Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati
- Allah. Semoga kabar Anda sehat di sore
- hari ini. Hari Rabu hari yang keet7 di
- bulan Jumadil Akhir 1442 Hijriah atau
- bertepatan dengan hari yang ke-20 di
- bulan Januari 2021. Kita berjumpa
- kembali di acara tausiah sore kajian
- akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil yang alhamdulillah telah hadir di
- tengah-tengah kita ikwan Hawat kita live
- via aplikasi Zoom di sore hari ini. Kita
- sapa Ustaz Ahmad Zazuli Kholil.
- [berdehem] Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat Ustaz ya?
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Sore hari ini kita akan
- membahas tema mengenai tauhid sebagai
- landasan tawakal. Dan nanti yang ingin
- bergabung bertanya silakan di WhatsApp
- kami Ikhwan Ahwad di 0811999720
- kepada Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alfadilah hadrati sayyidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa
- [berdehem] alihi waabihi wawajihiri
- waitihi wal ikhwani minalya wal mursalin
- walfaidinabi
- wailt mujidin muqidin walya
- wasuhadainfatil
- muhaqin ulamil amilin fiddin wa arwahi
- abina wa ummahatina
- Nabi Muhammadin shallallahu alaihi
- wasallam. Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka
- na'budu wa iyaka nastain ihdinatal
- mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- wadin
- amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayidina
- wa maulana Muhammadin waa alihibihi ajma
- asq hadis kitabullah taala wirir had
- muhammadin shallallahu alaihi wasallam
- umur mukatuha wa mtin bidah wa
- [berdehem]
- bidatin dolalah waalatin
- finar [berdehem]
- para pendengar radia silaturahim
- Yang dirahmati Allah. Alhamdulillah
- kembali kita panjatkan puji serta syukur
- ke hadirat Allah Subhanahu wa taala
- [berdehem] yang senantiasa melimpah
- curahkan nikmat karunianya kepada kita.
- terutama nikmat iman dan Islam, nikmat
- sehat walafiat, nikmat panjang usia
- dalam taat, termasuk nikmat
- dipertemukannya kita sore ini dalam
- rangka [berdehem] menjalankan
- kewajiban kita selaku muslim menuntut
- ilmu yang insyaallah dalam kajian akidah
- akhlak sore ini kita akan melanjutkan
- kajian kajian kita minggu yang lalu
- tentang tawakal.
- dalam subbahasan
- tauhid sebagai landasan tawakal.
- Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa
- taala kiranya Allah mengaruniakan
- kepada k kepada kita ilmu dan
- menjadikannya sebagai ilmu yang
- bermanfaat bagi kita fid akhirah. Amin
- ya rabbal alamin. Selawat dan salam
- semoga selalu tercurah atas Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarganya, para sahabatnya,
- para pengikut dan pengamal sunahnya.
- Para pendengar radi silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- Tawakal itu adalah bagian
- daripada abwabil iman,
- bab-bab iman. Ya. Jadi iman ini babnya
- begitu banyak.
- Ada tawakal, ada sabar, ada syukur, ada
- roja dan lain sebagainya.
- Dan wamiu abwabil abwa iman
- wamiu abwabil iman laimu
- illa biilmin waal.
- Semua bab iman itu adalah [berdehem]
- ee terdiri dari tiga ee ini apa namanya?
- Rukun dari tiga unsur ya.
- Nah, ketiganya ini harus ada semua, baik
- itu syukur, entah itu sabar ya, termasuk
- yang sekarang tawakal. Tiga hal tersebut
- yang menjadi komponennya ini adalah satu
- ilmu, yang keduanya hal, yang ketiganya
- adalah amal.
- Nah,
- ee [berdehem]
- ilmu ini itulah yang menjadi pangkal
- atau pokok.
- Dan amal adalah buahnya,
- ya. buah dari ilmunya itu. Kemudian
- dan hal atau keadaan inilah yang
- dikehendaki dengan nama tawakal.
- Bagaimana sih keadaannya ya orang
- bertawakal itu? Nah, ini
- ee maka kita mulai dengan menjelaskan
- tentang ilmu yang merupakan pangkal ya
- dari tawakal.
- Dan itu juga disebut dengan iman fi
- aslil lisa.
- Karena apa?
- Iman itu adalah atasdik.
- Ya. Jadi yang dimaksud ilmu di sini
- adalah iman. Kenapa demikian? Ya, karena
- iman itu adalah attasdq, yakni
- membenarkan.
- Membenarkan.
- Dan setiap membenarkan
- [berdehem]
- ya di dalam
- kataan seseorang,
- "Saya mengakui kebenaran firman Allah,
- kebenaran sabda Nabi, kebenaran maqalah
- ulama, ya
- ilmu
- gitu. itu ilmu nanya ya.
- Nah, kemudian
- ini [berdehem]
- kuat adanya di dalam hati, maka sumia
- yakinan
- disebut yakin.
- Ya. Jadi kalau umpamanya Pak Hari
- mengatakan bla bla bla bla saya itu
- membenarkan apa yang diucapkan
- namanya tasdik membenarkan.
- Kalau saya kuat sekali ya
- ee
- ee pembenaran saya kepada ucapan Fahri.
- Nah, kalau kuat sekali dalam hati saya,
- kepercayaan saya, itu namanya yakin,
- itu jadi yakin itu apa namanya?
- Membenarkan plus gitu. Jadi lebih kuat.
- [berdehem]
- Nah, selanjutnya yakin ini nanti banyak
- sekali tapi kita akan bicara yakin
- kaitannya dengan tawakal.
- Nah, yaitu apa?
- adalah tauhid yang diterjemahkan dengan
- ucapan kita yaitu la ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah. Tidak ada Tuhan
- selain Allah yang maha esa yang tiada
- sekutu baginya. Nah, lidah kita kan
- mengucapkan begitu. Ini namanya lidah
- kita ini sudah bertauhid
- ya. ini bertauhid nih lailahaillallah
- wahdahu la syarikalah.
- Nah, ini yang pertama ya tauhid yang
- diterjemahkan
- ya atau diaplikasikan
- dengan ucapan kita lailahaillallah
- wahdahu la syarikalah. Kemudian dan iman
- tentang kekuasaan Allah
- ya, tentang kudratnya Allah Subhanahu wa
- taala. Allah itu mampu
- membuat, melakukan, merubah ya
- memindahkan
- ya segala sesuatu baik yang ada di bumi,
- di langit dan di antara keduanya.
- Nah, ini iman kepada kudratnya Allah
- ya. Yang kemudian itu kita terjemahkan
- dengan ucapan kita lahul mulku.
- Ya, lahul mulku. Milik Allahlah kerajaan
- kerajaan langit dan bumi. Semuanya ini
- adalah milik Allah.
- Nah, begitu maha kuasanya Allah
- terhadap
- apa yang ada di langit dan di bumi dan
- di antara keduanya.
- Puasa segala sesuatunya tak terbatas.
- Kemudian wal iman bil jud wal hikmah.
- Lalu ketiganya adalah iman tentang maha
- pengasih, maha dermawannya Allah, maha
- penyayangnya Allah, maha bijaksananya
- Allah
- ya yang menunjukkan yang ditunjukkan
- dengan ucapan kita kalau zikir yaitu
- walahul hamdu ya walahul hamdu
- milik Allah segala pujian.
- Nah, karena itu barang siapa man qola la
- ilahaillallahu
- wahdahu la syarikalah
- lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit
- wahua hayyun la yamut biyadil khair
- wahua ala kulliin qodir tamma lahul iman
- alladzi hua asl tawakul
- aslut tawakal ya.
- Nah, maka barang siapa mengucapkan
- lailahaillallah
- wahdahu la syarikalah lahul mulku
- walahul hamdu wahua ala kulliin qodir
- maka sempurnalah imannya
- ya maka sempurnalah imannya
- yang mana iman inilah yang menjadi
- landasan yang menjadi dasar tawakal
- kita, tawakal manusia.
- Jadi kalau orang sudah mampu mengucapkan
- lailahaillallah dan la syarikalah
- lahul mulku walahul hamdu wahua ala
- kulliin qodir, demikian juga adalah
- keimanan tentang kudrahnya Allah ini dan
- maha pengasih penyayangnya. maka seorang
- akan sanggup bertawakal dengan benar.
- Tapi kalau belum
- ya kalimat ini
- menjiwai
- menjiwai hati kita ya. Maka itu tawakal
- baru di mulutnya saja.
- Belum mampu orang itu nanti bertawakal
- dengan benar.
- Jadi kalimat lailahaillallah da la
- syarikalah lahul mulku walahul hamdu
- yuhyi wa yumit wahua ala kulli qodir itu
- enggak cuma sekedar kita ucapkan,
- tapi kita memahami maknanya,
- meyakini ya maknanya.
- Awas tadi yakin itu kalau ketika sudah
- kuat kemudian ya menjadikannya itu jiwa
- dalam hidup kita.
- Maka kalau sudah seperti ini
- tawakal orang benar.
- Tapi kalau belum maka sulit
- orang ini bisa bertawakal.
- Jadi tawakal itu bukan perbuatan yang
- yang apa namanya yang gampang. Tawakal
- itu mudah diucapkan
- tapi pelaksanaannya
- subhanallah
- luar biasa ya.
- Kita ini baru pintar bicara tentang
- tawakal. Ayo bertawakallah kepada Allah.
- Serahkan diri Anda sepenuhnya kepada
- Allah. Yang ngomong sendiri belum tentu
- dia itu bisa bertawakal.
- Ya, belum tentu bisa bertawakal. Fahri
- bukan tawakal ini bukan perbuatan yang
- gampang.
- Nah, [berdehem]
- para pendengar radia silaturahim yang ee
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Ee [berdehem]
- selanjutnya tauhid ini itu ada empat
- tingkatan
- tauhid
- ya. Ada empat tingkatan tauhid.
- Yang pertama
- adalah
- tauhid
- yang
- baru di lisan saja.
- Seperti orang mengatakan dengan lisannya
- lailahaillallah.
- Lailahaillallah.
- Tidak ada Tuhan selain Allah.
- Ini orang kalau sudah mengucapkan
- lailahaillallah maka dia sudah
- bertauhid.
- Paling tidak bertauhid itu adalah
- mulutnya.
- Makanya orang kalau mengucapkan
- lailahaillallah
- itu haram darahnya ditumpahkan.
- Orang mengucapkan lailahallah berarti
- dia muslim.
- Ketika dalam satu peperangan Usamah ee
- bin Zaid
- ketika musuhnya ini sudah tidak berdaya
- lagi ya diserang oleh beliau si musuh
- itu mengucapkan kalimat lailahaillallah.
- Muhammad Rasulullah
- oleh Usamah bin Zaid. Kemudian dipenggal
- aja orang itu
- ya diprotes oleh para sahabat yang lain.
- Bagaimana kau bisa membunuh orang yang
- mengucapkan lailahaillallah muhammadur
- Rasulullah?
- Apa kata Usamah? Kalian tahu dia ini
- mengucapkan kalimat lailallah itu hanya
- mau melindungi diri agar agar aman, agar
- selamat, bukan mau masuk Islam. Dan saya
- tahu persis, katanya dia orang semacam
- ini, kalau ini dilaporkan kepada
- Rasulullah. Lalu apa yang dilakukan?
- Rasulullah marah besar kepada Usamah bin
- Zaid ini ya. Wahai kata Usamah, apakah
- engkau sudah belah dulu dada orang itu
- lalu kau lihat di dalam hatinya kalau
- dia ini mengucapkan kalimah
- lailahaillallah itu hanya untuk
- menyelamatkan dirinya bukan untuk
- memeluk Islam. Sudah kau buka, katanya.
- Sudah [berdehem] kau bedah dadanya, kau
- buka di dalam hatinya. Kelihatan seperti
- itu. Diam aja Usamah, "Aku ini diutus,"
- kata Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ya [berdehem]
- bukan untuk membedah, untuk mengorek isi
- hati orang. [berdehem]
- Nahnu nahkumu bidzwahir
- wallahu yatawallarir.
- Kami ini menghukumi yang nampak. Yang
- jelas dia mengucapkan lailallah. Islam
- sudah. Masalah hatinya bagaimana
- itu urusan dirinya dengan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Maka kalau orang macam lailahaillallah
- itu orang sudah bertauhid. Nah, karena
- bertauhid pasti namanya tauhid seburuk
- apapun itu ada manfaatnya.
- mengucapkan lailahaillallah itu
- memanfaatkan. Apalagi kalau di dalam
- hati ya sampai ke dalam hati
- ya. Kalau ada orang kafir Fahri
- usia 80 tahun begitu dia mengucapkan
- lailahaillallah
- satu kali itu dosa selama 80 tahun
- hancur semuanya.
- Ya qulilladina
- kafaru
- iu yfahum maqab. Katakan olehmu Muhammad
- kepada orang-orang kafir jika mereka itu
- menghentikan kekafiran mereka maka Allah
- akan hapuskan semua kesalahannya.
- Subhanallah. Luar biasa itu kalimah
- lailahaillallah itu fahri
- ya.
- 80 tahun dosa dilakukan habis hanya
- dengan mengucapkan kalimat lailahallah.
- Jadi lailahaillallah
- itu adalah
- menjadi penyebab Islamnya seseorang.
- Makanya kadang saya heran
- ada orang
- ya ada orang yang mengatakan kafir
- karena mengucapkan lailahaillallah.
- Hanya karena membacanya itu adalah di
- kuburan atau ketika 40 hari kematian
- seseorang baca lailahaillallah. Orang
- ini menjadi syirik, orang ini menjadi
- kafir.
- Bagaimana mungkin kalimat yang mampu
- mengislamkan
- orang yang kafir 80 hanya dengan satu
- kata itu kalimat tersebut kok sekarang
- bisa menyebabkan kekafiran seseorang?
- Ini ini logika saya enggak nerima ya.
- Enggak enggak enggak apa enggak bisa
- nerima. Ini bagaimana orang bisa punya
- pemahaman seperti itu? Heran saya itu.
- Jadi itu itu tauhid pertama ya Fahri. H
- ini yang namanya muwahid bimujarradil
- lisan. Dia mengesakan Allah cuma
- lisannya saja.
- Contohnya orang seperti ini adalah
- kauhidil munafikin.
- Seperti tauhidnya orang-orang munafik
- ya. Tauhidnya orang munafik. Jadi orang
- munafik adalah orang bertauhid. Iya.
- Cuma tauhid lisannya gitu. lisannya yang
- muahid itu.
- Kemudian yang kedua, Pak Hari, yang
- keduanya adalah
- membenarkan
- hatinya
- orang tauhid.
- Tauhid orang yang hatinya membenarkan
- lafaz yang diucapkan.
- Kalau pertama tadi ya cuma mengucapkan
- saja. Kalau sekarang membenarkan
- yakin bahwa tidak ada Tuhan selain
- Allah.
- Yakin tidak ada Tuhan selain Allah. Hm.
- Tidak ada yang wajib disembah selain
- Allah.
- Tapi ya. Nah, ini. Tapi
- walaupun mulutnya mengatakan
- lailahaillallah [berdehem]
- yang berarti tidak ada yang berhak
- disembah selain Allah. tapi tetap masih
- memperturutkan hawa nafsunya
- ya ngikuti amarahnya.
- Nah, ini berarti kan kalau kata Nabi itu
- adalah orang yang kata Allah ee
- [berdehem]
- apa itu araita manak ilahahu hawa ya.
- Tahukah kamu katanya Muhammad orang yang
- menjadikan hawa nafsunya sebagai
- Tuhannya. Ini kenapa? Karena mulutnya
- mengatakan lailallah yang berarti tidak
- ada yang berhak disembah, tidak ada yang
- berhak diibadahi, tidak ada yang berhak
- ditaati, dituruti. Nah, ini. Tapi
- kenyataannya mentaati menuruti hawa
- nafsu dan lain sebagainya, ya. Nah, ini
- yang kedua adalah orang mukmin seperti
- ini. Maka [berdehem]
- ee ini yang kedua ini sudah tentu saja
- adalah lebih baik. Inilah iktikadnya
- orang awam.
- Keyakinnya,
- keyakinannya orang awam
- seperti saya nih ya. Barangkali insya
- masuklah yang kedua nih ya. Insyaallah
- masuk yang kedua
- gitu.
- Ini orang awam tuh seperti ya.
- Kemudian
- yang ketiganya
- ayusahika
- boriqil kasfi biwasit nuril haq wahua
- maqomul muqorin. Nah, tauhidnya kaum
- muqorin yaitu apa?
- Mereka ini adalah yang bisa menyaksikan
- dengan sebab atau perantara nurul haq,
- nur dari Allah Subhanahu wa taala
- tentang lailahaillallah, tentang
- ketuhanan Allah subhanahu wa taala,
- keesaan Allah, kekuasaan Allah, maha
- maha mahaya Allah dan seterusnya.
- Ini adalah yang ee yang ketiga. Nah,
- walika bian yaro asyaan kirotan wakin
- yaroha ala kasr ya shodir e shodiratun
- anil wahidil qohar
- ya. Yaitu adalah mereka yang melihat
- segala sesuatu
- di jagat raya ini, alam semesta ini yang
- demikian banyaknya.
- Namun semua yang banyak ini makhluk ini
- itu sodrah anil wahidil qohar. Dia itu
- adalah terbit dari satu zat yaitu adalah
- Allah yang maha murba wisesa al-qohar
- gitu ya. Artinya apa pari? bahwa semua
- yang terjadi ini,
- semua yang wujud ini, segala peristiwa
- yang terjadi itu adalah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Baik maupun itu
- buruk. Nah, ini nanti kaitannya dengan
- qada qadar yang wajib kita imani.
- Sesuatu yang terjadi baik kepada kita
- dari Allah, buruk terjadi pada kita juga
- dari Allah.
- Dari Allah.
- Dari Allah semuanya. Nah,
- ya termasuk sekarang ini yang
- carut-marut di negara kita ini sekarang
- ya itu adalah memang kehendak Allah.
- Memang kehendak Allah Subhanahu wa
- taala. Orang melakukan kejahatan itu
- memang digerakkan oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Ya, itu harus diakini. Qul
- kullum minillah. Katakan olehmu semua
- itu adalah dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Ya,
- cuma ya jangan lantas mengatakan kalau
- begitu kenapa kita dihukum kalau dari
- Allah begini ini namanya orang enggak
- enggak ngerti yang begini ya.
- Ketika ente melakukan kebaikan yang
- menggerakkan ente melakukan kebaikan itu
- Allah.
- Kalau ente melakukan kejahatan, yang
- menggerakkan ente berbuat jahat adalah
- Allah.
- Lalu kalau begitu kenapa yang dihukum
- ente bukan Allah aja kan yang
- menggerakkan Allah.
- La haula wala quwwata
- illa billah. Kita tidak punya haul,
- tidak punya daya upaya untuk
- menghindarkan diri dari perbuatan buruk
- dan tidak ada kemampuan untuk melakukan
- perbuatan baik illa billah.
- Ya. Melainkan itu adalah disebabkan
- Allah karena Allah subhanahu wa taala.
- [berdehem]
- Hmm.
- Nah, sekarang ya kalau ente saya
- contohkan lagi Fahri misalnya melakukan
- perbuatan buruk ya,
- maka ente itu sudah dikasih oleh Allah
- hati, dikasih oleh Allah akal.
- Dengan hati, dengan akal ente itu, ente
- tahu
- ini perbuatan baik, ini perbuatan buruk.
- Ya, hati ente, akal ente, ilmu ente itu
- sudah tahu ini adalah buruk atau ini
- adalah tidak buruk atau baik.
- Kemudian
- setelah ente tahu ini baik atau
- buruknya,
- lalu hati tergerak, niat pengin
- melakukan perbuatan itu.
- Nah, keinginan itu kemudian digerakkan
- anggota tubuh ente oleh Allah sesuai
- dengan pilihan ente ya dalam menentukan
- sikap melakukan meninggalkan. Maka Allah
- yang menggerakkan atas dasar pilihan
- ente. Itulah maknanya la haula wala
- quwwata illa billah. Ya. Ah. Dan ente
- dihukum bukan karena perbuatan ente,
- tapi dihukum karena pilihan ente. Karena
- kalau perbuatan ente tidak bisa berbuat
- apa-apa.
- Paham ya, Pak? Pah. Eh, Fahri ya. Begitu
- tuh ya.
- Ini yang ketiga ya. Jadi kita yakini
- semua itu sodirah anil wahidil qohar itu
- terbit dari Allah. Dari Allah. Kemudian
- yang terakhir yang keempat anna anar fil
- wujud illa wahida.
- Nah di alam semesta ini ya itu yang
- wujud ini hanya Allah Subhanahu wa
- taala. yang lain tidak ada. Nah, ini
- yang susah dijabarkan karni adalah
- membutuhkan
- apa namanya ee pemahaman ya. Yang yang
- ini yang apa namanya? Yang repotnya lagi
- dalam Islam ini masalahnya ada hal
- yang tidak boleh diceritakan atau
- diberitahukan
- kepada orang lain. Ya kan ada juga orang
- mengatakan ee semua nabi sudah sampaikan
- enggak ada yang sembunyikan. Tidak ada
- yang disembunyikan oleh Nabi yang enggak
- disampaikan. Artinya Nabi menyampaikan
- bisa jadi kepada si fulan, tapi tidak
- boleh disampaikan kepada orang lain.
- Bahkan mungkin juga ada yang sama sekali
- kepada siapapun Nabi tidak
- menyampaikannya. Kenapa? Karena itu
- barangkali merupakan sirrur rabbaniah
- ya, rahasia ketuhanan
- yang tidak boleh diungkap, yang enggak
- boleh diceritakan
- gitu ya.
- Nah, yang itu nanti dengan sendirinya
- orang akan tahu ketika sudah sampai pada
- waktunya, kepada [berdehem] makamnya.
- Nah, ini yang demikian ini banyak orang
- yang menolak ya. Ya, enggak apa-apa,
- enggak apa-apa.
- Ee makanya saya siap kalau umpamanya
- kemudian disalahkan juga ya enggak jadi
- masalah ya. Ee tapi tentu saya juga
- punya dalil, punya dasar ya.
- Nah, itu yang keempat, Pak Hari. Maka
- kalau mau saya buatkan satu analogi
- masalah tauhid ini ibarat buah kelapa
- ya, Fahri. Ibarat buah kelapa. Bagaimana
- kelapa ini? Kelapa ini
- terdiri di dalam kelapa ini ada empat
- ya. Ada empat juga sama dengan tadi
- tauhid. Yang pertama itu adalah sabuk
- ya.
- Sabuknya
- sabuk ini
- sabuk kelap itu kalau dimakan pahit,
- sepat enggak enak.
- Kemudian kalau umpamanya dijadikan bahan
- kayu bakar
- enggak keluar apinya. Yang banyak tu
- asapnya saja ya. Yang banyak itu
- asapnya.
- Dan kalau kita taruh di rumah itu akan
- sempit ruangan.
- Jadi enggak ada ya manfaatnya.
- Bukan enggak ada ya madaratnya yang
- banyak.
- Inilah
- keimanan si siapa namanya? Imannya
- tauhidnya orang munafik tuh ibarat
- kelapa itu sabuknya.
- Tapi tetap ada manfaatnya. Apa
- manfaatnya? Dia bisa melindungi batok
- kelapanya.
- Ya. Tuh artinya apa? Batok di sini.
- Batok ini adalah jasad. Batok itu adalah
- badan atau kalbu manusia kalau
- diibaratkan manusia.
- Makanya
- [berdehem] orang munafik itu enggak
- dibunuh.
- Kenapa? karena dia mengucapkan
- lailahaillallah.
- Artinya ya
- kalimat lailahaillallah itu sudah
- menyelamatkan jasadnya si munafik dari
- tebas pedang, dari hukum bunuh.
- Karena kalim karena ada tauhid di dalam
- lisannya.
- Itu tauhid bim mujarradil lisan.
- Ya, kalau kemudian orang muslim itu
- habis perang dapat rampasan, mereka
- dapat juga
- tuh dapat juga.
- Nah, padahal kayak sabu kelapa kalau
- dirasakan pahit, sepat, enggak enak
- ya. Kemudian dijadikan kayu bakar hanya
- asapnya saja yang bikin orang batu
- ya, bikin orang nyesek.
- Ah, itu munafik
- ya. Kemudian kalau ditaruh di ruangan
- hanya akan mempersempit tempat
- tapi tetap ada walaupun kecil manfaat
- pada badannya sehingga orang munafik
- tidak boleh dibunuh.
- Nah, inilah makanya dulu
- pernah
- apa namanya Kiai ee Gus Dur kalau enggak
- salah Gus Dur Nur Khalis Majid ya
- itu
- membela [batuk]
- [berdehem]
- seolah-olah
- melindungi Ahmadiyah.
- Seolah-olah melindungi Ahmadiyah.
- Dan kemudian sekarang ini banyak juga
- orang-orang yang mengikuti langkah Gus
- Dur.
- Cuma karena kelasnya bukan kelas Gus Dur
- ya, sehingga mendapatkan penentangan
- dari beberapa orang dan belum tentu
- orang yang mengikuti jejak Gus Dur itu
- mengerti jalan pemikiran Gus Dur.
- Nah, baik. Saya saya akan coba ya begini
- saya uraikan. Ketika Nabi itu sesudah
- perang apa? Muktah
- itu ada orang munafik gembong munafik
- Abdullah bin Ubay bin Salul.
- Lairo
- kalau kita katanya kembali
- layukrijanal aazu minal.
- Orang yang paling mulia di Madinah akan
- mengusir keluar orang yang paling hina
- di Madinah.
- Yang dimaksud paling mulia itu adalah
- Abdullah bin Ubay bin Salul, gembong
- munafik. Dan yang paling hina itu adalah
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Itu apa enggak? Kurang ajar tuh Abdullah
- bin Ubay bin Salul. ya. Nah, berita ini
- kemudian wah bikin peng panas kuping
- orang-orang mukmin ngadu kepada
- Rasulullah,
- minta izin kepada Rasulullah untuk
- penggal lehernya.
- Oh, begitu. Maka Rasulullah kemudian
- berkata kepada sahabat Umar. Kata
- Rasulullah, Umar, apa kata mereka
- kalau Muhammad membunuh pengikutnya?
- Lihat kalimat ini, Fahri
- ya.
- Apa kata mereka kalau Muhammad membunuh
- pengikutnya?
- Itulah makanya tidak dibunuh Ubay bin
- Salul. Siapa sahabat Nabi yang enggak
- tahu kalau dia itu gembong munafik?
- Siapa sahabat Nabi yang enggak suka
- dengan kematiannya Abdullah bin Ubay bin
- Salul?
- Andai diizinkan oleh Nabi, habis dah ya.
- Tapi Nabi tidak. Kenapa? Pertanyaannya
- manusia tukang rusak begini oleh Nabi
- dibiarkan hidup.
- Nah, ini maka kemudian banyak berita
- berseliweran
- sampailah berita
- itu ke telinga ee putranya Abdullah bin
- Ubay bin Salul.
- yaitu namanya sama Abdullah juga. Dia
- sahabat Nabi.
- Dia sangat mencintai bapaknya walaupun
- munafik ya. Karena memang diperintahkan
- dalam Islam juga seorang muslim tetap
- harus menghormati, mencintai orang
- tuanya apapun agamanya, apapun
- keyakinannya. Sebagai orang yang
- menyebabkan lahirnya
- ya lahirnya dirinya ke alam dunia ini
- adalah ayah ibunya.
- Tetap hormati ya.
- Namun kemudian
- wasumidun
- maruf
- itu ya.
- Maka Abdullah bin Ubay bin Abdullah bin
- Abdullah bin Ubay bin Salul tu segera
- menemui Rasulullah.
- Rasulullah, saya dengar kabar burung
- bahwa engkau menginginkan kematian ayah
- saya.
- Apa itu benar, Rasulullah?
- Kalau memang benar, tolong Rasulullah
- jangan suruh orang lain. Suruh saya.
- Saya akan bawa kepala Bapak saya. Begitu
- kata dia. Saya akan bawa kepala Bapak
- saya.
- Saya sangat mencintai bapak saya. Tapi
- saya juga tahu kalau Bapak saya munafik
- ya. Dan kecintaan saya kepadamu, kepada
- agama Islam tentu adalah melebihi
- kecintaan saya kepada siapapun termasuk
- kepada ayah saya.
- Saya takut Rasulullah kalau yang
- membunuh bapak saya bukan saya atau
- orang lain. Maka timbul kebencian dendam
- saya kepadanya. Karena saya tidak akan
- merasa tenang.
- di dunia ini kalau menyaksikan pembunuh
- bapak saya bebas berkeliaran.
- Rasulullah berikan jawaban kepadanya
- seperti yang disampaikan kepada sahabat
- Umar ya bin Khattab ya Abdullah.
- Apa kata mereka kalau aku Muhammad
- membunuh pengikutnya? [berdehem]
- Siapa yang dimaksud mereka itu? Nah, ini
- yang dimaksud mereka itu adalah non
- Islam Fahri ya. Orang Yahudinya, orang
- Nasrinya mungkin kalau ada waktu itu
- Buddhanya, Hindunya, Konghucunya.
- Ya, bagi orang mukmin Abdullah itu bukan
- orang Islam,
- bukan orang Islam. Abdullah bin Ubay bin
- Salum.
- buat orang Islam munafik namanya fidil
- asfal minanar yukunallah ya w ya ya
- la ilahaula wala ilahaula
- itu jelas dalam Al-Qur'an tapi sekarang
- orang Yahudi mana yang mengatakan kalau
- Abdullah bin Ubay bin Sal itu bukan
- Islam? Nasrani mana yang mengatakan dia
- bukan Islam?
- Ya. Kemudian Hindu Buddha mana yang
- mengatakan kalau Abdullah bin Ubay bin
- Salul itu bukan Islam? Semua mereka
- mengatakan Abdullah bin Ubay Sal itu
- adalah Islam, pengikut Nabi. Nah,
- pengikutnya sendiri dibantai, dibunuh
- oleh Muhammad, apalagi kita yang bukan
- pengikutnya. Jadi, Nabi menjaga citra
- Islam.
- Ini nih yang harus dipahami gitu ya.
- Nabi di sini menjaga citra Islam. Kalau
- bukan karena citra Islam ya mungkin
- sudah enggak tahu di Abdullah ini citra
- Islam yang di yang dibangun oleh Nabi
- yang dibela.
- Ya, bukan citra diri enggak. Nabi itu
- enggak pernah pencitraan. Citra Islam
- kalau mau tuh orang coba ya jaga citra
- bukan jaga menjaga citra dirinya. Wah.
- gitu Pak Hari. Nah, maka
- ini kan kasusnya sama dengan sekarang
- Ahmadiyah.
- Kenapa seolah-olah Gus Dur itu
- melindungi Ahmadiyah? Bukan keliru kalau
- Anda mengatakan Gus Dur itu melindungi
- Ahmadiyah. Ini enggak paham nih. Orang
- tadi saya katakan ngikuti
- Gus Dur tapi enggak ngerti jalan
- pemikiran Gus Dur.
- Dikiranya Nabi eh Gusur itu melindungi
- Ahmadiyah. Bukan. Bukan Ahmadiyah yang
- dilindungi.
- Yang dilindungi oleh Gusur adalah citra
- Islam.
- Ya. Kalau melindungi berarti membenarkan
- ya Ahmadiyah yang bernabikan Mirza Gulam
- Ahmad. Ayo, sebagai keyakinan orang
- Islam, kalau ada orang yang membenarkan,
- bernabikan seorang yang dianggap nabi
- sesudah sesudah Nabi Muhammad, apa itu
- bukan kufur?
- Kufur itu.
- Nah, ini orang enggak ngerti.
- ngikut-ngikut gaya Gus Dur padahal
- pengetahuannya ya ee mohon maaf gitu
- enggak ngerti jalan pikiran Gus Dur
- ya. Ahmadiyah itu disebutnya Islam
- Ahmadiyah.
- Islam Ahmadiyah. Semua organisasi kita
- tuh minta kepada Ahmadiyah supaya jangan
- menggunakan Islam. Sebutkan aja agama
- Ahmadiyah. Tapi apa? Inggris tidak
- mengizinkan, enggak mau.
- Kenapa? Karena orang Inggris ngerti.
- Kalau sudah bukan Ahmadiah, bukan bukan
- ee nama Islam, berarti agama lain.
- Enggak ada masalah buat kita. Ini
- membawa-bawa Islam masalahnya
- Islam mengakui ada Nabi sesudah Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, ya.
- Maka sekali lagi, Gusur itu bukan
- melindungi
- atau membela Ahmadiyah. Yang dilindungi
- oleh Nabi, yang dijaga oleh eh yang
- dijaga oleh Gus Dur adalah citra Islam.
- Sebab apa?
- Ya
- menurut kita Ahmadiyah itu bukan Islam.
- Kenapa? Karena bernabikan [berdehem]
- Mirza Gulam Ahmad menurut kita.
- Tapi sekarang kata orang Yahudi, Yahudi
- mana? Nasrani mana, Hindu mana, Buddha
- mana, Konghucu mana yang mengatakan
- kalau Ahmadiyah itu bukan bukan Islam?
- Enggak ada. Semua mereka mengatakan
- Ahmadiyah itu Islam. Lah kalau Islam
- karena beda dengan kita kemudian diserbu
- ngelihatin tuh orang Islam tuh begitu
- radikal-radikul
- ya. Nanti orang mengatakan benar, Pak,
- kalau Islam itu radikal.
- Ya,
- nanti menganggap benar begitu jadinya.
- Nah, itulah yang di dibela oleh Gus Dur
- adalah citra Islamnya, bukan
- Ahmadiyahnya yang dibela.
- Oh, sekarang Menteri Agama mau menjamin
- ya mudah-mudahanlah
- apa nih ilmunya Menteri Agama sekarang
- ini kayak gusur gitu ya ilmunya.
- Paham ya? Lalu kalau gitu FPI salah dong
- ya. Habib Rizik salah lah. Ini juga
- ya apa namanya? Enggak ngerti lagi.
- Enggak ngerti lagi.
- Ya, benar apa yang dilakukan oleh beliau
- dalam Islam itu fahri. Ada usul, ada
- furu.
- Ya, kalau usul orang enggak boleh beda.
- Enggak boleh beda. Itu sudah sepakatan
- ulama yang usul tidak boleh beda.
- Kalau furuk silakan beda. Asalkan jangan
- asal beda punya dasar
- gitu tuh. Apa yang usul itu nih? Salat
- lima waktu itu usul. Enggak boleh ada
- orang yang mengatakan salat itu ya tiga.
- Waktunya cuma tiga yang wajib sehari
- malam lah. Ini enggak boleh dibiarkan.
- Itu harus diperangi yang begitu
- ya.
- Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman.
- Itu sudah usul. Enggak boleh berbeda
- pendapat dalam masalah ini. Maka kalau
- ada orang yang mengatakan ada nabi
- sesudah Nabi Muhammad harus diperangi.
- Maka apa yang dilakukan oleh oleh para
- FI benar ini. Karena ini masalah masalah
- usul. Lalu ada orang mengatakan tuh ya
- gua benar itu adalah keras enggak
- toleransi. Bukan enggak toleransi enggak
- ngerti mana usul mana furuk. masalahnya
- lah lah orang ngerti disalahin
- orang yang kagak ngerti malah dibelain
- nih ini nih nih kita bukan bukan saya
- bicara bukan karena ini FPI ini bukan FI
- enggak bukan itu
- yang ingin saya sampaikan ya kita ketika
- mau menyalahkan, mau melihat ada
- pendapat orang jangan Jangan dulu kita
- ini memvonish,
- tapi kaji ya, cari dalil. Kalau enggak
- ngerti, enggak bisa tanya kepada ulama.
- Saya enggak cocok nih dengan kiai anu,
- dengan ulama anu ya. Dia menerangkan
- begini-begini.
- Bisa jadi KIA itu salah, bisa jadi kita
- enggak paham, belum sampai ilmu kita.
- Ini pentingnya tabayun.
- ahlikrium
- gitu. Hati-hati. Makanya fahri kalau
- sudah menyekut masalah agama, orang
- kalau orang bodoh
- berzinah, mencuri itu lebih baik
- daripada dia menerangkan ilmu.
- Ya. Sebab kalau orang bodoh bicara
- tentang agama, tentang zat Allah,
- tentang sifat Allah, maka dia akan
- terjerumus ke dalam kekafiran dan dia
- tidak menyadari kalau dirinya itu kafir.
- Itu bahayanya orang kalau bicara ilmu.
- Padahal dia bukan ahli ilmu. Dia bicara
- tentang zat Allah, sifat Allah, padahal
- dia bukan orang yang apa namanya?
- tabakur ilmunya. Bahaya. Makanya Imam
- Abu Hanifah enggak mau dia nyusun kitab
- akidah Fahri.
- Ya, kenapa ketika ditanya kalau saya
- ijtihad fikih salah aja dapat pahala
- satu?
- Ee salah itu dapat pahala satu apalagi
- benar. Tapi kalau ijtihad tentang akidah
- salah, kufur, aku enggak mau ngal
- resiko. Kata Imam Abu Hanifah begitu.
- Ah, jadi itu satu. Jadi ya, jadi tauhid
- yang pertama sudah tauhid kedua adalah
- tauhid orang awam. Jadi ibarat tauhidnya
- orang awam itu adalah tadi yaitu kalau
- kelapa itu batoknya pari ya.
- Batoknya. Nah, batok ini dibikin kayu
- bakar
- manfaat bisa buat matangin nasi gitu ya.
- Enggak mukhalad ini masuk surga
- nantinya. Yang kedua ini tauhidnya orang
- awam
- tuh bermanfaat.
- Masih ada manfaatnya ya. Tapi kalau
- dibandingkan dengan kelapanya ya enggak
- ada artinya ya. Enggak ada artinya.
- Kemudian si batok pun bisa melindungi
- kelapanya. Kalau kelapa itu mau
- disimpan. Disimpan dalam waktu lama.
- Sekarang coba kupas batoknya kita buang.
- Taruh kita simpan. Enggak lama juga
- busuk kelapa itu.
- Tuh ya. Jadi ini bat ni tauhidnya orang
- orang apa nih? Orang awam.
- Kalau tauhidnya yang ketiga,
- nah itu orang muqarabin
- itu ibarat kelapanya.
- Ibarat kelapanya.
- Nah, kalau yang keempat
- apanya? Kemudian kalau yang keempat
- adalah minyaknya. Ente lihat di kelapa
- itu ada minyaknya enggak? Enggak ada.
- Enggak ada. Enggak kelihatan itu. Banyak
- hanya orang berilmu tinggi yang tahu di
- dalam kelapa itu ada minyak.
- Iya. Dibolak-balik coba dijilat-jilat
- ada rasa minyaknya enggak? Enggak ada.
- itu begitu ya. Hanya [mendengus] orang
- yang keempat inilah itu tauhid yang
- keempat itu
- begitu ya Pak Hari. [berdehem]
- Nah, selanjutnya
- bahwa
- ee
- [mendengus] ini ada ungkapan ini pernah
- juga diramaikan ini ee bagaimana tadi
- yang ketiga ini kita tidak melihat
- segala sesuatu itu yang banyak melainkan
- semuanya adalah terbit dari satu dari
- Allah.
- Ya memang pelik ya, tapi saya buatkan
- gambaran begini aja dah biar gampang
- dipahami.
- Manusia ini Pak Hari
- tersusunkan dari berbagai unsur ya.
- Ada ini, ada mata, ada kepala, ada
- kuping, ada hidung, ada otot, ada
- tulang, ada. Wah, berapa miliar otot
- saja itu di kita itu ada wah sudah
- jumlahnya sudah luar biasa
- begitu banyaknya dalam tubuh kita. Tapi
- ketika kita melihat
- manusia yang tersusun dari miliaran,
- jutaan atau miliaran ya, itu hanya satu
- manusia yang kita lihat.
- Padahal terdiri dari banyak semuanya
- ya.
- itu gambarannyaalah kurang lebih seperti
- itu.
- Nah, selanjutnya ee Pak Hari
- setan ini tentu saja
- tidak akan membiarkan
- manusia ini yang tingkatan pertama naik
- ke tingkat dua, dari dua naik ke tingkat
- tiga, tiga naik ke tingkat empat. Tentu
- saja tidak. Karena setan kan inginnya
- supaya manusia ini nanti bareng-bareng
- bersamanya di dalam ee neraka ya. Nah,
- karena itu ada langkah-langkah yang
- dilakukan oleh setan dalam kaitannya
- dengan tauhid manusia ini. Yaitu pertama
- adalah iltifat ilal jamad wal iltifat ee
- ilal apa namanya?
- Ilal hayawanat. Ya. Jadi kita dibawa
- untuk memperhatikan benda-benda
- mati dan juga memperhatikan benda atau
- makhluk-makhluk yang bernyawa seperti
- manusia dan lain sebagainya ya. Nah, ini
- nanti yang akan kita bahas ee pada
- pertemuan yang akan datang insyaallah
- ya. Mudah-mudahan Allah panjangkan umur
- kita. Amin. Kepangkali ini dulu sore ini
- ya. Nah, wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz Ahmad Zazuli
- Khil atas pencerahannya di sore hari
- ini. Kaji kajian akidah akhlak dengan
- tema tauhid sebagai landasan tawakal.
- Tadi ada empat tingkatan ya untuk tauhid
- ini, Iwan Ahwat. Dan yang ingin
- bergabung silakan bertanya silakan di
- WhatsApp kami Ikwan Ah di 0811999720.
- [musik]
- Amin.
- [musik]
- Yang satu masih bersama kami Ikhwan
- Ahwat di acara tausiah sore kajian
- akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil. Kita membahas tema mengenai
- tawakal dengan subtemanya tauhid sebagai
- landasan tawakal. Dan saya bacakan Ustaz
- ini pertanyaan yang masuk di 0811999720.
- Ini yang pertama datang dari Bapak Yudi
- di Bogor ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz
- Ahmad Zuri Kholil.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iya, Pak Ustaz.
- Bagaimana agar kita bisa istikamah
- tawakal kepada Allah Subhanahu wa taala?
- Itu Ustaz simpel percanya.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Bagaimana supaya kita istikamah dalam
- tawakal? Saya juga pengin begitu ya.
- Jadi kita belajar ya, Pak ya.
- Saya itu pernah bertanya dulu tentang
- istikamah kepada guru.
- Kiai kata saya, "Bah, saya mohon doanya
- supaya saya bisa istikamah."
- Kata beliau,
- istikamah itu ngaji.
- Ngaji.
- Istikamah itu ngaji, belajar.
- Belajar.
- Heeh. Makanya kan kata Nabi,
- ilma minal mahdi il lahdi. Selama belum
- masuk ke dalam apa? Liang lahad kita
- ngaji. Ah, itu istikamah namanya.
- Nah, terus ada lagi kiai.
- Saya tanya kepada kiai yang lain, "Mohon
- doa ya, minta supaya istikamah." Eh,
- kata saya istikamah itu apa, Kang? Heeh.
- Beliau mengatakan,
- "Ente sebagai apa?"
- H
- sebagai ustaz ya, sebagai kiai,
- ente punya tugas
- ya
- jalankan tugas ente
- dalam suka dan duka. [berdehem]
- Dan dalam bertugas menjalankan dakwah
- ini
- seperti pesannya Syekh Sirri Asiktiin
- Nun mengatakan
- ketika berdakwah, ketika mengajar jangan
- melihat orang
- tapi lihatlah Allah.
- Bagaimana ngelihat orang?
- Saya namanya orang ngajar Fahri.
- Kadang-kadang yang belajar itu
- ada banyak ya, ada ratusan,
- ada kalanya juga cuma beberapa orang aja
- lah. Itu kalau kita ngajar
- itu melihat orang,
- apalagi yang hadirnya cuma tiga orang,
- udah libur aja dah ngajinya. Udah orang
- enggak pada mau ngaji gitu kan semangat
- ya. Itu namanya orang ajar melihat
- orang.
- He.
- Kalau melihat Allah mau satu, mau tiga,
- mau 100, mau 200.
- Karena yang dilihat adalah bukan siapa
- yang ngaji, siapa yang nyuruh saya
- ngajar.
- Hm.
- Itu namanya istikamah.
- Iya.
- Sekarang kalau Bapak sebagai pegawai
- negeri tentu Bapak punya tugas
- ya. Apa menjadi kewajiban Bapak, Pak,
- Pak Yudi?
- Apa yang tidak boleh dilakukan oleh
- Bapak sebagai
- seorang karyawan, sebagai petugas?
- Nah, itu terus Bapak lakukan namanya itu
- istikamah.
- Lalu hasilnya
- ya
- serahkan sepenuhnya kepada Allah.
- sekarang ini
- bagaimana supaya
- apa namanya kita ini terbebas dari
- COVID
- COVID?
- Iya.
- Jalankan
- apa yang apa namanya protokol kesehatan
- selebihnya kemudian
- apa? Serahkan kepada Allah. [berdehem]
- Nah.
- dan biasa-biasa aja menghadapi ini
- jangan seperti apa namanya sesuatu yang
- menakutkan ya.
- Kemudian kayaknya
- ee
- ini merupakan makhluk yang mengerikan,
- yang sadis.
- Penyakit biasa aja dari dulu ya.
- Nah, kita jalani protokol kesehatan
- selebihnya kemudian serahkan.
- Nah, itu namanya menyerahkan itu
- tawakal.
- Tawakal.
- Ngikuti anjuran itu namanya
- istikamahnya.
- Kemudian istikamah sebagai seorang
- suami, kewajiban kita sebagai hamba
- kepada khaliq, kewajiban kita kepada
- istri, kewajiban kita kepada anak. mana
- yang enggak boleh dilakukan ya dalam
- kapasitas kita sebagai hamba, dalam
- kapasitas sebagai ayah, sebagai suami.
- Nah, kita terus jalankan itu. Itu
- namanya istikamah yang mengingini.
- H
- gitu. Jadi istikamah itu tidak kaitannya
- dengan salat ya, dengan apa lagi sodqah
- ya, dalam segala apa namanya aktivitas.
- Karena Islam itu bicara tentang segala
- aspek kehidupan.
- Dan ketika kita sebagai khalifah,
- sebagai rain, pemimpin, baik pemimpin
- keluarga, pemimpin masyarakat, pemimpin
- negara menjalankan ya sesuai dengan
- tugas. Nah, itu [berdehem] namanya
- istikamah.
- He.
- Nah, ketika kita sudah keluar dari
- tujuan semula, itu namanya sudah kita
- sudah enggak istikamah. Nah, jadi ee apa
- namanya kita
- apa namanya itu ya ee
- laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya
- ya itu istikamah. Nah, hasil dari
- dari semuanya itu kita serahkan
- sepenuhnya kepada Allah ya. Percayakan
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- Wallahualam.
- Baik. Dan selanjutnya pertanyaan dari
- hamba Allah, Pak Ustaz di Jakarta ingin
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustaz. Orang tua saya melakukan hal yang
- musyrik. Salah satunya menganggap ada
- utusan Allah setelah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Beliau
- bahkan memiliki guru spiritual untuk hal
- tersebut. Saya sudah mengatakan bahwa
- hal tersebut melanggar, tapi beliau
- menganggap hal tersebut tidak melanggar.
- Saya justru diminta menghadap gurunya
- agar guru tersebut bisa menjelaskan ke
- saya apa yang bisa saya lakukan, Pak
- Ustaz, sebagai anak. Mohon
- pencerahannya, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Pertama, Ibu adalah eh siapa yang
- bertanya tadi?
- Hamba Allah, Pak Ustaz. Hamba Allah.
- Pertama, hamba Allah entah laki atau
- perempuan
- adalah sebagai anak tetap harus
- menghormati ayah atau ibu. Ya, apapun
- yang dilakukannya
- sebagai ibu, sebagai bapak tetap kita
- hormati. Bukan bukan perbuatannya ya,
- bukan perbuatannya tetapi orangnya.
- Orangnya. Nah, kemudian karena orang tua
- sudah menyimpang, maka menjadi kewajiban
- ya hamba Allah ini untuk meluruskannya.
- Untuk meluruskannya. Jadi, langkah ee
- hamba Allah ini sudah udah udah benar
- ya. mengingatkan
- dengan cara yang baik diajarkan oleh
- Allah
- udu ila sabilik
- sabilibik bil hikmah wal maidotil
- hasanah w jaddilum billati hasan dengan
- hikmah dalil-dalil ibu sampaikan
- ya al-qurannya hadis nabi yang
- menerangkan tidak ada nabi sesudah nabi
- muhammad nah kemudian juga mauah dengan
- nasihat yang baik. terakhir kemudian
- diajak diskusi.
- Kalau ternyata umpamanya ibu tidak atau
- hamba Allah ini tidak punya bahan itu
- dasar-dasar agamanya
- muncinan tapi tidak punya dalil dan
- tidak punya kemampuan ya dalam
- mengimpor ee apa namanya argumentasi itu
- ke dalam pemikirannya
- ya. Kalau kalau orang ibu Anda itu mau
- ngajak Anda kepada gurunya, kenapa Anda
- tidak coba juga? Ibu Anda dibawa kepada
- guru Anda atau datangkan seorang kiai,
- seorang ustaz yang mempunyai pengetahuan
- yang cukup yang baik.
- Nah, begitu.
- Di samping itu, satu lagi yang harus
- dilakukan adalah doa. Mohon kepada Allah
- agar Allah memberikan taufik kepada
- orang tua Anda.
- Kalau sekarang enggak mau juga tetap
- begitu, tetap Anda wajib menghormati dia
- sebagai orang tua Anda. Ya. Ee
- jika nih pesan dulu Sunan Gunung Jati.
- Jika orang lain tidak mau mengikuti
- seruan Anda, ajakan Anda kepada yang
- jenar, biarkan orang itu memilih jalan
- hidupnya sendiri.
- Ya, artinya enggak dipaksa. Biarkan dia
- memilih jalan hidupnya [berdehem]
- sendiri. ya. Nah, dengan tentu adalah
- siap untuk menanggung resikonya.
- Tentunya seperti itu. Nah, itu yang
- harus dilakukan. Jadi, berdoa jangan
- lupa terus. Insyaallah
- asalkan kita terus-menerus berdoa nanti
- dijawab oleh Allah subhanahu wa taala.
- Mending yakin kemudian sabar gitu.
- Tunjukkan oleh Anda, Mak, bahwa agama ya
- Anda yang kita yang apa namanya yang
- diyakini benar itu bisa meyakinkan dia
- bahwa
- kita ini memang berada di di jalan agama
- yang di dalam ajaran yang benar. Sebab
- kita ini mohon maaf ya, kita yakin
- kita itu benar.
- Orang itu menyimpang. Kita tahu kalau
- dia itu adalah menyimpang, berat. Tapi
- kita ini tidak bisa menjadi contoh buat
- orang itu bisa membuktikan kebenaran
- dari keyakinan kita. Sebab apa? Antara
- keyakinan kita dengan perbuatan kita
- seringki tidak sejalan. Itu yang
- menyebabkan orang itu antipati untuk
- mengikuti atau meyakini apa namanya
- membenarkan keyakinan kita. Maka
- buktikan sekarang ya, dakwahlah bilhal
- dengan perbuatan. Enggak cuma dengan
- ucapan tapi perbuatan itu jauh lebih
- menyentuh daripada dakwah dengan apa
- namanya ucapan. Wallahualam.
- Ya. Bersabar dan berdoa, Ustaz, ya.
- Iya.
- Tapi enggak usah melaporkan. Enggak usah
- ya ke apa gitu MUI gitu
- ya. Jangan ya. Enggak usah. Enggak usah.
- K itu penistaan atau enggak ya?
- Penistaan. [tertawa]
- Baik. Selanjutnya
- pertanyaan dari Bapak Muhammad Irfan,
- Pak Ustaz ini juga mendoakan semoga
- Ustaz dan juga Rasil semuanya pendengar
- pada sehat katanya. Amin.
- Amin. Amin.
- Selanjut ee [berdehem] bertanya, belu
- bertanya di luar tema, "Pak Ustaz ee
- apakah diperbolehkan mendoakan seseorang
- dengan doa yang jelek?" Contoh, pemimpin
- pemimpin yang zalim didoakan supaya
- celaka itu bagaimana? Boleh, Pak Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
- ditinggal,
- wafat oleh dua orang yang sangat
- dihormati oleh Nabi dan sangat
- menyayangi Nabi, juga ee melindungi
- Nabi, yaitu pamannya Abi Thalib dan
- istri tercintanya
- Bunda ee ee Khadijah radhiallahu anhuma
- radhiallahu anha ya.
- Nah, beliau ini bersedih sekali ya.
- Bersedih. Sehingga tahun itu disebut
- dengan amal huzun ya, yakni tahun
- dukacita.
- Nah, kemudian Rasulullah ini pergi
- berdakwah ya ke Thab. Hmm. Sebab kalau
- ada yang beriman tentu itu akan
- membahagiakan beliau. Tetapi sampai di
- sana bukan beliau ini mendapatkan
- sambutan yang baik, tapi justru beliau
- ini dilempari batu
- H
- oleh anak-anak ya
- sampai berdarah Rasulullah
- sampai berdarah
- udah jatuh bangun ditimpukin terus
- [berdehem] akhirnya Rasulullah pingsan
- begitu Rasulullah ee siuman eh ketika
- pinsan ini orang-orang Thaib kemudian
- ketakutan juga dianggap Rasulullah
- meninggal.
- Ini kalau sampai meninggal bahaya ini.
- Sebab Quraisy. Nah, ini bisa perang
- lawan Quraisy. Itu yang ee mengkhawatir
- karena itu mereka berusaha untuk
- menghilangkan jejak agar tidak ketahuan
- kalau e kalau Rasulullah itu dibunuh
- oleh mereka. Ini kelakuan setan tuh dari
- dulu begini,
- bagaimana menghilangkan jejak supaya apa
- namanya mereka nih penjahat-penjahat ini
- bisa aman dari tuntutan dan bisa aman
- dari hukuman ya.
- Nah, akibat akhirnya
- mereka ini mau mendorong batu yang gede
- ditimpakan kepada Nabi Muhammad sehingga
- terkesan
- nanti bahwa Nabi Muhammad itu meninggal
- karena ketimpa batu, bukan karena
- dibunuh oleh mereka. Sehingga dengan
- demikian mereka akan aman dari tuntutan.
- Ya. Nah,
- wallah ee apa namanya? [berdehem]
- Al insanu yurid. Wallahu yaf'alu ma
- yurid.
- Wakaru makarallah wallah khairul magrib.
- Manusia berencana Allah yang menetapkan
- rencana itu jadi atau tidak itu Allah.
- Mereka bikin makar tipu daya, tapi Allah
- adalah pemberi [berdehem] balasan tipu
- daya itu. Dan Allah paling pintar,
- paling canggih dalam membuat makar. Ya,
- [berdehem] sehebat apapun kebatilan
- pasti akan terbongkar. Sepandai-pandai
- orang menyembunyikan bangkai pasti
- tercium juga kan gitu ya. Nah, begitu
- mereka menggelindingkan batu itu batu
- yang gede itu parah sudah bergerak.
- He.
- Maka malaikat Jibril turun dengan
- membawa batu satu kepelanj
- oleh malaikat Jibril.
- Iya.
- Batu itu akhirnya enggak bergerak. Yah,
- jadi enggak jadi.
- Amanlah Rasulullah. Jibril kemudian
- datang bersama dengan malaikat penjaga
- gunung Taib. Kata malaikat Jibril
- begini, Muhammad ya, ini adalah malaikat
- penjaga gunung Thab oleh Allah
- diperintahkan untuk melaksanakan apapun
- yang engkau perintahkan.
- Kalau kau ingin gunung Thab ini
- diangkat, ya ditimpakan kepada mereka
- sehingga bawahnya menjadi atas, atas
- menjadi bawah, itu akan dilakukan.
- Tinggal kau saja ngomong sekarang.
- Nah, tapi apa ya? Itu penawaran luar
- biasa ya untuk membinasakan orang-orang
- jahat yang telah menyakiti Rasulullah.
- Tapi yang keluar dari mulut Rasulullah
- doa yang sudah kita kenal semua.
- Allahumahdi kaumi fainnahum la y'lamun.
- Ya Allah berikan hidayah kepada kaumku
- karena mereka tidak mengerti. Ih akhlak
- Rasulullah luar biasa. Bahkan
- lanjutannya ada doanya beliau ini ya,
- yaitu arti dari doa itu adalah ya Allah
- katanya gitu ya.
- Jadi kalau ini adalah kalau mereka tidak
- beriman gitu, tidak mengikuti suruhanku
- ini karena kekurangan ee ke ee apa
- namanya? Kekurangan yang ada dalam
- diriku atau kekurang seriusan, kekurang
- tepatan aku dalam berdakwah. Bukan
- karena mereka itu enggak mau beriman,
- tapi cara aku barangkali gitu ya.
- Subhanallah. Tuh begitu. Jadi kalau
- umpamanya aku apa namanya luka begini,
- aku tidak peduli asalkan engkau tidak
- membenci aku. Bagi Allah, apapun yang
- terjadi padaku, penganihan yang
- dilakukan oleh mereka kepadaku, aku
- tidak peduli. Asalkan engkau tetap
- menyayangi aku, asalkan engkau tetap
- bersamaku.
- Itu begitu ya.
- Nah, ini doa. Maka dari sini kita
- merupakan sunah Rasul kalau mendoakan
- [berdehem]
- orang-orang yang tidak baik agar
- mendapatkan hidayah dari Allah. Nah,
- suatu hari dulu tuh Rasulullah kalau
- salat suka mengutuk, mendoa, ya.
- Mendoakan orang, mendoakan yang tidak
- baik.
- H.
- Dan kalau kita lihat ininya apaanya ee
- ee kronologisnya sangat dimaklumi,
- sangat dimaklumi.
- Iya.
- Orang minta tolong kepada Nabi begitu di
- apa namanya? Oleh Nabi dikasih tolong
- malah ibarat nolong anjing kejepit gitu.
- Ditolongin malah digigit.
- Maka Rasulullah itu kemudian berdoa
- ya yang buruk kepada mereka.
- minta supaya dilaknat. Nah, lalu turun
- firman Allah, laaka minal amriun
- alaihimahum.
- Ya, tidak punya hak Muhammad kamu itu
- untuk mengutuk mereka.
- Apakah aku nanti akan menyiksa atau
- mengampuni itu hakku, bukan hakmu. Apa
- hakmu? Apa namanya mengutuk-ngutuk
- mereka gitu ya. Sejak itu Rasulullah
- enggak pernah mengutuk lagi. Enggak
- pernah Nabi itu berdoa buruk untuk
- mereka karena ditegor oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Artinya seorang nabi
- enggak pantas ya mendoakan buruk orang
- lain.
- Nah, yang ketiga sekarang
- Nabi Ibrahim itu pernah oleh Allah
- dibawa ke alam malakut. Maksudnya dibawa
- alam malakut itu diperlihatkan alam
- malakut.
- Di dalam malakut itu Allah kemudian
- memperlihatkan orang yang
- orang yang membunuh ya pembunuh,
- penjina, penjudi, pemabuk dan
- sebagainya. Lalu Allah tanyakan kepada
- malaikat dan Nabi Ibrahim. Ya, bagaimana
- menurut kamu Ibrahim ya tentang mereka
- ini nih si pembunuh ini. Kata Nabi
- Ibrahim, "Ya Allah, rezekimu dia makan,
- udaramu dia hirup, ya. Segala fasilitas
- di bumi dia nikmati, tapi dia malah
- membuat kerusakan di muka bumi. Durhaka
- kepada orang semacam ini. Enggak pantas
- hidup. Mendingan dicabut aja nyawanya.
- Dicabut nyawanya oleh Allah, dimatikan.
- Ya, ini si pembunuh. Begitu juga ee
- pemabuk, penzina dan sebagainya itu
- matikan sesuai dengan ee keinginan atau
- ee anjuran permintaan Nabi Allah
- Ibrahim. Suatu saat Allah kemudian
- berkata, "Ya Ibrahimya [berdehem]
- sembelih putramu tuh Ismail." Hm. Kata
- Nabi, Nabi Muhammad eh kata Nabi
- Ibrahim, "Loh, kok disembelih?"
- Ya,
- puluhan tahun Nabi Ibrahim mendambahkan
- lahirnya anak. Begitu sudah lahir suruh
- disembelih. Coba Nabi Ibrahim protes,
- "Ya Allah, lah kok disembelih?"
- [berdehem]
- Eh, Ibrahim,
- apa kamu lupa? Ya, tuh pembunuh itu
- ketika aku tanyakan Ibrahim, "Bagaimana
- tuh? Apa kata kamu? Bunuh aja ya Allah."
- Ya, orang seperti itu.
- Aku ini Tuhan.
- Engkau adalah hambaku. Keinginanmu
- dituruti oleh aku. Sekarang aku Tuhan
- lah. Minta nyuruh kamu menyembelih
- anakmu. Kok enggak mau? Hm. Coba. Ya.
- Lalu apa kata Nabi Ibrahim? Ya Rabb
- Hamratu fuadi. Ya Allah ini kan buah
- hati saya.
- Ini buah hati saya ya Allah. Lalu kata
- Allah, "Hai Ibrahim, yang membunuh, yang
- berzina, yang mabuk, anakmu, kau juga
- itu semua makhlukku.
- Yang taat kepadaku, aku yang
- menciptakan. Yang durhaka juga aku yang
- menciptakan."
- Ya, apa kau tidak punya perasaan aku
- yang menciptakan suruh membunuh mereka?
- Hm. Coba lihat, lihat, lihat gitu ya,
- Pak ee Pak siapa namanya? Muhammad Irfan
- ya?
- Iya. Nah, jadi dari sini berikan
- kesempatan kepada mereka untuk bertobat.
- Wah, orang itu enggak bakalan bertobat.
- Jangan mendahului.
- Jangan mendahului.
- Doakan oleh kita kalau bisa gitu kan.
- Kalau bisa. Kalau enggak begini dia itu
- jahat. Nah,
- ada ungkapan yang sangat indah, Pak
- Muhammad Irfan, yaitu
- ee
- kebaikan harus dibalas dengan kebaikan.
- Ya, kebaikan harus dibalas dengan
- kebaikan dan kejahatan harus dibalas
- dengan keadilan.
- Keadilan.
- Jangan kejahatan dibalas dengan
- kejahatan. Apa bedanya dia dengan kita?
- dengan keadilan ya. Ada hukum
- hukum enggak percuma sudah mengadu juga
- jangan. Enggak ada yang percuma enggak
- ada. Enggak ada. Setidaknya kita ini
- menuntut keadilan itu ada nilai di sisi
- Allah. Di mata orang akan dilihat inilah
- pejuang orang pembela keadilan. Ya,
- suatu saat nanti akan orang yang sedang
- berjuang menegakkan keadilan,
- memperjuangkan keadilan itu akan dicatat
- oleh sejarah dengan tinta emas.
- Dan orang yang merusak,
- memporak-porandakan
- ya keadilan, mereka pun akan dicatat ya
- dengan tinta apa itu namanya gitu. Tuh,
- tinta merah ya. [mendengus]
- Nah, alangkah bangganya anak cucu kita
- ketika melihat bahwa nama-nama kita itu
- ada tertulis dengan tinta emas. Betapa
- malunya anak cucu kita kalau ternyata
- kita adalah orang-orang yang ditulis
- dengan tinta merah.
- Nah, begitu. Nah, yang terakhir Pak
- Muhammad Irfan, kalau Anda mendoakan
- kebaikan kepada orang lain, ya satu Anda
- dapat pahala, jiwa Anda akan tenang,
- hati Anda tenang. Tapi kalau Anda
- mendoakan buruk kepada orang kemudian
- enggak terkabul-kabul,
- rasa kesal, enggak hilang-hilang, bahkan
- yang lebih buruk lagi nanti Anda akan
- bersuudon kepada Allah, berburuk sangka
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- hidup Anda tidak akan tenang. Jadi kalau
- Anda pengin tenang, jangan mendoakan
- buruk kepada orang lain walaupun orang
- itu jahat. Ya, barangkali inilah
- pertemuan sore ini ya, Fari. Baik,
- Ustaz.
- Ee insyaallah nanti minggu yang akan
- datang kita akan bahas lanjutannya.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- panjangkan umur kita dalam taat
- kepadanya. Allah bimbing hati kita ke
- jalan yang diridai dan dicintainya.
- Allah limpahkan rahmat, taufik, dan
- hidayah kepada kita, anak cucu kita
- sehingga dapat istikamah dalam
- menjalankan perintahnya, menjahi
- larangannya. Rabbana taqobbal minna
- duana
- birahmatika yahamarahimin. Rabbana atina
- fid dunya hasanah wafil akhirati
- hasanabanar
- wasallallahu ala nabina Muhammad waam.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian Iwan Hawat
- kebersamaan kita di acara tausiah sore
- kajian akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil dengan tema tawakal dengan
- subtemanya tauhid sebagai landasan
- tawakal. Semoga apa yang ustaz sampaikan
- dapat menambah ilmu agama kita juga
- menambah iman dan takwa kita kepada
- Allah subhanahu wa taala. Yang sudah
- bergabung terima kasih banyak. Yang
- belum sempat terbanyakkan mohon maaf
- karena waktu yang sangat terbatas. Saya
- Fahri ditemani Neza dan juga Agusilo
- pamit. Subhanakallahumma wabihamdika
- asadu alla ilahailla anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- terima kasih.