Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:23 Alhamdulillahirobbil alamin hamdan 0:25 katsiran thayyiban mubarakan fih. 0:28 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la 0:31 syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan 0:33 abduhu wa rasuluh. 0:35 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 0:38 sayyidina Muhammadin wa ala alihi 0:40 wasahbihi wasallim. 0:42 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana 0:46 innaka antal alimul hakim. Allahumma 0:48 alimna ma yanfa'una wanfa'na bima 0:51 allamtana wazidna ilma. Robbisyrohli 0:55 sodri wayassirli amri wahlul uqdatam min 0:58 lisani yafqohu qouli amma ba'du. 1:03 Para hadirin jamaah sholat maghrib dan 1:06 isya masjid silaturahim Cibubur yang 1:08 dimuliakan Allah. 1:10 Adinda-adindaku, adik-adikku sekalian 1:13 pelajar masjid eh pelajar sekolah 1:17 Insan Mandiri Cibubur yang dimuliakan 1:19 Allah. 1:20 Eh kita sama-sama meniatkan i'tikaf di 1:22 masjid. Yang kedua kita meniatkan 1:26 menunggu sholat setelah sholat. 1:28 Kemudian sama-sama kita meniatkan untuk 1:31 menuntut ilmu mudah-mudahan eh waktu 1:35 kita di masjid saat ini itu diberkahi 1:39 oleh Allah diberikan pahala dengan 1:41 ketiga macam niat kita ini. Karena 1:44 innamal a'malu binniyat sesungguhnya 1:46 setiap amalan itu karena niat sesuai 1:49 dengan niat banyaknya niat kita banyak 1:52 pula pahala yang kita dapatkan di sisi 1:54 Allah subhanahu wa ta'ala. 1:57 Terima kasih kami ucapkan kepada 1:59 pengurus Masjid Silaturahim. 2:02 Terima kasih kepada para Imam, ya, 2:04 semuanya dan kepada 2:07 siapa saja yang telah memberikan 2:09 kemudahan bagi kami untuk sampai ke 2:12 tempat ini, alhamdulillah. 2:14 Eh, pada kesempatan kali ini, ini 2:17 mungkin adalah kunjungan kami yang 2:19 kedua, ya. Pertama, sekitar bulan Juli, 2:22 ya, tahun ini, bulan Juli. 2:25 Ada yang ingat enggak kita pernah 2:26 berkisah tentang apa itu? Subuh bulan 2:29 Juli itu. 2:31 Topik kita tentang apa? 2:34 Ya, sudah lama, ya, eh? 2:37 Oh. 2:39 Hud-hud atau atau semut? 2:43 Ya, burung hud-hud. 2:46 Ya, semut, ya. 2:48 Saya bercerita tentang semut, hud-hudnya 2:50 belum, ya. Saya menjanjikan hud-hudnya 2:53 ke depan, ya. 2:55 Ternyata ingatnya hud-hud, janji saya 2:56 gitu, ya. 2:58 Jadi, janjinya saya tepati pada kali 3:00 ini, saya akan bercerita tentang masalah 3:02 hud-hud, ya. 3:03 Dalam surat An-Naml, surat semut, ya. 3:06 Adik-adikku sekalian, 3:08 kita akan belajar tentang bagaimana 3:12 kisah hud-hud di dalam Alquran, burung 3:14 hud-hud bersama dengan Nabi Sulaiman 3:17 alaihissalam. Nah, 3:19 Allah berfirman di dalam Alquran, 3:20 audzubillahiminasyaitanirrajim, 3:22 bismillahirrahmanirrahim, 3:24 "Wa husyira li Sulaimana junuduhu minal 3:27 jinni wal insi 3:30 wathoir, wahum yuza'un." 3:33 Dikumpulkan bagi Nabi Sulaiman itu, 3:36 junuduhu, tentara-tentaranya, 3:39 dari galak, dari golongan jin, manusia, 3:43 dan juga dari burung. 3:46 Wahum yuza'un dan mereka itu semuanya 3:48 berbaris. 3:50 Allah mengisahkan tentang bagaimana Nabi 3:52 Sulaiman 3:54 memiliki tentara yang dari golongan jin, 3:57 manusia, dan juga dari jenis burung. 4:00 Nah, 4:01 lalu kisah tentang semut saya lewati, 4:04 sudah kita ceritakan pada pertemuan 4:07 sebelum ini. Kita akan mengisahkan 4:09 tentang masalah Hudhud dengan Nabi 4:12 Sulaiman. 4:15 Maka ketika Nabi Sulaiman menginspeksi 4:17 pasukan beliau, 4:21 Allah berfirman, 4:22 apa yang terjadi kemudian 4:25 dalam surah An-Naml ayat ke-20, 4:28 Wa tafaqqada thaira, faqaala, "Maali laa 4:33 aral Hudhuda, amkaana minal ghaibien?" 4:37 Wa tafaqqada thair, tafaqqada, faqada 4:41 bahasa Arabnya hilang. Tafaqqat artinya 4:44 adalah 4:45 mencari alasan kenapa tidak ada. 4:48 Nabi Sulaiman pun, ya, kita tahu Nabi 4:51 Sulaiman seorang raja, 4:53 ya, yang diberikan kekuasaan oleh Allah 4:56 yang enggak diberikan kepada siapapun 4:57 setelah beliau. 5:00 Allah langsung yang mem-back up kerajaan 5:02 beliau. 5:05 Dalam beliau inspeksi pasukan, beliau 5:07 tidak melihat ada burung Hudhud. Di mana 5:10 dia? 5:11 Maali laa aral Hudhud, kenapa aku tidak 5:13 melihat Hudhud? Apakah dia 5:16 termasuk yang tidak hadir, tidak ada di 5:19 dalam pasukan? 5:21 Kata Nabi Sulaiman, "Lau adzibannahu 5:24 adzaban syadiida, au laa adzbahannahu, 5:28 au laa ya'tiyanni bisulthanin mubin." 5:33 Nabi Sulaiman ketika melihat burung 5:35 Hudhud, satu tentara beliau tidak hadir, 5:39 lalu beliau mengatakan, 5:41 "Aku akan mengadzabnya 5:44 dengan adzab yang pedih 5:47 atau aku akan menyembelihnya. Kalau dia 5:49 datang akan disembelih. 5:51 Atau 5:53 Hud-hud ini punya pilihan yang kedua. 5:56 Dia membawa alasan, sebab kenapa dia 5:59 tidak hadir. 6:01 Sebab yang jelas, apa? 6:03 Ada opsi diberikan oleh Nabi Sulaiman. 6:06 Tiga opsi. 6:08 Diazab dengan azab yang pedih, masih 6:10 hidup. 6:11 Disembelih, mati. 6:13 Atau dimaafkan. 6:15 Ya. 6:15 Dimaafkan, kenapa? Karena dia punya 6:18 alasan yang jelas. 6:21 Pertanyaannya, adik-adikku sekalian, 6:23 para jamaah sekalian. 6:26 Ini 6:27 kok sampai mau diazab azab yang pedih 6:30 atau disembelih ya, gara-gara tidak 6:32 hadir. 6:34 Apa enggak sadis banget itu? 6:37 Kok Nabi Sulaiman memperlakukan tentara 6:39 beliau yang kecil itu seperti itu. 6:42 Ini dibahas oleh para ulama tafsir, 6:44 adik-adikku. 6:47 Kenapa Nabi Sulaiman bersikap sangat 6:49 tegas? 6:51 Karena beliau 6:52 posisi di situ adalah sebagai raja, 6:55 sebagai komandan. 6:57 Dan ini adalah tentara beliau yang ada 7:01 aturan yang mengikat. 7:04 Untuk menegakkan sebuah aturan yang 7:07 berlaku bagi semua, siapa saja ada satu 7:10 orang yang melanggar, itu harus tegas 7:12 untuk di tindak. 7:16 Banyaknya aturan, ini kata para ulama 7:18 menjelaskan, termasuk Imam Ibnu Asyur 7:20 dalam tafsir beliau ya. 7:22 Beliau menjelaskan bahwa 7:25 posisi seorang qaid seorang pemimpin, 7:28 ketika mendapatkan ada satu orang yang 7:31 keluar daripada kesepakatan aturan, 7:34 dia harus bertindak tegas. 7:37 Tidak adanya aturan di suatu tempat atau 7:40 orang kemudian tidak patuh pada aturan 7:43 karena orang yang menjalankan aturan 7:45 tidak tegas menindas orang apa? Menindak 7:48 orang-orang yang keluar daripada aturan. 7:50 Nah, kalau dalam sebuah pasukan tentara 7:53 ternyata 7:54 begitu tidak ada di pedulikan terhadap 7:58 terhadap aturan, apa yang akan terjadi 8:01 dengan sebuah negara? 8:03 Harus ada tindak tegas terhadap semua 8:06 pelanggaran 8:07 terhadap sebuah aturan dalam sebuah 8:09 lembaga, dalam sebuah komunitas juga 8:12 begitu. 8:13 Nah, inilah kemudian yang akhirnya kalau 8:15 kita tahu berlakunya sebuah aturan ini 8:18 yang menjadikan masyarakat di suatu 8:20 tempat itu masyarakat maju atau enggak. 8:24 Masyarakat yang punya aturan maju atau 8:26 enggak itu pada bagaimana 8:28 aturan itu dijalankan bersama dan kalau 8:31 ada yang melanggar. Nah. 8:34 Kemudian 8:35 para ulama menjelaskan bisul tonin mubin 8:37 ini apa? Adalah bukti yang nyata. 8:40 Nah, opsi yang ketiga adalah daripada 8:43 Nabi Sulaiman 8:44 kalau dia membawa jelas alasannya 8:47 mengapa dia tidak hadir dalam pasukan, 8:50 maka dimaafkan, enggak ada masalah kalau 8:52 ada jelas, ya. 8:55 Famakatsa ghaira ba'id faqala ahaththu 8:58 bima lam tuhith bihi waji'tuka min 9:01 saba'in binaba'in yaqin. 9:05 Famakatsa ghaira ba'id. 9:07 Maka tidak lama kemudian ya, famakatsa 9:11 ghaira ba'id artinya bahwa fase masa 9:13 tertentu tidak lama 9:16 datanglah hud-hud ini, burung hud-hud 9:18 adik-adikku. 9:20 Burung hud-hud kemudian tidak lama 9:22 datang faqala dan dia melapor kepada 9:24 Nabi Sulaiman 9:26 ahaththu bima lam tuhith bih. Ini berani 9:29 sekali hud-hud. 9:31 Ahaththu bima lam tuhith bih, aku 9:34 mengetahui 9:36 apa yang engkau tidak tahu wahai Nabi 9:39 Sulaiman. 9:41 Burung kecil 9:43 berhadapan dengan Nabi Sulaiman yang 9:45 punya kerajaan besar, seorang nabi, 9:48 seorang raja yang digdaya. 9:51 Tapi burung ini memakai kata-kata dalam 9:53 sebagaimana firman Allah ahath tu bima 9:55 lam tuhit bihi. Ihatah itu aku 9:57 mengetahui 9:59 tapi mengetahui memakai kata-kata ihatah 10:02 dalam Alquran dalam bahasa Arab itu 10:04 pengetahuan yang menyeluruh. 10:07 Pengetahuan yang sangat jelas, 10:09 pengetahuan yang enggak bisa diragukan. 10:13 Kalau kabar, kabar mungkin perlu untuk 10:16 di 10:17 kabar itu ada benar ada salah, itu kan 10:20 kabar. Dalam ilmu jurnalistik ya, sebuah 10:23 kabar itu boleh benar boleh salah. 10:26 Tapi kalau ihatah itu pengetahuan yang 10:29 enggak ragu lagi itu. 10:31 Muhit itu, orang yang sangat mengetahui. 10:34 Burung hud-hud ini dia berani bilang di 10:36 depan Nabi Sulaiman, aku mengetahui apa 10:39 yang engkau tidak tahu wahai Nabi 10:41 Sulaiman. 10:42 Wajitu kamin saba, aku baru saja datang 10:45 dari negeri Saba 10:47 binabai yakin dengan sebuah kabar besar 10:51 yang sangat meyakinkan. 10:55 Jadi kenapa hud-hud tidak hadir? 10:59 Ternyata dia baru pulang dari negeri Sa 11:02 negeri Saba. 11:03 Dia bawa sebuah berita yang berita ini 11:06 Nabi Sulaiman tidak tahu. 11:09 Hud-hud tahu. 11:12 Adik-adikku yang dimuliakan Allah, para 11:14 jemaah sekalian juga. 11:17 Ini 11:18 bicara kita dengan Nabi Sulaiman loh. 11:22 Nabi 11:23 burung 11:25 dalam case ini, dalam kasus ini siapa 11:28 yang lebih tahu burung atau Nabi 11:30 Sulaiman? 11:33 Hah? 11:35 Siapa yang lebih tahu nih? 11:38 Burung lebih tahu daripada Nabi 11:39 Sulaiman? 11:41 Seorang nabi tidak tahu, burung tahu? 11:45 Ya begitu, bisa? 11:47 Bisa. 11:48 Seorang nabi mengetahui yang gaib kalau 11:52 seandainya 11:54 Allah kasih tahu. Kalau Allah enggak 11:55 kasih tahu, maka dia tidak tahu. 11:59 Bayangkan itu. 12:02 Oke? 12:03 Nah, lalu kemudian 12:07 Ini wajadtu imraatan tamlikuhum wa 12:10 utiyat min kulli syai walaha arsyun 12:12 adzim. 12:14 Ini wajadtu imraatan tamlikuhum. Aku 12:17 mendapati di negeri Saba itu 12:20 seorang wanita 12:22 ya yang memerintahkan mereka 12:25 wa utiyat min kulli syai dan dianugerahi 12:28 kepada wanita ini segala sesuatu, dia 12:31 memiliki kekuasaan yang super power ya, 12:34 di negerinya. 12:38 Walaha arsyun adzim. Dan dia memiliki 12:41 arsy yang sangat besar. 12:45 Ini berita daripada Hud-hud kepada Nabi 12:47 Sulaiman. Nabi Sulaiman tidak tahu ini. 12:50 Coba adik-adikku bayangkan, pada saat 12:52 itu Nabi Sulaiman kerajaan beliau di 12:55 daerah Palestina sampai ke Jordania. 12:58 Sedangkan di tempat lain itu adalah ada 13:01 kerajaan Saba di Yaman. 13:03 Ya, kemudian juga ada di ada pada saat 13:06 itu kerajaan di daerah Mesir. 13:09 Nah, kerajaan-kerajaan itu kekuasa 13:12 penguasa-penguasa itu ya. 13:14 Yaman 13:16 yang 13:17 kerajaan yang besar, Nabi Sulaiman 13:19 enggak tahu. 13:20 Kok bisa? 13:22 Nabi Sulaiman tidak tahu ya. 13:23 Bagaimana kondisi 13:26 informasi 13:28 dan hubungan antara dua buah negara itu 13:31 begitu sangat jauh sampai tidak 13:33 diketahui padahal negara itu ada 13:36 pada saat itu. 13:38 Makanya diturunkan oleh Allah 13:41 nabi-nabi pada masa zaman dulu itu untuk 13:44 kaumnya saja 13:45 tidak berlaku seluruh dunia. Nabi Daud, 13:48 Nabi Sulaiman itu untuk kaum beliau 13:50 saja. Nabi Musa untuk kaum beliau saja. 13:53 Kemudian juga nabi-nabi sebelum itu Nabi 13:55 Hud, Nabi Luth itu untuk kaumnya saja. 13:57 Kenapa? Mereka dalam hidup enggak saling 14:00 terhubung satu sama lain. 14:02 Bahkan mereka tinggal di sebuah tempat 14:04 di sana kerajaan besar tidak tahu 14:06 apa-apa tentang masalah itu. 14:09 Maka sangat logislah sesuai dengan fase 14:13 kehidupan saat itu setiap nabi diutus 14:15 pada kaumnya sendiri enggak ada hubungan 14:17 dengan kaum lain. 14:19 Karena kehidupan mereka tidak ter 14:21 terkoneksi. 14:23 Sedangkan 14:25 Nabi Muhammad 14:27 Islam diwahyukan kepada Nabi Muhammad 14:29 dan Nabi Muhammad diutus wama arsalnaka 14:32 illa kafatan linnas. 14:35 Kami tidak mengutusmu wahai Muhammad 14:37 kecuali untuk seluruh manusia kata 14:39 Allah. 14:41 Sebab ada yang bilang begini kan 14:42 logisnya Ustaz juga setelah Islam ketika 14:46 Islam datang juga ada nabi lain yang 14:48 diutus karena akan masa berubah terus 14:50 berubah masa, beru berganti masa ada 14:54 masalah yang baru perlu kepada wahyu 14:56 yang baru jadi mesti ada nabi yang baru 14:59 enggak mesti nabi enggak bisa nabi nabi 15:01 Muhammad nabi yang terakhir. 15:03 Ada yang bilang begitu. 15:06 Kita jawab adik-adikku sekalian 15:08 bahwa Islam menjadi risalah yang 15:12 terakhir dan Nabi Muhammad nabi yang 15:14 terakhir itu mukjizat Allah yang nampak 15:17 pada hari ini pada kita. 15:20 Gimana itu Ustaz? 15:22 Begini. 15:24 Dengan kondisi kehidupan kita hari ini, 15:28 satu dunia itu seperti satu kampung. 15:32 Kita semua terkoneksi satu sama lain. 15:35 Hari ini kita berada di Jakarta, di 15:39 Cibubur, besok kita berada di Australia, 15:42 lusa berada di New York, lusa raya ada 15:45 di Tokyo. Dalam 3 hari kita berada di 15:48 suatu satu daerah yang sangat berbeda 15:50 sekali. 15:52 Maka apa yang berlaku di Indonesia mesti 15:55 juga berlaku di negara-negara lain. 15:58 Hidup kita sudah terkoneksi satu sama 16:00 lain. 16:02 Karena sudah terkoneksi satu sama lain, 16:04 tidak perlu kepada agama baru, tidak 16:07 perlu kepada 16:08 Alquran yang baru, tidak perlu kepada 16:11 kitab suci yang baru. Cukup satu nabi 16:13 untuk semua manusia. Kenapa? Hidup kita 16:16 sudah 16:17 begini. 16:18 Itu terbukti hari ini. 16:21 Nah, itu mukjizatnya. Ya, baik. 16:24 Kita lanjutkan. 16:28 Hudhud, dia melaporkan ada wanita yang 16:31 menjadi raja di negeri Saba. 16:34 Yang dia itu memiliki semua kekuatan dan 16:38 power. 16:40 Wajadtuha wa qaumaha yasjuduna lisyamsi 16:43 mindunillah 16:47 fasaddahum 'anis sabil fahum la 16:49 yahtadun. 16:51 Nah, wajadtuha kata Hudhud. Hudhud 16:54 bilang bahwa aku mendapati wanita ini, 16:57 ratu ini. 16:59 Wa qaumaha dan kaumnya. 17:02 Yasjuduna lisyams, mereka menyembah 17:06 matahari. 17:09 Ya, kaum penyembah matahari ternyata 17:11 mereka. 17:13 Mindunillah, mereka tidak menyembah 17:15 Allah. Wazayyanalahumusyaitan, 17:18 dan syaitan itu telah zayyana, telah 17:21 menjadikan indah perbuatan mereka. Jadi 17:24 seakan-akan indah itu sujud kepada 17:27 matahari, menyembah matahari, 17:29 seakan-akan itu perbuatan yang indah. 17:32 Ya. 17:33 Siapa pekerjaan, pekerjaan siapa itu? 17:35 Pekerjaan daripada syaitan, ya. 17:40 Wazayyanalahum syaitanun a'malahum 17:43 fasaddahum 'anis sabil falahum la 17:45 yahtadun, maka syaitan menghalangi 17:49 mereka, kaumnya, daripada jalan Allah, 17:53 maka mereka tidak mendapatkan petunjuk. 17:58 Hud-hud. 18:01 Adik-adikku yang dimuliakan Allah, 18:04 membawa kabar tentang masalah tauhid, 18:07 masalah iman. 18:09 Yang menjadi masalah yang membikin 18:11 hud-hud ini harus terbang jauh, 18:14 keluar daripada pasukan, 18:16 diancam juga oleh Nabi Sulaiman, 18:19 masalahnya apa? 18:21 Dia bicara, berpikir tentang masalah 18:23 iman, masalah tauhid. Dia tidak bisa 18:26 tidur ketika ada masih di bumi ini 18:29 orang-orang yang tidak menyembah Allah. 18:32 Adik-adikku, permasalahan yang harus 18:35 kalian pahami dengan baik, yang menjadi 18:38 kalian pikirkan dengan benar dan membuat 18:40 kalian resah, apa? Ketika masih banyak 18:43 orang tidak mengetahui kebenaran. 18:46 Kalau ada kawan kalian yang masih 18:49 matematikanya 1 + 1 = 10, 18:53 kurang, bagi, tambah dia enggak bisa, 18:56 sayang enggak kalian sama dia? 18:58 Hah? 18:59 Ketika masalah tambah, tambah, kurang, 19:02 bagi saja dia belum bisa, kalian merasa 19:04 sayang enggak? 19:06 Halo? 19:08 Ada dengar enggak? 19:11 Kalau disuruh selesaikan masalah 19:13 aljabar, ya, okelah aljabar sudah 19:15 sedikit tinggi. Tapi ini tambah kurang 19:17 bagi saja dia belum bisa. 19:20 Mau enggak kalian ngajarin dia? 19:23 Ya, sayang kan? Satu kelas lagi atau 19:26 satu tempat duduk, tapi ketika sudah 19:28 tambah kali kurang enggak bisa dia. 19:31 Dia enggak tahu tentang sebuah hakikat 19:33 yang semestinya semua orang harus tahu. 19:34 Kita merasa resah. 19:36 Begitu juga ketika kalian dapatkan ada 19:38 kawan kalian di samping kalian, dia 19:41 belum tahu tentang kebenaran tentang 19:43 Tuhan. Itu harus membuat kalian resah. 19:48 Masalah tauhid adik-adikku yang 19:50 dimuliakan Allah. Masalah tauhid itu 19:52 masalah prinsipil yang pertama yang 19:54 harus kita pikirkan. 19:56 Hudhud 19:58 dia terbang jauh pergi untuk melihat dan 20:01 dia keluar dari pasukan diancam oleh 20:03 Nabi Sulaiman gara-gara ini, masalah 20:05 tauhid. 20:07 Nah, 20:08 kemudian Hudhud bilang apa? 20:12 Setan itu telah berhasil menjadikan 20:15 orang-orang menyembah matahari ini 20:17 seakan 20:18 perbuatan mereka itu baik. Pendapat 20:21 mereka apa? Eh, eh, 20:23 perbuatan mereka itu benar. 20:25 Seakan-akan begitu. 20:27 Ya. 20:28 Dan begitulah setan, adik-adikku. 20:32 Kalian dalam hidup apa saja yang sudah 20:35 menjadi kebiasaan, walaupun salah, 20:38 seakan-akan itu hebat. Seakan-akan itu 20:41 tren, seakan-akan itu membanggakan. 20:44 Ada aturan sekolah harus begini, 20:47 tidak boleh begitu. 20:48 Tapi ketika kalian berhasil untuk lompat 20:50 pagar, kemudian keluar dari aturan 20:53 sekolah, ada kawan satu dua orang 20:56 mengatakan, "Uh, hebat ya, hebat ya." 20:58 Kalian merasa bangga dengan kesalahan 21:00 kalian. 21:01 Pada saat kalian merasa bangga dengan 21:04 kesalahan yang kalian lakukan, enggak 21:06 salat subuh berjamaah, apa namanya masuk 21:09 WC, maaf cakap misalkan. Masuk WC 21:12 kemudian kasih tahu sama kawan. 21:14 Aku tadi enggak salat kemana? Masuk WC. 21:16 Wow mantap men, begitu. 21:19 Ya. 21:20 Kalian merasa bangga. 21:22 Begitulah umpama setan, 21:24 wazayyanalahumusyaitonua'malahum. 21:28 Setan itu kemudian menjadikan 21:30 seakan-akan indah kemungkaran yang 21:32 kalian buat. Itu akan terjadi dalam 21:34 hidup loh. 21:35 Makanya jangan mudah kalian merasa 21:37 bangga, merasa senang dengan sebuah 21:39 perbuatan. 21:41 Mungkin-mungkin itu adalah amalan setan, 21:43 perbuatan setan yang menjadikan kalian 21:45 merasa senang dengan sesuatu yang 21:46 mungkar. Nauzubillah. 21:49 Itu sebabnya akhirnya orang nanti akan 21:51 terus berbuat kemungkaran karena dia 21:53 merasa seakan itu adalah kemuliaan, 21:55 keindahan begitu. 21:58 Itu perbuatan setan ya. 22:01 Wajad kemudian kita lihat. 22:04 Alayasjudu 22:05 lillahilladzi yukhrijul khaba 22:08 fissamawati wal ardhi waya'lamu ma 22:10 tukhfuna wama tu'linun, ya. 22:13 Allahu la ilaha illa huwa rabbul arsyil 22:17 adzim. 22:18 Tidakkah mereka, kata ini kata siapa? 22:22 Kata burung hud-hud. Hud-hud paham 22:24 tentang masalah tauhid. 22:27 Kata hud-hud, alayasjudu 22:30 lillah. Kenapa mereka tidak bersujud 22:32 kepada Allah? Kenapa bersujud kepada 22:34 matahari? 22:36 Alladzi yukhrijul yukhrijul khaba. 22:39 Yang Allah itu mengeluarkan apa yang 22:41 tersembunyi di langit. Wal ardhi, yang 22:44 tersembunyi di dalam bumi. 22:49 Kekuasaan adik-adikku sekalian, di 22:51 langit itu banyak hal yang tersembunyi 22:53 bagi kita. Allah bisa keluarkan, 22:55 tampakkan kepada kita yang mungkin 22:58 enggak pernah kita lihat. 22:59 Begitu juga di bumi ini, kata hud-hud, 23:02 di bumi ini banyak sekali di di bumi ini 23:05 yang kita duduk ini, banyak sekali yang 23:07 tersembunyi di dalamnya. Allah bisa 23:09 nampakkan kapan saja. 23:11 Pada saat Hudhud cerita ini, Hudhud 23:13 ngomong begini, 23:15 dia ngomong masalah tauhid. 23:18 Tapi hari ini ada enggak sesuatu yang 23:20 keluar dari bumi yang kita lihat berguna 23:22 bagi kehidupan kita? Ada? 23:25 Ada dulu tambang minyak masa Hudhud? 23:28 Ada tambang batu bara masa Hudhud? Ada 23:31 tambang gas masa Hudhud? Ada tambang 23:33 emas masa Hudhud? Enggak ada. 23:35 Tapi Hudhud sudah bilang bahwa Allah 23:38 milik Allah-lah 23:40 apa yang tersembunyi di langit dan 23:42 tersembunyi di dalam bumi. Apa yang 23:44 tersembunyi itu? Ya. 23:46 Hudhud tahu, ya. Dengan akidah 23:48 tauhidnya, dia tahu. Hari ini kita 23:50 buktikan, betul banyak sekali yang 23:52 tersembunyi di di dalam tanah ini. 23:56 Kemudian Allahu eh 23:58 waya'lamu ma tukhfuna wama tu'linun. 24:01 Dan kita yakin dengan iman kita, Allah 24:04 mengetahui apa yang kita sembunyikan 24:06 dalam diri kita dan apa yang kita 24:09 tampakkan dalam diri kita. Allah tahu 24:12 semua. 24:13 Yang tersembunyi di langit, di bumi, 24:15 tersembunyi dalam diri kita yang satu 24:17 orang pun enggak kita kasih tahu, itu 24:18 Allah tahu loh. 24:20 Allah tahu. Adik-adikku, kalian 24:23 yang masih menyembunyikan, maaf, apa 24:25 dalam hati kalian dari hal yang negatif 24:27 terhadap kawan kalian, terhadap guru 24:29 kalau ada, kemudian terhadap orang di 24:31 sekeliling kalian, Allah tahu itu. 24:34 Allah tahu itu. Jangan pikir enggak ada 24:36 yang tahu, Allah tahu, ya. Maka 24:38 perbaikilah batin kita dari segala hal 24:41 yang negatif dalam hidup. Maka hidup 24:43 kita akan lebih baik di sisi Allah dan 24:45 lebih baik juga di sisi saudara-saudara 24:47 kita, keluarga kita dan kawan-kawan 24:49 kita. Nah. 24:51 Allahu la ilaha illa huwa. Lalu Hudhud 24:54 menyimpulkan 24:56 tentang tauhid, dia cerita apa? Allah, 24:59 Allah itu adalah 25:02 La ilaha illahu tidak ada Tuhan selain 25:05 Dia 25:06 Rabbul Arsyul Azim 25:08 Tuhan yaitu yang memiliki Arsy yang 25:11 sangat agung 25:14 Rabbul Arsy, jadi Arsy itu 25:17 apa adik-adikku sekalian? 25:20 Arsy itu adalah makhluk Allah 25:24 kalau ada yang bilang Allah di atas Arsy 25:27 atau yang lain, Arsy itu apaan? 25:30 makhluk Allah 25:32 Rabbul Arsy, Allah itu adalah pemilik 25:36 Arsy, Rabbul Arsy, Tuhannya Arsy 25:39 sebagaimana Allah katakan Rabbul Alamin 25:43 bahwa Allah itu adalah Tuhan semesta 25:45 alam, Rabbul Alamin, Rabbul Arsy sama 25:48 Dia 25:50 alam itu ciptaan Allah, Arsy juga 25:53 ciptaan Allah 25:56 sama Dia 25:58 itu makhluk loh, Arsy itu makhluk, 26:01 orang-orang yang mengatakan bahwa Allah 26:03 di atas Arsy seakan-akan bahwa Arsy itu 26:06 bukan makhluk, bagian daripada 26:08 naudzubillah, enggak 26:11 sebagaimana Rabbul Alamin, alam itu 26:13 makhluk Tuhan, Arsy juga makhluk Allah, 26:16 tapi makhluk Allah yang sangat agung, 26:19 begitu nah 26:21 itu akidah dan keimanan kita adik-adikku 26:24 yang dimuliakan Allah 26:27 selanjutnya kita lihat 26:31 Nabi Sulaiman alaihissalam 26:34 ketika mendengar daripada Hud-hud 26:36 ceritanya ini 26:38 Qala sananzur asadaqta am amkunta minal 26:42 kadzibin 26:44 kami akan melihat kata Nabi Sulaiman, 26:46 Qala sananzur kami akan melihat 26:50 asadaqta apakah engkau benar dengan 26:52 berita bahwa ada 26:54 seorang ratu di sebuah negeri Saba 26:58 yang mereka punya yang dia memiliki kaum 27:01 yang menyembah matahari, betul enggak? 27:04 Nabi Sulaiman verifikasi. 27:07 Asadaqta amkunta minal kadzibin, Nabi 27:09 Sulaiman tidak tidak mentang-mentang 27:12 begitu percaya langsung, enggak. 27:14 Mau dites, apakah engkau benar atau 27:16 berdusta? 27:18 Ya, beliau tes. 27:20 Bagaimana cara beliau memverifikasi 27:23 berita daripada burung ini? Ya. 27:26 Idzhab bi kitabi hadza fa alqih ilaihim 27:30 tsumma tawalla anhum fandzur ma 27:32 yarji'un, ya. 27:35 Pergilah bawa ya 27:37 suratku ini 27:39 lalu jatuhkan kepada mereka 27:42 kemudian berpalinglah dari mereka. 27:45 Lalu perhatikan apa yang mereka 27:46 bicarakan. Nah, jadi 27:49 burung itu dijadikan sebagai alat untuk 27:54 mengirimkan surat, itu sudah ada pada 27:56 masa Nabi Sulaiman. Makanya 27:58 lambang pos tempat kita apa? 28:01 Lambangnya burung. Sejak masa Nabi 28:03 Sulaiman itu burung sudah dipakai untuk 28:05 mengirimkan su mengirimkan surat. Nabi 28:08 Sulaiman mengirimkan surat untuk 28:10 mengetahui apakah mereka akan membalas 28:13 atau tidak. Kalau dibalas, maka betul 28:16 ada informasi ini, ada kerajaan di sana, 28:20 ada kemudian seorang ratu di sana yang 28:22 berkuasa. 28:23 Nah. 28:24 Seorang pemimpin 28:27 jangan mudah diprovokasi oleh orang. 28:31 Berapa betapapun itu adalah tentara dia 28:34 sendiri. 28:35 Apa saja berita yang dia dapatkan, dia 28:39 mesti memverifikasinya dengan benar. 28:43 Karena sebenarnya 28:45 keberhasilan sebuah kepemimpinan itu 28:48 berada pada keputusan yang tepat pada 28:50 saat yang benar. Pada keputusan yang 28:52 benar pada saat yang tepat. 28:55 Kegagalan sebuah kepemimpinan dalam 28:58 sebuah negara juga adalah pada saat 29:00 seorang pemimpin tidak mengambil sebuah 29:03 keputusan yang benar pada saat yang 29:05 tepat. 29:06 Atau saat yang tepat keputusannya salah. 29:09 Tidak benar, ya. 29:11 Itu yang menjadikan 29:12 ya, menjadikan sebuah masyarakat sebuah 29:15 kepemimpinan itu gagal dan masyarakatnya 29:18 masih tertinggal. 29:20 Pemimpinnya itu tidak 29:21 memberikan keputusan dengan baik dan 29:23 benar. Nah, Nabi Sulaiman sosok seorang 29:26 pemimpin, sosok juga seorang 29:28 seorang raja 29:30 yang membuat keputusan terhadap 29:33 terhadap kekuasaannya. 29:36 Qalat, "Ayyuhal mala'u inni ulqiya 29:39 ilayya 29:41 kitabun karim." 29:43 Ternyata surat ini dibawa oleh Hudhud, 29:46 ya. 29:47 Sampai kepada Ratu Balqis, ya. 29:50 Tapi Balqis ini itu tidak disebutkan 29:52 dalam Alquran namanya. 29:55 Tapi Allah menyebutkan qalat. 29:58 Qalat itu bahasa Arab menunjukkan kepada 30:00 wanita, kan? Kalau perempuan, eh kalau 30:03 laki-laki qol, kalau perempuan qalat. 30:06 Menunjukkan ini perempuan. 30:08 Berarti betul apa yang dikatakan oleh 30:10 Hudhud. 30:11 Ketika diterima oleh Balqis, Balqis 30:14 cerita. 30:15 Ayyuhal mala'. 30:17 Wahai pembesar-pembesar kerajaan. Ya. 30:20 Sesungguhnya aku telah dijatuhkan 30:22 kepadaku sebuah surat yang mulia. 30:25 Ya, jadi suratnya bagus. Ternyata surat 30:27 enggak ecek-ecek, loh. 30:28 Tapi surat yang ditulis itu mulia surat 30:30 itu. Dikemas dengan cara yang baik 30:32 ketika dibuka itu mulia. Innahu min 30:35 Sulaimana wa innahu 30:36 bismillahirrahmanirrahim. 30:39 Dan surat itu adalah sesungguhnya surat 30:41 itu dari Sulaiman 30:43 dan 30:44 tertulis bismillahirrahmanirrahim. 30:50 Apakah Nabi Sulaiman 30:53 meletakkan nama beliau di atas nama 30:56 bismillah? 30:58 Coba dengarkan bunyi suratnya kata 31:00 daripada Hud Hud. Innahu min Sulaiman. 31:04 Sesungguhnya dari Sulaiman, surat ini 31:06 dari Sulaiman dan sesungguhnya 31:09 bismillahirrahmanirrahim. 31:13 Ya, alla ta'lu alayya wa'tuni muslimin, 31:17 ya. 31:18 Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku 31:20 sombong terhadapku dan datanglah 31:22 kepadaku sebagai orang-orang yang 31:24 menyerahkan diri. Itu bunyi surat Nabi 31:26 Sulaiman yang dibawa oleh Hud Hud. 31:29 Apa? 31:30 Innahu min Sulaiman, dari Sulaiman, 31:33 bismillahirrahmanirrahim. 31:35 Janganlah kalian 31:37 berlaku sombong dan datanglah kepadaku, 31:40 tunduk dan takluklah kepadaku untuk 31:42 menyerahkan diri. 31:44 Bunyi surat ini, ya, 31:46 adalah bunyi surat dari seorang raja 31:48 yang menampakkan digdaya dan berkuasa 31:51 terhadap orang yang enggak tunduk pada 31:53 kekuasaannya, 31:55 dia ingin mengatakan bahwa serahkan diri 31:57 kalian, jangan macam-macam. 31:59 Ya, 32:00 itu kan raja yang punya kekuasaan, dia 32:02 menulis surat seperti itu. 32:05 Tapi para ulama cerita begini, ulama 32:07 tafsir. 32:09 Jadi Nabi Sulaiman tulis 32:11 adik-adikku coba dengarkan, dari 32:13 Sulaiman bismillahirrahmanirrahim, 32:15 jangan sombong dan ndak dan takluklah 32:17 kepadaku. Kira-kira begitu bunyi 32:20 suratnya secara singkat. 32:23 Nabi Sulaiman tulis nama beliau di atas 32:25 lalu kemudian bismillah. 32:28 Begitu. 32:29 Ini dibahas oleh para ulama tafsir. Ini 32:32 enggak mungkin begitu. Nabi Sulaiman 32:34 enggak akan menuliskan nama beliau 32:36 sebelum menuliskan nama Allah. 32:38 Segala tulisan dalam sebuah surat itu 32:40 harus dimulai dengan bismillah. 32:42 Tidak dimulai dengan nama orang, tapi 32:44 dengan nama bismillah. Itu adabnya di 32:46 dalam Islam. 32:48 Tapi kenapa juga Balqis bilang dari 32:50 Sulaiman? Di mana dia baca? 32:53 Berarti dia tahu nih di dalam surat ini 32:54 tertulis nama Sulaiman. 32:59 Karena seorang raja ketika menerima 33:01 surat tahu dulu dari mana? Dia baca dari 33:03 bawah berarti. 33:05 Balqis ini ketika lihat baca langsung 33:06 dari bawah. Dari siapa ini? Kan dari 33:09 siapa dulu kan? 33:11 Dari siapa dulu? Enggak mau kita baca 33:13 sebelum tahu dari siapa. 33:14 Seorang raja ketika mau baca langsung 33:16 siapa yang kirim ini? 33:18 Dari Sulaiman. 33:19 Apa isinya? 33:21 Bismillah. Mulai dengan 33:22 bismillahirrahmanirrahim. 33:24 Begitu para ulama tafsir menguraikan. 33:27 Enggak mungkin Nabi Sulaiman menulis 33:28 nama beliau dulu. Innahu min Sulaiman 33:31 bismillah. Ini aku Sulaiman bismillah. 33:33 Enggak enggak enggak enggak. Bismillah 33:34 dulu di atas. 33:36 Ya, makanya kode etik menulis surat itu 33:38 sudah ada sejak masa Islam zaman dulu 33:41 sejak awal bahkan masa Nabi Sulaiman 33:43 mulailah dengan bismillah. 33:46 Hari ini surat-surat dari lembaga kita 33:49 ada dimulai dengan bismillah enggak? 33:52 Halo? 33:54 Hah? 33:56 Enggak ya? Enggak. Lalu dimulai dengan 33:58 nama siapa? 34:00 Enggak tahu juga Ustaz nama siapa entah 34:02 ya. 34:04 Kode etik menulis surat itu dimulai 34:06 dengan bismillahirrahmanirrahim. 34:09 Tulisan mana saja walaupun bukan surat 34:12 mulailah dengan bismil bismillah. 34:14 Adik-adikku, buku tulis kalian itu mulai 34:16 dengan bismillah sebelum kalian tulis 34:18 apa-apa. Bismillahirrahmanirrahim. 34:21 Memulai dengan nama Allah dengan nama 34:24 Allah subhanahu wa taala. 34:26 Alla ta'lu alayya. Nah, di akhir 34:28 daripada ini kami ingin sampaikan 34:30 adik-adikku, yuk kita inspirasi daripada 34:32 Hud-hud. 34:34 Hud-hud berhasil mempertemukan antara 34:38 Nabi Sulaiman dengan Balqis di akhir 34:40 kan. 34:42 Nabi Sulaiman yang memiliki kerajaan 34:44 besar tidak tahu tentang Balqis dan 34:47 kerajaannya yang besar. 34:49 Tapi yang tahu itu Hud-hud. 34:52 Ini sebuah 34:54 ee sebuah penemuan 34:57 terhebat masa itu atau bukan pada masa 34:59 Nabi Sulaiman? 35:01 Sebuah penemuan hebat. 35:04 Seperti 35:05 orang menemukan sebuah 35:07 sebuah benua besar. Ini menemukan ini 35:10 juga, sebuah sebuah penemuan besar. 35:12 Hud-hud ini adik-adikku diutus oleh Nabi 35:14 Sulaiman atau dia keluar daripada jalur? 35:20 Keluar jalur. 35:23 Dalam hidup ini 35:25 kalau kalian keluar dari jalur kebiasaan 35:29 demi untuk sebuah misi yang benar, itu 35:31 benar. 35:35 Untuk sebuah misi yang benar, itu benar. 35:39 Bukan cuma sekecuan keluar dari sebuah 35:41 jalur, dari sebuah aturan, sekehendak 35:43 kalian, bukan. Untuk sebuah misi yang 35:45 benar. 35:46 Nah. 35:47 Nah, seorang pemimpin ketika mendapatkan 35:50 bawahannya keluar daripada itu, berikan 35:53 kesempatan untuknya untuk dia 35:56 mengklarifikasi kenapa dia berbuat 35:58 begitu, hargai. 36:02 Begitu juga seorang pemimpin jangan kita 36:04 belagu sekali bahwa seakan kita merasa 36:07 pemimpin hebat sekali 36:09 maka kita tidak menghargai terhadap 36:11 orang yang di bawah kita. 36:13 Nabi Sulaiman, beliau 36:15 kenapa menyebutkan Hud-hud padahal 36:17 seekor burung? Banyak burung yang lain. 36:21 Nabi Sulaiman sangat tahu tentang fungsi 36:24 setiap pribadi di 36:26 kerajaan beliau. Semua tentara beliau 36:28 itu berharga bagi beliau. 36:31 Maka pada saat satu orang tidak ada, 36:33 beliau tahu di mana dia. Saya butuh akan 36:36 dia, perlu akan dia. 36:39 Maka pelajaran bagi pemimpin siapapun, 36:42 ketika ada orang di bawah kita yang 36:44 kecil, ya, 36:46 hargai mereka. Pada saat mereka tidak 36:48 ada, tanyakan ke mana dia. 36:51 Tanda membu menunjukkan bahwa kita perlu 36:54 kepada itu. Itu sosok pemimpin yang 36:56 berwibawa. 36:57 Ya. 36:58 Mungkin begitu saja sedikit daripada 37:01 kami. Nanti ada pertanyaan dialog, kita 37:04 lanjutkan setelah salat Isya barang 15 37:07 menit, insyaallah taala. Sekian, terima 37:09 kasih. Assalamualaikum warahmatullahi 37:12 wabarakatuh. 37:22 Rasil TV. 37:29 Bismillahirrahmanirrahim. 37:30 Assalamualaikum warahmatullahi 37:32 wabarakatuh. 37:34 Adik-adikku yang dimuliakan Allah, para 37:36 jemaah sekalian yang dimuliakan Allah. 37:39 Eh, mengakhiri daripada jilsah ataupun 37:42 pertemuan kita kali ini adalah 37:45 eh, sedikit 37:49 eh, sedikit untuk kita merenungi 37:53 pelajaran inspirasi penting daripada 37:55 pelajaran Hud-hud bagi kita adalah 37:58 mungkin jangan salah dipahami tadi ya, 38:00 apa yang kami sampaikan bahwa keluar 38:02 dari jalur ada benarnya demi sebuah 38:05 maksud dan tujuan yang benar. 38:08 Maksud kami adalah jalur aturan yang 38:10 dibuat oleh manusia, bukan aturan Tuhan, 38:12 ya. Jalur yang dibuat oleh manusia, 38:15 mungkin ya, bisa saja. 38:17 Dan Hud-hud telah mengajarkan kepada 38:20 kita 38:21 apa yang hari ini kita istilahkan dengan 38:25 out of box, berpikir di luar kotak. 38:30 Hud-hud out of box, dia berpikir di luar 38:32 kotak, di luar kebiasaan. Maka dalam 38:35 hidup boleh saja kita tinggalkan sebuah 38:38 rutinitas untuk sesuatu yang lain yang 38:40 baik untuk hasilnya nanti akan 38:43 mendapatkan hasil yang lebih baik. Dan 38:45 terakhir apa? Adik-adikku yang 38:47 dimuliakan Allah 38:49 kalian harus tahu kalau ada orang yang 38:52 berkuasa, ada yang lebih berkuasa di 38:54 sana. Kalau kalian mengetahui sesuatu, 38:57 ketahuilah ada yang lebih tahu daripada 38:59 kalian. Nabi saja begitu, Nabi Sulaiman 39:03 tidak mengetahui apa yang diketahui oleh 39:05 Hud-hud. 39:06 Kemudian adik-adikku yang dimuliakan 39:08 Allah 39:10 Hud-hud saja 39:12 di dalam kekuasaan Nabi Sulaiman yang 39:14 luas, dia bisa mengambil sebuah pengaruh 39:17 besar. 39:19 Hud-hud burung kecil 39:21 di dalam kerajaan Nabi Sulaiman, dia 39:23 punya pengaruh besar. Apalagi yang lebih 39:26 hebat daripada Hud-hud. 39:29 Kalian ini adik-adikku lebih hebat 39:32 daripada burung. 39:34 Apa nantinya andil yang bisa kalian buat 39:37 demi umat ini di dalam sebuah negara 39:40 yang tempat kita tinggal ini. Ya, itu 39:43 mungkin pesan daripada Ustaz, terima 39:44 kasih. Ada pertanyaan? Silakan. 39:51 Ya, silakan. 39:56 Bismillahirrahmanirrahim. 39:57 Assalamualaikum warahmatullahi 39:58 wabarakatuh. 39:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:01 wabarakatuh. 40:01 Izin bertanya Ustaz. 40:03 Kenapa di dalam Alquran tidak ada surah 40:08 yang namanya surah Sulaiman bahkan 40:10 melainkan 40:11 ada surah nama surahnya itu yang tentang 40:14 semut dan 40:15 burung Hud-hud tadi. 40:17 Tolong jelaskan, 40:18 Ya, kenapa tidak ada surat 40:20 Yang namanya surat Sulaiman. 40:21 Nah, surat Sulaiman. Iya. 40:24 Asalamualaikum warahmatullahi 40:24 wabarakatuh. 40:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:27 wabarakatuh. 40:28 Ya. 40:30 Baik. Bagus pertanyaan daripada adinda 40:33 kita, teman kita ini. 40:35 Ustaz, dalam kisah Nabi Sulaiman 40:38 itu tidak disebutkan surat Nabi 40:41 Sulaiman. 40:42 Tapi yang ada justru surat 40:44 apa? Semut. 40:47 Jawabannya itu ada dalam video 40:49 sebelumnya. 40:51 Ada direkam video sebelumnya, ya. 40:53 Ya. 40:55 Bahwa 40:56 cerita semut itu dalam cerita Nabi 40:59 Sulaiman 41:00 pada saat semut itu mengajak kaumnya 41:03 untuk masuk ke dalam sarang, jangan 41:06 sampai Nabi Sulaiman bersama dengan 41:08 tentaranya menginjak mereka. 41:11 Seekor semut di dalam sebuah lembah, dia 41:14 peduli terhadap kawannya, terhadap 41:16 sebuah ancaman. 41:18 Sehingga dia berhasil menyelamatkan 41:20 semut tersebut gara-gara 41:23 sebuah tindakan yang dia lakukan, 41:25 panggil kaumnya. Ya ayyuhannamludkhulu 41:28 masakkinakum, la yahtimannakum Sulaimanu 41:32 wa junuduhu wa hum la yasy'urun. Wahai 41:34 sekalian semut, masuklah kalian ke dalam 41:37 sarang kalian, jangan sampai Sulaiman 41:39 menginjak kalian dengan tentaranya, 41:41 mereka tidak sadar. 41:43 Yang ngomong itu seberapa ekor semut? 41:45 Satu ekor semut. 41:47 Dengan omongan satu ekor semut, semua 41:49 semut terselamatkan. 41:52 Itulah suara orang yang mengajak kepada 41:55 amar ma'ruf nahi munkar. 41:58 Pengaruhnya itu di langit sangat luar 42:00 biasa, walau mungkin di bumi hanya satu 42:03 orang yang dengar. 42:06 Ya. 42:07 Sehingga surat ini penghargaan terhadap 42:09 semut semestinya surat Nabi Sulaiman ini 42:13 tapi pengaruh seekor semut di sisi Allah 42:16 dalam dia mengajak kaumnya amar ma'ruf 42:19 dia 42:20 terganti seakan-akan tergantilah nama 42:23 Nabi Sulaiman dengan nama se semut 42:27 karena pengaruh positif yang dia buat 42:29 terhadap kaumnya 42:31 nah inilah penting inspirasi kita dari 42:33 Alqur dari Alquran adik-adikku ya 42:37 baik ada yang lain 42:42 baik masalah ini atau masalah lain yang 42:44 dirasakan perlu dalam hari-hari silakan 42:47 mana lagi silakan di belakang 42:54 ya 42:58 Ustaz izin bertanya 43:01 Assalamualaikum warahmatullahi 43:03 wabarakatuh 43:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:05 wabarakatuh 43:06 Ustaz izin tanya bagaimana kalau ada 43:09 seorang pemimpin yang berkhianat apakah 43:12 sebagai warga 43:15 kita harus ngedemo atau ikut-ikutan saja 43:18 ya kalau ada seorang pemimpin yang 43:21 berkhianat apakah kita demo apa apa yang 43:23 kita buat Ustaz 43:24 iya 43:26 seorang pemimpin itu jadi pemimpin 43:29 itu gara-gara siapa 43:32 gara-gara siapa dia jadi pemimpin 43:36 hah 43:38 ya gara-gara rakyat yang mengangkat dia 43:40 sebagai pemimpin ketika dia diangkat 43:42 sebagai pemimpin ada sebuah amanah 43:44 mungkinkah dia berkhianat mungkin kenapa 43:46 tidak 43:48 ya mungkin seorang pemimpin berkhianat 43:51 kenapa tidak dia kan seorang manusia nah 43:53 maka oleh sebab itu seorang pemimpin ada 43:56 mekanisme yang terjadi dengannya untuk 43:59 supaya untuk menjaga dia tidak 44:01 berkhianat 44:02 nah apabila seorang pemimpin berkhianat 44:04 apa yang kita lakukan kita demo demo 44:07 salah satu instrumen untuk menasehati 44:09 pemimpin. Instrumen yang paling baik 44:12 menasehati pemimpin adalah yang 44:13 menjadikan pemimpin itu sadar 44:16 dan tidak menimbulkan kerusakan. 44:18 Menasehati dengan cara yang bijak, 44:20 dengan cara yang baik ya. Setelah 44:23 menasehati secara bijak yang baik, maka 44:25 nanti instrumen yang lain kalau 44:27 diperlukan silakan diambil. 44:30 Ya, yang paling benar gimana Ustaz? 44:32 Menasehati dan menasehati itu bukan cuma 44:35 dengan mulut ya, bukan cuma dengan 44:38 mulut. Ada banyak instrumen untuk 44:40 menasehati pemimpin itu. Salah satunya 44:42 adalah demo, demo itu cara yang terakhir 44:44 di dalam negara yang demokrasi yang 44:46 tidak menimbulkan masalah. Kalau demo 44:49 itu menimbulkan masalah lebih besar, 44:51 maka itu tidak boleh pakai. 44:53 Karena dia adalah untuk memperbaiki. 44:55 Kalau demo merusak, tidak boleh. Karena 44:57 Islam tidak boleh tidak memperbolehkan 44:59 sebuah cara untuk membuat perbaikan 45:03 dengan aksi yang lebih merusak. 45:06 Tapi kalau itu efektif, tidak ada cara 45:08 lain dan itu bisa memperbaiki, 45:11 maka itu salah satu opsi. 45:14 Itu aja. 45:18 Ya, silakan. 45:19 Assalamualaikum warahmatullahi 45:20 wabarakatuh. 45:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:22 wabarakatuh. 45:23 Izin bertanya Ustaz, eh 45:25 kan tadi dikatakan bahwasanya kerajaan 45:27 Nabi Sulaiman itu meliputi daripada 45:29 Palestina sampai Jordania. 45:31 Nah, itu kan termasuk besar dan juga 45:34 kayaknya hebat banget gitu. 45:36 Iya. 45:36 Nah, yang jadi pertanyaannya, jadi 45:37 pertanyaan saya adalah apa yang membuat 45:40 awal mula bisa kerajaan tersebut gitu 45:42 runtuh gitu? Kenapa kerajaan tersebut 45:44 kayak enggak enggak ada sampai sekarang, 45:47 enggak jadi runtuh gitu di setelah Nabi 45:50 Sulaiman. 45:51 Baik, bagus. 45:52 Nah, kerajaan Nabi Sulaiman kan besar 45:55 Ustaz. Kenapa sampai eh bisa runtuh 45:58 kemudian dan seperti tidak ada 46:00 peninggalannya ya, seperti 46:01 kerajaan-kerajaan lain. Bagus 46:03 pertanyaan, bagus ini apa namanya calon 46:06 arkeolog mungkin nih, ya, Adinda kita 46:08 ini, ya. 46:09 Nah, kenapa tidak ada? 46:11 Kerajaan Nabi Sulaiman, 46:14 Nabi Sulaiman itu adalah anak daripada 46:16 Nabi Daud, 46:18 ya. 46:19 Daud, Nabi Daud seorang raja, Nabi 46:21 Sulaiman seorang raja, anak beliau. Nah, 46:23 setelah Nabi Sulaiman, ya, setelah 46:26 kejadian Nabi Sulaiman, setelah Nabi 46:28 Sulaiman, orang Yahudi, orang Bani 46:30 Israil, mereka berpecah belah. 46:34 Terpecah belah Bani Israil ini, sehingga 46:36 mereka terjadi perang saudara sesama 46:38 mereka. Ketika Nabi sudah tidak ada, 46:40 mereka tidak mengikuti lagi ajaran Nabi 46:43 yang bersama dengan mereka. Sehingga 46:45 Bani Israil ini terjadi perang saudara, 46:47 perang saudara ini menjadikan mereka 46:49 pecah belah. 46:50 Ketika Bani Israil pecah belah dan 46:52 mereka sudah tidak lagi bersatu, 46:55 datang raja dari Babilonia yang bernama 46:59 Nebukadnezar. 47:01 Ya, Nebukadnezar 47:03 akhirnya menyerang kerajaan ini, 47:05 sehingga kerajaan ini kocar-kacir dan 47:07 orang Yahudi itu tersebar disebar ke apa 47:11 namanya, lari ke seluruh penjuru dunia. 47:15 Nah, akhirnya mereka tidak 47:16 mempertahankan kerajaan mereka. 47:19 Nah, karena apa? Mereka tidak patuh 47:20 kepada nabi mere, nabi mereka dan 47:22 ajaran-ajaran yang dibawakan oleh nabi 47:24 mereka. Nah, akhirnya mereka pecah 47:27 belah. 47:28 Nah. 47:28 Baik. 47:30 Ada lagi? Silakan, ya. 47:34 Assalamualaikum warahmatullahi 47:36 wabarakatuh. 47:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:38 wabarakatuh. 47:38 Afwan, Ustaz, izin nanya. Eee, bagaimana 47:41 cara kita menyikapi jika kita memiliki 47:45 seorang pemimpin yang memiliki keputusan 47:47 yang otoriter, misalnya pemimpinnya 47:50 memiliki keputusan yang buruk. Apakah 47:52 kita wajib mengikuti atau tidak? 47:55 Baik, ya. 47:57 Pertanyaan bagus, calon pemimpin ini, 47:59 ya. 48:00 Ustaz, bagaimana kalau seandainya ada 48:02 seorang pemimpin yang otoriter 48:04 dan dia membuat sebuah keputusan yang 48:07 tidak baik, apakah wajib kita turut? 48:10 Ya ayyuhalladzina amanu atiullah wa 48:13 atiur rasul wa ulil amri minkum. 48:17 Wahai orang-orang yang beriman, taatlah 48:19 kepada Allah dan kepada rasul dan kepada 48:22 ulil amri. Ulil amri itu ulama atau 48:27 umara? Sama itu ulil amri kedua-duanya. 48:29 Kita disuruh untuk taat Allah dan rasul 48:32 ulil amri yang nomor tiga. 48:35 Adikku yang bertanya tadi, 48:37 halo, 48:39 ya. 48:40 Ulil amri itu yang dipatuhi nomor tiga. 48:43 Pertama, kalau seandainya yang 48:45 diputuskan ulil amri itu seorang ulama 48:48 atau seorang pemimpin umara, benar 48:51 dengan keputusan dari Allah dan 48:53 rasulnya, wajib taat. Enggak bisa tidak 48:55 taat. 48:57 Ya, enggak bisa tidak taat. Kita berdosa 48:58 kalau enggak taat. Tapi kalau seandainya 49:01 ulil amri, umara atau ulama memutuskan 49:04 sebuah keputusan tidak sesuai dengan 49:06 Allah dan rasulnya, tidak wajib untuk 49:09 kita patuhi, bahkan maksiat kita kepada 49:12 Allah kalau patuh kepada pemimpin dengan 49:14 keputusannya yang tidak sesuai dengan 49:17 dengan apa yang diwahyukan oleh Allah 49:20 dan diwahyukan dan di di di di di di eh 49:23 di eh disabdakan oleh Nabi sallallahu 49:26 alaihi wasallam. Patronnya jelas. Karena 49:29 dia menjadi pemimpin dalam sebuah 49:30 tempat, rujukan daripada negara ataupun 49:34 daripada masyarakat apa? Rujukannya 49:36 adalah masyarakat adalah beriman kepada 49:38 Allah. 49:39 Kita Indonesia juga begitu. Negara kita 49:41 negara Indonesia ini adalah negara yang 49:44 memperbolehkan umatnya beragama dengan 49:47 baik dan dengan benar. Orang muslim, 49:49 jadilah orang muslim yang benar. Maka 49:51 kewajiban bagi kita negara Pancasila 49:55 yang mengharuskan kita menjadi orang 49:57 muslim yang baik dan benar merujuk 49:59 kepada Alquran dan kepada sunah na sunah 50:02 nabi 50:03 sallallahu alaihi wasallam 50:08 ada yang lain 50:09 ya silakan 50:22 bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum 50:23 warahmatullahi 50:24 waalaikumsalam warahmatullahi 50:26 terima kasih ustaz atas paparannya yang 50:28 tadi di ee ba'da magrib itu karena saya 50:31 apa ya 50:32 mengambil hikmah seperti itu kayak ee 50:35 adab adab untuk memimpin dalam mengatur 50:38 organisasi mengoreksi bawahan seperti 50:40 itu kan 50:42 ee yang saya tadi kan juga ustaz bilang 50:44 karena kalau ada ee anak buah atau 50:47 pasukan yang 50:49 tidak ada secara fisik ataupun 50:50 performanya kurang ditanyakan bagaimana 50:52 baiknya apa 50:54 antum kenapa kenapa seperti ini karena 50:56 tim ini butuh 50:58 ee antum jadi mohon untuk apa ya 51:02 diperbaiki seperti itu kan yang saya mau 51:04 nanya ee mungkin ada lagi contoh-contoh 51:05 lain adab dalam pemimpin untuk 51:09 mengoreksi untuk mengatur organisasi 51:11 baik itu perusahaan atau 51:13 negara seperti itu 51:15 dari contoh-contoh kisah dari dalam 51:17 Alquran atau 51:19 ee 51:20 dari hadis nabi seperti itu jadi mungkin 51:22 kami bisa lebih banyak 51:24 ee belajar dari hal itu terima kasih 51:26 assalamualaikum warahmatullahi 51:27 wabarakatuh 51:28 waalaikumsalam warahmatullahi 51:29 wabarakatuh 51:30 ustaz adakah hadis-hadis nabi atau 51:32 daripada sunah-sunah nabi yang dari itu 51:36 kita bisa belajar bagaimana untuk 51:38 memperbaiki ya orang-orang bawah ya 51:42 memperbaiki kesalahan-kesalahan orang 51:43 bawah mungkin ya kita selaku seorang 51:45 pemimpin 51:47 Anas bin Malik radhiallahu anhu ditanya 51:49 dalam konteks ini, ya. Anas bin Malik 51:52 radhiallahu anhu, Anas itu adalah ee 51:55 pembantu Nabi sallallahu alaihi 51:56 wasallam. Kata Anas, 51:58 "Selama aku membantu Nabi, Nabi tidak 52:01 pernah mengatakan kepadaku, wahai Anas, 52:05 kenapa engkau lakukan demikian? Tidak 52:07 demikian." 52:09 Nabi enggak pernah menegurku dengan cara 52:12 mengatakan bahwa kenapa begini, enggak 52:14 begini. 52:15 Enggak. 52:16 Tapi Nabi ketika menegurku, 52:19 Nabi melakukan dulu, baru kemudian aku 52:23 tahu dan aku sadar. 52:25 Jadi Nabi menegur sebuah kesalahan bukan 52:28 dengan bukan dengan menyalahkan orang, 52:30 bukan. Nabi langsung kasih contoh, baru 52:33 kemudian yang Anas paham, oh iya begini 52:35 salah. 52:38 Itu salah satu cara Nabi untuk ini. Yang 52:40 kedua, Nabi mengikuti perintah Allah, 52:43 wasyawirhum fil amr. Dalam setiap 52:46 urusan, bermusyawarahlah. 52:49 Bermusyawarahlah. Seorang pemimpin harus 52:52 menghidupkan mekanisme musyawarah. Arti 52:54 musyawarah apa? Siap mendengar masukan 52:56 dari berbagai pihak. 52:58 Walaupun kita merasa paling tahu. Nabi 53:00 paling tahu enggak? 53:03 Dalam masalah Nabi paling tahu kan. Kita 53:05 semua masalah pulangkan kepada Nabi, 53:07 tapi Nabi disuruh oleh Allah 53:09 bermusyawarah. 53:11 Dalam urusan duniawi yang tidak ada 53:14 wahyu Tuhan, di situ bermusyawarahlah. 53:17 Apalagi kita mengurus sebuah lembaga. 53:20 Lembaga yang kita urus itu kebijaksanaan 53:22 kita buat bersama-sama. Apabila terjadi 53:25 sebuah kesalahan, 53:27 wajib dimusyawarahkan. 53:31 Itu mekanisme Islam loh, musyawarah. 53:33 Maka lembaga yang tidak hidup mekanisme 53:35 musyawarah, itu lembaga yang down. 53:38 Tidak mampu mendengar menginput dari 53:40 banyak pihak dan menghargai sebuah 53:42 pendapat. Nabi menghargai pendapat itu. 53:45 Ya, maka mekanisme musyawarah apa itu 53:48 hidup di masa para sahabat bahkan dalam 53:50 masalah perang. 53:52 Nah, ini nanti insya Allah suatu ketika 53:54 bisa kita bahas masalah bagaimana 53:56 mekanisme musyawarah Nabi sallallahu 53:58 alaihi wasallam dengan para sahabat. 54:00 Baik, ada yang lain? 54:02 Ya, masya Allah adik. Silakan adik. 54:05 Ya. 54:06 Luar biasa ini ee insan mandiri ini. 54:10 Ya, semuanya 54:13 aktif, ya. 54:18 Ya, ini yang terakhir ya. Setelah ini 54:20 ada, ada lagi ya? Oke. 54:23 Assalamualaikum warahmatullahi 54:25 wabarakatuh. 54:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:27 wabarakatuh. 54:28 Ustaz, ini izin bertanya. 54:30 Silakan. 54:31 Di manakah letak makam Nabi Sulaiman 54:34 alaihi salam? 54:35 Ya, baik. 54:36 Terima kasih. Wassalamualaikum 54:37 warahmatullahi wabarakatuh. 54:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:40 wabarakatuh. Rencananya mau ngapain 54:42 kalau tahu makamnya? 54:44 Ziarah. 54:46 Pengin tahu Ustaz. 54:48 Pengin tahu ya? Mau ziarah ya? 54:51 Insya Allah. 54:52 Mana lebih penting makam Nabi Sulaiman 54:54 dengan ajaran Nabi Sulaiman? 54:59 Dua-duanya. 55:02 Enggak, Ustaz tanya nih. Mana lebih 55:03 penting? 55:06 Ajaran. 55:06 Ajaran Nabi Sulaiman. 55:08 Banyak Nabi itu enggak ketahuan 55:10 makamnya. 55:12 Karena yang penting itu adalah ajarannya 55:14 kekal bukan makamnya. 55:16 Ya, Nabi Ibrahim di mana makam beliau? 55:24 Ada yang tahu makam Nabi Ibrahim? 55:27 Ada yang tahu? Kalau ada yang tahu boleh 55:29 pulang. 55:33 Makam Nabi Ibrahim itu di 55:35 di mana? 55:37 Di Ka'bah. 55:39 Tapi bukan kuburan. 55:41 Makam itu artinya tempat berdiri. 55:43 Itu dia. 55:44 Nabi Sulaiman kalau ditanya kuburan 55:46 beliau tidak ketahuan di mana kuburan 55:48 beliau. Tapi yang penting apa? Apa 55:50 ajaran beliau? 55:52 Itu yang Allah abadikan dalam Alquran. 55:54 Bagaimana kisah Nabi Sulaiman, itulah 55:56 dia pelajaran yang penting untuk 55:59 dilestarikan dalam hidup kita. Jadi 56:01 jangan kita pintar dalam memuji kuburan, 56:05 berziarah kuburan, tapi ilmu orang dalam 56:08 kuburan itu enggak diamalkan. 56:10 Setiap hari ngusap-ngusap saja. Itu 56:12 kerjanya. 56:13 Ya. Ilmu orang yang diusap-usap itu 56:16 enggak di-enggak diamalkan. Nabi saja, 56:19 ya, banyak nabi enggak ketahuan 56:20 kuburannya. 56:22 Kenapa? Karena intinya nanti adalah 56:24 bukan kuburannya yang dimuliakan, 56:27 ajaran. 56:28 Di samping ya kalau ada kuburan 56:30 dimuliakan tentu, ya, tapi ajarannya, 56:32 ya. Tidak menjadikan tidak ketahuan 56:35 kuburan seorang nabi bahwa dia tidak 56:37 penting dalam sejarah, enggak. 56:39 Ya. Jadi pentingnya itu bukan pada. Jadi 56:41 itu hanya sekunder saja. 56:43 Ya. Pelengkap saja. 56:46 Baik, yang terakhir. 56:49 Ya, silakan. 56:56 Pak Ican nih banyak yang nanya nih, Pak 56:57 Ican. 57:03 Ya. 57:04 Izin bertanya, Ustaz. 57:05 Ya. 57:06 Apa saja yang diberikan 57:09 kepada apa apa saja yang diberi 57:11 kelebihan yang diberikan oleh Allah 57:13 kepada burung Hud sampai-sampai burung 57:16 Hud tuh diceritakan di dalam Alquran? 57:19 Baik. 57:20 Terima kasih. 57:22 Apa kelebihan burung Hudhud sampai dia 57:25 diceritakan dalam Alquran? 57:27 Ada berapa kali cerita Hudhud dalam 57:29 Alquran? 57:31 Hah? 57:32 Ada yang tahu? 57:35 Ah, ini jadi PR kan? 57:38 Cuma sekali diceritakan Hud dalam 57:39 Alquran. Di mana, Ustaz? Di ayat yang 57:42 Ustaz baca tadi. 57:44 Sudah sampai di situ, sampai ayat Ustaz 57:46 baca tadi, cuma di situ cerita Hud-hud. 57:49 Kelebihan apa Hud daripada Hud-hud 57:51 sehingga diceritakan dalam Alquran? Kok 57:53 harus disorot, diabadikan Hud-hud dalam 57:55 Alquran? 57:56 Karena dia 57:58 ikut di dalam misi dakwah Nabi Sulaiman, 58:02 mengajak manusia mentauhidkan Allah. 58:07 Sudah, itu misi. Dia masuk dalam misi 58:10 membantu Nabi. Nabi perlu dibantu. 58:16 Nabi saja harus dibantu sama burung. 58:19 Bagaimana lagi kalau Nabi sudah enggak 58:21 ada? Siapa yang bantu dakwah ini? 58:24 Burung saja bantu Nabi. Bagaimana dengan 58:27 kalian? Sekarang Nabi Muhammad tidak 58:29 tidak ada. Mau enggak kalian berfungsi 58:31 menjadi Hud-hud? 58:34 Hah? 58:35 Mau? 58:37 Ayo, siapa yang mau jadi Hud-hud? Siap 58:39 jadi Hud-hud? 58:40 Siap. Bagus. 58:42 Ah, baik. 58:44 Ada yang terakhir ini. Oh. Terakhir 58:46 terakhir terakhir ini. 58:49 Ya, baik. Terakhir terakhir, ya. 58:52 Mmm. 58:55 Assalamualaikum, Ustaz. 58:56 Waalaikumsalam. 58:57 Bagaimana langkah kita menyampaikan 59:01 eh ajaran Islam di tengah-tengah orang 59:03 yang tidak suka, bahkan benci Islam? 59:06 Bagus, ya. 59:08 Luar biasa, super pertanyaannya, ya. 59:11 Bagaimana, Ustaz, ya? 59:13 Kita, ya, mengajak orang kepada Islam di 59:16 tengah orang yang membenci Islam. Nah, 59:19 hari ini orang yang suka Islam lebih 59:21 banyak atau yang benci Islam lebih 59:22 banyak? 59:25 Yang enggak suka lebih banyak. 59:27 Bagaimana sikap kita? 59:29 Nah. 59:30 Adik-adik ada nonton bola enggak? 59:34 Malam ini nonton juga? 59:38 Hah? 59:39 Oh, ini sudah tadi. 59:41 Sudah disiapkan. 59:45 Ini Pak Tahfidz kalau betul-betul 59:46 disiapkan di sini, Pak Tahfidz-nya ini 59:48 yang Nah. 59:50 Nah. 59:52 Kalau di luar boleh, di sini jangan, ya. 59:55 Adikku, ada enggak kalian tahu 59:58 Timnas Maroko terkenal enggak hari ini? 1:00:03 Gara-gara apa? 1:00:06 Gara-gara prestasi mereka masuk 1:00:10 satu. 1:00:11 Yang kedua, 1:00:14 ada artikel di koran 1:00:16 The The Guardian Inggris menulis tentang 1:00:20 Timnas Maroko 1:00:22 bahwa 1:00:25 ke apa namanya eh 1:00:28 kebanggaan Timnas Maroko terhadap Islam 1:00:31 di depan kamera dunia itu menjadi 1:00:35 inspirasi besar bagi orang Barat hari 1:00:37 ini. 1:00:39 Apa yang dilakukan oleh Timnas Maroko 1:00:41 ketika mereka main bola? 1:00:44 Mereka membaca Al Fatihah. 1:00:46 Mereka bersujud dalam kondisi menang dan 1:00:49 kalah. 1:00:50 Itu disorot sama media Barat. Kemudian 1:00:52 mereka membawa ibunda mereka memakai 1:00:55 jilbab. 1:00:56 Kemudian di depan kamera dunia itu 1:00:58 mereka ber apa namanya nampak 1:01:00 menghargai, menghormati orang tua 1:01:02 mereka. Bahwa bahwa wanita di dalam 1:01:05 Islam memakai jilbab tapi siap untuk 1:01:07 mereka hidup seperti orang biasa. Enggak 1:01:10 sama seperti apa yang di digambarkan 1:01:13 oleh dunia Barat tentang wanita Islam 1:01:15 yang suram. Tidak ikut dalam hidup 1:01:18 seperti manusia biasa. 1:01:21 Kita tampakkan indahnya Islam kepada 1:01:24 orang lain. 1:01:26 Akan menjadikan mereka berubah pikiran 1:01:28 mereka terhadap Islam. Jadi bukan tugas 1:01:31 kita membenci orang membenci Islam, no. 1:01:34 Tapi tampakkan keindahan Islam kepada 1:01:36 orang yang membenci Islam. Dengan apa? 1:01:39 Karya kita, yang terbaik apa? Yang kedua 1:01:42 apa? Adalah dengan tingkah laku dan 1:01:44 akhlak kita. 1:01:46 Kalau kalian nanti hidup di sebuah 1:01:48 tempat di mana banyak orang yang benci 1:01:50 terhadap Islam, tampakkan Islam melalui 1:01:52 akhlak kalian dan melalui prestasi yang 1:01:55 kalian ukir. Ya, itu adalah cara yang 1:01:58 paling efektif untuk mengubah mindset 1:02:02 orang yang membenci Islam. Ya, siap? 1:02:06 Siap? 1:02:07 Baik, terima kasih atas segala 1:02:09 perhatian, mohon atas segala kekurangan. 1:02:10 Aku qouli hadza wa astaghfirullahalazim 1:02:12 walakum. Subhanakallahumma wa bihamdika, 1:02:15 asyhadu an la ilaha illa anta, 1:02:17 astaghfiruka wa atubu ilaik. 1:02:18 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:02:20 wabarakatuh.