Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- awal hingga akhir. Baik, alhamdulillah
- kita mendengarkan
- kisah-kisah ee yang sangat banyak hikmah
- di dalamnya. disampaikan oleh Ustaz
- Komaruddin dalam acara kajian sirah
- sahabat di pagi hari ini. Itu kisah dari
- Adi bin Hatim sang saksi sejarah.
- Minimal ada tiga e sejarah dalam Islam
- masa awal Islam yang dilihat langsung
- oleh Adi bin Hatim. Di antaranya
- bagaimana ada orang yang berjalan dari
- kota Kodisia ya, kota yang sangat jauh.
- Bahkan kalau sekarang disebutnya di Irak
- itu berjalan dari sana sampai ke Makkah
- ke Baitullah dengan tidak merasa takut
- dengan aman dengan selamat dan bahkan
- dia seorang wanita gitu. Kemudian
- sejarah saksi sejarah bahwa Islam
- menampilkan Persia dan umat Islam
- menjadi mendapat banyak gonima, Pak
- Ustaz ya. Dan yang terakhir bagaimana
- beliau melihat langsung umat Islam
- menjadi sangat sejahtera sehingga tidak
- ada lagi
- orang-orang kekurangan dan menolak untuk
- diberikan zakat. Subhanallah. Dan tidak
- hanya ini kita melihat juga di sini ada
- contoh dari akhlak Rasulullah di mana
- ketika bertemu dengan Adi bin Hun yang
- belum masuk Islam beliau sangat santri.
- Ini yang kita lihat silipat di zaman
- sekarang ini ee ketika kita melihat
- orang yang sangat jauh berbeda dengan
- kita, mau kita santuni dengan baik.
- Bahkan Ustaz ee yang sama-sama Islam
- tapi beda golongan saja sudah
- bermusuh-musuhan gitu. Apalagi seperti
- Rasul ini bahkan belum Islam gitu.
- Masyaallah.
- Baik, kami ee berikan kesempatan bagi
- menawat yang ingin bergabung bersama
- kami, ingin bertanya silakan bisa
- telepon di
- 0218451512 atau ingin bertanya lewat SMS
- atau WhatsApp di
- 08119
- 999720. Baik, kami bacakan SMS yang
- pertama Pak Ustaz ada dari Ibu Liza.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Bu Liza.
- Ustaz Komaruddin, masyaallah betapa baik
- dan santunnya Rasulullah. Semoga selalu
- menjadi contoh untuk umat. Apa yang
- membuat Rasul begitu percaya kepada
- Safanah sampai-sampai dibebaskan dan
- dibekali? Apakah Rasul tahu di hati Adi
- ada cerca iman walaupun masih tertutup?
- Baik, Ibu Lisa.
- Ya, inilah
- satu
- nubuwah yang Allah anugerahkan kepada
- Nabi Muhammad.
- Beliau diberikan pandangan yang
- jauh oleh Allah disebutkan dalam salah
- satu ayat, inna fialika la ayayatan lil
- mutawassimin. Sesungguhnya kejadian itu
- merupakan tanda kebesaran bagi
- orang-orang yang punya pandangan yang
- jauh. Dalam hadis Nabi bersabda, "Ittaqu
- firasatal mukmin." Takutlah kamu dengan
- firasatnya orang-orang mukmin.
- Nah, Rasulullah diberi penglihatan jauh
- oleh Allah bahwa safana ini bukan tipe
- orang
- pembual, bukan tipe orang yang suka
- hoak, bukan. Jadi dia kata-katanya itu
- jujur. Bahkan dia ingin menyampaikan
- kebenaran yang dia dapatkan waktu dia di
- Kota Madinah, waktu dia berada dalam
- tahanan. Bahkan dibebaskan dia dan
- kemudian dia mendapatkan satu kelebihan
- bahkan diberi kendaraan. Maka Rasulullah
- dengan yakin bahwa sapanah akan berbuat
- baik kepada Nabi. Nah, maka dengan
- keyakinan itulah ee Nabi memberikan
- sesuatu yang dampak dari perbuatan itu.
- Karena perbuatan itu baik, maka yang
- dihasilnya pun dihasilkannya pun adalah
- baik.
- Maka inilah yang disebutkan dalam hadis,
- maka jadilah kamu orang-orang yang punya
- husnuzzon. Jangan menjadi orang yang
- punya
- suuzzon. Artinya apa? Jangan ada di hati
- kita belum apa-apa udah
- kalau istilah gampangnya sudah negatif.
- Belum apa-apa sudah negatif. Iya. Jangan
- dulu. Nah, inilah. Nah, Rasul dengan
- ketajaman yang jauh ya mohon pertolongan
- Allah karena memang niatnya baik oleh
- Allah ya dibalasnya dengan keba
- kebaikan. Demikian dan memang meskipun
- belum Islam tapi ada orang-orang zaman
- dulu yang akhlaknya sudah baik juga
- maksudnya seperti safana ini. Nah,
- apakah safana itu akhirnya masuk Islam
- dan satu keluarga semua semuanya masuk
- Islam semuanya. Safanahnya, adiknya,
- istrinya semua adik-adiknya masuk Islam.
- Itu berkatnya apa? Berkat akhlakun nabi.
- Masyaallah. Dakwat dengan akhlak Ustaz
- ya. Baik. Kemudian ada pertanyaan,
- "Ustaz, kapan umat Islam akan jadi kuat
- dan kaya?" Heeh. Kok kayanya masih jauh,
- Ustaz? Cerita tadi apakah akan terulang,
- Pak Ustaz? Tidak menerima zakat lagi?
- Masyaallah.
- Saya yakin dengan firman Allah yang ada
- dalam surat Ala'raf yaitu walau anna
- ahlal qura amanu wattaqu. Kalau orang
- muslim hari ini meningkatkan keimanan
- dan
- ketakwaannya itu keberkahan tuh akan
- turun kembali.
- Jadi bukan hanya zaman dulu, di zaman
- ini pun terjadi bahkan beberapa sejarah
- menyampaikan atau menorehkan dalam
- sejarahnya itu
- Finlandia negara waktu itu dipimpin
- oleh kepemimpinan Turki Utsmani yang
- diterapkan hukum Islam itu tiga
- abad Finlandia dipimpin oleh syariat
- Islam itu berubah namanya menjadi nama
- Baldatul Jannah. Negeri surga. Kenapa,
- Pak Ustaz? Kenapa dikatakan negeri
- surga? Nah, Dr. Yusuf Qardawi dalam
- bukunya Hayatul Iman yang saya baca dan
- saya punya
- bukunya itu, beliau mengatakan, "Setiap
- bayi yang lahir di Finlandia waktu itu
- langsung dapat
- jatah dari pemerintah muslim."
- Sudah
- jatah gimana?
- Dapat kalau kita mah bukan jatah lah.
- Kalau orang kerja itu dapat apa namanya?
- Dapat bisyarah. Oh bayi sudah digaji
- gitu. Sudah digaji. Begitu lahir sudah
- dapat gaji. Bayangkan tuh.
- Kemudian semua keperluan umum bangsanya
- itu tidak ada yang bayar. Semuanya pre
- gratis semua. Hm. Rumah sakit gratis.
- Bayangkan tuh sekolah
- gratis. Kemudian apa?
- Kepentingan-kepentingan umum yang
- diperlukan itu enggak ada yang gratis
- semua. Apa ada negara di dunia hari ini
- seperti itu? Belum, Pak. Itulah sebutan
- yang
- menyebabkan negeri itu disebutkan
- baldatul jannah, negeri surga. Kata dia,
- semua keperluan rakyatnya tidak ada yang
- dibebani untuk membayar. Semua gratis.
- Kenapa? Karena negaranya subur makmur
- yang dipimpin oleh Islam pada zaman
- Turki Utsmaniyah. Tapi begitu negara itu
- dirampok, dirampas, dijajah oleh Uni
- Soviet, itu negeri itu menjadi negara
- yang kering, kerontang, miskin, dan
- tandus.
- Demikian.
- Padahal Indonesia katanya ee apa?
- Tetesan surga. Tapi belum merasakan
- seperti itu. Belum merasakan. Baru
- sebagian aja. He. Baik. Kemudian ada
- pertanyaan lagi. Ee asalamualaikum Pak
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee jadi walaupun bertemu
- musuh tapi kita tidak sedang perang
- Heeh. maka itu tidak boleh kita sakiti.
- Ya, Pak Ustaz. Hm. H. Gitu, Pak Ustaz.
- Ah, itu dakwah.
- Saya baca bagaimana Salahuddin
- al-Ayyubi waktu ketemu dengan raja-raja
- barat yang pada saat mereka siang hari
- bertemu muka adu pedang satu persatu.
- Begitu malam mereka istirahat kewanya
- masing-masing. Di waktu malam mereka
- silaturahim. Bayangkan coba siangnya
- perang, malamnya silaturahim. Malamnya
- silaturahim. Bahkan rajanya dari
- orang-orang Nasrani yang sakit itu
- ditengok itu oleh Salahuddin al-Ayyubi.
- Iya. Bahkan Salahuddin bawa dokternya
- khusus untuk mengobati Lion Harto
- padahal siangnya mereka tempur malamnya
- coba.
- Masyaallah, kayaknya belum pernah dalam
- sejarah seperti itu. Dan itu diakui oleh
- intel intelijensi dari negeri Arab apa
- dari negeri Barat. Bagaimana keagungan
- Salahuddin al-Ayyubi dalam mencitrakan
- atau dalam melaksanakan keagungan
- Islam? Ah, itulah demikian. Jadi, Islam
- itu tidak bengis, Pak Ustaz. Islam tidak
- bengis. Emangnya seperti orang yang
- mengatakan Islam katanya radikal. Itu
- mah yang radikal aja. Sesungguhnya Islam
- enggak ada radikal. Masyaallah. Islam
- itu kan Allah mengatakan wama arsalnaka
- illa rahmatanil alamin. Demikian semoga
- menginspirasi ya dan memberikan
- pencerahan untuk kita. Pak Ustaz sudah
- jam 10. Iya. Baik. Sebagai penutup ustaz
- kesimpulannya apa nih tentang kisah Adi
- bin Hatim? Baik. Para pendengar Radio
- Rasil yang dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala serta pemirsa TV Rasil.
- Ibrah yang bisa kita ambil dari
- perjalanan seorang sahabat Nabi yang
- bernama Adi bin Hatim.
- Pertama, jangan ada pada diri kita ini
- sesuatu yang menimbulkan
- kerugian. Contoh, ah orang ini mah
- kalaupun dia ngedekatin saya paling mau
- minjam kan gitu. Nanti kalau sudah
- minjam sudah dikasih pergi kan.
- Seolah-olah merugikan. Iya. Ah itu
- jangan. He. Nah, Adib bin Hatim enggak
- begitu. Terus yang kedua, kalau kita
- sudah meyakini kebenaran, enggak usah
- khawatir, enggak usah ragu. Yakini itu
- kalau itu memang satu kebenaran yang ada
- dasar hukumnya. Seperti Adi bin Hatim,
- Nabi mengatakan Islam tidak membolehkan.
- Benar, ya? Benar. Karena Nabi yang
- menyampaikan sudah dibuang dia. Nah,
- kita kadang kala kalau sudah hal-hal
- yang bertentangan dengan nafsu,
- berpikirnya panjang. Ya, entar dulu dah
- ditimbang-timbang. Oh,
- ditimbang-timbang. Nah, Rasul kan tahu
- Rasul itu memberikan sesuatu itu sesuai
- dengan kadar keimanannya. Nah, Adib bin
- Aim keimanannya bukan sembarangan. Dia
- kan mantan seorang Katolik, mantan
- seorang pendeta. Kalau dikatakan mantan
- karena memang sebelumnya ada
- pendeta. Pendeta, raja lagi, pemimpin
- umat. Jadi dia Nabi melihat ini
- karakternya sudah ada semuanya tinggal
- sekarang disempurnakan kekurangannya
- tinggal disempurnakan kemudian dia punya
- keyakinan kuat dikuatkan
- lagi. Makanya keimanan Adi bin Hatim
- masyaallah ya dan ini menular kepada
- sahabat-sahabat yang lain. Terus yang
- ketiga, beliau diberikan kelebihan oleh
- Allah karena hasil jerih amal beliau itu
- dinampakkan oleh Allah melewati janji
- rasul-Nya. Kamu akan menyaksikan nanti
- seorang perempuan sendirian jalan dari
- negeri Hiroh atau dari kota Khadisyah
- menuju Baitul Baitul Ka'bah atau
- Baitullah yang ada di Makkah. Itu kan
- perjalanan bukan 1 kilo, 2 kilo itu.
- Coba Ibu Ui, kira-kira berapa kilo tuh
- antara Madinah atau Makkah dengan Irak?
- Itu kan Irak kondisi ada di Irak jauh
- kan? Jauh sendirian lagi. Enggak ada
- yang awal perempuan lagi.
- Masyaallah. Itulah ya keyakinan yang
- Allah berikan kepada Adi dibuktikan.
- Maka beliau termasuk salah
- satu
- penyaksi apa yang disampaikan oleh Rasul
- tadi. Apa judulnya? Saksi sejarah. Saksi
- sejarah. Itulah adi bin Hib. Makanya
- kalau kita sudah meyakini satu kebenaran
- dengan dasarnya ada ayatnya, ada sabda
- Rasulullah, itu enggak usah khawatir.
- Pasti satu saat kita akan merasakan.
- tadi disinggung bagaimana
- Rasul masuk Islamnya Suraqoh bin Malik
- kan kata Nabi, "Nanti suatu saat kamu
- saya akan berikan mahkota
- kerajaan Parsi atau Romawi." Hah? Parsi
- Romawi kan pikirannya Parsi Romawi.
- Bayangkan itu waktu Nabi hijrah dari
- Makkah ke Madinah
- terjadi satu transaksi dengan orang yang
- bernama Suraqah. Kata Suroka dalam
- pikiran, di Makkah aja sudah
- diuber-uber. Ini kok bisa mau bisa
- menaklukkan itu kerajaan Pasir Romawi.
- Ternyata apa? Karena ini surat dibuat
- oleh Nabi, diberikan langsung kepada dia
- itu kan dikantongin sama dia tuh.
- Nah, dia menjabani Nabi sampai Nabi
- wafat tahu. Nah, di zaman Abu Bakar dia
- masih hidup itu. Nah, di zaman Umar,
- Umar mengumumkan kata Umar, "Siapa yang
- pernah dijanjikan
- Rasul dan belum terpenuhi datang sama
- saya." Tapi syaratnya ada. Apa? Harus
- bawa bukti. Kata
- dia. Ini diumumkan ke mana-mana didengar
- oleh orang. Ah, surah dengar. Aduh,
- harus ada bukti ya. Dia buka-buka
- ternyata itu suratnya kalau bahasa sunah
- nges lecek lecek sudah lecek udah
- belasan tahun bayangkan jadi kan
- suratnya dibuat dari kulit kulit ya e
- dilipat-lipat itu kata Suraqoh ya
- khalifah ini nih janji Rasul kepada saya
- yang belum begitu dibuka oleh
- Umar kamu
- akan memakai mahkota kerajaan Parsi
- waduh sudah dibaca seles saya sini ikut
- saya kata kata Umar dibawa ke Baitul
- Mal. Nah, begitu sampai di Baitul Mal
- itu Umar kan bawa tongkat tuh tongkat
- panjang oleh tongkatnya dikerokrok
- begini kecruk kecruk. Begitu
- dikerok-kerok ada yang bunyi kering.
- Nah, ini ni diangkat ternyata benar
- mahkota kerajaan. Kata Umar, "Tuh, tuh,
- tuh, tuh.
- Ambil diambil terus oleh Umar dipakai
- nih dipakai set."
- Dia kalau mungkin bahasa kita ngaca kali
- ya. Wih, hebat ya. Kata dia, kata Umar,
- "Sahabatku, tolong orang ini bawa
- keliling kota Madinah.
- Agak orang tahu menyaksikan." Diarak sa,
- diarak dia. Bayangkan ya, tukang
- gembala. Dia kan tukang gembala. bin
- Malik tiba-tiba hari itu jadi raja
- mendadak. Nah, itulah bagaimana
- kebesaran Allah terhadap janji kepada
- nabinya sehingga disaksikan oleh para
- sahabatnya. Demikian mudah-mudahan
- bermanfaat. Mikum wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah khairan kasiran
- bu ustaz atas e cerita yang sangat
- menarik, sangat banyak hikmah dari kisah
- Adi bin Hatim ini. Sang saksi sejarah.
- Bukan cuma saksi Pak Ustaz, pelaku
- sejarah juga ya Pak Ustaz ya. Karena
- ikut Bu jangan semoga kita semua yang
- mendengar cerita ini juga bisa menjadi
- saksi dan juga pelaku sejarah dalam
- dakwah Islam di zaman ini ya. Amin ya
- rabbal alamin. Baik, insyaallah kita
- jumpa lagi dengan Ustaz Komaruddin hari
- Senin pekan depan di jam yang sama dalam
- kajian sirah Sahabat. Dan terima kasih
- kebersamaan Ikhwan Akhwat di pagi hari
- ini. Ee kami yang bertugas undur diri
- saya Zulfikar, ada Nurfitri sebagai
- produser, ada Ondi, Fahri, dan Zen. Eh,
- undur diri. Mohon maaf apabila ada
- kesalahan dan kekurangan.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]