Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:10 [musik] 0:12 Rasul TV 0:35 Bismillahirrahmanirrahim, 0:36 alhamdulillahirobbil alamin, Allahuma 0:38 sholi ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:40 sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 0:41 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan dan 0:44 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:46 juga pemirsa Rasul Visual yang dirahmati 0:48 Allah, semoga [musik] kabar Anda sehat 0:49 di malam hari ini. Alhamdulillah kita 0:51 berjumpa di malam hari ini ikhwan akhwat 0:53 di hari Selasa, hari yang ke-11 di bulan 0:55 Rajab 1442 Hijriah atau bertepatan 0:58 dengan hari yang ke-23 di bulan Februari 1:00 2021. 1:02 Kita berjumpa kembali di acara Renungan 1:04 Kalbu bersama Ustad Rahmatullah yang 1:06 alhamdulillah telah hadir di studio, 1:08 kita sapa terlebih dahulu ikhwan akhwat. 1:10 Assalamualaikum warahmatullahi 1:11 wabarakatuh, Ustad. 1:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13 wabarakatuh. 1:14 Sehat ya kabarnya ya? 1:15 Alhamdulillah. 1:15 Alhamdulillah, 2 pekan kita enggak 1:17 bertemu nih, Ustad. 1:18 Iya. 1:18 Karena lockdown kita. 1:19 [tertawa] 1:20 Iya. 1:20 Alhamdulillah sekarang sudah bisa 1:22 kembali bertemu siaran live di malam 1:24 hari ini ikhwan akhwat. 1:25 Dan tema yang Ustad akan sampaikan 1:27 adalah mengenai 1:29 masih membahas mengenai Ulul Albab Ustad 1:31 ya. 1:31 He eh. 1:32 Dan hari ini sub temanya mengenai 1:33 bagaimana Ulul Albab memahami proses 1:36 [musik] haji. 1:37 Iya. 1:38 Karena kalau kalau orang yang punya 1:41 sikap sifat Ulul Albab ini pasti 1:44 mempunyai pandangan yang berbeda tentang 1:45 ibadah haji Ustad ya. 1:46 Iya. 1:47 Bukan hanya sekedar menggelar mengejar 1:49 titel haji saja mungkin ya. 1:51 Ada nilai-nilai tersendiri tentang 1:53 ibadah haji ini ya, Ustad. 1:54 Iya. 1:55 Jadi memang eee saya kasih judul 1:58 bagaimana ulul albab memahami proses 2:01 haji itu. 2:03 Jadi, 2:04 prosesi haji [musik] itu bukan hanya 2:07 sekedar 2:09 bagaimana 2:10 orang tawaf, 2:12 bagaimana sa'i, 2:16 atau ketika misalnya di jamarat 2:19 He eh. 2:19 melempar jumrah, 2:22 He eh. 2:23 ataupun di Arafah 2:25 Ya. 2:26 Hukum ya. 2:26 Iya, jadi bukan hanya sekedar 2:29 ee peristiwa 2:31 ee bagaimana menunaikan 2:34 ibadah haji aja. 2:35 ibadah haji itu. 2:37 Tapi sesungguhnya itu merupakan satu 2:40 peristiwa yang 2:41 amat sangat 2:44 ee besar 2:45 He eh. 2:46 dan sangat monumental ya. 2:49 [mendengus] 2:50 Jadi, itu 2:50 [musik] 2:51 menunjukkan bahwa 2:53 ee 2:56 napak tilas Nabi Allah Ibrahim. 3:00 Jadi, keluarga Ibrahim 3:03 itu adalah satu 3:05 keluarga yang sukses 3:08 bagaimana mentaati perintah Allah itu. 3:12 Jadi, ee bagaimana Nabi Ibrahim itu 3:16 [musik] 3:17 memulai satu 3:19 kehidupan. 3:21 Maka, di situ di dalam Alquran itu 3:25 ee 3:26 kalau ee kita renungkan 3:29 ee 3:30 ya harus ulul albab gitu. 3:33 Iya. 3:34 Karena di situ hanya ulul albablah yang 3:36 bisa 3:37 mengambil satu pelajaran. 3:39 Iya. 3:40 Hikmah daripada 3:41 ee proses haji itu. 3:43 Proses haji ya. 3:44 Jadi, itu merupakan satu pekerjaan besar 3:47 yang harus dipahami dengan ee cara ulul 3:50 albab gitu. 3:52 Dan dari situlah nanti hikmah-hikmah 3:55 haji itu akan 3:56 didapat gitu. 3:59 Karena di situ 4:00 kalau kita lihat 4:03 di dalam apa namanya proses haji itu 4:07 bagaimana orang 4:10 di dalam itikad batin saja itu harus 4:15 betul-betul 4:16 tidak boleh ada sesuatu yang buruk. 4:20 Pasti akan di 4:21 tampakkan oleh Allah subhanahu wa taala 4:23 gitu. 4:25 Maka di situlah sesungguhnya yang bisa 4:27 mengambil pelajaran itu hanya ulul 4:29 albab. 4:31 Jadi bukan hanya naik haji, datang ke 4:34 Mekkah sana, gimana saya supaya bisa 4:38 mencium hajar aswad, terus kemudian 4:40 sikut sana, sikut sini, menyakiti hati 4:44 orang yang ada di sekitarnya. 4:46 Yang banyak terjadi seperti itu. 4:50 Sehingga 4:51 [berdehem] 4:52 eee 4:54 barangkali itu yang harus 4:56 harus ada ada satu apa pencerahan ya 5:01 sebelum menunaikan haji. 5:03 Eee 5:04 beratus ya bahkan berjuta ya 5:08 orang yang sudah 5:11 menunaikan 5:13 ibadah haji. 5:14 Kalau dipahami dari sisi ulul albab 5:17 ya 5:19 mestinya 5:21 mayoritas orang yang yang naik haji itu 5:23 ada satu perubahan yang sangat 5:27 signifikan artinya 5:29 perubahan yang 5:30 secara 5:32 besar-besaran. 5:34 Baik dari sisi karakter, 5:38 tingkah laku 5:39 harusnya seperti itu gitu. 5:42 Tapi rupanya memang 5:44 persyaratan ulul albab itu yang 5:48 tidak terpenuhi atau mungkin karena 5:51 ketidaktahuan 5:53 sehingga 5:54 ee 5:56 tujuan 5:57 yang diinginkan dari ee haji itu 6:01 ee jauh 6:02 panggang daripada api 6:04 saya kira seperti itu 6:07 ya 6:08 baik nanti Ustad akan menjelaskan lebih 6:10 detail lagi Ikhwan Akhwat nanti juga 6:11 yang ingin bergabung silakan bisa Anda 6:13 gunakan WhatsApp kami di 08111999720 6:19 ataupun yang ingin bergabung via telepon 6:20 juga silakan di 0218451512 6:24 silakan Ustad 6:25 baik 6:27 bismillahirrahmanirrahim 6:33 assalamualaikum warahmatullahi 6:35 wabarakatuh 6:40 alhamdulillah 6:43 alhamdulillahilladzi 6:46 khalaqal mauta wal hayata liyabluwakum 6:48 ayyukum ahsanu amala wahuwal azizul 6:50 ghafur 6:53 asyhadu anla ilaha illallah wa asyhadu 6:55 anna Muhammadan abduhu wa rasuluh 6:57 Allahumma shalli wa sallim wa barik ala 6:59 Muhammad wa ala ali Muhammad wa ba'd 7:05 para 7:07 pendengar dan 7:09 pemirsa radio serta TV Rasya yang 7:13 dimuliakan oleh Allah subhanahu wa 7:15 ta'ala 7:17 terlebih dahulu marilah kita 7:19 memanjatkan 7:21 puji syukur 7:24 kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala 7:27 selawat serta salam semoga Allah 7:30 limpahkan 7:32 kepada junjungan kita Rasulullah 7:33 Muhammad shallallahu alaihi wasallam 7:36 keluarga beliau para sahabatnya dan 7:39 kepada kita sekalian amin ya rabbal 7:41 alamin. 7:47 Pada kesempatan kali ini kita akan 7:50 menyampaikan [berdehem] 7:54 bagaimana ulul albab 7:57 memahami proses haji 8:02 atau orang yang berakal. 8:09 Maka 8:12 kalau kita renungkan 8:14 firman Allah subhanahu wa taala 8:18 boleh 8:20 disebut juga bahwa 8:24 kalaupun tidak boleh dikatakan 8:27 satu persyaratan 8:29 tapi idealnya adalah 8:33 seseorang yang akan menunaikan ibadah 8:36 haji itu 8:39 harusnya adalah ulul albab atau 8:42 orang-orang [mendengus] yang berakal. 8:48 Orang yang berakal atau ulul albab 8:51 telah kami sampaikan beberapa episode ya 8:56 pada 8:57 pekan yang lalu. 9:02 Mengapa sesungguhnya Allah subhanahu wa 9:05 taala mempersyaratkan ulul albab bagi 9:12 orang yang mau menunaikan ibadah haji 9:15 atau idealnya harusnya ulul albab. 9:19 Karena 9:23 proses haji ini adalah merupakan napak 9:25 tilas dari 9:28 Nabi Allah Ibrahim alaihissalam 9:34 merupakan satu simbol 9:38 simbol keluarga yang sukses 9:42 mulai dari 9:44 suami, istri, anak 9:47 Nabi Allah Ibrahim alaihissalam 9:52 kemudian 9:54 istrinya Hajar dan Ismail 9:58 merupakan satu simbol rumah tangga yang 10:01 sukses 10:03 mentaati perintah Allah subhanahu wa 10:06 taala 10:11 kesuksesan 10:13 Nabi Allah Ibrahim, keluarga Nabi Allah 10:15 Ibrahim 10:17 diabadikan oleh Allah subhanahu wa taala 10:22 menjadi satu 10:25 ibadah tahunan 10:28 yang berada di 10:30 Makkah Al Mukarramah 10:37 maka Allah subhanahu wa taala 10:42 bagaimana 10:45 [mendengus] 10:46 menyampaikan firman-Nya di dalam surah 10:49 Al Baqarah pada ayat yang ke 197 10:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim 11:03 Al Hajju 11:05 Asyhurun Ma'lumatun 11:09 Faman Farada Fihinal Haj 11:14 Fala Rafasa 11:18 Wala Fusuka 11:21 Wala Jidala Fil Haj 11:26 Wama Taf'alu Min Khairi Ya'lam Allah 11:32 Watazawwadu Fainna Khairaz 11:35 taqwa. 11:38 Wattaquni 11:39 ya ulil albab. 11:48 Musim haji adalah 11:51 beberapa bulan yang 11:55 dimaklumi. 12:00 Barangsiapa yang menetapkan niatnya 12:04 dalam 12:05 bulan itu akan mengerjakan haji. 12:12 Maka 12:14 tidak boleh 12:16 rafas. 12:20 Tidak boleh berbuat fasik. 12:25 Dan tidak boleh berbantah-bantahan 12:30 di dalam masa 12:33 mengerjakan haji. 12:38 Dan apa yang kamu kerjakan berupa 12:40 kebaikan 12:42 [mendengus] 12:43 niscaya Allah mengetahuinya. 12:50 Berbekallah. 12:53 Dan sesungguhnya 12:56 sebaik-baik bekal adalah 13:00 takwa. 13:04 Dan bertakwalah kepadaku wahai 13:08 orang-orang yang berakal atau ulul 13:11 albab. 13:15 Jadi di sini 13:17 bertakwa. 13:20 Tapi bertakwa kemudian ditambah bahwa 13:23 bertakwa yang ulul albab. 13:31 Maka Allah 13:33 menyampaikan 13:36 persyaratan di sini 13:38 tidak boleh 13:40 bantah-bantahan. 13:43 Maka kalau kita lihat 13:46 bagaimana 13:48 proses haji yang 13:51 terjadi di lapangan 13:54 bahkan bukan hanya berbantah-bantahan 13:56 saja 13:57 tapi ada juga yang sampai berkelahi 14:00 mulut 14:04 gara-gara tempat 14:06 ya 14:08 dia bersitegang. 14:12 Dan ini nampak bisa kita lihat 14:15 ya 14:16 kejadian seperti itu. 14:20 Padahal sesungguhnya itu dilarang oleh 14:22 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 14:26 Bahkan juga ada yang 14:30 biasanya kalau ke Masjidil Haram 14:34 naik bus ya naik bus turun bus 14:39 mereka masih sempat juga rebutan. 14:44 Bahkan saling tarik gitu orang yang mau 14:46 naik bus duluan ditariknya 14:49 maksudnya supaya dia yang lebih dulu. 14:51 Fenomena itu akan 14:54 terlihat secara kasat mata. 15:00 Maka kalau kita lihat misalnya 15:04 bagaimana bangsa lain ya misalnya 15:06 seperti Turki ya 15:08 ya 15:09 komunitas orang-orang Turki ketika naik 15:12 bus misalnya 15:14 mereka teratur ya 15:17 seperti apa semut ya 15:21 naiknya teratur 15:26 sementara kita fenomena 15:29 yang 15:30 berbeda 180 derajat 15:36 mereka rebutan singgol-singgolan 15:40 ini merupakan satu fenomena yang 15:42 dianggap biasa 15:45 padahal dilarang oleh Allah Subhanahu Wa 15:46 Ta'ala 15:49 sehingga 15:51 ya ulul albab itu kalau orang naik haji 15:53 enggak enggak seperti itu gitu 15:56 bahkan kalau kita lihat 15:58 di sekitar 16:00 ee 16:01 Ka'bah ya orang mau tawaf itu ada 16:04 jokinya itu 16:06 siapa yang mau mencium Hajar Aswad ada 16:09 jokinya bayar sekian riyal gitu 16:13 ee 16:14 akhirnya apa dipimpin oleh joki 16:17 ya jadi kerumunan kerumunan kerumunan 16:20 itu ya 16:21 diterabas 16:22 diterabas saja gitu 16:24 disikut 16:26 jadi ada dua orang yang di depan sikut 16:30 itu kan menyakiti hati orang lain gitu 16:33 iya 16:35 ee 16:37 ini merupakan satu fenomena 16:41 yang dianggap biasa padahal ini 16:43 merupakan satu pelanggaran 16:46 yang sudah jauh-jauh hari oleh Allah 16:48 diberikan satu persyaratan 16:51 jangan berbantah-bantahan 16:52 jangan menyakiti orang lain jangan 16:55 berbuat fasik jangan berbuat rafas gitu 16:59 tapi itulah yang terjadi 17:01 yang dikerjakan justru yang dilarang 17:03 oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan itu 17:05 adanya di 17:08 proses ketika mereka 17:11 melakukan ee ibadah haji 17:17 sehingga di sini Allah menyatakan 17:20 Fattazawwadu 17:21 fainna khairaz 17:23 khairuz zad taqwa. 17:26 Maka berbekallah. 17:30 Tapi bekal 17:33 yang 17:34 paling baik, yang terbaik selain bekal 17:38 harta benda apa yang 17:40 kita 17:41 perlukan di dalam 17:43 proses perjalanan. 17:45 Ada sesuatu yang baik. Apa itu? 17:48 Bekal takwa kepada Allah Subhanahu wa 17:51 Ta'ala. 17:54 Bahkan ditambah lagi bukan hanya 17:55 bertakwa. 17:57 Tapi takwanya adalah takwanya ulul 17:59 albab, takwanya orang yang berakal. 18:03 Karena nanti orang-orang yang berakal 18:05 ini 18:06 akan merekam 18:09 ya, fenomena 18:12 haji di lapangan itu bukan hanya sekedar 18:15 sekedar 18:16 ee, ritual ibadah. 18:18 Tapi ada proses batin yang bisa direkam. 18:31 Kemudian ee, 18:34 apa yang disebut dengan rafats itu? 18:38 Allah menyebutkan definisi rafats ini 18:42 ada di dalam 18:44 surah Al Baqarah pada ayat yang ke 187. 18:50 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 18:52 Uhilla lakum lailatas shiyami 18:56 lailatas shiyami rafatsu ila nisaikum. 19:01 Dihalalkan bagi kamu pada malam hari 19:04 bulan puasa bercampur dengan istri-istri 19:07 kamu. 19:09 Artinya rafats ini adalah bercampur 19:11 dengan istri. Nah, pada waktu haji itu 19:14 dilarang. 19:20 Sementara fasik 19:23 dilarang fasik. 19:25 Maka Nabi menyatakan 19:29 Sibabul muslimi fusuqun. 19:34 Waqitaluhu kufrun. 19:38 Mencaci maki orang muslim itu merupakan 19:42 kefasikan. 19:45 Dan memeranginya merupakan kekafiran. 19:50 Hadis Bukhari 19:52 Muslim. 19:57 Jadi mencaci maki 19:59 dan ini terjadi. 20:03 Gara-gara perebutan tempat gitu, itu 20:05 saling 20:07 tegang otot gitu. 20:11 Dan itu perbuatan kefasikan. 20:16 Maka 20:17 tidak demikian halnya 20:20 ulul albab ketika 20:23 menunaikan ibadah haji. Jadi 20:27 hal-hal yang seperti itu yang 20:29 sesungguhnya 20:31 yang menjadi pusat perhatian. 20:34 [berdehem] 20:39 Kemudian di dalam proses haji di sana 20:41 sesungguhnya 20:44 kita diminta betul-betul bagaimana batin 20:47 ini bergantung kepada Allah, 20:49 mengharapkan rida Allah, betul-betul 20:53 setelah tadi 20:55 apa namanya tidak berbantah-bantahan, 20:58 tidak berbuat fasik. 21:01 Tidak berbuat rafas. 21:04 Maka untuk selanjutnya bagaimana menjaga 21:07 batin? 21:11 Jangan sampai mempunyai niat yang buruk 21:14 atau ada lintasan. 21:17 Lintasan batin yang 21:19 buruk. 21:22 Maka 21:24 sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala 21:26 menyatakan bahwa di dalam surah Al-Hajj 21:29 ayat 21:31 25. 21:32 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 21:36 Innal ladzina kafaru wa sadduna wa 21:39 yasudduna an sabilillahi wal masjidil 21:43 haramil ladzi 21:45 ja'alnahu lin nasi sawa'an. 21:50 Al akifu fihi wal bad. 21:54 Wa may yurid fihi bi ilhadin 21:58 bi dzulmin nudziqhu min adzabin alim. 22:06 Sesungguhnya orang-orang kafir dan 22:08 menghalangi manusia dari jalan Allah. 22:13 Dan Masjidil Haram yang telah kami 22:17 jadikan untuk semua manusia. 22:22 Baik yang bermukim di situ maupun 22:26 di padang pasir. 22:29 Dan siapa yang bermaksud di dalamnya 22:32 melakukan kejahatan secara dzalim 22:36 niscaya akan kami rasakan 22:40 kepadanya sebagian siksa yang sangat 22:44 pedih. 22:48 Nah, di dalam ayat-ayat kauniyahnya 22:50 ketika orang itu mempunyai satu niat 22:52 yang kurang bagus, makanya di sana itu 22:55 akan ditampakkan oleh Allah Subhanahu wa 22:57 Ta'ala. Itu benar-benar terjadi. 23:00 [mendengus] 23:00 Jadi, ini adalah ayatnya, tapi 23:02 pengalaman di lapangan itu benar-benar 23:04 bagaimana kondisi batin itu harus 23:06 betul-betul bersih gitu. 23:09 Maka itu harus dijaga. 23:11 Nah, yang bisa menjaga itu hanya ulul 23:13 albab gitu. 23:15 Karena persyaratan itu harus harus 23:17 betul-betul 23:18 eee ketat dilakukannya gitu. 23:23 Tapi di luar ulul albab, mereka itu 23:26 ya hanya ya naik haji mungkin ya ada 23:31 unsur ah jalan-jalan gitu. 23:34 Atau mendapat gelar haji gitu. 23:39 Eee. 23:41 Ada satu peristiwa yang sangat menarik, 23:43 bagaimana peristiwa 23:46 yang 23:47 eee dialami oleh Nabiullah Ibrahim 23:50 alaihissalam. 23:56 Pada suatu ketika 24:01 bagaimana Nabiullah Ibrahim 24:04 eee. 24:05 Jadi 24:07 Hajar dan Ismail yang masih 24:10 disusui 24:12 dibawa oleh Ibrahim 24:15 menuju Baitullah ya, di Daukha ya. 24:20 Daukha itu satu pohon yang besar 24:24 yang terletak di atas 24:26 sumur zamzam. 24:29 Dan di atas masjid. 24:34 Pada saat itu, Mekah tidak ada seorang 24:38 pun yang tinggal di sana. 24:41 Dan tidak ada air. 24:47 Di sanalah Ibrahim meletakkan 24:50 keduanya dan meninggalkan keduanya 24:56 dengan sekantong perbekalan berisi kurma 25:00 dan 25:02 sekantong air. 25:07 Kemudian Ibrahim pergi 25:12 meninggalkan keduanya. 25:14 Kemudian dikejarlah oleh 25:17 Hajar. 25:20 Kemudian Hajar berkata, 25:22 "Wahai Ibrahim, kamu mau pergi ke mana?" 25:30 Kemudian Nabi Ibrahim tidak sanggup 25:33 menjawabnya. 25:38 Siti Hajar melanjutkan bertanya, "Wahai 25:41 Ibrahim, kamu mau pergi ke mana dan 25:43 meninggalkan kami di lembah 25:46 yang tidak ada orang 25:48 dan tidak ada sesuatu apapun di 25:50 dalamnya?" 25:55 Sampai itu pun Nabi Allah Ibrahim 25:58 tidak sanggup menjawab pertanyaan 26:01 istrinya. 26:04 Kemudian Siti Hajar 26:08 mengulangi pertanyaannya. 26:10 "Wahai Ibrahim, 26:17 apakah Allah memerintahkan ini 26:19 kepadamu?" 26:24 Saat itulah Ibrahim 26:27 baru berani mengatakan, "Iya." 26:33 Kemudian Siti Hajar mengatakan, 26:36 "Kalau begitu, 26:38 Allah tidak akan menyia-nyiakan kami," 26:40 kata Siti Hajar. 26:46 Maka 26:48 Siti Hajar mempersilakan Ibrahim untuk 26:51 meninggalkannya. 26:55 Kemudian Ibrahim berangkat 26:59 hingga tiba di sebuah bukit. 27:07 Ketika sudah diperkirakan tidak 27:11 dapat terlihat oleh Hajar, 27:15 maka Ibrahim 27:18 menghadapkan wajahnya 27:21 ke Baitullah. 27:24 Kemudian Ibrahim 27:27 mengangkat 27:29 kedua tangannya. 27:33 Seraya berdoa kepada Allah Subhanahu Wa 27:35 Ta'ala. 27:38 Rabbana inni askantu min zurriyati 27:43 biwadin 27:45 ghairi dzi zar'in 27:48 inda baitikal muharram. 27:52 Rabbana 27:54 liyuqimus salata 27:57 faj'al af'idatan minan nasi 28:00 tahwi ilaihim. 28:04 Warzuqhum 28:06 minas samarati la'allahum yasykurun. 28:12 Ya Tuhan kami, 28:14 sesungguhnya 28:16 aku telah menempatkan sebagian 28:19 keturunanku 28:21 di lembah yang tidak mempunyai tanaman 28:26 di dekat rumah Engkau 28:29 Baitullah 28:31 yang dihormati. 28:34 Ya Tuhan kami, 28:37 yang demikian itu 28:40 agar mereka mendirikan salat. 28:45 Maka jadikanlah hati sebagian manusia 28:48 cenderung kepada mereka. 28:52 Dan berilah rejeki mereka dari 28:55 buah-buahan. 28:58 Mudah-mudahan mereka bersyukur. 29:05 Demikianlah 29:07 doa Nabi Ibrahim ketika 29:10 meninggalkan 29:12 ee 29:13 Siti Hajar. 29:18 Kemudian selanjutnya bagaimana kisah 29:20 Siti Hajar yang telah ditinggal oleh 29:23 Ibrahim alaihissalam. 29:26 Maka Hajar 29:28 kemudian menyusui anaknya. 29:31 Sedang dia meminum air yang ditinggalkan 29:34 oleh Ibrahim. 29:37 Ketika airnya telah habis, 29:41 Hajar kehasua kehausan. 29:45 Demikian juga anaknya. 29:49 Hajar melihat daerah sekitarnya 29:53 sambil mencari 29:55 keberadaan air. 30:00 Kemudian Hajar ber- berangkat dengan 30:03 perasaan cemas untuk melihat air. 30:09 Hajar lalu mendapatkan Bukit Sofa 30:13 yang merupakan bukit paling rendah 30:17 dari tanah. 30:21 Hajar berdiri di atasnya dan menangkap 30:25 menghadap seluruh penjuru lembah 30:29 seraya melihat-lihat apakah terdapat 30:33 seseorang. 30:38 Maka 30:40 ternyata di sana 30:42 tidak terdapat apa-apa. 30:46 Kemudian Hajar 30:48 melanjutkan perjalanannya ke Bukit 30:53 Marwah. 30:57 Sambil melihat di sekitarnya, apakah ada 31:00 orang yang 31:02 memperhatikannya. 31:05 Kemudian 31:07 Nabi sallallahu alaihi wasallam 31:09 bersabda tentang kisah Hajar. 31:13 Apa yang dikatakan oleh Rasulullah 31:14 sallallahu alaihi wasallam? 31:16 Itulah sa'i 31:18 yang dilakukan oleh 31:20 manusia antara keduanya, antara Safa dan 31:24 Marwah. 31:29 Ketika Hajar memantau keadaan Bukit 31:31 Marwah 31:33 dia mendengar suara. 31:37 Maka dia pun berkata, "Tenanglah." 31:41 Maksudnya adalah Siti Hajar. 31:45 Dia kemudian seolah-olah mendengar 31:47 suara. 31:50 Lalu dia berkata, 31:53 "Engkau telah memperdengarkan 31:56 bahwa engkau memiliki hujan." 32:03 Ternyata memang ada malaikat di tempat 32:06 sumur zamzam. 32:09 Malaikat itu 32:11 lalu menghentakkan sayapnya 32:15 hingga keluarlah air. 32:19 Hajar lalu membendung air itu 32:23 dan mengambil dengan tangannya untuk 32:25 meminumnya. 32:27 Dan air itu menyembur setelah dia 32:30 mengambilnya. 32:33 Begitulah yang dikatakan oleh Rasulullah 32:35 sallallahu alaihi wasallam. 32:40 Selanjutnya Rasulullah Shallallahu 32:42 Alaihi Wasallam bersabda, 32:44 "Man hajja 32:46 hadzal baita 32:49 falam yarfu 32:51 walam yafsuq 32:54 kharaja minadzunubihi 32:57 kayawmi 32:59 waladat ummuhu." 33:02 Barangsiapa 33:03 yang melaksanakan 33:05 ibadah haji 33:07 ke rumah ini, Baitullah, 33:10 lalu dia 33:12 tidak melakukan rafats, 33:15 tidak berbuat fasik, 33:19 maka ia akan keluar dari dosa-dosanya 33:24 seperti ketika dia dilahirkan oleh 33:28 ibunya. 33:30 Hadis 33:31 riwayat Bukhari dan Muslim. 33:34 Wallahu A'lam. 33:40 Ya, baik. Eh, dikirim lewat 33:44 bagaimana Ulul Albab memahami proses 33:46 haji bersama Ustadz Muhammad di acara 33:50 Ulul Albab hari ini. 33:52 Yang ingin bertanya, silakan di 33:53 08111999720 33:57 atau bertelepon 0218451518. 34:04 [musik] 34:16 [musik] 34:19 Rasul TV 34:42 Radio Rasio untuk Islam yang satu masih 34:44 bersama kami Ikhwan Akhwat di acara 34:45 renungan kalbu bersama Ustaz Rahmatullah 34:48 dengan tema yang disampaikan mengenai 34:50 Ulul Albab yaitu dengan sub temanya 34:52 bagaimana Ulul Albab memahami proses 34:54 haji. Tadi sudah Ustaz sampaikan 34:57 dan mungkin juga kalau kita melihat eee 35:01 banyak yang melaksanakan ibadah haji dan 35:04 pastinya mereka menginginkan haji yang 35:06 mabrur Ustaz ya. 35:07 Iya. 35:08 Mungkin hanya orang yang punya sifat 35:10 Ulul Albab yang memiliki yang pasti 35:12 mendapatkan haji mabrur ini Pak Ustaz 35:14 ya. 35:14 Iya, iya tentu saja. 35:16 Eee 35:17 sebagaimana tadi dibilang 35:20 eee surat Al-Baqarah ayat 197 35:23 ya. 35:24 Di samping kita eee apa namanya sudah 35:27 memenuhi persyaratan perbekalan 35:31 ya. 35:32 Ya ongkos, ya dan lain sebagainya. 35:36 Tapi ada bekal yang eee lebih baik 35:39 daripada itu kata Allah yaitu ketakwaan. 35:42 Ketakwaan. 35:43 Ketakwaan 35:45 ada lagi nah ketakwaan yang Ulul Albab 35:48 gitu. 35:50 Jadi Ulul Albab orang yang berakal itu 35:52 kan 35:53 orang yang 35:54 eee bisa 35:56 me apa ber bertafakur ya. 36:00 Mengenai fenomena 36:03 prosesi haji yang 36:05 eee terdapat di 36:07 eee di Masjidil Haram, di Arafah, di 36:13 Mina maka itu semuanya adalah 36:16 merupakan satu peristiwa yang perlu 36:18 ditafakuri ya. 36:20 Jadi tidak hanya sekedar kita melakukan 36:24 ritual ibadah 36:26 tapi di sanalah sesungguhnya 36:28 bagaimana 36:30 ee Nabi Allah Ibrahim itu berjuang 36:34 betul-betul dengan 36:36 ee lahir batin yang sangat luar biasa. 36:40 Sehingga hanya dengan pertolongan Allah 36:43 lah 36:44 Nabi 36:45 keluarga Nabi Allah Ibrahim itu jadi 36:48 lulus gitu. 36:50 Karena itu apa namanya 36:53 perbuatan ee 36:55 kalau orang biasa pasti tidak mungkin. 36:57 Heem. 36:58 Karena itu suatu perbuatan yang sangat 37:00 luar biasa. 37:02 Sehingga artinya apa? Ketika 37:04 ee melakukan ibadah haji ini itu harus 37:06 kaffah ya. 37:08 Heem. 37:08 Harus kaffah secara keseluruhan 37:11 bagaimana 37:11 bagaimana memahami 37:14 ya bahwa 37:16 ee perjuangan ya 37:19 Nabi Ibrahim 37:20 Siti Hajar dengan 37:23 putranya Ismail 37:25 ini merupakan satu rumah tangga yang 37:27 sukses di dalam 37:29 mengemban amanah Allah Subhanahu wa 37:31 Ta'ala. Dan itu sangat luar biasa berat. 37:34 Coba bisa bayangkan bagaimana Siti Hajar 37:36 di Sofa dan Marah 37:38 nah Sofa dan Marwah ya mencari 37:41 karena kehausan bahan makanan sudah 37:44 habis. 37:46 Itu kan sesuatu yang sangat luar biasa 37:49 ya. 37:50 Heem. 37:51 Artinya kalau 37:53 kalau kalau tidak karena diperintah 37:55 Allah jangan sekali-kali nekat seperti 37:58 itu gitu. 38:00 Heem. 38:00 Ini berbeda ini betul-betul karena ini 38:03 seorang Nabi 38:05 dan perintah Allah begini ya sudah 38:07 samina wa atona. 38:09 Heem. 38:09 Jadi sudah sudah sudah tidak berpikir 38:12 lagi tapi akal dia berjalan. 38:15 Nah maka di situlah 38:17 ee apa namanya persyaratan ulul albab 38:20 itu yang harus dipahami, sehingga 38:22 betul-betul 38:23 ketika menunaikan ibadah haji itu 38:26 karena sebagaimana apa yang di ya 38:29 sabdakan Rasulullah 38:31 bagaimana ketika orang menunaikan ibadah 38:33 haji itu dosanya diampuni sebagaimana 38:36 anak yang baru lahir. 38:38 Artinya itu kan sesuatu yang sangat luar 38:40 biasa juga. 38:41 Iya. 38:42 Nah. 38:43 Ketika karena hasilnya luar biasa, maka 38:45 persyaratannya juga harus luar biasa, 38:48 sangat hati-hati gitu. 38:50 Jadi bukan hanya sekedar ke sana itu 38:52 misalnya naik haji jalan-jalan 38:55 terus kemudian 38:57 hanya sekedar 38:58 ee 38:59 tawaf, ee sa'i ya. 39:02 Bukan hanya sekedar itu, tapi 39:04 betul-betul selama di sana itu bagaimana 39:07 batin ini betul-betul digantungkan 39:09 kepada Allah subhanahu wa taala. 39:13 Sebagaimana 39:14 ee paling tidak kita ikut merasakan 39:17 bagaimana itu perjuangan Nabiullah 39:19 Ibrahim, 39:21 Siti Hajar dan Ismail. 39:25 Jadi itu yang harus ee sehingga 39:27 apa namanya 39:28 ee persyaratan yang sangat 39:31 ee lebih baik kata Allah ee 39:34 apa namanya 39:35 ee 39:37 bekal takwa itu yang 39:40 yang paling baik. 39:42 Naikkan lagi takwa tapi takwanya yang 39:45 Ulul Albab. 39:47 Ehm, orang yang ya 39:50 banyak melakukan tafakur. 39:53 Ehm. 39:54 Ehm, sehingga dari situ nanti akan 39:56 mendapatkan hikmahnya. 39:59 Sehingga kalau kita lihat Indonesia itu 40:01 adalah merupakan mayoritas yang 40:04 ee banyak yang menunaikan haji, 40:07 seharusnya merupakan satu bangsa yang 40:11 akan mempunyai perbaikan yang 40:14 lebih baik. 40:16 Ehm. 40:17 Tapi oleh karena 40:20 persyaratan itu tidak terpenuhi, 40:22 akhirnya apa? 40:24 Ya, proses haji itu tidak membekas gitu. 40:28 Sesungguhnya sesungguhnya proses haji 40:30 itu akan bisa merubah karakter ya. 40:33 Ya, menjadi akhlakul karimah gitu. 40:37 Itu yang tidak terjadi. 40:38 Karena persyaratannya tidak dipenuhi 40:40 gitu. 40:41 Ya, tidak siap berangkat, tidak siap 40:44 dengan ilmu. Sampai di sana, ya apa 40:46 adanya. 40:48 Eee yang dia ketahui hanya keliling 40:51 Ka'bah, ya. 40:53 Dari Safa Marwah, ya. 40:55 Hanya sekedar itu saja. 40:57 Tapi tidak di 40:59 eee resapi bagaimana makna, nilai 41:02 perjuangan yang 41:04 sangat luar biasa berat gitu. 41:07 Itu yang harus eee apa namanya 41:11 menjadikan satu renungan batin yang 41:14 sangat dalam. 41:16 Eee dan itu hanya di mungkinkan bagi 41:20 ulul albab. 41:22 Eee merenungkan tentang 41:24 eee situasi dan kondisi ketika proses 41:27 haji. Dan ini pada akhirnya akan 41:31 eee merubah karakter manusia menjadi 41:34 orang-orang yang mempunyai akhlakul 41:37 karimah ya. Barangkali itu. 41:39 Baik. 41:40 Dan haji mabrur itu bisa diperoleh 41:43 ketika 41:44 eee seorang haji itu kembali ke tanah 41:46 airnya Ustaz ya. Dari dilihat dari 41:48 karakternya. 41:49 Iya. 41:49 Ada perubahan yang ke arah lebih baik 41:51 lagi maksudnya. 41:52 Artinya 41:53 sebelum haji dan sesudah haji itu ada 41:56 perubahan. 41:57 Perubahan. 41:58 Eee secara eee apa fisik 42:03 eee akhlakul karimah itu kan bisa 42:05 dilihat. Itu akan ada perubahan gitu. 42:08 Jadi sebelum dan sesudahnya ada 42:09 perubahan. Tapi kalau ini sama saja ya 42:12 artinya apa? Tidak ada. 42:15 Karena sesungguhnya 42:17 proses ee haji itu kan proses mencari 42:20 nilai tambah. 42:22 Kalau ada nilai tambahnya, artinya 42:23 nilainya bertambah, nilai kebaikannya 42:25 bertambah. Maka orang itu akan menjadi 42:28 akan lebih baik. 42:30 Tapi kalau proses nilai tambahnya ini 42:32 tidak ada, ya orang itu tetap saja ee 42:36 apa namanya tidak ada perubahan dari 42:37 sisi 42:39 tingkah laku atau karakter 42:43 Nah kali itu Allah. 42:44 Baik, Pak Ustaz sudah ada pertanyaan 42:47 yang masuk di WhatsApp di 08111999720. 42:53 Dari Bapak Hamdan di Bogor, Pak Ustaz. 42:55 Assalamualaikum warahmatullahi 42:56 wabarakatuh. 42:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:57 wabarakatuh. 42:58 Ee Pak Ustaz, rangkaian ibadah haji 43:00 merupakan pengalaman lahir dan batin. 43:03 He. 43:04 Dan banyak sekali hikmah yang bisa 43:06 didapatkan. 43:08 Bagaimana mempersiapkan jiwa raga kita 43:11 agar mampu menjadi haji mabrur mabrur 43:14 yang di yang sangat didambakan itu, Pak 43:16 Ustaz. 43:17 He. 43:18 Ya. 43:19 Baik, Pak Hamdan. 43:22 Baik, terima kasih pertanyaannya, Pak 43:23 Hamdan. 43:24 [berdehem] 43:25 Ee 43:27 kalau kita lihat di dalam surah 43:29 Al-Baqarah, ya. 43:31 Ayat 197. Nanti Pak Hamdan bisa dilihat 43:34 di situ. 43:36 Ee di situ persyaratannya tidak boleh 43:39 rafats, tidak boleh fasik, tidak boleh 43:41 berbantah-bantahan. 43:45 Ada sesuatu di situ yang yang amat 43:48 sangat ee penting bahwa 43:51 ee dikatakan ee 43:54 berbekallah 43:55 fatazawwadu 43:57 fainna khairazzadit taqwa 43:59 Jadi 44:00 setelah kita mempersiapkan perbekalan 44:04 ya ongkos dan [mendengus] lain 44:05 sebagainya sudah oke semuanya, kesehatan 44:08 sudah 44:09 eh memenuhi persyaratan semuanya. 44:12 Ada sesuatu yang lebih baik kata Allah. 44:15 Apa? 44:16 Persyaratan takwa. 44:18 Takwa gitu ya. 44:20 Jadi, eh sebelum berangkat ke sana itu 44:24 artinya sudah dalam kondisi takwa di 44:26 sini. 44:28 Nah, tapi ternyata di sini takwanya 44:30 bukan hanya takwa, tapi takwanya ulul 44:32 albab. 44:34 Mmm. 44:36 Eh, kita sudah beberapa episode ini 44:38 membahas tentang ulul albab. Kira-kira 44:40 itu yang yang harus kita penuhi gitu. 44:44 Mmm. 44:45 Nah, kalau kita lihat misalnya di ya eh 44:49 fenomena di di 44:51 taruhlah eh 44:52 di Masjidil Haram misalnya, Masjidil 44:54 Haram. 44:56 Itu kan pusatnya di sana kan. 44:57 Iya. 45:00 Kita [mendengus] masih ingat itu. 45:02 Ada joki. 45:04 Mmm. 45:04 Menawarkan untuk 45:07 mencium Hajar Aswad. 45:10 Dia yang akan 45:12 mengawal gitu. 45:13 Mmm. 45:14 Dengan membayar sekian rial. 45:16 Itu ada di situ ya? Joki. 45:18 Ada di sana. 45:20 Oh, kan nanti semua yang di kerumunan 45:21 itu dipinggirkan semua gitu. 45:23 Nah, ini kan melanggar sesungguhnya 45:26 gitu. 45:28 Melanggar. 45:31 Sehingga dengan demikian 45:33 bagaimana 45:35 karena tadi kalau kita lihat bagaimana 45:37 tadi Nabi menyatakan bahwa orang haji 45:40 itu adalah 45:41 dosanya diampuni seperti orang yang baru 45:44 dilahirkan. Itu kan sesuatu yang sangat 45:47 luar biasa gitu. 45:51 Sehingga kalau misalnya itu terjadi 45:54 pelanggaran yang seperti itu 45:56 nah, ini 45:58 apa? Eh 46:00 dosa yang akan ampuni sampai 46:04 ee seperti 46:06 anak yang baru lahir itu masih perlu 46:09 dipertanyakan he 46:11 he 46:14 sehingga apa yang sudah di 46:16 peringatkan [berdehem] oleh Allah 46:19 apalagi berbantah-bantahan itu paling 46:21 banyak itu 46:23 berbantah-bantahan yang dalam bentuk 46:25 misalnya 46:27 ee mencari tempat rebutan tempat itu ada 46:31 sudah banyak yang 46:35 jadi apa yang 46:37 ee persyaratan yang 46:39 disampaikan oleh Allah Subhanahu Wa 46:42 Ta'ala justru itu yang banyak dilanggar 46:44 oleh jemaah haji 46:47 he 46:48 sehingga 46:49 ee kalau ingin menjadi haji yang mabrur 46:52 jadi berangkat itu sudah 46:55 dalam kondisi bertakwa 46:58 bertakwanya adalah bertakwa pada 47:01 tingkatan Ulul Albab 47:04 he 47:05 dikatakan Ulul Albab itu war rosihuna 47:07 fil ilm 47:08 orang yang mendalam ilmunya itu adalah 47:11 Ulul Albab itu 47:13 jadi artinya apa harus mencari ee apa 47:17 namanya banyak mencari tahu tentang ee 47:22 agama khususnya adalah prosesi haji tadi 47:26 bahwa 47:27 prosesi haji itu adalah merupakan satu 47:31 pekerjaan Nabi Allah Ibrahim 47:35 keluarga Nabi Allah Ibrahim yang begitu 47:37 berat luar biasa 47:39 he 47:40 yang diabadikan oleh Allah menjadi satu 47:43 ibadah tahunan 47:45 iya 47:45 he 47:47 sehingga artinya kalau saja Nabi Allah 47:49 Ibrahim itu ibadahnya yang luar biasa 47:52 berat 47:54 artinya itu kan sebetulnya 47:56 ee 47:58 iya untuk umat Rasulullah ini enggak 48:00 perlu seperti Nabi Ibrahim-lah, artinya 48:04 diuji seperti Nabi Allah Ibrahim. 48:06 Ehm. 48:07 Artinya apa? Ah, cukup mengikuti prosesi 48:11 haji. 48:12 Dengan prosesi haji ini 48:15 akan diampuni seluruh dosanya seperti 48:17 anak yang baru lahir. 48:19 Jadi, itu merupakan satu kasih sayang 48:22 Allah gitu ya. 48:23 Sementara Nabi Allah Ibrahim untuk 48:25 mencapai rida Allah itu begitu beratnya 48:28 menghadapi 48:30 eee ujian itu. 48:32 Tapi bagi kita ya 48:35 sebagai umat Rasulullah 48:38 ya cukup cukup dengan 48:40 eee menunaikan ibadah haji. 48:43 Tapi itu pun juga tidak sepenuh hati 48:45 juga, banyak pelanggaran. 48:48 Iya. 48:49 Iya, bantah-bantahan. 48:51 Ah, berbuat fasik ya. 48:54 Ah, lisan eee mengeluarkan ucapan-ucapan 48:57 yang 48:58 eee kotor gitu. Nah, itu yang 49:02 banyak dilanggar. 49:04 Sehingga jauh dari kata haji mabrur 49:06 gitu. 49:08 Ehm, sehingga dengan demikian 49:10 seharusnya orang-orang yang 49:12 eee 49:13 akan menunaikan ibadah haji itu harus 49:16 sudah dalam kondisi bertakwa dan pada 49:19 tingkatan ulul albab. 49:22 Siapa ulul albab itu? War rasi khun fil 49:25 ilmi. 49:26 Orang yang mendalami ilmunya. Artinya 49:28 sampai eee memahami tentang hakikat 49:31 bagaimana perjuangan Nabi Allah Ibrahim 49:34 alaihissalam. Barangkali itu, wallahu 49:36 a'lam. 49:37 Jadi, persiapan jiwa raga-nya itu perlu 49:39 benar-benar dipersiapkan maksudnya. 49:41 Kalau raga-nya mungkin dengan tadi 49:43 perbekalan, kesehatan dicek dan lain 49:45 sebagainya. Juga yang paling penting 49:48 eee takwa kita dalam tingkatan ulul 49:50 albab yang tentunya pasti luar biasa 49:53 untuk 49:54 Karena di sana itu ee 49:56 ketika orang naik haji itu sebenarnya 49:58 sebetulnya hanya tiga saja 50:00 pekerjaannya. 50:01 Iya, kan? 50:03 Jadi 50:04 ee 50:06 makan 50:07 ya, istirahat, ibadah. Makan, istirahat, 50:10 ibadah, kan cuma tiga saja. 50:12 Jadi, artinya apa? Ya, ketiga hal ini 50:14 harus harus kita perhatikan dengan 50:17 dengan sungguh-sungguh. Makan, artinya 50:20 makan yang bergizi di sana. Tidur harus 50:23 cukup. 50:24 Karena di sana pekerjaan fisik 50:26 memerlukan fisik yang fresh. 50:28 Nah, ibadah. Nah, ibadahnya 50:30 sungguh-sungguh. Nah, kalau ketiga hal 50:32 ini sama-sama dipenuhi, maka ini akan 50:35 saling mendukung. 50:36 Iya. 50:37 Iya. 50:38 Bagaimana mau mau ibadah penuh, makannya 50:40 kurang bergizi, iya, kan? 50:43 Padahal di sana pekerjaan fisik. 50:45 Iya. 50:45 Tidurnya misalnya istirahatnya kurang di 50:49 ee di manfaatkan. 50:51 Ya, akhirnya kurang tidur. Apa? Akhirnya 50:54 badan kurang nyaman. 50:55 Iya. 50:56 Nah, ketika badan kurang nyaman akan 50:58 pengaruh kepada ibadah gitu. 51:00 Terganggu ibadahnya. 51:00 Iya. Sehingga betul-betul di sana harus 51:02 dijaga, ya. Jadi 51:05 ee makan, ee tidur, ibadah. Makan, 51:08 tidur, ibadah. Hanya tiga saja saja. 51:10 Disiplin. 51:10 Kalau itu dilakukan secara disiplin, 51:12 konsisten insyaallah akan 51:15 ee apa namanya? Ee mudah segala 51:17 sesuatunya itu akan dimudahkan oleh 51:19 Allah subhanahu Di samping dengan ee 51:22 apa? Keilmuan tadi, ya. Ulul Albab tadi. 51:26 Barangkali itu Pak Ustaz. 51:26 Luar biasa, ya. 51:28 Selanjutnya pertanyaan dari hamba Allah. 51:30 Assalamualaikum warahmatullahi 51:31 wabarakatuh. Waalaikumsalam, [berdehem] 51:33 Ustaz. 51:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:34 Ustaz, bagaimana dengan orang yang antri 51:36 mendapatkan jatah untuk ke tanah suci 51:39 melakukan ibadah haji. Kadang ada rasa 51:42 lelah menunggu terlalu lama, takutnya 51:44 tidak sampai umur melakukan ibadah haji 51:47 itu. Bagaimana menghilangkan khawatir 51:49 dan rasa was-was tersebut, Pak Ustaz? 51:52 Terima kasih. 51:53 Iya. 51:56 Iya. 51:59 Sekarang kan 52:01 orang naik haji itu kan pakai waiting 52:03 list ya. 52:05 Apalagi sekarang pandemi kan, dibatasi 52:07 kan. 52:08 Apalagi pandemi gitu ya. 52:10 Makin lama ya. 52:10 Jadi ee apa namanya 52:13 ketika orang itu sudah menunaikan haji, 52:16 sudah bayar gitu ya, tapi ada waktu 52:19 tunggu. 52:22 Maka itu sudah dicatat oleh Allah 52:23 subhanahu wa taala. Niat kita sudah 52:25 dicatat gitu. 52:28 Bagaimana kalau ee umur enggak sampai? 52:31 Ah, itu persoalan lain. Karena itu ee 52:34 Allah yang mengatur itu. Tapi niat kita 52:36 untuk menunaikan ibadah haji itu sudah 52:39 dicatat oleh Allah subhanahu wa taala. 52:44 Untuk selanjutnya ya, ee apa? Serahkan 52:47 sepenuhnya kepada Allah. 52:49 Kapan harus berangkat? 52:51 Kalau pun misalnya enggak sampai 52:53 berangkat misalnya kemudian ajal 52:55 menjemput, ya. 52:57 Ya. 52:59 Allah itu tahu perasaan hambanya. 53:02 Ya. Siapa yang mau sungguh-sungguh mau 53:05 ee ee menuju kepada Allah. 53:09 Maka itu sudah dicatat oleh Allah 53:11 subhanahu wa taala dengan menunaikan 53:13 ibadah haji. Maka semuanya itu 53:16 ee tawakal ya, berserah diri kepada 53:18 Allah. Jadi enggak perlu resah, enggak 53:21 perlu gelisah, gimana saya kok enggak 53:22 kalau enggak bisa haji umur sementara 53:25 ini ya umur sudah tua. Enggak usah 53:27 dipikir itu. 53:29 Allah tahu betul gitu. 53:32 Ee perasaan hambanya Allah tahu betul. 53:35 Maka itu yang dicatat oleh Allah 53:36 subhanahu wa taala. 53:39 Ya. 53:40 Sampai atau tidak, maka itu adalah 53:42 merupakan satu 53:45 ee keputusan Allah. Nah, kita hanya 53:48 ee berusaha sungguh-sungguh mau 53:50 menunaikan ibadah haji, 53:52 ee tawakal kepada Allah, sudah. 53:55 Sudah selesai. Jadi, tidak perlu ee apa 53:58 namanya? 53:59 Gimana? Oh, begini, enggak perlu begitu. 54:01 Sudah serahkan saja kepada Allah. 54:03 Jadi, tawakal kepada Allah, berserah 54:05 diri kepada Allah. Maka, itu yang 54:07 dinamakan dengan orang yang beriman. 54:09 Ya. Jadi, orang yang beriman itu 54:11 orang-orang yang yang berserah diri 54:13 kepada Allah. 54:15 Mmm, jadi kalau orang itu tidak tidak 54:17 berserah diri kepada Allah, ya enggak 54:19 beriman. 54:19 Mmm. 54:20 Mmm. 54:22 Kita ee ee apa namanya? 54:24 Ee sudah bahas juga pada episode ini, 54:27 apa itu iman. 54:29 Jadi, iman itu ya harus kafah, ya. Bukan 54:32 hanya sekedar percaya, bukan hanya 54:34 ee apa namanya? Melakukan ritual ibadah, 54:39 tapi iman itu itu. 54:40 Bahwa iman itu adalah ee 54:44 bagian daripada pengertian iman itu 54:46 adalah tawakal. 54:48 Jadi, harus berserah diri kepada Allah. 54:50 Mmm. 54:51 Jadi, kalau orang yang beriman, ya harus 54:52 seperti itu. 54:53 Iya. 54:54 Bahwa keputusan yang terbaik itu ada 54:56 pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ya, 54:57 sudah selesai begitu. Jadi, sebetulnya 54:59 kita ini 55:01 ee sebagai hamba-Nya, dibuat nyaman sama 55:04 Allah begitu. 55:06 Mmm. 55:06 Cuma kita ini memang 55:08 lebih banyak mengikuti kemauan hawa 55:11 nafsu. Yang sesungguhnya sesungguhnya 55:14 membuat diri kita itu sengsara karena 55:16 hawa nafsu tadi. 55:19 Padahal kita ini sudah ditata dengan 55:21 baik oleh Allah begitu. 55:23 Kalau betul-betul kita mengikuti apa 55:25 yang sudah tertata dengan baik oleh 55:27 Allah, maka kita ini dibuat nyaman sama 55:29 Allah. 55:30 Mmm. 55:32 Coba, ee kalau kamu berusaha, ya kamu 55:36 dekat saja kepadaku. Nanti aku akan ah 55:39 aku tunjukkan. 55:43 Sudah ditunjukkan oleh Allah, jangan dia 55:45 berusaha. Nah, kamu berusaha 55:48 serahkan kepadaku. 55:51 Wamay yatawakal alallah fahuwa hasbu. 55:53 Siapa yang bersandar diri kepadaku, maka 55:55 akan 55:56 aku cukupkan keperluannya. Jadi kita ini 55:59 sesungguhnya dibikin nyaman sama Allah 56:01 gitu. 56:02 Cuma karena memang kita sebagai manusia 56:05 ini lebih menonjol keinginan hawa nafsu 56:08 daripada keinginan Allah, 56:10 ya pada akhirnya sesungguhnya kita ini 56:13 dibuat menderita oleh diri kita sendiri, 56:15 yaitu karena kita mengikuti hawa nafsu 56:18 itu gitu. 56:21 Maka 56:22 nyaman hidup itu. 56:24 Coba kita renungkan di dalam Alquran, 56:26 ternyata Allah itu membuat nyaman 56:29 buat-buat hambanya yang bertakwa gitu. 56:32 Nah. 56:33 Nah, sehingga dengan demikian 56:35 ya, memang ini semuanya adalah 56:38 pada hakikatnya adalah petunjuk dari 56:40 Allah subhanahu wa taala untuk bisa 56:42 sampai kepada 56:44 tingkatan yang seperti itu ya. 56:46 Barangkali itu, wallahualam. 56:48 [mendengus] 56:48 Baik. Pak Ustaz, eh kembali ke WhatsApp 56:52 yang masuk di 08111999720. 56:57 Eh dari Ibu Ingga. Assalamualaikum 56:59 warahmatullahi wabarakatuh. 57:00 Waalaikumsalam. 57:01 Bunda Ingga ya. 57:02 Eh Ustaz, kenapa ada orang yang sedang 57:04 menjalankan ibadah haji masih bisa 57:07 berseteru dengan sesama jemaah? 57:10 Apakah ini hajinya sah, Pak Ustaz? 57:13 Ya. 57:16 Ya itu tadi kembali kepada tadi. 57:20 Tadi eh apa namanya? Kan 57:23 kata Allah begini, 57:25 eh fatazawwadu fainna khairaz zadit 57:29 taqwa. 57:31 Wattaquni ya ulil albab. 57:34 Ehm. 57:35 Jadi kalau bersatu, bermusuhan, 57:39 eee mari kita eee apa sih sebenarnya 57:42 definisi takwa itu? 57:45 Mari kita eee 57:47 lihat di dalam surah Ali Imran ya. 57:51 Ayat yang ke 57:59 Kita mulai dari 100 58:01 32. 58:05 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 58:08 Wa atiullah war rasula laallakum 58:11 turhamun. 58:14 Taatlah kalian kepada Allah dan 58:16 rasulnya. 58:19 Agar kalian mendapatkan rahmat, 58:22 mendapatkan kasih sayang. 58:29 Wa sariu ila magfiratin min rabbikum wa 58:32 jannatin ardus samawati wal ardu iddat 58:35 lil muttaqin. 58:39 Dan bersegeralah kamu mencari ampunan 58:42 dari Tuhanmu. 58:44 Dan mendapatkan surga yang luasnya 58:47 seluas langit dan bumi. 58:49 Yang disediakan 58:51 bagi orang-orang yang bertakwa. 58:55 [mendengus] 58:56 Jadi dalam ayat ini orang yang bertakwa 58:58 itu adalah orang yang ahli istigfar. 59:02 Orang yang bertakwa itu adalah orang 59:04 yang taat kepada Allah dan rasulnya. 59:11 Dan itu disediakan untuk eee orang-orang 59:13 yang bertakwa. Siapakah eee selanjutnya 59:17 orang bertakwa tadi di samping tadi 59:20 orang yang bertakwa itu adalah 59:22 orang yang taat kepada Allah dan 59:23 rasulnya, orang yang ahli istigfar 59:26 memohon ampunan kepada Allah Subhanahu 59:28 Wa Ta'ala. Yaitu adalah alladzina 59:31 yunfiquna fis sarra'i wad darra'i wal 59:34 kadhiminal ghaidha wal 'afina 'aninnas 59:36 wallahu yuhibbul muhsinin. 59:42 Jadi orang yang bertakwa itu adalah 59:43 orang-orang yang senantiasa 59:47 ya, menafkahkan hartanya 59:50 dalam keadaan lapang dan dalam keadaan 59:53 sempit. 59:58 Wal kadhiminal ghaidha. 1:00:02 Ehm. 1:00:03 Dan orang-orang yang 1:00:06 menahan marah. 1:00:08 Hah, kalau tadi dikatakan sama Bunda 1:00:09 siapa? 1:00:10 Setruan, enggak? 1:00:11 Iya, setruan. 1:00:13 Ehm. 1:00:15 Nahan marah. Wal 'afina 'aninnas dan 1:00:17 memaafkan kesalahan manusia. 1:00:21 Jadi orang yang bertakwa itu adalah 1:00:23 orang yang ahli pemaaf. 1:00:26 Orang yang ahli 1:00:31 bisa menahan marah, gitu. 1:00:34 Jadi kalau tadi bersetru, apa? Ya, 1:00:36 artinya apa? 1:00:38 [mendengus] 1:00:39 Padahal tadi dikatakan fatazawwadu 1:00:41 fainna khairaz zadit taqwa. Berbekallah. 1:00:44 Bekal yang paling baik itu adalah 1:00:46 bertakwa. 1:00:47 Ehm. 1:00:47 Padahal bertakwa di sini adalah 1:00:49 ehm 1:00:50 orang yang bisa menahan marah dan orang 1:00:52 yang bisa memaafkan kesalahan manusia. 1:00:55 Iya. 1:00:57 Sehingga kalau tadi dikatakan, bagaimana 1:00:59 orang yang berhaji kok masih besar 1:01:01 bersetruan? 1:01:03 Ya, itu 1:01:04 ehm orang hajinya 1:01:07 ehm 1:01:09 padahal Allah tadi menyatakan 1:01:11 perbekalan itu perbekalan takwa. Jadi 1:01:14 sebelum berangkat itu harus takwa dulu. 1:01:16 Iya. 1:01:17 Gitu. 1:01:18 Sementara orang yang takwa tadi menahan 1:01:20 marah dan memaafkan kesalahan manusia. 1:01:23 Wallahu yuhibbul muhsinin. Nah, Allah 1:01:25 cinta kepada orang 1:01:27 muhsinin. 1:01:28 Cinta kepada orang yang ahli istigfar, 1:01:30 cinta kepada orang yang mema 1:01:32 ee memaafkan kesalahan manusia, cinta 1:01:35 kepada orang yang bisa menahan marah, 1:01:37 gitu. 1:01:38 Nah, itu yang dinamakan dengan orang 1:01:40 bertakwa. 1:01:41 Dan itu harus menjadikan bekal sebelum 1:01:44 dia 1:01:46 ee 1:01:47 naik haji. 1:01:49 Sehingga kalau tadi dikatakan, 1:01:50 "Bagaimana orang haji itu masih ber bisa 1:01:53 berseteru di situ?" 1:01:55 Ya, itu sesungguhnya kalaupun orang haji 1:01:58 masih bisa begitu itu artinya apa? Ee 1:02:02 hajinya itu tidak memberikan dampak 1:02:05 kepada jiwanya. 1:02:08 Nah, karena persyaratannya tadi tidak 1:02:11 dipenuhi sebelum berangkat. 1:02:14 Nah, ketika sebelum berangkat dipenuhi 1:02:16 ketakwaan, kemudian proses haji, maka 1:02:19 pulang itu akan semakin 1:02:22 semakin luar biasa baiknya. Ajib. 1:02:25 Proses haji itu punya nilai tambah. He 1:02:28 eh. 1:02:28 Jadi, nilai tambah yang baik, nilai 1:02:31 kebaikan itu akan semakin bertambah 1:02:34 ketika diproses melalui prosesi haji 1:02:36 itu. 1:02:38 Tapi, ini pertanyaan tadi ternyata kok 1:02:40 masih berseteru. Nah, 1:02:42 tidak terjadi proses nilai tambah di 1:02:44 sana. 1:02:45 Nah, jadi tidak ada kebaikan yang yang 1:02:48 bisa memberikan 1:02:50 ee kepada jiwanya karena memang 1:02:52 perbekalannya tadi tidak ada ketakwaan 1:02:54 tadi, gitu. 1:02:57 Sehingga dengan demikian 1:02:59 ee apa namanya? Ya, kita kembalikan 1:03:03 kepada persyaratan yang 1:03:05 di ee apa? Disampaikan oleh Allah 1:03:09 subhanahu wa taala. 1:03:11 Bahwa bertakwa 1:03:13 sementara bertakwa itu adalah orang yang 1:03:15 ahli pemaaf 1:03:17 bisa menahan marah, nah. 1:03:19 Nah, maka itu jadikanlah satu latihan. 1:03:24 Ya, tentu saja memang itu tidak mudah 1:03:27 ya. 1:03:28 Nah, bagaimana memaafkan kesalahan 1:03:30 manusia, bagaimana menahan marah, itu 1:03:33 terus terang itu memang 1:03:35 eee tidak mudah. 1:03:37 Ya. 1:03:39 Artinya, ya kita minta kepada Allah 1:03:42 dan kita latih terus. Mungkin pada 1:03:44 pertama kali 1:03:45 Oh. 1:03:45 kita 1:03:46 kalah ya, masih marah. Yang kedua, ah 1:03:49 draw. Ah, yang ketiga, ah baru bisa 1:03:53 eee lulus. Maka ini lakukan secara 1:03:55 istikamah terus-menerus latihan ini. 1:03:58 Jadi bagaimana mempertahankan tadi 1:04:00 eee ketakwaan tadi 1:04:02 supaya eee bahwa orang yang bertakwa ini 1:04:05 adalah orang yang ahli pemaaf dan bisa 1:04:08 menahan marah. Jadikan itu jadi apa? 1:04:12 eee target di dalam jiwanya. 1:04:15 Hmm. 1:04:16 Ya. 1:04:17 Hmm, karena kalau itu sudah bisa 1:04:19 dilakukan, wah subhanallah enak hidup 1:04:20 itu. 1:04:21 Ya. 1:04:22 Semuanya Allah yang jamin gitu. 1:04:25 Barangkali itu, wallahualam. 1:04:26 Baik. 1:04:27 Ini Bapak eee dari Bapak Shodiqin di 1:04:29 Jakarta Timur, Pak Ustad. 1:04:30 Assalamualaikum warahmatullahi 1:04:31 wabarakatuh. 1:04:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:33 Pada saat saya di Mina, Ustad, banyak 1:04:35 sekali kejadian-kejadian aneh yang 1:04:38 menurut saya di luar nalar. 1:04:40 Eee kata orang apa yang dilakukan di 1:04:42 tanah air akan terbuka aibnya di 1:04:47 Mekah, Pak Ustad. Benarkah seperti itu, 1:04:49 Pak Ustad? 1:04:50 Ya. 1:04:52 Ya, Pak Shodiqin ya. 1:04:55 Eee apa yang dikatakan orang itu adalah 1:04:58 itu itu itu benar. Tapi itu sesungguhnya 1:05:02 eee 1:05:03 ketika orang itu misalnya banyak 1:05:06 melakukan dosa, maksiat misalnya. 1:05:11 Kemudian berangkat. 1:05:13 Nanti akan ditampakkan di sana apa yang 1:05:16 sudah dilakukan. 1:05:20 Tapi kalau orang itu berangkat misalnya 1:05:22 belum berangkat, dia memohon ampunan 1:05:25 kepada Allah. Tadi kan sudah dikatakan 1:05:26 ya. 1:05:27 Di dalam surat Ali Imran itu, suruh 1:05:30 suruh memohon ampunan kepada Allah ya 1:05:32 karena itu orang yang bertakwa. Sebesar 1:05:35 apapun dosa yang kita lakukan, memohon 1:05:37 ampunan kepada Allah. 1:05:39 Maka Allah berjanji di dalam 1:05:42 ee 1:05:44 surat Al-Anfal ya, surat 8 ayat 33 itu 1:05:49 Allah tidak akan mengazab hambanya 1:05:52 ketika seorang hamba itu memohon ampunan 1:05:55 kepada Allah. 1:05:58 Jadi enggak usah takut, wah gimana saya 1:06:00 naik ini, saya ini banyak dosa. 1:06:03 Saya mau naik haji takut. 1:06:05 He em. 1:06:05 He em, kan banyak yang seperti itu tuh. 1:06:07 Takut dibalas di sana. 1:06:08 He em, bagaimana nanti kalau saya 1:06:10 diperlihatkan aib saya nanti di sana di 1:06:13 Mekah gitu. 1:06:15 He em, enggak usah takut sebelum 1:06:17 berangkat itu memohon ampunan kepada 1:06:19 Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah itu 1:06:20 Maha Pengasih, Maha Penyayang. 1:06:23 Kemudian pertanyaannya tadi selanjutnya, 1:06:25 apakah benar diperlihatkan ee nanti di 1:06:28 sana itu? Iya, benar sesuai dengan 1:06:31 ee surat Al-Hajj ayat 25. 1:06:33 Al-Hajj. 1:06:36 Saya bacakan. Tadi sudah saya bacakan. 1:06:39 Innalladzina kafaru 1:06:42 ee 1:06:43 wayashudduna an an sabilillahi wal 1:06:46 masjidil haramil ladzi 1:06:49 ja'alnahu linnasi sawa'an nal 1:06:53 akifu fihi wal bad fihi bi 1:06:59 bi ilhadin bi dzulmin nudziqhu min 1:07:03 adzabin alim. 1:07:07 Jadi Allah menyatakan di dalam 1:07:10 surah Al Hajj surah yang ke 1:07:12 25 ayat 1:07:15 25 surah 22 ayat 25 1:07:18 Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan 1:07:21 menghalangi manusia dari jalan Allah 1:07:27 dan Masjidil Haram yang telah kami 1:07:30 jadikan untuk semua manusia 1:07:35 baik yang bermukim di situ maupun yang 1:07:38 di padang pasir 1:07:42 dan siapa yang ini ayat ini dan siapa 1:07:45 yang bermaksud di dalamnya melakukan 1:07:49 kejahatan secara zalim 1:07:53 niscaya akan kami rasakan kepadanya 1:07:55 sebagian siksa yang pedih 1:08:01 kapan 1:08:03 dirasakan iya pada saat itu jadi di 1:08:05 Masjidil Haram itu benar terjadi jadi 1:08:08 kalau ada orang 1:08:10 cerita-cerita oh itu si fulan ini 1:08:12 perbuatannya itu betul-betul di sana itu 1:08:16 dibuka aibnya sama Allah iya betul 1:08:18 ayatnya ada lagi 1:08:19 ayat kauniyahnya itu 1:08:22 cuma enggak perlu takut wah gimana saya 1:08:25 ini banyak dosa nanti saya di sana anu 1:08:28 kan saya malu nah 1:08:29 maka sebelum berangkat itu mohon ampunan 1:08:32 kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 1:08:35 maka janji Allah di surah 8 ayat 33 1:08:38 Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan 1:08:41 menyiksa tidak akan mengazab hambanya 1:08:44 yang memohon ampunan kepada Allah 1:08:48 jadi Allah itu sangat murah sekali gitu 1:08:50 kasih sayang Allah jauh lebih besar 1:08:52 daripada murkanya gitu 1:08:55 maka dengan kesungguhan memohon ampunan 1:08:57 kepada Allah istigfar kepada Allah 1:09:00 astagfirullahaladzim mohon ampunan yang 1:09:02 mau berangkat haji, haji tobat di sana 1:09:05 ya. Nah, tobat, tobatnya dengan naik, 1:09:07 wah itu malah bagus gitu. 1:09:09 Tobat sebelum berangkat, nah nanti di 1:09:12 sana tobat lagi, wah itu baru 1:09:16 eh ibadah haji itu akan mempunyai nilai 1:09:18 tambah yang sangat tinggi gitu. 1:09:21 Maka Nabi tadi menyatakan dosanya semua 1:09:23 akan diampuni oleh Allah sebagaimana 1:09:26 anak yang baru dilahirkan. 1:09:29 Dan hadis ini Bukhari Muslim 1:09:33 Jadi barangkali itu, wallahualam. 1:09:35 Baik. 1:09:37 Dari Bapak Yudi di Perumahan Cibubur 1:09:40 City. Assalamualaikum warahmatullahi 1:09:41 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:09:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09:43 Ustaz, Ibu saya sudah meninggal dunia. 1:09:45 Apakah saya bisa menghajikan beliau yang 1:09:49 sudah meninggal, Pak Ustaz? Bagaimana 1:09:50 caranya, Pak Ustaz? 1:09:51 Iya, baik Pak Yudi. 1:09:53 Terima kasih 1:09:55 Bagaimana eh Ibu yang sudah eh 1:09:58 meninggal? Boleh itu di dalam hadis ada 1:10:00 dikatakan bahwa badal haji nah badal 1:10:03 haji ya. 1:10:04 Badal haji eh dilakukan oleh eh anaknya 1:10:09 sendiri, wah itu luar biasa gitu. 1:10:12 Padahal sebetulnya 1:10:14 eh 1:10:16 anak itu 1:10:18 anak itu berbuat baik, berbuat 1:10:21 kebajikan. 1:10:24 Maka 1:10:26 orang tuanya akan mendapatkan di 1:10:28 akhirat. 1:10:30 Ada suatu hadis begini. 1:10:33 Orang tua ini 1:10:36 merasa tidak pernah berbuat sesuatu yang 1:10:41 eh istimewa selama di dunia. Tapi 1:10:45 ternyata di akhirat di sana 1:10:47 dia mendapatkan mahkota dan baju yang 1:10:51 terbuat dari cahaya. 1:10:55 Kemudian dijelaskan kepada orang ke 1:10:57 orang tua orang tua tadi yang ber 1:10:59 bertanya tadi, "Apa ini? Kenapa saya kok 1:11:02 bisa begini?" 1:11:05 Karena orang tua tadi merasa bahwa tidak 1:11:08 pernah berbuat sesuatu yang istimewa. 1:11:11 Kemudian dijelaskan kepada orang tua 1:11:12 tadi, "Iya, 1:11:13 karena anakmu 1:11:16 ee mempelajari 1:11:18 ya 1:11:19 mentadaburi 1:11:21 ya 1:11:22 melaksanakan Alquran dan mengajarkan 1:11:25 Alquran kepada orang lain." 1:11:28 Ya. Jadi anak tadi yang 1:11:31 ee 1:11:33 belajar Alquran terus kemudian 1:11:34 mengajarkan kepada orang lain, maka 1:11:37 orang tuanya pun di sana akan 1:11:38 mendapatkan juga nilai kebaikan ee 1:11:42 syafaat Alquran. Jadi bukan syafaat 1:11:45 Alquran bukan hanya si pelaku saja, tapi 1:11:47 orang tuanya di sana akan mendapatkan. 1:11:51 Nah, apalagi ini badal haji, iya kan? 1:11:54 Iya. 1:11:54 Orang anak-anaknya saja ma melakukan 1:11:58 satu kebajikan, orang tuanya dapat. Ini 1:12:01 anak-anak yang saleh ya menghajikan 1:12:05 orang tuanya itu sudah 1:12:08 luar biasa gitu ya. 1:12:10 Nah, jadi badal haji namanya. Itu 1:12:13 paling afdal itu yang dilakukan oleh 1:12:15 anaknya sendiri. 1:12:17 Jadi kepada Pak siapa tadi? 1:12:20 Ee 1:12:21 jadi bisa dilakukan badal haji. 1:12:25 Bukan hanya badal haji saja, misalnya 1:12:27 badal umrah gitu ya. 1:12:31 Kalau haji itu kan haji haji akbar. Yang 1:12:34 haji kecil itu umrah, dia bisa badal 1:12:36 umrah bisa juga. 1:12:39 Jadi bisa dilakukan. 1:12:40 Bisa dilakukan ya? 1:12:41 Iya. 1:12:42 Insyaallah. 1:12:43 Barangkali itu, wallahualam. 1:12:44 Kembali [berdehem] ke pertanyaan 1:12:45 selanjutnya. 1:12:47 Ini dari ee 1:12:50 banyak sekali yang masuk nih, sampai 1:12:52 tidak ter 1:12:54 baca. Dari Ibu Ida di Bekasi, Pak Ustaz. 1:12:57 Assalamualaikum warahmatullahi 1:12:58 wabarakatuh. 1:12:59 Eh, Pak Ustaz pertama doakan kami agar 1:13:01 bisa berhaji ke Mekah Al Mukarramah. Dan 1:13:04 yang kedua, bagaimana supaya kita tidak 1:13:07 melanggar atau dilanggar dari 1:13:09 perseteruan. Lalu bagaimana jika kita 1:13:12 ada dalam kejadian itu, Pak Ustaz? Kita 1:13:15 diam ataukah harus bagaimana? 1:13:18 Terima kasih, Pak Ustaz. 1:13:19 Iya. 1:13:21 Baik, terima kasih. 1:13:23 Eh, kepada Bu Ida ya. 1:13:24 Ida di Bekasi. 1:13:27 Jadi, 1:13:29 yang pertama mohon doa, ya insyaallah 1:13:32 mudah-mudahan Allah eh 1:13:34 mengabulkan niat ya Ibu Ida untuk 1:13:37 menunaikan ibadah haji. Amin ya rabbal 1:13:39 alamin. 1:13:40 [mendengus] 1:13:40 Kemudian yang kedua, bagaimana eh 1:13:45 eh untuk eh apa? 1:13:48 Menghilangkan perseteruan. 1:13:50 Perseteruan. 1:13:50 He eh. 1:13:53 Maka ini eh kembali lagi 1:13:56 eh di dalam surah Ali Imran tadi. 1:13:59 Surah Ali Imran 1:14:00 ayat 133 sampai 134. 1:14:04 Bahwa sesungguhnya 1:14:07 eh 1:14:09 di situ dikatakan, orang yang bertakwa 1:14:12 itu adalah orang yang 1:14:15 ahli mohon ampunan kepada Allah 1:14:17 subhanahu wa taala. 1:14:19 Orang yang bertakwa itu adalah orang 1:14:21 yang bersedekah dalam keadaan lapang dan 1:14:23 sempit. 1:14:25 Orang yang bertakwa itu adalah orang 1:14:27 yang bisa menahan marah. 1:14:30 Orang yang bertakwa itu adalah orang 1:14:32 yang bisa memaafkan kesalahan manusia. 1:14:37 He eh. 1:14:38 Maka latihlah kepada Ibu Ida, bagaimana 1:14:42 memaafkan kesalahan manusia. Kan ini 1:14:45 luar biasa ini eh apa namanya nilainya 1:14:48 di sisi Allah subhanahu wa taala. 1:14:50 Ini kesabaran yang yang luar biasa, ya. 1:14:55 Jadi memaafkan kesalahan manusia ketika, 1:14:59 ee, mengapa di situ kan, "Wal kazhiminal 1:15:02 ghaizha wal afina aninnas." 1:15:04 Menahan marah dan 1:15:06 memaafkan kesalahan manusia. 1:15:09 Maka itu sesungguhnya 1:15:11 ee, dua hal ini adalah merupakan sebab 1:15:13 akibat. 1:15:14 Mmm. 1:15:16 Mengapa orang itu marah? 1:15:18 Ya, karena tidak memaafkan kesalahan 1:15:19 manusia. 1:15:21 Nah. 1:15:22 Jadi bagaimana? Maafkanlah kesalahan 1:15:24 manusia itu. Artinya apa? Dia tidak 1:15:27 marah lagi. Orang sudah dimaafkan kok. 1:15:29 Jadi itu merupakan satu sebab akibat 1:15:31 gitu. 1:15:33 Nah. Tentu saja kepada Ibu, Ibu Ida, ini 1:15:36 merupakan satu perbuatan yang justru 1:15:40 tidak mudah. 1:15:42 Bagaimana supaya mudah? Minta kepada 1:15:44 Allah subhanahu wa taala, gitu. 1:15:47 Nah, setelah minta kepada Allah 1:15:49 subhanahu wa taala, kemudian apa? 1:15:50 Melatih. Nah, biasanya nanti kalau sudah 1:15:53 gitu kita minta kepada Allah, nanti 1:15:54 Allah kasih ujian tuh. Mmm. 1:15:59 Nah, karena minta kepada Allah diuji 1:16:01 sama Allah. Sudah sampai sejauh mana 1:16:03 ini? Nah, itu. 1:16:05 Bisa jadi awalnya enggak lulus. Enggak 1:16:08 apa-apa. 1:16:10 Dikasih ujian yang kedua sama Allah. 1:16:12 Nah. 1:16:14 Nah, ini baru 1:16:16 baru bisa menahan. 1:16:19 Kasih ujian lagi. 1:16:21 Nah, ini sudah bisa menahan tapi 1:16:22 memaafkan kesalahan manusia. 1:16:25 Nah, setelah itu bisa, maka proses 1:16:28 selanjutnya itu adalah bagaimana menjaga 1:16:31 keistiqomahan 1:16:35 ee, memaafkan kesalahan manusia dan 1:16:38 menahan marah. Jadikan itu satu amalan 1:16:41 keistiqomahan. 1:16:43 Jadi ee bagaimana kita mem melakukan 1:16:47 suatu kebajikan itu 1:16:49 maka jadikanlah ee misalnya orang itu 1:16:54 ee karena 1:16:56 amalan keistiqomahan ini ya di dalam 1:16:59 surat ee Fussilat ya 1:17:01 He eh. 1:17:02 surat 41 dan 1:17:04 ayat 30 dan 31 itu 1:17:07 Innal ladzina qolu robbunallah summas 1:17:09 taqom Jadi orang-orang yang matah yang 1:17:12 mengatakan Tuhan kami adalah Allah 1:17:14 summas taqom kemudian istiqomah. 1:17:17 Tatanazalu alaihimul malaikatu alla 1:17:19 takhofu wala tahzan. Kemudian Allah akan 1:17:21 menurunkan malaikat kepada orang yang 1:17:22 istiqomah tadi. 1:17:25 Alla takhofu wala tahzanu jangan takut, 1:17:27 jangan sedih, jangan berduka cita. 1:17:30 He eh. 1:17:30 He eh. 1:17:32 Maka di situ 1:17:34 ee merupakan 1:17:36 apa ee nilai tertinggi bagi orang yang 1:17:40 istiqomah tadi. 1:17:41 Kemudian Allah melanjutkan nahnu 1:17:43 auliyaukum fil hayati dunya wal fil 1:17:45 akhirah. Jadi malaikat tadi itu akan 1:17:48 mendampingi orang yang istiqomah tadi di 1:17:51 dunia dan di akhirat. 1:17:54 Sehingga dengan demikian 1:17:56 ee bagaimana ee akhirnya kita cari 1:18:00 amalan-amalan yang istiqomah. 1:18:03 He eh. 1:18:05 He eh. 1:18:06 Misalnya artinya yang maksudnya yang 1:18:08 istiqomah. Kalau yang wajib sudah jelas 1:18:10 saya, sudah enggak perlu dibahas 1:18:11 misalnya ee sholat lima waktu, puasa itu 1:18:14 kan wajib-wajib sudah lakukan se 1:18:17 sempurna [mendengus] mungkin. Sholat 1:18:19 lima waktu di awal waktu dan lain 1:18:20 sebagainya. 1:18:21 Ya. 1:18:22 Carilah amalan-amalan yang istiqomah ini 1:18:24 yang sunnah ya. 1:18:26 Misalnya sholat malam. 1:18:29 Misalnya berdzikir. 1:18:32 Misalnya istighfar. 1:18:34 Karena amalan-amalan ini yang yang nanti 1:18:37 akan memberikan syafaat kepada kita 1:18:39 gitu. 1:18:40 Atau misalnya ee membaca Alquran. 1:18:44 Ditambah dengan mentadaburi Alquran. 1:18:48 Maka dilakukan secara istikamah gitu. 1:18:51 Nah, inilah sesungguhnya yang akan 1:18:55 memberikan satu pembelaan kepada kita 1:18:59 manakala kita nanti berhadapan dengan 1:19:01 satu kesulitan yang sangat luar biasa. 1:19:05 Kapan itu kesulitan yang luar biasa? 1:19:08 Pada saat orang 1:19:10 menjelang sakaratul maut. 1:19:12 Iya. 1:19:13 Maka nanti amalan yang istikamah ini 1:19:15 yang akan mendampingin kita gitu, yang 1:19:17 akan memberikan syafaat, akan membela 1:19:19 kita. 1:19:21 Pada saat misalnya kita 1:19:24 di 1:19:25 alam kubur. 1:19:27 Sedang prosesi tanya jawab dengan 1:19:29 malaikat. Maka nanti amalan istikamah 1:19:32 itu yang akan mendampingi kita. 1:19:35 Pada saat kita nanti menuju perjalanan 1:19:37 yang masih sangat jauh tadi. 1:19:39 Iya, hari kiamat, hari berbangkit, 1:19:42 siratal mustaqim dan 1:19:44 ee segala macam kesulitannya itu. Maka 1:19:48 nanti amalan-amalan yang istikamah 1:19:50 inilah yang akan senantiasa mendampingi 1:19:53 kita. 1:19:55 Malaikat akan menjadi pembisik. 1:19:58 Alquran akan memberikan 1:20:00 ee apa namanya pembelaan. 1:20:03 Alquran akan berbicara langsung dengan 1:20:05 Allah subhanahu wa taala. 1:20:08 Nah, sehingga dengan demikian 1:20:11 ee apa namanya 1:20:13 ee 1:20:15 perseteruan itu akan bisa dilakukan 1:20:18 dengan kita banyak melakukan 1:20:21 amalan-amalan yang 1:20:23 ee 1:20:25 sunah yang istikamah. 1:20:27 Perbanyaklah mengingat Allah subhanahu 1:20:29 wa taala. 1:20:30 [mendengus] 1:20:31 Mmm, jadi sudah tidak ada lagi kamus 1:20:34 perseteruan itu. 1:20:35 Iya. 1:20:36 Yang ada adalah kamus memaafkan 1:20:38 Memaafkan. 1:20:39 kesalahan manusia 1:20:41 dan menahan marah. Maafkan, nanti yang 1:20:43 akan muncul itu. 1:20:45 Maka di sini amalan-amalan yang 1:20:47 istikamah itu yang akan membantu kita. 1:20:51 Bukan hanya di akhirat, tapi di dunia 1:20:52 ini. 1:20:53 juga. 1:20:53 Misalnya perseteruan, nanti akan 1:20:55 tertahan dengan amalan yang istikamah 1:20:58 itu. 1:20:59 Barangkali cukup. Wallahualam. 1:21:01 Insyaallah damai semua dunia kalau 1:21:02 seperti itu ya. 1:21:03 Iya. [tertawa] 1:21:04 Subhanallah, Pak Ustaz. Kita dibatasi 1:21:06 oleh waktu. Ini juga terima kasih yang 1:21:07 sudah bergabung bertanya nih, ada Bapak 1:21:10 Abdillah, 1:21:12 Bapak Istoyo, Bapak Maryadi, Ibu Yani, 1:21:15 Ibu Tini juga. Terima kasih, Bapak 1:21:17 Musyawir. 1:21:19 Bapak Aris di Bogor, Bapak Arwin, 1:21:22 Bapak Naryo, Bapak Eri, Bapak Slamet 1:21:25 Suryadi yang selalu menyimak, 1:21:27 Ibu Purnama, Ibu Maryati di Sukabumi 1:21:30 juga, 1:21:31 Bapak Nunu, Bapak Hakim, Ibu Hani, Bapak 1:21:33 Muhammad Irfan, Bapak Tamrin, Pak Iwan 1:21:36 Suwandi, 1:21:37 Bapak Suriyanto, 1:21:40 Bapak Ismail, Bapak Saifullah, 1:21:42 Ibu Nur Isyana di Lampung, 1:21:45 Ibu Nurjanah binti Madio di Singapura, 1:21:48 Ibu Ros yang suka menyimak juga, Pak 1:21:50 Komar, 1:21:51 dan masih banyak lagi nih yang 1:21:54 telah mengirimkan pertanyaan, tapi mohon 1:21:56 maaf sekali walau nawak karena waktu 1:21:57 yang terbatas kita tidak 1:22:00 bacakan semuanya. 1:22:02 Ustaz, sebelum pamit 1:22:03 disimpulkan. 1:22:05 Iya. 1:22:06 Pembahasan kita di malam hari ini, Pak 1:22:07 Ustaz. 1:22:07 Baik. Terima kasih, Kang Fahri. 1:22:11 Eee 1:22:13 seperti apa yang 1:22:16 eee kami sampaikan di dalam judul bahwa 1:22:20 bagaimana ulul albab itu 1:22:23 memahami prosesi haji. 1:22:28 Sehingga dengan demikian 1:22:30 ee bagi ulul albab tentu saja akan 1:22:34 sangat memperhatikan 1:22:36 persyaratan-persyaratan 1:22:38 yang telah di 1:22:39 tetapkan oleh Allah subhanahu wa taala. 1:22:43 Dan 1:22:44 ee bagi ulul albab sesungguhnya 1:22:47 selain persyaratan 1:22:50 ee lahiriah berupa ongkos 1:22:54 fisik sehat 1:22:58 maka ada tambahan yaitu 1:23:01 fatazawwadu fainna khairazzadit taqwa 1:23:05 jadi ada bekal yang lebih penting 1:23:08 daripada sekedar persyaratan fisik dan 1:23:11 harta benda. 1:23:13 Apa itu? Ketakwaan. 1:23:16 Ada tambahan lagi wabil khusus karena 1:23:18 ini proses haji ini adalah merupakan 1:23:20 suatu proses yang amat sangat 1:23:25 monumental, peristiwa besar yang 1:23:27 diabadikan oleh Allah subhanahu wa 1:23:29 taala. Bagaimana rumah tangga sukses 1:23:33 ya memenuhi perintah Allah yaitu 1:23:37 Nabi Allah Ibrahim alaihissalam. 1:23:41 Nah maka di sini 1:23:43 diperlukan persyaratan tambahan karena 1:23:46 ini pekerjaan besar. 1:23:48 Nah sehingga Allah mempersyaratkan di 1:23:50 sini ulul albab tadi. 1:23:53 Karena nanti di sana akan banyak ya 1:23:56 pelajaran-pelajaran 1:23:58 secara lahir maupun batin 1:24:02 yang perlu di 1:24:05 ee terima oleh 1:24:07 orang yang beriman tadi. 1:24:10 Maka 1:24:11 seperti di ayat yang lain bahwa 1:24:13 tidak akan bisa menerima pelajaran itu 1:24:17 kecuali ulul albab. 1:24:21 Maka di sini ulul albab itulah 1:24:24 yang disebut oleh Allah untuk melakukan 1:24:29 satu perbuatan yang sangat besar. 1:24:35 Sehingga dengan demikian 1:24:38 bahwa 1:24:39 nilai yang akan diberikan oleh Allah 1:24:42 semua dosa akan diampuni 1:24:44 sebagaimana 1:24:46 anak yang baru dilahirkan. 1:24:50 Tentu saja ini persyaratannya adalah 1:24:53 persyaratan yang 1:24:55 ee terdapat di dalam surah Al-Baqarah 1:24:58 ayat 197 1:25:00 tadi. 1:25:02 Ya, intinya di ulul albab. 1:25:06 Barangkali itu yang bisa kami sampaikan 1:25:09 kesimpulannya, kurang lebihnya mohon 1:25:12 dimaafkan. 1:25:14 Subhanakallahumma wabihamdika, 1:25:15 asyhadualla ilaha illallah anta, 1:25:17 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:25:18 Assalamualaikum warahmatullah 1:25:20 tullah wabarakatuh. 1:25:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:25:22 wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat 1:25:23 kebersamaan kita di acara renungan kalbu 1:25:25 bersama Ustaz Rahmatullah. 1:25:27 Terima kasih Ustaz atas pencerahannya, 1:25:29 atas ilmunya di malam hari ini. Kita 1:25:31 doakan semoga Ustaz sehat walafiat 1:25:34 bersama keluarga di manapun Ustaz 1:25:35 berada. 1:25:36 Dan terima kasih atas 1:25:39 pencerahannya, ilmu-ilmunya yang selama 1:25:41 ini Ustaz 1:25:42 sampaikan kepada para pendengar dan juga 1:25:44 kita semuanya ikhwan akhwat. 1:25:47 Di malam hari ini yang bertugas saya 1:25:48 Fahri ditemani oleh Dedy dan juga Yusuf 1:25:51 Subagyo kita berpamit. Billahi taufik 1:25:52 wal hidayah. Wassalamualaikum 1:25:53 warahmatullahi wabarakatuh.