Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad. dipancar
- luaskan dari Jalan Masjid Silaturahim
- nomor 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi,
- Radio Silaturahim untuk Islam yang 1.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda
- di pagi hari ini? Senang sekali saya Abi
- Agus dapat kembali menjumpai Anda dalam
- program sirah Sahabat bersama narasumber
- kita Ustaz Qaruddin Basuni.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahir pekan lalu ee kita siul,
- Ustaz. Iya, betul. Lagi sibuk atau
- sakit, Ustaz? Kemarin sakitlah.
- Baik. Tapi sekarang alhamdulillah sehat,
- Ustaz, ya. Sehingga Ustaz bisa menyapa
- kembali para pendengar. Baik, ikhwan
- akhwat. Di pagi hari ini saya tidak
- sendiri ada Ondi, kemudian ada Fahri dan
- juga Zen serta produser kami Uni UPI.
- Dan kami akan
- membawakan cerita
- tentang seorang sahabat bernama Abdullah
- bin Rawahah. Siapa dia dan bagaimana
- sikap beliau terhadap Islam? Mari kita
- ikuti pembahasannya bersama Ustaz
- Kamaruddin Wasuni dalam sirah sahabat.
- Tafadal Ustaz ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nastainuhu wafiruh wa naudubillahi
- min syururi anfusina wasayiati a'malina.
- May yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadiyaalah. Asyhadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma ba'd.
- Saudara-saudaraku para pendengar Radio
- Rasil di mana saja berada dan juga
- pemiarsa TV Rasil baik yang ada di
- negeri kita Indonesia juga yang ada di
- luar negeri. Semoga pagi ini pada
- tanggal 3 Jumadil Akhir
- 1439 yang berbarengan dengan tanggal
- 19 bulan Februari
- [Musik]
- 2000 18.
- Semoga apa yang kita
- inginkan dimudahkan oleh Allah dan
- dilindunginya dari berbagai hal yang
- tidak kita
- kehendaki. Para pendengar hadir rasil
- dan para pemirsa Rasil, pagi ini kami
- akan sampaikan sirah seorang sahabat
- Nabi yang namanya adalah Abdullah bin
- Rawahah. Abdullah bin Rawahah. Dia salah
- satu dari sekian ribu sahabat
- Nabi berasal dari Kota
- Madinah. Dia termasuk sahabat Anshar
- dari suku
- Khajraj. Pada saat Rasulullah masih di
- kota Makkah, terjadi peristiwa yang kita
- kenal dalam sejarah namanya Baiatul
- Aqabah. Peristiwa Baiat Aqabah.
- baik yang pertama maupun yang
- kedua.
- Nah, pada Baiatul Aqabah yang pertama
- waktu itu Rasul sedang berada di kota
- Makkah dan Rasul diberitahu oleh
- orang-orang orang Madinah ingin mereka
- berjumpa dengan Rasul di satu tempat
- yang khusus.
- Akhirnya Rasul menyanggupi. Maka
- dilaksanakanlah di perbukitan yang kita
- kenal sekarang ini adalah daerah
- Arafah. Nah, di daerah tersebutlah
- terjadi yang disebut namanya Baiatul
- Aqabah. Waktu Baitul Aqabah terdiri dari
- 12 orang. Salah satunya adalah Abdullah
- bin
- Rawahah. Maka pada tahun berikutnya
- terjadi lagi bayiatul Aqabah yang kedua
- itu terdiri kurang lebih 75 orang lebih
- dan Abdullah bin Rawahah ikut pula. Jadi
- dia melakukan baiat Aqabah baik yang
- pertama maupun yang kedua.
- Bagaimana semangat anak muda yaitu
- Abdullah bin Rawahah di setiap
- kesempatan dia tidak pernah
- absen. Maka setelah dia menerima ee
- syariat Allah, yaitu syariat agama
- Islam, maka pada saat Rasulullah hijrah
- ke Madinah dari Makkah, maka tokoh-tokoh
- Madinah yang ada di daerahnya melihat
- Rasulullah dengan para sahabatnya begitu
- antusias mendakwahkan Islam, maka para
- tokoh Madinah satu persatu bahkan hampir
- semuanya memeluk Islam.
- Bahkan termasuk salah satu orang yang
- dicalonkan jadi
- raja di Kota Madinah, yaitu yang namanya
- Abdullah bin Ubay bin
- Salul. Ini orang yang akan direncanakan
- akan menjadi tokoh atau raja di Kota
- Madinah. Tapi begitu Rasulullah hadir di
- Kota Madinah,
- maka semua perhatian tercurah kepada
- Nabi. Yang tadinya orang melihat
- Abdullah bin Ubay bin Salul dan sekarang
- begitu kedatangan Nabi berubah dia. Nah,
- dengan kondisi seperti itu, Abdullah bin
- Ubay bin Salul ini akhirnya dia kalau
- istilah bahasa kita
- terpaksa untuk
- menghindari bicara sana sini. Akhirnya
- dia masuk Islam. Tapi Rasul tahu, Rasul
- diberitahu oleh Allah bahwa orang ini
- ada
- penyakitan. Nah, maka sering
- kejadian-kejadian yang dilakukan oleh
- dia tapi secara halus. Nah, untuk
- mengawasi, untuk mengontrol
- gerak-geriknya Abdullah bin Ubay bin
- Salul, Rasulullah menunjuk Abdullah bin
- Rawahah. Nah, kata Nabi, "Poknya tugas
- kamu ikuti
- gerak-geriknya." Jadi, kalau sekarang
- umpamanya ada istilah kawal
- kiai, kawal ustaz, kawal habaib, itu
- memang ada contohnya.
- Dulu dulu di Madinah Rasul itu diancam
- oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Nah,
- untuk mengetahui gerak-geriknya ada
- sahabat yang ditugaskan oleh Nabi yaitu
- Abdullah bin
- Rawahah. Sehingga setiap apa yang dia
- rencanakan gagal terus. Kenapa? Ketahuan
- terus. Kalau umpanya sekarang terjadi
- seorang ustaz didatangin oleh orang yang
- tidak dikenal kemudian pura-pura gila
- terus dia nyerang.
- itu bukan tiba-tiba nyerang memang sudah
- direncanakan ada otaknya di belakang ada
- yang menggerakkan
- dia. Jadi memang sunah itu akan terulang
- kembali. Allah mengatakan dalam ayatnya,
- watilkal ayyam nudawilha bainanas.
- Hari-hari ini akan kami pergelirkan ini
- akan diputar ulang. Ah dulu kejadian di
- zaman Nabi yaitu Abdullah bin Ubad bin
- Salul yang langsung diikuti oleh
- Abdullah bin Rawaha. Nah, sekarang
- terjadi kejadian ini di negeri kita
- Indonesia. Nah, maka bagaimana
- kewaspadaan itulah yang selalu dijaga
- sehingga apapun rencana itu gagal
- terus. Bagaimana hebatnya Abdullah bin
- Ubay? Coba bayangkan dalam satu
- peristiwa Nabi mau berjalan. Nabi sudah
- bilang, kata sahabat inti, "Sudah, ya
- Rasulullah, kita jalan sini."
- Kemudian di belakang bilang, jadi
- rombongan Nabi di belakang, "Jangan,
- jangan naik
- gunung. Coba kalau kita naik gunung kan
- kelihatan tuh." Nah, memang dari satu
- sisi benar, tapi mereka yang mengusukkan
- Nabi naik gunung itu ada niat. Apa
- niatnya? Mau ngejerogin Nabi. Jadi, Nabi
- kalau sudah naik ke atas jerogin kan
- jatuh mati. Tapi Nabi bukan ke sana
- lihatnya ya. Kalau kita naik ke atas,
- posisi musuh bisa
- ketahuan. Tapi yang lain punya niatnya
- bukan
- begitu. Nabi suruh naik ke atas.
- Kemudian nanti setelah naik ke atas
- orang yang di belakang akan langsung
- menyerabuk ke depan kemudian akan
- menjoroki Nabi. Nah, Rasulullah dengan
- hati terbuka tidak mengecewakan usul
- orang yang di belakang ya diterima. Tapi
- Rasul ingat nih kepada pasukan inti yang
- sudah mengawal Nabi, ana harus
- siap-siap. harus jaga ini, harus dikawal
- ini kejadian ini. Udah begitu naik naik
- gunung tuh mulai bergerak sat. Eh, benar
- apa yang
- Nabi bayangkan tuh. Itu pasukan yang
- ngomong tadi tuh tiba-tiba kalau istilah
- bahasa sunah mah
- nyuruntul. Apa yang
- nyuruntul? Tiba-tiba maju ke depan.
- Kemudian Nabi, nah kan benar kata Nabi.
- Kemudian sahabat-sahabat inti seperti
- Ali langsung dia berjibaku dia tahan itu
- masuk itu. Akhirnya ketahuan sampai Ali
- bertam kalau bahasa kita, "Hei manusia
- tega kamu ya. Nabi mau diperlakukan
- jahat seperti kamu." Akhirnya mereka
- langsung merenduk langsung dia lari ke
- belakang. Itu kejadian. Bayangkan. Maka
- para pemimpin harus bersikap ribat ya.
- berjaga-jaga tahu kondisi. Nah, dulu
- yang membuat kacau negeri Madinah itu
- adalah seorang yang dikenal namanya
- Abdullah bin Ubay bin Salud. Tapi dengan
- takdir Allah, dengan kehebatan Abdullah
- bin Rawaha ditugaskan oleh Nabi
- untuk melindungi Nabi dan mengawasi
- gerak-geriknya. Alhamdulillah sampai ee
- Abdullah bin Ubay mati itu akhirnya.
- Nah, tidak terjadi masalah yang sangat
- dahsyat. Kenapa? Selalu terbendung
- dengan ee kepintaran, kelihaian,
- kecerdikan Abdullah bin
- Rawahah. Selanjutnya, saudaraku para
- pendengar Radio Silaturahim dan pamiarsa
- TV Rasil, Abdullah bin Rawahah
- ternyata salah seorang sahabat yang
- diberikan oleh Allah, dia memiliki
- kemampuan membaca dan menulis.
- Jadi tidak sedikit atau boleh dibilang
- di zaman itu sedikit sekali orang yang
- bisa baca dan menulis. Nah, Abdullah bin
- Ubay diberikan kelebihan. Nah, di
- samping itu ternyata dia bisa menyusun
- bahasa-bahasa yang indah yang disebut
- namanya
- syair. Suatu
- saat Nabi sedang duduk, datang Abdullah
- bin Abdullah bin Rawahah. Kata Nabi, "Ya
- Abdullah, kamu suka menyusun syair?"
- "Iya betul." "Tu bagaimana caranya Anda
- menyusun syair?"
- Kata
- Abdullah, "Pertama saya merenungkan dulu
- ya Rasul. Saya renungkan dulu
- isinya. Kemudian setelah saya renungkan,
- isinya bagus baru saya ucapkan." Kata
- Nabi, "Coba sekarang kau ucapkan." Jadi
- langsung dites oleh Nabi. Kata dia, di
- antaranya dia bilang begini, "Ya
- Rasulullah, engkaulah keturunan Bani
- Hasyim. Engkaulah semulia-mulia orang.
- Allah akan melindungi Anda karena Anda
- melindungi Allah." Kata Nabi, "Bagus."
- "Wah.
- atau hanya seketika langsung dia
- sampaikan Nabi mengiyakan. Oke, kata
- Nabi.
- Nah, dalam satu
- kisah Abdullah bin Rawahah menghadapi
- permasalahan yang menyangkut kaum
- muslimin di dalam. Ini gimana ini waktu
- peristiwa perang
- Khaibar. Nah, beliau melihat kaum
- muslimin banyak yang terluka, banyak
- yang kurang semangat.
- Dikobarkanlah satu buah syair. Kata
- dia,
- "Laulaz laula apa? Laula
- hadainaha. Sekiranya Allah tidak
- memberikan petunjuk kepada
- kami." La shata wala zakat. Kami tidak
- akan salat dan kami tidak akan
- zakat. Nahnulladzina bayau Muhammadan
- alal jihadi ma baqoina abadan. Kamialah
- orang-orang yang berbeat kepada Nabi
- untuk
- jihad yang itulah yang selamanya kami
- lakukan. Kalimat itu diulang-ulang oleh
- beliau. Kemudian Nabi berkata, kata
- Nabi, "Mana hadas
- saik itu?" "Siapa yang mengendarai kuda
- itu kok bisa bersyair?" Kata sahabat,
- "Hua Abdullah bin Rawahah." Dia Abdullah
- bin
- Rawahah. Ah, kemudian ah setelah Nabi
- tahu, "Oh, itu benar.
- Ada lagi satu kisah begitu dia
- menyampaikan satu syair man hadas saik
- itu siapa lagi? Oh, itu Amar bin
- al-Aqwa. Oh, Amr bin Alqwa. Jadi di
- zaman Nabi itu banyak para syair-syair
- ya. Namun Allah ngasih tahu ada
- orang-orang ahli syair yang mereka
- diikuti oleh orang-orang Gun. Maka
- turunlah ayat Asyuara ayat 222.
- Wasyu'ara
- yattauhumul
- gun. Bahwa para ahli syair ini diikuti
- oleh orang-orang yang gun, yaitu
- orang-orang yang suka berdosa dan
- bermaksiat yang hidupnya tidak jelas
- juntrungannya. Nah, begitu ayat ini
- turun, Abdullah bin Amr bin apa?
- Abdullah bin Rawahah merasa dirinya,
- "Wah, saya ini kan tukang
- syair." Akhirnya dia
- nangis. Waduh, berarti saya masuk
- golongan syuara ini. Tukang buat syair.
- Nangis dia. Begitu turun ayat ini. Suatu
- saat ketemu Rasul. Kata Rasul,
- "Ngapain kamu?" Hai Abdullah bin
- Rawahah ini ya Rasulullah saya dengan
- ayat yang kau bacakan.
- dibaca itu wasuarau
- yattabiuhumul
- gun. Nah, begitu dia baca turun lagi
- ayat berikutnya.
- Kecuali para syair orang-orang yang
- beriman. Nah, begitu turun ayat
- berikutnya, beliau seolah-olah terobati.
- Maka sering ee di dalam masjid itu
- sahabat Nabi selain Abdullah bin
- Rawahah, ada lagi Zaid bin
- Tsabit. Itu yang sering mengemandangkan
- syair yang isinya adalah menggugah ya
- para sahabat Nabi yang sudah lama mereka
- lesu dalam juang dalam berjihad. Begitu
- dikobarkan itu semangat juang itu mereka
- langsung tampil kembali. Dan di antara
- sahabat Nabi yang sering
- menggerakkan inovasi-inovasi baru itu
- adalah Abu Hurairah. Ya, di samping
- Abdullah bin Rawaha ada lagi Abu
- Hurairah, ada lagi sahabat Zaid bin
- Tsabit dan sederet para sahabat yang
- sering mengubarkan semangat.
- Nah, Abdullah bin
- Rawahah
- ternyata masuk deretan orang yang harus
- memimpin
- pasukan. Jadi waktu itu Rasulullah sudah
- diberikan kepercayaan oleh Allah untuk
- memimpin daerah utara. Jadi Makkah sudah
- dikendalikan oleh Nabi ya, Madinah sudah
- tunduk kepada Nabi. Ah, kemudian terjadi
- satu peristiwa dan waktu itu Makkah
- belum jatuh semuanya, belum putuh ya.
- Nah, Nabi ternyata
- diberitahu oleh Allah lewat malaikat
- Jibril bahwa
- kerajaan ee Kaisar Romawi Timur itu akan
- menyerang kota Madinah.
- Maka Rasulullah begitu mendengar berita
- ini langsung kalau istilah kita
- mengadakan sidak. Nah, kumpullah para
- sahabat di situ. Nabi langsung menunjuk
- di antaranya kata Nabi, "Hai Zaid bin
- Haritah, engkaulah sebagai
- panglimanya. Kalau Zaid gugur syahid,
- maka penggantinya Jafar bin Abi Thalib.
- Kalau Jafar bin Abi Thalib gugur,
- gantinya Abdullah bin Rawahah.
- Nah, maka kalau Abdullah bin Rawahah pun
- gugur, maka saya serahkan kepada kamu,
- silakan musyawarah, tentukan siapa yang
- akan memimpin
- kamu. Ternyata yang keempat ini setelah
- tiga orang gugur, ditunjuklah Khalid bin
- Walid. Nah, begitu Rasulullah sudah
- musyawarah dengan para sahabat, pasukan
- ini disebut pasukan Muktah. Akan
- bergerak menuju Balqo. Balqo yang
- sekarang itu di daerah dekat
- Palestina. Maka
- tiba-tiba apa yang disampaikan Nabi itu
- kedengaran sama orang Yahudi Kota
- Madinah. Katanya Muhammad akan
- mengerahkan pasukan dipimpin oleh tiga
- orang dan tiga orang ini disebut satu
- persatu.
- Terus dia bilang, "Kalau seorang nabi
- berbicara tentang pasukannya dan
- disebutkan akan mati, itu pasti mereka
- mati." Maka sebelum kejadian kalau Anda
- ingin hidup enggak usah
- pergi. Jadi Yahudi ngomporin, "Jangan
- ikut berangkat karena kamu sudah disebut
- tidak akan mati." Tapi apa jawaban
- sahabat? Justru kami melaksanakan itu
- demi mencari kebahagiaan.
- untuk meraih syuhada. Akhirnya info yang
- sumir ini ditanggapi oleh tokoh-tokoh
- sahabat tadi. Justru para sahabat ingin
- mengharapkan kemuliaan di hadapan Allah.
- Akhirnya gagal itu informasi Yahudi yang
- menjal agar mereka tidak berangkat. Dah,
- akhirnya tiga orang sahabat Nabi
- dipanggil satu persatu. Mereka hadir
- kemudian kata Nabi,
- "Berangkat." Maka ditunjuklah komandan
- pertama yaitu Zaid bin
- Haritah. Begitu mereka sudah sampai di
- daerah tempat untuk terjadinya peristiwa
- yaitu daerah
- Balqo, ternyata dapat info bahwa musuh
- yang akan berhadapan dengan kaum
- muslimin jauh lebih besar.
- Dari tentara Romawi saja itu berjumlah
- 100.000
- orang. Belum daerah daerah yang di
- sekitar Balko yang mereka berada di
- bawah naungan kerajaan ee Romawi itu
- berjumlah 100.000 lagi. Berarti
- 200.000. Nah, sementara pasukan Nabi
- yang dikirim ke Mukta itu banyaknya cuma
- 3.000.
- Bayangkan tuh kira-kira satu berbanding
- berapa itu? Banyak. Banyak ya. 3.000
- melawan 200.000 itu kurang lebih 1
- berbanding 10 ya. Bayangkan bahkan satu
- berbanding 20. Bayangkan itu 3.000.
- Maka begitu sampai berita kepada kaum
- muslimin yang dipimpin oleh Zair bin
- Haritah, mereka di antara para sahabat
- yang ada di belakang akhirnya
- mengusulkan. Bagaimana
- Amir? Kita dapat beritahu bahwa musuh
- kita
- berlipat-lipat. Bagaimana kalau kita
- kirim surat kepada Nabi agar Nabi
- memberikan bantuan? Kita jelaskanlah
- jumlah mereka sekian, jumlah kita
- sekian. Semoga Rasulullah mengirim
- bantuan.
- Begitu pembicaraan ini
- terdengar, di situlah seorang Abdullah
- bin Rawahah maju ke
- depan. Kata Abdullah bin Rawaha, "Di
- antaranya
- gini, kalian
- itu sudah keluar dari kampung
- halaman menghadapi musuh
- kalian. Kalian akan berjuang.
- Berjuangnya kalian, cita-citanya hanya
- membela agama Allah.
- Yang kedua, nah kalau sudah berada di
- tengah-tengah medan hanya dua yang kita
- raih. Kalau tidak menang, mati s
- syahid.
- Jadi kita bergerak di sini kemudian
- mengadakan satu peristiwa yang disebut
- kita itu bukan karena
- jumlah menang. Bukan karena jumlah
- bukan. Itu karena kita membela agama
- Allah. Kata Abdullah bin Rafa. Pokoknya
- kita siap sekarang, enggak usah minta
- bantuan. Maju
- terus. Apa jawaban pasukan di belakang?
- Kami setuju pendapatnya Abdullah bin
- Rawahah. Gak perlu kita ngirim utusan ke
- Madinah. Berangkat
- terus. Ya, para sahabat karena
- digelorakan oleh Abdullah bin Rawaha
- dengan semangatnya maju
- semua. Cuma apa yang terjadi? Ya bisa
- kita bayangkanlah kelompok 3.000
- dikepung oleh 200.000.
- ribu ya seperti seorang yang sedang main
- di tengah-tengah lapangan bola jumlahnya
- ke 11an. Kalau 12 belah pihak kan
- berarti 22 ya. He. Sedangkan yang nonton
- R.000 bisa
- kelihatan. Nah, itu gambarannya kayak
- begitu. Tapi yang 200.000
- ini
- mereka tidak seperti lazimnya kebiasaan
- orang-orang. Dia berhitung. yang R.000
- yang R.000 itu karena apa? Dia lihat
- dengan mata kepalanya yang 3.000 ini
- ternyata
- banyak padahal jumlahnya cuma 3000. Nah,
- di situlah Allah memperlihatkan kepada
- orang-orang kafir pasukan yang tidak
- bisa dilihat oleh mata. Tapi yang bisa
- melihat hanya orang-orang yang memusuhi
- Islam. Siapa itu? Pasukan mala malaikat.
- Nah, makanya 3.000 itu semangatnya bukan
- main. Karena mereka berkata, "Kami
- berperang dengan orang-orang kufar itu
- bukan karena kami
- banyak, bukan karena senjata kami
- lengkap, tapi keimanan kami kepada Allah
- karena kami membela agamanya." Siap.
- Kata Abdullah bin Rawahah. Maju itu
- semuanya. Jadi digambarkan 3.000 itu
- seperti sebuah panah yang sedang
- menyasar. Set.
- Pokoknya tidak ada satuun orang yang di
- depannya tidak jebol jebol itu
- semua. Nah, akhirnya pasukan Romawi
- lihat komandannya kok hebat amat ini.
- Akhirnya karena yang membawa panji
- pertama itu kan sahabat Zaid bin
- Haritah. Akhirnya Zaid bin Haritah
- langsung diserang oleh mereka jatuh
- itunya.
- dianya kena jatuh. Otomatis kan panjinya
- bendera itu
- jatuh. Nah, jatuh ternyata langsung dia
- gugur sahil diambil itu oleh Jafar bin
- Abi
- Thalib. Ambil benderanya sama dia. Waktu
- diambil benderanya sama dia oleh Jafar
- bin Abi Thalib itu Jafar melaksanakan
- kepemimpinan lebih daripada Zaid bin
- Haritah.
- Beliau dengan
- gagah, semangat tinggi, masih muda waktu
- itu. Dia membawa muslimin di belakangnya
- ke kanan, ke kiri, ke depan, dan lain
- sebagainya. Nah, pasukan Romawi melihat
- komandan yang kedua ini kok ini kalau
- istilah bahasa K gampangnya ini gila
- lagi nih.
- Akhirnya sahabat Jafar dikepung oleh
- pasukan inti.
- Nah, waktu dikepung karena mereka
- banyaknya bukan mas bukan main, akhirnya
- Jafar terkena oleh serangan pedang yang
- tiba-tiba putus tangan
- kanannya. Jadi lengannya masih ada,
- tangannya putus. Nah, waktu putus
- tangannya diambil oleh tangan yang kiri.
- Bayangkan bendera dalam keadaan tangan
- putus masih berdiri di tengah-tengah.
- Orang
- musyrikin Romawi bilang, "Itu orang
- tangannya sudah enggak ada satu. Kok
- bisa memimpin?" Tangan yang sebelah itu
- langsung mengangkat bendera maju ke
- depan. Waduh, ini lebih gila lagi orang.
- Tangannya sudah enggak ada. Masih
- dipegang itu bendera. Maju
- terus. Orang kufar akhirnya apa?
- Melingkari diol. Kemudian diserbu,
- disikat tangannya putus lagi yang kiri
- jatuh lagi benderanya. Nah, itu
- lengannya yang masih tersisa itu
- merangkul itu bendera yang jatuh
- didekap.
- Bayangkan sudah enggak ada tangan kiri
- kanannya didekap oleh lengan yang masih
- tersisa. Maju
- terus.
- Pertanyaannya, sakitkah dia dengan
- tangannya yang putus?
- Saya jawab tidak. Kenapa? Karena Rasul
- sudah mengatakan bahwa rasa sakit para
- mujahid di Medan juang itu sakitnya
- seperti seekor semut
- menggigitnya. Jadi rasa sakitnya seperti
- digigit semut. Makanya tangannya lepas
- itu jalan aja terus dan didekap oleh
- lengannya yang ada di kiri dan kanan.
- sampai mereka bilang, "Ini orang sudah
- lepas tangannya dua-duanya masih
- mimpir." Akhirnya mereka mengadakan
- serangan
- mendadak tebas dengan pedang baru dia
- jatuh. Jatuh ke bawah dari belakang
- sudah siap tuh Abdullah bin Rawahah
- langsung diambil oleh Abdullah bin
- Rawahah itu e bendera.
- Nah, waktu diambil oleh
- dia, dia tiba-tiba kalau istilah kita
- agak gagap
- dia. Kata dia, "Apa saya memimpin pakai
- kuda? Naik kuda atau saya berjalan
- kaki?" "Ah, naik kuda takut
- kecepetan, jalan kaki terlalu lambat."
- Nah, timbul itulah keraguan. Akhirnya
- dia langsung
- berjalan. Tiba-tiba apa yang terjadi?
- Abdullah bin Rawahah pun akhirnya gugur
- sebagai
- syuhada. Nah, waktu boleh gugur, nah ada
- salah seorang sahabat namanya Sa'ad.
- Saad bin Siapa itu? Dia bilang, "Saya
- mengambil panji ini bukan saya komandan,
- bukan saya pimpin. Ini hanya sementara
- karena belum dipilih. Saya akan bawa
- aja." Tapi saya serahkan kepada Anda
- semua harus ditunjuk orang yang Anda
- yakini. Nah, ternyata di tengah-tengah
- rombongan tuh ada Khalid bin Walid yang
- waktu itu dia belum lama masuk Islam,
- masih mualaf istilahnya bahasa kita.
- Tapi karena mereka menunjuk Khalid,
- akhirnya Khalid diputuskan sebagai
- panglima yang keempat.
- Nah, akhirnya Khalid mengendalikan
- seluruh pasukan yang masih tersisa yang
- banyak ke sana kemari karena mungkin
- kacau dengan diserang. Kata Khalid,
- karena ini sudah malam dan mereka pun
- tidak berani melanjutkan, kita istirahat
- dulu.
- Nah, pas kejadian itu Rasul di Madinah
- sedang kumpul di satu
- majelis, sedang berbicara di hadapan
- para sahabat. Tiba-tiba Rasul begini.
- Beliau melihat ke
- atas terus matanya
- berkedip. Sudah berkedip air matanya
- keluar. Kata
- Rasulullah, komandan
- Zaid bin Haritah telah melaksanakan
- tugasnya. Dia gugur sebagai
- syahid. Kemudian dilanjutkan oleh
- komandan berikutnya, Jafar bin Abi
- Thalib.
- Dia pun gugur sebagai
- syahid. Bahkan tangan
- keduanya akan diganti oleh Allah menjadi
- sayap dan dia akan ber terbang di atas
- surga-surga
- Allah. Kemudian yang
- ketiga, komandan yang ketiga adalah
- Abdullah bin
- Rawahah. Dia pun gugur sebagai syahid.
- Rasulullah sampai berkedip matanya, air
- matanya
- jatuh. Kata Rasulullah,
- "Namun, satu orang dari dua orang
- ini, kalau yang
- pertama
- Zaid, Jafar, Allah tempatkan ranjangnya
- terbuat dari
- emas dan dihiasi oleh
- mutiara Jafaron."
- Nah,
- sementara
- ranjangnya Abdullah bin
- Rawahah ini agak goyang
- nih karena kakinya agak
- pincang. Nah, kenapa ditanya
- kenapa? Karena dia waktu mau
- memimpin ada keraguan. Apakah saya
- berjalan kaki? Apakah saya naik kuda?
- Nah, inilah yang
- menyebabkan ranjangnya itu tidak sama
- seperti yang lain. Ada satu bagian kaki
- yang pendek.
- Oh. Kemudian kata Nabi, "Mereka semuanya
- masuk ke dalam
- surgaku." Kemudian Rasulullah yang
- tadanya berkacamata apa? Berdiriai air
- mata. Meneteskan air mata. Tiba-tiba
- Rasulullah tersenyum. Kenapa? Karena
- kata Rasulullah, semua komandan tadi
- mereka masuk ke dalam surga
- Allah. Nah, itulah saudaraku kaum
- muslimin, kisah perjalanan salah seorang
- sahabat Nabi yang namanya Abdullah bin
- Rawahah yang hidupnya
- dipersembahkan untuk agama Allah,
- membela kebenaran dan beliau selalu siap
- menghadapi rongrongan yang datang dari
- luar Islam. Mudah-mudahan Allah
- memberkati kaum muslimin di mana saja
- berada dan diberikan oleh Allah keimanan
- kaum muslimin hari ini seperti keimanan
- Abdullah bin Rawahah. Demikian walum
- minkum. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- [Musik]