Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:19 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:21 waa ali sayyidina Muhammad. 0:23 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:24 ini hari Kamis tanggal 18 Zulhijah 1447 0:28 Hijri atau tanggal 4 Juni 0:32 2026 kita jumpa lagi biasa ini adalah 0:35 hari Kamis pertama tiap bulan Hijrah 0:38 Talk kita tentu saja akan ditemani oleh 0:42 Master Trainer BSP 0:45 juga 0:46 ee mm 0:50 konsultan bisnis digital. 0:53 Kita sudah kenal dengan Bang Habib 0:54 Husaini dan kita akan mendapat tamu yang 0:57 istimewa itu Ustaz Ahmad ee Rizani, 1:03 praktisi profesional ekspor bisnis dan 1:07 juga keatan. Sudah 30 tahun berkecimpung 1:11 di bidang ini. Beliau berada di 1:14 Singapura. Rumahnya tuh dekat dengan 1:17 Cangi, dekat Cengkareng. Kalau Jakarta, 1:19 [tertawa] 1:19 [terkesiap] 1:20 di Singapura tuh ternyata banyak sama di 1:23 Jakarta ya. Di Indonesia di sana ada 1:26 Kandi, ada Kranji, ada Jalan Samarinda, 1:29 ada Jafar Road, ada Bugis Junction, ada 1:33 Jalan Pacitan. Eah ini kami dapat 1:36 informasi dari Ahmad, Ustaz Ahmad Jani. 1:40 Di sana juga ada radio yang mulai pukul 1:43 09.00 malam sampai tuh muter ke 1:45 lagu-lagu keroncong. Ada Mus Muniadi 1:48 tikus Endong nih dari Johor nih ya. Kita 1:52 akan sapa ee Bang Habib Master Trainer 1:58 Bnsp 1:59 juga staf ahli nasional dan juga nanti 2:03 ada Ustaz Rijani. Kita akan mengambil 2:06 tema menarik sekali ini, persiapan masa 2:09 pensiun di bawah naungan Al-Qur'an. Jadi 2:12 temanya adalah persiapan masa pensiunan 2:15 di bawah naungan Al-Qur'an. 2:17 Asalamualaikum, Bang Habib juga Ustaz 2:21 Ahmad Rizani. Asalamualaikum semuanya. 2:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:26 wabarakatuh. 2:27 Ini menarik sekali judulnya nih ya. 2:30 Di bawah ee persiapan masa pensiun di 2:33 bawah naungan Al-Qur'an. 2:36 Oke, Bang Habib silakan untuk diberikan 2:38 pengantarnya, Bang Habib. 2:40 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:42 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Krisna 2:45 yang saya hormati, 2:47 yang saya banggakan, dan para pendengar 2:50 yang dirahmati Allah. Mudah-mudahan 2:52 kehidupan kita bermanfaat buat orang 2:54 lain dan semua urusan kita dilancarkan, 2:57 diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala. 3:00 Hari ini kita membahas terkait ee 3:03 fenomena yang cukup menarik di 3:07 masyarakat kita yaitu pensiun ya. 3:10 Apakah ketika pensiun 3:13 karir berakhir, apakah kehidupan kita 3:14 ikut berakhir gitu ya? Sahabat Radio 3:17 Silaturahim yang dirahmati Allah, 3:19 izinkan saya mengawali perbincangan hari 3:20 ini dengan pertanyaan sederhana tapi 3:23 mungkin sangat dalam. ketika kita 3:26 menghentikan aktivitas kita, 3:27 menghentikan ee jabatan kita, 3:30 menghentikan rutinitas kita, lalu besok 3:32 pagi kita bangun tanpa agenda rapat, 3:35 tanpa target, tanpa bawahan, tanpa 3:39 identitas jabatan gitu ya. Siapa kita 3:41 sebenarnya gitu sebenarnya. Nah, 3:43 pertanyaan ini penting karena banyak 3:45 orang itu menghabiskan puluhan tahun 3:47 membangun karir tapi ee sedikit sekali 3:51 orang yang membangun kehidupannya dia 3:53 gitu ya. kita belajar membangun manajer, 3:55 direktur, ada yang jadi pengusaha 3:57 profesional, pejabat gitu ya. Tapi kita 4:01 jarang sekali 4:03 ee belajar bagaimana pensiun bahagia. 4:06 Nah, sebetulnya tidak linear Pak Krisna 4:09 antara yang kita bangun 4:13 jabatan, karir, ya, dan lain-lain. Kita 4:17 berada sampai setitik di puncak. Ketika 4:20 di puncak kita langsung pensiun misalnya 4:23 kita dibuat pensiun akhirnya apa? 4:26 Akhirnya itu kita tinggalin gitu. 4:28 Jabatan yang kita pupuk sampai jabatan 4:31 yang tinggi itu kita tinggalkan gitu. 4:34 Kita memulai kehidupan yang dari nol 4:37 lagi. Kita enggak belajar, kita enggak 4:39 mempersiapkan itu gitu ya. Misalnya dia 4:41 pensiun umur 50 ee 8 tahun gitu ya. 4:46 ee usianya dia 80 tahun. Berarti ada 4:48 sekitar 22 tahun dia itu 4:55 hidup hidup ya tanpa tanpa misalnya ada 4:59 e persiapan gaji atau persiapan apa yang 5:02 dia siapkan gitu selama 22 tahun dia 5:05 tidak ee kerja gitu ya gitu ya. Nah, 5:09 jadi 5:10 ee dalam kenyataannya karir itu memiliki 5:13 batas waktu, Pak Krisna. 5:16 Jabatan itu juga ee ada berlakunya, tapi 5:21 penghasilan aktif itu juga ada 5:23 berlakunya, tapi kehidupan berjalan gitu 5:25 ya. Nah, di sinilah ee masalahnya di 5:28 kehidupan modern ya. Banyak orang sukses 5:30 secara profesional tapi ee tidak siap 5:33 secara personal gitu ya. 5:36 Bahkan dia bisa ngelola perusahaan 5:38 miliaran rupiah, tapi dia enggak bisa 5:41 mengelola masa tuhannya gitu ya. Dia 5:44 bisa bikin bisnis ee yang besar ya, 5:47 scale up sampai ee sampai puluhan miliar 5:51 misalnya. Nah, tapi kehidupan dia 5:54 setelah dia pensiun dia tidak bisa 5:57 mengelolanya gitu ya. dia kualitas 6:01 hidupnya dengan pasangan juga ee belum 6:05 bagus gitu ya. Bagaimana kualitas ee 6:08 ibadahnya dia gitu ya. Nah, karena kita 6:11 itu pensiun itu injury time gitu ya. 6:14 Injury time apa? Injury time kita 6:16 menghadapi kehidupan yang selamanya gitu 6:20 ya. Itu enggak disiapkan gitu ya. Jadi 6:21 kita kerja waktu kita dari 24 jam 6:25 sebagian besar untuk kerja. Kadang ada 6:27 yang 8 jam, 10 jam, 14 jam untuk sesuatu 6:30 yang kita tinggalkan. Masuk akal enggak, 6:32 Pak Krna? Jadi agak agak paradoks nih. 6:35 Kita membangun sesuatu gedung, habis itu 6:38 setelah jadi gedungnya kita hancurin 6:40 gedungnya atau kita tinggalin gedungnya. 6:42 Nah, kita memulai dari nol lagi gitu ya 6:45 untuk sesuatu yang hidup selamanya. 6:47 Kadang kalau e kadang kita ee bekerja ya 6:50 saking kerjanya sibuk ya, waktu salat 6:53 kita lewat, oh dan entar dulu ya 6:55 tanggung lagi ada kerjaan. Padahal itu 6:56 kehidupan kita selamanya setelah mati 7:00 gitu ya. Nah, kita lebih orang itu lebih 7:05 lebih konsern sama kehidupan dia hal-hal 7:09 yang mendesak gitu ya yang di depan 7:12 matanya dia enggak tahu hal yang jauh 7:14 lebih penting gitu ya. Itu itu 7:15 kecenderungan manusia ya. Nah, sekarang 7:18 juga model pekerjaan berubah gitu ya. 7:21 Ada satu hal yang enggak berubah ya. 7:23 manusia ini bergerak menuju masa pensiun 7:26 dan akhirnya akhirat gitu ya. Kita nih 7:28 semua bergerak menuju kematian gitu ya. 7:32 Dan yang penting itu sebetulnya ya bukan 7:36 hanya finansial tapi siapa saya gitu ya 7:39 tanpa jabatan, tanpa title siapa saya 7:42 gitu ya. Apa manfaat saya buat ee buat 7:45 umat gitu ya? Apa manfaat saya buat 7:46 orang lain? Apakah saya hanya memperkaya 7:48 keluarga saya, memperkaya diri sendiri 7:50 gitu ya. Nah, sebagian besar ini manusia 7:54 hanya mengukur kekayaan gitu ya. Jarang 7:56 yang ngukur kualitas sama pasangan, 7:58 kedekatan sama anak, bahkan ya ini Pak 8:00 Krisna saya e real ya. Kisah kisah apa 8:03 namanya? Salah satu teman saya ada salah 8:05 satu pejabat lah di 8:09 e salah satu organ apa lembaga 8:11 pemerintah. 8:12 Dia itu jarang ketemu anaknya gitu ya. 8:15 sampai anak perempuannya itu ee dia 8:17 bilang sama anak anak perempuannya 8:20 bilang sama ayahnya, "Ayah ee sehari 8:23 berapa gitu ya. Biasanya gaji ayah itu 8:25 berapa sih?" R3 juta. Oh, berarti 1 hari 8:28 R1 juta gitu ya? 1 hari R1 juta. Pada 8:32 satu nah berapa lama gitu ya anak 8:35 perempuan ini dia ngumpuli apa dia 8:38 ngasih celengan apa namanya? Ee 8:41 celengan. Saya juga merinding ini 8:42 dengar. Jadi ngasih celengan ke ayahnya. 8:45 Dia ngasih celengan, "Ayah, ee ee saya 8:49 ee beli waktunya ayah 1 hari dikasih 8:52 uang R1 juta sama ayahnya gitu ya. Ee 8:55 bongkar itu ayahnya sampai ayahnya 8:58 sampai nangis dan akhirnya itu ayahnya 9:00 keluar juga dari kerjaannya gitu ya. Dia 9:01 ngambil pensiun cepat 9:03 buat ee jaga kualitas sama anaknya, sama 9:05 keluarganya gitu ya. 9:06 Hm. 9:07 Jadi dan itu kisah real ya. Jadi eh 9:11 bagaimana apalagi hubungan kita dengan 9:14 Allah gitu ya, kontribusi kita buat umat 9:16 gitu ya. Nah, akibatnya ya banyak yang 9:19 terjadi itu hidup autopilot, Pak Krisna. 9:21 Nah, hidup autopilot itu hidup ya udah 9:23 hidup aja bangun tidur 9:25 apa kita kerja makan, habis itu ngobrol 9:28 sama orang, habis itu kita pulang tidur 9:30 lagi. Ee ee hubungan mungkin hubungan 9:33 sama istri ee apa sosialisasi sudah 9:36 selesai. Apa bedanya manusia sama 9:38 binatang kalau kayak gitu gitu ya. 9:40 Nah, 9:41 tapi secara finansial mungkin cukup gitu 9:44 ya, tapi secara mental kosong 9:46 gitu ya. Secara ekonomi mungkin aman 9:48 gitu ya, tetapi secara spiritual gersang 9:50 gitu ya. Makanya banyak orang-orang yang 9:52 top gitu ya, orang-orang yang secara 9:55 akademik bagus tapi mohon maaf ngaji aja 9:57 enggak bisa gitu ya. Banyak sekali itu 9:59 ya. 10:00 Materi mungkin berlimpah tapi kehilangan 10:02 makna hidup gitu ya Pak. Nah, padahal 10:05 dalam Islam kesuksesan tuh enggak diukur 10:07 dari kekayaan, tapi Islam itu 10:10 mengajarkan keseimbangan gitu ya, antara 10:12 dunia akhirat gitu ya, antara 10:14 produktivitas dan ketenangan gitu ya. 10:17 Ada keberkahan di situ dan manfaat bukan 10:20 hanya buat pribadi tapi buat orang lain 10:22 gitu ya. Nah, 10:24 pencium itu bukan masa nungguk. Jadi 10:26 begitu saya berapa tahun lagi ya, 3 10:28 tahun pensiun lagi. Waduh saya tuh 10:30 kayaknya stres mau pensiun gitu. Justru 10:33 sebaliknya pensiun itu kesempatan kita 10:35 buat belajar hal baru, naik kelas gitu 10:37 ya. Siapin buat kehidupan kita yang 10:39 selamanya. Kan kita enggak tahu. Bisa 10:41 jadi waktu kita kerja kita sudah 10:43 dipanggil sama Allah gitu 10:44 gitu. Kapan mau persiapannya kita kerja 10:47 ngejar-ngejar 10:48 apa dunia ya sudah gitu kita dipanggil. 10:51 Iya. Ini saya mungkin umur ya masih 10:56 lebih muda ya. Tapi banyak teman saya 10:57 yang sudah meninggal juga Pak Krisna 10:59 karena makanan salah gitu ya. karena 11:02 pola hidup enggak benar gitu. 11:03 He. 11:04 Nah, jadi 11:06 jadi gimana caranya kita rubah ini 11:08 penghasilan saya, penghasilan kita jadi 11:10 keberkahan. Bagaimana 11:13 mungkin ini kita tekatin mulai dari umur 11:15 kita sekarang sampai kita meninggal kita 11:19 saya ajarin anak saya pak mulai ee 11:22 bangun tidur kamu niatin hidup kamu 11:24 karena Allah dan untuk Allah ya. Jadi 11:28 semua yang kita lakukan itu bernilai 11:30 ibadah. Yang kedua, 11:32 saya wakafkan diri saya buat umat. Jadi, 11:36 buat umat itu buat masyarakat luas, 11:38 bukan hanya umat Islam, tapi agama lain. 11:41 Nah, bagaimana kita bisa bermanfaat buat 11:44 orang lain gitu ya. Ketika bermanfaat 11:46 buat orang lain, maka energi kita akan 11:49 lebih besar, karya-karya terbaik kita 11:50 akan muncul, Pak Kristana gitu ya. 11:53 Nah, gitu. Dalam Islam ini enggak ada 11:54 istilah pensiun gitu ya, 11:56 tapi bermanfaat sampai meninggal. Nah, 12:00 jadi gini ee saya ini ee didampingi ini 12:03 ada 12:04 ee mentor ee coach senior saya ya. 12:08 Beliau ee orang Singapura ya. Ee tetapi 12:13 banyak juga ngisi di Indonesia ee Mister 12:16 Ahmad Rizan. 12:19 Nah, bagaimana kita membangun mindset e 12:21 saatun bagaimana mungkin di di dunia 12:25 sana di Singapura itu 12:27 orang bekerja sampai tua gitu. Nanti 12:29 kita coba dengar cerita beliau ya, 12:30 karena kita mau gali dengan beliau 12:32 bagaimana beliau ini 12:35 tetap produktif gitu, tetap produktif di 12:37 usia yang 12:39 tidak lagi muda gitu ya. Tapi 12:40 bolak-balik Singapura, Indonesia, 12:42 Malaysia, 12:44 nah ee nanti kita tanyakan. [tertawa] 12:47 Tapi umur umur fisiknya itu umur 12:52 fisiknya sama umur dalamnya ya, jiwanya 12:55 lebih muda dalamnya jauh gitu ya. Jadi 12:57 kadang-kadang dia masih semangat saya 13:00 kita sudah capek nih yang muda beliau 13:02 masih terus sampai malam masih 13:04 100% terus ya. 13:06 Nah, jadi banyak juga mengelola ee aset 13:09 umat gitu ya. Banyak ee mendidik dan 13:11 muridnya itu ee salah satu organisasinya 13:14 sudah alumninya sudah 1000 lebih gitu 13:16 ya. 13:16 Masyaallah. Nah, jadi ee nanti saya 13:19 minta beliau insyaallah bisa berkenan 13:22 untuk sharingsharing terkait manajemen 13:26 hidup ya. Manajemen hidup terutama kita 13:29 belajar dari adaptasi dari negara maju 13:31 seperti Singapura gitu ya. Nanti beliau 13:33 bisa sharing karena beliau 30 tahun 13:36 lebih ee di sana dan bisa membangun 13:40 bisnis ekonomi keumatan gitu ya di sana 13:43 gitu ya. Jadi silakan ee Pak Krisna 13:47 mungkin bisa diantarkan ke 13:49 belia.Oke, kita sudah dengar tadi 13:50 pengantaran dari Bang Habib. Sekarang 13:53 kita akan mendengarkan dari Ustaz 13:56 Rizani, prak praktisi profesional dari 13:59 Singapura. Asalamualaikum, 14:02 Pak Ustaz Ahmad Rizani. 14:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 14:07 wabarakatuh. Waduh, ini temanya sangat 14:10 menarik sekali nih. Persiapan masa 14:12 pensiun di bawah naungan Al-Qur'an. Ee 14:14 bisa diuraikan, Ustaz. Fadol, Ustaz. 14:18 Baik, terima kasih ee Bang Husaini dan 14:22 juga dengan Bang Trisna 14:26 kita boleh bersilaturahim 14:29 ee melalui Radio Rasil dan TV Rasil ya. 14:32 Iya. Ee alhamdulillah 14:34 kalau kita berbicara tentang bagaimana 14:38 hidup dan kehidupan kita melalui ee 14:42 keadaan saat ini, sebenarnya 14:46 kita mencoba untuk membandingkan 14:50 ee dari beberapa situasi ya. 14:54 Kalau [mendengus] di Singapura memang 14:57 kami juga bertugas itu salah satunya 15:00 membimbing persiapan untuk berumah 15:02 tangga. 15:03 Nah, jadi semua muslim di sini 15:05 diharuskan ikut kursus rumah tangga. He 15:09 untuk ee mereka memahami tentang hak dan 15:12 kewajibannya sebagai orang Islam di 15:15 dalam berumah tangga itu seperti apa. 15:18 Ya. Nah, di sinilah kita akan 15:20 menekankan, menanamkan ee untuk 15:23 mempersiapkan diri mereka dari semua 15:26 aspek kehidupan 15:28 baik aspek psikologi, aspek ee 15:31 nilai-nilai ibadah, dan juga masalah 15:33 keuangan. Oke. Nah, tentu seperti apa 15:38 yang disampaikan oleh Habib Husani tadi, 15:42 ramai kita umat Islam ya di mana saja 15:45 ya, tidak juga orang Islam yang lain pun 15:48 ee mereka terlena dengan pekerjaan 15:50 mereka. 15:51 Nah, kita sedikit ee menyinggung tentang 15:54 persiapan itu ee secara formal atau 15:57 teknis yang disiapkan oleh ee pemerintah 16:00 Singapura ya. 16:02 Contoh begini, kalau di Singapura itu 16:05 semua pekerja diwajibkan punya CPF. Nah, 16:09 CPF ini adalah tabungan 16:11 H 16:11 untuk masa depan. Oke. Nah, di situ ee 16:16 termaktub ada e doner account, special 16:20 account, dan ada namanya medicine. 16:23 [batuk][berdehem] Nah, ini ee yang 16:25 sangat kita berkesan ya. 16:29 Jadi kalau kita sakit, kalau kita kan di 16:31 Indonesia itu sekarang ada BPJS BPJS 16:34 ya. Nah, kalau kita ini tidak kita ada 16:37 medicip. Uang medicip itulah yang 16:39 digunakan bilamana kita sakit untuk 16:41 bayar bil hospital. 16:44 Dari sebagian uang minisip itu nanti itu 16:47 digunakan pula untuk membeli asuransi 16:49 kita. 16:51 Ya, itu di kalau CPF itu, maaf CPF itu 16:55 adalah ee potongan gaji kita di mana pun 16:58 kita bekerja dipotong ee antara 10 atau 17:02 20% itu dipotong. 17:04 Nah, tapi majikan harus nambah 10%. 17:09 Oke. Ee jadi e kita dipotong 20% tapi 17:13 pemerintah menambah juga 10% artinya 17:16 dimasukkan ke tabungan kita 30%. 17:20 Contoh, anak kami menggunakan untuk 17:22 bayar kuliah misalnya, boleh diambilkan 17:25 di situ, tapi nanti setelah dia kerja 17:28 wajib mengembalikan. 17:30 Oh, gitu 17:31 ya. Terus kalau ketika kita sebagai 17:33 orang tua mengibarati menghalalkan atau 17:37 menghapus apa yang diambil oleh anak itu 17:39 tidak boleh. 17:40 H 17:41 tetap harus dimasukkan ke tabungan orang 17:43 tua karena itu haknya orang tua untuk 17:45 masa depannya nanti ketika pensiun. 17:49 ya. Nah, jadi ee CPF ini selain 17:54 digunakan juga untuk membayar membiayai 17:56 rumah ya kita di sini kan semua 17:59 mengambil rumah dengan government kan 18:01 kita ambil loan ya tapi ya alhamdulillah 18:05 selama saya di sini belum kelihatan ada 18:07 orang yang diusir dari rumahnya begitu 18:10 ya. 18:11 Nah kalau kita kan nanti dipasangin bank 18:13 di bank tuh kan dilelang oleh bank ya 18:15 begitu ya. 18:17 Iya. Iya. I. 18:18 Nah, [mendengus] di sini perlindungan 18:19 terhadap masyarakat juga luar biasa ya. 18:23 Oleh karena itu ketika kita ajarkan 18:26 mereka untuk menghadapi masa pensiun itu 18:30 kita harus memahami dulu hakikat di 18:31 dalam Islam tuh yang dikatakan pensiun 18:33 itu apa gitu kan. Nah, kalau secara 18:37 formal kita pensiun itu tentu lepas dari 18:40 segala jabatan formal kita kan. 18:44 Lalu kita mendapat sebahagian dari uang 18:46 gaji kita itu yang diterima oleh kita 18:49 setiap bulan atau oleh istri kita kalau 18:51 kita meninggal dunia. Kan seperti itu 18:54 ya. Nah, kalau itu ee seperti yang 18:58 dikatakan tadi sama Habib Husaini ya 19:01 betul ya. Tetapi 19:03 sudah tak kita tuh ketika kita ee mulai 19:07 bekerja, kita sudah memahami 19:11 hakikat bahwa kita tidak kekal dalam 19:13 pekerjaan itu dan apa dan bagaimana yang 19:16 harus kita lakukan setelah kita 19:18 umpamanya tidak punya jabatan itu. Baik 19:21 ketika kita pensiun atau ketika kita 19:23 dipensiunkan oleh orang kan begitu ya. 19:25 Iya. 19:27 Ini nih harus kita pahami dulu. Nah, 19:29 jadi ee kalau konteks di Indonesia tentu 19:33 akan berbeda kali dengan di Singapura. 19:36 Nah, kalau di Singapura ini memang ee 19:40 kalau kita lihat dulu dari segi nilai 19:41 Islam ya, 19:43 ramai dulu sekarang ini pun kalau lihat 19:46 di airport di mana ya itu orang-orang 19:50 tua masih bekerja ya. Jadi pernah kita 19:54 tanyakan 19:56 kepada ya salah satu menterilah di 19:58 Singapura ini. Dia hanya menjawab, 20:02 "Dalam Islam tuh ada istilah pensiun 20:04 enggak?" Enggak ada kan? 20:06 Pensiun kita setelah kita meninggal 20:07 dunia. 20:08 Heeh. 20:09 Nah, kita hidup itu harus berkarya. 20:12 Kita boleh masa istilahnya secara formal 20:16 kita tidak menjabat dan tidak bekerja 20:18 lagi ya karena sudah sesuai umur atau 20:20 waktunya. Tetapi hidup kita ini belum 20:23 berhenti sampai di situ. Begitu 20:26 kita harus berkarya. 20:28 H di apa itu? 20:31 Kenapa? 20:32 Di siapa kesibukannya itu kalau sudah 20:34 masa seperti itu? 20:36 Ya, pertama kesibukan kita itu ada yang 20:39 bisa bernilai ekonomis, ada juga 20:42 bernilai sosial dakwah kan. 20:44 Hm. 20:45 Hm. Macam contoh mereka secara ekonomis 20:48 setelah umur 65 70 ya itu ee pensiun dan 20:52 bekerja lagi. Di Singapura dia bekerja 20:55 mungkin orang-orang yang sudah lansia 20:57 itu tidak full time ya. Artinya mungkin 21:00 1 hari itu mungkin hanya 4 jam atau 5 21:03 jam gitu ya. Tapi dari segi kesehatan 21:06 dan dari segi interaksi sosial mereka 21:09 dapat kan. 21:10 Hm. 21:11 Ya. Oke. Dan secara ekonomis juga mereka 21:13 dapat gaji. 21:14 Iya. 21:15 Oke. Dan di sini kalau ada orang kalau 21:18 di sini namanya OKU ya, orang yang 21:20 kurang upaya ya macam disabilitas itu 21:23 kalau dipekerjakan perusahaan itu akan 21:25 mendapatkan 21:27 keringanan pajak gitu termasuk mijakan 21:30 orang tua juga. 21:33 Oke. Nah, jadi kalau kita kembali untuk 21:36 menekankan kenapa kita pensiun itu 21:39 prinsipnya adalah ketika Izrael itu 21:42 sudah datang menjemput kita. 21:44 ya. Nah, di sini pun sama walaupun tidak 21:47 dikatakan itu nilai-nilai Islam ya, kita 21:50 tuh diminta untuk aktif terus 21:54 aktif dalam bidang sosial ya, dalam 21:56 bidang ee keagamaan ee sehingga ruang 22:01 tidak ada ruang waktu yang tersia-siakan 22:03 ketika kita sudah masa ee lansia. Nah, 22:08 lalu bagaimana kalau kita berbicara 22:10 secara ekonomis ya tadi orang tetap 22:13 kerja sesuai dengan umurnya 22:15 ya. Dan yang kedua kalau kita lihat kan 22:18 dalam Al-Qur'an sidir surah Al-Asr 22:20 mengatakan kan demi waktu sesungguhnya 22:23 manusia itu kan sangat merugi kecuali 22:25 orang-orang yang 22:27 beramal saleh kan yang bertakwa ya kan. 22:30 Nah, itu diamalkan di sini begitu loh. 22:32 Nah, jadi kita di Indonesia, maaf ya ee 22:36 kebetulan ini mungkin masalah pengaruh 22:39 masalah currency saja ya. 22:41 He. 22:41 Kalau kita di sini ya uang pensiun kita 22:44 tidak boleh diambil 100%. Jadi di sini 22:47 tidak ada istilah pensiun negara lagi 22:49 ya. 22:50 Jadi di sini semuanya itu harus punya 22:52 tabungan CPF sendiri yang di mana 22:55 tabungan CPF itu ada persiapan di hari 22:57 tua mereka. 22:59 Nah, tapi tabungan itu sendiri kalau 23:02 kita melihat namanya CPF itu, itu 23:04 dikelola oleh pemerintah, oleh body 23:07 pemerintah. Dan itu juga kalau mau lihat 23:09 dari interest rate-nya kita dapat dapat 23:11 bunga juga gitu loh. Tapi kita tidak 23:14 berpikir sampai ke situ ya. Nah, karena 23:16 apa? Dananya, F-nya itu juga diputar di 23:19 saham mungkin atau di mana kita tak 23:21 tahulah ya. Nah, yang kedua ee kalau 23:25 dulu kita boleh mengambil sekaligus 23:28 semuanya, sekarang pemerintah Singapura 23:30 tidak mengizinkan. 23:32 H. 23:32 Nah, lalu kita hanya dikasih nanti 23:35 bertahap per bulan ee sesuai dengan 23:38 nilai tabungan yang ada di situ. 23:40 Misalnya tabungan kita ada 250.000 dolar 23:43 misalnya. Nah, kita akan dapat selama 23:46 sampai kita meninggal itu per bulannya 23:49 tuh berapa ribu dolar gitu kan. 23:52 tetap terjaga di situ ya. Nah, ini yang 23:56 ee kalau kita sakit misalnya medisip 23:59 kita tidak cukup ya, itu nanti bisa 24:02 ditop oleh medisip orang tua anak kita. 24:06 Dan uang-uang CPF itu sendiri itu bisa 24:09 diwariskan kepada anak atau kepada istri 24:13 ketika kita sudah meninggal dunia. Jadi, 24:16 tidak hilang. Nah, ini 24:18 persiapan-persiapan masa pensiun ee 24:21 kalau kita melihat di negara Singapura 24:23 ya. Nah, lalu kalau kita di Indonesia 24:26 kalau kita ingin mengamalkan nilai-nilai 24:29 Islam itu sendiri ya. Nah, ketika kita 24:32 sudah begitu lama kita bekerja secara 24:34 formal lalu ketika kita berhenti ya, 24:38 maka mungkin kita akan nanti sindrom 24:40 power, tidak mempunyai aktivitas sosial 24:44 keagamaan 24:45 ya. dan timbullah berbagai penyakit yang 24:48 akan ee hinggap pada diri kita. Oke. 24:52 Nah, lalu ee bagaimana kita menyikapi 24:55 hal ini? Kita harus kembali kepada 24:57 nilai-nilai Islam yang telah mengajarkan 25:00 kita untuk memanfaatkan waktu itu 25:03 seoptimal mungkin agar hidup kita ini 25:06 kaya dengan manfaat manfaat kepada diri 25:09 kita, keluarga kita, maupun orang lain. 25:12 Ini harus kita kerjakan. Nah, kalau dari 25:15 segi ekonomi tentu memang sangat 25:17 mempengaruhi ya seseorang tidak akan 25:20 bisa berbuat aktivitas sosial keagaman 25:22 yang tulus ya atau yang yang 25:27 gampang ya tanpa ada juga fasilitas 25:30 keuangan atau ekonomi yang mendukung 25:31 kan. Nah, oke. Kalau kita di Singapura 25:35 kita terbatas. Kalau di Indonesia 25:38 sebenarnya tidak terbatas fasilitas atau 25:40 sarana untuk kita berbisnis. Kenapa? 25:43 kita di Indonesia boleh buat peternakan, 25:46 betul gak pertanian. 25:49 Banyak peluang sekali yang dapat kita 25:51 lakukan 25:52 dan saya lebih cenderung mengarahkan ke 25:55 situ kalau kata di Indonesia ya atau 25:58 kalaupun ingin menabung ya tabunglah 26:00 yang berupa emas. 26:03 Oke. Kenapa? Kalau kita menabung dengan 26:06 berupa emas tentu ee 26:10 ya Anda tahu sendiri bagaimana situasi 26:12 ekonomi dunia saat ini ya. Jadi yang 26:14 mengalami bukan Indonesia saja begitu 26:16 loh. 26:17 Hm. 26:18 Nah, ini yang harus kita pahami. Nah, 26:21 jadi ee tentu setiap negara itu 26:24 mempunyai cara yang berbeda di dalam 26:27 meningkatkan kesejahteraan ee rakyatnya. 26:31 Oke. Nah, kalau di Singapura dia akan 26:35 tetap mengoptimalkan selalu lapangan 26:37 kerja itu terbuka. 26:40 Contoh ya, ini kita menyimpang sedikit 26:42 ya masa COVID. Masa COVID itu supaya 26:46 hotel-hotel itu tetap hidup. Ee jadi 26:49 pekerja-pekerja asing yang tidak bisa 26:52 pulang ke negaranya terutama yang dari 26:55 Malaysia itu di mereka disuruh menginap 26:57 di hotel dibayarkan oleh negara. 27:00 Oh, gitu. Oke. 27:02 Masyaallah. 27:02 Dan ee setiap warga negara Singapura itu 27:07 setiap berapa bulan sekali diberi vouor 27:09 untuk menginap di hotel. 27:10 Hmm. Maksudnya biar apa ya? 27:13 Ah, biar hotel tidak mati. 27:15 Oh, masyaallah. 27:16 Ee karena 27:18 [tertawa] ya sekarang kita tinggal di 27:20 rumah terus misalnya kan jarang 27:22 beraktivitas. Tentu kita kan mau 27:24 refreshing wisata ke luar negeri kan 27:26 terbatas. Tidak boleh kan? 27:29 ya wisata dalam negeri sajalah 27:34 ya. Nah, dan kemudian setiap keluarga 27:37 itu tergantung tingkat ekonomi mereka 27:40 biasanya mereka dapat kemarin itu 27:41 subsidi negara sampai 10.000 dolar. 27:44 Hm. 27:45 Nah, kenapa? Supaya perputaran ee setiap 27:48 raket yang punya duit ya, individu yang 27:51 punya duit, otomatis dia akan 27:54 berbelanja. Dengan berbelanja itu 27:56 ekonomi berputar kan. 28:00 Iya kan? Nah, itu. Nah, jadi ini juga 28:03 harus kita terapkan dalam hidup dan 28:05 kehidupan kita ketika kita menata 28:07 kehidupan ekonomi kita, kegiatan kita 28:10 ketika mempersiapkan masa pensiun itu 28:13 sendiri gitu loh. Ketika saya nanti 28:15 sudah pensiun ya, saya punya deposit 28:18 uang cash sekian berupa emas sekian, 28:22 saya akan jadi petani atau apa begitu 28:24 ya. Nah, jadi hidup itu akan bermakna 28:28 begitu. Tapi ya kalau kita sarankan 28:32 kalau memang dalam segi properti bagus 28:34 ya silakan begitu tapi jangan 28:36 menempatkan ee uang itu dalam satu 28:40 basket lah ya. Nah, jadi untuk umat 28:44 Islam kita sarankan ee kita juga sudah 28:49 pernah berbicara dengan pihak 28:51 kementerian ya, terutama Kementerian 28:53 Agama dulu. Sebaiknya generasi muda 28:57 Islam yang menikah itu wajib mengikuti 29:00 kursus rumah tangga yang berkaitan bukan 29:03 hanya masalah hak dan kewajibannya. 29:06 mencari nafkah sebagai suami, apa 29:09 kewajiban sebagai istri, tapi bagaimana 29:11 mengelola ekonomi mereka. 29:14 Nah, ekonomi umat ya, Ustaz ya? 29:16 Ekonomi umat itu ya. Nah, jadi kalau itu 29:19 dipahamkan syukur alhamdulillah nanti 29:22 kalau di Indonesia itu program-program 29:25 ee wakaf produktif itu dapat ee sudah 29:29 memasyarakat ya wakaf produktif itu 29:32 tentu juga akan selaras atau serasi 29:35 dengan program persiapan masa pensiun 29:38 bagi orang kita di Indonesia 29:40 ya. Karena sambil sambil berbisnis juga 29:44 kita ada beramal di situ dengan 29:45 program-program W produktif itu ya. 29:49 Jadi, Ustaz He 29:50 menarik sekali ya. Menarik sekali ee 29:53 terkait ee penjelasan Ustaz ya. Cuma ini 29:57 kita mau lihat fenomena ya saat ini kita 30:00 tuh sering lihat orang yang sukses gitu 30:01 ya, punya jabatan, punya rumah segala 30:04 macam. Kadang-kadang disebut profesor, 30:07 direktur segala macam. Tapi mereka itu 30:10 takut pensiun, Ustaz. Kenapa orang 30:12 sukses itu banyak takut pensiun? Menurut 30:14 Ustaz tuh bagaimana gitu ya. ee 30:17 iya karena 30:20 begini, maaf sebab mereka tidak 30:24 menyadari ee bahwa kalau kita di mana 30:28 pun kita bekerja, kapan pun kita dipakai 30:31 orang itu jangan kita berpikir kalau 30:33 sudah kita pensiun itu kita tidak 30:35 dipakai itu kita sudah artinya kecewa 30:39 atau gagal atau tidak siap begitu loh 30:41 ya. Makanya ketika kita masih sekolah 30:45 pun harus ditanamkan. Kita ee kita 30:48 belajar ini bukan untuk menjadi kuri. 30:51 Itu pertama. 30:52 Yang kedua, kita kita bekerja itu bukan 30:56 karena kita ingin hanya mencari duit, 30:58 tapi karena kita melaksanakan 31:00 nilai-nilai Islam. Kan dikatakan okeika 31:05 bilikmah kan menyuruh manusia dengan 31:07 hikmah. Itu pertama. Yang kedua, kita 31:09 berdakwah itu bilhal, bilisan, ya kan? 31:13 Bilhal itu dengan perbuatan. Nah, 31:15 perbuatan ini tentu juga banyak dengan 31:17 ee sistem ekonomi dan sebagainya. Nah, 31:20 jadi tanamkan itu dulu sejak kita 31:23 sekolah ya. Di mana pun dan kapanpun 31:28 saya itu akan siap melakukan yang 31:29 terbaik. 31:31 Oke. Jadi, jangan takut. Nah, kalau 31:33 orang yang takut dengan pensiunnya, 31:35 takut jabatannya hilang, lalu dia 31:38 walaupun orang pintar jadi kebingungan, 31:40 itu karena prinsip akhlaknya yang kurang 31:43 terukur itu. 31:44 Nah, ini juga ada fenomena menarik nih 31:46 di Indonesia nih ya. 31:48 Ee orang diajak ibadah gitu ya. Ayo kita 31:52 ee rajin ke masjid, ayo kita rajin baca 31:55 Quran misalnya. Ee terus jawabannya 31:57 gini, Ustaz. Ya sudah nanti tunggu 32:00 pensiun lah. Kalau pensiun itu sering ke 32:02 masjid. Jadi di Indonesia ini agak unik, 32:05 Ustaz. Orang-orang yang banyak di masjid 32:08 itu bukan ya memang ada sebagian banyak 32:10 yang anak muda, tapi sebagian lagi itu 32:13 orang-orang pensiun gitu ya. Jadi begitu 32:15 pensiun dia tiap hari ke masjid 32:17 gitu ya. Dia rajin Nah ini menurut saya 32:21 apakah nunggu? Iya. Benar enggak? Betul 32:23 enggak Pak Krisna? 32:24 Betul. 32:24 Iya enggak? Nah banyak sekali begitu. 32:26 Ayo kita ee apa namanya? Jadi, 32:28 seolah-olah kita misahin ini sekarang 32:30 lagi ngerjain dunia, nanti akhirat 32:31 belakangan gitu. Padahal umurnya enggak 32:33 tahu. Nah, ini kan sebenarnya konsepnya 32:36 kalau kita mengerjakan kayak misalnya 32:39 kita wakaf produktif nih, kayak ustaz 32:41 kan sebetulnya pakar wakaf ya menurut 32:44 saya ya. Ya, jadi beberapa kali sering 32:46 sekali ngajar-ngajar tentang wakaf. 32:48 Wakaf produktif itu kan sebetulnya usaha 32:52 dunia dan akhirat gitu ya. Misalnya kita 32:54 ee ada tanah gitu ya, dibangun usaha 32:57 gitu ya, tanahnya tanah wakaf. Usahanya 33:00 bagi hasil antara pewakif sama 33:03 umat gitu. Dibuat umat. Itu kan 33:05 sebetulnya dunia akhirat. Banyak 33:06 implementasi-implementasi 33:08 terkait kita persiapan ee setelah 33:12 pensiun itu dipisahin. Oh sekarang 33:14 anggapnya sekarang kerja nih nanti 33:16 akhirat. Padahal habis pensiun misalnya 33:20 tiba-tiba meninggal gitu ya. atau satu 33:22 hari setelah pensiun post syndrome terus 33:24 meninggal gitu ya kan enggak tahu gitu. 33:26 Nah, jadi bagaimana menggabungkan konsep 33:29 ee dunia sama akhiratnya itu udah jangan 33:32 nunggu pensiun sekarang aja kita ngajar 33:35 ee dunia kita dapat akhirat atau kita 33:37 ngejar akhirat dapat dunia itu yang 33:39 paling bagus ya. Kita ngejar untuk 33:42 kehidupan kita selamanya ya. Kita niatin 33:44 wakaf kita ni tapi kita untuk hidup 33:46 hari-hari juga dapat gitu. Karena yang 33:48 kita bangun bukannya ee cicak nyari 33:51 makanan atau burung nyari makanan, tapi 33:54 kita bangun laba-laba gitu. Laba-laba 33:55 artinya ee tiap ada yang lewat di situ 33:58 dia nempel gitu. Jadi gimana, Ustaz, 34:00 bikin konsep bisnis itu ee kita dapat 34:04 akhirat yang utama tapi dunia juga 34:07 dapat. Ustaz gimana mungkin, Ustaz 34:09 pengalaman konsep-konsep di Singapura 34:12 bisa di bisa diterapin di Indonesia gitu 34:15 ya? Jadi misalnya ngelihat orang tua 34:18 bukan beban gitu ya, tapi orang tua tuh 34:21 senior. Jadi orang-orang yang ngajar itu 34:23 saya lihat kalau training di Singapura 34:25 apa itu orang-orang yang sudah tua 34:26 dianggapnya lebih memang secara 34:29 pengalaman juga lebih banyak, secara 34:31 ilmu lebih banyak. Jadi benar-benar 34:32 direspek gitu Ustaz. Jadi memang orang 34:35 di sana yang tua-tua juga masih banyak 34:37 kerja. Nah gitu. Gimana Ustaz terkait 34:40 dua fenomena tadi? Ustaz 34:41 Iya. 34:42 Jadi begini. Pertama kita harus memahami 34:45 dulu ya. Memang ee izrail itu datang 34:50 anytime dia boleh panggil kita. Betul. 34:53 Nah, yang kedua kita ini kan sudah 34:56 artinya bertauhid 34:58 ya toh. Nah, oleh karena itu dengan 35:00 ketauhidan itu ya kita menanamkan 35:02 keimanan. Anggaplah bahwasanya kita ini 35:06 sudah mati. 35:08 Mati artinya mati dengan nafsu dunia 35:10 yang bisa menyesatkan kehidupan kita. 35:14 Jadi kita tidak nafsu lagi untuk 35:16 mempertahankan. Bukan kita boleh 35:18 mempertahankan apapun demi kebenaran dan 35:21 kebaikan. Tapi bukan berarti 35:23 mempertahankan itu harus artinya 35:26 menyesatkan pada diri kita. [berdehem] 35:28 Contoh begini, saya pernah jumpa orang 35:31 di sini ya ee waktu itu ee dia jumpa 35:35 dengan saya. M dia datang. 35:39 Ee boleh tak ini seorang guru nih? 35:41 Seorang guru ya. Ee saya nak berwakaf. 35:47 Jadi saya bilang boleh. Apa yang nak 35:48 diwakafkan? Saya nak wakaf ee minta 35:52 belikan tanah dan masjid. Bikinkan 35:55 masjid di Indonesia. Oke. Ee waktu itu 35:59 kalau tak silap 70.000 000 dolar itu 36:03 dan seorang ibu tua pensiunan guru. 36:08 Sampai saya cakap, "Cikgu, kalau cikgu 36:10 bagi ini nanti untuk cikgu apa yang dia 36:14 jawab?" Apa? Aku takut ketika nanti 36:16 tiba-tiba aku mati, uang ini masih ada 36:19 di tanganku. 36:21 Bagaimana nanti aku menjawabnya kepada 36:23 Allah? 36:25 Kalau saya makan sudah cukup ya, dibagi 36:29 anak pun sudah cukup untuk saya makan. 36:30 Tapi saya tanak uang ini tak bermanfaat 36:33 untuk orang lain 36:36 ya. Nah, artinya kalau sudah kita lihat 36:38 di sini dia sudah mempersiapkan diri dia 36:41 ketika dia sudah pensiun. Dia tahu 36:44 hakikat pensiun dia sudah tidak punya 36:46 penghasilan ya walaupun dia ada 36:48 tabungan, tapi uang utama yang lebih 36:51 daripada keperluannya itu dia wakafkan. 36:55 Ya. Terus saya bilang, "Cikgu, oke, 36:58 wakaf ini ada dua macam, cikgu. Ada yang 37:01 permanen, ada yang wakaf produktif 37:04 ataupun pulang kau yang aturlah. Yang 37:05 penting itu bermanfaat untuk umat." 37:10 Ya, karena apa? Karena saya tak 37:12 memerlukan lagi ee 37:15 keuntungannya itu melainkan saya 37:17 kembalikan pada Allah. 37:19 Nah, sekarang orang pensiun itu di 37:22 Indonesia atau di mana pun mereka itu 37:24 memikirkan apa nanti anakku seperti apa 37:29 kalau aku mati. Ya. Nah, makanya maaf 37:32 nih orang-orang yang di sini budsi 37:35 berjemaah itu sebenarnya mereka itu 37:39 orang yang miskin walaupun mereka kaya. 37:43 Karena apa? Karena yang diwariskannya 37:45 itu adalah hal yang haram. 37:48 Sehingga ketika dia mati yang merebutkan 37:51 uangnya itu siapa? Pertama mungkin bayar 37:54 pengecara belum selesai. Iya kan? 37:57 Kemudian anak istri berebut uang haram 37:59 itu. Nah, karena itulah orang itu takut. 38:02 Tapi ketika dia menjalankan hidup dan 38:05 kehidupannya sesuai dengan nilai Islam 38:07 dan yang dicarinya adalah hal yang 38:09 halal, dia tidak takut untuk 38:10 melepaskannya. 38:13 ya. Nah, jadi kalau kita di Indonesia 38:16 tolonglah kalau kita punya kehidupan dan 38:18 gunakanlah jadi wakaf produktif dari 38:20 sebagian uang kita. Contoh sederhana 38:23 begini, 38:24 datanglah Anda pergi ke pasar 38:26 tradisional. 38:28 Ya, kita kalau berbelanja di supermarket 38:31 kan kita tidak pernah menawar. 38:33 Tapi kalau kita berbelanja di pasar 38:35 tradisional, kita menawarnya sampai ke 38:37 tulang-tulang itu. Betul tak? Nah, 38:41 pertama yang kita lakukan misalkan dia 38:43 menjual kangkung Rp25.000, Bu, boleh 38:46 enggak kalau ini jadi 20.000? Kalau dia 38:50 mau sudah bayar Rp25.000, jangan bayar 38:53 Rp20.000. Kenapa? Anggap yang 5.000 itu 38:56 kita sedekah dengan dia. 38:59 Oke. Ya kan? Kalau kita tetap beli 39:01 R25.000, kita enggak berpahala. Betul 39:03 enggak? 39:05 Iya. Nah, tapi niat kita itu akan 39:07 berpahala gitu loh. Nah, begitu juga 39:09 apapun juga ya yang kita lakukan seperti 39:11 itu. Kita naik beca ke apa tawar dulu 39:14 awal pertama berapa. Oh, ini target 39:17 3.000 naik beca Rp30.000 ternyata dia 39:19 mau dibayar Rp20.000 ya nanti kita kasih 39:22 R30.000. 39:22 Tetap R30.000 kita kasihnya. 39:24 Nah, itu 39:25 menarik. Menarik itu konsep menarik itu. 39:28 Iya. Yang kedua, perispan kita gampang. 39:31 Coba tanya salah satu pedagang di sana. 39:34 Biasanya mereka itu terjebak dengan 39:36 rentenir. Hm. 39:39 Oke. Ah, Anda punya uang, Anda sepakat 39:42 dengan dia, "Bu, saya bayarkan rentenir 39:44 Ibu, tapi tolong jangan pinjam uang 39:46 dengan rentenir lagi." Lalu modal Ibu 39:49 berdagang berapa? Oh, modal saya 39:51 berdagang R2 juta. Baik, Bu. Ini saya 39:53 kasih modal lagi R2 juta. Nanti tolong 39:56 kita bagi hasil, ya, Bu. Nah, ini kan 39:59 ini kita bicara yang terkecil ini. 40:01 Berapa ibu nanti kira-kira mau ngasih 40:02 saya? Tapi jangan lupa nanti ibu juga 40:04 berinfak, bersedekah. 40:06 Oh, ini sambung sambung menyambung ya. 40:09 Ah, sambung menyambung 40:10 ya. Nah, ini ini kita kasih contoh 40:14 tak jauh-jauhlah di Purbalingga saja itu 40:18 BNT-nya itu dibangun waktu itu dengan 40:20 modal kurang lebih 70 atau R juta. 40:23 Hm. 40:24 Tapi asetnya sekarang miliaran kalau tak 40:26 silap. Waktu saya berkunjung ke sana 5 40:30 tahun yang lalu sudah 8 miliar. 40:32 Hm. 40:34 Nah, apa yang mereka kerjakan? Mengusir 40:37 para rentenir itu di pasar. 40:41 Itu 40:41 ada Indomaret Valmar enggak sih di sana 40:43 sama di Purbalingga itu? 40:46 Ee saya tidak sampai ke sana rasanya 40:48 juga tetap ada. Tapi begini yang 40:50 menariknya apa? Emak-emak itu yang 40:54 mengusir para rentenir, lalu semua 40:56 pedagang di situ dibiaya dimodalin. 41:00 Nah, kita memang sejak tahun 2000 juga 41:03 sudah menyarankan pada Indonesia 41:06 government ya, bahkan ke daerah-daerah 41:09 ya tolonglah bangun itu namanya pasar 41:12 halal dan pusat industri makanan halal. 41:15 Oke. Nah. Oh, nanti itu isunya lebih 41:19 parah. Kalau ada halal nanti dianggap 41:21 negara Islam katanya. Ya ganti aja 41:24 namanya enggak masalah. Yang penting 41:28 semua produk yang di sana itu halalan 41:31 thayiban. 41:33 Ya, jangan sampai contoh macam di waktu 41:35 itu di Jawa Barat ya mungkin di Bandung 41:37 ada pabrik sosis kan eh pabrik saus kan 41:40 yang menggunakan bahan yang terlarang 41:44 sudah sekian tahun beroperasi. Nah, itu 41:46 dampaknya kan pada kesehatan masyarakat 41:49 dan ramai macam ayam disembelih itu 41:52 matinya bukan karena disembelih, tapi 41:54 karena air panas. 41:57 [berdehem] 41:58 Itu kita sudah banyak ada 50 kota yang 42:00 kita tinjau di situ yang seperti itu. 42:03 Bahkan ayam apa? Ayam toren ya di 42:05 Indonesia. Turen ke turen itu. 42:07 Heeh. Kemarin kan. Heeh. Nah, jadi kalau 42:12 masyarakat kita contoh-contoh sederhana 42:15 memang pemerintah ada misalnya membangun 42:17 pasar, tapi kenapa pasar tuh sepi? Orang 42:20 tetap berjualan di e berjualan di tempat 42:22 yang lama misalnya gitu kan. Nah, kita 42:25 jangan mengusir orang di tempat asalnya 42:28 bangunkan pasar di situ. Misalkan kita 42:31 datang nih, kita mau wakaf produktif 42:33 untuk masa pensiun kita ini kan kita 42:35 berjemaah. Oke. Pasar tradisional itu 42:38 kita datangin. 42:40 Bu, Pak, mau gak pasarnya kita rehapkan 42:42 tanpa dibayar? 42:44 Ya, kita yang akan modalin. Nanti ibu 42:47 kita modalin juga untuk berdagang. Lalu 42:50 nanti utang ibu dengan rentenir kita 42:52 bayarkan. Kira-kira orang menolak 42:53 enggak? 42:54 Iya, masih diterima. 42:55 Tidak menolak kan? 42:56 Tidak. 42:57 Nah, kalau sudah tidak menolak ya ketika 43:00 mereka berjualan telur kita modalin 43:02 telur jangan duitnya. 43:04 Heeh. 43:05 Oke, yang beras kita modalin beras 43:09 ya, tapi tidak mengurangi keuntungan 43:12 mereka dan tidak juga menaikkan harga. 43:15 Bahkan dengan konsep ini harga bisa jadi 43:16 lebih murah. 43:20 Oke. Nah, ini yang harus kita ambil. 43:23 Kedua, misalnya ee 43:26 ee Bang Krisna itu ee ee apa ee produksi 43:31 tempe dan tahu ya. Selama ini kalau 43:34 dibuat di rumah garanti tak dia tidak 43:37 dikencingi tikus kah, tidak diganggu 43:39 kecoa kah? Ya kan tak mungkin kan? Tentu 43:43 dari segi higienisnya bisa terganggu kan 43:45 dengan itu kan. Nah, kalau kita siapkan 43:49 tempat dan tempat itu ditempati secara 43:51 gratis lalu bahan bakunya disiapkan, 43:54 kira-kira nolok enggak? 43:58 Tidak kan? Nah, di sinilah fungsi kita. 44:01 Jadi kitalah yang sebagai supplier di 44:03 pusat industri makanan halal tadi 44:06 ya. Dan di pasar-pasar tradisional 44:08 kitalah yang mengolah dan mengajari 44:11 mereka bagaimana berjualan secara 44:13 islami. Ada ijab kabulnya ya kan. Kalau 44:17 di Kalimantan sampai sekarang tuh ada 44:18 tuh di Banjarmasin. Belilah ya saya jual 44:21 saya beli. Nah itu ada kadang-kadang 44:23 ngomong begitu 44:24 ya. Nah itu secara budayalah ya kan. 44:28 Nah, jadi halalan Taiban terjaga kita 44:31 tidak perlu membuka macam miniarket apa 44:33 segalanya. Pasar tradisional yang kita 44:35 jaga karena di situ orat nadi rakyat 44:38 kita. Lepaskan mereka dari rantenir. 44:41 Gunakan uang pensiun kita sebahagian ya 44:44 untuk memodel mereka. Mungkin Anda bisa 44:46 menepikan 2 R juta, 5 juta, bahkan 10 44:49 juta pun tidak akan Anda menjadi miskin. 44:51 Begitu loh ya. 44:53 Iya. Nah, itu 44:54 jadi menurut Ustaz hah menurut Ustaz 44:58 kita bisa memulain dari 45:01 sekarang ya. Jadi enggak usah nunggu 45:03 pensiun tapi mulai dari modal-modal 45:05 kecil apa namanya membantu umat dan kita 45:08 di situ juga berbisnis juga kan. Jadi 45:11 tadi kalau saya kami tangkap nih dari 45:14 pembicaraan Ustaz ada misalnya kita 45:15 nyiapin rekening tuh ada empat ya, 45:17 rekening hari ini buat operasional, ada 45:19 rekening kesehatan gitu ya, ada rekening 45:22 pensiun sama rekening akhirat. Rekening 45:24 akhirat tuh kayak buat sedekah 45:26 produktif, ee wakaf produktif kayak tadi 45:29 misalnya ada amal jariah gitu ya. Kita e 45:32 misalnya kita ngobrol masukinlah 45:34 anggaran bulan ini R juta buat tukang 45:37 telur gitu kan. Kita juga ada buat 45:39 persiapan pensiun sebetulnya dari mulai 45:42 kecil gitu, Ustaz. Ya, 45:43 betul. 45:44 Jadi, menurut ee menurut Ustaz sebelum 45:47 penciun kita sudah siapin dulu gitu 45:49 dengan dengan 45:51 karena kan gini banyak ya fenomena di 45:52 Indonesia, Ustaz. Orang ketika pensiun 45:55 kan dapat uang pensiun. Uang pensiun 45:57 yang harusnya bisa habis 20 tahun dia 45:59 habisin dalam waktu 1 tahun 2 tahun. 46:01 Karena apa? Enggak biasa pegang uang 46:02 besar terus habis itu diiming-imingin 46:05 sama temannya, sama relasinya. Wah, kita 46:07 dapat untung sekian ee uangnya sekian 46:10 masuk sekian untungnya sekian berapa 46:12 tahun? Akhirnya banyak yang ketipu, 46:14 banyak yang kejeblos. Dia enggak biasa 46:16 bisnis, biasa kerja, ditawarin investasi 46:20 tergiur dengan ining-iningnya harta. 46:24 Dan kalau penawaran itu kan biasanya 46:27 masuknya ke otak reptil. Otak reptil ini 46:30 sudah ngitung angka di depan, wah udah 46:32 masuk langsung masuk. ini melewati 46:34 logika logika lagi. Jadi, 46:36 H 46:36 nah itu yang banyak [berdehem] fenomena 46:37 ini di di masyarakat kita. Uang pensiun 46:40 itu masuk di satu atau dua revenue 46:42 stream atau sumber, habis itu hilang 46:44 gitu ya. Hilang. Habis itu dia stres. 46:46 Setelah pensiun, waduh uang saya habis 46:48 ini udah sakit. Akhirnya habis sakit 46:50 meninggal gitu. Banyak yang kayak gitu. 46:54 Jadi ee tidak ada pengelolaan ee 46:57 kecerdasan mengelola uang, kecerdasan 47:00 bisnis, kecerdasan mempersiapkan buat 47:03 akhirat gitu apalagi gitu. Itu itu mulai 47:06 gimana, Ustaz? dari mulaiin sehari-hari 47:09 seperti yang Ustaz bilang, mungkin ada 47:12 praktis apaagi gu ilmu praktis yang bisa 47:14 kita terapin di Indonesia terutama ya 47:16 mungkin adopsi dari Singapura atau 47:19 negara-negara maju lainnya Ustaz 47:21 ya. Jadi gini kan kalau di Indonesia, 47:24 kalau di Singapura kita nih seperti 47:26 supermarket ya dan kita pekerjanya. Oke. 47:30 Lalu di sini memang ekonomi mereka sudah 47:33 terintegrasi yang bagus ya. Nah, kalau 47:36 melihat maksud saya katakan tadi peluang 47:39 di Indonesia tuh peluang besar sekali 47:42 ya. Kalau kita mau buka spor market 47:45 mungkin kita miliaran modal. Betul gak 47:48 ya? Jadi tolong amati pasar-pasar 47:52 tradisional itu market yang sudah hidup. 47:55 Oke. Kita tidak perlu jadi pedagangnya. 47:59 Oke. Tapi kitalah yang kerja sama 48:02 memodalinya begitu loh. Iya kan? Untuk 48:05 masa pensiun itu gitu loh. Sangat indah 48:08 kok. Mungkin Anda juga akan merasa enak, 48:11 nyaman ya. Coba Anda misal ada lima 48:14 pedagang yang Anda yang Anda tapi lihat 48:16 lihat situ pedagang yang permanen dan 48:19 betul-betul pedagang yang kita lihat 48:21 amanah dan di situ pula ya kita bisa 48:24 berdakwah. 48:26 Ayo Bu nanti ayo Pak ya jangan lupa 48:29 kalau sudah waktu salat stop dulu 48:32 jualannya ya. Nah, ini ini ada satu yang 48:36 saya lihat ee ada bengkel di daerah 48:40 Cilengsi itu hari Jumat dia tutup. 48:43 Iya. 48:44 Saya tanya kenapa tutup ya, Pak? Biar 48:47 kita hari Jumat itu fokus kita ibadah, 48:49 Pak ya. E karena ibadah itu juga 48:53 persiapan pensiun kita loh, Pak. Apa 48:55 untuk pensiun di akhirat katanya 48:57 [tertawa] 48:58 coba, ya. Nah, ini walaupun artinya 49:01 candaan bagi mereka, tapi mereka 49:03 benar-benar melakukan hal itu, gitu ya. 49:08 Oke. Nah, jadi kita yang sudah mau 49:10 pensiun, jangankan yang mau pensiun, 49:11 persiapan pensiun itu tadi ya, mulai 49:14 kita sudah bekerja itu harus sudah kita 49:17 persiapkan. 49:18 Anytime kita boleh pensiun. Pensiun 49:20 artinya kita di phk orang ya atau memang 49:24 masa tugas kita sudah habis. Iya kan? 49:27 Kalau secara formal, tetapi secara 49:30 sosial ya atau juga secara religius 49:35 kita tuh belum pensiun gitu loh. Ah, 49:38 cuman bagaimana supaya ekonomi kita itu 49:41 juga tetap jalan kan begitu. 49:45 Nah, contoh lagi ini contoh saya lihat 49:48 ya. Kita melihat ee fenomena di 49:51 Indonesia itu sudah membudaya orang itu 49:55 minum air dalam kemasan. Betul tak? 49:59 Ya, air galon ada isi ulang kan? 50:03 Nah, saya pernah menyarankan kalau Anda 50:06 mau mempersiapkan ekonomi Anda ya tolong 50:10 coba di lingkungan Anda itu sudah ada 50:12 berapa perumahan? Oh, ada sekitar 3.000 50:15 4.000 rumah anu rumah atau rumah anu 50:18 keluarga katanya. Oke. Anda jangan 50:21 jualan air galon buka rupok 50:24 atau di rumah Anda jangan. Kenapa ustaz? 50:27 Ya, begini saja. Anda beli mesin air 50:30 yang betul-betul dapat memproduksi air 50:33 berkuality yang boleh lebih daripada ee 50:37 produk-produk yang namanya terkenal. 50:40 Letakkan mesin itu di masjid, kerja sama 50:43 dengan masjid. 50:45 Oke. Anda tidak jual air dan Anda juga 50:48 hanya ada dua yang kita tidak boleh 50:50 jual, air dan api. Yang boleh kita 50:53 terima adalah jasa pengadaannya, 50:56 bukan fisiknya. Ini harus kita pahami 50:58 ya. Nah, jadi setelah itu terus 51:01 bagaimana kalau kita tidak jualan air? 51:03 Anda jangan jual air. Anda katakan 51:07 silakan ambil air di sini. gratis. Anda 51:10 hanya perlu berinfak. 51:13 Oke. Nah, berinfak misalkan kalau 51:16 diantar harganya jadi R6.000, tapi kalau 51:20 mau diambil silakan Anda berinfak 4.000 51:22 atau terserah. 51:24 Coba Anda bayangkan di sini kita membeli 51:28 air galon di luar dapat pahala enggak? 51:32 tidak dapat pahala karena kita membeli. 51:35 Tapi ketika air galon itu kita ambil di 51:38 masjid, yang menyiapkan dapat pahala 51:40 enggak? Terus yang mengambil karena dia 51:42 berinfak dapat pahala enggak? Jadi 51:45 dua-duanya di masa pensiun dia di dunia 51:47 maupun di akhirat tetap dapat pahala 51:49 ekonominya jalan. 51:52 Kalau satu keluarga 1 bulan itu dia 51:55 membeli air galon untuk masak dan minum 51:58 ya keperluan rumah tangga lima galon 52:00 aja. 52:01 5 galon dikarikan 4.000 keluarga itu 52:04 sudah 20.000 galon. 52:07 Nah, di situ kan nilai uang pensiun Anda 52:10 juga ada. Tapi Anda juga berwakaf ya, 52:14 berwakaf mesin namanya wakaf produktif, 52:16 Anda akan dapat sekian persen hasilnya. 52:19 Sekian persen hasilnya untuk masjid. Dan 52:22 orang yang mengambil air itu juga 52:24 berpahala karena dia berinfak. 52:28 Coba bayangkan Anda tetap berpahala ya. 52:30 Ya, 52:32 semuanya dapat bahagiaan untuk masa 52:34 pensiunnya di dunia maupun di akhirat 52:36 dengan cara itu gitu. 52:37 Merasaan rezeki 52:39 dapat rezeki. Coba lakukan itu ya. Dan 52:42 sekali lagi perhatikan amati pasar 52:46 karena selama ini semua didominasi oleh 52:49 ekonomi yang kuat. 52:51 Maaf saja dari ujung kaki sampai ujung 52:54 rambut yang kita pakai itu produk siapa? 52:57 Ada produk UMKM tidak? 53:00 Ya, contohlah kita di luar daerah, di 53:03 Kalimantan, di Sumatera, Sulawesi, uang 53:07 datang ke sana tapi tiba-tiba akan 53:08 ditarik kembali lagi ke pusat-pusat 53:10 industri yang ada di Pulau Jawa. 53:13 Contoh Lampung, Toraja misalnya ya, itu 53:17 menghasilkan kopi. 53:18 Iya. 53:19 Tapi kenapa beli kopi saset yang datang 53:21 dari Jawa gitu loh? H 53:23 maksud dari Pulau Jawa ya kan uang itu 53:25 tersedot lagi gitu loh. 53:27 He. 53:27 Nah, jadi di sini kita harus 53:29 mempertahankan protect ya. Yang saya 53:31 lihat di Johor tuh di Malaysia macam 53:33 gitu. Jadi setiap daerah itu UMKM-nya 53:36 dijaga dan ee UMKM-nya itu produknya itu 53:40 malah bisa siap ekspor. 53:41 Iya. 53:42 Nah, kalau kita maaf ketika kita mau 53:45 membawa barang kita ke Singapura saja 53:47 mereka tidak punya BPOM. 53:50 Urus BPOM mahal Pak. He 53:52 syaratnya fasilitas harus bekian. 53:54 Jadi sudah terbentuk 53:56 ee situasi yang membuat UMKM ini sebagai 54:00 landasan dasar kita mau pensiun juga 54:02 susah mau bersaing. 54:05 Karena apa di Indonesia PT ya namanya 54:07 itu izinnya itu. 54:09 Iya 54:09 ya. Nah, jadi coba bayangkan akhirnya ee 54:14 apa produk itu kan terbatas di 54:15 lingkungannya saja dijual. 54:18 Kalau dijual sampai ke luar daerah, ke 54:20 mana-mana kalau ketahuan itu bisa 54:22 ditutup atau dikatanya didenda atau 54:25 diapakan karena tanpa izin anu 54:28 memproduksi sampai kapasitas tertentu 54:30 katanya. Wallahuam bawab ya. Nah, ini 54:33 juga harus kita pikirkan. 54:36 Yang punya BPOM itu kan hanya 54:37 orang-orang yang mempunyai kemampuan 54:38 ekonomi modal yang cukup kuat. Iya kan? 54:42 Betul. Betul. 54:43 Nah, jadi bagaimana orang pensiun jadi 54:46 sebagai maaf sebagai security satpam 54:48 tapi dia ada kemahiran untuk membikin 54:50 katakanlah produk makanan. 54:52 H 54:53 oke. Ee tapi dia tidak mampu mengurus 54:55 BPOM dia. 54:58 Iya kan? 55:00 Nah, ini juga suatu hal yang 55:02 kontradiktif kalau kita ingin 55:04 memproduktifkan semua masyarakat kita 55:07 supaya ibaratnya ya tinggal landas di 55:09 dunia dan di akhiratlah ya. itu juga 55:12 harus diperhatiin gitu loh. 55:14 Jadi gitu ya sekali lagi tidak ada 55:18 tempat yang menyusahkan hidup kita 55:22 kecuali kita sendiri 55:25 ya. tidak ada istilahnya ee 55:29 maaf saja kerugian kecuali kita yang 55:32 memikirkan rugi. 55:34 Maksud saya begini, 55:36 ketika Anda sudah mau pensiun ee dari 55:39 segi kerja formal itu terutama begitu 55:42 kita kadang-kadang merasa rugi kan. Nah, 55:45 rugi adalah ketika kita tidak mau 55:47 melakukan lagi tindakan yang ada yang 55:49 masih ada sisa waktu kita panjang. 55:51 Seperti kata ee Habib Husaini tadi, 55:54 kita mungkin bekerja secara formal 30 55:57 tahun 55:59 ya, 55:59 tapi pensiun kita mungkin bisa umur 35 56:02 tahun kita masih hidup 56:04 masanya kan. 56:05 Iya. 56:06 Nah, jadi justru kita harus berpikir 56:08 terbalik. 56:10 Saya bekerja begini sebenarnya adalah 56:12 mempersiapkan masa hidup saya yang lebih 56:15 panjang. 56:16 Iya. 56:17 Tapi bukan karena saya digaji, tapi 56:19 bagaimana saya menciptakan pekerjaan. I. 56:23 Oke. Itu dari ekonominya kan. 56:25 Nah, kedua kalau ekonomi kita sudah 56:26 cukup ya tadi kata-usta ini ya kita 56:30 terujun aja ke wakaf produktif. 56:33 Banyak kok yang bisa dilakukan. 56:36 Insyaallah jiwa Anda akan tenang ya 56:37 ketika Anda meninggal dunia pun ee amal 56:40 ibadah Anda tetap jalan dengan wakaf 56:42 produktif itu. 56:44 Iya. ya. Nah, ini banyak 56:46 kalau boleh tahu, Ustaz ee kalau terkait 56:51 ini kita mau lebih detail lagi, Ustaz. 56:54 Ada semacam pendampingan atau kayak 56:56 training gitu terkait persiapan pensiun, 56:59 Ustaz? 57:00 Ada. Ada. Kita nanti insyaallah ee waktu 57:04 bulan lalu kan kita sudah mengadakan itu 57:06 tentang ee seminar wakaf produktif ya. 57:09 Bu. 57:10 Ahah. Ini kita akan mengadakan lagi 57:12 suatu pelatihan kurang lebih 1 minggu 57:15 lah ya. Itu untuk persiapan masa 57:18 pensiun. Nah, yang kita persiapkan di 57:21 sini sesuai dengan nilai-nilai Islam. 57:24 Pertama yang kita persiapkan tu adalah 57:26 hati kita, iman kita, ya. Ee akhlak 57:30 kita. Bagaimana kita tuh merasa lebih 57:33 bersemangat ketika kita sudah menghadapi 57:36 masa pensiun itu. Bukan kendor. 57:38 Iya. ya. Oke. Oke. Karena apa? Karena 57:40 kita makin mendekati kematian. Kalau 57:42 kita mendekati kematian, kita loyo, ya 57:45 [tertawa] kita akhirnya negatif terhadap 57:47 Allah. 57:49 Oke, Bang. 57:50 Bang Adian, 57:51 dia 57:53 Bang Habib. 57:55 Ini pembahasannya sangat menarik sekali 57:57 nih. Persiapan masa pensiun di bawah 57:59 naungan Al-Qur'an. Tapi sayang sekali 58:01 kita sudah dibatasi oleh waktu ini Bang 58:03 Habib. 58:04 Oke, barangkali saya perlu bacakan dulu 58:06 nomor HP. Nanti kalau misalnya mau 58:09 mengundang seminar jadi pembicara, 58:11 silakan hubungi istri beliau, Ustazah 58:15 Laeli. Silakan dicatat nomornya. Ustazah 58:18 Laili ini istri dari Ustaz ee Ahmad 58:23 Rizani nomornya 0812. 58:28 Sudah. Kemudian 84, kemudian 72 58:32 8 58:34 97 58:36 08128472 58:40 8997. 58:42 Kalau Habib Husein Husein ini adalah 08 58:48 23 58:50 10.213 58:52 0823 10.000 58:55 213. 58:58 Bang Habib ini adalah master trainer 59:00 dari BNSP. 59:02 Luar biasa, 59:03 Bang Habib. Terakhir terakhir ee sebagai 59:05 penutup. Silakan, Bang Habib. 59:11 Sahabat ee radio Silaturahim yang 59:13 dirahmati Allah. Ketika jabatan kita 59:15 berakhir, 59:17 hari ini kita belajar bahwa pensiun 59:19 bukan akhir kehidupan. Pensiun adalah 59:21 akhir dari satu babak. kita masuki babak 59:24 baru ya selama puluhan tahun kita 59:26 membangun karir, mengajar target, 59:28 ngumpulin aset gitu ya, membesarkan 59:31 keluarga. Tapi suatu hari nanti kita 59:33 akan tahu gimana ee identitas jabatan 59:37 kita sudah enggak berlaku ya. Ruang kita 59:41 di kantor akan ditempatin orang lain, 59:43 nomor telepon kita akan digunakan orang 59:45 lain juga gitu ya. Kursi yang kita 59:48 dudukin juga akan digunakan pengganti 59:50 kita gitu ya. yang tersisa bukan 59:52 jabatan, pekerjaan, bukan gelar, bukan 59:55 posisi gitu ya. Gelar kita juga enggak 59:58 ditulis di kuburan gitu ya. Nah, tapi 1:00:00 karakter, integritas, dan amal yang kita 1:00:03 tinggalin 1:00:04 buat orang lain gitu ya. 1:00:05 I 1:00:06 jadi bukan hanya siapin dana pensiun, 1:00:08 tapi jiwa pensiun gitu ya, 1:00:10 kesehatan pensiun, keluarga yang siap 1:00:14 gitu ya, yang matang gitu ya. Dan paling 1:00:16 penting adalah nyiapin bekal untuk 1:00:19 menghadap Allah Subhanahu wa taala. 1:00:20 Sebab pada akhirnya manusia itu tidak 1:00:23 dikenang 1:00:24 karena dia bekerja tetapi dikenang apa 1:00:27 yang ia tinggalkan untuk ee umat. 1:00:30 Begitu, Pak Kral. 1:00:31 Baik Bang Habib. Terima kasih, Bang 1:00:33 Habib. Kemudian juga Ustaz Ahmad eh 1:00:36 Rizani terima kasih atas suaranya. Luar 1:00:38 biasa ya 1:00:41 persiapan masa pensiun di bawah 1:00:42 undang-undang Al-Qur'an. Luar biasa. 1:00:44 Baik, e kita akan jumpa lagi pada Kamis 1:00:48 pertama di bulan Juli 1:00:51 ya. Saya Muhammad Krishna dan ATP 1:00:54 Setiabudi juga Algi mohon pamit. 1:00:56 Wabillahi taufik walhidayah. 1:00:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:58 wabarakatuh. 1:01:13 berasil