Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Silaturahni untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Masih bersama kami
- dalam program sirah Sahabat di pagi hari
- ini dan sahabat yang kami angkat tentang
- Suraqah bin Malik. Kita terima telepon
- terlebih dahulu ya. Sudah ada pendengar
- yang bergabung. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dengan siapa, Pak? Di mana?
- Pak Zanan Rasid di Pondok Kopi. Silakan
- Pak Zanan Rasid Pondok Kopi. Mau tanya
- sama Pak Ustaznya tapi menyimpang
- daripada judul boleh Pak? Boleh.
- Mau menanyakan bagaimana pandangan
- Islam seorang wanita ikut ikut jadi
- petinju?
- Ya, seperti yang kita lihat di TV itu
- yang e price itu yang perempuan ikut
- petinju. Apakah dalam Islam dibolehkan
- atau tidak? Iya, hanya itu aja, Pak
- Ustaz. Baik, baik. Terima kasih, Pak.
- Terima kasih. Maaf lahir batin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Kalau lihat dari
- pertanyaan gampangnya bagaimana hukum
- wanita ikut naik di ring tinju kan gitu.
- Saya baca sebuah hadis, Nabi mengatakan,
- "La tadribil
- wajha, jangan memukul wajah." Nah,
- sementara kalau tinjukan
- wajah itu sudah melanggar
- hukum. Jadi, apalagi perempuan.
- Perempuan di atas ring tinjau lagi.
- Menurut pandangan Islam tidak
- dibenarkan.
- Ah, jadi kalau laki-laki gimana ya?
- Karena konteksnya
- itu permainan yang arahnya wajah itu ya.
- Kalau lihat hadis itu tidak
- diperbolehkan. Heeh. Sekalipun laki-laki
- apalagi perempuan. Hm. Perempuan naik
- kering. Waduh nih kalau jatuh gimana itu
- perempuan di tendang dadanya bu. Wah
- kacau tuh. Heeh. Jadi banyak aurahnya
- yang nampak kelihatan ya. Dan tidak baik
- untuk wanita, lebih baik wanita diapur
- aja dah.
- Baik. Artinya di tempat yang lain yang
- lebih terhormat ya, apakah ngajar ya,
- apakah di dalam
- rumah, mengurus anak, mengurus suami.
- Oh, itu lebih terhormat daripada naik ke
- dalam ring ring tinju. Ring tinju
- kemudian babak belur, giginya rontok
- lagi. Karena tidak sedikit tuh para
- pemain tinju yang rontok itu. Iya.
- Kemudian tidak hanya itu pada
- jedot-jedot ya kepalanya kepalanya
- dijedot-jedotin kan aduh geger otak.
- Demikian. Baik kita terima telepon
- kembali Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik. Dengan Bapak siapa?
- Di mana, Pak? Dengan Pak Kodai ini Pak
- Kodai di Kemayoran. Oh, Pak Kodai di
- Kemayoran. Silakan, Pak. Iya. Ee
- asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam, Pak Kodai. Iya. Ee saya
- mau tanya tentang sahabat yang bernama
- Abdullah bin Ummi Mahtum itu katanya
- pernah diangkat jadi gubernur di Madinah
- ya? Iya. Atau pemimpin gitu menggantikan
- Rasul. Nah, itu kejadiannya pas perang
- apa ya, Pak Ustaz? Terus hikmahnya apa
- gitu. Oh, iya. I itu aja. Terima kasih.
- Asalamualaikum. Terima kasih.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kodai. Baik, Pak Qodai.
- Ya, memang betul beberapa kali Abdullah
- bin Ummi Maktum ini pernah diangkat oleh
- Nabi sebagai wakil. Di zaman khalifah
- pun ee sering kalau khalifah pergi dia
- diangkat sebagai wakilnya. Nah, kenapa?
- Karena memang sahabat ini yang langsung
- diabadikan oleh Allah yaitu dalam surat
- Abasa itu loh. Heeh.
- sebelum turun surat Abbasah waktu dia
- datang kan Rasul agak sedikit kurang ya
- mungkin kalau bahasa gampangnya enggak
- begitu mesra karena waktu itu Rasul
- sedang dihadapi atau sedang berhadapan
- dengan tokoh-tokoh Quraisy. Nah,
- tiba-tiba dia datang lalu menyampaikan
- maksudnya maksud dia itu berikan aku
- nasihat. Berikan aku nasihat.
- Nah, nah Rasul karena melihat orang ini
- kayaknya belum ya belum pas lah untuk
- diajak bicara karena masih ada orang
- lain. Iya. Ah kemudian wajah Rasul agak
- kucam ya. Mat turunah surat abasa wa
- tawalla an jaahul a'ma w yudriallahu
- yazzakka a yadzakaru fatanfaudzikro.
- Begitu surat ini turun, Rasulullah
- menyesal,
- menangis atas perilaku yang dilakukan
- oleh beliau terhadap Abdullah bin Ummi
- Maktum. Maka pada saat Rasulullah
- ketemu, dirangkul Abdullah bin Maktum,
- lalu Rasul mengatakan, "Wahai Abdullah
- bin Ummi Maktum, mulai saat ini engkau
- silakan bicara apa saja, kau minta apa
- saja, silakan aku
- penuhi." Sampai Rasul terisak-isak.
- Karena dia sudah ditegur oleh
- Allah. Karena dia pernah memperlakukan
- Abdullah bin Umi Maktum dengan perlakuan
- yang secara zahir manusia ya belum
- pantaslah atau tidak pantas. Maka
- kehormatan Heeh. dari Rasulullah dan
- dari para Khulafa Rasyidin terhadap
- Abdullah bin Ummi Maktum sehingga
- menyebabkan turun surat dan suratnya
- dibaca oleh kaum muslimin sampai
- sekarang bahkan sampai kiamat yang akan
- datang. Betul ya bahwa Abdullah bin Ummi
- Maktum merupakan sahabat yang mulia
- bahkan berkali-kali diangkat menjadi
- wakil nabi dan wakil khalifah. Demikian.
- Demikian. Baik.
- Eh, di studio saat ini sedang
- menunjukkan pukul 09. Le menit, Ustaz. I
- namun kita masih ada beberapa saat lagi.
- Ada dua pertanyaan sayaikan satu ini
- pertanyaan terakhir, Ustaz. Boleh. Iya.
- Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sedikit saja
- dari Imam Albar di Cikarang. Ee saya
- pendengar ada silaturahim, Ustaz. Apakah
- Suraqoh setelah masuk Islam ee beliau
- juga ikut dalam perang seperti memerangi
- kaum musyrikin seperti perang Badar dan
- perang Uhud? Dan terakhir Pak Saetu, Pak
- Ridwan di Setu, "Ustaz, apakah benar
- Nabi Muhammad tidak bisa diserupai oleh
- jin?" Itu saja pertanyaan terakhir.
- Baik.
- Kalau dikatakan apakah surah ikut
- bergabung berperang dengan Nabi seperti
- Badar Hud? Saya katakan tidak bergabung
- karena dia masuk Islamnya pada saat
- Rasulullah membebaskan kota Makkah.
- Pasulah. Nah, sementara Badar Uhud itu
- kejadiannya sebelum peristiwa Fathu
- Makkah. Nah, bisa jadi waktu perang
- Badar dia ikut dalam pasukan musyrikin.
- Nah, bukan dari pasukan kaum
- muslimin. Kemudian yang
- kedua, ee
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- jin tidak bisa menyerupai Rasul. Memang
- benar ya, Rasulullah tidak bisa
- digambarkan, tidak bisa diserupai.
- Karena apa? Karena Rasulullah
- dipelihara. Heeh. Bahkan jin saja tidak
- bisa untuk menyerupai Rasulullah karena
- dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Allah sudah berjanji, wallahu ya'simuka
- minannas. Dan Allah menjagamu dari
- perilaku jahat manusia.
- Artinya manusia yang kelihatan jelas
- dipelihara oleh Allah dari tindakan
- manusia juga dari tindakan-tindakan
- makhluk yang lain. Dan kenapa ada orang
- yang bisa diserupai itu memang
- tergantung orangnya ya. Kalau orang baik
- itu malaikat menyerupai dia. Seperti
- Ubay bin Ka'ab ya atau seorang tadinya
- dari pendeta Yahudi masuk Islam karena
- kealimannya, kezuhudannya serta
- ketawaduannya.
- Sampai suatu saat Rasulullah didatangi
- Jibril, dipesan oleh Jibril, "Ya
- Muhammad, tolong sampaikan salam kepada
- Ubay dari Allah." Nah, bayangkan salam
- dari
- Allah. Nah, kita salam aja dari pacar
- gembiranya bukan main
- ya. Betul. Dari jenderal. Iya, dari
- jenderal. Saya dulu waktu masih anak
- muda itu ada yang salam. Dari siapa? Dar
- Buh.
- Enggak tahunya salah. Baru salam doang
- itu hati itu ak deg-degan bahagia. Ini
- salam dari Allah. Bayangkan.
- Masyaallah. Kemudian begitu ketemu
- disampaikan oleh Nabi kepada Ubay, "Ya
- Ubay, ada salam dari Allah untukmu."
- "Hah?" "Nama saya disebut?" kata Ubai.
- "Iya." Sampai bertanya tama sayaut. Iya.
- Nangis dia. Kata dia, "Aduh, orang
- seperti kayak begini apa sih?
- saya enggak punya apa-apa. Nah, itulah
- baik. Kalau orang alim itu seperti
- ketawadunnya semakin ditingkatkan
- derajatnya semakin lebih merendah, lebih
- rendah daripada merendahnya padi pada
- saat dia menguning nunduk. Demikian.
- Baik, Ustaz. Dan kita akhirnya sudah
- berada di akhir acara. Sebelum berpisah
- seperti biasa Ustaz kesimpulan apa yang
- bisa cukup cukup Ustaz. Iya. Baik. Baik
- ikhwan dan ikhwat. Demikian ee tosa kita
- di pagi hari ini ee sirah sahabat
- bersama Ustaz Komaruddin Basuni dalam
- tema kita Suraqoh bin Malik. Iya. Saya
- Bagus Ondi dan juga Anis Mualim undur
- diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsam.
- [Musik]
- Ya rabbi shli wasallim
- I
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]