Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 Brail 0:09 [Musik] 0:13 TV billahi 0:17 faqadistamsaka bil urwatil 0:20 wusqo 0:22 lanfisoma laha wallahu samiun alim. 0:29 Allahu 0:31 waliyulladzina amamanu 0:34 yukhrijuhum 0:35 minadzulumati ilan 0:38 nur 0:40 walladzina kafaru 0:43 auliyauhumut thutu yukhrijunahum 0:47 minanuri ilad dzulumat 0:52 ulaika 0:55 ashabunari hum fiha 1:01 Qallahulim. Wasalamualaikum 1:03 warahmatullahi wabarakatuh. 1:06 Waalaikumsalamalam warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. 1:10 Dear leaders dan calon leaders Indonesia 1:12 dan luar negeri. Kembali lagi kita pada 1:14 acara Indal Leaders Talk yang pada malam 1:16 ini sudah memasuki edisi 1:19 ke-190 yang mengangkat tema tentang 1:21 ekonomi Indonesia emas ee atau cemas. Ee 1:25 sahabat-sahabat sekalian, besok kita 1:27 akan 1:28 memperingati 1:29 ee hari kemerdekaan RI ya ee 17 Agustus 1:34 ee 2024 ya. Dan kita ee saat ini juga di 1:39 penghujung pemerintahan Presiden Jokowi 1:43 dan tadi ee pidato Presiden Jokowi sudah 1:46 ee menyatakan bagaimana rencana 1:48 pembangunan yang sudah beliau lakukan 1:50 selama 10 tahun atau dua periode masa ee 1:55 pemerintahan beliau sebagai presiden dan 1:58 juga rencana RJP menuju 2045 ya 2:01 Indonesia Emas dan juga ee 2:04 sahabat-sahabat sekalian ee Ee ee tahun 2:08 ini adalah era tahun pergantian ee 2:10 Presiden. Ee pada 20 Oktober nanti akan 2:13 dilantik ee Presiden baru ee Pak 2:17 Prabowo. Tapi ee sampai saat ini di 2:21 tengah situasi sudah pergantian beberapa 2:23 Presiden RI, nanti Pak Prabowo akan 2:25 menjadi presiden ee kedelapan ya. Ee 2:29 apakah Indonesia sudah semakin baik? 2:32 Apakah tujuan negara yang 2:34 sudah dicita-citakan di dalam pembukaan 2:37 Undang-Undang Dasar 2:39 1945 yang di antara satu ee ee satu 2:44 tujuannya adalah untuk memakmurkan 2:47 kehidupan bangsa dan juga mencerdaskan 2:49 kehidupan bangsa. Nah, dan juga 2:52 Indonesia sudah menyusun RJP 2:55 2045 dengan tema Indonesia Emas ya 2045 2:59 di mana ee visi Indonesia 2045 ingin 3:03 menjadi negara yang ee berdaulat, maju, 3:06 dan juga berkelanjutan ya, sustain. Nah, 3:10 dan dengan tema tekline Indonesia Emas, 3:13 bagaimana ee sebenarnya kondisi kita ee 3:17 dalam 3:19 memperingati ee ulang tahun Kemerdekaan 3:22 RI ee pada saat ini? Untuk itu sudah 3:25 hadir bersama kita para narasumber untuk 3:28 mengulas, mer-review kembali. Kalau tadi 3:30 siang ee Pak Jokowi sudah menyatakan 3:33 versi beliau bagaimana pembangunan 3:35 Indonesia yang sudah beliau lakukan 3:37 selama 10 tahun terakhir dan juga 3:40 kondisi saat ini dan juga rencana tahun 3:42 depan dan juga sampai 3:44 2045. Ee malam ini kita ingin melihat 3:47 dari sudut pandang yang lebih objektif 3:50 dari para pakar. Apakah Indonesia sudah 3:52 on the track? Apa permasalahan utama 3:54 yang sebenarnya sedang dihadapi bangsa 3:56 Indonesia saat ini? dan juga apa 3:58 kira-kira program prioritas yang harus 4:00 selalu yang harus dilakukan oleh 4:02 Presiden Baru Pak Prabowo nantinya agar 4:05 Indonesia tidak ee semakin tertinggal 4:07 dari negara-negara lainnya. Untuk itu 4:10 sudah hadir ee narasumber yang pertama 4:13 Pak Nailul Nailul Huda direktur Ekonomi 4:16 Digital Salos. Asalamualaikum Pak 4:19 Nailul. Kemudian juga sudah hadir 4:22 bersama kita Mas ya. Terima kasih sudah 4:25 hadir di acara ILT untuk sekian kalinya 4:28 dan juga Pak Agus Eko Nugroho Ekonom 4:30 Brin. Asalamualaikum Pak Agus ya. 4:32 Dua-dua. 4:35 Waalaikumsalami. Sehat? Sehat 4:38 alhamdulillah Pak. E terima kasih sudah 4:40 hadir di acara Indal Stok juga dan juga 4:44 nanti insyaallah akan menyusul ee 4:46 bersama kita tuan rumah Industal Stok ya 4:49 Pak Mar juga Bung Roki Gerung ya. karena 4:52 ee mereka berdua sedang ada acara juga 4:54 saat ini secara paralel. Oke, ee untuk 4:58 itu kita mulai saja sebelum kita mulai 5:01 diskusi kita pada malam ini. Oh, Pak 5:03 Marani sudah hadir. Asalamualaikum, Pak 5:05 Mardani. 5:09 Ya. Baik. Eh untuk itu sebelum kita 5:12 mulai acara Indal Stok pada malam ini, 5:16 kami ingin mengucapkan terima kasih yang 5:17 sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa 5:19 setia Stok baik di dalam negeri maupun 5:22 luar negeri dan juga kepada rekan-rekan 5:25 media dan wartawan yang juga senantiasa 5:28 ee menyaksikan, meliput, dan 5:29 memberitakan acara ini. Acara Industal 5:32 Slok ini bisa disaksikan secara langsung 5:34 saat ini melalui siaran live streaming 5:37 eh Mardani Alisera PKS TV dan juga Rasil 5:39 TV. ee dan juga bisa didengarkan melalui 5:43 jaringan secara radio Rasil di Jabor 5:45 Tabek dan di beberapa jaringan ee radio 5:48 yang bekerja sama dengan Rasil di 5:50 beberapa kota di store Indonesia. Baik, 5:52 kita mulai ee acara kita pada malam hari 5:55 ini ee dengan tema ee Indonesia ekonomi 6:01 Indonesia Emas ataukah cemas. Kepada Pak 6:05 Mardani dipersilakan. 6:11 Sebentar saya 6:31 keluar. Kasih Bang 6:35 Haldi. Izin, Mas Nailul. dan Mas Agus 6:39 Eko. 6:41 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 6:42 warahmatullahi 6:44 wabarakatuh. 6:46 Alhamdulillah. Allahumma sholli ala 6:48 sayyidina Muhammad. Amma ba'd. Selamat 6:52 malam dan salam sejahtera untuk kita 6:53 semua. 6:55 Bahagia sekali Indonesia leader Stok 6:58 membahas tema 7:00 tentang ekonomi Indonesia 7:03 antara semangat Indonesia emas dan fakta 7:08 Indonesia cemas. Nanti mungkin Mas Nailo 7:11 dan Mas Agus akan lebih mendetailkan 7:13 tapi tiga hal saja dari saya. Yang 7:16 pertama, Mas Agus dan Mas Nailul leaders 7:19 dan calon leaders. 7:22 kita punya masalah dari kedalaman ee 7:26 kualitas ee ekonomi kita. Kita melihat 7:30 betapa 7:33 bahwa tenaga kerja kita kian lama kian 7:38 minggirnya ke sektor informal. Ya, eh, 7:42 Mas Nailul dan Mas Agus. Nanti mungkin 7:44 perlu dibongkar ketika Pak Jokowi 7:47 mengangkat bahwa pengangguran terbuka 7:49 kita turun, 7:51 tetapi di lapangan kita melihat 7:54 demikian luar biasa. Kalau ada cerita 7:58 buka lowongan kerja misal satu warung 8:01 aja, McD atau apa itu yang ngantri 8:04 masyaallah banyak sekali. 8:06 Jadi yang pertama kita perlu betul-betul 8:10 leaders dan calon 8:12 leaders melihat kapasitas negara kita 8:16 dalam menyediakan lapangan 8:19 pekerjaan. Saya kebetulan Mas Agus dan 8:22 Mas Nailul lagi di panja RPJP ya ee 8:27 rancangan pembangunan jangka panjang 8:30 nasional. 8:32 ee diharapkan bahwa 8:35 ee di 8:36 2045 ee kontribusi 8:40 manufaktur di angka 30% dengan 8:43 pendapatan berkita R30.000. 8:46 Tapi kita melihat baseline yang ada 8:48 sekarang justru kontribusi manufaktur 8:52 turun terus gitu loh. Makanya migrasi 8:54 pekerja dari pekerja formal menuju 8:57 pekerja informal yang eh safety net-nya, 9:01 coverage-nya ketika ada masalah sangat 9:04 sulit ya untuk dijaga oleh negara. Nah, 9:07 karena itu yang pertama pemerintah 9:11 berkejaran antara mendahulukan 9:14 bansos dan 9:16 kebutuhan-kebutuhan asasi dengan mencoba 9:20 membangun industri yang memang dapat 9:24 membuat manufaktur kita menjadi unggul 9:27 dan tangguh. Tentu ini urusan inovasi, 9:31 urusan 9:32 bagaimana membuat ee hal menjadi lebih 9:37 ee kompetitif itu perkara yang luar 9:39 biasa. Poin dua yang saya 9:43 sampaikan betapa bahwa kualitas 9:46 pendidikan kita dengan 9:49 20% APBN dan APBD minimalnya tadi Pak 9:54 Jokowi mengangkat angka 9:56 7 22 atau 712 triliun Mas Nailul besar 10:01 sekali tapi ketika kita coba Mas Agus 10:05 petakan ternyata memang banyak itu tidak 10:09 tepat sas syarat sehingga yang terjadi 10:11 memang ahli-ahli pendidikan kita tumbuh 10:15 berkembang, Scorpisa kita masih jalan di 10:18 tempat ya. Kita selalu kalah dari jangan 10:21 kan Singapura lah ya, Malaysia juga udah 10:23 tinggi ya. Kita masih kalah sama 10:25 Thailand, kita masih kalah sama Brunei, 10:27 kita cuma menang dari Filipin aja gitu 10:29 loh. Vietnam sudah di atas kita gitu 10:31 loh. Nah, karena itu 10:34 ee 10:36 betul-betul pendidikan kata amartasen 10:40 adalah jalan emas menuju kesejahteraan. 10:45 Nah, kara karena itu betul-betul 10:47 kualitas pendidikan menjadi catatan 10:50 besar. 10:51 tanpa ada pendidikan 10:55 berkualitas yang mampu untuk menyediakan 10:58 SDM tangguh, maka yang terjadi adalah 11:01 kita ee akan selalu terjebak dalam 11:05 middle income trap countries. terakhir. 11:08 Yang 11:09 ketiga, pengantar saja 11:12 bahwa kalau dilihat dari 11:15 APBN 2025 yang ditayangkan Pak Jokowi, 11:18 saya agak 11:20 sedih mestinya ee berani untuk membuang 11:24 yang tidak penting dan mengalokasikan 11:26 kepada yang prioritas dan utama. Kita 11:29 punya jendela bonus demografi ini cuma 11:33 sampai 2050. 11:35 Kalau tidak kita siapkan treatmen dengan 11:38 anggaran yang tepat, cara yang tepat, 11:41 mekanisme yang tepat, saya 11:44 khawatir dari berkah berubah menjadi 11:46 bencana dan itu kian menenggelamkan 11:49 kita. Tentu ee kita melihat ee di 11:55 rata-rata ya 11:57 ee perlu 250 tahun Amerika menjadi 12:01 negara maju. Tapi Cina 12:04 1949 75 tahun kemudian sudah siap untuk 12:08 menggantikan Amerika. Nah, kita perlu 12:11 banyak belajar strategi pembangunan 12:14 ekonomi yang betul-betul berorientasi 12:17 kepada kemajuan dan kalau bahasa 12:20 amartasen itu memang pendidikan yang 12:22 melahirkan orang-orang yang punya 12:25 orientasi valuable act eh pertindakan 12:29 yang bernilai termasuk state of being 12:33 valuable gitu. menjadi orang yang bukan 12:35 cuma sekedar manusia Coca-Cola, tapi 12:38 orang-orang yang memang punya kedalaman, 12:42 ketajaman, dan keteguhan yang dengannya 12:45 menjadi SDM yang siap untuk memajukan 12:48 Indonesia. Itu Bang Haldi, Mas Agus, dan 12:53 Mas Nailul. Monggo dilanjutkan. Saya 12:56 izin menutup acara di sebelah. Makasih. 13:00 Lanjuth, Pak atas pengantarnya, 13:03 sambutannya. Dan sekarang kita ingin 13:06 mendengar ee langsung dari para pakar 13:09 ekonom kita terkait dengan kondisi 13:12 Indonesia ee saat ini. Apakah memang 13:15 menuju Indonesia emas atau ada yang 13:16 harus 13:17 dicemaskan? Untuk pertama Pak Nailo 13:19 dipersilakan Pak untuk memberikan 13:21 paparan pandangannya 13:24 ya. Terima kasih, Masi. 13:26 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 13:27 warahmatullahi wabarakatuh. Selamat 13:29 malam semuanya. Salam sejahtera bagi 13:32 kita semua. Terima kasih, Bangardanya 13:35 Alisera, Mas Heldi, dan kru dari eh PKS 13:39 TV yang sudah mengundang CIAOS khususnya 13:42 saya untuk bisa hadir lagi. Kita 13:45 bercengkrama ya, Misal di kita 13:47 berdiskusi ee mungkin sampai jam .30 13:51 malam ya biasanya ya. Dan juga eh 13:53 selamat malam juga yang saya hormati 13:55 juga e Pak Agus 13:57 Eko sudah dua kali Pak ya kita bareng di 14:00 sini Pak ya. Eh izin 14:04 ya izin eh saya share screen Mas Feldi 14:07 untuk 14:09 tadi mempertajam apa yang sudah 14:12 disampaikan oleh ee Bang Marani Lisera. 14:15 Nah, kita memang tengah menghadapi kalau 14:19 boleh saya bilang ya itu 14:23 kita middle income threap. Maka kita 14:26 bisa bilang bahwa ee ekonomi Indonesia 14:31 itu kalau bisa saya katakan itu memang 14:37 untuk potensi terkena middle income TRP 14:41 itu cukup tinggi. Karena kalau kita 14:43 lihat dari sisi ketika kita ingin keluar 14:48 dari middle income trap yang harus 14:50 dipbenahi terlebih dahulu adalah dari 14:52 sisi produktivitasnya. Produktivitas 14:54 manusia. itu ditimbulkan dari apa? 14:57 Ditimbulkan dari pekerjaan tadi yang 15:00 tadi disampaikan juga ee mengenai 15:01 industri dan sebagainya. Kemudian juga 15:04 dari sisi pendidikan dan sebagainya yang 15:06 saya rasa itu 15:10 menjadikan istilahnya kalau boleh saya 15:12 bilang ya itu kita bisa cemas untuk 15:16 menghadapi Indonesia tahun 2045. 15:20 Nah, kalau kita lihat dari sisi kesiapan 15:23 penduduk saja, kalau kita lihat ee 15:26 NEIT atau ya bisa dibilang pemuda yang 15:30 dia tidak ada di bidang pekerjaan atau 15:34 dia tidak pekerja, tidak menikmati 15:37 edukasi, tidak sedang menikmati edukasi, 15:40 kemudian juga tidak sedang melakukan 15:42 training di Indonesia itu jumlahnya 15:44 mencapai 22,34%. 15:49 Nah, ini lebih tinggi dibandingkan 15:52 dengan negara-negara lainnya. Jadi, 15:54 pemuda-pemuda kita atau gensi kita yang 15:56 nganggur itu cukup banyak. Dia tidak 15:59 sekolah, dia 16:00 tidak bekerja, dan dia juga tidak 16:03 training. Itu cukup besar dibandingkan 16:05 dengan negara-negara ASEAN. Kalau 16:06 rata-rata ASEAN itu ada di 16:08 17,75%. Indonesia itu berjumlah e 9,9 16:12 juta gen atau sekitar 16:15 22,34% dari total penduduk modal kita. 16:19 Nah, ini juga bisa dilihat tadi skor 16:23 pisa juga sudah tadi disebutkan ya sama 16:26 ee Bang Marani kita tertinggal dan 16:29 memang kita jauh tertinggal dibandingkan 16:32 dengan negara-negara lainnya. Jadi kalau 16:34 kita lihat dengan Malaysia, Singapura 16:37 sudah kita enggak anggap sebagai saingan 16:38 karena dia sudah maju banget Vietnam dan 16:41 sebagainya yang saya rasa ini akhirnya 16:43 menyebabkan e kualitas SDM manusia kita 16:46 itu cukup rendah gitu. Nah, ini yang 16:50 mengakibatkan ya Indonesia sekali lagi 16:53 bukan Indonesia emas tahun 2045 tapi 16:56 justru bisa menimbulkan industri 16:58 Indonesia cemas tahun 2045 dan ini juga 17:02 didasari pada ya bisa dibilang bonus 17:05 demografi yang nanti puncaknya akan ada 17:08 di tahun 2030 ke atas bahwa pada saat 17:11 itu 17:12 68% masyarakat kita berada di usia 17:16 produktif. Nah, dengan ee karakteristik 17:20 seperti ini yang dia tidak bekerja, 17:23 tidak bersekolah, dan tidak melakukan 17:24 pelatihan, kemudian PA skornya juga 17:27 relatif rendah, akhirnya membuat ya 17:30 tahun 2030 itu bisa menjadi bencana 17:34 demografi gitu. Nah, ini yang saya rasa 17:38 ee beberapa apa disampaikan juga oleh 17:40 beberapa ekonom ee ini bisa menjadi 17:43 malapetaka bagi Indonesia. 17:46 Nah, terus kemudian kita lihat ee karena 17:50 N-nya itu sangat tinggi, pisanya juga 17:52 sangat rendah. Ini juga akhirnya menurun 17:56 apa membuat human capital index 17:59 Indonesia itu lebih tertinggal 18:01 dibandingkan dengan negara-negara 18:02 lainnya. Kita contoh Vietnam. Vietnam 18:05 itu human capital index itu sudah 18:06 mencapai ada di angka 18:08 0,69. Indonesia itu ada di angka 18:11 0,54. Malaysia 0,61. 18:14 Thailand 0,61, Cina sudah ada di angka 18:17 0,65. Indonesia itu masih jauh 18:19 tertinggal. Dia cuma menang dibandingkan 18:21 dengan India. Nah, ini ee menyebabkan ya 18:26 kalau bisa kita bilang ini akan 18:29 menyebabkan 18:30 industri-industri itu lebih tertarik 18:33 untuk menanamkan investasinya di Vietnam 18:37 maupun ee Thailand ataupun Malaysia 18:39 dibandingkan dengan Indonesia. Nah, kita 18:41 tahu bahwa tadi juga industri itu 18:45 share-nya terusmenun. Saat ini ada di 18:47 angka 18:48 18% dan itu jauh eh dari apa yang 18:52 targetkan 2045 sekitar 30% lebih gitu. 18:56 Jadi, PR-nya sangat banyak sekali dan 18:58 dengan human capital index yang rendah 19:01 ya mana mau industri dia hightech itu 19:04 dia menamkan uangnya di Indonesia. 19:06 Makanya kemarin kalau kita lihat Apple 19:09 itu tidak menanamkan ee investasinya di 19:13 Indonesia. Mereka memilih untuk 19:14 berinvestasi di Vietnam. Nah, yang 19:16 terbaru adalah Vietnam itu sudah 19:19 membangun untuk industri 19:22 semikonduktor. Indonesia belum ada 19:24 sampai sekarang. Jadi, ee industri 19:27 sampilan dokter itu sudah ada dan mulai 19:29 dibangun di 19:31 Vietnam. Iya, sudah ada dan bangun di 19:33 Vietnam. yang Indonesia itu enggak ada 19:35 sama sekali gitu. Nah, akhirnya ee bisa 19:38 dibilang kita jauh jauh tertinggal 19:42 dengan Vietnam dalam hal untuk kesiapan 19:45 teknologi, kemudian industri hightech, 19:48 kemudian juga ekspor ekspor eh ekspor 19:52 high tech ya. Ekspor high tech 19:55 dibandingkan dengan total ekspor kita 19:58 itu cuman 19:59 8%. Malaysia, Vietnam itu sudah lebih 20:02 dari 50%. Artinya ya Indonesia lagi-lagi 20:07 akan mengandalkan ee barang-barang yang 20:09 dia bukan masuk dalam kategori medium eh 20:13 high tech eh goods, tapi dia low eh 20:17 technology goods gitu kan. Lagi-lagi 20:19 akan mengadakan dari sisi sumber daya 20:21 alam gitu kan. Dan itu tidak akan pernah 20:24 terbangun ketika human capital index-nya 20:26 itu masih cukup rendah gitu. 20:31 Nah, ini juga juga ee juga terkait 20:35 dengan inovasi indeks tu kan C skor kita 20:39 gitu kan. Kita jauh tertinggal 20:41 dibandingkan dengan Filipin, kita 20:44 tertinggal dibandingkan dengan Vietnam, 20:46 Thailand, Malaysia ataupun Singapura. 20:49 Kita mungkin bisa menang menangnya lawan 20:51 Laos, Kamboja gitu kan dan sebagainya. 20:54 Tapi inovasi kita itu jauh lebih 20:56 tertinggal. Makanya ya bisa dibilang ee 21:01 Apple Microsoft itu dia memilih untuk 21:04 berinvestasi di negara ASEAN lainnya 21:07 dibandingkan mereka berinvestasi di 21:09 Indonesia. Kemarin pun ketika Tesla ya 21:12 Tesla ataupun ya Elan NAS datang ke 21:15 Indonesia menawarkan ee disambut oleh 21:18 gegap gembita oleh pejabat kita gitu 21:20 kan. Nah, tapi mereka akhirnya investasi 21:24 cuman investasi jualan gitu kan ee tidak 21:27 berinvestasi secara manufakturing gitu. 21:29 Nah, akhirnya lagi-lagi ee kita 21:33 dijadikan sebagai pasar saja bagi 21:35 mereka. Nah, 21:36 makanya ini yang saya sampaikan inovasi 21:39 indeks kita ee bisa terancam gitu dan 21:42 kita sudah terancam ditambah lagi bisa 21:45 turun lagi gitu. Nah, ini kalau kita 21:48 bandingkan per ee per indikator kalau 21:50 kita dibandingkan dengan e Vietnam, 21:53 Indonesia itu yang biru misalkan ya, 21:55 kita cuman ada menang di marketnya doang 21:57 gitu. Cuman di menang di market tapi 21:59 coba creative output-nya kita jauh lebih 22:01 kalah, institusinya jauh lebih kalah, 22:04 kemudian eh dari sisi knowledge dan 22:06 teknologi output kita jauh lebih kalah. 22:08 Begitu juga dengan Malaysia. Malaysia. 22:10 Bahkan 22:12 mereka 22:13 bisa marketnya itu lebih tinggi 22:15 dibandingkan dengan Indonesia gitu. Nah, 22:17 ini yang yang jadi persoalan juga dan 22:21 wujudnya seperti ini. Ee kita kita 22:24 ngomongin bisnis ya. Saya beberapa kali 22:26 ketemu sama teman-teman dari bisnis yang 22:29 walaupun dia bisnis teknologi ataupun 22:31 bisnis lainnya itu selalu mengatakan 22:33 bahwa di Vietam itu ketika kita bicara 22:36 mengenai regulasi, kita bicara mengenai 22:38 institusi, mereka lebih jelas gitu. 22:41 Indonesia ketika kita mauembangun untuk 22:45 di kawasan manah kawasan katakanlah 22:47 kawasan di ee di Jawa Timur gitu. Nah, 22:52 harganya itu sudah lebih mahal lagi 22:54 gitu. harganya bisa naik berkali-kali 22:56 lipat ketika ada ee di sana ada ee mau 23:00 pembangunan pabrik gitu, itu pasti 23:02 harganya berkali-kali lipat. Kemudian 23:05 kita ee mengetahui bahwa ya bisa 23:08 dibilang kalau kalau dari sisi regulasi 23:12 ya, dari sisi regulasi misalkan ya 23:14 Vietnam menawarkan regulasi yang lebih 23:16 pasti gitu. Nah, sedangkan di Indonesia 23:18 ini sendiri walaupun sudah ada 23:20 Undang-Undang Cipta Kerja dan sebagainya 23:22 itu belum menimbulkan efek yang cukup 23:25 besar untuk bisa menarik investasi untuk 23:28 masuk ke dalam negeri gitu. Contohlah 23:31 itu kawasan KIT Batang gitu, kawasan 23:34 industri terbantu Batang. Bali sendiri 23:36 mengatakan bahwa ee kawasan industri 23:38 batang itu enggak ada master plan gitu, 23:40 enggak ada perencanaan gitu kan. Nah, 23:43 itu yang jadi persoalan juga gitu kan. 23:45 bagaimana ee industri itu mau masuk 23:47 ketika masterpl enggak ada. Terus 23:49 masterpl enggak ada, otomatis sebenarnya 23:51 dari sisi regulasi, dari sisi institusi 23:53 itu tidak terencana dengan baik, gitu. 23:55 Makanya ini yang jadi ee ketinggalan di 23:58 situ. Nah, nah saya coba share screen 24:03 yang 24:05 kedua. 24:07 Nah, mana ya? 24:10 Nah, akhirnya kita bisa berkesimpulan 24:14 bahwa ini akan menimbulkan problem yang 24:16 cukup cukup ee cukup ee e cukup pelik 24:20 gitu kan. Kita bisa tidak keluar dari 24:23 jebakan kelas menengah. Nah, kalau kita 24:25 lihat dari GI per kapita, G nasional 24:29 income per kapita, kita masih cukup 24:30 rendah. kita ee susah untuk mengejar 24:33 Korea. Korea Selatan itu ketika tahun 24:36 6-an GNI-nya itu sama dengan GNI 24:39 Indonesia. Tapi ketika tahun 2022 24:42 Indonesia itu masih berada di ya di 24:47 angka 3 3.000-an ya 3.000-an ee Korea 24:52 sudah angka diangka 32.000 untuk GNI per 24:55 kapita ee GNI per kapitanya gitu. 24:59 Jadi sangat jauh sekali bahkan 10 kali 25:01 lipatnya gitu kan. Dan ini menjadi PR 25:04 ketika kita tidak bisa keluar dari 25:07 middle income trade ketika eh GNI kita 25:10 itu masih berada di angka angka 4.000-an 25:12 karena mereka ya bisa dibilang harus 25:15 keluar ada di angka 10.000an lebih gitu. 25:18 Nah, itu masih jauh sangat jauh sekali. 25:20 Nah, ini juga terekap juga dari 25:26 eh GN G indeks gitu. Bahkan kalau kita 25:30 lihat dengan eh tadi ya JNI per kapita 25:33 kita tertinggal dan sebagainya, kita 25:35 menimbulkan gini indeks kita yang 25:37 semakin timpang gitu. Kalau kita lihat 25:40 di tahun 2023 indeks kita ada di angka 25:42 0,38. 25:44 Padahal di tahun 2010 ya, 2010 itu kini 25:49 indis kita ada di angka 25:51 0,378. Jadi ini walaupun kita kalau kita 25:54 tarik dari 2011 kita kita turun, tapi 25:57 dibandingkan dengan tahun 2011 ke bawah 25:59 kita ee cukup timp saat ini. Nah, ini 26:03 yang yang diakibatkan tadi itu tadi ada 26:06 dialisasi dan sebagainya. Nah, ee ini 26:09 yang yang ee terjadi dan saya rasa ini 26:13 ee bisa menimbulkan beberapa masalah 26:16 yang yang tadi disebutkan oleh Bang 26:18 Mardani ketika industri itu diaran dan 26:20 sebagainya. Nah, satu lagi masalahnya 26:23 adalah yang kita hadapi adalah efisiensi 26:25 ekonomi kita yang di mana nilai ekor 26:28 kita itu tinggi. Nilai ekor kita itu di 26:30 2009 aja tuh kita ada di angka 6,6 dan 26:34 kalau sekarang mungkin angkanya ada di 26:36 angka 6,8 sampai 7 gitu. Nah, semakin 26:39 tinggi ekor semakin juga tidak efisien 26:42 tidak efisiennya ekonomi kita gitu. Nah, 26:45 ketika ekonomi kita enggak efisien, maka 26:47 pertumbuhan akan tumbuh stunting atau 26:50 tidak tumbuh e optimal, gitu. Makanya 26:52 kalau kita lihat dari grafik ini bisa 26:54 dikatakan ketika ekor itu naik, ya, ekor 26:58 itu naik, GTP itu semakin melambat gitu. 27:01 Dan ini adalah PR bagi kita, bagi 27:04 pemerintah bagaimana untuk ee bisa 27:08 membuat 27:09 kebijakan-kebijakan yang dia bisa 27:11 menurunkan ee ekor kita. Nah, ini 27:14 masalahnya apa sih ya tadi? Masalahnya 27:16 dari sisi korupsi, dari sisi birokrasi 27:18 yang enggak efisien dan sebagainya yang 27:20 membuat untuk kita investasi misalkan 27:23 untuk membangun ee jembatan itu butuh 27:26 modal 10 miliar tapi dengan ekor yang 27:29 lebih tinggi itu membutuhkan ee sekitar 27:33 13 miliar atau sampai 15 miliar. Artinya 27:36 ekonomi itu engak efisien 3 miliar untuk 27:38 storansi A, 3 miliar untuk storansi B 27:41 dan sebagainya. Makanya efisiensi 27:43 ekonomi kita itu cenderung jelek, lebih 27:46 jelek dibandingkan dengan negara ASEAN 27:48 lainnya. Jadi, inilah yang menyebabkan 27:50 ee investasi itu enggak mau masuk. 27:52 Terjadi deindustrialisasi prematur kalau 27:56 bisa saya bilang. Dan saya rasa ini 27:58 adalah problem yang harus diselesaikan 28:01 apabila Indonesia tidak ingin menjadi 28:04 Indonesia cemas tahun 28:06 2045. Itu mungkin masi pengantar dari 28:09 saya. 28:17 Baik, terima kasih Pak Naul. Tadi 28:19 data-datanya sangat menarik dan sekarang 28:22 kita dengar dulu dari Pak Agus Eko. 28:24 Dipersilakan, Pak. 28:28 I terima kasih, Mas 28:31 ee asalamualaikum warahmatullahi 28:33 wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sehat 28:36 untuk kita semua. ini yang kedua eh 28:40 ketiga kedua atau ketiga kita ee gabung 28:44 di ee 28:47 caranya ee apa ini 28:51 leader apa Mas? Ini izin share ya. 28:54 Indonesia leader stall Pak. Iya 28:57 Indonesia leader 28:58 stok. 29:01 Iya. Ee sudah bisa share Mas ya? Bisa, 29:04 bisa, Pak. Silakan. 29:11 I kelihat Mas ya. 29:18 Oke. Jadi kalau mungkin menyambung dari 29:20 Mas Nel Huda ya yang kalau kita amati 29:23 memang kita coba cek 29:26 di ee long term growth kita sebenarnya 29:31 apakah trajektory kita mengarah pada ee 29:34 pertumbuhan yang yang ee apa menjanjikan 29:39 ataupun mungkin memang kita harus berada 29:42 pada ee effort yang harus lebih ee besar 29:45 lagi untuk mencapai ee target tersebut 29:48 Ya, ini kalau kita amati memang ee kita 29:51 sudah mengalami ee apa pertumbuhan emas 29:56 kita itu yang sudah lewat. Jadi kalau 30:00 kita track dari jangka panjang misalnya 30:03 ya 61 sampai 2020, maka ee setelah ee 30:10 pasca krisis kita di 30:13 2000 atau 30:15 99 sampai sekarang itu boleh dikatakan 30:18 trennya itu mengalami penurunan yang 30:21 yang konsisten. Nah, ini yang coba kita 30:24 lihat karena itu ee problema yang 30:28 mungkin sangat terkait tentu berkaitan 30:32 bukan dalam jangka pendek tapi lebih 30:34 pada ee jangka panjang. ee bagaimana 30:38 tata kelola ee ee ekonomi kita, 30:42 bagaimana ee sumber daya manusia kita, 30:45 dan bagaimana iklim bisnis yang ee bisa 30:49 kita ee kembangkan menjadi salah satu 30:52 problema yang ya yang pelik. Artinya 30:55 kita berada pada ee rangkaian ee tren ee 31:02 pertumbuhan yang menurun. ini yang tentu 31:06 bahwa pertanyaannya bagaimana ee ee 20 31:11 tahun ke depan jangka panjang kedua itu 31:15 menjadi titik balik untuk mengarahkan 31:18 pada ee upswing dari pertumbuhan ekonomi 31:22 ee ke 31:24 depannya. Kalau tidak, maka ee problema 31:27 akan semakin pelik sekali. kita menjadi 31:31 pada ee kondisi di mana ekonomi ee bonus 31:36 demog demografi kita terlewatkan begitu 31:39 saja. Dan ini ee 31:42 istilahnya ee yang umum di para ekonomi 31:45 itu kita bisa tua sebelum kaya. Ini yang 31:49 saya kira e bagaimana kita 31:51 mengantisipasinya. 31:55 Nah, kalau kita lihat misalnya apakah 31:57 mampu enggak kita kita melakukan 31:59 beberapa proyeksi yang sudah kita 32:02 lakukan yang sementara memang masih 32:05 perlu kita godok terus. Maka kalau kita 32:09 ee asumsikan bahwa ee pertumbuhan ee 32:14 target 32:16 5% ee dengan ee thresh seperti ini ee 32:23 kemungkinan kita bisa keluar ya. Artinya 32:28 dengan prasyarat bahwa ee pertumbuhan 32:32 itu konstan 5%. 32:35 itu kita per 32:37 2043 pun kita akan sampai tentunya ini 32:40 dari ukuran ee ee ee saat ini 32:44 ya. Nah, kalau kita mampu tumbuh 32:49 7%, 6% atau 7% maka itu akan kemungkinan 32:53 bisa ee apa lebih cepat lagi. Ini baru 32:57 proyeksi yang tentu sangat sangat kasar 33:01 sekali. 33:03 Tapi paling tidak hal ini 33:06 mengindikasikan bahwa ada kemungkinan 33:08 kita bisa ee mencapai pada proses itu. 33:12 Nah, dari situlah kemudian tapi 33:14 bagaimana tantangannya? Nah, ini yang 33:17 saya kira sangat mendasar sekali. 33:20 Problema, sangat e berat sekali. Kalau 33:23 kita pakai data ee 33:26 200023 misalnya, maka pertumbuhan dari 33:31 ee industri kita itu hanya sekitar 3,9%. 33:36 Masih di bawah 5% agriculture kita 33:39 yang ee ee ee lebih rendah lagi yaitu 33:45 3,3% on average ya ini ya. Nah, karena 33:48 itu untuk mencapai itu tentu ee ee ee 33:52 bagaimana kita harus apa mendorong 33:56 pertumbuhan ee manufaktur kita ee sampai 34:00 pada level 5% misalnya atau sok bisa 6%. 34:04 Dan ini yang tentu ee ee dan juga 34:06 agriculture kita harus kita dorong bisa 34:09 mampu tumbuh tumbuh ee ee ee cukup cukup 34:13 ee signifikan misalnya 4,2% atau 34:16 mendekati 5%. Ini tidak tidak mudah 34:19 kalau kita lihat dari apa yang ada saat 34:22 ini. Ee data yang sama untuk periode 34:25 yang sama ternyata kalau kita lihat maka 34:28 growth dari output growth itu masih 34:31 sangat rendah sekali. mungkin hanya 34:33 kelapa sawit dari sisi pertanian yang 34:34 bisa tumbuh atau mungkin ee ee apa 34:37 produksi ayam dan telur yang masih 34:40 tumbuh di atas ee 10% dan mungkin 34:42 mendekati 10% di e ayam dan telur yang 34:46 lainnya itu hampir semuanya di 0 kom 34:49 atau sampai 3% paling enggak dan ini 34:52 yang tentu problema berada 34:55 pada faktor total faktor produktif yang 34:58 rendah dan misalnya ee semuanya nya 35:02 hampir semuanya yang kita beri tanda 35:04 merah itu 35:05 negatif. Dan misalnya di kelapa sawit 35:08 yang faktor pendorongnya adalah hanya 35:11 perluasan lahan misalnya dan ini yang 35:12 tentu ee bagaimana ee kualitas tenaga 35:15 kerja 35:17 kita ee ee apa machinery untuk 35:21 agriculture juga tidak cukup berdampak 35:24 signifikan. bahkan ee fertilizer atau 35:28 penggunaan obat-obat juga ee tidak cukup 35:32 signifikan 35:33 pada upaya mendorong pertumbuhan 35:36 pertanian kita. Dan ini yang tentunya ee 35:40 apa akan 35:42 pelik bisa di bila dikaitkan dengan ee 35:45 kemiskinan ekstrem yang yang masih 35:48 tinggi sekali dan juga tentu kaitannya 35:51 dengan stunting yang sampai saat ini pun 35:55 dengan data yang 35:56 ada bisa jadi masih jauh dari target di 36:00 2024 dan ini yang kemungkinan di ee isu 36:04 yang dikaitkan dengan ee ee Mas ee 36:09 Nuruda tadi bahwa ee bagaimana anggaran 36:13 negara di bidang prioritas itu sangat 36:16 besar dan mungkin tidak efektif untuk 36:19 mencapai sasarannya baik untuk 36:21 pendidikan, kesehatan, perlindungan 36:23 sosial maupun ee ketahanan pangan. Dan 36:26 ini yang ee yang tentu kalau kita ee 36:31 kaitkan dengan ee apa sebenarnya 36:33 tantangan ke depannya, maka paling tidak 36:35 ada empat aspek yang sangat penting 36:37 sekali untuk di dipecahkan. Yang pertama 36:41 adalah tentu yang pertama bagaimana kita 36:44 mengupayakan ee apa ee ee ketahanan 36:48 pangan, kemandirian pangan kita dengan 36:50 mendorong produktivitas ee pertanian. 36:52 Artinya bagaimana prioritas yang 36:55 pertanian rendah tadi itu bisa didorong. 36:57 Ini berkaitan dengan tentu adalah 36:59 bagaimana tenaga kerja di sektor 37:02 pertanian ini bagaimana memperkuat, 37:04 bagaimana mendorong para pemuda ini bisa 37:07 pemuda ee ee produktif ini bisa ee 37:11 terjun ke dunia pertanian. Dan ini tentu 37:14 tidak mudah ya artinya ee bagaimana 37:17 dengan eh term of trade dari pertanian 37:19 yang terus mengalami penurunan akan 37:23 menarik ee ee pemuda e milenial untuk 37:26 bisa masuk pada ee sektor pertahanan 37:29 ini. Yang kedua adalah stagnasi 37:31 pertumbuhan industri manufaktur. kita 37:34 sepakat bahwa hampir semuanya saat ini 37:36 kita mengalami 37:38 diindustrialisasi prematur yang kalau 37:40 kita lihat maka pertumbuhan ee industri 37:43 ini masih jauh dan sangat jauh sekali 37:45 dari pertumbuhan ee ekonomi kita. 37:48 Akibatnya apa? tentu bahwa pertumbuhan 37:51 ekonomi tidak cukup berkualitas dalam 37:53 konteks memberikan mampu memberikan 37:56 kesempatan kerja yang cukup ee ee 38:00 signifikan pada tenaga kerja ee kita. 38:04 Karena kita tahu bahwa industri ini 38:06 memiliki biasanya memiliki ee ee apa 38:11 memberikan kesempatan yang lebih luas 38:14 dalam penyerapan kerja bisa bisa bila 38:17 bisa tumbuh secara cukup 38:19 signifikan. Yang berikutnya adalah 38:21 kemiskinan ekstrem dan prevalansi 38:23 stunting. Dan ini akan memiliki dimensi 38:25 eh jangka panjang kita. ini berkaitan 38:27 dengan mungkin ini efisiensi dan tadi 38:29 tata kelola sistem jaminan dan 38:31 perlindungan sosial kita ya itu yang ee 38:35 dan tentu ee bagaimana kemudian 38:37 inefisiensi tata kelola sisteman sosial 38:40 kita itu tidak cukup responsif terhadap 38:43 ee ee problem-pro yang 38:46 yang ada di depan kita. misalnya 38:48 tingginya risiko kebencanaan, perubahan 38:50 iklim, dan juga ee ee ee problema ee 38:54 kemiskinan ee ee ee ekstrem. Nah, ini 38:58 yang bisa jadi berkaitan dengan 38:59 ketidakfektifan belanja pemerintah baik 39:02 dari sisi program transfer daerah ee 39:05 termasuk juga dana desa dan tata kelola 39:07 ee ee ee ee pendidikan dan ee kesehatan 39:11 kita. Dan ini yang tentu ee memiliki 39:14 dimensi yang sangat penting sekali untuk 39:16 memperkuat ee ee sumber daya manusia 39:19 kita ke depannya. Tantangan-tantangan 39:21 ini yang saya kira ee ee menjadi 39:24 prasyarat ya prasyarat ee kita untuk 39:28 bisa mampu tumbuh ee ee seperti target 39:31 yang diinginkan. Dan tentu ini menjadi 39:33 sangat ee mendesak sekali ee bagaimana 39:37 ee ee melakukan terobosan-terobosan ee 39:40 kebijakan yang mampu ee 39:43 menggerakkan memecahkan problema e 39:45 jangka panjang kita yang berkaitan 39:48 dengan ee ee ee misalnya ee pendidikan, 39:54 kesehatan, ee skill kita, tenaga kerja 39:57 yang lebih produktif dan lain 39:59 sebagainya. Dan tentu ini ee ee bukan 40:03 hanya ee problema pada level ee 40:06 pemerintah ee pusat, tapi juga 40:09 pemerintah ee daerah. Bagaimana besarnya 40:12 transfer daerah dan juga dana desa mampu 40:15 memberikan ee ee ee efek positif 40:19 terhadap pembangunan ee sektor pertanian 40:21 kita. 40:26 Misalnya saya kira demikian, Mas Haldi. 40:30 Ee tentu tantangan tidak mudah. Jadi ee 40:34 ee sangat mendasar sekali untuk kita 40:36 bisa mampu tumbuh ee secara signifikan 40:40 ke depannya. Demikian, terima kasih. 40:42 Asalamualaikum warahmatullahi 40:44 wabarakatuh. Waalaikumsalam 40:46 warahmatullahi. Terima kasih ee Pak 40:49 Agus. 40:51 ee kita diskusi sekarang ya. Nanti 40:53 sambil nunggu mungkin Bung Roki semoga 40:54 bisa bergabung dan juga Pak Mardani. Ee 40:58 mungkin kita terkait dengan ini Pak 41:02 ee negara kita ini kan katanya negara 41:04 yang besar ya dan mengurus negara besar 41:07 ini mungkin tidak mudah. Eh, dan ada 41:10 tadi eh Mas Nailul juga mengatakan kita 41:14 seperti belum bisa keluar juga dari 41:16 middle income trap eh country gitu ya. 41:19 Dibanding mungkin mengurus negara kecil 41:21 seperti 41:22 Singapura ee rakyatnya sedikit ya urus 41:27 ee enggak banyak yang harus diurus dan 41:30 saat ini juga sebagian besar sudah tidak 41:32 perlu banyak yang disubsidi gitu ya. 41:35 Nah, untuk negara sebesar ini kira-kira 41:38 terobosan utamanya apa, Pak? Ya, ya, 41:41 yang bisa dilakukan oleh pemimpin negara 41:43 ini untuk membawa negara kita ini maju. 41:46 Ee mungkin seperti salah satu yang bisa 41:49 jadi benchmark itu Cina ya. Ee negara 41:52 dengan jumlah penduduk yang sangat luar 41:54 biasa. Ternyata mereka mampu untuk ee 41:57 maju gitu ya. Dan juga mungkin kalau ee 42:01 yang sebanding juga dengan Amerika sudah 42:03 pasti jumlah penduduknya ee setara 42:06 dengan Indonesia, tapi mereka sudah 42:07 sangat jadi negara maju. Ternyata negara 42:09 dengan penduduk besar juga bisa gitu. 42:12 Tapi ada juga contoh yang lain seperti 42:15 India juga tidak belum begitu maju ya 42:17 walaupun mereka untuk beberapa hal juga 42:19 sudah termasuk leading di dunia. Nah, 42:21 kira-kira untuk ee 42:23 tantangan dengan negara sebesar ini, 42:26 Pak, ee terobosan yang paling penting 42:29 yang perlu dilakukan oleh pemerintah, 42:32 pemimpin kita, terutama ini ada presiden 42:34 baru kita Indonesia agar ini menjadi 42:37 titik tolak kebangkitan bangsa Indonesia 42:40 gitu ya. Yang terobosan paling penting 42:42 itu kira-kira apa dari Pak Agus ya dan 42:45 mungkin nanti setelah itu Pak Nailul ya. 42:47 Mungkin Pak Agus persilakan Pak. 42:50 Jadi menurut saya gini ee yang pertama 42:53 adalah ee investasi yang signifikan 42:56 sudah kita lakukan utamanya di 42:57 infrastruktur ya. Dan ini saya kira 42:59 tantangan besar sekali bagaimana 43:02 infrastruktur itu memberikan spill over 43:04 effect kepada pertumbuhan eh sektor 43:06 industri kita dan ini ee ee apa 43:10 bagaimana ee menghidupkan ee investasi 43:14 menjadi kata kuncinya. Nah, kalau kita 43:17 lihat, maka yang pertama adalah satu 43:20 inklip investasi kita yang harus harus 43:22 kondusif. Kita harus berani melakukan 43:25 terobosan-terobosan terutama di 43:27 pelayanan publik kita. kecepatan 43:30 pelayanan publik termasuk kualitas dari 43:33 ee administrasi 43:36 digitalisasi dan juga ee bagaimana kita 43:39 melakukan promosi investasi ee 43:43 ke luar sehingga ee apa kapital inflow 43:47 itu bisa terjadi. Nah, ini yang saya 43:50 kira yang pertama dalam konteks itu ee 43:53 mulai dari ee bagaimana kita paling 43:57 tidak mengupayakan ee produk apa yang 44:00 bisa di 44:01 di ditingkatkan untuk di setiap ee 44:06 katakanlah jalur ee apa infrastruktur 44:09 kita yang kita bangun mulai dari jalan 44:12 ee jembatan ee ee pelabuhan dan ee lain 44:16 sebagainya. ini saya kira sangat penting 44:18 sekali karena mau tidak mau maka ee 44:21 kalau itu tidak terjadi maka ee 44:23 infrastruktur kita akan terdepresiasi 44:25 secara signifikan. Ini yang penting. 44:28 Yang berikutnya adalah ee bagaimana 44:32 ee apa berani untuk berada pada upaya ee 44:38 mendorong ee kualitas tenaga kerja kita 44:42 ya. bukan hanya ee yang di yang langsung 44:48 ee dihasilkan oleh pendidikan kita, tapi 44:51 juga ee lembaga-lembaga pelatihan kita 44:54 yang kita hidupkan ee bagaimana secara 44:57 cepat mampu meng-upgrade ee 45:01 lulusan-lulusan ee ee ee sekolah 45:04 menengah maupun perguruan tinggi. Ini 45:06 saya kira sangat ee penting sekali. Nah, 45:09 berikutnya adalah ee bagaimana ee 45:13 menjaga ee atau menurunkan ee tingkat 45:17 bunga yang masih cukup signifikan ee di 45:20 kredit kita. Dan ini saya kira ee 45:23 penting sekali dan bagaimana ee 45:27 mendorong perbankan ya untuk mampu 45:32 meningkatkan ee kecepatan dalam alokasi 45:35 kredit akan lebih lebih ekspansif dan 45:37 ini yang ee tanpa di upaya untuk 45:41 mendorong investasi di semua lini ya 45:45 termasuk di sektor pertanian. 45:48 fokus fokusnya yang terpenting menurut 45:50 saya ada di pertanian dan di industri 45:52 kita. Ee tentu bagaimana ee menciptakan 45:57 industri-industri baru ya, apakah 45:59 melalui digital atau apakah melalui ee 46:02 katakanlah sirkular ekonomi di mana ee 46:05 bagaimana menggunakan bisnis-bisnis eh 46:08 apa pengelolaan reuse, recycle dan 46:11 sebagainya. ee ataupun dengan ee 46:14 katakanlah ee eh blue blue ekonomi. Ini 46:18 yang saya kira ee penting sekali ee 46:21 kemampuan teknologi harus dipercepat 46:23 sehingga ada lompatan yang 46:25 signifikan pada ee ee sektor ee apa 46:31 industri dan juga investasi harus 46:33 dimulai dari situ. Tanpa itu 46:36 tidak dilakukan maka ee kita akan 46:39 kejebak pada ee ee pertumbuhan yang stak 46:45 pada level mungkin sekitar 5% atau bisa 46:48 turun dengan gejolak ee ekonomi global 46:51 yang ada. Saya kira itu Mas Heldi. 46:54 Sementara. 46:56 Terima kasih, Pak Agus. Sekarang ke Pak 46:58 Nailul. Pertanyaan sama, Pak. Kira-kira 47:00 terobosan apa dengan negara sebesar ini 47:03 yang perlu dilakukan? Ya, sudah pasti 47:05 kita berbeda mungkin dengan Singapura 47:07 dan negara-negara yang penduduknya 47:08 mungkin lebih sedikit. 47:11 Iya. Iya, Mas. Ee memang terobosan ini 47:14 kan yang kita harapkan ya, tapi memang 47:17 bukan terobosan dalam menciptakan 47:20 ataupun mengundangkan Undang-Undang 47:22 Cipta Kerja gitu. Itu kan Undang-Undang 47:24 Cipta Kerja kan juga tidak terbukti gitu 47:27 kan. sampai saat ini pun ee dia hanya 47:30 memindahkan tenaga kerja yang tadinya 47:32 dia buka di Banten, dia akhirnya pindah 47:35 untuk mencari daerah dengan UMR yang 47:38 lebih rendah gitu kan. Itu kan yang 47:39 terjadi kan sebenarnya. Terus kemudian 47:42 yang bisa dilakukan apa gitu kan. Nah 47:44 tadi e Pak Agus Sekol juga sudah 47:46 menjelaskan mengenai teknologi dan 47:48 sebagainya karena ini seperti ini Mas 47:51 kita ee berbicara mengenai jangka 47:54 menengah dan jangka panjang gitu kan. 47:55 Tentu kalau kita mengomongin pendidikan 47:58 itu sudah jangka panjang. Tapi itu 48:00 sesuatu yang harus dilakukan ke depan 48:02 agar nanti ketika masuk tahun 48:05 2045 untuk usia produktivitas sudah 48:08 berkualitas gitu kan. Nah, kita ee 48:10 melihat pendidikan ini menjadi salah 48:12 satu upaya untuk dalam jangka panjangnya 48:14 dan upayanya seperti apa ya tadi untuk 48:17 meningkatkan dari sisi ee bisa skor 48:20 misalkan bisa skor selama ini Mas ini 48:23 tidak ada tidak pernah masuk dalam 48:25 target-target di Kemendikbud gitu kan. 48:28 Nah, bahkan kalau kita lihat e Masadi 48:31 kita sudah pernah ngobrol dengan ee ya 48:34 pejabat di Kemendikbud Rek Dikti ya itu 48:38 ee tidak menganggap bahwa bisa itu 48:41 adalah data-data yang dia dianggap benar 48:44 gitu kan. itu kan yang ee salah dalam 48:47 artian, salah pengertian mengenai visa 48:49 itu seperti apa. Nah, kemudian kalau 48:51 kita lihat dari sisi ee outcome-nya ini 48:54 yang kita harapkan adalah ada kenaikan 48:56 dari sisi human capital index. Human 48:59 capital index kita naik, otomatis 49:01 sebenarnya SDM kita juga sudah siap 49:03 untuk menghadapi perkembangan teknologi 49:05 yang semakin cepat. Nah, ketika ini 49:07 semua sudah ee dalam jangka panjang 49:09 sudah ee berjalan, yang kita yang kita 49:12 harapkan itu adalah ada di sisi 49:15 peningaran teknologi, peningkatan 49:16 inovasi, dan sebagainya. Karena kalau 49:18 kita lihat dari sisi teori ekonomi 49:20 sebenarnya ketika memang pertumbuhan 49:22 ekonomi itu stagnan maka yang bisa 49:24 mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah 49:26 dari sisi teknologi atau dari sisi ee ee 49:30 variabel XOP-nya adalah teknologi. 49:32 Makanya ketika teknologi itu meningkat 49:34 itu otomatis akan diiringi dengan ee 49:36 peningkatan pertumbuhan ekonomi itu. 49:38 Seperti terjadi di Vietnam. Vietnam itu 49:41 ketika ya bisa dibilang ee negaranya 49:45 enggak jauh lebih baguslah daripada 49:46 Indonesia gitu kan. tapi mereka ee mampu 49:49 untuk bisa ee meningkatkan ee 49:52 kesejahteraan masyarakatnya. Mereka 49:54 mampu untuk meningkatkan dari sisi 49:56 teknologi, dari sisi regulasi dan mereka 49:59 meningkat, akhirnya mereka bisa tumbuh 50:01 lebih cepat gitu kan. Nah, di Indonesia 50:04 itu yang dilakukan adalah menciptakan 50:06 Undang-Undang Cipta Kerja gitu. Di mana 50:08 Undang-Undang Cipta Kerja itu malah 50:10 men-downgrade dari sisi ee tenaga kerja, 50:12 dari sisi kualitas lingkungan yang 50:14 sebenarnya itu harusnya kita jaga gitu 50:16 kan. lingkungan itu kan yang harus kita 50:18 jaga yang pada akhirnya Undang-Undang 50:19 Cipta Kerja itu menegasikan faktor 50:22 lingkungan untuk ee resiko-resiko bisnis 50:25 tertentu gitu. Jadi ini ya yang 50:27 sebenarnya ee harus dilakukan Aldi bukan 50:30 dengan cara menetakkan Undang-Undang 50:33 Cipta Kerja gitu kan. Bahkan kalau kita 50:35 lihat di tahun 2019 pun e Undang-Undang 50:38 revisi Undang-Undang KPK itu semakin 50:39 melemahkan yang artinya kualitas 50:41 demokrasi kita, kualitas untukan korupsi 50:44 kita semakin turun. Nah, artinya adalah 50:46 dari sisi efisiensi ekonomi itu juga 50:48 akan turun gitu. Ekonomi kita tidak 50:51 semakin efisien karena terjadi pungli 50:52 dan sebagainya, koruptif dan sebagainya 50:54 yang saya rasa itu malah merusak ee 50:56 bangsa Indonesia ke depan gitu. Nah, 50:58 makanya inilah yang salah satu ee saya 51:01 ada tulisan itu salah satu dosa terbesar 51:04 Jokowi adalah menciptakan Undang-Undang 51:06 ee Cipta Kerja. 51:10 Baik, terima kasih Pak Nailol dan 51:12 sekarang sudah bergabung bersama kita Bu 51:14 Roki. Selamat malam. Asalamualaikum Bu 51:16 Roki. Waalaikumsalam. Selamat malam. 51:18 Maaf sekali ya. Saya tadi kehilangan 51:21 akses itu. Ada apa soalnya? I tema kita 51:24 ee pada malam ini terkait dengan 51:27 ekonomi. Kita sekarang menuju Indonesia 51:29 emas ataukah Indonesia cemas ya. Dan 51:32 sekarang kita ada momentum 17 Agustus. 51:34 pergantian sebentar lagi akan ada ee 51:37 pergantian presiden baru gitu ya dan 51:40 juga ee di kita juga sedang menyusun RJP 51:44 draft 51:46 2025-2045 dan juga ee segera memasuki 51:50 masa di mana ee ancaman krisis global 51:53 juga akan sedang terjadi mungkin di 51:56 tahun ini dan juga di tahun depan. 51:58 Bagaimana Bung Rocking melihat kondisi 52:00 ekonomi kita? Benarkah ee optimis kita 52:03 akan menuju Indonesia emas seperti yang 52:05 dicita-citakan ataukah Indonesia cemas? 52:09 Dua-duanya tidak akan terjadi. Tidak 52:10 akan ada 52:11 emas dan tidak akan ada cemas. Yang ada 52:14 adalah lemas. 52:18 Karena kita lemas melihat keadaan tu 52:20 tadi. Betul ujung dari pembicaraan e 52:23 perekonom tadi yang berbicara itu bahwa 52:26 utamanya soal efisiensi, tetapi itu kan 52:29 bagian internal dari perencanaan. Ketika 52:32 semua faktor sudah dihitung, maka faktor 52:35 teknologi disumbangkan untuk backup 52:37 kalau ee tingkat pertumbuhannya kurang, 52:40 efisiensi juga untuk backup. Semua itu 52:42 untuk backup. Tetapi yang berbahaya 52:45 adalah persepsi publik tentang backup 52:48 itu sendiri. Kan itu dasarnya tuh kalau 52:51 dat makronya kita lihat ada 52:53 industrialisasi kemampuan teknologi kita 52:56 untuk me-backup itu juga ya masih ya 52:59 masih sangat terbatas tuh kita mulai 53:01 cemas tidak kita mulai lemas. Jadi yang 53:05 emas itu hanya kita 53:07 bayangkan seandainya semua faktor 53:10 cetisparibusnya itu dipersiapkan itu kan 53:13 sebetulnya ya oke dalam ekonomi ada cet 53:16 paribus tetapi di dalam perencanaan yang 53:18 rasional sekarang ada keadaan irasional 53:21 orang tidak percaya bahwa transisi dari 53:24 Pak Prabowo ke Pak Jokowi itu akan mulus 53:26 sehingga semua pengandaian ekonomi itu 53:29 bisa dipastikan berjalan secara linear 53:31 kan yang terlihat sekarang adalah zikzak 53:33 kita enggak tahu apa ee konsep Pak 53:36 Prabowo tentang ekonomi sirkuler. Apakah 53:38 ekonomi sirkuler itu sirkuler dengan 53:41 dalam pengertian yaitu hijau tapi 53:44 kemudian dipakai batu bara tuh untuk 53:46 menghasilkan energi yang hijau ada 53:48 energi kotor atau semua energi itu 53:50 dibikin hijau tetapi sekali pakai habis 53:52 gitu kan sirkuler artinya demikian 53:55 seterusnya tidak akan pernah berubah 53:57 tetapi jumlah jumlah panas yang 53:59 dikeluarkan oleh proses sirkuler itu 54:01 bisa diefisienkan nah itu yang belum 54:03 kita lihat tuh jenis sirkuler apa yang 54:05 akan dipakai oleh Prabowo untuk 54:07 menghidupkan bukan ee mesin-mesin 54:09 ekonominya tuh. Yang kedua adalah 54:11 tekanan internasional yang makin lama 54:13 makin kuat ke Indonesia. Karena tutupan 54:15 hijau kita itu ternyata buat 54:17 senegara-negara barat itu terupa 54:19 anak-anak Budha itu tutupan hijau karena 54:21 sawit, tutupan hijau karena lapangan 54:23 golf, bukan tutupan hijau karena 54:25 biodiversitas dari e hutan itu sendiri. 54:28 Jadi problem-problem tekanan politik ini 54:30 yang akan membuat persepsi tentang 54:33 kemajuan ekonomi atau pertemunan ekonomi 54:35 bisa batal di tengah jalan. Apalagi 54:37 kalau kita lihat hari-hari ini, 54:40 stabilitas politik itu kan faktor yang 54:42 memungkinkan kita menghitung kembali 54:44 ekonomi di luar variabel-variabel 54:46 ekonomi sendiri. Nah, kita tidak lihat 54:47 ada stabilitas politik. Gerakan 54:49 mahasiswa tadi siang marak di mana-mana 54:52 tapi tidak ada satuun station radio yang 54:54 yang memperlihatkan itu. Kita hanya 54:55 dapat laporan bahwa gerakan mahasiswa 54:58 demo demo e terhadap Jokowi itu 55:00 dikendalikan oleh aparat dan ee media 55:03 massa jarang untuk meliput. Jadi semua 55:05 hal yang kita tahu menjadi faktor yang 55:08 bisa membatalkan persepsi tentang ee 55:11 pertumbuhan ekonomi atau ee ekonomi yang 55:13 bisa kita ee kembalikan fungsi primernya 55:16 yaitu faktor manufaktur diutamakan pada 55:19 saat deindustrialisasi berlangsung, 55:21 ketersediaan energi yang juga belum bisa 55:24 dipastikan bahwa itu akan sustainable. 55:26 Jadi, semua hal itu yang kita sebut 55:28 sebagai ee dugaan ekonomi akan tumbuh 55:32 sangat tergantung pada dua hal. pertama 55:35 persepsi terhadap politik stabil apa 55:38 tidak stabil di dalam ee transisi ini. 55:40 Yang kedua, persepsi kita terhadap apa 55:43 yang akan dijanjikan oleh Pak Prabowo. 55:45 Kan kalau Pak Prabowo misalnya dari awal 55:47 sudah mengatakan, "Oke, Menteri Keuangan 55:49 akan datang dari sektor fiskal bukan 55:51 dari sektor moneter." Itu berarti sudah 55:53 tahu Pak akan ada stage spending di 55:55 situ. Pajak akan ditambahkan di dalam 55:58 perencanaan. Tapi kan sampai sekarang 55:59 kita enggak tahu siapa menteri 56:00 keuangannya, siapa menteri ee ee 56:03 SDM-nya. Jadi itu yang membuat pasar 56:06 mungkin mengira bahwa Indonesia masih 56:09 membutuhkan variabel tambahan untuk 56:11 meyakinkan pasar bahwa ini adalah layak 56:13 investasi, kan. Jadi saya kira faktor 56:16 utamanya adalah soal ee politik dan itu 56:20 yang sering kita katakan bahwa kalau 56:22 seorang ekonom ee mulai berbohong, kita 56:25 bisa duga b ada faktor politik di 56:27 belakang dia kan. eh ada prinsip bahwa 56:29 economic doesn't lie, economis does itu. 56:32 Nah, ekonomis ini adalah orang-orang 56:34 yang disewa negara untuk memanipulasi 56:37 opini publik melalui data-data yang yang 56:39 kadang kala kita anggap ya iya ee 56:42 inflasi kurang apa inflasi terkendali, 56:44 gin rasio terkendali itu terlihat 56:46 pertumbuhan ekonomi. Tapi kalau kita 56:48 bicara dengan pemain ekonominya di 56:50 sektor retil itu sekarang mungkin 56:52 gerai-gerai makanan siap saji itu ee 56:56 tinggal mingguan karyawannya tuh disewa 56:58 mingguan tidak lagi ee ada perjanjian 57:01 perburuhan supaya menghindari 57:03 kewajiban-kewujan perusahaan dan size 57:05 yang dijual itu makin lama makin 57:07 sedikit. Jadi betul bahwa upaya untuk 57:09 memulihkan ekonomi sangat tergantung 57:12 pada kepercayaan pasar internasional dan 57:15 investor asing terhadap potensi 57:16 Indonesia untuk bertumbuh. Ini itu 57:18 intinya tuh. Dan itu juga tadi soal 57:21 portofolio kabinet dari Pak Prabowo yang 57:23 belum bisa dibaca oleh dunia 57:24 internasional. 57:31 Baik, Bu Rokih. Ee kira-kira optimis 57:34 tidak Pak Prabowo ini akan memberikan 57:38 sebuah arah baru, sebuah perubahan, 57:41 sebuah sebuah cara pemerintahan baru 57:45 dibanding 10 tahun Pak Jokowi sehingga 57:47 kita ada harapan adanya ee Indonesia 57:50 yang lebih baik dibanding dua periode 57:52 pemerintahan Pak Jokowi. bisa optimis 57:55 kalau Prabowo bikin radical break 57:57 tunjukkan pada pasar, tunjukkan pada 57:59 sistem politik global bahwa Prabowo itu 58:01 ekonominya tidak dikendalikan oleh 58:03 Jokowi melalui menteri-menteri yang 58:04 datang dari yang disponsori Jokowi kan. 58:07 Kan itu contoh misalnya Bapak Pak 58:10 Prabowo yang mungkin berpikir untuk 58:12 menghentikan IKN dipaksa oleh Jokowi di 58:14 depan publik untuk memberitahu berapa 58:16 lama Anda bisa ee selesaikan itu ya 58:19 Prabowo dengan diplomatis katakan ya 4 5 58:21 6 tahun kalau bisa dipercepat. hal yang 58:23 irasional, tapi dia mesti ucapkan itu 58:25 secara politis. Walaupun Pak Prabowo 58:28 tahu bahwa itu 30 40 tahun ke depan itu 58:30 juga enggak mungkin IKN itu diselesaikan 58:33 dengan trade of eh makan siang gratis 58:36 kan. Tetapi Prabowo akhirnya di ujung 58:39 dia bilang, "Iya saya mungkin bisa 58:41 pastikan 4 5 6 tahun itu selesai supaya 58:44 Pak Jokowi nanti mungkin masih lihat 58:46 Gibran yang akan e berlokas berkantor di 58:49 situ." Tapi Prabowo kemudian mengucapkan 58:52 kalimat diplomatis. "Tetapi saya bukan 58:55 bukan pakarnya loh, Pak." Maka kita 58:57 tanya pakar. Kalau kita tanya pakar, 58:59 pakar akan bilang itu 50 tahun lagi baru 59:00 selesai. Nah, ini semua hal yang sangat 59:03 sumir di depan kita tuh ada perencanaan 59:05 tetapi 59:07 kepastian-kepastian berhasilnya 59:08 perencanaan itu diganggu oleh psikologi. 59:11 psikologi e eh transisi ini kalau 59:15 transisinya betul-betul radical break 59:17 bahwa kualitas dari ee perancangan 59:20 ekonomi Presiden Jokowi tidak akan 59:23 dilanjutkan oleh Prabowo dan Prabowo 59:25 ucapkan itu di dalam ee waktu yang 59:28 singkat maka gejola-gejola politiknya 59:31 bisa dikendalikan. Kan kalau sekarang 59:33 tetap orang enggak bisa percaya bahwa 59:35 Prabowo bisa ee membuat garis batas yang 59:38 tegas antara sistem ekonomi dia dan 59:40 sistem ekonomi Jokowi. Kan Prabowo ingin 59:43 jadi ee sosialis pertama di Asia itu 59:47 supaya terlihat bahwa kabinet Prabowo 59:49 itu bisa bahkan mendandingi popularitas 59:51 dari Anwar Ibrahim. Kan ini 59:53 ambisi-ambisi yang mesti dibuktikan 59:55 dengan dukungan ekonomi yang bertumbuh. 59:57 Tapi sekali lagi kalau Prabowo tidak mau 59:59 mengatakan bahwa saya akan berhemat, 1:00:01 saya akan ee potong semua anggaran yang 1:00:04 selama ini sebetulnya tugasnya adalah 1:00:06 prosperity tapi ternyata adalah 1:00:08 konsumtif. Nah, kalau itu dia ucapkan 1:00:11 maka orang mulai bikin kalkulasi yang 1:00:13 mana yang akan dipangkas oleh Prabowo. 1:00:15 Sekali lagi itu butuh semacam ketegasan 1:00:17 politik dari Presiden 1:00:21 terpilih. Baik, terima kasih Mokih. 1:00:24 Sekarang Pak Mareni. Pak Marani apa bisa 1:00:26 bergabung 1:00:29 kembali? Oke, masih diajar mungkin ya. 1:00:32 Oke, sekarang ke Pak Agus Eko. Eh, tadi 1:00:36 bagai apa ada tanggapan terkait dengan 1:00:39 ee kira-kira apa yang perlu dilakukan 1:00:42 Pak Pak Prabowo, Pak Agus ya ee agar ee 1:00:47 pemerintahan beliau ini beliau sudah 1:00:49 mengamati sekian banyak periode e 1:00:51 presiden sehingga kita harapkan terutama 1:00:53 yang terakhir Presiden Jokowi sehingga 1:00:56 ee ada perbaikan-perbaikan yang bisa 1:00:58 dilakukan oleh Pak Prabowo. kira-kira 1:01:01 Pak Agus optimis dan kira-kira ee Pak 1:01:04 Prabowo ee apa namanya ee akan melakukan 1:01:09 apa dalam ee mungkin sekitar 100 hari 1:01:11 pemerintahannya dengan kondisi saat ini? 1:01:19 Masih di-mute, Pak. Oke, ya. Jadi, kalau 1:01:22 pandangan saya bahwa ee tentu ee 1:01:27 bagaimana haluan ekonomi kita ya, 1:01:30 bagaimana arah ekonomi kita ee ke 1:01:33 depannya sangat kritikal sekali ee dan 1:01:36 bagaimana ee itu di ee apa dilakukan 1:01:40 secara secara konkret pada beberapa 1:01:43 sektor terpilih. Pandangan kami. artinya 1:01:46 kita tidak bisa ee apa ee terus 1:01:50 melakukan ee apa ee investasi yang ee 1:01:56 sifatnya adalah ee tidak ada 1:01:59 ujungnya dalam konteks bahwa tentu 1:02:02 industri apa yang akan kita kembangkan 1:02:04 ini. Ini yang saya kira pilihan-pilihan 1:02:06 tertentu. apakah ee apa industri ee ee 1:02:11 menghidupkan kembali sektor ee apa ee 1:02:15 labor intensive industry atau tentu 1:02:18 bagaimana kita ee memperkuat ee menurut 1:02:22 saya adalah memperkuat ketahanan pangan 1:02:24 kita, ketahanan masyarakat kita itu 1:02:25 menjadi lebih sangat kritikal sekali 1:02:27 menurut pandangan kami. Pertama adalah 1:02:29 bagaimana mampu mendorong pertumbuhan 1:02:32 sektor pertanian kita. ini kritikal 1:02:35 sekali karena ee bagaimana kita merespon 1:02:38 ee ee perubahan iklim, bagaimana kita 1:02:42 menjaga pertahanan kita ee kita memiliki 1:02:45 sumber daya ee alam yang luar biasa dan 1:02:48 itu tentu sebaiknya menjadi fokus yang 1:02:51 utama karena ee misalnya fenomena 1:02:55 beberapa tahun terakhir di mana katana 1:02:57 gejolak ee harga beras, harga bahan 1:03:00 pokok ee dan lain sebagainya ini menjadi 1:03:03 sangat kritikal memberikan indikasi 1:03:06 bahwa sektor pertanian kita 1:03:08 harus apa memiliki porsi yang 1:03:11 signifikan. Tentu adalah bagaimana 1:03:14 pertama mampu mendorong ee produktivitas 1:03:17 ee pertahanan kita ee baik di ee pangan 1:03:22 ee perkebunan dan lain sebagainya. Yang 1:03:24 berikutnya adalah bagaimana ee 1:03:28 menggerakkan ee ekonomi maritim kita, 1:03:32 bagaimana sektor-pektor maritim kita 1:03:34 yang memang menjadi kekuatan ee apa 1:03:39 sumber daya alam kita 1:03:41 mampu didorong untuk menciptakan 1:03:44 sumber-sumber pertumbuhan baru ee ke 1:03:46 depannya. Apakah itu 1:03:49 misalnya berkaitan dengan ee ee 1:03:53 katakanlah pariwisata dan kemudian ee ee 1:03:58 sumber daya perikanan kita, bagaimana 1:04:01 kita mampu meningkatkan ee pertanian ee 1:04:05 perikanan kita ya dari sisi katakanlah 1:04:08 produksi pertanian ee perikanan tangkap 1:04:12 maupun ee ee budidaya menjadi kekuatan 1:04:16 yang yang 1:04:17 penting saya kira itu. Baik, terima 1:04:21 kasih Pak Agus. Kok sekarang kita ke Pak 1:04:26 Oh, Pak Mardani. Pak Mardani. Eh, siap, 1:04:28 Bang Haldi. Ya, ini pertanyaan yang sama 1:04:32 kira-kira Pak Mardani ee apakah ee ini 1:04:36 kita akan ada pergantian presiden baru 1:04:38 di Pak Prabowo dengan pengalaman Pak 1:04:40 Prabowo sudah mengamati dan mengikuti 1:04:43 beberapa masa pemerintahan presiden ya, 1:04:46 mungkin sejak Presiden Soekarno, 1:04:49 Soeharto, e Gus Dur, Megawati, S.B. BY 1:04:53 ee terakhir Jokowi, beliau sekarang 1:04:56 presiden ke-elapan. 1:04:58 Kira-kira selama perjalanan hidup itu 1:05:00 akan ada enggak ee perbaikan-perbaikan 1:05:02 dari pembelajaran yang beliau lihat 1:05:04 ketika beliau jadi presiden beliau akan 1:05:07 benar-benar melakukan ee 1:05:09 perbaikan-perbaikan yang tidak 1:05:10 mengulangi kesalahan presiden yang lama. 1:05:14 Ee kalau prediksi ee tentu ee saya sulit 1:05:19 ee Bang Haldi ya. E walaupun Pak Prabowo 1:05:22 punya buku ee Paradoks Indonesia, punya 1:05:27 buku Renstra. Kemarin teman Gerinda 1:05:30 sudah ngasih tahu ke saya Pak Prabowo 1:05:32 punya beberapa pikiran-pikiran besar 1:05:35 tentang pendidikan ya. Tetapi ee Mas ee 1:05:40 Nailul atau Mas Agus ingatkan saya kalau 1:05:43 salah eh salah satu penanggung jawab 1:05:47 food estate yang tidak berhasil itu 1:05:50 periode sekarang itu Pak Prabowo gitu 1:05:52 loh. Walaupun mungkin ee punya beberapa 1:05:55 catatan ya, tetapi ee saya justru 1:05:59 melihatnya begini Bang Haldi. ee 1:06:01 kemiskinan terbesar itu ada pada dua 1:06:06 sektor ya. Kalau di pedesaan 1:06:08 petani, kalau di perkotaan ee ee pekerja 1:06:13 informal atau buruh ya. Nah, sehingga 1:06:16 pandangan saya kalau dua saja ini 1:06:19 dibereskan, petani betul-betul bisa 1:06:22 produktif dan punya ee kemampuan untuk 1:06:27 melipat gandakan penghasilannya baik 1:06:30 dengan ekstensifikasi, intensifikasi, 1:06:33 maupun ee pola-pola tanam yang tepat. 1:06:37 kayak di Jepang mereka sudah punya 1:06:39 prediksi en 6 bulan ke depan apa yang 1:06:41 mau ditanam dengan data intelijen yang 1:06:44 ada, mana produk yang bisa menghasilkan 1:06:46 nilai tambah terbaik buat petani. Ee itu 1:06:50 luar biasa termasuk ee pola subsidi 1:06:53 pupuk ya e nyuwun sewu Mas Naidul atau 1:06:56 Mas Agus luar biasa ini enggak 1:06:58 kelar-kelar urusan pupuk ya padahal 1:07:01 mestinya ini sesuatu yang sangat mudah. 1:07:03 Nah, kalau buat pekerja informal memang 1:07:07 di perkotaan tidak lain tidak bukan 1:07:08 memang ee tidak boleh ada not in 1:07:12 employment, in 1:07:14 education, not in training, gitu loh. 1:07:16 Nah, betul-betul pemetaan ini harus eh 1:07:19 tidak bisa lagi menggunakan ee ee 1:07:23 kategori ee 1:07:25 kemiskinan yang dulu gitu. bahwa yang 1:07:27 namanya orang miskin itu mereka yang 1:07:30 rumahnya tanah gitu loh. Padahal 1:07:31 kenyataannya yang ee kelompok menengah 1:07:35 perkotaan ee juga banyak sekali yang 1:07:38 hidup di garis kemiskinan. Nah, yang 1:07:40 kedua, Bang Haldi. Sesudah pertanian dan 1:07:43 kelompok ee informal perkotaan, 1:07:46 pandangan saya adalah betul-betul kita 1:07:50 masuk ke bonus demografi ya. Enggak bisa 1:07:54 lagi kalau ditunda 1:07:57 ee alokasi anggaran dan program yang 1:08:00 tepat ee termasuk betul-betul mendesain. 1:08:03 Misalmisal nih ternyata tenaga kerja 1:08:06 perawat kita cukup diminati di Jepang, 1:08:10 di negara-negara maju yang aging 1:08:13 society. Nah, kita bisa punya jendela 1:08:16 tuh. Nah, makanya eh eh economic hitman 1:08:21 itu intelligent ekonomi kita enggak bisa 1:08:24 sumber daya di dalam negeri saja gitu. 1:08:26 Kita harus betul-betul melihat ee apa 1:08:29 kebutuhan salah satu kelebihan kita itu 1:08:31 sumber daya manusia dan orang Indonesia 1:08:33 tuh di mana pun tekun tinggal memang 1:08:36 enggak ada pekerjaan tersedia. Nah, kita 1:08:38 mungkin belum mampu. Filipin tuh luar 1:08:41 biasa, Bang Haldi. Ee negara Timur 1:08:44 Tengah itu ee banyak sekali menyerap 1:08:47 tenaga kerja dari Filipin cuma karena 1:08:49 mereka punya kemampuan bahasa asing dan 1:08:51 betul-betul ee penghasil devisa itu 1:08:54 direatmen dengan sangat baik gitu loh. 1:08:56 Nah, terakhir yang ketiga, sesudah bonus 1:08:58 demografi maka berikutnya pandangan saya 1:09:01 adalah betul-betul sektor ee UMKM 1:09:05 diperkuat karena 1:09:07 98% UM usaha kita tuh UMKM tapi 1:09:11 kontribusinya enggak sampai 20% ya. 1:09:13 Sementara ee perusahaan besar cuma 2%, 1:09:16 kontribusin bisa 80%. Nah, ee harus ada 1:09:20 peta yang jelas ee 1:09:22 betul-betul akurasi data yang tepat, ee 1:09:26 pembiayaan yang tepat, training yang 1:09:28 tepat. Kalau perlu ee di Bang Haldi 1:09:32 kalau di luar negeri itu susah sekali 1:09:34 menemukan restoran Indonesia, tapi kita 1:09:37 mudah sekali menemukan restoran 1:09:39 Thailand. Ternyata memang pemerintah 1:09:41 Thailand memberikan subsidi bagi para 1:09:46 pengusaha ee apa ee apa makanan Bang 1:09:51 Aldi 1:09:52 eh apa 1:09:54 belakang ee ee ya kuliner lah gitu loh. 1:09:59 Kuliner ee kok benar-benar disubsidi 1:10:02 gitu loh ee suplainya kemudian bahan 1:10:07 mentahnya macam-macamnya gitu. Sehingga 1:10:09 dengan demikian tiba-tiba ee Thailand ee 1:10:13 tetap bisa eksis. Kalau Korea 1:10:16 kan hau ya, Korean wave maka muncul 1:10:20 banyak ya. Kalau kalaupun tidak ada 1:10:22 Thailand wave mereka tetap maju. Nah, 1:10:24 itu beberapa pokok pikiran tentu tetang 1:10:27 dengan tetap 1:10:29 pendidikan-pendidikan,pendidikan yang 1:10:30 harus kita perbaiki. Tambang kalau buat 1:10:33 saya izin Mas Naul dan Mas Agus. tambang 1:10:36 harus dihentikan dulu kali moratorium 1:10:38 gitu loh. Walaupun itu cost paling 1:10:40 besar, paling repot ya, tetapi sayang 1:10:42 sekali ee kita belum mampu ngelola 1:10:45 rusaknya aja ya gitu loh. Nilai 1:10:47 tambahnya tidak ke negara negara kecuali 1:10:50 kita melakukan kayak Soekarno dulu, 1:10:53 nasionalisasi tapi itu kan melawan dalam 1:10:57 konteks global sekarang berat sekali 1:10:59 gitu Bang Aldi. 1:11:01 Baik, terima kasih Pak Marani dan dengan 1:11:03 demikian sahabat-sahabat sekalian, tiba 1:11:05 kita di akhiri acara. Diskusi yang 1:11:07 sangat menarik kalau soal ekonomi ini 1:11:09 dan kita berharap memang pemimpin kita 1:11:12 ini sudah mulai bisa membenahi dan 1:11:15 membangun ekonomi kita ya. Tidak 1:11:16 terjebak di perdebatan dan ee apa 1:11:20 gesekan-gesekan politik tanpa ada dampak 1:11:23 kemakmuran bagi rakyat gitu ya. Nah, di 1:11:27 sinilah butuh kepemimpinan yang kuat dan 1:11:30 keahlian untuk membangun ekonomi 1:11:32 sehingga ada tujuan negara kita untuk 1:11:35 mewujudkan Indonesia diil makmur ya. 1:11:37 Mesejahterakan kehidupan bangsa ee 1:11:40 mencerdaskan kehidupan bangsa, 1:11:42 mewujudkan mewujudkan kemakmuran ee bagi 1:11:45 seluruh rakyat Indonesia ini bisa 1:11:47 tercapai. Baik, ee seperti biasa di 1:11:49 akhir acara setiap narasumber kita harap 1:11:52 bisa memberikan closing statement. 1:11:54 closing statement atau closing ideas 1:11:56 pertama ke Pak Nailul Hudai. Persilakan 1:11:59 ya. Terima kasih Mas Haldi. Tadi menarik 1:12:03 kalau kita lihat diskusi malam ini. 1:12:06 Tentu kita berharap sebenarnya ada 1:12:08 gebrakan dari presiden terpilih yang 1:12:12 memang memperlihatkan 1:12:14 kebijakan-kebijakan yang sifatnya dia 1:12:17 bisa mengubah kebijakan yang ada. Karena 1:12:19 kalau saya bisa bilang kebijakan yang 1:12:22 sekarang dikeluarkan oleh laporkan 1:12:23 sekarang itu adalah kebijakan-kebijakan 1:12:25 yang sifatnya merusak gitu. Tadi Pak 1:12:28 Marani juga sampaikan tambang, kemudian 1:12:30 juga yang lainnya itu juga adalah 1:12:33 kebijakan-kebijakan yang dia sifatnya 1:12:34 merusak termasuk Undang-Undang Cipta 1:12:36 Kerja. Nah, makanya ini yang kita 1:12:38 harapkan ada geberakan-geberakan yang 1:12:40 dia bisa meninggalkan kebijakan yang 1:12:43 saat ini dan diganti dengan kebijakan 1:12:46 baru yang dia lebih terhadap pro growth 1:12:49 dan prop. Jadi dia pro terhadap 1:12:52 pertumbuhan ekonomi dan juga dia pro 1:12:54 terhadap eh ya pengetasan kemiskinan. 1:12:58 Itu mungkin Mas dari saya. 1:13:01 Baik terima kasih Pak Nelul. Berikutnya 1:13:04 Pak Agus Eko persilakan closing 1:13:06 statement Pak. 1:13:08 Ee terima kasih eh menarik sekali memang 1:13:10 ini tantangan yang luar biasa besarnya 1:13:12 untuk ekonomi kita ke depan. Bagaimana 1:13:14 kita memberikan pondasi yang kuat ee 1:13:18 pada perekonomian ee Indonesia di 1:13:21 2045 itu akan sangat ditentukan dengan 1:13:24 ee ee langkah kita ke depannya. Dan ini 1:13:27 saya kira yang terpenting pertama adalah 1:13:30 bagaimana ee kita ee bisa fokus secara 1:13:34 konkret untuk memecahkan ee 1:13:36 permasalahan-permasalahan ekonomi ee di 1:13:39 ee sektor pertanian kita. yang pertama 1:13:43 ya. Jadi semua ee harus kita evaluasi 1:13:46 secara konkret bagaimana produktivitas 1:13:48 di sektor pertanian, bagaimana ee ee 1:13:52 infrastruktur pertanian kita, bagaimana 1:13:54 e pasar kita dan lain sebagainya dan 1:13:56 bagaimana value change yang atau supply 1:13:58 change yang ada. Dan berikutnya adalah 1:14:01 tentu eh pembangunan di sektor industri 1:14:04 kita. Dan ini yang perlu ketegasan kita 1:14:07 bahwa apakah kita akan akan mendorong 1:14:11 pertumbuhan ee labor intensif kita ya 1:14:14 industri-industri yang memang kita 1:14:16 memiliki kekuatan yang signifikan atau 1:14:19 ee ee kita memiliki kebijakan industri 1:14:21 yang yang sifatnya ee ee menyeluruh ya. 1:14:26 semuanya menurut saya itu sudah tidak 1:14:28 efektif lagi. Kita harus bisa memilih 1:14:29 pada sektor-stop tertentu yang 1:14:31 signifikan dan tentu memiliki ee ee apa 1:14:35 ee ee solusi konkret terhadap penyerapan 1:14:39 tenaga kerja kita, sumber daya manusia 1:14:41 kita, dan tentu ee bagaimana kita sambil 1:14:45 jalan mempersiapkan kualitas sumber daya 1:14:47 yang lebih produktif lagi untuk menuju 1:14:50 transisi pada e knowledge based ekonomi 1:14:52 yang signifikan. Saya kira itu Mas Aldi. 1:14:57 Baik, terima kasih Pak Agus Eko. Dan 1:15:01 berikutnya Bung Roki persilakan. 1:15:05 I setiap kali kita bicara soal transisi 1:15:08 di benak kita itu ada dua langkah. 1:15:11 Langkah keluar dari dan langkah masuk ke 1:15:13 itu kan namanya transisi itu sekarang 1:15:16 timelap-nya itu yang mesti kayak gitu. 1:15:17 kita transisi keluar dari Jokowi masuk 1:15:20 ke Prabowo itu dengan cepat kita 1:15:25 setujui. Oke, knowledge based economy 1:15:27 itu. Oke, sekarang hitungannya bikin aja 1:15:30 crash program di bidang itu. Knowledge 1:15:32 based ekonomi. Begitu ada crash program 1:15:34 dihitung mungkin awalnya di 100 hari 1:15:36 pertama itu arah dari knowledge based 1:15:38 ekonomi itu sudah terlihat tetapi orang 1:15:41 mau lihat proyeknya apa dalam 1 tahun 1:15:43 proyeknya apa dengan crash program 1:15:45 proyek knowledge based ekonomi itu 1 1:15:48 tahun berapa uang diperlukan? Kalau kita 1:15:51 butuh misalnya sekarang diperlukan 1:15:52 kira-kira tahun depan itu R800 triliun 1:15:55 misalnya tuh itu sudah menunjukkan skala 1:15:59 ekonomiah atau bukan kan itu yang ingin 1:16:01 dilihat sebetulnya oleh rakyat tapi kan 1:16:03 enggak enggak muncul ide itu kan 1:16:05 seandainya diperlukan 1800 mintanya dari 1:16:08 mana? Dari Cina. Cina bangkrut mintanya 1:16:10 dari Arab. Arab enggak mau kasih. 1:16:12 Terpaksud pergi pada Donald Trump kalau 1:16:14 dia menang di karena di situ dolarnya 1:16:16 kan. Berarti ada relasi ekonomi baru 1:16:19 dengan Amerika. Dan itu menunjukkan 1:16:21 bahwa kemampuan kita untuk membuktikan 1:16:25 kita punya 1:16:27 eh knowledge based ekonomi dengan crash 1:16:29 program lima program tertentu itu pasti 1:16:32 adalah lobi di Amerika. Sekarang 1:16:34 pertanyaannya siapa yang akan lobi 1:16:35 mereka? Kan itu semuanya soal-soal 1:16:37 teknis yang mesti diadakan. Apakah Sri 1:16:39 Mulyani masih ditaruh situ lagi untuk 1:16:40 melobi Washington konsensus ini? Jadi 1:16:44 semua hal yang kita sebut sebagai 1:16:46 optimisme akhirnya batal karena kita 1:16:47 enggak melihat bagaimana caranya. 1:16:50 Sementara Presiden Jokowi hendak 1:16:52 mengendalikan proses pembuatan anggaran 1:16:54 di DPR nanti melalui pencaplokan Golkar. 1:16:56 Ini juga satu soal di situ kan. Itu 1:16:59 berarti faktor-faktor tradisional dalam 1:17:02 politik akan masuk lagi dalam 1:17:03 perencanaan ekonomi yang seharusnya 1:17:05 bebas politik. Jadi langkah pertama 1:17:08 tentu Prabowo mesti katakan saya tidak 1:17:10 akan peduli dengan faktor-faktor 1:17:11 politik. Saya serahkan itu kepada 1:17:13 Teknokrat agak susah karena untuk tiba 1:17:17 di situ mesti ada pidato kenegaraan 1:17:20 Presiden terpilih yang dengan jelas 1:17:22 memberi sinyal pada internasional, pasar 1:17:24 uang internasional bahwa saya Presiden 1:17:26 Prabowo tidak lagi akan mentolerir 1:17:29 hal-hal yang pernah dilakukan di rezim 1:17:31 sebelumnya. Pertanyaannya, mampu enggak 1:17:33 ee Perlu ucapkan kalimat itu? Kan itu 1:17:35 intinya kan seorang presiden tidak lagi 1:17:38 memerlukan e penasihat ekonominya. 1:17:40 penasihat ekonomi akan bekerja ketika 1:17:43 paradigmanya sudah disediakan oleh 1:17:44 Presiden baru. Nah, itu yang belum ada. 1:17:48 Baik, terima kasih Bu Rokih. Dan 1:17:51 terakhir closing IDS Pak Marani 1:17:53 persilakan Pak. Kasih, Pak, Bro. Apa 1:17:55 kabar Bro? Sehat selalu. Hidup PKS. 1:18:00 Hidup PKS. 1:18:02 Walaupun Jakarta 1:18:06 yang pertama Bang Aldi ee izin ee kalau 1:18:11 baginda Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:18:13 wasallam mengingatkan kadal fakru 1:18:15 ayakunu kufr kefakiran itu mendekati 1:18:19 kekufuran. Betapa bahwa kata Ali bin Abi 1:18:23 Thalib, "Lau kanal miskina rajulan 1:18:26 laqtulan." Kalau kemiskinan berwujud 1:18:28 seorang lelaki, aku akan membunuhnya. 1:18:30 Jadi perjuangan melawan kemiskinan itu 1:18:34 adalah sebuah tugas mulia. Dan karena 1:18:36 itu dua hal Bang Haldi. Yang pertama 1:18:40 tadi Pak Prabowo yang katanya memang 1:18:43 ingin lepas dari jerat oligarki ataupun 1:18:46 sembilan Naga perlu dari awal 1:18:49 menjelaskan arah dan visi 1:18:52 ekonominya hari pertama ketika menjabat. 1:18:56 Tapi yang lebih penting dari itu, siapa 1:18:59 Menteri Keuangan yang akan dipilih? 1:19:01 Karena Menteri Keuangan yang dipilih, 1:19:03 saya agak sedih ketika ponakannya Mas 1:19:06 Tomi yang diangkat jadi wamenq. Walaupun 1:19:08 mungkin satu lain hal itu untuk 1:19:11 memuluskan, tapi mestinya dari awal 1:19:15 sinyal-sinyal meritokrasi perlu segera 1:19:19 ditegaskan bahwa Indonesia betul-betul 1:19:23 punya banyak talenta terbaik dan berikan 1:19:26 merit itu kepada orang-orang terbaik 1:19:28 yang kadang-kadang perlu di-hunting, 1:19:31 perlu dicari, perlu dibelikan. India 1:19:34 dengan segala 1:19:37 kompleksitasnya narendraudi mampu 1:19:41 mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang 1:19:43 luar biasa. Dan selama eh trade off-nya 1:19:47 walaupun punya banyak masalah sosial 1:19:49 tapi di bidang ekonomi publik melihat 1:19:52 India salah satu walaupun tidak secepat 1:19:55 Cina tapi salah satu yang punya 1:19:57 kemampuan pertumbuhan ekonomi yang baik. 1:19:59 Dan itu menjadi catatan buat kita 1:20:02 Indonesia insyaallah bisa ketika 1:20:04 diberikan kepada orang-orang yang memang 1:20:07 ahlinya dan orang-orang yang punya 1:20:09 integritas bukan yang Pak turut atau mak 1:20:11 turut begitu Bang Ali. 1:20:15 Baik, terima kasih Pak Mardani dan 1:20:17 seluruh narasumber Bu Roki, Pak Agus Eko 1:20:20 dan Pak Nil Huda atas ee pembicaraan 1:20:23 kita pada malam ini. ILT tidak 1:20:25 bosan-bosan mengangkat tema ekonomi 1:20:27 karena ee kita ingin ee pemerintahan 1:20:30 kita ada dampak pada kemajuan ekonomi 1:20:32 ya. bukan cuma sekedar ee rebut-rebutan 1:20:36 kursi presiden, rebut-rebutan 1:20:37 memenangkan pemilu, tetapi ketika 1:20:40 menjabat para pemimpin tidak ada 1:20:42 memberikan dampak kemakmuran ee bagi 1:20:44 masyarakat. Nah, sudah saatnya para 1:20:47 pemimpin kita mendalami dan memahami ee 1:20:50 apa masalah ekonomi kita, cara-cara 1:20:52 untuk membangun sektor ekonomi kita 1:20:54 sehingga ee berdampak 1:20:57 pada membaiknya ekonomi rakyat dan 1:21:00 kesejahteraan rakyat dan terwujudnya 1:21:02 Indonesia Dil Makmur untuk semua. Baik, 1:21:05 terima kasih. Sampai ketemu pada acara 1:21:07 inalir Stok pekan depan pada waktu dan 1:21:09 channel yang sama. Asalamualaikum 1:21:10 warahmatullahi wabarakatuh.