Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan kasir
- thyiban mubarokan fi kama yuhibuna
- waardua ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadar rasulullah. Allahumma sholli
- ala sayyidina Muhammad wa ali sayyidina
- Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar
- radio silaturahim yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita berjumpa kembali di
- hari ini di acara sirah sahabat bersama
- Ustaz Komaruddin Basyuni. Alhamdulillah
- beliau telah di studio. Kita sapa saja
- Iwan dan akhwat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat ya, Ustaz, ya hari
- ini? Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Setelah beberapa waktu kita enggak bisa
- live nih, Ustaz. Betul. Ini bisa kembali
- live ya? Bisa sekarang. Alhamdulillah.
- Sudah sehat sudah dari sakitnya kemarin.
- Iya, mending ya. Alhamdulillah ya. Sudah
- dimendingan, ya. Dan semoga sehat terus,
- Ustaz ya. Amin. Amin. Dan kali ini di
- live hari ini kita akan ustaz akan
- mengkisahkan kisah sahabat Abdullah bin
- Khuzafah
- Assahmi. Dan nanti juga untuk Anda yang
- bergabung berpartisipasi, Anda bisa
- kirimkan melalui WhatsApp kami di
- 0811999720 atau telepon kami di
- 0218451512. Silakan, Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- waastainuhu
- wastagfiruh wa naudubillahi minuri
- [Musik]
- anfusinaatialina yahdillah fala
- mudillalah w yudlil fala
- hadiyaalah. Asadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba'd.
- Para pendengar Radio Silaturahim di mana
- saja berada, khususnya di Jabod Tabek
- juga di
- Sukabumi. Saudara-saudaraku yang selalu
- mengikuti siaran radio di daerah
- Sukabumi juga
- Cianjur, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai
- Kalimantan,
- Batam, Singapura, Malaysia dan di
- berbagai belahan
- bumi juga para pemiarsa TV Rasil yang
- selalu mengikuti kajian
- sirah sahabat ini. Semoga Allah
- memberikan kemudahan kepada kita
- semuanya. Amin ya rabbal
- alamin. Pada kesempatan saat ini kami
- akan
- sampaikan sirah sahabat Rasul yang
- kadang kala orang mengenal kadang kala
- tak
- mengenal karena namanya juga
- agak jarang
- didengar
- yaitu
- Abdullah bin Khudzafah As-Sahmi.
- Abdullah bin Khudfah Assahmi memang
- salah satu di antara sahabat
- militan yang dia mendapatkan satu
- reputasi yang tidak dimiliki oleh yang
- lainnya.
- Pada tahun ke-6
- Hijriah, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam memilih enam sahabat. Dari
- sekian puluh sahabat yang
- hadir, beliau hanya memilih beberapa
- orang.
- Di antara beberapa orang yang dipilih
- itu ada yang namanya Abdullah bin
- Hudafah
- As-Sahmi. Dia mendapatkan
- giliran untuk mengirim surat mursilatun
- ilaihi. Jadi sebuah surat yang
- ditulis oleh sahabat Rasulullah.
- Biasanya Rasulullah itu memiliki majelis
- katib dan di situ banyak para penulis
- Nabi. Di antaranya ada Abdullah bin
- Abbas, ada lagi Abdullah bin
- Umar, ada lagi sahabat Utsman bin Affan,
- Abdullah bin Amr bin Ash, dan sederet
- para sahabat termasuk Ubay bin Ka'ab dan
- juga sahabat Nabi yang kita kenal yaitu
- sahabat yang tidak kalah pentingnya Zaid
- bin Tsabit.
- Ini sekretaris-sekretaris Rasul yang
- mahir menguasai berbagai bahasa yang
- terjadi di permukaan bumi saat itu. Baik
- bahasa Arab yang biasa hari-hari juga
- bahasa
- Ibrani bahasanya orang Yahudi dan juga
- bahasa Parsi yaitu bahasa Suryani.
- Dan ini dikuasai oleh sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, Abdullah bin Hudafah
- Asahmi dapat tugas mengirimkan surat ke
- Raja
- Parsi. Beliau karena semangat yang
- tinggi
- ditunaikan untuk menyerahkan surat Nabi
- kepada Raja Parsi dan Nabi pesan agar
- langsung diterima oleh tangannya.
- Dan beliau dijaga amanah itu sampai
- betul pada saat sampai di lingkungan
- atau di area kerajaan Parsi dengan
- penjagaan yang
- ketat.
- Kemudian rajanya tahu bahwa ada tamu
- dari Jazirah Arab.
- Kemudian setelah
- diberitahu kemudian raja ngasih
- isyarat
- agar para penjaganya saja yang
- nerima.
- Tapi Abdullah bin Hudaf Assami berkata,
- "Tidak, saya tidak akan menyerahkan
- surat ini
- kecuali langsung diterima oleh tangan
- rajanya sendiri."
- Kalau ada orang mau meminta tidak akan
- saya kasih.
- Akhirnya rajanya
- menyerah. Kalau itu baik saya terima
- sendiri. Ini satu hal yang
- sangat
- mendapatkan kehormatan yang
- tinggi baik dari Rasulullah maupun dari
- para sahabat yang lainnya.
- Selesai beliau melaksanakan
- itu, Rasul
- bertanya, "Terus gimana suratku?"
- Dibaca. Dibaca
- artinya. Tapi pada saat dibaca baru
- sampai
- kalimatnya min Muhammad
- Rasulillah ila
- Kisra. Kisra itu rajanya langsung
- berubah, wajahnya merah. H
- kemudian dia merebut surat yang sedang
- dibaca oleh
- penterjemahnya langsung dirobeknya.
- Nah, Rasul begitu mendengar suratnya
- dirobek, artinya belum tuntas bacaannya.
- Baru sampai kalau terjemahnya ini surat
- dari Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam kepada raja Kisra. baru
- sama di situ. He tersinggung. Nah,
- sehingga ditanya
- kenapa? Dia bilang,
- "Dia kan
- budakku, tanahnya tanah
- jajahanku. Kenapa nama dia yang
- didahulukan bukan namaku?" Ah, itulah
- kesombongan.
- Begitu Rasul mendengar berita suratnya
- dirobek, kemudian Rasul angkat tangan
- dan Rasul berdoa, "Allahumma mazik
- mulkaha." Ya Allah, robek pulalah
- kerajaannya. Itu jawaban Nabi. Dia sudah
- ngerobek surat Rasul, maka Rasul doa
- pada Allah, "Robek pula ya Allah
- kerajaannya."
- itu benar jawaban Rasul itu
- terjadi. Raja yang ngerobek surat rasul
- ternyata dibunuh oleh
- anaknya namanya
- Sirwah. Jadi
- betul-betul terjadi ini. Itulah salah
- satunya. Yang
- kedua, Abdullah bin Hudafah Assahmi.
- Karena memang
- masyaallah salah sahabat ini yang gagah,
- yang kuat, tahu situasi, tahu
- kondisi. Maka di masa Umar bin
- Khattab
- terjadi beberapa permasalahan yang
- cukup ya agak sedikit
- kompleks karena
- perluasan muslimin di berbagai belahan
- bumi itu mulai menjalar.
- Yang tadinya hanya sekitar Jazirah Arab
- saja, sekarang sudah masuk Palestina,
- sudah masuk Irak.
- sudah masuk Mesir, sudah masuk
- Turki. Nah, negara-negara itu kan
- sebagian ada yang dikuasai kerajaan
- Romawi seperti Mesir ya, kemudian
- Palestina, kemudian Turki. Nah,
- sementara yang dikuasai Parsi seperti
- Irak dan lain
- sebagainya. Nah, tentu kan bahasanya
- beda dan keinginan mereka juga enggak
- sama.
- Nah, maka Rasul sallallahu alaihi
- wasallam pada saat membebaskan suatu
- kota di zaman e di zaman Khalifah Umar
- bin
- Khattab, maka Umar mengerahkan pasukan
- untuk membebaskan satu daerah yang
- dikuasai oleh kerajaan
- Romawi. Nah, di
- dalamnya ada sahabat Nabi yang namanya
- Abdullah bin Huzafah Assahmi. Heeh.
- Heraklius pemimpin tertinggi bilang sama
- komandan-komandannya dan
- prajuritnya, "Jika kamu nanti dalam
- peperangan menghadapi muslimin atau
- orang
- Arab, jangan kau ada yang
- dibunuh." Kenapa? Saya ingin
- mengetahui sampai di mana kekokohan dan
- kekuatan akidah mereka kepada sanginya.
- Jadi tangkap mereka, bawa kemudian
- hadapkan kepada saya. Saya ingin tahu
- sejauh
- mana
- keyakinan, ketaatan, keteguhan mereka
- kepada orang yang mengatakan menjadi
- nabinya. Nah, terjadilah peperangan di
- daerah Palestina.
- Nah, waktu terjadi peperangan
- itulah ternyata kaum
- muslimin kena
- jebakan ya. Jadi mereka dikasih umpan
- seolah-olah ee musuh kalah. He. Kalau
- musuh kalah kan biasanya semangatnya
- sudah sudah mulai itu dah. Ternyata apa?
- Mereka dalam keadaan tidak siap
- dikepung. He dengan bala tentara yang
- cukup besar. Oh, gitu. Wah,
- akhirnya hampir
- semua
- kena. Ah, ditangkaplah
- mereka. Nah, pada saat penangkapan
- itulah karena komandan-komandan yang
- tadi dipesan oleh Heraklius
- itu mengingat betul jangan sampai ada
- yang terbunuh. Pokoknya kita periksa
- satu-satu. diperiksa itu tawanan perang
- itu kaum
- muslimin. Sehingga waktu itu kurang
- lebih ada 300 tawanan perang termasuk
- salah satunya sahabat Abdullah bin
- Huzafah
- Assahmi. Jadi yang ditawan itu ditanya
- oleh ee petugasnya, "Kamu mengimani
- Islam sejak kapan?"
- Ah, akhirnya dijawab. Nah, di antara
- jawaban itu ada jawaban Abdullah bin
- Huzafah. Mereka tahu ini sahabat nih.
- Katanya yang dulu dia menjamani
- Muhammad, menjamani ini nih. Oh, ini
- pasti orang ini nih. Kan di zaman itu
- ada yang berimannya di zaman Abu Bakar
- ya, ada yang di zaman
- Umar. Nah, ada yang pada saat Nabi mau
- wafat, ada yang sejak zaman dari Makkah
- Madinah.
- menghadapi peperangan dia ikut hanya
- udah
- bawa bawalah dibawalah Abullah bin
- Hudzafah
- Asahmi. Nah, waktu dihadapkan kepada
- Herakleus, Herakleus ingin menguji
- sampai di mana nih kekuatan akidah
- seorang muslim
- ini. Ada beberapa pertanyaan di
- antaranya pertanyaannya gini.
- Bagaimana kalau kamu saya bebaskan
- tawarah? Heeh. Tapi kamu ikut agama
- saya
- bebas kamu masuk agama saya.
- Tidak benar nih kalau bahasa kita mah.
- Iya tidak. Oh berarti ketahuan satu
- tuh. Sudah.
- Yang
- [Musik]
- kedua, saya punya anak
- cantik masih
- gadis. Gimana kalau saya nikahkan dengan
- kamu, tapi seratnya kamu ikut agama
- saya? Bahkan saya tambah dengan harta
- yang saya miliki, saya berikan kepada
- engkau sebagai bahan untuk menempuh
- rumah
- tangga. Tidak bisa.
- Waduh. Jadi ditawarin
- anak, ditawarin harta enggak mau. Enggak
- mau. Syaratnya dia masuk Kristen.
- Kalau sekarang jangankan
- ditawarin anak, baru aja dikasih mi ayam
- langsung
- klepek-klepek.
- Nah. Aduh, ini benar juga nih. Benar.
- Kuat-kuat ya. Kuat.
- Baik, kata dia, "Saya ngasih tawaran
- lagi
- dah. Bagaimana kalau saya ngangkat kau
- sebagai orang yang ada di lingkungan
- saya? Orang yang saya percaya untuk
- membantu pemerintahan ini. Tapi
- syaratnya engkau ikut agama saya." Oh,
- apalagi? Enggak mau saya. Waduh, dikasih
- jabatan enggak tanggung-tanggung. Bukan
- camat apalagi lurah. He. Bupati,
- menteri. Menteri.
- Bayangkan.
- Masyaallah.
- Ditolak ya. Kalau orang sekarang mah
- kelapak-kelapek.
- Jangankan ke jabatan, dikasih gadis saja
- udah lupa. Artinya Heraklius semakin
- yakin. H artinya benar nih
- kokohnya sahabat-sahabat Nabi ini
- seperti itu. Baik.
- Akhirnya setelah dibujuk sana, dibujuk
- sini, akhirnya dia tawarkan lagi.
- Terakhir
- nih, gimana kalau
- gini? Kita bagi dua aja nih
- kerajaan. Separuh kau, separuh
- saya, tapi kau ikut agama saya. H uh.
- Mungkin kalau istil mah jadi kerajaan
- terbagi dua
- istilahnya Jerman Barat, Jerman Timur
- lah gitu ya. Korea Utara, Korea Selatan
- lah gitu. Enggak bisa kata dia.
- Waduh, enggak bisa juga
- nih rajanya bingung
- nih. Dirayu lunak selunak-lunaknya
- bahkan dikasih anak yang cantik ditawah
- dengan harta nolak
- juga. Akhirnya kesal dia dari tawaran
- lembut naiknya apa? keras
- sekarang apa dia bilang
- Abdullah bagaimana kalau saya bunuh kau
- silakan mau dibunuh
- silakan oh
- iya sudah gini
- aja
- ajudan tangkap orang
- ini bawa ke tiang gantungan tembak
- dengan panah
- Udah itu ajudannya langsung megang dia
- bawa ke tiang
- gantungan. Ah setelah dalam kita
- gantungan kata dia tembak
- kakinya.
- Nah waktu mau
- ditembak rajanya kasihan
- juga. Turunin aja
- deh. Loh kok enggak jadi? Turunin aja.
- mau nanya juga
- sekarang. Kamu sudah diginiin aja masih
- nyerah katanya. Berarti kamu nih enggak
- ada apa-apanya saya
- ini. Udah gini aja
- dah. Tolong dibuatkan kuali yang besar.
- Didatangkan kuali kemudian diisi
- minyak semacam minyak kelapa atau minyak
- samian. Bakar kayu bakar yang besar.
- Kemudian itu kual itu kan mendidih ya.
- Layaknya kita mau ngegoreng kayak apa
- kan ngagotrok tuh. Allah
- minyak dibakar kan jelas itu. Heeh.
- Wuh. Kata Heraklius Abdullah tahu kan?
- Iya. Kamu sudah saya tawarkan begini
- begini. Nah sekarang saya nawarkan.
- kamu
- siap itu kuali sudah mendidih.
- Kalau kamu tidak ngikutin, kamu akan
- masuk. Tapi untuk
- meyakinkan bahwa kuali itu
- panas, dia minta
- ajudan, ambil seorang tawanan lainnya.
- Datang tawanan yang
- lainnya. Wah, sudah loyok orangnya.
- lihat oleh kau dilempar dilempar bris
- aja itu masuk ceces itu langsung
- tulang-tulangnya pada keluar itu
- terkelupasya
- waduh bayangkan di depan
- mata nah kamu kalau tidak mau ikut saya
- akan
- begitu tapi dia kayak enggak punya rasa
- ini tenang aja pikirannya tuh
- belum yakin
- Ambil lagi satu. Ambil lagi
- satu. Nah, langsung yang kedua kali
- begitu dimasukkan
- jes ya dalam keadaan panas kayak apa sih
- ngejojos ya kan. Jus. Iya ngejos. Iya.
- He. Wow.
- Nah, sudah.
- Heeh. Sekarang
- Ajudan
- silakan Abdullah bawa masukan, ya. Heeh.
- Begitu dibawa mau dimasukkan nangis
- Abdullah
- nangis. Langsung dia bilang laporan tuan
- ablonya nangis nih. Ah kesempatan
- nih. Ah berarti dia sudah mulai luruh
- nih. Panggil
- sini. Saya dengar katanya kamu nangis.
- Berarti kamu takut ya?
- Oh, tidak Tuhan. Lah, kenapa nangis?
- Kenapa
- nangis? Yang saya tangisi bukan
- apa-apa. Sekiranya saya punya
- nyawa sebanyak rambut di kepala
- saya, itu nyawa itu satu persatu keluar,
- itu saya
- bangga. Namun nyawa saya kan cuma satu.
- Jadi itulah nangis saya. Bukan saya
- takut, nyawanya saya cuma
- satu. Teriak
- rajanya, "Dikira kamu takut mati?"
- Enggak. Saya
- mah kesal lagi, ya.
- Waduh, ini kan kayak diledek dia. Dikira
- dia nangis takut
- mati. David setelah ditanya nangis bukan
- karena takut mati. Karena nyawa saya
- cuma satu.
- Coba kalau nyawa saya itu banyak
- kemudian mati hidup, mati hidup saya
- senang
- katanya. Udah akhirnya apa? Rajanya
- bingung. Rayuan lembut sudah, rayuan
- kasar
- sudah. Udah gini aja
- dah. Kamu bisa bebas, tapi syaratnya
- apa? Cium kepalaku.
- Hah? Cium kepala maksudnya bebas? Iya.
- Wah, kalau minum kepala bebasnya saya
- enggak enggak. Bagaimana kalau
- tawanantawanan muslimin bebas? Iya, saya
- bebaskan. Wah, dia mikir juga nih. Saya
- tidak disuruh
- sujud, saya hanya disuruh mencium
- kepala. Kepala. Saya akan bebas. tawanan
- muslimin yang sebanyak itu akan bebas.
- Kata enggak apa-apa kalau gitu
- mah langsung dipluk sem dicium sama dia.
- Bebas kan? Iya bebas.
- Sudah keluarkan semua
- tawanan. Keluar semua tawanan.
- Hancurlah kekuasaan dan kepungahan
- Heraklius di depan seorang sahabat
- karena ketuguhan iman dan dia bisa
- merobohkan keyakinan yang sudah
- berabad-abad bercokol di tubuh kerajaan
- itu. Ternyata tidak mampu menghadapi
- seorang sahabat yang namanya Abdullah
- bin Khuzafah untuk ikut agama
- Kristen. pulang ceritanya ke
- Madinah. Sampai di
- Madinah diminta laporan kan. He. Terus
- dia
- melapor. Wuh, kaget Umar bin
- Khattab. Diceritakan dari awal
- peperangan sampai dia ditangkap, sampai
- dia
- diintegrasi, dirayu baik secara halus
- maupun keras. Heeh. Sampai akhirnya dia
- dibebaskan dan muslimin bebas.
- Kalau istilah kita mah geleng kepala
- Umar.
- Masyaallah. Sini kata
- Umar. Sekarang yang lebih pantas mencium
- kepalamu aku. Kata
- Umar dipeluk sama
- dia. Kau telah membebaskan diri kau dan
- muslimin sebanyak itu bebas karena
- engkau mencium kepalanya. Masyaallah.
- Dan ini tidak menjadikan kau durhaka
- kepada Allah. Masyaallah. Itulah
- saudaraku bagaimana hebatnya kekuatan
- iman yang dimiliki oleh Abdullah bin
- Huzafah Assahmi. Semoga ada manfaat.
- Walaupun minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik,
- demikian akhwat kisah sahabat Abdullah
- bin Khudfah Assahmi yang begitu luar
- biasa yang disampaikan oleh Ustaz
- Komudan Basuni. Dan nanti untuk Anda
- yang bergabung silakan Anda bisa
- kirimkan WhatsApp Anda di
- 0811999720 ataupun telepon di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Yeah.