Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [Musik] 0:10 Brasil 0:11 [Musik] 0:17 TV di mana pemerintah mengeluarkan 0:20 aturan ketentuan tentang adanya 0:22 kewajiban pemotongan ee dari gaji 0:26 pegawai swasta untuk ee menjadi ee 0:31 tabungan simpanan untuk perumahan rakyat 0:34 setiap bulannya ee hal ini menjadi 0:37 polemik dan juga pro kontra di kalangan 0:39 masyarakat ada yang menerima dan ada 0:41 yang menolak Tapi mungkin Sebagian besar 0:44 masyarakat banyak yang 0:46 mempermasalahkan karena dasar dan 0:48 pengelolaan Aturan ini masih belum 0:52 dianggap masih belum matang ya lagi 0:57 banyak orang di Indonesia memiliki rumah 0:59 ada adalah ee simbol 1:02 kemandirian dan kehidupan yang lebih 1:04 baik namun bagi sebagian besar 1:06 masyarakati peristiwa yang terjadi di 1:07 tanah air ini saat ini publik dibuat 1:09 terkejut e oleh kebijakan e baru 1:12 potongan iuran tabungan Perumahan Rakyat 1:14 e berdasarkan peraturan pemerintah nomor 1:16 21 tahun 1:18 2024 berdasarkan aturan ini di pasal 1:21 7nya dijelaskan bahwa jenis pekerja yang 1:24 harus mendaftar sebagai peserta mencakup 1:26 pekerja swasta dan bekerja Mandiri bukan 1:28 lagi hanya ASN pegawai BUMN dan aparat t 1:31 Polri program ini digadang-gadang 1:34 sebagai solusi untuk mengatasi krisis 1:36 Perumahan ee namun banyak polemik eh dan 1:39 pro kontra ya dalam pembahasan ini 1:43 eh dalam aturan ini program ini 1:47 diharapkan dapat meningkatkan akses 1:48 pendanaan Perumahan bagi masyarakat 1:51 namun ee banyak sekali yang 1:54 mempertanyakan dan meragukan pengelolaan 1:56 anggaran 1:58 ini tepat 2:01 sasaran ya dan tidak akan 2:05 digunakan secara tepat Benarkah 2:09 undang-undang dan juga peraturan tentang 2:10 tabungan Perumahan Rakyat ini akan bisa 2:12 memberikan solusi dan kesejahteraan bagi 2:14 masyarakat Indonesia dan juga solusi 2:17 Perumahan untuk itu pada malam 2:21 ini sudah mengundang para narasumber 2:24 untuk membahas terkait dengan kebijakan 2:26 pemerintah terbaru ini sudah hadir 2:28 bersama kita eh 2:30 Bapak nailul Huda ya direktur ekonomi 2:32 digital silios 2:35 eh Asalamualaikum Pak nailul 2:38 Waalaikumsalam warahmatullah wabatuh 2:39 Terima kasih sudah hadir dan juga 2:42 eh hadir juga bersama kita bapak Agus 2:46 ekonugroho ekonom dari Brin 2:48 Asalamualaikum Pak 2:50 agusalikumsalam Terima kasih 2:53 Mas bisa gabung 2:55 lagi i alamdulillah terima kasih Pak 3:00 Agus dan juga juga sudah hadir bersama 3:04 kita ekonom kita yang juga senantiasa 3:07 bersama Indal leader Antoni Budiawan 3:10 Selamat malam Pak 3:11 Antoni Selamat 3:14 malam Pak Antoni adalah managing 3:16 director eh dari peps ya Terima kasih 3:19 sudah hadir Pak Antoni dan juga sudah 3:22 hadir bersama kita tua rumah indalok 3:24 bapak Mardani aler Asalamualaikum Pak 3:27 Mardani salam Mang haldi 3:30 lanjut ya ya Dan nanti juga akan 3:34 bergabung bersama kita tandamnya pak 3:35 marani dalam setiap inial ya sebelum 3:39 kita memulai acara diskusi Indonesia 3:41 leader pada 3:46 malam malam ini dengan tema tentang 3:48 taperah Kami ingin mengucapkan terima 3:54 kasih kepada pemirsa 3:57 Seti baik rekanrekan wartawan dan media 4:00 yang senantiasa menyaksikan Meliput dan 4:02 memberitakan acara ini eh Semoga bisa 4:04 memberikan sumbangsi konten positif dan 4:05 mencerdaskan bagi seluruh masyarakat 4:07 Indonesia dan masukan positif juga bagi 4:09 pemerintah eh acara ini bisa disaksikan 4:12 secara langsung melalui Channel eh live 4:15 streaming di YouTube e Mardani elisera 4:17 PKS TV dan juga rasil TV dan juga bisa 4:21 didengar melalui siaran radio rasil di 4:24 sekitar jaburitabek eh frekuensi 729 khz 4:27 untuk rekan-rekan di jaburitabek dan 4:29 sekitarnya dan juga dielay oleh jaringan 4:31 radio rasil di beberapa kota di seluruh 4:34 Indonesia baik Eh sahabat-sahabat 4:36 sekalian eh kita mulai diskusi dengan 4:39 tema yang lagi hot Apakah benar tapera 4:42 bisa jadi solusi bagi masyarakat 4:43 Indonesia ataukah ini hanya kebijakan 4:46 pemerintah 4:47 untuk 4:51 memanfaatkanuang rakyat untuk menutup e 4:54 untuk memulai diskusi kita pada malam 4:55 ini 5:04 Halo Pak 5:09 Mardani izin Mang Aldi mulai ya ya ya 5:14 silakan Pak kameranya masih belum nyala 5:17 Pak Bismillah Alhamdulillah Allahumma 5:20 sholli ala sayyidina muhammad Amma ba' 5:24 asalamualaikum warahmatullahi 5:27 wabarakatuhikum 5:29 Selamat malam dan salam sejahtera untuk 5:31 kita semua 5:34 ee Prof 5:36 Antoni matur nuwun sudah hadir kembali 5:40 Mas 5:41 Agus Mas nailul Huda ee temanya menarik 5:45 ini tabungan Perumahan Rakyat ya PKS 5:49 dukung Mas nailul tapi undang-undangnya 5:52 di undang-undangnya ada ee ketegasan 5:56 pemerintah wajib ee menyediakan perumah 6:00 tapi pp-nya memang berantakan Prof 6:04 Antoni lebih paham nanti tuh tiga hal 6:07 yang ingin saya sampaikan yang pertama 6:08 jangan pernah 6:12 pemerintah memotong uang 6:15 rakyat tanpa izin dan tanpa konsultasi 6:20 publik apalagi kalau persepsi 6:23 publikustnya 6:26 rendah yang kedua Pemerintah perlu lebih 6:29 menjelaskan lebih dahulu Seperti apa 6:34 mekanismenya big picturnya road map-nya 6:39 termasuk mana alokasi APBN dan APBD dari 6:44 pemerintah lebih dahulu Jelaskan dahulu 6:47 di mana tanah yang akan diberikan oleh 6:52 negara problem Perumahan Rakyat eh Mas 6:56 lebih paham tuh backlnya ada yang bilang 6:59 J juta kalau data pemerintah 7,6 juta 7:03 ambil 7,6 juta Mas itu juga besar sekali 7:07 mau dibangun di mana high building atau 7:11 low building jangan sampai mensana 7:15 incorpor ke sana gua ke bas Mas nailul 7:19 kerjanya di Jakarta dibangunnya di 7:21 Karawang gu ya Gak nyambung kan harus 7:23 betul-betul sehingga yang poinad harus 7:26 jel terakhir yang ketigentu 7:29 ini menjadi ujian bagi kita 7:32 semua pemerintah membuang energi 7:36 masyarakat luar biasa ali-ali memberikan 7:39 kebahagiaan dan rahmat yang terjadi 7:42 malah pemerintah merepotkan bikin sedih 7:46 dan bikin 7:49 masyarakat heboh tapi biasa trennya nih 7:53 Habis ini dibatalkan nih kayak UKT gitu 7:56 Pak Prof Anton Nah kita harus huk ini 7:59 harus dihukum pemerintah yang buat kayak 8:01 begini Itu saja pengantarnya Pang Monggo 8:04 dilanjutkan dengan para pakar kita ini 8:06 saya ikut maturun 8:11 lanjut ya terima kasih Pak marani atas 8:14 pantarnya Sekarang kita akan diskusi 8:17 dengan para pakar untuk pertama kita 8:19 ingin mendengar dulu dari Pak nailul 8:20 Huda bagaimana pandangannya terkait 8:22 kebijakan 8:24 tapera Peraturan Pemerintah terbaru yang 8:27 sudah digulirkan terutama kebijakan 8:29 terkait pemotongan eh gaji penghasilan 8:32 dari masyarakat untuk tabungan ini k Mas 8:38 dipersilakan Baik terima kasih 8:41 bismillahahirah alamikum warahmatullah 8:43 wabarakatuh Selamat malam ya semuanya 8:46 salam sejahtera Bag Kita semua Terima 8:48 kasih Bang sudah mengundang saya lagi 8:52 untuk e diskusi di malam ini yang 8:55 terhormat pula ada pak 8:59 kemudian ada pak agusek pak agusama kita 9:02 gak jumpa 9:04 Pak terakhir Ada kajian bareng ya Pak ya 9:08 di 9:11 masihpi 9:13 siap lama 9:15 banget i 9:18 eh jadi ini izin saya share 9:21 screen Mas izin saya share screen ada 9:25 beberapa data yang sayaan 9:32 cek Mas sudah ya Mas ya sudah 9:54 cobaob malam ini 9:58 saya Man rumah kita melihat ya bahwa ee 10:04 tabungan Perumahan record ini untuk Eh 10:06 siapa gitu kan Engak tahu untuk apa gitu 10:08 Nah mungkin kita berpikir bahwa ini 10:13 merupakan isu baru tapi sebenarnya 10:15 adalah isu lama di mana ada 10:16 undang-undang nomor 2 nomor 4 tahun 2016 10:20 kemudian dikeluarkan pp-nya dari 2018 10:24 mengenai modal awal kemudian 2020 10:27 mengenai pembagian ataupun iurannya 10:30 kemudian disempurnakan lagi di e 10:33 pemerintah ya itu diubah lagi di tahun 10:36 2024 Nah kita eh coba untuk melihat 10:40 backlock Perumahan seperti apa sih Eh 10:42 datanya gitu kan kalau kita lihat klaim 10:45 dari BPS itu memang menyebutkan ada 10:48 penurunan backlock e cukup tajam di 10:51 terutama untuk tahun 2021 hingga tahun 10:55 2023 nah tapi kita memang di sini tidak 10:59 mengetahui apakah memang dihasilkan dari 11:02 program-program pemerintah khususnya 11:03 dari tapera karena kita ada juga ada 11:06 faktor dari permintaan dan ketersediaan 11:09 Perumahan Nah kalau kita lihat backlock 11:12 ini Kan dihitung dari permintaan dan EE 11:16 penawaran atau ketersediaan dari rumah 11:18 itu sendiri di dari data khususnya Nas 11:20 gitu nah bisa Jadi sebenarnya permintaan 11:23 dari rumah itu cenderung semakin turun 11:25 gitu Nah kalau kita lihat di sini ada 11:28 tren juga dari anak-anak muda kita yang 11:31 memang lebih memilih untuk ee menyewa 11:35 apartemen ataupun ngekost di dekat 11:39 kantornya dibandingkan mereka ee membeli 11:42 rumah gitu jadi memang di sini ada 11:44 faktor juga permintaan yang cenderung 11:47 menurun gitu kan kemudian juga ada 11:50 faktor dari harga rumah yang semakin 11:53 tidak tersedia gitu kan atau semakin 11:55 tidak terjangkau bagi masyarakat kita 11:57 secara ee Jenderal gitu gitu kan Nah 11:59 kalau kita lihat pertumbuhan dari harga 12:01 rumah pun itu melonjak drastis tapi 12:03 tidak diimbangi dengan pertumbuhan dari 12:06 pendapatan masyarakat nah ini yang yang 12:09 menurut saya 12:10 ee pribadi cukup cukup ee bisa bisa jadi 12:14 gambaran gitu kan bahkan kalau kita 12:16 lihat dulu mungkin ketika tahun ya 12:19 2000-an awal gitu kan ketika 12:22 ee yuran dari ataupun rumah harga rumah 12:26 itu masih sangat terjangkau dan 12:29 pendapatan kita juga masih ee bisal ya 12:32 Untuk menjangkau rumah Tapi saat ini 12:34 harga rumah dibandingkan dengan harga ee 12:36 Sori dengan pendapatan itu sangat jauh 12:39 gitu Jadi kita untuk membeli rumah di 12:43 Depok ataupun di Bogor itu perlu 12:45 menyediakan minimal ee Gaji kita sekitar 12:48 15 sampai 17 juta gitu kan jadi sangat 12:51 sedikit sekali orang-orang yang akhirnya 12:54 mereka membutuhkan atau melakukan 12:56 permintaan rumah gitu kan Nah kemudian 13:00 kalau kita lihat memang dari tren ya 13:03 Tren dari 2023 ini untuk kepemilikan 13:06 rumah sendiri itu meningkat tajam itu 13:09 84% 80 ya 13:12 84,79% tapi di sini harus ingat bahwa di 13:15 tahun 2023 awal ada PMN yang ke BTN 13:20 dengan dana jumbo sebesar 2,5 triliun 13:22 artinya memang di sini bisa jadi ee 13:25 dampak dari tapera itu belum terasa 13:28 ataupun tidak terasa dalam ee 13:30 meningkatkan Status kepemilikan rumah 13:32 milik sendiri 13:35 Nah berikut juga karakteristiknya yang 13:38 menurut saya pribadi sangat menarik 13:40 kalau kita lihat dari quintil ataupun eh 13:43 20% ya 20% pendapatan Nah kalau kita 13:47 lihat dari ktil 1 sampai ktil 2 ataupun 13:49 ktil s lah itu bisa dibilang ini 13:52 orang-orang yang memang mbr gitu kan 13:55 atau masyarakat berpenghasilan rendah 13:56 gitu ataupun 2 juga bisa masuk di situ 13:59 nah kita lihat nih sebenarnya 14:01 ee dengan kuntil perenabatan yang lebih 14:04 rendah itu cenderung membeli rumah dari 14:05 pengembang atau mendapatkan rumah 14:08 melalui warisan atau hibah gitu Jadi 14:10 yang jadi terkait yang tadi permintaan 14:13 rumah gitu kan bahwa ada cenderung untuk 14:16 masyarakat yang menengah ke bawah atau 14:18 mbr ini ini cenderung juga mereka 14:21 mengharapkan adanya warisan ataupun 14:23 hibah dari keluarganya untuk bisa 14:25 mendapatkan rumah gitu Nah untuk 14:27 pembelian rumah sendiri ataupun 14:30 membangun itu lebih banyak itu di di 14:34 ee miliki oleh masyarakat yang 14:37 berpendapatan cukup tinggi atau kuintil 14:39 5 gitu kan jadi masyarakat yang dia ee 14:43 20% dengan pendapatan paling tinggi nah 14:47 kemudian kalau kita lihat pendapatan 14:49 yang lebih tinggi juga itu cenderung 14:50 miliki angsuran pinjaman yang lebih 14:52 besar gitu kan Tapi waktu kritiknya yang 14:54 lebih pendek nah sedangkan kalau kita 14:56 lihat untuk ktil 1 sama ktil dua itu 14:59 rata-rata ee pinjamannya itu mencapai 1 15:04 juta 1 sampai 1 koma ee 1 juta dengan 15:09 masa kredit rumah mencapai 16 tahun gitu 15:12 jadi ee cukup lama dan kalau bisa 15:17 dibilang Kenapa sih alasan utama tidak 15:19 memiliki rumah gitu kan Nah ini cukup 15:21 menarik karena kalau di di pendapatan 15:25 rendah itu memang salah satunya adalah 15:27 Ee tidak punya dana gitu g kan tapi bisa 15:30 Jadi sebenarnya mereka juga punya ee 15:33 dari keluarga terus kemudian juga 15:35 rata-rata mereka juga sudah punya rumah 15:37 gitu kan Nah kalau kita lihat dari 15:40 eh masyarakat berpendapan atas itu dia 15:44 tidak punya dana itu relatif kecil ya 15:46 dibandingkan dengan K lainnya memang 15:48 mereka pendapatannya lebih besar gitu 15:49 kan tapi mereka juga sudah punya rumah 15:51 gitu 66,8% itu mereka sudah memiliki 15:54 rumah untuk alasan kenapa tidak memiliki 15:56 rumah baru gitu jadi memang 15:59 ini eh cukup eh menjadi pertanyaan juga 16:03 ketika pemerintah ini mendorong untuk 16:05 kememilikan rumah pertama gitu Ini yang 16:07 e harus harus dijawab juga sama 16:10 pemerintah Apakah memang ada keperluan 16:13 permintaan rumah yang cukup besar Nah 16:17 yang kedua mengenai dana pengolaan dari 16:19 tapera itu sendiri gitu nah kalau kita 16:21 lihat dari laporan dari tapera gitua ini 16:25 menunjukkan bahwa 44,7% 16:29 itu pengolaan dana tapera ditujukan 16:32 untuk surat berharga negara terus 16:34 kemudian 16:36 46,60% itu surat hutang korporasi hanya 16:39 deposito itu sekitar 16:42 8,34%. Nah kalau kita lihat Kenapa sih 16:45 Eh ini bisa bisa dibilang pemerintah 16:48 mungkin lagi mencari dana gitu ya untuk 16:51 untuk e k SBN karena kalau kita lihat b 16:54 r sudah menaikkan suku bunganya kemudian 16:57 juga harusnya di bengi dengan diikuti 17:00 oleh kenaikan suku bunga deposito nah 17:03 yang terjadi sebenarnya adalah ketika eh 17:05 investor rasional itu mereka harusnya 17:08 berinvestasi Lebih banyak ke deposito 17:10 karena mereka menawarkan ee suku bunga 17:12 yang EE naik gitu kan Terus kemudian eh 17:16 yang terjadi SBN semakin Ditinggalkan 17:18 gitu kan Nah kalau kita lihat ketika SBN 17:21 mau menaikkan yield-nya itu tentu akan 17:23 memengaruhi dari beban pembayaran hutang 17:26 ke depan gitu jadi Huban hutang mereka 17:28 akan bertambah gitu makanya ee SBN belum 17:32 belum terlalu e masif untuk menaikkan ee 17:36 tingkat yield-nya gitu Nah yang terjadi 17:38 adalah ketika investor itu rasional 17:40 mereka pasti akan memilih ke deposito 17:42 tapi yang jelas pemerintah butuh nih 17:44 untuk siapa nih yang ingin membeli SBN 17:46 mereka gitu kan untuk membai pembangunan 17:49 dan EE program-program pemerintah yang 17:51 jumlahnya fantastis gitu Nah ini bisa 17:54 jadi itu akan menggandalkan dari 17:57 dana-dana yang dihimpun oleh lembaga 18:00 negara gitu kan termasuk BP tapera gitu 18:03 kan Nah potensi Ketika saya hitung dari 18:05 semua pekerja Ya semua pekerja ada 18:08 147 juta pekerja kita dengan ee proporsi 18:13 untuk pekerja formal itu sekitar 41 18:17 sampai 42% itu isisa mencapai 18:22 52 52 sampai 135 triliun per tahunnya 18:26 yang bisa dikelola oleh perak nah dana 18:31 untuk SBN bisa mencapai 23 sampai 61 18:34 triliun itu cukup besar sekali untuk eh 18:37 hitungan SBN jadi jadi 18:40 eh potensi SBN ini potensi Pan pembelian 18:44 SBN ya oleh PPT ini cukup besar gitu dan 18:48 ini yang yang kita lihat sebagai ya bisa 18:51 jadi nih sebenarnya pemaksaan ya kita 18:53 atau kewajiban untuk eh menjadi peserta 18:56 bptp ini untuk eh 18:59 membeli SBN pemerintah yang sekarang 19:02 mintnya kurang gitu kan Nah yang ketiga 19:06 adalah kondisi tenaga kerja kita 19:08 terutama yang Pemuda kalau kita lihat 19:11 memang di sini masih 40% terbawah yang 19:14 paling banyak gitu kan Terus 40% 19:17 menengah gitu kan Nah ini yang yang saya 19:20 menengah inilah yang menjadi 19:22 e bukan korban ya tapi menjadi peserta 19:26 yang dirugikan olehanya kewajiban 19:29 mengikuti BP Tara Kenapa saya bilang 19:31 merugikan ini karena kalau bisa kita 19:34 bilang bahwa ya Ada dibagi dua gitu kan 19:37 ada ee peserta yang mereka manfaatkan ee 19:41 BP tabarani untuk bisa membeli ee rumah 19:43 gitu rumah pertama tapi ada juga mereka 19:47 yang memang sifatnya adalah investasi 19:50 nah ketika mereka ee sifatnya adalah 19:53 investasi maka bisa dibilang investasi 19:57 yang dilakukan di PPT perak itu dia 19:59 tidak Liquid karena baru bisa diambil 20:02 ketika kita sudah pensiun atau ee 58 20:07 tahun gitu Ini yang yang tadi mldoko 20:11 juga Sebutkan gitu bahwa ya ini 20:13 mindsetnya mindset tabungan gitu kan 20:15 bukan mset eh eh e hutangan apa-apa saya 20:19 lupa ini jadi memang ini yang tabungan 20:22 tapi tabungan yang tidak likuid nah 20:24 jangan lupa kalau kita mengacu kepada 20:27 prinsip investasi artinya adalah ada 20:30 opportunity cost yang hilang ataupun 20:34 opportunity cost yang terjadi ketika 20:36 investor Inv ya peserta tapera yang 20:39 berinvestasi di bp tapera itu mereka 20:42 akan ada opportunity cost yang di mana 20:44 seharusnya mereka bisa mendapatkan eh 20:47 investasi yang lebih tinggi gitu kan eh 20:50 yinya ketimbang mereka berinvestasikan 20:53 di eh bpera Nah sekedar cerita itu 20:57 banyak sekali cerita-cerita lapangan ya 20:59 ketika mereka ikut bpterum atau taperum 21:02 ee dulu gitu kan ASN atau guru dan 21:04 sebagainya mereka Nambung dari tahun 98 21:08 itu cuma dapat en e 6 juta gitu jadi 21:12 uang mereka tidak berkembang gitu uang 21:14 mereka tidak berbunga padahal PP taperum 21:17 atau tapera ini memanfaatkan ee uang 21:19 tersebut untuk mendapatkan keuntungan 21:21 ada lagi yang dia ee tiba-tiba hanya 21:25 diberitahu aja gitu kan ini ee kamu 21:28 mendapatkan tapera gitu tapi tanpa tahu 21:30 mereka 21:32 ee posisi asetnya berapa posisi 21:35 kekayaannya berapa posisi investasinya 21:37 berapa gitu tanpa diberitahu nah Padahal 21:39 di bel it eh untuk aturan e PP ya PP 21:43 tentang tapera itu peserta berhak 21:45 mendapatkan informasi untuk mengenai 21:48 mengenai ya mengenai ee kekayaan posisi 21:51 investasi dan sebagainya jadi ini yang 21:53 saya rasa ee investasi ataupun tabungan 21:56 yang menurut saya tidak me ee nati 21:59 kaidah-kaidah dari investasi yang 22:02 biasanya dilakukan gitu Jadi ini ini 22:04 cukup menarik kalau ee mldoko bilang 22:07 tabungan tapi tabungan yang tidak liuid 22:09 Dan ini akan mikan masyarakat ketika 22:11 masyarakat butuh gitu kan terutama yang 22:14 anak muda ini dia butuh untuk pendapatan 22:16 eh sori untuk butuh dana mendadak gitu 22:19 kan yang mereka akhirnya tidak bisa 22:22 menarik uangnya dari bptabar nah ini 22:25 yang jadi 22:26 catatan terus kemudian kalau kita lihat 22:29 dari sisi 22:31 eh pekerja freelance yang di yang di 22:36 yang diwajibkan juga untuk e ikut BPA 22:38 gitu kan Nah ini yang yang jadi person 22:41 adalah mereka ini kayak semacam eh 22:44 semakin tertekan gitu kan dan mereka 22:46 tidak mempunyai 22:49 eh satu polanya itu enggak terbentuk 22:52 untuk mereka mendapatkan pendapatan 22:54 mendapatkan keuntungan atau mereka 22:55 justru rugi gitu kan karena kalau pada 22:57 dasarnya atau pekerja freelance atau 22:59 pekerja informal dia sangatsangat eh vol 23:04 sekali dalam hal pendapatan mereka gitu 23:05 kan jadi mereka Eh bisa jadi bulan ini 23:09 untung bulan depan rugi bulan depan rugi 23:12 gitu kan sehingga tidak bisa e 23:14 menghitung berapa persen yang harus 23:16 mereka keluarkan untuk setoran PP nah 23:19 ini yang yang terjadi ketika kita 23:21 ngomongin eh sektor informal nah saya 23:26 coba menghitung untuk yuran wajib k 23:30 perak ke ekonomi Nah kita e memakai 23:32 fungsi ekonomi 23:33 eh pengeluaran ada konsumsi ada 23:36 investasi ada 23:38 government kemudian ada e ekspor impor 23:41 gitu kan Terus kemudian kita lihat 23:43 konsumsi ini ada konsumsi omus dan 23:46 konsumsi e dikalikan disponsible 23:49 disponsible ini dia dibentuk dari 23:51 pendapatan dikurangis E atau iuran ya di 23:55 sini dikurangi segala sesuatu yang 23:56 disorkan pemerintah tambahkan subsidi 23:59 Nah dengan asumsi gaji rata-rata 24:01 3,04 juta terus kemudian Ee kita 24:04 menghitung hanya 50% dari pekerja formal 24:07 yang ikut kemudian uang tapir 100% untuk 24:09 sektor Perumahan maka eh ada pengurangan 24:13 konsumsi untuk sektor makanan dan 24:14 minuman karena tidak ada kenaikan 24:16 pendapatan maka ketika tidak ada 24:18 kenaikan pendapatan maka ada proporsi 24:21 dari konsumsi mereka yang di dialihkan 24:25 untuk membayar BP tapera nah ini ini 24:28 yang paling fluid adalah sektor makanan 24:31 dan minuman mungkin mereka tidak e pergi 24:33 ke warung atau tidak jajannya mungkin 24:36 berkurang dan sebagainya yang itu ee 24:38 akan menyebabkan penurunan dari ee PDB 24:41 kita Nah kalau kita lihat dengan asumsi 24:43 seperti itu ternyata Iuran wajib eh 24:46 tapiraka ekonomi itu membawa efek 24:48 negatif terhadap GDP GDP kita berkurang 24:51 sekitar eh 2 triliun 2,2 triliun 24:54 kemudian bisnis servus kita berkurang 24:56 1,9 triliun worker gen itu berkurang Eh 25:00 sekitar ee 351 miliar kemudian ada 25:04 pengurangan tenaga kerja yang dia 25:08 berkurang sekitar 25:10 427.000 jiwa itu diakibatkan dari efek 25:12 multiplier ee turunnya konsumsi rumah 25:15 tangga gitu kan Terus eh apa nih Yang 25:17 untung yang untung ternyata dari 25:19 hitungan saya adalah penerimaan negara 25:21 gitu penerimaan negara itu untung 25:24 0,022 gitu kan di yang yang di 25:28 disebabkan karena adanya ee pajak yang 25:32 tumbuh di sektor perumahan gitu jadi 25:35 memang di sini ada efek yang eh cukup 25:39 cukup negatif terhadap ekonomi kita eh 25:42 dan tapi untuk kuangan negara itu ee 25:46 bersifat positif jadi ini yang yang saya 25:49 temukan dampaknya kemudian ada maka 25:52 kesimpulan di diskusi malam ini ada satu 25:55 efekt staperanya kemudian yang tadi yang 25:58 Sebutkan ya itu ya backlock masih tinggi 26:01 Walaupun memang ada ee penurunan dari eh 26:04 backlock itu sendiri tapi jangan lupa 26:06 bahwa ada catatan juga bahwa ada PMN 26:08 jumbo untuk BTN tahun 2023 gitu terus 26:11 kemudian eh tujuannya juga tidak jelas 26:14 gitu kan investasi ataupun ya arisan 26:17 kepemilikan rumah gitu kan karena kalau 26:19 kita lihat portofolio dana pengelolan 26:21 Tera juga Memang 45% itu menerbitan 26:26 untuk SBN gitu nah ini jangan e bisa 26:29 jadi 26:30 ini untuk menambah pembelian di SBN kita 26:33 gitu jadi untuk Ayo siapa nih yang Meli 26:36 SBN gitu ya mobilbn e akhirnya dari 26:38 tapera gitu kan Terus kalau untuk 26:41 manfaat bagi peserta non penerima rumah 26:43 itu memang eh dirugikan jika tingkat 26:46 pengulan dana tidak optimal gitu kan 26:48 Terus kemudian 26:50 Eh ada dana yang tidak liid gitu kan 26:54 yang itu akan merakikan secara eh ya 26:57 invasi juga sekarang juga mungkin uang 27:00 kita 10 tahun ke depan juga enggak 27:03 enggak enggak akan nutup gitu kan Terus 27:04 kemudian dampak terhadap konsumsi dan 27:07 PDB kita ee kontradiktif dengan dari 27:10 adanya kebijakan tapera gitu jadi 27:12 kebijakannya kebijakan yang sifatnya 27:14 kontraktif itu aja mungkin mas haldi eh 27:19 terima kasih wasalamualaikum 27:20 warahmatullahi 27:21 wabarakatuh Waalaikumsalam 27:25 warah wabarakatuh Terima kasih Pak atas 27:29 e penjelasannya ini cukup Gang secara 27:32 data dan konsep teori sekarang kita 27:34 dengar juga dari Pak Agus ekugroho Eh 27:39 bagaimana Pak melihat 27:41 kebijakan ini dampaknya bagi kejatan 27:44 rakyat dan perekonomian Indonesia Apakah 27:46 tepat sasarankah atau hanya 27:49 menguntungkan pemerintah yang 27:50 membutuhkan 27:52 dana i terima kasih asamikum 27:56 warahmatullah wabarakatuh am untuk kita 27:59 semua pertama-tama tentu ucapan terima 28:02 kasih ya k eh apa ILC ya 28:07 Il 28:10 apat apa 28:13 Il Pak k 28:16 ini makasih 28:18 Eh Mungkin saya agak mungkin apa ya itu 28:22 Eh beberapaang kita sempat studi Mas ya 28:25 berkaitan dengan eh ini beberapa waktu 28:28 yang lalu dan EE cukup lama saya kira 28:31 memang ee yang saya kira pertama kali 28:34 yang harus kita sadari pertama adalah 28:36 prinsipnya 28:38 ee yang yang kami tahu sejak awal dari 28:42 digulirkannya undang-undang tapera ini 28:44 prinsip yang harus di pankan itu adalah 28:48 gotongroyong kemudian ee sukarela dan 28:52 menguntungkan ini prinsip yang harus 28:54 ditekan menguntungkan dalam konteks 28:56 adalah dari sisi eh peserta atau 28:59 penabung dalam konteks ini ya Nah ini 29:02 yang saya kira 29:03 ee harusnya PP juga mengarahkan ke arah 29:06 sana Artinya kita tidak bisa memaksa 29:09 keanggotaan 29:11 eh apa badan eh 29:14 eh tap tabungan Perumahan ini sebagai 29:18 sesuatu yang mandatori ini yang pertama 29:21 dan itu saya kira penting bahwa ee 29:24 mengingat satu ya beberapa tahun 29:27 terakhir namanya setelah covid itu 29:29 ekonomi Ee kita itu dilanda dengan 29:33 mungkin stagnasi dari upah bahkan bisa 29:36 jadi e menurun sementara recovery 29:40 mungkin baru beberapa tahun terakhir ini 29:42 yang saya kira penting untuk kita sadari 29:44 dan kekhawatiran bahwa eh 29:46 hung-itungannya mas eh nairul bahwa ini 29:50 akan mempengaruhi eh procing Power dari 29:54 masyarakat kita utama pekerja kita yang 29:56 baru saja recover dari covid saya kira 29:59 akan sangat penting sekali ini yang EE 30:01 utama ini ini ee ee apa penting sekali 30:05 untuk ditekankan berikutnya adalah 30:08 eh apa sebenarnya problem inti dari eh 30:12 apa eh eh permasalan Perumahan ini 30:16 selain tentu statistik backlog Saya kira 30:18 semua orang juga paham bahwa eh problema 30:21 itu yang memang ee kalau kita pakai 30:24 angka itu dengan suplai saat ini 30:27 20000.000 Saya kira 200.000 Perumahan ya 30:30 Yang bisa difasilitasi oleh EE apa 30:33 bptapera maka ya membutuhkan waktu 50 30:38 tahun kelihatannya ya Mas n ya 40 tahun 30:40 bahkan mungkin kalau pakai 30:41 hitung-hitungannya yang layahuni bisa 30:44 mungkin 70 tahun ini luar luar biasa 30:47 problem yang memang e besar sekali ini 30:49 tentu yang harus kita kita Cari 30:51 solusinya yang pertama yang berikutnya 30:53 adalah ee pada saat saya sepakat dengan 30:56 mas pada saat Ee kita belum atau tidak 31:00 mengalami tendensi peningkatan upaha 31:02 yang signifikan secara umum ya tapi 31:04 inflation yang disebabkan oleh oleh eh 31:08 properti ini tinggi sekali ini yang 31:10 takutnya bahwa akumul pada saat eh BP 31:15 tapera tidak cukup memiliki eh eh 31:18 penguasaan lahan maka eh permintaan yang 31:22 cepat dari kebutuhan lahan akan 31:24 meningkatkan secara secara signifikan 31:27 ini yang 31:28 Artinya kita tidak bisa mengatur dari 31:31 sisi ee apa ee e ee ee ee eh final 31:36 demandnya pada saat eh ongkos produksi 31:39 dari eh apa perumahan itu tidak bisa 31:43 kita kendalikan ini yang eh 31:46 jangan-jangan nanti kita kumpulkan ee 31:49 apa kita paksa apa masyarakat untuk 31:52 menabung tapi kemudian inflasionor Dari 31:54 aset itu signifikan sehingga ee apa 31:58 tidak terbeli lagi dari dari ee dari apa 32:02 ee masyarakat dan kita tahu bahwa eh eh 32:07 lahan Perumahan saat ini kan praktis 32:10 kita tidak bisa atau pemerintah tidak 32:12 cukup menguasailah karena memang 32:13 dikuasai oleh para pengembang-pengembang 32:15 besar kita investasi kita dan itu sangat 32:17 pelik sekali Saya kira kalau kita lihat 32:20 dari statistik dari misalnya eh apa eh 32:24 perumahan nasional misalnya sangat 32:25 rendah sekali pembangunan Perumahan yang 32:28 dilakukan oleh PT Perumnas itu kalau 32:30 dilihat dari eh apa landed house 32:33 misalnya Walaupun mungkin alternatif eh 32:35 berikutnya adalah eh apa eh eh eh eh 32:41 apartemen atau Perumahan ee ee dengan 32:45 pola ee susun ini yang saya kira ee 32:49 penting sekali yang berikutnya Saya kira 32:50 yang juga sangat penting adalah mau 32:53 tidak mau ee e 32:59 peran pemerintah daerah ya termasuk 33:01 Pusat juga harus penting untuk di eh apa 33:05 gerakkan utamanya pada saat penyediaan 33:08 lahan dan ini statistik tentu ee harus 33:11 Coba kita buka sebenarnya seberapa besar 33:14 penguasaan e lahan eh yangikan yang bisa 33:17 digunakan oleh peran-peruman itu sendiri 33:19 Ini yang eh eh penting tapi secara umum 33:23 ya Eh penting sekali juga eh apa eh 33:28 ee sinergitas sinergitas antara antara 33:33 ee 33:34 BPJS BP JS tenaga kerja kesehatan 33:38 Perumahan itu harus dipikirkan sebagai 33:40 satu ee apa apa ee holding yang besar 33:44 yang mampu mungkin efisiensi dari 33:46 pengelolaan takutnya juga ee apa 33:50 ee ee 33:53 ee penyatu ee apa ee ee eh ketentuan 33:58 yang berbeda-beda antara misalnya BPJS 34:01 kesehatan BPJS Ketenagakerjaan kemudian 34:04 e nanti ada bpwapera ada juga bisa jadi 34:08 adalah mungkin ee dana pensiun ini yang 34:11 yang terpecah-pecah ini saya kira ee 34:13 kalau misalnya kita bisa menemukan 34:15 Bagaimana formula yang pas Apakah itu 34:17 bisa diholdingkan dan sebagainya bisa 34:19 cukup mengefisienkan ee tata kelola atau 34:22 pengelolaan ee dari ee apa sistem 34:26 jaminan sosial kita ini yang saya kira 34:28 juga penting diberikan sebelum kita 34:30 langkah maju untuk memberlakukan PP itu 34:33 gitu Ini yang saya kira kajian itu saya 34:35 kira penting sekali untuk melihat 34:37 beberapa kemungkinan-kemungkinan 34:39 sehingga Ee tidak hanya sekedar ee apa 34:43 ketentuan untuk mewajibkan ee apa para 34:47 pekerja baik pekerja maupun ee pekerja 34:50 mandiri untuk ee diminta ee apa ee 34:54 berpartisipasi atau ikut dalam program 34:57 Eh tapera ini dan ini yang saya kira ee 35:01 berikutnya adalah ee penting juga Mulai 35:05 dipikirkan Eh bagaimana eh 35:07 langkah-langkah untuk eh apa penyediaan 35:12 dari suplainya saya sepakat dengan jadi 35:14 suplainya itu itu bagaimana karena ini 35:16 kan kita hanya ber daripada di diand ni 35:18 pada suplai juga mengalami gangguan bisa 35:21 jadi akan ee apa menjadi e problematik 35:24 Apakah misalnya penyatuan sekalian 35:27 misalnya pola-pola kemungkinan dengan ee 35:31 Bagaimana penyatuan misalnya ee badan 35:34 itu pada pada eh eh misalnya merching 35:38 terhadap e PT Perumnas misalnya atau dan 35:41 lain sebagainya Itu juga saya kira 35:43 penting untuk di dipikirkan 35:46 nah ini yang karena eh seingat saya 35:50 bahwa tapera ini memang enggak akan 35:53 pernah bisa desainnya itu kalauak tidak 35:55 akan pernah bisa berjalan tanpa ada 35:57 partisipasi dari ee ee apa pekerja ee 36:03 swasta maupun ee pekerja Mandiri karena 36:06 pasti Ee tidak akan jauh beda dari apa 36:10 yang sudah ada di di di kita peringatan 36:13 enggak akan cukup signifikan kalau hanya 36:16 menggunakan misalnya ASN ee BUMN 36:21 ee apa ee sebagai ee peserta 36:25 ee utamanya ini yang ee kendalanya 36:30 ee kira ee itu sementara Mas Aldi yang 36:34 bisa kita sampaikan ee beberapa ee 36:38 catatan penting yang saya kira untuk eh 36:40 tapera ke 36:46 depannya Baik terima kasih Pak Gus Eko 36:49 atas beberapa catatan Pentingnya 36:51 sekarang kita masuk ke Pak Antoni 36:53 Budiawan mendengarkan Bagaimana pak 36:55 Antoni pandangannya 36:59 Iya terima kasih selamat malam semoga 37:03 kita masih sehat semua banyak yang sudah 37:06 sakit 37:10 eeanya belum dihidupkan Bro Pak apa ya 37:16 udah di tempat saya sudah hidup 37:19 dengaranya belum belum terlihat 37:22 kameranya sudahah jugat sudah sudah saya 37:25 sudah Saya sudah melihat p ya Mas 37:28 silakan ya Mas alus Oh udah Oh udah ya 37:32 Kok saya enggak muncul de oh silakan 37:34 mcul ya 37:38 Wah 37:40 iya saya teruskan ya ada muncul engak 37:44 nih Sudah 37:48 Prof saya bisa Slide Share silakan 37:51 silakan Bro saya bisa share ya 38:01 bisa Prof silakan 38:04 salah mana 38:06 sharnya Sebentar 38:13 ya 38:26 ee yang mana yang harus di-share 38:28 sebentar saya tutup dulu saya share lagi 38:32 ah ini sudah 38:38 terlihat sudah terlihat 38:41 Ya sudah Pak 38:45 Oke jadi tabungan Perumahan 38:49 Rakyat selain melanggar konstitusi dan 38:53 juga tidak manusiawi maaf ini ya ini 38:58 manusiawi 39:00 Eh ini adalah dua agenda dua topik tadi 39:04 saya pikir butuk data-data itu sudah 39:06 banyak yang EE 39:10 dibicarakan oleh Bung merul dan Mas Eko 39:15 ya Nah sekarang saya cuma menyoroti dua 39:21 hal yaitu Kenapa saya sebut tidak 39:24 manusiawi pertama adalah melanggar 39:27 konstitusi jadi tadi yang dikatakan 39:29 bahwa Ya seharusnya tidak tidak bisa 39:32 mewajibkan ee dan sebagainya ya memang 39:36 tidak karena itu melanggar hak asasi 39:40 manusia bahwa manusia mempunyai hak 39:43 tempat tinggal tetapi bukan berarti dia 39:46 diwajibkan untuk menabung jadi tidak ada 39:49 di dalam konstitusi kita untuk eh 39:53 diwajibkan menabung iuran BPJS 39:57 diwajibkan karena menurut pasal 34 bahwa 40:01 aturan mengenai Sistem ee jaminan sosial 40:05 akan diatur dengan undang-undang dan 40:08 undang-undang itu berdasarkan ee 40:10 undang-undang yang dibentuk yaitu ada 40:12 dua ee mengenai sistem jaminan sosial 40:15 dan penyelenggara jaminan 40:19 sosial Nah kalau kita lihat dari tapera 40:22 ini yaitu mendasarkan 40:26 undang-undangnya nomor 4 tahun 2016 ya 40:30 itu dibuat oleh semasa Pak Jokowi 40:34 lagi pertimbangan hukumnya kita lihat 40:37 setiap membuat undang-undang itu ada 40:40 pertimbangan hukum ada menimbang dan 40:42 mengingat eah itu saya rasa nanti Bung 40:45 Mardani alisera itu sangat paham sekali 40:50 eh kalau saya salah mohon 40:54 dikoreksi pertama adalah bahwa 40:58 di dalam mengingat pertimbangan hukumnya 41:00 adalah undang-undang Dasar pasal 20 41:03 pasal 21 pasal 28c ayat 1 Pasal 28h dan 41:09 Pasal 34 ayat 2 dan ayat 3 itu ayat 2 ya 41:13 9 Salah itu Nah kalau kita lihat pasal 41:17 20 dan pasal 21 itu hanya menjelaskan 41:21 wewenang DPR sebagai pembentuk 41:23 undang-undang jadi di bilang bahwa Nah 41:25 dengan ini DPR ee ee berwenang dan bisa 41:28 membentuk undang-undang Ya tapi kan 41:30 bukan berarti undang-undang sembarang 41:32 undang-undang yang melanggar konstitusi 41:34 di dalam koridor bahwa itu harus eh eh 41:38 sesuai atau sejalan dengan perintah 41:41 konstitusi pasal 28c ayat 1 itu 41:45 mengatakan Setiap orang berhak 41:48 mengembangkan diri melalui pemenuhan 41:50 kebutuhan dasarnya berhak mendapat 41:53 pendidikan dan memperoleh manfaat dari 41:55 ilmu pengetahuan dan teknologi 41:57 ini adalah semuanya hak gitu Jadi tidak 42:00 ada perenyataan untuk membuat 42:01 undang-undang tentang menabung G beda 42:04 dengan kalau pasal 34 gitu ya yang tadi 42:07 saya Sebutkan ayat 2 Nah di sini 42:09 disebutkan lagi pasal 28 H menjelaskan 42:13 hak seseorang itu hak lagi dia bukannya 42:17 berkewajiban gitu dan hak ini tidak 42:20 boleh 42:20 dilanggar hak ini apa E terkait juga 42:25 dengan hak asasi manus 42:27 hak seseorang hak asasi manusia jadi hak 42:31 ini adal bukan kewajiban jangan bilang 42:35 bahwa setiap orang mempunyai hak untuk 42:39 bertempat tinggal bukannya berarti dia 42:41 diwajibkan untuk menabung nah itu jadi 42:44 di sinilah 42:46 eh Kita harus berani harus berani dan 42:49 harus bisa dan PKS harus 42:54 bisa itu harus benar-benar ba 42:57 menyuarakan jangan sampai bahwa 43:00 undang-undang dibentuk ini 43:02 ee melanggar konstitusi dan ini bukan 43:05 yang pertama ini banyak sekali 43:08 eh Dan ini menjadi presidenpresiden dan 43:11 presiden terus tujuannya apa tadi 43:13 sebagian sudah diungkapkan oleh eh 43:17 buuda ya dan juga dengan yang lainnya 43:20 dengan maseko nah pasal dan yang lainnya 43:24 adalah yaitu Pasal 34 ayat 1 dan ayat 2 43:27 dan ayat 3 ini adalah mengenai sistem 43:29 jaminan sosial yang sudah ada sistem 43:32 jaminan sosial yang sudah dijalankan dan 43:34 masyarakat sudah membayar Iuran wajib 43:38 berapa yang dana yang dikelola oleh 43:41 tabungan oleh BPJS Ketenagakerjaan saat 43:44 ini 800 triliun lebih di dana yang 43:48 dikelola oleh BPJS ketenag kerjaan 43:52 untungnya berapa tahun ini 43:54 diperkirakan untungnya aja ya itu adalah 43:58 50 triliun jadi ini cukup untuk mendanai 44:02 apapun gitu kan ini ini growing terus 44:04 gitu BPJS dan jangan lupa kepesertaan 44:08 BPJS dengan kepesertaan nantinya tapera 44:12 itu kan sama overlapping pekerja semua 44:14 kan itu overlapping malah mungkin itu 44:16 diperluas gitu kan yang tapera gitu 44:22 nah kita lihat masalah utamanya Apa 44:25 masalah utamanya tadi kita berbicara 44:28 mengenai Apakah ini 44:32 ee tabungan ini akan digunakan 44:36 untuk meningkatkan 44:38 permintaan jadi memberikan 44:41 kredit atau 44:44 pembiayaan kalau tadi kita bicara bahwa 44:47 backlog menurut pemerintah 7 juta 44:50 menurut tadi bung Mardani mengatakan ada 44:53 10 juta R juta Apa artinya backlog 44:57 artinya backlock adalah tidak 45:00 cukup penyediaan 45:03 Perumahan jadi artinya masalahnya adalah 45:06 bukan di 45:07 permintaan masalahnya adalah penyediaan 45:10 perumahannya yang tidak 45:13 cukup Nah apakah tapera itu nanti akan 45:16 diberikan itu tapi tadi sudah disebut 45:19 bahwa oleh B ya bahwa eh beberapa persen 45:23 dan sebagainya ada ada ada apa terms 45:26 untuk ke investasi dan itu untuk SBN dan 45:29 sebagainya dan sebagainya jadi kita 45:31 lihat permasalahan di Indonesia adalah 45:35 secara ekonomi bukan masalah 45:39 ee eh bukan masalah tabungannya bukan 45:42 masalah ee harus menabung tambah dan 45:45 sebagainya memang tabungan kita itu 45:48 secara nasional itu sangat kecil Kalau 45:51 kita bandingkan dengan Vietnam ini data 45:54 dari bank dunia ini kredit yang 45:57 diberikan kepada private Sector ya itu 46:02 hanya 46:03 35,5% pada Tahun 2022 bayangkan Vietnam 46:08 itu memberikannya 46:10 126,4% jadi kredit yang diberikan kepada 46:13 itu jadi ekonomi itu berkembang gitu nah 46:16 kita kredit itu tidak diberikan ee apa 46:20 ee sangat sedikit sekali persentasenya 46:23 terhadap PDB jadi tidak cukup untuk 46:25 memberikan ee e stimulus kepada 46:28 pertumbuhan ekonomi ini dibanding 46:31 Vietnam Bagaimana dengan dibandingkan 46:33 negara yang lainnya Nah kita lihat 46:35 dibandingkan dengan beberapa ASEAN 46:37 lainnya Singapura Malaysia Thailand 46:39 mereka ini ada di satu Liga Indonesia 46:43 sendiri yang di belakang ya di sini ada 46:45 sedikit Filipina tapi Filipina juga agak 46:48 tinggi sedikit lebih tinggi dari 46:50 Indonesia Jadi artinya inialah masalah 46:53 struktural 46:54 kita jadi tidak cukup kredit yang 46:57 diberikan Ini masalah ekonomi kita 47:00 adalah masalah struktural pemberian 47:02 kredit nah sehingga di Indonesia itu eh 47:07 kitaelhat sangat tergantung dari e 47:10 konsumsi rumah tangga konsumsi 47:12 masyarakat nah investasinya tidak jalan 47:15 termasuk investasi kepada eh sektor 47:18 Perumahan Nah dari kredit yang tadi kita 47:22 cuman 47:23 30% dari 30% tadi ya 47:27 5,5% berapa yang diberikan kepada sektor 47:31 Perumahan kredit yang diberikan kepada 47:33 sektor Perumahan itu hanya 47:36 10% jadi dari dari 47:40 30% yaitu hanya 10% diberikan kepada 47:45 kredit Perumahan jadi efektif hanya 3% 47:48 terhadap PDB untuk 47:52 perumahan jadi kredit ini adalah 47:55 masalahnya adalah di dunia perbankan 47:58 kita itu tidak memberikan kredit kepada 48:01 sektor perumahan apa pertimbangannya 48:04 kita tidak tahu persis tapi pasti adalah 48:09 kelayakan bahwa mereka mampu apa tidak 48:13 untuk membayar 48:15 kembali Nah kita 48:18 lihat terkait dengan itu juga saya 48:21 bilang bahwa di sini adal tidak 48:22 manusiawi pertama adalah gini kenapa 48:26 tidak bisa tidak mampu bahwa kredit itu 48:30 diberikan karena rakyat miskin Indonesia 48:34 itu yang pendapatannya 48:37 1,38 juta per orang Per bulan itu ada 48:43 168,8 juta orang atau 48:46 60,5% ini adalah data Bank Dunia ini 48:50 data Bank Dunia 48:53 168,8% yang mempunyai pendapatan setara 48:56 100 eh 48:58 1,38 juta 49:04 orang jadi sangat luar biasa bagaimana 49:07 orang ini bisa 49:09 menabung Bagaimana orang-orang ini 49:11 adalah harus bisa memaksa nah tidak 49:14 manusiawi kita lihat juga bahwa mereka 49:16 pun terjerat pinjau jangan kata untuk 49:21 menabung untuk konsumsi diri sendiri aja 49:24 mereka harus berhutang 49:27 tadi 60% itu mungkin ditambah 20%nya 49:30 lagi itu tadi 49:31 e eh tiga kartil yang yang yang terbawa 49:35 sampai keempat ini Ini juga masih 49:38 pendapatannya masih sangat rendah 49:42 sekali bagaimana orang yang mempunyai 49:45 pendapatan rendah itu bisa disuruh 49:51 menabung nah ini 49:54 masalahnya jadi pinjol nya sudah banyak 49:57 banyak yang bunuh diri banyak yang 49:58 diancam banyaknya diimana gitu karena 50:01 apa Karena ya memang pendapatan 50:03 masyarakat rendah di Vietnam Kenapa 50:07 kredit bisa diberikan sampai sebitu 50:09 besar ya karena Vietnam itu rakyat 50:12 miskinnya sangat kecil jauh kalau kita 50:15 60% yang tadi ya mendapatkannya adalah 50:17 1,38 juguta di Vietnam itu cuma 50:23 20% kita ini yang tertinggi 50:27 nah konteks ini yang tidak dilihat 50:31 katanya Ya ini saving bagus apa segala 50:34 bagus apanya kalau memang masyarakat 50:36 tidak mampu lalu mau dipaksa lagi ini 50:39 kan namanya tidak 50:44 manusiawi kita lihat BPJS ketand kerjaan 50:47 sudah ada program 50:50 Perumahan program Perumahan kredit 50:53 kepemilikan rumah pinjaman renovasi 50:56 perumahan pinjaman uang muka Perumahan 50:59 dan seterusnya sudah ada dia mengelola 51:03 821 triliun tahun ini 51:08 rencananya seandainya pun seandainya pun 51:12 mau ditambah ya harus melalui BPJS 51:15 jugaong jangan ditambahkan ke undang 51:18 dengan tapera berapa itu biaya birokrasi 51:22 di tapera padahal kita sudah ada 51:25 infrastrukturnya di BPJS dengan dana 821 51:29 triliun dan BPJS masih memberikan 51:32 penyediaan pembiayaan 51:35 Perumahan kenapa tidak dimanfaatkan 51:38 itu kalau uang ini untuk 51:42 SBN maka SBN ini tidak pernah dibayar 51:47 tunai akan dioll over 51:50 terus artinya dia akan dibayar dari 51:53 utang yang lain karena apa pemerintah 51:56 tidak ada uang selama pemerintah defisit 51:59 artinya pemerintah nambah hutang Jadi 52:02 tidak mungkin 52:04 pemerintah membayar 52:07 utang 52:12 gitu terima 52:15 kasih baik terima kasih Pak Antoni ini 52:18 sekaligus 52:19 eh ya kira-kira E Pak 52:22 Antoni apa kira-kira solusi perumahan 52:25 yang paling tepat dengan kondisi konteks 52:28 masyarakat Indonesia saat ini tadi 52:31 data-data sudah diberikan ya dan Prof Eh 52:33 Pak Antoni juga memiliki data-datanya 52:36 tingkat pendapatan masyarakat 52:38 permasalahan yang ada kira-kira 52:39 kebijakan Perumahan seperti apa yang 52:41 harus dilakukan oleh pemerintah agar 52:44 solusinya memang keberpihakan itu kepada 52:46 rakyat yang memang bisa mendapatkan 52:47 rumah ya bukan cuma sekedar uangnya yang 52:49 digunakan tapi setelah dianalisis kurang 52:52 tepat sasaran 52:54 juga pertanya ke saya Iya ke Pak Antoni 52:58 nanti ke yang lain juga sama mungkin 52:59 jadi kita bicara solusi Perumahan 53:02 kebijakan perumahan yang paling tepat 53:03 kira-kira Pak Iya tadi saya katakan 53:07 bahwa Perumahan ini adalah masalahnya 53:10 adalah bukan di 53:11 demand backlock backlock 7 juta 53:15 Bagaimana membangun itu kalau itu bisa 53:18 dibangun maka di sini akan terjadi 53:22 permintaan backlock itu akan dibeli gitu 53:25 kan Ya pem backlock itu Nah backlock itu 53:28 adalah masalahnya di pembangunan Nah 53:32 sekarang siapa yang mau membangun kalau 53:36 bahwa meskipun itu backlock tapi mungkin 53:38 backlocknya adalah rumah sederhana 53:40 sekali gitu kan rumah sangat sederhana 53:42 karena rumah 53:44 eh mereka yang berpendapatan menengah ke 53:47 atas sudah saturasi sudah saturated 53:50 sudah sangat banyak sekali sampai satu 53:53 orang dua orang yang mempunyai uang 53:55 banyak itu mungkin bisa ee memiliki 10 53:59 rumah dengan lahan dan sebagainya begitu 54:02 jadi masalahnya adalah 54:05 eh pertama 54:08 tingkat pendapatan masyarakat 54:11 168,8 juta atau 60% itu adalah rakyat 54:14 miskin menurut kategori ee negara 54:18 berpendapatan Menengah Atas kita 54:21 meskipun 4.000-an di border Ya itu sudah 54:25 di situ dan yang kedua adalah kalau saya 54:28 lihat kalau saya tambahkan lagi menjadi 54:31 80% artinya the next 20% itu masih 54:35 menguasai cuman 30% dari ekonomi 54:38 nasional kalau saya hitung dari situ Pak 54:42 Mardani itu adalah kesenjangan sosial di 54:45 Indonesia menurut pendapatan itu adalah 54:52 0,6 saya ada hitungannya dan saya bisa 54:55 memberikan 54:57 jadi bar sekali Prof Iya jadi gen 55:01 koefisien kita itu adalah gen koefisien 55:04 yang bohong-bohongan aja berdasarkan 55:07 belanja berdasarkan pengeluaran bukan 55:09 berdasarkan pendapat ya kita ingat ada 55:12 yang ngomong bahwa t nih kami yang di 55:16 dalam ruangan ini ini menguasai 30% dari 55:21 ekonomi nasional berapa 30% dari ekonomi 55:24 nasional itu TR 7.000 55:28 triliun ekonomi kita adalah 20.000 55:31 triliun tahun 55:33 2023 dan menjadi 22 triliun 22.000 55:37 triliun tahun 55:38 2023 ini sangat luar biasa 30% itu 55:42 adalah cuman dinikmati oleh 55:46 80% penduduk 55:49 Indonesia jadi kesenyangannya sangat 55:51 luar biasa itu permasalahan pertama 55:54 selama di sini adalah permasalahan 55:56 struktural begini bagaimana mereka bisa 55:59 dapat rumah bisa membeli rumah bagaimana 56:02 mereka bisa menabung jadi kelihatannya 56:06 ini pemerintah tidak mengerti 56:09 permasalahan mendorong kepada satu 56:11 peraturan hanya untuk kepentingannya 56:15 yaitu membeli SB SBN untuk membiayai 56:19 defisit hutang dan nantinya defisit 56:23 anggaran Ini kemungkinan besar akan 56:25 dibiayai dengan monetary financing ini 56:28 sangat luar biasa eh apa eh rusaknya 56:32 gitu Bi dibuat nanti tidak independen 56:35 karena harus financinget financing Nah 56:39 itulah saya rasa ya jadi 56:42 kesejahteraan kesejahteraan masyarakat 56:44 harus ditingkatkan dan yang kedua 56:47 adalah itu eh apa 56:51 eh kredit kepada real estate dan real 56:54 estatenya ya sekarang Apa peran PP 56:59 Eh jadi 57:01 apa Perumahan ya kan persaruan Perumahan 57:05 perusahaan e Perumahan atau apa namanya 57:08 di manana perannya Berapa banyak Dia 57:13 membangun jadi enggak ada itu Jadi 57:15 itulah yang itu Nah itulah yang dia 57:18 harusnya mempunyai peran sosial ee PP 57:22 itu pembangunan Perumahan nah ini tidak 57:25 ada jadi malah ahli-ahli mendorong 57:28 solusi atau mendorong peraturan yang 57:31 sebetulnya adalah memperparah ee bangsa 57:34 ini Demikian Bung 57:37 haldi Baik terima kasih Pak Antoni 57:40 sekarang ke Pak marani ya Pak maren 57:42 mungkin dari tiga narasumber tadi 57:44 kira-kira Bagaimana tanggapannya dan 57:46 kira-kira dari Pak maren sendiri apa 57:48 solusi kebijakan perumahan yang harus 57:50 segera digulirkan oleh pemerintah 57:54 Ya makasih Bang Ali 58:00 ehar Biasa eh yang pertama kalau terkait 58:06 tapera ini memang langkah ceroboh 58:08 pemerintah 58:10 karena duaeroh secara 58:13 substansinya kajian yang tadi 58:15 disampaikan 58:17 Mas Prof Mas Agus 58:25 menkanarakat tekan daya 58:27 belinya karena ekonominya tidak mengucur 58:31 dan tidak ada 58:33 ee 58:36 ee peningkatan pendapatan masyarakat 58:40 kelas bawah ya ini sangat terasa sekali 58:43 ya nanti kalau kita lihat ee angkatan 58:47 kerja kita ya Mas nailul 55an gitu loh 58:51 Itu diserap oleh sektor informal ya yang 58:55 sangat eh fleksibel pada satu sisi tapi 58:58 juga sangat 59:00 tidak ter cover oleh safety net-nya 59:04 negara ya Sehingga ini menjadi 59:08 eh satu 59:10 eh bom waktu yang harus segera kita 59:14 selesaikan secara 59:17 komunikatifnya ya tadi belum jelas eh 59:20 roadapnya Bang misal tadi Kalau pakai 59:24 data kan Hampir juta ya 9,9 ya Mas 59:27 nailul ya ya Eh tapi E saya sempat baca 59:31 yang tadi 7,6 ambil 7,6 backlocknya ya 59:34 backlock tuh kekurangannya gitu loh 59:38 berapa yang mau dipenuhi oleh pemerintah 59:41 melalui tapera dulu ada yang bagus 59:43 Perumnas ya berapa yang diserahkan ke 59:46 mekanisme pasar yang mekanisme pasar Mas 59:49 Agus ek lebih paham itu berarti kita 59:53 bisa pemerintah memberikan insentif Prof 59:56 Antoni misal 59:58 eh suku bunga banknya spesial sebenarnya 1:00:02 sudah ada yang perumahan subsidi kita ya 1:00:05 tetapi memang tadi harus ada political 1:00:09 will yang jelas wabil khusus di 1:00:11 penyediaan tanah-tanah eh negara Ya 1:00:16 sudah ada konsep bank tanah kita ini 1:00:19 Tapi sayangnya belum optimal salah satu 1:00:22 negara yang sukses bang haldi itu 1:00:24 Singapura ya e HDB ya housing 1:00:29 development board-nya itu dapat 7 tahun 1:00:34 selesainya 8 apa 9 tahun sekarang ini 1:00:36 hampir 90% lebih masyarakat Singapura 1:00:39 punya rumah dan rumah yang layak ya 1:00:43 rata-rata bukan RSS ya yang Setahu saya 1:00:46 itu minimal du kamar rata-rata tiga 1:00:48 kamar gitu dan itu ada di pusat kota 1:00:51 gitu loh bukan memang Singapura eh City 1:00:54 country ya tetapi saya mikirnya tiga hal 1:00:58 Bang haldi yang 1:01:00 pertama tanah yang ini kalau tidak 1:01:04 diselesaikan dengan political will Mas 1:01:06 nailul maka kita akan ayam sama telur 1:01:10 karena ketika komponen terbesar dari 1:01:13 Perumahan itu tanah kalau tanah tidak 1:01:15 disediakan negara dengan akses yang 1:01:19 murah dan mudah ya misal eh pola hgb 100 1:01:24 tahun gitu loh hak miliknya mungkin 1:01:26 dibatasi tetapi 100 tahun dan itu e 1:01:31 harga tanahnya bisa dipangkas Kalau 1:01:34 sekarang kan harga tanah ini diserahkan 1:01:36 ke mekanisme pasar yang terjadi ya 1:01:40 mereka yang punya uang bisa menggoreng 1:01:44 harga tanah ya yang kedua anggaran tadi 1:01:48 sebelum pemotongan alokasikan dahulu 1:01:51 tadi Mas nailul mengatakan di 1:01:54 2023 nm-nya PMN Pan modal negara di BTN 1:01:59 2,5t saja sudah bisa menurunkan banyak 1:02:02 bayangkan kalau kita punya karena ini 1:02:04 program strategis taruh 10 triliun gu 1:02:07 untuk 2 tahun ya maka itu akan 1:02:09 betul-betul ya ya uang buat IKN diambil 1:02:12 uang buatnya enggak penting-penting 1:02:14 diambil kasih dulu buat perumahan gitu 1:02:17 karena ini jauh lebih penting ya jauh 1:02:19 lebih Wah memberikan rumah buat 1:02:23 masyarakat itu kewajiban negara ya 1:02:25 anggarannya dari negara dulu sehingga 1:02:28 nanti kelihatan gitu loh bahwa ya pola 1:02:32 sosialis bisa kita terapkan sebagian di 1:02:35 sini bahwa negara wajib menyediakan 1:02:38 rumah dan terakhir yang ketiga tentu 1:02:40 memang perlu lagi-lagi mengundang dan 1:02:44 kolaborasi dengan private jangan lupakan 1:02:47 kalau kita lihat UKT Bang haldi dari 7,8 1:02:51 juta mahasiswa kita 1:02:54 4,3nya itu eh PTN tapi pts-nya 4,4 atau 1:02:59 4,5 lebih banyak artinya berikan ruang 1:03:03 buat private berkolaborasi ya biar dia 1:03:07 sehingga yang paling penting dalam waktu 1:03:10 yang 1:03:10 mencukupi tercapai backlock tadi 1:03:14 tertutup walaupun tadi 1:03:16 Eh mas aguseko menarik Mas nailul juga 1:03:20 terkait dengan tren masyarakat genz itu 1:03:23 mereka tidak 1:03:24 terlalu pusing dengan kepemilikan 1:03:27 rumah yang penting mereka affordable 1:03:30 boleh sewa boleh karena mereka mikirnya 1:03:34 gini rumah itu depresiasinya satu 1:03:36 pajaknya satu eh perawatannya satu 1:03:39 semuanya satu Padahal mereka punya 1:03:42 paradigma yang berbeda mungkin pun 1:03:44 mereka beda kalau kita dulu Bang haldi 1:03:46 generasi kolonial Mas Prof Antoni kita 1:03:50 punya rumah ya itulah kayak kita menikah 1:03:52 seumur hidup di situ buat anak-anak 1:03:55 mungkin 1:03:56 tahun ini targetnya di Jakarta 3 tahun 1:03:59 lagi ke Singapura 3 tahun lagi ke 1:04:01 Melbourne 3 tahun lagi ke Burn 3 Tun 1:04:05 engak kenapa ya mereka memang ingin of 1:04:07 happiness gitu Gak kenapa jalan sehingga 1:04:11 tentu harus ada juga slot-sot yang tidak 1:04:14 seragam Nah karena itu 1:04:17 mengeneralisasi berbahaya Bang lagi-i 1:04:21 ini 1:04:24 menunjkan geranya naik turun karena 1:04:26 kepemimpinan betul-betul perlu pemimpin 1:04:28 yang memang mau mendengar punya empati 1:04:32 saat yang sama berani untuk ambil 1:04:34 political will buat masyarakat Prof 1:04:37 Antoni Terima kasih masukannya tadi saya 1:04:39 siap cek 1:04:41 lagi baik eh terima kasih Pak Mardani 1:04:47 dan sekarang ke Pak Agus Pak Agus 1:04:49 kira-kira eh apa solusi kebijakan 1:04:52 perumahan yang paling tepat dari Pak 1:04:54 Agus yang perlu segera di diambil oleh 1:04:56 pemerintah ya mungkin eh menambahkan 1:05:00 sedikit saja yang EE penting saya kira 1:05:03 harus disadari para 1:05:05 eh apa ya pembuat kebijakan kita bahwa 1:05:08 ee prinsip awal utama dari eh 1:05:13 undang-undang tapera itu kan eh 1:05:15 voluntary sebenarnya volunary dan 1:05:17 kemudian partisipatif yang sifatnya 1:05:19 adalah eh tidak bisa e karena eh 1:05:23 pemaksaan yang pertama dan kemudian ee 1:05:27 yang berikutnya adalah ee kebijakan ini 1:05:30 tidak akan pernah bisa terjadi atau 1:05:32 tidak memberikan efektif untuk 1:05:34 memecahkan masalah tanpa secara 1:05:36 integrasi yang yang baik antara pertama 1:05:39 adalah sepakat dengan ee Prof Antoni dan 1:05:42 P adalah bagaimana ini sistem jaminan 1:05:45 sosial kita menyatukan antara sinergitas 1:05:49 antara BP tapera kemudian BPJS 1:05:52 Ketenagakerjaan eh dan mungkin dan lain 1:05:56 sebagainya itu menjadi satu kebijakan 1:05:58 yang integratif dan dan apa apa eh 1:06:02 komprehensif dalam memecahkan eh apa 1:06:06 Masalah Perumahan ini dan itu tidak bisa 1:06:08 tanpa didukung kombinasi antara suplai 1:06:11 dan demnya eh eh suplai eh Saya kira 1:06:16 tidak akan pernah bisa tanpa kita 1:06:18 memberikan ee Apa kebijakan yang pas 1:06:22 dalam kaitan dengan pertahanan kita dan 1:06:25 ini yang EE mau Tidak mau bagaimana 1:06:28 apakah ini akan diatur dalam sebuah satu 1:06:31 ee lembaga besar yang memang kompeten 1:06:34 untuk melakukan itu dari si suplai dan 1:06:36 demandnya sehingga e efisiensi dan 1:06:39 percepatan bisa dilakukan kalau selama 1:06:42 kebijakannya masih parsial itu nanti 1:06:45 yang ada akan memberikan kekhawatiran 1:06:48 bahwa memberikan beban pada masyarakat 1:06:50 menjadi sangat sangat mengkhawatirkan 1:06:52 ini yang saya kira penting jadi 1:06:53 desainnya harus desain komprehensif baik 1:06:56 suplly dan demand itu harus bisa bekerja 1:06:58 secara secara secara tepat Saya kira ee 1:07:01 contoh contoh baik dari Singapura dan 1:07:04 beberapa tempat di Jerman atau mungkin 1:07:06 di di beberapa negara seperti di Cina 1:07:08 juga salah satu ee kebisaan perumahnya 1:07:11 juga sangat baik sekali menjadi menjadi 1:07:13 template yang yang yang pas yang bisa 1:07:15 kita ee adopsi dan Kita sesuaikan dengan 1:07:18 kebutuhan kita m itu e Mas 1:07:23 Aldi baik Terima kasih Pak Agus Pak 1:07:27 nailul kira-kira apa solusi kebijakan 1:07:30 perumahan yang perlu segera diambil 1:07:32 pemerintah yang tat sasaran Pak 1:07:34 Iya eh ini tadi dari profanttoni Eh Pak 1:07:40 Agus Bang marani sebenarnya sudah 1:07:43 komplit ya masaldi ya Itu dari 1:07:47 sisi poiknya juga dapat dari sisi 1:07:51 swastanya juga diberikan keleluasaan dan 1:07:54 sebagainya gitu kan tapi saya sangat 1:07:56 setuju sekali tadi memang konsep awal di 1:08:00 tapera ini harus dikembalikan ke ke 1:08:03 ruhnya gitu kan jadi bahwa ini adalah 1:08:05 sifatnya sukarela gitual jadi ini yang 1:08:09 yang harus diperhatikan awal gitu kan 1:08:12 kita mendorong ada pengubahan atau 1:08:15 perubahan dari 1:08:16 ee iuran ini dari kewajiban jadi 1:08:20 sukarela gu kan karena pemerintah kan 1:08:23 juga juga ini ya juga ee suka dengan 1:08:26 kata-kata sukarela pengamanan pajak pun 1:08:28 diganti sama eh pengungkapan harta 1:08:30 sukarela Jadi kita pakai diksi itu untuk 1:08:33 perumahan juga jadi perumahannya eh 1:08:35 sukarela kemudian memang kalau yang tadi 1:08:39 juga harus memikirkan eh pengembangan 1:08:41 untuk tapera ini ataupun Perumahan 1:08:43 Rakyat depnya ya bukan cuman tapera ya 1:08:46 itu dari sistem Todi gitu kan ada masih 1:08:49 eh yang dia beririsan dengan 1:08:52 transportasi Saud itu yang bisa juga 1:08:54 dilakukan karena kita menyikapi dari 1:08:57 Genzi dan lain sebagainya ini mulai 1:08:59 untuk 1:09:00 melihatansi akses ke tempat kerja mereka 1:09:03 gitu dari rumah mereka dari rumah mereka 1:09:06 ke tempat kerja mereka itu sudah 1:09:08 memikirkan mulai Man tentang 1:09:11 transportasi publik gitu kan kita 1:09:13 mungkin tidak berpikir lagi seperti 1:09:15 zaman kita ya mungkin ya mungkin zaman 1:09:18 kita kan kalau beli rumah yang penting 1:09:20 ada jalan tau dan sebagainya gitu nah 1:09:21 ini harus diubah mindsetnya untuk bisa 1:09:24 lebih e menepatkan p transportasi publik 1:09:28 gitu kan Terus kemudian kita juga harus 1:09:31 bisa sebenarnya ini kan banyak ya Eh 1:09:34 tadi ada dana dari eh BPJS tah kekerjaan 1:09:40 terus juga jangan lupa masal ada kita 1:09:43 investment 1:09:45 eh National authority atau Ina yang di 1:09:48 mana itu bisa jadi sumber pendanaan 1:09:50 untuk e pembiayaan Perumahan Rakyat juga 1:09:52 gitu dan itu eh kemarin juga banyak yang 1:09:56 menyampaikan bahwa apa nih peran 1:09:57 pemerintah di situ untuk 1:09:59 ee menambah dana untuk tapera gitu dan 1:10:03 jangan sampai sebenarnya yang diutamakan 1:10:06 dananya dana dari masyarakat gitu kan 1:10:08 Ini yang harus kita dorong adalah dana 1:10:10 dari ee pemerintah juga harus masuk ke 1:10:13 situ terus kemudian kita ee sebenarnya 1:10:16 ini juga ee Mungkin Bang ini mungkin 1:10:19 mengikuti juga kasus-kasus ee tras yang 1:10:23 menyebabkan Tras isu kita kepada lembaga 1:10:25 pengelolaan investasi negara ini ee 1:10:28 melemah gitu Jadi kita memiliki tas isu 1:10:33 mengenai eh lembaga pengelolaan 1:10:36 investasi mulai dari jiwas rakyat Asabri 1:10:40 kemudian Ada dugaan di e taspi yang men 1:10:45 saya itu juga harus bisa disusan oleh 1:10:47 pemerintah terlebih dahulu gitu Jadi ini 1:10:50 Yang Kenapa sih tahun 2020 itu tidak 1:10:53 terlalu ee ribut gitu kan tapi tahun 1:10:55 2024 itu sangat rebut sekali bahkan kita 1:10:58 menggelar ee berbagai TV lah berbagai TV 1:11:01 itu menggelar acara untuk membahas 1:11:03 tapera gitu kan Ini yang yang karena 1:11:06 kita menghadapi trust isu yang pertama 1:11:07 Ya trust isu mengenai lembaga 1:11:09 pengelolaan investasi dari pemerintah 1:11:11 gitu kita sudah disuguhkan eh 1:11:13 polemik-polemik korupsi yang ada di eh 1:11:16 jiasraya dan sebagainya itu yang tadi 1:11:18 saya Sebutkan ini yang yang akhirnya 1:11:20 membuat masyarakat terutama yang Genji 1:11:23 dan milenial itu se dengan e pengelolaan 1:11:26 di pptp terus kemudian 1:11:29 eh kita juga menghadapi bahwa ya 1:11:33 potongan kalau menyimak eh dari Kadin ya 1:11:37 Ini juga t juga eh cukup terkej juga nih 1:11:41 Eh jadi ini tuman pengusaha dan buruh 1:11:45 itu satu suara untuk menolak tapera gitu 1:11:47 Jadi ini yang yang e menyebabkan ya yang 1:11:51 jadi SL saya itu dibuat untuk siapa gitu 1:11:54 kan dari sisi bururuh itu ee merugikan 1:11:56 dari sisi pengusah juga merugikan gitu 1:11:58 kan Ini buat siapa jadtinya gitu kan Nah 1:12:00 makanya 1:12:01 ee dari sisi pengusaha menyebutkan 18% 1:12:06 dari pendapatan itu sudah dipotong gitu 1:12:08 kalau itu dipotong lagi untuk kera itu 1:12:10 bisa sampai 20% belum lagi mereka ada 1:12:12 mungkin ada 30% untuk kicilan gitu jadi 1:12:15 uang mereka itu sudah habis 50%nya untuk 1:12:18 pembayaran-pembayaran yang di luar 1:12:20 kebutuhan eh eh bulanan mereka masi 1:12:23 makanya ini yang jadi eh dampak juga 1:12:27 kita harus 1:12:28 bisa tepat waktuah untuk 1:12:32 bisaasikan kebijakan ini Mas jadi eh 1:12:36 saya rasa sih itu yang yang bisa 1:12:39 dilakukan tapi tadi dari Prof dari Pak 1:12:43 Agus itu sudah konkret sekali sih untuk 1:12:46 eh kebijakannya kebijakan yang diusulkan 1:12:51 ya bisa saya tambahkan sedikit silakan 1:12:55 silakan Pak ant silakan Ini ini begini 1:13:00 Jadi tadi kan bng eh apa eh pak Mardani 1:13:03 Al juga mengatakan 1:13:05 eh ya kalau Singapura sudah 1:13:08 pencapaiannya sudah tinggi mungkin 890% 1:13:12 sudah mempunyai kepemilikan rumahnya lah 1:13:14 ya begini ini sangat bahaya kita eh 1:13:19 eh membandingkan eh pakani dengan itu 1:13:23 karena apa Jangan nanti pemerintah 1:13:26 menggunakan argumentasi dari pakardani 1:13:29 gitu kan untuk menjustifikasi untuk 1:13:31 hal-hal seperti ini pertama 1:13:34 begini 1:13:36 Singapura itu adalah GDP perkapitanya 1:13:40 sudah 1:13:41 .000 lebih Singapura sudah keluar dari 1:13:45 negara berpenghasilan rendah menjadi 1:13:48 berpenghasilan atas menengah atas itu 1:13:52 dari tahun 1:13:53 -an di menjadi negara maju itu sudah 1:13:57 dari tahun 1:13:59 -an jadi sudah sangat ini sekali daya 1:14:02 beli mereka itu sudah sangat kuat 1:14:05 sehingga pemerintah tinggal menyediakan 1:14:09 eh Perumahan dengan HDB tadi lalu 1:14:13 demandnya sudah ada dan mereka mampu 1:14:16 bayar Nah inilah yang tadi saya katakan 1:14:19 ya pemerintah harus membuat rakyatnya 1:14:22 Sejahtera dulu gitu kan baru le 1:14:25 memberikan dia bilang Oke Anda saya 1:14:28 wajibkan menabung gitu itu pertama kedua 1:14:32 Singapura penduduknya ketika itu cuman 1:14:37 mungkin 2 juta 3 juta sekarang 5 juta 1:14:40 dengan 1:14:42 pendatang-pendatang begitu juga dengan 1:14:44 Jerman Jerman itu sudah menjadi negara 1:14:46 maju itu sudah dari tahun 60-an dia 1:14:49 habis perang pertumbuhan ekonominya 10% 1:14:53 ke atas tahun 1:14:55 an sudah maju lagi dan pada saat itu 1:14:58 Jerman itu menjadi negara dengan ekonomi 1:15:03 terbesar kedua dunia setelah Amerika 1:15:06 Serikat dan kemudian Jepang mengikuti 1:15:09 menjadi nomor 3 dan nomor dua 1:15:13 perekonomian Jadi daya beli mereka itu 1:15:15 sudah kuat sekali dan pemerintahnya 1:15:17 sudah mempunyai uang gitu itu 1:15:20 pertama terus kedua ta ratio Indonesia 1:15:24 maka nya kenapa Indonesia tidak bisa 1:15:27 membangun pemerintah tidak mempunyai 1:15:29 dana untuk mendanai itu tax ratio 1:15:32 Indonesia itu sekarang ini cuman 1:15:36 10% waktu 1:15:38 2019 itu menjadi 1:15:41 9,8% naik sedikit menjadi 1:15:44 10,3% sekarang pada akhir 2023 dan per 1:15:49 quarter 1 per quarter 1 2024 ta ratio 1:15:55 itu hanya 1:15:56 8,8% karena penerima negara itu drop 1:16:00 sekali 1:16:02 bayangkan kalau penerima negaranya 1% 1:16:06 bisa naik 1% itu sudah 1:16:11 du 200 triliun 1% 200 triliun kalau dulu 1:16:17 kita pernah sampai top 1:16:19 13,3% selisih itu adalah kita anggap 3% 1:16:23 3% dari 2 .000 triliun itu adalah 600 1:16:28 triliun 600 triliun kita sudah bisa 1:16:32 membangun rumah 1:16:35 dengan jumlah rumahnya ya 1:16:37 kalau harga jualnya mungkin 300 400 juta 1:16:41 gitu tapi biayanya tuh enggak segitu 1:16:44 apalagi tadi Pak maranti mengatakan 1:16:46 kalau seandainya tanah dan sebagainya 1:16:49 diberikan solusi oleh pemerintah dan itu 1:16:52 pasti bisa mendapat sekitar 3 juta uang 1:16:55 segitu aja cuman bisa 3 juta jadi 1:16:57 backlock ini enggak pernah terubah 1:16:59 backlock ini semakin lama semakin besar 1:17:02 Coba lihat backl Tun lalu berapa itu 1:17:04 semakin besar terus nah ini adalah salah 1:17:08 satu terkait juga dengan kemampuan 1:17:11 pemerintah fiskal pemerintah terkait 1:17:14 Jadi kita ini merosot Terus kenapa 1:17:18 merosot terus karena orang kaya tidak 1:17:21 membayar pajak sesuai seperti yang 1:17:25 diharapkan yaitu 1:17:28 progresif pajak di Indonesia kalau kita 1:17:30 bilhat semakin kaya orang yang sangat 1:17:33 kaya sekali itu adalah regresif makanya 1:17:37 kita pertumbuhan ekonomi kita di yang 1:17:40 diterima oleh negara itu secara 1:17:43 persentase lebih rendah dari pertumbuhan 1:17:47 PDB 1:17:48 nominal maka itu ta Rao turun gu nah 1:17:53 bayangkan sekarang ini adalah political 1:17:56 will ini 500 triliun bisa bangun IKN 1:17:59 Kenapa Perumahan tidak bisa gitu nah ini 1:18:02 kan political will ini kan 1:18:03 keberpihakannya ke mana gitu sekali lagi 1:18:07 masalah Perumahan ini adalah bukan 1:18:10 masalah pem apa permintaan tapi masalah 1:18:13 backlog ini yang harus diselesaikan 1:18:16 demikian Bung Aldi tambahan dari 1:18:19 Saya baik terima kasih Pak Antoni at 1:18:22 pjelas sangat ee e eh jelas ya 1:18:26 paparannya Dan tiba kita di akhir acara 1:18:29 dengan tema ta pera ini dan sebelum kita 1:18:33 closing ini ada salam dari RG Belu ingin 1:18:37 sekali bergabung tapi sedang berada di 1:18:39 hutan di 1:18:45 Flores cinta 1:18:47 alam belum mungkinkan jadi beliau salam 1:18:50 menyampaikan salam kepada seluruh 1:18:51 pemirsa dan 1:18:56 diut kalau RG 1:18:59 udah 1:19:00 eh temannya semuautan jadi insyaallah 1:19:03 gak 1:19:04 hilang baik 1:19:06 e kita di akhir acara sahabat-sahabat 1:19:10 e sekalian seperti biasa para narasumber 1:19:14 diminta untuk mberikan closing statement 1:19:17 atau closing ideas Isah 1:19:20 iltingat pertama ke Pak dipersilakan pak 1:19:23 mungkin yang 1:19:26 Iya 1:19:27 eh sama tadi yang disampaikan Eh sama 1:19:31 narasumber lainnya bahwa memang kita 1:19:34 harus kembali lagi ke rohnya yang 1:19:35 sukarela untuk dalam hal kepesertaan di 1:19:38 PPT perak terus kembali lagi ke sukarela 1:19:41 Jang lagi ke eh kewajiban untuk men 1:19:44 jadiadi Tata perak terus kemudian memang 1:19:47 harus ada transparansi kemudian juga 1:19:49 harus ada ya Bisa dibilang ee 1:19:53 kebijakan-kebijakan yang menurut saya 1:19:55 tadi disampaikan oleh prof Antoni mas eh 1:19:57 aguso pak aguso juga Bang mani itu bisa 1:20:00 dijalankan dengan optimal sehingga ee 1:20:03 apa yang diamankan oleh undang-undang 1:20:05 bahwa Perumahan ini menjadi satu dasar 1:20:07 untuk ee kehidupan dan kesejahteraan 1:20:09 masyarakat itu bisa dipenuhi Mas Aldi 1:20:12 itu aja mungkin dari saya Mas 1:20:14 Aldi Baik terima kasih 1:20:23 Pak 1:20:27 ul berikutnya Pak Agus Eko bersilakan 1:20:30 agusya Terima kasih Mas e Saya kira 1:20:35 eh sudah panjang lebar dari bapak-bapak 1:20:38 semua dan saya kira penting untuk kita 1:20:41 sadari bahwa tentu mesage-nya itu adalah 1:20:44 bagaimana membangun kesejahteraan 1:20:45 masyarakat ya bukan menjadi beban dan 1:20:48 dan membuat kekisruan di masyarakat ini 1:20:51 yang saya kira penting untuk diberikan 1:20:53 dan timing kadang kalala pas perlu 1:20:56 dipikirkan juga timing Bagaimana ee apa 1:20:59 menggulirkan ee kebijakan bahwa itu 1:21:02 sudah dipersiapkan secara matang ini 1:21:04 yang saya kira penting sekali 1:21:06 eh matang ini untuk memberikan semangat 1:21:10 persepsi publik kita masyarakat kita 1:21:13 yang memang tentu bahwa ee pemerintah 1:21:16 akan mampu melakukan ee apa ee kebijakan 1:21:20 secara secara baik dan proper ini yang 1:21:22 saya kira penting sekali tanpa itu 1:21:25 apa 1:21:26 eh kepercayaan publik akan akan sangat 1:21:29 rendah sekali Apun kebijakan baik tanpa 1:21:32 didukung dengan e rasa percayai dari 1:21:35 masyarakat itu akan sangat mungkin 1:21:38 memberikan e 1:21:40 efekik bagi pemerintah itu sendiri Saya 1:21:43 kira itu 1:21:49 Masasih Baik terima kasih Pak 1:21:52 berikutnyaak 1:21:54 Pak 1:21:57 Iya 1:21:58 kita mengimbau bukan mengimbau lagi ya 1:22:02 mungkin 1:22:04 menuntut pemerintah 1:22:06 ini khususnya Presiden 1:22:09 Jokowi 1:22:11 Jangan membuat peraturan 1:22:14 yang melanggar konstitusi jadi stoplah 1:22:19 dan jangan stoplah untuk apa eh membuat 1:22:24 perat aturan yang menjahati rakyatnya 1:22:26 sendiri bagaimana orang yang punya 1:22:30 penghasilan UMR dipaksa untuk bayar BPJS 1:22:34 dan dipaksa untuk bayar tapera Coba kita 1:22:37 lihat guru-guru yang terjerat dengan 1:22:40 pinjol Apakah dia ada tabungan di BPJS 1:22:44 mungkin ada tapi enggak bisa 1:22:48 dipakai dan dia harus terjerat dengan 1:22:51 pinjol karena pendapatannya tidak cukup 1:22:54 untuk bayar BPJS saja tidak cukup ada 1:22:58 tabungan Tetapi dia harus pinjam-pinjau 1:23:01 Coba kita lihat Berapa banyak itu ada 1:23:04 tabungan di BPJS tapi tidak bisa 1:23:08 digunakan mau Ditambah lagi dengan 1:23:12 tapera tabungan penderita atas 1:23:14 penderitaan 1:23:16 rakyat 1:23:18 stoplah ya kan Nah ini 1:23:21 harusitu jangan sampaiembuat 1:23:25 kalau seandainya bahwa ini peraturan 1:23:28 untuk orang yang dirasakan pendapatannya 1:23:31 cukup 20 juta ke atas 30 juta ke atas ya 1:23:35 mungkin masih ada itu meskipun itu tidak 1:23:38 boleh melanggar 1:23:40 undang-undang tidak ada satu negara pun 1:23:42 yang mewajibkan itu boleh apa wajibkan 1:23:45 menabung gitu dengan 1:23:50 apaid di singap juga ba karena dia 1:23:52 menggabungkannya dengan fund juga gitu 1:23:56 jadi jadi beda bahwa pension fundnya 1:23:59 dinaikkan rate-nya ya untuk sebagian 1:24:02 adalah Perumahan dan mereka eligible 1:24:05 untuk menarik dana itu untuk uang muka 1:24:08 perumahan gitu Jadi kita cuman 1:24:11 melihatnya cuman separuh-separuh aja 1:24:13 meniru cuman separuh-separuh tapi cuman 1:24:15 yang ininya aja tapi intinya adalah 1:24:18 mereka sekarang mau menggunakan ini 1:24:20 untuk SBN sekarang rupiah itu sudah 1:24:23 16.000 250 lagi gitu Jadi ini defisit 1:24:28 ini sudah sudah sudah kelewatan tidak 1:24:31 ada solusinya sebetulnya fiskal kita ini 1:24:34 sudah 1:24:36 colap negara tidak bisa default karena 1:24:39 negara mempunyai dua instrumen yaitu 1:24:43 instrumen menarik 1:24:45 pajak dan instrumen mencetak uang itu 1:24:49 yang sudah dilakukan instrumen itu 1:24:52 sewaktu pandemi mencetak uang Bi harus 1:24:57 bisa beli di primary market atau di 1:24:59 secondary market lalu kemudian 1:25:02 interestnya itu dikickb ya itu artinya 1:25:05 dipulangkan gitu kan interestnya itu 1:25:07 monary finaning nah ini dan Yang 1:25:12 kedua bahwa finaning dari apa ininya 1:25:16 sudah sangat ya 1:25:21 sangat rasionya sangat tidak masuk 1:25:24 Nah jadi itulah bahwa struktural ini 1:25:29 fundamental ekonomi kita ini yang harus 1:25:32 dibenaki dan jangan 1:25:35 sampai masyarakat kecil yang membiayai 1:25:39 pembiayaan pembiayaan 1:25:42 ini negara yang harus hadir untuk mereka 1:25:45 bukan mereka hadir untuk untuk negara 1:25:47 gitu Ini kebalikan gitu nah Demikianlah 1:25:50 saya rasa itu yang kita tuntut bukan 1:25:53 imbau lagi Eh 1:25:55 bungani betul betul ya terima kasih Pak 1:26:00 Antoni dan terakhir Sori 5 bulan lagi 1:26:04 sudah selesai itu cukup gitu jangan 1:26:07 sampai menam 1:26:09 penderitaan Iya nanti mudah-mudahan 1:26:11 dicabut presiden baru mudah-mudahan 1:26:13 presiden baru mendengar aspirasi dari Dr 1:26:15 Antoni 1:26:17 pakardani jangan sampai Faisal asf turun 1:26:22 tangan baik 1:26:25 k 1:26:28 at kasih Bang Mas naul Mas agusek 1:26:33 Prof tapera tabungan penderitaan rakyat 1:26:37 ya jangan sampai ya harus jadi memang 1:26:42 betul-betul tabungan yang membahagiakan 1:26:45 dan karena 1:26:46 itu in 1:26:48 theilemintah betulbetul harus 1:26:53 mendetailkanelkan roadmap-nya Bagaimana 1:26:55 backlock 9,9 atau 7,6 juta itu 1:26:59 terpenuhi berapa komitmen APBN dan APBD 1:27:03 negara mana tanah negara yang bisa 1:27:07 digunakan berikan kemudahan suku bunga 1:27:10 ee dan berikan kelenturan bagi 1:27:14 masyarakat genz Jangan dipaksa ya karena 1:27:17 mereka mungkin beda dengan kita persepsi 1:27:20 mereka mereka tuh mikir punya rumah tuh 1:27:23 e di tempat tidak gitu loh gitu loh 1:27:26 ngerepotin Iya gitu depresiasi Iya pajak 1:27:29 Iya bayar IPL pengelolaan lingkungannya 1:27:33 tiap bulan G loh jadi ada yang berubah 1:27:36 dan jangan pakai manajemen kuno untuk e 1:27:41 kondisi yang berubah dan itu cuma 1:27:43 menunjukkan kebebalan pemerintah 1:27:47 kebodohan pemerintah yang mestinya itu 1:27:50 harusnya tidak terjerembap ke lubang 1:27:52 yang sama berkali-kali Indonesia leader 1:27:55 talk Insyaallah akan selalu hadir 1:27:57 mengingatkan kita semua gunakan akal 1:27:59 sehat gunakan etika kontrol pemerintah 1:28:03 Bela rakyat untuk terwujud Indonesia 1:28:05 yang baldatun thibatunun Gofur begitu 1:28:09 Bang baik eh terima kasih Pak Mardani 1:28:13 dan seluruh narasumber pada malam ini 1:28:16 Pak Antoni buwan Pak nuda pakus Ek eh 1:28:21 hampir sama ya seluruh eh para 1:28:24 narasumber memberikan rekomendasi 1:28:27 kebijakan k pemerintah agar segera 1:28:28 mencabut Peraturan Pemerintah terkait 1:28:30 taa ini karena Sangat memberatkan rakyat 1:28:33 E dan mengganti dengan kebijakan yang 1:28:36 lebih tepat sasaran ya terkait 1:28:38 pembiayaan Perumahan dan yang paling 1:28:39 inti rakat bisa mendapatkan tempat 1:28:42 tinggal dengan mudah tanpa harus eh 1:28:44 memberatkan beban kehidupannya dan kita 1:28:47 harap pemerintah mau berpikir keras 1:28:49 untuk mencari kebijakan terbaik bisa 1:28:51 dilibatkan di sini banyak para 1:28:53 narasumber ahli ekonom ahli-ahli 1:28:55 Perumahan Rakyat ee di ITB di UI dan 1:28:58 lain-lain ya yang sebenarnya punya 1:29:01 banyak solusi tinggal pemerintah mau 1:29:03 mendengar atau tidak mau membuka 1:29:05 ruang-ruang publik atau tidak untuk 1:29:07 mencari kebijakan yang paling tepat ee 1:29:10 bagi kesejahteraan rakyat dalam hal 1:29:12 Perumahan ini Terima kasih sampai ketemu 1:29:14 pada acara Ind stok depan pada waktu dan 1:29:18 K asalamualaikum warahmatullahi 1:29:20 wabarakatuhumsalamih 1:29:24 masa kasih Mas AG 1:30:23 fore