Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad waa ali
- sayidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala yang dapat meraih kami lewat radio
- dengan jaringan yang terdapat di
- Indonesia juga yang bisa diraih lewat ee
- YouTube eh Rasil TV juga lewat streaming
- di ww.radiosilaturahim.
- Semoga dalam keadaan sehat dan
- dilingkupi bersama orang-orang yang
- ikhwan dan akhwat cintai. Alhamdulillah
- kami saya Karolin di teman kru yang
- bertugas pada hari ini mendampingi guru
- kita Ustaz Ahmad Jazul Khalil dengan
- tema kita atau kajian kita seperti biasa
- setiap Sabtu pagi live tausiah pagi dan
- guru kita telah hadir di tengah-tengah
- kita. Mari kita sapa terlebih dahulu
- Ustaz Ahmad Jazuli Khalil.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat ya,
- Ustaz? Alhamdulillah. Alhamdulillahabbil
- alamin. Insyaallah, Iwan dan akhwat,
- tema yang akan dibahas oleh ustaz pada
- kali ini atau hari ini yaitu pembahasan
- surah Al-Waqiah 83 sampai 84. Tfadal
- Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfadilah hadrat sayyidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibni Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihi wa
- ashabihi wawajihi wriyatihi wa ahli
- baitihi waliikhwani minalbiya wal
- mursalinidinabi
- mujahid
- walyain
- muhain
- wa muslimin muslimat
- [Musik]
- Muhammadinallahu alaihi wasallam.
- Alfatihah.
- Auzubillahitirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
- na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Ihdinasiratal
- mustaqimathalladzina anamta alaihim
- ghairil magdubi alaihim
- waladin. Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wassalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Fainna
- asqal hadis kitabullah taala wahairol
- hadi hadi Muhammadin shallallahu alaihi
- wasallam. Mukdatha waulla mukdatin bidah
- waulla bidatin dolalah wa dolatin finar.
- Qallahu taala
- auzubillahiminasyaitanirjim falaula idza
- balagtil khulquum wa antum hinaidin
- tzurun waqala
- taala bahwa qilulil jannah q ya laita
- ylamun bima
- gofarbi wa'alani minal
- mukrom waqala rasulullah shallallahu
- alaihi wasallam
- wahair fainnal malaikah tuamu ala ma
- yaqu ahlul
- mayitqallah wasodq rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam para pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati
- Allah kembali kita panjatkan puji serta
- syukur ke hadat Allah Subhanahu wa taala
- yang senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam, nikmat sehat walafiat,
- nikmat panjang usia dalam taat, termasuk
- nikmat dipertemukannya kita pagi ini
- dalam ee rangka menjalankan salah satu
- perintahnya yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah pada pagi ini kita akan
- membahas ayat dan dan hadis Nabi yang
- menerangkan atau yang berhubungan dengan
- kematian yaitu surah ee Waqi'ah ayat
- 83 dan
- 84. Kemudian juga dalam surah Yasin
- 26-27 ya dan juga hadis Nabi sallallahu
- alaihi wasallam. Selawat dan salam
- semoga selalu tercurah atas Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarganya, para sahabatnya,
- para pengikut dan pengamal
- sunahnya. Para pendengar radi
- silaturahim ya rahmat
- Allah. Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam
- bersabda, idza jaatil maut lholibil ilmi
- wahua ala hadil halah mata wahua syahid.
- Ini hadis diriwayatkan oleh Albazar dari
- Abi Dzar juga dari sahabat Abi Hurairah
- radhiallahu anhu yang artinya kalau
- kematian datang kepada orang yang
- menuntut
- ilmu dan dia tetap dalam keadaan itu
- yakni masih menuntut ilmu, maka dia mati
- sebagai
- syahid. Ya, mati sebagai syahid. Ini
- luar biasa. Kayak kita nih namanya Olin
- kita ngaji rutin terus ya. Nah itu kalau
- kita meninggal walaupun kita meninggal
- di pembaringan meninggalnya maka kita
- termasuk orang yang mati syahid. Amin.
- Karena masih menuntut ee ilmu agama.
- Jadi begitu ee besarnya ya semacam apa
- ya sugesti dari Rasul kepada umatnya
- agar memperdalam agar menuntut ilmu
- sampai coba hadiah dari Allah itu sampai
- mati syahid. Saking penginnya berarti
- Allah itu ee umat manusia itu menjadi
- orang yang pintar ya. Orang yang pintar.
- Nah, yang menarik tapi yang menarik nih,
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- itu kan orang paling
- pintar, paling alim ya, makhluk yang
- luar biasa itu Nabi
- Muhammad. Saking pintarnya Nabi
- Muhammad, beliau ini mengerti betul apa
- yang diinginkan oleh
- Allah. Ya, apa yang diinginkan oleh
- Allah itu paham betul.
- Ee saya pernah contohkan
- begini. Dulu saya ingat mertua saya
- ngomong, "Ji katanya, ya namanya ngidam
- itu, yang namanya ngidam itu kan namanya
- enggak mengungkapkan ya, itu bukan orang
- yang minta beliin ini, beliin itu.
- Bohong itu. Itu bukan ngidam. Yang
- namanya ngidam seorang istri
- menginginkan sesuatu.
- Nah, si suaminya kemudian membawa
- sesuatu yang diinginkan oleh istrinya
- itu tanpa ee minta, tanpa bicara pada
- suaminya. Itu yang namanya ngidam. Kalau
- istrinya ngomong, "Pak, kayaknya enak
- banget nih kalau makan ini." Bukan
- ngidam, itu mah pintar-pintarnya
- perempuan aja, katanya gitu.
- Nah, ini maka si suami ini bagaimana
- bisa tak ee ngerti si istrinya pengin
- ini pengini itu kan sebuah sesuatu yang
- susah ya enggak gampang gitu. Itu Nabi
- Muhammad itu
- ngerti ya. Allah perintahkan salat. Coba
- perhatikan di dalam Al-Qur'an apakah ada
- penjelasannya orang kalau mau salat
- harus begini. Cuma ada kan? Basuh
- wajahmu, basuh tanganmu, usap kepalamu,
- basuh kakimu. Sementara yang
- lain-lainnya rinciannya ya tidak detail
- sekali, masih global. Lalu salatnya yang
- lima waktu ya, salat apa saja dan
- salatnya ini berapa rakaat kan enggak
- dijelaskan secara detail oleh Allah.
- Tapi Nabi Muhammad kok
- ngerti. Itu menunjukkan kan cerdasnya
- luar biasa. Nabi Muhammad. Nah, begitu
- juga dalam bab zakatnya, bab hajinya,
- bab puasanya. Maka kalau orang cukup
- katanya Al-Qur'an saja enggak perlu
- sunah, ah saya tuh enggak sependapat
- yang
- begitu ya. Ini cerdasnya Nabi. Ngerti
- bagaimana cara haji, cara umrah, puasa,
- demikian juga zakat. Padahal Allah hanya
- menyampaikan katakanlah gari besarnya
- secara global, secara rinci seperti yang
- dilakukan Rasul kan tidak. Itu artinya
- Nabi ngerti betul ya, cerdasnya luar
- biasa sehingga mengerti apa yang
- diinginkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Namun
- ya Allah subhanahu wa taala tidak pernah
- memuji Nabi karena kepandaian,
- kecerdasan, kepintarannya. Enggak ya.
- Enggak ada dalam Al-Qur'an bunyi wa
- innaka laa ilmin adzim. Engkau ini
- berada dalam ilmu yang luar biasa.
- Enggak ada. Yang dipuji oleh Allah
- subhanahu wa taala itu adalah akhlaknya.
- Jadi bukan ilmunya, tapi akhlaknya yang
- dipuji. Nah, sekarang kembali kepada ini
- kepada hadis yang di atas. Kalau
- kematian itu datang pada orang yang
- menuntut ilmu dan dia tetap seperti itu,
- maka dia mati syahid. Ya, dia mati
- syahid.
- Ee so ee ini apa namanya? di dalam kitab
- ee Iqna ya itu
- dikatakan pengarang kitab
- ini membagi ee mati syahid itu menjadi
- tiga ya. Jadi tiga kategori orang yang
- mati syahid. Yang pertama adalah orang
- yang mati syahid dunia akhirat.
- yaitu orang yang berperang melawan orang
- kafir ya dengan niat liilai
- kalimatillah ya li kalimatillah ini
- sudah luar biasa ini kalau sudah begini
- maka disebutlah matinya itu nanti
- sebagai mati syahid para sahabat
- bagaimana para gugur para ulama ya para
- pejuang-pejuang kita itu ee banyak ya
- yang mati syahid. Nah, ini karena
- niatnya adalah liillai
- kalimatillah ya untuk ee memperjuangkan
- agamanya
- Allah. Mati syahid. Orang semacam ini
- yang disebut mati syahid ini syahid
- dunia akhirat ya. Maksudnya dunianya
- bagaimana disebut syahid? Tidak
- dimandikan juga tidak dikafani.
- Dibungkus saja dengan apa? Ee dengan
- pakaian yang dia kenakan ketika
- meninggal. Nah, itu seperti itu karena
- nanti darahnya pun jadi saksi di depan
- Allah Subhanahu wa taala. Di akhiratnya
- dia akan dibebaskan dari azab kubur.
- Hmm. Jadi luar biasa. Makanya kaum
- muslimin ini sangat mendambakkan mati
- sebagai
- syahid. Ya, di zaman sahabat itu kalau
- musuhnya banyak kemungkinan apa itu?
- Kemungkinan syahidnya besar. Karena
- kemungkinan syahidnya besar,
- maka semangatnya itu untuk berperang
- lebih tinggi lagi karena udah udah udah
- dekat ini dengan surga kan begitu ya.
- Luar biasa mereka itu. Yang keduanya
- adalah syahid akhirat. Dunianya enggak
- eh syahid akhirat. Ee syahid dunia dulu.
- Syahid dunia akhiratnya enggak. yaitu
- orang yang berperang melawan orang kafir
- tapi bukan niat lii kalimatillah.
- Niatnya supaya dia dicatat dengan tinta
- emas. Masuk dalam kelompok nama-nama
- para pejuang. Lalu nanti matinya dikubur
- di makam pahlawan ya. Dan ini akan
- membuat bangga anak cucunya. Nah, ini
- namanya orang yang mati syahid dunia
- saja.
- di dunianya enggak dimandikan, enggak
- dikapan sama dengan orang mati akhirat,
- dunia akhirat ya. Tapi di akhirat enggak
- dapat nilai apa-apa
- dia.
- [Musik]
- Ah, wama lahu fil akhirati min khalaq.
- Enggak punya bagian apa-apa karena
- niatnya dia cuma dunia saja. Ya, tuh
- seperti itu ya. Sayang sekali
- sebenarnya ya. Banyak yang begini ya,
- niatnya enggak enggak bagus. Nah, yang
- ketiganya adalah orang yang syahid
- akhirat. Syahid akhirat itu ee tadi maaf
- saya dunia itu enggak dimandikan di
- kapan ini kenapa? Kan jelek ya.
- Masalahnya kalau bicara masalah niat itu
- masalah hati. Siapa sih yang tahu niat
- seseorang kalau dia ini perangnya
- niatnya supaya dianggap sebagai
- pahlawan? kan orang lain tidak ada yang
- tahu. Karena tidak tahu itulah makanya
- dia dipandang syahid di dunianya, enggak
- dimandikan, enggak dikapani. Nah,
- masalah akhirat itu adalah urusan dia
- dengan Allah Subhanahu wa taala. Yang
- tahu yang enggak bisa dibohongi adalah
- Allah. Maka nanti Allah yang
- menentukan. Yang ketiganya adalah syahid
- akhirat. Dunianya enggak. Nah, ini
- banyak. Satu di antaranya adalah orang
- yang mati saat dia menuntut ilmu. Masih
- menuntut ilmu. Karena itu jangan pernah
- berhenti ngaji, berhenti belajar terus
- saja ya belajar itu. Karena kalau kita
- masih belajar, seandainya mati, nah
- masuk kelompok yang ketiga ini. Luar
- biasa ya. akhirat dibebaskan dari azab
- kubur. Kalau sudah bebas dari azab
- kubur, sedangkan azab kubur itu
- merupakan penentu. Kalau dia baik di
- dalam kuburnya, ke sananya akan lebih
- baik lagi. Kalau di kuburnya dia itu
- menderita, ya tersiksa, di sana sesudah
- itu nanti akan jauh lebih mengerikan
- lagi. Nah, yang menentukan adalah
- bagaimana di masa di alam kuburnya
- ini. Ee itu yang menuntut ilmu. Ada lagi
- yaitu orang yang mati karena ee
- tenggelam seperti kasus tempoh hari
- karena tsunami ya. Orang yang mati
- teraniaya. Ee orang yang mati
- diasingkan, orang yang mati kebakaran,
- orang yang mati ketiban runtuhan ya ee
- dan lain sebagainya. Juga orang yang
- mati saat melahirkan.
- Seorang ibu mati saat melahirkan
- bayinya. Walaupun bayi yang dilahirkan
- itu dari hasil hubungan ee gelap. Ya,
- kenapa di sini ya?
- min ajli katabna ala bani israil annahu
- manqala nafsan bighir nafsin fasadin
- ardi
- fakaama jam waman ahyaha fakaama
- ahyanasa jamia. Jadi, barang siapa yang
- menghidupkan memberi ee membunuh ya satu
- jiwa bukan karena dia seorang pembunuh
- ya atau membuat kerusakan di muka bumi,
- seakan-akan dia sudah membunuh semua
- manusia. Karena calon anaknya, calon
- cucunya, canggawareng terus udeg-udeg
- siwur. Ya, itu mati semua karena
- dibunuhnya ini ya. Tapi barang siapa
- yang membiarkan seseorang hidup, memberi
- kesempatan hidup, seakan-akan dia sudah
- menghidupkan seluruh manusia. Nah,
- seorang wanita yang tadi melahirkan ini
- luar biasa karena dia ini telah
- menyelamatkan satu jiwa yang dimuliakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala yang suci.
- Sedangkan kehormatan seorang mukmin itu
- lebih agung daripada kehormatan Ka'bah.
- Ya. Kata Nabi, "Seandainya seseorang itu
- menghancurkan
- Ka'bah hingga berkeping-keping dan dia
- masih kurang puas lalu dibakarnya sampai
- menjadi abu, maka dosa orang itu tidak
- melebihi besarnya dosa orang yang
- merusak nama baik seorang
- muslim." Coba ya. Jadi nama baik seorang
- muslim itu lebih tinggi, lebih mulia,
- lebih agung
- daripada Baitullah. Padahal Abraha
- ketika mau menghancurkan Baitullah itu
- dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Ya. Nah, bagaimana kalau
- menghancurkan manusia? Lalu kenapa tidak
- dihancurkan?
- Ya, kalau memang lebih mulia manusia ya,
- doanya Nabi minta kepada Allah manakala
- umatnya berbuat salah itu jangan dihukum
- dibinasakan seperti umat-umat
- sebelumnya. Minta diberi kesempatan
- kepada mereka untuk
- bertobat. Ya, untuk bertobat. Ini luar
- biasanya Rasulullah kayak begitu.
- Nah, ini ee dulu Nabi sallallahu alaihi
- wasallam pernah didatangi seorang
- wanita ngadu Rasulullah, saya datang
- menghadapmu mau minta
- dihukum. Saya enggak mau dihukum di
- akhirat. Saya minta dihukum saja di
- dunia. Tuh, kenapa memangnya kamu itu
- saya sudah berzina, Rasulullah?
- Ya. Nah, karena itu tegakkanlah hukum
- pada saya. Saya enggak mau dihukum di
- akhirat. Ini kan orangorang orang tobat
- nih. Jelas ya kan menyesal. Orang tobat
- yang begini karena mengakui kesalahan
- gitu
- tuh. Hm. Ini kalau koruptor begini semua
- ya aduh aman banget negara.
- Nah, akhirnya kata Rasulullah, "Pergi
- kamu ya, pergi. Pergilah si wanita
- itu. Besoknya datang lagi wanita ini.
- Begitu lagi minta dihukum oleh
- Rasulullah. Oleh Rasulullah suluh pulang
- lagi. Baru hari ketiganya datang ya. Ah,
- ditanya oleh Rasulullah." Nah, ini ee
- peristiwa ini kemudian ditafsiri,
- dijelaskan ya, ditanggapi oleh para
- ulama. Di antaranya ada ee ulama itu
- berpendapat begini ya. Kenapa Rasulullah
- menyuruh orang
- pergi? Maksudnya tuh wanita tuh enggak
- perlu minta
- dihukum. Enggak perlu minta dihukum.
- Karena dia sudah jelas menyesal. Itu di
- yang penting menyesal. dihukum juga
- kalau kalau enggak ada penyesalan di
- dalam hatinya kan enggak ada
- gunanya gitu. Ini yang penting itu
- adalah penyesalan. Ketika ada penyesalan
- dia tidak akan melakukan perbuatan
- lagi. Nah, itulah tobat yang sebenarnya.
- Attabah annadam gitu. An-nadam ee
- taubah. Nah, penyesalan itu adalah tobat
- yang sebenarnya
- gitu. Jadi sudah tinggal bertobat saja.
- Nah, jadi enggak perlu minta ya pencuri,
- enggak perlu nyodorin tangannya minta
- dipotong, tobat kepada Allah. Itu begitu
- ya. Ah, tapi karena orang ini datang
- ketiga kalinya, lalu Rasulullah
- tanya, "Mungkin kamu itu cuma
- bercumbu." "Mong, saya hamil katanya
- Rasulullah." "Ya, masa cuma bercumbu
- hamil." "Oh, jadi kamu sekarang dalam
- keadaan hamil." Benar Rasulullah, kalau
- gitu rawat dulu kandunganmu. Pada itu
- kan dari Rasulullah tahu kalau orang ini
- mengatakan berzina berarti perbuatan
- haram. Bayi itu dari perbuatan haram.
- Tapi kata Rasulullah, rawat dulu
- kandunganmu. Dulu dirawat. Nanti kalau
- sudah melahirkan, kamu boleh ke sini.
- Ya, pulanglah si wanita. dirawatnya itu
- bayi yang dari hasil jinai itu tuh
- dengan merawat ini diharapkan nanti akan
- menghapuskan dosa ee dari perbuatan
- zinanya gitu lah. Ini orang udahlah
- berzinanya dosa ditambah lagi kemudian
- bayinya digugurkan. Ya Allah itu kan
- sadis sekali. Kalau zaman jahiliah
- dibiarkan orang lahir dulu baru dibunuh.
- Ya, ini belum sempat lahir sudah di apa
- namanya? Gerus dulu di dalam. Ya Allah,
- sadis benar ya. Padahal ini jiwa yang
- sangat diagungkan, dimuliakan oleh
- Allah. Nah, begitu sudah lahir, wanita
- itu datang lagi menghadap Rasulullah.
- Ah, kata Rasul, Rasulullah, sudah lahir
- bayi saya, saya siap menerima apa
- namanya hukuman. Kata Rasulullah, susuin
- dulu bayimu 2 tahun. Nanti kalau sudah 2
- tahun kau baru ke sini. Tuh, jadi suruh
- dirawat dulu itu bayi yang suci walaupun
- itu dari hasil hubungan zina. Maka
- seorang wanita yang wafat, yang
- meninggal saat melahirkan itu adalah
- syahid dari kacamata agama. sangat
- beruntung. Ee saya pernah baca ini novel
- dulu ya. Baca novel itu seorang suami
- ini seorang panaknya suami ya ayah
- membenci anaknya. Membenci anaknya
- karena istrinya itu meninggal saat
- melahirkan anak itu. Jadi yang ee
- gara-gara bayi inilah istri tercintanya
- meninggal.
- Ya namanya orang agamanya enggak ada ya
- begitu
- ya. Baik jemaah rahimakumullah. Itulah
- orang-orang yang di ee anggap sebagai
- orang yang mati syahid akhirat. Ya,
- termasuk orang mati akhirat itu adalah
- orang yang demen pada orang lain. Ya,
- cuma dia pendam gitu sendiri ya. Ya,
- sampai dia ini mati menahan rindu.
- Tetapi dengan syarat bahwa seandainya
- orang ini bertemu, dipertemukan dengan
- orang yang dirindukan yang dicintainya
- di satu tempat yang sepi, dia tidak akan
- melakukan perbuatan macam-macam. Menjaga
- kehormatan dirinya juga kehormatan orang
- yang di apa namanya? dicintainya. Kalau
- umpamanya berada tempat yang sepi,
- berdua dia berbuat maksiat, nah orang
- yang e semacam itu menahan dendam rindu
- ini enggak masuk dalam kategori orang
- yang mati syahid akhirat. Ya. Kemudian
- dalam hadis lain, jamaah rahimahullah,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Hadrtumul
- hadartum mautakum." Kalau kamu
- menghadiri orang yang mati di antara
- kamu, ya mati di antara kamu berarti
- orang orang-orang muslim. Faagmidul
- bashar, pejamkan oleh kamu matanya. Ya,
- fainnal bashar
- yatbauruh. Karena bashar itu akan
- mengikuti ruh. Begitu dicabut nyawa, si
- mata kita ini ngelihat ya, ngelihatin
- rohnya keluar.
- Nah, selanjutnya kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Wa khairon,
- ucapkan oleh kamu yang baik." Maksudnya
- doakan untuk mayit. Umpamanya binahwi
- magfiratin walil musobi jabril musibah.
- Ya, doakan supaya diampuni si mayit ini.
- Nah, ketika memajamkan mata kita baca
- bismillah wa ala millati
- rasulillah. Insyaallah nantinya merem.
- Nah, eh fainnal malaikatu amin ma
- yaakulu ahlul mayit. Karena malaikat itu
- nanti akan mengaminkan apa yang
- diucapkan oleh ahlul mayit. Ketika kita
- mengukan, "Ya Allah, ampuni dosa si
- fulan, rahmati dia." Itu malaikat
- mengaminkan. Dari hadis ini yang menarik
- di sini
- ee Rasulullah mengatakan bahwa basar
- manusia itu akan melihat ya melihat ruh.
- Padahal roh
- itu adalah sesuatu yang sangat halus
- yang orang tidak bisa melihatnya.
- Saya pernah baca dalam satu buku di
- Amerika itu ada satu komunitas ya,
- sebuah badan mendirikan sebuah badan di
- mana di situ terdiri dari orang-orang
- kaya yang sudah lanjut
- usia. Nah, kemudian mereka ini berusaha
- bagaimana caranya supaya mereka bisa
- hidup lama kalau perlu selama-lamanya
- hidup ya. Mereka sudah bisa bikin
- manusia itu memang enggak bisa bikin ruh
- lah. Sekarang bagaimana caranya membuat
- roh supaya orang kalau sudah mati pengin
- hidup lagi, keluarganya bisa dihidupkan
- lagi, tinggal masukkan rohnya.
- Akhirnya
- kemudian ee dibuatlah satu apa
- eksperimen.
- Dimasukkan satu calon mayit ini yang
- sudah ditetapkan oleh sudah diponis oleh
- dokter umurnya hanya tinggal sekian hari
- atau tinggal sekian jam. Dimasukkan ke
- dalam tabung kaca yang rapat sedikit pun
- tidak ada udara yang masuk.
- Lalu di setiap sudut dipasang kamera
- super
- canggih untuk mengetahui apa yang bisa
- ditangkap oleh
- kameranya. Nah, enggak lama kemudian
- begitu si calon mayit ini dimasukkan
- lalu ditutup dengan rapat, tiba-tiba
- kaca itu pecah. Begitu kaca itu pecah,
- buru-buru dibuka. Dibuka, dipegang
- mayitnya sudah mati. Ya, seorang itu
- sudah mati. Lalu bagaimana hasil
- jepretan kameranya ini? Ternyata tidak
- didapatkan
- apa-apa. Dipercanggih lagi kameranya.
- Ya, begitu lagi eksperimen lagi ya. Nah,
- itu hanya terlihat sedikit bayangan
- putih sangat putih kayak semacam asap
- gitu. Ditingkatkan lagi begitu lagi
- tingkatkan tetap aja enggak bisa.
- Itulah halusnya Allah dalam Al-Qur'an
- berfirman,
- "Wasalunairuh." Mereka akan bertanya
- kepadamu Muhammad tentang ruh. Quliruh
- min amribi. Ruh itu urusan Allah.
- Minalmi illa qol. Ya, kamu itu enggak
- diberi pengetahuan tentang roh kecuali
- sedikit. Sedikit pun bukan tentang
- hakikat roh, tapi gejala roh. Itu yang
- disebut dengan ilmu jiwa. Kan
- mempelajari gejala-gejalanya ya. Jadi
- bukan mempelajari rohnya lah. Sekarang
- orang mau bikin ruh ya. Nah sekarang
- jadi enggak bisa dilihat oleh kamera
- super canggih saja enggak bisa dilihat
- bagaimana orang ketika dicabut nyawanya,
- ruhnya dicabut lah itu kok mata bisa
- melihat. Nah ini mata bisa melihat.
- Perlu para pendengar ketahui
- bahwasanya alam yang kita tempati ini
- namanya alam disebut dengan alam
- syahadah atau alam malakin ya. Alam
- malak. Di balik alam ini nanti ada lagi
- namanya alam
- malakut ya. Itu seperti kuburan gitu,
- surga, neraka dan sebagainya.
- Nah,
- selanjutnya kita ini mempunyai dua mata.
- Satu bashar, yang kedua
- basirah. Basar ini adalah penglihatan
- kita. Demikian juga dengan basirah. Cuma
- bedanya kalau bashar penglihatan zahir,
- basirah adalah kita sering menyebut
- dengan mata hati.
- Nah, bashar ini hanya bisa melihat alam
- saadah, alam yang kasat mata yang kita
- tinggali ini. Itu pun ada syaratnya,
- yaitu dua. Satu, antara basor dengan
- objeknya tidak terhal, tidak terhalang,
- tidak ada hijab. Tidak ada hijab. Kalau
- sekarang kita tidak melihat mobil di
- depan karena terhalang oleh dinding,
- inilah dinding itu hijab. Ya. Yang
- keduanya syaratnya tidak terlalu jauh.
- Lah kalau jauh ya enggak kelihatan.
- Itulah basar kita. Dan sekali lagi perlu
- diketahui bahwa basar kita ini tidak
- bisa melihat alam
- malakut gitu. Hanya alam syahadah aja.
- Artinya mata kita ini enggak mungkin
- bisa melihat apa yang ee melihat alam
- kubur. Hmm. Makanya kalau ada orang
- mengatakan kalau memang benar di dalam
- kubur ada is ayo kita gali ya kita lihat
- bagaimana tuh mayit. Nah, nah ini orang
- enggak ngerti. Enggak usah ditimpalin
- orang yang begini susah ya karena enggak
- ngerti
- masalahnya. Nah, yang keduanya adalah
- basirah. Basirah ini bisa melihat
- alamak. Syaratnya cuma satu, tidak ada
- hijab.
- Ya, kalau masalah ini masalah jauh atau
- dekat itu enggak berpengaruh. Enggak
- usah ke situ, Pak. Sekarang ini aja hati
- kita aja ya, pikiran kita saja. Kalau
- saya menyebutkan kata Masjidil Haram
- dengan kata apa namanya? Masjid
- Istiqlal. Maka masuknya gambaran ya
- Masjid Istiqlal ke dalam khayalan kita,
- dengan masuknya gambaran Masjidil Haram
- ya ke dalam khayalan kita, kecepatan itu
- sama. Enggak kalau kalau istiqlal
- langsung begitu orang nyebut istiqlal
- langsung masuk tuh gambaran apa namanya
- ee Masjidil Haram eh Masjidil Istiql.
- Tapi kalau Masjidil Haram setengah jam
- baru masuk. Kenapa? Wong jaraknya ke
- Istiqlal cuma 15 kilo ya, sementara ke
- Makkah 8.000 8 kilo umpamanya kan enggak
- seperti itu. Itu artinya bahwa hati kita
- ini tidak berhubungan dengan jarak ya.
- Jadi tidak ada jauh, tidak ada dekat
- dengan sendirinya tidak ada cepat, tidak
- ada lama. Ini untuk makhluk begini. Dan
- itu ada yang menciptakan. Yang
- menciptakan itu adalah Allah. Karena itu
- Allah itu tidak berkaitan dengan waktu
- ya. Bagi Allah enggak ada, enggak ada
- jauh, enggak ada dekat, enggak ada
- susah, enggak ada gampang. Ya, ya sama
- saja bagi Allah ya karena enggak
- berkaitan dengan jarak, enggak berkaitan
- dengan waktu. Wong buat malaikat aja
- begitu apalagi ini dengan Allah
- Subhanahu wa taala ya. Nah, ini akidah
- nantinya ya. kita kalau ngaji tauhid,
- makanya ada dikatakan bahwa ee Allah itu
- enggak di atas, enggak di bawah, enggak
- di kanan, enggak di enggak di kiri,
- enggak di depan, enggak di belakang. Ya,
- itu ee tauhid ya. Nah, kemudian jadi
- cuma satu ya ee hijabnya itu apa?
- Hijabnya itu yang menyebabkan basirah
- kita ini tidak bisa melihat alam
- malakut. Sementara Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam suatu hari
- beliau ini berjalan lewat kabir bersama
- sahabat. Lalu Rasul mematahkan pelepah
- kurma di belah dua. Ditancapkan ke
- kubur. Ada apa Rasulullah? Kata sahabat,
- "Saya lihat ada dua orang yang sedang
- diazab di dalam kubur. Bukan karena dosa
- besar. Satu, karena orang ini kalau
- pipis enggak cebok." Oh, begitu. Yang
- keduanya karena suka ngadu domba ya,
- namimah. Ee nah karena itulah lalu ini
- apa? Ee lalu kata beliau, "Saya berharap
- selama pelepah kurma itu masih basah,
- ini akan meringankan azabnya.
- Nah, dari kasus ini kita bisa memahami
- pertama bagaimana Rasul ee Rasulullah
- tuh tahu apa yang dialami oleh orang di
- alam
- kubur. Ya, apa yang ya ee Rasulullah
- bisa melihat itu dengan apanya Rasul
- melihat? Bukan dengan basharnya, tapi
- basirahnya yang
- melihat. Basirahnya yang melihat. Ya.
- Lalu kenapa sahabat itu kok enggak
- melihat? Karena antara basirah Nabi
- dengan basirah ee dan basirah sahabat
- ini dengan objeknya itu dengan alam
- kubur tadi. Kalau Nabi enggak ada
- hijabnya, kalau sahabat itu ada
- hijabnya. Apa hijabnya itu? Hijabnya itu
- banyak. Salah satunya adalah dosa. Jadi
- selama kita ini masih punya dosa, kita
- enggak akan bisa melihat alam malakut.
- Enggak. enggak akan bisa ya. Nah, kalau
- ada orang yang bisa begitu bagaimana ya?
- Ya, mungkin mungkin bahkan Nabi itu
- bukan cuma tahu itu apa yang akan
- terjadi di kemudian hari itu kan sudah
- dijelaskan oleh Nabi. Itu karena luar
- biasanya ya ilmunya Rasulullah. Hmm. Itu
- karena luar
- biasanya. Ah. Nah, ini kebersihan
- hatinya Rasulullah itu seperti itu. Ini
- ini adalah ee hijabnya. Nah, karena
- bersihnya itulah maka Rasulullah bisa
- melihat apakah kita mungkin bisa begitu.
- Iya, bisa. Kita juga bisa asalkan hati
- kita juga bersih. Kalau enggak bersih ya
- enggak bisa ya. Dan banyak di antara apa
- namanya sahabat-sahabat yang begitu para
- alim ulama sufiatil muhaqqikin ya yang
- semacam itu. Nah, dan itu fakta.
- Nah, itu yang pertama adalah hijabnya
- merupakan dosa. Makanya kita
- diperintahkan oleh Allah agar ee apa
- namanya? Kalau yang berdosa supaya
- bertobat. Begitu juga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Nah, yang
- kedua. Yang kedua yang merupakan hijab
- itu adalah ee hubbud dunya, keterikatan,
- keterkaitan hati ini kepada kesenangan
- dunia. Nah. Nah, kalau dalam agama
- disebutkan dunia itu adalah tiga intinya
- buat laki-laki yaitu wanita, tahta, dan
- harta. Ya, ini terpikat dengan yang tiga
- ini. Maka ee menjadi hijab dia itu
- begitu ya. Kalau perempuan tinggal
- dibalik aja ya, tinggal dibalik.
- Maka sekali lagi saya katakan, umat
- Islam itu bukan enggak boleh
- kaya, bukan enggak boleh punya ee tinggi
- jabatannya, boleh kalau perlu jadi
- presiden semua orang Islam ya. Ah, boleh
- jadi apapun gitu. Ah, mau jabatan mau
- jadi presiden, mau jadi jenderal, mau
- jadi apapun silakan. Demikian juga kita
- menyukai wanita, menyukai harta, menjadi
- orang paling kaya, silakan. Tapi jangan
- cinta kepada itu. Sebab cinta itu akan
- membuat mata buta, telinganya
- budeg. Ya coba ajalah orang kalau lagi
- demen seseorang susah udah
- dinasehatin. Iya. Susah dinasehhatin ya.
- Nah, nih Ibnu misalkan ini tapi
- amit-amit ya mudah-mudahan jangan gitu
- ya. Ni aja ustaz. Hah? Pajar aja udah ya
- deman sama seseorang gitu. Padahal sudah
- punya istri dibilangin siapapun juga
- enggak bakalan dengar karena kupingnya
- sudah deg. Saya punya jemah pintar
- banget jawabnya ya kan nikah
- lagi. Nah, akhirnya anaknya minta kepada
- saya, "Cobalah katanya barang mohon maaf
- ustaz barangkali kalau ustaz yang
- ngomong. Nah, saya kan tidak punya hak
- melarang orang mau nikah lagi mau enggak
- itu urusannya. Cuma saya paling kalau
- punya istri dua harus begini gitu ya."
- Lalu saya tanya, saya dengar-dengar
- katanya ee punya balai baru ini.
- Gitu ya. Akhirnya dia ngomong, "Pak
- Ustaz, katanya saya itu bukan pengin
- nikah lagi
- sebenarnya. Ini orang ini pengin apa
- namanya bisa ibadah ya. Lalu dia minta
- dibimbing oleh saya katanya Pak Ustaz
- minta dibimbing. Apa salah katanya Pak
- Ustaz kalau saya ngebimbing dia? Oh ya
- enggak kata saya enggak salah. Bagus itu
- ngebimbing orang ibadah gitu. Itu bagus
- sekali. Nah itu orang enggak pada ngerti
- tuh di sini Pak Ustaz katanya gitu.
- Padahal saya itu niatnya juga ngebimbing
- dia seperti dia mintanya begitu. Iya.
- Paling orang begini kata saya, "Pak, apa
- ngebimbing itu harus dikawin orangnya?"
- gitu kan. Kan enggak dinikahin juga bisa
- aja dibimbing gitu ya. Ya ada aja
- alasannya. Namanya tadi itu orang kalau
- sudah demen ya matanya buta, kupingnya
- gudang. Biar jelek juga kelihatannya
- srikandi aja. Namanya juga orang deman.
- Iya.
- Nah, ini dan juga orang kalau cinta
- nanti akan menderita saat berpisah
- dengan yang dicintainya. Itu saja
- sebenarnya agama itu tidak mau kita ini
- kesulitan menderita. Ya, kalau kita ini
- hati kita terpikat pada istri, pada
- kekayaan atau jabatan, seketika mau bisa
- ya. Nah, itu sudah menderita. Banyaklah
- orang begitu pensiun stroke ya kan. H
- rupanya enggak siap banget tuh bisa
- dengan itunya ah dengan jabatannya. Ya
- Allah orang Islam itu ketika kita mau
- pensiun kita sudah siap pensiun dari
- sini kita sudah ada yang lainnya
- persiapan. Makanya kemarin ini saya lagi
- ngaji di Cirangkap. Doainlah saya
- katanya ya. Sebab ada yang dia ada apa
- namanya ee pensiunan
- Kopasus, pensiunan guru, pensiunan ini.
- Saya bilang begini, "Doain Pak, saya
- jangan sampai pensiun." Kata saya gitu
- kan. Oh, iya Pak Ustaz katanya. Waduh,
- jelek banget kalau Pak Ustaz pensiun
- dari jadi ustaznya. Nah, gitu kan jelek.
- Nah, ya kiai kan enggak ada yang pensiun
- kan. Iya lah. Kalau pensiun jadi kiai
- kan
- kayaknya mantan kiai kan jelek banget.
- Kalau mantan preman kan bagus ya. Ya.
- Nah ini bekas kiai ini katanya dulunya
- kan jelek
- sekali. Ya
- Allah. Nah itulah apa namanya kembali
- keterpikatan. Nah sekarang kenapa tadi
- kan kita bisa melihat roh ya gitu
- dicabut tuh mata melihat gitu.
- Coba kalau umpamanya saya bikin-bikin
- analogi dulu ya biar mudah dipahami ya.
- Ee kalau kita ini berada lagi tenggelam
- di tengah lautan, tiba-tiba ada tim
- besar yang mau menolong tapi tidak bisa
- membawanya karena dengan ditambah satu
- beban lagi akan bahaya semuanya. Ah, ada
- orang memberikan pilihan satu dari dua.
- Ah, nih mau mau ban mobil mau milih duit
- 10 miliar tuh. Maka saya yakin siapapun
- juga
- orangnya tidak akan ada yang milih duit
- ee 10 miliar. Kan saat itu dia hanya
- lebih membutuhkan kepada apa namanya ini
- kepada ban. Karena keselamatan itu yang
- dipikirkan oleh dia. Padahal seumur
- hidup jangankan punya duit 10 miliar,
- ngimpinya aja enggak
- bisa ya. Ngimpinya aja enggak bisa.
- Sekarang ditawari 10 miliar enggak mau
- milihnya. Ah, mobil.
- Kenapa? Itu saat orang dalam keadaan apa
- namanya? Ee di situ dipertaruhkan hidup
- atau mati. lupa sudah enggak tertarik
- kepada
- harta. Kalau kita dalam ketinggian 3.000
- kaki berangkat umrah tiba-tiba kapal
- oleng begini, saya yakin tidak ada yang
- akan memanggil-manggil anaknya, istrinya
- ya. Aduh, duit saya yang di anu nanti
- bagaimana ya, anak saya istin enggak ada
- yang begitu. Saat itu yang keluar dari
- mulutnya adalah Allahu Akbar,
- lailahaillallah, astagfirullah. Udah
- zikir. Jadi saat itu yang diingat cuma
- Allah. Bagaimana pertanggungjawaban kita
- kepada Allah? Lupa sudah sama
- keluarganya, lupa sama hartanya, enggak
- ingat sama sekali. Itu hilang artinya
- tuh
- keterpikatan. Nah, hilang keterpikatan.
- Kalau ini keterpikatan hilang nih orang
- bisa nanti bisa melihat alam
- malakut. L yakhruja kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam layakruja ahadukum minad dunya.
- Seorang tidak akan keluar dari
- dunia ya tidak akan keluar dari dunia.
- Hatta yaro aina
- masirah. Nah, hatta ya'lama aina
- masirah. Sampai dia
- mengetahui ke mana dia akan
- kembali. Wahatta yaro maqadahu minal
- jannah
- ainar. Dan sampai dia sehingga dia
- menget melihat atau
- mengetahui tempatnya di surga atau
- neraka. Oh, bisa melihat surga neraka.
- itu bisa melihat surga dan neraka orang
- ini padahal belum mati. Dan ini di dalam
- surat ee tadi
- alwaqihalah walaula id balagtil khulum
- wahinaidurun.
- Ketika roh itu sampai ke
- tenggorokan, maka kalian semua akan
- melihat apa yang dilihat. Memang ee ada
- beragam ya ee ada beberapa
- penafsiran. Salah satunya orang
- menafsirkan saat itu kita akan melihat
- itu akan
- melihat tempat yang akan kita eh tempat
- kembali kita atau tempat yang akan kita
- tinggali. surga atau neraka. Karena itu
- ada orang yang mati, matanya mendelik,
- ketakutan. Ada juga yang dengan
- tersenyum tergantung kepada yang dilihat
- diperlihatkan kepadanya. Ya, ini salah
- satu penafsiran bukan satu-satunya
- penafsiran. Sebab sahabat Ibnu Abbas
- mengatakan begini. Jika ada orang yang
- mengatakan ya ee inilah ee tafsir
- Al-Qur'an, tafsirnya ayat ini adalah
- begini. Itu namanya terlalu
- sederhana. Tersederhana kenapa kita ini
- kok tahu betul ya maksud daripada ayat
- Al-Qur'an. Maka katakan kata Ibnu Mas'ud
- ini adalah salah satu dari penafsiran
- ayat ini. Jangan satu-satunya tafsir
- ayat ini begini, tapi itu salah satunya.
- sehingga demikian mungkin ada
- penafsiran-penafsiran lain dan itu
- adalah ee sah-sah saja sepanjang bisa
- dipertanggungjawabkan. Dan ini adalah
- salah satu
- penafsirannya bahwa yang dimaksud
- melihat di sini adalah melihat aina
- masirohu ya
- watta yararo ma'adahu minal jannah ainar
- gitu. Nah, kenapa sekarang bisa melihat
- seperti itu? Karena saat roh kita itu
- sampai ke tenggorokan, saat itu hijabnya
- hilang. Hijabnya
- hilang ya. Sehingga kita bisa
- melihatnya. Apa hijabnya?
- Keterpikatan. Keterpikatan. Kecintaan
- kepada dunia ini. Gitu. Maka seringkiali
- saya katakan silakan jadi orang kaya
- tapi jangan cinta kekayaan. Silakan
- punya jabatan yang tinggi, tapi jangan
- cinta. Sebab kalau cinta saat mau
- pensiun nantinya udah udah kebingungan
- luar biasa. Saat kemudian ee menjadi
- orang miskin ya biasa-biasa aja ya,
- enggak menderita, enggak apa. Dan ini
- yang diinginkan oleh agama. Nah, inilah
- e makna daripada idza hadortum mautakum
- faagmidul bashar fainnal bas
- yatmauh. Ya, kalau kamu menghadiri orang
- yang mati di antara kamu, pejamkan
- matanya. Karena orang yang mati itu
- matanya melek. Kenapa melek? Fainnal
- bashar yatbaur ruh. Karena bashar kita
- ini mengikuti ruh. Padahal roh itu
- adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat
- oleh mata. Tapi kenapa saat itu melihat?
- Itu ketika apa namanya? Ee hati kita
- sudah tidak terpikat lagi kepada selain
- Allah Subhanahu wa taala. Ahah. Inilah
- para pendengar silaturahim yang
- dirahmati Allah mengenai makna kedua
- ayat di sana. Mudah-mudahan Allah
- subhanahu wa taala menjadikan ilmu yang
- kita pelajari bersama ini menjadi ilmu
- yang bermanfaat dunia dan akhirat kita.
- Amin. Wallahuam.
- [Musik]
- Rabbanaarna
- [Musik]
- biannanafna wa annana
- asrofna aladha
- asrofna fatub alaina
- taubah tagsilhu kulla
- haubah
- wasurlanal urat
- [Musik]
- rabi wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah jiratinbah
- Aj
- amabbi
- asma wajudan
- manna la
- biktisabin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suli. Sha wasallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbihi
- [Musik]
- adadatashbi
- walhamdulil ilahi fil badii wat
- tanahi. Ya Allah kami mengaku bahwa kami
- berdosa. Kami melampaui batas. kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara-saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat, serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir. Ikhwan yang
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Setelah tadi kita ikuti pemaparan
- Ustaz Ahmad Zauli Kholil. Namun sebelum
- kami lanjutkan ke kajian berikutnya
- yaitu sesi tanya dan jawab, saya akan
- sampaikan berita duka yang datang dari
- ee keluarga besar pimpinan Rasil yaitu
- Bapak Farid Thalib bersama istri Ibu
- Wahyuni innillahi wa inna ilaihi rojiun.
- telah berpulang ke rahmatullah, saudara,
- abang. Kemudian paman kita almarhum
- Syarifuddin Abdullah Risyad. Beliau
- merupakan adik dari istri Bapak Farid
- yaitu Ibu Wahyuni. Kemarin Jumat sore
- pukul
- 18.51 di RSPI. Semoga amal ibadahnya
- diterima Allah subhanahu wa taala dan
- almarhum mendapat jannah. Insyaallah.
- Rumah duka di kediaman Bapak Fari Talib
- dan insyaallah akan dimakamkan bakda
- zuhur yaitu hari ini hari Sabtu 17
- Februari di pemakaman Pondok Rangon yang
- berdukacita Ibu Wahyuni dan Bapak Farid
- Talib. Ikhwan dan akhwat, setelah ini
- kami buka kesempatan untuk menyampaikan
- tanya di nomor seperti biasa untuk SMS
- dan WhatsApp. Nomor yang sama
- 0811999720 atau silakan hubungi telepon
- di 0218451512.
- Insyaallah kami kembali setelah jeda
- nasyid berikut
- [Musik]
- ini. Dalam kehidupan manusia, ilmu
- adalah salah satu hal yang sangat
- penting dan hal tersebut bukan lagi
- merupakan suatu
- [Musik]
- rahasia. Sebagaimana yang dikatakan Ali
- bin Abi Thalib bahwa seseorang yang
- memiliki cukup ilmu akan merasa
- dimuliakan.
- Sementara mereka yang tidak memiliki
- ilmu dan tidak mengetahui apapun akan
- merasa tercela dan hal tersebut akan
- membuat seseorang merasa
- bodoh. Menurut istilah ilmu atau yang
- lebih utama di sini adalah ilmu syari.
- Ilmu syari adalah ilmu tentang
- penjelasan-penjelasan dan petunjuk yang
- Allah Subhanahu wa taala turunkan kepada
- rasul-Nya. atau dengan kata lain ilmu
- yang menyangkut Al-Qur'an dan
- hadis. Meskipun demikian, tidak berarti
- bahwa ilmu yang lain tidaklah penting
- atau tidak dianggap dalam
- Islam. Ilmu-ilmu yang ada dalam
- kehidupan manusia juga dapat dikatakan
- bermanfaat apabila ilmu tersebut
- menuntun manusia untuk lebih taat dan
- beriman kepada Allah subhanahu wa taala.
- Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu,
- sesungguhnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa
- menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka
- Allah akan memudahkan baginya jalan ke
- surga." Hadis riwayat Muslim.
- [Musik]
- [Musik]
- e jaringan Rasil TV yang bisa diraih
- lewat YouTube. Yang dirahmati Allah,
- kami masuk ke tanya dan jawab dan saya
- akan awali lewat WhatsApp. Ini hamba
- Allah di Jakarta masuk ya ee
- pertanyaannya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana caranya
- membedakan antara orang yang basirahnya
- tajam dengan orang yang di dalam
- tubuhnya ada jin yang kadang bisa
- melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat
- oleh orang awam? Ya, Ustaz. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ee orang
- [Musik]
- yang apa namanya? Yang basirahnya sudah
- tajam, artinya tidak ada
- hijab. Itu enggak
- suka apa?
- Demonstrasi. Enggak. Enggak suka
- demonstrasi. Iya. Enggak.
- Ah, sementara tadi yang kedua ini
- seringki demonstrasi, pamer,
- diperlihatkan kalau dirinya punya
- kelebihan. Kalau orang yang yang basirah
- ini enggak pernah begitu, kecuali dalam
- keadaan apa namanya? Terdesak sekali
- gitu ya. Ah, itu bedanya insyaallah
- begitu ya. Ee saya pernah ee ada orang
- saya tahu kalau dia ini bukan bukan
- habib artinya bukan zuriah rasul ya.
- Cuma karena wajahnya dia ini adalah
- karena ibunya Syarifah bapaknya itu
- bukan bukan eh bukan Habib. Nah, jadi
- rupa rupanya orang ini ke ibu gitu ya.
- Ya, tapi dia mengakunya habib saja suka
- datang ke saya dulu sih tiap bulan gitu
- langganan gitu ya. Ya saya sih ya biasa
- aja mau mau habib mau bukan enggak
- apa-apa. Nah, kemudian belakangan ini
- pernah datang dengan
- muridnya lalu dia mengatakan muridnya
- ee bah katanya ini beliau ini habib ini
- sudah kasyaf gitu ya. sudah tersimbak
- hijab tadi sehingga bisa ya melihat yang
- tidak bisa kita lihat. Dia bisa
- mendengar yang tidak bisa kita dengar
- gitu. Dan beliaunya sendiri juga begitu
- ngomongnya ya. Saya kalau lagi kasap
- katanya ustaz saya diam aja. Orang kasap
- kok ngaku kasap dalam hati gitu ya. Kata
- saya sampean kalau mau bohongin ya
- bohonginlah orang yang enggak ngerti
- gitu ya.
- Iya. Seumur-umur kata dalam hati saya
- gitu kan. Cuma saya enggak mau mau
- berantem, enggak mau ribut doang ya.
- Enggak ada orang kasab tuh ngaku kasab
- tuh enggak ada ya. Dan saya sudah saya
- uji saya coba. Woh, ternyata dari
- perilaku dan sebagainya kita tahu kalau
- dia ini mongin saya gitu. Cuma dia ini
- kok enggak enggak apa namanya, enggak
- sadar-sadar, enggak paham-paham kalau
- dia ini keliru bohongin gitu ya. Saya
- pengin dia supaya sadar sendiri. Tapi
- sekarang sudah lama ini udah ada 6 bulan
- lebih enggak datang-datang lagi ke saya
- ya sudah 6 bulan lebih. Jadi begitulah
- untuk membedakannya. Orang yang sudah
- futuh dibuka hatinya oleh Allah itu
- enggak pernah cerita-cerita kalau dia
- ini kasap udah hijab sudah terbuka,
- enggak ada. Kalau yang menampakkan, nah
- itu cirinya biasanya adalah yang jenis
- kelompok yang kedua.
- Wallahualam. Baik, saya akan beralih ke
- penanya lewat SMS. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. mengenai meninggal dalam
- keadaan syahid akhirat. Apakah ada
- syarat-syarat tertentu? Misalnya apabila
- orang tersebut selama hidupnya terkenal
- dengan kezalimannya, kemunafikannya,
- kemudian meninggal karena kecelakaan,
- tertimpa reruntuhan atau ee meninggal
- dalam keadaan melahirkan ee atau
- orang-orang kafir, apakah termasuk mati
- syahid, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Kalau bicara
- syahid itu hubungannya kan dengan orang
- muslim. Ya, orang kafir ini enggak
- enggak ada hubungannya dengan
- itu. Cuma sekarang bagaimana kalau orang
- ini suka berbuat zalim dan sebagainya
- apa nanti syahid akhirat juga. Ya begini
- saya akan akan dongeng dululah ya.
- dongeng dulu
- cerita itu di zaman Nabi Musa ini, Nabi
- Musa itu pernah diperintah oleh Allah
- pergi ke satu
- tempat ya, pergi ke satu tempat ee
- karena di tempat itu ada kalau orang
- Betawi bilang biang kerok ngerusak
- kampung gitu suruh diusir karena bikin
- rusak kampung dikeluarkanlah, diusirlah
- orang
- itu. Enggak lama kemudian Allah
- perintahkan lagi Musa, pergilah ke suatu
- tempat di sana adalah kekasihku
- meninggal. Rawat oleh kamu sebagaimana
- kamu
- merawat apa namanya? Merawat kekasih ee
- para
- kekasih-kekasihku. Ketika Nabi Musa ke
- sana, ternyata itu orang yang dulu
- diusir oleh oleh Nabi Musa atas perintah
- Allah.
- Ya, makanya Nabi Musa kan bertanya
- kepada Allah. Dijawab oleh Allah, "Iya
- betul. Tapi menjelang akhir hayatnya dia
- taubatan nasuha, menyesali semua
- perbuatan, mengakui segala kesalahannya
- gitu. Dia putus asa dari semua makhluk.
- Cuma dari aku dia yang tidak berputus
- asa." Nah, ini kalau orang ini dibawa
- lagi ke
- kampungnya kan orang kampung enggak akan
- nerima. Kenapa?
- Karena orang-orang kampung enggak tahu
- kalau dia ini sudah taubatan nasuha
- hanya antara dirinya dengan Allah
- Subhanahu wa taala. Kan begitu.
- Nah, sekarang ya pernah ada orang mau
- disalatkan di masjid enggak boleh oleh
- pengurus masjid. Kenapa masalahnya?
- Karena orang ini enggak pernah ke
- masjid. Katanya orang enggak doyan
- masjid, jangan dibawa ke
- masjid. Satu, apa? Masjid itu milik
- pengurus masjid. Yang kedua, dia itu
- muslim. Apakah yakin orang ini kita tahu
- sebelum meninggalnya dia tidak bertobat?
- Kan kita tidak
- tahu. Boleh jadi orangnya zalim,
- tiba-tiba menjelang hayat timbul
- penyesalan yang luar biasa. Bertobatan
- nasuha ya. Nah, orang kan enggak
- ngelihat tobatnya. Yang dilihat itu
- kezalimannya dia dan sebagainya. Itu
- seperti itu ya. Jadi ee ketika Allah
- menghendaki orang itu baik ya ya gampang
- saja ya. Di Bandung itu saya punya punya
- sahabat ya anak kiai dia cerita kepada
- saya, "Ustaz ya ee Jazuli katanya abah
- saya ini pernah diminta oleh orang Arab
- Habib ya minta dibimbing baca dua
- kalimah
- syahadat ya. Abah sah itu tidak tahu
- kalau dia itu zuriah
- rasul. Kelakuannya ini wah enggak
- karuan-karuan kelakuannya. Begitu akhir
- hayat pengin ketemu dengan abah saya.
- Begitu ketemu dia katakan saya ini
- adalah ini al ini. Gitu ya
- marganya ya. Tolong katanya bimbing ah
- oleh kamu saya untuk membaca kalimah
- thayyibah. Minta ditalkini kalimah
- thayyibah ya. Ya Allah, enggak enggak
- nyana yang selama ini biasa lugua-lugua
- aja ternyata ini adalah jadi kita biasa
- sebutnya habib gitu. Lalu ditalkini baca
- lailaha begitu
- lailahaillallah kemudian meninggal. Ya,
- ini ee apa
- namanya ee abah dari sahabat saya di
- Bandung itu kayak begitu lah. Coba
- orangnya enggak karu-karuan. giliran
- meninggal ya meninggal baca
- lailahaillallah sampai di mengatakan
- yang namanya rasul pasti khususnul
- khatimah sampai yakinnya begitu ya
- padahal itu contohnya cuma itu ya udah
- udah diratakan aja
- semuanya itu satu contoh adalah seperti
- itu. Makanya kan kata Nabi ya, orang
- yang selama
- hidupnya selama
- hidupnya itu dia jauh
- dengan ee apa namanya? Selama hidupnya
- selalu taat kepada Allah loh. Nah,
- begitu di akhir hayat dia melakukan
- perbuatan yang menyebabkan dia itu ee
- melakukan amal ini amal neraka.
- Jadilah dia suul khatimah. Padahal
- sebelumnya itu dengan surga tinggal
- sejengkal kata Rasulullah. Di akhir
- hayatnya dia melakukan amal neraka.
- Jadilah dia ahli
- nar. Ya. Sebaliknya ada orang kata
- Rasulullah yang selama hidupnya dia
- beramal-amal neraka sehingga antara dia
- dengan neraka itu tinggal sejengkal. di
- akhir hayatnya dia melakukan amal surga
- sehingga jadilah dia ini ahli surga.
- Jadi yang menentukan bukan sekarang yang
- kita lakukan apa yang menentukan tapi
- yang menentukan itu adalah akhir hayat
- kita nanti
- bagaimana. Makanya kata kata apa
- namanya? Seperti kata Imam Ghazali kita
- selalu ee kata Nabi husnudan kepada
- Allah selalu berbaik sangka ya. Dan kita
- minta supaya khususnul khatimah gitu.
- Ini jadi yang menentukan apakah kita
- khusnul khatimah atau suul khatimah.
- Lalu apa yang menyebabkan orang suul
- khatimah? Imam Ghazali menyampaikan ya
- itu ada ada dua yang paling besar dan
- yang apa namanya yang di bawahnya. Kalau
- yang paling besar penyebab husul suul
- khatimah itu satu
- adalah kufur ya. Orang kafir itu akan
- menyebabkan dia suul khatimah. Bukankah
- orang kafir itu pasti suul khatimah? Ya,
- belum tentu. Siapa tahu di akhir ayatnya
- dia baca kalimah syahadat. Kan banyak
- orang ya begitu sudah baca dua kalimah
- syahadat mati. Ada noh seperti itu. Nah,
- yang keduanya orang zuhud. Orang yang
- menentang hukum-hukum Allah. agamanya
- Islam enggak salat, enggak zakat, enggak
- puasa, enggak haji, enggak apa, cuma
- Islam doang ininya. Nah, ini sangat
- besar kemungkinannya suul khatimah, tapi
- kemungkinan husnul khatimahnya juga
- ada gitu ada. Kita tidak
- tahu. Yang kedua adalah yang menyebabkan
- orang suul khatimah itu adalah salahnya
- keyakinan.
- Selama ini kita meyakini apa yang kita
- yakini itu benar padahal sebenarnya itu
- salah. Qul
- nunabiumina
- alladina dunya wum yahsabunahum
- yuhsinuna
- sun. Ya. Maukah kata-katakan olehmu
- Muhammad? Maukah aku informasikan kepada
- kalian? beritahukan kepada kalian
- tentang orang yang rugi amalnya, yaitu
- orang yang dia melakukan satu perbuatan
- yang dia yakini itu benar, baik, padahal
- sebenarnya tidak baik. Boleh jadi kita
- ini gitu kan beramal.
- Lihat kita begini, perbuatan kita
- disalahin loh sama orang lain. Kita
- menyalahkan dia. Yang benar itu yang
- mana sih? Kita melakukan begini
- berdasarkan keyakinan kita kan. Kita ini
- benar, yakin gitu tuh. Nah, orang lain
- yang berbeda dengan kita yakin yang
- benar dia. Yang yakin benar dia. Nah,
- dari dua keyakinan itu mesti ada yang
- salah. Mesti ada yang salah. Nah, maka
- orang yang meyakini sesuatu benar
- padahal itu adalah salah ini nanti akan
- tahu dia akan lihat sendiri bahwa dia
- itu salah atau benar di akhir hayat kita
- saat dicabut nyawa itu tadi tandurun ini
- begini itu ya
- jadinya jadi jadi dua penyebabnya
- ya wallahuam. Baik ee insyaallah jelas
- sekali penjelasan Ustaz. Saya akan
- kembali ke pertanyaan lewat WhatsApp
- yang masak masuk maaf dari Ibu Darma di
- Bekasi, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya selepas salat magrib
- dari dulu sudah biasa baca almuluk dan
- surat Alkahfi. Kalau malam Jumat ada
- yang bilang ditambahin surat Al-Waqiah.
- Ee tapi kadang-kadang banyak godaannya
- sekarang, Ustaz. Seperti membaca grup WA
- dan lain sebagainya. Nah, sebenarnya
- adakah waktu-waktu yang dikhususkan
- dalam membaca surat Waqiah ini, Ustaz?
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Jadi ee ini
- kan
- hadisnya jadi begini,
- Ibu. Ada hadis ee apa
- namanya? Ee ada tarhib, ada targhib.
- Ya, targhib itu adalah menggemarkan.
- Tarhib itu bikin orang supaya ee
- takut. Nah, supaya takut. Hadisnya
- banyak sekali yang diif termasuk yang
- namanya nanti kalau orang mendawamkan
- surat muluk setiap magrib akan bebas
- dari azab kubur misalkan ya atau malam
- ini baca ini, malam ini ada hadisnya ada
- tapi banyak hadisnya itu adalah diif.
- Nah, mengenai hadis ini, hadis dif
- ini, Al Imam Imam ee guru besar mazhab
- Syafi'i mengatakan
- begini, "Saya lebih suka mengamalkan
- hadis diif enggak sampai maudu, ya.
- Artinya maudu itu hadis palsu, hadis
- diif ee daripada ee pendapat
- ulama ya, pendapat ustaz, pendapat kiai
- gitu.
- Ah, kenapa
- ya? Ee karena namanya pendapat kiai
- murni pendapat kiai yang tidak ada
- kaitannya dengan ee Rasulullah
- ya. Bahwa Rasulullah mungkin berkata
- begini enggak. Enggak ada kemungkinannya
- dari Rasul. Itu murni pendapatnya kiai,
- pendapatnya habib, pendapatnya ustaz.
- Tapi kalau hadis diif ada kemungkinan
- mungkin sebenarnya memang Nabi berbuat
- atau berkata begitu cuma karena
- sanadnya ya atau rawinya ya sehingga
- karena dia itu suka bohong atau lemah
- daya
- hafalannya lalu dikategorikan hadis diif
- bukan berarti Nabi sama sekali enggak
- pernah enggak mungkin berkata atau
- berbuat seperti yang dikatakan hadis
- ini.
- Jadi kemungkinan dari nabinya ada.
- Sementara pendapat habib atau kiai,
- kemungkinan dari nabinya kan enggak ada.
- Itulah makanya Imam Nawawi lebih memilih
- ee memilih hadis diif daripada pendapat
- apa ulama. Nah, sekarang ee Ibu
- mendawamkan surah Al-Muluk, surah
- Waqi'ah. Sekarang saya pengin kalau
- waktu tertentu ada enggak? tidak ada
- sebenarnya. Ibu bisa baca surah Al-Mulk
- mau pagi, mau siang, mau malam sebab dia
- Al-Qur'an. Begitu juga surah Al-Waqi'ah
- ya. Apa habis magrib atau habis isya
- atau habis apa ee diawamkan setiap hari
- ya bagus ya. Walaupun Nabi enggak
- menyuruh rutin harus kamu baca waqi
- tidak ada. Tapi juga Rasulullah tidak
- pernah melarang jangan membaca surah
- Waqi'ah setiap hari. Ya enggak ada. Yang
- jelas Al-Qur'an dibaca kapan aja bagus.
- Al-Qur'an itu dibaca kapan saja bagus.
- Mungkin begitu ya, Bu ya. Wallahualam.
- Baik, Ustaz. Nampaknya pertanyaan Bu
- Darma menutup ee kajian kita pada hari
- ini. Mohon kiranya kesimpulan juga
- ditutup doa, Ustaz. Baik. Ee para
- pendengar Radio Silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- apa yang kita tidak eh saya ingin
- menyampaikan lewat apa yang saya
- jelaskan ini ya, bahwa ee kalau kita
- kalau kita mendengar atau melihat
- mengetahui seseorang ya seseorang yang
- dikatakan mampu dia melihat yang tidak
- kita
- lihat, mampu melakukan yang tidak bisa
- kita lakukan kan itu jangan dulu kita
- memponis itu adalah apa namanya mustahil
- tahayul furafat dan lain sebagainya.
- Sesuatu yang yang tidak kita pahami
- bukan berarti enggak benar ya. Bukan
- berarti enggak benar. Dan sesuatu yang
- tidak kita ketahui bukan berarti tidak
- ada.
- itu menunjukkan bahwasanya memang bahwa
- pengetahuan kita ini mungkin
- terbatas dan tidak ada yang sempurna.
- Enggak ada yang sempurna. Yang
- kesempurnaan itu cuma milik Allah
- Subhanahu wa taala. Dan jangan pernah
- kita merasa bahwa Al-Qur'an itu sudah
- ada seluruhnya di dalam otak kita. Iya.
- Al-Qur'an semuanya. Artinya kita ini
- paham betul kepada ee Al-Qur'an secara
- keseluruhan ya. Karena Al-Qur'an itu
- adalah
- agama, firman Allah ya. Ah, tidak ada
- orang yang memahami seluruhnya agama
- dari awal sampai akhir. Tidak ada.
- Terlalu sederhana ya. Kalau sampai saya
- sendiri ketika mau berangkat haji yang
- kedua menghadap guru mualim Syafi'i
- Hadami ya, kiai kata saya insyaallah
- saya mau berangkat haji. Namun saya ini
- enggak ngerti apa-apa. Apalagi tentang
- filosofinya, hikmahnya itu daripada haji
- ini, umrah apa namanya? melontarnya,
- tawafnya, saidnya enggak paham saya ini.
- Kata beliau begini, Ahmad Jazuli, kalau
- kamu mau pergi haji, nungguin paham dulu
- haji sampai ke mati kamu enggak akan
- pergi haji kalau nungguin paham dulu.
- Enggak ada orang yang paham haji itu.
- Katanya secara enggak ada suuli sudah
- amalkan manasiknya yang ada fikihnya
- pelajari. Nanti dengan sendirinya
- sedikit demi sedikit kamu akan
- mengetahui, saya juga enggak ngerti,
- enggak
- paham. Ya, kalaupun ada yang saya
- pahami, yang dipahami dengan yang tidak
- pahami, saya yakin masih banyak yang
- tidak saya pahami. Itulah ulama begitu
- luar biasa. Kayak Sayidina Ali Zainal
- Abidin ketika orang mencela beliau, dia
- mengatakan begini, Saudara. Katanya apa
- yang Anda katakan itu benar sekali. Itu
- baru sebagian kecil dari
- kekurangan-kekurangan saya. Kalau kamu
- pengin tahu, saya akan beritahu lagi
- kekurangan-kekurangan saya yang kamu
- belum tahu. Orang itu malu sendiri
- pergi. Itulah ulama begitu enggak pernah
- gitu nepuk dada. Jadi selalu merasa
- bahwa yang diketahuinya itu adalah
- sangat sedikit. Semoga Allah subhanahu
- wa taala bimbing hati, panjangkan umur
- kita dalam taat kepadanya. Allah bimbing
- hati kita ke jalan yang diridai
- dicintainya. Allah hiasi hati kita
- dengan akhlak yang mulia. Allah
- bersihkan hati kita dari akhlak yang
- hina. Allah limpahkan rahmat, taufik,
- dan hidayah kepada kita anak cucu kita
- sehingga istikamah dalam menjalankan
- perintahnya dan menjaga larangannya.
- Rabbana taqobbal minna
- duana birahmatika ya arhamarahimin.
- Rabbana atina fid dunya hasanah wafil
- akirati
- hasanabanar wasallallahu ala sayidina
- muhammadin wa wasallam.
- Walhamdulillahiabbil alamin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallah
- kiniron kepada Ustaz Ahmad Jazuli atas
- waktu dan ilmunya. Dan sebelum saya
- benar-benar menutup perjumpaan kita
- kembali, saya akan ulang kabar duka yang
- datang dari keluarga besar Ibu Wahyuni
- dan Bapak Farid Talib, salah satu
- pimpinan Rasil. Kami yang berdukacita ee
- menyampaikan bahwa inna wa inna ilaihi
- rojiun telah berpulang ke rahmatullah
- saudara abang paman kita Syarifuddin
- Abdullah Risyad. Beliau merupakan adik
- dari istri Bapak Fari Talib yaitu Ibu
- Wahyuni meninggal kemarin Jumat sore
- pukul 18.15 15 di RSPI. Mohon doa dari
- seluruh pendengar agar amal ibadah
- almarhum diterima Allah subhanahu wa
- taala dan almarhum mendapat jannahnya
- insyaallah. Rumah duka saat ini di
- kediaman Bapak Farid Thalib dimakamkan
- insyaallah bakda zuhur hari ini hari
- Sabtu 17 Februari di Pondok Kerangon
- yang berdukacita Ibu Wahyuni dan Bapak
- Farid Talib. Kami segenap kru juga
- menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya.
- Sekaligus saya juga yang bertugas pada
- hari ini Karolin ditemani Fajar. Di
- belakang Mister Radio ada Zulfikar, di
- atas ada Robi ya di eh Rasil TV. Mohon
- maaf apabila ada kekurangan semoga
- dibukakan pintu maafnya.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ila anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wabillahi taufik wal hiidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]