Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 braasil 0:06 [Musik] 0:14 [Musik] 0:20 TV Brasil TV 0:36 [Musik] 0:43 braasil TV 0:46 [Musik] 0:52 [Musik] 1:00 [Musik] 1:12 tqilun 1:15 winanasi yattakhidzu 1:18 minunillahi 1:20 and 1:22 yuhibbunahum 1:26 kahubbillahina 1:28 amanu 1:32 ill waradinaamu 1:40 yunalab 1:41 annal quwata lillahi Jamian 1:46 [Musik] 1:48 waallaha syadidul 1:52 adab sadaqallahulim 2:03 De Leaders dan calon Leaders di 2:06 Indonesia kembali lagi kita pada acara 2:09 Indonesia yang malam ini memasuki seri 2:13 ke-171 dengan tema APBN paska Pemilu 2:16 sahabat-sahabat sekalian kita sudah 2:19 melalui proses pemungutan suara Pemilu 2:22 2024 pada 14 Februari 2024 kemarin dan 2:26 saat ini sedang menunggu proses e perhit 2:30 dan rekapitulasi suara hasil pemilu 2024 2:35 hingga nanti di bulan maret ee 2:37 Insyaallah akan diputuskan oleh KPU 2:40 Pusat KPU RI ee hasil pemilu baik pemilu 2:44 presiden pemilu legislatif dan juga 2:46 Pemilu dewan ee Perwakilan Daerah ee 2:50 namun ee dalam proses ini sudah ada 2:53 hasil quick count yang ilmiah dan juga 2:57 real count eh KPU dan juga R oleh 3:00 beberapa pasangan dan partai politik 3:03 yang saat ini menunjukkan 3:06 ee Pasangan calon presiden dan wakil 3:09 presiden Prabowo Gibran sedang Leading 3:12 dengan eh di atas 3:14 50% eh dan ada kemungkinan potensi satu 3:19 putaran walaupun kita semua saat ini 3:21 sedang menjaga dan mengawal terus proses 3:23 peratungan suara ya Ee Namun kita ingin 3:27 membahas 3:28 ee seperti apa wajah APBN ee di 2024 dan 3:33 juga 2025 ini nantinya ee pasca Pemilu 3:36 ini ya di tengah situasi pasca Pemilu 3:40 Kita mendapatkan banyak kabar tiba-tiba 3:42 e saat ini harga beras sedang naik harga 3:46 kebutuhan pokoknya juga naik ya dan juga 3:49 ee beberapa 3:51 ee kabar terkait dengan rencana 3:54 penyusunan RAPBN 2025 ya karena dalam 3:58 proses penyusunan pbn itu dimul dimulai 4:02 dari awal tahun ini ya prosesnya 4:04 terutama di bulan Februari dan Maret ini 4:07 sahabat-sahabat sekalian eh melalui 4:10 kementerian keuangan pemerintah sedang 4:12 menyusun APBN 4:14 2025 mulai dari bulan ini ya dimulai 4:18 dari proses penyusunan rapbn-nya 4:20 meskipun masih awal penyusunan anggaran 4:23 ini perlu mengakodasi mengakomodasi 4:25 program-program pemerintah baru di mana 4:28 kita tahu nanti di akhir tahun ini akan 4:30 ada pergantian Presiden Pak Jokowi sudah 4:33 dua periode akan dilanjutkan oleh 4:34 presiden terpilih hasil pemilu presiden 4:37 saat ini di mana saat ini pasengon nomor 4:40 urut 2 sedang Leading dalam proses 4:42 perhitungan Pemilu Eh prabo Pak prabo 4:46 dan Gibran yang berpotensi menang satu 4:48 putaran membutuhkan dana besar untuk 4:51 mbiayai program-program yang dijanjikan 4:53 saat pemilihan presiden 4:55 2024 ya di sisi lain pemerintah juga 4:57 harus bisa memastikan APBN Kredibel di 5:00 tengah ee ancaman ekonomi global e 5:03 beberapa program unggulan paslon 02 5:06 seperti program makan siang dan minum 5:08 susu gratis memerlukan setidaknya lebih 5:10 dari 400 triliun per tahun ini anggaran 5:13 yang sangat besar melebihi anggaran eh e 5:17 IKN ya Belum lagi nanti mungkin program 5:20 IKN juga membutuhkan ee anggaran yang 5:23 sangat besar apabila terus dilanjutkan 5:25 oleh Pak Prabowo Lalu ada juga program 5:28 lumbong pangan serta program kartu-kartu 5:31 Kesejahteraan Sosial prab Gibran juga 5:33 ingin melanjutkan proyek IKN ee hingga 5:36 melanjutkan 5:38 hilirisasi ya Eh dengan banyaknya 5:41 program-program yang menjadut APBN ini 5:43 apakah memang anggaran negara kita 5:46 sanggup 5:47 eh menanggung beban realisasi 5:49 janji-janji kampanye dari e calon 5:52 presiden terpilih nantinya presiden 5:54 terpilih ya Apakah 5:56 eh atau Apakah dengan janji-janji 5:59 tersebut akan menambah hutang negara 6:01 menjadi lebih banyak lagi demi 6:03 merealisasikan janji kampanye yang 6:05 sangat menyedot Banyak anggaran tapi eh 6:08 minim 6:09 eh hasil baliknya sebagai pendapatan 6:12 asli negara untuk itu Eh pada 6:17 indonesiaal Le stok Malam ini kita sudah 6:19 menghadirkan eh narasumber kita pak 6:22 nailul Huda direktur ekonomi digital 6:24 sios ya Asalamualaikum Pak Nail Huda 6:27 Waalaikumsalam warahmatullahiakatuh asih 6:30 sudah hadir dana n Insyaallah akan 6:33 bersama kita bergabung juga e Bung dan 6:37 juga alhamdulillah sudah bergabung juga 6:39 Pak mani Asalamualaikum 6:44 Pak Baik sahabat-sahabat sekalian 6:47 eh Sebelum kita mulai acara 6:50 diskusi pada malam ini kami mengucapkan 6:52 terima kasih sebesarbesarnya kepada 6:54 seluruh pemirsa sea baik Negeri Maun eh 7:00 acara ini bisa disaksikan melalui siaran 7:03 e YouTube Mardani ala PKS TV dan juga 7:06 rasil TV dan juga disiarkan melalui 7:09 siaran radio rasil e frekuensi 729 khz 7:14 di teman-teman di sekitar jaboretabek 7:17 dan juga di relay juga melalui jaringan 7:20 yang bekerja sama dengan radio rasil di 7:22 beberapa kota di seluruh Indonesia dan 7:25 juga kami mengucapkan terima kasih 7:27 kepada rekan-rekan media wartawan jug 7:29 juga terus ee menyaksikan dan Meliput 7:31 dan memberitakan acara ini semoga 7:34 memberikan sumbangsih konten positif dan 7:36 mencerahkan bagi seluruh masyarakat 7:38 Indonesia baik sahabat-sahabat sekalian 7:41 Coba kita diskusikan eh Indal pada malam 7:45 ini dengan tema APBN Pemilu Karena 7:48 setelah Pemilu ini yang paling penting 7:50 bagaimana negara bisa menakan rakyat 7:56 yaagan ini udah jadiudah jadi 8:00 saya ya Ya silakan Pak 8:04 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 8:06 warahmatullahi 8:08 wabarakatuh alhamdulillah 8:11 allahidina 8:13 Muhammad jelaskah suara saya Bang jelas 8:17 Pak gambarnya bagus kah Bagus bagus oke 8:21 mas na 8:25 matunad danal 8:27 leadamatamam sejahterat kita semua 8:30 bahagia sekali Indonesia leader stock 8:32 pasca Pemilu kita bahas APBN ya sesuatu 8:37 yang ini uang kita semua siapun 8:42 pemenangnya wajib kita Kawal Mas nailul 8:46 wajib kita 8:48 eh eh pelototi bahasanya wajib kita 8:54 bedah wajib diawasi dan wajib dihukum 8:58 kalau tidak ee berorientasi kepada 9:03 kesejahteraan dan karena itu ee ini 9:07 memang ee cara kita sebebutnya cara 9:11 teknokratis kita untuk mengawal Negeri 9:14 matur nuhun ini lebih enak nah karena 9:18 itu Insyaallah ya Insyaallah kita akan 9:23 bahas 9:26 inientarang harus lebih tegak ininya 9:28 yang problem 9:30 Maaf Bang Al 9:34 tiga hal yang ingin saya sampaikan Mas 9:36 nailul Leaders dan calon Leaders yang 9:39 pertama 9:41 adalah negara ini milik rakyat dan 9:44 karena itu rakyat wajib terlibat dalam 9:47 membahas 9:49 APBN teknokrasi satu hal tetapi 9:53 partisipasi hal lain karena 9:56 itu akan sangat baik kalau siapun 10:01 pemenang 10:02 nanti memulai budaya baik mengumumkan ke 10:06 publik rakyatku ini loh APBN 2025 APBN 10:12 2025 ini menjadi 2024 kan sudah selesai 10:16 Mas yang kita mau bahas 2025 di DPR Kami 10:20 sedang bahasbahas rpjp nih e rancangan 10:24 Pembangunan Jangka Panjang 2025 sampai45 10:29 ini betul-betul sebuah pondasi dasar 10:32 karena 2045 100 tahun kita merdeka ini 10:35 jendelanya kecil sekali biar kita keluar 10:38 dari middle incomeap Country karena itu 10:41 wajib bagi kita untuk mengawasi APBN ini 10:46 APBN untuk rakyat melalui partisipasi 10:50 penuh dari rakyat Tentu yang dimaksud 10:53 rakyat 10:54 di 10:58 tem-anademis- SM teman-teman eh 11:02 presessure GR partai politik semua tidak 11:06 boleh lagi pembahasan APBN itu eksklusif 11:09 cuma punya elit buka buka 11:12 buka ada contoh kecil mas nailul eh Mas 11:16 Yoto ya dulu eh Bupati Tapi beliau 11:21 betul-betul membuka APBN bahkan sampai 11:24 tingkat Desa ini l jatah Desa kalian 11:27 Gitu dengan tingkat ipasi seperti itu 5 11:30 tahun luar biasa ya jadi jangan lagi 11:33 pemerintah menganggap masyarakat bodoh 11:36 Jangan libatkan libatkan libatkan 11:39 justru kata Bang Napi itu waspadalah 11:43 kejahatan itu karena ada kesempatan 11:45 ketika dibahas di elit ya sangat sedikit 11:49 yang punya akses di situlah setan akan 11:52 bermain oligarki akan bermain satu buka 11:55 aksesnya ke publik saat 11:57 pembahasan yang kedua 12:00 tentu fokus benar-benar untuk membangun 12:05 sumber manusia saya masih menggunakan 12:07 terminologi masedan jangan SDM jangan 12:10 sumber daya ya Karena manusia beda sama 12:13 material manusia punya kelebihan 12:16 ruhiahnya 12:17 spiritualitasnya moralitasnya eh 12:21 etikabilitasnya gituoh itu yang harus 12:23 dibangun dan karena itu wajib APBN 2025 12:28 Bang chalon Leaders punya pikiran yang 12:32 konsentrasi untuk membangun sumber 12:36 manusia jangan lagi punya pola 12:40 pikir industrialis semata tapi pola 12:44 berpikir orang-orang yang memahami 12:48 sejarah kebangsaan kita ya bahwa 12:51 melindungi sekap bangsa seluruh tanah 12:54 tumpan dari Indonesia memajukan 12:55 kesejahteraan umum cedaskan kehidupan 12:57 bangsa ikut serta dalam perdamaian dunia 12:59 wajib tercermin dalam APBN kita 13:03 teknokrasi penting tetapi yang lebih 13:05 penting visinya 13:09 arahnyanya prioritasnya dan karena itu 13:12 eh akan sangat baik nih Mas na saya 13:15 tantang nih siapun presiden yang 13:17 terpilih 13:19 nanti buat reformasi birokrasi miskin 13:22 struktur kayak FSI jangan 34 kementian 13:26 kita 13:29 20 lebih bagus ayo berani sehingga kita 13:33 betul-betul nanti akan punya slim 13:35 government yang lincah yang tidak 13:38 terlalu berat Nah sekarang kami di 13:41 komisi 2 bangdi sudah punya revisi udah 13:45 selesai undang-undang ASN kelenturan 13:48 fleksibilitas undang-undang ini membuat 13:51 the best Talent bisa jadi ASN terbaik 13:54 gitu tidak harusikutin e gayaama bahwa 13:58 ASN itu birokratis sangat ee patron 14:03 klien tidak mereka diminta untuk menjadi 14:06 ASN yang mampu 14:08 adaptif mampu kolaboratif mampu untuk 14:12 prediktif kepada masa 14:15 depan terakhir yang ketiga tentu 14:18 eh mas nailul eh pola APBN defisit ini 14:24 perlu betul-betul kita buang ini ya saya 14:28 banyak Punya catatan Mas kasih komen ya 14:32 salah ketika menumpukkan pertumbuhan 14:34 ekonomi kepada BUMN Jangan biarkan 14:38 private punya ruang 14:39 gitu PNM penanaman modal negara di 14:43 banyak tempat Tidak Efektif Mas Justru 14:45 itu jadi sumber korupsi gitu biarkan 14:49 private ikut serta tapi low 14:53 enforcementnya kuat anti korupsinya kuat 14:56 nanti akan terjadilah satu persaingan 14:59 dengan sehat di mana ekonomi kita makin 15:01 makin efektif produktivitas makin 15:04 meninggi yang ujung akhirnya 15:07 kesejahteraan masyarakat akan meningkat 15:09 peningkatan PDB kita sangat sangat kecil 15:13 kita ingin ee enggak usah pakai kata 15:16 meroket lah Mas ya pokoknya signifikan 15:19 tiap tahun peningkatan PDB ee 15:23 eh 15:25 eh universal basic income-nya gituah 15:29 bahasa saya suka tuh jangan cuma PDB Mas 15:32 nailul ya tapi ubinya itu ya nanti ada 15:35 ubi kayu sebetulnya tapi ubinya dulu ya 15:37 unival basic income-nya betul-betul 15:39 sehingga berani pemerintah yang baru ini 15:42 harus cut off 15:43 eh jangan terlalu sibuk dan bangga 15:46 dengan Pak Jokowi ya walaupun tingkat 15:49 kepuasan publik tapi 10 tahun kita punya 15:52 catatan hidup begini-begini saja dan 15:54 Indonesia tidak sedang baik-baik saja 15:57 makasih bang haldi Mas nailul Nyun Sewu 15:59 Monggo dilanjutkan Terima kasih 16:01 asalamualaikum warahmatullahi 16:03 wabarakatuh Waalaikumsalam 16:05 warahmatullahi wabarakatuh baik 16:07 sahabat-sahat sekalian Eh sekarang kita 16:10 ke Pak nailul eh sebagai ekonom kita 16:14 dari digital serius bagaimana 16:15 pandangannya Pak nailul eh terkait 16:18 dengan proyeksi APBN 16:20 eh pasca pemilu dan juga dalam rangka 16:24 merealisasikan janji kampanye para ee 16:27 presiden terpilih nantinya 16:32 Oke terima kasih Mas saldi 16:34 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 16:35 warahmatullahi wabarakatuh Selamat malam 16:38 semuanya salam sejahtera bagi kita semua 16:40 yang saya hormati Bang marani ala Masdi 16:45 terima kasih eh dan juga pendengarnya 16:48 pendengar apa Mas 16:50 Eh Leaders ya leader talk Indonesia 16:54 leader talk Indonesia leader talk ya Iya 16:57 eh 17:00 jadi memang tadi saya ingin melanjutkan 17:02 aja ya betul kalau tadi sampaikan juga 17:05 sama Bang Mardani gitu kan memang kita 17:09 terlalu euforia betul sekali terlalu 17:12 euforia terhadap Apa yang dicapai oleh 17:16 Pak Jokowi gitu kan pertemuhan 5% dan 17:19 sebagainya gitu kan bahkan kalau kita 17:21 lihat janji-janji Pak Jokowi yang merok 17:24 7% pun tidak tercapai gitu kan maka 17:27 memang ada salah satu pembukaan ya kita 17:31 sebut aaj l ya slide-nya Pak Prabowo itu 17:34 pasti selalu 17:35 memperlihatkan mengenai Bagaimana 17:38 keunggulan Pak Jokowi gitu kan dalam 17:40 membangun fondasi eh perekonomian kita 17:43 gitu kan Tapi satu sisi ya sebenarnya 17:46 tidak tidak tidak tidak bagus banget 17:49 gitu kan kalau kita lihat pertemuhan 5% 17:51 dan sebagainya yang sebenarnya itu bisa 17:55 dioptimalkan menjadi 6 sampai 6,5% gitu 17:59 nah ini makanya eh Saya ingin memulai 18:02 untuk diskusi malam ini dengan izin 18:06 Share screen izin masudah belum ya 18:12 operator eh teman-teman tolong admin eh 18:19 host Iya eh saya bisanya pakai ini pakai 18:25 et sudah sudah sudah ya oke 18:32 nah ini saya ingin menunjukkan bahwa ke 18:36 depannya ya ekonomi kita nampaknya tidak 18:41 dibangun dan sekarang ini tidak dibangun 18:43 dengan fondasi yang sangat kuat gitu kan 18:46 Nah terbukti kalau kita lihat fornya 18:49 dari gold danf itu menunjukkan bahwa 18:54 perekononesia ke depannya itua menurun 18:58 dan kita lihat dari K mana sendiri 19:00 ketika Tahun 2022 menunjukkan bahwa 19:03 rata-rata untuk pembangunan Sori 19:05 pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 sampai 19:08 tahun 2029 artinya adalah ini 19:10 pertumbuhan Untuk pemerintahan baru itu 19:13 hanya mencapai 4,3% gitu kan Nah ini 19:17 pasti angka pesimisnya gitu ya tapi 19:19 kalau kita lihat optimisnya Mungkin bisa 19:22 sampai 5,5 sampai 6% gitu Tapi kalau 19:25 saya pribadi sebenarnya di tahun 2024 19:27 sampai tahun 9 itu akan ada berada di 19:31 angka sekitar 5% artinya adalah ini 19:34 memang ee satu fondasi yang tidak begitu 19:38 kuat kalau kita bandingkan dengan apa 19:40 yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi 19:42 gitu kan dan bahkan kalau kita lihat eh 19:45 secara rata-rata kalau kita bandingin 19:47 untuk pertumbuhan ekonomi di zamannya 19:50 Pak Jokowi dibandingkan dengan zamannya 19:53 SBY itu sangat jauh sekali zamannya P 19:55 SBY itu rata-rata pertumbuhan ekonomi 19:57 mencapai 6 pers tapi rata-rata untuk 20:00 pertumbuhan ekonomi di zamannya Jokowi 20:02 itu hanya ada di angka 5% nah ini yang 20:05 EE keed depannya mungkin akan terus 20:08 melambat hingga angka ke 4,3% dan ini 20:12 berbahaya dan juga kalau kita lihat di 20:15 rpjpn sendiri di dokumen publiknya ya 20:18 itu menyebutkan untuk angkanya ada 20:21 sekitar 7% untuk bisa keluar dari middle 20:24 income Trap gitu kan Nah artinya ini 20:26 perlu evot lebih eh apabila 20:29 ingin keluar dari jebakan kelas menengah 20:33 gitu Jadi ini kondisi untuk ekonomi kita 20:36 nah 20:39 eh kenapa saya bilang berbahaya karena 20:42 kita melihat masih berpotensi 20:45 memburuknya perekonomian global Nah 20:47 kalau kita lihat inflasi di beberapa 20:49 negara itu cukup tinggi kemudian 20:52 pengatatan logiditaset rate juga 20:54 menaikkan eh rate itu secara tajam ya 20:58 menaikkan e theet eh secara tajam di 21:02 Tahun 2022 terus kemudian ada banyak 21:05 negara yang default gitu kan dengan 21:07 negara dengan utang tinggi di atas 60% 21:09 itu semakin banyak gitu kan Dan ini juga 21:12 ditambah oleh stakfasi gitu Pelemahan 21:14 ekonomi dan inflasi tinggi yang memang 21:16 memberikan efek negatif terhadap 21:18 perekonomian global Nah kalau kita lihat 21:21 di awal tahun 2024 sendiri itu memang 21:26 banyak sekali berita-berita yang 21:27 menyebutkan Inggris Jerman ataupun 21:30 Jepang itu mengalami Resesi gitu nah 21:32 artinya adalah ini yang yang bisa saya 21:34 bilang gitu kan bahwa ya perekonomian 21:37 Global nampaknya tidak berpihak kepada 21:39 eh Sisi yang positif gitu nah artinya 21:42 ini harus diwaspadai di tahun 2024 dan 21:45 tahun 2025 bahwa perekonomian Indonesia 21:49 itu bisa 21:51 eh bukanelonjak ya Tapi bisa turun 21:54 secara signifikan dan ini yang patut 21:57 diwaspadai n karena kita ngomongin APBN 22:01 Mungkin saya akan membagi dua gitu ya 22:03 dengan dasar seperti ini kita ee Saya 22:07 ingin membagi dua bahasan mengenai 22:10 pajakan pajak kita gimana gitu kan Terus 22:12 Kemudian yang kedua Saya ingin melihat 22:16 bagaimana sih permanfaatan uang pajak 22:18 kita terus kemudian saya juga ingin 22:21 memberikan Inside 22:23 terhadap bukan potensi tapi eh proyeksi 22:27 proyeksi Bagaimana hutang kita 22:30 kemungkinan besar akan bertambah ketika 22:32 kita melihat dari Presiden yang ya 22:36 presiden terpilih quick gitu kan kita 22:38 bicara sementara itu Pak Prabowo itu 22:41 yang satu janjinya yang sangat fantastis 22:43 yaitu makan siang gratis nanti saya akan 22:45 coba memberikan satu skenario eh 22:49 beberapa skenario ya Beberapa skenario 22:52 untuk melihat Bagaimana kondisi APBN 22:55 kita ketika program makan siang gratis 22:58 itu di Jal 23:00 Nah pertama dari keneraja perpajakan nih 23:02 Nah kalau kita lihat kenaj perpajakan 23:04 kita itu masih ada di angka 23:08 10,21% di tahun 2023 ini turun 23:12 dibandingkan dengan Tahun 2022 yang 23:13 mencapai 23:15 10,34% artinya adalah ini tahun 2023 itu 23:20 kinerja perpacakan kita dilihat dari tek 23:22 rasio itu turun dibandingkan dengan 23:25 tahun lalu walaupun masih ada di angka 23:27 10 persen gitu nah yang jadi highlight 23:32 adalah kita termasuk di Tahun 2022 23:36 ketika kita ada Sori 2021 ketika ta 23:40 rasio kita ada di angka 23:42 9,75% Ternyata kita sangat ketinggalan 23:46 dibandingkan dengan negara-negara 23:47 lainnya gitu karena kalau kita lihat di 23:50 beberapa negara Thailand itu sudah 23:52 mencapai sekitar 17% terus kemudian 23:55 kalau kita lihat eh UK Inggris itu 23:58 mencapai 20% lebih dan sebagainya kita 24:00 masih ketinggalan kita bersingnya 24:02 seperti Angola Bangladesh Sudan dan 24:04 sebagainya jadi memang masih sangat 24:07 rendah sekali kalau kita bandingkan 24:09 dengan K tek rasio dari negara lainnya 24:13 gitu nah ini yang menjadi eh musabab 24:16 ketika kita bilang bahwa sangat sulit 24:20 sekali untuk mencapai TS rasio itu di di 24:24 angka ee 16% Padahal kalau kita merujuk 24:27 kepada F dan worldbank itu mereka 24:31 menyarankan t rasio itu ada di angka 15% 24:35 untuk bisa menaikkan tadi kesejahteraan 24:39 masyarakat dan dan sebagainya gitu nah 24:41 ini yang EE dilihat dari sisi 24:43 perpajakannya Nah kalau kita bandingkan 24:47 lagi ya dengan 24:49 eh per jenisnya nah ini yang menarik 24:52 kalau kita lihat ternyata perpajakan 24:55 dalam negeri kita masih disumbang 24:58 oleh ya pajak Pajak ini ya pajak yang 25:01 sifatnya adalah sistemik jadi pajak yang 25:04 PPN PPH pphh karyawan ya yang dia memang 25:08 menopang sistem perpajakan kita gitu 25:11 bahkan kalau kita lihat sebenarnya untuk 25:13 PPH orang pribadi op itu kontribusinya 25:16 itu masih 25:17 0,7% jadi artinya adalah ini kita masih 25:20 sangat minim sekali untuk mengajar PPH 25:23 orang pribadi Padahal di negara-negara 25:25 maju untuk penerimaan pajak itu itu 25:28 disumbang paling banyak dari pajak orang 25:30 pribadi makanya ketika kemarin ee ada 25:33 usulan deh Cak Imin bilang ada 25:37 Istilahnya weltx ya untuk mengejar 1% 25:40 Orang pacak 1% orang kaya itu sangat 25:44 menarik sekali gitu kan Bahkan ini akan 25:46 bisa meningkatkan eh proporsi dari PPH 25:48 orang pribadi sehingga nanti kinerja 25:51 perpacakan kita menjadi lebih baik nah 25:55 yang saya ingin bandingkan juga adalah 25:57 memang di dari sisi perpajakan kita 26:01 untuk sektor pertambangan ternyata tax 26:03 koefisiennya masih rendah artinya apa 26:06 koefisien ini artinya adalah dia share 26:09 pdb-nya tinggi tapi share pajaknya itu 26:12 rendah gitu jadi ketika Ya bisa dibilang 26:16 pertumbuhan pertambangan itu naik bahkan 26:19 P Bara itu peningkatan peningkatan 26:22 harganya itu berkali-kali lipat hingga 26:24 menjadi satu nomor satu orang kaya ya Di 26:28 Indonesia tapi dia sumbangan pajaknya 26:31 kecil gitu jadi 26:34 inilah Makanya kalau saya bilang gitu ya 26:37 Kalau saya bilang ya sektor pertambangan 26:39 ini masih banyak belum yang EE 26:42 dioptimalkan untuk membayar pajak gitu 26:45 mungkin banyak yang pajak Sori tambang 26:48 ilegal dan sebagainya ataupun 26:49 tambang-tambang yang legal tapi dia 26:52 enggak membayar pajak dengan optimal 26:54 gitu makanya eh nikel batu barat dan 26:57 sebagainya Ya itu dia tidak dipacaki 27:00 dengan baik gitu makanya dia tas 27:03 koefisiennya rendah gitu bandingkan 27:05 dengan Jasa Keuangan Jasa Keuangan dia 27:08 eh dia taat membayar pajak perdagangan 27:11 juga industri juga dia taat membayar 27:13 pajak gitu ya Tapi satu sisi 27:15 pertembangan dan konstruksi itu masih 27:18 relatif belum bayar pajak dengan optimal 27:20 gitu makanya di satu sisi ini cukup 27:24 miris juga ya ketika ada orang kaya 27:27 nomor satu di Indonesia itu dari tambang 27:28 batubara tapi sumbangan sektor 27:31 pertambangan batubara itu relatif kecil 27:34 terhadap perpajakan kita nah ini yang 27:36 ingin kita ubah sebenarnya bahwa ya 27:39 pertembangan itu harus dipajakin juga 27:41 gitu kan Nah Eh sekarang kita beralih 27:46 dari pajak tadi kita mencoba untuk 27:49 memperlihat ee pemanfaatan pajaknya 27:52 Seperti apa nah ini kalau kita lihat 27:55 paling banyak di zamannya Pak Jokowi 27:58 paling tinggi penggunaan pajak itu untuk 28:01 membayar hutang gitu kan ini mungkin 28:04 sudah saya sampaikan ya di 28:06 eh Indonesia Leaders yang yang lalu tapi 28:11 saya sampaikan kembali bahwa ternyata 28:13 zamannya p yang melon tajam itu adalah 28:16 interest payment atau pembayaranng 28:19 hutang itu sangat tinggi sekali itu 28:22 grownya ketika kita bandingin E 2014 28:26 tahun 2019 itu mencapai 28:28 108% bandingkan dengan subsidi subsidi 28:32 itu dikurangi hingga 28:36 48% subsidi energi paling banyak dia 28:39 berkurang sekitar 28:41 60% kemudian kalau kita lihat kapital 28:44 itu cuman ada di angka 28:48 21% terus kemudian material seperti 28:51 infrastruktur sebagainya dia tumbuh 28:53 cukup tinggi 89% tapi tetap kalah dengan 28:56 pembayaran hutang ga hutang nah ini yang 28:59 yang menyebabkan dalam di periode ya 29:02 periode zaman Pak Jokowi sampai tahun 29:04 2021 untuk primary Balance itu masih 29:08 negatif pun di tahun 2019 ketika sebelum 29:11 covid itu primary Balance kita itu minus 29:15 artinya adalah ketika kita ingin bayar 29:18 hutang kita berhutang lagi gitu Jadi ini 29:21 yang cukup berbahaya ketika kita eh 29:24 berbicara mengenai hutang nah ini yang 29:26 yang ingin nanti saya bahas Apakah 29:29 dengan program Pak Prabowo yang dia saat 29:32 ini Leading untuk e real itu apakah akan 29:36 mbani APBN atau tidak Nah untuk itu kita 29:41 mencoba untuk melihat perkiraan 29:44 pertumbuhan penerimaan negara nah ketika 29:47 kita eh asumsi pertumbuhan ekonomi 7% 29:50 dan tingkat inflasi 3% maka di tahun 29:54 2025 itu abbn kita tembus sekitar 3.000 29:58 triliun tepatnya 30:00 3.082 triliun jadi ini cukup ee cukup 30:04 tinggi di tahun 2029 itu mencapai 4 30:08 4.500 triliun ini dengan asumsi 30:11 perumbuhan 7% dengan ttifasi 3% nah eh 30:18 ini perkiraan pertumbuhan belanja negara 30:21 dengan asumsi defisit anggaran di angka 30:25 2,3% 2 sori 2,4% maka di tahun 2025 30:30 belanja kita mencapai 30:33 3.412 triliun di tahun 2009 itu mencapai 30:39 4.945 triliun nah ini yang yang untuk 30:42 pertumbuhan belanja negara tanpa program 30:45 makan siang gratis Kenapa saya mengambil 30:48 khusus untuk program makan siang gratis 30:50 karena itu yang selalu disampaikan oleh 30:52 EE TKN ataupun timnya Pak Prabowo yang 30:56 sudah ada hitungannya sekitar 450 ee 31:00 triliun ketika dihitung tahun tahun 31:04 2025 gitu Jadi ini yang yang EE ingin 31:08 saya bahas ada angkanya gitu 31:12 nah ketika kita bandingkan ya ketika 31:15 kita bandingkan dengan pertumbuhan 31:17 belanja 31:18 untuk ditambah program makan siang 31:22 gratis itu ternyata 31:24 ee bisa dibilang 31:28 pertumbuhan belanja kita mencapai 31:32 sekitar 31:33 3 Rib 700 31:37 triliun dan ini ternyata meningkatkan 31:41 defisit tu GDP menjadi 31:47 3,37% Padahal kalau kita lihat di 31:51 undang-undang keuangan negara itu 31:53 dibatasi untuk defisit GDP itu mencapai 31:57 hanya mentok di angka 32:00 3% makanya ini ee 32:04 tim mereka selalu bilang tidak 100% di 32:07 eh APBN awal gitu kan Nah karena kalau 32:12 mereka full di APB awal dengan tidak ada 32:17 efisiensi tidak ada ya tadi penerimaan 32:21 negara dipredikuman eh 3.000an gitu ya 32:24 itu ternyata defisit abbn kita DP 32:28 mencapai 32:29 3,37% ini sangat gede sekali dan rawat 32:34 impachement karena di undang-undang 32:36 keuangan negara itu sudah diatur 32:38 maksimal itu 3% makanya mereka Pasti 32:41 enggak akan mau untuk 32:43 eh 32:45 100% pun hingga tahun 32:48 2029 ataupun eh periode pemerintahan 32:52 selanjutnya berakhir itu tidak mungkin 32:55 mereka untuk program makan siang berarti 32:58 100% itu dijalankan karena ee pun di 33:01 tahun 2009 itu defisit anggaran itu ada 33:05 di angka 33:07 3,1%ya lebih dari 3%. nah eh Bagaimana 33:13 nih eh ketika menjadikan cuman 40% gitu 33:16 nah ini masih relatif aman di angka 33:20 2,94% hingga hingga angka 33:23 2,1% nah ini ee makanya saya sering 33:27 sampaikan bahwa kemungkinan besar ee Pak 33:30 prow dan timnya nanti itu hanya akan 33:34 menyelenggarakan ya untuk program makan 33:36 siang gratis ini tidak lebih dari 50% 33:40 karena ketika itu lebih dari 50% itu 33:45 ancaman defisit atau GDP dia lebih dari 33:48 3% 33:52 ituu pun hingga tahun saya mencoba 33:56 simulasikan berjang sama 25% terus 33:59 kemudian 50% terus kemudian ada kenaikan 34:04 60% 7% hingga 1% di tahun 2029 di tahun 34:09 2029 defisit tu GDP itu mencapai 34:13 3,1% dengan belanja mencapai ee 34:18 5.300 triliun 34:22 nah ketika ada di angka 50% itu ada 34:27 defisit GDP ada di angka 34:30 2,35% ini angka yang sama dengan defisit 34:34 GDP tahun 2024 APBN jadi saya rasa itu 34:39 hanya akan Anda mentok di angka 50% 34:43 ketika mereka ingin menjaga defisit GDP 34:46 agar tidak Babas melebihi 3% gitu Ini 34:50 baru satu program makan siang belum 34:52 program-program lainnya yang dia 34:56 membutuhkan dana yang yang cukup besar 34:58 gitu kan bangun Giant Sea Wall terus 35:01 kemudian bangun berapa Puluh Kota gitu 35:04 ya terus Kemudian beberapa projek yang 35:06 memang ee itu membebani APBN gitu nah 35:09 ini yang yang hanya dari makan siang 35:13 gratis nah ini dengan asumsi 7% ya tadi 35:17 ya Nah Bagaimana kalau kita perttimbuhan 35:20 ekonomi itu cuman 5% gitu maka di tahun 35:25 2025 ketika program makan yang 100% 35:28 dijalankan defisit TBN kita mencapai 35:32 3,4% jadi sangat tinggi sekali dan itu 35:36 saya rasa tidak akan dijalankan tidak 35:38 akan 100% dijalankan hingga tahun 35:41 2029 tahun 2029 pun ketika 100% itu 35:45 dijalankan itu mencapai 35:47 3,4% itu sangat tinggi sekali 35:51 nah bagaimana dengan berjenjang gitu kan 35:58 kes saya masih sama mereka pasti akan 36:01 melihat ada di angka 50% paling metokya 36:05 jadi di angka 2,4% untuk defit gdp-nya 36:10 jadi mereka pasti akan main aman di 36:12 angka 2,5% gitu kan GDP hingga 2,7% 36:17 tidak akan sampai lebih dari 2,7% karena 36:20 itu sangat berbahaya Kecu kecuali 36:25 pakow mungkin nanti punya gitu kan untuk 36:28 merevisi undang-undang keuangan negara 36:30 nah ini yang harus kita jaga bahwa 36:33 undang-undang keuangan negara itu kan 36:35 mengatur mengenai defisit gdp-nya agar 36:38 jangan sampai kebebasan gitu kan Makanya 36:41 Ketika nanti nih e Pak Prabowo itu 36:44 memimpin gitu kan denganog makan yang 36:47 gratis 1% itu 36:51 3,4% dengan defisitdp 3% saya yakin 36:55 hutang negara gu kanutang negara 36:58 itu akan meningkat 1,5 sampai dua kali 37:01 lipat dari tahun ini tahun tahun 2023 37:04 aja itu sudah sampai 8.000 triliun 37:07 artinya bisa jadi untuk di tahun 37:10 2029 total hutang pemerintah kita bisa 37:13 mencapai 37:15 12.000 sampai 16.000 triliun nah yang 37:19 menanggung siapa gitu 37:21 kan yang menanggung lagi-lagi ya ya 37:25 kita-kita ini gitu kan nah ini izin saya 37:29 share screen Eh lagi untuk Masdi untuk 37:32 ee presentasinya saya tadi 37:34 ee ingin menyampaikan apa Yang 37:37 Eh ditanyakan oleh pak pak mengenai 37:41 bagaimana sih Eh efeknya ke ke 37:44 kemiskinan ketimpangan dan sebagainya 37:46 coba Saya coba saya share screen 37:48 sebentar 38:07 Nah di 38:09 [Musik] 38:19 sini 38:21 Indonesia ketika ya akun bnnya ituh saya 38:25 katakan tinggi tinggi banget gitu ya 38:27 tapi memang belum bisa mengentaskan 38:31 kemiskinan secara nasional terutama di 38:34 desa kalau kita lihat di desa ini untuk 38:38 kemiskinan di desa itu mencapai 38:42 12,2% itu cuma turun sedikit 38:46 0,07% dibandingkan dengan 38:49 [Musik] 38:51 tahun 22 padahal dana desa itu sudah 38:55 digelondorkan 38:57 banyak gitu termasuk tahun 2023 juga 39:00 banyak juga gitu kan untuk anggaran Desa 39:03 nah artinya adalah bisa jadi untuk dana 39:07 desa yang dianggarkan sekarang itu 39:09 tidak berimpak positif secara signifikan 39:12 terhadap kemiskinan di Indonesia gitu 39:15 makanya kemarin ketika ada permintaan 39:18 untuk 39:19 naik berap miliar dan sebagainya Itu 39:22 juga harus jadi bahan evaluasi juga 39:25 Apakah memang patut untuk dinaikkan 39:27 untuk angkanya kemudian juga Apakah 39:30 patut untuk dinaikkan masa jabatannya 39:32 karena kalau kita lihat ternyata para 39:34 pemimpin desa itu belum bisa 39:38 untuk mengurangi tingkat kemiskinan di 39:40 desa secara signifikan Begitu juga 39:43 dengan ya ketimpangan gitu kan kalau 39:46 kita lihat ketimpangan di Indonesia itu 39:49 relatif meningkat di tahun 2023 Tahun 39:51 2022 itu 39:54 0,384 bahkan di tahun 2020 itu 0,3 81 di 39:58 tahun 2023 itu mencapai 40:01 0,388 artinya ini generasio kita semakin 40:05 timpang orang yang kaya semakin kaya 40:08 yang miskin semakin miskin gitu 40:10 nah hipotesa saya salah satunya adalah 40:15 digawangi oleh surat utang negara nah 40:18 bayangin kalau surat utang negara ini 40:20 dia dibeli oleh para konglomerat terus 40:23 kemudian itu dengan 40:26 eh yield yang dia cukup tinggi sekitar 40:29 6% lebih gitu kan dan ini yang 40:32 menyebabkan yang mampu membeli Seca 40:34 banyak tentu orang-orang yang kaya itu 40:37 juga gitu kan Makanya kalau kita lihat 40:39 orang kaya ini dia suka banget eh 40:43 berinvestasi di surat hutang negara gitu 40:45 kan surat hutang negara mereka beli 40:47 mungkin kalau orang-orang biasa maksimal 40:50 R juta dan sebagainya tapi orang-orang 40:52 kaya itu Dia ee mampu membeli miliaran 40:55 gitu kan bahkan kalau kita 10 miliar 40:57 dengan yield 6% artinya adalah dia bisa 41:01 Bisa Untung e sekitar 600 juta per 41:04 tahunnya gitu bandingkan itu kalau 10 41:06 miliar gitu kan Kalau 100 miliar Seperti 41:09 apa gitu kan Makanya eh Sun ini jadi 41:13 salah satu 41:14 instrumen Kenapa sih indeks gini kita eh 41:18 meningkat gitu Nah karena kalau 41:21 pemerintah juga ini juga gitu kan mereka 41:23 butuh hutang gitu kan mereka butuh 41:25 hutang kemudian mereka 41:27 akhirnya membuka 41:29 eh surat hutang negara dengan yield yang 41:32 tinggi dengan harapan banyak yang beli 41:34 gitu yang beli Siapa yang beli 41:35 orang-orang kayak itu Dan inilah yang 41:37 terjadi angka ketimbangan kita semakin 41:42 melebar nah eh itu mungkin Masdi yang 41:48 ingin saya share dan memang kalau ini 41:52 kan ada rekam tidak digital ya Eh saya 41:56 bisa pastikan sebenarnya ya untuk yang 41:58 tadi yang 42:01 EE program makan siang Gratis itu tidak 42:04 akan 100% dijalankan sampai tahun 42:08 2029 karena kalau hitungan saya itu 42:12 pasti kalau 100% itu 42:14 akan defit 42:16 ABB defit gdb kita itu mencapai angka 3% 42:22 lebih dan itu sangat berbahaya gitu itu 42:24 baru program 42:27 aja belum program-program lainnya gitu 42:29 dan ini mungkin eh jadi bukti digital 42:32 Saya pernah ngomong ini kita lihat aja 42:34 tahun 2029 Saya rasa mereka gak akan e 42:37 sampai paling 50% itu pun juga sudah 42:40 bagus ketika mereka bisa jalankan 42:42 program tersebut pun itu ketika mereka 42:47 sudah dinyatakan pemenangnya ya 42:51 I Baik terima kasih Mas na atas 42:55 paparannya ya eh dan kemungkinan 42:58 program-program seperti tadi ya berat 43:00 untuk dilaksanakan ya untuk program 43:02 makan siang gratis susu gratis karena 43:04 sangat membani APBN Bagaimana dengan 43:07 program ik 43:10 mas 43:12 Iya iya Eh jadi gini Mas Ik itu memang 43:18 kalau kita Lihatlah ya kita lihat 43:24 e janji pemerintah kan hanya menggunak 43:27 abbn sekitar 20% gitu kan sisanya adalah 43:31 investor gitu kan saya pas tahun 2020 43:36 sampaikan bahwa IKN ini minat 43:41 investornya rendah ketika minat 43:44 investornya rendah mereka akan larinya 43:47 ke APBN Nah makanya APBN ketika itu 43:52 sangat 43:53 di eh bukan di i tapi istilahnya 43:59 membebani dibebani oleh IKN 44:03 itu pasti berat gitu kan Terus kemudian 44:08 kan 400 triliun kan untuk 400 lebih 44:11 triliun untuk pembangunan Ik secara 44:12 total gitu yang masuk ke Ik pun 44:16 investornya bar investor lokal gitu kan 44:18 investor asing belum belum masuk ke situ 44:20 gitu terus kemudian E saya sampaikan 44:23 bahwa ketika tidak ada investor asing 44:26 yang berani untuk menanamkan uangnya di 44:29 IKN Saya rasa IKN itu akan 44:34 menjadi 44:35 satu museum purbakala baru yang ada di 44:39 Kalimantan Timur sana karena eh 44:44 itu prospeknya enggak menarik bagi 44:46 investor luar Gan walaupun sudah 44:49 Walaupun mungkin nanti pak majudkan IKN 44:51 gitu ataupun Pak gjar melanjudkan IKN 44:54 tapi saya rasa itu akan berat sekali 44:58 Bagi ppbn dan dan saya sih eh masih 45:01 berpikiran bahwa itu akan mangkrak 45:05 Masdi mungkin akan jadi kota yang dia 45:08 hanya ada pusat pemerintahan saja tapi 45:11 tidak membangun pusat bisnis di dalamnya 45:14 karena investor ini kan mikirnya kan 45:16 pasti bisnis kan Cuan mana sih yang 45:18 menguntungkan gitu kan Nah ketika mereka 45:20 melihat IKN ternyata IKN enggak prospek 45:23 dan sebagainya itu saya rasa ya mereka 45:26 akan cabut juga terbukti ada beberapa 45:28 yang sudah komitmen untuk dia ada di IKN 45:31 ternyata cabut juga kayak softbank dan 45:33 sebagainya gitu kan Makanya E saya rasa 45:36 pasti lebih dari 20% itu akan e 45:41 digunakan dari uang APBN untuk 45:43 pembangunan Ik bahkan bisa sampai% lebih 45:47 gitu 45:49 kanensi kalau memang potensi Ik ini akan 45:52 mangk ya sayang sekali uang APBN yang 45:55 sempat dikeluarkan samp rusan triliun 45:57 hanya untuk membuat kota mati Iya dan 46:01 itu memang sudah kita sampaikan dan eh 46:04 dampak dari IKN itu hanya 46:07 0,1% terhadap PB nasional Masdi dan itu 46:11 eh dampak jangka menengah ya jangka eh 46:15 panjangnya pun itu hanya tadi diangka 1 46:18 sampai 2% gitu kan dan yang paling 46:21 menyedihkan adalah dampaknya memang 46:24 hanya untuk di kalaman Timur Kalimantan 46:27 Utara dan Kalimantan Tengah gitu tidak 46:30 mendelar ke kota-kota Atau 46:32 provinsi-provinsi lainnya yang ada di 46:34 Indonesia Timur gitu jadi memang ini 46:37 mungkin akan semakin 46:38 eh mungkin bisa keluar di luar Jawa itu 46:43 mungkin akan naik tapi yang naik itu 46:45 cuma Kalimantan saja gitu engak menjalar 46:47 ke Kalimantan sor ke Indonesia bagian 46:50 timur gitu 46:52 nah kemudian kalau kita ya sayang sekali 46:55 ya kalau sayang sekaliti sayang sekali 46:57 gitu kan Tapi kita punya pernah punya 46:59 Hambalang kan 47:00 di eh sori Hambalang Iya kan Hambalang 47:04 yang yang ini ya yang eh atlet itu ya Ya 47:07 tapi saya rasa e Kalaupun dia jadi akan 47:12 jadi kota mati dan dan yang yang itu 47:15 harus harus eh 47:17 kita masyarakat harus tahu juga gitu 47:20 perkembangannya dan eh Bagaimana ke 47:23 depan untuk pembangunan IKN selanjutnya 47:26 nya mana sih siapa sih yang ini Mas 47:30 investor gitu kan dia bangun Kota Baru 47:34 gitu kan istilahnya kan seperti itu kan 47:36 kenapa enggak jonggul apa di mana gitu 47:38 kan dan kita juga di tahun 2019 juga 47:40 sudah mengingatkan bahwa ee jarak tempuh 47:44 yang dia beda Pulau itu menyebabkan 47:47 costnya terlalu tinggi gitu kan beda 47:50 sama perpindahan ibuota dari Kuala 47:53 Lumpur ke Putrajaya misalkan matesia 47:55 gitu ya itu mas masih bisa di jalur 47:58 darat gitu kan Nah ini jalur ee udara 48:01 dan sebagainya yang saya rasa itu juga 48:03 butuh Wak dan butuh cost juga gitu 48:06 costly juga juga untuk e pindah ke IKN 48:08 gitu Jadi saya rasa itu bukan pilihan Wi 48:12 sih sebenarnya P saat itu tapi karena 48:15 pemerintah Jokowi itu pengin punya eh 48:17 Monumen ya Monumen kebijakannya makanya 48:21 memaksakan untuk pembangunan IKN gitu 48:23 dan saya rasa Monumen itu akan jadi 48:26 teman-teman berbakalah ke depannya Mas 48:28 kalau boleh saya pesimis ya 48:32 Iya baik 48:35 ee Mas e nailol Berikutnya ini kan 48:39 ketika pros e masa kampanye kemarin itu 48:43 kita mendapat kabar ya Eh isu mungkin ya 48:46 tapi sudah banyak di beberapa 48:49 diberitakan 48:51 bahwa ada info ada kabar bahwa 48:55 Bu bagi Menteri Keuangan juga sedikit 48:59 agak keberatan sebenarnya ketika ee Pak 49:02 Jokowi meminta dana Bansos besar-besaran 49:05 ya diturunkan karena mungkin sangat 49:08 membembani APBN nah Bagaimana pandangan 49:11 Mas nil sebagai ekonomi ya Apakah memang 49:15 program-program seperti Bansos ini itu 49:18 eh apa namanya dalam jangka pendek 49:21 mungkin membuat rakyat terbantu ya Tapi 49:23 secara analisis strategik ekonomi dan 49:25 jangka panjang bag Bagaimana ee bebannya 49:28 kepada pbn dan mungkin sumbangsihnya 49:31 kepada PDB misalnya Ya baik Mas Hali 49:36 Bansos itu kan tujuannya ada dua ya Yang 49:39 pertama adalah untuk memperkuat daya 49:41 beli gitu kan bangos ini diberikan 49:45 kepada masyarakat yang memang dia ee 49:48 butuh untuk memperkuat dayab mereka gitu 49:51 kan Nah makanya banyak Mas seperti BLT 49:55 dan sebagainya yang memang itu 49:57 dikhususkan untuk meningkatkan daya beli 49:59 masyarakat dan kalau kita lihat 50:01 impactnya ke PDB kita itu cukup positif 50:05 Karena kalau kita lihat konsumsi rumah 50:07 tangga kita itu meskipun melambat tapi 50:10 masih bisa tumbuh positif di tahun-tahun 50:14 belakangan 50:15 Nah yang kedua adalah untuk pemberdayaan 50:19 bansus pemberdayaan ini kan e juga 50:22 harusnya ketika orang miskin itu dibantu 50:25 diberikan bans itu juga diberdayakan 50:28 gitu kan berdayakan ini seperti apa ya 50:30 mungkin bankosnya itu berupa dulu ada 50:33 program PNPM gitu kan program PNPM terus 50:36 kemudian ada naik lagi jadi e program 50:39 untuk kur atau apa gituah ataupun itu 50:42 bisa berjenjang sehingga masyarakat ini 50:45 bisa keluar dari jaring kemiskinan nah 50:48 saat ini yang kita rasakan adalah untuk 50:52 program Bansos yang dioptimalkan adalah 50:56 program untuk menjaga daya beli atau 50:58 meningkatkan daya beli masyarakat tidak 51:01 untuk Bansos yang sifatnya adalah 51:03 keberdayaan Nah inilah yang terjadi di 51:07 Indonesia bansus itu dia hanya untuk ini 51:10 loh eh kamu untuk membeli barangeli 51:15 beras dan sebagainya gitu kan Nah tapi 51:18 untuk bus pemberdayaan itu masih sangat 51:21 jauh dari kata berhasil kalau kita lihat 51:23 ya di lapangan ya itu untuk B itu masih 51:27 ee jauh dari kata berhasil terus 51:29 kemudian pun dengan ee pemberian bangos 51:32 yang Apakah tepat sasaran atau tidak 51:34 Gitu kan Nah pengalaman saya ketika 51:37 berada di pemerintahan itu masih ada 51:40 banyak banyak ya banyak PR yang ada di 51:44 penyelaran Bansos ada dua pr-nya 51:46 exclusion error sama inclusion error 51:49 exclusion error itu apa eror itu adalah 51:52 banyak sekali bansus-bansus yang dia eh 51:55 penerima bansus itu yang sebenarnya dia 51:59 layak mendapatkan Bansos tapi tidak 52:01 mendapatkan Bansos inclusion Error itu 52:04 dia tidak layak mendapatkan Bansos tapi 52:07 malah mendapatkan Bansos gitu dan bahkan 52:10 kalau kita lihat di lapangan pun kita 52:13 masih banyak kok orang yang dia tinggal 52:15 sendirian di guubuk reot dan sebagainya 52:18 dia tidak mendapatkan Bansos artinya dia 52:20 exclusion error gitu kan Nah ini yang 52:23 jadi masalah sebenarnya untuk bansus ini 52:25 ketika menggunakan data pun mereka eh 52:29 tidak menggunakan data yang valid gitu 52:31 nah Sebenarnya ada data yang valid ada 52:33 data reosek kan tapi entah kenapa 52:36 pemerintahan sekarang ini memang ketika 52:39 menjelang Pemilu itu ingin menyebar 52:43 Bansos secara e ugal-ugalan Kalau saya 52:46 bilang gitu ya terus kemudian ada 52:48 rencana 52:50 untuk untuk merapel untuk pembayaran 52:53 Bansos itu di ee bulan Februari awal 52:57 gitu kan atau eh menjelang pencoblosan 53:00 Pemilu gitu nah ini saya pertanyakan 53:03 sebenarnya bahwa memang pernah ada untuk 53:06 eh pembayaran bankos itu diratel di awal 53:10 ketika tahun 2020 di bulan Juni tahun 53:13 2020 pemerintah itu saat itu merapel 53:16 pemberian banksos untuk meningkatkan 53:19 daya beli ketika menjelang lebaran jadi 53:23 ketika itu ada 53:25 covid e perekonomian sangat drop mereka 53:28 juga harus butuh 53:30 untuk Ramadan Ramadan dan EE lebaran 53:33 gitu nah mereka diberikanlah guyuran 53:36 untuk bangos eh 3 bulan di awal gitu nah 53:41 artinya adalah itu ada fenomena atau 53:44 momentum untuk memberikan bansus itu 53:47 dirapel nah saat ini tidak ada momentum 53:49 yang yang menguatkan bansus itu dirapel 53:53 selama 3 bulan di awal gitu tidak ada 53:56 fenomena untuk ataupun desakan ee untuk 54:00 merapel bansus tersebut gitu makanya 54:03 ketika itu digugurkan saya sampaikan 54:05 bahwa itu tidak tidak ada urgensinya 54:07 bahwa eh B bansus itu dirapel selama 3 54:11 bulan di awal gitu makanya saya 54:13 menentang untuk membiran itu dan 54:15 lagi-lagi ketika sudah eh pencobosan 54:19 Pemilu ternyata 54:20 busnya diberikan di bulan maret gitu 54:24 jadi memang ini ee sangat sangat sangat 54:27 ini ya sangat bangsos ini ketika bangsus 54:30 untuk yang menguatkan terutama untuk 54:32 daya beli ya itu sangat bisa sekali 54:35 untuk dipolitisasi gitu karena itu itu 54:38 sangat sangat eh ya istilahnya apa ya 54:41 istilahnya mungkin kalau pikiran jelek 54:43 saya mas eh Masdi Ya pikiran jelek saya 54:46 itu Indonesia itu enggak akan bisa 54:50 enggak akan kehilangan orang miskin gitu 54:53 Artinya kita tidak bisa memberantas 54:55 kemiskinan karena kemiskinan itu adalah 54:57 satu komunitas politik untuk ketika 55:00 menyambut Pemilu gitu jadi eh saya sih 55:04 enggak enggak ini enggak Apa enggak 55:06 enggak enggak yakin kalau bisa Kemis itu 55:09 bisa hilang di Indonesia pun dengan 55:11 impor beras nah ini menarik nih masi 55:13 kalau kita cerita tentang impor beras ya 55:15 di tahun 2018 pemerintah kita mengimpor 55:19 sebesar 2 juta ton untuk beras nah 55:24 Alasannya itu untuk menjaga daya beli 55:26 dan sebagainya gitu kan Nah 55:30 eh tahun 2023 itu juga sama pemerintah 55:34 kita juga mengimpor sebesar 3 juta ton 55:36 alasnya untuk dan sebagainya nah tapi 55:39 memang kalau saya lihat polanya adalah 55:42 ketika Pemilu itu ada impor beras nah 55:45 ini juga saya gak tahu apakah ada 55:47 permainan ring di situ atau juga beras 55:51 sebagai komunitas politik juga bahwa ini 55:54 bisa jadi bantuan sosial untuk 55:56 masyarakat diberikan beras untuk bisa 55:58 memilih mereka gitu dan ini saya lihat 56:00 eh duaa periode ini polanya sama gitu 56:04 Ketika pak Jokowi maju sebagai petahana 56:07 pun dengan ketika masju sebagai cow prab 56:13 itu sangater sekali sih strategi 56:16 [Musik] 56:19 beliau Baik terima kasih Pak Sekarang 56:23 kita keak lagi p 56:26 bagaimana pandangannya terkait dengan 56:29 program-program yang populis yang 56:31 dibawakan oleh Pak calon presiden 56:33 Prabowo dan juga Mas Kian ya terkait 56:37 contohnya makan siang gratis susu gratis 56:40 dan program-program populis lainnya ya 56:42 apakah ini kira-kira memang program yang 56:45 baik untuk bangsa kita masyarakat kita 56:49 Apakah hanya sekedar untuk mendapatkan 56:52 simpati popularitas dan elektabilitas 56:54 dari rakyat 56:57 kasih Bang haldi eh Mas nailul tadi 57:00 sudah dengan hitungan yang rinci 57:04 sebetulnya menegaskan ini sebuah program 57:07 yang sangat berbahaya bagi ee kesehatan 57:11 fiskal kita ya Eh 57:14 50% saja bisa jebol itu undang-undang 17 57:18 keuangan negara Mas nailul ya yang 3% 57:22 PDB maksimal defisit kita gitu loh saat 57:25 yang sama sebetulnya pertanyaan yang 57:27 lebih mendasar apa landasannya bang 57:30 haldi mas nailul kita bisa 57:33 mempertanyakan bab ini gitu loh Adakah 57:36 benar dengan memberikan makan siang 57:39 gratis pertumbuhan ekonomi kita akan 57:41 membaik kecerdasan masyarakat akan 57:44 meningkat atau justru ini menjadi ladang 57:49 yang menjadi pestaora para oligarki ya 57:54 karena kpi-nya itu apa gitu loh gitu loh 57:57 dengan makan siang gratis itu loh masih 58:00 lumayan kalau 58:02 ee kita pakai beragam kartu yang 58:07 diberikan walaupun tetap tadi Mas nailul 58:10 mengatakan ada bias distribusi ada bias 58:16 ee bahasa saya ya bias tujuan gitu loh 58:20 jadi ini menjadi warning bagi kita semua 58:24 rakyat uang itu bukan uangnya 58:27 presiden uang itu uangnya rakyat benar 58:31 mereka sudah berjanji tapi sikap populis 58:34 itu seringki bertentangan dengan sikap 58:38 teknokratis There is no Rocket s in 58:41 Winning ele dan gakak enggak ada yang 58:43 rumit-rumit kok untuk membangun bangsa 58:46 Bagaimana membangun easy of doing busis 58:49 Bagaimana membangun 58:51 antiorupsi Bagaimana membangun 58:53 transparansi Bagaimana membangun yang 58:56 melayani Bagaimana membangun agar ee SDM 59:01 kita sumber manusia kita betul-betul 59:03 menjadi sumber manusia yang 59:06 eh tangguh Tapi saat yang sama punya 59:10 keterampilan skill full gitu loh 59:12 sederhana kok mas nailul eh Mas nailul 59:16 sudah tahu tuh gimana biar 7% kok dan 59:19 kalau di bedak yang dimunculkan sekarang 59:22 IKN kah makan siang gratis itu bukan 59:26 malah 7% gitu l itu bisa membenamkan 59:28 kita gitu loh Nah ini tantangan buat 59:31 kita untuk bersuara dan bagi siapun ya 59:35 karena KPU belum menetapkan kalau saya 59:37 tetap Ya ide Mas Anis dengan inad of 59:42 ketimbang bangun IKN Lebih baik bangun 59:45 40 kota bahkan kalau mas nailul yang 59:48 saya tahu bukan 400 triliun eh the whole 59:52 budget itu 600 triliun untuk ik 59:57 ambil contoh Solo ya yang dianak emaskan 1:00:00 dalam tanda kutip itu kan itu cuma 2 1:00:03 triliun projek psn-nya gitu projek 1:00:05 strategis nasional dengan 2 triliun ke 1:00:08 satu kota Solo saja pertumbuhan ekonomi 1:00:11 Solo sudah di atas pertumbuhan ekonomi 1:00:13 nasional bayangkan kalau 600 triliun 1:00:16 bagi 2 300 kota bukan satu Kota Mas 1:00:19 nailul dari 1:00:21 0,1% menurut saya bisa sampai 4 sampai 1:00:24 5% itu ee 1:00:26 dampak pertumbuhannya gitu kalau kita 1:00:29 betul-betul nah terkait Dana Desa kita 1:00:34 harus mulai mengedepankan 1:00:37 teknokrasi ketimbang teknokratis 1:00:40 ketimbang populis gitu loh mas nailul 1:00:42 betul-betul kita cari mana yang menjadi 1:00:47 eh sesuatu daya ungkit agar kita 1:00:51 betul-betul bisa keluar dari middle 1:00:53 income Trap countries gitu loh Bu Sri 1:00:56 Mulyani itu pandangan saya salah satu 1:01:00 Menteri Keuangan yang pruden ya koreksi 1:01:03 saya masul 1:01:05 tetapi Sepandai dan 1:01:09 seintegritasnya 1:01:10 Bu posisinya sekarang tuh maner do 1:01:14 the melakukan sesuatu dengan 1:01:17 benar yang menentukan ar 1:01:24 leadernyanya G loh tapi kalau arahnya 1:01:27 salah ya Enggak bisa juga karena itu 1:01:31 everything R and FS on leadership ini 1:01:34 menjadi betul-betul 1:01:36 ujian Bagaimana 1:01:39 Indonesia kembali menjadi negara yang 1:01:43 punya Eh integritas ee punya e 1:01:48 etikabilitas kalau bahasa Bung RG sampai 1:01:52 kepada kita betul-betul punya eh 1:01:56 transparansi dan partisipasi yang 1:01:59 baik Banyak yang bisa dibongkar Bang 1:02:02 haldi dan Mas nailul udah ngasih umpan 1:02:05 lambung itu Matur nuun Mas nailul banyak 1:02:08 sekali itu ya tapi diil is in the detail 1:02:11 belum dibongkar saja atau belum dikasih 1:02:15 kaca pembesar sudah banyak peluang untuk 1:02:18 eh unucful dan eh tidak Eh punya daya 1:02:23 ungkit apalagi kalau kita akukan analisa 1:02:27 dengan kaca pembesar begitu 1:02:33 Bang ya terima kasih Pak eh Berikutnya 1:02:36 ini Pak Mardani eh terkait menurut Pak 1:02:39 Mardani secara kebijakan publik apa yang 1:02:44 paling perlu dilakukan oleh pemerintah 1:02:47 dalam rangka untuk meningkatkan PDB 1:02:50 Indonesia agar bisa masuk ke negara 1:02:53 dengan ekonomi besar dunia tidak lagi e 1:02:56 terjebak ke middle income 1:03:00 Trap kalau saya lagi-lagi Bang haldi 1:03:03 sebetulnya sudah ditulis sama Bung Hatta 1:03:06 gitu loh Bagaimana ekonomi kerakyatan 1:03:10 itu dua pilarnya UMKM dan koperasi tapi 1:03:14 masis Bedan juga sudah bilang kita tidak 1:03:19 ingines tidak kita ingin membesarkan 1:03:22 yang kecil tapi tidak mengecilkan yang 1:03:24 besar Arya UMKM di satu sisi 1:03:28 industrialisasi di sisi yang lain dan 1:03:30 the big player punya peluang untuk 1:03:33 tumbuh berkembang gitu kalau sekarang 1:03:35 ini lucu hampir semua proek 1:03:37 infrastruktur dikasih ke PMN Mas nailul 1:03:40 dan efisiensinya itu bahaya sekali 1:03:44 sekarang ini beberapa bmn karya yang 1:03:47 tadinya sehat Jadi bleeding gitu loh 1:03:49 karena dia gak jelas fungsinya sebagai 1:03:53 BUMN atau e sebagai penyandang PSO 1:03:56 public service obligation gitu loh 1:03:58 sehingga yang terjadi kelaminnya tidak 1:04:02 jelas gitu loh eh mencari 1:04:05 eh 1:04:07 untung wajib Tapi melakukan tugas sosial 1:04:11 wajib akhirnya berantakan dan 1:04:14 itu efeknya luar biasa karena banyak 1:04:17 wwmn tidak mengerjakan sendiri di 1:04:19 subkonkan dan keluhan dari saon itu yang 1:04:23 sampai sekarang belum dibayar akhirnya 1:04:25 ekonomi tidak turun ke bawah itu banyak 1:04:27 sekali Nah buat saya Bang haldi ayo 1:04:30 benahi UMKM benahi koperasi ketika punya 1:04:34 koperasi pandangan saya gini eh Hernando 1:04:37 De 1:04:38 soto salah satu ekonom Perai Nobel 1:04:41 ekonomi ya mas Nah itu sederhana kalau 1:04:45 negara sayang sama rakyat sertifikasi 1:04:47 tanah-tanah rakyat itu salah satunya 1:04:51 menggunakan 1:04:53 eh pola ini 1:04:58 legalkan 1:05:01 seluruh pekerjaan informal yang dimiliki 1:05:04 rakyat misal gini Saya pedagang 1:05:06 martabakangdi Saya pedagang asongan Saya 1:05:10 pedagang nasi uduk digouping jadi 1:05:14 koperasi dilegalkan dia punya 1:05:18 NPWP dia punya izin sehingga dia 1:05:24 pekerjaannya sama ini saya lagi di jalan 1:05:26 nih ada tempe mendoan ada kebab ada nasi 1:05:30 goreng sekarang ini dia private yang 1:05:33 sangat-sangat rapuh naik Harga beras 1:05:37 berat naik harga minyak berat tapi 1:05:41 ketika dia di 1:05:43 koperasi tetap dia menjadi unit Mandiri 1:05:47 tapi ada payung koperasinya gitu tidak 1:05:50 perlu pekerjaannya berubah karena 1:05:52 mencari pekerjaan atau mencari 1:05:54 perdagangan berikutnya nya unit usaha 1:05:56 berikutnya belum tentu cocok dia tetapi 1:05:59 dia dilindungi dengan koperasi yang ada 1:06:01 ini saat yang sama bisa sebagian jadi 1:06:04 UMKM dikembangkan saat yang sama 1:06:07 industrialisasi 1:06:09 didesain 1:06:11 kita negara maritim Ayo kalau bahasa 1:06:15 sederhana kita itu pemilik pantai 1:06:18 terpanjang kedua terbesar setelah Kanada 1:06:21 tapi Kanada ada di subtropis kita di 1:06:24 iklim tropis jadi produktivitas rumput 1:06:27 laut kita macam-macam kita jauh Nah 1:06:30 sekarang ini kan dengan 1:06:32 sentralisasi semua dianggap seragam 1:06:35 Belajarlah pemerintah untuk melakukan 1:06:38 desentralisasi sehingga ini enggak bisa 1:06:40 semata ekonomi Ayo otonomi daerah kita 1:06:43 ubah dari kabupaten kota tingkat 1:06:45 provinsi provinsi maksimal 6 sampai 8 1:06:48 Kabupaten kotanya provinsiya banyak 1:06:49 enggak kenapa nah saat yang sama 1:06:53 diselimkan ini dengan yang seperti ini 1:06:57 maka kita tetap belajar dari yang lain 1:07:00 tapi tetap membumi tidak ada negara 1:07:03 seperti Indonesia yang punya 300 hampir 1:07:08 300 juta penduduk ya 300 suku bangsa 700 1:07:13 bahasa 17.000 Pulau enggak ada Makanya 1:07:19 ayo biarkan para 1:07:22 akademisi pembenahan di bidang 1:07:25 pendidikan 1:07:26 tinggi merapikan Brin yang sekarang luar 1:07:29 biasa centang perenangnya itu salah satu 1:07:33 bagian dari upaya untuk mendongkrak 1:07:36 pertumbuhan ekonomi kita jadi tidak 1:07:38 melulu ekonomi itu urusan ekonom tapi 1:07:41 keseluruhan infrastruktur dan ekosistem 1:07:44 yang harus dibenai di titik inilah 1:07:46 presiden sebagai kepala pemerintahan 1:07:49 kepala negara betul-betul wajib untuk 1:07:52 jadi guru sampaikan ini ke publik iniil 1:07:55 loh visi saya ini cara saya ini anggaran 1:07:59 saya silakan kasih masukan itu jangan 1:08:02 joget-joget jangan sibuk-sibuk bagi-bagi 1:08:05 proyek gitu wallahuam 1:08:13 bisab Baik terima kasih Pak marani 1:08:16 berikutnya Saya pengin ke Bang Da 1:08:20 lagi Eh 1:08:24 ek ee apa namanya ya salah satu negara 1:08:28 yang pertumbuhannya cukup ee baik saat 1:08:31 ini adalah Cina ya RRC eh Tiongkok 1:08:36 eh dan akan ada analisis kemungkinan 1:08:40 akan melebihi melewati Amerika dalam 1:08:43 beberapa tahun ke depan ya Ee menjadi 1:08:45 negara super power baru Nah ee 1:08:50 sebenarnya kan sebagai sesama bangsa 1:08:53 Asia gitu ya ee apa apa yang bisa kita 1:08:56 pelajari dari Cina 1:08:57 [Musik] 1:08:58 ee dan mungkin negara maju lain yang 1:09:01 sudah mulai maju itu seperti Korea 1:09:03 Selatan ya kalau Jepang mungkin sudah 1:09:05 dari dulu ya Nah ini apa yang bisa 1:09:08 dipelajari Ee Kita sebagai sesama negara 1:09:11 Asia sebenarnya Ternyata bisa ya untuk 1:09:13 menjadi negara maju itu seperti Cina 1:09:15 yang awalnya dulu juga kondisinya sama l 1:09:18 seperti kita ya negara e menengah gitu 1:09:20 nah tapi eh Indonesia sampai saat ini 1:09:23 masih terjebak terus menjadi midle 1:09:25 income Trap ya income country eh Apa 1:09:29 kira-kira kebijakan yang perlu diambil 1:09:31 supaya kita bisa maju drastis seperti 1:09:35 Cina Korea Selatan dan negara Asia 1:09:37 lainnya sudah cukup maju ya tadi Eh 1:09:42 menarik ya tentang bum tadi sampaikan 1:09:44 oleh bangani gitu kan 1:09:46 Eh saya pas itu juga sempat membahasmn 1:09:50 gitu kan dan 1:09:53 memang yang lucunya adalah 1:09:55 beberapa bummn itu ternyata yang dia 1:10:00 spesialis ya spesialis dia 1:10:03 kontraktor diminta untuk jadi operator 1:10:06 jalan tol ini lucu sekali Jadi yang dia 1:10:12 biasanya itu membangun terus kemudian 1:10:16 dibayar oleh pemerintah seketika itu 1:10:19 mereka diminta untuk menjadi operator 1:10:24 jalan tol 1:10:26 dan mereka tidak tidak ini ya tidak 1:10:28 dapat menjual jalan tol itu ke swasta 1:10:31 karena sepi peminat Gu Jadi enggak 1:10:35 menguntungkan bagi 1:10:37 swastairnya pas kita karya pas itu ya 1:10:40 Nah sedangkan kalau kita lihat untuk 1:10:43 hutang hutang pinjaman ke bank untuk 1:10:45 kontraktor itu dia biasanya sifatnya 1:10:48 jangka pendek gitu Jang P Seperti apa 1:10:51 ketika diminta pemerintah untuk bangun a 1:10:55 kan Nah si BK Kita karya ini kan Dia 1:10:59 membangun modelnya pinjam dari bank dan 1:11:02 dibayarkan setelah pekerjaan itu selesai 1:11:05 pemerintah membayarkan pekerjaan itu nah 1:11:08 Apa jadinya ketika paskita ini bangun 1:11:12 jalan tol uangnya dari bank hutangnya 1:11:15 hutang jangka pendek tapi dia diminta 1:11:20 untuk kelola tol tersebut 1:11:23 sehingga untuk 1:11:26 pengembalian uangnya itu jangka 1:11:29 panjang ya kan artinya adalah si Waskita 1:11:34 Karya ini tidak mampu untuk membayar 1:11:37 hutangnya ke bank dan itu sangating 1:11:40 sekali itu sangat sangat parah sekali 1:11:42 membuat e salahu BUMN kontraktor kita 1:11:45 itu karyaemain karya kita itu e 1:11:49 sangating sangat berdarah-darah seperti 1:11:52 itu 1:11:54 karena ya tadi kebijakan pemerintah tadi 1:11:57 sampaikan Bang Mari kebijakan pemerintah 1:12:00 yang mengedepankan buen untuk bangun a b 1:12:03 c gitu kan tapi tidak 1:12:06 di barengi dengan kebijakan yang tepat 1:12:09 gitu masa kan kita biasa goreng tahu 1:12:14 tiba-tiba diminta untuk jadi eh 1:12:17 resepsionis perbankan itu kan enggak 1:12:19 mungkin sekali gitu kan Makanya 1:12:22 e Kita karya ini sangat-sangat 1:12:25 menyedikkan sekali nasibnya saat ini Nah 1:12:28 itu tadi tentang bwmn karena saya punya 1:12:31 cerita menarik di situ nah yang kedua 1:12:33 tadi sampaikan Mas Apa sih yang bisa 1:12:37 kita pjari dari Cina gitu kan pun 1:12:39 ternyata Cina ini 1:12:42 eh tidak begitu bagus Masdi untuk 1:12:45 beberapa tahun terakhir dan ke depan 1:12:47 kalau enggak saya saya 1:12:50 enggakak saya lupa ya itu Im World Bank 1:12:56 ataupun beberapa lembaga internasal 1:12:58 lainnya itu mengcutting off proyeksi 1:13:00 pertumbuhan Cina dari 8% menjadi 1:13:04 4% jadi ekonomi Cina ini lagi Babel nih 1:13:08 mereka sektor propertinya Babel kemarin 1:13:12 evergen juga dinyatakan bangkrut terus 1:13:16 kemudian kalau kita lihat ternyata 1:13:20 kebijakan ekonomi Cina ini tidak bisa 1:13:23 stabil dan dan kita lihat Ternyata 1:13:27 banyak investor luar yang di Cina itu 1:13:30 sekarang mengambil langkah mundur dari 1:13:33 Cina banyak yang keluar dari Cina e 1:13:36 pabrik-pabrik besar dari Amerika dari 1:13:39 Eropa dan sebagainya itu pindah ke 1:13:41 negara lain negaranya mana yang dituju 1:13:44 bukan Indonesia Negara mana yang dituju 1:13:47 itu adalah Vietnam Meksiko sama India 1:13:50 Indonesia cuman keagian kecil Mungkin 1:13:53 kemarin cuman pabrik sendok doang gitu 1:13:56 kan kemarin kan tap luhud kan seperti 1:13:58 itu jadi 1:14:00 eh ternyata banyak banyak e Cina itu 1:14:05 pertumbuhan ekonominya kurang stabil 1:14:07 karena dia terlampau tinggi tapi juga 1:14:11 turunnya sangat kencang nah sebenarnya 1:14:13 yang kita bisa ambil itu adalah 1:14:15 pelajaran dari Korea Korea itu ketika 1:14:18 tahun sekitar 60-an itu pertumbuhan sor 1:14:22 eh pdb-nya 1:14:25 dengan Indonesia PDB per kapitanya sama 1:14:27 Indonesia kesejahteraan masyarakatnya 1:14:30 juga sama dengan Indonesia tapi mereka 1:14:32 mampu membangun perekonomian dengan 1:14:35 model yang lebih sustain mereka 1:14:37 membangun untuk 1:14:40 ekonomi yang bisa melihat ke depan 1:14:43 mereka membangun ekonomi berdasarkan 1:14:45 teknologi yang cukup canggih cukup 1:14:47 tinggilah teknologi tinggiah menengah 1:14:50 tinggi gitu Nah makanya ekspor untuk 1:14:53 produk e berteknologi menengah tinggi di 1:14:57 Taiwan di Korea maupun di negara-negara 1:15:00 lainnya itu bisa sangat tinggi sekali di 1:15:03 Indonesia untuk ekspor barang manufaktur 1:15:07 sor barang berteknologi menengah tinggi 1:15:10 itu hanya 8% untuk ekspornya ya Nah 1:15:14 artinya adalah ya memang eh Indonesia 1:15:18 ini belum bisa untuk sustain secara 1:15:22 ekonominya nah bagaimana Cina itu juga 1:15:25 meningkat ya mereka membangun industri 1:15:28 dengan teknologi menengah tinggi mereka 1:15:30 bangun pabrik skala rumahan tapi mesin 1:15:34 dan sebagainya pun dengan Korea yang 1:15:37 dengan Samsungnya yang sangat besar 1:15:39 sekali gitu kan dan bahkan Korea sendiri 1:15:42 itu bisa 1:15:43 eh mengalahkan perekonomian Jepang 1:15:46 Sehingga kemarin Toshiba itu 1:15:50 dinyatakanup Git atau bangkrut gitu 1:15:52 karena mereka tidak mampu bersaing seper 1:15:55 dengan eh Samsung 1:15:57 ataupun peralatan teknologi dari 1:16:00 perusahaan teknologi dari Cina guu Nah 1:16:03 makanya e kalau Indonesia mau bangun itu 1:16:06 memang membangun eh industri yang dia 1:16:12 produknya berteknologi menengah tinggi 1:16:15 nah bagaimana caranya Nah sekarang ada 1:16:19 insentifeduction yang memang belum 1:16:21 optimal tapi itu bisa dimanfaatkan 1:16:23 membangun sumber daya manusia ya 1:16:25 membangun pusat-pusat pertumbuhan 1:16:28 ekonomi yang dia bukan bukan IKN tapi 1:16:32 lebih membangun ke industrinya industri 1:16:36 kawasan-industri yang dia saling 1:16:37 terintegrasi kemudian kawasan- industri 1:16:40 yang dia mendekat ke raw material dan 1:16:43 ataupun kawasan industri yang dia memang 1:16:45 untuk produk-produk berteknologi 1:16:47 menengah tinggi gitu Sehingga nantinya 1:16:50 eh ekonomi kita akan banyak ditepang 1:16:52 oleh industri manufaktur yang dia 1:16:55 orientasinya ekspor dan dia barangnya 1:16:57 barang perteknologi menengah tinggi gitu 1:17:00 Jadi ini so kalau sih ee kalau ingin 1:17:05 berkembang mengacunya ke situ bukan 1:17:07 hisasi bukan IKN dan 1:17:20 sebagainya Baik terima kasih Mas nailul 1:17:23 ee atas bak ya cukup 1:17:26 ee lugas ya dan juga mendalam dan 1:17:29 demikian ee tibalah kita di akhir acara 1:17:32 Eh sahabat-sahabat sekalian dengan tema 1:17:36 APBN pasca Pemilu ini Roki gurung mohon 1:17:40 maaf izin tidak bisa hadir dulu pada ee 1:17:43 episode kali ini mudah-mudahan bisa 1:17:45 bergabung di kembali di episode 1:17:46 mendatang baik eh seperti biasa Ind 1:17:51 eh memberikan kesempatan untuk closing 1:17:54 statement atau closing ideas eh kepada 1:17:56 narasumber mungkin closing ideas 1:18:00 statement ke Pak Nail persilakan untuk 1:18:02 closing statement Iya eh Masdi kalau 1:18:07 saya pribadi sebenarnya untuk Tema kita 1:18:10 karena APBN gitu ya abbn memang siapapun 1:18:13 nanti eh pemerintahannya presidennya 1:18:16 memang kita harus bisa menjaga abbn kita 1:18:20 jangan sampai ugal-ugalan terutama untuk 1:18:22 soal penghindaran utang gitu kan utang 1:18:25 harus kita jaga defisit abbn kita harus 1:18:28 jaga kemudian juga penggunaan abbn-nya 1:18:32 pun harus kita jaga gitu kan bahwa 1:18:34 penggunaan BBN itu yang mampu dan bisa 1:18:38 meningkatkan kesejahteraan masyarakat 1:18:41 bisa menurunkan kemiskinan bisa 1:18:43 mengurangi ketimpangan bisa membuat 1:18:46 masyarakat bekerja dengan layak gitu nah 1:18:49 ini yang harus kita jaga ketika APBN 1:18:52 siapapun nanti yang jadi APBN itu harus 1:18:55 kita jaga Karena itu adalah instrumen 1:18:57 utama 1:18:58 pembangunan itu dari saya 1:19:01 [Musik] 1:19:02 Mas Baik terima kasih Mas berikutnya 1:19:05 closing ideas pamarani silakan Pak kasih 1:19:08 mas nailul eh yang 1:19:11 pertama the behind the gun eh 1:19:15 saya semua harus mencermati Siapa calon 1:19:17 Menteri Keuangan berikutnya nih Mas 1:19:20 mudah-mudahan dipilih Yang punya 1:19:22 integritas dan kapasitas 1:19:25 bukan sekedar mereka yang 1:19:28 EE punya isitas apalagi ugal-ugalitas 1:19:32 gitu tadi Mas nailul Bagus sekali eh 1:19:36 jangan sampai 1:19:37 ugal-ugalan yang kedua tentu ayo semua 1:19:42 masyarakat betul-betul mengokohkan 1:19:46 menjaga 1:19:49 diri memberikan masukan dan pengawalan 1:19:55 jangan sampai terjadi kondisi di mana 1:19:59 pbn-nya 1:20:02 ee menjadi 1:20:04 ee bagian cuma politik ee transaksional 1:20:09 dan EE jual beli ee kekuasaan terakhir 1:20:15 Tentu saya ingin kita semua jadi 1:20:18 pemberani kritik kritik kritik awasi 1:20:21 awasi awasi karena itu 1:20:25 rakyat harus berdaya rakyat harus punya 1:20:28 keberanian sehingga Insyaallah APBN 1:20:30 benar-benar buat rakyat bukan APBN untuk 1:20:35 konglomerat 1:20:37 Makasih baik terima kasih Pak Mardani 1:20:40 Sahat sahabat sekalian dengan demikian 1:20:42 berakhir acara industri stok kita pada 1:20:44 malam ini tema ini kita angkat karena 1:20:47 kita ingin mengingatkan bahwa pemerintah 1:20:49 dan seluruh pemangku kepentingan negeri 1:20:51 ini bahwa pasca pemilu yang perlu kita 1:20:54 fokuskan adalah bagaimana negara bisa 1:20:57 mensejahterakan rakyat bimana ekonomi 1:21:00 kita bisa bangkit kembali ya Ee Kita 1:21:03 sudahi Segara perdebatan perselisihan 1:21:06 politik Pemilu sudah selesai ya walaupun 1:21:09 sekarang lagi proses perhitungan gitu Ya 1:21:11 nantinya pasca Pemilu 1:21:13 eh mudah-mudahan semua bisa fokus 1:21:16 bekerja sama kolaborasi untuk membangun 1:21:18 bangsa dan negara kita agar rakyat 1:21:20 Sejahtera gitu ya jangan sampai rakyat 1:21:22 dikorbankan demi kepentingan dengan 1:21:25 politik pragmatis sesaat ee para 1:21:27 politikus ee yang hanya memikirkan diri 1:21:31 sendiri Baik terima kasih sampai ketemu 1:21:33 pada acara Ind pen depan pada waktu dan 1:21:36 channel yang sama asalamualaikum 1:21:37 warahmatullahi wabarakatuh 1:21:39 Waalaikumsalam