Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Ya, terima kasih WAT yang dirahmati
- Allah. masih menyimak siaran radio
- silaturahim dan juga rasil visual di
- kesempatan sore hari ini masih dalam
- program acara tausiah sore kajian tafsir
- maudui bersama Imam Yalo Mansor tadi
- sebelumnya kita sudah mendengarkan
- bersama ee mengenai azab penyebab dan
- juga di ee selanjutnya kita akan
- mendengarkan bagaimana cara menghindari
- dari azab tersebut ikhwan akhwat ee
- mohon maaf maksud kami cara
- menghindarkan kemaksiatan ya lanjutannya
- seperti itu Iwan dan kami persilakan
- Iwan untuk mengir mengirimkan pertanyaan
- ataupun tanggapannya melalui WhatsApp
- ya. Sudah ada beberapa juga yang masuk.
- Kita akan dengarkan dulu kelengkapan
- penjelasannya atau kajiannya dan setelah
- itu kita akan bacakan pertanyaan,
- tanggapan ataupun komentar dari Ikhwan
- akhwat. Kami persilakan Ikwan untuk
- lanjutannya. Ikhwan akhwat yang sangat
- disayang oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi cara menghindari azab adalah
- dengan meninggalkan maksiat.
- Nah, bagaimana
- supaya kita ini dapat menghindari
- maksiat yang kadang-kadang terasa berat
- bagi sebagian
- orang? Tapi sebenarnya tidak.
- Karena fitrah manusia ini
- baik. Adapun kemudian jatuh karena
- faktor lain dari luar.
- Kullu mauludin yuladu alal
- fitroh. Baik kita ini
- asalnya. Nah, bagaimana supaya kita bisa
- menghindari
- maksiat? Mungkin boleh kita renungkan
- nasihat dari Ibnul Qayyim
- Aljauzi. Beliau memberikan 10
- nasihat agar kita dapat menghindari
- maksiat.
- Yang
- pertama menyadari betul betapa buruk dan
- rendahnya perbuatan maksiat itu.
- Ini jadi kita
- sadar bahwasanya memang
- perbuatan maksiat itu buruk dan rendah.
- Yang
- kedua, merasa malu kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Betapa Allah telah memberikan
- karunia nikmat begitu
- besar kepada
- kita. Betapa Allah telah memaafkan
- begitu banyak kesalahan-kesalahan
- kita. Betapa baiknya Allah dengan sifat
- rahman dan rahimnya kepada kita.
- maka kita malu kepada
- Allah. Nah, dengan punya sifat malu
- itulah
- insyaallah kita akan dapat menghindari
- maksiat. Yang ketiga, menjaga nikmat
- Allah yang dilimpahkan kepada kita.
- Karena yang merusak nikmat itu
- adalah maksiat.
- Maka kita
- jaga kesehatan kita dengan menghindarkan
- maksiat. Kalau kita banyak melakukan
- maksiat, mesti nikmat misalnya tadi
- kesehatan tubuh kita akan hilang.
- Misalnya kita menjadi
- peminum akan merusak nikmat kesehatan.
- Nah, kita atau manusia melakukan
- perzinaan seperti yang ya boleh
- dirasakan oleh orang-orang yang
- mudanya melakukan perzinaan
- bahkan terus-menerus melakukan perzinaan
- mesti kesehatannya akan rusak.
- harta digunakan untuk
- berjudi, mesti nikmat harta akan
- hilang. Nah, kemudian yang
- keempat, merasa takut dan
- khawatir tertimpa hukuman Allah
- Subhanahu wa
- taala.
- Jadi azab Allah ini selalu
- mengintai orang-orang yang melakukan
- maksiat.
- Dia akan datang kapan
- saja orang baru melakukan perzinaan
- meninggal. Orang baru melakukan hubungan
- seksual. Bahkan kemarin berita terakhir
- sesama jenis mati di tempat itu. Nah,
- ini akhirnya terbongkar siapa dia dan
- seterusnya dan seterusnya. Karena jelas
- ini tidak khawatir, tidak takut akan
- hukuman Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, jadi yang
- keempat hendaknya kita merasa takut
- kepada Allah dan khawatir kalau kalau
- hukuman Allah ini
- datang. Yang kelima, mencintai Allah.
- Nah, ini kalau kita mencintai
- seseorang tidak akan kita melanggar
- perintah keinginan seseorang itu. Nah,
- kalau kita mencintai Allah, maka tidak
- mungkin kita melanggar tuntunan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Orang mencintai seseorang mesti akan
- melakukan apa
- yang diinginkan oleh orang tersebut
- kalau kita cinta pada seorang. Nah,
- kalau kita cinta kepada Allah sudah
- tentu kita melaksanakan apa yang
- diinginkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- sebagai wujud cinta kita kepada Allah.
- Kita mencintai istri kita. Istri kita
- menginginkan sesuatu, kita berusaha
- untuk
- mewujudkannya. Kita mencintai anak kita.
- Maka setiap anak kita meminta, kita
- berusaha bagaimana bisa mewujudkan apa
- yang diminta oleh anak kita.
- Nah, kita mencintai Allah Subhanahu wa
- taala, kita
- wujudkan dengan melaksanakan apa yang
- diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian selanjutnya yang
- keenam,
- menjaga kemuliaan dan kesucian
- diri. Jadi, karena apa? Orang melakukan
- maksiat itu kemuliaannya mesti akan
- hancur. Kesucian dirinya akan
- terkotori. Karena maksiat itu identik
- dengan
- kekotoran. Tidak ada yang kemaksiatan
- itu kemudian membuat bersih. Tidak
- ada. Kemudian yang
- ketujuh memelihara
- kehormatan diri.
- Jadi kalau kita
- maksiat itu kehormatan diri kita akan
- hancur
- runtuh. Kita lihat orang-orang yang
- melakukan korupsi
- itu kemarin dihormati begitu ketahuan
- korupsi. Nah, sekarang juga tidak ada
- lagi yang menghormati.
- Manusia hati tidak bisa
- dibohongi. Dia kalau toh menghormati
- seseorang karena dia melakukan kejahatan
- itu sementara saja atau minimalnya hanya
- bungkusnya saja hatinya tidak bisa
- menerima.
- Yang
- kedelapan, memiliki kekuatan
- ilmu. Jadi teruslah mencari ilmu
- khususnya ilmu-ilmu
- keagamaan. Oleh karena itu, ulama yang
- benar mesti dia menghindari
- kemaksiatan. Tidak ada ulama yang benar.
- Maksiat itu tidak ada.
- Kalau ada orang yang mengaku ulama atau
- dianggap ulama, walaupun berpakaian
- ulama tetapi melakukan kemaksiatan bukan
- ulama. Karena ukuran ulama itu bukan
- hanya ilmu, tapi rasa takutnya kepada
- Allah subhanahu wa taala. Innama
- yaksyallaha min ibadihil ulama.
- Yang takut kepada Allah, itulah
- [Musik]
- hamba-hamba yang ulama. Hanya
- hamba-hamba yang ulama yang takut kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- ini jadi sekali lagi dengan kita
- memiliki ilmu terutama sekali ilmu
- agama maka kita akan terhindar dari
- kemaksiatan.
- Berbahagialah kita yang oleh Allah
- disenangkan untuk mempelajari ilmu-ilmu
- agama. Karena akan membawa dampak
- pertama untuk diri sendiri, yang kedua
- untuk orang
- lain. Kemudian yang kesembilan, memupus
- angan-angan yang tidak berguna.
- angan-angan itu beda dengan
- cita-cita. Antara keinginan yang dapat
- terwujud, itulah namanya cita-cita.
- Tetapi keinginan yang tidak dapat
- terwujud, sulit terwujudnya itu namanya
- angan-angan.
- Cita-cita dibarengi dengan kerja.
- Angan-angan tidak dibarengi dengan
- kerja. hanya menginginkan apa yang
- diinginkan itu datang. Ah, kita
- hindari. Nah, ini manusia kadang-kadang
- terlalu panjang
- angan-angan ingin ini, ingin itu,
- padahal tidak ada
- kemampuan. Sehingga harus melakukan
- pelanggaran. Pelanggaran yang baik kecil
- maupun
- besar. Kita ingin cepat sampai ke satu
- tempat. Akhirnya apa? Langgar lalu
- lintas.
- Ini contoh mudahnya begitu. Kita ingin
- lulus dengan hasil yang baik,
- komut tapi kita tidak mau belajar.
- Akhirnya apa? Nyontek atau menipu dan
- lain sebagainya. Kita ingin dapat harta
- yang banyak harusnya dibarengi kerja
- tapi dia tidak kerja. Akhirnya apa?
- Korupsi. Inilah kemaksiatan.
- Nah, kalau kita pupus angan-angan
- itu, kita hidup sesuai dengan menurut
- kemampuan kita, insyaallah terhindar
- kita dari kemaksiatan. Nah, yang
- terakhir mengokohkan iman di dalam
- hati. Karena orang yang beriman tidak
- akan melakukan kemaksiatan.
- Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Allah
- Rasul mengingatkan, "Tidaklah orang yang
- berzina ketika dia itu zina, dia
- mukmin."
- Tidak. Jadi ketika dia berzina berarti
- dia tidak mukmin, hatinya tidak ada
- iman. "Tidaklah minum orang yang minum
- kecuali dia tidak ada iman." Kalau dia
- iman, dia tidak minum. Maksudnya
- minum-minuman
- keras dan tidak akan mencuri, termasuk
- korupsi. Orang yang ketika mencuri itu
- dia mukmin. Jadi ketika dia mencuri,
- ketika dia korupsi, imannya hilang dari
- hatinya. Jadi
- itulah yang diingatkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam pada kita.
- Oleh karena itu, apabila iman itu kokoh
- dalam hati, maka kita akan terhindar
- dari
- kemaksiatan. Ikwan akhwat yang sangat
- disayang oleh Allah Subhanahu wa taala,
- sebetulnya tidak sulit
- kamu menghindarkan kemaksiatan itu asal
- memang kita
- berusaha untuk menghindarkannya.
- Tapi kalau kita larut ya, kita tidak
- berusaha, nah itulah akhirnya setan
- membuat perangkap pada
- kita. Masuklah kita pada perangkapnya.
- Kita tidak bisa menyalahkan dia.
- Sebagaimana yang dulu pernah saya
- sampaikan dalam surah Ibrahim, ketika
- kita menyalahkan setan, setan
- mengatakan, "Loh, saya cuman ngajak.
- Kalau kamu tidak mau juga bisa, tapi
- kenapa kamu mau saya aja? Itulah
- tipuan-tipuan setan. Nah,
- mudah-mudahan dengan kita dapat
- menghindari berbagai kemaksiatan itu
- maka kita akan terhindar dari azab Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ikhwan akhwat, mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala memberikan kemampuan
- kepada kita untuk
- menghindari
- kemaksiatan-kemaksiatan yang sebagian
- telah disebutkan di atas sehingga azab
- akan berganti dengan
- rahmat. Azab akan berganti dengan
- nikmat. Amin. Inilah yang dapat saya
- sampaikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
- Wallahuam bisawab.
- Baik, terima kasih Imam Yas Mansur atas
- kajiannya dan tadi harapan terakhirnya
- semoga ee Allah mencurahkan rahmat dan
- nikmatnya ya, Mam ya. Dan menghindarkan
- azab kepada kita semua. Dan kita akan
- langsung ee masuki sesi tanya jawab.
- Iwan Nawat. Yang pertama saya bacakan ee
- pertanyaan dari Ibu Nelyati di Pondok
- Kelapa. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Seperti yang
- ee disebutkan tadi dalam Al-Qur'an bahwa
- hampir pecah gunung karena manusia
- memfitnah Allah, mempunyai anak. Heeh.
- Padahal sampai sekarang banyak sekali
- manusia yang memfitnah Allah seperti
- itu. K. Heeh. Iya. Ya, itulah penyebab
- ah dari kemaksiatan itu. Hanya memang
- azab ini bukan hanya berupa bentuk fisik
- saja,
- bukan. Tapi azab psikis. H itu yang
- kadang-kadang tidak dirasakan oleh
- manusia berupa azab. Orang-orang yang
- menyekutukan Allah itu hatinya diazab
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada
- ketenangan mereka itu. Mereka selalu
- diliputi oleh
- kebingungan. Hidup tidak ada
- ketentraman. Karena apa? Karena tadi
- menyekutukan Allah Subhanahu wa taala.
- Kita lihat di negara-negara
- yang menyekutukan Allah Subhanahu wa
- taala. Apa yang terjadi sekarang atau
- juga yang dulu?
- kehidupan mereka seperti tadi penuh
- dengan ajab. Anak tidak berbakti pada
- orang
- tua,
- suami tidak menyayangi istri. Seandainya
- hanya karena
- materi. Istri tidak lagi menghormati
- suami antar tetangga sudah tidak kenal
- lagi. H masing-masing hidup
- sendiri-sendiri.
- ketika menghadapi
- problematika bunuh diri. Nah, ini
- semuanya azab dari Allah Subhanahu wa
- taala. Hanya tidak mereka atau kita
- memandang itu bukan itu
- azab. Akhirnya dampak kehidupan
- semacam-semacam ini. Peperangan di
- mana-mana. Kalau kita menyadari dua
- peperangan dunia yang terbesar yang
- diperang dunia itu disebabkan oleh
- orang-orang yang musyrik tadi.
- Hancur Eropa, hancur
- Asia, Hiroshima Nagasaki hancurkan apa?
- Orang-orang yang tadi menyekutukan Allah
- Subhanahu wa taala. Bukan orang Islam
- bukan.
- Loh, itu bom yang berjatuhan sekarang di
- Irak atau di Syria dari siapa? Dulu
- tentram hidup mereka sebelum masuk
- orang-orang musyrik ini. Vietnam yang
- juga kita lihat bagaimana dampaknya
- perang Vietnam. Siapa yang melakukan?
- Orang-orang musyrik itu sampai sekarang.
- Nah, jadi itulah azab Allah Subhanahu wa
- taala. Jangan dilihat hanya fisik saja.
- Artinya kekafiran sendiri itu bagian
- dari azab ya. Bagian daripada azab. Nah,
- karena keimanan nikmat. Nah, karena ya
- betul orang seperti kita nikmatin hidup
- tenang ya. Itu ini. Nah, malam-malam
- kita bangun salat lail tahajud tenang.
- Nah, ada ketenangan itu diperoleh mereka
- tuh. Untuk tenang mereka harus pergi ke
- night club minum-minuman. Iya. Atau
- kalau tidak menyuntikkan obat baru
- mereka tenang. Itu azab dari Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, jadi itulah
- azab Allah Subhanahu wa taala. Jangan
- hanya dilihat dari fisik saja, tidak
- hanya bencana alam gitu ya. Tidak ada
- bencana alam, tapi
- bencana keimanan, bencana akidah ini
- juga membahayakan. Wallahualam. Bisab.
- Baik, selanjutnya dari siapa ini? Pak
- Dadang di Cikarang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Saya
- pernah mendengar kalau umat-umat nabi
- terdahulu yang tidak beriman langsung
- dikasih azab oleh Allah saat di dunia.
- Saya juga pernah mendengar kalau umat
- Nabi Muhammad azabnya ditunda tidak di
- dunia katanya. Tapi sekarang buktinya
- Allah menunjukkan contoh azab langsung
- di dunia untuk umat Nabi Muhammad. Ini
- apa artinya? Iya. Jadi begini, kalau
- umat-umat yang terdahulu begitu mereka
- memaksiati Allah sudah hancur
- lebur. Tetapi kalau umat Nabi Muad
- memang ditunda sebagian. Hm. Ada yang
- mereka langsung diazab, tapi orang-orang
- yang maksiat itu ditunda sampai sekarang
- kan seperti datangnya tidak
- menghancurkan semua mereka. Ada yang
- masih. Nah, ini yang masih ini yang
- kadang-kadang merasa saya toh melakukan
- maksiat. Itu karena meang kasih sayang
- Allah kepada Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam sebagai umat Nabi
- Muhammad tidak langsung dihancurkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Itu bidanya.
- Sebagian mereka oleh Allah diberikan
- tunda. Maksudnya apa? Agar bertaubat.
- Dikasih kesempatan. Nah, diberi
- kesempatan untuk memperbaiki diri.
- Jangan malah kemudian menyombongkan
- diri. Kalau tidak nanti sekarang mau
- Jani besok datang lagi kenah tuh dia
- baru dia akan merasakan. Jadi itulah ada
- penundaan untuk umat Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam untuk apa?
- Untuk memberikan
- kesempatan kepada mereka agar bertobat
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Umat-umat yang terdahulu tidak ada
- semacam itu. Begitu maksiat hancur
- sudah. Tapi kalau kita kalau umat ee
- Nabi umat begitu melakukan maksiat,
- sebagian memang ada yang diajab, tapi
- sebagian ada yang ditunda. Nah, itulah
- yang tadi juga doa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang dikabulkan tadi.
- Nah, bahwasanya mereka tidak akan hancur
- karena bencana alam itu memang di sana
- ah hancur misalnya, di tempat lain
- tidak. Begitu seterusnya. tergantung
- bagaimana dia mensikapi terhadap apa
- yang didatangkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau dia mensikapinya positif,
- dia segera bertobat. Kalau dia
- mensikapinya negatif, dia mungkin makan
- makin tambah
- ee berani melakukan maksiat. Pada
- hikatnya itu juga merupakan azab itu
- sendiri. Nah, itulah kurang lebihnya.
- Wallahualam. Bisab.
- Baik dan selanjutnya dari Ibu Albar di
- Cikarang juga nih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Ee bicara
- masalah azab bagaimana tanggapan Ustaz
- misalkan kita sedang memarahi anak
- karena kesalahannya terus kita dikasih
- tahu balasannya jika bersalah Allah juga
- akan murka katanya. Tapi dalam hati itu
- hanya untuk membuat dia jerah tidak ada
- niat sungguh-sungguh untuk mendoakan
- jelek. Itu pun diakhiri dengan
- banyak-banyak istigfar. Bagaimana?
- Apakah Allah akan memberikan hukuman
- meski itu hanya di mulut saja? Syukron.
- Selama itu bukan doa tapi itu nadiron
- peringatan itu tidak apa-apa. Karena
- memang
- kadang-kadang ee orang yang diberi
- peringatan harus
- ditakut-takuti seperti di dalam
- Al-Qur'an isinya memang basyiron
- waadir tidak hanya basyiron saja, tidak
- hanya memberikan kabar gembira saja,
- tapi juga tidak hanya nadiron saja. Nah,
- kalau orang tua biasanya kan begitu,
- Nak. Kalau kamu nanti belajarnya tidak
- benar, kamu tidak
- lulus, ini memperingatkan dia bukan
- berdoa untuk tidak lulus, bukan. Tapi
- nak, kalau kamu itu rajin, maka kamu
- akan lulus. Nah, inilah basyiron
- waadiron. Itu dalam dunia pendidikan pun
- diperbolehkan. Hanya pendidikan Barat
- kadang-kadang begitu. Jangan kita
- mencela ana loh. Jangan menyalahkan
- walaupun itu salah kadang-kadang tidak
- boleh disalahkan. Kalau memang dia
- salah-salah. Makanya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sampai
- memerintahkan kepada orang tua ketika
- anaknya sudah berumur 10 tahun tidak
- melakukan salat disuruh apa? Memukul
- kan? Nah, tapi sudah tentu pemukulan ini
- setelah melalui berbagai macam tahapan.
- Maka ketika karena ini Ibu tadi
- menyampaikan masalah bagaimana
- menghadapi anak, Rasulullah mencontohkan
- kepada kita bagaimana
- menghadapi anak yang
- bermasalah, bagaimana menghadapi anak
- didik yang
- bermasalah. Beliau punya beberapa ee
- jalan. Yang pertama disindir.
- Disindir. Nah, disindir dulu. Misalnya
- ada pernah ada orang ee dulunya salat
- lail itu
- rajin alangkah baiknya kalau orang tadi
- nek orangnya datang itu salat lail kan
- tidak seperti kemarin biasanya salat
- lail kok ini tidak. Nah. Oh, ini kena
- nih saya ini satu.
- Yang kedua tegur
- langsung ada orang makan di depan
- Rasulullah sahu alaihi wasallam
- tangannya ke sana kemari h oleh
- Rasulullah
- ditegur mimma
- yalik makan yang dekat h itu yang kedua
- tegur langsung yang ketiga dicela,
- dijelek-jelekkan seperti Abu Dzar pernah
- dia itu menghina
- Bilal. Akhirnya Rasul mengatakan, "Hei
- Abu Dzar, kamu masih punya sikap
- jahiliah." Karena dia mengatakan Bilal
- ini sebagai orang budak dan lain dan
- sebagainya. Dia kemudian sadar, "Datangi
- Bilal. Bilal maafkan saya." Kemudian dia
- menempelkan pipi yang sebelah di tanah.
- Kemudian minta, "Bilal, kau injak pipi
- saya yang satunya."
- itu tadi setelah oleh Rasul dia di jelek
- itu biasa begitu itu. Nah, sudah tentu
- dengan melalui
- tahapan. Kemudian yang keempat dengan
- didiamkan. Rasul pernah mendiamkan
- sahabat 40 sampai 50 hari. Wah, lama.
- Nah, karena tidak ikut perang Tabuk itu.
- Heeh. E, bahkan beliau juga
- memerintahkan yang lain untuk
- mendiamkan. Nah, baru kemudian
- pemukulan itu pun diperbolehkan. Tetapi
- sudah tentu melalui beberapa tahapan.
- Dan ini cara yang
- terakhir yang semua sudah tidak bisa.
- Nah, boleh memukul dengan beberapa
- persyaratan yang ketat antara lain tidak
- boleh mukul di tempat yang membahayakan.
- Misalnya wajah atau dada tuh pukul aja
- di betisnya atau di tangannya gini. Nah,
- itu tidak boleh memukul dengan emosi.
- Enggak boleh. Kalau lagi emosi jangan
- mukul dulu. Nah, karena mukul kita itu
- karena kasih sayang.
- Tidak boleh memukul dengan alat-alat
- yang dapat membahayakan. misal dengan
- besi atau dengan apa enggak bisa dengan
- kayu enggak bisa. Jadi para ulama
- memberikan syarat-syarat ketat soal
- pemukulan ini yang oleh pendik katanya
- ini bertentangan dengan HAM. Tapi mohon
- maaf, Islam memang dalam batas-batas
- tertentu membolehkan ini. Kemudian
- lagi ketika akan
- memukul itu upayakan, jangan mewakilkan.
- Hm. Nah, ya itu ini misalnya dia
- salahnya ke saya, saya nyuruh anak kelas
- kamu pukul dia. Gak bisa. Harus saya
- sendiri yang pukul. I jangan nyuruh
- orang lain. Gak
- boleh lagi. Gini bersyaratnya ketat.
- Kalau mau
- mukul saat itu juga jangan punya
- kesalahan minggu yang pekan yang lalu
- sekarang baru dipukul. Pak kok saya
- dipukul sepekan yang lalu kamu salah. Eh
- enggak boleh begitu. Enggak
- boleh kalau memukul mau mukul angkat
- tangan setinggi-tingginya tapi jatuhkan
- sepelan pelannya. Itu indahnya ajaran
- Islam semacam itu. Tidak boleh memukul
- anak yang di bawah 7 tahun. Enggak boleh
- lah. Itu karena memang tadi ee Rasul
- bahkan 10 tahun ini khusus untuk masalah
- salat. He. Sehingga ada ulama yang
- mengatakan pemukulan hanya khusus
- masalah salat. Tapi sebagian lain tidak
- untuk yang lain pun boleh. Tapi dengan
- syarat-syarat ketat tadi. Jadi kenapa 10
- tahun boleh dipukul? Karena umur 7 tahun
- dia sudah disuruh oleh orang tuanya
- melakukan salat. Muru auladakum wahum
- abnau sabin. Perintahkan anakmu ee salat
- ketika umur 7
- tahun. Nah, ketika umur 10 tahun belum
- salat pukul dia. Artinya apa? Dia nyuruh
- anak untuk salat itu
- intervalnya antara 7 sampai 10. Berapa
- tahun tuh? 3 3 tahun kan? Nah, dia
- nyuruh tiap hari lima kali. Tiap hari.
- Setahun berapa kali? 360. Nah, kan
- kalikan 3 tahun baru boleh memukul.
- Kalau dia belum pernah nyuruh tiba-tiba
- anak 10 tahun disuruh enggak salat
- enggak mau, tidak boleh dia mukul. Jadi
- itulah persyaratan-persyaratan yang
- sangat ketat pendidikan pendidikan dan
- sekali lagi mukul ni karena kasih sayang
- bukan karena kebencian. Nah, jadi itulah
- kurang lebihnya tadi termasuk dari
- basyiron waadir ya. Seandainya ada yang
- kurang setuju misalnya dengan ini, itu
- pun juga saya tidak akan bisa tidak
- menyalah. Itu yang saya ketahui semacam
- itu, yaitu wallahuam bawah. Ya, baik ya.
- Tidak apa-apa ya, Ibu tadi ya sebagai
- peringatan kepada bukan doa itu ya.
- Sebagai bukan doa. Baik, selanjutnya ee
- pertanyaan dari siapa nih? Bu Hani ya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.Salam warahmatullah. Ee
- bagaimana dengan LGBT?
- Aduh, bagaimana dengan LGBT yang terus
- digaungkan oleh sekelompok orang yang
- bahkan sudah sangat merusak generasi
- kita, generasi mendatang dan sudah masuk
- ke desa-desa juga. Apa yang bisa kita
- lakukan? Mohon pencerahannya. Nah, yang
- bisa kita lakukan seperti yang kita
- lakukan amar makruf nahi mungkar. Iya.
- Di dalam Al-Qur'an beberapa
- kali Allah mengingatkan masalah
- kemaksiatan yang dilakukan oleh kaumnya
- Nabi Luth. Sehingga kemaksiatan disebut
- dengan liwat. H di berapa ayat misalnya
- ini yang saya buka ini di surah
- Al-Ankabut Allah berfirman
- azubillahiminasyaitanirrajim waluthon
- idola liqumihi innakum
- lat'tuna lat'tunal fahisyata ma
- sabaqokum biha min ahad minal
- alamin. Nabi Luth berkata kepada
- kaumnya, "Kalian melakukan satu
- kekejian yang belum pernah dilakukan
- oleh orang-orang sebelum kalian." Jadi
- yang pertama kali
- mengadakan
- melakukan kemaksiatan yang
- namanya
- homoseksual atau namanya lesbian itu
- umatnya Nabi
- Lut diperingatkan oleh Nabi L.
- Nah, pertama itu kemudian belum
- mengingatkan
- lagi. Ini boleh dilihat di surah
- Al-Ankabut ayat yang ke
- 289. Innakum l'tun
- rijala
- watqunila watuna
- fiadikumul munkar.
- Famaana jawabaumi illa anqutina
- badabillahi in kunta
- minodiqin. Sesungguhnya
- kalian mendatangi
- melakukan hubungan dengan orang
- laki-lakiil. Dan kalian memotong jalan
- artinya membuat kejahatan
- dengan menakut-nakuti orang yang lewat.
- Ini satu pendapat. Tapi yang nanti
- watqunabil adalah memutus jalan
- keturunan. Nah, karena orang kalau
- melakukan homoseksual jelas memutuskan
- keturunan. Enggak akan ada keturunan
- lagi. Dan ini satu tandakan ke hilangnya
- satu generasi, hancurnya. Karena laki
- dengan laki-laki mana mungkin bisa
- hamil. itu pengertian watqun sabil.
- Sebagian ulama mengatakan begitu, kamu
- memutus jalan keturunan. Tetapi sebagian
- mengatakan ini adalah kamu membuat
- kejahatan-kejahatan dengan mencegat
- orang untuk dirampas hartanya ketika
- melalui jalan
- tersebut. Artinya apa? Jadi kalau orang
- sudah melakukan kejahatan itu,
- kelanjutannya akan melakukan kejahatan
- lain, yaitu dengan melakukan
- kejahatan-kejahatan selanjutnya. Kita
- tahu bagaimana korban-korban dari
- orang-orang saling
- bunuh-membunuh. Watatuna fiadikumul
- munkar. Dan ini eh kemaksiatan umatnya
- Nabi Nuh. Mereka melakukannya itu di
- klub-klub,
- klub-klab, klub-klap. Jadi,
- kelompok-kelompok persis seperti mungkin
- sekarang ini dengan tanpa rasa malu. Ada
- komunitasnya. Nah, komunitasnya ini kan
- Qurannya cepat e masyaallah ya. tepat
- sekali itu. Dan di sinilah kemudian
- munculnya night club itu mereka ya
- mereka melakukannya dengan
- berkelompok-kelompok di antara mereka
- enggak ada lagi rasa
- malu. Akhirnya apa? Ketika mereka
- diperingatkan menantang mereka. Memang
- orang-orang kayak begini ini suka
- menantang. Tantangannya apa?
- jawab
- illaqina biillah inta minodqin. Heh lut
- kurang lebih gitu. Kalau memang kamu
- benar datangkan sekarang juga siksaan
- Allah Subhanahu wa taala. Itulah
- orang-orang yang melakukan semacam itu.
- Oleh karena itu, kita harus berusaha
- sekuat tenaga bagaimana masalah ini bisa
- teratasi. Maka
- alhamdulillah pihak-pihak keamanan pun
- juga begitu mulai. Nah, dan memang sudah
- banyak yang di ditindak dan
- mudah-mudahan terus undang-undang ini
- dipertahankan. Jangan sampai masalah ini
- beri
- kehidupan diizinkan. Karena itu akan
- tadi membuat berbagai menimbulkan
- berbagai macam kejahatan yang lain
- kemudian akan
- membuat ee keturunan akan hilang.
- Akhirnya memang betul Allah azab
- mereka. Hancurlah mereka. Nah, tenggelam
- mereka dibalik buminya oleh Allah
- Subhanahu wa taala dan oleh Allah
- Subhanahu wa taala
- peninggalannya sampai sekarang masih
- tetap diperlihatkan dipertahankan. Apa?
- Laut mati.
- Laut mati itulah
- peninggalan akibat daripada orang yang
- melakukan
- kemaksiatan dengan melakukan hubungan
- yang
- sejenis. Akhirnya yang ada hanya air
- yang
- dengan ee kadar garam yang sangat
- tinggi. Itulah tanda tidak seperti air
- yang harus digunakan. Gak bisa
- lagi. Nah, itulah yang harus kita
- lakukan. Amar makruf nahi mungkar satu.
- Kemudian kita jangan mudah terpengaruh
- dengan provokasi yang lain. Loh, itu mah
- hak asasi manusia. Hak asasi manusia.
- Loh, saya amar maruf juga asasi manusia
- sama juga. Jangan dilarang kami loh.
- Saya memperingatkan orang itu hak saya.
- Nah, jadi kalau hak mereka dilindungi,
- kenapa hak saya sebagai manusia untuk
- melakukan amar makruf tidak
- diperbolehkan? Nah, itu jadi terus amar
- makruf na dilakukan. Jangan-jangan
- terpengaruh dengan provokasi-provokasi
- mereka yang menyatakan sebagai hak hak
- asasi manusia. Memang itulah orang-orang
- yang tidak mengenal Allah di berbagai
- negara malah sudah dilegalkan. Sudah
- dilegalkan. Itu tanda-tanda kehancuran
- nantinya. Hanya karena alasan kon di
- sana sudah dilegalkan lihatkan apa buat
- peraturan begitu alasannya kalau aturan
- begitu enggak wah sudah hancur negeri
- ini orang ngikut sana ngikut sana ikut
- sini nah itu hancur kita harus punya
- identitas sebagai sebuah negara apalagi
- kita sebagai bangsa yang beragama negeri
- yang terkenal dengan penduduk mayoritas
- muslim nah itah kemudian kita benar
- keluarga kita dan jelas itu adalah
- pelanggaran itu dan itu bisa disembuhkan
- kok loh kalau memang mau sembuh karena
- memang itu
- penyakit kan tadi disebutkan apa yang
- datang dari Allah itu yang baik-baik dan
- kemudian ini ma sudah takdir Allah anak
- saya ditakdirkan menjadi homo enggak
- pernah ada begitu itu karena kesalahan
- didikan aja maka Rasulullah ini jadi
- agak banyak ini iya kan sudah sejak awal
- Allah Rasulullah pisahkan dari tempat
- tidur ketika umur sudah 7 tahun macam
- itu. Ini untuk menghindari hal yang
- demikian kalau terjadi pelanggaran
- hukum. Nah, tetapi kalau dibiarkan malah
- dibenarkan merebak ke sana
- kemari. Nah, jadi itulah tugas kita
- semuanya. Mari kita bersama-sama untuk
- berani melaksanakan amar makruf nahi
- mungkar. To negeri kita yang harus kita
- jaga. Jangan sampai Allah murka dengan
- negeri ini hanya karena perbuatan
- segelintir orang. Nah, yang
- mengakibatkan bahayanya menimpa semua
- bahkan menerima beberapa generasi. Apa
- kita mau negeri ini kehilangan penduduk?
- Cuma kalau itu
- diperbolehkan dan kemudian cenderung
- orang itu semuanya hilang sendiri ini
- bangsa Indonesia. Kita mau begitu tidak
- mau. Kita ingin negeri ini, Indonesia
- ini terus dijaga oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Tidak menjadi negara yang gagal.
- Tidak menjadi negeri yang gagal tapi
- menjadi negeri baldatun thyibatun warbun
- gfur. Negeri yang indah, yang baik.
- yang penduduknya diampuni oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Mari kita usaha.
- Insyaallah selama kita berusaha, Allah
- nanti akan mewujudkan apa yang kita
- inginkan. Makanya Allah menyuruh kita
- amal, amal-amal hasil diserahkan pada
- Allah Subhanahu wa taala. Jangan tidak
- pernah beramal. ingin hasil itu tamani
- tadi angan-angan tadi. Mari kita terus
- bekerja menurut kadar kemampuan kita
- sehingga apa yang kita inginkan akan
- terwujud. Wallahuam bawab. Baik dan
- selanjutnya menamb terakhir ini
- pertanyaan dari siapa nih? Ibu Rina di
- Sukabumi. Sebetulnya di dunia ini tidak
- ada tempat yang aman dari tentara Allah
- yang istilahnya bencana alam. Katanya
- manusia ini lemah tapi banyak yang
- seolah menentang Allah. dengan maksiat,
- syirik, dan lain-lain habislah kita.
- Nauzubillah minzalik. Ini tanggapan
- tanggapan ya memang betul ya memang
- seharusnya min ahlul
- quratum dan seterusnya Allah berfirman
- begitu il akhiril ayah jangan sampailah
- kita merasa
- aman. Mari terus kita hidup
- ini membangun rasa takut pada Allah
- subhanahu wa taala tapi juga jangan
- hanya itu saja.
- kita berengi dengan raja.
- Harapan antara khauf dan raja ini harus
- kita pelihara. Makin pernah saya
- sampaikan ketika suatu saat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bertanya
- kepada salah seorang sahabat, "Apa yang
- kau rasakan hari ini?" Kurang lebih
- begitu sahabat, "Ya, ya Rasulullah, saya
- ini rasanya takut pada Allah." Terus
- jangan-jangan amal saya ini tidak
- diterima. Amal-amal saya ini ini kurang
- lebihnya begitu tidak sesuai dengan
- tuntunannya. Dan jangan amal saya ditola
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Tetapi
- juga saya punya perasaan rojak karena
- memang Allah itu maha pengampun.
- Mudah-mudahan Allah mengampuni amal
- kami. Mudah-mudahan Allah menyempurnakan
- amal-amal yang kurang dan seterusnya.
- Nah, kurang lebih semacam itu orangnya.
- Nah, Rasul kemudian tanggapan, "Kalau
- dua sifat ini ada pada dirimu, maka Anda
- mukmin."
- Nah, jadi betul kata Ibu tadi, kita
- jangan sampai merasa
- aman dengan datangnya azab Allah
- Subhanahu wa taala tetapi juga kita
- punya rasa raja. Allah akan memberikan
- keamanan pada kita kalau memang kita
- mengikuti
- tuntunan-tuntunan Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi itulah yang saya berikan
- tanggapan dari apa yang disampaikan oleh
- tadi. Sekali lagi betul kita boleh
- merasa tidak aman tapi dibarengi juga
- kalau memang kita melaksanakan perintah
- Allah kita akan aman dari azabnya.
- Wallahuam bisawab. Baik dan kita sudah
- dibatasi oleh waktu ee jam di studio
- menunjukkan pukul
- 1728 menit ya. Dan sebelum di hari
- mungkin penutupnya kami persilakan.
- Ikhwan akhwat. Jadi ee apa yang sudah
- kita aci tadi ya minimalnya kita dapat
- mengambil
- kesimpulan
- bahwasanya bencana itu datang karena
- kesalahan
- manusia. Kemudian ketika bencana datang
- jangan saling salah
- menyalahkan, tetapi hendaknya
- mengintrospeksi diri. Jangan-jangan kita
- juga punya andil dalam kesalahan
- itu. Nah,
- kemudian bencana itu akan bisa terhindar
- apabila kita menghindari
- kemaksiatan. Dan kita menghindari
- kemaksiatan itu akan dapat terwujud
- manakala kita antara lain mencintai
- Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu, marilah kita beribadat karena kita
- cinta kepada Allah Subhanahu wa taala,
- bukan semata-mata karena kita takut akan
- azabnya. Mudah-mudahan ee Allah
- Subhanahu wa taala
- menggantikan kesengsaraan dengan
- kebahagiaan. Amin. penderitaan dengan
- ketenangan sehingga kita dapat hidup ini
- sesuai dengan apa yang
- di tuntunkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sebagai perwujudan kita
- sebagai
- khalifatullah di muka bumi ini, yaitu
- melaksanakan
- tuntunan-tuntunan Allah Subhanahu wa
- taala. Demikian kita menang manfaat.
- Baik, kami ucapkan terima kasih dan
- jazakumullah khairan kair atas kajiannya
- di kesempatan ini dan ikhwan terima
- kasih juga atas kebersamaannya ya. Mohon
- maaf seperti biasa tidak dapat kita
- bacakan SMS dan ee pertanyaan melalui
- WhatsApp juga yang karena waktu yang
- terbatas ya. Ee dan Ikhwanat insyaallah
- kita akan bertemu kembali pekan depan di
- waktu dan jam yang sama. Iat, semoga
- kita dapat memetik pelajaran dan hikmah
- dari kajian di kesempatan sore hari ini.
- Akhirnya saya Rizaq bersama teman-teman
- yang bertugas ada Bang Fajar dan juga
- Bang Fahri dan teman-teman yang di
- daerah juga undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wauubik
- billahi taufik wal hidayah
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]