Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Orang yang mohon ampun kepada Allah,
- mereka melakukan secara istikamah
- terus-menerus. Dan orang-orang yang
- demikian adalah orang-orang yang banyak
- melakukan zikrullah, mengingat Allah
- baik dalam keadaan berdiri dan
- berbaring maka Allah akan keluarkan dari
- satu kehidupan yang
- gelap. Liyukrijakum minadulumatian.
- kepada satu kehidupan
- cahaya kasih sayang
- Allah dan nanti di
- akhirat akan disambut oleh Allah
- Subhanahu wa taala dengan ucapan
- salam serta wa ajaran karimah akan
- diberikan satu pahala yang mulia di sisi
- Allah subhanahu wa
- taala. Inilah yang dimaksudkan dengan
- mengingat Allah.
- Artinya janji Allah bagi orang-orang
- yang istiqamah, bagi orang-orang yang
- bersungguh mau mendekatkan diri ke hadat
- Allah Subhanahu wa taala, maka akan
- dibebaskan dari segalanya.
- bahkan akan
- [Musik]
- menjadi tamu terhormat di akhirat dengan
- ucapan salam dari Allah Subhanahu wa
- taala sebagai satu penghormatan yang
- sangat luar biasa bagi orang yang
- memohon ampunan, orang yang istiqamah,
- dan orang yang banyak berzikir ke
- hadirat Allah Subhanahu wa
- taala akan mendapatkan kasih
- sayang serta
- penghormatan yang sangat mulia di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Inilah
- sesungguhnya yang akan membuat jiwa
- seorang hamba itu menjadi tidak
- takut. Tidak tidak takut dengan ancaman
- Allah. Artinya ancaman Allah yang
- dimaksudkan adalah bagi orang-orang yang
- durhaka kepada Allah, yang tidak mau
- taat kepada Allah dan Rasulnya.
- Tapi bagi orang-orang yang beriman,
- bertakwa, taat kepada perintah Allah dan
- Rasul-Nya, maka sesungguhnya janji Allah
- kemuliaan menjadi satu hadiah terbesar
- yang akan diberikan oleh Allah Subhanahu
- wa taala kepada orang yang beriman,
- bertakwa kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Itulah sesungguhnya yang membuat
- jiwa ini akan menjadi tenang. ada satu
- jaminan dan jaminan itu bukan hanya di
- akhirat tetapi dimulai dari kehidupan
- dunia sudah Allah tugaskan oleh Allah
- malaikat untuk mendampingi orang-orang
- yang istikamah
- tadi sehingga akan dimungkinkan ya
- orang-orang yang istikamah tadi ya akan
- mendapatkan perlindungan
- keselamatan baik di dunia maupun di
- akhirat. Itulah sesungguhnya adalah
- jaminan yang betul-betul amat sangat
- kita dambakan sebagai hamba
- Allah. Sehingga dengan mengingat Allah
- semacam itu, itulah yang dimaksudkan
- walaikrullahi akbar. Karena mengingat
- Allah sesuai dengan apa yang telah
- diceritakan di dalam Al-Qur'anul Karim.
- Itulah sesungguhnya yang dimaksudkan
- dengan walaikrullahi akbar.
- sehingga rasanya jiwa ini menjadi
- damai. Sudah tidak takut
- lagi. Takut adalah hanya takut kepada
- Allah. Artinya takut jangan sampai kita
- mendurhakai Allah. Takut jangan sampai
- kita tidak taat kepada Allah dan
- Rasul-Nya. Hanya itulah
- yang amat sangat kita takutkan.
- Sehingga dengan demikian mengingat
- Allah sebagaimana yang telah disampaikan
- tadi merupakan
- satu jalan keluar dari satu kesulitan
- yang berupa ketakutan. Allah akan
- berikan satu ketenangan dan sekaligus
- jaminan fid dunia wal akhirah.
- Barangkali itu. Wallahuam.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Demikian tadi telah
- kita simak bersama pemaparan yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Rahmatullah di
- kesempatan malam hari ini dan semoga
- bermanfaat.
- Kami undang Anda ikhwan dan akhwat untuk
- bergabung. Kirimkan pertanyaan Anda di
- 021845 1512 live interaktif ataupun di
- nomor WhatsApp 0811999720.
- Kami akan kembali setelah nada takwa
- berikut ini.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- Yeah.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- H
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat, terima kasih Anda
- masih bersama kami dalam program
- renungan QBU di malam hari ini. Saya
- akan ke membacakan pertanyaan pertama
- dari Bang Adi di Pasar Minggu, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, mohon pencerahannya. Apa yang
- harus kita lakukan apabila rasa takut
- itu disebabkan oleh perbuatan sihir?
- Sihir ya? Iya,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Terima kasih
- kepada Bang Adi
- [Musik]
- pertanyaannya. Ee sihir itu adalah
- merupakan perbuatan setan
- ya. Ya, setan itu adalah minal jinnati
- wannas.
- H. Dan
- sesungguhnya
- ee ee apa dedengkotnya setan itu
- sesungguhnya iblis ya? Heeh. Iblis
- dedengkotnya
- setan. Tapi setan ngajak
- manusia. Iblis ngajak manusia. Sehingga
- Allah menyatakan setan itu adalah minal
- jinas. Maka sihir itu sesungguhnya
- adalah perbuatan manusia yang bekerja
- sama dengan setan gitu.
- Maka sesungguhnya Bang Adi
- ee semua
- persoalan-persoalan kehidupan
- ya mau
- persoalan pribadi, rumah tangga, maka
- mari kita ee lihat di dalam Al-Qur'anul
- Karim. Di sanalah ada jalan keluar.
- Ee mari kalau ee kita lihat ee di dalam
- surah An-Nahl ya, Bang Adi nanti dilihat
- di surat An-Nahl surah
- 16 pada ayat yang
- ke-99 dan
- 100.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Innahu
- laisa lahu sultanun alalladina amanu
- waahim yatawakalun.
- Sungguh setan itu
- ya tidak punya sultan. Sultan itu
- kekuatan atau
- kekuasaan bagi orang-orang yang beriman
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dan kedua, orang yang beriman
- tadi berserah diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Maka setan berhadapan dengan orang-orang
- beriman dan bertawakal kepada
- Allah, maka setan tidak punya kemampuan
- apa-apa, tidak punya sultan, tidak punya
- kemampuan, dan tidak bisa menguasai
- orang-orang yang beriman. Ini adalah
- janji
- Allah dan janji Allah pasti benar, gitu.
- Kemudian ayat selanjutnya, innama
- sultanuhu alalladina yatawallaunahu
- walladina hum bihi
- musyrikun. Jadi setan itu punya sultan,
- setan itu punya
- kekuasaan atau bisa mempengaruhi
- manusia kalau orang itu menjadikan setan
- sebagai pemimpinnya. Arti misalnya orang
- datang kepada dukun minta
- tolong. Nah, orang-orang yang semacam
- itulah sesungguhnya baru setan akan
- mempunyai sultan, mempunyai kekuasaan
- bisa
- dicengkeram. Kemudian yang
- kedua, setan itu akan menguasai manusia
- kalau manusia itu melakukan kemusyrikan.
- Hm.
- Sehingga karena memang ketetapan Allah
- Subhanahu wa taala sudah seperti
- itu, artinya yang perlu kita benahi
- keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala
- gitu. Karena sudah ditetapkan oleh Allah
- setan itu tidak punya kekuatan apa-apa
- sesungguhnya. Bahkan di dalam surah
- Al-Ankabut
- itu ee karena perbuatan sihir itu adalah
- sesungguhnya satu kerja sama antara
- manusia dengan setan.
- Ya. Kemudian manusia itu menyuruh ee jin
- tadi
- untuk menyerang orang yang dituju, yang
- disihir
- tadi. Padahal Allah sudah menetapkan
- bahwa
- sesungguhnya orang-orang yang mencari
- pelindung selain Allah
- ya di dalam surah Al-Ankabut pada ayat
- yang ke-41 itu seperti sarang laba-laba
- enggak punya kekuatan. Iya.
- Sarang laba-laba itu yang mengatakan
- kuat kan hanya lalat gitu. Betul ya?
- Kalau sudah
- lalat apa namanya masuk ke sarang
- laba-laba sudah enggak bisa bergerak.
- Heeh. Di situlah Allah memberikan satu
- gambaran bahwa setan itu kayak sarang
- laba-laba gitu. Lemah ya. Lemah. Sangat
- lemah sekali
- gitu. Jadi artinya apa? Kalau yang
- seperti itu ya tidak perlu takut.
- Karena sesungguhnya setan itu tidak
- punya kekuatan berhadapan dengan
- orang-orang yang beriman dan berserah
- diri kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Bahkan Allah menyatakan di dalam
- surah Ali Imran ya nanti bisa dilihat
- pada ayat yang
- ke-175 nanti Bang Adi bisa dilihat.
- Jadi Allah
- menyatakan
- innamaalikumusitanu yukifu
- auliyaah fala
- takofuhumuni in kuntum
- mukminin. Sesungguhnya mereka hanyalah
- setan yang
- menakut-nakuti kamu dengan teman-teman
- setianya.
- Karena itu janganlah kamu takut kepada
- mereka, tetapi takutlah kepadaku jika
- kamu orang yang beriman. Kata
- Allah. Jadi takut tuh kepada Allah saja,
- gak perlu takut kepada setan,
- gitu. H.
- [Musik]
- Nah,
- kemudian tentu saja bagaimana
- menghadapi artinya ancaman sihir dan
- lain sebagainya itu. Maka di sini
- kembalikan kan kepada zikrullah tadi.
- Perbanyaklah
- berzikir. Maka Nabi menyatakan bahwa
- zikir itu
- lailahaillallah wahdahu la syarikalah
- lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa
- yumitu wahua ala kulli
- syadir. Bisa di bisa
- dibaca ee pagi ya habis subuh 100
- misalnya sore ya petang 100.
- Maka Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- menyatakan
- ee besok di hari kiamat orang-orang yang
- berzikir itu mempunyai cahaya yang
- sangat kuat dan tidak ada yang melebihi
- cahayanya kecuali orang yang lebih
- banyak berzikir lailahaillallah wahu la
- dan seterusnya.
- Kemudian Allah akan jaga ya akan
- jaga dari perbuatan perbuatan sihir tadi
- akan dijaga sama Allah dengan banyak
- berzikir. Jadi sebetulnya tidak perlu
- tidak perlu takut ya. Takut itu hanya
- untuk Allah
- saja. Itu pun takut kepada Allah kan.
- Karena rahmat Allah itu sangat besar.
- Takut kepada Allah yang dimaksudkan
- adalah takut kita itu enggak taat kepada
- Allah gitu. Iya. Ketika kita sudah tidak
- taat kepada Allah, artinya
- apa? Di
- luar rel, di luar jalan e
- syariahnya, maka di situlah Allah sudah
- tidak lagi berpihak kepada kita. Allah
- tidak akan mau menolong kita. Ah, itu
- yang kita takutkan. Sesungguh kalau yang
- setan ngapain kita mesti takut kepada
- setan? Orang Allah sudah memberikan
- berita kabar kepada kita, ah setan itu
- kayak sarang laba-laba aja. Heeh. Gitu.
- Kekuatannya ya sangat lemah gitu. Yang
- mengatakan kuat itu kan cuma nyamuk,
- lalat ya. Kalau kena sarang laba-lawa
- nempel. Nah, pasti nempel enggak bisa
- keluar lagi gitu. Nah, cuma masalahnya
- kita ini kelas lalat atau kelas nyamuk
- gitu aja. Heeh. Nah, tapi bagi orang
- yang
- beriman, setan tidak akan mempunyai
- kekuatan apapun berhadapan dengan
- orang-orang yang beriman dan berserah
- diri kepada Allah. Jadi, jaminan itulah
- sesungguhnya itu jaminan dari
- Allah. Artinya bukan manusia kan yang
- menjamin itu. Yang menjamin adalah Allah
- gitu.
- Jadi kalau sudah Allah yang wah sudah
- pasti menang gitu. Heeh. Jadi tidak ada
- yang perlu ditakuti. Allah saja yang
- kita
- takuti. Sehingga rasanya kita ini apa ya
- ee ada ada satu pegangan
- ya
- pegangan yang ee yang yang bisa ada
- jaminan gitu. Di dunia ada jaminan, di
- akhirat ada
- jaminan. Dan jaminan itu adalah
- Al-Qur'anul Karim dan sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tentunya ya.
- Barangkali itu. Wallahuam. Baik, semoga
- terjawab untuk ee Bang Adi di Pasar
- Minggu. Kemudian kita beralih ke
- pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz.
- Ini ada pertanyaan
- dari Bunda Fajar ya. Asalamualaikum
- warahmatullahiumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, Ustaz Rahmatullah
- yang dirahmati Allah. Amin. Amin.
- Seiring dengan merebaknya virus corona H
- yang mulai masuk ke negara kita membuat
- masyarakat banyak yang panik dan
- ketakutan yang berlebihan.
- hingga seakan-akan lupa bahwa semua yang
- terjadi pasti atas izin Allah Subhanahu
- wa taala. Dan hanya dengan berlindung
- dan mengingat Allahlah hati menjadi
- tenang. Mohon nasihatnya, Pak Ustaz.
- Terima kasih. Iya.
- Ya. Ini merupakan di sinilah ukuran
- orang yang beriman atau tidak itu. Heeh.
- Karena
- sesungguhnya ee kalau kita lihat itu kan
- sesungguhnya azab ya. Mari kita lihat di
- surah Al-Qasas
- ya. Jadi mari kita kita semua kembalikan
- kepada Al-Qur'anul Karim. Itu
- sesungguhnya adalah tazkirah ya
- peringatan dari
- Allah. Hm. Apa maksudnya? Laahum
- yarjiun. Jadi supaya kembali ke jalan
- Allah gitu. Jadi kalau Allah memberikan
- satu musibah, jangan musibah itu yang
- ditakuti. Kan tadi sudah disebutkan di
- surat Al Imran ayat 175. Takut tuh
- kepada Allah
- saja. I
- kan sekarang beginilah. Apa sih yang
- paling takut? Katakanlah neraka.
- Nerakanya saja takut sama Allah. Coba
- bisa bayangkan. Heeh. Apalagi cuman
- virus. Iya kan? Jadi sesungguhnya di
- situ bahasa iman yang menjawab itu
- gitu. Orang yang panik itu bagi orang
- yang tidak beriman sesungguhnya
- kini-kini kan ada
- Allah ya
- kan. Jadi sesungguhnya itu adalah
- merupakan ada sebab akibat kenapa Allah
- turunkan
- virus. Mari kita lihat di dalam surah
- Al-Qasas ya pada ayat yang ke ee 59.
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirjim
- wabuka muhlikal
- qura hatta
- yabulan alaihim
- ayat wuhilah
- Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan
- negeri-negeri sebelum dia mengutus
- seorang rasul di ibu kotanya yang
- membacakan ayat-ayat Kami kepada
- mereka. Dan tidak pernah pula kami
- membinasakan penduduk suatu negeri
- kecuali penduduknya melakukan kezaliman.
- Jadi ya
- wasarfikum bersegera kita memohon
- ampunan kepada Allah
- gitu. Dan Allah tidak akan mengazab
- orang
- yang memohon ampunan kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Jadi di dalam surah
- Al-Qasas pada ayat yang ke-59
- itu Allah itu akan
- memberikan peringatan kalau penduduknya
- itu zalim kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi Allah itu sesungguhnya ee
- apa namanya? Tidak begitu saja
- menurunkan virus. Ada ada penyebab, ada
- hidup itu kan sebab akibat ya. He.
- Karena kedurhakaan manusialah maka Allah
- Subhanahu wa taala, karena kesombongan
- manusialah maka Allah Subhanahu wa taala
- menurunkan
- peringatannya. Jadi bagi orang-orang
- yang beriman tidak perlu
- takut. Virus itu kan makhluk Allah.
- Neraka makhluk Allah. Malaikat maut
- pencabut nyawa itu makhluk Allah. Ya
- kan?
- Sementara mereka itu neraka, malaikat
- pencabut nyawa, virus sekalipun itu
- takut sama
- Allah. Kita tidak perlu takut kepada
- makhluk Allah. Maka di dalam surah Ali
- Imran ayat 175 itu jangan takut kepada
- setan-setan
- itu. Takut situ kepadaku saja kalau kamu
- beriman, kata Allah. Begitu. Nah, kita
- persoalannya kita ini beriman enggak
- kepada Allah?
- Tidak satu pun di muka bumi ini hatta
- jatuhnya daun di waktu di waktu malam.
- Tidak ada orang yang tahu. Itu adalah
- perbuatan Allah Subhanahu wa
- taala. Enggak bisa di permukaan bumi ini
- berjalan sendirinya seenaknya seenaknya
- sendiri. Enggak ada yang mengatur di
- muka bumi sampai di akhirat
- nanti. Nah, persoalannya adalah keimanan
- yang semacam itu yang harus kita nikmati
- di dalam hidup ini. Ada jaminan dari
- Allah Subhanahu wa taala
- gitu.
- H virus itu makhluk apa bukan? Iya,
- makhluk kan. Virus itu kan diciptakan
- oleh Allah kan. Heeh. Tadi Allah sudah
- ngancam penduduk satu nakir yang zalim,
- yang sombong, mengaku hebat, mengaku ee
- tidak ada yang bisa mengalahkan. Di
- situlah Allah turunkan
- itu. Hm. Bagaimana Allah
- itu ee
- menurunkan ee orang yang orang yang
- sombong tadi ya kan? Tidak ada yang
- mengalahkan ya.
- Ya, karena merasa kuat dari sisi
- ekonomi, kuat dari sisi persenjataannya,
- merasa diri hebat sama Allah dihinakan.
- Betul. Cuman sama virus kecil itu pun
- enggak kelihatan kan. Sudah kalangkabut
- itu. He, gitu. Jadi, jangan sombong
- manusia itu. Jangan
- sombong. Apa sih yang
- disombongkan? H.
- Jadi tidak perlu ditakuti bagi
- orang-orang yang beriman, mari kembali
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala bahwa virus itu tidak akan masuk
- kepada kita kalau tidak diizinkan oleh
- Allah. Jadi tidak sembarangan virus itu
- masuk ee misalnya kepada setiap orang
- masuk
- enggak nunggu diperintah sama Allah
- gitu.
- Nah, karena kita punya keimanan yang
- semacam itu ya kan kita lapor saja sama
- yang
- bikin. Kita taat kepada Allah, mohon
- ampunan kepada Allah, taat apa perintah
- yang diperintahkan oleh Allah. Itu semua
- akan jaminan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi gak perlu takut gitu. Takut
- itu hanya buat Allah
- saja. Segalanya sesuatunya itu Allah
- yang akan melindungi kita.
- Yang namanya mati itu, yang namanya mati
- itu kan jatah, Kang Gus. Iya.
- Kita tahu bagaimana sudah dijad ya. Iya.
- Panglima perang Khalid bin Walid
- kepingin mati terbunuh membela agama
- Allah di medan perang. Di medan
- perang. Tapi kalau memang matinya tidak
- terbunuh di medan perang, mati di tempat
- tidur. Tidur. Iya kan?
- Ya, enggak walaupun berperang
- berkali-kali ya enggak
- mati-mati ya. Artinya apa? Ada satu
- kekuatan yang maha dahsyat, luar biasa
- dan kita berlindung di bawah kekuatan
- yang maha dahsyat itu, yaitu Allah
- Subhanahu wa
- taala. Jadi kita ini bersyukurlah kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Kita diberikan
- satu kitab Quran ya sebagai wakil dari
- Allah. Ini kan ini kan pembicaraan Allah
- Al-Qur'an ini
- ya. Ya, kita kan enggak bisa seperti
- Nabi Musa berbicara, "Ya Allah,
- bagaimana Ya Allah ada virus?" Bagaim
- bagaimana ya
- Allah? Nah, perwakilan daripada itu,
- firman Allah berupa Al-Qur'anul Karim
- inilah dan ini Al-Qur'an ini bukan
- bacaan biasa.
- yang lahir, yang batin, yang gaib dan
- ini sumber cahaya itu ada di dalam
- Al-Qur'anul
- Karim. Dan mukjizat Al-Qur'anul Karim
- itu sampai saat ini fasilitas itu masih
- diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala
- dan kita
- beruntung ya ditinggali Al-Qur'anul
- Karim. Tadi Allah sudah gak usah takut.
- Takut tuh buat aku, buat aku saja. Kalau
- kalian beriman, kata Allah begitu.
- Jadi kalau ayat
- itu dibalik takut kepada selain Allah,
- artinya kita tidak beriman kepada
- Allah. Karena ketika kita beriman kepada
- Allah cuma inna shati wusuki wahyati
- lillahiil alamin. Duh, setiap kita salat
- kita berjanji seperti itu kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Mestinya itu kan
- menjadi satu kekuatan yang bersemayam di
- dalam jiwa kita.
- Tapi rupanya itu cuman di lisan saja
- kan. Tidak butuh tidak tidak muncul
- menjadi satu kekuatan batin yang sangat
- luar
- biasa. Pada akhirnya apa? Inn shati
- wausuki wa mah ya watati lillahi rabbil
- alamin. Karena itu tanpa dihayati
- sesungguhnya.
- Padahal itu kalau dihayati dengan cara
- ihsan ya kita berdoa-doa dengan Allah
- bersumpah bahwa hidup dan matiku semua
- ibadahku hidup dan semuanya untuk Allah.
- Artinya apa? Kalau enggak mati
- coronavirus ya kan gak akan virus masuk
- itu sama kita.
- kita itu sudah ada di sana planningnya
- kita mati dengan seperti
- itu. Cuma kan persoalannya bukan
- itu. Mati itu kan jatah bagi kita
- misalnya Agus jatah kan enggak mau
- mati. Iya kita mati semua kan.
- Persoalannya bukan soal mati atau hidup.
- Bagaimanakah kita pada saat memasuki
- pintu gerbang kematian itu? Kita minta
- kepada Allah, "Ya Allah, Engkau jangan
- jauh-jauh dariku. Pada saat Engkau akan
- mencabut aku, hendaknya engkau
- bersama-sama denganku, ya Allah." Nah,
- itu yang benar. Jadi, enggak perlu
- ditakuti gitu. Maka nanti tahiyatum
- yaalqahu
- salamahumj karimah. Nanti kita akan
- disambut oleh Allah Subhanahu wa taala
- dengan cuman salam.
- Kan luar biasa tuh fasilitas dari Allah
- Subhanahu wa taala gitu. Dan itu yang
- kadang saya juga melihat yang membedakan
- kita sebagai muslim melihat kasus ini ee
- sepertinya apa ya Indonesia itu mungkin
- bisa dibilang ya sudahlah Allah sudah
- mengatur semuanya begitu. Bahkan saya
- kadang-kadang juga tidak bisa
- membayangkan Ustaz jika seandainya
- seperti di Wuhan, Cina begitu ya semua
- kota-kota kan memang dibatasi geraknya.
- Pastilah yang orang-orang mau salat
- jamah itu kan pasti jadi sepi. Coba
- orang Uigur itu kena enggak? Enggak ada
- ya? Ada kan?
- Itu kan itulah ayat yang
- sesungguhnya. Ayat-ayat kauniah yang
- sesungguhnya. He bisa jadi itu jeritan
- orang aigur orang oigur itulah yang
- didengar oleh Allah. Orang yang
- teraniayakan tanpa hijab.
- Iya
- kan? Saya
- tanya orang Cina ya kena enggak? H
- kenapa orang ee mereka itu oh
- berbondong-bondong masuk Islam anu
- karena takut virus kan. Heeh.
- Datang ke masjid waktu salat Jumat gitu.
- itu akan menunjukkan bahwa itulah
- ayat-ayat Allah, itulah kekuasaan Allah
- itu.
- Itu jadi tidak ada di muka bumi ini yang
- mengatur selain Allah gitu. Cuma kan
- kadang-kadang kita ini kan soalnya lebih
- banyak ee melihat mata kepala kemudian
- dianalisa di logika kita sehingga kita
- lebih yakin kepada apa yang kita lihat.
- Tapi kita tidak pernah akal kita di
- lubuk hati yang dalam ini bagaimana
- merasakan kekuatan Allah yang sangat
- maha luar biasa
- itu. Sehingga itulah yang menjadikan
- seseorang
- itu lebih banyak mana akal yang ada di
- dalam lubuk hatinya itu berinteraksi
- dengan kekuasaan dan kekuatan Allah
- dibandingkan logika yang ada di
- pikirannya di di kepalanya itu melihat
- kekuatan-kekuatan yang bersifat fisik
- ini. Baik, Ustaz. Itulah sesungguhnya
- yang membuat manusia itu takut atau
- berani gitu. Sejauh mana? Padahal sudah
- difasilitasi oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jangan takut kata Allah begitu.
- Iya.
- Baik. Bahasa
- iman beda gitu sama bahasa logika. Iya.
- Kalau bahasa logika langsung panik. Iya.
- Panik takut. Takut mati. Padahal takut
- mati mati juga. Berani mati? Mati juga
- kan enggak perlu ditakuti orang itu
- sudah jatah kok. Iya. Takut panik,
- borong sembako. Bagi orang yang beriman
- itu adalah tidak perlu ditakuti mati itu
- karena itu jatah. Iya. Nah, yang paling
- penting itu pada saat mati itu kita
- bersama-sama dengan Allah. Itu yang
- paling penting kita barangkali itu.
- Wallahuam. Baik, Ustaz. Terima kasih.
- Semoga ee jawabannya
- tercerahkan untuk siapa tadi? Bunda
- Fajar. Kemudian kita beralih ke
- pertanyaan dari Bu Nurlis Sofi di
- Sukabumi. Pak Ustaz Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz mohon
- solusinya ee zikir apa yang bisa saya
- ucapkan agar saya bisa merasakan dekat
- dengan Allah? Iya.
- Ee zikir itu adalah yang pertama.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kep siapa di
- Nur? Bu Sofi di Sukabumi. Bu Sofi ya. Bu
- Sofi di Sukabumi.
- Jadi ee zikir itu begini Bu Sofi di
- Sukabumi. Jadi zikir itu bukan ee bukan
- hanya sekedar komat kamit lisan.
- Tapi Allah Subhanahu wa taala di
- dalam ee surah Al-A'raf ayat 205 itu
- disebutkan wakurbaka fi
- nafsikaan. Berzikirlah kepada Tuhanmu fi
- nafsika di dalam
- jiwamu dengan rasa rasa rendah diri dan
- rasa
- takut. Jadi artinya apa? berzikir itu
- penuh harus penuh dengan
- perasaan. Artinya apa yang kita baca
- itu itu harus kita pahami maknanya.
- Sebagai contoh begini misalnya
- astagfirullahalazzim
- astagfirullahalazim maka bagaimana ee
- merasakan astagfirullahalazim itu? Maka
- yang perlu kita garis bawahnya adalah
- al-adzimnya tadi ya.
- Allah yang maha agung, yang maha mulia,
- yang maha perkasa, yang maha sangat luar
- biasa. Kemudian kita mohon mohon ampunan
- kepada yang maha perkasa
- tadi. Keperkasaannya, keagungannya,
- kebesarannya luar biasa. Semua makhluk
- yang dia ciptakan kecil. Semua kecil.
- Sehingga kalau neraka kecil, surga
- kecil, malaikat kecil, apalagi kita.
- Barangkali kita ini ee
- apa? sebesar zarah ya, enggak kelihatan.
- Tapi di ee ee di bawah kebesaran Allah,
- merasa kehinaan, banyak dosa, mohon
- ampunan kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Ya, betul-betul kita merasakan lemah,
- tidak berdaya di hadapan yang maha
- kuasa. Perasaan-perasaan yang semacam
- itulah sesungguhnya yang dinamakan zikir
- ihsan
- itu. Al ihsanu anbudallaha kaakaahu
- faillam takun tarahu
- fainahu ya dalam engkau menyembah Allah
- seolah-olah engkau melihat Allah atau
- kalau tidak Allah yang sedang melihatmu.
- Maka perasaan inilah
- sesungguhnya zikir ihsan yang semacam
- inilah yang akan memberikan pengaruh
- luar biasa, pengaruh yang sangat dahsyat
- kepada jiwa.
- Itu akan bisa merubah karakter manusia
- manakala orang-orang yang ahli zikir
- tadi merasakan zikrullah
- tadi. Hm.
- Maka zikirzikir yang semacam itulah yang
- sesungguhnya akan dijawab oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Karena sesungguhnya
- zikir itu adalah komunikasi dengan Allah
- gitu. Jadi kita berbicara dengan Allah,
- kita memuji Allah, kita mensucikan Allah
- atau kita minta sesuatu kepada Allah
- atau kita misalnya konsultasi sama Allah
- maka akan dijawab sama Allah Subhanahu
- wa taala. Jawaban Allah tadi, Allah
- nanti kirimkan cahaya yang Allah
- masukkan ke dalam jiwanya tadi yang ada
- di lupa hati. Yikumlain
- rahmatihium nuran tami. Allah berikan
- dua buah rahmat kata Allah Subhanahu wa
- taala. Yang rahmat yang pertama berupa
- cahaya. Dengan cahaya ini kamu bisa
- berjalan di permukaan bumi dengan dengan
- benar. Artinya apa? Itulah hidayah
- Allah.
- Itulah yang akan menggiring kita
- berjalan di permukaan bumi itu pada
- hakikatnya karena adanya cahaya yang
- Allah masukkan ke dalam jiwa kita.
- Kemudian rahmat yang kedua adalah
- ampunan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi itu sesungguhnya ee ee zikrullah
- yang yang hakiki
- itu jadi bukan ee zikir
- apa enggak. Kalau mau mau mau bertanya
- zikir apa? Ada empat yang paling disukai
- oleh Allah. Subhanallah, alhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar. Ini
- kalimat yang paling disukai oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan dari yang empat
- ini afdulu zikri
- lailahaillallah. Zikir yang paling afdal
- itu adalah
- lailahaillallah. Cuma yang empat disukai
- Allah ini bagaimana kita merasakan ihsan
- tadi. Iya. Jadi pada misalnya
- subhanallah sub maha suci Engkau ya
- Allah. Jadi benar-benar kita berhadapan
- dengan zat yang maha suci. Sementara
- kita ni penuh dosa
- gitu. Dengan satu harapan ketika kita
- Subhanallah subhanallah maha suci Engkau
- ya Allah dengan satu harapan zat yang
- maha suci itu akan bisa mengangkat kita
- yang penuh dengan lumpur dosa
- tadi. Rasanya kita tidak pantas
- berhadapan zat dengan zat yang maha
- suci. Sementara kita, kita penuh
- kekotoran, banyak
- dosa. Cuma kita ada satu harapan dari
- Allah Subhan ada satu harapan. Karena
- sesungguhnya Allah itu sangat sayang
- kepada hamb-Nya yang mau bertobat kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, perasaan
- itulah sesungguhnya yang akan bisa ee
- menimbulkan satu semangat gitu bagi
- seorang hamba yang penuh dengan dosa
- menghampiri Allah untuk mendekatkan diri
- kepadanya.
- Nah, maka kalau pertanyaannya tadi
- berzikir apa itu tadi bisa subhanallah,
- alhamdulillah, ilahaillallah, Allahu
- Akbar ya. Kemudian
- istigfar kalau diam di surah Ali Imran
- itu
- ya taatlah kepada perintah Allah
- ya supaya kalian mendapat rahmat dari
- Allah
- ya. Supaya mendapat rahmat dari Allah.
- Taat kepada Allah dalam bentuk apa?
- Wasariu ila magfirat mirbikum.
- Bersegeralah memohon ampunan kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- istigfar ya istigfar itu mohon ampunan
- kepada Allah ya. Karena tadi yang
- ditanya adalah ee zikir apa?
- Istigfar. Bagi orang-orang yang ee apa
- namanya?
- orang-orang yang ahli zikir adalah ee
- awal memohon ampunan kepada Allah, akhir
- memohonan ampunan kepada Allah. Jadi,
- tangga pertama menuju kepada Allah itu
- adalah ee beristigfar kepada Allah
- subhanahu wa taala. Jadi, sebagaimana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
- dalam hadisnya itu Rasulullah 100 kali
- Heeh.
- beristigfar. Tapi Rasulullah kan enggak
- punya
- dosa. Kan beda sama kita. Sementara kita
- ini
- dosanya rasanya kalau diperlihatkan gitu
- luar biasa gitu. Astagfirullah. Sehingga
- barangkali ya tentu saja tidak 100 ya.
- Ya lebihlah dari 100. Maka ee berzikir
- tadi ee memperbanyak istigfar kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Kemudian tadi
- Subhanallah, alhamdulillah Allahu Akbar.
- Kemudian istigfar maupun ee mensucikan
- Allah ya bertakbir bertahmid kepada
- Allah. Maka Nabi menyatakan jangan lupa
- berselawat kepada Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad.
- Dengan selawat itulah istigfar kita,
- zikir kita akan sampai ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala. Begitu Nabi
- sallallahu alaihi wasallam menjelaskan
- kepada kita.
- Maka istigfar, semua zikir-zikir kepada
- Allah, doa kita kepada Allah. Jangan
- lupa bahwa semua itu adalah atas jasa
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Dengan apa jasa itu kita
- tebus? Dengan membaca selawat kepada
- Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- sekaligus nanti di akhirat kita akan
- ee mendapatkan syafaat dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Karena kita
- banyak membaca selawat kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Amin.
- Insyaallah. Maka yang berselawat
- itu sekali kita berselawat kepada Nabi,
- Nabi akan menjawab selawat kita itu 10
- kali. Hmm.
- Jadi misalnya Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Ya Allah ya berikan ee sholli
- ya berikan ee tinggikan derajatnya
- selamatkan, berikan keberkahan kepada
- Nabi Muhammad bersama keluarganya. Maka
- Nabi berdoa yang sama kepada kita 10
- kali
- lipat. Bukan hanya Nabi saja, para
- malaikat seluruhnya berselawat kepada
- kita 10 kali. Bukan hanya para malaikat
- saja, tapi Allah Subhanahu wa taala
- berselawat kepada kita 10 kali.
- itu kan luar biasa fasilitas yang
- diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala
- gitu. Sehingga kekurangan apalagi bagi
- orang-orang yang beriman fasilitas yang
- sudah diberikan kepada Allah. Kenapa
- kita mesti takut kepada virus? Kenapa
- kita tidak takut kepada
- Allah? Ya
- kan? Ya. Maka kenapa kita takut kepada
- virus? Karena logika kita ini banyak
- main tentang apa yang yang bisa kita
- lihat, apa yang kita
- dengar. Tapi jiwa kita, akal kita tidak
- pernah merasakan seperti apa kehebatan,
- kebesaran Allah Subhanahu wa taala. Di
- situlah sesungguhnya jati diri manusia
- itu. Maka takutnya kepada virus, bukan
- takut kepada Allah. Kalau takut kepada
- Allah, virus itu mau datang kepada kita.
- Hei, jangan macam-macam kau. Ya, kata
- Allah begitu minggir itu virus
- gitu semuanya itu adalah biidzanillah
- dengan seizin Allah. Gak sembarangan kok
- itu.
- Heeh. Maka keimanan yang seperti itulah
- sesungguhnya yang ee yang harus secara
- istikamah itu kita ee tumbuhkan di dalam
- jiwa kita gitu. karena kita nanti akan
- kembali kepada kepadanya gitu. Iya,
- barangkali itu, Kang. Wallahuam. Baik,
- Ustaz. Terima kasih banyak atas
- pencerahannya dan jawabannya. Ee
- demikian untuk pertanyaan terakhir dari
- hamba Allah di Oh, untuk Ibu Sofi di
- Sukabumi. Semoga terjawab ya, Bu ya.
- Baik, Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah Subhanahu wa taala. Nampaknya kita
- telah berada di penghujung waktu karena
- memang waktu jualah yang membatasi kita.
- Dan seperti biasa, ikhwan dan akhwat ee
- ustaz akan memberikan kesimpulan dari
- tema kita di malam hari ini.
- Baik, ee kesimpulan dari apa yang telah
- kami paparkan
- adalah tadi Allah
- menyatakan, Allah menurunkan perkataan
- di dalam Al-Qur'an sehingga membuat
- manusia menjadi takut.
- tapi kemudian menjadi tenang dan hati
- mereka dengan mengingat
- Allah. Maka di sini ee artinya mengingat
- Allah itu berzikir kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Maka sebagaimana di
- dalam ee surah al-Ankabut pada ayat
- 45 ma uh uhi ilaika minal kitab waimah.
- Innata tanhail fahsya wal munkar
- wikrullahi akbar wallahu
- yamun. Bacalah apa yang telah diwahyukan
- kepadamu yaitu kitab Al-Qur'anul Karim
- dan dirikan salat. Sesungguhnya salat
- itu bisa mencegah dari perbuatan keji
- dan mungkar.
- Jadi baca Quran, tegakkan salat.
- Itulah yang dimakan dengan wala
- zikrullahi akbar. Zikir yang paling
- akbar itu. Jadi artinya apa? Semuanya
- fenomena kehidupan bersifat kita
- pribadi, rumah
- tangga, jagat raya, semuanya ada di
- dalam Al-Qur'an. Itulah yang dimaksudkan
- dengan walaikrullahi akbar.
- sehingga ee zikir yang paling akbar itu
- adalah kita melihat fenomena apa yang
- ada di dunia, kita cocokkan dengan
- Al-Qur'anul Karim dan bagaimana
- Al-Qur'anul Karim memberikan jalan
- keluar bagi orang-orang yang
- beriman. Dan itulah
- satu ee solusi kehidupan.
- Artinya sebelum musibah itu turun ya
- maka
- solusinya sudah musibahnya sudah
- diberitahu oleh Allah subhanahu wa taala
- dan solusinya pun Allah telah berikan
- dan itu adanya di dalam Al-Qur'an. Dan
- itulah yang dimaksudkan dengan
- walaikrullahi akbar.
- Maka semuanya marilah kita kembali
- kepada yang maha akbar ya, maha besar
- yaitu Al-Qur'anul Karim. Sehingga
- mengingat Allah dengan cara mengingat
- apa yang ada di dalam Al-Qur'an Karim
- maka itulah sesungguhnya walaikrullahi
- akbar. Barangkali itu wallahuam. Baik.
- Subhanakallahumamdik asadua ilahailla
- anta astagfiruka alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz
- Rahmatullah atas pencerahannya di malam
- hari ini. Terima kasih kepada para
- ikhwan dan akhwat yang telah menyimak
- acara kami dari awal hingga akhir. Saya
- Abi Agus Ondi dan juga Yusuf Subangkit
- serta para pejuang dakwah di daerah
- mohon undur diri. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.