Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Ahim untuk Islam yang satu, ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala. Masih bersama kami dalam program
- sirah Sahabat bersama Ustaz Komaruddin
- Basuni. Kita awali pertanyaan pertama
- dari Ibu Liza Emilda. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Satu buah komentar dari Ibu
- Lizah. Masyaallah, betapa kisah-kisah
- para sahabat membuat kecintaan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala dan
- kepada Rasul-Nya semakin bertambah.
- Semoga dengan kisah-kisah Rasul dan para
- sahabat ini membuat kita umat muslim
- tergetar hatinya untuk bersatu membela
- agama Allah. Amin ya rabbal alamin.
- Baik, Ibu Liza ya. Iya. Apa yang
- disampaikan Ibu Liza tentang sejarah
- Nabi dan para sahabatnya. Semoga Allah
- memberikan
- keimanan terutama kepada Ibu Rizija dan
- keluarganya serta kaum muslimin seperti
- keimanan para sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Karena tidak
- sedikit kaum ibu di zaman Nabi itu
- menyerahkan semua yang dia miliki.
- Termasuk anaknya itu diserahkan kepada
- Nabi.
- Coba belum pernah ada manusia hari ini
- yang bisa menyerahkan anaknya. Kayaknya
- enggak
- ada kepada orang lain. Siapa orang yang
- tidak sayang kepada anaknya? Justru di
- zaman Nabi banyak kaum ibu yang
- menyerahkan. Tidak hanya harta yang di
- anaknya itu diserahkan kepada Nabi.
- Seperti Anas bin
- Malik itu oleh ibunya diserahkan kepada
- Nabi. Dan banyak lagi sahabat-sahabat
- yang bahkan ada salah seorang sahabat
- kerinduannya kepada Nabi bukan main.
- Sampai sahabat tadi badannya kurus.
- Makan enggak mau, minum enggak mau.
- Ditanya oleh keluarganya, "Kenapa?"
- Rindu sama Rasul. Iya. Coba itu.
- Kemudian lagi ada seorang ibu
- memberangkatkan anaknya ke medan perang.
- Dua orang anaknya dikirim. Begitu berita
- sampai kepada dirinya bahwa anaknya
- gugur. Begitu mereka pulang, yang
- ditanyakan bukan anaknya. Heeh. Tapi
- yang ditanyakan duluan bagaimana
- Rasul kata sahabat. Alhamdulillah
- Rasulullah sehat walafiat. Apa dia
- bilang? Semua yang
- kudengar apa yang menimpa kepada anakku.
- Tapi kalau yang menimpa kepada
- Rasulullah mungkin dia anggap berat.
- Tapi kalau Rasulullah masih sehat itu
- semuanya yang menimpa kepada aku dan
- menimpa kepada anakku. Aku anggap itu
- biasa saja. Jadi bagaimana kecintaan
- para sahabat kepada Rasulullah?
- sallallahu alaihi wasallam. Inilah yang
- tadi disampaikan oleh Ibu Liza.
- Mudah-mudahan Ibu Liza mendapatkan
- karunia keimanan laksana keimanan para
- sahabat. Demikian. Baik, Ibu Liza semoga
- terjawab. Kemudian ada Ibu hamba Allah
- di Jakarta. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pengadan sahabat Nabi untuk
- makhluk Islam begitu menyakitkan. Namun
- kenapa ustaz di zaman nausat ini yang
- begitu mudah untuk melakukan ibadah dan
- lain-lain se tapi sepertinya tidak ada
- girah dan semangat bahkan untuk sekedar
- membaca Al-Qur'an setiap hari begitu
- malas. Mohon nasihatnya Ustaz. Iya.
- Baik. Inilah bedanya umat Islam di zaman
- now ini. Heeh. dengan umat Islam di
- zaman Nabi. Karena Rasul pernah
- mengatakan bahwa
- generasi semakin kemari itu bukan tambah
- baik. Nabi pernah mengatakan khairul
- qurun
- qarni. Sebaik-baik generasi adalah zaman
- Nabi. Summalladzina yalunahum. Kemudian
- sesudahnya yaitu zaman khulafa rasyidin.
- Kemudian tummalladzina yalunahum.
- Kemudian generasi sesudahnya yaitu zaman
- tabi tabiin. Nah, nah kalau dari zaman
- Nabi, zaman khulafa raridin, zaman para
- sahabat, tabiin, zaman ke sininya ya
- memang masyaallah.
- Artinya apa yang oleh Nabi keluhkan
- kepada Allah, "Ya Rabbi
- innaidul qurana mahjur." Nah, ini
- sekarang kenyataan inilah ee keluhan
- Rasulullah kepada Allah. "Ya Rabb," kata
- Nabi, "Bah umatku nanti akan menjadikan
- Al-Qur'an itu jauh." Kenapa? Ya, itu
- tadi penyakit malas.
- Mungkin akibatnya banyak akibatnya
- karena mungkin karena dia terlalu berat,
- terlalu capek kerjanya sehingga pulang
- ke rumah mana sempat. Yang kadang
- ngantuk, tidur, lelah, terus bangun pagi
- berangkat lagi gitu dan gitu. Heeh. Nah,
- kita jangan sampai begitu ya. Pokoknya
- usahakan bahkan bukan sesempatnya.
- Jadi harus merupakan kudu mesti mesti
- Quran itu dijadikan bacaan yang paling
- utama ya sebelum yang
- lainnya. Saya melihat dalam surah
- Almukminun bahwa orang sukses itu bukan
- orang yang banyak harta dan banyak
- kekayaan dan juga bukan orang yang
- anaknya sukses. Bukan.
- Tapi Allah katakan orang yang sukses
- adalah pertama qod aflahal mukminun
- alladzina hum fi shatihim khosiun. Yang
- mereka kalau salatnya khusyuk tuh enggak
- disebut orang sukses itu hartanya
- melimpah.
- Bukan. Jadi ciri pertama orang sukses,
- orang menang pertama salatnya khusyuk.
- Yang kedua walladina hum anillagwi mun.
- terhadap hal-hal yang tidak ada gunanya
- mereka berpaling. Lago termasuk
- perbuatan lagu itu catur. Itu lagu
- itu sia-sia
- itu. Ah kemudian lagi walladzina
- hum lizzakati failun. Begitu dia
- mendapatkan harta sampai nisab keluarkan
- zakatnya. Yang keempat walladzina
- humurujihim hafidun. Orang yang menjaga
- kemaluan dirinya.
- dijaga kemaluannya, tidak berzina. Terus
- walladina
- humatihim hafidun. Mereka menjaga
- waktu-waktu
- salat. Walladina humana waahdih.
- Terhadap amanah yang dia terima dia
- tunaikan. Janji yang dia keluarkan
- dengan orang janji dia tepati. Nah itu
- kata Allah baru mulai humul warisun.
- Itulah para pewaris, yaitu para pewaris
- surga firdaus. Jadi itu sukses menurut
- Allah itu bukan orang yang kaya raya
- kemudian dia tidak dekat dengan Allah.
- Bukan. Karena banyak orang yang kaya
- raya tapi Allah katakan sesungguhnya
- kekayaan hartanya itu merupakan azab
- dunia. Artinya apa? Dia akan
- dikelisihkan dengan hartanya. Sehingga
- dengan hartanya itu mestinya orang
- dengan hartanya tenang dia gelisah,
- takut dirampok.
- takut dicuri dan lain sebabnya. Baik,
- Ustaz. Baik, Ustaz. Nampaknya kita sudah
- berada di penghujung acara, Ustaz. Iya.
- Di pagi hari ini sebelum berpisah,
- kesimpulan apa yang bisa disampaikan,
- Ustaz? Baik saudaraku para pendengar
- Radio Rasil dan para pemirsa Rasil bahwa
- ibrah yang perlu kita ambil dari
- perjalanan seorang sahabat Khabbab bin
- al-Arad yaitu merubah
- sikap, merubah suasana yang tadinya saya
- hanya bisa ini saja. Apa mungkin saya
- bisa seperti yang lain? Heeh. Ternyata
- khobab dari tukang pandai besi dia bisa
- merubah dirinya menjadi seorang
- pengajar.
- menjadi seorang alim, menjadi seorang
- ulama yang mengajarkan Al-Qur'an. Nah,
- memang kalau kita tidak mulai artinya
- hanya itu saja kata orang Sunda ulukut
- di dinya tidak pernah berubah itu memang
- tidak akan ada perubahan. Coba kita
- belajar dari peristiwa para sahabat
- Rasulullah yang terj mereka dianggap
- sebelah mata ya oleh kebanyakan orang.
- Tapi begitu dia
- beralih profesi, kadang dia jadi seorang
- guru, dia seorang alim, maka
- penghormatan yang Allah berikan kepada
- dirinya melewati hambanya itu bisa
- dirasakan. Baik. Dan memang sabda Rasul
- itu benar yang disampaikan oleh Utsman
- bin Affan. Kata Nabi, "Khairukum man
- ta'lamal Quran waamah." Sebaik-baik
- kalian orang yang belajar Al-Qur'an
- kemudian diajarkannya. Apalagi kalau
- mengajarkan Al-Qur'an diberitahukan atau
- disampaikan isinya. Jadi tidak hanya
- dibacakan saja tapi dijelaskan isinya
- sehingga orang semakin mantap. Demikian
- baik mudah-mudahan bermanfaat. Wuminkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik ikhwan
- dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Demikian tadi
- tausiah kita di hari ini dalam program
- sirah Sahabat bersama Ustaz Qaruddin
- Basuni. Kisah sahabat yang diangkat
- adalah tentang sahabat Ka'ab bin Al
- Khabab maaf Khabab bin Al-Arad. Terima
- kasih Ustaz Komarudin, terima kasih Ondi
- Mandi, terima kasih Fahri dan juga Zain.
- Dan terima kasih kepada seluruh
- pendengar kami yang telah menyimak
- siaran ini dari awal hingga akhir.
- Semoga SMS yang Anda ee sampaikan
- terjawab begitu pula dengan WhatsApp.
- Dan yang belum terjawab atau belum
- dikomentari semoga Allah mencatatnya
- sebagai amal saleh. Terima kasih.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- [Musik]