Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 optimis ataukah ada hal-hal eh sisi 0:03 kritis yang perlu diperhatikan oleh 0:05 Presiden Republik Indonesia menyikapi 0:07 kondisi saat ini kemudian eh Dr pimim 0:11 Basarah mewakili dari ahli kesehatan 0:13 kita Asalamualaikum Dr pim 0:17 Waalaikumsalam eh drim merupakan founder 0:21 rumah vaksinasi ya juga bisa memberikan 0:24 paparan Bagaimana dari sudut pandang 0:26 Sisi kesehatan e penanganan pandemi yang 0:30 sedang dilakukan oleh pemerintah 0:31 sekarang apakah sudah cukup memuaskan 0:33 ataukah ada beberapa hal yang 0:36 perubahan-perubahan signifikan yang 0:38 perlu dilakukan dan juga apa yang perlu 0:41 diketahui masyarakat menghadapi pandemi 0:43 kita saat ini dan eh spesial ges dan tua 0:46 rumah tua rumah kita 0:48 Indal yang senantiasa bersama kita 0:51 setiap pekan bapak Dr Mar Asalamualaikum 0:55 Pak 0:56 mikumsalam warahmatullahi wabarakatuh 0:58 Matur nuun 1:05 BR dan yang juga senantiasa bersama 1:10 kita 1:13 buang Spartan 1:19 kita 1:21 alhamdillah sangat sehat di negara yang 1:28 sakit 1:31 sehat baik Eh sahabat-sahabat sekalian 1:34 sebelum kita memulai diskusi ini dengan 1:36 pembicara yang sangat mumpuni dan sangat 1:38 menarik pada malam ini di berbagai 1:40 bidang Saya mengucapkan terima kasih 1:43 kepada seluruh sahabat setia Leaders dan 1:46 Leaders pemirsa Indal Leaders talk yang 1:49 setiap saat senantiasa menyaksikan 1:51 membersamai dan mengikuti acara ini 1:53 setiap pekannya dan juga ehesial thanks 1:57 to rekan-rekan media dana yang juga 2:00 terut mengikuti Meliput acara ini dan 2:03 juga memberitakan semoga bahasan kita 2:06 pada malam ini bisa memberikan sumbangs 2:09 kontribusi bagi pengambil kebijakan 2:13 khususnya Presiden Jokowi akan 2:15 memberikan pidatu kenegaraan pada 16 2:17 Agustus nanti dan 2:19 juga kepada rakyat Indonesia sebagai 2:22 sebuah pendidikan politik penyadarank 2:24 edukasitik bagi kita semua karena bagaim 2:28 masaan kita oleh sebagaimana ee 2:31 pemahaman dan pengetahuan politik rakyat 2:34 Indonesia dalam memilih pemimpin dan 2:37 perwakilan wakil rakyat di lembaga 2:40 legislatif sel setiap 5 tahun baik eh 2:44 langsung saja kita mulai diskusi kita 2:46 yang menarik pada malam ini terkait 2:48 pidato kenegaraan eh kepada Pak Mardani 2:51 dipersilakan untuk pengantaran 2:55 paparanw kasih Bang izin narasumber yang 2:58 saya banggakan 3:00 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 3:02 warahmatullahi wabarakatuh 3:06 Waalaikumsalam alhamdulillah Allah Shi 3:09 ala sayidina Muhammad Amma ba Selamat 3:12 malam dan salam sejahtera untuk kita 3:15 semua 3:16 eh Leaders dan calon Leaders 3:20 eh pemerhati 3:22 eh masalah negara dan bangsa malam ini 3:27 bahagia sekali Indonesia Leaders edisi 3:30 ke-54 ya Mas Antoni ini setiap pekan 3:35 Drak Wiwi tidak pernah berhenti Natal 3:40 Jalan Tahun Baru Jalan lebaran Jalan 3:44 puasa jalan ya kemarin kita rekor 52 3:49 pekan dalam setahun ya Ini juga 3:52 sudahudah bermula 3 Agustus 3:56 2020 sekarang 13 Agustus edisi ke-54 ee 4:01 tujuannya satu ya kita ingin agar 4:04 Indonesia menjadi lahan yang subur bagi 4:08 e etika E dan logika ya karena ketika 4:13 kita punya etika maka seluruh urusan 4:16 publik akan selesai dengan indah ketika 4:20 kita punya logika maka seluruh urusan 4:23 publik akan bisa mudah diselesaikan 4:26 karena itu Bungi dengan eh akal sehatnya 4:29 saya coba dengan kerangka logikanya eh 4:32 etikanya mudah-mudahan kita terus 4:34 menanam ya 4:36 Sehingga wujudlah Indonesia yang memang 4:39 diharapkan oleh founding fatherers kita 4:42 tema malam ini spesial dengan narasumber 4:45 yang lebih spesial ya Dan kita Mbak Wiwi 4:48 eh mendahului Pak Jokowi ya Pak Jokowi 4:51 16 Agustus kita justru menganalisa gitu 4:56 Adakah yang disampaikan Pak Jokowi ini 4:59 kenyataan atau khayalan ini penting agar 5:03 kita punya kemerdekaan dalam menilai 5:07 sebagai pemimpin dan calon pemimpin kita 5:10 semua diberikan tanggung jawab ya kalau 5:14 kata Baginda 5:18 Nabi setiap kalian adalah pemimpin dan 5:21 setiap pemimpin akan dimintai 5:24 pertanggungjawabannya Negeri Ini bukan 5:28 milik satu 5:30 bukan milik Pak Jokowi negeri ini milik 5:33 rakyat karena itu Kitalah rakyatlah yang 5:37 bertanggung jawab menjadikan negeri ini 5:40 pemimpin itu lahir dari rahim 5:42 masyarakatnya masyarakat yang sehat 5:45 melahirkan pemimpin yang sehat 5:47 masyarakat yang logik melahirkan 5:49 pemimpin yang punya logika masyarakat 5:52 yang etis melahirkan pemimpin yang punya 5:55 etika dan karena 5:57 itu kami Salu membingkai keseluruhannya 6:01 dalam perspektif etika dan logika dua 6:04 hal ini penting etika sebetulnya ini 6:07 urusan keberanian kita kalau dalam iman 6:11 kita e ada yang di atas yang membuat 6:14 kita tidak pernah takut untuk 6:16 menyuarakan kebenaran Sepahit apapun 6:19 walaupun saya suka deg-degan kalau Bung 6:21 Roki yang bicara Kalau saya masih ada 6:24 sedikit Mbak Wiwi imunitas itu kalau 6:27 Bung Roki ini enggak punya imunitas itu 6:29 isitas enggak imunitas enggak gitu loh 6:32 tetapi keyakinannya jauh lebih kuat 6:34 dibanding saya gitu Jadi saya toum up 6:37 gitu walaupun sering Saya doakan ya 6:40 Allah jaga Bung RG gitu sama seperti 6:43 semuanya kita doakan jadi 6:46 Eh Pak Jokowi pernah punya pidato 6:50 kenegaraan menargetkan 7% ya ini di 6:53 periode pertama ternyata 5% pun 6:56 tertatih-tatih ya dulu Pak Jokowi 6:59 berharap kita melompat ya ternyata 7:01 berjalan pun kita berat belum lagi 7:03 ditambah dengan pandemi dan karena itu 7:05 ada tiga hal yang ingin saya angkat yang 7:08 pertama tidak ada makan siang gratis 7:12 sehingga kemandirian kemandirian dan 7:15 kemandirian 7:17 menjadi 7:19 satu etika dasar yang harus dimiliki 7:22 oleh pemimpin Ya tentu bukan kemandirian 7:25 dalam Le serv ya ketika mengambil 7:28 katakan PR atau kalteks dan seterusnya 7:31 ternyata kajian tempo nanti Prof Antoni 7:34 bisa mendetailkan eh bukan e benefit 7:39 center tapi bisa jadi C center ya sama 7:41 seperti ketika pengambil alhan prort ya 7:45 karena eh kita betul-betul harus sampai 7:48 ke isi ya ke konten ke substansi bukan 7:52 cuma di luaran sehingga kita berharap 7:56 dengan acara kita sekarang ini kita 7:58 dapat lihat di mana Sisi kemandirian Pak 8:02 Jokowi kemandirian tentu akan terkait 8:04 dengan keberanian bersikap tidak 8:07 membiarkan Dr viprim Nyun Sewu gitu loh 8:10 kalau saya salah diingatkan ketika 8:12 masyarakat berkorban dengan ppkm yang 8:15 dilanjutkan untuk freezing di activity 8:18 gitu loh sementara TKA bisa melenggang 8:21 kangkung ya buat saya ini dua ini satu 8:24 bertentangan dengan etika karena rakyat 8:27 disuruh berkorban tapi yang lain diberi 8:29 karpet merah satu lagi bertentangan 8:32 dengan akal sehat karena eh mestinya eh 8:36 freezing itu berhenti mobilitas tidak 8:39 ada kecualinya siapun nah tentu eh kita 8:43 bisa melihat Seperti apa keberanian eh 8:47 kemandirian Pak Jokowi dalam pidato 8:49 kenegaraan nanti yang kedua mungkin 8:51 bukan cuma Mandiri tetapi apa Jalan jitu 8:55 untuk keluar dari pandemi apa Jalan jitu 8:59 untuk betul-betul mensejahterakan rakyat 9:01 apa Jalan jitu untuk betul-betul 9:04 mengangkat derajat rakyat kecil beberapa 9:08 waktu yang lalu kami bincang dengan mas 9:10 Kurniawan di Yulianto ya kita negara 9:12 dengan 9:14 273 juta penduduk peringkatnya 55 gitu 9:18 kita sudah kesalib sama Filipin gitu 9:20 filipin di atas kita gitu loh walaupun 9:23 Malaysia dan Thailand di bawah kita 9:24 Singapura juga di bawah kita ya di 9:27 Olimpiade kemarin gu kalau kita lihat 9:29 lagi ee dalam kontribusi ee pendidikan 9:34 visa skor kita berantakan sekali ya 9:36 program International assessment kita 9:39 selalu bottom five itu atau bottom 10 9:41 guu dibanding yang lain mestinya dengan 9:44 anggaran 20% APBN dan APBD itu pelan 9:49 demi tahap demi tahap pendidikan kita 9:52 lebih membaik bukan semata-mata ternyata 9:54 17 triliun untuk laptop dengan segala 9:58 macam cerita ya padahal The Man Behind 10:00 the Gun bukan cuma infrastruktur tapi 10:03 tekn struktur ataupun eh software-nya 10:06 itu yang sangat menentukan tentu kita 10:08 ingin melihat jalan jitu apa yang 10:10 dikeluarkan Pak Jokowi yang ketiga tentu 10:13 target-target yang spesifik karena di di 10:16 e di Agustus tanggal 16 Pak Jokowi 10:20 selalu menyampaikan nota pbn Rua pbn 10:23 kepada DPR kita bisa melihat Seperti apa 10:26 Adakah paradigma baru adakah nilai baru 10:29 Adakah angka-angka yang baru Nah dengan 10:31 kesiapan melihat itu tentu kita bisa 10:34 menilai Apakah pidato kenegaraan Pak 10:37 Jokowi sebuah khayalan atau kenyataan 10:40 yang dapat membangkinkan semangat 10:42 rakyatnya tentu tidak boleh seuzon 10:45 mudah-mudahan hasilnya baik tetapi 10:47 melihat track record selama ini ada 10:50 lebih banyak khayalan dibandingkan 10:52 kenyataan karena itu ayo kita perhatikan 10:55 seperti apa pidato 16 Agustus 2021 10:59 demikian Bang haldi sebagai pengantarnya 11:01 Baik terima kasih eh pak Mardani Ya 11:05 sambil kita menantikan nanti Seperti apa 11:07 Eh kita ingin juga mendengar eh 11:11 pandangan secara independen dan 11:12 profesional dan ilmiah dari para 11:14 narasumber kita yang sangat mumpuni di 11:16 bidangnya sebelum kita masuk ke Prof 11:18 Siti zuhro Eh ada beberapa pengumuman 11:21 yang pertama acara ini bisa disaksikan 11:24 secara langsung melalui channel YouTube 11:27 dan Facebook Mardani Ali Sera dan juga 11:30 channel youtubeasil TV dan juga 11:33 disiarkan secara langsung melalui 11:35 channel radio e melalui radio siaran 11:38 radio e 720 am bagi sahabat-sahabat yang 11:41 ingin mendengarkan melalui radio ingin 11:44 hemat paket data internetnya 11:46 Eh bisa mendengar melalui siaran radio 11:49 720 am dan juga 11:52 eh untuk edisi pada malam ini spesial 11:56 akan ada giveaway hadiah ya 76 saldo 12:00 r6.000 eh kepada lima penanya di akun 12:05 Youtube e Mardani ada di channel YouTube 12:07 marani ala yang sedang menyiarkan secara 12:10 langsung acara ini jadi bagi 12:12 sahabat-sahabat sekalian eh jangan 12:14 tertinggalan jangan Tertinggal dan 12:16 silakan memberikan pertanyaan nanti lima 12:19 pertanyaan terpilih nanti akan Coba kita 12:20 tanyakan ke para narasumber dan juga 12:23 bagi penanya akan mendapatkan saldo 12:26 r76.000 hadiah kemerdeka an Republik 12:29 Indonesia ee di ulang tahun Republik 12:32 Indonesia kita yang ke-76 baik ee 12:34 langsung kita masuk ee kepada eh 12:38 narasumber spesial kita eh Prof Siti 12:41 zuhroh e guru besar politik Lipi 12:43 dipersilakan 12:46 Prof terima kasih eh Mas haldi 12:49 Panjaitan Bismillahirrahmanirrahim 12:51 asalamualaikum warahmatullahi 12:53 wabarakatuh waalaikums Selamat malam 12:56 Salam sejahtera bagi kita sem warakatuh 12:59 ya terima kasih ini undangannya puji 13:01 syukur keadat Allah subhanahu wa taala 13:04 yang memudahkan langkah kita untuk 13:07 menghadiri acara diskusi ya 13:10 Eh untuk mengantisipasi pidato 13:13 kenegaraan yang kita sama-sama tahu 13:16 adalah kita akan merayakan 76 tahun 13:19 Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus ini 13:23 jadi Insyaallah kita akan merayakan 13:25 tidak terasa 76 tahun usia yang cukup 13:29 matang ya untuk tidak dikatakan tua 13:31 sekali gitu ya jadi usia ee cukup matang 13:35 ini bagaimana kita memaknai dan mengisi 13:38 gitu ya lalu tentu kita Sedang berpikir 13:42 keras Bagaimana Indonesia ke depan ee 13:46 Saya akan mencoba melihatnya dari 13:48 perspektif politik dan demokrasi 13:51 eh khusus Malam ini saya tidak membuat 13:55 satu persiapan apapun ingin spotan saja 13:58 gitu ya 13:59 ingin spontan ke supaya lebih lugas gitu 14:03 ya 14:04 Ee dan ini menarik karena bagaimanapun 14:08 juga berbicara politik dan demokrasi 14:10 kita memang ee harus mengatakan apa 14:13 adanya jadi eh kalau kita bayangkan 14:16 pidato Pak Jokowi eh tidak perlu 14:19 bombastis gitu ya Karena bagaimanapun 14:22 juga kita memasuki era di mana era ini 14:25 adalah era yang sangat rasional era 14:29 disrupsi era digital gitu ya yang 14:32 informasi itu tidak bisa disembunyikan 14:34 lagi semuanya itu sudah terbuka gitu 14:37 Oleh karena itu hal-hal yang seperti ini 14:40 yang membuat kita itu harus menyiapkan 14:43 mindset kita cultural set kita yang 14:46 berubah gitu ya Eh dalam eh kultur yang 14:50 berubah seperti ini cara pandangnya kita 14:53 yang mau tidak mau Suka tidak suka 14:55 berubah seperti ini ya eh kkuensi 14:59 logisnya adalah kita harus memang eh 15:02 memasuki ya jadi menjalani bukan 15:05 memasuki lagi menjalani kehidupan eh new 15:08 normal kita itu dengan betul-betul eh 15:12 apa dibackup atau ditopang oleh satu 15:15 kecerdasan gitu ya kekritisan gitu dan 15:19 eh berpikir yang memang harus sehat 15:22 harus objektif dan kritis tadi itu lah 15:24 ini yang sebetulnya menjadi satu Apa 15:29 visi besar dari pemerintah kita yaitu 15:31 Bagaimana mewujudkan satu S SDM unggul 15:34 lah kalau kita berbicara SDM unggul SDM 15:38 yang mumpuni yang berkualitas dan 15:40 sebagainya mau tidak mau sebetulnya 15:43 demokrasi ini kita harapkan adalah mampu 15:46 membangun tadi itu yang EE dari Ustaz 15:50 Mardani alisera mengatakan bahwa ya ee 15:53 apa ee masyarakat ini mau tidak mau ya 15:57 harus ee ee Mandiri kan gitu ya 16:00 masyarakat yang mandiri pemimpin yang 16:03 beri betul-betul memberikan peluang 16:05 masyarakat itu Mandiri Nah kalau kita 16:07 melihat evaluasi yang dibuat baik oleh 16:10 internasional maupun nasional 16:12 menunjukkan bahwa ternyata gitu ya Eh 16:15 apa indeks demokrasi kita sedang merosot 16:19 gitu ya indeks demokrasi kita sedang 16:22 merosot jadi saya tidak keliru meskipun 16:25 waktu itu saya tidak tahu bahwa kita 16:27 akan emasuki era di mana eh pandemi 16:31 covid itu masuk tahun 2020 waktu eh 16:35 minggu pertama tanggal sekitar tanggal 16:38 10 gitu ya Desember 16:40 2019 saya mengatakan saya tidak tahu 16:43 mengapa saya harus mengatakan prospek 16:46 demokrasi kita politik kita gloomy saya 16:49 katakan itu gloomy gitu untuk tahun 2020 16:53 it happen gitu ya dan di 16:56 2021 ada kelanjutan dan glumi 16:59 selanjutnya gitu ya jadi ee bisa 17:01 dikatakan Mengapa rapor eh politik 17:04 demokrasi kita juga tidak menggembirakan 17:07 gitu ya kalau hukum dikatakan rapotnya 17:09 merah gitu ya langsung to the point 17:12 merah rapotnya hukum kita E ketika rapot 17:15 hukum merah itu saya sudah mulai waswas 17:17 karena ini dampaknya akan terhadap 17:20 demokrasi itu serius 17:21 sekali tidak mungkin Negara kita 17:24 Indonesia ini akan melakukan 17:27 reformasi-reformasi atau pembenahan 17:29 perbaikan kalau tidak ditopang oleh 17:32 katakan gitu ya satu sistem hukum yang 17:34 betul-betul terukur yang ada ketaatan di 17:37 situ gitu kan ada keterikatan kita 17:40 Masyarakat Indonesia gitu kan jadi ada 17:42 kepastian hukum tadi itu apalagi 17:45 berkaitan dengan daya saing kita ya di 17:47 internasional dan 17:49 sebagainya kepastian hukum itu nomor 17:51 satu gitu kan lah kalau sudah tidak ada 17:53 itu Mengapa kita lalu merosot gitu ya 17:57 setiap pemil setiap Pilkada Tidak 18:00 meningkatkan kualitas kita dalam 18:02 berdemokrasi kita tidak naik kelas gitu 18:05 loh kenap ternyata demokrasinya 18:08 prosedural kan gitu demokrasinya tidak 18:11 substantif tapi prosedural ketika 18:13 prosedural apa yang terjadi ya kita 18:17 akhirnya ada stagnasi di situ dan ketika 18:20 stagnasi itu kita cari-cari mengapa ini 18:23 kok stagnan Oh kalau kita ambil satu 18:26 contoh e di mana Pemilu 2019 kita 18:30 lakukan gitu ya itu betul-betul membuat 18:33 kemerosotan yang sangat signifikan eh 18:37 terhadap demokrasi kita kualitas 18:39 demokrasi kita selain kompetisi 18:41 kontestasinya tidak sehat ya kita tahu 18:43 gitu ya sangat tidak sehat gitu karena 18:46 kompetisi kontestasi dilakukan dengan 18:49 menghalalkan semua cara gitu kan 18:51 menghalalkan semua cara pokoknya menang 18:54 kan gitu nah itu baik di Pilkada maupun 18:57 di pemilu pilpresnya juga pileknya gitu 19:00 lah ini yang masih ee apa menjadikan 19:05 kita kalau berpikir jauh ke depan untuk 19:08 tahun 2045 gitu ya itu rasanya kita 19:12 belum membangun prakondisi gitu ya untuk 19:16 katakan satu eh prospek eh politik dan 19:19 demokrasi kita yang lebih cerah gitu 19:23 kalau jauh ke 2045 jadi apalagi gitu ya 19:27 nanti ee E ini sudah jelas ya refleksi 19:30 untuk 1 tahun terakhir Gitu ya 19:33 2020221 Gitu ya kita apa eh merasakan 19:38 betul Gitu ya kemerosotan itu karena 19:40 memang sistemnya memang demokrasi kita 19:43 masih mengatakan sistem kita demokrasi 19:45 tapi apa yang kita aplikasikan gitu ya 19:48 tidak menunjukkan itu Kompetisi 19:51 kontestasi kebebasan untuk menyuarakan 19:54 pendapat kita gitu ya ada kekhawatiran 19:57 ketakutan gitu kan jadi ee masyarakat 20:00 Indonesia Padahal kalau ee sistemnya itu 20:04 demokrasi dan memberikan peluang ee 20:07 supaya masyarakat itu Mandiri dan 20:08 sebagainya mau tidak mau dilatih kan 20:11 gitu lah latihan tadi itu yang eh tidak 20:14 diberikan lagi rasanya apa ya 20:18 Eh public sphere gitu ya jadi ruang 20:22 publik itu menjadi sangat sempit 20:24 sekarang ini gitu karena tadi itu ee 20:28 kontestasi kompetisi tidak diberikan ya 20:30 ini antara lain dan juga eh selain ee 20:34 memang kita melihat ada kemerosotan 20:36 dalam hal ee 20:38 ekspresi atau kebebasan ekspresi tadi 20:41 itu tidak kita ee rasakan lagi gitu ya 20:45 Bagaimana peran dari medianya media yang 20:48 mainstream lalu Civil Society yang di 20:51 situ itu kita harapkan dengan demokrasi 20:53 partisipatoris pemilu presiden langsung 20:57 Pilkada nya langsung nah mau tidak mau 21:00 masyarakat itu harusnya memang mengawal 21:02 gitu ya karena dia dari rakyat oleh 21:05 rakyat untuk rakyat gitu kan rakyat 21:07 kata-kata kuncinya itu rakyat kan gitu 21:10 ketika kata kuncinya rakyat rakyat 21:12 bersuara rakyat mengawal rakyat ee ingin 21:15 ikut ee tahu bagaimana proses satu 21:18 kebijakan publik itu dilakukan dan 21:20 sebagainya Wah itu sudah mulai ee 21:23 kesulitan mengakses dan sebagainya 21:26 sekonyong-konyong rancangan undang 21:28 undang menjadi undang-undang lalu 21:30 resistensi terjadi dari masyarakat 21:32 peluang itu tidak berikan pokoknya sudah 21:34 jadi saja kan gitu ya Eh sehingga Ada 21:38 apa demonstrasi dan sebagainya masih 21:41 juga kita rasakan eh kampus tidak 21:44 berpihak pada mahasiswanya gitu kan 21:47 malahan diajari untuk tidak boleh 21:50 berdemo bersuara lantang dan sebagainya 21:53 lah ini menurut saya ini mulai memadam 21:56 gitu ya padamnya gitu ya 21:59 Eh demokrasi kita gitu nah ini yang juga 22:03 Eh mulai mengkhawatirkan Apalagi kita 22:06 akan menyongsong nanti eh 2024 yang di 22:10 situ akan terjadi pemilu serentak 22:13 menurut Legislatif dan Eksekutif 22:15 pemilunya serentak meskipun rakyat masih 22:18 menghendaki tidak seperti itu jangan 22:20 dilakukan Pemilu borongan kan gitu tapi 22:23 kita tidak punya daya upaya e karena 22:26 bukan pengambil akan gitu ya Jadi kita 22:29 ini cuman user kita Masyarakat atau 22:32 warga negara pemilih yang akan diveta 22:35 complete gitu ya oleh para elit politik 22:37 gitu nah ini yang menurut saya kotankkut 22:41 kezaliman tersendiri kalau itu 22:43 dipaksakan gitu kita sudah menyuarakan 22:45 dengan suara hati nurani yang paling 22:47 dalam gitu Tolong jangan dilakukan 22:51 Pemilu borongan karena Pemilu borongan 22:54 Yang lalu sudah menghasilkan gitu ya ee 22:57 ee meninggalnya eh ratusan gitu ya orang 23:01 yaitu KPPS Gitu Ee yang menurut saya ini 23:05 juga belum ada solusinya lalu juga luar 23:08 Biasanya karena dipaksa dua Pasangan 23:11 calon apa yang terjadi berhadap-hadapan 23:13 nah ending-nya adalah keterbelahan dan 23:17 itu juga belum diobati gitu jadi banyak 23:21 sekali pekerjaan rumah ya Ee yang harus 23:24 dilakukan oleh para pengurus negara ini 23:27 gitu ee untuk diberikan solusi-solusinya 23:31 yang tadi itu mujarab tadi itu ini sulit 23:35 sekali Menurut saya karena sudah 23:37 menimbun gitu ya menimbun dan dalam 23:41 keadaan menimbun seperti ini ternyata 23:44 public distras itu menurun gitu ya lah 23:48 ini public distras menurun mau dikasih 23:51 contoh apapun ada gitu ya di bidang 23:53 ekonomi bisa dicontohkan di bidang 23:55 politik bisa dicontohkan di bidang hukum 23:58 bisa dicontohkan tapi ketika negara 24:01 hukum negara Indonesia sebagai negara 24:03 hukum tidak bisa dibuktikan secara 24:06 konkret dampaknya luar biasa menurut 24:09 saya jadi saya khawatir sekali gitu 24:12 justru pekerjaan rumah pertama yang 24:15 waktu itu kita wanti-wanti kepada ee Pak 24:18 Jokowi dan pak Maruf Amin itu adalah 24:21 bagaimana supaya rapot merah selama 24:24 periode pertamanya itu ee di bidang 24:27 hukum itu itu bisa dibenahi diperbaiki 24:29 ee Ini yang kelihatannya lalu tidak 24:33 sempat atau bagaimana tidak tahu Gitu Ee 24:37 kita menghadapi ternyata pandemi covid 24:39 luar biasa 1 Seteng tahun ini Jadi ee 24:44 apa ya pekerjaan rumah yang tidak bisa 24:47 dilakukan dengan sempurna atau memadai 24:50 tadi itu ditambahkan dengan permasalahan 24:53 yang dimunculkan dampak-dampak dari 24:56 pandemi covid yang dahsyat ya di bidang 24:58 sosial ekonomi sosial politik hukum kan 25:02 gitu ya dan berpengaruh terhadap 25:04 kepercayaan publik ini nah ini yang 25:07 penting kepercayaan publik itu Eh ini 25:10 berkaitan langsung berkorelasi langsung 25:12 dengan legitimasi pemerintahan ini tidak 25:15 boleh ada pembiaran karena masyarakat 25:18 yang betul obe Gitu ya taat gitu ya pada 25:22 pemerintah kepada kebijakan pemerintah 25:24 dan sebagainya Itu pastinya masyarakat 25:28 atau warga negara yang bisa menyaksikan 25:31 gitu ya bahwa kebijakan-kebijakan itu 25:33 semua adalah kebijakan yang berpihak 25:35 kepada rakyat gitu karena memang ketika 25:38 demokrasinya langsung yang dari rakyat 25:41 oleh rakyat untuk rakyat itu idealnya 25:44 seperti itu e ini mestinya gitu ya 25:47 mendekatkan Bagaimana pemimpin dengan 25:50 rakyat tadi itu berkomunikasinya sudah 25:52 dua arah tidak satu arah lagi dua arah 25:55 karena demokrasi tadi itu lah ini 25:58 ternyata juga tidak terjadi gitu lah ini 26:01 yang menurut saya bahkan communication 26:03 breakdown istilahnya gitu ya karena lalu 26:07 komunikasi politik itu gak nyambung lagi 26:09 gitu Apa yang diucapkan apa yang jadi 26:12 tindakannya itu dianggap lalu silang 26:15 sengkarut seperti itu jadi dalam arti 26:17 tidak nyambung gitu sehingga itu 26:19 menimbulkan rasa tidak percaya dari 26:21 masyarakat gitu ya kepada tentunya 26:24 pemerintah baik di level nasional 26:27 provinsi kabupaten dan kita melihat 26:30 bagaimana relasi yang terjadi juga 26:33 antara pemerintah dengan pemerintah 26:35 daerah antara tingkatan pemerintahan itu 26:39 juga tidak harmonis dan saat ini kita 26:42 menyaksikan Bagaimana satu kebijakan 26:44 yang berkaitan dengan covid gitu ya 26:46 dipaksakan untuk sama meskipun gitu ya 26:49 daerah-daerah itu sebetulnya sangat gitu 26:53 sangat haw-was gitu ya bagaimana Harus 26:56 merespon secara tangkas apa yang dimaui 26:59 oleh masyarakat gitu tapi dia harus juga 27:01 menyesuaikan apa yang EE sudah dipti 27:04 ditentukan diambil kebijakannya oleh 27:06 pemerintah nasional lah ini semua juga 27:09 ee Saya melihat 1 tahun setengah 27:12 terakhir tahun 1 Seteng tahun terakhir 27:14 ini ya Bahkan mulai April waktu itu kita 27:17 sudah wanti-wanti dengan pola relasi 27:19 pusat daerah yang seharusnya harmonis 27:21 gitu sinergis tapi tidak terjadi seperti 27:24 itu gitu nah ini juga apa t ikan-tarikan 27:28 politik itu lebih dominan gitu ya jadi 27:31 eh memimpin negara yang namanya 27:34 uniterisate NKRI ini negara yang sangat 27:37 arsipelagu ini butuh talenta menurut 27:40 saya dan kita sudah diberikan contoh 27:43 bahwa pemimpin kita itu memang pemimpin 27:46 yang Brilian gitu ya mengetahui 27:48 bagaimana komposisi 27:51 arsipelago yang sangat bineka Tunggal 27:53 Ika dengan kemajemukannya dan sebagainya 27:56 itu bagaim mana seorang pemimpin di 27:59 level nasional itu bisa menyatukan gitu 28:02 ya satu daerah ee dari apa eh daerah 28:06 dari Sabang sampai meroki menjadi satu 28:08 kesatuan yang kontinum gitu ya karena 28:11 mereka adalah bagian integral dari NKRI 28:14 yang utuh yang tidak bisa eh mau tidak 28:17 mau memang menjadi bagian yang absah 28:20 gitu ya dari NKRI lah ini yang mulai 28:23 kita lihat Bagaimana 28:25 eh bergolak gitu ya yang terjadi di ee 28:29 Papua dan berkali-kali kan seperti itu 28:31 lah ini juga menjadi pekerjaan rumah 28:34 yang menurut saya apa yang salah ini 28:37 dengan pengelolaan Papua padahal pak 28:40 Jokowi dari awal adalah ee sangat 28:42 mempromosikan Papua bukan Aceh malahan 28:45 kan gitu tapi justru Papua yang 28:48 terus-menerus EE semacam melakukan apa 28:52 ya unjuk rasa gitu ke pemerintahan 28:54 nasional itu cara gitu ya kalau dari 28:57 perspektif politik seperti itu 28:59 ketidakpuasan kekecewaan kan gitu itu 29:02 dimuntahkan dalam bentuk protes Gitu Ee 29:05 yang terakhir ini kita melihat 29:07 akhir-akhir ini adalah penggunaan 29:09 cara-cara kekerasan yang ini yang 29:11 mengkhawatirkan jadi dengan terbunuhnya 29:15 gitu beberapa bahkan sejumlah gitu ya 29:19 Ee orang yang ada di Papua dan 29:21 sebagainya konflik-konflik yang 29:24 nuansanya seperti itu apalagi sekarang 29:26 ini akan ee mengakhiri ee kebijakan sus 29:30 gitu ya undang-undang Sus dan itu 29:32 pastinya apakah diperpanjang Lalu ada 29:34 revisi undang-undang sus dan sebagainya 29:37 ini pekerjaannya pekerjaan rumahnya luar 29:39 biasa jadi menurut saya kalau eh negara 29:42 ini tidak diurus dengan satu katakan 29:46 kebijakan yang betul-betul mengedepankan 29:49 eh good governnance gitu ya kebijakan 29:53 yang transparan dan akuntable gitu ya 29:56 Selain partisipatif karena pemilunya 29:58 seperti itu ya Menurut saya kita akan 30:01 menunggu aja bom waktu gitu ya betapa 30:04 Indonesia nantinya sulit untuk kita 30:08 semua menyaksikan menjadi negara maju 30:11 karena apa Karena sudah salah urus 30:13 dengan sendirinya gitu ya tidak 30:15 mengedepankan eh satu Good Government 30:18 pemerintahan yang baik gitu ya 30:20 pemerintahan yang betul-betul gitu 30:23 mengedepankan eh satu pembangunan yang 30:27 ajukan kan gitu lah ini jadi 30:29 inovasi-inovasi yang dilakukan selama 30:32 ini inovasi yang tidak kontinum gitu ya 30:35 yang tidak integrated gitu tapi inovasi 30:38 yang parsial gitu ya dilakukan oleh 30:41 daerah sejumlah daerah tertentu Tapi itu 30:43 tidak dimanage well gitu ya dengan cara 30:46 yang integrity tadi jadi memang 30:48 political will political commitment dan 30:51 Law enforcement itu sangat diperlukan 30:53 jadi menjadi satu kesatuan dan tentunya 30:56 dalam mengelola negara itu kan filosofi 30:59 teks konteks itu harus betul-betul 31:01 dipahami secara utuh gitu jadi supaya 31:04 apa supaya jalannya itu tidak ee apa ya 31:08 tidak menimbulkan gejolak-gejolak 31:10 terus-menerus gitu jadi Sudah memahami 31:13 betul 5 tahun ke depan itu seperti apa 31:15 kalau seperti ini kan kita hanya 31:17 mencatat Bagaimana masyarakat sedang 31:19 tidak percaya kepada pemerintah karena 31:22 kebijakan-kebijakan itu apa yang antara 31:25 yang diucapkan dan akan itu tidak tidak 31:28 nyambung tidak satu Bagaimana bisa 31:31 percaya kan gitu nah ini yang termasuk 31:35 antara lain kita saksikan Bagaimana 31:38 Leading party untuk partai pemerintah 31:41 gitu ya seperti PDI Perjuangan eh 31:44 terpaksa harus mengeluarkan pernyataan 31:47 gitu ya Eh Yang intinya adalah 31:50 mengingatkan gitu Kalau menurut saya 31:52 bagus saja diingatkan gitu bukan berarti 31:54 dibiar-biarkan gitu diingatkan bahwa ini 31:58 sedang tidak well on Dr track kan gitu 32:01 Dan itu menjadi pertanyaan banyak orang 32:03 jangan ada pembiaran jadi kalau saya 32:06 bersetuju kalau ada yang berpikir eh 32:09 katakan kritis dan mengingatkan tadi itu 32:12 bukan dalam konteks untuk kepentingan 32:14 golongan saja tapi untuk kepentingan 32:16 NKRI Gu Jadi selama itu untuk 32:19 kepentingan NKRI tidak bisa disalahkan 32:22 gitu toh kita ini bukan ee mengingatkan 32:25 seperti ini betul-betul kita sampan 32:27 dengan nurani kita mungk itu catatan 32:31 yang paling penting ya yang per di di 32:34 politik dan demokrasi kita supaya nanti 32:37 jauh lebihik kasih wasalamualikum 32:40 warahmatullah 32:42 wabak Terima kasih 32:45 Prof tadi ada beberapa ya catatan 32:49 terkait apa perkembangan duniak 32:53 pr-prkokras danaeg hukum yang an serius 32:58 Eh bisa kita lihat juga di survei Carta 33:01 politika terakhir eh bahwa kepercayaan 33:03 masyarakat terkait dengan penegakan 33:05 hukum itu menurun drastis eh Bu Siti 33:08 sudah mulai masyarakat melihat bahwa 33:10 penagakan hukum di negara kita 33:12 carutmarut ini kan PR besar bagi Pak 33:15 Jokowi selaku presiden yang sejak awal 33:18 senantiasa ingin mewujudkan pemerintahan 33:20 yang bersih dan berlandaskan supremasi 33:23 hukum ya mudah-mudahan Pak Jokowi bisa 33:27 melakukan perbaikan signifikan terkait 33:29 dengan penakan hukum baik sekarang kita 33:33 masuk ke Pak Bu dari sudut pandang 33:36 ekonomi dank ini juga 33:40 iniak retor 33:46 universitasam Pak nanti kalau bisa 33:55 kita ee bisa apa memaparkan juga 34:00 pandangan kritisnya mengenai situasi 34:02 ekonomi dan politik ya 34:04 Eh kita yang sedang berlangsung dan 34:06 mudah-mudahan ini jadi perhatian Eh Pak 34:08 Jokowi juga dalam pidato kenegaraan 34:10 nanti kepada Pak Antoni persilakan Pak 34:12 Iya eh terima kasih selamat malam Bapak 34:15 dan Ibu eh pakani 34:18 eh Bu si Z Bungi dan Dr 34:25 pipinam 34:29 jadi kalau kita lihat biasanya di dalam 34:32 sambutan untuk 34:35 kemerdekaan itu 34:38 biasa harus ada sambutan yang berkaitan 34:42 dengan kondisi atau situasi ee 34:46 perjuangan 34:47 EE Artinya kita menghargai bahwa Ee 34:52 pejuang-pejuang kita yang sudah 34:55 merebut kemerdekaan ini dan kalau kita 34:59 lihat itu bukan hanya dari tahun 45 saja 35:01 begitu deklarasi tapi kalau kita lihat 35:04 adalah bahwa perjuangan ini adalah Jauh 35:06 sebelum itu ya Meskipun setelah itu 35:10 agresif Lalu ada dan kita 35:13 mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 35:16 Agustus setelah 35:17 eh Jepang 35:20 dibombardir menyerah du hari setelah itu 35:24 kita dan kalau kita lihat Amerika 35:27 Serikat sudah merdeka 245 tahun tetapi 35:31 setiap tahun masih diperingati dan cara 35:34 diperingati adalah sangat 35:37 retorik jadi sangat Mengingat bahwa kita 35:41 bisa ada hari ini bicara begini Ini 35:43 adalah karena ada yang berkorban 35:46 berkorban nyawa juga nah itu yang harus 35:49 dihargai jadi kalau kita lihat 35:51 terakhir-terakhir ini bahwa itu sudah 35:54 tidak ada yang ada adalah 35:57 pada Agustus 16 Agustus itu adalah 35:59 sekaligus penyampaikan ee dengan sidang 36:04 di MPR DPR jadi menyampaikan semacam 36:08 eh semacam apa pertanggungjawaban Tapi 36:11 itu pun sebetulnya tidak gitu karena 36:13 tidak ada pertanggungjawaban lagi di 36:15 dalam DPR dan MPR ini gitu jadi 36:17 eksekutif tidak ada 36:19 mempertanggungjawabkan untuk hal itu 36:21 tapi cuma menyampaikan menyampaikan 36:24 ee mengenai jalannya ekonomi dan apa 36:27 yang mau dicapai dan ini sangat 36:30 mengecewakan kalau kita lihat bahwa 36:34 Kenapa kita pentingnya eh kemerdekaan 36:36 ini diperingati sekaligus ada di situ 36:40 nilai-nilai konstitusi kalau Amerika 36:43 mengatakan bahwa Life Liberty dan 36:45 pursuit of happiness itu sangat penting 36:48 dan itu dijalankan bukan hanya di 36:51 Amerika tetapi juga untuk dunia Mereka 36:54 bilang bahwa setiap orang dilahirkan itu 36:58 sama Jadi tidak boleh ada yang 37:00 terjajar yang lebih menarik adalah yang 37:04 dimaksud dengan terjajah ini itu bukan 37:07 hanya dari kolonial yang terjajah ini 37:10 juga dari 37:11 pemerintah Nah jadi di situ adalah 37:14 kelihatannya bahwa eh basis dari Thomas 37:18 Jefferson membuat deklarasi ini yaitu 37:22 berdasarkan dari filosopher John lock 37:26 maaf Bung Rocky mungkin nanti bisa 37:28 koreksi bahwa John lock mengatakan bahwa 37:30 setiap orang adalah yang penting eh Life 37:34 Liberty dan properti ole John l lalu 37:37 kemudian dikaitkan dengan eh dengan 37:41 pursuit of happiness nah John lock di 37:44 situ ada dua yang diambil yaitu of tyran 37:47 and of the dissolution of government 37:51 jadi bahwa kebebasan itu juga bisa 37:55 melawan 37:57 bukan hanya penjajah bukan hanya 37:59 kolonialisme tetapi juga dari 38:03 eh pemerintah itu sendiri agar tidak 38:07 Tirani nah ini yang sangat penting bahwa 38:10 Amerika justru menjaga bahwa mereka 38:12 tidak boleh tiani Nah sekarang kita 38:15 bagaimana tadi sudah dikatakan hukum 38:17 mundur dan sebagainya berarti ini kan 38:19 sudah menuju ke sana Nah Bagaimana hak 38:22 rakyat untuk ke sana untuk mengingatkan 38:25 itu nah ini yang sangat penting dan 38:28 kalau pidato ini 38:30 eh Di disampaikan pada Agustus bersama 38:35 kemerdekaan itu mengingatkan pemerintah 38:38 juga bahwa dia tidak boleh 38:40 mengatakan itu pertama tapi kalau kita 38:44 lihat ya banyak kan pemerintah ini yang 38:47 apa yang 38:48 dikatakan lain dengan apa yang 38:50 dikerjakan ya itu katanya buyonan Gusdur 38:53 ya ya apa yang nanti kita akan 38:55 mendapatkan suatu pemerintah di mana apa 38:58 yang dikatakan beda dengan apa yang 39:00 dikerjakan Katya Nah sekarang kita lihat 39:03 di dalam ekonomi 39:06 ini tidak ada kalau kita merayakan 39:08 kemerdekaan lalu membuat suatu pidato 39:12 kenegaraan lalu kita mengatakan bahwa 39:14 ekonomi di untuk 39:16 2045ah pemerintah sendiri kan enggak 39:18 sampai 2045 Bagaimana kita bisa 39:21 mengatakan bahwa ini akan menjadi negara 39:23 maju Nah itulah dalam konteks itu jangan 39:26 mendahulukan yang yang lainnya gitu jadi 39:29 harus di dalam konteks sebetulnya apa 39:31 yang sudah dicapai dan untuk menuju ke 39:34 negara maju apa yang target yang akan 39:37 dicapai 39:38 itu jadi kalau kita lihat target 7% itu 39:42 sudah tidak tercapai ya lalu kita bilang 39:45 bahwa tahun 25 akan menjadi sekian ini 39:48 kan sudah kelihatan bahwa target ini kan 39:50 bukannya target Impossible bagaimana 39:53 kita sekarang ada satu itu mengatakan 39:56 bahwa target 2045 akan sekian gitu eh 40:00 bisa saja nanti pemerintah yang akan 40:01 datang 40:02 merusak atau bagaimanun itu jadi ini 40:05 sudah tidak masuk kakal jadi long 40:08 planning di dalam ini sudah tidak bisa 40:10 Nah kesinambungan itu harus adanya 40:14 adalah n misalkan kalau dulu kita ada 40:16 gbhm kita lihat saja pahar ada GBHN 40:20 tetapi kemudian terputus menjadi ini 40:23 jadi semuanya sudah tidak nyambung apa 40:25 yang dikerja dalam pembangunan ekonomi 40:28 Oke ee lalu kita lihat apakah 40:31 2045 EE kita akan mencapai 40:35 eh sebagai negara 40:38 maju jadi kalau kita lihat yang 40:40 mengatakan 245 menjadi negara maju itu 40:45 sepertinya tidak berpikir tidak 40:49 ee apa mendata tidak membuat suatu 40:54 perencanaan yang matang Gu Jadi 40:57 sebetulnya ekonomi Eh bisa enggak saya 40:59 share screen ya kalau untuk ini kan ada 41:03 data-data eh mungkin saya minta 41:06 dikasihkan akses sedikit iya silakan 41:09 teman-teman Bisa 41:12 bisa Belum bisa ini host disable 41:17 participant screen sharing mungkin Ah ya 41:22 oke 41:25 eh 41:29 Om Yahya sudah 41:35 sudah kelihatan ya iya jelas jelas 41:40 nah jadi di sini 41:43 adalah saya masuk kepada su ya kalau 41:46 kita lihat seolah-olah ekonomi kita itu 41:49 tinggi kita bangga menjadi 1 triliun 41:52 menjadi 1 triliun itu itu adalah biaya 41:56 yang harus dicapai itu sangat mahal jadi 42:00 ekonomi kita ini mengandung 42:03 gelembung kalau kita lihat di dalam 42:05 local currency ya di dalam rupiah 42:08 ekonomi kita dari 7 sampai 2019 tumbuh 42:13 18.677 kali tumbuhnya 42:16 18.677 kali jauh lebih besar daripada 42:19 yang lain 42:21 semuanya tetapi begitu di dalam dolar ya 42:24 kar juga harga market exchange rate itu 42:28 cuma 197 kali kita kalah sama Korea dan 42:31 kalah sama Singapura dan kalau kita 42:35 perhatikan dengan Real ekonominya real 42:38 kita itu tumbuh cuma 17 kali artinya ini 42:41 Apa semuanya artinya ekonomi kita itu 42:44 gelembung 1 triliun pun itu sebetulnya 42:47 tidak ada gunanya Karena pada saat itu 42:50 termakan dengan inflasi inflasi bahwa 42:53 harga barang di tempat kita ini sudah 42:55 jauh lebih mahal dibandingkan dengan 42:57 pendapatan per kapita Yang 43:00 eh rata-rata Yang kita ada Jadi kalau 43:03 kita lihat pengentasan kemiskinan pun 43:05 kita gagal kesenjangan sosial masih 43:08 bertahan tinggi jadi ekonomi kita 43:11 diwarnai dengan inflasi depresiasi 43:13 rupiah yang menciptakan itu adalah 43:17 ekonomi kita berbasis komoditas begitu 43:20 harga tinggi maka dia menciptakan Babel 43:23 ya harga tinggi ekonomi dalam nominal 43:26 tinggi tetapi kemudian dalam konstan dia 43:30 dikoreksi Nah kalau kita lihat transaksi 43:33 berjalan kita defisit secara struktural 43:35 ini yang harusnya diperhatikan karena 43:39 kita punya preambul dari kita punya Eh 43:42 undang-undang dasar itu adalah 43:44 mensejahterakan bangsa dan kesejahteraan 43:47 umum salah satunya itu dan tentu saja 43:51 ada eh melindungi warga negara dan 43:53 sebagainya jadi kalau kita lihat kemisk 43:56 di dalam 5,5 dolar yaitu Indonesia itu 44:01 2019 itu masih 44:03 52,8% kan luar biasa persen dalam arti 44:08 eh terhadap populasi Jadi kurang lebih 44:12 itu 140 juta orang kemiskinan dengan 44:16 kriteria 5,5 per kapita per hari di mana 44:20 Thailand ini hanya 6,2 nah Vietnam belum 44:23 ada data tapi kalau kita mundur ke 2018 44:26 kita ini dua kali lipat lebih hampir eh 44:30 2 Seteng kali lipat dari Vietnam jadi 44:33 kita punya ekonomi ini ini yang 44:35 sebetulnya harus diperhatikan oleh 44:38 Pemerintah Bagaimana pembagian kue 44:41 ekonomi sesuai dengan cita-cita bangsa 44:44 Indonesia merdeka kalau dengan caranya 44:47 begini Itu sama juga sama kita itu masih 44:49 dijajah mungkin di dalam kolonial itu 44:52 mungkin juga segini juga kita jadi tidak 44:54 ada ini eh perbaikan yang sangat 44:57 signifikan Nah kalau kita lihat 45:00 pendapatan ini 2018 dengan 3,2 do per 45:04 hari Vietnam itu cuma 45:07 6,6% kita di sini 45:11 21,5% Jadi kita ini tiga kali lipat 45:14 lebih dari 45:15 Vietnam kemiskinan kita dari dalam 45:18 persentasi dari populasi Nah di sini 45:21 artinya Apa artinya kesenjangan sosial 45:23 di Indonesia itu jauh-jauh lebih tinggi 45:26 dari Vietnam bayangkan bahwa di sini 45:28 kita tiga kali lipat Padahal kita punya 45:30 pendapatan per kapita itu jauh lebih 45:33 tinggi dari Vietnam kita 4.000 Vietnam 45:36 kurang lebih 45:37 2.400 jadi dengan demikian kita punya 45:42 kesenjangan sosial bisa berkali-kali 45:44 lipat dari Vietnam Nah kalau kita lihat 45:48 Kenapa saya kasihkan data ini karena 45:51 kita lihat bahwa kemampuan ekonomi kita 45:54 dari 2005 ini sudah menurun Jadi 45:57 bagaimana bisa dari 2020 sampai ke 46:00 depannya itu bisa meningkat sampai 46:02 sedemikian rupah lebih tinggi dari ini 46:05 nah ini adalah suatu hal yang tidak 46:07 mungkin jadi di sini adalah pertumbuhan 46:10 nominal Dia turun Nah kenapa pertumbuhan 46:13 nominal turun di sini karena harga 46:15 komoditas itu juga turun tajam sehingga 46:18 pertumbuhan PDB kita tergantung dari 46:21 harga komoditas kalau harga komoditas 46:23 naik maka kita ee PDB nya melompat kalau 46:26 dia turun pdb-nya makanya ee juga 46:29 bertumbuhnya 46:31 sedikit dan kalau kita 46:34 lihat penambahan hutang luar negeri 46:37 Karena kita neraca transaksi berjalan 46:40 kita defisit terus maka harus ditutup 46:43 oleh utang luar negeri Nah kalau kita 46:47 lihat perjalanan bahwa dari 2005 sampai 46:51 ke 2019 ini dan tig periode presiden ini 46:56 maka semakin banyak hutang luar negeri 46:59 itu harus disediakan oleh sektor publik 47:02 oleh 47:04 pemerintah 47:06 jadi pemerintah ini sudah menjadi yang 47:09 EE untuk utang untuk mengisi devisa nah 47:14 swasta di sini semuanya juga turun jadi 47:16 peran swasta di dalam pertumbuhan 47:19 ekonomi ini jadi turun jadi utang ini 47:22 hanya untuk mengisi devisa mengisi 47:24 devisa melalui defisit-defisit yang 47:27 dilakukan oleh pemerintah Tentu saja Ini 47:29 tidak sehat dan pada waktunya ini akan 47:32 menjadi masalah Nah jadi kalau kita 47:35 lihat prospek 2045 itu sangat tidak 47:39 cerah dan pertumbuhan ekonomi akan 47:42 stakna ee di mana neraca perdagangan 47:45 terutama neraca bikas itu akan memburu 47:49 kita ini akan 100% 47:51 impor untuk Migas untuk BBM gasnya kita 47:57 masih ada kelebihanah tapi kita 47:59 defisitnya semakin lebar ya Nah berarti 48:02 kesenjangan sosial kita semakin lebar 48:05 juga dan pengasan kemiskinan sangat 48:11 eh lalu kita lihat bahwa ini saya 48:15 terakhir saja 48:17 eh di 48:20 sini bahwa peruman nasional ini tadi 48:24 sudah Nah ini yang paling penting adalah 48:27 bagaimana 48:29 kita nah ini Jadi defisit neraca 48:34 perdagangan 48:35 kita dari tahun 81 kalau kita lihat dari 48:39 zaman Orde Baru yaitu defisit 48:42 terus-menerus sehingga memicu krisis 48:46 moneter atau seharusnya adalah rupiah 48:50 terdepresiasi kalau rupiah terdepresiasi 48:54 supaya tidak menjadi Kemal 48:56 maka akan terjadi koreksi dan otomatis 48:59 krisis moneter tidak 49:01 ada recording in progress tetapi 49:04 kemudian kalau kita lihat sejak 49:08 2011 2012 defisit ini transaksi berjalan 49:13 kita juga semakin besar ini 31 miliar 49:16 dan ini 30 miliar Kenapa bahwa di dalam 49:20 periode ini 49:21 eh apa kita mendapatkan surplus reraca 49:24 transaksi berjalan di situ harga 49:27 komoditas harga batu bara harga CPO 49:30 harga karet adalah yang tertinggi jadi 49:33 di sini kita mendapatkan suatu 49:37 eh windnfall profit dari kenaikan harga 49:41 komoditas tetapi masalahnya adalah withf 49:46 profit itu dimiliki oleh para pemegang 49:49 konsesi ini yang membuat kesenjangan 49:51 sosial menjadi lebih tinggi kalau di 49:54 zaman Pak Harto orde baru semua hampir 49:57 semuanya itu dimiliki oleh negara ada 50:01 asing memiliki sedikit ya Minyak itu 50:04 semuanya dimiliki oleh negara tidak ada 50:06 batubara ada sedikit dan 50:09 eh eh palm oil itu masih belum besar Nah 50:14 setelah di sini palm oil dan Badu Bara 50:17 ini digenjot habis-habisan dan ini akan 50:19 dimiliki kenaikan harga akan dinikmati 50:24 oleh pengusaha itu send si pemedang 50:26 konsesi kesenjangan sosial semakin besar 50:28 Makanya kalau kita lihat banyak sekali 50:31 yang memiliki konsesi pada tahun 2000-an 50:35 ini menjadi orang terkaya di 50:40 Indonesia 50:44 ee Iya nah ini dua slide terakhir jadi 50:51 kalau kita lihat pemerintah ini 50:54 tidak mencerna Bagaimana bisa menjadi 50:59 negara maju ini adalah kriteria negara 51:01 maju ya pendapatan perkapita kriteria 51:05 negara maju adalah pendapatan perkapita 51:08 yaitu pendapatan perkapita itu itu tidak 51:12 tidak tidak apa tidak statis gitu diais 51:17 setiap tahun itu ada kenaikan juga 51:20 setiap tahun setiap tahun ada kenaikan 51:23 bahwa kalau kita lihat5 tahun terakhir 51:26 mungkin kenaikannya 51:28 33% kalau dalam 30 tahun terakhir itu 51:31 malah 51:32 100% jadi 51:34 2020 51:36 2045 kita bisa mengharapkan bahwa 51:40 eh pendapatan per kapita untuk negara 51:43 maju itu sekitar 16.000 sampai 17.000 51:47 nah Indonesia sendiri baru mempunyai 51:51 pendapatan 51:52 perkapita 4.000 sekarang malah turun ya 51:56 dari e sekarang menjadi 51:58 3.870 dan kalau kita lihat ini stagnan 52:02 sekali pendapatan per kapita 52:04 Indonesia karena apa di sini harga 52:07 komoditas turun dan Dolar eh naik 52:10 Sehingga pendapatan per kapita dalam 52:14 dolar ini sangat stagnan dari 2013 dia 52:17 3.700 menjadi 2018 itu hanya 52:22 3.840 itu adalah efek bahwa ekonomi kita 52:26 dikuasai oleh komoditas nah begitu ada 52:29 bom komoditas ini naiknya tajam nah jadi 52:32 kita tinggal ya semacam memenangkan 52:35 loteri gitu Apakah komoditas akan naik 52:39 atau tidak nah kebetulan tahun ini 52:41 komoditas harga komoditas eh sangat 52:43 tinggi sekali tahun ini dan kita tahu 52:46 bahwa harga komoditas tidak akan bisa 52:48 tinggi terus begitu dia anjlok itu yang 52:51 membuat krisis dan itu sejak zaman ee 52:55 order lama krisis ekonomi dipicu oleh 52:58 ancoknya harga komoditas begitu juga 53:01 kita Devaluasi tahun '83 Devaluasi tahun 53:05 6 itu harga komoditas itu turun nah ini 53:08 tidak dipelajari Bahwa saat ini kita 53:10 mempunyai income gap itu 53:13 8.500 kalau ini ditambah lagi 1 Seteng 53:16 kali lipatnya lagi 30 4% itu menjadi 53:20 kita harus menaikkan income per kapita 53:23 kita harus naik dari 4.000 menjadi 53:29 16.000 jadi sangat aneh kalau bilang 53:33 bahwa Indonesia tahun 2045 akan menjadi 53:36 negara maju itu pas tidak ada 53:38 hitungannya Saya rasa eh demikian apa 53:42 yang saya coba sampaikan terima 53:47 kasih baik terima kasih menarik sekali 53:52 dat-datanya 53:54 ya arkan data-data itu menurut Pak 53:56 Antoni Harusnya Pak Pak Jokowi 53:59 menyampaikan pidato apa untuk aspek 54:02 ekonomi nanti 16 Agustus nanti pak ya 54:06 seharusnya adalah mencoba untuk melihat 54:09 apa yang akan eh 54:12 eh apa yang akan diupayakan untuk 54:15 mengurangi kemiskinan apa yang 54:17 diupayakan untuk pemerataan jangan kita 54:21 hanya bilang saya mau pemerataan tapi 54:24 gimana cara untuk mendapatkan pemerataan 54:26 itu ekonomi bertumbuh per 54:31 definisi akan meningkatkan kesenjangan 54:34 sosial kesenjangan sosial hanya bisa 54:38 diperbaiki atau dikurangi melalui 54:40 kebijakan fiskal jadi kita lihat 54:43 kebijakan fiskal bagaimana yang bisa 54:46 berpihak kepada eh rakyat kelompok bawah 54:50 yaitu yang disebut sebbennya transfer 54:52 payment ya Di mana bahwa dari pajak lalu 54:56 masuk ke fiskal lalu kemudian pemerintah 55:01 mengalokasikannya whatever yang namanya 55:03 subsidi yang namanya sekolah gratis dan 55:06 sebagainya dan sebagainya Itu yang 55:09 Makanya kalau kita lihat di negara maju 55:11 Kenapa sekolah gratis ya karena mereka 55:14 itu untuk mengurangi mereka supaya 55:17 kelompok bawah masih bisa menyekolahkan 55:20 anaknya 55:21 uangnya dari mana dari mereka sih 55:23 membayar panajang nah ini yang transfer 55:26 payment kalau kita kan sekolah swasta 55:28 yang galak yang digalakkan malah kalau 55:31 kita lihat kemarin ini ada sekolah mau 55:34 dipajaki ya 55:36 Pak dengan PPN gitu kan mau dikenakan 55:39 PPN ini 55:45 kan 55:48 i ya terima kasih P terakhir nih ada 55:51 satu pertanyaan lagi sebelum kita ke Dr 55:55 saat ini kondisi ekonomi Indonesia 55:57 bagaimana sih dok e Pak apakah 55:58 sehat-sehat saja Apakah sedang menuju 56:01 krisis atau 56:04 Bagaimana kita tahu bahwa semua ekonomi 56:06 ini eh di masa pandemi ini semuanya 56:09 masuk ke Resesi itu tidak bisa kita 56:12 pungiri Indonesia tidak sendiri dan kita 56:15 harus akui dan tidak perlu malu dan 56:17 pemerintah tidak perlu berlomba-lomba 56:20 menjadi meskipun saya masuk Resesi saya 56:23 lebih baik dari di Singapura saya lebih 56:26 baik dari g20 saya lebih baik dari 56:29 Amerika tidak perlu begitu gitu yang 56:32 penting adalah anda lebih baik dengan 56:34 rakyat melindungi rakyat bisa memberi 56:38 makan rakyat itu sebetulnya yang 56:40 dilakukan oleh negara maju Singapura 56:43 minus 56:45 13,3% mereka tidak peduli mereka bilang 56:48 saya lebih buruk no mereka tidak peduli 56:50 untuk itu Amerika minus 12, 56:53 sekian% tapi mereka tetapi begitu 56:56 pandeminya diselesaikan maka ekonomi 57:00 Singapura lompat 14,3% 57:04 ekonomi Amerika lompat 12,2% Spanyol 57:08 lompat 57:09 19,8% lompatan ekonomi mereka dibarengi 57:13 dengan 57:15 penurunan terinfeksi jadi kasus baru dan 57:19 penurunan angka kematian kita meraih 7% 57:23 tapi diserta meloncaknya angka 57:27 eh angka covid harian angka terinfeksi 57:31 harian dan angka kematian yang menduduki 57:34 peringkat satu dunia untuk beberapa 57:36 minggu itu nah ini ini sebetulnya sangat 57:39 menyedihkan Jadi janganlah mempunyai apa 57:42 namanya eh saya sebutnya minder eh apa 57:47 namanya eh inferiority Kompleks 57:49 seolah-olah mau menjadi yang terbaik 57:52 gitu Nah kalau orang yang yang 57:56 kurang kurang berprestasi kan 57:58 seolah-olah mau menonjolkan saya ini 58:01 yang terbaik Nah itulah yang namanya 58:03 inferior Kompleks itu nah sebetulnya itu 58:06 tidak perlu gitu bahwa di dalam kondisi 58:09 ini kita terima saja ekonomi akan 58:12 membaik sendiri begitu psbb dibuka jadi 58:16 orang maklum bahwa 58:18 ekonomi saat pandemi itu akan ancl yang 58:22 penting lindungi rakyat dan 58:25 memberi bantuan kepada rakyat supaya 58:28 rakyat bisa diam di rumah supaya bisa e 58:33 membantu pemerintah 58:36 melakukan itu Ken Pak luar biasa 58:42 pendapat ya mudah-mudahan didengar oleh 58:44 Pak Jokowi dan tim pembuat pidatonya 58:48 juga yang paling pentingal bagaim rakyat 58:51 bisa dilindungi dari bahaya pandemi ini 58:53 dana kehidupan sosial ekonominya juga 58:57 bisa terjamin dan lama-lama bangkit gitu 58:59 Ya sekedar kita klaim-klaiman angka 59:02 pertumbuhan ekonomi dan lain-lainnya 59:04 baik Eh sekarang kita masuk Terima kasih 59:08 Pak ant sekarang kita masuk ke Dr 59:11 sebelum ke Dr Saya ingin mengingatkan 59:13 lagi sahabat-sahabat sekalian 59:14 eh bagi yang menyaksikan melalui channel 59:19 YouTube dan juga 59:22 tengarkan juga Melu channel 59:25 tapi bagi yang ingin ee mendapatkan 59:27 memberikan pertanyaan bisa di di channel 59:30 Mara lima pertanyaan terbaik nanti akan 59:32 kita berikan 59:33 eh apa semacam pulsa 59:38 r76.000 gitu Ya baik Eh sekarang kita ke 59:43 drim drim tadi dari sudut pandang 59:47 politik dan hukum sudah disampaikan oleh 59:49 Pak 59:51 eh dan juga Bu nah kita ingin lihat dari 59:54 bagaimana ee Penanganan pandemi dan 59:57 situasi ee apa pandemi yang ada saat ini 1:00:00 dari 1:00:03 drprinpersilakan ya terima kasih 1:00:06 ee asalamualaikum warahmatullahi 1:00:08 wabarakatuhalikumsalam warahmatullahima 1:00:11 kasih terima kasih Pak Mardani 1:00:15 Pak 1:00:18 hal yang EE hebat-hebat ini ya 1:00:22 Ee Saya ingin 1:00:25 bahas satu problem nih setelah kita satu 1:00:29 setengah 1:00:30 tahun berada dalam pandemi itu ya itu 1:00:34 ada yang disebut dengan pandemik fetic 1:00:36 ya betul Jadi kita 1:00:39 mulai mengalami suatu kelelahan 1:00:43 khususnya secara psikis ya bagaimana ee 1:00:48 Ini Kapan selesai pandemi ya kapan Ee 1:00:52 kita bisa hidup seperti biasa lagi ya 1:00:56 Dan ini juga memang sudah disinyalir 1:00:59 oleh eh Who ya bahwa ini sebuah 1:01:01 keniscayaan ketika ketidakpastian itu 1:01:04 berlangsung panjang maka fetik ini 1:01:07 sangat berbahaya karena bisa membuat 1:01:11 orang menjadi Abai dengan perlindungan 1:01:14 dirinya terhadap covid ya 1:01:17 Ee Oleh karena itu ada beberapa strategi 1:01:21 yang mungkin perlu diperhatikan oleh eh 1:01:25 pemerintah ya Eh dalam hal ini Who 1:01:29 menganjurkan ada empat 1:01:30 strategi kunci ya nanti terkait juga 1:01:34 nanti dengan beberapa komentar e dari 1:01:37 narasumber terdahulu ya Yang pertama 1:01:40 adalah 1:01:41 memahami kebutuhan atau e basic dari 1:01:47 masyarakat 1:01:48 luas Saya kira ini hal yang penting 1:01:53 bahwa pandemi covid itu sangat e 1:01:58 berbeda-beda tergantung kebutuhan 1:02:00 daerah jadi tidak bisa disamakan dan ini 1:02:03 tergantung kearifan lokal ole karena itu 1:02:07 eh Pemerintah perlu memahami Betul apa 1:02:12 sih dan bagaimana situasi kondisi di 1:02:15 masing-masing daerah tentu saja di Jawa 1:02:18 akan berbeda 1:02:20 dengan di sumat berbeda juga dengan di 1:02:23 Indonesia Timur ya 1:02:25 tapi ini bagian dari sebuah 1:02:27 eh pertimbangan yang strategis untuk 1:02:30 mengidentifikasi ya Mana 1:02:33 kelompok-kelompok yang butuh prioritas 1:02:35 ya ini ee Saya sudah melihat si beberapa 1:02:39 upaya ya Ada beberapa provinsi dengan eh 1:02:43 peningkatan jumlah kasus covid yang 1:02:46 cukup tinggi itu diprioritaskan dalam 1:02:48 hal eh seperti 3t misalkan ya 1:02:53 eh testing tracing dan treatmentnya itu 1:02:56 ya tapi bukan berarti daerah lain 1:02:59 diabaikan karena prinsip pandemi ini 1:03:02 adalah tidak ada yang bisa selamat 1:03:05 sampai setiap orang selamat gitu Jadi 1:03:07 ini hal kunci juga kalau kita eh hanya 1:03:12 fokus di Jawa di Jakarta ya tapi kita 1:03:15 Abai dengan bagian lain dari 1:03:18 Indonesia maka nanti pandemi ini enggak 1:03:20 akan selesai enggak akan selesai karena 1:03:23 Jakarta sudah selesai di sana masih 1:03:25 banyak nanti balik lagi ke sini terus 1:03:27 aja begitu Jadi episentrum tersendiri 1:03:30 untuk ee di level dunia ya Oleh karena 1:03:33 itu kita sangat khawatir kalau 1:03:36 penanganan pandemi di negara kita ini 1:03:39 tidak berlangsung dengan baik maka 1:03:42 eh ini Indonesia bisa di isolasi ya Ee 1:03:48 susah untuk berkunjung ke negara-negara 1:03:50 lain ole karena itu ee pertama adalah ee 1:03:55 strategi yang pokok adalah memahami 1:03:58 betul 1:04:00 ee apa basic me ya di masing-masing 1:04:04 daerah ya kemudian juga 1:04:08 ee 1:04:10 mendengarkan apa yang 1:04:13 di apa istilahnya dikatakan para ahli 1:04:17 terkait ya ini mungkin kan dulu ee kami 1:04:22 dari para dokter sudah ribut ini harus 1:04:25 lockd lockd karena kapasitas rumah sakit 1:04:29 sudah lampu merah ini ya tapi 1:04:33 alhamdulillah KUD akhirnya juga ya 1:04:36 walaupun namanya berbeda-beda 1:04:39 yaapi sinyal dari para pakar kesehatan 1:04:44 itu juga menjadi asupan penting bagi 1:04:47 pemerintah Jangan hanya 1:04:53 sekakor ekonomi dan kesehatan ini harus 1:04:55 betul-betul dipandang 1:04:57 ee dengan kacamata yang seimbang ya jadi 1:05:01 jangan berat sebelah kalau kita terlalu 1:05:03 berat ke ekonomi kesehatan bisa kolaps 1:05:07 Ya sebaliknya kalau kita juga tidak 1:05:09 memperhatikan faktor ekonomi nanti 1:05:11 ekonomi yang kolaps juga jadi ini memang 1:05:13 harus tarik ulur sesuai dengan eh 1:05:16 kebutuhan pada saat itu ya kemudian 1:05:20 strategi kedua adalah juga yang penting 1:05:22 adalah bagaimana Pemerintah perlu 1:05:26 melibatkan partisipasi masyarakat di 1:05:28 berbagai level ya dengan eh tingkat yang 1:05:31 maksimal ya Saya kira seharusnya 1:05:34 partisipasi di bidang kesehatan ini beon 1:05:36 politik ya harus lintas partai ya lintas 1:05:40 eh kepentingan lintas golongan ya Jadi 1:05:44 kita sebagai satu bangsa ini butuh 1:05:48 Sinergi untuk ee mengatasi pandemi ini 1:05:51 bersama-sama ya mungkin kita butuh juga 1:05:54 melupakan berbagai pertikaian-pertikaian 1:05:57 ya Ee untuk bisa keluar bersama-sama 1:06:01 dari pandemi yang bikin susah semua kita 1:06:04 ini ya Ini juga Eh bagaimana pemerintah 1:06:09 itu bisa melibatkan partisipasi 1:06:11 masyarakat tentu saja ketika ee bisa 1:06:15 merangkul ya dia bisa memberi 1:06:17 kepercayaan terhadap masyarakat jadi 1:06:19 masyarakat tidak ragu-ragu bekerja sama 1:06:21 dengan pemerintah dalam partisipasi 1:06:24 aktif ya untuk mengatasi pandemi ini ini 1:06:29 banyak sekali 1:06:30 contoh-contoh bagaimana misalkan di 1:06:32 level RW ya bikin eh rumah sendiri untuk 1:06:38 isolasi Mandiri tapi dengan gaya yang 1:06:41 berbeda ya ternyata disupport e 1:06:44 makanannya disupport secara 1:06:46 psikologisnya jadi orang itu ketika 1:06:48 terkena covid diaak stres Ken 1:06:51 karenayarakat 1:06:53 sekitnya dukung ya mendukung men-support 1:06:56 dengan maksimal supaya dia bisa kemudian 1:07:00 pulih ya ini jadi pelibatan partisipasi 1:07:04 aktif dari masyarakat di berbagai level 1:07:07 ini sangat-sangat penting agar kita bisa 1:07:10 secara bersama-sama keluar dari krisis 1:07:13 ini ya jadi eh kita libatkan eh LSM kita 1:07:18 libatkan parpol kita libatkan mahasiswa 1:07:22 kita libatkan kampus-kampus ya semuanya 1:07:25 mesti berpartisipasi aktif jadi 1:07:27 pemerintah enggak mungkin kerja sendiri 1:07:28 ya Enggak mungkin ee apa istilahnya bisa 1:07:32 sendirian tanpa dibantu partisipasi 1:07:34 masyarakat oleh karena itu juga 1:07:36 pemerintah memang harus juga bisa 1:07:38 merangkul masyarakat jadi jangan 1:07:40 menimbulkan distrust ya dari 1:07:44 masyarakat karena pemerintah sangat 1:07:46 butuh partisipasi masyarakat untuk bisa 1:07:49 sama-sama keluar dari pandemi yang bikin 1:07:51 sengsara banyak orang ini ya ee 1:07:53 partisipasi masyarakat bisa 1:07:55 bermacam-macamam termasuk partisipasi di 1:07:57 media sosial ya Saya kira ee acara kita 1:08:00 malam ini juga salah satu bentuk dari 1:08:02 partisipasi masyarakat tadi ya Eh banyak 1:08:06 contoh di negara-negara lain seperti di 1:08:07 Turki misalkan Bagaimana mengajak 1:08:10 partisipasi masyarakat melalui Twitter 1:08:13 misalkan ya juga negara-negara lain ini 1:08:16 eh melalui sosial media ya kemudian yang 1:08:20 ketiga adalah 1:08:22 ee untuk mengatasi fatik ini juga adalah 1:08:27 Bagaimana masyarakat itu bisa 1:08:30 dibolehkan ya melakukan 1:08:34 kegiatan-kegiatan terbatas ya Ee sesuai 1:08:37 dengan kebutuhan dia tetapi eh dengan 1:08:41 risiko yang ditekan sedemikian rupa jadi 1:08:43 ee bila kita terlalu lama melakukan eh 1:08:48 penekanan atau Lockdown atau Apun 1:08:51 namanya ini yang membuat eh masyarakat 1:08:54 bisa fetik sehingga strateginya adalah 1:08:58 Eh kita lakukan dengan cara yang berbeda 1:09:01 ya berbeda tetap dengan mengurangi 1:09:05 risiko penularan ya tetapi tidak boleh 1:09:10 eh terlalu ditekan sehingga nanti justru 1:09:14 hasilnya akan ee berbalik kemudian 1:09:16 masyarakat Abai sama sekali terhadap 1:09:19 protokol kesehatan ya misalkan 1:09:22 eh pesan kita ke masyarakat itu berubah 1:09:25 Jangan 1:09:27 ee berupa larangan ya bukan 1:09:30 jangan-jangan tetapi Kerjakanlah secara 1:09:32 berbeda gitu ya bahasanya mungkin bahasa 1:09:36 partisipatif yang Tentu saja Ini 1:09:38 disesuaikan dengan 1:09:40 ee level masyarakat itu sendiri ya Dan 1:09:45 ini juga ee Bagaimana misalkan tentang 1:09:49 pernikahan ya 1:09:52 ee perayaan yang lain itu ee kalau 1:09:56 terlalu ditekan ya Ini juga akan 1:09:59 dampaknya enggak bagus tapi bagaimana 1:10:01 ini diatur sedemikian rupa sehingga 1:10:03 ee risiko itu tetap dikurangi dengan 1:10:06 memperhatikan stratifikasi risiko dari 1:10:10 masyarakat ya Nah kemudian juga yang 1:10:12 paling penting adalah bagaimana kita 1:10:14 bisa mengakui bahwa masyarakat itu 1:10:16 sedang dalam posisi sulit ya masyarakat 1:10:20 itu sedang dalam kesulitan nah ini 1:10:22 Pemerintah ee secara penuh empati ya 1:10:26 melakukan upaya-upaya untuk ee 1:10:30 bisa istilahnya membahagiakan rakyatnya 1:10:34 yang sedang sulit itu ya Saya kira Eh 1:10:36 ini juga butuh 1:10:38 ee 1:10:40 strategiststrategi yang jitu ya 1:10:43 komunikasi-komunikasi politik 1:10:45 ee terkait dengan kesejahteraan 1:10:48 masyarakat ini jangan sampai masyarakat 1:10:50 merasa ditinggalkan ya kita enggak 1:10:53 enggak dapat support apapun gitu nah 1:10:56 Oleh karena itu inilah pentingnya 1:10:58 partisipasi aktif masyarakat dalam hal 1:11:01 eh mengatasi supaya lepas dari pandemi 1:11:04 ini bersama-sama terakhir saya ingin 1:11:07 eh menyampaikan satu konsep ya bahwa 1:11:12 sebetulnya 1:11:13 Eh pandemi covid ini akan menimpa ya 1:11:18 atau berakibat fatal itu khususnya pada 1:11:22 orang-orang dengan komorbit 1:11:24 komorbid di sini ya kita tahu obesitas 1:11:27 diabetes hipertensi S metabolik lain ini 1:11:30 sebetulnya Adah penyakit akibat 1:11:33 Lifestyle yang keliru Oleh karena itu 1:11:36 hal yang paling murah secara jangka 1:11:38 panjang eh adalah memperbaiki Lifestyle 1:11:43 ini agar tidak menjadi Lifestyle yang e 1:11:47 mengarah 1:11:48 kepadaorbit contoh ya contoh pada saat 1:11:52 lockd anak-anak kita bahkan kita sendiri 1:11:56 ya itu cenderung mengkonsumsi junk food 1:12:00 ya junk food makanan yang manis makanan 1:12:03 yang penuh dengan e Ultra pres food ini 1:12:08 akan 1:12:09 mengakibatkan masyarakat kita termasuk 1:12:12 anak-anak menjadi obesitas jadi 1:12:16 banyak apa namanya yang menyatan obesit 1:12:20 meningk kejadi diat 1:12:22 pandemiahal komorbid yang berat pada 1:12:25 saat pandemi ini Nah ini kan e Ironi 1:12:28 gitu di sisi lain misalkan iklan-iklan 1:12:32 di televisi itu produk junk food 1:12:35 Semua yang akan membuat eh konsumen yang 1:12:41 mengkonsumsi 1:12:43 makanan-makanan junkf atau sampah 1:12:45 seperti ini yang sangat tinggi gula 1:12:47 tinggi kalori tinggi transfat ya inilah 1:12:50 yang e menyebabkan Akar masalah dari 1:12:53 penyakit yang menggerogoti biaya BPJS 1:12:56 kita dan pada gilirannya ketika orang 1:12:59 ini sudah kena komorbid ya maka kena 1:13:02 covid biay jadi mahal butuh IC butuh 1:13:06 obat-obatan ratusan juta dan seterusnya 1:13:08 padahal kalaunya kita hilangkan dengan 1:13:11 perbaikanest ini tentu saja akan 1:13:14 berbiaya sangat murah dan ini saya 1:13:18 kira yang tidak 1:13:22 kalnya adalah juga fokus e menghilangkan 1:13:26 komorbid di masyarakat 1:13:28 melalui promosi kesehatan ya melalui 1:13:32 promosi kesehatan kita sering dengar 1:13:34 masalah olahraga sering dengar masalah 1:13:37 nutrisi yang bagus yang bergizi tapi 1:13:41 kita 1:13:41 jarang ada anjuran jangan terlalu sering 1:13:45 makan loh batasi waktu makan kurang 1:13:48 frekui makan karena Itul sebetulnya pyb 1:13:53 utama yang bisa bikin covid fatal ya 1:13:56 jadi junk food terlalu sering makan ini 1:14:00 juga Akar masalah yang membuat lingkaran 1:14:02 setan eh biaya covid itu jadi membengkak 1:14:05 luar biasa dan tentu saja eh upaya lain 1:14:09 adalah eh vaksinasi ya Nah vaksinasi ini 1:14:13 kita juga mesti bijaksana menyikapi 1:14:16 penolakan masyarakat Ya ini media massa 1:14:19 eh peran media massa sangat juga 1:14:22 diperlukan 1:14:25 perakat eh pemerintah ya mohon maaf 1:14:28 peran persuasi 1:14:30 pemerintah jangan sampai seolah-olah eh 1:14:33 vaksin ini kemudian menjadi momok buat 1:14:36 masyarakat 1:14:37 ya sebetulnya kita sudah banyak saksikan 1:14:42 ya Bahkan di luar negeri itu vaksini ini 1:14:46 sendiri sangat 1:14:50 eek saya ka itu beberap eh lontaran ide 1:14:54 yang mungkin bisa berguna ya untuk kita 1:14:58 bisa keluar dari eh pandemi covid yang 1:15:02 bikinara kita secara kronik ya Secara 1:15:06 dalam jangka waktu panjang pandemi ini 1:15:08 akan berulang biasanya akan 1:15:10 bergelombang-gelombang ini Alhamdulillah 1:15:15 eh hari ini kita sudah mulai turun ya 1:15:18 sehari dibanding sebelum-sebelumnya 1:15:20 sudah e lebih rendah dari puncaknya tapi 1:15:23 kita tidak pernah tahu nih karena di 1:15:24 wilayah luar Jawa tetap tinggi eh apa 1:15:28 kasus hariannya ya jadi mudah-mudahan 1:15:30 dengan beberapa strategi tadi kita bisa 1:15:33 keluar dari krisis 1:15:35 eh mudah-mudahan ya kita berharap Terima 1:15:38 kasih asalamualaikum warahmatullahi 1:15:40 wabarakatuh Waalaikumsalam 1:15:42 warahmatullahi wabarakatuhumsalam 1:15:44 Makasih dok luar biasaasih dok dok ini 1:15:47 eh Saya ingin MTA pendapat Dr pim pada 1:15:49 pidato kenegaraan tahun lalu ya presiden 1:15:54 pada 16 Agustus 2020 eh menyatakan bahwa 1:15:58 di pinato kenegaraannya dengan peristiwa 1:16:00 pandemi ini maka reformasi fundamental 1:16:04 di sektor kesehatan juga harus kita 1:16:06 percepat orientasi pada pencegahan 1:16:08 penyakit dan pula hidup sehat harus 1:16:10 diutamakan penguatan kapasitas SDM 1:16:13 pengembangan Rumah Sakit dan balai 1:16:15 kesehatan serta industri obat dan alat 1:16:18 kesehatan harus 1:16:19 diprioritaskan ketahanan dan kapasitas 1:16:22 pelayanan kesehatan harus kita 1:16:23 tingkatkan secara besar-besaran Nah 1:16:26 setelah ee menuju 1 tahun ee dari pidato 1:16:30 Presiden kenegaraan tahun lalu bagaimana 1:16:33 Dr pipri melihat realisasi dari pidato 1:16:37 presiden tahun lalu mengenai keinginan 1:16:39 untuk melakukan reformasi fundamental di 1:16:41 sektor kesehatan ini 1:16:43 D ya Saya kira 1:16:46 eh saya enggak punya data yang jelas ya 1:16:49 tetapi kita kalau lihat bagaimana 1:16:53 penilaian Bloomberg misalkan ya 1:16:55 Eh kita kan rankingnya masih di bawah ya 1:16:59 masih di bawah tentu 1:17:00 eh 1:17:02 banyakpek lah saya juga ggak tahu eh 1:17:05 kenapa kriteria penan bisa seperti itu 1:17:07 ya tetapi 1:17:08 eh yang jelas memang kita tetap butuh eh 1:17:12 enourageint itu khususnya di bidang 1:17:16 promotif 1:17:18 kesehatan Jadi 1:17:22 kalau 1:17:24 fokusnya M atau obat-obatan pada saat 1:17:29 Pasien itu sudah gawat di ICU itu akan 1:17:31 memakan biaya mahal tapi kalau kita maju 1:17:35 sedikit di promo promosi kesehatan ya di 1:17:39 Lifestyle nah ini Masalahnya kan nanti 1:17:42 bertabrakan dengan kepentingan bisnis 1:17:44 industri makanan misalkan ya iklan-iklan 1:17:47 di TV itu Coba kita lihat iklan makanan 1:17:49 itu itu kan junk semua ya berkad gula 1:17:53 tinggi Kalau di luar negeri itu ada 1:17:55 sugar tax ya ada soft drink tax misalkan 1:17:58 di kita sekarang kalau kita pergi ke 1:18:01 minimarket itu Sof drink bergula itu ada 1:18:03 100 lebih jenisnya zaman kita kecil kan 1:18:07 paling Cum Ada apa Fanta se up apagi 1:18:14 tu coca-cola sekarang ada minuman gula 1:18:18 akan meningkat kejadian obesitas dan 1:18:20 diabetes ini l ini peran pemerintah Saya 1:18:25 kira hal mengendalikan junk food ini ini 1:18:28 sangat Jangan sampai kita hanya 1:18:30 rokok-rokok rokok ya Rokok tapi Makanan 1:18:33 yang merusak kesehatan ini dibiarkan 1:18:34 meraj Lela dan itu ada semua di 1:18:36 anak-anak kita anak-anak kita di kulkas 1:18:38 itu Coba kita lihat sudahah pandemi 1:18:40 enggak ada olahraga ya Kan makan terus 1:18:42 cemilan eh sambil online meeting ini 1:18:47 bukannya tambah sehat tambah rusak 1:18:50 kesehatan kita ini menurut saya jadi 1:18:52 konsern tambahan atau utama malah ya di 1:18:55 samping 3t tadi karena kalau kita 1:18:57 fokusnya di treatment udah terlambat 1:19:01 orang itu sudah mengalami bok 1:19:03 mengalamorm 1:19:04 mengalami kerusakan par ya 1:19:07 s dan sebagainya kita ing cah 1:19:11 denganghilangkanorbid sed mungkin dengan 1:19:13 Hey Lifestyle heestle jarang 1:19:17 disebut-sebutal menghilangkan Jun f i 1:19:20 kan kalau olahraga sudah sering krisis 1:19:23 sudah sering 1:19:24 Eh tapi mengurangi frekuensi makan dan 1:19:26 menghilangkan junk food ini jarang 1:19:28 disebut-sebut ya ya itu saya kira eh dan 1:19:33 termasuk edukasi terkait prokes ya Dok 1:19:36 ya Eh protokol kesehatan karena di 1:19:38 survei e di Carta Kemarin saya lihat 54% 1:19:43 masyarakat Indonesia mengaku tidak 1:19:45 menjalankan prokes di kehidupan mereka 1:19:48 sehari-hari kan ini menjadi perlu jadi 1:19:51 perhatian khusus ya bagaimana Kara 1:19:54 edukasi baik edukasi ataupun sedikit 1:19:57 pemaksaan kepada masyarakat agar 1:19:59 mematuhi prokes ini sangat penting ya 1:20:01 ini kan sudah biasa ya prokes kan memang 1:20:04 dari awal sudah seperti itu ya Eh tapi 1:20:07 kalau orang sudah 1:20:08 F sudah fetik sudahah capek dia akan 1:20:12 Abai dengan pres makanya tadi 1:20:14 strategi-strategi tadi jangan sampai 1:20:16 masyarakat itu fetik eh terhadap pandemi 1:20:18 ini butuh 1:20:20 penyegaran-penyegaran pendekatan baru 1:20:22 khusus n kalau dia 1:20:24 merasakan pemerintah sayang dengan 1:20:26 ee masyarakatnya ya pemerintah 1:20:30 memperhatikan kebutuhan masyarakat 1:20:31 seperti itu jadi ee yang dibutuhkan 1:20:33 masyarakat adalah bagaimana uluran 1:20:35 tangan ee merasakan kehadiran pemerintah 1:20:38 eh bersama-sama apa namanya 1:20:41 menyelesaikan kesulitan eh di Eh masa 1:20:45 pandemi ini Ya baik di bidang kesehatan 1:20:47 maupun di bidang ekonomi itu saya kira 1:20:50 ee 1:20:51 yang 1:20:55 eh 1:20:58 perlu eh nanti masyarakat terutama 1:21:01 kalangan profesionalnya eh organisasi 1:21:03 profesi dokter dan lain-lain itu 1:21:06 perawatnya dan seterusnya itu bisa 1:21:08 sangat sama-sama walaupun kalau saya sih 1:21:10 berpikir ya 1:21:11 Eh kesehatan itu harus Beyond politik ya 1:21:15 betul jadi Apun partainya Apun ee ininya 1:21:21 kelompoknya ya ya mau apa Kalau Pak kata 1:21:25 Pak Ri eh Cebong kampret 1:21:30 gu itu kita harus bersatu dalam 1:21:34 meningkatkan derajat kesehatan 1:21:35 masyarakat gitu J Saya kira itu kalau 1:21:37 dari saya terima kasih eh terakhir dok 1:21:40 sebelum ke Prof rokin apa harapan dari 1:21:44 rekan-rekan nakes tenaga kesehatan 1:21:46 kepada Pak Jokowi ini di eh apa di saat 1:21:51 pandemi covid gelombang kedua 1:21:55 ini ya Saya kira ee yang dikatakan Pak 1:22:00 Jokowi sudah bagus ya mungkin yang kita 1:22:02 harapkan realisasinya bisa di apa ee 1:22:06 dikerjakan dengan apa realitasnya bisa 1:22:11 disesuaikan dengan pidato beliau ya Saya 1:22:14 kira kalau yang diungkapkan sih sudah 1:22:16 bagus ya mudah-mudahan sesuailah nanti 1:22:19 dengan realitanya terima kasih baik 1:22:21 terima kasih drim atas pemaparannya yang 1:22:24 sangat mencerahkan bagi kita semua 1:22:26 terkait dengan aspek kesehatan dan 1:22:29 sekarang kita pengin melihat dari aspek 1:22:31 akal sehat oleh mung Roki grung Roki eh 1:22:35 16 Agustus pidato kenegaraan Harusnya 1:22:37 menjadi salah satu momentum 1:22:40 eh perbaikan perubahan dan kebangkitan 1:22:42 bangsa oleh Presiden Jokowi Karena 1:22:45 pidato seorang pemimpin itu harusnya 1:22:47 bisa menggerakkan dan melakukan 1:22:48 perubahan signifikan nah bagaimana Bui 1:22:52 melihat Lih Apakah ada peluang Harapan 1:22:54 itu ataukah hanya sekedar lep 1:23:00 service 1:23:02 ini ini 1:23:05 sebetulnya 16 Agustus yang paling 1:23:09 berbahaya karena sangat mungkin kita 1:23:12 enggak nyampai ke 17 Agustus jadi 16 1:23:15 Agustus ada pidato terus 17 Agustus 1:23:17 Inspektur upacaranya lain itu 1:23:21 kan 1:23:25 saya coba layani pertanyaan itu ya tentu 1:23:30 orang ingin mendengarkan Politics of 1:23:33 hope politik harapan diucapkan oleh 1:23:36 Presiden sebagai sugesti bahwa bangsa 1:23:38 ini masih akan 1:23:40 berlari tapi anda bayangkan presiden 1:23:44 berpidato pidato ke 1:23:47 neegaraan pada saat yang 1:23:50 sama ketika satu 1:23:54 pidatonya misalnya 1:23:57 itu pada waktu dia bicara tentang kita 1:24:01 sudahah lolos dari 1:24:05 eh pandemi orang dengar keterangan dari 1:24:09 e dokter siapa tadi 1:24:11 [Musik] 1:24:13 doterin tadi bahwa kita sebetulnya masih 1:24:16 diung oleh junf dan di istana di 1:24:20 pemerintah juga sekarang ada 1:24:21 pemerintahun yang enggak diperlukan itu 1:24:25 jadi Harusnya kan 1:24:27 begitu kan misalnya tadi Eh 1:24:31 eh pak Antoni bayangkan di Amerika itu 1:24:36 di Amerika hal yang biasa aja kan 1:24:37 Presiden berpidato oposisi taruh data 1:24:40 Terbalik itu supaya e faktanya dicek aja 1:24:43 itu apalagi di austral di lebih gila 1:24:47 lagi itu Perdana Menteri lagi pidato 1:24:49 kenegaraan oposisi pasang data yang 1:24:51 terbalik itu kan mesti begitu politikan 1:24:54 supaya fair supaya enggak ada yang jual 1:24:56 kecap dari istana kan jadi Coba 1:24:58 bayangkan 1:24:59 misalnya keadaan itu ada di Indonesia 1:25:01 per hari ini kita bahagia bahwa kritik 1:25:05 terhadap kebijakan itu tetap dihasilkan 1:25:09 oleh proponen-proponen akal sehat itu 1:25:12 soalnya itu enggak mungkin terjadi 1:25:14 apalagi kalau saya bayangkan bahwa 1:25:16 presiden Jokowi akan pidato dengan teks 1:25:19 yang disiapkan oleh eh kan seluruh 1:25:22 seluruh staf khusus sekarang diminta 1:25:24 ngasih tig empat lembar kan nanti 1:25:26 dikompetisikan kira-kira mana yang bagus 1:25:28 itu atau dipilih oleh e eh e menteri di 1:25:32 situ Ini bagian ini Jadi ini akan jadi 1:25:35 teks yang tampal sulam karena semuanya 1:25:37 bingung apa yang mau diucapkan ketika 1:25:40 seluruh indeks memburuk gu ini ini 1:25:43 problem kita hari ini nih jadi kita 1:25:45 menunggu satu pidato Padahal kita tahu 1:25:47 pidatonya enggak akan ada isinya kan 1:25:49 jadi pasti itu yang akan terjadi atau 1:25:52 misalnya kalau presiden mau ambil risiko 1:25:54 dia bilang aja nih Saya mau pidato untuk 1:25:56 tiga hal saya akan menjawab pertanyaan 1:25:59 misalnya 1:26:00 Eh mengapa Harun masiku belum bisa 1:26:04 ditangkap itu yang ditunggu publik untuk 1:26:07 diucapkan Mengapa Syah ganda ditahan 10 1:26:11 bulan hanya soal yang politis Bagaimana 1:26:14 mungkin demokrasi masih ada hukum 1:26:16 tentang orang beda politik kan itu ajaib 1:26:18 kan itu justru curent isues yang 1:26:21 mustinya dirais oleh Presiden itu tapi 1:26:25 mampu Enggak dia ucapin itu kan ini 1:26:28 intinya begitu atau Mengapa PCR di 1:26:32 Indonesia itu 900.000 sementara di India 1:26:34 itu cuman 97.000 mestinya itu isi pidato 1:26:37 kenegaraan kalau presiden tahu bahwa dia 1:26:40 mengerti keadaan masyarakat tapi kita 1:26:43 tahu bwa nanti akan dipolh sedemikian 1:26:45 rupa sehingga yang muncul adalah Kami 1:26:47 masih bertumbuh 7% gu ya itu itu ya Iya 1:26:51 7% tapi yang mati 100.000 1:26:55 Kuya jadi bagaimana bikin perbandingan 1:26:58 tentang sukses ekonomi sementara angka 1:27:01 kematian itu kita paling tinggi di 1:27:03 seluruh dunia kan di situ trade offnya 1:27:05 kan jadi sama seperti ini tetangga saya 1:27:10 sebelah kiri dia piara e anak kodok 1:27:13 tetangga sebelah kanan saya dia piara 1:27:15 anak ayam tuh lalu mereka berkompetisi 1:27:17 yang sebelah kir bilang anak kodok saya 1:27:19 sudah jadi kodok maka dia bangga gitu 1:27:22 bahkan jadi kodok dengan pertumbuhan 7% 1:27:25 guu tetangga sebelah kanan bilang iya 1:27:27 anak ayam saya udah jadi ayam petelur 1:27:30 mana yang lebih bermutut anak kodok jadi 1:27:33 kodok Dia berakhir di panci direbus Anak 1:27:38 ayam jadi ayam petelur dia berakir di 1:27:41 supermarket menghasilkan produktif 1:27:44 Indonesia begini keadaannya membanggakan 1:27:47 diri sendiri padahal sebetulnya 1:27:49 berakhirnya dipanci jadi soal-soal 1:27:52 semacam ini yang saya kira mesti 1:27:55 betul-betul dipahami bahwa omong kosong 1:27:57 kenegaraan itu yang akan kita dengar 1:27:59 nanti Saya membayangkan begitu mungkak 1:28:02 akan terjadi tapi nan orang saya lagi 1:28:04 Anda belum apaap Iya kum apa-ap Saya 1:28:06 membayangkan hal yang bur 1:28:09 Kara di mana-a berlangsung jadi ini 1:28:12 intinya apagi misalnya kalau diterangkan 1:28:16 bah negara ini pasti akan mengami k 1:28:20 karena disparitas data terakhir orang 1:28:24 kaya Indonesia itu tumbuh besar sekali 1:28:27 di justruh di era pandemi Datanya ada 1:28:30 kita bertanya ya Iya orang kaya tumbuh 1:28:34 Tapi kok kita turun kelas dari middle 1:28:36 income pergi ke lower income middle 1:28:39 lower income itu aneh kan orang kayak 1:28:41 bertumbuh tapi kelas kita jatuh itu 1:28:44 artinya apa kelas menengah yang 1:28:46 seharusnya bertumbuh justru Turun ke 1:28:48 bawah jadi terjadi disparitas yang luar 1:28:51 biasa ini ini soalnya ada di situ kalau 1:28:55 bilang benci pada orang kaya 1:28:58 enggak orang kaya itu memang harus 1:29:01 didorong untuk jadi kaya dengan prinsip 1:29:03 akumulasi akumulasi akumulasi gak ada 1:29:05 soal tetapi negara harus menjalankan 1:29:08 prinsip sebaliknya Distribusi Distribusi 1:29:11 Distribusi biasa aja kan jadi negara 1:29:14 gagal menjalankan distribusi yang adalah 1:29:16 tugas dia padahal sebetulnya akumulasi 1:29:18 terjadi Bagaimana menerangkan itu dalam 1:29:21 suu pidato an misalnya bahwa terjadi 1:29:23 akumulasi tetapi distribusi enggak 1:29:25 terjadi sehingga 1:29:27 ee seluruh caption dari eh Antoni tadi 1:29:32 itu akan dianggap sebagai makar Nah kita 1:29:36 mau lihat itu sebetulnya sebagai problem 1:29:39 bangsa ini dan 1:29:41 eh ya Banyak hal yang kita cemaskan 1:29:45 sedang berlangsung sekarang bagaimana 1:29:47 mungkin kita memperoleh keyakinan bahwa 1:29:50 nanti semester depan ekonomi akan tumbuh 1:29:54 di atas 7% kan mustinya tumbuh di atas 1:29:55 7% kan kalau sekarang 7% walaupun dari 1:29:58 minus 5 ke 1:30:01 ke minus 5 ke7 itu sebetulnya cuma EMP 1:30:05 tapi nanti ada kesulitan nanti 1:30:08 semester akhir tahun angka Kuartal 1:30:11 terakhir itu akan memperlihatkan enggak 1:30:14 mungkin di atas 7% maka drop lagi kan 1:30:17 lalu timbul lagi keterangan baru Bah Oh 1:30:19 penyebabnya karena macam-macam Jadi 1:30:22 terlihat bahwa manipulasi data statistik 1:30:25 itu membahayakan justru 1:30:28 stabilitas negara karena semua orang 1:30:30 menganggap sudah berlangsung pertumbuhan 1:30:33 ekonomi atau perubahan struktural di 1:30:36 dalam sistem perekonomian kita ternyata 1:30:37 enggak terjadi nah soal-soal semacam ini 1:30:40 yang menunggu meledak nanti dan e suatu 1:30:43 waktu kita mungkin anggap bahwa yang 1:30:45 diucapkan oleh Presiden Jokowi tanggal 1:30:49 16 nanti itu bukan Pid kenegaraan tapi 1:30:54 semacam pidato perpisahan itu yang saya 1:30:58 khawatirkan baik 1:31:03 ter saya ininkan 1:31:08 juga ada pertanyaan dari masyarakat ini 1:31:11 salah satu 1:31:13 penanyaung ini bisa 1:31:20 dariang di masyarakat sudah banyak yang 1:31:23 babak belur tapi mereka Nimo kondisi 1:31:25 berat ini ee mohon info seberapa besar 1:31:29 kekuatan APBN tambal sulam mengatasi 1:31:31 ekonomi saat ini mungkin untuk nanti 1:31:34 sudut P ekonominya Pak Antoni ya mungkin 1:31:37 setelah ini eh untuk Bung Roki Saya 1:31:39 pengin melihat eh dengan situasi yang 1:31:42 sangat berat ini ya tadi disampaikan 1:31:44 oleh salah satu audiens kita daya beli 1:31:49 masyarakat sudah sangat E berat eh 1:31:52 tetapi kenapa 1:31:53 seakan-akan kehidupan sosial kita itu 1:31:56 masih saja 1:31:57 ehoki kita kimoo keadaan ini 1:32:01 survei-survei yang ada juga menyatakan 1:32:03 bahwa mereka puas tadi tadi sore saya 1:32:07 diskusi dengan bu Neti tentang survei 1:32:09 Carta politika bu Neti bingung ya bu 1:32:12 Neti eh dengan situasi saat ini kenapa 1:32:16 masyarakat masih menganggap Presiden 1:32:19 Joko ini sukses E dan puas terkait eh 1:32:22 program penanganan pandeminya padahal 1:32:24 masalah begitu banyak dan e kehidupan 1:32:27 begitu berat bagaimana Bung Roki melihat 1:32:28 ini tadi saya habis naik gunung baru 1:32:33 turun gunung ketemu dengan seorang 1:32:36 penjual es 1:32:38 keliling Dia setiap hari berjalan 1:32:43 kira-kira 40 km itu naik motor bututnya 1:32:47 itu hanya 1:32:49 untuk menjual es krim saya tanya sama 1:32:52 dia dapat berapa hari ini jadi dia 1:32:55 keluar dari jam 8.00 pagi saya bertemu 1:32:57 sama dia Jam .00 sore itu cuman dua 1:33:01 laku sisanya dia enggak tahu dia mau 1:33:05 apain itu karena dia selalu khawatir 1:33:08 Nanti ppkm diperpanjang terus dia mesti 1:33:11 beli bahan baku tiba-tiba bahan bakunya 1:33:14 membusuk untuk bikin E es keliling itu 1:33:17 jadi dia justru usulkan ke saya Tolong 1:33:20 bilang sama pemerintah Pak Roki bikin 1:33:22 aja ppkm itu sampai 6 bulan Jadi kami 1:33:25 bisa lakukan perencanaan gitu kalau 1:33:27 nanti seminggu kemudian seolah-olah akan 1:33:30 selesai ternyata pak Jokowi bilang 1:33:32 perpanjang lagi 3 4 5 hari jadi kacau 1:33:35 perencanaan itu kan jadi di situ dia 1:33:37 enggak bilang kita enggak mendukung tapi 1:33:39 cara dia mengucapkan itu artinya protes 1:33:41 nah bagian ini enggak bisa disurvei 1:33:43 soal-soal beginian tentu kalau ditanya 1:33:45 Anda masih mendukung Iya kami mendukung 1:33:47 karena kami berharap jadi mendukung 1:33:49 karena berharap gitu bukan secara real 1:33:51 dia mendukung secara real dia maki-maki 1:33:54 pemerintah Walaupun dia enggak enggak 1:33:57 bisa maki-maki itu karena basa-basi e 1:34:01 orang Indonesia begitu kan jadi kalau 1:34:04 dianggap orang Indonesia Nimo memang itu 1:34:07 adalah keadaan kebudayaan kita nerimo 1:34:10 tetapi jangan lupa orang Indonesia juga 1:34:13 itu punya tradisi ngamuk jadi dari 1:34:16 nerimau ke ngamuk itu cuman butuh satu 1:34:18 pom bensin dibakar Saya mau Terangkan 1:34:21 itu sebagai sebagai problem sosial jadi 1:34:24 sama juga kita tahun 5 perubahan ke orde 1:34:29 baru reformasi ya orang tadinya 1:34:31 nerimo-nerimo aja tapi nerimo itu 1:34:35 sebetulnya adalah simpanan dari ngamuk 1:34:38 Dar dari nerimo ke ngamuk itu cuman 1:34:40 butuh 2 3 menit nah ini soalnya jadi 1:34:43 kalau pemerintah anggap nerimo ya oke 1:34:44 dia tetap anggap Nimo Tetapi kan enggak 1:34:47 mungkin daya beli 1:34:49 itu ditahan lagi atau 1:34:52 diganti dengan impian daya beli ya daya 1:34:55 beli enggak bisa kita mimpi bahwa kita 1:34:56 akan punya daya beli itu yangak gak 1:34:59 enggak bisa dimerti oleh 1:35:03 kekuasaan Baik terima kasih Sekarang 1:35:06 saya ke ingin ke Pak Antoni yang memang 1:35:08 ahli ekonomi Bagaimana melihat 1:35:10 pertanyaan ini ya Pak Antoni ya bahwa 1:35:13 daya beli masyarakat sudah banyak yang 1:35:15 bapakur tapi mereka NIM kondisi berat 1:35:17 ini mohon info seberapa besar kekuatan 1:35:20 APBN tamb mengatasi ekonomi saat 1:35:23 ini Iya sekarang masyarakat Gimana 1:35:26 Enggak mau nerimo Kalau dia mau protes 1:35:28 pun ke mana ya karena di sini kan tidak 1:35:32 ada yang bisa jalur-jalur untuk protes 1:35:34 gitu dia mau protes ke daerah sol PPnya 1:35:38 lebih galak ya cuma mau jualan aja 1:35:42 diangkat sama S PP jadi memang negara 1:35:46 ini memang sekarang ini adalah serba 1:35:48 sulit bagi masyarakat jadi nerim itu 1:35:51 bisa dilihat bahwa itu adalah kondisi 1:35:54 yang mereka tidak bisa apa-apa tapi 1:35:56 kalau kondisi mereka yang iklim 1:36:00 demokrasinya yang sangat baik pasti saya 1:36:03 yakin rakyat juga akan mencoba untuk 1:36:06 menyalurkan 1:36:08 aspirasinya terkait dengan daya beli 1:36:10 memang sudah rusak bagaimana bisa bahwa 1:36:14 dengan 18 bulan pandemi ini daya beli 1:36:17 tidak rusak dan daya beli rusak itu umum 1:36:21 nya adalah di kelompok masyarakat bawah 1:36:24 mereka yang kehilangan pendapat apa ee 1:36:27 penghasilan e harian mereka yang kena 1:36:31 yang masih kerja yang bulanan Ya tidak 1:36:34 masalah yang terkena PHK yang 1:36:36 berpenghasilan Harian Ini yang menjadi 1:36:39 masalah 1:36:41 nah bahwa apakah yang disurvei itu 1:36:44 adalah mereka yang 1:36:47 ee ee bekerja yang menjadikan karyawan 1:36:52 atau memang yang berpenghasilan harian 1:36:54 lah saya banyak juga ketemu 1:36:58 ngobrol dijadi apa 1:37:00 ya banyak yang tanya-tanya lah Bagaimana 1:37:04 kondisi dan sebagainya gitu Jadi mereka 1:37:06 ini sangat tidak 1:37:08 Happy Bahkan mereka karena mereka saking 1:37:13 apa 1:37:14 eh dispresnya 1:37:17 eh lalu mereka minta ppkm itu dibuka 1:37:21 dengan risiko bahwa itu 1:37:24 penularan akan terjadi dengan cepat tapi 1:37:27 mereka mau mengambil Riko itui untuk mak 1:37:30 mereka bisa 1:37:31 bisah itulah kondisi yang dihi jadi 1:37:35 rakyat kita 1:37:41 ini Mere 1:37:44 ber 1:37:49 ada J sosial jaring pengalaman sosial ke 1:37:53 berapa orang lalu cuman r300.000 per 1:37:56 bulan ya oke 600.000 itu mana cukup 1:38:00 kalau kita sekarang Eh itu per keluarga 1:38:03 kalau engak salah ya itu mana cukup lagi 1:38:06 kalau seandainya eh sudah sampai 2 bulan 1:38:09 ini ppkm dan ppkm-nya setengah hati ya 1:38:13 Eh kita lihat masih terjadi kerumunan 1:38:16 ppkm seharusnya adalah pembatasan 1:38:20 sosial tapi ini juga 1:38:24 pembatasan cari uang cari uang juga 1:38:26 sekarang tidak boleh Nah itulah jadi 1:38:30 saya rasa bahwa 1:38:32 eh bahwa pemerintah ya memang 1:38:36 harus menekuni pandeminya dengan 1:38:41 memberikan bantuan-bantuan 1:38:43 ee jaring pengaman sosial APBN kita 1:38:46 mampu sekarang kalau kita lihat tahun 1:38:49 2020 tahun 2000 20 APBN itu yang namanya 1:38:54 Masih ada uang 1:38:57 itu 1:38:59 388 triliun itu 388 triliun masih ada 1:39:05 duitnya tapi tidak 1:39:08 digunakan banyak yang mati banyak yang 1:39:11 kesulitan itu untuk apa tuh uang udah 1:39:13 diambil udah hutang bayar bunga tapi 1:39:16 tidak digunakan untuk melawan pandemi 1:39:18 nah ini yang saya selalu katakan ini 1:39:22 termasuk kejahatan 1:39:25 kemanusiaan sudah diambil tapi belum 1:39:28 dikerjakan dan banyak jadi korbanah 1:39:30 itulah jadi banyak sek 1:39:34 kejahatjahatanemusiaan dari awal pandemi 1:39:38 iniarik 1:39:40 sekali ya ada dana pbn tapi kalau tidak 1:39:43 digunakan 1:39:45 seoptimalungkuk mengi 1:39:48 kesatanyarakatyamatkanakat inia berikan 1:39:51 juga sebagai kejahatan kemanusiaan itu 1:39:54 sangat ee mendalam supaya didengar oleh 1:39:57 para pemimpin kita baik sahabat-sahabat 1:40:00 sekalian menarik sekali diskusi kita 1:40:02 pada malam ini dan para narasumbernya 1:40:04 hebat-hebat semua memaparkan dan tibalah 1:40:07 sehingga tibalah kita di akhir acara 1:40:09 sebelum kita closing statement atau 1:40:11 closing ideas Saya ingin mengucapkan 1:40:13 terima kasih kembali kepada seluruh 1:40:15 rekan-rekan media Dan wartawan yang EE 1:40:19 sudah menyaksikan ee eh acara ini eh 1:40:22 mudah-mudahan menjadi sumbangsih eh 1:40:25 konten edukasi politik pendidikan 1:40:28 politik dan kebangsaan bagi seluruh 1:40:30 masyarakat Indonesia dan beri masukan 1:40:32 kepada para pemimpin bangsa kita dan 1:40:35 juga kepada rekan-rekan yang senantiasa 1:40:37 menyaksikan dan membersamai acara ini 1:40:39 jangan lupa subscribe di channel YouTube 1:40:42 eh dan Facebook bapak Mar PKS TV dan 1:40:47 juga rasil TV eh agar eh acara ini ini 1:40:51 bisa terus e berkembang baik 1:40:53 sahabat-sahabat sekalian eh langsung 1:40:55 kita masuk kepada closing statement 1:40:58 pertama dari profti zuhro 1:41:03 dipersilakan ya Apa ini closing 1:41:05 statementnya ini karena saya 1:41:08 mendengarkan dari perspektif ekonomi 1:41:12 tadi Pak Antoni 1:41:15 glumi eh dari dimensi kesehatan seperti 1:41:20 itu 1:41:21 ya Sehingga sampai seperti ini 1:41:23 dampaknya dari Mas Roki Gerung 1:41:27 lebih-lebih seru lagi gitu itu yang 1:41:30 menurut saya memang kalau di negara 1:41:32 seperti Jepang Korea gitu ya 1:41:36 Eh dan negara-negara yang sudah maju dan 1:41:39 beradab ya dalam menjalankan demokrasi 1:41:42 dan masyarakatnya atau Civil societynya 1:41:45 itu berdaya gitu pemerintah tidak bisa 1:41:49 eh suka-sukanya tentunya gitu ya jadi 1:41:53 ada batas gitu ketika 1:41:56 kebijakan-kebijakannya itu mulai 1:41:59 menimbulkan resistensi masyarakat 1:42:01 biasanya akan ada introspeksi di Jepang 1:42:04 itu yang luar biasa tidak sampai 1 tahun 1:42:07 pun mungkin hitungan Minggu dan bulan 1:42:09 sudah pamit kan gitu ya pamit ya jadi 1:42:13 konsekuen sportif gitu eh bahwa dia 1:42:16 sudah tidak bisa mengelola dan 1:42:17 sebagainya hanya urusan yang tidak 1:42:19 sampai panjang itu kan betul tidak eh 1:42:22 Mas rung Iya iya jadi di Korea di 1:42:27 Amerika jadi mereka tahu gitu ya tahu 1:42:30 diri lah itu yang saya Suarakan sejak 1:42:33 bahkan tahun 2009 gitu bahwa memang 1:42:37 adalah budaya baru kita dalam konteks 1:42:40 kita menjalankan sistem demokrasi yang 1:42:43 tentunya kita akan menambah peradaban 1:42:46 kita dignti kita gitu ya rasionalitas 1:42:49 kita dan sebagainya Oleh karena itu ya 1:42:52 memang harus ada introduksi budaya malu 1:42:55 gitu ya budaya malu budaya mundur kalau 1:42:59 tidak mampu yang beberapa saat yang lalu 1:43:03 itu Eh sudah di apa diberikan contoh 1:43:07 oleh di level Eselon 1 Dirjen gitu ya 1:43:12 Kalau tidak salah di Kementerian 1:43:13 tertentu waktu itu eh dari eh saya lupa 1:43:17 waktu itu ya Kementerian Perhubungan 1:43:20 gitu ya lalu bkpm gitu ada yang mundur 1:43:23 gitu karena merasa dia mengambil satu 1:43:26 kebijakan yang salah kan gitu Itu luar 1:43:29 biasa Jadi kita ke depan mau tidak mau 1:43:32 karena sudah terbuka seperti ini iptek 1:43:34 gitu ya dan digitalnya luar biasa itu 1:43:37 gak ada yang bisa 1:43:39 disembunyikan jadi memang rasionalitas 1:43:42 tadi itu harus digunakan secara proper 1:43:44 gitu sehingga ada pertanggungjawaban di 1:43:47 situ Jadi kalau tidak bisa 1:43:49 dipertanggungjawab kan dan Apalagi sudah 1:43:52 dikatakan ini menyalai konstitusi gitu 1:43:55 ya lalu banyak hal yang menimbulkan 1:43:58 kesengsaraan masyarakat ini biasanya Mas 1:44:02 Roki Gerung yang paham betul dengan 1:44:04 eh definisi dari kosakata-kosakata yang 1:44:08 sangat kritis gitu ya Jadi kalau menurut 1:44:11 saya memang itu yang harus kita 1:44:12 introduksi ke depan siapun boleh 1:44:15 mencalonkan diri menjadi pemimpin siapun 1:44:18 bisa dicalonkan dan mencalonkan tapi ada 1:44:21 resisiko dari semua yang kita lakukan 1:44:24 itu yaitu adalah bagaimana bisa 1:44:27 mengevaluasi diri dan bisa katakan gitu 1:44:31 ya ada 1:44:32 kelegoan gitu untuk mundur gitu ya untuk 1:44:37 mengatakan saya tidak mampu dan saya 1:44:39 mundur gitu saya menyatakan berhenti dan 1:44:42 itu juga sudah dilakukan seorang 1:44:45 ee apa presiden sekelas Pak Harto gitu 1:44:50 ya mundur apa berhenti mengatakan 1:44:52 berhenti itu tahun 98 ya Mei 98 dan kita 1:44:56 tidak pernah membayangkan 1:44:59 eh apa seorang presiden yang sangat 1:45:02 powerful Seperti pak Soeharto itu juga 1:45:05 berhenti kan Itu lah ini sudah ada 1:45:08 presidennya lah sudah ada contohnya 1:45:11 seperti itu jadi itu yang harus kita 1:45:13 bangun ke depan jadi siapapun menjadi 1:45:17 pemimpin itu mampu 1:45:19 mempertanggungjawabkan dan mampu 1:45:21 mengatakan apa adanya gitu ya Sehingga 1:45:24 Ada apa ya rasa percaya Tadi itu yang 1:45:28 kita yang kurang belakangan ini adalah 1:45:31 mengajarkan kejujuran tadi itu 1:45:33 nilai-nilai kejujuran dan itu yang 1:45:36 m-backup tidak hanya rasionalitas tapi 1:45:38 kejujuran ini yang kita perlukan ke 1:45:41 depan Terima kasih wasalamualaikum 1:45:43 warahmatullahi wabarakatuh 1:45:46 Waalaikumsalam Makasih maturuhun 1:45:48 mbakasih Prof 1:45:51 Siti Z luar biasa ya harapannya politik 1:45:53 etis terkait rasa malu kejujuran ya 1:45:57 keadilan dan pembelaan kepada rakyat dan 1:46:01 berikutnya kepada Pak ant dipersilakan 1:46:05 pakik I sayangnya di Indonesia cuman ada 1:46:09 lagu Maju 1:46:10 gentar 1:46:12 jadi 1:46:14 jadi tidak ada yang mundur maju terus 1:46:19 Gentar 1:46:22 jadi kalau kita lihat ini di masa 1:46:24 pandemi ini 1:46:25 eh Janganlah bermain dengan 1:46:30 pencitraan-pencitraan yang 1:46:32 membahayakan misalnya bok data statistik 1:46:35 itu akan dicoba dikurangi 1:46:39 eh fakta tidak akan berkurang dengan 1:46:41 data yang berkurang kalau datanya itu 1:46:44 dimanipulasi data kematian tidak menjadi 1:46:48 kriteria lagi untuk mengambil kebijakan 1:46:51 ppkm dan sebagainya lalu juga kita lihat 1:46:55 tadi drim juga mengatakan bahwa data ini 1:46:58 sudah turun ya sekarang masalahnya 1:47:01 turunnya kita tidak tahu sampai seberapa 1:47:03 jauh turunnya sampai sej berapa rendah 1:47:07 atau memang itu turun benar-benar turun 1:47:10 karena apa Karena kalau saya juga mendag 1:47:13 itu turun pertama ada dua hal 1:47:16 eh bahwa data terinfeksi itu turun 1:47:21 pertama adalah Jumlah tes yang dikurangi 1:47:24 dan kedua adalah komposisi tes Jadi 1:47:28 kalau tes antigen yang diperbanyak kalau 1:47:31 tes PCR turun itu akan ber terbalik 1:47:35 posivity rate itu akan turun gitu nah 1:47:38 saya perhatikan bahwa awal Ji itu adalah 1:47:41 60% itu adalah tes PCR tapi begitu awal 1:47:45 Agustus itu sudah terbalik tes PCR 40% 1:47:49 kadang-kadang di bawah 40% tes antigen 1:47:52 itu 60% nah dengan demikian itu akan 1:47:56 turun gitu Tapi itu kan cuman kita 1:47:59 bermain dengan data ini yang bahaya jadi 1:48:02 data itu cara tes dan sebagainya itu 1:48:06 metodenya harus konsisten sehingga kita 1:48:09 bisa melihat bahwa 1:48:11 eh data yang dihasilkan itu juga 1:48:14 konsisten itu pertama dan yang kedua 1:48:18 adalah bahwa fokus pada itu dan kemudian 1:48:22 memberikan rakyat yang terkena dampak 1:48:24 itu bantuan bantuan jaring pengaman 1:48:27 sosial sehingga jangan terjadi friksi di 1:48:30 antara masyarakat dengan pejabat dengan 1:48:33 apa eh petugas di lapangan Gitu 1:48:36 kekasihan mereka semuanya jadi itu akan 1:48:39 terjadi benturan-benturan kalau kita 1:48:41 lihat sol pp-nya galak ya mereka tidak 1:48:44 bisa makan ada yang EE mencoba untuk apa 1:48:48 bunuh diri ya lehernya dia sendiri yang 1:48:51 apa asosiasi kafe dan restoran itu untuk 1:48:54 protes saja gitu karena sudah tidak kuat 1:48:57 bendera putih di mana-mana dan ini kan 1:49:00 menunjukkan bahwa negara kita jauh lebih 1:49:03 rendah dari 1:49:05 eh dari Vietnam gitu yang Vietnam 1:49:08 Tingkat kemiskinannya atau pendapatan 1:49:10 perkapitanya jauh di bawah kita jadi 1:49:13 kita ini semacam tidak beradab jadinya 1:49:16 Jadi kembali kepada yang kurang gitu 1:49:19 kurang beradab gitu dalam menghadapi 1:49:21 hal-hal seperti ini Nah itulah kita 1:49:24 harus membuat kita punya sendiri menjadi 1:49:28 Eh bisa dihormati gitu Nah itu dengan 1:49:31 suatu kebijakan 1:49:35 yangakyat Baik terima kasih Pak Anton 1:49:38 mudah-mudahan didengar nih 1:49:40 eharan dan masukannya k para penguasa 1:49:44 kita terutama Pak Jokowi berikutnya Dr 1:49:49 dipersilakank 1:49:54 I 1:49:55 Baik terima kasih 1:49:58 ee ini saya lagi ada tamu mohon maaf ya 1:50:02 jadi 1:50:05 ee 1:50:07 harapannya sebetulnya sih enggak 1:50:09 muluk-muluk ya kalau tenaga kesehatan 1:50:12 itu Asalkan kita 1:50:15 ee diperhatikanlah ee pendapat-pendapat 1:50:20 para dokter itu khususnya dalam pada 1:50:24 saat 1:50:25 eh pertimbangan kesehatan itu memang 1:50:29 perlu diutamakan dibanding pertimbangan 1:50:31 ekonomi jadi kita kan kadang-kadang 1:50:34 mesti tarik ulur ya kapan kita harus 1:50:38 Lockdown 1:50:39 misalkan karena itu semua akan nanti e 1:50:43 bisa jadi lingkaran setan ketika semua 1:50:45 Fasilitas Kesehatan 1:50:47 kap yaaps engak ada 1:50:51 eh apa 1:50:53 namanya pengaturan yang betul dari sisi 1:50:57 ee lockdownnya ya atau ppkm atau Apun 1:51:00 namanya ini nanti akan berimbas juga ke 1:51:03 ekonomi gitu J Saya kira Eh 1:51:05 masukan-masukan ini 1:51:07 Eh perlu 1:51:09 diperhatikan dari kalangan pakar 1:51:12 kesehatan ini jadi eh seimbangah balah 1:51:16 karena Eh kalau terlalu ketat juga susah 1:51:20 Min Feti tadi tapi kalau terlalu 1:51:23 memperhatikan ekonomi nanti juga kita 1:51:25 bisa kolaps bersama-sama jadi saya kira 1:51:28 itu harapan eh untuk pemerintah ya 1:51:32 supaya seimbang balance dan kemudian 1:51:35 juga Eh bisa 1:51:38 dipercaya oleh masyarakat karena kalau 1:51:41 tanpa kepercayaan masyarakat nanti 1:51:43 partisipasi masyarakat 1:51:46 itu 1:51:48 rendahipasi semua pihak dalam rangka 1:51:52 keluar dari pandemi ini gitu ya Saya 1:51:55 kira itu 1:52:03 ajaak terima 1:52:05 kasih dan sekaranging ID dari 1:52:10 dipersilakan 1:52:17 okeato kegaraan itu kan harus diucapkan 1:52:21 oleh seorang 1:52:23 negarawan tetapi kita engak lihat lagi 1:52:27 semacam watak negaraan presiden jokwi 1:52:31 jadi 1:52:33 dariielir bak mungkin kita mendengarkan 1:52:36 pidato kenegaraan darior yang kehilangan 1:52:39 watak negaraan Ini pertama yang 1:52:48 ked 1:52:50 gitu kan itu intinya memimpin kan kalau 1:52:53 gagal ya ya mundur bahkan ini ada dokter 1:52:57 nih kan Sel kita sel manusia itu 1:53:00 dibekali oleh kemampuan membunuh diri 1:53:03 bahkan kalau sel saya rusak ada sel 1:53:06 rusak di saya maka sel itu akan membunuh 1:53:08 dirinya sendiri supaya enggak mengganggu 1:53:09 sel yang lain namanya apoptosi itu 1:53:13 tetapi bagian ini sebetulnya yang 1:53:16 harusnya jadi pelajaran agar supaya kita 1:53:19 dididik Untuk menghentikan keburukan 1:53:23 tanpa harus menunggu hasilnya Yang lebih 1:53:26 Yang lebih berbahaya buat apa menunggu 1:53:28 2024 kalau 1:53:31 udah terjadi keadaan yang buruk hari ini 1:53:34 dan itu yang kita anggap sebagai sesuatu 1:53:37 yang enggak bisa dibenahi lagi nah ini 1:53:41 intinya 1:53:42 bahwa kalau kita lakukan terusmenerus 1:53:46 Nanti orang lain juga atau pemimpin 1:53:48 berikutnya akan lakukan hal yang sama 1:53:50 nah Saya membayangkan Bagaimana mungkin 1:53:52 pemimpin berikutnya harus membayar 1:53:56 seluruh keberukan yang dilakukan oleh 1:53:59 rejim hari ini Hutang yang luar biasa 1:54:03 perpecahan di dalam masyarakat kesehatan 1:54:05 yang buruk jadi bayangkan kalau 2024 1:54:07 Presiden Jokowi turun penggantinya itu 2 1:54:10 minggu kemudian jatuh lagi karena 1:54:12 bebannya begitu besar ini curangnya itu 1:54:15 pemerintah hari ini mengambil semua 1:54:17 harapan rakyat dan memubankan keselanan 1:54:19 Nanti pada pemimpin berikut karena itu 1:54:21 saya berpikir harus dilakukan perubahan 1:54:24 di luar sistem elektoral 202 harus 1:54:27 dipercepat buat mencegah 1:54:29 eh apa namanya kan ada PAP bilang buah 1:54:34 jatuh tidak jauh dari pohonnya tu supaya 1:54:36 nanti buah yang lain itu juga tetap 1:54:39 Walaupun dia jatuh tapi itu buah yang 1:54:41 sehat Bukan buah yang yang membusuk jadi 1:54:45 keadaan kita seperti itu maka saya 1:54:47 selalu ingin kasih sugesti bahwa 1:54:50 walaupun negara ini membusuk tapi 1:54:54 kewarganegaraan tidak boleh membusuk 1:54:56 karena hanya itu dasar kita untuk 1:54:58 mengucapkan keadilan mengucapkan masa 1:55:00 depan itu kira-kira intinya jadi merdeka 1:55:04 atau 1:55:09 dungu asamualaikum warahmatullahi 1:55:11 wabarakatuh Waalaikumsalam terima kasih 1:55:14 dan 1:55:15 sekarang dari 1:55:18 Pak 1:55:20 Matur nuun Mbak Wiwi Mas Antoni Dr 1:55:26 Bung Malam ini kita dicerahkan Saya 1:55:29 ingin menggaris 1:55:31 bawahi berharap e di 16 Agustus ada 1:55:36 etika dari pemimpin e kita untuk jujur 1:55:42 dan meminta maaf terhad pendan 1:55:45 yangikianar biasa susahnya 1:55:48 dapats dapat Rumah Sakit susahnya 1:55:52 berjualan dan berbagai macam kesusahan 1:55:55 lainnya karena kebijakan yang tidak 1:55:57 tepat dan tentu secara logika Saya ingin 1:56:00 melihat Seperti apa How strategi jitu 1:56:04 yang EE bisa disampaikan yang ketika itu 1:56:07 tidak dicapai ada janji untuk menanggung 1:56:12 konsekuensinya Mari kita tunggu pidato 1:56:14 16 Agustus 2021 Terima kasih baik terima 1:56:19 kasih Eh Pak Mardani dan sahabat-sahabat 1:56:22 sekalian tibalah kita di akhir acara ada 1:56:25 salah satu buku yang pernah saya baca 1:56:28 mungkinikit kita ketahui bersama 1:56:30 judulnya pidato-pidato Yang mengubah 1:56:33 dunia kumpulan pidato para tokoh eh 1:56:36 sejak zaman Masa Lalu ada pidato 1:56:39 Presiden Kennedy ada pidato 1:56:42 eh tokoh-tokoh agama ya Ada pidato 1:56:46 tokoh-tokoh perubahan di berbagai daerah 1:56:48 yang intinya adalah dengan pidato 1:56:50 tersebut mampu menggerakkan perubahan 1:56:52 mengubah dunia menjadi lebih baik gitu 1:56:56 dan kita berharap pidato kenegaraan Pak 1:56:59 Jokowi Adalah pidato yang bisa mengubah 1:57:01 nasib bangsa Indonesia nasib rakyat 1:57:04 bukan cuma sekedar pidato lo service 1:57:06 atau pidato pencitraan untuk memolh 1:57:08 Citra pemerintah sampai ketemu pada 1:57:10 acara inial stop pekan depan 1:57:13 warahmatullahi 1:57:14 wabarakatuh Salam 1:57:18 alam 1:57:34 makasih