Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:13 [musik] 0:17 Bismillah. Alhamdulillah wasalatu 0:18 wasalam ala rasulillah waa alihi. 0:20 Asalamualaikum warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. 0:22 Waalaikumsalam. Ikhti yang dirahmati 0:24 Allah subhanahu wa taala. Apa kabar? 0:26 Selamat datang di acara renungan di 0:28 bawah naungan Al-Qur'an bersama Alfagqir 0:30 Isa Alkaf. Ada dan juga Mas Algi di meja 0:33 operator. Senang sekali kita bisa 0:35 menemani ikhwan di pagi hari ini. 0:37 Menemani aktivitas ikhwan akhwat 0:39 sekalian. barangkali mengantar anak, 0:41 berangkat kerja atau apapun yang ikhwan 0:44 lakukan pada pagi hari ini. Insyaallah 0:46 sama-sama kita akan menggali, mendalami, 0:49 mentadaburi Al-Qur'anul Karim bersama 0:52 guru kita yang sudah membersamai kita di 0:53 studio, Ustaz Husein bin Hamid Alat. 0:56 Asalamualaikum, Ustaz. 0:57 Waalaikumsalam warahmatullah. 0:58 Semoga sehat selalu ya, Ustaz ya. 1:00 Amin. Amin. Insyaallah. 1:01 Masyaallah. Saya 1:03 batuk-batuk ini, Ustaz. Minta maaf, 1:05 Ustaz. 1:06 Lagi musim sekarang, ya? 1:07 Lagi musim, Ustaz. Masyaallah, Ustaz. 1:09 Sebelum kita mulai, barangkali kita buka 1:11 dulu dengan baca ummul Qur'an surat 1:13 Al-Fatihah. Ustaz 1:15 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:23 Bismillahirrahmanirrahim. 1:29 Alhamdulillahirabbil 1:32 alamin 1:36 arrahmanirrahim. 1:41 iki yaumiddin 1:44 iyaka na'budu wa iyaka nasta 1:51 ihdinasirathal 1:53 mustaqim 1:56 shathalladzina 1:59 an'amta alaihim 2:02 ghairil maghdubi alaihim walad 2:09 in. 2:12 Amin. 2:14 Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:15 Allahummarhamna bil Quran. Semoga dari 2:18 bacaan Al-Qur'an tadi Allah bukakan 2:20 pintu hidayahnya, Allah bukakan pintu 2:22 rahmatnya. Allah Subhanahu wa taala 2:24 bimbing kita senantiasa dalam rahmat 2:27 Allah Subhanahu wa taala. Amin. Amin ya 2:29 rabbal alamin. Ikhwan akhwat. Ee pagi 2:31 hari ini kami informasikan kami 2:33 bersiaran secara live. Bisa ikhwan simak 2:37 langsung melalui YouTube eh Rasil TV 2:40 atau melalui frekuensi radio 2:43 silaturahim. Dan bagi kawan-akhwat yang 2:45 ingin bertanya silakan kirimkan 2:47 pertanyaan Anda di nomor 0811999720. 2:54 Sekali lagi nomor WhatsApp di 0811999720 3:01 atau bisa bertelepon di 0218451512. 3:07 Ustaz, ini ada pertanyaan pertama, 3:10 Ustaz, dari Bapak Sujana di Bekasi. Ee 3:13 Ustaz, apa saja sikap yang dapat merusak 3:18 persatuan di dalam agama Allah Subhanahu 3:21 wa taala? Syukran jazakumullah khairan. 3:25 Bismillahirrahmanirrahim. 3:27 Alhamdulillahi rabbil alamin. 3:30 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:33 abdika wa rasulika 3:36 sayyidina wa nabina Muhammadin wa alih 3:39 thyyibin wasohabatihil 3:42 gurriril mayamin 3:45 wat tabiina lahum biihsanin ila 3:48 yaumiddin. 3:52 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 3:56 innaka antal alimul hakim. Wala haula 3:59 wala quwwata illa billahil aliyilim. 4:03 Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin. 4:07 Amma ba'du. 4:12 Asalamualaika ya Rasulullah. Assalamu 4:14 alaina wa ala ibadillahi shihin. 4:16 Wasalamualaikum warahmatullahi 4:19 wabarakatuh. 4:22 Allah Subhanahu wa taala memberikan 4:25 bimbingan 4:27 kepada kita semua 4:30 menuju kehidupan 4:33 yang terindah, 4:36 penuh keharmonian, 4:39 saling pengertian, 4:41 saling menghargai, dan saling 4:43 menghormati satu dengan lain. 4:46 Oleh karena itu, dengan tegas 4:50 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 4:51 menyampaikan pesan Allah pada haji wada 4:55 sebelum beliau meninggal dunia. 5:00 Bahwa sesungguhnya darah sesama kalian, 5:03 harta sesama kalian, kehormatan sesama 5:06 kalian diharamkan Allah sebagaimana 5:09 Allah mengharamkan hari ini, itu tanggal 5:13 10 Zulhijah. 5:16 fi syahrikum hadza dalam bulan kalian 5:19 itu bulan Zulhijah 5:22 wafi baladikum hadza dan 5:26 negeri kalian yang diharamkan ini. Jadi 5:29 bagaimana Allah mengharamkan baik itu 5:31 darah, harta, kehormatan sesama manusia 5:34 sebagaimana Allah mengharamkan 5:37 ee hari ke-10 bulan Zulhijah di tanah 5:40 suci dan di bulan suci yang Allah 5:42 haramkan. 5:48 Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa 5:49 taala turunkan satu surah khusus. 5:53 Satu surah 5:54 khusus 5:55 secara khusus 5:57 yang mengingatkan akan persaudaraan di 6:00 antara sesama manusia. 6:02 Dan Allah Subhanahu wa taala 6:03 memerintahkan mereka untuk betul-betul 6:07 saling menjaga kehormatan sesama mereka. 6:11 menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan 6:14 yang bakal menimbulkan fitnah, 6:16 pertentangan, kebencian, dan permusuhan. 6:21 Surah ini adalah surah al-Hujurat. 6:25 Suratul 6:25 alhujurat. 6:26 Hujurat. 6:28 Karena terkadang dua orang masing-masing 6:30 punya niat baik, 6:32 tapi tidak menjaga lisan dan adab dalam 6:36 bergaul dan bersosial. Akhirnya 6:38 menyebabkan 6:41 kedua orang tersebut yang tadinya 6:42 berteman bisa saling bermusuh-musuhan 6:46 walaupun sebetulnya mereka baik-baik. 6:49 Jadi pentingnya betul-betul kita dalam 6:53 berkomunikasi 6:54 selalu menggunakan kalimah thayyibah. 6:58 Kalimah thayyibah ini yang akan naik ke 7:00 sisi Allah mendapatkan restu dan berkah. 7:03 Ilaihi yas'ul kalimutibu 7:06 walhfa. 7:09 Oleh karena itu dalam suratul hujurat 7:11 kalau kita renungkan akis, Allah 7:14 subhanahu wa taala mengingatkan kita 7:17 pertama-tama setelah kita mulai dengan 7:20 sebaik-baiknya pembuka yang membuka 7:23 pintu rahmat Allah yang akan mengiringi 7:26 kita dalam seluruh aktivitas hidup kita. 7:29 Bismillahirrahmanirrahim. 7:32 Ya ayyuhalladzina amanu la tuqaddimu 7:36 baina yadaillahi wa rasulih wattaqulah 7:40 innallaha samiul alim. Wahai orang yang 7:42 beriman, 7:43 hendaknya kalian dalam kehidupan ini, 7:46 dalam seluruh tindak tanduk kalian, 7:49 kalian tidak melangkahi Allah dan 7:51 Rasulnya. 7:53 Tidak melangkahi Allah dan Rasulnya. 7:59 Bertakwalah kalian kepada Allah. Sungguh 8:01 Allah Maha Mendengar lagi Maha 8:03 Mengetahui. Artinya dalam hidup ini kita 8:06 mengikuti tuntunan Allah yang 8:09 menciptakan kita, yang mengasuh kita, 8:11 yang maha pengasih, yang maha penyayang, 8:13 yang maha tahu lagi maha bijaksana. 8:15 Jangan kita melangkahi Allah. 8:19 Kemudian setelah itu Allah mengajarkan 8:20 kita adab pertama di hadapan Rasulullah 8:23 sallallahu alaihi wasallam untuk tidak 8:25 mengangkat suara kita di atas suara 8:28 Rasul. Hendaknya kita beradab di hadapan 8:32 rasul yang merupakan sosok yang membawa 8:35 risalah dari Allah dan Allah jadikan 8:37 contoh bagi kita semuanya. Ya 8:39 ayyuhalladzina amanu la tarfau aswatakum 8:43 fauqutin nabi wala tajharu lahu bilquli 8:47 kajah ba'dikum baah 8:50 ba'dikumukum. 8:56 Allah ingatkan agar mereka tidak 8:57 mengangkat suara mereka di atas suara 8:59 Rasul. Karena ini kalau dibiarkan akan 9:02 menggugurkan amal mereka tanpa mereka 9:04 sadari. Allah mengingatkan juga orang 9:07 yang datang ingin berjumpa dengan Rasul 9:10 jangan berteriak-teriak tanpa adab 9:12 memanggil Rasul dengan suara keras dari 9:14 luar. 9:16 Tunggu sampai Rasul keluar di 9:18 tengah-tengah kalian. Sampaikan hajat 9:21 kalian atau ajukan pertanyaan kalian 9:23 tapi dengan adab. Karena tanpa kita 9:26 beradab di hadapan Rasul, 9:29 beradab di hadapan ya petunjuk yang 9:32 beliau bawa akan membuat hati kita 9:35 menjadi keras, 9:38 akan membuat kita hanya sekedar 9:41 kita menyerap wawasan tapi hati kita 9:44 justru mengeras. 9:47 Nah, kalau seandainya air turun di tanah 9:49 yang keras, dia tidak akan diserap. Dia 9:52 hanya akan melintas. Begitu juga hati 9:54 kita kalau keras tanpa adab. Begitu kita 9:58 mendengarkan apa yang disampaikan oleh 10:00 Rasul, kita tidak akan menyerapnya, tapi 10:02 akan melintas. Bahkan mungkin orang lain 10:05 yang mendengar lebih cepat menyambut 10:07 dibandingkan kita. Jadi adab ini amat 10:10 penting yang akan melembutkan hati kita. 10:12 Dan Allah gambarkan orang-orang yang 10:14 bersikap 10:16 hormat beradab di hadapan Rasul tidak 10:19 mengangkat suara mereka. Allah tuliskan 10:21 keimanan dalam hati mereka. 10:24 Ulaika kataba fi qulubihimul 10:28 iman. 10:30 Jadi betul-betul 10:32 penting kita beradab di hadapan Rasul 10:34 baik pada masa hidupnya maupun setelah 10:36 beliau wafat. 10:37 Jadi kalau kita datang ke Madinah 10:39 sebagai contoh di masjid Rasulullah 10:42 hendaknya kita beradab menjaga sopan 10:44 santun kita, penuh rasa hormat yang akan 10:47 membuat kitanya apa? 10:51 menghormati apa yang disampaikan Rasul 10:54 dan juga memuliakan beliau dengan kita 10:57 mencintai beliau, mengikuti sunahnya dan 10:59 dijadikan sebagai satu-satunya idola 11:03 tauladan dalam hidup ini. Sehingga tidak 11:06 termudah kita terjebak dalam perangkap 11:08 setan atau terkagum-kagum 11:10 terhadap kehidupan mereka-mereka yang 11:12 jauh dari tuntunan Allah Subhanahu wa 11:14 taala. 11:16 Nah, kemudian setelah itu 11:19 Allah Subhanahu wa taala mengingatkan 11:21 kita agar kita tidak tergesa-gesa dalam 11:25 menerima berita, mempercayainya 11:28 tanpa dasar kebenaran. Akhirnya kita 11:31 memvonis satu kaum dengan tergesa-gesa. 11:36 Ternyata yang kita lakukan merupakan 11:38 kesalahan. 11:40 Ini seringki menimbulkan fitnah, 11:43 pertentangan, kebencian di antara umat. 11:45 Ya ayyuhalladzina amanu in jaakum fasiun 11:49 binabain fatabayanu. Kalau ada seorang 11:52 fasik datang kepadamu membawa berita, 11:56 periksa lebih dulu. 11:59 Tabayyanu artinya utlubul bayinah. Minta 12:01 bukti dari yang menyampaikan berita. 12:06 anusibuan bijahalatin fatusbihu al ma 12:09 faumim 12:11 akhirnya kalian karena menerima begitu 12:14 saja menelannya mempercayainya kalian 12:18 menjatuhkan vonis kepada satu kaum 12:21 setelah itu kalian apalagi di zaman AI 12:25 sekarang ini semua bisa direkayasa 12:29 atau yang dikenal dalam bahasa Arabnya 12:31 fabroka 12:33 bagaimana mana bisa diset bisa 12:36 direkayasa 12:37 sampai seorang seolah-olah orang 12:39 mengucapkan sesuatu melakukan sesuatu 12:41 padahal bukan dia pelakunya 12:44 berbahaya gak? 12:47 Oleh karena itu kalau kita mendengar 12:49 berita semacam ini yang buruk dari 12:51 saudara kita tentang saudara kita 12:53 katakan seharusnya tidak gampang kita 12:56 mempercayainya. 12:58 Laula samumuhu 13:01 donal mukminuna bianfusihim 13:05 waqalu ifqumin. 13:09 Coba dikakan mendengar berita-berita 13:11 buruk semacam ini, kalian justru apa? 13:13 Mendahulukan sangkaan baik terhadap 13:15 saudara kalian sesama orang yang 13:17 beriman. 13:19 Dan mereka mengatakan ini merupakan 13:20 kebohongan yang besar kecuali dengan 13:23 bukti, dengan kesaksian. 13:26 Bahkan kalau kita melihat kejelekan 13:27 saudara kita, hanya kita yang melihat. 13:30 Seharusnya kita berikan nasihat, tutupi 13:33 agar dia punya kesempatan untuk 13:35 bertobat. Bukan kita ceritakan di luar. 13:37 Hanya akan menumbuhkan kebencian. 13:40 Permusuhan kita anggap sepele padahal 13:43 disebabkan karena percikan api kecil 13:46 bisa menjadi api yang besar. 13:50 Jadi Allah ingatkan agar kita 13:52 berhati-hati, tidak gampang menerima 13:55 berita dan minta bukti. Kata bayinah itu 13:57 bukti yang pasti, bukan kata orang. 14:01 Lalu Allah ingatkan kalau Rasul 14:04 membiarkan dirinya mengikuti 14:07 kemauan manusia, manusia akan binasa. 14:10 Tapi Allah membuat kalian mencintai 14:12 keimanan, menghiasinya di hati kalian, 14:15 membuat kalian benci kepada apa? 14:17 kekafiran dan kemaksiatan. 14:19 Nah, Allah menginginkan kita menjadi 14:21 apa? Orang-orang yang bijak, yang 14:23 berakal sempurna. Ulika humur rasyidun. 14:28 Lalu kalau kita menghadapi dua kaum yang 14:30 saling bermusuhan, bukan kita berpihak 14:32 kepada yang satu terhadap yang lain. 14:35 Karena mereka sahabat kita, orang kita 14:37 seharusnya kita menjadi penengah. 14:40 Hentikan peperangan lalu tanya alasannya 14:43 apa. Kalau yang satu berbuat zalim 14:46 kepada yang lain, maka berbuat zalim 14:48 wajib menggantikan kerugian pihak yang 14:50 dizalimi. 14:52 Kalau mereka ternyata menolak untuk 14:54 menghentikan peperangan, kita bisa 14:57 menggunakan kekuatan kita. Kekuatan apa? 15:00 Ee yang dimiliki oleh umat untuk menekan 15:04 yang berbuat kezaliman sampai mau tunduk 15:06 menerima pengadilan sesuai dengan aturan 15:09 Islam. 15:10 Begitu mereka mau berunding, maka 15:12 hendaknya kita dalam memberikan 15:14 keputusan hendaklah kita apa? Berlaku 15:17 adil dan bertakwa kepada Allah. 15:21 Ini kan bimbingan yang amat indah. Yang 15:23 terjadi seringkiali kita berpihak pada 15:24 kelompok yang kita suka. 15:27 Padahal kalau orang tua kita salah, kita 15:28 enggak boleh bela. 15:29 Iya. 15:31 Begitu juga kalau anak kita salah, istri 15:33 kita salah, golongan kita salah. 15:37 qamina bilqisti syuhadaillah wusikum 15:41 walini walqin ini panggilan kepada orang 15:45 yang beriman ya aina amanuq 15:49 tegakkanlah apa jadilah kalian penegak 15:52 keadilan yang menyampaikan kesaksian 15:55 kalian kepada Allah walaupun 15:56 konsekuensinya akan merugikan kedua 15:59 orang tua kalian, merugikan diri kalian 16:01 atau kerabat-kerabat kalian. Keadilan 16:04 wajib ditegakkan. Nah, kalau ini 16:06 dilakukan, maka dengan sendirinya apa? 16:10 Perdamaian bisa diciptakan dan orang 16:12 juga akan bisa menerima keadilan. 16:15 Tapi kalau 16:18 yang diharapkan mendamaian, mendamaikan 16:20 berpihak kepada kelompok yang mereka 16:22 suka atau kelompok ya katakan yang 16:25 merupakan payung daripada apa? Dari apa 16:28 namanya ee pemikirannya, walaupun salah 16:31 ini berbahaya sekali. 16:33 Lalu Allah ingatkan, "Innamal mukminuna 16:36 ikhwatun faaslihu baina akwaikum 16:39 wattaqulaha laakum turham." Ini pesan 16:41 dari Allah, mau rahmat Allah, perbaiki 16:44 hubungan sesama kalian karena kalian 16:46 bersaudara dalam iman yang lebih kuat 16:48 daripada nasab. Dan bertakwalah kepada 16:51 Allah ya sesungguhnya dengan ketakwaan 16:55 kepada Allah kalian akan menerima rahmat 16:58 dari Allah. 17:00 Lalu setelah itu Allah ingatkan kita, 17:02 jangan kita olok-olok orang lain. Satu 17:05 golongan mengolok-olok golongan lain 17:07 hanya disebabkan karena perbedaan 17:09 pandangan. Bukan itu jalan yang Allah 17:11 tunjukkan. Jalan yang Allah tunjukkan 17:13 adalah kita memberikan nasihat kepada 17:17 orang-orang yang kita anggap ee katakan 17:19 bersalah atau keluar dari kebenaran. 17:22 Kalau perbedaan pendapat, duduk 17:23 sama-sama kita berdialog agar saling 17:25 menghargai, menghormati. Tapi 17:27 mengolok-olok seperti yang kita jumpai 17:29 di media pada saat ini, saling 17:31 mengolok-olok hanya menimbulkan 17:32 kebencian, permusuhan, tidak 17:34 menyelesaikan persoalan. Bahkan kita 17:36 masuk dalam perangkap setan menjadi 17:38 fitnah di tengah-tengah umat. Jadi, 17:41 wahai orang yang beriman, jangan 17:43 sebagian laki-laki atau sebagian katakan 17:45 golongan mengolok-olok golongan yang 17:48 lain. Bisa saja yang diolok-olok lebih 17:50 baik. Begitu juga di kalangan wanita 17:54 juga jangan sebagian wanita 17:55 mengolok-olok sebagian lain. 17:58 Karena agama itu bertentangan dengan 18:01 akhlak seperti ini. Kalau dia suka 18:03 mengolok-olok orang lain, membanggakan 18:04 dirinya, dia bukan seorang yang beragama 18:06 dengan benar, tapi seorang yang mabuk. 18:11 Yang mabuk ya, yang betul-betul tidak 18:13 memahami agama dalam arti yang 18:15 sebenarnya. Ini kita jumpai di 18:16 tengah-tengah kita banyak orang saling 18:19 mengejek dan meledek. 18:21 Lalu Allah ingatkan kita untuk tidak 18:23 mencaci orang lain. Karena mencaci orang 18:25 lain sama dengan mencaci diri sendiri 18:28 juga tidak memberikan jurukan yang tidak 18:30 patut bagi saudara kita. Allah ingatkan 18:33 kita untuk tidak apa suka mengintai 18:37 mencari-cari kesalahan orang lain. 18:41 Karena Allah larang kita untuk mengintai 18:43 mencari-cari kesalahan orang. Allah 18:45 melarang kita juga untuk berburuk 18:47 sangka. Karena kebanyakan buruk sangka 18:49 ini dosa. 18:51 Melarang kita juga apa? Di samping 18:53 mencari-cari kesalahan orang berburuk 18:55 sangka melarang kita untuk mengumpat 18:58 kejelekan orang lain. Orang bertanya, 19:00 "Ya Rasul, yang saya bicarakan sesuai 19:02 dengan perbuatan." Kalau yang kamu 19:04 bicarakan sesuai dengan perbuatan kamu, 19:06 itulah gibah. Tapi kalau kamu 19:09 membicarakan sesuatu yang tidak ada pada 19:11 orang tersebut, itu bohtan 19:13 mengada-adakan kebohongan, dosanya lebih 19:15 besar lagi. 19:17 Lalu setelah itu Allah ingatkan bahwa 19:19 kita umat manusia ini satu keluarga yang 19:21 berasal dari ayah ibu yang yang sama. 19:25 bergolong-golongan, 19:27 bersuku-suku, berbangsa-bangsa, beraneka 19:29 rupa. Toak ukur kemuliaan bukan suku, 19:32 bukan bangsa, bukan pula rupa, tapi 19:35 tolok ukur yang ditetapkan Allah 19:36 subhanahu wa taala. Iman dan ketakwaan 19:39 pada Allah. 19:41 Jadi, hak kisah 19:42 i 19:42 kalau kita perhatikan bersama-sama, 19:44 Allah sudah turunkan sebetulnya dalam 19:46 Al-Qur'an bimbingan petunjuk untuk 19:49 menjaga lisan kita, menjaga perbuatan 19:52 kita. Belum lagi dengan amal saleh yang 19:54 memupuk. dengan saling membantu, 19:56 menolong mereka-mereka yang membutuhkan. 20:00 Ini sebetulnya merupakan ajaran yang 20:02 paling indah dalam agama Allah. Allah 20:04 tidak meninggalkan sesuatu tanpa 20:06 penjelasan, tapi dijelaskan dengan 20:08 sejelas-jelasnya. Wallahuam. 20:10 Masyaallah, Ustaz. Indah sekali, Ustaz. 20:12 Ustaz ee mengenai tadi mengenai 20:16 pertikaian kata Ustaz juga tidak boleh 20:18 saling mengolok-olok atau mencurigai 20:21 satu sama lain atau bahasa kita terjas. 20:24 Ee makin ke sini, Ustaz, kalau kita 20:26 lihat di media sosial, perdebatan antara 20:30 umat beragama ini didasari oleh ee 20:33 keinginan mereka untuk beramar makruf 20:35 nahi munkar. Yakni e mencegah orang 20:38 daripada kemungkaran-kemungkaran yang 20:40 mereka buat sendiri di otak mereka, 20:42 Ustaz. Nah, jika kita mau beramar makruf 20:44 nahi munkar kepada saudara kita sama 20:46 muslim tanpa menimbulkan pertikaian atau 20:49 tanpa menimbulkan menyebabkan perpecahan 20:52 ini, gimana caranya, Ustaz? 20:55 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna 20:57 ilman wfikna bih. Amin. 21:01 Allah memberikan petunjuk bimbingan 21:04 kepada kita 21:06 dalam berdakwah mengajak orang lain agar 21:09 kita betul-betul apa? 21:13 Mempergunakan hikmah. Udu ila sabili 21:16 rabbika 21:17 bilhikmah. 21:18 Bilhikmah. 21:20 Dengan sedikit hikmah itu kita 21:21 menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kita 21:23 tahu bagaimana kita masuk ya ke dalam 21:27 apa hatinya tanpa menyentuh apa-apa yang 21:31 bakal apa bakal membuat dia sakit hati 21:33 dan berpaling dengan niat baik yang 21:36 tulus. Kemudian wal maidil hasanah 21:39 nasihat juga yang baik. 21:42 Oleh karena itu Allah berfirman, 21:45 "Wal takum minkum ummatun yaduna ilal 21:48 khair." 21:50 Hendaklah di antara kalian tampil satu 21:52 umat yang mengajak kepada kebaikan. 21:55 Kebaikan subhanallah dicintai bukan 21:57 hanya oleh orang yang beriman. 21:59 Orang-orang yang tidak beriman pun 22:01 mencintai kebaikan. 22:03 Kemudian wayammuruna bil ma'ruf. 22:05 Menariknya Allah gunakan kata 22:07 wayammuruna bil ma'ruf. 22:10 Jadi di samping memerintahkan kita 22:12 mensosialisasikan 22:14 ya dan mengajak kepada nilai-nilai mulia 22:18 yang bersifat universal, cara juga 22:20 menyampaikannya apa? 22:22 Ya 22:22 bil makruf. Jadi bukan hanya targetnya 22:25 alma'ruf, tapi apa? Caranya pun dalam 22:28 menyampaikan juga bil makruf. 22:31 Dan kata makruf ini menggambarkan apa? 22:33 hal-hal yang dipahami, yang dikenali 22:38 sebagai hal-hal yang baik, yang mulia. 22:41 Lawannya adalah mungkar. Itu yang 22:43 diingkari oleh fitrah manusia. Bukan 22:45 terbatas pada orang yang beriman. Bahkan 22:47 yang tidak beriman pun mengingkari 22:49 perbuatan tersebut. Sebagai contoh, 22:51 bohong, khianat, kezaliman. Bukan hanya 22:54 orang Islam. Orang di luar Islam pun 22:56 membenci perbuatan tersebut walaupun 22:58 mungkin dia pelakunya. 23:00 Iya. 23:01 Jadi kalau antum lihat bagaimana dakwah 23:04 Rasul ya udu ila sabilbika bil hikmati 23:08 wal maidil hasanah. Lalu Allah 23:11 menerangkan, waman ahsanu mimman da 23:13 ilallahi waila shihan waqala inani minal 23:16 wasin. 23:19 Bahwa tidak ada sebetulnya orang yang 23:21 lebih baik tutur katanya daripada orang 23:24 yang mengajak kepada siapa? Kepada 23:25 Allah. 23:27 Kalau orang diajak kepada Allah dengan 23:29 diajak kembali kepada Tuhannya. Tapi 23:32 kalau kita ajak orang kepada diri kita, 23:33 dia merasa kita akan peralat dia, kita 23:36 intimidasi dia. Beda. Mari bersama-sama 23:40 kita menuju Allah. 23:42 Waman ahsanu mimman daallah wa amila 23:45 shihan. Dan dia mengerjakan amal saleh. 23:48 Waqala innani minal muslimin. Dengan 23:50 penuh rasa syukur dia mengatakan, "Saya 23:52 orang-orang yang berserah." 23:55 Begitu juga dalam surah An-Nisa, waman 23:58 ahsanu dinan mimman aslama wajhahu 24:01 lillah wahua muhsinun wattabaa millata 24:04 Ibrahima 24:05 hanif 24:06 hanifah watakhalallahu Ibrahima 24:08 khalilah. Siapakah yang lebih baik 24:10 agamanya dari orang yang berserah diri 24:12 kepada Allah dan dia selalu berbuat 24:14 kebaikan. Jadi antara alislam penyerahan 24:18 kepada Allah diiringi dengan perbuatan 24:20 ihsan yang menjadi hiasan yang amat 24:22 indah. 24:23 Ketika Hamas menawan tawanan-tawanan 24:26 Israel diperlakukan dengan baik, mulia. 24:30 Wanita-wanitanya diperlakukan dengan 24:32 mulia, laki-lakinya pun demikian. 24:34 Anak-anak kecilnya bermain dengan 24:36 anak-anak kecil dari orang Palestin. 24:39 Bahkan mereka diajak untuk bersalon 24:41 menyalon rambut mereka agar tidak kusam. 24:43 Ya, itu dibungker-bungker di tempat 24:47 tahanan Palestina. 24:50 Ketika mereka keluar bercerita bagaimana 24:52 perlakuan Hamas terhadap mereka, dunia 24:54 terkejut, terperanggah luar biasa, 24:57 terkagum kagum. Tapi begitu mendengar 24:59 Israel melakukan genoset pembantaian 25:02 terhadap anak-anak kecil, bahkan dunia 25:04 berteriak. 25:06 Bahkan dunia Islam atau negara Arab 25:09 berdiam, dunia justru berteriak mengecam 25:12 Israel sebagai bangsa barbar biadab di 25:16 luar prikemanusiaan. Kita lihat 25:18 bagaimana apa nilai-nilai universal ini 25:21 tertanam pada setiap manusia walaupun 25:24 orang tersebut bukan dari kalangan kaum 25:26 muslimin. 25:28 Sampai kita saksikan bagaimana parlemen 25:31 Irlandia begitu juga salah satu 25:34 menterinya mengeluarkan kata-kata yang 25:36 luar biasa dahsyat terhadap Israel. 25:40 Jadi 25:42 para nabi semuanya ya bukan mengajak 25:46 kepada sesuatu yang asing, mengajak 25:48 kepada sesuatu yang dikenal oleh fitrah 25:51 manusia 25:52 dan juga dengan cara yang makruf, 25:54 bukan dengan cara yang kejam, yang 25:56 arogan, yang merendahkan. Tidak. Oleh 25:59 karena itu, orang berbondong-bondong 26:01 menyambut ajakan Rasul, menghormati 26:04 Rasul. Karena dengan ajaran Rasul, 26:07 mereka mengenali kemuliaan diri mereka. 26:09 Mereka menyadari kehormatan mereka 26:11 seperti yang terjadi pada Bilal, pada 26:13 Salman dulu. Mereka merupakan 26:15 orang-orang yang direndahkan. Tapi 26:17 dengan ajaran Rasul, mereka sadar akan 26:20 kedudukan mereka yang mulia. Walaupun 26:22 katakan Bilal lahir sebagai seorang 26:24 budak, tapi keimanan keislamannya 26:27 mengangkat dirinya, mengangkat 26:30 derajatnya. yang dulu merupakan budak 26:32 manusia. Setelah dia beriman, dia 26:34 menjadi hamba Allah, 26:36 menjadi sahabat Rasul, menjadi orang 26:39 yang selalu disebut dalam sejarah 26:41 perjuangan Islam. Ini yang dikatakan 26:43 asabiquunabiquunikal 26:46 muqarun 26:47 fi jannatinatun 26:50 minal awalin 26:51 waqil minal akhirin. 26:53 Alawalin di sini orang-orang yang 26:55 berjuang meletakkan fondasi Islam 26:57 bersama Rasul, berdakwah, menghadapi 26:58 cobaan. Kalau kita sekarang sudah masuk 27:02 dalam rumah Islam yang dibangun oleh 27:04 mereka, kita menikmatinya. 27:06 Mereka hidup dalam suasana mencekam, 27:08 berhadapan dengan musuh, kita dalam 27:10 suasana aman. Tapi sedikit sekali syukur 27:13 kita kepada Allah Subhanahu wa taala. 27:16 Jadi kesimpulannya dalam menyampaikan 27:19 dakwah hendaklah yang 27:21 kita utamakan mengajak kepada 27:23 nilai-nilai 27:25 universal yang disepakati. 27:28 Kemudian yang kita ingkari mungkar yang 27:30 disepakati. Jangan perbedaan fikih 27:33 dijadikan sebagai apa? Sebagai dasar 27:36 kita untuk menganggap orang melakukan 27:38 perbuatan mungkar. Nah, ini yang terjadi 27:40 sebagian kalangan kalau menyaksikan 27:43 seorang fikihnya berbeda, mereka anggap 27:46 ini merupakan mungkar yang luar biasa. 27:49 Kemudian mereka lakukan serangan pada 27:51 para pelakunya. Padahal ini perbedaan 27:53 fikih di mana para ulama dulu berbeda 27:56 saling menghargai. Tapi awam-awam di 27:58 belakang hari justru menjadikan 28:01 perbedaan ini sebagai 28:04 ee alat untuk menyebarkan fitnah. Hanya 28:07 gara-gara seorang salat meluruskan 28:09 tangannya 28:11 mereka kecam habis-habisan. Hanya karena 28:14 baca Yasin malam Jumat atau katakan baca 28:17 doa Nisfu Syakban mereka kecam 28:20 habis-habisan. Padahal yang dibaca doa. 28:22 Selagi doanya benar, mohon pada Allah 28:25 Taala. Kita tidak dibenarkan di sini 28:27 untuk melakukan apa? Melakukan ingkar 28:31 dengan cara keras. Kalau mau dialog, 28:33 duduk sambil mendengarkan dalilnya 28:34 boleh. Tapi kalau kita mengajukan 28:37 katakan ee serangan dan menganggap ini 28:40 perbuatan mungkar, ini yang menimbulkan 28:43 akhirnya fitnah di antara umat. Jadi 28:46 kita kembali kepada yang pokok, yang 28:48 prinsip yang disepakati. 28:51 dari nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan. 28:53 Kita mengajak umat ke sana. Kemudian 28:55 menjauhkan perbuatan mungkar yang dapat 28:57 merusak amal kita. Menampilkan wajah 29:00 kita menjadi gelap. Wajah yang tidak 29:03 menarik, kehilangan keindahannya karena 29:06 melakukan perbuatan-perbuatan yang 29:08 dibenci oleh setiap manusia. 29:12 Wallahuam. 29:13 Masyaallah. Ustaz jazakumullah khairan 29:15 jaz. Satu penjelasan yang komprehensif 29:17 sekali bagaimana tuntunan kita supaya 29:20 bersatu di dalam agama Allah Subhanahu 29:23 wa taala. Memang kalau kita mengajaknya 29:25 ke Allah pasti harusnya nuar ini manusia 29:28 bisa ikut. Tapi kalau mengajaknya kepada 29:30 kelompok atau kepada pribadi 29:32 ya namanya kita manusia setara. Tidak 29:35 ada yang mau di bawah manusia lain 29:37 Ustaz. Ya. 29:38 Pasti dengan kelompok lain juga yang 29:40 sama kita akan ribut. 29:41 Oh iya benar Ustaz. antara pengikut 29:43 terjadi persaingan seperti sekarang ini. 29:46 Yang satu membanggakan 29:48 Imam Syafi'inya, satu membanggakan Imam 29:50 Maliknya, satu Ahmad bin Hambal seperti 29:52 Saudi Arab, satu lagi Abu Hanifah. 29:55 Padahal mereka di atas tidak ribut. 29:57 Mereka saling menghargai. Yang di bawah 29:59 ini 30:00 terkadang hansip lebih susah dihadapi 30:02 daripada jenderal. 30:03 Benar. Benar, Ustaz. Masyaallah. Nah, 30:06 ini ada pertanyaan menarik, Ustaz, dari 30:07 Sayid Saleh. Asalamualaikum, Ustaz. Izin 30:10 bertanya. Suami saya sapam di masjid dan 30:14 bila ada jemah, ada barang jemah 30:17 tertinggal sudah disimpan dan diumumkan. 30:22 Tapi tidak juga ada yang mengakui sampai 30:24 3 bulan lebih. Apakah boleh diambil 30:26 seperti misalnya jam tangan, mukena agar 30:29 bermanfaat untuk dipakai keluarganya di 30:32 rumah? Bagaimana hukumnya, Ustaz? Terima 30:35 kasih. Oh, ini bukan Sayid namanya. Umi, 30:37 Ustaz. Umi di Bogor. Masyaallah. 30:40 bicara kepada Umi ya. Kalau seandainya 30:43 ya katakan ada barang yang ee tertinggal 30:49 ya 30:50 yang dipungut juga bisa di jalan. 30:54 Katakan barang tersebut ya berupa jam, 30:57 berupa mukena tertinggal di masjid. 31:01 Sudah diumumkan sekian lama tidak ada 31:03 yang tidak ada yang mengaku dan 31:06 mengklaim. Saya pikir mukena tersebut 31:08 bisa digunakan sebagai wakaf masjid. 31:11 Iya. 31:12 Artinya bagi perempuan-perempuan yang 31:14 salat yang tidak bawa mukena bisa apa? 31:17 Memanfaatkan mukena tersebut. Nanti 31:20 kalau saya terbukti orangnya datang ya 31:22 datang orangnya setelah setahun kemudian 31:25 datang mencari mukenanya kalau perlu 31:28 bisa digantikan oleh jemaah masjid yang 31:31 mau berinfak atau dari uang masjid. 31:35 Nah, kalau seandainya katakan 31:36 ketinggalan jam tangan 31:40 selama sekian lama ternyata apa? 31:43 Ternyata setelah diumumkan tidak ada 31:45 yang mengakui. Nah, kalau seandainya 31:47 seorang ingin memakai menggunakannya 31:49 boleh saja tapi pada saat nanti orangnya 31:52 betul-betul datang seandainya datang 31:54 maka dia gantikan. 31:56 Mau dikembalikan itu jam atau mau 31:59 digantikan. Yang jelas umumkan dulu ya 32:02 selama sekian lama. 32:04 Kalau tidak ada yang mengakui, jadi 32:06 seandainya dia ambil manfaatnya, kalau 32:09 seandainya bersangkutan datang menuntut 32:11 bisa dikembalikan haknya. 32:13 Yang penting tidak menimbulkan 32:14 kecurigaan bahwa dia mencuri barang 32:16 tersebut. 32:19 Ada telepon masuk, Mas Salgi. 32:23 Boleh diangkat dari musafir tulisannya. 32:26 Asalamualaikum. 32:29 Asalamualaikum. 32:32 Masih tersambung 32:33 belum? Mati. Mati. 32:34 Oh, mati. Oh, iya. Insyaallah. 32:36 Nah, kalau berkaitan dengan jam tangan 32:38 sebaiknya selama setahun lah. 32:39 Oh, baik ustaz. 32:40 Karena kan beda kan kalau mau kena 32:43 seandainya orang tersebut sudah niatkan 32:45 untuk apa namanya? Untuk 32:47 wakaf atau kebaikan fabiha w nikmat. 32:49 Iya. 32:49 Kalau enggak dipergunakan kita gantikan 32:52 nanti kalau dia minta untuk digantikan. 32:54 Baik. 32:55 Karena memang ee kalau disia-siakan juga 32:57 sayang kan. 32:58 Benar. Ustaz. Nah, saya yakin bahwa di 33:00 masjid atau masjid bisa menggantikan 33:01 nanti kalau s orang tersebut meminta 33:03 kembali bukananya yang hilang. Si Ustaz, 33:07 berikutnya dari Pak Syamsul. Syamsul di 33:10 Cibinong. Asalamualaikum warahmatullahi 33:11 wabarakatuh, Ustaz. Nah, ini berkaitan 33:13 dengan sejarah, Ustaz. 33:14 Pada surah Al-An'am ayat 7, Allah 33:16 menyebut tentang kertas. 33:18 Iya. 33:19 Berarti saat itu orang sudah mengenal 33:20 kertas, Ustaz. Namun mengapa para 33:23 sahabat tidak menuliskan ayat-ayat Quran 33:25 pada kertas, tapi pada batu, tulang, 33:28 kulit, hewan, dan lain sebagainya. 33:31 Syukran. 33:34 Bismillahirrahmanirrahim. 33:36 Allah sebutkan kertas 33:39 dalam Al-Qur'an sebanyak dua kali dan 33:41 dua-duanya terdapat dalam suratul an'am. 33:45 Yang pertama walau nazalna alaika 33:48 kitaban 33:50 falamuid. 33:52 Yang kedua, 33:58 pada zaman Rasul sebetulnya kertas sudah 34:00 ada. Bahkan sebelum zaman Rasul, 34:04 ribuan tahun sebelum Nabi diutus, 34:07 orang-orang Mesir telah mengenal kertas 34:11 yang mereka buat dari daun papirus. 34:14 atau dikenal dalam bahasa Waraqatul 34:17 Bardi itu kalau sekarang kita berangkat 34:19 ke Mesir ke daerah Khan Khalili, 34:22 daerah-daerah ee 34:24 ee yang mengabadikan peninggalan 34:26 sejarah, 34:27 mereka menjual ya 34:29 virus ya 34:30 jalan ee kertas yang terbuat dari 34:33 papirus diberikan warna kuning itu 34:36 digunakan pada masa dahulu kala untuk 34:38 menulis. Begitu juga kulit. Begitu juga 34:40 ku 34:40 kulit 34:41 kulit. 34:42 Nah, riwayat yang meriwayatkan 34:45 bahwasanya sahabat-sahabat Nabi ya 34:49 untuk pegangan mereka menulis ya di atas 34:53 tulang, 34:54 menulis juga di atas ee katakan ee 34:59 pelepah-pelepah dan lain sebagainya. 35:01 Sebetulnya ini riwayat juga bukan 35:03 merupakan riwayat yang bagaimana yang 35:06 kuat. 35:08 Tapi ada ada apa? ada yang melatar 35:12 belakangi semua ini. 35:16 Tapi kita harus tahu ya bahwasanya Quran 35:19 yang dikumpulkan oleh Rasul yang ditulis 35:22 oleh para penulis wahyu berbeda dengan 35:25 apa yang ditulis oleh para sahabat. 35:28 Kalau Quran yang ditulis oleh para 35:30 penulis wahyu, diawasi oleh Rasul, semua 35:34 ayat-ayat tersusun dengan baik sempurna. 35:36 Kemudian juga surah-surahnya juga 35:39 disusun secara sempurna. Oleh karena 35:41 itu, Rasulullah waktu meninggalkan dunia 35:43 Quran sudah dalam keadaan sempurna. 35:46 Dimulai dengan suratul fatihah. 35:48 Sebagaimana sabda Nabi, "La shah liman 35:51 lam yaqra bifatihatil kitab." Tidak sah 35:53 salat seseorang yang enggak baca 35:55 Alfatihah. 35:55 Iya. 35:56 Berarti Al-Fatihah pembuka Alqur 35:58 Al-Qur'an. 35:59 Kemudian Quran bukan hanya terkumpul di 36:01 dunia pada masa Rasul, bahkan di Lauh 36:04 Mahfuz. 36:07 bimwaqinjumam 36:15 terjaga masud 36:17 jadi terjaga dalam kitab ya dalam kitab 36:20 yang terjaga terpelihara di lahu mahfud 36:22 la yamuhu illal mutahar di lauh mahfuz 36:25 dijaga diawasi oleh para malaikat yang 36:28 disucikan Allah Taala waktu di bumi pun 36:31 ya waktu mau turun di bawah Jibril 36:34 langit dijaga dengan Ket jin tidak 36:35 diingin diizinkan untuk mengoping 36:37 diserahkan pada rasul-rasul pun di bawah 36:39 penjagaan Allah Taala hingga 36:41 menyampaikan risalah Allah gaibi fala 36:45 yudhiru ala gaibihi ahada illa man 36:49 rasulin fainnahu yasluku min baini yadai 36:52 win khfihi rada. Jadi Allah jelaskan 36:55 bahwasanya Rasul sepanjang perjalanan 36:57 dakwahnya diawasi oleh Allah, dilindungi 37:00 oleh malaikat-malaikat Allah agar dapat 37:02 menyampaikan amanat Allah dengan 37:04 sempurna. Rasulullah wafat, Quran sudah 37:07 terkumpul. Nah, para sahabat untuk 37:11 hafalan mereka, pegangan mereka, mereka 37:15 menulis Al-Qur'an. 37:18 Ada yang mereka tulis di kulit ya, yang 37:20 punya kemampuan untuk beli kertas. 37:22 Kertas kan mahal pada saat itu 37:23 mereka menggunakan kertas. 37:25 Tapi kalau di tulang dan lain sebagainya 37:27 ini pertanyaan. Jadi seolah-olah zaman 37:29 Nabi itu zaman purba. 37:31 He. 37:33 Jadi mereka ingin mengesankan bahwa 37:34 Quran itu belum terkumpul pada masa 37:36 Nabi, tapi dikumpulkan pada masa Abu 37:38 Bakar radhiallahu anhu. Yang benar Abu 37:41 Bakar menyalin, 37:43 Utsman juga menyalin disebarkan di 37:45 seluruh wilayah Islam agar masing-masing 37:48 punya pegangan dan rujukan yang 37:50 tertulis. Tapi bukan berarti Abu Bakar 37:53 atau Umar yang mengumpulkan Al-Qur'an 37:55 sebagaimana riwayat yang terdapat dalam 37:58 Bukharinya. Kar riwayat ini riwayat 38:00 ahad. Sedangkan Quran menjelaskan pada 38:04 kita sebelum turun ke hadapan Rasul pun 38:07 di Lauh Mahfuz sudah terkumpul menjadi 38:09 kitab. Begitu turun Allah perintahkan, 38:12 "Tempatkan ayat ini dalam surah ini. 38:14 Tempatkan ayat ini dalam surah ini." 38:16 Kemudian Allah susun 38:18 dengan betul-betul penuh hikmah kitabun 38:21 uhkimat ayatuh tumma fusilatadun 38:24 hakim khabir. 38:26 Dan Rasul dengan tegas mengatakan, "La 38:28 liman lam yaqati kitab." Tidak sah 38:31 salatnya orang yang tidak membaca 38:32 pembuka Alkitab. Berarti ada kitab, ada 38:35 pembukanya itu Alfa 38:36 Alfatih. 38:37 Alfatihah. Nah, Quran yang ada pada saat 38:39 itulah Quran yang ada pada masa Nabi 38:42 kita. Nah, pada masa Sayyidina Utsman, 38:44 Sayyidina Utsman perintahkan sahabat 38:46 mengumpulkan semua tulisan Al-Qur'an 38:48 mereka yang ditulis secara pribadi 38:51 yang mungkin ada salah tulis ya dan 38:54 ditakutkan nanti muncul versi-versi 38:56 Quran yang bermacam-macam. dikumpulkan 38:58 kemudian dibakar disatukan 39:02 dengan Quran yang ada pada Rasulullah 39:04 sallallahu alaihi was yang ada di rumah 39:06 Rasul. 39:07 Jadi semua yang dihanjurkan ya 39:10 dikembalikan disatukan pada naskah yang 39:13 dikumpulkan oleh Nabi kita hingga semua 39:15 bersatu dalam kitab Quran yang sama. 39:18 Karena yang ditulis oleh para sahabat 39:19 kan terkadang ada Albaqarah, ada Al 39:22 Imran, ada surah-surah pendek. Jadi 39:23 susunannya enggak sama dengan susunan 39:25 Al-Qur'an seperti yang kita jumpai saat 39:27 ini. Jadi sebetulnya ini kalau kita 39:30 perhatikan ini riwayat-riwayat ada 39:31 kemungkinan riwayat israiliyat yang 39:34 ingin betul-betul apa menempatkan 39:35 Al-Qur'an ini pada posisi yang meragukan 39:40 yang tidak meyakinkan keasliannya. 39:43 Nah, kita mau menerima menyebarkan hal 39:46 ini. Akhirnya ikut juga punya andil 39:48 dalam menimbulkan keragu-raguan terhadap 39:50 Al-Qur'an. Wallahuam. 39:52 Masyaallah. Eh, 39:54 terima kasih banyak, Ustaz, jawabannya. 39:56 Makasih juga, Pak Syamsul yang sudah 39:58 bertanya. Ee ini tadi baru sedang 40:01 telepon, Teh. Abdi nelepon tara 40:03 diangkat-angkat katanya. Abdi titip 40:05 salam buat Ustaz. Masyaallah, Ustaz. 40:08 Salam dari sepertinya dari orang 40:11 Sukabumi ini, Ustaz. Dari musafir. 40:13 Masyaallah jazakallah khair. Dari Bu 40:16 Retno hadir menyimak melalui radio. 40:18 Masyaallah. Dari Fajar Alfatah. 40:23 juga memberikan salam kepada Ustaz dari 40:26 Fan di Rasil. Asalamualaikum 40:27 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz 40:30 izin bertanya. 40:31 Waalaikumsalam. 40:32 Bagaimana caranya menjadi muslimah yang 40:36 kuat? Bukan hanya fisiknya saja tapi 40:39 juga kuat tauhidnya dan akidahnya. 40:42 Syukran jazakallah khairan. Ustaz Always 40:44 love rasil katanya. Masyaallah. 40:47 Bismillahirrahmanirrahim. 40:50 Imam Ali pernah memberikan kita 40:53 bimbingan sebagai pengantar kita untuk 40:56 masuk dalam agama. 40:59 Beliau mengatakan, "Awaluddin 41:01 makrifatuh." Langkah pertama masuk ke 41:04 dalam agama 41:06 kita harus mulai dengan mengenal Allah. 41:09 mengenal 41:10 Allah 41:12 dengan sendirinya untuk mengenal Allah 41:14 enggak mungkin kita mengenal Allah 41:16 sebagaimana kita berupaya untuk 41:18 mengenali sesama manusia 41:22 kita kalau mengenal manusia di samping 41:24 kita bertemu berkomunikasi 41:26 secara langsung atau melalui apa katakan 41:28 Facebook ya kita berkenalan kemudian 41:32 saling mengenal setelah itu kita ee 41:36 berusaha untuk mengenal pribadi 41:38 masing-masing asing dengan pergaulan. 41:40 Pergaulan yang lama akan menunjukkan 41:42 betul-betul apa? Kepribadian seorang. 41:47 Kita bertemu baik itu fisik dengan fisik 41:50 bisa berjumpa dengan langsung ya. 41:52 Kemudian dengan berbagai macam 41:54 pengalaman kita bisa menilai teman kita, 41:57 diri kita, kesetiaannya, kesabarannya, 41:59 kepedulian. 42:01 Tapi kalau kita ingin mengenal Allah, 42:03 bagaimana kita mengenal Allah? 42:06 Kita enggak melihat zat Allah. Betul 42:08 enggak? 42:10 Karena Allah Subhanahu wa taala zat yang 42:11 maha suci. Laudul abs wahu abs w. 42:17 Nah, Allah berikan kita bimbingan untuk 42:19 mengenal Allah melalui nama-namanya yang 42:21 penuh dengan keindahan. 42:23 Walillahil asmaul husna. 42:27 Jadi kalau kita mengenal Allah, coba 42:29 resapi nama-nama Allah yang semuanya 42:32 menunjukkan keindahan, keadilan, 42:34 kebijaksanaan, 42:36 kasih sayang. kesabarannya, syukurnya 42:39 Allah terhadap kebaikannya lakukan 42:41 hambanya. Dan kita menyadari kita ini 42:43 manifestasi dari nama-nama Allah 42:46 alkhalid kita merupakan salah satu 42:49 manifestasinya ciptaan. Betul enggak? H. 42:51 Begitu juga Ar-Rahman. 42:54 Salah satu manifestasi dari rahmat 42:56 Allah. Kita ini yang merupakan rahmat 42:58 karunia dari Allah yang tak terhingga 43:00 baik kasihnya maupun sayangnya. 43:03 Kita lupa kepada Allah. Allah tidak 43:04 pernah melupakan kita. Kita berpaling 43:07 dari Allah. Sekejap pun Allah tidak 43:08 pernah meninggalkan kita. Jadi kalau 43:10 kita ingin masuk ke dalam agama mulai 43:12 dengan mengenal Allah. 43:15 Karena alam semesta termasuk kita 43:16 merupakan manifestasi dari nama-nama 43:19 Allah yang begitu indah. Allah bernama 43:22 Al-Hakim. Diri kita dengan tatanan yang 43:24 Allah ciptakan menunjukkan bagaimana 43:26 kebijaksanaan Allah Taala. fungsi kerja 43:29 setiap organ tubuh kita, sel-sel kita, 43:32 sistem imunitas kita yang menggambarkan 43:35 kesempurnaan dan juga rahmat yang tak 43:37 terhingga. Nah, setelah kita mengenal 43:41 Allah 43:42 untuk dapat menyempurnakan makrifat 43:44 kita, Imam Ali mengatakan waamalu 43:48 makrifatihi tasdiq. 43:51 Makrifat itu baru akan sempurna. Kalau 43:54 yang kita tahu, kita aplikasikan 43:56 implementasikan. 43:58 Tapi kalau hanya sebuah teori atau 44:02 katakan pemahaman dan keyakinan di hati 44:04 tidak diiringi dengan amal, maka 44:07 lama-kelamaan 44:08 makrifah kita akan menurun. 44:10 H. 44:12 Tapi begitu makrifah kita berjuang untuk 44:14 mengamalkannya, dia akan tumbuh. 44:15 Walladinau zadahum huda. 44:19 Iya. Menerima petunjuk mereka ikuti 44:22 Allah tambahkan lagi hidayahnya. Waahum 44:25 taqwahum. Tapi sebaliknya falamahu 44:29 dia tahu kebenaran bukan diikuti dia 44:31 nyeleweng. 44:32 Allah biarkan jiwa mereka. 44:35 Jadi makrifah kita kalau ingin 44:37 betul-betul mendalam setelah kita 44:39 mengenal Allah melalui nama-namanya 44:41 yang penuh keindahan, kita berusaha 44:44 untuk betul-betul memahami dan 44:48 mengamalkan. 44:49 Kalau kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa 44:51 taala alkali, dialah al-Malik. Ya. 44:55 Kemudian juga Allah tegaskan 44:57 lailahaillahu dengan sendirinya. 45:01 Hanya kepadanya kita hanya kepadanya 45:03 kita bergantung dalam juga pedoman hidup 45:06 kita, kita kembali kepadanya. Yang pasti 45:09 yang datang dari Allah yang paling 45:11 sesuai untuk diri kita. Karena kita 45:13 merupakan ciptaan Allah Subhanahu wa 45:15 taala. 45:17 Nah, 45:19 kelanjutannya wa kamalut tasdiq bihi 45:22 tauhiduhu. 45:24 Nah, untuk melanjutkan dari tasdiknya 45:27 mengamalkan apa yang kita tahu 45:30 untuk menuju puncaknya, puncaknya adalah 45:32 tauhid. 45:34 di mana kalau kita sudah mengenal Allah, 45:36 beramal dengan petunjuk Allah, kita 45:38 menyadari bahwa yang memberikan manfaat, 45:43 yang kuasa juga untuk mendatangkan 45:46 bahaya dan menolaknya hanya Allah 45:48 Subhanahu wa taala. 45:50 Dan Allah Subhanahu wa taala sesuai 45:52 dengan nama-namanya yang penuh 45:54 keindahan, semua memberikan dengan 45:56 sendirinya apa? memberikan pemahaman 46:00 keyakinan bagi kita bahwa kembali kepada 46:03 Allah, berserah diri kepadanya, 46:05 menyembahnya dan tidak 46:07 mempersekutukannya dengan sesuatu serta 46:08 memohon pertolongan hanya kepadanya. 46:10 Itulah merupakan jalan yang paling 46:12 utama. Iyaka na'budu 46:13 wa 46:14 waaka nastain. 46:16 Kalau kita dalam hidup ini selalu 46:18 bergantung berharap pada Allah, akan 46:19 terbebas dari segala macam perbudakan. 46:22 Kalau kita gantungkan harapan kita pada 46:24 manusia, 46:27 kalau dia mengecewakan kita karena tidak 46:29 menepati janji kita akan sendih kecewa 46:31 bisa berputus asa. Tapi kalau Allah 46:34 tidak pernah mengecewakan hambnya, tidak 46:37 pernah menutup pintunya dari 46:38 hamba-hambnya yang berdosa bahkan 46:40 berlumuran dosa. Dan Allah Subhanahu wa 46:43 taala yang maha pengasih lagi maha 46:45 penyayang, pintunya terbuka setiap saat. 46:49 Kalau kita datang kembali, Allah akan 46:51 menyambut kita. Allah Subhanahu wa taala 46:54 akan rida 46:56 dengan apa yang kita lakukan dan Allah 46:58 akan ampuni semua dosa kesalahan kita. 47:01 Jadi kalau semua kita kembalikan kepada 47:03 Allah karena kata wahada yahid ini apa? 47:06 Mengesakan. 47:07 Mengesakan atau menyatukan. Jadi hati 47:10 kita, wawasan kita, hidup kita, kita 47:13 tauhidkan kita kembalikan kepada Allah 47:15 yang maha esa. 47:16 Kita bersatu dengan 47:17 Iya. Nah, kalau semuanya mentauhidkan 47:19 hatinya kepada Allah, pasti bersama para 47:22 muwahidin. Orang yang bertauhid bersatu. 47:24 Tapi yang tidak mungkin bersatu antara 47:26 musyrik dan muwahid. Karena perpecahan 47:30 itu sumbernya syirik. H. 47:38 Jadi kita diajak untuk mentauhidkan 47:41 hidup kita kembali kepada Allah yang 47:44 Maha Esa. Jadi semuanya kita kembalikan 47:48 kepada Allah sebagaimana kita berasal 47:50 berawal dari Allah dan bergantung pada 47:52 Allah. Lah kita mengajak manusia 47:55 siapapun yang kita ajak semua untuk 47:57 jalan kembali pada Allah bukan untuk 47:59 kepentingan kita. kemaslahatan kita, 48:02 keuntungan kita atau kita ingin 48:04 menguasai diri untuk kita beralat demi 48:07 kepentingan-kepentingan duniawi. Tapi 48:10 kita bersama-sama seperti yang 48:11 Rasulullah katakan, 48:16 ana 48:21 katakan umumkan wahai Rasulullah bahwa 48:23 aku mengajak kepada Allah alir dengan 48:26 membuka hati, akal, pikiran manusia 48:28 bukan ikut-ikutan. 48:31 Ana, inilah aku dan orang yang mengikuti 48:33 aku. Jadi kalau kita mengikuti Rasul 48:35 dalam arti yang sebenarnya kita mengajak 48:37 orang kepada Allah ala basir tanpa ada 48:39 paksaan. Tapi mengajak dia berpikir, 48:42 mengajak dia memahami betul-betul 48:44 kebenaran yang datang dari Allah. Kalau 48:46 dia menyambut alhamdulillah. Tidak 48:49 menyambut alhamdulillah kita sudah 48:50 melaksanakan amanat Allah untuk 48:52 menyampaikan kepadanya. Jadi puncak 48:55 daripada apa? dari tasdik kita, 48:58 pengamalan kita adalah tauhid. 49:00 Nah, di atas tauhid ada lagi puncaknya. 49:02 Ustaz 49:03 al-Ikhlas 49:05 tauhidil ikhlas. Orang kalau sudah 49:07 ikhlas 49:09 maka betul-betul apa? Kecintaannya 49:11 kepada Allah benar-benar murni. Bukan 49:13 hanya didasari maslahat, bahkan di saat 49:15 dia dicoba. Di saat dia dicoba 49:18 dengan penderitaan seperti yang dialami 49:20 Ayub, sedikit pun tidak terdapat keluh 49:22 kesah di hati. 49:24 Sebagaimana kalau seorang mencintai 49:26 seseorang dengan penuh keikhlasan, 49:28 cintanya benar-benar murni. 49:31 Dia tidak mengharap dari yang dicintai 49:33 untuk memberikan sesuatu. Bahkan dia 49:34 ingin memberi, ingin melindunginya, 49:37 ingin menaunginya. Nah, kalau manusia 49:40 bisa memberikan hal ini kepada sesama 49:41 manusia yang merupakan sesamaat, kenapa 49:43 bukan untuk Allah Taala? 49:46 Sehingga di saat kita dicoba dengan 49:48 kenikmatan, kita bersyukur, tidak bangga 49:50 diri, dicoba dengan kesusahan, kita juga 49:52 bersabar dan yakin di balik semua ini 49:55 ada kebaikan dan hikmah seperti Ibrahim. 49:58 Kalau dia bukan seorang hamba yang 50:00 mukhlis, mungkin enggak ketika 50:02 diperintahkan menyembelih anaknya mau 50:04 atau meninggalkan anaknya di padang yang 50:06 tak bertua? 50:06 Iya. Tapi dia yakin dengan penuh 50:08 ketulusan bahwa Allah Subhanahu wa taala 50:11 tidak mungkin sama sekali yang 50:15 berkehendak untuk berbuat buruk padanya. 50:17 Pasti di balik semua ini ada hikmah. 50:19 Kalau Ibrahim menolak, dia tidak akan 50:21 menjadi pendiri kota suci Makkah, tidak 50:23 akan menjadi pendiri juga kota suci 50:25 Yussalam. Dan tidak mungkin Allah akan 50:28 menjadikan Ibrahim sebagai khalilnya. 50:30 Q lahu aslim q aslamtu labamin. 50:36 Jadi 50:37 pada saat kita betul-betul sampai pada 50:40 makam al-Ikhlas, 50:42 kebaikan tidak akan membuat kita lupa. 50:45 Cobaan kesempitan tidak akan membuat 50:47 kita sedih, bercuriga terhadap Allah. 50:50 Kita selalu yakin akan keadilan Allah, 50:53 rahmat dan kasih-Nya. Juga kehendak 50:57 Allah Subhanahu wa taala yang perlu 50:58 kebaikan buat kita. Sehingga Allah 51:00 mengatakan bagi orang-orang yang salah 51:02 paham wa asa anrahuaian 51:06 wahua 51:06 wahuair waasaan tuhibbuan 51:08 wahua. Jadi jangan kita nilai sesuatu 51:12 dengan penilaian yang bersifat sathi. 51:15 Tapi pahamilah Allah yang maha pengasih 51:18 tidak mungkin bermaksud buruk terhadap 51:20 dirimu. Nah, makam ikhlas ini makam yang 51:24 tertinggi. 51:26 Wama umiru illa liya'budullaha 51:28 mukhlisina 51:30 lah dengan mengikhlaskan, memurnikan 51:33 ibadah mereka semata-mata untuk Allah. 51:37 Masyaallah. 51:37 Apagi ya? 51:38 Masyaallah. Ustaz tadi lengkap sekali 51:40 pokoknya kita ee mengawali agama dengan 51:43 mengenal Allah kemudian mengamalkannya 51:45 agar memperkuat keyakinan kita, 51:48 menjadikannya 51:49 kemudian akan bertingkat sebagai tauhid. 51:51 Jadi tauhid itu buah dari amal saleh 51:53 sebenarnya, Ustaz. Ya, 51:54 tauhid itu dengan sendirinya orang 51:56 bagaimana mungkin akan mentauhidkan 51:58 mengembalikan semuanya kepada Allah 51:59 tanpa makrifat. 52:01 Oh, 52:01 betul gak? 52:02 Iya. 52:02 Kalau hanya ikut-ikutan bukan tauhid 52:05 yang sebenarnya. 52:06 Dan bagaimana mungkin ya? E dia akan 52:09 apa? Bertauhid pada Allah tanpa 52:10 mengamalkan apa yang dia tahu. 52:12 Iya. 52:12 Karena begitu dia mengamalkan baru dia 52:14 akan petik buahnya. 52:15 Makin yakin ya. 52:16 Iya. Harus itu meningkat kepada makam 52:18 tauhid. Nah, dari tauhid ya dia 52:21 merasakan juga karunia Allah. Kemudian 52:24 juga merasakan buah-buah yang manis pada 52:26 saat dia mentauhidkan Allah. Hidupnya 52:28 tidak gampang goyah, berpegang kepada 52:30 Allah dalam segala hal. Kemudian 52:33 diakhiri dengan ikhlas. 52:35 Kalau sudah sampai pada makam ikhlas, 52:38 berarti sudah melewati yang 52:39 lain-lainnya. Ustaz, 52:40 betul. Oleh karena itu, kenapa Nabi 52:42 tidak apa namanya tetap berdakwah 52:44 menyampaikan pesan Allah walaupun ya 52:46 disakiti, dizalim, bahkan memberikan 52:48 maaf kepada orang-orang yang pernah 52:50 mengusir dan menzaliminya. 52:52 Kenapa? Karena ikhlasnya ya kepada Allah 52:56 dan dia menerima semua itu sebagai 52:58 ujian. Begitu juga Nabi Allah Musa 53:00 terhadap kaumnya. 53:01 Iya. Begitu juga kita saksikan bagaimana 53:04 Ibrahim kesabarannya, keikhlasannya, 53:08 bahkan diusir oleh orang tuanya dijawab 53:10 tanpa ada kebencian. Salamun alaika 53:12 saastagfirulaka 53:14 innahuana 53:15 bi 53:17 Allah. 53:18 Jadi saya mau menggaris bawahi penyebab 53:21 perpecahan adalah karena syirik saat 53:23 mulai dari yang kecil ri menimbulkan 53:26 perpecahan 53:27 karena kita merasa bangga diri dan lain 53:30 sebagainya. Ri kan syriik kecil kata 53:32 ulama sampai syirik yang paling besar 53:35 akan membuat kita fanatik kepada suatu 53:37 selain Allah Subhanahu wa taala. Kalau 53:39 kita katakan Aisaya kita kumpul 53:41 sama-sama dalam satu pekerjaan 53:45 kita klaim ini semua saya punya usaha, 53:48 saya punya perjuangan, saya punya ini. 53:50 Sama kalau kita mengatakan ini semua 53:52 alhamdulillah perlu Anda tahu semua ini 53:54 hasil kerja sama kita semuanya 53:55 bersama-sama. 53:57 Mana yang menyatukan? Yang kedua, yang 54:00 kedua ini dengan sendirinya apa? Membuat 54:02 orang merasa diikut serta. I 54:05 seperti ketika Allah mendidik kita 54:07 bagaimana jangan melupakan 54:09 keikut sertaan orang yang bekerja. 54:12 Sanukriuka falaansailla. Masyaallah. 54:15 Nahnu naqusu alaika ahsan qas. Ini kisah 54:20 Allah yang 54:23 yang apa? yang memerintahkan Jibril 54:25 untuk membawanya kepada Rasulullah 54:27 maupun rasul-rasul sebelumnya. 54:30 Oleh karena itu Allah gunakan kata kami. 54:32 H 54:33 kenapa mengikut sertakan peran dari 54:35 Jibril ini. 54:36 Tapi kalau yang berkaitan dengan 54:38 otoritas Allah tidak sanqriuka fala 54:41 tansa illa masyaallah bukan illa masna. 54:44 Kami akan bacakan pada kamu. Kamu takkan 54:46 lupa kecuali bila aku kehendaki. Enggak 54:49 mengatakan kami kehendaki. Karena yang 54:50 punya kehendaki sini Allah. Jibril hanya 54:52 menyampaikan. Betul gak? 54:54 Heeh. 54:55 Jadi bagaimana kata kami itu amat indah. 54:58 Ini semua alhamdulillah kerja sama kita 55:01 semuanya. Sampai pernah dalam satu ee 55:04 katakan apa namanya? Satu pertemuan 55:07 parenting di antara para ustaz, para 55:09 ulama. kita adakan pertemuan dalam 55:12 pertemuan tersebut menyampaikan narasi 55:13 masing-masing. Selesai acara 55:17 lalu 55:19 mereka yang mengadakan acara itu 55:20 memanggil semua yang bekerja termasuk 55:23 yang membuat teh. 55:25 Dikatakan ustaz semua pejuang-pejuang 55:27 kita termasuk saudara kita yang membuat 55:28 teh untuk kita, yang menyediakan yang 55:30 menyediakan peralatan kita sama-sama 55:33 berjuang tanpa mereka tidak mungkin 55:35 semua ini terlaksana. 55:37 Indah kan? 55:38 Iya. Jadi kata kami yang biasa digunakan 55:40 di habarmutu nahnu bukan aku ana tapi 55:43 nahnu. 55:44 Karena awal man 55:47 yang pertama mengatakan ana sy ana 55:49 khairun 55:50 minhuqani minar wqin. 55:53 Tapi kalau kita menggunakan nahnu 55:55 sebagaimana yang Allah ajarkan indah 55:57 sekali. 55:58 Ini semua alhamdulillah kerja sama kita 56:00 di Rasil 56:02 oni Fakri Alqi punya peran kan. Iya. 56:04 Nanti kalau mereka enggak sama sekali 56:06 ikut serta, kita enggak bisa 56:07 berkomunikasi melalui radio ini. 56:09 Iya, benar. 56:10 Termasukin yang membuat apa? Yang 56:12 membuat minuman. 56:13 Jadi semuanya punya peran dalam 56:15 perjuangan ini. 56:17 Dan balasan yang Allah berikan kepada 56:19 mereka sesuai dengan amal, ketulusan dan 56:21 keikhlasan mereka. Ini pendidikan yang 56:23 amat indah yang Allah ajarkan kepada 56:26 kita semua. Dan termasuk 56:28 dulu para ulama dari Habrmut yang 56:30 berilmu itu mengajarkan kita untuk 56:32 selalu menggunakan kata nab. 56:34 menghadapi satu orang antum satu orang 56:36 tapi an 56:37 antum 56:38 menjelaskan bagaimana walaupun satu sama 56:40 dengan jemaah 56:41 Allah ajarkan inna Ibrahima kana ummah 56:44 h 56:45 satu orang sama dengan umat kenapa 56:46 karena pendiri umat tauhid 56:48 dari masa ke masa 56:51 ini adab-adab yang amat indah betulallah 56:53 yang dicontohkan langsung sama Allah 56:54 subhanahu wa taala ya ustaz ya Allah 56:56 saja melibatkan orang lain atas jasanya 56:59 mengapresiasi bagaimana dengan kita 57:01 terakhir ustaz dari Ibu Sundari ini Dari 57:03 tadi dia bertanya, "Asalamualaikum 57:05 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Mohon 57:06 maaf bertanya, bagaimana menenangkan 57:07 hati yang kadang rabuh, Ustaz. Karena 57:10 saya ibu yang single parents menghadapi 57:13 anak. Normal tidak ya, Ustaz? Kalau 57:15 kadang-kadang saya suka seperti ngobrol 57:18 sama Allah Subhanahu wa taala, seperti 57:19 ngobrolnya kita sama manusia." Mohon 57:22 maaf, Ustaz. Terima kasih. 57:25 Manusia ada saat-saat dirinya kuat, ada 57:28 saat-saat dirinya lemah. 57:31 Oleh karena itu, kenapa Allah 57:33 perintahkan kita untuk berada dalam 57:35 lingkungan yang bagaimana? Watu 57:38 bilhaqqi watu 57:40 bri. 57:43 Kalau sebagian dari kita lemah, yang 57:44 sebagian lagi mengingatkan. 57:47 Itu merupakan kebersamaan yang akan 57:50 membuat apa? Jemaah saling melengkapi, 57:54 saling menyempurnakan satu dengan 57:55 lainnya. Begitu juga pasangan suami 57:57 istri. Hunna libasakum waum 57:59 libas. Tuhan yang saling melengkapi, 58:01 menyempurnakan. Jadi kalau kadang-kadang 58:03 kita dalam keadaan lemah, bersedih, 58:05 berduka, mendengarkan saudara kita 58:07 mengatakan, "Jangan kau bersedih, jangan 58:09 kau berduga. Allah bersama kamu melihat, 58:13 mendengarkan keluh kesahmu, tahu 58:15 persoalanmu. Coba lepaskan dari selain 58:18 Allah. Kau hadapkan wajah kamu kepada 58:20 Allah." 58:21 Kalau perlu kamu berwudu, salat, 58:23 kemudian kamu sujud sambil menangis 58:25 mengeluhkan 58:27 kondisi keadaan kamu dalam merawat anak 58:29 kamu agar menjadi anak saleh dalam juga 58:32 mencukupi kebutuhan kamu. Allah paling 58:35 suka terhadap hambanya ya yang 58:38 betul-betul apa? Dengan penuh 58:40 kekhusyukan mohon kepadanya. 58:43 Apabila hambanya memanggilnya, Allah 58:45 tidak akan sama sekali memalingkan 58:47 wajahnya walaupun para pendosa. Bahkan 58:50 para pendosa yang datang dengan penuh 58:52 ketulusan, Allah akan sambut 58:53 berulang-ulang lebaika, labaika, 58:56 labbaika wasa'daika ya abdi. Karena 58:58 bukan datang dengan kebanggaan, datang 59:00 dengan betul-betul apa? Hati yang 59:02 betul-betul penuh penyesalan, penuh 59:05 kesedihan, penuh harapan kepada Allah. 59:07 Oleh karena itu orang yang terpaksa 59:09 mendesak memohon kepada Allah pada saat 59:13 itu doa lebih gampang dikabulkan. 59:15 Amujibul mut siapa yang akan mengabulkan 59:19 doa orang terjepit? Kenapa? Kalau orang 59:20 terjepit kan dia berlepas tangan dari 59:22 selain Allah. Dia hanya kepada 59:24 Allah. 59:25 Kalau dia masih ada yang bisa nolong 59:26 dia, doanya enggak sempurna. Dia pikir, 59:29 "Ah, saya masih ada simpuran, ada fulan, 59:32 saya bisa harapkan." Tapi begitu 59:34 semuanya 59:36 tak mampu menolongnya. Hanya Allah Taala 59:38 seperti orang di tengah-tengah udara. Di 59:41 udara kapalnya terbakar. 59:46 Apa yang dimiliki manusia enggak mampu 59:47 untuk menyelamatkannya. Pada saat itu 59:49 dia akan memanggil Allah dengan penuh 59:50 kekhusyukan. Jadi hendaknya dalam berdoa 59:53 kepada Allah pada saat biasa sama dengan 59:56 orang yang berada dalam keadaan sempit. 59:58 Karena Imam Ali pernah berdoa, "Ya 59:59 Allah, jadikan aku, Ya Allah, di saat 1:00:02 memohon kepada-Mu pada saat-saat aku 1:00:04 lapang dan senang sebagaimana aku 1:00:06 memohon kepadamu pada saat aku dalam 1:00:08 keadaan susah dan terjepit." 1:00:12 Artinya dalam berdoa pada Allah jangan 1:00:14 sekali-kali kita apa? Jangan sekali-kali 1:00:17 kita merasa ragu, merasa rendah untuk 1:00:19 menyampaikan hajat kita pada Allah. 1:00:22 Pertama, keluh kesah kita akan menjadi 1:00:24 rahasia Allah. Kalau kita mengadu sama 1:00:27 manusia, dia bakal ceritakan kejelekan 1:00:29 kita. 1:00:29 Iya. 1:00:30 Tapi kalau kepada Allah rahasia terjadi. 1:00:32 Maka Allah bilang, "Udu astajib lakum." 1:00:35 Tanpa harus ada perantara antara kita 1:00:36 dengan Allah. Kalau menyampaikan wahyu, 1:00:39 amanat dari Allah kepada kita melalui 1:00:41 perantara nabinya. 1:00:42 Tapi kalau doa Allah hilangkan semua 1:00:46 sekat-sekat bahkan perantara. Sampaikan 1:00:48 hajat kamu kepada Allah. Wahua maakum 1:00:51 aakum. 1:00:52 Mudah-mudahan insyaallah ibu dibantu, 1:00:54 ditolong dan hendaklah ibu banyak-banyak 1:00:57 memohon terutama pada saat sujud apa 1:00:59 saja yang ibu inginkan Allah kuasa untuk 1:01:02 mengabulkan permintaan ibu. 1:01:06 Jadi yang disebut seperti ngobrol itu 1:01:08 jadikan doa saja. 1:01:10 Iya. Banyak orang berkomunikasi dengan 1:01:12 Allah. Ya Allah keadaanku seperti ini. 1:01:15 Aku tidak memiliki harapan. 1:01:18 Semua pintu tertutup kecuali hanya 1:01:20 pintumu. Ya Allah. Engkaulah harapanku, 1:01:23 Engkau dambaanku dan aku yakin Kau yang 1:01:25 maha pengasih lagi maha penyayang tidak 1:01:27 pernah melupakan aku. Arti kalau kita 1:01:29 bisa bermunajat bersama Allah, 1:01:31 mengungkapkan harapan kita, kerinduan 1:01:33 kita, luar biasa. 1:01:35 Syukur ustaz. Jazakallah khair ustaz 1:01:38 atas nasihatnya. Subhanakallahumma 1:01:39 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:01:42 astagfirull. Ikhwan akhwat, pertanyaan 1:01:45 dan jawaban dari pertanyaan tadi menutup 1:01:47 akhir perjumpaan kita. Saya kaf dan juga 1:01:50 Mas Algi di meja operator mohon undur 1:01:51 diri. Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:53 wabarakatuh. 1:01:53 Warahmatullah wabarakatuh.