Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Rasil untuk Islam yang satu kita kemarin
- e minggum ee apa namanya milad kita yang
- sudah 9 tahun berhasil. Alhamdulillah
- sudah 9 tahun menemani dakwah ikwan
- semuanya. Semoga tambah bermanfaat untuk
- kita semuanya. Dan kembali ke acara
- sirah sahabat bersama bin Masyuni dengan
- sahabat Abdullah bin Khudfah Asahi. Ini
- namanya kurang begitu familiar tapi
- perannya tidak kecil ya. He lumayan
- besar dikit perannya. Tugas yang pertama
- mengirimkan surat ke raja Parsi dan
- akhirnya membuat raja tersebut ee
- mengetahui kebesaran Islam gitu, Ustaz.
- Ya. Baik. Sudah banyak SMS yang masuk.
- Ini yang pertama datang dari hamba
- Allah. Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz Abdullah bin
- Hudafah ini apakah yang ikut serta dalam
- perang
- Honda? Baik.
- Kalau kita lihat perjalanan sahabat ini,
- hampir sahabat yang hidup di masa
- Rasulullah baik sejak
- hijrah itu hampir semuanya mereka ikut
- berjuang. Abdullah bin Huda, Pak Asami
- juga ya memang sahabat yang tidak pernah
- absen dalam berbagai kegiatan.
- Memang ada beberapa sahabat yang
- diberikan izin oleh Nabi, tapi itu pun
- mereka tidak
- seenaknya. Bahkan kalau di zaman Nabi
- orang yang tidak ikut itu kena
- tahzil itu kena sanksi itu
- seperti sahabat Ubay bin Ka'ab kan
- gara-garanya dia enggak ikut perang
- Tabuk itu di kasih sanksi oleh Nabi
- selama 50 hari.
- tidak dikasih salam. He. Dicuekin gitu
- ya. Dicuekin. Tidak ada yang nemanin
- seorang pun. Bahkan kepada Nabi
- dibiarkan. Bayangkan di tengah-tengah
- komunitas muslimin tapi tidak punya
- teman kayak apa. Hidup sendirian.
- Kemudian mau bergaul sama istrinya
- dilarang. Hm. Bisang kayak apa itu stres
- ya?
- streslah dan masih banyak yang lagi
- demikian. Kalau zaman sekarang mungkin
- wajib militer ya, wajib ikut gitu ya.
- Iya. Kalau enggak kena sanksi. Iya. Baik
- dari Ibu Lisa Elmoda. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz
- Komarudin Basyuni. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Masyaallah,
- subhanallah. Betapa kuatnya iman para
- sahabat waktu itu. Semoga selalu menjadi
- pelajaran buat semua umat muslim saat
- ini. Dan yang ingin saya tanyakan ee
- Ustaz, e, dari suku mana sahabat
- Abdullah bin Huzafa Assahmi ini dan dari
- usia berapa sahabat Abdullah masuk
- Islam, Ustaz? Iya.
- Kalau ingin tahu lebih dalamnya lagi itu
- bisa nanti pada kajian-kajian yang lain
- ya. Heeh.
- Karena kita ambil yang pokok-pokok saja
- ya. Baik. Yang pokok artinya peran
- karena tidak semua sahabat diriwayatkan
- dari mulai lahir atau se kadang-kadang
- diriwayatkan oleh ahli tarikh itu hanya
- pokoknya saja seperti sahabat Adas.
- Heeh. Nah, itu tidak diceritakan awalnya
- dia dari mana lahirnya. Enggak. Oh,
- pokoknya dia waktu masuk Islam
- terdapat sesuatu yang menggembirakan.
- Nah, termasuk nih Abdullah bin Hudafah
- Assami ini punya prestasi yang sangat
- gemilang yaitu di antaranya pada saat
- dikirim ke Raja Parsi dan yang kedua
- pada saat dia diutus untuk ikut
- menghadapi peperangan, menghadapi orang
- Nasrani di kerajaan Romawi Timur. Itu
- saja. Demikian. Baik. dari Ibu Darman
- ini mengucapkan selamat miluk Rasil.
- Semoga ke depan semoga sukses dalam
- memberikan pencerahan untuk umat,
- dijauhkan dari semua yang tidak baik.
- Alhamdulillah kemarin bisa ikut
- merasakan kebahagiaan gabung di acara.
- Terima kasih Ibu Darman. Ya, selanjutnya
- dari ee hamba Allah, Ustaz, apakah benar
- Umar pernah berkata, "Sudah sepatutnya
- bagi setiap muslim untuk mencium kepada
- Abdullah bin Huzafah dan aku yang
- pertama kali akan memulainya." He tadi
- Iya betul itu pernyataan Umar pada saat
- Umar
- dilaporkan dia bebas dan tawanan pun
- bebas karena dia mencium.
- Nah Abdullah bin Hudabah pada saat
- disuruh mencium dia mikir lama. H apakah
- mencium karena merupakan ketundukan dia
- kepada seorang raja apa hanya sekedar
- mencium saja? Iya
- ternyata mencium saja enggak ada
- kaitannya dengan apa-apa. Terus kata
- dia, "Kalau saya mencium
- apa yang harus saya dapatkan?" Bebas?
- Iya, bebas kau. Bebas. Kalau bebas
- sendiri kayaknya masih ada keinginan.
- Gimana kalau teman-teman saya ikut? Iya,
- boleh
- katanya. Nah, itulah. Jadi, dia bisa
- membebaskan dirinya, bisa membebaskan
- orang lainnya hanya sekedar mencium
- mencium kepalanya aja. Ya, kalau kita
- memang ngecup lah gitulah. Enggak
- mungkin dicium dikelomoh ya, paling
- dikecup aja hidungnya. E apa? dikecup
- keningnya keningnya. Demikian baik dari
- Ibu Nizar eh Bapak Nizar ya di Cilengsi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. I waalaikumsalam. Ee
- dari sejarah pemuda Abdullah bin Huzafah
- Assahmi ini yang bisa dipetik untuk para
- pemuda masa kini apa nih, Ustaz? Karena
- melihat anak pemuda Islam seperti ini
- sudah jauh dengan ajaran Islam dengan
- pergaulan bebasnya zaman sekarang.
- Ya, untuk ibrah bagi anak-anak muda
- terutama yaitu mengikuti jejak sahabat
- Nabi dari mulai hal-hal yang kecil. Nah,
- beliau Abdullah bin Hudzab Asama itu
- selalu hidup berada dalam halaqah
- Rasulullah
- mengikuti kajian ya,
- mentaatinya, menjauhi apa yang
- dilarangnya. Setiap ada kegiatan
- kebaikan itu selalu dia ada di dalamnya.
- Nah, anak-anak muda kalau tidak
- dikendalikan, tidak
- diarahkan, maka akan mudah tergiur. Nah,
- bagaimana Abdullah bin Hudzabah Assami?
- Waduh, bagaimana indahnya. Bahkan ada
- beberapa sahabat, tidak hanya Abdullah
- bin Hudaf Assami itu saking tidak mau
- ketemu dengan orang lain, hanya ingin
- ketemunya dengan Rasul aja. H. sampai
- dia tuh pesan dua orang sahabat ini,
- pokoknya kalau saya enggak ketemu,
- engkau ketemu ya, nanti laporkan
- kepadaku.
- Nah, kalau kamu enggak ketemu, saya
- ketemu nanti saya laporkan kepadamu.
- Sampai begitu. He gak mau ketinggalan
- apa yang terjadi di sekitar Nabi. Jadi
- kalau hari ini dia yang mendampingi
- Nabi. K dia. Nabi ke mana-mana dia hadir
- hari itu sudah selesai malam dia pulang
- ceritalah dia besoknya itu besoknya
- ganti sahabat
- ini. terus dia melaksanakan sampai
- begitu saking tidak mau ketinggalan
- informasi baik yang menyangkut wahyu
- yang turun dari langit juga
- pribadi-pribadi sahabat yang datang
- permasalahan yang datang dari berbagai
- daerah kan apalagi menjelang akhir Nabi
- wafat itu berbagai kabilah datang
- menyatakan diri masuk Islam. Ada yang
- datang kepada Nabi mau bertanya tentang
- Islam tapi ngecek dulu, ngetes dulu dulu
- ya. Heeh.
- Apa di
- antaranya seorang utusan dari Bani
- Kindah? He. Kalau Muhammad itu seorang
- nabi, pasti dia akan tahu apa yang kita
- lakukan. Tapi kalau dia bukan nabi,
- pasti dia tidak akan tahu. He. Maka
- utusan kindah ini sebelum masuk ke rumah
- Nabi dia taruh sesuatu di depan rumah.
- Begitu itu masuk dia nanya kata dia, "Ya
- Muhammad, apa yang saya lakukan tadi di
- luar?" Loh, padahal Nabi tahu juga
- kagak. Apa jawaban Nabi? Kata Nabi,
- "Sesungguhnya perilaku tukang dukun
- dan apa yang dilakukan oleh para
- dukun itu
- adalah tidak dibenarkan oleh Islam.
- Bahkan dukun yang
- minta
- diberikan ilmu dukun kepada orang yang
- mau didukunin. Heeh. Ini ini dukun
- dukun-dukun ya. Jadi orang datang ke
- dukun ya. Jadi orang yang datang ke
- dukun dan orang yang mendukuni orang itu
- itu semuanya menjadi penduduk ahli
- neraka.
- Kata dia kalau gitu dia benar. Heeh.
- Karena yang saya simpan itu adalah
- perilaku hal-hal yang dilakukan oleh
- orang-orang ahli dukun. H. Jadi itu
- kantung hitam. Heeh. Heeh. Kan di
- dalamnya ada macam-macam tuh. Nah, itu
- selalu yang tidak pernah lepas dari
- tangan para ahli dukun itu. H. Ya, kalau
- istilah saya mah kantong kunyit. Kantong
- kunyit. Kunyit kunang. Kunyit kunang
- yang suka ada itu anak kecil. He. Oh,
- baru dia. Oh, kalau gitu dia benar
- sampai begitu tuh dijawabnya enggak
- enggak secara langsung. Enggak langsung.
- Cuma jawabannya ya itu masuk akal
- perumpamaan. Demikian ya. Baik. Dari
- Bapak Aris. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Ya.
- Waalaikumsalam warahmatullahi. Apakah
- para sahabat, semua sahabat dijamin
- masuk surga oleh Allah, Ustaz?
- Rasulullah pernah bersabda, kata
- Rasulullah dalam
- sabbahnya
- bahwa semua umatku akan masuk surga.
- Kullu umati yadkhulunal jannah illa man
- ab. Semua umatku akan masuk surga
- kecuali yang ogah. Heeh. Kecuali yang
- enggan. Yang enggak.
- Sahabat bertanya wam ya Rasulullah.
- Kalau gitu siapa yang enggan?
- Emangnya
- ada siapa? Man atani daholal jannah
- waman asoni faqod aba. Yang taat
- kepadaku itulah orang-orang yang masuk
- surga. Yang durhaka kepadaku itulah
- orang yang enggan. H ya. Orang yang
- enggan masuk surga itu orang yang
- durhaka. Menjauhi perintah Allah,
- menjauhi perintah sunah rasul-Nya,
- mendekati yang dilarang.
- yang harusnya dil dijauhi justru
- didekatahi didekatin
- diilakukan nah inilah demikian jadi kita
- semua juga dijamin masuk surga ya
- kecuali yang enggan gitu ya kecuali yang
- enggan maka ditanya yang enggan itu yang
- siapa ya itu yang taat masuk surga yang
- maksiat itulah yang durhaka yang enggan
- itulah
- baik ya demikian iya selanjutnya dari
- Bapak Usep di Sukabum asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Komudin
- Bun Waalaikumsalam.
- Ustaz Rasulullah sallahu alaihi wasallam
- memilih enam orang para sahabat untuk
- mengemban misi menyampaikan surat surat
- beliau kepada Raja Azam. Heeh. Dan dari
- keenam ini salah satunya Abdullah bin
- Huzaifah Assahmi. Heeh. Terus keen ee
- siapa lagi sahabat dari keenam tersebut,
- Ustaz yang ikut serta bersama Hudab?
- Ya, banyak sih ya. Ada yang dikirim ke
- Mesir, ada yang dikirim ke Habsi.
- Nanti pada kajian berikutnya ana
- sampaikan. Baik. Cerita selanjutnya.
- Cerita selanjutnya. Ini baru satu aja
- satu sahabat Abdullah bin Huzaf. Karena
- Rasulullah mengirim surat itu dilihat
- kualitas masing-masing. Karena pada saat
- Rasulullah mengumpulkan itu kan
- anak-anak muda semua yang dipukulkan,
- yang
- dikumpulkan. Nah, kenapa Rasul
- mengumpulkan anak muda kok tidak
- orang-orang tua? He. Nah, karena pada
- saat itu kan terjadi peristiwa
- yang disebutkan suluhul Hudaibiyah.
- Perdamaian Hudaibiyah. Hudaibiyah. Heeh.
- Nah, dengan perdamaian Hudaibiyah itu
- kan banyak sahabat yang seolah-olah
- kecewa. Mestinya kita perang nih, gitu.
- He. Nah, tapi enggak juga ya, enggak
- jadi perang katanya. Nah, Rasul kan
- menghendaki. Tidak, kita tidak maulah.
- Sebab perang itu kan resikonya hidup dan
- mati. Iya. Kita dakwah aja kecuali kalau
- terpaksa. Nah, melihat semangat itu kan
- Rasul bagaimana? Ya itu di antaranya.
- Karena sekarang perang lebih baik karena
- dalam perjanjian Hudaibiyah sejak
- ditandatangannya perjanjian Hudaibiyah
- sejak hari itu tidak ada peperangan
- selama 10 tahun. Bayangkan tuh. He.
- Karena biasanya kan tiap 3 bulan sekali
- kan perang tuh. Heeh. Apalagi tiap tahun
- kan perang dulu. Nah, sekarang 10 tahun
- yang akan datang tidak akan ada lagi
- berperang. Heeh. Diadakan genjatan. Maka
- Rasul tahu nih anak-anak muda ini yang
- banyak semangatnya. Oh, semangatnya. Ah,
- diangkatlah mereka. Waduh, semangat.
- Kadang-kadang mengirim surat enggak
- tanggung-tanggung surat Rasul. Heeh.
- Bukan kepada orang-orang kecil, bukan
- bupati, bukan camat, kepada raja, bahkan
- gubernur. Ini levelnya gubernur ke atas,
- gubernur, menteri, raja, gubernur,
- menteri raja. Wah, dan nama mereka
- diabadikan semuanya.
- Nah, pada saat
- mereka mendengar berita itu kan semangat
- sampai ada yang bertanya, "Kalau saya
- melaksanakan
- apa upah yang saya
- dapatkan?" Rasul langsung anta mai fil
- jannah. Masyaallah, kau bersamaku di
- surga. Itu paling bukan apa kira-kira?
- Udah ada dolar lah. R.000.
- Uang
- 1000 emas 20 K. Ah mendinglah 20 kilo
- ya. Iya paling emas searah gram ini
- enggak tanggung-tanggung. Mai fil jannah
- surga. Masyaallah makanya semangatnya
- tinggi. Demikian ya waktunya habis. Iya
- mungkin itu jadi SMS terakhir ya. Wah
- terakhir dari e pendengar. Mungkin bisa
- disimpulkan Ustaz tentang kisah sahabat
- Abdullah ini. Baik para pendengar dan
- para pemirsa TV Rasil di mana saja
- berada
- bahwa perjalanan para sahabat Nabi di
- antaranya Abdullah bin Hudafah Asahmi
- yang dapat kita ambil pelajaran pertama
- ruhul jihadnya ya semangat jihadnya
- enggak pernah padam.
- Yang kedua,
- kecerdasan. Kemudian ketepatan
- bertindak. Jadi dia
- ber hujah menyampaikan alasan itu
- alasannya dapat diterima. He.
- Nah, jawaban ini orang langsung
- iya. Waktu dia nangis kan saya kira kamu
- nangis mau mati. Bukan katanya. Dah
- alasannya kenapa? Nah, itu
- alasannya saya itu menangis karena apa?
- Saya mengharapkan sekiranya saya punya
- umur sebanyak rambut di kepala saya,
- siapa ada orang yang bisa ngitung rambut
- di
- kepala?
- Masyaallah. Ini kan masuk akal juga.
- Betul. Coba kalau dia bilang kalau
- sekiranya saya mati kemudian saya punya
- nyawa sebanyak rambut di kepala kambing.
- Ah, kan jauh. Heeh.
- Ini yang di kepala aja dia. Oh, itu kan
- jadi hujah-hujahnya tuh bisa diterima.
- Oh, iya juga ya. Berarti rambut aja
- enggak ada yang sanggup ngitung. Iya.
- Apalagi kalau lebih daripada itu. Itu
- ya. Terus yang
- ketiga beliau menjaga amanah ya. Iya.
- Amanahnya harusnya begini ya begini.
- Cuma dia tadi surat kan sudah ada yang
- mau nerima kata enggak Rasul pesannya
- langsung keterima oleh tangannya sendiri
- tidak melalui orang lain. Masyaallah tuh
- jadi disiplin kuat dan teguh serta taat.
- Itulah ya yang dapat saya sampaikan.
- Mudah-mudahan bermanfaat. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Demikian Iwana Nawat
- acara sirah sahabat bersama Ustaz
- Komyuni mengenai sahabat Abdullah bin
- Hudafah Assahmi. Semoga dapat
- menginspirasi kita, menambah iman kita,
- dan menambah pengetahuan kita. Yang
- sudah bergabung terima kasih. Yang belum
- sempat terbacakan mohon maaf karena
- waktu yang sangat terbatas. Saya
- Muhammad Fahriani Anis dan juga Onur
- pamit. Subhanakallahumma wabihamdika
- asadu alla ilahailla anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]