Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:07 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:19 rahimakumullah. Alhamdulillah ya, kita 0:22 bersama-sama kembali di Bincang Hijrah 0:25 untuk hari ini yang mudah-mudahan 0:27 bahasannya mempersuasi kita semua yang 0:30 mendengar em Mas Krishna tidak bisa 0:33 hadir karena ada sesuatu yang harus 0:36 dilaksanakan. Baiklah, tidak lupa salam 0:39 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:41 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:44 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:46 kita dipertemukan dengan beliau di 0:49 saat-saat yang sangat kita rindukan di 0:51 yaumil akhir. 0:53 Ini kebetulan sekali adalah hari yang 0:56 sangat istimewa. Besok juga merupakan 1:00 hari yang sungguh-sungguh merupakan hari 1:04 yang jadi bagian dari perjalanan kita 1:06 yang dilandasi dengan ikhlas dan 1:09 ketulusan ya. Nah, untuk acara dibincang 1:13 hijrah kari ini 1:16 em Muhammad Alhusaini SKOM, M.M. yang 1:19 merupakan Master Trainer Bnsp sekaligus 1:22 digital coach akan menghadirkan juga 1:26 tamu yang mudah-mudahan akan membuat 1:30 kita semakin sadar ada di mana posisi 1:32 kita sekarang. Baik, kita sapa beliau. 1:36 Asalamualaikum warahmatullahi 1:38 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:41 Mas Krisna enggak bisa datang nih. Sehat 1:44 kabar? 1:44 Alhamdulillah. Iya. 1:46 Jadi persisnya 1:48 kalau tamu kita itu dari 1:53 sosok yang luar biasa ya, founder 1:56 Kampung Sedekah berarti yang dibahas 1:58 terkait dengan itu dong. 2:00 Iya betul. 2:00 Nah, persisnya apa nih? 2:02 Oke, Bang Nuni. 2:03 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:05 warahmatullahi wabarakatuh. Ee terima 2:07 kasih Nuning. Para pendengar yang 2:09 dihormati, yang saya banggakan. Ee 2:13 mudah-mudahan diberkahi oleh Allah 2:15 subhanahu wa taala. 2:16 Hari ini kita akan membahas ee sedekah 2:19 sebagai fondasi bisnis dan keberkahan 2:21 gitu ya. [berdehem] Kita seringki 2:23 melihat bahwa sedekah itu sebagai satu 2:27 beban gitu ya, sebagai satu pengeluaran 2:29 atau cost gitu ya. Dalam banyak hal kita 2:33 itu ketika diminta bersedekah atau itu 2:37 ya udah keluar sebagai pengeluaran dan 2:41 udah benar-benar sebagai udah kita 2:43 keluar sudah dilupain gitu ya. Tetapi 2:47 ee pernahkah kita melihat bahwa sedekah 2:49 ini adalah fondasi bisnis dan keberkahan 2:52 keberlimpahan gitu ya. Ketika kita 2:55 memberi itu akan ada penerimaan. Makanya 3:00 ee Allah menjelaskan ketika kita 3:01 bersedekah akan dibalas 700 kali gitu ya 3:04 di Albaqarah ya 261 itu bagaimana 3:08 berkali-kali lipat Allah balas ketika 3:11 kita mengeluarkan sesuatu dan ini juga 3:13 diadopsi oleh orang bukan hanya orang 3:16 Islam Manun Barat jadi 3:19 ee para top 10 eh trilioner dunia ya 3:23 kayak Bill Gates 3:24 gitu ya Warren Buffett gitu ya 3:27 ee Elon Musk mereka itu berlomba llomba 3:29 menyedekahkan hartanya 3:31 gitu ya 3:32 untuk umat gitu ya untuk umat nih untuk 3:35 masyarakat dunia walaupun memang kalau 3:37 mungkin kalau konsepnya kita tidak 3:38 dihitung pahala gitu ya karena mereka di 3:40 luar tetapi 3:42 konsep itu mereka terapkan misalnya Bill 3:44 Gates ya ketika dia setengah hartanya 3:48 disumbangkan untuk ee 3:50 masyarakat-masyarakat ee miskin dunia 3:52 itu malah tambah bertambah kekayaannya 3:54 gitu ya. Kalau kita lihat zaman Utsman 3:57 bin Affan gitu ya, zaman Sayidina Abu 4:00 Bakar gitu menyedakakan setengah 4:01 hartanya gitu ya. 4:03 Ee Umar, Umar bin Khattab e Abu Bakar 4:06 Siddiq dan e para sahabat Nabi 4:08 berlomba-lomba menyedekahkan hartanya. 4:11 Bahkan Sayidina Abu Bakar saya serahkan 4:13 seluruhnya gitu ya. Itu ee saya titipkan 4:18 Allah dan Rasul itu bagaimana mereka 4:21 bertawakal sama Allah tinggi sekali gitu 4:23 ya. Nah, ini ditiru oleh orang-orang di 4:27 luar Islam, orang-orang Barat ini meniru 4:29 bagaimana sedekah ini bisa tambah 4:32 memperkaya, memberlimpahkan mereka 4:34 sendiri. Nah, ini kan konsep yang unik 4:36 nih, Mbak Nuni. Ketika dikasih kenapa 4:38 malah tambah bertambah gitu ya. Nah, ini 4:41 konsep-konsep ee sedekah yang menjadi 4:44 fondasi bisnis. Saya juga berapa kali 4:46 lihat, sering sekali lihat ya ee para 4:48 pengusaha benar kita ada di komunitas 4:51 pengusaha juga. Mereka ketika mereka ee 4:55 berlimpah, mereka membagi ee rezekinya 4:59 itu mereka akan bertambah gitu ya. 5:01 Mereka ada kebiasaan rutin misalnya 5:03 sedekah subuh gitu ya. Atau ee ada juga 5:07 ee saya kenal ada ee seorang pengusaha 5:10 roti gitu ya. Ketika sore dia bagiin 5:12 rotinya. Pokoknya jangan sampai roti itu 5:14 nginep dan itu ee bukannya tambah habis 5:18 gitu ya, malah tambah naik gitu ya, 5:22 omset-nya malah tambah ee besar gitu ya. 5:24 Saya misalnya saya sebutin aja global 5:25 bakery itu tambah banyak, tambah banyak, 5:27 tambah berlimpah gitu ya. Jadi banyak ee 5:31 hal yang kita tidak bisa ungkapkan 5:33 dengan sedekah dan ini diadopsi secara 5:36 umum ya, secara 5:38 internasional oleh orang-orang di luar 5:41 ee kita gitu ya. Nah, bagaimana kita 5:44 menerapkan sedekah ini? Atau kalau 5:46 konsepnya kan kalau orang dengar sedekah 5:48 ini kayak gimana ya, Mbak Nuning ya, 5:50 sedekah gitu ya. Apa yang Mbak Nuning 5:53 pikirkan ketika bilang sedekah? 5:56 Memberikan sesuatu membuat orang merasa 5:59 tercukupi itu doang. 6:01 Heh. Nah, apa pemikiran kita itu sedekah 6:05 ee setara enggak kan? 6:06 Iya. sedekah itu kayak saya ngasih ke 6:09 orang yang ee di bawah saya gitu ya, 6:11 yang di bawah saya. 6:13 Nah, seadanya gitu ya, seikhlasnya. Tapi 6:16 konsep sedekah ini secara profesional 6:18 ya, He. 6:19 Itu kita bisa terapkan di komunitas kita 6:23 gitu ya. bagaimana umat Islam ini 6:25 misalnya contoh ya, banyak 6:26 perusahaan-perusahaan global ini kemarin 6:29 ketika terjadi ee 6:33 ee apa Palestina ini kemarin 6:35 itu 6:36 omsetnya turun drastis gitu ya. Bahkan 6:39 kayak saya sebutin aja enggak apa-apa 6:40 ya. Misalnya KFC, McD segala macam itu 6:42 turun itu karena diasosiasikan dengan ee 6:46 merek-merek global gitu ya. 6:48 Ee gitu ya. Dan ketika orang eh muslim 6:52 punya merek yang dia merek sendiri, 6:55 merek itu berlimpah. Dia dia mempunyai 6:58 kekuatan dan orang lihat, "Oh, saya 7:01 pakai merek ini aja." Dia enggak 7:02 ngelihat merek sekarang. Dia lihat 7:04 komunitas siapa ee yang dia kasih gitu 7:07 ya. Siapa yang dia beli gitu ya, 7:09 bermanfaat ke siapa. Dan orang Indonesia 7:11 itu charity-nya sangat tinggi, Paki. 7:12 Iya. Nah, orang Indonesia itu kalau 7:15 disurvei di global itu salah satu negara 7:18 yang sangat sayang kepada orang lain, 7:21 sangat tinggi tingkat pemberiannya gitu 7:24 ya. 7:24 Masyaallah 7:25 gitu ya, kepada orang lain. Nah, 7:26 bagaimana ini bisa berdampak bukan cuman 7:30 ke yang kita beri tetapi ke kita 7:32 sendiri. Jadi ee saya punya sahabat ee 7:35 Bang Ari ya hari ini kita undang itu 7:39 sudah menerapkan ya menerapkan konsep 7:42 sedekah ini sebagai bagaimana komunitas 7:45 ini bisa maju gitu ya. 7:47 Komunitas ini bisa maju ee beliau punya 7:50 ee sekampung sedekah gitu ya, punya dan 7:52 sudah jalan ee cukup berhasil di 219 7:56 titik di Indonesia gitu ya. 7:58 Masyaallah 7:58 gitu ya. Beliau menggerakkan bagaimana 8:01 komunitas ini tidak terbatas sama agama 8:03 ya manuning ya, tetapi 8:05 komunitas ini memberdayakan 8:08 umat di 8:09 sekitarnya. 8:09 Sekitarnya gitu ya 8:11 gitu ya. Jadi umat ini bisa maju dengan 8:15 sedekah atau tolong-menolonglah kita 8:16 bisa bahasa nasionalnya tolong-menolong 8:20 misalnya ya. Kalau misalnya 8:22 kita memberi, kita bukan cuman memberi 8:24 tetapi berdampak ke kita berkali-kali 8:26 lipat. Nah, mudah-mudahan hari ini kita 8:29 bisa sharing sama Mas Ari bagaimana 8:31 beliau menerapkan konsep sedekah ini dan 8:33 sudah berhasil gitu ya, sudah berhasil 8:36 di ee titik-titik yang beliau jalan 8:38 sekarang ini. Dan alhamdulillah Mas Ari 8:41 ada waktu buat terhasil ee kita 8:44 buka. Silakan. Eh, 8:46 rasanya enggak sabar nih pengin dengar 8:48 bagaimana sosok ee Mas Taufik Ari yang 8:52 merupakan founder Kampung Sedekah ini 8:53 tadi ee Habib bilang sudah menghidupkan 8:57 menggerakkan 219 titik. Luar biasa. Mari 9:01 kita simak dengan telinga jiwa kita. 9:03 Monggo. 9:04 Iya. Asalamualaikum sebelumnya. 9:06 Oh, 9:10 iya. 9:13 Sini ya. 9:13 Heh. 9:14 Iya. Asalamualaikum warahmatullahi 9:15 wabarakatuh. 9:16 Waalaikumsalam. 9:17 Ee terima kasih ee Bu Nuning ya ee Bang 9:21 ee apa namanya? Habib yang masyaallah 9:24 luar biasa hari ini. Ee sesuatu yang 9:27 luar biasa saya bisa berkesempatan hadir 9:28 di Rasil pastinya gitu ya. Mudah-mudahan 9:31 nanti apa yang bisa saya sampaikan ini 9:34 bisa menginspirasi ya banyak wilayah di 9:37 Indonesia khususnya ya. Amin. 9:38 Insyaallah. 9:40 Iya. Jadi memang ee ketika bicara ee 9:43 sedekah ya, sebelum saya bicara tentang 9:46 ee gerakan kampung sedekah ini ya, saya 9:49 bicara tentang sedekahnya ini dulu. 9:51 Jadi memang kalau bicara sedekah di 9:53 Indonesia itu memang menurut data 9:57 Indonesia itu memang secara ranking 9:59 dunia itu memang lima kali 10:00 berturut-turut adalah sebagai negara 10:02 yang paling dermawan 10:03 secara lima kali berturut-turut karena 10:06 memang pertama mayoritasnya muslim gitu 10:08 ya. Kemudian yang kedua memang pastinya 10:10 perintah-perintah di Al-Qur'an ataupun 10:12 hadis banyak sekali yang mengatakan 10:14 tentang ee sedekah gitu ya. Nah, tapi 10:18 yang terjadi di masyarakat di akar 10:20 rumput gitu ya itu seringkiali 10:22 ketika bicara sedekah di masyarakat itu 10:25 memang 10:26 ee masyarakat tuh hanya memahaminya 10:28 sedekah itu hanya sebatas bentuknya 10:30 harta 10:31 gitu ya. Jadi ee padahal sedekah itu kan 10:33 bentuknya banyak ya, bisa tenaga, waktu 10:35 dan lain-lain. Tapi masyarakat kita 10:36 khususnya masyarakat akar rumput itu 10:38 memahaminya hanya sebatas masalah harta. 10:41 Makanya akhirnya kalimat yang muncul itu 10:42 adalah kalau sedekah jangan dipaksain. 10:45 Kalau sedekah itu semampunya. 10:47 Betul. Kalau kalimat kalau itu ee soal 10:50 bentuk ya, soal jumlah artinya 10:52 semampunya. Tapi kalau soal kewajiban 10:54 gitu ya, ini mengacu ke Quran surat 10:56 almunafikun ayat 10. Ketika sakaratul 10:58 maut kita bermohon kepada Allah hanya 11:01 minta ditunda kematian hanya untuk 11:02 bersedekah. Itu kan berarti sedekah itu 11:05 wajib sifatnya. Mau siapapun itu gitu. 11:07 Nah, 11:08 nah ini mesti dipahami dulu nih, Bang. 11:10 Gitu ya. Jadi artinya bahwa 11:11 dibangkitkan kembali apa yang kamu 11:14 lakukan. Sedekah itu kan itu jadi kalau 11:17 sedekah itu Quran ya. 11:18 Kalau hanya sedekah itu hanya buat 11:20 kalangan yang mampu saja lalu gimana 11:22 dong gitu ya. bagi yang kalangan mungkin 11:24 belum punya e dananya belum cukup dan 11:26 lain-lain gitu. Nah, ini mesti dipahami 11:28 dulu. 11:29 Nah, kemudian yang kedua yang namanya 11:31 sedekah itu kalau kita bicara sejarah 11:33 bagaimana Rasulullah mengelola 11:35 memulainya lalu sampai dengan para 11:37 sahabat atau puncaknya itu kan kisah 11:40 yang sering kita dengar itu bagaimana 11:41 Umar bin Abdul Aziz gitu ya dalam 11:43 rentang waktu 2 tahun 6 bulan tercatat 11:45 dalam sejarah itu bagaimana akhirnya 11:48 satu negeri ya itu enggak ada lagi orang 11:50 miskin baik miskin harta ataupun mental 11:52 miskin. Nah, artinya apa? Sedekah yang 11:54 beliau kelola itu kan memang untuk 11:56 menyelesaikan persoalan umat. Nah, ini 11:59 yang saya gas bawah ini. Jadi, sedekah 12:01 ketika dikelola secara baik itu memang 12:03 ujungnya adalah menyelesaikan persoalan 12:06 umat dan ujungnya bisa mensejahterakan 12:08 umat, 12:09 gitu. Nah, tapi yang terjadi hari ini 12:12 kita bisa lihat nih tetangga kanan kiri 12:13 kita atau di berbagai macam wilayah 12:16 ketika sedekah itu dikelola oleh 12:17 masyarakat yang terjadi nih Bang gitu ya 12:20 itu hanya sebatas untuk santunan. 12:21 Iya. santunan yatim, santunan duafa gitu 12:24 ya. Hanya sebatas sifatnya charity. Nah, 12:27 kita lupa gitu ya bahwa masyarakat kita 12:29 nih unik gitu. 12:31 Ketika program kita dari sedekah itu 12:33 akhir akhirnya hanya mengerucut kepada 12:35 santunan yang terjadi mental miskin nih, 12:38 Bang. Nah, ini yang sering kita enggak 12:40 sadari. Makanya kalau bahasa saya gini, 12:42 kalau hari ini mental miskin itu justru 12:45 semakin bertambah, semakin bertambah kok 12:47 enggak kurang-kurang, itu karena siapa? 12:49 Karena kita dengan program kita tanpa 12:52 sadar lewat program kita, kitalah yang 12:54 menjadi sutradara kemiskinan di negeri 12:57 ini. 12:57 Wah, menarik sutradara kemiskinan. 13:00 Jadi kita enggak sadar loh, Bang. Itu 13:01 niatnya mulia nih. Niatnya mulia untuk 13:03 bersedekah yang tadi Abang bilang 13:04 menyisihkan sebagian rezeki gitu ya. 13:06 Jadi guilty feeling nih. [tertawa] 13:08 Niat ya sudah bagus gitu. Sudah bagus. 13:10 Tapi 13:11 kita sebagai orang yang ee saya pikir 13:14 level pemahaman sedekahnya ini sudah 13:15 lebih dari yang biasa gitu ya. harusnya 13:18 men-scale up sedekah itu akhirnya bukan 13:21 hanya sebatas, tapi kalau kita ingin 13:23 mengubah masyarakat menjadi lebih baik 13:26 apa atau kita sebut saja duafa agar ee 13:29 duafa itu bisa menjadi lebih baik, itu 13:31 enggak bisa santunan. Itu mau tidak mau 13:33 adalah levelnya pemberdayaan. 13:34 Hm. 13:35 Gitu kan ada kisah yang cukup masyur ya. 13:37 Kisah bagaimana ketika Rasulullah lagi 13:39 kumpul dengan para sahabat tiba-tiba ada 13:42 pengemis sebut saja datang itu kan 13:44 Rasulullah kan tidak langsung ujuk-ujuk 13:46 ngasih bantuan. 13:47 Iya. Rasulullah tanya, "Engkau punya 13:48 apa?" Artinya kan apa? Rasulullah enggak 13:50 memanjakan tuh gitu ya. Akhirnya orang 13:53 itu pulang ke rumah ngambil dua helai 13:55 bahan atau pakaian. Lalu yang Rasulullah 13:57 lakukan apa? Dua helai pakaian tadi 13:59 dilelang kan sebutnya kita gotong-royong 14:02 bersedekah. 14:02 Sudah ditawarkan nih ada nih yang minta 14:04 bantuan ada enggak yang mau bantu beli? 14:06 Kalau bahasa kita gitu kan. 14:08 Terkumpullah 2 dirham kan dicatat dalam 14:10 sejarah. Nah, du dirham itu Rasulullah 14:13 berikan ke orang tersebut, tapi dengan 14:15 edukasi nih 1 dirham untuk kamu makan 14:18 dan keluarga kamu makan. Artinya apa? 14:21 Kenyangin dulu perutnya. 14:22 Iya, 14:22 gitu. Untuk menjamin gitu ya. [berdehem] 14:24 Yang kedua, satu dirham untuk 14:26 diproduktifkan. Belilah kampak dan cari 14:28 kayu bakar gitu. Nah, seringkiali nih 14:30 Bang kalau kita masuk ke bisnis kita 14:31 bantu ekonomi, bantu ekonomi, dikasih 14:33 gerobaknya, dikasih gasnya, semua 14:35 lengkap. Tapi enggak dipikirkan, Bang. 14:37 Tuh, Bang, kelangsungan untuk nanti 14:39 kalau dagangannya enggak laku, gimana? 14:40 Makanya jangan heran akhirnya bantuan 14:42 ekonomi diberikan gitu ya. Seminggu 14:44 kemudian gerobaknya hilang 14:45 dijual. Iya juga. Karena kan ketika 14:47 enggak untung saya makannya pakai apa. 14:48 Iya. 14:49 Nah gitu Pak. Nah artinya apa? 14:51 Rasulullah tadi di ujungnya itu menutup 14:53 dengan kalimat setelah 2 minggu balik 14:55 lagi ke sini. Itu kan pendampingan. 14:57 Hm. 14:58 Gitu loh ya. Artinya pendampingan ini 15:00 yang kita seringkiali ee lengah. Nah 15:02 artinya apa? Ketika bicara sedekah 15:03 dikelola sebaik mungkin itu bisa masuk 15:06 ke semua aspek Bang. bukan cuman soal 15:08 sosial tapi pendidikan termasuk ekonomi. 15:11 Artinya maka tadi di awal sudah saya 15:12 sebutkan bahwa ujungnya adalah membangun 15:15 kesejahteraan masyarakat akhirnya apa 15:17 bisa mengentaskan kemiskinan 15:19 gitu. Nah, ini mesti dipahami dulu di 15:20 awal nih, Bang. Gitu loh. Nah, akhirnya 15:24 berangkat dari sinilah gitu ya. Ee ini 15:26 yang kami lakukan saya dan teman-teman 15:29 menginisiasi namanya gerakan kampung 15:31 sedekah. bagaimana kita menggerakkan 15:34 satu kampung gitu ya, bukan lagi 15:35 segelintir orang ya, Bu, tapi 15:38 ee betul-betul masyarakat di satu 15:40 kampung itu kita gerakkan untuk mereka 15:42 menjadi masyarakat yang mau memberi, 15:45 masyarakat yang mau bersedekah gitu loh. 15:47 Nah, kenapa saya yakin semua masyarakat 15:50 itu bisa gitu karena kita bisa cek nih, 15:52 Bang, hari ini cek tetangga kanan kiri 15:54 pemirsa deh gitu ya. 15:55 Iya. hari ini gitu ya, orang-orang yang 15:58 dikatakan miskin atau kita bicara data, 16:00 data orang miskin yang dipakai oleh RT, 16:02 oleh RW, oleh masjid itu biasanya data 16:05 orang miskinnya enggak pernah berubah 16:07 tuh. 16:07 5 sampai 20 tahun biasanya orang 16:09 miskinnya itu-itu aja, enggak pernah 16:11 berubah. Bahkan banyak yang miskin 16:13 turunan 16:14 rumah itu bapak ibunya miskin lalu 16:16 meninggal nih. Nah, itu rumah itu masih 16:18 masuk kategori miskin tuh, 16:20 gitu. Nah, inilah yang membuat akhirnya 16:23 program kita tadi di awal saya sampaikan 16:25 asik bagi-bagi saja. Ujungnya adalah 16:27 apa? Mindsetnya selalu merasa kurang, 16:30 selalu merasa enggak cukup gitu. Yang 16:32 tadinya harusnya sedekah bisa menjadi 16:36 menyelesaikan persoalan umat. Ujungnya 16:38 kalau kita melihat hari ini data orang 16:40 miskin, mental miskin itu enggak pernah 16:42 berubah. Tanpa kita sadari, Bang. 16:44 Sebenarnya kita bukan lagi menyelesaikan 16:46 orang miskin, tapi justru memelihara 16:48 orang miskin, Bang. Oh, mantap sekali 16:50 gitu ya. Kalau tadi saya sebutkan kita 16:52 sebagai sutradara kemiskinan yang kita 16:54 lakukan kenapa? Kenapa? Karena kita 16:56 sedang memelihara orang miskin itu 16:58 awet-awet ya. Tetap miskin nanti kalau 17:00 saya ada rezeki saya kasih. 17:02 Nah, gitu loh. Padahal mohon maaf gitu 17:04 ya, kalau kita bicara salah satu hadis 17:05 sahih itu kan ketika nanti di Padang 17:08 Mahsyar semua dibangkitkan. Orang-orang 17:10 yang bermental miskin yang sudah Allah 17:12 cukupkan tapi dia selalu merasa enggak 17:14 kurang apa namanya? Kurang dan kurang. 17:16 itu kan datang ke hadapan Allah dengan 17:17 muka tanpa daging. 17:19 Masyaallah 17:19 gitu. Nah, saya khawatir tuh ketika 17:20 ditanya gitu ya. Ini hanya kekhawatiran 17:22 saya pribadi gitu ya. Ketika ditanya, 17:24 "Kenapa kamu begini padahal rezekinya 17:26 sudah cukup?" Ya, saya mah kan dikasih 17:27 Bang Habib aja, saya mah terima aja 17:29 [tertawa] 17:30 gitu. Jadi sedekah itu ikhwan akhwat 17:33 yang barusan sepotong saja yang kita 17:35 dengar itu bukan hanya uang semata 17:38 sebagai santunan, tetapi sesuatu yang 17:40 bisa memberdayakan orang yang mampu 17:43 ujung-ujungnya mensejahterakan 17:45 masyarakat. Luar biasa banget ya. 17:47 Iya. 17:48 Sedekah yang bisa jadi baru kita pahami 17:50 nih. 17:51 Menarik ya. Dan yang Rasulullah ajarkan 17:54 itu, Bang, kesetaraan. Kalau kita kan 17:57 sedekah dari atas ke bawah. Seolah-olah 17:59 yang menerima sedekah tuh hina ya 18:01 di bawahnya saya minta 18:03 kamu kasih sedekah kadang 18:04 didokumentasiin gitu dan itu sering 18:07 dokumentasi dipublish ke media sedangkan 18:10 orang tahu jadi siapa yang nerima, siapa 18:11 yang ngasih dan sering jadi komoditas 18:14 politik dan dibiasakan orang itu nerima 18:17 setiap 5 tahun sekali 18:19 nerima ya habis itu dia milih 18:21 sengsaranya 5 tahun 18:22 karena yang dipilih salah misalnya. 18:24 Betul betul betul betul betul. 18:25 Akhirnya itu saya ke daerah-daerah Bang 18:27 di Cirebon. 18:28 Iya iya iya. itu 18:30 ada yang sampai tiga keluarga dalam satu 18:32 rumah, empat keluarga dalam satu rumah. 18:34 Bayangin 18:35 anaknya di situ, nanti adiknya punya 18:38 keluarga masuk masih di rumah yang sama 18:40 dan kemiskinan luar biasa. Nah, ini yang 18:43 bagaimana konsepnya iya 18:46 kampung sedekah ini mungkin 18:48 kita tertarik nih alhamdulillah 18:49 manduning kita kedatangan tamu gimana 18:51 sih sebenarnya kampus sedekah tuh apa 18:53 gitu ya dan ee gimana mulainya tuh di 18:56 mana dan hasilnya kayak gimana git 18:58 bagaimana gitu ya dampaknya apa yang 18:59 sudah dilakukannya. Betul. Jadi memang 19:03 ee kenapa gitu ya masyarakat kita gitu 19:06 ya atau bahkan teman-teman kita yang 19:08 sudah banyak di lembaga sekalipun itu 19:09 memang banyak program itu asyik di 19:11 santunan Bu. 19:13 Karena santunan itu mengasikkan. Dia 19:15 enggak melelahkan. Datang berikan 19:17 dokumentasi pulang. 19:18 Enggak ada pertanggung jawaban. 19:19 Iya. Artinya kalau pemberdayaan itu 19:22 capeknya luar biasa. Karena kita 19:24 berurusan membina itu [tertawa] capek 19:25 luar biasa. Tapi itu sebuah konsekuensi. 19:27 Kalau memang ingin jadi masyarakat lebih 19:29 baik harus diberdayakan gitu. Nah, 19:31 bicara kampung sedekah, Bang. Ini saya 19:33 bicara dari ee apa ya? Berpikir 19:38 ketidakyakinan teman-teman saat itu. 19:39 Jadi saat saya bilang waktu itu 19:41 awal-awal ya, 19:42 "Yuk kita ajak masyarakat di satu 19:44 kampung bersedekah." Itu teman-teman 19:45 enggak ada yang enggak ada yang yakin. 19:47 Mereka kalimatnya gini, ngajak satu 19:49 orang sedekah aja susah enggak lagi satu 19:50 [tertawa] kampung yang benar aja gitu 19:52 kan. Enggak kebayang konfliknya gitu ya. 19:55 Tapi saya yakin betul, Bang, ketika kita 19:56 melakukan kebaikan itu dengan strategi 19:58 yang matang gitu ya, itu insyaallah gitu 20:01 ya, Allah akan mudahkan karena ee mohon 20:03 maaf gitu ya, hari ini kejahatan kan 20:05 terus ber apa ya kreatifnya luar biasa, 20:08 berinovasi luar biasa. Makanya kejahatan 20:10 offline, 20:11 online tuh luar biasa ya. Tapi coba 20:12 Bang, kelihat kebaikan begitu-gitu aja 20:14 tuh, Bang, kebaikan kita gitu ya. Jadi 20:16 akhirnya ee mohon maaf gitu ya, mungkin 20:18 terjadi kejenuhan dan lain-lain. Nah, 20:21 kampus DKA itu dimulai saat itu kurang 20:23 lebih 2018 kita memulai gerakan ini 20:25 Bang. Kita ingin bagaimana masyarakat 20:28 itu bisa berdaya. Karena saat itu ketika 20:31 saya membangun program ini di 2018, 20:33 ketika saya masuk ke satu wilayah untuk 20:35 melakukan ee assesment gitu ya, itu 20:37 ternyata wow banget. Persoalan banyak 20:40 banget. Bukan soal soal anak yatim doang 20:42 ternyata Bu. 20:43 Persoalan pendidikan, ekonomi, semua 20:44 kompleks, Bang. Nah, ketika persoalan 20:47 itu kompleks kan berat nih, Bang. Ketika 20:49 kita menggantungkan kepada pemerintah 20:51 gitu ya, menggantungkan kepada masjid 20:54 gitu ya, kan belum banyak ya masjid yang 20:55 seperti Jogo Karan dan lain-lain gitu 20:57 ya. Belum bisa bergantung sama pemerinta 20:59 apa namanya orang-orang kaya di kampung 21:01 kita, CSR perusahaan bahkan lembaga 21:03 filantropi pun. Nah, saya berpikir ini 21:05 perlu ada gerakan masyarakat yang memang 21:08 gerakan ini bagaimana akhirnya bisa 21:10 hadir, bisa diwujudkan. Ujungnya adalah 21:13 ketika ada masalah bisa selesai sendiri. 21:15 ya dengan apa dengan potensi yang ada di 21:17 sana dengan SDM yang ada di sana 21:20 ujungnya bagaimana kita ingin membangun 21:22 kesejahteraan yang miskin bisa 21:23 berkurang. Nah, gerakan ini kita mulai 21:25 Bang di 2018. Nah, alhamdulillah Allah 21:27 mudahkan gitu ya. Akhirnya di 2019 nih 21:31 ee 1 tahun tuh kita riset Bang di satu 21:33 RW gitu kita mulai dan masyaallah saat 21:36 itu di 2018 satu RW saat itu di RW 9 21:39 Kelapa Dowetan itu enggak jauh dari sini 21:41 ya gitu ya. Itu sedekahnya 1 RW Rp10 21:44 juta, Bang. Masyaallah 21:45 satu RW gitu ya. Padahal belum semua RT 21:47 yang bergabung. Nah, berangkat dari sana 21:50 riset sudah kita punya gitu ya. Lalu 21:52 2019 kita geser ke beda kelurahan, beda 21:55 RW dan ini lebih mudah terkumpul 200-an 21:57 juta lebih saat itu. Gitu ya. Setiap RW 22:00 itu ya 22:00 setiap RW kita basisnya RW yang basisnya 22:02 RW gitu ya. Dan menariknya program 22:04 kampung sedekah ini ketika kami bangun 22:05 Bang, kita ngajak warga untuk bersedekah 22:08 pertama media sedekahnya gratis Bang 22:10 kita berikan. 22:11 Heeh. 22:11 Satu. Yang kedua, uangnya ke mana? 22:13 Uangnya pegang sendiri, Bang. Gitu. 22:15 Uangnya dipegang sendiri sama 22:17 penyelenggara. 22:18 Penyelenggaranya biasanya ngilang. 22:20 Ini uang sedekahnya tetap di mereka 22:22 sendiri, dikelola oleh mereka sendiri 22:24 untuk masyarakat yang ada di lingkungan 22:26 mereka sendiri 22:27 gitu. Nah, kami gitu ya sebagai yang 22:30 menginisiasi penggagas program ini hanya 22:32 melakukan pendampingan atau supervisi 22:34 saja. 22:34 Memastikan roadmap perjalanan 5 tahun 22:37 program ini di kampung tersebut harus 22:39 mandiri gitu. kami hanya memastikan itu. 22:41 Kami tidak intervensi program gitu ya. 22:44 Kami tidak apa namanya melakukan banyak 22:46 ee tekanan harus begini. Tidak gitu ya. 22:48 Bahkan kalau Abang liihat di dokumentasi 22:50 kita kok di tiap RW seragamnya 22:52 berbeda-beda, tiap wilayah berbeda-beda. 22:55 Ya kita mah iklan 22:56 minuman aja, Bang. Apapun makanannya, 22:58 minumannya. Nah, 22:59 galau kita apapun warna seragam sudah 23:01 yang penting masyarakat sedekah. Sudah 23:03 gitu. Jadi, nah justru dengan seperti 23:05 ini gerakan masyarakat rasa memilikinya 23:07 tubuh 23:08 gitu. Makanya kalau bahasa saya kampung 23:10 sedekah jika dia ingin besar, ingin 23:12 tumbuh, nasib dan masa depannya 23:13 ditentukan oleh masyarakat di kampung 23:15 itu sendiri. 23:16 Iya, 23:16 gitu. Nah, jadi ketika kita bikin 23:19 kampung sedekah ini memang 23:20 persyaratannya tadi, Bang, bagaimana ee 23:23 petugas di masing-masing kampung itu 23:25 harus dibangun. 23:26 Dari siapa petugasnya? Masing-masing 23:28 orang lokal, hero yang ada di sana, 23:29 Bang. Enggak boleh orang di luar sana. 23:31 Mulai dari ketuanya, sekretarisnya, 23:33 sampai petugas di masing-masing RT. Agar 23:35 apa? agar mereka lebih tahu, lebih paham 23:38 apa sih yang terjadi di kampung kita. 23:39 Ketika uang sudah terkumpul oleh mereka, 23:41 mereka yang langsung menyalurkannya, 23:43 gitu. Jadi efeknya langsung dirasakan 23:45 oleh masyarakat. Makanya hari ini, Bang, 23:47 di Ciracas ya, Kecamatan Ciracas itu kan 23:49 kita jadikan percontohan tuh, Bu ya. Ee 23:52 percontohan di Indonesia di Kecamatan 23:54 Ciracas hari ini itu sudah ada kurang 23:55 lebih 36.000 lebih 23:58 kepala keluarga yang semuanya mau 24:00 tangannya di atas 24:01 gitu ya. Kebayang tuh, Bang, ya, 24:03 sebanyak itu gitu ya. Dan programnya per 24:06 hari ini totalnya sudah ada 101 program 24:09 bisa direalisasikan oleh mereka sendiri. 24:11 Mulai dari yang apa namanya ee sembakau 24:15 murah, bantuan sakit meninggal, beasiswa 24:17 pendidikan sampai renovasi rumah, Bang. 24:19 Itu bisa kita buat sendiri. Termasuk 24:21 mengecor jalan itu bisa dilakukan 24:23 sendiri pakai dana sedekah tadi. Apalagi 24:25 bicara ekonomi ya. Karena ketika kita 24:27 melakukan program kampung sedekah ee 24:30 kegiatan-kegiatan ekonomi itu tebus 24:32 murah sembako gitu, itu enggak ada 24:34 ceritanya kita beli di agen-agen di luar 24:36 wajib di RW situ. Jadi ekonominya 24:38 berputar di sana. 24:39 Ada tanggung jawab moral ya. 24:40 Tanggung jawab moral. Jadi emang tujuan 24:42 kampung sedekah dihadirkan di kampung 24:43 itu untuk membahagiakan semuanya 24:45 warganya termasuk UMKM-nya dan semua 24:48 stakeholder yang ada di sana. 24:49 Jadi dari desa untuk desa dan oleh desa. 24:52 Keren banget. Dari warga untuk warga 24:54 desa gitu, Bang. 24:56 Kalau ini Bang He 24:58 Bang Ari kita punya kendala kebetulan 25:00 saya ngajar UMKM juga cukup banyak ya. 25:03 Jadi 25:03 oke 25:04 UMKM itu kendalanya adalah setiap UMKM 25:07 punya masalah sendiri. 25:08 Betul. 25:09 Masalahnya itu kompleks lebih kompleks 25:11 dibanding perusahaan besar. Karena 25:12 perusahaan besar itu biasanya sudahudah 25:14 sistemnya tertata, rapi. Udah tinggal 25:17 kita masukin sudah mereka nurut semua. 25:19 UMKM ini satu 25:21 perusahaan atau satu unit usaha aja 25:23 kompleks gitu ya. dan mereka punya 25:25 resistensinya tinggi, belum lagi megang 25:27 banyak UMKM. Nah, ini 25:29 bagaimana apa motivasinya? Maksud saya 25:32 gini, bagaimana kendala ini kan sudah 5 25:34 tahun ya, artinya 25:35 benar 25:36 berbagai macam permasalahan di kalau 25:39 disebut mungkin kalau secara nasional 25:40 desa atau RW ya, desa sama RW ya. 25:42 Betul. 25:43 Nah, itu bisa teratasi menurut saya satu 25:45 luar biasa gitu ya. Satu luar biasa. 25:48 Nah, bagaimana nih ee Bang Ari 25:51 kendala-kendala itu bisa diatasi dengan 25:53 sangat baik dan bisa diduplikasi. Kalau 25:55 kita masalah di satu belum selesai, 25:57 duplikasi itu hanya duplikasi masalah 25:59 gitu. Hanya memperbesar masalah. 26:01 Kayak dulu ada kampung kurma gitu ya, 26:04 segala macam. Begitu ada ini 26:07 ujung-ujung bubar gitu ya, berbasis 26:09 komunitas yang 26:10 tidak kuat secara pondasi bisnisnya gitu 26:12 ya. Kemarin macam-macamlah case-nya gitu 26:15 ya. Jadi, nah ini bagaimana Bang Arya 26:17 Tasidi itu dan gimana bisa duplikasi ini 26:20 sudah oke nih kita duplikasi gitu. 26:22 Gimana ee caranya? 26:24 Ya memang kita sama-sama paham ya, Bang 26:26 ya, bahwa persoalan UMKM ini memang 26:28 kompleks sekali. Salah satunya ini 26:29 persoalan mindset ya. Yang kami temui 26:32 sendiri itu di Kampung Sedekah waktu 26:33 awal-awal kami melakukan asesmen itu 26:36 yang paling banyak adalah soal mindset 26:38 mereka yang ah nanti kalau ini 26:40 dikembangkan nanti apa namanya resep 26:43 saya ada yang niru gitu ya. [tertawa] 26:45 akhirnya enggak mau dikembangkan 26:46 alasannya ah capek ah gitu kan. Jadi ya 26:48 itu PR kita gitu ya. Nah. Nah. Lalu 26:51 bagaimana pendekatan yang kita lakukan? 26:53 Nah itu yang tadi saya awal dibilang 26:54 Bang. Pendekatan yang kita lakukan itu 26:55 bagaimana menghadirkan bahwa program 26:58 Kampung Sedekah ini adalah untuk mereka 27:00 gitu loh. Makanya di tahun kedua roadmap 27:03 Kampung Sedekah yang kami buat itu 27:05 adalah ada kami meluncurkan program 27:08 namanya pinjaman tanpa bunga 27:10 dan itu prioritas saya adalah UMKM Bang 27:12 gitu. Jadi tahun pertama gitu ya, UMKM 27:14 wabil khusus UMKM sembako, sayuran gitu 27:18 ya, itu menjadi prioritas ketika mereka 27:20 ada program itu belilah di warung itu 27:22 gitu ya. Lalu ketika mereka sudah 27:25 merasa, "Oh ya alhamdulillah ya dengan 27:26 ada kampung sedekah dagangan saya 27:28 dibantu" gitu ya. Nah bantuan yang kedua 27:30 adalah ketika mereka mau bertumbuh, 27:32 mereka butuh pinjaman modal itu 27:34 diberikan bantuan. Bang 27:35 pinjam R3 juta ya kembalirinya Rp3 juta. 27:37 Enggak ada bunganya. Persyaratannya dia 27:39 hanya wajib saja untuk menjadi anggota 27:41 kampung sedekah. Berapa emang 27:43 sedekahnya? Enggak diwajibkan berapa. 27:45 Yang penting bagi kami mengedukasinya 27:46 sedikit tapi rutin itu Allah suka. Mau 27:48 1000, mau 2.000 yang penting rutin tiap 27:50 hari enggak ada masalah gitu ya. Nah, 27:52 ketika mereka sudah menjadi anggota 27:53 mereka boleh pinjam tadi. Nah, 27:55 pendekatan itu bing kita lakukan. 27:57 Akhirnya apa? Mereka tumbuh kanya rasa 27:59 memilikinya. Nah, lalu pendekatan 28:01 berikutnya yang kami lakukan baru kami 28:03 masuk ke pendampingan Pak. 28:04 Nah, pendampingan ini yang kami lakukan. 28:06 Kami petakan dulu tuh UMKM yang ada di 28:08 kampung sedekah. Ini UMKM warung-warung 28:10 kelontong. Ini UMKM mana nih yang 28:13 kira-kira bisa kita scale up untuk 28:15 produknya itu bisa dijual sampai ke luar 28:17 daerah gitu ya. Kita petakan dulu atau 28:19 memang ada yang e jajanan yang basah 28:21 atau yang kering. Nah, itu kita petakan 28:23 dulu agar kita lebih mudah nih, Bang. 28:24 Gitu. Nah, hari ini alhamdulillah, Bang 28:27 gitu ya. UMKM yang akhirnya bisa kami 28:29 bantu itu berbagai macam di kampung 28:31 sedekah mulai dari ee pedagang kelontong 28:34 gitu ya, macam-macam. Bahkan sekarang 28:36 sudah ada ee beberapa wilayah itu yang 28:39 akhirnya sudah mulai berinvestasi, 28:40 sedekahnya diproduktifkan, Bang. 28:42 Ada agen sembako di sana gitu ya, dia 28:44 butuh pertambahan modal. Udah ee 28:46 sifatnya sudah sedekah aja 28:48 diproduktifkan. Oke. Setiap bulan dengan 28:51 kami kampung sedekah bantu dapat berapa? 28:53 Dan itu sudah terjadi, Bang. 28:54 Oh, 28:54 gitu loh. Jadi akhirnya diprodukkan 28:56 diproduktifkan tidak hanya sebatas habis 28:59 begitu saja. Walaupun memang konsep 29:00 sedekah itu dihabiskan, Bang ya gitu ya. 29:02 Tapi memang ketika ada peluang itu 29:04 kenapa tidak? gitu. Nah, ini lebih cara 29:06 lebih kepada pendekatan dulu ke 29:07 masyarakatnya. Jadi, kita ingin membuat 29:09 mereka tuh nyaman dulu ke kehadiran kita 29:11 gitu. Dengan apa yang kami jamin, Bang 29:14 ketika membuat kampung sedekah ada di 29:17 situ sebagai contoh misalnya di RW6 29:19 Rambutan, terminal Kampung Rambutan, Bu, 29:21 gitu ya. 29:22 Itu masuk RW6 Rambutan. Di sana anggota 29:25 kami itu ada 2.300 lebih 29:28 kepala keluarga ya. Jumlah sedekahnya 29:31 yang hari ini yang tertinggi itu di R4 29:32 juta, Bang. per bulan 1 RW. Kebayang ya 29:35 gitu ya. Nah, artinya apa? Ketika 29:37 kampung sedekat dibangun satu wilayah, 29:39 UMKM-nya itu memang kami dorong untuk 29:41 maju. Karena harapannya ketika UMKM itu 29:44 nanti bertumbuh, dia butuh tenaga kerja 29:46 minimal ataupun dia sekedar tukang 29:48 angkat atau apapun itu kan tetangganya, 29:50 Bang. Nah, di situlah kampung sedekah 29:52 itu masuk punya kontribusi di sana gitu. 29:55 Lakukan pendampingan, bantuan modalnya 29:58 gitu ya. Itu kita lakukan sampai 29:59 menyiapkan pasar, Bang. Uh, 30:01 kan Abang kebayang nih kalau tadi ada 30:03 2.300 anggota 30:05 gitu ya. Lalu ada salah satu agen 30:07 sembakau gitu ya yang memang bekerja 30:09 sama dengan kita yang tadi sedekahnya 30:11 diproduktifkan. Ini dia jualan gas, 30:13 Bang. Kan 2300 jadi kita arahkan aja 30:16 beli gasnya di situ. Bang. 30:17 Oh, langsung hidup gitu 30:18 langsung. Jadi menariknya di Kampung 30:20 Sedeka adalah bukan hanya sebatas 30:22 bantuan modal gitu ya, tapi juga 30:24 pendampingan, tapi juga disiapkan 30:25 pasarnya, Bang. 30:27 Itu itu kelebihan 30:28 kita setara ya. setara 30:29 kita setara bukan dari atas ke bawah ya 30:31 bukan dari atas ke bawah gitu 30:33 terhormatlah [tertawa] 30:35 gitu nah ini menarik dari pagam ini gitu 30:38 tantangannya nih kalau misalnya di 30:41 kampung yang tadi satu RW saja bisa 30:44 menghadirkan 30:45 segala sesuatunya yang luar biasa, 30:48 belinya di sini 30:49 ya kan karena ini adalah UMKM kita dan 30:52 itu yang di 30:54 sediakan bukan cuman sembakau tapi 30:57 banyak hal lainnya 30:58 terus Terus toko-toko warung-warung yang 31:00 ada di situ itu yang enggak ada 31:03 kaitannya dengan 31:05 gerakan kita ini 31:06 protes enggak? 31:08 Jadi gini, 31:09 enggak laku nih gue selama sebulan ini 31:10 gimana nih gitu. Gimana [tertawa] 31:12 gimimana? 31:13 Betul. Jadi seringkiali kami itu ketika 31:15 belum ada kampung sedekah pola belanja 31:17 mereka itu kan pasti mencari yang 31:19 termurah. 31:19 Betul. 31:20 Nah, yang termurah itu seringkiali kan 31:21 bukan di wilayah mereka Bu. 31:23 Justru di luar kan gitu. Makanya dengan 31:24 masuk kampung sedekah kami wajibkan beli 31:27 ke sana agar kita ee bisa bantu warung 31:30 tetangga. Jadi bantu warung tetangga itu 31:32 bukan cuma narasi ya gitu ya, tapi 31:34 memang betul-betul dijalankan gitu loh. 31:36 Nah, itu kami sarankan ke sana. 31:38 Nah, lalu tiap-tiap RT itu pasti kami 31:41 mintakan Ibu gitu ya. Ibu berkenan 31:44 enggak nih besok kami mau ada program 31:46 tebus murah he 31:47 sembako gitu ya. Pengadaan barangnya 31:50 adalah beras, telur, sama minyak. Ibu 31:52 bisa enggak menyiapkan 31:53 gitu? Nah, menariknya di kampung 31:55 sedekah, Ibu, itu dananya kita berikan 31:57 di awal 31:58 nih 31:58 untuk persiapan. 31:59 Iya, persiapan mereka dulu sudah di 32:01 dimodali di awal oleh kampung sedekah 32:03 gitu ya, konsumennya sudah pasti ada 32:05 yang beli gitu. 32:06 Iya, di kampung kita sendiri, 32:07 di kampung kita gitu. Jadi hari ini 32:09 semua UMKM itu rata-rata semuanya sudah 32:11 mau Bu menjadi anggota kampung sedekah. 32:13 Tapi memang mohon maaf ya, kadang orang 32:14 kita nih ada UMKM yang memang sudah 32:17 nakal gitu ya. Contoh kita beli sayuran 32:20 sudah tahu ini menggunakan uang sedekah 32:21 gitu ya. ee kita mintanya yang terbaik, 32:24 harga mengikuti mereka, enggak kita 32:26 tawar, tapi kadang ada aja yang 32:27 diberikan yang jelek-jelek. Nah, ini. 32:29 Nah, kalau yang seperti itu biasanya 32:31 kami ingatkan, tapi kalau tidak bisa 32:33 berubah ya kita tinggalkan 32:34 gitu. Tapi iya dirop. Tapi alhamdulillah 32:37 hari ini tetap semuanya lebih banyak kok 32:38 yang mereka mau bersama-sama dengan 32:40 kampung sedekah. Dan menariknya Bu 32:42 ketika UMKM tadi kita bantu, mereka 32:45 sedekahnya luar biasa Bu. Enggak usah 32:46 kita minta harus banyak 32:48 karena lakunya juga luar biasa. hatinya 32:51 merasa berbunga-bunga ya enggak sih? 32:53 Betul. Makanya sekarang nih, sekarang 32:54 nih, Bang, kita lagi masib sekali 32:56 membuat program namanya Pasar Rakyat 32:58 Kampung Sedekah. 32:59 Pasar Rakyat itu semua warga yang ada di 33:01 RW tersebut dikasih kupon jajan bang. 33:03 Heeh. 33:04 Dikasih kupon jajan. Jadi mereka di hari 33:06 yang ditentukan mereka tinggal datang. 33:08 UMKM itu berjejer Bang. 33:10 UMKM berjejer mereka tinggal tukarkan 33:12 saja kuponnya. 33:13 Iya. 33:13 Nah, menariknya strategi ini walaupun 33:15 mereka bawa kupon dua anggap kuponnya 33:19 R5.000-an 33:19 itu kan mereka akhirnya enggak beli 33:21 cuman dua, Bang. Dua kupon tadi buat 33:23 anaknya, buat e suaminya. 33:24 Iya, karena ada di situ, 33:26 ada di situ, Bang. Jadi ketika UMKM itu 33:28 berjualan dengan konsepnya Kampung Steek 33:30 ini itu 1 jam ludes, Bang, ratusan ribu 33:32 di tangan. Ini yang terbaru kemarin di 33:34 Cibubur itu ya, itu 2.650 kupon 33:37 dibagikan gratis itu 33:39 ee ada satu pedagang yang saya 33:41 wawancari, dia jual itu cuma 1 jam, 33:43 Bang. Itu sudah hampir Rp300.000, 33:46 R00.000 1 jam jualan cireng. Selesai, 33:48 Bang. 33:50 Masyaallah. 33:50 Masyaallah, gitu ya. Jadi, masyaallah. 33:53 Mungkin sedikit nih, Bang Ari. 33:55 Iya. 33:55 Kendala di masyarakat kita yang tadi 33:57 Bang Ari bilang, 33:58 iya. 33:59 Kita mau majuin umat nih, 34:01 betul. 34:01 Tetangga kita jual e sembako misalnya. 34:04 Betul. 34:04 Ujung-ujungnya toko merah lagi. 34:08 Toko merah yang ada AC-nya di pinggir 34:10 jalan itu harganya lebih murah. 34:12 Betul, betul, betul. 34:14 Ah, di situ enggak lengkap. Di situ 34:16 segala macam pelayanannya kurang. segala 34:18 macam. Nah, itu 34:19 satu hal itu menjadi tantangan kita ya. 34:22 Nah, 34:23 dan itu masifnya toko yang terstandar 34:26 itu di daerah-daerah sampai ke 34:28 gunung-gunung ada gitu ya. 34:30 Sedangkan kita pelayanan seadanya sudah 34:32 gitu barangnya kadang ada kadang enggak 34:34 dan selalu bilang lagi habis gitu ya. 34:36 Padahal emang enggak jualan gitu. 34:38 Sering kayak gitu. Nah, ini kan satu 34:40 tantangan kita. 34:41 Nah, dan mereka juga tingkat 34:43 pendidikannya beda-beda nih. 34:45 Betul 34:45 gitu ya. bagaimana bisa deliver kampung 34:48 sedekah ini bisa terjaga. Jangan sampai 34:51 orang yang menjadi agen kampung sedekah 34:53 ini juga, "Oh, kampung sedekah kayak 34:56 gitu." Padahal oknum gitu ya, orang 34:58 kayak gitu. Itu satu. Yang kedua, 35:00 [mendengus] 35:01 bagaimana kita bisa duplikasi ini secara 35:03 nasional, Bang. Karena menarik sekali 35:04 dan sudah proven lah setelah 5 tahun ini 35:07 dengan berbagai macam 35:08 program ini juga banyak gerakan-gerakan 35:10 lain. Tapi saya kira ini kampung sedekah 35:12 bisa jadi pioneer. 35:14 Ee masyarakat Indonesia terutama 35:16 mayoritas Islam ini bisa tergerak mereka 35:19 beli dengan profesional. Nah, dengan 35:22 pendampingan ini. Nah, bagaimana 35:24 misalnya gini, ada pendengar hasil ini 35:26 juga banyak yang jadi pengurus, mungkin 35:29 ada yang di government, ada pemerintah, 35:31 daerah dan lain-lain 35:33 mau kerja sama sama kampung sedekah 35:34 misalnya hubungin Rasil, gimana step by 35:36 step-nya, seperti apa sih realisasinya 35:38 gitu ya, sampai dia running berapa lama, 35:41 terus apa aja yang dibutuhin, modalnya 35:43 seperti apa gitu ya. Realistisnya tuh 35:45 kayak gimana sih, Bang Ari? 35:47 Iya. Baik. Jadi memang harapan kita kan 35:49 pastinya bagaimana gerakan kebaikan itu 35:51 bisa menular ya gitu ya. 35:53 Nah, makanya di forum Rasil ini pastinya 35:56 kami ingin ee bagaimana gerakan kampung 35:58 sedekah ini bisa semakin meluas gitu, 36:01 Bang. Jadi kalau ee ditanya bagaimana 36:04 caranya pastinya yang pertama adalah 36:06 syarat ketika ee kampung sedekah ini 36:10 bisa dibangun apa enggak sih gitu ya di 36:12 satu wilayah. Ukurannya cuma dua, Bang. 36:14 Satu, cek suaminya. H 36:16 cek laki-laki di sana ngerokok apa 36:18 enggak, Bang? 36:18 Aduh, 36:19 gitu. Jadi rokok kan kita tahu sendiri 36:22 gitu ya. Bahkan saya kemarin itu ke 36:24 daerah Tenjolaya, Tenjolaya Bogor itu 36:27 menurut data BPS masuk kemiskinan 36:29 ekstrem dan itu ada di kaki Gunung 36:30 Salak, Bang. Itu sudah mentok tuh saya 36:32 ke sana tu sudah mentok sekali. 36:33 Perjalanan kurang lebih 3 jam ke sana. 36:35 Kemiskinan kemiskinan ekstrem. Ekstrem 36:37 itu paling bawah berarti. 36:38 Paling bawah. Udah paling ampun-ampun 36:39 dah pokoknya gitu ya. Paling ampun. 36:40 makan aja mungkin mikir ya hari itu 36:42 makan gimana. 36:43 Ketika saya sosialisasi 36:45 membangun kampung sedekah di sana 36:47 berhadapan langsung [berdehem] dengan 36:48 ibu-ibu di sana itu satu hari ada yang 36:52 ngerokoknya sampai dua bungkus. 36:53 Masyaallah 36:54 suaminya. 36:55 Sekarang harga rokok berapa nih Bang? 36:56 Rp20.000 minimal. 36:57 Jadi Rp40.000. 36:58 Rp40.000 kali 30 36:59 kali 30 ya? 37:00 Kali 30. 37:01 Kebayang nih, Bang? 1,2. 37:02 R,2 jutaak. 37:04 Bakar orang kaya kan ya? [tertawa] 37:06 Anaknya sekolah enggak tuh? Nah, anak ya 37:08 itu dia anaknya kan rata-rata kalau di 37:09 sana tuh sekolahnya sampai SD aja tuh. 37:11 Hm. 37:12 Nah, artinya pertama tadi rokok nih, Pak 37:14 gitu. Yang kedua, uang jajan. H. 37:16 Coba aja cek kalau anak cucu mereka di 37:18 wilayah itu masih bisa jajan gitu ya, 37:21 itu bisa di kampung sedekah. Kenapa? 37:23 Karena jajannya itu masyaallah, Bang. Di 37:25 daerah yang masuk kemiskinan ekstrem 37:27 saja ketika kami tanya itu baik yang di 37:29 Gunung Kidul ataupun yang di Tenjolaya 37:32 Bogor itu, itu uang jajannya minimal 37:34 sehari itu Rp10.000 sampai Rp20.000. 37:36 Mas 37:37 bayangin coba, Bu. Gitu ya. Nah, artinya 37:39 apa? Ada cerita enggak rokok sehat? 37:41 Enggak ada gitu ya. Yang kedua, ada 37:43 cerita enggak, Bu? Hari ini jajan anak 37:45 yang sehat? Enggak ada. Mereka bisa tuh 37:48 untuk sesuatu yang enggak sehat. Lalu 37:49 kenapa ketika diajak bersedekah dalam 37:52 bentuk harta ya, berapapun jumlahnya 37:53 enggak dipaksakan itu menjadi sulit 37:55 karena mindset. 37:56 Mindset. Betul. Makanya ketika Bapak dan 38:00 Ibu pemirsa gitu ya ingin membuat 38:02 kampung sedekah ukurannya dua tadi. 38:04 Kalau dua tadi itu bisa terpenuhi 38:06 insyaallah bisa dibangun kampung 38:07 sedekah. 38:08 Rokok dan uang jajan. 38:09 Uang jajan 38:09 itu belum dihitung kalau ada yang pengin 38:11 jajan seblak ya ibunya Bang. [tertawa] 38:13 Pokoknya uang jajan Rp10.000 minimal 38:15 ya. Atau bebas. Yang penting selama e 38:18 anaknya jajan mau 5.000 mau 2.000 38:20 sekalipun artinya mereka bisa Bang 38:22 diajak bersedekah dengan harta. Poinnya 38:24 itu poinnya itu gitu ya. Karena gerakan 38:26 ini kan lebih ke Hata ya. 38:28 Iya. Dan ikhwan Ahwat karena ini live 38:31 Anda bisa telepon kok baik ke 845 1512 38:34 atau lewat ee 0811999720 38:41 ya. Oke, silakan lanjut. 38:43 Iya. Jadi yang kedua setelah kita sudah 38:45 tahu nih, Bang, oh ternyata wilayah kita 38:46 wah sangat memungkinkan. Yang kedua 38:48 adalah bangun struktur organisasinya 38:51 dulu. 38:51 Yaitu kalau memang dia berbasis RW 38:54 berarti carilah petugas yang nanti dari 38:56 masing-masing RT. 38:57 Siapa ketuanya? Sekretaris bendahara 38:59 gitu ya. 38:59 Itu ibu-ibu atau bapak-bapak? 39:01 Syaratnya ibu-ibu kalau pegang ini mau 39:02 jalan menarik nih. Menarik. [tertawa] 39:04 Kenapa mesti the power of emak-emak? 39:06 Nah, ini kan satu hal yang 39:08 betul kan bapak-bapaknya biasanya sudah 39:10 kerja sendiri. 39:11 Ee ini juga salah satu faktor 39:13 penitimbangan. Tapi ibu-ibu ini kalau 39:15 secara marketing kalau dia suka 39:18 dia bakal nyebarin ke 10 orang. 39:20 Betul. 39:20 Banuni. 39:21 Iya. 39:21 Bahkan bisa 39:22 lebih ya 39:23 40 orang lebih. Tapi kalau dia enggak 39:25 suka itu bisnis bisa hancur gitu ya. 39:27 [tertawa] Kalau bapak-bapak ini misalnya 39:29 beli nih dia bilang enggak suka tapi dia 39:31 udah enggak bakal beli lagi. Cuman itu 39:33 aja secara psikologis dia enggak bakal 39:35 komplain gimana-gimana tapi udah dia 39:37 enggak beli lagi. 39:38 Oh jadi itu bedanya pria dan wanita. 39:40 Nah, kalau perempuan itu bakal komplain, 39:43 komplain tapi memang dampaknya positif. 39:46 Kalau dia komplain dihandle dengan baik, 39:48 dia bisa 39:48 betul 39:49 ee apalagi sekarang banyak bisnis itu 39:52 memang nyasarnya mama, komunitas, 39:54 emak-emak 39:56 dan itu mereka itu bisa nyebarin di 39:59 komunitas pengajian, komunitas dan 40:02 aktif terus WhatsApp-nya, statusnya 40:04 jualan segala macam. Nah, itu itu memang 40:06 ee dan bisa gerakin suaminya, gerakin 40:08 anaknya gitu ya. 40:09 Iya. Iya. Iya. 40:10 Sebetulnya kunci keputusan di mama ini. 40:14 Iya. Karena memang banyak suami takutnya 40:15 istri [tertawa] 40:17 walaupun enggak semua ya. 40:18 Bukan bukan bukan bukan bukan itu. 40:20 Iya. Jadi gini kenapa akhirnya ini harus 40:22 emak-emak gitu ya? Karena kami sudah 40:24 melakukan e riset ya untuk khusus 40:26 program ini gitu ya. 40:28 Artinya ketika ini digerakkan oleh 40:29 Bapak-bapak karena memang Bapak-bapak 40:31 itu sudah disibukkan oleh banyak hal. 40:33 Iya. Itu yang pertama. Kemudian yang 40:34 kedua, ranah mereka itu lebih menyukai 40:36 pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya 40:38 menjadi sebuah kewajiban. 40:39 Hm. kerja bakti atau apa itu mudah gitu 40:42 ya yang sesekali sifatnya gitu. Tapi 40:44 karena kampung sedekah ini sesuatu yang 40:47 akan kontinue gitu ya ee ini perlu 40:50 emak-emak karena emak-emak itu memang 40:51 dia kan staynya di sana setiap harinya 40:54 pagi sampai sore kalau bahasa Betawi 40:55 ngejogroknya di sana gitu ya. Itu 40:59 menjadi sebuah kekuatan lah program ini 41:02 bisa dijalankan 41:02 menarik 41:03 menarik bukan bapak-bapak. Yang kedua, 41:05 anak muda. Banyak berapa tempat itu 41:08 inginnya anak muda. Betul. Tapi satu 41:10 yang perlu diingat, anak muda itu 41:12 semangatnya itu apa ya? Masih punya 41:15 keinginan untuk bisa ah saya mau 41:17 berkembang. Dia bisa saja kapan saja dia 41:19 pergi ke luar daerah gitu ya. Dia bisa 41:21 pergi akhirnya enggak bisa sustain. 41:23 Kalau mau ingin memastikan program ini 41:24 sustain emak-emak. 41:26 Jadi kampus sedekah digerakkan oleh 41:27 emak-emak 41:28 srikandi kita nyebutnya srikandi. 41:30 Oke. Wahai wahai srikandi Indonesia. 41:34 Come on. Apa yang harus dilakukan untuk 41:37 memberdayakan ini semua lewat kampung 41:40 sedekah yang sedang kita simpan? 41:41 Ini berdampak ke keluarganya ya? 41:43 Keluarganya meningkat kan ekonominya. 41:45 Jadi ini konsep sedekah yang biasa kita 41:49 pahamin dari atas ke bawah habis ngasih 41:52 terus hilang misalnya. 41:53 Ya memang dibalas beratusan kali lipat 41:56 cuman 41:57 tidak terlihat di awal gitu ya misalnya. 41:59 Nah, ini dengan konsep kampung sedekah 42:01 ini langsung berdampak ke keluarga yang 42:06 yang sedekah. Sebenarnya ini bukan kayak 42:08 sedekah ya, tapi kayak kerja sama ya 42:09 sebenarnya. 42:09 Tolong, 42:10 tolongmenolong. 42:11 Tolongmenolongan tolong menolong. 42:13 Menarik, menarik menarik. 42:14 Oke. Setelah ibu-ibu direkrut apa yang 42:17 terjadi itu? 42:18 Nah, setelah ibu-ibu direkrut, 42:19 kepengurusan sudah dibentuk, kita laku 42:21 akan lakukan workshop. Nah, ini sudah 42:23 sudah tim kami nih nanti dari tim 42:24 trainer. 42:25 Oh, artinya ada asistensi ya. 42:26 Iya, betul. Jadi, e workshop ini enggak 42:28 lama ya, cuma 1 jam. Ini lebih kepada 42:30 edukasi. Apa sih zakat, infak, sodqah, 42:32 bagaimana cara ngelolanya dan 42:34 mekanismenya. Sudah selesai, setelah ini 42:36 terbangun gitu ya, barulah nanti media 42:39 sedekahnya diberikan gratis gitu. 42:42 Media sedekahnya apa nih, Pak? 42:43 Tergantung ya. Ee bisa juga dengan 42:45 kaleng, bisa juga dengan bambu, kearifan 42:47 lokal di sana, di satu wilayah. 42:49 Oh, artinya buat dia masukin uangnya 42:51 itu. 42:51 Masukin uang ulang gitu. Nah, tetap ya. 42:54 Jadi saya mau titip ke pemirsa hari ini 42:56 Bu melihat program kampung Seka itu 42:58 hanya jangan melihatnya dari sisi 42:59 kalengnya saja gitu. Karena kalau 43:01 melihatnya dari sisi kaleng Ibu yang 43:03 terbesit di kepala kita adalah ah saya 43:05 juga sudah bisa, saya juga sudah pernah 43:07 gitu ya. Apa namanya? Ah gampang itu mah 43:10 gitu. Bukan. Kalau saya ibaratkan kalau 43:14 kita hanya ngelihat kaleng itu kayak 43:15 gunung es aja Bang 43:16 gitu loh. Kenapa hari ini kita bisa 43:18 menggerakkan sebanyak gitu orang itu 43:20 bukan karena kalengnya bukan. Kaleng itu 43:21 cuma medianya. Tapi ini bagaimana how to 43:24 pendampingannya 43:25 gitu. Nah, jadi setelah workshop tadi 43:27 dipahamkan kita berikan media sedekahnya 43:30 bisa online juga kayak cur segala macam. 43:32 Bisa bisa kan di kaleng itu juga. Jadi 43:34 gini kalau kampung sedekah itu memang 43:35 kita buatkan kita sarankan kalau kita 43:37 berafiliasi bekerja samamanya dengan 43:39 yayasan ee boleh pakai rekening 43:42 yayasannya mereka gitu. [berdehem] Jadi 43:44 kerisnya nama kayak kami nih di Ciracas 43:45 gitu ya. Kampung Sedekah RW 1 Cilacas 43:48 Kampung Sedekah RW2. Jadi masing-masing 43:50 L punya itu Qulis-nya. 43:52 Yang pasti orang pengin tahu berapa 43:54 nomor yang harus dihubungi nih in case 43:56 [tertawa] kepengin ikutan gitu ya. 43:58 Kehasil atau ke 44:00 ke mana. Nah nanti 44:02 betul. Iya. 44:03 Jadi kalau mau ikutan itu 44:05 caranya bagaimana mau tahu lebih detail 44:08 gitu ya. Ya. Pertama memang pastinya 44:10 harapan kami ini bisa selalu bekerja 44:11 sama dengan Rasil ya gitu ya. Di manapun 44:13 pemirsa Rasil di mana mudah-mudahan di 44:16 situlah kita bisa bangun kampung 44:17 sedekah. Nah, untuk ee pemirsa yang 44:20 ingin membangun kampung sedekah itu bisa 44:22 menghubungi admin kami gitu ya. Boleh 44:25 disebutkan, Bang? I 44:26 boleh ya. Itu apin kami ada di 0859 44:29 59579599. 44:33 Ya, sekali lagi saya ulang ya. 0859 44:36 5957 44:38 959. 44:40 Nah, itu bisa tuh nanti pemirsa ya, Bu 44:42 ya. 44:44 Iya. Ini kita sudah di penghujung nih, 44:47 tapi keren banget seandainya dalam 44:49 closing statement ini Habib juga 44:51 menyampaikan sesuatu yang bisa 44:53 mempersuasi orang. Kenapa tidak? Kenapa 44:56 tidak? Karena toh di kampung di tempat 44:58 aku tinggal kita bisa bergotong-royong 45:02 memakmurkan satu sama lain gitu kan 45:05 kurang lebih ya. 45:05 Iya. 45:07 Monggomonggo. 45:07 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Jadi 45:09 sedekah ini ketika orang dikasih 45:12 kesempatan untuk hidup kembali apa yang 45:14 dia lakukan? Adil Quran ya. Almunafikun 45:16 ya. Alunafikun ayat 10. 45:19 Saya akan bersedekah. Artinya selama 45:21 usia kita masih ada gitu ya. Masih kita 45:24 enggak tahu umur kita ya. Teman-teman 45:26 saya sudah banyak yang meninggal juga 45:27 masih muda. Mbak Nuni dengan kondisi 45:29 saat ini makanan dan lain-lain itu apa 45:32 yang kita bisa kontribusikan? 45:35 Umur kita bukan hanya untuk dunia tapi 45:37 untuk akhirat. Bagaimana kita ketika 45:39 mengejar akhirat dunia kita dapat juga. 45:42 Nah, ini salah satu program yang bagus 45:45 sekali sedekah baik mandiri maupun lewat 45:47 program terorganisir seperti ini. Apapun 45:51 yang kita bisa berikan buat umat, buat 45:52 keluarga kita, buat masyarakat sekitar 45:55 kita dan itu akan berdampak untuk 45:57 tabungan kita selamanya gitu ya. untuk 46:00 ee kita mengorbankan 46:03 30 20% misalnya atau 2,5% paling kecil 46:07 itu untuk 97,5% 46:10 kehidupan kita yang selamanya. 46:12 Nah, kenapa kita enggak 46:14 perbesar itu? Kenapa kita enggak naikkan 46:16 itu? Gitu. Kita korbankan 97,5% kita 46:19 untuk dunia kita yang 70 tahun, 80 46:21 tahun, 90 tahun udah susah, udah sakit. 46:24 E kalau hidup pun 46:26 ee lebih sengsara gitu. apa 100 tahun 46:29 masih banyak hidup kita 100 tahun. 46:30 Apakah kita berpikir kita hidup akan 46:32 ratusan tahun di dunia ini gitu ya. Nah, 46:35 mulai dari sekarang 46:37 sadari hidup kita apa dampaknya untuk 46:41 umat, apa dampaknya hidup kita untuk 46:43 orang lain gitu ya. Kejar akhirat tidak 46:47 harus melupakan dunia, tapi kejar 46:49 akhirat akan mendapatkan dunia dan 46:51 akhirat gitu ya. Mungkin itu ee ee Bang 46:55 Ari gitu ya. ee apakah kita hidup mau 46:58 dikenal sebagai apa, itu akan menjadi 47:00 legasi kebaikan kita pada saat kita 47:04 meninggal nanti gitu ya. Siapa Anda ya? 47:06 Siapa kita gitu. 47:08 Y silakan Bang Ari. Iya. 47:10 Tambahkan. 47:11 Iya. Ee 47:14 yang pasti mesti kita pahami adalah 47:17 sedekah itu ketika dikelola secara baik 47:21 itu idealnya adalah bisa membantu dan 47:23 menyelesaikan persoalan umat. 47:26 Jangan sampai sedekah yang kita kelola 47:29 ya, baik itu tingkat perorangan ya 47:31 ataupun tingkat lembaga itu justru malah 47:34 ujungnya melestarikan atau memelihara 47:37 kemiskinan umat. Nah, ketika kita 47:40 merancang program-program yang memang 47:42 diniatkan ini untuk membantu dan 47:44 menyelesaikan persoalan di masyarakat 47:46 gitu ya, ujungnya sebisa mungkin adalah 47:49 program-program pemberdayaan yang 47:50 mencerdaskan masyarakat itu sendiri. 47:53 bukan justru tanpa kita sadari membuat 47:56 masyarakat menjadi ketergantungan gitu 47:58 ya. Tadi saya sempat singgung bahwa 47:59 jangan sampai akhirnya yang menjadi 48:02 sutradara kemiskinan di negeri ini 48:04 adalah kita dengan program kita gitu. 48:07 Itu aja, Ibu. 48:09 Baik. Jadi, ikhwan akhwat, hidup memang 48:12 selalu penuh dengan cobaan, penuh dengan 48:16 hal-hal yang harus kita hadapi. Jalan 48:19 menanjak, menurun, berkerikil tajam, 48:22 berdebu, itu tidak bisa tidak pasti 48:24 harus kita hadapi. Dan kalau gerakan 48:28 kampung sedekah ini bisa membuat mandiri 48:30 di dalam menghadapi kesulitan dan 48:33 persoalan apapun, kayaknya keren banget 48:35 ya. Sekali lagi teleponnya kalau mau 48:37 catat untuk kalau tertarik mengajak 48:41 teman-teman sendiri untuk bersama-sama 48:45 kegiatan kampung sedekah ini di 0859 48:50 5957 48:52 959. 48:55 Oke, enggak ada yang salah ya. Oke, 48:56 sekali lagi terima kasih untuk Habib 48:59 Husein dan juga Mas Ari yang sudah 49:02 menggerakkan 219 titik. 49:05 Mudah-mudahan sukses. Wal hidayah. 49:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 49:10 wabarakatuh.