Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah di Ramadan yang berlimpah 0:25 berkah ini kita kembali ke Bincang 0:29 Hijrah yang mohon maaf Mas Krishna 0:32 enggak bisa dampingi. Ada sesuatu yang 0:34 enggak bisa ditinggalkan ya. Nah, 0:37 mudah-mudahan bahasan kita kali ini 0:39 yaitu couple prener tetap bersama 0:44 narasumber kita Bung Muhammad Alhusaini 0:47 yang merupakan entrepreneur luar biasa. 0:51 Tidak lupa sebelumnya salam selawat kita 0:53 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 0:55 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:58 alaihi wasallam. Semoga kita mendapat 1:00 syafaat beliau dan kelak bersama beliau 1:03 di saat yang sangat kita rindukan di 1:05 yaumil akhir. Amin. Untuk hari ini 1:09 bahasan yang couple prener ini beneran 1:12 deh ikhwan akhwat luar biasa banget. 1:15 Bayangin pasangan 1:18 jadi teman kita ber usaha, berbisnis, 1:23 orang yang kita cintai dan mencintai 1:25 kita. Pasti beda banget bahasannya ya. 1:27 Oke, kita sapa yang sudah hadir di ujung 1:30 sana di acara couple preneur ini terkait 1:34 dengan bisnis bareng pasangan yang 1:37 merupakan jalan ibadah menuju bahagia 1:40 dunia dan akhirat. Halo, Bung Muhammad 1:44 Alhusaini. Asalamualaikum warahmatullahi 1:46 wabarakatuh. 1:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:50 wabarakatuh, Mbak Nuning, apa kabarnya? 1:52 Alhamdulillah. Terus itu ada Bunda Dewi 1:55 dan Abi Firdaus deh ya. Asalamualaikum. 1:58 Waalaikumsalam warahmatullahi. 2:00 Waalaikumsalam. 2:02 senang sekali dengan kehadiran 2:05 beliau-beliau ini. Kayaknya terkait 2:08 dengan bagaimana couple prener ini perlu 2:12 pembukaan yang jelas banget deh. Silakan 2:15 deh, Bung Habib. 2:16 Oke. Bismillahirrahmanirrahim. 2:18 Asalamualaikum warahmatullahi 2:19 wabarakatuh. 2:21 Terima kasih yang dirahmati Allah 2:23 Subhanahu wa taala. 2:25 Mudah-mudahan hari ini kita memberikan 2:28 keberkahan dan kesuksesan sehat puasa 2:33 kita dapatkan lailatul. 2:37 Ee hari ini judulnya 2:41 menarik nih Mbak Nuning. Kouel prener 2:45 bisnis bareng pasangan jalan ibadah 2:47 menuju bahagia dunia akhirat. Ya, jadi 2:52 banyak orang tuh kan mengatakan ee 2:55 nasehat klasiknya di dunia bisnis itu 2:57 jangan pernah bisnis dengan pasangan. 2:59 Nah, nanti rumah tangga bisa berantakan 3:01 gitu ya. Itu ee 3:05 salah satu 3:07 ee klasik ya, 3:10 pendapat klasik ya. Tapi di sisi lain 3:12 kita juga lihat banyak pasangan justru 3:14 semakin kuat, makin sukses, dan makin 3:16 dekat dengan Allah karena ee bangun 3:17 usaha bareng-bareng gitu ya. 3:19 Realitasanya seperti apa sih? Nah, ee 3:22 apakah bisnis pasangan itu jalan menuju 3:24 konflik gitu ya atau menuju keberkahan 3:26 gitu ya. Nah, di Ejera Talk ee kali ini 3:29 kita akan membahas rahasia menjadi 3:32 cociner gitu ya. Bagaimana membangun 3:34 usaha bersama pasangan, menghadapi suka 3:36 duka, menjadikan bisnis itu bukan hanya 3:39 untuk dunia tapi jalan ibadah. ee menuju 3:42 kebahagiaan dunia akhirat gitu ya. Nah, 3:45 jadi ee couple prener itu bukan hanya 3:49 kerja bareng terus gitu ya. Jadi 3:52 bukan 3:53 bukan cuman satu ruangan meeting bareng 3:57 kompak enggak ada pertentangan gitu ya. 3:59 Tapi couple preneer itu kesatuan visi 4:02 bukan kesatuan aktivitas gitu ya. Nah, 4:04 jadi bukan selalu bersama tapi harusnya 4:08 selalu sekarah gitu ya. Kalau gitu ya 4:11 naik. 4:13 Nah, ada beberapa model sebelumnya prer 4:16 ini ya, pertama eh dua-duanya operator 4:19 gitu ya. Nah, untuk time awal ini eh 4:23 gitu ya model satunya. Jadi ee cuma ada 4:26 risiko apa risikonya kalau pembagiannya 4:30 enggak jelas nanti ada COVID gitu ya. 4:33 ada namanya kalau UMKM awal-awal itu 4:35 namanya CEO itu everything officer. Jadi 4:39 semuanya dikerjain dari mulai meeting 4:42 sampai paket ngirim paket gitu ya, 4:45 ngantar barang segala macam gitu ya. 4:48 Nah, ketika 4:49 sama-sama aktif suami istri ini jadi 4:52 operator maka ada risiko konflik. Nah, 4:56 model yang selanjutnya yaitu leader sama 4:59 manager. Nah, jadi yang satu fokus 5:02 ngambil keputusan, satunya fokus di 5:04 eksekusi. Nah, ini ee yang cukup stabil 5:07 dan jangka panjang. Jadi yang satu jadi 5:09 atasannya, yang satu buat fokus ke 5:11 eksekusinya gitu ya. Lebih ee lebih 5:14 stabil lah dari ee dari yang pertama. 5:17 Nah, nah model selanjutnya ee yang satu 5:21 ee fokus moral, support, doa, dan 5:24 jaringan. Satu lagi dia ee foundernya. 5:27 Jadi ee bisnisnya itu founder plus 5:31 support system. Jadi istri itu lebih ke 5:34 fokus ke support, doa dan ee dia 5:37 menghubungkan gitu ya. Tapi memang satu 5:39 lagi fokus ke ee benar-benar running 5:41 bisnis-nya gitu ya. Itu model 5:43 selanjutnya. Nah, yang terakhir ee 5:46 dua-duanya jadi pemimpin. Nah, ini juga 5:48 ada bermasalah konflik ee kepentingan 5:51 ketika dua-duanya memutuskan ee berbeda 5:54 pandangan. Nah, jadi sebetulnya 5:56 masalahnya bukan di modelnya. Jadi ee 5:59 tapi implementasinya tuh lebih cocok di 6:01 mana gitu ya. Jadi ee semua model itu 6:05 tidak ada yang fix tapi sesuai dengan 6:08 tipe pasangan kita agar orangnya tipenya 6:11 tidak itu selalu ngatur selalu apa nah 6:14 ini tapi ada orang yang 6:18 dia ee ikut e gitu ya dia ikut dia apa 6:22 namanya ee sesuai kalau sesuai aturan 6:25 Islam itu ee jadi leadernya gitu ya. 6:28 Tetapi perempuan itu tetap dikasih 6:31 kesempatan, tetap dikasih 6:33 pandangan-pandangan, tetap karena banyak 6:35 sekali ee pasangan itu memberitahu 6:39 positif dan kejadian gitu menuni gitu 6:41 ya. Apalagi sudah doa gitu ya. Jadi ee 6:44 jangan sampai ee bisnis itu ketika 6:48 bisnis kita menzalimi pasangan gitu ya. 6:50 Itu juga ee ee berbahaya gitu ya. Jadi 6:53 di Islam itu ee kita itu ketika menikah 6:58 itu kan ee sah secara suami istri, tapi 7:03 kita enggak enggak ada akad bisnis. Nah, 7:05 makanya ketika ee berakad dengan 7:08 pasangan itu mesti jelas juga harus 7:10 dibedakan antara ee personal dan 7:14 profesional gitu ya. Jangan nanti ee 7:17 akadnya bisnis tapi ee rekeningnya masuk 7:20 ee enggak bisa keluar lagi gitu ya. 7:21 Maksud gitu ya. ada ee sahabat saya juga 7:24 seperti itu gitu ya. Jadi begitu masuk 7:26 ke pasangannya wah rekening enggak bisa 7:27 keluar. Akhirnya pakai rekening lain 7:28 gitu ya. Jadi dari awal mesti dijelaskan 7:31 gitu ya. Dah ada beberapa contoh juga 7:33 yang berhasil. Nah, salah satunya adalah 7:35 Pak Firdaus ini. Jadi 7:56 kita menarik nih 8:17 gitu ya. Mungkin itu ee nanti suka 8:20 banyak dan lain-lain kita bahas bersama. 8:23 Ee Sus dan beliau ini ee 8:30 punya usaha beberapa gitu ya, dari 8:32 mulai, konsultan, ada salon muslimah dan 8:36 lain-lain gitu ya. Jadi ee ini kita 8:39 diskusi hangat gitu ya supaya kita mau 8:42 tahu bagaimana sih sebetulnya bisnis 8:44 bareng pasangan gitu ya. Ee jadi apa 8:48 bagaimana komunikasinya, bagaimana 8:50 ngasih masukan gitu ya, apakah nanti 8:54 benar-benar ee bisa profesional seperti 8:56 itu. Nah, jadi ee pasangan itu jadi 8:59 partner ibadah, partner bisnis dunia 9:02 akhirat ya gitu. Nah, silakan Wuning 9:06 dilanjut ee dengan Mas Firdaus dan ee 9:09 Bunda Dewi. Nah, ini luar biasa ini. 9:12 Saya saya tahu langsung ini ber dua 9:14 sahabat saya dan luar biasa gitu ya. 9:17 Sangat kompak dan sangat alhamdulillah 9:19 suksesisnya gitu ya. Silakan Mbak 9:22 Nuning. 9:40 Haloing 10:08 masih mendengar 10:10 Masih masih 10:11 terdengar jelas, Habib 10:25 Brazil [musik] 10:26 TV. 10:33 Terima kasih masih tetap bersama Rasil 10:37 untuk Islam yang satu di Hijra Talk 10:41 tengah bahas couple preneer bersama 10:46 teman-teman yang luar biasa kita kali 10:48 ini ada tambahan kehadiran Abi Firdaus 10:53 dan juga Bunda Dewi. 10:56 Kalau bicara soal couple planner tadi 10:59 Habib sudah jelaskan tapi perlu sekali 11:04 kejelasan. Kalau tadi terakhir kalau 11:06 enggak salah. Iya ya. Kalau di dalam 11:09 cinta itu ada akad. Sementara kalau di 11:11 dalam usaha seperti ini kira-kira perlu 11:16 akad juga enggak sih? [tertawa] 11:20 Halo, kedengaran enggak? 11:22 Iya terengar. Jawabannya adalah perlu 11:25 akad. 11:27 Akad cinta boleh. Terus kalau di bisnis 11:30 ada juga akad bisnisnya gitu. [tertawa] 11:33 Nah, jadi pasangan jadi partner ibadah 11:36 Nunin. 11:37 Jadi bisnisnya bukan sekedar dunia tapi 11:40 bekal pulang ke akhirat 11:42 gitu ya. 11:44 Iya. 11:46 itu untuk urusan yang biasanya 11:49 campur tangan kalau di dalam urusan 11:53 bisnis itu soal penghasilan ya siapa 11:56 lebih banyak 11:57 betul 11:58 ee banyak 11:59 betul jadi 11:59 banyak yang mana nih yang pegang 12:03 [tertawa] 12:04 jadi ee mesti ada satu visi perannya 12:06 juga jelas transparansi keuang akadnya 12:09 ada, terus ada mesti emosinya juga mesti 12:12 saling mendukung gitu masuk ke komun 12:15 komunitas terakhir 12:16 gitu. Mungkin ee ini kita sapa ee Mas 12:19 Firdaus dan Bunda Dewi ini punya 12:22 beberapa usaha yang menurut saya cukup 12:25 sukses berhasil dijalankan couple 12:27 trainer dari mulai EO eh event organizer 12:32 lalu salon muslimah lalu ada konsultan 12:35 gitu ya konsultan manajemen. Ee 12:38 bagaimana sih sebetulnya ee couple prer? 12:41 Saya juga tertarik ini cuma belum belum 12:44 couple planer gitu ya. Dan beberapa 12:46 teman saya cukup sukses termasuk ee Mas 12:49 Firdaus ini. Jadi ee bagaimana sih 12:51 sebetulnya couple planer ini gitu ya. 12:54 Jadi kita mematahkan asumsi jangan 12:56 bisnis sama pasangan nanti rumah 12:57 tangganya 12:59 gitu ya. Ternyata ternyata berhasil gitu 13:02 ya. Nah, bagaimana? Ee silakan 13:05 yuk kita dengar dengan telinga jiwa kita 13:07 apa penjelasan dari pada Abi Firdaus dan 13:10 Bunda Debi. 13:12 Oke, Ladies first, silakan Bunda. 13:14 [tertawa] 13:16 Eh, baik. Eh, asalamualaikum 13:18 warahmatullahi wabarakatuh. 13:19 Waalaikumsalam. Terima kasih Mbak 13:22 Nuning, Habib, dan Abi. Alhamdulillah 13:26 ee bicara couple ya sebenarnya tuh ee 13:31 kalau dibilang cerita ya Mbak Nuning ya 13:33 ee ceritanya panjang gitu ya. 13:35 Tapi enggak apa-apa kita sekilas 13:37 ceritanya. Sebenarnya kami berdua ini 13:39 awalnya ee itu bisnisnya masing-masing. 13:43 Mbak Nuning, Habib ya. Saya punya bisnis 13:46 sendiri. Eh, Abdus juga punya bisnis 13:49 sendiri. 13:50 Dan ternyata 13:53 di satu momen gitu ya ee kita ee 13:59 berniat gitu membuat akad ya. Kalau tadi 14:01 nikahnya kan akad, nah bisnisnya juga 14:03 ada [tertawa] akad. Kita ee mencoba 14:06 untuk membuat satu perusahaan yang 14:08 memang ee kita kerjakan bareng gitu. 14:11 Karena kan kalau ngelihat dari 14:13 background sendiri kan ee Mas Firdaos 14:16 kan background memang komunikasi gitu 14:18 ya. Sedangkan saya sendiri itu 14:19 background-nya keuangan Mbak Nuning. 14:21 Jadi ee pas banget ya menteri keuangan 14:23 di rumah tangga terus ngurusin di 14:25 bisnisin keuangan gitu. Jadi sudah 14:28 langsung kebayang nih pembagian jobd-nya 14:30 gitu. Ee kalau saya memang bergeraknya 14:34 di bidang kecantikan dan juga ada ee 14:36 akademi juga. Kemudian Mas Firdaus juga 14:38 ada di event kemudian juga ada di 14:41 konsultan ee perusahaan juga. Nah, kita 14:44 berpikir bagaimana dengan ee background 14:47 yang kita punya yang memang sangat 14:49 berbeda kita satukan menjadi sebuah ee 14:52 apa perusahaan yang memang niatnya gitu 14:56 ya untuk mempererat gitu untuk 14:58 mempererat untuk memperkuat gitu. Itu 15:01 sih awalnya Mbak Nuning. Sehingga ee 15:04 sekarang ini kami memang selain bisnis 15:06 masing-masing yang tetap ee berjalan, 15:08 kita juga ee bisnis bareng gitu. 15:11 Sebenarnya kalau di bisnis saya sendiri, 15:13 Mas Firdauso sebagai komisaris dan juga 15:16 beliau sebagai direktur bisnisnya gitu. 15:19 Jadi membantu direktur bisnis. Nah, 15:21 kalau saya di perusahaannya Mas Firdaus 15:23 itu sebagai komisaris dan juga membantu 15:26 di direktur keuangannya seperti itu, 15:28 Mbak Nuning. 15:30 Jadi 15:31 pemegang saham. 15:32 Heeh. 15:32 Iya, pemegang saham maksudnya. He 15:35 itu ngomong-ngomong pembagian hasil 15:38 daripada yang dikerjakan berdua itu 15:41 masuk ke dalam apa tuh? Enggak kebayang 15:44 deh. 15:45 Engak kebayang [tertawa] ya? 15:47 Enggak kebayang. 15:47 Jadi memang ee jadi di selain tadi ya 15:51 ada jobd ee kita memang ada akad 15:53 perusahaannya dan ee kita kan di 15:56 pemegang saham itu ada komposisi ya Mbak 15:58 Nuning ya. Komposisi saya berapa persen? 16:01 Komposisinya Mas Firdaus juga berapa 16:02 persen gitu. Nah, itu pasti nanti di 16:05 RUPS ya di akhir tahun. Kemudian kalau 16:07 untuk ee operasionalnya karena ee Mas 16:11 Pedos juga bantu saya di direktur bisnis 16:13 tentu gitu ya akadnya ada sistem gaji di 16:17 perusahaan gitu. Nah, kalau gaji 16:19 pastinya dari perusahaan masuk ke 16:21 rekening masing-masing gitu ya. Tapi 16:23 kalau rumah tangga ya pastinya menus dua 16:25 dua kali ya transfernya gitu. 16:27 Wah menarik menarik 16:29 karena kan double jadi double nih 16:32 jadinya gitu. Kan suami punya tanggung 16:34 jawab untuk memberi nafkah istri. Jadi 16:37 di samping hasil masing-masing dapat 16:39 masih dapat lagi dari si abang sayang 16:41 gitu kan ya. 16:43 Betul banget. 16:44 Tetap lebih menang istri sebetulnya ya. 16:46 Ya kan surga ada di bawah telapak kaki 16:49 ibu. Gimana sih? [tertawa] 16:52 Itu bikin laporan keuangan juga enggak 16:54 tuh untuk ee usahanya agar tetap jalan 16:56 keren gitu? Ada laporan keuangan? Iya. 17:01 Jadi setiap setiap bulan gitu ya, kita 17:03 ada laporan keuangan yang memang jadi 17:05 kita itu kalau bicara ee apa ee bisnis 17:09 kita tuh banyak banget grup yang 17:10 barengan Mbak Nuning. 17:12 Selain grup keluarga ya Mbuning ya. Jadi 17:14 di perusahaan juga kan ada grup ee BOD 17:16 istilahnya gitu ya. Nah, kita ada di 17:18 sana yang mana kemudian kita juga ada di 17:20 grup ee apa grup besar ee tim. Nah, itu 17:24 setiap bulan itu kita ada ee laporan 17:27 keuangannya. Jadi memang di kita ee kita 17:30 atur secara profesional gitu untuk 17:32 mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan 17:35 gitu. 17:37 Ee Mbak Dewi boleh nanya bagaimana sih 17:40 sebetulnya supaya 17:42 tetap harmonis bagi perannya tuh gimana? 17:45 Strategi siapa? Keputusan siapa? 17:47 Operasionalnya kayak gimana? Apa bagi 17:49 tugas atau bagaimana? Maksudnya ada 17:51 konflik enggak? Gimana sih ngatasinnya 17:54 gitu? Apakah berpengaruh kepada keluarga 17:56 beneran gitu apa enggak gitu ya. Begitu 17:58 sampai rumah biasa lagi gitu ya. Kita 18:00 bagi peran ya gitu atau gimana sih 18:02 sebetulnya? Saya belum kebayang itu 18:06 coba deh apa Abi mau tambahin. [tertawa] 18:12 Oke makasih ee Habib. Pertanyaan bagus 18:15 ee sekaligus sulit gitu. Tapi kita ee 18:18 ini ya apa namanya? Saya kira hampir 18:22 semua rumah tangga dia punya dinamika 18:24 ya. Ada ya ada konflik gitu ya, ada 18:29 debat gitu kan ya, ada diskusi, ada 18:31 musyawarah juga tentunya. Nah, di di 18:35 kami jujur ee ini dijadi narasumber di 18:39 topik ini sebenarnya agak agak lumayan 18:41 challenging gitu ya. Tapi kami berharap 18:43 bisa memberikan insight karena ee kami 18:45 percaya ini proses belajar terus-menerus 18:47 gitu ya. Nah, di ee di kami Habib kita 18:51 punya prinsip sebenarnya. Jadi, 18:54 mungkin kalau kita bisa urut gitu ya. 18:56 Yang pertama oke bahwa kita bisnis itu 19:00 karena kita pengin memperbaiki kualitas 19:02 hidup gitu ya. kita percaya ya artinya 19:04 sesuai yang Nabi juga pesankan ee rezeki 19:07 keberkahan dan sebagainya itu ada pada 19:09 usaha gitu ya dibandingkan kita bekerja 19:10 dengan orang lain. Tapi yang lebih 19:12 penting sebenarnya dari itu tujuan kita 19:14 adalah e kita selalu niatkan ini untuk 19:17 untuk ibadah gitu ya. Jadi 19:20 ee ya ini juga harus kita refresh terus, 19:24 kita kembalikan terus ke situ. Jadi 19:26 setiap kali tadi ada dinamika, ada 19:27 perdebatan, konflik atau problem di 19:30 bisnis gitu ya, termasuk di rumah 19:31 tangga, kita tetap usahakan ee kembali 19:35 ke ke niat awal tadi, ke niat awal 19:37 kenapa kita usaha ee bareng gitu ya. Itu 19:40 yang pertama. Nah, yang kedua ee kita 19:43 juga percaya kalau apa yang ee 19:46 Rasulullah contohkan atau yang 19:48 diperintahkan di ee Al-Qur'an gitu ya, 19:51 itu yang terbaik. Jadi kita juga belajar 19:54 gitu bagaimana sih sebenarnya tata 19:55 kelola usaha itu seharusnya [musik] 19:57 ee bagaimana sih posisi akad gitu ya. 20:01 Saya kira enggak ada larangan suami 20:02 istri untuk ee ber apa ee bermusyarakah 20:06 gitu ya atau bersekutu dalam bisnis 20:09 sejauh ee poin-poin atau 20:13 apa namanya syarat-syaratnya dipenuhi. 20:15 Dalam hal ini kita berusaha 20:18 semua bisnis kita kita badan usahakan. 20:20 Artinya kita berakad di notaris jelas 20:23 siapa pemegang saham, berapa sahamnya 20:25 gitu ya. Ada yang bisnisnya eh kita 20:29 dua-duanya terlibat di operation. ya 20:31 walaupun tetap ada di situ pengambil 20:32 keputusannya e salah satunya gitu ya, 20:34 enggak mungkin dua-duanya. Contoh di 20:37 salon misalnya saya punya saham ee 20:41 apa namanya ee tetap saham Bu Dewi yang 20:44 lebih besar tapi saya juga terlibat di 20:46 bisnis eh director misalnya. Nah, itu 20:50 pengambil keputusan tetap di Bu Dewi. 20:52 Nah, sebaliknya di di bisnis yang lain 20:55 ee kami ada konsultan komunikasi 20:58 perusahaan gitu ya. Di mana saya menjadi 21:00 rektur utama di situ, Bu Dewi jadi 21:02 direktur keuangan. Nah, Bu Dewi juga 21:04 punya saham ee di di perusahaan ini. 21:07 Dengan akad tadi saya kira sebenarnya 21:09 secara aturan lain sudah cukup ee jelas 21:13 artinya aturan-aturan di perusahaan pada 21:16 umumnya juga berlaku gitu ya. soal gaji, 21:18 soal hakk kewajiban, soal tugas dan 21:21 kewenangan itu cukup jelas. Nah, yang 21:23 sebenarnya paling penting yang ketiga 21:27 ini soal komunikasi gitu. Nah, kita 21:29 ngejaga betul ya dalam banyak hal kita 21:32 seringan bareng gitu ya. Makanya tadi di 21:35 awal kita sempat diskusi soal ini acara 21:37 buka puasa bersama banyak banget gitu. 21:39 Nah, kita umumnya datang bareng gitu ya. 21:42 Oh, 21:42 sebagaimana di organisasi 21:44 belajar kita, kita juga ikut bareng di 21:47 situ. Jadi, kita ada beberapa komunitas 21:50 ee apa ekosistem pemberdayaan yang kita 21:53 ikuti. Kita kita sama-sama bukan hanya 21:55 ikut bareng ya, tapi ee bahkan kita 21:57 berkontribusi 21:59 ee sebisa mungkin bisa memberikan 22:01 kontribusi yang yang signifikan gitu di 22:03 ekosistem. Ee maksudnya bukan sekedar 22:05 ikut-ikutan juga kita punya kajian 22:08 bareng gitu. Jadi kalau mau ngaji kita 22:10 ngaji bareng di mana gitu kan, khusus 22:13 siapa, habib siapa. Nah, itu kita sambil 22:16 terus perbaiki ee komunikasi ke dalam 22:19 kita. Ee kita bangun ee ya ini ya 22:23 persepsi kesephaman ya dengan mengikuti 22:26 ee guru-guru kita gitu kan atau masukan 22:29 dari banyak orang yang sudah lebih 22:32 berhasil dari kita. Kira-kira gitu. 22:35 Mungkin menarik banget. Menarik menarik 22:37 menarik menarik sekali. Jadi ee ketika 22:41 visi misinya sama, maka yang di bawahnya 22:43 tuh bakal ngikut ya. Jadi 22:45 memang saya lihat juga kalau ee misalnya 22:48 dibawa ke pengajian bareng, kajian 22:51 spiritual bareng, nanti itu memang 22:54 rule-nya di bawahnya ikut-ikut semua ya. 22:57 Betul, betul ya itu. 22:58 Iya, iya benar-benar sama visi misi gitu 23:02 ya. Mbak Nuni, 23:03 Mbak Dewi mau tanya. Kalau secara 23:06 profesional itu di posisi masing-masing 23:10 oke deh profesional gitu loh. Tapi kita 23:13 kan tetap pasangan. Mau seposional 23:16 apapun kita, kita tetap pasangan. Banyak 23:18 lebih sabarnya atau enggak itu 23:20 menghadapi beliau? [tertawa] 23:23 Eh, kalau sabar menunding mungkin 23:26 dua-duanya harus sama-sama sabar ya. 23:29 karena ee pertama dari background tadi, 23:32 yang kedua mungkin karakter kita kan 23:34 juga berbeda ya, Mbak Nuning ya. Mungkin 23:37 ee ibaratnya kalau di Stepen itu beliau 23:39 itu kan feeling ya memang orangnya yang 23:41 apa ee santai gitu ya, yang apa ee 23:47 mengambil keputusan tuh bet penuh dengan 23:49 kebijaksanaan gitu ya kalau beliau. Tapi 23:51 kalau saya sendiri kan kalau di Stepen 23:53 itu thinking yang memang orangnya itu ee 23:56 cepat gitu ya, satset gitu. Jadi memang 23:59 ee enggak enggak mudah juga gitu ya 24:01 untuk ee menyatukan itu. Tapi tadi balik 24:04 lagi gitu dengan kita mengetahui ee apa 24:07 sih pasti kita sama-sama saling punya ee 24:10 kelebihan dan kekurangan masing-masing 24:12 gitu. Jadi dengan tahunya itu misalnya 24:14 ee kadang memang pengambilan keputusan 24:16 mungkin ee 24:19 yang perlu karena saya juga ee enggak 24:22 bisa gitu. Saya ngambil keputusan 24:23 sendiri tapi tanpa minta ee apa masukan 24:26 dari beliau juga rasanya walaupun saya 24:28 punya keputusan nih Mbak Nuning, tapi 24:30 kayaknya ada yang kurang gitu kalau 24:32 misalnya beliau tuh enggak ngasih enggak 24:34 ngasih apa namanya? Enggak ngasih 24:36 masukan kayak gitu. Jadi lebih ke ya 24:40 ee sama-sama banyak sabarlah gitu dengan 24:43 masing-masing karakter yang berbeda 24:45 gitu. Dan menariknya tadi yang 24:47 disampaikan sama ee Mas Firdaus bahwa ee 24:51 kita memang berusaha untuk tadi kita 24:54 belajar bareng gitu kan ee dan kalau 24:56 bisa tuh guru kita bareng sehingga kita 24:59 biasanya itu kalau misalnya nih ee habis 25:01 belajar bareng gitu ya itu kita pulang 25:03 tuh bahkan di perjalanan gitu ya itu 25:05 kita ngebahas 25:06 itu kita ngebahas, oh ya kita tuh belum 25:09 kayak gini ya oh ya berarti aku tuh 25:11 harus kayak gini ya menurut kamu aku 25:12 harus apa yang diperbaiki gitu jadi 25:15 saling saling saling apa? Saling 25:17 mengoreksi gitu kan. E saling 25:19 mengoreksi, saling memberi masukan ee 25:22 sama dengan ee bahkan untuk mengatur 25:25 jadwal aja Mbak Nun Habib itu kita itu 25:29 kayak misalnya nih ee hari ini nanti 25:31 sore itu kita ada ee buka bersama tim e 25:34 khusus ya memang tim kantor gitu. Nah, 25:37 itu ee harus jadwalin tuh ee apa Abi 25:40 bisa enggak gitu hari ini gitu. Karena 25:43 saya pengin ee semaksimal mungkin gitu 25:47 ya dalam apapun keputusan yang diambil 25:49 itu walaupun ada ee apa part-partnya 25:52 gitu ya yang mungkin di perusahaan ini 25:54 saya yang pemegang pengambil keputusan 25:57 tapi saya tetap pengin ee melibatkan 25:59 gitu melibatkan beliau gitu kan. Nah, 26:01 beliau juga seperti itu ee ketika ada 26:04 hal gitu kan itu ee apa kita 26:06 komunikasikan mungkin intinya komunikasi 26:08 kali ya Mbak Nuning. 26:09 Karena kalau 26:11 kalau apa ee ee 26:16 kondisi gitu ya pasti ada aja gitu. 26:18 Apalagi kalau kita perempuan ya Mbak 26:19 Nuning kadang ada masanya tuh lagi 26:22 mood-nya lagi enggak enggak stabil gitu 26:25 ya. Ya mungkin beliau yang harus lebih 26:27 banyak ee apa maklumnya, sabarnya kayak 26:29 gitu. gitu sih Mbak Noni. 26:31 Jadi yang namanya ego, ikhwan akhwat itu 26:36 dikotakin gitu ya. [tertawa] 26:38 Kalau itu ikut berperan di dalam 26:41 perjalanan bersama-sama sebagai couple 26:44 preneer atau sebagai ee pasangan ayah 26:48 dan bunda, ego tuh betul-betul mesti 26:50 disingkirin gitu jadinya ya. Terus emm 26:54 kalau 26:55 jalan barengnya di luar daripada urusan 26:59 bisnis ini itu juga aman nyaman 27:05 atau salah satu di antara berdua ini 27:08 paling 90%-nya ke usahanya yang lainnya 27:13 entar dulu gitu. Enggak juga. 27:18 Kalau so far selama ini kita terus 27:20 bareng ya. Makanya sampai kalau sama 27:22 teman-teman apa kalau ketemu kita gitu 27:25 ya, belajar maupun 27:27 secara organisasi itu pasti jarang kita 27:30 yang tidak berdua gitu, Mbak Nuning. 27:32 Karena tadi ya 27:34 pengalaman itu memang luar biasa sama 27:37 Bunda Dewi sama Mas Firdaus. Ke 27:40 mana-mana berdua 27:42 Mbak Nuni. 27:43 Iya. I 27:43 ke mana-mana berdua. Jadi misalnya nih 27:45 saya pernah diundang jadi salah satu 27:47 narasumber gitu. Mereka berdua-nya 27:50 mereka berdua ee apa namanya jadi 27:52 narasumber kadang-kadang jadi semua 27:55 ngatur berdua benar-benar e saya lihat 27:57 luar biasa gitu ya. 27:58 Iya itu pasti karena egonya dikantongin 28:01 ya enggak sih? Bisa berdua terus itu. 28:04 [tertawa] 28:04 Terus ngomong-ngomong ee soal pengambil 28:07 keputusan nih di manapun dengan situasi 28:10 seperti apapun benarkah bahwa pria akan 28:14 menjadi lebih utama C ya di rumah tangga 28:17 kan gitu. Kalau di bisnis ini juga sama 28:20 enggak? 28:24 Halo. 28:25 Oke, 28:26 Bung Firdaus jawab dong. 28:29 Iya, memang kalau di rumah mestinya 28:33 jelas ya, Bu Nuning. Ee 28:36 pambilan pengambilan keputusan jelas ada 28:38 di suami, tapi bukan pengambilan 28:40 keputusan sebenarnya. keputusan 28:41 tertinggi. He. 28:42 Jadi sebenarnya kita kolektif kolegial 28:44 sih dalam banyak hal kita musyawarah, 28:46 diskusi terus ya keputusan itu bisa dari 28:47 siapa aja. Tapi ketika enggak ketemu 28:50 keputusan akhirnya baru terakhirnya ya 28:52 suami gitu. Cuma ee relatif tadi ya ee 28:57 mungkin kalau tadi yang Mbak Nuning 28:58 sebut egonya dibotakan kayaknya itu 29:02 sulit banget gitu ya. kita kita 29:03 sebenarnya lebih ke kapan kita bisa apa 29:07 istilahnya ee egonya tuh dikalahin nih. 29:11 Mungkin intinya gini kapan ada saatnya 29:13 saya mungkin oke ini kayaknya emang ee 29:16 istri lebih kompeten juga di dalam hal 29:18 ini ya. Jadi saya 29:20 ada pengakuan itu yang penting ya. 29:23 [tertawa] 29:23 Ada pengakuan. Betul. 29:25 Jadi saling mengalah ya. Saling 29:27 mengalah. 29:28 Iya bisa saling mengalah. Betul ya. Tapi 29:30 bas on tadi ya. ee emang 29:32 dan itu tadi 29:33 Heeh. Gimana, Habib? 29:36 Tadi ada menarik tuh pernyataannya Bunda 29:38 Dewi. Jadi mesti cek kepribadian 29:40 masing-masing gitu ya 29:42 sebelum mulai usaha mungkin. [tertawa] 29:44 Itu bagian dari ngebangun komunikasi 29:46 tadi memang. 29:48 Jadi kita sebelum mulai usaha mesti cek 29:50 kepribadian ya. 29:52 Kalau kepribadiannya kepribadiannya 29:54 komunikasinya tipenya apa? Tipe 29:56 kepribadian. 29:57 Oke. Bayangkan kalau kepribadiannya gue 30:00 pemboros gitu. 30:01 [tertawa] 30:02 uang habis aja buat beli yang enggak 30:04 jelas gitu. Itu kan memang mesti 30:05 dibetulin banget. Lanjut, lanjut. 30:08 Iya. Itu salah satu tool sih ya. Jadi 30:11 sebenarnya cara itu salah satu cara kita 30:13 untuk memahami pasangan lebih baik. Jadi 30:16 sebagian orang kadang-kadang bikin itu 30:18 tuh malah buat pembenaran. Aku kan 30:20 feeling gitu, kamu harus maklumi aku 30:22 gitu kan ya. Nah, kita berusaha nempatin 30:25 itu justru sebagai oh ya oke. Dia kan 30:28 thinking ya memang kecenderungan cara 30:30 berpikirnya akan seperti ini, cara 30:31 ngambil keputusannya seperti ini, ee 30:34 kesukaannya seperti ini. Nah, itu cara 30:36 kita untuk ya tadi ya istri juga dia 30:39 berusaha ma saya, "Oh, ya karena saya 30:41 memang orang feeling dalam beapa hal 30:42 saya enggak sesat-sesat dia," gitu kan. 30:44 He he. 30:45 Jadi banyak pertimbangan kayak gitu. 30:47 Bahkan juga kadang agak terlalu peka 30:49 gitu ya. Bukan baper ee baper positif 30:52 gitu. 30:53 [tertawa] 30:53 ya baper juga sih. Tapi gitu ya itu cara 30:56 kita untuk ee jadi kalau kita komunikasi 30:58 itu bisa kapan ngalahnya itu karena kita 31:00 tahu oh ya si apa ya pasangan kita kan 31:03 punya kecenderungan seperti ini. Nah, 31:05 itu itu eh salah satu tools yang kita 31:07 anggap cukup powerful sebenarnya 31:09 walaupun kita coba juga validasi dengan 31:12 dekatan yang lain ya, ada tadi disebut 31:14 Stepin, ada MBT dan sebagainya dan 31:16 hasilnya hampir selaras ya, termasuk 31:18 pernah pakai tools yang dari ee lainnya 31:21 juga seperti itu, Bu. 31:24 Jadi ee ini Mbak Nuning tambahan sedikit 31:26 sebetulnya tipe itu kepribadian nih saya 31:29 tambahin ya. Jadi ada sensing. Sensing 31:31 ini ee panca indra. Jadi orangnya tuh ee 31:34 fisiknya cenderung kuat. Jadi biasanya 31:37 gesit orangnya di di lapangan dan 31:39 lain-lain gitu ya. Terus ada orang yang 31:41 tipenya thinking. Thinking tuh ee dia 31:44 orang strategis tapi berpikir aja enggak 31:46 enggak bisa kalau kerja di lapangan tapi 31:48 pemikirannya berilian. Ada lagi yang 31:51 intuiting. Intuiting tuh ee dia 31:54 imajinatif, kreatif kayak gitu ya. Nah, 31:58 dia dia ngutamain kualitas biasanya. 32:00 Thinking tuh biasanya agak susah diatur 32:03 gitu ya. Nah, ada lagi yang feeling 32:05 tipenya. Dia orangnya perasaan mudah 32:09 berempati, mahamin lain gitu ya. Jadi 32:12 banyak apa namanya ee ngandelin 32:15 perasaan. Ada lagi insting. Jadi gimana 32:17 dia pakai naluri gitu ya. Nah, jadi dari 32:21 tipe-tipe ini kita mesti tahu nih 32:22 pasangan kita tipenya apa. Apakah dia 32:24 feeling? Apakah dia thinking? Kalau 32:26 thinking ee dia disuruh di lapangan 32:28 enggak cocok nantiak enggak ada yang 32:30 kelar. Dia hanya mikir aja, "Oh, gimana 32:32 nih strateginya? Dia bikin konsep tapi 32:34 bukan orang lapangan gitu ya." Nah, 32:35 nanti ada lagi tuh tipenya dia 32:37 ekstrovert apa introvert gitu ya. Kalau 32:40 ekstrovert dia banyak apa namanya? 32:43 Keluar bisa juga macam-macam. Jadi kalau 32:45 introvert dia lebih ke dalam gitu ya dia 32:48 ee apa orangnya juga lebih ke internal 32:52 gitu ya, macam-macam. Jadi itu kita 32:53 mesti tahu tuh dia tipenya apa nih, 32:56 introvert apa ekstrovert gitu ya. Jadi 32:58 tipe-tipe itu mesti kita tahu. Jadi pas 33:00 gitu ya, ada yang misalnya istrinya 33:02 orangnya thinking. Oh, suaminya 33:06 suaminya dia memang biasa di lapangan 33:08 ya. Ya udah suaminya kerjanya di 33:10 lapangan 33:12 ee sensing gitu ya misalnya. Nah, 33:17 si istrinya thinking gitu itu pas. Jadi 33:20 ada beberapa pekerjaan juga memang mesti 33:22 kolaborasi gitu. Begitu Mas Firdaus. 33:25 Betul. Betul. Habib. Semakat. 33:32 Halo. Lanjut. Lanjut. 33:35 Kalau ee yang ada yang ingin aku pengin 33:38 tanya tuh di dalam urusan bisnis. Oke. 33:41 Ee saling memahami satu sama lain. 33:45 Pernah enggak atau ada enggak di dalam 33:48 kebersamaan berdua yang enggak ada 33:49 kaitannya dengan bisnis hari ini? 33:52 Pokoknya kita cuman ayah sama ibu, 33:53 enggak ada urusan bisnis. Itu pernah 33:55 dikerjain? 33:59 Oke. Sebenarnya cukup sering sih. 34:01 Maksudnya kita berusaha enggak bawa 34:04 enggak bawa urusan bisnis ke kamar 34:06 sebenarnya gitu ya. Jadi ee kalau kita 34:09 jalan-jalan juga ada syaratnya kita 34:11 memang enggak bahas enggak bahas bisnis 34:12 walaupun kita penginnya enggak bahas 34:15 sama sekali tapi ya enggak 34:16 muncul juga [tertawa] 34:18 kadang-kadang juga tetap ada komunikasi 34:19 dari luar yang terkait dengan bisnis dan 34:21 itu akhirnya kita harus ee masukin juga 34:24 dalam bahasan kita. Tapi ee secara 34:28 spesifik kita enggak bikin jadwal khusus 34:31 gitu ya e Mbak Nuning. Kita relatif 34:34 ngalir, relatif fleksibel gitu ya. Jadi 34:37 ee yang penting pada penekanannya aja 34:40 gitu. Kalau ini jalan kita mau ee 34:43 healing atau apa gitu ya 34:46 kita fokus ke situ. Artinya kita coba 34:49 prioritas utama kita itu ya. Ketika 34:51 memang bisnis ya sudah kita enggak bahas 34:52 yang lain gitu kan. Jadi ee lebih ke apa 34:56 istilahnya skala prioritas gitu ya. 34:59 Jadi konflik seperti apapun itu bukan 35:02 soal gitu ya. Dalam artian seperti 35:04 halnya kalau di dalam rumah tangga kan 35:06 pasti muncul juga sedikit-sedikit. Tapi 35:08 kesadaran bahwa kita jalan bersama hand 35:11 and hand bergenggaman tangan kayaknya 35:14 bikin segala sesuatunya jadi lebih 35:16 mudah. Meskipun enggak mungkin enggak 35:18 muncul konflik meskipun kecil. Ya, 35:21 betul sekali. [tertawa] 35:23 Betul. 35:23 Eh, Mas Firdaus ee mau nanya kalau 35:26 komunitas tuh penting enggak? Terus Mas 35:27 Firdaus gabung komunitas apa saja gitu 35:30 di di bisnis ini gitu? 35:33 Ya, itu juga ee kita paham betul kalau 35:37 kita jalan sendirian atau hanya berdua 35:39 gitu ya pasti sulit. Ee makanya kita 35:41 berusaha bagaimana kita masuk ke dalam 35:44 ekosistem yang bisa meningkatkan 35:46 kualitas baik kualitas individu kita 35:49 maupun kualitas e relasi kita ya, 35:50 kualitas network, kualitas hubungan dan 35:52 sebagainya. Nah, ee itu bahkan jadi 35:56 kayak semacam bisnis kedua kita gitu, 35:58 Habib. Jadi, [tertawa] jadi 36:00 kadang-kadang orang mikir nih kok 36:01 komunitas mulurusun kapan ngurus 36:03 bisnisnya gitu kan. 36:05 Padahal kita berusaha enggak misahin itu 36:06 kita ya ketika kita masuk di komunitas 36:09 pun kita dalam tanda petik berusaha 36:11 profesional gitu ya atas amanah yang 36:13 kita emban ee seberapapun skalanya gitu 36:18 seperti itu. Nah ee kalau enggak pun ya 36:20 kita hanya sebagai bagian ya kita juga 36:22 berusaha ee bisa bareng gitu ya bisa 36:25 menyerap energi, bisa menyerap ee banyak 36:27 hal positif yang ada di ee komunitas 36:29 tadi. Seperti itub. 36:32 Nah, komunitasnya apa yang 36:33 direkomendasikan? Mungkin ada pendengar 36:35 yang ingin join komunitas atau ingin 36:39 kolaborasi belajar sama Mas Firdaus, 36:42 Mbak Dewi, bangun bisnis gimana sih 36:44 cover prener dan mungkin bisa lebih 36:46 banyak waktunya bisa apa ada enggak yang 36:49 direkomendasikan komunitasnya mungkin? 36:52 Oke, itu menarik ya. Sebenarnya salah 36:54 satu turn over kita itu ee ketika kita 36:59 ya hampir 10 tahun yang lalu ngikutin ee 37:02 program namanya Grounded Business 37:04 Coaching. Nah, dari situ kemudian kita 37:07 masuk ke dalam komunitasnya Habib yang 37:10 sekarang namanya tuh Gantara, Gementara 37:13 Indonesia ya. Namanya Gementara 37:14 Indonesia. Nah, kebetulan saya juga 37:16 Sekjen di Gementantara ini. Sementara ee 37:20 Bu Dewi di eh bidang sponsorship, 37:24 partnership, dan kolaborasi gitu. 37:27 Nah, ee 37:30 kita sebenarnya kenapa aktif di sini 37:33 juga sebagai bentuk giveback kita ya. 37:35 Karena kita merasa kita dapat banyak 37:37 banget ee value, dapat banyak ilmu, 37:40 dapat banyak sahabat, teman, guru gitu 37:43 ya. Nah, kita berusaha give back dengan 37:45 ee sekarang kita ee berada di posisi 37:48 yang kita bisa lebih ee kontributif 37:50 kira-kira seperti itu bersama 37:52 teman-teman yang lainnya tentu saja ada 37:54 banyak ya ada ada 37:56 ee apa namanya ada banyak bidang di di 37:59 organisasi ini yang semua teman-teman 38:02 berusaha bisa memberikan kontribusi 38:03 terbaiknya. 38:05 Alhamdulillah namanya Gementantara 38:07 Indonesia 38:07 itu ada biayanya ada biayanya join atau 38:11 Nah Gantara ini sebenarnya sekarang lagi 38:13 transformasi banyak hal ya termasuk 38:15 transformasi digital. Nah jadi 38:17 keanggotaan kita saat ini kita masukin 38:19 ke dalam kita menggunakan platform 38:21 namanya Gconnect yang bisa diakses 38:24 melalui ee website di 38:27 www.gemantara.org.id. 38:30 Ee saat ini keanggotanya free. Jadi 38:32 Oh, free ya. Oke. Oke. Untuk masuk ke 38:35 silakan. Jadi kalau mau ee pengusaha 38:37 UMKM mau join eh free ya. 38:39 Betul. Free di gemantara.org.id 38:42 bisa langsung isi eh apa namanya? Form 38:44 di situ ya di platform tadi langsung 38:46 masuk sebagai member VIP nanti dapat 38:48 virtual card gitu ya. Dan kita enggak 38:51 mempacalang anggotaan dari alumni eh 38:53 pelatihan atau ground bisnis coaching 38:55 saja. Jadi semua teman-teman dari 38:57 berbagai latar belakang itu sangat 39:00 diharapkan untuk ee bergabung untuk 39:02 memperkuat ekosistem kita. 39:05 Nah, jadi komunitas penting, terus 39:08 komunitas agama juga penting ya. Jadi 39:10 semakin dekat pasangan sama Allah, 39:13 semakin dekat bisnis kita, ya. Semakin 39:16 dekat dengan kesuksesan, ya. 39:17 Betul. Betul banget. Kita juga 39:19 sebenarnya bikin bikin yayasan, Habib. 39:21 Jadi kita berdua juga bikin 39:23 yayasan bikin rumah Quran gitu ya. bikin 39:25 aktivitas kemanusiaan yang bareng selain 39:28 kita juga mendukung ee program-program 39:30 teman-teman yang ada di banyak lembaga 39:32 filantropi lainnya gitu. Makanya kemarin 39:35 sempat di salah satu kesempatan kita 39:36 dapat award dari 39:39 Institute Fun Rising Indonesia di ajang 39:41 IFA Award ya sebagai salah satu 39:43 kolaborator program CSA terbaik gitu. 39:45 Alhamdulillah. 39:47 Oh, masyaallah luar biasa ini. 39:52 Iya, Mbak Nuning, bagaimana Mbak Nuning? 39:55 Selamat atas diterimanya Award Institute 39:58 [tertawa] 39:59 eh Funrising Indonesia. Keren banget ya. 40:03 Tapi aku pengin tahu deh, kebayang 40:06 kepikir kalau orang-orang yang 40:08 melaksanakan bisnis berpasangan seperti 40:10 ini emm kalau misalnya pernah mengalami 40:15 kondisi yang acak adul gitu, itu 40:17 ngatasinnya sebagai profesional atau 40:20 sebagai pasangan? [tertawa] 40:24 Silakan. 40:26 ya, Mbak Debi boleh, Mas Firdaus boleh 40:29 atau mungkin belum pernah mengalami 40:31 kondisi kacak Adul gitu, semuanya sukses 40:33 saja dari awal gitu. [tertawa] 40:36 Adul apa ya? Pernah enggak sih ya acak 40:39 Adul? 40:40 Acak Adul itu amburadul apa ya bahasa 40:43 Jawa kali ya? 40:44 Misalnya misalnya bisnisnya ada 40:46 tantangan gitu enggak berhasil gara-gara 40:49 misalnya enggak dengerin pasangan tuh. 40:51 Nah, misalnya gini ee Mbak Dewi ee saran 40:54 A, akhirnya Pak Firdaus tetap B dengan 40:57 pendiriannya. Nah, misalnya kan akhirnya 40:59 enggak berhasil nih. 41:01 Nah, bagaimana tuh ngatasinnya? Apakah 41:03 berlanjut sampai rumah gitu? Apakah di 41:06 [tertawa] di tempat usaha saja gitu? 41:08 Begitu masuk pintu rumah lain gitu ya. 41:11 Eh, iya iya iya. 41:12 Jawabannya adalah ya. Jawabannya adalah 41:16 ini menarik sih ee kalau dibilang tadi 41:18 bisnis sampai acak adul ee mudah-mudahan 41:21 jangan sampai ya gitu [tertawa] 41:24 jangan sampai acakadul tapi kalau 41:26 dinamika kalau dinamika pasti ee ada ya 41:29 ee Mbak Nunung Habib gitu Mbak Nuning, 41:31 Habib ee 41:34 kadang memang ee kita misalnya bukan 41:37 debat sih ya diskusi gitu ya karena kan 41:40 untuk menyamakan gitu ya menyamakan ee 41:43 apa ee persepsi itu kan juga enggak 41:46 mudah gitu kan. Apalagi nih misalnya di 41:48 di perusahaan saya gitu karena saya 41:50 merasa kan saya yang paling paham gitu 41:53 kan paling [tertawa] paham ini bisnisnya 41:55 gitu kan. Ee ya adalah ee hal kayak gitu 41:58 gitu. Cuman balik lagi ee 42:02 kadang ketika apa istilahnya tuh ada 42:04 diskusi yang sebenarnya sih enggak 42:05 enggak pernah juga ya yang yang apa 42:08 heboh kayak [tertawa] gitu juga kita 42:09 enggak pernah gitu. ee paling ketika 42:12 saya ngerasa ee apa kok ini sih gitu, 42:16 kok enggak paham sih apa yang apa yang 42:18 saya maksud gitu, itu biasanya ee saya 42:20 lebih memilih ee calling down dulu 42:22 misalnya ee saya diam dulu gitu kan. 42:25 Nah, beliau diam dulu lebih ke situ sih 42:27 kadang kita diam-diaman dulu nih. 42:28 Diam-diaman tuh dalam artian kalau ini 42:31 apa ya merenung apa tuh memikirkan ulang 42:34 gitu. Akhirnya nanti ya kita enggak 42:36 pernah juga sih ya yang misalnya tuh 42:38 marah-marah sampai berhari-hari gitu 42:40 kayaknya juga enggak pernah ya. 42:41 [tertawa] 42:42 Paling nanti siapa duluan nih gitu yang 42:44 yang mulai apa e apa ngobrol lagi gitu. 42:48 Tapi alhamdulillah sejauh ini ee kalau 42:51 namanya ee dinamika itu pasti ada, tidak 42:53 bisa dipungkiri gitu kan. Tapi kita 42:55 berusaha untuk se apa? Semaksimal 42:58 mungkin untuk ya ujung-ujungnya itu lagi 43:01 ya memahami gitu. Memahami dan memahami 43:04 oke ya. Ee beliau seperti ini gitu. Oh 43:07 ya udah berarti aku deh yang ngalah 43:08 gitu. Walaupun kadang di hati gitu ya 43:11 Mbak Noni ih ngapain sih kok aku duluan 43:13 gitu. adalah rasa-rasa kayak gitu. 43:15 Tapi balik lagi ngapain berlama-lama 43:18 gitu karena kan di kantor ketemu beliau 43:20 lagi gitu kan, di rumah ketemu beliau 43:22 lagi. Masa sih mau lama-lama gitu 43:24 marahnya gitu. 43:24 Iya. Nah, di sini nih egonya 43:26 dikantongin, dikotakin kalau bagian 43:29 bagian yang harus seperti itu. Karena 43:31 kan kadang-kadang sebagai manusia biasa 43:33 kita maunya ee enggak disalahin 43:38 dan saling ini sih Ning saling ngingetin 43:40 ya. nih ada satu keputusan yang memang 43:43 harus kita ambil gitu kan. Ee 43:46 mungkin aku pernah pernah ingat kayaknya 43:48 kita dulu pernah deh ngambil keputusan 43:50 kayak gini dan hasilnya kayak gini. Nah, 43:52 kayak gitu lebih ngingetin beliau juga 43:54 seperti itu. Ee saya kan memang orang 43:56 thinking ya Bib ya. Memang orangnya tuh 43:58 cepat semuanya serba cepat. Nah, beliau 44:01 suka ngerem tuh ibaratnya kalau saya tuh 44:03 kadang suka jadi gasnya. Bel jadi remnya 44:05 gitu lebih ke ke situ kan kemarin kayak 44:09 gini karena terlalu cepat kami kepes 44:10 akhirnya kayak gini. Oh, aku mikir ya. 44:12 Oh, iya iya gitu. Berarti makanya 44:14 sekarang itu terkadang ee di perusahaan 44:17 kita sama-sama punya jabatan 44:19 masing-masing gitu kan. Selain kita juga 44:21 pemegang saham malah ee Mas Firdaus gitu 44:25 ya ee otomatis menjadi mentor gitu. 44:27 Walaupun kita belajarnya bareng gitu ya, 44:30 guru kita bareng, belajar bareng, tapi 44:32 tetap ee saya em apa ee menempatkan 44:35 beliau itu sebagai mentor saya seperti 44:38 itu. Begitu sih, Mbak Nuning, Habib. 44:41 Jadi kalau masuk pagar rumah kita bukan 44:44 lagi ee teman usaha tapi pasangan gitu 44:47 ya. 44:48 Meskipun bahasan itu tetap di rumah, 44:51 tapi posisi sebagai istri dan suami di 44:53 rumah itu jauh lebih tinggi dibanding 44:55 ketika ada di kantor. [tertawa] 44:58 Keren-keren. 44:59 Benar-benar. 45:00 Iya. Kalau boleh nambahin yang ee acak 45:03 kadul tadi, Mbak Nuning. Eh, Habib 45:05 ee ini definisi acak kadul memang masih 45:07 debatableel ya, tapi 45:08 iya enggak apa-apain [tertawa] 45:10 ini faktanya kita punya barisan para 45:13 mantan gitu ya sebenarnya. Jadi jangan 45:16 disalah artikan ya. Jadi kita punya juga 45:18 bisnis yang kita set up bareng tapi 45:20 terus kita tutup gitu. Ee tapi bukan 45:23 karena ya tapi itu justru e hasil dari 45:25 keputusan ee musyawarah kita. Jadi ada 45:28 beberapa yang ya yang memang kata enggak 45:30 running well gitu kan atau ee ya malah 45:34 justru ngeberhatin membebani bisnis yang 45:36 lain akhirnya kita kita tutup kayak 45:38 gitu-gitu. Itu itu juga terjadi. 45:41 Ee saya kira itu bagian dari proses kita 45:43 berbisnis ya. Pasti ada pasti ada 45:45 masa-masanya seperti itu. 45:46 Ini kan Ramadan ya. Ee ada enggak 45:49 perbedaan di antara apa yang dipikirkan, 45:52 dilakukan, dan dikembangkan di saat 45:55 sebelum Ramadan dan di saat Ramadan ini 45:58 sebagai ayah bunda, sebagai pasangan ee 46:02 berbisnis, kira-kira perbedaannya apa 46:05 tuh? Atau mungkin pah bulan ini karena 46:09 Ramadan bla bla bla gitu. Pengin dengar 46:12 deh. [tertawa] 46:15 Silakan. 46:18 Ee kalau mungkin lebih di waktu ya Mbak 46:21 Nuning ya. 46:22 Ee kalau bisnis itu kan pasti kita bikin 46:26 plan gitu ya, plan bisnis gitu ya. 46:28 Memang ee sama-sama harus kita jalanin 46:30 gitu. Ee kalau kemarin ya di awal 46:33 Ramadan ee justru kita ee bikin bisnis 46:37 ee eh bikin plan itu ee plan rumah ya 46:41 lebih ke rumah misalnya tuh Ramadan ini 46:43 apa goal kita gitu kan. Terus misalnya 46:45 oh kita harus ee apa ee bagaimana 46:50 diusahakan supaya kita bisa buka bareng 46:52 gitu. Karena kan kalau kalau 46:55 jam-jam biasa sebelum Ramadan itu kan 46:57 kadang ee beliau suka ada meeting di 46:59 luar gitu kan yang akhirnya sampai rumah 47:01 mungkin ee sudah malam gitu. [tertawa] 47:04 I 47:05 malam sudah isya gitu kan. Kemudian ee 47:08 kalau saya ya pastinya enggak pernah 47:10 enggak pernah jauh-jauh meetingnya 47:12 karena kan kantor juga dekat dari rumah 47:14 gitu. Kalau beliau kan memang dari 47:15 bisnis pun kan ee kliennya kebanyakan 47:18 juga dari ee apa ee B2B dan B2G ya gitu 47:23 kementerian dan lain. Jadi suka 47:24 meetingnya tuh di luar gitu. Jadi kadang 47:27 pulang malam. Tapi di Ramadan ini memang 47:28 kita berusaha untuk gimana kita bisa ee 47:31 buka bareng di rumah gitu. Kadang ee 47:34 banyak juga jadwal-jadwal kita tuh yang 47:36 memang sengaja kita ee barengkan gitu, 47:39 Mbak Nuning. Kita barengkan selain yang 47:42 lain juga seperti itu sih. Lebih ke apa? 47:45 Ke gitu. Lebih ke waktu. 47:48 Iya. Jadi, ikhwan akhwat, apa yang kita 47:51 dengar kali ini bahwa ketika kita dan 47:56 orang yang kita cintai, belahan jiwa 47:58 kita menjadi pasangan di dalam berbisnis 48:02 itu banyak hal justru lebih memudahkan 48:05 dan membuat kita juga jadi lebih dekat 48:11 satu sama lain. Bahkan dalam beribadah 48:14 bisa jadi lebih keren ya, Habib. Rasanya 48:17 kita sudah di penghujung mungkin bisa 48:20 apa bagikan closing statement atau 48:23 apapun terkait dengan bahasan kita bahwa 48:27 bisnis yang ada di couple preneer ini 48:30 benar-benar jadi bekal untuk lebih rapat 48:33 dekat satu sama lain untuk bekal ke arah 48:37 alam yang nanti abadi itu atau gimana? 48:41 Silakan. 48:43 Baik. Baik. Pendengar radio silaturahim 48:45 yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa 48:47 taala. Siang ini kita belajar satu halel 48:54 planner bukan sekedar bisnis bareng 48:56 pasangan ya. Ee ini membangun peradaban 48:59 kecil yang bernama keluarga dengan visi, 49:01 misi, adab, iman. Jadi ee usaha yang 49:05 besar itu bukan hanya yang omsetnya 49:07 naik, tapi yang membuat pasangan saling 49:10 menghormati, anak-anak kita bangga, hati 49:13 ini makin dekat kepada Allah Subhanahu 49:15 wa taala. Jadi kalau bisnis membuat 49:17 rumah tangga retak itu bukan sukses, 49:19 tapi peringatan. Tapi kalau bisnis kita 49:21 membuat kita makin jujur, makin sabar, 49:24 ibadahnya makin kuat, itulah kemenangan 49:27 yang sesungguhnya. Itulah kesuksesan 49:28 yang sesungguhnya. ee mari kita ee 49:32 niatkan jadikan usaha ini sebagai 49:34 ibadah, pasangan sebagai teman 49:36 perjuangan gitu ya. Dan menjadikan ee 49:38 rezeki ini sebagai jalan memberi manfaat 49:40 buat orang banyak gitu. Karena pada 49:42 akhirnya yang ditinggalkan itu bukan 49:43 usaha tapi e legasi kita, warisan kita. 49:47 Bagaimana kita memperlakukan pasangan, 49:50 bagaimana kita bekerja, bagaimana kita 49:52 bertumbuh dalam ketaatan. Semoga Allah 49:55 berkahi semua pasangan-pasangan di Radio 49:59 Silaturahim yang sedang berjuang mencari 50:02 rezeki yang halal, hati yang lapang, 50:04 rumah tangga yang tenang gitu ya, 50:06 menjadi kurat taayun anak-anak kita dan 50:09 berdampak dunia sampai akhirat. Saya 50:11 Muhammad Alusaini pamit. Sampai jumpa di 50:14 Hijrah Talk berikutnya. Wasalamualaikum 50:17 warahmatullahi wabarakatuh. 50:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:20 wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi 50:23 untuk Habib, untuk Abi Firdaus dan juga 50:26 untuk Bunda Dewi. Mudah-mudahan 50:29 menginspirasi, mempersuasi yang 50:31 mendengar ya. Yang jelas ikhwan akhwat, 50:34 kalau couple prener yang sehat seperti 50:37 kita dengar tadi, kita punya satu visi, 50:39 kita punya transparasi juga dalam hal 50:44 keuangan dan juga evaluasi emosi penting 50:47 banget ya, serta adanya komunitas 50:51 pendukung. Terima kasih sekali lagi 50:53 untuk Mbak Dewi, Bung Firdaus, dan juga 50:57 Habib. Billahi taufik wal hidayah. 50:59 Wasalamualaikum warahmatullah 51:01 wabarakatuh.