Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:12 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. 0:21 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 0:23 wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 0:25 kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat 0:27 tanggal 21 Jumadil akhir 1447 Hijriah 0:30 atau tanggal 12 Desember 2025. Kita 0:33 jumpa lagi dalam acara renungan di bawah 0:35 Nawan Al-Qur'an bersama Ustaz Husein dan 0:37 hari ini adalah edisi tanya jawab. 0:39 Silakan layangan pertanyaan Anda ke 0:41 0811999720. 0:44 Ada Atep di sini ada juga Algi. 0:47 Asalamualaikum Ustazin. 0:48 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat. 0:50 Kita mulai acara ini dengan membaca 0:51 al-Fatihah. 0:55 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:02 Bismillahirrahmanirrahim. 1:08 Alhamdulillahirabbil 1:11 alamin 1:15 arrahmanirrahim. 1:20 Maiki yaumiddin 1:25 iyaka na'budu wa iyyaka nasta' 1:30 ihdinasirathal 1:33 mustaqim 1:36 shathalladzina 1:38 an'amta alaihim 1:41 ghairil maghdubi alaihim walad 1:52 Alhamdulillah kita sudah membaca 1:53 al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan 1:55 kita dalam menangkap jawaban-jawaban 1:56 yang diberikan oleh Ustaz Husin. Baik, 1:58 pertanyaan pertama dapat e dari Bapak 2:01 Ahmad Roni. Ini pendengar baru 2:03 sepertinya Ahmad Roni di Yogyakarta. 2:05 Asalamualaikum, Ustaz Husein. 2:07 Waalaikumsalam war. Mengapa terdapat 2:09 perbedaan pendapat atau ikhtilaf di 2:11 antara mazhab antar mazhab dan bagaimana 2:14 menyikapinya secara sehat dari Bapak 2:16 Ahmad Roni di Yogyakarta? 2:18 Bismillahirrahmanirrahim. 2:25 Alhamdulillahi rabbil alamin 2:29 arrahmanirrahim 2:31 alhadi ilasiratil 2:33 mustaqim. 2:37 Shawatu rabbi wasalamuhu 2:40 ala nabiihi wa rasulihi 2:45 sayidina wa nabina Muhammadin wa alih 2:48 thyibin wasahabatihil gurril mayamin 2:52 wasairin ala nahjihil qawim ila 2:56 yaumiddin. 2:58 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 3:02 innaka antal alimul hakim. 3:08 Allahumma alimna ma yunfauna wfaf'na 3:10 bima alamtana. Allahumma atina minika 3:14 rahmah waimna minadunka ilman nafi. 3:18 Allahumma ahdina subalam waakrijna 3:21 minadulumati nur wahdina ilaatikal 3:24 mustaqim. Asalamualaika ya rasulullah. 3:28 Assalamu alaina wa ala ibadillahi 3:30 shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi 3:34 wabarakatuh. 3:37 Menjawab pertanyaan Bapak 3:39 Ahmad Roni. 3:40 Ahmad Roni dari Yogyakarta. Ahlan 3:43 wasahlan bika. 3:46 Semoga Allah subhanahu wa taala 3:48 memberikan kita petunjuknya, 3:52 taufiknya agar kita betul-betul 3:57 berjalan di atas kebenaran yang Allah 3:59 tunjukkan dan dicontohkan oleh Nabiya 4:02 Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 4:04 wasallam. diikuti oleh para sahabatnya, 4:07 keluarganya, 4:08 begitu juga para penerusnya dari 4:11 kalangan tabiin, tabiit tabiin 4:15 hingga 4:17 saat ini. Semoga senantiasa Allah 4:20 subhanahu wa taala mensucikan 4:23 niat kita. Demikian pula menerangi kita 4:26 dengan cahaya petunjuk kitabnya. Dan 4:29 Allah Subhanahu wa taala pada saat 4:31 menghadapi perbedaan Allah tunjukkan 4:34 kebenaran yang sejati. 4:38 Bapak Ahmad Roni, pertama-tama perlu 4:41 kita memahami apa itu mazhab. 4:45 Kata mazhab diambil dari akar kata atau 4:48 dari kata kerja dahazahaba yadhabu 4:52 dahahaban wazhaban 4:58 yang berarti arah, jalan, cara, metode 5:03 atau manhaj. 5:09 Jadi mazhab bukan merupakan 5:12 agama yang baru. 5:15 Mazhab bukan merupakan 5:17 agama yang baru. 5:18 Agama yang baru. 5:21 Dan mazhab ini sebetulnya bukan konsumsi 5:24 awam. 5:26 Mazhab bukan 5:27 si awam. 5:27 Konsumsi awam. Karena awam tidak 5:30 memiliki kemampuan untuk melakukan 5:33 analisis 5:35 mengenai pandangan seorang mujtahid. 5:39 Begitu juga alur dan cara, metode, dan 5:43 manhaj yang diikuti oleh setiap 5:46 mujtahid. 5:49 Oleh karena itu, 5:53 penelitian 5:54 begitu pula perbandingan di antara 5:58 mazhab itu seharusnya menjadi apa? 6:01 Menjadi ee perhatian dari para ulama. 6:05 Mereka belajar dari pandangan-pandangan 6:08 dan metode ulama sebelumnya untuk 6:11 berinteraksi dengan Al-Qur'an. Begitu 6:14 pula berinteraksi dengan sunah Nabi kita 6:17 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 6:19 Dengan mempelajari 6:21 mazhab-mazhab para ulama dan mujtahid, 6:25 dia memiliki betul-betul apa? Pengalaman 6:27 dari para pendahulunya, bukan memulai 6:30 dari kekosongan. 6:34 Adapun masyarakat di bawah seharusnya 6:37 mereka tidak 6:40 dijerumuskan dalam pertentangan mazhab. 6:43 yang mendorong akhirnya menuju ke 6:45 fanatikan 6:47 yang akan membuat awam terpecah belah 6:50 satu dengan lainnya. 6:52 Dan kita juga harus mengetahui 6:55 Pak Ahmad Roni bahwa mazhab metode 6:59 berpikir, 7:01 metode para ulama dalam memetik hukum 7:05 dari dalil-dalil seperti Al-Qur'an dan 7:08 sunah nabinya 7:11 itu berhubungan dengan hal-hal yang 7:15 tidak ditegaskan dalam nas Al-Qur'an 7:18 maupun sunah Rasul. itu merupakan 7:21 hal-hal yang baru 7:24 yang terjadi di kemudian hari setelah 7:26 wafatnya Nabi kita Muhammad sallallahu 7:28 alaihi wasallam. Al-Qur'an tidak 7:31 menyebutkan 7:32 hukum secara eksplisit berkaitan dengan 7:35 kejadian tersebut. Rasul juga belum 7:38 pernah memberikan fatwa dalam hal 7:40 tersebut karena belum pernah terjadi 7:42 pada masa Nabi. 7:45 Tapi Al-Qur'an memberikan kita 7:47 rambu-rambu atau bagi para ulama 7:49 memberikan rambu-rambu ya metode 7:53 dalam menjawab tantangan-tantangan 7:56 zaman. 7:59 Di dalam menghadapi tantangan zaman, 8:01 para sahabat ya seperti Abu Bakar ketika 8:05 berhadapan dengan satu kasus, Rasul 8:07 tidak pernah memutuskan dalam kasus 8:10 tersebut dia mengatakan, "Ajtahiduri, 8:12 saya berijtihad." 8:13 H 8:15 apabila pendapat saya ya mengenai 8:19 kebenaran inana shawaban. Kata sawab itu 8:23 menggambarkan mengenai kebenaran. 8:28 Faminallah itu merupakan petunjuk dari 8:30 Allah. Wain kan kataan. Tapi kalau 8:32 meleset dari kebenaran 8:35 faminni winya maka ini kembali kepada 8:37 saya dan setan. 8:40 Jadi yang salah di sini bukan hukum 8:41 Allah tapi ijtihad saya yang tidak apa? 8:45 Ijtihad saya yang tidak mengenai 8:48 sasaran. 8:50 Dia tidak mengatakan inkan haqqon. 8:53 Kalau pendapat saya hak. Tidak. Karena 8:55 hak itu merupakan kebenaran yang pasti. 8:58 Ini yang datang dari Allah Subhanahu wa 9:00 taala. Alhaquq mirbika fala takunanna 9:05 minal mumtarin. Adapun yang datang dari 9:07 pemikiran manusia yang kembali kepada 9:10 analisis mereka, ijtihad mereka, tidak 9:12 dapat dikatakan hak kecuali kalau sesuai 9:16 dengan yang hak. Maka pendapat manusia 9:19 masuk dalam kategori sawab dan khata. 9:23 Begitu juga Imam Syafi'i ketika dia 9:26 berijtihad dalam satu masalah, dia 9:29 mengatakan, "Hoiwabun 9:32 indi." Pendapat ini pendapat saya 9:35 menurut saya benar mengenai sasaran 9:39 tapi yahtamilul khat bisa saja salah. 9:42 Waruhairi khun indi. Pendapat orang lain 9:45 di mata saya tidak benar. Tapi 9:48 yahtamilus bisa saja pendapat dia yang 9:50 benar. Artinya Syafi'i tidak pernah 9:53 mengklaim bahwa beliau memonopoli 9:55 kebenaran. Begitu juga para mujtahid 9:58 yang lain. Jadi ijtihad itu ya ya 10:03 demikian pula intervensi mazhab 10:06 itu berkaitan dengan ranah yang tidak 10:10 terdapat nas yang tegas memutuskan satu 10:15 perkara. Karena kebetulan kejadian 10:17 tersebut belum terjadi pada masa Nabi 10:19 kita maupun pada masa masa sahabat. Maka 10:22 dibutuhkan ijtihad yang baru untuk 10:24 menghadapi tantangan yang sama. Dan 10:26 ijtihad bukan dimulai dari kekosongan, 10:28 tapi atas dasar ilmu, syarat-syarat yang 10:31 harus terpenuhi bagi seorang mujtahid. 10:35 Imam Abu Hanifah seorang mujtahid. Dia 10:38 juga memiliki murid yang bernama Abu 10:42 Yusuf. [mendengus] 10:44 Ada juga murid yang bernama Muhammad bin 10:46 Hasan As-Syaibani yang bersahabat dengan 10:48 Imam Syafi'i bertukar pikiran 10:50 bersamanya. Muhammad bin Hasan Asyaibani 10:53 tidak sepenuhnya mengikuti pendapat 10:54 gurunya. 10:55 H. 10:56 Begitu juga Abu Yusuf tidak sepenuhnya 10:59 juga mengikuti pendapat gurunya. 11:02 Imam Malik, 11:04 imam mujtahid di Madinah pada saat itu. 11:07 Di antara muridnya Imam Syafi'i 11:08 radhiallahu anhuma. 11:11 Tapi setelah Imam Syafi'i matang, 11:14 pendidikannya betul-betul telah memenuhi 11:16 syarat untuk menjadi seorang mujtahid, 11:19 Imam Malik mengizinkan dia berijtihad. 11:21 Dan dalam sebagian ijtihad Syafi'i 11:23 terdapat perbedaan dengan ijtihad 11:25 gurunya. Ini bukan sikap kurang ajar, 11:27 tapi karena apa? Karena ya sudut pandang 11:31 yang berbeda bisa menghasilkan 11:32 kesimpulan yang berbeda. Tapi ini bukan 11:35 pada masalah-masalah yang inti yang 11:38 mendasar, tapi ini biasanya ya 11:41 berhubungan dengan apa? Dengan ee 11:46 ranah di mana tidak terdapat nas yang 11:49 tegas dalam masalah tersebut. Maka para 11:53 mujtahid ya mereka kembali kepada 11:55 Al-Qur'an. Ada yang mengikuti kias ya, 11:59 ada juga yang menolak kias. Ada yang 12:01 menolak ki 12:02 kias. 12:02 Kias. Nah, yang menolak kias mengatakan 12:06 kalau seandainya kias tersebut 12:08 disebutkan ilatnya secara tegas dan 12:10 jelas dapat diterima. 12:13 Tapi kalau ilat tidak disebutkan dalam 12:14 hukum maka dengan sendirinya apa? Dengan 12:17 sendirinya kias tersebut tidak dapat 12:19 diterima. Ini merupakan ee hal yang 12:22 panjang dalam kajian-kajian ijtihad. 12:26 Jadi sebetulnya para ulama bersepakat 12:28 lajtihada fima lajtihada fima fihi nasun 12:34 shihun. Tidak dibenarkan seorang 12:37 berijtihad pada satu kasus, satu masalah 12:40 yang sudah ada tegas dia punya apa? Dia 12:42 punya nas. 12:45 Jadi Imam Syafi'i, Imam Malik, Imam 12:47 Ahmad bin Hambal, manusia-manusia 12:50 yang meneliti, mengkaji, 12:54 tapi apa yang mereka simpulkan bukan 12:56 merupakan kebenaran yang mutlak. Bisa 12:59 saja ya Syafi'i benar dalam satu 13:02 masalah, dalam masalah yang lain 13:05 ijtihadnya tidak sesuai. Hm. 13:07 Begitu juga para imam yang lain. Oleh 13:11 karena itu, seorang yang menuntut ilmu 13:16 he 13:16 yang memiliki kemampuan seharusnya 13:18 mengkaji pendapat-pendapat para ulama 13:20 tersebut agar dia memiliki pengalaman 13:22 sebagaimana dokter yang belajar 13:24 mempelajari pengalaman dokter-dokter 13:26 sebelumnya dalam menangani kasus 13:28 contohnya paru-paru h 13:31 atau penyakit hepatitis. dengan 13:32 pengalaman dokter ya yang lalu dia 13:35 memiliki bekal pengetahuan bukan memulai 13:38 dari kekosongan atau memulai dari nol 13:40 kembali tapi bukan berarti dia terikat 13:44 dengan pandangan para ulama terdahulu 13:47 bisa saja dia menemukan penemuan baru 13:50 atau melihat satu pendapat lebih tepat 13:53 untuk situasi kondisi yang dihadapinya 13:55 daripada pendapat yang lain. 13:57 Oleh karena itu 14:00 yang 14:01 mempelajari mazhab 14:04 atau yang mengikuti katakan pendapat 14:06 satu mazhab seharusnya yang menentukan 14:09 adalah ulama bukan awam. 14:10 He. 14:11 Nah, ulama berhadapan dengan masyarakat 14:13 di bawah ajarkan hukum-hukum Allah 14:16 Subhanahu wa taala ya yang bersumber 14:19 dari syariat yang tegas. Kalau berkaitan 14:23 dengan ijtihad dan pendapat si ulama 14:25 memberikan bimbingan kepadanya. Ya, ini 14:28 merupakan apa? Ee pendapat yang kita 14:31 ikuti, tapi bukan berarti pendapat yang 14:34 berbeda salah. Jadi, jangan sekali-kali 14:36 kalian kalau melihat saudara kalian yang 14:39 berbeda, katakan satu qunut, satu tidak 14:41 qunut. Jangan kalian ribut di antara 14:43 kalian. Tapi hendaknya masing-masing 14:47 mendoakan agar amal saudaranya diterima 14:50 sebagaimana juga amalnya. Begitu juga 14:53 dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan 14:55 katakan perekonomian, kehidupan sosial 15:00 atau keputusan untuk apa untuk ee 15:03 berperang dan lain sebagainya. Ini bukan 15:04 merupakan hal yang dibicarakan oleh 15:07 masyarakat awam. Harus ulama-ulama yang 15:09 mumpuni bicara masalah ini. Jadi 15:12 berkaitan dengan mazhab itu sebetulnya 15:16 merupakan apa? merupakan ranah kajian 15:20 penelitian para ulama yang mumpuni. 15:23 Adapun awam karena mereka tidak mengenal 15:26 metode pengambilan hukum, tidak dapat 15:28 membedakan juga awam mana yang terdapat 15:31 nasi yang tegas dan mana yang tidak 15:33 terdapat nasi yang tegas, seharusnya 15:35 mereka jangan diracuni oleh fanatisme 15:38 bermazhab. 15:40 Tidak diracuni oleh fanatisme 15:43 bermazhab. Kita harapkan ulama-ulama 15:45 yang tampil mengajar itu bukan hanya 15:48 ulama yang mengajarkan hukum-hukum fikih 15:51 tanpa dalil, tapi ulama-ulama yang 15:53 mumpuni, mengajarkan umat. Apalagi 15:56 dengan bantuan media pada saat ini, 15:58 mereka bisa menjelaskan kepada umat 16:00 setiap masalah, setiap hukum dengan 16:02 dalilnya. Dia boleh mengutip Syafi'i 16:05 memiliki pandangan seperti ini, Malik 16:08 memiliki pandangan seperti ini. Menurut 16:10 hemat saya, pendapat katakan Malik atau 16:13 Syafi'i lebih tepat untuk situasi 16:15 kondisi. 16:16 Kalau dia berijtihad berdasarkan ilmu, 16:19 maka kalau benar mendapatkan dua pahala. 16:22 Kalau salah dia mendapatkan satu pahala 16:25 dengan syarat bahwa dia berijtihad 16:28 dengan persyaratan yang terpenuhi. bukan 16:31 berijtihad tanpa dasar ilmu. Karena 16:34 kalau tanpa dasar ilmu bukan ijtihad, 16:36 tapi namanya apa? Seradak seruduk. 16:39 He. 16:39 Namanya seradak seruduk dan serampangan 16:42 tanpa dasar ilmu. Orang yang mengambil 16:45 ee atau yang bertindak seperti ini dia 16:47 orang yang betul-betul ya melakukan 16:51 perbuatan dosa dan bisa menyesatkan 16:54 manusia. Seperti yang kita jumpai pada 16:57 fatwa-fatwa yang kita dengar dari 16:58 sebagian orang yang tak berilmu 17:00 menimbulkan akhirnya waliyadubillah 17:02 fitnah di tengah-tengah umat. 17:05 Seperti yang kita dengar dari Ulil Absar 17:08 ketika dia mengatakan bahwa ee apa yang 17:12 terdapat dalam Al-Qur'an ya yang tidak 17:14 sesuai dengan akal itu bersifat 17:16 temporer. 17:18 Nah, kita akan mengikuti selagi cocok, 17:21 selagi tidak cocok kita akan tinggalkan. 17:24 Ini ucapan dan pendapat dia mengenai 17:26 Al-Qur'an yang merupakan pedoman hidup 17:28 bagi kita semua yang datang dari Allah. 17:30 Apa yang ditegaskan dalam Al-Qur'an kita 17:32 mengatakan samna wahanna. 17:35 Karena ini merupakan syariat yang datang 17:37 dari Allah. 17:39 Kalau ada perbedaan di antara pendapat 17:42 para mujtahid ya dalam katakan ee 17:45 menguraikan satu persoalan 17:49 yang tidak terdapat nasnya dengan 17:51 sendirinya kita tidak harus mengikuti 17:55 satu mazhab tapi kita dapat memilih di 17:59 antara pendapat yang ada tersebut ya 18:01 mana yang paling cocok dengan ee situasi 18:04 kondisi yang dihadapi umat pada saat 18:06 ini. Adapun dalam masalah-masalah 18:09 perbedaan ritual dan fikih dalam ibadah 18:12 hendaknya jangan kita besar-besarkan. 18:15 Malu kita berhadapan dengan tantangan 18:17 zaman yang besar sebagai contoh 18:20 menghadapi kasus ee katakan ee 18:23 deforestisasi. Deforisasi 18:26 penggundulan hutang. 18:30 terjadinya bencana, 18:32 banjir, longsor, ya. Kemudian terjadinya 18:37 juga petaka di tengah-tengah kehidupan 18:39 manusia. Kita bertanya, "Mana nih peran 18:41 ulama dalam menghadapi tantangan ini?" 18:45 Dalam bidang perekonomian. Mana 18:46 ijtihad-ijtihad mereka yang mampu untuk 18:48 memberikan solusi? 18:50 Dalam bidang sosial? mana peran mereka 18:53 dalam membimbing masyarakat untuk 18:55 menjadi masyarakat yang betul-betul 18:57 harmoni, 18:58 bersatu. Malah yang terjadi mereka 19:01 menimbulkan fitnah di tengah-tengah 19:03 umat. Bukan berperan positif malah 19:06 mereka wal iyadzubillah menjadi penyebab 19:08 fitnah di antara umat dengan meracuni 19:11 umat dengan kefanatikan terhadap 19:14 pendapat mereka atau guru-guru mereka 19:16 atau sekta maupun mazhab mereka. 19:19 Jadi kepada Bapak Ahmad Roni, berkaitan 19:22 dengan mazhab kita harus tahu bahwa 19:24 mazhab itu bukan bukan agama. 19:27 Mazhab itu merupakan metode, manhaj, 19:31 cara yang ditempuh seorang mujtahid 19:34 dalam memahami nas, baik itu baik itu 19:39 Al-Qur'an maupun sunah-sunah Nabi untuk 19:41 menjawab tantangan zaman. Oleh karena 19:44 itu, banyak pendapat-pendapat para 19:47 mujtahid terdahulu. Sebetulnya banyak 19:50 yang tidak lagi cocok untuk menjadi 19:53 jawaban bagi tantangan zaman saat ini. 19:55 Karena apa? 19:55 Karena mereka tidak mengalami kejadian 19:58 yang mereka hadapi saat ini. Imam 20:01 Syafi'i dari Irak 20:02 pergi ke Mesir. Mas Krishna. 20:03 Iya. 20:04 Ternyata ijtihadnya di Mesir bisa 20:06 berbeda dengan di Irak. Bahkan di Mesir 20:09 terdapat dua pendapat dalam satu 20:11 masalah. Kenapa? Karena situasi kondisi 20:14 yang dihadapi berbeda, akhirnya 20:16 melahirkan juga perbedaan apa? Perbedaan 20:18 hukum. 20:20 Jangan jauh-jauh. 20:23 Kalau katakan umpamanya 20:26 seorang ya katakan mencuri, seorang 20:30 mencu 20:30 mencuri 20:32 dia mencuri karena lapar untuk 20:34 memberikan makan keluarganya. 20:37 Untuk memberikan makan 20:38 keluarganya 20:39 di mana tidak ada yang memberikan 20:41 pertolongan kepadanya. 20:43 Dia terpaksa melakukan hal ini dengan 20:45 seorang pencuri ya yang mencuri karena 20:48 apa? Karena profesi. 20:51 Tidak ingin bekerja pada dia mampu 20:53 bekerja ya. Dia menjadikan 20:56 pencurian ini sebagai profesi untuk apa? 21:00 Untuk 21:01 menyenangkan 21:03 ya. Katakan dirinya juga untuk mencari 21:05 keuntungan dengan cara yang tidak benar 21:07 walaupun merugikan orang lain. Kira-kira 21:09 hukum berbeda enggak, Mas Krista? Beda 21:10 berbeda. Orang yang mencuri karena 21:13 lapar, terdesak oleh kesusahan hidup 21:16 bukan hanya tidak dihukum bahkan 21:17 diberikan solusi. 21:19 Berarti ada kesalahan masyarakat yang 21:21 mengabaikan orang ini. Padahal 21:22 seharusnya orang yang beriman atau 21:24 sesama manusia bahkan dia nonmuslim. 21:27 Kalau dia kelaparan kita berdiam 21:29 berpangku tangan dan tahu kita 21:30 bertanggung jawab di hadapan Allah 21:31 Subhanahu wa taala. Tapi yang mencuri 21:34 sebagai profesi untuk mencari keuntungan 21:36 yang tidak benar dengan merugikan orang 21:38 lain hukumannya berbeda. Jadi para 21:41 mujtahid 21:42 mereka ini yang berhadapan dengan apa? 21:45 Kasus demi kasus secara langsung. Nah, 21:48 para mujtahid mengambil dari pengalaman 21:50 katakan para sahabat Nabi mengambil juga 21:54 dari sunah-sunah Nabi dalam menetapkan 21:57 dan menyimpulkan hukum untuk menghadapi 21:59 tantangan yang dihadapinya. Begitu juga 22:01 pada saat ini, Mas Krishna, ulama-ulama 22:04 kita seharusnya mereka mengkaji, 22:07 meneliti ya. Kemudian dari hasil 22:10 penelitian mereka sesuai dengan 22:13 pengalaman yang mereka hadapi, tantangan 22:15 yang di hadapan mereka, mereka 22:16 memberikan solusi. Jangan kita gunakan 22:19 jawaban-jawaban masa lampau untuk kasus 22:21 yang berbeda, kita jadikan sebagai 22:23 jawaban untuk menghadapi masa kini. 22:25 Salah sekali 22:26 orang kalau sekarang berhadapan dengan 22:28 satu masalah katakan mereka mengatakan 22:30 kita kembali kepada Fathul Muin, kembali 22:33 kepada al-minhaj. 22:36 Ini merupakan buku-buku ulama yang 22:38 ditulis oleh ulama terdahulu. Mungkin 22:40 cocok pada masa itu, tapi untuk saat 22:42 ini. Kenapa bukan kembali kepada kitab 22:45 Allah, kembali kepada sunah rasul-Nya, 22:47 lalu kita teliti pendapat para ulama, 22:50 kemudian kita melihat apakah ada 22:52 pendapat para ulama. ya yang cocok untuk 22:55 menjadi apa solusi bagi s. Kalau tidak 22:59 maka ditempuh ijtihad yang baru yang 23:02 sesuai dengan penerangan yang 23:05 diterangkan dalam Al-Qur'an maupun 23:07 sunah-sunah Nabi kita Muhammad 23:08 sallallahu [berdehem] alaihi wasallam. 23:10 Oleh karena itu, sebagai penutup 23:13 kita harus tahu bahwa kita ini ya adalah 23:17 orang-orang yang beriman 23:19 dan nama yang Allah berikan untuk kita 23:21 adalah Islam. 23:23 Kita adalah orang-orang ya yang bernama 23:26 muslimin. Ini bukan hanya terbatas pada 23:29 umat nabi kita, tapi umat sebelumnya 23:31 termasuk Ibrahim berwasiat kepada 23:34 anak-anaknya. Wala tamutunna illa wa 23:37 antum muslimun. Begitu pula Yaakub. 23:38 Begitu pula Nabi Allah Nuh alaihialatu 23:41 wasalam. Sedangkan mazhab ini merupakan 23:44 metode dan cara pengambilan hukum yang 23:47 menjadi otoritas dari para ulama bukan 23:51 rakyat. Oleh karena itu, Imam Tajuddin 23:54 Assubki mengatakan, 23:56 "Alami la mazhabala." Orang awam tidak 24:00 sama sekali memiliki mazhab. Mazhabnya 24:03 tergantung apa yang diajarkan gurunya. 24:05 Dan gurunya betul-betul orang yang 24:07 mumpuni, yang memenuhi syarat untuk 24:09 berbicara tentang apa? Tentang 24:12 hukum-hukum 24:14 yang Allah Subhanahu wa taala ajarkan. 24:16 Begitu pula dicontohkan oleh Nabi kita 24:18 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 24:20 Jadi pertentangan perselisihan di 24:22 seputar mazhab menggambarkan bahwa umat 24:25 Islam belum dewasa. Mereka masih 24:28 kanakkanak saling membanggakan mainan 24:30 mereka di antara teman-teman mereka 24:32 bukan orang yang dewasa berpikirnya. 24:34 Wallahuam. 24:35 Baik, demikian jawaban untuk Bapak Ahmad 24:36 Roni di Yogyakarta. Selanjutnya dari 24:39 Bapak Rian di Hongkong. Asalamualaikum 24:41 Husein. 24:41 Waalaikumsalam warahmatullah. 24:43 Bagaimana seorang muslim menjaga 24:44 identitasnya tanpa bersikap fanatik? 24:49 Bismillahirrahmanirrahim. 24:53 Fanatisme dalam bahasa Arabnya adalah 24:56 ashabiyah. Asobih ya. 25:02 Kata ashabiyah Mas Krishna ya itu 25:04 diambil dari kata apa? 25:07 Isabah. 25:09 Kalau orang menutup matanya, menutup 25:11 matanya ya hingga tidak melihat. 25:16 Kemudian dia berbicara 25:19 tanpa dasar apa? Tanpa dasar apa? Tanpa 25:23 dasar ilmu, tanpa dasar informasi ya. 25:28 Dari apa yang dilihat maupun didengar 25:29 karena matanya tertutup. 25:31 Kira-kira bagaimana? 25:33 Bagaimana kira-kira hasil dari apa? Dari 25:37 ucapan orang tersebut 25:39 tidak tepat. 25:41 Dia tidak melihat, tidak menyaksikan, 25:43 kemudian dia bicara. 25:46 Kemudian apa? Dia bersikukuh menganggap 25:49 pendapat yang benar. 25:51 Jadi orang yang bersikukuh 25:54 berpegang kepada pendapatnya tanpa dasar 25:56 dalil itu dikatakan seorang fanatik. 26:00 Tapi kalau orang yang terbuka untuk 26:02 mendengarkan kebenaran, mempelajari juga 26:04 dalil, ya mendengarkan dengan jernih, 26:08 kemudian dia mau menerima ya mau 26:10 menerima 26:12 kesimpulan 26:14 yang disimpulkan oleh dalil ya dan 26:17 argumen yang benar, maka yang dilakukan 26:19 itu bukan merupakan ashabiyah atau 26:21 fanatisme. 26:24 Oleh karena itu, Imam Ali Zainal Abidin 26:27 alaihialatu wasalam mengatakan, "Laisa 26:30 minal ashabiyati an tuhibbaumaka 26:34 wa ahlaka." Tidak termasuk dalam 26:37 kategori fanatik kalau kamu tuh 26:39 mencintai kaummu, mencintai 26:42 keluarga kamu atau mencintai bahasa 26:45 ibumu. 26:46 Hm. 26:46 Contoh, orang pergi ke Makkah, kebetulan 26:49 dia orang Sunda. Ketemu sesama orang 26:50 Sunda, bimana perasaannya? 26:52 Senang. 26:53 atau dia orang Jawa ya lama tidak 26:56 bertemu dengan teman-temannya 26:58 orang-orang Jawa. Dia bekerja di sana 26:59 ketemu dengan sesama orang Jawa pasti 27:01 hatinya senang. Itu bukan bahagian dari 27:03 fanatisme. 27:05 Walakinnal ashabiyah. Tapi yang termasuk 27:08 dalam ashabiyah atau kefanatikan ini 27:13 adalah apa? 27:15 Walakinal asobiyati anar 27:19 sirumikaar 27:21 indak waarin 27:24 akir 27:26 asiah itu kalau kamu memandang 27:29 orang-orang yang bobrok yang bejat yang 27:31 tidak benar dari kaummu benar 27:33 h 27:34 sedangkan orang-orang yang baik yang 27:36 mulia dari kaum orang lain kamu anggap 27:38 bejat dan tidak benar itu asaliah. 27:42 Nah, kita dalam Islam tidak ada yang 27:45 namanya asabiyah. Karena apa? Karena 27:48 kita beriman. Beriman yang dibangun di 27:52 atas dalil dan kebenaran. 27:56 Kalau dia beriman atau mengatakan 27:57 beriman tanpa dasar ilmu dan kebenaran, 28:00 sayang sungguh sayang, dia belum 28:01 beriman. Dia belum beri 28:03 beriman 28:04 beriman karena dia belum memahami apa 28:06 itu iman, belum resap ke dalam hatinya. 28:08 Sebagaimana firman Allah kepada 28:10 orang-orang badwi yang datang masuk 28:12 Islam. Mereka mengatakan, "Kami 28:13 beriman." 28:15 Waqatilu amanna. Orang-orang Badui 28:17 mengatakan, "Kami beriman." Dijawab oleh 28:20 Allah, "Qulam tminu, kalian belum 28:22 beriman." Walakin qulu aslamna. Tapi 28:25 katakan kami baru masuk Islam. 28:27 Walammaulil imanu fiubikum. Iman belum 28:30 masuk ke dalam hati kalian. 28:34 Jadi, iman dalam Islam itu dibangun atas 28:36 dasar, pemahaman, 28:39 kepercayaan, keyakinan. lalu diikuti 28:42 dengan amal. Kalau tidak diikuti dengan 28:45 amal, kebaikan sesuai dengan imannya, 28:48 maka belum masuk ke dalam keimanan yang 28:52 sempurna. Keimanannya hanya sebatas 28:54 percaya dan yakin, tapi tidak diiringi, 28:56 diikuti dengan amal yang menjadi 28:59 manifestasi daripada imannya kepada 29:01 Allah maupun imannya kepada Rasul dan 29:03 imannya kepada kitabnya. [mendengus] 29:07 Nah, pada saat dia berhadapan dengan 29:09 apa? dengan katakan perbedaan dia 29:12 sebagai seorang muslim, seorang mukmin, 29:15 dia akan berusaha betul-betul untuk apa? 29:18 mengikuti yang benar. 29:20 Dia mendengarkan pendapat-pendapat para 29:23 ahli yang memaparkan 29:25 ee pendapat mereka, bukan pendapat orang 29:27 bodoh ya. Karena sekarang yang dijadikan 29:29 ikutan orang bodoh. 29:31 Yang dijadikan ikutan orang 29:33 orang bodoh. 29:33 Yang bekerja berbicara tanpa dalil, 29:37 orang berfanatik kepadanya. akhirnya 29:39 mengakibatkan waliyadubillah umat 29:41 tersesat karena kebodohan orang-orang 29:43 bodoh yang tampil menjadi pemimpin. 29:48 Sebagai contoh pada akhir-akhir ini saya 29:51 lihat viral di YouTube 29:54 yaitu 29:57 Abah Aus dan para pengikutnya. Saya 29:58 seperti tidak ingin menyebutkan, tapi 30:00 karena sudah viral 30:03 dengan pernyataan-pernyataan dia, 30:05 ucapan-ucapan dia yang tidak bersumber 30:08 dari kitab Allah, tidak bersumber dari 30:10 sunah Rasul, tapi para pengikutnya 30:12 mengatakan sebagaimana Rasul 30:17 akhlaknya adalah Al-Qur'an. Begitu juga 30:19 Aba Aus akhlaknya Al-Qur'an pada tidak 30:20 satuun dari sikap perbuatannya ya 30:24 bersumber dari Al-Qur'an maupun sunah 30:26 Rasul. 30:28 Saya tahu ucapan ini mungkin menyinggung 30:29 para pengikutnya, tapi ini harus 30:31 diluruskan. 30:32 Ini wali iyadubillah merupakan apa? 30:34 Merupakan penyimpangan dari petunjuk 30:37 Allah Subhanahu wa taala. Petunjuk juga 30:40 yang dibawa rasulnya dengan mudah 30:42 mengucapkan bahwa ini haram. Sebagaimana 30:44 di depan umum dia mengatakan bahwa 30:47 menggunakan kopiah hitam ya hukumnya 30:51 haram. Haram. Haram dengan tegas. Dari 30:54 mana dasar dalilnya? 30:58 Jadi apa yang dilakukan Aba Aus ketika 31:01 mengatakan kalian tidak ada kalau tidak 31:03 ada ada Aba Aus. Ini ucapan-ucapan yang 31:05 Rasul tidak pernah sama sekali ucapkan. 31:08 Tapi para pengikutnya dengan buta 31:11 mengikutinya tanpa melihat dia benar 31:13 atau salah. Adapun pendidikan Nabi kita 31:15 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 31:17 mendidik para pengikutnya untuk tidak 31:20 mengikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. 31:24 Wala takfu ma laisa bihi ilmun. Jangan 31:27 ikuti sesuatu tanpa dasar ilmu. Innama 31:30 wal bashar wal fuada ulika 31:34 masura. Jangan sekali-kali kamu ikuti 31:36 dasar ilmu. Sesungguhnya pendengaranmu, 31:38 penglihatan kamu. 31:41 Begitu pula fuad yang Allah berikan 31:44 kepada kamu. 31:46 Kelak akan ditanya oleh Allah Subhanahu 31:48 wa taala. Informasi yang kamu dapatkan 31:51 melalui indra kamu masuk ke dalam fuad. 31:54 Kemudian di sana sikap fu menentukan 31:58 apakah dia akan menerima kebenaran atau 32:00 tidak. Kelak akan ditanya oleh Allah. 32:03 Kalau dalam keadaan jahil, tidak tahu, 32:06 tanpa disengaja karena tidak ada yang 32:08 mengajarkannya, Allah akan mengadili dia 32:11 sesuai dengan ilmu yang sampai padanya. 32:12 Tapi setelah dia menerima informasi 32:14 kebenaran, kemudian fuadnya lebih 32:17 condong kepada yang batil daripada yang 32:20 benar, maka kelak dia akan berdiri di 32:22 hadapan Allah Subhanahu wa taala. Nah, 32:24 seorang berfanatik itu pada saat fuadnya 32:28 memilih untuk mengikuti kebatilan. 32:29 Karena apa? 32:31 karena berasal dari kaumnya, berasal 32:34 dari keluarganya, sejalan dengan hawa 32:36 nafsunya. Nah, yang kita saksikan pada 32:39 saat ini hampir kebanyakan masyarakat 32:42 ini berfanatik buta kepada tokoh, kepada 32:45 ikutan atau kepada partai maupun sekte. 32:51 seharusnya organisasi ormas-ormas Islam 32:55 atau mazhab dan lain sebagainya ini 32:57 bukan menjadi lawan dari Islam, tapi 33:00 seharusnya menjadi wasilah untuk 33:02 mengajak umat semuanya bersatu menuju 33:04 Allah Subhanahu wa taala. Jadi kepada 33:07 saudara kita yang bertanya 33:09 mengenai bagaimana kita bisa menjalankan 33:13 Islam tanpa kefanatikan, 33:15 sebetulnya dari mulai pertama Allah 33:18 mengharamkan orang yang berfanatik. 33:22 Sampai Allah katakan ya kepada kita 33:23 berulang kali menggambarkan orang yang 33:26 berfanatik kepada leluhurnya. Waidza 33:28 qila lahumutabiu ma anzalallah qolu 33:31 baltabiu ma alfa alaihi abaana awalau 33:35 kana abauhum la yaqilunaan wala 33:37 yahtadun. Kalau dikatakan kepada mereka, 33:39 "Mari kita kembali kepada apa yang Allah 33:41 turunkan dalam kitabnya." 33:45 Mereka berkata, "Tidak. Kami hanya akan 33:47 mengikuti apa yang kami dapatkan dari 33:48 leluhur kami. 33:51 Apakah mereka akan tetap di belakang 33:53 leluhur mereka walaupun leluhur mereka 33:55 tidak berakal dan tidak mengikuti 33:57 petunjuk? 33:58 Begitu juga dalam surat Luqman. Waq 34:00 lahumbiu mazal qalbiu ma wajna alaihi 34:04 abana 34:06 aalauumabir. 34:09 Kalau dia katakan pada mereka, "Mari 34:11 kita kembali pada kitab Allah." 34:14 Mereka mengatakan tidak. Kami hanya akan 34:16 mengikuti apa yang kami jumpai dari 34:18 leluhur kami. Apakah mereka tetap di 34:20 belakang leluhur mereka walaupun setan 34:22 mengajak mereka menuju api neraka sair. 34:24 Jadi, seorang mukmin, seorang muslim 34:26 adalah orang yang terbuka hatinya 34:28 menerima kebenaran, tidak menyombongkan 34:31 diri. Apa yang datang dari Allah secara 34:33 pasti, begitu juga dari rasulnya, dia 34:35 mengatakan sam'na wahanna. Karena dia 34:38 tahu datang dari penciptanya yang maha 34:40 tahu lagi maha bijaksana. Nah, apa yang 34:42 datang dari pendapat manusia? 34:45 Allah Subhanahu wa taala mengajak dia 34:47 untuk bersikap cerdas. Jangan ikut tanpa 34:50 dasar ilmu agar tidak dikendalikan, agar 34:54 tidak dibully hingga tanpa disadari dia 34:57 disesatkan dari jalan yang benar. Jadi 35:00 Islam mengajak kita untuk berpikir 35:02 benar, mengikuti petunjuk Allah 35:05 Subhanahu wa taala, petunjuk Rasul-Nya. 35:07 Hidup betul-betul mencintai kebaikan, 35:09 berbuat kebaikan. Kalau kita lakukan hal 35:12 ini, insyaallah ya kita tidak akan 35:16 menimbulkan fitnah di tengah umat dan 35:18 perilaku kita akan menjadi perhatian dan 35:21 ikutan bagi masyarakat banyak. Jadi 35:24 kalau kita menghadapi yang mungkar, kita 35:26 kritik yang mungkar dengan cara baik 35:28 dengan tujuan mengajak orang tersebut 35:29 meninggalkan yang mungkar, mengajak 35:32 kepada yang makruf dengan cara yang 35:33 baik, diikuti tidak diikuti, itu bukan 35:36 tanggung jawab kita. Kita diperintahkan 35:38 untuk melaksanakan amar makruf nahi 35:40 mungkar. hasilnya kembalikan pada Allah 35:42 Subhanahu wa taala. Seperti dalam kasus 35:44 katakan bencana yang terjadi di Aceh, 35:47 yang terjadi di Padang, yang terjadi di 35:50 Subolga, kewajiban kita untuk 35:52 mengingatkan 35:54 kesalahan-kesalahan kebijakan yang 35:56 berlangsung selama ini. Dan di samping 35:58 itu, kita wajib untuk mengerahkan 36:00 kemampuan kita mengajak orang-orang 36:03 membantu mereka-mereka yang menjadi 36:04 korban. Bukan kita bersorak menyaksikan 36:07 mereka yang menderita atau hanya sekedar 36:09 kita melakukan pengamatan tanpa 36:11 mengelurkan sesuatu. Dan di sini 36:14 pemerintah bertanggung jawab setiap 36:18 kejadian yang terjadi ini yang merupakan 36:21 sebab mereka-mereka bertanggung jawab di 36:22 hadapan Allah. Bukan hanya sekedar 36:25 banjir, tapi korban yang berjatuhan 36:26 menjadi tanggung jawab mereka di hadapan 36:28 Allah. Begitu juga setelah mereka 36:30 menjadi korban kemudian mereka 36:32 membutuhkan bantuan. pemerintah tidak 36:34 mengelurkan tangannya untuk membantu 36:36 mereka, maka semua kejahatan ini menjadi 36:39 tanggung jawab pejabat pemerintah di 36:41 atas. Apalagi yang menjadi penyebab 36:43 bencana ini. Dan ulama-ulama, mari 36:46 bersama-sama kita ingatkan umat untuk 36:48 mengelurkan bantuannya bagi 36:49 saudara-saudara kita yang menjadi 36:50 korban. Wallahuam. 36:53 Baik, selanjutnya dari Bapak Wyono di 36:55 Bogor. Asalam Ustaz Husein. 36:57 Waalaikumsalam. Apa artialat 37:02 wusir bikum ahad 37:04 di surat Alkahfi 19 kalau artinya lembut 37:06 senutnya kepada siapa? dari Bapak Wyono 37:09 diur 37:10 Bapak Wirono. 37:12 Ayat ini berhubungan dengan 37:15 ee perintah ya dari 37:21 salah sesuat salah seorang ya Ashabul 37:25 Kahfi yang berdiam di Goa. Setelah 37:27 mereka keluar dari Goa 37:30 kemudian mereka bertanya-tanya berapa 37:32 lama mereka tidur. 37:35 Ada yang mengatakan 1 hari, ada yang 37:37 mengatakan setengah hari. Terjadi 37:39 pertentangan di antara mereka karena 37:41 tidak ada tanda yang menunjukkan berapa 37:43 lama mereka tidur. Karena tidak ada 37:46 perubahan. Rambut mereka juga biasa ya, 37:50 kondisi mereka juga biasa, 37:52 anjing mereka juga dalam keadaan biasa. 37:54 Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan 37:56 bahwa mereka apa? Tertidur dalam waktu 37:59 lama apalagi sampai 300 tahun. 38:03 Akhirnya mereka putuskan tidak perlu 38:06 kita berdebat berapa lama ya kita 38:09 tertidur. 38:11 Allah lebih tahu dalam persoalan 38:13 sekarang. Yang penting kita butuh makan. 38:15 H. 38:15 Coba kamu ambil perak kamu. 38:18 Hm. 38:19 Kamu pergi ke pasar untuk membeli 38:21 kebutuhan kamu. Tapi ingat waliyatalatf 38:24 hati-hati waspada. 38:26 Jangan menarik perhatian. 38:29 Waliyatalatf di sini maksudnya waspada. 38:31 Hati-hati karena dalam pandangan mereka 38:33 apa? Si raja masih ada. 38:35 Hm. 38:36 Dalam pandangan mereka, raja yang 38:37 memburu mereka, yang mengejar mereka ya 38:41 masih hidup bersama mereka. Karena 38:42 mereka berasa baru setengah hari tidur 38:44 atau 1 hari. 38:46 Jadi dia suruh hal seorang, "Kamu coba 38:48 menyelinap ke pasar, berhati-hati, 38:50 jangan menarik perhatian." 38:54 Ternyata begitu orang ini sampai di 38:55 pasar menggunakan mata uang yang 38:58 digunakan ratusan tahun yang lampau, 39:02 bukan mata uang yang berlaku pada saat 39:04 itu dengan capnya kan. Akhirnya menjadi 39:06 perhatian, 39:08 menjadi perhatian orang berkumpul sampai 39:11 akhirnya penguasa tempat tersebut ya 39:14 akhirnya apa? menyaksikan hal tersebut. 39:18 Dia bertanya, "Ini mata uang kamu yang 39:21 kamu gunakan bukan mata uang yang saat 39:23 ini ada. Ini mata uang yang digunakan 39:25 ratusan tahun yang lampau. [berdehem] 39:28 Dan penguasa negeri ini bukan lagi apa 39:31 penguasa negeri yang kafir dan ingkar 39:33 ya, yang menentang. Tapi penguasa pada 39:36 saat itu penguasa yang beriman." 39:39 Akhirnya setelah ditanya 39:42 penguasa tempat tersebut menemukan, 39:44 ternyata mereka-mereka merupakan 39:45 orang-orang yang melarikan diri dari 39:47 pengejaran penguasa yang zalim dan kafir 39:50 bersembunyi di dalam gua. Mereka tidak 39:52 merasa telah berlalu waktu yang lama. 39:55 Akhirnya beramai-ramai mereka 39:57 [mendengus] mendatangi gua, menemui 39:58 saudara-saudaranya. 40:01 Setelah mereka bertemu, mereka 40:03 menyaksikan ayat Allah Subhanahu wa 40:06 taala. 40:06 Masyaallah. 40:11 Mereka meyakini bahwa janji Allah hak 40:14 dan saat berakhirnya kehidupan dunia 40:17 juga merupakan hal yang hak melalui 40:20 kebangkitan mereka setelah kematian 40:22 mereka selama 300 tahun lebih mereka 40:25 wafat. Begitu mereka wafat penguasanya 40:28 akhirnya mulai berdebat. Apa yang kita 40:30 akan bangun sebagai kenangan buat 40:32 mereka. He. 40:33 Akhirnya mereka membangun masjid di sisi 40:36 makam mereka sebagai peringatan. 40:39 Membangun di atasnya masjid ya sebagai 40:42 peringatan untuk mengenang Ashabul 40:44 Kahfi. Di sini Allah Subhanahu wa taala 40:47 tidak mengritik mereka yang membangun 40:50 masjid apa? Di atas mereka kan. 40:52 Iya. 40:54 Tapi sebagian orang menganggap kalau 40:56 masjid ada makamnya seperti Masjid 40:58 Nabawi saja, mereka tidak mau sama 41:00 sekali apa? 41:02 Tidak mau sama sekali untuk mendekat. 41:04 Sebagian dari mereka enggak semuanya. 41:06 Begitu kalau masjid ada makam mereka 41:08 enggan untuk salat. Yang sebetulnya 41:09 diharamkan kita menyembah kuburan atau 41:13 meminta kepada ahli kubur. Adapun ada 41:16 makam di masjid atau di sisi masjid 41:18 bukan merupakan satu persoalan. Jadi, 41:20 jaga tauhid kita agar selalu kita 41:23 menghadapkan wajah kita kepada Allah, 41:25 menambatkan hidup kita kepadanya, mohon 41:27 kepada Allah, berlindung kepada Allah. 41:29 Jangan kita memohon atau beribadah 41:31 kepada selain Allah Subhanahu wa taala. 41:33 Maka keberadaan masjid tidak ada itu 41:36 bukan merupakan keberadaan kuburan 41:38 maupun tidak ada bukan merupakan satu 41:40 persoalan. 41:41 Cuma memang sebagian orang ya terkadang 41:45 tidak khusyuk di hadapan Allah, tapi di 41:47 hadapan kuburan hatinya khusyuk, penuh 41:50 harap memohon. Dia mengatakan, "Kalau 41:52 saya minta langsung kepada Allah enggak 41:54 chair [tertawa] karena mungkin dosa saya 41:55 banyak. Tapi kalau minta melalui kuburan 41:58 langsung saya punya hajat dikabulkan." 42:00 Itu merupakan istidraj, uluran dari 42:02 Allah. Karena kamu mengikuti anjuran 42:05 setan. Keberhasilan kamu di dunia bukan 42:08 berarti pertanda perbuatan kamu benar. 42:10 Sebagaimana perintah Allah dalam 42:11 Al-Qur'an, ajaran Rasul, ajaran keluarga 42:14 Rasul, begitu juga ajaran sahabat Rasul, 42:17 semuanya mengajak kita agar kita kembali 42:19 kepada Allah. Wallahuam. 42:21 Ya, ini dari Bapak Bandar di Pamurang. 42:23 Asalam, Ustaz Husein. 42:25 Waalaikumsalam. 42:25 Bagaimana dengan adanya kasus yang 42:27 sedang viral penipuan wedding organizer 42:30 yang apa mesan catering pada saatnya 42:32 enggak datang ya? Apakah ini merupakan 42:34 peringatan buat kita bahwa jangan 42:37 bermewah-mewahan dalam melakukan 42:39 langsungan pesta pernikahan 42:41 dari Bapak Badar di Pamulang. 42:43 Bismillahirrahmanirrahim. 42:44 Kita tahu bahwa membuang uang ya 42:49 membuang uang bukan pada tempatnya. 42:51 Apalagi dalam kondisi manusia amat 42:54 butuh. 42:55 Banyak orang yang 42:59 dalam keadaan lemah. Jangankan untuk 43:03 memiliki rumah, untuk makan sehari-hari 43:05 mereka sulit. Ada pula yang sakit 43:07 membutuhkan pengobatan. 43:10 Ada juga mereka-mereka yang terlantar 43:13 seperti anak-anak yatim, janda-janda ya, 43:18 yang memiliki beberapa anak tanpa ada 43:20 yang memberikan tanggungan bagi mereka. 43:22 Begitu juga tidak ada pekerjaan yang 43:24 bisa menghidupkan mereka seperti yang 43:26 kita jumpai saat ini. Belum lagi korban 43:28 dan bencana. 43:31 Coba renungkan, apakah patut kita 43:34 menghambur-hamburkan uang untuk acara 43:37 pernikahan dengan pesta yang penuh 43:39 dengan apa? Flexing, dengan penuh pamer 43:42 dalam segala hal. 43:46 Apakah patut? Padahal Allah berfirman, 43:48 "Wala tubadir tabdiro innal mubadirina 43:53 kanu ikhwanatin." Jangan kamu 43:56 hambur-hamburkan harta kamu bukan pada 43:58 tempatnya. 44:00 Karena orang-orang yang melakukan tabbir 44:02 ini adalah saudaranya setan. Wanaitanu 44:05 lirabbihi kafur. Dan setan ini amat 44:08 ingkar terhadap Tuhan. Nah, kalau kita 44:11 lakukan hal ini berarti kita memasukkan 44:13 diri kita dengan pilihan kita sebagai 44:15 saudara setan. Setan yang ingkar. 44:18 Akhirnya kita juga menjadi orang-orang 44:19 yang ingkar. Kita menyaksikan orang yang 44:21 menderita, kita abaikan. Lalu untuk 44:23 pamer menonjolkan diri kita adakan pesta 44:26 besar-besaran. 44:28 Akhirnya muncul mereka-mereka yang 44:30 menawarkan ya untuk melakukan apa? Untuk 44:34 melakukan mengorganisir perkawinan 44:36 mereka dengan berbagai macam 44:39 kebutuhannya. Mereka memberikan uang 44:42 muka t ternyata itu merupakan apa? 44:45 Merupakan ee orang-orang yang melakukan 44:49 penipuan. 44:50 Merupakan orang-orang yang melakukan 44:53 kebohongan 44:55 yang menimbulkan kerugian bagi mereka. 44:57 Nah, padahal kalau kita mencontoh 44:59 Rasulullah Mas Krishna, 45:01 Rasul kan manusia yang paling mulia. Di 45:05 antara kita ini ya, kita berbicara di 45:07 antara kita, di antara umatnya, Rasul 45:10 orang yang paling mulia. Jadi, bagaimana 45:12 beliau hidup dan bagaimana beliau 45:15 menikahkan putrinya. Apa yang kita 45:17 lakukan ini banyak berlebihan. Kalau 45:19 untuk menikahkan sebetulnya tidak besar 45:21 biayanya. Yang besar tuh biaya flexing, 45:24 biaya pamer. Biaya pamer ini yang besar 45:28 dengan alasan cuma satu kali seumur 45:30 hidup. Padahal yang penting bukan 45:32 acaranya, yang penting kelangsungan 45:34 kehidupan rumah tangga yang begitu 45:35 panjang. Bagaimana mereka bisa menjalani 45:38 kehidupan rumah tangga dengan penuh 45:39 kesabaran, kelapangan, menghadapi cobaan 45:42 dengan hati yang besar, 45:44 bergotong-royong, 45:45 saling menjaga, saling mer itu yang 45:47 penting 45:49 dan biayanya enggak besar. Mas Krishna 45:52 biaya tidak besar sama sekali. Oleh 45:54 karena itu saya menganjurkan, mari 45:56 bersama-sama kita adakan perkawinan di 45:58 masjid. Kalau ada majelis taklim, 46:00 katakan majelis taklim hari Ahad atau 46:02 Sabtu, kita bikin perkawinan. Setelah 46:04 itu mereka pulang ke rumah masing-masing 46:06 mengadakan acara alaq kadarnya. Atau 46:08 setelah khotbah Jumat seperti di Mesir. 46:10 Sehabis khotbah Jumat diadakan 46:12 pernikahan. Orang-orang tidak pulang. 46:15 Beramai-ramai ribuan orang bahkan 46:17 puluhan ribu orang mendoakan pasangan 46:19 pengantin tersebut. 46:21 tanpa ada kemaksiatan, tanpa ada 46:23 pakaian-pakaian yang tidak senonoh, 46:25 tanpa ada tujuan pamer, tapi yang 46:27 mendoakan orang-orang yang saleh yang 46:29 beribadah pada Allah Subhanahu wa taala. 46:32 Nah, uangnya lebih baik gunakan untuk 46:33 membeli rumah atau modal atau uang muka 46:37 buat rumah. Ini penting sekali lebih 46:39 penting daripada acara sehari maupun 2 46:41 hari dalam euforia dan kemewahan. Jadi 46:45 kejadian-kejadian tadi dimanfaatkan oleh 46:48 setan dan kaki tangannya untuk melakukan 46:50 penipuan. Karena apa? Karena kita 46:53 dibohongi oleh setan. Akhirnya setan 46:55 menggunakan kaki tangannya lagi untuk 46:57 membohongi kita. Jadi, mari kita 46:59 sederhanakan acara perkawinan kita. 47:01 Bantu pemuda-pemudi kita untuk menikah 47:04 dengan baik agar mereka menyelamatkan 47:06 iman dan agama mereka. Jangan akhirnya 47:09 karena biaya besar mereka terlambat 47:10 kawin, akhirnya mereka melakukan 47:12 kemaksiatan sebelum pernikahan yang 47:15 membuat akhirnya rumah tangga mereka 47:16 menjadi hambar. Waliyadubillah. 47:20 Baik, selanjut dari hamba Allah. 47:22 Asalamualaikum Ustaz Husin. 47:23 Waalaikumsalam warahmatullah. 47:24 Saya ingin bertanya tentang infak di 47:26 waktu khatib Jumat. Soalnya kalau tidak 47:28 salah ada hadis yang melarang 47:30 bermain-main kerikil. Bagaimana tentang 47:33 mengeluarkan infak di waktu khotbah 47:34 Jumat berlangsung? Soalnya sebagian 47:36 masjid masih melaksanakan melakukannya. 47:39 Bagaimana hukumnya, Ustaz Husein? 47:40 Bismillahirrahmanirrahim. 47:42 Kita pada saat khatib 47:45 menyampaikan khotbahnya, 47:47 kita seharusnya memperhatikan isi 47:50 khotbahnya, 47:52 mendengarkan ya. Dan khatib dalam 47:54 menyampaikan khotbahnya jangan 47:56 merawang-rawang ke sana kemari Mas 47:58 Krishna, tapi menyampaikan pesan-pesan 48:02 Allah Subhanahu wa taala dalam kitabnya 48:05 juga. pesan rasulnya mengajak umat untuk 48:08 bertakwa. Karena 48:10 event jumah ini sebetulnya bertujuan 48:13 untuk mengingatkan umat. Oleh karena itu 48:16 di antara rukun khotbahnya adalah wasiah 48:18 bitta takqwa. Mengingatkan umat untuk 48:21 bertakwa. Sampaikan ayat-ayat Al-Qur'an, 48:24 sunah rasul-Nya, kisah inspiratif yang 48:26 mengajak orang bertakwa. Dan orang yang 48:28 berkumpul di masjid seharusnya mereka 48:31 khusyuk mendengarkan khotbah sebagaimana 48:33 mereka menghyukkan diri mereka dalam 48:34 apa? 48:35 dalam melaksanakan salat. Nah, mengingat 48:38 sekarang masjid banyak yang mengalami 48:41 defisit di mana kebutuhan untuk biaya 48:44 masjid ya menurun. 48:47 Akhirnya mengakibatkan 48:49 pengurus masjid DKI melakukan kebijakan 48:52 membuat tromol berkeliling. Itu 48:55 sebetulnya alangkah baiknya sebelum 48:56 dimulai khotbah tromol [mendengus] 48:58 berkeliling. Tapi karena orang berkumpul 49:00 juga pas khotbah jadi mengakibatkan 49:03 tidak efektif kan. Kalau seandainya 49:05 dikelilingi pada saat apa? Pada saat 49:08 sebelum khotbah, akhirnya mereka 49:09 mengambil kebijakan mengelilingi tromol 49:12 ya pada saat [mendengus] khatib sedang 49:16 menyampaikan khotbahnya 49:18 satu persatu ya jemaah Jumat memasukkan 49:21 uang mereka ke dalamnya. Memang tidak 49:22 mengambil waktu, tujuannya baik dan 49:25 masjid bertujuan untuk dapat memenuhi ee 49:29 biaya operasional masjid tersebut. 49:31 Karena banyak keluhan di mana-mana 49:32 sekarang di Jakarta pun demikian karena 49:34 ekonomi sulit. Banyak masjid-masjid yang 49:36 defisit 49:37 h 49:37 tidak mampu untuk menggaji ya marbotnya, 49:41 membiayai listriknya apalagi yang 49:43 menggunakan AC. Jadi hal tersebut kalau 49:46 tidak mengganggu perhatian hanya sekedar 49:49 melintas saja tidak menjadi soal. Tapi 49:51 yang terbaik kalau seandainya jemaah itu 49:56 dengan khusyuk mendengar. Sedangkan 49:58 sumbangan ya kalau bisa dilakukan di 50:02 luar masjid. Orang memasukkan sumbangan 50:04 mereka sambil ada pengingatan sebelum 50:08 salat mengingat kebutuhan ya operasional 50:11 masjid. Mari bersama-sama kita 50:14 mengabdikan diri kita untuk melayani 50:15 Allah, melayani rumahnya, membantu juga 50:18 apa ee kebutuhan operasionalnya. Ini kan 50:21 merupakan tanggung jawab kita semuanya. 50:23 Betul gak? 50:24 Nah, masjid dengan transparan nanti 50:25 memberikan laporan pendapatan masjid 50:28 tidak harus diumumkan sebetulnya cukup 50:30 di luar atau melalui apa? Melalui 50:33 katakan e website-nya bisa menyebutkan 50:36 berapa pendapatan pendapatan 50:39 Jumat ini atau pendapatan dari sumbangan 50:41 berapa biaya pengeluarannya biar orang 50:43 bisa melihat langsung. 50:45 Jadi dengan transparansi ini penuh 50:47 kepercayaan 50:48 juga orang tidak berat untuk berinfak 50:50 kalau ada kebutuhan-kebutuhan yang lain. 50:53 Jadi khatib pada saat menyampaikan 50:55 khotbahnya hendaknya tidak 50:56 merawang-rawang jauh ke sana kemari tapi 50:59 menyampaikan pesan-pesan Allah dan sunah 51:01 rasulnya mengingatkan umat untuk 51:03 bertakwa. Kemudian para jemaah juga 51:06 mendengarkan dengan khusyuk apa yang 51:08 disampaikan oleh khatib agar mereka 51:12 betul-betul masing-masing merasakan 51:14 peringatan yang disampaikan dengan penuh 51:17 kekhusyukan dan bisa betul-betul 51:19 mengingatkan kewajiban mereka di 51:21 tengah-tengah umat. Jadi, khotbah Jumat 51:23 ini sebetulnya merupakan apa? Merupakan 51:26 satu pendidikan sosial. 51:28 Mengajak umat bersama-sama bertakwa 51:31 kepada Allah, berjuang di jalan Allah. 51:34 Bersatu di jalan Allah Subhanahu wa 51:36 taala. Wallahuam. 51:37 Baik. Salam dari Bapak Junaidi. Salam 51:40 Ustaz Husin. 51:41 Ustaz kalau sudah terbiasa puasa Daud 51:44 kan selang sehari puasa, sehari tidak. 51:47 Saya tidak puasa Daud gimana? saat 51:48 sedang 51:50 selang tidak puasa, Daud ada puasa sunah 51:53 yang umpamanya saat Senin Kamis atau 51:55 saat puasa sunah lain. Berarti sepanjang 51:57 tahun puasa puasaah atau cukup puas Daud 52:01 saja tanpa puasa lainnya ee sunah 52:03 lainnya kecuali hari-hari yang 52:05 diharamkan puasa. Mohon penjelasannya. 52:07 Bismillahirrahmanirrahim. 52:09 Kalau seorang melakukan puasa Daud ya 52:12 sebetulnya dia bisa memilih untuk 52:15 melakukan Senin Kamis juga ya. atau dia 52:18 meninggalkan puasa Senin dan Kamis 52:21 dengan mengikuti puasa daud juga yang 52:23 dilakukan oleh Nabi kita Muhammad 52:25 sallallahu alaihi wasallam. Tapi ada 52:28 sebagian orang ingin mendapatkan 52:30 keutamaan semuanya. 52:32 Dia puasa Daud, Senin Kamis juga dia 52:35 puasa. Kemudian 3 hari setiap bulan juga 52:38 dia puasa. Pada tanggal berapa? 13, 14, 52:42 15. 52:43 Jadi betul-betul dia ingin memanfaatkan 52:46 waktunya. kesempatannya untuk bisa 52:49 memperbanyak ibadahnya kepada Allah. Dan 52:52 dia merasa dengan berpuasa tersebut 52:54 hatinya kemudian juga kesehatannya lebih 52:57 sehat. Dan subhanallah yang melakukan 52:59 ini bukan orang-orang yang biasa berdiam 53:01 di rumah, justru orang yang aktif 53:03 bekerja di luar. [berdehem] 53:04 Dia enggak merasakan ada beban. 53:06 Karena apa? Pada saat sahur dia bersahur 53:09 dengan baik. Pada saat menghadapi buka, 53:11 dia menantikan saat-saat yang paling 53:13 indah. 53:13 Masyaallah. 53:14 Yang paling indah. Ada sesuatu yang 53:16 ditunggu. 53:17 Oleh karena itu, kalau orang seringki 53:19 mengalami stres, tidak tahu apa yang 53:20 harus dilakukan, coba mulai dengan 53:22 puasa. Yang tadi tidak memiliki harapan 53:25 dan tujuan, begitu dia puasa, dia 53:28 menantikan sambil beribadah pada Allah, 53:30 menantikan saat-saat berbuka puasa 53:32 merupakan hari yang paling indah buat 53:34 dirinya. 53:35 Jadi, kalau saat dia mau puasa Daud, 53:37 puasa Senin Kamis juga, kemudian juga 53:39 merangkap 3 hari setiap bulan itu 53:42 merupakan pilihannya. Dan ada balasan 53:44 yang Allah sediakan bagi mereka. Tapi 53:46 yang memilih Senin Kamis atau memilih 53:49 katakan Daud atau memilih katakan yang 3 53:52 hari setiap bulan, Allah Subhanahu wa 53:54 taala akan balas mereka sesuai dengan 53:56 amal yang mereka lakukan. Wallahuam. 53:59 Baik, selanjutnya dari Bapak Ali Basa di 54:01 Jalan Pajajaran, Sukabumi. 54:03 Ee 54:07 solusi apa minimal untuk mengurangi 54:09 korupsi, pembabatan hutan, dan 54:12 pengerukan tambang yang dilakukan oleh 54:14 pihak-pihak tertentu dan bagaimana untuk 54:16 memperbaiki negeri ini menuju baldatun 54:20 gofur dari Bapak Junaid Maulana Yusuf. 54:23 Ya, 54:25 silakan. 54:26 Bismillahirrahmanirrahim. 54:32 Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi 54:34 wasallam 54:38 pernah ditanya Mas Krishna 54:41 kapan datangnya kiamat? Kapan datangnya 54:44 kiamat? Matasa saah? 54:48 Rasulullah enggak menjawab. 54:50 Rasulullah melanjutkan khotbahnya. 54:52 Ketika selesai khotbah Rasulullah 54:54 bertanya, "Siapa tadi yang mengatakan 54:55 kapan datangnya saat kiamat? 54:58 Seorang mengatakan saya ya Rasulullah. 55:00 Rasulullah menjawab, "Idza duyiatil 55:04 amanah fantadirah." 55:06 Kalau amanat disia-siakan maka tunggu 55:09 saat kiamatnya. 55:12 Qatu ya Rasulullah. Sahabat bertanya, 55:15 "Maksud menyia-nyiakan amanat apa ya 55:17 Rasulullah?" Dijawab oleh Rasul, 55:20 "Idusidal amru ila giri ahli 55:23 fantadirah." 55:25 Kalau satu urusan 55:28 diserahkan bukan kepada ahlinya, 55:30 tunggulah saat kiamatnya, 55:32 saat kehancurannya. Maksudnya kehancuran 55:36 satu bangsa, 55:38 satu negara apabila 55:41 amanat kepemimpinan, 55:44 jabatan yang bertugas diserahkan bukan 55:47 kepada orang-orang yang betul-betul 55:49 menjaga amanat, diserahkan bukan kepada 55:52 ahlinya. 55:54 Akhirnya apa? Bangsa negara mengalami 55:57 kehancuran. Yang menanggung siapa? Mas 55:59 Krisna yang menanggung rakyat. Yang 56:02 berbuat kejahatan mereka-mereka yang 56:04 tidak amanat tapi yang menjadi korban 56:06 rakyat. Kenapa? Karena yang memilih 56:10 yang memilih ya yang menerima amanat 56:14 adalah rakyat yang menyerahkan amanat 56:15 kepada mereka. Padahal mereka bukan 56:17 orang-orang amanat. Jadi kejadian di 56:20 Banda Aceh, di Sumatera Barat ya, di 56:23 Sibolga dan lain sebagainya. Coba 56:24 perhatikan kejadian semua sebagai imbas 56:27 dari pengkhianatan terhadap amanat. 56:30 Mereka yang diserahkan amanat, bukan 56:32 mengurus rakyat, bukan berjuang untuk 56:35 rakyat, bukan menggunakan kekar-kekayaan 56:37 negara untuk kepentingan rakyat, tapi 56:39 mereka berkolaborasi 56:41 dengan para konglomerat oligarki ya 56:45 untuk keuntungan diri mereka dengan 56:48 menimbulkan penderitaan bagi bangsa dan 56:50 negara. Oleh karena itu ya untuk 56:52 melakukan perbaikan dengan sendiri 56:54 dimulai dari rakyat. rakyat cerdas, 56:58 sadar, kemudian juga jujur, mencintai 57:01 kebaikan. Kemudian pada saat mereka 57:04 memilih pemimpin, mereka yang menerima 57:07 amanat serahkan kepada orang-orang yang 57:09 betul-betul akan menjalankan amanat 57:11 dengan sebaik-baiknya. 57:13 Dan kita harus tahu bahwa lahirnya 57:15 pemimpin ini dari rahim rakyat. 57:17 Hm. 57:19 Kalau rakyatnya tidak jujur, tidak 57:22 amanat, bagaimana mungkin pemimpinnya 57:24 akan amanat dan jujur? 57:27 Oleh karena itu, ulama punya kewajiban 57:29 bukan menyibukkan umat dengan perbedaan 57:31 ritual fikih yang kembali pada ijtihad, 57:35 tapi bagaimana mendidik rakyat untuk 57:37 bertakwa, untuk menjadi orang-orang yang 57:39 jujur, amanat, kemudian bekerja sama 57:43 dalam kebaikan, bekerja sama dalam 57:45 memerangi yang buruk. Ini kewajiban 57:47 ulama, kewajiban para pemimpin untuk 57:49 memberikan edukasi kepada masyarakat. 57:52 Tapi sayangnya mereka dicekoki oleh 57:54 racun-racun yang disebarkan oleh mereka 57:56 menimbulkan fitnah, diberikan jabatan 57:59 untuk tanggung jawab. Malah akhirnya 58:02 mereka ribut gara-gara tambang. 58:05 Ribut gara-gara tam 58:06 tambang. 58:06 Tambang. Akhirnya apa yang terjadi di NU 58:09 pada saat ini sebetulnya merupakan apa? 58:12 Peringatan. Bukan hanya untuk NU, 58:13 peringatan untuk semua orang. 58:16 di mana mereka-mereka yang mengurus 58:19 organisasi yang begitu besar bukan 58:21 bekerja untuk 58:24 rakyat, tapi mereka bekerja untuk diri 58:26 mereka. Akhirnya terjadi rebutan di 58:29 antara tokoh dengan tokoh. Bahkan 58:32 merusak citra Nahdatul Ulama yang 58:34 didirikan oleh orang-orang yang saleh 58:37 yang berjuang untuk apa? Kemerdekaan 58:39 bangsa kita, untuk mencerdaskan bangsa 58:42 kita. Ternyata dirusak, diobok-obok oleh 58:45 mereka-mereka yang wali iyadzubillah 58:48 tidak memiliki iman di hati mereka dan 58:50 ketakwaan. Jadi pelajaran 58:53 masyarakat NU kalau memilih pemimpin 58:55 juga pilih yang saleh, yang amanat, 58:57 tanggung jawab. Begitu juga 58:58 Muhammadiyahnya, begitu juga 59:01 mereka-mereka yang memilih calon 59:03 pemimpin. 59:04 Kalau seandainya partai mencalonkan 59:07 seorang pengkhianat, jangan dipilih. 59:10 Jangan. Karena kamu pengikut partai A, 59:11 kamu bela mati-matian. Itu namanya 59:13 fanatik. 59:14 Tapi pilih pemimpin yang betul-betul 59:16 amanat bertanggung jawab yang bekerja 59:19 untuk melindungi dan membela rakyat, 59:21 bukan bekerja untuk kepentingan dirinya. 59:24 Kemarin enggak punya apa-apa, begitu 59:26 naik langsung jadi konglomrat. Dari mana 59:28 kira-kira sumbernya? 59:30 Oleh karena itu, khawatir kalau sampai 59:33 ini terus-menerus azab dari Allah akan 59:35 turun. Itu baru Sibolga, baru Padang, 59:38 baru Aceh. Bagaimana kalau terjadi 59:40 bencana di ibukota? 59:42 Masyaallah. 59:42 Pusat kerusakan di ibu kota. Kalau 59:45 terjadi ibu kota akibat kejahatan yang 59:48 kolom ratnya, pejabat-pejabat yang 59:50 khianatnya, kita enggak tahu apa yang 59:52 bakal terjadi. Oleh karena itu, kita 59:54 ingatkan kepada Bapak Presiden 59:58 untuk keselamatan kita semua, termasuk 1:00:00 keselamatan Anda di dunia maupun di 1:00:02 akhirat, untuk keselamatan negara kita 1:00:05 ini, mari kita kembali pada Allah, 1:00:09 bertobat kepadanya. Mari amanat yang 1:00:12 diada di atas pundak kita ini kita 1:00:14 gunakan untuk memperbaiki kondisi negara 1:00:16 kita, untuk memajukan bangsa kita, untuk 1:00:20 melindungi mereka dari berbagai macam 1:00:23 yang akan dapat merusak kehidupan mereka 1:00:26 dan melemahkan mereka yang mengakibatkan 1:00:28 akhirnya negara yang begini berharga, 1:00:31 yang penuh kekayaan, akhirnya berpindah 1:00:33 tangan, bercerai-berai karena 1:00:35 pengkhianatan kita. Sepanjang masa kita 1:00:38 akan dikenal sebagai pengkhianat. Oleh 1:00:41 karena itu, apa yang telah terjadi pada 1:00:42 masa lampau, pada masa presiden 1:00:44 sebelumnya yang menjual kedaulatan 1:00:47 negara, mendirikan airport tanpa ada 1:00:51 pengawasan, imigrasinya, maupun bia 1:00:53 cukainya yang bisa menyelundupkan 1:00:55 senjata, bisa menyelundupkan orang. 1:00:57 Kemudian KTP pun dengan mudah diberikan 1:00:59 kepada mereka. Di mana tanggung jawab? 1:01:02 Dan seharusnya pelaku ini dibawa ke 1:01:04 pengadilan. 1:01:05 Pelaku dibawa ke pengadilan. Semua yang 1:01:07 terlibat dibawa ke pengadilan. Kalau 1:01:09 terbukti mereka melakukan pengkhianatan, 1:01:11 bukan hanya sekedar hukuman ringan 1:01:13 penjara, tapi hukuman mati agar 1:01:15 menimbulkan efek jerah bagi orang-orang 1:01:18 yang datang berikutnya. Kita berharap 1:01:21 sebagaimana janji Pak Prabowo sebelum 1:01:24 beliau diangkat, setelah beliau diangkat 1:01:26 ya dia akan betul-betul apa mendukung 1:01:30 RUU perampasan aset dari para koruptor 1:01:34 dengan gampang kalau kita mau membuka 1:01:36 mata kita tahu siapa-siapa para koruptor 1:01:38 penjahat nih yang memperkaya diri mereka 1:01:41 dengan jabatan beberapa tahun. 1:01:44 Jadi menjawab bagaimana kita dapat 1:01:46 memperbaiki kondisi ini dengan 1:01:48 sendirinya. 1:01:50 dengan kita kembali kepada Allah, rakyat 1:01:52 maupun para pemimpin. 1:01:54 Kita kembali pada Allah, kemudian kita 1:01:56 hidup dengan ee kehidupan orang-orang 1:02:00 yang betul-betul jujur, amanat, bertakwa 1:02:03 ini yang akan dapat segera memperbaiki 1:02:05 kehidupan kita. Semoga hal ini bisa 1:02:08 terlaksana dalam waktu dekat dan 1:02:10 sesingkat-singkatnya. Amin ya rabbal 1:02:12 alamin. 1:02:13 Baik, 1:02:13 demikianlah ya masih ada lagi satu lagi 1:02:15 dari Bapak Saihan Rohili. Asalamualaikum 1:02:18 Ustaz Husin. Ustaz, jika seseorang 1:02:20 berbuat dosa besar, apakah amal ibadah 1:02:23 kebaikan yang dikerjakan bertahun-tahun 1:02:25 habis pada saat dia berbuat dosa besar 1:02:27 tersebut? 1:02:29 Bismillahirrahmanirrahim. 1:02:34 Seorang yang berbuat kebaikan. 1:02:38 Dia berbuat kebaikan 1:02:41 kemudian dia melakukan dosa besar. 1:02:44 kebaikan yang dilakukan tidak akan 1:02:45 hilang kecuali kebaikan yang dilakukan 1:02:48 dengan ria. Kebaikan yang dilakukan 1:02:50 dengan 1:02:51 ri 1:02:51 ri mengharapkan selain Allah subhanahu 1:02:53 wa taala maka kebaikan tersebut akan 1:02:56 hilang. [mendengus] 1:02:58 Nah, dosa besar yang dilakukan menuntut 1:03:00 dia bertobat. 1:03:02 Menuntut dia berto bertobat kembali 1:03:05 kepada Allah subhanahu wa taala dari 1:03:07 dosa dan kesalahannya. 1:03:09 Allah akan ampuni dosanya dan amal 1:03:11 kebaikannya tidak akan hilang. amal 1:03:13 kebaikannya tidak akan hilang. Tapi 1:03:17 kalau dia berbuat kebaikan, Mas Krishna 1:03:19 dari hasil korupsi, maka kebaikannya 1:03:22 tidak akan diterima oleh Allah 1:03:24 sebagaimana Allah tidak akan menerima 1:03:27 juga apa perbuatan dan amal yang 1:03:30 dilakukan oleh anak Adam karena dia 1:03:32 melakukan bukan dalam ketakwaan kepada 1:03:34 Allah Subhanahu wa taala. 1:03:37 Jadi amalnya 1:03:40 yang dilakukan dari sumber dan cara yang 1:03:43 haram tidak akan diterima oleh Allah. 1:03:44 Katakan seorang koruptor dia 1:03:46 menyumbangkan hartanya sebanyak 10 1:03:48 miliar atau katakan 20 miliar. 1:03:52 Maka yang dikeluarkan 1:03:54 Allah tidak menganggap sebagai amal 1:03:56 saleh yang apa? Yang diterima dan 1:04:00 diakui. Kecuali kalau dia bertobat. Dia 1:04:03 bertobat 1:04:05 kembali kepada Allah. Harta hasil 1:04:06 korupsi dikembalikan kepada rakyat. 1:04:10 Kalau seandaikuasakan kepada negara akan 1:04:12 ditempatkan pada tempatnya kembalikan ke 1:04:14 negara. Tapi kalau dikembalikan ke 1:04:16 negara juga dicuri oleh pejabat negara, 1:04:19 mendingan kembalikan kepada rakyat. 1:04:21 Karena negara sebetulnya dikuasakan 1:04:24 untuk mengurus rakyat. Bukan sebaliknya. 1:04:28 pejabat sekarang ini justru menggunakan 1:04:32 jabatan mereka, kekuasaan mereka pada 1:04:34 rakyat untuk kesenangan pribadi mereka 1:04:38 dengan menyengsarakan rakyat. Ini 1:04:40 Undang-Undang Dasar kita dengan jelas 1:04:42 pasal 33 ayat 3. Jadi dalam hal ini Mas 1:04:45 Krishna 1:04:47 ee 1:04:50 perbuatan baik yang dilakukan seseorang 1:04:52 tapi dari cara yang benar, dari sumber 1:04:54 yang halal tidak akan pernah hilang. 1:04:57 Tapi dosa besar yang dilakukan hendaklah 1:05:00 dia bertobat kembali pada Allah 1:05:02 Subhanahu wa taala. Insyaallah dia akan 1:05:05 mendapatkan ampunan dan amalnya pun 1:05:07 tidak hilang. Dan siapa di antara kita 1:05:09 yang tidak berdosa. Tapi kalau dia hidup 1:05:11 dari usaha yang haram maka kalau dia 1:05:14 ingin betul-betul diampuni Allah dan 1:05:17 kebaikannya diterima, dia bertobat. Pada 1:05:19 saat dia mengembalikan harta yang bukan 1:05:21 miliknya itu harta negara Mas Krishna. 1:05:25 dia kembalikan 1:05:27 kepada rakyat, maka pada saat itu dia 1:05:28 akan mendapatkan ganjaran yang amat 1:05:31 besar 1:05:32 di mana ganjaran tobat itu ya lebih 1:05:34 afdal daripada dia bersedekah. Kenapa? 1:05:37 Ini penyesalan tobat kembali pada Allah. 1:05:39 Harta dari rampasan dari apa? Dari hasil 1:05:41 korupsi semua dikembalikan kepada rakyat 1:05:43 bukan dalam bentuk sedekah tapi dalam 1:05:46 mengentuk mengembalikan 1:05:48 amanat kepada ahlinya. Mengembalikan hak 1:05:50 kepada mereka-mereka yang berhak. 1:05:53 Ini yang kita harapkan mudah-mudahan. 1:05:55 Nah, kalau Bapak Presiden berani 1:05:57 melakukan perampasan aset terhadap para 1:06:00 koruptor, oligarki juga yang 1:06:02 berkolaborasi dengan koruptor, kita bisa 1:06:05 bayangkan negara kita hutangnya bisa 1:06:07 bebas, hutang negara bisa bersih, bahkan 1:06:11 anggaran belanja negara juga selama 1:06:12 bertahun-tahun cukup. Tapi sayang 1:06:16 khianat ini yang merusak dan 1:06:17 menghabiskan keberkahan yang Allah 1:06:19 berikan kepada kita semuanya. 1:06:21 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:06:23 Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan 1:06:26 apa yang 1:06:28 ee kita sampaikan ya kalau seandainya 1:06:31 sejalan dengan kebenaran ya kita enggak 1:06:34 menyombongkan diri sejalan dengan 1:06:36 kebenaran semoga Allah berkahi dan 1:06:38 berikan manfaat buat umat. Kalau tidak 1:06:41 mengenai sasaran, semoga Allah ampuni 1:06:43 kita semua dan Allah hapuskan dari benak 1:06:47 kita hal-hal yang tidak benar. tanamkan 1:06:49 di hati kita dan tancapkan apa-apa yang 1:06:51 yang benar yang sejalan dengan keridaan 1:06:54 Allah dan sunah nabinya Muhammad 1:06:55 sallallahu alaihi wasallam. 1:06:57 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:07:00 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:07:02 ilaik walfu minkum. Wassalamualaikum 1:07:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:07 wabarakatuh. Alhamdulillah kita sudah 1:07:09 mendengar jawaban-jawaban dari Ustaz 1:07:11 Husin atas ee pertanyaan-pertanyaan yang 1:07:13 masuk. Terima kasih untuk anak yang 1:07:15 sudah kirim dan mohon maaf tidak 1:07:16 semuanya dapat kami ee utarakan karena 1:07:19 keterbatasan waktu. Terima kasih 1 baik 1:07:22 saya Muhammad Krishna Altep Setiabudi 1:07:23 dan Algi mohon pamit. Wabillahi taufik 1:07:25 walhidayah. Wasalamualaikum 1:07:26 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:27 Waalaikumsalam.