Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:17 [musik] 0:23 [musik] 0:40 [musik] 0:45 Assalamualaikum warahmatullahi 0:46 wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. 0:48 Alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 0:51 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 0:54 Dipancar luaskan dari Jalan Masjid 0:56 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:59 Bekasi. 1:00 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 1:04 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 1:06 Subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda 1:08 di sore hari ini? Semoga dalam keadaan 1:11 sehat walafiat dan selalu dalam 1:14 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 1:17 Di hari ini ikhwan dan akhwat kembali 1:18 kita berjumpa dalam program tausiyah 1:21 sore edisi Rabu 1:23 28 Syawal 1442 Hijriah yang bertepatan 1:27 di tanggal 8 Juni 2021 bersama 1:31 narasumber kita Ustaz Jazuli Khalid. 1:35 Telah hadir beliau melalui 1:38 aplikasi Zoom. 1:41 Dan pembahasan yang akan beliau 1:43 sampaikan yaitu fadilah niat atau 1:45 keutamaan niat. Langsung saja ikhwan dan 1:48 akhwat saya menyapa Ustaz kita, Ustaz 1:52 Jazuli Khalid. Assalamualaikum 1:53 warahmatullahi wabarakatuh, [mendengus] 1:55 Ustaz. 1:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:58 wabarakatuh. 1:59 Sehat Ustad ya. 2:00 Alhamdulillah. 2:02 Baik Ustad. Langsung saja kita ke materi 2:04 yang sudah yang akan Ustad sampaikan. 2:07 Tafadhol Ustad. 2:10 Assalamualaikum warahmatullahi 2:12 wabarakatuh. 2:14 Al Fatihah hadrotin Sayyidina wa 2:16 Habibina Rasulillah Muhammad Ibni 2:18 Abdillah Shallallahu alaihi wasallam. 2:21 Wa ala alihi wa ashhabihi wa azwajihi wa 2:24 dzurriyatihi wa ahli baitihi wa 2:26 ikhwanihi minal anbiya wal mursalin. Wal 2:29 khulafai rasyidin wa ashhabihi wa 2:31 tabi'in wa aimmatil arba'atil mujtahidin 2:34 wa muqallidihim. 2:36 Wal auliya wa syuhada sholihin wa 2:38 shufiyatul muhaqqiqin wal ulama wal 2:40 amilin wa masyayikhina fiddin. 2:42 Wa ila [mendengus] arwahi aba'ina wa 2:44 ummahatina. 2:46 Wa ala niyatin annallaha yunawwir 2:48 qulubana wa yasyrah shudurana wa 2:50 yutsabbitu aqdamana wa yaghfirulana 2:52 dzunubana. 2:53 Wa yamhu an khathayana wa yasturu 2:55 uyubana wa yaqdhi hajatina wa yarfa'u 2:57 darajatina wa yuballighuna maqashidana. 3:01 Wa yasyfi mardhana wa yarhamu mautana wa 3:04 yaruddu gha'ibana wa yaqdhi duyunan 3:07 wa yufarriju humumana wa yafukku usrana 3:09 wa yahdina subulas salam. Wa yuwaffiquna 3:12 lima yuhibbu wa yardha wa yarzuquna 3:15 rizqan halalan thayyiban wasi'an wa 3:17 barakan fih wa yaj'aluna wa dzurriyatana 3:20 minalladzina ya'lamuna wa ya'maluna 3:22 ma'aniyal kitab wa sunnah. Wa yakhtim 3:25 lana wa lakum bil husna. 3:28 Wa ila hadhratin Nabi Muhammadin 3:30 Shallallahu alaihi wasallam Al Fatihah. 3:34 [mendengus] 3:35 A'udzubillahiminasyaitanirrajim 3:38 Bismillahirrahmanirrahim. 3:40 Alhamdulillahirabbil alamin 3:42 Arrahmanirrahim Maliki yaumiddin. 3:46 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 3:48 ihdinash shirathal mustaqim. 3:51 Shirathalladzina an'amta alaihim ghairil 3:53 maghdubi alaihim waladhdhaallin. 3:57 Amin. 3:59 Bismillahirrahmanirrahim. 4:01 Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasshalatu 4:03 wassalamu ala asyarafil mursalin. 4:06 Sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala 4:10 alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'd. 4:13 Fa inna ashdaqal hadits kitabullah 4:15 ta'ala. 4:17 Wa khairal hadi hadi Muhammadin 4:19 shallallahu alaihi wasallam. 4:21 Wa syarrul umur muhdatsatuha wa kullu 4:24 muhdatsatin bid'ah. 4:25 Wa kullu bid'atin dhalalah wa kullu 4:27 dhalalatin finnar. 4:30 Para pendengar Radio Silaturahim dan 4:32 pemirsa Rasya TV. 4:35 Alhamdulillah. 4:37 Kembali sore ini kita dipertemukan oleh 4:41 Allah subhanahu wa ta'ala dalam keadaan 4:44 sehat walafiat. 4:46 Guna menjalankan salah satu perintahnya 4:50 yang diwajibkan atas kita yaitu menuntut 4:53 ilmu. 4:54 Yang insya Allah pada sore ini kita akan 4:57 melanjutkan kaji kita minggu lalu 5:00 tentang niat. Dalam sub bahasan 5:04 fadilatunniyah 5:05 atau keutamaan niat. 5:08 [berdehem] 5:10 Mudah-mudahan apa yang kita pelajari 5:12 yang kita kaji ini Allah jadikan sebagai 5:15 ilmu yang manfaat bagi kita fid dunya 5:18 wal akhirah. Amin ya rabbal alamin. 5:21 Shalawat dan salam semoga selalu 5:23 tercurah 5:25 atas nabi kita Muhammad shallallahu 5:27 alaihi wasallam. Beserta keluarganya, 5:30 para sahabatnya, para pengikut dan 5:32 pengamal sunnahnya. 5:35 Para pendengar Radio Silaturahim dan 5:37 pemirsa Rasya TV. 5:40 Yang dirahmati Allah. 5:43 Eee. 5:44 [berdehem] 5:46 Di dalam Alquran surat Al An'am ayat 52, 5:50 Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, 5:53 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:57 Wala tatrudilladzina yad'una robbahum 6:00 bil ghodati wal asyi yuriduna wajhah. 6:05 Wala tatrud dan janganlah engkau 6:10 ee mengusir alladzina yad'una robbahum, 6:13 orang-orang yang berdoa kepada Robb 6:16 mereka. 6:19 Ya. 6:21 Bil ghodati wal asyi, baik di pagi hari 6:26 maupun di sore hari. 6:30 Yuriduna wajhah. 6:33 Padahal mereka itu 6:35 menghendaki wajhah, dzatnya Allah. 6:40 Wal murod bitilkal irodah hiyanniyah. 6:45 Yang dimaksud dengan irodah di sini 6:50 adalah niat. 6:52 Jadi niat mereka dalam berdoa itu adalah 6:57 mengharapkan keridhoan Allah Subhanahu 7:00 wa ta'ala. 7:01 Ini niat. 7:06 Wa qola shollallahu alaihi wa alihi wa 7:09 sallam, innamal a'malu binniyat. 7:15 Jadi ketika 7:17 para sahabat ini mau berangkat 7:20 melaksanakan ee perintah Rasulnya hijrah 7:24 ke Madinah, 7:26 maka Nabi berpidato mengantar 7:29 keberangkatan mereka 7:32 dengan kalimat ini. 7:35 Antara lain ya. 7:38 Dan ini Rasulullah sampaikan hadis ini 7:41 pada waktu itu ada pengaduan. 7:45 Ada laporan kepada Rasulullah tentang 7:49 beberapa orang sahabat. 7:53 Ya, mengenai tujuan hijrahnya itu. 7:58 Jadi pada waktu itu boleh dikatakan 8:01 ya 8:02 para sahabat ini tujuannya ada ada tiga. 8:06 Yang pertama adalah menjalankan 8:11 Rasulnya 8:13 hijrah ke Madinah. 8:17 Nah. 8:19 Dengan sendirinya tentu adalah 8:22 [berdehem] 8:22 niatnya ini hijrahnya ini kepada Allah 8:25 dan Rasulnya. 8:28 Yang kedua 8:30 ada orang yang merasa di Mekah itu 8:34 agak kesulitan mencari 8:37 maisyah, ya. 8:39 Maka mereka ini mempunyai harapan kalau 8:42 hijrah ke Madinah mungkin bisa mengubah 8:46 kehidupannya 8:48 akan menemukan apa namanya mata 8:50 pencaharian 8:53 yang lebih baik. Ya, dari keadaannya 8:57 di Mekah. 9:00 Jadi walhasil tujuannya adalah dunia. 9:05 Yang ketiganya 9:08 ada seorang 9:10 laki-laki 9:12 yang menyintai 9:14 seorang wanita 9:18 yang menginginkan wanita itu untuk 9:20 dijadikan istrinya. 9:23 Lalu si wanita ini karena dia barangkali 9:27 seorang daiyah 9:29 nah ini memanfaatkan ini menyampaikan 9:33 kepada si lelaki tersebut 9:36 saya bersedia 9:39 untuk diperistri kamu 9:42 tapi syaratnya kamu harus ikut hijrah ke 9:45 Madinah 9:47 itu, jadi tiga ya 9:51 tentu saja Rasulullah Shallallahu Alaihi 9:53 Wa Alihi Wasallam ini tahu 9:56 karena ada laporan siapa orang-orang 9:59 dimaksud 10:02 namun luar biasa memang Rasulullah 10:05 Shallallahu Alaihi Wasallam walaupun 10:08 tahu ada kesalahan 10:10 dari umatnya 10:13 maka beliau mengingatkan 10:16 enggak langsung kepadanya tapi secara 10:19 umum walaupun mungkin tujuan paling 10:22 pokoknya adalah 10:24 kepada dua orang tersebut 10:27 yaitu dengan mengucapkan atau bersabda 10:30 innamal a'malu binniyat 10:34 jadi amal itu adalah sangat tergantung 10:37 kepada niatnya 10:39 ini penafsiran Syafii tentunya ya 10:43 artinya kalau amal enggak pakai niat 10:46 maka tidak bernilai 10:48 kalau enggak ada niatnya 10:52 selanjutnya kata Rasulullah Shallallahu 10:55 Alaihi Wasallam walikulli imriin manawa 10:59 setiap orang itu akan memperoleh apa 11:01 yang ia niati 11:04 ya faman kanat hijrotu ilallah wa 11:07 rasulihi fahijrotuhu ilallah wa rasulihi 11:11 maka barangsiapa yang hijrahnya itu ke 11:16 menuju atau kepada Allah dan Rasulnya 11:20 maka dia maka hijrahnya itu adalah 11:23 kepada Allah dan Rasulnya artinya kalau 11:26 orang hijrah itu adalah 11:30 ke 11:30 Allah atau Rasulnya mengikuti perintah 11:33 Allah dan Rasul-Nya 11:35 sami'na wa atho'na kepada Allah dan 11:37 Rasul-Nya 11:39 maka tentu mereka akan mendapatkan ridho 11:43 dari Allah dan Rasul-Nya. 11:46 [batuk] 11:47 [berdehem] 11:49 Waman kanat hijrotuhu iladunya 11:52 yusibuha dan barangsiapa yang hijrahnya 11:55 itu adalah 11:57 kepada dunia 11:59 maka dia akan memperoleh dunia itu. 12:03 Ya. 12:05 Dan tentu saja kalimat ini kan bisa eh 12:09 dari kalimat ini kita bisa memahami ada 12:12 kata 12:14 yang sebenarnya tersirat namun tidak 12:17 tersurat. 12:20 Apa yang tersirat itu? Mendapatkan dunia 12:23 tapi tidak mendapatkan Allah dan 12:26 Rasul-Nya. 12:28 Ehm. 12:31 Dan Rasul sengaja mengumumkan eh 12:33 menyampaikan secara umum ini 12:37 ya 12:38 karena kalau umpamanya ditunjuk orangnya 12:43 di depan banyak orang boleh jadi orang 12:45 itu nantinya akan malu. 12:47 Ya maka Rasulullah benar-benar menjaga 12:50 menjaga perasaan mereka 12:52 masih ada kemungkinan 12:55 ya menguber dakwah menegur dengan cara 12:59 yang jauh lebih halus 13:02 maka itu dilakukan lebih dulu. 13:06 Kemudian waman kanat hijrotuhu 13:10 dan barangsiapa yang hijrahnya itu 13:12 adalah 13:14 awimroatin atau hijrahnya ini untuk 13:17 wanita 13:20 yankihuha maka dia akan menikahinya 13:22 fahijrotu ilamahajarileh. 13:25 [mendengus] 13:26 Maka hijrahnya itu adalah 13:29 ya, dia akan hijrah kepada apa yang 13:32 menjadi tujuan hijrahnya. 13:35 Itulah nanti yang akan diperoleh. 13:38 Ya. 13:39 Maka jelaslah di sini peranan niat itu 13:42 luar biasa keutamaan niat. 13:48 Wa qala Rasulullah sallallahu alaihi wa 13:50 alihi wasallam 13:53 aksaru syuhada ummati ashabul fars. 13:58 Ya. 14:00 Eh, kebanyakan 14:02 orang-orang yang mati syahid 14:06 di kalangan umatku itu adalah ashabul 14:09 fars. 14:11 Orang miskin, orang yang 14:14 apa namanya 14:16 fars itu 14:18 tikar, ya. 14:21 Orang yang duduk di atas tikar, katanya 14:23 gitu. 14:25 Wa rubba qatilin baina shaffaini Allahu 14:28 a'lamu bi niyatihi. Betapa banyak 14:31 orang yang terbunuh 14:34 dalam peperangan 14:37 dan Allah lebih tahu tentang niatnya. 14:43 Mungkin kita akan mengatakan orang itu 14:45 mati syahid. 14:49 Ya. 14:50 Dan itu enggak pasti. Ya, boleh jadi 14:53 bahwa dia ini adalah mati syahid, 14:55 artinya mati sebagai pejuang 14:58 ya, 14:59 tapi belum tentu 15:01 Allah menilai seperti itu. 15:03 Sebaliknya juga, justru kita menilai 15:07 seseorang ini adalah mati konyol 15:10 padahal boleh jadi orang itu adalah mati 15:12 syahid. 15:14 Nah, ini niat ini mempunyai peranan. 15:18 Ya, mempunyai peranan yang luar biasa. 15:21 itulah fadilah daripada niat. 15:26 Wa qola taala in yurida islahan 15:28 yuwafiqillah bainahuma. 15:33 Di dalam bab ee perselisihan atau 15:37 pertengkaran 15:38 di kalangan ee di antara suami istri 15:42 maka kalau sudah sulit lagi untuk saling 15:46 menyadari, enggak ada yang mau mengalah 15:49 maka fab'asu hakaman min ahlihi wa 15:52 hakaman min ahliha. 15:54 Pihak si perempuan 15:57 ee si laki-laki mengutus seorang hakam, 16:00 ya. 16:01 Artinya sebagai wakilnya, begitu juga 16:04 dari 16:05 pihak perempuan. 16:07 Nah, kedua orang inilah nanti yang 16:09 berbicara. 16:11 Ya, bertemu, maka kalau niat mereka itu 16:14 adalah islah, baik 16:17 maka Allah akan berikan pertolongan 16:20 kepada mereka. 16:22 Nah, itu niat lagi, ya. Niatnya apa? 16:27 Ini niat itu luar biasa. 16:30 Ada orang 16:32 berkata begini, ya. 16:35 Kalau orang ngerokok pengin berhenti 16:39 ya, nih minum ini. 16:42 Obatnya ini biasakan makan minum ini dan 16:45 seterusnya. Bahkan ada lagi 16:48 ya, yaitu sekarang di rukiah. 16:52 Dan lain-lain, macam-macam loh teori 16:54 orang 16:55 yang berhenti apa namanya ee merokok. 17:00 Saya katakan, enggak ada yang paling apa 17:03 namanya 17:05 yang paling hebat 17:07 kalau dibanding dengan niat. Kalau orang 17:11 mau berhenti 17:12 merokok, tapi tidak niat berhenti, 17:15 enggak bakalan berhenti. 17:17 Mau minum apa juga ya, tapi kalau sudah 17:20 niat 17:22 maka 17:23 pasti berhenti. 17:25 Ini adalah masalahnya 17:27 ee niat. 17:29 Ya, bagi 17:30 bagi orang seperti itu 17:33 jam 09.00 belum merokok, belum enggak 17:35 ngopi, mungkin ya Allah kepalanya 17:38 nut-nutan barangkali. 17:41 Tapi ketika malam harinya dia mengatakan 17:44 nawaitu sauma ghadin an ada i fardhi 17:47 syahri 17:48 dan seterusnya 17:49 begitu siang melihat orang merokok bukan 17:52 kepingin 17:54 tapi dia benci. 17:56 Ya, itulah kekuatan niat. Maka kalau 17:59 orang sudah niat 18:02 sehingga ada ungkapan perbaiki niat, 18:04 perbaiki niat. Karena kekuatan niat itu 18:08 memang apa namanya luar biasa. 18:12 Ya, kekuatan niat. 18:15 Wa qaala Rasulullah sallallahu alaihi 18:17 wasallam innallaha taala la yandzuru ila 18:20 suwarikum wa amwalikum in wa innama 18:23 yandzuru ila qulubikum wa a'malikum. 18:26 Sesungguhnya Allah taala itu tidak 18:28 melihat rupa kamu. 18:31 Tidak juga melihat harta kamu. 18:34 Tapi yang dilihat oleh Allah itu adalah 18:36 hati kamu. 18:38 Amal kamu itulah yang dilihat oleh Allah 18:40 subhanahu wa taala. 18:43 Maka 18:43 [berdehem] 18:45 saya itu pernah ee dulu ada yang 18:48 bertanya ini di Rasel ini 18:52 katanya begini 18:53 kayaknya Ustaz katanya Allah itu 18:55 menganakemaskan orang Arab. 18:59 Lalu kata saya kenapa bisa begitu? 19:02 Bagaimana tidak katanya Ustaz, satu kali 19:04 salat di Masjidil Haram 19:07 itu sama dengan kita salat di sini 19:10 100.000 kali. 19:12 Satu kali dan itu Masjidil Haram adalah 19:15 di Arab. 19:16 Satu kali salat di Masjid Nabawi, itu 19:19 sama dengan di sini 1.000 kali. 19:22 Masjid Nabawi juga Arab. 19:25 Satu kali salat di masjid ini, Masjidil 19:28 Aqsa, 19:30 itu sama dengan di kita 500 kali. 19:33 Dan itu lagi-lagi Arab. 19:37 Jadi kalau gitu Allah itu 19:38 menganakemaskan kayaknya menganakemaskan 19:40 orang Arab. 19:43 Eee 19:45 [berdehem] 19:46 ya mungkin kalimat ini buat orang yang 19:49 enggak demen orang Arab, ini udah nambah 19:52 enggak demennya deh, ya. 19:55 Eee begitu, tapi kemudian saya katakan 19:58 begini, ya. 20:00 Kayaknya kelirulah kalau kita ini 20:03 beranggapan seperti itu. 20:06 Karena Allah itu Maha Adil, Allah itu 20:09 Maha Bijaksana. 20:12 Enggak mungkin Allah itu berbuat zalim. 20:16 Kalaupun ada, 20:18 ya, 20:19 eee nampaknya seperti itu, itu bukan 20:23 Allah itu tidak adil, tapi kita yang 20:25 tidak memahami keadilan. 20:29 Kita yang enggak ngerti. 20:30 [berdehem] 20:32 Al Imamul Ghazali Rahimahullah 20:35 mengatakan begini, 20:37 orang yang fisiknya di depan Baitullah, 20:41 maaf, 20:42 ya, orang yang fisiknya jauh dengan 20:46 Baitullah seperti kita ini sekarang, 20:49 termasuk nih jemaah haji, jemaah haji 20:51 yang enggak pada berangkat, ya. Kan jauh 20:54 fisiknya dari Baitullah, tapi hatinya di 20:58 depan Baitullah, 21:01 maka itu jauh lebih baik 21:04 daripada orang yang fisiknya di depan 21:07 Baitullah 21:09 tapi hatinya jauh dari Baitullah. 21:15 Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala itu 21:17 bukan melihat ada di mana fisik kamu. 21:21 Tapi Allah melihat ada di mana hati 21:24 kamu. Sedang apa hati kamu. 21:29 Itu yang dilihat oleh Allah Subhanahu wa 21:31 Ta'ala. 21:32 Dan niat itu adalah perbuatan hati. 21:37 Loh kan perbuatan fisik. 21:40 Ini supaya nanti dipahami, ya. 21:43 Jadi kita ini sebenarnya bisa memperoleh 21:47 pahala 21:49 ee salat di Masjidil Haram, begitu juga 21:53 Masjid Nabawi, begitu juga Masjidil 21:56 Aqsa, walaupun kita adanya di Jakarta 22:00 atau di luar tiga masjid tersebut. 22:04 Ya tergantung hati kita. 22:07 Ketika kita melihat orang yang berangkat 22:10 pergi haji, ya Allah hatinya itu 22:14 rasanya 22:16 luar biasa. 22:19 Dia ini iri, ya. Iri pengin seperti 22:23 beliau. 22:24 Itu hatinya menjerit. 22:27 Keinginan ke sana, itu nilainya luar 22:29 biasa. 22:31 Jangan dikira itu enggak ada nilainya 22:33 sama sekali. 22:35 Ingat di dalam pembahasan akhlak. 22:39 Akhlak itu bukan pengetahuan tentang 22:42 baik dan buruk. 22:44 Akhlak juga bukan perbuatan baik dan 22:47 buruk. 22:50 Ya. 22:51 Ingat, sekali lagi akhlak itu bukan 22:54 pengetahuan tentang baik dan buruk. Buat 22:57 apa orang tahu ini halal, ini haram, ini 23:00 baik, ini buruk, ya. Ini terpuji atau 23:04 tercela, tahu, tapi, ya, 23:08 cuma sekedar pengetahuan itu bukan 23:10 akhlak. 23:12 Dan akhlak pun bukan 23:15 perbuatan, berbuat baik, berbuat buruk. 23:19 Apakah kalau orang memberi berarti 23:22 berarti dia ini adalah dermawan? 23:25 Apakah kalau orang itu tidak memberi 23:27 berarti dia itu pelit? Ya, belum tentu. 23:30 Ya. 23:31 Sebab memberi juga bisa jadi perbuatan 23:34 buruk. 23:36 Ya, sebaliknya tidak memberi itu bisa 23:38 jadi adalah menjadi perbuatan yang 23:41 mulia. 23:43 Ya, kalau ada orang yang minta bantuan 23:46 kepada kita sumbangan untuk membuat 23:48 sarana 23:50 ya atau tempat maksiat, maka kalau kita 23:54 membantu, nah, itu namanya buruk, bukan 23:56 dermawan kita ini. 23:59 Bukan orang dermawan, tapi itu adalah 24:01 orang buruk. 24:03 Sebaliknya enggak memberi itu bukan 24:05 bakhil. 24:06 Justru terpuji. 24:09 Justru baik. 24:11 Ya. Jadi, memberi belum tentu dia itu 24:14 menunjukkan akhlaknya baik. Begitu juga 24:18 menahan tidak memberi belum tentu itu 24:20 berarti akhlaknya buruk karena dia 24:23 bakhil. 24:24 Tergantung nantinya apa dan siapa yang 24:27 diberi. 24:28 Dan untuk apa. 24:31 Nah, maka akhlak itu adalah 24:33 kecenderungan hati kepada 24:36 perbuat kepada sesuatu, kecondongan 24:40 hati. 24:42 Ya. 24:43 Ketika kita melihat 24:46 ketika kita melihat 24:48 saudara-saudara kita yang di apa namanya 24:51 di Palestina dibantai 24:53 ya Allah, sudah marah, ya. 24:56 Kesal, ya, bahkan mungkin nangis dan 24:59 sebagainya. Itu akhlak. 25:02 Itu akhlak, ya. 25:04 Padahal kita enggak berbuat apa-apa 25:06 untuk mereka. Apa yang bisa kita berikan 25:08 kepada mereka? 25:10 Menangis hati kita, menjerit kita ya, 25:13 marah dan sebagainya. 25:15 Akhlak. 25:16 Sebaliknya, ah itu bukan urusan kita. 25:19 Nah ini namanya bukan, ya. Itu bukan 25:22 urusan kita. Itu namanya orang enggak 25:24 ada akhlak. Ya, seperti itu. 25:27 Ketika kita melihat di tayangan televisi 25:30 ada ibu-ibu 25:32 mengumpulkan itu nasi-nasi dari tempat 25:35 sampah. 25:36 Nenek-nenek, ya. 25:38 Kemudian nasi itu dicuci oleh dia 25:41 kemudian dijemur. Ketika ditanya 25:44 "Untuk apa?" "Ya nanti katanya saya 25:46 hangatkan lagi." 25:48 Jadi rupanya itu buat makan dia karena 25:50 enggak punya sama sekali. Ketika kita 25:53 melihat tayangan itu, rasanya hati itu 25:57 diremas-remas, diiris-iris, perih, ya. 26:01 Dan kemudian berkata dalam hati, "Andai 26:04 orang itu di Jakarta, ya, 26:07 enggak jauh dari saya, tiap hari akan 26:11 saya kirimi pagi sore makan." 26:15 Nah kita ini, ya, enggak memberi, cuma 26:18 menjerit sekian begitu saja dalam hati. 26:21 Itulah akhlak. Namanya kecondongan, 26:23 kecenderungan hati kepada perbuatan 26:26 baik. 26:28 Dan hati ya dan hati itu tempatnya niat. 26:33 Maka Allah enggak melihat rupa kamu, 26:36 tapi yang Allah lihat itu adalah 26:39 hati kamu, ya. Yang dilihat itu adalah 26:41 hati kamu. 26:43 Nah. 26:45 Menarik lagi begini. 26:48 Eh nanti akan kita lihat bagaimana sabda 26:50 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 26:55 Beliau bersabda annasu arba'atun, 26:57 manusia itu ada empat. Rojulun atahullah 27:00 azza wajalla ilman wa malan. Satu adalah 27:04 orang 27:05 yang dikaruniai oleh Allah ilmu dan 27:08 harta. 27:10 Jadi ilmunya ada, hartanya banyak. 27:14 Subhanallah, 27:15 ya. 27:17 Ulama kaya, gitulah, ya. Ulama kaya, 27:21 sudah luar biasa ini. 27:24 Ehm. 27:27 Dan luar biasa kalau sudah ulama kaya. 27:30 Dulu itu, Saudara, 27:33 eee Imam Syafi'i ini termasuk orang yang 27:36 enggak setuju kalau ulama itu kaya. 27:40 Kenapa? 27:41 Nabi Muhammad miskin. 27:44 Sahabat Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, 27:48 semua itu adalah 27:50 ketika wafat dalam keadaan miskin semua. 27:54 Kan enggak ada peninggalan istananya 27:56 mana, ya. 27:58 Miskin semuanya. 28:01 Nah, karena itu menurut Imam Syafi'i, 28:03 ulama itu yang enggak pantaslah 28:06 kaya, wong suri tauladannya miskin, 28:09 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 28:12 Nah, ketika beliau ini belajar kepada 28:15 Imam Malik, 28:17 Imam Malik itu termasuk ulama yang cukup 28:20 kaya. 28:21 Jadi beliau ini kurang serem dari segi 28:23 itu, 28:25 ya. 28:26 Selesai belajar di situ, beliau meminta 28:29 petunjuk dari Imam Malik, ke mana saya 28:31 harus melanjutkan belajar. 28:33 Maka disarankan oleh Imam Malik untuk 28:36 mengaji kepada Syekh 28:38 eee Hasan bin Muhammad bin Hasan eee 28:42 Syaibani. 28:44 Bin Muhammad, ya, bin Muhammad 28:45 As-Syaibani. 28:47 Begitu sampai di sana, beliau ini kaget. 28:51 Ternyata beliau ini guru yang berikutnya 28:53 ini adalah jauh lebih kaya dari Imam 28:55 Malik. 28:57 Ngitung duit di ruang tamu, ya Allah 28:59 banyak luar biasa. 29:01 Ya. 29:03 Jadi beliau ini proteslah ulama kok kaya 29:06 begini. 29:08 Apa kata gurunya ini? Ya sudah kalau 29:11 begitu, ya. 29:14 Saya berikan aja ini duit ini kepada 29:16 orang kafir. 29:18 Atau kepada orang munafik. 29:20 Kemudian dipikirkan oleh oleh Imam 29:23 Syafii. 29:24 Lha kalau duit ini dikuasai oleh orang 29:26 kafir, pasti, ya. 29:29 Ya, tentunya dipergunakan untuk 29:31 perbuatan-perbuatan yang 29:34 bertentangan dengan aturan agama. Begitu 29:38 juga oleh orang-orang munafik. 29:41 Ini berbahaya ini duit kalau dipegang 29:43 oleh mereka. 29:44 Tapi kalau ulama yang megang, pasti, ya, 29:48 jalannya akan baik. 29:50 Peng- pentasarupan itu akan baik. Maka 29:53 beliau mengatakan, saya setuju. 29:56 Ya, ulama itu harus kaya. 29:58 Artinya yang memegang kekayaan itu harus 30:01 ulama. 30:02 Karena kalau orang alim, ya. 30:05 Sudah jelas nantinya adalah harta itu 30:07 akan menjadi kendaraan. 30:10 Dan banyak menyelamatkan orang. 30:14 Nah. Itu yang pertama. Lalu kemudian, 30:18 maka 30:19 rojulun atahullah azza wajalla ilman wa 30:21 malan fahuwa ya'malu bi'ilmihi fi malih. 30:25 Dengan ilmunya itu, dia beramal. 30:29 Ilmunya diamalkan, hartanya juga 30:33 dibelanjakan di jalan yang benar sesuai 30:36 dengan ilmu yang dia miliki harus, ya. 30:40 Nah, diapakan, ya, itu hartanya. 30:44 Lalu yang berikutnya fayaqulu rajulun. 30:48 Lalu berkatalah lelaki kedua. 30:51 Ya, yang enggak apa namanya, 30:54 yang dia ini 30:57 eee enggak punya ilmu, enggak punya 30:59 harta. 31:01 Lau atani Allahu Ta'ala mislama atahu la 31:06 amiltu kama ya'mal. 31:08 Fahuma fil ajri sawa. 31:11 Lalu yang enggak punya ilmu dan enggak 31:13 punya harta itu mengatakan 31:16 ya. 31:17 Eee seandainya yang punya, eee 31:20 seandainya saya dikarunia oleh Allah apa 31:24 yang dikaruniakan 31:26 kepada orang alim tadi, ya udah ilmu 31:30 kemudian harta, saya pun akan beramal 31:33 seperti beliau. 31:36 Saya akan 31:37 eee amalkan ilmu dan juga saya menga- 31:41 membelanjakan harta di jalan Allah 31:44 Subhanahu wa Ta'ala. 31:46 Maka kedua orang ini kata Rasulullah 31:49 ya, sama dalam hal memperoleh eee 31:53 pahalanya. 31:55 Kemudian yang berikutnya warajulun 31:58 atahullahu Ta'ala malan walam yuti 32:00 ilman. 32:02 Yang keduanya orang yang dikarunia oleh 32:04 Allah harta tapi tidak dikaruniai ilmu. 32:07 Ilmu agama ya, enggak ngerti jadi ini. 32:11 Bukan orang alim tapi kaya. 32:15 Maka fahuwa yatakhabbatu bijahlihi fi 32:18 malih. 32:20 Nah, akibatnya kan bisa diketahui. 32:24 Kalau orang sudah bodoh tapi kaya. 32:28 Ya. 32:29 Ya Allah. 32:31 Saya ini dulu di di punya tetangga di 32:35 itu setiap malam ini untuk minum-minum, 32:38 dia cerita sendiri. 32:41 Itu enggak kurang dari 2 juta katanya 32:43 Kang, setiap malam. 32:47 Untuk minum-minum itu. 32:49 Nah, itu sebelum sebelum insafnya ya, 32:53 karena dia punya harta tapi tidak punya 32:56 ilmu. 33:06 Kemudian yang satu lagi orangnya ini. 33:10 Ya, sudah enggak punya ilmu, enggak 33:12 punya harta lagi. 33:14 Berkata dia kemudian, seandainya saya 33:17 kaya seperti dia. 33:20 Saya pun akan berbuat seperti dia. 33:24 Maka dua orang ini sama-sama dalam 33:27 memperoleh dosa. 33:29 Nah, yang satu beramal, yang satu tidak. 33:33 Ya, yang satu hanya niat saja. 33:36 Jadi itu yang dilihat oleh Allah 33:38 subhanahu wa taala. 33:41 Menarik sekali ada ungkapan yang ee dari 33:45 seorang ulama, seorang waliyullah. 33:48 Ya, Syekh Junaedi Al-Baghdadi. 33:52 Beliau itu mengatakan. 33:54 Lailatul Qadar itu kalau buat kalian. 33:58 Ya, setahun sekali. 34:01 Itu pun adanya cuma di bulan Ramadan. 34:05 Nah, buat kami Lailatul Qadar itu adalah 34:09 setiap malam. 34:12 Gitu beliau mengatakannya ya. 34:14 Lailatul Qadar itu setiap malam. Loh, 34:17 kenapa? 34:19 Nah, ya marimullah, padahal bisa saja. 34:24 Kita juga. 34:26 Ya, seperti ya kayak beliau gitu. 34:30 Nah, 34:31 [berdehem] 34:31 ini kan pernyataan yang nyeleneh. 34:35 Eee, sebab kita tahunya memang Lailatul 34:38 Qadar itu setahun cuma satu kali di 34:40 bulan Ramadan itu pun enggak tahu 34:42 tanggal berapa. 34:44 Ya. 34:46 Kenapa beliau mengatakan begitu? 34:48 Saya ketika menyampaikan hal ini di 34:51 majelis taklim, saya tanya. 34:54 Kalau nanti malam itu Lailatul Qadar. 34:59 Yang kita semua tahu nilainya itu lebih 35:01 baik 35:03 dari 1.000 bulan. 35:06 Apa yang akan Anda lakukan? 35:08 Kalian mau tidur nanti malam seandainya 35:11 Lailatul Qadar, semua mengatakan tidak. 35:15 Tidak akan tidur, kami akan ibadah 35:17 sampai pagi, salat, baca Quran dan 35:20 sebagainya. 35:22 Nah, itulah semangat Lailatul Qadar. 35:27 Semangat Lailatul Qadar itu adalah 35:29 seperti itu. 35:32 Nah, kita ini mau ibadah. 35:35 Ya, mau ibadah sampai pagi itu ketika 35:38 kita tahu bahwa nilai ibadahnya 35:42 adalah 35:44 seperti 1.000 bulan. 35:46 Karena kita tidak tahu malam ini 35:49 bernilai 1.000 bulan atau tidak, bahkan 35:53 ya. 35:54 Eee, bahkan 35:56 mungkin di atas 70% yakin bukan Lailatul 36:01 Qadar, maka kita enggak melek sampai 36:03 pagi dan enggak ibadah sampai pagi. 36:07 Jadi kalau kalau Said Junaidi Al 36:09 Baghdadi, nah itu nilai semangat kayak 36:13 tadi itu. 36:15 Ya, itu ada setiap malam. 36:18 Jadi mereka ini dalam beribadah bukan 36:22 karena 1.000 bulannya. Bernilai 1.000 36:25 bulan. 36:27 Ya, tapi 36:28 bukan karena bernilai seribu bulannya. 36:31 Karena apa? Mereka ini ibadahnya bukan 36:34 ibadahnya pedagang. Kita ini masih 36:37 ibadahnya pedagang, tapi ya lumayanlah, 36:40 ya masih mau bagus. Masih mau ibadah, 36:42 ya. 36:44 Walaupun masih mengharapkan yang 36:45 nilai-nilai tadi. 36:51 Wa innama yang duru ila qulubikum wa 36:53 amalikum. 36:56 [berdehem] 36:57 Wa qala Rasulullah sallallahu alaihi 36:59 wasallam innal abda la ya'malu amalan 37:01 hasanatan. 37:03 Fatasudul malaikah fi suhufin 37:05 mukhatamah. 37:09 Seorang seorang hamba, dia melakukan 37:11 berbagai amalan yang baik. 37:14 Lalu malaikat ini naik. 37:17 Ya. 37:18 Lalu kemudian dia ini melihat 37:20 suhuf-suhuf yang sudah distempel, yang 37:23 sudah ditutup. 37:25 Lalu menghadap kepada Allah subhanahu wa 37:27 taala, apa kata Allah? Campakkan itu. 37:31 Buang katanya itu, kata Allah gitu. 37:35 Lalu 37:37 kenapa sudah dibuang? Fa innahu lam 37:39 yurid biha bima fiha wajhi, karena 37:43 ketika beramal 37:45 dia itu tidak mengharapkan keridhoanku, 37:48 tidak mengharapkan aku, tapi 37:50 mengharapkannya pujian orang, sanjungan 37:54 orang itu pencitraan modelnya seperti 37:57 itu ya. 37:59 Lalu kemudian malaikat itu menyeru. 38:01 Ya. 38:03 Eee tulis katanya untuk si fulan ini ini 38:06 ini, tulis untuk si fulan ini ini ini. 38:09 Ya. 38:10 Lalu kemudian eee Allah menyeru kepada 38:13 malaikat, tulis untuk si fulan nih ini 38:16 ini ini yang harus tulis, untuk si anu 38:18 tulis begini begini begini. 38:20 Ya, lalu malaikat berkata, ya Rabbana 38:23 innahu lam ya'mal syai'an min dzalik. Ya 38:25 Allah, ya, itu hamba itu tidak melakukan 38:30 tidak melakukan itu, sedikitpun dia 38:32 tidak melakukan." 38:34 Lalu apa? Fa yaqulullah Ta'ala, innahu 38:36 nawah. Tapi kata Allah Subhanahu wa 38:39 Ta'ala, "Orang itu niat." Gitu, niat. 38:42 Itulah yang dilihat oleh Allah, bukan 38:44 amalnya tapi niatnya. 38:47 Ya, bukan amalnya tapi niatnya. Di 38:50 sinilah makanya ada ungkapan 38:53 ya 38:54 niatnya seorang hamba itu lebih baik 38:57 dari amalnya. 38:59 Niat tidak beramal 39:02 itu lebih baik daripada amal tapi ee 39:06 tidak niat. 39:09 Nah, itulah keutamaan 39:10 [berdehem] 39:11 ee niat ini ya, jadi luar biasa. 39:24 Lalu 39:26 dalam satu hadisnya juga Rasulullah 39:29 Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda 39:33 Man hamma bi hasanatin walam ya'malha 39:38 kutibat lahu hasanah. 39:41 Barang siapa 39:44 yang niat tergerak ya, dalam hatinya ini 39:48 untuk melakukan satu kebaikan 39:52 tapi dia tidak melakukannya 39:55 maka dicatat satu kebaikan. 40:00 Tapi kalau orang itu 40:03 niat melakukan apa namanya, bermaksud 40:08 melakukan kejahatan 40:10 selama kejahatan itu belum dilakukannya 40:15 maka 40:16 tidak akan ditulis. 40:18 Manakala di manakala kalau dilakukan, 40:21 maka ditulislah sebagai satu kejahatan. 40:25 Ya Allah. 40:27 Jadi kasih sayang Allah itu seperti itu. 40:30 Kalau tergerak di hati kita untuk 40:33 melakukan kebaikan, walaupun belum kita 40:36 lakukan, sudah dicatat satu kebaikan. 40:40 Tapi kalau tergerak melakukan kejahatan, 40:44 selama kejahatan itu belum dilakukan, 40:47 maka 40:48 belum dicatat. Namun jangan salah ee 40:52 paham Saudara ya. 40:54 Sebab ada juga orang yang belum 40:57 melakukan, 40:58 artinya di sini selama belum niat, ya. 41:02 Selama-lama belum niat. Kalau sudah 41:04 niat, walaupun belum dilakukan, sudah 41:08 dicatat sebagai kejahatan. 41:11 Awas. Nih, jadi ee makna niat itu dengan 41:16 irodah. 41:17 Nah, itu walaupun dalam bahasa Indonesia 41:20 mirip-mirip ya dan kadang-kadang dalam 41:22 bahasa Arab pun irodah itu kadang-kadang 41:25 diartikan niat, begitu juga sebaliknya. 41:28 Namun sesungguhnya ada ee perbedaannya. 41:32 Itu nanti di dalam hakikat niat kita 41:35 akan bahas tentang masalah itu. 41:38 Nah, inilah jamaah rahimakumullah 41:40 mengenai keutamaan niat, ya. Insyaallah 41:44 nanti nanti pada pertemuan yang akan 41:46 datang, kita akan ee lanjutkan dengan 41:50 sub bahasan lainnya. Mudah-mudahan Allah 41:54 subhanahu wa taala panjangkan umur kita 41:56 dalam taat kepada-Nya. Wallahu a'lam. 41:59 Baik. 42:02 Ikhwan yang dirahmati Allah subhanahu wa 42:03 taala, demikian tausiah yang telah 42:05 disampaikan oleh guru kita Ustaz Jazuli 42:09 Khalil di kesempatan sore hari ini. 42:12 Seperti biasa Ikhwan dan Akhwat di sesi 42:14 selanjutnya, kami akan buka termin tanya 42:17 jawab. Silakan bagi Anda yang ingin 42:18 memberikan pertanyaan, 42:21 kirimkan kepada kami di 08111999720 42:28 untuk nomor WhatsApp dan 42:31 telepon interaktif 021845 42:34 1512. 42:36 Kami akan segera kembali setelah jeda 42:38 berikut ini. 46:41 Silaturahim untuk Islam yang satu yang 46:43 dipancarluaskan dari jalan Masjid 46:46 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 46:49 Bekasi. 46:50 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 46:52 Subhanahu Wa Ta'ala, terima kasih Anda 46:54 masih bersama kami dalam program tausiah 46:57 sore edisi hari ini Rabu di tanggal 28 47:01 Syawal 47:02 1442 Hijriah bertepatan di tanggal 8 47:05 Juni 2021. 47:08 Fadilah niat atau keutamaan niat bersama 47:10 Ustadz Jazuli Khalil. 47:14 Baik ikhwan dan akhwat, 47:16 beberapa pertanyaan sudah masuk. 47:19 Pertanyaan pertama datang dari Ibu 47:23 Lifah di Pasar Minggu, Pak Ustadz. 47:25 Assalamualaikum warahmatullahi 47:27 wabarakatuh. 47:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:30 wabarakatuh. 47:31 Ustadz, saya ingin bertanya tentang 47:33 masalah dana haji. 47:35 Seandainya saya punya niat mau haji, ini 47:38 bagaimana baiknya? 47:40 Itu saja, Pak Ustadz. 47:42 Nah. 47:43 Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim. 47:47 [batuk][berdehem] 47:49 Perlu diketahui, ya, 47:52 bahwa dalam bahasa Arab kata niat, 47:57 irodah 47:59 dan qosod maksud 48:02 itu kadang-kadang itu ber-bermakna satu. 48:07 Ya, satu makna. 48:10 Seperti yang tadi sudah saya sampaikan, 48:12 namun 48:14 sesungguhnya 48:17 itu ada perbedaan makna. 48:21 Ya, ada perbedaan makna. 48:23 Jadi begini 48:26 ketika seseorang akan melakukan satu 48:29 ketika seseorang melakukan satu 48:31 perbuatan 48:33 itu ada enam tahapan sampai terjadinya 48:39 ee perbuatan tersebut. 48:42 Pertama yang disebut dengan khotirah, 48:45 [berdehem] 48:46 ya. 48:48 Khotirah itu sering kita artikan 48:50 lintasan. 48:53 Misalnya saya misalnya begini, kalau 48:57 [berdehem] 48:58 kita sedang lari pagi, ya, sedang lari 49:00 pagi tiba-tiba ada suara dari belakang, 49:04 "Mas tunggu 49:06 ya, bareng." Katanya. Nah 49:09 ini suara ini masuk ke telinga kita 49:12 langsung kan ke hati nantinya. 49:15 Ya, ini namanya khotirah. Jadi khotirah 49:18 itu bisa jadi suara 49:20 bisa jadi juga benda. 49:23 Kita melihat sesuatu, nah tergambarlah 49:26 sesuatu yang kita lihat itu di dalam 49:28 hati kita. 49:30 Ini namanya khotirah. 49:33 Ya. 49:34 Bisa jadi juga itu adalah khayalan. 49:37 Kemudian khotirah ini 49:40 menggerakkan 49:43 ee apa namanya menggerakkan robbah. 49:48 Apa robbah itu? Robbah itu suka atau 49:53 benci. 49:55 Suka atau tidak suka. 49:57 Ketika tadi suara tadi Mas tunggu 50:00 katanya ya, bareng dong. Nah. 50:04 Masuk ke dalam hati lalu tergeraklah 50:07 namanya rabbah. Bisa jadi suka, bisa 50:11 jadi tidak suka tergantung 50:13 wanita ini yang kita sukai atau yang 50:16 kita benci. 50:19 Ya, nah kalau ternyata itu wanita itu 50:22 adalah wanita yang sangat kita sukai 50:26 maka rabbah di sini maknanya suka. 50:30 Ya, suka senang. Nah ini rabbah dua 50:33 tahap tuh ya. 50:35 Kemudian rabbah ini menggerakkan yang 50:38 namanya irodah. 50:41 Itu [berdehem] apa irodah itu? 50:43 Keinginan, kehendak. Keinginan apa? 50:46 Keinginan memenuhi keinginan yang 50:49 memanggil tadi. 50:51 Yaitu berhenti. 50:53 Nih perbuatan berhentinya. Sebaliknya 50:56 kalau itu wanita yang kita benci 51:00 maka irodah ini adalah mendorong kita 51:04 untuk mengambil keputusan lari ya, 51:07 menjauh lebih cepat lagi biar enggak 51:09 bareng. 51:11 Nah itu irodah. 51:13 Kemudian irodah ini 51:17 menggerakkan azam. 51:19 Apa azam itu? 51:21 Nah azam ini yang di 51:24 azam di sini adalah 51:27 keputusan 51:29 akhir. 51:30 Jadi 51:32 kebulatan 51:34 tekad untuk berhenti atau 51:36 apa namanya lari. Dan ini yang suka juga 51:39 disebut dengan niat. 51:41 Lalu kemudian 51:43 azam ini menggerakkan niat. 51:47 Gitu, menggerakkan niat. 51:49 Niat itu mulai melangkah kalau kita 51:52 ingin lari, 51:53 mulai diam kalau kita memang mau 51:56 menunggu. 51:58 Nah, yang tiga itu 52:01 yaitu khotirah, raghbah, dan irodah, 52:07 ini adalah di luar kemampuan manusia. 52:11 Ya, di luar kemampuan manusia. 52:13 Karena di luar kemampuan manusia, maka 52:19 manusia itu tidak dituntut tanggung 52:21 jawab. 52:23 Itu ya, karena 52:25 dia tidak bisa menolak manusia ini 52:27 datangnya yang tiga ini, khotirah, 52:30 kemudian raghbah, dan irodah, itu adalah 52:34 di luar kemampuan manusia untuk menolak 52:37 atau melakukannya. Karena itu, kalau ada 52:41 orang keinginan berbuat tidak baik, 52:45 ya, karena dia tidak bisa menolaknya, ya 52:48 tidak dihukum. 52:51 Tidak akan dihukum. 52:53 Karena eh begitu. Begitu juga kita suka. 52:57 Suka itu bukan perbuatan salah. 53:00 Saya Agus misalnya ya, suka sama istri 53:04 eh apa namanya istrinya Agus. 53:07 Gitu tuh. Apa saya berdosa? Tidak. Sebab 53:10 namanya suka itu 53:13 ya, kita tidak bisa menolaknya. 53:16 Maka jangan disalahkan kalau ada orang 53:18 menyukai orang lain, 53:21 ya, walaupun itu adalah istri orang. 53:25 Toh tidak mengganggu eh keluarga mereka, 53:28 tidak akan merusak selama kita itu tidak 53:32 mengungkapkan, tidak memperlihatkan rasa 53:35 suka kita kepadanya. 53:37 Maka jadi yang enggak boleh itu 53:39 action-nya. Kalau sukanya, siapa yang 53:42 bisa menolak datangnya rasa suka, itu 53:45 pemberian Allah. 53:48 Ya, Gus. 53:49 Ya. 53:49 Jadi, kalau saya sekaligus suka, cinta 53:52 kepada istri Agus, bukan perbuatan dosa. 53:57 Yang enggak boleh itu saya ungkapkan, 54:00 baik lewat ucapan atau lewat perbuatan, 54:04 nah ini baru. Jadi, yang enggak boleh 54:06 itu action-nya, ya. 54:09 Lah, kalau perasaan 54:11 lagian 54:12 siapa yang tahu perasaan hati orang, 54:14 enggak tahu. Makanya enggak akan 54:16 merusak. 54:18 Nah, gitu loh. Jadi, sekali lagi ini, 54:21 tiga ini adalah 54:23 eee di luar kemampuan manusia. Nah, yang 54:26 hebatnya ini 54:29 kalau kita ingin melakukan kebaikan, 54:32 walaupun kita tidak tidak mampu, ya, 54:36 bukan kemampuan kita, tetap kita dikasih 54:38 oleh Allah itu kebaikan itu. 54:41 Pahalanya. 54:42 Itu luar biasanya itu Allah itu, rahman 54:45 rahimnya Allah. 54:46 Kemudian 54:48 yang keempatnya adalah niat. Nah, niat 54:51 itu mulai bergerak. 54:54 Gitu loh. 54:55 Kalau kita niat membunuh orang, nah 54:57 mulai ngasah golok. 54:59 Nah, itu namanya ngasah golok itu adalah 55:02 niat. 55:03 Kemudian berjalan kita. Ditanya, mau ke 55:06 mana? Mau bunuh si anu. Nah. 55:10 Sekarang 55:11 kalau saya berjalan karena mau membunuh 55:14 orang 55:16 kalau saya batalkan perjalanan saya, 55:19 bisa apa enggak? Jawabannya kan bisa. 55:23 Saya bisa batalkan. Nah, itu artinya 55:25 dari diri saya sendiri, dari kita. Nah, 55:29 itulah niat. Makanya di dalam kitab 55:32 Safinah dikatakan niat itu qasdush syai' 55:35 muqtarinan bi 55:38 bermaksud melakukan sesuatu yang 55:40 disertai dengan perbuatannya. 55:43 Jadi, kalau orang ber pergi ke pasar, 55:46 lagi berjalan, ah itulah namanya orang 55:49 lagi niat ke pasar. 55:52 Ya, bersama dengan 55:54 perjalanannya. 55:57 Awal perbuatan. Makanya dalam 56:00 fikih-fikih itu yang namanya niat adalah 56:03 karena salat itu di awal adalah awalnya 56:06 takbiratul ihram, maka niat itu adalah 56:09 ketika takbiratul ihram. Lah, kalau 56:12 orang di rumah, ya, 56:14 pergi ke masjid, mau ngapain? Niat 56:17 salat, bukan niat namanya itu. 56:21 Itu bukan niat. Nih, orang enggak bisa 56:23 membedakan antara niat dengan apa 56:26 namanya? Eh, 56:28 keinginan dan tujuan. Dia dia enggak 56:30 ngerti. 56:31 Akhirnya enggak ada tuh niat di 56:33 awal-awal itu. Nih, karena dia tidak 56:35 mengerti membedakan antara niat dengan 56:38 irodah. 56:40 Nah, sekarang begini, Ibu tadi saya 56:43 pengin haji, 56:45 gitu ya. Apakah itu sudah niat? Belum. 56:49 Belum niat namanya. 56:51 Itu baru irodah. 56:54 Lalu dapat pahala enggak? Ya, dapat, ya. 56:57 Tadi itu sudah dapat pahala. Lah, 56:59 tinggal sekarang mewujudkan keinginan 57:02 itu 57:05 dengan mempersiapkan 57:08 semua 57:09 [berdehem] 57:09 syarat yang bisa mengantarkan Ibu ini 57:13 melaksanakan ibadah haji dengan cara 57:16 nabung, duitnya taruh di bank. 57:20 Sudah enggak jalan lain lagi ke kita ini 57:22 karena harus harusnya di bank. Kalau 57:24 enggak ya enggak bisa. 57:26 Ya. 57:27 Oh, itu enggak bisa. Tapi sekarang ini 57:30 bagaimana dana-dana haji begini, begitu 57:32 dan sebagainya. Itu bukan urusan kita, 57:36 sebenarnya ya. 57:38 Itu adalah maksudnya dengan Allah, itu 57:41 adalah tanggung jawab mereka. 57:44 Tanggung jawab mereka, ini luar biasa 57:46 amanat. Tetapi kita sebagai rakyat, 57:50 ya, sebagai seorang muslim, 57:53 ketika melihat ada kemungkaran, 57:57 maka kalau kita diam, itu namanya setan 58:00 bisu. 58:02 Maka kalau orang pada orang protes, itu 58:05 harus. 58:06 Harus, supaya apa? Kemungkaran jangan 58:10 kemudian berlanjut berjalan terus, ya. 58:14 Itu harus seperti itu. Sebab kalau kita 58:17 diam saja, nanti selamanya akan seperti 58:20 itu. Dan ini adalah 58:23 eee kita nanti kebagian dosanya karena 58:26 membiarkan adanya 58:28 apa namanya kemungkaran. 58:31 Memang ada juga yang bertanya apa, 58:32 bagaimana itu? 58:34 Sekarang kalau duit ini 58:36 eee haji ini 58:38 diolah buat ini, buat itu, 58:41 keuntungannya untuk siapa? 58:43 Ya. 58:45 Sudah dari dulu ini nyamareng Allah, 58:47 bahwa orang ini kalau daftar haji, ya, 58:51 kalau kurang dari 25, 58:54 maka kita ini hanya terdaftar, 58:57 tapi tidak mendapatkan nomor porsi. 59:02 Katakanlah nih ibu nih yang mau haji ini 59:04 daftar dulu, ya, 59:06 dengan memberikan duit 20 juta, maka 20 59:10 juta itu masih tetap di dalam eee 59:13 rekening ibu. Terdaftar sudah sebagai 59:17 calon jemaah haji, tapi belum 59:19 mendapatkan porsi. Misalkan ibu ini 59:22 dapat urutan 14, misalnya, 59:25 datang lagi seseorang daftar, daftar 59:29 dengan menyerahkan duitnya itu 25 juta. 59:34 Maka ibu yang tadinya nomor 4 urut 14 59:38 itu bergeser jadi nomor 15, ibu yang 59:42 yang berikutnya itu menjadi 59:45 14 karena mendapatkan nomor porsi. 59:48 Karena mendapatkan nomor porsi, maka 59:52 buku tabungan ibu yang 25 juta ini yang 59:56 kedua, itu langsung masuk ke dalam 59:58 rekening menteri. 1:00:01 Itu yang kemudian nanti menjadi dana 1:00:03 dana abadi umat, ya. 1:00:06 Dana abadi umat. Nah, karena sekarang 1:00:08 sudah jadi tabungan menteri, maka 1:00:11 otomatis 1:00:13 nanti kalau ada bunga, yang nerima 1:00:16 bunganya ya bukan ibu haji, calon haji. 1:00:20 Yang nerima bunganya adalah menteri apa 1:00:23 namanya ya agama. 1:00:25 Nah, kemudian kalau halal enggak itu 1:00:27 bunganya, ya. 1:00:31 Tanyanya ke menteri agama, ke Pak Yaqut, 1:00:33 jangan ke saya. 1:00:35 Eee. 1:00:36 Eee itu demikian, ya. 1:00:39 Baik, ibu jadi daftar aja udah, 1:00:41 bismillah, ya. 1:00:43 Maka ibu sudah tercatat oleh Allah 1:00:47 subhanahu wa taala. 1:00:49 Seandainya jadi sudah seandainya 1:00:51 meninggal, ibu sudah dalam proses 1:00:54 menjalankan perintah Allah yaitu rukun 1:00:57 haji yang kelima. Wallahualam. 1:01:00 Baik, wallahualam bisawab. 1:01:02 Pertanyaan selanjutnya datang dari Ibu 1:01:04 Hani. Assalamualaikum warahmatullahi 1:01:06 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:01:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:09 wabarakatuh. 1:01:10 Terkait dengan apa yang dijelaskan oleh 1:01:12 Ustaz barusan, 1:01:15 saya ingin bertanya tentang kondisi para 1:01:17 calon jamaah haji nih, Pak Ustaz, yang 1:01:19 tertunda 1:01:21 He em. 1:01:21 untuk pergi haji. 1:01:23 Seandainya ada orang yang mengambil 1:01:25 dananya karena ragu dengan kondisi saat 1:01:27 ini, bagaimana Pak Ustaz? Dan bagaimana 1:01:30 dengan niat hajinya? 1:01:32 Baik. 1:01:34 Bismillahirrahmanirrahim. 1:01:38 Eee 1:01:39 orang sudah daftar karena sekarang ini 1:01:42 ragu dengan duitnya itu akhirnya 1:01:44 diambil. Bagaimana dengan hajinya? 1:01:48 Ya dengan sendirinya ya 1:01:50 apa namanya sudah 1:01:53 sudah hilang. Maksudnya 1:01:55 ya enggak enggak belum menjalankan 1:01:58 kewajiban ya. 1:02:01 Nah, ini masalahnya ragu nanti 1:02:04 jangan-jangan duitnya gitu. 1:02:06 Jadi kan kata Nabi kalau kita ini 1:02:09 eee ragu-ragu, tinggalkan apa saja yang 1:02:12 membuatmu ragu karena 1:02:15 ragu-ragu itu akan membuat kita ini 1:02:17 gelisah ya, membuat kita ini tidak 1:02:20 tenang. 1:02:21 Sedangkan agama itu tujuannya adalah 1:02:24 untuk membentuk manusia-manusia 1:02:27 yang berpribadi tenang. Itu adalah 1:02:31 agama. Sekiranya Ibu naruh duit di sana 1:02:34 itu ragu ya eee dari Majelis Ulama ya 1:02:39 Kiai siapa itu 1:02:40 hendaknya jemaah haji tidak mengambil 1:02:43 dananya. 1:02:44 Saya yakin beliau bicara itu adalah 1:02:48 kaitannya dengan masalah keagamaan kita. 1:02:53 Dengan keagamaan kita bukan 1:02:55 dari sisi yang lain. Kalau dari sisi 1:02:58 yang lain, dari kacamata politik 1:03:00 misalkan, mungkin lain ya. Tapi beliau 1:03:03 ini murni ya dari kacamata apa namanya 1:03:07 agama gitu ya. Mungkin dari kacamata 1:03:10 lain bisa jadi ya eee kalau semua jemaah 1:03:16 haji itu eee mendingan ambil saja semua 1:03:19 dananya. Boleh jadi ada yang semacam 1:03:21 itu, ya. Dan saya, tapi saya tidak tahu 1:03:24 itu. Nah, 1:03:25 dari kaca dari sisi agama, ya, supaya 1:03:29 tujuannya apa? Tetap kita ini sudah niat 1:03:32 melaksanakan ibadah haji. 1:03:35 Jadi, seandainya kita ini meninggal, 1:03:38 maka kita dalam proses melaksanakan 1:03:41 ibadah haji, ya, sehingga gugurlah 1:03:45 kewajiban haji bagi kita dan tidak akan 1:03:49 ada pertanggungjawaban kita, ya, di 1:03:52 akhirat nanti, insyaallah. Dan itu 1:03:55 mungkin yang dimaksud oleh Kiai dari 1:03:57 Majelis Ulama itu. Saya lupa namanya 1:03:59 Kiai nya itu, Bapak. 1:04:02 Baik, wallahu a'lam bishawab. Ikhwan dan 1:04:04 akhwat, kemudian pertanyaan selanjutnya 1:04:06 datang dari Bapak Wildan di Bekasi. 1:04:10 Assalamualaikum warahmatullahi 1:04:12 wabarakatuh. 1:04:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:14 wabarakatuh. 1:04:15 Ustaz, mohon dijelaskan perbedaan antara 1:04:17 ham dengan niat. Seperti yang 1:04:20 disampaikan tentang hadis yang tadi 1:04:23 Ustaz sebutkan, 1:04:25 hadis innamal a'malu binniyat. 1:04:28 He em. 1:04:29 Baik. 1:04:31 Jadi, 1:04:32 ee ham ini 1:04:35 walaupun kadang-kadang diartikan niat, 1:04:38 ya, tapi maknanya adalah irodah. Ketika 1:04:42 ada gerakan tergerak di dalam hati untuk 1:04:46 melakukan kebaikan, 1:04:48 ya, maka itu namanya ham. 1:04:51 Nah, kalau niat ini sudah ada 1:04:54 langkahnya, sudah masuk ke dalam 1:04:57 perbuatan. 1:04:58 Seperti saya contohkan begini, ya, biar 1:05:01 gampang. 1:05:03 Ee Pak Ustaz, katanya 1:05:06 saya 1:05:08 sudah saya sudah niat sama istri saya, 1:05:11 besok mau ke rumah. 1:05:14 Nah, ini namanya ham. Ini namanya irodah 1:05:17 yang begini Pak ya. 1:05:20 Nah. 1:05:21 Atau juga ada yang nyebut azam, ya bisa 1:05:24 ya. Azam. 1:05:26 Kalau memang azam itu kalau sudah 1:05:28 mantap, benar-benar sudah ee apa namanya 1:05:33 sudah 1:05:34 ee tekad bulat, nah walaupun belum jalan 1:05:37 itu namanya sudah azam. Tapi kalau baru 1:05:40 ada keinginan saja untuk ke rumah Ustaz, 1:05:45 itu namanya ham. 1:05:47 Lah kalau niat, ya 1:05:50 Bapak ini sudah berjalan. 1:05:52 Dari rumah sudah berjalan. 1:05:55 Mau ke rumah Ustaz, itu namanya Bapak 1:05:57 ini niat ke rumah Ustaz. 1:06:00 Gitu ya. 1:06:01 Kalau ham belum, belum belum berjalan. 1:06:05 Mungkin besok atau lusa, begitu. Kalau 1:06:08 azam itu sudah 1:06:11 bulat ya, tekadnya sudah bulat mau ke 1:06:14 rumah tapi belum jalan. 1:06:16 Jadi ee azam itu di atas ham. 1:06:19 Ehm. Nah, seperti itu. 1:06:21 Wallahualam. 1:06:22 Baik, wallahualam bissawab. 1:06:27 Lanjut Pak Ustaz, pertanyaan dari Ibu 1:06:30 Yetti. Assalamualaikum warahmatullahi 1:06:33 wabarakatuh. 1:06:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:35 wabarakatuh. 1:06:36 Terima kasih atas tausiahnya Pak Ustaz 1:06:39 dan saya mohon maaf jika pertanyaan 1:06:43 saya 1:06:44 ee di luar tema. 1:06:46 Jika bayar ONH haji 1:06:49 sama umrah, sebaiknya mana yang lebih 1:06:52 dahulu dikerjakan? 1:06:55 Di mana saat ini masa tunggu haji kan 1:06:57 lama. 1:06:58 Apa bayar dulu daftar haji agar dapat 1:07:02 nomor tunggu baru umrah? Mohon 1:07:04 pencerahannya ataukah dibalik umrah dulu 1:07:07 baru haji? 1:07:09 Baik. 1:07:10 Bismillahirrahmanirrahim. [mendengus] 1:07:16 Dalam mazhab Syafii yang mayoritas 1:07:20 dianut oleh 1:07:23 ee muslimin Indonesia 1:07:27 itu haji itu dengan umrah sama 1:07:30 dua-duanya adalah wajib bagi setiap 1:07:33 muslim-muslimah yang dewasa 1:07:37 satu kali seumur hidup. 1:07:39 Ya. 1:07:41 Apakah nantinya mau haji dulu 1:07:44 atau mau umrah dulu, itu enggak ada 1:07:47 masalah atau nanti bareng hajinya dengan 1:07:51 ee dengan umrah. Nah. 1:07:54 Sekarang 1:07:56 kalau umpamanya kita melaksanakannya 1:07:59 ibadah haji, daftar haji ya, tunggu, itu 1:08:03 kalau kita niatnya melaksanakan ibadah 1:08:06 haji atau daftarnya untuk haji, ya bisa 1:08:09 dipastikan kita akan melaksanakan umrah. 1:08:12 Jadi dua-duanya dikerjakan. Tapi kalau 1:08:15 kita mengerjakan umrah, enggak bakalan 1:08:17 kita mengerjakan haji. 1:08:19 Karena apa namanya, umrah ini kan di 1:08:23 luar musim haji. 1:08:25 Nah. 1:08:27 Ee tentu yang terbaik itu kalau kita 1:08:29 daftarnya haji. 1:08:31 Cuma masalahnya sekarang ini daftar 1:08:34 tunggu bukan cuma 11-12 1:08:37 tahun ya. 1:08:39 Tapi sampai ke 20-25 tahun. 1:08:43 Lah kalau sekarang umur saya ini 50-50 1:08:47 tahun Pak, nunggu 20 tahun, walau 70 1:08:52 tahun, apa masih hidup? 1:08:54 Nah. 1:08:56 Maka 1:08:57 ini pengalaman saya ini ada murid, ada 1:09:01 ponakan. 1:09:02 [berdehem] 1:09:03 Murid ya ponakan juga ya, karena nikah 1:09:06 dengan ponakan saya. 1:09:08 Dia nanya ke saya, "Ustaz." Katanya. 1:09:11 "Alhamdulillah saya ini ada yang ngasih 1:09:13 dana 1:09:15 ya untuk ibadah umrah." 1:09:18 "Nah, mohon nasehatnya boleh enggak Pak 1:09:21 Ustaz kalau saya berikan kepada bapak 1:09:23 saya 1:09:25 biar bapak saya yang umrah." Kata saya, 1:09:27 "Jangan." 1:09:29 "Muridmu itu 1:09:31 pengin melihat kamu umrah, bukan 1:09:33 bapakmu." 1:09:34 "Kau sudah memperoleh pahala bapakmu 1:09:37 umrah." 1:09:39 Ya. 1:09:40 Kau sudah dapat pahala mengumrahkan 1:09:42 bapakmu 1:09:43 karena niat begitu, ya. Jadi kamu saja 1:09:46 berangkat umrah. Kata dia, "Bagaimana ee 1:09:49 katanya Ustaz kalau saya setorkan saja 1:09:53 untuk ee setoran haji?" Jangan. 1:09:56 Jangan. 1:09:57 "Kamu pergi umrah saja. 1:09:59 Pergi umrah kemudian 1:10:03 di sana di tempat-tempat mustajab kamu 1:10:06 meminta kepada Allah, berdoa kepada 1:10:09 Allah agar dikembalikan lagi ke sini 1:10:12 bisa melaksanakan ibadah haji." 1:10:15 Dilaksanakanlah 1:10:17 berangkat. Kurang lebih berapa bulan 1:10:19 sepulang umrah dia ngadu lagi, 1:10:21 "Alhamdulillah Ustaz 1:10:23 ya katanya ada yang membiayai saya untuk 1:10:27 melaksanakan ibadah haji." 1:10:29 Nah. 1:10:30 Jadi begitu juga Ibu nih ya. Jadi 1:10:33 sekarang ini kalau kita menunggu 1:10:35 melaksanakan ibadah haji daftar tunggu 1:10:37 begitu lama, sudah Ibu umrah dulu. 1:10:40 Seumur hidup kan wajib satu kali. 1:10:44 Pergi umrah, nanti di waktu di sana 1:10:48 memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala 1:10:51 di tempat-tempat mustajab agar Bapak Ibu 1:10:55 ini dikembalikan lagi ya, bisa 1:10:58 melaksanakan ibadah haji, ya. 1:11:01 Mudah-mudahan apa yang Allah berikan 1:11:03 kepada ponakan saya, juga Allah berikan 1:11:07 kepada penanya. 1:11:08 Menurut saya begitu, ya. 1:11:10 Iya. 1:11:11 Tapi kalau ada orang sekarang ini yang 1:11:14 mengatakan lebih baik ee daftar haji 1:11:17 saja, ya, 1:11:19 ya, itu juga baik, ya. Cuma menurut saya 1:11:23 lebih baiklah kalau Ibu ee Bapak ini 1:11:26 umrah saja dulu, gitu. Umrah dulu, ya. 1:11:30 Ee jadi di udah bisa ke sana, sekaligus 1:11:35 sudah punya pengalaman seandai nanti 1:11:37 melaksanakan ibadah haji, ini sudah 1:11:40 punya gambaran. 1:11:42 Dan kalau nanti ngikutin manasik haji, 1:11:45 gampang menangkapnya, memahaminya karena 1:11:48 kita sudah praktik di lapangan, ya. 1:11:50 Yaitu ee waktu melaksanakan ee umrah. 1:11:55 Barangkali itu, ya. Wallahualam. 1:11:57 Baik. Wallahualam soal pertanyaan dari 1:11:59 Ibu Yeti. Semoga terjawab ini juga 1:12:03 mewakili pertanyaan-pertanyaan dari 1:12:06 pendengar yang lain seperti Bapak Yani 1:12:08 Sumpeno atau Ibu Lifah 1:12:11 di Pasar Minggu. Ikhwan dan akhwat yang 1:12:14 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:12:16 Ustaz Yazuli juga 1:12:18 hari Ahad yang lalu 1:12:20 memulai peletakan batu pertama pondok 1:12:23 pesantren Ihya Ulumuddin di Bojong 1:12:26 Kelapa Nunggal, Bogor. Demikian, Pak 1:12:28 Ustaz, ya. 1:12:29 Iya. 1:12:30 Baik. 1:12:34 Baik, Pak Ustaz. 1:12:37 Halo. 1:12:38 Halo. 1:12:39 Iya. 1:12:42 Kita nampaknya sudah berada di 1:12:44 penghujung acara, Ustaz. 1:12:45 Ee gitu, baik. 1:12:47 Mungkin bisa langsung pada kesimpulan. 1:12:50 Iya. 1:12:51 Ehm. 1:12:53 [berdehem] 1:12:54 Jadi kepada para pendengar Radio 1:12:57 Silaturahim dan pemirsa Rasil TV, 1:12:59 pertama, 1:13:01 eee mengenai, eh, jadi niat itu dalam 1:13:05 kehidupan kita sangat penting. 1:13:07 Ya. 1:13:08 Apalagi tadi pertanyaan orang yang 1:13:11 melaksanakan ingin umrah dan haji, ya. 1:13:15 Ini niat ini punya peranan yang luar 1:13:18 biasa sekali dalam kehidupan kita, ya. 1:13:22 Ah, maka perbaiki niat, perbaiki niat, 1:13:26 perbaiki niat. Mmm, jangan salah eee 1:13:30 niat karena itulah yang dilihat oleh 1:13:32 Allah subhanahu wa taala. 1:13:35 Amin. 1:13:35 Dan ketika kita sudah tahu niat kita, 1:13:38 enggak perlu kita ini eee terganggu oleh 1:13:44 apa namanya eee 1:13:47 [berdehem] 1:13:47 ungkapan, kemudian penilaian dari orang. 1:13:51 Ketika kita sudah mempunyai niat yang 1:13:54 baik. 1:13:55 Contoh saya umpamanya eee bersedekah, 1:13:59 ya, atau menolong, berbuat baik kepada 1:14:02 orang lain, 1:14:04 niatnya kita ini adalah satu, hanya 1:14:06 karena Allah subhanahu wa taala. Nah, 1:14:09 orang yang kita tolong nanti mau 1:14:11 mengucapkan terima kasih atau tidak itu 1:14:14 bukan urusan kita. 1:14:16 Ya, enggak perlu kita repot-repot 1:14:18 mengharapkan pemberian eee ucapan terima 1:14:21 kasih dari orang lain. Begitu juga 1:14:23 penilaian. 1:14:25 Hatta kalau orang menduga kita buruk 1:14:28 seperti orang yang menduga Ustaz Adi 1:14:32 Hidayat, ya. 1:14:33 Dia sudah capek-capek ngumpulin, 1:14:36 kemudian diduga buruk. 1:14:38 Diduga buruk oleh orang lain, ya. Nah, 1:14:41 sudah, enggak usah dihiraukan orang 1:14:43 semacam itu, ya. Orang semacam itu. Nah, 1:14:47 ini kalau pribadi beda kalau memang ini 1:14:50 menyangkut masalah amanah. Jadi, yang 1:14:53 penting niat kita sekali lagi adalah 1:14:56 baik. Kemudian terakhir kaitannya dengan 1:14:58 tadi yang diinformasikan oleh saudara 1:15:00 Agus. Bahwa memang pada hari Ahad 1:15:03 kemarin saya mulai peletakan batu 1:15:06 pertama Pesantren Ihya Ulumuddin di 1:15:08 Bojong, ya. 1:15:10 Hmm. 1:15:10 Kelapa Nunggal di sana. 1:15:13 Eee jadi bagi Bapak Ibu, pertama tentu 1:15:17 saya mengharapkan doanya. 1:15:19 Agar bisa berjalan lancar, cepat jadi. 1:15:23 Karena itu sangat dibutuhkan sekali. Dan 1:15:26 bagi Bapak Ibu yang ingin berinvestasi 1:15:29 ukhrawi. 1:15:31 Ya, dengan menyalurkan misalkan eee 1:15:34 hartanya yang berlebih, silakan. 1:15:37 Alhamdulillah. 1:15:39 Maka amanat itu nanti insyaallah akan 1:15:41 saya apa namanya jalankan, ya. 1:15:45 Hmm. 1:15:45 Atau titipan dari Ibu. Walaupun 1:15:47 sebenarnya kalau Bapak Ibu itu. Eee 1:15:50 menyerahkan kepada saya, Bapak ini enak, 1:15:54 ya. Sudah menyerahkan selesai, sudah. 1:15:57 Tapi saya harus meng apa namanya 1:15:59 mengaturnya dan juga menjaganya dengan 1:16:03 sebaik-baiknya. Jadi, godaan itu yang 1:16:06 berat sebenarnya kalau dalam masalah ini 1:16:08 bukan bagi yang nyumbang, tapi yang 1:16:10 menerima sumbangan. 1:16:12 Ya, karena di situ. 1:16:15 Ada amanat yang besar yang dibebankan 1:16:18 kepada kami. Karena itulah makanya di 1:16:20 awal saya mengharapkan doa dari Bapak 1:16:22 dan Ibu semuanya, ikhwan dan akhwat. 1:16:25 Agar saya bisa melaksanakan amanah ini 1:16:28 dengan baik. Dan juga diberi kekuatan 1:16:32 lahir batin oleh Allah. Semoga Allah 1:16:34 memanjangkan umur kita dalam taat 1:16:37 kepada-Nya. Allah bimbing hati kita ke 1:16:39 jalan yang diridai dan dicintainya. 1:16:41 Allah limpahkan rahmat, dan dicintainya. 1:16:44 Allah limpahkan rahmat, dan hidayah 1:16:46 kepada kita, anak cucu kita, sehingga 1:16:48 dapat istikamah dalam menjalankan 1:16:49 perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya. 1:16:51 Rabbana taqabbal minna duaana warajaana 1:16:54 syaiaro malina birahmatika ya arhamar 1:16:56 rahimin. Rabbana atina fiddunya hasanah 1:16:58 wafil akhirati hasanah waqina 1:17:00 adzabannar. Washallallahu ala nabiyina 1:17:02 Muhammad wa ala alihi wasahbihi 1:17:03 wasallam. Alhamdulillahirobbil alamin. 1:17:05 Assalamualaikum warahmatullahi 1:17:06 wabarakatuh. 1:17:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:17:09 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil 1:17:11 alamin. Terima kasih atas tausiahnya 1:17:14 Ustaz Jazuli Qalil 1:17:16 kepada kita semua, baik yang ada di 1:17:18 studio maupun yang ada di rumah. Semoga 1:17:20 apa yang beliau sampaikan bermanfaat 1:17:23 bagi kita. Akhirul kalam, saya Abi Agus 1:17:25 ditemani Neza, juga ada Yusuf Sebangkit, 1:17:28 mohon undur diri. Billahi taufik wal 1:17:30 hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:17:33 wabarakatuh.