Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat pendengar radi silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil Piswal yang dirahmati
- Allah. Semoga kabar Anda di hari ini
- dalam keadaan sehat walafiat.
- Alhamdulillah saya Fahri ditemani Onin
- dan juga Anis Mualim hadir di acara
- sirah sahabat bersama Ustaz Komaruddin
- Basuni. Edisi siar hari Senin 8 Ramadan
- 1440 Hijriah atau 13
- Mei 2019. Telah hadir di studio kita
- sapa saja Iwan Hawat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz
- Komarudin Basyuni. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- ya? Alhamdulillah khair. Alhamdulillah.
- Khair. Hari ini akan membicarakan siapa
- nih? Mengisahkan sahabat siapa nih?
- Zaid bin Tsabit. Zaid Zaid bin Tsabit
- Ustaz ya. Iya. Dan nanti juga yang ingin
- bergabung seperti biasa, Anda bisa
- pergunakan Lin SMS dan WhatsApp kami di
- 0811999720 ataupun telepon di
- 0218451512. Silakan, Ustaz. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nastainuhu wafiruh wa naud
- nauzubillahi min syururi anfusina
- wasayiati a'malina. May yahdillah fala
- mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Amma ba'd.
- [Musik]
- Saudaraku pendengar Radio Silaturahim
- dan pemiarsa
- TV Rasil.
- Alhamdulillah
- pada 8
- Ramadan
- [Musik]
- 1440 kita masih diberikan oleh Allah
- kesempatan untuk
- beramal ibadah pada Allah. Mudah-mudahan
- ibadah kita dijadikan ibadah yang penuh
- dengan keikhlasan padanya. Amin ya
- rabbal
- alamin. Dari
- sosok para
- rijal atau para
- tokoh yang ada di masa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Terbayang seorang
- sahabat dengan
- ketawaduhannya,
- keikhlasannya, serta
- kecerdasan dan
- kesigapan menghadapi permasalahan hidup
- begitu
- tangguh dan tidak pernah dia menyerah.
- Siapa
- dia? Dia adalah Zaid.
- bin
- Tsabit. Hampir
- sama seorang lagi namanya Zaid bin
- Haritah.
- Memang nama Zaid
- ini
- merupakan mumayizah-mumayizah
- tersendiri,
- keistimewaan-keistimewaan tersendiri.
- Nah, Zaid bin Tsabit ini adalah salah
- satu di
- antaranya dia dikenal dengan sang
- penterjemah Rasulullah.
- Nah, inilah Zaid bin
- Tsabit. Sementara satu lagi, Zaid bin
- Haritah ini sang komandan tempur
- waktu perang
- Muktah. Ada lagi Zaid bin Khattab. Wah,
- ini zahirnya. Maka kalau enggak
- dilanjutin orang akan timbul bertanya,
- "Zaid yang mana nih?" Nah, Zaid bin
- Khattab ini saudaranya Umar bin Khattab.
- Oh, wah dia dikenal skribo. Skribo
- rambutnya ya? Sekboa rambutnya
- besar. Ya, layaknya orang keribo lah.
- Itu Zaid bin Khattab gagah perkasa.
- Heeh.
- Nah, saudaraku kaum muslimin yang
- dirahmati Allah subhanahu wa
- taala.
- Zaid bin Tsabit
- ini
- beliau adalah Zaid bin Tsabit bin Dohaq
- al-Anshari.
- Berasal dari Bani Najar satu suku.
- Jadi
- masih ada hubungan dengan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Karena
- Rasulullah juga dari keturunan Bani
- Najar.
- Nah, Zaid bin
- Tsabit waktu Rasulullah datang ke
- Madinah, kondisi beliau waktu
- itu adalah salah seorang daripada anak
- yatim. Kenapa? Karena
- ayahnya waktu perang Buas terbunuh. H
- di tahun pertama
- Hijriah usia Zaid tidak lebih dari 11
- tahun. Waktu beliau ditinggal pergi oleh
- ayahnya itu beliau berusia 5 tahun.
- Jadi perang
- Buaz sudah sekian tahun baru Rasulullah
- datang ke Madinah.
- waktu datang itu usianya 11
- tahun. Sementara dia jadi yatim sejak
- usia 5
- tahun. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam begitu melihat Zaid kemudi
- kemudian beliau mendoakan
- keberkahan atas
- dirinya. Ya doa Rasul diijabah ya bukan
- kayak doa kita. Doa
- kita kadang oleh Allah diijabah kadang
- kala
- ditunda. Doa Rasul tuh
- makbul. Maka Umar bin Khattab tuh
- kalau Rasul mendoakan sahabat beliau itu
- pengin
- didoakan. Kenapa? Karena doa Rasul itu
- pasti.
- Nah, Zaid bin
- Tsabit
- waktu
- beliau bersama
- anak-anak waktu itu waktu perang
- Badar dia
- datang mungkin perang Badar baru usia 12
- tahun tuh
- minta ikut
- diizinkan ternyata Rasul
- belum mengizinkan sehingga tidak ikut
- menjadi pahlawan
- Badar. Maka pada tahun berikutnya
- terjadi perang Uhud. Beliau datang
- lagi, datang lagi bersama
- teman-temannya waktu perang Uhud.
- Nah, waktu datang lagi bersama
- teman-temannya di perang
- Uhud, ternyata beberapa anak ada yang
- mengajukan waktu itu cukup
- banyaklah anak-anak yang hadir ingin
- ikut bergabung bersama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Maka di situ ada satu rombongan
- anak-anak
- remaja yang usianya hampir sama dengan
- dia.
- Kemudian pada
- saat Rasulullah memandangi mereka dengan
- pandangan penuh dengan kasih dan sayang,
- seakan-akan beliau menginginkan mereka
- itu untuk
- izin tidak ikut aja dah. Katanya izin
- tidak ikut. He bukan izin untuk
- ikut. Nah.
- Kemudian tiba-tiba majulah anak muda
- yang bernama Rofi. H. Anak muda Ri bin
- Khadij. Dia bawa sebuah
- belati atau tombak. Kemudian ia
- memamerkan keahliannya. Si anak muda
- ini, Rafi bin Hadit.
- Nah, pada saat dia memamerkan
- keahliannya,
- maka pada saat dia
- melempar melempar
- senjata, maka lemparnya
- tepat. Nah, waktu kata dia, "Ya
- Rasulullah, izinkan saya." Kan saya
- sudah buktikan tuh kemahiran saya. Saya
- bisa melempar dari jarak jauh dan tepat
- sasaran.
- Nah, waktu dia minta diizinkan
- Rasulullah lalu, "Iya, kamu saya
- izinkan." Udah oke. Nah, jadi kalau kamu
- tidak di depan, kamu cukup di belakang
- bisa kamu lempar nanti. Ah, jadi satu
- tuh masuk tuh Ri bin Khadij.
- Kemudian setelah
- itu ada
- lagi
- sahabat yang
- memang bersama dengan Ri bin Khadij.
- Nah, dia
- akhirnya
- memamerkan apa? Kekuatan otot.
- Wah, bahkan bersama temannya gulat
- berdua.
- Kulat menang. Ah, aku menang. Ah, dah
- boleh masuk.
- Nah, pas giliran Zaid bin
- Tsabit dia orangnya masih kecil memang
- udah kamu saya enggak terima. Nah, ya.
- Pertama kelebihan fisik juga enggak
- seperti yang lain. Udah
- dah nyesal dia. Teman-teman yang yang
- lain diterima dia enggak.
- Ah, itu mujahid masih anak-anak tapi
- semangatnya tinggi. Jahid bin Sabit.
- Nah,
- maka
- tidak
- ketinggalan. Pada saat dia tidak
- dimasukin dalam deretan
- itu, waktu
- keluarganya datang kepada Nabi, dia
- menyampaikan
- ini Zaid ini anak yang sudah hafal 16
- surat. Iya
- kan di
- di masukkan di daftar mujahid belum
- karena usianya masih masih muda. Tapi
- dia dia punya hafalan Al-Qur'an bagus.
- Kata Nabi, "Coba sini coba kamu baca
- salah satu
- surat dibaca oleh Zaid." Bagus kata,
- "Oh, ya
- sudah." Ya. Terus orang tuanya
- menyerahkan Zaid untuk berkhidmat kepada
- Rasul.
- Kemudian dipanggil
- Rasul, "Kamu bisa
- enggak bahasa Yahudi?"
- Enggak. Kalau gitu sekolah ya? Iya.
- Terus dia
- sekolah bahasa Yahudi itu hanya
- menggunakan waktu 7 hari. Iya.
- bisa di lahap itu
- ilmu, bisa menterjemah, bisa
- menulis dan bisa
- ngomong. Kemudian kata Nabi, "Nanti akan
- ada lagi surat nih," katanya dari
- orang-orang
- lain. "Aha kamu harus belajar bahasa
- Suryani, bisa bahasa Sujani enggak?"
- belajar bahasa
- Suryani itu belajar orang-orang di luar
- Yahudi itu mungkin Parsi dan lain
- sebagainya. Belajarlah dia hanya 17
- hari. Waktu belajar bahasa Inggris
- berapa lama coba?
- Bisa tahun 2 tahun tuh belum lancar
- juga. H ini bahasa dengan cepat dia
- otaknya mengencer.
- Nah, suatu saat dipanggil oleh Nabi,
- "Sini kau Zaid." Apa ini? Ada surat dari
- Yahudi, tolong baca.
- Dibacalah dia. Tolong jawab.
- Wah, dengan bahasa yang dia miliki dan
- tulis dengan tulisan yang dia
- pelajari. Semua
- lolos. Jawabannya tidak ada sedikit pun
- yang mengecewakan.
- Jadi sudah bisa diplomasi, sudah bisa
- dia mengatur ee suasana suasana
- berbicara dan lain
- sebagainya. Nah, Zaid bin
- Tsabit salah satu di antara sekian
- banyak
- sahabat, dia punya kelebihan lain juga.
- Nah, kelebihannya apa?
- dia oleh Allah diberikan
- kelebihan menulis Al-Qur'an. Hm.
- Nah, jadi waktu Nabi menerima ayat,
- menerima wahyu dari Allah, Zaid itulah
- yang suka disuruh
- nulis. Kenapa? Karena beliau ini salah
- satu sahabat Nabi
- yang mendapatkan pelajaran dari para
- tawanan
- bedang, para tawanan perang Badar. Jadi,
- para tawanan perang Badar yang punya
- kelebihan di antaranya punya ilmu
- membaca, menulis yang mereka tidak punya
- uang, tidak bisa menembus dengan
- uangnya, maka mereka harus menembus
- dengan ilmu.
- Nah, salah satunya yang belajar dengan
- ilmu mereka itu Zaid.
- Maka pada saat dia diajari oleh
- orang-orang yang ditawan oleh Nabi
- Muhammad hasil perang Badar, beliaulah
- yang berhasil bisa membaca dan bisa
- menulis. Jadi membaca dan menulis di
- zaman itu itu hal yang langka.
- Kalau di kita kan sudah umum ya. Iya.
- Dari mulai TK orang sudah bisa baca e
- nulis apalagi masuk sanawiyah atau SD
- sudah.
- Saya masih ingat sampai
- sekarang kelas 4. Mas kelas 4 MI H itu
- sudah bisa menterjemahkan bahasa Arab.
- Eh, keren saya ditulis dengan Arab
- Melayu. Arab Melayu.
- Jadi, guru nulis di papan
- tulis diartikan perkata. Contoh,
- alhamdu segala puji
- lillahi kepunyaan Allah. Tapi karena
- waktu itu bahasanya bahasa Sunda, maka
- bahasanya bahasa Sunda. Contoh, alhamdu
- ari sadaya puji lillahi kagungan Allah.
- Nah, Rabbi
- pemelihara al alamin sadayana alam. Nah,
- jadi perkata itu kelas 4. Kemudian kalau
- tulisan Arab, fikih, tauhid itu selalu
- setiap permasalahan ditulis bahasa
- Arabnya kemudian diterjemahkan Arab
- Melayu. He.
- Kalau kita kan
- sekarang terjemah ya Arab laten ya. H
- artinya tulisan Arab diterjemahkan
- laten. Seperti tadi alhamdu segala puji.
- Kalau dulu mah a artinya itu tulisannya
- Arab namanya Arab Melayu. Melayu. H itu
- kelas 4.
- Alhamdulillah. Nah, di zaman Nabi itu
- masyaallah orang-orang yang bisa menulis
- masyaallah. Nah, dan juga
- tulisannya di zaman Nabi bukan seperti
- tulisan hari
- ini. Pokoknya bismillah contoh itu
- enggak ada ba itu titik di bawah enggak
- ada. H
- sinin sin itu kan ada reget tiga tuh.
- Nah, artinya ee yang menandakan ini
- huruf sin dulu mah enggak ada lurus aja
- set a saja.
- Mim mim kan ada bolongan dulu mah enggak
- ada langsung aja ke
- bawahit. Tapi orang sana kok bisa
- itu. Nah itu dalam bentuk-bentuk
- tulisan. Jadi memang orang yang bisa
- baca dan tulis itu satu hal yang mahir
- di kala itu. Karena beda penulisannya
- dengan zaman sekarang.
- Nah, Zaid bin Tsabit
- ini orang yang diberikan kelebihan oleh
- Allah, punya daya tangkap yang cerdas.
- Ya, kemudian dia juga orang yang
- dipercaya oleh Nabi untuk menulis surat
- surah Al-Qur'an atau wahyu Al-Qur'an.
- Maka beliau
- percaya kalau dia nulis itu pasti karena
- dia orang mukmin, orang Islam. H Zaahid
- ini. Nah, setelah dia menulis
- Al-Qur'an, enggak lama Rasulullah wafat.
- Nah, Abu
- Bakar waktu itu punya inisiatif akan
- membukukan Quran.
- Panggillah
- Zaid. Waktu dipanggil Zaid oleh Abu
- Bakar, kata Abu Bakar, "Zaid, kami akan
- menuliskan Al-Qur'an. He.
- Nah, Al-Qur'an ini agar kita himpun jadi
- satu
- buku, maka kami tidak melihat yang lain
- kecuali Anda. Karena Andalah penulis
- wahyu sejak zaman
- Nabi. Oh, K dia enggak, enggak enggak
- saya enggak bisa. Kenapa? Enggak ada
- contohnya. Karena di zaman Nabi Quran
- enggak enggak seperti sekarang dibukukan
- satu buku ya. Jadi mesti tercecer,
- terpisah-pisah, terpisah-pisah. Ada yang
- di
- tulisan ee kulit, ada yang di tulang,
- macam-macamlah. Kata dia, "Enggak,
- enggak." K lah
- kenapa? Ya pokoknya saya enggak mau
- mengada-ngadakan. Kata Abu Bakar, "Saya
- juga dulu begitu punya
- pandangannya. Tapi Umar datang kepada
- saya menyampaikan ini Quran harus
- ditulis secara lengkap.
- Tapi kalau Quran enggak ditulis, terus
- generasi yang akan datang mau belajar
- Quran dari
- mana? Nah, saya merenung, saya mohon
- pada Allah, akhirnya saya
- setuju. Tadinya saya juga nolak seperti
- kamu. Tapi setelah saya
- renungkan, karena waktu itu kan dampak
- akibat dari perang murtad, murtad, dari
- perang menghadapi orang-orang murtad,
- yaitu dengan nabi palsu. H. Jadi pasukan
- Abu Bakar berhadapan dengan pasukan
- Musailamah Alkazzab. Waktu itu penghafal
- Quran ada 70
- meninggal. Nah, kalau penghafal Qurannya
- meninggal terus umat yang akan datang
- akan dikasih apa? H dikasih pelajaran
- apa? Kalau orangnya wafat, maka salah
- satu bentuk peninggalan
- ditulislah
- Al-Qur'an. Nah, dari situ Jair mikir,
- "Yaudah saya mikir dulu dah," katanya.
- Ya udah jangan lama-lama ya katanya.
- Akhirnya datang lagi. Gimana? Siap.
- Siap. Wah, baru nih sekarang sudah.
- Oke, mulailah disusun
- tuh dari surat yang pertama, kedua,
- ketiga. Nah, pada
- saat beliau sedang mencari Quran dari
- sana dari sini, setiap sahabat
- ditanya. Beliau akhirnya ngeluh.
- Kata beliau, "Sekiranya saya disuruh
- memindahkan
- bukit atau memindahkan gunung dari satu
- tempat ke tempat yang lain, lebih baik
- itu saya dah kerjakan." H daripada saya
- menuliskan Al-Qur'an dari awal sampai
- akhir. Khawatir salah. Kalau salah kan
- dosanya ke saya semua. Katanya orang
- yang baca pun ikut saya merasakan
- dosanya karena saya menulis
- pertama. Wah, itu tanggung jawabnya.
- Masyaallah.
- Ya, mohon pertolongan Allah.
- Akhirnya pada saat ditulis, pas
- dibacakan hasil tulisannya,
- ternyata
- beliau ingat dalam salah satu surat,
- yaitu surah at-Taubah
- itu dalam tulisan enggak ada tapi dalam
- bacaan ada. Iya,
- itu ayat laqad jaakum rasulum min
- anfusikum azizun.
- Nah, hafalannya ada, tapi bukti nih
- bukti bahwa ini ayat dari Allah mana?
- Akhirnya beliau umumkan, siapa yang ee
- menemukan ayat ini tetap dengan ee tanda
- tangan Rasul membenarkan. Akhirnya
- datang dari seorang yang bernama
- Huzaimah. Huzaimah datang. Ini nih
- buktinya ini tulisan. Dan Rasul waktu
- itu mendengarkan setelah ada datanya,
- tulisannya baru itu dimasukkan. Begitu
- telitinya. Tidak asal aja itu. Jadi baca
- Quran dibaca, ditulis, dibaca,
- diperdengarkan, disaksikan oleh orang
- banyak. Oke. Oke. Sudah.
- Nah, begitu Quran sekarang sudah ditulis
- dengan ya semangat masyaallah itu dulu
- Qurannya gede bukan kayak kita sekarang
- kecil-kecil begini ya besar besar saya
- lihat itu
- di tapi belum aslinya baru fotonya aja
- saya lihat itu Quran cuman tuut tebalnya
- masyaallah dan saya baca di Ibnu Katsir
- di ah kalau terjemahnya bahasa umumnya
- itu ekor ekor binatang itu kan bentuk
- merenggelnya karena itu ada istilahnya
- namanya apa azil apa itu jadi itu
- penjelasan Ibnu Katsir tentang hal-hal
- yang menyangkut dengan tulisan Al-Qur'an
- dan penghormatan Al-Qur'an zail ya Zail
- itu Zailul Quran ah nah itu Zailul Quran
- ini di dalamnya mengisakan di antaranya
- bagaimana mana Abu Bakar memerankan satu
- peran besar yang didukung oleh
- orang-orang ahli yaitu para penulis yang
- ee cukup kaliber waktu itu. Ee kemudian
- nah beliau mengetes. Nah, setelah Quran
- dibacakan dan ditulis itu Quran oleh itu
- di taruh di
- rumahnya. Beliau kalau baca Quran tuh
- sesudahnya itu boleh menciumnya. Dan
- beliau tidak pernah man Al-Qur'an
- tergeletak di bawah. selalu diangkat
- tangan. Nah, ini juga adab ya. Jadi kita
- kadang-kadang Qurannya sembarangan. Iya.
- Bahkan Quran dilempar
- aduh bahkan ada yang berani itu
- menginjak-nginjak Quran. Wuh.
- Nauzubillah minzalik. Dosanya gede itu
- orang begitu. Apalagi ada yang sempat
- ngincengin
- mipisin Quran. Ah, itu mah langsung
- disiksa oleh Allah. Tangan kakinya
- enggak bisa bergerak. Ayo saya.
- Mudah aja jadi
- mengkerut. Jadi apa? Jadias itu
- tangannya kakinya jadi heras itu enggak
- bisa bergerak. Ah jadi langsung itu mah
- ya. Itu kan firman Allah itu
- kalamullah. Masa disamakan dengan
- tulisan manusia kalamullah. Nah itu Zaid
- yang punya karya besar.
- Nah,
- kemudian zaman bergerak zaman Abu Bakar,
- zaman Umar. Nah, waktu itu Abu Bakar
- wafat tulisan itu tulisan Quran yang
- tadi di zaman Abu Bakar berpindah ke
- zaman Umar. Nah, waktu di zaman Umar,
- Umar nitipkan kepada anaknya Hafsah
- karena Hafsah merupakan istri Rasul.
- dipegang oleh Hafsah Quran itu. Nah, di
- zaman Utsman, Umar wafat, Utsman jadi
- khalifah. Nah, terjadi perubahan
- perubahan penulisan Al-Qur'an. Zaid bin
- Tsabit lagi dipanggil oleh Utsman untuk
- menulis kembali. H karena ada revisi.
- Iya. Banyak sahabat-sahabat yang dikirim
- ke luar negeri. Mereka mengajarkan Quran
- di negeri yang lain. Kemudian sahabat
- pun di negeri yang lain. Kemudian ada
- sahabat keliling waktu itu namanya
- Hudzaifah bin Yaman. Kok beda bacaan
- Quran di negeri Irak dengan bacakan
- Quran di negeri yang dekat dengan Cina?
- Ya, Azerbaijan disebutnya.
- Akhirnya ee Hudzaifah menyarankan agar
- bacaan tidak berbagai macam bacaan. Satu
- aja. Artinya Quran ditarik kembali
- dibawa ke Madinah lalu diadakan revisi.
- Dan sejak itulah Quran hanya satu
- tulisan dan satu bacaan tidak beragam.
- Nah, itulah inisiatif besar yang
- dilakukan oleh Hudaifah bin Yaman dan
- penulisnya Zaid lagi.
- Ken jadi kalau kita baca Quran sekarang
- itu sesungguhnya karya besar ya dari
- Khalifah Abu Bakar yang dilaksanakan
- oleh Zaid bin Tsabit. Nah, ini bulan
- Ramadan, bulannya Al-Qur'an ya. Siapa
- yang ingin berdialog dengan Allah,
- bacalah Al-Qur'an. Nah, itu jangan
- pengin
- dialog sama sang kekasih
- dibela-belain. Beli pulsa, beli kamera.
- Nah, pengin dia leh dengan
- Allah hese amat. Nah, coba dibuka
- tafsirnya, dibuka Qurannya. Bahkan
- sekarang tafsirnya sudah enak juga. Iya.
- Yang tadinya kitab kuning ya, kitab
- hijau. Artinya kitab itu sudah
- diterjemahkan lagi, sudah enak.
- Tulisannya juga jelas. Ibnu Katsir sudah
- ada terjemahnya. Fathul Bari ada.
- Kemudian tafsir tafsir yang lain seperti
- Ibnu Abbas, kemudian tafsir At-Tabari.
- Sekarang sudah ada terjemah bahasa
- Indonesianya. Jadi siapa yang mendalami
- Al-Qur'an Allah berfirman, "Aala
- yatadabbarunal
- Quran amal qulubin
- akaluha." Kenapa kalian tidak mendalami
- kandungan Quran?
- Apakah hati kalian yang terkunci? Nah,
- jadi tidak cukup membaca saja. Coba
- renungkan isinya. Contoh firman Allah,
- innalladzina yaksyaunahum lahum
- magfiratun wa ajrun
- kabir. Orang-orang yang rasa takutnya
- besar kepada Allah, maka dia akan
- mendapatkan pahala yang begitu besar.
- Lahum ajrun. Dia mendapatkan pahala dan
- pahala itu sangat besar. Hm.
- Jadi kalau orang merenungkan ayat demi
- ayat, insyaallah dia akan dipelihara
- oleh Allah. Tidak hanya cukup dengan
- bahasa dipilih, bahkan dikasih
- rezeki min haisu la
- yahtasib. Masa kata Allah, "Kamu kalah
- sama burung. Burung aja dikasih apalagi
- kamu." Tapi ada syaratnya. Nah, bekerja
- nih. Pengin rezeki bekerja enggak? Ya
- enggak akan dapatlah. Burung aja pengin
- rezeki, kerja dulu dia terbang. Nah,
- maksudnya apa? Manusia kalau ingin
- mendapatkan sesuatu yang diharapkan oleh
- dirinya bergerak ya. Ondi alhamdulillah
- bergerak ya. Sekalipun sambil nyender
- bergerak itu karena tangannya bergerak
- terus kemudian Mang Hahri diam tapi
- bergerak
- berpikirnya diolah gimana ini biar
- berita yang masuk itu sesuai dengan
- keadaan fakta. Nah, jadi tidak ngarang.
- Jadi sekarang ini banyak
- teknologi-teknologi yang serba
- menghasilkan uang. Ibu-ibu di rumah aja
- sambil duduk itu online online sekarang.
- Waduh. Itu bekerjanya bukan pakai tangan
- dan bahu. Sekarang dengan jari. Coba
- bayangkan cukup jari aja. Jari
- digerakkan. Masyaallah. Pulus datang
- sendiri sekarang. Masyaallah. Jadi betul
- itu menghadapi situasi yang kita
- rasakan, yang kita inginkan. Yang
- penting kita berusaha
- lewat kenalan lain sebagainya. Ya,
- sambil duduk kita berikan informasi ini
- ada barang bagus, coba silakan
- dilihat-lihat dulu. Kan enak sekarang
- enggak perlu datang ke pasar. Orang
- dilihat di YouTube nih. Masyaallah. Jadi
- untuk hari ini bulan saum Ramadan kita
- diberikan kemudahan oleh Allah.
- Saum kita tidak seperti saudara-saudara
- kita yang nun jauh di sana. Di Finlandia
- sekarang di Finlandia puasanya
- berapa? 23 jam. 15 menit. Gimana Ustaz?
- Finlandia. Finlandia. Waduh ini puasa
- yang terpanjang di seluruh dunia.
- Kasihan saya. Heeh. Buka-buka. Jadi
- kalau umpamanya di kita digambarkan jam
- .00 siang itu mulai dia sahur. Heeh. Kan
- motor tuh jam .00. Tuh. Iya. Jam 12.00
- siang baru
- buka. Gimana
- itu? Kita berapa jam coba kita puasa
- kita? Rata-rata 13 jam. 13 jam. Iya.
- Nah, ada waktu berapa
- jam?
- 13 kan 24 jam. He. Berarti kan 11 jam.
- 11 jam. Dia cuma 1 jam. Bayangkan. 1 jam
- bisa kita renungkan. Coba 1 jam ini
- kalau waktu digunakan waktu malam 1 jam
- ini di situ dia putur, H di situ dia
- salat magrib. H di situ dia makan. Di
- situ dia salat isya tarawih. Di situ dia
- tarawih. Di situ dia sahur. Coba subuh
- berapa? Ada tujuh kegiatan dalam 1 jam.
- Berarti itu yang pokok-pokok yang
- diambil mungkin
- cuma berbuka salat salat Isya terus
- salat tarawih ya mungkin
- disingkat-singkat
- aja terus sahur terus
- masyaallah. Nah apa begitu caranya?
- Wallahualam. Tuh karena ada beberapa
- pandangan ulama kalau mereka memang
- begitu keadaannya maka mereka bisa
- mengikuti daerah yang terdekat yang
- memang waktunya panjang. Nah, artinya
- dia ngikutnya kalau umpamanya Inggris ya
- atau Finlandia. Kalau ke Saudi kan
- terlalu jauh ya. Mungkin ke Maroko yang
- agak dekat tuh
- Islandia. Ah mungkin di situ berapa
- mungkin ijtihad istilah berlaku ya. H
- karena kan ada zuhur, ada asar, ada
- magrib itu betul pasti kalau matahari
- kan malah keceng aja terus He nyala
- matahari ya kan bisa dihitung dengan
- jam. Nah, nah itu dengan jam itu
- orang-orang musim sana bisa mereka
- berijtihad. Nah, kita alhamdulillah di
- Indonesia oleh Allah Subhanahu wa taala
- diberikan stabil ya. Nah, sementara ada
- lagi saudara kita yang puasanya paling
- cepat antara 8 jam 9 jam. H. Wah, ini
- super cepat nih
- pengennya yaitu di daerah Amerika
- Selatan,
- Argentina, kemudian ya Brazil dan
- teman-teman yang lain itu mereka singkat
- di situ puasanya singkat-singkat karena
- mereka berada daerah kutub selatan
- ya. Nah, lebih parah lagi yang orang
- dikutub itu gimana itu? 6 bulan terang
- terus, 6 bulan gelap terus. Nah, ada
- lagi. Ternyata di ketub juga banyak
- penduduk itu sekarang ada ya? Ada ada
- rumahnya segala macam. Ah, jadi kalau
- kita melihat dalam kondisi seperti itu
- kita alhamdulillah Indonesia nih stabil
- ya. Jannatun Tajri ada di Indonesia.
- Kebun-kebun yang mengalir pepohonan ada
- banyak.
- Nah, demikianlah saudaraku kajian ee
- tentang bagaimana indahnya Al-Qur'an
- yang waktu itu di prakarsai oleh Abu
- Bakar untuk dibukukan lalu dilakukan
- oleh pelaksanaannya oleh Zaid bin Tsabit
- dan sampailah kepada kita. Mudah-mudahan
- Allah memberikan kepada kita kemudahan
- dalam rangka untuk mendalami Al-Qur'an.
- Demikian walumikum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz. ee atas
- ilmunya di pagi hari ini. Kisah sahabat
- Zaid bin Tsabit atau sang penterjemah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- telah disampaikan. Dan isi yang kedua
- yang ingin bertanya silakan bisa
- bergabung di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 02188451512.
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih
- bersama kami Mot di acara sirah sahabat
- bersama Ustaz Komar Basuni menceritakan
- sahabat Zaid bin Tsabit sang
- penterjemah. Dan ini ada tiga Zaid ya
- Ustaz. Zaid bin Tsabit, Zaid bin
- Khattab, dan Zaid bin Haritah ini
- tiga-tiganya sahabat Rasul juga ya. Yang
- punya kemampuan masing-masing
- hebat-hebat juga ya. He. Subhanallah.
- Ini sekarang kita bercerita tentang Zaid
- bin Tsabit dan sudah banyak SMS yang
- masuk. Ustaz yang pertama saya bacakan
- datang dari hamba Allah di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz
- sekarang ini banyak sekali cetakan
- Al-Qur'an dengan beragam. Salah satunya
- Mazhab Utsmani. He. Yang mau saya
- tanyakan adalah
- ee apakah Mus'ab Utsmani ini berawal
- dari sejarah pemerintah Khalifah Utsman
- bin Affan radhiallahu anhu, Ustaz? Ya,
- jadi gini.
- Jadi Quran yang sekarang disebut mushaf
- Utsmani itu Quran
- memang ditulis mengikuti cara penulisan
- Utsmani. H dan tanda Quran Utsmani itu
- biasanya ditandai di akhir lembar itu
- ayat terakhir. He. Jadi kalau Quran dua
- lembar ya di depan ini awal surat. Nah
- di ujung akhir surat. di sebelah sini
- awal surat di ujung. Kalau bukan Utsmani
- ada itu Quran yang bukan khad Utsman itu
- contoh nih wabil akhirati hum yukinun
- wabilunya di bawah hum yukinun di atas
- nah itu bukan mana itu mah apa mungkin
- hot Jawa kali ya ada lagi ya nah itulah
- dan memang yang disebut ee mushaf
- utsmani yaitu memang di yang ditulis di
- zaman Utsman bin Affan dan penulisan
- Utsman itu ee penulisan Al-Qur'an
- sejarahnya itu sampai kepada kita ini
- itu melewati beberapa proses. Ada
- prosesnya ya tahun 1925
- H
- berarti
- 70 adalah 90 tahun yang lalu ya sekarang
- kan 2019
- terakhir itu Quran dicetak di Mesir ya
- itu hasil karya Mushaf
- Utsmani. Bahkan sebelumnya juga Quran
- pernah ditulis oleh orang Kristen. H
- bayangkan Quran ditulis oleh orang
- Kristen. Kristen. Heeh. Saking apa?
- Saking belum ada tidak adanya orang
- Islam yang berani menulis itu sekitar
- 300 tahun sebelum kita sekarang ini.
- Tapi oleh pemerintahan Utsmani yang
- Utsmani di Turki itu hanya dibatalkan.
- Sebab kalau ini diloloskan, pasti banyak
- salah. Nah, sementara banyak para
- penghafal Quran. Nah, itu Quran itu
- terlindungi justru dengan adanya para
- penghafal. Penghafal itu ya. E para
- penghafal dia hafal kan.
- Coba Al-Fatihah. Orang nulis tapi enggak
- hafal. Bisa dibohongin tuh. Nah, tapi
- dengan hafal dia tulis. Nah, itu
- hafalannya itu mereka tulis.
- Demikian ya. Baik. Bapak Hadir di
- Sukabumi, Ustaz mengenai apakah sama
- Al-Qur'an di Turki Utsmani? Mungkin
- cetakannya atau gimana ini ya, Pak
- Hadis? ya Quran yang ada di
- Turki dengan Quran yang ada di kita
- sesungguhnya kalau memang itu Al-Qur'an
- mushaf Utsmani sama ya mungkin kalau ada
- bahasanya beda itu terjemahnya yang beda
- ya. Saya juga pernah baca itu terjemah
- Quran dengan bahasa Turki. He. Begitu
- saya baca ieu naon cuk saya? Tapi
- Arabnya sama ah. Cuma terjemahnya yang
- beda juga beda. Demikian baik dari hamba
- Allah di Jakarta Selatan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Pak Ustaz ee gimana kiat
- supaya semangat membaca Al-Qur'an?
- Mempelajari Al-Qur'an selama ini saya
- hanya membacanya saja tanpa tahu
- maknanya, Ustaz. Nah, itu bagus tuh.
- Jadi kita sudah bisa baca Quran dengan
- bagus ya, bahkan dilengkapi dengan
- tahsin, dengan tajwidnya. Nah, sekarang
- kan Quran di kita ini di Indonesia sudah
- ada Quran yang diterjemah perkata. H
- perkata. Kemudian setelah diterjemahkan
- perkata ada tafsirnya di situ. Iya. Jadi
- sekarang tidak ada lagi istilahnya
- hese-hese. He sekarang sudah dimudahkan
- oleh Allah. Contoh
- nih
- Yasin itu pasti terjemahnya Yasin. Iya.
- Wal quril hakim. Dan Quran yang bijak.
- Oh, innaka sesungguhnya engkau lamina
- termasuk almursalin yang diutus. Jadi
- Rasulullah itu sudah disebut itu hamba
- Allah utusannya.
- Innaka laminal mursalin. Engkau ini
- termasuk utusan Allah wahai Muhammad.
- Nah,
- terus setelah ayat
- itu Yasin wal Quranil hakim innaka minal
- musalin ala sirati
- mustaqim. Ala itu di atas siratin jalan
- mustaqim yang lurus.
- Nah, jadi kalau kita baca Quran terus
- kita baca
- terjemahnya, ee terus baca juga
- perkataannya, insyaallah masuk itu. H
- itu salah satu daripada jawaban
- pertanyaan Allah, afala yatadabbarunal
- Quran. Mengapa kamu tidak merenungkan
- isinya? Nah, sekarang sudah ada.
- Tinggal sekarang kalau kita ingin itu
- cari beli di toko kitab Quran yang
- diterjemahkan perkata dan ada terjemah
- lengkapnya bahkan ada tafsirnya.
- Sekarang ada seperti tulisan Quran
- Gordoba. Iya Gordoba ngerobakan gede itu
- tulisannya. Jadi contoh nih pokoknya di
- situ membaca surat Alasr. Wal asri demi
- waktu asar. Inna sesungguhnya al insana
- itu di perkata itu terus di sampingnya
- terjemah ee per ayat lalu di tafsirnya
- ada. Oh bahkan ada asbabun
- nuzulnya ada hadis-hadis yang berkaitan
- dengan ayat itu. Bahkan ada sejarahnya
- ada tarikhnya. He. Jadi sekarang sudah
- dimudahkan oleh Allah. Tinggal maksudnya
- kita mau enggak? Nah itu kitanya
- semangat semangat ya semangat tapi kalau
- enggak didukung dengan sarana kumaha
- eta. He
- hese. Makanya pantas kalau Ali bin Abi
- Thalib berkata, "Ilmu itu tidak akan
- diraih kecuali dengan enam." H. Apa kata
- Ali? Ala tanalul ilma illa
- bisittah. Zakain cerdas. Wahirsin
- semangat. Nah itu semangat. Semangat.
- Zakain maksudnya wastibarin
- sabar sempat ngeluh. H.
- Kemudian setelah sabar
- wabulgoh aya biaya. Nah, urang aja
- sekolah aya
- biaya bulanan biaya gedung. Tapi saya
- tadi ada tulisan gedung gratis
- berkurang namanya. Berkurang tuh. Jadi
- ada biaya wabulgotin pasti ya. Terus
- yang kelima apa? Wa irsyad ustaz ada
- gurunya. He. Jadi enggak bisa belajar
- sendirian saja begitu saja dari Google
- enggak bisa ya? Ee ya mungkin Google-nya
- sebagai
- guru ada gurunya e Irsyad ada guru
- pembimbing. Dan sekarang orang belajar
- apa aja tinggal diklik aja orangnya aja
- di situ. Ee saya satu saat belajar nahwu
- sarf lagi ini kata saya gimana nah sarf
- sekarang? Ternyata ada nahwu sarf zaman
- dulu ada. Heeh. yang disampaikan ada nah
- musar penyampaiannya modern
- ada. Jadi ada berbagai macam e dan saya
- perhatikan enak juga sekarang belajar
- sekarang enggak perlu nyari-nyari
- tinggal klik aja online aja kita harus
- tahu sumbernya yang baik gitu ya. Iya
- tahu gitu. Jadi kita paham ngerti lagi.
- Kata dia dari tulisan
- berjuta-juta huruf Arab ternyata isinya
- cuma tiga katanya. He lah kata saya kok
- satu isim, dua fi'il, tiga huruf. Oh iya
- benar ya. Isim, fi'il, huruf. Nah, itu
- baru dari isim, fiil, huruf itu
- dikembangkan masing-masing. Isim itu
- isim apa? Ada isim mufrud, isim fain,
- isim maf'ul. Kemudian e ada itu fi'il.
- Fi'il itu ada fi'il mari, fi'il muda,
- terus kemudian huruf ada huruf ini.
- Aduh. Nah, ituah mulai. Nah, jadi
- demikian. Apalagi sekarang di bulan
- turunnya Al-Qur'an ya, Ustaz. Lebih baik
- lagi. Kita pelajari lagi kita Alquran.
- Ikhwan akhwat. Baik datang selanjutnya
- ini WhatsApp dari Bapak Bambang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam Pak Bambang.
- Pak Ustaz kenapa Zaid bin Tsabit
- dipercaya untuk menulis Al-Qur'an untuk
- menuliskan Al-Qur'an. Kenapa enggak
- sahabat yang lain? Iya karena beliau
- memang ahlinya. Jadi Rasul tahu
- seseorang itu ilmunya memang Allah yang
- ngasih tahu. Kalau di kita kan ilmu
- untuk mengetahui seseorang itu psikologi
- ya. Nah, dan Rasul supernya spikologi.
- Jadi tahu nih nih orang ini begini
- begini orangnya jujur. Allah sudah
- berikan itu. Maka dalam ayat Allah
- berfirman hua ya'lamuatal a'yun. Dia
- tahu persis khianatnya mata. Jadi kalau
- untuk mengetahui seorang itu lihat aja
- itu jorelat mata. Jelat mata. Heeh.
- Jelat tahu kan kedap-kedipnya mata itu
- ketahuan tuh. Ini orang jujur, orang
- munafik, orang ketahuan tuh. H
- ylamuinatal ayun. Quran sendiri itu
- berkata itu. Jadi dia tahu khianatnya
- mata. Jadi dari sudut mata sudah
- kelihatan tuh. Coba aja lihat orang
- tukang bohong. Lihat itu
- sudut matanya tuh gurilap-gurilapnya
- tuh. Ketahuan ketahuan. Orang jujur juga
- ketahuan. Masyaallah. Gerak-geriknya ya.
- Heeh. Gerak-gerik kata orang Sunda
- demikian. Baik Ustaz, kita dibut waktu
- mungkin ada yang disampaikan terakhir
- cukup ya. Terima kasih, Ustaz atas
- ilmunya di pagi hari ini mengenai
- sahabat Zaid bin Tsabit yang tadi ustaz
- ceritakan sang penerjemah rasul dan juga
- beliau yang menuliskan Al-Qur'an ee
- sejarahnya seperti itu ikhwan akhwat.
- Semua apa yang disampaikan dapat
- menambah ilmu agama kita juga menambah
- iman dan takwa kita kepada Allah
- subhanahu wa taala. Saya Fahri ditemani
- Onin dan juga Anis pamit.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Ku
- mendoakan kamu selamat
- [Musik]
- Selamat berhasil
- TV untuk Islam yang satu.