 28:46 masi Bismillahirrahmanirrahim 28:49 asalamualaikum warahmatullahi 28:52 wabarakatuh 28:54 Eh salam hormat kepada pakani eh Bung RI 29:00 dan Mas satriwan Ya senang sekali bisa 29:04 berkesempatan eh berbagi informasi di 29:08 sini jadi 29:09 eh saya sepakat ya dengan Pak marani 29:13 kalau pendidikan ini sebenarnya pondasi 29:16 dari kualitas bangsa itu kan macam-macam 29:18 indikatornya tapi pendidikan ini adalah 29:21 pondasi sebetulnya 29:23 penghasilan kesehatan itu berawal dari 29:26 pendidikan sebetulnya Nah karena itu eh 29:30 pro kontra antara daring dan luring 29:34 mungkin saya ingin awal membahas dari 29:38 eh supaya kita tidak salah paham awalnya 29:41 e-lening sebetulnya itu jadi eh 29:45 e-learning itu kan munculnya kalau di 29:48 Indonesia itu banyak teman-teman guru 29:50 mengatakan ini gara-gara pandemi ini 29:53 padahal sungguh bukan itu e-learning itu 29:56 muncul gara-gara internet sebetulnya 29:59 jadi inilah konsekuensi 4.0 internet of 30:03 things maka muncullah e leenning nah 30:07 eh maseldi saya kebetulan di kantor itu 30:12 mulai tahun 30:14 2010 sampai kemarin menjelang pandemi 30:17 itu tiap tahun mengajak guru-guru ke 30:19 Finlandia ini cukup menarik negara ini 30:22 jadi Finlandia dan sekitarnya Jadi kita 30:24 tiap tahun ke sekolah yang berbeda-beda 30:27 itu luar biasa nah sampai kita ini 30:31 was-was sebetulnya ketika kita mau 30:33 bandingkan dengan 30:35 Indonesia khusus terhadap elening ya 30:38 mereka 30:40 ini mengatakan antara tahun 30:43 2005 sampai 2010 Ening itu sudah ada di 30:47 sana yang mana eleenning itu berfungsi 30:52 sebagai media pembelajaran itu mulai 30:55 kelompok bermain sampai perguruan tinggi 30:58 e-learning-nya sebagai media 31:01 pembelajaran untuk mempercepat 31:04 memperindah strategi-strategi mengajar 31:08 itu mereka menggunakan e-learning 31:10 macam-macam aplikasinya jadi anak-anak 31:12 kecil itu sudah terbiasa dengan itu nah 31:16 ketika 31:17 2010 naik level mereka 31:20 Ening ini Selain digunakan untuk media 31:25 pembelajaran level nya naik menjadi 31:28 sistem 31:29 pembelajaran terkenallah yang namanya 31:32 blended learning itu 50% online 50% 31:37 offline lalu muncul distant learning 31:41 yang 100% online ada kampusnya ada 31:45 sekolahnya ada guru ada eh muridnya tapi 31:48 gak pernah tatap muka mereka itu Nah 31:52 kemudian ada 31:54 lagi yang aplikasi Mo 31:58 istilahnya yaitu yang mooc ya yang 32:01 kursus itu seperti ksera itu yang di ada 32:05 di Play Store itu sampai ada data yang 32:09 memunculkan kursera itu sekarang jumlah 32:13 mahasiswanya 11 juta lebih dan ini yang 32:16 membuat perguruan tinggi di Amerika 32:19 kelas 3 kw3 itu gulung tikar semua ya 32:22 inilah yang namanya eh revolusi 32:26 pembelajaran gara-gara internet 32:28 e-learning Nah itu sebetulnya Jadi kapan 32:33 e-learning ini bisa menjadi sistem 32:36 pembelajaran Nah kalau dari dasar 32:39 teorinya 32:41 adalah pembelajaran 32:43 andragogik itu sekarang sudah 32:45 menggunakan 32:47 e-lening dalam arti sistem Apakah itu 32:50 blended learning Apakah distant learning 32:54 tapi pembelajaran 32:56 andragogi pembelajaran andragogik itu 32:58 perguruan tinggi ke atas S1 sampai S3 33:02 karena tanggung jawab peserta didiknya 33:05 itu sudah kuat semua mahasiswa itu punya 33:09 tujuan yang benar-benar muncul dalam 33:11 dirinya sendiri namun contoh di 33:14 Finlandia pun 33:16 e-learning sebagai sistem seperti 33:19 blended distant tadi itu tidak begitu 33:24 populer di pedagogi di kelompok k 33:27 bermain sampai ke SMA mereka tetap tatap 33:31 muka begitu mereka tetap tatap muka 33:33 e-learning-nya jadi media pembelajaran 33:36 namun ketika sudah masuk ke perguruan 33:38 tinggi sudah masuk ke wilayah andragogik 33:41 maka itu digunakan e-learning sebagai 33:44 sistem Nah karena itu 33:47 2019 akhir pandemi seluruh dunia jleng 33:52 udah kalau di Finlandia suit aja Oh ya 33:57 sudah di rumah pembelajarannya Mereka 33:59 sudah terbiasa dengan e-learning sebagai 34:02 media tinggal sistemnya saja ini 34:06 nah mereka punya masalah saya punya 34:09 teman-teman yang punya anak TK SD itu 34:13 punya masalah karena apa gak bisa ketemu 34:15 sama gurunya itu eh perkembangan eh apa 34:20 motorik kasar motorik halusnya juga 34:23 problem seperti itu tapi mereka percaya 34:26 ini tentara ini tidak tidak apa tidak 34:29 tetap 34:31 Indonesia punya problem sejak tahun 2010 34:36 yang mestinya seluruh dunia seluruh 34:38 guru-guru dilatih untuk pembelajaran 34:41 e-learning baik itu masuk ke media 34:44 maupun ke sistem pendidikan Indonesia 34:47 sama sekali masih tidak menghiraukan itu 34:50 nah kita was-was itu mas waktu itu 2010 34:54 2011 dan benar ketika ketika Allah 34:57 menakdirkan pandemi kita kaget benar 35:01 beberapa bulan ya 6 bulan setelah 35:03 pandemi KPAI kan buat 35:05 penelitian ketika kacau ini ya kan 35:08 sekolah harus dari rumah kacau semua 35:10 maka KPAI buat penelitian kita hasilnya 35:13 Dahsyat sekali seluruh guru di Indonesia 35:16 itu diambil SMA sampai ke bawah negeri 35:19 dan swasta yang pernah mendapatkan 35:21 mengenyam pelatihan e-learning itu hanya 35:24 2% bayangkan itu mendapatkan pelatihan 35:27 Apakah dilakukan atau tidak ya kita 35:29 enggak tahu berarti 35:32 98% dari seluruh guru di Indonesia ini 35:35 dasar dan menengah belum pernah dilatih 35:38 untuk pembelajaran e-learning baik itu 35:41 media apalagi sistemnya karena harus ee 35:45 belajar dari rumah nah karena itu wah 35:49 keteteran 2 tahun ini betul-betul 35:52 keteteran ya kan saya ada sekolah luar 35:55 biasa tujuan pembelajaran itu Kalau 35:58 boleh jujur ini 35:59 ee Pak satriwan dan EE Bung Roki ini 36:03 Kalau boleh jujur ya karena kita ini 36:05 yang di lapangan kita cek dari tujuan 36:08 pembelajaran keberhasilan itu gak lebih 36:11 dari 36:12 30% dari tujuan pembelajaran itu 36:16 meskipun guru kita kita sudah latih 36:18 jumpalitan ya kan menggunakan aplikasi 36:20 ini aplikasi itu Tapi tetap butuh tatap 36:24 muka langsung ya nah Nah karena ini 36:27 memang untuk 36:28 andragogik apalagi kalau kita lihat yang 36:31 teman-teman guru di PAUD TK SD kelas 36:35 bawah Kasihan sekali mereka Nah karena 36:39 itu menurut saya menurut saya pro kontra 36:44 yang dijadikan tema malam ini 36:48 adalah guru kita tidak boleh tidak 36:51 belajar e-lening Apakah itu sebagai 36:54 media maupun sudah naik level menjadi 36:57 sistem terus pemerintah atau lembaga 37:02 apapun itu harus kalau ada yang punya 37:04 kesempatan kemampuan memberikan 37:06 pelatihan ada namun batasannya adalah 37:10 mana yang pedagogik mana Yang andragogi 37:14 kalau yang 37:15 e pedagogi mulai eh kelompok bermain 37:20 dasar dan menengah Saya pikir kita harus 37:25 masuk ke dunia baru kembali lagi tatap 37:29 muka kembali lagi tatap muka 37:33 karena alasan tidak tercapainya tujuan 37:37 pembelajaran bayangkan tidak lebih dari 37:40 30% meskipun kurikulumnya sudah kita 37:43 Sederhanakan tapi faktanya ini fakta 37:46 dengan kualitas guru yang sudah 37:50 dilatih ini kita khawatir akan terjadi 37:53 itu tadi l learning atau l Generation 37:56 ini selama 37:57 Katakanlah 2 3 tahun tapi dampaknya luar 37:59 biasa 38:01 nah lalu yang penting lagi kenapa saya 38:05 kok ingin sekali dan benar-benar kalau 38:08 ada kesempatan untuk diminta 38:10 menganjurkan menganjurkan itu balik ke 38:13 tatap muka terutama untuk kelompok 38:15 bermain kemudian sampai ke eh SMA ya 38:20 menengah kalau perguruan tinggi enggak 38:22 apa-apa itu blended sistemnya dist 38:25 learning karena responsib t peserta 38:27 didiknya sudah jauh lebih tinggi 38:29 daripada ee yang menengah ke bawah nah 38:32 karena 38:33 itu problem yang kedua adalah psikologis 38:36 anak yang ada di rumah uh ini Dahsyat 38:39 ini pandemi kedua sebetulnya problem 38:41 psikologis ini luar biasa Jadi ada satu 38:45 penyakit psikologis baru namanya 38:48 teknoferensis anak-anak berubah 38:50 perilakunya gara-gara 38:52 gadget gara-gara gadget ini luar biasa 38:56 pengguna an jam gadget selama pandemi 38:59 kita lihat Zoom untuk Indonesia itu 39:01 meningkat sehingga perilakunya itu 39:03 berubah nah ini kita dihadapkan atau 39:07 menyelesaikan eh pandemi covid eh 39:11 tiba-tiba kita juga ditantang dihadapkan 39:14 dengan pandemi psikologis yang lain Nah 39:17 karena itu 39:18 Eh saya usulkan kalau saya 39:25 yaadi 39:29 fokus kepada kalau bisa tatap muka 39:32 langsung 39:34 energi Kementerian energi sekolah energi 39:39 orang tua dan lain-lain bagaimana 39:41 mengamankan protokol kesehatan protokol 39:45 kesehatan ini saya sepakat harus jadi 39:46 culture harus jadi budaya Sebetulnya 39:49 pakai masker cuci tangan saya pikir 39:54 budaya itu tidak harus ratusan tahun 39:56 bentuk tapi pandemi ini adalah momentum 39:59 sebetulnya untuk bisa dengan cepat 40:02 merubah budaya Nah kalau energi kita 40:05 fokus kepada 40:07 pengamanan 40:09 sekolah saya pikir mudah-mudahan tuntas 40:13 kalau kita lihat ya mall sekarang dibuka 40:16 ketika kita masuk ke mall itu protokol 40:19 kesehatan ya Cek suhu masker semua tapi 40:24 ketika proses orang itu masuk ke Mall 40:27 berbelanja dan lain-lain sudah enggak 40:29 ada yang memperhatikan yang mengobserve 40:30 enggak ada keluarnya juga enggak ada 40:33 tapi kalau institusi yang namanya 40:35 sekolah mulai masuk protokol kesehatan 40:39 dijalankan proses belajar protokol 40:42 kesehatan dijalankan sampai pulang 40:44 protokol kesehatan dijalankan Jadi kalau 40:46 menurut saya lembaga yang paling aman 40:49 untuk didatangin ini sekolah menurut 40:51 saya Nah tinggal yang belum lengkap 40:56 protokol kesehatan Apakah fasilitas 40:58 seperti tempat cuci tangan dan lain-lain 41:01 saya pikir itulah harus difokuskan 41:05 energi dana ke situ sebetulnya Nah kita 41:09 harus percaya bahwa kedokteran terus 41:12 akan dunia kedokteran terus akan apa eh 41:15 berusaha ya Sampai akhirnya pandemi ini 41:18 akan turun level menjadi endemi dan 41:21 akhirnya jadi penyakit biasa seperti itu 41:23 mungkin dari pengantar awal dari 41:26 ya terima kasih baik ee Pak monif 41:30 menarik sekali ya 41:31 ee paparannya tadi memberikan wawasan 41:35 baru nih bagi kita ee terkait dengan 41:39 ee efektivitas kondisi selama 2 tahun 41:43 ini Pak Munif ee dengan menggunakan ee 41:47 daring ya online Bagaimana kira-kira 41:50 sekilas evaluasi sehingga memang 41:53 ee benar-benar harus khusus untuk 41:56 Indonesia ini harus tatap muka dan 41:58 kemudian yang kedua kan secara aturan 42:01 juga 50% ya kapasitas tetap ada juga 42:05 yang online gitu kan Nah ini ee 42:08 sebenarnya sama saja atau memang 42:11 ee ada perbaikanlah dengan tatap muka 42:14 ini gitu Iya Jadi kalau blended ada 42:20 tatap muka Lalu ada yang EE online masih 42:24 di rumah itu pasti akan 42:28 meningkatkan keberhasilan dari tujuan 42:30 pembelajaran pasti daripada 100% tatap 42:33 muka seperti itu Nah hanya saja kalau 42:37 sudah pakai blended nah kompetensi guru 42:41 kita yang perlu diasa gitu loh ketika 42:44 Zoom meeting Katakanlah online itu apa 42:46 yang diomongkan sama guru kepada 42:48 siswanya ketika tatap muka itu apa 42:50 begitu nah yang fakta yang terjadi 42:53 adalah ketika online ceramah gurunya 42:57 ketika offline ceramah juga nah ini Jadi 43:02 ee sama saja seperti itu karena itu e 43:05 ini butuh benar-benar pelatihan yang 43:08 intensif kalau ingin blended itu nah 43:12 memang menurut saya kalau ada penurunan 43:14 tadi ya level 4 turun sekarang level 3 43:18 nah Dalam proses pembelajaran eh daring 43:21 sekarang saya pikir juga harus turun 43:23 level asalnya murni di rumah 43:26 Sekarang turun blended bisa di rumah 43:29 nanti bisa tatap muka begitu nanti 43:32 begitu lancar aman turun lagi tatap muka 43:37 100% tanpa 43:39 mengenyampingkan Bagaimana anak kita 43:41 diajarkan e-learning sebagai media 43:44 pembelajaran yang kesulitan itu Pak 43:46 orang atau guru kita itu banyak yang gak 43:49 paham antara ini sebagai media sama ini 43:52 sebagai sistem gitu l dua-duanya harus 43:55 siap Kita dua-duanya harus siap Kalau 43:57 boleh jujur ya Coba kampus terkenal di 44:01 dunia Katakanlah Mit Harvard Stanford 44:04 University itu semua ada fasilitas 44:07 distant learning bahkan kalau kita ini 44:10 masuk ke Harvard University itu seperti 44:12 kita mengucapkan selamat datang kampus 44:15 tradisional itu kampus tradisional 44:18 kampus yang modernnya ada di laptop di 44:20 rumah masing-masing seperti itu semua 44:22 ada fasilitas distance learning di 44:25 Indonesia Nah kampus yang terkenal lah 44:28 Negeri misalkan UI ITB UGM Nah masih 44:32 tidak mempopulerkan distant learning itu 44:35 nah padahal tempatnya itu di situ 44:37 sebetulnya 44:38 andragogi seperti itu mas Iya baik 44:41 berarti PR kita memang nih pak Khatib 44:44 Saat ini Indonesia belum sepenuhnya siap 44:46 untuk distance learning ya eh dari segi 44:49 kurikulum metode pembelajaran kesiapan 44:52 guru anak didik dan segala macam 44:54 sehingga ini Jadi PR besar kita kan 44:55 karena tren ke depan ini distance 44:58 learning Ya online ini harus ee akan 45:00 menjadi satu kebutuhan ya Ee apalagi 45:04 dengan situasi ketidakpastian pandemi 45:06 covid ini bisa saja dalam beberapa bulan 45:08 lagi wallahualam tanpa kita walaupun 45:11 tidak kita inginkan bisa kembali 45:14 melonjak dan sehingga semua pembatasan 45:16 sosial diberlakukan kembali gitu Iya 45:20 baik itu Jadi PR kita dan terima kasih 45:23 Pak Khatib Sekarang kita ke 45:26 masan Salim dari perhimpunan pendidikan 45:29 dan guru nah ini bagaimana dari sudut 45:31 pandang Eh guru dan juga pendidikan 45:34 secara umum Mas 45:36 dipersilakan Baik terima kasih Mas 45:39 terdengar suara saya ya i ya 45:42 e paktib e Bang RI dan Bang Mardani 45:46 asalamualaikum warahmatullahi 45:48 wabarakatuh Selamat eh sore untuk bapak 45:51 ibu semua teman-teman eh saya langsung 45:54 saja karena kami ini p2g Ya g-nya tu 45:57 kadang-kadang dipresetin jadi ngegas 45:58 gitu ya biar ngegas dikit gitu ya Ee 46:02 yang pertama ini menjadi eh pertanyaan 46:06 justru dari kita jangan-jangan persoalan 46:09 tadi muncul karena memang negara tidak 46:11 memiliki grand design Git ketika ada 46:15 katastropi ya kita kan enggak tahu 46:17 katastropi ini datang kapan ya paktib 46:19 bisa setahun lagi 2 tahun lagi gitu kan 46:22 ketika bor Rumah Sakit penuh saja 46:24 berarti negara gagal dalam menghadapi ee 46:27 katastropi yang datang tiba-tiba ketika 46:30 bor Rumah Sakit penuh ketika sampai di 46:33 apa di halaman rumah sakit penuh gitu 46:36 kan e pasien-pasien gitu nah saya 46:39 melihat harapannya tadinya Mas 46:42 menteri memiliki ee jalan keluar gitu 46:45 kan karena beliau memiliki pengalaman 46:48 dalam mengelola apa namanya perusahaan 46:51 yang berbasis digital I dan kita tahu 46:54 Pak ktib pasti pak lebih paham juga 46:57 bahwa kita mengenal sebenarnya yang 46:59 namanya pedagogi digital ya Walaupun 47:02 sebagian orang tidak percaya gitu kan 47:05 apakah EE pendidikan digital Itu adalah 47:08 sebuah 47:09 pendidikan tapi dijawab juga oleh pakar 47:11 teknologi pendidikan Ya kan Ya itu 47:14 sebuah pendidikan lalu ditanya lagi Mana 47:18 yang lebih didahulukan ya kan learning 47:20 first atau apa namanya digital first nah 47:24 dijawab juga oleh pak teknologi 47:26 pendidikan bahwa ya Yang pertama adalah 47:28 eh learning Ya learning first berarti 47:31 pembelajaran yang diutamakan atau 47:32 education first gitu kan bukan 47:34 digitalnya nah tapi saya sepakat bahwa 47:38 kita memang Gagap dalam 47:41 mengelola pedagogi digital ini Pak ya 47:44 kan bukan andragogi justru Ini untuk 47:48 usia ee sekolah gitu ya dikenalkan tadi 47:51 saya katakan pedagogi digital bukan 47:53 andragogi digital tapi tapi pedagogi 47:56 bahkan Moris itu sejak 2011 sudah 47:59 memperkenalkan critial eh digital 48:02 pedagogi Nah kan begitu ya critical 48:05 digital pedagogi Jadi mungkin 48:07 mengkombinasikan fre dengan e yang 48:10 digital gitu ya Nah itu yang pertama 48:12 jadi saya melihat ibarat kita naik gojek 48:16 ini e titik tumpunya sudah jelas tapi 48:21 titik Tunya engak tahu ke mana gitu ya 48:24 kan makanya di situ butuh jalan itu 48:26 Pak Nah kalau kita menggunakan kerangka 48:30 berpikir 48:32 eh mindset Ya sudah ini sudah selesai ya 48:35 sudah kita balik lagi ke tradisional 48:37 tatap muka lagi gitu kan selesai itu 48:39 masalah yang tadi Bang Mardani di awal 48:42 sampaikan kita terjadi penurunan 48:45 misalnya skor Pisa betul Bank Dunia juga 48:49 2020 ini mengingatkan kita karena 48:52 pandemi skor Pisa kita makin turun 48:54 sekitar 20 poin 48:56 Padahal kita memang sudah turun ya Pak 48:57 khotib e pasti tahu juga bahwa skor visa 49:00 kita sekali 3 tahun terakhir 2018 itu 49:04 bahkan eh untuk literasi misalnya 49:06 terendah ya 49:08 2018 kita balik lagi ke skor literasi 49:11 tahun 2000 bng Ruki ya 49:14 371 Jadi kalau Eh iat ini punya slogan 49:18 apa tadi akal apa tadi akal sehat ya kan 49:22 ee atau berpikir sehat saya pikir setuju 49:25 gitu ya karena kata kuncinya Iqra Kalau 49:27 bahasa Bang Mardani tadi atau literasi 49:29 gitu ternyata literasi kita 2018 ini 49:32 balik lagi ke tahun 2000 371 skornya di 49:36 bawah rata-rata negara OECD Yang 500 49:39 skornya so kita tuuh dari bawah ya 49:42 termasuk negara yang tadi Eh apa Pak 49:46 Khatib sampaikan agak turun sekarang ya 49:48 pak ktib ya e dia ada di 10 yang di atas 49:50 itu sekarang adalah untuk Pisa e Cina 49:53 lalu Singapura lalu di bawahnya nya 49:55 negara e apa namanya bagian dari Cina 49:58 juga ada Hongkong Makau dan seterusnya 50:00 tapi Cina l Cina and the GR gitu ya Nah 50:03 Kembali ke yang tadi jadi saya rasa 50:05 karena kita tidak memiliki grand design 50:08 Bang dalam mengelola pendidikan digital 50:11 atau pedagogi digital yang muncul pakb 50:14 kami kita juga pelaku ya yaitu ya 50:17 pelatihan-pelatihan yang masif yang 50:20 sporadis yang saya menyebutnya kami di 50:22 P2 menyeut 50:24 ehasi ptihan digital ini berbagai 50:28 platform dan kita tahu ada bisnis di 50:31 belakang itu bayangkan makb hari ini 50:33 kami diberikan pelatihan misalnya oleh 50:36 organisasi x e dengan platform A besok 50:39 oleh dinas pendidikan atau lusa dengan 50:41 dinas pendidikan dengan platform B lusa 50:45 lagi atau seminggu minggu depan kita 50:47 dilatih lagi oleh kemikb dengan platform 50:50 yang berikutnya lagi bayangkan anak kan 50:53 tidak butuh berbagai platform seperti 50:55 itu jangan-jangan dia hanya butuh ya kan 50:58 ee metode atau platform yang dekat 51:01 dengan dia sehari-hari dalam hal ini 51:03 misalnya media sosial misalnya anak 51:05 tidak membutuhkan itu yang dibutuhkan 51:07 adalah bapak bisa enggak ee Ketika saya 51:10 diskusi Ketika saya menyampaikan 51:12 pendapat Bapak memberikan feedback ke 51:14 saya bapak bisa enggak tidak tidak hanya 51:16 membawa suasana kelas ke ruang digital 51:19 yang tadi Pak khhatib sebut di kelas dia 51:22 ceramah ceramah tidak salah PA tidak 51:25 ahkan ceramah misalnya dalam perspektif 51:27 pedagogi kritis tapi yang penting kan 51:29 ada dialog di situ kesetaraan di situ 51:31 kan ada kesadaran yang terbentuk di situ 51:34 kalau kata fre ya kan tidak salah juga 51:38 ceramah Tetapi kan salahnya di kita kan 51:39 ceramahnya kan satu arah gitu kan bukan 51:41 dialog tapi monolog kan lalu dipindahkan 51:43 ke Zoom anak denginis itu Tid wajar aja 51:46 videya ditiin kan Nah jadi ituang yang 51:50 per Saya melatak punya Grand Des makanya 51:53 gag ka fix mindset bukan grow mindset 51:58 sehingga masyarakat penginnya balik lagi 52:00 ke tradisional Pak karena kerangka 52:04 berpikirnya adalah fix mindset Ya sudah 52:06 Ini udah kita pokoknya ini gak siap Kita 52:09 balik lagi saja kan begitu Mestinya kan 52:11 growth mindset Walaupun saya tidak 52:14 seoptimis ini ya berbicara dalam konteks 52:16 grow mindset semua guru Oh kita punya PR 52:19 besar terkait dengan guru saya coba 52:22 lebih bumikan ya apa Kondisi guru kita 52:25 2020 Bank Dunia juga mengkaji tiga aspek 52:29 ya guru kita dinilai oleh bank dunia ee 52:32 bank haldi yang pertama aspek literasi 52:36 kedua aspek 52:38 matematika untuk dua hal ini dua aspek 52:41 ini nilai kita rendah sedangkan yang 52:44 ketiga untuk aspek pedagogi Nah ini kan 52:48 cornya kbisnisnya guru pedagogi ternyata 52:52 Nilainya sangat rendah itu semua guru di 52:56 semua Kementerian maksud saya 52:58 Kementerian Agama kementerian pendidikan 53:00 guru sekolah negeri guru sekolah swasta 53:03 guru madrasah guru nonmadrasah guru di 53:06 rural area guru di urban area ini 53:08 laporan dari Bank Dunia 53:11 2020 tapi Bank Dunia bukan hal yang baru 53:14 juga ini hanya 53:15 mengkonfirmasi tahun 2015 pemerintah 53:18 pernah menyelenggarakan uji kompetensi 53:21 guru Mas Aldi dan hasilnya rata-rata 53:23 nilai kita di bawah 60 dari skala 0 53:26 sampai 53:27 100 di bawah 60 saya katakan ya untuk 53:31 dua aspek atau dua kometensi kompetensi 53:34 pedagogis lagi-lagi mengajar tadi kalau 53:36 kita Sederhanakan pedagogis itu yang 53:38 mengajar gitu ya didaktik metodik Dan 53:41 yang kedua Kompetensi profesional 53:43 artinya saya guru Pendidikan Pancasila 53:46 dan Kewarganegaraan ternyata dalam hal 53:49 bidang e eh ajar materi ajarnya pun 53:52 nilai dia 53:54 rendah Nah itu eh Bangi ya itu yang 53:57 kedua jadi persoalan guru ini persoalan 54:00 yang memang laten nah terkait kompetensi 54:04 yang kedua persoalan guru adalah terkait 54:06 persoalan rekrutmen yang tadi Bang Bang 54:10 Mardani kami sudah ke komisi 10 diundang 54:13 e 54:15 rdpu bulan lalu diskusi dengan beberapa 54:18 fraksi ya termasuk dengan eh PKS dengan 54:21 fraksi PKB kami pernah juga diundang 54:24 berdiskusi tentang 3K ya kan dengan 54:26 Fraksi Demokrat juga pernah gitu 54:29 ternyata ya kan janji Nadim satu Mas 54:32 Nadim 1 juta merekrut guru 54:34 ASN ya P3K itu juga tidak sukses lebih 54:39 lebih menyedihkannya lagi kami 54:41 orang-orang IKIP ya kan atau lptk 54:45 adik-adik kita ternyata pemerintah tidak 54:47 membuka guru PNS yang dibuka adalah guru 54:51 P3K lagi 54:53 kontrak kan begitu bayangkan manajemen 54:56 guru kita pak Khatib tidak secanggih 54:58 buruh loh Pak Khatib buruh memiliki apa 55:02 namanya misalnya ya sistem penggajiannya 55:04 pengupahannya ada UMP ada UMK kita 55:06 enggak ada Pak 55:08 Khatib Yayasan Pak Khatib mau gaji 55:10 berapa pun terserah Yayasan pakhotib 55:12 orang lagi butuh kerja kok tempat saya 55:14 juga begitu kita sama-sama swasta Nah ya 55:18 kan tidak ada standar makanya 55:20 kawan-kawan guru itu ya yang honorer R 55:23 juta 1,5 juta gaji mereka itu ya tadi 55:26 saya katakan Saya sudah lama mengatakan 55:28 itu bisa digoogling saja kalimat saya 55:31 honor guru honorer horor ya kan ada 55:36 tidak misalnya upah minimumnya jurnalis 55:38 atau upah minimumnya buruh gitu ya 55:41 upahnya gitu Yang r.000 55:44 r50.000 r50.000 per bulan tidak ada di 55:48 kita banyak Nah negara memberikan jalan 55:51 keluar guru kontrak saya katakan guru 55:54 kontrak itu jalan keluar kalau lagi 55:56 Kepepet karena apbn-nya lagi minus-minus 55:58 wae orang Sundanya 56:00 mah kan kan cuman setahun kontraknya e 56:04 pakb maksimal 5 tahun pakb kalau PNS ya 56:08 sampai 60 tahun kita tahu guru gitu dan 56:11 lagi pula sederhana kok cita-cita 56:13 anak-anak Desa karena saya juga dari 56:15 kampung dari e apa namanya kampungnya 56:18 Sultan Sahrir cita-cita kita pengin jadi 56:21 PNS guru PNS sederhana bukan jadi 56:23 komisaris bukan jadi staf khusus bukan 56:28 ya tapi ternyata negara sekarang 56:30 mematikan harapan sederhana eh anak-anak 56:34 dari daerah itu untuk menjadi guru PNS 56:37 dengan apa menggantinya dengan P3K saja 56:41 makanya saya Kami mengapresiasi 56:43 rekrutmen guru PNS yang relatif baik itu 56:47 di ee sebelumnya di era sebelumnya untuk 56:50 grup PNS sekali lagi nah sekarang 2 56:53 tahun ini P3K bahkan kan sejak 2019 56:56 tahun besok juga P3K lagi diam-diam saya 56:58 sudah mengirim ee apa pesan juga kami ke 57:01 komisi 10 dan Komisi eh du karena 57:04 Kemenpan RB yang punya gawe Kemenpan RB 57:08 masi diam-diam sudah mengirimkan surat 57:10 ke daerah-daerah agar PPK ya pejabat 57:13 pembuat pejabat Pembina kepegawaian 57:16 dalam artian kepala daerah 57:18 agar tahun depan 2022 itu seleksi atau 57:22 rekrutmen e ASN hanya 3K saja tidak 57:25 pakai PNS termasuk guru tahun ini juga 57:29 begitu 57:30 nah sakit hatinya kita sedihnya kita 57:33 tahun ini guru di P3K kan sedangkan non 57:37 guru ada pns-nya sedangkan kita darurat 57:40 1,3 juta guru ASN yang mengajar di 57:43 sekolah 57:44 negeri 1,3 juta ini data kemikb tuh nah 57:50 jadi kembali ke yang tadi 57:52 ee ada Jadi gimana ma Ma mewujudkan e 57:56 Indonesia apa SDM unggul gitu wong 57:58 gurunya dikontrak setahun itu 58:00 mempengaruhi motivasi Pak mempengaruhi 58:02 kinerja Pak I kan mohon maaf mohon maaf 58:06 otokritik yang PNS saja masih banyak Eh 58:10 Pisa ya Pisa program for International 58:13 student assessment itu kan melaporkan 58:14 juga tahun 2018 Hasil studi Pisa 2018 58:18 itu menunjukkan lima hal kualitas guru 58:21 di Indonesia yang dikategorikan 58:23 menghambat dalam mengajar 58:25 ya kan baik guru PNS ee maupun guru 58:28 honorer satu guru tidak memahami 58:30 kebutuhan Siswa belajar siswa kedua guru 58:33 sering tidak hadir ini kajiannya sudah 58:35 banyak ketiga guru cenderung menolak 58:37 perubahan tadi mungkin ya fix mindset 58:39 tidak grow mindset guru tidak 58:41 mempersiapkan pembelajaran gitu dengan 58:43 baik dan yang terakhir ee kurang 58:45 fleksibel atau enggak kaku Dalam proses 58:47 pembelajaran gitu nah jadi PR guru 58:49 banyak mulai dari rekrutmennya ya kan 58:52 yang kedua tadi ee apa tadi kompetensi 58:55 ketiga kesejahteraan keempat distribusi 58:59 karena ada daerah yang mereka 59:01 ee jumlah gurunya itu ternyata ee banyak 59:05 gitu ya Ada daerah yang kekurangan guru 59:07 ya enggak usah jauh-jauh lah ya enggak 59:09 usah jauh-jauh NTT dekat kan dari NTB 59:11 kan jangan ukurannya Jakarta terus ya 59:12 NTT dekat kan dari NTB di ND itu p2g 59:17 teman-teman kami satu orang doang PNS di 59:19 satu sekolah negeri SMK Negeri Siapa itu 59:22 kepala sekolah sisanya honorer semua 59:25 namanya honorer apa honorer murni atau 59:28 mereka nyebut honorer komite gajinya 59:30 kalau komite punya duit 59:32 Bang bahkan sampai 7 bulan gak digaji 59:35 itu 59:36 bang Finlandia punyaret seperti ini 59:39 engak Korea Selatan punya 59:41 enggak Cina ggak punya ya kan Singapura 59:45 apagi kita yang punya potret seperti itu 59:47 sizennya 59:49 besarog guru itu 59:51 besesejahtera jugangit kan 7 bulan 59:55 enggak digaji ya kan ini kan lucu 59:57 ceritanya kan Nah itu di masa pandemi 59:59 Pak di masa pandemi Padahal dia punya 1:00:02 terobosan karena waktu itu Eh ya Ini 1:00:05 cerita 2020 ya saya sampaikan juga ke ke 1:00:07 Kemdikbud eh cerita ini ke Pak Yuan gitu 1:00:11 Jadi mereka eh padahal sangat kreatif 1:00:14 kawan-kawan kita ini yang honorer karena 1:00:17 di sekolah tidak boleh karena kita ee 1:00:19 mereka pjj online juga lalu murid itu 1:00:22 dijadwal ke rumahnya pakai modal sendiri 1:00:24 Pak modalnya kebetulan guru ini ternak 1:00:27 ayam jadi kalau kami ngezoom pernah juga 1:00:30 kami ngezoom dengan BNPB ya dengan satat 1:00:32 gas covid waktu itu ya di kandang ayam 1:00:34 si kawan saya ini ya kan Nah ini Cerita 1:00:37 begini banyak tidak hanya di daerah yang 1:00:39 di NTT ya tapi juga di Bogor ada dan 1:00:42 seterusnya terkait honor jadi empat tadi 1:00:43 enggak akan selesai sampai Ken Arok 1:00:45 hidup lagi kalau kondisinya seperti ini 1:00:48 gitu ya tidak akan selesai tu jadi empat 1:00:51 tadi masalah guru 1:00:53 kita kompetensi kesejahteraan distribusi 1:00:56 ini yang paling pokok nah kemudian kita 1:00:59 masuk ke sekolah tatap muka sekarang PTM 1:01:02 Nah ya memang desakan orang tua Kemarin 1:01:05 kami juga pertengahan Juli Pak Khatib 1:01:07 survei terhadap orang tua ya p2g di 1:01:10 Indonesia melalui jaringan p2g karena 1:01:12 kan guru-guru semua kita eh ya 43 43,9% 1:01:17 orang tua itu ingin sekolah dimulai 1:01:20 ee yang ragu-ragu itu 30-an sekian ee 1:01:24 kemudian sisanya tidak tidak setuju gitu 1:01:26 ya tapi intinya yang 43,9 setuju 1:01:29 guru-guru pun demikian ya alasan mereka 1:01:32 Pak khotib Ya seperti yang tadi Pak 1:01:33 khotib sampaikan anaknya bosan di rumah 1:01:36 kemudian mereka ini jadi eh gamer semua 1:01:38 gitu ya apa Edik terhadap main game lalu 1:01:42 mereka tidak punya kuota Ee tidak punya 1:01:47 gawai dan seterusnya gitu kan orang tua 1:01:49 tidak punya kompetensi mendampingi anak 1:01:51 mengajar gitu kan Itu jawaban mereka ya 1:01:53 yang ingin segera masuk itu nah tapi 1:01:56 kenyataannya paktib Nadim kan 3 hari 1:01:59 lalu Mas Nadim itu curhat gitu kan ada 1:02:02 daerah yang sudah masuk level 3 tapi 1:02:06 tetap 1:02:07 pjj hari ini juga jadi viral nih ya 1:02:10 Karena Gubernur Lampung ngajak berantem 1:02:12 katanya gitu ya eh apa namanya menantang 1:02:15 ya Mas ya Gubernur Lampung menantang 1:02:16 Nadim hari ini ya E pakai kata nenek 1:02:19 moyang ya nenek moyang nah pakai 1:02:21 kata-kata itu ada di hari ini ram jadi 1:02:24 saya mengatakan bahwa pertimbangan untuk 1:02:27 masuk ini banyak tidak hanya persoalan 1:02:30 emosional ya tapi juga ada persoalan eh 1:02:34 apa namanya E data terkait dengan 1:02:36 perkembangan kesehatan vaksinasi dan 1:02:38 seterusnya contoh vaksinasi Pak nasional 1:02:41 itu Pak vaksinasi anak itu baru 9,6% 1:02:44 Pak vaksinasi untuk anak 12 sampai 17 1:02:48 tahun memang di dalam SKB tidak ada 1:02:51 harus vaksinasi tapi Pak Presiden 1:02:53 ngomong loh itu siaran pers resmi Pak 1:02:55 Presiden 19 Agustus kemarin kami kutip 1:02:58 ya pernyataan saya juga dikutip oleh 1:03:00 media kita bisa cek saya mengatakan 1:03:02 Kenapa Nadim mengatakan bahwa Mas nadiim 1:03:05 mengatakan bahwa tidak ada syarat 1:03:07 vaksinasi padahal pak presiden 1:03:09 menekankan vaksinasinya harus tuntas 1:03:12 dulu untuk anak 12 sampai 17 baru boleh 1:03:14 masuk gitu loh pak ini presiden loh 1:03:17 makanya di Tempo judunnya Tempo kurang 1:03:20 lebih ee kalimat saya dikutip ee oleh 1:03:22 tempo itu ee apa Mas Nadim e melawan 1:03:25 presiden gitu karena pernyataan Presiden 1:03:27 itu vaksinasi siswa dulu selesai minimal 1:03:31 untuk sekolah itu baru masuk Nah 1:03:33 sekarang Mas nadi mengatakan bahwa tidak 1:03:36 vaksinasi pun tidak apa-apa gitu nah 1:03:39 orang tua kan khawatir begini Makanya 1:03:41 kepala daerah itu dia akhirnya menunda 1:03:43 Pak itu yang dicurhatkan oleh Beliau 1:03:45 kemarin di komisi 10 2 hari lalu ketika 1:03:48 eh apa namanya Raker nah banyak 1:03:51 provinsinya Pak Mulai dari Kepulauan 1:03:53 Riau kemudian Lampung tadi itu yang hari 1:03:56 ini berantem itu ya Sulawesi Utara 1:03:58 termasuk Jawa Tengah kami dialog juga 2 1:04:01 hari lalu dengan mas Ganjar juga sama 1:04:03 Mas Ganjar tidak akan membuka 1:04:05 keseluruhan akan bertahap 1:04:08 tuh bertahap Jadi jangan sampai karena 1:04:12 gagal dalam 1:04:14 mengelola digital pedagogi selama pjj 1:04:17 anak dikorbankan guru dikorbankan dengan 1:04:19 cara sudah masuk saja tanpa 1:04:21 mempertimbangkan vaksinasi siswa guru 1:04:24 yang kedua tanpa mempertimbangkan 1:04:26 positivity rate 1:04:28 betul yang ketiga tanpa mempertimbangkan 1:04:31 kesiapan sekolah Pak sekarang DKI DKI 1:04:35 gimana DKI Kemarin kami ditanya juga 1:04:37 oleh Kompas DKI saya lihat datanya DKI 1 1:04:40 karena kebetulan Sekolah saya di DKI 1:04:42 pakb juga di DKI di DKI vaksinasi 1:04:44 gurunya Pak sudah 1:04:47 95% kedua untuk pelajar ya ini Real Time 1:04:51 ya datanya untuk pelajar 12 sampai 17 1:04:53 tahun vaksinasinya saya baca di web 1:04:56 covid-nya eh DKI ya Provinsi DKI 1:05:01 corona.jakarta.go.id gitu ya karena 1:05:04 berbicara literasi ya sumbernya harus 1:05:06 jelas ya dosis pertama itu sudah 1:05:10 80,2% ya kan untuk untuk anak artinya 1:05:13 kalau kita berbicara kalau berbicara 1:05:15 kekebalan komunitas Saya rasa sudah 1:05:17 terbentuk Setidaknya di sekolah 1:05:19 itu yang berikut kalau mau buka sekolah 1:05:22 ini DKI itu Dinas Pendidikan ke 1:05:25 sekolah-sekolah dulu Pak periksa-periksa 1:05:27 dulu tuh yang namanya daftar periksa ada 1:05:29 11 1:05:31 item Nah kemdigbud ya tidak seperti itu 1:05:35 pokoknya suruh masuk sudah kan begitu 1:05:37 daftar periksanya sampai sekarang yang 1:05:39 dibuat oleh kemdigbud Real Time lagi nih 1:05:41 saya pakai data saya kutip dari ya data 1:05:44 kembud.go.id ya garis miring kesiapan 1:05:47 belajar garis miring dashboard jam pukul 1:05:50 1800 tadi ya tanggal 27 yang merespon 1:05:55 daftar periksa yang mengisi kesiapan 1:05:56 sekolah itu baru 1:05:58 58,03 Pak sisanya itu belum merespon 1:06:02 kita asumsikan yang merespon yang 1:06:04 mengisi daftar periksa ini mereka siap 1:06:06 padahal belum tentu juga makanya di situ 1:06:08 dibutuhkan verifikasi faktual benar 1:06:10 Enggak ini sekolah Siap kalau cuma punya 1:06:12 termogan sat kira-kira eh ada potensi 1:06:15 berkerumun enggak ya gitu nah jadi 1:06:18 jangan desak-desak makanya data terakhir 1:06:21 ya kemb juga menyampaikan itu 1:06:24 dari 1:06:26 63% ya daerah yang 1:06:30 e di level 1223 mereka bisa melakukan 1:06:34 tatap muka ternyata pakb yang melakukan 1:06:37 tatap muka hanya 1:06:39 26% ya artinya di sini saya setuju pemda 1:06:43 pemda lebih mementingkan apa kesehatan 1:06:46 keselamatan yang utama karena yang bisa 1:06:49 belajar itu hanya anak yang hidup kan 1:06:52 yang bisaajar itu hanya anak yang sehat 1:06:54 kan kondisinya Nah itu tapi jangka 1:06:57 panjang saya setuju metode blended 1:06:59 learning ini menjadi sebuah kenisaian ke 1:07:02 depan dengan konsep tadi ya digital 1:07:05 pedagogi atau kita tambah oleh Morris 1:07:07 tadi 2011 ditambah oleh Morris yaitu 1:07:09 critical digital pedagogi ya kan dengan 1:07:13 asumsi bahwa kita sepakat digital 1:07:15 pedagogi adalah pedagogi ya karena ada 1:07:19 sebagian pemikir ee pedagogi kritis yang 1:07:22 tidak setuju bahwa ee apa namanya 1:07:24 digital pedagogi adalah pedagogi dia 1:07:27 mengatakan eh apa namanya itu bukan 1:07:30 Pendidikan gitu ya tapi itu konteks 1:07:32 lainlah kita diskusinya Nah jadi saya 1:07:34 rasa ini yang menjadi eh pr kita jadi ke 1:07:38 depan blended learning itu menjadi 1:07:40 kebutuhan guru-guru didesain jadi eh ya 1:07:44 mungkin ini akhirnya apa namanya the end 1:07:47 of school kali ya gitu ya 1:07:48 Eh apa berakhirnya sekolah yang bagi 1:07:51 kita itu yang tradisional gitu karena 1:07:53 nanti nanti kalau Ki Hajar kan 1:07:55 mengatakan ada tiga alam Pemuda kan tiga 1:07:58 anak ini tiga alamnya kan satu alam e 1:08:01 keluarga kedua alam pemuda atau 1:08:04 masyarakat ketiga alam perguruan atau 1:08:07 sekolah keempat kita tambah Pak ktib 1:08:09 Alam digital ya karena digital itu punya 1:08:11 alamnya sendiri punya presidennya 1:08:13 sendiri gitu ya punya ee apa namanya 1:08:16 intelektualnya sendiri gitu kan Kalau 1:08:18 dulu ada Bangi sekarang mungkin kayaknya 1:08:20 kalau di Twitter enggak ya Bang ya nah 1:08:23 jadi Eh jadi itu menjadi PR ke depan Nah 1:08:27 Oleh karena itu kita meminta grand 1:08:29 design Sebenarnya Pak Grand Des bukan 1:08:31 bagi-bagi laptop yang kita minta 1:08:33 sebenarnya Tapi grand design Kalau 1:08:35 bagi-bagi laptop 17 triliun sampai 2024 1:08:39 ya kami dialog juga dengan Bu waktu kami 1:08:43 di CNN dengan 1:08:46 Bu 1:08:48 yaemudan lag Dar kami ber 1:08:52 sebelar mengumpuhkan data dari 1:08:54 kawan-kawan Ternyata kawan-kawan kita di 1:08:56 daerah guru-guru itu ada yang diberikan 1:08:58 laptop 2019 ya 2020 ya kan apa namanya 1:09:03 chromebook ya chromebook itu sudah ada 1:09:05 tapi enggak kepakai pak katanya kenapa 1:09:08 enggak kepakai karena mereka enggak 1:09:09 punya listrik Bang Roki mereka enggak 1:09:12 punya internet itu bukan 12 3 Kemdikbud 1:09:16 punya datanya gitu nah jadi lucu kan e 1:09:19 laptop dikasih tapi infrastruktur 1:09:22 dasarnya itu tidak tidak tidak ada di 1:09:24 situ ya buat apa sampai sekarang enggak 1:09:26 kepakai katanya nah tapi bukan berarti 1:09:28 sekolah tidak butuh laptop komputer 1:09:31 butuh ya butuh apalagi apa namanya 1:09:34 kondisinya pjj sekarang dan ada e 1:09:37 asesmen nasional ya jadi Saya tidak 1:09:39 paham bagaimana cara berpikirnya eh 1:09:41 Kemendikbud dalam hal ini kita butuhnya 1:09:44 grand design selama pjj agar tidak 1:09:46 terjadi learning loss agar tidak terjadi 1:09:49 Eh yang tadi dikhawatirkan oleh Mas 1:09:51 dadim yang lima hal itu kan Mas dadim 1:09:53 punya alasan tuh 1:09:54 lima alasan kenapa sekolah tatap muka 1:09:58 harus disegerakan alasan Adim kan Mas 1:10:01 Adim satu terjadi learning l kedua 1:10:04 terjadi 1:10:05 KDRT di rumah yang ketiga terjadi e apa 1:10:09 namanya tadi bosan secara psikologis Eh 1:10:12 suntuk dan seterusnya gitu ya Ada kurang 1:10:14 lebih l alasan tapi saya mengutip data 1:10:18 dari ikatan e psikolog klinis Desember 1:10:22 bisa kita cek ya 1:10:24 tapi Desember ya ini mungkin eh konteks 1:10:27 waktu mempengaruhi juga risetnya mereka 1:10:29 riset ikatan psikolog klinis IPK ya 1:10:33 Desember ya dirilisnya 2020 ternyata 1:10:36 anak selama pjj itu happy-happy saja 1:10:39 pakb silakan dibaca di webnya IPK 1:10:42 Pak itu kajian dari IPK ikatan psikolog 1:10:47 klinis mungkin kalau bisa saya tanakan 1:10:49 nanti mungkin saya kirim gitu ya di di 1:10:50 di di zoom ini Jadi ini menjadi menarik 1:10:52 juga Apakah betul anakanak kita tertekan 1:10:54 atau bagaimana gitu ya atau tadi saya 1:10:56 dapat wa dari beberapa siswa saya di 1:10:59 tempat Saya justru Pak jangan dulu masuk 1:11:01 Pak kita sudah sudah PW Pak PW tahu ya 1:11:04 sudah apa bahasa anak-anak 1:11:06 itu posisi enak sudah PW Pak e pjj ada 1:11:11 yang begitu paktib Nah mungkin ini ya 1:11:14 bias bias kelas ya anak-anak yang punya 1:11:16 e gawai punya 1:11:18 e Wii di rumah yang bagus gitu kan 1:11:22 mungkin bias kelas gitu ya pend Pak Tapi 1:11:23 itu masuk ke saya ya pak ee kabarnya DKI 1:11:27 akan masuk ya pak ee PTM Iya tapi 1:11:29 terbatas ya gituin kan hanya 600 ee 1:11:32 lebih sekolah padahal sekolah di DKI itu 1:11:34 1000 Ya kurang lebih lebihlah dari 1000 1:11:36 jadi terbatas bang hal dia jadi Senin 1:11:38 besok itu bukan masuk semua kayak normal 1:11:39 enggak hanya 610 dan itu setelah apa 1:11:43 setelah e melalui asesmen vaksinasi 1:11:47 gurunya sudah oke vaksinasi pelajarnya 1:11:49 sudah Oke jadi bagi kami perhimpunan 1:11:52 pendidikan dan guru jangan coba-coba 1:11:54 masuk ya membuka PTM kalau vaksinasi 1:11:58 guru dan siswa di sekolah itu belum 1:12:01 mencapai e kekebalan imunitas minimal 1:12:04 70% dari warga sekolah dan yang kedua 1:12:07 betul-betul Pemda memverifikasi secara 1:12:10 faktual Gimana kesiapan sekolah ada 11 1:12:13 item itu itu yang Mih dipertimbangkan 1:12:16 itu Terima kasih e Bang Baik terima 1:12:20 kasih menarik sekali Terata ee ada sudut 1:12:24 pandang jangan sampai 1:12:27 eh sekolah tatap muka dimulai hanya 1:12:30 untuk menutupi kegagalan dari pemerintah 1:12:33 eh untuk menyiapkan grand design sekolah 1:12:37 online daring selama masa pandemi ini ya 1:12:41 Yang selama kurang lebih 2 tahun ini 1:12:44 mengakibatkan kualitas pendidikan 1:12:46 Indonesia drastis menurun ya skor visa 1:12:49 dan lain-lain karena pemerintah tidak 1:12:52 menyiapkan konsep yang utuh ya Ee 1:12:56 bagaimana agar pendidikan tetap berjalan 1:12:58 secara berkualitas di tengah situasi 1:13:00 pandemi baik sekarang kita ke Bung Roki 1:13:03 Bung ri tadi sudah Pak munib ya Pak 1:13:07 satriwan Salim sudah memaparkan dengan 1:13:09 cukup lugas mendalam dan luas Nah kita 1:13:13 pengin lihat dari sisi akal Sehatnya 1:13:16 Bung RI Gerung terkait dengan e 1:13:18 kebijakan pro kontra pendidikan tatap 1:13:22 muka ini atau 1:13:25 loring diunmute dulu Prof 1:13:34 oke oke terima kasih pak Salim dan Pak 1:13:39 Katib saya mengikuti dengan cara saksama 1:13:42 dan dalam tempo yang cukup lama uraian 1:13:45 teman berdua 1:13:47 itu saya punya pandangan akhirnya 1:13:52 bahwa memang tidak ada 1:13:55 konsep yang hendak dipertahankan untuk 1:13:59 mendalilkan bahwa harus mulai 1:14:02 dibuka pendidikan tatap muka itu yang 1:14:06 ada tadi diterangkan oleh pak 1:14:08 Salim agar ini menteri yang bilang yang 1:14:11 dikutip Pak Salim agar supaya tidak 1:14:13 terjadi Lost learning y Lost Generation 1:14:17 agar supaya tidak terjadi mental fatig 1:14:20 atau brain 1:14:22 fatig agar tidak terjadi kedrt maka 1:14:26 evakuasi murid dari rumah pindah ke 1:14:29 sekolah itu yang tidak boleh terjadi 1:14:33 agar tidak terjadi kemalasan agar tidak 1:14:35 terjadi kecapaian psikis agar tidakrt 1:14:38 tetapi menteri tidak Terangkan apa yang 1:14:41 harus terjadi setelah yang tidak terjadi 1:14:45 itu dicegah kan itu intinya kan kita 1:14:48 balik lagi pada keadaan sebelum covid 1:14:51 padahal sebetulnya seluruh dunia pikir 1:14:53 tentang next cricula apa kurikulum 1:14:56 berikut karena covid ini bukan sekedar 1:14:59 interupsi terhadap stabilitas pendidikan 1:15:02 selama ini tapi dia mengubah pengertian 1:15:04 pendidikan 1:15:05 itu kan selama ini di sekolah diajarkan 1:15:08 jangan berbuat salah kesalahan itu 1:15:11 adalah buruk di ruang kelas justru 1:15:15 sekarang orang anjurkan berbuat 1:15:18 Salahlah supaya kita bisa evaluasi 1:15:20 supaya ada dialektik itu itu enggak ada 1:15:23 paradigma itu di dalam 1:15:25 eh sistem pendidikan kita disuruh 1:15:29 menghafal nama-nama 1:15:31 ikan itu 1:15:33 standar itu yang tidak boleh terjadi 1:15:36 tapi apa yang harus diucapkan setelah 1:15:38 itu mestinya berkali-kali saya Terangkan 1:15:41 mestinya ada pendidikan baru bukan 1:15:43 sekedar menang hafal nnama ikan tapi 1:15:45 menerangkan Kenapa ikan tidak bisa 1:15:46 manjat pohon Kenapa Cebong bisajat pohon 1:15:49 kodok bisa kenapa ikan Enggak tuh kan 1:15:52 itu yang membuat kita berpikir ulang 1:15:54 Apakah Corona itu berhak untuk mendiami 1:15:57 paru-paru 1:15:59 kita tidak berhak kalau begitu kenapa 1:16:01 kita berhak merusak paru-paru bumi yang 1:16:04 ada tempat Corona kan itu namanya 1:16:07 pedagogi kan begitu tuh dialticnya mesti 1:16:10 ada nah bagian ini tidak terlihat 1:16:13 dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan 1:16:16 kalau misalnya covid ini berakhir 1:16:18 kurikulumnya MTI berubah sama seperti 1:16:21 dulu Kita lihat Bagaimana debat di AM 1:16:24 siapa namanya seorang filsuf pendidikan 1:16:27 yang nulising am 1:16:30 mind BL yang berupaya untuk menggugat 1:16:34 sistem pendidikan Amerika karena terlalu 1:16:36 banyak memakai filsafat rel 1:16:39 akibatnyaaludyak Dilan buat apa 1:16:42 adaingala sesuu Diang relaak 1:16:52 perkga untuk menghasilkan pikiran tidak 1:16:55 lagi dituntun oleh kemampuan kita 1:16:57 mencari 1:16:58 referensi tapi coba kalau kita kalau 1:17:02 sering saya bicara dengan milenial situ 1:17:04 kalau kita tanya bagaimana Anda menilai 1:17:07 satu problem public Policy itu benar 1:17:10 atau salah dengan mudah dia bisa katakan 1:17:13 Ya benar Yang ya salah tapi kalau kita 1:17:16 us referensi anda tentang benar salah 1:17:19 itu dari 1:17:20 mana Dari percakapan alfarabi dengan 1:17:23 kind misalnya dari pertengkaran 1:17:25 Aristoteles dengan e eh sarjana di 1:17:29 Persia jadi dia enggak punya referensi 1:17:32 tentang intelectual history itu nah 1:17:35 bangsa ini Kehilangan itu padahal dulu 1:17:39 pendidikan kita itu intelekual history 1:17:41 itu diajarkan dari situ orang belajar 1:17:43 Apa basis dari argumentasi saya enggak 1:17:47 kehilangan eh grip terhadap pendidikan 1:17:49 hari-hari ini karena saya bertemu dengan 1:17:51 orang yang bisa menjawab tapi tanpa 1:17:53 argumen menjawab bisa dengan mudah 1:17:55 dijawab tapi kalau kita usut reference 1:17:58 logicnya Apa 1:18:00 itu itu tidak ada mestinya pemerintah 1:18:04 menyediakan kurikulum baru berdasarkan 1:18:07 problem covid ini misalnya sekarang 1:18:11 seluruh dunia Kalau dibilang pemerintah 1:18:14 masih bicara mengajarkan di di SD di SMP 1:18:17 tentang Apa itu ekonomi adalah efisiensi 1:18:19 e kaitan antara supply demand sampai 1:18:22 mahasiswa masih diajarkan hal yang sama 1:18:24 tuh dengan inti bahwa ekonomi artinya 1:18:27 harus ada 1:18:29 pertumbuhan itu pase itu sudah lampau 1:18:33 seluruh dunia menganggap bahwa kita 1:18:35 mengajarkan ilmu ekonomi 1:18:38 pertumbuhan dari tahun 50 dan hanya di 1:18:41 dalam 1 Seteng tahun teori itu 1:18:42 dibatalkan oleh 1:18:44 covid itu intinya sehingga orang 1:18:47 sekarang belajar tentang greade 1:18:48 economics orang belajar tentang De 1:18:51 growth bukan lagi growth tapi kita 1:18:54 enggak dengar di kabinet apalagi di 1:18:57 tempatnya 1:18:59 eh menteri e Nadim ada pembicaraan 1:19:02 semacam itu padahal seluruh dunia bicara 1:19:05 itu bahwa covid bukan sekedar 1:19:08 menginterupsi kenyamanan kita tapi 1:19:10 mengubah cara kita menghayati kenyamanan 1:19:14 hidup nah filosofi ini mestinya 1:19:17 dipercakapkan sebelum upaya untuk kalau 1:19:20 membuka itu cuman soal teknis saja tapi 1:19:23 isi dari 1:19:24 keterbukaan kurikulum baru ini isi dari 1:19:28 luring ini apa apa di dalamnya apa ini 1:19:33 saya Terangkan dulu fondasinya itu kalau 1:19:36 misalnya tadi Betul Pak pada akhirnya 1:19:38 kita mesti paham bahwa di ujung dari 1:19:42 pedagogi adalah 1:19:44 androgogi setiap orang ingin 1:19:46 memaksimalkan Wilayah khusus dia 1:19:49 sehingga dia inin upad 1:19:51 itu yang berbeda-beda segala macam itu 1:19:55 artinya sebetulnya intinya adalah 1:19:58 mahasiswa atau bahkan pelajar SMA nanti 1:20:01 akan menulis kurikulumnya 1:20:03 sendiri dan negara harus sediakan itu di 1:20:07 beberapa universitas di Amerika di 1:20:10 pantai barat itu kalau kita masuk ke 1:20:13 daftar ke Universitas rektornya akan 1:20:15 bilang Oke besok pagi anda datang ke 1:20:17 kantor saya lantai du dan bawa kurikulum 1:20:19 yang H anda pelajari jadi kita harus 1:20:22 tulis sendiri kurikulum kita nanti dia 1:20:24 sediakan tutor atau teman debat itu jadi 1:20:27 sampai di situ sebetulnya yang disebut 1:20:29 tadi Pak Katib sebagai androgogi pada 1:20:32 akhirnya Masti begitu Jadi soal-soal 1:20:35 semacam ini yang tidak diperhatikan oleh 1:20:37 eh Kementerian Pendidikan jadi 1:20:39 seolah-olah Kementerian Pendidikan ini 1:20:41 butak huruf terhadap perkembangan 1:20:43 pendidikan dunia kurikulum modern 1:20:46 kontemporer hanya sekarang kita cuma 1:20:49 lihat soal ya menghasilkan seseorang 1:20:52 dengan satu keahlian itu itu mah kursus 1:20:54 biasa aja jadi arsitek sekarang enggak 1:20:57 perlu sekolah juga bisa itu kan seluruh 1:20:59 ee aplikasi tersedia belajar anatomi di 1:21:02 fakultas kedokteran dulu mungkin 4 5 1:21:04 tahun enggak bisa-bisa sekarang di 1:21:05 komputer 20 menit saya bisa tahu anatomi 1:21:08 dasar karena tiga dimensi 96 1:21:12 sliis ada di depan saya ngapain saya 1:21:14 ikut kuliah itu saya bisa tahu Komposisi 1:21:18 obat juga Kadangkala kita bisa jadi 1:21:20 dokter sendiri kan gejalanya begini kita 1:21:22 buka kompendium Farmasi kita tahu kimia 1:21:25 apa yang kita perlukan selesai problem 1:21:27 tetapi di dalam soal critical thinking 1:21:30 pertanyaan kita adalah kita berpikir 1:21:33 untuk saling membatalkan ide itu intinya 1:21:36 kan bukan memuji-muji ide itu jadi 1:21:40 pendidikan dasarnya adalah menginterupsi 1:21:43 yang benar bukan menyalahkan yang sudah 1:21:45 salah Sudah keliru ngapain dipersoalin 1:21:48 yaah eror tetapi yang benar itu itu kita 1:21:51 pertengkarkan kan fungsi pendidikan 1:21:53 mempertengkarkan Kebenaran bukan mencari 1:21:55 kebenaran mencari kebenaran itu di agama 1:21:58 agama ajarkan 1:22:00 itu nah ini sebetulnya gak ada di dalam 1:22:04 cara kita dan itu satu paket dengan 1:22:05 keadaan politik sebetulnya bahwa kita 1:22:09 berupaya Untuk membatalkan seseorang di 1:22:12 dalam kariernya dengan cari alasan Bah 1:22:14 Dia berbuat salah padahal sebetulnya 1:22:17 kita Lay kesahan ituar sup dialekka 1:22:21 munul dalam pandemi ini kita tidak 1:22:24 menghasilkan dialektik padahal 1:22:26 sebetulnya itu bisa dilakukan juga 1:22:28 secara daring saya beberapa hari lalu 1:22:31 kasih contoh di dalam satu kuliah online 1:22:33 tentang lingkungan selama ini diajarkan 1:22:36 bahwa sungai itu adalah aliran air dari 1:22:41 ketinggian menuju bagian yang rendah itu 1:22:44 ya k itu gampang sekali itu itu fisika 1:22:48 dasar begitu Kara ada gravitasi airnya 1:22:50 turun itu tapi kita ma lihat konsep lain 1:22:53 dari air di dalam pengertian ekologi itu 1:22:57 air itu dia sungai itu bukan yang dari 1:23:02 ee ketinggian turun ke wilayah rendah 1:23:05 sungai itu justru dari wilayah rendah ke 1:23:07 wilayah yang tinggi Apa itu ya penguapan 1:23:11 pohon jadi pohon itu adalah sungai 1:23:14 melalui kapiler-kapiler itu sungai 1:23:17 mengalir dari akar pohon ke ujung daun 1:23:20 lalu terjadi fotosintesis lalu berubah 1:23:22 menjadi karbon dixid sebagian jadi O2 1:23:26 kan Ini pelajaran baru yang mesti kita 1:23:28 ajarkan supaya kita bisa kaitkan dengan 1:23:30 perlindungan lingkungan itu jadi percuma 1:23:32 kita bilang kita banyak banyak sungai 1:23:34 Iya tapi sungainya tidak mengalir 1:23:36 melalui pohon Kenapa karena pohonnya 1:23:39 ditebang maka terjadi dekomposisi di 1:23:42 dalam keseimbangan kimia tanah jadi 1:23:45 hal-hal yang simpel semacam ini Mus 1:23:47 dipikirkan oleh eh dikb saya bayangkan 1:23:50 misalnya seandainya menteri n paham 1:23:53 semacam ini dan dia Jadikan ini 1:23:55 kurikulum selama pandemi maka akan ada 1:23:58 kegairahan di di rumah-rumah untuk 1:24:00 mencari pengetahuan baru bapak ibu akan 1:24:03 capek bilang itu kata pak Roki e sungai 1:24:05 itu mengalir dari akar ke ujung pohon 1:24:08 lalu anaknya buka Google dia enggak 1:24:10 ngerti dia tanya Pak KTI Pak k punya 1:24:12 pengalaman enggak dengan kejadian 1:24:14 berikut ini lalu telepon Pak Salim Pak 1:24:17 Salim tolong beri saya keterangan di 1:24:18 mana Saya mau cari definisi baru tentang 1:24:21 sungai Bapak ibunya juga sibuk saya 1:24:24 enggak belajar begitu Itu fisika dasar 1:24:26 gak bilang begitu tetapi terjadi 1:24:28 keributan pedagogis di rumah bukan KDRT 1:24:32 yang 1:24:33 terjadi kalau keributan pedagogis 1:24:36 terjadi tumbuhlah kuriositas itu 1:24:39 lama-lama anak itu bilang enggak Saya 1:24:40 mau di rumah aja tuh karena kalau di 1:24:42 sekolah gurunya juga capek untuk 1:24:44 nyari-nyari internet mending di sini aja 1:24:46 kan ini intinya kan mengisi kedaruratan 1:24:49 pandemi ini dengan desain kurikulum yang 1:24:52 radikal ini yang kita sebut radikal bagi 1:24:55 pemerintah radikal adalah kurikulum 1:24:56 Taliban kan ngacok kan cara berpikirnya 1:24:59 kan jadi sekali lagi ini ilt kita kita 1:25:02 manfaatkan untuk menginspirasikan 1:25:06 sesuatu yang yang e antininkable 1:25:09 mendidik manusia artinya do think the 1:25:12 unthinkable kalau yang sudah ada di di 1:25:15 di dalam daftar bacaan ngapain kita baca 1:25:17 itu tuh nah ini sebetulnya yang mesti 1:25:20 kita Arahkan ini bagian yang ee filosofi 1:25:23 sekarang bagian yang lebih teknis itu 1:25:25 pertanyaannya adalah kalau misalnya ee 1:25:29 anak-anak itu datang ke sekolah tu terus 1:25:31 anaknya bertanya anak yang kritis yang 1:25:33 habis dengar ilt atau habis dengar 1:25:36 kuliah Pak Salim dan Pak Khatib bapak 1:25:38 guru Bapak sudah divaksin belum kalau 1:25:41 gurunya tersinggung Bagaimana anaknya 1:25:44 punya kuriositas sebat Bapak kita 1:25:47 sekarang tatap muka Bapak sudah divaksin 1:25:49 belum Terus gurunya bilang udah dua kali 1:25:52 anaknya sangat kritis bilang gak bisa 1:25:54 dua kali mesti diber harus tiga kali 1:25:58 bapak ibu guru bapak ibu guru bilang 1:26:00 enggak itu Adah hak dari nakes yang tig 1:26:03 kali terus Ananya bilang menterieriudah 1:26:05 tig kali l Pak karena diaarcoran B 1:26:09 menteri itu ternyata menyalahi aturan 1:26:11 dia Duan dapat k makabul percakapan diu 1:26:17 tentangjanel 1:26:21 per tidak jujuran berbasis pada 1:26:24 pertanyaan dan pengetahuan si anak tadi 1:26:26 karena anaknya Lihat di internet bocoran 1:26:28 yang dari yang kemudian dihapus B 1:26:31 ternyata di depan presiden 1:26:32 menteri-menteri ini mengaku sudah dapat 1:26:33 tiga kali L nakesnya belum dapat 1:26:36 menteri-menteri sudah dapat Kenapa 1:26:37 karena takut mati 1:26:39 itu padahal sebetulnya kalau ada akal 1:26:42 sedikit oke dari nakes pindah ke guru 1:26:44 bosternya itu karena ada persiapan untuk 1:26:47 membuka kelas maka mestinya presiden 1:26:50 bilang oke nakes itu dahulukan karena 1:26:53 bakal ada orang yang bakal sakit lagi 1:26:55 nah kalau mati mesti bupatinya justru 1:26:57 senang kalau ada ada ee tenaga kalau ada 1:27:00 ee korban covid meninggal Bupati di 1:27:02 Indonesia itu senang karena akan dapat 1:27:04 100 juta per kematian itu saya baru baru 1:27:09 baca Eh Menteri Keuangan bilang begitu 1:27:11 setiap kematian justru bupatinya dapat 1:27:13 insentif ajaib tuh jadi kita akan 1:27:16 berpanjang covid supaya insentif Bupati 1:27:19 dapat terus setiap peti Maya rupanya 1:27:22 bupatinya dapat uang itu dan uang resmi 1:27:25 dari negara 1:27:27 entah apa itu insentif Apa itu untuk 1:27:28 ngurus jenazah itu nah soal-soal semacam 1:27:31 ini Kalau dibuka di ruang atau di ruang 1:27:33 akademi itu jadi kegembiraan baru bahwa 1:27:36 Oke kita bicara tentang sesuatu sambil 1:27:38 kasih kritik pada kebijakan pemerintah 1:27:41 kalau soal tadi tnality bahwa e 1:27:45 sebetulnya soal daring ini bukan ber 1:27:48 covid dari zaman Pak Har jugaudah ada 1:27:51 pendidik ikan daring Universitas Terbuka 1:27:54 itu kan daring enggak ada tetap 1:27:56 mukanya jadi Sekali lagi saya senang ada 1:27:59 Pak Katib tadi yang berupaya untuk 1:28:02 menggugat eh end produc dari pedagogi 1:28:06 yaitu Andro eh 1:28:09 androgogi dan itu harusnya menteri Nadim 1:28:13 tahu arah ujung dari pendidikan itu 1:28:15 adalah motivasi diri dari seorang 1:28:19 manusia untuk belajar dan itu yang 1:28:23 menimbulkan kesetaraan percakapan di 1:28:25 ruang kelas karena kalau Saya seorang 1:28:27 dewasa ingin belajar maka saya akan 1:28:29 jadikan dosen saya itu teman berpikir 1:28:31 teman berpikir saya gak anggap dia 1:28:33 sebagai Profesor saya anggap dia Anda 1:28:35 teman berpikir saya karena saya ingin 1:28:37 menguji anda dan anda beri sesuatu 1:28:40 supaya saya bisa uji Anda demikian juga 1:28:43 sebetulnya di tingkat kalau itu 1:28:45 filosofinya maka dari mulai SD 1:28:48 paradigman harus sama bahwa guruah teman 1:28:52 berpikir murid itu baru terjadi yang 1:28:55 disebut tadi grand design menemukan a 1:28:58 new kind of grand design Jadi sebetulnya 1:29:01 ini betul perhimpunan pendidikan dan 1:29:03 guru itu yangang mesti ngegas itu kalau 1:29:05 bisa jangan sekedar ngegas ganti ganti 1:29:09 eh apa namanya tuh bahan bakar itu pakai 1:29:15 Aftur supaya langsung terbang jadi 1:29:18 sekali lagi ini bagus sekali ini acara 1:29:20 bagus ilt ambil karena 1:29:22 jarang kita bahas sesuatu kita bahas 1:29:25 hard Politics padahal sebetulnya itu 1:29:27 cuman tukar tambah kekuasaan di antara 1:29:29 tiga 4 l orang di partai politik hal 1:29:32 beginian yang merupakan investasi 1:29:34 peradaban Harusnya kita bahas 1:29:36 habis-habis jadi saya mau simpulkan 1:29:38 bahwa yang diusulkan olehen dikbud hari 1:29:41 ini itu cuman public Policy untuk 1:29:44 memenuhi agenda kekuasaan agenda negara 1:29:47 mesti ada public Policy kebijakan publik 1:29:49 tentang pendidikan yaitu luring itu itu 1:29:52 enggak ada soal tetapi pendidikan 1:29:55 itu selain Sebagai public Policy dia 1:29:58 mesti ada basis social Policy itu ini 1:30:00 yang enggak dianalisis dampak dari dari 1:30:04 dibukanya dibukanya pendidikan itu engak 1:30:07 sekedar ya Perancis sudah lakukan eh 1:30:10 Amerika lakukan Iya di Perancis dan di 1:30:12 Amerika seluruh guru dan seluruh murid 1:30:15 sudah diaksin selesai karena itu dibuka 1:30:18 Tetapi apakah sukses enggak juga ditutup 1:30:20 lagi kan Apalagi kita di sini gurunya 1:30:23 belum semuanya divaksin muridnya juga 1:30:25 begitu mau dibuka jadi itu yang saya 1:30:28 sebut public Policy tidak berbasis pada 1:30:30 social Policy Nah itu akibatnya nanti 1:30:33 tambah sulam lagi kan jadi 1:30:36 eh Biarkan aja bahwa itu berjalan 1:30:38 sekaligus kita kasih kritik karena kita 1:30:40 enggak punya kekuasaan untuk mengubah 1:30:42 kebijakan itu karena di belakang 1:30:43 kebijakan itu ada politik anggaran pasti 1:30:46 itu dan itu yang lebih penting 1:30:47 sebetulnya nah eh Pak Salim Pak Kati eh 1:30:53 haldi kita hanya berupaya jadi Devil 1:30:56 advocate itu untuk untuk menguji 1:30:59 sebetulnya kebijakan yang diajukan 1:31:01 secara gegabah kalau saya enggak mau 1:31:03 bilang dungu yang terusmenerus kita 1:31:05 terima sebagai beban karena Kita 1:31:07 terpaksa musti menganalisis kalau 1:31:09 gampang sebetulnya panggil aja Pak Kati 1:31:11 Pak 1:31:12 Salim ilt duduk sama-sama dengan dengan 1:31:16 Menteri supaya menteri itu punya 1:31:19 pengetahuan lain bukan sekedar 1:31:21 pengetahuan yang orkan ole staf ahli 1:31:22 yang sifatnya teknis jadi saya kira ini 1:31:25 yang e saya ingin ucapkan dan 1:31:29 mudah-mudahan ada 1:31:31 efeknya dibocorkan pembicaraan ilt ini 1:31:34 sehingga sampai ke mejanya Nadim Jangan 1:31:37 cuman soal 1:31:38 boer vaksin yang dibocorkan 1:31:41 oleh yang kemudian dia Tarik kembali 1:31:43 karena dia malu 1:31:46 okear 1:31:50 biasjel sum ini sangat mendalam pada 1:31:53 malam ini Iya karena tadi karena tadi 1:31:55 yang di awal itu kompornya bagus itu 1:31:57 jadi saya Tinggal nyalain 1:32:00 apioki dan Pak Munif Pak eh sepertinya 1:32:04 dalam kondisi ini ada yang di bangsa 1:32:07 kita di masyarakat agak kurang terbahas 1:32:09 memang soal pendidikan ini ya karena eh 1:32:12 e pembicaraan lebih banyak di unsur 1:32:15 kesehatan dan ekonomi tapi ada fenomena 1:32:18 gunung es Ini masalah yang bisa jadi 1:32:21 bomak W di masa depan ketika di situasi 1:32:23 ini pemerintah tidak serius membenahi 1:32:25 Pendidikan gitu akan terjadi l 1:32:27 Generation gitu ya dan bisa jadi luring 1:32:31 atau tatap muka itu tidak menjawab gitu 1:32:33 kalau seandainya secara konsepnya tidak 1:32:36 dibenahin ini 1:32:37 eh yang jadi korban adalah eh para 1:32:41 generasi saat ini yang sedang bersekolah 1:32:43 begitu Bung Roki Iya karena itu kita 1:32:47 Kita kan bikin semacam eh kan yang 1:32:51 dilakukan oleh kementerian pendidikan 1:32:54 sekarang itu yang disebut sebagai 1:32:55 sekedar politik appropriasi itu 1:32:58 appropriation Politics itu seolah-olah 1:33:00 dirangkul tapi hanya untuk memuaskan 1:33:04 kebijakan makronya tuh eh end produknya 1:33:07 dia enggak hitung jadi betul nanti 1:33:09 korbannya itu macam-macam bukan cuman 1:33:11 anak didik tetapi cara kita untuk 1:33:14 menghasilkan ulang pendidikan itu sudah 1:33:17 jauh Tertinggal k Kalau cuman soal 1:33:19 mencari cara 1:33:20 eh menganggap bahwa 1:33:24 eh kita pergunakan kembali alat belajar 1:33:27 yang namanya tatap muka Padahal tadi Pak 1:33:29 Kati bilang iya itu cuman alat belajar 1:33:31 yang lebih penting sistem belajarnya tuh 1:33:33 jadi hal-hal yang semacam ini yang 1:33:36 detail yang tidak diperhatikan oleh 1:33:38 Pemerintah karena didesak oleh ak-emak 1:33:41 maka Nadim bilang Oke kita buka itu 1:33:43 mak-mak kesal karena didesak juga oleh 1:33:46 anak-anak karena setiap hari di di rumah 1:33:48 itu Itu itu yang dipelajari jadi dia 1:33:51 Bosan nah kebosanan itu yang mesti 1:33:53 diperiksa oleh psikolog-psikolog yang 1:33:56 ada di Kementerian untuk ketahui dasar 1:33:58 kebosanannya apa karena monoton kalau 1:34:01 dibikin permainan dibikin critical 1:34:03 thinking Pasti enggak ada kebosanan nah 1:34:05 psikolog ini yang harus memeriksa 1:34:07 keadaan di rumah tangga tu tapi mungkin 1:34:10 lebih penting lagi psikolog ini 1:34:12 memeriksa kejiwaan dari Menteri itu dan 1:34:14 eh kabinet di situ 1:34:18 problemnya secara umum memang mungkin 1:34:22 melihat dari pengalaman saya pribadi 1:34:24 mungkin anak-anak juga ya di rumah 1:34:26 pendidikan kita saat ini belum 1:34:28 menimbulkan kuriositas dari peserta 1:34:30 didik untuk eh ingin mendapatkan 1:34:33 pengetahuan baru dan pembelajaran baru 1:34:35 atau pengalaman baru ini menurut saya 1:34:38 ini jadi masalah besar sebenarnya 1:34:40 untanah Memang karena anak-anak itu 1:34:42 enggak punya akses untuk lihat pikiran 1:34:45 satriawan Salim modifatif Dia setiap 1:34:48 kali lihat Talk Show lihat ngabalin itu 1:34:50 itu apa apa inspirasin nya coba kan itu 1:34:53 itu soalnya bahkan lihat-lihat 1:34:56 presidennya aja Ini apa lagi sih jadi 1:34:58 memang itu satu paket yang saya bilang 1:35:00 tadi kita lakukan overhaul gitu keadaan 1:35:04 ini supaya kita bisa proyeksikan ini ada 1:35:08 bayangkan ada kejadian di Cina Selatan 1:35:11 sampai sekarang kita enggak tahu apa 1:35:12 yang terjadi di situ anak-anak Enggak 1:35:13 tahu itu apa di Cina Selatan padahal we 1:35:16 are watching a history in the making di 1:35:19 Cina Selatan di Taliban enggak ada 1:35:20 keterangan apa-apa jadi kita jadi butak 1:35:23 huruf justru terhadap keadaan yang 1:35:25 betul-betul ada di depan mata kita 1:35:27 kenapa begitu karena enggak ada 1:35:29 counterving argument yang dihasilkan 1:35:31 oleh kaum pedagog Karena dihalangi untuk 1:35:34 mengucapkan ada guru yang pintar dia 1:35:36 takut omong karena nanti apa namanya 1:35:39 kumnya turun akibatnya apa akibatnya 1:35:42 ruang publik pedagogi public spare of 1:35:46 pedagogi dihuni oleh ngabalinisme begitu 1:35:49 yang 1:35:50 terjadi kan 1:35:53 Kanim apa enggak Kalau misalnya kita 1:35:57 bayangkan Bagaimana Misalnya ini 1:35:59 dievaluasi berdasarkan pikiran nsir Haji 1:36:02 Agus Salim Sultan Syahrir Muhammad KH 1:36:05 yang di dalam keadaan krisis masih mampu 1:36:07 menulis tentang pikiran dunia ini enggak 1:36:10 ada kan dulu kita juga ngalami pandemi 1:36:13 di era awal kemerdekaan pandemi politik 1:36:17 kemiskinan segala macam keterbatasan eh 1:36:21 ee akses pada luar negeri Karena di apa 1:36:25 namanya dihalangi E kita bertemu dengan 1:36:28 pikiran berutu luar negeri tapi masih 1:36:31 bisa meloloskan pikiran yang logiknya 1:36:34 bisa kita kita nikmati retorikanya 1:36:36 sekarang kita lihat apa-apa kita mau 1:36:38 dengar presiden ini ngomong apa menteri 1:36:41 yang Sana ngomong hal a terus menteri 1:36:43 yang lain Bilang b dan a dan b itu 1:36:44 akhirnya berkomplotan Oh kita sama loh 1:36:47 dia bilang a ini bilang B bilang sama 1:36:49 kan itu yang jadi sekali sekali lagi 1:36:51 kita lihat ruang publik kita yang 1:36:53 harusnya diisi dengan argumen sama 1:36:56 sekali bolong 1:36:58 argumennya yang utuh adalah sentimen itu 1:37:02 saya jadi jadi kepikiran ini kan e yang 1:37:05 melahirkan figur seorang Soekarno itu 1:37:07 Cokro salah satu yang berjasa dan Cokro 1:37:10 itu bukan cuma sekedar guru di depan 1:37:12 kelas tapi dia juga melakukan perjuangan 1:37:15 aktivitas R eh ilmunya itu benar-benar 1:37:20 diaplikasikan dan kemudian hasil dari 1:37:23 aplikasi perjuangan R itu jadi ruh dan 1:37:25 pengalaman yang itu kemudian ditransfer 1:37:28 diajarkan kepada 1:37:30 penerusnya konsep pendidikan kita kan 1:37:32 sekarang enggak gitu guru-guru itu hanya 1:37:34 sekedar ee seorang yang bertugas 1:37:37 mengajarkan sesuatu tapi dia sendiri 1:37:39 tidak e secara konsep pendidikan dia 1:37:41 tidak ditugaskan untuk dia juga berperan 1:37:44 di masyarakat mengamalkan ilmunya Nah 1:37:47 ini kan sebenarnya bisa jadi salah satu 1:37:49 diskursus kita memang kan kan dari awal 1:37:53 negeri ini didirikan oleh para guru tuh 1:37:56 bukan seedar Cokro minoto yang sebagai 1:37:59 orang yang memang berprofesi sebagai 1:38:01 pedagog itu bahkan di dalam tradisi 1:38:05 militer itu Panglima Sudirman itah guru 1:38:08 sekolah Muhammadiyah betul Eh Kepala 1:38:11 Staf Angkatan Bersenjata yang e Masih 1:38:14 pada waktu itu baru berumur 29 tahun eh 1:38:18 siapa namanya TB Simatupang juga adalah 1:38:20 guru Sultan Syahir guru Muhammad Hatta 1:38:23 adalah guru tapi mereka guru karena 1:38:25 memikirkan proyeksi Indonesia ke depan 1:38:27 itu dan itu disulut oleh keinginan untuk 1:38:32 menghasilkan mutuh agar supaya kita bisa 1:38:35 bersaing jadi kita enggak ada tradisi 1:38:37 itu yang ada adalah 1:38:39 aplikasi aplikasi Iya itu itu alat aja 1:38:43 tuh tapi di dalam aplikasi itu ide apa 1:38:47 yang dimunculkan supaya dialektika jalan 1:38:49 di masyarakat jadi cara Pal gampang 1:38:51 untuk melihat kemerosatan pendidikan 1:38:52 lihat semua Talk Show di semua tv isinya 1:38:56 adalah bukan pedagogi of hope tapi 1:39:00 Stupidity of hope dan itu jadi tantanan 1:39:04 tontonan masyarakat 1:39:06 kita Yes baik menarik sekaliok ini 1:39:09 pencerahan bagi saya pribadi nih 1:39:11 mengenai konsep pendidikan dan guru Saya 1:39:13 ingin sekarang ke Pak Mif Pak Munif nih 1:39:16 tadi pembicaraan sangat menarik Pak 1:39:17 Munif sebagai pengamat dan ahli 1:39:20 pendidikan eh Bagaimana kira-kira dengan 1:39:22 kondisi yang ada sekarang masalah ini 1:39:25 kira-kira nih pak Munif kalau sand jadi 1:39:27 menteri pendidikan ya E Siapa tahu besok 1:39:30 Pak Jokowi tiba-tiba menelepon Pak Munif 1:39:33 menggantikan Pak Nadim kan itu apa yang 1:39:36 Pak Munif lakukan Nih sebagai e orang 1:39:39 yang punya kemampuan untuk membuat 1:39:41 kebijakan pendidikan di negara kita saat 1:39:43 ini saya saya saya usulan begini Kalau 1:39:45 Pak Mif Ditelepon Pak Presiden bilang 1:39:48 aja salah sambung 1:39:50 Pak 1:39:52 saya kalau saya ditelepon ada 1:39:55 syaratnya staf ahlinya Pak Salim sama 1:39:57 Bung Roki Oh I jangan lupa saya 1:40:02 Pak kita anu buat staf ahli yang banyak 1:40:06 ya Bui ya Pak Iya kalau itu harus ada 1:40:10 staf ahli terkejut ada I 1:40:14 kan Ya gimana Pak kira-kira Ya jadi 1:40:18 memang masalah pendidikan ini Dahsyat 1:40:21 eh jadi 1:40:24 begini problem guru itu jantung 1:40:27 sebetulnya ya problem guru itu jantung 1:40:31 kalau gurunya 1:40:32 keren masalah apapun yang 1:40:35 terjadi perubahan revolusi pembelajaran 1:40:39 yang terjadi itu pasti Guru itu bisa 1:40:43 men-handl-nya itu catatan kunci 1:40:45 sebetulnya seperti yang tadi dikatakan 1:40:47 oleh Bung RI ya guru itu 1:40:51 harus jadi teman berpikir saya sepakat 1:40:54 sekali itu 1:40:56 ee kalau kita melihat memang problem 1:40:59 kurikulum ini kan kalau di teorinya ada 1:41:02 begini Bung Roki sama Pak Salim ini 1:41:04 teori ya Nah yang namanya dimensi 1:41:06 pengetahuan kan ada empat yang pertama 1:41:08 adalah faktual gitu 1:41:11 lalu konseptual gitu lalu prosedural nah 1:41:15 yang terakhir ini yang gaib ini di 1:41:17 pendidikan kita namanya metakognisi itu 1:41:21 Nah ini kan eh value metakognisi itu 1:41:25 kalau misalkan faktual ditanya 1:41:28 ee ada dua mangkok makanan begitu oh ini 1:41:32 soto ayam ini bubur ayam Kalau jelas itu 1:41:35 betul Berarti faktualnya selesai begitu 1:41:38 tapi ketika dua makanan ini ditarik 1:41:40 ditanya anak kita soto ayam itu apa 1:41:43 kalau dia Jelaskan soto ayam adalah 1:41:47 makanan yang mengandung blabla Benar 1:41:49 berarti konseptualnya nya benar naik 1:41:52 lagi ke tingkatan bisa gak buat soto 1:41:54 ayam kalau dia bisa proseduralnya Oke 1:41:57 tapi yang sangat jarang nah ini 1:42:00 diajarkan oleh guru pasti nanti 1:42:03 alasannya kurikulum dan lain-lain ini 1:42:05 padahal sebenarnya kualitas guru kalau 1:42:08 ada bubur ayam dan ada soto ayam kamu 1:42:10 pilih yang mana Nah jawaban itu Why 1:42:14 kenapa milih soto ayam Kenapa milih 1:42:16 bubur a bubur ayam itu adalah 1:42:18 metakognisi kita lihat saja ee masaldi 1:42:22 ya kalau di pembelajaran PAI Coba buka 1:42:24 itu Pai itu mulai dasar dan menengah 1:42:27 semua berhenti pada 1:42:30 prosedural semua berhenti pada salat 1:42:33 sudahah semua prosedur salat sudah mulai 1:42:35 salat wajib ini ini tapi ketika ditanya 1:42:38 kenapa harus salat Kenapa harus zakat 1:42:42 Kenapa harus berpuasa itu enggak nah ini 1:42:45 yang akhirnya seperti Bung Roki tadi 1:42:47 bilang guru tidak menjadi teman berpikir 1:42:51 nah ini jadi guru hanya sumber belajar W 1:42:55 Jadi kalau menurut saya problematik kita 1:42:58 kalau benar-benar kita mau Zoom yaitu 1:43:01 guru maka ayo kita tarik ke belakang ini 1:43:04 root problemnya Kok jarang kita 1:43:07 berbicara tentang pabriknya guru ya Pak 1:43:09 Salim ya Nah Nah betul pabriknya guru 1:43:14 ini seperti itu Nah kalau kita fokus 1:43:18 saya ingat catatan di dari 1:43:21 7080 itu kualitas pendidikan Finlandia 1:43:25 bobrok masih maju 1:43:27 Indonesia masih maju Indonesia begitu 1:43:31 kemudian didatangkan Tim Ahli untuk 1:43:34 mencari tahu apa ini kebobrokan ini 1:43:37 sumber dasarnya apa ternyata ketemu dua 1:43:40 yaitu pertama adalah politik 1:43:43 pendidikan politik ini pendidikan dan 1:43:46 yang kedua adalah problem di FKIP 1:43:49 pabriknya guru dulu politik pendidikan 1:43:53 adalah sentralistik kurikulum Finlandia 1:43:55 itu kecil gak ada sekolah swasta Negeri 1:43:58 semua karena itu sentralistik ini Biang 1:44:02 Kerok kemunduran pendidikan di Finlandia 1:44:05 dirubah Bung Roki Pak Salim menjadi 1:44:08 desentralisasi kurikulum setiap sekolah 1:44:12 silakan mendesain kurikulumnya sendiri 1:44:15 mereka itu sampai punya istilah taayorm 1:44:17 criculum jadi dari anak yang bung hang 1:44:20 ini loh aku kepingin tahu ini kepingin 1:44:23 belajar ini jadi dari peserta namanya 1:44:25 taayor madeade Curiculum nah ketika itu 1:44:29 diselenggarakan oleh pemerintah 1:44:31 perubahan sentralistik menjadi 1:44:33 desentralisasi kurikulum ditunjang 1:44:36 perbaikan fkip-nya di sana itu luar 1:44:39 biasa sederhana di sana S1 guru itu Pak 1:44:43 Salim 70% praktik 1:44:48 30% tumpukan buku teori 1:44:51 lulus enggak boleh ngajar harus ngambil 1:44:54 Master 2 tahun lulus harus menemukan 1:44:57 Satu teori lihat Luar biasa ini Apakah 1:45:01 teori penilaian Apakah teori metodologi 1:45:04 macam-macam Baru dari situ Boleh ngajar 1:45:06 nah ini yang di e garap oleh 1:45:09 pemerintahnya di dua ini politik 1:45:11 pendidikan dan pabriknya guru sehingga 1:45:14 ketika kurikulum diserahkan total kepada 1:45:18 sekolah gurunya itu sudah mampu karena 1:45:21 keluaran dari pabrik yang keren luar 1:45:24 biasa nah dan Kalau boleh jujur mungkin 1:45:28 perlu ini apa penelitian ini Pak Salim 1:45:32 Apakah betul hanya di Indonesia yang 1:45:36 status guru itu honorer 1:45:39 gitu Kenapa Gak langsung aja ya guru itu 1:45:41 ASN selesai sudah ya kan tidak ada yang 1:45:45 tadi P3K dan lain-lain seperti ini ini 1:45:48 ini cukup Saya khawatir hanya hanya di 1:45:50 Indonesia saja saya belum pernah 1:45:52 mencermati dari negara lain ya kan guru 1:45:54 ini harus aman sebetulnya profesi guru 1:45:57 ini harus aman itu Nah kalau menurut 1:46:00 saya Karena ini kebijakan ee ekonomi 1:46:04 sebetulnya ya untuk penggajian guru dan 1:46:06 lain-lain saya pikir yang harus 1:46:08 prioritas aman itu sampai Saya sedih 1:46:10 sekali ya apa ee UMR guru itu aduh luar 1:46:14 biasa 120.000 tadi Mas Salim bilang ya 1:46:17 kan dan lain-lain masih tinggi buruh ya 1:46:20 ya kan itu tanpa tanpa ee berniat 1:46:23 membandingkan tapi benar-benar kebijakan 1:46:27 tentang sistem penggajian guru saya 1:46:29 pikir ini harus benar-benar 1:46:31 diprioritaskan ya langsung aja diangkat 1:46:33 ASN gitu pintar-pintar kok guru kita ini 1:46:36 sebetulnya pintar-pintar itu hanya 1:46:38 karena sistem saja yang menjadikan 1:46:40 mereka itu masih muutter-mutar seperti 1:46:42 itu Nah seperti itulah 1:46:45 Pak sepertinya dua masalah yang ada di 1:46:48 Finlandia tahun -an itu sedang terjadi 1:46:50 juga di Indonesia Pak 1:46:54 sekarang ya ini harusnya bisa jadi 1:46:56 perhatian kita dengan serius ya untuk 1:46:58 mencari akar masalah kenapa pendidikan 1:47:01 kita ee sudah jauh Tertinggal 1:47:04 dibandingkan dari negara lain baik 1:47:06 sahabat-sahabat sekalian diskusi yang 1:47:09 sangat menarik temanya mendalam dengan 1:47:11 narasumber yang sangat menguasai 1:47:13 pendidikan 1:47:15 eh sudah mendekati Akir acara saatnya 1:47:18 kita sekarang Eh closing 1:47:21 atauat dari seluruh narasumber mungkin 1:47:24 sekaligus kalau ada ingin menambahkan eh 1:47:27 paparan e dipersilakan kepada narasumber 1:47:30 untuk memberikan closing statement kita 1:47:32 di penghujung acara ini untuk cling 1:47:34 statement pertama saya berikan ke 1:47:40 pakpilanak 1:47:42 makasihangnya sih Dar 1:47:45 kamiahwaang 1:47:47 kitauhkan ya seb katakan blueprint 1:47:51 Pendidikan gitu ya Ee Saya misalnya 1:47:53 menyebut grand design gitu Bagaimana 1:47:56 pengelolaan pendidikan ini ke depan 1:47:57 karena tadi dikatakan ini investasi e 1:48:00 jangka panjang ya Eh sehingga mimpi kita 1:48:03 untuk mewujudkan generasi emas 20145 itu 1:48:07 bukan bukan suatu ilusi gitu ya tapi eh 1:48:11 sebuah harapan ya tadi ya pedagogi of 1:48:13 hope-nya PR itu gitu ya 1:48:15 Eh tapi saya melihat jujur ee sekarang 1:48:18 itu coba 1:48:20 kita refleksikan gitu ya kebijakan 1:48:22 pendidikan di erah Mas Nadim ini kan 1:48:25 kayak parsial-parsial gitu ya kayak 1:48:27 Merdeka belajar aja Bang Hadi hafal 1:48:29 Enggak Episode berapa ini sekarang hafal 1:48:32 kan karena episodenya banyak udah kayak 1:48:34 ikatan cinta tuh episode 1 2 3 4 1:48:37 sekarang kalau enggak salah 15 Kalau 1:48:38 enggak salah dan itu sendiri-sendiri 1:48:41 Bangi ya nah jadi kami melihat tidak ada 1:48:45 e blueprintnya atau Grand designnya tadi 1:48:48 gitu kan sehingga tidak heran ee yang 1:48:50 muncul kemudian adalah ee kebijakan atau 1:48:53 keputusan-keputusan yang menimbulkan 1:48:55 resistensi atau menimbulkan kemarahan 1:48:57 gitu ya Muhammadiyah pernah marah PGRI 1:49:00 juga pernah marah gitu kan eh LP Maarif 1:49:03 NU juga ketika berbicara program 1:49:05 organisasi penggerak ya kan akhirnya 1:49:08 organisasi tua ini mengundurkan diri 1:49:11 sampai sekarang juga ee kelanjutan dari 1:49:13 program yang miliaran ini juga tidak 1:49:15 tahu ya kabarnya sih di refocusing apa 1:49:18 namanya nih anggaran gitu ya intinya sih 1:49:20 dikurangi gitu ya tapi enggak jelas 1:49:22 pelaksanaannya jadi eh saya melihat 1:49:25 sekarang kita masih 1:49:26 eh bermain ya kita masih merayakan di 1:49:30 tataran slogan ya Merdeka belajar itu 1:49:32 slogan kalau filosofis mungkin ee kalau 1:49:36 kita membaca buku Ki Hajar Ki Hajar 1:49:38 sudah lama berbicara Merdeka belajar 1:49:40 gitu ketimbang tadi ya misalnya kelompok 1:49:43 pedagogi kritis jadi Ee Kita 1:49:46 rasa-rasanya masih bermain di slogan 1:49:49 masih meraya ee apa namanya 1:49:52 istilah-istilah yang seolah-olah baru 1:49:53 gitu ya Ee ada kata-kata penggerak 1:49:56 sekarang ya kan guru penggerak sekolah 1:49:58 penggerak organisasi penggerak gitu kan 1:50:00 tapi di sana ada 1:50:02 ee pesan apa namanya diskriminasi gitu 1:50:05 saya lihat ya kan karena hanya beberapa 1:50:08 sekolah yang bisa menjadi sekolah 1:50:09 penggerak E bangdi dan ini pasti akan 1:50:11 memunculkan kastaisasi lagi seperti rspi 1:50:15 dulu ada kekhawatiran ke sana guru 1:50:17 pengerak juga demikian hanya beberapa 1:50:19 guru yang d 1:50:20 9 bulan eh pak ktib oleh kemendikb 1:50:23 secara daring juga padahal kita punya 1:50:26 guru kurang lebih 3,2 juta Gitu ya tapi 1:50:29 yang punya akses kan tidak semua gitu eh 1:50:32 jadi saya rasa Karena kebijakannya ini 1:50:34 masih parsial tadi belum komprehensif 1:50:37 agaknya kita butuh blueprint ya E saya 1:50:39 rasa itu kita butuh eh grand design ada 1:50:42 gurunya di sana ada e sekolah di sana 1:50:45 ada kurikulum ee yang Pak paktib tadi 1:50:49 sampaikan kan di 2013 sudah dijawab 1:50:51 Sebenarnya Pak dia memperkenalkan eh apa 1:50:54 namanya leveling pengetahuan ya kan 1:50:57 menurut belum menurut muridnya Anderson 1:50:59 itu kan kemudian kurikulum kontekstual 1:51:02 yang diharapkan oleh bank ri tadi itu 1:51:05 sebenarnya sudah eh apa namanya menjadi 1:51:08 ruh kurikulum 1:51:10 2013 pembelajaran kontekstual itu di 1:51:12 situ makanya dokumen kurikulum kita di 1:51:15 sekolah kan namanya KTSP kurikulum 1:51:17 tingkat satuan pendidikan sekolah yang 1:51:20 dibebaskan untuk mendesain nah tapi itu 1:51:23 ee yang menjadi masalah di kita ada ada 1:51:26 gium ganti menteri ganti kurikulum 1:51:27 sekarang juga diganti lagi menjadi 1:51:30 kurikulum sekolah penggerak Bang Roki ya 1:51:33 2.500 sekolah saja ya sisanya berarti 1:51:35 kan berarti lawannya bergerak berarti 1:51:37 statis kan begitu 2.500 sekolah yang 1:51:39 terpilih jadi masih kompetitif kalau 1:51:42 Finlandia kan sudah kolaboratif ya gitu 1:51:44 nah jadi saya rasa ee ya saya tidak tahu 1:51:48 apa orientasi Inya gitu jadi karena ini 1:51:51 masih 1:51:52 parsial-parsial ada masalah lalu 1:51:54 diselesaikan di sudut gitu kan tapi 1:51:56 akarnya belum gitu kan pilarnya belum 1:51:59 gitu kan dan seterusnya sehingga eh saya 1:52:01 e Berharap ada GR design atau blueprint 1:52:04 tadi Eh saya tidak tahu apakah 1:52:07 jawabannya berupa omnibus Law pendidikan 1:52:10 karena ini sedang diwacanakan juga Pak 1:52:13 Khatib Bang rooki oleh komisi 10 ya oleh 1:52:17 pegiat pendidikan juga sebagian termasuk 1:52:19 oleh kemikbud ya omnibus pendidikan jadi 1:52:22 semua regulasi undang-undang yang 1:52:25 terkait dengan pendidikan itu disatukan 1:52:27 Ya tapi saya tidak tahu apakah nanti 1:52:29 akan terjadi distorsi atau reduksi gitu 1:52:31 ya Eh yang nanti memunculkan resistensi 1:52:34 dan seterusnya itu mungkin eh Bang dari 1:52:37 saya sebagai refleksi Terima kasih 1:52:39 asalamualaikum warahmatullahi 1:52:40 wabarakatuh Selamat malam semua 1:52:42 Waalaikumsalam Terima kasih 1:52:45 pak dan sekarang Pak 1:52:48 untukingatilakan Pak 1:52:55 Tolong diunmute Pak masih dimute oh eh 1:52:58 saya sepakat sama Pak Salim grand design 1:53:00 itu basic sebetulnya lucu kalau ada satu 1:53:04 negara yang tidak punya grand design 1:53:07 pendidikan itu saya sepakat sekali itu 1:53:11 Grand desain itu kan sebenarnya 1:53:13 fleksibel isinya itu sangat berkaitan 1:53:15 dengan perkembangan zaman nanti tapi 1:53:17 harus ada Grand desnya Adah negara yang 1:53:20 jujur belum punya Grand Des pendidikan 1:53:22 itu ini cukup prihatin Nah yang kedua 1:53:27 adalah ini sebagaiosing 1:53:29 statement Saya berharap ya pemerintah 1:53:32 ini benar-benar bisa memetakan problem 1:53:35 sekarang perbedaan antara problem 1:53:38 pembelajaran karena covid sama problem 1:53:42 pembelajaran karena Inter 1:53:45 of Arya 1:53:48 ininyaovid kita harus punya asumsi bahwa 1:53:51 ini akan selesai nah pandemi Harus 1:53:54 optimis seperti itu Nah karena itu tadi 1:53:57 vaksin dan seperti Pak Salim tadi 1:53:59 katakan ketentuan-ketentuan sampai bisa 1:54:01 sekolah dibuka kembali tapi yang ini 1:54:05 tidak akan pernah selesai terus 1:54:07 berlanjut adalah karena memang zamannya 1:54:10 ini sekarang adalah zaman internet of 1:54:12 things Nah itu kita enggak boleh 1:54:14 ketinggalan di situ nah mudah-mudahan 1:54:16 ini bisa dibedakan ya Yang mana Yang ee 1:54:19 Dar gitu tapi yang mana yang akan 1:54:22 menjadi berkesinambungan nanti nah 1:54:25 antara pandemi dengan internet of thing 1:54:27 atau elening Nah kalau kita bisa 1:54:30 memetakan itu maka mudah-mudahan 1:54:33 solusinya itu kelihatan dan itu 1:54:34 terhindar dari seperti Bung Roki tadi 1:54:37 khawatirkan ya ini hanya cuman apa ya 1:54:40 lip service supaya supaya apa kelihatan 1:54:43 berhasil programnya pak menteri dan 1:54:46 lain-lain pokoknya nuansa politislah 1:54:48 seperti itu tapi ini kan kita harus 1:54:50 kesampingkan memang pendidikan ini sudah 1:54:53 tidak bolehlah diwarnai dengan politis 1:54:56 Saya pernah ngitung ini Bung Roki Sejak 1:54:58 Indonesia merdeka menteri pendidikan 1:55:01 pertama kan Kia Hajah Dewantoro coba cek 1:55:03 itu ada berapa berapa lama beliau jadi 1:55:06 menteri pendidikan cuman 3 bulan lalu 1:55:08 diganti diganti diganti sampai zaman Mas 1:55:11 Nadim ini kita sudah berganti 39 menteri 1:55:15 pendidikanoh bayangkan padahal 1:55:17 pendidikan ini kan mestinya harus bebas 1:55:19 dari Rana politis tapi benar-benar 1:55:22 membangun peradaban bangsa 39* 5 tahun 1:55:26 kita sudah ditahu Pak Hatib nanti akan 1:55:28 ada Wamen Pak Wamen dibud Kemarin kan 1:55:30 sudah ada yang masuk satu tuh jadi dapat 1:55:32 jatah Wamen kabarnya begitu Bang roky 1:55:35 ya Wamen dibud jadi seperti itu ya Fokus 1:55:39 kepada sebenarnya the real problem ini 1:55:41 apa yang temporer makna yang itu akan 1:55:44 terus jadi tantangan seperti itulah mas 1:55:47 i terima kasih Pak 1:55:50 dan terima kasih atas tadi segala 1:55:52 sharing ilmu dan wawasannya Pak dan 1:55:55 sekarang ke Pak 1:56:03 Pak Halo Pak sudah bisa bergabung di bu 1:56:08 r duluja oh baik sekarang Bu 1:56:15 Uni Nus kurikum 1:56:18 PKS 1:56:22 ya itu intinya tadi 1:56:25 Eh ya grand design itu akhirnya kita di 1:56:29 situ kan tapi sebetulnya pertanyaan 1:56:31 berikutnya minta ke siapa Grand desain 1:56:33 itu kan ini ini ini soalnya itu Jadi 1:56:37 mungkin kita bikin mural aja tentang 1:56:39 Grand desain supaya orang tahu bahwa ini 1:56:42 Grand 1:56:44 desain kalau misalnya harus dipilih 1:56:46 siapa yang harus seumur 1:56:48 hidup 1:56:50 presiden atau 1:56:51 eh eh menteri pendidikan yang menteri 1:56:55 pendidikan jadi sumur hidup itu enggak 1:56:56 melanggar konstitusi itu asal dia bukan 1:56:58 politisi itu jadi soal-soal kecil yang 1:57:02 tadi betul itu Pak Khatib akhirnya kita 1:57:04 ingat kita mengeluk-elukkan kiajar 1:57:07 Dewantoro tapi cuman 3 bulan itu enggak 1:57:10 tahu diresuel karena apa mungkin karena 1:57:12 ngeledek-ngeledek presiden waktu itu 1:57:17 dia jadi sekali lagi kita tahu bahwa 1:57:21 kita punya banyak tokoh pendidikan yang 1:57:23 hanya dikutip-kutip 1:57:26 ee quationnya itu semua orang pergi pada 1:57:31 Kajar Dewantoro 1:57:33 eh cara Kiai H Ahmad Dahlan membangun 1:57:38 peradaban pendidikan di dalam 1:57:39 Muhammadiyah semua itu sejarah yang 1:57:42 bagus di kita tuh dan tumbuh masih 1:57:44 tumbuh Nah kita anggap bahwa pemerintah 1:57:47 enggak bisa baca apa yang jadi 1:57:50 eh philosophical grounds dari sistem 1:57:53 pendidikan kita di Prancis itu jelas 1:57:57 bahwa setiap anak yang masuk sekolah 1:58:00 harus diajarkan pertama kali Revolusi 1:58:02 Perancis yang intinya adalah solidaritas 1:58:04 itu udah jelas itu itu 1:58:08 sampai lulus mahasiswa di dalam batinnya 1:58:11 ada ide solidaritas pendidikan artinya 1:58:14 menghasilkan human solidarity itu jelas 1:58:17 itu di k Apa karena ada Revolusi 1:58:20 Perancis itu sehingga seluruh tatanan 1:58:22 sosial berubah dari raja yang hierarki 1:58:24 pergi pada demokrasi walaupun ditandai 1:58:27 dengan dipenggalnya kepala Lui 16 supaya 1:58:29 tanda bahwa demokrasi itu artinya 1:58:31 pemerintahan rakyat bukan pemerintahan 1:58:33 berdasarkan mahkota yang dipasangkan di 1:58:36 kepala Raja tuh jadi revolusi 1:58:38 menghasilkan kesetaraan dan itu diingat 1:58:41 terus di dalam sistem pendidikan 1:58:43 Perancis itu Eh dasar Prancis mendesain 1:58:47 pendidikannya Amerika lain lagi Amerika 1:58:50 tidak mengenal revolusi sosial seperti 1:58:52 Perancis Amerika adalah negeri di mana 1:58:54 semua orang menyatakan diri sama karena 1:58:58 enggak ada yang namanya orang Amerika 1:58:59 asli itu semuanya adalah imigran itu 1:59:02 sehingga sistem pendidikannya diatur 1:59:05 sedemikian rupa untuk memungkinkan 1:59:07 setiap orang menjadi apa saja yang dia 1:59:09 inginkan karena itu kebebasan adalah 1:59:12 fondasi filosofi dari pendidikan di 1:59:15 Amerika sementara keadilan sosial 1:59:17 Justice ada adanya di Prancis Nah kita 1:59:21 enggak tahu apa yang di kita karena tadi 1:59:23 setiap kali ganti menteri filosofinya 1:59:26 berubah jadi bukan karena pengalaman 1:59:28 historis kita punya sistem pendidikan 1:59:31 tapi karena pengalaman politis atau 1:59:33 karena kepentingan politis itu kan 1:59:35 karena Ini mesti bagi-bagi anggaran ini 1:59:37 kalau menterinya datang dari satu partai 1:59:39 yang basis semasanya banyak maka yang 1:59:41 dapat pertama kali adalah LSM dia tuh 1:59:43 kan itu soalnya Tetapi semua ini 1:59:46 berakibat pada sinisme doang itu ya kita 1:59:49 sinis pada sistem pendidikan tapi kita 1:59:51 lupa bahwa ini dia cuman menteri di 1:59:54 atasnya ada presiden karena itu kita 1:59:56 selalu saya selaluagih pada presiden 1:59:58 wawasan Presiden tentang pendidikan itu 2:00:00 apa gu itu intinya sebetulnya yang 2:00:03 terjadi sekarang adalah kemarin waktu 2:00:06 beliau pakai baju adat badui saya 2:00:09 Terangkan bahwa saya bolak-balik ke 2:00:10 badui dan filosofi orang badui kalau 2:00:13 anda ada di badoi itu rumah orang badoi 2:00:16 seperti enggak beraturan karena eh e 2:00:19 atapnya enggak sama panjang bambunya 2:00:21 enggak sama panjang Padahal kita tahu 2:00:23 filosofi orang badui adalah Yang panjang 2:00:26 jangan dipotong yang pendek jangan 2:00:28 Disambung itu filosofinya nah Presiden 2:00:31 Jokowi enggak paham itu tu karena di 2:00:33 bidang pendidikan filosofi Presiden 2:00:36 adalah perpanjang jalan tol perpendek 2:00:39 jalan pikiran itu yang terjadi dan itu 2:00:41 yang menjengkelkan kita sebetulnya 2:00:44 seharusnya anggaran pendidikan itu 2:00:46 dimaksimalkan jadi mestinya di dalam 2:00:49 penganggaran guru itu dapat hak 2:00:52 pertama baru mulai dihitung 2:00:55 infrastruktur yang diperlukan jadi 2:00:57 jangan bangun jalan tol bangunlah jalan 2:01:00 pikiran itu yang mestinya diucapkan dan 2:01:02 itu adalah FSI dari guru membangun jalan 2:01:04 pikiran itu ad tugas guru bangun jalan 2:01:06 tol itu gampang setiap saat bisa bangun 2:01:09 jalan tol membangun jalan pikiran itu 2:01:11 adalah yang tadi investasi per saya ka 2:01:14 itu supay nan satu wakak ada 2:01:18 lagi 2:01:19 berdiri murid kencing 2:01:22 berlari guru kencing berlari murid 2:01:25 mengencingi guru kan jadi begitu 2:01:27 akibatnya tuh jadi sekali lagi ini satu 2:01:30 pembicaraan yang kita maksudkan dari 2:01:33 dari keinginan rasional kita dan 2:01:36 keinginan historis kita untuk 2:01:38 menghasilkan ulang Indonesia yang 2:01:41 berpikir Kenapa karena bangsa ini 2:01:43 didirikan oleh pikiran baik ini setiap 2:01:46 kali muroki malam ini ngasih statement 2:01:49 saya langsung terpikir sesuatu 2:01:51 pencerahan lagi nih Bung tadi Kalau 2:01:54 Prancis dasar filosofisnya ya Revolusi 2:01:57 Perancis ya egalite liberte egality 2:02:00 fraternite Kemudian untuk Amerika 2:02:03 bagaimana mereka kebebasan dan 2:02:05 kemandirian ya dalam 2:02:07 eh filosofi pendidikannya untuk 2:02:10 Indonesia sebenarnya filosofi bangsa 2:02:12 kita sudah coba dirumuskan oleh Para 2:02:15 founding fathers kita itu di pembukaan 2:02:17 undang-undang Dasar 19 45 Mulai sejak 2:02:21 paragraf pertama itu bahwa kemerdekaan 2:02:23 ialah hak segala bangsa sampai kemudian 2:02:26 ee tujuan cita-cita negara empat fungsi 2:02:29 negara gitu kan ee mencerdaskan 2:02:31 kehidupan 2:02:32 bangsa memakmurkan gitu ya dan lain-lain 2:02:35 sampai di paling ee lima nilai dari 2:02:39 pancasila Harusnya itu ditanamkan sejak 2:02:41 awal kepada anak didik kita 2:02:45 berulang-ulang dipahamkan terus sampai 2:02:47 ketika mereka suatu terus jadi pemimpin 2:02:50 itulah yang menjadi roh utama ya memang 2:02:53 itu yang harus menjadi tugas dari 2:02:56 Presiden supaya di dalam penampilan 2:02:58 publik presiden dia terus-menerus harus 2:03:00 mengucapkan itu tapi perlunya kan dia 2:03:02 enggak ngerti itu basis filosofi dari 2:03:05 perintah konstitusi kan karena itu dia 2:03:06 suruh anak-anak kecil anak-anak kita itu 2:03:08 suruh ngapalin nama-nama ikan aja kan 2:03:09 kan itu jadinya kan padahal luar biasa 2:03:13 loh prembol ud-udah dasar kita itu Prof 2:03:15 oke nah semua yang saya ucapkan tadi 2:03:18 walaupun sifatnya kritik itu bukan dari 2:03:19 saya tuh saya mengucapkan itu sebagai 2:03:22 staf khusus dari 2:03:24 Mif kita tunggu 2:03:33 teleponnyaapasas Mon izin kameranya off 2:03:36 karena lagi di ruang publik lagi ketemu 2:03:39 sama orang gak enak yang pertama maturun 2:03:47 e 2:03:49 ee makin kita pelajari petanya makin 2:03:54 carut-marut di tataran implementasi tapi 2:03:57 makin jernih di tataran filosofis G dan 2:04:01 ini adalah fungsi dari e Indonesi leader 2:04:05 ST ya Eh memprovokasi pikiran e 2:04:09 mengingatkan tentang Logika dan etika 2:04:12 sebagai dasar pembangunan kita dan pada 2:04:15 akhirnya eh mendidik kita pejuang yang 2:04:20 tidak berdiam diri tapi bekerja dengan 2:04:23 tekun sistematis dalam kerangka etika 2:04:26 dan logika yang jelas termasuk 2:04:28 memenangkan pertarungan politik termasuk 2:04:31 e memberikan solusi ekonomi dan 2:04:35 lain-lainnya dan Insyaallah eh di 2:04:37 Indonesia lead kita akan selalu hadir 2:04:40 membawa eh kerangka pikir kerangka Iman 2:04:43 kerangka amal yang dengannya kita suatu 2:04:47 saat akan memetik eh kemerdekaan yang 2:04:50 Hakiki 2:04:51 mendapatkan bangsa yang memang Mandiri 2:04:55 tapi juga punya jati diri 2:04:58 demikian Baik terima kasih pakani atas 2:05:01 closing statementnya dan sahabat-sahabat 2:05:03 sekalian eh saya sebenarnya ingin lanjut 2:05:06 diskusinya menarik sekali bahasan malam 2:05:08 ini tapi yang membatasi kita eh 2:05:12 mudah-mudahan semua aspirasi pandangan 2:05:16 hikmah eh pencerahan yang oleh para 2:05:19 narasumber kita pada malam ini bisa ee 2:05:22 memberikan juga pencerahan kepada Pak 2:05:24 Menteri Nadim Pak Presiden Jokowi dan 2:05:27 para semua pengambil kebijakan 2:05:28 pendidikan di negara kita karena masa 2:05:31 depan anak bangsa kita ditentukan 2:05:33 bagaimana kita menentukan kebijakan 2:05:36 pendidikan kita pada saat ini di tengah 2:05:38 situasi pandemi ini Baik sampai ketemu 2:05:40 pada Indonesia stok e pekan depan Terima 2:05:43 kasih asalamualaikum warahmatullahi 2:05:44 wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah 2:05:47 wabarakatuhasih 2:05:51 ifwanihang rgang Hatib 2:06:17 R