Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad. Dipancar luaskan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi, Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda
- di pagi hari ini? Senang sekali saya
- bagus dapat kembali menjumpai Anda dalam
- program ta siia pagi sirah sahabat
- bersama Ustaz Komaruddin Basuni di edisi
- hari Senin di tanggal 24
- September 2018. Alhamdulillah ikhwan
- akhwat di pagi hari ini Ustaz Komaruddin
- sudah bersama dengan kita.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Alhamdulillah khair. Baik. Dan
- tema kita tentang cerita atau kisah
- tentang sahabat yang akan diangkat oleh
- Ustazin adalah sahabat Suraqoh bin
- Malik. Betul ustaz ya. Baik. Saya pun
- tidak sendirian saya Agus ditamani
- rekan-rekan ada Odi dan juga ada Anis di
- meja operator. Baik Ustaz ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbilamin
- wabun wasalamu
- asursalin waa alihi ajma.
- Para pendengar Radio Rasil yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala,
- terutama para pendengar yang ada di Jabo
- Ditabek, Sukabumi,
- Cianjur, Jawa Tengah, Jawa Timur,
- Kalimantan, Sumatera,
- kemudian di Batam, Malaysia, Filipina
- dan di berbagai mancanegara yang
- ngikutin acara sirah Sahabat ini. juga
- para pemiarsa TV yang ada di mana saja.
- Alhamdulillah pada pagi hari Senin
- ini insyaallah akan kami
- sampaikan yaitu kajian
- sirah dengan nama sahabat Nabi namanya
- Suraqoh bin Malik.
- Para pendengar hadir Rasil dan pemiarsa
- TV
- Rasil, Suraqoh bin Malik memang
- merupakan sosok seorang
- sahabat dari sisi postur tubuh. Memang
- orangnya mengagumkan, tinggi
- besar, dan langkahnya juga
- mantap. Dia adalah salah satu di antara
- sebagian penunggang kuda yang
- cekatan dan punya wajah yang bagus.
- Dan juga perlu kita ketahui bahwa di
- sekeliling kita ini ada makhluk-makhluk
- gaib. Ada makhluk gaib yang dari
- kalangan malaikat, ada makhluk gaib dari
- kalangan jin.
- Nah,
- dari dua sosok makhluk gaib ini di zaman
- Rasul itu ada yang menampakkan
- diri seperti sahabat.
- Ada dari makhluk gaib yang menampakkan
- diri bukan dari kalangan orang-orang
- beriman. Nah, saudaraku kaum muslimin
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Suraqoh bin Malik sebelum dia masuk
- Islam
- itu
- sayatin
- iblis pimpinannya setan yaitu iblis itu
- pernah menjelmakan
- diri bahkan menyerupi wajahnya seperti
- Suraqoh bin Malik.
- ini
- ada orang yang
- begitu ya digandrungi oleh orang lain
- sehingga pada saat
- iblis ingin menampakkan diri dia
- menyerupai Suraqoh bin
- Malik waktu dia Suraqoh belum masuk
- Islam.
- Kemudian juga
- ada sahabat Nabi yang pernah malaikat
- menyerupai sahabat Nabi ganteng, bagus,
- wangi, cerdas, alim. H. Siapa dia? Dia
- Ubay bin Ka'ab. Jadi pernah malaikat
- menyerupai Ubay bin Ka'ab. Wah,
- jadi banyak keanehan istilah bahasa kita
- aneh tapi nyata. Tapi begitu didekatin
- ternyata bukan. Nah, Suraq bin Malik
- pada saat perang
- Badar itu dia maju ke depan mengatakan
- dengan memimpin, "Kami akan membantu
- kalian."
- Tiba-tiba Surokoqoh yang baru saja dia
- mengatakan bahwa dia akan membantu kaum
- musyrikin tiba-tiba lari. Nah, waktu
- lari dipegang tangannya oleh Alharis.
- Kata Alh Haris, "Busan kamu mau nolong
- kok kamu lari?" Ah, kamu enggak tahu.
- Ditendang itu Alharisnya sama Surokah.
- Padahal itu bukan Surokoqoh, yaitu iblis
- menjelma sebagai suraqoh. Nah, baik
- saudaraku. Bagaimana nih perjalanan
- Suraqoh ini? Memang Suraqoh ini salah
- satu dari kaum Bani Mudlij ya.
- Nah, Suraqo bin Malik
- Aljusumi. Nah,
- dia di antara salah
- satu
- kaum yang agak jauh dari kota Makkah.
- Kemudian pada saat peristiwa
- Rasulullah dicari dan dikejar dari kota
- Makkah waktu dia
- hijrah.
- Nah, ada beberapa orang sedang mencari
- di mana Rasul berada.
- Tiba-tiba ada orang yang sedang berjalan
- dari arah Madinah menuju Makkah.
- Kemudian dia melihat ada orang berjalan
- di kejauhan.
- ee dua orang atau tiga orang lebih.
- Kemudian orang yang melihat itu punya
- prasangka, jangan-jangan itulah Muhammad
- yang sedang dicari oleh orang-orang yang
- ada di kota Makkah. Cuma dia enggak
- berani karena apa? Ya mungkin karena dia
- tidak punya persiapan. Padahal dia sudah
- tahu, sudah mendengar bahwa siapa yang
- menemukan Nabi baik dalam keadaan hidup
- maupun mati. maka dia akan mendapatkan
- ee hadiah sebanyak 100 ekor
- unta.
- Nah, karena orang
- tersebut punya pemikiran, ya lebih baik
- mungkin disampaikan sama orang. Nah,
- nanti kalau orang itu mendapatkan pasti
- dia ya sedikit akan kebahagiaan. Maka
- disampaikanlah kepada orang yang sedang
- kumpul di satu daerah namanya
- Al-Mudliji. Almudrijin. Almudliji. Ini
- ternyata di situ kampungnya Surokoh. H.
- Dan di situ ada tempat ee biasa balai
- irung ya atau tempat istirahat orang
- ngobrol di situ. Waktu dia sampaikan,
- "Saya itu ngelihat ada orang
- jangan-jangan itu dia yang sedang kita
- cari." Siapa namanya?
- Muhammad. Serokoh dengan pura-pura
- bilang, "Oh, enggak.
- Tadi juga orang itu mah lewat di sini
- bukan dia katanya. Nah, tahu-tahu habis
- ngomong gitu karena orang laporan tuh
- seolah-olah enggak ditangkapin ya yang
- ngelaporkan langsung pergi ternyata
- Surokah pun ikut pergi sama juga. Cuma
- kalau orang yang memberitahu perginya
- laju menuju Makkah, kalau dia pergi
- menuju
- rumah hanya masuk karena tidak jauh dari
- tempat dia ee bicara-bara langsung dia
- datang ke rumahnya. Begitu dia masuk ke
- rumahnya, kalau istilah bahasa kita mah
- ketemu sama pembantunya,
- "Tolong kamu antarkan peralatan ke
- sebuah tempat yang kita akan menggunakan
- kuda disiapkan ya. Kami akan ke
- belakang." Jadi dia masuk rumah terus
- keluar jalan belakang terus dia menuju
- arah yang dia tuju yaitu tempat untuk ee
- mengikat ee kendaraan yang dia siapkan
- yaitu berupa kuda dan lain
- sebagainya. Tahu-tahu dia betul sudah
- sampai di tempat yang dia harapkan.
- Tiba-tiba khadamnya, pembantunya datang
- membawa peralatan, bawa
- panah, pedang, kemudian bekal dan
- sebagainya. Di bawah itu kudanya, set.
- Begitu langsung dibawa, langsung dia
- naik ke atas kudanya langsung dipacu
- sama dia dengan sekencangnya. Maka kuda
- langsung
- lompat. Lompat. Kemudian dia mengejar
- arah yang tadi diberitahu oleh orang
- yang lewat tadi. Wah, dengan kecepatan
- memang dia penunggang kuda jago. Saya
- membayangkan bagaimana penunggang yang
- pernah dialami oleh surok ini. Pernah
- saya melihat bagaimana para penunggang
- kuda koboy-koboi Amerika itu di Las
- Vegas itu pakai baju hitam,
- pakai Duduku Laken. ee topi lakon ya
- yang topi kulit itu. Wah, gayanya kayak
- begitu itu. Wah, masyaallah. Nah, terus
- dalam pengejaran itu ternyata benar apa
- yang di apa dipikirkan oleh serokoqoh
- yang tya katanya bukan ternyata dalam
- rangka untuk apa? Dalam rangka untuk
- menutupi supaya orang itu tidak percaya.
- Padahal hatinya dia tuh percaya. Ah,
- itulah tipe orang munafik itu gitu. Jadi
- antara apa yang dia ucapkan itu dengan
- hatinya itu bertolak
- belakang. Jadi mulutnya ya, tapi hatinya
- membenarkan. Itu gaya orang munafik
- tuh. Nah, terus Surok mengejarnya terus.
- Nah, di situlah Abu Bakar langsung
- bereaksi. Kadang-kadang Abu Bakar lari
- ke belakang, kadang ke depan,
- kadang-kadang ke samping. Nah, pada saat
- ee Abu Bakar bereaksi seperti itu, maka
- tiba-tiba Rasul bertanya, "Abu Bakar,
- kenapa kamu kadang-kadang ke depan, ke
- belakang, ke samping?" Kata Abu Bakar,
- "Saya kalau depan khawatir ada musuh di
- depan mener kamu. Maka lebih baik saya
- duluan, katanya." Kalau saya ke belakang
- juga sama khawatir dari belakang musuh
- menerkammu atau memburumu, biar saya
- duluan. Nah, itulah bagaimana kecintaan
- Abu Bakar kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Dan Rasulullah pernah
- mengatakan, "Tidak ada satuun orang yang
- diajak ke dalam Islam melainkan semuanya
- ragu, pertimbangan kecuali Abu Bakar."
- Abu Bakar salah satu sahabat yang diajak
- tanpa ada kompromi dulu, tanpa ada
- perhitungan langsung beriman. Maka Abu
- Bakar dikenal dengan nama Abu Bakar
- Siddiq. Nah, jadi keyakinannya kepada
- apa yang disampaikan Rasulullah begitu
- kuat dan mantap. Nah, setelah Abu Bakar
- Assiddiq radhiallahu
- anhu ee
- beliau
- dalam suasana genting seperti itu,
- tiba-tiba dari belakang kalau bahasa sah
- itunya nubruk. Nubruk.
- Wah, T brus kaget. Ternyata apa? Suroko
- dalam kecepatan dari belakang mau
- menyerbu atau tuh kudanya itu
- terpelanting kan bunyi. Nah itu kan
- pasir yang kena itu kan mengebul ke
- udara
- bus. Ahah. Kudanya terpreset surokonya
- jatuh
- terpelanting.
- Aduh satu
- tuh. Surukoh dengan bergegas sekalipun
- dia jatuh akhirnya dia bangunkan lagi
- kudanya. Tarik lagi. Dia berdiri lagi
- naik
- lagi. Udah naiknya dikejar
- lagi. Nah, begitu dikejar lagi tahu-tahu
- Rasulullah dikasih tahu oleh Abu Bakar
- itu ada orang ngejar. Tahu itu
- apa? Kuda jatuh lebih hebat daripada
- yang pertama. Orang sunah bilangnya
- nyuksruk
- nyusruk bu. Waduh. Wah, kalau istri kita
- merasa setah ini pada saat surah
- mengejar mengejar itu Abu Bakar dan
- mengejar Nabi dan Abu Bakar Muhammad.
- Ahah. Dia lebih parah lagi itu jatuh
- yang kedua itu kalau istilah bahasa saya
- mah gugulingan.
- Wah, kudanya berguling-guling dianya pun
- sama.
- Waduh, sudah mulai tuh
- surokoh. Ada sesuatu yang dia bayangkan
- nih, jangan-jangan nih orang ini enggak
- sembarangan
- nih. Ada yang mempertahankan nih, ada
- yang melindungi. Nah, mulai itu mulai
- ngepare dia. Dia enggak sebangket yang
- pertama tadi karena dua kali kejadian
- wah enggak diduga kejadiannya.
- Akhirnya nyoba lagi dia. Ah, itu karena
- surokohnya tuh. Makanya surokoh itu
- identik dengan perilakunya
- serakah. Sudah jiwanya sudah ah kalau
- bahasa kita sudah
- belpotan. Baju sudah dekil karena
- bercampur dengan debu. Karena harapannya
- itu begitu tinggi. 100 ekor unta di
- depan matanya akan dia raih. Enggak
- dipedulikan itu. Badannya sudah jatuh,
- kudanya juga sudah jatuh. Udah. Ah, yang
- ketiga kali dia tekan lagi, dia tarik
- lagi kendalinya, kudanya langsung. Nah,
- begitu langsung sudah nyebrut, tahu-tahu
- Allah berkendak lain. Itu pasir yang
- injak langsung
- ngegebros brus aja kakinya masuk ke
- dalam pasir. Seolah-olah dia dipaku sama
- pasir. Bet. Ya, kalau sudah dibikit
- enggak bisa apa-apa dia. Dan seroknya
- pun terpelanti. Masuk kakinya
- brus kayak masuk jurang aja itu. He,
- kudanya masuk, sisu rokoknya masuk.
- Nah, dalam kesempatan seperti itulah
- kemudian
- ee dia minta tolong
- sama ya
- kan enggak jauh dengan peristiwa dia
- dengan Abu Bakar yang di depannya.
- Artinya sedokah meminta pertolongan.
- Minta pertolongan ke Rasulullah dan Abu
- Bakar. Iya. Kalau istri kita mah tolong
- tolong yang penting kan tolong aja gitu.
- Cuma bahasa dia bukan bahasa kita. Jadi
- awal awalnya memburu akhirnya malah
- ditolong. Nah, terus kata Nabi ee kata
- Abu Bakar, "Ya Rasulullah, kasihan tuh
- orang tuh kita tolong
- aja." Kalau umpunya
- kita yang bukan nabi, bukan sahabat,
- orang mau menzalimi kita kemudian jatuh
- paling kesempatan ah sikat aja habis
- enggak ada orang lain jauh
- lagi. Sikat enggak ada yang ulang tebal.
- Tapi karena Rasulullah ini orangnya
- rufun rahim, halim, penyantun, lunak.
- Kata Abu Bakar, "Ya udah kita tolong."
- Ditolong bayangkan. Heeh. Maka pada saat
- Abu Bakar datang, Nabi datang itu serah
- langsung kalau istri ampun, ampun ampun.
- Akhirnya dia menyerahkan
- diri. Kata Nabi, "Iya iya iya iya."
- Saya bilang,
- "Muhammad, kalau
- Anda memang ada keinginan, ini saya bawa
- bekal, silakan bawa." Heh, ini saya bawa
- senjata,
- silakan. Oh, baik
- kata saya gak perlu bantuan dari kamu.
- Kata Rasul, kata Rasul, "Saya hanya satu
- permohonan
- kepadamu." Apa?
- Katakan kepada siapapun yang kau temui
- dalam perjalanan ini bahwa dia tidak
- ketemu Nabi. Siap. Siap. Hm. Jadi kalau
- ada orang bertanya ada Muhammad bilang
- tidak ketemu tidak. Ah. Maka dikenallah
- si rokok itu pagi sebagai pemburu. Heeh.
- Sore sebagai pelindung. Oh. Setelah
- beliau masuk Islam belum waktu itu belum
- ada kisah masuk Islam. Yang penting dia
- ampun aja. Ini ini julukan ini julukan
- sebelum masuk Islam. Sebelum masuk
- Islam. Suraqoh bin
- Malik. Jadi kejadian ini peristiwanya
- pada saat dia mengejar angan-angan
- karena ada imbalan dari tokoh-tokoh
- Quraisy. Siapa yang mendapatkan Nabi
- Heeh. baik dalam keadaan hidup maupun
- mati itu akan mendapatkan 100 ekor unta
- yang sangat mengagumkan. Bahkan
- disebutkan warna merah kan mana ada onta
- warna merah. Iya. Kalau sekarang mungkin
- Mercy Baby Band baja ya. Iya. Jadi 100
- Mercy. Masyaallah kan mengagumkan itu.
- He. Ya udah. Jadi itulah saking apa?
- Saking serakahnya yang sudah surokah
- serakah
- lagi. Ada. Akhirnya setelah ada diadakan
- perjanjian
- kata Nabi, "Udah kita adakan perjanjian
- ya." Ah, boleh. Kemudian ee Nabi minta
- Abu Bakar disiapkan alat untuk membuat
- perjanjian. Abu Bakar kemudian
- mengeluarkan ada riwayat mengatakan
- sebuah kulit, alat tulis dari kulit, ada
- yang mengatakan dari tulang. Lalu
- dibuatlah perjanjian yang isi
- perjanjiannya di antaranya sebagai
- berikut. Wahai
- Suroko, jika nanti satu saat Islam
- diberikan oleh Allah
- kejayaan, Islam mendapatkan kehormatan,
- kemuliaan, saya akan memberikan kepada
- kamu, yaitu dengan
- memakaikan gelang kerajaan
- Parsi dan
- semua mahkota yang mereka gunakan.
- Dia
- bilang,
- "Ini
- kerajaan Parsi bin
- Hurmuz." Iya, kata
- Nabi Kisra
- Hurmuz. Mungkin dia apa Nabi tahu apa
- enggak? Ternyata Nabi lebih tahu ya Nabi
- jangan dikira. Jadi ini yang saya pakai
- ini nanti kalau benar ini katanya ini
- gelangnya yang punyanya itu adalah
- kerajaan Parsi. Kerajaan Kisra. Kisra
- itu kan passi kalau Romawi kan kaisar.
- Ini Kisra. Kisra khmuz. Iya katanya udah
- tanda tangan
- selesai. Suratnya dikasihkan sama ee
- Suraqoh. Terus Nabi dengan Abu Bakar
- berangkat melanjutkan hijrah ke
- Madinah. Nah,
- Suraqoh dia mikir dalam
- perjalanan. Waduh.
- Ini orang mau menjanjikan kepada saya
- memakaikan gelang, memakai
- pahkota. Di Mekah aja orang
- dikejar-kejar. Mana
- mungkin. Ya udah, hanya dia enggak
- banyak cerita. Nah, Rasulullah kemudian
- sampai di Madinah. Nah, kemudian
- perjalanan waktu begitu terasa cepat
- sampai akhirnya sudah sampai kurang
- lebih 10 tahun. Heeh. Nah, pertemuan dia
- dengan Rasulullah tiba-tiba Rasul
- sekarang datang dari Madinah ke Makkah
- dalam rangka untuk pembebasan kota
- Makkah yang disebutkan Fathu Makkah.
- Ah, mendengar Nabi dengan para
- sahabatnya datang dengan pasukan begitu
- hebat. 10.000 pasukan tempur yang
- dipimpin oleh Nabi dengan senjata
- lengkap.
- Nah, orang-orang Makkah yang begitu
- geram, yang tidak setuju dengan Nabi,
- ada yang angka senjata melawan di
- antaranya Ikrimah. Ikrimah bin Abi,
- Ikrimah bin Abi Jahal dengan pasukannya.
- Pokoknya dia mati-matian mau
- dijegal. Adapun tokoh-tokoh yang lain
- padahal lari. Hm. Cing belangsatan lari
- ke sana kemari. Kebanyakan ada yang ke
- Yaman, ada yang ke Habsi,
- macam-macam. Nah.
- Pasukan Khalid bin Walid. Karena waktu
- itu Khalid sudah masuk Islam dihadang
- oleh
- Ikrimah. Nah, Khalid bilang, "Saya
- diamanati Rasul agar tidak terjadi
- pertumpahan
- darah." Kata Ikrima, "Tidak, saya tidak
- membiarkan Anda lewat di sini." Wah,
- pokoknya dicaci maki itu Khalid oleh
- Ikrima. Tadinya kan dia kan Iya.
- seangkatan gembong tokoh Quraisy. Nah,
- sekarang satu lifting yang satu berpihak
- kepada Nabi. Satu ber yang satu masih
- berpihak kepada Quraisy. Akhirnya Khalid
- sudah berusaha menenangkan. Ikrimah
- dengan pasukannya
- menyerang dengan tembakan panah.
- Akhirnya Khalid terpaksalah terjadilah
- wah suara lonceng, suara gemrings dan
- lain sebagainya. sehingga menimbulkan
- asap asap debu itu berhamburan ke
- angkasa. Ah, Nabi ngelihat dari jauh,
- waduh Khalid saya sudah amanati enggak
- boleh bertempur kok dia
- bertempur? Kan saya sudah bilang alyaumu
- yaumul marhamah. Kenapa dia masih
- melanggar itu? Tidak lama kemudian
- kelihatan berhenti asap sudah tidak
- ngepu lagi. Ternyata apa? Pasukan
- Ikrimah enggak kuat menahan pasukan
- Khalid. Didesak dia. Sehingga terjadi
- korban ada tiga orang kurang lebih yang
- meninggal. Nah, dari dari pasukan Khalid
- eh pasukan Ikrimah. He. Kemudian
- Ikrimahnya ke mana? Lari. Ikrimahnya
- lari puntang-panting. Wah.
- Ah. Kan berita ini tersebar ke
- mana-mana. Jadi Nabi dengan pasukannya
- datang ke kota Makkah dengan pasukan
- hebat. Nah, siokoh nih. Heeh. Yang masih
- musyrik, wah
- jangan-jangan mikir juga dia. Ah, kalau
- gitu saya mau datang menyerah aja dah.
- Karena dia dengar juga banyak kan
- orang-orang menyerah kan artinya. Sudah
- dia datang.
- Nah, waktu itu Nabi sedang ada di sebuah
- tempat namanya Jronah. H. Nah, saya
- kemarin waktu umrah saya ke Jronah tuh.
- Alhamdulillah. Di sebelah mana
- tempatnya, Ustaz? Zirona itu dari kota
- Makkah itu dari Ka'bah ya? Heeh. Nah,
- itu Masjidil Haram kayaknya ke selatan
- agak ke timur. Berapa? Berapa? Oh,
- jauhlah. Sekitar antara 67 kilo kali.
- Oh, 67 kilo ya. Sekitar itu jauh.
- Lumayan lah. Naik bisa juga lama saya
- situ.
- Aduh. Lewat terowongan, lewat
- pinggir-pinggir gunung batu kan.
- Masyaallah. Kalau rempak itu Gunung Batu
- orang habis itu mobilitu.
- Udah. Nah, di Jirona. Nah, dia
- datang. Ya, Muhammad.
- Wah, kata Nabi. Nah, waktu dia datang
- sih si rokok ini ingin ketemu Nabi kan
- dihalang oleh para sahabat Muhajirin
- Anshar. Oh, artinya para sahabat sangat
- sekrith. Nih jangan-jangan dia
- menyelusup mau bertindak. Makanya begitu
- dia maju cegat. Maju cegat. Tapi dia
- bilang, "Muhammad,
- Muhammad." Oh, Nabi tahu. Oh, ya. Ya,
- ya, ya, ya. Ya. Akhirnya sahabat begitu
- dengar Nabi ee menjawab, akhirnya pada
- mundur. Heeh. E berarti Nabi kenal nih.
- Itu itu hebatnya Nabi ya. Padahal
- perjalanan itu antara pertemuan dia
- dengan kejadian sekarang ini kan jauh
- lama sekali. Lama 10 tahun. 10 tahun le.
- Jadi, Nabi mengenal betul itu. Oh, kamu
- iya iya iya. Ini ini ni ni tanda bukti.
- Ya udah, sini sini sini. Kalau
- gampangnya gini, ngapain kamu ke sini?
- Enggak usah mau ikut agamamu lah. Oh,
- ikut Islam. Iya. Sudah, ya sudahudah
- keluarkan tanganmu. Terus dia
- bersyahadat. Nah, berbaiat. Berbaiat
- kepada Rasulullah. Nah, sudah berbaiat,
- bersyahadat. Aman dia kan. Kan barang
- siapa yang mengucapkan dua kalimah
- syahadat mengimani Allah, maka
- terpelihara darahnya.
- Udah. Dan sekarang dia enggak lagi
- timbul waswasan. Karena ada beberapa
- orang itu yang sedang dicari oleh
- pasukan Nabi. H. Waktu itu yang dicari
- itu jumlahnya semuanya sekitar 21 orang.
- Ada yang mengatakan 23
- orang. Kenapa mereka dicari? Karena
- mereka masuk ee daftar hitam DPO.
- DPO orang ini karena telah banyak
- menzalimi muslimin dan telah banyak
- merusak kaum muslimin. Ada yang
- membunuh, ada yang mencacah ya, ada yang
- mencongkel. Oh, matanya dicongkel.
- Bayangkan oleh orang kafir Quraisy. Maka
- oleh Nabi ditandai nih si fulan, si
- fulan, si fulan itu siapa aja, Ustaz?
- Nah, di antaranya yang masuk daftar
- hitam itu
- Hindun. Nah, Ikrimah.
- Iya. Kemudian SPwan.
- Terus lagi Abdullah bin apa itu tuh?
- Ahah. Ada banyaklah. Nah, di antara
- mereka saking takutnya ada yang naik ke
- atas
- Ka'bah. Kan Ka'bah itu atasnya bolong
- kan dikasih kelambu tuh atasnya. Naik ke
- atas Ka'bah lalu apa? Ngumpet. Ngumpet
- lalu dia tiduran di di atas itunya
- Ka'bahnya. itu kan tebal pakai sarung
- Ka'bah namanya. Kalau istilah kita apa
- namanya yang sarung Ka'bah itu? Kiswah.
- Kiswah. Nah, pada saat sahabat
- mencari-cari di rumahnya enggak ada di
- sini masuk tuh sahabat ke dalam
- Ka'bah. Pas masuk ini ada apa ini di
- atas kain kisah ini gerak-gerak.
- Jangan-jangan orang
- nih kan sahabat bawa pedang tuh.
- Pedangnya kan dicolok-colok ke atas. Pas
- dicolokin kok gerubug nih. Wah ni orang
- nih. Ahnya dibuka. Ternyata itu yang
- dicari-cari itu. Ternyata orang ini
- pengkhianat. Dulunya dia masuk Islam
- kemudian dia murtad dia menghina Nabi.
- Udah kata Nabi ini langsung dibawa kata
- Nabi eksekusi langsung Ali eksekusi
- dipotong lehernya.
- Hindu cari Hinduan. Dia kan yang
- membongkar membelah dadanya Hamzah. Udah
- dicari di rumahnya enggak ada dicari di
- gangnya. Pokoknya tempat-tempat yang
- dimungkinkan dia bersembunyi enggak
- ketemu. Aduh di mana nih? Eh ternyata
- apa?
- Hindun masuk ke rombongan kaum wanita
- kurang lebih ada 200 300 orang. Dia
- masuk ke dalamnya kemudian dalam rangka
- penyelamatan diri caranya ditutup pakai
- burkah. Pakai
- burkah. Wah. Jadi dia berada di
- lingkungan kaum wanita yang mau masuk is
- Islam. Akhirnya waktu Nabi memberikan
- wejangan ee kata Nabi, "Kalian mau masuk
- Islam?" Iya. Heeh. Kalau kalian masuk
- Islam ada beberapa syarat ya harus
- diperhatikan. Jangan sampai masuk Islam
- perilakunya perilaku yang tidak baik. Di
- antaranya satu tidak boleh
- musyrik, kedua tidak boleh
- mencuri, ketiga tidak boleh berzina,
- terus tidak boleh berbuat dosa. Nah,
- waktu Nabi mengatakan tidak boleh
- mencuri, ada yang ngacung. Yang mau
- tanya, oh
- silakan. Gimana kalau kami kaum
- perempuan dikasih jatah sama bapaknya
- enggak
- cukup? Terus saya ambil uang di bajunya
- untuk memenuhi kebutuhan. Apa itu
- maling? Apa itu mencuri? Kata Nabi,
- "Enggak."
- Tapi kalau Anda ngambil begitu sudah dia
- terpenuhi sisanya kembaliin
- lagi. Begitu dia ngomong kata Abu
- Sufyan, "Iya dah halal." Nabi bilang,
- "Emang siapa itu?" Hindun. Hah? Hindun.
- Padahal sedang dicari karena dia masuk
- Islam enggak jadi itu hari eksekusinya
- sudah masuk Islam. Ya sudah, udah duluan
- dia. Sudah duluan daripada istrinya.
- Baru istrinya. Nah, terus sudah gitu
- setelah setelah ketemu sama setelah
- diketemukan si Hindun ini ee iya setelah
- diketemukan kan sudah sadat akhirnya
- aman dia tidak terkena hukuman. Itu kan
- Nabi mengatakan, "Siapa yang sudah
- mengucapkan dua kalimah syahadat asoma
- damuhu." He terpelihara darahnya,
- kehormatannya. Udah walaupun dulu pernah
- membeli, walaupun dulu pernah menyakiti
- dan lain sebagainya, sudahlah itulah
- Islam. Makanya alislam mahzubun. Islam
- itu merupakan ee tameng dari berbagai
- hal. Bahkan disebutkan dengan
- keislamanmu semua kesalahanmu, dosamu
- diampuni oleh Allah. Wah, sudah aman.
- Aman. Terus ada lagi terus Ikri ini.
- Ikrimah. Ikrimah.
- Wah Ikrimah nih. Mana teangannya? Ke
- mana-mana eweuh nih. Yombong cari sana.
- Ternyata apa? Lari. Larinya ke lari mau
- lari ke Habsi. Oh Ethiopia. Ethiopia.
- Nah dia sekarang istrinya ngadap Nabi
- namanya Ummul Hakim. Ya
- Rasulullah, gimana suami saya
- kabur? Saya pengin melindungi. Boleh
- enggak? Ya boleh. Kata Nabi. Tapi kasih
- bukti ya Rasulullah bahwa Anda
- melindungi. Kata Nabi, "Nih nih bawa nih
- sorban saya." Dibawa serban
- dia. Karena dia tahu larinya ke arah ee
- pantai yang mendekati laut itu. I bukan
- Omar. Heeh. daerah Yaman yang laut merah
- ya dikejar sama dia. Nah, dia dengan ya
- pembantunya
- dikejar singkatnya ketemulah sekalipun
- di tengah jalan ada digoda dia sama
- pembantunya. Nah, begitu sampai sana
- betul ada itu Ikrimah sudah siap-siap
- mau naik kapal dipanggil sama istrinya.
- Heh. Kalau bahasa kita mah abi.
- Abi ceuk bahasa orang mah. Eh, si Eneng
- ge ngikutin urang
- yeng nyari urang. Ayo naon? Naon? Ka di
- ka dia. Sini sini sini. Yuk. Heh, kamu
- ngapain lari-lari? Udah kamu dalam
- jaminan saya. Enggak. Kata Ikrimah. Saya
- mau kabur. Heh, jangan.
- Saya berusaha untuk melindungi
- kamu. Kamu pengin selamatkan enggak usah
- pergi jauh. Ikutin saya. Apa jaminannya?
- Lalu dikeluarkan tuh. Ini selendangnya
- Rasulullah sampai diangkat. Oh, itu.
- Iya. Iya, iya. Jadi aman aman. Ya udah.
- Dipakai selendang Nabi dibawa sama
- istrinya sampailah ee ke Makkah. Nah,
- waktu dia mau bertemu dengan Nabi,
- tiba-tiba Nabi bicara. Kata Nabi,
- "Seorang mujahid
- muhajir." Seorang muhajir akan datang
- sebentar lagi kepada kita. Ternyata
- enggak lama datanglah yaitu Ikrimah.
- Nah, Ikrimah kemudian dih Nabi.
- Singkatnya, ya Allah Rasulullah
- mengubarkan aman dan dia akhirnya tidak
- lama kemudian masuk Islam.
- Nah, surqah sudah selesai. Akhirnya
- salah seperistiwa
- itu enggak lama kemudian Rasul
- wafat. Janji belum ter penuhi mau pakai
- gelang, mau pakai mahkota. Di zaman Abu
- Bakar sudah sampai Abu Bakar wafat
- enggak ada. Nah, di zaman
- Umar karena Islam berkembang dengan
- cepat masuk ke kerajaan Faisar, masuk
- kerajaan Romawi. Nah, di
- situ Umar bin Khattab mengumumkan,
- "Siapa yang dulu pernah dijanjikan oleh
- Rasul datang dan bawa
- bukti." Surah ingat, "Iya ya, saya punya
- surat nih, belum dipenuhi."
- Begitiga suratnya sudah
- lecek ya. Udah seberapa tahun
- tuh? E 10 tahun, 11, 12, 13 hampir 17
- tahun itu surat. Oh, karena suratnya
- bukan dari kertas, dari kulit ya. Ada
- yang mengatakan dari tulang jadi masih
- utuh. Kata Ikrimah e kata Surqah ini ya
- khalifah perjan janjian Rasul yang janji
- kepada saya. Ini buktinya.
- Pas dilihat oleh Umar. Oh, benar
- benar. Akhirnya Surokah dibawa oleh Umar
- untuk datang ke Baitul
- Mal. Begitu datang di Baitul Mal
- dilihat, dicari-cari tuh tuh tuh ada tuh
- mahkota. Terus ada lagi tuh tuh tuh
- gelangnya. Oh, akhirnya gelang dipakai,
- mahkota dipakai, terus bajunya dipakai
- juga. He kan dibawa semuanya. baju
- kerajaannya. Saya bisa membayangkan
- waktu saya kemarin umrah kan
- ada tempat peninggalan atau penyimpanan
- barang-barang pustaka. I namanya apa?
- Itu
- kalau istilah bahasa kita ya museum. E
- ada museum tuh. Jadi kalau kita dari
- Makkah mau ke Jidah itu, itu ada musim
- baru sekarang itu. E jadi ada pakaian
- sama peralatan kerajaan itu ee Saudi
- Abdullah bin Suud itu ada di situ. Nah,
- teman saya yang kemarin itu pakai itu.
- Heeh. Pakai baju kerajaan. Makus sudah
- difoto. Pas difoto persis kayak raja
- tuh.
- Ustaz enggak difoto. Saya mah enggak
- malu kata
- saya. Nah itu bayangkan tuh.
- Orang gunung yang hari-hari
- mereka perbuatannya nyangkul tani
- tiba-tiba pakai
- kerajaan. Baju kerajaan, mahkota
- kerajaan. Wuh. Kata Umar, "Tolong
- sahabat orang ini di arak."
- Susurokoh ini. Iya. Surokoh ini diarak
- mendadak jadi raja
- seketika. Oh, udah. Karena khalifah yang
- nyuruh di arak itu keliling Madinah.
- Waduh, orang kampung.
- tiba-tiba menjadi raja dalam rangka
- memenuhi janji Rasul kepada dia. Ha.
- Nah, itulah saudaraku bagaimana janji
- Rasul terhadap sahabatnya alhamdulillah
- terpenuhi. Maka dalam satu judul tentang
- surah itu adalah dengan judul menanti
- janji rasul. Nah, ternyata janji rasul
- yang diucapkan itu terpenuhi pada zaman
- Khalifah Umar bin Khattab. Dia menjadi
- orang yang e ya bahagia, keimanannya
- terawat ya, terjaga dan mendapatkan
- janji yang Rasul mengatakan kepadanya
- akan memakaikan yaitu pakaian kerajaan
- Kisra Parsi bin Hurmuz. Demikian
- walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik. Jadi memang Surokoqoh
- di akhirnya endingnya adalah beliau
- diarak ustaz ya. Saya jadi waktu
- arak-arakan penganten sunat jadinya. Oh
- iya kayak pakaian sunat lah atau tapi
- dipakaikan pakaian kebesaran itu kan
- bukan berarti Rasulullah memberikan
- kerajaan. Bukan bukan bukan. Hanya itu
- merupakan janji Rasul biar dia yakin
- bahwa apa yang diucapkan Nabi itu pasti
- terjadi. Nah. Nah, jadi bukan hanya
- sekedar janji-janji lipstik saja. Heeh.
- Bukan janji palsu saja. Kalau kita kan
- kebanyakan janji tapi nyatanya kagak
- janji tinggal janji. Itu mah lagu Higgus
- Endang tuh. Janji tinggal
- janji ya. Baik. Baik Ustaz kita jedah
- dulu atau langsung saja? I baik langsung
- boleh jeda boleh ya. Baik ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala kita jeda sejenak dulu ya. Setelah
- ini kami akan segera kembali ke ruang
- negara Anda. Iya.
- [Musik]
- [Musik]