Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:07 Rasul TV 0:15 Bismillahirohmanirohim. 0:17 Assalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 0:19 rahimakumullah. Alhamdulillah ya kita 0:22 bersama-sama kembali di Bincang Hijrah 0:25 untuk hari ini yang mudah-mudahan 0:27 bahasannya mempersuasi kita semua yang 0:30 mendengar. Ehm Mas Krisna tidak bisa 0:33 hadir karena ada sesuatu yang harus 0:35 dilaksanakan. 0:37 Baiklah 0:38 tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:40 untuk junjungan umat kekasih kita 0:42 Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi 0:44 Wasallam. Semoga kelak kita dipertemukan 0:47 dengan beliau di saat-saat yang sangat 0:50 kita rindukan di yaumil akhir. 0:53 Ini kebetulan sekali adalah hari yang 0:56 sangat istimewa. Besok juga merupakan 1:00 hari yang sungguh-sungguh merupakan 1:03 hari yang menjadi bagian dari perjalanan 1:06 kita yang dilandasi dengan ikhlas dan 1:08 ketulusan ya. Nah untuk acara di Bincang 1:13 Hijrah kali ini 1:16 ehm 1:17 Muhammad Al Husaini S.Kom M.M. yang 1:19 merupakan Master Trainer BNSP sekaligus 1:22 Digital Business Coach akan menghadirkan 1:25 juga 1:26 tamu yang mudah-mudahan akan membuat 1:30 kita semakin sadar ada di mana posisi 1:32 kita sekarang. 1:34 Baik kita sapa beliau. 1:36 Assalamualaikum warahmatullahi 1:38 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:41 Mas Krisna enggak bisa datang nih. 1:42 Gununung sehat apa kabar? 1:44 Alhamdulillah. Iya. 1:45 Jadi persisnya 1:48 kalau tamu kita itu dari 1:52 sosok yang luar biasa ya. 1:55 Founder Kampung Sedekah Iya. berarti 1:57 yang dibahas terkait dengan itu dong 1:59 iya betul Man 2:01 apa nih? Oke Man Nuning 2:03 Bismillahirrahmanirrahim, 2:04 Assalamualaikum warahmatullahi 2:05 wabarakatuh 2:07 terima kasih Man Nuning, para pendengar 2:09 yang dihormati 2:11 yang saya banggakan, 2:13 mudah-mudahan diberkahi oleh Allah 2:15 Subhanahu Wa Ta'ala 2:16 hari ini kita akan membahas 2:18 sedekah sebagai fondasi bisnis dan 2:20 keberkahan gitu ya 2:22 [berdehem] 2:22 kita seringkali melihat bahwa sedekah 2:25 itu sebagai satu beban gitu ya, sebagai 2:28 satu pengeluaran atau kos gitu ya 2:31 dalam banyak hal kita itu ketika diminta 2:35 bersedekah atau itu ya udah 2:38 keluar sebagai pengeluaran dan udah 2:41 bener-bener 2:42 sebagai udah kita keluar udah dilupain 2:45 gitu ya, tetapi 2:47 pernahkah kita melihat bahwa sedekah ini 2:49 adalah fondasi bisnis dan keberkahan, 2:52 keberlimpahan gitu ya, ketika kita 2:55 memberi itu akan ada 2:58 penerimaan, makanya Allah menjelaskan 3:00 ketika kita bersedekah akan dibalas 3:03 700 kali gitu ya di Al Baqarah ayat 261, 3:06 itu bagaimana 3:08 berkali-kali lipat Allah balas ketika 3:11 kita mengeluarkan sesuatu dan ini juga 3:13 diadopsi oleh 3:15 orang bukan hanya orang Islam Man 3:16 Nuning, orang barat jadi 3:19 para top ten triliuner dunia ya kayak 3:23 Bill Gates gitu ya, Warren Buffett gitu 3:26 ya 3:27 Elon Musk, mereka itu berlomba-lomba 3:29 menyedekahkan hartanya gitu ya untuk 3:33 umat gitu ya, untuk umat ini untuk 3:35 masyarakat dunia walaupun memang kalau 3:37 mungkin kalau konsepnya kita tidak 3:38 dihitung pahala gitu ya karena mereka di 3:40 luar tetapi 3:42 konsep itu mereka terapkan misalnya Bill 3:44 Gates ya, ketika dia setengah hartanya 3:48 disumbangkan untuk masyarakat-masyarakat 3:51 miskin dunia itu malah tambah bertambah 3:53 kekayaannya gitu ya. Kalau kita lihat 3:56 zaman Utsman bin Affan gitu ya, zaman 3:59 Sayyidina Abu Bakar gitu menyedekahkan 4:01 setengah hartanya gitu ya. 4:02 Heeh. 4:03 Eee Umar Umar bin Khattab, eee Abu Bakar 4:06 Siddiq dan 4:07 eee para sahabat Nabi berlomba-lomba 4:09 menyedekahkan hartanya. Bahkan Sayyidina 4:11 Abu Bakar saya 4:12 serahkan seluruhnya gitu ya. Heeh. Itu 4:16 eee saya titipkan Allah dan Rasul. Itu 4:19 bagaimana mereka 4:21 bertawakal sama Allah tinggi sekali gitu 4:23 ya. 4:24 Nah, ini ditiru oleh orang-orang di luar 4:27 Islam. Orang-orang Barat ini meniru 4:29 bagaimana 4:30 sedekah ini bisa menambah memperkaya, 4:33 memberlimpahkan mereka sendiri. Nah, ini 4:35 kan konsep yang unik nih, Pak Nunung. 4:37 Betul. Ketika dikasih kenapa malah 4:39 tambah bertambah gitu ya. Nah, ini 4:41 konsep-konsep eee sedekah yang menjadi 4:44 fondasi bisnis. Saya juga beberapa kali 4:46 lihat, sering sekali lihat ya eee para 4:48 pengusaha. 4:49 Mungkin kita ada di komunitas 4:51 pengusaha juga. 4:53 Mereka 4:54 ketika mereka eee berlimpah, mereka 4:56 membagi eee rezekinya, itu mereka akan 4:59 bertambah. 5:01 Gitu ya. Mereka ada kebiasaan rutin 5:03 misalnya sedekah subuh gitu ya. 5:05 Iya. Atau eee ada juga eee saya kenal 5:08 ada eee seorang pengusaha roti gitu ya. 5:11 Ketika sore dia bagiin rotinya. 5:13 Pokoknya jangan sampai roti itu nginep. 5:15 Dan itu 5:16 eee bukannya tambah habis gitu ya. 5:20 Malah tambah naik gitu ya. 5:21 Iya. Omsetnya malah tambah eee besar 5:23 gitu ya. Saya misalnya saya sebutin aja 5:25 Global Bakery itu tambah banyak, tambah 5:27 banyak, tambah 5:28 berlimpah gitu ya. Jadi banyak eee 5:31 hal yang kita tidak bisa ungkapkan 5:33 dengan sedekah. Dan ini diadopsi secara 5:36 umum ya, secara internasional oleh 5:39 orang-orang di luar eee kita gitu ya. 5:42 Nah, 5:43 bagaimana kita menerapkan sedekah ini 5:46 atau kalau konsepnya kan kalau orang 5:48 dengar sedekah ini kayak gimana ya Mbak 5:50 Nuning ya? Sedekah gitu ya. Apa yang 5:52 Mbak Nuning pikirkan ketika bilang 5:54 sedekah? 5:56 Memberikan sesuatu, membuat orang merasa 5:59 tercukupi. 6:00 Heeh. Itu doang. Nah, apa 6:02 pemikiran kita itu sedekah eh setara. 6:05 Enggak kan? Iya. Sedekah itu kayak saya 6:08 ngasih ke orang yang eh di bawah saya 6:11 gitu ya. Yang di bawah saya. 6:13 Nah, seadanya gitu ya. Seikhlasnya. Tapi 6:16 konsep sedekah ini secara profesional ya 6:18 Heeh. 6:19 itu kita bisa terapkan 6:21 di eh komunitas kita gitu ya. Bagaimana 6:24 umat Islam ini, misalnya contoh ya, 6:26 banyak perusahaan-perusahaan global ini 6:28 kemarin ketika terjadi eh 6:32 eh apa Palestina ini kemarin, itu 6:36 omsetnya turun drastis gitu ya. Bahkan 6:39 kayak saya sebutin aja enggak apa-apa 6:40 ya, misalnya KFC, McD, segala macam itu 6:42 turun. Itu karena diasosiasikan dengan 6:45 eh merek-merek global gitu ya. Eh gitu 6:48 ya. Dan ketika orang 6:50 eh muslim punya merek yang dia merek 6:54 sendiri, merek itu berlimpah, dia dia 6:57 mempunyai kekuatan dan orang lihat oh 7:00 saya pakai merek ini aja. Dia enggak 7:02 ngelihat merek sekarang, dia lihat 7:03 komunitas siapa 7:06 eh yang dia kasih gitu ya. Siapa yang 7:08 dia beli gitu ya. Bermanfaat ke siapa. 7:10 Dan orang Indonesia itu charity-nya 7:11 sangat tinggi Mbak Nuning. Iya. Nah, 7:13 orang Indonesia itu kalau di survei di 7:16 global itu salah satu negara yang sangat 7:19 sayang kepada orang lain, sangat 7:22 tinggi tingkat pemberiannya gitu ya. 7:24 Masya Allah. 7:25 Gitu ya, kepada orang lain. Nah, 7:26 bagaimana ini bisa berdampak bukan cuman 7:29 ke yang kita beri, tetapi ke kita 7:31 sendiri. Jadi eh saya punya sahabat eh 7:35 Bang Ari ini ya. Sekarang ini kita 7:37 undang 7:38 itu 7:39 sudah menerapkan ya, menerapkan konsep 7:42 sedekah ini sebagai 7:44 bagaimana komunitas ini bisa maju, gitu 7:46 ya. 7:47 Komunitas ini bisa maju, eh, beliau 7:49 punya, eh, 7:50 sekampung sedekah, gitu ya, punya dan 7:52 sudah jalan 7:54 eh, cukup berhasil di 219 titik di 7:57 Indonesia, gitu ya. 7:58 Masya 8:00 komunitas ini, ini tidak terbatas sama 8:02 agama, ya, Manuning, ya. Tetapi 8:05 komunitas ini memberdayakan 8:08 umat di sekitarnya. sekitarnya, gitu ya. 8:11 Gitu ya. Jadi, umat ini bisa maju dengan 8:14 sedekah atau tolong-menolonglah. Kita 8:16 bisa 8:17 bahasa nasionalnya tolong-menolong, 8:20 misalnya, ya. 8:20 He em. Kalau misalnya 8:22 kita memberi, kita bukan cuma memberi, 8:24 tetapi berdampak ke kita berkali-kali 8:26 lipat. Nah, mudah-mudahan hari ini kita 8:29 bisa sharing sama Mas Ali bagaimana 8:31 beliau menerapkan konsep sedekah ini dan 8:33 sudah berhasil, gitu ya. Sudah berhasil 8:35 di, eh, titik-titik yang beliau 8:38 jalanin sekarang ini dan alhamdulillah 8:41 Mas Ali ada waktu buat Rasil eh, kita 8:44 buka. Silakan, eh, 8:46 Rasanya enggak sabar nih pengin dengar 8:47 bagaimana sosok, eh, Mas Taufiq Ari yang 8:51 merupakan founder Kampung Sedekah ini 8:53 tadi eh, Habib bilang sudah 8:56 menghidupkan, menggerakkan 219 titik, 9:00 luar biasa. Mari kita simak dengan 9:01 telinga jiwa kita. Monggo. 9:04 Iya, asalamualaikum sebelumnya. 9:06 Oh, ya. 9:10 Iya. 9:13 Sini, ya. He em. Iya, asalamualaikum 9:15 warahmatullahi wabarakatuh. 9:16 Waalaikumsalam. Eh, terima kasih, eh, 9:19 Ibu Nuning, ya, Bang, eh, 9:22 apa namanya, Habib yang masya Allah luar 9:24 biasa hari ini. 9:26 Eh, sesuatu yang luar biasa saya bisa 9:27 berkesempatan hadir di Rasil pastinya, 9:29 gitu ya. Mudah-mudahan nanti apa yang 9:32 bisa saya sampaikan ini bisa 9:34 menginspirasi, ya, banyak wilayah di 9:37 Indonesia khususnya, ya. Amin, insya 9:39 Allah. 9:40 Ya, jadi memang 9:41 eh ketika bicara 9:43 sedekah, ya, sebelum saya bicara tentang 9:46 eh gerakan kampung sedekah ini, ya. Saya 9:48 bicara tentang sedekahnya ini dulu. 9:51 Jadi memang kalau bicara sedekah di 9:53 Indonesia itu memang menurut data 9:56 Indonesia itu memang secara ranking 9:59 dunia itu memang lima kali 10:00 berturut-turut adalah sebagai negara 10:02 yang paling dermawan. 10:03 Secara lima kali berturut-turut. Karena 10:05 memang pertama mayoritasnya muslim, gitu 10:08 ya. Kemudian yang kedua memang pastinya 10:10 perintah-perintah di Alquran ataupun 10:12 hadis banyak sekali yang mengatakan 10:14 tentang eh sedekah, gitu ya. 10:16 Nah, 10:18 tapi yang terjadi di masyarakat di akar 10:20 rumput, gitu ya, itu seringkali ketika 10:22 bicara sedekah di masyarakat itu memang 10:26 eh masyarakat itu hanya memahaminya 10:28 sedekah itu hanya sebatas bentuknya 10:29 harta. 10:31 Gitu ya. Jadi 10:32 eh padahal sedekah itu kan bentuknya 10:33 banyak, ya. Tenaga, waktu, dan 10:35 lain-lain. Tapi masyarakat kita, 10:36 khususnya masyarakat akar rumput itu 10:38 memahaminya hanya sebatas masalah harta. 10:41 Makanya akhirnya kalimat yang muncul itu 10:42 adalah kalau sedekah jangan dipaksain. 10:45 Kalau sedekah itu semampunya. 10:47 Betul, kalau kalimat kalau itu 10:49 eh soal bentuk, ya, soal jumlah. Artinya 10:52 semampunya. Tapi kalau soal kewajiban, 10:54 gitu ya, 10:55 ini mengacu ke Quran surat Al-Munafiqun 10:57 ayat 10 ketika sakaratul maut kita 10:59 memohon kepada Allah hanya minta ditunda 11:01 kematian hanya untuk bersedekah. Itu kan 11:03 berarti sedekah itu wajib sifatnya. Mau 11:06 siapapun itu, gitu. Nah, nah ini mesti 11:08 dipahami dulu nih, Bang, gitu ya. Jadi 11:11 artinya bahwa 11:11 Dibangkitkan kembali apa yang kamu 11:14 lakukan. Sedekah, itu kan gitu yang 11:16 benar. 11:16 Jadi kalau sedekah itu kalau hanya 11:18 Kalau hanya sedekah itu hanya buat 11:20 kalangan yang mampu saja, lalu gimana 11:22 dong, gitu ya, bagi yang kalangan 11:23 mungkin belum punya dananya belum cukup 11:26 dan lain-lain, gitu. Nah, ini mesti 11:27 dipahami dulu. Nah, kemudian yang kedua, 11:31 yang namanya sedekah itu kalau kita 11:32 bicara sejarah bagaimana Rasulullah 11:34 mengelola, memulainya lalu sampai dengan 11:37 para sahabat atau puncaknya itu kan 11:39 kisah yang sering kita dengar itu 11:41 bagaimana Umar bin Abdul Aziz gitu ya 11:43 dalam rentang waktu 2 tahun 6 bulan 11:45 tercatat dalam sejarah itu bagaimana 11:47 akhirnya satu negeri ya itu enggak ada 11:49 lagi orang miskin baik miskin harta 11:51 ataupun mental miskin. Nah, artinya apa? 11:53 Sedekah yang beliau kelola itu kan 11:55 memang 11:56 untuk menyelesaikan persoalan umat. Nah, 11:58 ini yang saya garisbawahi nih. Jadi, 12:00 sedekah ketika dikelola secara baik itu 12:02 memang ujungnya adalah menyelesaikan 12:05 persoalan umat dan ujungnya bisa 12:07 mensejahterakan umat. Gitu. Nah, tapi 12:10 yang terjadi hari ini kita bisa lihat 12:12 nih tetangga kanan kiri kita atau di 12:14 berbagai macam wilayah ketika sedekah 12:16 itu dikelola oleh masyarakat yang 12:18 terjadi nih, Bang gitu ya itu hanya 12:20 sebatas untuk santunan. Iya. Santunan 12:22 yatim, santunan dhuafa gitu ya hanya 12:25 sebatas sifatnya charity. 12:27 Nah, kita lupa gitu ya bahwa masyarakat 12:29 kita nih unik. Gitu. He em. Ketika 12:31 program kita dari sedekah itu akhir 12:34 akhirnya hanya mengerucut kepada 12:35 santunan yang terjadi mental miskin nih, 12:38 Bang. 12:39 Nah, ini yang sering kita enggak sadari. 12:40 Makanya kalau bahasa saya gini, kalau 12:42 hari ini mental miskin itu justru 12:44 semakin bertambah semakin bertambah kok 12:47 enggak kurang-kurang 12:48 itu karena siapa? Karena kita dengan 12:50 program kita. Tanpa sadar lewat program 12:53 kita kitalah yang menjadi sutradara 12:55 kemiskinan di negeri ini. 12:57 Wah, menarik sutradara kemiskinan. 12:59 Jadi, kita enggak sadar loh, Bang gitu. 13:01 Niatnya mulia nih, niatnya mulia untuk 13:03 bersedekah yang tadi Abang bilang 13:04 menyisihkan sebagian rezeki gitu ya. 13:06 Jadi, guilty feeling nih. 13:07 [tertawa] 13:08 Niatnya mulia sudah bagus gitu sudah 13:10 bagus tapi kita sebagai orang yang eh 13:13 saya pikir level pemahaman sedekahnya 13:15 ini sudah lebih dari yang biasa gitu ya 13:17 harusnya menscale up bahwa sedekah itu 13:20 akhirnya bukan hanya sebatas charity 13:22 tapi kalau kita ingin mengubah 13:24 masyarakat menjadi lebih baik atau kita 13:27 sebut saja dhuafa agar masa dhuafa itu 13:29 bisa menjadi lebih baik, itu enggak bisa 13:31 santunan. 13:32 Itu mau tidak mau adalah levelnya 13:33 pemberdayaan. Ehm. Gitu. Kan ada kisah 13:36 yang cukup masyhur ya, kisah bagaimana 13:38 ketika Rasulullah lagi kumpul dengan 13:40 para sahabat, tiba-tiba ada pengemis 13:42 sebut saja datang itu kan Rasulullah kan 13:44 tidak langsung ujuk-ujuk ngasih bantuan. 13:47 Rasulullah tanya, "Engkau punya apa?" 13:49 Artinya kan apa, Rasulullah enggak 13:50 memanjakan tuh, gitu ya. Akhirnya orang 13:53 itu pulang ke rumah ngambil dua helai 13:55 bahan atau pakaian. Lalu yang Rasulullah 13:57 lakukan apa? Dua helai pakaian tadi 13:59 dilelang kan. Atau sebutnya kita gotong 14:01 royong bersedekah. 14:02 Iya. Sudah ditawarkan, "Nih, ada nih 14:04 yang minta bantuan. Ada enggak yang mau 14:06 bantu beli?" Kalau bahasa kita gitu kan. 14:08 Terkumpullah dua dirham kan dicatat 14:10 dalam sejarah. Nah, dua dua dirham itu 14:12 Rasulullah berikan ke orang tersebut. 14:14 Tapi dengan edukasi. "Nih, satu dirham 14:17 untuk kamu makan dan keluarga kamu 14:19 makan." Artinya apa? Kenyangin dulu 14:21 perutnya. Iya. Gitu, untuk menjamin gitu 14:24 ya. 14:24 [berdehem] 14:24 Yang kedua satu dirham untuk 14:26 diproduktifkan. "Belilah kampak dan cari 14:28 kayu bakar." Gitu. Nah, seringkali nih 14:30 Bang kalau kita masuk ke bisnis kita 14:31 bantu ekonomi, bantu ekonomi, dikasih 14:33 gerobaknya, dikasih gasnya semua 14:35 lengkap. Tapi enggak dipikirkan Bang tuh 14:37 Bang, kelangsungan untuk nanti kalau 14:39 dagangannya enggak laku gimana? Makanya 14:41 jangan heran, akhirnya bantuan ekonomi 14:42 diberikan gitu ya seminggu kemudian 14:44 gerobaknya hilang. Ehm, dijual. Iya 14:46 dijual karena kan ketika enggak untung 14:47 saya makannya pakai apa? 14:48 Iya. Ah, gitu tuh Bang. Nah, artinya 14:50 apa? Rasulullah tadi di ujungnya itu 14:52 menutup dengan kalimat setelah dua 14:54 minggu "balik lagi ke sini." Itu kan 14:56 pendampingan. 14:57 Ehm. Gitu loh, ya. Artinya pendampingan 14:59 ini yang kita seringkali lengah. Nah, 15:02 artinya apa? Ketika bicara sedekah 15:03 dikelola sebaik mungkin itu bisa masuk 15:06 ke semua aspek Bang. Bukan cuma soal 15:08 sosial tapi pendidikan termasuk ekonomi. 15:11 Artinya makanya tadi di awal sudah saya 15:12 sebutkan bahwa ujungnya adalah membangun 15:14 kesejahteraan masyarakat. Akhirnya apa? 15:17 Bisa mengentaskan kemiskinan. 15:19 Gitu. Nah, ini mesti dipahami dulu di 15:20 awal nih Bang. Gitu loh. 15:22 Nah, akhirnya 15:24 berangkat dari sinilah, gitu loh ya. Eh, 15:26 ini yang kami lakukan, saya dan 15:27 teman-teman menginisiasi namanya gerakan 15:30 Kampung Sedekah. Bagaimana kita 15:33 menggerakkan satu kampung gitu ya, bukan 15:35 lagi segelintir orang ya, Bu, tapi eh, 15:38 betul-betul masyarakat di satu kampung 15:40 itu kita gerakkan untuk mereka menjadi 15:43 masyarakat yang mau memberi. Masyarakat 15:45 yang mau bersedekah, gitu loh. Nah, 15:48 kenapa saya yakin semua masyarakat itu 15:51 bisa, gitu ya. Karena kita bisa cek nih, 15:52 Bang, hari ini. Cek tetangga kanan kiri 15:54 pemirsa daya gitu ya. 15:55 Iya. 15:55 Hari ini gitu ya, orang-orang yang 15:58 dikatakan miskin atau kita bicara data. 16:00 Data orang miskin yang dipakai oleh RT, 16:02 oleh RW, oleh masjid, itu biasanya data 16:05 orang miskinnya enggak pernah berubah 16:07 tuh. 16:07 5 sampai 20 tahun biasanya orang 16:09 miskinnya itu-itu aja, enggak pernah 16:11 berubah. Bahkan banyak yang miskin 16:13 turunan. 16:14 Rumah itu bapak ibunya miskin, lalu 16:16 meninggal nih. Nah, itu rumah itu masih 16:18 masuk kategori miskin tuh. 16:20 Gitu. Nah, inilah yang membuat akhirnya 16:22 program kita tadi di awal saya 16:24 sampaikan, asyik bagi-bagi saja, 16:26 ujungnya adalah apa? Mindset-nya. Selalu 16:29 merasa kurang, selalu merasa enggak 16:31 cukup, gitu yang tadinya harusnya 16:33 sedekah bisa menjadi menyelesaikan 16:36 persoalan umat, ujungnya kalau kita 16:38 melihat hari ini data orang miskin, 16:40 mental miskin itu enggak pernah berubah. 16:42 Tanpa kita sadari, Bang, sebenarnya kita 16:44 bukan lagi menyelesaikan orang miskin, 16:47 tapi justru memelihara orang miskin, 16:48 Bang. Loh, mantap. 16:50 Gitu ya, kalau tadi saya sebutkan kita 16:52 sebagai sutradara kemiskinan, yang kita 16:54 lakukan kenapa? Kenapa? Karena kita 16:56 sedang memelihara orang miskin itu. 16:58 Awet-awet ya, tetap miskin, nanti kalau 17:00 saya ada rezeki, saya kasih. Iya. Eh, 17:02 gitu loh. Padahal mohon maaf gitu ya, 17:04 kalau kita bicara salah satu hadis sahih 17:05 itu kan ketika nanti di di padang 17:08 mahsyar semua dibangkitkan, orang-orang 17:10 yang bermental miskin, yang sudah Allah 17:12 cukupkan, tapi dia selalu merasa enggak 17:14 kurang apa namanya, kurang dan kurang, 17:16 itu kan datang ke hadapan Allah dengan 17:17 muka tanpa daging. 17:18 Masya Allah. 17:19 Gitu. Nah, saya khawatir Bu ketika 17:20 ditanya gitu ya, ini hanya kekhawatiran 17:22 saya pribadi gitu ya. Ketika ditanya, 17:24 "Kenapa kamu begini padahal rezekinya 17:26 sudah cukup?" Ya, saya mah kan dikasih 17:27 Bang Habib saja, saya mah terima saja. 17:29 [tertawa] 17:30 Gitu jadi 17:31 Jadi sedekah itu Ikhwan Akhwat yang 17:33 barusan sepotong saja yang kita dengar 17:35 itu bukan hanya uang semata sebagai 17:38 santunan, tetapi sesuatu yang bisa 17:41 memberdayakan orang yang mampu 17:43 ujung-ujungnya mensejahterakan 17:45 masyarakat. Luar biasa banget ya. 17:47 Iya, aduh betul. Sedekah yang bisa jadi 17:49 baru kita pahami nih. Menarik ya. 17:52 Dan yang Rasulullah ajarkan itu Bang 17:55 kesetaraan. Kalau kita kan sedekah dari 17:58 atas ke bawah, seolah-olah yang menerima 17:59 sedekah itu hina ya. Di bawahnya, saya 18:02 minta kamu kasih sedekah. Kadang 18:04 didokumentasiin gitu dan itu sering 18:06 dokumentasi di-publish ke media. 18:09 Sedangkan 18:10 orang tahu jadi siapa yang nerima, siapa 18:11 yang ngasih dan sering jadi komoditas 18:14 politik. Dan dibiasakan orang itu nerima 18:17 setiap 5 tahun sekali 18:19 nerima ya. Habis itu dia milih 18:21 sengsaranya 5 tahun karena yang dipilih 18:23 salah misalnya. 18:23 Betul betul betul betul betul. Akhirnya 18:25 itu saya ke daerah-daerah Bang di 18:27 Cirebon itu 18:30 ada yang sampai tiga keluarga dalam satu 18:32 rumah, empat keluarga dalam satu rumah 18:34 bayangin. Anaknya di situ, nanti adiknya 18:37 punya keluarga masuk masih di rumah yang 18:40 sama dan kemiskinan luar biasa. Nah, ini 18:42 yang 18:43 bagaimana konsepnya 18:46 Kampung Sedekah ini mungkin 18:48 kita tertarik nih alhamdulillah malam 18:49 ini kita kedatangan tamu. Gimana sih 18:51 sebenarnya Kampung Sedekah itu apa gitu 18:53 ya dan 18:55 gimana mulainya tuh di mana dan hasilnya 18:57 kayak gimana? Bagaimana gitu ya 18:59 dampaknya, apa yang sudah dilakukannya. 19:00 Betul. 19:01 Jadi memang 19:03 kenapa gitu ya masyarakat kita gitu ya 19:06 atau bahkan teman-teman kita yang sudah 19:08 banyak di lembaga sekalipun itu memang 19:10 banyak programnya itu asyik di santunan 19:12 Bu. He eh. Karena santunan itu 19:14 mengasyikkan, dia enggak melelahkan. 19:16 Datang, berikan, dokumentasi, pulang. 19:18 Enggak ada pertanggungjawaban. Iya. 19:20 Artinya kalau pemberdayaan, itu capeknya 19:22 luar biasa. Karena kita berurusan 19:24 membina, itu [tertawa] capek luar biasa. 19:26 Tapi itu sebuah konsekuensi kalau kau 19:27 memang ingin jadi masyarakat lebih baik 19:29 harus diberdayakan, gitu. Nah, bicara 19:31 Kampung Sedekah, Bang, ini saya bicara 19:33 dari 19:34 eee apa ya? 19:36 Berpikir ketidak yakinan teman-teman 19:39 saat itu. He eh. Di saat saya bilang 19:40 waktu itu 19:41 awal-awal ya. 19:42 Yuk kita ajak masyarakat di satu kampung 19:44 bersedekah. Itu teman-teman enggak ada 19:45 yang enggak ada yang yakin. Mereka 19:47 kalimatnya gini, ngajak satu orang 19:49 sedekah aja susah, apalagi satu kampung. 19:50 [tertawa] 19:51 Yang bener aja gitu kan, enggak kebayang 19:53 konfliknya gitu ya. Tapi saya yakin 19:55 betul, Bang, ketika kita melakukan 19:57 kebaikan itu dengan strategi yang matang 19:59 gitu ya, itu insyaallah gitu ya, Allah 20:01 akan mudahkan. Karena 20:03 eee mohon maaf gitu ya, hari ini 20:05 kejahatan kan terus ber apa ya? 20:07 Kreatifnya luar biasa, berinovasi luar 20:09 biasa. Makanya kejahatan offline 20:11 online itu luar biasa ya. Tapi coba Bang 20:12 lihat, kebaikan. Begitu-gitu aja tuh, 20:14 Bang, kebaikan kita gitu ya. Jadi 20:16 akhirnya eee mohon maaf gitu ya, mungkin 20:18 terjadi kejenuhan dan lain-lain. Nah, 20:21 Kampung Sedekah itu dimulai saat itu 20:23 kurang lebih 2018. Kita memulai gerakan 20:25 ini, Bang. Kita ingin bagaimana 20:27 masyarakat itu bisa berdaya. Karena saat 20:29 itu ketika saya membangun program ini 20:32 2018, ketika saya masuk ke satu wilayah 20:35 untuk melakukan eee asesmen gitu ya, itu 20:37 ternyata wow banget persoalan banyak 20:40 banget, bukan soal soal anak yatim doang 20:41 ternyata, Bu. 20:42 Persoalan pendidikan, ekonomi, semua 20:44 kompleks, Bang. 20:46 Nah, ketika persoalan itu kompleks 20:48 kan berat nih, Bang, ketika kita 20:49 menggantungkan kepada pemerintah gitu 20:51 ya, menggantungkan kepada masjid gitu 20:54 ya, kan belum banyak ya masjid yang 20:55 seperti Jogokariyan dan lain-lain gitu 20:57 ya. 20:57 Belum bisa bergantung sama pemerin apa 20:59 namanya? Orang-orang kaya di kampung 21:00 kita, CS atau perusahaan, bahkan lembaga 21:03 filantropi pun. Nah, saya berpikir ini 21:05 perlu ada gerakan masyarakat yang memang 21:08 gerakan ini bagaimana akhirnya bisa 21:10 hadir, bisa diwujudkan ujungnya adalah 21:13 ketika ada masalah bisa selesai sendiri. 21:15 Gitu ya, dengan apa? Dengan potensi yang 21:17 ada di sana, dengan SDM yang ada di 21:19 sana. 21:20 Ujungnya bagaimana kita ingin membangun 21:21 kesejahteraan yang miskin bisa 21:23 berkurang. Nah, gerakan ini kita mulai 21:25 Bang di 2018. Nah, alhamdulillah Allah 21:27 mudahkan gitu ya. Akhirnya di 2019 nih 21:31 ee 1 tahun itu kita riset Bang di 1 RW 21:34 gitu ya, kita mulai dan masyaallah saat 21:35 itu di 2018 1 RW saat itu di RW 9 Kelapa 21:39 Dua Wetan itu enggak jauh dari sini ya 21:41 gitu ya. Itu sedekahnya 1 RW 160 juta 21:44 Bang. Masyaallah. 1 RW gitu ya, padahal 21:47 belum semua RT yang bergabung. Nah, 21:48 berangkat dari sana riset sudah kita 21:50 punya gitu ya, lalu 2019 kita geser ke 21:54 beda kelurahan, beda RW dan ini lebih 21:56 mudah. Terkumpul 200-an juta lebih saat 21:58 itu. Masyaallah. Setiap RW itu ya? 22:00 Setiap RW kita basisnya RW yang basisnya 22:02 RW gitu ya. Dan menariknya program 22:04 Kampung Sedekah ini ketika kami bangun 22:05 Bang, kita ngajak warga untuk 22:07 bersedekah. Pertama media sedekahnya 22:09 gratis Bang kita berikan. Heeh. Satu. 22:12 Yang kedua, uangnya ke mana? Uangnya 22:13 pegang sendiri Bang. 22:15 Gitu, uangnya dipegang sendiri. 22:16 sama penyelenggara, penyelenggaranya 22:18 biasanya ngilang. Iya, iya. 22:20 Ini uang sedekahnya tetap di mereka 22:22 sendiri, dikelola oleh mereka sendiri 22:24 untuk masyarakat yang ada di lingkungan 22:26 mereka sendiri. Masyaallah. Gitu. Nah, 22:28 kami gitu ya sebagai yang menginisiasi 22:30 penggagas program ini hanya melakukan 22:32 pendampingan atau supervisi saja. 22:34 Oke. Memastikan roadmap perjalanan 5 22:36 tahun program ini di kampung tersebut 22:39 harus mandiri gitu. Kami hanya 22:40 memastikan itu. Kami tidak intervensi 22:42 program gitu ya, kami tidak apa namanya 22:45 melakukan banyak tekanan harus begini 22:47 tidak gitu ya. Bahkan kalau Abang lihat 22:49 di dokumentasi kita 22:51 kok di tiap RW seragamnya berbeda-beda, 22:53 tiap wilayah berbeda-beda. Ya, kita mah 22:55 iklan 22:56 minuman saja Bang, apapun makanannya 22:58 minumannya Oh, iya iya. Gitu ya, kalau 22:59 kita apapun warna seragamnya sudah yang 23:01 penting masyarakatnya sedekah, udah. 23:03 Gitu loh, jadi Nah, justru dengan 23:05 seperti ini gerakan masyarakat rasa 23:06 memilikinya tumbuh. Gitu, makanya kalau 23:08 bahasa saya Kampung sedekah jika dia 23:11 ingin besar, ingin tumbuh, nasib dan 23:13 masa depannya ditentukan oleh masyarakat 23:15 di kampung itu sendiri. Gitu. Nah, jadi 23:18 ketika kita bikin kampung sedekah ini 23:19 memang persyaratannya tadi, Bang. 23:21 Bagaimana 23:23 eee petugas di masing-masing kampung itu 23:25 harus dibangun. 23:26 Dari siapa petugasnya? Masing-masing 23:28 orang lokal hero yang ada di sana, Bang. 23:30 Enggak boleh orang di luar sana. Mulai 23:31 dari ketuanya, sekretarisnya sampai 23:33 petugas di masing-masing RT. Agar apa? 23:35 Agar mereka lebih tahu, lebih paham apa 23:38 sih yang terjadi di kampung kita. Ketika 23:39 uang sudah terkumpul oleh mereka, mereka 23:41 yang langsung menyalurkannya. Gitu, jadi 23:43 efeknya langsung dirasakan oleh 23:45 masyarakat. Makanya hari ini, Bang, di 23:47 Ciraças, ya, Kecamatan Ciraças itu kan 23:49 kita jadikan percontohan tuh, Bu, ya, 23:51 eee percontohan di Indonesia. Di 23:53 Kecamatan Ciraças hari ini itu sudah ada 23:55 kurang lebih 36.000 lebih kepala 23:58 keluarga yang semuanya mau tangannya di 24:00 atas. 24:01 Gitu ya, kebayang tuh, Bang, ya, 24:03 sebanyak itu gitu ya. Dan programnya per 24:05 hari ini totalnya sudah ada 101 program 24:09 bisa direalisasikan oleh mereka sendiri 24:11 mulai dari yang apa namanya eee sembako 24:14 murah, bantuan sakit, meninggal, 24:16 beasiswa pendidikan sampai renovasi 24:18 rumah, Bang. Itu bisa kita buat sendiri, 24:20 termasuk mengecor jalan, itu bisa 24:23 dilakukan sendiri pakai dana sedekah 24:24 tadi. Apalagi bicara ekonomi, ya, karena 24:27 ketika kita melakukan program kampung 24:28 sedekah eee kegiatan-kegiatan ekonomi 24:31 itu tebus murah sembako gitu ya, itu 24:33 enggak ada ceritanya kita beli di 24:34 agen-agen di luar. Wajib di RW situ. 24:37 Jadi ekonominya berputar di sana. Ada 24:39 tanggung jawab moralnya. Jadi emang 24:41 tujuan kampung sedekah dihadirkan di 24:43 kampung itu untuk membahagiakan semuanya 24:45 warganya, termasuk UMKM-nya dan semua 24:47 stakeholder yang ada di sana. 24:49 Jadi dari desa untuk desa dan oleh desa. 24:52 Dari warga untuk warga, dari warga untuk 24:54 warga. Gitu loh, Bang. 24:56 Kalau ini, Bang He em. Bang Ari, kita 24:59 punya kendala kebetulan saya ngajar UMKM 25:01 juga cukup banyak ya. Jadi 25:04 UMKM itu kendalanya adalah setiap UMKM 25:07 punya masalah sendiri. Betul. Masalahnya 25:09 itu kompleks lebih kompleks dibanding 25:11 perusahaan besar karena perusahaan besar 25:13 itu biasanya sudah 25:14 sistemnya tertata, rapi, sudah tinggal 25:17 kita masukin, sudah mereka nurut semua. 25:19 UMKM ini satu perusahaan atau satu unit 25:22 usaha saja kompleks gitu ya. 25:24 Betul. Dan mereka punya resistensinya 25:25 tinggi. Belum lagi megang banyak UMKM. 25:28 Nah, ini 25:29 bagaimana apa motivasinya maksud saya 25:32 gini, bagaimana kendala ini kan sudah 5 25:34 tahun ya. Artinya 25:36 berbagai macam permasalahan di kalau 25:38 disebut mungkin kalau secara nasional 25:40 desa atau RW ya, desa sama RW ya. 25:43 Nah, itu bisa teratasi menurut saya satu 25:45 luar biasa gitu ya, satu luar biasa. 25:48 Nah, bagaimana nih eh Bang Ari 25:51 kendala-kendala itu bisa diatasi dengan 25:53 sangat baik dan bisa diduplikasi. Betul. 25:55 Kalau kita masalah di satu belum 25:57 selesai, duplikasi itu hanya duplikasi 25:58 masalah. 25:59 Oh iya. Gitu hanya memperbesar masalah. 26:01 Kayak dulu ada kampung kurma gitu ya. 26:04 Eh segala macam. Begitu ada ini 26:07 ujung-ujungnya bubar gitu ya, berbasis 26:08 komunitas yang tidak kuat secara fondasi 26:11 bisnisnya gitu ya. Kemarin 26:13 macam-macamlah case-nya gitu ya. Jadi 26:15 nah, ini bagaimana Bang Ari atasi di itu 26:18 dan gimana bisa duplikasi ini sudah oke 26:20 nih, kita duplikasi gitu. Gimana eh 26:23 caranya kemarin? Ya memang kita 26:25 sama-sama paham ya Bang ya bahwa 26:26 persoalan UMKM ini memang kompleks 26:28 sekali. Salah satunya ini persoalan 26:30 mindset ya. 26:31 Yang kami temui sendiri itu di Kampung 26:32 Sedekah waktu awal-awal kami melakukan 26:34 asesmen itu 26:36 yang paling banyak adalah soal mindset 26:38 mereka yang 26:39 ah nanti kalau ini dikembangkan nanti 26:41 apa namanya eh resep saya ada yang niru. 26:44 [tertawa] 26:45 Akhirnya enggak mau dikembangkan. 26:46 Alasannya ah capek ah gitu kan. Jadi ya 26:48 itu PR kita gitu ya. Nah, nah lalu 26:51 bagaimana pendekatan yang kita lakukan? 26:52 Nah, itu yang tadi saya awali bilang, 26:54 Bang. Pendekatan yang kita lakukan itu 26:55 bagaimana 26:56 menghadirkan bahwa program Kampung 26:58 Sedekah ini adalah untuk mereka. Gitu 27:01 loh, makanya di tahun kedua roadmap 27:03 Kampung Sedekah yang kami buat itu 27:05 adalah ada kami meluncurkan program 27:07 namanya pinjaman tanpa bunga. Dan itu 27:10 prioritasnya adalah UMKM, Bang. 27:12 Gitu, jadi tahun pertama gitu ya, UMKM 27:14 mobil khusus UMKM sembako, sayuran gitu 27:18 ya, itu menjadi prioritas ketika mereka 27:20 ada program itu belinya belilah di 27:21 warung itu. Gitu ya. Lalu ketika mereka 27:24 sudah merasa, "Oh iya, alhamdulillah ya 27:26 dengan ada Kampung Sedekah dagangan saya 27:28 dibantu." Gitu ya. Nah, bantuan yang 27:30 kedua adalah ketika mereka mau 27:31 bertumbuh, mereka butuh pinjaman modal, 27:34 itu diberikan bantuan, Bang. 27:35 Pinjam 3 juta ya kembalinya 3 juta, 27:37 enggak ada bunganya. Persyaratannya dia 27:39 hanya wajib saja untuk menjadi anggota 27:41 Kampung Sedekah. Berapa memang 27:42 sedekahnya? Enggak diwajibkan berapa. 27:44 Yang penting bagi kami mengedukasinya 27:46 sedikit tapi rutin itu Allah suka. Mau 27:48 1.000, mau 2.000, yang penting rutin 27:50 tiap hari enggak ada masalah. Nah, 27:51 ketika mereka sudah menjadi anggota, 27:53 mereka boleh pinjam tadi. Nah, 27:55 pendekatan itu yang kita lakukan. 27:57 Akhirnya apa? 27:58 Mereka tumbuh kan? Muncul rasa 27:59 memilikinya. Nah, lalu pendekatan yang 28:01 berikutnya yang kami lakukan baru kami 28:03 masuk ke pendampingan, Bang. 28:04 Pendampingan ini yang kami lakukan. Kami 28:06 petakan dulu tuh UMKM yang ada di 28:08 Kampung Sedekah. Ini UMKM warung-warung 28:10 kelontong. Ini UMKM mana nih yang 28:13 kira-kira bisa kita share scale up untuk 28:14 produknya itu bisa dijual sampai ke luar 28:16 daerah gitu ya. Kita petakan dulu. Atau 28:19 memang ada yang jajanan yang basah atau 28:21 yang kering. Nah, itu kita petakan dulu 28:23 agar kita lebih mudah nih, Bang. Gitu. 28:25 Nah, hari ini alhamdulillah, Bang, gitu 28:27 ya, UMKM yang akhirnya bisa kami bantu 28:30 itu berbagai macam di Kampung Sedekah. 28:32 Mulai dari 28:33 pedagang kelontong gitu ya, macam-macam. 28:35 Bahkan sekarang sudah ada 28:37 beberapa wilayah itu yang akhirnya sudah 28:39 mulai berinvestasi. Sedekahnya 28:40 diproduktifkan, Bang. Ada agen sembako 28:43 di sana gitu ya. Dia butuh pertambahan 28:44 modal. Udah, eh, sifatnya udah sedekah 28:47 aja di, di produktifkan. Oke, setiap 28:50 bulan dengan kami, eh, Kampung Sedekah 28:52 bantu dapat berapa? Dan itu udah 28:53 terjadi, Bang. Oh. Gitu loh. Jadi, 28:55 akhirnya di produktifkan, di 28:56 produktifkan tidak hanya sebatas habis 28:59 begitu saja. Walaupun memang konsep 29:00 sedekah itu dihabiskan, Bang, ya, gitu 29:02 ya. Tapi memang ketika ada peluang itu 29:04 kenapa tidak, gitu. Nah, ini lebih cara 29:06 lebih kepada pendekatan dulu ke 29:07 masyarakatnya. Jadi, kita ingin buat 29:09 mereka tuh nyaman dulu ke, kehadiran 29:11 kita, gitu. Dengan apa? 29:13 Yang kami jamin, Bang, ketika membuat 29:15 Kampung Sedekah ada di situ 29:18 sebagai contoh misalnya di RW 6 29:19 Rambutan, Terminal Kampung Rambutan, 29:21 Bang. Gitu, ya. 29:22 Itu masuk RW 6 Rambutan. Di sana anggota 29:25 kami itu ada 2.300 29:27 lebih kepala keluarga, ya. Jumlah 29:30 sedekahnya yang hari ini yang tertinggi 29:32 itu di 44 juta, Bang, per bulan satu RW. 29:34 Kebayang, ya, gitu, ya. Nah, artinya 29:36 apa? Ketika Kampung Sedekah dibangun 29:38 satu wilayah, UMKM-nya itu memang kami 29:41 dorong untuk maju karena harapannya 29:42 ketika UMKM itu nanti bertumbuh, dia 29:45 butuh tenaga kerja minimal ataupun dia 29:47 kerja, kerja tukang angkat atau apapun 29:49 itu, kan tetangganya, Bang. Nah, di 29:51 situlah Kampung Sedekah itu masuk punya 29:53 kontribusi di sana. Gitu. Melakukan 29:55 pendampingan, bantuan modalnya, gitu, 29:58 ya. Itu kita lakukan sampai menyiapkan 30:00 pasar, Bang. Oh. Kan Abang kebayang nih, 30:02 kalau tadi ada 2.300 anggota. Iya. Gitu, 30:05 ya. Lalu ada salah satu agen sembako, 30:08 gitu, ya, yang memang bekerja sama 30:09 dengan kita yang tadi sedekahnya di 30:11 produktifkan. Ini dia jualan gas, Bang. 30:13 Kan 2.300 jadi yang jadi kita arahkan 30:16 aja beli gas di situ, Bang. 30:16 Oh, langsung hidup gitu. Langsung. Jadi, 30:19 menariknya di Kampung Sedekah adalah 30:21 bukan hanya sebatas bantuan modal, gitu, 30:23 ya, tapi juga pendampingan, tapi juga 30:25 disiapkan pasarnya, Bang. 30:27 Gitu. Itu kelebihannya. 30:28 ya. Setara. Kita setara bukan dari atas 30:30 ke bawah. 30:31 Bukan dari ke bawah, gitu. Terhormatlah. 30:34 [tertawa] 30:35 Gitu. Nah, ini menarik dari program ini, 30:37 gitu. Tantangannya nih, kalau misalnya 30:40 di kampung yang tadi satu RW saja bisa 30:43 menghadirkan 30:45 segala sesuatunya yang luar biasa. 30:47 Betul. Belinya di sini, ya kan? Karena 30:50 ini adalah UMKM kita dan itu yang di 30:54 sediakan bukan cuma sembako tapi banyak 30:57 hal lainnya. 30:58 Terus 30:59 toko-toko, warung-warung yang ada di 31:00 situ, itu yang enggak ada kaitannya 31:03 dengan 31:05 gerakan kita ini, protes enggak? 31:08 Jadi gini. 31:09 Enggak laku nih gue selama sebulan ini 31:10 gimana nih gitu, gimana gimana? 31:12 [tertawa] 31:12 Betul. Jadi sering kali kami itu ketika 31:15 belum ada kampung sedekah, pola belanja 31:17 mereka itu kan pasti mencari yang 31:19 termurah. Betul. Nah, yang termurah itu 31:21 sering kali kan bukan di wilayah mereka, 31:22 Bu. Justru di luar kan, gitu. Makanya 31:24 dengan masuknya kampung sedekah, kami 31:26 wajibkan beli di sana agar kita 31:28 eh bisa bantu warung tetangga. Jadi 31:31 bantu warung tetangga itu bukan cuma 31:32 narasi ya, gitu ya, tapi memang 31:34 betul-betul di dijalankan, gitu loh. 31:36 Nah, itu kami sarankan ke sana. Nah, 31:38 lalu 31:39 tiap tiap RT, itu pasti kami mintakan, 31:42 Ibu, gitu ya. Ibu berkenan enggak? Nih, 31:44 besok kami mau ada program tebus murah 31:47 He em. sembako. Gitu ya, pengadaan 31:49 barangnya adalah beras, telur, sama 31:51 minyak. He em. Ibu bisa enggak 31:52 menyiapkan? Gitu nah, menariknya di 31:54 kampung sedekah, Ibu, itu dananya kita 31:56 berikan di awal. 31:58 Untuk persiapan mereka. 31:59 mereka tanya dulu. 32:00 Udah udah di modalin di awal oleh 32:02 kampung sedekah, gitu ya, konsumennya 32:04 udah pasti ada yang beli. 32:06 Iya lah, di kampung kita sendiri ya. 32:08 gitu. Jadi hari ini semua UMKM itu 32:10 rata-rata semuanya udah mau, Bu, menjadi 32:12 anggota kampung sedekah. Tapi memang 32:13 mohon maaf ya, kadang orang kita nih, 32:15 ada UMKM yang memang udah nakal lah gitu 32:17 ya. Contoh kita beli sayuran, 32:20 udah tahu ini menggunakan uang sedekah, 32:21 gitu ya, 32:23 eh kita mintanya yang terbaik, harga 32:24 mengikuti mereka, enggak kita tawar, 32:26 tapi kadang ada aja yang diberikan yang 32:27 jelek-jelek. He em. Nah, ini nah kalau 32:30 yang seperti itu biasanya kami ingatkan, 32:32 tapi kalau tidak bisa berubah ya kita 32:33 tinggalkan. Iya. Gitu tapi eh iya, gitu 32:36 loh. Tapi alhamdulillah hari ini tetap 32:37 semuanya lebih banyak kok yang mereka 32:39 mereka mau bersama-sama dengan Kampung 32:40 Sedekah. Dan menariknya, Bu, ketika UMKM 32:43 tadi kita bantu, mereka sedekahnya luar 32:45 biasa, Bu. Enggak usah kita minta oleh 32:47 banyak. Karena lakunya juga luar biasa, 32:50 hatinya merasa berbunga-bunga, ya, 32:52 enggak sih? 32:53 Betul. Makanya sekarang ini sekarang 32:54 ini, Bang, kita lagi masif sekali 32:55 membuat program namanya pasar rakyat 32:57 Kampung Sedekah. Pasar rakyat itu semua 33:00 warga yang ada di RW tersebut dikasih 33:02 kupon jajan, Bang. 33:04 Dikasih kupon jajan. Jadi mereka di hari 33:06 yang ditentukan mereka tinggal datang. 33:08 UMKM itu berjejer tuh, Bang. 33:10 UMKM berjejer, mereka tinggal tukarkan 33:11 saja kuponnya. Nah, menariknya strategi 33:15 ini, walaupun mereka bawa kupon dua, 33:18 anggap saja kuponnya 5.000-an. Itu kan 33:20 mereka akhirnya enggak beli cuma dua, 33:21 Bang, dua kupon tadi. Buat anaknya, buat 33:24 eh suaminya. 33:25 ada di situ, mudah, 33:26 kerennya. 33:27 UMKM itu berjualan dengan konsepnya 33:29 Kampung Sedekah ini, itu satu jam ludes, 33:31 Bang, ratusan ribu di tangan. Ini yang 33:33 terbaru kemarin di Cibubur. Itu ya. Itu 33:36 2.650 kupon dibagikan gratis, itu 33:39 eh ada satu pedagang yang saya 33:41 wawancara, dia jual itu cuma satu jam, 33:43 Bang. Itu sudah hampir 300.000, 400.000. 33:46 Satu jam jualan cireng, selesai, Bang. 33:50 Masya Allah. 33:50 Masya Allah gitu ya. Jadi masya Allah. 33:53 Mungkin sedikit nih, Bang Ari. Iya. 33:55 Kendala di masyarakat kita yang tadi 33:57 Bang Ari bilang. Iya. 33:59 Kita mau majuin umat nih. 34:01 Betul. Tetangga kita jual sembako, 34:03 misalnya. 34:04 Ujung-ujungnya toko merah lagi. 34:08 Toko merah yang ada AC-nya, di pinggir 34:10 jalan, itu harganya lebih murah. 34:12 Betul, betul, betul, betul. 34:13 Ah, di situ enggak lengkap, di situ 34:16 segala macam pelayanannya kurang, segala 34:18 macam. Nah, itu 34:19 satu hal itu menjadi tantangan kita itu. 34:22 Nah, 34:23 dan itu masifnya toko yang terstandar 34:26 itu di daerah-daerah sampai ke 34:28 gunung-gunung ada, gitu ya. Nah, 34:30 sedangkan kita pelayanan seadanya, sudah 34:32 gitu barang kadang ada kadang enggak dan 34:34 selalu bilang lagi habis gitu ya, 34:36 padahal memang enggak jualan gitu. 34:37 Betul betul betul betul. Sering kayak 34:38 gitu. Nah, ini kan satu tantangan kita. 34:41 Nah, dan mereka juga tingkat 34:43 pendidikannya beda-beda nih. Betul. Gitu 34:45 ya. Bagaimana bisa deliver Kampung 34:48 Sedekah ini bisa terjaga, jangan sampai 34:51 orang yang menjadi agen Kampung Sedekah 34:53 ini juga 34:55 oh Kampung Sedekah kayak gitu, padahal 34:57 oknum gitu ya orang kayak gitu. Itu 34:58 satu, yang kedua 35:00 [mendengus] 35:01 bagaimana kita bisa duplikasi ini secara 35:03 nasional Bang, karena menarik sekali dan 35:05 sudah proven lah setelah 5 tahun ini 35:07 dengan berbagai macam program ini juga 35:09 banyak gerakan-gerakan lain, tapi saya 35:11 kira ini Kampung Sedekah bisa jadi 35:12 pionir 35:13 eh masyarakat Indonesia terutama 35:16 mayoritas Islam ini bisa tergerak mereka 35:19 beli dengan profesional. Nah, dengan 35:21 pendampingan ini. 35:22 Iya, betul. Nah, bagaimana misalnya gini 35:24 ada pendengar Rasil ini juga banyak yang 35:28 jadi pengurus, mungkin ada yang di 35:30 government di pemerintah daerah dan 35:31 lain-lain. 35:33 Mau kerja sama sama Kampung Sedekah, 35:34 misalnya hubungin Rasil. Gimana step by 35:36 step-nya seperti apa sih realisasinya? 35:38 Heeh heeh. Gitu ya, sampai dia running 35:40 berapa lama, terus apa saja yang 35:42 dibutuhkan, modalnya seperti apa gitu 35:44 ya. Realistisnya itu kayak gimana sih 35:46 Bang 35:47 Baik, jadi memang harapan kita kan 35:49 pastinya bagaimana gerakan kebaikan itu 35:51 bisa menular ya gitu ya. 35:53 Nah, makanya di forum Rasil ini pastinya 35:56 kami ingin bagaimana gerakan Kampung 35:58 Sedekah ini 36:00 bisa semakin meluas gitu Bang. Iya. 36:03 Eh ditanya bagaimana caranya, pastinya 36:05 yang pertama adalah syarat ketika 36:08 eh Kampung Sedekah ini bisa dibangun apa 36:11 enggak sih gitu ya di satu wilayah, 36:12 ukurannya cuma dua Bang. 36:14 Satu, cek suaminya. Mmm. Cek laki-laki 36:17 di sana, ngerokok apa enggak Bang. Aduh. 36:19 Gitu, jadi 36:20 rokok kan kita tahu sendiri gitu ya, 36:22 bahkan saya kemarin itu ke daerah 36:24 Tenjolaya, Tenjolaya Bogor itu menurut 36:27 data BPS masuk kemiskinan ekstrem dan 36:29 itu ada di kaki Gunung Salak, Bang. 36:31 Itu udah mentok tuh saya ke sana tuh 36:33 udah mentok sekali. Perjalanan kurang 36:34 lebih 3 jam ke sana. 36:35 Kemiskinan kemiskinan ekstrem. Ekstrem 36:37 itu paling bawah berarti. 36:37 Paling bawah, udah paling ampun-ampun 36:39 dah pokoknya gitu ya paling ampun-ampun. 36:40 Makan aja mungkin mikir ya hari itu 36:42 makannya gimana. 36:43 Ketika saya sosialisasi 36:45 membangun Kampung Sedekah di sana, 36:47 berhadapan langsung dengan [berdehem] 36:48 ibu-ibu di sana 36:49 itu satu hari 36:51 ada yang ngerokoknya sampai dua bungkus. 36:53 Masya Allah. Suaminya. Sekarang harga 36:55 rokok berapa nih, Bang? 20.000 minimal. 36:57 Jadi 40.000. 36:58 40.000 kali 30. Kali 30 ya? Kali 30. 37:01 Kebayang nih, Bang. 1,2. 1,2 juta 37:03 dibakar. 37:04 Kebayang kan ya. 37:06 [tertawa] 37:06 Anaknya sekolah enggak tuh? 37:07 Nah, anak ya itu dia anaknya kan 37:09 rata-rata kalau di sana tuh sekolahnya 37:10 sampai SD aja tuh. Mmm. Nah, artinya 37:12 pertama tadi rokok nih, Bang. Gitu. Yang 37:14 kedua, uang jajan. Mmm. Coba aja cek. 37:17 Kalau anak cucu mereka di wilayah itu 37:19 masih bisa jajan gitu ya, itu bisa di 37:22 Kampung Sedekah. Kenapa? Karena jajannya 37:24 itu masya Allah, Bang. 37:25 Di daerah yang masuk kemiskinan ekstrem 37:27 saja ketika kami tanya itu, baik yang di 37:29 Gunung Kidul apa ataupun yang di 37:31 Tenjolaya Bogor itu, itu uang jajannya 37:33 minimal sehari itu 10.000 sampai 20.000. 37:36 Masya Allah. 37:37 Bayangin coba, Bu. Gitu ya. Nah, artinya 37:39 apa? Ada cerita enggak rokok sehat? 37:41 Enggak ada gitu ya. Yang kedua, ada 37:43 cerita enggak, Bu, hari ini jajan anak 37:44 yang sehat? Enggak ada. Mereka bisa tuh 37:47 untuk sesuatu yang enggak sehat. Lalu 37:49 kenapa ketika diajak bersedekah dalam 37:51 bentuk harta ya, berapa pun jumlahnya 37:53 enggak dipaksakan, itu menjadi sulit. 37:55 Karena mindset. Mindset, betul. 37:57 Nah, makanya ketika Bapak dan Ibu nih ya 38:00 pemirsa gitu ya ingin membuat Kampung 38:02 Sedekah, ukurannya dua tadi. Kalau dua 38:04 tadi itu bisa terpenuhi, insya Allah 38:06 bisa dibangun Kampung Sedekah. 38:08 Rokok dan uang jajan. Uang jajan. 38:09 Itu belum dihitung kalau ada yang pengen 38:11 jajan seblak ya ibunya, Bang. 38:13 [tertawa] 38:13 Pokoknya uang jajan 10.000 minimal. Ya 38:15 atau bebas yang penting selama eh 38:18 anaknya jajan mau 5.000, mau 2.000 38:20 sekalipun, artinya mereka bisa Bang 38:22 diajak bersedekah dengan harta. Poinnya 38:24 itu, poinnya itu gitu ya. Karena gerakan 38:26 ini kan lebih ke harta ya. Iya, dan 38:28 Ikhwan Akhwat karena ini live 38:31 Anda bisa telepon kok baik ke 841512 38:35 lewat eh 38:37 08111999720 38:40 ya. Oke, silakan lanjut. Iya, jadi yang 38:43 kedua setelah kita sudah tahu nih Bang, 38:45 oh ternyata wilayah kita wah sangat 38:46 memungkinkan. Yang kedua adalah 38:49 bangun struktur organisasinya dulu. 38:51 Yaitu kalau memang dia berbasis RW, 38:54 berarti carilah petugas yang nanti dari 38:56 masing-masing RT. 38:57 Siapa ketuanya, sekretaris, bendahara 38:59 gitu ya. 39:00 atau bapak-bapak? Syaratnya ibu-ibu 39:01 kalau program ini mau jalan. 39:03 nih, menarik. [tertawa] Kenapa mesti the 39:05 power of emak-emak? Nah, ini kan satu 39:07 hal yang Kan bapak-bapaknya biasanya 39:09 sudah kerja sendiri. 39:11 Eh, ini juga salah satu faktor 39:13 pertimbangan tapi ibu-ibu ini kalau 39:15 secara marketing kalau dia suka dia 39:18 bakal nyebarin ke 10 orang. Betul. 39:20 Menurun nih. Iya. Bahkan bisa Lebih. 40 39:23 orang lebih. Tapi kalau dia enggak suka, 39:25 itu bisnis bisa hancur. 39:27 [tertawa] 39:28 Kalau bapak-bapak ini misalnya beli nih, 39:29 dia bilang 39:30 enggak suka tapi dia sudah enggak bakal 39:32 beli lagi cuma gitu aja. Secara 39:33 psikologis dia enggak bakal komplain 39:36 gimana-gimana tapi sudah dia enggak beli 39:38 lagi. 39:38 Oh, jadi itu bedanya pria dan wanita. 39:40 Nah, kalau perempuan itu bakal komplain. 39:43 Komplain tapi memang dampaknya memang 39:45 positif. Kalau dia komplain di-handle 39:47 dengan baik, dia bisa 39:49 eh apalagi sekarang banyak bisnis itu 39:52 memang nyasarnya emak-emak, komunitas 39:54 emak-emak. 39:55 Dan itu 39:57 mereka itu bisa nyebarin di komunitas 39:59 pengajian, komunitas dan 40:02 aktif terus WhatsApp-nya, statusnya 40:04 jualan segala macam. Nah, itu itu memang 40:06 eh dan bisa gerakin suaminya, gerakin 40:08 anaknya gitu ya. 40:10 Sebetulnya kunci keputusan di 40:13 emak-emak ini. Karena memang banyak 40:14 banyak suami takut istri Bang. 40:16 [tertawa] 40:17 Walaupun enggak semua, ya. 40:18 Bukan, bukan, bukan, ya. Bukan, bukan 40:19 itu. 40:19 Iya, iya, benar, benar, benar. Ya, jadi 40:21 gini, kenapa akhirnya hanya harus 40:22 emak-emak, gitu ya? Karena kami sudah 40:24 melakukan riset, ya, untuk khusus 40:26 program ini, gitu ya. Artinya ketika ini 40:28 digerakkan oleh bapak-bapak, karena 40:30 memang bapak-bapak itu sudah disibukkan 40:31 oleh banyak hal. Betul. Ya, itu pertama. 40:33 Kemudian yang kedua, ranah mereka itu 40:35 lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang 40:37 sifatnya menjadi sebuah kewajiban. Mmm. 40:39 Kerja bakti atau apa, itu mudah, gitu 40:42 ya, yang sesekali sifatnya, gitu. Tapi 40:44 karena Kampung Sedekah ini sesuatu yang 40:46 akan kontinu, gitu ya. Eh, ini perlu 40:50 emak-emak, karena emak-emak itu memang 40:51 dia kan stay-nya di sana, setiap harinya 40:54 pagi sampai sore, kalau bahasa Betawi 40:55 ngejoglognya di sana, gitu ya. Itu 40:59 menjadi sebuah kekuatanlah program ini 41:01 bisa dijalankan. Menarik, Bang. 41:03 Menarik, bukan bapak-bapak. Yang kedua, 41:05 anak muda. Banyak beberapa tempat itu 41:08 inginnya anak muda, betul. Tapi satu 41:10 yang perlu diingat, anak muda itu 41:12 semangatnya itu apa, ya? Masih punya 41:15 keinginan untuk bisa, "Ah, saya mau 41:17 Berkembang. 41:17 Berkembang." Dia bisa saja kapan saja 41:19 dia pergi ke luar daerah, gitu ya. Dia 41:20 bisa pergi, akhirnya enggak bisa 41:22 sustain. Kalau mau ingin memastikan 41:24 program ini sustain, emak-emak salahnya. 41:26 Jadi, Kampung Sedekah digerakkan oleh 41:27 emak-emak. Srikandi kita nyebutnya. 41:29 Kalau kita biasa Srikandi. Oke, wahai 41:31 emak-emak Indonesia. Wahai Srikandi 41:33 Indonesia, come on. Apa yang harus 41:36 dilakukan untuk memberdayakan ini semua 41:39 lewat Kampung Sedekah yang sedang kita 41:41 simak ini. 41:42 ke keluarganya, ya. Keluarganya 41:43 meningkat kan ekonominya. 41:45 Iya, pasti meningkat, insya Allah. 41:46 konsep sedekah yang biasa kita 41:49 pahamin dari atas ke bawah, habis ngasih 41:51 terus hilang, misalnya. 41:53 Ya, memang dibalas beratusan kali lipat, 41:56 cuman 41:57 tidak terlihat di awal, gitu ya, 41:58 misalnya. 41:59 Nah, ini dengan konsep Kampung Sedekah 42:01 ini 42:02 langsung 42:04 berdampak ke keluarga yang yang sedekah. 42:06 betul. Sebenarnya ini bukan kayak 42:07 sedekah, ya, tapi kayak kerja sama, ya, 42:09 sebenarnya. Tolong-menolong. 42:11 Dua, tolong-menolong kalian berdua. 42:13 Menarik, menarik, menarik. 42:14 Gitu. oke setelah ibu-ibu direkrut apa 42:17 yang terjadi itu nah setelah ibu-ibu 42:18 direkrut kepengurusan sudah dibentuk 42:20 kita lakukan akan melakukan workshop nah 42:22 ini sudah sudah tim kami nih nanti dari 42:24 tim tenda artinya ada asistensi ya iya 42:26 betul jadi workshop ini enggak lama ya 42:28 cuma satu jam ini lebih kepada edukasi 42:30 apa sih zakat infak sedekah bagaimana 42:33 cara mengelolanya dan mekanismenya dan 42:35 selesai setelah ini terbangun gitu ya 42:37 barulah nanti media sedekahnya diberikan 42:40 gratis gitu media sedekahnya apa ini pak 42:43 tergantung ya bisa juga dengan kaleng 42:45 bisa juga dengan bambu kearifan lokal di 42:48 sana di satu wilayah tergantung artinya 42:49 buat dia masukin uangnya itu masukin 42:51 uang uang gitu lah tetap ya jadi saya 42:54 mau titip ke pemirsa hari ini bu melihat 42:57 program kampung sedekah itu hanya jangan 42:58 melihatnya dari sisi kalengnya saja gitu 43:01 karena kalau melihatnya dari sisi kaleng 43:02 ibu yang terbesit di kepala kita adalah 43:05 saya juga sudah bisa saya juga sudah 43:07 pernah gitu ya apa namanya ah gampang 43:10 gitu mah gitu bukan 43:12 kalau saya ibaratkan kalau kita hanya 43:14 melihat kaleng itu itu kayak gunung es 43:16 saja bu iya gitu loh kenapa hari ini 43:17 kita bisa menggerakkan sebanyak gitu 43:19 orang itu bukan karena kalengnya bukan 43:21 kaleng itu cuma medianya tapi ini 43:23 bagaimana how to pendampingannya iya 43:25 gitu nah jadi setelah workshop tadi 43:27 dipahamkan kita berikan media sedekahnya 43:30 bisa online juga kayak QRIS segala macam 43:32 bisa bisa pak kan di kaleng itu juga 43:33 jadi gini kalau kampung sedekah itu 43:35 memang kita buatkan kita sarankan kalau 43:37 kita berafiliasi bekerja samanya dengan 43:39 yayasan boleh pakai rekening yayasannya 43:42 mereka gitu jadi [berdehem] 43:43 QRIS-nya nama kayak kami nih di Ciracas 43:45 gitu ya kampung sedekah RW 1 Ciracas 43:48 kampung sedekah RW 2 jadi masing-masing 43:50 RW punya 43:51 itu QRIS-nya yang pasti orang pengen 43:53 tahu berapa nomor yang harus dihubungi 43:55 nih in case kepengen [tertawa] ikutan 43:57 gitu ya ke Nazhir atau ke 44:00 kemana nah nanti iya jadi 44:04 kalau mau ikutan itu caranya bagaimana 44:06 mau tahu lebih detail gitu ya, ya. 44:09 Pertama memang pastinya harapan kami ini 44:10 bisa selalu kerja sama dengan Rasil ya, 44:12 gitu ya. Di manapun pemirsa Rasil ada di 44:14 mana, mudah-mudahan di situlah kita bisa 44:16 bangun Kampung Sedekah. Nah, untuk eh 44:19 pemirsa yang ingin membangun Kampung 44:21 Sedekah itu bisa menghubungi admin kami, 44:24 gitu ya. Boleh disebutkan Bang? Iya. 44:26 Boleh ya. Itu admin kami ada di 0859 44:29 5957 44:31 9599, 44:33 ya. 44:34 Sekali lagi saya ulang ya, 0859 44:36 5957 44:38 9599. 44:40 Nah, itu bisa tuh nanti pemirsa ya, Bu 44:42 ya. 44:44 Iya, ini kita sudah di penghujung nih, 44:47 tapi keren banget seandainya dalam 44:49 closing statement ini Habib juga 44:51 menyampaikan sesuatu yang bisa 44:53 mempersuasi orang. Kenapa tidak? Kenapa 44:56 tidak? Karena toh di kampung, di tempat 44:58 aku tinggal 44:59 kita bisa bergotong royong memakmurkan 45:03 satu sama lain, gitu kan, kurang lebih 45:05 ya. 45:06 Monggo, monggo. Ya, 45:07 bismillahirrahmanirrahim. Jadi, sedekah 45:09 ini 45:11 ketika orang dikasih kesempatan untuk 45:13 hidup kembali, apa yang dia lakukan? Ada 45:15 di Qur'an ya, Al Munafiqun ya. An Nahl 45:17 ayat 10. 45:19 Saya akan bersedekah. Artinya, selama 45:21 usia kita masih ada, gitu ya, masih kita 45:24 enggak tahu umur kita ya. Teman-teman 45:26 saya sudah banyak yang meninggal juga 45:27 masih muda, Mbak Nuni, dengan kondisi 45:29 saat ini makanan dan lain-lain. 45:31 Itu 45:32 apa yang kita bisa kontribusikan 45:34 umur kita bukan hanya untuk dunia tapi 45:37 untuk akhirat. Bagaimana kita 45:39 ketika mengejar akhirat, dunia kita 45:41 dapat juga. Nah, 45:43 ini salah satu program yang bagus sekali 45:45 sedekah, baik mandiri maupun lewat 45:47 program terorganisir seperti ini. Apapun 45:50 yang kita bisa berikan buat umat, buat 45:52 keluarga kita, buat masyarakat sekitar 45:55 kita dan itu akan berdampak untuk 45:57 tabungan kita selamanya, gitu ya. Untuk 46:00 eh kita mengorbankan 46:03 30, 20% misalnya atau 2 1/2% paling 46:06 kecil itu untuk 97 1/2% kehidupan kita 46:11 yang selamanya. Nah, kenapa kita enggak 46:14 perbesar itu? Kenapa kita enggak naikkan 46:16 itu? Itu kita korbankan 97 1/2% kita 46:19 untuk dunia kita yang 70 tahun, 80 46:21 tahun, 90 tahun sudah susah, sudah 46:24 sakit. Nah, kalau hidup pun 46:26 eh lebih sengsara gitu. Apa 100 tahun? 46:28 Masih banyak hidup kita 100 tahun. 46:30 Apakah kita berpikir kita hidup akan 46:32 ratusan tahun di dunia ini gitu ya. Nah, 46:35 mulai dari sekarang 46:37 sadari hidup kita 46:39 apa dampaknya untuk umat, apa dampaknya 46:42 hidup kita untuk orang lain gitu ya. 46:45 Kejar 46:46 akhirat tidak harus melupakan dunia tapi 46:49 kejar akhirat akan mendapatkan dunia dan 46:51 akhirat gitu ya. Mungkin itu eh 46:54 eh Bang Ari gitu ya. 46:56 Eh, apakah kita hidup mau dikenal 46:59 sebagai apa itu akan menjadi legasi 47:01 kebaikan kita pada saat kita meninggal 47:04 nanti gitu ya. Siapa Anda ya, siapa kita 47:07 gitu. Tuh, 47:08 silakan Bang Ari. Iya. 47:10 Tambahkan. 47:11 Iya, eh 47:14 yang pasti mesti kita pahami adalah 47:17 sedekah itu ketika dikelola secara baik 47:20 itu idealnya adalah bisa membantu dan 47:23 menyelesaikan persoalan umat. 47:26 Jangan sampai sedekah yang kita kelola 47:28 ya, baik itu tingkat perorang 47:31 ya ataupun tingkat lembaga itu justru 47:34 malah ujungnya melestarikan atau 47:36 memelihara kemiskinan umat. 47:39 Nah, ketika kita merancang 47:40 program-program yang memang diniatkan 47:43 ini untuk membantu dan menyelesaikan 47:44 persoalan di masyarakat gitu ya 47:47 ujungnya sebisa mungkin adalah 47:48 program-program pemberdayaan yang 47:50 mencerdaskan 47:52 masyarakat itu sendiri. Bukan justru 47:54 tanpa kita sadari 47:55 membuat masyarakat menjadi 47:57 ketergantungan gitu ya. Tadi saya sempat 47:59 singgung bahwa jangan sampai akhirnya 48:01 yang menjadi sutradara kemiskinan di 48:03 negeri ini adalah kita dengan program 48:05 kita gitu. Itu saja Ibu. 48:08 Baik, jadi ikhwan akhwat 48:11 hidup memang selalu penuh dengan cobaan 48:15 penuh dengan hal-hal yang harus kita 48:18 hadapi 48:19 jalan menanjak, menurun, berkerikil 48:22 tajam, berdebu itu tidak bisa tidak 48:24 pasti harus kita hadapi dan kalau 48:27 gerakan Kampung Sedekah ini bisa membuat 48:30 mandiri di dalam menghadapi kesulitan 48:32 dan persoalan apapun kayaknya keren 48:34 banget ya. Sekali lagi teleponnya kalau 48:37 mau catat untuk kalau tertarik mengajak 48:40 teman-teman 48:42 sendiri untuk bersama-sama 48:45 kegiatan Kampung Sedekah ini di 0859 48:50 59579599. 48:55 Oke, enggak ada yang salah ya, oke. 48:56 Sekali lagi terima kasih untuk Habib 48:59 Husein dan juga Mas Ari yang sudah 49:02 menggerakkan 219 titik 49:05 mudah-mudahan sukses. Akhirul kalam 49:08 wassalamualaikum warahmatullahi 49:10 wabarakatuh. Waalaikumsalam.