Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- thiban barokan fih kama
- yuhibunaard. Allahumma shi ala sayidina
- Muhammad wa ali sayidina Muhammad. Masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur
- Bekasi. Radio Silaturahim dan juga Rasil
- Visual untuk Islam yang 1.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Kembali di sore hari
- ini saya Rizal Alhaq bisa menyapa Anda
- dalam program acara tausiah sore untuk
- edisi Sabtu ya hari yang
- ke-23 di bulan Syawal 1439 Hijriah.
- Bertepatan juga dengan hari yang keet7uh
- di bulan Juli Juli 2018. Iwan semoga di
- sore hari ini Iwan masih tetap dalam
- keadaan baik ya, selalu dalam lindungan
- Allah Subhanahu wa taala. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Dan di Sabtu sore ini
- seperti biasa kita akan bertemu dengan
- guru kita Imam Yahsyallah Mansur yang
- akan memberikan kajian tafsir mauduinya
- yang alhamdulillah beliau telah kembali
- hadir di studio. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar baik dan sehat ya?
- Alhamdulillah sehat walafiat. Semoga
- seluruh pemirsa TV silaturahim dan
- pendengar radio silaturahim sehat
- walafiat seperti yang kita rasakan pada
- sore hari ini. Baik, ini siaran pertama
- ya setelah siaran pertama setelah
- lebaran. Alhamdulillah itu kami ucapkan
- kepada seluruh pendengar dan pemirsa
- ucapan yang sering diucapkan oleh para
- sahabat ketika hari raya mereka apabila
- bertemu
- dengan sahabat-sahabatnya atau
- teman-temannya mereka menyatakan
- taqobbalallahu minna wainkum. Semoga
- Allah menerima amal kita semuanya. Amin.
- Amin. Taqabbal ya karim. Dan di
- kesempatan ini juga kita masih
- momentumnya Syawal ya dan akan membahas
- mengenai peningkatan amal pasca Ramadan
- di bulan Syawal ini dan bulan-bulan ee
- seterusnya tentunya ya. Dan ini
- mengambil surah surah Al-Insyirah.
- Al-Insyirah ya ayat yang keet7 dan
- ke-elapan. Baik dan ikhwan akhwat
- langsung saja kita simak bersama seperti
- apa kajiannya dan seperti biasa nanti
- sesi yang kedua kita akan buka sesai
- jawab persilakan bagi hewan yang ingin
- menyampaikan pertanyaan, tanggapan
- ataupun komentarnya dan untuk itu kita
- simak dulu kajiannya. Silakan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin wasalatu wassalamu ala asrofil
- ambi iya wal
- mursalin sayyidina wa maulana muhammadin
- wa ala alihi wa asabi
- ajmain. Masyaallahu kan wama lam yasya
- lam yakun la haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim. Amma ba'd.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim dan pemirsa TV Silaturahim
- yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah pada sore hari ini
- kita kembali dapat bersilaturahim lewat
- kajian tafsir maudui yang pada sore hari
- ini kita akan
- mengambil
- ee tema yaitu peningkatan amal pasca
- Ramadan yang kita ambilkan dari firman
- Allah Subhanahu wa taala yang terdapat
- dalam surah Alin Insyirah ayat yang
- keet7 dan yang
- ke-8 yang berbunyi
- azubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim faidza
- farghutta
- fansob waila rbbika
- fargob yang artinya maka apabila engkau
- telah selesai melakukan sesuatu maka
- bekerja
- keraslah untuk melakukan sesuatu yang
- lain dan hanya kepada Tuhanmulah engkau
- berharap." Ayat ini secara langsung
- kedua ayat ini memang tidak ada
- hubungannya dengan bulan Ramadan.
- Tapi dari segi
- isinya
- insyaallah tidak terlalu
- jauh dengan apa yang kita rasakan saat
- ini. Yaitu kita telah selesai
- melaksanakan satu ibadah yang sangat
- mulia, yaitu ibadah saum Ramadan. Ah,
- kemudian apa yang seharusnya kita
- lakukan setelah selesai melaksanakan
- ibadah
- ini? Surah
- Al-Insyirah disebut juga dengan surah
- Alam
- Nasrah, disebut juga surah As-Syarah.
- Jadi ada tiga nama dari surah ini
- walaupun artinya
- sama yang diambil dari ayat pertama Alam
- Nasrah. Surah Alam Nasrah. Apakah kami
- belum
- melapangkan maksudnya dada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam? Kemudian
- al-insyirah artinya juga
- kelapangan. Asyarhu juga kelapangan.
- Surah ini merupakan surah yang
- ke-12 yang turun kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sebagai wahyu
- yang ke-12.
- Sesudah surah Ad-Duha, surah yang ke-11
- yang
- turun kepada beliau dan sebelum surah
- Al-Asr.
- Nah, dua ayat tadi menurut Hidmat kami
- sangat
- relevan untuk kita jadikan sebagai bahan
- renungan atau tadabur setelah kita
- selesai melaksanakan saum Ramadan.
- Seperti saat
- ini, setelah selesai melaksanakan saum
- Ramadan, hendaklah
- kita
- memiliki dua
- perasaan. Yang pertama, perasaan khauf
- atau
- cemas. Dan yang kedua perasaan rojak
- atau harap.
- cemas
- kalau-kalau amal
- kita tidak diterima oleh Allah Subhanahu
- wa
- taala.
- Namun kita juga
- berharap
- raja semoga Allah Subhanahu wa taala
- menerima saum kita walaupun mungkin
- belum kita laksanakan secara maksimal.
- sesuai dengan yang digariskan oleh
- syariat.
- Oleh karena itu, seperti yang tadi saya
- sampaikan di mukadimah atau di awal
- pertemuan kita yang pertama
- ini apabila kita
- berjumpa dengan teman
- kita pada hari
- raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha,
- kita
- disunahkan untuk
- mendoakan teman kita dengan ucapan
- Taqobbalallahu minna winkum.
- Semoga
- Allah menerima amal kami dan amal
- Anda. ini berangkat dari sebuah riwayat
- dari Jubair bin Nufair di
- mana beliau
- berkata, "Kana ashabu rasulillahi
- shallallahu alaihi
- wasallam idza
- talaqau yaumal id
- yaquulu ba'duhum liba'din
- taqobbalallahu minna
- wainkum yang
- artinya Para sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wa
- wasallam
- apabila mereka bertemu di hari raya
- mereka
- mengucapkan
- taqobbalallahu minna wainkum.
- Ikhwan akhwat yang sangat disayang oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Menurut Mualla bin
- Fadol bahwa para
- sahabat membagi tahunnya menjadi dua
- bagian. Bagian pertama yaitu bulan
- Syawal seperti bulan sekarang ini.
- Kemudian bulan
- Zulkadah, kemudian bulan Zulhijah.
- Kemudian bulan
- Muharram, kemudian bulan Safar dan
- Rabiul Awal mereka pergunakan untuk
- berdoa kepada Allah Subhanahu wa
- taala agar
- puasa yang mereka lakukan
- itu diterima oleh Allah Subhanahu wa
- taala dengan segenap
- rangkaiannya. Jadi berdoanya selama 6
- bulan. Doa agar apa yang mereka lakukan
- diterima oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Maka jangan
- sampai seperti yang banyak atau mungkin
- juga dilakukan sebagian orang begitu
- selesai Ramadan selesai
- sudah semua amalnya. Nah, mudah-mudahan
- kita tidak termasuk dalam kelompok ini,
- tapi kita mengikuti para sahabat di mana
- selama 6
- bulan mereka
- gunakan untuk
- berdoa agar amal mereka yang mereka
- lakukan selama bulan Ramadan itu
- diterima oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian bagian yang kedua yaitu bulan
- Rabiul
- Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir,
- Rajab dan
- Syakban mereka
- pergunakan untuk berdoa agar Allah
- memberikan
- kekuatan kepada mereka untuk dapat
- menemui lagi bulan Ramadan dan
- melaksanakan
- saum di bulan di tahun yang akan
- datang. Itulah sikap salafus salih dari
- para sahabat tentang bagaimana
- mensikapi pasca Ramadan.
- Kedua ayat di atas mengajarkan kepada
- kita apabila kita telah
- selesai melakukan suatu
- pekerjaan di mana kata kalimat selesai
- di sini digambarkan oleh Allah dengan
- kata
- faragho yang arti aslinya adalah
- kosong setelah sebelumnya
- penuh. Baik.
- secara material maupun
- immaterial. Oleh karena itu kalau kita
- berbincang-bincang dengan
- seseorang tentang
- pekerjaan, nah saat itu kita tidak punya
- pekerjaan dalam bahasa Arab, ana farh.
- Saya lagi nganggur, saya lagi kosong.
- Itulah Fargho. Nah, gelas yang tadinya
- penuh lalu
- diminum atau tumpah hingga
- kosong atau hati yang tadinya gundah
- dipenuhi oleh kerisauan dan
- kegelisahan kemudian menjadi tenang dan
- plong. Keduanya digambarkan oleh Allah
- dengan kata farag.
- Jadi dengan kata farigh
- ini kita oleh Allah Subhanahu wa taala
- diingatkan apabila engkau sudah
- selesai melakukan
- pekerjaan. Nah,
- kemudian sebelum melakukan pekerjaan
- yang lain, jeda antara satu pekerjaan
- dengan pekerjaan yang lain inilah
- namanya farah.
- faragho. Jadi setelah kita selesai
- melakukan suatu pekerjaan dan kita belum
- melakukan pekerjaan yang lain, itulah
- disebut dengan kata far. Faid faragta.
- Apabila engkau sudah selesai melakukan
- suatu pekerjaan seperti saat ini, kita
- sudah selesai melaks
- melaksanakan saum Ramadan.
- beberapa hari yang lalu ya antara 24
- atau ya 24 ya 24 hari atau 25 hari kita
- sudah selesai.
- Nah, kemudian hendaknya faidza faragta
- fansob, maka
- segeralah mengerjakan pekerjaan yang
- lain. Allah Subhanahu wa
- taala
- mengisyaratkan kata menggunakan kata
- nasoba
- untuk mendorong kita melakukan pekerjaan
- yang lain. Setelah kita selesai
- melakukan pekerjaan itu, nah nasoba itu
- arti
- aslinya atau arti
- lafiahnya minimalnya ada
- dua. Yang pertama nasoba berarti tegak
- atau
- mantap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa
- taala berfirman di dalam surah
- Al-Ghasiyah, "Wailal jibali kaifa
- nusibat.
- dan
- gunung-gunung bagaimana dia
- ditegakkan. Apakah engkau tidak
- melihat kepada
- gunung-gunung bagaimana dia itu
- nusibat
- ditegakkan? Jadi suatu
- pekerjaan yang dilakukan kemudian dia
- dapat tegak dan mantap. Itulah
- nasoba. Usaha menegakkan
- sesuatu sehingga dapat tegak dan mantap
- itu biasanya dilakukan dengan
- sungguh-sungguh. Kalau tidak
- sungguh-sungguh tidak
- bisa. Tidak bisa kita melakukan
- sesuatu sampai
- tegak, sampai mantap kalau kita tidak
- sungguh-sungguh.
- Nah, orang yang bekerja dengan
- sungguh-sungguh
- itu biasanya dia akan merasakan
- kelelahan. Nah, pengertian yang kedua
- dari kata nasoba faidza faragta
- fangsob. Maka
- kerjakanlah sampai engkau lelah. Nah, di
- sini itu pengertian secara bahasa dan
- itulah yang tersirat dari ayat tadi.
- Setelah engkau selesai melakukan satu
- pekerjaan, maka
- kemudian laksanakan pekerjaan yang
- lain. Pekerjaan yang lain tadi hendaknya
- kau kerjakan sampai tegak, sampai
- mantap.
- Nah, orang ketika melakukan satu
- pekerjaan, ketika pekerjaan tadi
- diharapkan dapat mantap, dapat tegak
- dengan kokoh dan kuat, biasanya
- mengeluarkan
- tenaga. Nah, dengan keluarnya tenaga ini
- kita akan
- lelah. Maka kata nasoba yang kedua
- artinya adalah lelah.
- Sebagaimana disebutkan dalam sebuah
- hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
- Ma yusibul muslima min
- nasobin wala
- wasobin wala
- hammin wala huznin wala azan wala
- gammin hatta
- syaukati yusakuha
- illa kafarullahu biha min
- kyahu rawahu bukhari w muslim yang
- artinya tidaklah seorang muslim
- tertimpa
- kelelahan nasobin ya itu dan juga tidak
- tertimpa suatu penyakit
- wasobin atau kesedihan
- hamin wala
- huznin atau
- kegelisahan wala azan atau
- kegangguan walaammin dan juga
- kesusahan. Bahkan duri yang
- menusuknya kecuali itu semuanya akan
- menghapus
- kesalahan yang
- dilakukan pada waktu
- dia lalai pada Allah Subhanahu wa taala
- sehingga dia melakukan kesalahan. Nah,
- kesalahan-kesalahan
- itu dapat
- dihapus dengan kerja keras.
- Oleh karena itu, para ikhwan akhwat yang
- sangat disayang oleh Allah, marilah
- kalau kita mengerjakan
- sesuatu hendaknya pekerjaan itu dapat
- selesai,
- tuntas, mantap,
- tegak, dan pekerjaan yang demikian itu
- biasanya adalah kita lakukan apabila
- kita mengeluarkan segenap potensi yang
- kita miliki sampai kita kemudian
- merasakan
- lelah. Itulah
- fun. Jadi di sini kita semuanya
- mendapatkan pelajaran bahwasanya Allah
- Subhanahu wa taala tidak
- menginginkan kita ini tidak mengerjakan
- aktivitas, tidak beraktivitas.
- Allah Subhanahu wa taala sangat
- mendorong kita untuk
- bekerja. Dan ketika kita bekerja
- hendaknya hasilnya itu
- mantap. Dan pada waktu mengerjakan
- jangan takut lelah.
- Karena kelelahan itu akan menghapuskan
- dosa. Oleh karena itu, Umar bin Khattab
- pernah
- berkata, "Saya
- benci melihat seorang dari kalian
- menganggur tidak melakukan suatu
- pekerjaan yang menyangkut kehidupan
- dunianya, tidak pula kehidupan
- akhiratnya.
- Jadi sekali lagi orang Islam hendaknya
- bekerja. Jangan sampai orang Islam itu
- nganggur tanpa pekerjaan. Seperti
- dikatakan Umar bin Khattab radhiallahu
- anhu. Beliau sangat benci melihat orang
- nganggur. Inilah yang kadang-kadang kita
- semuanya kerja tapi takut lelah.
- Bahkan kita merasa bangga kalau kita
- kita ini kerja tanpa lelah, tanpa capek.
- Seharusnya bukan
- begitu. Lelah itu biasa bagi orang yang
- bekerja maksimal. Maka jangan takut
- lelah. Kita harus berani lelah. Ya,
- seperti kita lihat orang-orang yang
- bekerja dengan
- serius. Nah, inilah yang ayat yang
- pertama. Mari kita
- kerjakan pekerjaan yang lain setelah
- kita
- melaksanakan saum Ramadan dengan
- sungguh-sungguh sehingga pekerjaan itu
- dapat tegak, pekerjaan itu dapat
- sempurna. Dan untuk mewujudkan itu
- jangan takut kita capai, jangan takut
- kita lelah.
- capai maksud kami ya, bukan dicapai,
- capek maksud kami ya. Kita jangan takut
- capek dan jangan takut kita lelah.
- Ikhwan akhwat yang sangat disayang oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, oleh karena
- itu apabila kita melakukan
- pekerjaan dengan apa yang tadi
- disampaikan yaitu
- kerja hasilnya tegak dan mantap dengan
- capek, maka inilah yang terkandung di
- bulan Syawal. pekerjaan kita akan
- mengalami
- peningkatan bukan malah degradasi
- penurunan.
- Maka tema yang kita ambil pada sore hari
- ini adalah peningkatan amal. Nah,
- peningkatan
- pekerjaan setelah atau pasca Ramadan.
- Jadi mohon maaf hendaknya semua yang
- kita
- lakukan, amal yang kita lakukan selama
- bulan
- Ramadan itu hendaknya kita tingkatkan di
- bulan ini sesuai dengan arti daripada
- Syawal yang artinya
- peningkatan. Nah, peningkatan apa saja
- yang hendaknya kita lakukan pasca
- Ramadan ini?
- Minimalnya menurut hikmat kami ada
- tiga. Satu, peningkatan
- iman. Selama bulan Ramadan kita dididik
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala dengan ibadah
- puasa sebagai ibadah yang sangat
- rahasia yang hanya diketahui oleh Allah
- Subhanahu wa taala dan pelakunya.
- Hal ini mengajarkan kepada kita untuk
- berlaku ikhlas. Inilah
- iman. Berbuat hanya karena
- Allah. Percaya
- akan
- adanya balasan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi selama bulan Ramadan kita
- dididik oleh Allah Subhanahu wa taala
- untuk mengerjakan sesuatu dengan ikhlas.
- Di mana kita melaksanakan bulan saum
- Ramadan tidak ada yang
- mengetahui kecuali Allah dan kita
- sendiri. Inilah keikhlasan. Jadi mari
- kita tingkatkan keikhlasan kita dalam
- bekerja. Bekerja bukan karena takut
- kepada
- atasan. Bekerja bukan karena segan
- kepada teman.
- bekerja bukan karena malu kepada
- bawahan, tetapi bekerja
- semata-mata karena Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, ini kita tingkatkan. Mari
- kita tingkatkan seluruh pekerjaan kita
- dalam
- keikhlasan. Kita tingkatkan keikhlasan
- kita dalam pekerja.
- Sebagai seorang ibu yang melayani
- suaminya, maka hendaknya dia lakukan
- semata-mata karena Allah, bukan karena
- takut kepada suaminya, bukan karena
- segan atau malu kepada anak-anaknya,
- bukan. Tapi semata-mata karena Allah
- Subhanahu wa
- taala. Sebagai seorang suami, dia akan
- santuni istrinya semata-mata karena
- Allah. Subhanahu wa taala. Sebagai
- seorang anak, dia akan berbakti kepada
- kedua orang tuanya semata-mata karena
- Allah Subhanahu wa taala. Sebagai orang
- tua, dia akan perhatikan anak-anaknya
- semata-mata karena Allah subhanahu wa
- taala. Demikian yang hendaknya kita
- tingkatkan, yaitu tingkatkan keikhlasan.
- Apabila kita bekerja dengan menghadirkan
- Allah, artinya ikhlas sebagai sumber
- motivasi, maka pekerjaan yang kita
- lakukan insyaallah akan memenuhi tiga
- unsur. Yang pertama akan selalu
- baik, yang kedua akan selalu
- benar, dan yang ketiga selalu
- maksimal. Kenapa? selalu baik. Karena
- memang Allah itu zat yang baik. Allah
- jamil. Innallaha jamil yuhibbul jamal.
- Allah senang dengan pekerjaan-pekerjaan
- yang baik. Allah itu maha benar. Allah
- tidak mau menerima pekerjaan-pekerjaan
- yang tidak benar. Walaupun dimaafkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala, tapi
- kalau dia tidak memenuhi persyaratan,
- dia akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian Allah menuntut kepada kita agar
- kita bekerja dengan
- maksimal. Jangan bekerja dengan
- setengah-tengah. Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan kita semuanya melalui
- lisan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang disebutkan dalam Al-Qur'an
- surah at-Taubah ayat yang ke-105.
- Allah mengingatkan
- azubillahiminasyaitanirjim waalu
- fasarullahu amalakum warasuluhu mminun
- wasurdunaimil ghaibi
- wasyahadah funabbiukum bima kuntum
- tamalun yang artinya dan
- katakanlah wahai
- Muhammad bekerjalah kalian maka Allah
- akan melihat
- pekerjaan
- kalian. Begitu juga
- rasul-Nya dan orang-orang yang
- beriman. Dan kalian akan
- dikembalikan kepada
- Allah yang maha mengetahui yang gaib dan
- yang nyata. Lalu
- diberitakannya kepada kalian apa yang
- telah kalian kerjakan.
- Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir
- menukilkan sebuah hadis yang
- diriwayatkan oleh Imam Abu Daud
- at-Tayyalisi bahwasanya Rasulullah
- sallallahu alaihi wa wasallam
- bersabda, "Inna
- a'alakum tuu ala
- asyairikum
- waqribikum fi quburihim
- istabsaru wa girik qolu
- allahumma
- alhimhum ayalu
- bitatik yang
- artinya sesungguhnya amal-amal kalian
- termasuk amal kita semuanya akan
- ditampilkan kepada kerabat dan keluarga
- kalian di dalam kubur
- mereka. Ingat di dalam kubur mereka.
- Jadi apa yang kita lakukan itu akan
- ditunjukkan kepada sanak kerabat kita
- yang sudah meninggal yang mereka sudah
- berada di dalam
- kubur. Selanjutnya Rasul bersabda yang
- artinya jika perbuatan kalian baik maka
- mereka bergembira dengan perbuatan yang
- kalian lakukan.
- Tetapi jika perbuatkan kalian
- sebaliknya, artinya tidak baik, mereka
- berdoa kepada Allah. Allahumhimhum ayalu
- bati.
- Ya Allah, berikanlah kepada mereka ilham
- untuk
- berbuat amal taat
- kepadaMu. Dari hadis ini kita
- mengetahui bahwa semua pekerjaan kita
- yang kita lakukan itu
- berimplikasi duniawi dan berimplikasi
- ukhrawi yang akan
- diperlihatkan kepada orang-orang yang
- sudah berada di alam akhirat. Sudah
- tentu juga dilihat oleh orang-orang yang
- ada di dunia. Oleh karena mesti
- pekerjaan kita akan kita kerjakan. Yang
- kita kerjakan itu kita upayakan baik,
- kita upayakan benar, dan kita upayakan
- maksimal. Kemudian apa yang kedua yang
- harus kita
- tingkatkan pasca Ramadan ini? Yaitu kita
- tingkatkan ibadah
- kita. Ikhwan akhwat yang sang disayang
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Selama bulan Ramadan kita
- dididik oleh Allah dan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dengan
- berbagai macam
- ibadah seperti salat
- tarawih, membaca
- Al-Qur'an, memperbanyak sedekah,
- infak, iktikaf dan sebagainya.
- Ibadah-ibadah ini
- hendaknya kita perhati, kita
- pertahankan, bahkan kalau perlu kita
- tingkatkan untuk mengisi aktivitas
- keseharian kita pasca
- Ramadan. Salat
- tarawih adalah
- didikan kepada kita untuk rajin salat
- tahajud.
- Nah, jadi jangan sampai ya kita setelah
- selesai Ramadan ini kita tidak pernah
- salat tarawih lagi. Tarawihnya di bulan
- Ramadan adalah salat tahajud sehingga
- selesai aktivitas kita. Sebetulnya tidak
- boleh begitu. Nah,
- jadi salat tarawih mendidik kita ini
- menurut hikmat
- kami agar kita
- memperhatikan salat
- tahajud, salat sunah yang paling tinggi
- nilainya dan salah dan
- satu-satunya salat sunah yang disebutkan
- beberapa kali oleh Allah di dalam
- Al-Qur'an.
- Antara lain Allah menyatakan ini dulu
- sudah kita pernah bahas tentang
- keutamaan salat tahajud yaitu dalam
- surah al-Isra ayat yang
- ke-79.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Waminallaili
- fatahajjad bihi
- nafilatan laka
- asa ayyab'atak.
- Asa
- ayyab'ataka rbuka maqom.
- [Musik]
- Dan dari sebagian malam
- bertahajudlah sebagai ibadah tambahan
- bagi
- kalian sebagai maksud kami bagi engkau.
- Karena ini sebetulnya ee kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tapi juga ditujukan kepada kita sebagai
- pengikutnya.
- Mudah-mudahan Tuhanmu
- mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
- Jadi kalau kita menginginkan tempat yang
- terpuji sebagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ditempatkan
- oleh Allah di tempat yang terpuji, maka
- ikuti apa yang beliau lakukan yaitu apa?
- Salat tahajud.
- Apabila muslimin ini
- ingin menduduki atau mencapai tempat
- yang tinggi, salah satu sarananya adalah
- tahajud.
- fatahajad bihi
- nafil
- asabakauka maq
- mahmud rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan kepada kita dan
- beberapa hadis tentang keutamaan salat
- tahajud daus shihina qoblakum itu adalah
- tradisi orang-orang yang baik sebelum
- kalian jadi salah satu ciri orang baik
- adalah
- melaksanakan salat tahajud. Nah, itulah
- salat tarawih mendidik kita agar kita
- memperhatikan salat
- tahajud. Kemudian selama bulan Ramadan
- kita banyak membaca Al-Qur'an dan saya
- yakin rata-rata di antara kita itu telah
- mengkhatamkan Al-Qur'an minimal satu
- kali.
- Nah,
- sebetulnya itu juga didikan agar pasca
- Ramadan kita tetap memperhatikan
- Al-Qur'an. Karena apabila kita membaca
- Quran sebenarnya kita dialog dengan
- Allah Subhanahu wa taala sehingga rasa
- cinta kita kepada Allah semakin
- mendalam. Bahkan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda,
- "Alquranu ahabbuallah.
- minasamawati wal ard w fihin rawahu abu
- nuim yang artinya
- al-Qur'an lebih dicintai oleh
- Allah daripada langit dan bumi dan
- segala
- isinya. Inilah Al-Qur'an. Jadi kalau
- kita baca Al-Qur'an, kita akan menjadi
- orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu
- wa taala.
- Bahkan salah satu hikmah dari membaca
- Al-Qur'an ini, para ahli kontemporer
- telah mengadakan
- penelitian.
- Ternyata membaca
- Al-Qur'an sehabis magrib dan setelah
- subuh akan meningkatkan
- kecerdasan sampai dengan
- 80%. Ini terbukti.
- Anak-anak yang hafal Al-Qur'an rata-rata
- mereka mempunyai IQ, kemampuan otak yang
- cemerlang. Sehingga pada perebutan
- sekarang beberapa fakultas untuk
- menerima penghafal-penghafal Al-Qur'an.
- Bahkan beberapa fakultas termasuknya
- fakultas kedokteran yang mungkin sangat
- sulit untuk dimasuki oleh beberapa calon
- mahasiswa. Ah, dibuka lebar-lebar asal
- dia hafal Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an
- akan mencerdaskan kita. Nah, kenapa hal
- ini dikarenakan pada waktu
- tersebut ada
- pergantian siang ke malam dan
- sebaliknya. Di mana pada waktu
- pergantian malam dan siang dan
- sebaliknya itu dengan membaca
- Al-Qur'an kita melakukan tiga aktivitas.
- Otak utama apa? Yaitu
- melihat. Jadi dengan melihat akan
- mempengaruhi otak kita. Kemudian
- membaca. Membaca apalagi membaca dengan
- penghayatan kan
- mempengaruhi pikiran kita, bukan hanya
- otak, hati kita. Dan kemudian dengan
- mendengarkan Al-Qur'an maka hati kita
- atau pikiran kita akan jernih. bersih
- maka akan mudah akan mendapatkan ilmu
- pengetahuan dengan infak. Nah, selama
- bulan Ramadan
- kita didorong untuk banyak infak
- itu diharapkan dengan itu
- mempertajam kepekaan sosial
- kita agar kita
- merasa betapa masih banyak ikhwan-ikhwan
- kita yang sampai sekarang hidup dalam
- kekurangan dan penderitaan.
- Baik yang di dalam negeri, betapa masih
- banyaknya orang-orang yang miskin,
- orang-orang yang tiap malam
- menggelandang mereka di
- jalan-jalan. Bahkan ada manusia-manusia
- gerobak yang mereka hidup 24 jam di atas
- gerobak dengan mendorong gerobak. Belum
- juga hewan-hewan kita di luar Indonesia
- yang sekarang banyak memerlukan bantuan
- kita. hewan kita di rohingnya yang
- alhamdulillah kita sudah mendirikan
- rumah sakit di sana hampir
- selesai ini memerlukan kepekaan sosial
- kita kemudian ikhwan kita yang ada di
- Palestina yang sampai sekarang masih
- hidup
- terjajah alhamdulillah kita telah
- mendirikan rumah sakit di sana dan sudah
- selesai dan digunakan hanya mereka minta
- untuk dikembangkan
- lagi-wan kita yang ada di Mindanao,
- selatan dan seterusnya dan seterusnya.
- Mereka memerlukan uluran tangan kita.
- Nah, dengan infak selama bulan Ramadan
- kita padekatnya dididik oleh Allah
- Subhanahu wa taala
- untuk agar kita menjadi manusia yang
- memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
- Kemudian iktikaf. Nah, ini sebetulnya
- iktikaf mendidik kita untuk
- memperhatikan salat
- berjamaah dan memakmurkan masjid yang
- merupakan salah satu sumber kekuatan
- umat
- Islam. Maka jangan sampai di antara kita
- itu yang salat lima waktu tanpa uzur di
- rumah. Bagi yang laki-laki sudah tentu
- saja iktikaf mendidik kita untuk salat
- berjamaah di masjid dan memakmurkan
- masjid yang merupakan salah satu sumber
- kekuatan umat Islam. Jadi kalau kita
- ingin umat Islam kuat, imat Islam kuat
- masjid, tetapi kita malas ke
- masjid, bagaimana mungkin akan bisa kuat
- umat Islam? Tidak mungkin para ikhwan
- semuanya dikisahkan paska
- meletusnya perang antara Mesir dan
- Israel pada tahun
- 1973 ada salah seorang tentara Mesir
- yang
- berkata kepada tentara Yahudi. Dia
- berkata begini kepada tentara Yahudi,
- "Demi Allah, kami akan mengalahkan
- kalian sampai batu dan pohon pun akan
- membantu kami dengan berkata, "Hai hamba
- Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di
- belakangku. Kemarilah bunuhlah dia."
- Karena memang ada di dalam hadis.
- Tapi
- rupanya si Yahudi tadi
- tahu mereka kemudian dia kemudian
- menjawab, "Eh, semuanya tidak akan
- terjadi
- tuan sebelum salat subuh
- kalian sama dengan jumlah salat Jumat
- kalian." Nah,
- ini apakah salat subuh kita sudah
- seramai salat Jumat atau belum?
- Itulah rahasia kekuatan umat Islam di
- salat
- berjamaah. Kemudian apaagi yang harus
- kita tingkatkan setelah selesai atau
- pasca Ramadan ini? Insyaallah kita jedak
- sebentar. Kita akan lanjutkan setelah
- ini.
- [Musik]
- biananafna wa annana
- asrafna ala ladha
- asrafna fatub alaina
- taubah tagsilhu kulla
- haubah
- wasurlanal
- aurati wa aminir rauati
- [Musik]
- wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au jiratin au shohbah wal
- muslimina ajma amin
- [Musik]
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suli. Sha wasallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbihi
- adadatashbi
- walhamdulill ilahi fil badii wat
- tanahi. Ya Allah kami mengaku bahwa kami
- berdosa. Kami melampaui batas. kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara-saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat, serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir ya.
- Alhamdulillah. Amin. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Telah kita simak
- bersama kajian tafsir maunuiuwui di sore
- hari ini, yaitu dengan tema peningkatan
- amal pasca Ramadan. Ini mengambil Quran
- surah Al-Insyirah ya, dua ayat terakhir
- yaitu ayat yang keet7 dan ke-elapan tadi
- dijelaskan beberapa peningkatan amal
- kita, bagian juga ee peningkatan kita
- dalam bekerja dan juga ibadah kita,
- ikhwan akhwat. Dan akan dilanjutkan
- sebelum kita memasuki ke sesi tanya
- jawab. Dan untuk itu kami mengundang
- partisipasi dari Ikhwan Awat yang ingin
- bergabung menyampaikan pertanyaan,
- tanggap dan juga komentar dari kajian di
- sore hari ini. Seperti biasa bisa
- mengirimkannya di
- 0811999720 ataupun berdialog di langsung
- di
- 0218451512. Untuk itu kita lanjutkan
- dulu peningkatan ee apa lagi yang Iya
- yang ketiga ya. I silakan. Yang ketiga
- adalah peningkatan akhlak.
- Apa itu akhlak? Imam Al-Ghazali
- memberikan definisi akhlak adalah suatu
- pekerjaan yang telah menjadi
- kebiasaan yang dilakukan tanpa harus
- berpikir lagi. Nah, akhlak ini ada dua.
- Akhlak mahmudah, akhlak yang baik dan
- akhlak mazmumah, akhlak yang tercela.
- Sudah tentu yang kita tingkatkan adalah
- kebiasaan akhlak yang
- mahmudah. Di antara kebiasaan yang
- ditanamkan oleh
- Allah dan Rasul-Nya. Wallahu alam bawab.
- Dalam bulan Ramadan adalah kebiasaan
- menepati
- waktu dan kebiasaan hidup
- bersama-sama atau
- berjamaah. Hidup berjamaah. Kita lihat
- di mana
- Allah menganjurkan pada kita untuk
- memulai saum juga berdasarkan hadis dan
- mengakhiri saum dengan melihat bulan
- dengan rukyatul hilal. Walaupun sudah
- tentu untuk menguatkannya boleh dengan
- hisab. Ini artinya apa? Agar kita ini
- selalu
- bersama-sama. Muslimin harusnya
- berjamaah.
- Jangan berpecah
- belah. Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan dalam
- berbagai ayat di dalam Al-Qur'an. Antara
- yang sering kita dengar melalui radio
- silaturahmi ini. Waasimu bihablillahi
- jami w
- tafarqu. Berpegang tekulah kalian kepada
- tali Allah jamian seraya berjamaah.
- Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir
- menukilkan sebuah tiwat muslim.
- Inallahumakumakumuduahrakumakumila
- waqal
- waal Allah senang kepada kalian apabila
- kalian dan melakukan tiga hal. Yang
- pertama memperibadati Allah dengan tidak
- menyekutukan Allah dengan
- sesuatu. Yang kedua, Allah senang pada
- kalian ketika kalian berpegang teguh
- kepada tali Allah seraya berjamaah dan
- tidak berpecah
- belah. Yang ketiga, Allah senang apabila
- kalian memberikan nasihat orang yang
- memegang urusan kalian.
- Allah benci kepada kalian tiga
- perkara. Banyak
- bertanya katus
- soal.
- Kemudian kila waqal mengatakan dan
- dikatakan dikatakan dan artinya
- berbicara tanpa dasar. Kemudian waidatal
- mal atau yang pertama kila waqol
- waqatusal waidatal mal berbicara tanpa
- dasar banyak bertanya dan menyia-nyiakan
- harta artinya menggunakan harta tidak
- sesuai dengan tuntunan Allah. Tiga hal
- ini yang dibenci oleh Allah.
- Maka ketika menafsirkan ayat ini
- kemudian Ibnu Katsir berkomentar dengan
- ayat ini Allah memerintahkan amarahum
- bil jamaah. Allah memerintahkan
- orang-orang yang beriman untuk berjamaah
- bersama-sama. Whahum anil ikhtilaf wat
- tafarruq. Wahum tafaruq dan melarang
- mereka dari berpecah belah.
- Jadi, mari kita tingkatkan kebersamaan
- kita pasca Ramadan ini. Jangan sampai
- kita dipecah belah oleh pihak-pihak yang
- tidak menginginkan kesatuan
- umat. Nah, kemudian kebiasaan yang
- ditanamkan oleh Allah, oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam selam bulan
- Ramadan adalah kebiasaan menepati waktu.
- Hal ini tampak pada perintah berbuka dan
- sahur pada
- waktunya. Berbuka sebaiknya di awal
- waktu, sahur di akhir waktu. Hal ini
- mengisyaratkan agar kita mulai
- pekerjaan di awal waktu dan tidak
- mengakhiri
- pekerjaan kecuali sehabis waktunya.
- Ikhwan ikhwat yang sang disayang oleh
- Allah Subhanahu wa taala, waktu adalah
- nikmat yang sangat besar dari Allah
- kepada
- manusia. Sepantasnyalah manusia
- memanfaatkannya cara baik dan
- maksimal
- untuk
- beramal, untuk melakukan aktivitas yang
- baik, amal
- saleh. Mengingat waktu memiliki tiga
- karakter.
- Yang pertama waktu itu sangat cepat
- berlalunya. Cepat sekali berlalunya.
- Allah
- mengingatkan antara lain dalam surah
- Annaziat bagaimana keluan orang-orang
- yang tidak menggunakan waktu besok pada
- hari kiamat. Kaahum yauma yaraunaha lam
- yalbu illa
- asiyatan duha.
- Pada hari mereka melihat kiamat itu,
- seakan-akan mereka tinggal di dunia
- hanya pada waktu sore dan pada waktu
- pagi. Singkat sekali para ikhwan-akhwan
- yang disayang oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian yang kedua, karakter
- waktu barang yang
- termahal yang dimiliki oleh manusia.
- harta berap pun
- juga yang kita miliki nanti akhirnya
- tidak ada artinya apabila kita tidak
- dapat mengunakan waktu dengan
- sebaik-baiknya. Hal ini yang dapat kita
- renungkan
- dari ucapan orang-orang yang melalaikan
- waktu ketika menghadapi sakaratul maut.
- Dia berkata, "Rbi laula akani ila ajalin
- qorib
- faasdaq waakum
- minihin." Surah almunafiqun ayat yang
- ke-10.
- Tuhan, sekiranya Engkau berkenan menunda
- kematianku sedikit waktu lagi, maka aku
- akan dapat bersedekah dan aku termasuk
- orang-orang yang
- saleh. Menyesal dia karena dia tidak
- menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.
- Maka waktu adalah pemberian Allah,
- nikmat Allah yang sangat
- mahal. Yang
- terakhir, waktu
- apabila
- berlalu tidak mungkin dia akan kembali
- lagi. Imam Hasan Albashri mengingatkan,
- "Ibna
- Adam, innama anta
- ayyamun kama dzahaba yaumun.
- bauka ibna Adam, wahai anak
- Adam, innama anta ayyam. Engkau hanyalah
- kumpulan dari hari-hari atau
- waktu dzahaba yaumun.
- Ketika hari itu satu hari berlalu,
- zahaba ba'duk. maka telah hilang
- sebagian dari
- engkau. Inilah waktu karakternya ada
- tiga. Sekali lagi dia sangat cepat
- berlalunya. Yang kedua, dia sangat mahal
- harganya. Dan yang ketiga, dia tidak
- mungkin kembali apabila telah berlalu.
- Oleh karena itu, orang yang
- menghayati makna puasa Ramadan, dia akan
- menjadi orang yang
- disiplin, orang yang
- melaksanakan pekerjaan tepat pada
- waktunya.
- Inilah yang insyaallah sangat baik
- apabila kita
- tingkatkan pasca Ramadan ini. pertama
- adalah peningkatan
- keimanan terutama sekali dalam
- keikhlasan kita, kemudian peningkatan
- akhlak kita dan
- kemudian
- peningkatan ibadah kita atau peningkatan
- keimanan kita, peningkatan ibadah kita,
- dan kemudian peningkatan akhlak kita.
- Mudah-mudahan kita semuanya menjadi
- orang-orang yang dapat menghayati makna
- Ramadan sehingga kita tidak termasuk apa
- yang dikatakan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ruboimin
- laisa min siamihi ju wal atos.
- Banyak orang yang
- berpuasa sementara hasil
- puasanya tidak ada lain kecuali hanya
- lapar dan
- dahaga.
- Mudah-mudahan bukan itu hasilnya. Bukan
- hanya lapar dan naka semata-mata, tapi
- dapat menghasilkan amal yang lebih baik
- pasca Ramadan. Wallahuam bisawab.
- Demikian yang dapat kami sampaikan.
- Baik, terima kasih dan jazakullah kiroh
- atas kajiannya dan kita langsung saja
- ikhwan awat ya ke sesi tanya jawab dan
- kami persilakan bagi ikwan yang ingin
- menyampaikan pertanyaan, tanggapan
- ataupun komentarnya seperti biasa di
- 0811999720. Yang pertama dari Pak Raihan
- di Bekasi, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Karena biasanya sebelum dan
- setelah Idul Fitri kita libur panjang
- katanya sehingga masyarakat kita
- sebagian besar jadi semakin berkurang
- baik dalam hal bekerja ataupun
- ibadahnya karena sibuk dengan aktivitas
- liburannya. Nah, sebenarnya bagaimana
- sih Islam melihat waktu liburan?
- Bagaimana juga Nabi mencontohkan
- istirahat atau libur di sela-sela
- berdakwah atau bekerja?
- Ya, ibadah itu tidak mengenal
- libur. Oleh karena itu, hidup kita
- sebetulnya tidak mengenal
- libur, tidak mengenal istirahat.
- Kita lihat pada hari
- Jumat. Kalau orang-orang nonmuslim
- mereka punya hari libur, terutama Yahudi
- dan
- Nasrani. Orang Yahudi punya hari libur
- yaitu hari Sabat, hari
- Sabtu. Mereka punya akidah, punya
- kepercayaan kalau Tuhan itu lelah.
- Maka perlu istirahat di di hari
- Sabtu. Maka ketika kami ke Palestina itu
- yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi
- memang Sabtu itu sepi sekali pada
- istirahat ya. Pada istirahat karena
- Tuhan pun istirahat. He. Jadi mau apa
- saja gak ada tidak ada ee tidak dilihat
- oleh Tuhan. Itulah kepercayaan mereka
- sehingga sudah selesai libur
- mereka. Orang
- Nasrani punya hari libur yaitu hari
- Ahad, hari
- Minggu. Islam walaupun Jumat itu hari
- raya tidak libur tetap dianjurkan untuk
- bekerja.
- Apabila telah selesai ditunaikan salat,
- artinya salat Jumat,
- faantasiru ard, kembalilah bertebaran di
- muka
- bumi. Cari anugerah Allah Subhanahu wa
- taala dengan banyak berzikir agar kalian
- berusaha. Jadi sebenarnya Islam tidak
- mengajarkan
- libur. Dan kalau kita lihat di dalam
- Al-Qur'an kita tidak temukan kata
- istirahat, tidak
- ada. Jadi
- memang Islam menganjurkan pada kita
- untuk
- bekerja. Maka di antara kalimat yang
- paling banyak yang kita mudankan adalah
- kata amal, amal, amal, amal, amal dan
- seterusnya. H kata istirahat tidak ada
- satu
- pun. Itu yang saya ketahui. Wallahualam.
- Di dalam Al-Qur'an kata roha ya ruha
- istirahat tidak
- ada. Maka ketika Imam Ahmad bin Hambal
- diingatkan oleh murid-muridnya agar
- sedikit istirahat dalam kehidupannya
- karena memang beliau seorang yang
- pekerja sangat keras. Istilah sekan
- mungkin W alkoholik.
- Beliau mengatakan, "Wahai
- anak-anakku, dunia ini bukan tempat
- istirahat. Tempat istirahat kita adalah
- di surga kelak, di akhirat apabila kita
- masuk surga."
- Nah, jadi inilah
- seharusnya kita jangan terlalu
- terpengaruh dengan
- kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik,
- yaitu terlalu sering libur, terlalu
- banyak libur, dan
- sebagainya. Dari beberapa referensi yang
- kami
- baca, salah satu negara yang paling
- sedikit liburnya adalah negara Cina. Dan
- saya pernah di Cina selama 1 bulan.
- berkeliling untuk berdakwah dan memang
- mereka tidak
- libur.
- Maka jangan heran kalau mereka kemudian
- dalam berbagai aspek keduniaan mereka
- melebihi kita orang
- Indonesia. Nah, kita ini sering libur,
- banyak sekali libur. Tapi kita ingin
- mengalahkan mereka yang tidak libur ya
- rasanya sulit, impossible, ya. Nah,
- itulah para ikhwan semuanya. Maka
- masyaallah apalagi ini ya saya
- nasihatkanlah, saya ingatkan kepada
- pemerintah, anak-anak sekolah ini
- terlalu panjang
- liburnya sehingga banyak di antara
- mereka yang mungkin justru malah jadi
- tidak ada kegiatan. Untuk apa libur
- itu? Islam mengajarkan pekerja. Islam
- tidak mengajarkan
- libur sehingga betul kti tadi Bapak
- siapa? Pak Rohan. Pak Rohan terpengaruh
- kita. Nah sekali lagi jangan sampai kita
- terpengaruh dengan liburliburli libur
- ini.
- Jangan kalau kita istirahat tadi faragho
- memang sudah selesai. Sebelum kita
- melakukan pekerja yang lain bolehlah
- kita mungkin ya berhenti sejenak.
- Maka sebagian guru saya menyatakan yang
- namanya istirahat adalah pergantian dari
- satu aktivitas kepada aktivitas yang
- lain. Itu namanya istirahat. Waktu jeda
- jeda ya. Itu yang kita saksikan orang
- main sepak bola. Nah, itu kan ada waktu
- jedahnya. Itulah setelah itu nanti main
- lagi. Itu seharusnya kita yang suka
- nonton beola itu bisa diambil hikmah
- cara mereka bekerja seperti pekerjaan
- orang pemain sepak bum selesai sebelum
- nanti memang waktunya itu sudah habis
- terus mereka
- semangat dan tidak ada di wah kita ini
- sudah menang karena kita sudah sekian
- waktunya belum selesai.
- Mungkin bisa saja merasa sudah menang
- tapi belum selesai kemudian kebobolan
- berkali-kali. Ini bisa kita lihat dalam
- pertandingan sepak bola. Nah, jadi
- itulah sekali lagi dalam konsep Islam
- tidak mengenal hari
- libur. Bahwasanya berhenti istirahat
- sejenak itu memang ada, tapi kemudian
- tidak terlalu lama. Maka di dalam Islam
- ada hanya dikenal dua hari
- libur. Hari raya Idul Fitri, hari raya
- Idul Adha. Sudah itu aslinya dalam
- masyarakat Islam semacam itu
- asalnya dalam tarikh tarbiah Islam
- itulah yang dikenal dengan hari liburnya
- yaitu hari
- libur Idul Fitri dan hari libur Idul
- Adha. Bahkan Idul Adha lebih panjang
- liburnya daripada Idul Fitri karena hari
- tasyrik. H yang kita dilarang untuk
- berpuasa selama 3 hari itu. Nah,
- sementara itu bulan Ramadan sebetulnya
- bukan hari
- libur. Justru hari bulan Ramadan itu
- bulan yang kita gunakan untuk
- meningkatkan amaliah kita. Karena pada
- bulan itu kita banyak sekali mendapatkan
- pelipat gandaan pahala dari Allah
- Subhanahu wa taala. Yang ada sekarang
- jam kerjanya berkurang biasanya. Justru
- jam kerja
- berkurang. Sementara kita ingin
- meningkatkan
- produktivitas. Bagaimana mungkin
- produktivitas meningkat sementara jam
- kerja berkurang? Gak
- mungkin. Ini yang sengaja saya sampaikan
- mengingatkan kepada para ikhwan dan
- akhwat. Kita ingin maju tapi kita tidak
- mau bekerja.
- Kita ingin mengejar ketertinggalan dari
- bangsa-bangsa lain, tetapi kita tidak
- mau menggunakan etos kerja
- mereka. Hai Hata, hai kata Quran. Jauh,
- jauh. Bahkan sering kita disindir oleh
- orang-orang
- kafir. Mohon maaf bukan
- seluruhnya. Orang kita itu berperingat,
- berkeringat ketika
- makan dan tidak mau berkeringat ketika
- kerja. Ini kan sarkasme. He sindiran.
- Sindiran kasar. Tapi saya yakin tidak
- seluruhnya ya. Itu tidak seluruhnya. Ini
- menunjukkan bahwasanya kita
- ini
- ternyata banyak yang melalaikan
- nilai-nilai Islam terutama sekali dalam
- pekerjaan. Nah, mudah-mudahan
- peringatan-peringatan Allah Subhanahu wa
- taala yang ditampilkan oleh diungkapkan
- oleh para asatid di radio silaturahmin
- dapat mengembalikan kepada kita agar
- kita memahami nilai-nilai Islam. Islam
- adalah agama yang sangat
- menekankan bekerja. Seper tadi yang
- dikatakan oleh Umar bin Khattab, "Saya
- sangat benci melihat orang yang
- menganggur, yang tidak punya aktivitas
- sama
- sekali." Wallahuam bisab. Nah, bagaimana
- ee Rasul mencontohkan untuk istirahat
- tidur malam sebenarnya yang baik itu
- atau yang disunahkan itu berapa lama,
- ya? Nah, memang kalau toh beliau itu
- istirahat
- itu adalah seperti tadi dalam rangka
- untuk bekerja
- lagi. Maka beliau
- tidur ada tidur
- siang, tidur qilah namanya. Untuk apa?
- Agar
- nanti malam beliau bisa bangun.
- Maka beliau menyatakan, maka di dalam ee
- Islam ada dikenal tidur yang
- baik, kemudian tidur yang tidak
- baik. Tidur yang baik itu tidur pada
- waktu
- siang. Untuk apa? Untuk persiapan agar
- nanti malam kita dapat salat lail. Tidur
- jam berapa itu? e tidur qilillah sebelum
- zuhur atau setelah zuhur dalam waktu
- yang singkat. H. Dan ternyata ini
- menurut beberapa referens yang saya baca
- di sudah diikuti oleh beberapa negara
- barat. Mereka mengistirahatkan total
- pegawainya pada waktu siang dan mereka
- mendatangkan
- tidur. Ini tidur yang baik. Yang kedua,
- tidur yang baik juga adalah tidur
- setelah Isya.
- batal isya
- tidurlah untuk apa? Untuk dapat salat
- lain nanti. Untuk salat subuh. Nah, ini
- kita
- tidak. Setelah isya kita tidak
- tidur, melek terus. Sehingga
- kadang-kadang sampai subuh, tetapi salat
- subuhnya juga terlambat ketinggalan.
- Salat lailnya tidak. Nah, ini tidur yang
- baik. Ada tidur yang tidak
- baik. Kapan itu? pertama tidur bakda
- subuh itu
- dibenci. Kemudian yang
- kedua, tidur badal asar berarti saat ini
- tidak
- baik. Kemudian tidur lagi. Yang tidak
- baik adalah tidur bakdal magrib. kita
- belum salat Isya, kita sudah tidur. Nah,
- jadi itulah tidur beliau adalah dalam
- rangka mempersiapkan pekerjaan yang lain
- setelah beliau selesai mengerjakan
- sesuatu. Wallahualam bis. Baik, kita
- lanjutkan selanjutnya dari Sukumi dari
- Umi Zulfa. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ini
- mengenai waktu yang tadi dijelaskan. Ee
- Jepang dan negara maju sangat perhatian
- terhadap waktu. Tapi masyarakat kita
- katanya juga pejabat atau ustaz juga
- tidak sedikit yang menyepelekan waktu.
- Nah, apakah budaya ini bisa diubah
- karena sudah mendarah daging kata di
- masyarakat kita? Bisa. Bisa ya? Dan saya
- buktikan ya. Alhamdulillah gitu. Rijal
- kan mahasiswa saya.
- Jadi tahu betul ah bahwasanya kita bisa
- apa namanya
- meingkatkan
- kedisiplinan. Dan selalu saya sampaikan
- bahwasanya untuk sebuah
- kemajuan modal dasar kemajuan yang tidak
- perlu
- biaya adalah disiplin.
- Disiplin tidak perlu biaya
- Bu. Tapi kalau kita mauembangun gedung
- nah itu perlu biaya.
- bisa sudah tentu berangkat dari agama,
- bukan hanya berangkat dari
- manajemen. Islam sangat menghargai
- waktu. Coba kita lihat dalam Al-Qur'an.
- Allah bersumpah dengan waktu itu
- berkali-kali. Hampir semua space waktu,
- bagian waktu digunakan oleh untuk
- bersumpah. Kalau kita urutkan mulai dari
- malam, wallaili demi waktu malam.
- Kemudian setelah itu wal fajri demi
- waktu
- fajar. Kemudian sebelum siang wadduha
- demi waktu
- duha. Kemudian wnahari demi waktu siang.
- Wal asri demi waktu asar. Ini Allah
- subhanahu wa taala bersumpah dengan
- waktu.
- Maksudnya agar kita umat Islam yang
- membaca Al-Qur'an itu memperhatikan
- waktu. Dan ini juga yang dipraktikkan
- oleh para sahabat oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Mereka
- bekerja dengan sangat menekankan,
- memperhatikan waktu.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dalam beberapa kitab yang saya baca
- kalau berjanji dengan orang jarang
- sekali bahkan dikatakan hampir tidak
- pernah beliau
- itu ditunggu tidak
- pernah tapi justru beliau seringnya
- menunggu. Nah kita kadang-kadang bangga
- kalau ditunggu. Jelas ini bukan akhlak
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Beliau seringnya
- menunggu. Tidak ditunggu. Memang pernah
- beliau ditunggu salat Isya. Karena
- memang waktu isya yang baik seperti yang
- beliau ee sampaikan seandainya tidak
- memberatkan
- umatnya. Beliau selalu
- ditunggu kemudian salat.
- Semua peribadatan bahkan bukan hanya
- salat, semua peribadatan dalam Islam
- kalau tidak semua mayoritas itu
- tergantung dengan
- waktu. Salat misalnya innasata kanat
- alal mukminina kitab
- mauk
- waktu haji alhaju asur maklumat.
- Haji itu pada waktu-waktu atau pada
- bulan-bulan
- tertentu.
- Zakat juga sangat tergantung dengan
- waktu. Siapa yang memberikan sebelum
- salat, maka
- itu sedqah makbulah. Artinya zakat yang
- diterima. Tapi kalau dia lakukan setelah
- selesai salat, maka itu asodq minodqah.
- hanya sedekah bukan zakat
- lagi. Ironi para ikhwan semuanya, kita
- memiliki agama yang sangat menekatkan
- waktu sementara kita
- umatnya tidak memperhatikan waktu. Sudah
- tentu bukan semuanya ya gitu. Oleh
- karena itu, mari kita perhatikan waktu.
- Insyaallah kita akan
- berhasil. Karena memang ini bagian
- daripada sumber
- kesuksesan. Allah bersumpah orang yang
- rugi orang yang tidak memberatkan waktu.
- Wal asr. Dulu sudah pernah kita bahas
- bagaimana waktu ini sangat menentukan
- keberhasilan atau
- ketidakberhasilan
- manusia. Waktu insyaallah kita dengan
- disiplin kita akan maju.
- Tapi kalau kita tidak disiplin, kita
- tidak akan maju. Walau kita sedikit,
- kita
- disiplin, kita akan berhasil. Tapi
- walaupun kita banyak, tapi kita tidak
- punya kedisiplinan yang tinggi.
- Bagaimana mungkin negeri-negeri Jepang
- yang penduduknya mungkin ee seberapa
- mungkin tidak ada separuhnya dengan
- Indonesia. Saya agak lupa berapa. Kenapa
- mereka berhasil dalam kehidupan
- dunianya? Mereka
- disiplin. Sementara kita umat Islam
- mayoritas tidak seluruhnya ya itu kurang
- memperhatikan
- waktu. Inilah yang menyebabkan kita
- tidak maju. Oleh karena itu, mari kalau
- dikatakan ditanyakan oleh Ibu siapa
- tadi? Umi Zulfa. Ibu Zulfa. Apakah boleh
- kalau bahasa Malaysia apakah bisa kita
- rubah?
- Bisa. Insyaallah saya membuktikan. Nah,
- ya itu ini dan
- tidak berat kok, ringan kok. Nah, dan
- beberapa lembaga pendidikan yang kami
- kelola
- insyaallah kami untuk
- memperbaiki manajemen pendidikan
- biasanya kami yangut yang pertama kali
- kami perhatikan adalah soal
- waktu. Alhamdulillah tahadus
- binikmatillah.
- lembaga-lembaga pendidikan pesantren
- yang kami kelola dari seluruh Indonesia
- akhirnya mendapatkan
- penghargaan. The best education Islamic.
- Islamic
- education apa?
- waktu. Ini bukti bahwasanya kita dapat
- berubah, kita dapat mengubah dari
- kedisiplin dari tidak disiplin menjadi
- disiplin dan tidak perlu memerlukan
- biaya, tidak perlu apa namanya usaha
- terlalu berat, tidak.
- Karena memang
- sebetulnya setiap yang di bebankan oleh
- Allah kepada kita, yang diperintahkan
- kepada kita itu adalah menurut kadar
- kemampuan kita. Mudah-mudahan kita
- menjadi orang yang dapat menepati waktu.
- Jangan sampai sekali lagi kita
- melakukan ibadah yang sebetulnya itu
- pelajaran untuk kita menepati waktu,
- tetapi ibadah kita tidak berbekas dalam
- kehidupan kita dalam memperhatikan waktu
- atau kedisiplinan. Wallahualam. Biswab.
- Penting sekali ya kedisiplinan waktu
- tadi. Budaya bangga ditunggu tuh jangan
- sampai ada lagi ya. Kebanyakannya kita
- wah senang nih ditunggu padahal lebih
- baik menunggu nih Pak ditunggu. Heeh.
- Selanjutnya ee mungkin ada waktu satu
- pertanyaannya lagi ya Ustaz dari hamba
- Allah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- mayoritas anak-anak dan remaja juga
- pemuda, kita sudah habis waktunya dengan
- internet yang kemaslahatannya sedikit
- dibanding kemadaratannya. Heeh. Anak
- balita saja sudah banyak yang kecanduan
- dengan YouTube katanya. Remaja kecanduan
- dengan game online. Pemuda kecanduan
- dengan medsos dan aplikasi-aplikasi yang
- melalaikan mereka dari ibadah,
- melalaikan mereka dari Allah. Hal ini
- terjadi di kota ataupun desa. Mohon
- nasihatnya. Terima kasih. I inilah yang
- merupakan tantangan kita semuanya.
- Karena kita tidak biasa menyibukkan diri
- dengan hal-hal yang
- bermanfaat sehingga kita menyibukkan
- diri dengan hal yang tidak
- bermanfaat. Di beberapa negara itu
- sangat dibatasi pemakaian internet.
- Bahkan saya pernah
- membaca bintang-bintang
- pelajar di Jepang itu salah satu
- penyebabnya kenapa mereka menjadi
- bintang pelajar adalah mereka tidak
- menonton
- TV. Itu penyebabnya mereka bisa menjadi
- bintang
- pelajar. Ada dua
- penyebabnya. Mereka biasa mengulang
- pelajaran.
- Yang kedua, mereka jauh dari TV sehingga
- menjadi bintang
- pelajar. Oleh karena itu di dalam di
- beberapa negara TV diplesetkan bukan
- television tapi too violent.
- Sangat
- keras artinya berbahaya. TV sangat
- berbahaya.
- Oleh karena itu benar, jauhkan anak-anak
- kita dari hal-hal yang tidak
- bermanfaat. Bisakah? Bisa orang tua
- dengan rasa kasih sayangnya
- dekati mereka, ganti mereka dengan
- cerita, insyaallah mereka akan tertarik.
- Tapi kalau orang tua sudah putus putus
- asa, putus asa atau menyerah ketika anak
- rewel kasih
- gadget, gadget. Nah, kasih HP. Ah, sudah
- mereka
- akhirnya maun pikiran mereka
- dirusak oleh apa yang ada di dalam yang
- dia lihat. Karena penglihatan akan
- sangat terpengaruh, mempengaruhi alam
- pemikiran mereka.
- Dan dari sekian memang ada manfaatnya
- ada. Kalau kita lihat TV itu
- coba dari
- sekian jam
- siaran hitung berapa yang
- manfaat. Boleh mungkin tidak lebih dari
- 2 jam. Yang lain sudah acara-acara yang
- mungkin tidak
- mendukung untuk membuat manusia maju.
- dinin bubukkan dengan berbagai macam
- impian. Dininainabubukkan dengan
- nyanyian-nyanyian yang isinya belum lagi
- aurat. Nah, tidak sesuai dengan etos
- kerja. Belumlah aurat yang
- diumbar. Bukan saya anti televisi,
- bukan. Tapi mari kita
- batasi TV yang kita lihat, kita
- saksikan.
- Bisakah kita tidak menyalakan TV bakdal
- maghrib?
- Bisa. Di keluarga saya sejak saya
- membeli TV sampai sekarang ini punya
- cucu. Bakdal magrib tidak pernah ada TV
- nyalah gak ada.
- Ternyata bisa itu karena
- tadi ternyata ini penelitian yang
- terbaru
- bahwasanya membaca Al-Qur'an ba'dal
- magrib dan bakda subuh itu akan
- meningkatkan
- kecerdasan sampai dengan
- 80%. Inilah apabila kita kembali kepada
- Quran, kita akan hidup berkemajuan.
- kita akan dapat mengejar
- ketertinggalan. Tidak ada tidak dengan
- yang lain. Dengan Quran kita akan dapat
- hidup maju, kita akan dapat
- mengalahkan bangsa-bangsa lain di dalam
- kebaikan sudah tentu saja yaitu ini,
- bukan dalam keburukan.
- Oleh karena itu sekali lagi
- mudah-mudahan
- Ramadan menyadarkan kepada kita semuanya
- bahwasanya kita harus
- berubah, kita harus
- meningkat sebagaimana arti bulan Syawal
- ini meningkat dalam berbagai aspek
- kehidupan. meningkatkan
- prestasi kerja kita bagi yang bekerja.
- Meningkatkan prestasi belajar kita bagi
- yang belajar, meningkatkan pengabdian
- kita bagi yang mengabdi. Meningkatkan
- ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Karena memang kita diciptakan
- tidak ada lain kecuali hanya untuk
- beribadah kepadanya. Demikian wallahuam
- bisab.
- Baik ya, ikhwan akhwat, kita sudah ada
- di penghujung acara ya, tidak terasa
- waktu di studio menunjukkan pukul 17. Ee
- lewat 29 menit dan ada penutup kemarin,
- Bu. Iya, silakan. Jadi ee dengan
- melaksanakan puasa Ramadan diharapkan
- kita dapat menghayati makna yang
- terkandung di bulan Ramadan itu setelah
- selesai Ramadan.
- Bukan hanya pada waktu bulan Ramadan
- saja, tetapi setelah selesai bulan
- Ramadan, kita tetap
- menghayati ajaran-ajaran yang terdapat
- di bulan Ramadan. Hendaknya apa-apa yang
- sudah kita lakukan selama bulan Ramadan,
- kita terus lakukan.
- Syukur kalau kemudian kita bisa
- tingkatkan sehingga puasa kita akan
- membawa
- kebaikan bagi diri kita, bagi keluarga
- kita, bagi masyarakat kita. Bukan hanya
- kebaikan di akhirat semata-mata. Jadi,
- tetapi juga kebaikan di akhirat
- nantinya. Bukan hanya kebaikan di dunia
- semata-mata, tapi juga kebaikan di
- akhirat nantinya. Bukan hanya kebaikan
- di akhirat semata-mata, tapi juga bagian
- kebaikan di dunia saat ini. Kemudian
- setelah selesai kita melakukan semua
- aktivitas, nanya kita kembalikan
- semuanya kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Wailaika faruk. Maka hendaknya yang kita
- harapkan hanyalah dari Allah Subhanahu
- wa taala, bukan harapan yang lain dari
- selain Allah Subhanahu wa taala.
- Mudah-mudahan ada manfaatnya. Hadan
- hadanallahikum ajmain. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Insyaallah sangat banyak
- manfaatnya ya akhwat dari kajian yang
- disampaikan di sore hari ini. Dan akhwat
- terima kasih atas kebersamaannya. Dan
- tidak lupa kita sampaikan juga terima
- kasih dan jazak khairan kair kepada guru
- kita Imam Yasr Mansur yang telah berbagi
- ilmunya untuk kita semua. Dan kami mohon
- maaf kepada Iwan yang belum sempat kita
- bacakan pertanyaannya karena
- keterbatasan waktu. Akhirnya saya Rizal
- Alhaq bersama teman-teman yang bertugas
- ada Bang Ondi, Bang Yusuf dan Bang Neza
- undur diri. Subhanakallahum wabihamdika
- asadua ilahailla anta astagfiruka
- waubuahfik walidah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- hamba cemat kalau tak
- sampai umur hamba di tahun depan.
- Berilah
- hamba kesempatan
- [Musik]