Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brasil 0:06 [Musik] 0:14 [Musik] 0:20 TV Brasil 0:22 [Musik] 0:26 TV 0:28 kok 0:30 lafishama Laha wallahu Samiun 0:37 Alim Allahu 0:40 waliyulladzina amanu 0:43 yukhrijuhum 0:45 minadzulumati Ilan 0:47 Nur walladzina kafaru 0:53 auliyaumut thautu 0:56 yukhrijunahum 0:58 minanri il 0:59 [Musik] 1:05 [Musik] 1:12 qallahulim wasalamualaikum 1:14 warahmatullahi 1:24 wabarakatuham 1:28 bmahahmanahia kali lagi kita pada acara 1:30 Ind talk yang pada malam ini mengambil 1:33 tema terkait dengan Mungkinkah Jakarta 1:36 bebas macet eh sahabat-sahabat sekalian 1:39 eh Jakarta sebagai eh ibuota negara 1:43 Indonesia ya sebelum dipindah ke 1:45 Kalimantan oleh Pak Jokowi adalah pusat 1:47 e kegiatan 1:49 eh utama di Indonesia baik ekonomi 1:53 ataupun politik dan saat ini dioni oleh 1:57 kurang 1:58 lebih sampai 10 juta e penduduk dan pada 2:02 jam hari kerja e banyak sekali 2:05 masyarakat di sekitar jabod tabek itu 2:08 yang eh datang eh untuk bekerja di 2:11 Jakarta eh yang diperkirakan ketika jam 2:15 kerja itu penduduk Jakarta itu eh berada 2:19 di sekitar 10 sampai 12 juta orang Nah 2:22 untuk kota yang terpadat ini dan sampai 2:24 saat ini eh berbagai kepala daerah 2:27 Gubernur sudah Ee dimiliki ole Jakarta 2:30 dan EE Jakarta masih belum juga 2:33 menemukan solusi yang paling tepat untuk 2:35 benar-benar menyelesaikan permasalahan 2:39 ee macet eh di bupatan negara ini di 2:43 sisi lain eh sebenarnya banyak juga di 2:46 kota-kota lain di berbagai belahan dunia 2:49 kota-kota besar yang juga sebenarnya 2:51 mampu menyelesaikan permasalahan ee 2:54 macet Apabila ada kebijakan 2:57 ee afirmasi yang yang berani oleh para 3:01 pemimpin Ya baik itu kepala negara 3:04 ataupun kepala daerahnya untuk bisa 3:06 menyelesaikan permasalahan ini secara 3:10 substantif secara revolusioner eh dan 3:14 juga dalam waktu yang terjangkau tidak 3:18 sampai bertahun-tahun untuk itu sudah 3:21 hadir bersama kita pembicara kita eh 3:26 pada acara Indonesia leader Eh pada 3:29 malam ini sudah hadir bersama kita yang 3:33 pertama Eh Pak y ya 3:36 sebagai pengamat perkotaan 3:39 Asalamualaikum 3:42 Pak Waalaikumsalam 3:45 Mas ya Terima kasih sudah hadir bersama 3:49 kita pengat perkotaan dari universit 3:54 trakud sudah 3:58 jugaers Selamat malam Asalamualaikum Pak 4:01 Agus Malam Waalaikumsalam i terima kasih 4:06 atas kehadirannya dan juga sudah hadir 4:08 juga bersama kita tuan rumah Ind leader 4:11 ST yang senantiasa berduet bersama e 4:14 Bung Roki Gerung Pak Mardani ala dan 4:17 juga nanti Insyaallah akan menyusul juga 4:19 Bung rokiung Asalamualaikum Pak 4:22 mardaniumalam matur nuhun Mas Agus Hatur 4:25 Nuhun Kang 4:26 Yayat 4:28 Ya baik sahabat-sahabat sekalian Sebelum 4:31 kita mulai eh acara Ind leader kita pada 4:35 malam hari ini kami ingin mengucapkan 4:38 terima kasih yang sebesar-besarnya 4:40 kepada seluruh pemirsa Setia 4:42 Ind baik di dalam negeri dan luar negeri 4:45 acara ini bisa disaksikan secara 4:47 langsung melalui siaran eh live 4:49 streaming di YouTube eh mani ala PKS TV 4:53 dan juga rasil TV dan juga bisa 4:55 didengarkan melalui siaran radio rasil 4:58 720 bagi sahabat-sahabat yang berada di 5:01 jabur tabek dan sekitarnya dan juga di 5:04 beberapa kota disiarkan juga di beberapa 5:06 kota eh jaringan radio rasil di beberapa 5:09 kota di seluruh Indonesia eh dan juga 5:12 kami ingin mengucapkan terima kasih 5:14 kepada rekan-rekan media Dan wartawan 5:16 yang senantiasa menyaksikan Meliput dan 5:19 memberitakan acara ini semoga bisa 5:21 memberikan sumberi konten positif bagi 5:24 eh dunia pemerintahan dan media massa di 5:27 Indonesia dan mencerahkan masyarakat 5:30 Indonesia baik sahabat-sahabat sekalian 5:33 kita mulai 5:34 acara kita pada malam ini dengan tema 5:38 Apakah Jakarta Mungkinkah Jakarta bebas 5:42 dari macet kepada Pak Mar 5:44 dipersilakanikan pengantar dan 5:47 pandangan izin Mas Agus Kang yayatakan 5:51 Mas Bismillahirrahmanirrahim 5:53 asalamualaikum warahmatullahi 5:55 wabarakatuh 5:58 waalaikumsalamul Allahumma Shi ala 6:00 sayyidina 6:02 muhammad Selamat malam dan salam 6:05 sejahtera untuk kita semua matur nuwun 6:07 Mas Agus Kang 6:09 Yayat RG eh Indonesia lead talk edisi 6:13 138 ya Insyaallah Bahas eh sesuatu yang 6:19 memerlukan kemampuan teknokrasi dan 6:23 inteligensi serta political will yang 6:25 kuat ya Jakarta 6:27 eh Apakah tetap jadi ibuota kalau 6:31 sekarang dipindahkan tetap menjadi 6:33 magnet dan apa yang dikerjakan Jakarta 6:36 dia akan menjadi model Bagaimana 6:40 kota-kota besar di Indonesia 6:42 menyelesaikan banyak masalahnya di 6:44 antaranya adalah urusan macet ya kita 6:47 sudah tahu tingkat kemacetan di Jakarta 6:50 demikian luar biasa banyak stres banyak 6:55 frustasi banyak Eh bukan cuma eh 6:59 material yang terbuang peluang eh bagai 7:04 betapa beban ekonomi yang besar tetapi 7:06 juga itu menimbulkan beragam efek 7:11 psikologis sosiologis bahkan yuridis 7:15 kepada warga kota karena itu ketika izin 7:19 Kang Yayat Ketika saya membaca bahwa W 7:22 arsalnaka 7:24 rahmatanilamin bahwa tidaklah kita itu 7:27 diturunkan kecuali menjadi Rah bagi 7:30 semesta alam maka gimana menjadi rahmat 7:33 kalau kotanya macet Nah itu mah menjadi 7:36 Prahara Menjadi musibah makanya 7:39 membereskan urusan macet di Jakarta itu 7:42 bukan urusan duniawi saja itu urusan 7:45 ukhrawi juga itu urusan akhirat juga itu 7:49 dampaknya pahalanya besar tentu ketika 7:53 macet hilang ekonomi kita akan banyak 7:55 sekali mendapatkan insentif ya harmoni 7:58 sosial akan terwujud ee ketahanan 8:01 keluarga akan kokoh pada gilirannya 8:04 bangsa kita akan menjadi bangsa yang k 8:06 kuat ketika kita bisa mengurai urusan 8:09 kemacetan itu karena itu bahagia sekali 8:12 malam ini Indonesia leader ditemani Kang 8:14 Yayat dan Mas Agus dua-duanya sudah 8:17 sangat lama menekuni bab ini saya ingin 8:20 menyampaikan tiga hal saja Bang haldi 8:22 Kang Yat Mas 8:23 Agus yang pertama ini tidak bisa selesai 8:28 kecuali akan secara 8:30 integratif Bukan cuma aktornya tapi 8:34 sumber dayanya misal kalau cuma Jakarta 8:37 yang ngerjain tapi 8:39 Depok Bogor Tangerang Bekasi enggak 8:42 diajak serta maka enggak akan selesai 8:45 Nah karena itu ide besar tentang the 8:49 greater Jakarta megapolitan Jakarta Kang 8:52 Yayat Pasti sangat paham ya Gubernur 8:55 Tokyo itu meliputi setingkat menteri dan 8:57 meliputi keseluruhannya nya enggak bisa 9:00 selesai Dar politicalnya jenis kelamin 9:03 Jakarta dan masyarakat sekitarnya mesti 9:06 diperjelas ya karena dan ini adalah 9:09 urusan e political will di bidang 9:11 politik karena itu presiden ke depan 9:14 mesti betul-betul memikirkan bab ini 9:16 karena kalau hampir 30 juta ya Mas 9:21 kangat ya mas eh kalau jababek itu itu 9:26 lebih dari 10% warga Indonesia dibuat 9:30 bahagia dengan political will yang jelas 9:33 maka itu sebuah terobosan yang sangat 9:34 baik jadi poin satu saya adalah 9:37 penyelesaian payung hukum Jakarta dan eh 9:42 eh pem dan sekitarnya wajib diselesaikan 9:47 Karena tanpa ada payung hukum yang jelas 9:50 maka enggak ada anggaran yang bisa 9:52 bersatu enggak ada program yang bersatu 9:54 enggak ada eksekusi yang bersatu yang 9:56 pada gilirannya semua parsial Nah kalau 9:59 parsial tidak integral maka tambal sulam 10:03 poin kedua Kita bisa belajar tentu yang 10:06 namanya macet sebabnya ada Perpindahan 10:09 orang tetapi sekarang ini pasti semua 10:12 ada Perpindahan orang dan perpindahan 10:14 kendaraan padahal Tokyo lebih besar 10:17 yaangat 20 jutaan tapi perpindahan 10:21 kendaraannya terbatas betul-betul public 10:23 transport sebetulnya ganjil genap sudah 10:26 lumayan tapientif perlu lebih tinggi dan 10:29 insentif perlu diperberat saya cuma 10:32 mengambil contoh kecil Mas Agus mungkin 10:34 punya catatanang Yayat juga eh Mas Anis 10:37 Baswedan ketika 5 tahun terakhir itu 10:40 mencoba memben yang namanya lingko ya 10:43 saya eh karena saya punya sekolah 10:46 dilewatin jaking buat saya itu cukup 10:49 membantu ya yang pertama ada keadilan e 10:53 para minta maaf pemilik angkot diajak 10:56 kumpul bareng eh kitaah bersama ayo mau 11:00 tetap seperti ini atau ada Mau 11:02 sekuritisasi ee dalam Bab penghasilan 11:05 ternyata mereka sepakat mereka pengin 11:07 lebih secure penghasilannya akhirnya 11:10 mereka kontrak dengan pemda pemda 11:12 memberikan eh salary yang jelas asuransi 11:16 yang jelas semua yang jelas dan nanti eh 11:19 Pemda bisa memberikan subsidi kepada 11:22 diabel warga lansia buruh eh termasuk 11:27 guru dan murid maka dia bisa pakai Jack 11:30 Ling yang amat sangat murah dan 11:32 disubsidi oleh Pemda dan pada saat yang 11:35 sama Jack lingonya itu saya ngelihat 11:38 sendiri Mas Kang Yayat rapi dia cuma 11:41 berhenti di titik-titik di tempat dan 11:43 bahkan ketika saya ke Purwakarta atau ke 11:46 daerah lain banyak sopir angkot di 11:48 daerah lain berharap mudah-mudahan apa 11:51 yang diwujudkan ja lingko di Jakarta 11:53 bisa dipakai di tempat lain Jadi mereka 11:56 punya penghasilan yang baik yang terj 11:58 Jin pada saat yang sama pelayanan juga 12:00 meningkat memang ada efek subsidi tapi 12:03 itu bagian yang harus diberikan dalam 12:06 merangka tadi mikan insentif Bagi 12:09 mereka-mereka yang mau menggunakan eh 12:12 public transport tentu dalam skala besar 12:15 eh monorel kah lrt kah Nanti Mas Agus 12:18 lebih paham itu harus betul-betul 12:20 diwujudkan walaupun ini kejar-kejaran ya 12:24 dan betul-betul kajian risetnya harus 12:26 tinggi saya ke Palembang Mas Agus sedih 12:29 sekali lrt di Palembang itu jadi buah 12:33 sialakama kalau mau jalan terus bleeding 12:36 APBD kalau enggak dikasih subsidi Kosong 12:40 gitu loh Itu sebuah perencanaan yang 12:42 buat saya mungkin baik waktu itu untuk 12:44 Asian Game tapi ke depan antara aspek 12:47 ekonomis teknis eh termasuk juga tadi 12:51 sosiologis mesti betul-betul karena 12:53 kalau kita punya moda transformasi yang 12:55 tidak terintegrasi maka itu suulitkan 12:59 orang juga jadi poin kedua adalah 13:01 bagaimana betul-betul sesudah political 13:05 will integrasinya tercapai dan poin tiga 13:07 menurut saya memang harus ada dorongan 13:12 kuat dari siapapun presiden yang 13:15 terpilih menyelesaikan masalah ini ini 13:17 tidak di level Gubernur ini apalagi 13:21 tidak di level Bupati Walikota ini di 13:23 level presiden yang berani mengambil 13:25 keputusan tegas jelas untuk 13:27 menyelesaikan urusan kemacetan 13:30 mudah-mudahan Eh kalau malam ini kita 13:33 menemukan formula yang pas siapun 13:36 presiden yang terpilih nanti atau calon 13:38 presiden kita bisa tagih Seperti apa 13:41 mereka punya konsep untuk memecahkan 13:44 urusan kemacetan di kota besar utamanya 13:47 di Jakarta itu Bangi sebagai pembukanya 13:49 ini banyak sekali yang perlu kita dengar 13:51 dari Mas Agus dan Kang Yayat sama bro RG 13:54 dari saya Cukup 13:57 sekian 14:00 alalamualaikum warahmatullahi 14:02 wabarakatuh 14:05 waalaikumalaikumsalam warahmatullah 14:07 wabarakatuh Terima kasih Pak mani dan 14:09 tadi menekankan sekali bahwa salah satu 14:12 peran dari pemimpin adalah menyelesaikan 14:14 masalah dan salah satu masalah yang 14:17 sedang terjadi di Jakarta saat ini 14:19 kemacetan adalah bagian dari ibadah juga 14:21 ya Jadi bagaimana kita e e bahwa 14:26 menyelesaikan masalah masyarakat itu 14:29 adalah ee sama halnya utama dengan kita 14:32 ee ibadah kepada Allah subhanahu wa 14:35 taala baik Eh sekarang kita ke Pak Yayat 14:40 sebagai ahli perkotaan dipersilakan Pak 14:43 Yayat bisak ke Jakarta ini bea semacet 14:46 kita sudah sekian ratus tahun usia 14:49 Jakarta dan mudah-mudahan 14:51 bisa siapa tahun 2024 bisa kita mulaia 14:56 Saya kira tadi ada ini ada 15:00 sayaak 15:02 apa 15:07 silut 15:11 ini saya izin untuk share screen ini Apa 15:16 bahan paparan nah ini 15:19 kemarin apa kemarin sebetulnya 15:27 sayaang juga kemarin tuh bahwa ada 15:30 persoalan yang menarik terkait tentang 15:32 persoalan kemacetan yang ada di Jakarta 15:35 tapi saya mungkin tadi dari aspek 15:38 ruangnya saya coba nanti untuk 15:40 memaparkan nanti ada hal-hal yang 15:42 menarik yang bisa kita lihat situasi dan 15:44 kondisinya Nah ini kan sebetulnya siklus 15:47 orang di Jakarta gini nih ya siklus 15:50 hidup ya 15:51 Ee pekerja bangun 15:54 tidur ke kantor ya kan jam berangkat nya 15:58 jam 0.00 pagi jam 0.00 masih di jalan 16:02 jam 0.30 masih di jalan kalau tepat 16:05 waktu bisa jam 16:07 masuk kantor Pulangnya jam . tapi 16:12 perjalanan sampai di rumah rata-rata 16:15 2130 sampai rumah nah pertanyaannya kan 16:18 ini seperti kita habis waktu di 16:20 perjalanan jadi siapapun yang bekerja di 16:24 Jakarta dia harus tahu dengan risiko ini 16:27 artinya apa apa hidup kita akan habis 16:30 atau tua-tua di jalan lah jadi polanya 16:34 akan seperti ini jadi betul-betul dari 16:36 sisi waktu sudah boros Kemudian dari 16:39 sisi 16:40 ee biaya juga sudah terlalu tinggi 16:43 kehidupan rumah juga semakin tidak ini 16:47 tidak nyaman gituah dalam arti begitu 16:50 panjangnya dan hubungan sosial kita juga 16:53 begitu menjadi masalah besar Git jadi 16:56 siapapun yang di Jakarta harus siap 16:58 dengan persoalan yang seperti ini jadi 17:00 tua-tua di jalan ya stresnya juga tinggi 17:04 sebetulnya memang Jakarta ini masuk 17:06 kategori ini ya kategori sebagai kota 17:09 dengan e apa dengan masalah utama adanya 17:14 stressing yang tinggi jadi kota dengan 17:18 gangguanik psikologis yang secara 17:21 mentalitas sudah ada mengarah dari 17:24 strespresi dan sebagainya sebetulnya 17:27 sayaak tah ya itu memaraknya persoalan 17:30 ini nah kedua implikasi apa yang terjadi 17:34 Mengapa akhirnya kemacetan itu terjadi 17:38 salah satu penyebabnya adalah tinggal di 17:41 tengah kota ya khususnya Jakarta Pusat 17:45 yang menjadi pusat tujuan dari 17:47 pergerakan dan perjalanan kita itu itu 17:50 sudah sulit bahkan hasil kajian dari BPS 17:53 pun 17:54 mengatakan untuk mendapatkan rumah murah 17:57 di Jakarta Pusat itu sudahah semakin 18:00 sulit harganya misalnya untuk di Jakarta 18:03 Pusat harga per meter tanah itu bisa 100 18:06 juta sampai R50 juta per meter enggak 18:10 terbayangkan itu untuk buat pos satpam 18:13 aja bisa R jutaali ini menunjukkan 18:17 karena kotanya makin mahal di tengah 18:20 orang sudah tidak mampu tinggal di 18:22 tengah kota akhirnya tinggalnya di 18:24 pinggiran ya dulu kalau saya kan 18:26 tinggalnya di pinggiran juga disk mewah 18:28 di Singapura ya di sisi kota setik mepet 18:32 sawah di sisi gunung 18:33 kapur Saya merasakan rumah-rumah murah 18:37 makin lama makin jauh kemudian karena 18:41 rumah murahnya e yang terjangkau itu 18:44 jauh makin mahal makin lama di 18:47 perjalanan 18:49 otomatis ada 18:51 implikasi kota ini akan ditinggalkan 18:54 oleh penduduknya di tengah kota itu pada 18:56 tahun 2018 Jakarta mencetak rekor 18:59 katanya ini data dari Pak Anis dulu ee 19:01 waktu menyusun 19:03 rdtr bahwa kota ini sudah mencetak 19:06 kehilangan lebih dari 19:08 280.000 19:10 penduduknya keluar dari tengah kota itu 19:13 Ini udah kalau tinggal di tengah kota 19:15 itu kayak lagu dangdut lah antara tahan 19:18 mana dan mana tahan G karena biaya yang 19:20 mahal ujungnya kita lihat beberapa 19:23 perkantoran pun sudah mulai mati 19:26 sekarang sudah banyak kelihatan mati 19:28 pusat perdagangan di Jakarta itu ya 19:30 contoh Roxy Roxy itu mati sury Pranoto 19:34 mati Semanggi mati Blok M mati di Cideng 19:38 mati begitu banyak yang mati di Jakarta 19:41 maksud saya tuh pusat-pusat belanjaan tu 19:43 makin lama makin mati makin kosong 19:45 karena penduduknya enggak ada siapa yang 19:48 mau tinggal di tengah kota lagi karena 19:50 sudah tidak nyaman kita lihat aja L mana 19:53 lagi yang masih bertahan Blok M mati 19:55 semangi mati terus apai yang banyak yang 19:58 mati ini kan sudah kecuali Tanah Abang 20:00 lah semua saya amati beberapa tempat tu 20:03 sudah tidak ideal lagi sudah mulai 20:05 kosong artinya apa ada potensi itulah 20:08 yang menyebabkan ketika infrastruktur 20:11 dibangun di tengah kota itu mrd pun 20:14 leadershipnya tidak akan bertambah Kalau 20:16 misalnya tidak ada penduduk nah di tahun 20:19 yang sama office vacaninnya juga makin 20:22 tinggi sudah 20% coba aja lihat cek 20:24 gedung-gedung yang sekarang banyak yang 20:26 kosong apartemen yang kosong nah nah 20:28 akibatnya kan kita tahu lihat nih udah 20:31 kayak kue donat lah kue donat itu 20:33 ibaratnya Jakarta Pusat itu hanya 20:35 sekitar 1,1 sementara yang lainnya 20:38 menyebar ke Jakarta Timur Jakarta Barat 20:41 dan keluar dari ee kawasan pusat ini 20:44 otomatis kalau misalnya mas Agus suka 20:46 nanyain ini Tata ruangnya Iya sejarah 20:49 tata ruang Jakarta itu dulu karena 20:52 selalu ada di Jakarta Pusat dan 20:55 berkembang ke arah Jakarta Selatan 20:57 karena ditudu dianggap wilayah paling 20:59 nyaman sekarang sudah enggak ideal lagi 21:01 Jakarta pusatnya makin ee padat makin 21:05 mahal makin tidak kuat bergeser ke 21:07 Jakarta selasan dan di dalam rencana 21:09 tata ruangnya dikatakan pusat 21:11 perdagangan jasa dan kegiatan 21:13 perkantoran ini semua ada di Jakarta 21:15 Pusat dan ada di Jakarta Selatan 21:17 otomatis itulah yang selalu dikatakan 21:20 pola pergerakan kita makin lama makin 21:24 terkonsentrasi di wilayah Jakarta pusat 21:26 maupun Jakarta Selatan ini ini fakta 21:29 jadi ibaratnya di tengah-tengah ini 21:31 dibangun apa dan faktanya pusat-pusat 21:36 perbelanjaan yang kosong itu ibaratnya 21:38 ya tinggal menuntut menunggu kematian 21:40 saja saya enggak kebayang Semanggi itu 21:43 Plaza Semanggi mati gitu ya Blok M mati 21:46 terus sepanjang koridor sudah enggak ada 21:48 ini kalau dibangun infrastruktur public 21:50 transport ya Nah ini fakta yang kita 21:53 lihat kemarin kita juga sudah diskusi 21:55 Mas Agus ya fakta di Jakarta itu itu 21:58 jumlah penduduknya ada 11 juta sepeda 22:01 motornya kemarin kita diskusi ada 17 22:03 juta jumlah mobilnya ada 4 juta udah 22:07 berapa 21 juta artinya orang Jakarta ini 22:11 anak bayi pun sudah punya motor ini 22:14 kemudian kalau ditambah dengan mobil 22:17 kendaraan motor dari bodetabek itu bisa 22:19 2 sampai 3 juta unit yang masuk dan 22:22 berputar misalnya sementara kalau target 22:25 mobilitas transportasi publik di dalam 22:27 tata ruang 60% fakta sekarang 22:30 menunjukkan 22:31 7,4% menurut kemarin kita diskusi 22:34 dikatakan semakin lama penurunan jumlah 22:37 pengguna transportasi publik itu semakin 22:39 tinggi kalau tahun 10 tahun terakhir itu 22:42 sekitar 1% sekarang 1 eh 22:46 0,1,5% sementara kendaraan pribadi sudah 22:48 makin meraj Lela kalau lihat jumlahnya 22:51 jumlah kendaraan pribadi dari data di 22:53 situ sudah 22:54 82,6% Nah ini yang suka Disinggung sama 22:56 Mas Agus gimana ini dengan mobil listrik 23:00 subsidi mobil listrik akan menambah 23:02 jumlah kendaraan makin banyak apa kita 23:05 sudah mempertimbangkan potensi macetnya 23:08 atau lancar atau misalnya diraping dan 23:11 sebagainya sementara road rasio panjang 23:14 luas wilayah kita dari tahun ke tahun 23:16 itu hanya 7% tidak banyak jalan baru 23:20 yang ditambah di Jakarta 6 ruas jalan 23:22 tol pun kita tidak melihat eh apa 23:25 penambahan yang signifikanah untuk 23:26 mengurai kemacetan pertanyaan yang 23:28 paling menarik adalah di Jakarta tuh 23:31 mobil mahal mobil murah sama-sama 23:33 kecepatan rendah enggak ada artinya 23:36 mobil miaran kalau misalnya kecepatannya 23:38 enggak maksimal karena macet di 23:40 mana-mana jadi kalau kita misalnya lihat 23:43 sore hari dengan fakta seperti ini yang 23:46 terjadi adalah mobil parkir tengah jalan 23:50 dengan gangguan traffic light rata-rata 23:52 di simpangan maka artificial inteligens 23:55 yang mau dibangun di setiap persimpangan 23:57 oleh itu merupakan salah satu mungkin 23:59 solusi yang diharapkan bisa mengatasi 24:02 mengurai Tingkat kepadatan pada setiap 24:05 simpul-simpol e traffic light yang 24:07 dianggap menjadi biang kemacetannya tapi 24:09 fakta ini mau sampai kapan angka ini 24:12 akan bisa kita kurangi kalau jumlahnya 24:14 motor terus sama kendaraan pribadi itu 24:16 11% setiap tahunnya naik sementara road 24:20 ratio jalannya masih seperti itu saja 24:22 nah yang lebih memprihatinkan kalau 24:25 misalnya di konteks dengan jababek bisa 24:27 dik an pengguna kendaraan pribadi dari 24:31 wilayah jaboretabek itu semakin lama 24:33 semakin meningkat apalagi dengan sistem 24:35 jaringan jalan tol Depok sudah semakin 24:38 terintegrasi Bekasi sudah semakin 24:40 terintegrasi apalagi dari wilayah 24:42 Selatan BSD Serpong dan sebagainya 24:46 semuanya menggunakan jalan tol sementara 24:49 untuk bagi mereka yang menggunakan 24:51 public transport itu sekitar 8 8,8 juta 24:56 warga jabr tabek sulit mendapatkan 24:57 public transport nah ini yang perlu kita 25:00 cermati 25:01 nih ternyata dari hasil EE kajian yang 25:06 dibuat oleh harian 25:07 Kompas dikatakan Jakarta Pusat itu 25:11 adalah wilayah yang paling perfect dalam 25:15 konteks apa penyediaan public transport 25:18 di sana itu ada empat pilihan ya dan 25:21 yang mereka yang tidak terlayan itu 25:23 hanya sekitar 0 hampir 0,3 0,2 orang 25:28 yang tidak bisa mendapatkan public 25:30 transportnya itu ya Jadi kalau di 25:32 Jakarta Pusat itu ada KRL ada MRT ada 25:38 lrt ada Trans Jakarta komplit tetapi 25:43 yang menjadi masalah di tengah kota itu 25:47 penduduknya tidak 25:49 banyak jadi ibaratnya pilihanpilihan 25:52 modanya yang begitu banyak bagi public 25:54 transport yang dibangun sekarang antara 25:56 dari HI sampai Lebak Bulus kemudian 25:59 nanti dari Lebak dari HI sampai ke arah 26:02 ee kota kendala terbesar pada 26:05 pengembangan ke arah Glodok sana adalah 26:08 kawasan kota yang lama itu adalah 26:10 kawasan permukiman perdagangan yang 26:13 semakin terdegradasi semakin sepi karena 26:16 tumbuh kembangnya pusat-pusat ee 26:18 permukiman baru perdagangan baru di luar 26:21 Jakarta yang semakin lama kelas 26:22 menengahnya makin keluar ini 26:25 pertanyaannya investasi kita di MRT itu 26:29 atau di lrt itu akan menghadapi kendala 26:32 dengan sedikitnya orang yang menggunakan 26:35 eh apa public transport yang cukup mahal 26:38 itu nanti akan saya Uraikan Bagaimana 26:40 skenario yang dihadapi tapi fakta nyakan 26:42 sementara di kota-kota lain wajarlah 26:44 mereka masuk Jakarta karena apa seperti 26:48 di Kabupaten Tangerang 95,5% orang tidak 26:51 mendapatkan banyak pilihan public 26:53 transport e di Depok 78 yang agak 26:56 mendingan Kota Bogor 45 Kom sekian 26:58 karena ada KRL ada transpakuan ada 27:01 banyak kereta api dan sebagainya 27:03 sementara wilayah Jakarta dikatakan 27:05 sangat ini Nah standandaran dari biaya 27:08 memang harus diakui implikasinya eh 27:11 Harusnya kan di bawah eh 10% pengeluaran 27:14 kita tapi rata-rata baik yang 27:16 menggunakan public transport maupun yang 27:17 menggunakan kendaraan pribadi ojol Opang 27:20 taksi online itu rata-rata biayanya tuh 27:23 sudah cukup tinggi lebih dari eh 10%an 27:27 lah nah nah ini yang sekarang 27:29 pertanyaannya di mana biang kemacetan 27:32 itu Mas Agus suka nanya ke saya nih 27:34 hasil data ini belum ada data terbaru 27:36 yang dibuat oleh BPS pola perjalanan 27:40 terbesar di seluruh Jakarta maupun 27:42 jabetabek itu tujuan utamanya adalah 27:46 Jakarta Selatan Kenapa Jakarta Selatan 27:49 ya itu tadi saya katakan perkantoran di 27:52 situ ya kan Kementerian ada di situ plus 27:55 juga dengan mereka-mereka yang ee di 27:58 Jakarta Pusat Sebagian ada pusat 27:59 pemerintahan dan sebagian itu dan itulah 28:03 yang menyebabkan Mengapa orang dari BSD 28:05 orang itu senang menggunakan jalan tol 28:07 kemudian dia langsung mengakses ke arah 28:09 Blok eh melalui Antasari dan sebagainya 28:11 orang Depok juga demikian jadi bisa 28:13 dikatakan en dari 10 komputer itu 28:16 menggunakan sepeda motor ya kan ini 28:19 data-data yang cukup tapi bisa dikatakan 28:22 Waktu tembuh mereka juga semakin jauh 28:24 dan rata-rata mereka itu memilih us 25 28:28 sampai 30 M jadi Kota Depok dan Kota 28:30 Bekasi adalah pimpilan favorit bagi 28:32 mereka yang menggunakan sepeda motor 28:34 atau kendaraan umum yang biasa nah 28:37 pertanyaannya Mengapa ke Jakarta Selatan 28:39 ke Jakarta Pusat ya tata ruang ini kan 28:43 pusat pemerintahan dan bisnis bisa 28:45 dikatakan orang Jakarta Timur yang ke 28:48 Jakarta Selatan tuh kalau data yang lama 28:50 96.000 Jakarta Barat 68.000 yang paling 28:53 banyak ke Jakarta Selatan itu adalah 28:55 orang Depok ada 158.000 bahkan sekarang 28:59 mungkin lebih karena Depok tuh favorit 29:02 bagi mereka yang ingin bekerja di 29:03 Jakarta bayangkan 185 yang paling tinggi 29:06 dari Depok kalau misalnya dari ee Kota 29:10 Bekasi tidak begitu banyak tapi yang 29:12 paling banyak itu Depok makanya Mengapa 29:14 Depok selalu macet dan sekarang Ee kita 29:18 keluar di Andara keluarnya macet lewat 29:22 Depok ke arah tol zagorawi juga macet 29:25 kita bisa menanti hampir pamer jempolah 29:28 istilah saya di Andara maupun di pintu 29:30 tol ee apa Taman Mini pamir jempol tuh 29:33 ibaratnya saya bilang padat merayap 29:36 terjepit menanti di pintu tol ini kan 29:39 fenomena yang harus kita sikapi bahwa 29:42 inilah masalah yang dihadapi nah ke mana 29:45 dan siapa itu ternyata dari pola 29:47 perjalanan ke tujuan utama mengapa kalau 29:49 kita Macet di jalan tol macet di arah 29:52 Pasar Minggu macet di wilayah itu dan 29:54 keluhan kemarin tu orang macet Diak atau 29:57 Subroto pola yang paling banyak ya dari 30:00 kota-kota sekitarnya dengan tujuan kerja 30:02 misalnya ke Jakarta Selatan yang paling 30:04 banyak melakukan aksesibilitas itu 30:06 adalah orang dari Depok yang masuk ke 30:08 Jakarta ya ke Jakarta Selatan yang kedua 30:11 itu dari Jakarta Timur itu 30:13 wilayah-wilayah permukiman semua 30:14 sebetulnya itu enggak bisa kuat tinggal 30:16 di Jakarta Selatan maupun Jakarta Pusat 30:18 karena mahalnya biaya tempat tinggal 30:21 pajaknya Mahal biaya hidupnya mahal 30:23 otomatis orang tinggal ke pinggiran 30:26 otomatis mereka akan ini persoalan yang 30:28 katakan pak ee ini pak 30:30 ee tadi dikatakan bahwa inilah 30:33 menyebabkan harus ada pola kerja orang 30:35 Depok nomor S orang Jakarta Timur Nomor 30:37 tiganya orang Tangsel Tangsel itu akses 30:41 dari Bintaro Serpong itu paling banyak 30:44 wilayah Jakarta dan kita lihat fakta 30:46 jalan tol TB Tupang pun itu macet 30:49 semuanya ini fakta-fakta bahwa mereka 30:52 ini tinggal di kota-kota permukiman 30:54 tujuan utamanya kalau ke Jakarta Pusat 30:56 siapa Jakarta Pusat itu ternyata lebih 30:59 banyak orang-orang dari internal Jakarta 31:02 karena sejarah pertumbuhan kota itu 31:04 dimulai Jakarta pusat-pusat pemerintahan 31:07 orang masih tinggal di Jakarta ja Timur 31:09 tapi dikatakan saya katakan tadi mereka 31:12 itu yang EE ke Jakarta Pusat tidak 31:14 begitu banyak yang dari Luar kotanya 31:16 banyak kan internal dalam wilayah 31:17 Jakarta ini kan menunjukkan bahwa 31:19 wilayah Selatan itu ada wilayah yang 31:21 favorit bagi mereka yang bekerja kenapa 31:24 Data menunjukkan rata-rata orang yang 31:27 bekerja itu radius mereka pilih adalah 31:29 jarak 20 sampai 25 km dari tempat 31:32 tinggal hitungan waktu hitungan biaya 31:35 hitungan aksesibilitas Nah sekarang 31:38 pertanyaannya adalah asal kota pengguna 31:42 mobil dan motor keempat kerja Ah ini kan 31:44 menarik nih ya kalau bisa dikatakan 31:47 siapa sih warga yang menuju wilayah ee 31:51 masuk ke Jakarta itu ee yang menggunakan 31:54 mobil dari ini nah yang pertama itu 31:57 jelas Bekasi Depok adalah orang yang 32:01 paling banyak masuk ke Jakarta dengan 32:03 menggunakan ini karena apa tadi saya 32:05 katakan jalan tolnya sudah cukup bagus 32:07 misalnya ya eh eh itu jalan tol becak 32:10 kayu ada jalan tol dalam kotanya juga 32:13 sudah ada apalagi wilayah Selatan maka 32:16 saya mengatakan kalau misalnya bisnis 32:19 jalan tol jalan tol paling menarik 32:21 adalah di 32:22 Jabodetabek tidak ada Wilayah lain 32:25 ibaratnya kalau bisnis jalan tol di sini 32:27 itu mata air Kalau di luar daerah lain 32:29 itu air mata ini ini menarik ya karena 32:33 mereka itu jelas Bekasi Depok Jakarta 32:37 Barat nah sebagian dari ini itu 32:39 menunjukkan kalau pergerakan di dalam 32:41 tidak begitu banyak ini menunjukkan 32:43 bahwa para pekerja yang ada di Jakarta 32:46 itu adalah kelas menengah yang tinggal 32:49 di luar Jakarta karena mencari tingkat 32:51 kenyamanan yang lain dan mereka merasa 32:52 bahwa pilihan aksesibilitas yang bagus 32:55 kemudian sepedaot motor sepeda motor itu 32:58 paling banyak dari Depok yang masuk ke 33:00 wilayah Jakarta dan sekitarnya kan 33:02 tujuan utamanya ke mana dan sem mana 33:05 Kemudian dari Jakarta Timur Jadi mereka 33:07 ini yang kelompok menengah ke bawah ya 33:09 yang kelompok ya kalau model saya 33:11 tampang-tampang romusa ya rombongan muka 33:13 susah yang super hemat dengan motor ya 33:16 itulah motor menjadi pilihan jadi bisa 33:18 ada katakan kalau macetnya itu bancetnya 33:21 banyak dari luar wilayah sementara 33:24 internal di dalam Jakarta sendiri 33:26 sebetulnya sudah sulit karena Jakarta 33:28 Pusat itu sudah tidak banyak penduduknya 33:30 dan tidak banyak yang tinggal lagi dan 33:32 fakta menunjukkan matinya pusat-pusat 33:34 perbelanjaan dan pertukuan yang ada di 33:36 Jakarta Pusat dan sebagian di Jakarta 33:39 Barat eh Jakarta Utara nah kemudian dari 33:43 ini 33:44 ee pertanyaannya kan apa yang dilakukan 33:48 kalau begitu nah saya mengatakan sama se 33:51 pendapat bahwa solusi penyelesaian ee 33:54 dari eh transportasi itu salah satunya 33:58 dengan ruang kata ruang Jakarta ini 34:02 karya terakhir Pak Anis tapi ini sudahah 34:05 e Enggak tahu standar Viva atau bukan ya 34:08 tapi di sini Saya melihat pengembangan 34:12 Jakarta ke depan itu lebih mengedepankan 34:16 pada konteks density diversity desain 34:20 dan transportasi yang terintegrasi jadi 34:24 penekanan ini adalah Jakarta ke depan 34:27 harus menjadi kota yang berorientasi 34:29 transit dan digital makanya ada insentif 34:32 Bagi siapapun yang mau membangun di 34:35 Jakarta dengan konsep complexity dansity 34:38 itu artinya apa dia harus didekatkan 34:40 dengan public transport di mana 34:42 kepadatannya tinggi public transport 34:45 tidak akan untung kalau lintasan tidak 34:47 banyak penduduknya yang diangkut akan 34:50 sedikit maka upaya untuk memadatkan 34:53 pemukiman dengan simpul layanan 34:55 transportasi itu akan sangat membantu 34:56 kedua diversity diversity itu artinya 34:59 kita mendorong begitu banyak fasilitas 35:02 pendukung di dalamnya sehingga orang 35:04 mobilitas mudah tanpa menggunakan 35:06 kendaraan pribadi atau dengan cukup 35:08 berjalan kaki atau public transport 35:09 radiusnya tidak perlu jauh sementara 35:12 desain kita desain dengan memperbanyak 35:14 ruang pejalan kaki ruang sepeda atau 35:17 Harmoni antara bangunan di dalamnya 35:19 tidak terlalu jauh ini Harapan di 35:21 Jakarta yang dibuat dalam konteks untuk 35:24 pengembangan kota berbasis kepada eh 35:27 transit dan digital ini dalam rdtr kita 35:30 tidak tahu nanti bagaimana implementasi 35:32 ke depannya nah ini saya mungkin Secara 35:35 teori Jadi bagaimana pengembangan 35:37 Jakarta yang 35:39 meminimalkan pola perjalanan dengan 35:41 menggunakan kendaraan pribadi jadi 35:43 dengan K tapi pertanyaannya kan tadi 35:45 saya mengatakan Bagaimana caranya kita 35:47 bisa mendapatkan hal seperti itu Nah ini 35:50 yang sudah dibuat ini konsepnya salah 35:51 satu adalah nanti kita akan memadatkan 35:55 memberikan insentif ya dalam konteks KLB 35:59 jadi komersial bisa klb-nya bisa 7 bisa 36:03 untuk di zona hunian 3,6 jadi contohnya 36:05 untuk tood Fatmawati dengan tu wah ini 36:08 bisa tinggi 40 lantai khusus nanti untuk 36:10 permikan mungkinkah ini mampu mendorong 36:13 rumah terjangkau ini juga menjadi PR 36:15 bagi kita karena Dalam praktiknya 36:18 kemudahan-kemudahan Aturan ini tidak 36:19 semuanya nih Nah arahannya nanti 36:21 pengembangannya adalah menuju 36:23 pengembangan konsep kompleksity di mana 36:26 Nanti semua simbol-simpbol itu akan 36:28 dilayani oleh public transport Saya 36:30 berharap koridor antara Hi sampai nanti 36:33 ke Kota Tua itu mampu enggak dilakukan 36:35 revitalisasi untuk membangun permukiman 36:37 yang memang terjangkau dan layak tapi 36:40 kalau misalnya di tengah kota itu agak 36:41 susah tapi ini PR paling besar ini juga 36:44 konsepnya yang di dalam rencana tata 36:46 ruang ini yang akan dikembangkan ya 36:48 dengan berbasis eh ununian vertikal 36:51 insentif diberikan supaya ada daya tarik 36:53 Nah ini kan Harapan di dalam rencana 36:56 tata ruang uang implementasinya kita 36:58 tunggu Bagaimana realisasi ketika MRT 37:01 selesai kemudian lrt dibangun yang 37:04 menjadi pertanyaan yang bangun ToD itu 37:06 pengembang yang mengarah kepada eh 37:09 kelompok-kelompok tidak mampu atau tetap 37:11 kelas menengah ke atas nah ini contoh ya 37:13 ini contoh ini saya kasih 37:15 tahu contohnya misalnya struktur MRT 37:19 dengan kalau misalnya MRT sekarang itu 37:22 penduduk penumpangnya sekitar 37:25 4.000 per 37:27 dengan melintasi di 37:28 sini Saya yakin bahwa yang 40.000 orang 37:31 itu bukan orang yang tinggal di setiap 37:34 simpul-simpul eh stasiun yang ada di 37:37 sini tapi mereka adalah pengguna yang 37:40 dari Bogor dari Depok turun di duku atas 37:42 naik MRT bekerja sepanjang thrin hingga 37:45 Sudirman tapi pertanyaannya kalau 37:48 misalnya dia mau menaikkan jumlah 37:50 penumpangnya sampai r0.000 r0.000 Siapa 37:54 yang mau naik kalau di tengah ini mahal 37:57 maka mau tidak mau Saran saya pada waktu 38:00 itu adalah Who is the passenger-nya atau 38:03 siapa penumpang-penumpang yang ada di 38:05 sana itu rata-rata itu adalah anak-anak 38:07 muda yang tinggal di pinggiran Citayem 38:10 Bogor Bojong Gede saya lihat menyaksikan 38:12 sendiri setiap hari orang Bojong Gede 38:14 sekarang itu 38:15 adalah kota atau tempat pengguna KRL 38:19 nomor 3 terbanyak di jaboret baik yang 38:22 pertama satu adalah turun di Tanah Abang 38:25 yang paling banyak kedua di kota Bogor 38:28 ketiga Bojong Gede Bojong Gede itu saya 38:31 lihat sekali itu luar biasa anak-anak 38:33 kelas menengah baru yang memang tidak 38:36 mampu tinggal nah tapi pertanyaannya 38:38 bagaimana mereka bisa tinggal di tengah 38:42 kota dan menggunakan public transport 38:43 ini itulah yang menjadi PR kita kalau 38:46 anak-anak muda ini sulitlah untuk beli 38:48 mobil karena memang penghasilannya belum 38:50 mampu di sini disarankan kalau bisa PTM 38:53 arti ya bisa bekerja sama dengan Para 38:55 pengembang 38:57 mencari rumah-rumah sewa yang murah yang 38:59 terjangkau kalau lihat struktur 39:01 pendapatannya mereka sekitar 8 12 juta 39:04 anakanak baru yang ada 12 sampai 15 juta 39:07 dan ada R juta pertanyaannya di mana ada 39:10 kos-kosan yang bisa 2 juta untuk membeli 39:12 rumah mungkin susah tapi kalau menurut 39:14 saya Carilah rumah-rumah sewa yang bisa 39:17 terjangkau dan bisa mengisi sementara 39:19 bangunanbangunan yang kosong di tengah 39:21 itu bisa enggak menarik Universitas 39:23 lembaga pendidikan untuk membangun di 39:25 pusat kota kalau misalnya tidak ada 39:27 perubahan enggak maksimal hasilnya 39:29 karena apa strukturnya cuma r.000 enggak 39:32 ada bangkitan kalau segitu segitu saja 39:35 kegiatan perkantorannya atau kantornya 39:37 makin pindah makin berkurang yangkererja 39:39 di tengah kota ini kan menjadi PR 39:41 apalagi nanti kalau misalnya pindah 39:43 ibukota Bagaimana cara mengembangkan dan 39:45 memanfaatkan koridor ini Nah itu kan PR 39:48 ya kalau nah ini contohnya yang saya 39:50 katakan sekarang yang di MRT 39:52 raidershipnya selama 2 tahun 2002 39:55 hitungan total setahun tahun itu ada 19 39:58 juta rata-rata penumpang itu targetnya 40:01 ini targetnya ya itu adalah r50.000 40:04 targetnya yang harus dicapai sementara 40:07 target operasionalnya kisarannya r0.000 40:10 r5.000 tapi pertanyaannya kalau ingin 40:13 dimaksimalkan integrasi yang didorong 40:16 nanti membuat kenyamanan nanti dengan 40:18 lrt dengan MRT atau nanti dengan Trans 40:21 Jakarta atau transpakuan Bogor atau 40:23 transpatriot Bekasi itu bagaimana 40:25 mengintegrasi kan sehingga mengurangi 40:27 karena ini pilihan yang paling menarik 40:29 bagi anak-anak muda semuanya anara anak 40:32 muda inilah yang sebetulnya yang jarang 40:33 menggunakan mobil karena saya melihat 40:35 orang-orang yang dulu yang naik KR 40:37 seangkatan Saya sekarang sudah enggak 40:39 ada mereka ah kaya udah naik mobil 40:41 pribadi jadi siklus umur mempengaruhi 40:44 perpindahan moda dari mereka yang 40:46 tadinya masih susah payah naik KRL atau 40:49 naik ini tapi begitu makin Sejahtera 40:51 makin ditinggalkan angkutan berarti 40:53 pangsa paling besar adalah ini nah Nah 40:56 jadi kira-kira saya mengatakan bahwa 40:59 salah satu solusi untuk mengatasi mimpi 41:01 Jakarta mengasih ini adalah kalau ada 41:04 integrasi antara anggotaan umum dengan 41:07 aspek tata ruang sisi properti Jakarta 41:10 ini tapi pertanyaannya yang menjadi 41:12 masalahah Bagaimana kita bisa 41:14 mendapatkan harga rumah yang 41:17 terjangkau atau sewa yang terjangkau ada 41:20 di tengah kota selama itu tidak ada Saya 41:22 khawatir namanya layanan Trans Jakarta 41:26 LT itu hanya sebagai pengumpan dari 41:29 pinggir ke tengah kapasitasnya terbatas 41:31 tapi layanan maksimal untuk bergerak di 41:33 dalam kotanya itu AG yang terakhir itu 41:36 memang Untuk itu perlu ada kelembagaan 41:38 yang bersinergi antara satu dengan 41:40 lainnya tanpa ada ini maka usulan 41:43 Jakarta ke depan itu kalau sudah itu 41:45 tetap otonomi dengan apa asimetris 41:48 otonomi seperti Jogja maupun eh Aceh 41:52 sebagai bekas ibukota negara 41:53 mudah-mudahan bisa menendirikan Jak 41:56 Jakarta dengan wilayah sekitarnya 41:57 demikian Terima kasih mudah-mudahan ini 41:59 agak panjang 42:02 Oke terima kasih Pak eh sangat luas dan 42:06 mendalam paparannya jadi kira-kira eh 42:11 Jakarta akan bisa bebas Macet kalau 42:13 kepala daerahnya berani mengeluarkan 42:15 kebijakan 42:16 integrasi antara transportasi publik 42:19 dengan tata ruang untuk pemukiman 42:22 itu ya Kalau Mas Agus bilang agak 42:25 sedikit gila kepala daerahnya perlu ada 42:28 yang gila ya betul mudah-mudahan kita 42:30 perlu Kepa daerah yang gila ini begini 42:33 kalau ini Mas Agus saja nanti yang 42:34 ngomong kalau persoalan aturan sudahah 42:36 lengkap kita semua udah ada tapi 42:39 semuanya seperti seperti autopilot bisa 42:41 bererak masing-masing subsidi mobil 42:44 listrik buat siapa yang menikmati Siapa 42:46 yang bikin Mac siapa jadi kau yang 42:48 memulai jangan sampai kau yang mau 42:51 akhir sudahak 42:55 tahan 43:01 silakan Langsung 43:05 sayaud kita 43:11 Oke Oh terima kasih Mas 43:17 pakang ini kemarin baru ketemu ketemu 43:20 lagi 43:21 bahasanyai Kalau sayaacaoras saya 43:24 mungkak itu kerja dirubah di apa dipread 43:29 gitu ya kalau soal transport Yayat sudah 43:31 sampaikan semua itu sudah jadi saya 43:33 tinggal nambah-nambahin saja sedikitlah 43:35 ya Ini juga saya masih di kantor jadi 43:38 dari pagi tadi cuman terima tamu aja 43:41 terus enggak bisa kerja untung di kantor 43:44 aja nah Masalahnya gini loh tadi sudah 43:47 panjang lebar disampaikan oleh eh Kang 43:50 saya cuma kasih sedikit tadi tapi enggak 43:51 enggak usah disampaikan karena kita bisa 43:54 membahas apa yang sudah disampaikan kan 43:56 ee Kang Yayat dan nanti ee selanjutnya 43:59 kita lihat Seperti apa Jadi gini pertama 44:02 memang saya selalu katakan mengatur 44:05 transportasi di Jakarta itu sudah sangat 44:08 berat karena perubahan tata ruang yang 44:10 bukan main Saya tinggal di selatan ini 44:13 tadi sudah disebut di Sindir kangnyaay 44:15 ya Saya tinggal di selatan saya kantor 44:17 di pusat Nah itu begit tadinya ketika 44:21 tor desari belum jalan sampai ke ujung 44:26 Antasari saya aman-aman saja begitu 44:29 masuk Antasari itu seperti air bah itu 44:32 begitu jam 6 seperempat kayakbah sampai 44:36 terus ke Antasari e ya Antasari karena 44:40 apa di situ bukan 44:41 Gage jadi orang dari Depok dari 44:44 mana-mana apa Bogor masuknya ke ST 44:48 desari terus keluar itu jadi berhenti 44:50 itu Tupang berhenti Antasari 44:54 berhentimawati berhenti 44:56 saya pagi-pagi pakai Jak lingko terus 45:01 naik MRT turun di kantor Jalan untungnya 45:05 saya e first sama last milesnya cocok 45:08 jalan kaki 50 me Jak lingk turun MRT di 45:12 apa eh di Sudirman Jalan kaki 5 menit 45:16 sampai tapi tetap Kerjaan saya keliling 45:19 ini sama seperti Yaya cuman kalau saya 45:21 sudah lebih uzur jadi kalau nungguin itu 45:24 agak bingung juga ini capek waktunya kan 45:27 jadi sopir Saya menyusul ke kantor atau 45:30 mobil saya tinggal di kantor itu sudah 45:33 sudah setengah mati ya Jadi kembali lagi 45:36 karena perubahan tata ruang tadi contoh 45:39 yang gampang itu 45:40 Jor ya Jor S Jor 2 itu dulu dibuat itu 45:45 supaya angkutan e barang itu tidak masuk 45:48 tol dalam kota lewat situ apa yang 45:51 terjadi kiri kanan jadi daerah komersial 45:54 Perumahan kantor pindah semua itu jadi 45:57 Sudirman Kuningan Gato Subroto banyak 46:00 yang pindah ke TB S Tupang kantor-kantor 46:02 itu ah selesai Sudah itu jalan Jor itu 46:06 macet utama karya lumayan dapat duitnya 46:09 banyak di situ tetapi 46:11 macet jadi selatan sudah tidak nikmat 46:14 gitu Untung saya sudah enggak ngedrop 46:16 anak-anak sekolah seperti zaman dulu 46:18 kalau ngdrop Waduh pusing lagi ya jadi 46:21 anak saya sudah bukan pengguna kendaraan 46:23 pribadi karena mereka tidak mau cari 46:26 parkir selain macet parkirnya mahal 46:29 terus repot jadi karena saya first sama 46:32 las mailnya dekat ya mereka anggotan 46:35 umum paling-paling kalau hujan dia pakai 46:39 aksi online nah ini semua pola kota 46:42 Jakarta yang sudah bergerak tadi sudah 46:45 panjang lebar dijelaskan oleh bang Yayat 46:49 jumlah kendaraannya 26 juta tapi panjang 46:53 jalan cuman 7% pertumbuhannya nya ya 46:56 tidak ngejar dulu pemerintah mengatasan 46:59 Oh bangun jalan tol ya jalan tol bukan 47:02 jalan bebas macit itu jalan bebas 47:04 hampatan en ruas jalan tol Tidak sudah 47:06 sesuai dengan eh perkiraan Saya tidak 47:09 akan menolong dan itu terbukti sekarang 47:12 Nah sekarang Bagaimana mengurangi 47:14 kemacetan satu-satunya jalan memang tadi 47:18 konektivitas angkutan umum harus baik 47:21 first mile keluar rumah jalan mungkin 47:23 tidak lebih dari 500 m Lalu naik 47:26 angkutan umum turun lagi jalan sekarang 47:29 itu jadi mahal karena harus naik ojek 47:32 staf saya di kantor ada yang r.000 47:34 40.000 berangkat dari rumah ke titik KRL 47:39 Dia turun di KRL di Karet itu Mus Na 47:43 lagi r.000 lagi jadi mahal sekali nah di 47:48 beberapa negara di Eropa di Amerika itu 47:52 dia apa namanya konektivitasnya teratur 47:55 itu artinya apa kota desain kota 48:00 angkutan itu kan melingkar dengan silang 48:03 itu yang utama Nah untuk menghubungi 48:06 daerah di luar itu Itulah feider kalau 48:09 kita ditumpahkan semua di duku 48:12 atas Kita terlalu banyak jenis modanya 48:16 karena pembangunan infrastruktur 48:17 transportasi umum di Republik ini 48:20 terutama di Jakarta itu bukan by 48:22 perencanaan tapi by Project hm yang 48:26 menikmati proek siapa kontraktor ya 48:29 konsultan itu saja operator tidak 48:31 menikmati operator pusing ya kan itu 48:35 transportasi umum Jakarta Jalan Tol sama 48:39 kontraktor yang untung begitu dia dapat 48:41 konsesi dia beli seluruh tanah yang 48:43 masih kosong sekitar Jalan Tol dia 48:45 bangun ternyata ekonomi tidak baik jadi 48:49 aset dia lebih besar daripada liabilit 48:52 atau kewajiban dia macetlah kredit itu 48:55 itu macetlah uang untuk bangun 48:57 infrastrukturnya itu yang terjadi 48:59 sekarang jadi dari saya lihat pertama 49:02 dari perencanaannya perencanaannya 49:04 metodenya cepat cepat cepat lalu proek 49:08 bukan perencanaan dengan memenuhi studi 49:11 teknis 49:12 studi studi sosial yang hampir tidak 49:16 pernah dikerjakan oleh pemerintah Ma 49:19 maupun pemerintah pusat adalah studi 49:22 antropologi itu studi memahami 49:24 tingkahakuus 49:26 tidak pernah digunakan Saya sempat 49:30 dipanggil pak menteri pupr ditanya 49:33 kenapa Jalan Papua itu rusak kita bangun 49:35 sudah rusak lah saya tanya untuk bikin 49:38 mitigasi saya perlu lihat studi 49:40 antropologi Apa itu berarti tidak 49:43 dibuat Bagaimana mau kasih orang Papua 49:46 suruh naik mobil Orang dia biasa jalan 49:48 kaki yang 49:49 kedalaman Terus bagaimana ekonomi mau 49:51 tumbuh dia biasa dagang apa Pinang 49:54 Danung ung Bansos di Papua pedalaman itu 49:58 akan ramai ekonomi kalau Bansos 50:01 turun kan Nah jadi yang pakai jalan 50:03 siapa illegal loger Rugi dua kali 50:06 pemerintah ini sudah mungan jalan tidak 50:08 dipakai masyarakat tapi dipakai illegal 50:10 loger nah ini yang menjadi persoalan nah 50:13 kemudian juga karena Tata ruangnya tadi 50:16 amuradul kita mau mengatur nih sekarang 50:18 saya masuk ke pengaturan 50:20 J pertama sekolah dulu sekolah itu tidak 50:24 bisa dengan tata kota yang sekarang ini 50:29 dirayonisasi artinya saya rumah di 50:31 selatan anak Selatan misalnya Selatan 1 50:34 2 3 anak saya kalau sekolah di situ 50:36 harus di situ tidak boleh lompat ke 50:38 timur ke pusat ke mana-mana tapi apa 50:41 yang terjadi standar sekolah itu 50:44 berbeda kita orang tua selalu ingin 50:47 memasukkan anaknya ke sekolah yang 50:49 bermutu dong enggak mungkin sekolah 50:51 asal itu yang menjadi persoalan lalu 50:54 lintas jadi babali 50:56 jam sekolah mau diatur Bagaimana kalau 50:59 dari jam dulu tuh siapa yang mau ngatur 51:01 jam kalau gak salah NTT jam masuk anak 51:05 sekolah gila itu kan jam berapa ananak 51:07 itu harus bangun nanti mau dibangun jam 51:10 gak bisa jadi sekolah itu tidak bisa 51:12 sehingga lalu lintas anak sekolah itu 51:15 tidak bisa diatur kalau pakai jemputan 51:18 dia dulu pengalaman 51:22 tahunahun itu saya 51:26 mereka kasihan capek harus bangun jam 51:29 .3 harus siap di depan pintu karena 51:31 harus jemput duluan tapi ketika pulang 51:34 karena Rumah saya jauh di pinggir di 51:36 daerah Cinere Depok sana dia diantar 51:39 paling belakang jemput paling Tagi anar 51:42 paling belakang jadi untuk ngatur jam 51:44 sekolah hampir tidak mungkin dilakukan 51:47 di sistem tata kota seperti Jakarta 51:50 sehingga kepadatan dari sisi orang 51:52 mengantar anaknya kalau punya tig mobil 51:54 ya punya tig anak satusatu ah itu yang 51:57 selesai karena kalau diantar satu mobil 51:59 pasti terlambat nah ini yang menjadi 52:02 persoalan di anak sekolah sekarang jam 52:04 kerja mau diatur berkali-kali saya 52:06 diajak diskusi dengan venpr saya katakan 52:09 agak sulit ngaturnya apa standarnya 52:12 karena rantai pasok di Republik ini 52:15 panjang pabrik distributor Mas terus 52:19 sampai pengecer asongan yang di pinggir 52:21 jalan nah yang kerja di misalnya di apa 52:25 mini market itu itu kan jamnya 52:28 shift Nah itu ngaturnya bagaimana terus 52:32 kita banyak tadi pedagang restoran mau 52:35 diatur industri tidak akan pernah bisa 52:37 diatur Mereka menolak kemarin waktu kita 52:40 diskusi sudah sampaikan juga karena 52:43 mereka pakai modal shift mau masuk jam 52:46 berapa Kalau nanti produksinya jadi 52:47 turun terus bagaimana belum lagi yang di 52:51 finansial di sistem finansial Kan kita 52:54 beda dengan Singapura pusat duit itu di 52:56 situ 1 jam kita beda dengan Tokyo 2 jam 53:00 ya Kan kita beda dengan New York 11 12 53:02 jam kita beda dengan landon berapa 53:04 sehingga yang di finansial ini kan yang 53:07 terutama di traders ini kan juga 53:09 bagaimana ngaturnya ini yang menjadi 53:12 persoalan ngatur jam KJA kalau PNS pun 53:15 atau ASN bisa tetapi tidak semua 53:19 juga jadi harus bukan volunary volunary 53:22 semi otoriter gitu ya diatur 53:26 Bagaimana kalau yang layanan publik 53:28 harus buka dari pagi jam 00 tetapi yang 53:31 ngitung-ngitung Apalah bikin laporan itu 53:34 mungkin bisa jam 10 tapi pulangnya harus 53:37 jam . Nah kan karena begitu banyaknya 53:41 kemacutan Jakarta saja sekarang tadi R 53:44 bilang sudah padet parkir ya memang 53:46 sudah gdlock ini artinya mau J Karena 53:50 kalau saya pulang ini Nanti saya pulang 53:52 jam 10 gitu ya Antasari layang itu masih 53:56 macet 53:57 H enggak bisa dihilangkan jadi mau di 54:00 Jam berapa mau diulangi 54:02 lagi pagi juga begitu mau jam berapa Jam 54:05 . Iya 54:07 jam 6. kita berebut dari Bekasi dari 54:09 Bogor itu masuk ya kan I Mau dirubah 54:12 lagi jam berapan enggak bisa karena tadi 54:15 pusatnya dari kalau kita mau atur dulu 54:17 masih di pusat segitiga apa Gat Subroto 54:20 Kuningan eh Sudirman thrin bisa sekarang 54:24 minggir semua itu 54:25 ke arah eh Jor Jor itu dari Selatan ke 54:29 barat ya kan nanti kita lihat yang 6 54:32 jalan itu yang Kelapa Gading juga ke 54:35 sana Nah jadi tadi ayat katakan MRT 54:40 Bagaimana setelah ada MRT ada lrt lrt 54:43 ada dua loh sekarang nanti akan sampai 54:45 ke Manggarai itu yang dari apa yang dari 54:48 Velodrome itu akan sampai ke manggare 54:51 saya sudah Ingatkan dulu 10 tahun yang 54:53 lalu ketika banyak usulan usulan itu 54:56 kita tuh cukup sebetulnya cukup punya 54:58 KRL gitu ya yang punya Loop Line dia 55:01 mutar di Jakarta Kemudian dari Bogor 55:04 berhenti di mana dari Bekasi berhenti di 55:07 mana Jadi kereta itu tidak ikut dari 55:09 Bekasi muutar di Jakarta dari itu dulu 55:11 sudah jadi enggak jadi tiba-tiba 55:13 munculah lrt semua lrya ada tiga nih lrt 55:16 satu batal lrt masuk semua kumpulnya di 55:19 duku atas ramai itu jadi di duku atasnya 55:22 dikumpul mulai Mr Trans Jakarta 55:26 lrt apalagi di 55:29 situ bayangkan Kita kan punya anggutan 55:31 umum mulai dari bus eh kereta bus besar 55:34 bessedang kecil 55:36 bajay kalau motor itu bukan anggotaan 55:39 umum itu saya bilang ojol itu jadi 55:42 ilegal saya di e apa dipanggil baresin 55:45 di interview 8 jam padahal memang itu di 55:48 undang-undang tidak ada itu OJ ya kan 55:51 nah jadi maksud saya kalau mau mengatur 55:54 jam kerja 55:55 kita mesti bereskan dulu nih sanggup 55:58 enggak pemerintah daerah membereskan 56:00 soal letak perkantoran letak sekolah 56:05 letak Pasar letak pemukiman dan 56:09 sebagainya Coba lihat hari Sabtu Jakarta 56:12 itu supermet hari Sabtu dan Jumat malam 56:15 karena Sabtu itu orang keluar semua 56:17 belanja ya kan orang selatan saya apakah 56:20 belanjanya ke PIM belum tentu Apakah ke 56:24 e apa Nam itu Gandaria City belum tentu 56:26 mungkin saya mau ke PIK gitu Pik ada di 56:29 barat utara itu yang 56:31 terjadi ya kan Jadi sekarang kalau kita 56:36 bicara tol ya betul ya tadi katakan 56:38 cuman jabodapek kalau Trans Jawa itu 56:41 sampai Semarang Semarang Surabaya 56:44 sunyi kita bisa injak pedal sampai 180 56:48 kalau 56:49 beranii sekali apalagi kita ke Trans 56:52 Sumatera Oh itu lebih sunyi lagi 56:55 kita bisa injak gas sampai rata itu bisa 56:57 enggak apa-apa salal berani Nah jadi 56:59 maksud saya perencanaan di kita itu yang 57:03 amburadul kita punya banyak ini nih apa 57:05 eh eh doktor-doktor model Kang Yayat itu 57:10 kan kita punya banyak ahli-ahli tetapi 57:14 seperti saya katakan kalau saya punya 57:16 lima ee ahli hukum Saya minta pendapat 57:19 untuk satu pasal ada lima pendapat itu 57:22 nah jadi enggak pernah beres ya jadi 57:25 sekali lagi kalau sudah masuk ke sana 57:27 saya mulai masuk ke 57:28 leadership mengurus 57:31 kota apa ya serumit Jakarta dan mengurus 57:35 negara serumit Indonesia itu orangnya 57:37 harus gila gila dalam arti positif ya 57:41 artin dia berani dia tabrak dia ini tapi 57:43 dia punya konsep Dia awasi betul orang 57:46 yang tidak set dengan dia pecat gitu ah 57:49 itu baru 57:50 bisa kalau tidak enggak 57:53 bisa karena orang kita itu sangat bangga 57:56 membuat kesalahan dan tidak mau diatur 58:00 kekacauan jalan Itu dimulai dari 58:02 perolehan Sim Sim mau diatur itu aja 58:05 enggak 58:06 mau di Amerika di Eropa orang kalau 58:10 dapat SIM itu pesta kenduri karena susah 58:13 banget dan selalu bayar enggak lulus 58:16 bayar enggak lulus Saya punya pengalaman 58:18 karena pernah disekolahkan negara di 58:20 Amerika mauambil SIM itu sering tidak 58:23 halus karena apa kalau kita mau ke kanan 58:25 belok kiri kan cukup lihat kaca spion di 58:27 sana kepala harus nengok kalau enggak 58:29 itu enggak lulus gitu ya Ada Bunderan 58:33 kita main belok enggak boleh kita harus 58:34 berhenti tengok dulu kanan kiri yang 58:36 sana Nah itu yang tidak kita punyai 58:39 kemarin Polisi ada di YouTube Itu 58:41 belok-belok aja enggak bisa naik motor 58:43 kan Tapi itu tidakak mau 58:46 diatur kita mau apa pakai lle 58:50 atle-nya apa namanya eh kameranya 58:53 dikorupsi atau Beli kamera yang 58:56 abal-abal 58:58 cilaka standar merek sama kameranya 59:01 dibuka oleh kawan-kawan it isinya beda 59:04 padahal mereknya sama yang buat sama Kok 59:07 bisa beda kita ak dibohongin berarti Oh 59:10 ini kamera murah ini dua kalinya padah 59:13 dua kalinya itu yang betul Nah di 59:15 sinilah hal-hal semacam ini yang 59:17 menyulitkan siapun yang akan mengelola 59:20 kota ini nantiun pindah ke IKN Enggak 59:23 banyak Kara k itu yang pindah ya ASN 59:26 saja bisnis tetap aja di Jakarta ya 59:29 kekacauan akan tetap Sekarang aja 59:32 anak-anak muda sudah menghindar tidak 59:33 mau ke IKN dia pindah ke daerah ya 59:37 daripada ke IKN memang IKN kan masih 59:40 gelap tidak ada penjelasan yang rinci 59:42 dari pemerintah termasuk di sana itu apa 59:44 saja dap segala macam pokoknya ditaruh 59:46 aja di situ kan bingung orang ini yang 59:49 yang PR lagi jadi sekali lagi Eh saya 59:52 mendukung apa yang sudah yang sudah 59:54 sampaikan angayat itu sudah betul sekali 59:57 ya jadi saya tidak perlu ini lagi tetapi 1:00:00 intinya dari transportasi ada yang ada 1:00:03 sekarang itu dioptimalkan jangan bikin 1:00:05 yang baru jangan bikin yang baru 1:00:07 jenisnya baru maksud saya dulu ada usul 1:00:10 pakai kereta gantung lah ada yang usul 1:00:13 pakai ee apa namanya oban lah Trans 1:00:17 apaah seperti Trans Jakarta tapi ada 1:00:18 roda karetnya ada malah yang nyaran 1:00:21 pakai apa itu yang eh hyperloop itu 1:00:24 kedip itu sudah sampai kan enggak perlu 1:00:27 karena itu dilihat dari proeknya pasti 1:00:30 jadi bagaimana mengoptimalkan KRL 1:00:33 Jabodetabek dan MRT dan Trans Jakarta 1:00:36 saja lrt sebetulnya ya ituu pemborosan 1:00:39 saja tetapi Ya sudah barang sudah jadi 1:00:42 kita sudah Ingatkan lama itu lrt B tabek 1:00:45 tadinya cuma 20t jadi 32t karena apa 1:00:49 ngotot relnya bukan 10 67 seperti yang 1:00:52 dipakai Kai tapi 14 35 alasannya Oh ini 1:00:57 modern tidak apa ketinggalan padahal 1:01:00 1435 untuk kecepatan di atas 120 kilo 1:01:03 buat apa laat pakai selebar itu jadilah 1:01:07 nambah 10 12t nah semacam gitu yang 1:01:10 menurut saya basic pemikiran siapapun 1:01:14 kepala daerah maupun eh Presiden itu 1:01:17 adalah projek padahal infrastruktur itu 1:01:21 dibangun untuk pertumbuhan ekonomi 1:01:23 artinya bisa dipakai dan juga 1:01:26 meningkatkan perekonomian yang sekarang 1:01:28 ini mungkin -f yang nanti kita lihat 1:01:31 saja l biasanya nanti ganti rezim kita 1:01:34 baru ketahuan mana yang dibangun asal 1:01:36 mana yang dibangun memang bermanfaat 1:01:38 oleh untuk masyarakat ini kalau kita 1:01:42 lihat secara nasional Kalau DKI ya itu 1:01:45 sekarang mau diapakan ini harus tinggal 1:01:48 ditata Saran saya jangan ditambah jenis 1:01:50 modal udah enggak usah terus berani 1:01:53 enggak itu mungkin eh PKS berani enggak 1:01:56 itu melarang eh apa Motor jalan di jalan 1:02:01 di Jalur yang sudah ada konektivitasnya 1:02:04 bagus transportasi umum misalnya 1:02:06 Sudirman Tamrin di Swis belum lama saya 1:02:10 ke sana saya cuma punya satu kartu saya 1:02:13 tap sekali di base Saya turun saya ganti 1:02:17 bas atau naik trem atau naik kereta 1:02:19 antarkotanya tap saja sudah tidak bayar 1:02:22 lagi nanti pulangnya gitu dan itu murah 1:02:25 sekali Nah integrasi itulah yang 1:02:28 diperlukan kemarin pem DKI dan 1:02:31 pemerintah pusat ingin mengintegrasikan 1:02:33 perusahaannya itu salah besar KCI 1:02:36 digabung sama tah Jakarta sama MRT itu 1:02:40 repot karena regulasinya tidak mendukung 1:02:43 nanti harus dibuat dulu yang penting 1:02:45 adalah integrasi transportasinya dan 1:02:47 sistem pembayarannya itu gampang enggak 1:02:50 usah dibiarin aja pt-nya mau 1000 PT 1:02:53 silakan tapi iingnya jangan digabungkan 1:02:56 karena begitu digabungkan itu pusing 1:02:58 lagi kasusnya kasus BUMN merger sampai 1:03:00 hari ini belum beres-beres banyak yang 1:03:03 belum beres karena orang lalu berkutat 1:03:05 dengan bagaimana ini membereskannya dan 1:03:07 seterusnya ya Jadi kalau untuk karena 1:03:11 tugas saya saya baca di tor itu 1:03:13 bagaimana membagi menggeser itu menurut 1:03:16 saya tidak akan banyak berarti dan pasti 1:03:19 banyak tantangannya karena tadi harus 1:03:21 dibuat Dulah sop-nya ini untuk siapa 1:03:23 atau masing masing KL saja masing-masing 1:03:26 industri kalau industri dikawasi 1:03:28 industri sulit karena mereka pakai shift 1:03:30 24 jam itu ada jamnya kalau ada yang 1:03:33 masuk jam sama jam 10 lah itu shift yang 1:03:35 ke berapa ini nanti kacau Itu ngatur nah 1:03:38 itu yang harus itu banyak di anulah kita 1:03:41 diskusikan sampai ketemu polanya baru 1:03:43 kita terapkan Tapi sebelum diterapkan 1:03:45 buat dulu ee peraturannya dan 1:03:48 kebijakannya nanti kalau tidak bisa eh 1:03:51 kebijakan menj reverse Policy artinya 1:03:54 Wah dibolak-balik gak karukan saat ini 1:03:57 sudah lagi di apa KPK S mengasah 1:04:00 pedangnya untuk melihat hal-hal yang 1:04:02 disebut R Saya rasa itu dari saya kita 1:04:07 diskusi saja Terima kasih 1:04:09 wasalamualaikum warahmatullahi 1:04:12 wabarakatuh 1:04:14 Waalaikumsalam terima kasih eh atas 1:04:18 penjelasan sangat melengkapi yaadi dari 1:04:22 sebel kita ke ada satu pertanyaan Pak 1:04:26 jadi biar ini jadi umpan lambung juga 1:04:30 bagi Bung intinya adalah kita butuh 1:04:33 pemimpin yang gila ya ber tapi memiliki 1:04:38 konsepah kalau tidak masalah-masalah 1:04:41 utama seperti macet banjir tidak akan 1:04:43 bisa terselesaikan Pak ya Nah 1:04:53 apakah sendiri P sudah pasti tidak akan 1:04:55 bisa kan Bisa jadi ada orang di lembaga 1:05:00 lain kan transportasi sangat terkait ya 1:05:03 Pak ya dengan seluruh aspek ya Mulai 1:05:06 dari lalu lintas juga terutama kan eh 1:05:09 bangunan infrastrukturnya moda Trans 1:05:11 infrtur Jalan moda transportasi gitu nah 1:05:14 ini kira-kira 1:05:15 e untuk bisa menyelesaikan ini solusi 1:05:19 yang terintegrasinya eh seperti apa dari 1:05:22 segi leadership dan kebijakan neara gini 1:05:26 dulu saya selalu kasih contoh pelayanan 1:05:29 publik transportasi di Singapura atau di 1:05:31 negara Eropa atau di Amerika yang baik 1:05:33 gitu yang pernah saya lihat saya nikmati 1:05:36 tapi setelah PT Kereta Api berjuang 1:05:38 dengan baik dan sampai sekarang saya 1:05:42 selalu menggunakan contoh itu Papi bukan 1:05:44 karena saya juga ikut membereskan 1:05:46 membantu kecil-kecilan tetapi ya itulah 1:05:49 yang bisa kita banggakan sekarang ya kan 1:05:52 nah sekarang akan akan terburuk kembali 1:05:54 nih kalau tidak tahun ini tidak direscue 1:05:57 ee Kang Yayat sebagai satu apa penumpang 1:06:00 tetapnya sudah mulai resah 10 tahun ini 1:06:03 10 kereta 10 rangkaian kereta a 10 ee 1:06:07 kereta artinya ada 100 kereta akan 1:06:10 dipinggirkan karena sudah 1:06:12 uzur saya hitungan saya Saya pernah 1:06:14 tulis itu kalau itu diambil tanpa ada 1:06:17 penggantinya kira-kira mungkin sekitar 1:06:19 200.000 300.000 penumpang per hari tidak 1:06:23 terangkut Nah itu bagaimana putus sampai 1:06:26 hari ini belum putus baru cakap-cakap 1:06:28 saja ya kan atanya mau diganti EMP 1:06:31 retrofit loh padahal ada yang bekas Tapi 1:06:34 Gengsi alasannya tkdn gitu ya kenapa 1:06:37 dari dulu Dari dulu sudah kita bahas 1:06:39 tapi pemerintah tidak berani mengocorkan 1:06:42 uang misalnya untuk melengkapi PT Ink 1:06:45 memberi modal PT Ink dan sehingga kita 1:06:47 mereka bisa bikin mereka bisa bikin tapi 1:06:49 perlu 2 3 tahun lagi baru jalan kita 1:06:51 perlu tahun ini dan tahun depan total 26 1:06:53 kereta rangkaian akan dicabut kalau 1:06:56 dipaksakan Rikonya kecelakaan pasti 1:06:59 sekarang menurut Kang Yayat pengguna 1:07:00 setiap hari tinggal del8 yang 10 yang 1:07:04 12 dibayangkan nah maksud saya e orang 1:07:08 leadershipnya itu harus seperti itu saya 1:07:10 tidak menyebut nama Tapi semua tahu 1:07:12 harus gila begitu saya menyaksikan 1:07:14 sendiri betapa gilanya orang itu gitu 1:07:17 kan untuk bisa membereskan di mana pada 1:07:20 wakat itu sdm-nya 75% kurang lebih itu 1:07:23 lulus SD SMP nah bagaimana cara membuat 1:07:27 mereka tahu itu WC bersih itu seperti 1:07:30 itu ya setiap Stasiun dikirim dua orang 1:07:34 ke e MT ke e Siap namanya Singapura 1:07:39 untuk lihat itu WC bersihnya seperti itu 1:07:42 dia pulang Nah baru kita bisa lihat WC 1:07:44 di stasiun itu bersih I itu gilanya kan 1:07:48 siapa yang mau bayarin ya bayar saja 1:07:50 dulu gitu nah artinya ada tidak Pi yang 1:07:54 kita tunggu sej situlah dia sudah uzur 1:07:56 sekarang sudah lewat umurnya harus cari 1:07:59 anak-anak muda tapi saya sedihnya anak 1:08:01 muda sekarang sudah ikut korupsi itu 1:08:02 yang 1:08:03 celaka jadi semoga masih ada leadership 1:08:07 ini pasti ada kita cari kita temukan 1:08:09 tapi jangan jangan lalu dikoso-koso 1:08:12 baiknya mereka profesional yang punya 1:08:13 jam kerja saya tidak tidak apa ya E 1:08:18 tidak misalnya saya setuju saja milenial 1:08:21 itu masuk dengan usia muda jadi memimpin 1:08:24 tapi tetap harus ada jam terbang kalau 1:08:26 enggak ada jam terbang dia tidak bisa 1:08:28 solving the problem malah dia 1:08:30 dimanfaatkan oleh orangorang contoh 1:08:33 sudah banyak sekarang diambil mileniar 1:08:34 itu ada yang t Enggak ada enggak jalan 1:08:39 gitu karena jam terbangnya ini yang ada 1:08:41 malah kena urusan korupsi pula gitu Ini 1:08:44 yang sedih jadi saya harap mungkin nanti 1:08:47 mungkin Roy punya jawaban di mana cari 1:08:50 orang seperti itu itu 1:08:52 saja 1:08:54 menarar ini sekarang kita ke Bu Roki 1:08:57 biar menerima umpan lambungnya Selamat 1:08:59 malam Asalamualaikum 1:09:01 Roki ya 1:09:03 Waalaikumsalam Jadi intinya tadi dari 1:09:06 dua pembicara kita butuh pemimpin gila 1:09:08 untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah 1:09:10 bangsa ini salah satu contohnya masalah 1:09:12 kemacetan dan transportasi di DKI nah 1:09:15 bagaimana Bung 1:09:17 melihat ini lagi dibikin sama mani di 1:09:20 Indonesia 1:09:22 leader 1:09:25 buoki masih offc ini Masa Coba saya 1:09:29 lihat ya 1:09:30 Iya 1:09:35 Kayaknya mana caranya dia 1:09:39 ya 1:09:41 waduh ini saya lagi di di tengah 1:09:44 kemacetan sebetulnya nih 1:09:47 kemacetan bahas kemacetan di tengah 1:09:50 kemacetan bahas kemacetan di tengah 1:09:53 kemacetan kameranya enggak ada ya Iya 1:09:55 belum nyala Bang RI belum keluar belum 1:09:59 keluar nah dia kamera 1:10:03 video ada dapat Enggak belum belum 1:10:14 AST enggak juga ya belum lanjut aja BRI 1:10:18 enggak apa-apa kurang Sajen 1:10:21 itu kameranya nguping tadi nguping 1:10:24 panjang lebar dan memang seluruh 1:10:28 kemampuan berpikir kita sudah kita 1:10:30 tumpahkan 1:10:31 tadiagus Pak Yayat segala macam Pak Man 1:10:35 tapi ada satu problem sebetulnya kalau 1:10:37 kita bikin semacam pendekatan critical 1:10:40 Path gitu kan enggak ketemu di mana 1:10:43 crossf yang menyebabkan 1:10:46 titik kerumitan itu mulai kita urai kita 1:10:48 enggak pernah 1:10:50 tahu kalau malam-malam misalnya saya 1:10:53 tinggal di Kemang tu dulu saya tinggal 1:10:55 di Haji Agus Salim itu Sepi betul 1:10:58 tiba-tiba metro mini masuk di situ Lalu 1:11:01 ada sekolah gereja Teresia depan rumah 1:11:05 saya itu pasti semua parkir di pinggir 1:11:08 jalan itu 1:11:09 jadi keos Sudah di 1:11:12 situ tetapi ada hal yang saya bayangkan 1:11:15 dengan cara lain Kenapa ada kemacetan 1:11:18 karena ada pergerakan 1:11:22 manusia Kenapa ada pergerakan manusia 1:11:25 karena ada kompetisi Ambisi itu I 1:11:28 Ambisi konsumsi Ambisi Gengsi 1:11:32 ya Jadi kalau Kita Renungkan secara 1:11:35 lebih teologis sebut aja renungan 1:11:39 teologis 1:11:40 sebaiknya 1:11:42 di dimaksimalkan aja kegilaan itu supaya 1:11:45 betul-betul orang kapok kan gampang aja 1:11:48 Jadi bukan cuman pemimpin yang gila 1:11:50 dimaksimalkan kegilaan itu supaya Ambisi 1:11:53 b komptisi tbuh dan betulbetul 1:11:57 Keu sealian ya memang supaya ada radical 1:12:01 break kan kita perlu radikal break bukan 1:12:03 mencicil sesuatu dengan ya peal ini bisa 1:12:07 dipotong Tetapi kan tadi semua itu kan 1:12:10 proyek itu Jalan Kemang itu enggak 1:12:12 pernah berhenti itu puluhan tahun itu 1:12:14 proyek ganti-ganti aja tuh bongkar 1:12:16 pasang segala macam itu opti fiber 1:12:19 segala macam nanti saluran dibersihin 1:12:21 lagi jadi memang di maksudkan untuk 1:12:24 menghasilkan kekacauan yang bisa 1:12:27 berakibat P keuntungan kan sebetulnya 1:12:30 itu Jadi kalau misalnya kita coba lihat 1:12:34 leader Mana yang mau bisa lakukan enggak 1:12:36 ada Leadernya di situ tuh satu-satunya 1:12:39 cara adalah duel di 1:12:41 dalam kesepakatan kita untuk menjaga 1:12:44 lingkungan dan itu baru bisa kita 1:12:46 peroleh kalau ada kampanye besar-besaran 1:12:49 di kalangan birokrat di kalangan 1:12:52 kampus dari Jalan Haji Aku Salim di 1:12:55 Menteng saya akhirnya pindah ke Sentul 1:12:58 dengan maksud menghindari 1:13:00 kemacetan ternyata di Sentul juga 1:13:03 dipindahkan ke majetan ibukota Setiap 1:13:05 Sabtu Minggu itu semua orang naik sepeda 1:13:06 ke 1:13:09 Sentul yang lebih gila lagi sepedanya 1:13:11 diangkut pakai mobil 1:13:14 i jadi bayangkan ide untuk hidup ya 1:13:19 hidup bersih akirnya pudar di situ yang 1:13:22 masuk dientul itu mobil dari segala arah 1:13:24 itu dan kadang kala ada mobil pejabat di 1:13:27 depannya ada mobil pengawal Jadi dua 1:13:30 mobil hanya untuk satu sepeda bayangin 1:13:34 cobaak 1:13:36 absur absawal sepeda ya ngawal sepeda 1:13:41 itu lalu mulai klakson kiri kanan tot 1:13:45 itu yang kita sebut kehidupan yang 1:13:48 harusnya Harmoni itu psikologi kita 1:13:50 terganggu karena t segala macam 1:13:53 berupaya untuk nyalip di jalan yang 1:13:56 sempit bedakan bayangkan misalnya kalau 1:13:59 kita ada di Tokyo itu 1:14:03 eh part peralatan yang enggak pernah 1:14:06 diganti di mobil-mobil Tokyo itu adalah 1:14:08 klakson karena gak pernah dipakai 1:14:12 tuh baru terus Nah kita malam-malam 1:14:15 begini di Antasari itu klakson 1:14:16 gila-gilaan tuh jadi kita gak tahu 1:14:20 bagaimana mengurai ini karena itu kalau 1:14:23 kita kan biasanya kalau kita kebanyakan 1:14:25 minum obat lalu terjadi racun ya detoks 1:14:28 saja sebetulnya kan jadi hentikan dulu 1:14:30 semua racun hentikan dulu semua obat 1:14:32 jadi hentikan dulu semua perencanaan 1:14:35 biar masing-masing orang itu mengalami 1:14:37 sendiri penderitaannya tuh begitu 1:14:38 sebetulnya 1:14:40 tuh baru kita tumbuhkan i baru kita 1:14:44 tumbuhkan lagi harapan tuh ini sama 1:14:46 kekacauan di di di jalan raya itu cermin 1:14:49 dari kekacauan di dalam politik 1:14:51 sebetulnya kekacauan di dalam ekonomi 1:14:53 enggak jelas mau koperasi mau korporasi 1:14:57 atau mau BUMN campur di situ dan tidak 1:14:59 ada penjelasan Apa fungsi masing-masing 1:15:02 tiba-tiba koperasi mau diunggulkan t 1:15:04 tapi koperasi hanya bisa unggul kalau 1:15:06 dapat CSR dari korporasi berarti 1:15:07 korporasi yang mesti diunggulkan kan itu 1:15:10 soalnya jadi cawek-caw politik itu juga 1:15:13 berlangsung di Jalan Raya tuh dan 1:15:14 cawek-cawek itu dipaksa diselesaikan 1:15:16 oleh ilt yang enggak mungkinlah ilt 1:15:18 hanya bisa berhasil justru saya 1:15:20 mendorong supaya terjadi kemacetan dan 1:15:23 itu memungkinkan terjadi perubahan Puti 1:15:25 kemacetan maksud saya kemacetan kalau 1:15:27 ada demo gitu Jadi kita perbanyak aja 1:15:29 demo situ supaya betul-betul demonstrasi 1:15:32 itu yang yang bisa mengubah politik dan 1:15:34 karena itu dengan perubahan politik bisa 1:15:36 juga dicari orang yang segila-gila yang 1:15:39 dimungkinkan oleh oleh peradaban itu 1:15:44 oke Ya saya enggak ketemu nihak kamera 1:15:48 saya berhenti kalik saya di di di atas 1:15:51 taksi ini Iya terima kasihoki ada satu 1:15:56 lagi pengin dapat pandangannya tadi 1:15:59 Sebenarnya Pak Agus ngasih contoh enggak 1:16:01 sebut nama beliau tapi kita sebutlah Pak 1:16:03 Jonan Ya sudah itu Pak Jonan makud 1:16:06 Maksud saya itu Pak sudah 1:16:08 tahu malumu menyebut malumu ini musim 1:16:13 musim politik jadi kita engak usah 1:16:15 nyebut nama 1:16:16 lah ketika beliau menjadi di e kereta 1:16:20 api Indonesia bisa benar-benar melakukan 1:16:23 perubahan radikal 1:16:24 ee dari awalnya kualitas layanan kereta 1:16:28 api yang sangat kurang baik gitu ya 1:16:31 menjadi sekarang sangat baik gitu E dan 1:16:34 itu bisa dilakukan dalam sekian tahun 1:16:36 kepimpinan beliau nah bimana Bung RI 1:16:39 melihat kepimpinan Pak Jonan ketika itu 1:16:42 ketika di kereta api itu sama dengan 1:16:45 kepimpinan Pak Sugeng hugeng dulu yang 1:16:48 dibatalkan karena terlalu populer sama 1:16:50 dengan Al yang makin populer pasti 1:16:53 dihalangi yonan itu potensi jadi jadi 1:16:56 presiden sebetulnya karena dia mampu 1:16:58 mengurai hal yang paling dasar yaitu 1:17:01 lalu lintas tuh mengurai lalu lintas itu 1:17:04 atau Perhubungan secara umum itu artinya 1:17:07 dia mampu untuk lihat dari atas di mana 1:17:09 krisis bangsa ini sebetulnya kan karena 1:17:11 dia mampu dia urai satu-satu jadi saya 1:17:14 kira pada waktu itu ee sudah diasumsikan 1:17:17 yonan kalau terus begini dia bisa jadi 1:17:19 penantang Ganjar atau penantang Prabowo 1:17:21 atau penantang Anis karena itu 1:17:22 dihentikan dulu dia di 1:17:24 awal Saya membayangkan itu orang-orang 1:17:26 seperti Pak yonan itu yang sebetulnya 1:17:29 otaknya bagus Cemerlang cara berpikirnya 1:17:31 tetapi kadang kala dianggap orang yang 1:17:33 kontroversi berbahaya untuk diajak rapat 1:17:36 bersama koruptor kan itu Masalahnya tuh 1:17:40 sehingga enggak mungkin cawek-cwek dalam 1:17:41 program jadi kelihatan sesuatu yang 1:17:44 bersih itu justru dibikin dibikin macet 1:17:46 supaya enggak supaya kebersihan itu ter 1:17:49 tertutup peluangnya untuk memimpin jadi 1:17:51 orang-orang semacam ini yang sebetulnya 1:17:53 diperlukan tuh tapi sudah itu pelajaran 1:17:55 sejarah kita bahwa kemacetan politik 1:17:58 kita justru disebabkan karena kemacetan 1:18:00 berpikir dari dari pihak istana kan itu 1:18:03 gampangnya begitu 1:18:07 aja Iya baik terima kasih 1:18:10 ehi sahabat-sahabat sekalian eh sangat 1:18:13 menarik eh Tema kita pada malam ini ya 1:18:16 walaupun terlihat teknis terkait kemyan 1:18:19 Jakarta tetapi seperti kata Bung tadi 1:18:23 bahwa Siapa yang bisa mengurai salah 1:18:25 satu masalah utama terkait lalu lintas 1:18:28 transportasi ini eh menjadi salah satu 1:18:31 contoh piloting Project Eh bagaimana 1:18:34 menyelesaikan masalah bangsa ini secara 1:18:35 keseluruhan karena transportasi ini 1:18:38 mewakili semua kepentingan ya mewakili 1:18:41 semua kepentingan yang ada di bangsa ini 1:18:43 semuanya ada di di sistem transportasi 1:18:46 baik sahabat-sahabat sekalian Eh tiba di 1:18:49 akhir acara kita pada malam ini e Pak 1:18:52 Mar Ini titip salam karena tidak bisa ee 1:18:55 ikut sampai akhir 1:18:56 ee dan Sekarang saatnya 1:18:59 kita eh melakukan apa eh seperti biasa 1:19:03 closing ideas istilahnya eh Indonesia 1:19:07 leader talk ataupun closing statement 1:19:09 kepada kepada closing statement pertama 1:19:12 kepada Pak yay dipersilakan Pak Iya 1:19:14 sebetulnya kita itu tidak perlu banyak 1:19:17 rencana atau ide-ide baru lagi ee karena 1:19:21 dalam konteks perencanaan sudah banyak 1:19:23 sebetulnya perencanaan di tata ruang 1:19:25 terus kemudian pola transportasi makro 1:19:27 Jakarta sudah ada kemarin dalam diskusi 1:19:30 kita hanya butuh satu konsistensi dan 1:19:33 komitmen ya itu Mas Agus ya konsistensi 1:19:36 dalam arti siapun pengganti ini kan 1:19:40 persoalannya perubahan-perubahan terjadi 1:19:42 karena pola kepimpinan yang berubah di 1:19:44 tengah jalan setiap orang pengin punya 1:19:46 ide punya gagasan kota ini model Jakarta 1:19:49 itu punya rencana jangka panjang artinya 1:19:52 untuk 20 tahun tapi dirombak di 1:19:55 tengah-tengah pada setiap RPJM setiap 1:19:57 Gubernur punya visi misi tersendiri 1:20:01 kadang-kadang punya ide sendiri saling 1:20:03 memotong di dalamnya kalau misalnya kita 1:20:06 tetap konsisten selama 20 tahun kedepan 1:20:09 mengacu kepada rencana yang sudah dibuat 1:20:11 itu terus terang saja tidak ada 1:20:13 persoalan karena tinggal komitmen aja 1:20:15 dijalankan yang menjadi masalah adalah 1:20:18 daya upaya yang sudah disusun baik 1:20:20 secara master plan ya oleh para ahli 1:20:24 dengan mensinergikan Sisi transportasi 1:20:26 dan tata ruang itu berubah karena 1:20:28 persoalan kepemimpinan yang punya ide 1:20:30 dan Gagan sendiri sehingga lama-lama 1:20:32 ketika masalahnya makin Crit yang punya 1:20:34 rencana pun akhirnya jadi TBC lah 1:20:37 tekanan batin siap 1:20:39 deh karena persoalan itu tadi kita 1:20:42 begitu dirombak kayak ke SPBU Mas Agus 1:20:46 dari nol lagi ya mas nol lagi nol lagi 1:20:49 nol lagi jadi ibaratnya ketika sesuatu 1:20:51 sudah pada puncaknya dirombak di tengah 1:20:54 jalan mulai dari nol nol lagi nol jadi 1:20:56 setiap 5 tahun selalu mulai dari titik 1:20:59 nol lagi itu jadi persoalan jadi tinggal 1:21:01 komitmen konsistensi jangan ragu kalau 1:21:04 ada yang bagus dari yang dulu kemudian 1:21:06 dirombak atau dihilangkan karena 1:21:09 tujuannya sudah jelas kalau sudahnya 1:21:11 rencana itu diikuti tidak ada masalah ke 1:21:13 depannya sebetulnya sehingga para 1:21:15 perencana pun tidak terlalu pusing 1:21:17 ketika ada ada ide-ide baru yang 1:21:19 sebetulnya ide lama yang dikemas dengan 1:21:22 kemas baru gitu aja gitu aja saya dari 1:21:25 saya terima 1:21:27 kasih terima kasih 1:21:31 pak sekarang pak Agus silakan Pak Iya 1:21:35 itu memang kesimpulannya komitmen 1:21:38 konsisten karena kepala daerah itu hanya 1:21:40 apa masanya cuma 5 tahun apa mau karena 1:21:45 sudah 5 tahun jadi kalau saya sering 1:21:48 diundang dengan kepala daerah gitu bahas 1:21:50 ini Bu ditanya ini Berapa lama gitu 1:21:53 karena kalau lebih dari 5 tahun enggak 1:21:55 masuk itu karena sudah lewat ya jadi 1:21:57 memang cobalah Ee kita tidak usah 1:22:00 membuat peraturan-peraturan baru yang 1:22:02 ada saja diimplementasikan sambil 1:22:04 dirreview kalau itu kurang baik segera 1:22:07 diperbaiki jangan diganti dan Jakarta 1:22:10 sudah tidak perlu jenis modal lain udlah 1:22:12 yang sudah kebanyakan sekarang ini 1:22:14 jalankan secara optimal dan kalaupun 1:22:18 membuat perencanaan lagi itu jangan 1:22:20 berbasis pada ee money is second god in 1:22:23 the world ya jangan bilang itu yang ini 1:22:25 sekarang proyek tapi program optimalkan 1:22:29 yang ada kita lihat terus jaga ee apa 1:22:32 namanya tata ruang itu tidak berubah 1:22:35 siapapun dia gitu ya ini sekarang sudah 1:22:37 ngeser ke PIK nih Tadinya saya kalau 1:22:39 olahraga jalan kaki di PIK pagi itu itu 1:22:43 nyaman sekarang sudah crudit di sana 1:22:45 sudah malas saya Jalan S saya kalau 1:22:48 olahraga di GBK enggak bisa olahraga 1:22:50 karena ketemu banyak orang Say hai hai 1:22:52 gitu jadi enggak olahraga ya Jadi 1:22:54 tempat-tempat ini optimalkan kegunaannya 1:22:57 ee pola transportasinya sudah ada kalau 1:23:01 PTM sudah tidak pas ya direview saja 1:23:04 mana yang kurang diperbaiki jangan bikin 1:23:05 yang baru dan jangan beranggapan bahwa 5 1:23:09 tahun harus selesai tidak apa namanya E 1:23:12 ee e jabatan gubernur atau kepala daerah 1:23:16 itu tidak perlu Orangnya siapa dirubah 1:23:19 tapi konsisten lagi dan komitmennya 1:23:21 kasihan masarak bingung itu 1:23:30 saja Baik terima kasih Pak Agus dan 1:23:33 terakhir Bung RI persilakan cling ideas 1:23:38 I Apa yang apa yang disimpulkan 1:23:42 sebetulnya kan hakikat kita bernegara 1:23:45 adalah kenikmatan untuk mengalami 1:23:48 suasana dan suasana itu yang hilang jadi 1:23:51 seolah-olah lokrasi itu hanya 1:23:53 dimaksudkan untuk 1:23:55 memperlihatkan bangunan yang kasat mata 1:23:58 sementara kenikmatan kita untuk 1:24:00 berkomunikasi itu hilang karena hirup 1:24:02 piku dan kalau saya hitung misalnya tadi 1:24:06 saya dari airport itu iseng-iseng saya 1:24:08 hitung itu dalam 10 menit yang lewat di 1:24:10 pinggir jalan di bahu jalan itu 1:24:12 kira-kira ada 13 + 12 sudah 25 tadi 1:24:17 dalam 10 menit 25 mobil yang 1:24:19 ngeong-ngeong itu tuh RF apa segala 1:24:21 macam itu kan 1:24:25 Yes C coba saya hitung itu itu artinya 1:24:29 di Jakarta itu lebih banyak pejabat 1:24:31 daripada rakyatnya Tuh kan itu dasarnya 1:24:34 kanuju 1:24:37 menarik jadi pejabat ya yes itu jadi 1:24:41 rasio antara regulator 1:24:44 dan yang mengalami efek dari regulasi 1:24:47 itu betul-betul mungkin 80% tuh jadi apa 1:24:51 penyebab macet ya kebanyakan pejabat di 1:24:53 Jalan Raya kan itu kan 1:24:56 intinya menarik menarik menarik menarik 1:25:00 menarik jadi algoritma ini yang mesti 1:25:03 kita pecahkan dulu tuh karena itu harus 1:25:05 dilakukan E reefisiensi itu tetapi 1:25:08 Sekali lagi saya Terangkan di awal 1:25:10 kenapa terjadi pergerakan karena ada 1:25:13 ambisi untuk konsumsi ada ambisi untuk 1:25:16 mengatur orang Nah kalau saya bayangkan 1:25:18 misalnya itu pejabat-pejabat yang 1:25:19 ngeong-ngeong itu itu pasti kalau bukan 1:25:21 anggota DP 1:25:22 atau istri dari anggota DPR atau istri 1:25:25 dari menteri yang yang mau pergi belanja 1:25:28 tuh atau si menteri yang 1:25:29 lagi lagi berupaya catch up 1:25:33 eh apa namanya nih koalisi yang lagi 1:25:36 rapat kira-kira 1:25:37 [Tertawa] 1:25:42 begitu Jadi itu intinya keruitan itu 1:25:45 dimulai dari kekacauan di dalam 1:25:47 mendesain diri sendiri secara secara 1:25:50 beradab nah peradaban itu yang mestinya 1:25:52 kita batalkan sekarang karena kita ke 1:25:53 mana-mana ngomong dengan milenial 1:25:55 sedunia itu orang malu gitu kalau pakai 1:25:58 mobil tuh sementara Orang Indonesia itu 1:25:59 masuk keluar apa namanya kampus-kampus 1:26:02 di e di pantai barat Amerika itu isinya 1:26:05 tuh kalau ada mobil pasti punya orang 1:26:07 Indonesia 1:26:08 tuh dan kalau kalau pulang dia bawa pula 1:26:11 plat nomor di sini dipakai ke mobil yang 1:26:14 terpaksa dia mesti beli mobil baru 1:26:16 supaya ada plat nomor Los Angeles 1:26:18 dipasang di 1:26:21 situ 1:26:23 oke oke Jadi intinya adalah setiap kali 1:26:28 ada kemacetan solusi Pak Jokowi 1:26:30 memperpanjang jalan-jalan jalan tol 1:26:34 harusnya yang diperpanjang itu jalan 1:26:35 pikiran gitu 1:26:36 [Tertawa] 1:26:41 kir-kira ter 1:26:43 kasihup kena Deli 1:26:46 gu Terima kasih Ken 1:26:50 sekali malam ini yang pertama Kalau 1:26:53 boleh saya resume ya dan simpulkan bahwa 1:26:56 kita memerlukan pemimpin yang cukup gila 1:26:59 untuk berani mengambil keputusan 1:27:01 kebijakan komitmen dan konsistensi 1:27:03 menjalankan semua rencana dan solusi 1:27:06 sebenarnya sudah diusulkan oleh para 1:27:09 ahli ya masyarakat untuk bisa 1:27:11 menyelesaikan masalah kemacetan ini dan 1:27:14 masalah-masalah lainnya ya Kemudian yang 1:27:17 kedua dalam menyelesaikan masalah kita 1:27:20 juga perlu e makukan studi antropologi 1:27:24 sosiologi dan juga budaya ya masyarakat 1:27:27 karena semua masalah ini kan sebenarnya 1:27:30 eh berakar dari perilaku masyarakat ya 1:27:33 masyarakat kota yang senantiasa 1:27:35 menggunakan kendaraan pribadi tadi Bui 1:27:37 bilang kalau di luar negeri itu bawa 1:27:40 mobil atau kendaraan pribadi yang bisa 1:27:43 menimbulkan kemacetan itu malu 1:27:46 masyarakatnya lebihioritaskan 1:27:48 menggunakan transportasi publik jadi 1:27:51 solusi kemajutan ini bukan hanya terkait 1:27:54 masalah infrastruktur jalan apalagi 1:27:56 jalan tol gitu ya ataupun infrastruktur 1:27:59 lainnya juga berakar juga dari kebiasaan 1:28:02 sosiologi antropologi dan EE budaya 1:28:05 perilaku masyarakat ee yang menyebabkan 1:28:09 kemacetan itu juga perlu dianalisis dan 1:28:11 dicari solusinya dan yang terakhir yang 1:28:14 paling penting tadi seperti penutup 1:28:16 muroki bahwa kita memerlukan pemimpin 1:28:19 yang bukan hanya eh suka membangun jalan 1:28:24 tol tapi berani mengenebankan jalan 1:28:27 pikiran yang e lurus adil dan juga 1:28:31 bermartabat bagi kita semua baik terima 1:28:33 kasih eh pemirsa sekalian dan para 1:28:35 narasumber 1:28:37 atas pada malam ini sangat bermakna 1:28:39 semoga didengar oleh para pemimpin dan 1:28:42 para pengambil kebijakan dan juga 1:28:44 seluruh masyarakat Indonesia sampai 1:28:46 ketemu pada acara Indan depan pada waktu 1:28:49 dan jam yang sama Asalamualaikum 1:28:50 warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam 1:28:52 terima kasih terima kasih Pak y Pak 1:29:20 Agus