Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Mas Agus, 0:21 apa kabar, dokter? Sehat, dokter? 0:23 Alhamdulillah. 0:26 Baik, dokter. [berdehem] 0:28 Ee kita melihat perkembangan terbaru di 0:31 Timur Tengah ini menunjukkan bahwa kami 0:35 ingin menyoroti masih terkait dengan 0:38 Iran ya. Karena memang yang menjadi 0:40 fokus masyarakat internasional adalah 0:42 konflik yang terjadi antara Israel, 0:45 Amerika Serikat dan juga Iran. Kita 0:48 melihat bahwa Iran kemudian Israel dan 0:50 Amerika Serikat ini belum benar-benar 0:53 mereda. 0:55 Salah satu laporan yang paling menyita 0:58 perhatian datang dari media Amerika yang 1:00 menyebutkan bahwa persediaan rudal 1:03 pertahanan Amerika Serikat ini mengalami 1:05 penurunan yang sangat signifikan setelah 1:09 menghadapi serangan rudal Iran. Laporan 1:12 dari Departemen Pertahanan Amerika 1:14 Serikat ini menyebutkan sebagian besar 1:17 stok rudal pencegat telah terpakai ini 1:20 kurang lebih ada 80%. Ini tadi juga 1:23 sudah dibacakan oleh Pak Ihsan di ee 1:26 topik berita di mana rudal pencegat ini 1:30 terpakai dalam operasi pertahanan 1:32 kawasan 1:33 sehingga memunculkan kekhawatiran 1:36 tentang kesiapan militer Amerika Serikat 1:38 apabila konflik kembali meningkat. 1:42 Namun di saat yang sama, dokter muncul 1:44 laporan bahwa Iran melihat tanda-tanda 1:47 positif dalam pembicaraan dengan Oman 1:50 mengenai selat Hormus. Selat sempit yang 1:54 menjadi jalur utama pengiriman minyak 1:56 dunia ini selama ini dianggap sebagai 1:59 salah satu titik paling strategis di 2:02 planet ini. Namun jika ketegangan di 2:05 hormus kembali meningkat, dampaknya 2:07 tidak hanya dirasakan oleh negara-negara 2:10 teluk, tapi juga harga energi, kemudian 2:14 inflasi global dan perekonomian 2:16 negara-negara berkembang termasuk 2:18 Indonesia akan terasa dampak dari Selat 2:22 Hormus ini. Ee di lain pihak, Iran juga 2:27 menegaskan bahwa isu Palestina akan 2:31 tetap menjadi prioritas. dan menyatakan 2:34 akan menghormati keputusan Hamas dalam 2:37 proses negosiasi. Di sisi lain, berbagai 2:41 laporan menyebut adanya persiapan 2:44 militer baru dari Amerika Serikat dan 2:46 Israel. Sementara Pentagon dituding 2:50 mengubah metodologi perhitungan korban 2:52 perang sehingga memunculkan kecurigaan 2:56 bahwa angka korban sebenarnya lebih 2:58 besar daripada yang diumumkan kepada 3:01 publik. Nah, dokter melihat dari ee 3:06 konflik yang terjadi di Timur Tengah, 3:08 bagaimana kemudian kita melihat bahwa 3:11 laporan yang menyebutkan Amerika Serikat 3:14 ini kehabisan hampir 58% 3:17 stok rudal pertahanannya. Apakah ini 3:20 kemudian benar-benar menunjukkan ee 3:22 melemahnya kekuatan militer Amerika 3:25 Serikat ataukah justru bagian dari 3:27 strategi untuk meminta anggaran 3:30 pertahanan yang lebih besar? Dokter 3:34 ya. Eh, Masus kita melihat bahwa ini 3:38 cukup panjang di dua prediksi Amerika 3:40 karena mereka memperkirakan 2 minggu 3:43 selesai masalah ini dan ini kan e banyak 3:46 menimbulkan ee korban ya terutama bagi 3:50 tentara Amerika. Kalau misalnya contoh 3:52 gini Mas eh Mas Agus kalau misalnya 3:54 tentara Amerika mati satu ya Iran 10 itu 3:57 bagi Amerika sesuatu yang sangat 3:59 mengguncangkan. Padahal yang mati satu 4:01 orang gitu. 4:03 Jadi memang Amerika dengan jumlah korban 4:05 yang 4:07 besar ini menjadi pergolakan dalam 4:09 negeri. Jadi Amerika kenapa merubah cara 4:12 melihat atau memandang korban itu untuk 4:15 mencegah atau meredam ee gejala politik 4:18 yang terjadi di dalam negeri masa. Jadi 4:20 terlepas apapun itu terserah merekalah. 4:22 Tapi kan itu tetap nyawa manusia tetap 4:25 itu adalah angka dan tetap itu adalah 4:28 manusia yang mati. Jadi ini jadi pukulan 4:30 bagi Amerika. Saya pikir bagi kita itu 4:33 enggak enggak terlalu penting ee ee Mas 4:35 Agus karena memang inilah upaya-upaya 4:37 dilakukan oleh Amerika untuk tidak 4:39 menimbulkan gejolak ee di masyarakat. 4:42 Sebagaimana kita melihat dulu perang 4:44 Vietnam kan dengan jujur Amerika merilis 4:47 korban kan gejolak itu luar biasa. Jadi 4:50 ini kan untuk mencegah itu. Nah, kalau 4:52 kita lihat lagi Mas Agus bahwa ee yang 4:55 sebelumnya yang sebelumnya untuk 4:56 perjanjian di Swiss itu kan itu kan 4:59 alasannya karena memang ee tekanan 5:01 begitu kuat tekanan ekonomi bagi warga 5:04 Amerika. Nah, tapi sekarang ini beda 5:06 lagi babnya nih Masus. memang yang 5:08 dilaporkan ee banyak apa namanya 5:12 rudal-rudal rudal-rudal ee penangkal itu 5:15 kelihatan patriot ini kan pada kehabisan 5:18 stoknyaus karena memang rudal-rodal itu 5:21 tidak dipersiapkan untuk perang dengan 5:23 Iranus memang roda-rudersiapkan untuk 5:26 menghadapi Rusia dan Cina kan dengan 5:28 ruda mereka yang jauh lebih besar gitu 5:30 loh. Jadi berimbang dari dari harganya, 5:33 dari kekuatannya, dari semua halnya lah 5:36 dari segi kualitasnya itu itu ada agak 5:38 berimbang. Tapi ini kan perang atrisi 5:41 ini Mas Agus. Jadi perang asimetri ini 5:44 kan juga bagi Iran bagaimana bukan 5:48 banyak-banyak mati atau banyak hancurnya 5:50 Amerika tapi sejauh mana diaah Amerika 5:52 bisa bertahan dengan perang panjang ini. 5:54 Iya. 5:54 Dan Iran tahu bahwa perang panjang 5:56 Amerika akan kalah. 5:58 Ini dibuktikan di Vietnam kan. Tapi 6:00 kalau jangka pendek dia dia akan menang. 6:03 Afghanistan jangka panjang ko di Ira 6:05 jangka panjang juga ke dia lebih jaga 6:07 pendek kalau di IR. Makanya gampang 6:09 gampang ditumbangkan. Tapi dalam 6:11 maintenance itu kan juga mengangi banyak 6:13 korban bagi Amerika. Jadi saya pikir 6:15 Masangga itu ada ee Mas Agus itu juga 6:17 ada memang ada alasan bagi Iran, bagi 6:20 Amerika untuk berdamai ya untuk apa 6:23 menuju perundingan karena memang stok 6:25 senjata ini juga berkurang. terlepas 6:27 apapun nanti ada argumentasi mereka 6:30 membutuhkan anggaran untuk melanjutkan 6:32 perang itu hal yang nomor dua. Tapi 6:34 kalau logika sederhana dengan jumlah 6:36 drone yang sederhana dipaskan oleh Iran 6:39 kemudian diintersep dengan rudal-rudal 6:41 yang canggih pasti secara secara 6:43 normatif pasti berkurang Mas Agus. Dan 6:45 itu juga yang dikhawatirkan Amerika 6:48 kalau bisa tiba-tiba terjadi serangan 6:50 dari Cina atau dari Rusia. Jadi mereka 6:52 bagaimana harus membentengi e teritori 6:55 ee negara Amerika atau negara-negara 6:57 sahabat. Ini juga pertimbangan e Mas 6:59 Agus. Maka, maka terjadi gejola di DPR. 7:01 DP kan menolak itu anggaran itu k memang 7:04 mereka mempertanyakan artinya kenapa 7:06 argumentasi-argumentasi si PT Head ini 7:09 di setiap saat ini kok berubah-berubah 7:11 puyeng orang-orang kongres ya dia 7:13 katakan A besok B besok A jadi ini 7:16 maksud maksudnya apa gitu kita menang 7:18 atau kalah perang ini kan gitu gara-gara 7:20 bahasa jadi 7:21 jadi Amerika tidak berani mengakui bahwa 7:23 mereka kalah tapi kadangnya kan bisa 7:25 menamparlah sebuah negara adidaya tapi 7:28 memang memperpanjang perang ini juga 7:30 juga akan menguras ee sumber daya mereka 7:33 ini posisi sitra ini posisi yang 7:35 sangat-sangat dilematis nih Masus. Jadi 7:38 sekarang mau tarik lagi ke perjanjian 7:40 nanti perang lagi gitu kan puyang si si 7:43 si Trum ini gimana cara menaklukkan 7:45 mentaklukkan Iran ini kan dan memang eh 7:49 ada ada pengamal mengatakan sebenarnya 7:50 Iran ini ada super power yang ketiga 7:52 setelah eh eh keempat setelah Amerika, 7:55 Cina, Rusia dan ee kemudian ee Iran. 7:58 Jadi sebenarnya Amerika melakukan ini 8:01 karena dia enggak tahu celah lagi e Mas 8:03 Agus tadi ancaman segala macam akan 8:05 meratakan Iran segala macam ee apa 8:08 teriakan atau gertakan-gerakan Trump di 8:11 media sosial dia 8:12 ini menandakan bahwa ee Amerika sudah 8:15 sudah kalah kehabisan apa akal atau 8:18 tenaga atau cara dalam menaklukkan Iran. 8:21 He. 8:21 Jadi, jadi kita lihat perkembanganlah 8:23 Mas Hah. Apakah perkembangan ini 8:24 nantinya akan ee berlanjut atau 8:27 bagaimana? Tapi Iran dengan perjanjian 8:29 sama Oman, Oman sepakat bahwa mereka 8:32 akan ee istilahnya ini sel-seluk kita 8:36 berdua teluk telur telur kita berdua 8:39 sepakat itu kan 8:40 kalau masuk melalui Oman yang yang 8:42 premannya gitulah kalau keluar tuh Iran 8:45 yang handle. H. 8:47 Jadi, jadi sejauh mana apakah Oman akan 8:50 bertahan dengan tekanan Amerika? Ya, 8:52 kita lihat nanti apakah apa [berdehem] 8:54 akan berani 8:56 Kak gitu. 8:56 Baik. Selama ini kan kita juga ee 9:00 mendengar Iran sering digambarkan 9:03 sebagai pihak yang tertekan oleh sanksi. 9:06 Ee 47 tahun sanksi dijatuhkan oleh 9:09 negara-negara barat di atas Iran. Namun 9:13 jika persenjatanya mampu menguras stok 9:15 rudal pertahanan Amerika ini, Dok. 9:17 Apakah kemudian Iran sebenarnya ini 9:19 lebih kuat daripada yang selama ini 9:21 dipersepsikan oleh Barat? 9:25 Ya, Mas Agus. Memang Iran kan dia kan 9:27 punya punya tujuan, Mas. Jadi, kenapa 9:29 mereka itu membuat revolusi Islam Iran 9:32 sebuah negara yang yang berbeda dengan 9:34 sistem konstitusinya dengan 9:36 negara-negara yang lain? Mas Agus mereka 9:37 punya tujuan tujuan mereka itu adalah 9:39 merebut Yerusalem yang bahkan 9:41 diputuskanlah di di PT DPR mereka bahwa 9:44 2045 Yerusalem harus direbut. Nah, jadi 9:47 karena mereka itu sangat sangat ee kekeh 9:50 dengan tujuan mereka dan mereka harus 9:52 melawan Amerika, mereka juga harus 9:53 melawan Israel sehingga musuh mereka itu 9:56 duaus Amerika dan Israel. Nah, makanya 9:59 selama hampir 50 tahun mereka 10:00 mempersiapkan segala sesuatu sumber daya 10:02 alam, sumber daya manusia mereka untuk 10:07 menaikkan grade mereka masa sehingga 10:09 mereka itu dalam hal teknologi militer 10:12 mempunyai posisi yang setara dengan 10:13 Israel atau satu-satu kastalah di bawah 10:15 Amerika misalnya seperti itu. Jadi, jadi 10:18 selama ini hampir 50 tahun mereka 10:19 mempersiapkan segala sesuatu. Contoh 10:21 misalnya mereka mempersiapkan ee 10:23 bagaimana membuat ee industri militia 10:25 itu di bawah tanah hampir 600 ee kilo di 10:28 bawah itu 600 m ya 1 m di bawah itu 10:31 ini menandakan bahwa mereka sudah sangat 10:33 mempersiapkan sesuatu dan mereka tahu 10:35 bahwa pola perang Amerika itu sama 10:37 hancurkan kemudian rebut itu kan 10:39 dilakukan di mana-mana gitu kan. Contoh 10:41 perang di Irak kan dibombardi itu berapa 10:43 hari bombardi sampai lemah sumber daya 10:46 kunan instalasi militer hancur baru 10:47 dikirim tentara jadi tentara masuk sudah 10:49 aman gitu loh dan Iran tahu itu di 10:52 Afghanistan hal yang sama dilakukan oleh 10:54 Amerika karena tahu itu mereka 10:55 mempersiapkanlah segala sesuatu yang 10:58 menjadi tameng tameng alamlah untuk 11:00 mereka sehingga kalaupun terjadi 11:02 pembohoman yang begitu masif 11:05 berhari-hari mereka bisa bertahan di 11:07 bawah perut bumi masa karena 11:09 alam Iran itu mendukung untuk perang 11:12 panjang ya kan gunung itu kan sampai 11:14 mendukung sehingga Amerika walaupun 11:15 dikatakan didorong untuk perang darat 11:18 dan Iran mengharapkan juga terjadi 11:19 perang darat tapi kan tidak dilakukan 11:21 oleh Amerika karena mereka itu ada 11:22 gunung kalau dipaksakan sama juga mereka 11:26 masuk ke neraka kira-kira gitulah 11:27 bahasanya ini jadi Iran hari ini 11:29 memegang memegang kartu truth dia yang 11:32 memainkan karena pertujuan perang itu 11:35 kan menjatuhkan rezimcurkan nuklir 11:37 kemudian mengganti rezim kan gitu Mas 11:39 Gus sekali enggak enggak Enggak enggak 11:40 terealisasi kan. Artinya apa? Artinya 11:42 perang ini gagal kan. Kalau gagal 11:44 berarti yang menang siapa ya? Yang 11:45 bertahan yang menang. 11:46 Nah, makanya kita lihat juga dari 11:47 butir-butir kesepakatan mereka baik di 11:49 Islamaban maupun yang di Swiss itu semua 11:52 kan menggambarkan ee yang kontrol semua 11:55 Iran kan. Ini menggambarkan bahwa ee 11:57 butir-butir itu menggambarkan orang 11:59 pemenang, pemenang perang. Jadi, jadi 12:01 kalau dia kan kalau perang tu kan ada 12:03 yang menang, ada yang seri, ada yang 12:04 kalah. Mas Gus kalau seri itu take and 12:06 gift lah. Sudah dapat ini, dapat ini 12:08 take and gi. Tapi dia butir 14 butir 12:11 itu, itu semua adalah ee memocokkan 12:14 Amerika. Nah, makanya saya berani klaim 12:16 bahwa ini kemenangan kemenangan Iran ya. 12:19 Karena bukan kalau jumlahnya mati 12:20 mungkin banyak mati Iran banyak yang 12:22 hancur banyak hancurnya Iran. Tapi 12:24 kehancuran kematian itu kan bukan ukuran 12:26 ukuran strategis untuk mengatakan dia 12:28 menang atau kalah perang masa. Jadi 12:30 Amerika tadi bilang hancur juga tapi kan 12:32 lebih terselektif ke pang-pan Amerika, 12:34 kabara Amerika dan mungkin ada berapa 12:37 oranglah warga-warga lokal yang kena 12:39 kena kena ee akses akses daripada 12:41 serangan Iran. Tapi intinyaus bahwa ee 12:45 mungkin perang itu dimenangkan oleh apa 12:48 ee pertempuran dimenangkan oleh Amerika 12:50 tapi perang dimenangkan oleh Iran kalau 12:52 bahasanya itu. 12:53 Dan kita saat ini melihat Iran menuju 12:57 sebuah negara adidaya di kawasan Timur 12:59 Tengah. Begitu dokter 13:00 ya. Saya saya mulai sana ke sana. Jadi 13:03 jadi ini kan kendala Irang karena mereka 13:05 itu diblokade. Jadi enggak enggak bisa 13:07 mereka mengimprove ya mengimprove banyak 13:10 hal, membangun banyak hal kan 13:11 keterbatasan ee finansial. Tapi kita 13:14 lihat dengan mereka bertahan aja gejolak 13:16 bisa mereka redam kemudian pengemis 13:18 mereka di sana enggak ada, kesejahteraan 13:20 bisa meningkat, mahasiswa bisa keluar di 13:22 mana-mana, teknologi berkembang pesat, 13:25 kemudian pengetahuan ee apa angka-angka 13:27 salua mereka berkembang pesat. Jadi 13:29 sebenarnya ee ya mungkin sedikit ya 13:33 sedikit yang mereka ee yang mereka 13:35 rasakan istilahnya gini Mas kalau mereka 13:37 bisa maju dalam 1 tahun bisa kalau 13:39 mereka enggak diblokade maju dalam 5 13:41 tahun misalnya ya 5 tahun bisa maju 13:42 mereka di blokade ya agak mundurlah saya 13:45 15 tahun tapi intinya arahnya itu sudah 13:47 benar arah mereka sudah benar jadi 13:49 hikmah yang diambil apa pengalaman siram 13:51 saya mereka hidup lebih sederhana kan 13:54 bisa menghemat mereka itu lebih lebih 13:57 apa ya lebih hati-hati di semua jadi 13:59 cuma cuma mereka perhitungkanlah jadi er 14:02 barang apa bahan-bahan makanan mereka tu 14:04 terjangkau dan mereka bandingkan dengan 14:06 predussa Iran dulu yang dekat sama 14:08 Amerika. Jadi ketika mereka dekat sama 14:10 Amerika yang mereka rasakan apa? Harga 14:12 diri jatuh. Kemudian ekonomi mereka 14:15 ambruk. Kemudian kebebasan mereka pun ya 14:18 sama seperti sekarang. E enggak enggak 14:20 enggak enggak beda-beda amatlah. Saya 14:23 Mas Agus lebih sepakat Mas Agus di di 14:25 negara-negara Arab termasuk juga masuk 14:27 juga Iran itu jangan jangan demokrasi 14:29 kalau demokrasi kayak Amerika itu hancur 14:32 mau tanya 14:33 kan memang bukan mereka dirancang 14:35 genetik mereka itu bukan untuk demokrasi 14:38 oke demokrasi demokrasi ala mereka gitu 14:40 ya apa 14:42 ala-ala kabilahlah 14:44 ala-ala suku mereka jadi jadi 14:47 Irak contoh Mas Agut dipaksakan 14:49 demokrasi Amerika kan kita lihat 14:50 sekarang bagaimana dan itu memang 14:51 diharapkan Kalau Amerika kan Libya 14:53 dipasakan demokrasi Amerika atau Barat 14:56 ya yang itu diharapkan hanya babak belur 14:58 kan. Jadi Iran memahami itu memahami itu 15:01 maka Iran enggak mau dia mengadopsi ee 15:04 demokrasi ala ala Barat tapi demokrasi 15:07 ala mereka. Jadi kekuatan mereka itu 15:09 adalah kesolidan mereka dalam 15:11 leadership. Nah sehingga rahbar atau 15:13 pemimpin agung mereka itu menjadi ee 15:15 sumber hukumlah. Sumber hukum sumber e 15:18 sumber apa ee patokan merekalah. Jadi 15:21 orang-orang yang terpilih itu, orang 15:22 yang terpilih itu memang orang-orang 15:23 yang terselektif gitu. Dan itu adalah 15:25 mereka kita menghargai keputusan mereka. 15:27 Heeh. 15:28 K gitu. 15:29 Iya. Karena kita melihat demokrasi 15:30 sendiri ini bagi sebagian negara-negara 15:33 itu kan akhirnya kan menghancurkan 15:36 demokrasi alat ini kan menghancurkan 15:37 dari dalam. Baik dokter. Yang menarik, 15:39 [berdehem] di tengah menguatnya sentimen 15:43 boikot terhadap produk yang terafiliasi 15:45 Israel di Indonesia ini, data 15:48 perdagangan justru menunjukkan nilai 15:50 impor Indonesia dari Israel ini 15:53 meningkat tajam. Bahkan muncul pula 15:55 program yang disebut bertujuan membangun 15:57 kemitraan masa depan antara Israel dan 16:00 Indonesia. Semua ini ee menunjukkan 16:04 bahwa realitas hubungan internasional 16:06 seringki jauh lebih rumit daripada 16:08 narasi yang berkembang di ruang publik. 16:10 Nah, pertanyaannya, Dok, bagaimana 16:12 kemudian ee 16:15 di Indonesia ini kan seruan boikot 16:17 terhadap produk yang terafiliasi Israel 16:21 semakin keras, tetapi data menunjukkan 16:24 impor dari Israel justru melonjak. 16:26 Apakah boikot memang tidak efektif 16:29 ataukah sebenarnya masyarakat dan 16:30 pemerintah sedang berjalan di dua jalur 16:33 yang berbeda? 16:36 Ya, Mas Agus saya sekitar tahun 2024 16:38 saya pernah ketemu sama Zulhas ya. 16:40 Iya. 16:41 Zul 2023 akhir lagah gitu ya. Itu baru 16:44 sama Pak Farid yang saya ketemu. 16:46 Heeh. 16:46 Nah, saya beliau berenti mendak waktu 16:49 itu. Salah satu pertanyaan saya adalah 16:51 Pak ee Bapak setuju enggak membikikot 16:54 Israel? Tuju [mendengus] dia baik 16:55 Israel. 16:56 Tapi waktu itu saya bertanya ituah baik 16:58 dalam konteks dia sebagai mendak gitu 17:00 loh bukan sebagai warga negara 17:02 Indonesia. Nah jadi hari ini Mas Agus 17:04 saya baik baik itu kan produk-produk 17:06 dalam negeri yang itu berafiliasi ke 17:08 Israel kan ya kayak FD atau code segala 17:12 macam. 17:13 Kemudian 17:15 kopi kopi apa tu namanya itu Starbucks 17:17 ya. Jadi, jadi sebenarnya saya 17:18 mengharapkan sama itu adalah beliau 17:21 sebagai kapasitas sebagai mendatak. Tapi 17:23 ini ada anak saya lihat bahwa ada 17:25 pemikiran yang bias ya, pemerintah 17:28 enggak melihat seperti itu. Jadi, jadi 17:30 memang ada dua seperti yang Mas Agus 17:31 katakan memang ada dua jalan yang 17:33 berbeda antara pemerintah sama rakyat. 17:35 Jadi dalam ee konten-konten saya, saya 17:38 harus saya katakan bahwa speak up ni apa 17:40 pula berbobot atau tidak berbobot 17:42 tentang Palestina didengar atau tidak, 17:44 viewer-nya di banyak atau tidak, tapi 17:46 harus kita gaungkan karena memang ee 17:48 indikasi sudah jelas sama jelas banget 17:51 bahwa kalau kita diam aja enggak lama 17:53 tuh di salah satu jalan di di Jakarta 17:57 itu sudah ada kutan besar Israel itu. 18:00 Jadi, jadi inilah tugas kita buktinya 18:02 bagaimana masifnya informasi di medsos 18:05 bahwa ada turis ada turis Israel yang ee 18:09 yang 18:09 punya usaha 18:10 berbisnis 18:11 e berbisnis di Bandung saya. 18:13 Iya. 18:13 Tapi kan menteri ini kan bilang itu kan 18:16 mereka kan paspor Jerman enggak bisa 18:17 kita usir b macam-macam. Ini sepertinya 18:20 membodohi kita kan. Sebenarnya 18:21 pemerintah kan bisa mencari cara kalau 18:23 memang mau semua ada cara kan buktinya 18:25 mencari-cari delik aja bisa masalah 18:27 mengusir orang Israel enggak bisa. 18:29 Heeh. Jadi, jadi ini yang yang saya bawa 18:32 ee pemerintah sebenarnya itu menurut 18:34 saya tuh udah udah ya udah enggak enggak 18:37 mikirak ee hal-hal seperti itu, Mas 18:39 Agus. Enggak mikir dia kan karena kita a 18:42 beriak-teriak a dia mau dia mau itu itu 18:44 aja yang takut itu. Nah, makanya 18:46 pemerintah agak 18:47 agak ragu untuk maju maju kan baju 18:52 di disorakin ya sudah mundur diamnya gua 18:55 gitu kan sudah putuskan mungkin pasukan 18:57 diteriakin ya sudahlah diam aja lah itu 18:59 menandakan bahwa 19:01 ee enggak berani melangkah itu karena 19:03 teriakan publik ya bukan bukan karena 19:06 keinginan dari mereka. Nah, ini yang 19:09 saya bawa ada abivalensiah pemerintah 19:12 Klu ngomong apa, Kementerian ngomong 19:15 apa, Kadit ngomong apa segala macam. 19:18 Maka maka kita lihat di bahwa kita punya 19:20 kantor dagang di Indonesia di Yerusalem 19:23 kan. Jadi, J bagaimana saya Israel Aasia 19:25 Center itu menjalin membuka jejaring 19:28 dengan pemimpin-pemimpin muda Indonesia 19:30 ya di bidang hightech, kemudian bagian 19:33 agritek, bagian kesehatan gitu kan. itu 19:36 kan tujuannya satu sehingga untuk 19:39 membangun ee saling pengertian kan 19:41 pengertian wah kami Israel enggak 19:43 seperti yang lu pikirin gitu kami enggak 19:46 seperti itu gitu kan itu jadi 19:49 jadi adanya rumah sakit-rumah sakit 19:51 besar Indonesia kerja sama dengan rumah 19:53 sakit Israel ada peguruan tinggi ya 19:54 kirim Isra itu itu berlangsung masif 19:56 masus 19:57 heeh 19:58 mas masif ya ini makanya diplomat yang 20:00 belum selain ini ajab kabul yang belum 20:03 tapi lain sudah-udah semua dilakukan kak 20:05 gitulah lah 20:06 semua yang yang sudah dilakukan semua 20:08 ijab kabul yang belum ini yang terjadi. 20:10 Makanya 20:11 kita ini mencoba semua ee elemenelemen 20:14 yang memang ee pro Palestina ya kita 20:17 harus harus teriakan terus begitu kita 20:19 diam habis iya artinya 20:22 jangan pernah percaya dengan 20:23 Heeh. Makud artinya jika kita jika 20:27 perdagangan dengan Israel ini meningkat, 20:29 Dok. Apakah kemudian Indonesia ini 20:31 tengah ee bersikap pragmatis demi 20:34 kepentingan ekonomi ataukah ini 20:37 menunjukkan inkonsistensi Indonesia 20:39 terhadap dukungan bagi Palestina? 20:42 Ya, dua. Ya, dua-du lah, Mas Agus. 20:44 Dua-dua saja. [berdehem] Jadi, 20:46 perdagangan tahun 2024 itu kan 500 20:48 sekian miliar dolar ya rupiah gitu kan. 20:51 Jadi, jadi memang memang berlangsung 20:54 pembelian apa asa ya atau apa namanya 20:57 alat penyadar dari polisi kemudian 21:00 pembelian drono oleh TNI kopas kan 21:03 orbiter dua 21:04 kemudian pemulihan senjata Galilea 21:07 banyak hal yang dilakukan baik TNI, 21:09 polisi, perdagangan lain-lain. Jadi ini 21:12 berlangsung berlangsung luar biasa 21:15 dan maka abivalens ini terjadi contoh 21:18 saya gini DPR ya saya pernah kritik DPR 21:19 itu ketika ada IPO apa interpar union 21:25 atau apa gitu b ya pertemuan di Jakarta 21:27 itu ada empat orang anggota paran Israel 21:31 masuk bar di Bali caranya di Bali datang 21:33 dia acara atau dua orang datang mereka 21:35 itu 21:36 alasannya apa Pak Wah ini kita kalau 21:37 dibuat di TA kita enggak bisa enggak 21:39 bisa datang kalau kita kalau kita kita 21:41 larang mereka masuk. Iya. 21:43 Jadi sebenarnya di otak DPR pun gak ada 21:45 gitu toh. 21:46 Kayak misalnya si Abdul Karim e Miqdad 21:50 di perpanggil Yusril enggak ada panggil 21:52 Yusril enggak ada dipanggil Yusril sama 21:54 komisi satu atau komisi 3. Kenapa mereka 21:56 diak di deportasi enggak enggak ada 21:59 [tertawa] 21:59 makanya justril sebagai mengko imipras 22:03 ini kan jadi ee mengklarifikasi kenapa 22:06 karena semua kita teriak-teriak kan. Nah 22:09 sebenarnya di situ ada Yusri. Yri itu 22:11 siapa? Dia itu bukan orang asing dengan 22:13 dunia pergerakan tapi kita lihat realita 22:16 berarti kan orang L yang dibagi enggak 22:18 ada ya ada semata ada enggak enggak bisa 22:21 balasan wah saya kan wamin lu tapi bisa 22:24 cara bisalah bagaimana kalau kita punya 22:26 niat caralah 22:28 artinya masal kita ada ada kejahatan di 22:31 depan ada orang yang melakukan kejahatan 22:32 pada saudara kita kita biarkan dia masuk 22:35 gitu kan jadi enggak maka jangan haram 22:38 untuk pemerintah untuk apa untuk berani 22:41 ya 22:41 ee 22:44 lawan Israel lah istilahnya. Okelah main 22:46 zona nyamanlah kirim dokter ya kan 22:50 dropping makanan gitu kemudian ee 22:53 mendukung di forum-forum internasional 22:55 tentang kemanusiaan tapi bagaimana 22:58 seberani. Jangan terlalu kayak Erdogan 22:59 lah kayak Anwar Ibrahimah saya mengukir 23:02 warga ee warga Israel yang bekerja di 23:05 Malaysia yang sampai ramai di Amerika 23:06 kan perani enggak Indonesia seperti itu 23:08 enggak Pak. Jadi kalau udah perah 23:10 penting ngomong seperti itu, bawa-bawah 23:12 itu pasti ngomongnya yang sama gitu 23:13 kencung. Tapi kan kita di Indonesia ya, 23:15 di atas enggak ngomong apa-apa di bawah 23:17 ketakut takut juga ngomong 23:18 takut ini, takut itu. Kecuali memang ada 23:20 orang yang memang 23:21 ee dia mendas dari awal punya punya 23:24 punya komitmen kan untuk 23:27 apa melaksanakan konstitusi ya, bahwa 23:29 penjajahan di muka bumi ini harus 23:31 dihapuskan ya. I. 23:32 Jadi sebenarnya kalau misalnya pihak 23:35 menteri ya kemiah kementerian itu ee 23:38 memegang konstitusi aja sebenarnya 23:40 mereka telah melaksanakan ee apa namanya 23:44 perintah daripada konstitusi itu yang 23:46 dipegang usah terlalu terlalu berpolitik 23:49 segala macam mungkin di khawatir was-was 23:51 itu aja bahwa penyaj bumi bukan hanya 23:53 diucapkan tapi merelisasi ini memang 23:56 butuh butuh ee apa butuh komitmen 23:59 bersama ini yang perlu kita bangun yang 24:01 kita perlu kita ingatkan kan Agus semua 24:03 stakehold kita ya. Jadi kita lihat 24:06 bagaimana demo kemarin pemerintah enggak 24:08 ada perwakilan pemerintah enggak berani 24:09 datang sekarang semua enggak berani Mas 24:11 Agus enggak berani ngomong enggak berani 24:13 semua takut gitu jadi 24:14 jadi kita sayangkanlah ya kita sayangkan 24:17 ee bagaimana kasus mik sampai hari ini 24:19 kita enggak tahu diportasi atau enggak 24:21 kan kata dan minta untuk tidak diportasi 24:24 memang semudah itu gitu loh 24:26 iya 24:26 jadi jadi saya enggak tahu enggak tahu 24:28 pikir pikir satu ee Mas Agus kenapa 24:30 orang Palestina gampang deportasi saya 24:32 Israel enggak berani diportasi Iya. Saya 24:35 pahami baik. Kadang memang kursi 24:39 kekuasan ini kan bikin orang lupa, Dok, 24:41 akan komitmen terhadap perjuangan. 24:43 Dokter, kita beralih ke informasi di 24:46 mana ini kan belakangan ini media sosial 24:49 lagi ramai nih, Dok. Dengan istilah 24:51 masuk surga jalur WNI. Sekilas memang 24:53 terdengar lucu, Dok. Tapi banyak yang 24:55 menilai ungkapan ini sebagai ee kalimat 24:59 satir yang lahir dari kelelahan 25:01 masyarakat terhadap tekanan ekonomi, 25:03 biaya hidup, lapangan pekerjaan, hingga 25:06 berbagai persoalan pelayanan publik. Ada 25:09 [berdehem] 25:10 UIN Jakarta yang mengingatkan bahwa 25:13 ayat-ayat 25:13 Hal 25:15 Halo, dokter. 25:17 Halo, dokter. 25:20 Halo. Iya, 25:24 putus saya. 25:24 Putus. Baik, dokter. Saya ingin 25:27 ingin ee beralih ke topik selanjutnya, 25:31 Dokter. Ini kan belakangan ini ya muncul 25:33 di media sosial ini lagi ramai, Dok, 25:35 dengan istilah masuk surga jalur WNI. 25:39 Sekilas terdengar lucu, tetapi banyak 25:42 yang menilai ungkapan ini sebagai 25:44 kalimat satir yang lahir dari kelahan 25:46 masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, 25:49 biaya hidup, lapangan pekerjaan, hingga 25:52 berbagai persoalan pelayanan publik. Ada 25:55 Akademisi UIN Jakarta yang mengingatkan 25:57 bahwa ayat-ayat tentang kesabaran tidak 25:59 boleh dijadikan alasan untuk 26:02 menormalisasi penderitaan rakyat. Bu 26:05 Fari. [tertawa] 26:07 Halo. 26:08 Iya. Ya. Ya. 26:09 Iya. Nah, Dokter, apakah kemudian 26:13 ee kalimat ee masuk surga jalur WNI 26:17 seperti ini menunjukkan masyarakat 26:18 semakin cerdas dalam menyampaikan kritik 26:20 ataukah justru menandakan masyarakat 26:23 mulai kehilangan harapan terhadap 26:25 perubahan? 26:27 Ya, Masus. Memang ee dirasakan maksud ya 26:31 semakin lama ini semakin berat kehidupan 26:33 dirasakan ya. Jadi itu bentuk dari 26:35 kekecewaan sebenarnya satir ini bentuk 26:38 kekecewaan dari dari masyarakat kita 26:40 terhadap pemimpin kita hari ini kan. 26:43 Iya. 26:43 Jadi kita lihat bagaimana misalnya ee 26:45 banyak PHK kemudian kemudian ee 26:48 barang-barang naik kemudian program 26:50 ekonomi kita enggak enggak enggak tahu 26:53 ke mana arahnya. Kemudian mus yang 26:56 membuat buat masyarakat jadi frustasi. 26:59 Jadi kata-kata itu menurut satu kata 27:00 kata-kata kecewa dan frustasi sebenarnya 27:02 dengan pemerintah. Jadi ee karena 27:05 masalah kita ini kan ya saya merasakan 27:08 merasa kita masih sopan ya sopan masih 27:10 santun ya dalam menyampaikan ee apa ya 27:13 kritikan-kritikan kepada pemerintah. 27:15 Jadi saya pikir pemerintah harus bisa ee 27:18 apa ya harus bisa menampunglah ee 27:21 kritikan-kritikan ini atau satir ini 27:24 sebagai apa bentuk daripada 27:27 memaksimalkan ee tugas daripada 27:29 pemerintah. Sebenarnya Mas Agus dengan 27:31 utang kita yang menumpuk se 8 8.000 27:34 triliun ya hutang paling banyak hutang 27:36 kita ini kan. Nah, kemudian dengan 27:38 beban-beban yang lain sebenarnya 27:39 pemerintah kalau kalau pemerintah saya 27:41 tegas Pak Tegas itu Prabowo itu bisa 27:45 bisalah melakukan karena dia punya 27:47 instrumen semua. Karena gini, Mas 27:49 bayangkanlah dari jumlah menteri dan 27:51 wakil menterinya kita sudah udah sudah 27:54 berapa itu menghabiskan biaya bukan cuma 27:57 gaji sewa rumah, rumah baru, mobil 28:00 kemudian stafnya macam itu berapa tu. 28:03 Kemudian bagaimana misalnya komisaris 28:05 misalnya itu kan komisaris itu ada 28:08 independen atau siapa-siapa nih masukin 28:10 di situ yang aduh ini sebenarnya banyak 28:12 cara pemerintah untuk menghemat 28:14 sebenarnya MBG misalnya yang buang-buang 28:16 sia-sia itu Mas Agus. Jadi ya bisalah 28:20 sebenarnya kalau pemerintah e mau ya 28:22 kayak contohlah kayak kayak New York 28:23 kayak kayak Mamdani gitu kan. Bagaimana 28:25 misalnya enggak semua langsung dia buat 28:28 eh kopdes t petik ya kopdesnya ala New 28:31 York ya. Jadi kan dia bisa hitung lima 28:33 tempat di mana, siapa yang butuhkan 28:36 macam-macam itu kan saya bisa itu kan 28:38 karena ni Pak Presiden ini karena 28:39 terlalu ambisi itu kan 28:43 bayangkan ya maksudnya kayak Dadan ya 28:45 Dadan kemudian Bu Nani dulu ya mereka 28:48 itu bukan siapa-siapa 28:49 sama-sama kayak kita l ya sama 28:51 siapa-siapa tiba-tiba harus mengelola 28:53 uang ratusan triliun 28:55 kebingur enggakung itu kan jadi jadi ee 28:58 Pak P enggak pikir mana paling tinggi 29:00 stunting di mana insinya ke stunting oh 29:02 daerah NTT saya oh Papua di situ 29:04 difokuskan usia berapa kan itu 29:06 difokuskan di situ. Jadi anggaran itu 29:08 lebih lebih ee apa ini pas gitu ee 29:12 enggak enggak kebuang seluruh Indonesia 29:14 di Menteng juga itu kan orang kaya atau 29:17 di Bekasi yang enggak butuh. Jadi, jadi 29:20 ini yang yang mengakibatkan kita buat 29:22 masalah sendiri sebenarnya buat masalah 29:24 sendiri sebenarnya okeylah ide bagus ide 29:27 bagus tapi sekali lagi bahwa semua harus 29:29 ada studi ee kelayakan di mana tempatnya 29:32 tepat apa yang harus semua harus di 29:34 harus di di apa dipikirkan dengan matang 29:37 itu itu yang harus belajar dari Imam 29:39 Dani. mana diprotes oleh orang-orang 29:42 kapitalis orang kaya berembagaan baga 29:44 dia pasti dia kan sudah buat kajian 29:46 kajian 29:48 niat dia itu baik bagaimana 29:50 masyarakat-masyarakat ini bisa bisa 29:53 membeli ee makanan-makanan atau 29:55 kebutuhan-kebutuhan dasar yang 29:56 terjangkaulah enggak sampai mereka 29:58 murah-mari enggak sampai mereka mati 30:00 karena kelaparan itu. Jadi, jadi ada 30:02 niat bagus, ada niat yang luhur di situ. 30:05 Sama kayak Bapak Prabowo juga niat kan 30:07 bagus. Saya enggak rela kalau saya mati 30:11 bagus. Tapi kalau bisa implementasi yang 30:13 salah, yang bagus itu pun enggak 30:15 kelihatan bagus. Jadi, Pak Prabowo ini 30:17 enggak paham bahwa dunia bagus dia, 30:19 tujuan bagus dia itu. Tapi dalam 30:21 implementasi dia itu yang berantakan 30:22 dia. Nah, implementasi itu yang orang 30:24 sorotin kan bukan di niat baik dia itu. 30:27 Sama contoh gini, Mas Agus. Ada ada 30:29 lalat di di ada lalat di keningnya Mas 30:32 Agus datang s pempeleng lalat itu lalat 30:35 mati kemudian Mas Agus benjol itu kan 30:37 enggak proposional 30:39 kira-kira kira gitulah. Nah, niat bagus 30:41 untuk mengusir lalat G tapi caranya itu 30:43 membuat masalah. Nah, maka ini ini 30:46 pelajaran Mas Agus bahwa satir, 30:48 kritikan, macam-macam ini menandakan 30:51 bahwa masyarakat sudah hopeless ya, 30:53 sudah hampir tingkah hopless sudah putus 30:56 asa dengan enggak tahu lagi enggak tahu 30:58 lagi Mas Agus. Jadi saya pun gitu juga 31:00 kalau di di trade ya saya tuh kkadang 31:02 melihat gini contoh masuk saya misalnya 31:04 ada kayak di Bima itu walikota melantik 31:07 ee iparnya istrinya sahapa tu jadi 31:10 kepala tidak segala macam kan. Nah, 31:12 orang yang sudah saya jawab apaus? Wah, 31:16 bagus banget ini om yang om yang luar 31:19 biasa ini kepala keluarga kan perlu 31:21 dicontoh gitu kan. Terus kan 31:24 sebenarnya 31:26 tingkat di situ sudah kita maki-maki pun 31:27 sama aja kira gitu atau misalnya ada 31:30 naik pesawat ee jet wah bagus itu kapal 31:34 lagi merasainnya sudah rakyat sudah 31:37 tingkatkan itu segar bagus. Jadi ya ini 31:40 masukanlah buat pemerintah ya enggak 31:41 jangan pernah putus asa. Jangan pernah 31:43 makim marah-marah sama rakyat karena 31:46 rakyat ini cara rakyat untuk ee untuk 31:49 bisa menghibur dirinya kan 31:51 daripada dengan pidato pidato 31:55 pemimpinnya setelah itu darah tinggi ya 31:57 kan seperti [tertawa] itu maksud. Tapi 31:59 terkadang memang kalimat satir ini 32:01 akhirnya dijadikan ee penguasa itu ya 32:03 sebagai sebuah hiburan. Padahal 32:06 kalimat-kalimat seperti ini seharusnya 32:08 mengingatkan bagi penguasa untuk 32:10 berbenah. Dan kata-kata yang diungkapkan 32:14 oleh masyarakat ini karena memang 32:16 masyarakat sudah terbiasa, Dok, 32:18 menertawakan penderitaannya sendiri 32:20 tanpa adanya perubahan nyata. Begitu, 32:23 Dokter. 32:25 Iya. 32:26 Saya saya tahu, saya yakin bahwa 32:28 pemerintah tahu pemerintah pun ulok-ulok 32:30 keluar saja ulok-ulok juga artinya 32:31 sama-sama sama-sama ulok-ulok gitu kan. 32:34 [tertawa] Sebenarnya sebenarnya enggak 32:35 boleh enggak boleh seperti itu 32:36 sebenarnya ya. Pemerintah harus harus 32:39 paham ya. Itulah cara rakyat untuk 32:41 mengingatkan, mengkritisi kan. Kalau dia 32:43 maki-maki disalahin, kalau di itu 32:45 disalahin. Enggak boleh ngomong seperti 32:47 itu harus sopan ya disanterin gitu kan. 32:49 Disantirin ya ditangkapanggapin ajalah. 32:52 Jadi ketika rakyat masih satir, masih 32:55 mengkritik artinya masih peduli baha s 32:57 di rumah tangga ya kan kalau komisi 32:59 masih cecok berarti masih saling saling 33:01 saling sayang gitu. Ini kalau udah 33:02 enggak cocok lagi ya itu yang salah itu. 33:05 Ini kenapa nih engak cocok lagi ini 33:07 enggak peduli. Nah, ini yang yang kita 33:09 bangun adalah teras ini. Bagaimana 33:12 masyarakat teras kepada pemerintah, 33:14 pemerintah juga teras kepada rakyat. 33:16 Contoh masalah pajak pajaknya kan 33:18 kendala kalau dibuat cara segala macam. 33:21 Yang pertama adalah masyarakat tertekan 33:22 untuk bayar pajak. Bayar pajak hidupnya 33:25 susah gitu kan. yang kemudian 33:27 orang-orang pajak pun kadang-kadang pun 33:29 eh penampil apa ya flexing dia gitu kan. 33:33 Kemudian uang pajak enggak jelas ke mana 33:34 gitu. Apalagi sekarang ada 33:36 himbauan-imbauan enggak usah bayar pajak 33:37 kalau seperti ini segala macam. Jadi 33:39 masar masyarakat yang awalnya agak 33:41 enggan bayar pajak dengan ada ada 33:44 kata-kata seperti itu, wah semakin 33:45 semangat enggak bayar pajak. Jadi 33:46 sebenarnya kalau kita lihat B Agus kalau 33:49 memang pemerintah ini ee benar-benar 33:51 memikirkan e rakyat ya itu banyak sumber 33:54 yang bisa dilakukan ini kan kita kan 80% 33:57 dari pajak 80% Masu jadi terlalu besar 34:00 porsi pajak dari non pajak untuk untuk 34:02 income kita ini. 34:03 He. 34:03 Jadi jadi banyak hal contoh misalnya 34:06 misalnya Masus ya ee tambang ya tambang 34:09 itu sebenarnya berapa sih pemerintah 34:11 harus dapat gitu loh untuk rakyat. Jadi 34:13 sebenarnya kalau kita lihat konstitusi 34:15 kan semua alam bumi segala macam kan 34:17 untuk negara-negara yang kelola kan 34:19 normal seperti itu kan dirubah ya kan 34:22 pemerintah dong swasta juga bisa tapi 34:24 kan kita ambilambil e apakah apa aja 34:27 atau dividen atau apa gitu tapi masalah 34:29 ini di sinilah masalahnya masus kalau 34:31 kita lihat Indonesia dengan Saudi Arabia 34:33 kayak kita loh sama orang-orang Arab 34:35 cuma minyak doang dia kita apa yang 34:37 enggak ada 34:38 semua kita ada di laut semua ada tapi 34:40 secara manajemen pengelolaannya kita 34:42 yang enggak proposional yang tidak tidak 34:45 terpaksa syarat ini persoalan belum ada 34:48 korupsi yang paling besar di korupsi 34:49 jadi semua ini hilang dan dibebani pada 34:52 rakyat kan BPJS naik semua naik semua 34:55 ini semua larinya terpajak Mas Agus 34:58 ketika 35:00 membangun sebuah apa sebuah ee negara 35:03 pemerintah mau membuat anggaran uangnya 35:05 cukup larinya ke pajak 35:06 iya 35:07 masyarakat jadi ditekan rakat kecil de 35:10 jadi ini yang kita ini yang kita lihat 35:13 ee bagaimana satir misalnya orang jalan 35:15 nanti e kena pajak kan orang HP nanti 35:17 kena pajak itu kan 35:19 bukan ini bukan bukan tidak serius 35:21 seperti itu Mas Agus karena enggak tahu 35:22 lagi sumber dari mana diambil kan 35:25 iya 35:25 jadi selalu yang paling yang paling 35:27 lemah yang menjadi sasaran itu 35:29 masyarakat maka itulah bentuk daripada 35:32 daripada dia ee apa menghidur diri 35:34 apalagi er Indonesia kan lebih banyak ee 35:37 apa memalu lucon kan 35:39 nah contoh-contoh kenal Mas Agus 35:42 Bagaimana misalnya ee orang 2% orang 35:45 Indonesia menguasai berapa porsi 35:46 Indonesia? 35:47 Bagaimana misalnya ee Bowo misalnya 35:51 telah mengembalikan kejaksaan telah 35:53 mengembalikan uang sekitar 1 triliun. 35:56 He. 35:56 Tapi sampai uang siapa yang 35:58 dikembalikan? Kok enggak ada enggak ada 36:00 tersangka enggak apa. Jadi semua ini ee 36:03 apa menimbulkan tanda tanya dari 36:05 pemerintah. Apakah memang pemerintah 36:07 serius dalam menangan korupsi misalnya? 36:10 Oke serius. Sekarang Pak yang ini enggak 36:12 ini kena jadi pisunya itu tajamnya tu 36:14 tergantung. Oh ini kritis nih kena dia. 36:17 Oh ini ee enggak ya enggak. Jadi jadi 36:20 semua masih apa ya butuh apa ya butuh 36:23 komitmen yang kuat dari pemerintah agar 36:25 mengembalikan kepercayaan. Kalau 36:27 trustnya ada Mas Agus tanpa disuruh 36:29 rakyat itu akan bayar pajakus tanpa 36:31 disuruh. Oh penting pajak. Contoh gini 36:35 pajak itu penting loh pajak itu. Nah 36:38 pertanyaannya jalan rumah saya jelek. 36:40 semua banyak orang habis banyak-banyak 36:42 ngapain saya dapat apa gitu kan di 36:44 Amerika bayar mahal tapi dapat semua 36:47 atau di negara-negara Eropa di ee home 36:50 apa negara-negara Nordik misalnya kan 36:52 banyak tapi mereka dapat semua sekolah 36:53 gratis semua oh jelas harus bajak pajak 36:56 dong ada kerja wah dapat uang 36:58 kesejahteraan uang dari pajak ini 37:00 pajak bayar sekian nah kita bayar pajak 37:03 tapi 37:04 gimana itu itu yang harus harus di di 37:07 apa diberikan oleh pemerintah teras 37:09 kepada publik dan kalau ter sudah ada 37:12 saya yakin rakyat kita ini akan akan 37:14 melakukan hal terbaik bagiaranya. 37:17 Baik dokter sudah dibatasi oleh waktu 37:20 saya sudah dapat sinyal dari Bung Fahri. 37:22 Dokter, sebagai penutup, dokter mungkin 37:24 ada sedikit kesimpulan yang bisa dokter 37:26 sampaikan 37:29 ya. Kepada para pendengar radio Rasil 37:32 semua ya, kita jangan pernah lelah untuk 37:35 memberikan terbaik bagi negeri yang 37:37 tercinta ini. Karena ee leluhur kita 37:40 telah berkorban dan mereka pasti 37:42 menginginkan mengharapkan Indonesia ini 37:45 lebih baik sehingga anak cucunya ini 37:47 bisa merasakan kebaikan itu. Saya pikir 37:49 itu, Masus. 37:50 Baik, Dokter. Terima kasih banyak atas 37:52 dialog kita di hari ini.