Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail 0:21 [musik] 0:27 [musik] 0:31 Asalamualaikum 0:33 warahmatullahi 0:35 wabarakatuh. 0:38 Alhamdulillahilladzi 0:40 wafa 0:42 wasalatu wassalamu ala nabil mustofa 0:46 sayyidina muhammadin wa ala alihi wa 0:51 ashabihi 0:53 almujahidina lii kalimatillahial uliya. 0:58 Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 1:02 syarikalah 1:04 wa ashadu anna sayyidana muhammadan 1:07 abduhu wa rasuluh. 1:10 Masyaallahu 1:11 kan wama lam yasya lam yakun. La haula 1:17 wala quwwata illa billahil aliyil adzim. 1:21 Amma ba'd. 1:23 Ikhwan akhwat pemirsa TV silaturahim 1:29 dan pendengar radio silaturahim yang 1:32 sangat disayang oleh Allah subhanahu wa 1:34 taala. 1:36 Alhamdulillah 1:38 dalam kondisi pandemi ini kita dapat 1:44 bertemu lagi dalam kajian tafsir maudui 1:50 yang pada kesempatan kali ini kita akan 1:54 membahas 1:57 pandemi 1:59 Covid 2:01 19 2:02 dari perspektif Al-Qur'an. 2:06 Maka kajian ini 2:09 kami beri maudu atau tema 2:13 dampak positif dan negatif pandemi dalam 2:19 kehidupan. 2:22 Sebagai landasan kajian kita pada 2:27 sore hari ini adalah firman Allah 2:29 Subhanahu wa taala [berdehem] 2:31 yang terdapat di dalam surah Ali Imran. 2:35 Ayat yang ke 2:37 191 2:40 yang berbunyi 2:41 azubillahiminasyaitanirrajim. 2:44 Bismillahirrahmanirrahim. 2:48 Alladzina yadkurunallaha qiama waquud 2:52 waa junubihim 2:54 watatafakkaruna fi khalqis samawati wal 2:58 ard. 2:59 Rabbana ma khalaqta hadza baila. 3:04 Subhanaka faqina adzabanar. 3:09 yang artinya 3:11 yaitu 3:12 orang-orang yang mengingat Allah 3:17 sambil berdiri 3:20 atau duduk 3:22 atau dalam keadaan berbaring 3:25 dan mereka memikirkan 3:28 tentang penciptaan 3:30 langit dan bumi 3:33 seraya berkata, 3:35 "Ya Tuhan kami, 3:38 Tiadalah engkau menciptakan ini dengan 3:42 sia-sia. 3:45 Maha suci Engkau, 3:48 maka 3:49 peliharalah kami dari siksa neraka. 3:56 Sayid Kutub di dalam tafsir Dilalil 4:00 Quran menjelaskan 4:02 bahwa ayat ini merupakan 4:06 rangkaian dari sifat-sifat 4:10 ulbab, 4:12 orang yang memiliki akal. 4:17 bahwasanya ulbab 4:20 itu akan terus 4:23 tafakur 4:25 atau berpikir 4:28 karena dia terus tafakur dan berpikir, 4:33 akhirnya 4:35 dia mendapatkan kebenaran 4:38 dan mengantarkan 4:41 pada kesimpulan 4:44 bahwasanya 4:46 Allah Subhanahu wa taala 4:49 menciptakan 4:50 alam semesta 4:53 dan segala sesuatu yang ada di dalamnya 4:57 tidak sia-sia. 5:00 termasuk Allah Subhanahu wa taala 5:03 menciptakan 5:05 virus 5:06 yang menyebabkan pandemi Corona 19 atau 5:11 Corona 19 ini 5:15 semuanya tidak ada cacat 5:18 dan semuanya bermanfaat bagi kehidupan 5:22 manusia. 5:25 Berpikir yang benar akan melahirkan 5:28 kedekatan kepada Allah. 5:31 Mengakui kelemahan makhluk, 5:34 mengakui kekuasaan Allah. 5:38 sehingga seseorang akan memperbanyak doa 5:43 kepada Allah 5:46 dan mengakui bahwasanya 5:50 semua yang diciptakan oleh Allah 5:54 mulai dari penciptaan langit dan bumi 5:56 dan segala isinya 5:58 itu tidak sia-sia. 6:04 Al-Asfihani di dalam 6:06 kitabnya yang sangat terkenal, 6:08 Almufrodat fi Gharibil Quran 6:11 menjelaskan bahwasanya kata batil 6:15 itu adalah naqidul haqsata 6:21 indal fahsi. 6:24 Artinya 6:26 batil adalah lawan daripada hak yang 6:30 tidak ada buktinya ketika diteliti. 6:35 Nah, semua yang diciptakan oleh Allah 6:38 Subhanahu wa taala itu tidak batil. 6:44 Allah Subhanahu wa taala melalui ayat 6:47 ini mengarahkan hamba-Nya 6:51 untuk merenungkan 6:53 penciptaan alam, 6:56 penciptaan langit dan penciptaan bumi. 7:01 Allah mengarahkan agar hamba-Nya 7:05 mempergunakan pikirannya 7:07 dan memperhatikan pergantian siang dan 7:10 malam. 7:12 Semua hanya 7:14 penuh dengan tanda-tanda 7:17 kebesaran Allah Subhanahu wa taala. 7:23 Fenomena pandemi Covid-19 7:28 yang terjadi di dunia ini membuktikan 7:33 betapa lemahnya manusia 7:36 di hadapan Allah Subhanahu wa taala. 7:40 Tidak ada prestasi 7:44 yang dapat dibanggakan manusia 7:47 kecuali semua itu 7:50 adalah atas kudrah dan iradah, takdir 7:56 dan kehendak Allah semata. 8:00 Negara Cina yang sebelum pandemi ini 8:04 mengaku paling kuat, 8:06 tidak tertandingi dalam hal militer dan 8:09 ekonomi, 8:11 ternyata Allah 8:14 begitu mudahnya 8:17 menghancurkan kesombongan mereka 8:20 dengan COVID-19 ini. 8:25 Bagaimana hal itu 8:28 disebutkan oleh Allah subhanahu wa 8:30 taala? 8:32 Auzubillahim minasyaitanirrajim. 8:36 Mataluladzinaku 8:37 min dunihi auliya 8:40 kamalil ankabutak baita 8:44 wa inna aanal buyut labaitul ankabut 8:49 lau yamun. 8:52 Surah al-ankabut surah ke-29. 8:55 ayat 41 8:57 yang artinya kurang lebih perumpamaan 9:02 orang-orang yang mengambil 9:03 pelindung-pelindung 9:05 selain Allah adalah seperti laba-laba 9:09 yang membuat rumah. 9:12 Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah 9:16 adalah rumah laba-laba. Kalau mereka 9:21 mengetahui 9:23 dengan COVID ini, negeri yang mengatakan 9:26 paling kuat 9:28 dalam berbagai macam sektor, akhirnya 9:33 jatuh tersungkur. 9:35 Inilah menunjukkan betapa 9:38 lemahnya manusia 9:41 dan Allah membuktikan dengan pandemi 9:44 Covid-19 ini. 9:47 Ikhwan akhwat yang sangat disayang oleh 9:49 Allah Subhanahu wa taala. 9:52 Pandemi Covid-19 membuat banyak 9:55 perubahan 9:57 di berbagai sektor kehidupan manusia. 10:01 Namun pandemi itu juga memberikan banyak 10:07 pelajaran 10:08 bagi kehidupan manusia, 10:11 terutama 10:13 terkait pentingnya usaha 10:17 pencegahan dan mengatasi hal itu agar 10:22 manusia kembali normal seperti biasa. 10:27 Tentu saja ada dampak positif dan 10:32 negatif 10:34 dari wabah Corona ini di seluruh dunia. 10:38 Nah, berikut ini kami ingin menyampaikan 10:44 dua dampak itu, baik dampak positif 10:49 maupun dampak negatif. 10:51 Hanya saya akan nyampaikan dampak 10:55 negatifnya lebih dahulu. 10:59 Apa dampak negatif 11:02 dari pandemi ini? 11:06 Yang pertama jelas 11:08 di sektor kesehatan. 11:11 Kesehatan manusia 11:14 terganggu. Ini yang pertama. 11:17 Kesehatan merupakan 11:20 sektor yang paling terimbas 11:23 dari COVID-19 ini. 11:26 Tidak hanya pasien yang meninggal, 11:30 tapi para dokter 11:32 dan perawat juga 11:36 menemui sang khalik penciptanya 11:41 karena tertular 11:44 baik dari pasien maupun dari yang 11:47 lainnya. 11:49 Di Indonesia saja 11:52 hingga akhir Juni 11:55 2021 tercatat 11:57 sebanyak 1066 12:01 nakes atau tenaga kesehatan 12:05 meninggal dunia. 12:08 Akibat terpapar COVID-19. 12:13 Mayoritas 12:15 dari mereka adalah dokter 12:19 yang kita sulit untuk mendidiknya. 12:23 Tapi masyaallah 12:26 dari data yang dihimpun dari lapor 12:30 Covid19 12:32 ada sekitar 12:36 405 12:37 orang dokter 12:39 yang meninggal karena COVID ini. 12:44 Anakes meninggal karena kurangnya 12:47 kelengkapan alat pelindung diri yang 12:50 sering kita sebut dengan APD. 12:55 Jam kerja yang berlebihan sehingga 12:57 mereka kelelahan. 13:00 Dan itu yang saya rasakan 13:03 ketika saya juga terpapar pandemi ini 13:07 melihat betapa 13:09 dokter dan juga tenaga kesehatan yang 13:13 lain bekerja 13:16 begitu serius 13:19 bahkan melebihi jam yang sudah 13:21 ditentukan sehingga tampak kelelahan 13:25 dari tindak tanjuknya tetapi wajahnya 13:28 nya tetap menampakkan senyuman. Itu yang 13:32 saya rasakan. 13:34 Hingga akhirnya 13:36 pasien yang tidak berterus terang 13:38 riwayat penyakitnya 13:40 ketika 13:42 berkonsultasi 13:44 kadang-kadang kasihan 13:47 melihat para dokter ini. 13:51 Nah, itu di Indonesia. 13:54 Sementara di Jakarta yang merupakan 13:56 episentrum corona di Indonesia, 14:00 setiap hari rata-rata 14:04 50 orang 14:07 meninggal dunia. 14:12 Bahkan lebih dari itu, 14:15 mereka 14:17 dimakamkan 14:18 dengan menggunakan protokol COVID-19. 14:24 Dengan diberlakunya 14:27 PPKM. 14:29 Mungkin di antara para pendengar dan 14:32 pemirsa belum familiar apa itu 14:36 kepanjangan PPKM. BKM adalah 14:39 pemberlakuan 14:41 pembatasan 14:43 kegiatan masyarakat darurat sejak bulan 14:47 ini diberlakukan oleh pemerintah 14:51 dengan harapan 14:53 masyarakat yang terpapar COVID bisa 14:57 menurun. Mudah-mudahan. 14:59 Jadi inilah dampak negatif yang pertama 15:03 yaitu 15:05 terganggunya kesehatan manusia. 15:10 Yang kedua, 15:12 pertumbuhan ekonomi menurun. 15:17 Dana moneter internasional memperkirakan 15:23 akibat pandemi virus corona akan 15:27 mencapai 15:29 9 triliun dolar Amerika pada tahun 2002 15:35 sampai 2001 15:38 atau setara dengan masyaallah ini angka 15:41 yang sangat spektakuler yaitu itu 1440 15:50 triliun. 15:53 Angka tersebut jauh lebih besar dari 15:56 gabungan 15:58 produk domestik bruto atau PDB Jerman 16:01 dan Jepang sebagai barometer dua negara 16:04 maju. 16:06 Di dalam keterangan tertulisnya 16:10 ekonom dan direktur riset IMF Gita 16:16 Gopinat mengatakan 16:18 tidak ada satuun negara yang selamat 16:21 dari krisis yang disebabkan oleh 16:23 pandemi. 16:26 Negara-negara yang perekonomianya sangat 16:28 tergantung dengan pariwisata 16:33 hingga hiburan bakal mengalami disapsi 16:38 yang hebat. 16:40 Adapun negara yang negara berkembang 16:44 bakal mengalami tekanan terhadap 16:46 perekonomian mereka akibat harus keluar 16:49 modal asing 16:52 karena meningkatnya risiko perekonomian 16:55 global. 16:57 Selain itu juga mengalami tekanan mata 17:01 uang. 17:03 Menteri Keuangan kita Ibu Sri Mulyani 17:07 juga menjelaskan 17:09 kerugian ekonomi 17:12 Indonesia tahun 2020 mencapai 1356 17:20 triliun. 17:21 Jumlah ini setara dengan 8,8% 17:26 dari 17:28 produk domestik bruto Indonesia. 17:33 Untuk sektor penerbangan saja, ikhwan 17:35 akhwat, 17:38 kita telah kehilangan pendapatan 17:43 mencapai kurang lebih 17:46 314 17:50 miliar US dolar. 17:53 Karena 240 17:56 penerbangan dibatalkan di seluruh 17:59 negara. 18:01 Itu dampak yang kedua yaitu 18:04 menurunnya pertumbuhan ekonomi. 18:09 Yang ketiga, pembelajaran kurang 18:12 efektif. 18:15 Salah satu dampak pandemi corona bagi 18:18 dunia pendidikan adalah semua institusi 18:22 pendidikan terpaksa meniadakan 18:26 pembelajaran langsung 18:29 atau tatap muka. 18:32 Tidak hanya Indonesia saja. Hal ini juga 18:35 berdampak terhadap institusi pendidikan 18:38 mancanegara. 18:40 Bahkan terdapat beberapa negara yang 18:42 sudah lebih dahulu 18:45 memperlakukan 18:47 sistem ini. 18:49 Sistem tidak bertemu langsung. 18:53 Meskipun begitu, terdapat dua sisi dari 18:57 setiap cerita dan kejadian. 19:00 Saat semua jenis pembelajaran daring 19:03 yang dilakukan dengan secara online, 19:06 terdapat kesenjangan dari segi 19:08 fasilitas. 19:11 Ini yang dirasakan. 19:13 Banyak murid yang selama ini tergantung 19:15 pada fasilitas pendidikan yang 19:17 disediakan oleh sekolah dan juga kampus. 19:21 Akhirnya 19:23 tidak maksimal dalam mendapatkan 19:25 pembelajaran. 19:27 Karena memang tidak semua murid dan 19:30 tidak semua mahasiswa memiliki fasilitas 19:33 yang memadai. 19:35 baik koneksi internet, 19:38 gadget, 19:40 aliran listrik dan sebagainya. 19:43 Nah, akhirnya memang pembelajaran 19:47 jadi kurang efektif, apalagi 19:51 di daerah-daerah yang 19:54 tinggal di daerah terpencil yang sering 19:58 disebutkan 3T terdepan atau terdepan, 20:03 terpencil, terluar akan sulit 20:06 mendapatkan pendukung pembelajaran 20:10 online ini. 20:12 Beberapa murid dan mahasiswa 20:15 merasa bahwa pembelajaran dari rumah 20:18 terasa lebih berat daripada sebelumnya. 20:23 Berdasarkan riset yang dilakukan oleh 20:25 lembaga pemerhati pendidikan 20:27 the conversation, beberapa orang tua 20:30 menyatakan beberapa orang tua murid 20:33 menyatakan agar pembelajaran jarak jauh 20:36 tidak terbatas pada pemberian tugas 20:38 saja. Ini yang dirasakan saat ini. Ada 20:42 baiknya jika sesi penyampaian materi 20:45 juga diperbanyak 20:47 agar murid dapat benar-benar merasa 20:50 seperti belajar dan tidak hanya diberi 20:54 tugas saja. 20:56 Tapi sudah tentu tuntutan ini tidak 21:00 semuanya bisa di 21:04 turuti atau bisa dilaksanakan. 21:10 Sementara itu, laporan dari lembaga 21:13 pendidikan dunia atau UNICEF menyatakan 21:17 meningkatnya waktu murid belajar dan 21:21 bersosialisasi secara online di internet 21:24 dapat meningkatkan risiko berbahaya 21:29 khususnya untuk murid pendidikan dasar 21:33 baik SD maupun sekolah menengah pertama 21:37 SMP. 21:38 beberapa risiko antara lain adalah 21:41 adanya cyber bulying yaitu konten 21:45 negatif yang akan membully menyakiti 21:50 penggunanya 21:52 dan juga beberapa 21:55 muatan-muatan atau konten yang negatif 21:59 yang justru 22:02 sering dilihat daripada melihat materi 22:06 pembelajaran. 22:08 Itu yang ketiga, 22:10 dampak negatif dari Corona ini. Yang 22:14 keempat, 22:16 pengamalan ibadah tidak maksimal. 22:20 Ini benar-benar kita rasakan 22:24 untuk mengantisipasi laju penyebaran 22:28 COVID ini. Pemerintah membuat aturan 22:32 membatasi 22:34 sementara ya sementara membatasi 22:37 kegiatan tempat-tempat ibadah demi 22:41 mengurangi kerumunan masa yang banyak. 22:45 Akibatnya 22:46 kegiatan ibadah baik itu di masjid, 22:50 musala, gereja, wihara, pure dan 22:54 sebagainya 22:55 praktis banyak yang terhenti. 22:59 Nah, apalagi kita mendekati 23:03 Idul Adha ini yang sedang menghadapi 23:09 bahkan sudah memasuki hari-hari 23:12 pelaksanakan ibadah haji dan juga Idul 23:16 Adha. Kita tahu pemerintah Arab Saudi 23:21 memutuskan tidak menerima jemah haji 23:25 dari luar negaranya. 23:27 Dan ini berdampak bagi Indonesia yang 23:30 semakin menambah panjang daftar antrian 23:34 haji yang saat ini sudah mencapai 21 23:40 tahun lamanya. 23:42 Sementara itu untuk 23:45 ibadah Idul Adha pun juga tidak 23:49 diperkenankan 23:51 dilaksanakan 23:53 pada 23:55 zona-zona merah, daerah-daerah di zona 23:58 merah bahkan hitam juga. penyembelihan 24:02 korban tidak sesemarak biasanya 24:06 dan masih banyak lagi. 24:09 Akhirnya memang 24:11 kita semuanya merasakan pengamalan 24:14 ibadah 24:16 yang dilaksanakan secara bersama-sama 24:20 seperti salat jemah kemudian juga 24:23 taklim-taklim, 24:25 pengajian-pengajian 24:27 sangat terganggu dengan COVID-19 ini. 24:32 Ini dampak negatif yang keempat. Nah, 24:34 yang kelima 24:39 apa itu? Problematika sosial 24:42 bermunculan. 24:46 Pandemi 19 jelas sangat berpengaruh 24:50 bagi kehidupan 24:52 sosial dalam masyarakat. 24:54 Beberapa pengamat memprediksi lebih dari 24:59 50 juta orang terancam kehilangan 25:03 pekerjaan. 25:05 50 juta orang terancam kehilangan 25:09 pekerjaan akibat dari dampak pandemi 25:13 ini. Mulai dari buruh pabrik hingga 25:18 pelaku usaha kecil. Sulit dibayangkan, 25:22 Ikhwan-akhwan 25:25 bila terjadi pengangguran, 25:28 maka jelas masalah sosial akan 25:31 bermunculan. 25:33 Selain itu juga pergaulan 25:37 antar masyarakat. 25:39 Timbul rasa curiga, 25:42 hilang kepercayaan terhadap orang di 25:44 sekitarnya atau yang baru dikenal. 25:48 Komunikasi antar masyarakat tidak 25:50 berjalan normal. Karena apa? Masker 25:54 dipakai 25:56 dan sangat hati-hati, waspada untuk 25:59 tidak tertular. 26:02 Akhirnya jabatan tangan tidak lagi bisa 26:05 diberlakukan. 26:07 Ketemu dengan orang jaga jarak. Senyum 26:11 yang indah tidak lagi tampak akibat 26:16 masker yang harus dipakai setiap hari 26:20 ketika keluar rumah. 26:25 Kemudian survei yang dilakukan oleh The 26:30 Seri 26:31 Institute menyampaikan 26:34 hasil survei yang dilakukan di 34 26:38 provinsi Indonesia menunjukkan 26:41 tiga dari empat rumah tangga mengalami 26:45 penurunan pendapatan 26:48 sebesar 75% 26:52 akibat kehilangan pekerjaan. 26:55 Sementara itu, satu dari dua rumah 26:58 tangga di Indonesia tidak memiliki 27:01 tabungan untuk bertahan hidup karena 27:05 pendapatan bisnis rumah tangga. 90% 27:10 mengalami kemunduran 27:12 di tahun 2020 ini. Sudah tentu akibatnya 27:18 membawa dampak yang lain, yaitu apa? di 27:22 beberapa tempat. Di beberapa tempat ini 27:25 tingkat perceraian 27:27 meningkat. 27:29 Perceraian meningkat 27:32 akibat COVID-19 ini. 27:35 Itulah ikhwan akhwat dampak dari 27:40 Covid-19 27:42 yang kelima. Nah, yang terakhir yang 27:45 keenam yaitu apa? 27:50 Masyaallah. Ini betulut kita rasakan. 27:53 Politik tidak stabil, ikhwan-ikhwan. Ya. 27:58 Jadi Indonesia sebenarnya ini 28:01 berangsur-angsur sembuh dari perpecahan 28:05 akibat 28:06 Pilpres, Pemilu, dan Pilkada. Nah, 28:10 sekarang mulai terluka lagi akibat 28:13 ketidakpuasan 28:15 terhadap kebijakan-kebijakan yang 28:18 dilakukan oleh pemerintah dalam 28:19 mengatasi pandemi ini. 28:22 banyak kalangan baik di dalam negeri 28:27 maupun juga negara-negara tetangga 28:31 bahwasanya mohon maaf ya tanggapan 28:34 mereka Indonesia tergolong lambat dalam 28:38 mencegah penyebaran COVID-19 ini. 28:44 Nah, kemudian pemerintah berusaha 28:47 memperbaiki kekeliruan ini di antara di 28:51 antaranya dengan membentuk gugus tugas 28:54 percepatan banganan COVID-19. 28:58 Juga pemerintah berinisiatif menyiapkan 29:02 fasilitas dan tenaga kesehatan untuk 29:06 mengatasi lonjakan pasien. 29:09 Personel pertahanan dan keamanan pun 29:12 akhirnya dilibatkan. 29:14 dan seterusnya. 29:16 Usaha pemerintah 29:20 menurut pemerintah sudah cukup maksimal, 29:23 tapi tidak semuanya bisa dimengerti oleh 29:28 masyarakat. 29:30 Jadi memang kita tidak perlu mencari 29:33 siapa yang salah, tapi inilah dampaknya. 29:37 Memang betul pemerintah telah berusaha 29:40 sekuat tenaga. Bahkan untuk penanganan 29:44 COVID ini pemerintah menyediakan 29:48 triliunan 29:50 anggaran. 29:52 Tetapi ya karena memang kondisi 29:54 masyarakat tidak semuanya bisa menerima, 29:58 akhirnya terjadi ketidakstabilan 30:02 politik. Nah, saya harap mari sama-sama 30:05 kita mencari solusi. Jangan hanya saling 30:10 menyalahkan. 30:12 Pemerintah berusaha secara maksimal 30:16 dan kita sebagai masyarakat, sebagai 30:19 rakyat sabarlah ya. Karena memang 30:23 pemerintah tidak diam. 30:27 Nah, inilah dampak-dampak 30:30 negatif dari COVID-19 30:35 ini. Insyaallah setelah 30:38 jeda berikut ini akan kita simak, kita 30:43 coba simak dampak positifnya. Karena 30:46 tadi Allah menyatakan, 30:49 "Rabbana ma khalaqta hadza batila." 30:53 Menggambarkan ucapan ulul albab. 30:56 Mudah-mudahan kita bisa menjadi ulul 30:59 albab yang memang menyatakan bahwasanya 31:03 semua ini tidaklah sia-sia, tetapi 31:07 memang ada dampak positifnya. Apa itu? 31:12 kita ikuti setelah C 31:26 [musik] 31:32 akhwat yang sangat disayang oleh Allah 31:34 Subhanahu wa taala. 31:36 Itulah tadi dampak negatif dari 31:41 COVID-19 ini. 31:44 Yang pertama, kesehatan terganggu. 31:48 Yang kedua, pertumbuhan ekonomi menurun. 31:53 Yang ketiga, 31:55 pembelajaran kurang efektif. 31:58 Yang keempat pengamalan ibadah tidak 32:01 maksimal. 32:03 Yang ke lima, 32:07 problematika sosial bermunculan dan yang 32:10 keenam, politik menjadi tidak stabil. 32:16 Adapun dampak positifnya 32:20 apabila kita pikir, kita renungkan 32:23 seperti firman Allah yang tadi 32:26 disebutkan di surah 32:29 Ali Imran ayat 91 sebetulnya merupakan 32:36 rangkaian erat dari ayat yang ke-90 32:39 tentang ulbab. Di mana pada ayat 90 32:43 Allah menjelaskan, inna fi khalqis 32:46 samawati wal ardhi wtilafil laili wa 32:49 nahar laatil ulil albab. Nah, ulul albab 32:54 berpikir 32:57 tentang 32:59 apa 33:01 yang dibalik penciptaan 33:04 langit dan bumi dan segala isinya. 33:08 Walaupun memang ada dampak negatifnya, 33:12 tapi juga ada dampak positifnya. 33:16 Allah Subhanahu wa taala sudah jelas 33:19 bahwasanya dalam menciptakan 33:22 segala sesuatu di langit dan bumi ini 33:26 tidak batilah, tidak sia-sia. 33:30 Begitu juga pandemi Covid-19 ini yang 33:35 diciptakan oleh Allah Subhanahu wa 33:37 taala. Terutama tadi sudah kita 33:41 sampaikan mengingatkan betapa lemahnya 33:45 umat manusia di hadapan Allah Subhanahu 33:48 wa taala. 33:50 Nah, di samping itu COVID-19 juga 33:54 membawa dampak 33:58 positif. 34:00 Apa? Nah, ini 34:03 dampak positif yang pertama adalah 34:05 menunjukkan kebenaran syariat Islam. 34:09 Ini satu 34:12 melalui Corona ini banyak manusia kini 34:16 menyadari 34:17 bahwa syariat Islam 34:20 benar-benar membuat orang menjadi sehat. 34:25 Di antara syariat yang berhubungan 34:27 dengan pencegahan 34:29 COVID itu antara lain satu 34:33 memakan makanan yang halal dan thayib. 34:38 Kita tahu penyebab dari COVID ini dari 34:41 Cina adalah karena mereka makan 34:43 kelelawar. 34:45 Nah, itu jelas tidak thayib dan tidak 34:48 halal menurut saya ya. Walaupun ada 34:51 ikhtilaf tentang selain apa yang 34:53 disebutkan dalam Al-Qur'an yang empat 34:56 itu yaitu 34:59 darah, kemudian bangkai, daging babi 35:04 yang disembelih bukan karena Allah. 35:07 Tetapi hadis menjelaskan ada lagi yang 35:10 diharamkan termasuk binatang yang 35:13 bertaring yaitu kelelawar. Saya 35:17 berpendapat itu haram itu dimakan. Nah, 35:22 sekarang terbukti Islam yang 35:24 mengharamkan. Yang mengharamkan itu 35:26 benar. Karena itu dimakan mengakibatkan 35:30 COVID-19. 35:32 membiasakan wudu. Nah, ini juga yang 35:37 menyebabkan manusia akan terhindar dari 35:40 COVID. Tidak sembarangan berjabat tangan 35:44 dengan orang banyak yang bukan mukhrim. 35:48 Memang ulama ikhtilaf ah bagaimana hukum 35:52 berjabat tangan pada orang yang bukan 35:55 mrimnya. Tapi alfakir kalau saya 35:58 berpandangan memang tidak boleh atau 36:01 haram ya walaupun sebagian ulama ada 36:04 yang membolehkan tapi untuk ikhtiat saya 36:08 sendiri mengambil hukum yang haram. Ah 36:11 kemudian menutup muka cadar 36:16 yang diramaikan di beberapa negara di 36:20 Eropa. Nah dengan ini membuktikan 36:23 sekarang orang pada pakai cadar 36:25 semuanya. 36:26 Nah, dengan apa yang tadi saya 36:29 sampaikan, syariat Islam itu yang dapat 36:34 mencegah Corona ini sesuai dengan 36:37 anjuran pemerintah 36:39 dengan 5 M. Kalau dulu 3 M, sekarang 5 36:42 M. Mencuci tangan, memakai masker, 36:47 menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan 36:51 mengurangi aktivitas. 36:53 Ini semuanya adalah ajaran Islam, ikhwan 36:58 akhwat semuanya. Nah, makanan hak yang 37:03 sembarangan, 37:05 yang haram jelas sumber utama penyakit. 37:09 Seperti yang tadi kita sampaikan, Corona 37:12 ini merupakan virus yang terdapat pada 37:15 hewan atau kelelawar dan trenggiling. 37:18 Kemudian menular pada manusia. 37:21 penularannya melalui makanan. 37:25 Sementara itu syariat Islam yang 37:28 mewajibkan wudu 37:31 di sana ada proses cuci tangan. Ini yang 37:35 pertama. Kemudian berkumur, membersihkan 37:39 hidung, istinsak dan istinsar. 37:42 membersihkan muka, membasahi rambut, 37:46 membersihkan kaki. Alat-alat tubuh yang 37:48 paling sering di gunakan mulai tangan 37:51 sampai kaki. Nah, jika anggota ini 37:54 dibersihkan minimal lima kali sehari, 37:57 akan sangat mungkin virus corona tidak 38:02 menempel pada tubuh. 38:05 Menurut Siater dan Nyuruk asal Australia 38:09 yang bernama Leev Werner von Ehrenfels, 38:14 menurut dia ini yang bukan muslim, wudu 38:17 dapat menstimulasi pusat saraf dalam 38:20 tubuh manusia. 38:22 Wudu bisa menstimulasi lima organ panca 38:27 indra, yaitu mata, telinga, hidung, 38:31 mulut, tangan, dan kaki. 38:34 Stimulus itu akan dihantarkan melalui 38:37 meridian ke sel jaringan organ dan 38:41 sistem organ yang bersifat terapis. 38:45 Bagian yang dibasuh juga merupakan pintu 38:49 masuk dari ribuan kuman, ribuan virus 38:53 dan bakteri. 38:55 Ini syariat wudu yang membuktikan betapa 39:01 syariat ini akan dapat menghindarkan 39:04 orang dari virus. Dan inilah yang 39:07 menyebabkan salah seorang dokter masuk 39:10 Islam yang kemarin diwawancarai 39:13 di Rasil dan kemudian menjadi viral 39:16 viral ya itu. 39:18 Nah, kemudian berjabat tangan 39:23 dengan sembarang orang itu juga akan 39:27 menyebabkan tertularnya virus. Maka 39:30 Islam membatasi 39:32 jabat tangan. 39:34 Nah, dengan siapa yang bukan muhrim 39:38 jangan berjabat [berdehem] tangan. 39:40 Apalagi berpelukan, apalagi model barat 39:44 yang ketika ketemu saling berciuman 39:47 mulut. Nauzubillah minzalik padahal 39:50 bukan muhrimnya. Kembali membuktikan 39:54 kebenaran ajaran Islam. 39:59 Nah, jadi inilah ikhwan akhwat dampak 40:02 positif dari corona. Apa? Membuktikan 40:07 kebenaran ajaran Islam. 40:11 Kalau dengan COVID ini masih ada orang 40:14 yang pobi terhadap Islam, ini perlu 40:18 dipertanyakan. 40:20 Dan alhamdulillah memang akhirnya 40:23 islamofobia 40:25 bagi mereka yang mempunyai akal sehat 40:28 terus menurun sadar dan menurut berita 40:33 banyak orang-orang yang masuk Islam 40:36 karena COVID ini. Wallahualam. 40:39 Mudah-mudahan ini benar ya. Itu yang 40:43 pertama. Kemudian dampak positif yang 40:46 kedua, tumbuhnya kesadaran kemandirian 40:50 pangan. 40:52 Seiring mewabahnya corona muncul 40:55 kekhawatiran akan terjadi krisis pangan. 40:59 Nah, karena ketakutan inilah kemudian 41:03 berbagai lembaga yang ada di Indonesia 41:07 berusaha 41:09 berinisiatif 41:11 mendorong 41:13 masyarakat untuk mandiri pangan. 41:17 Bahkan mereka ada yang membuat desa 41:19 mandiri pangan mengajak masyarakat 41:23 menanam tanam-tanaman 41:26 pangan seperti ubi-ubian. sayur dan 41:29 sebagainya dan sebagainya. Nah, ini 41:32 semuanya akibat dari pandemi. 41:35 Tanah-tanah yang dulunya tidak termatkan 41:38 kemudian dimanfaatkan untuk apa? Untuk 41:43 bisa terpenuhinya 41:45 kemandirian pangan. 41:48 Karena memang 41:51 COVID-19 ini akan mengakibatkan seperti 41:55 tadi disampaikan dampak negatifnya 41:58 terjadinya krisis pangan. supaya itu 42:01 nanti tidak membuat masyarakat 42:04 menderita, maka mereka kemudian 42:09 membuat program 42:12 agar mereka bisa mandiri dalam soal 42:16 makanan ini. Muncul lembaga-lembaga 42:20 filantropi, 42:21 lembaga-lembaga sosial yang 42:24 memberdayakan masyarakat. Ada juga yang 42:27 mengumpulkan donasi, membentuk warga, 42:31 membantu warga yang kurang mampu dan 42:34 sebagainya dan sebagainya. Bahkan ada 42:37 juga yang menyediakan makanan di 42:41 tempat-tempat tertentu gratis 42:45 tanpa harus bayar. Nah, inilah yang 42:48 kedua yaitu tumbuhnya kesadaran 42:52 kemandirian pangan. 42:56 Kemudian yang ketiga, meningkatnya kerja 42:59 sama antar masyarakat 43:02 di masa pandemi ini. Kesadaran 43:05 negara-negara di dunia untuk saling 43:10 bahu-membahu, 43:12 bekerja sama 43:15 menyelamatkan rakyat dari pandemi ini 43:19 semakin kita rasakan. 43:22 Di dalam forum Liga Muslim atau Muslim 43:27 Liu, semua anggota berkomitmen 43:31 untuk saling tukar-menukar pengalaman, 43:36 memberi bantuan dan berbagai informasi 43:40 tentang penanganan Corona. 43:44 Sebagai contoh, Indonesia banyak 43:47 menerima bantuan 43:50 baik dari negeri-negeri muslim maupun 43:52 yang negeri-negeri nonmuslim. 43:55 Berupa apa? Sekarang kita rasakan berupa 43:59 vaksin, 44:01 kemudian juga APD, tenaga medis dan 44:05 sebagainya. 44:06 dan bahkan 44:11 negara-negara yang tergabung dalam 44:14 ee negara-negara Arab juga memborong 44:19 beberapa hasil pertanian Indonesia 44:22 sebagai bentuk solidaritas. 44:26 Kenapa ini muncul? karena pandemi. 44:31 Tidak hanya itu, negara-negara lain yang 44:33 tidak tergabung dalam Oki pun juga 44:38 banyak mengirimkan 44:40 tenaga medis obat-obatan 44:44 antar negara. Tidak hanya Indonesia saja 44:47 seperti Cina mengirimkan obat-obatan ke 44:49 Italia dan seterusnya. juga Taiwan ee 44:54 yang punya pengalaman berhasil 44:56 mengendalikan corona ya sebelum ada 44:59 gelombang yang kedua ini juga Singapura 45:02 banyak ee berbagi pengalaman dengan 45:05 negara-negara yang memerlukan. 45:09 Jadi dengan corona ini kesatuan 45:13 masyarakat makin terbentuk karena memang 45:17 Corona hanya bisa diatasi apabila ada 45:22 kebersamaan 45:24 di antara kita. 45:26 Bahkan saya ada kejujuran di antara 45:30 kita. Minimalnya kejujuran dari tiga 45:33 pihak. kejujuran dari pemerintah, 45:38 kejujuran dari para dokter, dan 45:41 kejujuran dari masyarakat. 45:44 Jangan sampai ada yang mengambil 45:47 keuntungan di tengah-tengah penderitaan 45:50 ini. Dan sampai ada orang yang 45:52 sebetulnya 45:54 bukan COVID, dia itu negatif, tapi 45:57 dipositifkan. 45:59 Ini akan sulit nanti mengatasinya. atau 46:03 orang yang terkena merasa dia tidak kena 46:07 atau data-data disembunyikan dan 46:09 seterusnya dan seterusnya. Maka harapan 46:11 kami mari 46:14 kita 46:15 benar-benar 46:17 untuk bisa mewujudkan dan meningkatkan 46:21 kejujuran. Pemerintah jujur, 46:25 tenaga kesehatan jujur, masyarakat 46:27 jujur. Insyaallah kita akan bisa 46:31 mengatasi pandemi ini dengan cepat. 46:35 Nah, kemudian ee yang ketiga, yang 46:39 keempat para ikhwan semuanya 46:42 apa itu? 46:45 Polusi udara menurun. [tertawa] Oke, ini 46:49 jadi kita tahu semuanya bahwasanya 46:53 transportasi 46:55 menyumbang 23% dari emisi karbon dalam 46:59 skala global. 47:01 Tapi berkat kebijakan lockdown dan PSBB 47:06 yang berdampak pada penutupan sementara 47:09 transportasi 47:11 seperti penerbangan, 47:13 kapal dan kendara kapal laut dan juga 47:17 kendaraan darat, maka polusi udara dan 47:21 efek gas rumah kaca menurut secara 47:25 signifikan. 47:27 Faktanya kadar polusi udara yang lebih 47:31 rendah akan menyebabkan kualitas udara 47:35 bersih sehingga meningkatkan kesehatan. 47:40 Untuk kali ini menurut beberapa 47:43 penelitian, lapisan ozon bumi sedang 47:46 menyembuhkan dirinya sendiri. 47:50 di Italia, ikwanat yang sangat disayang 47:53 oleh Allah Subhanahu wa taala yang 47:55 merupakan negara dengan kasus terbanyak 47:58 negara Eropa yang terbanyak ee kena 48:01 Corona, 48:03 ada kemenangan kecil yang menghampiri 48:07 negara ini. Apa? Sungai Veneia yang 48:11 dulunya keruh dan kotor kini 48:13 memperlihatkan kejernihannya. 48:17 Bahkan kalau kita lihat di beberapa 48:18 Facebook ya ah ada orang mengunggah foto 48:23 tentang kejernian sungai ini. Betapa 48:27 airnya yang jernih. Kemudian muncul lagi 48:31 ikan-ikan kecil dan seterusnya dan 48:34 seterusnya. Akhirnya memang alam 48:38 melanjutkan hidupnya. Karena apa? Karena 48:42 polusi udara menurun. Kenapa polisi 48:45 sudah menurun? Karena memang alas 48:48 transportasi dibatasi. Kenapa alas 48:52 transportasi dibatasi? Karena Covid-19. 48:57 Rabbana ma khalaqta hadza baila. 49:02 Sementara itu di negara-negara dunia 49:04 yang memperlakukan lockdown pun juga 49:06 begitu. di India yang termasuk juga 49:09 kasusnya besar kemarin itu tepatnya di 49:13 pantai Bagan Timur dari Odesa dilaporkan 49:17 ada sekitar ee 400.000 49:22 penyu laut 49:24 yang dulunya hampir punah kini 49:26 mengunjungi pantai 49:28 dan menggali tanahnya. 49:31 akhirnya bertelur lagi. Saya sempat 49:34 dihitung itu ada sekitar 60 juta. Nah, 49:38 ini semuanya adalah akibat dari 49:40 pandemik, akibat positif dari itu 49:44 semuanya, dari ee pandemi ini. Inilah 49:48 para ikhwan semuanya ee dampak positif 49:52 yang keempat. 49:55 Nah, kemudian yang kelima ini yang kita 49:57 rasakan apa? keakraban dalam rumah 50:01 tangga. 50:04 Pandemi memang memiliki dampak positif 50:07 bagi rumah tangga. 50:10 Begitu kata Ibu Agustina Erni Susianti. 50:15 Kalau beliau sempat mendengarkan ya, 50:17 mohon maaf pendapat ibu saya gunakan 50:20 ini. Beliau ini adalah Deputi 50:23 Kesejahtera Kesetraan Gender Kementerian 50:26 Pemberdaya Pemberdayaan Perempuan dan 50:30 Perundan Anak. Beliau menyatakan 50:33 bahwasanya pandemi Covid-19 50:37 memiliki dampak positif. bagi rumah 50:40 tangga. 50:42 Beliau Ibu Agustina ini mengungkap 50:44 jumlah penelitian yang menyebutkan di 50:48 masa pandemi komunikasi dan harmonisasi 50:53 keluarga meningkat. Ikhwan Ikhwan 50:57 sebelum COVID-19 51:00 menghantui, anggota keluarga sering 51:03 berkegiatan di luar. 51:05 berangkat pagi, pulang sore atau malam. 51:11 Sehingga anak kadang-kadang sama sekali 51:14 tidak melihat 51:16 bapaknya kalau yang bekerja hanya 51:18 bapaknya. atau kalau yang bekerja dengan 51:20 ibunya, ibunya juga, bapak ibunya 51:23 berangkat sebelum anak itu bangun pulang 51:27 setelah anak tidur. Nah, berkat Covid-19 51:32 ini masyaallah keakraban rumah tangga 51:37 dapat terjalin dengan lebih baik. Nah, 51:42 dengan lebih banyak waktu tinggal di 51:45 rumah, suami istri akan lebih bisa 51:49 berdiskusi, 51:51 lebih memperhatikan tumbuh kembang anak 51:53 dan membangun keakraban. kebijakan 51:56 bekerja di rumah yang sering disebut 51:58 dengan work for home atau W f membuat 52:05 suami, istri dan anak-anak berada dalam 52:09 satu suasana 52:11 sehingga berbagai kegiatan rumah tangga 52:14 bisa dilakukan bersama-sama. 52:17 Begitu juga dengan tuntutan belajar 52:20 daring. Masing-masing anggota keluarga 52:23 akan meningkatkan keilmuan dan 52:26 keterampilan 52:28 sehingga bertambah wawasan mereka dalam 52:31 mengatasi problematika masa kini dan 52:35 masa yang akan datang. Kalau selama ini 52:39 anak-anak pada masa usia sekolah 100% 52:43 diserahkan atau ya mungkin 75 sampai ee 52:48 90% soal pembelajaran diserahkan kepada 52:52 guru. Nah, dengan adanya pembelajaran 52:57 daring ini, mau tidak mau orang tua juga 53:01 berperan karena apa? mereka akan menjadi 53:04 tempat bertanya bagi anak-anaknya. 53:08 Inilah ikhwan akhwat dampak positif dari 53:13 Covid-19 ini. Nah, dengan ini semuanya 53:17 kita makin yakin tentang kebenaran 53:21 Al-Qur'an 53:23 yang hanya dalam satu kalimat. Rabbana 53:26 ma khalaqta hadza batila. Ya Allah, 53:30 tidak kau ciptakan ini semuanya sia-sia. 53:35 Mungkin ikhwan akhwat masih bisa 53:38 memperpanjang 53:40 dampak positif maupun dampak negatif 53:43 ini. Saya yakin memang apa yang 53:46 diciptakan oleh Allah itu tidak sia-sia. 53:51 Maka Allah ciptakan pasangan 53:53 masing-masing. 53:55 Laki-laki pasangannya perempuan. 53:59 sehat pasangannya sakit dan seterusnya. 54:04 Sibuk ah pasangannya 54:07 istirahat dan seterusnya dan seterusnya. 54:10 Maka dengan ini mudah-mudahan kita makin 54:14 sadar betapa pentingnya tuntunan Allah 54:19 Subhanahu wa taala dan betapa dahsyatnya 54:22 Al-Qur'an sebagai solusi terhadap semua 54:27 problematika. kehidupan manusia. 54:31 Mudah-mudahan ada manfaatnya. 54:34 Mohon maaf apabila ada hal yang kurang 54:36 berkenan. Jazakumullah jazaan katiron 54:40 atas segala perhatiannya. Mudah-mudahan 54:43 Allah Subhanahu wa taala segera 54:45 mengangkat Covid-19 54:48 dari lingkungan kita. Kita berdoa. 54:51 Azubillahimasyaitanirrajim. 54:53 Allahif anal wal waba wazalail mihan 54:58 mahar minha w baton minad khilmin 55:06 inakair 55:10 allahumfi mardona allahfi 55:14 isfi mardona 55:17 yodiruq 55:19 demikian para hewan semuanya sekali 55:22 lagi. Mudah-mudahan COVID-19 ini segera 55:26 diangkat oleh Allah Subhanahu wa taala 55:28 dan kita kembali hidup normal. Dan 55:32 jangan lupa apabila kita sudah kembali 55:34 normal, jangan lupa untuk meningkatkan 55:37 ibadah. Jangan seperti orang kafir 55:40 ketika penderitaan 55:43 memuncak, mereka itu ingat kepada Allah 55:46 Subhanahu wa taala, mendekatkan diri 55:49 kepada Allah. Tapi begitu penderitaan 55:52 dihilangkan mereka lupa kepada Allah 55:55 Subhanahu wa taala. Jangan sampai yang 55:57 seperti itu. 55:59 Dengan hilangnya COVID mudah-mudahan 56:03 makin menambah kita dekat kepada Allah 56:06 Subhanahu wa taala. Han Ismail. Akhirnya 56:11 mari kita akhiri dengan membaca 56:12 kafaratul majelis. Subhanakallahumma 56:15 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta. 56:20 Asalamualaikum warahmatullahi 56:21 wabarakatuh.