Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Ee namun ee dengan ee beratnya sedang
- beratnya kondisi ekonomi dunia dan
- adanya beberapa potensi yang menyebabkan
- ee krisis ekonomi mungkin bakal terjadi
- dalam beberapa tahun ke depan dengan
- adanya konflik ee peperangan antar
- negara. Kemudian resiko adanya krisis
- sumber daya alam ya, sumber daya energi
- ee dan beberapa isu ekonomi lainnya.
- Mungkinkah ee Pak Prabowo,
- kabinetnya Pak Prabowo ini selama 5
- tahun ke depan bisa mencapai target
- pertumbuhan ekonomi 8%. Di sisi lain
- memang ee ee salah satu tujuan dalam
- bernegara kita adalah mewujudkan
- kemakmuran ya dan kesejahteraan umum. Ee
- dan kemakmuran kesejahteraan umum itu
- memang hanya bisa dicapai apabila
- pertumbuhan ekonomi di negara kita ini
- cukup tinggi dan cukup besar gitu ya.
- dan juga PR lainnya ee terkait dengan
- middle income trap negara kita sudah
- sekian lama ee Indonesia ee seperti
- masih sulit untuk keluar dari jebakan ee
- negara ekonomi menengah ya untuk bisa
- masuk ee menembus batas ee threshold
- ee batas psikologi untuk bisa masuk ke
- negara besar. Dan untuk bisa mencapai
- itu kira-kira apa kebijakan strategis
- dan juga program strategis yang perlu
- diambil pemerintah yang bukan cuma
- sekedar lip service atau janji kampanye,
- tapi benar-benar bisa berdampak untuk
- meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara
- signifikan. Untuk itu pada malam hari
- ini kita akan membahasnya ee bagaimana
- caranya Indonesia bisa mencapai 8%
- pertumbuhan ekonomi itu. Sudah hadir
- bersama kita para narasumber ahli ekonom
- kita dan praktisi ekonomi kita. Yang
- pertama Mas Efan Rozi. Beliau adalah
- peneliti ahli utama kluster PIS ya PRP
- Brin. Asalamualaikum Mas Rozi.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam Bang.
- Ya, terima kasih sudah hadir eh dan juga
- sudah hadir bersama kita Mas e Riansyah
- Hasriansyah. Beliau adalah pengusaha dan
- pengamat kebijakan publik.
- Asalamualaikum, selamat malam Mas
- Hasriansyah
- dan juga sudah hadir.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kasih
- terima kasih atas kehadirannya dan juga
- sudah hadir bersama kita tuan rumah
- Indonesia Pak Mardanera. Asalamualaikum
- Pak Mardani.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bahadi Mas Asriansah
- Safan. Matur nuwun semua temanya ee
- tidak populis tapi strategis dan
- fundamental. Ini kita bahas bersama
- insyaallah. Wah jagoan kita sudah
- kelihatan juga itu. [tertawa]
- Ya sudah hadir
- Bung Rocky Grung. Selamat malam.
- Asalamualaikum Rocki.
- Asalamualaikum. warahmatullahi
- wabarakatuh. Ini
- baik ee terima kasih atas ee
- kehadirannya para narasumber. Baik,
- sebelum kita mulai diskusi kita pada ee
- malam hari ini menuju pengujung tahun
- 2025, tahun pertama di mana masa
- kepemimpinan Pak Prabo akan memegang
- kendali penuh pengelolaan APBN gitu ya.
- Apakah akan bisa dengan pengelolaan dan
- pengendalian penua PBN 2025 ini akan
- mewujudkan kemakmuran di Indonesia,
- pertumbuhan ekonomi 8%. Ee kami
- mengucapkan terima kasih yang
- sebesar-besarnya kepada pemirsa setia
- Industal Stok baik di dalam negeri
- ataupun luar negeri yang terus
- senantiasa setia menyaksikan acara ini.
- Ee dan juga kepada rekan-rekan media dan
- wartawan yang juga terus menyaksikan dan
- memberitakan acara kita. Terima kasih
- atas partisipasinya. Acara kita ini
- Industal Stock bisa disaksikan saat ini
- secara langsung melalui siaran live
- streaming YouTube eh Mardani Alisera PKS
- TV dan juga Rasil TV dan juga disiarkan
- melalui jaringan radio Rasil di
- Jabodetabek dan beberapa kota di e
- seluruh Indonesia yang terhubung dengan
- Radio Rasil. Baik, ee kita mulai ee
- diskusi kita pada malam hari ini.
- Mungkinkah Indonesia mencapai
- pertumbuhan 8% ee di masa kepimpinan Pak
- Prabowo ini sesuai dengan janji beliau
- pada Pak Marani dipersilakan untuk
- memberikan pengantar dan paparan. Kasih
- Bang Haldi. Izin eh Mas Hasri eh Mas
- Saful bro. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Allahumma shli ala
- sayyidina Muhammad Amma ba. Selamat
- malam. Ee salam sejahtera untuk kita
- semua. Bahagia sekali ee sore ini, malam
- ini kita membahas satu tema yang
- strategis
- ee mengejar pertumbuhan 8%. Ee tiga hal
- saya ingin sampaikan nanti Mas Hasri dan
- Mas ee Sopan Bro juga punya banyak
- catatan. Yang pertama sudah terlalu lama
- kita ada di Middle income Country Trap
- ya ee perangkap jadi bangsa mediokare
- dengan pertumbuhan 45%
- yang membuat serapan yang membuat
- serapan tenaga kerja kita terbatas,
- kemiskinan kita ee cukup membesar dan
- pada saat yang sama akhirnya yang
- terjadi kita ee bisa mendapatkan kan
- bencana untuk urusan bonus demografi.
- Karena itu wajib kita keluar dari middle
- income country trad dan salah satunya
- tentu dengan mencapai pertumbuhan 8%
- bahkan dalam kajian minimalnya 10 tahun
- berturut-turut baru kita bisa keluar.
- Nah, target
- tapi yang kedua tidak mudah mencapai
- pertumbuhan 8%. 10 tahun di awan Pak
- Jokowi rata-ratanya 4,9%
- kalau tidak ada perubahan struktural,
- kalau tidak ada pertambahan foreign
- direct investment, kalau ekspor kita
- tidak meningkat, kalau industri kita
- tidak berkembang, maka angka 5% itu
- sudah mentok. Nah, karena itu malam ini
- mudah-mudahan kita punya beragam
- terobosan yang bisa kita dorong agar
- pemerintah kita lecut seperti kuda pacu
- yang bijak ya. kapan waktunya ngebut,
- kapan waktunya harus betul-betul menjaga
- agar no one left behind. Terakhir yang
- ketiga tentu pandangan saya adalah bahwa
- kita punya banyak kita punya banyak
- sekali potensi untuk tumbuh berkembang
- bahkan bukan cuma delan bisa 10%.
- Saatnya memang ee bakat-bakat terbaik,
- otak-otak terbaik bangsa diberi
- kesempatan untuk tumbuh berkembang dalam
- suasana dan ekosistem yang nyaman. malam
- ini. Mudah-mudahan setelah ini kita bisa
- melihat jalan yang lebih cerah, lebih
- indah. Indonesia bisa tumbuh 8 sampai
- 10% dengan tidak menaikkan rasio gini
- dan juga dengan tetap menjaga semua UMKM
- khususnya tumbuh dan berkembang. Matur
- nuwun. Terima kasih. Monggo dilanjutkan,
- Dik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih, Pak Marani.
- Ee sekarang kita ee mendengar dulu
- paparan awal dari ekonom kita, masa
- Farozi. Ee bagaimana ee target ee 8% ini
- apakah visibel ee untuk kita mungkinkah
- untuk kita capai dan apa kira-kira
- kebijakan yang perlu diambil oleh
- pemerintah agar pertemuan ini bisa
- tercapai.
- Monggo, Mas.
- Iya. Asalamualaikum ee Bang Roki Gerung,
- Bang Hardani, Bang Yansah dan Bangam.
- ya saya coba mencoba men-challenge apa
- yang menjadi tema malam ini. Ee
- saya melihat ee ada ada berapa peluang
- yang bisa ee dilakukan kalau memang ee
- kita mau ee negara ini mencapai angka
- yang optimis tadi. Jadi saya coba
- membuat kombinasi tiga model ekonomi
- menuju pertumbuhan ekonomi yang
- diharapkan. Nah, saya melihat memang ee
- ee iklim ee demokrasi kita memang ee
- menjadi syarat penting untuk bisa tadi
- Bang Mardani bilang ya, kita mengawal,
- memecut, mengingat ee agar negara ini
- menjadi ee sama-sama tidak ada yang
- tertinggal ya. Jadi semangat untuk
- membangun demokrasi substantif,
- demokrasi deliberatif, membuat ruang
- publik yang selama ini Bang Roki Gerung
- ee rintis. ee itu menjadi ee kata kunci
- untuk membuka ee ee diskusi malam ini.
- Nah, tapi ada beberapa poin yang ee
- muncul ya atau kritik yang ee yang yang
- ee terkait dengan ee target 8% itu
- pertama banyak pihak yang menganggap itu
- tidak real tidak tidak realistis karena
- memang ee banyak faktor yang ee berbeda
- dengan mas baru dan yang paling menjadi
- pertanyaan adalah bagaimana atau
- spesifik model ekonomi dan paket
- kebijakan apa yang akan dibuat oleh tim
- kepresidenan
- ee untuk mencapai angka 8% ini. Sampai
- hari ini kita masih bertanya-tanya ee ee
- angka yang 8% itu akan di dicapai dengan
- model ekonomi seperti apa? Lalu paket
- kebijakan yang bagaimana. Nah, kita tahu
- ee di masa yang yang lalu ee memang
- ee orang menganggap untuk mengukur
- pertumbuhan kemakmuran itu dengan satu
- satu model aja ya, pertumbuhan ekonomi
- dengan ee angka pertumbuhannya. Tapi
- sekarang kan ada model lain ya yang
- sudah dilakukan juga oleh Indonesia ee
- model ee mengukur ee indeks
- kebahagiaannya ya. Jadi angka
- pertumbuhannya tinggi, indeks indeks
- kebagiannya juga harus diukur. Jadi
- bagaimana angka pertumbuhan ekonomi ee
- harus juga diikuti dengan indeks ee
- kebahagiaan warga negara yang yang bukan
- hanya kita ee melakukan ee langkah itu,
- tapi berbagai dunia sudah mempunyai
- parameter ee untuk mengukur ee indeks
- kebahagiaan itu. Jadi menurut saya sudah
- ada dua persoalan dalam ee mencapai
- target itu. pertama ee
- kita belum jelas model ekonomi yang akan
- dibangun seperti apa, lalu kebijakan ee
- seperti apa dengan perspektif atau
- paradigma yang mana gitu. Itu satu hal.
- Yang kedua, tidak cukup angka
- pertumbuhan ekonomi yang kita bahas,
- tapi juga indeks kebahagiaan karena ee
- ee bukan persoalan kuantitatif saja yang
- perlu dicapai, tapi juga persoalan
- kualitatif. Itu poin yang kedua yang
- mungkin kita bisa ee lihat.
- Nah, tadi Mas Haldi sudah mengangkat ya
- ee bagaimana perjalanan bangsa kita dari
- ee pasa kemerdekaan sampai hari sampai
- hari ini ternyata ee di Orde Baru lebih
- tinggi angka pertumbuhannya ya. Dan kita
- bisa belajar bagaimana ee
- ee para ekonom ee di zaman odo baru
- membuat kebijakan yang yang terobosan
- ya. ada paket ee paket paket Juni, ada
- paket Oktober gitu ya. Jadi ee terobosan
- itu yang belum tampak di masa
- kurang dari 100 hari Presiden Prabowo
- gitu. Jadi itu yang kita bertanya ee
- capaiannya optimis tapi gebrakannya
- belum belum ini belum ee belum fokus.
- Itu yang kita tunggu-tunggu. Nah,
- pertama gini. Ada ee
- persoalan kalau hanya mengukur
- kemakmuran dengan ee angka pertumbuhan
- ekonomi karena ada persoalan
- ketidakmerataan, ada persoalan
- ketidakadilan.
- Tadi yang Bang Eardani bilang apakah ee
- pertumuan ekonomi untuk semua atau hanya
- untuk kelas atas. Nah, ini menjadi
- persoalan. Padahal jumlah populasi yang
- paling banyak itu kelas menengah bawah
- dan kita tahu generasi ee alfa Z itu
- hampir ee 30 40% dari populasi kita. Ee
- spesifikasi seperti itu juga harus
- dihitung jadi lebih spesifik.
- Nah, berikutnya adalah dalam mengukur ee
- angka pertumbuhan ekonomi akan ee akan
- ada masalah karena itu hanya angka. Tapi
- apakah kualitas
- pemerataannya ke ya kita katakanlah
- apakah indeks kebagian juga menjadi
- parameter yang yang akan dilihat gitu
- ya. Kita tahu ee sudah banyak
- pengindeksan ee indeks kebagian yang
- dimodelkan. Ada ada model Finlandia yang
- model Skandinavia dan ada model Asia. Di
- model ya. Nah, Bang Rocki kan senang
- naik gunung ya. Butan adalah salah satu
- ee negara yang pintu masuknya ee puncak
- Himalaya. Jadi kita juga harus belajar
- bagaimana indeks kebahagiaan juga harus
- dilihat bukan hanya ee angka angka
- pertumbuhan ekonomi. Nah, untungnya BPS
- sejak tahun 2021 sudah membuat ee riset
- tentang ee indeks kebagian ini.
- Sayangnya ini enggak digunakan ya. Jadi
- ee presiden kita terlalu ee semangat
- mengeluarkan angka pertumuan ekonomi
- tapi tidak memanfaatkan hasil riset ya,
- bahwa BPS sudah mengeluarkan ee
- angka-angka indeks ke bagian per
- provinsi gitu ya. Apa aja yang diukur,
- apa aja yang menjadi kurang dan lebih
- itu harusnya juga di dipakai untuk
- mengukur ee apa pertumbuhan ekonomi kita
- atau kemakmuran ee yang akan dibangun
- selama 5 tahun ke depan. Nah,
- berikutnya. Nah, saya akan ee apa ya
- mendiskusikan ada tiga hal yang bisa ee
- di di ibaratnya kalau bermain silat ini
- ee jurus-jurus yang harus dikombinasikan
- gitu ya. Ee tidak hanya satu ee model
- ekonomi saja ya, tapi ada beberapa yang
- menurut saya harus dikombinasikan.
- Pertama model ekonomi sular atau grand
- ekonomi ya. ee itu satu yang ee perlu
- dilakukan oleh tim ee Probowo. Yang
- kedua, model ekonomi kultural kultural
- humaniora. Ini mungkin nanti akan saya
- jelaskan karena ini menurut saya term
- yang tidak lazim digunakan di di apa di
- ekonomi politik karena saya melihat
- konteks Indonesia ya. Lalu term yang
- lazim itu model ekonomi biru ya yang
- sudah dirintis oleh presiden-presiden
- sebelumnya. Menurut saya tiga model
- ekonomi ini harus menjadi paradigma
- dalam mencapai ee angka pertumbuhan
- ekonomi dan indeks sebagian bangsa kita.
- Nah, mulai mulai model pertama saya mau
- cepat. Kalau kita lihat modal ekonomi
- sirkular atau ekonomi hijau k rewot ini
- sudah membuat model ee model ekonomi
- donat ya. Jadi dia sudah membayangkan ee
- banyak faktor yang harus dimasukkan
- untuk bisa membuat ekonomi itu seimbang.
- kemudian melaju dan tanpa membuat
- kerusakan. Itu yang menjadi ee ee
- menariknya ekonomi sirkular ini kan. Dia
- melawan hukum ekonomi dengan modal
- sekecilnya, untuk sebesar-besarnya. dia
- membalikkan paradigma itu. Kalau mau
- untung besar ya harus memperhatikan
- lingkungan yang yang harus didukung juga
- eh voice atau suara para pihak juga
- harus di di dilibatkan karena bukan saja
- menyangkut ee apa namanya ee kita
- mendapat untung tapi juga kita perlu
- mendapat kebahagiaan gitu. Dua hal ini
- yang menurut saya menjadi paradigma yang
- harus disampaikan oleh Presiden Prabowo.
- 8% itu menurut saya terlalu optimis.
- Kenapa enggak dibikin 6 sampai 8% gitu
- ya? Kalau kalau jatuh kita enggak
- terlalu sakit gitu ya. Saya saya
- mengatakan bahwa ekonomi sirkular ee
- misalnya adalah bagaimana kita bisa
- mengolah sampah kita yang begitu banyak
- yang merusak ee sungai dan laut kita.
- Nah, kalau ada kebijakan khusus kita ee
- fraksi saja bilang bagaimana Presiden
- Probowo akan
- menggerakkan ada kebijakan memanfaatkan
- semua sampah yang ada di sungai dan di
- laut untuk ee perbaikan jalan atau
- pembangkit listrik atau ee diolah
- kembali gitu ya dari hulu sampai hilir.
- Jadi, jadi itu menurut saya ee
- detail-detail yang harus disampaikan
- untuk mencapai 8% itu adalah ketika
- ekonomi serikula digerakkan, ekonomi
- hijau digerakkan, banyak para pihak
- ekonomi kelas bawah, kelas tengah
- menjadi pemain yang yang
- ee ikut dalam orkestra ini gitu ya. Itu
- satu baru satu jurus. Yang kedua, yang
- jurus kedua itu adalah, nah kalau Bang
- Yansa kan ee bergerak di bidang ee
- traveling dan pariwisata, menurut saya
- memang dalam konteks bagaimana wisata
- bisa berkembang kalau sampah ee di
- mana-mana gitu ya. Saya saya melihat
- kalau datang ke tempat satu ee satu
- tempat wisata itu problem yang paling
- masalah adalah di pantai terlalu banyak
- sampah, di gunung juga begitu gitu ya.
- Jadi ini ee kita harusnya mendayung dua
- mendayung dan melampaui beberapa pulau
- ya. Memperbaiki ekonomi kita ee tapi
- juga menyelamatkan lingkungan kita agar
- ee kebijakan ee wisata ya itu menjadi
- sejalan. Berikutnya yang saya akan
- tambahkan adalah model ekonomi kultural
- humaniora. Jadi persoalan kita adalah
- kita tidak mencoba membangun ekonomi
- berbasis budaya dan kemanusiaan gitu ya.
- Apa yang saya maksud seperti itu? Jadi,
- bagaimana orang mau berwisata kalau
- misalnya ee harga tiket terlalu mahal
- untuk bisa dijangkau oleh kelas menengah
- dan bawah gitu ya, padahal mereka
- jumlahnya paling banyak. Kalau lalu
- mereka datang ke satu tempat yang mereka
- lihat hanya biasa-biasa saja ee statis
- budayanya. Saya bayangkan Presiden
- Prabowo harus menggerakkan ee kembali
- misalnya festival budaya mingguan ya di
- 38 provinsi, 416 kabupaten dan kota itu
- harus punya dalam 1 bulan itu minimal
- ada satu pekan yang mereka menggerakkan
- budaya lokal, tari, musik, lagu,
- permainan rakyat, parad busana eh
- kuliner eksotis misalnya. Jadi
- sentuhan-sentuhan itu enggak bisa
- diserahkan kepada komunitas saja, harus
- ada gerbongnya.
- kementerian yang terkait itu harus
- dikasih target kalau mau ekonomi kita 8%
- Anda harus melakukan ini minimal dalam 1
- bulan, 1 tahun misalnya. Itu ee penting
- sekali dan melibatkan generasi
- X Yz alpa
- untuk bisa menjadi karena jumlah mereka
- cukup besar ya untuk bisa menjadi bagian
- pelaku dari ee model ekonomi kultural
- Humaniora ini. Jadikan setiap keluarga
- sebagai produsen sekalus konsumen bagi
- satu komunitas.
- jadikan ee ada budaya baru bagaimana ee
- berbagi makanan ya orang datang ke suatu
- tempat ketika dia lapar misalnya dapat
- bagian makanan, dapat harga yang murah
- gitu ya. Saya salut dengan misalnya di
- Bintan itu ada nasi campur enak seharga
- Rp2.000. Kemudian Babak Alun juga
- menggulir nasi kuning ya yang harganya
- Rp3.000 Rp3 Rp3.000 di Jakarta, Cianjur
- ee di Bandung sudah mulai digerakkan.
- Kemudian komunitas yang lain juga ya,
- komunitas Tionghoa juga mulai apa
- menggerakkan bagaimana ee apa ee makanan
- lokal itu biasa bisa dijangkau lebih
- murah. Jadi ada kebagian orang datang ke
- satu tempat mendapatkan makanan murah
- dan enak. Itu menurut saya itu bagian
- dari ee menggerakkan modal ekonomi
- kultural semani orang. Lalu ee gerakan
- altruism ya. Jadi sekarang itu ee ee
- kalau kita lihat ee sayur dan buah itu
- ee mahal sekali ya. Jadi bagaimana ee
- ada gerakan ee sedekah buah, berbagi
- menanam buah gitu ya. Kalau hari ini
- kita menanam buah mungkin masih ada 5
- tahun ke depan buah-buah itu ada di
- sepanjang jalan di tanah-tanah kosong
- yang tidak dikelola menjadi bagian dari
- wisata. Jadi, jadi orang bisa menikmati
- ee buah ee dan sayur juga ya. itu karena
- ada budaya untuk ee ee karena
- negeri-negeri negeri negeri pertanian
- memang harus ada ee upaya untuk
- menggerakkan
- ee budaya menanam itu. Terus berikutnya,
- nah yang menjadi bagian penting juga
- adalah bagaimana ee saya lagi-lagi
- mengatakan bahwa tidak mungkin ee
- pertumbuhan ekonomi itu ee bisa jalan
- sendiri kalau tidak di dibikin
- triggernya gitu. kendala kita untuk ee
- mendatangkan orang atau orang lokal
- bergerak ee membeli produk ee atau
- berwisata itu. Karena mungkin Mas bisa
- jelaskan bagaimana ee harga harga ini
- ya, harga ee transportasi ya, biaya
- transportasi, ongkos transportasi gitu
- ya. Jadi itu menurut saya tuh harus ee
- itu juga yang di apa di ee dipicu dulu
- kalau harga-harga
- ee atau biaya transportasi itu mahal.
- Jadi bagi ee saya saya rasa ekonomi ee
- ekonomi berbasis ee budaya ini tidak
- akan bisa ee ee optimal. Jadi yang
- terakhir model ekonomi biru saya lihat
- ada stagnasi ya ketika di masa-masa
- presiden sebelumnya ada keinginan
- membangun ee ekonomi biru ee saya saya
- rasa ee
- masa Presiden Jokowi yang terakhir itu
- tidak begitu aktif apa membangun itu ya
- ee poros maritim lautnya, tidak
- membangun industri kelautannya, tidak
- ada inovasi untuk mendorong PTDI
- misalnya mengubah pesawat-pesawat
- ee ee yang mereka buat bisa mendarat di
- sungai atau di Teluk gitu ya. Sehingga
- jangkauan orang untuk ee berwisata itu
- bisa menjadi lebih luas. Tidak ada upaya
- untuk inovasi membuat apa ee rumah
- terapung, pasar terapung yang di sungai,
- di di danau atau di laut. yang menurut
- saya ini ee para pergerine kita
- juga harus memikirkan inovasi bagaimana
- ada tempat-tempat baru ee berwisata,
- tempat-tempat baru untuk tinggal,
- membangun livelihood, kehidupan itu juga
- harus diperluas. Jadi kita bukan hanya
- bangun daratnya, kita juga bangun
- lautnya. Di Kepulauan Riau itu hanya 4%
- daratannya. 96 96% itu adalah laut. Dan
- itu artinya apa? ee harus ada ee
- prioritas ee membangun apa ekonomi biru
- itu dan 8% itu menurut saya ee apakah
- dihitung juga untuk membangun ee apa ee
- perairan kita gitu. Jangan-jangan yang
- dihitung hanya ee di darat saja. Nah,
- terakhir saya melihat ee catatan
- terakhir bahwa akan ee akan timpang
- kalau hanya mengukur pertumbuhan ekonomi
- kita ee dari satu ee satu sisi
- angka-angka pertumbuhan ekonominya, kita
- perlu kembangkan indeks kebagiannya
- juga. Jadi secara kuantitatif dan
- kualitatif itu saling melengkapi gitu
- ya. Dan yang penting adalah
- terobosan-terobosan apa yang ee akan
- dilakukan menurut saya tiga modal
- ekonomi tadi harus digabungkan gitu.
- Lalu ada kebijakan-kebijakan yang
- inovatif supaya orang mau mau bergerak,
- mau ee mau berwisata, mau mau
- berbelanja. Jadi kalau kita lihat
- misalnya terobosan di zaman Pak Harto
- ada ee ada hari ee di mana 1 bulan itu
- ee Sabtu Minggu orang di diminta untuk
- ee ee berwisata ke desa. Kalau saya
- sekarang di jadi Presiden Prabowo, saya
- akan melakukan satu kebijakan satu 1
- bulan itu ada ee satu libur e 3 hari
- libur gitu ya. misal di akhir bulan atau
- di tengah bulan yang di akhir bulan ya
- supaya orang punya waktu untuk keluarga
- untuk berwisata, untuk berbelanja
- sehingga menjadi proden dan konsumen
- bagi yang lain gitu. Kalau itu dilakukan
- digerakkan ya di angka pertumbuhan
- ekonominya ya ee menaiklah. Saya saya
- pikir mungkin enggak 8% antara 6,5 atau
- ee kalau ulet tujuh gitu ya. enggak
- mungkin delapan dengan krisis dunia yang
- tadi dikatakan Bangaldi. Karena saya
- yakin apa yang diramalkan oleh John
- Nesbit ya tentang kebangkitan Asia dan
- ada the well being index indeks sebagian
- yang dibangun di di Jepang ya di Butan
- di Finlandia itu menjadi pelengkap kita
- mengukur kemakmuran yang yang akan
- dipimpin oleh Presiden Prabowo dan ee
- timnya. Itu saja ee catatan saya. ee
- Bang Mardani ee Bang Roki Grung dan Bang
- Yansyah. Terima kasih.
- Terima kasih Masan. Ee sebelum kita ini
- satu pertanyaan mungkin request Mas
- Afan. Sebenarnya kalau kalau kita lihat
- tenagar-negara maju dan ee apa namanya?
- Ciri-ciri peradaban yang sedang
- berkembang
- itu salah satu cirinya adalah kemajuan
- ilmu penerapan ilmu pengetahuan di
- negara tersebut atau bangsa tersebut.
- Dan kita juga melihat ya bagaimana
- negara-negara yang start pertumbuhan
- ekonominya saat ini seperti Cina, Korea
- ya, Korea Selatan dan beberapa negara
- lainnya itu ee penguasaan ilmu
- pengetahuan gitu ya. kita mungkin
- sehingga ee tidak bisa kita lepaskan
- aspek ekonomi ini dengan bagaimana
- negara tersebut konsern untuk memajukan
- pendidikan dan ilmu pengetahuan di
- negaranya. Nah, itu jadi fundamental
- yang membuat kemajuan itu menjadi
- signifikan, bukan cuma sekedar permainan
- angka-angka pertumbuhan ekonomi.
- Bagaimana Masan melihatnya?
- Iya. Saya lihat gini, kita mengukur saja
- misalnya ee tayangan TV atau YouTube
- atau media sosial kita kalau ee tidak
- menteri misalnya Menteri Riset dan
- Teknologi eh Brain atau nanti ee ee
- kalangan kampus atau kalangan yang
- membuat rumah produksi tidak membuat ee
- produksi misalnya ee mengangkat tema
- penemuan ee terbaru bangsa ini ya. Jadi,
- bincang-bincang ee desain baru, ee alat
- baru, ee jenis tanaman baru gitu ya atau
- makanan baru di media dan media sosial.
- Menurut saya itu pertanda angka 8% itu
- sangat-sangat bombastis. Tapi negara
- tidak mendorong untuk menjadikan ee
- bangsa ini sebagai bangsa penemu. Jadi
- kita kenal manusia itu sebagai homo
- sapiens ya, makhluk berpikir. Tapi juga
- dia homoludence, makhluk bermain gitu ya
- atau homo makhluk bekerja. Nih Bang eh
- Gerung sebagai orang yang belajar filat
- mengetahui betul hakikat manusia. kita
- harus kembangkan potensi manusia sebagai
- makhluk berpikir, manusia sebagai
- makhluk bermain, manusia sebaik sebagai
- makhluk bekerja dengan ikconnya itu
- media. Jadi ee mungkin nanti saat ketika
- Bang Aldi dan Bang ee ee kita ee bicara
- dengan bincang-bincang dengan penemu ya,
- dengan inventor ya, baik ee
- temuan-temuan ee ilmiah maupun
- temuan-temuan praktis sederhana ya,
- alat-alat baru yang dibuat oleh bangsa
- ini. Kita tahu kalau kita lihat ee
- peralatan yang dibuat oleh bangsa kita
- itu kita punya tidak tidak terbiasa
- menyebut penemunya ya. Jadi kalau di di
- Barat kan ada tris penemu ini adalah
- siapa? Thomas Alfred Edison. Nah, kalau
- kita punya tradisi anonim gitu, jadi
- penemuan tuh tidak begitu dihargai gitu.
- Jadi kita kurang menjadi bangsa penemu
- sehingga kita hanya terbiasa menjadi
- bangsa konsumer. Ya, itu yang
- menyebabkan tradisi membeli. Ah,
- gampangnya yang penting beli gitu. Tapi
- kita lihat bangsa lain yang yang menjadi
- bangsa pencipta. sekarang ee Tiongkok ya
- atau Cina ya dia begitu ee cepat
- belajarnya ya dia juga dulu mungkin
- belajar dari kita tapi kita sekarang dia
- begitu cepat belajarnya sehingga kita
- lihat teknologi di Cina itu benar-benar
- bisa sangat cepat karena biaya risetnya
- ya kalau kita di Indonesia di LIPI itu
- hanya 0,5% dari anggaran nasional ee
- institut eh sains China itu hampir
- mendekati 20% ee PDB-nya. Jadi itu itu
- juga pertanda keserius yang tadi mengal
- dipertanyakan ya. Jadi bagaimana bangsa
- kita menghargai para penemu ee para
- kreator gitu ya. Itu itu yang menurut
- saya ee semakin harus digerakkan gitu.
- Itu poinnya Bangi.
- Baik terima kasih Masan.
- Sekarang kita ingin mendengar dulu
- pandangan dari Mas Rah. Bagaimana Mas
- Ransah eh terkait dengan tema kita dan
- mungkin tadi juga Mas ada dengan tiga
- kombinasi model ekonomi ya, hijau,
- sosial, humaniora dan juga ekonomi biru
- yang tiga potensi Indonesia yang harus
- dioptimalkan. Bagaimana Mas Siran?
- Mungkin ada pandangan lain apa yang
- perlu kita lakukan untuk bisa mencapai
- target pertemuan 8% dan terwujudnya
- kemakmuran Indonesia.
- Baik, eh terima kasih Mas Haldi. Eh
- salam eh Pak Mardani Alisera dan Bung Ri
- Gerung. Kehormatan bagi saya, saya
- panggil aja saya Ansah ya untuk ee bisa
- sedikit berbagi ee dalam diskusi ee kita
- malam hari ini. Terima kasih juga Mas eh
- Rozi ya. ee menarik sekali apa yang
- disampaikan oleh Mas Rozi tadi. Mungkin
- sedikit yang bisa saya paparkan bahwa
- negara kita yang sebagaimana kita tahu e
- begitu besar ya ee 17.000 RIB pulau
- 5.120 km garis katulistiwa ya kan ee
- potensinya sangat besar ee dan memiliki
- prediksi bisa dapat berkembang hingga ee
- ekonomi ke-18 ya sekarang di dunia ke
- depan mungkin bisa masuk ke tujuh besar
- ekonomi dunia.
- Nah, di sini kalau kita lihat sumber
- daya alam kita baik itu dari sektor ee
- ee SDA, migas, ee sumber pertanian
- perikanan, kelautan ee tadi blue
- ekonomi, green ekonomi yang disebutkan
- oleh Mas Rzi tadi
- itu belum ee mencapai ee harapan karena
- ee apa yang kita ekspor, yang kita olah
- itu masih menjadi masih bahan mentah
- yang masih bisa dilakukan proses
- pengolahan supaya masih ber ee
- mendapatkan nilai tambah.
- Apa yang disebut hilirisasi dan
- reindustrialisasi itu ee yang akan
- dilakukan di ee kepemimpinan Presiden
- Prabowo dan ee Mas Gibran.
- Nah,
- kalau kita lihat ee analisis-analis
- memprediksi perekonomian Indonesia akan
- terus meningkat didasarkan pada beberapa
- indikator ee di antaranya stabilitas
- makroekonomi di mana inflasi masih tetap
- bisa dikendalikan. Raja utang pemerintah
- terhadap PDB masih di kisaran 30%.
- Artinya kemampuan untuk membayar ee
- masih wajar. Dan tadi sumber daya alam
- Indonesia yang tersedia melimpah, pasar
- domestik kita masih tinggi. Ee terbukti
- ee kita masih mampu melewati krisis. Em
- iniasi dulu ya, Prof.
- Parf ada akses ke
- COVID19.
- Em, lalu efek gangguan eksternal seperti
- ee perang Rusia, perang Israel ini kita
- masih
- masih bertahan di sekitaran 5%.
- Nah,
- SDM manusia Indonesia juga diperkirakan
- semakin membesar. Kalau kita lihat
- sensus ee BPS sekarang di 280 sekian
- juta jiwa populasi kita dan PBB
- memproyeksikan populasi kita akan terus
- meningkat sampai sekitar 330
- juta jiwa di 2065.
- Nah, ini penting karena peningkatan
- populasi berarti peningkatan permintaan
- makanan, air, energi, peningkatan
- permintaan barang dan jasa. di mana
- dengan itu pun kita berarti ee perlu
- tidak tidak khawatir dengan ee membangun
- perekonomian yang berorientasi pada
- pemenuhan kebutuhan pasar domestik. Jadi
- untuk memenuhi pasar domestik aja
- seharusnya kita sudah bisa tumbuh ya.
- Ditambah lagi dengan orientasi ekspor
- apalagi ditambah dengan hilirisasi
- produk ee barang ee dan ekonomi digital
- kita nanti kita kembangkan. Insyaallah
- kita akan bisa mempertahankan
- ee apa ee surplus perdagangan misalkan
- ya. Nah, bonus demografi seperti yang
- disebutkan oleh Pak Mardani tadi, Pak
- Mardani relatif kita berada penduduk
- kita berada di rata-rata usia muda
- produktif. Nah, ini kan kelebihan yang
- saat ini tidak dimanfaat tidak tidak ada
- di negara seperti China yang sudah
- diklining karena dia punya one child
- policy ya eh kebijakan satu anak yang
- kemudian sekarang eh berakibat kepada
- populasinya meskipun meningkat namun ee
- society-nya menjadi ee ee tua ya menua.
- Begitu juga dengan Jepang. Ee lalu ada
- rasio ketidakseimbangan gender. Nah,
- Indonesia memiliki ee tenaga kerja ee
- bonus demografis yang bisa dimanfaatkan.
- Namun bisa juga berbanding terbalik
- apabila tidak dilengkapi dengan
- pendidikan yang cukup, skill yang cukup
- yang mumpuni yang seharusnya menjadi
- potensi positif malah bisa menjadi
- negatif bisa menjadi beban ya tenaga
- kerja yang tidak tercapai. Lalu kita
- bisa perhatikan juga bahwa inovasi
- teknologi itu terkait dengan ee jumlah
- ee ee apa namanya ee ee pengenyam
- pendidikan tinggi. Indonesia bergelar
- pendidikan tinggi ee sekelas S3
- kisarannya masih 60.000 sementara di
- China sudah lebih dari R juta. Nah,
- inovasi ee ini berarti kan agak sulit
- untuk dikejar. yang kita bisa kejar
- adalah ee alih teknologi atau transfer
- eh technological transfer yang mungkin
- eh terkait dengan masalah ke depan
- pemerintahan Pak Prabowo, Pak Gibran
- telah menentukan ee apa namanya ee
- pertumbuhan ekonomi 8% ya kan. Itu
- apakah memungkinkan? Nah, itu ee saya
- tadi sudah kirim slide ke panitia.
- Mungkin Mas Haldi atau dari pihak
- panitia bisa menampilkan kalau boleh
- slide-nya.
- Oh, baik. Bentar saya saya
- I Heeh.
- Lanjut aja, Mas. Eh, bentar.
- Iya, saya lanjutkan ya. Jadi,
- nah berarti ke depan untuk mengejar
- ketertinggalan kita terkait ee apa
- namanya di dunia pendidikan anggaran
- 20%-nya pendidikan nasional kita ini
- mungkin harus secara
- ee linier setiap tahunnya ada kenaikan
- terus gitu untuk mengejar itu tadi ya.
- Nah,
- supaya teknologi itu bisa terkejar. Nah,
- di sini kan target pertumbuhan 8% ini
- saya kutip dari ee apa ee Kemenko Ekon
- eh yang disampaikan di Rakornas
- Investasi baru-baru ini untuk fokus
- strategi apabila mau mengacu kepada
- pertumbuhan ekonomi yang pernah
- dilakukan oleh pemerintah Indonesia
- tahun '95 di 8,2%
- itu ee key drivers-nya adalah ee
- investasi konsumsi rumah tangga tangga
- dan ekspor di mana di situ dijaga di
- sekitaran 5 sampai 6%. Investasi tumbuh
- di di sekitaran 10% di mana dan ekspor
- tumbuh di kisaran 9%.
- Nah, kalau mau dilihat ke bawah satu
- slide lagi di bawahnya.
- Nah, investasi yang dibutuhkan itu
- 13.528
- triliun. Nah, ini data dari BAPENAS.
- Jadi kalau estimasi
- ee datanya adalah yang diharapkan
- pertumbuhannya 8% berarti kita harus
- mengejar investasi. Di tahun ini
- ditargetkan R650 triliun,
- di 2025 1900,
- di 2026 2.200
- dan sampai 2029 di mana totalnya kalau
- kita total adalah 13.528.
- Nah, rata-rata pertumbuhan investasi
- tadi yang diestimasi oleh BAPENAS ini
- justru lebih tinggi dibandingkan yang
- diproyeksikan oleh Kemenkoon tadi.
- Kemenkoekon kan tadi bilang sekitaran
- 10% investasinya. Rata-rata pertumbuhan
- investasi yang
- ee digambarkan di sini itu justru harus
- lebih tinggi 16,75%.
- Nah, pertanyaannya bagaimana ya kan kita
- menyerap ee mendapatkan investasi yang
- sebesar itu realisasinya?
- Lalu hilirisasi itu seperti apa sih
- gitu? Bagaimana ee penerapannya? coba di
- ee kebawahin lagi, Mas. Ee Haldi.
- Ini yang menjadi
- em program hilirisasi yang ee di akan
- dilaksanakan oleh pemerintahan Pak
- Prabowo adalah ee hilirisasi 28
- komoditas.
- Tentu aja dalam paparan kali ini saya
- tidak bisa menjelaskan semuanya,
- namun saya highlight dari sektor migas
- yaitu dari minyak bumi, gas alam, dari
- sektor minerba saya ambil hanya satu
- saja nikel. Dari PKPK itu adalah ee ee
- ee perkebunan ee kehutanan
- ee dan perikanan kelautan. Nah, di situ
- saya ambil contoh adalah sawit dan untuk
- dari perikanan saya ambil tuna cakalang
- Tongkol yang kebetulan saya ee termasuk
- ee salah satu tenaga ahli utama yang
- ikut membantu untuk ee kajian
- hilirisasi.
- Nah, kalau kita lihat angka-angkanya di
- sini ya ee ini adalah potensi
- kenyataannya di lapangan seperti apa?
- Apakah betul minyak bumi ee memiliki
- demand yang seperti itu? Nilai tambahnya
- adalah 1,8 kali, value-nya 148 miliar US
- dolar. Ya, betul. Nah, tuna cakalan
- Tongkol juga punya potensi semua
- kekayaan alam kita, baik itu di darat,
- di laut, ya kan di hutan, di
- apa, di ee tanaman itu luar biasa. Namun
- ee yang menjadi PR terbesar kita adalah
- bagaimana mengolah
- yang selama ini sumber daya alam ini
- masih mentah kita ekspor sekarang bisa
- kita olah di dalam negeri dibangun
- industrinya dihilirisasi
- serat tenaga kerja alih teknologinya di
- dilakukan
- sehingga kemudian secara jangka panjang
- ee sustain untuk kita lakukan. Artinya
- kan ini target pertumbuhan ekonomi itu
- bukan sesuatu yang one time lalu
- kemudian hilang. Kalau bisa itu
- terusmenerus ee menjadi apa namanya eh
- sustainable lah ya bisa dibilang gitu.
- [mendengus]
- kita juga punya potensi di transisi
- energi. Kalau tadi Mas eh Sofyan Rozi
- sampaikan eh terkait dengan eh green ee
- kita juga belum menggarap apa yang
- disebut eh carbon capture utilization
- storage. Misalnya eh dari kunjungan kami
- ke Washington misalkan. Di situ kita
- mengetahui bahwa ee potensi Indonesia
- untuk carbon capture dan storage itu
- bisa dibilang salah satu yang terbesar
- di dunia. Exon Mobil sudah tertarik
- untuk masuk ke Indonesia dan sudah
- melakukan kerja sama di Asri Bin di
- Sunda apa di Selat Sunda itu mau bisa
- disimpan untuk penyimpanan karbun ya
- kan.
- Nah, [berdehem]
- potensinya luar biasa. Sekarang
- penerapannya gimana? Oke, di slide yang
- berikutnya.
- [mendengus] Kenyataannya
- permasalahan investasi ini tidak mudah.
- Kalau kita lihat ee em realisasi
- investasi kita 1650
- apa ee triliun itu sekarang di triwulan
- ketiga itu mencapai hampir 80%.
- Nah, apakah iya tahun depan kita bisa
- mencapai 3.000 triliun misalnya?
- [mendengus] Iya kan? Pertanyaan itu bisa
- saja dilakukan
- investasi menjadi salah satu tolok ukur
- tadi ya untuk menuju pertumbuhan ekonomi
- 8%. Nah, sekarang realisasinya gimana?
- Pak Prabowo keliling 20 hari ke berbagai
- negara kembali dia membawa R2 triliun.
- apa itu sudah berupa uang, apa sudah
- direalisasikan belum. Itu masih
- komitmen.
- Nah, komitmen investasi ini gimana
- direalisasikan? Kan itu jadi
- pertanyaannya.
- Nah, sementara banyak carut-marut,
- banyak keluhan. Ketika investasi asing
- mau masuk ke Indonesia, penerbitan
- sulit.
- Ada terkait banyak kendala di lapangan.
- permasalahan lahan, tumpang tind,
- perizinan, dan lain-lain. Nah, ini
- adalah yang saya gambarkan di sini
- adalah konsep untuk bagaimana
- memperlancar realisasi investasi.
- Jadi kita perlu integrasi permit ee
- sistem yang terbuka dan transparan
- dengan ee apa ee
- kepastian penerbitan perizinan yang
- sudah terukur dan wajib terbit gitu loh.
- Nah, kalau misalkan nanti ada
- permasalahan gimana? Ah, itu adalah
- tugas pengawas. Pengawas di lapangan
- nanti gimana realisasinya? Apakah betul
- tenaga kerjanya sesuai dengan yang di
- yang dikomitmen? Apakah betul apa ee
- fasilitas yang diberikan kemudahan ee
- mesin masuk lalu pabriknya sudah
- berjalan? Apakah betul ee sesuai dengan
- peraturan? Kan itu kan kembali di
- pengawasan. Jangan sampai kita kembali
- ke periode yang sebelumnya di mana
- perizinan
- dilakukan
- ee kalau semuanya sudah beres baru izin
- dikasih. Waduh repot itu yang ada ini
- dikasih dulu lalu kemudian secara
- bertahap pengawasan diterapkan dan
- diterapkan sanksi. Nah, dengan begitu
- kita juga akan bisa ee memberi membuat
- daya saing kita dibandingkan dengan
- investasi di Vietnam misalkan atau di
- Thailand, di ee negara ASEAN lainnya,
- kita bisa lebih kompetitif. Lalu terkait
- dengan permasalahan lahan. Lahan di
- Indonesia ini kan sudah terkenal ya ee
- apa bahwa ada tumpang tindi lahan,
- peruntukan yang berbeda, zonasinya dan
- lain-lain. Nah, itulah yang kita
- butuhkan sekarang. ada data
- di mana di situ terisi ee geospasial,
- data peruntukan, zonasi, bisa bisnis apa
- aja di situ. Jangan sampai yang terjadi
- seperti ee PIK 2,
- menteri ATR-nya bilang tidak sesuai itu
- area hutan. Nah, ini sudah dibangun
- [berdehem] ya kan. Lalu seperti ada
- banyak pabrik yang sudah berjalan,
- ternyata dia berdiri di atas lahan ee
- sawah yang dilindungi.
- Nah, ini kan persyaratan dasar. Ini kan
- seharusnya sudah confirm clean and clear
- di depan. Tidak sebelum investasi itu
- berjalan. Nah, inilah kita butuh. Itu
- adalah data ee apa peruntukan ee yang
- disebut sekarang RDTR, rencana detail
- tata ruang. kesesuaiannya dengan aturan,
- pengembangannya seperti apa. Kalau untuk
- percepatan investasi ada yang namanya
- Kek, kawasan ekonomi khusus di mana di
- situ sudah diatur infrastruktur
- pendukungnya dan lain-lain fasilitas
- baik itu fasilitas untuk mempercepat
- realisasi investasi asing maupun
- mempercepat eh domestic direct
- investment juga. Jadi ee PMDN penaman
- modal negeri juga wajib untuk di
- dikembangkan ya dan ee industri yang
- sudah ada seharusnya juga dipertahankan
- bahkan ditingkatkan.
- Jadi jangan sampai pemerintah ini selalu
- fokus hanya untuk investasi baru. Tidak.
- Sekarang perlu kebijakan bagaimana
- mempertahankan industri yang sudah ada
- tetap hidup, bisa naik, bisa lebih hebat
- lagi.
- Jadi jangan selalu fasilitas-fasilitas
- itu untuk memfasilitasi investasi baru
- yang sudah ada diperkuat ya kan dibikin
- maju
- ya. Em, kalau dari saya apabila apabila
- skema yang real ini bisa dilakukan,
- ya kan
- em investasi baik dari ee luar maupun
- dari dalam negeri itu bisa terealisasi
- lalu dipastikan berjalan dengan baik,
- tenaga kerja terserap dengan baik, ada
- ahli teknologi, ya kan, ada ahli
- teknologi lagi sehingga kita mampu
- mengembangkan lagi menduplikasi lalu
- misalkan kita bikin mobil listrik versi
- Indonesia kita harus punya itu kayak
- begitu industri pertahanan kita gimana
- lalu untuk makan siang gratis kenapa
- kita harus beli susu dari luar negeri
- atau dari mana kita kan bisa bikin ee
- susu yang berbasis dari ee
- tepung ikan yang memiliki kandungan
- memiliki kandungan protein tinggi itu
- diolah lalu jadikan susu. Bukan susu
- ikan dalam arti ikan yang pikir punya
- susu. Bukan. Itu adalah kandungan tepung
- protein
- yang kemudian bisa diolah menjadi susu,
- menjadi biskuit apa untuk mendukung
- programnya Pak Prabowo. Makan siang
- gratis ber apa namanya? Bergizi. Jadi
- kita program-program itu dari
- sumber-sumber yang sudah ada. Jangan
- beli lagi, impor lagi, impor lagi, impor
- lagi. Malah malah lebih repot kan. Nah,
- kalau dengan begitu berarti visi Pak
- Presiden Prabowo bahwa ketahanan pangan
- tercapai, ketahanan energi tercapai, air
- aman, lalu ee apa namanya? Visi menuju
- Indonesia Emas 2045 mudah-mudahan bisa
- tercapai.
- Demikian dari saya, terima kasih.
- Baik, terima kasih Mas Ransah.
- Ee sekarang kita dengar dari Bung Roki.
- Bagaimana Bung Rocki pandangannya atas
- tadi dua paparan dari narasumber kita
- dan satu pertanyaan ee tambahan dari
- saya juga Roki tadi sudah saya tanyakan
- juga ke Basfan bahwa kalau kita lihat
- dari sejarah ee negara-negara yang besar
- yang makmur itu ee berintisan dengan
- peningkatan sumber daya manusia dan
- penguasaan ilmu pengetahuan. ya enggak
- ada negara yang besar yang maju bangsa
- peradaban besar itu tidak menguasai
- pemetahuan gitu. Jadi kalau menurut bisa
- jadi kalau salah satu faktor kalau kita
- benar-benar serius mau memajukan bangsa
- kita ekonomi bahwa penguasaan pendidikan
- dan ilmu pengetahuan ini penting.
- Bagaimana Bung Roki?
- Ya itu ilmu pengetahuan penting,
- teknologi penting, tetapi visinya itu
- yang seringki tidak ada. Mau diapain
- kapasitas
- ee [berdehem]
- software kita misalnya kalau
- software-nya itu tersedia, lalu
- manufacturingnya itu dengan cara apa?
- itu kalau manufakturnya dibuat lalu
- mentalnya apa? Mau ekspor apa mau impor?
- Kan ini satu
- krisis tentang apa yang mau kita
- lakukan. Ini bagus. Betul tadi Pak Khas
- dan Pak Sofyan menerangkan dengan sangat
- sederhana apa yang disebut cara berpikir
- visioner. Kan itu intinya kan. Dan saya
- kira kabinet hari ini justru itu yang
- tidak ada karena merasa bahwa ini
- kabinetnya besar 100 itu artinya mampu
- untuk menghasilkan semua hal yang
- dibayangkan oleh Pak Prabowo. Kalau kita
- bayangkan misalnya 8%, oke semua orang
- bicara 8% baru Brain yang bicara 8% itu
- boleh pertumbuhan 8% tapi berapa persen
- jejak ekologi yang akan ditinggalkan?
- ecological food-nya berapa persen? Itu
- kalau 8% artinya ada yang akan bertumbuh
- mungkin 15%
- supaya yang 3% itu naik kan 8% rata-rata
- kan. Jadi pasti juga akan terjadi
- ketimpangan gini rasionya tuh dengan
- sendirinya tuh. Karena enggak mungkin
- UMKM itu tumbuh 8% tuh antar sektor
- apalagi itu antar daerah apalagi itu.
- Jadi potensi-potensi itu yang
- diseludupkan [mendengus] lewat angka
- makro 8% tadi itu. Kalau kita tanya pada
- anak muda Eropa 8% itu masuk akal
- enggak? Mereka bilang masuk akal tapi
- separuh dari Kalimantan itu berubah jadi
- padang pasir tuh kan. Itu cara
- berpikirnya begitu tuh. Nah, kita coba
- bandingkan misalnya itu ya ee betul tadi
- ilmu pengetahuan diperlukan dan harusnya
- itu yang jadi patokan utama kan kalau
- misalnya kita bandingkan dengan Cina
- yang yang mengejar teknologi itu sejak
- 50 tahun lalu sebetulnya disiapkan tuh
- atau Vietnam yang nyusul 20 tahun
- kemudian tetapi mereka mulai dengan
- riset dasar itu juga terkait dengan
- kurikulumnya apa kurikulum dasarnya apa
- itu supaya ada ee ee industri yang
- memungkinkan kita tadi produk
- software-nya bukan sekedar jadi tukang e
- tukang ee ee apa namanya nih? Tempel
- sana tempel sini teknologi orang kan.
- Tapi itu pun enggak ada soal. asal kalau
- kita misalnya belum mampu untuk
- memproduksi software seperti Vietnam
- juga software software industri
- software-nya tuh ya kebanyakan titipan
- dari negara lain kecuali Cina yang mampu
- secara ee fundamental menerangkan pada
- dunia bahwa kami maju karena ada riset
- dasar tuh dan itu investasinya di bidang
- matematik, fisika atau ngundang segala
- macam pakar kita baca itu di dalam ee ee
- ee ee asas-asas kemajuan ekonomi Cina
- Nah, Vietnam menyusul tapi dia
- konsisten. Dia mulai dengan riset dasar
- lalu tumbuh jadi manufaktur. Walaupun
- itu masih aseming-asemlingan, tetapi dia
- pastikan dia akan ekspor. Jadi ada
- pemasukan di situ. Nah, kita dua hal itu
- tidak kita lakukan tuh karena ada mental
- import, import, impor kan di situ
- sebetulnya problem kita. Jadi tadi kalau
- Pak Khas tadi menerangkan dengan baik
- bahwa mestinya ada semacam sebut aja
- oversiz komite yang memantau visi
- presiden ini dijalankan secara visioner
- atau justru membahayakan karena tidak
- ada kontrol etik di situ kan. Jadi betul
- tadi ya kita mengukur indeks
- kebahagiaan. Iya. Tetapi bagi
- pelaku-pelaku ekonomi di kalangan
- pemerintah sendiri ini bukan indeks
- kebahagiaan yang mereka indeks kebagian.
- Kebagian apa enggak gue kan soal-soal
- semacam itu sebetulnya tuh yang kita
- tahu dari awal tuh. Kalau kita lihat
- misalnya dari sekarang kita dengar
- bagaimana eh
- bupati-bupati itu berlomba-lomba untuk
- cari dukungan tanpa peduli distribusinya
- bagaimana nanti. Itu saya kemarin saya
- dari ee Mimika itu, Mimika itu
- APBD-nya itu 6,5 triliun, penduduknya
- Rp300.000. Bayangin coba. Jadi diam di
- rumah pun dia mesti sudah kaya kan. Jadi
- ada sesuatu di situ. Ada ada software
- kebijakan yang ngacau tuh. Coba kita
- lihat lagi tuh. Saya kemarin setelah
- dari Mimika saya pindah ke dekat-dekat
- Samarinda di situ tuh KM 37 tuh.
- Teman saya undang saya untuk lihat ee
- percobaan untuk membuat tadi sirkular
- ekonomi itu dengan prinsip siro eh nol
- sampah itu. Waktu dia minta izin,
- Dinas Perus datang periksa pabriknya.
- Pabrik kecil, pabrik sederhana itu
- memulai supaya green ekonomi itu ada
- modelnya di Kalimantan tuh. Kata
- [tertawa] kata Departemen Perrian, dia
- tanya mana tempat pembuangan sampah?
- Kata direktur di situ, "Enggak ada, Pak.
- Kenapa enggak ada sampah?" Loh, ini kan
- konsepnya siro waste kan. Tapi dia
- bilang, "Enggak boleh, mesti ada
- pembuangan sampah." Jadi bayangkan
- konsepnya enggak dipahami sampai ke
- daerah kan. Buat apa ada ee industri
- yang nol sampah itu harus bikin tempat
- pembuangan sampah. Jadi bayangkan
- misalnya itu hal yang sederhana di mana
- kita ingin berupaya supaya jangan karena
- ada growth di growth itu adalah ideologi
- dunia hari-hari ini kan dan
- kemungkinan-kemungkinan itu yang akan
- membatalkan karena Pak Prabowo saya tahu
- dia mbrief menteri-menteri itu dengan
- filsafat atau polisi yang bersifat
- environmental ethics. Tapi kelihatannya
- enggak ada satuun menteri waktu di BF di
- Hambalang itu bertanya tentang soal itu
- kan. itu sebetulnya yang menerangkan
- pada kita bahwa kapasitas pengetahuan
- yang sangat mendasar itu tidak dimiliki
- oleh pengambil kebijakan karena mereka
- semua disupply bahkan dioutsource secara
- politik kan itu itu problem kita ada di
- situ. Pengambil kebijakan itu tidak
- berpikir. Mereka hanya berupaya untuk
- mengintip supaya ee menterinya itu bisa
- dapat suplly informasi dari badan
- anggaran. Kan itu semua yang ada di
- kepala mereka kan. Jadi kelihatannya di
- depan kita akan gagal tuh mulani
- berkeluk kesah tuh dan minta supaya
- orang mengerti ya tapi dia tugasnya
- adalah kasir tetapi diberi beban untuk
- cari pinjaman itu. Sementara kalau kita
- e
- jual surat berharga itu pasti ee
- apa namanya bunganya tinggi karena
- ketahuan kita butuh sekali kan itu
- soalnya tuh. Nah, kalau kita mau
- sebetulnya dari awal buka ini sebagai
- problem tuh hentikan prinsip untuk
- digrows untuk grows grows grows itu kan
- dibikin aja 45% tapi betul-betul dia
- berbasis pada keadilan sosial tuh itu
- lebih masuk akal sebetulnya tuh enggak
- usah gaya-gayaan mempercepat lalu ada
- hilirisasi ya saya berapa kali bicara
- dengan teman-teman di Eropa tuh mereka
- bilang iya hilirisasi betul tetapi di
- hulu masalahnya adalah kompetisi di
- antara pemain nikel itu cuman empat
- orang itu artinya dihilir bersih secara
- secara ekologi, di hulu itu kotor secara
- politik. Itu masalah juga kan. dan
- investor juga akan melihat itu bahwa
- kalau tidak ada eh kompetisi bisnis yang
- fair, mereka enggak akan investasi
- karena mereka akan dikritik oleh
- anak-anak muda di Eropa dan Amerika kan
- karena menganggap bahwa mereka membantu
- perusakan lingkungan atau membantu
- bisnis yang kotor di kulu itu walaupun
- impactnya e hasil energinya bersih di
- hilir. Jadi ini komplikasi yang
- menyebabkan mungkin Pak Prabowo dalam e
- 2 bulan ini sudah mulai frustrasi itu
- mau mau diapain nih pulang dari luar
- negeri tetap enggak cukup itu. Sementara
- tuntutan ee bonus demografi Indonesia
- emas itu makin lama makin jadi slogan
- kosong. Kita bicara misalnya ya Pak
- Jokowi bilang bonus demografi nanti anak
- muda yang tahun ini yang hari-hari ini
- pendapatannya e akan bertambah 5 kali
- atau 10 kali lipat di 245. Oh iya, itu
- kalau kalau kalau Kuala Lumpur dan
- Singapura misalnya berhenti
- pertumbuhannya kan kan cara membaca
- bonus demografi juga ngacau tuh
- seolah-olah generasi yang sekarang itu
- dibandingkan dengan generasi ini di 2045
- kan mestinya perbandingan generasi yang
- sama di dua tempat yang berbeda. Kalau
- misalnya kita masuk ke mulai memproduksi
- industri dasar di tahun emas yang masuk
- ya anak muda dari dari Kuala Lumpur
- bukan anak muda dari Depok yang masuk di
- situ kan. Jadi itu intinya itu anak muda
- Depok ya berapa pendapatannya per kapita
- sekarang? 3.500 dolar.
- Sementara ee saya kebetulan ada di Kuala
- Lumpur hari ini. Sementara di Kuala
- Lumpur pendapatan berkapitnya sudah
- 13.500.
- Jadi tetap kita akan tercecer kan. Jadi
- tentang konsep pun itu menipu
- sebetulnya. dikasih angin surga tuh
- kalian bonus demografi akan dapat e
- pendapatan 10 kali lipat. Oh iya kalau
- kalau kalau kula lumpur itu minus 10
- baru Indonesia bisa bisa ee lampa kan.
- Jadi sekali lagi itu bagus betul ini ini
- semacam refleksi walaupun refleksi ini
- tentu jadi kegekiran bagi eh Pak Mardani
- karena Pakani ada di Kimples itu
- masalahnya [tertawa]
- ini ILT pertanggungjawaban moral supaya
- bisa tetap berakal sehat [tertawa]
- ya bagus bagus banget
- makasih Bu
- Pak Madani apa masih gabung
- [tertawa]
- Masih, Dik. Hai, Bro.
- Yang yang kimplus yang lain, di
- Iya, iya iya iya. Nah, sekarang kita ke
- Pak Maren. Pak Mar tadi menarik ya, ada
- dari Mas Sofan terkait tiga perpaduan
- model ekonomi ya, ee hijau ya,
- humaniora, terus ee ekonomi biru ya,
- plus dari Masasriansa bagaimana
- menggenjot investasi. Kita enggak akan
- bisa naik pertumbuhan ekonomi kita kalau
- investasi kita turun ya. Bahkan
- prasyarat tadi sudah dihitung-hitung
- kurang lebih 1.000 triliun sampai 202
- kita butuh total investasi. Nah,
- kira-kira ada insight lain enggak, Pak
- Mardani? Ee faktor-faktor utama yang
- perlu dimunculkan
- oleh pemerintah agar pertumbuhan ekonomi
- kita bisa naik? Ya, kalau saya tadi
- menyinggung soal penguasaan dan
- pengembangan ilmu pengetahuan ya ee
- sehingga bangsa kita ee memiliki
- kemampuan nilai tambah yang tinggi
- dengan penguasaan ilmu pengetahuan itu
- sendiri. Bagaimana Pak Mar?
- Makasih Bang Haldi. Makasih Maswan,
- makasih Mas Hasri, Bro. Eh, jadi gini
- ya.
- Foreign direct investment itu
- tentu kita akan bersaing. Tadi Bro eh
- Rocky sudah bilang e di Singapura
- sekarang Laos dan Kamboja itu juga lagi
- coba ngejar kita Vietnam speednya sudah
- di atas kita gitu kan. Nah, ee saya
- justru berpikir begini, Bang Haldi.
- Masan, Mas eh Asri
- ee penataan di orkestrasi
- manajemen nasional kita ya yang terjadi
- sekarang ini mens sana incorpore sana
- loh ke sana gue ke sono pemerintah pusat
- mau 8% ya. Tetapi yang terjadi pemdanya
- tidak punya inovasi.
- Ee sebagian kementerian bisnis as usual
- ya kalau kita ngelihat minta maaf ya ee
- kalau ada yang bilang ee aparat dengan
- segala ee pekerjaannya. Kemarin saya
- ditanya wartawan tuh bagus Bung Roki. Ee
- gimana ee pengelolaan kepolisian? Saya
- bilang kalau di Amerika kepolisian itu
- di bawahnya mayjer gitu. bupati walikota
- gitu loh. Karena memang ee fungsinya
- bukan di politiknya gitu, tapi fungsinya
- di penertiban dan keamanannya gitu loh.
- Selagi kita tidak berani mengambil
- keputusan drastis ee saya mengusulkan di
- pembahasan di Komisi 2 Bung Roki Mas ee
- Sopoasi bahwa otonominya di daerah
- tingkat satu ee ada pemilihan gubernur
- tapi jumlah provins diperbanyak satu
- provinsi cuma 6 sampai 8 kabupaten kota
- ya contohnya Jakarta bupati walikotanya
- diangkat saja oleh gubernur gitu loh.
- Jadi orkestrasi di tingkat kabupaten
- kota yang sekarang ini jadi raja-raja
- kecil ya itu bisa dirapikan. Yang kedua
- ee perencanaan harus dari pusat tidak
- bisa pendidikan kesehatan diberikan
- kepada bupati walikota
- yang kemampuan teknokratisnya, kemampuan
- strategisnya, kemampuan implementasinya
- jauh panggang dari api. Jatuhnya
- project. Padahal enggak bisa kita
- menghasilkan
- foreign direct investment kalau ICORE
- kita masih 6 sekarang 6,4 bahkan ee
- bahwa untuk tumpuh 1% kita punya perlu
- 6,8. Wah rugi gitu loh. Negara lain
- sudah ee mendekati empat dulu zaman orde
- baru kita empat gitu loh. Nah jadi
- enggak semudah membalik telapak tangan.
- Nah, por dari investment yang kita rayu
- kalau kondisi internal kita masih
- centang perenang kayak gini nanti kayak
- aguan gitu loh ya cuma kasihan aja gitu
- loh bikin habis itu enggak akan
- sustainable. Kalau mau sustainable ya
- memang kita kerjakan PR kita merapikan
- keseluruhan pekerjaan kita dan nanti
- kalau kita sudah rapi mereka enggak
- perlu minta itu atau segala macam
- segala macam tex even lah segala macam
- karena pasar kita
- jiwa
- Jadiasan
- keberanian dalam beberapa zaman memotong
- para koruptor, para oligar yang mungkin
- kemarin membantu Pak Prabo menang gitu.
- Begitu Bang Ali.
- Baik, terima kasih Pak Mardani. Sekarang
- ke Mas eh Sofa Rozi. ini gimana e bentuk
- kombinasi konkritnya ya Mas Rovan Rozi
- antara tiga kombinasi tadi ya ada konsep
- ekonomi hijau, biru, sama yang sosial
- humanioranya itu ee seperti apa ini
- mensinergikan
- sehingga ketiga ekonomi, konsep ekonomi
- ini bisa berjalan dengan baik gitu ya.
- Ya, menurut saya yang paling lemah itu
- adalah ekonomi berbasis kultural
- humaniora. Itu yang paling tertinggal.
- Jadi kalau yang tadi ekonomi sirkular
- atau ee ekonomi biru itu ee kita bisa
- lakukan ee apa ya ee tiru, coba terapkan
- ya untuk ee skala yang yang ada di
- negeri kita. Tapi kalau model ee model
- kultural homeera kita begitu banyak ee
- suku bangsa di di negeri kita ini. Saya
- contohkan di kasus yang ee Rempang ya.
- Saya saya kebetulan 1 bulan penelitian
- di Kepulauan Riau. Saya enggak kebayang
- di di Batam itu sudah ada model kampung
- tua. Jadi di ee Sisona sudah ada perda
- yang melindungi ee komunitas ee
- orang-orang Melayu yang tidak boleh
- digusur oleh e industri. Kemudian
- misalnya pesisir yang ada di Kampung
- Bakau Strip itu dijadikan ee konservasi
- yang tidak boleh digusur, diambil alih
- dan dijadikan status kampung tua. Tapi
- kenapa yang di Rempang di pulau
- sebelahnya tuh tidak ada gitu. Jadi
- sama-sama satu provinsi kebijakan antara
- pulau aja berbeda. Jadi kalau kita lihat
- di pulau di Batam itu ee bagaimana ee ee
- karivan lokal ada model ada perda
- tentang kampung tua sehingga bisa
- berdampingan dengan ee industri dan
- modernisasi
- itu bisa berjalan. Tapi di sebelahnya
- tidak. bagaimana ee daerah yang sebelah
- pulau itu kemudian menjadi tadi area
- konflik gitu ya. Ee ketika investor
- datang ke sana seolah-olah tanah itu
- enggak bertuan, tidak ada penghuninya
- gitu. Padahal kita baca riwayat konflik
- sebelumnya itu ee investor sebenarnya
- sudah melihat ada daerah yang ee tingkat
- konfliknya rendah yang ada di kepulauan
- di Bangka ya di yang bisa mereka pakai
- untuk ee industri sejenis gitu ya. itu
- juga menjadi ee ee problem yang menurut
- saya kita masuk menyelesaikan dulu ee
- yang paling berat adalah membangun
- ekonomi berbasis ee kultural humaniora
- karena paling paling tertinggal k kita
- paling kompleks di situ. Nah, yang
- sisanya yang model ekonomi sular eh
- model eh green ekonomi dan model ekonomi
- biru itu tinggal ee ininya melanjutkan
- apa yang sudah dibangun ee di di era
- sebelumnya gitu. Tapi saya setuju tadi
- dengan Bung Bung Roki Gerung ya. Ee
- persoalan hulu itu menjadi penting ya.
- misalnya tentang ee apa bagaimana ee
- pemain kompetisi di sektor-sektor hulu
- itu juga harus ya ini kuncinya kalau
- kalau kata teman saya itu adalah
- bagaimana kita membangun ee eh akses dan
- environmental justice ya di di hulunya
- itu. Jadi ketika kita mau mengolah ee
- sumber daya alam itu selesaikan dulu
- bahwa pertambangan itu bukan kutukan
- buat orang lokal. bahwa pemainnya itu
- saya penelitian di Nusa Tenggara Timur
- ee pemda sana ingin membuat satu perda
- membangun ee kita moratorium tambang
- atau menyiapkan pertambangan yang
- melibatkan rakyat dengan basis koperasi.
- Ini sangat ironis ya, koperasi adalah
- model ekonomi kita. Tapi ketika kita
- menerapkan ee pertambangan di di hulu
- misalnya, pemain-pemainnya adalah pemain
- asing, pemain besar, tapi sektor di
- bawah mereka cuma menjadi pemasuk ee
- pasar gelap, mangan misalnya. itu suatu
- yang ironi. Jadi menurut saya bagaimana
- mau menggerakkan pertumbuhan ekonomi
- Indonesia kalau hal-hal yang tadi
- Bungoki Bang Mardani katakan kita tidak
- selesaikan dengan ee dengan tuntas
- masalah siapa, mendapat apa, kapan, dan
- bagaimana untuk pemanfaatan ee sumber
- daya alam sebesar-besarnya.
- Itu satu poin. Yang kedua, bagaimana ee
- Bang Yansa tadi melihat ya ee ee
- pelajaran ketika orang mau investasi ya
- di permuda dan yang paling penting saya
- set dengan Bayangsa ya yang sudah ni
- sudah dirawat gitu. Jadi kalau kita
- main-main ke ee Baturaja itu ada satu
- baleho yang menarik gitu dalam bahasa
- Komering ya. Kalau kita tidak bisa
- bangun yang baru, tidak merusak yang
- sudah ada cukup gitu. Nah, ini jadi
- problem kalau misalnya ya tadi misalnya
- industri tekstil kita ya, kita sudah ee
- mencoba membangun industri tekstil,
- membuka papan pekerjaan bahkan bisa
- ekspor, tapi kemudian karena perang
- dagang karena ee satu hal ee bisnisnya
- ee mati gitu ya ee bubar gitu. Jadi ini
- pertanyaan besar yang tadi ee Bu saya
- kritikkan ya. merawat yang sudah ada itu
- juga bagian yang penting. Jadi kebijakan
- merawat kita di Indonesia kurang banyak
- para penghubung dan perawat. Kalau yang
- buat baru iya, tapi yang merawat dan
- menghubungkan yang sudah ada menjadi
- lebih baik itu adalah problem terbesar
- dalam membuat angka pertumbuhan 8% itu.
- Dan bagi saya ee orang tidak akan begitu
- bahagia indeks sebagian itu ya kalau
- melihat dari dari awal itu mereka enggak
- diajak bicara gitu ya. Nah, bagi saya
- itu adalah penting sekali ruang publik
- ya. Jadi, Bung Rocky sangat penting
- membangun ee ruang publik ya. Bung Rocky
- datang ke Papua, Bung Rocky datang ke
- NTT, Bung Rocky menjadi eh motor ee
- ruang publik yang selama ini hilang gitu
- ya. Jadi bagi saya itu memang ee bangsa
- ini ee ee perlu sekali apa ya ee lebih
- merawat apa yang sudah dimiliki.
- Kemudian yang paling penting juga
- menurut saya dalam tadi pertanyaan Bang
- Haldi adalah bagaimana mengkombinasi
- tiga model ekonomi itu menjadi model
- yang terbaik. Jadi saya pikir itu harus
- ada siapa melakukan apa, kapan dan
- bagaimana bagian kerjanya itu. Jadi kita
- harus belajar dengan dari tradisi lisan
- dan tradisi seni pertunjukan bangsa
- kita. Jadi bagaimana orang bisa bermain
- ee satu lakon, satu peran yang orang
- sudah tahu apa yang harus dia lakukan
- dan apa yang tidak boleh dia lakukan.
- Karena memang sejak awal briefingnya itu
- dibicarakan sebelum ee pentas dilakukan.
- itu ibaratnya ya model seperti itu.
- Sekarang kita lihat e seni pertunjukan
- tidak ada. Di zaman tahun '0-an saya
- masih menyaksikan ada wayang orang, ada
- seni pertunjung, ada permainan rakyat
- yang mungkin eranya sekarang berbeda.
- Tapi menurut saya itu pelibatan
- masyarakat menengah bawah gitu dalam
- satu ee apa upaya menggerakkan ekonomi.
- Itu yang menjelaskan kenapa begitu
- banyak orang yang terselamatkan dengan
- menjadi ee super ojek ya. Karena
- sektor-sektor lain yang yang kreatif,
- yang inovatif, yang ee budaya berapa
- banyak di daerah di provinsi Indonesia
- itu ada seni pertunjukan? Kecuali di
- Bali misalnya berapa banyak? Kalau di
- Bali ada pentas ini, pentas itu. Apakah
- di 38 provinsi yang lain tidak tidak
- perlu dibuat yang sama? Itu untuk
- menciptakan lapangan pekerjaan supaya
- mereka yang selama ini cuman jadi objek
- ee apa? pengobjek ee jadi juru ojek
- online itu bisa melakukan ee multi
- pekerjaan ya. kereta seninya di di apa
- bisa dijadikan bagian orang tidak mesti
- bekerja ee hujan-hujanan siang malam
- untuk mencari nafkah di jalan, tapi dia
- bisa menjadi pekerja seni, pekerja
- budaya, tapi bagaimana ee ruang mereka
- untuk bisa memasarkan kemampuan ee seni
- budayanya itu. Itu yang menurut saya
- tadi yang saya katakan ke Bang Aldi, ini
- masih sangat lemah, belum ada modelnya,
- belum ada ee itunya ee
- template-nya gitu ya. Jadi saya pikir
- harus ada daerah-daerah yang menjadi
- model misalnya model Bali ya, bagaimana
- ekonomi ekonomi ee tumbuhan di Bali itu
- bisa menjadi ee model buat daerah lain.
- Kalau memang model Bali bisa dijadikan
- salah satu model percepatan atau daerah
- lain yang seperti saya katakan kampung
- tua yang ada di ee di Batam itu bisa
- menjadi contoh untuk membangun ee
- bagaimana ketika membangun satu ee
- peradaban kota orang lokal itu menjadi
- tuan di negerinya sendiri. Dan itu yang
- menurut saya ee hilang dari kata Bang
- Rocki tadi ya. Ee angkanya tinggi tapi
- banyaknya sakit hati, banyak yang
- menderita. Itu yang jadi catatan saya,
- Bang. Makasih.
- Baik, terima kasih Masfan. Sekarang kita
- ke Bang Ransah.
- Ee
- saat ini ee banyak ee beredar bahwa
- Indonesia ini tidak ramai investasi ya,
- Bang Riansa ya. ee banyak yang ee
- mengarahkan ke Vietnam nih sekarang
- investor-investor global dunia ya e
- Vietnam, Thailand gitu ya yang sekarang
- lagi booming tuh Vietnam
- bahkan ee ee dan banyak beberapa
- industri besar yang membatalkan
- investasinya juga di Indonesia
- mengalihkan ke Vietnam dan negara
- lainnya.
- Nah, kira-kira ee Pak Prabowo akan bisa
- enggak untuk ee mengembalikan
- kepercayaan investor ini ee Pak Riansyah
- ya? E karena memang seperti tadi
- benar-benar ketika kita ingin
- pertumbuhan tinggi syaratnya adalah
- investasi harus deras masuk. Sementara
- saat ini Indonesia belum ramah
- investasi. Sepertinya seperti itu.
- Bagaimana, Bang Rans?
- Iya.
- Jadi kalau kita bicara daya saing ya,
- daya saing investasi,
- kenapa Vietnam itu menikmati lebih
- banyak? Kalau kita ee tilik ee dari
- secara lebih
- apa lebih makro ya kan. Ee kenapa sih
- Vietnam itu menikmati ee investasi baru
- masuk gitu ya? Ini kan karena geopolitik
- antara China dengan Amerika.
- itu menyebabkan barang-barang yang
- diekspor dari China masuk ke Amerika itu
- diband sehingga kemudian
- ee efek langsungnya adalah pabrik-pabrik
- dari China banyak yang pindah keluar
- dari China ya kan. Nah, waktu di era
- tahun 90-an kita ikut menikmati itu
- karena ada ee dari Jepang banyak yang
- pindah. Indonesia mampu menangkap
- industri-industri untuk dibangun di
- Indonesia. Tapi kalau Vietnam ini dia
- banyak mendapatkan investasi dari China
- terkait dengan beberapa hal. Yang
- pertama ee mengenai lahan. Lahan itu dia
- lebih ee lebih mudah bahkan dikasih
- gratis untuk dikelola sel sekian puluh
- tahun. Lalu pajaknya juga di apa?
- Dipermudah. Perizinannya juga dipercepat
- ya kan. Jadi kemudahan-kemudahan
- ee ee berusaha inilah yang kemudian ee
- membuat daya saing investasi yang masuk
- ke Vietnam itu tinggi. Di lain sisi,
- Indonesia juga sudah berupaya
- mencari cara supaya daya saing investasi
- kita juga bisa kompetitif ya,
- kompetitif.
- Nah,
- permasalahannya di mana sih gitu? Di
- Vietnam, lahan itu dikuasai oleh
- pemerintah ya kan. Indonesia tahu
- sendiri di atas lahan ada kepemilikan
- yang bisa menumpuk dan ee konflik
- masyarakat, penolakan dan lain-lain.
- Lalu juga terkait dengan ee kompetisi
- di harga gas industri. Harga gas
- industri kita tinggi dibandingkan dengan
- Malaysia, dibandingkan dengan Vietnam.
- harga
- A itu kan berarti energi kan energi ini
- kan menjadi apa ya menjadi momok e
- seperti yang terjadi di Kendal misalkan
- pabrik ee pabrik kaca ya kan mereka
- sudah ee mau berinvestasi di Indonesia
- dengan janji
- harga energi gasnya adalah sudah
- ditentukan 6 mmBTU gitu kan.
- gitu. Namun ternyata waktunya hanya
- sampai 2024 [tertawa]
- setelahnya naik ya kan ya mereka
- teriaklah. Nah, inkonsistensi kebijakan
- maupun inkonsistensi
- apa namanya insentif ya kan ini kan ada
- dikasih insentif akhirnya dia masuk.
- Ketika dia masuk eh ternyata ada klausul
- lain ya kan. Loh kok gitu ya?
- ini menyebabkan ketidakpercayaan
- investor terhadap iklim investasi di
- Indonesia gitu loh ya kan kalau kita
- promosi bagus-bagus menarik
- sebanyak-banyaknya dari luar negeri tapi
- ketika implementasinya bermasalah ini
- akan menjadi word of mouth di antara
- pengusaha-pengusaha
- di luar sana bahwa tadi investasi kita
- hanya janji-janji manis begitu masuk tu
- terperangkap sana terperangkap sini.
- Seperti Pak Madani tadi disebutkan,
- pemerintah pusat punya kebijakan di
- daerah ternyata dianulir,
- tidak berlaku lalu kemudian dipersulit
- ya kan. Lalu kemudian ya banyaklah
- kejadian kan. Tadi Pak ee ee Bang Roky
- juga, Bang Rocky Grung juga tadi
- menyampaikan ee apa namanya ee gini
- rasio meningkat.
- Lalu seperti Maluku Utara contohnya,
- Maluku Utara kalau secara
- apa pertumbuhan ekonominya tertinggi
- se-Indonesia di atas 30%. Namun kemudian
- kenyataannya masyarakat lokal tidak
- menikmati.
- Artinya itu
- pergerakan ekonomi yang begitu besar itu
- larinya ke mana gitu ke pemerintah pusat
- kah apa ke kantong siapa ya kan ya.
- tidak dinikmati, tidak ada trigling down
- effect kepada penduduk sekitar. Nah, ini
- yang kemudian menjadi masalah
- pertumbuhan ekonomi itu tadi ee oke 8%
- secara angka. Iya. Tapi apakah
- penerapannya betul-betul merata
- dirasakan oleh masyarakat? tenaga kerja
- yang terserah benar-benar
- ee sesuai ya kan itu yang menjadi
- konsep.
- Baik, terima kasih Mas Triansyah.
- Sahabat-sahabat ee kita sudah masuk di
- pengujung acara Industal Dust pada malam
- ini. Sangat menarik pembicaraan para
- narasumber ee apa rekomendasi kebijakan
- dan program yang perlu diambil oleh
- pemerintah ee agar serius bisa mencapai
- pertumbuhan ekonomi bukan cuma sekedar
- lip service atau janji-janji politik
- belaka. Eh, karena sudah di akhir acara
- seperti biasa ya setiap narasumber kita
- minta untuk memberikan closing ideas
- atau closing statement. Closing pertama
- Bung Roki persilakan.
- Ini saya gembira nih ada semacaming
- pendalaman ide tentang apa yang disebut
- kemakmuran, apa yang disebut kebahagiaan
- tuh. Jadi sebetulnya hal semacam ini
- yang mesti didengar oleh Pak Prabowo tuh
- jangan Pak Prabowo dengerin dengerin tah
- pahlil melulu tuh kan. E dan dan bagus
- kemarin Prabowo meledek si baklil kan.
- Jadi kita ada di dalam banyak kebohongan
- itu. Coba bayangkan misalnya
- satu waktu saya ee ke tentena ini saya
- kasih ilustrasi aja supaya karena saya
- suka suka naik gunung itu saya masuk
- sampai wilayah-wilayah kecil itu di
- Tentena adaamaanya Danau Tentena. Di
- situ ada ikan yang perilaku ikan itu
- seperti ikan salmon. dia akan mengikuti
- arus ke bawah bertelur di muara lalu dia
- naik ke atas untuk jadi gemuk dan
- dikonsumsi oleh masyarakat Tentena suatu
- waktu mereka kaget kok enggak ada enggak
- ada lagi ikan itu kan semacam ikan belis
- kecil-kecil itu. Karena ternyata antara
- danau dan muara itu dihalangi oleh micro
- power plant itu. Lalu saya tanya kenapa
- ee ada power plan? Karena yang bikin itu
- bilang nanti dia akan supply voltage ke
- kampung-kampung itu. Ternyata betul
- voltage-nya ee sedikit aja yang disuplly
- karena kebutuhannya cuma sekian ee ratus
- ee sekian ribu atau sekian puluh megaw.
- Tetapi dia produksi berlebih untuk apa?
- Untuk disuplly ke beberapa eh smelter di
- sekitar situ sebetulnya tuh. Tapi
- masalahnya adalah ikan itu dia punya
- tradisi turun bertelur ke muara nanti
- balik ke [berdehem] danau. Dihalangi di
- tengah jalan dia enggak bisa balik lagi
- ke danau. Jadi bayangin misalnya sumber
- protein dari anak-anak di situ pasti
- berkurang maka stunting naik di situ
- kan. Nah itu yang kita sebut sebagai
- analisa dampak lingkungan. enggak pernah
- dipelajari [berdehem] itu. Dan itu yang
- memungkinkan kita mulai berpikir apakah
- ee Pak Prabowo akan dapat juga
- keterangan yang jujur dari ee mereka
- yang ada di bawah itu soalnya. Nah,
- sekarang masalah berikutnya barusan ada
- berita bahwa 3 juta rumah yang akan
- dibangun oleh pemerintah itu, itu akan
- memanfaatkan sawah-sawah di Jawa itu.
- Maka akan diambil alis sawah itu,
- dibikin dibikin
- ee rumah R3 juta itu. Lalu sumber
- hidupnya dari mana? Itu nanti pemerintah
- bilang, "O pemerintah kelebihan
- kelebihan listrik silakan rumah-rumah
- itu tambah voltage-nya tuh." Oh iya,
- kita tahu kelebihan listrik. Tapi
- kelebihan listrik karena industri lari
- ke Vietnam, maka pemakai industri di
- Jawa itu ee idol listriknya, kan. Jadi
- kejujuran dari birokrat di bawah itu,
- itu yang enggak ada di kita tuh lain
- misalnya kalau di di Cina itu Cina ya
- itu gubernurnya itu bahkan sampai ke
- tingkat partai komunis satu perintah.
- Nah, silakan orang desa atau kepala
- desa, bupati itu undang kapitalis tetapi
- distribusi kita yang pegang ya. negara
- memegang hak distribusi itu
- kapitalis-kapitalis itu boleh melakukan
- akumulasi tapi hanya melalui negara
- distribusi itu terjadi. Itu ada
- konsistensi di dalam eh
- social market policies itu. Kita juga
- bisa pakai hal semacam itu. Sebetulnya
- bukankah kita itu memakai prinsip
- keadilan sosial bagi seluruh Indonesia.
- Nah, di kita justru terbalik kita
- memakai market ekonomi itu sebagai
- sinyal untuk mengatur efisiensi. Tapi
- kemudian dalam kasus rempang misalnya,
- market ekonomi masuk ke wilayah
- kultural. Dirubahlah wilayah kultural
- itu menjadi market society. Yang enggak
- mereka enggak pernah paham apa itu
- fungsi pasar. Sehingga bagi bahlil ya
- gampang aja. Saya perlu lahan di situ
- walaupun cuman P 1700 dia bilang 17.000
- Ibu mesti gusur gampang nanti dihitung
- aja tuh konversikan aja kan rumahnya
- berapa dipindin ke apartemen loh.
- Apartemen itu tidak diperlukan oleh
- cultural cultural society ini kan.
- Mereka dipindahkan dari habitat pergi
- pada beton. Artinya dia kehilangan
- keakraban. Karena bagi mereka apartemen
- itu bukan bukan home itu sekedar house
- bangunan, bukan suasana. Jadi hal-hal
- semacam ini saya kira Pak Prabowo
- berkali-kali
- menginginkan dengan cara mendesak saya
- ingin jadi pemimpin rakyat pertama.
- Bahkan dia mungkin berpikir akan jadi ee
- sosialis pertama di Asia tuh. Nah, ini
- akan ada kontradiksi karena
- menteri-menterinya itu bukan datang dari
- tradisi kerakyatan. Itu saja soalnya.
- Karena dia di outsource dari
- partai-partai putih yang cara
- berpikirnya adalah ngintip angkaran,
- nyolong. Itu aja akibatnya tuh. Nah,
- kita mungkin masuk dalam era baru bahwa
- ada transisi dari sistem ekonomi yang
- kapitalistik itu. Di mana-mana saya baca
- banyak eh bahkan pemimpin dunia yang
- berkumpul di Dao setiap tahun itu oleh
- pendiri Daos. Siapa namanya tuh? E SF
- apa Carl Swaf itu mulai meminta supaya
- berpikirlah tentang gross. Jangan gross
- grows terus karena masalah kita bukan
- soal NKRI harga mati tapi bumi harga
- mati. itu dasar pikirannya itu di
- Amerika ada survei terakhir bahwa 70%
- anak muda Amerika itu tidak percaya pada
- kapitalisme. Jadi kelihatannya akan ada
- parodif, ada realignment dalam soal-soal
- ideologi ekonomi dan kita juga mesti
- masuk di situ. Saya senang tadi Pak eh
- Khas [tertawa] dan eh teman dari dari
- Brain itu memberi insight kepada kita
- tentang
- cara lain untuk memajukan Indonesia
- tanpa harus bertumbuh pada ambisi grows
- grows grows itu. Saya kira itu eh
- kesimpulan saya. Terima kasih.
- Terima kasih, Bu Roki. Sekarang Mas
- dipersilakan closing ideas atau closing
- statement.
- Iya, tadi Bang RQ dengan sangat tajam
- menyampaikan tandanya bersama. Jadi,
- pertumbuhan ekonomi itu enggak cukup
- kalau keadilan dan ee apa ya? kebagian
- itu tidak dipikirkan. karena dan ee kita
- harus tahu akar kita ada di mana, kita
- duduk di mana. Jadi itu yang menjadi ee
- buat ee apa kita merasa bangga menjadi
- orang Indonesia kalau presiden kita ee
- bisa belajar dari apa
- kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat
- di masa lalu itu. Itu aja e Bang Haldi.
- Baik, terima kasih, Mas. Sekarang Mas
- Ransah persilakan.
- Iya. Jadi kalau kita mau closing
- statement ya intinya kan ee untuk
- menjalankan
- apa yang ditargetkan oleh Pak Prabowo,
- beliau harus menjalankan program.
- Programnya ini harus punya anggaran yang
- mencukupi, ya kan? Anggaran fiskalnya
- juga cukup. Nah, tentu saja kalau sudah
- ada seperti itu, bagaimana kemudian ee
- [erangan]
- efisiensi dari pelayanan untuk bagaimana
- pemerintah
- membuat segala macam kegiatan program
- itu berjalan efektif, efisien, lancar,
- baik itu merealisasi investasi baik dari
- luar negeri maupun dari dalam negeri.
- Lalu ee ekspor impor bisa berjalan
- dengan baik. Utamakan apa duelling time,
- ee kendala-kendala di pelabuhan,
- logistik dan lain-lain itu dipercepat.
- Harga lebih murah. Pesawat tadi Mas eh
- Rozi sampaikan untuk ee kita liburan
- Natal misalkan sekarang nih, pengebaran
- harga tiket tinggi ya kan itu diatasi
- gitu kan. hal-hal seperti ini ini
- menjadi ee satu keharusan ee sehingga ee
- ekonomi kita itu tidak terbebani, tidak
- apa, tidak
- ee
- pergerakan itu tidak terbebani dengan
- biaya-biaya tinggi, tapi bisa efektif,
- efisien,
- produktif ya kan ee
- ya baru apa yang ditargetkan. kan bisa
- tercapai. Tanpa itu ya berat.
- Itu aja dari saya.
- Terima kasih Mas Ransyah. Terakhir Pak
- Mardani. Pemisi bergabung.
- Halo, Paki.
- Mungkin beliau lagi di luar ya. Baik eh
- terima kasih Bung Ri, Masan, Bangah. Oh.
- ide. [tertawa]
- Siapa tidak mengerjakan PR dia tidak
- akan lulus. Siapa tidak menanam dia
- tidak akan memanen.
- Dan kalau kata baginda Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam tuh ibda
- binafsika. Mulai dari diri sendiri,
- mulai dari dalam. Dengan
- ee jumlah kementerian yang 100
- sebetulnya sudah tantangan. Tapi, Bro,
- dengan kebijakan Pak Prabowo ngambil
- Kementerian Keuangan, Setnek, kemudian
- BAPENAS dan juga ee PAN RB langsung di
- bawa presiden itu sebuah langkah cerdas.
- J saya tetap suuzon eh tetap husnuzon.
- Sangkah baik Pak Prabowo insyaallah akan
- mampu untuk keluar dari jebakan. ee kita
- lihat ee 100 hari pertama ini.
- Mudah-mudahan kalau ada
- kebijakan-kebijakan yang tegas ee itu
- akan memberikan message yang jelas bagi
- pasar yang menentukan pasar. Kita harus
- betul-betul
- ee menampilkan kinerja yang memang
- menjaga bangsa tapi juga terbuka kepada
- kemajuan.
- Makasih, Mas. Makasih, Bro. Makasih,
- Mas.
- Mantap. [tertawa]
- PKS itu jadi mestinya PKS itu tetap Kim
- tapi Kim Minus
- minus Mulo.
- Siap [tertawa]
- siap maju terus pokoknya. Baik, terima
- kasih Bu Roki Bang Hariansa, Mbak San eh
- ILT akan terus membahas ee semua gagasan
- yang bisa ee apa membangun bangsa ini.
- Walaupun mungkin kita harus juga kritik
- ke pemerintah, tapi kita ingin kritik
- yang membangun dan mudah-mudahan semua
- rekomendasi dan pemikiran yang
- disampaikan oleh para narasumber ini
- bisa didengar dan juga diimplementasikan
- oleh para pengembil kebijakan di negeri
- kita. Terima kasih. Sampai ketemu pada
- acara Indonesia Stok pekan depan pada
- waktu dan channel yang sama.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.