Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Brail 0:11 [musik] 0:40 [musik] 0:41 Ahlan wasahlan. 0:45 [musik] 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. 0:49 Asalamualaikum warahmatullahi 0:50 wabarakatuh. 0:52 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:53 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:55 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:57 ini hari Selasa tanggal 28 Safar 1448 1:02 Hijriah atau tanggal 11 Agustus 2026. 1:06 Kita jumpa lagi dengan acara Ahlan 1:09 wasahlan. Kami menghadirkan kembali 1:12 Ustaz Hendra Huda ya, Ustaz Muda nih. 1:16 Lahirnya tahun 1 masih masih muda 1:19 sekali. Beliau ee pendidikan di Mesir 1:22 ambil jurusan 1:25 fakultas Ushuluddin, jurusan hadis. Jadi 1:28 yang mau tanya hadis-hadis boleh. 1:31 Di sini ada Oni Saputra dan Ustaz Algi 1:35 Faru Roji di operator. Kalau Andi itu 1:38 apa? Apa namanya tugas antum? 1:41 Switcher. Switzer. 1:43 Ee di sini ada Mas Tufael dan Mas Fikri. 1:49 Kita mengambil tema mensyukuri 1:51 kemerdekaan. Mensyukuri kemerdekaan. 1:54 Kami akan bacakan juga nomor HP beliau 1:56 nanti. Silakan siapkan pop sama kertas. 1:59 Kami akan bacakan. nomor HP narasumber 2:01 kita yaitu Ustaz Hendra Hudaya. 2:04 Asalamualaikum. 2:06 Waalaikum 2:06 Ustaz Hendra. Ahlan wasahlan. 2:08 Masyaallah. Awet muda ya 2:10 karena katanya suka main basket ya Mas 2:12 ya. 2:13 Ini tingginya saya dengan basket nih 2:14 Ustaz. 2:14 Oh tinggi karena main basket ya. 2:16 Alhamdulillah. 2:17 Antum masih muda banget ya. Lahir tahun 2:20 1 2:20 alhamdulillah di 45 nih. Semangat 45. 2:23 Semangat 45-nya luar biasa ya. 2:25 Insyaallah. Heeh. Ustaz, antumnya sudah 2:28 suka ikut halaqoh juga di Madinah ya? Di 2:30 Mesir, Madinah, Mesir, Madinah. Apa 2:31 perbedaan pendidikan di Madinah dengan 2:34 Mesir? Bedanya apa, Ustaz? 2:35 Ee yang saya rasakan ya kalau di Alazhar 2:38 itu yang saya rasakan tuh semua kita 2:41 pelajari ya 2:42 dari berbagai mazhab. Hm. 2:44 Dari segi fikih itu kan ya. Begitupun 2:46 dimensi akidah pun kita belajar 2:49 semuanya. 2:49 Hm. 2:50 Dari ada akidah Asy'ariyah, ada akidah 2:53 assalafiah dan sebagainya. Kita belajar. 2:55 Hm. sehingga kita diberikan ilmu 2:57 seimbang kan ya. 2:59 Ee kalau di Madinah yang saya rasakan 3:01 lebih mengkerucutnya mengkerucut karena 3:04 mungkin wallahuam ya ee fikihnya mungkin 3:07 lebih kepada hambali kemudian akidahnya 3:09 pun itu terjaga gitu kan ya dengan ee 3:12 fikih salafiahnya. Ala kulihal yang 3:15 namanya thaabul ilmi kita harus menimba 3:18 ilmu sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. 3:21 Ee cuma kita harus punya filter. H 3:23 filter e ketika kita terjun ke 3:26 masyarakat ee masat ini dakwah kita ini 3:30 ee jangan sampai istilahnya itu membawa 3:33 hal-hal yang baru. Contoh misalkan di 3:36 negara kita ini kan Asia Tenggara ya ini 3:38 hampir kebanyakan 3:40 mengambil mazhab Assyafi'i. 3:43 Ee maka [berdehem] mau tidak mau kita 3:44 harus menggunakan mazhab Syafi'i yang 3:46 berlaku di negeri ini walaupun tidak 3:48 untuk kemungkinan mazhab yang lain. Ya, 3:50 begituun kita nih 3:52 ketika misalkan antum Syafi'i, ketika 3:54 antum ke Makkah tawaf misalkan ya ini 3:57 jangan pakai mazhab Syafi'i nanti enggak 3:59 selesai tawafnya [tertawa] 4:02 bersentuhan batal gitu kan kita pakai 4:04 talfik berpindah mazhab ke hambali itu 4:07 enggak masalah karena kan zurub karena 4:09 keadaan 4:10 kalau misalkan pakai Asyafi'i enggak 4:11 akan selesai n tawafnya itu ah di 4:14 sinilah jadi kearifan karena mazhab itu 4:16 bukan sebuah keharusan ya bukan sebuah 4:19 kefanatikan tapi ini sebuah pilihan gitu 4:21 kan ya. Di mana kita berada ya di sanaah 4:23 kita menggunakan mazhab yang berlaku. 4:25 Walaupun kalau kita lihat Rasulullah 4:27 sallallahu alaihi wasallam itu hanya 4:28 menyok semuanya. Para ulama ini hanya 4:30 memberikan jalan. Inilah jalannya. Dan 4:33 mohon maaf ya tidak ada satuun para imam 4:35 dari Imam Maliki, Hanafi, Hambali, 4:38 Syafi'i, tidak ada satuun yang menyuruh 4:40 pengikutnya, "Ayo ikuti mazhabku." 4:42 Enggak. 4:42 Tapi di ujung kitab-kitab mereka apa? 4:48 Jika benar itu hadisnya maka itulah 4:50 mazhabku. Jadi patokannya apa? Hadis 4:53 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 4:54 Masyaallah. [tertawa] 4:57 [terkesiap] 4:57 Oke, kita masih bersama Ustaz Hendra 5:01 Huda ya, masih mula ya, lahirnya tahun 1 5:05 di Bandung. Oke, kita akan mendengarkan 5:09 e uraian mengenai 5:11 tema kita hari ini, mensyukuri 5:14 kemerdekaan. Tafadal, Ustaz. 5:15 Baik. Eh, berawal dari satu surat yang 5:20 akan kita kaji bersama yaitu surah 5:22 Annasr. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:25 Bismillahirrahmanirrahim. 5:28 Jaa nasrullahi wal fath waritas yaduna 5:34 fiillahi afwaja. Fasabbih bihamdibika 5:38 wastagfir innahu kaana tawwabak. 5:43 Pertama kita lihat kategori surah ini. 5:46 Ini surah madaniah ya, bukan makiyah. 5:51 Beda antara Makiyah dengan madaniyah. 5:54 Kadang kita salah pengertian ya. 5:57 Kategori madaniah itu adalah surah atau 6:00 ayat yang turunnya pasca hijrah ya. 6:04 Bukan karena tempat bukan. 6:06 Jadi kalau surat turunnya setelah hijrah 6:09 maka disebut madaniah. Sebaliknya jika 6:13 suratnya atau ayatnya turun sebelum 6:15 hijrah maka disebut Makiah. Nah, jadi 6:19 itu perbedaan antara Makiyah dan 6:20 Madaniah. Bukan karena teritorial 6:22 tempat, tapi apa? 6:24 Ee timingnya, waktunya. 6:25 Berarti di sini ada tekanan-tekanan 6:28 ya. Makiah itu biasanya kandungannya 6:31 lebih kepada nuansa keimanan, ya kan? 6:35 keimanan-keimanan. 6:36 Sedangkan madaniah itu lebih kepada 6:38 nuansa ee ibadah ya, saumnya, salatnya 6:42 itu hampir kebanyakan madaniah. Ah, 6:44 surah Annasr ini ya salah satu madaniah 6:47 di juz amma ya kan ya. Karena kebanyakan 6:49 juz amma ini makiah hanya beberapa surat 6:51 yang madaniah di antaranya Al-Nasr ini. 6:53 Ee menariknya di surah ini pertama 6:56 adalah menggunakan kalimat idza jaa. 7:00 Secara bahasa jaa itu artinya apa? Telah 7:04 datang. gitu kan ya. Ee alfi'ilul madhi, 7:08 kata kerja yang lampau sudah terjadi 7:10 gnya, tapi kenyataannya belum terjadi 7:13 loh. Dan banyak dalam Quran itu 7:15 menggunakan fi'il madhi atau kata kerja 7:18 lampau tapi belum terjadi. Contoh 7:19 tentang kiamat. 7:21 Idza waqaatil waqia'. 7:23 He 7:24 ya kan ya. Waqa'at itu fi'il madhi. 7:27 Telah terjadi kiamat kan belum terjadi. 7:30 Hm. 7:30 Idza zulzilatil ardu. Hulat itu fi'il 7:34 mad. 7:35 Hm. 7:35 Jika telah digoncangkan belum terjadi 7:38 gitu kan ya. Ini kenapa? Apakah rancu? 7:40 Oh enggak. Jadi kaidahnya adalah ketika 7:43 ada harfu idza plus dengan fi'il madhi 7:46 maka makna dari fi'il madhi tadi menjadi 7:49 mustakbal ya kan. Apabila telah terjadi 7:54 gitu kan ya berarti belum terjadi dong 7:56 maknanya yang akan yang akan datang. H 7:58 begituun di Annasr ini 8:02 jika telah datang pertolongan Allah. 8:06 Yang kedua menariknya adalah di sini 8:08 yang datangnya adalah nasrullah bukan 8:11 kekuatan, bukan quwatullah dengan bukan 8:14 kekuatan atau quwatuna kekuatan kita. 8:16 Enggak. Kadang kita kan mengukur 8:19 kemenangan, kemerdekaan, kejayaan itu 8:22 dengan kekuatan kita. H 8:24 dengan militernya, 8:25 dengan bala tentaranya, dengan 8:27 amunisinya, dengan kecanggihan ruda dan 8:30 sebagainya. Kekuatan yangjadikan nomor 8:32 satu gitu kan ya. Tapi ternyata tidak. 8:36 Kemerdekaan bukan ditentukan dengan 8:38 seberapa hebat kekuatan kita tapi 8:41 semuanya adalah anugerah dari Allah 8:43 Subhanahu wa taala. Maka Allah 8:44 menikapkan nasrullah. 8:47 Ini semuanya karena apa? Karena 8:48 pertolongan Allah. 8:51 Dan di antara kemenangan Allah atau 8:53 pertolongan itu adalah berupa apa? 8:54 Alfatah. Alfatah apa artinya? Fathun itu 8:58 kemenangan yang besar, kemerdekaan yang 9:01 besar. Ya, tidak hanya secara fisik tapi 9:05 seharusnya kemerdekaan yang hakiki 9:07 adalah merdeka jiwanya. 9:10 Salimun minar riya, salimun minasyirqi, 9:13 salimun minal fisqi. Merdeka dari segala 9:17 bentuk kesyirikan. 9:19 Merdeka dari segala bentuk ria, merdeka 9:22 dari segala bentuk kefasikan. Itulah 9:24 jiwa-jiwa yang merdeka sebenarnya. Tapi 9:27 jika masih ada kesyirikan, jika masih 9:30 ada unsur-unsuriah ingin dipuji, ingin 9:32 dilihat, atau bahkan jiwanya masih mpot 9:36 dengan kemaksiatan, kefasikan, maka 9:38 sebenarnya dia masih terjajah dengan 9:41 apa? Dengan hawa nafsunya. Maka 9:43 merdekalah. Karena jiwa yang mereka tadi 9:46 dia akan menyelamatkan jiwanya dari 9:48 segala bentuk kesyirikan, riya, dan 9:51 kefasikan. Wallah jaa nasrullahi wal 9:55 fath. 9:56 Berikutnya dampak dari alfathu atau 9:59 kemerdekaan ini. Dan kita lihat 10:01 historisnya ini peristiwa Fathu Makkah 10:04 ya, sebuah penaklukan yang tanpa ada 10:07 pertumpahan darah. 10:08 Masyaallah. 10:09 Jadi enggak mesti perang itu dengan 10:10 pertumpahan darah. H 10:12 Islam menggoreskan sejarah dengan 10:14 emasnya itu ada peperangan yang tanpa 10:17 apa? Pertupahan darah. 10:19 Fatkah terjadi 10:20 kan ya itu dengan kedamaian tidak ada 10:23 yang menghunus pedang satu pun tidak 10:25 ada. 10:26 Ini semua terjadi karena apa? Karena 10:27 Rasulullah. 10:28 Karena Allah izinkan karena pertolongan 10:30 Allah Subhanahu wa taala. Alfath 10:33 dibukakan oleh Allah subhanahu wa taala. 10:35 Dampaknya apa? Kemerdekaan yang berdak 10:37 tadi adalah waroitanas 10:40 yadkuluna fi dinillahi afwaja. Ketika 10:44 Rasulullah dengan dakwahnya tentunya 10:47 dakwah di sini dengan segala bentuk 10:48 dimensi lika-liku dakwah. Enggak 10:51 ujug-ujug menang, enggak ujug-ujug 10:53 senang, enggak ujug-ujug bahagia, tidak. 10:55 Tapi di sana ada kepedihan, keperihan, 10:59 penindasan, ada keringat, ada darah yang 11:02 menetes dan sebagainya. Ini semuanya 11:05 adalah tangga-tangga menuju kemerdekaan. 11:08 Negara ini pun sama. Sudah berapa tahun 11:11 kita merdeka ketikanya. Apakah dengan 11:13 hura-hura dulu? Tidak. Ya, semua 11:15 bergabung dari para kiai, dari para 11:19 diplomat, dari rakyat semuanya bergabung 11:22 sampai ujung darah itu mengorban untuk 11:26 negara Republik Indonesia, untuk sebuah 11:28 merah putih. semua perubahan baru 11:31 lahirlah di tahun 17 Agustus 45 gitu kan 11:35 ya. Itu bukan harga yang murah, itu 11:38 harga yang mahal. 11:40 Di sana ada darah para kiai, ada darah 11:42 para ulama, ada darah para diplomat, ada 11:45 darah para santri, rakyat jelata, 11:47 semuanya hanya untuk sebuah merah putih. 11:50 Maka sekarang dampak dari ayat tadi 11:53 waritanas. Jadi kemerdekaan yang benar 11:56 adalah berdampak kepada perubahan jiwa. 12:00 Ada manusia-manusia yang 12:02 berbondong-bondong masuk agama Allah. 12:04 Jadi kemerdekaan itu ada perubahan 12:07 secara kejiwaan. 12:09 Merdeka jiwanya berarti lebih baik lagi. 12:12 Enggak lagi terjajah ya cara berpikirnya 12:15 gitu kan ya. Itu semuanya berdampak di 12:16 kemerdekaan tadi. Setidak sebaliknya 12:19 ketika masih terjajah berarti masih 12:21 terkukung gitu kan ya. Berarti secara 12:23 ideologi kita masih primitif gitu kan ya 12:25 belum merdeka. Maka yang diharapkan 12:27 adalah waritas yadkuluna. Di sini saya 12:31 luar biasa ya menggunakan kalimat 12:33 yadkuluna secara bahasa adalah fi'il 12:36 mudhor. Apa itu fi'il mudhar? Present 12:39 continuous yang masih berlanjut 12:42 terbukti. Jadi surah ini tidak basi ya. 12:45 Kemerdekaannya fatwa Makkahnya 14 abad 12:48 yang lalu gitu kan ya. Tapi dampaknya 12:50 yadhuluna sampai hari ini masih banyak 12:54 gitu kannya umat manusia ini 12:56 berbondong-bondong masuk agama Allah 12:59 subhanahu wa taala. Present continuous 13:01 ya bukan bukan pas gitu kan bukan kata 13:04 kerja lampau bukan tapi yadkhuluna terus 13:07 berkelanjutan itu dakwah yang berhasil 13:09 seperti itu. Karena apa? Kemerdekaan 13:11 yang hakiki tadi merubah jiwa-jiwa yang 13:13 awalnya primitif gitu kannya menjadi 13:15 jiwa merdeka yang dekat kepada Allah 13:18 Subhanahu wa taala. 13:19 yadkuluna fiinillahi 13:22 afwajan secara berbondong-bondong. 13:25 Ini ukuran kemerdekaan tidak hanya 13:28 dilihat secara kuantitas tapi kualitas 13:31 manusianya itu manusia-manusia yang 13:34 terus mendekatkan diri kepada Allah 13:35 subhanahu wa taala. Ini gambaran secara 13:38 global surah An-Nasr ini tentang 13:41 kemenangan atau bisyarah. Ee Imam 13:45 Ass'adi dalam kitab ee tafsirnya beliau 13:47 mengatakan surah ini sebenarnya punya 13:50 dua dimensi. Ada dimensi bisyarah itu 13:53 kabar gembira berupa kemenangan, 13:55 kemerdekaan. Tapi di sisi lain ternyata 13:58 ada isyarah. Itu apa? Isyarat. Maksudnya 14:01 apa? Jadi kisahnya ini ada dari sahabat 14:04 Umar bin Khattab. Ketika itu beliau 14:06 mengumpulkan para veteran Badar, senior 14:08 Badar. Dan di Halaqah itu pun Umar 14:11 memasukkan sahabat junior namanya Ibnu 14:14 Abbas. Waktu itu masih kecil ya, usia 10 14:17 tahunan lah gitu kan ya. Sudah balik 14:19 tapi masih muda beli kemudian ya sahabat 14:22 yang seniornya agak risi ini. Ngapain 14:24 nih Anda kecil masuk gitu kan ya. Tapi 14:26 ternyata Umar itu mau menguji ketika 14:29 Umar bertanya kepada para sahabat, 14:30 "Wahai para sahabat apa yang kau pahami 14:33 dari surah An-Nasr ini?" Hampir 14:35 rata-rata para senior Badar itu 14:37 mengatakan ini surah kemenangan. 14:39 Hm. 14:40 Ini surah kejayaan. 14:42 Maka untuk mensyukuri kemerdekaan, 14:44 mensyukuri ee kemenangan dengan apa? 14:47 Fasabbih bihamdibika wastagfir innahu 14:51 kanana tawwaba. 14:53 Jadi hampir semuanya memahami ini 14:55 kebahagiaan, kegembiraan. Tapi ketika 14:58 Umar bertanya pada Ibnu Abbas, "Ya Ibnu 15:00 Abbas, apakah engkau seperti itu 15:01 pemahamannya?" Masih anak-anak ya? masih 15:03 anak-anak usia 10 tahunan lah kita 15:05 riwayat. Ternyata Ibnu Abbas enggak. 15:08 Jadi beliau meriwayatkan, jadi surah ini 15:11 kata beliau ini surah terakhir turun. 15:13 Hm. 15:14 Jadi ada ayat terakhir, ada surah 15:16 terakhir. 15:17 He. 15:17 Nah, kita kan tahunya ayat terakhir ya. 15:19 H 15:20 ayat terakhir apa namanya ayatnya? 15:22 Alyyauma akmaltu lakumakum 15:25 ya watamtu alikum nikmati. Itu kan ayat 15:27 terakhir gitu kan ya. Anamaidah ayat 15:29 ketiga gitu kan ya. Tapi ada surah yang 15:31 terakhir secara paket turunnya adalah 15:33 Annasr ini. 15:34 Ketika turun surah ini itu apa yang 15:37 Rasul lakukan? Beliau manggil anaknya 15:40 Fatimah. Fatimah sini 15:42 ya. 15:43 Kemudian membisikkan ke telinganya. Apa 15:46 yang dibisikkan? Nuyat ilai nafsi. Telah 15:49 dekat ajalku. 15:51 Hm. 15:52 Fatih menangis gitu kan ya. Tapi ketika 15:54 itu Rasulullah mengakukan lagi pada 15:57 Fatimah bahwasanya keluarga yang 16:01 pertama 16:01 akan menyusul setelahku adalah engkau ya 16:04 Fatimah. Maka Fatimah tersenyum 16:05 gitu kan ya. Baik sekarang kita lihat 16:07 hadis tadi. Natat ilay nafsi telah dekat 16:11 ajalku. Apa korelasinya perkataan 16:13 Rasulullah dengan surah Annasr ini? Nah, 16:16 Ibnu Abbas mengatakan [berdehem] ya, 16:18 jadi Q adalah ketika pertolongan telah 16:22 datang. Jaa nasrullah, peran Allah telah 16:26 datang gitu kan ya. Wal fath berupa apa? 16:29 Kemerdekaan, kemenangan, kejayaan. 16:31 Waritanas. Dan engkau wahai Rasulullah 16:34 melihat dengan mata kepalamu sendiri 16:37 annas segenap manusia. Jadi orang Arab 16:40 saat itu, Pak, itu patokannya adalah 16:43 Muhammad tuh benar. 16:45 membawa risalah yang benar kalau dia 16:48 bisa menaklukkan kota kelahirannya. Eh, 16:50 terbukti maka ditaklukkan akhirnya orang 16:53 Arab saat itu berbondong-bondong masuk 16:54 agama Allah gitu kan ya. Waras yaduna 16:58 fiillahiwaj berbondong-bondong masuk 17:01 agama Allah. 17:02 Jadi isyaratnya apa? Berarti kalau sudah 17:05 datang pertolongan Allah kemudian fatu 17:08 Makkah, Makkah ditaklukkan kan ya. 17:11 Kemudian secara kuantitas banyak manusia 17:13 yang masuk agama Allah secara berbodong 17:15 tadi. Berarti maknanya apa? Tugas 17:18 kerasulan telah selesai. 17:21 Nah, sekarang kalau kita kaitkan dengan 17:23 kemerdekaan kita nih, kemerdekaan kita 17:25 nih sebagai seorang ayah, sebagai 17:27 seorang suami, sebagai seorang kepika 17:32 berikan titipkan berupa harta-harta kan 17:35 ya, sudah mapan, anak-anak sudah mapan 17:38 gitu kan ya, sudah punya passif income, 17:41 mobil, kendaraan, rumah sudah luar biasa 17:45 sudah Allah bukakan semuanya ya kan. 17:48 outlet perusahaannya di mana-mana, 17:50 omsetnya sekian dan sebagainya itu satu 17:52 sisi adalah bisyarah, kabar gembira ya 17:55 kan ya limpaan harta yang luar biasa. 17:58 Tapi ingat ada sisi lain apa itu 18:01 isyarah? Apa isyaratnya? Ajal telah 18:05 dekat. Ah di sini yang kita renungi 18:08 bersama gitu kan ya. Kemerdekaan yang 18:10 sudah masuk usia 81 tahun kira-kira ya 18:13 gitu kan ya. Ah, di sini sebenarnya ini 18:16 bagi kita nih g yang sudah Allah 18:18 merdekakan, sudah kayakkan dan 18:20 sebagainya di samping ada bisyarah tadi 18:23 ingat ada titik yang kedua ada dimensi 18:25 kedua itu apa? Isyarah ajal telah dekat. 18:29 Maka pertanyaannya adalah bagaimana cara 18:32 mensyukuri kemerdekaan? Baik itu dimensi 18:36 bisyarahnya, kabar gembira ataupun 18:38 dimensi kedua isyarahnya. Maka 18:40 jawabannya adalah fasabbih bihamdibika 18:44 wastagfir 18:45 innahu kaana tawwaba. Bukan dengan 18:49 hura-hura, bukan dengan poya-poya, 18:52 apalagi dengan maksiat. Nauzubillah. Ini 18:55 enggak beradab nih anak bangsa ini. 18:57 Kalau mensyukuri kemerdekaan dengan 18:59 kemaksiatan ya kenapa enggak beradab? Ya 19:03 enggak menghargai perjuangan para 19:04 pejuang nasional saat itu 19:06 dengan tumpahan darah yang luar biasa. 19:09 ya bukan ngura-hura, tapi hari ini kita 19:11 lihat anak bangsa ini bagaimana cara 19:14 mensyukurinya ya nauzubillah jauh dari 19:16 yang kita harapkan. Maka kalau kita 19:18 kembali kepada Quran gitu kan ya di sana 19:21 Allah memberikan ritme atau 19:22 langkah-langkah bagaimana cara 19:24 mensyukuri kebaikan ini biar tidak salah 19:26 langkah karena kalau kita mensyukuri itu 19:29 kan ya janji Allah apa? Lain syakartum 19:32 laazannakum 19:33 wain kafartum innaabiadid. 19:36 Nah, sekarang kalau kita benar-benar 19:38 mensyukuri kemerdekaan ini, Allah 19:40 tambahkan dengan nikmat yang lain. Kan 19:42 ya. Tapi kalau kita tidak mensyukurinya, 19:45 malah mengkufurinya, hati-hati azab 19:47 Allah sangat pedih. Karena realitanya 19:50 kita ini, mohon maaf sedikit syukurnya. 19:53 Maka saya lihat surah ar-Rahman ya, Pak 19:56 Kris ya, itu ada ayat yang diulang-ulang 19:58 ngaj kan ya. Ayatnya apa? Fabiaybikuma 20:03 tukadziban. Nikmat yang mana lagi yang 20:05 kau dustakan? sampai 31 kali Allah 20:08 ulang-ulang. Maksudnya apa sih? Ya Allah 20:10 sampai ngulang-ulang tadi itu tandanya 20:12 apa? Bebal kita nih. Sedikit 20:15 bersyukurnya. Allah sentil berkali-kali. 20:18 Nikmat yang mana lagi? Nikmat yang mana 20:21 lagi? Nikmat yang mana lagi? Sampai 31 20:23 kali. Nih kalau Pak Krisna punya anak ya 20:27 kan ya. Antum manggil anak antum tiga 20:29 kali nyaut. Eh enggak nyaut-nyaut 20:31 kira-kira sebel enggak, Pak? 20:33 Kesel enggak? Ini Allah nyaut kita 31 20:35 kali ini bebal kita nih dungu kita ni. 20:38 Maka sampai di surah Saba ayat 30 20:40 mengatakan waqolilun min ibadakur. 20:43 Sangat sedikit sekali. Jadi 20:45 hamba-hambaku yang pandai mensyukuri 20:47 nikmat-nikmat itu. Maka bagaimana cara 20:50 mensyukuri nikmat kemerdekaan? Maka 20:52 langkahnya adalah fasabbih bihamdibika 20:56 wastagfir innahuana tawwaba. Ada tiga 20:59 langkah. Pertama adalah dengan apa? 21:02 Bertasbih. 21:04 mensucikan dengan cara memujinya. 21:07 Kenapa kita mensucikan? Gitu kan ya. Ini 21:09 bagi para ayah, bagi para suami yang 21:11 Allah berikan limpahan harta dan 21:13 sebagainya. Langkah pertama adalah 21:15 sucikan Tuhanmu yang selama ini kau 21:18 kerdilkan. 21:20 Mungkin selama ini kita mohon maaf 21:22 merasa skill-nya luar biasa nih. Punya 21:24 skill di manajemen, punya skill di 21:27 channel dan sebagainya, punya skill di 21:30 apa misalkan ya ee perangkat IT-nya. 21:33 Kadang kita mengandalkan itu, kita lupa, 21:36 kita kecilkan Allah pada semua terjadi 21:38 karena apa? Izin Allah. 21:40 Maka ketika kemenangan Allah berikan 21:42 jangan lupa fasabbih bihamdibik. 21:46 Sucikan Tuhanmu yang pernah dulu engkau 21:49 kecilkan itu, yang pernah engkau 21:51 kerdilkan itu bihamdi dengan cara 21:53 memujinya. Subhanallah, walhamdulillah. 21:57 Ini yang pertama. Sucikan Tuhanmu kan 22:00 ya. Begituun. Tapi di yang kedua gitu 22:02 kan ya tentang isyarah bagi kita nih, 22:05 bagi para ayah di sini yang sudah masuk 22:08 usia uzur, sudah kecium baunya, bau apa 22:11 kira-kira? 22:12 [tertawa] Bukan bau tanah ya, bau surga. 22:15 bau surga, 22:16 bau firdaus gitu kan ya. Bagi yang sudah 22:18 kerasa kecium bau surganya ya itu 22:21 isyarat kan itu isyarat. Maka mensyukuri 22:26 nikmat yang telah banyak ini, mensyukuri 22:28 usia yang sudah lanjut ini itu ternyata 22:31 ini jawabannya. Fasabbih bihamdibik. 22:34 Sucikan Tuhanmu 22:37 dengan memujinya. 22:39 Ya, 22:39 dulu kita mungkin sombong dengan gelar. 22:43 Sekarang di masa tua gelarnya mohon maaf 22:45 ya masih berlaku enggak gelar akademik 22:48 profesor doktor sekarang yang 22:50 bersangkutan sudah pikun berlaku enggak 22:53 Profnya itu doktornya itu masyaallah ah 22:56 maka di sini fasabbih 22:58 sucikan Tuhanmu yang dulu pernah engkau 23:00 kecilkan, yang dulu pernah kau kerdilkan 23:03 bihamdi rabbik dengan memujinyaah ini 23:06 yang pertama yang kedua apa wastagfir 23:09 mohon ampun bisa jadi ketika proses 23:13 dalam target tadi kita melanggar aturan 23:15 Allah dengan suapannya, dengan 23:19 sogokannya, dengan pelicinnya, dengan 23:22 risuwahnya dan beragam muamalah 23:24 ribawiyahnya 23:26 demi targetan tadi. Wastagfir, mohon 23:29 ampun. Mohon ampun ya. Insyaallah Allah 23:34 siap dengan tiga nama, Pak. Ada 23:36 alghofir, ada algffar, ada alghfur. 23:41 Ternyata tiga nama ini beda tuh 23:44 tekanan-tekanannya itu. Jadi mohon maaf 23:47 ya yang saya pahami alghafir yang maha 23:50 mengampuni. Ini mungkin bagi 23:52 sahabat-sahabat atau ayah bunda di sini 23:54 yang merasa dosanya sedikit ya. Bagi 23:57 yang merasa dosa sedikit baca atau sebut 23:59 nama alghafir wahai zat yang maha 24:01 mengampuni. Tapi ada nama yang kedua 24:04 alghffar. Maknanya apa? Zat yang maha 24:08 sering mengampuni. 24:09 H. 24:10 Kenapa ada algffar? Karena di sana ada 24:13 hamba-hamba yang sering berbuat dosa. 24:14 Saya di antaranya. 24:16 Maka sebut nama algffar. Jika merasa 24:18 jiwa ini sering berbuat dosa, jangan 24:21 berkecil hati, jangan putus asa. 24:23 Sesering apapun Allah siap dengan nama 24:25 alghffar 24:26 yang sering mengampuni karena ada hamba 24:30 yang sering berbuat dosa atau maksiat. 24:32 Tapi ternyata di lapangan tidak hanya 24:34 sering dosa yang lakukan apa besar. 24:37 Mungkin pernah berbuat syirik, mungkin 24:39 pernah apa istilahnya itu ee khianat 24:43 atau mungkin pernah ya dosa besar kepada 24:46 orang tua, durhaka ke orang tua gitu kan 24:47 ya. Tidak hanya sering besar pula. 24:50 Jangan berkecil hati. Allah siap dengan 24:52 nama algfur. Maknanya apa? Zat yang maha 24:56 tidak bosan sebesar apapun dosa-dosa 25:00 hamba itu. Sebut itu. Itu beda antara 25:03 ghafir, gffar dengan gfur. Ya, saya 25:08 ulangi. Ya gfir ya bagi hamba-hamba yang 25:11 dosanya sedikit mungkin ya. Kalau gfar 25:14 bagi hamba-hamba yang merasa sering 25:16 berbuat dosa, sebut nama itu. Tapi gfur, 25:20 ada satu nama lagi yang maha tidak bosan 25:22 sebesar apapun dosa-dosa maka tadi Allah 25:25 mengatakan wastagfiru. 25:28 Mohon ampun kepada Allah subhanahu wa 25:30 taala. Dulu pernah kita injak-injak 25:33 hukumnya. Dulu kita mengabaikan 25:36 syariat-syariatnya. Demi targetan tadi 25:38 mungkin bisnisnya, usahanya, dan 25:40 sebagainya. Demi targetan tadi, omset 25:42 dan sebagainya, kita lupakan syariat 25:44 Allah dan hari ini Allah kayakan kita. 25:47 Wastagfir, mohon ampun ya. Karena dulu 25:50 engkau pernah berbuat dosa melangkahi 25:53 aturan Allah subhanahu wa taala. Yang 25:55 ketiga apa? Innahu kana tawwaba. Segera 25:59 bertaubat. Ini rangkaiannya. Jadi taubat 26:03 lisan dengan istigfar, tbatan, apa? 26:05 dengan amal saleh. Jadi innahu kan tawab 26:08 bertaubatnya dengan beramal saleh. Ah di 26:11 sini baru kita masuk ada tangga-tangga 26:14 pertobatan hamba terhadap maksiatnya. 26:17 Saya lihat dari perkataan Imam an-Nawawi 26:19 di kitab Riyatus Shihin ketika beliau 26:21 membahas bab kedua tentang Babut Taubah 26:24 gitu kan ya. itu enggak biasanya ya Imam 26:26 Nawawi itu biasanya beliau langsung ayat 26:28 hadis itu kitab Rasul seperti itu kan 26:31 settingannya itu ada bab niat yang 26:33 pertama tuh ayatnya dulu baru hadis gitu 26:35 kannya bab kedua bab taubah itu enggak 26:38 biasanya beliau ada mukadimah dulu 26:41 ternyata ngebahas tentang ee apa 26:43 tangga-tangga pertobatan hamba ah beliau 26:46 itu membagi dua dulu lihat maksiatnya 26:49 dulu ya maksiatnya apakah hak Allah yang 26:51 dilanggar ataukah hak manusia ternyata 26:54 Beda tangganya, beda langkahnya 26:56 pertabatan itu. Jika ada hak Allah yang 26:58 dilanggar, maka tangganya pertama adalah 27:01 annadam, menyesal. 27:04 Sesali maksiat yang pernah kita lakukan. 27:07 Ya, jangan sampai kita mengumbarnya. 27:10 Kadang kita kan di medsos katanya, "Eh, 27:12 dulu saya koruptor [tertawa] 27:15 kok bangga gitu kan. Dulu saya pelacur 27:17 gitu kan ya." Itu berarti dia enggak 27:19 menyesal. 27:20 Cukup Allah dan kita yang tahu apa 27:22 maksiat kita. tutup aibnya itu pertama 27:25 menyesal. Yang kedua apa? Al-ikra 27:27 meninggalkan. Tinggalkan. Kalau misalkan 27:30 di daerah itu emang berbau maksiat gitu 27:32 kannya tinggalkan. Ada kisah kan seorang 27:36 pemuda yang telah membunuh 99 orang gitu 27:39 kan ya 27:40 dibunuh oleh tangannya sendiri. 27:42 Dia nanya ke seorang rahib ahli ibadah, 27:45 "Ini saya diterima enggak tobatnya?" 27:48 [berdehem] 27:48 Gimana diterima? Udah banyak banget yang 27:50 kau bunuh. Akhirnya apa? Dibunuh dia tu. 27:52 Jadi lengkap 100 gitu kan ya. Dia cari 27:55 lagi orang akhirnya dia nanya ke ahlil 27:56 ilmi. 27:57 Ahah ini bedanya ahli ibadah ahli ilmu 27:58 gitu kan ya. Ahli ibadah itu belum tentu 28:00 dia ilmunya benar. Ahli ilmu sudah pasti 28:02 ibadahnya benar. Nah maka ditanya kepada 28:04 ahli ilmu, "Apakah saya diterima 28:05 tobatnya?" Kenapa emang saya sudah 28:07 membunuh 100 orang? Siapa yang 28:09 menghalangi pertobatan kamu? 28:11 A jadi semangat kan? 28:12 Benar nih diterima. Diterima. Syaratnya 28:15 apa? kamu tinggalkan tempat ini. Pergi 28:18 ke tempat di mana di sana banyak orang 28:19 saleh. 28:20 Pergilah dia hijrah ke tempat sama apa? 28:23 Orang-orang saleh tadi. 28:24 Di tengah perjalanan Allah panggil 28:27 meninggal gitu kan ya. Berebutlah 28:29 malaikat rahmat dan malaikat azab. Ini 28:31 milik [berdehem] saya, ini milik saya. 28:32 Berebut gitu kan ya. Akhirnya ada hakam 28:35 ada wasitnya lah gitu kannya yang 28:36 memisahkan gini loh gitu kannya. Coba 28:38 lihat lebih dekat ke mana. Apakah ke 28:42 tempat hijrahnya atau ke tempat 28:44 maksiatnya? Pas dihitung ternyata beda 28:46 sejengkal, lebih dekat ke tempat hijrah 28:48 belum beramal saleh 28:50 dia meninggalkan aja. Itu yang kedua. 28:52 Al-iqla. Tinggalkan maksiat tadi 28:55 kalau bisa tempatnya ya. Kalau enggak 28:56 mungkinkan. Tapi kalau masih 28:58 memungkinkan silakan tempat itu. Tapi 29:00 setidaknya ada hijrah niatnya gitu kan 29:02 ya. Itu yang kedua. Yang ketiga apa? 29:04 Setelah menyesal meninggalkan. Yang 29:07 ketiga apa? Alazmul qawi ala yauda 29:09 ilaih. Berazam kuat untuk tidak 29:11 mengulang kembali. Yaah di sini ya. Ini 29:14 tiga tangga jika maksiatnya hak Allah 29:17 yang dilanggar. Tapi Imam Nawawi 29:19 mengatakan jika maksiatnya hak Adam 29:21 misalkan pernah nyolong, 29:23 h 29:24 pernah nyuri, pernah apalagi korupsi 29:26 gitu kan ya, belum selesai dengan 29:28 istigfar. 29:29 He 29:30 enggak cukup kan gampang ya para 29:31 karupter udah istigfar aja. Oh enggak 29:33 cukup mohon maaf gitu kan ya. Ada syarat 29:35 yang keempat apa itu? Raddul mazalim. 29:38 Mengembalikan hak yang terampas. Ini 29:41 bukti pertepatan kita. Inilah tiga 29:43 langkah mensyukuri kemerdekaan. Pertama 29:46 adalah fasabbih bihamdibik. Kedua, 29:49 wastagfiru. Yang ketiga, innahuana 29:52 tawwaba. Dan luar biasanya, Pak Kris, eh 29:56 saya lihat dari hadis Aisyah radhiallahu 29:59 anha itu ada kebiasaan Rasulullah paska 30:03 turunnya surah ini. 30:05 H 30:05 beliau itu membiasakan membaca doa 30:09 setiap ruku atau sujudnya. Jadi ba 30:11 dibaca rukuk atau sujud ya. Apa doanya? 30:13 Ternyata doa ini adalah aplikasi dari 30:15 ayat ketiga surah Annasr tadi. He 30:17 ya. [berdehem] Apa doanya itu? 30:18 Subhanallah 30:20 wabihamdihi 30:22 astagfirullah 30:23 wa atubu ilaih. 30:25 Ini yang beliau baca di akhir hayat 30:28 beliau di setiap rukuk atau sujudnya. 30:31 Jadi boleh 30:32 ya selama ini kan kita baca bacaan 30:34 sujudnya apa? Subhana rabbiyal aa 30:36 wabihamd. 30:37 Boleh ditambah itu enggak 30:38 boleh gitu kan ya. Karena Rasul 30:39 mengamalkan itu juga. He. 30:41 Jadi yang sudah merasa tadi ya sudah 30:42 kecium bau surganya gitu [tertawa] kan 30:45 isyarat gitu kan ya. Maka Bapak, Ibu dan 30:47 sahabat-sahabat silakan baca doa tadi. 30:50 Itu Rasul mencontohkan seperti al 30:53 ragam beragam hadisnya. Yang saya pakai 30:55 ini riwayat Tirmidzi. 30:56 Oh 30:57 karena relate dengan hadis tadi ya itu 30:59 pas banget saya pilih hadis ini gitu 31:00 kannya sengaja. Jadi fasabbih 31:02 bihamdibika wastagfir innahuana tawwaba. 31:05 Doanya apa? Subhanallah wabihamdihi 31:09 astagfirullah wa atubu ilaih. Nah, itu 31:13 kan paskan ya. Subhanallah wabihamdihi 31:16 astagfirullah wa atubu ilaih. Silakan 31:19 dibaca di rukuknya atau di sujudnya 31:22 karena Rasulullah mencontohkan itu 31:24 semua. Ini bagi yang merasa. Bagi yang 31:26 merasa e silakan ya rasakan dengan 31:29 sensasi yang lain. Tapi ginilah Quran 31:32 mengajarkan kita bagaimana cara 31:34 mensyukuri kemerdekaan. Wallahuam. 31:37 Oke. Masyaallah. Ya, Iwan Lahan masih di 31:39 acara Alam Nasalan di mana kami 31:42 menghadirkan Ustaz 31:43 Pak Krisna salah itu apa artinya? 31:46 Selamat datang. Apa apa ada lagi? Ada 31:48 lagi 31:49 kalau boleh saya ini ya. 31:51 Jadi ahlan wasahlan tuh bukan greeting 31:53 [berdehem] ya artinya 31:54 bukan 31:55 bukan selamat datang bukan. Itu doa Pak. 31:57 Oh. 31:58 Nah. Tapi dijadikan greeting gitu kan 32:00 ya. Itu doa. 32:01 Doanya 32:01 ahlan wasahlan. 32:04 Ahlan apa artinya? 32:06 Ini apa? Ada kata alahlu keluarga. He. 32:09 Jadi engkau adalah keluargaku. 32:11 Jadi ketika kamu datang ahlan wasahlan 32:13 apa artinya? Engkau keluargaku. Ini 32:16 rumah-rumahmu gitu kan ya. E wasahlan 32:19 dan dimudahkan urusanmu. Itu doa. 32:22 Jadi ahlan wasahlan engkau keluarga dan 32:25 engkau dimudahkan urusannya. Ah 32:27 dipakailah gitik selamat datang. Jadi 32:28 mohon maaf ya alal bukan selamat datang 32:30 tapi [tertawa] apa doa tadi. 32:32 Jadi kami tidak salah yang 32:34 tidak salah. 32:36 menamakan acara ini dengan ahlan 32:37 wasahlan. 32:38 Oke, 32:39 masih bersama Ustaz Hendra Huda beliau 32:45 masih muda ya, masih 45 tahun. Lahirnya 32:47 di Bandung 10 Januari tahun 1. Silakan 32:50 [mendengus] yang mau mencatat nomor 32:52 teleponnya atau mau bertanya kami tunggu 32:56 di 0811999720. 33:01 Oke, ini nomor teleponnya silakan 33:03 dicatat. 0852 33:07 kemudian 23 33:10 21 33:12 kemudian 29 08 0852 33:18 kemudian 23 33:21 21 2908 33:25 UAT Hendra Hudaya 33:30 oke sudah ada yang bertanya dari Tinaka. 33:34 Assalamualaikum. Subhanallah wabihamdi. 33:35 Astagfirullah. Apa ini lanjutannya? Kata 33:39 tadi belum ibu tineka. 33:41 Subhanallah 33:42 wabihamdih 33:43 wabihamdihi astagfirullah wa atubu 33:46 ilaih. Wa atubu ilaih. Jadi kurang wa 33:48 atubu ilaih aja ya. Begitu. Ee Ibu 33:51 Tenaka ya. 33:54 Ee asalamualaikum 33:57 Ustadi Bapak Tono. Ustaz Hendra. Kami 34:01 alhamdulillah mengejauhi dosa dan kami 34:03 selalu menyalankan apa-apa yang 34:05 diperintahkan Allah. Boleh kami merasa 34:07 GR bahwa kami insyaallah akan masuk 34:10 surga. Bolehkah kami merasa demikian? 34:12 Masyaallah. Barakallah fik. Ya, 34:14 dimunculkan perasaan itu ya. Kita 34:17 optimis ya. Allah dengan janjinya tidak 34:20 akan pernah salah janji. 34:22 Ya Allah enggak akan berzalimi hambanya. 34:25 Ya. Mana amila amalan shihan. Ketika 34:27 selama ini kita beramal saleh, maka 34:28 ujungnya Allah berikan kemuliaan berupa 34:31 apa? Dimas dalam surga. 34:33 Maka sampai doanya kan ada. Allahum inna 34:35 nasaluka ridaka wal jannah. Kita minta 34:38 gitu kan ya. W naudubika minatikaar. Ya 34:41 Allah kami minta ridamu dan surgamu. 34:44 Kita minta pada Allah terang-terangan 34:46 ya kan. Ada lagi eh para ulama pun 34:50 menambahkan ya setiap kalau misalkan 34:52 tawaf ya rabbana atina fid dunya hasanah 34:55 wafil akhirati hasanah waqinaabanarinal 34:59 jann ma abrar. Ya Allah masukkan kami 35:02 bersama orang-orang yang saleh, 35:03 orang-orang baik. Jadi harus PD, harus 35:06 GR gitu kan ya. Enggak usah GR, harus PD 35:08 gitu kan ya. [tertawa] Allah janjikan 35:10 itu 35:10 dan insyaallah Allah tidak akan 35:12 menzalimi hamba-hambnya. 35:14 Yang pasti kembali kepada niat kita. 35:17 Karena Allah tahu besitan atau besiran 35:20 hati ini, 35:21 maka enggak masalah. 35:22 Tapi sahabat Abu Bakar kan pernah 35:23 berkata bahwa kalau kakinya dua-duanya 35:26 belum masuk surga, belum kalau dia masuk 35:28 surga. Itu betul enggak, Ustaz? 35:30 Iya, itu kan sebuah harapan gitu kan ya. 35:32 Tapi apa pasti ketawaduan beliau gitu 35:35 kan ya. Betapa masih kecil gitu kan amal 35:38 salehnya. Tapi hakikatnya beliau tu amal 35:39 salehnya luar biasa. Ketakwaan Abu Bakar 35:42 ini kedua setelah Rasulullah. Jadi kalau 35:44 kita ayatnya inna akromakumallahi 35:48 atqokum. Atqo di sini adalah ayat yang 35:52 turun kepada Abu Bakar. Yang paling 35:54 bertakwa di antarkan setelah Rasulullah 35:56 adalah Abu Bakarin Assiddiq. 36:00 [tertawa] 36:00 Oke, kami ingin menyapa dulu nih ee 36:03 Bapak Selamat Riadi. Terima kasih atas 36:05 infaknya untuk hasil. Alhamdulillah kami 36:07 sudah terima. Masyaallah. Eh, 36:10 asalamualaikum dari Bapak Ton. 36:13 Asalamualaikum Ustaz Hendra Hudaya. 36:16 Ustaz, kenapa ee sahabat Ibnu Abbas yang 36:20 begitu muda masih kanak-kanak kok sudah 36:23 menangkap mengenai sinyal akan perginya 36:26 Rasulullah? Ya, itulah kehebatan Ibnu 36:29 Abbas ya yang memang darahnya dari 36:32 Rasulullah ya, sepupu gitu kan ya, 36:34 sepupu Rasulullah. Dan di antaranya 36:37 adalah doa. 36:38 Hm. Ya, doa yang Rasulullah usapkan ke 36:41 dada Ibnu Abbas. 36:42 He. 36:43 Nah, jadi bisa Bapak Ibu praktikkan ya. 36:45 Jadi Rasulullah mendoakan Ibnu Abbas 36:46 dengan apa? Allahumma faqihu fiddin 36:49 waimhu takwil. Ini dampaknya, Pak. 36:53 Ya Allahumma faqihu fidin. Ya Allah 36:55 fakihkan ya Ibnu Abbas ini fiddin dalam 36:59 agama. 37:00 Waimhut takwil dan ajarkan dia 37:02 penjelasan dan dikabulkan doanya. Maka 37:05 beliau itu di antara terjemahul Quran 37:08 yaitu sahabat yang paham tentang Quran 37:10 itu. 37:10 Di antaranya tafsir Ibnu Abbas ini sudah 37:13 banyak dicotak kan ya. Itu banyak 37:15 tafsir-tafsir, ayat-ayat yang Ibnu Abbas 37:17 sampaikan maksud-maksudnya itu. Ini 37:19 penting. Jadi berawal dari doa 37:21 Rasulullah. Maka silakan ya ayah bunda 37:24 ee usap dada anak-anaknya. 37:26 Walaupun anak kita sudah besar gitu kan 37:28 ya. Jangan pernah istilahnya itu malu 37:31 gitu kan ya. Segan untuk ngusap dadanya. 37:33 H 37:34 ucapkan tadi itu doa Rasul Ibnu Abbas, 37:36 Allahumma faqqihu fiddin waimhut takwil. 37:41 Ya, itulah biasa dari doa Rasulullah. 37:43 Akhirnya beliau diberikan pemahaman yang 37:46 luar biasa terhadap Al-Qur'an tadi 37:48 walaupun di usia yang muda karena 37:50 patokan ilmu itu bukan muda tua. Alalimu 37:53 kabirun wainana hadasan wal 37:56 jahiluiranahan. 37:58 Jadi para ulama membuat syiir Arab gitu 38:00 kan ya. Orang alim itu yang punya ilmu 38:03 itu dia derajatnya tinggi walaupun dia 38:05 usianya masih senior apa sih junior gitu 38:08 kan ya. Tapi sebaliknya wal jahilu 38:11 sagirun ya orang yang tidak punya ilmu 38:13 dia derajatnya rendah walaupun dia sudah 38:16 senior secara usia. Maka dii patokannya 38:18 adalah ilmu tadi. Dibuktikan oleh Ibnu 38:20 Abbas 38:21 di usia belianya berarti beliau tidak 38:23 diam. He 38:24 kan ya terus menimba ilmu daripada 38:26 sahabat yang lain dan langsung ke 38:27 Rasulullah juga. Karena beliau ahlul 38:29 bait ketikanya sepupu dari Rasulullah 38:32 jadi lebih leluasa. 38:33 Makanya hadis tadi kan itu beliau 38:35 riwayatkan dari ee dari Fatimah gnya 38:38 karena ahlul bait kan tahu ya kan 38:40 sepupuan eh dengan dengan Fatimah tadi 38:43 kannya tahu ketika turun surah ini itu 38:45 maksudnya alam baam [tertawa] 38:49 ustaz waduh saya mencatatnya enggak 38:51 keburu katanya ee gini kalau yang enggak 38:53 keburu tadi mau mencat doanya lihat aja 38:56 di YouTube ya di YouTube ya. ee ketik 38:59 Rasil TV lalu ahlan wasahlan nanti ee 39:04 ketik terus selanjutnya Ustaz Hendra 39:07 Hudaya akan ketemu insyaallah. Kemudian 39:11 dari 39:14 ee Bapak siapa nih? Bapak Rahman bin 39:18 Sabiono. Asalamualaikum Ustaz Hendra. 39:20 Waalaikumsalam. 39:20 Insyaallah sehat rohani dan seani Ustaz 39:23 keluarga dan keluarga besar Rasil. 39:25 Apakah Ustaz cetak buku yang isinya 39:27 Kumpulan Hadis Israeliat? Waduh, 39:30 masyaallah. [tertawa] 39:31 Dari Bapak Rahman bin Sabiono. 39:34 Iya. Ee mohon maaf sampai sekarang ini 39:38 saya belum menuliskan yang Bapak 39:40 sampaikan tadi ya. Ee saya baru 39:42 menuliskan tentang ee buku fikih waris 39:45 gitu kan ya. Ada yang bahasa Arab, ada 39:48 yang bahasa Indonesia. Kemudian ada juga 39:50 skema waris. Kemudian saya tuliskan juga 39:52 tentang panduan tahsin ya, metode 39:55 khatam. Dan yang sekarang sedang saya 39:57 garap ini adalah buku brand Quran. 40:00 Ee sedang saya garap insyaallah 40:01 mudah-mudahan segera terbit ya, yaitu ee 40:04 langkah untuk berantas buta makna 40:07 Al-Qur'an. 40:08 Adapun hadis lahat mungkin insyaallah 40:10 bisa masukkan buat saya pribadi ya, 40:11 karena saya juga jusan hadis. E saya 40:13 coba ungkap ee tentang israliat hadis 40:16 yang disampaikan tadi insyaallah. Oke. 40:20 Asalam Ustaz Hendra Hudaya. Ustaz, kalau 40:24 kami ingin melakukan salat tobat, 40:26 sebaiknya dilakukan tiap hari atau 40:29 kadang kadang salat kadang tidak? Dan 40:32 apa doanya? 40:34 Sebenarnya tentang salat tobat ya ada 40:36 khilafiah pada ulama ya. Salat aja 40:39 karena semuanya untuk mengurukan dosa. 40:41 Hm. 40:42 Tidak mesti salat taubat gitu kan ya. 40:44 Jadi kalau kita lihat hadisnya an 40:46 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 40:46 rasul mengatakan apa? Innalda 40:49 qahun 40:53 waq ya kan ya. Kata Rasulullah sungguh 40:57 seorang hamba ketika berdiri untuk salat 41:01 Allahu Akbar salat apapun 41:03 itu sudah tobat ya. 41:05 Iya salat apapun kemudian salat 41:06 fardunya, nawafilnya rawatibnya 41:09 tahajudnya duhanya semua salat gitu kan 41:12 ya. Qahir 41:14 salat apa yang terjadi? Itu saat apa? 41:18 Penumpukan dosa-dosa. H 41:20 ditumpuk dosa kita di atas kepala dan 41:22 dua punda kita. 41:23 Bayangkan Pak Krisna kalau dosa ini 41:25 mohon maaf seperti tisu ini. 41:27 Iya. 41:28 Kira-kira berapa tisu yang ditumpuk? 41:30 Hari ini saja enggak usahlah jauh-jauh. 41:33 Dosa mata ditumpuk, dosa telinga, dosa 41:36 apa? Dosa tangan, dosa jari jemari, 41:39 enggak tahu apa yang dibuka di 41:40 handphone-nya. Enggak muat kepala kita. 41:42 Dua pundak nanggung dosa-dosa kita ini 41:45 ya alhi waqai di atas kepala dan dua 41:49 pundak kita. Apa yang terjadi? Kata 41:51 Rasulullah di hadis tersebut 41:52 disambungkan faama wasajad. Ketika hamba 41:56 yang penuh dosa tadi ruku dan sujud apa 41:58 yang terjadi? 42:01 Berguguran seiring dengan rukuk dan 42:03 sujudnya. Maka saya lihat komentarnya 42:05 Ibnu Qayyim Azzujiah mengatakan apa? 42:07 Kalau demikian, perlama rukummu. 42:10 Hm. 42:11 Perpanjang sujudmu sebanyak dosa-dosamu. 42:14 Kalau kita merasa begitu banyak 42:15 dosa-dosa kita, maka gugurkan dalam 42:17 salat apapun tidak mesti tobat gitu kan 42:19 ya. Silakan di tahajudnya, rawatibnya. 42:22 Karena ketika sujud atau rukuk tadi 42:24 sedang apa? Pengguguran dosa-dosa. Ah 42:27 tapi ingat ya 42:28 yang saya lihat di lapangan itu kadang 42:30 kita ini lama sujudnya di akhir. 42:32 Hm. 42:33 Ah ini mohon maaf saya luruskan gitu 42:35 kannya. Enggak ada hadis, enggak ada 42:36 keterangan harus dilamain sujud akhirnya 42:38 enggak ada. 42:39 Dan enggak ada kesakralan sujud akhir 42:41 tuh enggak ada. Semua sujud sakral kok. 42:44 Heeh. 42:44 Ya kan ya. An Rasulillah sallallahu 42:46 alaihi wasallam. Rasul mengatakan apa? 42:47 Aqrabu ma yakunul abdu mirbihi fahua 42:51 sajidun faaksiru fihid dua. Posisi 42:54 terdekat seorang hamba ketika sujud. 42:56 Sujud manapun. 42:58 Jadi enggak hanya di akhir saja. 43:00 Pertengahan permulaan itu sama semuanya. 43:02 Kalau bisa diperlakukan sama. Nanti yang 43:04 pertama nih ngiri kan kenapa gue enggak 43:06 ngelamain gitu kan ya. Itu fakir fidwa. 43:08 Perbanyaklah doa saat sujud karena saat 43:11 itu adalah posisi terdekat hamba dengan 43:14 Allah Subhanahu wa taala. Doanya bebas 43:16 tapi tentunya ketika salam salat dengan 43:18 bahasa Arab jangan pakai bahasa Sunda 43:20 bahasa [tertawa] Indonesia jangan. Di 43:22 luar salat silakan tapi ketika salat 43:24 baca doa-doa yang maksur dari Rasulullah 43:26 atau karang ulama silakan. di atas tadi 43:28 ya. Subhanallah wabihamdihi 43:31 astagfirullah wa atubu il silakan baca 43:33 doa tadi tapi mohon maaf ya jangan lama 43:36 sendirian gitu kan ya kalau ketika 43:39 berjamaah ikuti imam kadang kita ini 43:42 salah kafrah nih [tertawa] 43:43 tadi kan sujudnya lama dong tunggu dulu 43:46 Pak kalau berjamaah enggak ikuti imam 43:49 juilal imam kalau dia sujud sujud bangun 43:52 bangun salamsam jangan sampai kita rukuk 43:54 sendiri lama itu kan sujud lama enggak 43:56 ikuti imam kalau Kalau salat munfarid 43:58 silakan tahajudnya mungkin ya dilamakan 44:01 rukuknya, dilamakan sujudnya tapi enggak 44:03 pilih-pilih ya. Setiap ruku, setiap 44:05 sujud itu kannya ruk'an sujadan lama 44:09 sujudnya lama rukunya karena dia sedang 44:12 merasakan dirontokkan dosa-dosa tadi. 44:14 Wallahuam. 44:15 Oke. Dari hamba Allah. Salam Ustaz 44:19 Hendra Huda ya. Ustaz, hubungan saya 44:21 dulu dengan orang tua kurang baik. 44:23 Sekarang orang tua sudah meninggal. Apa 44:25 yang harus saya lakukan? Apakah hanya 44:28 mendoakan saja? Bagaimana cara 44:29 mengugurkan dosa saya ketika itu karena 44:32 saya kurang baik dengan orang tua saya. 44:34 Masyaallah. Barakallah fik 44:35 dari hamba Allah. 44:36 Iya. Luar biasa ya. Jadi biru walidain 44:39 kita nih sebagai anak sepeninggal mereka 44:42 ada berapa hal. Pertama adalah 44:44 alistigfar lahuma. Mohonkan ampun. 44:47 He 44:47 Allah magfirlahu. Allahumfirlaha jika 44:50 itu ibu dan bapak kita gitu kan ya. Yang 44:53 kedua adalah ee asalatu alaihima. Doa. 44:57 Kalau tadi istigfar khusus, yang kedua 44:59 doa. Ya Rabbigfirli waliwalidaiya 45:02 warhamhuma kama rbayani shgiro itu kan 45:05 ya. Itu yang kedua. Yang ketiga, 45:08 menyambung silaturahim 45:10 ya dengan kerabat ayah, dengan kerabat 45:13 ibu kan ya. Sambung silaturahim paman, 45:16 bibi gitu kan ya. Dari ayah, paman bibi 45:19 dari ibu sambung silaturahim ya. Yang 45:21 berikutnya apa? Ifu ma ahdihima. 45:26 apa menunaikan janji-janji mereka. Jika 45:30 ada wasiat, jika ada hutang, tolong 45:32 lunasi dulu hutangnya. Tolong 45:34 terlaksanakan wasiatnya jika wasiat tadi 45:36 tidak membahayakan. Nah, berikutnya 45:38 adalah apa? Membahagiakan temannya. 45:40 Minimal ngasih hadiah. Nah, itu mungkin 45:42 di antara 45:43 pertobatan anak terhadap dosa orang 45:46 tuanya dengan melakukan lima hal tadi. 45:48 Wallahuam. Ya, itu yang Rasul sampaikan. 45:52 Oke, Ustaz. ee di buku zikir banyak 45:55 sekali pilih-pilihan zikir. Karena saya 45:58 saya susah untuk menghafalnya. Zikir apa 46:01 yang ringkas yang ee kami dawamkan yang 46:04 bagus jemaah? Jadi ringkas tapi bagus 46:06 untuk diwahamkan itu zikir apa, Ustaz? 46:09 Baik. Kalau saya tanya itu kan 46:11 jawabannya satu lihat doa Rasulullah. 46:14 Rasulullah itu kan mau doanya apa? Jami 46:16 menyakup semuanya. Tahu enggak doanya 46:18 apa? Rbana 46:21 fid dunya hasanah wafil akirati hasanah 46:25 waqinaabanar. Ini doa Rasulullah 46:28 kan ya itu mencakup semuanya. Dalam 46:30 tawaf yang maksur dari rasul adalah 46:34 hanya doa tadi. 46:35 Dari rukun yamani sampai hajar aswad. 46:37 Selebihnya bebas. 46:38 Hm. 46:39 Bebas gitu kan ya. Maka ketika saya 46:41 ngembimbing umrah gitu kan ya saya 46:42 ajarkan jemaah itu jangan sampai mohon 46:45 maaf ya baca doa dengan buku enggak 46:47 khusyuk. [tertawa] Betul enggak? Enggak 46:49 lihat Ka'bah kan enggak menikmati tofnya 46:51 itu. 46:51 Udah gampang aja. Karena yang ada 46:54 hadisnya hanya satu aja dari rukun yaman 46:57 aswad. Itu pun doanya kita sudah hafal. 46:59 Rabbana atina fid dunya hasanah wafil 47:02 akati hasanah waqinaabanar. Ada 47:04 tambahannya janr. selebihnya apa? 47:07 Silakan bebas. Nah saya coba bikin 47:10 strategi. Ini zikir-zikir ya yang kita 47:12 mudah saja. Pertama nih kalau zikir 47:15 tawaf gitu kan ya. Tawaf pertama saya 47:17 ajarkan itu apa? ee ngucapin kalimat 47:19 thayibah. Subhanallah, walhamdulillah, 47:23 walailahaillallah wallahu akbar. Sudah 47:25 hafal kan kita nih satu putaran itu 47:28 terus diulang-ulang sampai rukun yamani 47:30 baru doa tadi 47:32 selesai putaran pertama. Jadi enggak 47:33 usah pakai karet gelang, enggak usah 47:34 pakai tasbih, enggak usah [tertawa] 47:36 dengan doa tadi. Putar kedua apa? Zikir 47:38 selawat. 47:40 Hm. 47:40 Udah hafal kan selawat ya kan? 47:42 Selawatnya silakan. Mau yang pendek, mau 47:45 yang sedang, mau yang panjang, racikan 47:46 ulama silakan. Ya, yang paling ya kalau 47:49 misalkan bicara masalah resep kan lebih 47:52 lebih apa yakin resep racikan rasul gitu 47:55 kan ya. Kan adakah selawat Ibrahimiyah 47:58 yang sering kita baca di akhir salat 48:00 ya. Allahumma shalli ala sayyidina 48:01 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad 48:03 kama sha ala sayidina Ibrahim ila akhiri 48:05 shawat baca di putaran kedua selawat 48:09 sudah hafal kan kita juga putan tiga apa 48:12 doa apa untuk orang tua sudah hafal kan 48:15 rbigfirli [berdehem] 48:16 udah jangan dibebani gitu tuh yang sudah 48:18 hafal aja rbigfirli waliwalidaiya 48:20 warhamhuma kamabayaniiro 48:23 diulang-ulang putaran ketig putaran 48:25 empat doain siapa pasangan sama anak 48:28 udah apa doanya apa rbana hablana 48:30 Baca aja terus terus. Jadi enggak usah 48:33 menyusahkan diri. Memang ada itu kan ya 48:35 panduan tadi zikir-zikir sebagainya tapi 48:38 kembali kepada kemampuan kita. Kya 48:40 ibadah itu bukan semaunya tapi semampu 48:43 kita. He. 48:44 Yang paling penting adalah kita paham 48:46 yang diucapkan. 48:48 Hm. 48:48 Kita paham yang dipanjatkan. Sekarang 48:50 kita pakai buku Zuku zikir tadi. Kalau 48:53 enggak paham mohon maaf ya kerasa enggak 48:56 internalisasi doa tadi dalam jiwa gitu? 48:58 He 48:58 kayaknya hampa gitu. 49:00 Tapi kalau kita paham yang kita 49:01 panjatkan doa pada orang tua R kita 49:04 paham maksudnya kan setidaknya maksud 49:05 aja gitu kan ya maka akan timbul 49:07 kekhusyukan 49:08 doa kepada pasangan sama anak-anak. 49:10 Rabbana hablana kita paham itu doa 49:12 tentang mendoakan pasangan anak-anak 49:14 kita. Setidaknya kita membayangkan 49:15 wajah-wajah mereka, menghadirkan gitu 49:18 kan ya aura-aura kasih sayang kita pada 49:20 mereka. Ah di sini jadi munajat atau doa 49:23 tadi itu jangan hanya di lisan saja. 49:24 hati pun ya istilahnya tuh 49:27 memvisualisasikan apa yang kita 49:28 sampaikan. Ibarat ngobrol. Kalau kita 49:31 enggak paham apa kita gimana tuh? 49:32 Sekarang doa pun sama. Jadi enggak 49:35 kerasa manisnya doa kalau kita enggak 49:36 paham apa yang kita panjatkan tadi. Ah 49:39 maka saran saya ya jangan memperberatkan 49:42 diri gitu kan ya. Cari doa-doa yang 49:44 ringan yang Bapak hafal dan paham maksud 49:47 dari doa tadi. Itu yang paling penting 49:50 ya. Wallah. Jadi kalau musim ponyet tadi 49:52 pakai doa stapu jagat itu sudah semuanya 49:55 tu ya karena kita minta apa? 49:57 Kebaikan di dunia dan kebaikan di 50:00 akhirat gitu kan ya. Wallahu alam. 50:02 Oke. Dari hamba Allah lagi. 50:03 Asalamualaikum Ustaz Hendra Hudaya. 50:07 Ustaz Afan boleh enggak saya berdoa 50:10 minta urusan dunia? Minta rumah minta 50:12 mobil baru bolehkah? Demikian baik doa 50:15 tadi kan rabbana atina fid dunya 50:17 hasanah. Jadi gini rumusannya ya, ada 50:21 hasanah yang kita minta di dunia, ada 50:23 hasanah yang minta di akhirat. Saya 50:25 tanya nih, hasanah kan ini dua kali 50:27 diulang nih. 50:28 Apakah sama hasanah kita dunia dan 50:30 hasanah kita di akhirat? Sama atau beda? 50:32 Ini ada rumusannya. Jadi dalam ee kaidah 50:34 tadabur dalam bentuk isim ini isimnya 50:38 isim nakirah. 50:39 H 50:39 nakirah itu adalah isim yang ujungnya 50:41 pakai tanwin. 50:43 Hasanatan. Hasanatan. Jika ada nakirah 50:46 yang diulang, maka kaidahnya adalah yang 50:48 kedua beda dengan yang pertama. 50:50 H 50:51 walaupun artinya kebaikan, tapi beda 50:53 janya beda. Itu lain lagi kalau pakai al 50:56 itu makrifah. Kalau diulang al contoh 51:00 Allah diulang berkali-kali masih itu kan 51:02 Allah yang kita maksud. Asyamsu matahari 51:05 idamsu quwirat ya wasyamsiu wuhaha. Itu 51:09 kan di beberapa ayat pakai asyamas, 51:11 pakai makrifah. Karena masih itu yang 51:13 dimaksud matahari cuma satu. Gu kan ya. 51:15 Tapi kalau nakirah hasanatan, hasanatan 51:18 itu beda maksudnya. 51:19 Kebaikan yang kita minta di dunia gitu 51:21 kan ya, itu beda dengan kebaikan yang 51:23 kita di akhirat. Yang di dunia silakan 51:26 bayangkan tadi mobil, rumah silakan 51:29 Allah Maha Kaya. Mau didetailkan 51:31 silakan. [tertawa] 51:33 Itu kan di istilahnya akumulatif Rasul 51:35 itu hasanatan fid dunia kita minta. 51:37 Kalau Bapak mempisalkan tadi ya pasangan 51:39 yang cantik misalkan ya, rumah yang 51:42 mewah silakan gitu kan ya. Silakan gitu 51:45 kan. Allah maha mendengar dan Allah 51:46 enggak akan bosan. [tertawa] Enggak akan 51:48 bosan gitu kan ya. Beda kalau kita minta 51:50 ke manusia dengan detail tadi bosan 51:53 enggak Pak ya? Wah ini orang mintanya 51:56 banyak banget tapi Allah enggak itu kan 51:58 ya. Minta sebanyak-banyaknya ya. Waaka 52:01 ibadi fain qib ujibu 52:06 dai. Aku jawab 52:08 gitu kan. Aku jawab syaratnya satu. Jika 52:10 hambaku meminta kepadaku, minta apa aja? 52:13 He. 52:13 Kalau enggak minta diam aja. Kok enggak 52:16 berdoa? Allah kan tahu maksud saya. 52:18 Allah tuh hajat saya. Ah, ini nih yang 52:19 salah nih. Jadi dalam Albaqarah tadi di 52:23 tentang ayat siam ya, ayat terakhir itu 52:24 di pojoknya itu, ujibu dakwatad dai. Aku 52:28 jawab permohonan hambaku syaratnya satu. 52:31 Apa tuh? Daani. Jika hamba tadi berdoa 52:34 kepadaku. Kalau dia enggak minta apa 52:36 yang Allah jawab? 52:37 Nah, namun yang paling penting adalah 52:39 mohon maaf sekali ini dari hamba Allah 52:41 tadi ya. Kadang kita ini mengganjal doa 52:43 kita. Kita sudah pilih tempatnya 52:46 mustajab. Di mana tempat mustajab ini? 52:48 Raudah gitu kan ya atau Multazam atau 52:51 ketika wukuf di Arafah ketika hajian ya 52:53 kan. Wukuf itu Arafah itu mustajabnya 52:56 ketika tanggal 9 aja pada zuhur. 52:58 Selebihnya enggak mustajab loh. 52:59 Ketika umrah ziarah ke Arafah itu enggak 53:02 mustajab gitu kannya. Kalau belum 53:03 tanggal 9 atau pada zuhur gitu kannya 53:05 itu belum mustajab. Kita pilih tempat 53:07 mustajab dan bahkan waktunya mustajab. 53:10 mungkin bakda di antara azan iqamah atau 53:13 ketika turun hujan atau di penghujung 53:15 hari Jumat itu kan mustajab secara waktu 53:18 atau ketika mau buka puasa tapi mohon 53:20 maaf ya walaupun tempatnya mustajab 53:23 walaupun waktunya mustajab tapi kadang 53:24 kita mengganjal apa ganjalannya harta 53:28 haram atau harta syubuhat 53:29 h 53:30 digambarkan keterangan hadisnya itu ada 53:32 seorang pengembara 53:33 dengan baju compang-camping mukanya 53:35 kusut 53:36 yang tangkar langit mereka berkata, "Ya 53:38 Rabb, ya Rabb benar. Benar doanya. 53:41 Adab doanya benar pakai bahasa Arab pula 53:43 dia pilih tempat mustajab ya waktu 53:45 mustajab. Tapi apa anustajabik? 53:49 Bagaimana bisa dijabah doa-doamu? Kau 53:51 bisa dijabah ternyata apa? Wamuhu haram, 53:55 wrobuhu haram wbas haram haram. Ternyata 53:59 makanannya, minumannya, pakaiannya, 54:02 kendaraannya, pekerjaannya dihasilkan 54:04 cacara haram. 54:07 Bagaimana diijabah doa-doamu? He. 54:09 Jadi mohon sebelum redaksi doa itu 54:12 bersihkan dulu hartanya. 54:13 Masyaallah. 54:14 Bersihkan dulu harta karena itu yang 54:15 mengganjal doa-da kita 54:16 ada pakaiannya juga ya. 54:17 Betul. Makanannya, rumahnya, 54:19 kendaraannya. Coba hari ini 54:21 bersih-bersih 54:22 ya. Sendok, piring, garpuh, mangkok. 54:25 Yang bilik tetangga balikin tuh. 54:27 [tertawa] 54:28 Itu hal yang sederhana gitu kan ya. 54:30 Khawatir ini yang mengganjal doa-doa 54:32 kita. Wallam baw. 54:33 Oke. Asalamualaikum, 54:36 Ustaz. Ee dari Ibu Ti, Ustaz, di Jakarta 54:41 ini banyak tikungan, banyak belokan. 54:44 Nah, suka ada petugas-petugasnya yang na 54:46 Pak Oga tuh yang kita suka kasih uang. 54:48 Enggak dikasih pun enggak apa-apa. 54:50 Kalau saya ngasih mereka dengan niat 54:52 sodqah, boleh enggak? Bukan atas 54:55 pekerjaan mereka menolong kami dalam 54:58 memutar mobil, tapi kami niatannya 55:00 sedekah. Bolehkah demikian? 55:01 Iya. Enggak masalah ya. Asalkan yang 55:04 salah tuh kalau kita minta doa dari dia. 55:06 Heeh. Heeh. 55:07 Ya, jangan dikomersilkan. Ngasih ngasih 55:09 aja insyaallah berpahala. Tapi kalau 55:12 diembel-embelin, doain saya ya. 55:14 Oh, gitu. Jangan yang bilang gitu ya. 55:16 Iya. Termasuk mungkin dia ada dana zakat 55:18 kan ya. Nih, doain ya saya zakat ke kamu 55:20 nih. Kan enggak boleh. 55:22 Oh, 55:22 enggak enggak ada. Musa itu mendoakan 55:24 muzaki. Enggak ada. Yang doain muzaki 55:26 siapa? Amil. 55:28 Hmm. 55:28 Makanya kalau zakatmu mau daerah ke 55:30 mustahik, jangan minta doa ke mustahik. 55:32 Tapi itu ketika kita zakatnya ke amil, 55:35 maka amil wajib. Was alaihim doakan 55:37 muzakih. Tapi mustahik enggak ada 55:39 kewajiban. Kalau mustahid mendoakan 55:40 kita, alhamilah. Kalau enggak jangan 55:42 dituntut. 55:42 Kok enggak doain saya? Kok bukan 55:44 kewajiban dia. Apa gitu kan Ibu ketika 55:46 ngasih sedekah atau apa jangan ada-ml 55:49 doain ya kan. Enggak. Insyaallah makjur 55:52 berpahala 55:53 ya kan ya. Tapi enggak ada kewajiban dia 55:55 mendoakan kita gitu kan ya. Wallahuam 55:57 bawab. Nah silakan. Eh, Ustaz e dari 56:00 hamba Allah juga saya punya anak sudah 56:02 dewasa tapi salatnya masih 56:05 belang-belentong. Kadang-kadang kalau 56:07 salat Jumat doang. 56:08 Bagaimana supaya mereka bisa salat lima 56:13 waktu apalagi pokok berjamaah? Bagaimana 56:15 mendoakan mereka? 56:16 Iya. Ee kalau saya tanya nih, Nabi Nuh 56:19 alaihi salam tuh berhasil enggak 56:21 mendidik anaknya? 56:22 Enggak. 56:23 Enggak. Ya, Rasulullah itu berhasil 56:25 enggak mendawi pamannya? 56:27 Enggak. Kenapa jawabannya enggak? Karena 56:30 kita lihat ujungnya. H 56:32 jangan lihat ujung. Ujung itu urusan 56:35 siapa? 56:35 Allah. 56:36 Urusan Allah. Allah hanya proses 56:40 Nuh itu berhasil mendidik anaknya 56:42 walaupun ujungnya enggak naik bahtera 56:43 itu. 56:44 H. 56:44 Kenapa berhasil? Karena Nuh enggak diam. 56:46 He. 56:47 Ada enggak cerita Nuh diam bahkan 56:48 mengejek ke anaknya? Rasain lu enggak 56:50 kan? Tapi yang diukir dalam Quran apa? 56:53 Ya bunai irkam maana. Wi anakku, ayo 56:56 naik bersama kami. Masih ngajak Nuh itu, 56:58 masih [berdehem] berdakwah ke anaknya. 57:00 Tapi respon anaknya apa? Qawi jabalin 57:03 yim. Enggak, saya buka gunung aja. 57:05 Ya kan? Kemudian Abu Thalib ya kan Rasul 57:08 itu berhatiak pamannya walaupun ujungnya 57:10 enggak masuk ke Islam. Tapi kenapa? 57:12 Karena Rasul enggak diam. 57:13 Ketika sakratul maut itu beliau 57:15 memetalkan kalimat lailahaillallah tapi 57:18 Allah tegur. Innaka tahdi man ahbabta 57:20 wakinnallaha yahdi ma yasya. Ya 57:22 Rasulullah, engkau enggak bisa ngasih 57:24 hidayah pun kepada orang yang kau cinta 57:26 pamanmu itu. Allah yang ngasih hidayah. 57:28 Ah, maka di sini tugas orang itu apa? 57:30 Mengingatkan, mendidik, gitu kan ya. 57:33 Ketika hasilnya itu urusan Allah, maka 57:36 jangan lupa gitu kan ya. Terus jangan 57:38 bosan mengingatkan mengingatkan, 57:39 mengingatkan. Yang salah adalah orang 57:41 tua yang membiarkan. 57:43 Oke. Baik. Ini mungkin pertanyaan 57:45 terakhir nih. Asalamualaikum Ustaz 57:47 Hendra Hudaya. Mau tanya, Ustaz. Kalau 57:49 kita dimaki, 57:51 sebaiknya kita jawab apa? Dimi, dibentak 57:54 sama orang kita jawabnya apa? 57:57 Jawabannya adalah diam. 57:59 Oh, 57:59 tidak membalas. 58:01 Ya. Ee jadi ketika ada orang jahil yang 58:04 mengatakan menyakitkan kita, udah lewati 58:07 aja, 58:07 enggak usah dijawab ya. 58:08 Iya. Kalau bisa mendoakan kebaikan bagi 58:10 dia, bisa enggak hati kita mendoakan 58:11 kebaikan? Keren itu. 58:13 Lihat Rasulullah ketika di Thaif, ketika 58:15 diusir, apakah mendoakan kejelekan? 58:17 Tidak. 58:18 Eh, malah Rasul mendoakan ya faum 58:20 yalamun kata beliau kan Jibril itu 58:22 menawarin mau enggak dibalikin tuh Taib 58:24 itu kan ya atas jadi bawah jadi atas 58:26 enggak gitu kan ya mereka enggak tahu 58:27 malah mendoakan semoga dari tulang suli 58:30 mereka lahir para apa zuriah yang bisa 58:33 melanjutkan SP dakwah betul sampai hari 58:35 ini banyak ulama dari Thaf itu hasil do 58:37 Rasulullah e maka ibu atau Bapak yang 58:39 nanya tadi kalau bisa mendoakan kebaikan 58:41 keren kalau enggak bisa diam [tertawa] 58:44 jangan balas api dengan api nanti 58:46 kebakaran 58:46 masyaallah mantap 58:48 Barakallah fik. 58:49 Oke, sepertinya [tertawa] 58:50 semua pertanyaan pendengar sudah 58:52 terjawab ya. Kami akan bacakan kembali 58:54 nomor HP dari Ustaz Hendra Huda 58:58 yang tadi mengambil tema mensyukuri 59:00 kemerdekaan. Ini e nomor HP dari Ustaz 59:04 Hendra Hudaya nomornya 0852. 59:09 Sudah. 59:10 Kemudian 23, 59:13 kemudian 21, 59:16 kemudian 29 59:18 kemudian 08 0852 59:26 08. Beliau 59:29 mengikuti pendidikan di Mesir dan juga 59:32 di Madinah ikuti ke talaqoh ya, Ustaz. 59:34 Syukran Ustazir atas ee ilmunya 59:38 sudah hadir ke Rasil barangkali mau 59:40 mendoa dulu untuk mendengar Rasil doa 59:42 terakhir silakan. 59:43 Baik ee doa untuk semua pemirsa Rasil TV 59:47 dan Radio Rasil insyaallah yang pertama 59:49 adalah ee saya doakan semoga Allah 59:52 senantiasa memberikan keberkahan 59:54 berkah usianya, berkah usahanya, berkah 59:59 jasadnya disehatkan Allah. Alhadinah 1:00:01 waain shih alfatihah 1:00:04 auzubillahyaitanirrajim 1:00:06 bismillahirrahmanirrahim 1:00:07 alhamdulillahiabbil alamin 1:00:09 arahmanirrahimiki yaumiddin iyaka nabudu 1:00:11 iyaka nastain ihdinatal mustaqimadina 1:00:15 anamta alaihimil magdubi alaihimadin 1:00:18 amin alhamdulillahbilamin 1:00:21 hamdanakirin hamdan naimamah 1:00:25 yaakalam 1:00:31 Muhammana 1:00:52 azwajina 1:01:09 Allah inukaidatan 1:01:13 jasadan 1:01:14 ilmatan 1:01:16 qlal mautan 1:01:19 mautan baut 1:01:30 Ah 1:01:39 wah 1:01:45 bik 1:02:01 unahil aktiabar 1:02:04 subhanaabbikaabbilzati 1:02:06 amma yasifun wasalamun alal mursalin 1:02:09 walhamdulillahiabbil 1:02:10 alamin 1:02:11 amin ya rabbal alamin alhamdulillah 1:02:13 alhamdulillah alhamdulillah terima kasih 1:02:15 ustaz Ustaz Hendra Huda ya. Jazakumullah 1:02:18 khair. Baik. Ee kita hari ee acara ahlan 1:02:22 wasahlan tadi artinya sudah sudah 1:02:23 dijelaskan ya. Oke. Saya Muhammad 1:02:26 Krishna kemudian juga Ondi Saputra 1:02:29 kemudian eh Alghifarur Rozi juga di sini 1:02:33 ada Tufail dan Fikri. Mohon pamit. 1:02:36 Wabillahi taufik walhidayah. 1:02:37 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:02:38 wabarakatuh.