Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:13 [musik] 0:19 Brazil [musik] 0:36 [musik] 0:41 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:43 warahmatullahi wabarakatuh. 0:46 Alhamdulillahiabbil alamin hamdan 0:48 katsiron thiban mubarokan fi kama 0:51 yuhibuna waard asadu alla ilahaillallah 0:54 wahdahu la syarikalah wa asadu anna 0:56 muhammadan abduhuasuluhu la nabiya ba 0:59 amma ba' dipancaruaskan dari Jalan 1:02 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 1:05 Cibubur Bekasi Radio Silaturahim dan 1:07 Rasil TV untuk Islam yang satu ikhwan 1:10 akhwat para pendengar Radio Silaturahim 1:12 dan pemirsa Rasil TV yang di manaun 1:14 antum dan antuna berada ada di sore hari 1:16 ini. Semoga ikhwan akhwat yang saat ini 1:18 sedang menyimak radio silaturahim, 1:20 berkumpul bersama keluarga di rumah 1:23 ataupun yang saat ini sedang berada 1:24 dalam perjalanan dan di mana pun antum 1:27 dan antuna berada semoga kita semuanya 1:30 selalu dalam kesehatan dan senantiasa 1:31 selalu dalam lindungan dan rahmat Allah 1:34 Subhanahu wa taala. Bahagia sekali 1:36 ikhwan akhwat bersama saya Muhammad 1:38 Hafiz Alfloresi beserta teman-teman 1:41 pejuang dakwah yang bertugas di sore 1:43 hari ini. Ada Bang Neja di kameramen dan 1:46 Bang Yusuf Subangkit di meja operator. 1:48 Alhamdulillah kembali hadir dalam 1:49 program tausiah sore bersama guru kita 1:52 Ustaz Ahmad Jazuli Khalil. Dan 1:55 alhamdulillah ikhwan akhwat di edisi 1:56 hari ini hari Rabu tanggal 10 Syakban 1:59 1442 Hijriah atau bertepatan di tanggal 2:03 24 Maret 2021. Dan ikhwan akhwat, saat 2:09 ini kita sedang menyiarkan secara live 2:11 melalui Zoom bersama guru kita dan kita 2:13 sudah terhubung dengan beliau. Kita sapa 2:15 terlebih dahulu. Asalamualaikum 2:17 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 2:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:21 wabarakatuh. 2:22 Kabar sehat, Ustaz? Ya, 2:24 alhamdulillah. 2:26 Allahu Akbar. Ikhwan akhwat yang 2:28 dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. 2:30 Insyaallah pada kesempatan kita di sore 2:32 hari ini guru kita masih melanjutkan 2:35 pembahasannya. Yakni di pekan sebelumnya 2:38 guru kita membahas dengan tema mahabah. 2:41 Dan insyaallah di pekan yang ini guru 2:42 kita juga masih melanjutkan 2:43 pembahasannya. Namun subbahasan di sore 2:46 hari ini adalah 2:50 yang berhak dicintai. Benar, Ustaz? Ya. 2:53 Iya. 2:55 Baik, marilah kita simak nasihat dari 2:58 beliau. Langsung saja kita serahkan 3:00 kepada Ustaz Tafadol. Ustaz, 3:04 asalamualaikum warahmatullahi 3:07 wabarakatuh. 3:09 Alfadil hadibina rasulillah Muhammad 3:12 ibni Abdillah sallallahu al wasallam waa 3:14 alihi waswajati 3:16 baiti alfatihah. 3:19 Auzubillahiminasyaitanirjim. 3:21 Bismillahirrahmanirrahim. 3:24 Alhamdulillahiabbil 3:26 alamin arrahmanirrahim. Maliki 3:28 yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka 3:31 nastainiratal 3:33 mustaqimathalladzina 3:35 anamta alaihim ghairil magdubi alaihim 3:38 waladin. 3:39 Amin. Bismillahirrahmanirrahim. 3:42 Alhamdulillahiabbil alamin wasatu 3:44 wasalamu ala asrofil mursalin 3:48 sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala 3:51 alihi wasohbihi ajmain amma ba'd fainna 3:56 asqal hadis kitabullah taala wahairal 3:59 hadi hadi muhammadin shallallahu alaihi 4:01 wasallamar 4:03 umur mukdatha waa mukdatin bidah wa 4:07 bidatin dolah waalatin finar Para 4:11 pendengar radio silaturahim dan pemirsa 4:15 Rasil TV yang dirahmati Allah. 4:17 Alhamdulillah kembali kita panjatkan 4:20 puji serta syukur ke hadirat Allah 4:23 Subhanahu wa taala 4:25 yang senantiasa melimpah curahkan nikmat 4:28 karunianya kepada kita, terutama nikmat 4:31 iman dan Islam, nikmat sehat walafiat, 4:34 nikmat panjang usia dalam taat, termasuk 4:36 nikmat dipertemukannya kita oleh Allah 4:40 subhanahu wa taala di sore ini ee dalam 4:44 rangka menjalankan salah satu 4:47 perintahnya yang diwajibkan atas kita 4:49 semua yaitu menuntut ilmu yang 4:52 insyaallah pada sore ini kita akan 4:56 melanjutkan kajian kita minggu yang lalu 4:59 tentang mahabbah dalam subbahasan 5:02 ee yang berhak [berdehem] dicintai atau 5:06 yang berhak memperoleh mahabbah. 5:10 Mudah-mudahan apa yang kita pelajari ini 5:14 ee menjadikan menjadi ilmu yang 5:17 bermanfaat bagi kita fid dunia wal 5:19 akhirat. Selawat dan salam semoga selalu 5:22 tercurah atas Nabi kita Muhammad 5:24 sallallahu alaihi wasallam beserta 5:26 keluarganya, para sahabat, para pengikut 5:29 dan pengamal sunahnya. Para pendengar 5:32 radio silaturahim dan pemirsa Rasil TV 5:35 rahimakumullah. 5:37 Minggu yang lalu sudah saya sampaikan 5:40 tentang dalil-dalil syarak ya, tentang 5:45 khub ee khubbul abdi lillah, yakni 5:49 tentang mahabbahnya hamba kepada Allah 5:52 subhanahu wa taala. 5:55 Ee [berdehem] 5:57 maka pada siang ini, sore ini kita akan 6:01 melanjutkan kepada apa sih sebenarnya 6:03 mahabbah itu? 6:06 ee 6:08 setiap panca indra yang Allah ciptakan 6:13 ya, baik itu matanya, telinga, mulut 6:18 ya, dan lain sebagainya 6:21 [berdehem] mempunyai fungsi 6:22 sendiri-sendiri 6:25 ya. Mempunyai fungsi sendiri-sendiri. 6:27 Mata berfungsi untuk melihat, telinga 6:30 untuk mendengar, begitu juga yang 6:32 lainnya. 6:35 Nah, semua yang dilihat, yang didengar, 6:37 yang dirasa itu dalam istilahnya 6:42 bahasa Arab disebut mudr, 6:45 ya. Ah, mudrakat ini 6:50 ada 6:52 sesuai dengan tabiat kita manusia, 6:57 ada juga yang bertolak belakang. 7:01 Artinya ada yang menyenangkan, ada yang 7:04 tidak menyenangkan. 7:07 Nah, ketika 7:10 telinga kita mendengar sesuatu yang 7:13 menyenangkan, 7:15 nah [berdehem] senangnya telinga 7:18 mendengarkan sesuatu itu namanya khub 7:21 atau mahabbah. 7:24 Artinya apa? Suka. 7:27 Jadi telinga ini suka mendengar apa 7:31 namanya suara-suara yang indah, 7:34 mendengar apa namanya lantunan ya 7:39 ayat-ayat Al-Qur'an 7:41 dengan lagu yang sangat apa namanya yang 7:45 sangat indah. 7:48 Kemudian mungkin juga mendengarkan 7:50 musik. Ah, itu sudah merupakan 7:53 kecenderungannya 7:55 telinga menyukai suara-suara yang indah, 8:01 ya. 8:02 Nah, kecondongan hati telinga kepada 8:07 suara-suara yang indah itulah namanya 8:10 khub atau mahabbah. 8:14 Sebaliknya sekarang mendengarkan suara 8:16 yang enggak karu-karuan 8:18 lah, itu telinga ini enggak suka. Maka 8:21 kebalikan dari mahabbah nantinya, 8:23 kebalikan dari hub. 8:26 Ya, 8:28 oleh sebab itu makanya 8:30 Al Imamul Ghazali mengatakan ya bahwa 8:35 sudah menjadi kecenderungan indra kita 8:38 ini suka kepada sesuatu. 8:43 Kayak tadi telinga suka mendengarkan ee 8:45 suara-suara yang indah sehingga beliau 8:48 itu tidak berani mengatakan bahwa musik 8:51 itu haram. 8:54 Ya, tidak. Walaupun banyak ulama yang 8:57 mengatakan musik itu bagian dari alatul 9:00 malah dan itu adalah haram. Kenapa? 9:03 Karena diciptakannya telinga ini memang 9:06 sudah menjadi fitrahnya, ada 9:08 kecenderungannya, yaitu menyukai 9:13 suara-suara yang indah. 9:16 Begitu juga mata. 9:19 Mata ini punya fungsi untuk melihat, 9:22 tapi juga punya kecenderungan 9:26 yaitu melihat sesuatu yang indah, yang 9:30 cantik. 9:32 Maka kecondongan kecenderungan ha ee apa 9:35 namanya mata kita kepada hal-hal yang 9:38 indah, yang cantik itu namanya khub, itu 9:41 namanya suka. [berdehem] 9:44 Ya, itu namanya suka. 9:47 Nah, begitu juga dengan indra-indra yang 9:50 lainnya. 9:52 Nah, ini mahabbah itu itu. Nah, ketika 9:55 rasa suka 9:58 ya itu begitu dalam di dalam diri 10:03 manusia, 10:05 maka disebut namanya 10:08 apa namanya? Rindu, 10:11 asyik gitu, maksubuk ya. 10:15 Nah, itulah mengenai ee khub atau 10:21 mahabbah. 10:24 Dan semua orang pasti menyukai hal-hal 10:28 yang indah, yang baik, yang 10:32 menyenangkan. Itulah fitrah manusia. 10:37 Ya, fitrah manusia. Siapapun manusianya 10:41 dia tentu akan suka yang demikian. 10:45 Nah, selanjutnya para pendengar Radio 10:47 Silaturahim dan pemirsa Rasil TV yang 10:50 dirahmati Allah. 10:54 Ee tinggal sekarang apa yang menyebabkan 10:58 manusia ini suka? 11:01 Apa yang menyebabkan kita ini suka? 11:05 ya, bahwa suka atau mahabbah atau cinta 11:11 itu tidak mungkin terjadi 11:14 kecuali adalah 11:18 karena mengenal 11:21 bahasa agamanya karena makrifat. 11:25 Bagaimana ee 11:28 ini saudara 11:31 apa? 11:32 [berdehem] 11:33 Saudara Yusuf itu akan mencintai 11:36 istrinya 11:38 kalau dia tidak mengenal. 11:40 Ya. Jadi bisanya Yusuf mencintai 11:44 istrinya itu karena dia kenal istrinya. 11:47 Dia tidak akan kita tidak akan mencintai 11:50 sesuatu kalau kita tidak mengenalnya. 11:54 Ya. Nah, cuma mengenal itu tidak harus 12:00 melihat. 12:03 Awas, mengenal tidak harus melihat. 12:07 ya kita bisa mengenal 12:11 ee 12:13 Bapak Presiden Soekarno, 12:16 Bapak Presiden Soeharto, walaupun 12:18 mungkin kita tidak pernah berjumpa 12:21 dengan Bapak Presiden Soekarno, 12:24 kita bisa mengenal siapa sahabat Abu 12:28 Bakar, siapa Umar, Utsman, Ali 12:30 radhiallahu anhum. 12:32 Walaupun kita tidak hidup sezaman dengan 12:36 mereka, begitu juga kita bisa mengenal 12:40 Rasulullah 12:42 walaupun kita tidak bisa melihat 12:44 Rasulullah. 12:45 Tidak bisa melihat bukan berarti kita 12:48 tidak bisa mengenal. Begitu juga ya, 12:52 bahwa orang bisa mencintai Allah 12:55 walaupun Allah tidak bisa dilihat dengan 12:58 basar 13:01 ya. 13:03 Nah, karena itu sekarang bagaimana cara 13:06 untuk mengenal dulu? 13:09 Untuk mengenali seseorang sesuatu yang 13:12 pertama adalah dengan bergaul erat. 13:17 Ya, kalau kita pengin mengenal, nah 13:20 kalau kalau kita pengin mengenal Habib 13:23 Husein, bergaul erat dengan Habib Husein 13:26 sehingga kita tahu bagaimana beliau 13:29 kalau berjalan, kalau makan, kalau 13:32 tidur, kalau kalau dan seterusnya 13:36 ya. Nah, bagaimana sahabat mengenal 13:40 Rasul? Setiap hari mereka bergaul dengan 13:43 rasul sehingga tahu bagaimana Rasulullah 13:46 sallallahu alaihi wasallam. 13:49 Ini yang menumbuhkan, yang menyebabkan 13:52 orang mahabbah, orang cinta karena 13:55 mengenal. 13:57 Nah, [berdehem] karena mengenal caranya 13:59 mengenal adalah dengan bergaul. 14:04 Nah, itu lalu sekarang kita ini 14:09 tidak bisa bergaul dengan Rasulullah. 14:13 Lalu bagaimana kita bisa mengenal Rasul? 14:16 Yang kedua adalah baca biografinya 14:20 Rasulullah, 14:22 sejarah hidup Rasulullah sejak dari 14:25 dilahirkan sampai akhir hayat beliau. 14:30 Nah, baca itu ya sejarah hidup 14:35 sirah nabawiyah. 14:38 Dari situ kita akan mengenal. Makanya 14:41 banyak di Barat itu 14:43 untuk memperkenalkan Rasul kepada 14:47 mereka-mereka yang belum kenal disuruh 14:49 membaca buku itu. 14:54 Nah, inilah apa namanya? salah satu 14:58 cara, yakni cara kedua untuk mengenal. 15:03 Nah, nah ini ee Hafiz 15:07 ya. Itu kalau bulan Rabiul Aal banyak 15:11 orang Islam ini memperingati Maulid Nabi 15:15 sallallahu alaihi wasallam. Apa kemudian 15:19 di sana dalam maulid dibaca 15:22 maulid deba, dibaca simttu duror, dibaca 15:28 ya kitab-kitab atau buku-buku tentang 15:32 maulid sejarah hidup Nabi sallallahu 15:34 alaihi wasallam. Jadi kalau gitu untuk 15:37 apa perayaan Maulid Nabi? Untuk mengenal 15:40 Nabi lebih dekat lagi. 15:43 Inilah cara kedua. Karena kita bergaul 15:46 enggak bisa. Maka [tertawa] kita bacalah 15:49 secara hidup Nabi sallallahu alaihi 15:51 wasallam. Tujuannya apa membaca sejarah 15:53 hidup? Supaya kita lebih mengenal Rasul. 15:58 Dengan mengenal Rasul akan menumbuhkan 16:00 cinta kepadanya. 16:03 Sekarang tanya kepada hati Anda. 16:06 Ya, apakah membaca Maulid ini perbuatan 16:10 buruk? 16:11 membaca sejarah hidup Nabi. Bagaimana 16:14 kita bisa cinta Nabi kalau kita tidak 16:16 mengenal? Dan salah satu untuk mengenal 16:19 Nabi adalah membaca sejarah hidup. Dan 16:23 itulah Maulid Nabi. Tujuannya adalah ke 16:26 sana. 16:28 Nah, 16:30 makanya saya heran ada orang kok 16:33 mengharamkan 16:35 mengharamkan Maulid Nabi bahkan. Waduh, 16:37 lebih buruk lagi dari itu. Sampai 16:40 hidangannya saja yang di dikeluarkan 16:43 untuk acara Maulid Nabi itu lebih buruk 16:47 dari daging babi. 16:49 Sampai ada yang mengatakan seperti itu 16:52 ya. Kenapa seperti itu? 16:55 Karena mereka melihat ini adalah 16:59 melihat ee 17:03 pelaksanaannya bukan tujuannya ke mana. 17:07 Padahal tujuan kita ya orang yang 17:10 memberikan itu adalah ini untuk mengenal 17:13 supaya tumbuh cita sehingga 17:17 teraplikasikan 17:20 bisa diwujudkan apa yang menjadi pesan 17:23 Allah. 17:25 Dalam surah at-Taubah ayat 24, 17:28 katakanlah jika bapakmu, anakmu, 17:32 saudaramu, istrimu, ya kemudian 17:36 keluargamu, harta kekayaanmu, rumah 17:38 tempat tinggalmu, lebih kamu cintai 17:41 daripada Allah dan Rasul-Nya. 17:45 Jadi supaya kita lebih mencintai Rasul 17:47 daripada yang lain. 17:50 Nah, caranya adalah bagaimana? Nah, ini 17:52 bagaimana menumbuhkan 17:55 cinta itu untuk tumbuh ini lewat 17:59 pengenalan lebih dulu. Dan di antara 18:02 upaya mengenal Nabi adalah membaca 18:05 sejarah hidup Nabi. 18:09 Jadi substansinya ya yang kita lihat 18:15 gitu. 18:17 Adapun cara bagaimana mengenal terserah 18:20 bagaimana saja. 18:22 ini salah satu. 18:24 Nah, kalau sekarang kita tidak bisa 18:26 membaca sirah nabawiyah, 18:29 tidak bisa membaca biografi Nabi, ya. 18:34 Lalu bagaimana? Apa apakah ada cara 18:36 lain? Ada. Yaitu yang ketiga, 18:40 mendengarkan 18:43 ya keterangan penjelasan tentang rasul 18:47 dari orang yang sudah mengenal Rasul. 18:51 Nah, itulah makanya ada maid ada 18:54 ceramah-ceramah yang menerangkan tentang 18:57 akhlak Rasul dan lain sebagainya. 19:01 Ya, enggak mungkin dalam satu kali 19:03 pertemuan dibahas karena itu berlanjut 19:07 terus acara ini enggak pernah habis. 19:11 Nah, tinggal kita ini mau melihat apa 19:14 namanya 19:16 kepada substansinya 19:19 atau melihat apa namanya ee amal 19:24 amaliahnya 19:27 ya tergantung kepada Anda semuanya. 19:34 Hm. 19:36 Kemudian para pendengar dia silaturahim. 19:40 Jadi sekali lagi untuk kita mencintai 19:43 Allah adalah dengan mengenal. 19:47 Nah, selanjutnya bahwa manusia dalam 19:51 kaitannya dengan ini itu ada empat 19:54 golongan manusia. 19:57 Yang insan nafsahu waqahu waalahu 20:04 wujudi 20:17 yang pertama. Sebab pertama bahwa 20:19 manusia 20:20 siapapun manusia dia akan dirinya. 20:26 Dia akan menyukai dirinya. 20:29 Dia menginginkan dirinya kekal. 20:33 H la yamaru alfatin. Seandainya 20:37 dipanjang sampai 1000 tahun emang maunya 20:40 manusia pengin kekal ya, pengin 20:45 sempurna. 20:47 Nah, kemudian di kehancuran 20:50 mati. Dan itu sudah dijelaskan innal 20:53 maut tafiruna minhu fnahu mulikum. 20:56 Sesungguhnya kematian yang kalian semua 20:59 lari darinya, 21:01 kematian itu akan datang, akan 21:03 mendatangi kamu, menemui kamu. Manusia 21:07 enggak suka hancur, enggak suka rusak, 21:10 enggak suka sakit, 21:12 enggak suka kurang. ya. Nah, 21:17 itu adalah manusiawi. 21:20 Oleh sebab itu 21:23 ee 21:25 ketika sahabat Umar sudah masuk Islam 21:28 ditanya oleh Rasulullah, "Umar, kamu 21:31 cinta kepadaku?" "Tentu Rasulullah." 21:35 "Lalu siapa yang lebih kau cintai? Aku 21:37 atau dirimu?" 21:40 Jawab Sar, "Aku mencintaimu wahai 21:44 Rasulullah melebihi kecintaanku kepada 21:47 siapapun dan kepada apapun selain diri 21:51 saya." 21:54 Jelas dari situ bahwa sahabat Umar ini 21:57 berarti lebih mencintai dirinya daripada 22:00 Rasulullah. Kenapa? Semua manusia 22:04 itu dia pasti dia menyukai mencintai 22:08 dirinya melebihi kepada siapa 22:10 kecintaannya kepada siapapun. 22:14 Nah pada waktu itu karena sahabat Umar 22:16 belum mengerti makna mahabbah kepada 22:19 Rasul. Kenapa? Harus lebih mencintai 22:23 Rasul dari kecintaan pada dirinya. Pada 22:26 saat itu belum beliau belum menemukan 22:28 jawar wajar aja dia itu kenapa? karena 22:32 pengetahuan agamanya belum mumpuni, 22:35 belum cukup sehingga dia belum menemukan 22:38 jawaban. 22:42 Nah, ini ini yang pertama ya. 22:46 [berdehem] 22:47 Hasan Albasri rahimahullah taala 22:50 mengatakan, "Man arabbahu ahabbahu." 22:54 Siapa yang mengenal Tuhannya pasti dia 22:57 akan mencintainya. 22:59 Terus, waman arofad dunya zahada fiha. 23:03 Siapa yang mengenal dunia maka dia akan 23:06 zuhud ya, zuhud pada dunia. 23:12 Zuhud itu ya ini apa namanya? Ini Faiz 23:19 apa Hafiz? Ini hafiz ya. Ya. Zuhud itu 23:22 hafiz asalnya adalah 23:25 mengutamakan yang nilai lebih besar. 23:29 memilih nilai yang lebih besar. Namanya 23:32 milih itu mesti kan dua yang dipilih ke 23:36 atas ya. Dua ke atas enggak mungkin satu 23:40 nih. Kalau suruh memilih uang 100 ee 23:43 dolar dengan Rp100.000 23:47 pasti akan memilih 100 apa namanya ya 23:50 gitu kan. Kenapa 23:53 lah iya karena nilainya jauh lebih 23:55 besar. Nah, itu namanya zuhud yang 23:58 begitu 24:00 karena lebih memilih yang nilainya 24:02 besar. 24:03 Nah, selanjutnya ini dikaitan dengan 24:06 kehidupan dunia dan akhirat dan nilai 24:09 ukhrawi. 24:12 Tuh, begitu ya. Maka kalau ada orang 24:16 suruh mendahulukan 24:18 nilai ukhrawi yang akan kamu kejar atau 24:21 nilai duniawi. Nah, orang zuhud itu dia 24:24 akan memilih melakukan atau mencari 24:28 nilai ukhrawi daripada duniawi. Ini 24:30 namanya zuhud yang begini 24:36 lah. Itu karena dia enggak bukan orang 24:38 zuhud, namanya orang zahid. Ya. Jadi 24:41 tadi siapa yang mengenal dunia kata 24:44 Hasan Alasri pasti dia akan zuhud 24:47 terhadap dunia ya pada dunia itu berarti 24:50 apa? Lebih dia akan memilih melakukan 24:55 atau mencari nilai ukhrawi daripada 24:57 duniawi. Ini namanya zuhud yang begini. 25:05 Nah, itu karena dia enggak bukan orang 25:06 zuhud. Namanya orang zahid ya. 25:09 Jadi tadi siapa yang mengenal dunia kata 25:13 Hasan Al Asri pasti dia akan zuhud 25:15 terhadap dunia 25:17 ya. Pada dunia itu berarti apa? Lebih 25:20 memilih akhirat daripada dunia 25:24 gitu ya. Kalau dia mengenal dunia, 25:28 kenapa orang banyak berebut mencari apa 25:31 namanya harta dan sebagainya sampai 25:33 mengabaikan 25:35 apa itu amaliah-amaliah ukhrawi itu 25:38 karena dia belum mengenal dunia. 25:43 Itu masalahnya begitu, belum mengenal 25:46 ya. Dan ini apalagi di akhir zaman ini 25:50 yang namanya penyakit yang akan mewabah 25:53 di dunia yang disebut dengan wahan 25:58 ya hubbud dunya waarohiyatul maut. 26:03 Nah, lalu kata beliau apa? Bagaimana 26:07 mungkin? 26:08 Hm. Bagaimana mungkin tergambar 26:12 seseorang mencintai dirinya 26:15 dan dia tidak mencintai Tuhannya padahal 26:19 Dialah yang menciptakannya. 26:23 Jadi kalau orang sebenarnya mencintai 26:26 dirinya, mesti dia akan mencintai Allah. 26:32 Itu kalau dia sudah mengenal. Betul. 26:34 Yang kedua sekarang, 26:37 yang kedua penyebabnya adalah 26:40 ahsana. Semua manusia 26:44 pasti dia suka kepada orang yang berbuat 26:48 baik kepadanya. 26:50 Walaupun orang itu bisa jadi penjahat. 26:54 Nah, ya sekarang kalau hafiz misalnya 27:00 hidupnya saya yang menjamin, keluarga 27:04 ente semuanya saya yang menjamin, 27:07 maka pasti ya Hafiz dan keluarga Hafiz 27:11 menyukai saya, menyukai keluarga saya. 27:14 Walaupun saya orang jahat. 27:17 Mungkin di mata orang saya ini penjahat, 27:20 tapi di mata hafiz saya ini adalah 27:22 malaikat, 27:23 orang baik. [tertawa] 27:25 Ya. Nah, 27:26 iya. Itu itu ee fitrah manusia begitu 27:29 semua menyukai kepada orang yang berbuat 27:32 baik kepadanya. 27:34 Nah, ketika orang itu sudah suka, sudah 27:39 cinta, 27:40 jangankan 27:42 orang yang dicintainya itu berbuat baik, 27:45 berbuat jahat pun dia akan tutup mata 27:50 dan tutup telinga. 27:53 Ya, kenapa ini mahabat begitu tuh, Pak 27:57 Hafiz 28:00 ya? Kalau umpamanya hafiz itu sangat 28:03 mencintai saya, 28:06 maka 28:07 yang keluar dari mulut mengenai diri 28:11 saya hanya kebaikan. 28:14 Karena 28:16 hafiz itu buta. 28:19 Hafiz itu adalah tuli dan bisu terhadap 28:23 keburukan diri saya. 28:26 Kenapa bisa begitu? 28:29 Masalahnya kalau sampai keburukan saya 28:32 ya kemudian diungkap oleh Hafiz ini 28:36 urusannya menyangkut masalah dapur 28:40 kepentingan. 28:42 Paham Hafizah? 28:45 Iya. 28:47 Nah, di mata pecinta Pak Jokowi, 28:53 Pak Jokowi itu adalah luar biasa. Enggak 28:57 ada kekurangannya. Semua yang dilakukan 29:00 beliau adalah kebaikan. Itulah bagi 29:03 pecinta beliau. 29:06 Tapi sebaliknya, di mata orang yang 29:09 benci kepada beliau enggak ada 29:10 kebaikannya beliau itu. 29:14 Begitu juga bagi pecinta Anis. Pak Anis 29:18 itu sudah malaikat sudah ya, enggak ada 29:22 kesalahannya. 29:24 Tapi di mata orang yang benci enggak 29:27 suka kepada Pak Anis, 29:30 maka Pak Anis itu enggak ada 29:32 kebaikannya. 29:36 Mengenal ini penting sekali, Pak. Suatu 29:39 hari seorang guru berkata kepada 29:43 muridnya begini. 29:46 Nah, karena guru eh si guru ini 29:48 mempunyai ikan apa namanya? kias 29:53 ya. Kemudian dia ambil foto ya fotonya. 29:58 Lalu mengatakan kepada muridnya, "Nak, 30:01 bawa ini coba tawarkan kepada tetangga 30:05 kira-kira tetangga itu berani bayar 30:08 berapa?" 30:10 Dibawalah oleh si murid ini ke tetangga, 30:14 ditawarkan, 30:15 "Mau enggak beli apa ee ini ikan ini dan 30:20 berani berapa? 30:21 Kata si tetangga, 30:25 "Saya mau deh lima apa namanya 30:27 Rp50.000." 30:29 Rp50.000 itu ikan hias itu ditawar 30:32 pulang dia. 30:34 Gimana? 30:36 Jadi kata beliau adalah 30:40 ini katanya guru ditawar Rp50.000. 30:44 Baik, kalau gitu sekarang coba kamu 30:46 pergi ke sana ke tukang ikan hias. 30:49 coba tawarkan dia berani berapa pergi ke 30:52 tukang ikan hias 30:55 ya lalu kemudian begitu pulang ditanya 30:58 berani berapa katanya di 31:01 jawabnya adalah dia menawar 800000 31:05 kiainya 31:08 jadi menurut si murid nih si kiainya 31:10 akan melepas ikan hiasnya itu yang 31:12 harganya Rp800 31:18 tersenyum si kiai ini. Kemudian kiai itu 31:21 mengatakan lagi, "Nih, sekarang foto ini 31:24 bawa juga nih, sertifikat ini kamu bawa 31:29 beli tuh kepada ee tawarkan tuh kepada 31:32 orang yang mengenal tentang ikan." 31:36 Nah, begitu dibawa ke sana itu ikan 31:40 ditawar 31:42 50 juta 31:46 ya. Ditawar Rp juta. Nah, 31:51 ikannya sama loh, Pak Hafiz. Tapi kenapa 31:55 si tetangga menawar Rp50.000 Ibu tukang 31:59 ikan hias 32:01 ya itu adalah ee Rp800.000. Sementar 32:06 yang satu lagi sampai menawar R juta. 32:10 Itulah Anda Hafiz. Ikan itu adalah Anda 32:16 gitu Hafiz ya. 32:18 Jadi siapa hafiz itu 32:21 tergantung 32:28 kita ini adalah orang biasa Hafiz 32:33 itu orang biasa di mata orang-orang yang 32:36 tidak mengenal Anda. 32:38 Siapa itu, Pak Anis? Buat orang yang 32:42 tidak mengenal beliau, beliau sama saja 32:44 dengan yang lainnya, orang biasa. 32:48 orang biasa, 32:50 tapi Anda adalah orang yang istimewa 32:54 di mata orang yang memahami Anda. 32:59 Nah, nah ini. Kemudian juga Anda ini 33:04 adalah pecundang 33:07 di mata orang yang hasud dan Anda adalah 33:11 penjahat di mata orang yang benci kepada 33:15 Anda. Jadi kita ini buat apa sih kita 33:18 ini membangun citra citra citra 33:23 ya. Nah, 33:26 nah itu terbangun. Kemudian terbangunkah 33:29 apa yang diinginkannya? 33:31 H tergantung 33:34 gitu ya. Nah, bagi orang yang mengenal 33:38 Anda, Hafiz, sebaik apapun Anda berusaha 33:43 untuk menjadi orang baik di mata saya, 33:46 enggak mungkin terjadi. Kenapa? Karena 33:49 saya kenal betul siapa Anda. 33:53 Lah kalau manusia berakal aja enggak 33:55 bisa dibohongi, apalagi nih yang maha 33:59 tahu segala-galanya, yaitu Allah 34:01 Subhanahu wa taala. 34:04 Jelas ya Afidan. 34:07 Hm. 34:09 Jadi sekali lagi semua orang suka kepada 34:12 orang yang berbuat baik kepadanya. Dan 34:15 ketika orang ini menerima kebaikan 34:19 biasanya 34:20 ya dia pengin membalas kebaikan itu. 34:24 Itulah makanya Nabi mengingatkan awas 34:29 hati-hati terhadap pemberian. 34:33 Hati-hati. 34:34 Barang siapa yang menerima pemberian, 34:38 maka dia telah membiarkan kakinya 34:42 diikat. 34:45 Nah, ini nih. Ya, sudah enggak bebas 34:48 lagi 34:50 ya. Sekarang menteri 34:53 hafiz dipilih jadi menteri. Ya, Hafiz 34:56 harus loyal kepada yang memilih Hafiz, 35:00 bukan lagi kepada yang lain. Kenapa 35:03 diikat sudah? 35:08 Ya, itulah. Makanya Nabi sudah 35:11 mengingatkan itu. 35:14 Ya, 35:17 selanjutnya 35:21 kalau waktu kita ini pemilihan presiden, 35:24 pemilihan anggota legislatif, 35:28 kemudian orang datang 35:31 ya datang enggak nyuruh apa-apa ke kita, 35:34 cuma ngasih duit Rp100.000, Rp100.000. 35:38 Nah, 35:40 ee ini adalah ikatan umumnya manusia 35:43 gitu kan pengin membalas kebaikan ini. 35:46 Sehingga dalam ilmu fikih 35:49 ini, Hafiz, haram hukumnya hakim 35:53 menerima bantuan sedekah 35:58 itu. Hakim enggak boleh menerima apa 36:01 namanya menerima bantuan atau menerima 36:04 pemberian. Enggak boleh. Kenapa? 36:08 Karena pemberian ini dikhawatirkan nanti 36:12 akan mempengaruhi sikap ya. Akan 36:16 mempengaruhi sikap, 36:18 mempengaruhi kebijakan. 36:22 Hm. 36:23 Jadi kalau mani politik itu hukumnya 36:26 haram dalam Islam, ya sudah jelas. 36:30 Itu jelas sekali ya. Karena tadi itu 36:33 manusia suka berbuat baik kepada orang 36:36 yang baik kepadanya. 36:40 Yang ketiga adalah 36:43 ee orang 36:46 semua orang itu suka kepada orang yang 36:49 baik walaupun kebaikannya 36:53 enggak pernah sampai kepadanya. 36:57 Kita itu suka sekali kepada pencipta 37:00 Anis khususnya ya. Suka kepada Pak Anis. 37:04 Karena apa? Karena Pak Anis orang baik. 37:07 Karena beliau orang baik. Padahal 37:09 kebaikannya beliau itu enggak pernah 37:11 sampai ke kita 37:14 umpamanya. Kenapa? Karena semua manusia 37:18 itu memang suka kepada orang yang baik. 37:23 Hm. 37:25 Demikian. 37:29 Ketika kita dengar si fulan akhlaknya 37:32 luar biasa, uh langsung hati kita ini 37:34 suka 37:36 melihat aja kita enggak apalagi 37:39 mengenal. Tapi kita itu suka kepada 37:42 orang seperti itu. 37:45 Nah, yang terakhir adalah yang keempat, 37:48 semua manusia suka kepada keindahan. 37:54 ya, suka kepada keindahan ini semua 37:57 manusia 37:59 ee Hafiz 38:03 itu ada satu lukisan 38:08 ya yang dibeli oleh Pangeran ee Saudi 38:11 Arabia 38:13 namanya Violet Green and Red. Itu 38:17 harganya 2,54 38:20 triliun. 38:22 Ada lagi itu lukisan yang harganya 2,25 38:27 triliun 38:29 ya. Yang pelukisnya Leonardo Da Vinci 38:34 ada yang harganya 2,33 38:37 triliun, 2,45 38:40 triliun, 2,46 triliun. Kata saya, "Ya 38:45 Allah, itu lukisan 38:47 sampai triliunan." 38:49 Kenapa bisa seperti itu? 38:52 Ya, kalau di kita paling 50 miliar, 100 38:55 miliar ini sampai triliunan coba 38:59 lukisan ya. 39:02 Lalu apa yang membuat mahal? Inilah 39:04 keindahan tadi. 39:08 Maka si pembeli ini jelas melihat sekali 39:11 di balik lukisan itu ya, [berdehem] 39:14 bahwa ni si pelukis ini memiliki tiga 39:19 kelebihan. pertama adalah iradah, 39:23 keduanya kudrah, ketiganya ilmu. 39:27 Kita begitu melihatnya. 39:30 Yang dimaksud dengan ilmu apa? Yang 39:32 dimaksud ilmu ini adalah pengetahuan 39:35 tentang seni lukis. Ini luar biasa orang 39:39 ini pengetahuannya tentang seni lukis. 39:43 Yang kedua, kemampuan. 39:47 kemampuan menuangkan pengetahuannya ke 39:50 dalam kanvas. 39:53 Yang ketiga, iradah, keinginannya. 39:58 Saya punya kemampuan ya, kudratnya saya 40:02 ada, iradahnya ada. Ente juga sama ya, 40:07 Hafiz punya kemampuan menuangkan 40:11 ee lukisan ke dalam kanvas, tapi ilmunya 40:15 enggak ada. 40:19 Nah, ya ilmunya ada tapi tangannya 40:23 buntung. 40:25 Kudrahnya yang enggak ada. 40:27 Nah, jadi nah ya. Maka kalau orang itu 40:31 mencintai si pelukis ya wajar. Karena 40:35 tiga kelebihan ini dimiliki ilmu, kudrat 40:40 dan iradah. 40:44 Nabi ulama itu orang-orang yang 40:49 mempunyai pengetahuan tentang 40:51 kitabullah, pengetahuan tentang Allah 40:56 ya. Juga punya kemampuan 41:00 mengejawantahkan 41:01 pengetahuannya, mengaplikasikan 41:05 ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. 41:10 pengetahuan tentang Al-Qur'an luar 41:13 biasa. Lalu diaplikasikan, 41:16 diejawantahkan dalam kehidupan sehingga 41:19 orang itu disebut dengan Quran berjalan. 41:23 Maka apakah ada keindahan lain dibanding 41:28 dengan ini? Jadi kalau orang cinta 41:30 kepada Nabi, cinta kepada ulama, kenapa? 41:33 Karena mengenal betul dia melihat 41:35 keindahan yang luar biasa. 41:40 yang ada pada orang itu apa keindahan 41:43 itu? Kemampuan pengetahuan tentang 41:46 kitabullah, tentang Allah, tentang 41:49 Rasulullah. 41:51 Kemampuan mengaplikasikannya, 41:53 mengejawantahkannya 41:55 dan ada juga iradah keinginannya. 42:00 Nah, inilah keindahan 42:03 yang lebih indah dari segala yang indah. 42:07 Nah, 42:09 itu empat ya ee Hafiz. 42:13 Sekarang kemudian 42:15 [berdehem] 42:16 kalau kemudian kita tanya kenapa orang 42:20 ee kenapa orang itu cinta kepada orang 42:24 yang berbuat baik dan kenapa orang yang 42:28 orang itu kok berbuat baik kepada kita? 42:32 Kenapa orang itu baik 42:35 walaupun kebaikannya enggak sampai 42:37 kepada kita? Kenapa para ulama itu 42:40 mempunyai pengetahuan yang luar biasa? 42:44 Kemampuan mengaplikasikan atau 42:47 mengejawantahkan ilmunya dalam kehidupan 42:50 itu? Karena ada yang memberi, 42:54 ada yang mengaruniakan. 42:57 Kalau kalau itu dicabut dari Allah ya, 43:01 maka dia tidak akan lagi berbuat baik 43:04 kepada kita. Kenapa? Karena cintanya, 43:07 kebaikannya sudah dicabut oleh Allah. 43:11 Kemudian kalau ada orang baik, karena 43:14 Allah yang memberikan itu kepadanya. 43:16 Kalau ada ulama yang bisa memahami 43:18 Al-Qur'an karena Allah yang memberikan 43:21 ilmu itu. 43:25 Nah, setiap mau lebaran hafiz 43:30 di bulan puasa saya itu punya jemaah, 43:32 punya murid selalu memberikan kepada 43:35 saya uang Rp500.000, 5.000-an semua. 43:40 Lalu saya bagi dua. 43:43 Saya berikan yang separuhnya buat anak 43:45 saya yang nomor dua perempuan. Yang 43:48 separuhnya lagi anak saya nomor karena 43:51 setiap lebaran itu anak-anak pada 43:53 berdatangan ke rumah ya, silaturahim 43:56 dengan ibunya, bapaknya. Nah, setiap 43:59 anak-anak tuh oleh anak saya yang nomor 44:01 dua dan nomor 44:03 masing-masing anak kasih. Yang satu 44:05 ngasih 5.000, yang satunya lagi 5.000 44:07 jadi 10.000. 44:10 lah itu anak saya ini ketika memberikan 44:13 itu ikhlas betul enggak ada beban pari 44:19 enggak ada beban 44:21 ya tuh begitu enggak ada beban dan anak 44:26 saya inilah yang dapat pujian dari siapa 44:30 namanya anak-anak. 44:32 Oh, kakak anu itu orangnya baik. K 44:35 lebaran mesti dikasih. 44:37 Satu pun anak-anak itu tidak ada yang 44:40 memuji saya. 44:43 Sebenarnya yang berhak dipuji itu anak 44:45 saya apa saya, Hafiz? 44:49 Ustaz, ya. 44:51 Nah, kalau enggak saya kasih 44:52 masing-masing, bagaimana? Apa anak saya 44:55 mau sedekah? 44:57 Tidak. 44:57 Tidak. 45:00 Nah, jadi kalau kita memuji kemudian 45:03 para ulama orang yang baik, sebenarnya 45:05 mereka yang berhak dipuji atau yang 45:08 memberi kebaikan kepada mereka? 45:12 Nah, 45:13 kalau Allah cabut itu mereka tidak akan 45:16 dapat pujian jadi orang baik. Enggak. 45:19 Jadi kalau begitu sebenarnya yang paling 45:22 berhak dicintai, dipuji adalah Allah 45:27 Subhanahu wa taala. 45:31 Jelas ya? Yang berhak sebenarnya Allah. 45:34 Sebab Allahlah yang mengaruniakan 45:36 kebaikan. 45:38 Sehingga orang itu mau menjamin hidup 45:41 kita. Allahlah yang memberikan kemuliaan 45:45 kepada seseorang sehingga menjadi orang 45:47 baik. Allahlah yang memberikan ilmu 45:50 kepada ulama sehingga dia bisa memahami 45:53 Al-Qur'an. Lalu Allah tolong lagi dengan 45:56 taufiknya sehingga bisa mengaplikasikan 46:00 pengetahuannya dalam gerak langkahnya 46:03 itu karunia dari Allah. 46:06 Maka sebenarnya yang mesti dipuji adalah 46:10 Allah. Yang berhak untuk dicintai tentu 46:13 adalah Allah. Itulah makanya Allah 46:16 mengingatkan di awal-awal setiap kita 46:19 salat sampai 17 kali kita mengatakan 46:23 alhamdulillah. 46:26 Segala puji bagi Allah yang telah 46:29 memberikan kepada si fulan, si fulan, si 46:31 fulan, si fulan, semuanya. 46:34 Tapi yang dipuji adalah yang lainnya. 46:38 Yang lainnya. Ya, itulah makanya kenapa 46:41 dikatakan ulama itu kalau dipuji suka 46:44 nangis, 46:46 malu. Karena apa? Mestinya yang dipuji 46:49 bukan saya kata mereka. 46:53 Itu demikian ya. Maka sesuai dengan tema 46:57 di awal, yang berhak untuk dicinta 47:02 ternyata adalah sebenarnya hanya Allah 47:06 Subhanahu wa taala. 47:09 Itu nih di sinilah makanya 47:12 kita tapi karena memang Allah tuh 47:15 subhanallah 47:17 ya Nabi mengingatkan man lam yaskurinas 47:20 lam yaskurillah tetap kita harus 47:23 bersyukur kepada manusia yang 47:26 menyebabkan datangnya karunia Allah ya 47:32 bahkan itu menjadi syarat diterimanya 47:34 syukur kita kepada Allah ya dengan kita 47:38 bersyukur kepada orang-orang yang 47:40 menjadi penyebab sampainya karunia Allah 47:43 kepada kita. 47:46 Nah, inilah indahnya ajaran Islam itu 47:48 seperti itu. Barangkali ini dulu ya sore 47:51 ini ee Hafiz ya kalau ada yang 47:54 ditanyakan nanti monggo. Mudah-mudahan 47:56 Allah panjangkan umur kita dalam 47:58 kepadanya. Wallahuam. 48:06 Nasihat dari guru kita Ustaz Jazuli 48:09 Khalil di sore hari ini semoga bisa 48:11 menggugah hati kita, jiwa kita sehingga 48:14 dengan itu kita bisa mengetahui atau 48:17 memberikan cinta kita semuanya hanya 48:19 kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan 48:21 kami juga masih mengundang bagi ikhwan 48:23 akhwat yang ingin menyampaikan 48:24 pertanyaannya bisa langsung melalui Line 48:27 interaktif kami melalui WhatsApp di 48:29 0811999720. 48:34 Dan ikhwan akhwat juga bisa mengirimkan 48:36 pertanyaannya 48:38 atau menelepon kami melalui telepon di 48:40 0218451512. 48:44 kami akan segera kembali tetap di roda 48:46 silaturahim dan 49:02 [musik] 49:07 ahim dan Rasil TV untuk Islam yang satu. 49:10 Ikhwan Akhwat, terima kasih Anda masih 49:11 setia menyimak kajian kita di sore hari 49:14 ini bersama guru kita, Ustaz Ahmad 49:16 Jazuli Khalil. Dan alhamdulillah pada 49:18 kesempatan sore hari ini guru kita 49:20 membahas tema tentang mahabbah dan 49:23 subbahasan yang dibahas adalah yang 49:25 berhak dicintai. 49:27 Dan alhamdulillah ikhwan akhwat kita 49:29 sudah memasuki di sesi yang kedua dan 49:31 kami akan membacakan 49:32 pertanyaan-pertanyaan dari ikhwan akhwat 49:33 yang sudah masuk di sore hari ini. Pak 49:35 Ustaz ini pertanyaan pertama datangnya 49:37 dari Bapak Gofur di Citerep. 49:40 Asalamualaikum warahmatullahi 49:41 wabarakatuh, Ustaz. 49:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:44 wabarakatuh. 49:46 Eh, Pak Ustaz, ada sahabat saya yang 49:48 masyaallah ibadahnya sangat bagus, baik, 49:50 dan taat sekali, Pak Ustaz. Namun 49:53 sahabat saya ini dia tertimpa sebuah 49:56 musibah dan ujian yang cukup berat. Nah, 49:59 pertanyaannya apakah sahabat saya ini 50:02 mendapat ujian yang berat itu merupakan 50:04 bentuk sayang dan cinta Allah kepadanya 50:07 ataukah merupakan sebuah ee azab? Ustaz, 50:09 mohon pencerahan. 50:10 Baik. 50:12 Bismillahirrahmanirrahim. 50:14 [berdehem] 50:17 ee seorang sahabat waktu itu 50:24 ee dia mengatakan begini ya [berdehem] 50:30 ee 50:33 bahwa 50:37 Rasulullah saya mencintai Allah 50:41 ya. 50:42 Lalu kata Rasulullah, 50:45 "Maka bersiap-siaplah 50:48 kamu untuk menerima apa namanya 50:53 ee musibah, 50:57 ya. 50:58 Jadi musibah itu kadang-kadang 51:04 ee perlu diketahui yang menimpa manusia 51:07 itu ada dua, 51:10 ada yang baik, ada yang buruk. Iya. 51:13 Semuanya itu adalah ujian dari Allah. 51:17 Semuanya ujian dari Allah. 51:20 Nah, kalau yang baik nanti disebut bala. 51:24 Kalau yang buruk disebut itu namanya 51:27 musibah. Semua itu adalah ujian dari 51:30 Allah. 51:32 Ya, jangan lantas katakan kalau orang 51:35 itu sakit 51:37 itu dia sedang diazab oleh Allah 51:39 Subhanahu wa taala. Saya enggak enggak 51:41 mengatakan itu lagi diuji oleh Allah 51:43 Subhanahu wa taala. 51:46 Ya. 51:48 Nah, selanjutnya sekarang 51:51 orangnya baik ya, tetapi kena musibah 51:56 yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa 51:58 taala 52:00 ya. Nah, [berdehem] 52:03 ee 52:06 saya ingat waktu tahun 928 52:11 saya berangkat haji. 52:13 Yang kedua 52:15 itu ada seorang jemaah 52:18 ya di jemah ini sakit di sana kalau 52:23 batuk sampai nungging-nungging. 52:26 Lalu saya katakan begini, 52:29 Allah itu kalau mau menghendaki 52:32 seseorang sakit, maka 52:36 di 52:38 apa namanya? 52:40 Ditugaskanlah [berdehem] 52:41 empat malaikat. 52:43 Pertama, malaikat mengambil ditugaskan 52:47 untuk mengambil 52:49 tenaganya. 52:51 Heeh. 52:51 Makanya orang kalau mau sakit biasanya 52:53 lemas begitu ya. 52:56 Yang kedua, malaikat ditugaskan 52:58 mengambil nafsu makannya. 53:00 Yang ketiga, malaikat yang ditugaskan 53:03 mengambil sinar mukanya. Yang keempat, 53:06 malaikat yang ditugaskan mengambil 53:08 dosanya. 53:10 Dan ketika Allah mau menyembuhkan, maka 53:12 Allah perintahkan malaikat kedua, nafsu 53:15 makannya dikembalikan. 53:17 I 53:18 kata orang Sunda memayu, apa saja doyan 53:20 jadinya. Kata orang Betawi kemaruk 53:24 namanya ya. 53:27 Wah apa saja jadi doyan. Lalu kemudian 53:30 karena makan banyak. Nah, lalu malaikat 53:33 kedua ditugaskan mengembalikan 53:35 tenaganya. 53:37 Ya, ketika dia jalan ketemu temannya. 53:40 Loh, kok muka kamu pucat? Ya, bangun 53:43 sakit ya. Itu karena malaikat ketiga 53:45 belum mengembalikan sinar mukanya, 53:48 cahaya mukanya. Barulah kemudian 53:51 malaikat ketiga mengembalikannya. 53:53 Segerbuger sudah enggak kelihatan lagi 53:56 bekas sakit. Tinggal malaikat yang 53:59 keempat langgak disuruh-suruh oleh 54:01 Allah. Akhirnya dia pergi ke bawah arasy 54:04 sujud. Ya Allah, Engkau perintahkan 54:07 kepada kami berempat 54:09 mengambil dari si fulan sesuatu 54:12 sebagaimana yang kau perintahkan kepada 54:15 kami dan itu sudah kami laksanakan. Kini 54:18 mereka semua sudah mengembalikan apa 54:20 yang dulu mereka ambil. Ya, tinggal saya 54:23 kapan saya harus mengembalikan apa yang 54:26 saya ambil ini? 54:27 Kata Allah, "Ya hambaku ya, malaikatku, 54:32 sakit itu adalah penderitaan. 54:35 Aku ini arhamur rahimin." Ya, masa 54:39 sudahudah menderita dosanya kemudian 54:41 masih juga. 54:43 Allah. 54:43 Maka sebagai gantinya buang tuh dosa 54:47 itu. Itulah arhamurrahimin. 54:49 Masyaallah. 54:50 Jadi orang yang sakit itu ya sebenarnya 54:54 dia ini adalah sedang dibersihkan oleh 54:56 Allah Subhanahu wa taala dosa-dosanya. 54:59 Bukan berarti saya katakan orang yang 55:01 sakit itu adalah pasti banyak dosanya. 55:05 Enggak juga ya. Enggak seperti itu. Yang 55:07 jelas sakit itu satu dari kebaikan baik 55:11 secara medis maupun agama ya. 55:15 Nah, dari sisi agama ya tadi itu kayak 55:20 sakit misalnya ya. 55:23 Ini adalah merupakan pelebur dosa. 55:26 Sehingga kata ketika Nabi ke Madinah, 55:29 ada seorang datang kepada Nabi 55:31 menawarkan Rasulullah, "Barangkali 55:34 engkau mau menikah lagi, kalau mau 55:36 menikah nih ada seorang wanita cantik 55:40 udah gitu dia enggak pernah sakit 55:42 katanya Rasulullah 55:43 enggak pernah sakit. Rasulullah enggak 55:45 mau. Tidak ada kebaikan katanya." 55:47 Artinya tidak baik wanita atau orang 55:50 yang enggak pernah sakit. 55:53 gitu ya. Sebab apa? Sakit itu tadi tuh 55:57 ya melebur dosa. Dan kalau orang itu 56:00 sabar di waktu sakitnya 56:03 inir 56:06 hisab dan masih banyak lagi 56:08 keutamaan-keutamaan, kebaikan-kebaikan 56:11 bagi orang yang Nah, kalau umpamanya dia 56:14 musibah itu adalah karena dizalimi 56:16 orang. 56:17 Heeh. Setiap orang dizalimi maka pasti 56:20 akan ada penggantinya dari Allah. 56:24 Sekarang umpamanya nih Habib Muhammad 56:26 Rizik Sihab ya. He. 56:28 Oh, itu dari Allah. Bukan main kalau 56:31 kita bisa melihat subhanallah ya dari 56:36 Allah. Tinggal kesabarannya beliau. Dan 56:39 kita tentu menjadi kewajiban untuk 56:42 memohon kepada Allah ya agar beliau 56:45 selalu dilindungi, dikuatkan ya 56:49 kesabarannya. 56:51 Tapi enggak cuma seperti itu, harus ada 56:54 tindakan-tindakan lainnya. 56:56 Barangkali itu Hafiz. 56:58 Baik. Ee semoga terjawab ya, Pak Ustaz. 57:01 Eh, Pak Ustaz sayang sekali waktu kita 57:02 sudah sangat sangat mepet sekali Pak 57:04 Ustaz. Jadi masih banyak pertanyaan di 57:07 sore hari ini tapi belum bisa kami 57:08 bacakan Pak Ustaz ya. Jadi bisa 57:10 disimpulkan, Ustaz. 57:12 Baik. Nanti kesimpulannya kalau sudah 57:14 ini aja ya. Jadi bahwasanya yang 57:17 kesimpulannya begini, bahwa yang paling 57:20 berhak untuk dicintai, paling berhak ya 57:24 dicintai itu adalah Allah. Bukan berarti 57:28 kita enggak boleh mencintai yang lain. 57:29 Boleh. Dan itu adalah sebuah 57:32 keniscayaan. Kalau kita ini mencintai 57:34 istri, mencintai anak, menyukai harta, 57:37 boleh-boleh saja itu. Tapi jangan 57:39 kecintaan itu ya melebihi kecintaan kita 57:43 kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadikanlah 57:46 cinta Allah dan Rasul-Nya dan jihad 57:49 fisabilillah sebagai puncak dari nilai 57:53 kecintaan kita. Sebab jika yang lainnya 57:57 cinta kepada yang lain melebihi 57:58 kecintaan kepada Allah, maka Allah 58:02 menyebutnya kita ini sebagai orang 58:04 fasik. Wallah la yahdilal fasikin. Akhir 58:08 ayat itu ditutup dengan itu menunjukkan 58:10 bahwasanya orang yang lebih mencintai 58:13 sesuatu melebihi Allah dan Rasul-Nya itu 58:16 adalah orang fasik yang seperti itu. Dan 58:18 mudah-mudahan kita tidak dimasukkan oleh 58:21 Allah ke dalam golongan itu. Rabbana 58:24 taqobbal minna duana warana amalina 58:27 birahmatika ya arhamarahimin. Rbana 58:29 atina fid dunya hasanah wafil akhirati 58:31 hasan waqinaabanar. Wasallallahu ala 58:34 sayyidina Muhammad waa ali wasallam. 58:37 Walhamdulillahiabbil alamin. E 58:40 asalamualaikum warahmatullahi 58:41 wabarakatuh. [mendengus] Ee sebentar ada 58:43 ini ungkapan saya terima kasih kepada 58:46 Mbak Ning ya. yang jadi salah satu 58:50 pendengar hasil ini ada namanya Mbak 58:52 Ning He 58:53 ya. Itu beliau telah mengirimkan dana 58:56 untuk pembangunan pesantren 58:58 ya. Saya berdoa mudah-mudahan itu akan 59:01 menjadi ee apa namanya? Ibadah yang 59:05 pahalanya akan terus mengalir buat 59:08 beliau baik semasa hidup maupun sesudah 59:10 wafatnya. Amin ya rabbal alamin. 59:13 Wasalamualaikum warahmatullahi 59:15 wabarakatuh. Waalaikumsalam 59:17 warahmatullahi wabarakatuh. Demikianlah 59:19 ikhwan akhwat yang dirahmati oleh Allah 59:21 subhanahu wa taala, para pendengar radio 59:23 silaturahim dan pemirsa Rasul TV yang di 59:25 mana pun antum dan antuna berada. Telah 59:28 kita simak bersama-sama nasihat dari 59:30 guru kita Ustaz Ahmad Yazuli Khalil di 59:33 sore hari ini dalam pembahasan yakni 59:36 dengan tema mahabbah yang berhak 59:39 dicintai hanyalah Allah Subhanahu wa 59:41 taala. Semoga kita selalu diberikan oleh 59:44 Allah kemudahan untuk selalu 59:45 mendahulukan cinta kita terutama hanya 59:48 kepada Allah dan Rasul-Nya. Akhir kata 59:50 bersama saya Muhammad Hafiz Alfloresi. 59:52 Beserta teman-teman yang bertugas di 59:54 sore hari ini ada Bang Neja di kameramen 59:56 dan switcher dan Bang Yusuf Subangkit di 59:58 meja operator. Mohon undur diri dari 1:00:00 ruang dengar Anda. Subhanakallahumma 1:00:02 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:00:05 astagfiruka wa atubu ilaikqo. 1:00:07 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:09 wabarakatuh. 1:00:11 Waalaikumsalam