Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:03 a 0:07 abdiilitabaam yaj'al lahu 0:13 iwaja 0:14 qan 0:16 liyudira 0:18 basan 0:21 syadidam Min ladunhu 0:25 wubasiral 0:28 Mukminin 0:32 ub as iral 0:37 mmininadina 0:42 yamalunhati 0:44 Anna lahum ajron 0:50 Hasana 0:52 makina fihi 0:54 [Musik] 0:58 abada 1:03 [Musik] 1:05 u 1:08 maahum bihi Min 1:11 ilm wala 1:15 [Musik] 1:17 liab kaburat 1:21 Kalimatan takuju Min 1:24 [Musik] 1:28 afwahihim 1:33 [Musik] 1:38 fakun nafsaka alaarihim 1:42 [Musik] 1:45 am 1:46 yminu 1:48 bial hadis 1:53 asfa 1:55 Inna 1:57 [Musik] 1:58 jaalna 2:02 [Musik] 2:05 anahainbluahum 2:06 ayyuhum ahsanu 2:10 Amala wa 2:13 inna 2:16 lajailunama 2:17 alaiha 2:19 shidan 2:22 juuhuza am hasibta Anna 2:28 ashabal kah 2:30 [Musik] 2:32 qimu Min 2:34 [Musik] 2:35 ayatina ajaba 2:39 ID awal fityatu Ilal Kahfi 2:45 faqalu 2:48 Rabbana 2:50 Atina 2:51 [Musik] 2:58 madunb 3:06 rahmatan Lana Min 3:10 amrina 3:12 [Musik] 3:18 rasyadaqallahulim wasalamualaikum 3:22 warah 3:24 waaikumsalam asalamualaikum 3:26 warahmatullahi wabarakatuh Selamat malam 3:28 ee sahabat-sahabat Leaders dan calon 3:30 Leaders di seluruh Indonesia kembali 3:32 lagi Indonesia Leaders talk ilt hadir ee 3:36 bersama kita pada setiap Jumat malam 3:39 pukul 20 sampai 22 Waktu Indonesia Barat 3:42 kali ini ilt spesial bersamaan dengan 3:45 Munas kelim PKS di Bandung tanggal 26 3:49 sampai 29 November Eh 3:52 2020 dan kita juga pada malam ini akan 3:55 membahas tema tentang PKS tantangan dan 3:58 peluang ke depan ya dengan narasumber 4:01 Pak Mardani alisera yang sudah siap juga 4:04 langsung live dari arena Munas PKS di 4:07 Bandung Asalamualaikum Pak Mardani 4:10 diunmute dulu 4:15 Pak Waalaikumsalam Warahmatullahi 4:18 Wabarakatuh Bang Alhamdulillah inih 4:20 sehat pak langsung nih live dari arena 4:23 Munas PKS di Bandung ya jadi 4:25 mudah-mudahan juga nanti e Pak marani 4:28 bisa memberikan sedikit ee gambaran 4:30 apa-apa saja nih hal-hal yang baru dari 4:33 PKS dan juga rencana serta tantangan dan 4:36 peluang ke depan yang bisa dioptimalkan 4:39 oleh PKS dalam rangka untuk melayani 4:42 bersama melayani rakyat gitu ya Sesuai 4:44 dengan Tine Munas PKS pada malam ini dan 4:48 juga akan membersamai kita juga Bang 4:50 Burhan Burhanudin Muhtadi ya pengamat 4:53 politik dari indobarometer eh 4:57 dari apa 5:01 indikator dari indikator mohon maaf 5:03 Kemudian yang kedua Eh mas E om ry 5:06 Gerung juga nanti akan membersamai kita 5:09 beliau juga nanti akan menyusulah eh 5:11 rekan-rekan Oh sudah bergabung 5:14 Asalamualaikum eh Om Roki sehat Om 5:19 Roki ya jadi eh malam ini Eh 5:24 sahabat-sahabat sekalian acara ini juga 5:25 disiarkan langsung secara live di 5:28 YouTube eh channel YouTube pak Mardani 5:31 aliera dan juga channel Facebook dan 5:33 juga YouTube PKS TV dan juga radio rasil 5:36 saya juga ingin mengucapkan terima kasih 5:38 kepada rekan-rekan media yang senantiasa 5:40 ee Setia bersama kita dalam setiap ilt 5:44 ini eh ee Meliput dan juga memberitakan 5:47 mudah-mudahan segala konten ee 5:50 pembicaraan diskusi dari ee acara ilt 5:54 ini setiap minggunya bisa memberikan 5:55 pencerahan ee kepada seluruh rakyat 5:58 Indonesia dan juga juga kepada para 6:00 pemimpin di seluruh Indonesia di mulai 6:03 dari pusat sampai daerah baik untuk 6:05 kesempatan pertama ee terkait dengan 6:07 tema kita malam ini sekaligus mungkin 6:09 pak mani bisa memberikan sedikit 6:11 gambaran terkait dengan hasil-hasil dan 6:13 pembicaraan agenda Munas PKS ini P Pak 6:16 Mardani 6:17 dipersilakan kasih Bang haldi eh izin 6:21 Bro Roki saya duluan mohon maaf harus 6:25 pakai Master di sini Bang haldi 6:28 eh iya ee 3 m-nya ketat sekali ya 6:33 memakai masker menjaga jarak dan mencuci 6:36 tangan 6:37 bahkan kayak 6:39 eh e US Open kita di sini nih ada 6:43 gelembung 6:44 eh tidak boleh keluar kecuali yang punya 6:48 gelang gini nih nih ya ini tanda kita 6:52 sudah swap dan swapnya negatif gitu loh 6:55 jadi ee Partai Keadilan Sejahtera ee 6:59 sedang mencoba untuk menerapkan protokol 7:01 bahwa covid-19 ini bukan pekerjaan 7:05 sederhana bahwa covid-19 ini adalah eh 7:09 satu e usaha yang mahal yang harus kita 7:13 lawan bersama jadi ee pelaksanaan 7:16 musyawarah nasional Partai Keadilan 7:18 Sejahtera yang kelima sekarang 7:20 benar-benar menerapkan protokol covid-19 7:23 sehingga saya mohon izin harus 7:25 menggunakan masker yang kedua yang EE 7:28 saya in sampaikan eh t Linenya adalah 7:31 bersama melayani rakyat ya karena Ee 7:35 tidak ada artinya partai politik ketika 7:39 dia tidak bermanfaat bagi rakyat Partai 7:42 Keadilan Sejahtera bukan cuma ingin 7:44 memberi manfaat tetapi sesuai dengan 7:47 kredonya ya 7:49 sayiduum pemimpin satu kaum itu pelayan 7:52 kaum tersebut ya makanya selain t 7:55 bersamaani rakyat kita punya turunan 7:58 hashnya PKS pelayan rakyat ya kami 8:01 sedang mendidik diri untuk menjadi 8:05 organisasi publik yang melayani rakyat e 8:09 kualitas pelayanan kami akan sangat 8:12 menentukan kualitas capaian politik kami 8:14 jadi kami bukan terbalik berkuasa dulu 8:17 baru melayani tapi kita ditanamkan 8:20 tingkatkan kualitas pelayanan kepada 8:23 rakyat Makasih Bung Roki eh dulu kita 8:27 suka punya perspektif keumatan sekarang 8:30 umat itu adalah rakyat karena ketika 8:32 kita bicara rakyat umat include di 8:34 dalamnya justru yang paling manfaat 8:36 adalah umat Nah karena itu 8:39 eh 3 hari ke depan eh teman-teman sudah 8:42 ada yang datang dari Saya sendiri dari 8:44 hari Kamis ada yang dari hari Rabu 8:46 karena memang eh swapnya hampir 24 jam 8:49 kita setelah eh swap kita isolasi dapat 8:53 e e apa namanya E gelang kuning baru 8:57 kita boleh ikut acara semuanya tidak ada 9:00 satu pun ini e Ustaz Ahmad heriawan 9:04 datangnya terlambat karena beliau baru 9:06 selesai mengikuti Musyawarah Nasional 9:09 ke-10 MUI beliau belum bisa masuk karena 9:13 swep nunggu hasil baru bisa gabung itu 9:15 standar yang harus kita bayar karena 9:18 kita ingin 9:19 eh mendukung seluruh pihak agar bersatu 9:23 melawan covid-19 9:28 ehang- sealian Leaders eh begini 9:32 Eh konsepsi kami tentang partai politik 9:36 betul-betul kita sedang perkokoh ya 9:39 karena 9:40 eh Ini bukan tentang kekuasaan semata 9:45 Ini bukan tentang politik semata Ini 9:48 bukan tentang Pilkada semata tapi ini 9:51 tentang bahwa kehadiran kita bermanfaat 9:53 bagi rakyat kehadiran kita dapat 9:56 meningkatkan kualitas rakyat kehadiran 9:58 kita dapat membahagiakan rakyat 10:00 kehadiran kita dapat mensejahterakan 10:02 rakyat Nah karena itu ee ee sekarang ini 10:06 ee sedang berlangsung musyawarah majelis 10:08 Syura ya ee eh institusi tertinggi di 10:11 PKS itu majelis Syura majelis Syura sang 10:14 membuat ee kerangka amanat majelis surau 10:18 yang nanti akan diolah di Musyawarah 10:20 Nasional Munas menjadi amanat Munas 10:23 amanat Munas inilah yang nanti akan 10:24 diturunkan ke DPP DPW DPD DPC dprasi 10:29 sehingga dia menjadi satu orkestrasi 10:30 yang indah ada tiga hal yang sedang eh 10:34 kita coba eh kokohkan dan dalami yang 10:38 pertama tadi ya bahwa partai ini hanya 10:43 akan jadi pelayan yang baik Kalau 10:45 menjadi partai yang memiliki nilai value 10:49 Based political 10:51 party bukan sekedar eh eh Power shaking 10:57 atau power sharing political party 10:59 nah value bas ini partai yang berbasis 11:02 nilai inilah yang betul-betul kita 11:05 sedang kokohkan kita dengan anggaran 11:08 dasar anggaran rumah tangga yang baru 11:10 mencoba untuk melakukan 11:13 eh kita menyebutnya 11:17 utentifikasi kita menyebutnya pembumian 11:20 Bagaimana nilai-nilai Islam itu menjadi 11:23 sesuatu yang otentik dirasakan oleh 11:25 masyarakat bahwa islam itu 11:27 rahmatanilamin bukan sekedar jargon tapi 11:31 air bersihnya didapatkan kualitas 11:34 pendidikannya memadai kualitas kesehat 11:37 dan affordable lingkungan hidupnya 11:39 terjaga generasi mudanya berkualitas 11:42 olahraganya membanggakan sampai kepada 11:46 generasi lansianya pun mendapatkan 11:48 haknya termasuk disabilitasnya nah value 11:51 best political party ini eh menjadi 11:54 dasar karena kalau kita belajar kepada 11:57 long life organization organisasi yang 11:59 umurnya 100 200 300 tahun yang membuat 12:03 mereka mampu menghadapi badai apapun 12:05 adalah nilai-nilai nilai nilai 12:08 yang Beyond yang mampu menghadapi segala 12:12 macam tantangan Nah karena itu pada 12:14 Munas kali ini kami mengokohkan 12:16 menugahkan kembali bahwa kita adalah 12:18 partai Islam yang memiliki nilai dan 12:21 kita harus betul-betul menjadi pelayan 12:23 rakyat poin kedua tentu kita mencermati 12:27 perkembangan eh eh politik ekonomi 12:31 sosial budaya nasional ya eh tendensi 12:36 eh demokrasi candide Goh bahwa eh ada 12:41 Pelemahan dalam indeks demokrasi kita 12:45 ada penggunaan undang-undang 12:47 ite yang seperti pasal karet di 27 28 29 12:52 termasuk Bagaimana eh dengan Perpu 12:56 Corona pemerintah enggak punya atap 12:59 untuk menambah hutang dan terus-menerus 13:01 itu menjadi bagian karena itu ee di e 13:06 perkirakan pada akhir Munas kita akan 13:08 meneguhkan kembali sikap kita sebagai 13:12 oposisi yang kritis konstruktif dan 13:14 sentif ya posing oposisi ini Bukan 13:18 semata bahwa kita ingin mengambil 13:20 political G itu sih mudah-mudahan ada 13:24 tapi yang paling utama menyelamatkan 13:26 negeri ini denganck and balance yang 13:28 kokoh ya dengan adanya kontestasi karya 13:32 dan gagasan maka positioning menjadi 13:34 partai oposisi menjadi sebuah 13:36 keniscayaan bahkan menjadi pilihan yang 13:40 bukan cuma rasional tapi spiritual buat 13:43 kami Karena dengan demikian aspirasi 13:46 masyarakat bisa kita dapatkan dengan 13:48 demikian kita bisa mendapatkan berbagai 13:50 macam 13:52 ee beban masyarakat yang berat 13:55 kekurangan masyarakat kami siap untuk 13:58 memikul beban itu dan menyuarakannya 14:00 secara kritis konstruktif dan saentifik 14:03 kalimat saentifik ini diperlukan karena 14:06 kita akan lama hidup dalam 14:09 covid-19 karena itu bukan new normal 14:12 tapi new Norm Bagaimana cara kita 14:15 belajar cara kita bekerja cara kita 14:19 sekolah cara kita berpolitik sampai cara 14:22 kita mengelola lingkungan akan sangat 14:25 ditentukan oleh kemampuan kita 14:27 menghadapi covid 19 ini terakhir yang 14:30 ketiga eh bang haldi bung Roki dan 14:33 teman-teman sekalian tentu PKS ingin 14:37 menjadi partai politik pemenang di 14:40 2024 karena itu pemetaan konstruksi ee 14:44 pemilih di 2024 Bagaimana kelompok 14:47 milenial Bagaimana kelompok ee perempuan 14:50 Bagaimana kelompok pedesaan Bagaimana 14:53 kelompok lansia Bagaimana seluruh segmen 14:56 itu betul-betul kita bisa akomod 14:59 sehingga 15:01 mudah-mudahan bersama melayani rakyat 15:04 bisa diwujudkan PKS dan PKS 15:06 mendapatkan political gnya di 2024 15:10 begitu Bang sebagai pengantarnya terima 15:13 kasih ya terima kasih Pak jadi 15:18 eh sesuai dengan tema kita ini terkait t 15:21 tangan dan peluangnya saya ingin coba 15:24 mendiskusikan dulu dari aspek 15:26 tantangannya eh terkaitaiitk di 15:28 Indonesia ini pak jadi eh sesuai dengan 15:31 survei-survei yang sudah pernah 15:33 dilakukan baik PKS oleh internal PKS 15:36 ataupun oleh eh apa lembaga independen 15:39 survei eh masyarakat Indonesia ini eh 15:43 mayoritas ini memiliki persepsi yang 15:46 kurang baik terkait dengan partai 15:47 politik gitu ya Nah ditambah lagi 15:50 mungkin seperti akhir-akhir ini ada 15:52 beberapa penangkapan ott oleh KPK gitu 15:55 ya terkait dengan kepala daerah dan juga 15:58 menteri dari yang merupakan kader dari 16:01 partai politik tertentu gitu ya Ditambah 16:04 lagi dengan beberapa perilaku perilaku 16:07 ee yang dilakukan oleh partai politik 16:09 yang seakan-akan mencederai rasa 16:12 keadilan dan hati nurani rakyat Nah 16:15 apakah EE dalam Mas kali ini tuh PKS 16:17 memiliki suatu tawaran yang berbeda 16:20 kepada masyarakat Indonesia gitu 16:21 sehingga ee Ini partai ini bisa menjadi 16:25 Harapan di tengah 16:26 ee suasana gaduh dan juga ee kebisingan 16:30 politik dan juga mungkin sedikit mohon 16:33 maaf rasa muak masyarakat terkait dengan 16:35 situasi politik dan partai politik di 16:37 Indonesia bagaimana Pak mani memandang 16:39 ini 16:41 eh dimaklumi eh ketika ada 16:48 per Baton atau batom e ketidak puasan 16:53 kepuasan publik itu ada pada partai 16:56 politik politisi ataupun DPR karena 16:58 memang masih banyak catatan tapi justru 17:02 bagi Partai Keadilan Sejahtera kondisi 17:04 politik yang suram kondisi demokrasi 17:07 yang melemah kondisi skeptisisme di 17:11 masyarakat menjadi tantangan kita 17:13 bekerja memang untuk membangun visi 17:16 besar untuk membangun misi besar dan 17:20 karena itu tantangan ini justru menjadi 17:23 daya dorong ayo kita buktikan Kami 17:25 selalu mengulang-ulang how 17:30 Gimana bisa ngurus negara kalau enggak 17:33 bisa ngurus partai politik karena itu 17:34 kami perbaiki Good Government di tempat 17:37 kami kami perbaiki Bagaimana sistem 17:40 manajemen keuangan partai kami perbaiki 17:42 bagaimana setiap anggota punya iuran 17:45 walau sekecil apapun sehingga dia punya 17:47 konektivitas kami perbaiki Bagaimana 17:50 mekanisme demokrasi dan musyawarah di 17:52 akar rumput kami perbaiki terus dengan 17:54 sekolah cinta Indonesia 17:56 training-training pencerahan kepada 17:58 masyarakat Kami yakin teriakan kami 18:02 amalan kami kerja kami akan diterima 18:04 oleh masyarakat Walaupun mungkin 18:07 masyarakat muak melihat partai politik 18:09 atau politik secara keseluruhan tetapi 18:12 Yakinlah bahwa 18:16 eealqtinir kalau kita bekerja sebesar 18:18 Bidi dararah pun pasti ada Allah 18:22 subhanahu wa taala ada orang-orang yang 18:24 melihat karena ee Bagi EE Leaders bagi 18:29 eh strong political party dia selalu 18:32 punya mimpi masa depan dia selalu punya 18:35 gambaran masa depan dia selalu punya 18:38 peradaban yang ingin dibangun sehingga 18:40 segala hambatan tantangan itu justru 18:43 menjadi sesuatu yang harus ditaklukan 18:44 yang membangun adrenalinnya untuk 18:47 mencapai itu semua dan Partai Keadilan 18:49 Sejahtera siap untuk menerima tantangan 18:52 itu dengan rendah hati dan dalam eh 18:55 kesiapan bekerja sama dengan semua 18:57 begitu Bang hal 19:06 suara Bang haldi Enggak 19:08 kedengaran 19:10 baik eh itu sebelum kita ke Bung Roki 19:14 Gerung itu saya lihat di baju jaket Pak 19:17 marani yang baru dipakai itu pakai punya 19:19 Logo baru nih mungkin sedikit live ini 19:22 langsung bisa disosialisasikan sedikit 19:24 diceritakan sedikit latar belakang dan 19:27 juga apa filosofi di balik logo baru PKS 19:30 ini Pak Eh ini 19:33 unofficial officialnya nanti akan 19:36 dijelaskan dengan sangat utuh oleh Ustaz 19:39 Ahmad syhu presiden kami ataupun Habib 19:43 Abu Bakar alhabsi sejen kami intinya 19:46 adalah PKS ingin ada semangat 19:51 yangembuat getaran itu dapat diterima 19:54 PKS berharap bahwa eh visi besarnya itu 19:58 ee memiliki frekuensi yang sama sehingga 20:01 eh salah satu yang sederhana bahwa kita 20:04 sedang berubah membesar adalah kita 20:07 membuat perubahan kecil sebetulnya 20:09 sebenarnya semua tetap ya Ee putihnya 20:12 tetap hitamnya tetap ee tinggal 20:15 kuningnya diperkuat sedikit nah Seperti 20:17 apa filosofinya ee Nanti secara resmi 20:20 akan dijelaskan saya sementara belum ee 20:23 bisa menjelaskan Bang terima kasih iya 20:26 Baik terima kasih nih Nah berikutnya 20:30 kita ke Bung Roki Bung Roki Selamat 20:33 malam Apa sudah bisa bergabung dengan 20:37 kita Alhamdulillah 20:39 akhirnya 20:41 bergabung nah e Bung kerenen Medan 20:45 berguncang Medan 20:49 Medan keren presiden akal sehat di 20:54 Medan Bu 20:57 iniedang menjalankan melaksanakan 20:59 majelis Syura yang kelima itu Pak 21:02 Mardani Munas ya Pak Mardani juga 21:04 live-nya di lokasi Munas PKS ya di 21:07 Bandung kemudian eh Bung Roki juga sudah 21:11 memberikan video testimoni dan juga 21:14 ucapan selamat kepada PKS mungkin di 21:17 forum ilt ini bisa sedikit ee di ee 21:21 paparkan Bagaimana pandangan dan harapan 21:24 eh Bung Roki e kepada PKS terutama dalam 21:28 momentum Mas kelima PKS ini P boki 21:35 dipersilakan 21:37 e ada gangguan sinyal kah 21:43 muroki 21:45 Oh mungkin lagi ada gangguan teknis atau 21:49 suaranya belum di-onkan oleh pania sudah 21:53 sudah mungkin gangguan ee sinyal kali 21:56 pak internet baik sambil menunggu Bung 21:59 Roki Pak Mardani eh berikutnya 22:03 eh terkait dengan 22:05 eh harapan ya harapan PKS ke depannya 22:09 ini apa kira-kira 22:12 eh wajah baru PKS ke depan ini apa sih 22:15 yang ditawarkan terkait dengan fungsi 22:18 partai politik ya terkait pendidikan 22:21 politik advokasi politik perjuangan 22:23 legislasi ee mengawal dan menyeimbangkan 22:27 pemerintah sampai mungkin hingga nanti 22:29 menuju 2024 ini seperti apa Pak 22:33 Eh ini Bung Roki sudah gabung lagi saya 22:36 jawab sedikit yang pertama tentu 22:38 eh yang paling utama adalah kita mampu 22:41 merawat 22:43 demokrasi merawat keberanian dan akal 22:46 sehat publik ya demokrasi is like a 22:49 Living Thing ya dia seperti benda hidup 22:51 dia dapat Growing Up tapi bisa juga 22:54 dying up ya Nah karena itu 22:56 eh 22:58 penting dan wajib bagi kita menyemangati 23:01 publik membuat publik sadar bahwa 23:04 demokrasi milik kita harus kita jaga 23:06 bersama Partai Keadilan Sejahtera 23:09 mengajak seluruh elemen Ayo bersama 23:11 melayani rakyat wabil khusus ya 23:15 bagaimana tantangan kita ke depan bahwa 23:19 2045 sudah di depan mata kita punya 23:23 mimpi besar Indonesia emas kita punya 23:25 banyak sekali kerangka yang harus 23:28 dikerjakan tetapi hambatan dan tantangan 23:31 juga sangat besar karena itu perlu peta 23:34 jalan yang tepat perlu leadership yang 23:37 kokoh dan perlu kontestasi karya dan 23:39 gagasan yang sehat dan berbagai macam 23:42 hambatan atau poin-poin kelemahan 23:46 undang-undang it penggunaan e 23:49 penarikmenarik TNI atau e Polri ke dalam 23:52 ruang-ruang sipil adalah sesuatu yang 23:55 sangat-sangat tabu yang harus dengan 23:57 tegas kita jalankan dan kita angkat ini 24:01 tidak boleh crossing the line Nah karena 24:03 itu 24:04 eh tantangannya banyak tetapi Kami yakin 24:08 dengan eh partai yang berbasis nilai 24:12 dengan kelamin yang jelas menjadi 24:15 oposisi dan strategi yang tepat untuk 24:17 2024 Partai Keadilan Sejahtera 24:20 Insyaallah mampu untuk menjawab 24:22 tantangan itu 24:23 Begitu baik terima kasih P ke Bung 24:28 Apakah sudah bisa bergabung kembali Bung 24:32 Roki cek Bung 24:35 Roki kalau saya gabung Oke Alhamdulillah 24:39 ya langsung dipersilakan Bung Roki 24:41 memaparkan Bagaimana pandanganan 24:44 harapannya dan juga kritik 24:46 konstruktifnya kita engak pengin cuma 24:48 dipuji Puji saja Bung Roki tapi kita 24:50 pengin diberikan masukan dan kritik 24:52 konstruktif pada 24:55 PKS iya 25:03 Iya gangguan Aduh putus dapat Masih 25:06 dengar suara saya dapat masih masih 25:08 masih masih dengar 25:10 Bu 25:13 E saya enggak bisa kasih kritik 25:19 Oke saya enggak enggak bisa kasih kritik 25:22 Sebab semua kritik saya itu yang dijawab 25:24 tadi oleh PKS tuh jadi PKS sudah 25:26 mendengarkan kritik ya sebetulnya sejak 25:29 beberapa waktu lalu karena itu saya 25:31 menganggap bahwa ini partai yang 25:33 konsisten berupaya untuk bringing value 25:36 back in to the itu dan membawa kembali 25:40 value ke dalam politik Indonesia itu 25:42 pekerjaan Maha berat karena kita lihat 25:47 semakin hari politik makin menjadi 25:49 pragmatis karena orang berebut eh materi 25:53 yang sudah sangat sedikit dalam upaya 25:55 mengakumulasi 25:56 kekuasaan takut tertinggal di dalam 25:59 pertandingan politik tanpa materi 26:01 Padahal kita lihat hari-hari ini saya 26:03 sudah muter-muter di beberapa tempat 26:04 termasuk di Medan dan saya Berk saya 26:08 mengucapkan hal yang diucapkan Pak 26:10 Mardani juga di Medan tentang politik 26:12 value value dalam politis Justice segala 26:16 macam dan Anak Muda Medan itu bergembira 26:19 bila ada partai yang beroposisi berga 26:23 bila ada partai yang mendasarkan diri 26:25 pada konsep-konsep akademis itu itu saya 26:28 kaget di Medan begitu eh bergaira 26:31 milenialsnya menyambut politik nilai 26:34 menyambut politik konseptual jadi saya 26:37 anggap ini satu-satunya partai yang 26:40 memulai upaya dengan gigi untuk 26:44 menantang arus orang ee siksak di dalam 26:47 kekuasaan PKS berupaya untuk menghalangi 26:50 dinasti berupaya untuk menghalangi eh 26:54 arogansi oligarki jadi ini yang akan 26:58 diingat oleh publik bahwa yang terjadi 27:00 di Bandung itu akan berakibat nanti di 27:03 tanggal 9 yang terjadi tanggal 9 akan 27:06 berakibat nanti di 2024 jadi susunan 27:09 pikiran itu yang memang harus diucapkan 27:11 secara lantang dari Bandung agar supaya 27:14 orang tahu bahwa 9 Desember itu adalah 27:17 hari penentuan apakah demokrasi kita 27:20 akan dikuasai oleh oligarki dinasti atau 27:23 dikuasai oleh Val dikuasai 27:26 oleh seap jadi saya menunggu sebetulnya 27:31 ee konferensi pers yang nanti akan 27:34 menggemparkan eh dunia persilatan 27:37 politik karena Sekarang kita lagi 27:39 digemparkan oleh lobster Nah kita ingin 27:41 agar 27:42 supaya kepemimpinan ide kepemimpinan 27:46 nilai dihidupkan kembali di dalam 27:48 masyarakat politik kita melalui 27:50 hasil-hasil rumusan tajam dan bermutu 27:53 dari Munas PKS 27:56 gitu 27:58 ya terima kasih eh eh Bung Roki 28:02 eh terkait dengan eh apa namanya Munas 28:06 eh PKS kali ini yang mengambil tema 28:10 bersama melayani rakyat 28:17 Ya 28:21 halo Oke terkait dengan e tema PKS 28:25 sekarang eh Bung Roki ee bersama Melani 28:28 rakyat apakah EE 28:31 ada Masukan ya terkait dengan ee 28:34 Bagaimana partai partai politik sekarang 28:36 ini ee terkesan 28:39 ee pasca Pemilu ini sudah sibuk dengan 28:43 agenda-agendanya sendiri ya kemarin kita 28:45 melihat secara mengejutkan Bagaimana 28:47 omnibus lo itu yang benar-benar jauh 28:49 sekali dari suasana kebatinan rakyat dan 28:51 aspirasi rakyat kemudian berikutnya ee 28:55 mungkin terkait dengan hiip dan yang 28:57 terakhir kasus-kasus korupsi yang sedang 28:59 berlangsung gitu ya Ee Bagaimana ee Bung 29:02 Roki memandang ee peran partai politik 29:05 terkait dengan pelayanan ini dan E 29:07 fungsinya 29:09 mengkonsolidasikan aspirasi dan juga 29:11 ideologi kebangsaan dalam rangka 29:14 membangun 29:15 bangsa 29:20 muroki apakah masih gabung 29:24 Oh mungkin ada gangguan teknis kembali 29:27 saya coba menyapa Bang Burhan Bang 29:29 Burhan 29:31 Asalamualaikum Waalaikumsalam 29:33 Warahmatullahi Wabarakatuh baik e karena 29:36 ini sambil menunggu Bang terima kasih 29:39 sudah bergabung e bersama kita baik 29:44 bang ya ini sekarang ini saat ini PKS 29:47 sedang menjalankan Munas ya Musyawarah 29:51 Nasional kel e di Bandung dengan bersama 29:55 rakyat akan ada pelanti pengurus baru 29:58 dan beberapa arahan-arahan dan program 30:00 strategis ee dari selama 5 tahun ke 30:03 depan bagaimana ee Bang Burhan memandang 30:06 kondisi PKS saat ini dan juga ee 30:09 tantangan dan peluang ke depannya dan 30:10 mungkin saya kalau boleh meminta kritik 30:13 konstruktifnya apa gitu ya agar PKS ini 30:16 bisa ee semakin konsisten untuk melayani 30:20 rakyat P Bang Burhan 30:24 dipersilakan ya terima kasih Bung 30:27 asalamualaikum warahmatullahi 30:29 wabarakatuh Waalaikumsalam 30:32 ee pertama-tama saya ucapkan terima 30:35 kasih kepada Ustaz Mardani alera kepada 30:38 kawan-kawan semua yang telah memberikan 30:41 kesempatan buat saya untuk memberikan 30:43 semacam 30:44 eh eh eh apa tausiah gitu ya tausiah 30:50 politik gitu ya Ee terkait dengan PKS 30:53 gitu ya jadi Selamat ya kepada PKS yang 30:56 sedang menggelar Mun Nas 30:58 kelima saya akan 31:01 ee membahas topik yang di ee mintakan 31:06 oleh panitia yaitu soal peluang dan 31:09 tantangan jadi saya tidak akan bicara 31:11 soal Dilema PKS karena yang membuat 31:15 Dilema sudah bikin partai baru saya 31:17 punya saya punya bukunya itu 31:21 mas jadi soal Dilema sudah selesai itu 31:24 dengan ee tesis saya dulu nah saya 31:27 bicara ee lebih khusus tentang topik 31:32 yang berkaitan dengan tantangan 31:33 elektoral kalau secara nilai mungkin 31:36 Ustaz Mardani atau bung grung tapi 31:40 tujuan partai politik yang paling 31:42 pertama dan utama adalah meraih 31:44 kekuasaan dan untuk meraih kekuasaan 31:47 maka PKS perlu menunjukkan tajinya 31:51 secara elektoral Nah kalau kita lihat 31:54 performa PKS sejak 2004 ikut pemilu 31:59 sebelumnya pakai bendera PK di tahun 99 32:03 eh PKS punya tantangan tersendiri untuk 32:06 keluar dari jebakan partai 32:10 menengah jadi kita mengenal istilah 32:13 middle income Trap nah dalam kasus PKS 32:17 PKS harus keluar dari middle party 32:21 Trap Apa itu midle party Trap yaitu 32:25 suara PKS tidak pernah lebih dari satu 32:28 digit Dan itu menjadi tantangan buat PKS 32:32 Apakah 32:33 mampu keluar sebagai partai islam ya Ee 32:38 di luar PKB yang bisa ee lebih dari 32:43 10% PKB pernah tahun 99 kemudian tahun 32:47 eh 32:49 24 kalau bukan 32:52 2004 eh ya mungkin ya nah saya akan 32:57 masuk pada ee kabar baik dulu sebelum 33:00 menyampaikan hal-hal yang mungkin bisa 33:02 diperbaiki oleh PKS terkait dengan eh 33:06 perolehan 33:07 eh elektoral Yang Pertama 33:10 eh survei terakhir kami PKS mengalami 33:14 tren 33:15 kenaikan jadi ada tren kenaikan yang 33:18 positif dan salah satu penjelasannya 33:20 adalah PKS mendengar suara publik 33:22 terkait dengan resistensi atau penolakan 33:25 massa terhadap undang-undang omnibus la 33:29 dan bukan hanya PKS yang mengalami 33:31 kenaikan Demokrat juga mengalami 33:33 kenaikan tetapi problem PKS belum hilang 33:37 kalau kita lihat 33:39 eh di mana titik kelemahan PKS itu masih 33:44 disumbang di wilayah Jawa Timur dan Jawa 33:48 Tengah jadi di dua provinsi besar di 33:51 Jawa ini PKS betul-betul underform jadi 33:54 suaranya itu 33:55 underesentatif dari eh eh suara secara 34:00 nasional dan survei terakhir pun seperti 34:03 itu J di wilayah yang merupakan kantong 34:07 masa besar ini PKS eh suaranya jauh di 34:11 bawah rata-rata 34:13 nasional kemudian juga dari sisi etnik 34:15 PKS kuat di 34:17 Betawi tetapi sangat lemah di Jawa 34:20 padahal Jawa menyumbang 41% dari 34:23 populasi 34:24 nasional Jadi kalau ingin menang mau 34:27 tidak mau harus mampu merebut suara 34:30 pemilih Jawa karena kita memakai popular 34:34 vote ya dan dalam konteks popular vote 34:36 One Person one vote one value suara 34:39 orang Jawa menjadi sangat krusial dalam 34:42 menentukan eh besar kecilnya 34:44 elektabilitas sebuah partai termasuk PKS 34:47 jadi eh nanti saya akan kupas mengapa 34:51 seperti itu ya Mengapa eh partai Islam 34:54 secara umum dan PKS secara khusus terus 34:57 relatif kurang berhasil secara elektoral 35:00 nah sebelum masuk pada titik yang lebih 35:02 ee bersifat ee kasusistik di Indonesia 35:06 Saya ingin ee kita lihat peta dunianya 35:09 dulu ya saya izin minta ee menampilkan 35:12 ee gambar gitu ya ee 35:17 oke ini saya bisa menampilkan ini 35:21 ya bisa bisa eh sebentar di teknis oh 35:27 oke tadi saya sempat udah sudahah bisa 35:29 mas udah udah Mas Oke nah 35:32 eh jadi 35:35 ada riset menarik dari 35:39 Charles dan 35:41 ilali itu muridnya 35:43 eh sudah belum 35:47 ya belum belum 35:50 mas belumil e filenya belum 35:55 terlihat 35:58 sebentar sudah tampilkah 36:01 belum belum belum mas kenapa ya Ee 36:07 sebentar ini 36:12 loading mungkin lagi loading ya ini saya 36:15 ee ee harus menampilkan dalam gambar 36:19 karena 36:21 ee sudah belum bisa 36:25 ya belum Mas 36:31 bar tnis 36:33 Ni 36:35 Eh mungkin karena bandwid internet di 36:39 sana mungkin kurang bagus Mas Burhan 36:41 enggak apa-apa lanjut aja ya 36:44 Heeh sebentar sambil Saya nunggu ya 36:50 Ee sebentar atau bisa dikirim ke kita 36:54 gambarnya biar kita bantu tampilkan dari 36:58 studio kirim ke itu ke PC panitianya Mas 37:03 boleh boleh boleh saya kirim ya Iya 37:07 sekarang 37:11 ya matur nuwun Mas 37:15 Burhan I Az sebentarnya ada masalah yang 37:23 e tenang siap menikmati 37:34 Oke ini Iya ini sepertinya internet saya 37:37 yang bermasalah di sini ya bandwid-nya 37:40 agak itu mungkin pak soalnya banyak 37:42 slide yang ingin saya 37:45 Tampilkan belum ya Harus ditampilkan itu 37:48 Harus 37:50 ditampilkan 37:52 sudah 37:55 Ee ee saya ngirim enggak bisa ini 37:59 ya Kirim ke WA 38:02 aja Wa email i ini sedang sedang 38:06 berusaha Mas saya 38:25 oke 38:32 I ini betul-betul ini ni apa namanya 38:35 ehnya bet-betul ngadat inii untungnya 38:38 masih bisa suara saya masih terdengar 38:40 jelas Ya jelas suara dan gambar 38:46 Jelas oke file indikator terlalu 38:49 sempurna sehingga jadi 38:52 [Tertawa] 38:55 berat iniah saya kirim sudah ya barusan 39:00 sudah saya kirim itu sudah oke siap nan 39:02 ini segera kita bantu tampilkani lanjut 39:04 aja nanti kita bantu 39:07 tampilin Iya 39:11 eh sebenarnya sulit saya lanjutkan ada 39:15 gambar harus ada 39:21 paparannya Ayo panitia segera Tampilkan 39:24 ini gambar kebanyak at coba 39:29 eh panitia dulu 39:34 ilkan atau atau Bungi dulu gimana Iya 39:40 boleh di Oke Baik sambil menunggu Bang 39:44 Gan menjelaskan kita kembali lagi udah 39:47 dulu aja oke ke Bang Roki Ayo Bui eh 39:51 lanjut tadi sempat terputus Bagaimana 39:53 pandangan kritik masukannya dan harapan 39:55 kepada PK 39:57 Oke saya influencer dari 40:04 indikator Saya kira potongan awal yang 40:08 diterangkan oleh Burhanudin tadi itu 40:10 menunjukkan keseriusan para surveyor 40:13 untuk memperhatikan prospek dari PKS itu 40:17 Jadi terlihat bahwa semua orang 40:18 sebetulnya menaruh Harapan pada partai 40:21 ini lalu memperlihatkan di mana 40:23 sebetulnya yang masih lemah dan masih 40:26 harus perkuat itu jadi keterangan Burhan 40:28 tadi secara indikatif menunjukkan bahwa 40:31 potensi PKS untuk tumbuh lebih bagus 40:34 lagi itu masih tersedia tuh dan yang 40:37 paling bagus sekarang adalah satu 40:39 lompatan dari umat ke rakyat umat itu 40:43 adalah konsep yang sudah selesai jadi 40:48 sebagai partai berbasis Islam dengan 40:51 sendirinya ada core produknya yaitu 40:54 keumatan tapi kemudian PKS menyadari 40:57 bahwa dengan seluruh riset mutakhir di 41:01 PKS bahwa mesti ada perluasan perlebaran 41:04 spektrum sehingga kata rakyat itu 41:07 dimunculkan ini satu tindakan berani 41:09 sebetulnya dan e dengan kalkulasi yang 41:11 tajam bahwa ke depan kesosialan manusia 41:15 itu akan melampaui batas-batas Ideologi 41:18 itu saya perhatikan misalnya CEO dari eh 41:22 davos eh apa namanya World economy forum 41:26 itu sekarang sibuk untuk mempromosikan 41:29 jenis ekonomi baru yang basisnya adalah 41:31 keadilan itu saudara siapa 41:34 namanya dan kita masuk di dalam upaya 41:37 untuk memperhatikan dunia setelah covid 41:39 akan berubah sistem ekonomi akan berubah 41:42 karakter partai politik akan berubah 41:44 jadi saya kira sangat penting itu 41:46 dibicarakan di dalam Munas nanti supaya 41:49 timbul satu kesan bahwa PKS juga tune in 41:53 dengan perubahan political eekonomi 41:55 dunia itu dan itu yang akan ee memikat 41:59 generasi baru untuk memilih PKS Jadi 42:02 milenial sekarang netisen lagi mencari 42:05 mana partai yang bisa mewakili Keinginan 42:08 mereka untuk melihat dunia baru setelah 42:10 covid dunia yang dihuni oleh Justice 42:13 dunia yang dihuni oleh environmental 42:15 eics dunia yang dihuni oleh keseteraan 42:18 tuh jadi sudah betul sebetulnya dari 42:20 Bandung 42:21 eh tahun'5 kita mendengar suara yang 42:26 digemakkan oleh konferensi asiaarika 42:28 tentang kemanusiaan perdamaian 42:30 persahabatan antarbangsa dan sekarang 42:33 dari 55 ke sekarang itu persis 55 tahun 42:36 yang lalu sekarang 2020 PKS ada di 42:40 Bandung untuk mengucapkan semacam 42:43 Bandung statement yang nanti akan 42:45 mempengaruhi profil PKS ke depan jadi 42:48 sekali lagi Itu poin saya dan saya 42:49 kembalikan pada ee ee yang paling 42:52 bermutu adalah saudara Dr ee 42:59 mana Bang Burhan sudah 43:02 bisa panitia sudah belum diupload sudah 43:06 Coba 43:11 dibantu pers juga lagi nunggu ini siapa 43:14 yang akan bicara nanti eh di konferensi 43:17 pers hasil Munas 43:19 nanti kalau Mardani udah udah udah jelas 43:22 itu adalah darlingnya pers Mardani 43:25 alizer 43:28 sudah ada tuh Mas Burhan 43:31 Oke indikator politik 43:38 silakan yang akan ditampilkan indikator 43:41 PKS ya Coba Perhatikan 43:44 ya baik bang Burhan 43:47 sudah masuk baik apa bang Burhan bisa eh 43:52 terhubung dengan kita bang 43:55 Burhan 43:59 eh Mas unmute unmute unmute unmute udah 44:03 udah oke sudahudah oke sudah oke oke 44:05 sudah oke ya eh eh terima kasih Bung RI 44:10 Ustaz Mardani eh saya 44:12 akan menjelaskan beberapa eh slide saja 44:16 dari apa yang sudah saya tulis di sini 44:21 eh eh apa ini saya enggak tahu yang 44:24 mengupload Ini panitia ya ya Bukan saya 44:26 ya Iya next slide coba Pani Oke jadi ee 44:31 langsung di ini langsung di slide 44:34 tentang performa elektoral partai-partai 44:37 Islam di dunia next 44:42 next next Mas lanjut terus 44:48 terus 44:54 terus 44:58 terus Oh di atasnya lagi di atasnya 45:04 lagi sebelumnya berarti yang ada gambar 45:08 ini Mas bukan 45:10 itu yang ada gambarnya 45:19 judulnyaak Bera ya Eh slide 45:24 ke Mas 45:30 sudah ini repot kalau sayaak operasi 45:34 sendiri nomor empat Mas nomor empat 45:38 slide 45:47 keempat ya tuh Nah ini 45:52 nih slide di YouTube engak kelihatan 45:55 gambarnya 45:56 di di tempat saya kok bukan slide 45:59 keempat 46:00 ya Ini judulnya performance of Islamic 46:04 party generally unimpressive 46:07 Nah itu judulnya itu Ah ini stop oke eh 46:13 ini 46:15 data dunia ini yang dikumpulkan oleh 46:19 Profesor Charles gzman dia Profesor di 46:23 North 46:24 Carolina bersama muridnya 46:26 ee ilamfi ya Saya kira keturunan 46:30 Pakistan muridnya Nah kalau Anda lihat 46:33 data yang anda saksikan di slide yang eh 46:37 ada di 46:38 layar pertama kesimpulan yang langsung 46:41 kita bisa tarik adalah 46:43 ee partai-partai Islam di banyak negara 46:46 Islam ini ada kurang lebih 48 Negara 46:49 Islam ya Ada kurang lebih sekitar 46:52 195ti Islam yang diumbur kan di 89 46:57 Pemilu itu hasilnya kurang lebih tidak 47:00 begitu 47:01 menggembirakan jadi ee data tahun 0 47:05 sampai tahun 2000-an itu Suara 47:07 partai-partai Islam di seluruh dunia itu 47:11 umumnya ada di Kisaran di bawah 10% ya 47:16 Jadi yang aksis eh eh yang vertikal itu 47:21 itu adalah perentase sementara yang e ke 47:24 bawah itu adalah data per tahun Nah ada 47:27 beberapa pengecualian Kalau Anda cek di 47:29 situ ya oh hilang ya eh eh pertama 47:33 adalah di beberapa negara partai islam 47:36 cukup bagus tetapi 47:39 itu eh Exception R than the R ya itu 47:43 pengecualian ketimbang yang terjadi di 47:45 banyak negara 47:50 eh Jadi kalau anda cek di situ kelihatan 47:54 secara umum Islam kurang bagus hanya di 47:57 beberapa tempat misalnya di Algeria itu 48:01 tahun 90 itu suara partai islam tinggi 48:03 sekali hampir eh kurang lebih sekitar 48:06 80% kemudian Turki ya dengan eh AKP eh 48:11 Erdogan dan seterusnyaau itu tapi 48:14 overall kurang begitu positif nah 48:16 menariknya 48:18 adalah semakin 48:20 demokratis Pemilu itu umumnya 48:23 partai-partai Islam performanya kurang 48:25 positif jadi ini menurut Eh siapa 48:29 Charles grusman maupun nakvi itu justru 48:33 ya bertentangan dengan asumsi yang 48:36 selama ini 48:37 diyakini bahwa partai islam akan membaik 48:41 performanya kalau sistem pemilunya lebih 48:44 demokratis Nah mungkin ada satu dua yang 48:48 bisa membuktikan asumsi itu seperti 48:50 Mesir dengan Ikhwanul musliminnya tetapi 48:53 secara umum ketika demokrasi dibuka 48:56 lebar pemilunya lebih fair dan adil 48:59 justru performa partai islam tidak 49:01 terlalu bagus nah salah satu penyebabnya 49:05 itu saya temukan di 49:07 tulisannya the limit of 49:11 mod yang menarik karena dia 49:15 membandingkan tentang 49:17 Indonesia tunesia dan 49:19 Mesir jadi Apa 49:22 alasan 49:24 mengapa eh Indonesia part Islamnya tidak 49:28 begitu eh perform secara baik Dar 49:32 elektoral menurut 49:35 Tom itu karena pengalaman Indonesia itu 49:39 berbeda dengan 49:42 pengalamanoritarianisme diunesia dan 49:46 Mesir jadi di Mesir 49:51 Dik 49:54 nalis sama sekali tidak memberi memberi 49:58 eh semacam apa Economic development yang 50:02 eh memadai buat rakyat Mesir begitu juga 50:07 di masa Ben Ali di Indonesia itu rezim 50:11 sekuler 50:12 nasionalis yang betul-betul 50:15 menyengsarakan rakyat Indonesia dan di 50:18 dua negara Afrika Utara ini rezim 50:21 sekuler itu dipersepsikan sama sekali 50:24 tidak memberi manfaat buat 50:26 jadi ketika keduanya 50:28 tumbang masyarakat baik Mesir atau 50:31 tunesia 50:34 itu harapkan ambilnya kekuatan partai 50:37 Islam yang akan menghapus ya trauma 50:41 buruk di bawah pemerintahan sekuler 50:44 otoriter nah di Indonesia kata tomensi 50:48 itu beda ya di Indonesia Betul 32 tahun 50:52 kita di bawah rezim 50:54 otoritarianismeh kon tetapi performa 50:57 ekonominya tidak seburuk Ben Ali di 51:00 tonesia atau eh eh atau eh Husni Mubarak 51:04 di Mir J kalau kita baca misalnya 51:07 catatan-catatan yang 51:09 disampaikan oleh Tom mulai dari tingkat 51:15 melek eh eh apa Har eh harapan hidup 51:19 naik kemudian Mel Huruf juga membaik 51:21 sekolah juga berdiri di mana-mana jadi 51:24 poinnya kira-kira kata si Tom bembinski 51:27 meskipun otoriter Soeharto masih memberi 51:30 manfaat secara ekonomi dan akibatnya 51:33 memori publik orang Indonesia terhadap 51:37 rezim nasionalis ya itu tidak seburuk ya 51:41 dibanding misalnya kalau kita melihat 51:44 pengalaman penali di Indonesia 51:46 atau jadi 51:49 kata adalah karena rezim nasionalis itu 51:54 tidak begitu buruk performanya dari sisi 51:57 ekonomi maka rakyat 52:01 Indonesia tidak kemudian mengharapkan eh 52:05 apa namanya tidak berharap G ya Ada reim 52:08 lain terutama yang berasal dariai Islam 52:10 karena eh pengalaman indonesiaeda dengan 52:14 mesiria Nah itu kira-kira ya 52:18 Eh penjelasan umumnya Nah sekarang 52:21 bagaimana 52:22 dengan 52:24 catatektoral Islam khususnya PKS gitu ya 52:27 khususnya di 52:28 Indonesia Gambaran atau penjelasan yang 52:33 disampaikan oleh Tom tadi itu kira-kira 52:36 match dengan apa yang kita 52:38 saksikan tahun 55 perolehan partai Islam 52:42 bahkan secara total lebih besar daripada 52:45 seluruh perolehan partai 52:48 islamformasi di tahun5 total Jenderal 52:51 perolehanai Islam itu 52:54 43,7%ai nasionalis cuma 52:57 51,7% jadi pasca reformasi ya pasca 53:03 reformasi yang terjadi suara partai 53:06 islam Anjel ya tahun 99 cuma dapat 53:11 36% tahun 2004 suarati Islam naik 53:14 sedikit jadi 38% tahun 53:17 2009 turun lagi jadi 29% tahun 2014 naik 53:21 dikit lagi jadi 31% dan terakhir sekitar 53:24 30 pers pada pemilu 2019 yang 53:29 lalu 53:30 40% padahal partai-partai Islam yang 53:33 saya eh total tadi yang saya sebutkan 53:36 tadi itu sudah memasukkan PKB J PKB saya 53:40 masukkan menjadi bagian dari partai 53:42 islam itu pun paling tinggi perolehan 53:44 partai Islam ada di tahun 2004 yaitu 53:49 38,1% J kalau misalnya PKB saya 53:51 keluarkan dari debatan Parti Islam suara 53:54 Parti Islam secara umum lebih kecil lagi 53:56 nah pertanyaannya adalah Mengapa gitu 53:59 kan Nah Eh ini pertanyaan yang terus 54:04 terang mengganggu saya pribadi beberapa 54:08 kali kawan mencoba menuliskannya dalam 54:10 disertasi tetapi jawaban yang mereka 54:13 tulis dalam disertasi tidak terlalu 54:15 memuaskan saya G ya jadi eh muslim eh 54:21 islamtis dan Kalau misalnya tidak 54:23 mengapa kalau iya Mengapa nah eh kalau 54:27 kita lihat pengalaman tahun 54:30 '5 waktu perolehan Parti Islam menapatan 54:34 43% politik aliran itu begitu relevan 54:37 dalam menjelaskan 54:39 hasil jadi politik aliran itu adalah Eh 54:43 itu konsepnya for kids yang kira-kira 54:46 satu kesamaan ideologis yang 54:48 tertransformasikan secara sosial 54:51 politik eh kesamaan ideologis misalnya 54:55 orang Yang Salatnya Rin ya Eh maka 54:59 cendung memilih 55:03 yaai sementara mereka yang 55:09 ritualangituatendai 55:14 n pasformasi politik 55:19 aliran 55:20 [Musik] 55:21 begitu 55:24 menelkanaku segmen pemilik part Islam 55:27 Jadi kalau kita lihat 55:29 data-data baik dari cer maupun data dari 55:34 surve saya maupun data 55:37 antropologis seperti 55:41 atau Bambang PR itu terjadi proses 55:44 sinisasi umat Islam fenomena bor again 55:46 muslim orang Islam makin Indonesia masuk 55:49 negara paling religius nomor du dunia eh 55:53 tetapi kenapa pilihannya tidak ke Islam 55:57 Jadi kalau politik aliran itu masih 55:59 relevan seharusnya semakin Saleh umat 56:02 Islam semakin besar suara islam tetapi 56:05 kenapa itu tidak terjadi di Indonesia 56:08 itu pertanyaan yang tersera mengganggu 56:11 saya 56:13 karenajelasan-penjelasan yang muncul 56:15 tidak begitu memuaskan gitu ya Satu Saya 56:19 punya hipotesis tentu saja bisa dites 56:22 bisa didiskusikan oleh Parti Islam 56:23 khususnya PKS ya 56:25 ee satu terkait dengan figur yang 56:29 relatif lemah ya jadi di kalangan partai 56:33 islam J partai-partai Islam termasuk PKS 56:35 itu umumnya tidak memiliki figur dengan 56:38 m elektoral yang kuat dan bukan hanya 56:42 figur di level atas di level nasional 56:45 tetapi juga figur di tingkat lokal itu 56:48 umumnya partai islam lemah di situ jadi 56:52 ee misalnya ketua-etua umum Pak partai 56:55 islam itu umumnya tidak memiliki makn 56:57 elektoral yang kuat e top 57:00 five mereka yang elektabilitasnya tinggi 57:04 sebagai per hari ini lima-limanya tidak 57:07 berasal dari rahim eh internal partai 57:10 Islam dari sisi lokal juga demikian Saya 57:13 punya ini punya data eh umumnya 57:17 partai-partai Islam dalam sistem open 57:20 proporional system itu calotnya 57:22 bergantung pada Eh Pak 57:25 branding jadi umumnya pemilih Parai 57:29 Islam itu 57:30 memilih apa eh 57:32 kekuatannya itu bukan pada personal vote 57:35 dari calat partai islam tetapi pada 57:38 partainya jadi misalnya orang memilih 57:41 calek dari PKS itu pertama memilih 57:44 parttainya dulu baru memilih calek 57:46 eh di beberapa tempat saya kasus PKB 57:50 malah milik pkb-nya aja tanpa melihatnya 57:53 siapa jadi Eh ini berbeda misalnya 57:56 dengan 57:58 Nas dengan buulkar di mana calotnya itu 58:01 umumnya punya tingkat kedkenalan yang 58:02 lebih baik ketimbang calok-calok partai 58:05 secar umum itu yang pertama yang kedua 58:08 Eh mungkin nanti bisa ditampilkan juga 58:11 karena berkaitan dengan eh slide 58:13 berikutnya yang ingin saya sampaikan 58:15 gitu ya itu berkaitan dengan 58:17 keberhasilan part nasionalis mengaburkan 58:20 ideologis ideologinya jadi dalam eh 58:23 media fosnya Anthony 58:26 downs itu dalam buku klasiknya itu 58:29 Economic theory of democracy itu ketika 58:32 partai banyak jadi multip strem maka 58:35 yang terjadi bukan kurva terbalik gitu 58:38 ya tetapi kurva normal nah dalam kurva 58:41 normal kalau kita kasih cut off di kiri 58:43 at kanan maka yang banyak itu yang ada 58:45 di tengah itu ya kurva normal kannya 58:48 kayak gunungnya jadi kalau 58:50 saya spektrum kiri maka pemilih yang ada 58:54 kiri sedikit jumlahnya kalau saya cut 58:56 off sebelah kanan jug e sebentar saya 59:15 sambil Halo Bang Burhan Apa masih 59:19 bergabung masih di 59:23 masih 59:35 Oh baik sambil menunggu Bang Burhan 59:38 bergabung kembali Eh Pak mani Eh yang 59:42 terakhir ini ya Ada pendapat menarik ini 59:45 bagaimana partai-partai papan atas itu 59:48 ee Menurut data ini tidak terlalu 59:51 ideologis gitu ya jadi fakta yang 59:53 dipilih masyarakat Indonesia 59:55 partai-partai ee lima besar itu adalah 59:58 partai yang secara ideologisnya tidak 1:00:01 terlalu terlihat gitu Terus bagaimana 1:00:03 Pak marani memandang ini di satu sisi 1:00:05 PKS adalah partai yang secara resmi 1:00:08 mendeklarasikan sebagai partai islam 1:00:11 partai dakwah seperti itu 1:00:13 pak ya Eh makasih bang Aldi eh kita 1:00:17 tunggu setelah ini Eh Bang eh Bung 1:00:20 Burhan masih ada beberapa paparan ya 1:00:23 tapi pandangan saya begini yang dimaksud 1:00:26 ideologi ee dalam konteks PKS adalah 1:00:30 bagaimana kita mengedepankan tadi value 1:00:33 Based political party bahwa 1:00:36 eh partai politik eh saya menyebutnya 1:00:39 eh partai atau politik profetik ya 1:00:45 politik kenabian bahwa ee apapun 1:00:48 pegangan kita adalah nilai dan ideologi 1:00:52 itu 1:00:53 ee agak varian yang beda dengan nilai ya 1:00:57 ketika kita berbasis nilai maka sikap 1:01:00 kita jelas ketika kita berbasis nilai 1:01:03 maka perjuangan kita jelas ketika kita 1:01:05 berbasis nilai maka kelamin kita menjadi 1:01:08 jelas nah ideologis dan non ideologis 1:01:12 Saya lebih suka dengan Ayo e sekarang 1:01:16 ini saatnya kita kontestasi karya dan 1:01:18 gagasan sekarang ini adalah saatnya kita 1:01:22 mengajukan kerangka eh kita mengajukan 1:01:26 roadmap Bagaimana memajukan ekonomi 1:01:28 Indonesia mewujudkan 10 eh kriteria kota 1:01:33 maju bagaimana air bersihnya 100% 1:01:36 tersedia Bagaimana ruang terbuka hijau 1:01:39 30% tersedia Bagaimana kualitas 1:01:41 pendidikan kita nilai visa skornya ya 1:01:45 program International student 1:01:47 assessmentnya itu tinggi Bagaimana 1:01:50 affordability terhadap layanan kesehatan 1:01:52 kita bagaimana aksesibilitas buat 1:01:55 disabel kita bagaimana equality buat 1:01:58 semua Justice buat semua jadi ideologi 1:02:01 yang ada nanti akan kita wujudkan dalam 1:02:04 bentuk kontestasi karya dan gagasan 1:02:06 secara umum 1:02:08 eh varian kita nih kayak ya PKS islamis 1:02:14 nasionalis yang lain nasionalis tapi 1:02:16 religius juga gitu loh sehingga eh dalam 1:02:20 konteks ini saya malah setuju ketika 1:02:23 Ketua Majelis C kita Ustaz HMI Aminin 1:02:26 mengatakan pertarungan ideologi kita 1:02:28 sudah selesai 1:02:29 ee 45 sampai 59 itu masa pertarungan 1:02:34 ketika memang dibuka ee ruang-ruang ide 1:02:37 diskursus ideologis yang mendasar 1:02:39 tentang dasar negara ee Seperti apa 1:02:42 sekarang kita semua sudah memiliki rumah 1:02:45 besar NKRI dengan pancasilanya yang 1:02:49 Harmoni yang kurang adalah bagaimana 1:02:53 kita memiliki eh kemampuan eksekusi 1:02:56 bagaimana kita memiliki 1:02:59 e institusi yang memang e 1:03:03 missioning bagaimana membangun berbagai 1:03:07 institusi negara ini yang memang hadir 1:03:10 sehingga masyarakat tercapailah keadilan 1:03:13 dalam bidang politik kesejahteraan dalam 1:03:16 bidang ekonomi dan e bermartabat 1:03:19 dalamang sosial dan budaya 1:03:23 begituik Terima kasih Pak marani sambil 1:03:26 ini Bang Burhan tadi infonya terputus 1:03:29 internetnya ada gangguan teknis apa 1:03:32 sudah oke sambil menunggu Bang Burhan 1:03:34 Saya pengin 1:03:36 sudah Alhamdulillah mohon maaf semua nih 1:03:39 ustazani Bung Roki 1:03:42 ini lanjut kan lanjut kan kita setia 1:03:45 menunggu l internet Saya ini sedang ee 1:03:49 sedang menguji kesabaran saya sekarang 1:03:51 jelas nih tadi agak terputus-putus suara 1:03:53 sekarang keren lanjutkan oke iya lanjut 1:03:56 ee saya lanjutkan ya Jadi ada beberapa 1:03:59 penyebab mengapa partai islam ee ee apa 1:04:03 kurang perform secara elektoral itu satu 1:04:06 tadi Eh figur figur ya figur ini penting 1:04:10 karena makin lama eh eh apa peta 1:04:14 elektoral kita ditentukan oleh personal 1:04:17 Politics ya ketimbang gagasan ketimbang 1:04:20 nilai seperti yang tadi diutarakan oleh 1:04:23 Ustaz marani 1:04:24 jadi makin lama politik kita ditentukan 1:04:27 oleh seberapa kuat figur dalam mengatrol 1:04:30 elektabilitas partai ya jadi eh mulai 1:04:34 dari figur secara nasional maupun figur 1:04:38 dalam konteks Dapil jangan lupa dengan 1:04:42 proporsional terbuka 1:04:44 eh calek itu memiliki kontribusi yang 1:04:47 besar dalam mengangkat suaraai ya 1:04:50 sekarang sedang dibahas ole di DPR kait 1:04:54 dengan revisi undang-undang Pemilu 1:04:56 tetapi sistem proporsional terbuka 1:04:59 membuat dua Pemilu terakhir kita itu ee 1:05:03 menemukan semakin banyak sekitar 70% 1:05:06 warga yang memilih calek dan gambar 1:05:09 partai banyak juga yang memilih caleg 1:05:11 saja tanpa memilih logo atau nama partai 1:05:14 Nah kalau misalnya partai tidak punya 1:05:17 figur yang kuat tentu punya dampak 1:05:20 terhadap 1:05:21 elektabilitas partainya nah yang kedua 1:05:24 adalah eh dampak ideologi jadi eh 1:05:29 meluruhnya ideologi 1:05:31 eh yang menjadi diferensiasi antar 1:05:34 partai seperti yang dulu kita saksikan 1:05:35 tahun 1:05:36 '5 itu tidak terjadi atau minimal tidak 1:05:40 begitu kuat lagi membedakan satu partai 1:05:43 dengan partai lain di pertarungan 1:05:45 elektoral pasc reformasi jadi partai 1:05:48 nasionalis itu makin lama makin 1:05:50 mengaburkan ideologisnya PDIP punya 1:05:53 Baitul muslimin Indonesia Golkar punya 1:05:56 pengajian Alhidayah Demokrat apalagi ya 1:06:00 Pak SBY menyebut dirinya seb eh Partai 1:06:02 Demokrat sebagai partai nasionalis 1:06:04 religius gitu ya jadi makin lama makin 1:06:07 kurang kurang jelas berbedaan antara 1:06:10 partai nasionalis dengan partai Islam 1:06:13 dan ketika ketidakjelasan itu terjadi 1:06:17 yang paling dirugikan adalah partai 1:06:19 islam tadi Saya menyebut ya di ee ujung 1:06:22 Sebelum saya di dikerjain sama jaringan 1:06:24 internet saya ya itu eh eh median vos 1:06:28 itu 1:06:29 eh apa itu teorinya Antony 1:06:32 Down yang menjelaskan ketika partai 1:06:35 banyak seperti yang kita hadapi di 1:06:37 Indonesia multipartai ekstrem eh maka 1:06:40 yang terbentuk adalah kurva normal nah 1:06:42 dalam kurva normal kalau kita cut off 1:06:45 spektrum kiri dan kanan maka eh pemilih 1:06:49 yang berdiam di spektrum paling kiri dan 1:06:53 paling kanan itu itu makin lama makin 1:06:55 mengecil dan yang banyak adalah yang ada 1:06:58 di tengah dalam kurva normal itu Nah 1:07:01 kalau tu dominan party sistem itu yang 1:07:03 terjadi sebaliknya justru eh kurva 1:07:05 terbalik Nah kita kurva normal nah dalam 1:07:08 kurva normal pemilih itu tidak bisa 1:07:12 bedakan satu partai dengan partai lain 1:07:13 dan akibatnya mereka migrasi ke tengah 1:07:16 Nah karena pemilih berdiam di tengah ya 1:07:20 partai-partai tadi menyasar pemilih yang 1:07:23 ada di tengah termasuk partai nasionalis 1:07:26 makin tidak ada insentifnya buat partai 1:07:28 nasionalis untuk mengejar segmen pemilih 1:07:30 di kiri karena karena pemilih cenderung 1:07:33 ke tengah pemilih juga dari sisi 1:07:35 keagamaan makin religius dan akibatnyaai 1:07:39 nasionalis tadi mengaburkan jenis 1:07:41 kelamin ideologis tadi saya sebut ya 1:07:44 beberapa contoh di mana Kalau kita baca 1:07:48 bukunyaich misalnyabitkan sama 1:07:50 cge inisiasi perariat Islam itu paling 1:07:55 banyak justru kepala daerah pdib dan 1:07:57 Golkar G ya jadi makin lama makin enggak 1:08:00 jelas bedanya ini Parai nasionalis atau 1:08:03 partai agama nah ini yang eh membuat 1:08:07 kemudian ini sebagai penutup ya eh eh 1:08:11 partai-partai Islam itu kesulitan 1:08:13 bertarung karena ketika mereka ke tengah 1:08:18 basis masanyaendiri masih gondelin kalau 1:08:21 istilah Jawanya ya ingat enggak waktu 1:08:23 dulu Mukernas PKS di Bali ya Eh waktu 1:08:26 itu 1:08:27 ee Ustaz Anis Matta gitu ya mencoba 1:08:30 melakukan terobosan menjadikan PKS 1:08:32 sebagai partai terbuka tetapi kita tahu 1:08:34 ee ada juga ketidakpuasan terhadap 1:08:37 langkah itu karena dikhawatirkan 1:08:39 menghilangkan basis masa lama PKS jadi 1:08:42 ketika mencoba ke 1:08:45 tengah pertarungannya tidak lagi 1:08:47 ideologis Ustaz tetapi adu kekuatan 1:08:50 logistik ya jadi ketika ke tengah 1:08:54 Pemilih tidak lagi disodori oleh tawaran 1:08:57 programatik ideologis tetapi yang 1:08:59 terjadi adalah adu kekuatan finansial 1:09:01 dan umumnya partai islam itu fakir 1:09:07 logistik nah ketika salah satu penyebab 1:09:11 fakir logistiknya partai-partai Islam 1:09:13 adalah kurangnya Network di kalangan 1:09:17 mereka yang punya uang ya orang menyebut 1:09:19 dengan istilah oligarki orang menyebut 1:09:21 dengan istilah bisnis eh eh 1:09:25 community cycle apapun namanya ya tetapi 1:09:28 umumnya partai islam itu tidak punya 1:09:30 akses terhadap mereka yang punya uang Ya 1:09:33 karena ketika ke tengah iklan jadi 1:09:36 penting pencitraan jadi penting branding 1:09:38 jadi penting nah di situ uang menjadi 1:09:41 penting nah ini eh hal-hal Yang eh 1:09:44 menyebabkan partai-partai Islam pask 1:09:47 reformasi kurang kompetitif karena ada 1:09:49 kaitannya dengan desain institusi nah 1:09:52 Apa bukti bahwa eh ideologi antar partai 1:09:57 mulai kabur tidak seluruhnya kabur ya 1:09:59 saya akan sampaikan ee sebagai penutup 1:10:02 ya eh eh satu paper yang saya tulis 1:10:05 bersama kolega saya dimuat oleh jurnal 1:10:07 yang sangat terkemuka jurnal elektoral 1:10:10 tadi saya bisa kirim kalau ada yang 1:10:12 berminat untuk membacanya nah di situ 1:10:15 eh mungkin bisa ditampilkan eh slide 1:10:18 yang saya sudah kirim ke Mas Yahya ya ee 1:10:23 eh sebentar atau saya menampilkan 1:10:26 sendiri aja saya bisa nih udah sudah 1:10:30 tampil tampil tampilya 1:10:34 tampil ya Nah ini contoh nih tak sebagai 1:10:36 penutup ya 1:10:38 Ee bukti bahwa 1:10:41 ideologi antarpai itu lama-kelamaan 1:10:44 makin hilang ya dulu kita punya cvage 1:10:46 minimal 3 ada eh cvage berdasarkan kelas 1:10:51 ya tahun '5 itu ada clivage berdasarkan 1:10:55 pusat daerah Ya ada juga clivage 1:10:59 berdasarkan agama nah dua yang pertama 1:11:02 itu eh eh kabur atau hilang karena 1:11:07 orde baru saya kira ya mereka yang eh 1:11:10 mengasosiasikan sebagai partai kelas 1:11:13 bawah itu dianggap kiri dianggap komunis 1:11:16 ya dan akibatnya PRD ketika pertama kali 1:11:20 ikut pemilu pasc soarto jatuh itu enggak 1:11:22 laku partai itu ya Makanya budimanato 1:11:25 pindah ke bdp ya kemudian 1:11:28 ee apa pusat daerah itu juga enggak 1:11:31 lagaku kalau kita masih ingat tahun '99 1:11:34 ada namanya Partai Persatuan daerah 1:11:36 partainya Bang Oso itu juga enggak laku 1:11:38 ya karena sentralisme Orde Baru membuat 1:11:43 mereka yang menyuarakan aspirasi lokal 1:11:45 daerah dianggap eh melakukan ee apa 1:11:49 pemberontakan ya PR RI dan seterusnya 1:11:52 nah yang masih hidup adalah agama itu 1:11:54 pun makin lama dipenetrasi oleh e 1:11:56 partai-partai nasionalis yang sengaja 1:11:58 mengaburkan diri nah saya punya survei 1:12:02 survei ini unik karena kita wawancara 1:12:05 politisi dari e partai-partai yang lolos 1:12:08 PT eh di tingkat provinsi ya bukan 1:12:12 nasional kemudian kita juga wawancara 1:12:15 pemilihnya jadi kita lihat kongruensi 1:12:18 antara empat dimensi eh ideologi yang 1:12:22 kita turunkan di se variabel Nah kalau 1:12:25 kita cek ya Eh misalnya di sini ya Ah 1:12:28 ini ya itu soal Islam dan Pancasila itu 1:12:33 masih ada bedanya PKS P3 itu cenderung 1:12:35 agak ke1 angka 10 ini politisnya sendiri 1:12:39 yang memberikan eh apa namanya jawaban 1:12:43 soal Apakah Islam perlu berperan lebih 1:12:46 besar dalam politik S artinya perannya 1:12:49 lebih kecil 10 artinya perannya lebih 1:12:51 besar lagi-lagi KS dan P3 yang 1:12:54 menginginkan Islam lebih berperan secara 1:12:56 politik ya 8 sama 8,15 sama 1:13:01 8,3 ya kemudian Pan kemudian PKB ini 1:13:04 partai-partai Islam ada di kanan yang 1:13:07 paling sedikit PDIP dengan politisi 1:13:09 Nasdem di sini tetapi yang saya kaget 1:13:13 adalah bahkan eh politisi PDIP dan 1:13:15 Nasdem sekalipun yang EE menginginkan 1:13:19 peran Islam lebih sedikit gitu ya itu 1:13:22 pun ada di angka 4 sama bahkan yang 1:13:25 nasem 4,8 hampir l jadi tidak ada yang 1:13:28 menyebut angka sat atau angka du di sini 1:13:31 artinya partai senasionalis PDP atau 1:13:34 Nasdem sekalipun itu juga masih ingin 1:13:36 memberi tempat Islam dalam politik tapi 1:13:38 di luar itu coba cek deh ya Eh saya suka 1:13:42 gambar ini karena tidak ada perbedaan 1:13:44 tuh kiri kanan semuanya ngumpul mau 1:13:47 politisi Demokrat Hanura PDI PPKS Nas 1:13:50 dan seterusnya ini soal Ekonomi apa 1:13:53 Apakah pengin eh equality angka 1 10 1:13:57 growth gitu ya dalam soal kebijakan 1:13:59 ekonomi semuanya ngumpul antara 4 sampai 1:14:01 5 ini jadi eh dari sisi eh ST skill 1:14:05 significannya gak signifikan sama sekali 1:14:07 perbedaan satu partai dengan partai lain 1:14:09 ini dia rekam eh semuanya ya dari soal 1:14:13 statistism left and right bcam-macam itu 1:14:16 yang beda cuma isu agama yang lain 1:14:18 ngumpul semua ya Nah apa eh Lesson 1:14:21 le-nya Lesson le-nya adalah 1:14:24 dari sisi non agama itu enggak ada beda 1:14:27 antara PKS dengan Gerindra dengan gold 1:14:30 car dengan dengan PDIP ya jadi soal 1:14:34 nonagama itu sama aja partai-partai itu 1:14:38 Nah kalau kita cek lebih khusus lagi nih 1:14:39 ya Karena ada perbandingan dengan bukan 1:14:41 hanya politisi tapi juga basis atau 1:14:43 konstituen Ma mereka masing-masing kita 1:14:46 tanya soal preferensi terhadap kebijakan 1:14:48 ekonomi ada 1:14:49 item Nah kalau kita cek ini tingkat uj 1:14:53 di kalangan pemilih ini tingkat perujuan 1:14:55 di kalangan politisi Coba kita lihat 1:14:57 skatotnya ya itu lihat tuh jadi yang 1:15:01 sebelah kiri itu Economic preferences 1:15:03 menurut basis konstituen masing-masing 1:15:05 partai ya bukan kiri yang eh vertial 1:15:09 akisnya kemudian yang horizontal akisnya 1:15:11 itu adalah Economic preference-nya 1:15:12 menurut politisi dari masing-masing 1:15:14 partai semuanya ngumpul di sini jadi 1:15:17 politisi Nasdem sama konstituennya itu 1:15:21 diangka sini di titik ini Demokrat di 1:15:24 sini PKS di sini sama semua Apa 1:15:28 implikasi strateginya Kalau jualan 1:15:31 ekonomi Ustaz Mardani itu PKS relatif eh 1:15:36 sulit ya karena ideologi ekonomi PKS 1:15:39 dianggap sama sama partai-partai lain 1:15:42 Jadi kalau ngomong isu-isu non ekonomi 1:15:45 Eh non agama dalam hal ini adalah 1:15:48 ekonomi itu pemilih enggak bisa bedain 1:15:51 itu ideologinya apa ya gitu Nah itu kan 1:15:54 beda misalnya kalau kita lihat di Eropa 1:15:57 atau di Amerika ya tapi coba sekarang 1:15:59 soal indeks Islam politik ya ada tujuh 1:16:02 variabel 1:16:04 eh yang membentuk apa yang kita sebut 1:16:06 sebagai indeks eh dukungan terhadap 1:16:08 Islam politik ini adalah pemilih ini 1:16:11 adalah politisi Coba kita lihat 1:16:13 skattererpotnyaung gitu ya Kelihatan 1:16:15 bedanya jadi eh kalau kita cek di sini 1:16:19 PKS ada di sini nih jadi dia 1:16:22 conruence ada semakin ke kanan semakin 1:16:24 besar dukungan terhadap eh apa namanya 1:16:27 terhadap indeks Islam politik di 1:16:30 kalangan politisi masing-masing partai 1:16:32 sementara di atas semakin ke atas 1:16:34 semakin besar dukungan Islam politik 1:16:36 terutama di kalangan basis konstituen 1:16:39 masing-masing partai PKS ada di sini 1:16:41 titik temunya antara 1:16:43 eh aspirasi di tingkat masa terhadap 1:16:46 Islam politik dengan politisinya nah P3 1:16:51 di sini Pan di sini jadi a partai ini 1:16:54 itu konstituennya memang menginginkan eh 1:16:57 partainya lebih Pro terhadap eh indeks 1:17:01 Islam politik eh yang kita peras dari 1:17:03 tujuh item yang saya Sebutkan sebelumnya 1:17:06 yang paling kiri yang paling di sini itu 1:17:09 berarti semakin kecil dukungan terhadap 1:17:11 Islam politik Nasdem PDIP ini Tengah 1:17:14 nah yang menarik adalah titik-titik temu 1:17:18 antara dukungan Islam politik di tingkat 1:17:22 masa maupun di tingkat politisi itu 1:17:24 umumnya di atas garis ini ini garis yang 1:17:27 penting ini ya jadi titik Apa artinya 1:17:31 secara umum masa kita tuh lebih 1:17:33 konservatif ketimbang elitnya karena ada 1:17:35 di atas ini titik PDIP misalnya pemilih 1:17:39 PDIP itu yang pro terhadap Islam politik 1:17:42 itu ada di 1:17:44 2,9 tapi politisinya cuma 1:17:48 2,2 artinya pemilih PDIP lebih 1:17:51 konservatif ke elit 1:17:53 begitu juga kalau Nasdem agak mirip ya 1:17:55 2,5 dibanding 1:17:57 2,2 PKB juga demikian meskipun elit 1:18:01 partainya lebih progresif tetapi 1:18:03 pemilihnya sangat konservatif dari sisi 1:18:06 e dukungan terhadap politik Islam ya Ini 1:18:10 sekedar contoh jadi poin saya adalah 1:18:12 politik kita makin lama 1:18:15 makin makin tidak ideologis satu-satunya 1:18:18 representasi ideologis yang masih 1:18:20 tersisa adalah hubungan agama dan negara 1:18:23 dan akibatnya seperti yang kita lihat di 1:18:25 sini kedikenalan yang lebih membuat ya 1:18:29 orang terpilih ya coba cek di sini ini 1:18:32 variabel-variabel penting nih yang 1:18:34 membuat eh apa namanya eh elektabilitas 1:18:38 lebih ditentukan oleh faktor 1:18:40 non-ideologis Saya kira itu ee jadi eh 1:18:44 sebagai summary dari apa yang saya eh 1:18:47 ulas tadi jadi ketika PKS ingin komit ee 1:18:53 menjadikan Munas kelima ini sebagai 1:18:55 sarana untuk mempertegas eh positioning 1:18:58 Partai Keadilan Sejahtera sebagai partai 1:19:01 ideologis di satu sisi itu bagus karena 1:19:04 memberi semacam terobosan eh di luar 1:19:07 atau di tengah gitu ya Ee situasi 1:19:09 politik yang sangat tidak ideologis tapi 1:19:12 di sisi lain itu melawan arus jadi 1:19:16 politik ideologis berbasis nilai itu 1:19:19 melawan arus pragmatisme politik 1:19:22 elektoral kita 1:19:23 nah pada titik tertentu 1:19:26 eh dari sisi substansi bagus tapi dari 1:19:30 sisi pragmatisme elektoral PKS 1:19:34 dikhawatirkan tidak mampu kompetitif 1:19:36 juga tuh Ustaz kalau jadi e kalau gitu 1:19:40 ya mengabaikan realitas politik yang 1:19:42 tadi saya sebut ya realitas politik di 1:19:44 mana sekarang e politik begitu sangat 1:19:48 Nir ideologis ya Eh di mana eh 1:19:52 partai-partai cenderung ee menarik 1:19:54 pemilih yang ada di tengah dan kalau 1:19:56 misalnya PKS tetap nyaman dengan pemilih 1:20:00 tradisionalnya eh yang berasal dari 1:20:03 gerakan tarbiah gitu ya Dari dari 1:20:06 gerakan harokah gitu ya maka kemungkinan 1:20:09 PKS tetap akan Survive G ya sebagai 1:20:12 partai tetapi sulit untuk muncul sebagai 1:20:16 pemenang jadi jadi ee di situ menjadi 1:20:20 tantangan Apakah tetap merepresentasikan 1:20:22 basis masa ya menjadi partai kader gitu 1:20:26 ya ataukah menjadi catch all party 1:20:29 ketika menjadi catch all party ada 1:20:31 tarik-menarik di internal tapi di sisi 1:20:34 lain belum tentu juga menyasar atau 1:20:36 meyakinkan pemilih yang ada di luar dari 1:20:39 basis massa tradisional PKS Tapi kalau 1:20:42 tetap menyasar basis massa PKS sendiri 1:20:44 kemungkinan tetap akan terkena jebakan 1:20:47 partai menengah gitu middle party TR 1:20:49 gitu ya jadi di sini yang menurut saya 1:20:52 nya menjadi PR buat PKS ini Dilema bukan 1:20:55 pangurhan Iya Dilema bukan ni iya ya ini 1:20:59 Dilema 1:21:01 kedua karena Dilema yang pertama sudah 1:21:03 bikin partai itu dilema kedua Dilema 1:21:07 kedua adalah bagaimana PKS besar tapi 1:21:11 tetap menjaga idealisme dan Marwah 1:21:15 politiknya yang ingin menyuarakan basis 1:21:18 massanya tapi pada titik tertentu punya 1:21:21 appeal yang kuat di kalangan eh non 1:21:25 basis tradisional partai itu itu PR 1:21:28 besar itu tadi saya sebut di bagian awal 1:21:30 PKS mengalami kenaikan tapi lagi-lagi 1:21:33 masih kurang perform di segmen pemilih 1:21:37 yang besar sekali jumlahnya pemilih Jawa 1:21:39 masih kurang pemilih yang tinggal di 1:21:42 Jawa Tengah sama Jawa Timur yang 1:21:43 lagi-lagi didominasi sama Jawa itu PKS 1:21:46 juga belum begitu menarik buat mereka 1:21:49 Jadi saya kira itu sebagai e pengantar 1:21:52 Sekali lagi saya mohon maaf sekali ya 1:21:54 buat Ustaz Mardani buat teman-teman 1:21:57 di lead gitu ya buat Bung Roki buat 1:22:00 semuanya karena eh Saya baru pulang nih 1:22:03 dari luar kota eh internet eh ternyata 1:22:06 belum berubah dari sebelumnya masih ada 1:22:09 masalah gitu ya ini saya lenggangan 1:22:11 internet BUMN ini t internetnya nih saya 1:22:15 enggak mau nyebut namanya tapi intinya 1:22:17 kira-kira eh apa namanya inilah 1:22:20 providernya adalah yang Yang yang yang 1:22:23 punya negara ini tapi kenapa kayak gini 1:22:25 ya Saya kira itu Terima kasih 1:22:27 asalamualaikum warahmatullahi 1:22:28 wabarakatuh Waalaikumsalam 1:22:30 warahmatullahuh Terima kasih Bang Burhan 1:22:32 Bang Burhan ini ada titipan pertanyaan 1:22:35 dari eh audiens 1:22:37 kita dengan pemaparan tadi Bagaimana apa 1:22:41 solusi ataupun saran-saran dari Bang 1:22:43 burahan ini agar eh PKS eh dengan eh apa 1:22:48 eh status positionnya sekarang tuh 1:22:50 sebagai partai ideologis Islam dia bisa 1:22:54 mampu masuk ketiga besar dan bisa 1:22:58 minimal bisa capai 15% lah dengan 1:23:01 kondisi ini apa kira-kira ee apa yang 1:23:04 perlu dilakukan nih langkah-langkah 1:23:06 strategis dan praktisnya nih 1:23:09 ee 1:23:10 secara jangka pendek PKS harus 1:23:14 mampu 1:23:16 melahirkan tokoh yang memiliki magnet 1:23:19 elektoral kuat jadi saya tidak menafikan 1:23:22 eh eh kesimpulan yang disampaikan oleh 1:23:26 eh Ustaz Mardani atau eh Bung Roki ya 1:23:30 bahwa PKS harus tetap komit sebagai 1:23:32 partai yang berbasis nilai tetapi 1:23:36 lagi-lagi dalam tantangan 1:23:38 elektoral realitas politik di mana 1:23:40 pemilih itu memilih berdasarkan kekuatan 1:23:43 figur tidak bisa diabaikan jadi eh jadi 1:23:47 harus punya figur yang kuat dan figur 1:23:50 itu harus diasosiasikan dengan PKS 1:23:53 Nah itu itu yang pertama yang kedua dari 1:23:56 sekarang saya kira PKS harus melakukan 1:23:58 Talent 1:24:00 scotic 1:24:01 terhadap calon-calon anggota legislatif 1:24:04 di 1:24:06 88 dabil eh sori 80 dabil 80 80 dabil 1:24:12 jadi dari awal itu penting itu buat PKS 1:24:15 melakukan Talent scouting karena jangan 1:24:17 lupa kemungkinan besar proporsional 1:24:20 terbuka tetap akan disahkan dalam revisi 1:24:23 undang-undang Pemilu kalau 1:24:25 misalnya memakai desain institusi 1:24:27 semacam itu kekuatan calek menjadi 1:24:30 penting menjadi pengungkit elektoral 1:24:33 PKS jadi tokoh-tokoh yang mampu kasarnya 1:24:38 membawa kursi sendiri nah syukur-syukur 1:24:41 tokoh-tokoh PKS di tingkat dail tadi itu 1:24:45 memiliki komitmen yang sama Jadi bukan 1:24:48 sekedar memb 1:24:51 kaderai banyak tuh partai yang ee eh 1:24:55 memakai jalan pintas untuk menaikkan 1:24:57 suara dia mentransfer gitu ya E tokoh 1:25:01 dari partai lain tapi kalau misalnya 1:25:04 persiapannya jauh lebih lama kan PKS 1:25:06 bisa eh terhindar dari shortcut semacam 1:25:09 tadi gitu ya jadi itu ya itu yang 1:25:12 pertama ya 1:25:13 Eh solusi terkait dengan tokoh dan terus 1:25:17 terang bukan hal yang mudah juga gitu 1:25:20 karena waktu 4 tahun kan bukan waktu 1:25:22 yang panjang ya Secara elektoral tetapi 1:25:24 ee itu bisa ee ini bisa apa namanya Bisa 1:25:29 saya kira bisa membantu PKS untuk keluar 1:25:33 dari middle party Trap jadi eh eh eh dan 1:25:38 yang yang terakhir tentu saja ya Nah ini 1:25:41 ini saya kira perlu ada musyawarah gitu 1:25:45 Tad ya dengan tokoh-tokoh partai islam 1:25:47 partai islam ini termasuk tokoh-tokohnya 1:25:50 mohon maaf nih ya kritik saya ya 1:25:53 itu terlalu 1:25:55 ego ya jadi jadi secara umum Tadi saya 1:25:59 sudah jelaskan e proporsi dukungan 1:26:01 terhadap partai islam makin lama makin 1:26:03 mengecil tapi nafsu dari kalangan elit 1:26:06 partai Islam untuk mendirikan partai 1:26:07 enggak pernah 1:26:09 hilang Saya bingung juga Jadi ada bikin 1:26:13 saya enggak mau nyebut namanya ya Ada 1:26:15 partai baru umumnya dari tokoh-tokoh 1:26:18 partai Islam yang sebelumnya pernah juga 1:26:21 membuat partai Islam di eh 1:26:24 periode-periode sebelumnya dan terbukti 1:26:26 gagal sudah terbukti gagal masih juga 1:26:29 bikin partai baru Jadi ibarat captif 1:26:32 yang terbatas dibagi eh oleh partai 1:26:35 Islam yang makin banyak jadi ini enggak 1:26:38 bagus untuk eh menaikkan posisi tawar 1:26:41 partai islam Saya dari dulu itu pengin 1:26:44 partai islam kuat secara elektoral 1:26:47 karena pilar bangsa ini itu ditopang 1:26:49 oleh dua ini saya belajar dari Bung 1:26:52 nasionalis dan 1:26:54 agama dan usia republik 1:26:57 ini itu Setua perdebatan ideologis 1:27:01 antara nasionalis dengan agama jadi 1:27:03 jangan sampai partai islam partai agama 1:27:06 itu kalah bertarung dengan partai 1:27:07 nasionalis Kalau kalah bertarung Terlalu 1:27:11 jauh gapnya itu membuat satu sayap 1:27:15 bangsa ini hilang gitu loh apalagi kalau 1:27:17 sampai ada yang enggak lolos PT itu jadi 1:27:20 itu justru berbahaya buat Indonesia 1:27:22 kalau partai islam terlalu jauh dari 1:27:26 pertarungan kompetitif elektoral Nah 1:27:28 untuk itu kesadaran itu harus muncul di 1:27:30 kalangan elit partai islam jangan 1:27:33 ee ngumpul ada sekian orang kemudian 1:27:35 punya kepercayaan diridiriin partai 1:27:37 kenapa enggak enggak enggak diskusi 1:27:40 bareng Kemudian mensolitkan untuk 1:27:43 membesarkan satu atau dua partai islam 1:27:46 ya Ee di kepala saya itu ya partai islam 1:27:48 kalau bisa ya cuma dua gitu ya Ada 1:27:51 partai yang eh merepresentasikan basis 1:27:54 Islam tradisionalis ada partai yang 1:27:57 merepresentasikan basis Islam modernis 1:28:00 ya cukup gitu jadi Engak enggak harus 1:28:03 ada 1:28:04 partai-partaibel Baru 1:28:08 apa kira-kira itulah e jawaban saya t ya 1:28:12 jadi E saya enggak tahu apakah berhasil 1:28:15 atau tidak Gitu ya eksperimen yang tadi 1:28:17 saya sebut tetapi saya kira itu bagian 1:28:19 dari ijtihad ya eh partai islam dalam 1:28:23 rangka meningkatkan performa 1:28:26 elektoralnya sehingga kaplingnya tidak 1:28:29 di curi terus-menerus oleh partai 1:28:32 nasional beitu ya terima kasih Bang 1:28:36 Burhan atas eh apa masukan-masukannya 1:28:40 Saya ingin memberi kesempatan Pak 1:28:41 Mardani untuk menanggapi masukan-masukan 1:28:43 dari bank burahan ini nih pertama PKS 1:28:47 perlu melahirkan figur tokoh kemudian 1:28:50 Ting scoting terhadap 80 Dapil 1:28:53 secepatnya dan yang terakhir adalah 1:28:55 bagaimana bisa bergandengan tangan 1:28:57 merangkul semua partai apa tokoh-tokoh 1:29:00 umat ulama partai islam agar mau 1:29:03 bergabung bersatu gitu tidak berpecah 1:29:05 belah Bagaimana pak marani e menanggapi 1:29:08 ini kasih Bang haldi eh 1:29:11 tiga usulan terakhir eh saya komen 1:29:14 belakangan tapi saya ingin coba 1:29:17 merangkum e sedikit tanggapan terhadap 1:29:20 paparan Mas Burhan jazakumullah Kiran k 1:29:24 eh tajam seperti biasa data dan 1:29:27 analisanya tetapi dua hal yang kami di 1:29:31 Partai Keadilan Sejahtera percaya bahwa 1:29:35 eh value bas political party ya partai 1:29:39 politik berbasis nilai justru akan 1:29:41 menjadi eh idola di masa yang dekat ini 1:29:46 ya ketika 1:29:49 ee gelap Sudah demikian pekat tanda 1:29:53 Fajar akan menyingsing ya kalau kita 1:29:55 lihat ada demikian banyak dalam tanda 1:29:58 kutip 1:30:00 ee kondisi eh kegelapan politik kita ee 1:30:05 kebobrokan perekonomian kita ee kualitas 1:30:09 ee hubungan sosial kita itu menunjukkan 1:30:13 masyarakat perlu berpaling kepada partai 1:30:16 yang memiliki basis nilai yang kuat ya 1:30:19 dan Partai Keadilan Sejahtera e dari 1:30:22 awalnya hadir membawa nilai-nilai Islam 1:30:25 rahmatan lil alamin dan mencoba untuk 1:30:28 mewujudkan ya bagaimana visi Indonesia 1:30:31 maju yang adil sejahtera dan bermartabat 1:30:35 kita wujudkan dalam bentuk platform 1:30:37 pembangunan kita falsafah dasar 1:30:39 perjuangan kita PKS tetap akan jalan dan 1:30:42 karena 1:30:43 eh saya setuju dengan Burhan bahwa tren 1:30:47 ke depan politik eh bukan tren yang 1:30:49 terjadi sekarang ini 10 tahunlah 1:30:51 terakhir 15 bisa jadi itu eh eh personal 1:30:58 eh value yang atau personal behavior 1:31:01 yang menguat ya tetapi saya pikir 1:31:04 masyarakat akan ada pada satu titik 1:31:06 bahwa akan seperti menunggu godot ya 1:31:10 perbaikan bangsa ini kalau e cuma 1:31:13 menunggu satu dua figur saja kita harus 1:31:15 sudah mulai mampu Beyond personal eh 1:31:20 mampu melihat bahwa Bang ini terlalu 1:31:22 besar terlalu 1:31:24 ee rumit terlalu beragam terlalu besar 1:31:28 tantangan kalau cuma diberikan kepada 1:31:31 satu orang 1:31:33 2004 ee ada harapan 2014 ada harapan 1:31:38 tetapi PKS ingin memberikan kami bukan 1:31:41 berbasis figur semata tapi kami berbasis 1:31:45 nilai dan memiliki sistem organisasi dan 1:31:49 kader serta struktur yang Solid ini yang 1:31:51 kami tawarkan buat bangsa Indonesia kita 1:31:54 tidak akan mundur karena itu ee jati 1:31:57 dirinya kita tentu ee bahwa dalam 1:32:00 kerangka kita ingin eh mendapatkan 1:32:03 elektoral eh benefit eh kehadiran tokoh 1:32:07 eh sangat disadari eh strategi elektoral 1:32:11 di Dapil sangat perlu dan yang masukan 1:32:15 terakhir PKS sebetulnya Mas Burhan eh 1:32:18 menyatakan diri sebagai partai yang 1:32:21 menjadi jadi pelopor persatuan bangsa ya 1:32:23 Sehingga Bagaimana kita dapat menyatukan 1:32:26 bangsa kalau menyatukan umat juga belum 1:32:28 karena itu mungkin memang 1:32:31 eh di anggaran dasar kita yang terbaru 1:32:34 kita memberikan demikian banyak ruang 1:32:37 kolaborasi ruang eh interaksi antara 1:32:41 partai keada sejahtera dengan piak 1:32:43 elemen-elemen yang lain mudah-mudahan 1:32:45 dengan ruang-ruang yang sangat terbuka 1:32:47 lebar yang sangat besar ini berbagai 1:32:50 elemen bisa bersinergi dan bekerja sama 1:32:53 dengan Partai Keadilan Sejahtera tentu 1:32:55 ee lain lubuk lain ikannya Lain ladang 1:32:59 lain belalang PKS 1:33:01 ee mendengar semua masukan dan PKS tetap 1:33:05 akan ee meramu semuanya disesuaikan 1:33:08 dengan jati diri ee Partai Keadilan 1:33:12 Sejahtera bahwa kita adalah partai 1:33:14 berbasis nilai kita adalah partai kader 1:33:16 kita adalah partai yang mengedepankan 1:33:19 organisasi dan sistem ee tentu tidak 1:33:22 menabukkan figur dan orang-orang yang 1:33:25 dapat menjadi vote getter begitu 1:33:27 Bangi baik terimima kasih Pak mani 1:33:30 kemudian saya ingin berikan eh 1:33:32 kesempatan kepada e Bung Roki untuk 1:33:35 menanggapi pemaparan dari Bang Burhan 1:33:37 tadi ya Eh terutama nih terkait eh 1:33:40 kondisi faktual di Indonesia saat ini 1:33:43 partai islam partai berbasis ideologis 1:33:47 ini Eh ternyata eh segmennya ee jauh 1:33:50 lebih kecil di dibanding ee partai ee 1:33:53 nasionalis dan juga yang tidak berbasis 1:33:56 ideologi bagaimana Bung Roki melihat ini 1:33:58 dan saran-saran e kepada PKS nih dengan 1:34:02 di tengah situasi ini agar tetap bisa 1:34:04 mempertahankan nilai tetapi kemudian 1:34:06 bisa tumbuh besar gitu ya E menjawab 1:34:09 kebutuhan masyarakat I itu yang 1:34:13 namanya Dilema 1:34:16 statistik artinya karena disodorkan 1:34:19 statistiknya maka tergangu 1:34:22 motif dasar dari PKS kan begitu 1:34:26 sebetulnya impnya tu jadi saudara Burhan 1:34:29 tadi sebagai ahli 1:34:31 dalam Dan studi banyak tentang perilaku 1:34:35 pemilih itu 1:34:37 menyodorkan faktanya memberi 1:34:40 deskripsi tetapi ajaibnya PKS tetapotot 1:34:44 mau jadi partai berbasis Val jadilihat 1:34:47 bahwa ada deskripsi ada preskripsi 1:34:52 PKS memutuskan untuk Oke deskripsi itu 1:34:56 mengandaikan bahwa PKS bila ingin menang 1:35:00 masuk ke tengah tetapi saya kira PKS 1:35:03 menghitung masuk ke tengah artinya ikut 1:35:05 di dalam tradisi korupsi itu karena 1:35:07 partai-partai tengah itu partai-partai 1:35:09 korup tuh yang berupaya untuk mengambil 1:35:12 keuntungan politik secara material lain 1:35:14 misalnya kalau kita lihat bahwa partai 1:35:16 tengah itu partai bersih itu jadi Dilema 1:35:19 PKS adalah masuk di dalam pengaruh 1:35:23 e apa namanya kurva bel itu atau tetap 1:35:27 berada di luar kurva itu tapi 1:35:31 terusunyikan lonceng e nilai ini 1:35:35 sebetulnya yang menarik dari segi eh 1:35:39 pertandingan politikapi saya selalu 1:35:42 menganggap bahwa mereka yang berupaya 1:35:45 untuk masuk di dalam politik alternatif 1:35:49 itu Ada nyali yang betul-betul otentik 1:35:52 gitu yang berupaya untuk menangkis 1:35:55 seluruh proposal statistik kuantitatif 1:35:59 dan tetap percaya bahwa suatu waktu 1:36:01 sejarah akan memihak Ini eneri yang luar 1:36:04 biasa yang enggak dipunyai oleh 1:36:06 partai-partai besar sebetulnya jadi itu 1:36:09 eh keterangan saya saya Mengerti 1:36:12 bagaimana saudara Burhan berupaya untuk 1:36:15 masuk dalam sense of reality itu dengan 1:36:18 dalil 1:36:19 bahwa art 1:36:21 jadi kalau mau Art of 1:36:24 coba perhitungkan 1:36:28 eh potensi untuk menjadiib dalam politik 1:36:32 artinya tumbuh secara kuantitatif maka 1:36:35 Coba ambil perlebar wilayah tengah itu 1:36:38 itu satu usulan yang bagus tapi saya 1:36:41 juga mengerti mengap PKS 1:36:43 mengambil posisi bukan Bu sebagai art 1:36:49 Ofi seb Art of attacking The Impossible 1:36:53 itu jadi yang tidak mungkin itu yang 1:36:55 sedang digarap oleh PKS dan saya memberi 1:36:58 poin bagus di situ karena menyedorkan 1:37:02 politik nilai itu itu seolah-olah 1:37:04 seperti 1:37:05 eh 1:37:06 menerima masuk restoran dikasih menu 1:37:09 yang dicari enggak ada di situ kan kalau 1:37:11 kita masuk restoran yang ada nasi goreng 1:37:13 bakmi cap cai segala macam tuh Anda 1:37:16 enggak dapat 1:37:17 eh menu popeda dari Papua di situ atau 1:37:21 bubur Manado tuh Karena itu adalah 1:37:24 wilayah-wilayah yang tidak dikenal di 1:37:26 dalam ee menu-menu standar restoran tapi 1:37:29 sekali lagi kita ingin menguji 1:37:32 sebetulnya tuh Apakah 1:37:34 betul masyarakat 1:37:36 Indonesia itu sangat tergantung P 1:37:42 kefiguran di dalam perhitungan elektoral 1:37:45 terlihat itu kalau figur ada maka ee 1:37:49 suara partai akan ditarik oleh si figur 1:37:51 itu itu tapi saya mau Uji sedikit apakah 1:37:53 dengan pengalaman politik dalam 5 tahun 1:37:56 ini kefiguran itu masih menentukan itu 1:37:59 kalau dia masih menentukan artinya orang 1:38:00 Indonesia memang dungu enggak mau 1:38:02 berubah karena hanya mau melihat figur 1:38:04 enggak mau melihat visi dari E partainya 1:38:07 itu dan mengandalkan politik menitipkan 1:38:10 politik pada figur itu berarti tindakan 1:38:13 yang sangat pragmatis tentu sangat bagus 1:38:14 daradi usulan Burhan figurnya itu 1:38:17 sekaligus membawa ideologinya membawa 1:38:20 perspektif ee value-nya itu baru eh 1:38:24 mantap buat saya itu nah Saya 1:38:26 membayangkan bahwa Indonesia dalam 5 1:38:29 tahun ini capek dengan figur-figur yang 1:38:31 berupaya untuk memamerkan 1:38:34 eh program tapi akhirnya terjebak 1:38:38 eh di dalam permainan pragmatis dan si 1:38:41 figur berakhir dengan rompi kuning 1:38:44 dengan eh rompi orang kan itu politik 1:38:48 kita begitu kan sekarang nah saya 1:38:50 melihat lihat bahwa ada lapisan baru 1:38:52 pemilih-pemilih baru yang tidak ingin 1:38:55 lihat figur lagi karena dianggap figur 1:38:57 Itu menipu figurnya tadinya waktu 1:38:59 kampanye pakai jas pakai e batik yang 1:39:03 mewah tapi 2 tahun kemudian figurnya 1:39:06 pakai r rompi or rompi KPK kan itu 1:39:09 Paradoks dalam politik kita kan jadi 1:39:11 sekali lagi 1:39:13 Eh Saya mengamati Bagaimana dilema itu 1:39:16 ada pada PKS dan Eh kalau kita ucapkan 1:39:20 hari ini bahwa PKS memang ingin 1:39:24 membuktikan dalil lain dalam politik 1:39:27 yaitu Bahwa investasi value itu memang 1:39:31 berisiko tidak populer tapi dengan itu 1:39:34 dia meninggalkan semangat baru dalam 1:39:36 politik yaitu keadilan yaitu kemakmuran 1:39:39 Justice yang dasarnya bukan transaksi 1:39:42 tapi inskripsi politik yang kuat bahwa 1:39:45 value harus menuntun politik nah saya 1:39:47 setuju dengan poin itu soal taktik itu 1:39:50 adalah soal lapangan soal Bagaimana 1:39:52 menghubungkan antara value dan figur itu 1:39:54 juga adalah soal yang bisa dibicarakan 1:39:56 secara taktis Saya kira itu ee poin 1:39:59 penting dan saya terima kasih betul Eh 1:40:01 dapat eh grafik-grafik baru dari teman 1:40:04 saya eh Burhan dan itu menunjukkan bahwa 1:40:07 ada studi yang terusmenerus lengkap 1:40:10 secara akademis yang jarang kita dengar 1:40:12 sekarang bahkan enggak ada lagi di di 1:40:14 mata kuliah mata kuliah di Universitas 1:40:16 karena riset itu dianggap seolah-olah 1:40:19 itu ya udah enggak perlu riset toh nanti 1:40:22 Amplop yang akan menentukan politik jadi 1:40:25 sekali lagi terima kasih saudara Burhan 1:40:27 dan PKS selamat berkongres Terimalah 1:40:30 masukan ini sebagai upaya untuk 1:40:32 memperbaiki partai yunto memperbaiki 1:40:35 bangsa eneri itu yang akan diingat oleh 1:40:38 masyarakat pemilu di 2024 1:40:41 nanti asalamualaikum warahmatullahi 1:40:44 wabarakatuh Terima 1:40:46 kasih eh sebelum kita nanti masuk ke 1:40:50 sesi terakhir ya Eh closing ideas Saya 1:40:53 ingin berikan kesempatan kepada Bang 1:40:55 Burhan untuk menanggapi tadi e pendapat 1:40:58 eh dari Pak Mardani dan juga Bung Roki 1:41:01 ya Eh terima kasih eh Bung Roki dan eh 1:41:07 Ustaz Mardani ya 1:41:08 eh dari awal Saya ingin tegaskan Apa 1:41:11 yang tadi saya sampaikan itu tidak 1:41:13 either Or jadi bukan either Or bukan 1:41:18 harus menjadi partai ideologis basis 1:41:21 nilai ee kemudian ee atau menjadi partai 1:41:26 elektoral itu bukan dua hal yang saya 1:41:28 ingin benturkan ya Eh Saya ingin 1:41:31 dua-duanya bisa dijalankan ya Jadi bisa 1:41:35 menjadi partai berbasis nilai tetapi 1:41:37 agar PKS punya ee kekuatan elektoral 1:41:42 agar nilai-nilai tadi itu bisa di keren 1:41:45 keren Terjemahkan bisa di ee bisa di ee 1:41:49 apa di di dilaksanakan maka PKS harus 1:41:54 naik secara elektoral jadi nilai tadi 1:41:56 kalau hanya berhenti di internal PKS kan 1:42:00 efek efek kumulatifnya jadi kecil efek 1:42:04 manfaatnya jadi kecil nah supaya bisa 1:42:07 diterjemahkan dalam bentuk kebijakan PKS 1:42:10 harus menang kan begitu kan Nah Ketika 1:42:13 Harus Menang 1:42:15 tadiata ternyata Nilai saja tidak cukup 1:42:18 kiranya begitu ternyata Nilai saja tidak 1:42:21 cukup tapi bertemu dengan realitas e 1:42:24 politik elektoral kita yang masih 1:42:26 ditentukan oleh eh figur Kemudian yang 1:42:29 kedua Eh oleh eh Apa yang tadi saya 1:42:32 sebut dengan eh ideologi yang makin eh 1:42:35 Luruh nah saya punya cerita sedikit ya 1:42:39 eh eh pengalaman Turki ya ketika 1:42:46 erbahanahan dengan eksperimen refahnya 1:42:49 itu eh pernah berhasil tapi kemudian 1:42:52 dengan pendekatan yang relatif non 1:42:55 kompromistis ketika berhadapan dengan 1:42:57 rezim sekuler militer di Turki itu 1:43:01 akhirnya di kena Palu godamnya militer 1:43:04 Nah ada orang-orang kepercayaan 1:43:07 erbahan yang mencoba melakukan terobosan 1:43:12 strategi orang-orang itu di 1:43:16 anaranyaalan dan 1:43:18 abdahul nah keduanya ini pengin 1:43:22 mengingatkan gurunya untuk jangan selalu 1:43:26 membentur tembok ya caranya lebih 1:43:29 lueslah dalam berpolitik kemudian tidak 1:43:32 ketemu antara guru dan para muridnya ini 1:43:35 berkaitan dengan strategi partai refeva 1:43:39 dan karena tidak ketemu orang seperti 1:43:42 Erdogan akhirnya mendirikan 1:43:45 AKP 2002 Kalau tidak salah AKP menang ya 1:43:50 jadi jadi dengan pendekatan yang lebih 1:43:53 Lues Terutama ketika berhadapan dengan 1:43:55 eh eh otoritarianisme militer di Turki 1:44:00 sana dan saat yang sama membenahi banyak 1:44:03 hal terutama dengan tantangan ekonomi 1:44:06 dan eh eh di bawah yaitu di kalangan 1:44:10 muslim eh Turki terutama bagian tengah 1:44:13 Nah apa yang menarik dari pengalaman 1:44:16 Turki dengan kesuksesan AKP sebagai 1:44:19 partai islam Yang bertahun tahun dari 1:44:21 dulu sampai sekarang menang satu menjadi 1:44:24 partai itu tidak 1:44:27 boleh Abai terhadap 1:44:30 realitas itu satu ya jadi bayangkan 1:44:34 ketika refah itu tetap ngotot kan 1:44:36 suaranya kecil dan jangan lupa di Turki 1:44:38 itu parlemen tinggi sekali jadi partai 1:44:42 gurunya itu eh erbahan akhirnya enggak 1:44:44 lolos P jadi realitas politik itu tidak 1:44:48 ditabrak oleh eh Erdogan ketika militer 1:44:51 kuat dia tidak membentur tembok tapi 1:44:54 kemudian eh masuk ke jejaring polisi 1:44:57 polisi bisa dikuasai dan akhirnya 1:45:00 menjadi daya saing posisi tawar yang 1:45:02 kuat ketika berhadapan dengan militer 1:45:04 dan di awal-awal kemenangan AKP itu 1:45:07 mereka ikut semua yang diinginkan oleh 1:45:10 rezim sekuler di Turki sana ya 1:45:14 AKP baru 1:45:16 belakangan mulai menampakkan jati 1:45:18 dirinya belakang 1:45:21 jadi jadi ee mungkin sekitar 5 tahun 1:45:24 terakhir erdohan tapi awalnya minimal 10 1:45:27 tahun pertama 2002 sampai 2012 AKP 1:45:31 begitu Lues tanpa kehilangan jati 1:45:34 dirinya sebagai partai islam itu pertama 1:45:36 yang menurut saya penting untuk kita 1:45:38 pelajari dari strategi AKP yang kedua 1:45:40 adalah 1:45:41 Eh ini AKP cukup sukses mendekati 1:45:46 kelompok-kelompok eh Civil Society Islam 1:45:49 di Turki itu penting itu Nah ini mungkin 1:45:53 bisa jadi pembelajaran buat PKS di Turki 1:45:57 tentu ada fetahulen yang belakangan 1:46:00 hubungannya agak berseberangan dengan 1:46:01 erdohan tetapi di basis masa muslim 1:46:05 Turki itu AKP begitu dekat begitu mesra 1:46:09 ya dengan CSU CSU Islam kemudian 1:46:12 membantu kelompok eh eh eh apa 1:46:15 entrepreneur muslim yang ada di Turki 1:46:18 bagian tengah dan akibat nya AKP punya 1:46:21 basis masa yang sangat tradisional Tapi 1:46:24 saat yang sama juga sangat militan dan 1:46:27 besar jumlahnya tidak sekedar 1:46:30 7% besar sekali di Turki s itu yang 1:46:34 menjadi kekuatan elektoral AKP sehingga 1:46:37 mau dibikin Pemilu kayak apapun menang 1:46:39 terus tu 1:46:40 ak Nah sekarang apa yang bisa ditarik 1:46:43 PKS dari 1:46:44 AKP PKS belum cukup mampu 1:46:47 meyakinkan ormas Islam besar besar di 1:46:51 Indonesia terutama 1:46:53 Nu jadi nah ini beda dengan AKP AKP 1:46:57 eh Bahkan bukan hanya mampu mendekati 1:47:01 AKP itu sendiri itu representasi partai 1:47:05 plus Civil Society karena kalau 1:47:08 istilahnya PKS Kan ada namanya wiah gitu 1:47:10 ya jadi ada ada apa namanya istilahnya 1:47:14 ada ada 1:47:16 eh 1000 wajah eh partai Islam yang tidak 1:47:20 hanya ditampilkan dalam bentuk kekuatan 1:47:23 ee politik di parlemen tetapi juga 1:47:26 menjadi kekuatan-kekuatan eh Society di 1:47:30 tengah masyarakat ya kegiatan-kegiatan 1:47:33 yang e muncul dilakukan oleh partai 1:47:37 seperti AKP di sana itu tidak hanya 1:47:39 terjadi waktu Pemilu tapi between 1:47:41 election juga ramai 1:47:42 itu mereka juga melahirkan banyak 1:47:45 pengusaha-pengusaha muslim mereka juga 1:47:47 menjadi eh tulangung punggung dari 1:47:50 Palang Merah gitu ya E di Turki sana 1:47:55 kemudian banyak Madrasah madrasahnya 1:47:59 banyak saya kebetulan pernah pernah 1:48:02 diundang sana gitu ya Eh itu luar biasa 1:48:05 dan jangan satu 1:48:07 lagi mereka juga sangat terbuka AKP itu 1:48:10 di beberapa kantor AKP di Turki itu 1:48:13 pengurus akp-nya enggak pakai 1:48:15 jilbab Betul kan Ustaz pasti penaksana 1:48:19 terutama yang bagian USA ke sebelah sana 1:48:22 itu anak-anak muda biasa yang EE mungkin 1:48:26 belum siap berjilbab tetapi komitmen 1:48:29 kepartaiannya terhadap AKP enggak bisa 1:48:31 dilakukan ya jadi ee hal-hal itu saya 1:48:35 kira mungkin bisa jadi pembelajaran eh 1:48:38 buat e PKS gitu ya eh eh di mana menjadi 1:48:43 partai ideologis menjadi partai yang 1:48:46 mengumandangkan nilai itu tidak harus 1:48:48 dibenturkan dengan realitas politik 1:48:50 elektoral gitu ya tentu Ee tidak persis 1:48:53 sama Turki dengan Indonesia ee tetapi 1:48:56 setidaknya ada pengalaman yang bisa 1:48:59 membuat PKS belajar gitu ya bahwa eh eh 1:49:03 saya saya saya sepakat ya dengan Bung 1:49:06 Roki tadi bahwa PKS harus tetap tampil 1:49:09 sebagai partai berbasis nilai harus 1:49:11 harus konsisten harus komit gitu ya ee 1:49:14 ee Apakah itu secara elektoral bisa 1:49:17 dinikmati dalam jangka pendek atau tidak 1:49:19 Itu soal lain tetapi yang penting 1:49:20 menunjukkan dulu Tapi saat yang sama 1:49:22 juga tidak tidak menutup pintu ya 1:49:26 terhadap terobosanterobosan elektoral 1:49:28 yang mampu 1:49:30 meningkatkaning PKS dalam rangka 1:49:32 mengimplementasikan nilai yang tadi 1:49:35 dijelaskan oleh 1:49:37 at saya k 1:49:40 begitu Terima kasih 1:49:43 buan memang kalau kita pelajari ya dari 1:49:46 sejarahai-partai Islam di Indonesia 1:49:49 sepertium E dan partai-partai lainnya Ya 1:49:52 seperti PBB juga saat sekarang juga yang 1:49:54 masih eksis PKS 1:49:57 eh P3 Pan dan PKB gitu Ini yang menjadi 1:50:02 tantangannya Bagaimana mentranslasikan E 1:50:06 dari nilai gitu ya value 1:50:09 ologi apa nilai-nilai kebenaran diusung 1:50:12 ini menjadi dukungan masyarakat sampai 1:50:15 level TPS dan ini yang e gap yang masih 1:50:18 belum terjawab 1:50:20 sampai saat ini mungkin sebelum kita ini 1:50:23 menarik nih mumpung Bang Burhan Di sini 1:50:26 apa kira-kira pelajaran mahal e kalau 1:50:28 kita lihat dari sejarah partai sejak 55 1:50:31 ya sampai sekarang terutama yang 1:50:32 benar-benar masikan partai islam kan 1:50:35 sejak zaman kemereka itu masumi NU 1:50:37 partai NU dulu ada juga ya I P3 juga e 1:50:41 sampai kemudian berkembang PKB PBB Pan 1:50:44 dan PKS ini apa yang menjadi pelajaran 1:50:47 mahal eh sehingga partai islam ini ini 1:50:50 sejak zaman kemerdekaan sampai sekarang 1:50:52 belum benar-benar bisa dipercaya 1:50:55 masyarakat Indonesia secara mayoritas 1:50:57 untuk ee menjadi pemimpinnya lah gitu 1:51:00 nomor satunya gitu terutama kayak 1:51:02 seperti masumi itu 1:51:05 bang eh iya ee apa eh 1:51:12 Memang sejarah tidak bisa kita tarik ee 1:51:16 sama persis ya dengan apa yang kita 1:51:18 hadapi sekarang 1:51:20 Eh tapi saya melihat memang ada beberapa 1:51:24 ee apa namanya eh tantangan yang harus 1:51:28 dihadapi oleh partai islam 1:51:30 ee kalau kita merujuk pada pengalaman 1:51:33 tahun '5 suara partai Islam yang 1:51:36 terbesar diperoleh oleh eh partai-partai 1:51:40 Islam itu pun cuma 43% ya jadi 1:51:43 43,7% jadi ee itu itu adalah ee ini apa 1:51:48 namanya perolehan terbesar yang pernah 1:51:50 diperoleh oleh partai islam itu pun 1:51:53 masih kalah dibanding partai nasionalis 1:51:56 jadi ee Tetapi kalau kita kembali ke 1:52:00 masa-masa itu itu ideologi begitu kuat 1:52:04 mewarnai pertarungan eh elektoral jadi 1:52:08 eh saya belakangan agak suka nonton 1:52:11 video-video lama yang di warnai ulang ya 1:52:15 Eh menggambarkan pertarungan Pada masa 1:52:17 itu termasuk debat-debat di masid 1:52:20 konstituante dan saya kira Bung rogi 1:52:22 punya banyak catatan ya perdebatan 1:52:23 misalnya Agus Salim dengan Kasiman dan 1:52:25 seterusnya itu luar biasa itu e 1:52:28 berkualitas 1:52:30 perdebatannya Jadi bukan jadi perbedaan 1:52:34 antar partai itu tidak hanya tampak 1:52:36 waktu kampanye tapi juga di terjemahkan 1:52:41 dalam perdebatan-perdebatan 1:52:43 di majelis konstituante suatu perdebatan 1:52:46 yang sangat bermutu yang sayangnya oleh 1:52:48 Soekarno tiba-tiba dibatalkan begitu 1:52:51 saja dengan keluarnya degit Presiden 5 1:52:54 Juli sesuatu yang terus terang banyak 1:52:58 ditangisi oleh para ahli termasuk orang 1:53:00 seperti herberfit ya karena demokrasi 1:53:03 parlementarian saat itu tiba-tiba harus 1:53:06 di bubarkan ya oleh Soekarno dan masumi 1:53:10 kemudian juga dibubarkan bersama PSI 1:53:12 jadi eh eh apa ini ini yang menurut saya 1:53:17 perlu dihidupkan lagi perdebatan yang 1:53:20 berkualitas yang muncul di meja-meja ee 1:53:23 DPR kita ya Di mana pertarungan 1:53:27 ideologis tidak hanya muncul waktu 1:53:29 kampanye Tetapi setelah Pemilu selesai 1:53:32 tiba-tiba mereka yang berbeda pendapat 1:53:35 waktu kampanye bisa duduk dalam satu 1:53:38 bangku seperti girindra misalnya dan PDB 1:53:42 misalnya itu 1:53:45 suasana kampanye tidak muncul dalam 1:53:48 ruang perdebatan ini kan terjadi 1:53:50 diskoneksi antara platform kebijakan 1:53:53 yang ditawarkan dengan ee praktik 1:53:55 politik pasca Pemilu nah ini yang harus 1:53:58 kita ini kita apa namanya kita kita 1:54:01 revisi ulang ya caranya kita bisa 1:54:04 kembali atau belajar dari sejarah gitu 1:54:07 jadi di kepala saya itu ketika ada 1:54:10 partai yang kalah atau pendukung calon 1:54:13 presiden yang kalah maka dia secara 1:54:16 konsisten menawarkan platform kebijakan 1:54:20 tadi gitu ya 1:54:22 sebagai tandingan ya terhadap kebijakan 1:54:25 eh atas calon presiden yang menang 1:54:28 menurut Pemilu Nah nanti terjadi 1:54:30 tukarmmenukar gagasan di situ nah karena 1:54:34 eh kawan sekondanya Ustaz Mardani sudah 1:54:37 masuk ke 1:54:39 gelanggang sudah masuk ke koalisi 1:54:41 pemerintahan jadi harapan saya Saya kira 1:54:43 harapan Bung juga adalah bagaimana 1:54:47 meneruskan tradisi politik tahun 5'5an 1:54:51 tadi ya dan meningkatkan kualitas 1:54:54 perdebatan 1:54:55 ee kebijakan tadi saya sebut ya Gimana 1:54:59 cara 1:55:00 memperjelas bukan lagi dari sisi agama 1:55:04 dan negara kalau soal itu kan sudah 1:55:05 jelas terang benderang itu bedanya 1:55:08 antara PKS dengan PDIP misalnya tapi 1:55:11 coba pertegas lagi konsep ekonomi PKS 1:55:15 yang berbeda dengan eh tawaran ekonomi e 1:55:20 partai-partai pendukung 1:55:21 pemerintah jadi coba karena kalau kita 1:55:24 lihat per hari ini itu enggak ada 1:55:26 bedanya soal apakahity ataukah growth gu 1:55:30 ya dan seterusnya jadi hal-hal yang 1:55:33 menurut saya penting supaya Ideologi itu 1:55:36 punya insentif 1:55:37 elektoral dan mungkin Munas kelim PKS 1:55:41 bisa menjadi entry untuk masuk pada 1:55:45 pertarungan yang berbasis nilai dan 1:55:48 berbasis tawaran geologis sekaligus 1:55:50 program Saya kira itu bung Hali i terima 1:55:54 kasih eh Bang Burhan dengan pembaparan 1:55:57 yang sangat luar biasa tadi dan sangat 1:55:59 bernilai mudah-mudahan bisa menjadi 1:56:02 masukan berharga bagi PKS di sini ada 1:56:04 Pak Mardani sebagai salah satu pimpinan 1:56:07 DPP PKS Ketua DPP PKS dan juga anggota 1:56:10 Majelis Sura mudah-mudahan bisa 1:56:12 menyalurkan semua masukan-masukan tadi 1:56:15 dan tibalah kita di akhir acara 1:56:17 ee walaupun kita sangat ingin 1:56:20 melanjutkan Tapi waktu yang sudah 1:56:21 terbatas saya ingin berikan kesempatan 1:56:24 pertama untuk memberikan closing ideas 1:56:26 kepada Pak marani dipersilakan 1:56:28 Pak 1:56:30 jaah Mas Burhan eh luar biasa sepenuh 1:56:34 hati sepenuh data sepenuh analisa Ini 1:56:38 hadiah buat PKS yang sedang melaksanakan 1:56:40 Munas Allah yang membalas kebaikan Mas 1:56:44 bur 1:56:45 Bung Bro Eh kami terus akan 1:56:50 ee menyusuri Jalan ee 1:56:54 nilai menyusuri Jalan oposisi menyusuri 1:56:59 Jalan ee menegakkan dan menyehatkan 1:57:03 demokrasi dan buat semua doakan PKS 1:57:06 tetap rendah hati PKS tetap dapat 1:57:10 menjadi harapan dan PKS tetap 1:57:13 istikomah bersama melayani rakyat terima 1:57:17 kasih ya terima kasih Pak k ini 1:57:19 berikutnya k idas eh pada Bung Roki 1:57:22 dipersilakan 1:57:26 oke iya ini 1:57:28 ee diskusi yang tajam dan seperti biasa 1:57:33 kita selalu diingatkan ulang tentang 1:57:35 fungsi partai politik partai politik itu 1:57:39 bertarung di dalam wilayah elektoral 1:57:42 untuk mengambil kuantitatifnya tu tetapi 1:57:47 ide berpolitik selalu ada dalam wilayah 1:57:51 kualitatif itu Nah karena itu value itu 1:57:55 tetap menjadi DNA dari partai itu yang 1:57:57 dilupakan orang dalam politik Indonesia 1:57:59 Nah 1:58:01 karena terlupanya itu kita enggak bisa 1:58:03 bedain antara Gerindra dan PDIP kecuali 1:58:07 kita tahu sama-sama mereka sepiring nasi 1:58:10 goreng 1:58:11 itu Dan mungkin e pada waktu itu belum 1:58:14 ada lobster sehingga Engak enggak ada 1:58:16 nasi goreng 1:58:17 lobster jadi saya selalu menganggap 1:58:20 bahwa wilayah elektoral harus bebas dari 1:58:24 intervensi oligarki baru ada kesempatan 1:58:27 untuk secara fair mengumpulkan yang 1:58:29 kuantitatif g kan tetapi yang terjadi di 1:58:33 kita sekarang adalah kalau kita masuk 1:58:35 dalam wilayah elektoral Kita 1:58:38 seolah-olah diundang oleh oligarki untuk 1:58:41 berbagi transaksi di situ jadi saya 1:58:43 percaya bahwa PKS tahu itu dan teruslah 1:58:47 bertahan di dalam wilayah value dan bila 1:58:50 masuk dalam politik elektoral silakan 1:58:54 mengucapkan kalimat-kalimat bermutu dan 1:58:57 mau didebat pada tingkat konseptual jadi 1:59:00 saya kira itu poinnya 1:59:03 eh 1:59:04 boleh kita membayangkan bahwa itu sulit 1:59:07 tapi memang itu yang mesti kita atasi 1:59:09 kesulitan itu yang atasi kita harus usir 1:59:12 oligarki dari wilayah elektoral n 1:59:14 mengusir itu memerlukan senjata nilai 1:59:18 itu poinnya terima kas ih ya terima 1:59:21 kasih Bung Roki mungkin kita saat ini 1:59:23 sudah bisa menyaksikan antara ketika 1:59:25 nilai itu diusung dan dukungan 1:59:27 masyarakat Wu di Medan nanti kita tunggu 1:59:29 Bang 1:59:31 rokiember di Medan Saya jadi juru bicara 1:59:34 PKS dan demokr 1:59:37 mantap untuk mengusir oligarki dan 1:59:41 dinasti siap oke nanti eh apa berikutnya 1:59:46 terakhir kepada Bang Burhan memberikan 1:59:48 closing statement kalau di ilt kita 1:59:50 sebutnya cling ideas bukan 1:59:53 stat bangan dipersilakan Oh oke eh saya 1:59:59 pikir udah closing remark dari saya tadi 2:00:02 ya Saya hanya ingin mengucapkan selamat 2:00:04 Munas kelim Partai Keadilan Sejahtera eh 2:00:08 semoga PKS tetap istikah G ya tetap 2:00:11 konsisten ya sebagai 2:00:13 partai berbasis nilai ya kita harapkan 2:00:17 eh PKS mampu lebih membawa manfaat buat 2:00:21 masyarakat lebih banyak G ya 2:00:22 merepresentasikan satu basis massa yang 2:00:26 selama ini menjadi tulang punggung PKS 2:00:29 dan keuntungannya atau manfaatnya tidak 2:00:32 sekedar dinikmati oleh eh basis masanya 2:00:35 itu sendiri tapi juga buat e seluruh 2:00:38 bangsa Indonesia Saya kira Gitu ya Ustaz 2:00:41 Burhan 2:00:44 Mantap Jadi kalau sama PKS saya harus 2:00:46 ngutip bahasa Arab ini 2:00:51 kira itu gitu ya terima kasihul kalam 2:00:53 asalamualaikum warahmatullahi 2:00:54 wabarakatuh 2:00:56 waalaikummatullah wabarakatuh Terima 2:00:58 kasih kepada Bang Burhan kepada Bung 2:01:01 Roki kepada Pak Mardani atas diskusi 2:01:03 yang sangat menarik hangat dan mendalam 2:01:05 ini mudah-mudahan segala ee tadi 2:01:08 pemaparan data usulan pemikiran bisa 2:01:11 menjadi masukan bagi para pimpinan PKS 2:01:14 yang saat ini sedang melaksanakan 2:01:16 musyawarah majelis Sur dan juga ee 2:01:19 Musyawarah Nasional Munas kelima PKS di 2:01:21 Bandung dan mudah-mudahan EE PKS ee 2:01:25 sebagai salah satu partai eh Islam yang 2:01:28 saat ini masih eksis bisa menjawab 2:01:31 kebutuhan dan harapan-harapan rakyat 2:01:33 bagi perubahan dan perbaikan Indonesia 2:01:35 di masa depan kita eh bertemu lagi pada 2:01:38 Indonesia Leaders talk pekan depan eh 2:01:41 masih tetap setiap Jumat malam jam 20 2:01:44 secara live streaming di eh rasil TV 2:01:49 kemudian channel Pak Mardani alera dan 2:01:52 juga channel PKS TV dan juga Facebook 2:01:56 partai kan Sejahtera terima kasih kepada 2:01:58 para narasumber Semoga kita bisa bertemu 2:02:01 dan berdiskusi hangat seperti ini lagi 2:02:03 di lain kesempatan kita akhiri 2:02:05 asalamualaikum warahmatullahi 2:02:11 [Musik] 2:02:17 wabarakatuh