Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Assalamualaikum warahmatullahi 0:01 wabarakatuh. Saya Mun Esmadroni, 0:04 praktisi dari Safety mengucapkan eh 0:07 selamat eh menjalankan ibadah puasa 0:10 Ramadan 1447 0:13 e Hijriah untuk ee para pendengar radio 0:17 dan TV Rasil. Semoga puasa kita ee 0:20 diberikan kelancaran dan menjadi ee amal 0:24 ibadah yang dicatat oleh Allah Subhanahu 0:26 wa taala untuk ee menjalankannya. Terima 0:29 kasih. 0:34 [musik] 0:40 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:42 warahmatullahi wabarakatuh. 0:44 Alhamdulillah 0:45 sekarang saya sedang berada di sebuah 0:48 rumah yang begitu nyaman dan asri. Kita 0:50 jumpa lagi dalam cara bincang inspirasi. 0:53 Kami sedang berada di sebuah rumah yang 0:56 luas ribuan meter. Di sini ada pohon apa 1:01 namanya itu? Jambrang, ada pohon coklat, 1:04 ada pohon apa dari irian? 1:07 Matoa 1:08 matoa, ada pohon 66 namnam pokoknya 1:10 pohon-pohon langka. Karena ee narasumber 1:13 kita nih penggemar yang langkah-langkah 1:16 [tertawa] 1:17 namanya tentu sudah tidak asing lagi 1:19 menentukan ada pengemar otomotif. Beliau 1:21 nih lu pernah membawakan acara bom e 1:23 bursa apa 1:24 berita berita? 1:25 Ah berita otomotif di TVI ya. 1:28 Asalamualaikum Kang Momo Moderni. 1:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:31 wabarakatuh. 1:31 Aduh rumah enak banget ini [tertawa] nih 1:35 burung berkicau. Ada musang ada ini. 1:38 Tapi barang tua semua sini. 1:40 Iya barang tua tapi [tertawa] 1:42 harganya juga tua juga 1:45 buat inspirasi. 1:46 Ada sepeda-sepeda uniknya. 1:49 Berapa lama ngoneksi ini? 1:51 Ee mungkin 10 tahun terakhir lah gitu. 1:55 10 tahun. 1:55 10 tahun terakhir. Jadi saya kalau tapi 1:58 kalau barang-barang lama saya hunting 1:59 sudah lama. 2:00 Jadi dari mulai yang biasa sampai ke 2:03 sisa bangunan bata juga saya. 2:05 Sisa bangunan Batak. Bata 2:08 sisa bangunan bata aja dikoleksi 2:10 itu. Bata dari mana itu? 2:12 Saya ada dari satu benteng tapi itu ee 2:16 bukan di ee Ngawi ya. e itu juga 2:19 sebetulnya ee karena kebetulan sedang 2:22 direnovasi jadi ada sisanya. Saya tidak 2:25 ngambil sengaja yang izin ya kan ee 2:28 sisanya saja yang patah-patah juga. 2:31 Kedua dari pabrik gula di Jatiwangi. 2:33 Oh. 2:34 Jadi itu yang sudah ratusan tahun dan 2:37 itu biasanya pintu masuk saya untuk 2:39 bercerita ke ee generasi muda tentang 2:42 sejarah. He. 2:43 Nah, kalau pohon-pohonan seperti 2:45 misalnya pohon coklat itu untuk ke anak 2:49 ya. Kita bilang suka enggak coklat, suka 2:52 dari mana? Nah, baru [tertawa] 2:54 ada kunci masuknya lah gitu. 2:58 Ee, Kang Momen pengemar sejarah ya. 3:01 Jadi apa saja yang dikoleksi ini mulai 3:03 dari sepeda sampai ini radio? ee radio 3:05 ee radio ini memang saya juga yang 3:07 lama-lama ya, kebetulan yang ee lama 3:10 masih ada di satu yang di sedang 3:12 diperbaiki. Ee saya lebih ke senang yang 3:16 ee generasi-generasi awal. Jadi ee 3:19 seperti ini ini juga sebetulnya sejarah 3:22 ya ini sejarah perkembangan ee dari ee 3:26 elektronika ini sebetulnya disebut 3:28 dengan elektronik ke cub ya atau tabung 3:32 gitu sebelum ada transistor ini. 3:34 Oh. Oh, gitu. 3:35 Jadi generasi pertamanya besar tuh yang 3:37 saya taruh di luar besar sekali. 3:39 Kemudian ini ee makin kecil dan jadi 3:42 transistor. 3:43 He. 3:43 Setelah jadi transistor jadi IC ya. 3:45 Integrated circuit. Setelah jadi IC ya 3:48 yang kita kenal sekarang yang 3:49 modul-modul begini yang sudah bersatu. 3:51 [tertawa] Jadi kita bisa secara 3:53 elektronik ini ya. 3:54 Secara teknis tahu kamu mah tahu. Karena 3:57 Pak Oan dulu pernah menjadi guru fisika 3:58 di SMA berapa ya? 3:59 48. 4:00 48 Pondok Gede. Betul. 4:02 Pondok e Pondok Gede ya? Gede situ 4:04 [tertawa] 4:05 ini kan waduh memerlukan eort yang besar 4:09 ini. 4:10 Ee santai aja sih saya kayaknya santai 4:12 aja gitu kan. Saya ingin ingin dapat 4:15 culture semua gitu karena ini ee tempat 4:18 apa ya inspirasi saya. Saya setiap habis 4:21 subuh saya harus nulis satu tulisan 4:23 apapun juga tulisannya gitu untuk 4:25 melatih 4:25 ini biar enggak pelupa. Nunda kepikunan. 4:28 [tertawa] 4:28 Iya nunda kepikunan. Soalnya ngisi PTS 4:31 ya. 4:32 Iya. Tam juga ngobi bertualan ngaprak de 4:36 YouTube ngaprak. 4:37 Pergi ke mana-mana gesen 4:40 seperti apa? 4:41 Ee saya memang kalau pergi itu pertama 4:43 sendiri ya. 4:44 Ee kenapa? Karena saya ee kalau 4:47 rombongan minatnya berbeda-beda. 4:49 Oke. Yang kedua saya harus ada 4:51 tujuannya. Tujuan ni bisa saja objek 4:53 wisata ee budaya juga wisata sejarah ya 4:58 ee kesenian juga. Jadi saya kalau 5:00 misalnya ada tujuan seperti itu kita 5:02 juga akan kuat baik naik sepeda ataupun 5:04 naik motor. 5:05 Naik sepeda atau naik motor enggak ada 5:06 naik mobil? Enggak. 5:07 Iya. Anak mobil juga ya. E saya seperti 5:09 3 bulan lalu saya mobil keliling Jawa 5:11 Barat tuh kan ya. Ya. Dia berhenti di 5:15 satu tempat ee hutan biasanya saya 5:17 menghindari ee tempat-tempat camping 5:19 yang umum. Kalau sekarang tuh camping 5:21 ground tuh udah kayak pasar malam gitu. 5:22 [tertawa] Jadi saya enggak enggak 5:24 terlalu tertarik. Akhirnya saya yang 5:25 alami ya buka tenda, masak sendiri, 5:28 tidur. Udah 5:28 Ya Allah. Cuma biasanya kalau 5:30 malam-malam saya ada tantangan juga 5:32 yaitu berkomunikasi radio. Saya bawa 5:34 radio e untuk komunikasi jarak jauh atau 5:37 long distance ya. Biasa saya ngobrol 5:38 sama luar Jawa gitu bisa. 5:41 Nah, kenapa radio ini orang suka? 5:43 Padahal kan suaranya haur-haur enggak 5:46 jelas. Kenapa kok orang suka kan ada 5:49 sekarang? Kenapa? 5:49 Iya. Oke. Jadi ee memang ketika di 5:53 Indonesia ini dibutuhkan komunikasinya 5:56 saja itu mulai kan handphone juga susah 6:00 waktu itu. Telepon aja, telepon rumah 6:01 susah. Nah, tahun-tahun 4-an itu booming 6:05 ya. Padahal ini organisasi ini mulai 6:07 berdiri pada tahun '8. Sebenarnya ee 6:10 orari ini adalah ee 6:13 organisasi untuk orang-orang yang hobi 6:16 elektronika, 6:17 radio. Tapi elektronika khusus radio. 6:19 Nah. Ketika tahun 485 itu ee orang butuh 6:23 komunikasi di situlah booming. Jadi 6:26 orang yang tidak hobi pun elektronikanya 6:28 dia hanya mengandalkan komunikasi dia 6:30 masuk jadi member. 6:31 Nah itu tahun-tahun-an. 6:33 Kemudian ketika 90 sudah mulai ada 6:36 mudahnya hand apa mudahnya telepon ke 6:38 rumah ya handphone itu yang memang 6:40 dasarnya dulunya hanya hobi komunikasi 6:42 mereka keluar. 6:43 Tapi kalau seperti saya karena saya 6:45 hobinya adalah eksperimen radionya ya 6:47 saya lakukan sampai sekarang. Dan 6:49 sekarang masih banyak sebetulnya setiap 6:51 bulan kita ada ujian terus ya dan itu 6:53 yang orang-orang tertarik dengan 6:55 komunikasi 6:56 organasinya orari 6:57 orari dan orari itu sebetulnya akan ee 7:00 organisasi internasional artinya di 7:01 bawah di bawah organisasi internasional 7:03 yaitu ee apa namanya organisasi dari 7:07 IARU inter amati Radio Union kemudian 7:10 itu IRU itu di bawah itu 7:13 itu bawa PBB 7:14 masih eksis sekarang 7:15 masih gitu karena ee kita dapat izin dan 7:18 dapat callsen. Colsen itu berlaku 7:20 internasional. 7:21 Nah, ini ee sekarang masih banyak yang 7:23 kamon apa callsen 7:24 YKI Brapo zero Brapo Delta YK. Saya 7:27 masuk tahun ee tanggal 13 Desember 1978. 7:31 E Buddha 7:32 kalau manggil komunikan atau teman 7:35 komunikasi seperti apa tuh ponden? 7:37 Ee ya kita ada beberapa hal ya ada yang 7:41 disebut dengan dexing. DXing itu adalah 7:43 long distance communication. Jadi ada 7:46 tak kadang-kadang ada tantangan misalnya 7:47 satu malam itu kita harus bisa 7:49 menghubungi ee lima apa ee seluruh benua 7:52 yang ada yang ada di dunia. E jadi 7:55 misalnya dari Amerika satu station, dari 7:57 ee 7:59 Australia satu station, Afrika satu itu 8:01 biasanya kita ada target dan mereka 8:04 dapat penghargaan satu malam itu bisa 8:06 lima keliling dunia lah gitu ya. Ada 8:09 juga yang ee dulu itu All Indonesian DX 8:11 Award. Jadi kita harus bisa menghubungi 8:13 semua provinsi yang di ada di Indonesia. 8:16 Di situlah kita bagaimana membuat 8:19 antenanya karena paling besar itu adalah 8:22 dari antena, pengaruh antena gitu, 8:23 pengarahannya gitu 8:24 ee macam-macam itu dari ukuran dan 8:26 sebagainya. Di situlah satu tantangan 8:28 bagi yang enggak hobi elektronik ya 8:30 ngapain ada handphone kan ada WA dan 8:33 sebagainya tapi itulah ee perbedaannya. 8:35 I. 8:35 Dan yang kedua yang menarik itu adalah 8:38 ee ketika untuk emergency di mana semua 8:41 down seperti Aceh ya itu yang ada tuh 8:44 hanya komunikasi hanya radio itu. 8:46 Jadi lihat orang ya cuma suara aja. 8:49 Oke. Ee jadi kita sekarang ini bisa 8:51 dengan bermacam-macam sebenarnya sudah 8:53 digabungkan dengan internet dan 8:55 sebagainya ya. Tapi memang untuk saya 8:57 lebih senang dengan voice saja biasa 8:59 tuh. ada yang juga dengan digital, 9:00 dengan komputer. Jadi yang ngejawab dia, 9:03 yang ini dia. Tapi enggak menarik bagi 9:05 saya itu. Itu dihubungan komputer memang 9:07 perkembangannya ee ini sekali. Bahkan 9:10 juga ee kita bisa melalui satelit karena 9:13 kita ada satelit juga, satelit ee apa 9:15 namanya amatir radio. Jadi kita bisa 9:18 lebih jauh katakan pakai HT aja sekarang 9:20 bisa berbeda benua pakai HT biasa juga 9:23 tapi melalui ee apa namanya 9:25 teknologi-teknologi seperti ee internet 9:27 ataupun satelit itu 9:29 dengan demikian temannya sudah di 9:30 mana-mana seluruh Indonesia. 9:31 Ee iya di Iya betul. Jadi kita nanti 9:34 biasanya kalau dulu itu kalau kita 9:35 komunikasi dengan ee luar itu ee ada 9:39 etika harus mengirimkan kartu 9:42 SRK. Kalau dulu ya dengan SIM kartu kita 9:44 kirim dan kalau sudah nerima itu kita 9:46 harus membalas etikanya. 9:49 Nah, ini ee sekarang sudah tidak 9:51 dilakukan seperti itu tapi dengan 9:52 komputer aja jadi ketahuan kalau kita 9:55 sudah pernah komunikasi di situ itu 9:57 untuk menunjukkan bahwa kita sah atau 9:59 tidaknya komunikasi. Karena kalau 10:00 misalnya kita mengumpulkan katakanlah 10:02 dalam 1 tahun untuk sekian bisa 10:05 berkomunikasi itu ada piagam-piagam 10:07 tertentu 10:08 yang dikejar. Itulah satu tantangan gitu 10:10 untuk apa untuk ee anggota itu tidak 10:13 hanya 10:14 ngobrol. Cuman di Indonesia dulu 10:15 dikenalnya itu hanya orang yang umum itu 10:17 hanya 2 meteran 10:19 untuk pacaran untuk apa. [tertawa] 10:22 Nah, bagi orang yang sudah terpenuhi 10:24 komunikasinya mereka tinggalkan. 10:27 Eh, oke not. Kami masih 10:30 berbincang-bincang dengan Kang Mamad 10:32 Moderoni. Kami berada di rumahnya yang 10:34 sangat asri. Banyak pohon-pohon ee 10:36 langkah-langkah ee suara burung, 10:40 rumput-rumputan. Tadi kita salat, 10:43 masyaallah nikmat sekali. Terus ee NI 10:46 juga itu apa kerupuk apa itu? 10:51 Enak banget tuh. [tertawa] 10:54 Ada sengaja saya sengaja Rang Ginang dan 10:57 sebagainya yang tradisional aja 10:59 tradisional ya. Akang juga baru ee 11:02 anaknya semua dikasih nama Gunung 11:03 Rinjani Krakatau apa sih? 11:05 Oh betul sudah hanya dua Rinjani Krakata 11:08 Krakatau. Nah Rinjani kemarin 11:09 alhamdulillah baru caja nikah dengan 11:12 seorang pemuda dari Australia St 11:14 St. E Lawrence Walls. 11:16 Oh iya. Oke. Nah tentu sebagai muslim 11:18 tentu enggak sembarang itu aja 11:20 menyerahkan anak kepada orang yang 11:22 betul ya. itu apa? Negosiasi 11:26 dia bisa diterima seperti apa? 11:27 Oke. Ee kebetulan ada satu celah ya ee 11:30 yang membikin saya ini bisa komunikasi 11:32 karena ee di situ ee dia sama-sama hobi 11:36 Jeep. 11:37 Oh. 11:38 Hobi Jeep tadi. Jadi ee ada masuk itu. 11:41 Jadi kalau saya hitung itu empat kali 11:43 kita komunikasi manajep, satu saya 11:45 komunikasi menaj agama. Dan biasanya 11:47 karena dia juga waktunya itu pagi ya ee 11:50 saya biasanya habis subuh ee mulai 11:52 komunikasi. Tapi ee dalam diskusi itu 11:55 saya tidak ee 11:58 ee tidak tidak mengambil referensinya 12:01 dari Al-Qur'an, 12:02 tapi saya ngambil dari 12:04 ee Bibel gitu ya. Saya kebetulan ya 12:07 sedikit tahu ya. Jadi saya coba membahas 12:10 dari situ. Sampailah pada satu 12:12 kesimpulan ee bahwa sudah hampir setahun 12:15 tuh ee kesimpulan bahwa ya pertama bahwa 12:20 yang diimani oleh dia itu sebetulnya 12:23 bukan Tuhan. Jadi dia sudah sampai 12:25 mengucapkan bahwa itu adalah ee ee nabi 12:29 ya. Kemudian ee nilai-nilai 12:33 agama yang 12:35 saya sampaikan ternyata itu dia sesuai. 12:38 Sebagai contoh misalnya kenapa di kita 12:40 enggak boleh minum alkohol? 12:42 Kebetulan dia juga tidak suka juga. 12:44 Ee kemudian ee pakaian-pakaian minimum 12:47 untuk perempuan dia juga ternyata enggak 12:49 senang juga. Kehidupan malam juga enggak 12:51 ya. Tato juga enggak. Nah, di situlah ee 12:54 sudah punya kesimpulan bahwa yang 12:58 diyakini oleh dia itu sebenarnya bukan 12:59 Tuhan, tapi hanya Nabi. Sebagaimana kita 13:02 akui juga baru saya berikan bahwa yang 13:05 sesungguhnya 13:07 Tuhan itu dalamnya Allah ya seperti di 13:09 Al-Ikhlas. 13:11 Terakhir Al-Ikhlas dan ternyata dia 13:12 menyatakan ee saya akan masuk Islam. 13:16 Saya bawa ke ee Islamic Center di Bekasi 13:20 itu persis hari Jumat. Jadi salatnya itu 13:22 adalah salat pertamanya adalah Jumat. 13:25 Oh, masyaallah. 13:26 Ee tidak ada kendala. Cuman ee ada satu 13:29 yang menarik yang 13:31 ternyata ee kita ee duduk sila bersila 13:35 ataupun ee duduk tahiyat gitu ya. Itu 13:38 bagi mereka itu ee bukan kebiasaan dan 13:41 itu jadi beban. 13:43 H 13:43 karena coba kita perhatikan ya, mungkin 13:45 tidak ada di agama lain yang seperti itu 13:49 yang duduk apa segala macam kayak kita 13:51 itu. Jadi ketika diskusi dengan apa saya 13:55 sebelumnya saya bawa ke Ustaz Felix 13:57 ya saya ke rumahnya jadi saya dapat 13:59 waktu cukup ee lama diskusi ya itu 14:02 duduknya itu seperti itu. Dia sakitnya 4 14:05 hari [tertawa] 14:07 bersyukurlah kita yang dari mulai kecil 14:09 sudah belajar untuk sujud dan 14:10 sebagainya. [tertawa] 14:12 Ya, kendalanya di situ aja. 14:14 Sampai sekarang 14:14 secara tauhid sudah konfirm ya. Enggak, 14:16 enggak apa-apa ya. 14:18 Sudah ya. Ee dia sudah belajar ya apa 14:20 apa namanya tuh mengucapkan ee 14:23 asalamualaikum, alhamdulillah dan 14:26 sebagainya. Cuman kemarin ada kesalahan 14:28 itu kita kasih tahu ada yang meninggal 14:29 dia bilang alhamdulillah. [tertawa] 14:34 Alhamdulillah masuk surya. 14:35 Iya. [tertawa] 14:37 Oke. Yang lainnya sih enggak itu. 14:39 Ee 14:40 dan yang menarik lagi ya selama ini 14:42 mungkin dalam mindset saya bahwa ee 14:45 orang asing seperti itu ya itu ya 14:48 budayanya begitulah bisa pakai minim dan 14:50 sebagainya. Ternyata tidak gitu. 14:52 Nilai-nilai nilai-nilai luhur dia juga 14:54 menghormati yang tertutup dan 14:56 sebagainya. Jadi 14:58 kenapa orang tuanya sampai harus datang 15:00 ketemu saya karena sama-sama ketemu di 15:02 Bali. Anggapannya itu mungkin anak saya 15:04 seperti itu mungkin ya. pakai pakai 15:06 minim ternyata dia juga enggak enggak 15:08 suka gitu. Jadi ada nilai-nilai luhur 15:10 yang mereka juga sebetulnya 15:12 ee tidak seperti yang seperti lah kita 15:16 itu 15:17 sudah ketemu dengan keluarganya semuanya 15:18 sudah justru karena ketemunya di Bali 15:21 jadi orang keluarganya juga rasa 15:23 khawatir juga ya mungkin Bali dalam kot 15:26 mungkin ee perempuannya kurang bagus dan 15:28 sebagainya ketemu gitu. 15:30 Oke. Nanti tinggalnya di Indonesia apa 15:32 di Australia? ee tinggal di Bali dan dia 15:35 kerja di Australia. 15:36 Oh, gitu ya. 15:37 Iya. Dia kebetulan kan ee roster 15:40 rosternya itu du satuannya du hari dua 15:42 dua minggu kerja 1 minggu free dia. 15:45 Waduh. 15:46 Ilmunya cucunya [tertawa] 15:50 boleh-boleh gitu ya. Oke. Kamu ada 15:55 pintter ya. 15:56 Iya. 15:57 Ini K yang lebih yang antik-antik motor 16:01 biter apa kayak 16:02 Suzuki? 16:03 Suzuki tahun berapa itu? 16:06 Itu Suzuki itu agak muda ya 90 ee 16:10 bintter itu ee tahun 1 ya kan. Hunting 16:14 juga dapatnya enggak enggak tiba-tiba 16:16 begitu. Saya hunting yang pintar tuh 16:19 saya dari Cirebon. Kebetulan juga 16:21 historinya cukup panjang juga katanya 16:23 dia ee orang tuanya beli. Nah, kemudian 16:27 ee anak-anaknya enggak bisa ngerawat. 16:29 Dia beli dari baru ya saya beli. Kalau 16:32 yang Suzuki saya beli dari ee Madiun itu 16:36 jadi hunting aja [tertawa] 16:38 untuk Anda pengemar motor kalau datang 16:40 rumah Kang Momo nih. Masyaallah bisa 16:42 terkaget-kaget apa ngar sepeda nih. Itu 16:45 sepeda kayak sepedanya Pak Soarno ya? 16:47 Ee 16:48 bukan ya? Bu. Iya betul. Jadi itu pontel 16:53 itu Gazel buatan tahun 1923. 16:56 Gazel ee Belanda. Belanda. 16:58 Oh Belanda. 16:59 Itu tahun e 1923 17:02 saya dapat dari Bangka ya. Ee kemudian 17:07 dikirim sini. Ee Kang Krista tahu 17:09 mungkin ya. Masih ingat ketika saya foto 17:11 itu di jalan ke Bogor pakai itu hanya 17:13 ganti ganti ban aja. Saya ganti ban 17:16 terus saya bawa ke Bogor. Nyaman-nyaman 17:18 aja tuh. Oh, 17:19 masih ingat saya ada foto saya 17:22 hujan-hujan. [tertawa] 17:25 Ya Allah, 17:26 Kak. 17:28 Heeh. 17:29 Tahu enggak kalau kita ada 17:32 di pemilu itu 17:33 he 17:33 itu pasti slogan. Pilih saya, pilih 17:35 saya. Saya orang yang jujur ini. Tapi 17:37 Kang Maoman ini R [tertawa] jangan pilih 17:41 saya, jangan pilih saya. Tapi hasilnya 17:44 justru di atas 100 pokoknya hampir 17:48 80%nya. 17:50 Sudah berapa tahun jadi ketua RT? 17:53 Oke. Saya sebetulnya ini kedua ya. Jadi 17:56 kurang lebih ee 13 tahun lalu saya RW 17:59 juga di sini. Tapi sistemnya itu dulu 18:02 tunjuk aja gitu apa namanya musyawarah. 18:05 tunjuk ee sudah ya saya 3 tahun di situ. 18:08 Tapi kemarin tuh saya sudah udah udah ee 18:12 enggak ada rencana sih ya. Cuman saya 18:15 perhatikan beberapa perwakilan ada dari 18:19 masjid, ada dari ibu-ibu dan sebagainya 18:21 ke sini ya ee istri saya ngasih izin ya 18:25 sudah saya ini kan ya memang saya 18:28 sengaja itu saya bilang saya jangan 18:31 pilih saya loh gitu kan. [tertawa] 18:35 Kalau enggak j saya 18:38 e tapi malah 18:39 mana yang kepilih ya. Iya [tertawa] 18:42 70% 18:44 itu 18:45 repot enggak jadi Pak RW? 18:47 Ee ini ini memang di Bekasi ini ee 18:50 mungkin yang pertama ya dengan kayak 18:54 Pilpres lah. 18:54 He. 18:55 Jadi saya presentasi dulu visi misi 18:57 kemudian ada ee ini juga apa ee apa sih 19:02 ya yang menanya gitu ya tim-tim apa yang 19:05 menanyakan programnya bagaimana 19:07 bagaimana. tiga orang yang menanya tuh 19:10 dua di antaranya adalah profesor 19:12 [tertawa] 19:13 pemilihan RW sudah kayak apa jadi ya ee 19:17 akhirnya ya kita inikan ya semacam debat 19:20 begitu ya kemudian ee terpilih ya kalau 19:23 bicara ini beda si dengan zamannya saya 19:26 waktu ke RW pertama kalau RW sekarang 19:29 ini di mereka sudah tahu sosme dan 19:32 sebagainya kalaupun ada misalnya program 19:34 di tempat lain ada kok di tempat kita 19:36 enggak ada ee jujur Jujur saja lebih 19:40 lebih gampang 19:42 ee ngurusin organisasi yang lainlah 19:46 termasuk organisasi hobi daripada ini 19:48 terlalu banyak itu itu jadi terlalu 19:50 banyak perbedaannya ya. Kemudian kan 19:52 menyangkut amanan ini baru saja 2 hari 19:54 lalu itu kan ada kasuslah ee 19:57 ee transaksi narkoba. 19:59 Oh 19:59 jadi menariknya itu sekarang transmisi 20:01 narkoba itu memang sih bukan yang kelas 20:03 ini ya tapi ada namanya rokok sintetis 20:05 itu ya. itu mereka itu naruh gitu ketika 20:09 sepi satu tempat kemudian motor itu ini 20:11 nanti pembelinya ngambil di situ 20:13 kecil tapi sudah ada perjanjian mungkin. 20:15 Nah, itu juga ee saya baru kalau dulu 20:19 enggak ada kasus seperti itu ya. 20:20 Sekarang ada kasus seperti itu ya 20:22 transaksi yang artinya ee istilah 20:25 mapping lah gitu. 20:27 Mung jam . Kedor kedor berkat seperti 20:31 itu 20:31 ya dulu. Sekarang sih mungkin karena 20:33 baru 2 minggu, tapi ya sudah ada sih ya 20:36 misalnya ee banyaklah ini tapi ya kita 20:40 tapi mungkin juga isanya sudah siap ya 20:42 dalam arti kalau dulu memang ya RW betul 20:46 sekarang sih ya saya niatnya untuk 20:48 ibadah aja 20:49 sudah di sisa [tertawa] waktu 20:53 oke ini ya Iwan dan ngomong mohon maaf 20:55 nih ngomongnya loncat banget karena 20:57 beliau ini minan banyak 21:00 pernah juga ngon ke masjid Umum Ahmad 21:02 Yani. 21:03 Betul ya. Jadi 21:05 apa yang dilihat di sana? 21:06 Ee saya agak ee 21:10 prihatin ya dengan ee anak-anak sekarang 21:14 perhatian ke sejarah itu kurang gituang 21:17 terlebih ee sejarahnya dalam hal ini 21:20 sejarah mengenai G30S PKI ya. 21:23 Karena banyak sekali ya dengan apa 21:26 namanya ee dengan era kebebasan ini 21:29 banyak pendapat danin sebagainya. Kalau 21:31 saya tidak melihat apa-apanya, yang 21:32 jelas ada satu korban ya, kemudian ada 21:36 satu gerakan ya kita di samping 21:38 kemanusiaan prihatin juga kita 21:40 mengingatkan kita. Jadi saya memang 21:42 setiap tanggal 30 itu ee biasanya saya 21:45 dari tempat Pak Nasution ke Pak Ahmad 21:49 Yani terus langsung ke Lubang Buaya. 21:51 Cuman sekarang ini ee apa namanya? 21:56 kita saya lakukan ee dengan sendiri naik 21:59 motor. Kalau kalau dulu saya dengan 22:01 sepeda rombongan 22:02 rombongan baru kita sebagai touring 22:05 untuk jejak apa melihat ee jejak sejarah 22:09 itu. 22:09 Tapi di sana ada guided ni yang bisa 22:12 menerangkan ada guide 22:14 ada ada di 22:16 objektif cara 22:17 cukup itu jadi 22:19 cukup jelas juga ya. Jadi di situ kita 22:22 bisa ee menangkaplah ee minimal kita 22:26 bisa wisata 22:28 hati 22:29 rani. Betul ya. Artinya ee bagaimana 22:32 kekejamannya dan sebagainya gitu. 22:34 Pernah juga ke Rengas Dengklok kan ya? 22:35 Itu yang 22:36 rengas dengklok sudah sama juga dulu ee 22:38 saya biasanya dengan sepeda. 22:39 Kas dengklok? 22:40 Sepeda. Iya. Jadi biasanya saya di sini 22:41 sepeda bermalam baru pulang lewat ee 22:45 babelan baru pulang langsung ke tugu 22:47 proklamasi. Jadi jejaknya itu jejak dari 22:50 mulai ee awal sebelum kemerdekaan, 22:54 detik-detik baru kita ke sana. 22:56 Sendirian 22:57 ee tiga kali saya sendiri. Kemudian 23:00 pernah ngajak orang-orang rombongan 23:03 pernah itu dari 20 eh 28 sisa tinggal 23:07 tujuh. [tertawa] Kemudian yang terakhir 23:10 itu agak lumayan tapi setelahnya mereka 23:13 mungkin merasa e karena panas saya 23:15 lintasan sana gitu ya. nya saya lakukan 23:17 sendiri gitu. Tapi sekarang kalau ke 23:19 Rengas Dengklok saya juga ke ee Rawa 23:22 Gede gitu ya. 23:24 ee itu apa namanya ee peristiwa 23:28 ee penembakan ee penduduk di situ 23:31 ee itu kan 431 orang kalau enggak salah 23:34 ya itu dalam 1 hari kan 23:36 ee dalam masa ee agresi militer 23:39 ada satu ee 23:42 apa namanya tentara yang memang ee di 23:45 situ sangat-sangat ee lihai ya itu ee 23:49 Pak Lukas tuh ketika dicari ya karena 23:52 dia lewat Sukatan ada yang lihat, ada 23:54 yang laporkan ke ee Belanda dan dicari 23:58 ternyata enggak ada. Jadi yang dihabisin 23:59 duduk 24:00 itu aja. Itu saya sebenarnya akan 24:03 ngambil kalau diizinkan tempat RW di 24:05 sini ruangannya saya akan ambil ee nama 24:08 dari anak dua anak KKAD yang sempat 24:11 menjadi korban. Anak masih kecil. 24:13 Siapa namanya? 24:14 Ee Atung dan Adul. Jadi 24:16 itu orang-orang mana itu? 24:17 Oh situ Pak. Di apa? di ee di tempat itu 24:21 juga di desa itu 24:22 dianiaya atau 24:23 ditembak Pak tembak lapangan semua 24:25 tembakan 24:26 yang mau nembak 24:26 beranda kan 431 karena ee eeelukasnya 24:30 itu Pak Lukasnya itu enggak ketemu jadi 24:33 penduduk enggak ada yang buka suara itu. 24:34 Jadi di lapangan ditembak itu 431. Dari 24:39 situlah lahir 24:41 antara Karawang dan Bekasi 24:43 saja. 24:45 Dasar dari situ. 24:46 Oh dari situ. 24:47 Dari situ karena lihat bergelimpangan. 24:48 431 24:51 dan. 24:51 Oke, masih bersama Kang Muhammad Modar. 24:54 Kami sudah berada di rumahnya begitu 24:56 asri banyak pohon-pohon langka 25:00 ee burung-burung juga ada kuda. 25:03 Langkah-ang apa miara kuda 25:06 ya? 25:07 Mahal loh. [tertawa] 25:09 Ee sekarang saya yang besar sudah enggak 25:11 ada di sini ya. Ee tinggal yang kecil 25:13 saja ya. Memang 25:15 di sekelahin di Kuningan ya. 25:16 Iya. Ada yang dikakan juga ini ee 25:21 yang repotnya itu sekarang ee tempat 25:24 terbuka sudah jarang 25:26 apa rumput gitu kan tapi masih ada 25:28 sisa-sisa lapangan gitu kan ya karena 25:30 saya rumput saya hanya segitu itu aja 25:32 sih kalau yang lain 25:33 makannya 25:34 ee ada makanan pelet gitu ya beli sama 25:39 ini sama gandum atau ya rumput dapat 25:42 juga tapi kalau miara yang besar di sini 25:44 sudah susah gitu makanya saya yang kecil 25:46 gitu itu juga buat anak-anak belajar. H 25:49 karena anak-anak kita itu tahu binatang 25:52 tuh dari ini aja handphone ya, 25:54 handphone dan dia ketika megang dia 25:56 enggak berani gitu kan. Jadi saya ajak 25:58 belajar untuk megang kuda gitu ya. 26:00 Dipegang aja 26:02 banyak. Tempo hari pernah saya adakan 26:04 undang ya ya dari beberapa sekolah ya di 26:07 sini cuma belajar megang aja. 26:09 Belajar megang, belajar nuntun. 26:11 Saya senang aja sih. [tertawa] 26:14 Tap pemirsa kenapa kuda enggak makan 26:17 lesa 26:19 copot sepatunya [tertawa] 26:22 itu apa katanya sepatunya juga mesti 26:25 dilihat-lihat ya kalau 26:26 Iya. Jadi 1 bulan sekali ee mesti 26:29 dilihat ya karena bukan soal tipis aja 26:31 tapi itu takutnya kukunya busuk. Kalau 26:33 sudah kukunya busuk sudah paling susah 26:35 gitu. Kalau sudah kena 26:36 kok di situ kuda-kuda kenapa enggak 26:37 sakit ya? 26:38 Kenapa 26:38 dipotong pakai misol kan? E karena itu 26:40 ya sama dengan kuku kita. Cuman kuku 26:42 kita kan tipis kan dia bawah kan. 26:44 Dia juga sakit kalau kena kena sudah 26:47 kena sarafnya. Makanya dia ahli apa? 26:49 Ahli potongnya itu memang sendiri gitu. 26:51 Enggak enggak bisa asal tukang potong 26:53 aja 26:54 harus pintar-pintar. 26:55 Betul ya. Ini menarik yang saya lihat 26:58 nih pelajaran juga ya. Yang ke sini itu 27:01 lulusannya SMP 27:04 tukang potong. 27:05 Nah, tapi dia itu sekolah sampai ke 27:08 Malaysia. Ya, sekolah itu motong 27:11 sekolah 27:12 khusus ya. Khusus dia ahli sekali dan 27:15 ini yang menarik bahwa dia itu saya 27:17 kalau manggil dia susah juga. Kenapa? 27:20 Karena dia banyak yang manggil. 27:23 Ini juga banyak juga 27:24 banyak yang manggil. Jadi dia punya 27:26 keahlian motong ya. Akhirnya banyak yang 27:29 manggil apalagi yang punya ee polisi 27:32 gitu kan. Dia motong. Susah sekali dapat 27:34 jadwal dia. Saya hanya ngelihat bahwa 27:38 ee ya Allah dengan berbagai cara ya 27:40 memberikan rezeki pada ini. Katakanlah 27:43 satu aja berapa ini kali sehari 10 sudah 27:46 berapa itu? 27:47 Oh ini provinsi yang provisi pemotong 27:51 pupuk kuda. 27:52 Iya kita sekitar 200 300 Mas. Iya betul 27:56 kan kita kasih. 27:58 Nah sekarang kalau 28:00 banyak 1 hari bisa berapa? Masyaallah. 28:03 Urusan SMP aja 28:04 itu mau berapa kali sebulan? 28:07 Rata-rata sebulan sekali. 28:08 Sebulan sekali. 28:08 Sebulan sekali. 28:09 Karena gini, kalau terlalu panjang 28:11 enggak enggak proporsional bisa misalnya 28:13 yang depannya terlalu ee tebal ya kan 28:16 ini nekuk 28:17 di ininya. Nah, itu juga kan kasihan 28:19 buat kudanya harus diratakan lagi. 28:22 Karena kalau di alam liarnya itu kan dia 28:24 habis karena jalan jalan di alam itu ya 28:28 menyesuaikan. Tapi kalau dipelihara gini 28:29 kan enggak gitu. Itu. Nah. 28:32 Jadi masih tahu di yaong 28:35 pedikur medikur 28:37 kakinya dipegangin itu 28:39 ee di situlah e di situlah keahlian dia 28:41 gitu kan dengan pendekatan ke kudanya 28:44 kemudian cara motongnya cara megangnya 28:46 itu saya lihat memang ya ke 28:48 semua kuda seperti itu. 28:50 Iya 28:51 termasuk kuda poni masih 28:52 iya masih ditekuk ini mereka diikan 28:54 Oh 28:55 jadi ee sama aja sebetulnya motong. 28:58 Heeh. Saya juga enggak terlalu ahli 28:59 kuda. Cuman saya sering lihat aja 29:01 diaksin. 29:02 Di mana Bapak Prabowo ya? Kudanya segitu 29:04 banyak. [tertawa] 29:05 Berapa bias? 29:09 Oke. 29:10 Saya sih untuk edukasi aja anak-anak 29:12 kok. Enggak enggak. Ini 29:14 Kang Momong kita koncer lagi nih. Kalau 29:17 bulan Ramadan biasanya kegiatannya apa? 29:19 Bulan Ramadan ya. Saya memang selama ini 29:22 kan saya ee dapat ya alhamdulillah udah 29:27 setahun ini tahun ke-17 saya dapat 29:31 dikontraklah gitu ya dengan satu merek 29:33 mobil dan tugas saya itu dari mulai ee 29:37 dilibatkan untuk launching produk baru 29:39 kemudian ngasih edukasi ya edukasi ee 29:44 driving-nya kemudian juga edukasi 29:46 tentang kerusakan dan sebagainya. 29:48 Biasanya saya 1 bulan itu ee minimum dua 29:52 dua lokasi saya harus lakukan seluruh 29:54 Indonesia dari mulai melabuh sampai ke 29:57 ee Sorong. 29:58 Nah, kalau puasa itu memang Ramadan itu 30:00 kosong sama sekali. 30:02 Saya biasanya karena ada minat untuk 30:07 naluri berkeliling masih ada Ramadan 30:09 juga. Saya biasanya keliling ke 30:11 masjid-masjid. Jadi saya tidak satu 30:13 kadang masjid ini pindah ke masjid sana 30:15 terus 30:15 pasti masjid atuat yang ini 30:17 e iya juga ya [tertawa] 30:19 masih adanya 30:21 ee ya kayak di Jakarta kan ada enam ya 30:23 enam masjid dua gitu kan ya 30:26 masjidora segala macam. Nah, itu jadi ya 30:30 ee ada sesuatu yang memang kita inikan. 30:33 Tapi juga masjid itu bagi saya itu 30:35 ternyata luas atau tidaknya juga bagi 30:37 saya tuh ada ada feel sendiri gitu. 30:39 Kalau begitu masuk luas kayaknya apa ya 30:42 ada beda gitu. Jadi sengaja saya nyari 30:44 yang luas ini kan itu atau ke yang 30:48 pelosok-pelosok e yang kira-kira yang di 30:51 situ masih tradisional sekali. Kalau di 30:54 Jakarta masjid apa aja tua-tua itu 30:57 ya? Masjid ee Tambora salah satunya. 30:59 Kemudian Briuk 31:01 ee 31:02 Misi Pitung ada. 31:03 Iya itu ee sebetulnya ee yang itu kalau 31:08 Pitung itu sebetulnya dulunya kan 31:09 sebetulnya apa ya ee kayak kayak 31:13 persinggahan. 31:14 Betul. Persinggahan ya. Kemudian yang di 31:16 Jalan ee Gajah Mada itu ya kan ya. Nah, 31:19 itu juga bisa biasa ke situ juga gitu. 31:23 Itu biasanya 31:26 Melayu. 31:28 Kamu mah tanya nih, kamu kenapa ngasih 31:31 nama anak kok nama-nama gunung? 31:34 Ee 31:36 saya sebetulnya ee mereka ya kalau nama 31:41 itu lebih ke alam ya, alam aja bukan. 31:45 Tapi saya juga tidak memaksakan untuk 31:46 dia senang seperti saya ke gunung. 31:48 Tidak. Cuma khususnya yang perempuan itu 31:52 dia tertarik ke gunung tuh setelah saya 31:54 cerita H 31:55 ee saya naik gunung ke sini capek buka 31:59 buka apa ee masak dia ngebayangkan itu 32:03 [tertawa] 32:03 karena saya enggak bisa cerita anak-anak 32:06 misalnya apa si kancil 32:08 apa nyolong timun apa itu saya enggak 32:10 enggak bisa 32:12 enggak bisa jadi saya cerita tentang 32:13 naikun akhirnya dia tertarik gitu kan ya 32:15 yang kedua juga tertarik ke kalau 32:17 Krakato memang 32:19 pertama. Nah, ini tepat apa tepat juga 32:21 gitu ya. Waktu istri saya hamil itu ada 32:24 kebenaran ada acara saya keato, tapi dia 32:26 hamil masih belum ini. Dan lahirnya 32:30 persis tanggal 27. 32:31 Oh, 32:31 27 Agustus itu kan ee meletusnya 32:34 Krakatau ya 1883 kan itu meletusnya 32:37 Krakatau itu 27 Agustus juga persis 32:39 juga. 32:40 Dan itu itu kalau Rinjani ya karena 32:44 namanya lebih ke arah perempuan ya jadi 32:46 saya namakan Rinjani. Tapi alhamdulillah 32:49 mereka sekarang ini banyak belajar dari 32:51 alam. 32:53 Oke. Masih cara minta pata ustaz bersama 32:57 tokoh bersama Kang Momo Moderni. Kami 33:01 sedang berada di rumahnya yang begitu 33:03 nyaman ya redu karena banyak pohon. Eh, 33:07 Kang Mumon kemarin katanya Kang Mumon ke 33:09 Malaysia naik motor capek atau gimana 33:12 ceritanya [tertawa] apa yang terjadi ke 33:15 Malaysia motor? 33:16 Oke, jadi saya e apa namanya? Saya drop 33:20 motor itu di Pontianak. Nah, dari sini 33:22 kirim 33:23 kirim Ponti Anak. 33:24 Kemudian ee dari Ponti Anaknya apa? 33:26 Jenis apa? 33:27 Saya pakai Honda yang biasa saja. Honda 33:30 buat touring yaitu CBS 150X ya. Ya, 33:33 kenapa saya sekarang menggunakan mobil 33:36 motor itu yang sebelumnya saya banyak 33:38 menggunakan yang 650 cc. 33:41 Tapi pengalaman ya dengan usia yang 33:43 sudah tahun ini pernah saya miring jatuh 33:48 gitu ya. jatuh bukan jatuh di jalan 33:50 raya, tapi karena saya ee salah di apa 33:52 pijakan miring ngebanguninnya itu 33:55 seberatnya 33:56 berat sekali karena saya sendiri kalau 33:57 rombongan kan mungkin dibantu kan nah 33:59 ini mana sudah mau magrib gitu ya ee 34:02 agak repot ya saya putuskan yang kecil 34:05 yang ringan ya yang penting saya bisa 34:07 jalan. Nah oke. 34:09 Dan pertimbangan kedua adalah spare 34:11 part-nya mudah didapat. H 34:13 itu penting sekali karena pernah saya 34:15 pakai motor yang ee berikan motor yang 34:17 khusus ya enggak jauh-jauh saya ke 34:20 babelan ada masalah ee pulangnya susah 34:22 gitu karena ee sparep susah gitu. 34:26 Oke. 34:27 Ee kemudian dari ee saya nginap semalam 34:30 di Pontianak 34:32 ee saya besoknya saya menuju ke 34:34 Singkawang. 34:36 Singkawang itu ee 34:39 sebetulnya saya mau langsung, saya juga 34:41 kaget gitu, tiba-tiba di jalan ada yang 34:43 nyegat. 34:44 Hm. 34:44 Rupanya teman-teman amati radio. 34:47 Oh, kok dia tahu? 34:48 Tahu. Karena kita pakai ada aplikasi 34:50 namanya APRS. Jadi APRS itu ee saya tahu 34:54 ee temannya akan dilalui dan dia tahu 34:56 juga saya dalam pergerakan ya kan. 34:59 Akhirnya ya diop. Saya pikir tadinya mau 35:02 sebentar sampai 4 jam. [tertawa] 35:04 Tapi ya itulah ee ketika naik sepeda ke 35:07 Singapura e ke sori ke Malaysia juga 35:09 saya justru dicegat itu di ee Melaka. 35:13 Nah, itu oleh teman amatir juga. 35:16 Rencana cuman satu malam akhirnya mundur 35:19 karena tiap malam mereka ngejamuk gitu 35:21 kan. 35:22 Ya, itulah salah satu keuntungan dari 35:24 amati radio itu sampai sekarang ee 35:26 persaudaraannya dan kita bisa 35:27 berkomunikasi. Nah, kembali ke tadi itu 35:30 ya saya dari Singkawang saya langsung ke 35:32 Sambas. Ee dari Sambas itu saya tadinya 35:35 rencananya mau ke Aruk langsung 35:37 perbatasan itu. Aruk itu pintu 35:38 perbatasan yang baru dibuka ya di era 35:42 Pak Jokowi. Saya nginap di Sambas karena 35:45 enggak mungkin keburu ke aruk. Baru 35:47 besok enggak aruk. Ngaruk ee juga saya 35:50 bermalam lagi karena saya lihat-lihat 35:52 gitu kan karena sudah malam ya saya 35:54 lihat perbatasan kira-kira buka jam 35:56 berapa baru saya masuk perbatasan. 35:58 ke kucing ya. Saya ee keliling-keliling 36:03 pasport 36:04 ya 36:04 bawa pasport ya. 36:06 Oke. Kalau untuk ke orangnya pasport 36:09 untuk motor itu ada namanya karnet itu 36:11 dokumen internasional. Karnet itu 36:14 sebetulnya pasportnya motor, pasportnya 36:17 mobil itu 36:18 itu didapatnya di mana? 36:19 Eh saya melalui imi ya. Saya jadi 36:21 anggota imi dulu kemudian saya ajukan 36:24 itu dapat itu. Di samping kita juga 36:26 harus pakai e SIM internasional. He. 36:28 Nah, karnet ini sebenarnya adalah ee 36:31 dokumen internasional ya dan itu 36:34 pasportnya kendaraan lah. Jadi ketika 36:36 masuk dilihat ee apa namanya motornya, 36:40 nomornya sesuai dokumen dan nomor itu 36:43 harus sesuai dengan kepemilikannya sama 36:45 dengan kita harus satu nama supaya 36:47 enggak misalnya curian dan sebagainya 36:49 kan. 36:50 Foto biasanya disobek satu. Ah, kalau 36:54 kita keluar disobek lagi. Jadi persis 36:56 kayak ee ini kayak pasport kalau pos 36:59 dicap ya. Ini cobek satu itu karnet. 37:02 Jadi masuk ee persyaratannya itu ya 37:06 sudah saya keliling Sabah, Sarawak itu 37:08 kan di sana muter-muter sekitar 4 hari 37:11 lah di 37:12 sudah Pak Riza sendirinya kapan ngobrol 37:14 gitu kan? 37:16 Eh ngobrol dengan dengan ini, Pak dengan 37:21 apa? dengan jiwa ya. Karena kan mungkin 37:24 saya pernah apa bicara dengan ee Kang 37:27 Krishna juga bahwa ee keberanian 37:30 seseorang itu sesejati-sejatinya itu 37:32 ketika sendiri. 37:33 Hm. Oke. Oke. Oke. 37:35 Jati diri ya bukan keberanian saja, tapi 37:37 jati diri seseorang itu akan ditemukan 37:39 ketika dia sesejat itu ketika 37:42 berdialog pada diri sendiri ya. 37:44 Iya. Karena bisa orang misalnya di jalan 37:48 lagi turouring kebut-kebutan karena 37:49 rameai-ramai. He 37:50 coba kalau sendiri mana berani kan gitu. 37:52 [tertawa] Hebat-hebat begitu masuk hutan 37:56 sendiri itulah gitu. Tapi saya nikmatin 37:58 itu saya nikmatin sekali zana itu dan ee 38:01 banyak juga pelajaran ya antara 38:03 ketertiban di sana dengan di sini ya kan 38:05 itu juga jadi pelajaran juga untuk kita 38:06 ya. Jadi pelajaran ketertiban lalu 38:08 lintasnya aturannya. Sebagai contoh ya 38:12 saya masuk waktu itu sudah masuk dengan 38:14 motor dengan mobil tapi di belakang saya 38:16 ada ibu-ibu dengan mobil enggak bisa 38:18 masuk. H 38:19 enggak bisa masuk dia. Pasport sudah 38:21 oke. Tapi yang lain rupanya apa? Di sana 38:24 itu 38:26 betul betul dipertimbangkan bahwa 38:27 seseorang yang berkendara dengan 38:30 mobilnya tertutup kaca film itu pasti 38:33 terganggu 38:34 menceragan. Harus dia itu dulu dilepas 38:36 dulu. 38:37 Oh dilepas dulu. 38:38 Lepas dulu seluruhnya itu di perbatasan 38:39 itu. 38:40 Karena di sana enggak boleh memang 38:42 berapa persen boleh 38:43 ee itu clear. harus clear betul-betul di 38:45 sana itu karena memang dalam konsep 38:47 mengemudi aman itu ada ada lima poin ya 38:51 ini tentang mengemudi aman. Satu harus 38:53 melihat jauh, dua harus bisa mengontrol 38:56 sekeliling. Tiga harus bisa menggerakkan 38:58 bola mata biar tidak lelah. Keempat jaga 39:00 jarak, kelima komunikasi di mau belok 39:03 pakai sen dan sebagainya. Nah, ini poin 39:04 kedua ini mengontrol sekeliling ini itu 39:07 akan terganggu kalau kita naruh barang 39:09 di belakang, naruh apa, naruh bantal 39:11 segala macam kan suka ngalangin tuh e 39:13 kaca film gitu kan. Di Malaysia enggak 39:15 bisa. 39:16 Biarpun mahal dicopot tuh, Pak. Ya itu 39:18 ibu-ibu itu ngelepas semuanya baru bisa 39:20 masuk. 39:21 Oh, masyaallah [tertawa] 39:23 ya. Pulang dari sana saya ee ee di sana 39:27 juga sama saya kehilangan handphone tapi 39:30 dibantu oleh siapa? Oleh teman amati 39:32 radio juga. 39:33 Oh. dibantu. Betul saya kehilangan 39:35 handphoneya di mana? 39:36 Sebetulnya saya jatuh jatuh ke sungai. 39:39 Oh kok bisa ketemu 39:40 saya kepesetnya jatuh gitu pas mau 39:42 ngambil foto ya sudah akhirnya kan blank 39:45 sama sekali enggak nomor istri saya 39:47 enggak tahu nomor enggak tahu tapi amati 39:50 radio itu yang membookingkan saya di 39:52 hotel. 39:53 He 39:53 jadi akhirnya saya hubungi ke hotel itu 39:55 siapa yang bukingkan oh namanya ini. Ya 39:57 sudah telepon akhirnya ke hotel. Ya 39:59 itulah 40:00 kamu 40:01 sama orangnya sama yang buking saya. 40:03 Enggak, handphone-nya enggak jatuh ke 40:04 sungai. Maksudnya ketemu dengan teman 40:06 yang amatir itu yang akhirnya membantu 40:08 untuk saya bisa komunikasi. 40:10 Saya melalui Facebook dia akhirnya apa 40:12 saudara-saudara di sini juga tahu saya 40:14 kehilangan handphone karena los itu 2 40:15 hari itu enggak tahu apa-apa ya. Kembali 40:17 teman amati radio juga. 40:20 Oke, Kang juga ada pertanyaan dari 40:22 pendengar nih. Kang Momon. Kalau orang 40:25 bilang rumah adalah cerminan jiwa. Rumah 40:27 Bapak ini penuh radio kuno, motor panah 40:31 sampai kuda di halaman. Kapan pertama 40:33 kali Bapak merasa ini gue banget sampai 40:37 barang-barang klasik? 40:39 Eh, oke. Ee saya naluri aja sih ya kayak 40:43 pohon-pohonan. Ee kenapa saya ambil 40:47 pohon-pohonan dulu ya? Jadi kenapa saya 40:49 ee ambil pohon-pohon? Karena apa? Karena 40:51 dengan pembangunan ini itu pohon-pohon 40:54 langka hilang 40:56 dan Jakarta Bekasi itu sebetulnya adalah 40:58 tempat yang subur menurut saya. 41:00 Coba aja lihat ada Kampung Rambutan, 41:02 ada Pedurenan ya kan ada Pinangsia, ada 41:06 kebon sering dan sebagainya. Itu kan 41:07 sebetulnya dari ini. 41:09 Nah sekarang anak-anak kalau kita tanya 41:11 apa pohon sapi dia bingung gitu kan. Nah 41:13 dari situ saya ada inisiatif untuk 41:15 capung kebo-kebo sana. Campung. 41:17 Betul. Iya. Jadi akhirnya saya saya ini 41:20 kalau yang barang-barang langka itu ee 41:23 sama juga ya. Jadi kita bercerita 41:25 tentang sepeda gitu kan perkembangannya 41:28 seperti apa, bercerita tentang sejarah 41:30 dan sebagainya. Dan memang mungkin 41:33 beberapa orang enggak minat dengan masa 41:35 lalu ya. Tapi kalau bagi saya itu salah 41:37 satu pelajaran untuk yang akan datang 41:39 dan saya berusaha untuk ada step-step 41:41 yang barang yang sekoleksi itu ada ada 41:45 pertahunya seperti ini kan tadi saya 41:47 sudah jelaskan ini sebetulnya cikal 41:48 bakal dari transistor 41:50 ya kan baru lari ke IC lari ke inini 41:52 jadi memang ee naluri untuk untuk me ini 41:57 sejarah juga seperti itu melalui 41:58 barang-barang itu. Lalu pertanyaan 42:01 kedua, dua periode jadi RW itu artinya 42:04 Bapak dipilih warga dua kali. Apa yang 42:07 Bapak janjikan dulu waktu kampanye RW 42:09 pertama dan apa yang ternyata paling 42:12 susah ditepati? 42:13 Oke. Ee yang pertama itu tidak ada 42:16 seperti sekarang ya ee apa namanya ee 42:20 ee namanya sampai debat dan sebagainya. 42:23 Kalau saya tuh simpel aja. 42:25 Kadang-kadang orang tidak bisa 42:26 membedakan visi dan misi. 42:28 Visi kan vision ya. ee cita-cita gitu. 42:31 Cita-cita saya cuma ingin jadi contoh 42:33 aja kok. Ingin jadi contoh RW saya gitu 42:35 kan ya. Untuk itu saya jelaskan 42:37 misi-misi enggak terlalu banyak-banyak 42:38 gitu kan ee apa namanya ee yang bisa 42:42 dicapai. Nah, hanya biasanya itu orang 42:46 tidak mentargetkan dulu per tahun kalau 42:49 saya ingin per tahun. Makanya saya tuh 42:50 sebetulnya Januari ini mengadakan rapat 42:53 kerja. Inilah satu dan kita audit kalau 42:56 ini tidak terlaksana yang sudah 42:58 sampaikan ya itu tidak terlaksana 43:01 seperti apa gitu kan ya. Yang jelas 43:03 kalau banjir pun di mana pun juga orang 43:05 enggak bisa ngatasi. 43:06 Di sini termasuk daerah banjir Bang. 43:08 Ee ada satu titik aja ya. Satu titik. 43:10 Kenapa saya katakan ee dulu waktu saya 43:14 jadi RW enggak ada banjir sekarang ada. 43:16 Karena apa? Sebenarnya banjir itu kan 43:18 kalau menurut saya itu kan perubahan 43:20 lahan ya dan tidak ada saluran itu aja. 43:24 He. 43:24 Saya mengenal daerah sini dulu ada ada 43:26 namanya jembatan yaitu ee apa? Sasak 43:30 jikin ya. Itu airnya mengalir situ 43:33 sampai ke satu tempat sampai nyambung 43:35 sini. Sekarang sudah enggak ada lagi. 43:37 Kenapa? 43:38 Ya kan karena manusia inilah gitu ya. 43:40 Nutup dari dari kali jadi got god got 43:43 jadi hilang gitu kan. 43:44 Oke. Oke. 43:45 Nah. Kepila Nusa Indah. Saya masih lihat 43:47 itu orang masih bisa ngambil pasir pakai 43:49 perahu itu ada jembatan sekarang sudah 43:51 enggak ada lagi. 43:52 Oke. 43:54 Ceritain dong momen paling gila pas 43:57 Bapak mutusin bersepeda dari Indonesia 43:59 sampai Kuala Lumpur. Ee ada malam di 44:02 mana Bapak mikir enggak kuat mau pulang. 44:05 Habarnya tetap ngontra juga. 44:08 Oke. Yang paling berat itu ee ketika 44:12 dari Melaka ke Port Dickon 44:14 ya. Malaka Port Dixon kebetulan itu 44:16 memang 102 kilo saya 1 hari itu ya kan 44:20 saya pinggir pantai panas ya. Ee itu e 44:24 menjelang Port Dickon itu saya udah udah 44:26 udah lelah sekali ya. Akhirnya saya coba 44:29 ikut magrib dulu. Saya tanya hotel 44:31 ternyata hotel itu memang banyakan di 44:32 daerah belakang Sri rusa ya depan itu 44:35 sedikit. Jadi saya langsung masuk aja 44:37 masuk ke hotel. Ee ini sudah dalam 44:40 keadaan lelah ee asal lihat hotel aja. 44:43 itu kayak ruko gitu ya. Ee ditaruh di 44:46 lantai empat. [tertawa] 44:48 Lantai empat enggak ada. Makanya itu 44:50 sengsara sekali. Saya taruh nih. Saya 44:52 baru mandi. Baru mandi ya. Itu saya 44:55 masih ingat tuh jam-jaman 44:57 10 10 tiba-tiba baru selesai baru lepas 45:01 anduk aja diketok tuh pintu. D itu 45:03 persis kayak film Mas. 45:04 He. 45:05 Kayak film Kang Krna polis sambil 45:07 ngunjukin itu saya kaget. Enam polisi, 45:10 dua perempuan, empat laki-laki. 45:12 Ee saya e saya tunjukin pasport dan 45:15 sebagainya, dia enggak percaya. Saya 45:16 naik sepeda sendiri, buat apa sendiri. 45:18 Saya bilang, "Saya turouring gini, ya. 45:19 Saya nikmatin." Akhirnya dia pengin tahu 45:22 sepedanya. Saya turun ke bawah karena 45:24 sepeda saya di bawa taruh sepeda lipat 45:25 ya. Saya bungkus di situ. Saya stres. 45:27 Stresnya apa? Siapa tahu sejak saya ke 45:30 atas tuh ada yang masukkan suatu dadah 45:32 katakan apa narkoba. Saya sudah stres 45:34 sekali gitu kan. Tapi begitu dibuka aman 45:37 langsung dia terima kasih pun tidak weng 45:39 langsung pulang a ke polisi. Saya bilang 45:42 kenapa? Rupanya saya tahu bahwa itu 45:44 berdekatan sekali dengan dari ee Dumai. 45:47 Oh. 45:48 Jadi banyak yang orang kita tuh 45:49 nyeberang ee 45:51 ilegal ya. Ada ada pekerjaan di sana. 45:54 Oh. 45:54 Tapi yang yang memang dia pertanyaan 45:56 yang menurut saya nanya kenapa saya 45:58 sendiri emang saya sendiri gitu kan dia 46:00 enggak percaya. 46:02 H kemudian se setiap pagi Bapak harus 46:05 ngurus kuda, ngurus RW, koleksi anti 46:09 keluarga. Apa ritual sahur Bapak yang 46:11 bikin hati tetap nyala meskipun capek? 46:15 Hm. Sahur ya saya ee ya alhamdulillah 46:19 saya makanan enggak ada yang dilarang, 46:21 Mas. Ee ya jadi ee saya juga makan 46:26 biasa-biasa aja, happy-happy aja gitu. 46:28 Enggak enggak terlalu. Dan saya bukan 46:30 pemburu juga. ada kuliner sana burun. 46:32 Enggak, enggak, enggak. Kalau kalau 46:34 pergi juga jadi kalau sahur biasa-biasa 46:36 aja yang jelas ee 46:39 semaksimal mungkin kadang-kadang ya 46:41 setelah saya di atas ee 60-an ya mulai 46:44 60-an saya berpikir bahwa harus maksimal 46:47 karena mungkin Ramadan terakhir saya. 46:49 He 46:49 Ramadan terakhir saya itu aja. 46:51 Masyaallah. Oke. Kemudian ee di bulan 46:54 Ramadan ini banyak pendengar hasil yang 46:57 lagi capek jiwa raga, lagi bingung sama 47:00 hidupnya. Kalau Pak Momon boleh 47:03 ninggalin satu pesan buat mereka yang 47:05 lagi makan sahur sendirian sambil ngirim 47:08 kita sekarang nih pesan apa yang mau 47:10 disampaikan 47:11 untuk 47:13 ya saya ee memang 47:17 semua orang juga punya masalah ya cuman 47:20 ee dalam menghadapi masalah ini saya 47:24 merasa ya di semuanya diserahkan ke yang 47:28 maha kuasa gitu kan 47:30 dan saya mulai mulai terasa ini setelah 47:31 saya tidak bekerja. 47:33 Dulu saya bekerja di perusahaan ee 47:35 kemudian saya usaha sendiri sekarang. 47:38 Jadi betul betul rasanya tuh ditentukan 47:41 semuanya itu oleh Allah. Jadi semua 47:43 ditentukan oleh ee yang maha kuasa. Jadi 47:45 semuanya saya serahkan semuanya lagi 47:48 enggak ada order ya kita mungkin belum 47:50 waktunya tapi mungkin juga ada apa ada 47:53 ini ya ada ada hikmah di balik itu. 47:56 Oke 47:57 Kang Momo kalau mobil listrik dipakai 48:00 pulang kampung bagus enggak kira kan 48:02 suka mogok dan orang di bengkel kampung 48:04 tidak mengerti. Oke. Ee saya melihat 48:08 dulu gini ee 48:10 saya sendiri gitu kan ya sekarang mobil 48:12 listrik memang sudah banyak tapi ee 48:15 masih dalam arti 48:18 beberapa itu memang belum bisa untuk 48:20 yang sifatnya keluar kecuali ada 48:23 merek-merek tertentu sehingga di tol 48:25 sendiri sudah disediakan itu ee tempat 48:28 pengisiannya. Jadi kalau bicara aman 48:30 tidak amannya itu tergantung dari 48:32 kapasitas mobil itu untuk apa? banyak 48:35 mobil ya, Anda cerita mobilnya adalah 48:37 city car dipakai untuk mudik gitu kan. 48:39 Akhirnya [tertawa] problem di sana kan 48:40 enggak bisa apa-apa gitu. Jadi ya ini 48:43 masih dalam perkembangan untuk ee 48:45 listrik ini ya. 48:46 Kalau saya lihat ee Jepang itu justru 48:49 ee listriknya agak terlambat 48:51 dibandingkan negara lain gitu kan. 48:52 Oh gitu. 48:53 Agak kita bisa hitung dengan jari yang 48:55 Jepang kan cuma sedikit kebanyakan yang 48:57 dari China itu 48:59 ya. Kang Maman, apa pendapatnya mengenai 49:01 orang yang pulang kampung menaruh barang 49:03 banyak-banyak di atap mobil? Apakah itu 49:06 mengganggu keseimbangan apa tidak? 49:07 Oke. Semakin bebannya ke atas berarti 49:10 titik gravitasinya semakin ke atas 49:12 berarti semakin oleng. Ya itu yang 49:14 paling kesalahan yang paling banyak 49:16 orang itu ketika ngerem juga itu akan 49:19 lebih nyelonong karena bebannya itu akan 49:21 lebih berat. Jadi ee ketika kita makin 49:24 berat itu energi yang nyelonongnya itu 49:27 ya itu pasti lebih besar. Otomatis rem 49:30 juga memerlukan kemampuan yang lebih 49:31 tinggi. Yang jelas itu pasti ketika 49:33 nikung itu titik beratnya di 49:36 makin di atas. Jadi mudah oleng, mudah 49:38 terbalik gitu kan. 49:39 Jadi boleh Pak dibawa barap jangan 49:42 banyak-banyak ya. 49:43 Betul. Jangan banyak. Kemudian juga 49:44 posisinya kan jangan menghalangi ee 49:47 angin ya karena angin ada istilahnya ee 49:51 coefficient of drug ya. E jadi itu ada 49:54 angka di mana itu kalau kecepatan sian 49:56 tahanannya berapa. Nah, itu kalau dengan 49:58 penambahan itu otomatis di samping oleng 50:00 juga bahan bakar pasti lebih boros 50:02 karena menghalangi anginang. 50:04 Oke. 50:06 Apakah mau kritik karburator kekurangan 50:09 air? Apakah dilanjutkan isisi pada jauh 50:12 dari sungai? 50:13 Apa? 50:13 Karburator. 50:14 Karburator radiator ya? 50:16 Ukuran. 50:16 He. Radiator mungkin ya. 50:17 Ee radi radiator. 50:20 Ee itu bagaimana? 50:22 Oke ya. Ee kalau yang jelas itu yang 50:28 perlu kalau kita pakai pergi jauh itu 50:30 khususnya mobil tua ya itu adalah 50:32 pendinginan ya radiator, pengisian atau 50:35 ee charging atau pengisian ke aki ya itu 50:37 yang hal-hal yang penting sekali. Nah, 50:40 kalau misalnya sudah turun itu ya kita 50:41 harus lihat ee turunnya tuh kenapa 50:44 karena mungkin kebocoran ya ee lebih 50:46 bagus ya itu di diperbaiki dulu enggak 50:48 bisa hanya tinggal isi-isi aja. Kalau 50:50 seisi terus berarti ada sesuatu ya. He. 50:52 Jadi sebaiknya sih karburator pengisian 50:55 itu adalah e radiator itu harus lebih 50:57 awalnya. 50:59 Oke nih. Baik. [tertawa] 51:02 Macam-macam ya ceritanya karena Kang M 51:04 ya. 51:06 Kang M kalau ada orang konsultasi Kang 51:08 Moon boleh ya? 51:09 Boleh aja. 51:10 Asusti apa biasanya Mangon bisa nerima? 51:12 [tertawa] 51:13 Banyak sih mengenai perjalanan. Biasanya 51:15 anak-anak muda itu perjalanan ya ee 51:18 karena saya sering melakukan sendiri ya 51:19 baik motor ataupun sepeda gitu kan ya. 51:22 Kemudian ee masalah lingkungan dan 51:24 masalah sejarah ya. Ya, itulah yang 51:27 umas. 51:29 Baik, Kang Uman, terima kasih atas 51:30 sharingnya. Eh, 51:33 Kamis sini saya Muhammadna Habus Fanjal 51:37 Hidayatullah ini Pak 51:39 Dinar. 51:39 Mas Dinar 51:40 Raffi 51:41 Raffi e sebagai kru dari mohon pamit. 51:45 Terima kasih atas jamuannya di rumah 51:47 yang indah ini sejuk. Wasalamualaikum 51:50 warahmatullahi wabarakatuh. 51:51 Waalaikumsalam.