Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Brazil 0:30 Brazil TV 0:37 falymal 0:39 amalan shiha 0:43 falymal 0:45 amalan sh 0:50 yusrik biibadati 0:53 rabbihi 0:55 ahada. 0:57 Sadaqallahuladzim. 1:01 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03 wabarakatuh. 1:05 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:07 Dear leaders dan calon leader seluruh 1:09 Indonesia. Kembali kembali lagi kita 1:11 pada acara Indonesia Leader Stal ee di 1:15 ee sesi perdana di tahun 2025 ini yang 1:19 juga sudah memasuki ILT ke-210 ya yang 1:23 mengangkat tema di awal tahun 2025 ini 1:26 adalah agenda Indonesia 2025 ya 1:30 sahabat-sahabat sekalian di awal tahun 1:31 ini Indonesia leader stalk ingin 1:34 meneropong ingin menganalisis seperti 1:37 apa wajah Indonesia di 2025 lima dari 1:40 segi ee sosial, politik, ekonomi, 1:43 budaya, dan berbagai aspek yang bisa 1:45 kita kaji dalam ee diskusi pada malam 1:48 hari ini. dan juga kita ingin melihat 1:51 juga apa saja ee potensi-potensi 1:54 kebaikan, potensi-potensi positif bangsa 1:58 kita yang bisa dioptimalkan dan juga 2:00 mungkin resiko-resiko 2:02 ee negatif yang mungkin perlu sejak dini 2:04 diwaspadai untuk kita hindari dan kita 2:07 cegah ya. Sehingga bangsa kita di tahun 2:10 2025 ini bisa menjadi bangsa yang maju 2:13 ee menuju satu tahap menuju Indonesia 2:15 emas ee di masa depan ya. Untuk itu 2:19 sudah hadir bersama kita para narasumber 2:22 Indonesia. 2:24 Eh yang pertama sudah hadir eh Mas 2:26 Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital 2:28 Selio. Asalamualaikum Mas Nailul Huda. 2:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:32 wabarakatuh. Mas Aldi 2:36 kehadirannya. 2:38 Kemudian sudah hadir juga Mas Yohan 2:40 Wahyu peneliti dari Libang Kompas. 2:42 Asalamualaikum Mas Yohan. Selamat malam. 2:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:46 wabarakatuh. Selamat malam, Mas Haldi 2:48 dan semuanya. 2:49 Terima kasih atas keannya dan juga ee 2:53 narasumber kita yang e sering juga 2:56 muncul di Industong, Mbak Huria. 2:57 Asalamualaikum Mbak Huriah. 3:00 Ini langsung live dari Boston ya, masih 3:02 subuh di sana. 3:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:05 wabarakatuh. Iya, nih 3:07 diskusi bakda subuh nih. 3:09 Bakda subuh Boston 3:10 juga bakda isya. 3:14 Baik. Eh, dan juga sudah hadir bersama 3:17 kita tuan rumah Indonesia Stok, Pakara. 3:19 Asalamualaikum, Pak Mardani. Salam, Bang 3:21 Haldi, Mas Nailul, Mas Yohan, Mbah 3:25 Huria. Bentar lagi gabung guru kita, Bro 3:29 RG. 3:31 Lanjut. 3:32 Insyaallah segera bergabung, Bung Rocky 3:33 Gerung. Dan sebelum kita mulai, kami 3:36 mengucapkan selamat tahun baru dan juga 3:39 selamat memasuki bulan Rajab, persiapan 3:41 menuju Ramadan. Ee sebentar lagi kita 3:44 sekitar kurang lebih kurang dari 3 bulan 3:47 kita akan masuki bulan Ramadan ya. 3:50 Kurang dui 2 bulan berarti ya 2 bulan 3:52 kita akan memasuki bulan Ramadan. ee 3:55 sehingga ee mudah-mudahan di awal tahun 3:57 baru ini ee sebagai awalan kita juga 4:00 untuk mempersiapkan Ramadan terbaik di 4:02 tahun ee 2025 ini. Dan juga kami 4:06 mengucapkan terima kasih yang 4:07 sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa 4:09 setia Stal dan juga kepada rekan-rekan 4:12 media dan wartawan yang juga senantiasa 4:14 ee menyaksikan, meliput, dan 4:16 memberitakan acara ini. Semoga bisa 4:18 memberikan sumbangsih konten positif 4:20 bagi pencerahan dan pencerdasan ee 4:22 masyarakat Indonesia. 4:24 Ee acara ini bisa disaksikan saat ini 4:27 secara langsung melalui siaran live 4:28 streaming e di channel YouTube eh 4:31 Mardani Alisera PKS TV dan juga Rasil TV 4:35 dan juga disiarkan melalui siaran radio 4:38 Rasil frekuensi 729 kHz dan juga 4:42 disiarkan direlay di beberapa channel 4:44 Radio Rasil di beberapa kota di 4:47 Indonesia yang terhubung dengan Radio 4:48 Rasil. Baik ee sahabat-sahabat sekalian, 4:51 kita mulai diskusi kita untuk 4:54 menerawang, menganalisis, memprediksi 4:56 seperti apa wajah Indonesia di 2025 dan 4:59 apa agenda-agenda yang akan diusung oleh 5:02 Indonesia di 2025. Kepada Pak Marani 5:04 dipersilakan untuk memberikan pengantar 5:06 dan paparannya. 5:16 Makasih, Bang Haldi ee leader dan calon 5:20 leader. Bismillahirrahmanirrahim. 5:23 Asalamualaikum warahmatullahi 5:24 wabarakatuh. 5:27 Alhamdulillah. Allahumma sholli ala 5:29 sayyidina Muhammad Amma ba'd. 5:33 Selamat malam dan salam sejahtera buat 5:35 kita semua leaders, calon leader, wabil 5:38 khusus narasumber kita. 5:41 Ee di awal Januari ini ee saya ingin 5:46 mengingatkan ketika Allah Subhanahu wa 5:49 taala eh mengatakan, "Innallaha la 5:53 yayiru maumin 5:55 hatta yiru mafusihim." 5:58 Allah tidak akan mengubah kondisi satu 6:01 kaum sebelum setiap kaum mengubah diri 6:04 pribadi masing-masing. 6:06 Indonesia 6:08 2025 sangat tergantung 6:11 dari setiap kita melakukan kontribusi 6:15 terbaiknya. 6:17 Tentu masing-masing punya 6:20 ee e portofolio ya. Kita bersyukur di 6:24 sini ee teman-teman ee Kompas saya sebut 6:28 duluan ini Mas Yohan selalu punya 6:30 leadbang yang ee punya kemarin eh Slow 6:34 Living City eh indeks menarik tuh Mas 6:38 Yohan. Eh saya mau buat umrah slow 6:42 living gitu loh. 6:44 Sebetulnya bukan di slow living-nya ya, 6:47 di tumakninahnya ya. Hidup itu 6:50 harus punya makna. hidup itu harus ee 6:54 dalam, hidup itu harus menetap, jangan 6:58 jangan cuma ikut arus. Nah, itu yang 7:01 terpenting dan banyak sekali ee Kompas 7:04 ee suka membuat kajian-kajian yang 7:08 beyond ee faktual tapi substansial. 7:12 Apresiasi luar biasa. Begitu juga dengan 7:16 Mas Nailul Huda nih ya, selios kita 7:19 kajian-kajian dalamnya dalam bidang 7:21 perspektif ekonomi ee data-datanya 7:25 dengan beragam ee analisa dan 7:28 prediksinya. Buat saya ini menarik 7:31 walaupun Mas Nailul saya lagi sedih nih 7:34 harusnya batalkan PPN 12% besoknya 7:38 naikin PPN BM 20% 30% enggak kenapa 7:41 gitu. ini mah enggak diumumkan batal 7:44 jadi udah naik duluan gitu loh. Nah, 7:46 jadinya kita sedih jalan S jangan lihat. 7:49 Nah, karena itu 7:51 ini sangat menarik ee bahwa kita akan 7:55 terus ee mengkaji dan Mbah Huriah ee 8:00 yang lagi menimba ilmu dan men-sharing 8:02 pengalamannya jauh di sana selalu 8:05 menemani kita melihat bagaimana politik 8:07 dari akademisi juga dari perspektif ee 8:13 ee aktivis yang betul-betul ingin 8:16 menjaga agar Indonesia matang. 8:19 ee dan sehat demokrasinya. 8:21 Izin saya ee mengangkat tiga perspektif 8:25 Bang Haldi. Yang pertama tentu sujud 8:28 syukur dulu ini dengan keputusan MK ya 8:30 menghapus ambang batas Mbak Uria PKS ee 8:35 urutan ke-31 yang GR gitu loh. Ternyata 8:38 34, 35, 36 nih yang baru berhasil. Dan 8:42 Bang Saldi Isra ketika menyampaikan 8:45 memang sesuai pandangan saya pribadi, 8:49 fatwa itu mengikut situasi dan kondisi. 8:52 Kondisi sekarang memang ada tren bukan 8:55 oligarkik politik ya. Saya selalu 8:57 mengungkap Mas Yohan ada empat penyakit 8:59 ini. Pertama high cost politik 9:04 yang berujung kepada oligarkik politik 9:08 yang eh interlocking politik. 9:11 dan ujung akhirnya involutif politik. 9:14 Politiknya bukan buat rakyat tapi buat 9:16 elit. Nah, mudah-mudahan MK ini dengan 9:20 segala halnya bisa m-breakdown, bisa 9:24 membuat agar yang terjadi adalah politik 9:28 kita kembali substansial. 9:31 Ee politik kita, demokrasi kita, 9:33 demokrasi substansial. Politik kita 9:35 politik yang penuh kebaikan. Politik 9:38 kita penuh ee kesederhanaan. 9:41 bukan politik yang penuh dengan e 9:44 aksesoris yang terjadi malah nauzubillah 9:47 ee merusak karena pandangan saya politik 9:52 itu seperti ee fondasinya 9:55 reformasi politik kita bagus maka yang 9:58 terjadi ekonomi, sosial, budaya, 10:01 pendidikan, kesehatan, 10:03 Genzet, ee lingkungan, semua akan baik 10:06 kalau politiknya baik. Karena itu 10:08 keputusan MK diapresiasi dan kita harus 10:11 kawal. Bahkan pandangan saya Mbah Huriah 10:14 MK ini progresif sekali ya. Bukan cuma 10:16 membatalkan 10:18 ee ters hold tapi membuat batas atas 10:21 juga enggak boleh kegemukan koalisinya. 10:24 Termasuk di antaranya meaningful 10:26 participation juga ada gitu loh. Jadi 10:28 buat saya ini MK harus dikawal 10:30 keputusannya 10:31 agar tercapai ee aturan main yang lebih 10:35 proporsional. 10:37 Yang kedua tentu di bidang ekonomi, Mas 10:39 Nailul, saya agak khawatir ya dengan ee 10:44 kabinet 100 menteri ini. Walaupun Pak 10:47 Prabowo sangat cerdas tuh ketika membuat 10:50 ee ee ee ee 10:55 setnek, PAN RB, BAPENAS dan MenQ di 10:59 bawah presiden langsung. Dampaknya ada 11:01 nih ee penataan-penataan 11:04 urusan eh code and quote atau organisasi 11:08 di kabinet menteri bisa selesai cepat 11:10 ini. Tapi tetap apakah akan lemdak? 11:14 Apakah akan yang lagi sedih? Ee Mas 11:17 Yohan nanti mungkin bisa ngasih komen. 11:20 Hari ini saya baca Kompas saya posting 11:22 tuh Mas Yohan tent kemarin pemunggungan 11:25 ASEAN itu loh kita punya Menl dan punya 11:29 tigawa menlu. 11:30 Tapi pertemuan troika kemarin enggak 11:32 datang gitu loh. Padahal itu sesuatu 11:35 yang pandangan saya mestinya tidak boleh 11:38 kita mengabaikan atau ee entah dengan 11:42 segala halnya itu mestinya ada wakil 11:44 dari kita. 11:45 Nah, tentu ekonomi kita ini menjadi 11:49 ee sangat perlu hati-hati. Benar 11:53 investasi ee yang lagi coba digenjot Pak 11:56 Prabowo menjadi panglima luar negeri 11:59 untuk narik investasi ini luar biasa. 12:01 Tetapi tanpa pembenahan ee 12:06 ee para penegak hukum, kami lagi sedih 12:08 ini. Saya juga angkat tentang DWP itu 12:12 warga negara Malaysia yang diperas itu. 12:14 Aduh, bagaimana mau datangin Taylor 12:16 Swift? Bagaimana mau datangin lain-lain? 12:18 Kalau yang datang aja sekarang udah 12:20 langsung 12:22 berantakan image kita gitu loh. Pagar 12:24 makan tanaman gitu loh. Makanya 12:26 apresiasi ketika ada yang dipecat dengan 12:30 tidak hormat dan tentu ini betul-betul 12:33 harus sampai ke akarnya. Reformasi di 12:35 tubuh kepolisian ini menjadi salah satu 12:37 target utama. Mas Nailul. Enggak mungkin 12:40 ekonomi kita maju kalau ee apa ee r 12:45 seeking ekonomi masih jalan ya, kalau 12:48 korupsi masih wujud, kalau tata kelola 12:52 institusi kita tidak berkembang gitu. 12:55 Nah, terakhir tentu 12:57 kita punya bonus demografi yang luar 13:00 biasa ini. Ini makin mendekati jendela 13:03 akhirnya memastikan bahwa hampir semua 13:08 tenaga kerja kita harus dalam kondisi in 13:12 education, in training, eh 13:15 dan juga in employment itu menjadi 13:18 pekerjaan besar dari kita. Target 8% 13:22 kalau tercapai buat saya bagus. Kalau 13:24 tidak juga minimal bonus demografi kita 13:26 dijaga, penataan internal kita dirapian, 13:30 politik kita dirapian, kita punya 13:32 pondasi yang kuat untuk tumbuh bukan 13:35 cuma 8% apalagi kalau kita punya 13:37 kemampuan untuk melakukan pandangan saya 13:40 yang paling utama betul-betul memperkuat 13:43 otonomi daerah. Jangan lagi atas nama 13:46 segala ke kekisruhan ini kita balik lagi 13:49 sentralisasi. Indonesia terlalu luas 13:52 kalau cuma dikontrol oleh pusat. Benar 13:55 perencanaan di pusat boleh, benar e 13:59 monitoring di pusat boleh, tapi eksekusi 14:01 harus betul-betul perkuat otonomi 14:04 daerah. Itu Bang Haldi. Ee mimpi kita 14:07 2025. Kita bahas sekarang nanti di awal 14:12 Januari 2026. Insyaallah Indonesia jauh 14:15 lebih baik keadaannya ketimbang hari 14:17 ini. Matur nuwun. Lanjut yang lain, Bang 14:20 Aldi. 14:21 Baik, terima kasih Pak Mardani atas 14:23 pengantarnya. Eh, sekarang kita ingin 14:26 dengar dulu e dari Mas Nailol Huda. 14:29 Dipersilakan Mas Nailol bagaimana 14:31 pandangannya. 14:34 Baik, bisa yang pertama ya, Mas ya. 14:37 Iya. 14:38 Oke. Bismillahirrahmanirrahim. 14:40 Asalamualaikum warahmatullahi 14:41 wabarakatuh. 14:43 semuanya sejahtera. 14:45 Maafkan. Maafkan 14:47 Abi kalau udah kayak gitu udah fokus aja 14:49 tuh dah kamu beresin. Bawa apa yang 14:52 perlu dibawa. 14:53 Jadi nasi gua nih 14:54 bawa bawa San bawa 14:56 bawa semuanya dibawa Abi mah gampang 15:00 eh tinggal baju Abi di 15:05 I makasih Bang 15:09 PKS dan semuanya. 15:12 Zhan dan Mbak Huriah. Izin saya ingin 15:14 share screen tadi menanggapi apa yang 15:17 disampaikan oleh Bang Mardani ya. Saya 15:19 ada beberapa data ini. 15:24 Bisa share enggak ya? 15:27 Tolong dib screen 15:29 bisa. 15:31 Oke. 15:32 Oh, udah ya. 15:35 Nah. 15:42 Oke. Ee jadi mungkin sedikit saja yang 15:48 ingin saya sampaikan. ada beberapa data 15:51 dan memang kita butuh pemikiran bahwa 15:56 kita tidak lagi menghadapi trackle down 15:59 effect ya yang di mana kalau kita lihat 16:03 saat ini yang terjadi adalah sebelah 16:06 kanan trickle up practices yang artinya 16:11 pemerintah sekarang lebih banyak menarik 16:14 uang dari masyarakat ketimbang 16:16 memberikan uang 16:19 dalam hal pajak ya, belanja negara 16:21 kepada masyarakat yang membutuhkan. Nah, 16:24 kita mengenal yang namanya 16:27 fiscal kontraktif. Nah, kita melihat 16:30 berapa tahun terakhir ekonomi kita 16:33 kebijakannya dijalankan dengan mazhab 16:36 fiskal kontraktif. Kita tahu sebelum 16:40 kemarin ramai PPN jadi 12% tarifnya, 16:45 kita ada isu mengenai Tapera dan juga 16:49 tahun ini mulai ada untuk insurance TPL 16:53 ya, departy liability insurance. 16:56 Kemudian ada untuk kenaikan tarif PBJS 17:01 yang pada akhirnya ini memunculkan 17:05 praktik triggle up practices. Jadi lebih 17:09 banyak nih masyarakat ini dia menyetor 17:11 ke pemerintah dalam bentuk iuran maupun 17:14 dalam bentuk pajak semakin banyak. 17:17 Makanya ini yang kita didikan dasar 17:21 kemarin kita membuat sebuah kajian 17:25 mengadvokasi mengenai kenaikan tarif PPN 17:29 menjadi 12%. Kita hitung, kita olah, dan 17:33 kita sampaikan kepada publik bahwa 17:37 mudaratnya lebih banyak dibandingkan 17:38 dengan manfaat ketika tarif PPN itu 17:42 dinaikkan menjadi 12%. Nah, tapi pada 17:46 akhirnya ya bukan cuman Bang Mardeni 17:49 yang sedih nih, kita juga sedih juga 17:52 bahwa tidak dibatalkan tapi diakali 17:57 dengan berbagai cara Kementerian 18:00 Keuangan. Kita melihat di situ ada 18:04 praktik-praktik yang memang seakan-akan 18:08 kita 11% tapi 18:13 yang dihitung adalah perubahan dari 18:16 rumus DPP-nya atau 18:19 dasar pengenaan pajak gitu. N ini yang 18:21 yang kita lihat ee cukup berbahaya ke 18:24 depan. Nah, ini yang nanti kita akan 18:26 bahas di ee bahasan di PPN. 18:31 Nah, kita melihat sebenarnya Indonesia 18:35 ke depan itu masih akan menghadapi 18:40 masalah yang sama walaupun 18:42 pemerintahannya relatif baru. Kita 18:46 tahulah Pak Prabowo juga slogannya 18:49 melanjutkan gitu kan. Dan kita akan 18:51 menghadapi berbagai masalah yang belum 18:54 terselesaikan di zaman Jokowi. 18:58 Pertama adalah kita bisa melihat dari 19:01 potensi memburuknya perekonomian global. 19:05 Kita tahu bahwa 19:07 the rate itu naik secara agresif di 19:10 tahun 2022 hingga tahun 2024. Walaupun 19:14 di dua pertemuan terakhir The FATE itu 19:17 menurunkan suku bunganya. Tapi ketika 19:20 kita dengar kemarin Pitato dari Pow itu 19:24 dia menyebutkan tidak akan 19:28 ataupun mulai berhenti untuk menurunkan 19:31 suku bunganya karena trum menang yang 19:34 terjadi adalah 19:37 the cost eh ekonomi kita ekonomi US itu 19:42 akan berjalan sangat cepat sekali 19:44 sehingga menimbulkan inflasi yang cukup 19:46 tinggi. Nah, ketika inflasi yang tinggi, 19:48 Nevet itu dia biasanya akan menaikkan 19:51 suku bunganya untuk menahan gejolak 19:54 invasi tersebut. Nah, kita melihat NEV R 19:57 ini masih berpeluang untuk meningkat di 20:00 tahun 20:01 2025 ke kelak. 20:04 Nah, bagaimana dengan ekonomi 20:07 predictionnya? Kalau kita lihat 20:09 sebenarnya dari beberapa 20:13 lembaga internasional ya itu ya bisa 20:16 kita bilang economic prediksinya di 20:18 angka 5,1 untuk Indonesia. Untuk global 20:21 growth-nya sendiri ada di angka 3,2%. 20:25 Nah, economic growth di Indonesia itu 20:28 IMF World Bank itu dia memprediksi di 20:30 angka 5,1 sedangkan pemerintah di angka 20:33 5,2 seperti OECD. Nah, ini bisa saja ini 20:38 meleset karena terpilihnya Trump sebagai 20:41 presiden US tadi yang seperti saya 20:42 sampaikan di awal itu mempengaruhi 20:45 global economic growth dan juga bisa 20:47 mempengaruhi dari sisi pertumbuhan 20:49 ekonomi Indonesia yang bisa kita bilang 20:53 Prabowo sendiri sering menyampaikan 20:55 bahwa pertumbuhan ekonomi kita bisa 20:57 mencapai 8%. Bahkan Asyim itu pernah 21:00 menyampaikan pertumbuhan ekonomi 21:02 Indonesia berpotensi mencapai 9%. Tapi 21:06 kita lihat di 2025 hal tersebut tidak 21:09 akan terwujud karena masih jauh api di 21:13 dari panggangnya gitu. Jadi ini masih 21:15 masih sangat sangat jauh sekali untuk 21:18 target 8%. 21:21 Karena apa? Karena kalau kita lihat 21:23 sebenarnya dari sisi realisasi dari 21:28 ekonomi growth itu masih jauh ya 21:30 dibandingkan dengan ee RPJMN. Kita tahu 21:34 sebelum Prabowo sampaikan ekonomi kita 21:37 8% tumbuhnya ini di RPJMN tahun 2012 21:42 Jokowi sendiri sudah menetapkan 21:44 pertumbuhan ekonomi 8% di ee di 2019 21:49 akhir. Nah, artinya adalah kita tidak 21:53 pernah nih mencapai 8%. Kita 21:56 pol-polannya itu hanya ada di angka 21:58 5,17%. 22:01 paling tinggi itu di tahun 2022 sekitar 22:04 5,3% 22:06 dan saat itu memang targetnya 5,2%. 22:09 Nah, tapi ini yang menjadikan dasar 22:12 kenapa kita sampaikan bahwa untuk target 22:16 pertumbuhan ekonomi 8% tersebut itu 22:18 sesuatu yang sangat sulit sekali 22:20 dicapai. Ya, mungkin kita tidak bisa 22:23 mendahului kehendak Tuhan, tapi kita 22:25 sebagai ekonom kita memprediksi bahwa 22:28 pertumbuhan ekonomi 8% itu bisa 22:31 dikatakan mustahil ketika kita melihat 22:34 dari historical data dan juga tantangan 22:37 ke depannya. 22:39 Nah, tantangan ke depannya sekali adalah 22:42 kita melihat dari sisi nilai tukarnya. 22:44 ini yang yang 22:46 kita lihat dalam beberapa hari terakhir 22:48 bahwa nilai tukar rupiah terhadap USD 22:51 itu terus memburuk di angka 16.000-an. 22:55 Bahkan kalau kita lihat sebenarnya 22:56 pemerintah pun masih PD dengan angka 22:58 15.000 sampai 15.500 23:01 tapi pada kenyataannya nilai tukar 23:02 rupiah terhadap WUSD itu sudah ada di 23:05 keseimbangan baru di sekitar 16.000 per 23:08 1 USD-nya. Nah, ini yang yang kita lihat 23:12 sebagai tantangan ke depan. Nilai tukar 23:14 kita bisa semakin memburuk. 23:19 Kemudian kita melihat ee dari sisi nilai 23:22 tukar yang memburuk kemudian pertumbuhan 23:25 ekonomi yang memang tidak tercapai. Ini 23:28 kita sampaikan hasil dari simulasi TAR 23:31 PPN yang mungkin juga teman-teman 23:34 semuanya itu sudah membaca laporan kita. 23:37 Tapi coba saya terangkan sedikit 23:40 mengenai simulasi ini. Nah, kita melihat 23:43 sebenarnya ketika tarif KPN itu 23:46 dinaikkan 12% untuk semua barang ini 23:49 akan terjadi penurunan konsumsi rumah 23:51 tangga. Nah, ketika konsumsi rumah 23:53 tangga itu menurun dan kita tahu 23:55 semuanya 50% lebih dari PDB kita 23:59 disumbang oleh konsumsi rumah tangga. 24:02 Nah, ketika konsumsi rumah tangga ini 24:03 terganggu, otomatis sebenarnya PDB kita, 24:06 output ekonomi kita juga akan menurun 24:09 dan ini akan akan berimpact juga ke 24:12 beberapa sektor lainnya termasuk ke 24:15 sektor-sektor seperti pendapatan 24:17 masyarakat itu akan turun sekitar 64,8 24:20 triliun. Termasuk untuk surut usaha juga 24:23 akan turun, pendapatan tenaga kerja juga 24:25 akan turun. Nah, makanya untuk kebijakan 24:28 tarif PPN yang kemarin yang sempat ramai 24:31 tersebut kita dalam posisi menolak dan 24:34 menuntut untuk dibatalkan kenaikan tarif 24:36 PPN menjadi 12%. Walaupun kita tahu 24:40 dalam undang-undang gitu kan, 24:43 undang-undang HPP itu terset bahwa 1 24:46 Januari tarf PPN itu akan menjadi 12% 24:49 tapi kita melihat masih ada 24:51 peluang-peluang untuk bisa membatalkan 24:54 pasal tersebut. Nah, ini kita kita sudah 24:57 sampaikan juga sudah ngomong ke media, 25:01 sudah juga kita sampaikan dalam hal ee 25:03 advokasi laporan dan sebagainya bahwa 25:06 ada kok jalan tarif pan ini tidak jadi 25:10 12%. 25:12 Nah, tidak akan ada tidak akan ada 25:15 gangguan untuk ini akan melanggar hukum 25:17 dan sebagainya. Karena kalau kita lihat 25:20 kekhawatiran pemerintah yang dia bilang 25:23 ini akan melanggar undang-undang dan 25:25 sebagainya, pemernah pun sebenarnya 25:27 sudah melanggar undang-undang. 25:28 Undang-undang apa? Undang-undang HPP 25:30 juga tentang pajak karbon. Pajak karbon 25:34 itu kalau tidak saya salah ya, ini dia 25:38 ditetapkan itu pada April tahun 2022 25:42 harus ada implementasi dari pajak 25:44 karbon. Nah, saat ini pajak karbon 25:47 hingga saat ini itu tidak ada juknisnya. 25:51 Pajak karbon inilah yang sebenarnya kita 25:53 jadi patokan. Ya udah kalau itu enggak 25:56 usah dilaksanakan aja undang-undang APP 25:58 mengenai tarif PPN 12%. Tapi masalahnya 26:02 adalah Sri Mulyani itu kekeh dengan 26:06 pendapat dia yang menyampaikan kenaikan 26:09 tarif PPN 12% itu amanat undang-undang. 26:13 Padahal sisi lain dia juga melanggar 26:15 undang-undang HPP dalam hal kasus pajak 26:19 karbon. Jadi ada pembohongan besar yang 26:22 dilakukan oleh Sri Mulyani terhadap 26:24 implementasi dari Undang-Undang HP ini. 26:27 Mereka terbang pilih, mereka pilih CD 26:30 Ping untuk kasus di HP ini. Mana yang 26:34 mereka taat undang-undang, mana yang 26:35 tidak taat undang-undang. Nah, inilah 26:38 yang kita kesalkan kemarin. 26:41 Jadi, kisruh seperti ini, akhirnya 26:43 terjadilah eh akrobatik ya kita sebut 26:48 akrobatik matematika dari DJP atau dari 26:51 KemenQ yang mengubah bukan tarif 26:54 PPN-nya. Tarif PPN tetap naik% yang 26:57 mengubah dari penghitungan DPP-nya. 27:00 Sekarang DBP untuk barang-barang yang 27:03 dia non mewah, barang dan non mewah itu 27:05 DPP-nya dikalikan 11/12 dan itu diatur 27:09 hanya dari PMK. Yang kita takutkan nih, 27:13 Bang Marani dan lainnya. Yang kita 27:15 takutkan adalah ketika ini diatur 27:17 sekelas PMK saja ini 1000 ini sangat 27:21 power sekali untuk mengubah 27:23 sewaktu-waktu PMK 131 tersebut itu 27:27 mengubah rumusnya kembali. Entah itu 27:30 diubah dari 11/12 dijadikan 12/12 atau 27:34 jadikan 15/12 itu akan powerful sekali 27:38 simbolannya. Jadi kita harapkan kita 27:41 tetap akan mengadvokasi hal ini karena 27:46 Sriang melakukan akrobatik matematika 27:49 dan juga dia tebang pilih dalam 27:53 melanggar undang-undang. Undang-undang 27:54 HPP untuk kasus pajak karbon dia tidak 27:58 masalah melanggar itu. Dan undang-undang 28:02 dia takut karena melanggar katanya 28:05 amanat undang-undang. Nah, ini yang yang 28:07 kita sesalkan kemarin mungkin dari DPR 28:10 bisa memanggil Sri Mulyani untuk 28:13 menjelaskan mengenai PMK tersebut. 28:16 Karena PMK itu memberikan kekuatan yang 28:19 sangat besar sekali terhadap semuanya 28:21 untuk menentukan tarif PPN ke depan. 28:24 bukan peraturan pemerintah seperti yang 28:26 tertera di Undang-Undang HPP pasal 7 28:30 ayat 3 yang mengamalkan bahwa pemerintah 28:33 bisa menurunkan dan menaikkan tarif PPN 28:37 dalam rentang 5 sampai 15% dengan 28:41 peraturan pemerintah ini. Mereka hanya 28:44 berpatokan terhadap PMK yang dia di 28:47 langsung di bawah Kementerian Keuangan 28:50 ini. sangat bahaya sekali bagi tata 28:53 negara dan tata kebijakan ekonomi kita. 28:58 Nah, ee yang kedua adalah tatangan 29:00 mengenai pendapatan kasas menengah kita 29:02 yang semakin menurun. Kita sudah kemarin 29:04 dengar dari BPS bahwa untuk kelas 29:07 menengah kita semakin menurun 29:08 sebagainya. Terus kemudian yang paling 29:11 banyak adalah oligarki yang di 10% orang 29:14 terkaya yang dia share pendapatannya 29:17 terus meningkat, share konsumsinya terus 29:19 meningkat. dan 29:22 ini dijadikan sebagai ya 29:27 istana. Istana juga bergantung terhadap 29:29 orang-orang kaya ini. Makanya tadi kalau 29:32 ee mungkin kita bilang oligarki ini 29:35 masih ada dan inilah yang terjadi di ee 29:39 kelas menangkah kita yang menurun, kelas 29:41 atas kita yang meningkat. 29:44 Nah, ini yang terkait dengan pemuda 29:48 ataupun bonus demografi. Saya ingin 29:51 sampaikan sedikit datanya NET Indonesia 29:54 atau not employment Education and 29:57 Training untuk pemuda kita itu 22,34% 30:02 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 30:04 negara-negara lain. Singapura 6,6%, 30:07 Malaysia 10% dan sebagainya. 30:10 Dan ini kita sampaikan juga bahwa 30:13 kondisi pemuda di kita itu semakin 30:17 memburuk dalam hal apa? Dalam hal untuk 30:20 kelayakan upah. Kalau kita lihat 30:23 sebenarnya untuk pekerjaan tetap ya di 30:28 tahun tidak tetap di tahun 2023 itu 30:32 sebenarnya menurun. Tapi kalau kita 30:35 lihat mereka tidak digaji secara layak. 30:41 Kita melihat di pekerjaan upah rendah di 30:43 tahun 2022 itu hanya diada di angka 33% 30:47 pemuda kita. Pekerjaan upah rendah di 30:50 2023 pemuda kita ada di angka 50%. 30:54 Artinya satu dari dua pemuda di 30:57 Indonesia itu digaji rendah. 31:01 Dan kita khawatir sebenarnya ketika upah 31:04 rendah ini terus berlangsung yang 31:06 terjadi adalah ya demotivasi kemudian 31:10 mereka terjerat untuk judul dan mereka 31:15 terjerat dengan pinjaman daring yang 31:17 ilegal. 31:19 Dan ini sudah sudah terjadi bahwa karena 31:22 pekerjaan upah pekerjaan upah rendah 31:24 kita itu semakin banyak. yang menjerat 31:27 pemuda. Tentu saja ini yang menjadi 31:30 jeratan ke masalah berikutnya seperti 31:34 cuti online dan pinjaman daring yang 31:37 ilegal. Dan ini banyak terjadi di 31:39 perdesaan. Sayangnya 31:42 ini gaji rata-ratanya sekitar 2 juta ya. 31:45 2 juta untuk ee pemuda kita dan paling 31:48 banyak di bawah R juta ada di daerah 31:51 perdesaan dan dia berjenis kelamin e 31:54 perempuan. 31:56 Nah, kita lihat di sini pertumbuhan gaji 31:59 di 2023 itu hanya 1,8%. 32:04 Kemudian kalau kita lihat untuk UMR 32:08 tahun 2024 itu hanya meningkat sekitar 32:12 3% itu UMR-nya. Dan kita bersyukur 32:15 sebenarnya di tahun 2025 UMR kita naik 32:18 6,5%. Makanya ini satu tindakan yang 32:22 berani gitu ya dari Prabowo untuk 32:26 menaikkan 32:27 UMR sebesar 6,5% dan ini kitaate. Nah, 32:31 tapi sebelumnya kita dipaksa 32:35 ee gaji gaji karyawan itu dipaksa rendah 32:39 itu lebih rendah dibandingkan dengan 32:42 inflasi. Inflasi 2,61, pertemu gaji cuma 32:45 1,8%. Artinya adalah gaji kita, kenaikan 32:49 gaji kita sudah habis dimakan oleh 32:52 invasi kita. Yang terjadi di tahun 2024 32:57 dan 2023 adalah makan tabungan. Tabungan 33:00 kita share terus menurun terutama untuk 33:02 kelas menengah, kelas pekerja dan 33:04 sebagainya. Karena apa? Karena mereka 33:07 tidak mencukupi gaji mereka untuk 33:11 mengkonsumsi. Makanya di tahun 2024 33:14 terjadi penurunan permintaan. 33:18 Penurunan permintaan ini terefleksi dari 33:20 devasi yang terjadi secara M2M dari 33:23 bulan Mei hingga bulan September tahun 33:26 2024. Makanya mereka tidak berbelanja 33:30 dan sebagainya yang pada akhirnya ini 33:33 berimpact kepada mana? Kepada tenaga 33:36 kerja yang banyak di PHK. Per Desember 33:39 tahun 2024. tenaga kerja kita yang 33:41 terphkap 33:43 80.000 lebih dan ini meningkat ya hampir 33:49 1 seteng kali lipat dibandingkan dengan 33:51 tahun 2023. Dan ini cukup berbahaya 33:54 karena permintaan menurun otomatis 33:56 sebenarnya produksi juga akan mengalami 33:58 penyesuaian. 34:00 Nah, ini yang terjadi adalah kemiskinan 34:02 dan kemiskinan kita masih jadi PR gitu 34:05 kan, terutama kemiskinan di desa. Jadi 34:08 kalau kita lihat dengan pemuda di desa 34:12 yang dia masih berupah rendah, kita ber 34:16 ya bisa dibilang 34:18 sangat-sangat sulit untuk menurunkan 34:21 kemiskinan di desa ke angka ee satu 34:24 digit. kita di 2023 itu masih 12,2% 34:28 dan ini yang yang terjadi di ADISA gitu. 34:32 Nah, bagaimana masalah di perkotaan? 34:34 Masalah perkotaan, talen dan dakukan 34:36 adalah masalah ketimpangan. 34:39 kita melihat sebenarnya kasus di PIK ya 34:43 PIK 2, pembangunan di PIK 2 itu terjadi 34:46 karena ketimpangan yang sangat tinggi 34:48 sekali di daerah perkotaan dan kita 34:51 dipertunjukan sebenarnya oleh satu 34:54 kebijakan di mana PIK itu dijadikan PSN 34:58 dan di-support penuh oleh negara bahkan 35:01 aparat dan pada akhirnya ini akan ada 35:05 perlawanan dari masyarakat dan ini yang 35:08 yang terjadi di daerah perkotaan. 35:10 ketimpangan inilah yang memang di 35:14 disebabkan oleh kebijakan-kebijakan 35:17 yang sifatnya dia tidak pro terhadap 35:20 masyarakat, tidak pro terhadap rakyat 35:22 miskin, tapi lebih pro terhadap 35:25 konglomerasi, konglomerat 35:28 eh sebelah naga kalau kita sebut gitu 35:30 kan dan sebagainya yang pada akhirnya 35:32 ini akan semakin membuat parah 35:34 ketimbangan di Indonesia terutama di 35:36 ketimbangan di perkotaan 35:39 itu mungkin 35:40 Mas maaf kalau terlalu panjang ee karena 35:44 ini kita sampaikan memang kegeraman kita 35:46 ya di 35:49 periode yang lalu gitu kan. banyak 35:52 sekali masalah masalah-masalah lama yang 35:55 ini jadi PR juga nanti ke depannya bagi 35:57 para bobok kelak dan kita sudah jabarkan 35:59 tadi beberapanya dan tentu masalahnya ee 36:01 sangat banyak sekali dan tidak bisa 36:03 dijelaskan dalam waktu yang singkat ini 36:05 Mas mungkin itu saja Mas dari saya e 36:07 bilhidayah wasalamualaikum 36:09 warahmatullahi wabarakatuh 36:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:12 wabarakatuh Mas Nailul Huda atas 36:14 pandangan terkait ekonominya ee sekarang 36:17 kita dengar dulu dari Mas Yohan Wahyu eh 36:20 dari Kompas pas. Bagaimana Mas ee 36:22 pandangannya terkait ee proyeksi 36:25 Indonesia di 2025 ini? 36:28 Baik, terima kasih. Ee 36:29 bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 36:31 warahmatullahi wabarakatuh. 36:33 Waalaikumsalam. Eh, terima kasih Ustaz 36:35 Mardani ee diundang malam hari ini. Mas 36:38 Haldi, Mas Nailul, Mbak Huria eh senang 36:42 sekali bisa berbagi dan menyerap ya 36:45 informasi seperti yang disampaikan Mas 36:48 Nailul tadi. Eh, alhamdulillah kita 36:51 masih merawat kegeraman yang sama, Mas 36:54 Nailur. sehingga sehingga sebenarnya ee 36:58 pemerintahan Prabowo Gibran sebenarnya 37:01 juga membutuhkan kegeraman-kegraman ini 37:03 agar mereka kemudian tidak 37:06 ee apa ya bertindak ee apa adanya semau 37:10 mereka gitu ya. ee setidaknya ada 37:13 beberapa hal yang ee saya sampaikan 37:16 malam hari ini terkait tema kita pada 37:18 hari ini. Yang pertama mungkin ee 37:21 memulai dulu dari residu politik 2024 37:24 ya. Ee saya sih melihat ada beberapa 37:27 aspek yang tentu akan menjadi beban ee 37:31 ee PR bagi perjalanan bangsa ini 2025 ee 37:35 mendatang. yang pertama tentu 2024 kita 37:40 tentu meyakini semua kita melewati tahun 37:44 politik ee dengan cukup relatif aman ya 37:47 kemarin ee HL Kompas ee dengan judul 37:50 tahun politik terlewati 37:54 ee 37:56 beban ekonomi, tantangan ekonomi 37:58 menanti. Jadi sebenarnya apa yang 38:00 disampaikan Mas Neilul tadi juga menjadi 38:04 perhatian dan konsen Kompas ya ketika 38:07 kita menemukan ada aspek yang sebenarnya 38:09 di satu sisi kita perlu mensyukuri tahun 38:12 politik terlepas masih ada kekurangan di 38:15 situ. Kita juga ee mencatat ada 38:18 keresahan dan kekhawatiran masyarakat ee 38:22 terkait ee kondisi ekonomi. Jadi kemarin 38:25 edisi terakhir Kompas ditutup dengan 38:27 tahun politik terlewati. beban ekonomi 38:30 atau tantangan ekonomi menanti. Jadi itu 38:32 merespon apa juga dari hasil jajak 38:35 pendapat kita di akhir tahun tentang hal 38:38 apa saja yang mereka khawatirkan di 2025 38:42 itu memang banyak aspek ekonomi yang ee 38:45 disebutkan ya. Salah satunya yang 38:46 terbesar karena isu PPN lagi 38:49 hangat-hangatnya pada saat Desember itu 38:51 rencana kenaikan PPN 12% itu disampaikan 38:55 sebagai hal yang paling ee responden 38:57 khawatirkan ee sepanjang 2025 nanti gitu 39:01 ya setahun setahun ke depan ini. Yang 39:04 kedua adalah situasi global ya. Perang 39:07 antar negara yang masih berkecamuk itu 39:10 juga menjadi kekhawatiran sendiri akan 39:12 mewarnai perjalanan politik Indonesia 39:16 dalam konteks internasional juga. Yang 39:18 ketiga, aspek ekonomi lagi terkait 39:21 pendapatan yang stagnan. Ya, ini 39:23 disebutkan oleh 17,5% 39:26 responden dan beberapa aspek atau 39:29 jawaban yang masih berkutat ee persoalan 39:32 ekonomi mulai dari daya beli masyarakat 39:35 yang menurun, kenaikan harga sembako, 39:38 dan e isu korupsi yang ee masih menurut 39:42 responden masih menjadi PR. Jadi residu 39:46 2024 ee itu akan menjadi beban ee 39:49 perjalanan bangsa kita 2025 ee ini gitu 39:52 ya. Tentu dari aspek lainnya, dari aspek 39:55 politik misalnya bagaimana kemudian 39:58 sepanjang 2024 kita menyaksikan ada 40:02 gejala berjaraknya elit dengan publik 40:04 gitu ya. putusan MK ee terkait Pilkada 40:08 misalnya yang menurunkan ambang batas 40:11 pencalonan di Pilkada 6, sampai 10% 40:14 misalnya dari 20 sampai 25% itu juga 40:18 tidak direspon cukup banyak oleh partai 40:20 untuk mengajukan pasangan calon. Jadi 40:22 itu sedikit banyak juga ee melari ee 40:26 berjarak ya dengan keinginan publik. 40:28 Karena jajak pendapat Kompas misalnya 40:31 itu cenderung lebih memilih banyak 40:33 pasangan calon di Pilkada dibandingkan 40:36 lebih sedikit pilihannya. Apalagi paslon 40:38 tunggal ya yang relatif tidak begitu ee 40:41 direspon positif oleh masyarakat. Yang 40:44 kedua, tentu aspek indeks demokrasi kita 40:47 yang masih menurun. Ee kita bisa lihat 40:50 ee dari versi BPS, dari versi 40:56 ekonomis misalnya itu semua tren 40:58 mengatakan ee indeks demokrasi kita 41:01 memang menurun. Jadi itu residu yang 41:03 tentu tidak bisa kita hindari akan jadi 41:06 beban di perjalanan ee bangsa ini 2025 41:09 dalam konteks politik gitu. Dan tentu 41:12 dari Pilkada kemarin kalau kita lihat 41:14 secara evaluasi ada fenomena ee turunnya 41:17 angka partisipasi. Nah, kami di Kompas 41:20 membaca turunnya angka partisipasi ini 41:23 juga tidak lepas dari respon publik 41:26 terhadap pasangan calon yang dimunculkan 41:28 gitu ya. Ini ini rata-rata memang 41:31 terjadi penurunan angka partisipasi di 41:34 satu sisi, di sisi yang lain terjadi ee 41:37 jumlah invalid food yang tinggi gitu ya. 41:40 Jadi kalau standar ee internasional itu 41:43 maksimal 2% misalnya ada beberapa daerah 41:46 yang invalid vot-nya invalid v-nya lebih 41:49 dari 7%. Nah, ini kan ini kan fenomena 41:52 ee perlawanan kami membacanya terhadap e 41:55 proses ee pilkada yang kita lalui 41:58 kemarin. Dan aspek lain, residu lain 42:00 yang mungkin akan juga menjadi warna 42:03 kita 2025 ini terkait Jokowi effect ya. 42:06 ee apa hubungan Pak Prabowo dan Pak 42:10 Jokowi ini kan relatif masih stabil 42:12 sampai sejauh ini gitu ya. Kita lihat ee 42:15 kita tidak tahu sampai kapan bulan madu 42:18 keduanya akan terjadi sepanjang ee 2025 42:22 ini. Tapi setidaknya sampai hari ini 42:24 tidak tidak relatif masih stabil. 42:27 beberapa isu ee di bulan-bulan terakhir 42:31 2024 kemarin bagaimana kemudian Pak 42:34 Jokowi itu masih menjadi ee perbincangan 42:38 gitu ya, mulai dari cawe-cawe di Pilkada 42:41 ee mulai dari ikut kampanye turun ee 42:44 lapangan. Jadi, Jokowi efek itu masih 42:47 menjadi residu ee yang tentu akan 42:50 menjadi ee aspek yang tidak bisa kita 42:52 nafikan untuk ee perbincangan kita 42:55 terutama di bidang politik di tahun 2025 42:59 ini. Jadi, fenomena residu 2024 itu 43:02 tentu akan jadi beban dan setidaknya 43:05 akan jadi apa ya faktor yang menentukan 43:08 gitu ya. Saya coba share screen satu 43:10 slide soal ee bagaimana ee masyarakat 43:14 hasil survei Kompas memandang 43:17 pemerintahan Prabowo. Ya, setidaknya ini 43:19 menjadi 43:20 ee menjadi ekspektasi publik terhadap 43:23 Prabowo. Ini sudah dipublikasikan Kompas 43:26 ya ee Oktober kemarin. Jadi setelah 43:29 pelantikan kita adakan survei ini ee 43:32 sekaligus ee 5 tahun Pak eh 10 tahun Pak 43:35 Jokowi ya, edisi 10 tahun Pak Jokowi. 43:37 Jadi kalau kita lihat ekspektasi 43:40 masyarakat sebenarnya ke Pak Prabowo itu 43:41 lebih ke ee politik gitu ya. Ee misalnya 43:45 pertahanan ee martabat negara di mata 43:48 internasional itu keyakinannya lebih 43:50 tinggi. Jadi menjadi aneh ketika Ustaz 43:53 Mardeni tadi ya singgung ya ee bagaimana 43:55 pemerintah memunggungi ASEAN padahal 43:57 ekspektasi publik dalam konteks 44:00 internasional itu tinggi terhadap ee Pak 44:02 Prabowo gitu ya. Sementara hal-hal yang 44:05 sifatnya ekonomi sekali lagi itu rendah 44:07 ya, menambah lapangan kerja baru, kuliah 44:10 gratis, termasuk makan bergizi gratis 44:13 itu tingkat keyakinannya di bawah 60%. 44:16 Jadi, jadi memang harapan masyarakat ee 44:20 apa ya masyarakat itu menempatkan Pak 44:23 Prabowo ini lebih ke apa sosok yang ee 44:27 memanggungkan bangsa ee pertahanan dari 44:31 isu-isu yang sifatnya nasionalisme itu 44:33 tinggi. Tapi di isu-isu yang sifatnya 44:36 real menjadi kebutuhan masyarakat 44:38 sehari-hari itu relatif menjadi PR. Jadi 44:40 ini sejalan ee dengan tadi ya ee hasil 44:44 ee catatan Kompas di akhir tahun 44:46 bagaimana kita sudah melewati tahun 44:49 politik tapi tantangan ekonomi menanti 44:52 untuk kemudian segera diselesaikan 44:54 pemerintah. Tadi Mas Nailo cukup 44:56 komprehensif tadi ee menjelaskan lalu 44:59 bagaimana 2025? Saya sih melihat ee 2025 45:03 ini menjadi momen satu konsolidasi 45:07 terhadap residu 2024 tadi. Di sisi yang 45:11 lain menjadi penentu bagaimana sepanjang 45:15 2025 ini akan menjadi penentu aturan 45:18 main dalam kontestasi politik. Yang saya 45:21 maksud aturan kita tahu revisi 45:24 Undang-Undang Pemilu dan Pilkada masuk 45:26 prolekas dan awal tahun dengan keputusan 45:30 MK yang menyatakan ee pasal 222 ee 45:33 dihapuskan. Artinya semua partai politik 45:36 berhak mengajukan pasangan calon 45:37 presiden dan wakil presiden. Dengan 45:40 catatan MK juga mengatakan ee perlu 45:44 dipertimbangkan kalau jumlahnya banyak 45:46 di yang lain, tapi juga perlu dibatasi 45:49 gitu ya. Jadi sebenarnya MK itu juga 45:51 melemparkan PR kepada pembuat 45:53 undang-undang. Di yang lain eh Presiden 45:56 Thres itu dihilangkan. Tapi di yang lain 46:00 MK mengasih PR agar ada ukuran-ukuran 46:03 atau rekayasa konstitusional agar jumlah 46:06 capres enggak terlalu banyak tapi juga 46:08 dihindari jangan terjadi dominasi. Jadi 46:10 ini sebenarnya repot juga gitu loh. Kan 46:13 sebenarnya jawabannya dari dua sisi itu 46:16 ya ambang batas kan sebenarnya. 46:18 Amang batas. abang batas gitu. Sementara 46:20 abang batas dihilangkan. Jadi, 46:22 jadi ee saya sih melihatnya itu akan 46:25 jadi ee dialektika yang akan cukup 46:28 menguras energi ya. Karena beberapa isu 46:30 selain ee aspek eh presiden threshold 46:34 juga aspek sistem Pilkada. Pak Prabowo 46:37 kemarin juga mengatakan membuka wacana 46:40 Pilkada kembali ke DPRD itu juga akan 46:43 menguras. Jadi 2025 akan menurut saya 46:46 akan lebih banyak menjadi penentuan 46:49 aturan main kontestasi kita ee menjelang 46:53 202. Karena kalau kita ngikutin ee apa 46:57 sisi Undang-Undang 7 2017, tahapan 47:00 pemilu itu dimulai 20 bulan ee sebelum 47:02 pemungutan suara. Kalau pasal itu tetap 47:05 ada, saya pikir ya 2027 itu juga sudah 47:08 mulai tahapan pemilu gitu ya. Bahkan ada 47:11 usulan bagaimana penyelenggara pemilu 47:13 itu terbentuk jauh sebelum tahapan 47:16 dimulai agar ee tidak tidak kemudian ee 47:21 tumpang tindih gitu ya. Ada beberapa 47:22 kasus misalnya penyelenggara pemilu itu 47:25 baru terbentuk menjelang pemungutan 47:26 suara misalnya di Pilkada. Ini kan 47:29 menjadi problem. Jadi keserentakan ee 47:31 pemilu kita itu belum diikuti oleh 47:33 keserentakan pembentuk penyelenggara 47:37 apalagi juga keserentakan pelantingan 47:38 pelantikan ya meskipun ada wacana juga 47:40 akan memundurkan pelantikan kepala 47:42 daerah nantinya. Jadi 2025 ini ee saya 47:45 melihatnya akan ee lebih banyak pada ee 47:49 aspek bagaimana perdebatan diskursus 47:52 tentang aturan main ee di satu sisi. Di 47:55 sisi yang lain juga pasti konsolidasi 47:58 politik ee antar kekuatan partai juga 48:00 akan ee juga akan ee mau enggak mau 48:03 harus dilakukan dengan putusan MK 48:06 terkait ee Presiden Resul ini gitu ya. 48:09 Jadi ee sementara itu Mas ee ee apa 48:14 pembawa acara Mas Haldi ee semoga bisa 48:16 menjadi pengantar diskusi kita nanti. 48:18 Terima kasih. Asalamualaikum 48:20 warahmatullahi 48:20 wabarakatuSalam. Hatur Mas Yohan. Hatur 48:24 nuhun Mas Yohan. Ini narasumbernya cukup 48:27 banyak. Sekarang kita ke Mbah Ria dulu 48:29 ya. Selamat datang juga Bung Rocki. 48:31 Asalamualaikum. 48:32 Waalaikumsalam. Wah, ini ramai nih. Ada 48:34 Bung Rocki nih. 48:35 Bung Rocki sudah sujud syukur itu. MK 48:38 keren. 48:39 Iya 0%. Selamat datang para-para analis. 48:44 Silakan Pak Uriah. 48:47 Oke, makasih Mas Saldi. Ee 48:50 bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 48:51 warahmatullahi wabarakatuh. 48:53 Waalaikumsalam. 48:56 ini senang sekali membuka pagi pagi hari 48:59 nih pagi hari di 49:02 Boston ya 49:04 dengan ee diskusi dan ngomongin politik 49:07 gitu ya. Meskipun ee akhir-akhir ini 49:10 saya terus terang agak malas ya membuka 49:14 berita tentang politik Indonesia karena 49:16 bawannya patah hati terus gitu ya. 49:18 Walaupun kemarin sempat senang karena ee 49:21 ada putusan MK. ee senang tetapi juga 49:24 cemas gitu ya. Karena kita tahu betul 49:27 bagaimana kelakuan para ee politisi ya 49:30 yang biasanya membajak ee proses 49:33 demokrasi gitu ya, yang berjuang ee ke 49:36 MK, masyarakat sipil tetapi yang 49:39 menikmati hasilnya gitu ya dan kemudian 49:41 membajak tuh biasanya politisi. 49:43 Keren, 49:43 Bangardani. Bangani sudah ketawa aja nih 49:47 kelakuan teman-temannya. 49:49 Oke. Ee tadi saya kira sudah banyak ya 49:53 yang disampaikan ya oleh ee ee apa 49:56 namanya ee Mas Nailul dan juga Mas Yohan 49:59 gitu ya. Saya ingin menambahkan ee 50:02 kegelisahan juga gitu ya. Sebenarnya 50:03 menambah kegelisahan tetapi mungkin kita 50:05 bisa melihat apa sih kira-kira yang bisa 50:07 kita harapkan nantinya di 2025 n ee di 50:10 2025 ini gitu ya. Kalau saya mau ee 50:15 meringkas ya, bagaimana menggambarkan 50:18 tahun 2024 itu menurut saya tahun 2024 50:22 memang menjadi tahun roller coaster gitu 50:25 ya buat masyarakat ini kalau kita 50:27 ngomongin buat masyarakat di awal tahun 50:29 gitu ya ada euforia luar biasa euforia 50:32 tahun politik buat politisi, buat rakyat 50:35 gitu ya karena di 50:39 ee masa-masa menjelang pemilulah 50:41 kemudian masyarakat tiba-tiba tiba 50:42 berubah menjadi kembang desa yang selalu 50:44 diperebutkan oleh para politisi, 50:45 kandidat, dan juga partai politik. Kita 50:48 dibikin deg-degan ya ee oleh manuver 50:51 politik ee presiden, politisi. Kita 50:54 sempat diajak ee berpesta dan dihibur 50:57 gitu ya dengan kucuran bansos, dengan ee 51:01 kucuran ee apa namanya 51:03 ee ee money politics gitu ya dari 51:06 politisi kita digocek sama putusan MK. 51:10 kita dibikin mangkel oleh 51:11 keputusan-keputusan politik dan juga 51:13 keputusan hukum ya, keputusan politik 51:16 kita tahu gitu ya, bagaimana kemudian di 51:19 ee menjelang akhir tahun gitu ya ee 51:21 tiba-tiba ada ee undang-undang yang 51:23 keluar yang itu semua ee membuat kita 51:26 kecewa, lalu juga penunjukan-penunjukan 51:28 pejabat yang juga membuat kita kecewa 51:31 gitu ya. 51:33 putusan hukum pun ya dari dari MK, dari 51:35 pengadilan, bagaimana kasus-kasus 51:37 korupsi lewat begitu saja. Itu juga kita 51:40 dibikin mangkal dengan itu semua. 51:42 Hiburan yang kita punya satu-satunya 51:44 adalah berita-berita dari luar negeri 51:46 justru bukan berita-berita dari dalam 51:48 negeri gitu ya. Berita dari luar negeri 51:50 soal prestasi olahraga tuh bikin 51:51 masyarakat senang gitu. Nah, jadi memang 51:56 kalau kita lihat secara politik ya ee 51:59 teman-teman YLT 2024 itu menjadi tahun 52:02 turbulensi 52:03 untuk demokrasi kita gitu ya. 52:06 Lembaga-lembaga utama demokrasi dirusak 52:09 oleh elit. Ee prosedur, mekanisme, dan 52:12 prosesnya juga dibajak oleh elit. Jadi 52:15 ee ketika kita punya optimisme misalnya 52:17 bahwa pemilu ee akan menjadi proses 52:20 demokrasi ya, di mana rakyat punya 52:23 kedaulatan untuk memilih calon-calonnya 52:25 sendiri, tetapi pada saat yang sama kita 52:28 tahu gitu ya, 52:30 pemilu hanya dijadikan sebagai alat gitu 52:32 untuk para politisi berkuasa. tadi Mas 52:34 Yohan misalnya ee menggambarkan gitu ya, 52:36 bagaimana ee pada saat Pilkada meskipun 52:39 secara ee regulasi sebenarnya sudah ada 52:42 insentif buat partai politik gitu ya 52:45 untuk mencalonkan sebanyak-banyaknya 52:48 orang memilih kandidat-kandidat terbaik. 52:51 Tapi apa yang terjadi gitu ya? Yang 52:53 terjadi adalah arena kontestasinya 52:55 dipersempit gitu. Partai politik menurut 52:58 saya bukannya tidak mau memanfaatkan 53:01 ee aturan main yang sebenarnya sudah 53:03 leluasa itu untuk menciptakan kompetisi 53:06 yang ee lebih bebas, yang lebih 53:08 kompetitif, tetapi memang sengaja gitu 53:10 ya, enggak enggak siap berkompetisi. 53:14 Jadi ee terus terang ee saya juga agak 53:17 ragu sebenarnya gitu ya. Apakah 53:19 dihapuskannya presidential threshold 53:21 betul-betul akan dimanfaatkan oleh ee 53:23 partai politik, oleh politisi gitu ya 53:26 untuk menghidupkan demokrasi lebih sehat 53:29 dengan menampilkan calon-calon yang 53:31 terbaik gitu. Ee memberikan kesempatan 53:35 ee ee sebanyak-banyaknya untuk 53:36 kader-kader yang mumpuni atau ya 53:38 kelakuannya akan sama saja gitu ya, 53:40 membajak proses demokrasi gitu. Jadi 53:43 aturan mainnya tidak membatasi, tapi 53:45 partai politik yang membatasi ee 53:47 kontestasi tersebut. Nah, ee 53:52 yang berikutnya juga saya melihat ini ya 53:54 kalau kritik kita terhadap pemerintah 53:56 ya. Ini pemerintah di Indonesia itu kan 53:58 justru malah menjadi absolute ruler gitu 54:00 ya. makna pemerintah itu kan jadinya 54:04 bukannya mengatur untuk kebaikan 54:06 masyarakat gitu ya, bukannya menjadi 54:08 khadimul ummah gitu kalau bahasanya ee 54:11 Bang Mardani gitu ya, tetapi dia menjadi 54:14 absolute ruler gitu ya. Dia ngatur 54:18 sesuka-sukanya aja gitu loh. Memerintah 54:21 memberikan ee membuat keputusan dan lain 54:23 sebagainya tanpa mengabaik eh tanpa 54:26 mendengarkan suara publik, tanpa 54:29 menyerap aspirasi publik. Politik kita 54:31 juga sama. Politik menjadi koruptif, 54:34 bukan maslahah buat orang banyak gitu. 54:37 Karena politik menjadi cara misalnya 54:39 buat para politisi apa? Buat naik kelas 54:40 gitu ya. Politisi kalau pengin naik 54:43 kelas ya sudah. Kemudian apa? Mengikuti 54:46 proses politik 54:48 tanpa mengabai ee apa? tanpa ee 54:51 berpegangan misalnya pada norma, pada 54:55 aspirasi masyarakat, pada tujuan yang 54:59 bisa menjaga demokrasi secara baik gitu 55:01 ya. Jadi ini yang saya kira ee refleksi 55:05 kita, kegeraman kita gitu ya terhadap ee 55:10 pembajakan dan perusakan demokrasi di 55:12 tahun 2024. Pada saat yang sama saya 55:15 kira juga kita masih punya PR berat gitu 55:18 ya yang belum terselesaikan dan saya 55:20 tidak tahu gitu ya apakah ee PR ini juga 55:23 akan diselesaikan gitu. Yang pertama 55:25 adalah soal korupsi ya. Korupsi di 55:28 Indonesia itu kan luar biasa ya 55:31 sistemik, masif, terstruktur gitu ya. 55:33 Ini kalau kita bicara dalam konteks HAM, 55:36 masalah masalah besar kita di HAM itu 55:38 kan adalah persoalan impunitas ya. 55:40 orang-orang yang melanggar HAM justru 55:42 malah ee bisa apa namanya lewat begitu 55:46 saja tanpa ada proses hukuman dan mereka 55:48 bahkan berada di dalam lingkaran 55:50 kekuasaan. Koruptor juga sama di 55:53 Indonesia. Saya melihat impunitas itu 55:55 kok jadinya bukan bukan cuma dinikmati 55:57 oleh pelanggar HAM, tapi juga dinikmati 55:59 oleh koruptor gitu. 56:02 Kalaupun ada yang diproses hukum ya, 56:04 proses hukumnya juga ee apa namanya? 56:07 Sangat sangat ee lipstik gitu ya. Cuma 56:10 cuman polesan doang gitu, tidak sampai 56:15 ee menjerat gitu ya pelaku korupsi. 56:17 Orang orang melakukan korupsi itu 56:19 jadinya enggak malu, bangga gitu ya, 56:21 bisa senyum gitu dan lain sebagainya. 56:23 Yang kedua adalah persoalan sistem 56:25 patronase. Ini yang menurut saya juga 56:26 mengakar sangat dalam diik dan juga di 56:30 budaya kita. 56:31 terutama di partai politik. Nah, ini kan 56:33 menjadi ironi terbesar gitu ya. Partai 56:36 politik adalah institusi utama di dalam 56:40 demokrasi tetapi dia justru mewujud 56:43 menjadi institusi yang paling tidak 56:46 demokratis di Indonesia. Ya, partai 56:49 politik menikmati proses demokrasi, 56:51 pemilu dan lain sebagainya. Tetapi 56:54 begitu menerapkan demokrasi di dalam 56:56 partainya sendiri enggak mau gitu ya. 56:58 yang ada yang dilanggukan adalah sistem 57:00 patronase gitu. Yang eh ketiga adalah 57:03 masalah literasi politik. Ini juga 57:06 menjadi persoalan serius saya kira gitu 57:08 ya. Dan menurut saya ee 57:12 pembacaan gitu ya atau cara para 57:14 politisi yang seringki gitu ya 57:16 menyalahkan masyarakat. Masyarakat kita 57:18 nih enggak e enggak enggak ee apa 57:21 namanya enggak literate gitu ya. Mereka 57:23 kalau pemilu maunya minta uang dan lain 57:25 sebagainya. Politisi mengeluhkan 57:26 mahalnya biaya politik. Tetapi mereka 57:28 lupa bahwa persoalan literasi politik 57:32 itu adalah kesalahan utama politik e 57:36 apa? politisi dan pemerintah. Kenapa? 57:38 Karena memang saya melihat pembodohan 57:40 dilanggengkan. Kenapa pembodohan 57:42 dilanggengkan? Ya karena memang 57:44 menguntungkan politisi pada saat pemilu 57:46 gitu ya. 57:48 Kita lihat teman-teman bahwa salah satu 57:51 fungsi utama partai politik itu adalah 57:52 sosialisasi politik, pendidikan politik. 57:54 Tapi berapa banyak sih partai politik 57:57 kita yang melakukan pendidikan politik? 58:00 Kan enggak ada gitu ya. Jadi ini yang 58:03 menurut saya persoalan serius gitu ya. 58:05 Partai ada tapi fungsi-fungsinya enggak 58:07 berjalan karena partai cuma jadi 58:09 kendaraan demonstratif pada saat pemilu 58:11 saja. Nah, yang keempat ini yang tadi 58:15 sebenarnya sudah disebutkan juga gitu ya 58:16 oleh Mas Nailul gitu dan juga Mas Yohan 58:18 masalah ketimpangan ekonomi. Kelas atas 58:22 dimanja disubsidi, kelas menengahnya 58:25 dijepit, kelas ee bawahnya diabaikan, 58:28 anak mudanya dibiarkan jadi 58:30 pengangguran. Kita membanggakan bonus 58:32 demografi. Kita mengidam-idamkan 58:35 Indonesia emas, tapi yang terjadi adalah 58:37 Indonesia justru jadi cemas gitu kan. 58:40 Sekarang ee kalau saya tanya misalnya 58:42 saya baru baru ee selesai nih ee 58:44 semesteran gitu ya, kecemasan utama para 58:48 mahasiswa saya adalah mereka pengin 58:49 cepat-cepat lulus tapi habis lulus 58:51 mereka bingung. Kenapa 58:56 bingung? ya karena kemungkinan bisa 58:58 melihat kalaupun ada pekerjaan syaratnya 59:01 tuh luar biasa gitu ya di Indonesia 59:05 syaratnya misalnya dari mulai syarat 59:07 umur gitu ya umurnya harus muda tapi 59:09 punya banyak pengalaman 59:11 ee gelarnya harus minimal sarjana 59:15 berpenampilannya menarik gitu ya dan 59:17 lain sebagainya bikin syaratnya tuh 59:18 ngadi-ngadi kalau kata orang Betawi 59:20 padahal kita lihat syarat jadi politisi, 59:23 syarat jadi presiden gampang banget jadi 59:25 politisi. Presiden enggak perlu atau 59:27 jadi capres atau jadi jadi cakada gitu 59:29 ya. Enggak perlu berpenampilan menarik, 59:32 enggak perlu batasan umur. Walaupun 59:35 sudah ada batasan umur itu juga diakalin 59:37 gitu ya. Ee enggak punya pengalaman dan 59:41 lain sebagainya. Level pendidikan juga 59:43 enggak jelas gitu. Jadi, betapa betapa 59:46 ada ketimpangan yang luar biasa gitu ya 59:50 ee antara 59:52 ee sistem yang kita terapkan buat 59:55 masyarakat, aturan main yang kita 59:56 terapkan buat masyarakat dengan aturan 59:58 main yang kita terapkan buat para 59:59 politisi. Nah, partai politik menjadi 1:00:02 tidak representatif, politisinya 1:00:04 koruptif, pemerintahnya inkompeten, 1:00:06 gitu. Jadi gambaran 2024 kita tuh mohon 1:00:09 maaf ya, Teman-teman, memang suram 1:00:11 sekali gitu ya. Dan ee menurut saya ee 1:00:15 satu-satunya hal yang baik ee hari ini 1:00:18 adalah masih ada masyarakat yang 1:00:21 memelihara kemarahan-kemarahan, 1:00:23 kecemasan, ee kegeraman gitu ya kepada 1:00:27 kondisi yang ada. Karena kalau 1:00:28 masyarakat kita sudah apatis tuh berat 1:00:31 gitu ya. Kalau sudah apatis tuh berat 1:00:33 sekali. Masih banyak orang yang 1:00:36 mengharapkan perubahan gitu. Apa yang 1:00:38 kita bisa harapkan di 2025 ini? Tentu 1:00:40 saja kata kunci adalah perubahan ya. 1:00:43 Kalau di Al-Qur'an tuh kan Allah sudah 1:00:45 menyebutkan gitu ya, Tuhan tidak akan 1:00:46 mengubah nasib suatu kaum kalau mereka 1:00:48 tidak mengubah nasibnya sendiri. Nah, 1:00:51 pertanyaannya siapa yang harus berubah? 1:00:54 Masyarakat kah 1:00:57 atau politisi? 1:00:59 Gitu. Kalau saya melihatnya yang harus 1:01:01 berubah itu adalah politisi. Kenapa? 1:01:03 karena sumber masalahnya mereka yang 1:01:07 bikin masalah mereka yang memperburuk 1:01:09 masalah mereka gitu. Jadi kalau kita 1:01:12 ingin memperbaiki kondisi Indonesia di 1:01:16 2025, memperbaiki demokrasi kita, yang 1:01:19 pertama harus diperbaiki adalah komitmen 1:01:22 elit. bagaimana ee para elit gitu ya ee 1:01:25 Pak ee apa Bang Mardani dan teman-teman 1:01:28 gitu ya menjaga komitmennya terhadap 1:01:30 demokrasi sebagai rule of the game, 1:01:33 sebagai tujuan bukan sebagai alat. Nah, 1:01:36 ini menurut saya tantangan terbesarnya 1:01:38 gitu ya. Kenapa? Karena realitanya 1:01:40 adalah hari ini tidak ada partai politik 1:01:45 yang bisa menjadi panutan untuk mewakili 1:01:48 ideologi tertentu, mewakili kebijakan 1:01:51 tertentu demi kepentingan masyarakat. 1:01:54 Begitu ada kebijakan yang berpotensi 1:01:56 merusak, undang-undang yang merusak, 1:01:58 partai politik tuh ee apa namanya? Ee 1:02:01 kalau bahasa Betawi itu engkoan gitu ya. 1:02:03 saling saling ee saling bersatu gitu ya 1:02:06 dengan cepat sekali gitu menyetujui 1:02:08 undang-undang yang merusak itu. Ini kan 1:02:10 yang menjadi persoalan gitu. Jadi partai 1:02:13 politik ee kalau masih dengan 1:02:16 cara-caranya yang lama gitu ya, hanya 1:02:18 sibuk melakukan mobilisasi politik pada 1:02:20 saat pemilu, tidak melakukan kaderisasi 1:02:23 dan pendidikan politik, ini menjadi ee 1:02:26 menjadi PR besar gitu. saya kira 1:02:30 ee PKS misalnya gitu ya, waktu awal-awal 1:02:32 ee dia muncul itu kan ee luar biasa 1:02:35 sekali karena orang melihat oh PKS ee 1:02:38 muncul dengan wajah beda menjadi partai 1:02:39 kader. Tetapi apa yang terjadi kemudian? 1:02:43 Kan tantangannya adalah dihadapkan pada 1:02:46 situasi ini apakah harus menjaga ee 1:02:48 kaderisasi gitu ya, mempertahankan 1:02:51 sistem kaderisasi 1:02:53 ee agar ideologi partai itu bisa mewujud 1:02:55 gitu ya dalam bentuk kebijakan-kebijakan 1:02:57 politik atau larut dengan ee praktik 1:03:02 politik elektoral gitu ya. Karena harus 1:03:04 meraih ee massa sebanyak-banyaknya, 1:03:06 harus bisa survive dalam politik. 1:03:08 Akhirnya adalah yang terjadi trade off 1:03:11 gitu. Ini ideologi mau dibawa ke mana 1:03:13 nih? Dan itu kalau PKS yang partai kader 1:03:16 aja mengalami dilema seperti itu, 1:03:18 apalagi partai-partai di Indonesia yang 1:03:20 mayoritasnya adalah bukan partai kader. 1:03:23 Ee hal yang lain juga ee soal suara 1:03:26 publik. Kita tahu bahwa kunci demokrasi 1:03:30 adalah 1:03:31 pelibatan suara publik. Bukan cuman pada 1:03:34 saat pemilu tetapi juga pasca pemilu 1:03:36 gitu ya. proses pembuatan kebijakan 1:03:39 seharusnya melibatkan 1:03:41 mekanisme konsultasi publik secara 1:03:43 sungguh-sungguh. Dan di sinilah yang 1:03:45 menjadi penting karena apa? Partai 1:03:47 politik seharusnya 1:03:49 ee menjalankan fungsi representasi, 1:03:52 menyerap suara konstituen ya, menyerap 1:03:56 suara rakyat dan memastikan bahwa yang 1:03:59 disuarakan di DPR, di DPRD itu adalah 1:04:03 suara rakyatnya. Kalau partai politiknya 1:04:06 sudah representatif, mau pemilunya 1:04:09 langsung atau tidak langsung enggak 1:04:10 masalah menurut saya gitu. Hari ini kan 1:04:13 apa para politisi sibuk gitu ya berusaha 1:04:16 ee menggolkan agenda nih karena ee 1:04:20 karena pemilu mahal maka ya sudah 1:04:22 pilkadanya enggak langsung aja 1:04:23 kembalikan ke DPRD, percayakan saja pada 1:04:25 partai. Masalahnya partainya enggak 1:04:27 representatif 1:04:29 gitu, partainya koruptif gitu. Jadi, 1:04:31 bagaimana kita bisa percaya pada ee 1:04:34 partai politik untuk memilih sendiri 1:04:38 gitu ya ee ee apa namanya calon pemimpin 1:04:41 gitu yang ada hanya memindahkan saja 1:04:43 gitu politik uangnya dipindahin aja 1:04:46 tadinya di ee masyarakat gitu ya 1:04:49 kemudian dipindahkan ke ee DPR atau DPRD 1:04:52 karena perilaku ee partai politik dan 1:04:55 politisinya tidak berbeda gitu. Nah, ee 1:04:59 terkait dengan itu menurut saya yang 1:05:01 kedua yang ini baru kemudian kita bicara 1:05:03 masyarakat tapi bukan meminta dan 1:05:06 memaksa masyarakat. Masyarakat harus 1:05:08 cerdas, masyarakat harus ee ee apa 1:05:12 namanya? Berani bersuara, kurang berani 1:05:15 bersuara apa Kompas, Mas Yohan, Mas 1:05:17 Nailul dan teman-teman yang lain gitu 1:05:19 kan. Yang yang jadi masalah kan 1:05:21 sebenarnya kalau kita ingin mengharapkan 1:05:24 masyarakat juga berubah penting untuk 1:05:27 menjaga kepercayaan publik terhadap 1:05:28 demokrasi. Janji-janji demokrasi itu apa 1:05:31 sih? Kesejahteraan, kemakmuran 1:05:35 gitu ya. Tapi kan ini yang tidak bisa 1:05:37 diwujudkan ya. Tidak bisa diwujudkan. 1:05:40 Masyarakat disuguhi politik sampah 1:05:42 sehingga apa ya akhirnya ya udah 1:05:45 masyarakat ee ee ditulari gitu ya dengan 1:05:48 perilaku koruptifnya. politisi 1:05:51 apalagi kemudian pasca pemilu yang 1:05:53 terjadi adalah posisi dan daya tawar 1:05:56 masyarakat yang tadinya lumayan tinggi 1:05:59 pada saat pemilu gitu ya karena suara 1:06:00 mereka dibutuhkan pasca pemilu posisi 1:06:03 tawar mereka menjadi sangat lemah 1:06:05 terhadap kekuasaan. 1:06:08 Ketika para politisi sudah berkuasa, 1:06:11 yang terjadi apa? Para penguasa itu 1:06:13 menjadi lebih kuat karena mereka punya 1:06:15 legitimasi hukum. Mereka absah gitu ya, 1:06:18 berkuasa. Mereka punya legitimasi 1:06:20 politik lewat pemilu. Cuma problemnya 1:06:23 penguasa itu selalu bergandingan tangan 1:06:26 dengan oligarki. 1:06:28 Ya, tangan kekuasaan itu memusat di 1:06:31 negara. Sementara rakyat tidak punya 1:06:33 power yang cukup untuk mengawasi 1:06:36 kekuasaan negara. Kita ramai bersuara 1:06:39 gitu ya di 1:06:41 sosial media kita turun ke jalan ada 1:06:43 enggak gitu ya. ee kemudian itu 1:06:46 berdampak tidak pada pada ee perubahan 1:06:49 perilaku elit 1:06:51 gitu ya? No viral no justice itu mungkin 1:06:55 bisa berlaku dalam konteks ee keadilan 1:06:57 hukum. Kita mau mendesak misalnya apa? 1:07:00 Polisi agar ee mengusut sebuah kasus 1:07:03 atau pengadilan gitu ya. Tapi politisi 1:07:05 ini kan yang susahnya tuh di situ suara 1:07:08 publik sudah begitu resah ngomongin ee 1:07:11 PPN 12% ternyata kan enggak enggak 1:07:13 berubah. Yang ada kita diprank gitu ya. 1:07:16 Presiden bilangnya enggak berubah ee apa 1:07:19 enggak jadi naik tapi orang-orang pada 1:07:21 ramai gitu ya ngupload stroke ee 1:07:24 belanjaan isinya ternyata kenaikan itu 1:07:26 sudah 12%. Nah, ee 1:07:31 baru kemudian ya setelah ee kita bisa 1:07:34 mengharapkan ee komitmen elit menjadi 1:07:36 lebih baik untuk menjaga demokrasi, 1:07:39 kemudian juga ee apa namanya kepercayaan 1:07:42 publik bisa dijaga. Yang ketiga yang 1:07:45 juga tidak kalah penting ya ini pesan 1:07:47 dan refleksi saya ee kepada teman-teman 1:07:49 masyarakat sipil gitu ya. masyarakat 1:07:51 sipil tetap penting menjadi kor, menjadi 1:07:55 ee pilar demokrasi ya selain partai 1:07:58 politik. Penting untuk kita terus 1:08:00 menjaga kehadiran dan kekuatan oposisi 1:08:04 ya. Karena apa? Erosi demokrasi yang 1:08:07 terjadi itu kan enggak enggak ujuk-ujuk 1:08:09 dia ada gitu, tapi dia berlangsung lama. 1:08:12 Sehingga apa? Civil society dan juga 1:08:15 oposisi itu harus punya nafas yang 1:08:17 panjang. Imannya juga harus kuat. Ini 1:08:20 juga problemnya nih. Kenapa? Karena 1:08:23 banyak intelektual sibuk jadi tukang. Ee 1:08:26 masyarakat ee sipil sibuk jadi tukang 1:08:29 gitu ya. Sementara para politisnya sibuk 1:08:31 jadi pedagang. Saling barter dengan 1:08:33 oligarki gitu ya. partai politik jualan 1:08:36 kebijakan, oligarki ngasih duit buat 1:08:38 membiayai pemilu. 1:08:40 Nah, ee yang ee terakhir sekali adalah 1:08:43 ee buat teman-teman masyarakat sipil ya, 1:08:45 buat kita semua ya ee penting juga buat 1:08:48 kita kembali ke akar dan juga fungsi 1:08:50 asasi dari masyarakat sipil. Bagaimana 1:08:53 kita bisa merancang 1:08:54 pendidikan-pendidikan politik buat 1:08:56 masyarakat, memperkuat rakyat sebagai 1:08:58 demos gitu ya. ketimbang kita sibuk 1:09:02 men-support ee partai politik, 1:09:05 men-support kandidat, men-support para 1:09:06 politisi. Janganlah kemudian para 1:09:08 aktivis, intelektual apa ee intelektual 1:09:11 gitu ya, sibuk jadi konsultan, sibuk ee 1:09:15 menggalang dukungan ee bikin gerakan 1:09:18 relawan pada saat pemilu demi 1:09:21 mendapatkan ee itu tadi ya kucuran 1:09:24 kekuasaan gitu loh, nempel kepada 1:09:26 politisi. Ini kan susah nih model kayak 1:09:28 gini. Kalau kalau itu yang masih terus 1:09:30 dilakukan, saya ee tidak punya optimisme 1:09:33 ee untuk 2025. Tetapi kalau kita ee 1:09:38 masyarakat sipil gitu ya, mau istikamah 1:09:41 ya, mau berkomitmen untuk menjadi 1:09:45 counterbalance power buat negara, buat 1:09:48 para politisi. Saya optimis eh demokrasi 1:09:51 kita masih akan tetap presili dan pada 1:09:53 saat yang sama tentu saja kita harus 1:09:55 memaksa partai politik, memaksa politisi 1:09:59 untuk ee mengubah dirinya. Dan satu 1:10:01 agenda yang utama di 2025 yang mau kita 1:10:04 dorong dan ini mudah-mudahan ya e karena 1:10:06 di sini ada Bang Mardani gitu ya, 1:10:08 Bang Mardani bisa ee dengan PKS gitu ya 1:10:11 bisa menjadi motor ini mendorong revisi 1:10:15 Undang-Undang Partai Politik. Jangan 1:10:17 cuman ngomongin undang-undang pemilu 1:10:19 doang revisinya, undang-undang partai 1:10:21 politiknya juga harus diubah biar partai 1:10:24 politik tidak menjadi sumber masalah 1:10:26 buat demokrasi kita. Saya tutup di situ. 1:10:29 Ee terima kasih. Wasalamualaikum 1:10:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:32 Waalaikumsalam. 1:10:36 Terima kasih Mbak Huriah. Dan ee 1:10:40 berikutnya Bu Roki persilakan Bu Roki 1:10:43 ya. Apa yang apa yang jadi masih jadi 1:10:46 residu hari ini? 1:10:52 Oke. Eh, 1:10:55 ada kepanikan sebetulnya di dalam 1:10:58 pemberitaan 1:11:00 0% tadi itu. Karena tiba-tiba 1:11:04 sesuatu yang diidealkan 0% justru 1:11:08 dicemaskan. Sekarang ini beberapa orang 1:11:12 menemui saya dan mengatakan, "Buat apa 1:11:15 0% itu?" 1:11:17 Bila 0% itu memang pada akhirnya 1:11:20 koridor untuk Gibran. Jadi kita mesti 1:11:24 lihat bagaimana cara publik melihat 1:11:27 substansinya. Tuh persepsi mendahului 1:11:30 substansi. Jadi persepsi bahwa 0% itu 1:11:34 justru menguntungkan Gibran itu 1:11:35 membatalkan substansi bahwa kompetisi 1:11:37 itu justru harus dibuka sempurna. Kan 1:11:40 itu masalahnya. Jadi kalau kita pindah 1:11:43 pada soal tadi persepsi ini ee hur tadi 1:11:49 mau mau mengucapkan itu bahwa ya bisa 1:11:53 terjadi semacam nilai yang ditemukan, 1:11:55 tetapi pragmatisme politik akan 1:11:58 mendahului value. Itu kan kita baca buku 1:12:01 How Democracy Dies itu. Nah, itu kenapa 1:12:05 dia mati ya? Karena dimatikan oleh elit. 1:12:08 Tentu kontrasnya adalah how democracy 1:12:11 survive. Mesti ada Civic Baren. Itu jadi 1:12:14 itu intinya tuh. Tetapi 1:12:18 mempersilakan semacam eh baring dari 1:12:22 masyarakat Sipil sudah dimulai dengan 1:12:24 persepsi negatif. Apapun bargaining yang 1:12:27 akan dibuat itu hanya menguntungkan 1:12:30 Muliono dan Fufu Fafa. Jadi persepsi itu 1:12:33 sudah terbentuk. Dengan kata lain, 1:12:36 kemungkinan-kemungkinan untuk 1:12:38 membayangkan kembalinya demokrasi harus 1:12:42 dimulai dengan cara membatalkan persepsi 1:12:44 publik. Itu kan itu dasarnya tuh. Nah, 1:12:47 siapa yang harus dibatalkan? Ya, Prabowo 1:12:48 yang mesti dibatalkan. Jadi implisit di 1:12:50 dalam kecurigaan itu orang menganggap 1:12:53 bahwa Prabowo sedang membesarkan macan. 1:12:55 Nah, itu yang saya kira mesti di ya 1:12:58 diperlihatkan secara terang-terangan 1:13:00 supaya kalau dianggap bahwa demokrasi 1:13:03 bisa dihidupkan kembali, orang menuntut 1:13:05 kalau begitu lepaskan ee kandang itu 1:13:08 supaya macan itu pergi ke hutan jangan 1:13:09 ada di dalam kota. Tuh kan itu dasarnya 1:13:11 tuh. Jadi kalau kita mau tadi temanya ee 1:13:15 prediksi ke 2025, kalau kita bilang ya 1:13:18 kita optimis bahwa ekonomi akan 1:13:20 bertumbuh, bahwa politik bisa 1:13:22 diselesaikan dengan cara rasional, 1:13:23 justru kita memperkuat persepsi bahwa 1:13:26 itu akan terjadi. Kan yang kita sebut 1:13:29 outlook artinya kita bagian dari upaya 1:13:31 untuk menghasilkan kemungkinan. Bukan 1:13:34 kita menganalisis kemungkinan itu. Tugas 1:13:36 kita adalah menghasilkan kemungkinan, 1:13:38 bukan menganalisis kemungkinan itu. Jadi 1:13:42 tadi teman dari Kompas e pakai istilah 1:13:45 apa namanya residu itu dan itu mesti 1:13:47 dieksplisitkan karena residu itu kalimat 1:13:50 yang terlalu e teknis kimia itu atau 1:13:54 teknis biologi itu sisa dari penguapan 1:13:56 itu namanya residu. bahan yang tidak ter 1:13:59 ter ter ee terkoneksi secara chemistry 1:14:03 itu namanya residu. Sebut aja bahwa itu 1:14:05 sampah kan maksudnya begitu kan. Jadi 1:14:07 sisa-sisa sampah dari rezim sebelumnya 1:14:10 itu membuat persepsi 1:14:13 tentang kemungkinan kita untuk memasuki 1:14:16 tahun yang e demokrasi bisa dipulihkan 1:14:18 justru batal. Itu jadi soal itu juga 1:14:21 soal ekonomi misalnya. Oke, kita 1:14:23 mengertilah semua figur yang dihasilkan, 1:14:25 semua outlook yang dibuat. Tetapi ada 1:14:28 hal yang seringkiali kita abaikan atau 1:14:30 selalu kita abaikan. Kalau kita sebut 1:14:33 produksi, oke, produksi itu cuman fungsi 1:14:35 teknologi. 1:14:37 Teknologi pasti menghasilkan produksi. 1:14:39 Tetapi masalah kita bukan pada produksi, 1:14:41 tapi pada distribusi. Itu distribusi itu 1:14:44 urusan ideologi, bukan urusan teknologi. 1:14:48 Jadi kalau diproduksi secara teknologi 1:14:50 ekonomi bertumbuh 8% misalnya, walaupun 1:14:53 sudah dikoreksi oleh Grenda ya menuju 8% 1:14:55 bukan 8% lah, kita tahulah ee maksud 1:14:58 itu. Pertanyaan berikutnya, kalaupun dia 1:15:00 bisa 5% 5,6% distribusinya bagaimana? 1:15:05 Jadi, pertanyaan distribusi adalah 1:15:07 pertanyaan ideologi. Keadilan sosial 1:15:09 bagi seluruh rakyat Indonesia itu enggak 1:15:11 ada di dalam metodologi ilmu-ilmu 1:15:12 ekonomi. Itu adalah imperatif moral yang 1:15:16 mesti disediakan oleh negara. Itu 1:15:20 kemanusiaan yang adil dan beradab enggak 1:15:21 ada dalam teori sosiologi itu. Tetapi 1:15:23 itu adalah imperatif etik yang mesti 1:15:25 dihasilkan oleh kebijakan. Jadi, kita 1:15:28 mau tuntut itu sebetulnya. Nah, 1:15:30 bayangan-bayangan itu yang akhirnya 1:15:32 mulai kita lihat ya samar-samar batal. 1:15:34 ada problem e uang yang enggak bisa 1:15:37 dicari oleh Sri Mulyani. Problem fiskal. 1:15:40 Problem fiskal dia sorong ke moneter 1:15:43 supaya Bank Indonesia itu beli. Kalau 1:15:45 dia bikin utang tuh beli di di pasar 1:15:48 perdana bahkan. Itu artinya pemerintah 1:15:50 minta Bank Indonesia cetak uang. Kan 1:15:52 intinya sama aja tuh kan. Jadi 1:15:55 sebetulnya kita tahu bahwa ini bakal 1:15:57 krisis bakal terjadi tuh. Tetapi sekali 1:16:00 lagi, betul tadi bahwa memperkuat civil 1:16:02 society itu tetap eh semacam hukum alam 1:16:06 lah. Enggak ada civil society yang akan 1:16:08 mengalah pada political society. Dalam 2 1:16:12 3 hari ini ni 1:16:14 eh BEM e dewan apa namanya nih 1:16:18 senat-senat mahasiswa, alumnus perguruan 1:16:20 tinggi itu mulai ribut lagi dengan reuni 1:16:23 untuk mempersoalkan legitimasi dari ee 1:16:25 Pak Prabowo. Jadi itu akan hidup terus. 1:16:28 Apalagi setelah 1:16:30 ee skandal bahwa Jokowi itu 1:16:32 dinominasikan sebagai koruptor tertinggi 1:16:34 atau masuk dalam lima nominasi itu pasti 1:16:38 umpan untuk Pak Prabowo tuh. Apakah Pak 1:16:41 Prabowo setiap kali rapat mingguan itu 1:16:44 betah berdampingan dengan seorang yang 1:16:46 tidak punya kapasitas di samping dia? 1:16:49 Kan itu cemoohan yang berlangsung terus 1:16:52 kan. Apakah misalnya Pak Mardani setiap 1:16:54 kali masuk ruang sidang tengok ke 1:16:57 sebelah kanan itu ada foto yang 1:16:58 menggantung yang seharusnya sudah jatuh 1:16:59 tuh kan itu soalnya. Jadi kita juga 1:17:03 mesti ada dalam sikap yang yang 1:17:06 betul-betul e nekad untuk mempersoalkan 1:17:09 legitimasi dari ee rezim ini. Saya ingin 1:17:12 misalnya Pak Mardani satu waktu 1:17:13 mengatakan Bu iya kami mengerti bahwa 1:17:16 kami harus bersama-sama dengan Kim Plus 1:17:18 tapi sekarang kami menjadi Kim Minus. 1:17:20 Apa itu minus 1:17:24 Gibran? Berani enggak? 1:17:27 Kan itu mesti juga kalau kita bicara 1:17:29 terus-menerus dan tidak ada tidak ada 1:17:32 langkah untuk menerangkan itu, maka 1:17:33 masyarakat menganggap ya PKS sebetulnya 1:17:35 adalah bagian dari residu itu juga tuh 1:17:38 yang terbawa terus. Tapi kalau kita 1:17:40 tanya lihat kamu seri ya sampah akhirnya 1:17:42 disebut bahwa PKS juga sampah juga. 1:17:44 Akhirnya kan sampah pada siapa ya? 1:17:46 sampah pada upaya untuk membersihkan 1:17:47 negeri ini. Jadi kelihatannya itu yang 1:17:50 mesti kita lakukan. Semacam benteng 1:17:52 moral itu harus betul-betul diterapkan 1:17:55 dan PKS diminta dari awal karena PKS 1:17:57 yang memulai politik dalam bentuk 1:18:00 benteng moral kan itu dasarnya tuh. Jadi 1:18:03 walaupun kita berteman dengan Mardani 1:18:05 dan kita tahu bahwa Mardani itu 1:18:06 minoritas di situ tuh karena Mardani 1:18:09 bukan bukan ee punya kapasitas untuk 1:18:12 jadi depollektor partai. Kan enggak 1:18:14 begitu tuh. Tetapi orang juga mesti 1:18:16 lihat bahwa di Grindra pasti ada 1:18:18 sejumlah orang yang merasa resah atau 1:18:21 terus-menerus enggak mau bertatapan mata 1:18:23 karena akan dianggap kalian tuh grinder 1:18:25 kok masih memelihara ee sampah di situ 1:18:27 kan walaupun dalam sinisisme itu. 1:18:30 Demikian juga di PKS terutama tuh. Jadi 1:18:32 sekali lagi upaya kita untuk 1:18:35 menghasilkan masyarakat yang beradab 1:18:37 harus dimulai dengan kenekatan moral dan 1:18:39 hanya dalam kenekatan moral itu sosial 1:18:41 barget bisa di di ditempuh lagi tu. Kita 1:18:44 tahu bahwa Prabowo menyimpan siasat. 1:18:47 Oke. Prabowo mengerti bahwa kalau 1:18:50 tekanan publik makin kuat, maka dia 1:18:53 masih punya satu senjata, yaitu dia akan 1:18:56 carikan ee kambing hitamnya. Dan kambing 1:18:59 hitam itu persis di sebelah kiri dia tuh 1:19:00 kalau lagi rapat. Kan itu dasarnya kan. 1:19:03 Jadi tetap politik itu adalah menyimpan 1:19:07 siasat. Tapi bagi masyarakat sipil 1:19:08 bersiasat itu bukan moral demokrasi kan. 1:19:11 Demokrasi itu harus betul-betul secara 1:19:13 konstan mengatakan bahwa kami masyarakat 1:19:17 sipil memelihara ide tentang kemajmukan, 1:19:20 kami masyarakat sipil tentang keadilan. 1:19:22 Semua itu yang yang dulu disebut oleh 1:19:25 siapa tuh? Tof habits of the heart itu. 1:19:27 Habit of the heart ini yang disebutkan. 1:19:30 Jadi saya tak percaya bahwa forum 1:19:32 semacam 1:19:33 eh Mardani Alisera ini eh leaderstock 1:19:37 ini sudah diintai sebetulnya. Sebentar 1:19:39 lagi tuh berani dipanggil oleh ee apa 1:19:42 namanya? Dewan etik apa? Dewan apa tuh 1:19:45 di DPR namanya tuh? Apa namanya itu? 1:19:48 Aman, Bro. Aman. 1:19:50 Maksud saya begitu karena itu ukurannya 1:19:52 tuh kan tetap dianggap ini Mardan ini 1:19:54 kok mengumpulkan eh fifth column eh 1:19:57 koloni kelima nih dan berupaya untuk 1:20:00 mencoba kritis padahal dia adalah 1:20:02 anggota DPR bagian dari Kim Plus. Jadi 1:20:04 itu maksud saya bahwa setiap ee makhluk 1:20:08 politik dia harus menumpang pada isu 1:20:12 moral tuh. Kalau dia enggak mau memimpin 1:20:14 paling enggak dia menumpang. Jadi saya 1:20:15 senang bahwa Mardani tidak gentar ee 1:20:18 dengarin khia memarahi pemerintah, 1:20:22 dengerin ee Kompas itu walaupun 1:20:26 jadi itu aja intinya tuh. Nah, kalau 1:20:28 saya sudah pasti 1:20:30 diupayakan supaya enggak bicara-bicara 1:20:32 lagi kan. Tetapi sekali lagi, sejarah 1:20:34 itu sering tibah tanpa dikehendaki 1:20:36 orang. Dan tiba-tiba sejarah merumuskan 1:20:39 bahwa Jokowi adalah koruptor, nominator 1:20:42 koruptor. Lalu ee ternak-ternaknya itu 1:20:45 saya pakai istilah ternak karena memang 1:20:46 itu beredar. Ternak Mulyono itu ribut 1:20:48 segala macam, itu hoa segala macam. Ee 1:20:51 kenapa lembaga itu apa namanya OCC RP 1:20:54 itu enggak datang ke Indonesia untuk 1:20:56 lakukan riset loh kalau datang riset itu 1:20:57 dia ditangkap justru kan karena enggak 1:20:59 boleh riset begituan tuh. Jadi tetap ada 1:21:02 kekonyolan tuh bahwa apa yang sudah di 1:21:04 dihasilkan 1:21:06 melalui ee OCCP itu dianggap sebagai 1:21:11 menghina negara, menghina presiden. Kita 1:21:13 enggak terhina di situ, kan? Nah, itu 1:21:15 yang kita sebut sebagai pertahanan 1:21:16 moral. seringkiali tiba tanpa kita 1:21:18 sadari itu tiba-tiba lembaga itu taruh 1:21:22 presiden kita di di lima besar itu. Jadi 1:21:24 itu sebetulnya yang kita maksud bahwa 1:21:27 ada hukum yang bekerja dan hukum itu 1:21:30 harus kita pahami sebagai kehendak untuk 1:21:33 mempercepat perubahan. Jadi kita bantu 1:21:35 percepatan itu dengan e ya terus 1:21:38 menyelenggarakan forum yang kita sebut 1:21:40 tadi oleh ee oleh Hurria sebagai 1:21:43 kekuatan masyarakat sipil dan itu sudah 1:21:47 makin lama makin kuat tuh dan ee bahkan 1:21:50 dari dalam masyarakat politik mulai ada 1:21:51 yang ingin berkhianat dan pengkhianatan 1:21:54 itu adalah sah kalau itu demi demokrasi. 1:21:59 Baik, terima kasih Bu Roki. Ini karena 1:22:02 temanya sangat menarik, pembicaranya 1:22:04 banyak dan akhirnya tiba kita di akhir 1:22:06 acara ya. 1:22:07 Betul. sempat belum sempat kita diskusi 1:22:09 mendalam tapi sekaligus closing ideas 1:22:12 nanti ee titip ee kira-kira apa agenda 1:22:16 utama yang harus diperjuangkan 1:22:18 pemerintah satu saja ya dan menurut eh 1:22:20 para narasumber yang harus diperjuangkan 1:22:22 Pak Praboo dan lainnya agar bangsa kita 1:22:25 bisa menjadi lebih baik sekaligus 1:22:27 closing idea ya mungkin persilakan Pak 1:22:29 Mardani. 1:22:30 Makasih Bang Haldi. Makasih, Bro Mbak 1:22:32 Huria, Mas Nailul, Mas Yohan. 1:22:36 Eh, kita punya harapan kepada Pak 1:22:38 Prabowo, be 1:22:40 yourself. 1:22:43 Pak Prabowo eh a true warrior. 1:22:46 Puluhan tahun mulai dari Indonesian 1:22:49 Paradox bukunya sampai ke yang baru. 1:22:52 Saatnya beliau mewujudkan. Tapi 1:22:55 tidak ada satu titik pertemuan antara 1:22:59 hak dan batil. Pak Prabowo harus berani 1:23:02 memilih bersama kebenaran. Makasih. 1:23:07 Selagi di PW nih Marda nih ngomong 1:23:09 begitu 1:23:11 orang diomongin benar kok. 1:23:16 Makasih Pak Warani. Berikutnya Mas 1:23:18 Nailul silakan. 1:23:21 Iya. Harapan saya kalau banyak ya 1:23:25 sebenarnya, tapi kalau cuma satu kita 1:23:27 berusaha untuk membuat kebijakan ekonomi 1:23:31 yang tadi yang sampaikan ee Bung Rocky 1:23:34 itu distribusinya secara tepat, tidak 1:23:37 ada lagi ketimpangan dan kemiskinan bisa 1:23:40 jauh lebih berkurang. Salah satunya kita 1:23:43 dorong nih dari DPR juga merevisi 1:23:47 Undang-Undang HPP yang di situ 1:23:50 sangat-sangat rancut sekali dan membuat 1:23:53 publik geger dalam 2 bulan terakhir. Itu 1:23:56 aja mungkin dari saya 1:23:58 batalkan 12%. Keren, Mas Nailul. 1:24:02 Baik terima kasih Mas Nailul. Berikutnya 1:24:04 Mas Yohanilakan 1:24:06 ya. Ee saya sih lebih tadi sepakat ya 1:24:09 sama Huria soal bahwa agenda ke depan 1:24:12 reformasi partai politik itu menjadi ee 1:24:15 kunci karena hampir semua hajat hidup 1:24:18 kita itu hulunya partai. Semua kebijakan 1:24:22 itu partai. Sementara ironisnya yang 1:24:25 menjadi problem itu juga partai. Jadi ee 1:24:28 di satu sisi MK membuka peluang semua 1:24:31 partai. Tapi kalau kita mer-review kuala 1:24:35 apa kesiapan kelembagaan partai politik 1:24:37 kita, setidaknya kalau mengacu ee indeks 1:24:40 perlembagaan parpol yang dikeluarkan 1:24:42 Brin kemarin itu enggak banyak partai 1:24:44 yang memenuhi syarat kelembagaannya 1:24:46 baik. Ya, PKS termasuk salah satu ee 1:24:49 kelembagaannya yang baik. Sementara 1:24:51 partai-partai yang lain itu secara 1:24:53 kelembagaannya itu kurang ya. Jadi kalau 1:24:56 kita dari ee dari aspek ee kesiapan 1:24:59 kelembagaan itu hanya partai yang ada di 1:25:02 parlemen ya, studi Brin, belum 1:25:04 partai-partai yang di luar parlemen. 1:25:06 Padahal kalau kita lihat putusan MK itu 1:25:09 semua partai punya peluang yang sama. 1:25:11 Jadi ini PR ketika tiket ee 0% itu 1:25:15 terbuka luas ee di sisi yang lain 1:25:18 kekhawatiran kita kelembagaan partai 1:25:20 tidak siap untuk kemudian merespon itu 1:25:23 secara positif gitu ya maksudnya. tidak 1:25:25 sekedar ee ee mereka punya tiket, tapi 1:25:29 bagaimana kemudian tiket itu benar-benar 1:25:30 dimanfaatkan untuk kepentingan ee 1:25:33 penguatan ee kelembagaan di satu sisi, 1:25:36 di sisi yang lain juga untuk menampung 1:25:38 aspirasi publik. Karena itu putusan MK 1:25:41 memang harus diikuti dengan reformasi ee 1:25:44 kepartaian, undang-undang partai 1:25:45 politik. Saya membayangkan misalnya ada 1:25:48 undang-undang di partai politik itu 1:25:50 setiap pejabat publik yang diusung 1:25:52 partai politik itu dia harus menjadi 1:25:54 kader partai itu minimal 5 tahun 1:25:56 misalnya. Jadi itu kan tidak ada. Jadi 1:25:59 ee aspek ee kaderisasi partai itu harus 1:26:03 masuk dalam ee dalam undang-undang. 1:26:05 Selama ini kan hanya dibahas umum itu 1:26:08 diserahkan ke masing-masing partai. Tapi 1:26:10 kalau secara operasional rekayasa 1:26:12 konstitusionalnya menyangkut hal-hal 1:26:14 yang lebih teknis. pejabat publik yang 1:26:16 diusung partai harus kader partai 1:26:18 tersebut minimal 5 tahun. Jadi tidak ada 1:26:21 lagi perdebatan dia kader partai apa 1:26:23 tidak. Ya harus jadi kader partai. 1:26:26 Karena kalau kita lihat tidak ada ee ada 1:26:28 gejala syarat yang tidak imbang antara 1:26:30 Calek dan Cakada atau capres. Tidak ada 1:26:33 syarat menjadi anggota partai. Itu 1:26:35 capres dan cakada. Sementara Calek harus 1:26:37 anggota partai. Nah, keseimbangan ini ee 1:26:40 dalam artian memang untuk menata 1:26:42 kelembagaan partai harus menjadi isu 1:26:45 dalam ee revisi Undang-Undang Pemilu dan 1:26:48 Partai Politik, gitu ya. Jadi, jadi 1:26:50 setidaknya eh ada political engineering 1:26:53 yang juga sudah disebut oleh MK dengan 1:26:56 bahasa rekayasa konstitusional itu agar 1:26:59 pembuat undang-undang juga menampung ee 1:27:01 hal-hal seperti itu. Saya pikir itu yang 1:27:04 menjadi hulu dan menjadi PR 2025 ini 1:27:06 akan menjadi ee agenda yang penting 1:27:09 untuk dilakukan ee sebelum kemudian 1:27:12 memasuki fase ee apa ee fase pertarungan 1:27:16 ee kondisi-kondisi di luar itu ya, di 1:27:19 luar isu-isu revisi undang-undang 1:27:21 termasuk bagaimana pemerintahan Prabowo 1:27:23 Gibran ini merealisasikan janji-janji 1:27:26 politiknya. Kalau kita lihat mengacu 1:27:28 survei Kompas tadi, ada harapan besar 1:27:31 memang ee pemerintahan ini ee 1:27:33 merealisasikan janjinya, tapi juga di 1:27:36 sisi yang lain ada kekhawatiran besar ee 1:27:38 mereka tidak mampu merealisasikan 1:27:40 janji-janjinya yang relatif ee tidak 1:27:42 mudah untuk diwujudkan ya. Termasuk tadi 1:27:45 ee pertumbuhan 8% hal-hal yang sifatnya 1:27:49 memang masih jauh di tengah kondisi 1:27:51 ekonomi kita yang tidak muda saat ini. 1:27:53 Mungkin itu. Terima kasih. 1:27:54 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:27:56 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 1:27:59 Terima kasih, Mas Yohan. Berikutnya Mbak 1:28:02 silakan 1:28:04 ideas ya. Kalau 1:28:08 bisa ngasih pesan ke Presiden kayaknya 1:28:12 harapan pertama adalah 1:28:15 ee memperkuat 1:28:18 kompetensi pemerintah dan salah satunya 1:28:21 adalah dengan itu penting banget gitu 1:28:22 ya. ini belum apa-apa menterinya sudah 1:28:24 banyak yang bikin blunder dari mulai 1:28:27 pernyataan gitu ya, kemudian juga ee 1:28:29 pidato sikap dan lain sebagainya. Ee ini 1:28:32 penting sekali menurut saya ee kalau ee 1:28:35 presiden gitu ya ingin 5 tahun ke depan 1:28:38 ee kepercayaan publik ee dan juga 1:28:40 kepuasan publik ee tetap terjaga. Buat 1:28:42 kebijakan yang ee baik dan batalkan 1:28:45 kebijakan-kebijakan yang tidak bijak. 1:28:47 Kemudian untuk partai politik saya ee 1:28:49 sahabat seperti yang sudah saya 1:28:50 sampaikan di awal gitu ya, partai 1:28:52 politik harus mereformasi dirinya, 1:28:54 memperbaiki dirinya, memotong 1:28:56 kanker-kanker yang ada di dalam tubuh 1:28:58 partai politik sehingga bisa menjadi ee 1:29:01 pilar demokrasi yang diharapkan oleh ee 1:29:04 masyarakat dan buat teman-teman 1:29:06 masyarakat sipil, buat kita semua ya 1:29:07 sebagai rakyat penting buat kita untuk 1:29:10 terus menjaga kegelisahan dan juga 1:29:12 menjaga resiliensi. Karena kalau politik 1:29:15 terus dikorupsi, demokrasi terus 1:29:17 dikorupsi oleh para politisi, maka 1:29:19 masyarakat sipilah yang seharusnya gitu 1:29:23 ya menjadi garda terdepan di dalam ee 1:29:26 menjaga dan merawat demokrasi. Terima 1:29:28 kasih. 1:29:32 Terima kasih Mbak dan terakhir Bung 1:29:35 Rocki persilakan the greatas. 1:29:38 Coba bayangkan itu tadi e siapa teman 1:29:41 dari Kompas itu menginginkan agar 1:29:44 pemerintahan Prabowo Gibran 1:29:46 menyelesaikan tugas-tugas. Ngapain masih 1:29:49 pakai pemerintahan Prabog Gibran? Kan 1:29:52 itu juga mencerminkan mental yang takut 1:29:54 perubahan itu kan. Coba Kompas misalnya 1:29:57 mulai hari ini nulis saja pemerintahan 1:29:59 Prabowo Gibran jangan ditulis. 1:30:01 Kita melihat Anda akan ditegur oleh e 1:30:04 Mutia atau siapa. Coba kan itu yang kita 1:30:06 sebut sebagai kejujuran di dalam 1:30:08 berpolitik gitu kan. Dan eh kalau kita e 1:30:12 ajukan semacam proposal apa yang mesti 1:30:13 dilakukan di 2025? Saya ingin Presiden 1:30:17 Prabowo mengatakan saya akan lakukan 1:30:20 radical break. Lalu orang bertanya-tanya 1:30:23 apa itu radical break? 1:30:25 Bukan sekedar e mengamputasi 1:30:28 menteri-menteri tadi yang disebutkan 1:30:29 oleh Huriang, tetapi juga mengamputasi 1:30:32 hubungan dia beliau dengan Mulyono itu 1:30:34 dasarnya tuh kan kita mesti call 1:30:37 segitunya. Jadi kalau kita cicil enggak 1:30:39 ada gunanya harus tunai bahwa Prabowo 1:30:41 harus dilakukan radical break dengan 1:30:43 rezim sebelumnya dalam kurung Mulyono 1:30:46 itu nanti Kompas yang tulis tuh. 1:30:47 Makasih, 1:30:50 makasih Bu Rih. Dan dengan demikian 1:30:53 berakhirlah 1:30:54 Kompas belum pakai Mulyono Bang Roki. 1:30:57 Itu soalnya kan 1:31:00 ya. Terima kasih semua narasumber ILT 1:31:02 kita di awal tahun terkait dengan 1:31:04 harapan kita agenda besar Indonesia di 1:31:06 tahun 2025 tadi para narasumber sudah 1:31:09 memberikan masukan, harapan eh kira-kira 1:31:12 radical break atau radical action apa 1:31:14 yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan 1:31:17 ee dan para pihak terkait ya agar bangsa 1:31:21 kita di tahun 2025 ini memang memiliki 1:31:24 perubahan yang signifikan untuk 1:31:26 kemakmuran dan kejayaan bangsa. Amin. 1:31:29 Sampai ketemu pada acara insall stok 1:31:32 pada pekan depan pada waktu dan channel 1:31:34 yang sama. Terima kasih. Asalamualaikum 1:31:35 warahmatullahi wabarakatuh. 1:31:36 Waalaikumsalam.