Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbilamin hamdaniban
- mubarokan
- yuhibuna asadua ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah asadu anna muhammadan
- abduhuasul. Bismillah. Eh,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. pendengar radio juga pil
- siswa yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita berjumpa di hari ini
- saya Fahri temani Zen dan juga Anis
- Mualim di acara Siro sahabat bersama
- Ustaz Komadudin Basyuni. Alhamdulillah
- beliau setuju kita sapa di manawat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- ya? Alhamdulillah. Alhamdulillah segar
- dan sehat hari ini ya. Alhamdulillah.
- Dan kita akan ustaz akan membahas
- mengkisahkan sahabat Nuem bin Mas'ud. Se
- nih kita baru dengar nih masuk kayaknya
- baru lagi ya Ustaz ya. Iyalah. Dan nanti
- juga Anda yang bergabung Anda bisa
- kirimkan melalui
- 0811999720 atau kami di
- 0218451515. Silakan ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- Uahaillallah
- wahdahuikalahu muhammadan abduhuasul
- amma
- ba para pendengar radio silaturahim
- beserta para
- pemiarsa rasil
- Al jumlah pada pagi ini kita semua
- diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Mudah-mudahan apa yang kita
- lakukan menjadi amal saleh kita di
- hadapannya. Amin ya rabbal
- alamin. Pagi
- ini kita
- akan mengkaji
- perjalanan
- seseorang yang
- namanya mungkin di sekian banyak kaum
- muslimin ada yang sudah mengenal, ada
- juga mungkin yang belum mengenal. Siapa
- dia? Dia adalah kesatria Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- dengan panggilan nama adalah Nuem bin
- Mas'ud. Bagaimana
- ini perjalanan seorang Nuem ini?
- Beliau
- kalau dilihat secara
- fisik tidak seperti apa yang
- dikagumi dan dimiliki oleh sahabat
- seperti Khalid bin Walid, tidak seperti
- Umar bin Khattab.
- Nuaim bin Mas'ud bahkan dalam beberapa
- kisah perjalanannya
- perjalanannya adalah orang yang sangat
- lucu.
- Heeh. Lucu ya. Artinya membuat orang
- kalau berbicara dengan dia pasti orang
- tertawa.
- Kalau istilah orang umum itu orang yang
- membuat orang senyum dan tertawa. He
- namanya
- mungkin orang penggoda lah.
- Dia enggak ketawa, orang lain
- ketawa. Ini kehebatan yang dimiliki oleh
- Nuem. Nah, Nuim bin Mas'ud
- memang kalau kita diurut dari awal sih
- kayaknya belum kepada apa yang dimaksud
- dengan kesatria Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Peristiwa ini digambarkan oleh Allah
- dalam surah Al-Ahzab pada saat Allah
- mengatakan azubillahim
- minasyaitanirrajim waid jagatil absar
- ila akhiril
- ayah. Pada saat pandangan kaum
- muslimin sampai terperangah
- karena
- kaget dan mereka punya prasangka kepada
- Allah dengan prasangka yang tidak-tidak.
- sampai mereka ada di antara orang-orang
- yang ada di kalangan Nabi mengatakan,
- "Inilah janji yang disebut janji tipu
- daya." Kenapa? Karena selama ini
- mereka mendengar, melihat apa yang
- dikatakan Rasul itu selalu terbukti.
- Tapi waktu itu apa yang mereka harapkan
- tak terbukti.
- Kenapa? Memang kalau diurut agak sedikit
- panjang ya, tapi ini untuk melengkapi ya
- kisah ini biar sedikit agak nyambung
- gitu ya. Gimana sih kisahnya kok
- tiba-tiba sampai ayat ini turun kemudian
- ada peristiwa yang sangat mengguncangkan
- hati para sahabat? Nah, terus perannya
- Nuem di mana? H. Dikatakan kesatria
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Para pendengar Rad Rasil dan pamiarsa TV
- Rasil. Jadi pada peristiwa perang
- Khondak atau perang
- Ahzab, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- digempur dengan tiga kekuatan besar. H
- kekuatan pertama, kekuatan orang-orang
- Makkah dari suku Quraisy yang mereka
- datang kepada Madinah kurang lebih
- sekitar 6.000
- pasukan. Ditambah
- lagi dengan pasukan Gotpan. Gotpan.
- Godpan ini di dalamnya ada Bani Pulan,
- Bani Pulan, Bani Pajero dan
- lain-lainnya. Mereka bergabung dalam
- satu payung yaitu dengan dikomandani
- oleh Bani Gotpan yang dipimpin oleh
- Uyainah bin Hisan.
- Jadi kalau
- Makkah dibawah kendali semuanya oleh Abu
- Sufyan bin Harb, tapi Gotpan di bawah
- kendali Uyainah bin Hisan. Ini
- tokoh-tokoh strategi perang.
- Nah, sementara di satu sisi adalah
- Yahudi. Nah, Yahudi ini terdiri di
- dalamnya. Ada Yahudi Banu Nadir, ada
- Yahudi Banu
- Quraizah, ada lagi ada Yahudi Banu
- Qainuqo. Di Yahudi-Yahudi Madinah ini
- yang sudah duluan diusir dari Madinah di
- antaranya Bani Kunaiko sama Banu Nadir.
- Ada satu lagi Yahudi yang ada di Madinah
- yang mereka masih ada hubungan
- persahabatan dengan Nabi yaitu Bani
- Quraizah. Tapi akhirnya Bani Quraidah
- pun itu bergabung bersama Yahudi-Yahudi
- lain. Nah, Yahudi ini di bawah kendali
- seorang tokoh yaitu Khuyay bin Ahtab.
- Jadi tiga kekuatan menyatu.
- Nah. Nah, sementara Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam di Kota
- Madinah mereka disertai sahabatnya
- kurang lebih 3.000 orang.
- Kalau Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam secara z berhadapi menghadapi
- pasukan Makkah saja itu saja sudah sudah
- lewat perimbangannya beda. 3.000 melewat
- 6.000 kan dua kali lipat. He. Nah,
- sekarang yang 6.000 ditambah lagi oleh
- pasukan Gotpan kurang lebih mereka
- 4.000. Jadi berapa itu?
- 10.000. Tambah lagi pasukan Yahudi
- kurang lebih 2.000.
- 12.000
- berapa itu kan secara zuhil waduh satu
- berbanding empat
- sementara senjata-senjata yang dimiliki
- mereka ya canggih-canggih
- baik dari Quraisy, baik dari Yahudi dan
- lain sebagainya. Sementara Rasulullah ya
- persenjataannya alami,
- mental kuat. Memang di tengah-tengah
- para sahabat ada pakar-pakarnya, ada
- ahli-ahli strateginya.
- Tapi ngelihat banyaknya musuh
- berkali-kali empat.
- Nah, di
- sinilah Allah menguji kaum muslimin.
- Waliub lial
- mukminina. Dan Allah menguji orang-orang
- yang beriman.
- Nah, ujian ini dirasakan
- sangat-sangat menyita
- perhatian dari mulai pagi, siang, sore,
- malam, terus pagi
- lagi itu bukan main.
- Nah, di
- tengah-tengah kaum yang akan menyerbu
- Nabi Muhammad, mereka terkagetkan.
- Ada seolah pagar, pagarnya berbentuk
- parit yang tadinya mereka dari luar
- Madinah akan langsung masuk menerobos.
- He secara brutal akan menghancurkan.
- Tahu-tahu mereka tercengang. Lah kok
- tiba-tiba ada parit, ada khondak. H yang
- hendaknya kalau ada orang yang cerdas,
- cepat dan larinya kencang, jangankan
- orang, kuda aja loncat enggak bisa. Bisa
- dibayangkan itu lebarnya antara 11 12 m.
- Lebarnya kira-kira dari sini ke mana? 12
- m. Wah, itu sih berapa meter?
- Terus dalamnya 6 7 m.
- Terus panjangnya itu kurang lebih 11
- kilo lebih. 11 kilo. Iya. Itu siapa yang
- bikinnya? Nah, itu coba bayangkan.
- Dahsyat. Rasulullah waktu mendengar
- berita bahwa
- Quraisy Yahudi mereka bersatu akan
- menyerang langsung Rasulullah dengan
- utusannya intelijentintelijen yang
- disebar mencari info lalu melaporkan
- hasilnya. Setelah dilaporkan lalu Nabi
- mengadakan musyawarah. Nah, musyawarah
- cepat. Bayangkan. Jadi, ini musyawarah
- tingkat tinggi, enggak bertele-tele. Tek
- tak
- tek langsung yaitu diputuskan dengan
- saran Salman Alfarisi dibuatnya parit.
- Nah, nah setelah diputuskan lami lalu
- mengasih tugas. Setiap 10 orang H
- dikasih amanat atau menggali itu
- sepanjang 40 hasta. 40 hasta. 40 hasta
- itu kurang lebih 20 m. He. Berarti
- panjang 20 m dalam sekian, lebar
- sekian. Itu penggalian itu menurut
- catatan para ahli tarikh, ada yang
- mengatakan itu dikerjakan hanya 6 hari.
- 6 hari. W kan. Nah, untuk rapi-rapi dan
- lain sebagainya sampai sempurna
- finishing lah bahasa bahasa kita ya.
- Finishing itu hanya antara 12 13 hari. H
- ya mungkin pasang stagger kan perlu di
- dirapihin dulu terus batu-batu yang
- masih berantakan yang dipecahin itu
- perlu disempurnakan.
- Yang ajibnya umpamanya kalau ini bibir,
- bibir parit, ini bibir parit itu ee
- kalau di sini pasukan musuh nih semua di
- sini pasukan Rasulullah itu semua galian
- itu tidak ada yang terus digali semua
- dan kalau itu berupa batu atau sesuatu
- yang dianggap keras itu ditaruh di depan
- pasukan kaum muslimin. Nah, sementara
- ini nih ini enggak ada kesempatan begitu
- kalau orang datang salat brus masuk. He.
- Kalau di sini masih ada tanggul. Saya
- begitu mengkaji itu kagum juga memang
- ahli strateginya. Masyaallah. Jadi
- artinya dibuat
- satu apa kalau istilah bahasa
- gampangnya
- di kasih umpan biar mereka masuk
- sehingga mereka tidak punya pandangan.
- Pokoknya tiba-tiba deret bus masukak
- terjebak. Nah, itu hebatnya strategi.
- Maka pada saat mereka datang kagetnya
- itu kok ada parit. Sebab waktu itu di
- Jazirah Arab khususnya Makkah Madinah
- itu belum pernah ada sepanjang
- perjalanan hidup mereka kalau mengadakan
- peperangan ada khond atau ada parit itu
- belum ada. Nah, ini kok justru Nabi
- Muhammad dengan para sahabatnya sudah
- memulainya.
- Nah, di tengah-tengah kegelisahan mereka
- dan musuh begitu hebat dan yang tadinya
- Yahudi Banu
- Quraidah yang mereka netral tidak
- berpihak ke sana kemari. Nah, itu dengan
- situasi begitu genting, orang-orang
- kafir Quraisy merasa kecolongan. Orang
- Yahudi Banu Nadir, Banu juga kecolongan
- juga. kok bisa membuat ini dengan waktu
- singkat. Maka akhirnya Khuyay bin Ahtab,
- tokoh Yahudi, maju masuk ke Yahudi Bani
- Quraizah untuk mengadakan pembicaraan.
- Sebelum dia berbicara, ternyata kan
- Yahudi itu Yahudi Bani Quraidah itu
- rumahnya di atas perbukitan. He. Jadi
- kalau mereka siapa saja mau masuk ke
- wilayah mereka itu harus melewati satu
- pintu. Maka Huyay bin Attahab
- teriak-teriak, "Buka pintu, buka pintu."
- Ah, enggak didengar tuh oleh tokohnya.
- Biarin ngapain saya? Tapi karena dia
- dengan keras
- menggedor-gedor, hanya
- dibuka. Setelah dibuka dipersilakan
- masuk ke dalam. Intinya kalian nih
- gimana? Apa kalian tidak inginkan
- sesuatu yang kalian
- harapkan? Kalau kalian diam saja,
- jangan-jangan kalian yang diserbuduan
- katanya. He. Supaya kalian dapat andil
- dan kalian mendapatkan gonimahnya, kita
- sama-sama serang orang-orang Islam. W
- enggak saya kata. Nah, kata pimpinan ya
- kalau enggak kamu dapat resiko nanti
- Quraisy akan menyapu habis kauanya.
- Ah, akhirnya mereka mikir juga, udah
- batalkah perjanjian dengan Muhammad,
- dengan
- muslimin. Akhirnya mereka digoda,
- diroayuk. Akhirnya betul dia tolak
- perjanjian itu, dia robek, dia batalkan
- sendiri. Nah, untuk buktinya dia harus
- mencaci Nabi. Wah, coba bayangkan ya
- sebelum ada perubahan, oh dia hormat.
- Tapi begitu Yahudi mengomporin dia,
- akhirnya berani mencaci maki, menghina.
- Ah, udah berarti mereka akan ikut
- gabung. Ya, sudah hasil tuh dia. Jadi,
- Yahudi Banu Quraidah sekarang bergabung
- dengan pasukan Ah dengan yang sehingga
- disebutlah pasukan sekutu. Sekutu. Nah,
- pasukan sekutu itu adalah gabungan dari
- tokoh-tokoh Quraisy. Pasukan Quraisy
- bersatu. Tambah Bani Gospan terdiri di
- dalamnya beberapa kabilah. Tambah lagi
- Yahudi terdiri dari beberapa kabilah
- Yahudi. Mereka bersatu padu untuk
- menghancurkan Nabi Muhammad.
- Nah, di tengah kegentingan
- suasana
- muncullah Nuim bin
- Mas'ud. Nah, Nabi waktu melihat gerakan
- ahzab begitu hebat siang malam tidak ada
- hentinya berdoa Allahumma munzilal kitab
- syarial hisab ihzimil ahjab. Allahumma
- muncilal
- kitab ihzimil
- ahzab. Nah, doa Rasul kan lain dengan
- doa kita ya. Didengar oleh Allah.
- Tiba-tiba muncul Noem.
- Kata Nuem, "Ya
- Rasulullah, saya ini sesungguhnya sudah
- masuk
- Islam, cuma saya dipaksa oleh mereka
- untuk ikut memerangi
- engkau. Nah, saya serahkan kepada
- engkau. Silakan.
- Engkau memberikan instruksi kepada saya
- untuk kepentingan
- Islam. Kata Nabi
- No ini kan
- sendirian. Nah,
- sekarang saya serahkan kepada dirimu
- sendiri.
- Silakan Anda berbuat dan saya ingin
- melihat mereka dihinakan.
- Pasukan haj terhina dengan tipu dayamu.
- Ingat alharbu khid'ah. Nah, itulah
- diucapkan Nabi di hadapan Naib. Perang
- adalah tipu daya. Wah, alharbu
- hidah. Baik Rasulullah kata
- Nuim.
- Akhirnya Naim keluar dari hadapan
- Rasulullah.
- Dia sekarang misinya beda. He. Setelah
- berjumpa Rasul sekarang dia bagaimana
- untuk memecah belah kaum yang sudah
- bersatu padu di tengah-tengah mereka
- yang siap untuk menggempur
- Madinah. Nah, inilah kecerdasan seorang
- Nuem kesatria Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Di sinilah dia tidak menggunakan pedang,
- tapi dia menggunakan silat lidah yang
- akan memperak perandakan kekuatan besar.
- 12.000. Bayangkan 12.000 ya. Pasukan
- khondq dihadapi dengan satu lidah.
- Nuem bin Mas'ud akan memberikan
- pandangan-pandangan,
- strategi-strategi yang secara
- zahir. Mampukah dia mempengaruhi top-top
- Quraisy? Menghadapi Abu Sufyan,
- menghadapi Khuayy bin Aktab, menghadapi
- tokoh-tokoh yang lain? Wah, ini yang
- saya kagum. Dia memiliki kecerdasan
- berpikir yang tidak dimiliki oleh orang
- lain.
- Akhirnya setelah dia di majelis rasul,
- dia keluar, dia berpikir siapa yang
- harus dia hadapi terlebih
- dahulu. Ada beberapa riwayat mengatakan
- pertama dia datangi Yahudi Bani
- Quraidah.
- Kenapa dia dahului? Kenapa? Karena dia
- adalah Yahudi yang baru bergabung dengan
- tentera sekutu dan dia paling
- dekat suasananya, tempatnya kepada
- muslimin. Karena posisinya dia di
- belakang kemah kaum muslimin. Jadi
- nyerangnya dari belakang cepat dia.
- Sementara Quraisy di depan, di depan
- khondak nih parit n di belakang. Jadi
- kalau ini parit dan belakangnya. Nah di
- belakang itu Nabi dengan sahabatnya. Nah
- dia di belakangnya. Hm. Jadi dia
- nyerangnya dari belakang. Makanya ini
- dengan dia
- hadapi. Kata
- Noem, teman-teman Yahudi Banu
- Quraizah, Anda kan sudah tahu ini di
- antara isi
- pembicaraannya. Beberapa teman-teman
- kamu Yahudi Banu Nadir sudah diusir.
- Banu Kunaiko pun sama
- diusir. Apakah kamu mau seperti mereka?
- Tapi ma kata dia ini saya berbicara
- rahasia ya.
- Ya silakan
- silakan.
- Begini mereka di luar kalian orang-orang
- Quraisy datang
- kemari dia tinggalkan
- keluarganya, tinggalkan hartanya. Dia
- bawa apa adanya saja. Jadi kalau dia
- punya perang kalah, keluarganya enggak
- terganggu. Jauh non di sana. Kalau
- kamu perang
- kalah, istrimu di sini, hartamu di sini.
- Wah, babak belur katanya. Iya juga ya.
- Benar kan? Iya
- benar. Nah, kamu kan belum lama ini
- bergabungnya kan. Ah, terus gimana?
- Nah, kalau mereka menyuruh kamu agar
- kamu menyerang duluan, jangan dulu
- percaya. Apalagi kamu taat melaksanakan
- serangan.
- Kenapa? Kalau kamu menyerang, kamu
- diserang, kalah, mereka enggak mungkin
- menolong kamu. Maka salah satunya kalau
- mereka akan menyuruh kamu, kamu harus
- minta jaminan. Apa jaminannya? Serahkan
- beberapa orang dari Quraisy sebagai
- tawanan.
- jaminan bahwa ucapan mereka bisa kau
- percaya. Tapi jangan cerita sama yang
- lain
- ya, I ya. Ya, ya.
- Udah. Jadi, itulah nasihat saya kepada
- kalian. Jadi, kalian jangan terburu-buru
- percaya kepada apa yang disampaikan oleh
- tokoh-tokoh Quraisy. Pegang teguh ini
- ya.
- Dah, jalan lagi dia tuh menuju siapa?
- Kelompok Quraisy yang di bawah komando
- Abu Sufyan bin
- Harb. Begitu
- datang dia bilang, "Tuan-tuan, kalian
- tahu kan tentang saya bagaimana cinta
- saya kepada Oh, iya betul. Dan bagaimana
- benci saya kepada Muhammad gitu
- kalimatnya kan kelihatan sekali itu
- bahwa dia artinya tidak ada hubungannya
- dengan Nabi. Jadi saya cinta sama kalian
- dan saya benci kepada Muhammad." Ini
- yang disebutkan alharbu hidah.
- Perang tipu
- daya. Begini, Teman-teman
- Quraisy. Saya
- perhatikan ini kalau sempat terjadi
- peperangan. Nah, di antara kalian saya
- rasa kalau berhadapan
- langsung dengan Muhammad kalian tidak
- akan sanggup.
- Telah terbukti beberapa kali perang
- Badar kalian kalah.
- Perang Uhud memang kalian benar, tapi
- kan tidak ada yang ditawan dari pihak
- Muhammad katanya. Hanya mereka ya banyak
- yang meninggal ee sementara kamu sedikit
- tapi tetap secara ruh Muhammad dan
- pasukannya
- menang. Nah, ini kalau sekarang kamu
- berhadapan langsung dengan Muhammad saya
- yakin kamu tidak akan menang. Maka
- beberapa orang, beberapa kabilah kamu
- galang jadi satu. Nah, sekarang saya mau
- bicara tapi rahasia ya. Jangan cerita
- sama yang ya ya percaya kan ya. Karena
- ini diplomat tingkat tinggi ini.
- Jadi saya beritahu kalian pada saat
- kalian akan menggempur
- Madinah kan kalian butuh bantuan.
- Pada saat kalian nanti mengadakan
- instruksi
- serbu terutama dari Yahudi Bani
- Quraidah.
- Maka kalau mereka minta
- jaminan kepada Anda, jangan Anda
- kasih. Padahal dia tadi ngomong kan
- kepada Yahudi dulu kan harus minta
- jaminan. Dia ngomong sama ini lain lagi.
- Kalau
- kamu memerintahkan serbu dan sebagainya
- terus mereka minta jaminan jangan kamu
- kasih. Perannya di sini di sini minta
- jaminan di sini jangan dikasih. Jadi
- istilahnya dua wajah yang
- berbeda. Oh iya ya
- ya. Nah itulah artinya bagaimana taktik
- yang diperankan oleh Nuim bin Mas sudah.
- Terus datang lagi kepada Yahudi Banu
- apa? Kepada kabilah Gotpan
- datang. Woh dengan gaya tersendiri.
- Teman-teman kalian kan tahu saya saya
- begini bagaimana mencintai kalian
- bagaimana saya memusuhi Muhammad kan. Oh
- iya iya tahu tahu. Tapi saya mau
- berbicara sama tokoh-tokoh kalian tapi
- rahasia ya. Iya iya bicaralah tidak jauh
- beda seperti tadi.
- Ah begitu saya ternyata
- benar
- mulai.
- Nah ada kecurigaan. Maka Abu Sufyan
- sebagai panglima
- tertinggi mengutus
- beberapa jenderal perangnya termasuk
- Ikrimah anak Abu Jahal dikirim. Coba cek
- benar apa.
- Datang Ikrimnya kepada Yahudi Banu
- Quraisy
- itu mengadakan diskusi. Terjadilah
- diskusi bahwa kalian ee tidak lama lagi
- kita akan mengadakan penyerangan. Maka
- diharapkan kalian agar menyerbuk dari
- dalam. Mereka bilang oke tapi ada
- jaminan katanya. Apa jaminannya? Berikan
- orang kepada aku sebagai tawanannya. Oh,
- gak bisa. Nah. Oh, kalau gitu juga aku
- enggak bisa. Dia ada mulai itu akhirnya
- apa? Saling
- caci. Jadi, Yahudi Bani Quraidah sudah
- tidak percaya dengan ajakan Quraisy.
- Quraisy juga sudah mulai. Nah, membaca
- ini ada apa ini?
- Nah, akhirnya begitu ada perintah
- instruksi Banu Quraidah pun apa? Banu ee
- Fajarah. H yang ada di dalamnya itu
- dalam bas Godpan. Begitu pula. Nah,
- dalam suasana saling tidak percaya
- antara suku ini, suku ini, Allah
- mengirimkan angin di malam itu yang
- besar. Terjadilah angin topan,
- terjadilah hujan besar, terdengarlah
- suara petir
- menggelegar, terdengarlah suara gemuruh
- yang besar.
- Itu kuda-kuda yang diikat unta disapu
- itu sama angin
- buar lari enggak jelas ke sana kemarinya
- ke mana itu. Kemah-kemah yang dipasang
- terbangkan anginabut sampai ke
- akar-akarnya.
- Makanan minuman yang disiapkan oleh
- mereka untuk
- persediaan ditendang sama angin tumpah
- berantakan.
- Abu Sufyan bin Harab sebagai komandan
- tertinggi. Apa bilang dia?
- Waduh, kayaknya kita enggak bisa
- ini. Sudah sekarang saya harapkan kalian
- agar kalian siap-siap untuk meninggalkan
- tempat ini. Oh, sebab lihat situasi
- seperti ini nih. Jangan-jangan pasukan
- Muhammad masuk nih ke sini. Wah,
- ternyata di tengah
- itu Rasulullah mengundang beberapa
- sahabat. Kata Rasulullah, ini malam
- mencekam. Ini kalau istilah bahasa
- gampang kita ini. Kita ini kebetulan
- nih. Tapi siapa yang berani ini masuk
- nih? Ini ada markas Abu Sufyan ini.
- Siapa yang
- berani? Yang biasanya para sahabat kalau
- ada anjuran Rasul itu paling duluan
- menampakkan diri. Di saat itu enggak ada
- yang berani menampakkan diri. Nyumput
- ciut
- semua. Artinya mau dikirim. He mau
- dikirim ke markas besarnya. Abu Sufyan.
- Bayangkan kan Abu Sufyan ada markas
- besarnya itu suruh masuk ke
- markasnya. Nah, di tengah-tengah
- itulah Rasulullah ternyata
- memanggil Huzaifah bin Yaman. Jadi tugas
- Nuaim bin Mas'ud berhasil memecah belah.
- He. Nah, untuk membuktikan bagaimana
- pasukan di dalamnya pecah belah dan
- tidaknya, diutuslah Hudzaifah bin Yaman.
- Begitu Hudaifanar masuk
- langsung lampu manti. Enggak ada itu
- istilah bahasa neon-neon.
- Gelap gelapita. Kata
- Hudzaifah, saya kalau tidak ingat pesan
- Nabi. Kata Nabi, "Kamu hanya masuk dan
- memperhatikan bagaimana keadaan mereka.
- Jangan berbuat apa saja." Kata
- Hudzaifah, "Saya lihat Abu Sufyan
- gedagidig, mundar-mandir. Saya tahu dan
- kalau saya tembak dengan panah, ah mati
- dia. Tapi saya ingat pesan Rasul, kamu
- jangan berbuat apa-apa."
- Masyaallah. Alhamdulillah dia laporan.
- Ternyata malam itu pasukan Quraisy
- bubar dalam keadaan pecah belah. Nah,
- itulah yang disabdakan oleh Nabi.
- Allahumma zimhum wazalzim. Ya Allah
- hancurkan mereka dengan
- sehancur-hancurnya. Allahumma farq
- bainahum. Ya Allah pecah belahkan
- mereka. Pecah belah-belah terjadi.
- Itulah salah satu karya besar kesatria
- Rasulullah bisa memporak-porondakan
- pasukan besar yaitu seorang sahabat
- namanya Nuim bin Mas. ahli strategi dan
- dia dapat pujian Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Demikian
- walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik,
- demikian kisah sahabat Nuem bin Mas'ud
- yang begitu heroik ya. Dan juga beliau
- ee mampu mempengaruhi musuh-musuh supaya
- apa namanya? Pecah gitu ya persatuan
- mereka. Baik dan nanti untuk bergabung
- Anda bisa kirimkan WhatsApp Anda di
- 0811999720 atau kami di
- 0218451515. kami segera kembali
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Masih bersama kami W di acara Sirw
- Sahabat bersama Ustaz Komadan Basyuni
- mengkisahkan sahabat Nuem bin Mas'ud.
- Seorang sahabat yang dijuluki kesatria
- Rasulullah sallahu alaihi wasallam.
- itu senang bercanda ya kalau misalkan
- bersama teman sahabat-sahabat yang lain
- membuat sahabat-sahabat yang lain
- tersenyum dan terhibur mungkin saja
- seperti itu dan juga jago diplomasi
- untuk ee kepada musuh-musuh Islam apa
- memecah lagi bisa gitu ya. Dan sudah
- banyak SMS yang masuk di WhatsApp di
- 0811999720.
- Ini yang
- pertama ee datang dari
- 08128817. Sekian seekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. He
- ee kalau tidak salah sahabat Nuam bin
- Masud itu apakah dia dari suku Gfan,
- Ustaz? Dan beliau lahir di manakah?
- Ya,
- untuk pertanyaan ini terus terang aja.
- Saya sendiri belum begitu mendalami dia
- asal usulnya dari mana. Karena ini peran
- beliau ini justru di tengah-tengah kaum
- muslimin sedang menghadapi suasana yang
- genting. He. Nah, dia muncul dengan
- tiba-tiba padahal dia berada di pasukan
- musuh. Iya. Jadi Allah merubah
- berpikirnya Nuaim bin Mas'ud sehingga
- menjadi orang yang menghidmati Nabi. Di
- tengah-tengah
- Rasul berdoa pada Allah, "Ya Allah
- hancurkan dan porak-por dok pasukan
- musuh ini." Muncullah Nuim bin Mas'ud
- yang dia mengatakan, "Ya Rasulullah,
- saya ini sudah
- muslim cuma karena saya di datang ke
- sini dipaksa oleh mereka untuk memerangi
- engkau, sungguhnya hati saya sudah
- muslim." H. Sekarang apa peran saya
- sebagai seorang yang mencintai engkau?
- Kata Nabi, "Kamu kan
- sendiri." Ya, saya serahkan sama engkau.
- Engkau silakan berperan. Ingat
- analba alabu hidah. H perang tipu daya.
- Silakan Anda berbuat. Nah, dia kan ahli
- diplomasi.
- Bagaimana memecah belah? Itulah di
- antaranya. Jadi kalau ditanya suku mana
- itu betul dia bukan berada di lingkungan
- orang-orang Quraisy yaitu berada di
- bawah komando dari Bani Gotpan karena
- Bani Gotpan itu terdiri dari beberapa
- suku. Nah demikian
- berarti istilah tipu daya itu
- diperbolehkan untuk dalam peperangan.
- Dalam peperangan memang tapi bukan
- berarti tibud daya tukang nipu. Bukan
- strategi perang. Strategi maksudnya
- diperbolehkan. Baik, kembali ke
- pertanyaan selanjutnya datang dari Bapak
- Anwar di Cilegon, Banten. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Eh, Nuaim Nuaim bin Mas'ud sempat
- ditawari oleh kaum Yahudi dengan
- kemaksiatan dan kesenangan karena masa
- mudanya sering berdagang di Makkah dan
- Madinah. Apakah benar cerita itu, Ustaz?
- Memang kalau lihat sejarah awal, beliau
- ini salah satu di antara orang yang
- banyak berhubungan dengan Yahudi Banu
- Quraidah. Artinya dia sudah tahulah ee
- orang-orang Yahudi terutama Bahan Banu
- Quraidah ini. Karena di antara Yahudi
- yang paling akhir ya meninggalkan
- Madinah itu Yahudi Bani Quraidah. Dan
- setelah Rasulullah dianggap selesai
- menghadapi pasukan Makkah Gatpan, Rasul
- itu langsung didatangi Jibril
- memerintahkan ya Rasulullah, peperangan
- belum selesai. H Yahudi Banuara harus
- dikasih pelajaran. Iya. Maka Rasulullah
- langsung memerintahkan para sahabat.
- Kata Nabi, "Wahai para pejuang yang
- barusan kalian pulang belum selesai
- ambil lagi senjata. Mari bersama aku
- berangkat menuju Banu Quraidah. Kalau
- kalian belum salat zuhur, kita salat
- asar di sana di Bani Qura Quraidah.
- Kalau sudah salat
- berangkat. Maka Rasul baru aja sampai di
- rumahnya datang Jibril dengan
- menggunakan kuda baju putih langsung
- berangkat. Para sahabat begitu ada
- komando langsung kalau bahasa agamanya
- biar wuh semangat. Nah semangat
- berangkat menuju Banu
- Quraidah. Nah ternyata di Banu Quraidah
- ini
- Rasulullah memerintahkan beberapa
- sahabat. Di antaranya sahabat Sa'ad bin
- Muad
- untuk memberikan
- putusan. Oh mereka begitu kedatangan
- Rasul. Waduh, kalau bahasa agamanya
- tariris, panas, dingin. Wuh, kenapa
- pasukan muslimin jangan dikira
- main-main. Kata Nabi,
- "Udah." Jadi, begitu pasukan Nabi
- datang, enggak ada yang berani tampil.
- Apalagi pelakak-pelekuk. Wah, udah sikat
- habis tuh. Semuanya
- nyumput, berlarian. Nah, di situlah
- Rasulullah dikasih waktu untuk
- mempertimbangkan gimana ini. Akhirnya
- diputuskan e yang laki-laki dibunuh, H
- yang anak-anak ditawan, perempuan
- ditawan. Nah, beberapa di antara mereka
- ada yang menyerahkan diri bahkan ada
- yang masuk Islam ada, tapi ada juga yang
- bertahan. Yang bertahan itulah langsung
- dibunuh oleh Nabi. Ah, itulah demikian
- sekilas. Iya. Baik dari Bapak Iskandar
- di Jakarta. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz
- Komrudin Basuni. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- apakah di zaman Rasulullah sudah ada
- dinas intelijen? Waduh, ya udah ada lah.
- Kalau enggak ada dinas intelijennya cuma
- dinas intelijen dulu dengan sekarang
- beda ya.
- Kalau dulu intelijennya canggih-canggih
- itu.
- Bayangkan sahabat bisa membaca musuh
- berapa itu. Iya. Itu kalau bukan
- intelijennya tingkat tinggi, wah.
- sampai itu Abu Bakar tuh intelijen
- tingkat tinggi itu Umar segala macam.
- Sehingga pada satu saat ada sahabat Nabi
- dikirim namanya Qais. Berapa jumlah
- mereka waktu perang Badar
- dan namanya
- disembunyikan? Makanya orang yang
- penduduk yang kedatangan pasukan Quraisy
- ditanya kira-kira berapa, Pak itu
- pasukan Quraisy datang? Saya enggak tahu
- orang banyak katanya. Cuma Nah, dia
- rata-rata sehari itu motong 10
- ekor unta 10 ekor. Wah, 10 ekor berarti
- kalau 1 ekor 100, 10 ekor berarti 1.000.
- Tuh, bayangkan dari ekornya ada
- ketahuan.
- Terus lagi orang hebat intelijennya
- untuk mengetahui ini orang yang datang
- ini ini di tengah suasana mau berperang
- ini ini orang yang ng lewat ini orang
- Makkah apa orang
- Madinah? Maka oleh intelijen itu
- diperhatikan mungkin dia kalau berjalan
- pasti akan karena menggunakan kendaraan
- pasti akan berhenti. Pasti kendaraannya
- dikasih makan atau suruh apa makan
- sendiri. Pastikan buang berak gitu ya.
- Begitu datang ke tempat berhenti
- kendaraannya kan mereka buang air. Heeh.
- Buang kotoran. Kotorannya itu kotorannya
- langsung diorek-orek itu. He
- dibuka-buka. Nah, begitu diorek-orek ada
- biji kurma. H. Itu biji kurma
- menunjukkan ini kurma mana tahu tu. Coba
- sampai segitunya ya. Dah begitu. Wah,
- ini kurma Madinah nih. Bukan enggak ada
- di Mekah. Heeh. Cowok sampai begitu coba
- orang sekarang bisa apa kira? Hah?
- Boro-boro aja main gijet aja tahunya.
- Oh, hebatnya dulu begitu. Sampai telapak
- bekas kaki itu dia bisa tahu ini
- diteliti ya.
- Masyaallah itu hebatnya orang dahulu
- itu. Jadi kecerdasannya melebihi
- kecerdasan. Sekarang yang cerdas kan
- anjing. Anjing pelacak. Anjing pelacak.
- Di zaman enggak ada anjing pelacak.
- Orang semuanya bayangkan.
- Oh, ini istilnya baunya sudah ketahu
- nih. Ini bau mana nih? Ini bau Makkah?
- Bau Madinah.
- Demikian sudah ada di sejat apa di
- inteligen? Iya. Inteligennya tingkat
- tinggi itu sekarang kan
- CIA. Itu kan pengembangan-pengembangan
- sudah hebat dengan keterbatasan tadi ter
- maksimal ya bekerjanya. Makanya kan ada
- ayatnya.
- Tidak ada makar buruk melainkan akan
- menimpa dirinya sendiri. Nah, waktu ayat
- ini turun dibacakan oleh pakar
- intelijen. He. Pakar intelijen ngerti
- bahasa Arab. Waduh,
- kalau saya berbuat ini bukan yang lain
- duluan karena saya sendiri. Enggak jadi
- dia langsung datang kepada Nabi,
- langsung dia masuk Islam. Tuh,
- demikian. Iya. Baik. I ada lagi
- pertanyaan yang masuk datang dari Bapak
- Zaki di Sukabumi. Iya. Orang Sukabumi
- ya. Sahabat orang y
- Ustaz ee sejarah sahabat e Nuim bin
- Mas'ud saya tadi menyimaknya ketinggalan
- sepotong sepotong apa yang disampaikan
- Ustaz. Saya mau tanya apa yang membuat
- sahabat Nuaim bin Mas'ud ini mendorong
- datang menuju Rasulullah sallahu alaihi
- wasallam.
- Iya. Itulah berkat doa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Pada saat Rasulullah didatangi oleh
- ribuan musuh begitu besar, Rasul kan
- berdoa. Iya. Di antara doa Nabi itu
- Allahumma munjilal kitab wa
- mujriashab wazimil ahzab ihzimhum
- wansurna alaihim. Coba
- bayangkan. Nah, Allah maha tahu
- segalanya. Nabi memohon kepada Allah, ya
- Allah turunkanlah hambanya.
- Dan orang itu ya orang yang berada di
- pihak mereka. Ceuk bahasa orang mah
- digileken hatena langsung yang tadinya
- berpihak kepada para pemikir-pemikir
- yang jahat. Sekarang dialihkan dia
- menghadapi Rasulullah dan hatinya luluh
- serta mengakui kebenaran Nabi Muhammad.
- Bahkan mengakui kata dia, "Saya ini
- muslim ya Rasulullah." Bahkan a sudah
- masuk Islam. Nah, sebagai tanda
- bukti apa yang saya bisa lakukan?
- Terserah apa yang kau perintahkan
- kepadaku. Masyaallah.
- Nah, itulah di situlah perannya Nuem bin
- Mas'ud sehingga dia bisa
- memporak-porandakan pasukan yang begitu
- besar dan ternyata hasilnya bisa
- dirasakan. Mereka kabur dari pasukan Ah
- dan mereka pulang dalam keadaan gigit
- jari.
- apa yang mereka harapkan enggak ada
- satuun bukti nyata semuanya tipu daya
- yang mereka rasakan. Itulah janji Allah.
- Wala
- yublihul
- kafirun. Orang kafir selamanya tidak
- akan bahagia. Sengsara dan sengsara.
- Demikian berarti Allah yang menggerakkan
- hati Nuem bin ini ya untuk membela
- Islam. Baik. Ada lagi pertanyaan yang
- masuk? Ini sudah banyak sekali yang
- masuk. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz dari Bu Nani ya
- dipok. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ini ee perjuangan berat
- para sahabat pada zaman Nabi begitu luar
- biasa, Ustaz. Kenapa pada zaman kini
- banyak anak-anak muda Islam yang kurang
- meneladani para sahabat-sahabat Rasul?
- Heeh. Ya. Baik, Bu Nani ya. Kenapa
- sekarang anak-anak muda tidak begitu
- mengenal? Ya, karena yang mereka tahu
- sekarang hanya gijet aja main HP. Saya
- aja enggak pernah baca buku sejarah. I
- apalagi kelengkapan tarikh Nabi
- Muhammad, apalagi sirah para sahabat.
- Bahkan mereka bilang apaan itu? Katanya.
- Nah, maka kecintaan kepada Islam pun
- mereka boleh dibilang hanya sekedar
- kulitnya aja. Paling Islam tahunya
- salat, puasa gitu. Tapi ruh, kecintaan,
- perjuangan, masyaallah. Makanya ibu-ibu,
- bapak-bapak di dalam rumah itu usahakan
- beli buku-buku yang menyangkut masalah
- sirah nabawiyah ya. Sirah sahabat, sirah
- nabawiyah, kemudian perjuangan para
- sahabat. Ini ada buku bagus ya. Iya.
- Judulnya kepahlawanan generasi sabat
- Rasulullah. Waduh. Indonesiat itu saya
- waktu baca buku itu jilis satu sudah
- lama buku itu lama itu jiwa saya kayak
- di kipasnya mendidih itu. Hm. Kalau baca
- buku itu tuh nangis itu kadang rasanya.
- Kenapa saya
- membaca dia baca buku itu terus saya
- introspeksikan kepada diri saya sendiri.
- Waduh malu kita ini. Bagaimana
- perjuangan Mus'ab bin Umair? Bagaimana
- perjuangan Bilal bin Rabah? Bagaimana
- perjuangan Sumayyah? Masyaallah,
- laki-laki begini, perempuan begini.
- Enggak ada mereka itu yang tertinggal.
- Siap semuanya berani nyawanya keluar
- demi Islam. He. Demi menegakkan kalimah
- Allah.
- Sekarang boro-boro ya. Ya, bagaimana?
- Makanya kenapa pemuda sekarang enggak
- begitu? Karena roh jihadnya enggak ada.
- He. Jadi kalaupun ada mereka hanya
- sifatnya ya kulit-kulitnya
- saja ya. Kalau hanya kulitnya dagingnya
- enggak dimakan ya cuma enggak jadi
- nutrisi tuh. Makanya kalau makan daging
- lengkaplah ya. Kalau perlu kulitnya
- dimakan, dagingnya dimakan semua
- sumsumnya juga dimakan biar ternikmati
- semuanya. Jadi roh Islam itu tidak hanya
- kulitnya. Justru yang penting itu
- rohnya. Itulah yang oleh Allah dikatakan
- dalam surah 1 ayat, "La tajidu kaum
- yumminuna billahi wal yaumil akhir
- yuwadduna man haddallah wa rasulah walau
- kanu abaahum abnaahum ikhwanahum
- asiratahumika kataba fi qulubihimul iman
- waadahum biruh minhu biruhim minhu." Aku
- kuatkan mereka dengan roh
- semangat. Aku masukkan mereka ke dalam
- surga yang mengalir di bawahnya
- sungai-sungai. Masyaallah.
- Karena apa? Kecintaan mereka begitu
- tinggi kepada Allah dan rasulnya.
- Demikian tugas orang tua juga untuk
- mengenalkan anak-anak kita tentang
- sejarah-sejarah para sahabat. Ustaz ya.
- Iya. Betul. Mungkin dengan mendengarkan
- acara ini atau membeli buku-buku di
- etaran juga ada ustaz. Ustaz di etaran
- nih buku kisah rasul ada sahabat rasul
- ada. I ada banyak. Masyaallah. Ya kalau
- perlu ya kalau ibu-ibu pokoknya ustaznya
- sesekali boleh datang ke rumah saya
- bolehlah tinggal dikonak aja kalau ada
- waktu sayanya. Baik ini yang mungkin
- terakhir ya. Ini pertanyaan dari hamba
- Allah. Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, bagus enggak
- kalau kisah-kisah sahabat itu dikisahkan
- dalam bentuk film kartun? Apakah tidak
- mengurangi keagungan para sahabat?
- Ustaz,
- ini kalau sudah masuk ke ranah itu
- memang ada dua ya pandangan. Ada yang
- mengatakan boleh, ada yang mengatakan
- tidak. Ya, perbedaan perbedaan.
- Tapi saya secara zahir ya kalaupun mau
- menampilkan ya menampilkan yang tidak
- menimbulkan
- cemuahan dan
- penghinaan. Artinya menampilkan yang
- gagah ya, yang sopan, kemudian berakhlak
- tinggi. Kemudian kalimah-kalimah yang
- keluar dari mulutnya kalimah thayibah.
- Jangan keluar dari mulutnya
- bahasa-bahasa yang masyaallah justru
- menghinakan Islam. Jangan. Artinya
- bahasanya sopan, santun, berwibawa.
- Bagaimana layaknya seorang ayah terhadap
- anak, anak terhadap orang tua. Jadi ini
- mendidik ya bisa. Ada juga yang
- mengatakan enggak boleh nanti
- menghinakan. Ah maka ini masuk ranahnya
- ranah ijtihad ya. selama itu
- menganggukakan Islam, selama itu
- membesarkan Islam dan tidak menimbulkan
- hal-hal yang menimbulkan sesuatu gejolak
- itu tidak menjadi masalah. Tapi kalau
- menimbulkan nanti gejolak seperti film
- yang tentang Nabi ya, tentang Nabi terus
- kan kalau tentang Nabi itu kan dilarang
- apalagi memvisualkan. Nah, tidak boleh
- tidak boleh. Tapi kalau sahabat sih
- karena bukan nabi itu ada yang
- mengatakan boleh. Tapi saya yakin selama
- tidak ada enggak usah diada-adakan
- lah. Kalau memang enggak ada jangan
- diada-adakanlah gitu aja. Demikian. Baik
- Ustaz kita dibatasi waktu mungkin
- bisaakan kisah sahabat ini. Cukup
- demikian ya. Baik terima kasih Ustaz
- Kuni atas kisah sahabat Nuaim bin Mas'ud
- yang begitu menginspirasi kita. Semoga
- apa yang disampaikan dapat membuat kita
- menambah ilmu pengetahuan kita dan
- menambah iman dan tawa kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Amin. Saya ditemani
- dan
- juga asaduah
- anagubalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.