Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Masih bersama saya
- Bagus ditemani rekan-rekan para pejuang
- dakwah baik yang ada di Cibubur
- maupun ee pejuang dakwah yang ada di
- berbagai daerah dalam kajian sirah
- sahabat bersama Ustaz Komaruddin Basuni.
- Baik, Ustaz. Sebelum saya bacakan
- tentang eh hadis riwayat Ahmad al-Hakim
- dan Tirmidzi tentang cerita ghulam. Jadi
- ghulam ini nama kecil dari Ibnu
- Abbas panggilan dekat panggilan dekat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kepada beliau. Ya. Baik, kita akan sapa
- dahulu para pendengar kita yang sudah
- bergabung dan memberikan pertanyaan.
- Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ibu Kiki di
- Sukabumi. Heeh. Ustaz, karya apa saja
- yang ditarehkan sahabat Ibnu Abbas dalam
- Islam? Dan mohon dijelaskan pula apakah
- Ibnu Abbas ini ada hubungan kerabat
- dengan Rasulullah?
- Masyaallah. Alhamdulillah saudaraku
- suka masih saudara
- saya. Saudara
- suka saya. Oh gitu ya. Masyaallah nanti
- ustaz-ustaz saya pulang kampung.
- Masyaallah dari Ibu ya
- [Tepuk tangan]
- bahwa ditolehkan oleh
- beliau sampai kepada kita sekarang ini
- ada dalam kitab
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Sulia seperti hadis
- yang coba tolong dibacakan Mas yang tadi
- Ustaz. Iya. Heeh.
- Baik. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sering
- melihat berdua bersama si kecil Abdullah
- bin Abbas.
- Suatu ketika Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam mengajak Ibnu Abbas
- radhiallahu anhu berjalan-jalan seraya
- menyampaikan tarbiahnya kepada pemuda
- cilik ini. Ya ghulam, maukah engkau
- mendengarkan beberapa kalimat yang
- sangat berguna? Iya. Jagalah Allah
- Subhanahu wa taala yaitu
- ajaran-ajarannya maka engkau akan
- mendapatkannya selalu menjagamu.
- Masyaallah. Jagalah Allah
- larangan-larangannya. Maka engkau akan
- mendapatkan Allah selalu dekat di
- hadapanmu. Masyaallah. Kenalilah Allah
- dalam sukamu, maka Allah akan
- mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau
- meminta, mintalah kepada Allah. Jika
- engkau memerlukan pertolongan,
- mohonkanlah kepada Allah. Semua hal yang
- terjadi denganmu telah selesai ditulis.
- Ketahuilah seandainya semua makhluk
- bersepakat untuk membantumu dengan apa
- yang tidak ditakdirkan Allah untukmu,
- mereka tidak akan mampu membantumu.
- Masyaallah. Atau bila mereka
- berkonspirasi untuk menghalangi engkau
- mendapatkan apa yang ditakdirkan
- untukmu, mereka juga tidak akan dapat
- melakukannya. Semua aktivitasmu
- kerjakanlah dengan keyakinan dan
- keikhlasan. Hm. Ketahuilah bahwa
- bersabar dalam musibah akan memberikan
- hal hasil positif dan bahwa kemenangan
- itu dicapai dengan kesabaran dan bahwa
- kesuksesan itu sering dilalui lewat
- tribulasi dan bahwa kemudahan itu tiba
- setelah kesulitan. Hadis riwayat Ahmad,
- Hakim dan Tirmidzi. Masyaallah. Itulah
- salah satu di
- antaranya pesan Rasul kepada Ibnu Abbas.
- Dan Ibnu Abbas
- menyampaikan kepada tabiin bagaimana
- Rasul mendidiknya atau
- mentarbiahnya sehingga ee
- karya-karya atau apa yang beliau
- dapatkan bisa kita simak dalam
- penjelasan hadis tersebut. Mungkin itu
- saja sebagai salah satu ya kreasi atau
- hasil karya beliau yang bisa sampai kita
- baca dalam kitab-kitab hadis. Demikian.
- Baik, Ustaz. Kemudian Ustaz dari hamba
- Allah di Jakarta. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, berarti kekayaan
- Ibnu Abbas tidak membuatnya menjadi
- hidup nyaman dan bersenang-senang?
- Ya, hidup beliau penuh digunakan untuk
- jihad
- fisabilillah. Dan kalau orang sudah
- berjihad fisabilillah itu yang namanya
- kebahagiaan pasti ada. Heeh. Setiap
- program yang dilaksanakan dalam jihad
- itu yang namanya tamasya ada di
- dalamnya. Tapi kalau tamas tidak ada
- jihad di dalamnya. Tapi kalau ada jihad
- pasti ada
- tamasya. Artinya
- menikmati keindahan alam.
- menikmati suara suara yang khas yang
- tidak pernah didengar. Coba kita datang
- ke satu tempat umpamanya ke Gunung Gelis
- yang ada di sekitar daerah yang dekat
- dengan Cisarwa Bogor itu dikira waktu
- kami belum tahu Gunung Gulis ya
- gunungnya ternyata di tengah-tengah
- Gunung Gulis itu ada tempat yang sangat
- masyaallah kalau di Cimangis itu tempat
- main golp itu namanya apa
- itu iya lapangan lapangan bola, lapangan
- gelap ya. Nah, itu di Gunung Gelis yang
- jauh dari keramaian kota ternyata ada
- lapangan
- golapnya di Gunung Gulis itu padahal itu
- masyaallah naik turun curam tahu-tahu
- ada lapangan golf terus naik lagi di
- atas ada hotel ini, hotel itu.
- Masyaallah.
- Nah, nah orang yang berjihad menegakkan
- kalimah Allah itu diberikan tuh istilah
- bahasa gampangnya itu dikasih hiburan
- kecil-kecil dululah menikmati alam
- sekitar. Nah, begitu sampai ke tempat
- yang dituju baru
- dia melaksanakan apa yang
- dicita-citakannya. Saya ketemu tengah
- malam dengan anak muda yang berpakar
- serba putih dengan sabuk karate.
- Masyaallah. Jadi itu mereka latihan di
- tempat itu, itu dalam keadaan gelap
- gulita. Bayangkan.
- Jadi memang mereka melaksanakan
- tugas-tugas aktivitas yang mungkin
- diemban oleh mereka. Demikian. Hm. Baik.
- Kemudian Ustaz dari hamba Allah
- di
- 085811323. Sekian seekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Barakallah
- fik. Ustaz saya mau bertanya. Apakah
- perang antara kubu Sayidina Ali dengan
- kubu Muawiyah ini sunatullah dan apakah
- Nabi sudah
- mengisyarahkan dan apa hikmahnya karena
- kedua kubu ini sama-sama Islam.
- Ya, kalau kita lihat surah
- Al-Hujurat itu memang sebelumnya sudah
- diisyaratkan oleh Allah. Bahkan akan
- terjadi dua kelompok sesama orang mukmin
- berperang. Berperang. Allah mengatakan
- minasyaitanirjimat minal
- mminatalu. Jadi sebelum kejadian itu
- ayat sudah turun yang artinya wafatani
- dan jika dua kelompok besar minal
- mukminin dari kalangan orang
- beriman iktatalu mereka saling
- menyerang.
- Faaslihu. Maka damaikanlah mereka tuh.
- Faagot ihdahuma. Kalau di antara salah
- satu ada yang kekeh ya untuk
- melaksanakan
- keinginannya, apa kata Allah? Faktul
- perangi
- mereka. Faqotibu. Oh faqat. Nah.
- Jadi peristiwa yang terjadi antara Ali
- dengan Muawiyah itu sudah ada isyarat
- dari Allah. Maka Ali bin Abi Thalib
- sebelum melaksanakan pertempuran itu
- berkali-kali mengirim utusan untuk
- islah diadakan perdamaian. Tapi pihak
- Muawiyah tidak mau. Sehingga terjadilah
- peperangan yang dahsyat yang disebut
- namanya perang sifin.
- Tapi pada saat peristiwa perang sipir
- ini terjadi, beberapa sahabat
- ditanya, "Yang benar mana? Yang salah
- mana?" Nah, kan gitu. Apakah Ali yang
- benar, apakah Muawiyah yang salah?
- Apakah Muawah yang benar, Ali yang
- salah? Tapi waktu Ibnu Abbas ditanya,
- "Bagaimana Anda memandang kedua belah
- pihak ini? Mana yang benar, mana yang
- salah?" Apa jawaban Ibnu Abbas?
- Kalau di pihak Ibnu
- Abbas tidak ada orang seperti eh kalau
- di pihak Muawiyah tidak ada orang
- seperti Muawiyah tidak akan terjadi.
- Ibnu Abbas maksudnya? Iya Ibnu Abbas
- berkata berkata seperti itu kan ditanya
- menurut Anda yang benar Ali apa
- Muawiyah? Muawiyah apakah Muawiyah
- ataukah Ali? Kan gitu yang benar. Apa
- jawabannya? Kata Ibnu Abbas, jika di
- pihak
- Muawiyah tidak ada orang seperti
- Muawiyah, tidak akan terjadi peperangan.
- Begitu pula dari pihak Ali, kalau tidak
- ada Ali bin Abi Thalib, tidak akan
- terjadi peperangan. Maksudnya dia tidak
- menyalahkan kedua-duanya. Hm. Nah,
- artinya artinya apa? Dengan kecerdasan.
- Karena apa? Ada dasar ayat
- tadi. Mereka masih sama-sama seorang mu
- mukmin. Muawiyah juga
- mukmin, Ali juga mu
- mukmin. Terus apakah di antara mereka
- setelah terjadi yang ditawan? Enggak ada
- yang
- ditawan tuh. Tapi sebagian orang yang
- mungkan ilmunya itu langsung ini salah,
- ini salah. Nah, itulah inilah kedewasaan
- dan kecerdasan Ibnu Abbas dalam
- memandang suatu hukum ya yang beliau
- memang selalu berdasarkan dengan
- ayat-ayat Allah. Jadi, Ibnu Abbas lebih
- bersikap adil, adil dan netral. Dia
- tidak memberikan justifikasi. Ya,
- netifasi. Nah, itulah. Jadi memang bagi
- orang yang berilmu itu harus
- pandangannya luas, menyeluruh. Karena
- ayat sendiri mengatakan
- wainatani
- minal itu ayatnya kan.
- Dan beliau tidak berani mengatakan pihak
- Muawiyah kafir. Tidak. Ya, mereka mukmin
- ya. Mungkin kalau ada kesalahan namanya
- manusia ada kesalahan, ada kehila
- kehilangan. Demikian. Baik, Ustaz.
- Demikian tadi untuk sebentar saya
- tambah. Keterangan ini dimuat oleh Prof.
- Dr. Hamka. Oh. di dalam tafsirnya
- Al-Azhar. Ah, bagaimana beliau
- menyajikan satu pandangan kepada kaum
- muslimin agar tidak
- gegabah, tidak memberikan justifikasi
- sebelum beliau membaca secara
- keseluruhan permasalahan-permasalahan
- yang terjadi di kalangan kaum muslimin.
- Demikian. Baik,
- Ustaz. Demikian untuk penanya kami,
- semoga terjawab. Kemudian kita ke
- Cibinong ada Bapak Samsul.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sering K
- Baik
- waktunya. Oh, satu lagi ya. Sering kita
- menerima kiriman WhatsApp berupa info
- Heeh. atau kisah atau hadis yang
- terkadang kita tidak yakin betul
- kesahihannya. I meskipun dicantumkan
- sumbernya. Apakah ada tips mudah untuk
- kita memverifikasi kebenaran info atau
- kisah atau hadis tersebut, Ustaz?
- Jazakumullah. Amin. Memang kalau masalah
- ini itu menyangkut masalah mustalahul
- hadis ya.
- Tapi kalau kita baca Muslim umpamanya
- itu kita husnudan pasti hadisnya sahih.
- Nah, karena dalam kitab dua kitab ini
- baik Bukhari maupun Muslim itu sudah
- diakui keakuratan sanadnya itu sahih
- dalam sisi sanad ya. Adapun dalam sisi
- matan masih ada yang diperbincangkan.
- Maka sebaiknya kalau kita menyampaikan
- hadis itu yang hadis yang sudah kita ee
- renungkan dahulu, yang sudah kita yakini
- keabsahannya. Maka saya masih ingat
- sampai sekarang sebuah hadis itu
- dikatakan sahih apabila satu tidak
- cacat. Heeh. Sanadnya, kedua sanadnya
- bersambung. Ketiga, sanadnya tidak
- terputus. Yang keempat, tidak
- bertentangan dengan hadis yang lebih
- sahih. Terus yang kelima, persyaratannya
- orang yang di dalam sanad-sanad hadis
- tersebut tidak ada yang mati atau
- meninggal dari susunan satu dengan
- susunan itu. Artinya mereka ketemu dari
- guru yang pertama, kedua, ketiga sampai
- kepada Nabi itu mereka makanya haddasana
- sifatnya ketemu muka. Heeh. He. Antara
- muri dengan guus. Karena banyak
- hadis-hadis itu sanadnya itu yang
- terputus yang disebut muddol dan lain
- sebagainya. Ada lagi hadis mubham. Ada
- gara-gara sanad seperti gurunya itu
- waktu menyampaikan pas dia tidak punya
- pegangan kitab karena kitabnya
- kebakaran. Maka hadis itu jatuh hukum
- dari sahih menjadi diif. Seperti siapa?
- Ada seorang ahli di bidang ilmu
- hadis menyampaikan kalau ada sebuah
- hadis yang di dalamnya ada Amr bin
- Hausyab. Nah, ini hadis ini perlu
- diteliti lebih dalam lagi karena Amma
- bin Hausab ini orang yang memang tidak
- begitu dikenal dalam jajaran ilmu ha
- hadis. Demikian. Baik, Ustaz. Dan untuk
- Bapak Samsul di Cibinang semoga
- terjawab, Pak Samsul. Terima kasih Pak
- Samsul sudah memberikan pertanyaan dan
- sebagai penutup Ustaz. Baik, kesimpulan
- para pendengar dari Rasil yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala dan
- Pak Miarasa TV Rasil. Alhamdulillah
- kisah selintas yang kami bacakan dari
- perjalanan salah seorang sahabat
- Abdullah bin Abbas atau dikenal juga
- dengan Ibnu Abbas ini merupakan dorongan
- bagi kita kaum muslimin. Jangan merasa
- cukup dengan ilmu apa adanya.
- harus bertambah terus. Bahkan kalau kita
- sudah punya ilmu, punya kewajiban
- menyampaikan ilmu sehingga ilmu Allah
- itu akan hidup terus. Dan orang yang
- bergelimang dengan ilmu dan beramal
- dengan ilmunya, dia akan mendapatkan
- pahala dari orang yang mengamalkan itu
- sendiri. Pantas kalau Rasul mengatakan
- apabila seorang sudah wafat maka seluruh
- amalnya putus kecuali yang tiga. Artinya
- dia akan terus mengalir pahalanya kepada
- orang yang mati. Pertama apa? Punya anak
- yang saleh. Shihin yad'u lahu. Yang
- kedua, kalau orang itu punya apa? Ilmu
- yang disebarkan dan diamalkan. A ilmin
- yuntafau bih.
- Terus yang ketiga, shodqatin jariatin.
- Waktu hidup dia bersedekah jariah
- sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh
- yang hidup. Seperti dia bangun masjid,
- bangun madrasah, bikin jembatan, bikin
- jalan yang tiap hari digunakan oleh
- orang hidup itu sepanjang yang dia
- lakukan dan bisa terus bermanfaat bagi
- orang hidup itu pahalanya ngalir
- terus. Ilmu yang diamalkan.
- Orang enggak bisa baca Quran. Kemudian
- begitu belajar terus dia bisa baca
- Quran, bisa menafsirkan Quran, bisa
- menyampaikan, "Wah, ini Pak,
- masyaallah." Maka oleh karena itu
- mumpung kita masih diberikan kesempatan
- oleh Allah, masih sehat, masih ada,
- jangan khawatir terhadap apa yang Allah
- berikan kepada kita, kita berikan kepada
- orang lain untuk persiapan bekal di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- Demikian. Baik, demikian. Terima kasih
- Ustaz Kamaruddin. Ikhwan dan akhwat.
- Demikian
- tadi tausiah kita di pagi hari ini dalam
- program sirah Sahabat bersama Ustaz
- Komaruddin Basuni. Semoga apa yang
- beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita dan saya
- ucapkan terima kasih kepada para
- pendengar kami yang sudah bergabung
- dalam acara ini. Dan sebelum berpisah
- ikhwan dan akhwat info dari kami
- hadirlah kajian Islam meneguhkan iman.
- Majelis Taklim Alumni Farmasi UI dengan
- pembicara Ustaz Husein bin Hamid Alatas
- di Masjid Al-Ihsan kantor BKPM Jalan
- Gatot Subroto nomor 44 Jakarta Selatan.
- Hari Sabtu besok tanggal 3 Maret 2018
- pukul .30 sampai dengan pukul 10. pagi
- terbuka untuk alumni Fakultas Farmasi
- FPA dan fakultas lain UI. Ikhwan dan
- akhwat. Demikian informasi kami untuk
- Sabtu esok. Saya Abi Agus undur diri
- Neza, kemudian ada Fahri, Zain dan
- produser kami Uni Upi. Billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]