Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad waa ali
- Muhammadar dipancaruaskan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimah
- Cibubur Bekasi radio silaturahim untuk
- Islam dan ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Senang sekali kami dapat kembali
- menjumpai Anda dalam program sirah
- Sahabat di pagi hari ini bersama Ustaz
- Komaruddin
- Wasuni diedisi hari Senin di tanggal 12
- Ramadan 1439 Hijriah yang juga
- bertepatan di tanggal 28 Mei 2018 dan
- sio sahabat di pagi hari ini
- menghadirkan sosok barok
- [Musik]
- kita Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz
- alhamdulillahir Ustaz. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah
- nahmaduhuastainuhuagfiruhubillahiusinaahdillah.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Muhammadan
- abduhuasul. Para pendengar Radio
- Silaturahim dan Pamiarsa TV Rasil di
- mana saja berada.
- Alhamdulillah pada hari
- Senin
- 11
- Ramadan
- 1439 dan bertepatan dengan tanggal
- 28
- Mei 2018. Alhamdulillah kita kembali
- hadir di acara sirah sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Alhamdulillah pada kesempatan kali ini
- kami akan
- sampaikan sekilas
- atau seorang sosok sahabat Nabi yang
- namanya Barro bin
- Malik. Barro bin Malik merupakan saudara
- dari sahabat Anas bin Malik.
- Beliau memiliki tubuh yang beda dengan
- anas, yaitu
- kurus,
- kemudian agak kerempeng
- badannya, kemudian rambutnya agak
- sedikit kurang terurus ya. Ya,
- pakaiannya sederhana, tidak seperti
- lazimnya yang lain necis dan lain
- sebagainya. Pakainya kadang kala
- ya kayak kumal.
- sehingga lihat fisik, lihat pakaian
- orang kadang kala memandangkan dengan
- sebelah mata. Karena itulah memang
- penampilan seorang sahabat bernama Barra
- bin Malik. Namun demikian, Rasul pernah
- mengatakan terhadap orang ini, jika
- orang ini bersumpah atas nama Allah,
- apalagi dia mohon, pasti Allah akan
- mengabulkan. Karena apa? Karena begitu
- kedekatan hatinya dengan Allah. Itulah
- seorang sosok namanya Barro bin
- Malik. Para pendengar Radio Rasil dan
- pamiarsa TV Rasil, Barra bin Malik
- merupakan salah satu sahabat yang
- ditakuti. Bahkan Umar bin Khattab sempat
- mengirim surat ke berbagai wali yang ada
- di bawah kekuasaannya. Dia bilang,
- "Wahai para wali, jangan sampai kalian
- mengangkat Baro sebagai komandan."
- Kenapa? Saya khawatir kalau Baro
- dijadikan komandon, dijadikan komandan
- itu pasti mereka akan merugikan. Kenapa?
- Enggak akan ada yang dibiarkan oleh dia
- itu orang yang hidup begitu saja. Pasti
- disikat habis.
- Ini pesan Umar bin Khattab kepada para
- wali atau istilah bahasa kita kepada
- para gubernur agar dia dijadikan biasa
- aja. Nah, nah
- bagaimana sampai Umar mengatakan
- demikian? Memang ada latar belakang apa
- bagaimana? Tercatat dalam sejarah Baro
- bin Malik pernah dia mengadakan perang
- tanding satu lawan satu.
- Setiap orang yang melawan dia itu
- terhempas dan mati. Sehingga waktu itu
- terhitung kurang lebih ada 100 orang
- mati di tangan dia. Jadi kalau 1000
- orang ya 1000 orang yang matiin. Jadi
- Allah berikan kelebihan kepada Bar bin
- Malik bagaimana tangkasnya dia, cepatnya
- dia menyelesaikan tugas-tugas dalam
- jihad bisabilah. Sehingga orang kalau
- sudah berhadapan dengan baro itu tipis
- kemungkinan dia bisa selamat.
- Jadi selalu berakhir dalam keadaan
- terkapar gitulah. Nah, baik para
- pemiarsa TV Rasial dan para pendengar
- radio silaturahim.
- Baro bin Malik suatu
- saat
- dia mendapatkan amanah untuk ikut yaitu
- menghadapi kaum
- murtad yang mana kaum murtad ini
- dipimpin oleh seorang yang bernama
- Musailamah
- al-Kadzab. Nah, beberapa
- sahabat dihimbau agar ikut hadir
- terutama orang-orang Anshar di kalangan
- sahabat Madinah.
- Nah,
- begitu kaum
- muslimin yang dipimpin saat itu oleh
- Khalifah Abu Bakar mengerahkan pasukan
- muslimin. Ada 11
- pasukan itu. Dari 11 pasukan itu
- dipimpin langsung oleh seorang sahabat
- Nabi bernama Khalid bin Walid.
- Nah, Barra bin Malik ikut dalam
- kepemimpinan itu. Dia sebagai prajurit
- biasa. Nah, karena memang ya sahabat Abu
- Bakar Siddiq sebagai panglima tertinggi
- dalam mengurus masalah ini, orangnya
- penuh ya bijak, tahulah dia mengerti
- permasalahan-permasalahan yang dihadapi
- oleh umatnya. kelebihan kekurangan
- sawahwat itu bisa dia membaca ini. Nah,
- pada saat itu kenapa Umar tidak dianggap
- sebagai panglima? Kok Khalid? Nah,
- padahal Khalid dengan Umar itu memang
- istilahnya dua sekawan yang tidak bisa
- dipisahkan
- ya. Umar ahli
- strateginya. Nah, Khalid bin Walid
- sebagai komandan tempurnya. Nah, nah Abu
- Bakar tidak mengangkat Umar sebagai
- panglima, tapi Khalid sebagai panglima.
- Panglima tertinggi membawahi beberapa
- pasukan yang di dalamnya ada seorang
- yang bernama Barra bin Malik. Bahkan
- menurut riwayat yang lain, Barra bin
- Malik
- ini ee rambutnya kribo. Nah, jadi bisa
- dibayangkan si kribo ini kayak apa nih?
- Jadi kebanyakan keribo orang-orang
- tinggi kerempeng nih. Nah juga sama ini.
- Tapi saya enggak keribo. Iya enggak.
- Baro bin Malik ini masyaallah kalau
- lihat ee posisi fisikalnya itu
- kadang-kadang lucu orangnya ya. Jadi
- gayanya seperti itu kadang-kadang
- membuat orang tersenyum. Tuh saya masih
- ingat itu waktu di Sudan dulu ada orang
- tinggi keribo
- lagi. Masyaallah. Jadi dia kalau menatap
- orang itu kelihatannya tatapannya tuh
- tajam betul tuh. Jadi kita yang melihat
- dia kelihatannya agak sedikit ya lucu
- gitu dengan penampilan dan lain
- sebagainya. Jadi saya waktu membaca
- kisah perjalanan seorang Bar bin Malik
- terbayang itu, "Oh, enggak jauh beda k"
- kata saya dengan orang-orang yang pernah
- saya lihat di negeri
- sono Baro bin Malik ini. Nah,
- alhamdulillah pada saat ee komandan
- dipimpin oleh Khalid bin Walid, kemudian
- Baro bin Malik oleh Allah diberikan
- kelebihan.
- Dia melihat
- beberapa serangan kaum murtad begitu
- hebat dan begitu gencar. He. Sehingga
- banyak kaum muslimin yang
- tertumpas. Dia jatuh ke tanah dengan
- pedang-pedangnya tergeletak. Nah,
- kemudian salah seorang komandan dari
- kalangan muslimin dia bilang, "Hai
- baro, seru oleh kamu orang Ansar. Jangan
- mereka diam. Angkat sekarang berdiri
- tegak. Nah, baru merasa dia memang orang
- Madinah. Kemudian dia tampil, dia
- bilang, "Ya Ashab Anshar." Wahai
- sahabat-sahabat Ansar, Tal tal uhdur
- ukdur, maju maju. Hadir
- sifat. Nah, begitu mendengar suara Baro
- bin Malik, orang-orang Ansar langsung
- dia maju ke depan ternyata apa?
- Ternyata teman-temannya di kalangan
- muslimin sudah banyak
- berguguran. Akhirnya karena baru
- memimpin waktu itu orang-orang Asr
- khususnya dia bawa ke depan. Tahu-tahu
- apa? Musuh yang kelihatannya tadi begitu
- gagah langsung menciwet.
- Nah, termasuk komandannya Musailamah
- Alkadzab itu begitu melihat pasukan yang
- di situ ada Baro bin Malik, dia lari.
- Nah, lari kemudian dia masuk pintu
- gerbang. Nah, pintu gerbangnya dia
- tutup. Nah, akhirnya kan kaum muslimin
- terhalang terhalang dengan pintu itu.
- Nah, pintu itu dikenal dengan sebuah
- kebun namanya kebun almaut. Almaut. Jadi
- kebun kematian. Kenapa dikatakan kebun
- kematian? Karena di kebun itu
- [Musik]
- ribuan orang-orang wafat itu. Nah,
- bagaimana ini Baro bin Malik? Semangat
- yang gagah, semangat yang tinggi.
- Tiba-tiba sekarang terhalang karena
- memang itu ee kebun maut itu berada di
- wilayah orang-orang murtad itu. Jadi,
- dia berlindung kemudian ditutup pintunya
- dengan kuat. Nah, kemudian dari dalam
- bintung itulah dia melemparkan berbagai
- ya lemparan alat. Apakah itu panah,
- apakah itu yang namanya batu. Nah, di
- tengah-tengah kegalauan, kekacauan kaum
- muslimin in menghadapi pasukan Musa
- Alkadzab. Nah, Baro
- teriak. Kata Baro, "Wahai
- sahabat-sahabatku, angkat
- aku, lemparkan aku ke kebun mereka.
- Namun jangan lupa lindungi aku dengan
- pelindung yang tidak membuat aku terkena
- dengan panah maupun pedang. Akhirnya
- dikasih pakaian yang terbuat dari lapis
- besi itu. Nah, kemudian dia dilemparkan.
- Bisa dibayangkan tuh orang dilemparkan
- pakai alat semacam ketepel. Ketepel ya.
- Ada ket besar itu dia taruh di situ
- dilempar
- ramai-ramai orang banyak dilemparkan bat
- langsung dia berada di atas benteng lalu
- jatuh ke bawah. Nah, jatuh ke bawah ya.
- Kalau orang enggak biasa lompat begitu
- mungkin jatuh tuh tapi dia enggak jatuh
- layaknya orang jatuh enggak. Jadi jatuh
- dalam keadaan kaki ke bawah langsung dia
- tarik dia buka itu pintu itu. Begitu
- dibuka itu seperti apa gambarnya?
- Seperti air bah.
- Pasukan muslimin masuk ke tempat itu.
- Masyaallah. itu orang-orang yang
- berlindung di bawah pintu tadi tidak ada
- satuun yang selamat. Semua disikat habis
- oleh pedang-pedang kaum muslimin. Maka
- di situlah dikenal dengan istilah yaitu
- bustanul maut, kebun kematian. Nah, di
- situlah kemudian melihat pasukan kaum
- murtad banyak yang bergelimpangan.
- Kemudian
- pimpinannya menghindar. Begitu
- menghindar ketahuan oleh seorang yang
- bernama Wahsyi. Hm. Yang dulu memb Oh,
- yang dulu membeli Hamzah. Heeh. Langsung
- dikejar, langsung dilempar dengan
- lembing. Pas kena.
- Wah, kena badannya masuk tuh tembus
- lembingnya. Ya, Musailah mah aknya
- enggak bisa bergerak apa-apa. Udah
- ngegjet-nggejet bruk ke aja jatah. Udah
- tarik sama dia. Udah wahsi cuma dia
- sudah begitu udah karena dia bilang
- karena lembing ini dulu yang telah
- membunuh Hamzah dan sekarang membunuh
- manusia yang jahat lagi. Sudah pergi
- wasid. Nah Bar bin Malik setelah melihat
- ya dia ternyata dia berada dalam apa?
- Tumpukan manusia yang meninggal itu. Dia
- ketiban.
- ketiban kan dia ngelempar tuh bat terus
- dia langsung perang tanding. Nah, satu
- persatu kan mereka kaum muslimin dari
- berbagai tempat masuk ke situ. Nah,
- akhirnya mereka dipukul lagi. Jadi dia
- berada dalam tumpukan itu. Nah, dihitung
- berapa korban? 20.000.
- Bayangkan waktu perang Yamamah itu
- korban dari pihak musuh itu 20.000.
- Bayangkan banyak berarti pasukan. Ah,
- iya 40.000 pasukan semuanya. Oh, itu
- yang R.000. itu mati itu semua itu
- murtad semua itu. Iya. Kelampok murtadun
- yang mengakui kenabian yang Iya. Nah, di
- situlah begitu Khalid bin Walid sebagai
- panglima tertinggi kan tanggung jawab
- mana komandan saya nih? Dicari-cari
- ketemu ternyata ada di dalam tumpukan
- itulah dia sudah
- tergeletak. Akhirnya oleh komandannya di
- tolong lalu dihitung berapa luka? 80
- luka.
- di badannya Baro itu bekas panah, bekas
- pedang. Aduh dia sudah enggak bisa
- bergerak lagi. Sudah loyo
- adalah orang dia sendiri 100 orang dia
- bantai akhirnya ee kaum murtadin kabur
- semua. Kemudian yang lainnya mati.
- Nah, kemudian oleh panglimanya Khalid di
- bawalah dia. Nah, kemudian dia dirawat,
- diobatin. Nah, kurang lebih 1 bulan dia
- dirawat setelah itu kemudian dia sembuh
- kembali itu jadi yang bekas tusukan,
- bekas sabotan. karena sembuh kembali
- itu. Nah, begitu sembuh kembali kemudian
- ya namanya pejuang ya pejuang kan bukan
- seperti orang tukang tani. Jadi otaknya,
- pikirannya itu bagaimana meraih rida
- Allah, bagaimana menggapai e apa yang
- Allah janjikan. Selalu hidup terus.
- Enggak lama ternyata terjadi lagi
- peristiwa perang tustar. Apa itu, Ustaz?
- Nah, itu perang itu peperangan
- menghadapi kaum parsi, orang-orang
- penyembah api, Majusi. Majusi. Nah, di
- perang Tar ini ternyata Baro ikut hadir,
- ikut tampil dia sebagai ya prajurit
- tempur yang sudah lama dia merindukan
- surga. Ini pada masa kekhalifahan Umar
- bin Khattab. Iya. Jadi, dari di zaman
- Abu Bakar. Abu Bakar kemudian perang
- Umar. Heeh. Kemudian di zaman Umar. Nah,
- di perang Tustar inilah dia
- memperlihatkan bagaimana seorang Barro
- yang sudah berpengalaman menghadapi
- berbagai kecamuk perang. Nah, dia ingin
- memperlihatkan terhadap orang-orang yang
- majusi, yang penyembah api dan lain
- sebagainya. Bagaimana pasukan Nabi
- Muhammad menghadapi hal itu. Waduh,
- kalau kita baca dengan seksama mereka
- itu kalau melihat para pasukan musuh
- itu, itu seperti mereka terbang itu.
- Siapa, Ustaz? Pasukan para sahabat itu
- kayak terbang itu kayak Superman. Wih,
- kayak Superman.
- Bahkan yang menakjubkannya itu beberapa
- sahabat itu kan melintasi kali
- itu kalau kita melintasi kali bawa
- barang, bawa kendaraan itu kan
- pikirannya paling celup masuk hilang
- kagak bisa enggak nimbel-nimbel lagi.
- Iya. Tapi kalau sop lahir herannya itu
- dia bisa jalan di atas
- air. Coba
- bayangkan apa itu kok bisa jalan di atas
- air dan kudanya itu jalan di atas
- itu. Nah kita mana
- ada jadi ada kekuatan apa itu? Itu
- hebatnya para sahabat. Jadi kudanya
- dipacu betulan kalau orang sudah namanya
- ngojay dia ngojai. Ee ngojah itu istri
- berenang ya. Tapi karena semangatnya uh
- ini dipukul oleh pe apa yang nunggangnya
- penunggangnya. Wah jadi di atas air itu
- kayak di atas darat aja itu. Maka
- beberapa sahabat melihat ada barang yang
- terbawa arus. Itu itu pasukan yang
- melihat ikut Andai sebelum mencari
- barang. Kalau kita mungkin ah peduli
- aja.
- korban satu enggak apa-apa,
- tapi kebersamaan yang dimiliki oleh para
- sahabat enggak begitu. Jadi, satu kena
- musibah semua
- merasakan atau hebatnya para sahabat.
- Nah, sehingga dalam perang Tustar itu
- sahabat Bar bin Malik kena dampak
- yaitu serbuan dan pukulan pedang
- sehingga akhirnya dia jatuh. Nah, dengan
- jatuh itu dia mohon pada Allah, "Ya
- Allah, kayaknya aku sudah dekat, pengin
- aku kembali kepadamu, ya Allah. Berikan
- surga padaku." Itu dia berdoa itu baro
- itu. Heeh. Nah, lihat pasukannya banyak
- juga korban. Akhirnya Allah terima
- doanya. Gugurlah dia sebagai syahid
- dalam perang Tustar. Itulah Bar bin
- Malik, salah seorang sahabat Nabi yang
- begitu gigih dan kuat.
- Dan dia secara fisik orang mungkin
- memandang dengan sebelah mata. Tapi
- Rasul mengatakan jika orang ini berdoa
- pada Allah pasti semua yang dipintanya
- diterima oleh Allah. Dia termasuk salah
- satunya orang yang seperti itu.
- Penampilannya sederhana, tidak banyak
- macam-macam tapi keterpautan hatinya,
- kedekatan hatinya dengan Allah begitu
- tinggi. Itulah sahabat Barra bin Malik.
- Mudah-mudahan ada manfaatnya. Winkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Yaana
- [Musik]
- biananaqtarofna wa annana
- asrofna aladha
- asrofna. Fatub alaina
- taubah tagsilu kulla haubah.
- Wasturlanal
- aurati wa
- aminirati
- wagfirliwalidina rabbi wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasyairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah a jirat
- Ambi asma fadlan wjudan
- manna la
- biktisabin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suli. Shall wasallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbi
- adadatashbi
- walhamdulill ilahi fil badii wat
- [Musik]
- tanahi. Ya Allah kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas. kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara-saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat, serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Demikian tadi secara sahabat kita
- di pagi hari ini
- dalam ee sosok Baro bin Malik yang
- berjuang pada masa pada masa Rasulullah.
- Kemudian Abu Bakar Assiddiq dan terakhir
- Umar bin Khattab. Bagi Anda ikhwan dan
- akhwat yang ingin bergabung kepada kami,
- kami persilakan di line telepon
- 0218451512, SMS, dan juga WhatsApp di
- 0811999720.
- Kami akan segera kembali setelah jeda
- berikut ini.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- H