Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda
- di kesempatan sore hari ini? Semoga
- dalam keadaan sehat walafiat dan selalu
- dalam lindungan Allah subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal
- alamin. Di hari ini, Ikhwan dan Akhwat,
- kembali kami menjumpai Anda dalam
- program tausiah sore bersama Imam
- Yaksallah Mansur edisi Sabtu tanggal 13
- di tanggal 3 Zulhijah 1443 Hijriah yang
- bertepatan di tanggal 2 Juli 2022
- Masehi. Dan tema yang akan beliau
- sampaikan kepada kita yaitu menjadi
- muslim terbaik dengan mengikuti langkah
- Nabi Ibrahim
- Alaihissalam. Telah bergabung di
- tengah-tengah kita di studio Rasil saat
- ini Imam Yaksallah Mansur.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Imam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, Imam
- ya? Sehat walafiat. Sehat walat.
- Mudah-mudahan seluruh pemirsa TV
- Silaturahim dan pendengar Radio
- Silaturahim sehat walafiat seperti yang
- kita rasakan sore hari ini. Baik, terima
- kasih Imam. Baiklah ikhwan akhwat,
- langsung saja kita akan dengarkan
- pemaparan yang akan beliau sampaikan.
- Tafadal Imam. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu
- bilhuda wadinil haq.
- liyuzhirahu aladini kullih waqillahi
- syahida. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad
- kama shita ala sayyidina Ibrahim wa ala
- ali sayyidina Ibrahim fil alamina innaka
- hamidum majid.
- Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Amma
- ba'd. Ikhwan akhwat yang sangat disayang
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah pada sore hari ini kita
- dapat
- kembali bertemu dalam
- kajian tafsir
- maudui. Pada kesempatan sore hari ini,
- kami mengajak pribadi kami khususnya dan
- para pendengar dan pemirsa pada umumnya
- untuk
- merenungkan firman Allah Subhanahu wa
- taala yang terdapat dalam surah An-Nisa
- ayat
- 125 yang kami beri maudu atau judul
- menjadi muslim terbaik dengan mengikuti
- langkah Nabi Ibrahim Alaih
- Salam. Pada ayat ini Allah Subhanahu wa
- taala
- berfirman,
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Waman ahsanu dinam aslama wajhahu
- lillahi wahua muhsinu wataba millata
- Ibrahima
- hanifa watakallahu Ibrahima
- kholila yang artinya kurang
- lebih dan
- siapakah yang lebih baik
- agamanya
- daripada orang yang menyerahkan wajahnya
- kepada
- Allah. Sedang dia mengerjakan
- kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim
- yang
- lurus. Dan Allah telah memilih Ibrahim
- menjadi kesayangannya.
- Melalui ayat ini, ikhwan akhwat yang
- sangat disayang oleh Allah Subhanahu wa
- taala, dengan menggunakan gaya bahasa
- atau uslub istifham
- ingkari, pertanyaan retoris, Allah
- menyatakan siapa yang paling baik
- agamanya. Artinya tidak
- ada yang lebih baik
- agamanya selain orang-orang yang
- memiliki
- sikap yang tadi disebut di
- dalam ayat
- 125 surah
- An-Nisa. Yaitu yang pertama
- adalah orang yang menyerahkan wajahnya
- kepada Allah.
- Yang
- kedua, selalu mengerjakan
- kebaikan. Dan yang ketiga,
- mengikuti langkah millah atau agama Nabi
- Ibrahim Alaih
- Salam. Inilah orang yang terbaik
- agamanya.
- Jadi orang yang terbaik
- agamanya adalah orang yang mempunyai
- tiga
- sikap. Yang pertama
- adalah
- menyerahkan
- wajahnya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Yang
- kedua, selalu mengerjakan kebaikan.
- Dan yang ketiga mengikuti
- langkah di sini disebut
- millah. Millah memang beda dengan
- adin. Kalau din itu bisa dimudofkan,
- disandarkan kepada Allah dan kepada
- selain Allah. Dinullah
- boleh, dinu Muhammadin boleh. Tapi kalau
- milah tidak bisa disandarkan kepada
- Allah. Tidak ada millatullah tidak ada.
- Tapi bisa disandarkan kepada manusia
- millatu
- muhammadin. Ada lagi yang menyatakan
- bahwasanya millah itu pada tataran
- konsep. Eh maksud kami adin pada tataran
- konsep ajaran. Sementara millah adalah
- aplikasinya. Wallahuam.
- Tapi yang jelas orang yang terbaik
- agamanya adalah orang yang memiliki tiga
- sifat tadi. Yang pertama dia
- menyerahkan wajahnya kepada
- Allah. Yang
- kedua selalu melakukan mengerjakan
- kebaikan. Dan yang ketiga, mengikuti
- langkah-langkah Nabi Ibrahim yang lurus.
- Coba kita bahas secara singkat tiga hal
- ini. Orang yang menyerahkan wajahnya
- kepada
- Allah, artinya menyerah bulat penuh
- rida kepada Allah Subhanahu wa
- taala dan melepaskan diri dari ikatan
- lain selain Allah.
- Itulah yang dimaksudkan menyerahkan
- wajah kepada Allah. Saya ulangi lagi.
- Yang dimaksudkan dengan menyerahkan
- wajah kepada Allah Subhanahu wa taala
- adalah menyerah bulat dengan penuh rida
- kepada Allah dan melepaskan diri dari
- ikatan lain selain Allah.
- Penggunaan kata wajah di sini
- menunjukkan kepasrahan
- total lahir dan batin kepada
- Allah. Wajah adalah gambaran
- hati. Pada
- wajah tergambar hati
- manusia. Hati yang cerah maka wajahnya
- akan menjadi
- cerah. Hati yang kusam maka wajah akan
- kusam.
- Kalau seluruh wajah telah dipasrahkan
- kepada Allah,
- artinya tidak ada lagi menyerahkan
- segala sesuatu kepada selain
- Allah. Jadi wajah adalah gambaran dari
- keseluruhan. Dalam istilah balaghah ada
- disebutkan minikril juz wa irodatil qul.
- Menyebutkan sebagian.
- Tetapi yang dimaksudkan adalah
- keseluruhan. Menyerahkan wajah berarti
- menyeluruhkan menyerahkan seluruh
- hidupnya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Ibnu Katsir
- menjelaskan bahwa menyerahkan wajah
- kepada Allah artinya beramal secara
- ikhlas hanya untuk Allah.
- Ikhlas artinya
- bersih, tidak terkena campuran
- apapun. Perbuatan yang
- dilakukan dengan
- kebersihan dan kemurnian dinamakan
- perbuatan ikhlas.
- Menurut uruf atau kebiasaan
- syarak, kata ikhlas
- dikhususkan bagi memurnikan tujuan dalam
- beribadat kepada Allah dari segala
- campuran yang
- mengotorinya dan membuat cela serta
- noda. Jadi apabila tujuan
- ibadah sudah dicampuri dengan pengaruh
- lain seperti
- ria, sombong, mengharap pujian orang
- lain dan sebagainya, maka perbuatan
- semacam ini sudah keluar dari apa yang
- dinamakan ikhlas.
- Sebagai
- contoh satu misalnya ya itu satu
- menuntut ilmu tidak karena Allah tapi
- untuk tujuan
- dunia
- lagi. Menjenguk orang
- sakit dengan harapan supaya kalau dia
- sakit dijenguk oleh yang
- dijenguk. Ini sudah keluar dari
- keikhlasan.
- Atau contoh lagi membangun memberikan
- sumbangan sesuatu kepada yang lain hanya
- untuk mendapatkan
- pujian. Ketika tidak dipuji, dia akan
- kecewa.
- Nah, orang yang terbaik
- agamanya tidak akan memiliki sikap yang
- demikian
- ini. Orang yang terbaik agamanya adalah
- orang yang
- ikhlas bertindak hanya semata-mata
- karena dan untuk Allah. Mudah-mudahan
- kita dapat menjadi orang yang ikhlas
- yang tadi digambarkan menyerahkan
- seluruh wajah hanya kepada Allah.
- Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian sikap yang ketiga dari orang
- yang ter yang kedua orang yang terbaik
- agamanya adalah selalu mengerjakan
- kebaikan. Dalam sebuah hadis yang
- panjang yang diriwayatkan oleh Imam
- Bukhari dan Imam
- Muslim, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menjelaskan tentang pengertian
- ihsan.
- Alihsan
- anudallah kaaka
- taroh faillam takun taroh fainnahu
- yar. Artinya ihsan adalah
- engkau beribadah kepada Allah
- seakan-akan engkau melihatnya.
- Maka meskipun engkau tidak melihatnya,
- tidak melihat Allah, namun dia tetap
- melihat
- engkau. Inilah
- ihsan. Jadi,
- beribadat dengan seakan-akan melihat
- Allah. Dan apabila kita tidak melihat
- Allah, yakinlah Allah melihat kita.
- Orang yang memiliki sikap seperti ini
- dalam kehidupan
- keberagamaannya akan selalu baik bahkan
- akan
- terbaik. Karena
- keberagaan keberagamaan seseorang itu
- sangat ditentukan oleh ibadahnya.
- Ibadah yang dilandasi dengan
- ikhlas seakan-akan dia melihat Allah
- atau merasa dilihat Allah pasti akan
- meliharkan melahirkan sikap yang disebut
- oleh Arraghib
- Al-Asfihani dengan ihsan.
- di mana beliau memberikan penjelasan
- ihsan adalah aytiya aksaro mimma
- alaihi
- waudza aqalla mimma
- lahu. Memberikan yang lebih baik yang
- menjadi
- kewajibannya dan mengambil lebih sedikit
- dari apa yang menjadi haknya. Itulah
- ihsan.
- Jadi orang yang bersikap ihsan itu akan
- lebih mendahulukan kewajiban daripada
- hak. Dia akan berfokus bagaimana
- melaksanakan kewajiban dengan tidak
- terlalu banyak memikirkan
- hak. Ibarat seorang pegawai kantor yang
- masuk jam . harus maka dia tidak akan
- masuk jam .00. Tidak. dia akan masuk
- sebelum pukul
- .00. Jadi mendahulukan
- kewajiban. Kemudian dia akan mendapat
- gaji tanggal 25. Seandainya dia digaji
- tanggal 26, 27 bahkan 30 pun dia tidak
- akan mengendorkan
- pekerjaannya. Inilah ikhwan akhwat yang
- disebut dengan ihsan.
- Inilah orang yang terbaik agamanya.
- Mudah-mudahan kita semuanya dapat
- menjadi orang yang lebih memikirkan
- kewajiban daripada memikirkan hak. Lebih
- banyak melaksanakan kewajiban daripada
- menuntut hak. Di zaman sekarang memang
- kebanyakan orang lebih memperhatikan hak
- tetapi kurang memperhatikan kewajiban.
- yang dituntut adalah mana hak saya, mana
- hak saya, mana hak saya. Tapi kewajiban
- kurang
- diperhatikan. Nah, selanjutnya yang
- ketiga yang mengikuti yaitu
- mengikuti langkah Nabi Ibrahim yang
- lurus.
- Memang Nabi Ibrahim adalah nabi yang
- sangat
- fenomenal, sangat mengagumkan dalam
- semua
- langkahnya. Dan nabi yang menjadi
- uswatun hasanah dari seluruh para
- nabi. Beliau adalah abul anbiya.
- Beliau adalah orang yang pertama kali
- menemukan Tuhan dalam arti yang
- sesungguhnya yaitu Tuhan yang
- esa. Nah, dalam kondisi saat ini apa
- yang dapat kita atau dalam kondisi
- saat-saat
- ini apa millah Ibrahim yang dapat kita
- tiru?
- Tidak ada lain pada bulan-bulan ini
- adalah berkorban dan
- haji. Korban dan haji itu sumbernya
- adalah dari Nabi Ibrahim Alaih
- Salam. Yang bisa dilakukan secara lebih
- banyak oleh
- manusia adalah kurban.
- Haji mungkin hanya yang
- istitaah dan memang untuk haji adalah
- orang-orang tertentu dan sangat terbatas
- dibatasi tetapi kurban tidak terbatas.
- Korban yang berasal
- dari langkah beliau disebutkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala di dalam surah
- Assofat ayat yang ke
- 99 sampai ayat yang ke 110.
- Rangkaian ayat ini, Ikhwan
- Akhwat, dimulai dengan ucapan Nabi
- Ibrahim yang akan meninggalkan kampung
- halamannya menuju tempat yang lain.
- Dimulai dengan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Waqala
- inni
- sayahdin. Berkatalah Nabi Ibrahim,
- "Sesungguhnya aku harus pergi menghadap
- Tuhanku. Semoga dia memberikan petunjuk
- atau Dia yang akan memberikan petunjuk."
- Para ahli tafsir menyatakan bahwasanya
- yang
- dimaksudkan pergi ke satu tempat adalah
- Baitul
- Maqdis. Nah, itulah langkah Nabi Ibrahim
- pertama. Apa hijrah ini pun dapat kita
- contoh. Beliau meninggalkan kampung
- halamannya yaitu UR di Babilonia.
- Menurut satu riwayat. Ada yang
- mengatakan di bagian di
- Turki untuk dapat menyembah Allah dan
- melanjutkan
- dakwahnya. Jadi dia berpindah satu
- tempat ke tempat lain dengan tujuan agar
- dapat melanjutkan ibadah dan berdakwah.
- Namun satu hal yang menggelisahkan hati
- beliau yaitu sudah lama menikah tapi
- beliau belum
- dikaruniai seorang anak pun.
- Sebab itu beliau berdoa kepada Allah
- agar dikaruniai anak
- dengan lafaz yang disebutkan pada ayat
- ini. Rbi habli minas
- shihin. Ya Allah berilah aku anak yang
- saleh. Bertahun-tahun beliau mengharap
- agar Allah memberi keturunan.
- Namun sampai di umur di atas 80 tahun.
- Demikian menurut Ibnu Katsir berdasarkan
- sumber
- israeliat, harapan itu belum juga
- terwujud.
- Tapi beliau tidak putus asa. Beliau
- berdoa dan terus
- berdoa. Akhirnya doanya dikabulkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala dengan lahirnya
- seorang putra dari istri beliau yang
- bernama
- Hajar yang diberi nama
- Ismail yang memiliki sifat halim.
- Sebagaimana disebutkan dalam ayat yang
- ke-101.
- Fabasyarnahu bighulamin
- halim yang diartikan oleh departemen
- agama atau pengarti-pengarti Quran,
- penterjemah Quran dengan sangat
- sabar. Kenapa tidak shobir atau sobur?
- Memang ada perbedaan antara sabar dengan
- hali.
- Sabar adalah kemampuan jua menghadapi
- cobaan yang datang dengan
- tiba-tiba. Sedangkan Halim adalah
- kesabaran yang telah menjadi sikap hidup
- atau sikap jiwa.
- Ini perbedaan antara Halim dengan sobur.
- Orang yang sangat
- sabar artinya sama tapi berbeda. Kalau
- sabar hanya pada waktu menghadapi cobaan
- tetapi kata Halim itu kesabaran yang
- telah menjadi sikap hidup.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim yang sangat disayang Allah
- dan pemirsa TV Silaturahim yang sangat
- disayang oleh Allah. Namun ketika anak
- yang Halim itu telah dapat membantu
- pekerjaan
- beliau, datanglah perintah Allah melalui
- mimpi untuk menyembelih anak tersebut.
- Perintah ini kemudian beliau sampaikan
- kepada putranya Ismail untuk dipikirkan
- dengan mata.
- Ternyata sang putra Ismail
- menjawab dengan sangat mengharukan,
- yaitu agar ayahnya melaksanakan perintah
- tersebut dan dia pun sabar menerima
- segala risiko penyembelihan itu yang
- digambarkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala pada ayat 103.
- Falamma balagha
- maahus'ya qala ya bunayya inni aro fil
- manami
- anni adbahuka
- fanzur maza
- taro qala ya abatif'al ma
- tummar
- satajiduni insyaallah
- Itu gambaran yang diberikan oleh Allah
- menggambarkan bagaimana Nabi Ibrahim dan
- putranya.
- Dan ketika keduanya telah rida, artinya
- Nabi Ibrahim rida menerima perintah
- menyembelih anaknya dan anaknya rida
- untuk disembelih.
- Dan ketika Nabi
- Ibrahim membaringkan Ismail alimalam di
- atas
- pelipisnya agar mudah menjalankan pisau
- di atas
- lehernya, Allah
- memanggil, "Hai
- Ibrahim, engkau telah
- benarkan mimpi
- itu dengan tanpa ragu-ragu.
- Engkau siap menyembelih anakmu dan
- jangan engkau
- lanjutkan. Itu oleh Allah Subhanahu wa
- taala difirmankan dengan kalimat,
- "Falamma
- aslama watallahu lil
- jabin ayat
- 100 ya 103.
- Wadainahu ay
- ibrahim qod shodq
- ruya inna kadzalika najzil
- muhsinin. Jadi Allah berfirman, "Jangan
- engkau lanjutkan."
- Kemudian Allah menyampaikan, "Inilah
- balasanku untuk
- yang mentaati orang yang mentaati aku."
- Itu sikap Nabi Ibrahim yang menyerahkan
- wajahnya pada Allah dan yang ikhlas.
- Dan ini adalah
- benar-benar cobaan yang nyata di mana
- Allah
- menggambarkan kadalika najzil
- muhsinin. Inna hadza lahuwal balaul
- mubin. Apa yang kemudian Allah berikan
- kepada Nabi
- Ibrahim sebagai pengganti dari anaknya
- yang akan disembelih
- tadi. Allah mendatangkan seekor domba
- besar dari surga sebagai ganti Ismail
- yang nyaris disembelih.
- Menurut Asyauqani dalam Fathul Qadir,
- yang dimaksudkan besar di sini adalah
- besar dalam
- nilainya, bukan hanya besar dalam
- tubuhnya.
- kepasrahan Nabi Ibrahim dan Nabi
- Ismail
- terhadap syariat atau terhadap perintah
- Allah itu kemudian menjadi syariat bagi
- orang yang sesudahnya yaitu syariat
- kurban.
- Allah
- menyatakan watarokna alai fil
- akhirin. Dan kami tinggalkan atasnya
- untuk orang-orang yang datang
- kemudian. Jadi inilah ikhwan akhwat
- langkah Nabi Ibrahim. Oleh karena itu,
- mari kita tiru ini dengan mengorbankan
- sudah tentu bukan anak kita, tetapi
- mengorbankan hewan yang memang
- disyariatkan sebagaimana kemarin yang
- sudah saya sebutkan mulai dari domba
- sampai dengan unta.
- Nah, di samping itu kesabaran Nabi
- Ibrahim Alaih Salam dalam menjalankan
- cobaan ini mendapatkan pujian dari Allah
- Subhanahu wa taala. Semua itu merupakan
- balasan Allah bagi orang-orang yang
- telah berbuat Allah berbuat baik. Allah
- menyatakan salamun ala Ibrahim kadzalika
- najzil
- muhsinin. Ihsan muncul lagi di sini.
- Nah, ikhwan akhwat, inilah asal usul
- dari ibadah kurban.
- Kalau kita ingin menjadi muslim yang
- terbaik, maka seyogyanya kita
- mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh
- Nabi Ibrahim. Bukan menyembelih anak
- kita, bukan tapi kita menyembelih hewan
- korban. Mudah-mudahan kita dapat
- melaksanakannya.
- Nah, kemudian haji. Haji ini pun juga
- bersumber dari Nabi
- Ibrahim. Itu Allah
- sebutkan pada ayat yang
- ke 27 dari surah Al-Haj.
- Allah
- menyatakan finasi bil hajuka rijala
- wairina
- minjin. Umumkanlah kepada
- manusia agar mereka itu melaksanakan
- ibadah
- haji. Niscaya akan datang orang-orang
- dengan berbagai macam cara dari tempat
- yang
- jauh. Diriwayatkan dalam
- kisah-kisah al-Anbiya, Qisosul Anbiya.
- bahwasanya ketika Nabi
- Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk
- menuju ke
- Makkah yang di sana sudah ada
- fondasi
- Ka'bah, beliau
- berangkat
- bertiga
- dengan istri dan
- anaknya Hajar dan Ismail.
- Perjalanan ini sangat jauh, ikhwan
- akhwat, kurang lebih
- 1500 km.
- dalam
- kondisi jalan yang memang belum seperti
- saat
- ini. dalam situasi yang sangat ganas
- alamnya. Kita kalau merasakan pernah
- berjalan atau pergi dari Makkah ke
- Baitul
- Maqdis, kami belum pernah ya hanya dari
- ee Yordan, dari Aman ke Baitul Maqdis.
- itu berarti menyingkat beberapa ee ratus
- kilometer. Itu
- terbayang bagaimana dulu Nabi
- Ibrahim bertiga berdua dengan ee istri
- dan anaknya berjalan kaki.
- Ikhwan-ikhwan sampai-sampai disebutkan
- dalam kitab Fathul Bari, istrinya Hajar
- punya inisiatif untuk membuat
- selendang. Untuk apa? untuk menggendong
- anaknya. Jadi wanita yang pertama
- berinisiatif membuat selendang adalah
- Hajar, istri Nabi Ibrahim dan ibu dari
- Ismail. Berjalanlah mereka. Kita tidak
- bisa bayangkan bagaimana beratnya
- perjalanan itu. Memang dalam satu
- riwayat saat itu belum ada kendaraan.
- Binatang pun belum ditundukkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Artinya apa?
- Masih buas semuanya. Sehingga Nabi
- Ibrahim harus berjalan
- kaki,
- menempuh alam yang sangat
- ganas. Tapi akhirnya sampailah beliau ke
- Makkah yang digambarkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala dalam surah Ibrahim
- juga.
- bahwasanya Nabi Ibrahim kemudian
- menempatkan keluarganya satu lembah giri
- zarin yang tidak ada tanam-tanaman sama
- sekali. Kemudian Nabi Ibrahim
- diperintahkan oleh Allah untuk
- mengangkat
- pondasi Ka'bah.
- Nabi Ibrahim datang ke Makkah itu tidak
- hanya
- sekali sampai ada tujuh kali beliau
- bolak-balik menurut satu
- riwayatnya dari Makkah ke Baitul
- Maqdis. Baitul Maqdis ke Makkah begitu
- seterusnya.
- Nah, ketika
- Nabi Ibrahim sudah selesai membangun
- Ka'bah, digambarkan oleh dalam surah
- Albaqarah, waid yarfa Ibrahimul qawaida
- minal baiti wa Ismail. Rbana taqobbal
- minna innaka antas samiul alim.
- Kemudian Allah perintahkan kepada Nabi
- Ibrahim untuk memanggil
- mengumuman
- mengumumkan kepada seluruh umat manusia
- agar mereka melaksanakan ibadah
- haji. Itulah yang disebutkan dengan
- waadin
- finasi bil
- haji. Umumkanlah kepada manusia untuk
- berhaji. Ibnu Katsir
- menjelaskan kalimat ini dengan
- a nadi finas daian lahum ilal haj ilal
- baitilladzi amarnaka bibinaihi.
- fukiro annahu q ya rab
- kaifa
- ablagunas wasuti
- lafum faqila nadi wainal balag faqoma fi
- ala maqomi waqila alal
- hajar waqila
- alofa waqila ala abi quais waqala Ya
- ayyuhannas inna rbakum qod itakhodza
- baitan
- fajuhu
- fayuqolu innal
- jibala tawaduat hatta
- balagut arjaal ard wa asmaa man fil
- arham wal aslab wa ajaba kulluaiin
- samahu min hajarin waarin waajarin waman
- Man kadaballahu annahu yahujju ila
- yaumil qiamah. Labbaik Allahumma
- labbaik. Yang
- artinya, "Wahai Ibrahim, kurang lebih
- begitu panggil umumkan kepada manusia
- agar mereka melaksanakan ibadah
- haji ke Baitullah yang kami telah
- perintahkan engkau untuk membangunnya."
- membangunnya.
- Maka disebutkan bahwasanya Nabi Ibrahim
- berkata, "Ya Rabb, bagaimana ya Allah
- kami bisa panggilan kami bisa sampai
- kepada
- manusia sementara suaraku sangat
- terbatas yang tidak mungkin sampai ke
- seluruh
- manusia." Maka Allah
- menjawab, "Kamu panggil saja nanti kami
- yang akan menyampaikan.
- nadi wa alainal balag. Maka kemudian
- Nabi Ibrahim
- berdiri di mana? Nah, ini ada yang
- mengatakan di Hijir, Hijir
- Ismail. Ada yang mengatakan di Bukit
- Safa, ada yang mengatakan di Jabal Abi
- Qubaisy. Nah, Jabal Abi Qubaisy ini
- sekarang sudah tidak ada karena semuanya
- dibangun hotel. Jadi hotel-hotel di
- sekitar Makkah itu menurut satu riwayat
- itu dulunya Jabal Abi Qubis tentang mana
- yang lebih benar. Wallahu alam bisawab.
- Tapi yang jelas Nabi Ibrahim kemudian
- memanggil
- manusia. Apa yang beliau sampaikan? Ya
- ayyuhanas inna
- rbakum qad itak baitan fajuhu yang
- artinya wahai
- manusia sesungguhnya Tuhan kalian telah
- membuat rumah untuk jadikan tempat
- peribadatan yaitu Ka'bah maka berajilah
- engkau ke
- sana kemudian diriwayatkan pada riwayat
- ini, gunung-gunung menunduk
- sehingga suara Nabi Ibrahim tersebar ke
- seluruh pelosok bumi, bahkan masuk ke
- dalam rahim wanita dan tulang belakang
- laki-laki sampai didengar oleh makhluk
- yang ada di dalam rahim
- manusia dan di dalam tulang rusuknya
- orang
- laki-laki. Mereka yang mendengar dan
- ditentukan oleh Allah untuk melaksanakan
- ibadah haji, dia akan mengatakan
- labbaikallahumma
- labbaik. Inilah asal usul dari ibadah
- haji. Oleh karena itu, mari kita niatkan
- para ikhwan semuanya. Niat saja yang
- penting bagaimana supaya kita dapat
- melaksanakan ibadah
- haji. Kita tidak perlu berpikir ya
- bahwasanya kuotanya segini segini,
- waktunya segini segini. Jangan. Yang
- penting kita punya niat.
- Insyaallah nanti Allah akan memudahkan
- kita untuk bisa melangkah melaksanakan
- ibadah haji. Nah, ibadah haji memang
- punya
- beberapa hikmah yang perlu kita
- renungkan para ikhwan dan akhwat.
- Allah Subhanahu wa taala memerintahkan
- kita melaksanakan ibadah haji.
- Mudah-mudahan kita juga
- dapat merenungkan hikmahnya.
- Ibadah
- haji
- itu ibadah yang di sana
- dilakukan
- perangkat-perangkat atau jenis-jenis
- ibadah yang
- bermacam-macam. Tapi pokoknya adalah
- pertama
- ihram, yang kedua
- tawaf, yang ketiga
- sa'i, yang keempat wukuf.
- Dan yang kelima adalah meluntar
- jumroh. Dan masih ada lagi beberapa
- amaliah yang
- lain. Bagi kita yang melaksanakan ibadah
- haji atau yang belum, mari kita
- renungkan amaliah-amaliah ini.
- Umrah yang dimulai dengan menanggalkan
- pakaian biasa dengan mengenakan pakaian
- ihram. Maksud kami ihram ya, bukan
- umrah. Dimulai dengan ihram yaitu dengan
- menanggalkan pakaian biasa dan
- mengenakan pakaian ihram yang sama
- berupa dua helai pakaian berwarna
- putih sebagaimana yang akan membalut
- tubuh ketika mengakhiri perjalanan hidup
- dunia saat meninggal dunia. mengingatkan
- kepada kita ini nanti yang akan kita
- bawa menghadap Allah Subhanahu wa taala
- hanya dua lembar pakaian saja.
- Jadi dengan ibadah haji Allah
- mengingatkan kita agar kita selalu
- mengingat kematian.
- Dan pakaian ini tidak
- disangkal menurut kenyataannya berfungsi
- antara lain untuk
- membedakan antara seseorang dengan orang
- lain atau kelompok dengan kelompok yang
- lain.
- dengan pakaian
- seragam yang putih bersih. Allah
- mengajarkan kepada kita agar kita
- menanggalkan berbagai macam
- perbedaan-perbedaan yang
- menyebabkan hal-hal yang negatif.
- kita
- tinggalkan perbedaan-perbedaan
- itu menuju kepada kesamaan dan
- kebersamaan
- kesatuan. Jadi dengan pakaian ihram yang
- warnanya putih itu kita diajarkan oleh
- Allah agar kita lebih
- mendahulukan kesatuan dan kebersamaan
- daripada sikap individualis.
- Kemudian tawaf, para ikhwan semuanya
- yang tadi
- ihram.
- Tawaf mengelilingi
- Ka'bah. Ka'bah yang arti aslinya adalah
- kubus atau sesuatu yang menonjol di muka
- bumi. Maka ka'bun, mata kaki bahasa
- Arabnya adalah mata. Bahasa Arabnya
- Ka'bun. Karena menonjol di kaki kita.
- mengandung pelajaran
- yang sangat berharga bagi
- terwujudnya kesatuan dan
- kebersamaan. Hujaj dari berbagai macam
- penjuru datang mengunjungi satu titik
- yang sama, melakukan peribadatan yang
- sama dengan ucapan yang
- sama di tempat yang sama.
- Hal ini mengingatkan agar setiap muslim
- memiliki tujuan yang sama dalam
- melaksanakan
- aktivitas. Di Ka'bah ini. Menurut satu
- riwayat putra Nabi Ismail dalam pangkuan
- ibunya yang bernama Hajar.
- Dan Hajar inilah yang kemudian ketika
- meninggal
- dikuburkan di dekat Ka'bah yang kemudian
- menjadi Hijir Ismail. Di situ
- ada makam Hajar, tempat memangku
- Ismail. Artinya apa? Allah
- menyatakan
- bahwasanya Allah akan sangat dekat
- dengan orang yang dekat
- dengannya. Bahkan
- wanita satu-satunya wanita yang
- satu-satunya manusia yang kuburannya
- dekat dengan Ka'bah.
- Ini penghargaan Allah Subhanahu wa taala
- kepada sebuah pengorbanan.
- Ah, dengan tawaf mengajarkan kita untuk
- berkorban di samping juga tadi
- kesatuan sai. Nah, ini lagi ikhwan
- akhwat yang sedang disayangkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Setelah
- melakukan tawaf yang menjadikan
- pelakunya larut, berbaur bersama-sama
- manusia yang
- lain dan memberi nuansa kebersamaan.
- Kemudian para hujaj menuju satu tujuan
- yang sama dalam rangka takarub kepada
- Allah Subhanahu wa taala melakukan sai.
- artinya
- usaha yang dimulai dari secara
- harfiahnya sai artinya usaha yang
- dimulai dari bukit sofa yang berarti
- kesucian dan
- ketegaran
- diakhiri di bukit Marwa yang artinya
- sikap
- menghargai, bermurah hati dan memaafkan
- orang lain. Inilah nilai-nilai kehidupan
- yang apabila diterapkan akan
- mewujudkan kesatuan dan kebersamaan.
- Memang dalam realitas kehidupan manusia
- kadang-kadang boleh berbeda profesi.
- Nah, agar tidak timbul persaingan yang
- negatif dari berbagai macam profesi
- tadi, maka hendaknya usaha dilakukan
- dengan sofa yang suci dan dengan tujuan
- marwa saling menghargai manusia.
- Kemudian wukuf yang keempat. Saya hanya
- ambil yang pokok-pokok
- saja. Kaum muslimin yang melaksanakan
- ibadah haji, mereka wukuf di Padang
- Arafah. Padang yang luas dan gersang
- dulu. Kalau sekarang sudah mulai banyak
- pohon-pohonannya. Seluruh jemah haji
- wukuf berhenti sampai terbenamnya
- matahari.
- Di sinilah manusia akan menemukan Arafah
- atau
- makrifat, pengetahuan tentang jati
- dirinya. Bahwasanya mereka masing-masing
- adalah bagian dari satu umat yang tidak
- dapat
- dipisahkan dalam segala situasi dan
- kondisi. Bahkan dalam saat yang paling
- menderita yaitu nanti di padang
- mahsyar. Arafah adalah miniatur padang
- mahsyar.
- Terminal akhir perjalanan manusia
- sebelum ditentukan nasibnya apakah dia
- akan ke surga atau ke neraka. Di sinilah
- manusia akan diadili oleh Allah dengan
- seadil-adilnya. Oleh karena itu, apabila
- terjadi
- perselisihan jangan merasa diri paling
- benar.
- selama yang diperselisihkan bukan hal
- yang qat'i yang sudah dipastikan
- kebenarannya oleh Allah dan rasulnya. Di
- Arafah ini hendaknya manusia
- menyadari apapun perbedaan yang terjadi
- di antara mereka, akhirnya mereka
- bersatu di padang mahsyar.
- Kemudian yang terakhir adalah meluntar
- jumrah. Yang
- kelima, ikwan akhwat dari Arafah para
- hujaju
- Muzdalifah untuk mengumpulkan batu di
- malam hari dalam rangka melempar jumrah
- nantinya di
- Mina. Mereka melemparkan melemparkan
- batu pada satu titik yang sama. secara
- bersama-sama pada waktu yang sama dan
- cara yang
- sama. Batu dikumpulkan di malam hari
- sebagai lambang bahwasanya musuh tidak
- boleh mengetahui siasat dan senjata
- kita.
- melempar batu pada titik yang sama
- secara bersama-sama pada waktu yang sama
- dengan cara yang sama merupakan
- pengajaran bahwasanya umat Islam ketika
- menghadapi musuh hendaknya bekerja
- sama. Apabila mereka
- berselisih
- sendiri-sendiri maka tidak mungkin
- mereka akan menang.
- Nah, luntar jumrah juga mengajarkan
- kepada kita tentang kesatuan dan
- kebersamaan. Inilah ibadah haji yang
- dimulai dari Nabi Ibrahim Alaih Salam.
- Mari kita renungkan hikmahnya sehingga
- kita dapat menjadi muslim yang terbaik.
- Wallahuam bisawab.
- nanti dapat dilanjutkan dengan tanya
- jawab. Baik, Imam. Demikian yang dapat
- saya sampaikan. Baik, Imam. Terima kasih
- banyak, Ikhwan dan Akhwat yang dirahmati
- Allah Subhanahu wa taala. Demikian tadi
- telah kita simak bersama pembahasan
- tentang
- ee Nabi Ibrahim dalam tema Nabi Ibrahim.
- Iya. dalam tema menjadi muslim terbaik
- dengan mengikuti langkah Nabi Ibrahim
- Alaihissalam tapi ditutup dengan ee
- permasalahan haji ee urutan-urutannya
- begitu ya. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kami
- akan undang Anda untuk bergabung di
- 0218451512 ataupun WhatsApp di
- 0811999720. Kami akan segera kembali
- setelah jeda berikut ini.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Waqulalu
- fasayarallahu amalakumasul
- [Musik]
- ghaibi
- wasyahadah
- fayunabbiukum bimaa
- kuntum tamalun
- [Musik]
- Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat
- perhatian Allah dan
- Rasul-Nya. Jika perhatian dari atasan,
- pejabat, dan orang-orang yang berkuasa
- saja sudah bisa membuat kita kegirangan.
- Bagaimana jika perhatian itu datang dari
- pencipta alam semesta beserta ciptaannya
- yang paling indah yaitu baginda Nabi.
- Apalagi yang kita cari di dunia selain
- dua hal
- tersebut? Perhatian tadi bisa didapat
- hanya jika kita beramal saleh apapun
- bentuknya. bisa dengan tenaga, harta,
- pemikiran, dan lain
- sebagainya. Namun amalan yang paling
- menyenangkan baginda Nabi adalah
- memperjuangkan ajarannya, meneruskan
- perjuangan beliau, berdakwah di
- jalannya.
- Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar
- Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- bersama-sama berjuang bersama Radio
- Silaturahim dengan berdonasi ke nomor
- rekening berikut.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- silaturahim untuk Islam yang satu yang
- masih dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Tema kita di
- sore hari ini menjadi muslim terbaik
- dengan mengikuti langkah Nabi Ibrahim
- Alaihissalam. Kita akan awali pertanyaan
- pertama dari Pakis di Cengkareng.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Imam
- Yaaksallah Mansur yang dirahmati Allah.
- Terkait dengan waktu wukuf di Padang
- Arafah. Bagi jemaah haji dan kita yang
- di tanah air yang disunahkan untuk
- berpuasa. Bagaimana jika terjadi
- perbedaan waktu dengan yang terjadi di
- tanah air, Imam? Seandainya kondisi umum
- di sekitar tempat tinggal masih puasa
- nahar, sementara di tanah suci sudah
- Idul Adha. Ini bagaimana? Jazakallah,
- Imam. Iya.
- Jadi memang inilah satu permasalahan
- yang sekarang dirasakan oleh umat
- Islam. Makanya tadi saya tekankan
- hikmah ibadah haji itu sebetulnya
- kesatuan dan
- kebersamaan. Karena memang dalam
- menentukan kalender sampai sekarang umat
- Islam belum bisa satu.
- Maka kemudian terjadilah perbedaan yang
- semacam ini.
- Masing-masing menggunakan
- ijtihadnya. Padahal sebetulnya kalau
- kita mau tadi mengedepankan
- kebersamaan dan haji ini kan memang
- Arafah. Iya. Ah kita mengikuti apa yang
- sudah ee apa yang dilakukan oleh para
- hujaj. Dan pada hari Arafah itu kita
- disunahkan untuk apa? saum ya itu. Nah,
- adapun terhadap orang-orang kepada
- sebagian umat Islam yang memang punya
- pandangan yang lain ya kita harus
- hormati karena memang ee dalam penentuan
- kalender ini muslimin sampai saat ini
- belum satu. Kita berdoa mudah-mudahan
- nanti Allah menyatukan dan kita yakin
- apabila semuanya mengedepankan
- kebersamaan kita akan dapat menjadi
- satu. Jangan
- sampai e muslimin kembali terkoyak
- setiap kali
- menghadapi Idul Fitri atau Idul Adha.
- Sadarlah kalau kita ini adalah umatan
- wahidah. Apa sih yang kita cari kalau
- bukan rida Allah Subhanahu wa taala?
- Maka dan apa beratnya apabila kita
- mengikuti misalnya saja apa yang
- dilakukan oleh para hujaj yang ee memang
- itu menjadi patokan bagi puasa hari
- Arafah. Jadi sekali lagi harapan kami
- mudah-mudahan muslimin menjadi satu
- dalam beribadah dan seandainya belum
- satu kita harus saling menghormati tidak
- perlu kita memaksakan pendapat kita ya
- itu mudah-mudahan Allah menyatukan umat
- Islam dalam ridanya amin ya rabbal
- alamin. Ya rabbal alamin. Baik, Imam.
- Terima kasih banyak. Karena memang kalau
- untuk Idul Asha sebenarnya patokannya
- mudah ya wukuf di Padang Arafah. Iya.
- Iya. E sebenarnya mudah. Mudah.
- Baik, Imam dari Sam TV melalui akun ee
- YouTube ee menyimak di Rasel TV.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Imam. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Mohon izin bertanya.
- Allah menegaskan bahwa dalam diri Nabi
- Ibrahim terdapat teladan. Hanya Nabi
- Ibrahim yang selalu kita sebut dalam
- salat. Selain Nabi Muhammad, doa yang
- kita baca untuk Nabi Muhammad ketika
- tasyahud selalu disertarakan dengan doa
- kita ke Nabi Ibrahim. Heeh. Apakah ada
- nilai yang istimewa dari sosok Nabi
- Ibrahim? Apakah ada? Apakah dari
- keteladanan saja atau apakah dari
- keimanan beliau terhadap Allah Subhanahu
- wa taala? Syukran.
- Jadi memang Nabi Ibrahim ini
- ee sosoknya dimensional dari berbagai
- macam aspek
- kita dapat dan bahkan harus
- menirunya. Allah Subhanahu wa taala
- menjelaskan bagaimana sosok Nabi Ibrahim
- menjadi uswah. Harus menjadi uswah itu
- boleh dilihat ya di surah
- Al-Mumtahanah surah yang ke-60. Ayat
- yang
- keempat Allah berfirman,
- "Azubillahiminasyaitanirrajim." Qod
- kanatakum uswatun hasanatun fi ibrahima
- walladina
- maah. Qolu
- liqumihim inna buru minkum wimma tauduna
- minunillah. Kafarna bikum bainana
- wainakumul bag abadan hatta tminu
- billah.
- Hattau billahi wahdahu illa
- Ibrahimiafiraka wlik minallahi
- minbanaika tawakalna waaika anabna
- waaikal
- masir yang artinya
- sesungguhnya telah ada suri tauladan
- yang baik bagimu
- pada Ibrahim dan orang-orang yang
- bersama dia.
- Ketika mereka berkata, "Sesungguhnya
- kami berlepas diri dari apa yang kamu
- sembah selain Allah dan kami mengingkari
- kekafiranmu. Dan telah nyata antara
- kami dan kamu permusuhan dan kebencian
- buat
- selama-lamanya sampai kamu beriman
- kepada Allah saja."
- Kecuali perkataan Nabi Ibrahim kepada
- bapaknya, "Sesungguhnya aku memohonkan
- ampun
- bagimu. Aku tiada dapat menolak
- suatu dari kamu akan siksaan Allah."
- berkata, "Ya Tuhan kami, hanya kepada
- Engkaulah kami bertawakal dan hanya
- kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya
- kepada Engkaulah kami
- kembali." Satu ayat yang cukup panjang
- menjelaskan dimensi apa yang bisa kita
- contoh dari Nabi Ibrahim Alaih Salam.
- Memang beliau tadi contohnya yang dapat
- kita contoh dari beliau adalah sangat
- banyak dalam berbagai aspek kehidupan,
- dalam berbagai
- dimensi. Nah, pada ayat ini ada lima
- dimensi yang bisa kita
- contoh. Apa ketegasan beliau
- menghadapi kaumnya, orang kafir
- maksudnya?
- Lalu beliau
- mengatakan, "Permusuhan di antara
- kita, di antara kalian, antara kami
- dengan kalian
- jelas sampai kalian beriman kepada Allah
- Subhanahu wa taala." Ini yang
- pertama. Ketegasan
- beliau untuk menyatakan yang benar itu
- benar, yang salah itu salah.
- Kemudian yang
- kedua tentang bagaimana sikap seseorang
- kepada orang tua yang masih
- kafir tetap
- menghormat illa qua
- Ibrahim
- liabihi. Jadi Nabi
- Ibrahim dulunya memang berjanji akan
- me mintakan ampun kepada Nabi Ibrahim,
- kepada ayahnya.
- Dan itu kemudian beliau
- laksanakan. Tetapi sudah tentu setelah
- beliau tahu bapaknya memang benar-benar
- kafir, maka cukup sampai di situ
- saja. Setelah tahu bapaknya kafir, maka
- tidak ada lagi. Beliau memintakan ampun.
- Beliau memintakan ampun ada karena janji
- saja.
- Ah, kemudian yang
- ketiga tentang kepasrahan total kepada
- Allah Subhanahu wa taala yang
- digambarkan wala amliku laka minallahi
- saian. Dan beliau merasa walaupun orang
- tuanya tidak akan bisa membantu dan
- menolong. Oleh karena itu beliau tawakal
- sudah pasrah kepada Allah.
- Karena memang bapaknya berbeda akidah
- dengan
- beliau. Yang
- keempat banyak
- bertobat.
- Wailaikabna Nabi Ibrahim seorang nabi
- tetap beliau bertobat pada banyak
- bertobat kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi jangan merasa bahwasanya
- kita ini benar. Jangan tirulah Nabi
- Ibrahim Alaih Salam yang walaupun dalam
- perjuangan kehidupannya penuh dengan
- pengabdian dan pengorbanan, tapi tetap
- saja beliau bertobat kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Yang kelima, yang
- terakhir wail masir, yaitu mengembalikan
- segala sesuatu kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kadang-kadang kita ini merasa
- mampu untuk
- menyelesaikan apa yang kita hadapi.
- Jangan. Mencoba boleh, tapi perasaan
- bahwasanya kita ini akan dapat
- menyelesaikan masalah. Tidak. Serahkan
- masalah kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Insyaallah Allah akan membantu kita.
- Intang surullah yang
- surkumit aqdamakum.
- Jadi padahal apa kita dapat mencontoh
- Nabi Ibrahim dalam segala aspek
- kehidupan kita bisa mencontoh Nabi
- Ibrahim Alaihissalam. Demikian wallahuam
- bisa. Baik terima kasih Imam. Ada Bapak
- Andi di Celaduk. Alhamdulillah kami
- menyimak di radio mobil. Kebetulan saya
- sedang dalam perjalanan. Alhamdulillah.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- memberikan kesehatan dan kelancaran
- dalam berdakwah untuk imam dan juga
- seluruh staf radio silaturahim. Amin ya
- rabbal alamin. Amin. Amin. Terima kasih.
- Kemudian pertanyaan selanjutnya Imam
- dari Ibunda Emilda. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Imam
- waalaikumsalam warahmatullahi.
- Masyaallah sungguh luar biasa jika kita
- menghayati dan mengambil pelajaran dari
- ibadah yang kita lakukan. Seperti tadi,
- ibadah haji mengajarkan kita untuk
- bersatu. Begitu juga ibadah kurrban
- mengajarkan kita untuk selalu berbagi
- juga ibadah-ibadah lain. Tapi kenapa,
- Imam? Masih sulit sekali umat muslim,
- umat Islam bersatu. Heeh. Iya. Jadi,
- kenapa umat Islam ini masih sulit untuk
- bersatu?
- Kami ambil pendapat dari Syekh Muhammad
- Abduh dan muridnya Rasyid Rid di dalam
- tafsir Almanar. Ya, bahwasanya kenapa
- muslimin ini sulit untuk
- bersatu? Sulit ya. Iya. Tetapi kita
- yakin satu saat bisa bersatu. Amin.
- Karena memang asalnya kita ini satu.
- Amin. Nah, kesatuan umat Islam ini oleh
- Allah Subhanahu wa taala jelas
- ditegaskan dalam beberapa ayat. Misalnya
- dalam surah Albaqarah. Wakadzalika
- ja'alnakum ummatan wasaton. Ummah bukan
- umam. Jadi ketika Allah menggambarkan
- umat Islam itu selalu menggunakan mufrad
- tidak menggunakan jamak. Tadi dalam
- surah Albaqarah waadzalika ja'alnakum
- ummatan wasatun.
- Kemudian dalam surah Al Imran, kuntum
- khairo
- ummatin menggunakan mufrad lagi Ibu
- Emilda ya itu betul ya Ibu Emilda ya
- Bunda Imilda. Bunda
- Imhat bisa Ibu lihat 100 Al Al Imran
- 110 nanti di surah Al-Anbiya surah yang
- ke-21 ayat yang ke 92 Allah menyatakan
- lagi inna hadhi ummatukum ummatan
- wahidah sesungguhnya umat kalian itu
- adalah umat yang satu.
- Dari surah Almukminun Allah mengulang
- lagi sama persis. Kalau tadi tanpa
- menggunakan
- wawu, inna hadi ummatukum umatan
- wahidah. Pada surah almukminun tadi
- disbutkan wa inna had ummatukum umat
- wahidah. Jadi yakinlah bahwasanya
- muslimin ini dapat
- bersatu. Kenapa muslimin berpecah belah?
- Ada dua penyebab utama.
- Satu unsur dari
- luar, yang kedua unsur dari
- dalam. Unsur dari luar
- eksternal. Musuh-musuh Islam tidak
- senang apabila muslimin ini
- bersatu. Maka mereka berusaha dan terus
- berusaha, terus berusaha bagaimana
- supaya umat Islam berpecah belah. Ini
- yang mereka lakukan.
- Nah,
- sebetulnya walaupun umat yang
- lain, musuh-musuh Islam ya ingin meny
- memecah belah umat Islam, berusaha
- memecah belah umat Islam, kalau faktor
- internal itu kuat, kokoh, tidak akan
- berhasil.
- Namun
- sayangnya di internal umat Islam juga
- kadang-kadang ada yang menyebabkan
- perpecahan. Apa yang menyebabkan umat
- Islam ini berpecah atau berselisih? Ada
- empat menurut Muhammad Rasyid itu.
- Pertama masalah
- asiyasah. Masalah
- politik ini yang kadang-kadang memecah
- belah umat Islam. Oleh karena sering
- saya katakan jangan sampai karena
- pilihan
- politik muslimin berpecah belah. Jangan
- sampai sekali lagi saya pesankan betul
- kalau kita tidak hati-hati kita akan
- terpecah lagi ini dalam Pilpres, dalam
- Pilkada dan seterusnya. Soal pilihan
- politik itu adalah soal kehidupan dunia.
- Silakan asal membawa manfaat. Nah,
- kemaslahatan satu masalah
- politik ini yang menyebabkan umat Islam
- berpecah belah. Yang kedua, masalah
- mazhab ini yang sering ee kita sampaikan
- dan radio silaturahim ini mungkin
- termasuk yang sering menyampaikan jangan
- sampai masalah mazhab itu membuat
- muslimin berpecah belah.
- Karena hemat saya, pengetahuan saya yang
- sedikit belajar tentang ikhtilaful
- mazahib. Semua mazhab itu dasarnya
- adalah
- sama Quran dan
- sunah. Perbedaannya ada pada masalah
- pemahaman. Nah, kalau dalilnya sama,
- dasarnya sama, usulnya sama, kenapa kita
- harus berpecah belah? Yang tidak sama
- biasanya masalah furuk-furuk.
- Fur itu cabang yang asalnya tidak
- asalnya hampir tidak ada
- perselisihan. Contoh salat. Salat itu
- usulnya adalah para ahli fikih
- mengatakan af'alun wa
- aqwalun mubtadaatun bit takbir wa
- muhtatun bitaslim. Itulah
- salat perbuatan dan ucapan yang diawali
- dengan
- takbir diakhiri dengan salam. Insyaallah
- dalam takbir dan salam ini tidak ada
- perbedaan. Yang ada itu sebelumnya dan
- kesudahnya. Misalnya soal usali, usali
- itu belum bukan salat lah karena memang
- belum takbir lah kan gitu. Nah, ini ada
- yang menggunakan usal ada yang tidak
- ribut padahal salatnya sama. Semuanya
- dimulai dengan apa? Takbir lah. Itu
- nanti di akhirnya sama dengan apa?
- Salam. Nah, yang ribet biasanya setelah
- salam ini zikir loh. Apakah jah, keras
- apa sir ribut. Ini saya kira tidak perlu
- di ee pertentangkan. Sudah selesai.
- salatnya salat subuh pokok dua rakaat.
- Ada yang menggunakan qunut atau tidak
- tetap sah salatnya. Oleh karena itu
- jangan sampai masalah furuk demikian ini
- membuat muslimin berpecah belah. Nah,
- itu yang kedua. Jadi tadi masalah
- siasah, masalah politis, maka kita
- dirasil ini menghindari masalah-masalah
- politisme. Nah, sampai mengatakan Islam
- nonpitik. Jadi semakan gitu ya. Nah,
- jadi itu para heh semuanya yang kedua
- yaitu masalah mazhab. Yang pertama
- masalah siasah, yang kedua masalah
- mazhab. Nah, yang ketiga masalah
- ashabiyah. Asobiyah ini kalau sekarang
- mungkin
- suku ah kemudian juga ee warna kulit
- ee kemudian bangsa.
- Jangan sampai masalah ini juga menjadi
- ee benih-benih perpecahan. Karena di
- hadapan Allah semuanya
- sama. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dengan sangat indah pada waktu
- haji wada ini kembali ke
- haji memberikan satu tuntunan. Waktu di
- Arafah beliau memberikan khotbah yang
- intinya pertama menekankan persamaan di
- antara
- manusia. Kalian semua dari
- Adam dan Adam itu dari
- tanah. Tidak ada perbedaan
- antara Arab dan
- ajam. Semuanya sama kecuali takwa kepada
- Allah. Subhanahu wa taala kembali
- masalah haji. Jangan merasa karena suku
- ini merasa lebih baik dari suku itu.
- Tidak. Nanti akan menyalahkan Allah
- tanda kutip. Karena semua suku itu Allah
- yang
- mencipta. Warna kulit Allah yang
- mencipta. Kita diciptakan dengan sawo
- matang. Sementara ikhwan-hwan kita di
- Afrika dengan hitam.
- Ikwan-hewan kita di Arab dengan putih.
- Asilnya orang Arab itu putih lah. Ya
- itu. Ah ini jangan sampai masalah
- asobiyah, masalah kesukuan, masalah
- kebangsaan itu kita ee dengan masalah
- ini kita jadi perpecah belah. Semuanya
- sama di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Inna akromakum indallahi atqokum.
- Kemudian yang ee keempat
- ya masalah
- ijabu yang menyebabkan muslimin ini
- berpecah belah berselisih minimalnya lah
- itu adalah karena orang bangga dengan
- pendapatnya merasa pendapatnya yang
- paling benar.
- Nah, padahal kalau pendapat
- relatif hadis saja paling tinggi
- sahih. Karena memang kesahihan itu
- relatif. Menurut Imam Ahmad sahih, tapi
- menurut Imam Bukhari belum tentu karena
- punya kriteria sendiri.
- Menurut Imam Ibnu Hibban sahih, menurut
- Imam Tirmidzi belum
- tentu. Itu hadis apalagi pendapat. Nah,
- oleh karena itu jangan merasa bangga
- pendapatnya paling benar. Pendapat ulama
- ini paling benar. Tidak. Yang paling
- benar adalah Al-Qur'an dan As-Unah. Nah,
- sudah tentu sunah yang mutawatir itu
- mesti benarnya. Jadi inilah Ibu Bunda
- Imilda yang menyebabkan umat Islam
- menjadi berpecah belah. Apabila itu
- tidak ada insyaallah mungkin kita
- mengharap dari orang luar untuk tidak
- memecah belah umat Islam. Tidak bisa.
- Sekarang
- tinggal yang di dalam saja. Jangan
- sampai masalah politik mempengaruhi kita
- dalam beragama. Masalah mazhab membuat
- kita berpecah belah. Masalah asobiah
- membuat kita berselisih. Kemudian
- masalah pendapat ulama menjadikan kita
- tidak sama. Wallahuam bisawab. Mohon
- maaf karena saya harus mengakhiri sampai
- ee sesi ini gitu. Itu jadi ee jawaban
- untuk pertanyaan terakhir. Iya. Karena
- ada pekerjaan lain. Mohon maaf. Baik,
- Imam. Baiklah, ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- dikarenakan ee setelah ini Imam akan ada
- agenda lagi. Langsung saja kita akan
- tutup. Langsung tutup Imam ya. Iya.
- Heeh. Tapi kesimpulannya baik kesimpulan
- ee
- bahwasanya untuk menjadi manusia yang
- terbaik, muslim yang terbaik, kita mesti
- harus melakukan tiga hal. Yaitu pertama
- menyerahkan seluruh diri kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian yang kedua harus selalu
- bertambah baik kebaikan ee
- kebaikannya, bertambah terus
- kebaikannya, dan yang ketiga, mengikuti
- langkah-langkah Nabi Ibrahim. Apabila
- itu kita lakukan, kita akan menjadi
- muslim yang terbaik. Mudah-mudahan
- seluruh umat Islam menjadi muslim dan
- umat yang terbaik. Wallahualam bawab.
- Baik. Wallahuam bawab. Baiklah ikhwan
- dan akhwat. Terima kasih atas segala
- perhatian Anda telah menyimak kami dari
- awal hingga akhir. Kita tutup dengan doa
- kafaratul majelis. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.