Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin hamdan
- katsiran thayyiban mubarakan fih kama
- yuhhibbu rabbuna wa yardho. Allahumma
- shalli wa sallim ala sayyidina
- Muhammadin wa ala alihi sayyidina
- Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan
- juga Radio Silaturahim TV untuk Islam
- yang satu. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan ini kami bisa kembali hadir
- menyapa ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan Alquran
- untuk edisi Senin pagi hari ini ikhwan
- akhwat.
- Dan semoga ikhwan akhwat selalu dalam
- keadaan baik, dalam keadaan sehat, juga
- dalam lindungan Allah subhanahu wa
- taala. Semoga di awal pekan ini, di hari
- Senin ini ikhwan akhwat diberikan
- kelancaran, kemudahan terutama bagi
- ikhwan akhwat yang mungkin di kesempatan
- ini akan menjemput rezeki ya,
- berikhtiar, bekerja, dan berusaha
- insyaallah dibukakan pintu rezeki yang
- seluas-luasnya. Amin amin ya rabbal
- alamin.
- Ikhwan akhwat telah hadir guru kita
- Ustaz Husein Alatas yang insyaallah di
- kesempatan ini akan kembali memberikan
- renungan di bawah naungan Alquran
- dan juga akan menjawab beberapa
- pertanyaan dari ikhwan akhwat dan kami
- mengundang partisipasi ikhwan akhwat
- untuk mengirimkan
- pertanyaan dan mungkin konsultasi
- terkait Alquran khususnya dan hal
- lainnya insyaallah ikhwan akhwat bisa
- mengirimkan di 08111999720.
- Dan untuk membuka
- pertemuan ini seperti biasa kita akan
- buka dengan pembacaan
- Quran surah Al-Fatihah yang akan di
- bimbing langsung oleh guru kita Ustaz
- Husein. Kami persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- Arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- siratal
- mustaqim.
- Siratalladzina
- an'amta alaihim.
- Ghairil maghdubi alaihim waladdallin.
- Amin.
- [berdehem]
- Amin, amin, amin. Ya rabbal alamin.
- Semoga dengan pembacaan Quran surah Al
- Fatihah, kita semua mendapatkan eh
- curahan rahmat dari Allah subhanahu wa
- taala.
- Baik, Ustaz. Satu pertanyaan saya awali
- dari Ardi, Ustaz, usia 25 tahun nih.
- Masih muda, Ustaz, ya.
- Di dunia kerja yang modern dan kapitalis
- ini, rasanya aturan Alquran itu kaku.
- Seberapa relevan Alquran dijadikan
- pedoman gaya hidup atau lifestyle anak
- muda zaman sekarang
- tanpa kami terlihat
- kolot atau radikal, Ustaz. Demikian
- pertanyaannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin.
- Arrahmanirrahim.
- Wasalatu wassalam.
- Ala sayyidina wa nabiyyina Muhammadin wa
- alihi thayyibin wa shahabatihil ghurril
- mayamin.
- Was sa'irina ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin.
- Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- [berdehem]
- Rabbana zidna ilman wa alhiqna bish
- sholihin.
- Assalamualaikum ya Rasulullah,
- assalamualaina wa ala ibadillahis
- sholihin. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [berdehem]
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, alhamdulillah pagi
- hari ini kembali kita berjumpa
- di bawah naungan Alquran dalam sesi
- tanya jawab.
- Pertanyaan saudara kita cukup menarik
- ya.
- Pada saat ini
- kehidupan manusia
- bukan hanya di barat
- bukan hanya di timur
- bahkan
- kita menyaksikan
- di tiga kota suci
- baik itu Mekah, Madinah
- demikian pula Baitul Maqdis.
- Kita saksikan bagaimana
- lifestyle, gaya hidup
- yang digemari oleh masyarakat Islam atau
- umat Islam bukan gaya hidup yang
- diajarkan Allah subhanahu Subhanahu
- yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad
- Shallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Seolah-olah
- ajaran Alquran maupun dakwah Nabi kita
- hanya sekedar
- mengajak kita untuk mengucapkan dua
- kalimat syahadat.
- Menyatakan diri kita sebagai seorang
- muslim tapi tidak terikat dengan gaya
- hidup
- yang Allah Subhanahu wa ta'ala ajarkan.
- Kalau hanya sebatas ini
- maka kita yakin bahwa Abu Lahab, Abu
- Jahal
- dan para pemuka kaum musyrikin tidak
- akan keberatan buat mereka.
- Mereka mengucapkan dua kalimat syahadat,
- setelah itu mereka hidup dengan cara
- mereka.
- Bukan ini
- yang dikehendaki Allah Subhanahu wa
- ta'ala.
- Kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang
- singkat dan cepat.
- Di mana Allah Subhanahu wa ta'ala
- tempatkan kita di bumi ini
- menjalani ujian.
- Dan kehidupan di bumi ini bukan
- segala-galanya.
- Kehidupan di bumi ini
- sebetulnya kehidupan yang rendah.
- Kata dunia itu
- menunjukkan kata rendah.
- Diambil dari kata dana, yadnu yang
- artinya rendah.
- Kemudian
- lahirlah kata adna dan muannasnya
- kata feminimnya dunia yang menjelaskan
- kehidupan yang rendah.
- Nah, siapa-siapa yang sukses dalam ujian
- yang dijalani dalam kehidupan dunia ini.
- Orang yang mempertahankan imannya,
- ketakwaannya, berjalan di jalan Allah
- dan tak tergiur dengan
- berbagai macam kesenangan dunia ini,
- tapi tetap dia mempertahankan dirinya
- berjalan di atas jalan Allah, maka dia
- akan betul-betul memasuki kehidupan yang
- berbeda dengan kehidupan yang saat ini
- kita jalani.
- Kebahagiaan dalam arti yang sebenarnya
- dan sempurna. Adapun kehidupan dunia
- sebetulnya mirip dengan ilusi.
- Karena apa yang kita bangun, apa yang
- kita kumpulkan,
- apa yang kita miliki, apa yang kita
- banggakan,
- begitu datang kematian semua sirna.
- Dan kita akan memasuki kehidupan yang
- baru, tidak lagi terdapat kematian.
- Yang ada hanya jannatun abada, kehidupan
- surga untuk selama-lamanya, au narun
- abada, atau neraka dan penderitaan untuk
- selama-lamanya.
- Dengan sendirinya orang yang beriman
- kepada Allah, yang berserah diri
- kepada-Nya,
- mereka akan memilih gaya hidup yang
- diajarkan Allah dan dicontohkan oleh
- Nabi-Nya.
- Gaya hidup ini gaya hidup yang selaras
- dengan fitrahnya.
- Yang selaras dengan fitrah manusia.
- Di saat dia mengikuti gaya hidup yang
- datang dari Allah, jiwanya akan tentram,
- damai, dan dia bisa merasakan
- keharmonisan antara dirinya dengan alam
- dan manusia.
- Tapi gaya hidup
- yang saat ini dianut dan diikuti oleh
- kebanyakan orang,
- gaya hidup yang bertentangan dengan
- fitrah manusia.
- Bertentangan dengan fitrah di alam
- semesta ini, yang seluruhnya bertasbih,
- tunduk kepada Allah subhanahu wa taala.
- Jadi sepintas kita menyaksikan mereka
- orang-orang yang hidup, ya, sebagai
- orang-orang yang maju, sebagai
- masyarakat modern, mereka bebas
- melakukan apa saja.
- Tapi hanya Allah yang tahu bagaimana
- penderitaan mereka dan gelapnya hidup
- mereka.
- Sedangkan orang yang beriman, yang taat
- kepada Allah subhanahu wa taala, Allah
- tidak mengharamkan dunia baginya.
- Allah tidak mengharamkan dirinya untuk
- menjadi orang-orang
- yang apa?
- Yang berkuasa di atas muka bumi.
- Malah Allah jadikan bumi ini buat
- mereka.
- Sedangkan orang-orang yang tak beriman
- adalah orang-orang yang sebetulnya bukan
- pewaris bumi ini.
- Tapi mereka ikut menikmati ya kehidupan
- dunia ini karena adanya orang yang
- beriman sebagaimana firman Allah,
- Qul man harrama zinatallahi allati
- akhraja li ibadihi wa thayyibati minar
- rizq.
- Katakan siapa yang berani mengharamkan
- hiasan Allah dan rezeki-rezeki yang
- thayyib yang Allah keluarkan bagi
- hamba-hambanya.
- Qul hiya lilladzina amanu fil hayati
- dunya. Katakan, semua itu sebetulnya
- Allah persiapkan, sediakan untuk orang
- yang beriman dalam kehidupan dunia.
- Tapi karena
- mereka hidup bercampur bersama orang
- yang tak beriman, maka orang yang tak
- beriman ikut menikmati juga.
- Allah subhanahu wa taala tidak halangi
- mereka. Khalisatan yaumal qiyamah. Tapi
- di hari kiamat nanti kenikmatan dalam
- arti yang sempurna Allah sediakan bagi
- orang yang beriman.
- Oleh karena itu orang-orang yang beriman
- harus menyadari betul-betul
- kehidupan
- atau cara hidup yang ditunjukkan Allah
- ini kehidupan yang penuh dengan rahmat,
- yang penuh dengan kasih, yang akan
- membuat dirinya bahagia,
- damai
- ya
- dalam arti yang sebenarnya dan dia akan
- betul-betul hidup dalam suasana harmoni
- bersama alam,
- bersama juga manusia-manusia.
- Jadi gaya hidup yang saat ini dijalani
- oleh orang-orang yang tak beriman bukan
- gaya hidup yang ideal.
- Tapi sebagaimana kita saksikan bagaimana
- hidup mereka betul-betul dalam
- kegalauan, dalam kekacauan,
- dalam keresahan dan kegelisahan
- sebagaimana yang digambarkan Allah.
- Ketika Allah menurunkan kakek dan nenek
- kita semua.
- Fa imma ya'tiyannakum minni huda.
- Apabila petunjuk-Ku sampai kepada
- kalian.
- Famanittaba'a hudaya fala yadhillu wala
- yasyqa.
- Siapa-siapa yang mengikuti petunjuk-Ku
- dia tidak akan sesat dan tidak akan
- celaka.
- Sebaliknya waman a'radha 'an dzikri
- fainna lahu ma'isyatan dhonka, siapa
- yang berpaling
- dan tidak menghiraukan
- peringatan-Ku, bimbingan dan
- petunjuk-Ku, tidak mengingat Aku hidup
- hanya
- mengikuti hawa nafsunya, maka dia akan
- hidup dalam suasana yang gelap, pengap,
- sempit, dan sesak.
- Wanahsyuruhu yaumal qiyamati a'ma. Dan
- Kami akan menghimpun dirinya di hari
- akhir nanti dalam keadaan buta.
- Qola robbi lima hasyartani a'ma waqod
- kuntu bashiro.
- Dia berkata, "Wahai Tuhanku, kenapa
- Engkau himpun Aku,
- kumpulkan Aku di hari akhirat ini dalam
- keadaan buta padahal dulu Aku melihat."
- Qola kadzalika atatka ayatuna fanasita.
- Demikianlah
- ayat-ayat Kami sampai kepadamu tapi kamu
- lupakan. Hmm.
- Wakadza lika lyauma tunsa, demikianlah
- sebagaimana dulu kamu melupakan
- ayat-ayat Kami sekarang kamu termasuk
- orang yang dilupakan.
- Kalau kita orang yang beriman menyadari
- betul-betul
- kehidupan yang
- ditunjukkan Allah, kehidupan yang terang
- di bawah bimbingan petunjuknya.
- Kehidupan yang penuh dengan rahmat.
- Kehidupan juga, ya,
- yang menjelaskan baginya mana yang hak
- dan mana yang batil.
- Oleh karena itu, kita perlu menumbuhkan
- kesadaran di hati kita akan rahmat dan
- kasih sayang Allah,
- juga petunjuk yang begitu agung dan
- mulia tidak membiarkan kita
- terlunta-lunta di tengah-tengah padang
- kebingungan.
- Oleh karena itu, sebagaimana pelajaran
- yang lalu,
- melalui suratul Fatihah, Allah
- membimbing kita, ya,
- dengan bimbingan yang betul-betul
- menerangi kalbu yang berada dalam
- kegelapan.
- Menyejukkan kalbu yang tadinya
- betul-betul dalam keresahan dan
- kegelisahan.
- Memberikan rasa aman dan harapan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ini merupakan ayat pertama dari suratul
- Fatihah, pembuka Alquran,
- juga sebagai pembuka apa?
- Pembuka
- rahasia kehidupan
- dan juga sebagai pembuka harapan bagi
- manusia
- dan pembuka cahaya yang menerangi
- hidupnya,
- yang memberikan rasa aman.
- Kita karena kaum muslimin terbiasa
- membaca bismillah
- tanpa kita resapi.
- Kita sudah membacanya, ya,
- turun-menurun, sudah terbiasa akrab.
- Kita jarang sekali atau jarang di antara
- kita yang meresapi bismillah.
- Berbeda dengan apa yang dirasakan oleh
- seorang Profesor Doktor
- ahli matematik dari Kansas University,
- Jeffrey Lang, yang bisa Anda baca
- bukunya, di antaranya Struggling to
- Surrender, perjuangan untuk berserah
- diri.
- Ketika dia
- sebelumnya berpindah-pindah dari agama
- ke agama untuk mencari kebenaran.
- Islam merupakan agama yang tak terpikir
- karena dia melihat potret Islam
- dari kaum muslimin yang perilakunya
- tidak baik, apalagi mereka-mereka yang
- berasal dari negara Arab yang hidup di
- Amerika
- betul-betul mereka menunjukkan gaya
- hidup yang menjijikkan. Menurut mereka
- hewan lebih baik.
- Tahu-tahu ketika dia
- menjumpai Holy Quran Quran yang agung
- tersebut diletakkan oleh salah seorang
- muslim di mejanya.
- Ketika dia membaca
- pertama kali Alquran
- yang tadinya sikapnya acuh tak acuh,
- begitu dia membuka dia ingin tahu
- bismillahirrahmanirrahim
- dia merasakan betul-betul guncangan yang
- luar biasa.
- Jiwanya yang tadinya tertutup terbuka,
- yang tadinya gelap merasakan suasana
- yang terang benderang.
- Bismillahirrahmanirrahim
- sebagaimana alam semesta dan seluruh
- isinya berasal dari Allah.
- Dan seluruhnya merupakan manifestasi
- dari rahmat Allah.
- Maka ketika dia membaca
- bismillahirrahmanirrahim
- dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi
- Maha Penyayang
- dia merasakan betul-betul bagaikan
- seorang yang dahaga di tengah-tengah
- padang pasir yang panas terik dia
- menemukan air sejuk.
- Di tengah-tengah kegelapan dan
- kebingungannya dia menemukan cahaya yang
- menerangi kalbunya.
- Ketika dia membaca ayat ini
- terbayang dalam benaknya betul-betul
- apa?
- Rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu
- wa taala.
- Tapi kebanyakan manusia tidak
- menyadarinya, karena apa?
- Karena hatinya tertutup oleh hawa
- nafsunya.
- Dia hidup dengan gaya hidup ya yang
- seharusnya hanya terbatas dalam
- kehidupan binatang.
- Tapi ternyata manusia memilih kehidupan
- yang rendah meninggalkan kehidupan yang
- mulia sebagai khalifah di atas muka
- bumi, dia merelakan dirinya menjadi
- budak dari hawa nafsunya, hanyut bersama
- angan-angannya, padahal dunia semuanya
- bakal ditinggalkan.
- Kemudian
- dia lanjutkan membaca ayat berikutnya.
- Setelah dia berhenti di hadapan ayat
- ini, bismillahirrahmanirrahim,
- berbeda dengan pelajaran-pelajaran yang
- diajarkan oleh agama yang lain.
- Dia berhenti lama merenungkan
- dan dia menyaksikan dan merenungkan alam
- semesta dan nikmat yang selama ini
- dirasakan, yang dia lupakan.
- Di situ dia menyadari selama ini
- sebetulnya
- dia telah buta,
- tertutup untuk menyaksikan rahmat
- karunia Allah yang tak terhingga.
- Kita maklumi karena dia
- orang yang jauh dari tuntunan agama
- Allah subhanahu wa taala, hidup di
- tengah masyarakat
- yang sulit untuk menemukan petunjuk di
- tengah-tengah mereka, apalagi di saat
- menyaksikan potret masyarakat Islam yang
- amat menjijikkan yang mereka saksikan di
- Amerika maupun di Eropa.
- Ketika pindah
- kepada ayat keduanya,
- alhamdulillahirabbil
- alamin.
- Segala puji seluruhnya, ya,
- kami persembahkan hanya teruntuk Allah,
- rabbil alamin, rabb yang menciptakan,
- yang menjaga, memelihara seluruh semesta
- alam.
- Dia merasakan betul-betul ayat ini apa?
- Merupakan kelanjutan
- yang seharusnya,
- yang bersifat alami dari ayat
- sebelumnya.
- Setelah dia merasakan, menyadari bahwa
- kehidupannya, begitu pula alam semesta
- merupakan karunia Allah yang tak
- terhingga dari Yang Maha Pengasih lagi
- Maha Penyayang. Yang selama ini
- dilupakan.
- [mendengus]
- Dia ketika mengucapkan dengan ucapan
- yang biasa diucapkan kaum muslimin atau
- bacaan pada saat mereka membaca salat
- tanpa getaran.
- Sedangkan dia yang menemukan cahaya
- harapan di tengah-tengah kegelapan.
- Ketika dia mengucapkan
- alhamdulillahirobbil
- alamin, betul-betul dia menyadari
- akan karunia Allah, rahmat-Nya. Allah
- Yang Maha Terpuji di langit maupun di
- bumi dengan tanda-tanda yang begitu luar
- biasa.
- Kemudian kembali dia mengulangi
- dua nama Allah, arrahmanirrahim.
- Kalau yang pertama,
- membuka hatinya, pikirannya,
- kesadarannya.
- Yang selama ini dia lengah
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang,
- ya. Yang telah menciptakan dirinya,
- menciptakan seluruh alam semesta.
- Adapun
- arrahmanirrahim,
- yang terdapat pada ayat
- ketiga pada surat al-fatihah ini,
- menjelaskan
- bahwa Allah subhanahu wa taala, Tuhan
- semesta alam, yang merawat, menjaga,
- memeliharanya, merawat, menjaganya
- dengan dua nama-Nya, arrahmanirrahim.
- Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Nah, saudara kita yang tadinya, ya,
- mungkin menyaksikan gaya hidup
- pemuda-pemudi kita, masyarakat yang
- didominasi oleh apa? Oleh materialisme.
- Mungkin merasa minder.
- Tapi begitu membaca ayat-ayat ini,
- Rabbul Alamin, Tuhan semesta alam, yang
- menjaga, yang merawat, yang memelihara,
- yang membimbing kita. Karena ajarannya
- merupakan bagian dari rububiyahnya.
- Dengan rahmat dan kasihnya,
- kita diantarkan menuju rahmat dan
- sumbernya yang sejati.
- Kita diajak betul-betul untuk tidak
- melihat dunia yang kecil,
- tapi melihat kehidupan akhirat yang
- Allah janjikan.
- Oleh karena itu,
- kita dalam kelalaian kita, kelengahan
- kita, diingatkan dengan Maliki
- Yaumiddin.
- Wahai manusia, kamu tidak akan lama
- dalam kehidupan dunia ini.
- Kamu juga tidak bebas melakukan sesuka
- hatimu. Karena apa yang kamu perbuat,
- begitu kamu meninggalkan dunia ini,
- kamu akan berdiri di hadapan Maliki
- Yaumiddin.
- Penguasa, raja hari pembalasan.
- Dia yang menyaksikan selama ini
- bagaimana kamu hidup
- dan cara hidup yang kamu pilih.
- Pada hari itu,
- Allah yang akan membalas kamu sesuai
- dengan perbuatanmu dengan penuh
- keadilan.
- Bahkan kebaikan kamu bila kamu beriman
- dilipatgandakan.
- Keburukanmu hanya dihukum sesuai dengan
- perbuatanmu. Pintu tobat
- terbuka bagi hamba-hambanya yang sadar
- dan beriman.
- Maliki Yaumiddin, ini mengingatkan kita
- agar kita tidak hanyut, tertipu dengan
- gaya hidup mereka yang bebas, mengikuti
- hawa nafsu mereka, tapi hati mereka
- resah, gundah, mereka tidak menikmati
- kehidupan dalam arti yang sebenarnya.
- Bahkan seorang miskin
- yang hidup pas-pasan bersama keluarganya
- ketika menemukan sedikit makanan bagi
- mereka, mereka menemukan kebahagiaan
- mereka.
- Mereka dapat makan dengan nikmat,
- tersenyum dengan bebas, tidur dengan
- nyaman, sedangkan mereka-mereka yang
- hidup bergelimangan harta,
- mengumpulkan harta bagaikan naga
- di tengah-tengah legenda Cina yang gemar
- mengumpulkan harta, mereka tidak
- menikmati kebahagiaan mereka sama
- sekali.
- Maliki Yaumiddin, ini betul-betul
- peringatan yang menghentak menyadarkan
- kita, mau ke mana kamu wahai manusia?
- Oleh karena itu,
- kita
- menyaksikan sebagian orang lagi
- ber-euphoria, bersenang-senang
- masing-masing memamerkan
- kekayaannya,
- kelebihannya,
- penampilannya,
- berpose dari satu ke satu, flexing ke
- sana maupun kemari.
- Kemudian mereka berkelahi di antara
- mereka disebabkan karena dunia ini.
- Tapi begitu
- dunia meninggalkan mereka atau mereka
- meninggalkan dunia ini, baru mereka
- sadar bahwa selama ini mereka
- betul-betul merupakan makhluk yang
- bodoh,
- makhluk yang tertipu dan terpedaya. Oleh
- karena itu hari akhirat dinamakan Yaumut
- Taghabun, Yauma Yujma'ukum Liyaumil
- Jam'i Dzalika Yaumut Taghabun, ketika
- kalian dikumpulkan di hari pengumpulan,
- dan itulah hari di mana manusia
- menyadari
- dirinya dalam keadaan tertipu.
- Karena Al Ghabnu dalam bahasa Arab atau
- Maghbun digunakan untuk orang yang
- tertipu. Kalau dia berdagang,
- modalnya katakan 1.000 dijual 500, itu
- namanya Maghbun.
- Atau orang diberikan kesehatan,
- diberikan waktu luang, ya, tapi
- dipergunakan untuk yang sia-sia, padahal
- dia akan mempertanggungjawabkan
- perbuatan itu Maghbun seperti yang sabda
- Nabi,
- Ni'matani Maghbunun Fihima Katsirun
- Minannas. Dua nikmat manusia banyak yang
- tertipu dengan dua nikmat tersebut. As
- sihatu wal faroq. Masa sehat.
- Dan masa-masa luang.
- Pada saat dia sakit. Dia ingin berubah.
- Mengisi waktunya dengan kebaikan pada
- saat dia sempit, dia berjanji kalau ada
- keluangan dia akan kembali pada Allah,
- ternyata begitu diberikan kesehatan. Dia
- merajalela, diberikan juga waktu luang
- diisi dengan perbuatan-perbuatan
- [berdehem]
- yang hina.
- Nah Maliki yaumiddin.
- Coba renungkan.
- Dengan rahmat yang begitu luar biasa
- meliputi segala sesuatu dengan kasih
- sayangnya, bimbingan, petunjuknya yang
- membimbing kita menuju as sirat al
- mustaqim.
- Itu jalannya orang yang menerima
- limpahan nikmat karunia dari Allah.
- Sebagaimana yang Allah limpahkan pada
- orang-orang terdahulu, bukan jalannya
- orang yang tersesat. Atau terkuna,
- terkena murka Allah. Apa kita memilih
- jalannya orang yang tersesat?
- Dengan kesenangan sesaat. Tapi berakhir
- dalam penderitaan yang abadi.
- Atau orang yang terkena murka Allah.
- Memang mereka tidak menyadari.
- Pada saat mereka sedang hanyut bersama
- nafsu mereka, bangga dengan apa yang
- mereka kumpulkan, mereka bangun, mereka
- tidak sadar.
- Tapi kehidupan dunia ini singkat dan
- cepat, begitu mereka terbangun.
- Dari mimpi mereka, dulu mereka memiliki
- ini, memiliki itu, membangun ini,
- membangun itu. Begitu mereka terbangun.
- Mereka menyadari.
- Bahwa selama ini mereka hidup dalam
- mimpi dan ilusi.
- Begitu mereka bangun, mereka tidak
- memiliki apa-apa.
- Jadi.
- Kepada ah penanya kita.
- Munculnya rasa minder.
- Menyaksikan gaya hidup mereka-mereka
- yang maju berkembang di tengah-tengah
- zaman modern.
- Itu sebagai akibat
- kita tidak menyadari hakikat kehidupan
- dunia ini.
- Kita tidak menyadari bahwa mereka
- sebetulnya
- orang-orang yang sedang berada dalam
- kebingungan.
- Mereka mengejar bayang-bayang
- fatamorgana
- dengan harapan akan menghilangkan dahaga
- mereka,
- ternyata begitu tiba di tempat tujuan
- hanya merupakan ilusi.
- Jadi, Maliki Yaumiddin
- ini merupakan peringatan buat kita. Yang
- kita selalu baca dalam salat kita.
- Lalu jalan keselamatannya apa, Kang
- Rizal? Allah tunjukkan dengan mudah,
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
- Maka tidak ada jalan bagi kami, ya
- Allah, melainkan jalan-Mu.
- Tidak ada harapan bagi kami melainkan
- hanya Engkau harapan kami.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. Hanya
- kepada-Mu, ya Allah, kami menyembah.
- Dalam hidup kami, kami hanya mengikuti
- petunjuk-Mu dan yakin akan janji-Mu, ya
- Allah.
- Maka kepada-Mu kami menyembah dan hanya
- kepada-Mu kami menggantungkan harapan
- kami, memohon pertolongan kepada-Mu.
- Kita akan menjadi manusia merdeka, tidak
- lagi terjajah
- oleh cara hidup, ya, yang dilalui oleh
- mereka-mereka yang lupa kepada Allah,
- juga terbuai oleh angan-angan, juga
- tersiksa oleh hawa nafsu.
- Manusia yang dapat menentukan pilihannya
- dalam hidup ini dengan merdeka, nyaman,
- tidak dipengaruhi dengan komentar
- penilaian manusia.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, ini
- harapan kita.
- Oleh karena itu harapan kita, karena
- kita tahu kelemahan kita, mudah sekali
- kita tertipu oleh tipu daya setan.
- Ihdinas siratal mustaqim, tunjukkan
- kami, ya Allah, jalan yang lurus. Kata
- sirat merupakan jalan yang luas, lapang.
- Tunjukkan kami jalan yang lurus, ya
- Allah. Siratal ladzina an'amta alaihim,
- itu jalannya orang-orang yang telah
- menerima limpahan karunia dan nikmat
- darimu, ya Allah. Dari para pendahulu
- kami.
- Ghairil maghdubi alaihim. Bukan jalannya
- orang yang terkena murkamu akibat
- pembangkangan mereka, penentangan
- mereka, akibat mereka juga menjadikan
- hawa nafsu mereka sebagai Tuhan mereka.
- Walad dhallin. Bukan juga orang yang
- tersesat jalan. Dia ingin mencari
- kebenaran tapi tidak mendapatkan
- kebenaran karena dia tidak mengikuti
- bimbingan dan petunjuk Allah.
- Jadi, ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Banyak kata-kata, ya, stigma yang
- negatif terdengarnya diberikan untuk
- orang yang beriman, taat.
- Kolot. Radikal.
- Radikal.
- Ekstrem. Coba Anda bertanya, kata
- ekstrem
- artinya yang keluar dari rel dan garis.
- Atau yang melampaui batas, kita mau tahu
- batas yang menjadi standar itu apa?
- Kalau batas yang menjadi standar jalan
- hidup yang baik dan mulia.
- Jalan yang ditunjukkan Allah yang akan
- mengantarkan
- dirinya menuju keselamatan dunia dan
- akhirat. Maka di saat mereka mengatakan
- kita ekstrem karena tidak sesuai dengan
- standar hidup mereka, jangan berkecil
- hati. He eh.
- Mereka orang-orang
- yang kehilangan akal sehat.
- Melihat sesuatu yang batil, mereka
- anggap sebagai yang hak.
- Yang bertentangan dengan gaya hidup
- mereka yang batil, mereka anggap
- ekstrem.
- Mereka anggap kolot karena tidak ikut
- perkembangan zaman.
- Padahal kita ini meyakini, mengimani
- kehidupan dunia ini hanya sesaat.
- Kehidupan yang sebenarnya adalah
- kehidupan akhir nanti. Kehidupan dunia
- tempat kita diuji mau tidak mau, kita
- akan menjalani ujian dan kita akan
- menerima balasan dan hasil dari pilihan
- kita.
- Jadi sayang sungguh sayang kita
- terpedaya dengan stigma-stigma yang
- mereka berikan kolot, ekstrim, tidak
- bisa mengikuti perkembangan zaman. Siapa
- yang mengatakan demikian?
- Justru pada masa permulaan Islam
- Nabi mengangkat bangsa Arab dari apa?
- Dari jahiliyah
- keluar menuju kehidupan yang beradab.
- Dari masyarakat yang terkebelakang
- menjadi masyarakat yang bersatu.
- Dari orang-orang yang tertinggal
- dibandingkan dengan peradaban Romawi,
- Persia mampu mengungguli peradaban
- Persia maupun Romawi. Nah, jangan kita
- lihat Islam dengan kondisi umat Islam
- saat ini. Kondisi umat Islam saat ini
- enggak jelas.
- Mau dikatakan Islam
- tidak sesuai dengan tuntunan Islam
- mau dikatakan kafir masih ada Islamnya.
- Karena apa? Karena mereka tidak lagi
- hidup menuju Allah, berjalan di jalan
- Allah, cukup mengucapkan dua kalimat
- syahadat lalu setelah itu mereka hidup
- dengan cara hidup mereka.
- Bagaimana janji Allah akan dipenuhi?
- Kalau kita beriman kepada Allah
- beriman kepada janji Allah, mengikuti
- pedoman yang Allah berikan buat kita
- Allah akan menjadikan kita sebagai
- pewaris bumi.
- Dan selalu Kang Dedi ya.
- Yang kalah itu mengagumi yang menang.
- Betul enggak?
- Karena umat Islam sekarang tertinggal
- mereka mengagumi Barat dengan
- kemajuannya.
- Padahal mereka tidak tahu kalau mereka
- lihat kehidupan orang-orang di Barat,
- negara-negara maju
- kehidupan yang menyedihkan sebetulnya.
- Mereka iri dengan kehidupan kaum
- muslimin yang wajar dan sadar. Ini bukan
- cerita kosong.
- Mereka sendiri yang mengatakan
- bahwa dulu kami hidup betul-betul sesat.
- Tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Begitu mereka memilih Islam dan masuk ke
- dalamnya, mereka percaya diri, yakin,
- penuh dengan senyum, penuh dengan
- rahmat.
- Adapun pakaian,
- seorang muslim tidak harus berpakaian
- dengan menggunakan jubah.
- Dia bisa menggunakan pakaian yang
- dipakai oleh kaumnya dengan syarat
- menutupi auratnya dengan
- Bisa menggunakan pakaian, ya, yang baik,
- yang menarik, dengan model yang baik,
- dengan syarat menutupi aurat dan tidak
- menunjukkan sikap pamer, bangga diri,
- dan sombong.
- Dan sebagaimana mereka menginginkan
- kebaikan untuk diri mereka, mereka juga
- berbagi untuk saudara-saudara mereka
- yang membutuhkan.
- Mereka orang yang beradab dalam
- berbicara,
- dalam bersikap, bukan seperti
- mereka-mereka yang berpenampilan Islam,
- jauh dari adab dan tata krama, keras,
- tidak memiliki rasa rahmat. Potret Islam
- yang sebenarnya bukan melihat mereka.
- Tapi bagaimana kita mengembalikan
- kehidupan kita ini yang tertinggal, yang
- terke belakang, yang tidak beradab
- kembali menuju kehidupan di bawah
- bimbingan, petunjuk Allah dan Rasul-Nya
- yang penuh dengan adab, yang penuh
- dengan akhlak, pekerti yang luhur.
- Karena Rasul diutus
- untuk memuliakan akhlak dan pekerti yang
- luhur yang tunasnya, benihnya telah ada
- dalam hati kita.
- Tapi sayang,
- umat Islam tidak menekankan pentingnya
- akhlak dan etika.
- Mereka lebih mementingkan penampilan,
- seremonial,
- ya, ritus-ritus.
- Sedangkan akhlak yang diperjuangkan oleh
- Nabi dan dibangun, mereka runtuhkan
- dengan perilaku dan sikap mereka yang
- tidak Islami.
- Jadi, kepada saudara kita yang bertanya,
- coba Anda renungkan baik-baik.
- Jalan mana kira-kira yang Anda akan
- pilih? Jalan yang membawa kedamaian,
- ketentraman dalam ketaatan pada Allah
- menuju
- juga janji Allah yang amat indah. Lalu,
- pada saat Anda memandang gaya hidup
- mereka yang mirip dengan binatang,
- yang jauh betul-betul dari akal sehat,
- tidak juga merasakan kebahagiaan dan
- ketentramannya. Apakah gaya hidup mereka
- layak untuk diikuti?
- Mereka berganti-ganti kendaraan, bahkan
- mereka menimbun kendaraan di rumahnya.
- Mereka juga mengumpulkan harta di
- tengah-tengah penderitaan rakyat. Oleh
- karena itu, banyak orang di luar Islam,
- ya,
- yang hidup dengan menekankan etika,
- moral, dan akhlak yang mulia.
- Ini sebetulnya yang diajarkan oleh Kong
- Hu Cu. Kong Hu Cu ini sebetulnya
- agama yang tidak berbasis wahyu.
- Mereka mengatakan bahwa Kong Hu Cu itu
- atau mereka memanggilnya sebagai guru
- atau nabi Kongzi, bukan berarti menerima
- wahyu.
- Tapi sebagai guru
- etika, moral
- yang amat mulia.
- Dan subhanallah, kalau kita perhatikan
- masa
- eh Kongzi ini atau Kong Hu Cu ini,
- masanya berdekatan dengan masa Sirus,
- pendiri Imperium Persia yang muslim.
- Juga sama dengan masanya Buddha,
- Sidharta Gautama.
- Ketiga orang ini berada pada era yang
- berdekatan.
- Kalau kita lihat pesan-pesan moral yang
- disampaikan oleh eh
- guru Kongzi, ya,
- itu hampir sebagian besar mirip dengan
- apa?
- Pesan-pesan Nabi kita Muhammad
- Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Dan dia hidup
- 2.500 tahun yang lampau.
- Di antara ucapannya bila kamu
- bangkit bangunkan juga saudara kamu.
- Jadi kebanyakan pesan-pesan Konghucu
- dalam ajarannya itu kepada etika dan
- moral.
- Oleh karena itu para pengikut
- Konghucu yang taat, yang setia, mereka
- rata-rata berakhlak tinggi.
- Begitu juga pesan-pesan dari Buddha
- Siddhartha Gautama. Dia tidak menyatakan
- nabi, dia menyatakan dirinya sebagai
- guru atau pengikutnya mengatakan dia
- guru.
- Di tengah-tengah masyarakat Indianya, di
- tengah-tengah masyarakat Persianya, kita
- saksikan bagaimana perjalanan dia. Nah,
- ada dugaan bahwa itu Buddha,
- baik itu eh
- Konghucu, sebetulnya merupakan
- orang-orang yang menjadi penerus, yang
- menyampaikan pesan dan risalah nabi.
- Kita tidak memastikan, tapi dari ajaran
- dan pesan-pesan mereka mirip dengan apa
- yang disampaikan rasul dan nabi-nabi
- sebelumnya.
- Cuma sebagaimana kita tahu,
- para pengikut di belakang hari banyak
- yang menyimpang. Seperti umat Islam,
- nabinya
- masa sahabat sampai ke bawah sekarang
- hampir dikatakan kalau kita mau
- mau apa? Mau mengukur kembali umat Islam
- saat ini
- dengan potret kehidupan nabi dan ajaran
- Alquran jauh.
- Jauh sekali.
- Apalagi para pengikut Konghucu yang
- jaraknya sudah ribuan tahun.
- Begitu juga Buddha. Jadi terjadi
- penyimpangan di bawah, ya.
- Mulai menambahkan yang tidak ada,
- mengurangi yang ada sebagaimana
- dilakukan oleh para ahli kitab Yahudi
- maupun Nasrani. Terjadi juga pada orang
- Islam. Kenapa tidak menjadikan Quran
- sebagai pedoman hidup kita?
- Nah, orang yang bersama kebenaran,
- sadar akan tujuan hidupnya, kehidupan
- dunia merupakan kehidupan yang rendah
- yang di hari akhirat merupakan kehidupan
- yang sebenarnya. Di saat dia memandang
- mereka-mereka yang hidup dengan gaya
- hidup yang jauh dari tuntunan Allah, dia
- menganggap mereka orang-orang yang
- tersesat, terlunta-lunta yang seharusnya
- dikasihani bukan kita jadikan sebagai
- idola.
- Dan Anda tidak akan pernah merasa diri
- Anda kolot,
- radikal, ekstrem di saat Anda sadar
- bahwa Anda dalam kebenaran.
- Tapi kalau Anda masih belum yakin
- terhadap kebenaran dan janji Allah, maka
- mudah sekali Anda terombang-ambing di
- tengah-tengah komentar mereka. Maka
- yakinlah
- akan janji Allah.
- Akan betul-betul ujian dalam kehidupan
- dunia akan menentukan nasib Anda, bukan
- saat ini.
- Saat ini masa ujian. Kalau mereka
- bermain-main,
- jangan Anda ikut mereka.
- Tapi tersenyumlah dalam perjalanan Anda.
- Bersyukurlah atas hidayah yang Allah
- berikan dan doakan agar mereka juga
- menerima hidayah dari Allah subhanahu wa
- taala. Wallahualam.
- Baik, semoga terjawab ya tadi pertanyaan
- dari siapa Pak?
- Mas Ardi ya kalau enggak salah ya, 25
- tahun ya.
- Dan kita lanjutkan dari Pak Ismail Ustaz
- di Cikarang.
- Ini mengenai musibah banjir di Sumatera
- dan beberapa daerah lain Ustaz.
- Ibroh apa yang bisa kita ambil
- dan bagi yang terdampak musibah ataupun
- kita yang jauh dari tempat musibah
- tersebut. Juga bagi pihak pemerintah,
- adakah peringatan dan nasehat untuk
- mereka?
- Bagaimana juga peringatan dan nasehat
- bagi mereka
- baik itu individu, perusahaan ataupun
- organisasi yang mengeruk alam Indonesia
- serampangan, baik penebangan hutan
- ataupun pertambangan Ustaz. Akhirnya
- banyak banyak orang-orang rakyat kecil
- yang tidak berdosa ikut terdampak.
- Terima kasih.
- Bismillahirahmanirahim,
- alhamdulillahirobbil
- alamin. Allahuma sholi ala Muhammadin wa
- ali Muhammad.
- Satu ayat dalam Alquran pada suratun
- Nisa.
- Allah berfirman.
- Ma asobaka min hasanatin faminallah.
- Kebaikan yang kamu terima semua dari
- Allah.
- Wama asobaka min sayyiatin famin nafsik.
- Keburukan yang menimpa kamu
- itu sebetulnya berasal dari diri kamu.
- Kalau kamu tidak ya
- menjadi apa? Sebab langsung
- bisa
- dari orang-orang yang berkuasa yang
- berbuat kemungkaran
- karena kamu duduk berpangku tangan
- membiarkan
- akhirnya pada saat musibah datang kamu
- terkena imbasnya walaupun kamu bukan
- pelaku dan penyebabnya.
- Begitu juga wama asobakum min musibatin
- fabima kasabat aidikum waya'fu ankafir.
- Tidak ada satu musibah yang menimpa
- kalian
- melainkan semua ulah perbuatan tangan
- kalian.
- Waya'fu ankafir.
- Tapi Allah Maha siapa berbelas kasihan
- memaafkan sebagian besar pelanggaran
- kita hanya menghukum kita dengan
- sebagian
- perbuatan kita.
- Boharul fasadu fil barri wal bahri
- bima
- kasabat aidinnas.
- Bermunculan kerusakan di daratan, di
- lautan
- semua ulah perbuatan manusia.
- Liyudziqohum ba'dhol ladzi amilu agar
- mereka mencicipi sebagian rasa akibat
- perbuatan mereka.
- Jadi yang terjadi di Tapanuli
- begitu juga yang terjadi di Aceh, yang
- terjadi di Padang
- itu harus menjadi perhatian buat kita.
- Ada yang salah.
- Ada yang sa Yang salah.
- Oleh karena itu Bapak Presiden, para
- tokoh masyarakat ya.
- Jangan mengembalikan ini kepada takdir
- Allah.
- Tapi ini pelanggaran terhadap takdir
- Allah.
- Kalau mereka menebang hutan secara liar.
- [mendengus]
- Membuat akhirnya pohon-pohon yang
- tadinya
- menjadi paru-paru bumi kita.
- Yang memberikan udara yang sejuk. Juga
- akar-akar pohon yang menyerap air.
- Tadinya situasi semua damai. Sebagaimana
- ciptaan Allah mata rafi kholqirrahman
- min tafaut. Kamu tidak menciptakan
- pada ciptaan Allah yang Maha Pemurah
- adanya ketidakseimbangan.
- Tapi sebagai akibat
- penebangan-penebangan
- hutan secara liar. Untuk memenuhi
- keserakahan para pejabat dan oligarki
- yang bekerja sama.
- Dan juga calo-calo, antek-antek yang
- bekerja sama bersama mereka.
- Mereka merusak keseimbangan.
- Akibatnya karena suhu bumi meningkat.
- Pada saat datang hujan.
- Akhirnya menimbulkan banjir dan longsor.
- Jadi karena penebangan yang liar.
- Kemudian kelembapan tinggi juga di
- atmosfer kita. Ikut berpartisipasi.
- Begitu datang angin.
- Angin bertiup dengan keras.
- Para ahli mengatakan seharusnya mustahil
- di daerah tropis khatulistiwa ini
- terjadi hal seperti itu.
- Jadi di daerah khatulistiwa seharusnya
- paling jauh dari badai siklon.
- Kalau di daerah seperti Amerika ya. Kita
- saksikan bagaimana badai di saat datang
- tornadonya. Di daerah khatulistiwa
- seharusnya paling jauh masalah ini.
- Kenapa bisa terjadi?
- Karena kerusakan yang dibuat oleh
- manusia.
- Dan yang menyedihkan pernyataan Menhut,
- Menteri Kehutanan.
- Bahwa
- itu bukan disebabkan karena penebangan
- kayu tapi banjir yang mengangkat pohon
- dari akarnya.
- Tapi yang mengherankan, kenapa kok
- potongannya
- potongan kayu yang dipotong. Kemudian ke
- mana perginya daun-daunnya? Dahan-dahan
- ini sudah enggak ada. Dahan-dahannya
- enggak ada.
- Oleh karena itu kita minta kepada Bapak
- Presiden
- copot jabatan Menteri Kehutanan yang
- berkolaborasi dengan oligarki.
- Ini jelas-jelasan Menteri Kehutanan ini
- berkolaborasi
- dengan oligarki, berbuat kejahatan,
- merusak negara.
- Ini perbuatan yang harus dihukum.
- Dan pejabat yang terkait juga. Dan kita
- ingatkan juga kepada Gubernur Sulawesi
- Utara.
- Sumatera Utara.
- Sumatera Utara.
- Yaitu Bobby Nasution.
- Yang menjadi eh ya ma merupakan menantu
- mantan
- eh penguasa negeri kita.
- Banyak kasus yang ditutupi termasuk di
- antaranya pembakaran rumah hakim ya
- yang akan menyidang dia.
- Kemudian kasus ini, siapa yang
- bertanggung jawab?
- Oleh karena itu Bapak Prabowo tidak
- perlu ragu rakyat memberikan dukungan.
- Copot orang yang semacam ini. Begitu
- juga Menteri Kehutanan dan orang-orang
- yang terlibat. Karena kerusakan ini
- menimbulkan betul-betul korban terhadap
- orang yang tidak berdosa.
- Oleh karena itu kita menyaksikan banjir
- yang melanda rumah-rumah mereka ya,
- mengubur juga sebagian mereka, anak-anak
- mereka. Orang kehilangan tempat tinggal,
- orang juga kehilangan rasa aman mereka
- akibat kejahatan sebagian orang. Kalau
- dibiarkan, azab yang akan datang lebih
- besar.
- Begitu juga kejadian yang terjadi di
- Aceh.
- Perlu diperiksa dan diinvestigasi ada
- apa.
- Tidak mungkin terjadi kejadian tersebut
- terjadi begitu saja tanpa ada sebab,
- mustahil.
- Wama robbuka bidhollaaminil abdi,
- sekali-kali Tuhanmu tidak pernah berbuat
- aniaya kepada hambanya.
- Begitu juga yang terjadi Padang.
- Kita enggak menuduh perorangan. He Tapi
- coba coba periksa ada apa di balik
- kejadian ini. Mustahil
- terjadi bencana tanpa sebab.
- Nah, kalau kita merusak keseimbangan
- ekosistem, terjadi bencana itu bukan
- takdir, tapi pelanggaran terhadap takdir
- Allah. Karena takdir Allah ini
- ditetapkan dengan penuh keseimbangan.
- Sabbihisma robbikal
- alladzi kholaqo fasawwa walladzi qoddaro
- fahada.
- Allah mengatakan sucikan nama kebesaran,
- keagungan Tuhanmu yang Maha Agung.
- Yang telah menciptakan dengan penuh
- keseimbangan dan menetapkan hukum-hukum
- takdirnya.
- Kemudian memberikan bimbingan, petunjuk
- bagaimana kita memahami takdir Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala yang betul-betul
- amat sempurna. Nah, kerusakan takdir
- Allah ini akibat ulah perbuatan kita.
- Kalau orang membangun, katakan bangunan
- tidak memenuhi persyaratan konstruksi.
- Membangun di tanah yang, katakan labil,
- fondasinya dikurangi
- semakin tinggi bangunan, semakin rawan
- untuk runtuh dan hancur.
- Nah, kalau terjadi bencana keruntuhan,
- jangan salahkan takdir Allah. Ini
- pelanggaran terhadap takdir Allah.
- Karena kata takdir itu ukuran.
- Jelas sekali kalau manusia menisbatkan
- kerusakan yang mereka lakukan kepada
- takdir Allah.
- Mereka bebaskan diri mereka dari
- kejahatan dan perbuatan yang mereka
- lakukan. Oleh karena itu,
- kejadian ini pelajaran dan sebetulnya
- merupakan apa? Peringatan.
- Lampu kuning buat apa? Pemerintah kita
- agar melakukan investigasi di balik
- semua ini. Siapa yang berbuat salah?
- Harus dikenakan hukuman, apalagi
- kesalahan yang menimbulkan petaka,
- bencana bagi [berdehem] bangsa dan
- negara.
- Nah, kita syukuri alhamdulillah
- tindakan yang cepat yang dilakukan oleh
- Bapak Syafri Syamsuddin atas instruksi
- Bapak Prabowo ya, untuk mengembalikan
- kedaulatan negara kita.
- Di mana mantan presiden yang lalu
- memberikan kedaulatan negeri kita kepada
- warga Cina.
- Membiarkan mereka membangun airport, ya.
- Tanpa ada otoritas Indonesia baik
- imigrasinya maupun pabiannya. Ini
- jelas-jelas akan menjadi ancaman buat
- apa? Buat negara. Mereka bisa memasukkan
- senjata, menyelundupkan orang. Bisa juga
- mengambil kekayaan kita tanpa dapat
- diketahui. Oleh karena itu, kejahatan
- yang lalu di kejahatan yang betul-betul
- keji.
- Tapi kita merasa heran kok kenapa masih
- lolos dari jangkauan hukum.
- Oleh karena itu, Bapak Presiden yang
- mendapatkan kepercayaan dari rakyat
- hendaknya jangan ragu-ragu. Ambil
- tindakan keras terhadap mereka yang
- berbuat
- kerusakan di atas muka bumi. Anda akan
- menjadi pahlawan. Sekarang Bapak Prabowo
- usia sudah 70 tahun lebih.
- Dalam hitungan manusia 70-80 tahun, ya,
- kita akan kembali. Tinggalkan nama yang
- harum. Tinggalkan betul-betul apa? Usaha
- yang dapat mengembalikan negara ke dalam
- kedaulatan dan keamanannya.
- Yang membawa kesejahteraan bagi rakyat.
- Mudah-mudahan ini menjadi apa? Menjadi
- rahmat bagi Bapak.
- Meninggalkan dunia dengan nama yang
- harum kembali kepada Allah juga akan
- mendapatkan rahmat dan ampunan dari
- Allah subhanahu wa taala. Itu yang kita
- harapkan.
- Oleh karena itu jangan takut terhadap
- kezaliman.
- Karena sebetulnya mereka rapuh dan
- lemah.
- Mereka lebih takut di hadapan kebenaran
- daripada apa? Daripada orang-orang yang
- benar dalam kelemahan mereka. Karena
- yang mazlum, yang teraniaya bersama
- Allah.
- Yang zalim merupakan musuh Allah
- subhanahu wa taala. Jadi kejadian
- Lhokseumawe, kejadian juga eh katakan
- Tapanuli Utara.
- Begitu juga kejadian Padang.
- Dan subhanallah terus merembet dan
- siklon ini terus masih apa?
- Masih berjalan. Kemarin saya dengar
- sudah sampai di Riau.
- Kita enggak tahu apakah bisa sampai ke
- Jakarta.
- Tapi jangan kita merasa aman.
- Maka kita mengajak bangsa kita untuk
- banyak-banyak beristigfar, bertobat.
- Bukan melanjutkan gaya hidup orang-orang
- yang tak beriman. Wallahualam.
- Baik, terima kasih Ustaz.
- Peringatan dan nasehatnya Ustaz ya.
- Eh nampaknya masih ada satu lagi Ustaz
- ya. Ini terkait eh ekonomi kayaknya dari
- hamba Allah Ustaz. Tantangan ekonomi
- 2025 ini membuat masyarakat, membuat
- kalangan bawah dan juga generasi
- sandwich
- semakin terhimpit Ustaz.
- Bagaimana Alquran menyeimbangkan
- kewajiban menafkahi
- keluarga
- menafkahi keluarga is inti istri dan
- anak-anak dengan perintah berbuat baik
- kepada orang tua di tengah keterbatasan
- finansial.
- Nah, di tengah ketidakpastian ekonomi
- global ini juga tren hidup hemat
- atau istilahnya frugal living makin
- marak. Di mana
- di mana batas pembeda antara hidup hemat
- yang diajarkan Islam atau qanaah
- dengan sifat kikir yang dibenci Allah.
- Demikian Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman walhikna bissolihin.
- Kita seringkali tanpa kita sadari, kita
- mendengarkan dan percaya terhadap
- bisikan setan.
- Karena, kenapa? Karena di hati kita
- tidak ada Allah.
- Atau Allah tidak sama sekali apa?
- Tidak mengakar di hati kita.
- Tidak mendalam.
- Akibatnya dengan mudah kita
- diombang-ambingkan oleh rasa was-was,
- gelisah, dan ketakutan.
- Seorang anak
- bertanggung jawab untuk memberikan
- nafkah pada istri dan anaknya.
- Tapi ada kewajiban lain pada orang
- tuanya.
- Istilahnya generasi sandwich.
- Yang sudah tua, lemah. Dulu orang tuanya
- berkorban untuk dirinya.
- Apa yang tidak dilakukan oleh istri
- maupun anaknya.
- Anaknya tanggungannya, tapi dulu
- sebelum dia menjadi apa-apa
- orang tua yang berkorban.
- Masa-masa kesulitan pada saat
- melahirkan, masa-masa menyusui,
- masa-masa pendidikan sekolah.
- Artinya, anak berhutang dengan seluruh
- keberhasilannya pada orang tuanya.
- Setelah Allah subhanahu wa ta'ala. Maka
- tak heran Allah perintahkan
- anak manusia untuk berbakti berbuat
- kebaikan pada ayah ibu mereka, walaupun
- orang non muslim.
- Nah, pada saat dia katakan gajinya hanya
- sebatas UMR.
- Katakan 4 juta, pas-pasan bahkan orang
- bilang cekak
- untuk keluarganya. Bagaimana dia akan
- bantu orang tuanya?
- Di sini Allah menguji imannya.
- Menguji? Imannya.
- Kalau dia mengutamakan istrinya,
- mengabaikan orang tuanya, maka siap-siap
- dari kelapangan menuju kesempitan.
- Dari suasana terang menuju kegelapan.
- Dan saya tidak bicara asal bicara.
- Tapi
- ingat
- bahwa kebaktian pada orang tua itu
- mensyukuri kebaikan mereka akan membuat
- Allah mensyukuri perbuatannya. Oleh
- karena itu nama Allah Asy-Syakur.
- Kita lakukan kebaktian pada orang tua di
- samping ketaatan pada Allah, mengingat
- budi mereka
- dan berbuat baik kepada mereka itu
- sebetulnya pintu harapan buat kita.
- Saya bicara secara pribadi tidak ingin
- membanggakan diri, tapi sebagai
- pelajaran.
- Saya sebagai seorang ustaz
- tidak berharap bergantung kepada
- pemberian orang.
- Saya mengajar, ya.
- Saya berusaha untuk tidak menerima
- pemberian dari mengajar. Saya berharap
- dari Allah karena saya bekerja untuk
- Allah.
- Dan saya ini enggak punya gaji bulanan.
- Dan saya lakukan ini semenjak saya
- pulang dari Mesir, masih tinggal di
- kontrakan di pinggir kali.
- Tapi alhamdulillah rahmat Allah
- subhanahu wa taala Allah limpahkan.
- Dari masa ke masa
- saya merasa yang menolong itu, yang
- membantu
- adalah perbuatan-perbuatan baik yang
- kita lakukan pada manusia. Apalagi orang
- tua kita.
- Nah, di hari tua orang tua dalam keadaan
- sakit
- kita berusaha untuk dapat membantu
- pengobatan orang tua.
- Terkadang orang tua koma selama 8 hari,
- selama seminggu, selama 10 hari
- baru keluar dari rumah sakit, masuk
- rumah sakit.
- Saya berusaha betul-betul untuk apa?
- Karena di antara saudara saya kebetulan
- yang punya kelebihan dan kemampuan
- sedikit.
- Allah kasih alhamdulillah saya selalu
- berusaha memenuhi kebutuhan orang tua.
- Bahkan terkadang kita menjual apa yang
- kita miliki sampai mobil terakhir saya
- jual.
- Orang beranggapan bahwa ini enggak
- harus, harus yang lain juga ikut
- menanggung. Yang lain enggak mampu.
- Tapi Allah kasih, subhanallah.
- Setiap kesempitan datang pertolongan.
- Sampai ketika orang tua meninggal dunia,
- ya.
- Orang tua meninggal dunia.
- Subhanallah, setelah itu Allah buka
- pintu rezeki yang tak terhingga.
- Rumah yang kita mau jual, mau pindah ke
- tempatnya.
- Bisa kita bagi untuk anak-anak, yang
- tadinya susah terjual, langsung terjual.
- Dan nikmat berturut-turut datang kepada
- Allah.
- Karena Allah menguji kita. Kamu
- bersyukur tidak kepada manusia.
- Yang selama ini justru apa? Menjadi
- sebab kemuliaan kamu itu.
- Orang tua kamu.
- Ibu kamu. Oleh karena itu Allah berikan
- wasiat kepada anak manusia untuk berbuat
- baik pada orang tuanya. Karena rata-rata
- orang tua itu. Lebih peduli pada anaknya
- daripada orang tuanya.
- Seperti air turun ke bawah, bukan apa?
- Naik ke atas, enggak ada wasiat bagi
- orang tua untuk peduli pada anaknya.
- Kenapa? Karena alami turun ke bawah.
- Kalau harta orang tua.
- Harta anaknya. Kalau harta anak.
- Orang tua sebagai tamu di rumahnya.
- Betul enggak?
- Oleh karena itu.
- Jangan Anda berhitung dengan perhitungan
- matematik. Karena satu kebaikan yang
- Anda keluarkan akan dibalas. 10 hingga
- 700 kali lipat. Dan apa yang Anda
- berikan. Untuk orang tua.
- Ya.
- Itu kebaikan yang akan dibalas bukan
- hanya 700 kali lipat, ribuan kali lipat.
- Dan saya rasakan secara pribadi.
- Oleh karena itu.
- Orang yang sukses.
- Yang sukses, yang maju dan penuh
- keberkahan hidupnya. Bukan orang yang
- pandai. Yang rajin bekerja siang malam.
- Tapi orang yang memperlakukan kedua
- orang tuanya dengan mulia. Begitu pula
- kerabat-kerabatnya. Merekalah orang yang
- mendapatkan janji Allah Subhanahu wa
- ta'ala.
- Oleh karena itu,
- orang kalau seandainya masih memiliki
- kedua orang tua,
- lalu Allah Subhanahu wa ta'ala tidak
- bukakan rahmat bagi hidupnya,
- di dunia maupun di akhirat, sungguh
- orang yang merugi.
- Oleh karena itu, kalau Anda ingin
- dimurahkan rezeki Anda,
- kemudian dilapangkan hidup Anda,
- dimudahkan jalan menuju Allah, berbakti
- lah kepada orang tua Anda lebih daripada
- Anda mengurus istri dan anak Anda.
- Mungkin sebagian istri merasa apa? Ini
- merupakan pernyataan yang mereka tidak
- sukai. Ketahuilah, kebahagiaan kamu itu
- rezeki suami kamu kalau dia berbakti
- pada ayah ibunya. Begitu juga kamu
- sebagai istri berbakti pada ayah ibumu.
- Suami wajib membantu istri untuk bisa
- berbakti pada ayah ibunya. Begitu juga
- istri mendukung suami agar suami
- berbakti pada ayah ibunya. Di sana kamu
- akan menemukan kebahagiaan kamu.
- Di sana kamu akan mendapatkan
- dan keberuntungan yang tak terhingga.
- Tapi begitu kamu menyia-nyiakan kedua
- orang tua kamu, tunggu kehancuran kamu.
- Tunggu kegelapan yang akan menyelimuti
- hidupmu.
- Dan ini terbukti. Oleh karena itu, yang
- paling menyakiti orang tua
- bukan saat
- bukan saat seorang ibu melahirkan
- anaknya. Bagaimanapun dia menderita,
- tapi ada harapan. Begitu melahi melihat
- anaknya yang lahir, semua deritanya
- hilang. Tapi yang menyakitkan seorang
- ibu dan seorang ayah di saat mereka
- diabaikan oleh anak yang dibesarkan dan
- dicintai.
- Apalagi kalau sampai mereka dihentak.
- Itu lebih menyakitkan ribuan kali
- daripada
- ibu yang merasakan derita pada saat
- melahirkan. Jaga orang tua kalian. Mohon
- doa mereka. [berdehem]
- Dan harapkan
- dengan perbuatan ini Anda akan
- mendapatkan balasan yang mulia dari sisi
- Allah. Subhanakallahumma wabihamdih,
- asyhadu an la ilaha illa anta,
- astagfiruka wa atubu ilaik, wal afu
- minkum, wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Demikianlah
- Ikhwan Akhwat renungan di bawah naungan
- Alquran bersama guru kita Ustaz Husein
- Alatas dalam sesi tanya jawab.
- Terima kasih Ustaz Ustaz atas jawaban
- dan juga nasehat-nasehatnya tadi ya.
- Insyaallah Ikhwan Akhwat Allah
- memberikan kemudahan, kelapangan dan
- kelimpahan rezeki untuk kita semua. Dan
- juga bagi Ikhwan Akhwat tadi yang
- terdampak musibah Ustaz ya di Sumatera.
- Di Aceh, Tapanuli, Sibolga, Padang dan
- daerah-daerah lainnya semoga
- Allah berikan kesabaran dan juga semoga
- segera Allah
- redakan banjir dan juga longsornya.
- Dan bisa kembali pulih Ustaz ya seperti
- semula. Amin amin ya rabbal alamin.
- Rabbal alamin. Ikhwan Akhwat akhirnya
- kami undur diri saya Rizal Haq dan juga
- teman-teman yang bertugas ada Kang Ondi
- dan juga Kang Angga Algi. Billahi
- billahi taufik walhidayah.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi