Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:08 Ashabul 0:10 jannati humul 0:16 [Musik] 0:19 faizun Lau 0:24 anzalnaal 0:27 Qur Jabal 0:31 laahu 0:33 khiam 0:36 mutaddiam Min 0:43 khasyatillah 0:45 wakal 0:46 amalu 0:48 nadribuha 0:51 linnasi 0:53 la'allahum yatafun 0:55 [Musik] 1:03 huallahuladzi 1:07 la 1:16 ilahailluimulhaibi 1:18 wasyahadati huarahmanurahim 1:25 [Musik] 1:38 ilahaillu 1:40 almalikul 1:43 quddususamul 1:45 mukinul 1:47 muhaiminul 1:49 Azizul 1:51 jabbarul mutakabirhallah 1:55 [Musik] 2:07 huallahul 2:09 khaliqul 2:11 bariul 2:12 musawiru lahul 2:16 [Musik] 2:17 Asmaul 2:21 Husna 2:24 yusabbihulahu Maa 2:27 fisamawati Wal ARD 2:35 [Musik] 2:44 sqallahulim alalamaikum warahmatullahi 2:50 wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim 2:52 asalamualaikum warahmatullahi 2:53 wabarakatuh Eh dear Leaders eh dan calon 2:56 Leaders seluruh Indonesia Alhamdulillah 2:58 ee Eh pada malam ini kita bertemu 3:02 kembali pada acara Indonesia Leaders 3:04 talk eh acara diskusi online talk online 3:08 yang setiap Jumat malam Insyaallah 3:10 senantiasa kita e adakan dengan 3:13 tema-tema yang menarik dan juga 3:15 fundamental pada malam ini e tema yang 3:19 kita bawa adalah tentang korupsi lagi 3:21 Mungkinkah 3:22 memberantasnya ya dengan pembicara tamu 3:25 Alhamdulillah sudah hadir bersama kita 3:27 direktur pendidikan dan pelayananyarak 3:36 ya kemudian juga bersama pembicarau kita 3:40 bapicara utama kita dan juga tuan rumah 3:42 kita 3:43 Bapak 3:45 juga yang nanyaah juga ak bergabung 3:47 bersama 3:49 kitaillah sudah bergabung juga asamik 4:00 ya kemudian 4:02 eh salah satu lagi pembicara kita yang 4:05 eh berhalangan hadir Pak Donal Faris 4:08 mudah-mudahan di acara berikutnya bisa 4:09 hadir ya Eh pegiat anti korupsi kita 4:12 sahabat-sahabat sekalian ee tema pada 4:15 malam ini kita angkat karena di 4:17 Indonesia pada beberapa hari ini eh 4:20 sedang dikejutkan dengan eh eh 4:23 penangkapan oleh KPK ya dua menteri 4:26 dalam beberapa hari berturut-turut 4:28 Menteri Kelautan perikanan dan juga 4:30 Menteri Sosial juga ada Walikota ee 4:34 Cimahi dan juga ee dalam beberapa ee 4:38 hari yang dulu juga kemarin juga banyak 4:41 sekali para pejabat publik kita 4:43 ditangkap karena kasus korupsi 4:45 seakan-akan kasus korupsi di Indonesia 4:47 ini tidak pernah selesai ya Ee dan dari 4:52 tahun ke tahun sejak eh zaman eh apa era 4:57 rezim orde baru sampai reformasi dan 5:00 juga bahkan pada ee reformasi 98 5:03 semangat pemberatasan korupsi ini 5:04 menjadi semangat dan agenda utama 5:07 Reformasi dan ternyata setelah ee 22 5:10 tahun reformasi agenda pemberatasan 5:13 korupsi ini ee seakan masih belum 5:16 selesai dan praktik korupsi seakan-akan 5:18 terlihat malah makin ee menggeliat ya 5:21 bukannya makin berkurang dalam praktik 5:24 ee kebangsaan dan kenegaraan kita Nah 5:27 untuk itu pada malam ini insyaallah kita 5:29 akan mencoba membahasnya mendiskusikan 5:31 pada acara indivesal Leaders to ini apa 5:34 sebenarnya yang sedang terjadi di negara 5:36 kita nanti pak Giri mungkin bisa 5:38 menyampaikan dan untuk kesempatan awal 5:40 eh seperti biasa eh saya berikan kepada 5:44 Pak misila untuk memberikan pengantar 5:47 sekaligus membuka diskusi kita ya 5:49 sebagai eh tuar rumah dan juga eh 5:53 politisi PKS kepada Pak mani 5:56 dipersilakan kasih Bang haldi izin Mas 5:59 Giri 6:01 ee asalamualaikum warahmatullahi 6:03 wabarakatuh Waalaikumsalam 6:05 warahmatullahi wabarakatuh Selamat malam 6:07 dan salam sejahtera untuk kita semua 6:10 Bismillah Alhamdulillah Allahumma sholli 6:12 ala sayyidina muhammad Amma ba'd ee 6:16 rekan-rekan sekalian eh tema ini eh luar 6:20 biasa fundamental walaupun di awal Saya 6:23 ingin ada tema mencuat tentang hilangnya 6:27 enam nyawa ini pun merupakan sebuah 6:30 pukulan bagi kehidupan berbangsa dan 6:33 bernegara kita dan karena itu ee mohon 6:36 doa kita akan terus mengawal agar segera 6:39 dibentuk tim pencari fakta untuk 6:42 menuntaskan kasus meninggalnya enam 6:46 warga negara 6:47 Indonesia oleh aparat ini luar biasa 6:52 eh yang pertama terkait dengan korupsi 6:55 Mungkinkah kita berantas sangat dan 6:59 harus diberantas saya e berapa kali satu 7:03 forum dengan mas Giri road map-nya KPK 7:07 luar biasa jelas Bahkan dalam pandangan 7:10 saya KPK 7:12 eh khususnya sebelum revisi ya 7:16 undang-undang KPK walaupun Alhamdulillah 7:20 ya kalau bahasa karne Ilias KPK bangkit 7:23 lagi e di sebulan terakhir ini dan kita 7:26 harapkan bertaji lagi dan bergigi lagi 7:31 sehingga upaya pemberatasan korupsi kita 7:34 akan Kian masif dan kian efektif Kenapa 7:37 saya bilang Bisa bahkan wajib karena 7:39 negara-negara lain sudah mencontohkan 7:42 tidak ada negara maju kecuali 7:46 korelasinya memiliki indeks persepsi 7:48 korupsi yang tinggi ya Di mana mereka 7:51 adalah negara yang mampu menjalankan 7:55 pemerintahannya Bahkan bukan cuma 7:57 pemerintahan sudah uk ruang lingkup e 8:00 private eh eh komunitas 8:04 bisnisnya betul-betul sepakat korupsi 8:07 harus diberantas ya kalau 8:11 eh dulu 8:14 eh ketua KPK sebelum ini 8:19 ee menyatakan ada kasus kecil di 8:22 Singapura ya seorang driver 8:26 eh bongkar muat yang harus ngantri ee 8:31 dan itu ee pengin cepat bayar 1 dolar 8:35 itu sudah disangkakan untuk korupsi ya 8:37 Ee karena ketika ee ee private-nya 8:42 bersih 8:43 ee pelaksana ee pejabat negaranya bersih 8:48 masyarakatnya bersih maka akan wujud 8:51 satu ekosistem di mana seluruh pihak 8:54 menolak untuk korupsi ya apa yang selama 8:57 ini KPK ee kampanyekan ya bahwa korupsi 9:01 itu low gain high risk ya hasilnya kecil 9:04 tapi risikonya besar harus wujud tidak 9:07 boleh terbalik yang ada adalah kalau 9:10 kita tidak menegakkan bahkan memiliki 9:13 sikap yang tegas pemberantasan korupsi 9:15 yang terjadi adalah high low risk ya wah 9:19 makanya para pelaku korupsi punya 9:21 peluang Nah jadi yang pertama saya ingin 9:24 menegaskan Bahkan bukan cuma bisa 9:27 diberantas tapi wajib di berantas nanti 9:30 mas Giri Nyun Sewu Mas Giri Eh 9:32 paparan-paparan yang kemarin ee waktunya 9:34 ee saya serahkan panjang buat ya Eh 9:38 Karena Mas Giri ini eh 15 tahun lebih ya 9:42 saya izin Promo dulu Mas Giri ya Eh 9:45 membangun dan terlibat dalam pembangunan 9:48 KPK dan KPK di antara institusi yang 9:52 sangat dicintai walaupun 9:55 ee 2 tahun terakhir ini ada semacam tapi 9:58 mudah mudahan teman-teman yang ada di 10:01 dalam terus berjuang menjaga maruah dan 10:03 kinerja KPK Saya ingin E membedahnya 10:07 dari perspektif Jangan melihat Siapa 10:10 yang salah kita akan sedih dan 10:13 terjerembap ke lubang yang sama 10:14 berkali-kali kalau melihat korupsi ini 10:17 dari perspektif Edi prabowa ataupun 10:19 juliar Peters batubara benar dua orang 10:22 ini Eh sudah disangkakan oleh KPK dan 10:27 denganiction R ya k p yang hampir 100% 10:31 kecuali kasus Tumenggung gitu loh saya 10:33 yakin bahwa ditersangkakannya oleh KPK 10:36 datanya kuat buktin kuat dan pengadilan 10:39 akan memutuskan walaupun tetap 10:41 pengadilan adalah institusi yang 10:43 independen tetapi KPK selama ini punya 10:46 conviction rate yang sangatsangat tinggi 10:48 nah dua orang ini atau siapapun yang 10:51 korupsi ya ada Bupati bangga laut 10:53 lainlain siapun partainya Apun posisinya 10:57 P Aras Apun korupsi tidak mengenal itu 11:01 semua Korupsi adalah perkara Bagaimana 11:04 ee sebuah keserakahan bertemu dengan 11:08 kekuasaan dan di situlah ketemu ee titik 11:12 kulminasinya jadi saya ingin melihatnya 11:15 Pada perspektif Di mana letak kesalahan 11:18 Karena dengan kita melihat Di mana letak 11:20 kesalahan sebetulnya menjadi sederhana 11:22 contohnya 11:24 begini dua kasus korupsi yang terakhir 11:27 ini sebetulnya modusnya modus yang lama 11:29 ya eh di Kemensos modusnya adalah khusus 11:34 Jabo det tabek lucu kalau yang lain 11:38 bentuknya sudah mulai BLT di daerah yang 11:40 lain khusus untuk Jabo tabek dengan 11:44 alasan yang sebetulnya cukup Naif Ya 11:47 kemungkinan karena psbb dan lain-lain 11:49 jadi jabur tabek bisa jadi kekurangan 11:53 pasokan sembakau karena itu diajukanlah 11:56 ee bukan dalam bentuk bantuan langsung 11:59 tunai yang ditransfer tetapi diberikan 12:01 dalam bentuk ee natura barang-barang 12:05 berlakulah di sini 12:08 eh kejahatan itu karena ada kesempatan 12:12 mestinya 12:14 sederhana tidak boleh 12:16 Kemensos sebagai 12:24 distributoraligus sebagai produsen upaya 12:27 mencari ituologi yang ada metodologi 12:29 yang sangat besar kemungkinan untuk 12:31 dikorupsi karena itu pernyataan saya 12:34 pribadi Mas Aldi apalagi ini forum 12:37 Indonesian Leaders talk ya Everything R 12:41 and on leadership tidak bisa Pak Jokowi 12:44 menyatakan sudah dari awal saya nyatakan 12:46 jangan korupsi J kalau menyatakan 12:49 demikian tapi metodologi tidak diperiksa 12:53 tetapi prosedur dibiarkan seperti KKP ya 12:57 sederhana ketika di 12:59 Bui ekspor benur dilarang tiba-tiba 13:02 sekarang dalam bentuk mereka-mereka yang 13:05 direkomendasikan oleh KKP berlakulah 13:08 peluang sangat besar Siapa yang 13:11 menentukan Terjadilah apa yang terjadiu 13:15 sebetulnya tidak 13:19 [Tepuk tangan] 13:21 adauptionak per yang rumit-rumittinggal 13:23 mau apa tidak gitu Jadi Pak Jokowi 13:26 tidakisa sebagai Pan Ca menyatakan tidak 13:30 boleh korupsi ya semua orang juga bisa 13:33 harus ada aksi terukur harus ada 13:36 mekanisme melekat harus ada eksekusi 13:39 yang tegas dan ketat kepada para menteri 13:41 karena tegas kok di undang-undang 13:44 menteri itu diangkat diberhentikan oleh 13:47 presiden hak eksklusif hak prerogatif 13:50 Sehingga dalam pandangan saya kayak 13:53 sekarang nih dipilih menteri Apun ketika 13:56 prosedurnya masih sama dulu Sudah sangat 13:59 bagus periode pertama Mas Giri masih 14:01 ingat pasti walaupun Ramai 14:04 ya sebelum diangkat presiden meminta 14:08 kepada KPK rapot orang-orang yang 14:11 potensial di periode kedua enggak ada 14:13 permintaan rapot itu bablas anginnya 14:16 gitu loh padahal betul KPK tidak punya 14:20 tidak punya quote and unquote hak 14:24 eksklusif dan spesifik memberikan 14:26 penilaian tetapi KPK lhkpn diserahkan 14:30 kepada KPK KPK punya track record Apa 14:34 salahnya para Presiden itu meminta ini 14:37 ada daftar Justru dengan adanya rapot 14:41 dari KPK sebelum 14:44 dipilih itu memudahkan presiden dia bisa 14:48 menolak kepada partai siapapun saya 14:50 tidak bisa menerima calon anda karena 14:53 KPK menyatakan demikian dan KPK bekerja 14:56 secara profesional gitu jadi jadi ketika 14:59 Pak Jokowi bilang sudah saya tegaskan 15:02 tapi tidak meminta pendapat KBK Ya itu 15:05 mah sesuatu yang sangat Naif gitu loh 15:08 Nah jadi yang 15:11 pertama cari di mana letak kesalahan ya 15:14 sangat mudah KPK Bahkan dalam pandangan 15:18 saya Mas Giri punya inisiatif yang kalau 15:21 hadis nabi itu sunah Hasanah Man sunatan 15:25 hasanatan Siapa yang membangun sunah 15:28 yang baik dia akan dapat 50 pahala gitu 15:30 loh misal gini k ee pencegahan korupsi 15:34 ee apa k subgap ya Mas Giri namanya tuh 15:39 ya saya kalau ke ptsp karena saya di 15:42 komisi 2 ya pelayanan terpadu satu pintu 15:45 ke beberapa 15:46 eh instansi negara mereka sangat bangga 15:50 ketika sudah bekerja sama dengan 15:52 korsubgap dari e KPK buat mereka mereka 15:57 bilang sangat mudah eh 15:59 eh pendampingan KPK itu membuat kita 16:02 sangat jelas melihat masalah mana yang 16:05 hak kita mana yang tidak ketika KPK 16:08 mendampingi maka beragam perizinan 16:11 justru dipermudah prosedurnya jelas 16:14 tarifnya jelas durasinya jelas yang itu 16:19 negara hadir dalam melayani ini 16:22 inisiatif KK tapi tidak pernah diangkat 16:26 direkognisi dijadikan Perpres keputusan 16:29 harus seperti ini g sama KPK juga 16:32 melakukan banyak inisiatif kajian dengan 16:35 lii saya diundang Lipi 16:39 masi bahas tentang Dana Parpol saya 16:42 bilang ini inisiatif bagus sekali saya 16:45 bilang Eh siapa 16:48 ehponsornya KPK katanya dan hasil 16:51 hitungan KPK luar biasa kalau Negeri Ini 16:54 mau baik salah satu solusinya Dana 16:57 Parpol dibesarkan 16:59 disesuaikan satu suara Kalau sekarang 17:01 masih 17:03 Rp1.000 usulan KPK hasil hitungannya 17:08 16.500 nah dipusulkan separuh 8.000 dulu 17:13 besar buat Nah nanti tentu ketika KPK 17:16 mengusulkan dana parp persuara naik dari 17:18 1000 jadi 8.000 harus ada reformasi 17:21 internal partai revisi undang-undang 17:24 diperbaiki mekanisme demokrasi internal 17:27 partai diperbaiki 17:29 teman-teman sekalian memberantas korupsi 17:32 itu mudah dan bisa ketika kita tahu 17:36 ilmunya dan punya komitmen dua saja 17:38 kuncinya punya kompetensi dan punya 17:41 komitmen KPK kita luar biasa ketika 17:46 Vietnam ingin belajar membangun KPK dia 17:53 minta ke KPK bantuan dikasih 17:56 undang-undang 30 2002 dipakai penuh 17:59 undang-undang itu untuk membangun 18:01 kpk-nya Vietnam karena KPK memang 18:04 efektif mampu jadi mudah kok Cari 18:07 presiden yang memang punya komitmen 18:09 sistematis tegas ideologis memberantas 18:12 korupsi punya 18:14 kompetensi banyak sekali para penggiat 18:17 Eh lihat saja kalau KPK diancam ratusan 18:21 orang pagai rantai gitu ingat kisah 18:24 cicak versus buaya baik episode 1 maupun 18:27 episode 2 Mas Ki 18:29 nah kompetensi harus ada yang kedua 18:33 komitmen walaupun berat ya ketika 18:36 politik dinasti diperkuat ketika beragam 18:40 eh Kementerian yang harus dirampingkan 18:43 tapi tetap 34 lain-lain sehingga 18:46 transaksi terjadi kita sebetarnya sudah 18:49 bisa menebak ke arah mana kinerja dari 18:52 pemerintahan yang tidak memiliki 18:55 komitmen untuk membuat segalanya 18:57 transparan reformasi birokrasi terjadi 19:00 dengan ramping tapi kalau periferal ya 19:02 hasilnya juga pereral medioker itu 19:05 bangdi Eh bisa dan mudah memberantas 19:09 korupsi itu ketika kita punya kompetensi 19:11 dan komitmen 19:14 makasih i terima kasih Pak Mardani 19:17 sebelum kita ke Pak Giri Saya ingin 19:19 melihat pandangan Pak Mardani sebagai 19:21 seorang politisi PKS di mana kita tahu 19:24 dengan praktik politik saat ini yang 19:27 biaya pemilu begitu tinggi ya Ee itu 19:31 membuat seakan-akan ee para pejabat 19:34 publik itu ketika sudah terpilih mau 19:36 tidak mau harus balik modal dan balik 19:39 modal ini salah satu jalan singkatnya ya 19:41 melalui praktik-praktik ee korupsi ya 19:44 melalui pengadaan ee barang dan jasa dan 19:48 lain-lain gitu ya seperti halnya juga 19:50 kita tahu bagaimana ee yang terbaru 19:52 mensos nih praktik pengadaan Bansos itu 19:55 ee sampai juga dikorupsi ee perpaketnya 19:59 begitu 20:04 nah komitmen keinginan PKS untuk 20:08 memberatas korupsi Tetapi ada juga 20:11 realita biaya politik yang tinggi 20:14 Bagaimana PKS menyiasa ini memegang 20:17 prinsip ini juga ee berjuang untuk 20:20 mewujudkannya dalam kebijakan publik di 20:24 negara banyak tadi Bang kompetensi kita 20:29 harus menyeluruh contoh nih 20:32 ee sekarang ini syarat menjadi kepala 20:35 daerah dan menjadi presiden th hold-nya 20:37 itu 20:39 20% 20% ini angka yang sangat tinggi 20:42 gitu loh sehingga yang terjadi adalah 20:45 bahwa 20:46 eh beli perahu e dilakukan karena 20:50 rata-rata partai kita belum ada partai 20:53 mayoritas partti ID kita masih lemah 20:56 yang terjadi adalah bahwa rata-rata 20:59 partai kita 21:01 ya kelas menengah lah msiz party gitu 21:04 loh middle eh party Trap rata-rata 21:07 enggak ada yang 20 jadi harus beli e 21:10 biar beli dukungan itu selalu beli Nah 21:13 cara paling baik turunkan 10% sudah 21:17 bagus kalau perlu 5% buat medan politik 21:21 ini menjadi Medan yang mudah dimasuki 21:24 sehingga akan ada kompetisi yang ketat 21:26 jadi 5% banyak yang masuk ketika 21:29 kompetisi ketat mereka bisa saling 21:32 mengontrol rakyat tidak bisa lagi ee 21:35 politik identitas akan hilang karena 21:37 banyak calonnya KPU bawas diringankan 21:40 bebannya karena masing-masing calon 21:41 mengontrol e perilaku dari calon yang 21:44 lain dan yang ketiga masyarakat akan 21:47 mendapatkan figur-figur yang lebih 21:49 banyak bukan cuma dua pasang calon 21:52 apalagi lawan kota Kosong gitu kan jadi 21:54 satu 21:56 turunkan yang kedua tentu sehatkan 21:59 partai politik dan partai politik yang 22:02 sehat Itu ada sirkulasi kepimpinan yang 22:03 baik misal Alhamdulillah eh PKS mencoba 22:08 Teguh Bang Aldi tidak ada presiden PKS 22:11 yang terpilih dua kali berturut-turut 22:14 semua presiden PKS satu periode gitu loh 22:17 kalau ada partai 22:19 ee ketua umumnya pimpinannya bisa seumur 22:23 hidup Ya tidak ada sirkulasi 22:26 kepemimpinan kalau versi manajemen itu 22:31 Anda 2 tahun berturut-turut di posisi 22:33 yang sama maka anda akan 22:35 berkarat anda cuma akan hidup untuk 22:38 menjaga hegemoni untuk oligarki tapi 22:42 kalau anda tipikal orang yang terus 22:44 ingin 22:46 berkembang jadi sat periode cukup kita 22:49 bisa membuat presiden aja kita batasi 22:52 cuma du periodeai jangan takut 22:56 atuhruai yang baik yang sirkulasi 22:59 kepemimpinan akan baik termasuk di 23:01 dalamnya dihidupkan mekanisme demokrasi 23:04 internal adaan pemilihan gitu untuk 23:08 pencalonan Bupati Walikota atau anggota 23:11 DPR diadakan saja kontestasi dan 23:14 konvensi mereka yang masuk harus minimal 23:16 sudah jadi 3 tahun anggota parpol tidak 23:19 ada yang ujuk-ujuk tiba-tiba dicalunkan 23:21 jadi ee Walikota calon walikota calon 23:24 bupati yang penting dia anak siapa 23:25 menantu siapa ya tidak bisa itu sangat 23:28 tidak sehat terakhir tentu 23:32 eh partai perlu diberi kesempatan untuk 23:35 mendapat bantuan sebagaimana kajian KPK 23:39 Nah kalau pendekatan yang menyeluruh 23:41 seperti ini diikuti dengan siapun yang 23:44 korupsi ditinggikan hukumannya gitu 23:47 belakangan ini kalau Donal ada 23:51 Donal punya kajian yang bagus ada 23:54 tendensi nanti koreksi saya hukuman yang 23:56 dijatuhkan H kepada korupsi Kian lama 23:59 Kian ee meringankan ya misal tuntutan 10 24:02 tahun dulu-dulu 7 tahun jatuhnya hukuman 24:06 sekarangang 4 tahun sampai 5 tahun 24:08 sehingga yang terjadi tadi korupsi tidak 24:11 lagi Eh high risk low gain ya resiko 24:14 tinggi hasilnya kecil tetapi Kian 24:17 menjadi low risk high gain sehingga 24:19 terjadi lagi gelombang kayak 24:21 eh Corona ada second Strike third Strike 24:25 semangat korupsi lagi kompetensi 24:28 kompetensi kompetensi dan komitmen harus 24:32 wujud dalam pemberatasan korupsi dan itu 24:34 mudah dilakukan kalau kita dapat 24:36 pemimpin yang memang memiliki dua ciri 24:39 itu begitu Bang ya terima kasih Pak 24:42 marani eh menarik sekali penjelasannya 24:44 nanti kita dalami lagi untuk berikutnya 24:47 Saya ingin berikan kesempatan ke Pak 24:49 Giri Asalamualaikum Pak 24:52 Giri 24:54 Waalaikumsalam Paki eh sebagai Direktur 24:57 ya ee pendidikan ee politik ya Eh 25:01 pendidikan politik direktur pendidikan 25:03 KPK dan pelayanan ee masyarakat KPK jadi 25:08 Ee kita harapkan nih dari sudut pandang 25:10 KPK Pak Geri bisa memberikan eh 25:14 knowledge sharing ya pencerahan 25:16 pencerdasan juga sharing ilmu dan 25:18 pengalaman dari sisi KPK ini bagaimana 25:21 ee memandang praktik korupsi yang ada 25:24 saat 25:26 ini dan apaah memungkinkan ini secara 25:31 ee Indonesia kepada Pak Giri 25:34 dipersilakan Monggo Mas Matur nuuhun Mas 25:38 Pak Pak Mardani Terima kasih sudah 25:41 mengundang di forum ini boleh dibantu 25:44 biar saya bisa share screen Ayo Pak 25:48 pakai screen bagus sekali 25:51 screennya sebentar Mas biar saya 25:54 semangat selalu Mas saya sambil menunggu 25:57 saya bisa iya Ya sambil bisa Share 26:00 screen Saya memang baru 15 tahun di KPK 26:04 jadi sejak periode pertama Pak Ruki saya 26:06 sudah Gabung jadi sekitar berapa periode 26:10 termasuk berapa PLT pimpinan karena KPK 26:13 seringali malami krisis kan jadi memang 26:17 dalam pemberantasan korupsi 26:20 ini banyak turbulennya saya masih belum 26:23 bisa share nih ayo dikohostkan 26:30 Saya sudah tidak sabar Mas kiri nanti 26:32 teman-teman tolong perhatiin muda jelas 26:35 ternyata muda kok memberantas korupsi I 26:38 dari penjelasan Mas kiri pasti 26:40 saya nanti materinya bisa di-share kok 26:44 siap Monggo Mas Iya Pak sudah 26:55 kohost sudah Pak Giri sudah bisa sudah 26:58 bisa sudah kelihatan ya iya 27:00 Alhamdulillah 27:06 Oke 27:07 Eh mungkin jawaban dari forum ini apakah 27:11 mungkin ya korupsi lagi Mungkinkah 27:14 memberantasnya mungkin saja kita bisa 27:16 lebih cepat Sebenarnya saya bertanya 27:19 kepada komisionernya kpk-nya Hongkong 27:21 asas Hongkong namanya ee 27:25 Timoti 27:26 ee dia adalah misioner pertama yang dari 27:30 orang asli Hongkong setelah sebelumnya 27:32 KPK Hongkong itu dipegang oleh EE 27:35 penyidik-penyidik dan pimpinan dari 27:37 Inggris karena bagian dari persmakmuran 27:39 Inggris dan menarik karena yang terjadi 27:42 di Hongkong pada tahun 70-an Tu Sama 27:44 persis dengan kondisi Indonesia dalam 27:46 akhir-akhir ini jadi di sana sangat 27:49 korap mau ke rumah sakit juga harus 27:51 menyuap kemudian polisinya ee korup gitu 27:55 kemudian Inggris memandang bahwa penting 27:58 untuk 27:59 ee membentuk lembaga anti korupsi yang 28:01 independen sehingga yang ditangkap 28:03 pertama waktu itu adalah Jenderal 28:04 bintang 3-nya mungkin kepala 28:07 kepolisiannya Hongkong waktu itu 28:10 kebetulan Kepala Kepolisian Ini juga 28:12 masih Bole dari Inggris ditangkap 28:15 kemudian berapa kali penangkapan 28:17 termasuk yang terbesar ketika tahun 78 28:19 mereka menangkap secara bersamaan 189 28:22 polisi karena mereka melindungi area 28:25 prostitusi perjudian dan kejahatan 28:29 lainnya ditangkap besar-besaran kemudian 28:32 tahun '8 ini terjadi demo yang 28:34 besar-besaran ada yang menarik demo ini 28:35 yang demo adalah polisi Hongkong yang 28:38 didemo bukan kpk-nya saja KPK Hongkong 28:41 tetapi mereka mendemo kapol Hong ya 28:44 Kepala Kepolisian Hongkong ya Jadi bukan 28:46 kapori nah apa yang didemo mereka 28:49 mendemo pimpinannya karena memandang 28:51 tidak bisa melindungi anak buahnya kan 28:53 menarik ini 28:55 kan jadi berbeda dengan di kita ya kalau 28:59 di kita kan cuma demo kepada kpk-nya 29:01 saja kalau di sana termasuk mendemo 29:03 kepala kepolisiannya yang dipandang 29:05 tidak bisa melindungi 29:06 mereka ternyata yang menarik dari 29:09 perkembangan pemberantasan korupsi 29:13 di Hongkong dan Singapura walaupun kita 29:16 katakan memang negaranya beda berbentuk 29:18 kota tetapi kita harus belajar jadi di 29:22 di Hongkong dan di Singapura itu yang 29:24 dilakukan pertama adalah ee menegakkan 29:26 integritas penegak hukum 29:29 saya bertanya kepada mereka Kenapa 29:31 penting pemberantas korupsi dan menjaga 29:33 integritas penegak hukum karena fungsi 29:37 lembaga anti korupsi itu sebenarnya yang 29:38 utama adalah menjaga integritas Jadi 29:40 kalau ada penegak hukum korup ditangkap 29:42 nah Konsep ini sebenarnya sejalan dengan 29:44 undang-undang 29:45 KPK kalau bertanya pada Prof romle pada 29:48 Prof Andi hamsah yang menyusun waktu itu 29:50 memang dua tugasnya KPK menangani 29:53 penegak hukum yang kedua adalah 29:56 menangani pejabat tinggi ya begitu 29:59 sementara Indonesia punya kelemahan 30:00 dibandingkan dengan Hongkong dan 30:01 Singapura Indonesia hanya fokus di dua 30:03 hal tadi ketika kpk-nya Hongkong 30:06 Malaysia Brunei kemudian Singapura 30:10 lembaga yang memberantas korupsi itu 30:11 tunggal di sana Jadi ada CP ada IC ada 30:15 MCC ada PPR segala maam nah Ketika saya 30:19 bertanya 30:21 kepada Eh Pak Timoti ini kan sebenarnya 30:25 berantas korups itu panjang ya yang dia 30:28 menarik Sebenarnya saya hanya butuh 3 30:30 Seteng tahun dia jadi saya kaget kok 30:33 cuma 3 Seteng tahun ternyata ee dia dia 30:37 ngasih resep resepnya adalah ee ada 11 30:40 poin Sebenarnya saya sambil 30:41 luncat-loncat enggak apa-apa ya karena 30:43 saya meemang baru datang dari luar kota 30:46 saya belum 30:47 sempatistemasikan 30:49 Nah resepnya ini 30:52 sebenarnya jadi dia bilang pemberantasan 30:55 korupsi itu akan gagal kalau e 30:58 kekurangan komitmen politik of political 31:01 will ini bisa dicerminkan ancaman revisi 31:04 undang-undang KPK sudah puluhan tahun 31:06 dilakukan dan berhasil tahun kemarin 31:08 kemudian komitmen itu juga mencakup 31:10 Apakah mempunyai anggaran dan 31:12 e hukum yang memadai gitu kan KPK 31:16 sebenarnya di balik e ada suksesnya juga 31:20 mempunyai keterbatasan bahwa kita tidak 31:22 bisa menangani Semua kasus kepala dinas 31:24 pun engak bisa kita tangkap kalau itu 31:27 tidak menyangkut penyelenggara negara 31:29 karena kepala dinas bukan penyelenggara 31:30 negara itu istilah hukum misalnya 31:33 kemudian pengurus parpol juga enggak 31:35 bisa kita tangkap kalau ternyata 31:37 pengurus parpol tidak merangkap sebagai 31:39 penyelenggaraan negara jadi murni 31:40 sebagai pengurus farpol ketua Sekjen dia 31:43 tidak mempunyai jabatan tidak anggota 31:45 DPRD atau DPR maka KPK tidak bisa masuk 31:48 itu banyak sekali ya titik-titik enggak 31:50 bisa masuk dan publik memahami bahwa KPK 31:53 bisa menangani semua jadi padahal 31:55 korupsi itu yang menangani di Indonesia 31:57 itu ada tiga lembaga dalam konte kasus 31:59 yang pertama adalah Kejaksaan Agung 32:01 kepolisian dan 32:03 KPK kembali pada political will ini 32:06 Indonesia punya kelemahan ternyata naik 32:08 turun komitmennya jadi ketika KPK ini 32:11 membahayakan secara politik atau 32:14 membahayakan elitis maka komitmen itu 32:17 turun dan justru kadang-kadang melawan 32:19 balik walaupun itu bisa dalam wujud 32:22 oknum Atau segala macam yang 32:24 kedua gagal kalau of Res kurang sumber 32:28 daya anggaran dan la-ain kemudian tidak 32:30 independen nah ini kemarin kita Ramai ya 32:33 dalam revisi undang-undang KPK itu ada 32:36 dewas ada KPK yang sekarang jadi ASN 32:39 jadi Posisi sekarang ASN saya aparatur 32:41 sipil negara nanti tinggal milih sebagai 32:44 PNS atau sebagai pegawai kontrak P3K nah 32:48 tentu harapannya kita bisa bekerja 32:51 seperlayaknya penyidik Singapura atau 32:54 penyidik Hong eh penyidik di Singapura 32:58 yang paling tepat walaupun penyidik atau 33:00 lembaga kpk-nya Singapura itu di bawah 33:03 Perdana Menteri tapi mereka cukup 33:05 independen jadi biasa mereka menangani 33:08 menteri menangani 33:09 ee komisioner pertahanan gitu Itu bisa 33:14 lakukan E atau bahkan kita bisa melihat 33:17 bagaimana Taiwan dan Korea Selatan 33:19 bagaimana jaksa-jaksanya itu sudah biasa 33:21 memenjarakan ee ee kepala pemerintahan 33:25 atau mantan kepala pemerintahan itu 33:27 menunjuk kan bahwa independen itu 33:28 terjadi atau FBI segala macam jadi di 33:31 Manai independen itu yang paling bagus 33:33 gabungan antara strukturnya juga 33:35 independen kemudian cara kerja tetapi 33:38 sepertinya untuk KPK ini cara kerja 33:40 walaupun di undang-undang masih berbunyi 33:42 bahwa KPK adalah lembaga di bawah rumpun 33:44 eksekutif yang independen dalam 33:46 menjalankan tugasnya kemudian yang 33:49 keempat ketika strateginya 33:50 salah nah strategi salah itu kan 33:53 kadang-kadang Orang beranggapan bahwa 33:54 Sudahlah penindakan waktunya pencegahan 33:56 padahal itu dilakukan secara bersamaan 33:59 kemudian kita melupakan pendidikan 34:01 beruntung saya melakukan kajian di tahun 34:03 ini sehingga pendidikan menjadi strategi 34:05 ketiga dalam pemberantasan korupsi Jadi 34:07 selain penindakan selain e pencegahan 34:11 ada strategi 34:12 pendidikan kemudian inate Law yaitu 34:15 hukum tidak mencukupi tadi sudah saya 34:17 sampaikan ada berapa undang-undang 34:19 perampasan naset juga sampai sekarang 34:20 belum disahkan itu penting jadiatan aset 34:25 ini kalau dilakukan kita dengan mudah 34:26 bisa melak ukan pembalikan beban 34:29 pembuktian walau itu bisa dilakukan 34:31 dengan undang-undang pencucian uang jadi 34:33 kalau orang kaya di luar dari profil 34:35 penerimaannya itu bisa kita proses tapi 34:38 ini memang rasa-rasanya PPTK sudah 34:42 merintis ini dan sudah cukup lama belum 34:45 menjadi perhatian yang serius inadequate 34:48 jurisdiction private Sector dan election 34:51 jadi Indonesia belum bisa menangani 34:53 ketika swasta m swasta Korupsi atau 34:55 kolusi kalau di negara lain sudah ditang 34:57 itu yang keenam 34:59 adalah termasuk election ini Pak Mardani 35:02 election ini 35:04 ee KPK itu enggak bisa masuk yang saya 35:07 sampaikan tadi kalau dia bukan Sebagai 35:10 penyelenggara negara dan aturan di 35:12 Indonesia itu kan kandang diakali juga 35:15 ketika sumbangan kepada kampanye itu 35:17 dibatasi 750 juta atau sekian miliar 35:21 ternyata itu hanya berlaku orang yang di 35:23 luar parpol jadi ketika anggota parpol 35:25 menyumbang itu unlimited bisa jadi 35:28 Nah kalau saya pengin e mengumpulkan ee 35:32 Dana kampanye yang besar maka saya kasih 35:35 kartu anggota parpol itu kemudian dia 35:37 menyimbang dalam parpolnya sendiri itu 35:39 unlimited 35:41 jadi itu salah satu berapa hal yang 35:44 eh kreatifnya orang Indonesia kemudian 35:47 la of publicibility kurang dukungan 35:49 publik kepercayaan rendah kurangisi 35:53 korupsi penegak hukum ini yang saya 35:55 bilang tadi di awal jadi memang self 35:58 kritik kepada kita itu memang kalau 36:00 untuk urusan pejabat tinggi kita sudah 36:01 relatif berasil tapi untuk penegak hukum 36:04 rasa-rasanya kita berkali-kali 36:06 berbenturan kemudian of profional staff 36:09 ketika kita tidak mampu mengh 36:10 profesional makanya sistem pengajian KPK 36:13 itu mirip-mirip 36:14 swasta Jadi kenapa mirip swasta karena 36:17 agar mendapatkan pegawai yang 36:19 profesional Semoga nanti dengan 36:21 perubahan ASN ini e tetap bisa 36:24 mempertahankan pegawai yang profesional 36:26 kalau tidak ber ya kemudian lack of 36:29 internal control jadi ini sudah clear 36:33 ya Saya menulis panjang 36:36 ya tanggal 911 itu saya masih ingat 9 36:41 September 2019 ketika 36:45 ramai-ramainya itu menjelang revisi 36:47 undang-undang 36:49 KPK ketika pemerintah setuju untuk 36:51 merevisi undang-undang KPK yang dibahas 36:53 oleh DPR Saya menulis satu halaman penuh 36:54 di Kompas saya judul tulis politik 36:57 pemberantasan KPK dan di Jawa Pos 36:59 politik koruptif adalah ekses demokrasi 37:01 saya menjelaskan di 37:03 sana pada dasarnya saya mengupas sejarah 37:06 apa yang terjadi di masa lalu kita 37:09 terjerembap pada lubang yang sama 37:10 Mengulangi kesalahan yang sama yang 37:12 kedua adalah KPK sudah berjalan bagus 37:15 Jadi kenapa harus 37:17 dirubah kemudian ada dalh berbagai dalh 37:20 yang merupakan sesuatu yang 37:23 mengada-ngada kemudian ada politik 37:25 koruptif adalah ekses demokrasi karena 37:27 memang episentrum dari korupsi itu ada 37:29 di demokrasi ada buku yang cukup bagus 37:31 hampir 400 halaman yang ditulis oleh 37:35 arnolden hmer Michel johnon dan itu 37:38 sebagaiedit itu ada yang menarik pola 37:41 Pemberantasan Korupsi adalah kombinasi 37:43 legislatif anti korupsi yang 37:45 komprehensif dilak secara imparsial oleh 37:48 lembaga independen antiorupsi yang kedua 37:50 penyebabaku adalah remunerasi yang 37:52 rendah adanya kesempatan danemah tingkat 37:54 deteksi dan saksi remunerasi rendah anti 37:57 korupsi yang F harus mengurangi peluang 37:59 korupsi meningkatkan risiko deteksi dan 38:01 hukuman dan meningkatkan gaji hanya 38:03 ketika negara bersangkutan mampu ya Nah 38:06 terus ini yang penting enam pelajaran 38:09 yang dibetik dari sana adalah kalau mau 38:12 berhasil komitmen para pemimpin politik 38:15 dan itu ditunjukkan ketika Singapur 38:17 berhasil merantas korupsi karena likuanu 38:19 luar biasa keras itu akan membekup 38:22 habis-habisan yang namanya cpip cor 38:25 practi investigation buo banyak itu 38:27 menteri-menteri ditangkapin zaman dulu 38:29 tahun eh sekitar tahun 0 70-an itu jadi 38:33 Singapura itu korap juga k Indonesia Eh 38:36 pada tahun 38:37 0-an atau kayak mahathtir Muhammad ini 38:41 menarik cerita yang di mahathtir 38:42 Muhammad Nanti saya sampaikan di grafik 38:44 perkembangan yang ketika mahatir 38:47 Muhammad memimpin Malaysia Seperti apa 38:49 Najib memimpin Seperti 38:51 apa dua strategi ketigka lembaga keempat 38:55 ee ini menarik lembaga anti korupsi 38:58 harus bebas dari kontrol penegak hukum 39:00 lain kepolisian atau Kejaksaan jadi 39:03 memang urusan independensi menambah 39:05 kapasitas KPK itu sangat berkaitan 39:07 dengan ini nomor empat ini penting 39:09 banget banyak lambaga anti korupsi di 39:12 luar negeri seperti Afrika Selatan 39:14 Scorpion Kemudian beberapa negara lain 39:17 diakusisi oleh penega hukum 39:20 lain atau ifcc Nigeria itu ancamannya 39:25 kalau di sana menarik jadi ketika 39:27 investigasi penegak hukum diserang balik 39:30 be atau 39:32 kemudian nomor lima mengurangi peluang 39:35 korupsi di instansi yang Rus dan 39:36 menaikkan remunerasi jika negara mampu 39:39 ini efektif nomor enam ini sebenarnya 39:41 kita punya data yang kurang lebih ketika 39:44 penggajian itu diperbaagi ada kenaikan 39:46 gaji memang tidak menjamin seseorang 39:48 untuk tidak korupsi tetapi gaji minimal 39:51 memaintain pegawai yang menengah ke 39:53 bawah ini dan orang yang pengin benar 39:55 bisa hidup memadai gitu ya enggak usah 39:57 kaya dengan gaji yang bisa untuk nyicil 40:00 lah itu ya kaya dari slip gaji bukan 40:03 kaya dari penghasilan yang lain Jadi SP 40:06 gajilah yang bisa 40:08 kita ajukan untuk kalau kita misalkan 40:11 kredit atau 40:12 segal nah saya kembali apa Masalah ee 40:15 korupsi di Indonesia itu untuk korupsi 40:19 politik m Maaf waktu saya berapa menit 40:22 Mas saya takutnya nanti berlebihan 40:24 nanti ya 5 menit lagi Mas Mas Pak 5 40:29 menit lagi ya sebentar kalau itu saya 40:30 cariin yang paling penting 40:32 banyak 40:35 mm jadi cara konsep ee memberantas 40:38 korupsi itu tiga ini sebenarnya 40:40 penindakan orang membuat takut 40:41 pencegahan agar orang tidak bisa dirubah 40:44 sistemnya pendidikan agar orang tidak 40:45 ingin Tetapi semua itu butuh peran serta 40:47 dan komitmen politik untuk menjamin 40:49 kecukukan hukum dan sumber daya itu yang 40:52 pertama kemudian masalah korupsi politik 40:55 nah ini 40:59 mahal politik di Indonesia kenapa mahal 41:02 misalkan sistem politik e kita kan 41:04 memilih terbuka itu sistem terbuka itu 41:07 Misalkan dalam pemilihan legislatif 41:09 kemarin urutan 1 2 3 itu kan biasanya 41:12 pengurus warpol kan ketua Sekjen DPW 41:15 Atau segala macam kemudian sisanya di 41:18 diofer P pihak lain dan ketika offering 41:21 kepada Pi lain itu terjadi mahar mahar 41:24 Kan bayar mahar gu kan orang-orang yang 41:26 instan pengin menjadi pejabat dia akan 41:28 mampu membayar berapapun itu yang 41:31 diminta oleh parpol walaupun dengan 41:32 alasan ini untuk beli spanduk ini untuk 41:35 beli kampanye yang bersangkutan tapi 41:37 mahar itu nilainya besar sekali dan 41:40 ketika mahar itu dibayarkan maka setelah 41:43 itu masuk ke dalam list itu terjadi 41:46 sistem apa ya kapitalis itu nanti jadi 41:49 orang yang punya uang banyak bakal 41:51 menang karena dia bisa melakukan mone 41:53 politik atau artis yang sudah terkenal 41:56 gitu kan akan menjadi ee terpilih nanti 42:00 sementara pengurus parpol yang sudah 42:02 puluhan tahun yang menjadi sangat ideol 42:05 pada partainya enggak 42:07 kepilih Mungkin dia juga enggak kaya 42:09 Mungkin dia juga tidak terkenal begitu 42:11 kan sehingga yang terjadi adalah 42:13 pertarungan di antara parpol itu sendiri 42:16 nomor urut itu tidak menjadi penting 42:18 sehingga itu membuat menadi mahal Karena 42:20 kalau saya melihatnya bahwa pengurus 42:22 parpol itu kadang-kadang juga oportunis 42:25 sudah yang penting saya terima uang 42:27 mahar yang lumayan besar urusan saya 42:29 terpilih enggak usah Enggak penting tadi 42:31 ada videonya bagus sekali sebenarnya 42:33 Tapi nanti aja saya setel takut saya 42:35 menghabiskan waktu bahkan ada statement 42:39 dari ketua DPR ketika kita undang di kup 42:41 KPK di ar ja di acara publik dia 42:44 mengatakan bahwa saat Pilkada ini saat 42:46 panen bagi parpol dia katakan bahwa 42:49 mahar politik itu nilainya bisa 200 42:51 miliar itu untuk bisa menjadi calon saja 42:55 belum terpilih dan yang menarik 42:57 sebenarnya 42:58 ee survei yang dikaji oleh litbank KPK 43:01 dan 43:03 Kemendagri biaya yang dikeluarkan untuk 43:05 kegiatan politik itu Pilkada contohnya 43:09 adalah itu kurang lebih untuk level 43:13 Bupati Walikota itu 20 sampai 30 miliar 43:17 rata-rata Kemudian untuk level Gubernur 43:19 20 sampai 100 miliar Bahkan di banyak 43:21 tempat triliun gitu sehingga yang 43:23 terjadi adalah Kalau kita memilih calon 43:26 kepala daerah itu yang dipikiran dia 43:27 cuma dua 5 tahun pertama dia berpikir 43:30 untuk mengembalikan uang yang dia 43:31 keluarkan habis itu sudah pilihan lagi 43:34 dan dia mencari uang lagi untuk 43:36 digunakan dalam pemenangan berikutnya 43:39 Jadi sebenarnya dalam konteks e 43:41 pemilihan periode satu itu berbahaya 43:43 sekali dan istilahnya ngumpulin duit 43:47 modusnya itu mulai dari jual beli 43:50 jabatan-jabatan di daerah Kemudian 43:53 korupsi anggaran sudah deal dengan DPRD 43:55 duluan kayak iktpitu 43:57 ada juga yang menerima gratifikasi dia 44:00 enggak minta pengusaha menyediakan ada 44:03 juga bwa pengadaan itu orang-orang dia 44:06 juga pemenangnya sampai Kemudian pada 44:09 korupsi pada e pendapatan ini orang yang 44:12 jarang tahu kita selama ini makan di 44:15 warung kamar di Hotel atau yang paling 44:18 mudah tulah di warung Padang kita ada 44:20 pajak 10% 10% ini ternyata dinikmati 44:23 oleh oknum-oknum saja dibagi padi oknum 44:27 kepala daerah oknum penegak hukum oknum 44:29 pendapatan daerah dan yang lebih gila 44:30 lagi kembali kepada warung padang itu 44:33 tadi jadi pajak tidak kembali secara 44:36 utuh kepada APBD atau APBN hanya 44:39 dinikmati Oleh segelintir orang ini tadi 44:42 belum lagi korupsi penerimaan misalkan 44:44 dalam jual beli kendaraan baru atau 44:47 segala macam itu cukup banyak juga itu 44:49 besar 44:51 sekali 44:53 jadi makin pintar modusnya makin banyak 44:55 lama-kelamaan banyaklah Nanti kalau saya 44:58 jelaskan nah dampaknya adalah seperti 45:01 ini lembaga politik setelah disurvei 45:04 oleh lipi seperti ini hasilnya ini yang 45:06 disurvei adalah ahli-ahli yang dilipi 45:08 bukan masyarakat biasa yang mempunyai 45:10 pemahaman yang terbatas Alhamdulillah 45:13 tahun 2018 ya ini sebelum revisi 45:15 undang-undang sebenarnya bahwa yang 45:18 terendah adalah parpol DPR Polri gitu 45:22 kan 45:24 kemudian DPD 45:28 jadi seperti ini hasilnya nah ini kenapa 45:30 saya bilang keledai Indonesia itu sering 45:33 membentuk lemb lembaga anti korupsi dan 45:36 hampir setiap 10 tahun 45:37 dibubarkan tahun 54 57 bagus bubarkan 67 45:42 bangun lagi 77 lagi 87 97 krisis enggak 45:46 sempat bubarin KPK kan yang kepikir 45:48 adalah reformasi t MPR tentang KKN tidak 45:51 boleh sentralistik kekuasaan sehingga 45:53 banyak lembaga dipimpin secara multi 45:57 jadi misalkan k dipimpin berapa orang 45:59 KPK 5 orang kemudian banyak yang dibikin 46:02 agar tidak tersentralisik pada satu 46:04 orang itu cita-cita reformasi karena 46:07 dari orde baru itu mengajarkan bahwa 46:09 sentralittis itu akan 46:12 membuat korupsi tertutup dengan baik 46:15 bukan hilang loh tertutup dengan baik 46:17 karena korupsi itu hanya tumbuh di 46:18 situasi feodal total 46:22 totalitarian atau istilahnya e 46:27 pengumpulan pada Kekuasaan Jadi 46:29 sebenarnya teman-teman kalau kita amati 46:31 omnibus Law itu saya enggak terlalu apa 46:33 ya tertarik dengan misal upah buruh atau 46:36 misalnya isu lingkungan Saya tertarik 46:39 pada eh sistem perundang-undangan kita 46:43 bagaimana mungkin puluhan undang-undang 46:46 disatukan menjadi satu undang-undang 46:48 kemudian itu akanus diturunkan dalam 46:51 bentuk Peraturan Pemerintah PP atau 46:52 sejenisnya yang jumlahnya juga ratusan 46:55 maknanya apa yang membah kemudian adalah 46:57 di level eksekutif lagi undang-undang 47:00 kan sebenarnya kewenangan antara rakyat 47:02 diwak DPR bersama pemerintah 47:05 bersepakat 47:07 ini l kalau melakukan ini dihukum 5 47:10 tahun 10 tahun dan la begitu omnibus 47:13 kesepakatan dan penjelasan detail dari 47:14 itu ada di level nanti PP di mana rakyat 47:16 DPR mungkin tidak terlibat lagi Karen 47:18 itu ranah eksekutif partisipasi publik 47:20 semakin rendah karena memang Rah 47:23 eksekutif sepanjang itu stakeholder di 47:25 Kementerian itu sepakat urusan selesai 47:28 dan yang kedua adalah banyak 47:31 ee kepala daerah itu tidak memahami 47:33 banak kewenangannya banyak dipangkas dan 47:36 itu tersentralisti di pusat begitu kan 47:39 kalau sebagai pengusaha dan Saya pengin 47:41 korup itu saya mending urusan sama orang 47:43 pusat saja enggak perlu sama orang 47:45 daerah gu Kurang lebih 47:46 begitu cuma masyarakat kemarin kan 47:49 terpaku pada jumlah pesangon dan segala 47:52 macam jadi memang kita harus menjaga 47:55 dengan baik bangsa ini karena kita sudah 47:57 cukup apa ya tahun '97 reformasi itu 48:01 juga berat bagi kita mungkin saya akan 48:03 berhenti di sini saja nanti kalau ada 48:05 pertanyaan saya jawab pakai slidenya 48:06 masih panjang di sini Terima kasih 48:08 wasalamualaikum warahmatullahi 48:09 wabarakatuh Waalaikumsalam mas eh Giri 48:13 eh terkait dengan konteks Indonesia saat 48:17 ini ya dan juga judul Kita Bagaimana eh 48:21 harapan dan masa depan cita-cita 48:24 pemberatasan korupsi di negara kita ini 48:27 sudah 22 tahun reformasi seakan tidak 48:30 ada ujungnya malah kita 48:33 lihat lama kok makin seakan-akan para 48:36 politisi dan penyelenggara negara kita 48:38 ini makin 48:40 edanah dan menyebar korupsinya gitu 48:44 bagaimanaat Paketan ini pas ini 48:50 berikutnya jadi G kebanyakan kitaesis 48:53 Karen yang teradi sekang Bu korupsinya 48:55 tambah banyak anya banyak penanganan 48:58 kasus juga banyak tapi kemudian ya juga 49:01 makin canggih 49:03 juga tapi kalau kita lihat secara ini ya 49:06 statistik ya ini adalah 49:09 ee indikator yang digunakan 49:11 internasional namanya koruption 49:13 perception indek indek persepsi korupsi 49:15 ini bukan persepsi kayak orang ditanya 49:17 pakai kuesioner menurut kamu itu Korupsi 49:20 atau tidak Itu adalah gabungan dari 49:22 indikator yang misalkan indikator 49:25 pertama dilakukan oleh bank dunia ini 49:26 indikator kedua dilakukan oleh lembaga 49:29 penelitian ketiga jadi ini adalah bukan 49:32 kuesioner yang ditanya jadi menurut saya 49:34 ini agak sulit dibantah Bahwa ini tidak 49:37 valid hasilnya adalah Indonesia sekarang 49:41 angkanya 40 100 itu paling bagus paling 49:43 bersih tapi enggak ada yang mencapai 100 49:46 bahkan di tahun terakhir kemarin tahun 49:48 lalu itu hanya maksimal itu 90 atau 89 49:52 saya engak lupa enggak ada yang sampai 49:53 90 itu New Zealand dan berapa negara di 49:56 Skandinavia sana skor 40 peringkat 85 50:00 kita Sevel dengan burkina faso guyana 50:03 lesoto trinid dan tobako dan kit kan 50:05 kita sukanya berhenti di sini kan sama 50:07 dengan kasus-kasus ini menteri ketangkap 50:09 lagi Bupati ketangkap lagi gu kita lupa 50:12 melihat sejarah jadi kita jangan sampai 50:14 lupa lihat sejarah perkembangannya 50:16 seperti ini jadi 50:19 Pasa jelang krisis ekonomi itu 50:21 menyisakkan peringkat 80 dari 85 50:24 peringkat 96 dari 99 50:27 skornya 17 17 17 17 19 gitu ya Nah 50:33 sekarang dipusi peringkat 85 dari 180 50:36 dengan angka 40 atau 4,0 kalau zaman 50:39 dulu 50:40 gitu ada perkembangan ya nih kalau saya 50:45 Gambarkan zaman Soeharto pernah tinggi 50:48 27 tapi ketika krisis ekonomi tahun '979 50:51 drop 20 parah lagi turun setahun 50:55 kemudian 17 beruntung presiden Habibi 50:58 waktu itu mengeluarkan undang-undang 51:00 3199 dan 2899 sebagai turunan dari tab 51:03 MPR menentang KKN 51:06 begitu Kemudian beberapa bulan turun 51:09 Diteruskan oleh gustur gustur yang 51:11 menakan aktivis eh masyarakat sipil 51:14 bersama masyarakat transparansi 51:16 Indonesia membikin rancangan 51:17 undang-undang lembaga anti korupsi 51:19 independen kemudian jadilah draf itu 51:21 yang kemudian ditandatangani oleh Bu 51:24 Mega berlaku itu kan 2002 51:27 undang-undangnya pimpinan KPK tahun 2003 51:30 dilantik 2004 mulai diisi orang sedikit 51:33 Presiden SBY sudah jadi presiden waktu 51:36 itu naik dari 20 ke 34 14 poin kemudian 51:39 dilanjutkan Presiden Jokowi naik dari 51:44 34 ke 40 jadi 51:48 6 kenaikan 6 poin dibagi dengan 5 tahun 51:51 Jadi kurang lebih satu ya 51:54 satu nah 51:57 apa yang menarik dari 52:01 ini Indonesia ternyata dalam 52:05 peningkatannya itu terbaik di dunia 52:07 walaupun masih selevel trinidat dan 52:09 tobago karena pada tahun 99 skornya 52:12 masih 17 tahun 2019 sudah naik ke 40 52:16 naik 23 poin Cina yang kita 52:19 bangga-banggakan dengan hukuman mati 52:20 hanya naik 7 poin Cina itu negara 52:23 komunis jadi kalau mau hukum mati itu 52:25 enggak pakai undang-undang pun bisa dan 52:27 kemampuan Cina untuk marketing bahwa 52:30 penjahat koruptor itu layak dihukum dan 52:32 dipermalukan depan cukup bagus di sana 52:35 Dan juga perlu dicermati yang terjadi di 52:37 Cina itu tidak murni penegahan Hukum ada 52:40 bosilai ada joyongkang ada banyak 52:43 petinggi-petinggi Partai Komunis yang 52:46 dihukum berat ada yang dihukum mati juga 52:49 itu menunjukkan bahwa kadang-kadang 52:51 percampuran antara kepentingan politik 52:53 juga kalau di Cina kan dikuasai 52:56 kepala polit biro ya Kakak pertama Kakak 52:59 kedua itu kakak pertama presiden Kakak 53:00 kedua anggota MP apa Perdana Menteri 53:04 Kakak ketiga anggota MPR dan segala 53:06 macam sampai ke kakak yang kesemb 53:08 namanya coyongkang yang menangani anti 53:10 korupsi dan 53:11 inteljen ternyata malah korupsi 53:13 ditangkap juga nah sinyal-sinyal ini 53:16 bagus sebenarnya tetapi secara agregat 53:19 ternyata Cina hanya naik 7 poin selama 53:20 20 tahun Malaysia di bawah kepimpinan 53:24 mahathtir Muhammad bagus sekali cuma Pak 53:26 muhathir Muhammad kan cuma sampai tahun 53:28 99 belajar dari Pak Harto enggak mau 53:32 diturunkan secara paksa dia mengundurkan 53:34 diri tapi dia menyisakan skor yang bagus 53:35 51 50 gitu kan diteruskan Badawi sampai 53:39 parahnya diteruskan Najib sampai drop 47 53:42 poin kasus ban MDB korupsi 100 triliun 53:46 lebih hpbn Malaysia yang orang memahami 53:49 itu sebagai ee apa ya gratifikasi Saudi 53:53 bukan kalau kita bertanya pelajari 53:55 kasusnya itu APB B Malaysia yang 53:58 digunakan Najib 100 triliun lebih turun 54:01 terus 5147 54:04 beruntung jadi kan terjadi di tahun 2018 54:08 itu ketua kpk-nya Malaysia tansri Abu 54:12 Kasim diancam hukuman mati oleh Najib 54:16 karena dipandang berkhianat karena 54:17 membuka kasus m MDB Deputi penindakannya 54:21 di Malaysia kemudian juga dipaksa keluar 54:25 dan berapa orang juga diganti yang 54:28 menarik adalah 92 tahun dia harus terjun 54:31 bahwa Najib diturunkan karena ngajarin 54:33 korupsi Kurang lebih begitu Akhirnya dia 54:35 pun beragrobat bergabung dengan pakatan 54:38 harapan dan musuh politiknya sekalipun 54:40 Anwar Ibrahim untuk mengalahkan Najib 54:42 tapi saya melihatnya adalah motivasi 54:45 terkuat dari mahathtir Muhammad adalah 54:47 bahwa korupsi mulai merebak makanya ada 54:49 video tahniah kepada 54:51 Indonesia tahniah k Malaysia itu karena 54:55 lebih kurup dibandingkan Indonesia tahun 54:58 2018 mahtir ambil alih kekuasaan 55:01 langsung melesat 6 poin 47 ke 53 Apa 55:04 yang dia lakukan ini menarik yang 55:06 pertama ketua KPK yang diancam hukuman 55:08 mati dijadikan tangan kanan matir 55:10 Muhammad memimpin berapa menteri di 55:12 pakatan Harapan itu untuk membuat 55:14 kebijakan-kebijakan anti korupsi Deputi 55:16 penindakan yang dipaksa keluar dijadikan 55:19 ketua KPK berapa pejabat di kpk-nya 55:22 Malaysia dijadikan menteri-menteri di 55:25 pemerintahnya mahathir 55:27 larangan eh angg politikus memimpin BUMN 55:31 atau komisaris BUMN atau government 55:33 related company atau kemudian ada banyak 55:36 sekali 55:38 perbaikan-perbaikannya luar biasa 55:40 termasuk mengawal kementerian dan BUMN 55:42 dengan orang-orang yang berintegritas 55:44 hasilnya seperti 55:47 itu Jadi kalau kita bertanya cari yang 55:50 negara yang mirip Indonesia 55:52 perkembangannya lebih bagus tapi juga 55:53 masih di angka 40 itu tadi 55:58 jadi kesimpulan dari transfansi 55:59 internasional Internasional bahwa 56:03 bahwa 56:05 mestinya sudah di jalur benar tapi perlu 56:08 cepat dan 56:11 bertenaga kita kan tanggung serba 56:13 tanggung gitu 56:15 kan Nah yang menarik ini panjang 56:19 jawabannya Boleh saya teruskan atau saya 56:20 harus berhenti ini Bang RI sudah masuk 56:22 di sini belum Ya baik Eh ini yang bisa 5 56:26 menit lagi Mas diteruskan dikit oke oke 56:29 Ini fakta dan fakta dan angka ya bahwa 56:32 36% kasus yang ditangani KPK itu atau 56:35 397 perkara itu pejabat politik termasuk 56:39 di dari 27 provinsi kalau data ICW 56:41 mengambungkan dengan data yang ada di 56:43 kepolisian dan Kejaksaan ada 253 kepala 56:47 daerah 503 anggota DPR DPRD menjadi 56:50 tersangka dari 2010 sampai 56:52 2018 kemudian walaupun skornya itu tadi 56:55 saya bilang membaik terbaik dunia tetapi 56:58 kalau kita lihat yang terburuk angkanya 57:00 di IPK itu adalah urusan politik nama 57:03 rule of Law penegahan 57:06 hukum kemudian 57:11 eh suaranya agak ego ya sebentarnya yang 57:14 nomor dua ini agak mengkhawatirkan 57:16 karena BPS itu melakukan survei tiap 57:18 tahun dan skor dimensi persepsi itu 57:20 turun dalam 2 tahun terakhir dari 3,86 57:23 ke 368 ini dikarenakan masyarakat tidak 57:26 merasa bersalah menerima uang monei 57:28 politik dalam pkada dianggap biasa saja 57:31 walaupun itu pidanyaanya hukumnya 3 57:33 sampai 6 tahun mereka menganggap seb 57:35 sesuatu yang wajar guu sehingga skor 57:37 dari PBS itu cukup jujur menggambarkan 2 57:39 tahun terakhir ee ada memburuknya ee 57:42 persepsi masyarakat terhadap Eh mi 57:47 politik jadi 36% tadi ini ada rincanya 57:52 kalau saya lewat 57:55 aja nah saya eh closing di bagian ini 57:58 ada dua slide terakhir ini adalah memang 58:00 politik mahal yang ujung-ujungnya duit 58:02 ini disebabkan bukan sekedar biayanya 58:05 yang mahal saja tetapi pendanaan negara 58:07 tidak 58:08 memadai dulu itu Partai Demokrat sebagai 58:11 pemenang dapat 2 miliar enggak enggak 58:13 nyampai itu bayangin PDIP sebelum KPK 58:16 mengeluarkan kajian sehingga naik dari 58:19 108 per suara menjadi 58:21 R r1.000 per suara 2 miliar a juga 58:25 enggak n itu bayangkan 2 miliar partai 58:28 untuk beli bendera aja sudah enggak 58:29 cukup merah putih saja sudah enggak 58:31 cukup untuk seluruh 58:32 ranting maka kita mengusulkan bahwa 58:36 pendahanaan itu bisa diambilkan dari 58:38 APBN demi menyelamatkan yang lebih besar 58:41 sebenarnya kemudian yang ketiga adalah 58:43 rewarding pejabat politik itu rendah 58:46 Jadi Bupati Walikota yang diperebutkan 58:49 itu gajinya 6,4 juta kalau dia Mungut 58:52 pajak pajaknya itu sampai 2,eng 58:56 triliun itu dapat 6 kali gaji lagi tiap 58:58 bulannya kalau 2,eng triliun sampai 7,5 59:01 triliun dapat 8 kali gaji kalau di atas 59:03 7,eng triliun dia dapat 10 kali gaji ya 59:05 paling banter 100 sampai R50 juta 59:09 padahal yang dia keluarkan untuk Pilkada 59:10 20 sampai 30 miliar tahulah R juta itu 59:14 sekitar 6 miliar dia dalam 5 tahun itu 6 59:17 miliar dia dapatkan sementara dia 59:19 keluarkan sudah 30 miliar duitnya dari 59:21 mana 59:22 untukembalikan tadi baru mengembalikan 59:25 itu itu sudah korupsi untuk mencalonkan 59:27 lagi ya korupsi lagi maka enggak 59:30 habis-habis itu nanti Bupati 59:32 Walikota kemudian menteri yang bergengsi 59:35 itu gajinya cuma 19,6 juta juga wa 59:38 Wapres 40 juta presiden hanya 69 juta 59:42 jadi enggak rasional sementara BUMN dan 59:44 lain-lainnya Gajinya besar juga nah 59:47 solusinya tentu kebalikan dari peristiwa 59:49 tadi biaya politik harus terjangkau dong 59:51 gitu kan thresold itu juga mempengaruhi 59:53 biaya politik 59:56 kemudian sistem demokrasi internal juga 59:58 memparuhi biaya kalau misalkan diputus 1:00:00 oleh yang pusat saja DPP maka maharnya 1:00:05 bakar yang di pusat g kan tetapi kalau 1:00:08 di bawah maharnya bisa di bawah ya 1:00:11 rumitah ini pak mani paham banget di 1:00:14 sini saya akan berhenti di sini ada 1:00:17 upaya pencegahan tapi rasasanya malam 1:00:19 ini enggak terlalu menarik kalau kita 1:00:20 bicara apa yang sudah kita lakukan 1:00:21 Terima kasih baik terima kasih Pak nanti 1:00:25 kita lanjut kan Eh diskusinya pada sesi 1:00:28 diskusi berikutnya eh ke Bung Roki 1:00:31 Gerung malam Bung Roki Hai selamat malam 1:00:35 Alhamdulillah bergabung ya Bung Roki 1:00:38 tadi dari Pak Giri dan juga Pak marani 1:00:42 sudah memaparkan ya Bagaimana pandangan 1:00:44 terkait cita-cita pemberatasan korupsi 1:00:46 Nah sekarang ini kita pengin dapat 1:00:48 Insight dari Bungi G Bagaimana cita-cita 1:00:52 pemberatasan korupsi kita optimis 1:00:55 pesimis dan harapannya seperti apa 1:00:58 Inside artinya sesuatu yang di luar 1:01:02 statistik karena kita mau lihat 1:01:06 eh kimia dari politik itu saya ikuti 1:01:11 tadi Eh 1:01:13 eh pak Mardani dan Pak Giri yang ada di 1:01:17 dalam semangat 1:01:19 untuk mengubah angka-angka itu supaya 1:01:22 terlihat bahwa Indonesia ee 1:01:26 serius di dalam proyek pemberantasan 1:01:29 korupsi ini tapi ada satu hal 1:01:32 yang selalu harus kita ukurkan 1:01:35 pada sifat 1:01:37 otentik dari manusia 1:01:40 politik selalu 1:01:44 diucapkan menjelang 1:01:47 Pemilu 5 menit sebelum tiba di kotak 1:01:49 suara bahwa politik itu dimaksudkan 1:01:53 untuk mendistribusikan keadilan 1:01:57 diajarkan di dalam semua mata kuliah 1:02:00 social 1:02:03 scices 1:02:04 tetapi kasus yang 1:02:07 terakhir bukan yang terakhir sebetulnya 1:02:09 masih ada yang akan terakhir tapi yang 1:02:11 baru saja ditangkap oleh KPK Menteri 1:02:15 Sosial itu 1:02:19 semacam ketidakmampuan kita untuk 1:02:22 menjelaskan mengapa korupsi 1:02:24 itu bisa diberantas Gu Jadi kalau saya 1:02:28 potret khusus tentang e Menteri Sosial 1:02:32 ini 1:02:34 nampaknya itu sama seperti Sori kenapa 1:02:38 eh suara saya kurang 1:02:40 halo enggak bagus bagus oke 1:02:45 jadi saya bayangkan misalnya dulu coba 1:02:49 saya cari perbandingan yang agak agak e 1:02:53 dramatis ya supaya ins bisa die itas itu 1:02:57 dulu waktu eh 1:03:00 Ekman 1:03:01 eh pembunuh berdara dingin 1:03:04 eh di zaman Hitler diadili di 1:03:10 Yerusalem kasus dia itu diterangkan oleh 1:03:14 seorang filsuf namanya hann Aren yang 1:03:18 secara 1:03:19 volunte menjadi reporter untuk 1:03:24 persidanganman 1:03:26 Han Aren eh dulu diubber-uber oleh nasi 1:03:29 lalu dia kabur ke Amerika dan jadi dosen 1:03:31 di di New York lalu dia datangi 1:03:37 setiap pengadilan 1:03:39 ehman 1:03:41 ehman dituduh mensponsori pembunuhan 1:03:45 Yahudi dan mengirim ke kamkam 1:03:47 konsentrasi itu tetapi di dalam 1:03:50 persidangan yang panjang 1:03:52 itu akhirnya di tahun 1:03:56 atau 63 karena Ar menyimpulkan bahwa 1:04:01 Man ini dia bukan penjahat dia bukan 1:04:04 bukan orang jahat tapi dia hanya 1:04:06 menjalankan 1:04:08 tugas sehingga dia lupa 1:04:11 tentang etis dari Jabatan itu karena itu 1:04:15 bukunya bukunya Han Aren itu judulnya 1:04:18 the banality of Evil itu banalitas Evil 1:04:21 Kalau bahasa Indonesianya kedangkalan 1:04:24 atau kedunguan dari kejahatan 1:04:28 artinya sangking si Ekman ini enggak 1:04:31 bisa berpikir lagi maka dia anggap yang 1:04:34 dilakukan itu adalah hal yang biasa 1:04:36 normal tuh mengirim orang untuk dibunuh 1:04:38 mengirim orang ke kamar gas jadi 1:04:41 kejahatan itu dimensinya 1:04:44 didangkalkan oleh Jabatan itu inti dari 1:04:49 e eh keterangan dari Han Aran itu nah 1:04:53 hal yang sama berlangsung di kita 1:04:54 sebetulnya dalam soal korupsi Kenapa 1:04:57 karena bayangkan misalnya Menteri Sosial 1:05:00 enggak punya kemampuan berpikir untuk 1:05:04 melakukan evaluasi 1 menit sebelum dia 1:05:06 korupsi bahwa yang dia korupsi itu 1:05:08 adalah uang untuk kesejahteraan rakyat 1:05:12 mungkin kalau dia korupsi hal yang jadi 1:05:14 Bonus buat e korporasi besar buat BUMN 1:05:18 masih ada masuk akalnya itu tapi si 1:05:21 menteri ini itu kayak si seperti 1:05:23 keterangan Han en karena Ar menyebutkan 1:05:26 ikman itu ada dalam kondisi tidak mampu 1:05:30 berpikir karena seolah-olah dianggap 1:05:32 bahwa ya biasa aja membunuh itu hal yang 1:05:35 sama juga berlangsung pada kementeri 1:05:37 sosial biasa aja korupsi itu dia gak 1:05:39 bisa bedain lagi bahwa mengkorupsi hak 1:05:42 rakyat itu yang langsung berhubungan 1:05:44 dengan kebutuhan dasar rakyat itu 1:05:46 betul-betul di luar di luar akal sehat 1:05:50 manusia koruptor yang berakal sehat 1:05:52 misalnya saya dramatisir aja dia mungkin 1:05:55 bisa memilih itu Oke gua korupsi yang 1:05:57 bagian yang bonusnya itu bukan pada 1:05:59 rakyat tuh sehingga ada semacam 1:06:01 timbangan moral pada dia ini Menteri 1:06:04 Sosial kata sosial itu dia enggak paham 1:06:06 itu bayangkan coba 1:06:09 memahami kementeriannya sendiri dia 1:06:11 enggak paham kan sosial artinya sediakan 1:06:15 seluruh energimu untuk mereka yang 1:06:19 tertinggal yang Tersisi itu itu rakyat 1:06:22 miskin kan Departemen Sosial itu 1:06:24 mengurus rakyat miskin bukan mengurus ee 1:06:29 ee pengusaha-pengusaha kaya kalau 1:06:32 departemennya disebut Departemen 1:06:35 eh bukan Departemen Sosial tapi 1:06:38 Departemen oligarki misalnya silakan 1:06:39 korupsi gitu masih masuk akal gitu Ini 1:06:42 Departemen Sosial jadi saya merumuskan 1:06:44 bahwa di dalam keadaan 1:06:47 tertentu di han Ar mengatakan bahwa ini 1:06:52 orang-orang yang mengalami Apa yang 1:06:54 disebut sebagai 1:06:57 eh 1:06:59 eh thoughtlessness ketidakmampuan 1:07:02 Berpikir itu jadi ini soalnya sekarang 1:07:06 kita usut sebetulnya Kenapa dia tidak 1:07:08 mampu berpikir untuk membedakan bahwa 1:07:10 ini adalah korupsi yang paling bodoh 1:07:13 korupsi yang paling dungu k mengkorupsi 1:07:15 dana sosial itu korupsi paling dungu tuh 1:07:18 jadi ada tarafnya tu k korupsi nah 1:07:20 korupsi paling dungu ini itu yang 1:07:22 melesatkan indeks kita naik ke atas 1:07:25 menembus langit yang tidak mungkin 1:07:26 diukur oleh statistik karena itu saya 1:07:29 saya sebut Insight jadi bayangkan 1:07:31 misalnya banyak betul koruptor yang 1:07:34 masuk di dalam kedunguan yang sama Nah 1:07:36 sekarang kalau kita analisa mengapa dia 1:07:38 jadi dungu mengapa dia jadi banal 1:07:40 itu karena dia enggak mengerti fungsi 1:07:44 dari partai politik yaitu untuk 1:07:47 mendistribusikan keadilan jadi dia 1:07:49 dibrief dari awal 1:07:52 untuk mengajukan diri sebagai penutup 1:07:57 lubang-lubang anggaran partai karena itu 1:08:01 anggotaanggota DPR itu tidak dididik 1:08:04 dalam rangka memakai pikiran untuk 1:08:07 mengevaluasi persoalan tapi hanya 1:08:10 diperintahkan untuk merampok 1:08:12 banggarikian juga menterinya tu disuruh 1:08:15 untuk masuk dalam kabinet dan intip apa 1:08:18 yang bisa dic untuk 1:08:21 keptinganaiahi keptinganai Diang Dar 1:08:25 yang diuntungkan mending kantong Saya 1:08:27 juga di dipenuhi dulu n karena itu 1:08:30 anggaran yang biasa disebut 30% dirampok 1:08:32 ya 30% dirampok paling 10% masuk partai 1:08:36 20% masuk kantongnya tuh jadi saya mau 1:08:40 Terangkan ini di dalam upaya untuk 1:08:43 menghidupkan kembali visi dari politik 1:08:46 kata politik itu adalah kata yang bersih 1:08:50 sekarang kalau kita buka kamus politik 1:08:52 sinonim dengan koruptor kan itu soalnya 1:08:55 kan kan jadi kata itu dibikin kotor 1:08:57 sehingga orang membenci seluruh kegiatan 1:09:00 berpolitik padahal hanya dengan politik 1:09:02 keadilan bisa didistribusikan saya 1:09:04 bisaribusik keadilan dengan cara memberi 1:09:06 sedekah tapi itu vol sesuatu yang yang 1:09:11 institusional hanya dengan politik jadi 1:09:15 sekali lagi kita putar kiri kanan 1:09:18 menerangkan semua soal tapi kalau 1:09:21 kurikulum etis itu tidak ada diai 1:09:24 politik Mak begitu anda jadi anggota 1:09:26 pert politik Anda memang langsung 1:09:29 toleran dengan korupsi itu itu intinya 1:09:32 itu jadi sekali lagi 1:09:34 Eh harus ada undang-undang yang 1:09:38 mewajibkan semua partai politik punya 1:09:40 kurikulum 1:09:41 etis itu prinsipnya tuh pastikan dia 1:09:45 punya kurikulum etis kalau kita mau 1:09:48 melakukan Pemban total jadikan KPK Itu 1:09:51 dosen pertama yang masuk di dalam ee 1:09:54 kurikulum itu tuh kan kalau kita lihat 1:09:57 sekarang itu kalau partai politik rapat 1:09:59 itu artinya dia lagi merencanakan 1:10:02 kejahatan itu persepsi kita rapat parpol 1:10:06 artinya rapat untuk merampok bangkar 1:10:08 enggak ada rapat untuk bicara tentang 1:10:10 political eics itu jadi ini sebetulnya 1:10:14 kalau saya boleh Sumbang bagian yang 1:10:16 lain dari eh cara kita melihat korupsi 1:10:19 yang terakhir akibat dari banality ini 1:10:22 KPK bahkan kesulitan untuk mencari 1:10:24 slogan maka dipakai slogan apa namanya 1:10:27 itu e berani jujur itu apa apa namanya 1:10:32 baik berani jujur hebat berani jujur itu 1:10:36 hebat Jadi hal yang sebetulnya tidak 1:10:39 perlu diucapkan harus diucapkan berani 1:10:42 jujur itu hebat loh itu menghina saya 1:10:45 menghina Ustaz menghina pendeta menghind 1:10:48 pemimpin agama karena mereka memang 1:10:50 jujur dan dia enggak perlu disebut hebat 1:10:52 karena dimensi itu memang dimensi 1:10:54 kemanusiaan 1:10:55 Jadi kalau dosen itu hebat Kenapa karena 1:10:58 dia berani jujur loh dosen itu memang 1:11:00 harus 1:11:02 jujur kan banyak orang jujur yang 1:11:04 terganggu dengan slogan KPK kan karena 1:11:08 seolah-olah dia diberi diberi Applause 1:11:11 karena dia jujur padahal memang tugas 1:11:13 dia memang jujur gak perlu disebut 1:11:15 hebat Jadi soal-soal beginian saya gak 1:11:18 salahin KPK saya Ca Terangkan bagaimana 1:11:21 KPK berupaya untuk mengingatkan 1:11:24 moral eh imperatif Moral ini dengan 1:11:27 kalimat yang sebetulnya enggak perlu 1:11:29 diucapkan karena justru kalimat itu 1:11:31 menghina itu jadi kesulitan kita 1:11:34 sebetulnya adalah bahkan mencari kalimat 1:11:36 untuk untuk e menegur koruptor itu 1:11:39 enggak ada lagi jadi sekali lagi 1:11:43 Eh itu soalnya dan Saya kira saya 1:11:46 ucapkan selamat dulu pada teman saya 1:11:47 mani ala yang partainya memenangkan 50% 1:11:52 lebih dari 270 pilkada dan Saya berharap 1:11:56 supaya setiap pembicaraan kita di ilt 1:11:59 ini yang sudah 3 bulan ini saya ikuti 1:12:02 setiap minggu saya ikuti berakibat ada 1:12:05 kader-kader partai supaya berpikirlah 1:12:07 bahwa pemberatasan korupsi bisa dimulai 1:12:10 dari kaderkader PKS yang pada akhirnya 1:12:13 memperoleh kepercayaan rakyat sehingga 1:12:15 dia unggul sekali 50% dari 200 3 260 1:12:21 Pilkada itu dimenangkan oleh PKS dan 1:12:24 mungkin masih bertambah lagi saya kira 1:12:25 Insight ini yang EE ingin saya ucapkan 1:12:28 di hari yang sangat eh hari-hari yang 1:12:31 sangat kritis karena hak asasi diabaikan 1:12:34 oleh Presiden pemberatasan korupsi 1:12:36 seolah-olah itu prestasi Presiden tapi 1:12:38 saya percaya itu adalah aktivitas 1:12:40 volunter dari eh pegiat-pegiat eh 1:12:45 resers-reserse di KPK yang masih punya 1:12:48 niat untuk memintas korupsi lepas dari e 1:12:51 atasannya yang e menclmenc dan itu yang 1:12:55 memberi kita semangat baru Bah masih 1:12:57 bisa kita selamatkan bangsa terima 1:13:02 kasih makasih Prof Oke Bro 1:13:06 Eh Bu RI Eh bagaimana Bung Roki melihat 1:13:10 fenomena di Indonesia eh ketika 1:13:13 partai-partai yang secara data dalam 1:13:17 beberapa 1:13:18 [Musik] 1:13:22 tahuntinggi dan anggota partainya 1:13:25 pejabat publik partai yang terkena 1:13:26 korupsi tetapi di saat ee apa ketika 1:13:30 Pemilu ee masih tinggi perolehan 1:13:32 kursinya gitu sehingga seakan-akan 1:13:35 eh apa kita kalau begini terus ya tidak 1:13:39 cita-cita pemberatan kor itu akan berat 1:13:41 karena ee apa pemimpin dan yang 1:13:44 menggerakkan dunia politik dan kebijakan 1:13:46 publik di negara kita adalah partai 1:13:48 politik bagaimana Bung rokim melihat ini 1:13:50 itu trade off-nya begitu karena gaji 1:13:54 koruptor itu berlebih uang koruptor 1:13:56 berlebih lalu si koruptor ini yang yunto 1:13:59 adalah pejabat publik dia membuat 1:14:01 kebijakan yang memiskan rakyat sehingga 1:14:04 dia bisa beli suara rakyat kalau dia 1:14:06 bikin kebijakan yang menghasilkan 1:14:08 keadilan dia bikin kebijakan yang 1:14:10 membuat rakyat tidak miskin maka rakyat 1:14:12 tidak akan terima amplop dia tuh jadi 1:14:15 ini kesengajaan yang betul-betul jahat 1:14:19 pejabat publik memiskinkan rakyat supaya 1:14:21 dia bisa beli hak rakyat itu jadi ini 1:14:25 insider trading dalam bentuk kejahatan 1:14:27 jadi sekali lagi kebijakan negara yang 1:14:31 memiskinkan rakyat itu adalah lahan 1:14:34 tempat koruptor mengambil suara nanti 1:14:37 dalam Pemilu itu itu yang 1:14:40 terjadi Ya baik terima kasih 1:14:45 kita lanjutkan lagi sekarang ke Pak 1:14:54 kembali sampaikan eh 1:14:56 pandangannya sekarang saya ingin kembali 1:14:59 lagi ke Pak Mardani Pak Mardani ini kan 1:15:01 kalau di PKS eh termasuk salah satu eh 1:15:05 tokoh politik yang sangat sejak awal ini 1:15:08 sangat mendukung KPK ya agar diperkuat e 1:15:12 percaya penuh dan mendukung penuh semua 1:15:14 aktivitas eh dari KPK gitu nah apa 1:15:18 langkah-langkah yang nantinya eh ke 1:15:20 depannya eh mungkin pandangannya untuk 1:15:23 memperkuat ee institusi pemberatasan 1:15:25 korupsi ini agar benar-benar tadi ya 1:15:28 cita-cita kalau kata Pak Giri kalau kita 1:15:31 lihat dari e luar negeri Hongkong 1:15:33 lain-lain kalau sananya dikerjakan 1:15:35 dengan benar 3 Seteng tahun mungkin 1:15:37 korupsi bisa diberantas Bagaimana pak 1:15:40 melihat ini ya makasih bangdi 1:15:44 sederhana tadi Mas sudah memberikan 1:15:48 12 item yang membuat pemberantasan 1:15:52 korupsi bisa cepat 1:15:56 satu yang pertama pilih pemimpin yang 1:15:59 punya political will yang kuat untuk 1:16:02 memberantas 1:16:05 korupsi 1:16:07 karena leadership 1:16:11 contohnya upaya menjadikan revisi KPK 1:16:16 kemarin itu pandangan saya tidak berubah 1:16:19 itu Upa melemahkan KPK 1:16:22 begawai KPK yang sudah sudah profesional 1:16:26 high qualified standard eh dia 1:16:29 mendapatkan eh salary yang baik 1:16:33 tiba-tiba dijadikan 1:16:35 ASN yang ini penuh dengan intrig yang 1:16:38 ini kami justru di DPR lagi ingin 1:16:41 merevisi undang-undang ASN karena selama 1:16:44 ini ASN banyak dijadikan 1:16:46 eh sapi perah untuk Pilkada atau pilk 1:16:50 ASN eh image-nya tidak profesional yang 1:16:55 baik justru diburukkan ini eh masih 1:16:59 bersyukur Saya menyebut Nyun Sewu masi e 1:17:03 ada novel bas Wedan ya yang walaupun 1:17:06 matanya separuh sudah tidak berfungsi 1:17:09 tetapi kekuatan dan keberaninya tetap 1:17:11 ada ya nah jadi eh pilih pemimpin yang 1:17:15 punya political will sederhana kok kalau 1:17:19 dapat saya selalu ingat kalimatnya 1:17:22 masman Said 1:17:24 Dia pernah jadi menteri dia buat 1:17:27 ilustrasi ketika rapat paripurna atau e 1:17:33 rapat kabinet eh Paripurna 50 eh the 1:17:38 best Talent in Indonesia ya Kementerian 1:17:41 lembaga ada sekitar 34 ditambah eh 1:17:44 Kementerian 34 ditambah lembaga totalnya 1:17:47 50 kalau Presidennya adalah yang punya 1:17:50 political will yang kuat pasti dipilih 1:17:53 Yang punya kompetensi dan komitmen anti 1:17:56 korupsi dapat Jaksa Agung yang anti 1:17:59 korupsi dapat Kapolri yang anti korupsi 1:18:03 dapat ketua KPK anti korupsi 3 tahun 1:18:05 selesai kok 1:18:07 Indonesia dan sebagaimana yang masi 1:18:11 cerita Bagaimana bisa membersihkan 1:18:14 lantai kalau sapu yang dipakai sapu yang 1:18:17 kotor saya di komisi 1:18:20 Duang setiap ada konflik Pertanahan di 1:18:24 dibawa ke 1:18:27 pengadilan negara versus 1:18:29 eh mafia sebetulnya ini ya 1:18:34 selalu yang kalah di pengadilan adalah 1:18:37 negara Jadi tanah negara tuh tiap hari 1:18:41 berpindah gitu Saya pernah ke Bali 1:18:44 Universitas Udayana itu punya sekitar 1:18:46 1000 hektar tapi karena tanah di Bali 1:18:49 itu tinggi jadi setiap kenaikan harga 1:18:53 tanah di di Bali di Udayana 1:18:57 maka berbanding lurus dengan naiknya 1:19:00 gugatan tanah milik 1:19:03 Udayana yang dimainkan oleh para mafia 1:19:06 mereka bisa menggunakan sertifikat aspal 1:19:08 mereka gunakan surat pernyataan mereka 1:19:11 gunakan berbagai cara dilalahnya ketika 1:19:15 dibawa ke pengadilan selalu yang kalah 1:19:18 punya negara apa yang terjadi dengan 1:19:22 pengadilan kita Nah karena itu saya 1:19:24 sangat 1:19:26 setuju ada tombol-tombol utama ee yang 1:19:30 kalau perspektif saya Mas Giri 1:19:33 memberikan kerangka yang sifatnya short 1:19:36 term ee 3 tahun bisa tapi untuk yang 1:19:40 long 1:19:42 term etika etika etika ini sekarang saya 1:19:46 ditanya sama wartawan 1:19:48 mengi Apa yang terjadi ketika Pak Jokowi 1:19:51 mengumpulkan kepala 1:19:53 daerah ternyata di situ ada anak dan 1:19:56 menantunya perutama kali dalam sejarah 1:19:58 gitu di 1:20:00 Indonesia kalau orang enggak punya etika 1:20:03 Ya enggak kenapa tapi yang kalau punya 1:20:04 etika ya enggak Gini 1:20:06 atuh ketika kita mengajukan anak kita 1:20:09 sementara kita masih berkuasa buat saya 1:20:11 itu kita sudah sangat menyampingkan 1:20:14 etika kan boleh secara aturan Monggo 1:20:18 kalau pemimpin the higher your position 1:20:22 the higher standard that you have to 1:20:26 Gu Jadi makin tinggi Presiden itu Kompas 1:20:30 moral Presiden itu guru bangsa Presiden 1:20:34 itu 1:20:35 rujukan Ang 1:20:38 Nah Bu long etika etika 1:20:44 etika etika contohnya ada en 1:20:49 nyawaara 1:20:53 Indones menggunakan brutally killing 1:20:56 gitu sebagian menggunakan itu tidak ada 1:20:59 pernyataan presiden buat saya Presiden 1:21:02 itu Bapaknya bangsa kok kalau ada satu 1:21:04 saja nyawa melayang presiden tidak 1:21:07 tanggung jawabnya bukan presiden karena 1:21:10 sumpahnya menjalankan konstitusi 1:21:13 empat tugas melindungi segenap bangsa 1:21:15 dan seluruh tanahah Indonesia 1:21:18 maajukan itu sudah dalam kban dunia 1:21:21 etika etika etika saya setuju 1:21:25 tidak 1:21:26 boleh ada partai yang tidak berbasis 1:21:28 etika dan mudah Kok kalau bikin etika 1:21:31 sama Ketika Nabi Muhammad 1:21:35 was bagaim sih menentukan benar salah K 1:21:41 Kanya 1:21:44 sama kalauya bilang jelek itu 1:21:50 bur 1:21:53 di orang-orang terbaik pada posisi 1:21:56 terbaik ya dan pilih basis etika yang 1:22:01 kuat kalau kombinasi dua ini saya yakin 1:22:05 mudah-mudahan kalau 1:22:07 ee kita ketemu pemimpin yang punya 1:22:10 kompetensi dan komitmen pemberantasan 1:22:12 korupsi 5 tahun Indonesia akan melompat 1:22:16 maju menjadi negeri yang menjadi contoh 1:22:19 begitu Bangi 1:22:29 berikutnya 1:22:31 [Musik] 1:22:39 ke budaya masyarakat itu memandang 1:22:42 korupsi e masih wajar gitu ya dalam 1:22:46 beberapa Data kemarin e Pilkada juga 1:22:49 saya kebetulan Kemarin banyak 1:22:51 berinteraksi dalam dinamika Pilkada di 1:22:53 sebuah Prof 1:22:55 bagaimana saya menyaksikan langsung ee 1:22:58 bahwa masyarakat itu masih ee memandang 1:23:01 wajar mani politik gitu ya juga e dari 1:23:05 Kota asal saya juga di Medan Sumatera 1:23:09 Utara itu daerah yang termasuk sebuah 1:23:11 daerah yang masyarat tingkat korupsi 1:23:14 budaya masyarakatnya itu tinggi jadi e 1:23:17 tinggi di sini sampai ke tahap 1:23:19 masyarakat itu melihat eh menerima suap 1:23:23 e menyuap e memotong ee kickback dan 1:23:28 segala macam itu itu sebuah hal yang 1:23:31 wajar Jadi selama ini masih menjadi 1:23:34 budaya dan eh apa ya pola pikir 1:23:37 masyarakat menurut saya 1:23:39 eh korupsi Indonesia walaupun tadi 1:23:42 secara statistik tadi ada ada harapan 1:23:44 membaik ini tidak akan bisa kita 1:23:47 berantas penuhnya karena secara 1:23:49 fundamental dari jiwa dari pola pikir 1:23:52 pemahaman masyarakat kita ini Sebenarnya 1:23:54 masih masih menganggap dan menerima 1:23:57 korupsi sehingga dari lahir keluarga 1:23:59 masyarakat ini lahir ee keturunan 1:24:02 anak-anak yang ketika menjadi pejabat 1:24:04 publik memandang itu juga hal biasa nah 1:24:06 bagaimana ee KPK bisa menyisa Seti ini 1:24:10 apakah memang misalnya dari segi 1:24:12 kurikulum kita di sekolah-sekolah ini 1:24:14 harus dimasukkan sejak dini ee untuk 1:24:17 cita-cita ee tentang anti korupsi dan 1:24:21 lain-lain gitu ya karena kalau secara 1:24:23 fundamental di 1:24:24 di nafs ya Di Jiwa ee masyarakat belum 1:24:28 tertanam ee sebuah idealisme untuk tidak 1:24:31 korupsi ini menurut saya korupsi akan 1:24:33 susah diberantas Bagaimana pak Giri 1:24:35 melihat 1:24:40 ini hal Pak Giri diunmute 1:24:49 dulu ya Oh ada masalah teknis pakin agak 1:24:54 terpentar keluar baik kalau begitu 1:24:56 pertanyaan tadi Mungkin Bung Roki bisa 1:24:58 bantu menjawab atau memberikan pendapat 1:25:00 Bu 1:25:01 Roki ya itu itu memang bagian dari 1:25:05 proyek pemberantasan korupsi yaitu 1:25:08 pendidikan anti korupsi itu tapi itu 1:25:12 secara teknis bisa dilakukan 1:25:14 itu yang ingin saya soroti adalah bagian 1:25:18 yang paling inti yaitu menyangkut Eti 1:25:22 dari pejabat publik itu 1:25:24 dalam bahasa Prancis ada pepat atau 1:25:28 ada yang bunyinya no 1:25:32 o artinya keningratan itu membawa 1:25:36 obligasi membawa kewajiban itu dalam hal 1:25:40 ini pemimpin 1:25:43 itu 1:25:45 punya semakin tinggi dia semakin 1:25:52 semakintingatinggi kan kalau kita 1:25:54 paralelkan antara anak SD belajar 1:25:57 tentang anti 1:25:58 korupsi di sekolah seminggu sekali dia 1:26:02 diajarin 1:26:03 itu dalam satu semester dia lihat ada 1:26:07 satu pejabat yang tiga 1:26:09 kali dinyatakan terlibat di dalam tiga 1:26:12 kasus korupsi itu maka dia akan anggap 1:26:15 ini Ini udah hat ini si pejabatnya 1:26:17 ngapain dia belajar lagi di sekolahnya 1:26:20 jadi tetap itu harus dimulai dari atas 1:26:23 itu dan bagian ini yang seringkiali 1:26:26 diabaikan yaitu kemampuan kita 1:26:30 untuk percaya bahwa kalau di atas itu 1:26:34 fanatisme kita hilangkan feodalisme kita 1:26:36 hilangkan ituwah juga tumbuh bibit-bibit 1:26:40 baru yang 1:26:44 dasarnya 1:26:46 misalnyanyaoba 1:26:53 misnyaahun 15 tahun minimal setiap tahun 1:26:56 periode KPK itu ada dua reserse yang 1:26:59 bermutu itu minimal itu jadi selama 15 1:27:02 tahun ada ada 2 k 15 30 kader KPK yang 1:27:07 betul-betul integritasnya itu nobless 1:27:10 OBL itu sekarang bikin aturan bahwa 1:27:15 kabinet wakil 1:27:17 menteri akan diisi oleh mereka yang 1:27:20 adalah alumnus alumna alumni dari KPK 1:27:25 jadi ada 30 jagoan nobles oblis yang 1:27:29 harusnya jadi wakil menteri di semua 1:27:32 Departemen kalau enggak bisa jadi 1:27:34 menteri misalnya karena political 1:27:36 appointy supaya terlihat keseriusan 1:27:39 bahwa pemeritahan korupsi itu melekat di 1:27:42 dalam rekrutmen kabinet jadi Departemen 1:27:45 Sosial Oke menterinya dari PDIP tetapi 1:27:48 wakil menterinya dari alumnus KPK itu 1:27:50 terkenal enggak enggak perlu terkenal 1:27:52 tapi recordnya dicat tadi 1:27:54 Pak Giri misalnya tadi wakil menteri di 1:27:56 situ tuh otomatis jadi di situ karena 1:27:59 dibikinkan undang-undang itu itu lakukan 1:28:02 aja kan Departemen Pertanian Departemen 1:28:05 macam-macam itu wakil menterinya dari 1:28:07 KPK ada stoknya ada selama 15 tahun ada 1:28:10 minimal 2 kali 15 tahun 30 e tokoh yang 1:28:15 bermutu mantan reserse atau mantan 1:28:18 ee petinggi di KPK yang sudah diuji oleh 1:28:22 publik integritasnya itu satu upaya 1:28:25 radikal tetapi selalu upaya itu 1:28:28 dibatalkan oleh feodalisme oleh arogansi 1:28:32 oleh karakter politik penguasa jadi itu 1:28:35 soalnya itu dengan kata lain kalau mau 1:28:38 bikin langkah bikin yang sangat radikal 1:28:40 bukan dicicil peman korupsi itu harus 1:28:42 satu kali pangkas enggak bisa dicicil gu 1:28:45 karena dicicil dia akan bertumbuh lagi 1:28:47 karena sifat dari kekuasaan itu terutama 1:28:50 karena daya kemiskinan kita maka orang 1:28:54 akhirnya permisif terhadap korupsi 1:28:56 karena menganggap bahwa nanti hasil 1:28:58 korupsi itu akan trickle down ke dalam 1:29:00 ee komunitas si pejabat ke dalam 1:29:03 lingkungan keluarganya atau ke dapilnya 1:29:06 jadi soal-soal itu yang mesti dipangkas 1:29:08 secara secara e 1:29:11 radikal I Oke ya Oke terima kasih buoki 1:29:15 Sekarang kita ke Pak Giri Pak Giri apa 1:29:18 sudah bisa nyambung bergabung lagi 1:29:21 dengan bisa bisa bisa ee baik 1:29:24 alhamdulillah Pak Giri ya tadi masih 1:29:27 nyambung dengan Bung Roki jadi 1:29:29 eh Bagaimana eh rencana secara 1:29:32 sistematis dan fundamental ini 1:29:34 langkah-langkah KPK agar tidak cuma 1:29:37 sekedar terkait eh apa namanya 1:29:40 penangkapan ott gitu ya Eh tersangka 1:29:43 yang sudah melakukan korupsi tapi dari 1:29:46 aspek pencegahan dan edukasi sejak dini 1:29:49 karena eh faktanya eh secara budaya kita 1:29:53 masih melihat masyarakat itu ee 1:29:55 mayoritas itu praktik e korupsi secara 1:29:59 budaya itu masih dianggap biasa ya 1:30:01 bagaimana di Pilkada itu masyarakat 1:30:03 masih melihat e politik uang itu hal 1:30:06 yang wajar dan diterima dan memilih 1:30:08 pemimpin yang membayarnya kemudian dalam 1:30:10 praktik kehidupan sehari-hari 1:30:12 suapmenyuap ke Pejabat itu dianggap 1:30:15 masih biasa nah Bagaimana ini caranya 1:30:18 agar bisa nyampai ke level budaya 1:30:20 masyarakat sehingga memang tumbuh budaya 1:30:24 masyarakat dan bangsa kita ini budaya 1:30:25 yang bersih dari korupsi 1:30:29 P pertanyaan ini Jawabnya ini bisa 1:30:32 berjam-jam saya 1:30:35 bikin kalau udah bisa jawab sudah 1:30:37 selesai urusan Tapi gini sebenarnya 1:30:40 eh 3,eng tahun tu bukan jadi ukuran 1:30:43 Hongkong memang lebih kecil ya dari sisi 1:30:46 geografi e yang menarik Bung KPK 1:30:50 Hongkong itu punya pegawai 100 hampir 1:30:54 sama dengan pegawai KPK saat ini tetapi 1:30:57 yang menarik di Hongkong 1:30:59 itu 1000 dari 1400 itu adalah penyidik 1:31:04 sementara di KPK di Indonesia itu 1400 1:31:07 penyidiknya cuma 100 jaksanya enggak 1:31:10 nyampai 100 penyelidiknya enggak nyampai 1:31:13 100 jadi bisa dibayangkan pengaduan 1:31:17 begitu banyak orang putus asa itu 1:31:19 pengaduan saya Engak enggak Difollow up 1:31:21 Ya kurang orang sebenarnya 1:31:24 sebenarnya kalau dari kewenangan KPK kan 1:31:26 beruang menangani penegak hukum di jalan 1:31:29 orang terima tilang tu suap tilang bisa 1:31:31 kita tangkap karena yang terima penegak 1:31:32 hukum tapi karena 100 orang sementara 1:31:35 yang pengaduan itu ada yang menteri ada 1:31:38 yang Bupati masa memilih yang di jalan 1:31:40 ada prioritas kemudian yang sisanya ke 1:31:43 mana Inilah sebenarnya Eh kalau negara 1:31:46 ini sudah membuat undang-undang bentuk 1:31:48 KPK mestinya harus dicukup itu sumber 1:31:50 daya segala macam nah tapi memang 1:31:54 saya share screen sekalian ya walaupun 1:31:57 silakan mas eh belum saya share 1:32:07 Ya sudah kelihatan 1:32:11 ya kalau dari data ini kan penegak hukum 1:32:14 relatif kecil dibandingkan dengan 1:32:16 pejabat tinggi kan yang merah itu 1:32:18 pejabat politik swasta paling tinggi 1:32:20 tapi kalah dengan e politik kalau 1:32:24 dilihat Itu polisi dua walaupun dua itu 1:32:26 Jenderal bintang du dan bintang 1 1:32:29 simulator kemudian Jaksa ada 10 1:32:32 pengacara 12 Hakim ada 1:32:35 22 jadi dari komposisi ini bisa terlihat 1:32:38 kalau kita bandingkan dengan KPK yang di 1:32:41 negara lain ya Singapura Hongkong Brunei 1:32:44 Malaysia komposisinya berbeda yang di 1:32:46 bawah-bawah itu yang 1:32:48 besar jadi korupsi di sektor publik 1:32:51 makin sulit dicari karena ya mungkin 1:32:55 sudah berubah bukan sulit ini ya makin 1:32:58 canggih tapi memang sedikit yang paling 1:33:00 banyak trennya adalah korupsi swasta di 1:33:02 negara-negara tersebut dan kalau urusan 1:33:05 penegak hukum di awal-awal mereka itu 1:33:08 sudah ee habis-habisan 1:33:11 ee istilahnya apa ya fokus pada penegak 1:33:15 hukum itu satu artinya apa kalau 1:33:16 Indonesia ini pengin cepat memberantas 1:33:19 korupsi fokus di penegak 1:33:21 hukum karena kalau penegak hukumnya 1:33:23 korup integritasnya enggak bagus enggak 1:33:25 ada gunanya kita bernegara karena 1:33:28 orang-orang penjahat akan dilindungi 1:33:29 oleh penegah hukum yang korup 1:33:31 juga jadi yang pertama penegah hukum 1:33:34 yang kedua masuk ke politik karena 1:33:36 politik itu akan menciptakan yang 1:33:37 lainnya ini tadi birokrasi ini kan 1:33:39 pelayan politikus yang korup jadi 1:33:43 eh menservis pejabat politik tapi dia 1:33:47 dapat uangnya lebih 1:33:48 banyak Sekda itu biasanya lebih kaya 1:33:51 banding bupatinya gitu kan kemudian dan 1:33:54 bagian PPK di suatu dinas itu lebih kaya 1:33:57 dibandingkan jadi memang broker itu itu 1:34:00 birokrasi itu bagian dari broker dan 1:34:02 ekekusi juga jadi tetapi korupsi di 1:34:05 sektor politik harus dipecahkan dalam 1:34:07 bahasa saya adalah politik harus 1:34:10 rasional kalau gajinya rendah 1:34:12 pengeluarannya besar negara tidak 1:34:14 membiayai kehidupan powerp itu enggak 1:34:16 rasional kita akan terus seperti ini 1:34:19 jadi dari fokus ini bisa kelihatan yang 1:34:21 kedua pemimpin wajib 1:34:24 from the top itu Teladan itu tadi dan 1:34:27 untuk number one itu harus 1:34:30 benar-benar kadang-kadang otoriter dalam 1:34:33 kebaikan itu kan Diperlukan ya contoh 1:34:35 yang paling mudah likuanu likanu itu 1:34:37 kurang keras apa tetapi dia tidak 1:34:39 menyisakan kekayaan itu untuk dirinya 1:34:41 atau 1:34:43 keluarganya paling anaknya jadi perdana 1:34:45 menteri yang gajinya miliaran Okelah 1:34:47 profesional tetapi kalau kita lihat 1:34:49 rumahnya di Singapura dan lain-lain 1:34:51 sederhana mahatir juga kurang lebih 1:34:54 samaalah Walaupun ada berapa kontroversi 1:34:57 jadi pemimpin yang baik itu jangan 1:34:59 mengambil untuk dirinya atau keluarganya 1:35:02 itu konflik 1:35:03 kepentingan yang berikutnya ya setelah 1:35:06 kita fokus meneg hukum ya penguatan 1:35:09 lembaga anti 1:35:11 korupsinya Kenapa mereka berhasil karena 1:35:13 yang nangani korupsi tunggal yaitu 1:35:16 Hongkong dan m Malaysia sementara di 1:35:20 kita ada 1:35:21 beberapaembaga dan karena a kalau Dim 1:35:25 pertanggungjawaban ini tanggung jawab 1:35:27 siapa kita saling tunjuk-tunjuk gitu kan 1:35:30 Bukan saya Bukan saya kan gitu kan 1:35:32 idealnya tunggal Tetapi kan Indonesia 1:35:35 ini sudah banyak kompromi nih karena Ya 1:35:39 sudah karena punya kewenangan punya 1:35:41 undang-undang ya sudah eh kamu ngurusin 1:35:44 yang level ini level ini level 1:35:46 ini sehingga yang terjadi penelitian 1:35:50 dari yang dilakukan apek mereka 1:35:52 mengatakan bahwa Indonesia itu itu KPK 1:35:55 Indonesia itu istilahnya berani itu eh 1:35:58 vigilan itu tetapi kemudian tidak bisa 1:36:01 memberantas korupsi yang kecil korupsi 1:36:04 yang election itu ditangani oleh KPK 1:36:07 kalau di Hongkong kejahatan terkait e 1:36:09 Pemilu tadi itu tadi ya tiga hal tadi 1:36:13 nah bagaimana memeruat lembaganya Saya 1:36:16 mau bercerita tentang kejujuran tadi 1:36:17 bung RI sudah terima kasih sudah 1:36:20 mengkritik berani jujur hebat tadi ada 1:36:22 seorang pej dap terima ini nih cincin 1:36:25 nilainya sekitar sama ini sekitar 5,2 1:36:29 miliar di rumah dinasnya di dapur 1:36:32 ajutannya ngantar dia enggak tahu dari 1:36:34 siapa terus pejabat ini langsung 1:36:36 melaporkan Pada KPK pengin tahu siapa 1:36:39 ini dia 1:36:41 kembalikanman Said jadi menteri karena 1:36:45 terlalu cerdas karena terlalu cerdas 1:36:48 kena kelas akselerasi kan begitu kan 1:36:50 lulus 2 setengah tahun gu kan lulus yang 1:36:52 men 1:36:55 yang menarik Apa yang diucapkan 1:36:56 Sebenarnya saya Nyalakan audionya 1:37:01 dulu apa yang dia sampaikan saya 1:37:03 tanyakan waktu 1:37:05 itu menurut saya si gini kita ini 1:37:09 sebetulnya yang terj defit defisit hal 1:37:12 standar jadi misalnya Kenapa si orang 1:37:14 jujur dikasih penghargaan padahal orang 1:37:16 jujur Itu kan syarat minimal untuk kerja 1:37:18 Ben gitu tapi kemudian ada pengharan 1:37:21 integritas KJA ini kan sebetulnya 1:37:24 standar-standar aja tapi karena kita 1:37:25 begitu defisitnya sehingga orang 1:37:28 melakukan langkah-langkah standar 1:37:29 dianggap sebagai suesuatu yang 1:37:30 berprestasi nah ini yang mesti kita 1:37:33 tingkatkan lagi bahwa Iya kalau anda mau 1:37:36 jadi pejabat publik ya memang harus 1:37:37 menjadi pendorong tidak bisa bekerja 1:37:41 biasa-biasa saja gitu Saya kira Mas 1:37:43 Jonan Mas Ganjar sudah mengambil contoh 1:37:46 itu menarik P 1:37:51 ini itu kena kelas akselerasi dua orang 1:37:55 di sana kan walaupun yang satu balik 1:37:57 lagi kan di bidang yang lain ini menarik 1:38:00 sebenarnya kejujuran itu standar minimal 1:38:02 memang enggak perlu dikasih pengargaan 1:38:04 tapi ini karena memang Bang Roki untuk 1:38:07 kalau misalkan jangan korupsi tidak 1:38:08 korupsi itu jargon banget itu ahli 1:38:11 konsultan mengatakan ganti kalimat anti 1:38:14 korupsi itu dengan jujur yang dan berani 1:38:17 itu nilai antiorupsi jadi Sudah kelamaan 1:38:20 jadi branding mungkin nanti rebranding 1:38:22 lagi 1:38:23 kemudian yang terakhir angka-angka tadi 1:38:25 sebenarnya enggak bisa kita lihat secara 1:38:28 apa ya Kita lihat kita lihat kecepatan 1:38:32 itu penting 1:38:33 kecepatan k lihat dari indeks persepsi 1:38:37 korupsi tadi yang saya jelaskan tadi 1:38:43 e yang menarik ad percepatan di antara 1:38:47 kepemimpinan kepala negara Jadi siapa 1:38:50 sih yang relatif lebih cepat tapi data 1:38:52 saya yang terakhir belum ketemu tadi 1:38:54 yang 1:38:54 saya jadi di antara kepresidenan itu 1:38:57 yang percepatan perbaikannya paling 1:38:59 cepat siapa terendah siapa ini 1:39:01 sebenarnya data 1:39:02 Saya dari data tersebut Sebenarnya ya 1:39:06 tadi kesimpulannya harus lebih cepat 1:39:08 lagi naik sih naik tapi memang harus 1:39:10 lebih 1:39:11 cepat dan kalau kita tidak fokus tadi 1:39:14 pada penegak hukum fokus pada politik 1:39:17 kemudian tidak fokus pada penguatan 1:39:19 kelembagaan maka akan lambat 1:39:21 pemberantasan korupsi Saya ingin tadi 1:39:23 meneruskan cerita di Hongkong tadi 1:39:25 pegawainya 1400 100 orang penyidik eh 1:39:29 1000 orang penyidik kalau dilihat 1:39:31 komposisi rasionya satu penyidik 1:39:34 Hongkong KPK Hongkong tuh menangani 200 1:39:38 pegawai negeri di Hongkong 1 banding 200 1:39:41 Indonesia punya sekitar 6 juta pegawai 1:39:44 negeri kalau pakai rasio Hongkong 1 1:39:46 banding 200 kita butuh 30.000 penyidik 1:39:50 Okelah kalau kebanyakan itu ya kurangi 1:39:52 dikit tapi bayangkan sekarang 100 paling 1:39:56 maksimal 200 rilnya adalah 303.000 kan 1:40:00 jauh banget ini itu kalau pakai rasio 1:40:03 Hongkong rasio anggaran Hongkong itu 1:40:05 pakai 0,5 per 0 koma 1:40:10 0 1:40:11 0,5% anggaran di Hongkong digunakan 1:40:13 untuk pemberantasan 1:40:15 korupsi di Indonesia 0,00 kan gitu jadi 1:40:20 satu sekarang itu sekitar 1 triliun 1:40:22 terhadap total 200 triliun berapa itu 1 1:40:26 per240 itu 0,00 sekian itu 1:40:31 resources kemudian tadi menyikapi 1:40:34 rencana bung apa ya wacana bahwa orang 1:40:36 KPK dimasukkan dalam sistem pemerintah 1:40:39 jadi Pejabat itu yang dilakukan oleh 1:40:41 mahathtir Muhammad yang dilakukan oleh 1:40:43 mahathtir Muhammad ketika langsung 1:40:45 mengalahkan Najib adalah tadi ee 1:40:48 mengamankan posisi dengan orang-orang 1:40:50 yang 1:40:51 berintegritas jadi orang-orang KK 1:40:53 ditaruh tapi saya kalau ngomong kayak 1:40:55 ini kesannya konflik kepentingan ingin 1:40:56 jadi pejabat tidak seperti itu tetapi di 1:40:59 sana menarik karena selain ditaruh di 1:41:01 eksekutif ee mahatir membuat 1:41:04 undang-undang yang isinya adalah 1:41:06 Kementerian yang EE rawan korupsi harus 1:41:10 dikawal oleh satu pejabat senior dari 1:41:14 kpknya Malaysia ditambah satu penyidik 1:41:16 dengan kekuatan minimal 20 orang 1:41:20 kemudian ee di level ee BUMN yang rawan 1:41:24 korupsi minimal dikawal satu pegawai 1:41:27 senior KPK Malaysia satu penyidik 1:41:29 Malaysia dan l dengan kekuatan minimal 1:41:32 15 orang kemudian orang politik tidak 1:41:35 boleh masuk dalam bisnis BUMN dan 1:41:37 government related company kemudian 1:41:40 laporan lhkpn pembuktian terbalik 1:41:42 laporan gratifikasi kemudian 1:41:46 eh duta besar tidak boleh dari orang 1:41:50 politik dan banyak peraturan-peraturan 1:41:52 lain di susun ketika Najib tumbang 1:41:55 begitu kan jadi Najib itu memang ee 1:41:58 kasar sekali Kan kalau masih ingat itu 1:42:01 kan diserang habis-habisan itu e kpk-nya 1:42:05 Malaysia ketika Najib dikenakan 1mdb 1:42:08 tadi tapi kan atas Pertolongan Allah 1:42:12 subhanahu wa taala di Malaysia itu 1:42:14 semuanya kembali 1:42:16 reond intinya apa kepemimpinan mahathir 1:42:19 Muhammad perlu kita terima kasih i Tera 1:42:23 kasih Paki ini tadi ada satu yang belum 1:42:25 terjawab eh terkait dengan e memasukkan 1:42:28 eh apa agenda pemberitasan korupsi ini 1:42:31 ke dalam kurikulum pendidikan sejak dini 1:42:33 ya di sekolah dan juga perguruan tinggi 1:42:35 ini bagaimana langkah-langkah KPK Mas 1:42:37 sudah banyak tapi memang prosesnya masih 1:42:40 regulasi saya jadi direktur pendidikan 1:42:42 baru 2 tahun sebelumnya saya direktur 1:42:44 gratifikasi 6 tahun Heeh jadi yang sudah 1:42:47 saya lakukan di 2 tahun ini adalah sudah 1:42:50 membuat kewajiban regulasi anti korupsi 1:42:52 di SD SMP Mas itu di 1:42:55 255 Pemda termasuk Gubernur kemudian di 1:42:59 perguruan tinggi saya hitung per kemarin 1:43:02 itu sudah lebih dari 1:43:05 6.500 Prodi program studi perguruan 1:43:08 tinggi sudah mengajarkan Anti Korupsi 1:43:10 atau sekitar 985 perguruan tinggi dan 1:43:14 yang menarik justru sekolah swasta yang 1:43:16 jauh lebih banyak yang lebih komit dalam 1:43:18 ee mengajarkan anti korupsi Nah Tapi itu 1:43:21 kan hanya apa ya ya kognitif ya yang 1:43:24 lebih dibutuhkan sebenarnya teladan 1:43:26 sebenarnya dan yang paling penting 1:43:28 perguruan tinggi dan sekolah itu sebagai 1:43:31 belajar Tata ku lab gitu loh kalau 1:43:33 Kepala Sekolahnya sibuk ngurusin baja 1:43:36 ringan untuk bangun sekolah gurunya 1:43:39 ngurusin LKS ngurusin kenaikan kelas 1:43:43 studi tur dan lain-lain nah siswa akan 1:43:45 belajar apa Nanti ppdp bayar ppdp sulit 1:43:49 nah belajar 1:43:50 apa tapi ngomongin kayak gini ini kurang 1:43:54 menariklah tetapi sudah kita lakukan 1:43:56 tapi ini jangka panjang pendidikan kita 1:43:59 kayak melakukan ST Revolution gu ya Ya 1:44:03 baik terima kasih Paki dan eh tibalah 1:44:06 kita di penghujung acara sebelum closing 1:44:09 ideas Saya ingin mengucapkan terima 1:44:11 kasih kepada rekan-rekan media yang 1:44:13 terus setia membersamai dan Meliput 1:44:17 acara Indonesia leader ini setiap 1:44:19 pekannya setiap Jumat malam dan juga ini 1:44:23 juga disiarkan langsung dan juga Saya 1:44:25 mengucapkan terima kasih kepada PKS TV 1:44:28 baik di channel YouTube dan juga 1:44:29 Facebook dan juga radio rasil Jadi bagi 1:44:32 sahabat-sahabat dalam setiap pekannya 1:44:34 bagi yang tidak bisa masuk ke dalam Zoom 1:44:37 Kena apa pesertanya terbatas bisa 1:44:40 menyaksikan acara kita ini secara 1:44:42 langsung live streaming melalui channel 1:44:45 Facebook dan YouTube P TV dan 1:44:49 juga TV dan juga disiarkanaras eh 1:44:54 melalui eh radio rasil AM gitu ya Eh 1:44:58 baik Eh sekarang kita tiba kepada sesi 1:45:02 closing ideas closing statement kepada 1:45:05 Pak mani 1:45:10 dipersilakan makasih bang haldi 1:45:12 eh dua saja kesimpulan 1:45:16 kita negara dengan tingkat korupsi yang 1:45:21 kecil bahkan mendekati nihil bisa dan 1:45:26 mudah ketika kita punya pemimpin yang 1:45:30 kompeten dan punya komitmen pembatasan 1:45:33 korupsi apa yang masi sampaikan 1:45:36 dikaitkan dengan bagaimana reboundnya 1:45:39 aktivis pemberatasan korupsi sesudah 1:45:41 Najib e tumbang digantikan mahatir jadi 1:45:45 contoh bahwa everything and on 1:45:48 leadership karena itu titip cari 1:45:51 pemimpin yang punya kompetensi dan 1:45:53 komitmen pemberantasan korupsi yang 1:45:55 kedua saya meringkas yang Ee om Roki 1:46:00 sampaikan ayo 1:46:03 eh Innallaha la yugiru ma Bi Hatta 1:46:07 yugiru Ma bifusihim Allah tidak akan 1:46:10 mengubah kondisi satu kaum sebelum 1:46:12 setiap individu kaum tersebut mengubah 1:46:14 diri masing-masing tegakkan etik 1:46:18 wujudkan etika baik di ruang privet 1:46:21 maupun di ruang publik maka itu menjadi 1:46:25 tanah yang sangat subur bagi karakter 1:46:29 anti korupsi mulai dari anak kita Istri 1:46:32 Kita keluarga kita lingkungan kecil kita 1:46:35 jangan diam lawan korupsi sekecil Apun 1:46:38 maka akan wujudlah satu ekosistem yang 1:46:42 sangat efektif pemimpinnya baik 1:46:44 pendekatan top downnya infrastruktur 1:46:46 masyarakatnya baik maka akan ketemu 1:46:49 dalam sebuah ee ekosistem pemberatasan 1:46:52 korupsi 1:46:53 yang Insyaallah mewujudkan Indonesia 1:46:57 yang begitu 1:47:03 Om ya terima kasih pakani berikutnya 1:47:07 closing ideas closing statement dari 1:47:09 Paki 1:47:12 dipersilakan ada cling ya 1:47:16 Iya Paken aja ya 1:47:21 biar belum belum keluar ya 1:47:29 bentar jadi memang dalam situasi yang 1:47:32 serba sulit itu kita butuh orang yang 1:47:35 berani ini kan hari pertama ketika 1:47:38 disiram novel tu biasanya setelah 1:47:41 diserang biasanya istrinya menelepon 1:47:43 saya Jadi waktu itu kira-kira pagi-pagi 1:47:47 sebelum olahraga Saya ditelepon bang 1:47:49 Novel di siram air keras itu saya 1:47:52 meluncut di sini Jakarta a kemudian 1:47:56 terus dia bilang semakin saya ditekan 1:47:57 dan diancam saya semakin semangat 1:47:59 memperjuangkannya karena saya yakin 1:48:02 semakin bahwa yang saya lakukan itu 1:48:04 benar kemudian diwawancarai tempo ketika 1:48:06 sudah nyampai rumah sakit di Singapura 1:48:08 dia bilang berani tidak mengurangi umur 1:48:11 takut juga tidak akan menambah umur jadi 1:48:14 kita tidak boleh menyerah Jangan memilih 1:48:16 takut karena anda akan menjadi orang 1:48:18 yang tidak 1:48:20 berguna kita butuh lebih banyak orang 1:48:23 berani tapi bukan kasar gitu kan novel 1:48:26 tu sangat e santun orangnya tapi cukup 1:48:29 cermat hampir semua kasus yang dilakukan 1:48:32 oleh dia berhasil kasus-kasus besar di 1:48:35 Kalau Anda bertanya kepada orang yang 1:48:36 diperiksa dia akan pasti Anda pasti 1:48:39 heran karena mereka akan senang karena 1:48:41 orangnya santun maka dalam kemudian saya 1:48:45 bertanya Ketika anda menjalankan tugas 1:48:48 apa prinsipnya dia bilang Ketika anda 1:48:50 membenci seorang jangan membuat 1:48:53 keputusan Gu Jadi membuat keputusan gitu 1:48:57 kala dia tidak baper terhadap sesuatu 1:49:00 dan politik juga tidak juga mengajarkan 1:49:03 bahwa kita tidak boleh bapar jadi 1:49:05 teman-teman seperjungan semua kita 1:49:07 jangan bapar harus menjadi politikus 1:49:09 yang bagus agar kita stamina dan 1:49:12 indurans kita terjaga karena memang 1:49:15 makin sulit itu makin zaman ke sini 1:49:18 tantangannya makin berat 15 tahun di KPK 1:49:22 makin ke Sin ini tantangannya makin 1:49:23 berat doakan KPK masih bertahan jangan 1:49:26 dikubur karena di dalamnya masih 1:49:28 banyak-banyak orang baik dan orang-orang 1:49:30 itu banyak yang anda tidak kenal banyak 1:49:32 reserse-reserse yang tadi Bang Riung 1:49:35 sampaikan banyak sebenarnya Tapi mereka 1:49:37 tidak ingin menjadi terkenal dan mereka 1:49:40 bekerja secara ikhlas Terima kasih Mohon 1:49:42 doanya Semoga semuanya sehat Taufik 1:49:45 Walah wasalamualaikum warahmatullahi 1:49:46 wabarakatuh 1:49:48 Waalaikumsalam baik terakhir Bui 1:49:50 dipersilakan 1:49:53 Iya 1:49:55 eh mata novel basudan itu 1:49:58 digelapkan tapi mata hatinya menembus 1:50:02 wilayah gelap 1:50:03 kekuasaan jadi saya ingin KPK itu 1:50:06 dicahayai oleh mata batin novel Bud dan 1:50:10 terima 1:50:11 kasih terima kasih Bang Baik terima 1:50:15 kasih sering-sering kritik kita bang 1:50:17 biar lebih bagus ke 1:50:19 depan iya i insyaallah eh ya Eh dengan 1:50:25 berakhirnya closing statement closing 1:50:27 ideas dari ketiga narasumber berakhirlah 1:50:29 eh Indonesia leader ST kita pada malam 1:50:32 hari ini tentang tema pembatasan korupsi 1:50:35 mudah-mudahan tadi Eh semua pemaparan 1:50:38 narasumber bisa menjadi pencerahan 1:50:41 inspirasi Bagi EE penegakan anti korupsi 1:50:44 dan pembatasan korupsi e di negara kita 1:50:48 kepada Pak Giri tadi ini banyak sekali 1:50:50 kita dari audiens yang minta mohon agar 1:50:52 Eh slide-nya bisa diharing ke kita kalau 1:50:56 boleh nanti diberikan ke panitia eh 1:50:58 bahan-bahan yang bisa diharing Paki eh 1:51:05 untuk bisa saya edit dulu ya tadi dari 1:51:08 berapa pers 1:51:11 presentasi ke panitia yangak e p terima 1:51:16 kasih kepada para narasumber kita 1:51:19 akhiri e 1:51:26 asalamualaikum warahmatullahi 1:51:29 wabarakatuh 1:51:51 Waalaikumsalam foreign