Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancarlaskan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimagis Cibubur
- Bekasi, Radio Silaturahim untuk Islam
- yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan
- selalu dalam lindungan Allah subhanahu
- wa taala. Ikhwan dan Ikhwat, di pagi
- hari ini kita kembali lagi berjumpa
- dalam program Sirah Sahabat di edisi
- hari Senin tanggal 9
- [Musik]
- April 2018. Dan seperti biasa ikhwanat
- narasumber kita di setiap hari Senin
- dalam program sirah sahabat adalah Ustaz
- Komarudin Basuni. Langsung kita sapa
- beliau. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Dan di pagi
- hari ini, Ustaz akan membawakan kisah
- seorang sahabat Abdullah Ibnu Mas'ud.
- Betul. Betul, Ustaz. Ya. I. Baiklah
- ikhwan dan akhwat, mari kita simak
- pemaparan dari Ustaz Komaruddin Basuni.
- Ustaz tafad ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wasastainuhuastagfiruh wa
- naudubillahiuri
- anfusinaalinaahdillah fala mudillalah
- wudil fala hadalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma
- ba'. Para pendengar radio silaturahim
- juga pemiarsa TV
- Rasil yang berada di mana saja.
- Alhamdulillah pada pagi ini hari Senin
- tanggal
- 9
- April
- 2
- 18 yang bertepatan dengan bulan
- Rajab tahun
- 1439. Mudah-mudahan kita di bulan yang
- penuh berkah ini mendapatkan karunia
- dari Allah serta barokahnya. Amin ya
- rabbal alamin. Saudaraku para pendengar
- Radio Rasil dan para pemirsa Rasil,
- bulan Rajab merupakan bulan yang oleh
- Allah disebutkan dalam Al-Qur'an adalah
- arbaatun
- hurum, 4 bulan yang diharamkan atau yang
- dimuliakan. Di antaranya pertama
- Rajab, yang kedua
- Zulkadah, yang ketiga Zulhijah.
- Yang keempat, Muharram. Inilah
- bulan-bulan yang diharamkan kaum
- muslimin meneteskan darah atau
- menumpahkan darah.
- Nah, alhamdulillah kita sekarang berada
- di bulan yang dirahmati Allah, yaitu
- bulan Rajab ini. Kita
- akan
- mengungkap sosok salah seorang sahabat
- Nabi yang dikenal namanya adalah
- Shihibus
- Sir,
- penerima
- rahasia. Dia adalah Abdullah bin Mas'ud.
- Ada beberapa sahabat Nabi yang
- mendapatkan gelar Sahhibus Sir di
- antaranya Abdullah bin Mas'ud, kemudian
- Huzaifah bin Yaman dan beberapa sahabat
- yang lainnya lagi. Nah, bagaimana
- sejarah Abdullah bin Mas'ud menerima
- Islam atau mendapatkan hidayah dari
- Allah Subhanahu wa taala?
- Beliau merupakan salah satu dari sekian
- banyak sahabat Nabi dan beliau
- termasuk
- enam dari sahabat yang menerima dakwah
- Islam. Jadi beliau ini manusia keenam.
- Jadi masuk dalam kategori asabiquunal
- awalun. Orang-orang yang pertama memeluk
- Islam waktu masih nabi di kota Makkah.
- Beliau urutan keenam dari diratan
- sahabat asabiqun
- alawalun. Bagaimana kisah beliau bisa
- menerima Islam? Beberapa ahli tarikh
- menyebutkan baik itu Ibnu Hisyam dan
- lainnya bahkan dikutip oleh penulis dari
- Republika Kom.
- Beliau pada saat itu usianya masih muda
- ya dan beliau dipercaya oleh orang-orang
- yang memberikan kepercayaan
- kepadanya dan sangat
- anggun,
- sangat-sangat di luar kebiasaan
- anak-anak muda yang terjadi di saat
- itu. Nah,
- beliau diam itu punya
- badan tidak seperti layaknya bangsa
- Arab. Jadi, badan beliau itu kalau kita
- lihat gambaran visual yang seking yang
- sering kita lihatkan yang kita lihat itu
- seperti ee orang-orang yang ada
- di
- contoh di
- iklan-iklan seperti mieh ayam.
- Mih
- insan. Kemudian memang beliau punya
- fisik lain daripada yang lain. Fisik
- beliau
- kecil. Nah, kemudian beliau tidak
- tinggi, agak pendek.
- Jadi mungkin kalau istilah
- gampangnya cebol. Tapi beliau bukan
- cebol ya. Memang kecil badan beliau.
- Pendek kecil. Kayak orang Indonesia.
- Iya. Oh, mending orang
- Indonesia nih ya. Itulah ee fisik
- beliau. Tapi boleh punya kemauan keras
- dan keberanian yang masyaallah beliau
- tidak pernah ada yang beliau itu takuti.
- Sekalipun tuh yang namanya Abu Jahal itu
- enggak pernah takut.
- Nah, nah gimana itu kisahnya?
- Satu saat Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bersama Abu Bakar keluar dari
- kota Makkah mencari tempat yang agak
- sedikit menghilangkan kejenuhan.
- Nah, dalam perjalanan
- itu Abdullah bin Mas'ud waktu itu sedang
- mengembala domba-domba kepunyaan orang
- Makkah. Oleh dipandang itu ada dua hamba
- Allah datang kelihatannya
- agak lesu dia, agak capek dia dan lain
- sebagainya. Tahu-tahu dua hamba Allah
- ini yang sedang berjalan itu menuju
- kepada orang yang sedang mengangon itu
- atau yang sedang menggembala. Ternyata
- yang mengembala adalah Abdullah bin
- Mas'ud. Begitu dua orang yang sedang
- berjalan itu berjalan dan berjalan
- ternyata
- betul itulah dia Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersama Abu Bakar
- Assiddiq.
- Kata
- Nabi
- kepada wahai anak muda, tolong
- berikan seekor yang Anda sedang
- menggembala kepadaku, biar aku mengambil
- air
- susunya. Abdullah bin Mas'ud dengan
- tenang dia bilang,
- "Tuan, ini kendaraan, ini binatang
- gembalaan bukan milik saya.
- Saya tidak diperkenankan untuk
- mengambilnya karena ini bukan milik
- saya, ini milik tuan
- saya. Nabi dan Abu Bakar begitu
- mendengar jawaban enggak marah beliau.
- Bahkan
- kagum. Seorang anak
- gembala dipercaya oleh tuan pemilik
- gembalaannya untuk ngangon. ngangon
- doang
- dia. Dia tidak pernah ngambil susu
- airnya karena dia tidak diperkenankan
- dan tidak diserahkan. Pokoknya tugas
- kamu ngembala ya ngembala
- aja. Rasulullah begitu mendengar bahasa
- itu, masyaallah gembiranya bukan main.
- Masih ada anak muda yang jiwanya
- amanah. Padahal dari tuannya sudah
- diserahkan, terserah engkaulah. Tapi dia
- menerima amanah itu. Tugas saya hanya
- menggembala, tidak mengambil manfaat
- dari binatang itu.
- Masyaallah. Kayaknya kayak kalau
- sekarang ada penggembala begitu, wadih
- ini dicari orang ya.
- Artinya untuk dijadikan orang yang
- menari amanah yang lebih besar daripada
- itu. Terus akhirnya Nabi berkata kepada
- Abdullah bin Mas'ud, "Hai anak
- muda, tolong berikan
- kepadaku di antara yang kamu gembala itu
- seorang kambing jantan."
- Bayangkan atau seekor kambing jantan
- serahkan kepada
- aku. Akhirnya dicari oleh Abdullah bin
- Mas'ud ada seekor kambing jantan dan itu
- masih ya secara zir kalau istilah bahasa
- gampangnya enggak gemuk, agak
- kurus. Diserahkanlah oleh dia. Ya
- namanya kambing jantan secara zir
- bagaimana dia bisa mengeluarkan apalagi
- air susu yang namanya jantan. Kecu
- kecuali kalau perem
- perempuan diserahkan oleh Abdullah bin
- Mas'ud kepada Nabi. Dipegang oleh Nabi
- itu
- dipegang kan sekalipun jantan kan
- susunya ada kan. Heeh. Cuma tidak
- sebesar yang perempuan. Diulas-ulasi
- oleh Nabi itu susunya tuh kaget Abdullah
- bin Mas'ud tahu-tahu kakinya
- membengkak. Begitu membengkak terus itu
- susunya membesar.
- Nah, di situ kemudian Abu Bakar mencari
- wadah terus menemukan batu yang cekung
- yang bisa diisi air terus dibersihkan
- kemudian diperah oleh Nabi. Keluar air
- susunya. Takjub Abdullah bin Mas'ud.
- Loh, kambing laki-laki kok keluar
- susu.
- Terus Nabi minum, Abu Bakar minum,
- termasuk dia minum. Kaget.
- Terus Abdullah bin Masud saking kagetnya
- kata dia, "Tuhan tolong ajarkan kepadaku
- apa yang kau berikan kepada yang lain
- atau yang engkau ajarkan kepada orang
- lain." Ya, baik. Kata Nabi, "ngut
- agamaku." Ya, siap. Akhirnya dia
- mengucapkan dua kalimah syahadat.
- Saya tadi
- pagi melihat beberapa banyak orang
- Islam yang mereka baru masuk Islam,
- terutama di
- Amerika itu pada saat dituntun dua
- kalimah syahadatnya seperti tidak
- seperti kita menuntun orang. Heeh.
- Ashadu alla ilahaillallah. Tapi mereka
- ashadu an la ilaha
- illa Allah.
- Saya tidak menyalahkan. Memang mungkin
- ilmunya sampai di situlah. Tapi benar
- itu. Ashadu alla ilaha illa Allah. Mesti
- kan
- illallah. Tapi karena mungkin ingin
- perkata dia wa ashadu anna muhammadan
- abduhuasul wa rasul.
- Nah, terus direnungkan. Begitu orang itu
- mengucapkan dua kalimah syahadat itu air
- matanya berderai. menangis dia selama
- ini hanya terprovokasi dengan bahasa
- Islam itu teroris, Islam itu keras,
- Islam itu radikal. Ternyata
- tidak. Justru yang radikal, yang keras
- itu orang-orang yang bukan muslim, yang
- hatinya keras, lebih keras daripada
- kerasnya batu. itu Quran
- mengatakan, "Ah, alhamdulillah Abdullah
- bin Mas'ud dengan siraman nasihat dari
- Rasulullah, akhirnya beliau masuk Islam.
- Kemudian akhirnya beliau menawarkan
- diri." Kata Abdullah bin Mas'ud, "Ya
- Rasulullah, saya siap
- menjadi apa yang engkau perlukan."
- Kalau istilah bahasa Arabnya, saya
- bersedia menjadi orang yang berkhidmat
- kepada engkau. Heeh. Silakan engkau ee
- perlukan saya. Kapan saya? Ya sudah.
- Kata Nabi, "Kalau gitu kamu selesaikan
- dulu kemudian kamu ikut saya." Akhirnya
- dia sudah bicara dengan tuannya kemudian
- dia masuk Islam dan masuk ke rumah
- Rasul. Nah, beliau begitu menerima
- kehadiran Abdullah bin Mas'ud di
- rumahnya itu Abdullah bin Mas'ud
- sepanjang beliau hidup di tengah-tengah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- semua pekerjaan dia yang di
- depan. Kalau
- Nabi tidur, dia yang
- menjaga. Khawatir ada sesuatu. Kalau
- pintunya begitu Nabi masuk, belilah yang
- menutup pintunya. Kalau ada orang yang
- salam, dialah yang menjawab, membuka
- pintu. Kalau Nabi mau mandi, dialah yang
- menyiapkan semua peralatan mandi. Kalau
- Nabi mau wudu, wudu, air wudu sudah
- disiapkan. Kalau Nabi mau keluar, sendal
- sudah disiapkan, tongkat sudah
- disiapkan, semua keperluan.
- Masyaallah. Makan minum dia siapkan.
- Nah, dengan itu Nabi melihat
- kesungguhan aktivitas dia begitu tinggi
- menghadapi keperluan apa yang Rasul
- perukan. Maka Nabi mengajarkan
- mengajarkan ayat-ayat Allah yang
- diturunkan kepada Nabi langsung
- disampaikan kepada Abdullah bin Mas'ud.
- Maka dengan barokahnya beliau hidup di
- tengah-tengah keluarga Rasulullah, maka
- Abdullah bin Mas'ud ini termasuk salah
- satu ulama di kalangan para sahabat.
- Dan dia banyak hafal
- Al-Qur'an. Banyak hafal-hafal apa? Hafal
- tentang apa yang dia Rasulullah katakan.
- Bahkan kata Abdullah bin Mas'ud sendiri,
- dia katakan tidak ada satu ayat
- Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi,
- niscaya saya tahu ayat ini turun di
- sini, ayat ini turun di sini.
- Kejadiannya ini, ini, ini, ni.
- Beberapa ulama di kalangan tabiin dan
- juga kalangan
- sahabat mereka
- mengatakan, "Tidaklah saya perhatikan
- Abdullah bin Mas'ud itu
- persis akhlaknya itu seperti akhlak
- Nabi. tutur katanya,
- kejujurannya,
- amanahnya, bahasa yang dia sampaikan
- kalau menghadapi orang
- masyaallah kalau istilah orang sunah
- rengkuhnya gayanya itu tidak jauh
- seperti apa yang Nabi katakan. Dia
- itulah Abdullah bin Mas'ud.
- Nah, satu
- saat terjadilah
- peristiwa yang
- mengakibatkan berdirinya hak dan
- berdirinya
- kebatilan di sebuah peristiwa yang
- disebut namanya peristiwa
- Badar. Nah, Abdullah bin
- Mas'ud dia sahabat
- Nabi yang begitu cekatan dan siap
- menghadapi segala permasalahan.
- Nabi pernah berkata, kata Nabi, "Siapa
- yang
- sanggup memperlihatkan kepadaku Abu
- Jahal?" Waduh, ngacung dia. "Saya siap."
- Nah, bagaimana caranya? Karena Abu Jahal
- waktu di Badar itu dia ke panglimanya.
- Nah, begitu dia jalan ketemu dengan dua
- anak muda
- Anshar. Dia bilang,
- "Gimana?" Dia bilang, "Anak muda Ansar,
- saya yang telah
- merobohkan Abu
- Jahal." Abu Jahal itu adalah sebutan Amr
- bin
- Hisyam. Itu nama
- aslinya. Di mana sekarang? Di sana. Kata
- dia cari.
- Begitu dicari oleh Abdullah bin Mas'ud,
- ternyata benar Abu Jahal sudah
- tergeletak karena dua anak muda ini, dua
- anak muda Ansar ini, adik-adik kakak Amr
- bin Afro dan satu lagi Amr bin Fulan.
- Sama-sama anak Afro juga.
- Begitu dia berbicara, "Aik kakak ini
- pokoknya kamu atau saya, saya atau
- kamu." Kata dia, "Kita jangan beri
- kesempatan siapa yang disebut
- namanya Amr bin Hisyam atau Abu Jahal."
- I siap. Pokoknya kita tidak mencari
- orang lain kecuali pencarian kita orang
- yang bernama Abu Jahal. Ternyata Abu
- Jahal ini seorang pemimpin Quraisy itu
- dia yang diberikan kelebihan oleh Allah.
- Kekuatannya satu berbanding 10 paling
- sedikit atau satu berbanding 50. Kalau
- orang ngangkat batu itu diangkat 10
- orang lebih, dia mah sendiri. Saya h itu
- Abu Jahal tuh kekuatannya. Jadi
- bagaimana menghadapi orang ini? Dan Abu
- Jahal itu agak lain ya. Rambutnya juga
- beda. Rambutnya pirang kayak anak muda
- sekarang kita nih di cater
- macam dan gondrong. Nah gondrong ini
- warna warna
- ni. Nah waktu kaum muslimin dibariskan
- oleh Nabi dalam satu barisan khusus
- nih. Ibnu Afro ini anaknya Afro itu
- nanya yang ditanya kebetulan Abdurrahman
- bin Auf. Kata anak muda ni,
- "Faman mana yang namanya Abu Jahal?" Dia
- bilang, "Noh, noh, noh." Sambil nunjuk
- noh. Itu orangnya. Oh, itu.
- Iya, itu dua anak muda itu begitu
- ditunjukkan seperti apa? Seperti burung
- elang yang sedang siap menyambarnya.
- Loncat itu
- bang. Dua anak muda ini. Langsung dia
- mengejar dengan takdir Allah. Langsung
- dia berhadapan dengan Abu Jahal. Abu
- Jahal dikepung oleh dua anak muda.
- Waduh, bagaimana permainan seekor elang
- galak menghadapi serbuannya. Banting ke
- sana, banting sini. Ternyata dua anak
- muda itu memang sudah niat hanya untuk
- Allah hidupnya. Dia loncat, dia terjang
- dengan membabad pedangnya. Kemudian
- dia terkapar diserang sama yang satu
- lagi. Adiknya jatuh
- pingsan pedangnya. Kemudian dilihat
- bekas darahnya
- ada. Ternyata Abu Jahal sudah tidak
- bergerak lagi. Ya udah dia pulang. Nah,
- waktu pulang itulah ketemu dengan
- Abdullah bin
- Mas'ud. Udah ya udah. Di mana?
- Sono. Begitu
- datang Abdullah bin Mas'ud melihat Abu
- Jahal
- sedang
- melepaskan
- roh terakhirnya.
- Eh, lihat Abdullah bin Mas'ud sempat
- ngomong. Apa
- ngomongnya? Menyesal saya.
- Coba kalau yang membunuh saya itu
- Muhammad atau orang seperti Abu Bakar,
- saya enggak
- nyesal. Tapi yang membunuh saya anak
- muda, petani
- lagi. Apa coba di mata saya mereka
- itu? Kata Abdullah bin Mas'ud, "Nah,
- kalau gitu sekarang rasakan. Saya yang
- akan menyelesaikan kau," katanya dia.
- Dia ambil pedangnya itu langsung
- ditebaskan ke lehernya. Putus jadi
- dua. Coba siapa yang berani begitu?
- Dipotong lehernya bet. Sudah lepas
- diangkat, dipegang kepalanya itu
- rambutnya
- dibawa. Ke mana dibawanya? Langsung
- menghadap kepada
- Rasul. Begitu Rasul lihat, "Wah, itu
- Abdullah bin Mas'ud.
- Megang-megang kepala. Kata Nabi, "Ya
- Rasulullah, inilah kepalanya Abu Jahal.
- Gelundung aja." Begitu Nabi lihat
- kepalanya gelundung, takbir Allahu
- Akbar. Tiga kali takbir Allahu Akbar.
- Sadaqallahu wah wzamal ahjab
- waajungahu. Kata Nabi, "Masyaallah benar
- janji Allah. Sekarang musuh-musuh Allah
- sudah dihancurkan. Ini biangnya sudah
- ada tinggal kepalanya aja.
- Alhamdulillah. Itulah contoh bagaimana
- keberaniannya seorang sahabat yang
- secara fisik, masyaallah fisiknya kecil
- enggak mungkin bisa berhadapan dengan
- orang yang begitu terpengaruh. Dia tidak
- ada punya rasa takut. Pokoknya hanya
- Allah yang dia
- takuti. Nah, sudah. Itulah keberanian
- Abdullah bin Mas'ud. Dan ternyata beliau
- pun itu punya catatan Al-Qur'an.
- Beliau punya catatan Al-Qur'an dan
- beliau tulis sendiri dan Nabi
- mempercayainya
- dia. Nah, kemudian
- lagi beliau dengan takdir Allah beberapa
- peristiwa yang Nabi alami dari mulai
- perang Badar, perang Uhud, Ahzab, beliau
- selalu
- ikut. Nah, satu saat Rasulullah menyuruh
- dia untuk mengambilkan
- buah buah-buahan yang ada di kota
- Makkah. Maka naiklah Abdullah bin
- Mas'ud. Nah, waktu dia sedang naik,
- sahabat pada
- ngelihat. Nah, waktu dia ngelihat pada
- ketawa. Nabi tahu nih mereka yang
- mentertawakan karena melihat betis
- Abdullah bin Mas'ud sangat kecil.
- Sehingga pada saat dia naik ranting itu
- dia bergoyang di atas ranting. Ini kalau
- model Andi model yang naik itu naik
- ranting pasti jatuh dan pasti tumbang
- kan. Ini naik di rantingnya. Bayangkan
- orang pada ketawa. Kata
- Nabi, "Kamu mentertawakan betisnya ya
- kata kelihatan diam." Nah, memang betul
- kata Nabi, "Coba kamu
- renungkan itu betisnya Abdullah bin
- Mas'ud yang kamu remehkan itu jika
- ditimbang nanti di akhirat di satu
- mizan. Kemudian di mizan yang lain
- Gunung
- Uhud. Bayangkan Gunung Uhud. Heeh. Itu
- akan berat betisnya Abdullah bin
- Mas'ud." Masyaallah. Jadi, Ji kalau
- bahasa saya, "Kamu jangan main-main ya.
- itu betisnya itu kalau ditimbang dengan
- Gunung Uhud masih jauh berat
- timbangannya betisnya Abdullah bin
- Masud. Masyaallah. Akhirnya sahabat yang
- tadinya suka mencandai dia itu mulai tuh
- mereka agak segan dengan nasihat Nabi.
- Sudah.
- Nah, satu saat di zaman
- khalifah, salah seorang rombongan sedang
- berjalan. Banyak orang.
- Kemudian Umar bin Khattab juga berjalan.
- Jadi sama-sama
- berjalan. Kata Umar bin Khattab, "Coba
- tanya itu rombongan itu dari mana
- itu?" Ditanya tuh oleh juru bicaranya.
- Nah, jadi Umar ngomong disampaikan kalau
- bahasa kita min aina
- anta? Eh, dijawab min fajjin amik.
- Wih, ini yang jawabannya Quran nih.
- Min fajjin
- amik. Dari tempat yang jauh yang banyak
- apa
- liku-likunya.
- Terus tanya lagi, "Mau ke mana gitu."
- Ditanya mau ke mana? Ila baitil attiq.
- Katanya, kata Umar, ini rombongan enggak
- mungkin. Pasti di dalamnya ada orang
- alim. Jawabannya Quran yang pertama dari
- mana? Minfad jin amik. Menuju mana? Ila
- baitil attiq. Itu kan Quran semua bahasa
- Quran. Kalau gitu tolong coba
- tanyakan ayat Quran yang terhebat. Coba
- tunjukkan ayat apa? Bacakan.
- dijawab bahwa Quran, ayat Quran yang
- terhebat adalah Allahu la ilaha illa
- hual hayyul qayyum la takudu sinatu wala
- naum. Eh, benar jawabannya kata Umar.
- Waduh. Kalau gitu tanya
- lagi. Ayat apa yang di dalamnya itu
- mengandung seluruh perbuatan manusia
- terkapar yang baik, yang buruk?
- Dijawab lagi,
- famalqartin khair yaral mqaratin
- sar. Kata Umar, "Apakah di tengah kalian
- ini ada Abdullah bin Mas'ud?" "Ada. Mana
- ini orangnya?" "Oh,
- pantes."
- Nah, begitu disebut ada Abdullah bin
- Mas'ud, baru Umar memahami bagus. Memang
- orang ini
- diakui. Pertama dia shahibisir. Heeh.
- Tempat menyimpan rahasianya Rasulullah
- dan karena memang orang
- cerdas. Kemudian
- lagi di satu
- daerah dilaporkan kepada Umar bin
- Khattab, "Ya
- khalifah, itu ada orang ngomong
- aja, tapi hebatnya dia enggak pernah ada
- tulisan di luar kepala semua.
- Umar nanya siapa dia? Katanya Abdullah
- bin Mas'ud.
- Oh sebelum disebut Abdullah bin Mas'ud
- Umar itu mau marah. Artinya kok orang
- banyak ngomong nih. Tapi begitu disebut
- namanya Abdullah bin Mas'ud ya emang dia
- memang kayak perekam. Orang ngomong
- langsung kayak direkam aja. Ngerti saya
- kira bukan dia. Ah ke dia mah enggak
- apa-apalah. Artinya orang yang berbicara
- tanpa ada tambahan dan kekurangan.
- selalu jujur. Begitu disebut Abdullah
- bin Mas'ud, Umar bin Khattab langsung
- reda dari amarahnya. Inilah kehebatan
- salah satu di antara sahabat Nabi yang
- disebut namanya Shohibus Sir. Nah,
- beliau diberikan umur yang
- panjang sambil beliau mengalami zaman
- Utsman bin Affan.
- Nah, waktu mendekati
- ajalnya, Khalifah Utsman
- datang
- menjenguk sakit yang dirasakan Abdullah
- bin
- Mas'ud. Waktu menjenguk kelihatan di
- wajahnya kayak ada sesuatu yang
- digalaukan atau yang
- dipikirkan.
- Ditanya kata Khalifah Utsman, "Kayaknya
- kamu ada sesuatu yang ditakutkan ya.
- Iya. Apa yang kau takutkan? Dosa-dosa
- saya
- coba. Saya khawatir Allah mengazab
- dengan dosa
- saya. Sudah kalau gitu gini aja ya.
- Saya akan
- berikan jatahmu yang setiap bulan kamu
- tidak pernah ambil dan itu ada semuanya
- di
- saya. Saya akan berikan kepada Oh,
- enggak
- usah. Saya sudah pesan sama anak-anak
- saya, kalau kamu tidak mau diberikan
- kepakiran oleh Allah, baca tiap malam
- surah Al-Waqi'ah.
- Jadi enggak usah. Makanya saya enggak
- ambil itu karena saya sudah titipkan dia
- kepada Allah.
- Masyaallah. Itulah jadi bagaimana dia
- menanamkan akidah kepada
- anak-anaknya. Justru yang ditanamkan
- bukan urusan dunia, tapi urusan akidah,
- urusan kehidupan hari akhir lain dengan
- kita ya. Heeh. Kita mah dikit-dikit
- bahkan disinggung oleh Allah dalam surah
- Albaqarah waktu dialo salah seorang
- nabi, "Bagaimana kalau aku nanti sudah
- kembali kepada Allah?" Mauduna
- mimbadi sembah selain sesudah aku wafat.
- Kalau kita mata
- takuna apa yang akan kamu makan kalau
- saya sudah tidak ada? Tapi kalau Nabi
- selalu diingatkan kepada kehidupan
- akhirat. Jadi jangan lupa kalau kamu
- kekurangan udah minta sama Allah nih
- baca surat ini. Ternyata sahabat bukan
- hanya baca dia, dia ngerti
- isinya. Nah sekarang coba kita lihat tuh
- dalam surah Alwaqi'ah itu sangat indah.
- Kata Allah bahwa di dalam kehidupan
- akhirat ada
- tiga. Ada ashabul yamin, ada ashabus
- syimal, dan ada a yang disebutkan
- almuqarbun. Mau Anda menempatkan di
- mana? Apa mau di ashabul yamin apa
- asabus simal atau di almuqarabun. Apa
- itu almuqrabun? Orang-orang yang
- didekatkan dengan Allah. Mereka masuk
- surga tanpa hisab. Wah. Kalau asabul
- yamin mereka masuk surga tapi dihisab
- dulu. Kalau asabus syimal ya mereka ya
- yang masuk neraka. Diberitahu oleh
- Allah. Terus mereka yang diberikan oleh
- Allah pandangan-pandangan yang hidupnya
- selalu melaksanakan perintah Allah
- menjauhi
- larangannya. Wah. Jadi karena orang Arab
- bahasa hari-hari bahasa Arab begitu
- Al-Qur'an dengan bahasa Arab ngerti.
- Nah, kita orang Indonesia baca Quran
- perlu kita penterjemah. Maka ada
- almufrodat fi goribil Quran. Nah, itu
- satu kitab yang memang untuk mengetahui
- arti-arti yang ada dalam Al-Qur'an.
- Pantas. Makanya kalau orang Arab yang
- ngerti bahasa Arab enggak banyak
- dijelaskan oleh kita. Sudah ngerti
- memang itu bahasanya. Tapi orang kita
- baca Quran harus ngerti biar apa yang
- dibaca kita memahami. Makanya begitu
- disampaikan anak-anakku kata Abdullah
- bin Mas'ud aku sudah pesankan kepadanya
- jangan sampai kau tinggalkan baca itu
- tiap malam surat Al-Waqiah. Cuma itu
- pesannya. Jadi saya tidak khawatir
- mereka tidak akan makan dan
- minum. Sudah bicara panjang lebar dengan
- lainnya pulang pada Allah.
- Abdullah bin Mas'ud dipanggil
- juga Abu
- Abdurrahman, bapaknya
- Abdurrahman. Dan beliau memiliki catatan
- Al-Qur'an yang mana pada saat pembukuan
- Al-Qur'an di zaman Utsman bin Affan itu
- catatan itu diminta oleh Kh Utsman dalam
- rangka untuk apa? dalam rangka untuk
- menyaragamkan atau menyatukan
- bahasa yang digunakan dalam Al-Qur'an.
- Tapi kejadian ini masih juga ada orang
- hari ini
- mencercanya. Inilah katanya
- ketidak istilah bahasa mereka itu
- apa? Demokrasi katanya.
- Coba kalau Quran itu beragam kan enak.
- Justru kalau Quran itu beragam ini akan
- menimbulkan fitnah. Maka sebelum Quran
- ditulis dengan perintah Utsman bin Affan
- ini sudah terjadi nih terjadi saling
- caci mencaci antara seorang guru yang
- punya murid dengan seorang guru yang
- punya murid yaitu gurunya Abu Musa
- al-As'ari dengan gurunya Ibnu Abbas itu
- saling cace itu sampai mereka mau
- berantem. H karena kata murid Abdullah
- bin Abbas, "Saya baca Quran ini gurunya
- ini." Kata murid Abu Musa, "Ini gurunya
- saya
- ini." Nah, sekarang Rasul sudah tidak
- ada. Siapa yang akan menyelesaikan?
- Khalifah, imam.
- Makanya sahabat Hudzaifah bin Yaman
- setelah keliling dunia waktu itu dari
- Azerbaijan masuk ke Armenia, masuk ke
- Irak, masuk ke daerah-daerah yang
- lainnya didengar bacaan Quran kok
- begini. Akhirnya lapor kepada Khalifah
- Utsman. Nah, Khalifah Utsman kemudian
- mengumpulkan tokoh-tokoh sahabat yang
- hafiz Quran termasuk mengumpulkan
- catatan-catatan Al-Qur'an yang dimiliki
- oleh para sahabat. Termasuk catatan
- Quran yang ada di Ali diminta. Catatan
- Quran yang ada di Abdullah bin Mas'ud
- diminta, catatan Quran yang ada di
- tempat diminta. Termasuk Quran Quran
- yang sudah disebarkan di zaman Abu
- Bakar. Yang dari Mesir diambil, yang
- dari Irak diambil, dari Yaman diambil,
- diambil semua. Kumpul di Madinah
- kemudian
- diadakan penulisan ulang.
- Kata Khalifah Utsman, "Sekarang bacaan
- Quran satu, tidak ada bacaan ini, baca
- ini." Maka disepakatilah, maka lahirlah
- tulisan Quran yang sampai kepada kita
- yang disebut sekarang mushaf
- Utsmani. Itu sejarahnya bagaimana Quran
- ditulis dengan nama Mushaf Utsmani
- karena permasalahannya itu tadi. sebelum
- ada Quran Musfab Musani itu terjadi
- perbincangan dan
- persengketaan. Perselisihan gitu.
- Perselisihan. Jadi masing-masing merasa
- lebih
- unggul. Akhirnya dengan adanya ini
- berakhirlah persengketaan, pencacian dan
- lain sebagainya. Itulah hikmahnya
- muslimin dipimpin oleh seorang imam atau
- oleh seorang khi khalifah sehingga
- masalah masalah yang terjadi itu bisa
- diselesaikan. Demikian yang dapat kami
- sampaikan mudah-mudahan bermanfaat.
- Wuminkum. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]