Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Terima kasih WWAT yang dirahmati Allah.
- Masih menyimak siaran Radio Silaturahim
- dan juga Rasil Visual di sore hari ini.
- Masih dalam program acara tausiah sore
- untuk edisi Sabtu Iwan akhwat. Dan kita
- seperti biasa ee mendengarkan kajian
- tafsir maudui yang disampaikan oleh Imam
- Yahsul Mansur tadi di awal beliau
- mengkaji Quran surah Albaqarah ayat
- 218. Bagaimana kita mentadaburi makna
- tahun hijriah. Tadi di kisahkan
- bagaimana perjalanan Nabi dan para
- sahabat untuk hijrah ke Madinah.
- pengorbanan-pengorbanan yang juga
- dilakukan oleh Nabi dan para sahabat
- iwan awan dan akan dilanjutkan bagaimana
- Nabi dan para sahabat ee yang dikerjakan
- pertama kali dan selama ee sampai di
- Madinah Iwan seperti apa? Langsung aja
- kita simak bersama kelanjutannya. Iya.
- Ikhwan akhwat yang saya ingat disayang
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Pengorbanan tidak hanya dilakukan oleh
- orang-orang yang
- berhijrah. Pengorbanan juga dilakukan
- oleh orang-orang yang menerima para
- sahabat yang berhijrah yang disebut
- dengan kaum
- Anshar.
- Nah, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam setelah
- beliau di Madinah, maka beliau
- melakukan hal yang sangat
- strategis, yang sangat
- penting. Apa? Yaitu membangun
- masjid. Yang ini memerlukan pengorbanan
- juga.
- kemudian membangun tempat
- pendidikan di beranda masjid yang
- disebut
- sufah. Kemudian beliau
- mempersaudarakan
- antara kaum Muhajirin dan
- Ansar. Jadi yang dapat kita ambil
- pelajaran dari hijrah ini pentingnya
- masjid, pentingnya pendidikan.
- pentingnya
- persaudaraan. Begitu beliau masuk ke
- kota Yathrib atau kota Madinah, setelah
- beliau tinggal sementara di luar kota,
- kemudian baru masuk ke ee Madinah tidak
- berapa lama dan beliau menentukan tempat
- untuk membuat masjid.
- Nah, bergotong-royonglah para sahabat
- Anshar dan Muhajirin untuk membangun
- masjid
- itu. Kemudian di masjid itu pula beliau
- membangun tempat pendidikan yang disebut
- dengan sufah di beranda
- masjid. Untuk apa? untuk mendidik para
- sahabat yang mereka rata-rata
- miskin, yang mereka tidak punya saudara
- di Madinah.
- mereka yang datang ke
- Madinah untuk dapat dekat dengan beliau,
- untuk dapat belajar agama, untuk dapat
- mempelajari hal-hal yang berhubungan
- dengan syariat dan sebagainya, beliau
- tempatkan
- khusus di sebuah tempat yang kemudian
- disebut dengan suffah. Suffah itu arti
- artinya adalah beranda.
- Tapi juga selanjutnya beliau melakukan
- hal yang ketiga yaitu
- mempersaudarakan Muhajirin dan
- Anshar. Tidak lama setelah beliau di
- Madinah, beliau kumpulkan para sahabat.
- Kemudian beliau sampaikan, "Taaku fillah
- akhawaini
- akhawaini. Bersaudaralah kalian di jalan
- Allah dua orang." Dua orang.
- belum menunjuk ini dengan ini, ini
- dengan ini, dengan ini. Sehingga
- persaudaraan mereka dapat benar-benar
- menjadi kental dan
- kuat. Bahkan di awal-awal sebelum turun
- ayat mawaris, kalau ada saudaranya itu
- yang meninggal, maka yang menjadi ahli
- warisnya adalah saudara yang
- dipersaudarakan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Walaupun
- tidak ada hubungan
- nasab. Karena memang rata-rata
- orang-orang Madinah, orang-orang Makkah
- itu pedagang. Sementara
- di Madinah itu rata-rata petani. Mereka
- agak sedikit kesulitan hidup awal-awal
- di Makkah, di Madinah.
- Tapi ekonomi mereka ditanggung oleh
- orang-orang
- Ansar. Di jamin
- kehidupannya sehingga mereka tidak
- merasakan kekurangan.
- Ada yang punya
- rumah. Kalau tingkat maka tingkat satu
- atau di lantai dasar dipersilakan mereka
- memilih akan tinggal di mana. Seperti
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ditawari oleh hampir semua sahabat
- Muhajirin agar mau tinggal di rumah
- mereka agar tidak menyinggung perasaan.
- Beliau kemudian mengatakan, "Biarkan
- unta saya nanti yang memilih tempat di
- mana saya tinggal." Mak ketika sampai di
- halaman rumah Abu Ayyub al-Anshari yang
- beliau makamnya ada di Turki, kemudian
- unta tadi menekam, "Ah, di sinilah
- tempat saya." Kemudian beliau
- ditempatkan oleh Abu Ayyub al-Anshari di
- lantai atas. Sementara keluarga Ayib
- al-Anshari itu ada di Abu Ayyub
- Al-Anshari ada di bawah. Ada yang punya
- kebun ah mereka di ee minta untuk dapat
- berkebun di tempatnya. Bahkan dibagi
- menjadi dua. Bahkan ada yang punya istri
- lebih dari satu
- ditawarkan
- kepada sahabat Muhajirin. Kalau memang
- mau nanti istri saya saya ceraikan
- baik-baik. Ah kemudian kalau kamu mau
- ambil
- silakan. Ternyata mereka tidak semuanya
- begitu. Bahkan Abdurrahman bin Auf
- kemudian bertanya, "Di mana pasar?"
- Saya tidak menolak bantuan kalian,
- tetapi saya juga akan berusaha. Akhirnya
- blok mud dan berusaha. Nah, itulah
- persaudaraan di kalangan Muhajirin dan
- Ansar. Nah, dari sini dapat
- kita
- merasakan
- bahwasanya untuk membentuk sebuah
- masyarakat yang
- madani, masyarakat yang
- berkemajuan, sangat erat hubungannya
- dengan masjid.
- sangat erat hubungannya dengan
- pendidikan, sangat erat hubungannya
- dengan
- persaudaraan. Oleh karena itu, para
- ikhwan semuanya, apabila kita
- menginginkan terwujudnya masyarakat yang
- beradab, masyarakat yang maju, marilah
- kita
- mengimplementasikan makna hijrah dalam
- kehidupan kita sehari-hari.
- Mari kita selalu dekat dengan
- masjid. Kita penuhi panggilan Allah
- melalui
- masjid untuk
- melaksanakan salat lima waktu. Upayakan
- selalu di masjid.
- Mari kita utamakan
- pendidikan karena memang ini merupakan
- modal utama dari masyarakat yang maju.
- Kita
- korbankan semua apa yang kita miliki
- untuk pendidikan generasi yang akan
- datang. Dan mari kita jaga
- persaudaraan ukhuwah di antara kita.
- Karena ini sangat prinsip. Jangan sampai
- hanya karena masalah-masalah
- kecil ukhuwah kita menjadi
- rusak. Hanya karena masalah
- politik ukhuwah kita menjadi
- rusak. Hanya karena masalah
- paham mazhab ukhuwah kita menjadi
- rusak dan seterusnya dan seterusnya.
- Jangan sampai hal-hal yang kecil,
- masalah suku, ras, dan
- sebagainya membuat kita menjadi
- rusak. Kita
- wujudkan persaudaraan di antara kita.
- Dengan ini insyaallah kita akan dapat
- mewujudkan masyarakat yang
- beradab, masyarakat yang madani, yang
- berkemajuan untuk mewujudkan
- persaudaraan itu. Allah Subhanahu wa
- taala telah memberikan
- tuntunan apa? Dengan hidup
- berjamaah. Sebagaimana firman Allah
- Subhanahu wa taala jelas. Waasimu
- bihablillahi jami wala
- tafarqu
- wkuruatallahi alaikum id kuntum a'daan
- faallafa baina qulubikum faasbahtum
- binikmatihi
- ikhwana. Dan berpegang teguhlah kalian
- kepada tali Allah seraya berjamaah dan
- jangan berpecah
- belah dan ingatlah akan nikmat Allah
- pada kalian.
- Ketika kalian
- bermusuh-musuhan,
- maka dengan nikmat Allah kalian menjadi
- persaudara. Apabila kita
- mengikuti apa yang telah dilakukan oleh
- para
- sahabat, apa yang dilakukan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- maka persaudaraan kita mesti akan dapat
- terwujud.
- Nah, hidup sesuai dengan apa yang
- dilakukan oleh Rasulullah, apa yang
- dilakukan oleh para sahabat, itulah
- disebut dengan
- aljamaah. Maka dalam sebuah hadis
- menyatakan aljamaah ma alaihi wa
- ashabi. Apa yang saya lakukan dan juga
- para sahabat lakukan. Dengan itu
- persaudaraan akan dapat terwujud.
- Inilah makna hijrah yang dapat kita
- pahami. Oleh karena itu, wajar Umar bin
- Khattab kemudian
- menjadikan bahwasanya tahun di mana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu berhijrah dijadikan sebagai awal
- tahun Islam yang disebut dengan tahun
- hijrah. Ketika itu
- memang umat Islam belum punya catatan
- tahun atau
- kalender. Nah, sehingga
- surat-surat tidak ada
- tahunnya. Nah, oleh karena itu satu
- saat ada surat yang beliau kirimkan yang
- dikirimkan oleh Umar bin Khattab kepada
- walul
- imam yaitu Abu Musa al-As'ari.
- Beliau menerima surat dan beliau
- mengeluh karena tidak
- bertanggal sehingga sehingga beliau
- menyatakan innahu yaina minka kutubun
- laisa laha
- tarikh. Saya kami ini banyak menerima
- surat dari engkau
- khalifah tetapi tidak ada tanggalnya,
- tidak ada tarikhnya, tidak ada tahunnya.
- Bagaimana ini?
- Maka kemudian beliau mengumpulkan para
- sahabat untuk memecahkan hal
- ini. Kemudian muncul beberapa
- usul. Ada yang mengusulkan, "Udah untuk
- tahun umat Islam yang pertama
- adalah berpedoman pada tahun kelahiran
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Tapi usul itu ditolak.
- Karena ini tasyabuh dengan orang Nasrani
- yang menjadikan Natal kelahiran
- Yesus walaupun masih dipertentangkan
- tentang kebenarannya tanggal 25 Desember
- itu. Ah, tapi ini tidak diterima gak?
- Jangan. Dan Rasul kan saat itu waktu
- lahir belum sebagai utusan Allah.
- Ada lagi ya. Kalau gitu
- kita tentukan saja mulai dari kematian
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Oh
- jangan. Kalau kita tentukan dan itu yang
- kita seakan mengingat kesedihan karena
- kematian beliau dan itu kebiasaan
- orang-orang majusi yang
- menjadikan ee tahun kematian rajanya
- sebagai perhitungan tahun.
- mereka. Ada lagi yang mengusulkan yang
- ketiga, "Udah kalau gitu ikuti aja
- kalender Romawi, kalender Masehi." Itu
- pun ditolak.
- Akhirnya Sayidina Ali radhiallahu anhu
- mengusulkan, "Bagaimana kalau kita mulai
- tahun kita dengan tahun di mana hijrah
- atau pindahnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah.
- Usul itu kemudian disetujui oleh Umar
- bin Khattab. Karena apa? Beliau
- mengatakan, "Alhijratu farqat bainal
- haqqi wal batil faarriku biha." Kata
- beliau, "Hijrah telah memisahkan antara
- hak dan batin. Maka buatlah dia sebagai
- awal tahun kita umat Islam."
- Inilah ikhwan-ikhwat yang sangat
- disayang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Beberapa hal yang dapat kita tadaburi
- dari makna hijrah. Saya yakin masih
- banyak lagi hal-hal yang dapat kita
- tadaburi dari hijrah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi hanya
- ini yang dapat kami ungkapkan mengingat
- waktu dan kesempatan. Mudah-mudahan ada
- manfaatnya. Wallahuam bisawab.
- Baik, terima kasih jazakumullah kir atas
- e pemaparannya, atas kajiannya. Dan kita
- langsung ke sesi tanya jawab saja ya
- karena waktu juga. Yang pertama saya
- bacakan SMS dari Abu Sabar Alkautsar,
- usia 29 tahun dari Semarang nih. Iya,
- dari Semarang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Bagaimana pengaplikasian
- hijrah dalam konteks kehidupan pribadi,
- keluarga, nusa, dan bangsa? Syukron. Ini
- umum sekali nih. Iya. Jadi kita dapat
- mengaplikasikan hijrah pada saat ini
- secara kekinian dengan mengambil
- pengertian hijrah yang sebagian tadi
- saya sampaikan ini. Almuhajiru
- man hajarallahu amma nahah anhu. Orang
- yang berhijrah adalah orang yang
- meninggalkan apa yang dilarang oleh
- Allah subhanahu wa taala.
- Nah, dari ini kita dapat melaksanakan
- hijrah. Kita tinggalkan hal-hal yang
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala
- itu sudah hijrah. Kita tinggalkan
- kemaksiatan. Kemaksiatan yang dilarang
- oleh Allah itu sudah hijrah. Kita
- tinggalkan hal-hal yang tidak baik
- kepada hal yang baik itu hijrah. Sebagai
- seorang anak yang kemarin berani kepada
- orang tua, senang membantah
- perintahnya padahal perintahnya baik.
- Nah, tinggalkan itu. Sekarang taati,
- baktilah kepada kedua orang
- tua. Istri yang kemarin suka membangkan
- kepada suaminya, ah mulai sekarang sudah
- selesai. Taati suaminya. Itu namanya
- hijrah. Suami yang kurang memperhatikan
- istri, kurang menyantuni istri, maka
- sudah sekarang selesai.
- Tinggalkan hal yang kemarin tidak benar.
- Santuni istri secara
- maksimal. Para pelajar yang kemarin
- malas dalam belajar, tinggalkan
- kemalasan untuk rajin belajar dan
- seterusnya dan seterusnya. Inilah
- aplikasi daripada hijrah. Tinggalkan
- perpecahan menuju kepada kesatuan.
- Itulah namanya hijrah. Jadi inilah
- aplikasi hijrah kekinian dan itu dapat
- terus
- dilakukan. Memang hijrah dari Makkah ke
- Madinah itu sudah selesai dengan Fathu
- Makkah. Artinya hijrah dari Makkah ke
- Madinah sudah tadi. Tetapi hijrah dalam
- pengertian yang umum akan terus
- berlangsung sampai pada hari kiamat. Ya.
- Jadi, marilah kita tinggalkan hal-hal
- yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa
- taala kepada hal-hal yang diridai oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Itulah kurang
- lebihnya aplikasi hijrah dalam kekinian.
- Wallahuam biswab. Jadi tiap hari ya
- hijrahnya itu ya perbaikan tiap hari itu
- perbaikan tiap hari terus-menerus.
- Selanjutnya ada yang sudah menunggu
- mungkin di lain telepon ya dari tadi.
- Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Dengan
- siapa? Di mana? Bapak Bapak Haji Asri
- Sarif Ciputat. Bapak Asri ya? Dari
- Ciputat. Iya. Baik. Kami silakan Pak.
- Silakan Pak. Asalamualaikum Ustaz. Iya.
- Ustaz ya. Pertanyaan.
- Heeh. Kata Ustaz kan ini kita jangan
- sampai berpecah karena
- perbedaan-perbedaan. Boleh. Ya. Betul.
- Itu maklum. Maklum memang enggak salnya
- tapi ustaz menyebut juga dalam politik
- dan sebagainya. H. Kalau itu kubunya
- satu kubuakkan Islam, satu kubu yang
- enggak menegakkan Islam sesama orang
- Islam kan ada ustaz dengan kan. Hm. Nah,
- itu bagaimana kita menyikapi
- bagaimana ee
- he mereka iya padahal mereka kubunya
- taruh kubu 212 dengan yang anti 212 sama
- orang Islam itu.
- Hm. Kedua kan lagi he kan dalam Allah
- juga
- berfirman bumi Allah
- luas kamu tidak
- dipindah ketahui orangnya.
- He
- iya negara yang lain banyak yang
- menerima dikeraskan kita
- memahaminya dalam hal ini. Ustaz terima
- kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ya,
- alhamdulillah. Jadi memang kita harus
- mulai dari hati dulu.
- Insyaallah kalau hati kita ini bersih,
- kita akan dapat bersatu. Maka tadi Allah
- menggambarkan kesatuan itu dari hati.
- Faallafa baina qulubikum fasbahtum
- binikmatihi
- ikhwana. Oleh karena itu, mari kita
- bersihkan hati kita
- masing-masing. Kita hilangkan sakwa
- sangka kepada sesama muslim.
- hendaknya kita kedepankan
- husnudon dan
- mudah-mudahan itu yang terjadi karena
- Allah itu maa indoni abdi kata Allah
- saya bers
- bersama-sama persangkaan Allah persangan
- hamba kepada saya nah oleh karena itu
- saran saya mari kita bersihkan hati kita
- masing-masing jangan sampai hanya karena
- perbedaan politik. Sekali lagi saya
- ulangi, ukhuwah kita menjadi
- pecah dan kita tidak
- ingin bahwasanya pemilu itu memecah
- belah
- umat, memecah belah bangsa saja tidak
- boleh. Apalagi memecah belah
- umat. Umat Islam. Siapa umat Islam itu?
- Umat Islam adalah yang membaca syahadat.
- yang mengakui Allah sebagai Tuhannya,
- yang mengakui Muhammad sebagai
- rasul-Nya, itulah umat
- Islam. Nah, hendaknya menurut kami, mari
- kita pandang semua manusia muslim itu
- semacam ini. Yang di sana adalah Islam,
- yang di sini juga
- Islam. Kenapa kita harus
- permusuh-musuhan? Gitu. Insyaallah kalau
- hati kita sudah bersih, kita akan bisa
- menjadi
- satu. Jangan sampai hanya karena
- masalah-masalah kecil juga mungkin dari
- masalah mazhab yang saya sampaikan. Ah,
- kemudian kita menjadi bermusuh-musuhan.
- Jadikanlah
- justru pemilihan umum atau pelani
- sebagai sarana untuk mempersatukan umat,
- bukan untuk memecah belah
- umat. Apakah ini bisa? Bisa. Asal kita
- pendipada hati kita. Kita husnudan
- kepada yang lain, kepada sesama umat
- Islam. Kita kembali kepada surah
- Al-Hujurat. Jelas kepada orang-orang
- yang beriman jangan saling menjelekkan,
- jangan saling
- menjatuhkan hindari suudon dan
- seterusnya dan seterusnya sehingga kita
- dapat menjaga
- persatuan. Hal-hal yang kurang baik mari
- kita
- singkirkan. Insyaallah
- dengan don yang baik nanti Allah akan
- membuat segala sesuatunya menjadi baik.
- Tapi kalau zon kita sudah tidak baik,
- maka saya khawatir nanti yang terjadi
- tidak
- baik.
- Yang misalnya ah ada di pihak
- sana, berzonah bahwasanya di pihak sana
- akan menegakkan
- Islam. Yang berada di pihak sini, yang
- ke sana pun akan juga menegakkan Islam.
- Jadi sama-sama punya zon yang baik.
- Dengan demikian akhirnya karena don
- semua sudah baik, apa yang disangkakan
- oleh manusia tadi akan menjadi baik. Ana
- maa
- indonni abdi bi. Saya bersama
- persangkaan hamba saya kepada saya. Jadi
- itulah mungkin yang dapat saya sampaikan
- bahwasanya jangan sampai hal-hal yang
- kecil menurut hikmat kami membuat
- ukhuwah menjadi rusak, men membuat
- perpecahan menjadi ee
- membuat persatuan kita menjadi rusak dan
- persaudaraan kita pun juga menjadi
- terganggu. Jadi itulah sekali lagi mari
- kita kedepankan husnuzon kepada sesama
- muslim. Hanya memang dapat kita kemudian
- ee dalam selanjutnya kita lihat saja
- selanjutnya mana yang memang benar-benar
- akan menegakkan Islam. Nah, itu yang
- boleh kita bela. Tetapi yang tidak
- menegakkan Islam jangan kita bilah
- siapapun itu. Jadi bareternya di situ.
- Apakah dia mendekatkan Islam atau tidak?
- Kalau tidak ya jangan. Tetapi kalau kita
- ee punya satu persangkaan itu akan
- mendekatkan Islam, mari kita bilang.
- Karena permasalahannya adalah
- permasalahan bagaimana Islam ini dapat
- bersatu. Dan jangan sampai kesatuan ini
- terganggu dengan hal-hal yang lain yang
- apabila itu benar-benar terjadi, siapa
- yang akan bertepuk tangan? Musuh-musuh
- Islam yang memang berusaha untuk memecah
- belah umat Islam. Seperti yang dilakukan
- oleh orang-orang
- Yahudi ketika melihat
- orang-orang Muhajir, orang Anshar yang
- dulunya itu bermusuh-musuhan.
- Ketika mereka
- melihat mereka menjadi satu, mereka
- hidup
- bersama-sama. Nah, kemudian mereka
- berusaha bagaimana memecah belah
- kesatuan mereka. Sebelum hijrah
- Rasulullah sahu alaihi wasallam ke
- Madinah itu orang Anshar sendiri yang
- terdiri dari Aus dan Khraj itu
- bermusuh-musuhan. Tapi setelah datang
- Islam mereka menjadi satu.
- Orang-orang Yahudi tidak rela. Mereka
- berusaha sekuat tenaga. Bagaimana supaya
- orang Ansar Aus dan kembali
- bermusuh-musuhan? Mereka kemudian
- melakukan dengan berbagai macam cara.
- Alhamdulillah diselamatkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala melalui Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
- mereka dikumpulkan dan akhirnya menjadi
- satu. Demikianlah yang dapat saya
- sampaikan. Mari kita mulai dari hati
- kita. Insyaallah kalau hati kita sudah
- sama, kita pun juga akan bisa menjadi
- bersatu. Jangan sampai ee justru kita
- menjadi berpecah belah karena hal-hal
- yang memang di luar syariat. Demikian
- wallahuam bisawab. Baik ya. Semoga
- terjawab ya Pak Asli tadi di Ciputat ya.
- Kita tetap berhusnuzon ya. Mungkin
- apalagi bagi ee awam yang mungkin tidak
- tahu informasi lebih banyak tentang
- misalnya calon A, calon B. Heeh. Dia
- mungkin hanya tahu dari media.
- itu bagaimana itu? Iya. Apalagi tahu
- mungkin katanya katanya kalau si A tuh
- seperti ini, kalau si B itu seperti ini.
- He itu bagaimana? Maka insyaallah dengan
- husnudon ya kita akan diselamatkan oleh
- Allah dari perpecahan. Kembali sekali
- lagi kepada hati kita. Kita bersihkan
- hati kita senjak muslim. Jangan sampai
- kita punya prasangka-prasangka yang
- tidak baik.
- Selanjutnya dari Ibu Tri di Bogor. Ee
- sebenarnya bagaimana Nabi itu mendidik
- para sahabatnya jadi generasi terbaik
- yang bisa kita ikuti saat ini untuk
- anak-anak kita, pemuda pemuda kita
- seperti generasi Nabi yang jadi
- masyarakat yang unggul dan beradab yang
- disegani oleh seluruh dunia saat itu.
- Iya.
- Alhamdulillah sebetulnya Allah Subhanahu
- wa taala telah memberikan pedoman yaitu
- Al-Qur'an.
- Kemudian oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam Al-Qur'an itu diajarkan
- kepada para
- sahabat. Sebetulnya dengan ini saja
- cukup kita akan menjadi generasi yang
- baik. Maka dalam Al-Qur'an disebutkan,
- kuntum khairo ummatin ukhrijat linas
- tammuruna bil ma'rufi watanhaunail
- munkari wa tumminuna
- billah. Kalian adalah
- sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk
- manusia. Apabila nah ini ada syaratnya.
- Takmuruna bil ma'ruf. Memerintahkan
- kepada yang makruf.
- Watanhauna anil munkar dan mencegah pada
- kemungkaran dan kemudian tumminuna
- billah, beriman kepada Allah. Jadi sudah
- jelas hal-hal yang membuat kita menjadi
- generasi yang terbaik. tiga hal
- tadi kita amar
- makruf, kita nahi mungkar kita beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Sudah tentu kita mulainya dari
- kecil sedikit demi sedikit insyaallah
- akan menjadi besar. Akan dari kecil akan
- menjadi besar sedikit menjadi banyak
- dari hal-hal yang remeh kelihatannya
- dari hal yang sepele. Nah, kalau terus
- kita ee wujudkan, insyaallah nanti yang
- akhirnya lama-lama akan menjadi besar.
- Misalnya kita biasakan anak kita masuk
- dalam rumah dengan salam yaitu ini.
- Kemudian keluar dari rumah izin. Ah, itu
- semuanya dari Quran itu. Kemudian kita
- biasakan bagi yang muslimin kalau sudah
- dewasa atau sudah balig untuk salat di
- masjid.
- Kemudian bagi ibu-ibu seandainya tidak
- salat di masjid, tepat waktu dalam
- melaksanakan
- salat, kemudian menutup
- aurat, ah kemudian jaga
- pergaulan. Jangan sampai terjadi
- ikhtilat campur antara laki dan
- perempuan dan seterusnya dan seterusnya.
- Inilah hal-hal yang kelihatannya remeh,
- sepele, tapi apabila kita perhatikan
- akan dapat menjadi menjadikan kita
- sebagai khair umat. Dan itulah yang
- dilakukan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Nah, karena memang kita
- ingin terwujud masyarakat seperti apa
- yang dilakukan oleh Rasulullah Sai
- wasallam, maka jalan yang kita tempuh
- pun juga apa yang pernah dilakukan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, hanya kadang-kadang kita
- ingin hasil
- tetapi jalan yang kita tempuh tidak sama
- dengan orang yang berhasil.
- Maka tadi kan saya sebutkan yang kedua
- hikmahnya Rasulullah berkorban untuk
- mewujudkan masyarakat yang terbaik. Nah,
- kita pun juga begitu. Harus mau
- berkorban untuk mewujudkan masyarakat
- yang terbaik. Jangan sampai begini. Wah,
- itu kan pada masa Rasulullah. Ah,
- sekarang sudah bukan lagi pada masa
- beliau. Nah, ini saya kira kurang tepat
- karena Islam itu rahmatan lil alamin.
- Bukan
- hanya rahmat dalam arti geografis saja,
- tapi dalam arti waktu. Di zaman
- Rasulullah bisa terwujud, maka sekarang
- pun bisa terwujud. Kalau misalnya Islam
- hanya pada masa Rasulullah, ah kemudian
- di zaman sekarang tidak bisa lah. Apa
- artinya? Kemudian Allah menjadikan rasul
- sebagai rasul yang terakhir. Berarti
- rasul mulai dari beliau sampai nanti
- hari kiamat. Ketika masyarakat yang
- terbaik dapat diwujudkan di Madinah,
- berarti juga dapat diwujudkan di tempat
- lain. Asal usaha yang kita lakukan sama
- dengan apa yang dilakukan oleh orang
- yang telah berhasil tersebut. Nah,
- jangan sampai kita menginginkan
- keberhasilan, tetapi kita tidak mau
- mengikuti jalan-jalan orang-orang yang
- telah berhasil itu. Saya yakin bisa.
- Maka setiap hari kita kan berdoa
- ihdinasiratal mustaqim shathalladzina
- an'amta
- alaihim ghairil magdubi alaihim waladin.
- Amin. Semacam itu. Tunjukkan kami ya
- Allah jalan-jalan yang telah Engkau
- beri, orang yang telah Engkau beri
- nikmat. Siapa antara lain ya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Bahkan kalau
- disebutkan di dalam surah
- An-Nisa, orang-orang yang diberi nikmat
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Minan
- nabiyina
- wasiddiqina wasyuhada washihin wa hasuna
- ulaika rofiqo dalikal fadlum minallah
- ila akhiril ayah. Nah, jadi itulah para
- ikhwan semuanya, akhwat yang dimuliakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala semuanya.
- Bahwasanya apabila kita menginginkan
- masyarakat yang terbaik, maka tidak ada
- jalan yang harus kita tempuh kecuali
- kembali kepada Al-Qur'an dengan
- mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dan itu mampu kita lakukan karena memang
- Islam itu rahmatan lil alamin. Dapat
- berjalan pada masa Rasulullah dan dapat
- berjalan nanti jauh setelah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dapat
- berjalan di Madinah juga dapat berjalan
- di tempat yang lain. Dapat berjalan pada
- generasi yang lalu dan juga dapat
- berjalan untuk generasi yang akan
- datang. Wallahuam bissawab.
- Dan selanjutnya mungkin ini terakhir
- dari Pak Tio di Jakarta. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Spirit hijrah ini sangat
- luar biasa ya. Salah satu buktinya Islam
- akhirnya sampai ke Nusantara yang kita
- rasakan saat ini dan juga ke berbagai
- negeri. Sebetulnya spirit hijrah itu
- dasarnya hati yang lurus dan ikhlas.
- Heeh. Apakah benar demikian? Iya betul.
- Sebetulnya Islam datang ke Indonesia pun
- itu karena hijrahnya para dai. Tentu
- saya sampaikan salah satu ee arti hijrah
- apa? Meninggalkan. Nah,
- alhamdulillah dai-dai yang datang dari
- Timur Tengah ya terlepas dari teori mana
- yang lebih benar. Tapi yang jelas Islam
- ini datang adalah dari luar Indonesia.
- Ada yang ngatakan dari Gujarat, ada yang
- mengatakan dari tanah Arab langsung, ada
- yang mengatakan dari Yaman. Wallahualam
- bisab. Tapi yang jelas itu adalah dari
- luar
- Indonesia, dari luar Nusantara kalau
- dulu. Nah, hijrahnya para dai ke
- Nusantara, ke Indonesia inilah
- akhirnya dengan mereka berpindah, Islam
- menyebar di sini. Inilah spirit
- hijrah. Benar kita rasakan sekarang ini
- Islam di Indonesia. Karena apa? Karena
- hijrahnya para dai. Coba kalau dai tidak
- hijrah dari Gujarat, tidak mau pindah ke
- Nusantara, tidak mau pindah ke
- Indonesia. Coba kalau orang-orang muslim
- Yaman tidak mau hijrah ke Indonesia.
- Dan seandainya tidak ada orang-orang
- Arab, orang-orang yang dari Timur Tengah
- datang ke Indonesia, kita tidak akan
- merasakan ah Islam di Indonesia ini. Ah,
- inilah betul tadi yang katakan
- bahwasanya spirit hijrah itu antara lain
- semangat berkorban dariada itu akhirnya
- kita dapat merasakan Islam nikmat Islam
- di bumi Indonesia ini. Dan
- alhamdulillah Islam tetap jaya di
- Indonesia ini. artinya memang tetap
- dalam
- kondisi ee lebih baik di kondisi dapat
- di mana kita dapat melaksanakan
- mayoritas ini ah ajaran-ajaran Islam ee
- dengan aman dengan tentram walaupun ada
- sudah tentu kasus satu dua dan
- sebagainya itu sebagai satu tantangan
- bahasanya jihad kita, hijrah kita belum
- selesai. Bagaimana kita dapat membangun
- kehidupan Islam di Indonesia untuk lebih
- baik lagi. Dan kita yakin dan selalu
- saya katakan kita mengedepankan husnudan
- bahasanya Islam masa depan akan lebih
- baik daripada Islam saat ini. Asal
- memang kita mau
- berhijrah, asal kita mau berjihad dan
- itu terbukti.
- Mungkin betul dari beberapa tempat ada
- penurunan persentase umat Islam, tetapi
- kesadaran umat Islam pun juga meningkat.
- Alhamdulillah.
- anak-anak yang belajar
- Al-Qur'an, penghafal-penghafal
- Al-Qur'an, kemudian muslimat-muslimat
- yang menutup aurat dan sebagainya. Kita
- lihat makin
- banyak mahasiswa-mahasiswa, mahasiswi
- dan sebagainya yang menyadari
- tentang bagaimana pentingnya kehidupan
- beragama ee dalam kehidupan
- berislam dalam keseharian mereka. Itu
- pun begitu. Ah, ini menunjukkan
- bahasanya insyaallah Islam ke sana makin
- baik. Artis-artis banyak yang hijrah.
- Nah, banyak juga yang hijrah. Itu
- semuanya hendaknya kita sikapi sekali
- lagi dengan pos positif ya, dengan
- husnudan. Tapi yang jelas memang betul
- tadi dari hati dulu. Nah, karena mereka
- mampu
- menundukkan hatinya untuk meninggalkan
- tanah kelahirannya demi berdakwah. Nah,
- akhirnya Islam dapat kita rasakan di
- bumi Indonesia ini. Ya. Baik. Itulah
- nampaknya satu lagi nih ketinggalan tadi
- dari siapa nih? dari Hani katanya,
- "Apakah pengorbanan Habib Rizik
- berhijrah ke kota suci Mekah akan
- menjadi pendahuluan dari keberhasilan
- syariat Islam di Indonesia?" Ah,
- mudah-mudahan begitu. Nah, mudah-mudahan
- begitu dan sebetulnya bukan hanya Habib
- saja yang berhijrah, harusnya kita juga
- berhijrah meninggalkan apa-apa yang
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau itu kita lakukan akan menjadi
- pendahuluan bagi
- tegaknya Islam di bumi Indonesia ini.
- Nah, itu sudah diberi contoh oleh Habib.
- Ah, beliau meninggalkan Indonesia
- mungkin dalam sementara waktu sementara
- dan beliau akan kembali lagi
- mudah-mudahan. Nah, kita yang di
- Indonesia pun bisa begitu walaupun tidak
- meninggalkan tempat tetapi kita
- meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Coba
- seandainya seluruh umat Islam itu
- menyadari itu semuanya tanpa pandang
- kubu,
- tanpa pandang apa istilahnya? Perbedaan
- politik. Perbedaan politik, masyaallah
- yang di sana menyadari saya akan
- tinggalkan hal-hal yang dilarang oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Yang di sini
- menyadari saya tinggalkan yang dilarang
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Insyaallah kalau semuanya begitu, Islam
- akan jaya dan tegak di bumi Indonesia
- yang kita cintai ini. Demikian kurang
- lebihnya. Wallahuam. Baik, namanya kita
- sudah dibatasi oleh waktu nih. Waktu di
- studio menunjukkan pukul 17. Ee 30 ya.
- Dan sebelum diakhiri mungkin langsung
- bisa memberikan penutupnya. Saya
- ikhwan akhwat bahwasanya hijrah yang
- telah dilakukan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam memberikan
- pelajaran-pelajaran yang sangat penting
- bagi kita semuanya. Mudah-mudahan kita
- dapat
- mentadaburi makna hijrah beliau itu
- mulai dari membuat perencanaan yang
- matang, kemudian pengorbanan yang besar,
- dan kemudian
- selanjutnya betapa
- pentingnya masjid, betapa pentingnya
- pendidikan dan betapa pentingnya
- persaudaraan.
- Mudah-mudahan dengan menghayati makna
- hijrah ini rahmat Allah dapat kita
- rasakan bersama. Wallahuam bawab. Baik
- kami ucapkan terima kasih dan jazakallah
- khairan kair kepada Imam Yul Mansur atas
- kajiannya di sore hari ini dan
- insyaallah kita bertemu lagi pekan
- depan. Oh pekan depan ada acara ke ini
- ya ke London ya? Ke Eropa ya? Ke Eropa
- ya. Masyaallah. Ini aja terus langsung
- ke Lampung. Insyaallah semoga diberikan
- kesehatan ya dan kelancaran.
- Dan ikhwan sebelum diakhiri ada satu
- buah informasi. Oh, dua buah ya. Nah,
- lupa saya. Besok insyaallah kita akan
- mengadakan program offer rutin kita
- setiap pekan kedua dan keempat yaitu
- pengajian Ahad pagi Iwan Nawat. Kami
- persilakan untuk hadir di Masjid
- Silaturahim dimulai pukul 8.00 pagi
- insyaallah. Kami persilakan Ikhwan Watad
- untuk mengajak saudaranya, keluarganya
- ya, adik-adiknya mungkin silakan dan
- berkumpul dan menggali ilmu-ilmu yang
- akan disampaikan oleh guru-guru kita. di
- antaranya Ustaz Husein Alatas, Ustaz
- Hamzah dan guru-guru lainnya. Dan satu
- lagi Ahwat. Ee Iwan Ahwat bisa mengikuti
- seminar penghayatan qurani bertajuk
- Kunci Sukses Akhir Manusia adalah husnul
- Khatimah bersama Dokter Hajah Asneli
- Burhanuddin, M.Pd. Beliau merupakan
- narasumber program acara tahsinul Quran
- Rasil ya, Sabtu pagi. Tadi pagi ya
- beliau mengisi seminar ini akan
- dilaksanakan pada hari Ahad, 30
- September 2018. Pukul. Pukul 16.00
- bertempat di Balai Rung, Jalan Matraman
- Raya 19 Jakarta Timur dengan materi
- sakaratul maut, alam barzakh, hari
- kiamat, hari kebangkitan, padang
- mahsyar, hari penghisaban, titian
- siratal mustaqim, indahnya surga dan
- dahsyatnya neraka. Ini infaknya
- Rp500.000. Dan info lebih lanjut, Ikhwan
- Wat bisa menghubungi nomor-nomor di
- antaranya nomor
- 082
- 44198042. Saya ulangi 0822
- 44198042 dengan Boy Rendy juga Hajah
- Afifah di
- 08122 9969.
- Saya ulangi
- 0812
- 1229969. Nah, acara ini diselenggarakan
- oleh Yayasan Cahaya Husnul Khatimah
- Depok. Silakan hormat untuk
- mengikutinya. Semoga kita semua termasuk
- ke dalam golongan orang yang mendapatkan
- kemuliaan husnul khatimah. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Dan akhirnya saya Rizal
- Hak dan teman-teman yang bertugas di
- sore hari ini ada Bang Ondi dan Bang
- Yusuf undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Oh.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]