Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
3:32 Bismillahirahmanirahim. 3:45 Assalamualaikum warahmatullah 3:46 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 3:47 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apa kabar? 3:49 Selamat pagi, masya Allah. Akhir-akhir 3:53 bulan Maulid. Makin banyak acara saja 3:56 ikhwan akhwat. Bagaimana kabar Anda? 3:58 Semoga Anda pagi hari Anda senantiasa 4:01 berbahagia dan dalam rahmat dari Allah 4:04 Subhanahu Wa Ta'ala. Ada acara apa Anda 4:07 hari ini? Tapi sebelum Anda memulai 4:10 semua acara Anda hari ini, kita mulai 4:12 dulu dengan 4:13 mengkaji kajian tasawuf. Kita sama-sama 4:17 membersihkan hati bersama guru kita 4:19 bersama Habib Ahmad Musthofa bin Syafi'i 4:22 alhamdulillah saat ini sudah membersamai 4:24 kita di studio. Assalamualaikum Habib. 4:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:27 wabarakatuh. Apa kabar? Sehat Habib? 4:29 Masya Allah, masya Allah. Alhamdulillah 4:32 Habib kedatangan Habib nih. Iya, sudah 4:34 lama. Sudah lama absen. 4:36 Enggak apa-apa Habib, masya Allah. Ini 4:38 bulan Maulid pertama Habib ke sini ya? 4:41 Iya, betul. Iya, benar ya. 4:43 Insya Allah entar besok lagi ya Habib ya 4:45 ke sini di masjid ya. Insya Allah besok 4:47 kita karena ada Maulid di masjid jam 4:50 08.00 pagi di Masjid Silaturahim. Insya 4:53 Allah, insya Allah. 4:55 Habis ini habis habis dari sini ke mana 4:56 lagi Habib? 4:58 Ada acara. 4:59 Banyak Habib masya Allah. Masya Allah 5:02 Habib. Masya Allah, semoga sehat terus 5:03 Habib. Kuat-kuat insya Allah di jalan 5:05 Allah Subhanahu Wa Ta'ala fi amanillah 5:07 wa salamah insya Allah Habib. Kita sudah 5:09 sampai bab apa Habib? Nah, ini 5:11 subhanallah Habib tinggal 5:13 subhanallah tinggal dua lembar lagi 5:14 khatam kita ternyata. Oh, alhamdulillah. 5:15 Terakhir sekarang. Ajib, masya Allah. 5:18 Bab al mahabbah, ya Allah. Habib, 5:21 ngomong-ngomong masalah mahabbah Habib. 5:22 Kan ini bulan Maulid, bagaimana caranya 5:25 kita menunjukkan mahabbah kita sama 5:28 Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi 5:30 wasallam. Apakah harus dengan 5:32 ikut Maulid setiap hari atau bagaimana? 5:36 Kalau bulan Maulid sudah lewat bagaimana 5:39 cara menunjukkan kita mahabbah kita sama 5:42 Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi 5:43 wasallam? Masya Allah Habib, jamil jamil 5:46 Habib. 5:46 Nah, subhanallah mahabbah itu 5:48 asas Habib ya. Mahabbah itu adalah asas 5:51 langkah pertama seorang yang menuju 5:53 kepada Allah. 5:54 Dan juga mahabbah itu adalah puncak 5:57 terakhir daripada perjalanannya kepada 5:59 Allah Ta'ala. 6:01 Jadi di awal dan akhir. Dan di antara 6:02 keduanya itu dia senantiasa merawangi 6:05 apa namanya jalur mahabbah. Nah, 6:07 subhanallah. Eee mahabbah kepada Allah 6:09 Ta'ala dan mahabbah kepada Baginda Nabi 6:11 Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. 6:14 Mahabbah itu kan perihal yang di hati 6:16 Habib ya. Asyik batin ini. 6:18 Mahabbah itu tapi juga diekspresikan 6:21 dengan perihal yang lahiriah yang 6:23 lahirnya. 6:24 Nah, cara mengek mengek mengek apa 6:26 mengek 6:26 ekspresikannya masing-masing 6:28 berbeda-beda tuh. 6:29 Berbeda-beda. 6:30 Ada yang dengan banyak selawat, nah itu 6:33 betul cara utama. 6:35 Ada yang dengan menghadiri 6:36 majelis-majelis selawat dan juga luar 6:39 biasa bagus. 6:40 Ada yang mereka melampiaskan mahabbahnya 6:43 itu dengan cara lain, dengan ibadah. 6:46 Ada yang dengan apa namanya berjalan 6:48 arak-arakan gitu di jalan. 6:51 Nah, itu itu semua macam-macam tapi satu 6:53 tujuannya mahabbah itu. Orang-orang 6:55 menunjukkan rasa cinta ya. 6:57 Lain-lain. Karena bahasa cinta tuh 7:00 banyak bahasa cinta tuh enggak bisa di 7:02 dibataskan. Betul betul betul betul, 7:04 masya Allah. 7:05 Aneka ragam bahasa cinta. Masya Allah. 7:07 Kalau nunjukin rasa cinta kita yang 7:09 benar sama Nabi Muhammad Jadi 7:12 antum kan tanya tentang bagaimana kita 7:15 bisa nambahin mahabbah mahabbah kita dan 7:17 juga bagaimana kita nunjukin 7:19 rasa cinta kepada Baginda Rasulullah 7:21 Shallallahu alaihi wasallam. Masalah 7:22 menambahkan rasa cinta 7:24 itu ada kan sering kita dengar kalau tak 7:27 kenal maka tak sayang. Eee. Jadi orang 7:29 orang itu kalau makin kenal dengan sosok 7:31 Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi 7:32 wasallam pasti makin cinta dia. Waw. 7:33 Makanya kita dianjurkan membaca 7:36 eee baca sirah. Bukan cuma sirah Habib 7:38 ya, 7:39 yang lebih wajib bahkan as syamail. Oh. 7:42 Itu wajib itu, benar-benar luar biasa 7:43 syamail. 7:45 Syamail itu apa? Pembahasan masalah 7:47 sifat al kholqiyah wal khuluqiyah sifat. 7:49 Baikpun sifat lahiriah atau sifat 7:51 akhlak. Gitu gimana tawaduknya 7:53 Rasulullah, gimana eee apa namanya 7:55 hilmnya Rasulullah Shallallahu alaihi 7:57 wasallam. 7:57 Kalau sirah kan peristiwa. Iya. Tanggal 8:00 20 tahun sekian ada apa saja urut 3 4. 8:03 Tapi kalau 8:04 kalau syamail membahas perilaku. 8:07 Eee. 8:08 Sikapnya Baginda Nabi. 8:11 Jadi kita bisa mem membedah sosok 8:12 Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi 8:13 wasallam dari segi lahir dan batin. 8:15 Dari segi lahirnya gimana? Gimana wajah 8:17 Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi 8:18 wasallam yang luar biasa kan indahnya. 8:20 Itu dibahas sama eee ahli syamail dengan 8:22 detail Habib ya. Kalau makan makannya 8:24 Habib, cara duduknya gimana? 8:26 Kalau pakai baju bajunya gimana? Cara 8:27 pakai baju gimana? 8:29 Itu luar biasa. 8:30 Dan banyak yang eee kita yang dianjurkan 8:32 untuk dibaca seperti syamail Tirmidzi 8:34 syamail Muhammadiyah ataupun wasail 8:36 wusul an nabhani. 8:37 Nah, juga nah ini juga ajib Habib. Di 8:40 antara yang 8:41 yang cara yang ampuh luar biasa untuk 8:43 menambahkan cinta kita kepada Rasulullah 8:45 Shallallahu alaihi wasallam hadza adzim. 8:46 Gimana? Membaca cerita para sholihin 8:50 yang mengungkapkan rasa cintanya kepada 8:52 Nabi Rasulullah Shallallahu Eee. Membaca 8:54 syair-syair mereka. 8:56 Itu luar biasa lebih memicu jauh jauh 8:58 jauh. 9:00 Makanya enggak enggak heran kalau 9:01 seandainya kita mendengar 9:03 kan ada kitab tuh namanya dalail khairat 9:05 kitab selawat ini Iya iya, betul itu 9:07 masya Allah aulia sholihin dan arifin 9:09 banyak banyak sholihin juga baca kitab 9:11 itu mudawamah. Tapi 9:14 ada juga kitab burdah kan 9:15 qasidah-qasidah burdah. Kan yaqul ba'dul 9:17 masyayikh di antaranya Syaikhuna Habib 9:19 Salim bin Abdullah bin Umar As Syathiri 9:20 beliau berkata 9:21 baca burdah sekali itu itu sama kayak 9:24 baca dalail khairat 70 kali. 9:27 Iya. 9:27 Padahal baca burdah burdah apa isinya? 9:29 Qasidah-qasidah. Iya lantunan-lantunan 9:31 qasidah pujian kepada Baginda Rasulullah 9:33 Shallallahu alaihi 9:35 Kok bisa? Padahal ini dalail khairat 9:36 selawat dari awal sampai akhir isinya 9:38 selawat. 9:39 Karena memang dalam perihal memicu cinta 9:42 ini lebih luar biasa jauh. Iya iya. 9:44 Kalau selawat kita apa selawat kepada 9:46 Baginda Nabi tapi kalau membaca cerita 9:48 gimana eee perihnya kehidupan mereka 9:51 dalam mencinta kepada Baginda Rasulullah 9:53 Shallallahu alaihi penderitaan dan 9:55 penderitaan dalam cinta itu kan indah 9:56 emang. 9:57 Kalau cinta enggak ada penderitaan 9:58 enggak ya, enggak seru. Aduh. 10:01 Betul, betul, betul. 10:03 Masya Allah, antum juga. 10:04 Betul, betul. 10:06 Nah, itu jadi luar biasa, sangat memicu, 10:08 Bib, ya. Heeh, heeh. Membaca Burdah atau 10:10 membaca qasidah-qasidah arifin seperti 10:12 Imam Haddad, ee Al Bur'i, Abdurrahim Al 10:15 Bur'i, atau yang lainnya. Itu sangat 10:17 dianjurkan untuk merangsang cinta kita 10:20 kepada Nabi Alaihis Salam. Memang 10:21 memicu. Oh, makanya orang pada hobi 10:24 maulid karena maulid itu kan sejatinya 10:27 Nah, itu dia. apa ya, isinya pujian sama 10:29 Baginda Nabi, ya. Nah, di antaranya itu. 10:31 Heeh. 10:32 Di antaranya majelis maulid majelis apa 10:34 sih? Majelis ya majelis selawat. Heeh. 10:36 Tapi juga 10:37 kalau kita teliti, Bib, ya, apa yang 10:39 dibaca dalam maulid itu Heeh. 10:40 semuanya ada loh. Dari segi sirahnya 10:42 ada, 10:44 dari segi syamailnya juga ada, 10:46 perilakunya, akhlaknya Nabi. 10:48 akhlaknya Nabi. 10:49 Dari segi lantunan qasidah pujian yang 10:51 merangsang kerinduan, yang memicu 10:53 kerinduan, juga ada di situ. Lengkap. 10:55 Heeh. Juga ada nasehat juga di situ, 10:57 ceramah-ceramah biasanya. Juga ada baca 10:59 Qur'annya juga di situ ada. Ya, masya 11:01 Allah, lengkap jadinya. 11:03 Masya Allah, masya Allah. Iya, iya, iya, 11:05 iya, iya. Masya Allah, luar biasa. Nah, 11:07 di antara cara kita apa namanya, 11:09 melampiaskan atau mewujudkan cinta kita 11:11 kepada Nabi Alaihis Salam. Allahumma 11:12 sholli alaihi. Bukan cuma di Rabiul Awal 11:14 ya, bahkan 11:14 Betul. dan memang sih begini, Bib. 11:16 Kita sering dengarkan apa namanya, man 11:18 aradal murofaqah fa'alaihi bil 11:19 muwafaqah. Kalau seandainya engkau mau 11:22 bersama dengan Rasulullah, maka 11:24 teladanilah Baginda. Heeh. 11:26 Dan memang bukti cinta yang paling kuat 11:28 itu adalah 11:29 mengikuti. 11:31 Heeh. Innal muhibba liman yuhibbu 11:33 muthi'un. 11:34 Orang kalau cinta itu pasti taat dengan 11:36 yang ia cintai. Heeh. 11:39 Betul, itu luar biasa. Tapi 11:41 hadza adzim, Bib, ya. Tapi coba kita 11:43 lihat ada satu kejadian. 11:46 Ada seorang sahabat 11:49 dia itu 11:52 minum khamar, terus minum khamar. Dan 11:54 enggak bisa meninggalkan 11:55 dari khamar. 11:57 Nah, ketika apa namanya, diharamkan 11:58 khamar tadrijian, kan, pelarangan sampai 12:01 mentok sampai diharamkan semuanya. 12:02 Fajtanibu. 12:04 Ini sahabat ini masih berat. Heeh. 12:06 Berat. 12:08 Tapi apa yang terjadi? Nah, begini. 12:11 Dia jatuh ke maksiat minum khamar. 12:13 Tapi apa, dia datang ke Nabi Alaihis 12:14 Salam, "Ya Rasulullah, 12:16 aku minum khamar. 12:17 Maka cambuklah aku." Heeh. yuqamul haddu 12:20 alaih, dicambuk. Berapa ya, 40? 12:23 Terus sudah balik, tobat, dia nangis, 12:25 segala macam. 12:27 Tapi enggak lama kemudian datang lagi, 12:28 "Ya Rasulullah, ana enggak bisa minum 12:30 lagi. 12:31 Cambuk lagi, ya Rasulullah." 12:33 Nah, dihukum lagi terus gitu. 12:36 Sampai ketiga kali. Nah, pas ketiga kali 12:39 dia datang, "Ya Rasulullah, ana minum 12:40 lagi." Masya Allah. 12:42 Syuf, perhatikan kedatangannya ke 12:44 Rasulullah itu suatu yang luar biasa 12:45 loh, Bib. 12:46 Iya, iya. Bisa saja dia minum lalu 12:47 ngilang, tapi kagak. Heeh. Ketika dia 12:49 jatuh ke maksiat, dia datang ke Nabi 12:50 Alaihis Salam. Heeh. Ini kan luar biasa. 12:52 Heeh. 12:53 Pas di kali ketiga, sahabat-sahabat yang 12:55 lain 12:56 mulai ada kata-kata yang agak kasar, 12:58 katanya. 12:59 Kalau ente gimana juga? 13:01 Nabi Alaihis Salam bilang, "La takun 13:03 aunal lisyaithan ala akhik." Kata Nabi 13:05 Alaihis Salam. 13:05 "Jangan kalian bantu setan untuk 13:08 menggoda temanmu ini." Heeh. Nah, ini 13:10 syahidnya, innahu yuhibbullah wa 13:12 rasulah. Nah. Sesungguhnya dia cinta 13:15 kepada Allah dan Rasul, dan dan 13:16 Rasulnya. 13:16 Heeh. Jadi ini dapat syahadah, dapat 13:19 dapat kesaksian langsung dari Nabi 13:21 Alaihis Salam, dapat title ini orang 13:22 cinta Allah sama Rasulnya. Padahal Loh. 13:25 Katanya kan cinta itu harus ini, harus 13:28 ada apa namanya, peneladanan. 13:30 Mengikuti Nabi Alaihis Salam. Ini 13:31 gimana, maksiat. Heeh. Nah, kadang kala 13:34 ini dia ini sebenarnya benar-benar dalam 13:36 meneladani Nabi Alaihis Salam. Buktinya 13:38 dia datang dan mengaku bersalah. Heeh. 13:41 Nah, itu luar biasa. Kadang kala ee kita 13:43 memandang, "Oh, cinta, cinta itu harus 13:45 dengan taat dong." 13:46 Ee 13:48 berusaha untuk taat. Gitu. Silakan. 13:50 Dan enggak berlawanan cinta dengan 13:52 maksiat bilamana maksiat itu diiringi 13:54 dengan penyesalan. Nyesal. Enggak kok, 13:56 masih terbuka pintu cinta untukmu. 13:58 Walau sebanyak-banyaknya maksiatmu, 14:00 tetap terbuka pintu cinta. Makanya 14:02 buktinya tadi hadis itu. Masya Allah. 14:05 Innahu yuhibbullah wa rasulah. 14:07 Yang penting datang ke Rasulullah 14:08 Alaihis Salam. 14:09 Ya Allah, makanya 14:11 baca maulid, baca artinya juga, Bib, ya. 14:13 Allahu Akbar. Nah, itu dia, keren 14:15 banget. 14:16 Jadi bisa, kita bisa ngikutin. 14:17 Wah, benar-benar. Heeh. Banyak orang 14:19 kalau di majelis maulid ya atau atau 14:22 acara mana lah gitu, Heeh. nikmat. Heeh. 14:25 Masih nikmat, betul. Pasti ada sakinah 14:26 wal waqar. Heeh. 14:28 Atau lantunan qasidah yang juga enak, 14:29 terbawa gitu. Wah, keren-keren. Tapi 14:32 lebih keren lagi kalau ente kebawa sama 14:34 artinya. Wah, benar-benar ngilang. 14:35 Benar, benar. Benar-benar fana. 14:37 Ya. Lailahaillallah. Nah, benar, Bib. 14:41 Aduh, ya. Masya Allah. Masya Allah. 14:44 Dan kalau kita baca syamail tadi, kita 14:47 juga jadi bisa lebih mudah buat ittiba', 14:49 apa, mengikuti Baginda Nabi. Dan dengan 14:52 itu 14:53 kecintaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala 14:55 insya Allah pasti akan datang. Habib, 14:57 kalau mahabbah yang dibahas di kitab 15:00 tasawuf ini berkaitan dengan apa, Bib? 15:03 Nah, ini dia. Memang ini, Bib, ee tanda 15:05 terakhir, kan, alamat yang terakhir. 15:08 Nah, Sayyidil Hay Umar menyebutkan ini 15:09 sebagai yang terakhir karena yang 15:10 puncak. Oh. Puncak masalah ee apa 15:14 namanya, maghamatul arifin, Heeh. 15:16 mahabbah. Oh. Begitu. Nah, di sini 15:18 mahabbah tentang apa? Di sini ee 15:21 mahabbah kepada Allah Ta'ala. Heeh. 15:22 Silakan. 15:23 Pasti juga diiringi nantinya entar di 15:25 halaman yang setelahnya mahabbah kepada 15:26 Rasulullah dan mahabbah kepada kaum 15:28 sholihin. Masya Allah. Nah, inilah 15:30 tanda-tanda 15:31 orang yang bertasawuf. Masya Allah, 15:33 masya Allah. Tafadhol, ikhwan akhwat 15:35 yang sudah punya PDF-nya, yang sudah 15:37 pernah Al Faqir kirim, ya, kitab 15:39 Mahiyatut Tasawuf tapi bahasa Arab. 15:42 Kalau enggak paham bahasa Arab enggak 15:43 apa-apa, enggak usah dibaca PDF-nya, 15:45 simak saja baik-baik. Yang punya, 15:48 silakan di halaman 29, Bib, ya. 30. Ee 15:51 halaman 30, berkaitan dengan Al Mahabbah 15:54 wa Itsaril Haq Ta'ala ala ma siwah, atau 15:58 kecintaan dan mendahulukan hak-haknya 16:01 Allah Subhanahu wa Ta'ala 16:03 di atas segalanya. Masya Allah. Mari 16:06 sama-sama kita dengarkan penjabaran dari 16:07 Habib Ahmad bin Syahab, bin Syekh. 16:09 Silakan, Bib. 16:10 Bismillah, baik. 16:13 Bismillahirrahmanirrahim. 16:14 Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma 16:15 sholli wa sallim ala Sayyidina 16:16 Muhammadin wa ala alihi wa shahbihi 16:18 ajma'in. Subhanaka la ilmalana illa ma 16:20 allamtana innaka antal alimul hakim. Wa 16:22 tub alaina innaka antat tawwabur rahim. 16:25 Allahumma ya fattahu ya alimu ya fattahu 16:26 ya alimu ya fattahu ya alimu, iftah 16:28 alaina fathan qariba ya arhamar rahimin. 16:30 Allahumma la sahla illa ma ja'altahu 16:32 sahla wa anta taj'alul hazana idza 16:34 syi'ta sahla. Allahumma sahhil lana 16:36 hifdzal ulum wahablana wasi'atil fuhum. 16:38 Bijahi nabiyikal ma'shum shallallahu 16:40 alaihi wa sallam. Allahumma inna 16:41 nas'alukal ilmal ladunni wal masyrabal 16:43 shafil haniyya wahabbi ya ghani. Wa 16:45 na'udzubika Allahumma min ilmin la 16:46 yanfa'u wa qalbin la yakhsya wa amalin 16:48 la yurfa'u. Wa ainil la tadma'u wa 16:50 nafsin la tasyba'u wa da'watin la 16:51 yustajabu laha birahmatika ya arhamar 16:53 rahimin. 16:54 Ya arhamar rahimin, ya arhamar rahimin. 16:56 Tayyib. 16:57 Ini, ikhwan, sekarang kita sudah sampai 16:59 di bab terakhir dalam perihal kitab 17:03 Mahiyatut Tasawuf wa Simatu Ahlih. Dan 17:05 di sini ee shahibul kitab, Sayyidil Hay 17:09 Umar, 17:10 ee menyatakan bahwasanya 17:12 tanda terakhir yang ke-10 daripada 17:14 orang-orang yang bertasawuf adalah Al 17:16 Mahabbah. Nah, jadi tadi judulnya yang 17:18 dibacakan oleh Habib Isa tadi, cinta 17:20 kepada Allah dan mendahulukan hak-haknya 17:22 Allah Ta'ala atas segalanya. 17:24 Seperti biasa, Sayyidil Habib membuka 17:26 bab ini dengan firman Allah Ta'ala dari 17:28 ayat-ayat suci Alquran, kemudian hadis. 17:32 Hadis-hadis hadis hadis Nabi Alaihis 17:34 Salam, kemudian dengan 17:35 kalimat atau perkataan kaum sholihin. 17:37 Nah, kita sudah sampai sekarang di 17:39 halaman ke-30, ee hadis yang terakhir 17:42 atau pasnya sebelum terakhir. 17:44 Dan di sini Nabi Alaihis Salam bersabda, 17:45 wa qala Rasulullah Alaihis Salam, "Man 17:47 ahabba lillah wa abghadha lillah, wa 17:49 a'tha lillah wa mana'a lillah, faqad 17:51 istakmalal iman." Rawahul Abu Dawud bi 17:54 isnadin shahih. 17:56 Yang artinya 17:58 Baginda Rasulullah Alaihis Salam 17:58 bersabda, "Man, barang siapa, ahabba, 18:00 yang mencintai 18:02 apapun sesuatu itu yang dia cintai, tapi 18:04 cintanya lillah, karena Allah. 18:06 Wa abghadha, dan dia membenci apa yang 18:09 ia benci itu 18:10 dikarenakan karena lillah, karena Allah. 18:13 Wa a'tha, dan dia memberi 18:16 apa yang dia beri dan siapa yang dia 18:18 beri 18:19 itu lillah, karena Allah. Wa mana'a 18:21 lillah, dan apa yang dia tidak memberi, 18:24 dia yang dicegah gitu. Ee apa yang dia 18:27 cegah dan dari siapa yang dia cegah, 18:29 kepada siapa yang dia cegah 18:30 pemberiannya, itu semua itu karena 18:32 karena Allah, lillah. Ba ba barang siapa 18:34 yang sudah melakukan itu, maka faqad 18:37 istakmalal iman, maka sungguh telah 18:39 sempurna imannya." 18:41 Tayyib. 18:42 Di sini ee ikhwani 18:46 jelas dalam hadis ini, kan, Nabi Alaihis 18:47 Salam mengaitkan perihal iman itu dengan 18:50 cinta. 18:52 Na'am, betul banget. 18:54 Bahkan di hadis yang sebelum yang 18:55 sebelumnya Baginda Rasulullah Alaihis 18:56 Salam bersabda, "Tsalatsun man kunna 18:57 fihi wajada halawatul iman." Nah, kalau 19:00 seandainya ada tiga perihal yang sudah 19:03 didapatkan oleh seorang hamba, maka dia 19:05 bisa mencicipi manisnya iman karena iman 19:07 itu manis, betul? 19:09 Nah, di antaranya nomor satu, an yuhibb, 19:12 apa, an yakunallahu wa rasuluhu ahabba 19:14 ilaihi mimma siwahuma. Nah, itu dia. 19:16 Allah Ta'ala ee lebih ia prioritaskan 19:19 dari yang selain Allah Ta'ala. Cinta 19:21 kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah 19:23 nomor satu. 19:24 Itu yang pertama. Berarti memang 19:26 kesempurnaan iman itu ataupun zauq, kita 19:29 rasa iman itu bisa dirasakan bilamana 19:31 seorang itu sudah sempurna cintanya 19:33 kepada Allah. Silakan. Nah, di sini juga 19:36 cinta kepada Allah 19:37 tidak menggerakkan sesuatu 19:40 atau menahan ee dari gerakan melainkan 19:44 Allahlah yang menjadi pemicunya. Heeh. 19:46 Gitu. 19:48 Kalau seandainya dia mencintai seseorang 19:51 itu karena Allah Ta'ala. Karena Allah 19:53 cinta sama dia, ana cinta sama dia, 19:55 begitu. 19:56 Kalau 19:57 membenci seseorang karena Allah 20:00 Allah membenci dia, ana juga benci sama 20:02 dia, begitu. Jadi tolak ukur cinta dan 20:05 bencinya dia kepada makhluk itu dengan 20:09 cinta dan bencinya Allah Ta'ala kepada 20:10 mereka. Yang siapa yang Allah cintai, ya 20:13 cintai. 20:14 Nah, siapa yang Allah benci, ya benci 20:15 juga. Nah, itu dia artinya ahabbah 20:17 lillah wa abghadha lillah. 20:19 Dan memang 20:20 luar biasa cinta apa namanya seorang 20:23 makhluk 20:24 karena Allah, ya karena Allah Ta'ala 20:27 berikan ia keutamaan, 20:29 sifat-sifat yang Allah Ta'ala cintai, 20:31 akhirnya kita cinta sama dia. Itu suatu 20:33 pahala yang besar, besar, besar. Makanya 20:35 kita dianjurkan cinta kepada kaum 20:37 sholihin. Wahai Ikhwan. 20:40 Bahkan 20:43 suami istri pun, suami istri. 20:46 Bagusnya dan sangat indah sekali kalau 20:49 seandainya mereka menjalin hubungan 20:50 suami istri itu lillah karena Allah 20:52 Ta'ala. 20:54 Makin lama makin dekat. 20:55 Enggak dalam ilmu filsafat itunya. 20:58 Kayak segitiga itu, kayak piramid begitu 20:59 ya. 21:00 Kayak piramid. Itu segitiga. 21:03 Ya, si suami di ujung kanan, si istri di 21:05 ujung kiri dan Allah di puncak piramid 21:08 yang paling atas itu. 21:10 Kalau kalau seandainya mereka mencintai 21:14 sesama ini karena Allah 21:17 maka mereka makin dekat kepada Allah dan 21:18 mereka makin dekat antara suami istri 21:20 itu 21:21 kayak segitiga itu. 21:23 Makin mereka jauh dari Allah, 21:25 makin jauh juga hubungan antara mereka 21:26 berdua, akhirnya renggang dan retak. 21:28 Na'udzubillah min dzalik. Karena mereka 21:30 jauh dari sudut titik temu, yaitu adalah 21:32 Allah Ta'ala. 21:34 Itu. Makanya setiap cinta yang dijalin 21:37 karena Allah akan kekal. 21:40 Karena Allah kan Maha Kekal dan engkau 21:41 menjalin cinta karena Allah, cintamu 21:43 akan dikekalkan oleh Allah Ta'ala. 21:46 Dan setiap cinta yang dijalin bukan 21:47 karena Allah 21:49 karena banyaklah karena fisik contohnya, 21:51 karena keren kah atau cantik kah atau 21:53 karena harta apalagi, itu kan semua 21:55 perihal yang musnah. 21:56 Harta pasti hilang, cantik ya coba entar 22:00 sudah tua gimana? 22:02 Ganteng juga sama juga. 22:04 Karena fana, maka cintamu akan fana 22:06 juga. 22:06 Karena engkau menyandarkan cinta itu 22:08 kepada yang fana. 22:09 Tapi kalau engkau menyandarkan cintamu 22:11 karena Allah, akan kekal cintamu. 22:16 Ilmu. 22:18 Juga a'tha lillah wa mana'a lillah. Dia 22:21 memberi karena Allah dan dia tidak 22:23 memberi juga karena kapan dia memberi, 22:25 kapan dia tidak memberi, siapa yang dia 22:27 beri, siapa yang dia enggak beri, tolak 22:29 ukurnya bukan karena kecondongan hawa 22:31 nafsunya atau teman dekatnya atau musuh, 22:33 enggak-enggak karena Allah. 22:35 Bilamana Allah Ta'ala menyuruhnya beri 22:37 ke fulan, maka dia beri. Walaupun dia 22:39 enggak demen sama orang itu. Bilamana 22:41 Allah Ta'ala bilang jangan beri, maka 22:43 dia enggak beri. Walaupun dia pengin 22:44 untuk memberi. Jadi tolak ukurnya bukan 22:46 hawa nafsu. 22:47 Tolak ukurnya kembali kepada Allah 22:48 Ta'ala. 22:50 Nah, barangsiapa yang seperti itu, 22:52 tolak ukur cintanya Allah Ta'ala, tolak 22:55 ukur pemberiannya juga Allah Ta'ala. 22:57 Maka apa? 23:00 Ya, maka telah sempurna 23:02 imannya. 23:04 Jadi iman itu iman luar biasa, perihal 23:07 hati. Iman kepada Allah, percaya kepada 23:09 Allah, tolak ukurnya dengan 23:12 cintamu 23:13 kepada Allah Ta'ala. 23:14 Tolak ukurnya dengan bagaimana engkau 23:16 bergerak atau enggak bergerak karena 23:18 Allah Ta'ala. Itu tolak ukurnya daripada 23:20 iman. 23:23 Jadi iman itu bukan cuma di masjid 23:24 begitu, jelas ya. Wala Islam cuma di 23:26 masjid, enggak di setiap penjuru, setiap 23:28 perihal 23:29 perbuatan kita lah, keseharian kita ada 23:31 iman di situ. 23:33 Enggak cuman di Cibubur juga. 23:35 Iman muslim taat. 23:37 Keimanan. 23:38 Masya Allah. 23:40 Tapi masuk akal sih Bib ya. Tadi Habib 23:43 garis bawahin bahwa cinta itu 23:46 memang sesuatu yang abadi. 23:48 Kalau dia disandarkan kepada sesuatu 23:50 yang fana, dia bakal bakal hancur. 23:54 Ibarat ibarat apa namanya? 23:57 Ibarat sesuatu kalau enggak 24:00 kalau enggak pas tadhahannya dia bakal 24:03 bakal apa namanya? Bakal hancur, bakal 24:05 pecah karena enggak pas. 24:07 Nah. 24:09 Jadi permisalan segitiga itu 24:12 bagus sekali Habib. 24:14 Wah, keren. 24:18 Wa mana'a lillah. Bagaimana kalimat doa 24:21 yang kita ucapkan setiap hari? Inna 24:24 sholati 24:25 wa mahyaya wa mamati 24:28 lillahi rabbil alamin. Itu doa doa 24:30 Baginda Nabi juga atau doa iftitah. 24:33 Oh, itu luar biasa itu Bib. Luar biasa, 24:35 luar biasa. 24:37 Itu diantara yang paling indah membahas 24:39 makna-makna yang tersembunyi dari doa 24:42 iftitah Al Imam Al Habib Hasan bin 24:44 Sholeh Al Bahar dalam kitabnya 24:46 namanya Sholatul Muqarrabin. Apa Bib? 24:48 Sholatul Sholatul Muqarrabin. 24:51 Itu kitab tipis Bib, tipis kitabnya. 24:53 Jadi bisa dibawa ke saku begitu. 24:55 Tapi maknanya tinggi. 24:57 Dan alhamdulillah itu kitab ada 24:59 terjemahannya. 25:00 Dua kali diterjemahin. 25:02 Sholat para wali. 25:06 Dan ada syarahnya lagi, syarahnya apa? 25:08 Habib Umar mensyarahkan 25:10 baca ini, baca itu. 25:13 Itu kita diajarin gimana cara sholat. Ya 25:15 Allah benar, luar biasa. Satu, dua, 25:16 tiga, satu kita dia. Pas Allahu Akbar 25:18 tuh 25:19 bukan masalah hukum fiqihnya dibahas, 25:20 enggak. Apa yang kita harus pikirkan, 25:22 yang kita hadirkan, yang kita renungkan 25:24 ketika takbir Allahu Akbar. 25:26 Gitu. Habis itu pas baca doa iftitah 25:28 Allahu Akbar kabiro 25:29 walhamdulillahirobbil alamin, artinya 25:31 apa, apa yang engkau harus renungkan. 25:33 Ketika baca Fatihah per ayat dibahas. Ya 25:36 Allah, nikmatnya. Pas ruku, pas sujud 25:38 dan terus. Benar-benar kita diajarin. 25:40 Nah, begini nih sholat para wali. 25:42 Ajiib. 25:44 Dan beliau ngarang kitab itu Bib. 25:46 Al Imam Al Habib Hasan bin Sholeh Al 25:47 Bahar Al Jufri. 25:49 Beliau ngarang kitab itu masih muda. 25:52 Masih 20 25:53 masih 20 tahunan beliau. 25:56 Tapi bahasanya bahasa tinggi Bib, 25:58 bahasanya itu alamul malakut wal jabarut 26:00 wal alamun nasut. Wah, luar biasa 26:02 istilah-istilah tinggi dalam ilmu 26:03 tasawuf di situ. 26:04 Beliau waktu itu mau haji ceritanya. 26:07 Setelah beliau ngarang kitab itu. 26:09 Akhirnya di kota Zabid, kan kota Zabid 26:11 kan banyak ulama kan ya. 26:13 Kota Zabid mampir ke kota Zabid lewat 26:15 itu. 26:16 Akhirnya kita bertemu dengan seorang 26:17 ulama mufti Zabid di sana. 26:19 Beliau membacakan kitab yang beliau 26:21 karang itu. 26:22 Tapi enggak disebutin siapa yang 26:23 ngarangnya. 26:25 Itu pas mufti itu dengar 26:28 katanya ini kitab siapa yang ngarang? 26:30 Padahal itu dia dia sendiri yang ngarang 26:32 itu padahal. 26:33 Yang baca dia ngarang. Tapi dia 26:35 ada orang Hadramaut yang ngarang. 26:37 Katanya wallahi demi Allah kalau 26:38 seandainya aku tahu 26:39 siapa yang ngarang dan dia masih hidup, 26:41 wajib atasku untuk datang kepadanya dan 26:44 menimba ilmu yang ma'rifat yang tinggi 26:46 darinya. Padahal ini bocah nih. 26:47 Maksudnya anak muda ini yang yang yang 26:49 ngarang. 26:51 Masih muda yang ngarang. 26:52 Memang luar biasa Bib. 26:54 Adzim hadza kitab. 26:56 Sholatul Muqarrabin. 26:57 Nah, itu 26:58 Nah, itu tuh di di dibahas Bib. Inna 27:01 sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati, 27:03 sholatku 27:05 dan 27:06 wa semua ibadahku 27:08 kehidupanku dan matiku dan matiku itu 27:11 aku persembahkan semua lillahi rabbil 27:13 alamin, kepada Allah Ta'ala. 27:15 Makanya dia bilang 27:17 Subhanallah, banyak orang ini 27:19 ini apa namanya? 27:21 mendustakan 27:22 perkataannya sendiri. 27:24 Kok bisa? Ini kita di doa iftitah baca 27:26 kayak gitu. Tapi di keseharian kita wah, 27:28 kemana ya? 27:31 Enggak kemana, kehidupannya kemana, 27:33 sholatnya kemana. 27:35 Makanya gini Bib. 27:37 Subhanallah, ada orang bilang kayak 27:38 gini. 27:40 Ini tahu enggak kenapa banyak bala nih 27:41 di akhir zaman ini? 27:43 Ini banyak karena ini. 27:45 Itu karena disumpahin. Sama siapa? Sama 27:47 sholat. 27:50 Emang bisa sholat nyumpahin? Enggak ada, 27:51 ada riwayatnya. 27:53 Ketika seorang hamba sholat 27:55 ya, enggak khusyu lah. 27:57 Sholatnya kemana, kehidupannya kemana. 27:59 Maka 28:01 setelah dia sholat, itu sholat keluar 28:02 darinya 28:03 dan mendoakan atasnya, nyumpahin. 28:06 Bayya'akallah kama dhayya'tani. 28:09 Itu semoga Allah Ta'ala menelantarkanmu 28:11 sebagaimana engkau telah 28:12 menelantarkanku. 28:14 Tapi kalau seandainya sholat itu khusyu, 28:16 rapi, sesuai gitu kenyataan sama 28:18 sholatnya. 28:20 Pas salam sholat itu keluar cahaya. 28:22 Katanya hafidzakallah kama hafidztani. 28:25 Semoga Allah menjagamu karena engkau 28:27 telah menjagaku. 28:29 Makanya kata ulama bilang 28:31 dari riwayat itu, ini makanya semua bala 28:33 ini gara-gara kita disumpahin sama 28:35 sholat kita sendiri. 28:36 Karena kita menelantarkannya. 28:39 Benar ya. Ya Allah, kita mengaku sholati 28:42 wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi 28:44 rabbil alamin. 28:46 Tapi waktu kerja kita di lap sana, di 28:48 lap sini. 28:50 Insya Allah. 28:53 Lanjut Bib. Ya, di yang kedua ada Hakim 28:58 dan Dzahabi. Nah, ini hadits yang kedua 29:00 Bib. 29:18 Nah, setiap yang diriwayatkan oleh Imam 29:19 Hakim di Mustadrak, itu kan ceritanya 29:21 Imam Hakim ngarang kitab Mustadrak itu 29:23 namanya ini Al Mustadrak ala Shohihain. 29:26 Jadi Imam Bukhari dan Imam Muslim 29:28 mengarang kitab yang ma'ruf dalam hadits 29:29 yang shohih kan, shohih semua itu. 29:32 Maka datang Imam Hakim Abi Abdillah Al 29:33 Hakim. Dia melihat sebenarnya banyak 29:35 juga hadits-hadits yang semestinya 29:38 disebutkan oleh Imam Bukhari dan Imam 29:39 Muslim dalam shohihnya karena tingkat 29:41 keabsahannya tinggi. 29:43 Kok enggak disebutkan? 29:45 Nah, akhirnya beliau ngumpulin tuh. 29:47 Model-model hadis yang semestinya 29:49 disebutkan di di Shahih Bukhari dan 29:50 Muslim karena keabsahannya tinggi. 29:52 Beliau karanglah kitab namanya 29:53 Al-Mustadrak. 29:55 Al-Mustadrak ala Shahihain. 29:57 Tapi, enggak semua yang dikarang oleh 29:59 Al-Imam Hakim itu 30:00 eee benar. Artinya dari segi absah 30:04 keabsahan hadisnya. Karena 30:06 ada beberapa hadis yang beliau cantumkan 30:08 di Mustadrak, tapi tahu-tahunya dhaif. 30:11 Ada yang bilang itu karena Imam Hakim 30:13 masih musyawadah. Eee hmm. 30:15 Tapi ke bahasa Arabnya apa musyawadah 30:16 nih? Kalau orang mau ngarang kitab tuh 30:18 Musyawadah. Coret-coretan dulu. Kayak 30:19 ah. 30:20 Itu namanya. 30:22 Ada Apa namanya? 30:23 Not not-nya gitu. 30:24 ya. Sebelum dirapikan rapi jadi buku 30:26 dicoret-coretan dulu gitu. Itu 30:27 musyawadah bahasa Arabnya. Eee Kalau 30:29 yang sudah rapi namanya mubayyadah. 30:30 Anjir. 30:31 Ada yang bilang Imam Hakim enggak salah 30:33 karena masih dalam proses musyawadah itu 30:36 sebenarnya. 30:37 Kecuali beberapa jilid yang pertama. 30:38 Maka apa yang terjadi? Datanglah Al-Imam 30:40 Adz-Dzahabi, Al-Hafizh Adz-Dzahabi. 30:43 Beliaulah yang mengoreksi. Ah, yang 30:45 menilai ini. 30:47 Setiap hadis yang dicantumkan oleh Imam 30:49 Hakim, apakah benar ini shahih setara 30:51 dengan syaratnya Bukhari dan Muslim atau 30:53 dhaif. 30:54 Eee Right. Makanya kalau kita baca 30:56 Mustadrak Al-Hakim, harus ada ta'liq 30:58 Dzahabi. Eee Apakah benar? Coba tengok 31:00 Dzahabi. Makanya di sini wawafaqahul 31:03 Dzahabi. Artinya apa? Imam Hakim 31:05 menghukumkan bahwasanya ini hadis 31:07 shahih. 31:08 Imam Dzahabi setuju dengan hukum itu. 31:10 Ah, berarti benar ini. 31:12 Tapi ada beberapa hadis Imam Hakim 31:14 mencantumkan sebagai hadis shahih, tapi 31:15 Imam Dzahabi 31:16 mengomentari. Mengomentari, oh enggak 31:18 ini dhaif. 31:20 Nah, begitu. 31:22 Itu pun Imam Dzahabi kadang-kadang ada 31:24 beberapa kekeliruan 31:26 dalam hukumnya muwafaqah atau 31:27 mukhalafahnya. Oh, masya Allah luar 31:29 biasa ya. Ilmu hadis itu masya Allah 31:31 azim. Masya Allah. 31:31 Indah. Indah dan panjang. 31:36 Ini kan ada kitab-kitab yang dibahas 31:38 tentang kitab-kitab yang hadis shahih 31:40 kayak gitu ya, Shahih Bukhari, Shahih 31:41 Muslim, Mustadrak Al-Hakim. Dan juga 31:43 banyak Mustadrakat. Atau Mustakhraj 31:45 riwayat ada ada lagi namanya. Ada lagi 31:47 kitab-kitab yang dikarang untuk hadis 31:48 yang dhaif. Eee Iya. Khusus mana hadis 31:51 dhaif dikumpulin dalam kitab ini. Nih, 31:52 hadis dhaif nih. 31:54 Bahkan, bukan cuma itu, Al-Maudhu'at. 31:56 Mana hadis maudhu' nih? Eee 31:59 eee apa namanya? 32:00 Eee Ibnu Jauzi mengarang kitab namanya 32:02 Al-Maudhu'at. 32:03 Kenapa dikumpulin gitu? Ah, biar orang 32:05 tahu. Nih, ini bukan hadis nih 32:06 sebenarnya nih. Ah, iya iya iya. 32:09 Eee Imam Sakhawi yang lain lagi. Eee 32:10 Maqashidul Hasanah fi masytahara minal 32:12 ahadits ala al-alsinah. Hadis-hadis yang 32:14 tenar. Dikumpulin namanya dia. Mana yang 32:15 shahih, mana yang enggak. 32:17 Atau Ajluni juga Kasyful Khafa. 32:19 Eee Tapi juga sama, Bib, ya. Kita enggak 32:21 bisa kita enggak bisa ngandelin itu 32:22 semua. Artinya bagus untuk menjadi apa 32:25 namanya 32:27 membuka bayangan untuk hadis itu 32:28 bagaimana. Tapi kalau untuk menghakimi 32:30 hadis itu benar atau tidak, engkau cari 32:31 sendiri. Eee Makanya Al-Imam Suyuti 32:34 Imam Suyuti dalam Alfiyahnya ada 32:36 Alfiyah, Bib. Alfiyah dalam ilmu hadis. 32:38 Jadi, Alfiyah itu banyak. Bukan cuma 32:40 Alfiyah 32:41 nahwu. 32:41 Nahwu. Ibnu Malik. 32:42 Iya, banyak. Enggak, Alfiyah banyak. 32:44 Fiqih ada Alfiyah. Zubad. Ushul fiqih 32:46 juga ada Alfiyah. Banyak lagi. 32:48 Qawa'idul Fiqhiyyah, Marghub Sa'ud. 32:49 Alfiyah dalam ilmu hadis juga banyak. 32:51 Alfiyah Iraqi atau Alfiyah As-Suyuti. 32:54 Alfiyah dalam ilmu sharaf, Alfiyah dalam 32:55 balaghah. Banyak Alfiyah lah. Nah, Imam 32:57 di antara Alfiyah yang dikarang Alfiyah 33:00 dalam ilmu shalah hadis. Imam Suyuti 33:01 mengomentari mengomentari tentang 33:03 Mustadrakat ini. Dan juga Imam Suyuti 33:05 mengomentari tentang 33:06 eee Maudhu'at. 33:08 Yang dikarang oleh Imam Ibnu Jauzi. Wama 33:10 fi kitabi waridil Jauzi ma laisa bi 33:12 maudhu'in hatta wahima. 33:13 Minas shahih wal dhaif wal hasan 33:15 dhamantuhu kitabi al-qaulal hasan. 33:18 Waminna ajibi ma tarahu fihi fa'alami 33:20 fihi haditsan min shahih Muslimin. 33:23 Ah, masya Allah. Jadi, kita dalam kitab 33:24 Maudhu'at itu ada satu hadis yang 33:26 shahih. Bahkan ada di Shahih Muslim. 33:28 Yang ini enggak bisa kita apa namanya 33:30 andalkan satu kitab. Wah, ini pasti 33:33 enggak. Engkau bandingkan dengan kitab 33:34 lain. Ajluni. Nah, ini arti 33:36 ini Nah, ini oke. Eee Karena ada 33:38 wawafaqahul Adz-Dzahabi. 33:40 Adz-Dzahabi. Nah, ini artinya 33:42 wawafaqah artinya kan menyetujui. 33:45 Ah, sepakat. 33:46 Oke. Matan hadis berbunyi ahibbullah. 33:49 Cintailah Allah. 33:51 Kenapa? Lima yaghdzukum bihi min 33:53 ni'amihi. Karena apa-apa yang Allah 33:55 Ta'ala telah ghaza yaghzu artinya 33:57 memberikan kalian makanan. Eee Nah, 34:00 maksudnya di sini karunia. Memberikan 34:01 kalian karunia. 34:03 Karena apa-apa yang telah Allah Ta'ala 34:04 karuniakan kepada kalian. Min ni'amihi 34:06 daripada nikmat-nikmatnya. 34:09 Jadi, bagaimana kita bisa untuk cinta 34:11 kepada Allah? Banyak. Di antaranya coba 34:13 engkau pikirkan 34:15 karunia karunia Allah Ta'ala yang telah 34:17 eee Allah Ta'ala serukan kepadamu. Ah, 34:19 langsung. Bisa kita cinta kepada Allah 34:21 Ta'ala. Cinta kepada Allah Ta'ala dengan 34:23 apa? Dengan karena Allah enggak bisa 34:24 dilihat. Eee 34:26 Enggak terlihat. Dan memang cinta itu 34:28 lebih luas batasan dari cuma hanya 34:29 sekedar panca indra ini. Iya. Ah, lebih 34:32 bisa. Wah, gitu. 34:34 Eee engkau melihat indahnya makhluk 34:36 Allah, tafakkur fi makhluqatillah. Itu 34:38 juga pemicu untuk cinta kepada Allah. 34:42 Ah, ya. 34:43 Ah, di sini juga di antara pemicu adalah 34:45 kita melihat merenungkan 34:47 nikmat-nikmat yang Allah Ta'ala berikan 34:48 kepada kita. 34:50 Nah, juga di antara cara mendapatkan 34:53 cinta kepada Allah 34:55 adalah cinta kepada Rasulullah. Ah, ini 34:58 wa ahibbuni bi hubbillah. Cintailah aku, 35:00 kata Rasulullah. 35:02 Dengan cinta kalian kepada Allah Ta'ala. 35:04 Jadi, tidak sah cinta seorang hamba 35:06 kepada Allah 35:07 kecuali dengan cintanya kepada Nabi 35:09 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 35:10 Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad. 35:11 Ah, dan memang cinta kepada Rasulullah 35:12 adalah cinta 35:13 kepada Allah Ta'ala. Enggak bisa di 35:15 dipisahkan itu. 35:16 Na'am. 35:17 Bukan berarti eh, kalian jangan 35:19 memuji-muji Rasulullah terlalu 35:20 berlebih-lebihan lah. 35:22 Eee memuji Allah dong. Justru kita 35:24 memuji Rasulullah itu sama dengan memuji 35:26 Allah. Eee Enggak ada bedanya. 35:28 Eee Eee selawat kepada Rasulullah ya 35:30 sama dengan zikir kepada Allah. Eee 35:34 Iya juga ya. 35:35 Jadi, enggak ada bukan suatu ber yang 35:37 dua yang berbeda kanan kiri, enggak. 35:38 Satu itu memang gitu. Eee 35:40 Sampai-sampai Allah Ta'ala menekankan 35:42 dalam Al-Qur'an kan apa namanya? 35:44 Eee apa? Qul in kuntum wallahu wa 35:46 rasuluhu ahabbu an 35:48 yul yurdhu hu. 35:50 Hu bukan huma, Syekh. 35:52 Allah dan Rasulnya. 35:53 Lebih berhak kalian cari keridhaannya. 35:56 Ketika Allah Ta'ala kembalikan dhamir 35:59 dengan dhamir mufrad, Bib. Bukan dengan 36:01 dua dhamir. Bukan huma. Kan mestinya 36:03 Allah dan Rasulnya. Dua ini. Tapi hu. 36:06 Nya, satu. 36:08 Kan kalau dalam bahasa Arab kan beda 36:08 kan. Hu, huma, hum. Eee Kalau bahasa 36:11 kita kan dhamir itu kata ganti Kata 36:13 ganti, betul. Kalau kata ganti dalam 36:15 bahasa Arab itu banyak polanya. Kalau 36:17 kata ganti kembali ke satu orang hu atau 36:19 huwa. Kalau kembali kedua, huma. Eee 36:22 Kalau ketiga hum, ya kan. 36:24 Eee 36:25 Ah, gitu. Atau ha bisa. 36:27 Nah, ketika Allah Ta'ala kembalikan kata 36:28 ganti itu dengan satu. Hu, bukan huma. 36:31 Padahal Allah dan Rasulnya dua. Eee 36:33 Intinya apa? Karena memang setiap yang 36:35 meridhai Allah itu meridhai Rasulullah. 36:36 Eee Dan setiap yang meridhai Rasulullah 36:38 pasti meridhai meridhai Allah Ta'ala. 36:40 Ah, engkau cinta sama Rasulullah ya sama 36:42 dengan engkau cinta kepada Allah. Eee 36:43 Engkau cinta kepada Allah mau enggak mau 36:45 dan pasti engkau akan terbawa untuk 36:46 cinta kepada Rasulullah Shallallahu 36:47 Alaihi 36:48 Na'am. Karena satu memang satu paket. 36:50 Eee 36:51 Betul betul betul. Nah, Satu paket yang 36:54 sama. Eee Nah, juga di sini poin 36:57 terakhir yang di hadis ini 36:59 eee untuk cinta kepada Rasulullah 37:00 Shallallahu Alaihi Wasallam, buktikanlah 37:01 cintamu. Wa ahibbu ahla baiti bi hubbi. 37:03 Dan cintailah keluargaku 37:05 karena cinta kalian kepadaku. 37:08 Ah. Cintailah keluargaku dengan cinta 37:10 kalian kepadaku. Ah, bukti cinta kepada 37:12 Rasulullah adalah mencintai semua yang 37:14 berkaitan dengan Nabi Muhammad 37:15 Shallallahu Alaihi Wasallam. 37:15 Eee 37:16 Ya, pastilah. 37:18 Engkau cinta kepada seseorang, setiap 37:20 yang berkaitan dengannya. 37:21 Jangan yang jauh. 37:23 Ada bajunya contohnya. Wah, bajunya wah, 37:25 cium-cium gitu. Iya kan. Betul. Iya. 37:28 Bekasnya. 37:29 Eh. Kalau keluarganya Nabi bukan cuma 37:31 bekas Nabi, darah Nabi masih ada di 37:32 masih ada di di tubuh mereka. 37:34 Allah. 37:34 Ah, iya kan ya pasti. Betul. Juga apa? 37:36 Sahabat Nabi. Oh, mereka yang hidup 37:38 bareng sama Rasulullah Shallallahu 37:39 Alaihi Wasallam. Setiap yang mempunyai 37:41 hubungan dengan Rasulullah pasti dia 37:42 cintai. 37:43 Eee Peninggalannya. Sahabatnya. 37:45 Keluarganya. Ya, itu bukti cinta. 37:48 Allah. 37:50 Tapi, definisi ahlul bait itu apa sih, 37:52 Habib? Ka karena kan 37:55 kayaknya banyak versi. Tapi 37:57 definisi ahlul bait yang barangkali 38:00 masih bisa kita 38:02 mahabbahi mahabbahi bisa kita cintai 38:06 sampai saat ini itu bagaimana, Bib? 38:07 Mumtaz. Hadza mumtaz jiddan, Habib. 38:09 Memang perihal definisi ahlul bait ini 38:11 panjang panjang bahasanya dan banyak 38:13 khilaf. Eee 38:15 Eee di antara perkataan Eee di antara 38:18 qaul pendapat adalah mereka ahlul bait 38:20 ahlul kisa. Eee Sayyidah Fatimah, 38:22 Sayyidina Ali, Sayyidina Hasan, 38:23 Sayyidina Husein. Oh, itu. Eee Ada yang 38:25 lebih luas lagi. 38:26 Eee Ahlul bait adalah mereka ahlul kisa 38:29 dan keturunan mereka. Eee 38:31 Yang maksudnya sampai sampai sekarang. 38:32 Na'am. Mereka yang keturunan Sayyidina 38:34 Hasan masih ada keturunannya. Sayyidina 38:35 Husein masih ada keturunannya. Dan terus 38:37 seperti itu. 38:39 Itu yang jelas. Na'am. Yang sangat bisa 38:41 kita pegang sampai sekarang. Eee Ada 38:44 lagi yang lebih meluas, Bib. Eee Ahlul 38:46 bait itu enggak lebih luas lagi. Setiap 38:48 mukmin. 38:49 Eee Masuk dalam kategori ahlul bait. 38:51 Cintailah tiap mukmin. Iya. Karena 38:53 mereka punya hubungan hubungan agama 38:55 dengan Baginda Rasulullah Shallallahu 38:56 Alaihi 38:57 Eee tapi mukmin yang mana? Ada dua 38:59 tingkat. Ada yang bilang mukmin yang 39:01 bertakwa saja. Eee 39:03 Eee Karena ada hadisnya ahlun nabi kullu 39:05 mukminin taqiy. Eee Iya. Eee keluarga 39:08 Rasulullah adalah setiap mukmin yang 39:09 bertakwa. Eee 39:11 Ada yang bilang enggak hatta mukmin yang 39:13 banyak maksiat masuk dalam keluarga 39:14 juga. Eee 39:16 Nah, ini kekeluargaan 39:18 secara garis besar. Secara dengan sebab 39:20 ya. Dengan sebab. 39:22 Ahlul bait bi sebab. 39:23 Eee Ah, mumtaz bi sebab. Kalau kalau 39:27 keturunan Sayyidah Sayyidina Hasan dan 39:30 Husein itu Eee ahlul bait bi bi nasab. 39:32 Bi nasab. Masya Allah, jamil. Kalam 39:35 jamil. Masya Allah. 39:36 Tapi, kalau yang bi nasab bisa keluar 39:38 karena bi sebab enggak, Bib? 39:40 Wallahi. 39:43 Gini, Bib. 39:45 Mereka itu keluarga Rasulullah 39:46 sallallahu alaihi Allahumma sholli 39:47 wasallim alaihi. Yang dengan nasab, ya. 39:48 He 39:51 Sebenarnya, ya, kalau memang sah, ya, 39:54 kalau memang saya, kalau memang sah 39:56 nasabnya dan benar 39:58 kalaupun keluar, insya Allah balik. 40:00 Insya Allah. 40:01 Ya, insya Allah. Insya Allah. 40:02 Insya Allah. Insya Allah. Harapan besar 40:04 untuk balik mereka. He. 40:06 Gimana ceritanya? Pasti insya Allah bi 40:08 idznillah pasti akan ditarik oleh Allah 40:09 ta'ala. 40:10 Demi memuliakan darah Rasulullah yang 40:12 ada di tubuh mereka itu. 40:13 He he he Kalau mereka jatuh ke maksiat 40:15 kah atau gimana ceritanya, insya Allah 40:16 balik. 40:17 Amin amin amin. 40:18 Jadi, kalau yang ada yang enggak balik, 40:20 gimana? Nah, coba engkau periksa dulu 40:22 nasabnya itu betul atau enggak. Itu dia. 40:24 Ke Rabithah. Iya, ke Rabithah. 40:27 Nah, periksa nasabnya. Iya, Allah Allah 40:29 benar benar. Jadi, kita mencintai ahlul 40:31 bait atau keturunan Baginda Nabi karena 40:34 memang karena kita cinta sama Baginda 40:37 Nabi itu sendiri, ya. 40:38 sholli wasallim alaihi. Sebagaimana yang 40:39 Allah subhanahu wa ta'ala 40:42 firmankan di dalam Alquran. 40:44 A'udzubillahiminasyaitanirrajim. 40:46 Qul la as'alukum alaihi ajran illal 40:48 mawaddata fil qurba. Kalam azhim jamil 40:51 Eee 40:52 Apa artinya itu? Lupa aneh. Sah sah. 40:54 Betul betul. Katakanlah, wahai Baginda 40:56 Nabi, aku tidak meminta 40:59 balasan dari perjuangannya Baginda Nabi, 41:02 kucuran keringatnya, tumpahan darahnya 41:05 Baginda Nabi dari umatnya kecuali 41:07 mawaddah, rasa cinta saja 41:09 kepada keluarganya Baginda Nabi Muhammad 41:11 sallallahu alaihi wasallam. Makanya di 41:13 sini disebut 41:14 cinta kita sama ahlul bait itu bentuk 41:16 cinta kita sama Baginda Nabi. 41:19 Nah, betul banget Habib. Bentuk cinta 41:20 kita sama Baginda Nabi adalah bentuk 41:22 adalah bentuk cinta kita sama Allah 41:23 subhanahu wa ta'ala. Betul kurang kurang 41:26 lebih begitu, ya. Betul banget. Pasti. 41:27 Insya Allah. 41:28 Nah, ini yang terakhir ini, Habib. Pas 41:29 yang antum bilang tadi antum bilang 41:31 memang bukti cinta kepada Rasulullah 41:33 adalah cinta kita kepada ahlul bait. 41:35 Ini, Bib. 41:36 Kita coba ambil gambaran. Jangan jauh 41:38 dari sahabat. He. 41:40 Bagaimana sahabat benar-benar memahami 41:42 perihal ini. Wa kana yaqul, Sayyidina 41:44 Abu Bakar Shiddiq 41:45 Urgubu Muhammadan fi ahli baitih. He. Wa 41:48 ha kadza. He. 41:49 Eee pandanglah Rasulullah. 41:51 Kalau engkau mau melihat Rasulullah, 41:52 bagaimana? Itu, lihat keluarganya. He. 41:55 Perhatikanlah Rasulullah melalui 41:56 keluarganya. He. 41:58 Yang ajib lagi, Habib, ini. 42:03 Eee perkataan eee beliau eee sempat eee 42:07 Islamnya Abu Thalib itu lebih aku 42:09 harapkan daripada Islamnya ayahku. 42:11 Kan Abu Thalib masih keluarga 42:12 Rasulullah. He. Bahkan begini, Bib. 42:15 Sayyidina Umar bin Khattab, hadza ajib, 42:17 ini ajib. Jadi, ceritanya 42:20 di Fathu Makkah. He. 42:23 Iya, kan. Nabi alaihi wasallam datang 42:25 sama sahabat 10.000 datang untuk membuka 42:27 Kota Makkah. 42:29 Abu Sufyan belum masuk Islam waktu itu. 42:31 He. Iya. 42:33 Abu Sufyan 42:34 apa namanya? 42:35 Eee 42:36 ngintip. Tahu-tahu ketemu sama Sayyidina 42:38 Abbas, paman Nabi alaihi wasallam. Yang 42:40 sudah masuk Islam di zaman 42:42 Abbas tahu ini Abu Sufyan. He. 42:45 Katanya, "Eh, mau ngapain?" 42:47 Katanya, "Ngintip." Daripada 42:49 problem, mendingan ente bawa ente ke 42:51 Rasulullah. 42:52 Ente minta maaf. 42:54 Gitu. 42:55 Qala qad azhuma mulku ibni akhik, 42:57 katanya. "Sungguh telah agung kerajaan 42:59 keponakanmu." Bukan kerajaan ini, 43:01 kenabian. He. Kata Sayyidina Abbas. 43:03 Akhirnya apa? 43:05 Eee 43:07 Sayyidina Abbas akhirnya eee apa ke 43:10 bahasa kita? 43:11 Boncengan, ya? Iya. Eee di keledai. He 43:14 he. Eee naik keledai, dia di depan, Abu 43:16 Sufyan di belakang. 43:18 Muslimin kan kalau bahasa kasarnya pada 43:20 gedek ini sama Abu Sufyan. Ini yang 43:21 pemicu Perang Badar, pemicu Perang Uhud, 43:23 segala macam, pemicu 43:25 problem masyakil sekian tahun ini. 43:29 Tapi, Sayyidina Abbas pengin pengin dia 43:31 dapat hidayah juga. He. Abu Sufyan ini. 43:33 Akhirnya apa? 43:34 Disengaja 43:36 ambil keledai Nabi alaihi wasallam. Dan 43:38 semua sahabat tahu keledai Nabi alaihi 43:39 wasallam Ya'fur itu. 43:40 Dia naik di depan, Abu Sufyan di 43:42 belakang. 43:43 Jadi, siapa yang mau Abu Sufyan? 43:45 Katanya, "Eh, ini kan keledai Nabi 43:47 alaihi wasallam sama pamannya Nabi 43:48 lagi." He. 43:49 Diam, gitu. 43:51 Demi Abu Sufyan nyampe ke kemah Nabi ke 43:54 ke ke kemah Rasulullah sallallahu alaihi 43:55 wasallam dalam keadaan selamat. 43:56 Semua sahabat yang mau gimana gitu, 43:58 enggak berani karena ini 44:00 keledai keledainya Nabi alaihi wasallam 44:02 sama pamannya di situ. 44:03 Sampai tiba datanglah ke Sayyidina Umar 44:06 bin Khattab yang tahu betul ini siapa 44:08 ini Abu Sufyan ini. 44:12 Kamu Islam? Sayyidina Umar marah. 44:14 Ente izinkan aduwallah ini 44:17 me me apa? Eee berhadapan dengan 44:19 Rasulullah. Enggak akan aku biarkan. 44:22 Kata Sayyidina Umar. Marah-marah 44:23 Sayyidina Umar, Bib. 44:25 Dicegat sama Sayyidina Umar lah. Jadi, 44:27 sudah sudah di depan kemah Rasulullah 44:28 sallallahu alaihi wasallam waktu 44:29 Apa yang terjadi? 44:31 Akhirnya Abu Sufyan bilang, "Eh, ente, 44:34 Umar. 44:35 Ini gara-gara ini kan ini nih Abu Sufyan 44:37 ini dari dari Bani Abdi Syams. Kalau 44:40 Rasulullah dari Bani Hasyim. Semua kan 44:42 kembali ke Abdi Manaf. He. 44:44 Nah, Sayyidina Abbas sedikit mengorek 44:46 masalah nasab di sini. He. 44:48 "Eh, ente nih, Umar. 44:50 Ini gara-gara dia dari Bani Abdi Manaf 44:53 saja kayak gini. Coba kalau seandainya 44:55 Abu Sufyan dari Bani Abdi Dar, Sayyidina 44:57 Umar dari Bani Abdi Dar. He. 44:59 Nah, walaupun mereka kembali ke Fihr 45:00 semua, kembali ke ke Quraisy. 45:03 Tapi, bedalah. Sayyidina Umar Abdi Dar, 45:06 kalau ini kan Abdi Manaf. 45:08 Kata kata kata Abbas kata Sayyidina 45:10 Abbas, "Coba kalau seandainya ini orang 45:12 dari Bani dari Bani Abdi Dar, engkau 45:14 enggak akan sekasar ini." He. 45:16 "Gara-gara ini dari Abdi Manaf saja ente 45:18 kasar sama dia kayak gini." He. 45:20 Sayyidina Umar bilang kayak gitu. 45:21 Enggak eh eh eh 45:23 bukan masalah nasab. 45:24 Bukan. 45:25 Ketahuilah, wahai Abbas. 45:27 Sungguh Islamnya Abu Thalib itu 45:32 lebih aku harapkan. Dan bilamana dia 45:34 Islam, aku lebih girang daripada 45:36 Islamnya ayahku sendiri. He. 45:39 Ane pengin. Siapa yang enggak mau 45:40 abahnya Islam? He. 45:42 Tapi, Islamnya Abu Thalib itu lebih aku 45:44 harapkan. Kenapa? Karena Islamnya itu 45:46 akan membahagiakan Rasulullah sallallahu 45:48 alaihi 45:49 lebih dari bahagianya Rasulullah 45:51 daripada Islamnya ayahku. 45:53 Jadi, tolak ukurnya di sini bukan 45:55 masalah nasab-nasab lagi. Enggak enggak 45:57 bisa. Bukan masalah gara-gara dia Bani 45:59 Abdi Manaf eee ane kesel sama dia. Kalau 46:02 dia Bani Abdi Dar, ane toleransi. Enggak 46:05 sudah enggak main gitu-gitu lagi. Nah, 46:06 ini artinya apa? 46:08 Tolak ukurnya sahabat dalam cinta bukan 46:10 masalah anakku anakmu, ayahku ayahmu. 46:13 Semua yang berkaitan dengan Rasulullah 46:14 nomor satu. Anji. Wa ha kadza. Ini kata 46:17 Sayyidina Umar bin Khattab. Sayyidina 46:19 Abbas diam akhirnya, merasa bersalah dan 46:21 memang salah. 46:22 Ketika ngomong kayak gitu kepada 46:23 Sayyidina Umar. Betul. 46:25 Ini kekuasaan nasab. Akhirnya apa? Ya, 46:26 panjang cerita itu akhirnya diizinin. 46:28 Abu Sufyan Masuk. menghadap Nabi alaihi 46:30 wasallam. Dan aku lihat 46:32 ceritanya panjang, ya, masuk Islam 46:33 akhirnya, segala macam. Masya Allah. 46:35 Masya Allah. Ya Allah. Aduh, ya. Bagi 46:38 ikhwan akhwat yang ingin bertanya, boleh 46:40 Ya, boleh silakan kirimkan pertanyaan 46:41 Anda di 08111999720. 46:46 Dan sudah banyak, Habib, pertanyaan 46:48 masuk ini padahal belum disebarkan 46:49 broadcast-nya. Ini ada Joko Mursito, ada 46:53 Pak Anwar, ada Bu Aminah. Ada Es Eti, 46:57 Rustam Bintuwu, Viza Fitriana, Retno 46:59 Nuke. 47:01 Aki Iyun dan masih banyak lagi. 47:04 Eee insya Allah kita akan bacakan satu 47:06 persatu setelah jeda berikutnya ini. 47:08 Jangan ke mana-mana, ikhwan akhwat. Kami 47:10 akan kembali sesaat lagi. 50:55 Ya Allah Ikhwan dan Akhwat yang 50:56 dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala 50:57 kembali lagi bersama kami di acara 50:59 kajian tasawuf bersama Al Faqir Rizal 51:02 Kaf ada Kang Neja kameramen kita yang 51:05 sudah standby dari subuh dari tadi 51:07 masyaallah dan juga ada Kang Aja ya 51:10 alhamdulillah banyak sekali masuk tadi 51:13 sih kita sudah sempat membahas Ikhwan 51:15 Akhwat 51:16 mengenai cinta kepada Allah Subhanahu Wa 51:19 Ta'ala beberapa hadis sudah dibacakan 51:22 sekaligus dijelaskan oleh Habib Ahmad 51:24 Mushtafa ada tadi hadis halawatul iman 51:28 hadis ee bagaimana kita merasakan 51:31 manisnya iman yaitu menda dengan 51:34 mendahulukan cinta kita sama Allah 51:36 Subhanahu Wa Ta'ala dan membenci kembali 51:40 kepada kemaksiatan juga kita ee 51:45 apalagi tadi ya ee mencintai seseorang 51:47 tidak kita cintai kecuali karena Allah 51:49 Subhanahu Wa Ta'ala dengan itu kita 51:52 insyaallah mendapatkan manisnya iman 51:54 tadi juga dibacakan hadis riwayat dari 51:57 Abu Daud 51:59 tentang 52:00 ee 52:02 kelengkapan keimanan seorang seorang 52:05 adalah ketika dia sudah mencintai 52:09 apa yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala 52:10 cintai dan oh sudah mencintai karena 52:14 Allah membenci karena Allah memberikan 52:17 mengeluarkan hartanya karena Allah dan 52:20 menahan hartanya karena Allah Subhanahu 52:22 Wa Ta'ala maka imannya itu sudah lengkap 52:26 kata Baginda Nabi menurut yang 52:29 diriwayatkan Abu Daud dan hadis ketiga 52:30 tadi sudah dibahas juga 52:32 ee hadis Hakim dan disahihkan oleh ee 52:37 Zahabi 52:38 yaitu tentang bagaimana kita 52:42 ee mencintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala 52:45 adalah dengan 52:47 kita juga mencintai Baginda Nabi 52:49 Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alihi 52:50 Wasallam dan bagaimana kita mencintai 52:53 Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi 52:55 Wasallam adalah dengan mencintai Ahlul 52:58 Baitnya Baginda Nabi Muhammad 53:00 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam 53:02 dibahas juga tadi panjang lebar tentang 53:05 bagaimana definisi Ahlul Bait dan 53:07 bagaimana kita mewujudkan cinta kita 53:09 sama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa 53:12 Alihi Wasallam dengan berbagai cara 53:15 salah satunya dengan senantiasa kalau 53:18 kata orang Jawa ee ee tak kenal maka tak 53:22 sayang 53:23 witing tresno jalaran e soko kulino 53:27 orang kasih sayang itu akan timbul kalau 53:30 kita senantiasa bersama kalau kita mau 53:33 cinta sama Nabi ya kita membersamai 53:36 Baginda Nabi dengan senantiasa membaca 53:38 sirah dan syamail dari Baginda Nabi 53:41 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 53:42 sudah masuk banyak sekali ini ada Ibu 53:45 Aisy 53:46 Ibu Aisy ada juga tadi di awal-awal ada 53:50 pertanyaan daripada 53:53 Bapak Bapak Bapak Bapak Bapak Bapak 53:56 Bapak Bapak aduh 53:59 ada Bapak siapa tadi ya 54:01 di awal tadi ada menanyakan ada Pak Mugi 54:03 Jumana ada Mursyid Kurtubi masyaallah 54:07 ada Ibu Darma di Bekasi masyaallah 54:10 lagi kondangan katanya 54:12 ada Bapak Jumarsi 54:14 ada Bunda Fajar ada Saripudin ada Herman 54:19 ee 54:19 ada Anggit masyaallah menyimak ada Haryo 54:24 Suryo 54:25 radioku 24 jam enggak pernah mati hanya 54:27 untuk Rasel jayalah Raselku untuk Islam 54:30 yang satu terima kasih banyak Ibu 54:32 Sujilah menginfokan kembali Ikhwan dan 54:35 Akhwat untuk besok insyaallah kita akan 54:37 mengadakan maulid di masjid ee radio 54:42 masjid silaturahim insyaallah besok akan 54:45 mulai jam 07.30 pagi kita akan mulai 54:49 dengan membaca 54:50 maulid atau pujian untuk Baginda Nabi 54:53 Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alihi 54:54 Wasallam membaca sirah nanti juga ada 54:57 Habib Ahmad Mushtafa insyaallah akan 54:59 membuat kita semakin cinta sama Baginda 55:02 Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa 55:04 Alihi Wasallam nah ini ada ada yang 55:07 bertanya lagi mohon diingatkan lagi 55:08 tentang hakikat salat tadi yang Habib 55:11 bahas menerangkan 55:14 kitabnya Habib Hasan bin Saleh Al Bahar 55:18 nah bin Ali ya 55:19 nah Habib Hasan bin Ali ee bin bin Saleh 55:22 Al Bahar masyaallah gimana Habib hakikat 55:25 makna salat itu tadi 55:26 oh masyaallah masyaallah hada adzim 55:28 panjang sebenarnya masyaallah benar 55:30 jadi pembahasan yang indah ya Habib 55:32 perihal tentang salatul muqarrabin itu 55:34 kitab yang dikarang oleh beliau di masa 55:36 mudanya padahal kan ya tapi luar biasa 55:38 indahnya 55:40 dengan bahasa yang tinggi 55:42 dan emang gini Habib ada 55:44 wahid minal sholihin 55:47 namanya Hatim Al Asham 55:49 nah 55:50 nah ini masyaallah beliau nih 55:52 Hatim Al Asham 55:55 Al Asham itu artinya apa tuli kan itu 55:57 tuli dan cerita yang ma'ruf kenapa 55:59 sebenarnya beliau enggak tuli enggak 56:01 pura-pura tuli 56:03 iya kan ya dalam ceritanya ada Ibu-ibu 56:04 yang mau bertanya sama beliau 56:07 beliau ini khair seorang ulama beliau 56:10 alim allamah 56:11 pas si Ibu-ibu itu mau nanya 56:13 pas mau nanya pas di pas dia duduk 56:15 enggak sengaja keluar angin 56:17 bunyi bunyi 56:20 ya Allah jadi merah mukanya si Ibu tuh 56:23 Sayyidina Hatim Al Asham 56:25 tahu dan dengar 56:27 tapi gimana caranya biar si Ibu ini 56:30 ee apa namanya 56:31 enggak enggak jadi malu iya akhirnya si 56:34 Ibu itu mulai nanya 56:36 dia pura-pura enggak dengar 56:39 qul irfa'i sautik 56:40 angkat suaramu lagi aku enggak dengar 56:43 coba angkat lagi sampai akhirnya 56:44 teriak-teriakan tuh si Ibu-ibu tuh 56:45 nanyain di telinganya Sayyidina Hatim Al 56:47 Asham 56:48 si Ibu itu tenang akhirnya oh berarti 56:49 dia enggak dengar tadi 56:51 peristiwa tadi enggak dengar dia 56:54 demi menjaga perasaan si Ibu itu ya 56:55 akhirnya pura-pura tuli 56:57 dan itu bukan cuma di majelis yang ada 56:59 si Ibu itu aja kalau seandainya dia jadi 57:01 khair lagi ya ketahuan entar 57:03 ya semasa Ibu-ibu itu hidup dia 57:05 pura-pura tuli 57:08 biar dia berkhawatir aja 57:10 sampai Ibu itu wafat baru sembuh dia 57:12 enggak sembuh emang dengar tapi demi 57:15 dia berkhawatir tadi menjaga perasaan si 57:17 Ibu itu akhirnya dia sekian tahun 57:19 lamanya pura-pura tuli demi si Ibu itu 57:22 lailahaillallah namanya Hatim Al Asham 57:24 nah beliau pernah ditanya oleh seorang 57:26 sahabat 57:28 bagaimana perihal engkau ketika engkau 57:30 salat wahai Hatim Al Asham 57:32 hada adzim 57:34 beliau bilang kayak gini 57:36 aku ketika aku salat pertama-tama ketika 57:38 aku mau berwudhu nah jadi gini Habib 57:39 perihal salat itu dimulai dari wudhu 57:41 Syekh nah 57:43 hada mujarrab mujarrab mujarrab 57:46 orang kalau wudhunya bagus maka salatnya 57:49 bagus 57:50 kalau wudhu ibaratkan dipastikan salat 57:53 salatnya berantakan 57:55 makanya 57:56 ee dulu Sayyidah Nafisah 57:58 ada di masjid Sayyidah Nafisah 58:00 sezaman dengan Imam Syafi'i iya kan 58:03 Sayyidah Nafisah ini minas sadah 58:04 masyaallah 58:05 ketika Imam Syafi'i wafat bagaimana 58:07 pendapatnya Sayyidah Nafisah bagaimana 58:08 engkau melihat Syafi'i qala rahimallah 58:10 Syafi'i 58:11 rahimallah Muhammad bin Idris katanya 58:13 Allah merahmati nya insyaallah kenapa 58:15 laqad ahsanal wudhu katanya sungguh dia 58:17 telah bagus wudhunya 58:20 orang bingung ini maksudnya apaan 58:22 tahu-tahunya ini pujian yang luar biasa 58:23 Habib 58:24 sungguh dia telah bagus wudhunya 58:26 barangsiapa bagus wudhunya maka baguslah 58:28 salatnya 58:29 dan barangsiapa salatnya bagus maka 58:31 kehidupannya bagus 58:32 ini pujian yang masyaallah kinan ayahnya 58:35 tuh hebat itu 58:36 ini masyaallah emang dia luar biasa 58:38 itu mujarrab Habib ya 58:40 wudhunya bagus salatnya bagus 58:42 salatnya bagus saat ee jangan jangan 58:44 jauh ente punya sehari bagus insyaallah 58:46 ini mujarrab ya pasti nih 58:48 orang kalau salat subuhnya telat he 58:50 pasti dia akan melalui hari itu dengan 58:51 apa apas ya Allah ana masbuq lagi tadi 58:54 Habib eh masyaallah Habib 58:58 gimana Habib eh masyaallah antum 58:59 masyaallah 59:01 kalau yang orang kesiangan subuhnya gitu 59:04 wah udah siap-siap deh siap-siap sumpek 59:05 nih hari iya 59:06 yang kesiangan subuhnya habis terbit 59:08 matahari gitu ya apalagi enggak tahu 59:10 subuh wah sudah waduh waduh dipastikan 59:12 jangan harap deh 59:14 tapi orang yang kalau subuhnya bagus 59:17 apalagi yang qiyamul lail Habib ya 59:19 walaupun sebesar-besar musibah yang 59:21 didapatkan tuh hari atau banyak problem 59:24 dia akan melewatinya dengan tenang dan 59:26 senang 59:27 itu mujarrab Habib luar biasa 59:29 betul 59:31 emang kuncinya di salat sih semuanya 59:32 sih, salatnya bagus semuanya bagus. Iya. 59:35 Juga di barzakh kan Habib. Heeh. Jadi 59:36 malaikat Munkar Nakir nanti 59:38 pas sudah nanyain tentang akidah, dia 59:40 nanya tentang amal. Amal yang ditanya 59:42 tentang salat. Heeh. Katanya orang yang 59:43 lolos dalam pertanyaan salat, lolos 59:45 dalam pertanyaan yang lainnya pasti. 59:47 Anjii. Naam. 59:49 Nah, jadi cerita apa tadi? Hatim Al 59:51 Asham. Hatim Al Asham. 59:52 Pas dibilang, "Aku kalau mau salat, aku 59:54 berwudu." 59:56 Ya berwudu. Dia bilang Fatawadhu wudhu 59:59 dzahirul batin. Berwudu dzahir batin. 1:00:02 Temannya bingung. 1:00:03 Wudu apaan wudu batin? Emang ada wudu 1:00:04 batin? Heeh. 1:00:05 Yang wudu dzahir yang ma'ruf dengan air 1:00:07 itu. Heeh. Dia bilang, "Enggak, ada juga 1:00:08 wudu batin." 1:00:10 Kalau wudu yang dzahir kan mensucikan 1:00:13 diri dari hadas. 1:00:15 Hadas asghar, tapi wudu batin mensucikan 1:00:17 hati 1:00:18 dari tujuh perkara dibilang. 1:00:20 Apa itu? 1:00:21 Mensucikan hati dari cinta dunia. Dari 1:00:23 cinta kedudukan. 1:00:26 Dari sifat benci. Dari sifat dengki. 1:00:30 Nah, seperti itu. Beberapa sifat-sifat 1:00:32 yang keji. Dari sombong. 1:00:35 Engkau sucikan hatimu dari itu semua, 1:00:37 baru itu namanya wudu. 1:00:39 Nah, dia bilang Jadi banyak orang ini 1:00:41 salat sekarang 1:00:42 enggak wudu. Heeh. 1:00:44 Eh, gimana enggak sah wudu salatnya? 1:00:45 Bukan itu maksudnya. 1:00:47 Eh, masih kotor hatinya itu dalam 1:00:48 perihal Heeh. Eh, kayak tadi itu. 1:00:52 Nah, ini makna dari firman Allah Ta'ala. 1:00:55 Jangan kalian masuk salat dalam keadaan 1:00:56 kalian mabuk. Heeh. 1:00:59 Iya kan? Mabuk sama cinta dunia ya, Bib? 1:01:01 Iya, wa antum sukara, jangan. Heeh. 1:01:03 Hatta ta, coba lihat terusnya, hatta 1:01:05 ta'lamu ma taqulu. Artinya apa? Jangan 1:01:08 kalian masuk salat dalam dengan kalian 1:01:09 mabuk. Itu kan ayat yang mansukh ya 1:01:11 dalam dari segi konsep hukum dzahirnya 1:01:13 iya betul. Heeh. Semua haram apa namanya 1:01:17 khamar baikpun di salat atau di luar 1:01:18 salat. 1:01:19 Naam. 1:01:20 Apa namanya? Tapi 1:01:22 eh, al al arifun mereka punya malhab 1:01:24 yang jamil dalam dalam ayat ini. Mabuk 1:01:27 bukan mabuk khamar bukan, mabuk cinta 1:01:28 dunia. Heeh. 1:01:30 Mangkanya kalau orang mabuk cinta dunia, 1:01:32 salatnya mengkhayal. Aaa. 1:01:34 Akhirnya dia enggak tahu apa yang di, 1:01:35 ngomong, apa yang dibaca. Heeh. Dan 1:01:37 jauh-jauh. 1:01:39 Kita salat jadi makmum nih. 1:01:41 Iya, karena kita masih mabuk sama cinta 1:01:42 dunia. Kelar salat, ada yang nanya, 1:01:44 "Tadi Imam baca surat apa ya?" Waduh, 1:01:46 apa ya? 1:01:48 Padahal kita dengar. Iya, berarti masih 1:01:49 mabuk ente nih, masih mabuk. 1:01:52 Jadi dilarang kita, jangan. Ayo sadar 1:01:54 dulu sadar. Ya itu tadi mensucikan diri 1:01:57 dari eh, cinta-cinta dunia. Dengan wudu, 1:02:00 itu namanya wudu, Bib. Wudu wudu batin. 1:02:03 Ya, itu perlu kita 1:02:04 sebagaimana kita wudu dzahir juga kita 1:02:05 perlu wudu wudu batinnya. 1:02:08 Ada lagi yang parah lagi, ada orang 1:02:09 salat junub malahan. 1:02:11 Heeh. 1:02:12 Junub? Iya, sama juga. Bukan junub yang 1:02:14 ngilang dengan mandi janabah, bukan. 1:02:16 Kan Al Imam Abdullah bin Husein bin 1:02:18 Tahir berkata 1:02:20 Naam ara man yu'ani ghusla dzahirihi wa 1:02:23 qalbuhu ghadha min khubsihi junuba. 1:02:26 Katanya aku terkadang melihat orang 1:02:27 yang dia eh, menghabiskan waktunya untuk 1:02:32 mandi junub. 1:02:34 Gitu. 1:02:35 Tapi senantiasa di dalam keadaan junub. 1:02:38 Junub hatinya maksudnya. 1:02:40 Junub hatinya dengan eh, sama juga junub 1:02:42 dengan cinta dunia. 1:02:44 Hadats besar gitu. Dia sih mandi. 1:02:46 Suci dari segi dzahirnya, tapi hatinya 1:02:48 masih junub. 1:02:49 Yang salat kayak gitu. Aneh, kok bisa? 1:02:53 Itu kata beliau, kata ajib. Junub hati 1:02:55 itu contohnya gimana, Bib? Nah, itu dia. 1:02:56 Sama sama iya sama. Sama ya? Junub 1:02:58 dengan hadats akbar. Hadats cinta selain 1:03:00 Allah. Allah. 1:03:02 Gitu. 1:03:02 Hadats akbar benci kepada apa apa 1:03:05 namanya? Eh, seorang muslim. Contohnya 1:03:07 gitu. Itu janabah. 1:03:10 Hadats besar itu. Ya Allah. 1:03:11 Lailahaillallah. 1:03:14 Kadang ya, kita kalau lagi salat, Bib, 1:03:16 mikirin Ya Allah, hari ini dapat rezeki 1:03:18 apa ya? Takut akan rezeki di hadapan 1:03:22 Sang Pemberi Rezeki. 1:03:23 Lailahaillallah. Ya Allah Ya Karim Ya 1:03:25 Allah. 1:03:25 Masya Allah keren banget. Aamiin. 1:03:28 Iya, Bib, ya. 1:03:29 Kaya ini enggak masuk akal ya. Ngapain 1:03:31 kita takut 1:03:32 terhadap rezeki di depan Sang Pemberi 1:03:35 Rezeki. 1:03:35 Lailahaillallah. Padahal kita lagi 1:03:37 berhadapan dengan Sang Pemberi Rezeki. 1:03:39 Satu hadits Imam Haddad yang Imam Haddad 1:03:42 bawakan itu, Habib. 1:03:43 Aduh, tapi al faqir takut salah, mohon 1:03:45 dikoreksi, Bib. 1:03:46 Ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala melihat 1:03:49 seorang hamba yang sedang salat, 1:03:50 kemudian hamba tersebut berpaling 1:03:52 Lailahaillallah. maka maka Allah 1:03:55 Subhanahu Wa Ta'ala akan mengatakan 1:03:57 "Hambaku lagi berpaling terhadap sesuatu 1:04:00 yang lebih baik dariku." 1:04:01 Lailahaillallah. Kemudian 1:04:03 yang kedua kali 1:04:05 Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan hal 1:04:07 yang sama. 1:04:08 Dan ketika hamba tersebut berpaling yang 1:04:12 ketiga kali 1:04:13 maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala 1:04:14 a'radhallahu Allah. Eh, sahih. 1:04:17 terhadap ha, a'radhu itu maknanya apa, 1:04:19 Bib? Memalingkan diri sama. Memalingkan 1:04:21 ya? Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala 1:04:23 memalingkan daripada hamba tersebut. 1:04:25 Betul. Maka itu yang haditsnya secara 1:04:28 dzahir itu nengok nengok sana nengok 1:04:31 sini. Kalau hatinya bagaimana, Bib? Oh, 1:04:33 sama, Bib. Ya Allah nas'alullah al 1:04:34 afiyah. Heeh. Justru hati yang lebih 1:04:36 dipandang kan oleh Allah Ta'ala kan. Oh. 1:04:39 Iya. Iya iya. Lirikan hati itu lebih 1:04:41 berpengaruh daripada cuma lirikan 1:04:42 dzahir. Ah. 1:04:45 Betul ya? 1:04:46 Jadi cerita hadits itu memang ceritanya 1:04:48 tentang hati ya? 1:04:49 Tentang hati. 1:04:50 Mikir apa ya? 1:04:51 Luar biasa, Bib, luar biasa. Mangkanya 1:04:54 eh, padahal kalau kita lihat seharian 1:04:57 kita kan 24 jam tuh. Heeh. 1:04:59 Waktu salat berapa Berapa jam paling? 1:05:01 Heeh. Enggak enggak nyampe kalau 1:05:03 dikumpulin waktu salat subuh, dzuhur, 1:05:04 ashar, maghrib, isya, ada enggak sejam? 1:05:06 Enggak. 1:05:07 Setengah jam enggak nyampe. Iya iya. 1:05:09 10 menit, 15 menit. Heeh. Masa ente 1:05:12 enggak bisa sih untuk 10 menit dari 24 1:05:14 jam itu untuk Allah Ta'ala. Heeh. Ente 1:05:17 mau pikir apa aja terserah, tapi coba 1:05:19 jatahkan 10 menit dalam sehari mu itu 24 1:05:22 jam atau rubu' sa'ah lah, 20 menit Heeh 1:05:25 heeh. khusyuk dalam salat. Itu kan gitu 1:05:27 ya maksudnya. 1:05:28 Betul betul. Sangat dikit. 1:05:30 Yang mengkhayal entar gampang lah, tapi 1:05:31 ini jangan khayal nih. 1:05:33 Heeh. Cuma 20 menit kok dalam sehari. 1:05:35 Sahih 1:05:36 sahih masya Allah masya Allah. 1:05:37 ceritanya tadi apa? Sayyidina Hatim Al 1:05:39 Asham. 1:05:39 Heeh. 1:05:40 Dia bilang, "Aku mau kalau mau salat, 1:05:41 aku wudu dulu wudu dzahir dan batin." 1:05:43 Ada wudu batin? Iya itu. Mensucikan diri 1:05:45 dari Kemudian ketika kamu salat aku 1:05:48 berdiri di hadapan Allah Ta'ala. 1:05:50 Ketika mau takbir, itu sama kayak yang 1:05:52 disebutkan sama Habib Salim bin Hafidz. 1:05:54 Heeh. Eh, ketika mengangkat tangan 1:05:56 takbir Allahu Akbar, melemparkan dunia 1:05:57 ke belakang. 1:05:58 Heeh. Itu makna takbir mengangkat tangan 1:06:00 itu. Heeh. Allahu Akbar Allah Maha 1:06:02 Besar. Jadi enggak ada yang besar selain 1:06:03 Allah Ta'ala. Semuanya dilemparin ke 1:06:05 belakang dulu. Belakang. Heeh. 1:06:07 Allahu Akbar. 1:06:09 Dia bilang kayak gini, "Ketika aku 1:06:10 berhadapan dengan Allah Ta'ala sebelum 1:06:12 takbir, aku seakan-akan aku merasakan 1:06:14 bahwasanya aku berada di sebelah kanan 1:06:17 sebelah kananku adalah surga. 1:06:19 Sebelah kiriku adalah neraka. Allah di 1:06:21 hadapanku dan Izrail di belakangku lagi 1:06:23 ngejar. 1:06:24 Dan seakan-akan aku berjalan sekarang di 1:06:26 atas jembatan Shirat, Shiratal Mustaqim. 1:06:29 Dan beginilah salat." 1:06:33 Masya Allah. Temannya bilang 1:06:35 "Siapa yang bisa salat kayak gitu?" 1:06:38 Dia bilang kayak gini 1:06:39 "Karena beginilah perihal aku salat 1:06:40 selama 30 tahun." Heeh. Kayak gini 1:06:42 memang salat aneh. 1:06:44 Anjii. Anjii. Hadzal ajib, masya Allah, 1:06:47 Bib. 1:06:48 Ta 1:06:49 tapi 1:06:50 caranya supaya bisa salat khusyuk 1:06:52 gimana? Nah, itu itu dibahas tuh sama 1:06:54 Habib Salim bin Hafidz. 1:06:54 Heeh. Dalam kitabnya. Heeh. Salat sama 1:06:56 gharabin. Heeh. Jadi 1:06:58 oh, itu banyak, Bib, kalau cerita-cerita 1:07:00 para auliya sholihin mereka salat luar 1:07:02 biasa. Iya iya. Benar-benar 1:07:04 mangkanya enggak enggak aneh kalau 1:07:06 Baginda bersabda, "Wujui'lat qurratu 1:07:08 'aini fi shalah." Heeh. Dijadikan 1:07:09 penyejuk mataku di salat. Heeh. 1:07:13 Dalam syama'il kan Baginda kalau 1:07:14 seandainya ada perihal, langsung 1:07:16 buru-buru hara'a ila shalah. Hara'a 1:07:18 artinya bersegera. Heeh. 1:07:20 Kalau ada problem datang atau ada 1:07:21 perihal yang yang baru Baginda ketahui 1:07:24 sebelum ngapa-ngapain, salat dulu. 1:07:27 Setiap ke tempat yang baru ditempati 1:07:30 oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 1:07:31 rumahnya atau di manakah, di perperangan 1:07:33 duduk di kemah, ngapain? Salat dulu di 1:07:34 situ. Heeh. Jadi memang salat itu luar 1:07:36 biasa. 1:07:37 Karena memang luar biasa salat itu, Bib. 1:07:40 Iya iya iya. Benar-benar munajat sama 1:07:42 Allah Ta'ala. 1:07:43 Eh, kalau kita renungin apa yang kita 1:07:45 baca di salat itu 1:07:47 wah, benar-benar 1:07:48 bisa tenggelam kita di salat. Kayak 1:07:50 sholihin begini. 1:07:52 Iya kan? Hadza di akhir hayatnya Habib 1:07:53 Abdullah bin Husein bin Tahir dia bilang 1:07:55 Heeh. 1:07:56 Benar-benar fana ketika salat Allahu 1:07:58 Akbar. 1:07:59 Jadi kalau dia salat itu harus ada yang 1:08:00 yang dampingin. Heeh. 1:08:02 Cucunya biasanya. Heeh. Wa riwayat hadza 1:08:04 kama ana Habib Abdullah bin Umar bin 1:08:06 Yahya. 1:08:07 Kalau beliau rukuk, sudah mulai dalam 1:08:09 dzikir rukuk, subhana rabbiyal adzim. 1:08:11 Menikmatinya, lama bermunajat dalam 1:08:13 rukuk. 1:08:14 Harus diingetin. 1:08:15 Jid, i'tidal. Sami'allahu liman hamidah. 1:08:20 Memuji-muji Allah. 1:08:21 Jid, sujud. Nah, sujud. Ya, Bib, 1:08:23 pikunnya enak banget ya. Oh, pikunnya 1:08:26 tenggelam dalam dzikir dan indahnya 1:08:28 munajat ketika rukuk, ketika sujud, pas 1:08:30 sujud 1:08:31 kalau enggak diingetin, wah, udah, Bib. 1:08:33 Enggak habis-habis, ngilang sudah. 1:08:35 Benar. Ngilang bukan enggak sadar, 1:08:37 enggak. Tetap sadar, tapi karena 1:08:40 benar-benar masuk dalam dzikir yang dia 1:08:42 baca itu. 1:08:43 Saking menikmatinya, Bib. Naam. 1:08:46 Ayyuhal hadirin, begitulah kemarifatan 1:08:47 Allahu Allah. Masya Allah. Masya Allah 1:08:49 yarzuqna Allah yarzuqna. Ini ada 1:08:51 Muhammad Ar Rasyidi, masya Allah. 1:08:55 Assalamualaikum warahmatullahi 1:08:56 wabarakatuh. Alhamdulillah ikut 1:08:57 menyimak, masya Allah. Ibu-ibu Nur 1:08:59 Jannah pendengar setia Habib Musthofa 1:09:02 dari Singapura, masya Allah. Pak Syamsul 1:09:06 di Cibinong 1:09:07 Pak Muhendri, 1:09:09 Bu Ida 1:09:11 ada Sejuana 1:09:14 ada Eri di BSD, masya Allah. Ada Ibu 1:09:17 Siti 1:09:19 Assalamualaikum, 1:09:21 Kaisar Maulid besok untuk Bapak atau Ibu 1:09:25 atau hanya Bapak saja? Ibu dan Bapak 1:09:27 insyaallah nanti akan ada ruangan 1:09:30 terpisah, boleh silakan datang. 1:09:33 Boleh bawa makanan buat potluck, buat 1:09:36 kita bagi-bagikan kembali boleh kalau 1:09:38 ada rezeki lebih bawa makanan nanti 1:09:41 insyaallah ada meja khusus buat makan 1:09:43 bareng-bareng. 1:09:45 Ada Ibu Risa di Depok. Assalamualaikum 1:09:47 warahmatullahi wabarakatuh. 1:09:48 Alhamdulillah saya sedang mendengarkan 1:09:50 karena kajian ini sangat mencerahkan 1:09:52 dapat memotivasi diri untuk selalu dekat 1:09:55 dengan Allah dan Rasul-Nya dan ingin 1:09:57 melakukan apa saja yang membuat Allah 1:09:59 dan Rasul-Nya ridho. Masyaallah 1:10:01 jazakumullah khairan jaza 1:10:03 Habib Mushtafa semoga Rasel terus 1:10:05 menebar kebaikan. Amin amin amin Ibu. 1:10:08 Ah masyaallah. 1:10:10 Habib ada satu perintah Allah subhanahu 1:10:12 wa taala 1:10:14 eh 1:10:15 berbunyi waqshid fi masyika wa ghudud 1:10:18 min sautik. 1:10:20 Dan 1:10:22 berendahlah eh apa namanya? 1:10:24 Bersederhanalah kamu dalam berjalan dan 1:10:27 merendah dalam berbicara. Ini maknanya 1:10:30 seperti apa Habib? Syukron jazakumullah 1:10:32 khairan jaza. 1:10:34 Hadi jamil, jamil. 1:10:36 Ini Habib itu di antara wasiatnya 1:10:39 Sayyidina Luqman Ehm. kepada anaknya. 1:10:41 Ehm. 1:10:42 Masyaallah itu adzim. Ehm. Eh itu ada 1:10:44 khilaf ya Sayyidina Luqman, Luqman 1:10:46 Hakim. Ehm. Luqman Itu nabi bukan sih? 1:10:48 Nah itu dia khilaf antara ulamanya ada 1:10:50 yang bilang beliau itu nabi. Ehm. Ada 1:10:52 yang bilang enggak beliau bukan nabi 1:10:53 tapi seorang yang saleh yang Allah 1:10:54 subhanahu berikan hikmah. Ehm. Kata-kata 1:10:56 bijak. 1:10:59 Eh di antaranya itu wasiat kepada 1:11:00 anaknya. Eh kalau engkau jalan maka 1:11:03 merendahlah. Ehm. 1:11:05 Arti merendah di sini bukan dari segi 1:11:07 segi fisik enggak. 1:11:08 Ehm. 1:11:08 Eh dari segi hati. Ehm. Bilamana engkau 1:11:11 jalan engkau akan ketemu dengan orang 1:11:13 jangan sekali-kali engkau merasa dirimu 1:11:15 lebih mulia dari mereka. Ehm. Itu 1:11:17 artinya merendah dalam jalan. 1:11:19 Juga di antara waqshid fi masyika eh 1:11:22 perlahan-lahan. Ehm. Juga pelan-pelan. 1:11:26 Jalan dengan tenang. 1:11:27 Ehm. Jangan tergesa-gesa. 1:11:30 Ya al ajalah minasyaitan 1:11:32 berburu-buru itu dari setan kecuali 1:11:33 kalau dalam perihal yang baik. Ehm. 1:11:35 Wa ajiltu ilaika rabbi litardho. Ehm. 1:11:39 Kata Nabi Musa. 1:11:40 Haka dibilang gini terutama bagi pelajar 1:11:42 Habib bagi pelajar para ulama 1:11:44 para ustad yang mereka di titipkan oleh 1:11:47 Allah taala 1:11:48 eh warisan Nabi sallallahu alaihi 1:11:50 wasallam itu kayak kayak gelas jadi 1:11:52 mereka itu kayak gelas tuh dalamnya ada 1:11:54 ilmu warisan. 1:11:57 Itu harus pelan-pelan kalau jalan. 1:11:59 Ehm. Kalau enggak bisa tumpah itu. 1:12:01 Hehehe. Kan katanya gitu. Kalau naik 1:12:02 mobil enggak apa-apa Habib itu. 1:12:05 Itu kan kan wa syekh Habib Ali bilang 1:12:08 kayak gitu. Thalib ilmu harus sakinah. 1:12:10 Ehm. 1:12:11 Ah. 1:12:12 Eh bukan eh waqshid fi masyikalah kalau 1:12:15 jungkal balik katanya Habib. Iya iya 1:12:17 iya. Tapi artinya engkau sekarang 1:12:19 seakan-akan lagi membawa ini nih. 1:12:21 Artinya pelan-pelan jangan kalau enggak 1:12:23 kalau engkau apa namanya? Eh 1:12:26 bergelisah gitu ya ramai gitu bisa 1:12:28 hilang. 1:12:29 Itu warisan itu. 1:12:31 Itu di antara waqshid fi masyika. 1:12:32 Masyaallah. 1:12:34 Wa ghudud min sautik ini juga sama. 1:12:37 Eh pelan dalam berbicara. 1:12:39 Maksudnya apa? 1:12:40 Ya sama juga jangan angkat suara. Ehm. 1:12:43 Ah. Ehm. Sopan santun adab berbicara 1:12:46 berbicara dengan senyum 1:12:48 dan tidak angkat suara kepada siapapun 1:12:50 wa haka za. 1:12:51 Ngomong kepada yang lebih dewasa dengan 1:12:53 penuh kehormatan yang lebih kecil dengan 1:12:55 penuh kasih sayang. 1:12:57 Inna ankaral inna ankaral ashwat la 1:12:59 sautul hamir. Gitu. 1:13:01 Jangan sampai eh apa namanya suara kita 1:13:05 nah juga artinya suara pendapat. 1:13:06 Ehm. Ehm. Jangan sampai suara atau 1:13:08 pendapat kita eh pendapat yang 1:13:11 di anehkan oleh orang itu 1:13:14 aneh gitu nakir. 1:13:16 Ehm. Nakir. 1:13:17 Orang pada 1:13:18 eh risih. Ehm. Nah jangan engkau jadikan 1:13:21 perkataanmu seperti itu. Iya iya iya. 1:13:23 Membaurlah dengan orang. 1:13:25 Jangan merasa lain sendiri makanya dalam 1:13:28 syamail 1:13:29 Rasulullah itu Ehm. 1:13:30 Ini luar biasa Habib. Ehm. Rasulullah 1:13:33 itu kata sahabatnya 1:13:35 haza ajib ka ka ahadina seperti kayak 1:13:37 kita. Ehm. Kalau seandainya kita lagi 1:13:39 ngomong makanan Rasulullah juga ngomong 1:13:41 makanan sama kita. 1:13:42 Nih Habib. 1:13:43 Membahas. Ikut. Kita lagi ngomong 1:13:46 ngomong perniagaan tijarah Nabi juga 1:13:49 ikut ngomong. 1:13:50 Lagi ngomong masalah pertanian Nabi juga 1:13:53 ngomong masalah agama masalah agama. 1:13:55 Ngomong masalah dunia ya dunia. 1:13:57 Nah jadi itu luar itu luar biasa Habib 1:13:58 jadi enggak enggak kaku. Enggak kaku ya 1:14:01 fleksibel Habib. Fleksibel. 1:14:04 Wah itu kan hebat Habib jadi benar-benar 1:14:07 eh apa namanya? Merangkul dan juga 1:14:10 benar-benar mengayomi dan 1:14:12 enggak aneh sendiri gitu orang ke sana 1:14:14 dia ke sana enggak ada orang kayak gitu 1:14:16 kan. Iya betul betul. Mandi mandi di di 1:14:18 berusaha pokoknya agama terus eh kagak 1:14:21 Rasulullah enggak kayak gitu. Ehm. 1:14:22 Justru Rasulullah sallallahu 1:14:24 luar biasa dan ngebahas apa aja bisa 1:14:26 Nabi sallallahu alaihi wasallam ajib 1:14:27 masyaallah. Orang yang ngomong sama 1:14:29 Rasulullah 1:14:30 itu pasti akan nyaman gitu 1:14:32 pun itu dunia yang dibahas. 1:14:35 Begitu. 1:14:36 Dan 1:14:37 bukan hanya itu setiap orang yang 1:14:38 ngomong dengan Nabi sallallahu alaihi 1:14:39 wasallam 1:14:40 pasti dia akan mengira adalah dia adalah 1:14:43 orang yang paling disayang oleh Nabi. 1:14:45 Duh. 1:14:46 Ah geer kalau gitu. Ehm. 1:14:49 Setiap ngomong Rasulullah pasti membuat 1:14:51 orang itu geer oh Rasulullah pasti 1:14:53 paling aneh paling nomor satu deh yang 1:14:54 paling yang paling dicintai 1:14:56 semuanya mengira kayak gitu. Masyaallah. 1:14:58 Sampai-sampai ada seorang sahabat 1:14:59 Sayyidina Umar bin Ash Ehm. 1:15:01 dia ngomong 1:15:02 Ehm. 1:15:03 dia bilang kayak gitu saking Nabi 1:15:05 sallallahu alaihi wasallam 1:15:06 karena Nabi kalau ngomong enggak pernah 1:15:07 motong omongan orang ya kalau lagi 1:15:10 Nabi lagi ngomong dipotong langsung diam 1:15:12 dengan senyum gitu Habib. 1:15:14 Sayyidina Umar 1:15:15 haza sahabi Umar bin Ash Sayyidina Umar 1:15:16 bin Ash pas ngomong sama Rasulullah 1:15:18 sampai fuk lah artinya terbang sampai 1:15:21 geer sampai-sampai dia bilang ya 1:15:23 Rasulullah siapa yang lebih engkau yang 1:15:26 siapa yang lebih engkau cintai aku 1:15:28 apa Abu Bakar? Ehm. 1:15:30 Sampai segitu Habib geernya ngomong gitu 1:15:32 Habib. 1:15:33 Nabi ngomong 1:15:34 Abu Bakar. Ehm. 1:15:36 Oh boleh turun deh aku apa Umar? 1:15:40 Ya Umar. 1:15:42 Siapa yang engkau cintai yang paling 1:15:44 sahabat apa eh Aisyah enggak dari yang 1:15:47 laki-laki ya ayahnya Abu Bakar. 1:15:49 Katanya dia bilang wah coba enggak usah 1:15:51 enggak usah nanya ya. Enggak usah nanya 1:15:52 Habib. Enggak usah nanya biar geer aja 1:15:53 enggak apa-apa. 1:15:56 Jadi cara ngomong Rasul Ya Allah ajib 1:15:59 masyaallah. Wa ghudud min sautik. 1:16:01 Wa haka za. Ya Allah masyaallah 1:16:03 masyaallah jazakumullah khairan jaza 1:16:04 mudah-mudahan kita bisa mengikuti 1:16:06 Baginda Nabi senantiasa membaca sirahnya 1:16:09 mudah-mudahan bisa ittiba selalu sama 1:16:11 Baginda Nabi dan sehingga kita bisa 1:16:14 dikumpulkan sama Baginda Nabi Muhammad 1:16:16 sallallahu alaihi wasallam di dunia 1:16:18 maupun di akhirat. Jazakumullah khairan 1:16:20 jaza Habib atas ilmu yang sudah 1:16:22 dibagikan jawaban dari pertanyaan saya 1:16:24 sehat-sehat terus Habib. Amin. Jaga 1:16:26 kesehatan jangan lupa istirahat Habib 1:16:28 masyaallah. 1:16:29 Semangat dakwahnya masyaallah. 1:16:32 Terima kasih banyak sekali lagi sampai 1:16:33 ketemu besok insyaallah bersama ikhwan 1:16:35 akhwat sekalian insyaallah jam 07.30 ya 1:16:38 ikhwan akhwat maulid di Masjid 1:16:41 Silaturahim 1:16:42 Taman Laguna Cibubur Bekasi insyaallah. 1:16:46 Ikhwan akhwat eh pertanyaan tadi menutup 1:16:49 akhir perjumpaan kita terima kasih 1:16:51 banyak ikhwan akhwat sudah mendengarkan 1:16:53 semoga menjadi wasilah hidayah buat kita 1:16:55 semua siapa saya sapa-sapa buat ikhwan 1:16:57 akhwat yang mendengarkan melalui 1:17:00 Suara Habibullah di Banyuwangi ikhwan 1:17:04 akhwat yang mendengarkan melalui Sela FM 1:17:06 Batam, Almas Magelang, Madina Pontianak, 1:17:10 Latansa Sukabumi, Lusiana Semarang, 1:17:14 Rasel Palembang, Radio Silaturahim Radio 1:17:16 Bondowoso dan juga Radio Silaturahim 1:17:19 Yogyakarta dan ikhwan akhwat yang 1:17:20 mendengarkan melalui relay daripada 1:17:24 Radio Alkhairat Palu juga ikhwan akhwat 1:17:27 yang menyimak melalui channel YouTube 1:17:31 Rasel TV terima kasih banyak ataupun 1:17:34 aplikasi dan di manapun Anda berada dan 1:17:37 menyimak mudah-mudahan bermanfaat buat 1:17:39 semuanya. Terima kasih juga Kang Neja 1:17:41 kameramen dan juga Mas Fajar di meja 1:17:43 operator semoga berkat berkah semoga 1:17:46 bermanfaat. Saya Isa Alkaf beserta kru 1:17:49 yang bertugas mohon undur diri 1:17:51 wassalamualaikum warahmatullahi 1:17:53 wabarakatuh. Subhanakallahumma 1:17:55 wa bihamdika asyhadu an la ilaha illa 1:17:57 anta astaghfiruka wa atubu ilaih. 1:18:01 Ya Nabi. 1:22:16 Hah.