Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail TV 0:13 satu. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan 0:19 akhwat rahimakumullah. 0:22 Kita berada di Bincang Hijrah kali ini. 0:26 Mudah-mudahan mempersuasi kita untuk 0:29 memahami dan juga mengetahui banyak hal. 0:32 Tidak lupa salam selawat untuk 0:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 0:37 junjungan yang sangat kita cintai. 0:40 Mudah-mudahan kelak kita dipertemukan 0:42 dengan beliau di saat yang sangat kita 0:44 rindukan di yaumil akhir. Nah, ikhwan 0:48 akhwat, hadirnya acara Bincang Hejra 0:51 kali ini seperti biasa dengan Bung 0:53 Habib, Master Trainer 0:56 BNSP, praktisi AI dan big data di sektor 1:02 publik yang di offrir tadi. Bahasan kita 1:05 kali ini adalah tentang branding untuk 1:08 pemerintah daerah. Wow, keren banget. 1:11 Nanti akan hadir juga praktisi branding 1:15 politik 1:16 ee yang merupakan owner Katapedia, Bung 1:21 Dedi Rahman 1:23 dan berdua sudah siap untuk mempersuasi 1:26 kita semuanya. Kita sapa beliau. 1:28 Asalamualaikum warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuham warahmatullahi 1:35 wabarakatuh. Apa kabar? Sehat. Kalau 1:38 enggak enggak duduk di sini. 1:41 Oke. 1:43 Jadi perlu diperkenalkan lagi atau cukup 1:48 gimana atau langsung bahas tentang itu 1:51 tadi? Heeh. Oke. Ee jadi ee kita 1:56 kedatangan tamu hari ini. Ee beliau ini 2:00 orang di 2:02 balik orang-orang penting di negeri ini 2:04 gitu ya. dari mulai ee presiden ya, 2:09 kepala daerah gitu ya, ee dan 2:11 tokoh-tokoh publik gitu ya terkait ee 2:14 branding, bagaimana membangun citra 2:17 positif ee sehingga orang percaya sampai 2:21 memilih. 2:23 Oke, keren banget. Kita belajar sambil 2:25 sharing ya, sambil sharing nih. Iya, 2:28 silakan deh. Kita juga mau dengerin 2:30 tema. Oke, 2:33 branding untuk 2:35 kita gitu ya. Untuk kita I silakan 2:38 silakan. 2:40 Oke. Apa sih branding gitu? Kita ngobrol 2:43 aja. Jadi hari ini sebetulnya lebih ke 2:47 gimana membangun ee citra gitu ya, 2:50 pemerintah daerah maupun kepala daerah 2:54 di era digital gitu ya. dan ee dampaknya 2:58 AI, big data itu ee di sektor-sektor 3:02 publik gitu ya. He. Jadi ee kenapa 3:05 branding itu penting Mbak Noning? Jadi 3:08 branding itu sebetulnya menciptakan 3:10 citra positif ya positif dari orang 3:13 maupun perusahaan maupun apapun itu 3:17 supaya bisa melekat ke benak konsumen 3:19 gitu ya. 3:22 Mbak Nuning ee sebelumnya tahu enggak 3:24 apa sih itu branding atau merek lah? 3:26 Merek atau branding gitu ya? Apa apa sih 3:29 ee yang melintas di benaknya Wanuning? 3:35 Maksudnya gambaran di kepala orang 3:38 terbranding A, terbranding B, perusahaan 3:40 atau apapun gitu ya. Heeh. Heeh. Apa sih 3:43 pentingnya merek misalnya merek atau 3:45 branding itu di mata Maduning gitu ya? 3:49 Itu jadi pilihan. 3:51 Kalau brandingnya sesuai dengan apa yang 3:53 ada di benak kita. Kayak misalnya tadi 3:57 ee Bung Habib bilang soal pemimpin ya. 4:02 Dibranding keren oke, tapi faktanya 4:07 enggak keren enggak? Nah, yang kayak 4:08 gini juga jadi bagian dari 4:10 pembrandingan. Oke, lanjut. Oke. Ee kita 4:13 lihat contoh kasus ya. He. Ketika ee ada 4:17 pemain bola saya sebutinlah ee Cristiano 4:20 Ronaldo. Oke, gitu ya. Ketika press 4:22 conference dia menggeser satu merek ee 4:27 minuman karbon cuman digeser saja sama 4:29 dia. Itu perusahaannya rugi sampai 4:32 ratusan miliar gitu ya. Gitu ya. Ketika 4:36 dia menggeser salah satu merek ee botol 4:39 gitu ya. Itulah branding gitu ya. Itulah 4:41 merek gitu ya. Itulah pentingnya menjaga 4:44 merek. Ketika ada tokoh ee publik 4:47 dikaitkan dengan merek tertentu ya, itu 4:50 terkenal itu harus dijaga citranya gitu 4:52 ya. Dijaga citranya, 4:55 dijaga ee apa namanya? Ee bagaimana 4:58 citra positif dari branding. Makanya 5:00 ketika ee manusia atau tokoh itu 5:03 menempel ke satu merek dan tokohnya itu 5:06 turun, dia biasanya langsung dilepaskan 5:08 dari merek tersebut. He. Nah, di 5:10 Indonesia ini sebetulnya yang paling ee 5:13 kuat adalah branding. Orang milih 5:15 makanan, milih minuman, milih barang, 5:18 milih jasa, milih pemimpin itu dari 5:20 branding ya, dari branding orang 5:22 tersebut gituing. Jadi ee ini penting 5:25 sekali personal branding. Jadi ketika 5:28 saya memutuskan e tertarik ya ee membeli 5:32 Mbak Nuning ee produk Mbak Runing 5:34 misalnya Mbak Nuning menjual produk itu 5:36 karena Mbak Nuningnya gitu ya, bukan 5:38 karena produknya. lebih besar itu gitu. 5:40 Jadi emosional kalau diriset itu 5:43 emosional itu 75% dari keputusan 5:45 membeli. Nah, emosional ini faktornya 5:47 salah satu yang kuat adalah branding. 5:50 Bagaimana dia interaksi sama orang gitu. 5:53 Bagaimana pemimpin itu berinteraksi 5:55 dengan masyarakatnya gitu ya. Bagaimana 5:58 membicarakan hal yang relate gitu ya, 6:00 hal yang berhubungan dengan 6:02 emosional ee masyarakatnya. Kalau kita 6:05 lihat di media sosial sekarang Mbak Don, 6:07 bagaimana produk-produk itu menjual 6:10 tanda kutip emosi gitu ya, emosi yang ee 6:13 berhubungan dengan masyarakat gitu, 6:15 dengan ee calon targetnya. Dia bakal 6:18 riset siapa yang membuka produk ini, 6:20 siapa 6:22 targetnya. Nah, ketika ee ini konteksnya 6:25 adalah pemerintah, daerah atau pemimpin, 6:28 dia akan lihat siapa masyarakatnya. dia 6:31 akan berbicara misalnya gini ketika Mbak 6:33 Nuning liihat ee pemerintah ee daerah 6:36 nih atau kepala daerah berbicara sama 6:38 nelayan bicaranya tentang big data gitu 6:41 kira-kira nyambung 6:43 enggak? Nah, tentunya bakal bingung ya 6:46 Pak Nuning ya. Nah, nah tapi ketika 6:49 ngomongin masalah ee ikan, masalah 6:52 nelayan, bagaimana tangkapan nelayan ini 6:55 semakin lama makin turun, terus ada 6:57 peraturan pemerintah misalnya ee 6:59 sekarang ada namanya ee penangkapan 7:01 terukur. Jadi nelayan enggak boleh 7:03 ngambil banyak-banyak, ada takerannya. 7:06 Sedangkan misalnya kapal asing itu lewat 7:08 bebas ngambil ee atau ee banyak yang 7:11 enggak kontrol. Nah, ketika kita mau 7:13 ngejar kapal asing itu keanggaran 7:15 misalnya. Nah, ini kan ee fenomena yang 7:19 unik dah. Banyak nih ee isu-isu di 7:22 kalangan bawah grassroot ini baik 7:25 nelayan, petani, dan lain-lain itu yang 7:27 ditangkap oleh kepala daerah dan itu 7:29 bisa diomongin di ee atau di dipecahkan 7:32 di level atas gitu. Nah, begitu juga 7:36 dengan barang dan jasa. Sama ya ketika 7:38 kita mau menawarkan sesuatu produk dan 7:40 jasa, orang akan melihat siapa kita gitu 7:43 ya. ketika kita bernilai di matanya dia 7:46 atau branding kita kuat itu akan lebih 7:47 lebih mudah gitu. Jadi ee itu mungkin ee 7:51 gambaran singkat ya terkait ee branding. 7:55 Nah, ee saat ini fenomenanya adalah 7:59 bagaimana kita punya negara ini luas 8:02 gitu ya, punya provinsi juga banyak dan 8:06 75% ini ee provinsi ee kita itu laut 8:11 Mbak Bandung Nuning. Jadi ee ada sektor 8:14 yang kalau kita optimalin itu bagus 8:17 banget buat ee pendapatan Indonesia 8:20 gitu, buat pemasukan negara gitu. Salah 8:23 satunya blue ekonomi namanya ekonomi 8:25 yang bersumber dari ee kelautan gitu ya, 8:28 dari pesisir dan lain-lain. Nah, ini 8:30 sektor yang ee menyumbangkan 8:34 ee faktor yang kuat untuk ee ketahanan 8:38 pangan gitu ya. karena banyak juga ee 8:42 riset yang mengatakan bahwa 8:44 makanan-makanan yang dari laut itu 8:46 menghasilkan kecerdasan gitu ya, karena 8:49 proteinnya tinggi dan lain-lain gitu ya. 8:51 Nah, jadi ee pemerintah daerah juga 8:54 sekarang lagi berlomba-lomba bagaimana 8:58 menaikkan ee citra positifnya ee baik 9:02 dari sektor kelautan ini terutama yang 9:04 menyumbang ke ee pangan ini gitu. Jadi 9:07 ini branding ini ee trennya sekarang 9:10 sangat kuat sekali terutama Indonesia 9:12 sebagai negara maritim gitu ya. Nah ee 9:16 saat ini kita ngobrol nih ada ee 9:18 alhamdulillah dapat waktunya Mas Dedi. 9:20 Mas Dedi juga sibuk sekali gitu ya. Saya 9:22 minta waktunya beliau. Beliau banyak ee 9:25 bergerak di apa politik. Kebetulan 9:28 memang brandingnya beliau itu ee pakar 9:32 branding buat politik ya terutama ya. 9:36 dan dia memilih politik yang ee bersih 9:39 gitu ya, cenderung dia memilih siapa 9:41 customernya gitu ya. Ketika orangnya dia 9:45 rasa kredibel, dia bertanggung jawab 9:47 untuk ee masyarakat gitu, dia akan ee 9:50 siap bekerja sama gitu. Mungkin ee kita 9:53 sapa dulu Mas Dedi. Asalamualaikum Mas 9:55 Dedi. Waalaikumsalam warahmatullahi 9:58 wabarakatuh. Ee luar biasa manggilnya 10:01 Mas apa Bang nih? Bebas. Tapi memang 10:05 saya surah utara. Oh. Oh. Oke, silakan 10:09 Nuning. Ikan. Jadi yang akan berbicara 10:13 ini pakar branding ya, branding politik 10:17 senior gitu ya, praktisi. Bung Dedi 10:20 Rahman. Bagaimana 10:22 membuat branding ini sesuai dengan apa 10:25 yang diharapkan yang dengar dan segala 10:27 macam. Tentu banyak sekali. 10:29 Silakan. Rasanya enggak sabar pengin 10:31 dengar. 10:33 Jadi ee biasanya gitu ya yang kita 10:38 lakukan itu kita perlu riset dulu. 10:41 Tahapan untuk membranding itu kita 10:42 melakukan riset ada namanya persiapan 10:45 untuk branding sebelum proses branding 10:48 itu 10:50 dilakukan. Ee persiapannya cukup banyak. 10:53 Misalkan yang pertama kita harus 10:55 menentukan brand personality-nya. 10:58 Jadi kita akan 11:00 memperlihatkan kepribadian yang mau 11:02 ditampilkan itu seperti apa. Akan 11:06 berbeda misalkan 11:07 kepribadian ee Pak Anis gitu ya yang 11:11 cukup intelektual dan cerdas. 11:14 akan berbeda dengan personality Pak SBY 11:18 yang ee berwibawa, 11:21 berkarisma akan berbeda dengan ee Pak 11:25 Ganjar misalkan yang lebih ee dekat 11:29 dengan rakyat akan berbeda dengan Pak 11:32 Jokowi yang juga ee lebih senang 11:36 blusukan. akan berbeda dengan Pak 11:39 Prabowo yang 2024 kemarin agak dirubah 11:43 sedikit yang sebelumnya itu memang ee 11:47 tegas gitu kan ya menarik merubah 11:50 dirubah brandingnya menjadi e gameoy 11:53 karena memang ada target untuk 11:57 mendapatkan perhatian dari generasi Z 12:00 yang memang biasanya enggak berukti 12:02 dengan politik. Nah, itu tahap awal. 12:04 Biasanya saya ada enam tahapan. Tahapan 12:08 itu yang pertama itu untuk ee membuat 12:11 personality brand-nya seperti apa. He. 12:14 Tahapan-tahapan berikutnya itu akan jauh 12:17 lebih teknis lagi sebenarnya. Jadi ada 12:21 yang namanya kita melakukan assesment 12:24 sehingga kita bisa dapat 12:26 gambaran secara lengkap brand 12:29 arsitekturnya nanti seperti apa. Jadi 12:32 target audiens-nya siapa, message yang 12:35 mau disampaikan seperti apa, kemudian ee 12:40 brand identity-nya, bentuk tampilannya, 12:42 baju segala macam, cara dia berbicara 12:45 juga seperti apa gitu kan ya. Nah, itu 12:48 ada di brand arsitektur. Biasanya kita 12:51 melakukan interview yang dalam ada 12:54 sekitar ee 70 pertanyaan, Pak. Ya, kalau 12:58 itu untuk mendapatkan brand arsitektur 13:01 yang sangat lengkap dari ee 13:04 kandidat. Lalu kemudian ada proses 13:07 setelah kita menentukan brand 13:09 personality-nya, ada brand 13:12 arsitekturnya, lalu kita menyiapkan 13:14 umbrella message ya. Umbrella Messes ini 13:17 boleh disebut sebagai narasi 13:20 besarnya. Narasi besar apa yang harus 13:22 dibawa oleh kandidat tersebut dalam 13:26 membranding? Apakah dia akan dikenal 13:29 sebagai ee 13:31 kandidat politik yang memang peduli 13:34 dengan sesuatu gitu kan ya. Nah, itu ada 13:39 narasi besarnya. Setelah narasi besar 13:42 itu kita buatkan baru masuk tahap 13:45 berikutnya adalah 13:47 narasi-narasi kecil yang men-support ee 13:51 narasi besar. Jadi istilahnya pilar 13:54 konten ya, pilar konten atau reason to 13:57 believe terhadap narasi besar tersebut. 14:01 Biasanya kita buat reason-nya itu ada 3 14:04 sampai 5 dan reason to believe 14:08 narasi-narasi kecil ini yang kemudian 14:11 nanti 14:12 diimplementasikan di sosial media 14:15 kandidat sehingga pelan secara perlahan 14:20 dan sangat terstruktur sistematis. 14:23 Maka para netizen yang kemudian melihat 14:28 brandingnya di sosial media itu 14:32 pelan-pelan akan mengarah seperti yang 14:35 kita siapkan narasi besarnya. Nah, 14:39 seperti itu, Bu persiapannya. Jadi ada 14:42 model persiapannya dulu ada enam 14:44 tahapan. Brandingnya sendiri juga ada 14:47 enam tahapan. Kemudian ada juga alat 14:50 bantu untuk branding itu ada enam tools 14:53 juga 14:55 dan semuanya kita bisa 14:58 menggunakan AI dan media monitoring. 15:01 Media monitoring ini artinya big 15:03 datanya. dari big data yang kita 15:06 dapatkan di media monitoring itu 15:08 kemudian dioleh dengan AI sehingga kita 15:12 mendapatkan ee saran-saran dari AI untuk 15:16 melakukan branding yang lebih baik. Nah, 15:19 itu pembukaanlah dari saya nanti terul 15:24 agak repot juga. Ee ini menarik nih ee 15:28 Mas Dedi kebetulan kan udah handle ya 15:31 kalau enggak salah ee presiden 15:33 sebelumnya ya yang berhasil jadi 15:35 presiden ya beberapa ee kali itu minta 15:39 Mas Dedi dan kepala daerah ya kepala 15:41 daerah ya. Jadi anggota legislatif juga 15:43 banyak. Oh iya anggota legislatif ya. 15:46 Nah sebetulnya ee gimana sih masuk 15:49 politik awalnya? Apa tiba-tiba emang 15:53 jurusannya politik apa? 15:56 Oh gak. Saya tuh memang di teknik fisika 15:59 ITB. Oh jauhnya dari ITB itu saya lebih 16:03 banyak di dunia software sebenarnya. 16:05 Jadi bikin 16:07 projek-project software itu hampir 15 16:11 tahun ya di dunia software. 16:14 Nah, pada saat software terakhirnya yang 16:17 saya bikin itu adalah media monitoring. 16:20 Media monitoring ini kita meng-capture 16:23 semua data basisnya 16:26 keyword itu di seluruh data yang ada di 16:29 internet baik di sosial media, use 16:31 online, forum, blog dan sebagainya. 16:35 Nah, data yang diambil ini sebagai big 16:38 data. Jadi, ini saya 16:40 bikin 2011 awal itu sudah pakai AI 16:44 sebenarnya. Saat itu AI yang saya 16:46 gunakan di software tersebut itu untuk 16:50 menentukan tun dari sentimen ya. 16:52 Sentimen. Oh, sentimental. T ya. Heeh. 16:55 Jadi setiap data yang diambil baik dari 16:59 sosial media maupun news online itu 17:02 langsung secara otomatis bisa 17:05 ditentukan ini tone-nya positif, negatif 17:08 atau netral terhadap keyword yang kita 17:11 masukkan. Nah, itulah awalnya. 17:15 Akan tetapi sebenarnya software ini saya 17:18 gunakan, saya publikasikan untuk 17:21 kebutuhan corporate agar 17:23 corporate-corporate tersebut bisa 17:27 menganalisa brand yang mereka punya, 17:30 dibicarakan seperti apa oleh penggunanya 17:33 sehingga bisa dilakukan modifikasi atas 17:37 pembicaraan brand mereka di ee 17:41 masyarakat. Itu yang saya targetkan. 17:44 Jadi memang ada beberapa ee corporate 17:47 besar yang menggunakannya untuk bidang 17:49 telco, otomotif, perbankan itu ada 17:52 klien-klien saya. Nah, cuma juga 17:56 ternyata yang ee sangat tertarik dengan 17:59 media monitoring ini adalah 18:01 politisi terutama dari partai. Itu 18:05 sebabnya kemudian saya memasuki ee 18:09 segmen tersebut dan pada saat saya masuk 18:12 mereka 18:13 membutuhkan tidak hanya data-data yang 18:16 ditampilkan oleh ee big data dan AI, 18:19 tapi juga ee rencana-rencana 18:23 usulan-usulan campaign seperti apa yang 18:26 akan memperkuat branding mereka baik 18:29 sebagai partai maupun sebagai politisi. 18:32 Jadi memang saya sempat bantu beberapa 18:35 partai juga untuk dibranding gitu kan 18:37 ya. 18:39 Nah, itu yang makanya iya 18:41 ternyata ee di 18:44 politik em cukup appreciate sehingga 18:47 sampai sekarang dari 2012 di Pilgup DKI 18:52 Jakarta 18:54 sampai 2024 kemarin juga saya ee ikut 18:58 berkecimpung di urusan branding. Oh, 19:01 itu. Jadi kalau pejabat atau kepala 19:04 daerah ngomong itu sebenarnya sudah 19:06 disusun ya temanya apa, omongannya apa 19:09 gitu ya. Jadi ee masyarakat ini juga 19:13 pintar-pintar ngelihat apakah ini 19:15 beneran e pintar ataukah di-setting gitu 19:18 ya. Bisa juga ya 19:20 gitu. Jadi seorang itu bisa dicitrakan 19:22 Mbak Nuning dan ada waktunya. Beliau nih 19:24 biasanya mau mencitrakan orang itu 19:27 berapa misalnya nih ada 4 tahun atau 3 19:31 tahun. Nah, ada cukup waktu buat 19:33 mem-framing gimana apa yang dibicarakan. 19:36 Jadi, orang itu ada kekhususan. Misalnya 19:38 gini, ada 19:40 pendengar menjual kerudung ya. Kerudung 19:43 tu kan terlalu umum mau jual kerudung 19:47 apa kerudung. Nah, tapi kalau kita di 19:49 framing ini kerudung buat ee orang kerja 19:52 gitu ya. Gitu ya. Kerudung buat ee 19:55 berenang misalnya. Nah, nah ketika di 19:57 framing gitu ya, di framing seperti itu 19:59 mungkin ada atribut kecil yang 20:01 tambahannya misalnya bisa di lebih 20:03 gampang dipakai, ada slating-nya dan 20:06 lain-lain itu orang akan ke framing ke 20:08 tertentu gitu ya ke ee satu kekhususan. 20:11 Nah, itulah branding ketika orang 20:14 mengkhususkan dirinya atau ee kita punya 20:16 produk, kita punya jasa, kita 20:18 nge-framing, kita nge-branding ke satu 20:20 titik tertentu, orang akan ingat gitu 20:22 ya. Begitu melihat Banuning di saya 20:24 langsung ingat, "Oh, Nuning penyiar, 20:27 senior, ada mungkin ada radio ya, saya 20:29 enggak sebutin ya, prambor atau apa." 20:31 Jadi orang sudah keingat gitu ya, senior 20:33 gitu ya. Nah, itu yang diingat orang 20:36 jadi e top of mind gitu ya. Ketika 20:38 Manuning tahu misalnya e apa minuman 20:42 tahunya apa mereknya? 20:45 Enggak ah misalnya 20:47 oh iya okelah merek tertentu disetutin 20:50 padahal bukan cuma merek itu. Banyak 20:52 merek lain nih. Ini menarik nih Mas Dedi 20:54 nih ee bahasannya ya terkait branding 20:58 gitu ya. Nah, yang lebih aplikatif 21:00 mungkin buat pendengar gitu ya, yang 21:02 umum gitu biasanya apa, Mas Dedi kalau 21:04 terkait branding yang mereka temuin 21:06 sehari hari kalau di luar ee politik 21:09 gitu. 21:11 Iya. Sambil dengerin ee sudah ada loh 21:13 pertanyaan yang masuk. Tapi enggak 21:15 apa-apa jalan terus aja. Silakan. 21:16 Silakan sambil jalan. 21:19 Nah, kalau sebenarnya kan kalau yang 21:21 disebut branding itu mungkin definisinya 21:24 banyak, tapi kalau dari saya sendiri itu 21:26 definisinya itu ee proses secara 21:31 terus-menerus ee meningkatkan values 21:34 agar dipercaya gitu. Jadi kalaupun dia 21:38 produk apapun inti terakhirnya itu 21:41 dipercaya sehingga dia akan dipilih atau 21:45 dibeli kalau untuk produk gitu kan ya. 21:48 Kalau jasa mungkin dipilih gitu kan ya. 21:51 Itu sebenarnya intinya bagaimana proses 21:55 tersebut dan apalagi proses branding ini 21:57 menjadi sangat penting karena di era 22:01 sekarang informasi yang sangat luar 22:04 biasa banyaknya menjadi sangat penting 22:08 agar orang bisa menentukan pilihannya 22:11 dengan 22:12 tepat sehingga branding kita itu harus 22:14 sangat tajam. Kalau tidak nanti sulit 22:19 dibedakan dengan ee brand lainnya gitu 22:23 kan ya. Nah, itu yang menjadi ee hal 22:26 penting menurut 22:27 saya bagaimana supaya branding itu ee 22:31 punya manfaat luas dan bisa ee nilai 22:36 keterpilihannya itu cukup besar. baik 22:39 dipilih sebagai politisi maupun dipilih 22:43 atau dibeli untuk produk jilbab dan 22:47 lain-lain. Nah, satu sebelum pertanyaan 22:49 Mas Dedi, bagaimana kita membedakan 22:52 sebagai orang awam misalnya bagaimana 22:54 membedakan ini yang benar-beneran ee 22:57 real ya misalnya antara pemimpin atau 23:00 produk ini beneran real atau ini cuman 23:02 pura-pura? Wah, ini cuman branding aja 23:04 nih, cuman pencitraan misalnya. Nah, apa 23:07 gimana caranya? masyarakat awam nih 23:09 bedainnya gitu kalau 23:12 secara ee kasat mata. Heeh. Sebenarnya 23:16 kalau hanya melihatnya dari sosial media 23:20 atau news online itu agak sulit gitu kan 23:23 ya. Paling mudah itu kalau ketemu 23:26 langsung itu langsung terasa apakah 23:28 memang brandingnya itu sama persis 23:31 dengan yang dibrandingkan melalui sosial 23:34 media. 23:36 He. Tetapi kalaupun dia tidak bisa 23:38 ketemu sama sekali, itu tinggal dilihat 23:42 tindakannya, kebijakan-kebijakannya. 23:45 Kalau kemudian dia mengatakan bahwa 23:47 kebijakan saya ini peduli pada rakyat, 23:50 tapi ternyata kebijakannya yang dia 23:53 lakukan itu malah makin menyusahkan 23:55 rakyat. Nah, ini ada sesuatu yang 23:58 bertentangan dengan branding beliau. 24:02 ada yang mengatakan bahwa mendukung atau 24:05 men-support ee rakyat kecil, tapi 24:09 kemudian ternyata 24:11 kebijakannya ee 24:15 malah membantu rakyat besar. Nah, ini 24:20 keberpihakannya di ke mana gitu kan ya. 24:23 Itu bisa dilihat seperti itu. 24:26 Siap. Silakan Mbak Nuni. Oke. Dari Bung 24:30 Kastam. 24:33 Asalamualaikum. Apakah ketika 24:36 gubernur Jokowi masuk gorong-gorong itu 24:39 dalam rangka branding, dalam rangka 24:42 membranding seseorang, bolehkah 24:45 membohongi penglihatan masyarakat? Heeh. 24:48 Tajam banget. Silakan jawabannya. 24:52 Iya, itu betul. 24:54 Jadi ee paling mudah kita kalau 24:57 mengangkat politisi untuk melawan 25:00 politisi sebelumnya itu adalah 25:03 antitesanya. Jadi kalau sebelumnya 25:06 politisi itu dimunculkan sebagai orang 25:09 yang 25:10 berwibawa, berjarak dan omongannya 25:13 sangat teratur sistematis, maka kita 25:16 munculkan politisi yang berkebalikan 25:19 sama sekali. Jadi dia bicara seolah-olah 25:23 apa adanya dan ee suka-suka hatinya, 25:27 kemudian tidak ada jarak dengan ke 25:29 masyarakat, bahwa kemudian juga ee 25:32 bersedia masuk ke gorong-gorong. Itu 25:35 memang bagian branding untuk membuat 25:37 diferensiasi yang sangat kuat gitu kan 25:41 ya. 25:42 bahwa apakah yang dilakukan itu benar 25:44 atau berpura-pura sebenarnya itu kembali 25:48 lagi apakah politisi itu bisa 25:51 melakukannya secara natural. Itu yang 25:55 penting. Kalau dia bisa melakukannya 25:58 secara natural ee akan kelihatan di 26:01 gesturnya maka itu bisa dilakukan. 26:04 Tetapi ada misalkan yang politisi yang 26:08 sebenarnya secara gestur enggak cocok 26:10 untuk masuk goronggorong, maka kita 26:13 tidak akan ee mengizinkan dia melakukan 26:16 hal tersebut karena itu tidak sesuai 26:18 dengan nature. Pada saat kita menentukan 26:22 brand 26:23 personality-nya, kita juga 26:26 menggali secara mendalam tentang 26:30 karakternya, karakternya, kepribadian 26:32 aslinya. 26:34 Sehingga apabila kemudian kita branding 26:37 yang branding tersebut cocok dan disukai 26:40 masyarakat itu sifatnya bukan 26:43 akal-akalan gitu ya. Jadi tidak bohongan 26:47 sehingga ee tidak akan ada muncul kesan 26:51 bahwa dia melakukan sesuatu itu tidak 26:53 tulus, tidak natural. 26:56 Nah, sangat penting untuk terlihat 26:58 natural dan terlihat tulus dalam 27:00 kalauisi. 27:07 Terus terkait itu tadi yang boleh enggak 27:10 sih kalau itu membohongin penglihatan 27:12 masyarakat? 27:14 Ee berbohong itu pasti masuknya etika 27:17 ya. He siapapun atau ee ideologi 27:21 manapun, agama manapun itu tidak 27:25 membenarkan kebohongan tersebut gitu ya. 27:30 Oke. Jadi lebih kayak Mas Dedi gini ee 27:32 Mbak Nuning, Mas Dedi itu dia bakal baca 27:35 orang, baca nah karakter mana dari orang 27:38 tersebut yang bisa ditonjolin. Jadi ee 27:41 kalau misalnya berbohong itu kan 27:43 kelihatan kelihatan enggak natural. tadi 27:46 kalau konteksnya beliau tadi bilang itu 27:49 kalau berbohong itu enggak natural. 27:51 Otomatis kelihatan dibuat-buat tapi dia 27:53 bakal lihat orang baca mana karakter dia 27:57 yang bisa ditonjolin secara natural dan 27:59 sesuai sama framing-nya gitu. Jadi 28:02 sebetulnya misalnya ee saya ada beberapa 28:06 ini contohnya biar lebih mudah ya. saya 28:09 ada beberapa eh yang biasa saya ajar 28:12 misalnya cyber security, digital, AI, 28:15 big data gitu ya eh digital marketing. 28:20 Cuma orang ketika ee saya terlalu banyak 28:24 orang bingung ee Bang Habib nih apa 28:26 spesialisasinya kok bisa ngajar semuanya 28:29 gitu. Nah, ketika saya beberapa kali 28:32 ngajar AI, ngajar ee terkait cyber 28:36 security, ngajar AI buat ee sektor 28:39 publik, nih insyaallah nanti ee kita 28:42 kolaborasi juga lagi buat buku terkait 28:45 pemanfaatan AI dan big data buat blue 28:48 ocean gitu ya, buat ekonomi biru gitu 28:51 ya. Nah, kita pengin manfaatin teknologi 28:54 ini buat sektor publik yang dirasakan 28:57 masyarakat luaslah. Mudah-mudahan bisa 28:59 bermanfaat buat bangsa. Mohon doanya ee 29:01 Mbak Nuning. Nah, jadi ketika saya 29:04 mengkhususkan diri di ee AI dan big data 29:08 buat sektor publik misalnya. Nah, itu 29:11 apa kontribusinya buat ee negara? itu 29:13 yang yang dilihat apa ee yang sudah 29:16 dilakukan gitu ya, apa 29:17 tulisan-tulisannya, apa narasi-narasi 29:19 yang saya bangun untuk itu. Jadi ketika 29:22 saya terus menulis terkait itu di media 29:25 publik, media online dan lain-lain, 29:27 orang akan membranding, oh ini Bang 29:29 Habib yang e AI eh untuk sektor publik 29:33 nih, gitu ya. AI dan big data buat 29:36 transformasi AI, buat ee digitalisasi 29:40 seperti itu. Jadi orang sudah tahu gitu 29:42 ya. Nah, itu yang ee tadi dimaksud Bang 29:46 Dedi itu ee lebih ke situ kalau saya 29:49 nangkap ya, Bang Dedi ya. Begitu ya. 29:53 Ya, siap, B. 29:55 Oke. Ini ada yang bertanya terkait 29:58 dengan proses berkesinambungan untuk 30:01 memanding produk biasanya perlu waktu 30:03 berapa lama ya, Mbak? Tolong tanyain. 30:06 Oh, oke. Oke. Jadi, ini juga tergantung 30:09 dari targetnya. He. Dari target saya 30:12 pernah 30:13 membranding ee seorang dokter bedah yang 30:17 dokter bedah belum terkenal sama sekali 30:22 dan dia berniat untuk menjadi 30:25 walikota. Lalu saya siapkan proses 30:28 brandingnya dan target branding di 30:32 akhirnya itu adalah ee adanya survei 30:36 elektabilitas dan beliau harus masuk 30:38 lima besar. Jadi dari yang bukan 30:42 siapa-siapa yang hanya dikenal oleh 30:45 pasiennya itu menjadi orang yang ee 30:49 diharapkan menjadi walikota di kota 30:52 tersebut. Dan itu saya jirankan sebanyak 30:55 sampai sekitar satu 1 tahun sampai 1,eng 31:00 tahun. Jadi sekitar 15 bulan. 31:04 Dan pada saat di bulan 31:07 ke-16 itu ada survei walikota dan dia 31:12 tidak masuk lima besar. Heeh. Tapi masuk 31:14 tiga besar. 31:17 Jadi tergantung dari tujuannya apa gitu 31:20 kan ya. 31:23 Jadi ee kalau boleh ditanggapin itu Mbak 31:25 Nuni. He. Jadi profesor itu ngangkat 31:29 tema itu saya kenal sama boleh disebutin 31:32 enggak ya namanya? Enggak usahlah. 31:36 Oh, enggak usah. Okelah. Jadi, Profesor 31:38 Oke, Profesor 31:41 ee R itu beliau mengangkat tema itu 31:44 terkait ee bagaimana ee kesehatan ponsel 31:48 gitu ya. Kesehatan ponsel. Jadi, 31:51 anak-anak ini kan sekarang tuh masuk ke 31:53 dunia digital yang untouchable, enggak 31:56 bisa disentuh sama orang tuanya gitu ya. 31:58 He he. Nah, jadi ee nah itu yang 32:00 dinarasikan itu dan itu kan masalahnya 32:02 masalah umat gitu, masalah orang banyak. 32:06 Ketika kita ngangkat masalah yang kena 32:08 ke mereka misalnya banyak, kenapa ada 32:11 tren merubah calon presiden kemarin itu 32:15 dari yang serius tiba-tiba langsung jadi 32:17 gemoy gitu ya karena enggak masuk 32:19 targetnya gitu ya, enggak masuk 32:20 targetnya. dia langsung rubah reframing 32:23 bahwa ada gaya-gaya tertentu yang 32:26 dimunculkan termasuk ya ini juga salah 32:30 satu ee saya ngamatiin kemarin politik 32:32 itu he ee orang Indonesia nih kasihan 32:34 orangnya kasihan ee orangnya penuh belas 32:38 kasih dan itu dimanfaatkan ee oleh tokoh 32:41 politik untuk ee masuk gitu ya untuk 32:45 masuk misalnya ee oh ee ada penilaian 32:49 tertentu gitu terhadap tokoh politik dia 32:51 enggak membalas, dia hanya senyum, 32:53 kelihatan sedih kayak gitu mukanya. Jadi 32:55 detik berapa, menit ke berapa dia mesti 32:58 nangis, menit ke berapa dia mesti 32:59 nunjukin ekspresi muka, itu diatur. Nah, 33:03 itu itulah yang kita sebagai masyarakat 33:05 umum ee itu kita mesti tahu, oh ini 33:08 pencitraan, oh ini ee betul, oh ini 33:11 natural gitu ya tadi yang tadi Mas Dedi 33:13 bilang gitu ya. Jadi orang itu 33:15 betul-betul bisa di framing ee dari nol 33:19 sampai menjadi sesuatu gitu. Betul-betul 33:22 dia cuma ngikutin apa yang menjadi 33:25 karakternya dia. Makanya kita mesti 33:26 bedain mana yang asli, mana yang 33:29 benar-benar buatan atau karbitan gitu 33:33 ya. Gitu Mas ya. 33:36 Yes. Oke, lanjut. 33:39 Masih pengin dengar lagi nih. 33:47 Silakan, Mbak Nuning. Oke. Kalau kalau 33:50 dari sini tentang 33:53 mencitrakan sosok dan mencitrakan barang 33:57 itu menurut Bung Dedi Rahman Susahan 34:02 mana? Ohoh. Dari enggak ada namanya ya? 34:07 Kalau urusan sosok dan 34:10 barang 34:12 ee pasti sosok lebih lebih sulit ya. 34:15 Lebih sulit karena sosok ini ee punya 34:19 dimensi yang cukup 34:22 banyak. Dalam sosok itu pasti ada 34:24 barang, tetapi dalam barang itu tidak 34:27 ada perasaan yang dimiliki oleh sosok. 34:30 Jadi praktis lebih sulit itu sosok. 34:33 Bahkan di untuk sosok sendiri pun itu 34:37 yang paling sulit adalah sebenarnya 34:39 politisi dan polisi saat ini. Karena 34:43 memang dua profesi itu adalah profesi 34:46 yang paling tidak dipercaya baik di 34:48 Indonesia maupun di seluruh dunia. semua 34:52 survei melakukan seperti itu. Itu yang 34:54 kemudian menjadi sering ee pertanyaan 34:59 buat orang-orang ini beneran enggak sih 35:02 politisinya? Ini beneran enggak sih 35:04 polisinya? Gitu kan ya. 35:10 Iya. Apalagi kalau terkait dengan yang 35:12 tadi bagian reason to believe. Ini dia 35:17 yang 35:19 benar. itu paling sulit 35:22 untuk sementara. Itu dulu pertanyaan 35:24 dari ee pendengar. Oke, kita bahas lagi 35:27 ya. 35:28 He. Nah, jadi ee Mas Dedi juga lagi 35:31 ngembangin ee buku barunya nih, Branding 35:35 for Public Leader ya, Mas Dedi 35:37 ya. Nah, ini 35:40 dia. Nah, boleh. Jadi, kita bisa belajar 35:44 bersama-sama nih ngobrol ya. He 35:48 bagaimana peran ya terutama ee branding 35:52 ini untuk public leader tadi sebagian 35:54 sudah dibahas sih materinya sudah 35:55 dibahas sebagian terus sebetulnya gini 35:59 secara natural ya secara kita sebagai 36:02 masyarakat awam apa sih gunanya ini 36:04 semua gitu ya apa gunanya buat negara 36:07 ini gitu ya jadi misalnya gini Mas Dedi 36:09 kalau kita bicara ee satu daerah ya kita 36:12 contoh kasus ya satu 36:14 daerah ee ee dia punya kayak contoh deh 36:17 Indramayu. Indramayu itu kan ee garis 36:20 pantainya cukup panjang ya, Mas Jadi ya. 36:23 Nah, bagaimana dan ini kontribusinya 36:26 luar biasa. Banyak ikan-ikan dari 36:28 Indramayu dibawa ke Jakarta entar dibawa 36:30 ke mana lagi sampai diekspor gitu ya. 36:32 Nah, bagaimana perannya ee kita pakai 36:36 teknologi loh AI big data terutama untuk 36:40 deteksi. Misalnya gini, Mbak Nuning ini 36:42 ee sekarang ee teknologi ini sudah 36:44 canggih. Dia bisa tahu ee ikan ini 36:47 adanya banyaknya di mana. Jadi nelayan 36:48 ini bisa tahu, oh saya arahnya ke sini. 36:51 Oh ee lagi sekarang ini dia bisa baca 36:53 big data. Oh, ternyata ee di di utara 36:57 ini ee mendung hujan segala macam. Ee 37:00 nah itu dia enggak enggak perlu berlayar 37:02 dulu atau misalnya berlayar berlayar 37:04 dengan hati-hati segala macam atau di 37:07 daerah sini gitu ya. Nah, ee membantu 37:12 produktivitas pakai teknologi sekarang 37:14 sudah bisa gitu ya, memantau ee apa 37:17 namanya alat ukur gitu ya dan lain-lain. 37:19 Jadi ee itu bisa membantu masyarakat 37:24 pesisir buat ee meningkatin 37:27 produktivitas garam. Gimana caranya? 37:29 Kemarin minggu lalu itu saya dihubungin 37:31 sama seseorang alatnya dia bisa naikin 37:34 produktivitas garam sampai tiga kali 37:36 lipat. saya perlu verifikasi, tetapi itu 37:38 alat-alat Indonesia, orang Indonesia nih 37:40 kreatif gitu ya, muning ya. Nah, nah 37:43 ketika itu bisa di lakukan gitu ya, nah 37:48 otomatis daerah tersebut perlu nih 37:50 dibranding secara nasional maupun 37:52 internasional gitu ya. Kenapa kita ee 37:55 kalau misalnya ke luar negeri kita ke 37:57 museum gitu ya, padahal di sini museum 37:59 agak banyak. Nah, museum banyak tapi 38:02 peminatnya sedikit gitu ya. Kalau ke 38:04 luar negeri, ke mana-mana misalnya kita 38:06 diarahinnya ke museum, ke mana ke mana 38:08 gitu. Karena nge-branding kotanya tuh ee 38:11 bagus gitu ya. Kemarin juga Jakarta udah 38:14 cukup bagus sebelum-sebelumnya ya 38:16 dibranding bagaimana. Nah, misalnya 38:18 Indramayu ini dibranding kota apa ikan 38:22 gitu ya atau kota penghasil garam 38:24 terbaik di dunia misalnya atau nah 38:27 contoh kasus misalnya gitu Mas Dedi. 38:28 Kita coba ngambil contoh kasus ee 38:31 Indramayu gitu ya. Nah, ketika 38:33 dibranding dia ee dia ee membranding ee 38:38 kota ee dengan ekonomi biru ee terbesar 38:42 di Indonesia misalnya. Nah, dia 38:45 mesti definisiin nih Mas Dedi yang tadi 38:47 Mas Dedi bilang ee apa sih 38:50 arsitekturnya, siapa target audiens-nya, 38:53 ya? pesan apa yang mesti dibawa ketika 38:55 kita masuk Indramayu misalnya ada apa 38:57 namanya ee batik ikan nih contohnya 39:01 batik ikan di nanti ada tariannya batik 39:03 ikan atau misalnya ada gambar-gambar 39:06 atributnya 39:10 identungkan oleh banyak orang di situ. 39:13 Politisi dari ee misalnya penyanyi ee 39:17 tradisional kebudayaan ada ee tariannya 39:20 segala macam. Nah, itu mesti diggaungkan 39:23 sehingga orang masuk ke nempel ke ee ke 39:26 orang yang lihat Indramayu dan bisa 39:28 dikenal secara ee internasional gitu. 39:31 Nah, ini otomatis public leadernya atau 39:35 kepala daerahnya juga terangkat gitu ya. 39:37 Nah, nah itu jadi mungkin Mas Dedi bisa 39:39 ditanggapin gitu ya. Contoh kita bahas 39:41 contoh kasus lah misalnya. 39:44 Heeh. itu berarti kan kalau terkait sama 39:47 Indramayu ya atau kota-kota lain ya itu 39:51 kan terkait sama city branding ya. Iya. 39:53 Nah, city branding itu memang di tahap 39:56 awal ee proses penentuan brandingnya, 39:59 maka perlu harus ditentukan dulu ee 40:03 sebenarnya targetnya itu apa. Apakah 40:07 targetnya itu 40:09 memperbanyak 40:10 wisatawan, wisatawannya lokal atau 40:13 wisatawan asing gitu kan. Apakah 40:16 targetnya itu kemudian mendatangkan 40:18 investor? 40:20 Apakah kemudian targetnya itu membuat 40:23 kebanggaan dari masyarakat setempat dan 40:26 banyak hal lain yang menjadi target 40:28 sebuah branding perkotaan. 40:31 dari target tersebut maka akan bisa 40:34 ditentukan audiens-nya nanti ke mana. 40:37 Apakah audiens-nya dari pemerintah 40:39 pusat, apakah masyarakat sekitar, 40:42 seluruh ee orang secara nasional maupun 40:47 internasional atau cukup ee orang-orang 40:50 tertentu saja yang akan di ditarget 40:53 sebagai investor. Tidak semua city 40:56 branding itu targetnya untuk 40:59 mendatangkan wisatawan. Ada juga yang 41:03 misalkan untuk mendatangkan investasi 41:06 misalnya Kota Cilegon gitu kan ya. Dia 41:09 akan lebih baik fokus di mendatangkan 41:11 investasi. 41:13 Beberapa daerah kayak Indramayu mungkin 41:16 bukan wisatawan yang menjadi target tapi 41:18 adalah bagaimana produk-produk yang ada 41:22 di kota mereka. 41:25 itu bisa diterima di seluruh masyarakat 41:29 Indonesia. Mudah distribusinya, mudah 41:31 mendapatkannya, dan bangga memakainya. 41:35 He. Nah, itu yang ee fungsi-fungsi dari 41:38 proses branding tersebut. Nah, untuk 41:41 bisa mendapatkan branding hal tersebut 41:44 biasanya kita menggunakan ya apa yang 41:46 disebut marketing mix ya. 41:50 Jadi kalau dulu ada 4P gitu, promotion, 41:54 product, price, place gitu. Nah, untuk 41:57 perkotaan biasanya bisa menggunakan 4E, 42:02 engagement, eh excitement, everywhere, 42:06 dan evangelist gitu ya. yang tadi 42:09 sebenarnya 42:11 implisip itu sudah secara implisit sudah 42:14 disebutkan oleh ee Mas Habib Master kita 42:18 ini misalkan engagement enjagement itu 42:22 memunculkan semua stakeholder baik 42:24 masyarakat, kepala daerah, politisi, 42:27 akademisi, semua berbicara tentang 42:30 branding kota tersebut. 42:32 Jadi agar tingkat kepedulian dan 42:34 keperhatian masyarakat itu tertuju 42:37 kepada brand tersebut itu yang 42:38 judgement. Lalu ada excitement. 42:40 Excitement itu bagaimana membuat proses 42:44 blending itu itu benar-benar excited, 42:46 menarik gitu kan ya. Entah mau dibuat 42:48 festival, entah mau dibuat event besar, 42:51 entah kemudian seperti kata ee Habib 42:56 tadi ada tari-tarian gitu kan ya. apapun 42:59 yang sifatnya itu sangat sangat menarik 43:01 gitu kan ya yang kalau itu dimasukkan ke 43:04 sosmet bakal punya potensi sangat besar 43:07 untuk viral gitu. Dan yang ketiga itu 43:11 everywhere. Everywhere itu kalau 43:15 dilakukan penjualan penjualan produk 43:17 entah garam, ikan atau apapun itu 43:20 sangat-sangat mudah untuk 43:21 mendapatkannya. Kalaupun ke Indramayu 43:24 maka akan terlihat banyak sekali ya 43:27 seperti kata Habib tadi itu bisa jadi 43:30 ada batik ikan segala macam gitu kan ya 43:33 semuanya 43:34 diasosiasikan agar orang-orang yang 43:36 datang kalau ke Indramayu itu kemudian 43:39 bisa merasakan oh iya branding kota ini 43:42 ternyata lagi muncul ikan gitu kan. 43:45 Kalau dulu kan kita tahunya ee mangga 43:48 Indramayu gitu kan ya. Nah, itu mungkin 43:50 muncul dimunculkan ikan atau garam atau 43:52 apapun itu everywhere. Dan yang 43:55 terakhir, keempat itu adalah evangelis. 43:58 Evangelis ini adalah para influencer 44:00 yang 44:01 memang sudah mendapatkan manfaat besar 44:05 dari proses branding tersebut sehingga 44:08 dia bisa menyampaikan kepada ee seluruh 44:11 orang di sosial media ataupun di 44:14 channel-channel komunikasi yang dia 44:16 punya. 44:17 betapa besarnya manfaat dari ee yang 44:22 dijual gitu kan, yang dijual di kota 44:24 tersebut. Nah, itu evangelis ini yang 44:27 bisa bergulir terus-menerus gitu kan ya. 44:30 Kalau influencer kan biasanya dibayar, 44:32 kalau venglish ini enggak, dia tidak 44:34 dibayar. dia ee mirip-mirip ee inilah ee 44:39 dai gitu ya atau misionaris 44:42 yang merasakan manfaat dari agamanya, 44:45 merasakan manfaat dari produk di kota 44:49 tersebut lalu kemudian 44:51 menyebarluaskannya dengan sukarela. Nah, 44:54 itu proses branding yang sangat bagus 44:58 menurut saya 45:00 gitu. 45:02 Iya, mantap. di 45:06 ee sebagai personal biar dilirik nih 45:11 bukan cuman sama mertua tapi sama teman 45:13 atau sama tempat-tempat di mana kita 45:15 melamar kerja nanti kalau personal 45:19 branding secara ee standarnya tuh mesti 45:23 gimana yang saya tahu sih kalau kita 45:25 konsisten itu iya tapi kan harus 45:28 diupayakan yang lain tadi media sosial 45:31 ya kayaknya yang disebut terus apalagi 45:33 yang soal Citra diri ini mohon 45:36 pencerahannya. Kalau ter sama karir 45:39 misalkan ya karir maka yang pertama 45:43 perlu diperbaiki atau itu adalah biodata 45:46 di Linken in-nya. 45:48 Hmm linkin ya. 45:51 itu Linken in termasuk sosial media yang 45:53 sangat dipercaya oleh pencari kerja 45:57 ataupun perusahaan untuk memastikan 46:00 bahwa ini orang memang ee punya 46:03 kompetensi di situ. Nah, tapi itu kan 46:06 baru 46:07 tulisan dalam Link in dan sosial media 46:10 yang lain. Maka 46:12 dimunculkanlah kompetensi apa yang 46:14 memang lagi ee istilahnya dijual ke 46:18 perusahaan gitu kan ya. 46:20 dia punya kompetensi apa. Itu yang harus 46:23 terus-menerus 46:24 dimunculkan 46:26 sehingga menjadi e top of mind dari 46:30 corporate bahwa kalau orang ini kita 46:33 hire atau orang ini kita angkat jadi 46:36 direksi, maka kemungkinan besar karena 46:39 kompetensinya perusahaan kita akan 46:42 mengalami perkembangan sesuai yang kita 46:45 harapkan. 46:47 Nah, itu ee proses pemolesannya ya. 46:50 Tetapi sudah pasti memang harus tidak 46:53 berbohong karena kalau berbohong 46:56 ketahuan juga sudah ketahuan nanti. Oke. 47:00 Ee Bung Dedi Rahman dan juga Bang Habib 47:03 jelas waktunya sudah sangat mepet 47:05 padahal keren banget bahasan kita. Iya. 47:08 Apa boleh buat closing statement deh. 47:13 Silakan, Mas Didi. Oke. 47:16 Heeh. Bagi saya branding ini adalah 47:20 proses untuk memperlihatkan nilai kita, 47:24 values kita, keberpihakan kita pada 47:28 sesuatu sehingga kita bisa dianggap 47:32 punya kompetensi, bisa dianggap punya 47:36 sesuatu yang bernilai. 47:38 sehingga layak untuk 47:40 dipercaya. Ee buat pendengar Rasil ya, 47:44 saya terus terang ee sangat terinspirasi 47:48 dengan proses branding dari Nabi kita 47:51 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 47:52 wasallam. Nabi Muhammad tersebut sebelum 47:56 mendeklarasikan dirinya sebagai nabi, 47:59 proses branding terjadi pada beliau. 48:02 bagaimana beliau menjadi pengusaha yang 48:05 cukup sukses ee orang yang sangat jujur, 48:09 orang yang kemudian sangat dipercaya 48:12 sehingga mendapat gelar al-Amin. 48:15 Al-Amin adalah sebenarnya target akhir 48:19 dari sebuah proses branding. Sehingga 48:23 menurut saya kalau kita membranding 48:26 dengan sangat bagus diri kita itu kita 48:30 mencontoh apa yang sudah dilakukan nabi 48:33 kita 48:34 sendiri. Gitu kira-kira Mas Habib. 48:39 Oke. Ada yang ditambahin Bung Habib? 48:42 closing statement-nya saya tidak bisa 48:45 berkata-kata nih, sangat bagus sekali 48:47 gitu ya. Jadi, masyaallah Nabi Muhammad 48:51 sallallahu alaihi wasallam 48:53 itu dengan Allah wahyukan bisa banyak 48:58 hal-hal yang baru kebuka sekarang nih 49:01 dikupas oleh ee branding dengan enam 49:04 tahapan. Jadi orang itu ketika memilih 49:06 dari mulai 49:07 engagement ee membangun bagaimana orang 49:11 pengin berinteraksi ee kesukaan lability 49:14 kesukaan lalu lanjut lagi dia pengin 49:18 melakukan apa dari suka itu gitu ya 49:20 konversi lalu membangun relasi semua di 49:24 Islam itu sudah diatur gitu dan Nabi 49:27 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 49:27 sudah melakukan itu gitu ya dan sekarang 49:30 itu bagaimana kita ee mranding membangun 49:34 personal branding yang baik gitu ya, 49:37 membangun citra diri yang baik gitu ya. 49:39 Nah, di Islam itu penting menjaga nama 49:44 baik, menjaga harkat diri karena harkat 49:46 diri itu jauh lebih mulia. Seseorang itu 49:49 ditutupin aibnya oleh Allah. Ee kita 49:53 jangan membuka aib diri kita sendiri 49:54 gitu ya. kita membangun gimana, 49:57 bagaimana kita kontribusi positif, 49:59 bagaimana keahlian kita kita gunakan 50:02 sebesar besarnya untuk kepentingan umat 50:05 gitu ya. Bagaimana kita mengoptimalkan 50:08 potensi kita untuk sektor-sektor yang 50:12 publik, sektor-sektor yang 50:14 berdampak besar untuk umat gitu ya, 50:16 Makun ya. Heeh. Saya sudah mulai niatkan 50:19 dari sekarang saya pengin menghibahkan 50:22 diri saya supaya bisa bermanfaat buat 50:24 orang banyak gitu ya. Bisa ber ilmu di 50:27 bidang AI, big data di bidang 50:30 digitalisasi. Bagaimana supaya kita bisa 50:32 meninggalkan legasi, meninggalkan 50:34 warisan. Ya, ketika kita enggak ada, 50:36 ketika kita meninggal itu mengalir terus 50:38 pahalanya, mengalir terus manfaatnya 50:41 untuk ee umat ini gitu ya, Making ya. 50:43 Mudah-mudahan ee Allah ee berkahi usaha 50:46 kita. Allah ridain. Mudah-mudahan semua 50:49 kegiatan kita itu ada tujuannya, ada 50:52 nilainya. Makanya tadi Mas Dedi bilang 50:55 ee tentukan dulu ee golnya apa. Ketika 50:58 kita goalnya bukan cuman dunia tapi 51:00 akhirat, maka Allah akan membantu kita 51:03 gitu ya. itu mandunging. Jadi ee itu 51:06 mudah-mudahan ee semua urusan kita 51:08 dimudahkan dan amin ee niat baik kita di 51:12 ee dikabulkan di bulan mulia ini. Terima 51:14 kasih Weng. 51:16 Iya, terima kasih sekali ya ikhwan 51:19 akhwat. Kita sudah simak bahasan dari 51:21 pakar branding kita, Mas Dedi Rahman, 51:24 praktisi branding politik senior yang 51:27 merupakan owner Katapedia bersama Bung 51:30 Habib, Master Trainer BSP, praktisi AI 51:34 dan big data di sektor publik. Ya, 51:37 mudah-mudahan ya Rasulullah terbanding, 51:40 terbranding dengan sangat luar biasa 51:42 yang bisa jadi contoh kita. Terima kasih 51:45 sekali lagi. Billahi taufik wal hidayah. 51:47 Wasalamualaikum warahmatullahi 51:49 wabarakatuh. 51:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:52 wabarakatuh. Terima kasih.