Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- H
- [Musik]
- [Musik]
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Siap dengan kisah-kisah sahabat yang
- menggelor yang inspirasi kita nih,
- Ustaz. Ya, pagi ini kita akan
- menyampaikan
- intelijen khusus.
- Intelijen khusus. He. Oh, zaman Rasul
- ada intelijen juga si ada intelijen
- khusus. Siapa namanya?
- Namanya Said
- bin ee Qais bin Sa'ad bin
- Ubadah. Ya. Qais bin Sa'ad bin Ubadah
- ya. Iya. Oke, nanti akan Ustaz kisahkan
- dan yang ingin nanti bergabung Anda bisa
- pergunakan line WhatsApp kami di
- 0811999720
- ataupun telepon di
- 0218451512. Silakan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nastainuhu wafiruh wa naud
- nazubillahi min syururi anfusina wasiati
- a'malina.
- May yahdillah fala mudillalah w yudlil
- fala hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma
- ba'd. Para pendengar radio Rasil dan
- pamiarsa TV Rasil.
- Alhamdulillah pada pagi hari Senin
- ini kita
- kembali mengkaji tentang sirah
- sahabat yang pada kesempatan pagi ini
- kita akan sampaikan salah seorang
- sahabat yang bernama Qais bin Sa'ad bin
- Ubadah.
- Beliau pernah mengatakan demikian.
- Kalau tidaklah karena
- Islam, maka
- ialah ahli tipu muslihat bangsa Arab
- yang paling lihai. Ahli tipu muslihat.
- Ahli tipu muslihat bangsa Arab yang
- paling
- lehai. Apa yang membuat
- beliau Qais bin Sa'ad
- tidak memperlakukan
- rencana-rencananya apa yang dia
- rencanakan sebelumnya.
- Hanya firman Allah yang ada dalam surah
- Fatir. Allah
- berfirman dengan ayatnya
- azubillahiminasyaitanirrajim. Wala
- yahiqul maqrus sayi illa biahlih. Surat
- fatir ayat 43 bukan 40 ya.
- Artinya, "Dan
- tidaklah para penipu jahat
- melainkan akan kembali kepada
- dirinya." Wala yahiquul makrus
- sayiu. Dan
- tidaklah tipu daya
- jahat melainkan illa biahlih, akan
- kembali kepada dirinya sendiri.
- Qais bin
- Sa'ad, salah
- seorang
- tokoh dari sahabat Anshar yang mana
- bapaknya yaitu Sa'ad bin Ubadah.
- Ini salah satu sahabat dari suku Khajraj
- yang dia memang termasuk sahabat yang
- betul-betul dikagumi. Termasuk dia
- rijalus
- sahabah artinya tokoh-tokoh para
- sahabat. Nah, mengenai Qais berarti kan
- anaknya Sa'ad bin Ubadah.
- Nah, Qais
- ini dikagumi oleh kaumnya dan dia
- mewarisi
- perilaku nenek moyangnya yang sangat
- dihormati, yaitu sifat berani dan
- dermawan. Ini dua sifat ini kalau berani
- biasanya orang itu kan kasar. Heeh.
- Berani keras, tapi ini berani dermawan.
- Dermawan juga baik hati. Dua sifat yang
- tidak dimiliki oleh kebanyakan bangsa
- Arab. H inilah cuma ada satu hal yang
- oleh tokoh-tokoh bangsa
- Arab dia masih muda tapi daya ingat
- berpikirnya orang tua. He.
- Yang lainnya lagi yang kurang kalau
- istilah dalam pakaian tuh satu wajahnya
- enggak punya jenggot. Hm.
- Tahu kan wajah yang enggak punya
- jenggot
- licin. Maka orang Arab berkata begini,
- "Kalau sekiranya
- ada jenggot yang pantas bagi dia untuk
- dipakaikan, aku beli berapapun segitunya
- untuk
- menyempurnakan kehebatan wajahnya." Nah,
- inilah ini memang satu hal yang jarang
- dimiliki oleh orang kita. He orang kita
- biasanya kan licin-licin wajahnya.
- Termasuk saya licin.
- Saya juga tuh dulu waktu belum ada
- jenggot kepengin punya jenggot tapi
- begitu tumbuh pakainya dikerrok
- terus. Tapi itu waktu dulu ya waktu
- masih istilah orang sana bilang itu
- masih ini corencang. Corencang masih
- cing klewower paling 2 3 empower.
- Tapi begitu dibersihin itu munculnya
- gede banyak. Eah. Maka agak sedikit agak
- lebat nih sekarang. Nah, inilah yang
- menjadikan e pemikiran tokoh-tokoh Arab
- yang lainnya terhadap Saad, terhadap
- Qais bin bin Sa'ad.
- Nah, beliau
- ini
- waktu terjadi peristiwa yang kita kenal
- yaitu peristiwa Fathu Makkah. Mekah.
- Nah, bapaknya itu kan diserahi untuk
- memegang bendera. He. Heeh. Dan Rasul
- berpesan kepada semua para pemimpin yang
- akan memasuki kota
- Makkah adalah mereka mengucapkan alyauma
- yaumul
- marhamah. Artinya hari ini adalah hari
- kasih sayang.
- Nah, jangan mengatakan yang lain.
- Alyyauma yaumul marhama. Sekalipun rasa
- dendam, rasa tidak suka kepada
- tokoh-tokoh Quraisy yang telah banyak
- menzalimi, mencederai, bahkan ada di
- antara tokoh Quraisy yang membunuh para
- sahabat Nabi. Enggak usah, enggak usah
- kita balas. Sudah pokoknya hari ini hari
- kasih sayang.
- Nah, giliran
- Sa'ad yaitu Sa'ad bin Ubadah bapaknya
- Qais bin
- Sa'ad. Begitu sampai di kota Makkah, dia
- sampaikan kalimat. Kalimatnya apa?
- Begini. Alyyauma yaumul
- malhamah. Jadi, ro diganti dengan lam.
- Itu biasanya orang-orang cadel ya.
- Cadel.
- Malhamah. Padahal marhamah. Marhamah.
- Nah, oleh dia diganti alyaumu yaumul
- malhamah. Akhirnya berita ini sampai
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang
- artinya alyauma yaumul marhamah. Hari
- ini hari penyembelihan. Uh. H. Kan ini
- kaget ini.
- Alyyauma hari ini yaumu hari almalham.
- Penyembelihan. Jadi orang sekarang yang
- enggak taat, yang enggak mau diatur siap
- di lehernya dipotong.
- Akhirnya sampai sama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kabar ini.
- Maka Rasulullah dengan
- hati-hati mendengar laporan ini. Maka
- diutuslah Ali bin Abi Thalib.
- Ali coba cek apa betul ya berkata
- demikian. Ali sebagai tentara khusus ya
- kalau sekarang ya orang-orang yang
- memang selalu dekat dengan Nabi,
- informan-informan itu selalu diseleksi.
- Datang Ali ternyata benar. Dia sedang
- megang bendera dia ucapkan alyauma
- yaumul malhamah.
- H aknya
- didekatin
- panggil Saad Taalhuna. Kalau bahasa saya
- ya lamun cuk bahasa Korea ka dieu maneh
- ka
- dieu panggil ke
- mana? Begitu dipanggil
- langsung kamu sudah tidak
- taat. Saya copot kau. Wuh.
- Tapi saya akan menyerahkan ke pemimpinan
- kepada orang yang masih saudara kamu,
- yaitu anaknya. Panggil anaknya Qais.
- Wah, jadi bagaimana seorang ayah dengan
- tiba-tiba dicopot jadi komandan karena
- melanggar aturan. Tapi alhamdulillah ini
- diserahkan ke pemimpinan juga.
- Alhamdulillah bukan kepada yang lain,
- kepada anaknya. Jadi mungkin kalau
- ngambek juga ngambek sama anaknya lah
- enggak begitu kencang. Tapi karena
- diserahkan kepada anaknya dia taat
- samina wat. Inilah dua tipe ya. Yang
- satu memang seorang ayah yang begitu
- kuat dan keras ya. Yang satu anaknya
- berani tapi mereka punya hati lembut.
- Wah. Maka pada saat dia memimpin kaum
- muslimin waktu memasuki kota Makkah dia
- taat apa yang Rasul himbaukan. Alyyauma
- yaumul marhamah itu selalu
- dikumandangkan. Ini satu peristiwa yang
- mendebarkan. Namun demikian dari semua
- pasukan-pasukan yang dikerahkan oleh
- Nabi untuk memasuki kota Makkah itu ada
- pasukan yang dipimpin Khalid bin Walid.
- He yang dapat serangan dari pasukan
- Ikrimah.
- Ini kan Khalid bin Walid sama Ikrimah
- ini waktu masih jahiliah ini satu paket
- ini. Heeh. Jadi kalau dia menyerang
- Rasul menyerang ini. Jadi ini aduh dua
- orang ini gagah ini memang betul. Yang
- satu anaknya Abu Jahal Ikrimah yang satu
- anaknya
- Alwalid yaitu Khalid bin Walid. Nah,
- dengan takdir Allah, Allah memberikan
- petunjuk lebih dahulu kepada Khalid bin
- Walid. Nah, waktu itu Ikrimah belum
- masuk Islam.
- Maka waktu patu Makkah, jalan yang
- ditempuh untuk memasuki daerah kota
- Makkah yang dilalui oleh Khalid bin
- Walid dihadang oleh Ikrimah.
- Padahal Khalid sudah bilang, "Sono kau,
- enggak usah dijaga.
- Hari ini tidak ada pertempuran. Enggak.
- Wah, kata pasukan Ikrimah.
- Memangnya kamu mau enak saja lewat sini?
- Rasain dulu nih. Wah, itu
- panah sama batu berseliwuran. Waduh,
- kata Rasulullah. Kecuali terpaksa boleh
- juga kan enggak boleh meneteskan darah
- waktu patum itu. Tapi karena pasukanaksa
- Khalid itu didesak dengan serangan yang
- hebat dari pasukan Ikrimah. Ikrimah
- akhirnya dengan cepat Khalid bertindak
- langsung
- di wah itu dengan serangan yang cepat
- aknya
- kabur pasukan Ikrimah tuh. Tapi sempat
- ada yang terbunuh. Ada yang mengatakan
- dua orang, ada yang mengatakan sampai
- lebih daripada dua orang. Nah,
- Ikrimah sama
- kawan-kawannya lari tungganglanggang.
- Wuh, pasukan Khalid hebatnya.
- Nah, waktu terjadi pertempuran, Nabi
- dari jauh ngelihat itu, wah kalau bahasa
- kita itu Khalid. Kenapa saya enggak
- nyuruh perang?
- Kenapa?
- Akhirnya Nabi nyuruh sahabat, ada yang
- mengatakan Ali yang disuruh. He. Setelah
- sampai kata Ali, "Khalid, kau dipanggil
- Rasul." Khalid pada curiga ya.
- Ya, akhirnya datang Khalid langsung Nabi
- berkata, "Kenapa kamu berperang?" "Saya
- kan sudah bilang enggak boleh." "Ya
- Rasulullah, bagaimana
- saya tidak mempertahankan diri?" Saya
- sudah bilang hari ini tidak ada
- peperangan, tapi mereka menyerang saya
- terus. Ya, sesuai dengan arahan kan
- kecuali terpaksa. Akhirnya saya anggak
- angkat senjata. Ah, itu karena
- keterpaksaan saya karena mereka
- menyerang dengan hebatnya. Oh, ya udah
- kata Nabi, orang diserangan masa diam
- aja. Ya, makanya ayat pun mengatakan la
- yuhibbullahu jah bis illa manim la
- yuhibbullah. Allah tidak akan menyukai
- aljahro bisi. Terang-terangan dalam
- perbuatan yang buruk. Artinya ngomongnya
- jahat, perilakunya jahat, apanya. Kata
- Allah, aku tidak suka itu. Illa manima.
- kecuali orang yang dizalimi. Nah, yang
- dizalimi kan artinya boleh dia melakukan
- perlawanan.
- Ya,
- sudah aknya aman terkendali suasana.
- Alhamdulillah Rasul dengan sahabatnya
- masuk kota Makkah dengan
- damai. Nah, sahabat ini Qais ini
- dia karena memang orangnya
- rajin, orangnya berpikir panjang kalau
- ada apa-apa.
- Maka usianya diberikan oleh Allah
- panjang
- sampai dia menzamani zaman Nabi, zaman
- Abu Bakar, zaman Umar, zaman Utsman
- sampai zaman Ali. Bahkan sampai zaman
- anaknya Ali yaitu Hasan bin Ali. Nah,
- waktu di zaman Ali kan muslimin terbelah
- dua. Heeh. Satu sisi berpihak kepada
- Muawiyah, satu sisi berpihak kepada Ali.
- Ini dua figur yang sangat kagum,
- dikagumi. Nah, sekarang sahabat Qais mau
- berada di pihak mana
- nih? Beliau dengan berpikir panjang,
- dengan penelaahan yang dalam, dengan
- berpikir yang begitu cerdas, maka beliau
- menemukan titik terang yang harus saya
- ikuti adalah Ali bin Abi Thalib.
- Maka dia masuklah dalam barisan Ali bin
- Abi Thalib.
- Nah, waktu beliau berada di barisan Ali
- bin Abi Thalib, ee pihak Muawiyah ingin
- mengadakan istilah bahasa kita mah
- ngelobi lah. H bagaimana supaya dia ikut
- ke
- kelompoknya. Tapi justru dia memberikan
- jawaban. Artinya bahwa pihak Muawiyah
- enggak sesuai.
- diangkat menjadi pemimpin karena yang
- sudah duluan diangkat oleh muslim itu
- Ali. Ali. Nah, sementara Muawiyah waktu
- itu kan dia menjadi amir kalau istilah
- kita jadi gubernur. Nah, sementara pusat
- komando itu berada di Madinah. Nah,
- orang
- Madinah setelah sepakat mengangkat Ali
- sebagai khalifah. He. Nah,
- tiba-tiba oleh Ali diberitahu beberapa
- gubernur atau beberapa amir di satu
- daerah diingatkan agar mereka mengangkat
- biat kepada khalifah. Yang lain
- mengangkat biat cuma Muawiyah enggak
- mau.
- Akhirnya disuratin berkali-kali suratnya
- enggak dijawab. Kalaupun dijawab
- tulisannya kosong.
- Nah,
- waktu terjadi dah dua pasukan
- berhadap-hadapan. Nah, di sinilah
- sahabat Qais bin Sa'ad.
- Waduh, dia bilang, "Saya harus
- melaksanakan rencana yang saya lakukan."
- He. Tapi begitu dia sudah niat mau
- melakukan rencana yang dia lakukan,
- yaitu rencana kalau kita sekarang mah
- mungkin mengadakan keributan yang tidak
- pernah dialamilah. Karena dengan taktik
- strateginya begitu
- mengagumkan. Tiba-tiba ingat juga kepada
- ayat Allah. Iya.
- Wala yahikul makrus sayyiu illa biahlih.
- Tidak ada tipu jahat melainkan akan kena
- pada dirinya sendiri. Akhirnya ditarik
- lagi enggak jadi lagi. Nah, itulah
- bagaimana ya seorang pemberani. Tapi
- kalau sudah diingatkan dengan ayat Allah
- sudah luluh hatinya. Inilah kehebatan
- siapa? Qais bin Sa'ad al Ubadah. bin
- Saad bin Ubadah. Jadi hebatnya di
- situlah. Jadi kalau sudah ayat Allah
- yang di depan sudah dia tidak mau
- melanjutkan. Padahal strategi yang dia
- lakukan itu sebelum masuk Islam itu
- telah berhasil semuanya. Tapi begitu
- masuk Islam sehingga hanya karena
- Islamlah yang membuat saya tidak bisa
- melakukan apa yang biasa dia lakukan.
- Itu hebatnya. Jadi kesadarannya tinggi
- kepada syariat Allah dan dia tidak mau
- kalau ada sesuatu tanpa tabayun. I dia
- kalau ada berita apa-apa dia harus cek
- dulu. Check and receck lah bahasa
- kitanya. Jadi kalau sudah jelas baru dia
- bertindak. Jadi kalau masih abu-abu
- belum jelas dia belum bertindak. Nah ini
- kehebatan siapa? Saad. Saad bin Ubadah.
- Ya. Qais bin Saad. Qais bin Sa'ad bin
- Ubadah.
- Nah, kenapa saya katakan dia itu seorang
- dermawan dan seorang pemberani itu di
- kaumnya kalau sudah datang waktu
- malam itu ada orang yang berdiri di atas
- gunung.
- Terus dia mengadakan himbauan. Siapa
- yang berada di saat ini? Apakah sedang
- berjalan atau yang lainnya? Kalian
- lapar, silakan hadir di rumah yang ada
- di samping saya.
- Itu siapa? Itu keluarga daripada Qais
- bin Sa'ad.
- Jadi kemudian tiba-tiba ada lampu di
- tengah gunung. kayak lampu. Lamun ini
- ada listrik mending waktu itu belum ada
- listrik lampunya ngegedur. He. Kayak
- compor. Cempor ya? Cempor ya. Terus apa?
- Ada yang
- bilang kalau
- kamu berjalan di malam ini gelap kami
- siapkan obornya biar kamu tidak
- tersandung. Itulah kehebatan keluarga
- Qais bin Sa'ad bin Ubadah. Sampai
- begitu. Nah, satu
- saat Abu Bakar sama Umar melihat
- aktivitas yang dilakukan oleh Qais bin
- Saad, dia banyak memberikan kepada orang
- bantuan. Kata Umar, "Nih, kalau orang
- ini kalau enggak kita kasih tahu, kalau
- kita enggak tahan bisa habis tuh
- hartanya."
- kedengaran sama
- dia. Kata dia, "Kalau bukan Abu Bakar
- yang ngomong sama Umar, ya mungkin oleh
- dia sudah diabrak lah. Tapi siapa yang
- berani menghadapi Abu Bakar dan Umar?
- Tapi tetap saya akan berbuat sesuatu
- yang biasa dilakukan oleh
- karuhun-karuhun saya, nenek-nenek moyang
- saya. Karena nenek moyang dia itu
- orangnya dermawan, murah hati, dan selep
- perhatian sama orang lain. Inilah tipe
- daripada keluarga Qais bin Saad bin
- Ubadah. Dan hal ini diwarisi itu oleh
- Qais sendi sendiri. Orangnya berani,
- penyantun, ahli strategi. Apapun yang
- dilakukan oleh orang lain kalau dia
- sudah berkata a oke nah itu hebatnya.
- cerdas orangnya. Masih muda waktu itu.
- Waktu di hidup di zaman Nabi masih muda.
- Cuma itu tadi sayangnya enggak
- berjenggot katanya. Makanya dulu saya
- punya pikiran sekalipun jenggot saya
- tipis,
- hanya beberapa lembar, tapi ada pikiran
- di hati malaikat sedang
- bergelantungan dulu itu dulu. Karena
- saking kepenginnya punya jenggot.
- Alhamdulillah. Makanya aneh sekarang
- orang sudah dikasih jenggot, jenggotnya
- dikurud sampai
- bolenang, sampai enggak ada sedikit pun
- biar tambah lebat.
- Heeh. Tapi sekalipun masalah ini
- ikhtilaf para ulama ada yang mengatakan
- itu kan sekunder katanya itu kan bukan
- primer. Udah kata saya ada sekunder lah.
- Primer lagi nih ya. Kalau itu memang
- sunah, kalau memang kita senang sama
- sunah lakukan ya. kecuali kalau enggak
- senang sama sunah kan. Nah, lain lagi
- tulusannya. Itu satu tuh. Yang kedua ini
- yang perlu kita pelajari, kita ikuti
- langkah-langkah strategi ini. Memang
- sahabat Qais bin Sab ini tunduk patuh
- kepada Qurannya tinggi beliau.
- Jadi kalau ada panggilan yang
- berdasarkan panggilan Allah dan
- Rasul-Nya itu dia sedang apapun siap
- respon cepat ya. Nah. sami nawatonya
- tinggi yang
- kuda
- dalam segala
- tindakan dia enggak mudah langsung
- begitu saja sebelum dia sendiri
- mengadakan check and receck hati-hati
- hati-hati sehingga tidak menimbulkan
- penyesalan apalagi sem semberon demikian
- walhamdulillah asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh terima kasih Ustaz Kom
- Basuni atas kisah sahabatnya di pagi
- hari ini. Sahabat ee Qais bin Sa'ad bin
- Ubadah. Ini intelijen khusus ya pada
- zaman Rasul. Selain berani juga dermawan
- ikwan awat. Yang ingin bergabung
- bertanya Anda bisa ee bergabung di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Ah.
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Rahasia untuk Islam yang satu
- bersama kami Iwan Ah di acara sirah
- sahabat bersama Ustaz Komarudin Basyuni
- dengan kisah Qais bin Saad bin Ubadah.
- Ini nama bapak, nama kakek juga ya
- disatuin. Wah, subhanallah. Sifatnya
- pemberani dan juga dermawan. Ini
- intelijen khusus pada zaman Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dan sudah
- banyak WhatsApp yang masuk di
- 0811999720.
- Yang pertama saya bacakan dari Bapak
- Hadi di Jampang, Sukabumi, Ustaz.
- Masyaallah. Kayak Pak Haluk ya akhi apa
- Pak Hadi? Hadi ya. Jadi dari dengar dari
- lataan SFM ya. Rilai dari lataan cfm.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah, Pak Hadi. Mungkin bisa
- dibilang sahabat QIS ini disebut zuhud,
- Ustaz. He. Ee karena kedermawanannya
- bisa diartikan juhud ee menurut
- Ustaz Bapak ee arti zuhud menurut ustaz
- seperti apa kata gitu.
- I bismillahirrahmanirrahim.
- yang sering
- kita pahami, kita dengar dari guru-guru
- kita. Pengertian zuhud
- itu
- seolah-olah orang
- tidak terpengaruh dengan kehidupan
- dunia. H itu umum di mana-mana.
- sehingga kalau dia seorang
- pekerja,
- seorang kalau istilah kita karyawan ya,
- begitu dia dapat
- upah, maka begitu pulang ke
- rumah itu yang dibawa hanya sekedar
- keperluan untuk rumahnya aja. selebihnya
- ke mana?
- ya di ini diberikan kepada orang lain,
- maka kebutuhan yang lainnya dari
- keluarga hanya tidak terpenuhi.
- Nah, kebanyakan pemahamannya juhud
- seperti
- itu. Tapi kalau kita
- lihat praktik di zaman Nabi dan para
- sahabat, juhud yang dialami oleh Utsman
- bin Affan tidak seperti itu. Iya. Ya,
- Utsman bin Affan terkenal kaya raya.
- Kalau dia tidak kaya
- raya, mungkin dia tidak dikatakan juhud,
- tapi dia zuhud juga. H. Maka pengertian
- zuhud yang saya baca dalam kitab azzuhdu
- yang disusun oleh Imam Ahmad bin Hambal
- yaitu mereka menempatkan dunia bukan di
- hatinya. Jadi dunia hanya ditempatkan di
- tangan dia sehingga kalau ada keperluan
- dikeluarkan. Sementara kalau di hati itu
- kan jadi pikiran terus. Nah, itulah
- pengertian zuhud. Artinya dia
- mendapatkan harta sesuai dengan haknya.
- Harta itu dikeluarkan. Apakah zakatnya,
- apakah infaknya atau
- sedekahnya. Kemudian dia jaga
- keluarganya. Jangan sampai keluarganya
- kekurangan.
- Itu yang oleh Allah disebutkan dalam
- surat Alfurqan yaitu walladzina idza
- anfaqu lam yusrifu walam yakturu wana
- bainaalika sabila. Jadi orang-orang
- ibadurrahman apabila mereka menginfakkan
- hartanya tidak jorjoran dan tidak pedit.
- H
- kalau cukupnya gitu ya. Heeh. Jadi
- wanaana bainaalika sabilah berada dalam
- posisi tengah-tengah. Nah.
- Jadi contoh begini, kalau orang pelit
- kan sama sekali susah mengeluarkan. He
- tidak jorjoran. Kalau joran kan ada uang
- 1.000 atau uang Rp100.000 ada orang pelu
- dikasih dengan Rp100.000 sehingga dia
- keperluan untuk dirinya enggak ada,
- keperluan untuk anaknya juga enggak ada.
- Nah, ini jadi tidak ada begini. Jadi
- berada pada sisi tengah-tengah. Nah,
- jadi itulah termasuk e orang-orang yang
- zuhud, tidak mengendalikan hartanya. e
- tidak dikendalikan dia oleh har harta,
- justru dia yang mengendalikan hartanya.
- Demikian
- ya. Selanjutnya pertanyaan kembali dari
- 0822922 sekian sekian enggak menakan
- nama. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam. Apakah Qis wafat saat
- berpeperangan atau wafat karena sudah
- usianya, Ustaz? Ya, menurut catatan
- sejarah dia wafat tahun 9. H ya, karena
- usia. Karena usia sepuh ya. E bukan
- dalam perang ya. Bukan karena memang
- usianya sangat panjang sekali, Ustaz,
- ya. I menjamani empat sekali, ya. Zaman
- Rasul, zaman sahabat-sahabat yang lain
- juga. Bahkan dia ikut
- waktu pengangkatan anaknya Ali, Hasan.
- Hasan juga ikut. Bahkan pada saat Hasan
- menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah
- yang tadinya dia enggak enggak cocok
- dengan Muawiyah, nah kata dia, "Pimpinan
- saya aja cocok. Masa saya enggak cocok?
- Karena kan Hasan orang yang diangkat
- oleh kaum muslimin, dibiat oleh kaum
- muslimin yang ada di kota Makkah. He.
- Sementara yang di utara mereka
- mengangkat Muawiyah. Nah. Nah, sekarang
- Hasan menyerahkan kepemimpinan kepada
- Muawiyah karena tidak halal atau tidak
- sah. Dalam satu waktu ada dua
- kepemimpinan. Maka Hasan menyerahkan
- kepemimpinan kepada Muawiyah. Peristiwa
- ini disebut namanya amul jamaah. Tahun
- kesatuan.
- Nah, Qis bin Saad yang tadinya agak s ya
- kalau kepada Maul ya. Nah, sekarang kata
- dia pimpinan saya aja sudah nyerahkan
- udah setujulah masa saya
- bertahan. Jadi sejak itulah luluh
- suasana hati yang tidak cocok dengan
- Muawiyah karena pimpinannya juga sudah
- sekarang tidak ada lagi clash. Padahal
- dulu waktu zaman ayahnya Hasan Ali itu
- kan terjadi peperangan antara Ali dengan
- Muawiyah yang disebutkan perang sifin.
- Kemudian antara Ali dengan kelompok
- Khawarij yang namanya perang Nahrawan.
- Kemudian antara Ali dengan Aisyah yang
- disebutkan perang Jamal. Perang dan
- perang. Coba bayangkan sesama muslim.
- Sesama muslim. Nah, Hasan enggak mau
- mewarisi peperangan lama melulu karena
- sudah banyak luka-luka yang dialami oleh
- kaum muslimin. Udah kalau istri bas kita
- damai aja dah. Nah, kanya lebih baik
- mempersatukan sesama Islam. Subhanallah.
- Ya, demikian. Baik, kembali ke
- pertanyaan selanjutnya dari Ibu Rita di
- Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam, Bu Rita.
- Eh, Kois belajar mengenai intelijen dari
- siapa, Ustaz? Apakah Rasul? I. Dan apa
- hal-hal besar yang dicapai Qis dengan
- keahliannya itu?
- Qis memang beliau menjadi pakar
- intelijen itu dari leluhurnya, he. Dari
- orang tuanya ya. Karena
- waktu beliau masuk Islam justru beliau
- mau memerjakan sesuatu yang akan
- merugikan Islam. Tapi begitu Rasul
- membacakan ayat dan dia dengar, akhirnya
- dia mengurungkan niatnya. Yaitu surat
- Fatir tadi. Wala yahiqul makrusu illa
- biahlih. Akhirnya dia tarik dan kemudian
- dia bertobat pada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, apa tadi yang sebenarnya
- reputasi tinggi? Nah, itu tadi pada
- zaman Ali dan
- Muawiyah dia akan meledakkan sesuatu
- yang direncanakan.
- Tapi karena dia patuh kepada Allah dan
- Rasul-Nya sehingga tidak jadi. Sekiranya
- itu terjadi sudah banyak betul itu lebih
- banyak lagi yang korban. Nah, berarti
- kan ada satu niat baik supaya dia tidak
- melanjutkan niat jahatnya itu. Sebab
- kalau niat jahat itu dilakukan pasti kan
- anak buahnya ngikutin juga. Wah. Nah,
- dengan itu dia redam, dia kendalikan
- sehingga tidak terjadi bencana yang
- lebih besar lagi. Demikian sangat
- hati-hati sekali orangnya ya. Oh, iya.
- Oke. Baik. Selanjutnya pertanyaan tidak
- menyatakan nama dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz Komudin Basyuni.
- Heeh. Tadi Ustaz membahas mengenai
- jenggot. Nah, apa keutamaan berjenggot
- bagi umat Islam? Kenapa orang di luar
- Islam menilai negatif muslim berjenggot?
- Padahal banyak nonmuslim, bahkan orang
- Yahudi pun berjenggot. Oh, iya. Iya.
- itu identitas seorang muslim itu
- berjenggot
- ya. Tapi kalau enggak punya jenggot yang
- jangan dipaksain. Emang adanya
- begitu. Ini pengin jenggot sampai
- ditambah-tambah jenggot yang palsu
- ditempelin. Enggak usah
- lah. Biasa aja. Saya lucu. Saya lihat
- foto saya tiba-tiba jenggotnya dari
- Jambang. Jambang ke bawah ke atas. Ini
- siapa orang bikin jenggot saya? Saya
- enggak pernah bikin. Ternyata ketahuan
- orangnya. Saya panggil loh itu kenapa
- kok wajah saya penuh dengan jenggot?
- Kata dia, "Usah, itu mah bercanda kata
- ya." Nah, itu kok bisa begitu? Ada ada
- ilmunya kata dia. Jadi kalau difoto itu
- aplikasinya ada. Aplikasinya khusus
- aplikasi yang kita dibuatnya dengan
- berbagai macam. Akhirnya saya diajarin,
- akhirnya saya juga bisa. Oh, yang
- jenggot saya agak kerancang-kerancang
- ya. Lebat jadi lebat. Bahkan bisa jadi
- segini nih sampai di udel
- keseh itu itu mah rekayasa itu tapi
- kalau sudah difoto kan enggak orang
- enggak tahu kan bahwa itu hasil rekayasa
- kan he kayak kayak beneran kayak beneran
- itu pada hasilnya enggak saya juga
- pernah nih sama salah satu kru Rasil nih
- begitu dia datang muncul gambarnya wuh
- kok
- berjenggot suaranya memang suaranya cuma
- kan wajahnya saya haal masa wajah Jadi
- begini begitu saya telepon apa
- bilangnya? Oh itu saya katanya rekayasa.
- Ya demikian. Baik satu pertanyaan lagi
- dari tidak menyatakan nama nih.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz Afwan ee di luar
- tema bertanya, "Apakah ada kisah tentang
- Rasulullah datang melayat orang
- nonmuslim? Bagaimana adab kita jika ada
- orang nonmuslim yang meninggal? Apakah
- kita boleh bertakjiah?" Pak Ustaz, mohon
- pencerahannya, Ustaz.
- Ya, kalau yang saya
- ketahui, Rasul
- pernah melihat
- rombongan orang Yahudi yang akan di
- makamkan. Ada sahabat di situ duduk. H.
- Kata Nabi, "Kenapa kamu
- duduk?" Itu yang meninggalkan bukan
- muslim. Kata Nabi, "Hormati." Ia pun
- manusia. H artinya yang tadinya duduk
- berilah dia.
- Hormati. Artinya dalam sisi
- kemanusiaan kita ada akhlak ya. Ya.
- Bagaimana orang
- nonmuslimnya meninggal terus kita di
- sampingnya masa kita tetangganya enggak
- ikut andil, enggak ikut bela sungkawa.
- ya yang perlu untuk dilakukan dan tidak
- melanggar syariat boleh kita membantu
- umumnya menyediakan alat yang akan
- digunakan menggali tanah atau kita
- membantu. Itu kan
- namanya
- ukhuwah basyariah, ukhuwah kemanusiaan.
- Nah, kalau sudah
- selanjutnya sudah digali dan sebagainya
- kalau mereka mau melaksanakan itu kan
- urusan mereka. Tapi sebagai manusia ya
- kemudian tidak memutuskan hubungan
- silaturahim ya boleh kita melaksanakan.
- Yang penting kita selalu berbuat baik
- dan niat juga baik. Yang dilarang itu
- kalau mereka beribadah ibadahnya terus.
- Makanya ayatnya ada surat almumtan ayat
- 8. La yanakumullah
- anilladina lam yuqotilukum. Allah tidak
- melarang kamu untuk berbuat baik kepada
- orang yang tidak memerangi kamu,
- mengusir kamu. Boleh berbuat. Yang tidak
- boleh berbuat itu kalau mereka mengusir
- kamu, membenci kepada kebaikan. Nah,
- itu. Tapi kalau orangnya enggak ya boleh
- kau berbuat. Bisa dilihat dalam surah
- almumtanah. Ya, demikian dari segi
- kemanusiaan kita saling membantu itu
- dianjurkan justru ya membantu dalam segi
- kemanusiaan. Dianjurkan. Baik, tadinya
- saya mau pamit ya, ada lagi yang masuk e
- satu WhatsApp ini dari Hambal Allah,
- Ustaz. Tapi di luar tema enggak apa-apa
- saya bacakan. Soklah K ini di Jakarta
- Allah mau bertanya di luar tema. Kalau
- orang hamil duluan terus dinikahkan,
- kata orang setelah melahirkan harus
- dinikahkan lagi. Apakah betul itu,
- Ustaz? Ee seperti itu, Ustaz. Ya, itu
- namanya masalah fikhiah, ya. Ee artinya
- masalah yang memang para ulama
- berikhtilaf. Ada yang mengatakan boleh
- diingat, boleh dinikahkan. Ada yang
- mengatakan jangan. Nanti setelah dia
- melahirkan. Ada seperti Imam Ahmad
- berpandangan seperti itu. Tapi kalau
- Imam Syafi'i enggak boleh. Boleh
- dinikahkan. Itu ada bukunya ee saya
- punya buku itu yang disusun oleh
- Profesor Mahmud Yunus. H karena banyak
- permasalahan-permasalahan yang terjadi
- di kalangan umat Islam. Sehingga diambil
- satu analog atau kias. Kalau ada orang
- mencuri pohon, pohon mangga dan lain
- sebagainya terus ketahuan
- terus mental ganti kata yang mengambil
- pohon buah itu keluarkannya. Bagaimana
- kalau saya beli aja? Boleh. Boleh. Nah,
- mengambil ee peristiwa hukum seperti
- ini.
- Maka salah seorang imam mazhab
- mengatakan boleh. Maka banyak di antara
- mereka yang menikahkan. H demikian.
- di masalah ikhtilaf perbilaf itu
- namanya. Tapi ada yang matang enggak
- boleh nanti kalau boleh juga kalau sudah
- dia melahirkan ada yang ber pendapat
- seperti itu. Itu namanya ikhtilaf.
- Ikhtilaf ya. Heeh. Masing-masing punya
- dalilnya ya. Punya dalilnya. Baik Ustaz
- kita dibersih waktu mungkin ada yang
- disampaikan. Cukup cukup ya. Baik terima
- kasih Ustaz atas ilmunya, atas kisahnya
- sahabat Qais bin Sa'ad bin Ubadah. He
- yang begitu tadi Ustaz jelaskan begitu
- mendetail. Semoga apa yang disampaikan
- dapat menambah wawasan kita juga
- menginspirasi kita untuk tetap mencintai
- Allah dan Rasul-Nya dan juga para
- sahabat-sahabatnya. Baik ee Iwan Nawat
- terima kasih atas bergabung ee yang
- sudah bergabung via WhatsApp yang sudah
- memberikan pertanyaan semoga apa yang
- disampaikan dapat menambah ilmu agama
- kita. Saya temani Oni dan juga Anis
- untuk pamit. Subhanakallahumma
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubuik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- [Musik]
- H
- [Musik]