Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:09 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim 0:20 walhamdulillah washolatu wassalamu ala 0:22 Rasulillah wa ala alihi wasohbihi 0:24 wamawalah. 0:26 Masih dipancarkan dari Jalan Masjid 0:27 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:30 Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasel 0:33 TV untuk Islam yang satu. 0:34 Assalamualaikum warahmatullahi 0:35 wabarakatuh Ikhwan akhwat yang dirahmati 0:37 Allah. Senang sekali di kesempatan pagi 0:40 hari ini kami kembali menyapa Ikhwan 0:42 akhwat dalam program acara Renungan di 0:45 bawah naungan Alquran bersama guru kita 0:48 Ustad Husein Alatas. Tidak lupa kami 0:50 ucap menyampaikan salam. Assalamualaikum 0:52 warahmatullahi wabarakatuh Ikhwan 0:53 akhwat. 0:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:54 wabarakatuh. Untuk edisi Kamis 0:56 bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir ya 1447 1:00 Hijriah bertepatan juga dengan hari 1:02 ke-25 1:05 di bulan September 2025. Alhamdulillah 1:09 guru kita Ustad Husein telah hadir di 1:11 studio dan akan melanjutkan renungan di 1:13 bawah naungan Alqurannya dan juga 1:15 akan menjawab beberapa pertanyaan yang 1:18 sempat ee tertunda pekan lalu ya atau 1:21 pertemuan sebelumnya. 1:22 Baik, kita awali dengan baca 1:25 yang akan dipimpin langsung oleh guru 1:26 kita Ustad Husein. Kami persilakan 1:28 Ustad. 1:32 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:38 Bismillahirrahmanirrahim. 1:45 Alhamdulillahirobbil 1:50 alamin. 1:52 Arrahmanirrahim. 1:57 Maliki yaumiddin. 2:01 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 2:07 Ihdinash shirathal mustaqim. 2:12 Shirathalladzina 2:14 an'amta alaihim. 2:17 Ghairil maghdhubi alaihim waladh 2:20 dhallin. 2:30 Baik, selanjutnya Ustaz akan ada kajian 2:32 dulu atau langsung dari pertanyaan? 2:33 Langsung boleh ya. Baik. 2:34 [berdehem] 2:34 Saya coba bacakan pertanyaan nih ada 2:37 tiga. Yang pertama eh dan yang kedua 2:40 mungkin ini eh ses berhubungan dengan 2:43 ayat-ayat Alquran, Ustaz. Yang pertama 2:46 ini dari Pak Rahmadi Depok. Eh 2:48 pertanyaan ini yang sering ditanyakan 2:50 oleh non-Islam kepada eh kaum muslimin 2:53 katanya, Ustaz. Bagaimana Islam 2:55 menjelaskan status wanita? 2:58 [berdehem] 2:58 Apakah ada kesetaraan gender 3:01 yang hakiki dalam Islam? Terutama jika 3:04 dilihat dari hukum waris, 3:07 kesaksian di pengadilan, dan poligami. 3:11 Selanjutnya ini dari siapa? Hamba Allah 3:13 tidak menyebutkan namanya. 3:15 Beberapa ayat Alquran tampak eh 3:18 kontradiktif satu sama lainnya. 3:21 Contohnya ada ayat yang menekankan 3:23 toleransi dan kasih sayang, 3:25 sementara ayat lain tampak menyerukan 3:28 kekerasan atau hukuman yang keras. 3:31 Bagaimana seorang muslim dapat 3:33 menyelaraskan ayat-ayat ini tanpa 3:35 mengabaikan salah satunya? 3:38 Dan [berdehem] bagaimana juga konteks 3:40 historis 3:41 dan asbabun nuzul, sebab turunnya ayat, 3:45 dapat membantu kita memahami 3:47 perbedaan ini. Ini kedua pertanyaan 3:50 terkait dengan eh Alquran 3:53 dan yang ketiga terkait zakat, Ustaz. 3:56 Ini dari Ibu Cani. 3:59 Mohon maaf di luar tema mungkin, Ustaz. 4:00 Katanya cara menghitung zakat yang 4:03 bagaimana cara menghitung zakat yang ada 4:05 di deposito 4:07 yang jatuh tempo 1 tahun. 4:10 Dan kalau memang sudah dihitung, apa 4:13 untuk bayar zakatnya diambil dari uang 4:16 deposito atau dari tabungan? 4:19 Bolehkah nanti uang zakatnya diberikan 4:22 ke saudara yang memerlukan? Terima 4:24 kasih, Ustaz, pencerahannya. Demikian. 4:27 [batuk] 4:29 Kita jawab satu persatu. Nanti 4:30 pertanyaan diulang kembali, insyaallah. 4:32 Baik, Ustaz. 4:34 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:34 [berdehem] 4:37 Bismillahirrahmanirrahim. 4:41 Alhamdulillahirobbil alamin. Hamdan 4:44 katsiron toyyiban mubarokan fihi kama 4:48 yuhhibbu robbuna wa yardo. 4:51 Alhamdulillah 4:53 hadaitanal imani wal Islam. 4:58 [berdehem] 4:59 Wa analta toriqona 5:02 wa hadaitana ila sirotikal mustaqim. 5:06 Ya muqollibal qulub, tsabbit [berdehem] 5:09 qulubana ala dinik. 5:12 Waj'alna, ya robbana 5:16 bilutfika wa rohmatik min ibadikal 5:18 mustaqimina 5:20 ala nahjik, al mu'tasimina bihablik. 5:25 As sairina ala haddi nabika Muhammadin 5:28 shollallahu alaihi wa alihi wa sallam. 5:30 [berdehem] 5:31 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 5:34 Muhammad. Assalamualaikum, 5:36 ya Rasulallah. Assalamualaina wa ala 5:39 ibadillahis sholihin. Wassalamualaikum 5:42 warahmatullahi wabarakatuh. 5:45 [berdehem] 5:49 Allah inna na'udzubika an nadhilla au 5:52 nudhal, au nazilla au nuzal, au nadhlima 5:55 au nudhlam, au najhala au yujhala 5:57 alaina. Allahumma atina min indika 6:00 rahmat wa alimna min ladunka ilman 6:02 nafi'an wanfa'na bima alamtana. 6:07 [berdehem] 6:08 Rabbana zidna ilman wa alhiqna bish 6:11 sholihin. Amma ba'du. 6:13 Menjawab pertanyaan 6:16 Ibu kita ya, mengenai hak-hak wanita. 6:22 Apakah pria wanita di mata Allah sama 6:26 kedudukannya? 6:29 Allah Subhanahu wa ta'ala 6:36 yang menciptakan manusia baik pria 6:38 maupun wanita, 6:40 Allah tidak menjadikan 6:43 standar ukur kemuliaan seseorang dengan 6:46 jenis kelaminnya. 6:48 Pria ataupun wanita. 6:50 [berdehem] 6:51 Siapa saja yang beriman, beramal saleh, 6:55 dia akan meraih 6:58 keutamaan dari sisi Allah Subhanahu wa 7:00 ta'ala. 7:02 Dengan sendirinya wanita yang saleh, 7:04 yang taat kepada Allah, 7:07 yang melaksanakan perintah-perintahnya, 7:09 menjauhi larangannya, 7:12 menjalankan tugasnya dan kewajibannya, 7:15 baik kepada Allah, kepada kedua orang 7:17 tua, kepada suami, kepada anak-anaknya, 7:20 begitu pula masyarakatnya. 7:22 Wanita semacam ini lebih mulia di mata 7:25 Allah daripada pria yang tidak 7:27 melaksanakan tugas dan kewajibannya. 7:30 Jadi baik pria maupun wanita dalam 7:32 kehidupan dunia ini masing-masing 7:34 menjalankan ujian sesuai dengan peran 7:37 dan tugasnya. 7:40 Perbedaan pria dan wanita tidak 7:41 menentukan kemuliaan seseorang. 7:45 Begitu pula 7:46 perbedaan yang ada pada wanita sesuai 7:49 dengan fitrahnya. 7:51 Perbedaan yang ada pada pria sesuai 7:54 dengan fitrahnya tidak menentukan 7:56 kemuliaan satu dari yang lain. 7:59 Perbedaan ini merupakan perbedaan 8:02 dalam tugas [berdehem] 8:03 dan peran. 8:05 Bukan karena dia wanita lebih rendah 8:07 daripada pria. 8:08 Bukan karena dia pria lebih mulia dari 8:10 wanita. Tapi masing-masing Allah 8:13 Subhanahu wa Ta'ala kenakan kewajiban, 8:16 tanggung jawab sesuai dengan perannya. 8:20 Sebagai contoh Allah berfirman dalam 8:22 surat An-Nisa. 8:24 [berdehem] 8:24 Ar-rijalu qawwamuna ala nisa. 8:29 Bima faddalallahu ba'dahum ala ba'din wa 8:33 bima anfaqu min amwalihim. 8:36 Kaum pria 8:37 Allah Subhanahu wa Ta'ala tugaskan 8:41 atas dirinya untuk menjadi apa? 8:44 Untuk menjadi penanggung jawab. Yang 8:47 menjaga, [berdehem] 8:48 yang mengayomi, yang melindungi dan 8:52 meluruskan wanita-wanita mereka. 8:56 Oleh karena itu untuk tugas ini kaum 8:58 pria harus dipersiapkan. 9:00 Untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai 9:03 seorang pemimpin yang bertanggung jawab, 9:06 yang menjaga keluarganya. 9:08 Tidak cukup hanya dengan kekayaan. Tidak 9:11 cukup [berdehem] hanya dengan gelar. 9:13 Tidak cukup hanya dengan apa? Jabatan. 9:16 Tapi 9:18 dia harus memahami tugas dan 9:20 kewajibannya. Jangan hanya memahami 9:23 haknya, tapi dia memahami tugas dan 9:26 kewajibannya. 9:27 Baik pada kedua orang tuanya, pada 9:30 pasangannya, pada anak-anaknya, pada 9:32 masyarakatnya. Ini merupakan kewajiban 9:36 setiap pria yang harus 9:38 Oleh karena itu tanggung jawab ulama 9:40 untuk memberikan edukasi dalam hal ini. 9:44 [berdehem] 9:45 Tapi kalau ulama tidak menjalankan 9:46 kewajibannya menyibukkan umat dalam 9:49 pertentangan, perselisihan, maka mereka 9:51 berkhianat terhadap kewajiban mereka. 9:56 Nah, kerusakan yang terjadi di 9:57 tengah-tengah umat di antara yang 9:59 bertanggung jawab adalah para ulama. 10:05 Begitu pula 10:06 wanita 10:08 dengan 10:09 tanggung jawabnya dan tugasnya. Nah, 10:11 Allah melihat siapa di antara mereka 10:13 yang menjalankan tugas dan kewajibannya. 10:16 Allah jelaskan bahwa laki-laki diangkat 10:18 sebagai pemimpin penanggung jawabnya 10:21 yang 10:24 bertanggung jawab atas keluarga mereka 10:28 sesuai dengan petunjuk Allah. 10:31 Bima fadholallahu ba'dahum ala ba'din. 10:34 Dengan keutamaan yang Allah berikan bagi 10:37 masing-masing, bukan hanya bagi pria. 10:40 Kaum pria diberikan keutamaan 10:42 disesuaikan dengan tugasnya sebagai 10:44 pemimpin, penanggung jawab yang mencari 10:46 nafkah, ya. 10:48 Wanita juga disesuaikan tugas 10:52 kewajibannya dengan fitrahnya. 10:55 Di mana kewajibannya Allah wajibkan 10:57 tidak merusak fitrah dan kesucian serta 10:59 kehormatannya. 11:02 Kita semua tahu bahwa fitrah laki-laki 11:05 itu apa? 11:07 Menjadi seorang pemimpin, penanggung 11:09 jawab. Maka kebahagiaan dia apabila dia 11:12 mampu untuk betul-betul apa? 11:15 Mengayomi, melindungi, ya, memberikan 11:18 nafkah bagi keluarga. Itu kebahagiaan 11:20 dia. 11:21 Sedangkan wanita fitrahnya 11:24 mendambakan perhatian 11:26 perlindungan, kehangatan. 11:29 Kita umpamakan pria bagaikan matahari 11:31 yang memberikan kehangatan dan sinar He 11:34 eh. wanita bagi kan bumi yang menyerap 11:36 kehangatan dan sinar tersebut. Ini 11:39 merupakan fitrah 11:40 yang diakui oleh setiap manusia. 11:43 Apapun bangsanya, apapun sukunya, apapun 11:46 rasnya, apapun warna kulitnya 11:48 fitrah laki-laki itu ya 11:51 adalah apa? Fitrah 11:54 yang sifatnya 11:57 berdiri tegak, mengayomi keluarganya, 11:59 menjadi pelindung 12:01 tapi kalau dia tidak mampu untuk 12:04 melakukan kewajibannya dia akan merasa 12:06 dirinya betul-betul apa? 12:08 Akan merasa dirinya lemah. 12:10 Dia merasa malu. 12:12 Dia merasa tidak berdaya. Sebaliknya 12:14 perempuan. 12:16 Kalau dibalik fitrahnya 12:19 atau dibalik tugasnya berlawanan dengan 12:20 fitrahnya He eh. perempuan yang mencari 12:22 nafkah, perempuan juga yang memberikan 12:24 kehangatan, perlindungan bagi laki-laki 12:26 pasti dua-duanya akan menderita. 12:30 Jadi masing-masing diberikan keutamaan 12:32 dan tugas yang sesuai dengan fitrahnya 12:35 tidak seperti saat ini. 12:38 Banyak wanita-wanita 12:40 yang bekerja berlawanan dengan 12:42 fitrahnya. 12:43 Banyak juga kaum pria yang bekerja 12:46 berlawanan dengan fitrahnya. Iya. 12:49 Akhirnya yang laki-laki bukan laki-laki 12:52 yang wanita bukan wanita. Lahir jenis 12:55 yang ketiga yang tidak kita kenali sama 12:56 sekali yang berlawanan dengan fitrah. 12:59 [mendengus] 13:00 Jadi pria maupun wanita di hadapan Allah 13:03 ya 13:04 sama. Allah tidak membeda-bedakan di 13:07 antara mereka. 13:09 Kalau ada riwayat-riwayat yang 13:11 merendahkan kaum wanita, ketahuilah itu 13:13 bukan riwayat yang datang dari Nabi kita 13:16 Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alihi 13:18 Wasallam. 13:20 Itu merupakan riwayat Israiliyat ya 13:23 sebagaimana yang terjadi di 13:25 tengah-tengah ya 13:28 Mereka yang memeluk agama Yahudi 13:30 yang merendahkan wanita, menyepelekan 13:33 mereka 13:34 ternyata riwayat-riwayat dari mereka 13:36 masuk ke dalam ajaran Islam baik sadar 13:41 maupun tidak disadari. 13:43 [mendengus] 13:44 Oleh karena itu Allah jelaskan pria 13:46 maupun wanita ba'dhukum min ba'dhin 13:49 sebagian kalian dari sebagian yang lain. 13:52 Siapa yang mengingkari bahwa dirinya 13:54 lahir dari seorang wanita? 13:57 Yang siang malam merawat dirinya. 14:01 Ya. 14:02 Bahkan mengorbankan ketenangannya, 14:04 istirahatnya 14:06 seluruh miliknya demi kebahagiaan 14:07 anaknya. 14:09 Bukan hanya 9 bulan dalam kandungan. 14:12 Bukan hanya 2 tahun menyusui. Bahkan 14:16 walaupun telah menjadi orang dewasa, ibu 14:19 tetap memandang anaknya yang sudah 14:21 dewasa ini apa? 14:22 Sama dengan memandangnya pada saat 14:25 kanak-kanak. 14:26 Bila anaknya sakit, anaknya susah 14:28 ternyata ibu lebih susah dibandingkan 14:30 anaknya. 14:32 Ini pengorbanan ibu yang begitu besar 14:34 Allah subhanahu wa taala berikan imbalan 14:36 juga sesuai dengan perannya. 14:38 Di mana kebaktian pada ibu 14:41 sebagaimana yang diterangkan dalam sunah 14:43 nabi kita tiga kali hak ayahnya. 14:47 Ketika seorang bertanya ya Rasulullah 14:51 siapakah 14:52 yang paling berhak paling utama menerima 14:56 kebaktianku? 14:57 Rasulullah mengatakan ummuka ibumu. 15:01 Lalu kembali dia bertanya tsumma man ya 15:04 Rasulullah kemudian siapa wahai 15:05 Rasulullah? Dijawab ummuka. 15:11 Kembali dia bertanya tsumma man ya 15:12 Rasulullah? Dijawab oleh nabi 15:15 ummuka. 15:16 Baru yang keempat 15:18 kemudian ayah kamu. 15:20 Ini bukan berarti Allah membedakan dan 15:23 mengutamakan wanita atas pria tanpa 15:25 dasar, tidak. Sesuai dengan 15:28 pengorbanan dan jasa mereka, Allah 15:30 berikan balasan mereka. Faman ya'mal 15:33 misqala dzarratin khairan yarahu waman 15:36 ya'mal misqala dzarratin syarran yarahu. 15:38 Karena pengorbanan ibu lebih besar 15:39 daripada ayah. Ayah yang mencari nafkah, 15:41 yang bekerja, ya, yang menyediakan 15:44 tempat tinggal, kediaman, pakaian. 15:47 Tapi yang 15:48 paling banyak mengorbankan dirinya, 15:50 waktunya, kecintaannya 15:52 pada anak adalah ibu. 15:56 Oleh karena itu, di dalam Alquran tidak 15:59 ada satu pun ayat yang menjelaskan bahwa 16:02 wanita itu lebih inferior dibandingkan 16:05 apa? 16:06 Kaum pria. 16:08 Kalau seandainya wanita dalam Alquran 16:12 dijelaskan sebagai apa? 16:14 Sebagai 16:15 pendamping suami. 16:18 Hunna libasun lakum wa antum libasun 16:20 lahun. Mereka pakaian yang menutupi 16:22 aurat kalian, begitu juga kalian sebagai 16:24 penutup aurat mereka. 16:26 Nah, kalau kalian menceritakan kejelekan 16:28 pasangan kalian, sama saja kalian 16:31 melanjangi diri kalian. 16:33 Betul enggak? 16:34 Oleh karena itu, 16:36 kerukunan, kedamaian akan membawa rasa 16:39 sakinah, menumbuhkan rasa mawaddah dan 16:41 rahmah di hati mereka hingga 16:43 masing-masing menjalankan tugasnya bukan 16:46 sebagai seorang apa? Yang diintimidasi 16:49 atau dimanfaatkan. Tidak. Masing-masing 16:51 menjalankan tugasnya dengan penuh 16:52 kebahagiaan, dengan rasa sakinah. Pria 16:56 merasakan sakinah bersama istrinya, 16:58 istri juga merasakan sakinah bersama 17:00 suaminya. 17:01 Istri disaat dia bekerja di rumah, 17:04 mengurus anaknya, memasak, kebahagiaan 17:07 dia yang paling indah itu disaat dia 17:08 mendapatkan sebutan baik dari suaminya. 17:11 Betul enggak? 17:12 Begitu juga, suami kebahagiaannya disaat 17:15 dia pulang membawa sesuatu yang 17:17 membahagiakan, menyenangkan istrinya 17:19 sebagai tugas dan kewajibannya. Ini 17:21 fitrah manusia. 17:22 [mendengus] 17:25 Tapi kalau dibalik keadaannya, wanita 17:28 yang keluar bekerja, laki-laki di rumah 17:31 merawat anak, kita bisa bayangkan apa 17:33 akibatnya. 17:35 Nah, kalau ada perbedaan 17:39 dalam tugas, ya. 17:41 Itu bukan berarti yang satu lebih rendah 17:44 daripada yang lain sebagai contoh. 17:47 [mendengus] 17:47 Perbedaan dalam hak waris. Ehm. 17:50 Laki-laki mendapatkan dua bagian, ya, 17:53 dari apa? Saudari yang perempuan. 17:57 Kita bertanya di sini. Siapa [mendengus] 18:00 yang berkewajiban memberikan nafkah? 18:03 Laki-laki. Siapa yang berkewajiban 18:05 menyediakan kebutuhan istrinya dan 18:07 [berdehem] anak-anaknya dari mulai 18:08 pakaian, makan, rumah. 18:12 Siapa yang membayar mahar? 18:13 Laki-laki. 18:16 Jadi wanita, ketika dia menerima 18:18 warisan, dia tidak punya kewajiban untuk 18:21 mengeluarkan nafkah bagi suami maupun 18:24 anaknya. Ehm. 18:25 Tapi yang mengeluarkan 18:27 ya, adalah suami. 18:29 Jadi apa yang didapatkan oleh suami dua 18:31 kali bagian wanita, sebetulnya kembali 18:33 kepada siapa? 18:35 Wanita. Kembali kepada istrinya, kembali 18:37 pada anaknya. Lalu orang bertanya, 18:39 "Ustaz, 18:41 kalau dia mendapatkan dua kali bagian 18:45 dari warisan, saudari perempuannya kan 18:48 bukan istrinya. Ehm. Betul enggak? 18:51 Bukan istrinya. 18:55 Sedangkan istrinya wanita lain yang 18:57 bukan merupakan ahli waris. Iya. Di mana 19:00 keadilan? Jawabannya sederhana. 19:03 Kalau saudari perempuannya, 19:05 saudari perempuannya, 19:07 katakan 19:09 tidak memiliki sesuatu untuk 19:11 menghidupkan dirinya. 19:13 Tidak memiliki rumah. Siapa yang wajib 19:15 menyediakan kebutuhannya? 19:19 Saudaranya. Ehm. 19:21 Walinya jadinya ya. Jadi saudaranya itu 19:23 yang bertanggung jawab untuk menyediakan 19:26 rumah baginya. Ehm. 19:28 Juga kebutuhannya. Iya, iya. Bahkan pada 19:30 saat dia mau menikah, saudaranya juga 19:32 yang bertanggung jawab. Iya. 19:35 Artinya Allah berikan dia bagian dua 19:38 kali lipat 19:39 dia bertanggung jawab bukan hanya pada 19:41 istrinya. Ketika Allah berfirman Ar 19:43 Rijal Qawwamuna Alan Nisa, itu bukan 19:46 hanya menunjuk istri. Wanita di sini 19:48 termasuk saudari perempuannya. 19:50 Paham enggak? Paham iya. Begitu ibunya. 19:53 Ehm. Begitu juga apa? Kemenakannya 19:56 apabila membutuhkan. Ehm. 19:58 Membutuhkan apa? Membutuhkan 19:59 perlindungan karena orang tuanya yang 20:01 meninggal dunia, itu menjadi tanggung 20:02 jawab laki-laki. Jadi kata An Nisa di 20:04 sini 20:05 jangan diartikan hanya sebatas istri. 20:08 Ehm. Di mana laki-laki yang bertanggung 20:11 jawab untuk mengayomi, melindungi 20:14 wanita-wanita mereka. Jadi di saat 20:17 seorang laki-laki menerima dua kali 20:18 bagian saudari perempuannya 20:21 ketahuilah saudari perempuan kamu 20:23 amanah. Ehm. 20:25 Tapi karena orang tidak memahami 20:27 Alquran, tidak memahami ajaran Allah, 20:30 kita saksikan bagaimana saudara 20:32 mengabaikan saudaranya atau saudarinya. 20:35 Iya. 20:35 [mendengus] 20:36 Padahal kita berkewajiban berkontribusi 20:39 dengan kelebihan harta kita pada siapa? 20:42 Pada orang lain kan? 20:43 Iya. Zakat. Loh pada keluarga? 20:46 Pada keluarga Allah Subhanahu Wa Ta'ala 20:48 dengan tegas berfirman 20:50 Yasalunaka Madza Yunfiqun, mereka 20:52 bertanya padamu 20:54 apa yang mereka mesti infakkan. 21:00 Allah tidak menjawab apa yang mesti 21:02 diinfakkan, tetapi Allah menerangkan 21:06 prioritas orang yang 21:09 berhak untuk menerima perhatian kita. 21:14 Qul ma anfaqtum min khairin, katakan 21:17 pada mereka wahai Rasulullah, apa saja 21:19 yang kalian infakkan dari kebaikan. 21:22 Yang pertama-tama menerima siapa? 21:24 Falil walidaini wal aqrabin. 21:27 Pertama-tama sebelum orang lain, kedua 21:30 orang tua kita. 21:33 Kemudian kerabat-kerabat kita. 21:36 Kata aqrabin itu yang terdekat kepada 21:38 kita. 21:41 Istri kita, 21:42 anak kita itu tidak termasuk dalam apa? 21:45 Dalam sebutan tadi, tapi aqrabin 21:47 termasuk saudari perempuan kita, saudara 21:49 laki-laki kita, 21:51 paman dari ayah, paman [berdehem] dari 21:53 ibu, kemenakan itu aqrabun. Kerabat tadi 21:55 ya? Iya, iya, kata aqrab yang terdekat. 21:57 Yang terdekat dengan. 21:59 Kalau qarib dekat, kalau aqrab yang 22:01 paling dekat dengan kita. Jadi sebelum 22:03 kamu bicara 22:04 tentang zakat yang keluar, pertama-tama 22:07 kewajiban kamu kepada kedua orang tua 22:09 kamu dan orang yang terdekat dengan 22:11 kamu. 22:13 Falil walidaini wal aqrabin, kemudian 22:15 wal yatama wal masakin wabnis sabil, 22:18 setelah itu baru anak-anak yatim, 22:20 apalagi yatim dari keluarga kita. 22:23 Orang-orang miskin ya, 22:25 yang kurang kebutuhannya, 22:27 tapi malu untuk meminta-minta. 22:29 Itu harus mendapatkan perhatian. 22:32 Ibnus sabil, orang yang kehabisan bekal, 22:34 contohnya di belajar menuntut ilmu, 22:37 kehabisan bekal, mereka punya hak pada 22:40 kelebihan harta kita. 22:42 Nah, dengan sendirinya untuk kedua orang 22:45 tua itu bukan zakat kan? 22:47 Iya. Betul enggak? 22:49 Jadi kalau seandainya 22:51 uang kita ini kelebihannya habis untuk 22:53 kedua orang tua kita, kerabat kita, kita 22:56 enggak wajib mengeluarkan zakat. 22:58 Jadi setelah kita mencukupi kebutuhan 22:59 kita, 23:00 dengan sendirinya kita berikan untuk 23:01 orang tua, 23:02 kerabat yang membutuhkan. 23:04 Kalau kita punya kelebihan baru tanggung 23:07 jawab kita kepada yang jauh. Jangan kita 23:09 menyirami yang jauh lupa yang dekat. 23:11 Jadi kalau kita membantu kerabat-kerabat 23:13 kita itu meringankan beban. 23:16 Betul enggak? Meringankan beban dan 23:18 kewajiban umat. 23:20 Kalau setiap yang kaya peduli terhadap 23:22 orang yang dekat dengan dirinya, maka 23:24 yang menerima zakat akan berkurang. 23:26 Betul enggak? 23:28 [mendengus] 23:29 Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama 23:31 di sini. Hmm. 23:32 Dalam hak waris 23:34 yang dibedakan antara pria wanita. Kalau 23:37 dipahami betul-betul hikmah di balik 23:40 semua ini 23:41 sebagaimana firman Allah Ar Rijal 23:43 Qawwamuna Alan Nisa 23:45 niscaya 23:47 wanita betul-betul akan mendapatkan 23:50 perlindungan, 23:51 akan mendapatkan jaminan dan juga 23:53 kehangatan karena perhatian dari 23:56 kerabat-kerabat mereka. 23:58 Jadi kalau ada satu keluarga meninggal 24:01 dunia ayah ibunya memiliki anak 24:03 laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki 24:05 menerima dua bagian. 24:08 Si wanita menikah, dia tidak 24:10 mengeluarkan nafkah kecuali kalau dia 24:12 mau keluarkan dengan keikhlasan sendiri. 24:14 Si wanita mengalami kesusahan, saudara 24:16 laki-lakinya. 24:18 Karena Allah sudah menitipkan wanita ini 24:20 pada pria tersebut. Ar Rijal Qawwamuna 24:23 Alan Nisa. Kalau dia membutuhkan 24:26 saudara jangan mengatakan 24:28 saya menolong ala kadarnya tidak. 24:29 Kewajiban kamu sebagai saudara untuk 24:32 menanggung saudari perempuan kamu. 24:35 Kalau saudari perempuan yang membutuhkan 24:36 biaya pengobatan, saudara laki-lakinya. 24:40 Bersama-sama bekerja sama. Kalau tidak 24:42 mampu sama sekali, baru orang di luar 24:45 mereka setelah itu. 24:48 Jadi betul-betul perlindungan Allah 24:50 terhadap wanita ini luar biasa. Sesuai 24:53 dengan fitrahnya, kodratnya membutuhkan 24:55 perhatian, kehangatan, perlindungan. 24:58 [mendengus] 24:58 ya. 24:58 Allah subhanahu wa taala juga 25:02 dalam pembagian disesuaikan dengan beban 25:05 yang dipikul oleh seseorang. La 25:07 yukallifullahu nafsan illa wus'aha. Nah, 25:10 kalau seandainya saat ini laki-laki 25:13 tidak menjalankan kewajibannya, maka 25:15 dengan sendirinya ulama wajib memberikan 25:17 penerangan 25:19 dan dalam Islam pemerintah bertanggung 25:21 jawab untuk menghukum, mengenakan sanksi 25:23 bagi pria-pria yang tidak menjalankan 25:24 kewajibannya. 25:27 Tidak seperti di negeri kita saat ini. 25:30 Laki-laki kawin sana, kawin sini, tidak 25:33 bertanggung jawab, mirip dengan ayam 25:35 jantan. 25:37 Banyak laki-laki yang kaya raya, 25:39 saudara-saudarinya hidup dalam 25:40 penderitaan dan kemiskinan. Saya 25:42 menyaksikan sendiri dengan mata kepala. 25:45 Ini semua tidak menggambarkan sebagai 25:47 apa? Sebagai manusia yang beriman. 25:50 Hanya namanya sebagai seorang muslim, 25:53 tapi tidak terdapat iman di hatinya 25:55 karena mengabaikan kewajibannya kepada 25:56 Allah. 25:57 [berdehem] 25:58 Kemudian berkaitan dengan kesaksian. 26:00 Kenapa 26:01 kesaksian 26:03 wanita dua berbanding satu? 26:06 Dua wanita 26:08 satu pria. Kenapa? 26:10 Karena wanita secara fitri lebih kuat 26:13 emosinya daripada akal sehatnya. 26:16 [berdehem] 26:17 Di mana kalau dia menyaksikan satu kasus 26:20 rasa belas kasihan dia itu ya 26:23 lebih kuat dibandingkan keadilan. 26:28 Perasaannya saja. Jadi terkadang karena 26:30 rasa belas kasihan, ya, kesaksiannya 26:34 tidak dilaksanakan secara benar. 26:37 Kasihan si fulan. Allah mengatakan 26:40 Ya ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina 26:43 bil qisti syuhada lillah. Wahai orang 26:45 yang beriman 26:47 hendaklah kalian betul-betul menjadi 26:48 penegak keadilan dan melaksanakan 26:50 kesaksian kalian semata-mata karena 26:52 Allah. 26:54 In yakun ghaniyan walau 26:57 al walidaini wal aqrabin 26:59 dan walau ala anfusikum awil walidaini 27:01 wal aqrabin 27:03 walaupun konsekuensinya merugikan diri 27:05 kalian 27:06 dan walau 27:07 merugikan diri kalian 27:08 jadi ya ayyuhalladzina amanu kunu 27:11 qawwamina bilqisti syuhada lillah wahai 27:14 orang yang beriman 27:15 hendaklah kalian menjadi penegak 27:17 keadilan melaksanakan kesaksian kalian 27:20 semata-mata karena Allah walau ala 27:22 anfusikum walaupun konsekuensinya 27:25 kesaksian yang benar ini merugikan 27:26 kalian 27:28 awil walidaini atau merugikan kedua 27:30 orang tua kalian karena dia salah 27:33 kemudian wal aqrabin ataupun merugikan 27:36 kerabat kalian walau ala anfusikum awil 27:39 walidaini wal aqrabin in yakun ghaniyan 27:42 aw faqiran fallahu aula bihim 27:45 baik dia kaya miskin itu bukan wewenang 27:47 kalian kalian sampaikan apa adanya 27:49 jangan karena miskin kalian kasihan 27:53 fallahu aula bihim Allah subhanahu wa 27:55 ta'ala lebih lebih apa lebih cinta lebih 27:58 ber memberi perhatian dibandingkan 27:59 kalian kepada mereka 28:01 kalian cuma belas kasihan kalau Allah 28:03 tahu mana yang baik bagi kalian 28:05 fala tattabi'ul hawa an ta'dilu jangan 28:07 karena mengikuti hawa nafsu perasaan 28:09 kalian tidak berlaku adil nah 28:12 fitrah kasihan ini 28:16 pada wanita cukup kuat emosinya lebih 28:18 kuat daripada akalnya oleh karena itu 28:20 untuk menjaga agar wanita tidak terbawa 28:24 emosinya hingga keluar dari keadilan 28:26 Allah dudukkan dua perempuan sama dengan 28:29 satu laki-laki tapi bukan berarti semua 28:31 laki-laki itu punya rasa keadilan 28:36 kalau hidup dalam lingkungan yang salah 28:38 pendidikan yang salah laki-laki bisa apa 28:41 rusak oleh karena itu diharuskan dalam 28:44 mempersaksikan seseorang yang adil dari 28:46 kalian. 28:48 Wanita juga dipilih yang 28:49 adil. 28:51 Jadi bukan berarti meremehkan wanita. 28:54 Bukan berarti meremehkan 28:56 wanita. 28:57 [mendengus] 28:58 Kemudian berkaitan dengan apa? 29:00 Poligami. Poligami. 29:03 Kira-kira mana yang lebih baik? 29:06 Seorang laki-laki 29:07 yang mengumbar syahwatnya dengan liar, 29:09 berpindah dari wanita ke wanita. Dia 29:12 beristri satu, disaat dia butuh istrinya 29:15 tidak mampu untuk memenuhi, ya, dia 29:18 mengumbar syahwatnya secara liar di 29:20 luar. 29:21 Dengan dia menikah dengan wanita lain, 29:24 dia perlakukan istri pertamanya dengan 29:26 mulia, yang kedua dengan mulia, dan dia 29:28 punya kemampuan atas itu. 29:34 Laki-laki yang menikah, ya, 29:36 lebih dari satu, 29:38 dua, tiga, atau empat katakan, tapi 29:40 bertanggung jawab penuh keadilan. 29:43 Kira-kira mana yang lebih baik 29:44 dibandingkan laki-laki yang mengumbar 29:46 syahwatnya ke sana kemari, membawa 29:48 penyakit, menimbulkan kerusakan, 29:50 bahkan bisa menimbulkan apa? 29:53 Keruntuhan rumah tangga. 29:57 Dan harus dipahami bahwa poligami itu 29:59 bukan perintah dari Allah atau sunah 30:01 Rasul, bukan. 30:02 Allah berfirman dalam suratun Nisa, "Wa 30:04 in khiftum 30:06 alla tuqsitu fil yatama fankihu ma taba 30:10 lakum minan nisa'i masna wa tsulatsa wa 30:12 ruba. Fa in khiftum alla ta'dilu 30:14 fawahidah." 30:17 Kalau kalian khawatir 30:19 tidak mampu untuk berlaku adil, 30:22 memberikan nafkah yang sama, yang adil 30:26 pada saat kalian menikahi anak-anak 30:28 yatim, 30:30 maka hendaklah untuk menghindari 30:33 kezaliman, silakan kalian menikah dengan 30:36 wanita-wanita yang tidak berstatus 30:38 yatim, yang kalian sukai. 30:41 Baik dengan dua istri, dengan tiga istri 30:44 atau empat istri. 30:46 Tapi kalau kalian takut tidak mampu 30:49 berlaku adil diantara dua istri atau 30:52 lebih, maka fankihu wahidatan. 30:56 Fawahidatan di sini asalnya fankihu, 30:58 cukup kalian menikahi satu istri. 31:01 Jadi, pada masa jahiliyah dulu 31:04 seorang kalau meninggal dunia 31:06 meninggalkan anak perempuan. 31:09 Orang tuanya meninggalkan harta, maka 31:11 yang merawat anak perempuan yang belum 31:13 dewasa ini adalah pamannya biasanya atau 31:15 saudara laki-lakinya. 31:17 [mendengus] 31:21 Nah, 31:22 pada saat si wanita ini 31:24 ya 31:25 dewasa, mau menikah 31:28 sang paman berpikir daripada perempuan 31:30 ini pergi kepada pria lain hartanya akan 31:32 dibawa, 31:33 lebih baik saya nikahkan dengan anak 31:35 saya. 31:37 Sepupunya kan? Iya. 31:38 Hartanya tidak diberikan. 31:41 Dinikahkan perempuan ini dengan anaknya, 31:43 maharnya tidak diberikan, hartanya pun 31:45 tidak diberikan. 31:47 Karena kemenakannya. Iya. 31:49 Nah, Allah mengatakan kalau kalian 31:51 khawatir tidak berlaku adil pada 31:54 anak-anak yatim, 31:56 daripada menzalimi mereka, silakan 31:59 kalian menikahi wanita lain 32:01 dengan memberikan hak mereka secara 32:03 penuh. Oleh karena itu Allah gunakan 32:05 kata tuk situ fain khiftum alla tuk situ 32:08 fil yatama. Kalau kalian khawatir tidak 32:11 berlaku adil dengan memberikan hak 32:13 mereka. Al qistu itu memberikan hak 32:14 seseorang. 32:16 Maka apa? Fankihu ma thaba lakum minan 32:18 nisa masna wa tsulatsa wa ruba. Silakan. 32:21 Bukan perintah. Silakan kamu menikahi 32:23 wanita baik dengan dua istri, tiga istri 32:26 atau empat istri. 32:27 Tapi ingat fain khiftum alla ta'dilu. 32:29 Kalau kalian tidak mau berlaku adil 32:30 menjaga keseimbangan diantara dua istri 32:32 atau lebih, maka satu. 32:35 Oleh karena itu al-amru 32:39 ba'da syarti lil ibahah. Kalau ada 32:42 perintah datang setelah syarat seperti 32:44 uslub ini, maka itu bukan menunjukkan 32:46 kewajiban, tapi menunjukkan kebolehan. 32:49 Tapi kebolehan dengan syarat berlaku 32:50 adil. Oleh karena itu, laki-laki yang 32:53 masuk ke dalam kehidupan poligami, 32:56 pertama dia mampu untuk memberikan 32:57 nafkah dengan baik, ya. 32:59 Mampu untuk menegakkan keadilan, tidak 33:02 akan mendzalimi istri-istrinya. 33:04 Sebetulnya yang membuat wanita ini 33:06 menderita bukan karena poligami. 33:10 Yang membuat dia bahagia bukan karena 33:11 apa? 33:12 Monogami, tidak. 33:14 Tapi keadilan. 33:17 Kemudian rahmat. 33:19 Keadilan dan rahmat. Kalau wanita 33:22 diperlakukan dengan adil dan mulia, 33:25 memang tidak ada wanita yang mau 33:26 dipoligami kalau bisa satu suami untuk 33:28 dirinya. 33:29 Tetapi keadaan terkadang, ya, berbeda 33:32 dengan harapannya. Contohnya, ada 33:34 seorang wanita tidak lagi mampu untuk 33:36 digauli. 33:38 Karena kondisi atau karena menopause, 33:40 dia merasakan sakit di saat digauli. 33:43 Laki-lakinya masih muda, masih punya 33:45 kebutuhan. 33:47 Pilihan dia, menikah atau berzina? 33:51 [mendengus] 33:52 Dengan sendirinya, 33:53 pilihan yang Allah subhanahu wa taala 33:57 tunjukkan lebih baik dengan syarat 33:59 berlaku adil. 34:01 Jangan hanya sekedar kawin untuk 34:02 mengumbar syahwatnya, menclok sana, 34:04 menclok sini. Persis seperti ayam jantan 34:07 pindah dari betina ke betina, sedangkan 34:09 yang merawat susah payah si betina. 34:11 Betul enggak? 34:13 Jadi, perlu kita pahami 34:15 bahwa manusia di mata Allah sama, pria 34:18 maupun wanita. Kalau ada perbedaan 34:21 tugas, bukan berarti wanita lebih 34:23 inferior dibandingkan laki-laki. 34:26 Tapi sesuai dengan apa? 34:28 Sesuai dengan 34:30 fitrahnya Allah berikan mereka 34:32 kewajiban. 34:33 Oleh karena itu wanita kalau harus 34:35 meninggalkan rumah 34:38 bekerja sebagaimana suaminya 34:41 dari mulai pagi hingga sore, si 34:43 laki-laki pun demikian waktu pulang ke 34:44 rumah masing-masing letih. 34:47 Si laki-laki membutuhkan sambutan istri, 34:49 kehangatannya, dia tidak jumpai akhirnya 34:52 apa? 34:53 Pada saat siang hari dia bekerja 34:55 bersemangat, bergairah akhirnya mulai 34:58 berkenalan dengan wanita lain di kantor. 35:01 Si wanita juga sama berkenalan dengan 35:03 pria 35:05 teman-temannya di kantor terjadi 35:07 perselingkuhan, perbuatan dosa. 35:10 Oleh karena itu Allah bagi tugas mereka. 35:13 Kalau wanita harus bekerja, bekerja 35:15 dalam pekerjaan yang tidak merusak 35:17 kehormatannya 35:18 yang menjaga kesuciannya 35:21 yang menjaga juga kehormatan suami dan 35:23 tidak sama sekali mengorbankan 35:25 anak-anak. Jangan diserahkan pada 35:27 pembantu, akhirnya jiwa anak tersebut 35:29 jiwa pembantu bukan jiwa, Pak. 35:31 Orang tuanya. Iya. 35:33 Pada saat pembantunya pulang kampung si 35:37 anak menangis mencari 35:39 ibu asuhnya. Kehilangan. Sedangkan kalau 35:41 ibunya pergi berbulan-bulan si anak diam 35:43 saja. Kenapa? 35:45 Karena dia tidak merasakan kedekatan si 35:46 ibu. 35:48 Ibu hanya memberikan dia susu, 35:49 memberikan dia pakaian tapi kehangatan 35:51 tidak diberikan. Jadi hendaknya wanita 35:53 yang bekerja 35:55 tidak mengorbankan kewajiban dia sebagai 35:57 istri 35:58 tidak mengorbankan kewajiban dia sebagai 36:00 ibu dan laki-laki yang bekerja juga 36:02 tidak mengorbankan kewajiban dia sebagai 36:04 suami dan ayah. 36:06 Jadi pekerjaan 36:08 yang sesuai dengan 36:10 kewajiban yang mereka laksanakan dan 36:12 fitrah masing-masing. Jadi jangan 36:14 sekali-kali bapak atau ibu beranggapan 36:16 wanita lebih inferior dari laki-laki, 36:18 tidak. 36:19 Kalau ada perbedaan tugas sesuai dengan 36:22 fitrah masing-masing. Wallahu a'lam. 36:25 Baik, Ustaz. 36:26 Eh pertanyaan yang kedua, Ustaz, tadi 36:28 terkait dengan ayat Alquran yang tampak 36:31 kontradiktif satu sama lain, Ustaz. 36:33 Heeh. Ada ayat yang menekankan toleransi 36:35 dan kasih sayang, sementara ayat lain 36:37 tampak menyerukan kekerasan atau hukuman 36:39 yang keras. Bagaimana seorang muslim 36:42 dapat menyelaraskan ayat-ayat ini tanpa 36:45 mengabaikan salah satunya? Dan bagaimana 36:48 konteks historis dan asbabun nuzul, 36:53 sebab turunnya ayat, dapat membantu kita 36:55 memahami perbedaan ini? 36:57 Bismillahirrahmanirrahim. 37:01 [mendengus] 37:03 Rabbana zidna ilman walhikna 37:06 bisshalihin. 37:12 Kita dalam memahami Alquran 37:15 yang merupakan referensi 37:18 utama dalam agama kita, pedoman hidup 37:22 yang Allah turunkan, 37:23 ya, kepada Nabi kita Muhammad sallallahu 37:26 alaihi wa alihi wasallam, 37:28 yang merupakan cahaya, 37:31 petunjuk, 37:33 rahmat, 37:34 dan juga 37:36 pembeda di antara yang hak dan batil. 37:39 Nama-nama ini menunjukkan karakteristik 37:42 Alquran. 37:44 Dia sebagai cahaya yang menyingkap 37:46 kegelapan, sebagai petunjuk yang benar, 37:49 sebagai rahmat, 37:53 begitu juga sebagai pembeda di antara 37:55 yang hak dan batil. 37:58 Dalam menyampaikan dakwah, ya, Islam, 38:02 ya, menyampaikan dakwah dengan adab dan 38:06 kekuatan logika. 38:08 Kekuatan? Logika. Logika. 38:11 Dia menyampaikan dengan hikmah, 38:12 menjelaskan bukti-bukti kebenaran 38:15 sebagaimana yang dicontohkan dalam 38:16 Alquran. 38:17 Para nabi, para rasul, semua berdakwah 38:20 menyampaikan pesan-pesan Allah dengan 38:22 baik, dengan kata-kata yang santun 38:25 malah mereka yang dicaci, dimaki, bahkan 38:28 diperangi. Ehm. 38:29 Betul enggak? 38:30 Tapi dari mulut mereka pernah tidak 38:32 keluar kata-kata yang tidak baik? 38:36 [mendengus] 38:36 Laqad arsalna Nuhan ila qaumihi faqala 38:39 ya qaumi'budullah malakum min ilahin 38:42 ghairu. 38:43 Wa ila adin akhahum huda qala ya 38:46 qaumi'budullah malakum min ilahin 38:48 ghairu. 38:49 Mengajak mereka kembali kepada Allah, 38:51 bersama-sama menuju Allah. Kalian tidak 38:53 punya Tuhan selain dari Allah. 38:55 Ternyata jawaban mereka pada saat mereka 38:57 tidak mampu menjawab argumen yang 38:59 dibawakan oleh para nabi, mereka 39:01 mengancam 39:04 untuk mengusir dan membunuh. Ehm. 39:06 Waqalalladzina kafaru lirrusulihim 39:08 lanukhrijannakum 39:10 min ardhina aw lata'udunna fi millatina. 39:13 Orang-orang kafir berkata kepada 39:16 para rasul, kalau kalian 39:18 tidak kembali ke dalam millah kami, 39:21 kami akan mengusir kalian. 39:25 Atau kalian kembali 39:27 Ya. kepada apa? 39:29 Millah kami. Bagaimana Firaun juga 39:31 mengancam untuk membunuh, membantai dan 39:34 sebelumnya melakukan perbuatan-perbuatan 39:36 biadab. 39:37 Firaun diperintah Musa diperintahkan 39:39 datang kepada siapa? 39:41 Kepada 39:43 Firaun. Untuk menyampaikan pesan Allah 39:45 dengan kata-kata yang lembut. Ehm. 39:48 Betul enggak? Betul. 39:51 Dengan kata-kata yang lembut. Hallaka 39:53 ila antazakka, bukan dengan paksaan. 39:59 Jadi para nabi, para rasul termasuk nabi 40:01 kita dalam menyampaikan dakwahnya dengan 40:04 adab, dengan kekuatan logika. Tidak 40:07 pernah sekalipun dalam menyampaikan 40:09 dakwah menggunakan logika kekuatan. 40:11 Pernah enggak? 40:14 Adapun peperangan, 40:16 peperangan 40:18 ya, yang dilakukan oleh kita bersama 40:20 kaum musyrikin 40:22 bukan peperangan untuk memaksa orang 40:25 beriman. He eh. 40:27 Allah subhanahu wa taala jelaskan dalam 40:29 suratul hajj pada ayat yang pertama 40:31 mengizinkan perang udzina lilladzina 40:34 yuqotaluna biannahum dzulimu wa 40:36 innallaha ala nashrihim laqodir. 40:39 Diizinkan 40:40 ya 40:41 berperang untuk mereka-mereka yang 40:43 diperangi secara aniaya. 40:46 Dan Allah 40:47 maha kuat untuk membantu mereka. 40:51 Jadi kalau antum lihat 40:53 dalam suratul hajj begitu pula dalam 40:54 suratul baqarah dalam ayat-ayat yang 40:57 banyak 40:58 kita jumpai dengan mengaitkan ayat 41:01 dengan ayat dikumpulkan semuanya menjadi 41:03 satu akan jelas bagi kita tujuan 41:06 peperangan dalam Islam tidak ada satupun 41:09 yang bertujuan untuk memaksa orang yang 41:12 berbeda agama untuk masuk ke dalam 41:14 Islam. 41:16 Dalam suratul baqarah waqotilu 41:18 fisabilillahilladzina 41:19 yuqotilunakum 41:21 berperanglah di jalan Allah 41:24 memerangi orang-orang yang memerangi 41:27 kalian. 41:29 Waqotilu fisabilillahilladzina yuqotilu 41:31 yuqotilunakum 41:38 sampai pada firman Allah wala ta'talu 41:39 innallaha la yuhibbul mu'tadin. Jangan 41:41 melampaui batas 41:43 memerangi orang-orang yang tidak 41:44 memerangi kalian yang tidak mengangkat 41:46 senjata maka Nabi melarang kita 41:48 mengganggu 41:50 orang-orang tua, wanita, anak-anak yang 41:53 berada di rumah-rumah ibadah. 41:56 Jadi yang diperangi siapa? Yang 41:57 diperangi 41:59 orang-orang yang memerangi kita atau 42:01 melakukan kezaliman. He eh. 42:04 Nah dalam hal ini Allah perintahkan kita 42:06 bersikap keras. 42:07 He 42:10 Tapi terhadap orang-orang yang baik yang 42:12 damai bersama kita, Allah katakan dalam 42:14 Quran apa? 42:15 La yan hakumullah lilladzina lam 42:17 yuqotilukum fiddin. Walam yukhrijukum 42:20 min diyarikum an tabarruhum wa tuqsitu 42:23 ilaihim innallaha yuhibbul muqsitin. 42:26 Allah tidak melarang kalian dari orang 42:28 yang tidak memerangi kalian dalam agama. 42:32 Dan tidak mengusir kalian dari 42:33 rumah-rumah kalian untuk bersikap baik 42:35 terhadap mereka. 42:37 Berlaku adil terhadap mereka. Allah 42:39 mencintai orang yang berbuat adil. 42:42 Tapi terhadap orang yang memerangi kita, 42:44 enggak mungkin kita membelai mereka. 42:46 Mereka menggunakan senjata, menghunusnya 42:48 di hadapan kita. 42:50 Tahu-tahu kita apa? 42:52 Membelai mereka. 42:54 Membiarkan kita dianiaya, tidak mungkin. 42:56 Jadi sikap keras ditunjukkan pada orang 42:58 yang zalim. 42:59 Fainintahu fala udwana illa aladzolimin. 43:02 Kalau mereka menghentikan kekerasan, 43:03 maka dilarang kita untuk mengganggu, ya. 43:08 Orang-orang kecuali yang berbuat zalim 43:10 dari mereka. 43:12 Oleh karena itu pada masa Nabi, Nabi 43:14 bertetangga dengan orang Yahudi. 43:16 Orang Nasrani, tidak mengganggu mereka 43:18 kecuali pada saat mereka berencana 43:20 membunuh Nabi atau bersekongkol dengan 43:22 orang-orang musyrik untuk memerangi. 43:24 Jadi ayat-ayat yang keras ini terhadap 43:27 yang zalim. 43:28 Sedangkan terhadap yang tidak berbuat 43:30 kezaliman, kita diizinkan Allah untuk 43:33 berbuat baik, berlaku adil pada mereka. 43:36 Bahkan kita tidak boleh memaki-maki 43:37 Tuhan mereka. 43:39 Tidak boleh sama sekali mengganggu 43:42 darahnya. 43:43 Demikian pula 43:45 hartanya ataupun kehormatannya. Ini yang 43:48 diajarkan Islam. Tapi banyak orang-orang 43:50 Islam yang memahami Alquran 43:52 sepotong-sepotong. 43:54 Ayat-ayat yang seharusnya digunakan 43:56 menghadapi orang yang zalim, 43:58 dipergunakan untuk 44:00 menghadapi orang yang tidak berbuat 44:01 zalim. Jadi bukan Qurannya yang salah. 44:04 Tapi apa? Manusianya ini yang tidak 44:07 paham Alquran. Jadi muslimin yang zalim 44:09 kalau kita saja. Nah akhirnya makanya 44:11 kita ya 44:13 hanya boleh memerangi mereka yang 44:14 memerangi kita dalam agama. Tapi kalau 44:17 seandainya yang berbuat salah kita, yang 44:20 berbuat zalim kita, kita harus 44:22 memperbaiki kesalahan kita. 44:24 Betul enggak? 44:25 Bayangkan mereka diganggu, dianiaya oleh 44:28 orang-orang Islam. Mereka mengangkat 44:29 senjata memerangi kita. 44:31 Maka dalam hal ini ya 44:33 yang bersalah kita. Allah tidak 44:35 membenarkan perbuatan kita karena Allah 44:36 tidak melihat dia muslim 44:39 atau non muslim. Allah lihat kebenaran 44:41 dan keadilan. 44:42 Walaupun seorang muslim kalau dia 44:44 memfitnah seorang non muslim, ternyata 44:47 yang benar non muslim, tetap dalam 44:49 pengadilan yang benar itu yang dibela. 44:54 Oleh karena itu fanatisme terhadap 44:56 katakan sesuatu yang membutakan mata 44:59 kita, itu diharamkan dalam agama. Kata 45:02 asobiyah itu diambil dari kata asobah 45:04 yang artinya 45:05 perban. 45:06 Kalau orang ditutup matanya ya 45:09 dia enggak bisa bedakan mana putih mana 45:11 hitam kan? Allah tidak menginginkan hal 45:12 ini. Allah ingin kita itu terbuka mata 45:15 kita, melihat dengan benar, mengambil 45:17 keputusan dengan benar. 45:19 Jadi 45:21 ayat-ayat dalam Alquran 45:24 yang memerintahkan kita bersikap keras 45:26 terhadap orang-orang kafir, ini 45:28 maksudnya di medan perang. Mereka yang 45:31 melakukan kezaliman. Adapun orang yang 45:33 berbeda agama tapi tidak melakukan 45:36 kezaliman 45:37 kita tegas dalam keyakinan. Qul ya 45:39 ayyuhal kafirun, katakan wahai 45:41 orang-orang yang kafir kepada Allah 45:43 kepada Rasul-Nya. 45:45 La a'budu ma ta'budun, sekali-kali dalam 45:47 prinsip kami tidak akan menyembah apa 45:49 yang kalian sembah. 45:50 Wala antum abiduna ma'bud. Dan kalian 45:53 pun tidak menyembah apa yang kami 45:54 sembah. 45:55 Walaupun kalian mengatakan kita beriman, 45:58 tapi iman kalian berbeda dengan kami. 46:01 Wala ana abidum ana abidun abadtum dan 46:04 sekali-kali saya tidak menyembah apa 46:06 yang kalian sembah. Begitu juga wala 46:08 antum abidun ma abud dan kalian pun 46:11 tidak sama sekali apa menyembah apa yang 46:13 saya sembah dan kami tidak akan paksa 46:15 kalian. 46:16 Lakum dinukum waliyadin. Nah, silakan 46:19 jalankan agama kalian begitu juga saya. 46:22 Ada enggak paksaan di sini? 46:24 Lana a'maluna walakum a'malun Bagi kami 46:26 amal kami, bagi kalian amal. Tapi kalau 46:28 kalian mengangkat senjata melakukan 46:30 teror kalian bekerja sama dengan musuh, 46:33 maka kami perangi bukan karena berbeda 46:35 agama. Iya, iya. Karena kezaliman yang 46:38 kalian lakukan. Jadi sebetulnya kalau 46:41 kita mau memahami Alquran 46:43 mengaitkan ayat 46:45 Oleh karena itu Allah berfirman dalam 46:47 surat Al Hijr 46:52 mengancam mereka 46:53 yang menafsirkan Quran 46:54 sepotong-sepotong. 46:57 Kama anzalna alal muqtatsiminalladzina 47:00 ja'alul Qur'ana idhin fawarabbika 47:03 lanasa'alannahum ajma'in amma 47:05 lanasa'alannahum ajma'in amma kanu 47:07 ya'malun. 47:10 Allah Subhanahu wa Ta'ala telah 47:11 memberikan peringatan. 47:14 Qul inni anal nadzirul mubin, ayat 47:16 sebelumnya. Katakan bahwa aku pemberi 47:18 peringatan yang nyata. 47:20 Sebagaimana juga peringatan yang kami 47:22 berikan kepada para muqtatsimin. 47:27 Siapa alladzina ja'alul Qur'ana idhin 47:30 yang menjadikan Quran terpisah-pisah, 47:32 bukan dalam satu kesatuan. 47:35 Kata iqtatsama yaqtatsimu bagi-bagi. 47:37 Jadi mereka menafsirkan Quran mengambil 47:39 sepotong-sepotong bukan menyatukannya 47:41 yang melahirkan pemahaman yang tidak 47:44 dikehendaki oleh Allah. 47:46 Yang menjadikan Quran idhin artinya 47:48 ubuwan-ubuwan, anggota yang 47:50 terpisah-pisah bukan dalam satu 47:51 kesatuan. 47:53 Maka demi Tuhanmu 47:54 kami akan bertanya kepada mereka tentang 47:57 mereka perbuat. 48:00 Nah, bahayanya kita memahami Alquran 48:01 sepotong-sepotong akan melahirkan 48:03 pemahaman yang jauh dari apa yang 48:06 dikehendaki Allah. Jadi kalau ada 48:08 ayat-ayat yang bersikap keras, 48:11 memerintahkan kita bersikap keras, itu 48:13 pada orang yang zalim. 48:14 Tapi kalau tidak, mereka masuk dalam 48:17 ahlul zimmah, orang yang mempunyai hak 48:19 yang sama dengan kaum muslimin, berada 48:21 di bawah naungan Islam. 48:24 Sudah pukul berapa sekarang? Satu lagi 48:25 Ustaz ya. Ini tadi yang terkait zakat 48:28 deposito Ustaz. Nah, saya coba bacakan 48:30 lagi. Bagaimana caranya menghitung zakat 48:33 yang ada di deposito yang sudah jatuh 48:35 tempo 1 tahun Ustaz? 48:37 Dan kalau memang sudah dihitung, apa 48:40 untuk bayar zakatnya bisa diambil dari 48:41 uang deposito atau dari tabungan? 48:45 Bolehkah nanti uang zakatnya diberikan 48:47 ke saudara yang memerlukan? Terima kasih 48:48 penjelasannya Ustaz. 48:49 Bismillahirrahmanirrahim. 48:52 Kepada Bapak atau Ibu yang bertanya. Ibu 48:54 Cani Ustaz. Ibu Cani. 48:56 Allah Subhanahu wa Ta'ala wajibkan 48:59 zakat pada harta kita. 49:03 Yang kita dapatkan dari usaha yang halal 49:07 dan toyib. 49:09 Sedangkan bunga 49:10 ya 49:11 bukan merupakan pertumbuhan yang sehat 49:14 pada harta kita. Ehm. 49:16 Tapi mirip dengan benalu yang melekat 49:18 pada satu pohon. 49:20 Usaha orang lain yang menghasilkan, baik 49:23 untung tidak untung kita menerima bagian 49:26 yang tetap dari usahanya. 49:29 Oleh karena itu riba ini sebetulnya 49:31 menjadi apa? Sebab yang merusak 49:34 perekonomian satu bangsa. 49:36 Mirip dengan kanker. Ehm. Mirip dengan 49:39 kanker. Kanker. Yang menghisap sari-sari 49:41 apa? Kehidupan. 49:43 Oleh karena itu Ibu kalau bertanya, 49:45 bagaimana mengeluarkan zakat yang 49:49 eh zakat deposito ke takwilah, yang 49:51 wajib Ibu keluarkan zakat dari uang 49:54 pribadi Ibu. 49:56 Dari tabungan pokok Ibu, itu Ibu yang 49:58 Ibu keluarkan. Adapun bunga, sebetulnya 50:01 bukan bunga, 50:02 tapi racun. 50:04 Racun, Ustaz. Itu merupakan bunga 50:06 bangkai, Iya. 50:08 yang akan merusak harta kita, merusak 50:10 ketenangan hidup kita, kebahagiaan kita, 50:13 dan menimbulkan percekcokan di antara 50:16 keluarga. He em. 50:17 Karena Allah mengumumkan, fa in lam 50:20 taf'alu fa adzanu biharbin minallahi wa 50:22 rasulihi. Kalau kalian tidak 50:24 menghentikan transaksi riba kalian, 50:26 Allah mengumumkan perang terhadap kalian 50:28 dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, orang 50:30 yang bergelimangan riba ini, 50:32 yang tadinya keluarganya tenang, terjadi 50:34 pertentangan, percekcokan. 50:36 Ada sebuah kisah nyata. 50:39 Satu orang tadinya bekerja di Astra. 50:42 Dia hidup damai bersama istri dan 50:44 anak-anaknya. 50:46 Subhanallah. 50:49 Sudah tiba usia mendekati masa pensiun, 50:52 tahu-tahu terjadi gejolak pada tahun 98, 50:54 dia di PHK. 50:57 Maka untuk mengamankan hidupnya, uang 50:58 dari hasil pesangon dimasukkan dalam 51:01 bentuk deposito. 51:03 Mulai saat itu mereka makan dari bunga 51:05 deposito. 51:07 Apa yang terjadi? 51:09 Yang tadinya suami istri rukun, anaknya 51:11 baik-baik, mulai terjadi keributan, 51:13 istri berpaling dari suami, suami juga 51:15 berpaling dari istri. Anak yang tadinya 51:17 nurut mulai terkena 51:20 pergaulan yang tidak sehat, mengalami 51:22 kecelakaan. He em. 51:23 Akhirnya orang tua mereka minta saya 51:26 untuk hadir. 51:28 Lalu bertanya, kenapa semua ini terjadi? 51:31 Saya lihat mereka salat, rapih. 51:34 Terus saya tanya, selama ini apa usaha 51:36 kalian? 51:37 Mereka mengatakan, "Ustaz, saya sudah di 51:39 PHK. Jadi selama ini kita makan dari 51:42 bunga deposito." Saya bilang, "Ini 51:44 sumber bencana kamu." 51:47 Karena Allah mengumumkan perang. 51:49 Fa'dzanu biharbin minallahi wa rasulihi. 51:52 Sekarang kamu ada pekerjaan baru. 51:54 Kenapa uang kamu kamu tidak kelola 51:56 dengan baik? Jangan dibiarkan sebagai 51:58 apa? 51:59 Sebagai titipan deposito yang bisa saja 52:01 dipergunakan untuk investasi di rumah 52:04 pelacuran, di tempat-tempat yang haram. 52:06 Karena walaupun ekonomi lesu tapi rumah 52:09 pelacuran ramai. 52:11 Tempat-tempat maksiat ini ramai. Itu 52:13 yang menguntungkan buat mereka melakukan 52:15 investasi. 52:16 Jadi bisa-bisa yang kamu makan tuh uang 52:18 yang enggak benar sama sekali. 52:20 Coba kamu hentikan 52:22 dari eh hal seperti ini. Kamu kelola 52:25 uang kamu dan yakin pada Allah. Kalau 52:27 tidak uang kamu dimakan oleh inflasi 52:30 lebih besar daripada bunga yang 52:31 diberikan. He em, he em. 52:33 Kalau sekarang kamu beli tanah harga 52:35 150.000 52:37 berapa tahun kemudian harga tanah 52:38 meningkat bisa berkali lipat. 52:41 Sedangkan bunga deposito yang diberikan 52:43 kepada kamu tuh enggak berarti. 52:45 Akhirnya uang kita digrogoti oleh 52:47 inflasi. 52:49 Kemarin kita beli ayam 20.000, sekarang 52:51 ayam 50.000. Sedangkan bunga yang 52:53 diberikan? 52:55 Cuma 2% saja. Hanya berapa persen? Belum 52:57 dipotong pajak. Iya. Oleh karena itu Ibu 52:59 lebih baik Ibu kelola uang Ibu dengan 53:02 cara yang halal, ya. Jangan Ibu 53:05 depositkan. 53:06 Kemudian Ibu keluarkan zakat dari apa? 53:10 Uang Ibu yang sebenarnya. Sedangkan 53:12 bunga deposito sebaiknya kembalikan 53:14 kepada mereka-mereka yang susah, merana 53:16 dan menderita. 53:18 Dan Ibu yakin janji Allah tidak akan 53:19 diingkari. 53:21 Daripada kita hidup dari bunga 53:23 deposito yang sebetulnya bukan bunga 53:25 tapi racun deposito yang merusak dan 53:28 mematikan. 53:29 Kata bunga ini sebetulnya merupakan 53:31 bagian dari talbis iblis. 53:33 Menamakan 53:34 eh 53:35 barang-barang yang haram dengan 53:37 nama-nama yang indah menarik. Wala 53:39 talbisul haqqa bil batili wa taktumul 53:41 haqqa wa antum ta'lamun. Jadi dari uang 53:44 pribadi Ibu yang sebenarnya Ibu 53:45 keluarkan zakat kalau memenuhi 53:48 apa namanya nisab dan haul 53:50 adapun dari bunga deposito sebaiknya Ibu 53:54 tarik uang itu dan yakin Ibu dan ini 53:56 akan digantikan Allah yang lebih baik 53:58 lagi. 53:59 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an 54:01 la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu 54:04 ilaik wal afu minkum wassalamualaikum 54:06 warahmatullahi wabarakatuh. 54:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:09 wabarakatuh. Itulah demikianlah ikhwan 54:11 akhwat renungan di bawah naungan Alquran 54:13 bersama guru kita Ustaz Husein Alatas 54:16 menjawab tiga pertanyaan di kesempatan 54:18 ini. Terima kasih Ustaz atas jawabannya 54:19 dan semoga menjawab pertanyaan dari 54:22 ikhwan akhwat tersebut dan juga mohon 54:24 maaf bagi ikhwan akhwat yang belum 54:25 sempat dibacakan ada beberapa 54:28 WA dan juga komentar nih ya dari Ibu 54:30 Aminah, kemudian Pak Yuman, kemudian Pak 54:33 Mukmin, Pak Iwan dan beberapa nomor 54:36 lainnya yang tidak menyebutkan namanya. 54:38 Ikhwan akhwat saya Rizal Alathas bersama 54:40 kru yang bertugas ada Kang Ondy Saputra 54:43 dan juga Algi Fahrurrozi undur diri. 54:46 Wassalamualaikum warahmatullahi 54:48 wabarakatuh. 54:49 Waalaikumsalam