Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:22 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:25 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:27 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:29 Bagaimana kabar Anda pada di hari ini? 0:33 Senang sekali kami dapat kembali 0:35 menjumpai Anda. Saya Abi Agus ditemani 0:38 Neza dan juga ada produser kami yaitu 0:42 Rizal Alhaq dapat berjumpa dengan Anda 0:45 dalam program Bincang Inspiratif edisi 0:48 spesial. Karena pada hari ini kita 0:51 kedatangan tamu eh Dr. Tengku Amri Fatmi 0:56 Abdul Aziz, Lc, MA. 0:59 Beliau ee dikenal dengan dakwah kreatif 1:04 yang menjangkau anak muda hingga ke luar 1:07 negeri. Asalamualaikum warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. 1:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11 wabarakatuh. 1:12 Saya lebih akrab menyebut Ustaz sebagai 1:15 Tengku Amri aja ya. 1:16 Iya boleh boleh. Karena 1:18 orang Aceh itu disebut tengku. 1:19 Tengku. Kalau Tengku itu ee ee 1:23 lebih tepatnya apa? 1:25 Iya. sebuah panggilan untuk ee orang 1:27 yang dianggap memiliki ilmu agama. 1:30 Hm. 1:31 Ya, itu dipanggil dengan Tengku. 1:33 I kalau di 1:34 biasanya kan ustaz atau gus. 1:36 Iya. Ustaz itu ya bahasa lain ya. Kalau 1:39 khusus Aceh namanya Tengku gitu. 1:41 He. Oh, kalau Aceh khusus 1:43 iya Tengku ya. 1:44 Nah, kalau di jawa 1:46 Kiai. Gus Gus Kiai ya. 1:48 Kalau Gus mungkin ada dasar keturunan 1:50 ya. He. 1:51 Kalau ini memang gelar khusus untuk 1:52 mereka yang memiliki 1:54 ee ilmu agama. 1:55 Begitu. 1:56 Baik. Dan ikhwan akhwat, beliau ee ulama 2:01 muda asal PID lulusan Al-Azhar Kairo 2:05 dengan gelar doktor akidah filsafat. 2:08 Saat ini beliau menjabat sebagai ketua 2:11 DKM Masjid Agung Alfalah Sigli. Betul 2:14 ya, Tengku ya? 2:15 Iya. 2:15 Baik. Eh, Tengku, mungkin bisa Anda 2:17 ceritakan secara singkat latar belakang 2:20 Tengku waktu Anda masih kecil di Gampong 2:24 Ujung Lebat Pidijaya. 2:26 Iya. 2:26 Dan bagaimana lingkungan tersebut 2:28 membentuk karakter awal ee tengkuk? 2:30 Iya. Alhamdulillahirabbil alamin. 2:32 Allahumma shallli wasallim wabarik ala 2:33 sayyidina Muhammadin wa ala alihi 2:35 wasbihi wasallim. Ee alhamdulillah saya 2:37 bersyukur kepada Allah ee sampai saat 2:40 ini ya Allah berikan ee rahmat yang 2:44 sangat banyak ya. Di antara rahmat 2:46 tersebut adalah ya saya lahir di kampung 2:48 selaku anak kampung, anak petani. Eh ibu 2:51 saya dan ayah saya adalah seorang 2:53 petani. Saya panggil Mak dengan Abu 2:55 seorang petani dan memang tinggal di 2:57 kampung yang terpencil ya. Ee bahkan 3:00 saya merasakan bagaimana ee listrik 3:03 tidak masuk ke kampung kami. Ya. 3:04 Kemudian ketika saya sudah dewasa baru 3:06 merasakan adanya listrik ya. 3:08 Iya. Dan hari-hari memang saya pergi ke 3:11 sawah, pergi ke kebun dan juga saya 3:13 memelihara kambing dan lembu. Jadi ee 3:17 sebagai peternak I kemudian juga sebagai 3:20 ee seorang ee petani bagi anak petani 3:23 juga saya menggembala kerbau. Ya, itu 3:27 saya merasakan 3:29 pengalaman itu. Nah, jadi ee saya 3:32 bersyukur ee ini kenapa? Ternyata masa 3:35 kecil saya ee yang seperti itu di 3:37 lingkungan seperti itu ee mendidik ee 3:41 rasa ingin tahu yang lebih banyak, 3:43 kemudian juga rasa tanggung jawab di 3:47 dalam hidup. Begitu juga ya rajin dan 3:50 bekerja keras. Ya. Jadi saya melihat 3:52 bagaimana orang tua saya, orang kampung 3:54 saya, mereka bertahan hidup dengan kerja 3:56 keras di kampung. Nah, ini adalah suatu 3:59 hal yang sangat saya ee banyak saya 4:02 pelajari dalam kehidupan. Nah, mulai 4:04 saja awal ya. 4:05 Kemudian sisi lain juga bahwa selaku 4:07 orang Aceh ya saya betul-betul ee ee 4:10 bisa merasakan belajar budaya Aceh dan 4:12 adat Aceh selaku kepribadian orang Aceh 4:14 memang asal dari kampung ya. Jadi 4:17 ee bahasa Aceh yang asli seperti apa 4:20 gitu ya tanpa ada pengaruh dari luar dan 4:22 bahkan ee masa kecil saya televisi saya 4:26 di kampung saya tidak ada gitu ya. 4:28 [tertawa] 4:29 Jadi saya betul-betul ee merasakan 4:32 menjadi seorang anak Aceh pedalaman yang 4:35 tidak terkontaminasi dengan ee pada saat 4:38 itu ya 4:39 dengan ee berbagai macam ee 4:42 apa namanya budaya-budaya dari luar baik 4:44 film kah dan yang lain. Nah gitu ya. 4:47 Sehingga saya pergi sekolah banyak 4:48 teman-teman itu cerita tentang film ini, 4:50 film itu. Saya tidak tahu [tertawa] 4:52 karena enggak punya TV. 4:52 Tidak enggak ada TV di rumah dan di 4:55 kampung saya juga enggak ada TV gitu 4:57 karena listriknya tidak ada. He. 4:59 Nah, jadi alhamdulillah saya merasakan 5:01 ee masa kecil yang seperti itu dan itu 5:03 saya kenang dan alhamdulillah ee itu 5:05 bisa membentuk kepribadian saya khusus 5:07 sehingga saya memiliki merasa ya ee 5:10 memiliki ee sesuatu pengalaman yang 5:12 berharga masa kecil itu. He. Listrik 5:14 tahun berapa bisa masuk ke desa? 5:17 Ya, ke kampung saya e seingat saya itu 5:20 ketika saya sudah ee SMP kelas 3 SMP 5:25 lah. 5:25 Heeh. 5:26 Ya. Baru masuk listrik ya. di masa SD 5:28 saya siap ya SD itu tidak merasakan dari 5:31 kecil enggak merasakan listrik ya. Nah, 5:34 Tengku ee mengapa kemudian Ustaz Tengku 5:37 Amri ini memilih Fakultas Ushuluddin 5:40 jurusannya itu akidah filsafat di 5:43 Universitas Ala-Azhar Kairo untuk 5:45 bincang S1 hingga S3. 5:47 Iya. 5:47 Dan apa yang membuat akidah filsafat 5:49 menjadi fokus utama studi Ustaz Tengku? 5:52 Iya. Alhamdulillah saya belajar mulai 5:55 dari SD di kampung saya, kemudian 5:57 Madrasah Tsanawiyah Swasta di Lungput 6:00 yaitu di kota yang paling dekat dengan 6:02 kampung saya. Setelah itu saya pergi ke 6:04 Banda Aceh ee untuk pergi ke Pondok 6:07 Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa 6:08 namanya. Jadi di Ruhul Islam Anak Bangsa 6:10 itu di pesantren itulah saya mulai ee 6:13 berkenalan dengan dunia luar. Artinya 6:15 bahwa ee dunia luar luar dari kampung 6:18 ya. Keluar dari kampung begitu. ketika 6:20 saya pergi ke Banda Aceh ee di situlah 6:23 ada ee ustaz-ustaz yang baru pulang dari 6:26 Mesir ya yang mengajar di pesantren itu. 6:29 Saya baru ter ee terbayang bahwa oh bisa 6:33 pergi ke luar negeri ya. Ada ustaz yang 6:35 ngajar ngajar di tempat saya itu berasal 6:37 dari luar negeri dari Mesir gitu. He. 6:39 Jadi semangat ingin ke luar negeri pun 6:40 mulai muncul di situ. Nah, lalu 6:43 ee selama di Islam anak bangsa, saya 6:45 juga mencoba untuk banyak belajar dan 6:47 baca buku untuk menilai diri sendiri 6:49 kekurangan ada di mana, kecenderungan 6:51 ada di mana. Sampai ee saya merasakan 6:55 sendiri kalau ee saya punya 6:58 kecenderungan ya mungkin lebih kepada 7:00 banyak mikir gitu. 7:01 Hm. 7:02 Ee ber lebih kepada pikiran ya. Jadi 7:05 saya suka baca buku pikiran ya walaupun 7:07 saya ee enggak bukan bermakna saya 7:10 cerdas tapi suka pada buku-buku 7:12 pemikiran dan itu mungkin dilatar 7:14 belakangi oleh kondisi kampung saya yang 7:17 ee yang sepi ya pekerja di kebun dan di 7:21 sawah dan ya itu yang membuat saya 7:23 banyak termenung ya banyak termenung 7:25 tidak ada sesuatu yang bisa 7:28 saya ajak untuk berbicara orang kampung 7:30 juga jadi ini membentuk perenungan 7:34 tersendiri sendiri sehingga saya memilih 7:35 untuk menjadi ee banyak membaca buku 7:38 pemikiran dan filsafat itu mungkin saya 7:41 berpikir bahwa inilah ee yang lebih 7:44 cocok dengan saya. Dan kemudian ee 7:47 pemikiran juga yang saya pikirkan pada 7:50 saat itu ya 7:52 bahwa pemikiran itu lebih mudah sih. 7:54 Kenapa? Ya kita mengandalkan semua kita 7:56 kan punya akal 7:57 ya. Punya akal ya. Kalau seandainya 7:59 seseorang itu ee mengetahui cara 8:03 berpikir hukum logika yang baik, maka 8:05 dia akan ee bisa membenarkan pemikiran 8:08 orang lain yang salah juga. 8:09 Heeh. 8:10 Ya, dengan pemikiran. Jadi, modalnya itu 8:12 menurut saya lebih ringan sih ya dengan 8:14 kita ya memakai logika yang benar, bisa 8:17 mengetahui pemikiran yang benar dan yang 8:18 salah, dan bisa memperbaiki pemikiran 8:20 orang lain dan juga mampu mempengaruhi 8:22 orang lebih banyak gitu. Maka ee orang 8:26 banyak terpikir bahwa pemikiran itu 8:28 seperti tidak tidak ya tidak tidak 8:31 ee penting ataupun pengaruhnya kurang. 8:34 Justru sebenarnya pemikiran itu sangat 8:36 mempengaruhi orang loh. 8:38 Sebuah kata kita yang memiliki suatu ee 8:41 makna yang dalam ya itu akan menjadi 8:45 sebuah hal yang ee bisa mempengaruhi 8:48 banyak orang 8:49 pikiran itu ya. 8:51 Ee jadi pengaruh pemikiran itu sangat 8:53 kuat. Maka filsafat itu saya lihat bahwa 8:56 di sinilah kita bisa ee belajar tentang 8:59 bagaimana manusia ini berpikir. Orang 9:01 barat berpikir, orang timur berpikir 9:03 orang muslim berpikir, orang nonmuslim 9:05 berpikir dan juga bisa kita melihat ee 9:08 ee kebenaran ee dari semua latar 9:12 belakangnya gitu. Dan dan saya dan saya 9:14 tahu bahwa dan kita semua yakin kalau 9:16 Islam itu adalah agama yang benar. Lalu 9:20 bagaimana kita bisa membuktikannya? 9:22 Ya, bisa membuktikannya. Saya pikir 9:24 bahwa dengan filsafat inilah kita bisa 9:27 ee menjadikan dakwah Islam ini ee bisa 9:31 dialogis, bisa ee kita ee jadikan Islam 9:35 ini mudah diterima oleh siapapun 9:38 ya. Karena apa? Ada latar pemikiran yang 9:40 lebih baik gitu. 9:41 Mencari bukti terhadap iman itu dengan 9:43 pemikiran itu. Nah, maka saya suka ilmu 9:45 logika, suka ilmu tauhid misalkan ya. 9:48 Karena itu ada pembuktian terhadap iman 9:50 secara logika. Ah, itu ada 9:52 kecenderangannya ke situ. 9:54 Ee sebagai putra Aceh yang meraih gelar 9:57 doktor akidah filsafat dari Alazar, apa 10:00 tantangan akademis terbesar yang ee 10:02 Ustaz Tengku Amri hadapi selama di 10:04 Kairo, Mesir? 10:05 Ya, ee pertama ya pengalaman jadi 10:09 Alazhar. Pertama saya ee di sana tentu 10:13 bukan saya sendiri, Pak. Ada banyak 10:15 teman-teman ataupun abang-abang leting 10:17 yang sudah duluan akid di akidah 10:18 filsafat ya. 10:20 Tapi sampai masa saya masuk akidah 10:22 filsafat di Alazhar itu tahun 2000 10:24 lebih, 2003, 2004 ya itu masih ee 10:29 jurusan yang ditakuti. 10:32 Kenapa? 10:32 Dan mahasiswanya sangat sedikit ya 10:35 dibandingkan dengan misalkan kalau di 10:36 usuluddin ada ee ada jurusan hadis, 10:39 tafsir, ee dakwah ya 10:42 karena dianggap sulit. 10:43 Sulit. jurusan akidah itu ee sulit. 10:47 Kemudian materinya juga mata kuliahnya 10:49 seperti tauhid, ilmu mantik gitu ya, 10:52 filsafat juga. Jadi kan 10:54 belajar filsafat kan belajar pemikiran 10:56 yang kadang aneh enggak pernah kita 10:58 pikirkan, enggak terbayang sama kita. 10:59 Jadi jangankan untuk memikirkan memahami 11:02 yang sudah ada aja sulit gitu. [tertawa] 11:05 Kemudian kita membaca pemikiran Plato 11:09 ya, Aristoteles ya, kemudian juga Sokrat 11:12 dan yang lain gitu ya, sampai abad 11:15 pertengahan ya, pemikir-pemikir Islam, 11:17 Alfarabi, Ibnu Sina ya dan lain-lainnya 11:21 ini kan enggak enggak mudah gitu ya. 11:25 Enggak mudah bagi sebagian orang 11:26 menganggap seperti itu. Akhirnya banyak 11:28 yang tidak suka gitu. Tapi bagi saya 11:32 merasa bahwa ini adalah sebuah tantangan 11:34 ya. Karena merasa bahwa ada fashion di 11:36 situ atau ya ada kecenderunganlah ya 11:39 untuk belajar pemikiran. Nah, saya 11:41 merasa bahwa ya dengan belajar 11:43 insyaallah akan Allah mudahkan. Jadi ee 11:48 apa namanya? Ee banyak orang-orang juga 11:50 yang pada saat itu abang-abang yang 11:52 menakuti juga menakut-nakuti gitu ya. 11:54 Jangan masuk akidah filsafat kalau ingin 11:56 cepat selesai di alazan ya. Orang banyak 11:58 sudah coba banyak yang gagal gitu. H. 12:00 Maka selesai S1 saya memberanikan diri 12:03 masuk S2. Nah, dan di S2 itulah 12:05 masa-masa yang paling sulit belajar di 12:07 Alazar 12:08 ya. Ee karena masa saya itu belajar ee 12:12 di S2. Kalau ada kita ada 2 tahun untuk 12:15 ee masa studi, ada belajar ada mata 12:19 kuliah 2 tahun itu kita harus belajar 12:21 mata kuliah seharus selesai lulus. 12:24 Ee semua lulus baru bisa nulis dan buat 12:26 ee apa namanya ee buat master gitu. 12:31 Ketentuannya kalau satu ada mata kuliah 12:34 yang tidak lewat, maka semuanya gugur. 12:36 Sistem gugur dulu ya. Jadi bayangkan ya 12:38 kalau ada lima mata kuliah, ada satu 12:42 mata kuliah kita gagal, maka sudah 12:44 semuanya itu enggak berlaku ulang dari 12:45 awal. Jadi orang di sinilah banyak 12:48 teman-teman yang ee jatuh, banyak 12:50 teman-teman yang enggak bisa lewat di 12:52 situ. Jadi banyak yang menakut-nakuti 12:54 gitu. Tapi alhamdulillahirabbil alamin 12:56 dengan izin Allah dan semua dengan ee 12:58 dengan kehendak dari daripada Allah ya 13:01 kami ee tidak merasakan keguguran itu 13:04 ya. 13:05 Tidak ee tidak gugur di ujian itu. Dan 13:08 alhamdulillah ada diberikan kesempatan 13:10 empat kali ujian kita setiap itu. Tapi 13:11 alhamdulillah kami ee dengan izin Allah, 13:14 dengan izin Allah sekali lagi di setiap 13:16 ee yang pertama ujian pertama langsung 13:19 Allah berikan lulus gitu. Jadi dalam 2 13:21 tahun lancar mata kuliah selesai ee 13:25 semua kemudian kami buat ee apa namanya 13:28 ee 13:30 apa namanya master. Setelah itu mulai 13:32 nulis. He. 13:33 Alhamdulillahirabbil alamin. He. 13:34 Tapi kenapa banyak orang yang dia masuk 13:37 ke jurusan filsafat itu malah jadi jauh 13:40 dari Tuhannya, Ustaz Tanggung? 13:42 Iya. Ini mungkin satu ee fenomena yang 13:46 ee yang orang persepsikan hari ini ya. 13:49 mungkin dilihat daripada produk-produk 13:52 jurusan filsafat ya di negeri kita 13:54 mungkin. 13:56 Saya ee melihat bahwa ee pengalaman kami 13:59 pribadi ya, kami juga belajar ee 14:01 filsafat-filsafat barat, 14:02 pemikiran-pemikiran Barat mulai abad 14:04 pertengahan, kemudian abad modern bahkan 14:07 kontemporer begitu kita diajarkan juga. 14:10 Cuma bedanya kalau di Alazar itu kita 14:12 diajarkan itu ee kita sudah punya 14:15 pemahaman akidah yang kuat 14:18 ya. kita sudah tahu tuh sumber agama 14:20 kita apa referensi-referensi penting 14:23 dalam agama kita, pemikiran-pemikiran 14:25 yang benar oleh ulama-ulama kita. Kita 14:27 sudah paham tuh, kita sudah tahu, kita 14:29 punya basic itu. Filsafat ini kita 14:32 pelajari ee bukan untuk merusak 14:35 keyakinan, bukan untuk untuk sesuatu 14:38 mencari yang baru yang kita belum punya, 14:40 enggak. Kita sudah punya loh. Kita punya 14:42 akidah, 14:43 punya keyakinan dan keyakinan kita itu 14:45 dibangun dengan rasio yang logis. dengan 14:48 dalil-dalil yang logis gitu, bukan 14:50 sesuatu yang enggak yang enggak logis. 14:53 Maka akidah ataupun filsafat yang kita 14:55 belajar setelah itu adalah belajar untuk 14:59 melihat di mana kekurangan 15:01 pemikiran-pemikiran ini. 15:02 Hmm. 15:03 Kekurangannya ada di mana, kesalahannya 15:05 ada di mana gitu. 15:07 Karena ketika kita membandingkan dengan 15:09 pemikiran Islam misalkan dengan akidah 15:11 Islam ya jauh beda memang kita semakin 15:13 yakin dengan akidah kita, gitu. Hm. 15:15 Nah, kita dapatkan ini mungkin 15:17 sebahagian teman-teman yang belajar 15:19 filsafat mereka sama sekali belum punya 15:23 keyakinan akidah Islamnya yang kokoh 15:26 dengan bukti-bukti dalil yang kuat dan 15:28 juga tidak langsung bersumber dari 15:30 pemahaman ee agama yang baik daripada ee 15:34 guru-guru mereka yang mengajarkan itu. 15:36 Langsung mereka belajar filsafat yang ee 15:40 ee apa namanya yang ee mereka diajarkan 15:44 filsafat Barat. misalkan lebih dalam, 15:46 sedangkan pemikiran Islam mereka tidak 15:48 kuat di situ. Makanya akhirnya mereka ee 15:51 benci terhadap agama atau jauh daripada 15:53 agama bahkan balik menyerang agama gitu. 15:56 Karena filsafat Barat kalau kita belajar 15:58 pemikir-pemikir Barat kan mereka tidak 16:00 menjadikan agama ee dan akidah mereka 16:03 sebagai dasar berpikir. Enggak. 16:05 Iya. 16:05 Bahkan mereka filsafat itu mereka 16:08 jadikan sebagai pengganti daripada agama 16:10 mereka. 16:11 He. 16:11 Yang merupakan hasil pemikiran manusiawi 16:13 belaka gitu. Iya. 16:15 Ya, akhirnya setiap ee filos yang datang 16:17 kan ee saling membantah satu sama lain 16:20 ya, pemikirannya saling membantah. Dan 16:22 itu hal yang wajar dalam ilmu dalam ilmu 16:24 filsafat kalau datang setiap ee 16:26 filosof-filosf saling membantah satu 16:28 sama lain. 16:28 Iya. 16:29 Ya, bagaimana apa namanya ee Aristoteles 16:33 misalkan dia membantah gurunya Plato 16:35 misalkan ya. Ya, itu hal yang wajar 16:37 dalam ilmu filsafat ya. He. 16:39 Maka kalau seandainya orang enggak punya 16:40 keyakinan akidah yang baik, maka 16:42 akhirnya dia berfilsafat dengan 16:44 membantah agamanya dan akhirnya dia 16:46 melucuti agamanya gitu. Itu aneh gitu. 16:49 Menjadi liberal. 16:50 Oh, menjadi liberal dan yang lain 16:51 sekuler dan yang lainnya misalkan 16:53 bahkan jadi ateis ya. 16:54 Padahal filsafat dengan agama itu beda 16:57 ya. H 16:58 filsafat dengan agama itu beda. Ada di 17:00 sana pemikiran agama yang kita di sini 17:02 punya punya banyak ee kreasi di situ dan 17:05 ada di sana ee hukum apa namanya ee 17:08 ajaran agama yang sudah konstan 17:10 diajarkan dan itu adalah sesuatu hal 17:12 yang sangat logis ya begitu yang yang 17:15 itu tidak bisa dibantah gitu. 17:17 He 17:17 ya begitu. 17:18 Baik. Saya dulu waktu kuliah Tengku ee 17:21 itu pernah dapat pertanyaan begini. 17:23 Bisakah Tuhan membuat sebuah batu yang 17:25 begitu besar sehingga Ia tidak dapat 17:27 mengangkatnya? Jika Tuhan apa namanya? 17:31 Ee bisa membuat itu, berarti Tuhan tidak 17:34 maha besar. Atau sebaliknya, jika ee 17:37 ternyata batu itu tidak bisa diangkat, 17:38 berarti batu itu lebih maha besar 17:40 daripada Tuhan itu sendiri. Nanti gimana 17:42 tu kau jawabnya? Nah, ini pertanyaan ini 17:45 itu saya dapatkan pada mahasiswa yang 17:47 saya ajarkan di Kairo. 17:49 Oh, gitu. Jadi saya merasa aneh kalau 17:51 seandainya ini kok sudah merakyat sekali 17:55 bentuk apa namanya sebuah pertanyaan 17:58 bodoh ini gitu. 17:59 Menjak ya 17:59 pertanyaan bodoh enggak? Pertanyaan 18:01 bodoh itu bukan menjebak. 18:02 B 18:03 jebakan bagi orang maaf ya dalam tanda 18:05 kutip bodoh. Dia coba lihat yang 18:06 pertama. He he. 18:07 Bisakah Tuhan menciptakan batu 18:11 yang tidak sanggup untuk 18:13 diangkat? 18:14 Diangkatnya 18:15 ya menciptakan batu yang enggak sanggup 18:17 untuk diangkat gitu. 18:19 Sekarang kalian tahu enggak? Kita tahu 18:21 enggak tuh bahwa konsep Tuhan itu apa 18:23 sih? 18:23 Heeh. 18:23 Konsep pencipta itu apa dulu? Karena 18:25 sudah pakai nih Tuhan pencipta kan. 18:28 Iya. 18:28 Tuhan dan pencipta nih. 18:30 Kalau begitu cara berpikirnya adalah 18:32 kita harus harus harus apa? Ee deskripsi 18:35 dulu atau kita perjelas itu Tuhan 18:37 pencipta. 18:38 Heeh. 18:38 Tuhan itu dalam konsep orang yang yang 18:41 ee dalam konsep kita atau dalam konsep 18:42 ilmu pikiran yang benar itu adalah mesti 18:45 maha kuasa dan kuasanya itu sempurna. 18:48 Betul. Tidak mungkin ada kurangnya itu 18:50 Tuhan. 18:50 Kalau ada ada kurangnya 18:52 bukan Tuhan. 18:53 Kemudian pencipta bahwa Dia itu pencipta 18:56 ya bukan diciptakan. Dan ciptaan Tuhan 18:59 itu pasti sesuatu yang sangat sangat 19:02 apa? Sesuatu yang sangat unik. 19:04 Heeh. 19:05 Tidak ada yang menciptakan seperti 19:07 ciptaan Dia. 19:08 Itu Tuhan pencipta. Maka Tuhan itu maha 19:12 kuasa, mampu untuk menciptakan dan itu 19:14 semuanya sempurna. Lalu kemudian batu 19:18 besar. Batu adalah ciptaan makhluk. He. 19:22 Kenapa tidak Allah menciptakan batu? 19:24 Oke. Diciptakan batu sama Allah. Lebih 19:26 dari batu Allah ciptakan. Manusia sudah 19:28 diciptakan lebih hebat daripada batu. Ya 19:30 kan? 19:31 Oke. Sekarang batulah. Maka mulailah 19:34 orang ini mengatakan batu 19:36 bukan mengatakan manusia. 19:37 Iya. 19:37 Padahal manusia dengan batu mana lebih 19:39 unik? 19:40 Manusia. 19:41 Manusialah. Tapi dia pilih batu nih 19:43 ya. Dia pilih batu ya. Arti dia mulai 19:46 pikirannya sudah non ya. Diambil contoh 19:49 batu ya. Setelah itu batu ini enggak 19:51 sanggup diangkat sama Tuhan. Mulai dia 19:53 polesinya di sini. 19:54 Iya. 19:55 Tuhan itu enggak mungkin lemah. 19:56 Heeh. 19:57 Maka dia ada persepsi Tuhan lemah 20:00 di dalam di dalam pemikiran dia. Makanya 20:02 dibuat contoh seperti ini. Ini paradoks. 20:05 Heeh. 20:06 Anda katakan Tuhan pencipta habis itu 20:08 lemah. Lalu konsep Tuhan dalam pikiranmu 20:10 apa? Nah, kan berarti orang yang 20:13 bertanya ini seperti ini ya orang yang 20:15 enggak jelas konsep ketuhanan dalam 20:17 pikiran dia. Nah, seperti inilah 20:19 misalkan. 20:20 Jadi, sedangkan dalam ilmu tauhid kita 20:22 sudah belajar itu kalau misalkan ee 20:25 Tuhan pencipta khaliq ya ee itulah 20:29 menciptakan sesuatu dari ketiadaan dan 20:31 kemudian kalau dia adalah pencipta maka 20:34 maka maha kdrah. Kudrah Allah itu 20:36 tambah, sempurna. 20:37 Heeh. 20:37 Nah, maka enggak terbayang sama sekali 20:39 Tuhan itu lemah. Iya. 20:41 Enggak terbayang sama Tuhan. Tuhan Tuhan 20:42 itu lemah. Maka muncul pemikiran seperti 20:45 itu karena konsep Tuhan yang ran 20:47 rancu. 20:48 Rancu. 20:49 Kalau seandainya dia cerdas, punya 20:51 konsep ketuhanan yang benar, enggak akan 20:52 mungkin pertanyaan ini muncul. 20:55 Maka sebenarnya bukan jawabannya, tapi 20:57 adalah pertanyaan itu salah. 20:59 Hmm. 20:59 Maka tidak semua jawaban itu bisa apa? 21:02 Pertanyaan itu harus dijawab karena ada 21:04 di sana pertanyaan yang salah. 21:05 Hm. 21:07 Jadi pertanyaan itu enggak enggak valid. 21:10 Persis seperti begini. Orang tanya gitu, 21:13 berapa kilogram 21:16 antara 21:18 Cibubur dengan Jakarta? 21:20 Coba jawab. 21:21 Iya. 21:23 Ya, enggak bisa. 21:24 Coba jawab. 21:25 Bingung [tertawa] kok kilogram kirain 21:27 kilometer. Kalau kilometer 21:28 kilogram berapa kilogram? 21:30 Heeh. 21:30 Bisa dijawab enggak? 21:31 Enggak bisa. 21:32 Apakah ketika saya enggak menjawab saya 21:34 bodoh? 21:35 Heeh. He. 21:35 Justru saya yang bertanya itu bodoh. 21:37 Enggak punya konsep kilogram dengan 21:38 kilometer. 21:39 Iya. Iya. 21:40 Dia enggak bisa membedakan mana 21:41 kilogram, mana kilometer. Di mana 21:43 dipakai kilogram, mana dipakai 21:44 kilometer. Sama juga dengan ini ketika 21:46 dia bertanya tentang Tuhan. 21:48 Artinya konsep pertanyaan seperti itu 21:50 sebenarnya tidak tidak pas jika diajukan 21:53 ke agama Islam. Bukan enggak pas pikiran 21:56 pun enggak menerima. 21:58 H 21:58 enggak logis pertanyaan itu. Pernah sama 22:00 seperti enggak logis saya tanya itu 22:01 tadi. 22:02 Iya. Iya. I. 22:02 Berapa kilogram matra Cibubur dengan 22:04 Jakarta? 22:05 Iya. 22:06 You enggak punya konsep kilogram dengan 22:07 kilometer ya? Belum paham ya? 22:10 Ini juga sama. Oh, kamu belum paham 22:11 masalah Tuhan ya? 22:13 Ya, gitu. 22:14 Artinya konsep ketuhanan dalam Islam kan 22:16 sudah jelas. Beda dengan konsep 22:18 ketuhanan dalam agama lain. Begitu, 22:19 Tengku. 22:20 Eh, jelas ya. Kita punya konsep 22:22 tersendiri yang sangat logis sekali. 22:24 Artinya pertanyaan itu adalah untuk 22:26 meruntuhkan konsep ketuhanan-ketuhanan 22:27 yang sehingga membuat orang lain itu 22:29 menjadi ateis. 22:31 Ya, mungkin bagi agama lain atau bagi 22:33 orang yang enggak jelas berpikir ya, 22:36 yang enggak jelas pikirannya. 22:37 Heeh. Heeh. 22:38 Nah, ya itu mungkin berlaku pertanyaan 22:40 seperti itu. Padahal sebenarnya ee 22:42 sebelum meruntuhkan agama atau membuat 22:44 orang ragu tentang agama, logikanya 22:46 sudah enggak benar. 22:47 Jadi, itu ternyata sudah ada di Alazar 22:49 juga ada ya. 22:50 Enggak. Itu itu saya dapat dari 22:52 mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang 22:54 datang ke sana ketika saya bimbing mata 22:56 kuliah tauhid. 22:57 Saya membimbing mata kuliah tauhid 22:58 anak-anak di sana. Jadi mereka ada buat 23:01 pertanyaan seperti itu. Saya heran gitu 23:02 [tertawa] sama ketika ada yang nanya ke 23:04 saya begitu waktu saya kuliah. Tunggu 23:06 kok sampai ke sana. [tertawa] 23:09 Saya bilang kok bisa sebodoh itu 23:10 pertanyaannya. Ya enggak ada pertanyaan 23:12 lebih lebih cerdas lagi gitu ya. 23:14 Iya betul betul. 23:15 Maaf maaf ya. E kata-kata bodoh yang 23:18 saya sampaikan tadi itu ya itu maksudnya 23:20 itu ya ee tidak tidak sesuai logikanya 23:24 maksudnya. 23:24 Betul. 23:25 Iya. Iya. 23:25 Karena memang ketika ee orang masuk ke 23:29 dunia filsafat memang akidah itu harus 23:31 kuat terlebih dahulu. Saya yakini itu, 23:33 Tengku. 23:34 Betul. Ya, dia harus ada landasan 23:35 pemikiran. 23:36 Tidak kuat maka bisa rontok itu semua. 23:39 I bukan rontok. Memang dia enggak punya 23:42 apa-apa. Apanya yang mau rontok gitu 23:43 [tertawa] 23:47 harus punya landasan akidah dulu gitu. 23:49 Akidahnya yang kuat juga. Itu yang saya 23:51 tekankan artinya 23:52 jika ada teman-teman atau pendengar yang 23:54 ingin memasuki dunia filsafat, 23:57 iya 23:57 iman Islam itu harus lebih kuat terlebih 24:00 dahulu untuk ke sana karena 24:01 pertentangannya sangat-sangat besar 24:03 sekali. 24:04 Iya. 24:05 Bisa jadi liberal bahkan bisa jadi 24:07 ateis. Itu yang tadi 24:08 ya bahkan bukan cuma ateis enggak 24:10 jelaslah itu [tertawa] 24:12 gila bahkan ya. 24:14 Iya. Iya. Tu 24:14 ya banyak filosuf-filos yang gila 24:16 seperti ee seperti Fedri N kan gila. 24:19 Iya. pemikirannya hebat ya karena apa 24:22 nature ya artinya kan gila akhirnya iya 24:25 gila akhirnya ya karena apa karena dia 24:27 enggak ada dasar berpikir masuk dalam 24:29 pada dalam pemikir yang ee apa namanya 24:32 seorang ee filosuf yang dekonstruksi kan 24:37 ya bahwa dia meruntuhkan segala sesuatu 24:39 sehingga dia tidak percaya kepada segala 24:42 bentuk pemikiran yang sifatnya statis ya 24:44 tidak ada dasar 24:45 ya jadi akhirnya gila dia. Dia sendiri 24:47 gila. [tertawa] 24:48 Iya. Iya. 24:49 Iya. Nah, Tengku ee Ustaz Tengku 24:53 mengambil judul disertasi adalah Kritik 24:56 Ulama Al-Azhar terhadap filsafat 24:59 materialisme abad 20. 25:01 Iya. 25:01 Mengapa kemudian topik ini relevan 25:03 dengan kondisi umat Islam saat ini 25:05 khususnya di Indonesia atau di Aceh? 25:07 Ya, saya mengambil ee apa namanya? Saya 25:10 tertarik dengan filsafat ee dan juga 25:13 mengkaji filsafat materialism. 25:15 Heeh. filsafat materialisme ataupun 25:17 madiah ya itu adalah filsafat yang ee 25:20 sangat related abad 20 dan juga abad 25:22 modern sebenarnya dari abad 20 dan juga 25:25 sampai hari ini gitu. 25:26 Iya. 25:27 Jadi kita hidup ee di mana pemikiran 25:29 Barat dan juga peradaban Barat itu 25:31 dibangun atas dasar filsafat 25:33 materialism. Bahkan ee liberalisme, 25:37 sekularism dan juga apa aja namanya yang 25:39 lain sampai hari ini itu induknya itu 25:42 kembali kepada materialism. 25:43 Iya. materialisme yang sayaang yang yang 25:45 kita ingin kaji dalam disertasi yang 25:48 pernah saya buat itu adalah materialisme 25:50 yang ee yang pertama adalah tidak 25:53 merujuk kepada Tuhan, tidak menjadikan 25:55 yaitu pemikiran-pemikiran yang tidak 25:57 menjadikan Tuhan sebagai ee referensi 26:00 dan juga ee menafikan akan adanya konsep 26:05 insan manusia. 26:06 Heeh. 26:07 Ya. Jadi ee produk-produk ee pemikiran 26:11 yang jauh daripada dasar ketuhanan dan 26:13 tidak menjadikan referensi tertinggi 26:15 dalam berpikir itu kepada Tuhan. 26:17 Kemudian juga tidak menjadikan manusia 26:20 di dalam konsep berpikirnya, tidak 26:22 memprioritaskan manusia. Ya, ini adalah 26:25 bentuk daripada ee produk-produk 26:28 pemikiran materialisme ya. Nah, maka 26:31 muncullah saya ee apa namanya ee 26:34 kapitalisme misalkan sosialisme, 26:36 komunisme itu semua adalah ee 26:38 paham-paham anti Tuhan plus juga anti 26:40 manusia gitu. Maka hari hari ini kan 26:43 peradaban Barat yang merupakan peradaban 26:46 materialisme itu semua akan 26:48 menghancurkan manusia. 26:51 Mereka tidak menjadikan manusia itu 26:53 dienter dalam mereka berpikir. Justru 26:55 manusia itu dirusak oleh peradaban 26:58 mereka. H. 26:59 Nah, maka muncul dari abad 20 misalkan 27:01 ada bom atom itu kan peradaban yang 27:04 sangat canggih loh, ilmu yang sangat 27:06 canggih diikan oleh manusia. Tapi apa 27:08 yang terjadi? 27:10 Manusia hancur kan. 27:11 Iya. 27:11 Karena hasil daripada pemikiran 27:13 materialism. Filsafat cara berpikir ee 27:16 orang-orang Barat itu adalah filsafat 27:19 materialisme yang tidak menjadikan Tuhan 27:21 yang pertama, kemudian juga manusia 27:23 bahkan menjadi bagian daripada 27:25 pemikiran. Sedangkan Islam kan enggak. 27:28 Pertama adalah rujukannya kepada Allah, 27:30 kepada Tuhan. Ada konsep ketuhanan yang 27:32 jelas dan menjadikan Tuhan apa namanya 27:35 ee wahyu Tuhan itu sebagai referensi 27:37 dasar. Setelah itu 27:39 manusianya itu suci, disucikan manusia 27:43 dan bahkan hasil peradabannya itu 27:45 bagaimana? Menjaga manusia, memakmurkan 27:47 manusia, membahagiakan manusia. Segera 27:49 sesuatu yang merusak e manusia maka itu 27:51 adalah haram hukumnya di harus dijauhi 27:53 gitu kan. itu filsafat yang manusiawi. 27:56 Nah, maka saya membedakan antara 27:59 humanism dengan apa? Dengan insaniah. 28:02 Konsep insaniah dengan humanisme. Konsep 28:05 humanisme itu adalah konsep manusia 28:07 Barat, yaitu konsep manusia yang tanpa 28:10 Tuhan. 28:11 Sedangkan kalau insaniah itu adalah 28:13 konsep manusia yang konsep Islamnya yang 28:16 manusia merujuk kepada Tuhan. Makanya 28:19 dalam Al-Qur'an Allah sampaikan, "Ya 28:21 ayyuhal insanu 28:23 karim." Wahai insan, apa yang membuat 28:25 dirimu itu terperdaya daripada Tuhanmu?" 28:28 Jadi insan itu ada hubungannya dengan 28:30 Tuhan di dalam Islam. Sedangkan 28:31 humanism, 28:32 Heeh. 28:33 Humanisme itu manusia, tapi manusia yang 28:36 enggak terhubung dengan Tuhan. 28:37 Iya. 28:38 Maka kita ee membedakan ee jangan mudah 28:41 kita mengambil bahwa ini kan pemikiran 28:43 humanisme, 28:45 Pak. Pemikiran humanisme itu pemikiran 28:47 manusia Barat yang manusianya itu enggak 28:50 ada hubungan dengan Tuhan. 28:51 Heeh. He. 28:52 Ya. Tapi kalau dalam Islam, manusia itu 28:54 terhubung dengan Tuhan. 28:55 Iya. 28:55 Enggak bisa dipisah gitu. Nah, begitulah 28:57 hasilnya ee konsep ee pemikiran Islam 29:00 dengan pemikiran ee filsafat Barat. 29:03 Makanya psikologi dalam Islam dan 29:04 psikologi dalam Barat juga berbeda. 29:06 Beda. Iya. Beda. Itu mereka ya mereka 29:09 memperbaiki manusia 29:11 dengan uji coba yang enggak ada hubungan 29:12 dengan Tuhan. bahkan seperti Freud 29:15 misalkan membuat persepsi ee teori-teori 29:18 yang justru manusia itu adalah merupakan 29:21 ee korban daripada nafsu seksualnya, ada 29:24 insting seksualnya ya, kemudian dan yang 29:26 lainnya. Justru dia mulai dari dari situ 29:29 gitu 29:30 dijadikan nafsu seksual itu ataupun 29:32 insting seksual itu yang bisa mengontrol 29:34 ee manusia. contoh misalkan. Sedangkan 29:38 dalam Islam kan enggak demikian. 29:40 Yang akhirnya filsafat ini kemudian 29:41 melahirkan banyak teori back to teori ee 29:44 ekonomi. Betul Tengku ya. Teori-teori 29:47 yang lain. 29:48 Dasar pemikiran filsafat itu kemudian 29:50 menghasilkan berbagai macam teori dalam 29:52 keilmuan. Nah, makanya ada kan filsafat 29:55 sacientis ee sains. 29:57 Sains itu adalah 29:59 ee sains-sains itu dilahirkan daripada 30:01 ee dasar dasar pemikiran filsafat awal 30:05 gitu. Makanya 30:07 ee kita enggak bisa membenci pelajaran 30:10 filsafat loh. 30:10 Iya. 30:12 Filsafat itu yang membentuk paradigma 30:13 manusia. 30:14 Heeh. 30:15 Orang ee membuat ee sebuah penelitian 30:19 itu juga didasarkan pada sebuah 30:20 paradigma. 30:22 Heeh. Ya, sebuah paradigma. Contoh saya 30:24 katakan ee ada penelitian sains ee 30:29 ilmuwan dari Amerika dengan ilmuwan dari 30:31 Jepang. He 30:32 membuat penelitian mereka meneliti 30:34 tentang kera gitu. 30:35 Iya, 30:35 kera ya. Ilmuan Jepang ya meneliti kera 30:39 itu mereka kelompokkan kera kepada 30:41 keluarga. Bentuk keluarganya ada 30:43 kingdomnya ni keluarga ini, keluarga itu 30:45 kelompokkan. Sedangkan ilmuwan dari 30:47 Amerika mereka kelompokkan sesuai dengan 30:49 e besar kecilnya batok kepalanya. 30:51 [tertawa] 30:52 Jadi ee kera itu dikelompokkan dengan 30:54 batok kepalanya gitu. Itu yang diukur 30:56 beratnya batok kepalanya. Sedangkan 30:58 orang Jepang enggak diukur dengan ini 31:01 dimasukkan pada keluarga keluarga ini, 31:03 keluarga itu, dipilah-pilah yang seperti 31:05 itu. Kok bisa berbeda cara saintis ini 31:08 bekerja? 31:09 Karena paradigma budaya mereka yang 31:11 membentuk. Budaya Jepang itu budaya 31:13 keluarga kan? 31:14 Iya. Iya. 31:15 Ya, budaya keluarga. Dan itu menjadi 31:17 landasan pemikiran mereka dan itu dibawa 31:19 ketika mereka menjadi seorang meneliti 31:21 ee apa seorang seorang seorang ilmuwan 31:24 dalam meneliti sebuah penelitian. 31:27 Orang Amerika ya orang yang 31:29 melihat sesuatu dengan ukuran materi 31:31 gitu berat kemudian ukuran gitu ya 31:35 beratnya berapa gitu. 31:37 Itu kan ukuran materi gitu. Mereka tidak 31:39 punya keluarga. Keluarga itu enggak 31:41 menjadi itu dalam kehidupan mereka tapi 31:43 lebih kepada apa? Angka. Iya. 31:45 Lebih kepada berat gitu ya. Itu kan 31:47 paradigma hidup. 31:49 Nah, begitu. Jadi kalau ada orang 31:51 bilang, "Ih, filsafat itu haram dan yang 31:53 lain." Kamu belum belajar filsafat. 31:55 [tertawa] 31:56 Coba belajar filsafat dulu, ya. Dan 31:58 filsafat itu bukan untuk menyesatkan 32:00 orang. Justru dengan filsafat kita bisa 32:02 membaca paradigma orang siapa aja yang 32:04 berpikir kita paham ke arah pemikirannya 32:06 seperti apa. Dan kalau ada yang salah 32:08 dalam pemikiran kita bisa jawab. 32:10 Iya. Nah, maka alhamdulillah siapa aja 32:12 yang belajar filsafat dengan benar, dia 32:14 enggak takut dengan macam-macam 32:15 pemikiran orang. Aneh-aneh gitu ya. Dia 32:17 bisa tahu asal-usulnya. [tertawa] 32:19 Asal-usulnya dia bisa tahu. 32:22 Ya, akhirnya filsafat itu juga 32:24 melahirkan ideologi ya, 32:26 kapitalisme dan komunisme. 32:29 Heeh. Dan ideologi dan pemikiran itu 32:31 enggak bisa dijawab kecuali dengan 32:32 pemikiran. 32:33 Nah, iya nanti kita 32:35 ee akan bahas lagi setelah jeda tengkuh. 32:38 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 32:39 subhanahu wa taala. Kami akan jeda masih 32:43 dalam e program Bincang Inspiratif edisi 32:47 spesial. Tetaplah bersama kami. 32:50 [musik] 33:03 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 33:04 Subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 33:06 masih bersama kami dalam program Bincang 33:09 Inspiratif edisi spesial. Di hari ini 33:13 kami menghadirkan ee Ustaz Tengku Amri 33:18 eh atau Dr. Tengku Amri Fatmi Abdul 33:21 Aziz, Lc., MA. Lahir di Gampong Ujong, 33:25 Lebat, pedalaman Kecamatan Bandar Baru, 33:28 Kabupaten Pidijaya, Aceh, 21 Oktober 33:32 tahun 33:34 2. Beliau menempuh pendidikan di Mesir 33:37 dan dikenal atas perjuangannya dalam 33:39 menuntut ilmu di sana dan meraih gelar 33:42 sarjana, Lsi, magister, MA, dan doktor. 33:47 Baik. Ee Tengku tadi kita ee terakhir 33:50 tentang masalah pemikiran. tadi saya ee 33:53 sudah menyinggung di awal itu adalah 33:55 bahwa filsafat kemudian banyak 33:57 melahirkan teori-teori baik itu teori 33:59 ekonomi kemudian teori ee pemikiran 34:03 seperti yang paling atas adalah ee 34:05 ideologi baik itu kapitalis 34:08 kapitalisme sosialisme yang melahirkan 34:12 ee komunisme. Nah, ini bagaimana 34:14 pendapat Tengku tentang hal ini? 34:16 Ya, ee kita tahu bahwa di masyarakat 34:20 yang dia tidak memiliki dasar pemikiran 34:23 ee apa namanya? pegangan pemikiran dalam 34:26 hidup 34:26 heeh 34:27 yang ee sesuai dengan budaya mereka, 34:30 maka mereka akan ee mencari landasan ee 34:35 kehidupan 34:36 baik dalam bernegara ataupun dalam hidup 34:39 bermasyarakat. 34:40 Heeh. Maka munculnya ideologi ideologi 34:43 ya. 34:44 Iya. 34:44 Ee itu kan abad ee apa namanya istilah 34:48 ideologi itu dipopulerkan kemudian 34:50 sekitar pada abad modern. 34:53 Iya. 34:53 Ya. Abad modern yaitu sekitar abad 17 34:56 gitu ya. 34:56 Lahirnya di barat gitu. 34:58 Heeh. 34:58 Pada saat itu orang Barat sudah mulai 35:00 meninggalkan agamanya. 35:02 Iya. 35:02 Oke. Jadi ee apa landasan mereka hidup 35:06 bernegara? Ideologi apa yang akan mereka 35:08 pakai? H 35:09 ya kan harus ada landasan dong membuat 35:11 sebuah negara, kerajaan dan yang lain. 35:13 Pada saat agama mereka sudah mereka 35:15 tinggalkan, enggak dijadikan sebagai 35:17 referensi hidup, maka akan mencari 35:19 referensi lain 35:20 ya berupa pemikiran. Pemikiran dari 35:22 mana? Pemikiran dari dibuat oleh manusia 35:24 itu sendiri, oleh para 35:25 filosof-filosofnya, ya. Maka mereka 35:28 mulailah ee merujuk ya dalam hidup 35:31 mereka kepada pendapat-pendapat para 35:32 filosuf. Karena pendapat daripada 35:35 pendeta enggak didengar lagi, daripada 35:37 agama sudah enggak didengar lagi. Maka 35:39 orangnya membuat produk pemikiran baru 35:42 yang kemudian disebut dengan istilah 35:44 ideologi. Ideologi itu adalah istilah 35:47 baru 35:48 yang menjadi referensi referensi 35:50 pemikiran dalam sebuah negara. 35:52 H 35:53 ya. Nah, itulah sebabnya karena apa? 35:55 Agama sudah tidak ada lagi gitu. 35:56 Sedangkan kita kita enggak bisa 35:58 mengatakan Islam itu ideologi Islam kan 36:00 enggak. 36:01 Islam itu agama loh. Iya. Maka kita 36:04 perlu ideologi enggak pada dasarnya ya 36:07 kita enggak perlu ideologi. Kita perlu 36:09 kepada memang langsung kita punya 36:10 landasan kehidupan yang jelas, 36:13 referensi yang semua kita terima gitu. 36:15 Mereka perlu kepada ideologi sebagai 36:17 pijakan dalam hidup ya yang bisa diakui 36:21 bersama yang dibuat oleh manusia karena 36:24 agama mereka sudah tidak ada. Kita punya 36:26 agama Islam. Islam ini referensinya 36:29 Quran, sunah, para ulama, ijma, para 36:31 ijma, para ulama dan juga qias itu semua 36:34 diakui oleh semua penganut agama Islam, 36:37 kan. 36:38 Iya, betul. 36:38 Ya, jadi kita sudah punya pijakan kita 36:40 kita enggak perlu kepada ideologi gitu. 36:42 Heeh. 36:43 Nah, gitu. 36:44 H 36:44 maka tidak ada istilah ideologi di dalam 36:47 di dalam dalam di dalam kehidupan ee 36:49 sejarah Islam gitu. 36:51 Nah, karena kita langsung merujuk kepada 36:53 wahyu Allah, Al-Qur'an dan sunah itu 36:55 menjadi pijakan dalam hidup kita. baik 36:56 bernegara ataupun dalam 36:58 dalam hidup bermasyarakat. 37:00 Nah, itulah beda antara antara ya 37:04 sejarah Barat dengan sejarah 37:06 Islam gitu. 37:07 Lalu bagaimana dengan class of 37:08 civilization? Eh, Tengku 37:10 class of civilization itu hanya 37:12 Utruharu. UTruha itu berupa sebuah 37:14 lontaran pemikiran ya dari seorang 37:16 pemikir dalam dia mempersepsikan ee 37:19 perbedaan antara ee budaya timur dan 37:22 budaya barat. H 37:24 Samuel Huttington yang dia membuat teori 37:27 class of civilization ini, ini kan eh 37:30 paradigma Barat juga yang mereka melihat 37:32 adanya perbedaan cara berpikir orang 37:35 Barat, 37:36 produk budaya orang Barat dengan cara 37:38 berpikir orang Timur. Produk budaya 37:39 orang Timur itu nampak beda. Ketika 37:41 beda, apa yang terjadi? Terjadi ee apa 37:44 namanya? 37:45 Ee menurut dia berbentur. 37:47 Heeh. 37:48 Kalau menurut kita enggak berbentur, 37:49 tapi litaarfu 37:51 saling mengenal. Saling mengenal. 37:53 Perbedaan ini saling mengenal kan. 37:55 Heeh. 37:56 Kita punya paradigma yang berbeda. 37:58 Ajaran kita mengatakan bahwa suubah 38:00 waqaba itu litaarfu. 38:02 Sedangkan mereka enggak liqatalu 38:05 gitu untuk saling clash gitu ya. Saling 38:08 memusnahkan satu sama lain. Nah, ini 38:10 paradigma Barat loh 38:12 yang dibangun daripada dasar pemikiran 38:14 filsafat mereka bahwa ee apa kehidupan 38:18 itu hanya untuk yang kuat. Makanya 38:19 Darwinisme itu kan muncul dengan dengan 38:23 menegaskan kehidupan itu hanya bagi yang 38:24 kuat. Yang sedangkan yang kuat itu akan 38:27 mati, akan hancur, 38:29 binasa. 38:30 Itulah muncul film Tom M. Jerry misalkan 38:33 ya. Selalu clash satu sama lain, enggak 38:35 pernah damai. 38:36 Kalau damai berarti habis filmnya ya. 38:38 Tapi kalau terus clash maka terus hidup. 38:40 Itu paradigma barat loh ya. Kenapa 38:42 enggak enggak dikatakan jangan clash 38:44 dong, harmoni dong. 38:45 Iya 38:46 ya. Makanya banyak perang di mana-mana 38:49 Tengku. 38:49 Iya, banyak perang di mana-mana. Kita 38:50 enggak mau terima itu pemikiran itu. 38:53 Maka sebenarnya sekarang saatnya 38:55 muslim-muslim para ulama-ulama muslim, 38:57 pemikir-pemikir muslim untuk memberikan 38:59 ee apa namanya? Teori-teori yang sesuai 39:02 dengan filsafat kita sendiri, dengan 39:04 dasar pemikiran kita sendiri. 39:05 Perkenalkan kepada dunia bahwa ternyata 39:08 hasil produk budaya Barat ini dan 39:10 pemikiran Barat ini telah banyak 39:11 menghancurkan kehidupan manusia hari ini 39:13 dan membuat tidak damai dunia gitu. 39:15 Heeh. Heeh. 39:16 Yuk, kita orang-orang muslim yang punya 39:18 dasar pemikiran wahyu Allah, ayo 39:21 lontarkan pemikiran-pemikiran yang 39:23 sesuai dengan ee pijakan kita sendiri. 39:26 Nah, ee Tengku sebagai ulama di mana 39:31 antum berdakwah hingga ke Eropa, baik 39:33 itu ke Jerman, Denmark, dan juga Amerika 39:35 Serikat. Apa perbedaan mendasar dalam 39:38 menyampaikan materi dakwah kepada 39:39 diaspora muslim di sana dibandingkan 39:41 dengan di Aceh? 39:43 Iya. 39:44 Ee alhamdulillah ee kami pergi diundang 39:48 ke Eropa ke beberapa ee ee negara sejak 39:52 kami masih ee menempuh ee S3 ya di 39:56 Al-Azhar. Nah, jadi ee ada tantangan ya 40:01 ee dan ini ee undangan ke sana menjadi 40:03 sebenarnya saya lebih banyak belajar sih 40:05 ya. Saya banyak belajar melihat 40:07 bagaimana tantangan kehidupan 40:08 orang-orang muslim di Eropa, begitu juga 40:10 di Amerika dan juga di Kanada. 40:13 kami sambilan juga banyak belajar. Nah, 40:16 yang kita dapatkan bahwa saudara-saudara 40:18 kita yang tinggal di sana kan sebagai 40:19 minoritas ya. 40:20 Iya. 40:21 Di negara yang minoritas. Nah, masalah 40:23 mereka di sana beda dengan masalah yang 40:25 kita hadapi di sini. Kita di sini 40:26 mayoritas dan kita hidup dalam sebuah 40:29 budaya yang lebih kurang Islam itu 40:32 membentuk budaya ini. 40:33 Iya. Sedangkan mereka hidup di budaya 40:35 yang sekuler ya, bahwa ee budaya di sana 40:40 ee di mana-mana enggak sesuai dengan 40:42 banyak ya banyak enggak sesuai dengan 40:44 Islam. Di mana pun ada juga yang sesuai 40:46 dengan Islam banyak yang kelihatan 40:48 enggak sesuai dengan Islam. Nah, 40:50 tantangan kita dalam berdakwah di sana 40:52 adalah bagaimana kita menekankan dan 40:55 juga menjadikan saudara-saudara kita 40:57 yang beriman di sana itu bangga dengan 40:59 identitas keislaman mereka. Hm. 41:01 Itu yang paling penting khususnya bagi 41:02 anak-anak. 41:03 Heeh. 41:04 Bagi anak-anak ya, bagaimana mereka 41:06 bangga menjadi seorang muslim dan mereka 41:08 punya alasan why I am Muslim. Kenapa 41:11 saya ini seorang muslim? 41:13 He. 41:13 Kenapa saya enggak harus sama dengan 41:14 mereka? 41:15 Itu adalah tantangan dihadapi oleh 41:17 keluarga di sana dan juga dai-dai di 41:20 sana. Meneguhkan identitas keislaman di 41:24 di tengah kehidupan yang seperti itu. 41:27 Nah, ini ini tantangan dakwahnya. Maka 41:30 dakwah di sana harus sifatnya dialogis. 41:32 Iya. 41:33 Diskusi, keterbukaan. Jadi kita ada 41:37 dialog keterbukaan. Jadi mereka mesti 41:40 menanyakan hal-hal yang ee menurut 41:42 mereka ini perlu mereka tanyakan. Ee 41:45 kita berdakwah di sana lebih ke arah 41:47 situ. Nah, sedangkan di kita ini di 41:50 tempat kita mungkin secara budaya ini 41:52 identitas kita sudah terbentuk. ya 41:54 tinggal kita mempertegas ataupun ee 41:58 membuat ee orang lebih bersemangat 42:00 dengan menjalankan Islamnya. Ya, dakwah 42:02 kita di sini lebih banyak lebih 42:04 menyemangatkan saudara-saudara kita 42:06 dalam mengamalkan Islamnya. 42:08 Nah, bagaimana Islam itu betul-betul ee 42:12 menjadi ee titik dorong dalam hidup 42:16 mereka dan memperbaiki hidup mereka. 42:18 Kalau di sana bagaimana Islam itu mereka 42:20 bangga menjadi seorang muslim, bertahan 42:22 menjadi seorang muslim yang baik gitu 42:24 di di tengah ee kehidupan yang sampai 42:27 serba western gitu. 42:28 I tapi kan isu islamfobia di 42:30 negara-negara berat itu juga cukup 42:32 kencang. 42:33 Bagaimana ee 42:35 ee kasus Al-Qur'an dibakar misalnya 42:37 sebagai bentuk protes terhadap muslim di 42:39 sana. Walaupun muslim di sana tidak 42:40 melakukan hal yang serupa dengan 42:42 membakar ee kitab suci agama lain, tapi 42:44 melakukan dialogis itu. Ya. 42:45 Betul. Iya. Jadi melakukan dialog dan 42:48 Islamopobia itu adalah lebih kepada 42:49 langkah politik ataupun ya isu politis 42:52 nih sebenarnya ya isu 42:53 lebih ke politis ya 42:54 ya lebih ke politis jadi mereka ee takut 42:57 terhadap Islam ya 42:58 berkembangnya Islam 42:59 ee berkembangnya Islam lebih kepada 43:01 politis kita katakan ya 43:03 jadi ee itu ada kemauan politiknya sih 43:07 di belakang itu dengan memunculkan 43:09 islamofobia itu. Makanya kan 43:12 aliran-aliran kanan di Barat itu mulai 43:15 kuat sekarang. Karena apa ya? Mereka ee 43:18 bahan mereka apa gitu? Bahan mereka yang 43:20 dengan membenci Islam gitu. Mengajak 43:21 orang banyak membenci Islam ya demi 43:24 mereka terpilih naik gitu 43:26 ya. Jadi lebih kepada isu politis 43:27 sebenarnya. 43:28 Di tengah isu islamfobia yang ada di 43:30 sana. Kemudian kita melihat bagaimana ee 43:32 Palestina 43:34 bergejollek ya Gaza terutama. Kita tahu 43:37 ketika Islamobia di sana ee cukup 43:39 berkembang dan Palestina bergejolak, 43:42 tapi ee nonmuslim di sana yang memang 43:45 nonmuslim justru malah membela 43:47 saudara-saudara saudara-saudaranya yang 43:48 ada di Gaza. Ini bagaimana pendapatku? 43:51 Nonmuslim, orang-orang non muslim 43:52 membela membela ee 43:54 iya membela menyuarakan tentang 43:55 ketidakadilan yang terjadi di Gaza. 43:57 Betul. Iya. Jadi itulah dia saya katakan 44:00 tadi bahwa Islamofobia itu lebih kepada 44:02 sebenarnya adalah isu politis ya. 44:05 Kalau isu kemanusiaannya kalau kembali 44:08 kepada asalnya orang Barat itu ya 44:11 ketika melihat kondisi saudara kita di 44:14 Gaza yang seperti itu, ini kan sudah 44:16 masuk isu manusia yang mereka pahami. 44:19 Hm. 44:19 Ya, isu manusia bukan lagi masa isu 44:21 agama dan dan yang lainnya. Ini isu 44:24 ketidakadilan loh yang semua manusia 44:26 bisa memahami tidak adil. 44:28 Iya. 44:28 Enggak perlu diajarkan masalah adil 44:30 bagaimana, tidak adil bagaimana. Enggak 44:32 perlu mata kuliah tuh 44:33 ya. semua orang ini adalah fitrah 44:35 diciptakan oleh Allah Subhanahu wa 44:36 taala. Jadi bagaimana geneside yang 44:39 terjadi kemudian pembantaian itu ya 44:42 halaqes boleh juga misalkan terhadap 44:44 orang Gaza itu yang yang terjadi itu 44:46 siapa aja dengan mudah melihat sekarang 44:49 makanya ketika saya di Calgeri di Kanada 44:53 setiap hari Minggu saya ikut ikutan 44:55 serta untuk berdemo ya demonstrasi ya 44:58 ee hari Minggu yang ikut demon itu 45:01 macam-macam orangnya ya. 45:03 [tertawa] 45:03 Oh, 45:03 orang ateisah, orang macam-macam gitu 45:05 ya. 45:06 Ya, bukan orang yang beragama ya, orang 45:08 nonmuslim, kemudian ateis. Nah, siapa 45:11 gitu ya, pakaiannya macam-macam tapi 45:13 semua menyuarakan apa? Free, free 45:15 Palestine gitu ya. Ya, free Gaza ya, 45:17 free genocide. Jadi enggak boleh ada 45:20 begitu ya. Kita berbaur dengan itu 45:22 karena apa? Ini bukan isu agama bagi 45:24 mereka paham lebih kepada ya ini adalah 45:26 suatu yang manusiawi. Tidak manusiawi 45:28 terjadi di Gaza gitu. 45:30 Nah, tidak menawi terjadi di di Gaza. 45:33 Maka kita apresiasi juga ketika ee 45:36 Palestine ini dipahami oleh dunia 45:38 sekarang adalah sebagai itu ini adalah 45:40 problem. 45:42 Heeh. 45:42 Di mana ee membela Palestina sama dengan 45:44 membela manusia itu sendiri. 45:46 Heeh. Heeh. 45:46 Orang yang berkhianat tidak membela 45:48 Palestina sama dengan berkhianat 45:49 terhadap kemanusiaan itu sendiri. Begitu 45:51 sekarang dipahami oleh orang Barat. 45:54 H. Nah, Tengku, dalam konteks kebangsaan 45:57 bagaimana ee Ustaz Tengku ee ee 46:01 pandangan Ustaz Tengku mengenai peran 46:03 sentral ulama dalam menjaga harmoni dan 46:06 moderasi beragama di Indonesia yang 46:08 multikultural? 46:10 Ya, alhamdulillah Indonesia menjadi 46:12 salah satu laboratorium besar ya di abad 46:16 modern ini. Bagaimana Islam itu bisa 46:19 berkembang dalam sebuah negara dan 46:21 Indonesia ini menjadi the big Islamic 46:23 country in the world. Ya, jadi kita 46:26 pergi keluar menjadi bangga kalau 46:28 seandainya kita adalah ee muslim yang ee 46:32 negara yang muslimin terbanyak di dunia 46:34 ya. kita tidak tahu 20 50 tahun yang 46:36 akan datang apakah masih kita atau 46:38 mungkin sudahudah sudah negara lain ya. 46:40 Nah, jadi Islam ee peran ulama ya ee 46:44 kita sangat berterima kasih kepada ulama 46:46 kita terbentuknya negara ee Indonesia 46:49 ini kan akibat daripada ulama-ulama kita 46:52 dulu ya. 46:52 Iya. yang mereka setuju ya berbagai 46:55 masa, berbagai macam kabilah, suku-suku 46:58 dan ini yang berbeda itu semua menyatu 47:01 demi untuk terwujudnya neg sebuah negara 47:05 yang adil ya, negara yang mengayomi 47:07 semuanya. Nah, maka kita ee sangat ee 47:11 sangat ee berterima kasih kepada ulama 47:13 kita yang mengajarkan kita sampai hari 47:16 ini ee selaku seorang muslim yang kita 47:18 bisa hidup dengan siapa aja ya. 47:21 Sesungguhnya siapa aja orang-orang yang 47:23 nonmuslim sekalipun yang mereka hidup 47:25 dengan kita, tidak memerangi kita, tidak 47:26 memusuhi kita, maka disuruhlah oleh 47:29 Allah antarabaruhum wa tuqsitu ilaihim. 47:31 Ya, supaya kita berbuat baik kepada 47:33 mereka dan berbuat adil terhadap mereka. 47:36 Itu kan ee amanah dalam Al-Qur'an ya. Ya 47:40 Allah tidak melarang untuk hidup bersama 47:42 orang-orang yang tidak membenci kita, 47:43 tidak memerangi kita untuk berbuat adil 47:45 dan berbuat baik kepada mereka. Maka 47:48 pemahaman Islam yang wasati seperti ini 47:51 ee yang dibawakan oleh ulama-ulama kita 47:55 semoga terus bisa kita lestarikan, kita 47:57 terus mendapatkan ulama-ulama yang terus 47:59 ee mengajarkan Islam yang wasatan 48:01 seperti ini. 48:02 Heeh. 48:03 Ya. Ee Islam yang kalau dikatakan 48:06 moderat terserahlah, tapi saya lebih 48:08 memakai kata-kata wasat ya. 48:10 Ee wakadalika ja'alnakum ummatan wasat 48:14 ya. Wasata itu litakuna syuhada. Jadi ee 48:18 lebih kepada wasatiah, pertengahan 48:21 ya. 48:21 Nah, jadi kita pakai wasat aja ya. Nah, 48:24 kita enggak pakai moderasi ya. Moderat 48:26 itu lebih kepada 48:28 bahasa 48:29 bahasa di luar daripada 48:31 he 48:32 budaya kita dan literasi kita. 48:34 Ee kita punya bahasa Quran namanya 48:36 wasatan ya gitu ya. 48:38 Lebih wasati begitu. Eh ee Ustaz Tengku, 48:42 bagaimana Ustaz Tengku bisa ee 48:45 mendekatkan dakwah dengan gaya Ustaz 48:47 Tengku ke anak-anak muda? Misalnya 48:49 kita tahu kan bahwa Genzi ini orangnya 48:53 rada-rada kritis nih, Pak Ustaz Tangku. 48:55 Dan dia sendiri tidak bisa melihat gaya 49:00 dakwah itu hanya teori. 49:02 Betul. 49:03 He 49:03 perlu adanya ee semacam contoh gitu ya. 49:07 perlu adanya semacam sebuah ee apa 49:11 namanya? sejarah yang oh mereka tahu 49:13 seperti ini. Jadi mereka tuh lebih 49:15 tertarik kepada Islam. Karena Gensi ini 49:17 kan kalau buat bicara masalah keislaman 49:19 juga mereka agak sedikit kurang. Nah, 49:22 ini bagaimana cara Tengku menyiasati hal 49:24 ini Tengku? 49:24 Iya. Ya. Ee alhamdulillah saya berpikir 49:28 bahwa ee 49:30 kita perlu ee dalam masalah dakwah ya. 49:33 Iya. 49:34 Kita perlu para mujtahid-mujtahid dakwah 49:36 ya. Iya. 49:37 Saya katakan mujtahid dalam tanda kutip 49:38 ya, orang-orang yang ee mampu berkreasi 49:41 membawa dakwah Islam ini sesuai dengan 49:43 masa, sesuai dengan lingkungan yang 49:45 dihadapi, ya sesuai dengan orang-orang 49:47 yang membutuhkan Islam ini. 49:49 Maka kita selaku dai, siapapun yang dia 49:51 bekerja di lahan dakwah, di ladang 49:53 dakwah harus memahami siapa yang diajak. 49:57 Ya, sekarang kalau Genzi katanya lebih 49:59 berbeda dengan gen milenial dan yang 50:01 lain, maka sekarang kita harus paham 50:03 dulu kebutuhan orang-orang Gen Z ini apa 50:05 sih ya, masalah yang mereka hadapi apa 50:07 sih? 50:08 Lalu ketika kita paham masalah mereka, 50:11 kebutuhan mereka apa, lalu kemudian 50:13 Islam ini kita tawarkan sebagai solusi 50:15 hidup mereka 50:16 dengan cara yang mereka mudah untuk 50:19 memahaminya. Nah, maka mereka ingin 50:21 dipahami dulu loh sebelum kita 50:24 memahamkan. 50:25 Heeh. 50:26 Pahami mereka, lihat kebutuhannya. 50:28 Sehingga ketika kita tawarkan Islam 50:30 sebagai solusi bagi hidup e mereka, 50:33 mereka mendapatkan Islam ini related 50:35 dalam hidup mereka. Ya, kita tidak mau 50:38 berteori sehingga mereka melihat bahwa 50:40 jauh panggang daripada api, gitu. 50:42 Iya, 50:42 ya. Jadi, ini sudah terbakar 50:45 panggangnya, udah masih di mana gitu ya. 50:47 [tertawa] Dia sudah terbakar gitu. 50:50 Nah, jadi hidup mereka seperti ini, 50:52 sedangkan Islam, narasi keislaman yang 50:55 kita bawa dalam dakwah kita itu enggak 50:57 enggak ada hubungan dengan hidup mereka. 50:59 Nah, inilah sebenarnya di sini di sini 51:01 kreativitas dakwah itu perlu kita 51:03 bentuk. Nah, ee di ee anak muda 51:07 khususnya di anak muda ya ini usaha 51:10 berdakwah anak muda itu adalah berdakwah 51:12 untuk masa depan. 51:14 Iya, maaf cakap ya. Sedangkan untuk yang 51:17 bukan anak muda hanya untuk pertahankan 51:19 iman aja nah [tertawa] 51:21 ini disirami aja imannya supaya 51:24 husnul khatimah gitu ya. 51:25 Tapi kalau anak muda nih ya kita sedang 51:28 berjibaku untuk Islam di masa yang akan 51:30 datang. Maka upaya berdakwah di kalangan 51:33 anak muda ini upaya harus lebih besar. 51:37 harus lebih banyak, harus lebih menguras 51:39 energi, harus lebih lebih kuat kita 51:42 berdakwah di sana dan harus lebih 51:44 kreatif, harus lebih cerdas. 51:47 Iya. 51:47 Maaf cakap kalau bukan anak muda, sayaak 51:49 enggak katakan orang tua ya, yang bukan 51:51 anak muda kan gaya berpikirnya sudah 51:53 stabil ya. Udah enggak ada robah-rubah 51:55 lagi nih, enggak ada rombak-rombak lagi. 51:57 Ya udah begini darahnya tidak tidak 51:58 mendidih darahnya lagi udah enggak perlu 52:00 rombak-rombak lagi. Udah gitu aja gitu 52:02 udah kita siramin aja gitu di pupu aja 52:04 sudah selesai. Tapi kalau anak muda 52:06 enggak, dia bisa berubah ya. Ah, ini kan 52:12 lahan ini di Medan ini itu perlu banyak 52:15 kreator-kreator di sini yang berdakw 52:17 yang yang berini. Maka siapa aja yang 52:19 berjalan di dakwah di kalangan anak muda 52:22 mohon di-support, mohon didukung oleh 52:25 siapa saja. Kita sangat krusial demi 52:27 Islam di masa yang akan datang. berhasil 52:30 kita berdakwah untuk anak muda ee pada 52:32 tahun ini dalam masa ini. Maka 40 tahun 52:36 50 tahun Islam ee ke depan kita akan 52:38 aman. 52:40 Islam ke depan akan aman karena apa? 52:41 Inilah mereka nantinya 52:43 Iya. 52:43 menyongsong Indonesia emas 2004. 52:45 Menyong Indonesia emas ya. Tapi ada 52:47 tantangan T sendiri ee Ustaz Tengku. 52:49 Saya melihat begini. ketika anak muda 52:50 mulai fokus kepada agama 52:53 ee kadang-kadang sebagai karena saya 52:56 dulu pramuda 52:58 ee 52:58 dan sekarang masih muda kok. sekarang 53:00 masih muda. [tertawa] 53:02 Tidak tidak sedikit yang kemudian ketika 53:04 mereka fokus malah dicab sebagai 53:06 radikalisme, ekstremisme. Bahkan menurut 53:10 ee BNPT sendiri kemarin ada beritanya 53:13 itu disebutkan ratusan siswa terpapar ee 53:17 terorisme secara online. Nah, ini 53:19 bagaimana Tengku? Kita sebagai pendakwah 53:21 ingin anak muda itu mereka punya jiwa 53:24 untuk itu. Tapi jangan sampai karena 53:26 banyak orang yang akhirnya memanfaatkan 53:28 semangat anak muda itu, semangat ee 53:31 keberagaman itu yang kemudian secara 53:34 tidak sadar anak muda ini tergiring pada 53:36 terorisme itu sendiri, ekstremisme itu 53:38 sendiri, radikalisme itu sendiri. 53:40 Ya, terserah pada istilah terorisme, 53:42 radikalisme, dan ekstremisme ya yang 53:45 dipakai yang perlu kepada teori, kepada 53:47 definisi. 53:48 Iya. Ya, jadi kalau bicara secara 53:50 pemikiran kita harus mendefinisikan itu 53:51 semua dulu sebelum melabelkan kepada 53:53 orang. I tapi terserah saya tanpa kita 53:56 masuk kepada mendefinisikan itu, 53:58 semangat anak muda untuk belajar agama 54:01 itu satu hal yang bagus. Buat narasi 54:04 keagamaan di kalangan anak muda sekarang 54:06 muncul loh bagus. Nah, sekarang tugas 54:08 kita 54:09 untuk menyediakan akses yang mudah bagi 54:12 mereka terhadap pemahaman agama yang 54:15 benar, yang baik. Hm. 54:17 Kalau misalkan negara khawatir dengan 54:19 semangat anak muda seperti ini, 54:22 terjerumus kepada hal yang tidak yang 54:23 tidak diinginkan, maka negara harus 54:25 memfasilitasi 54:27 ya akses yang mudah bagi anak muda untuk 54:30 mendapatkan 54:31 iya 54:32 pemahaman agama yang benar dan baik. 54:34 Maka di mana ada institusi-institusi 54:36 keagamaan yang benar dan baik disokong 54:39 ya disokong supaya anak muda bisa 54:41 mendapatkan pemahaman agama yang baik. 54:43 Figur-figur yang mampu membawakan agama 54:46 Islam yang baik menjadi contoh bagi anak 54:48 muda itu mesti diberikan akses yang baik 54:50 juga. 54:50 Iya. 54:51 Sehingga anak muda enggak perlu harus 54:53 mencari. Kenapa? Sudah ada kok, sudah 54:54 dapat, enggak perlu cari-cari yang lain. 54:56 He 54:57 yang mereka enggak perlu trial dan error 54:59 sudah dihidangkan gitu. 55:00 Iya. I 55:00 pada saat mereka harus mencari ee Islam 55:03 sesuai dengan kebutuhan mereka, makanya 55:05 mereka bisa tergelincir. 55:06 Kita mau anak muda kita mengakses Islam 55:10 ini sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa 55:12 mereka harus mencari. Sediakanlah. 55:15 Ahah. Ini kan jadi tugas negara. 55:17 Iya. 55:18 Tugas negara. Tugas kita bersama. 55:20 Heeh. 55:21 Nah, ya. Tugas kita bersama. Tapi pada 55:23 saat mereka mendapatkan Islam enggak 55:25 sesuai dengan kebutuhan mereka, ya 55:27 mereka cari yang lain loh. 55:28 Iya. di situ mereka kan bisa ya bisa 55:30 saja tergelincir, salah paham gitu. 55:33 Heeh. 55:34 Nah, 55:34 karena anak muda ini tantangannya besar, 55:36 rasa ingin tahunya besar juga. 55:39 Ada judul di depan mereka ini kan juga 55:42 enggak main-main. Kemudian ada game 55:43 online yang yang 55:46 bisa menghabiskan banyak waktu. Karena 55:47 itulah mungkin ee saya juga ingin 55:49 bertanya kepada Ustaz Tengku Amri, 55:52 seberapa penting penggunaan platform 55:54 media sosial? Karena kita tahu anak muda 55:56 agensi ini enggak bisa lepas tuh dari 55:58 namanya media sosial, baik itu 55:59 Instagram, TikTok, Twitter dan segala 56:02 macam. Bagi dakwah Ustaz Tengku sendiri 56:04 dan mungkin bagi para dai-di yang ada 56:06 saat ini. 56:07 Iya ee ya dunia media sosial adalah 56:10 dunia media saat ini ya. Sebagaimana 56:12 masa dulu kita dunia internet ya, 56:13 [tertawa] 56:14 dunia internet sebelumnya ada dunia 56:16 komputer ya kan itu sesuai dengan 56:18 teknologi dan ee masanya gitu 56:21 ya. kita memakai ee platform media 56:24 sosial itu adalah untuk menyampaikan ee 56:27 mendekatkan Islam ini kepada ruang-ruang 56:31 baca dan ruang penglihatan anak muda 56:33 kita. 56:34 Pada saat mereka sering sering melihat 56:36 ee apa namanya ee media sosial, maka 56:40 kita ingin media sosial itu berbicara 56:42 juga dengan mereka konten-konten yang 56:44 berbicara tentang mereka yang 56:45 mendekatkan Islam kepada pemahaman 56:47 mereka. Nah, ini hanyalah wasilah saja 56:50 dan bisa saja wasilah ini nanti ee 56:52 berubah kan media sosial itu 56:54 ditinggalkan muncul 56:55 yang lain. 56:56 Iya. 56:57 Ya, muncul yang lain yang kita belum 56:58 tahu lagi apa gitu ya. Kalau dulu 57:00 televisi kita kan 57:01 televisi gitu sekarang televisi mulai 57:03 ditinggalkan media sosial lebih ini 57:05 televisi banyak yang ulama-ulama kita 57:07 atau pendai-pendai kita masuk televisi 57:09 untuk apa namanya mukhatabah dengan 57:12 dengan 57:13 ee mad'u gitu kan. Ah, sekarang juga 57:16 begitu. Kelihat enggak banyak mereka 57:18 lihat televisi, mereka banyak melihat 57:20 platform media sosial. Yuk, kita 57:21 mukhatabah kepada mereka juga melalui 57:24 platform ee media sosial seperti 57:26 Facebook. Berbeda dengan IG, berbeda 57:29 dengan TikTok ya. Facebook orang 57:31 sekarang untuk orang-orang tua, 57:33 IG tengah-tengah. Yang lebih mudah lagi 57:37 TikTok. Nah, jadi platform itu juga 57:38 membedakan ee jenjang umur dan juga 57:41 pemikiran orang gitu ya. Masuk ke TikTok 57:43 lain caranya, masuk ke IG lain caranya, 57:45 masuk ke ke Facebook juga lain caranya. 57:47 Kalau Ustaz Tengku di mana 57:49 ya? Ketiga-tiganya ada ketiga-tiganya 57:52 ada ya. Facebook-nya ada ya, IG-nya ada, 57:54 [tertawa] YouTube-nya juga ada ya. 57:57 Nama channelnya apa, Ustaz? 57:59 Ya, kalau YouTube Amri Fatmi Official. 58:01 Heeh. 58:01 Ya, kalau di IG saya adalah ee Ustaz 58:04 Amri Fatmi. 58:06 TikTok 58:07 ya? TikTok ee ya Ustaz Amri Fatmi atau 58:10 Amri Fatmi. 58:10 Eh kalau Facebook, 58:12 kalau Facebook Tengku Amri Fatmi. 58:15 Masyaallah [tertawa] 58:16 semuanya 58:17 followernya sudah banyak berarti dong. 58:18 Ee saya ya saya pun belum menghitung 58:21 berapa jumlah follower [tertawa] karena 58:22 bagi saya follower tidak penting. Yang 58:23 penting adalah sayaampai menyampaikan 58:26 kebenaran atau apa yang sanggup saya 58:27 sampaikan. 58:28 Jadi dakwah Satengku bisa menjangkau ke 58:30 mana saja. Artinya di dunia maya iya di 58:32 dunia nyata juga oke gitu deh. 58:35 Iya semampu kita. Iya. Iya. Semoga Allah 58:37 memberikan kekuatan. 58:38 Perbedaan dunia dakwah di Aceh dan di 58:40 Jakarta itu apa, Ustaz? 58:44 Perbedaan di Aceh dengan di Jakarta? Ya. 58:46 Ya. Ada ada perbedaannya. Yang pertama 58:50 bahwa itu di Aceh, ini di Jakarta. 58:53 [tertawa] 58:54 Itu bedanya pertama. 58:55 Kemudian Aceh kita punya nuansa 58:59 syariatnya itu memang ada dalam pikiran 59:02 dan juga ada terlihat di dalam alam 59:04 nyata. Walaupun enggak enggak enggak apa 59:07 namanya enggak 100% ya. He. 59:09 Bahwa kita mengatakan bahwa kita bangga 59:11 selaku orang muslim ee negeri yang 59:13 bersyariat, daerah yang bersyariat, kita 59:15 harus hidup sesuai dengan Islam 59:16 itu diamini oleh semua orang dan semua 59:18 mereka terima. 59:20 Tapi kalau kita di Jakarta kan enggak. 59:22 Oh kenapa ya kita dapatkan dalam satu 59:25 warung saja di satu tempat itu orang 59:27 yang berbeda-beda, pakaian yang 59:29 berbeda-beda. 59:30 Ee kalaupun dia seorang muslim kadang 59:32 nampak nampaknya enggak muslim. Kalau di 59:34 Aceh yang kalau enggak pakai jilbab kita 59:37 hampir bisa dipastikan itu itulah 59:39 nonmuslim. 59:40 Tapi kalau di sini 59:41 iya tidak bisa dibedakan enggak bisa 59:43 dibedakan ya. Kemudian kaji lebih kepada 59:46 metropolitan. Kemudian di sini banyak 59:48 sekali orang ya. Artinya bahwa kita 59:51 tinggal di sini ee apa namanya ee sangat 59:55 banyak orang dan beruntungnya muslim di 59:58 sini juga geliat agama di sini dengan 1:00:01 guru-guru kita ee apa namanya 1:00:03 ulama-ulama kita juga dengan jumlah 1:00:05 orang yang banyak begini juga narasi 1:00:08 keagamaan itu muncul dengan baik ya 1:00:10 bahwa di sini ya 1:00:12 orang ee ingin mencari ee masalah hidup 1:00:17 mereka terselesaikan oleh agama gitu. 1:00:21 Islam itu ingin mereka pahami sebagai 1:00:25 solusi daripada masalah hidup mereka. 1:00:27 Heeh. 1:00:28 Saya pikir itu adalah sebuah garis besar 1:00:30 yang harus di ee menurut saya ya yang 1:00:32 harus kita pahami ketika mendakwahkan 1:00:35 Islam di 1:00:36 di Jakarta atau dan dan sekitarnya lah 1:00:39 gitu. Di kota-kota besar ya. 1:00:41 Kalau di Aceh kan kota kecil ya. 1:00:42 Iya. Iya. 1:00:43 Kota kecil yang enggak nampak majemuk 1:00:45 dia. Kalau di sini kan lebih majmuk 1:00:46 gitu. Maka tantangan kehidupan yang 1:00:49 stres yang tinggi di sini ya. Kemudian 1:00:52 ya ee hidup yang sangat tertekan kita di 1:00:56 sini ya. Nah, ini ini kan membutuhkan 1:00:58 oase Islam. Islam yang lebih 1:01:01 mendamaikan, menyejukkan hati sesuai 1:01:04 dengan kebutuhan ee mereka gitu. Nah, 1:01:06 jadi berbeda dengan di Aceh. Di Aceh 1:01:08 stresnya mungkin enggak begitu tinggi 1:01:10 ya. Kemudian sifatnya lebih ee apa 1:01:13 namanya? ee sama gitu kondisi karena 1:01:17 kebudayaan juga sama gitu. 1:01:18 Saya pikir tantangannya lebih besar di 1:01:20 sini gitu. M 1:01:21 tapi nama 1:01:22 para dai kita lebih lebih ini 1:01:24 tapi nama besar Aceh sejarah Aceh itu 1:01:26 kan ee 1:01:29 subhanallah lah kita tahu bagaimana 1:01:31 Kesultanan Aceh Samudra Pastainya begitu 1:01:34 kan. ee bagaimana Ustaz Tengku 1:01:38 mendakwahkan hal ini tentang sejarah 1:01:41 kebesaran Aceh kepada generasi-generasi 1:01:43 muda kita agar lebih ee dekat kepada 1:01:47 Islam. 1:01:48 Ya, sejarah itu adalah identitas. 1:01:50 Iya. 1:01:50 Karena dia enggak bisa dirubah. Udah 1:01:51 begitulah sejarah yang ada. Justru kita 1:01:55 ee sekarang di kalangan anak muda kita 1:01:57 di Aceh itu kita mempopulerkan menggali 1:01:59 sejarah keislaman di Aceh yang 1:02:00 sebenarnya. karena masih banyak 1:02:03 teka-teki sejarah yang Aceh yang 1:02:05 keislaman Aceh yang masih belum terkuak. 1:02:08 Nah, sekarang ada ada apa namanya? Ada 1:02:11 semangat di kalangan anak muda Aceh 1:02:12 untuk membaca kembali sejarah Aceh itu 1:02:15 melalui kuburan-kuburan, batu ee ee 1:02:17 batu-batu nisan yang ter ya apa namanya 1:02:20 yang tidak dibaca sejak dulu gitu ya. 1:02:23 sekarang sudah ada semangat dari situ 1:02:25 itu ada semangat kembali kepada melihat 1:02:27 sejarah Islam yang utuh di Aceh. Setelah 1:02:29 itu kita ajarkan bahwa 1:02:32 sejarah keislaman Aceh itulah identitas 1:02:34 kita. Bahwa siapapun enggak bisa 1:02:35 menyangkal kalau Islam itu dari Aceh, 1:02:38 Islam Nusantara itu Islam ke Nusantara 1:02:41 itu semua dimulai dari dimulai dari Aceh 1:02:44 dan orang Aceh merasa bahwa mereka harus 1:02:46 menjadi orang yang mencontohkan Islam 1:02:49 terbaik di Indonesia. itu ada nuansa 1:02:51 seperti itu dan kita ajarkan ini kepada 1:02:53 anak-anak muda kita bahwa kita berbangga 1:02:55 jadi orang Aceh dan hendaklah orang Aceh 1:02:58 ini menjadi pilar utama di dalam sampai 1:03:01 hari ini mudah-mudahan dan seterusnya ke 1:03:03 depan kita inginkan orang Aceh justru 1:03:05 yang menjadi terdepan dalam menjalankan 1:03:07 syariat. 1:03:08 He iya 1:03:08 kita mengharapkan sebentar. Makanya di 1:03:10 Aceh hari ini misalkan ee bank 1:03:12 konvensional tidak ada di Aceh. 1:03:13 Hm. 1:03:14 Semuanya bank syariah. Contoh salah satu 1:03:16 hal yang kecil ya mampu kita lakukan ya. 1:03:18 Heeh. Kemudian ya semua perempuan di 1:03:21 sana pakai jilbab. 1:03:22 Itu sebah aturan kita ee yang merupakan 1:03:26 budaya dan juga budaya aturan yang 1:03:28 sesuai dengan budaya. 1:03:29 He. 1:03:29 Kalau hari Jumat semua tutup, 1:03:31 enggak ada tokoh yang boleh buka. 1:03:33 Magrib juga begitu. Semua toko tutup 1:03:35 enggak ada yang boleh buka. Semua tempat 1:03:37 usaha semua tutup. Itu adalah adat 1:03:39 budaya kita. 1:03:39 Heeh. 1:03:40 Maka kami datang ke sini melihat waktu 1:03:43 azan magrib orang masih jualan, masih 1:03:45 buka, bagi kami itu aneh gitu. Apalagi 1:03:47 salat magrib apa salat Jumat gitu masih 1:03:49 ada yang buka. 1:03:50 Jumat. Iya. Iya. 1:03:51 Terserah yang bukanya itu muslim atau 1:03:53 nonmuslim. Ya. 1:03:54 Nah, di sana walaupun nonmuslim merasa 1:03:56 bahwa ini kan budaya orang Aceh, budaya 1:03:58 kita bersama gitu. 1:03:59 Hari Jumat mereka tutup gitu. 1:04:01 Iya 1:04:02 ya. Tutup. Itu jadi ada budaya bukan 1:04:04 paksaan ya. Subah menjadi kebudayaan. 1:04:06 Dan kita tahu Aceh sendiri kan daerah 1:04:07 yang tidak pernah tunduk kepada 1:04:09 penjajah. 1:04:10 Alhamdulillah. 1:04:11 Iya. 1:04:12 Ee saya juga baru tahu, TKU, bahwa 1:04:15 Sultan Muhammad Daud Syah itu kesultanan 1:04:17 terakhir Aceh itu dimakamkan di Jakarta. 1:04:21 Ya, 1:04:22 ada makam 1:04:22 karena beliau dibuang kan? 1:04:24 Iya, dibuang dari Ambon 1:04:26 kemudian ke Jakarta. 1:04:27 Betul. Dibu 1:04:28 itu untuk meredam 1:04:30 ee perlawanan bangsa Aceh. 1:04:31 Bangsa Aceh. 1:04:32 Walaupun setelah beliau diasingkan, 1:04:34 perlawanan tetap ters 1:04:34 tetap berjalan. tak berjalan karena 1:04:37 perlawanan bukan dari dari kerajaan, 1:04:40 tapi lebih kepada daripada ulama. 1:04:42 Betul. 1:04:43 Ulama itu yang 1:04:44 yang menjadi pegangannya itu adalah 1:04:45 ulama di sana. 1:04:46 Heh. Dan hingga saat ini masih 1:04:48 Iya. Tentu sampai saat ini 1:04:50 itu adalah struktur daripada 1:04:52 ee apa namanya? Sosial kemasyarakatan 1:04:55 Aceh gitu. 1:04:56 Iya. Begitu. 1:04:57 Di tengah banyaknya korupsi kemudian di 1:05:01 Indonesia tidak pernah selesai bahkan 1:05:02 menjadi budaya. ee kemudian masih banyak 1:05:06 PR di negeri kita. Bagaimana Ustaz 1:05:08 Tengku Amri ee 1:05:11 memberikan pemahaman tentang kepada anak 1:05:14 muda agar tetap terus mencintai 1:05:15 Indonesia? 1:05:16 Ya, 1:05:19 ee 1:05:21 masalah korupsi di negeri ini adalah 1:05:23 secuil daripada permasalahan kehidupan 1:05:26 bernegara kita. 1:05:27 Iya. 1:05:28 ee 1:05:30 ketika kita mendapatkan para pejabat, 1:05:33 pemimpin, penguasa 1:05:35 He 1:05:35 yang curang, 1:05:37 iya 1:05:37 itu adalah bagian daripada cerminan 1:05:40 He 1:05:42 problem etika di masyarakat kita, 1:05:45 problem akhlak di masyarakat kita 1:05:47 itu mereka yang di atas itu yang yang 1:05:50 berkuasa. mereka di atas itu yang hari 1:05:52 ini menjadi pemimpin, yang kemudian 1:05:56 pemimpin mengkhianati dengan korupsi dan 1:05:58 yang lainnya itu cerminan daripada 1:06:01 problem akhlak di masyarakat loh. 1:06:02 Iya. masalah etika dan akhlak kita yang 1:06:05 lemah di masyarakat. Ada masalah di 1:06:08 situ. Nah, maka di sini harus menjadi 1:06:10 pelajaran bukan cuma pemimpin itu hanya 1:06:13 yang menjadi trigger-nya saja untuk kita 1:06:15 pahami bahwa ada masalah dengan etika 1:06:17 dan akhlak di dalam generasi kita, di 1:06:20 dalam masyarakat kita. Hm. 1:06:22 Maka seorang dai kita selalu selaku dai 1:06:25 dan juga selaku para ulama, tokoh juga 1:06:28 ee harus menjadikan ee ee apa namanya ee 1:06:33 ee problem akhlak mental juga ini harus 1:06:36 menjadi hal yang paling utama dipikirkan 1:06:38 dan dakwah Islam ini pendekatan kepada 1:06:41 dakwah yang ee memperbaiki mental, 1:06:44 memperbaiki akhlak ini harus menjadi 1:06:47 prioritas kita. H 1:06:48 prioritas kita ke depan dan juga kepada 1:06:50 generasi yang akan datang, kepada e 1:06:52 teman-teman muda, generasi muda yang 1:06:54 kalian merasakan ini, 1:06:56 jangan hilang kepercayaan kalian 1:06:57 terhadap negara. 1:06:59 Saya ingin katakan begitu. Tapi justru 1:07:01 kalian harus menjadi pengganti daripada 1:07:04 mereka-mereka yang koruptor itu. 1:07:06 Iya. 1:07:07 Bagaimana kalian mempersiapkan diri? 1:07:09 Kita merasakan bagaimana koruptor itu 1:07:11 belum terselesaikan. Jangan ketika 1:07:13 kalian menjadi pejabat negara balik 1:07:15 menjadi 1:07:16 koruptor. 1:07:17 Koruptor itu. Nah, itu kalian pecundang 1:07:20 gitu. 1:07:21 Iya. 1:07:21 Kalian. Nah, sekarang persiapkan diri 1:07:24 kalian baik-baik untuk menggantikan para 1:07:26 koruptor-koruptor itu menjadi 1:07:28 orang-orang yang amanah di dalam 1:07:30 menjabat di pemerintahan. Maka saya 1:07:32 respek dan senang sekali teman-teman 1:07:34 yang baru masuk di di pemerintahan 1:07:38 jangan ikuti gaya 1:07:39 kerja atau ee rezim di institusi kalian 1:07:44 katanya sudah emang sudah begininya. 1:07:46 Jangan kalian jangan jangan mau seperti 1:07:47 itu. Ubah gaya kalian dengan gaya yang 1:07:49 lebih baik. 1:07:50 Iya. Iya. 1:07:50 Ya. Biarlah mereka ikut kalian. Kalian 1:07:53 apa? Kalian mudah-mudahan ikut orang 1:07:54 tua-tua yang sudah 1:07:56 gaya berpikir tua ya. Iya. Iya. yang 1:07:58 sudah tidak relevan dalam kehidupan yang 1:08:00 lebih berakhlak dalam kita bernegara. 1:08:03 Masyaallah, Tengku. Terima kasih banyak, 1:08:05 Tengku atas pencerahannya. Kita sudah 1:08:07 berada di penghujung acara, Tengku. 1:08:10 Ee sebagai penutup 1:08:12 ee kesimpulan apa yang bisa kita petik 1:08:15 dalam dialog Bincang Inspiratif ini T? 1:08:19 Ya, mungkin pesan ya pesan dari saya ee 1:08:24 kepada para pendengar semuanya di 1:08:27 Indonesia. dan juga di luar negeri 1:08:29 mungkin yang mengikuti ini bahwa ee 1:08:34 dakwah itu perlu kepada orang-orang yang 1:08:38 berjibaku dan berjihad di dalamnya. 1:08:40 Iya. 1:08:41 Dakwah itu bukan hanya sekedar kita 1:08:43 bicara di mimbar ataupun bicara di depan 1:08:46 ya. bahwa dakwah itu adalah segala 1:08:48 aktivitas yang kita lakukan untuk 1:08:51 menjadikan Islam itu ee dekat dengan 1:08:53 manusia, dekat dengan siapapun ya dan 1:08:57 menjadikan Islam itu menjadi solusi bagi 1:08:59 kehidupan 1:09:01 ya. Upaya dan aktivitas itu yang kita 1:09:03 lakukan itu adalah seorang dai. Baik dia 1:09:05 yang tampak atau tidak tampak, main di 1:09:07 depan atau main di belakang. Satu. Yang 1:09:10 kedua, aktivitas mendekatkan Islam 1:09:13 kepada anak muda. Ya, ini adalah harus 1:09:16 lebih kita pikirkan dan usaha harus 1:09:19 lebih besar kita lakukan. 1:09:21 H 1:09:22 energi harus lebih besar kita kerahkan. 1:09:24 Karena kita kalau saat kita perhatikan 1:09:26 anak muda kita hari ini berhasil, maka 1:09:30 10 ee 20, 30 tahun, 40 tahun yang akan 1:09:32 datang kita akan aman. 1:09:34 Iya. Ya, tapi kalau kita tidak mau 1:09:37 melakukan seperti itu, energi kita tidak 1:09:39 banyak, kita kerahkan untuk itu, maka ee 1:09:42 ancaman ke depan akan berbahaya. Kita 1:09:45 hari ini bangga menjadi seorang apa? 1:09:48 Umat Islam terbesar 1:09:49 iya 1:09:50 di dunia dalam sebuah negara. Itu hasil 1:09:52 perjuangan daripada orang-orang sebelum 1:09:54 kita. 1:09:54 Iya. 1:09:55 Bagaimana kita bisa menjamin akan terus 1:09:57 seperti ini di masa yang akan datang? 1:09:58 Nah, ini sekarang akan kita tentukan 1:10:00 dari ee usaha dakwah kita dalam hal ini. 1:10:04 Nah, maka ee kita perlu support 1:10:06 pendidikan ee tempat-tempat pendidikan 1:10:08 Islam yang baik ya. Ee segala aktivitas 1:10:11 ke atas nama Islam yang dibangun baik 1:10:14 rumah sakit kemudian juga LSM yang 1:10:16 bekerja untuk demi Islam ya 1:10:18 ee dan yang lainnya. Ee begitu juga 1:10:20 media sosial, begitu juga dengan seperti 1:10:22 radio seperti ini yang menyebarkan Islam 1:10:24 24 jam gitu ya. yang lebih dekat dengan 1:10:26 masyarakat itu perlu kepada support ya. 1:10:29 Begitu ya. Mudah-mudahan Allah memakai 1:10:31 kita untuk kebaikan agamanya. 1:10:33 Amin 1:10:34 ya. Amin ya rabbal ya rabbal alamin. Ya 1:10:36 sekian terima kasih. 1:10:37 Baik terima kasih banyakku. Jazakallah 1:10:39 khair. 1:10:40 Alhamdulillah ikhwan dan akhwat 1:10:42 pendengar hasil yang dirahmati Allah 1:10:44 kita telah bersama-sama mendengarkan 1:10:47 penjelasan yang sangat berharga dari 1:10:49 guru kita Dr. Tengku Amri Fatmi Abdul 1:10:53 Aziz, Lc. MA. Semoga pembahasan kita 1:10:57 pada hari ini menjadi penguat iman, 1:11:00 penambah ilmu, serta pendorong bagi kita 1:11:02 untuk semakin dekat kepada Allah dalam 1:11:04 setiap langkah dan keputusan hidup. 1:11:07 Terima kasih kami sampaikan kepada 1:11:09 narasumber kita, guru kita, Dr. Tengku 1:11:12 Amri Fatmi Abdul Aziz, LCMA, serta para 1:11:16 pendengar yang telah berpartisipasi. 1:11:19 Sampai bertemu di Bincang Inspiratif 1:11:21 Rasil berikutnya. Kami yang bertugas, 1:11:24 saya Abi Agus ditemani Neza mohon pamit 1:11:27 undur diri. Wasalamualaikum 1:11:29 warahmatullahi wabarakatuh. 1:11:41 Yeah.